GEN 1:1 Pada permulaan segala sesuatu, Allah menciptakan tingkat-tingkat surga dan langit serta bumi.
GEN 1:2 Waktu itu, bumi belum berbentuk dan kosong. Bumi gelap gulita dan digenangi air yang sangat dalam. Roh Allah hadir di atas permukaan air itu.
GEN 1:3 Berkatalah Allah, “Jadilah terang!” Maka terang itu jadi.
GEN 1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, maka Dia memisahkan terang dari kegelapan.
GEN 1:5 Allah menyebut terang itu ‘siang’ dan kegelapan itu ‘malam’. Hari pertama berakhir ketika petang menjadi malam.
GEN 1:6 Pada pagi berikutnya, berkatalah Allah, “Hendaklah ada ruang kosong untuk memisahkan air yang di bumi dengan air yang di atas bumi.”
GEN 1:7 Maka jadilah demikian.
GEN 1:8 Allah menyebut ruang kosong itu ‘langit’. Hari kedua berakhir ketika petang menjadi malam.
GEN 1:9 Pada pagi berikutnya, berkatalah Allah, “Hendaklah air yang ada di bawah langit berkumpul di satu tempat, supaya tanah kering bisa terlihat.” Maka jadilah demikian.
GEN 1:10 Allah menyebut tanah kering itu ‘darat’ dan kumpulan air itu ‘laut’. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
GEN 1:11 Kemudian Allah berkata, “Hendaklah tanah mengeluarkan berbagai jenis tumbuhan, termasuk yang menghasilkan biji-bijian dan berbagai jenis pohon yang buahnya berbiji. Hendaklah tiap jenis biji itu nanti menghasilkan tumbuhan atau pohon yang sama sesuai jenisnya.” Maka jadilah demikian.
GEN 1:12 Tanah menumbuhkan segala jenis tumbuhan, termasuk yang menghasilkan biji-bijian dan berbagai jenis pohon yang buahnya berbiji. Dan setiap jenis biji selalu menghasilkan tumbuhan atau pohon yang sama jenisnya. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
GEN 1:13 Hari ketiga berakhir ketika petang menjadi malam.
GEN 1:14 Pada pagi berikutnya, berkatalah Allah, “Hendaklah ada berbagai benda penerang di langit supaya sinarnya terpancar ke bumi. Biarlah benda-benda itu menunjukkan perbedaan antara siang dan malam, serta menjadi tanda untuk menentukan hari, tahun, dan musim.” Maka jadilah demikian.
GEN 1:16 Allah membuat dua benda penerang yang besar. Yang lebih besar bersinar pada siang hari, dan yang lebih kecil bersinar pada malam hari. Allah juga membuat banyak sekali bintang.
GEN 1:17 Allah mengatur benda-benda itu di langit untuk menerangi bumi,
GEN 1:18 untuk bersinar pada siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
GEN 1:19 Hari keempat berakhir ketika petang menjadi malam.
GEN 1:20 Pada pagi berikutnya, berkatalah Allah, “Hendaklah air dipenuhi dengan berbagai jenis makhluk hidup yang berenang, dan langit dipenuhi dengan berbagai jenis burung yang beterbangan di atas permukaan bumi.”
GEN 1:21 Lalu Allah menciptakan berbagai jenis binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk yang bergerak di dalam air. Dia juga menciptakan segala jenis binatang yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
GEN 1:22 Lalu Allah memberkati semua makhluk hidup itu, kata-Nya, “Hendaklah segala makhluk yang hidup di laut berkembang biak dan memenuhi lautan. Dan segala binatang yang bersayap hendaklah bertambah banyak di bumi.”
GEN 1:23 Hari kelima berakhir ketika petang menjadi malam.
GEN 1:24 Pada pagi berikutnya, berkatalah Allah, “Hendaklah ada berbagai jenis makhluk hidup di bumi, termasuk hewan ternak, binatang liar, binatang melata, dan binatang yang merayap di atas permukaan tanah.” Maka Allah menjadikan segala binatang itu, yaitu hewan ternak, binatang liar, binatang melata, dan binatang yang merayap, sesuai jenisnya masing-masing. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
GEN 1:26 Kemudian Allah berkata, “Marilah Kita menciptakan manusia supaya menyerupai Kita dan mencerminkan sifat-sifat Kita. Mereka akan berkuasa atas seluruh bumi, yaitu atas segala jenis ikan, burung, hewan ternak, binatang liar, bahkan serangga.”
GEN 1:27 Maka Allah menciptakan manusia supaya menyerupai Dia. Allah menciptakan mereka, laki-laki dan perempuan.
GEN 1:28 Kemudian Allah memberkati mereka, “Beranakcuculah hingga kalian menjadi banyak. Penuhilah seluruh bumi dan berkuasalah atasnya. Hendaklah kalian berkuasa atas semua binatang di laut, di udara, dan di bumi.”
GEN 1:29 Berkatalah Allah kepada manusia itu, “Dengarlah! Aku memberikan kepada kalian segala tumbuhan yang menghasilkan biji-bijian dan semua pohon yang buahnya berbiji. Semua itu akan menjadi makanan bagi kalian.
GEN 1:30 Tetapi untuk semua jenis binatang, burung, dan serangga, Aku memberikan segala tumbuhan hijau sebagai makanan mereka.” Maka jadilah demikian.
GEN 1:31 Allah melihat bahwa semua yang sudah diciptakan-Nya itu sungguh amat baik. Hari keenam berakhir ketika petang menjadi malam.
GEN 2:1 Pada pagi berikutnya, selesailah penciptaan segala sesuatu yang ada di surga, di langit, dan di bumi.
GEN 2:2 Jadi, pada hari ketujuh, karena Allah sudah selesai menciptakan segala sesuatu, Dia berhenti bekerja.
GEN 2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh dan menetapkannya sebagai hari yang kudus, sebab pada hari ketujuh itulah Dia berhenti setelah menciptakan segala sesuatu.
GEN 2:4 Beginilah yang terjadi pada waktu TUHAN Allah baru saja menciptakan surga, langit, dan bumi:
GEN 2:5 Pada awalnya, belum ada tumbuhan apa pun yang tumbuh karena TUHAN belum menurunkan hujan ke atas permukaan bumi. Lagipula belum ada orang yang mengerjakan tanah itu dan menanam di atasnya.
GEN 2:6 Akan tetapi, banyak mata air meluap dari dalam tanah sehingga seluruh permukaan tanah menjadi basah.
GEN 2:7 Lalu TUHAN Allah mengambil sedikit tanah dan membentuknya menjadi seorang manusia. Dia meniupkan nafas kehidupan ke dalam lubang hidung manusia itu, sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
GEN 2:8 Sebelumnya TUHAN Allah sudah membuat sebuah taman yang terletak di sebelah timur, di daerah yang bernama Eden. Di taman inilah Dia menempatkan manusia yang sudah diciptakan-Nya itu.
GEN 2:9 Kemudian TUHAN menumbuhkan segala jenis pohon yang indah dan yang menghasilkan buah yang lezat. Di tengah taman itu, Dia juga menempatkan dua pohon: Yang pertama adalah pohon yang buahnya mampu memberikan hidup selamanya. Yang kedua adalah pohon yang buahnya mampu memberi pengetahuan untuk membedakan hal yang baik dan yang buruk.
GEN 2:10 Taman itu diairi oleh sebuah sungai besar yang hulunya bersumber dari Eden. Begitu keluar dari Eden, sungai itu bercabang menjadi empat anak sungai.
GEN 2:11 Yang pertama disebut Pison. Itulah sungai yang mengalir melalui sepanjang daerah Hawila. Di sana terdapat banyak emas.
GEN 2:12 Emas di Hawila sangat murni, dan di situ terdapat juga wangi-wangian dari getah tumbuhan dan batu-batu permata yang berwarna-warni.
GEN 2:13 Sungai yang kedua disebut Gihon. Sungai itu mengalir sepanjang tanah Kus.
GEN 2:14 Sungai yang ketiga disebut Tigris. Sungai itu mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat disebut Efrat.
GEN 2:15 TUHAN Allah mengambil dan menempatkan manusia di dalam Taman Eden untuk merawat dan mengurus taman itu.
GEN 2:16 TUHAN berkata kepadanya, “Aku mengizinkan kamu untuk makan buah dari setiap pohon di taman ini sepuasnya.
GEN 2:17 Hanya satu yang tidak boleh dimakan, yaitu buah dari pohon yang mampu memberikan pengetahuan untuk membedakan hal yang baik dan yang buruk. Janganlah kamu makan buah itu. Karena jika kamu memakannya, kamu pasti mati pada hari itu juga!”
GEN 2:18 Kemudian TUHAN Allah berkata, “Tidak baik kalau laki-laki ini hanya sendirian. Aku akan menjadikan seorang pendamping yang cocok baginya.”
GEN 2:19 Sebelum itu, TUHAN sudah menjadikan semua jenis binatang dan burung dari bahan tanah. Setiap jenis binatang dan burung ditunjukkan kepada laki-laki itu supaya diberi nama olehnya. Demikianlah asal mula nama semua jenis binatang.
GEN 2:20 Laki-laki itu memberi nama kepada setiap jenis hewan, binatang liar, dan burung. Tetapi di antara semua makhluk itu, dia tidak menemukan satu pun yang cocok untuk menjadi pendampingnya.
GEN 2:21 Maka TUHAN membuat laki-laki itu tertidur sangat nyenyak. Saat itulah TUHAN mengambil salah satu tulang rusuknya dan menutup kembali bekasnya dengan daging.
GEN 2:22 TUHAN Allah menjadikan seorang perempuan dari tulang rusuk yang sudah diambil-Nya, kemudian membawanya kepada laki-laki itu.
GEN 2:23 Maka laki-laki itu berkata, “Inilah dia yang cocok bagiku! Tulangnya dari tulangku, dan dagingnya dari dagingku! Aku akan menyebut dia ‘perempuan’, karena dia diambil dariku.”
GEN 2:24 Itulah sebabnya, ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk keluarga baru, laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu.
GEN 2:25 Laki-laki dan perempuan itu telanjang, tetapi keduanya tidak merasa malu satu sama lain.
GEN 3:1 Ular merupakan binatang yang paling licik di antara semua binatang liar yang diciptakan TUHAN Allah. Suatu hari, ular datang kepada perempuan dan bertanya, “Apa benar Allah berkata kepada kalian bahwa kalian tidak boleh makan buah-buahan dari pohon mana pun di dalam taman ini?”
GEN 3:2 Jawab perempuan itu kepadanya, “Bukan begitu. Kami boleh makan semua buah di taman ini,
GEN 3:3 kecuali buah dari pohon yang ada di tengah taman. TUHAN melarang kami menyentuh, apalagi memakan buahnya. Kalau kami melanggar, kami akan mati.”
GEN 3:4 Lalu kata ular kepadanya, “Tidak! Kamu tidak akan mati!
GEN 3:5 Allah berkata begitu karena Dia tahu bahwa kalau kalian memakan buah dari pohon yang di tengah taman itu, mata dan pikiran kalian akan terbuka, sehingga kalian menjadi seperti Dia, yaitu mengetahui hal yang baik dan yang buruk.”
GEN 3:6 Perempuan itu pun melihat bahwa buah pohon tersebut sangat indah dipandang dan tampaknya sedap untuk dimakan. Lagipula, dia juga ingin menjadi bijaksana. Karena itu, dia memetik beberapa buah pohon itu dan memakannya. Dia juga memberikan buah itu kepada suaminya untuk dimakan. Segera sesudah mereka makan buah itu,
GEN 3:7 mata dan pikiran mereka tiba-tiba terbuka. Mereka malu karena menyadari bahwa mereka telanjang. Maka keduanya menyambung beberapa daun pohon ara untuk menutupi tubuhnya masing-masing.
GEN 3:8 Menjelang sore hari, ketika angin sepoi-sepoi mulai berhembus, mereka mendengar langkah kaki TUHAN Allah yang sedang berjalan di taman. Laki-laki itu dan istrinya pun bersembunyi di balik pepohonan, supaya TUHAN tidak melihat mereka.
GEN 3:9 Tetapi TUHAN memanggil laki-laki itu dan berkata, “Di manakah kamu?”
GEN 3:10 Jawab laki-laki itu, “Aku mendengar bunyi langkah kaki-Mu di taman ini dan aku takut, karena aku telanjang. Jadi aku bersembunyi.”
GEN 3:11 Lalu TUHAN berkata, “Bagaimana kamu bisa tahu bahwa kamu telanjang? Apa kamu sudah makan buah dari pohon yang Aku larang itu?”
GEN 3:12 Laki-laki itu menjawab, “Ya, tetapi itu gara-gara perempuan yang Engkau berikan kepadaku. Dialah yang memberikan buah itu, sehingga aku memakannya.”
GEN 3:13 Lalu TUHAN Allah bertanya kepada perempuan, “Mengapa kamu melakukan itu?” Jawab perempuan itu, “Ular sudah menipu aku, sehingga aku makan buah itu!”
GEN 3:14 Maka berkatalah TUHAN kepada ular itu, “Karena kamu sudah melakukan hal ini, maka di antara semua hewan ternak dan binatang buas, hanya kamu dan keturunanmu yang akan Aku hukum. Mulai sekarang, kamu dan semua keturunanmu akan bergerak dengan menjalar menggunakan perut, dan kamu terpaksa menjilat debu seumur hidupmu.
GEN 3:15 Aku akan membuat kamu dan perempuan ini saling bermusuhan. Keturunanmu dan keturunannya akan selalu bermusuhan. Kamu akan menggigit tumit keturunannya yang laki-laki, tetapi keturunannya itu akan menghancurkan kepalamu.”
GEN 3:16 Kepada perempuan itu, TUHAN berkata, “Aku akan memperbesar penderitaan dan kesakitanmu saat melahirkan. Kamu akan merasa ingin berkuasa atas suamimu, tetapi dialah yang akan berkuasa atasmu.”
GEN 3:17 Kepada laki-laki itu, TUHAN berkata, “Aku memerintahkanmu untuk tidak makan buah dari pohon itu, tetapi kamu melanggarnya dengan menuruti perkataan istrimu. Oleh karena perbuatanmu itu, Aku mengutuk tanah. Sepanjang hidupmu, kamu akan bekerja dengan susah payah untuk dapat menghasilkan makanan dari tanah.
GEN 3:18 Tanah akan cenderung menghasilkan semak dan tumbuhan berduri, dan kamu terpaksa makan tumbuh-tumbuhan liar.
GEN 3:19 Sepanjang hidupmu, sebelum kamu mati dan kembali menjadi tanah, kamu harus bermandi keringat untuk menghasilkan makanan dari tanah kebunmu. Aku menciptakanmu dari tanah, dan kamu akan kembali menjadi tanah sesudah kamu mati.”
GEN 3:20 Laki-laki itu bernama Adam. Adam menamai istrinya Hawa— yang berarti ‘pemberi kehidupan’— karena seluruh umat manusia adalah keturunannya.
GEN 3:21 TUHAN membuat pakaian dari kulit binatang dan memakaikannya kepada mereka.
GEN 3:22 Kemudian berkatalah TUHAN, “Sekarang mereka sudah menjadi seperti Kita dalam hal dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Karena itu, jangan sampai mereka memetik dan makan buah dari pohon kehidupan. Aku tidak mengizinkan mereka untuk hidup selama-lamanya.”
GEN 3:23 Jadi, TUHAN mengusir Adam dan Hawa keluar dari Taman Eden untuk menggarap tanah, yang darinya Adam dibentuk.
GEN 3:24 Sesudah itu, TUHAN menempatkan beberapa malaikat penjaga di pintu masuk Taman Eden, yang terletak di sebelah timur taman itu. TUHAN juga menempatkan sebilah pedang berapi yang dengan sendirinya bergerak menghalangi jalan yang menuju ke pohon kehidupan, sehingga tidak ada orang yang bisa mengambil buahnya.
GEN 4:1 Adam dan Hawa pun hidup bersama sebagai suami-istri. Lalu Hawa mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Pada waktu anak itu lahir, Hawa berkata, “TUHAN sudah menolongku untuk memperoleh seorang anak laki-laki.” Maka dia menamai anak itu Kain.
GEN 4:2 Beberapa waktu kemudian, Hawa melahirkan seorang anak laki-laki lagi, dan menamai dia Habel. Sesudah kedua anak itu dewasa, Kain menjadi petani, sedangkan Habel menjadi gembala kambing domba.
GEN 4:3 Suatu hari, Kain memanen hasil kebunnya lalu mempersembahkan sebagian kepada TUHAN.
GEN 4:4 Habel juga mengambil beberapa ekor anak domba yang sulung dari kawanan ternaknya, lalu mempersembahkan bagian-bagian terbaik dari daging domba-domba itu kepada TUHAN. TUHAN senang kepada Habel dan persembahannya,
GEN 4:5 tetapi tidak kepada Kain dan persembahannya. Karena itu, Kain sangat sakit hati, dan mukanya kelihatan masam.
GEN 4:6 Maka TUHAN berkata kepada Kain, “Tidak usah marah! Janganlah mukamu masam!
GEN 4:7 Kalau kamu melakukan yang benar, tentu Aku akan menerima persembahan-persembahanmu. Tetapi kalau kamu terus melakukan yang tidak benar, kuasa dosa— yang bagaikan binatang buas— sudah siap menerkam dan menguasaimu. Kamu harus mampu mengalahkannya.”
GEN 4:8 Meski begitu, suatu hari Kain berkata kepada adiknya, “Habel, ayo kita ke ladang.” Setibanya mereka di ladang, tiba-tiba Kain menyerang dan membunuh Habel.
GEN 4:9 Kemudian TUHAN bertanya kepada Kain, “Di manakah Habel adikmu?” Jawab Kain, “Aku tidak tahu. Aku bukan penjaganya!”
GEN 4:10 Maka berkatalah TUHAN kepadanya, “Kamu sudah melakukan dosa besar! Dalam pandangan-Ku, darah adikmu yang sudah meresap ke tanah bagaikan suara Habel yang berseru-seru meminta pembalasan.
GEN 4:11 Karena kamu sudah membunuh adikmu sendiri, Aku mengusir kamu dari tanah yang sudah tercemar oleh darah adikmu ini. Sebagai kutukan bagimu, biarlah tanah di bumi tidak lagi memberi hasil yang baik untukmu, meskipun kamu berusaha keras menggarapnya!
GEN 4:12 Sebelumnya, tanah sangat subur bagimu. Tetapi mulai sekarang, apabila kamu menggarap dan menanam, tanah tidak akan memberi hasil yang baik lagi kepadamu, sehingga kamu terpaksa hidup berpindah-pindah.”
GEN 4:13 Jawab Kain kepada TUHAN, “Hukuman itu terlalu berat! Aku tidak sanggup menanggungnya.
GEN 4:14 Engkau mengusir aku dari tanah ini dan menjauhkan aku dari hadapan-Mu. Aku terpaksa hidup berpindah-pindah, dan siapa saja yang melihatku akan membunuhku!”
GEN 4:15 Tetapi TUHAN berkata kepadanya, “Tidak. Hal itu tidak akan terjadi. Aku akan memberi tanda di tubuhmu supaya orang tahu bahwa kamu tidak boleh dibunuh. Kalau kamu dibunuh, maka tujuh orang lain harus dibunuh sebagai pembalasan atas pembunuhanmu.” Lalu TUHAN memberi tanda pada dahi Kain.
GEN 4:16 Kemudian Kain pergi dari hadapan TUHAN dan tinggal di tanah yang disebut Nod, letaknya di sebelah timur Taman Eden.
GEN 4:17 Kain menikah, lalu istrinya mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Henok. Pada waktu Kain membangun sebuah kota, dia menamai kota itu Henok, seperti nama anaknya.
GEN 4:18 Selanjutnya, anak Henok adalah Irad. Anak Irad adalah Mehuyael. Anak Mehuyael adalah Metusael. Dan anak Metusael adalah Lamek.
GEN 4:19 Lamek menikahi dua perempuan, yaitu Adah dan Zilah.
GEN 4:20 Adah melahirkan dua anak yang bernama Yabal dan Yubal. Yabal adalah leluhur dari bangsa yang menjadi peternak. Karena kawanan ternak perlu berpindah-pindah tempat, maka Yabal menjadi orang pertama yang selalu hidup berkemah. Yubal, adik Yabal, adalah orang pertama yang membuat alat musik kecapi dan seruling.
GEN 4:22 Zilah melahirkan seorang anak yang diberi nama Tubal Kain. Dialah orang pertama yang menjadi tukang tembaga dan besi. Tubal Kain mempunyai seorang adik perempuan bernama Naama.
GEN 4:23 Suatu hari, Lamek berkata kepada kedua istrinya, “Adah dan Zilah, dengarkanlah aku! Aku membunuh seorang pemuda hanya karena dia membuatku memar.
GEN 4:24 Mengingat pembalasan bagi Kain, yaitu tujuh orang harus dibunuh bila dia dibunuh, maka kalau aku yang dibunuh, tujuh puluh tujuh orang harus dibunuh!”
GEN 4:25 Kemudian Hawa mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki lagi. Hawa berkata, “TUHAN sudah memberiku seorang anak sebagai pengganti Habel, yang sudah dibunuh oleh Kain.” Maka dia menamai anak itu Set.
GEN 4:26 Selanjutnya, Set mempunyai anak bernama Enos. Pada zaman Enos inilah orang-orang mulai menyembah TUHAN.
GEN 5:1 Inilah daftar keturunan Adam: Pada waktu Allah menciptakan manusia, Allah membuat mereka mencerminkan sifat-sifat-Nya.
GEN 5:2 Allah menciptakan mereka sebagai laki-laki dan perempuan, memberkati mereka, dan menyebut mereka ‘manusia’.
GEN 5:3 Adam berumur 130 tahun ketika anak laki-lakinya yang ketiga lahir. Adam menamai anaknya itu Set. Dia mencerminkan sifat-sifat Adam.
GEN 5:4 Sesudah Set lahir, Adam masih hidup selama 800 tahun. Sepanjang hidupnya, Adam mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 5:5 Umur Adam mencapai 930 tahun, dan dia pun mati.
GEN 5:6 Set berumur 105 tahun ketika anaknya yang bernama Enos lahir.
GEN 5:7 Sesudah Enos lahir, Set masih hidup selama 807 tahun. Sepanjang hidupnya, Set mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 5:8 Umur Set mencapai 912 tahun, dan dia pun mati.
GEN 5:9 Enos berumur 90 tahun ketika anaknya yang bernama Kenan lahir.
GEN 5:10 Sesudah Kenan lahir, Enos masih hidup selama 815 tahun. Sepanjang hidupnya, Enos mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 5:11 Umur Enos mencapai 905 tahun, dan dia pun mati.
GEN 5:12 Kenan berumur 70 tahun ketika anaknya yang bernama Mahalalel lahir.
GEN 5:13 Sesudah Mahalalel lahir, Kenan masih hidup selama 840 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Kenan mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 5:14 Umur Kenan mencapai 910 tahun, dan dia pun mati.
GEN 5:15 Mahalalel berumur 65 tahun ketika anaknya yang bernama Yared lahir.
GEN 5:16 Sesudah Yared lahir, Mahalalel masih hidup selama 830 tahun. Sepanjang hidupnya, Mahalalel mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 5:17 Umur Mahalalel mencapai 895 tahun, dan dia pun mati.
GEN 5:18 Yared berumur 162 tahun ketika anaknya yang bernama Henok lahir.
GEN 5:19 Sesudah Henok lahir, Yared masih hidup selama 800 tahun. Sepanjang hidupnya, Yared mempunyai beberapa anak laki-laki dan perempuan lainnya.
GEN 5:20 Umur Yared mencapai 962 tahun, dan dia pun mati.
GEN 5:21 Henok berumur 65 tahun ketika anaknya yang bernama Metusalah lahir.
GEN 5:22 Sesudah Metusalah lahir, Henok hidup bersekutu erat dengan Allah selama 300 tahun. Sepanjang hidupnya, Henok mempunyai beberapa anak laki-laki dan perempuan lainnya.
GEN 5:23 Jadi Henok hidup selama 365 tahun.
GEN 5:24 Henok hidup bersekutu erat dengan Allah. Pada suatu hari, dia tidak ada lagi di bumi karena Allah membawanya ke surga.
GEN 5:25 Metusalah berumur 187 tahun ketika anaknya yang bernama Lamek lahir.
GEN 5:26 Sesudah Lamek lahir, Metusalah masih hidup selama 782 tahun. Sepanjang hidupnya, Metusalah mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 5:27 Umur Metusalah mencapai 969 tahun, dan dia pun mati.
GEN 5:28 Lamek berumur 182 tahun ketika anaknya, Nuh, dilahirkan. Lamek berkata, “Anak ini akan membawa kelegaan atas semua usaha dan susah payah kita untuk menghasilkan makanan dari tanah yang sudah dikutuk TUHAN.” Maka dia menamai anak itu Nuh.
GEN 5:30 Sesudah Nuh lahir, Lamek masih hidup selama 595 tahun. Sepanjang hidupnya, Lamek mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 5:31 Umur Lamek mencapai 777 tahun, dan dia pun mati.
GEN 5:32 Sejak Nuh berumur 500 tahun, dia mempunyai tiga anak laki-laki, yaitu Sem, Yafet, dan Ham.
GEN 6:1 Jumlah manusia semakin bertambah dan menyebar di muka bumi. Di antara mereka terdapat banyak gadis yang begitu cantik sehingga anak-anak laki-laki Allah mengambil dan mengawini siapa saja yang mereka sukai dari para gadis itu.
GEN 6:3 Maka berkatalah TUHAN, “Aku tidak mau nafas kehidupan-Ku tinggal dalam diri manusia selamanya-lamanya. Semua manusia adalah makhluk fana yang harus mati. Aku menetapkan bahwa umur setiap manusia tidak akan melebihi 120 tahun.”
GEN 6:4 Banyak anak dilahirkan karena kawin campur tersebut. Pada waktu itu, muncullah orang-orang yang disebut Nefilim. Mereka terkenal pada zaman itu sebagai orang-orang yang sangat kuat dan tangguh dalam perang.
GEN 6:5 TUHAN melihat bahwa manusia di muka bumi sudah sangat jahat, dan isi hati mereka pun jahat.
GEN 6:6 Dia sangat menyesal sudah menciptakan manusia di bumi. Hal itu membuat hati-Nya amat sedih.
GEN 6:7 Berkatalah TUHAN, “Aku akan memusnahkan seluruh manusia, binatang berkaki empat, binatang melata, binatang merayap, dan burung-burung. Tidak akan ada satu pun yang tertinggal dari segala yang masih hidup di atas bumi. Aku sangat menyesal karena sudah menciptakan semua makhluk hidup itu.”
GEN 6:8 Tetapi TUHAN bermurah hati kepada Nuh.
GEN 6:9 Beginilah riwayat tentang Nuh: Di antara semua orang yang hidup pada masa itu, hanya Nuh yang hidupnya benar di mata Allah. Nuh bersekutu erat dengan Allah.
GEN 6:10 Nuh mempunyai tiga anak laki-laki, yaitu Sem, Yafet, dan Ham.
GEN 6:11 Waktu itu, Allah melihat bahwa semua manusia yang lain di muka bumi sudah sangat jahat. Mereka bertindak kejam dan keras satu sama lain.
GEN 6:12 Allah begitu kecewa karena bumi sudah sangat rusak akibat kejahatan yang dilakukan manusia.
GEN 6:13 Berkatalah Allah kepada Nuh, “Aku sudah memutuskan untuk memusnahkan seluruh manusia dan makhluk hidup yang lain, karena kekerasan manusia terhadap satu sama lain sudah memenuhi bumi.
GEN 6:14 Buatlah bagimu kapal dari kayu pilihan. Di dalamnya, buatlah banyak ruang. Dan supaya air tidak bisa masuk, lapisilah bagian dalam dan luar kapal itu dengan ter.
GEN 6:15 Inilah ukuran kapal yang harus kamu buat: Panjangnya 138 meter, lebarnya 23 meter, dan tingginya 14 meter.
GEN 6:16 Buatlah atap kapal itu, dan berilah jarak 46 sentimeter antara atap dengan semua dinding di bawahnya, supaya udara dan cahaya dapat masuk. Buatlah tiga dek di dalamnya, dek atas, dek tengah, dan dek bawah. Buatlah juga pintu di bagian samping kapal.
GEN 6:17 Dengarlah baik-baik! Aku akan mendatangkan banjir besar di atas bumi untuk membinasakan semua makhluk yang bernafas di bawah langit. Segala sesuatu yang ada di bumi akan mati.
GEN 6:18 Namun, sekarang Aku mengadakan perjanjian denganmu. Kamu, istrimu, ketiga putramu, dan ketiga menantumu akan selamat di dalam kapal itu.
GEN 6:19 Dan karena Aku ingin menyelamatkan semua jenis makhluk hidup, maka kamu harus membawa sepasang dari tiap jenis, yaitu satu jantan dan satu betina, supaya setiap jenis binatang juga tetap hidup.
GEN 6:20 Sepasang dari masing-masing jenis burung, jenis binatang berkaki empat, jenis binatang melata, dan jenis binatang merayap akan datang kepadamu, agar dapat ikut ke dalam kapal dan tetap terpelihara.
GEN 6:21 Kamu juga harus membawa persediaan makanan untuk keluargamu dan untuk semua binatang itu. Simpanlah semuanya di dalam kapal.”
GEN 6:22 Maka Nuh melakukan semua yang sudah Allah perintahkan kepadanya.
GEN 7:1 Kemudian TUHAN berkata kepada Nuh, “Aku melihat bahwa kamulah satu-satunya orang yang melakukan kehendak-Ku di zaman ini. Karena itu, masuklah ke kapal bersama seluruh keluargamu.
GEN 7:2 Dari setiap jenis binatang yang layak dipersembahkan, bawalah tujuh pasang ke dalam kapal, yaitu tujuh jantan dan tujuh betina. Sedangkan dari setiap jenis binatang yang haram, bawalah satu pasang saja.
GEN 7:3 Begitu juga dengan burung-burung, ambillah tujuh pasang dari setiap jenisnya. Dengan demikian, setiap jenis makhluk hidup tetap dapat berkembang biak sesudah banjir.
GEN 7:4 Tujuh hari lagi, Aku akan menurunkan hujan lebat di bumi selama empat puluh hari empat puluh malam. Aku akan memusnahkan segala makhluk hidup yang sudah Aku ciptakan di muka bumi.”
GEN 7:5 Lalu Nuh melakukan semua yang sudah diperintahkan TUHAN kepadanya.
GEN 7:6 Pada waktu banjir besar itu melanda bumi, Nuh berumur 600 tahun.
GEN 7:7 Untuk menyelamatkan diri dari banjir besar itu, Nuh masuk ke kapal bersama istrinya, ketiga putranya, dan ketiga menantunya.
GEN 7:8 Sesuai dengan yang sudah diperintahkan Allah kepada Nuh, segala jenis binatang yang halal dan yang haram, burung, serta binatang yang melata dan yang merayap datang kepada Nuh berpasang-pasangan untuk masuk ke kapal.
GEN 7:10 Tujuh hari kemudian, banjir besar pun datang ke atas bumi.
GEN 7:11 Sebulan setelah Nuh berumur 600 tahun, pada hari ketujuh belas bulan itu, semua mata air di bawah permukaan tanah tiba-tiba meluap, dan hujan turun begitu derasnya seakan semua pintu air yang ada di langit terbuka.
GEN 7:12 Hujan terus-menerus mengguyur bumi selama empat puluh hari dan empat puluh malam.
GEN 7:13 Ketika hujan itu mulai turun, Nuh, istrinya, ketiga anaknya (Sem, Yafet, dan Ham), serta ketiga menantunya masuk ke dalam kapal.
GEN 7:14 Begitu juga segala jenis binatang liar, hewan ternak, burung-burung, hewan bersayap, binatang melata, dan binatang merayap,
GEN 7:15 semuanya datang berpasang-pasangan dan masuk ke kapal itu bersama Nuh,
GEN 7:16 yaitu seekor jantan dan seekor betina, seperti yang sudah Allah perintahkan kepada Nuh. Setelah semuanya masuk, TUHAN menutup pintu kapal itu.
GEN 7:17 Banjir yang merendam seluruh bumi terus bertambah tinggi selama empat puluh hari. Airnya semakin naik dan terus naik, sehingga kapal itu terangkat dan terapung-apung.
GEN 7:19 Air itu kian bertambah tinggi hingga menutupi semua gunung, bahkan mencapai ketinggian sekitar tujuh meter di atas puncak gunung-gunung tertinggi di seluruh dunia.
GEN 7:21 Maka matilah semua makhluk hidup di permukaan bumi, termasuk burung, hewan ternak, binatang liar, binatang melata, binatang merayap, dan manusia.
GEN 7:23 Demikianlah semua makhluk hidup dibinasakan, kecuali Nuh dan semua yang ikut bersamanya di dalam kapal.
GEN 7:24 Air itu menggenangi permukaan bumi selama 150 hari.
GEN 8:1 Sesudah itu, perhatian Allah kembali tertuju kepada Nuh dan keluarganya serta semua yang bersama-sama dengan dia di dalam kapal itu. Maka Allah membuat angin bertiup di atas permukaan bumi, sehingga air mulai surut.
GEN 8:2 Allah menghentikan hujan dan membuat semua mata air di bawah permukaan tanah berhenti menyembur.
GEN 8:3 Air banjir yang tadinya menutupi permukaan bumi perlahan-lahan surut, sehingga sesudah 150 hari, air semakin berkurang.
GEN 8:4 Pada tanggal tujuh belas bulan ketujuh, kapal itu terdampar di salah satu gunung di wilayah Ararat.
GEN 8:5 Tanggal satu bulan kesepuluh, puncak-puncak gunung mulai terlihat karena permukaan air terus menurun.
GEN 8:6 Empat puluh hari kemudian, Nuh membuka jendela yang sudah dibuatnya pada kapal itu,
GEN 8:7 lalu melepaskan seekor burung gagak. Burung gagak itu tidak kembali lagi ke kapal, tetapi terus terbang ke sana kemari sampai air banjir benar-benar kering dari permukaan bumi.
GEN 8:8 Karena burung gagak itu tidak kembali, Nuh melepaskan seekor burung merpati untuk mencari tahu apakah air sudah surut.
GEN 8:9 Merpati itu tidak dapat menemukan tempat untuk hinggap, karena air masih memenuhi seluruh permukaan bumi. Akhirnya, burung merpati itu kembali ke kapal. Nuh mengulurkan tangannya ke luar untuk menangkapnya, lalu mengembalikannya ke dalam kapal.
GEN 8:10 Tujuh hari kemudian, Nuh melepaskannya lagi.
GEN 8:11 Menjelang malam, burung merpati itu kembali kepada Nuh dengan membawa sehelai daun zaitun segar di paruhnya. Dari situlah Nuh tahu bahwa air benar-benar sudah surut.
GEN 8:12 Tujuh hari sesudahnya, Nuh melepaskan burung itu lagi, tetapi kali ini burung merpati itu tidak kembali kepadanya.
GEN 8:13 Pada waktu Nuh berusia 601 tahun, pada tanggal satu bulan satu, air sudah surut sepenuhnya. Kemudian Nuh membuka penutup di bagian atas kapal dan melihat bahwa permukaan bumi sudah kering.
GEN 8:14 Pada tanggal dua puluh tujuh bulan berikutnya, seluruh permukaan bumi sudah benar-benar kering.
GEN 8:15 Allah berkata kepada Nuh,
GEN 8:16 “Keluarlah dari kapal itu bersama istrimu, anak-anakmu, juga menantu-menantumu.
GEN 8:17 Lepaskanlah semua jenis burung, hewan, binatang melata, dan semua yang merayap di tanah, supaya mereka dapat berkembang biak, bertambah banyak, serta menyebar ke seluruh bumi.”
GEN 8:18 Lalu Nuh keluar dari kapal bersama istrinya, anak-anaknya, dan menantu-menantunya.
GEN 8:19 Setiap jenis makhluk hidup juga meninggalkan kapal itu secara berkelompok, menurut jenisnya masing-masing.
GEN 8:20 Sesudah itu, Nuh membangun sebuah mezbah dari batu-batu untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN. Nuh memilih seekor dari tiap jenis binatang dan burung yang layak dipersembahkan kepada TUHAN, lalu mempersembahkannya di atas mezbah itu sebagai kurban yang dibakar habis.
GEN 8:21 Ketika TUHAN mencium bau harum kurban itu, Dia berkenan dan memutuskan dalam hati-Nya, “Aku tidak akan lagi mengutuk bumi ini sebagai hukuman atas manusia, meskipun sejak kanak-kanak keinginan mereka selalu jahat. Aku tidak akan lagi membinasakan semua makhluk hidup seperti yang sudah Aku lakukan ini!
GEN 8:22 Selama bumi masih ada, tak akan pernah berhenti musim tanam dan musim panen, musim dingin dan musim panas, musim kemarau dan musim hujan, siang dan malam.”
GEN 9:1 Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berkata kepada mereka, “Beranakcuculah hingga kalian menjadi banyak. Penuhilah bumi.
GEN 9:2 Semua binatang di bumi, yaitu segala jenis ikan, burung, hewan ternak, binatang liar, dan serangga akan sangat takut kepada kalian. Semuanya itu Aku serahkan menjadi milik dan tanggung jawab kalian.
GEN 9:3 Dahulu Aku memberikan segala tumbuhan hijau sebagai makanan manusia. Sekarang Aku juga memberikan segala jenis binatang sebagai makanan kalian.
GEN 9:4 Tetapi darah dari binatang yang dipotong itu tidak boleh ikut dimakan, karena darah melambangkan kehidupan yang Aku berikan kepada setiap makhluk.
GEN 9:5 “Itulah sebabnya, Aku akan menjatuhkan hukuman kepada setiap manusia maupun binatang yang membunuh manusia,
GEN 9:6 karena manusia diciptakan untuk mencerminkan sifat-sifat-Ku. Siapa pun yang membunuh manusia, biarlah dia dibunuh oleh manusia juga.
GEN 9:7 “Sekali lagi Aku berkata kepada kalian: Beranakcuculah hingga kalian menjadi banyak, supaya keturunan kalian memenuhi seluruh bumi.”
GEN 9:8 Allah berkata kepada Nuh dan anak-anaknya,
GEN 9:9 “Dengarkanlah baik-baik! Sekarang Aku mengadakan perjanjian dengan kalian dan keturunan-keturunan kalian,
GEN 9:10 juga dengan segala makhluk hidup yang sudah keluar dari kapal itu bersama kalian, termasuk burung-burung, berbagai binatang ternak, dan binatang-binatang liar.
GEN 9:11 Aku berjanji bahwa Aku tidak akan lagi mendatangkan bencana banjir ke atas bumi yang membinasakan semua makhluk hidup.”
GEN 9:12 Kemudian Allah berkata kepada mereka, “Aku akan memenuhi perjanjian-Ku ini kepada seluruh makhluk hidup, termasuk kalian dan seluruh keturunan kalian sampai selama-lamanya. Sebagai tanda perjanjian, Aku akan menempatkan pelangi di langit.
GEN 9:14 Ketika Aku mendatangkan hujan dari awan, pelangi akan muncul di langit,
GEN 9:15 dan Aku akan mengingat perjanjian yang sudah Aku buat dengan kalian dan semua makhluk hidup, bahwa Aku tidak akan lagi mendatangkan banjir untuk memusnahkan segala makhluk hidup.
GEN 9:16 Setiap kali Aku melihat pelangi itu muncul di langit, Aku akan mengingat perjanjian yang sudah Aku tetapkan tadi dengan semua makhluk hidup di bumi. Perjanjian itu berlaku untuk selama-lamanya.
GEN 9:17 Dan pelangi merupakan tanda jaminan terhadap perjanjian itu, yang sudah Aku adakan dengan semua makhluk hidup di bumi.”
GEN 9:18 Anak-anak Nuh yang keluar dari kapal itu adalah Sem, Yafet, dan Ham. Ketiga anak Nuh inilah yang menjadi nenek moyang semua bangsa di dunia. Ham adalah bapak Kanaan. (Di kemudian hari, keturunan Kanaan disebut bangsa Kanaan.)
GEN 9:20 Nuh menjadi petani dan membuat kebun anggur.
GEN 9:21 Suatu hari, dia minum anggur terlalu banyak sampai mabuk. Lalu dia berbaring telanjang di dalam kemahnya.
GEN 9:22 Ketika Ham, bapak Kanaan, melihat ayahnya sendiri sedang berbaring di dalam kemahnya dengan telanjang, dia keluar memberitahukan hal itu kepada kedua kakaknya.
GEN 9:23 Kemudian Sem dan Yafet mengambil sehelai jubah untuk menutupi tubuh ayah mereka. Dan supaya tidak melihat ketelanjangan ayah mereka, jubah itu mereka bentangkan terlebih dahulu dengan cara menaruh ujungnya di bahu mereka masing-masing, kemudian mereka berjalan mundur ke dalam kemah. Demikianlah mereka menutupi Nuh dengan jubah itu.
GEN 9:24 Ketika Nuh sadar dari mabuknya dan mengetahui apa yang sudah diperbuat anak bungsunya terhadap dirinya,
GEN 9:25 berkatalah dia, “Karena kesalahan Ham, terkutuklah bangsa Kanaan. Biarlah mereka menjadi budak terhina bagi keturunan Sem dan Yafet.
GEN 9:26 Terpujilah TUHAN, Allah yang disembah oleh Sem! Biarlah keturunan Ham menjadi budaknya.
GEN 9:27 Kiranya TUHAN menambahkan berkat kepada Yafet dengan memperluas wilayahnya. Biarlah keturunannya hidup rukun dengan keturunan Sem, dan biarlah keturunan Kanaan menjadi budak keturunan Yafet juga.”
GEN 9:28 Sesudah peristiwa banjir besar itu, Nuh masih hidup selama 350 tahun lagi.
GEN 9:29 Kemudian dia meninggal di usia 950 tahun.
GEN 10:1 Ketiga anak laki-laki Nuh adalah Sem, Yafet, dan Ham. Sesudah peristiwa banjir berlalu, mereka masing-masing memiliki banyak anak laki-laki.
GEN 10:2 Anak-anak Yafet bernama Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesek, dan Tiras.
GEN 10:3 Anak-anak Gomer bernama Askenas, Rifat, dan Togarma.
GEN 10:4 Anak-anak Yawan bernama Elisa, Tarsis, Kit, dan Dodan.
GEN 10:5 Merekalah yang menjadi nenek moyang orang-orang yang tinggal di daerah pesisir dan pulau-pulau di Laut Tengah. Mereka tersebar dan menetap di daerah masing-masing menurut suku, bangsa, dan bahasa mereka.
GEN 10:6 Anak-anak Ham bernama Kus, Mesir, Put, dan Kanaan.
GEN 10:7 Anak-anak Kus bernama Seba, Hawila, Sabta, Rama, dan Sabteka. Kedua anak Rama bernama Syeba dan Dedan.
GEN 10:8 Kus mempunyai seorang anak bernama Nimrod. Dialah orang pertama yang terkenal di dunia sebagai orang yang sangat tangguh dalam berperang.
GEN 10:9 TUHAN memberkati Nimrod sehingga dia menjadi seorang pemburu yang perkasa. Itulah sebabnya orang-orang sering mengatakan, “Semoga anakmu menjadi seperti Nimrod, pemburu yang gagah perkasa karena berkat TUHAN.”
GEN 10:10 Nimrod menjadi raja dan memerintah di negeri Babel, yang juga disebut tanah Sinear. Ada empat wilayah penting dalam kerajaannya. Keempatnya mempunyai ibukota sendiri, yaitu: Babel, Erek, Akad, dan Kalne.
GEN 10:11 Kemudian dia pergi ke tanah Asyur dan mendirikan kota Niniwe, Rehobot Ir, Kalah,
GEN 10:12 dan Resen. Resen merupakan kota terbesar di antara kota Niniwe dan kota Kalah.
GEN 10:13 Anak Ham yang kedua adalah Mesir. Dia menjadi nenek moyang dari orang-orang Lud, Anam, Lehab, Naftuh,
GEN 10:14 Patrus, Kaftor, dan Kasluh. Orang-orang Kasluh adalah nenek moyang bangsa Filistin.
GEN 10:15 Anak Ham yang bungsu adalah Kanaan. Kanaan memiliki dua anak bernama Sidon dan Het.
GEN 10:16 Kanaan adalah nenek moyang orang-orang Yebus, Amori, Girgasi,
GEN 10:17 Hewi, Arki, Sini,
GEN 10:18 Arwadi, Semari, dan Hamat. Keturunan Kanaan tersebar luas.
GEN 10:19 Tanah yang menjadi milik mereka terbentang mulai dari kota Sidon di utara dan meluas hingga ke kota Gaza di selatan. Di wilayah timur, mereka menempati kota Gerar, kemudian meluas ke kota Sodom, Gomora, Adma, Zeboim, hingga ke kota Lasa.
GEN 10:20 Semuanya itu adalah keturunan Ham. Mereka tinggal dalam wilayahnya masing-masing menurut suku, bangsa, dan bahasa mereka.
GEN 10:21 Sem, kakak Yafet, adalah nenek moyang Eber. Keturunan Eber menjadi bangsa Ibrani.
GEN 10:22 Nama anak-anak Sem adalah Elam, Asyur, Arpaksad, Lud, dan Aram.
GEN 10:23 Nama anak-anak Aram adalah Us, Hul, Geter, dan Mas.
GEN 10:24 Anak Arpaksad bernama Selah. Anak Selah bernama Eber.
GEN 10:25 Eber memiliki dua anak. Yang pertama bernama Peleg dan yang kedua bernama Yoktan. Arti nama Peleg adalah ‘terbagi’. Dia diberi nama demikian karena pada zamannya orang-orang di bumi terpisah-pisah dan tersebar ke seluruh bumi.
GEN 10:26 Yoktan adalah nenek moyang dari Almodad, Selef, Hazarmawet, Yerah,
GEN 10:27 Hadoram, Uzal, Dikla,
GEN 10:28 Obal, Abimael, Seba,
GEN 10:29 Opir, Hawila, dan Yobab. Itulah keturunan Yoktan.
GEN 10:30 Daerah-daerah tempat tinggal mereka terbentang mulai dari Mesa dan meluas ke Sefar, daerah perbukitan di sebelah timur.
GEN 10:31 Semua suku itu adalah keturunan Sem. Mereka hidup dan tinggal dalam wilayahnya masing-masing menurut suku, bangsa, dan bahasa mereka.
GEN 10:32 Itulah suku-suku keturunan anak-anak Nuh. Setiap suku memiliki daftar silsilahnya masing-masing. Sesudah peristiwa banjir berlalu, suku-suku bangsa tersebut tersebar luas di atas permukaan bumi.
GEN 11:1 Awalnya, semua manusia di bumi berbicara dalam bahasa yang sama.
GEN 11:2 Waktu mereka mengembara ke arah timur, sampailah mereka di sebuah dataran, yaitu negeri yang kemudian disebut Babel. Mereka pun mulai menetap di sana.
GEN 11:3 Lalu mereka berkata satu sama lain, “Marilah kita membangun sebuah kota besar dengan gedung menara yang puncaknya sampai ke langit. Kita akan memakai batu bata dan ter untuk bahan perekatnya. Dengan demikian, kita akan terkenal dan tidak tercerai-berai ke seluruh bumi!”
GEN 11:5 Pada waktu mereka mulai membangun kota dan menara itu, turunlah TUHAN untuk melihat pekerjaan manusia-manusia yang fana itu.
GEN 11:6 TUHAN berkata, “Orang-orang ini satu bangsa dan berbicara dalam satu bahasa. Jika Kita membiarkan mereka melakukan hal besar seperti ini, maka nanti tidak ada lagi hal yang tak mampu mereka lakukan.
GEN 11:7 Mari Kita turun ke sana dan mengacaukan bahasa mereka, supaya mereka tidak saling mengerti apa yang dikatakan satu sama lain.”
GEN 11:8 Demikianlah cara TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi. Lalu berhentilah mereka membangun kota tersebut.
GEN 11:9 Itulah sebabnya kota itu dinamai Babel, yang berarti ‘kacau’, karena di sanalah TUHAN mengacaukan bahasa manusia di seluruh bumi sehingga orang-orang tidak lagi berbicara dalam satu bahasa saja, tetapi banyak bahasa, dan karena dari tempat itulah TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi.
GEN 11:10 Inilah daftar keturunan Sem: Dua tahun sesudah banjir besar, Sem genap berumur 100 tahun. Pada tahun itu, dia mendapat seorang anak laki-laki bernama Arpaksad.
GEN 11:11 Sesudah Arpaksad lahir, Sem masih hidup 500 tahun lagi. Dan sepanjang hidupnya, Sem mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 11:12 Pada waktu Arpaksad berumur 35 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Selah.
GEN 11:13 Sesudah Selah lahir, Arpaksad masih hidup 403 tahun lagi. Dan sepanjang hidupnya, Arpaksad mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 11:14 Pada waktu Selah berumur 30 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Eber.
GEN 11:15 Sesudah Eber lahir, Selah masih hidup 403 tahun lagi. Dan sepanjang hidupnya, Selah mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 11:16 Pada waktu Eber berumur 34 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Peleg.
GEN 11:17 Sesudah Peleg lahir, Eber masih hidup 430 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Eber mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 11:18 Pada waktu Peleg berumur 30 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Rehu.
GEN 11:19 Sesudah Rehu lahir, Peleg masih hidup 209 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Peleg mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 11:20 Pada waktu Rehu berumur 32 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Serug.
GEN 11:21 Sesudah Serug lahir, Rehu masih hidup 207 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Rehu mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 11:22 Pada waktu Serug berumur 30 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Nahor.
GEN 11:23 Sesudah Nahor lahir, Serug masih hidup 200 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Serug mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 11:24 Pada waktu Nahor berumur 29 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Terah.
GEN 11:25 Sesudah Terah lahir, Nahor masih hidup 119 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Nahor mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
GEN 11:26 Pada waktu Terah berumur 70 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Abram. Selain Abram, lahir pula dua orang lagi anak laki-laki bagi Terah, yaitu Nahor dan Haran.
GEN 11:27 Inilah keturunan Terah: Terah adalah ayah dari Abram, Nahor, dan Haran. Haran mempunyai seorang anak laki-laki bernama Lot.
GEN 11:28 Haran meninggal di kampung halamannya, yaitu Ur di Babel, sementara ayahnya masih hidup.
GEN 11:29 Abram menikah dengan Sarai. Nahor menikah dengan Milka, anak Haran. Anak perempuan Haran yang lainnya bernama Yiska.
GEN 11:30 Sesudah menikah selama beberapa tahun, Sarai tetap tidak mempunyai anak karena dia mandul.
GEN 11:31 Beberapa tahun kemudian, Terah meninggalkan kota Ur di Babel bersama Abram anaknya dan Sarai menantunya. Cucunya yang bernama Lot juga ikut. Terah bermaksud pergi ke negeri Kanaan. Namun, setibanya di kota Haran, mereka menetap di sana.
GEN 11:32 Ketika berumur 205 tahun, Terah meninggal di kota Haran.
GEN 12:1 Kemudian TUHAN berkata kepada Abram, “Tinggalkanlah negerimu, rumah ayahmu, dan kaum keluargamu. Pergilah ke negeri yang akan Aku tunjukkan kepadamu.
GEN 12:2 Aku akan memberkatimu dan memberikan kepadamu keturunan yang banyak hingga menjadi bangsa yang besar. Aku akan membuat namamu dikenal oleh banyak orang dan kamu akan menjadi berkat.
GEN 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkatimu dan mengutuk siapa pun yang mengutukmu. Semua suku bangsa di bumi akan diberkati melalui kamu.”
GEN 12:4 Pada waktu itu, Abram sudah berusia 75 tahun. Lalu dia, Sarai, dan Lot, pergi meninggalkan Haran, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya. Abram membawa segala harta benda serta budak yang sudah mereka peroleh di Haran, dan pergi menuju Kanaan.
GEN 12:6 Mereka melakukan perjalanan sampai tiba di suatu tempat dekat Sikem, tidak jauh dari pohon yang dianggap keramat di More. Pada masa itu, orang-orang Kanaan masih mendiami tanah itu.
GEN 12:7 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berkata, “Aku akan memberikan tanah ini kepada keturunanmu.” Lalu Abram membangun sebuah mezbah dari batu di tempat itu, untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN yang sudah menampakkan diri kepadanya.
GEN 12:8 Dari Sikem, Abram dan keluarganya pindah ke daerah perbukitan di sebelah timur Betel. Di sana, mereka mendirikan kemah tepat di antara Betel dan Ai, sehingga dari tempat mereka berkemah itu, posisi Betel berada di sebelah barat dan Ai di sebelah timur. Di tempat itu, Abram membangun sebuah mezbah lagi untuk mempersembahkan kurban sembelihan kepada TUHAN dan meminta pertolongan-Nya.
GEN 12:9 Kemudian mereka meninggalkan tempat itu dan berpindah ke daerah Kanaan bagian selatan.
GEN 12:10 Lalu timbullah bencana kelaparan di negeri itu sehingga mereka terpaksa pergi ke Mesir dan tinggal di sana untuk sementara waktu.
GEN 12:11 Pada waktu mereka hendak melewati perbatasan wilayah negeri Mesir, berkatalah Abram kepada Sarai, “Kamu sangat cantik.
GEN 12:12 Karena itu, kalau orang-orang Mesir melihatmu, mereka akan berkata, ‘Perempuan itu adalah istrinya!’ Lalu demi memperolehmu, mereka akan membunuh aku, sedangkan kamu akan mereka biarkan hidup.
GEN 12:13 Jadi, lebih baik katakan saja kepada mereka bahwa kamu adalah adikku, supaya mereka membiarkan aku hidup dan aku diperlakukan dengan baik.”
GEN 12:14 Ternyata benar. Begitu mereka tiba, orang-orang Mesir melihat bahwa Sarai sangat cantik.
GEN 12:15 Ketika para pejabat kerajaan melihatnya, datanglah mereka kepada raja Mesir dan memuji-muji kecantikan perempuan itu di hadapannya. Maka atas perintah raja, Sarai dibawa ke dalam istana.
GEN 12:16 Demi mendapatkan Sarai, raja memperlakukan Abram dengan baik, sehingga Abram diberi banyak domba, sapi, keledai, dan unta. Raja juga memberikan beberapa budak laki-laki dan perempuan kepada Abram.
GEN 12:17 Namun, karena raja hendak menikahi Sarai, TUHAN membuat raja dan semua orang di dalam istana itu menderita berbagai penyakit yang berbahaya.
GEN 12:18 Akhirnya raja menyadari penyebab penyakit berbahaya yang menyerang orang-orang di istananya. Dia pun memanggil Abram dan berkata, “Kamu sudah membohongi aku! Kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa dia adalah istrimu?!
GEN 12:19 Kenapa kamu berbohong dengan mengatakan bahwa dia itu adikmu, sehingga aku mengambilnya menjadi istriku?! Sekarang bawalah istrimu dan pergi tinggalkan tempat ini!”
GEN 12:20 Kemudian raja menyuruh anak buahnya mengusir Abram dari Mesir, dengan membawa istrinya dan segala miliknya.
GEN 13:1 Maka Abram meninggalkan Mesir bersama Sarai. Dia membawa segala harta miliknya. Lot, keponakan Abram, juga ikut bersamanya. Mereka pergi menuju negeri Kanaan bagian selatan.
GEN 13:2 Abram sangat kaya. Ternak, perak, dan emasnya begitu banyak.
GEN 13:3 Abram dan keluarganya hidup berpindah-pindah. Mereka pindah mulai dari selatan Kanaan dan tinggal di beberapa tempat lain yang bisa menghasilkan makanan bagi mereka dan ternak-ternak mereka. Akhirnya mereka tiba di suatu tempat antara Betel dan Ai, di mana dulu Abram pernah berkemah dan mendirikan mezbah dari batu-batu untuk mempersembahkan hewan kurban dan meminta pertolongan dari TUHAN.
GEN 13:5 Seperti Abram, Lot juga memiliki banyak domba dan kambing serta perkemahan yang luas.
GEN 13:6 Karena ternak mereka semakin banyak, lahan itu tidak memungkinkan bagi Abram dan Lot untuk tinggal bersama. Di sana tidak ada cukup air dan padang rumput hijau bagi semua ternak mereka. Maka terjadilah pertengkaran antara para gembala Abram dan Lot. Pada waktu itu, bangsa Kanaan dan Feris juga tinggal di wilayah tersebut.
GEN 13:8 Jadi, berkatalah Abram kepada Lot, “Kita ini bersaudara. Tidak baik jika para gembalaku dan para gembalamu bertengkar.
GEN 13:9 Sebaiknya kita berpisah saja, dan biarlah kamu yang pertama memilih tempat. Ada banyak daerah yang masih terbuka untuk kita. Kalau kamu mau yang di sebelah sana, aku akan tinggal di sini. Kalau kamu mau yang di sini, aku akan pergi ke sebelah sana.”
GEN 13:10 Maka Lot melayangkan pandangannya dan melihat bahwa seluruh lembah Yordan sampai ke Zoar dialiri banyak air, seperti Taman Eden dan tanah Mesir yang dekat sungai Nil. (Hal ini terjadi sebelum TUHAN membinasakan Sodom dan Gomora.)
GEN 13:11 Jadi Lot memilih tanah di daerah itu. Dia pindah ke sebelah timur dari tempat tinggal Abram. Demikianlah keduanya berpisah.
GEN 13:12 Abram menetap di daerah Kanaan, sementara Lot menetap di lembah Yordan dekat kota Sodom.
GEN 13:13 Tetapi ternyata penduduk kota Sodom luar biasa jahat dan sangat berdosa terhadap TUHAN.
GEN 13:14 Sesudah mereka berpisah, Allah berkata kepada Abram, “Layangkanlah pandanganmu ke arah timur, barat, utara, dan selatan dari tempat kamu berdiri itu.
GEN 13:15 Aku akan memberikan seluruh negeri yang kamu lihat itu kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selamanya.
GEN 13:16 Aku akan memberikan kepadamu keturunan yang sangat banyak, seperti banyaknya debu tanah di bumi! Sebagaimana orang tidak bisa menghitung debu tanah, demikianlah keturunanmu tidak akan bisa dihitung jumlahnya.
GEN 13:17 Sekarang, pergi dan jelajahilah seluruh tanah itu, karena Aku akan memberikannya kepadamu.”
GEN 13:18 Lalu Abram berpindah dari tempat itu ke dekat Hebron dan menetap di dekat pohon-pohon yang dianggap keramat milik orang bernama Mamre. Di tempat itulah dia mendirikan mezbah untuk menyembah TUHAN.
GEN 14:1 Pada waktu itu, terjadi perang di daerah Lot. Ada empat raja dari wilayah timur yang bergabung untuk melawan lima raja dari wilayah barat. Keempat raja dari wilayah timur itu adalah Raja Amrafel dari Babel, Raja Ariok dari Elasar, Raja Kedorlaomer dari Elam, dan Raja Tidal dari Goyim. Sedangkan kelima raja dari wilayah barat adalah Raja Bera dari Sodom, Raja Birsa dari Gomora, Raja Sinab dari Adma, Raja Semeber dari Zeboim, dan seorang raja dari Bela yang juga disebut Zoar.
GEN 14:3 Kelima raja itu bergabung dan mengumpulkan tentara mereka di Lembah Sidim, yaitu lembah yang sekarang tertutup oleh Laut Mati.
GEN 14:4 Sebelum perang itu, selama dua belas tahun, Raja Kedorlaomer menguasai lima kerajaan di wilayah barat dan memaksa mereka membayar pajak kepadanya dalam jumlah yang sangat besar. Namun, pada tahun ketiga belas, mereka memberontak dan menolak untuk membayar pajak tersebut.
GEN 14:5 Pada tahun keempat belas, Raja Kedorlaomer bersama raja-raja yang bergabung dengan dia datang dengan tentara mereka dan mengalahkan orang Refaim di Asterot Karna, orang Susim di Ham, orang Emim di Syawe Kiryataim,
GEN 14:6 dan orang Hori yang tinggal di daerah perbukitan Seir sampai sejauh El Paran, yang terletak dekat padang belantara.
GEN 14:7 Kemudian Raja Kedorlaomer dan sekutunya kembali ke wilayah Lot, lalu menyerang kota En Mispat, yang sekarang disebut Kades. Mereka mengalahkan bangsa Amalek dan menguasai seluruh daerahnya, juga daerah sebagian bangsa Amori yang tinggal di kota Hasason Tamar.
GEN 14:8 Kemudian raja-raja dari Sodom, Gomora, Adma, Zeboim dan Bela mengerahkan seluruh tentara mereka untuk berperang melawan tentara musuh di Lembah Sidim.
GEN 14:9 Mereka berperang melawan tentara gabungan dari Kedorlaomer raja Elam, Tidal raja Goim, Amrafel raja Babel, dan Ariok raja Elasar. Jadi, empat kekuatan gabungan melawan lima.
GEN 14:10 Di Lembah Sidim itu banyak sekali lubang berisi ter. Ketika raja Sodom dan raja Gomora serta pasukan mereka melarikan diri, banyak tentara jatuh ke dalam lubang-lubang berisi ter itu. Orang-orang lain yang berhasil lolos melarikan diri ke daerah perbukitan.
GEN 14:11 Pasukan keempat raja tersebut merampas segala yang berharga dari Sodom dan Gomora, termasuk semua persediaan makanan. Ketika peristiwa ini terjadi, Lot, keponakan Abram, sedang tinggal di Sodom. Pasukan musuh menawan dia juga dan merampas seluruh harta benda miliknya. Lalu mereka berangkat kembali ke arah timur.
GEN 14:13 Namun, seseorang berhasil melarikan diri dan melaporkan peristiwa itu kepada Abram. Waktu itu, Abram, orang Ibrani itu, tinggal sebagai pendatang di dekat pohon yang dianggap keramat di tanah milik Mamre, orang Amori. Mamre dan kedua saudaranya yang bernama Eskol dan Aner adalah sekutu Abram.
GEN 14:14 Ketika Abram mendengar bahwa keponakannya sudah ditawan, dia mengerahkan 318 orang budaknya yang terlatih sebagai tentara. (Mereka lahir di rumah Abram sehingga sudah berstatus sebagai budaknya sejak lahir.) Pasukan Abram bersama para tentara dari ketiga bersaudara yang bersekutu dengannya mengejar keempat raja yang dipimpin oleh Kedorlaomer ke arah utara sampai ke kota Dan.
GEN 14:15 Abram membagi para tentaranya menjadi beberapa kelompok. Pada tengah malam, mereka menyerang musuh secara serentak dari berbagai arah dan berhasil mengalahkan mereka. Ketika musuh-musuh itu lari, Abram dan para tentaranya mengejar mereka hingga ke kota Hobah, yang terletak di utara kota Damsik.
GEN 14:16 Abram dan orang-orangnya berhasil merebut kembali segala harta benda yang sudah dirampas, juga menyelamatkan Lot beserta semua harta bendanya, termasuk para wanita dan tawanan lainnya.
GEN 14:17 Ketika Abram dalam perjalanan pulang setelah dia dan para tentaranya mengalahkan pasukan Raja Kedorlaomer dan sekutunya, Raja Sodom pergi untuk menemui Abram di Lembah Syawe, yang juga disebut Lembah Raja.
GEN 14:18 Melkisedek adalah raja dari kota Salem. Dia juga seorang imam yang mempersembahkan kurban kepada Allah Yang Mahatinggi. Dia keluar dari Salem membawa hadiah roti dan anggur untuk mensyukuri kemenangan Abram.
GEN 14:19 Kemudian dia memberkati Abram dengan berkata, “Semoga Allah Yang Mahatinggi, Pencipta surga, langit, dan bumi, memberkatimu.
GEN 14:20 Marilah kita memuji Allah Yang Mahatinggi karena Dialah yang sudah menolongmu mengalahkan musuh-musuhmu!” Kemudian Abram menyerahkan sepersepuluh dari seluruh hasil rampasan mereka kepada Melkisedek.
GEN 14:21 Raja Sodom berkata kepada Abram, “Engkau tidak usah memberikan kepadaku harta benda kami yang sudah kalian rebut kembali dari tangan mereka. Saya hanya minta supaya engkau mengembalikan rakyatku.”
GEN 14:22 Namun, Abram menjawab Raja Sodom, “Saya sudah bersumpah kepada TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta surga, langit, dan bumi,
GEN 14:23 bahwa saya tidak akan mengambil apa pun dari milikmu, bahkan sehelai benang atau sepotong tali sandal pun tidak! Dengan begitu, engkau tidak akan dapat berkata, ‘Abram menjadi kaya karena harta rampasan dari saya.’
GEN 14:24 Saya tidak akan mengambil apa pun untuk saya sendiri, selain yang sudah dimakan oleh para budak saya. Tetapi biarlah sekutu saya ini, Aner, Eskol, dan Mamre, mengambil bagian mereka.”
GEN 15:1 Beberapa waktu kemudian, TUHAN berbicara kepada Abram dalam suatu penglihatan, kata-Nya, “Jangan takut, Abram! Aku akan melindungimu dari apa pun dan akan memberikan upah yang besar kepadamu.”
GEN 15:2 Jawab Abram, “Ya TUHAN Penguasaku, untuk apa Engkau memberikan upah yang besar kepadaku, sementara aku tidak memiliki keturunan untuk mewarisinya. Aku terpaksa memilih Eliezer, budakku yang berasal dari Damsik itu, sebagai ahli warisku.”
GEN 15:4 TUHAN berkata, “Tidak! Budakmu itu tidak akan mewarisi hartamu. Kamu akan mempunyai keturunan, yaitu seorang anak laki-laki yang akan mewarisi segala sesuatu yang kamu miliki.”
GEN 15:5 Kemudian TUHAN membawa Abram keluar dari kemahnya dan berkata, “Lihatlah ke langit. Dapatkah kamu menghitung jumlah bintang? Tentu tidak! Demikianlah kelak keturunanmu akan terlalu banyak untuk dihitung, seperti bintang di langit.”
GEN 15:6 Abram percaya penuh kepada semua yang dikatakan Allah. Karena itu Allah menerima Abram sebagai orang benar.
GEN 15:7 Allah berkata lagi kepadanya, “Akulah TUHAN. Aku yang sudah membawa kamu keluar dari kota Ur di negeri Babel untuk memberikan negeri ini kepadamu agar menjadi milikmu.”
GEN 15:8 Jawab Abram, “Ya TUHAN Penguasaku, bagaimanakah aku tahu bahwa Engkau pasti akan memberikan negeri ini kepadaku?”
GEN 15:9 TUHAN berkata kepadanya, “Bawalah kepada-Ku seekor sapi betina, seekor kambing betina, dan seekor domba jantan yang masing-masing berumur tiga tahun. Bawa juga seekor burung tekukur dan seekor burung merpati yang masih muda.”
GEN 15:10 Lalu Abram membawa binatang-binatang itu, menyembelihnya, dan membelah setiap ekor menjadi dua bagian, kecuali kedua burung itu tidak dibelahnya. Dia menjejerkan tiap belahan dari binatang-binatang itu menjadi dua baris secara berpasang-pasangan. Demikian juga kedua burung diletakkan sejajar dalam baris itu.
GEN 15:11 Burung-burung pemakan bangkai hinggap untuk memakan daging tersebut, tetapi Abram mengusir mereka.
GEN 15:12 Sore hari, ketika matahari mulai terbenam, Abram tertidur nyenyak. Tiba-tiba dalam kegelapan itu, rasa takut yang amat kuat meliputinya.
GEN 15:13 Saat itu, TUHAN berkata kepadanya, “Ketahuilah bahwa keturunanmu akan menjadi pendatang di negeri lain. Mereka akan menjadi budak bagi penduduk setempat dan akan ditindas selama 400 tahun.
GEN 15:14 Namun, Aku akan menghukum penduduk negeri yang memperbudak keturunanmu. Setelah itu, keturunanmu akan meninggalkan negeri itu dengan membawa banyak harta benda.
GEN 15:15 Kamu sendiri akan meninggal dengan tenang ketika usiamu sudah sangat tua, lalu kamu dikuburkan.
GEN 15:16 Setelah 400 tahun diperbudak, keturunanmu akan kembali ke negeri ini, lalu merebut negeri ini dari bangsa Amori. Sekarang kejahatan bangsa Amori belum melampaui batas untuk dihukum.”
GEN 15:17 Setelah matahari terbenam dan langit menjadi gelap, tiba-tiba muncullah obor yang menyala dengan sebuah tempayan berisi arang berasap melintas di antara kedua baris potongan daging dan kedua burung tadi.
GEN 15:18 Saat itu juga, TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram, kata-Nya, “Kepada keturunanmu akan Aku berikan seluruh negeri ini, mulai dari perbatasan Mesir di selatan sampai ke sungai Efrat di utara,
GEN 15:19 yaitu wilayah bangsa Keni, Kenas, Kadmon, Het, Feris, Refaim, Amori, Kanaan, Girgasi, dan Yebus.”
GEN 16:1 Hingga saat itu, Sarai belum juga memberikan keturunan bagi Abram. Namun, karena dia memiliki seorang budak perempuan dari Mesir bernama Hagar,
GEN 16:2 berkatalah Sarai kepada Abram, “Sampai sekarang TUHAN belum mengizinkan aku mengandung. Kalau kamu setuju, aku akan memberikan budakku Hagar kepadamu. Barangkali dia bisa hamil dan memberikan keturunan yang diperhitungkan sebagai anak yang aku lahirkan.” Abram menyetujui usul Sarai.
GEN 16:3 Kemudian Sarai menyerahkan Hagar kepada Abram untuk dijadikan istri berstatus budak. Hal ini terjadi sesudah mereka menetap di Kanaan selama sepuluh tahun.
GEN 16:4 Abram bersetubuh dengan Hagar, dan Hagar pun hamil. Ketika Hagar tahu bahwa dirinya hamil, dia menganggap rendah Sarai, majikannya.
GEN 16:5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram, “Kamu yang salah dalam hal ini! Aku sudah memberikan budakku kepadamu. Tetapi sejak dia tahu bahwa dia hamil, dia malah meremehkan dan menghinaku! Semua ini salahmu! Biarlah TUHAN yang menghukummu!”
GEN 16:6 Jawab Abram kepada Sarai, “Baiklah! Hagar adalah budakmu, dan kamu berkuasa penuh atas dia. Jadi lakukanlah apa pun yang kamu mau terhadapnya!” Maka Sarai mulai memperlakukan Hagar dengan kejam, sehingga Hagar melarikan diri dari Sarai.
GEN 16:7 Tetapi TUHAN mengutus malaikat untuk menemui Hagar di padang belantara, dekat mata air yang terletak di pinggir jalan menuju ke Syur.
GEN 16:8 TUHAN berbicara melalui malaikat itu kepadanya, “Hagar, budak Sarai, kamu dari mana dan hendak pergi ke mana?” Jawab Hagar, “Saya melarikan diri dari majikan saya, Sarai.”
GEN 16:9 Lalu malaikat itu menyampaikan pesan TUHAN, “Kembalilah kepada majikanmu dan lakukanlah apa yang dia perintahkan kepadamu. Aku akan memberikan kepadamu keturunan yang sangat banyak, sehingga tidak seorang pun dapat menghitung mereka!
GEN 16:11 Dengarlah! Kamu sedang mengandung dan akan melahirkan anak laki-laki. Namailah dia Ismael, karena TUHAN sudah mendengar ratapanmu.
GEN 16:12 Namun, anakmu itu akan suka menentang orang lain bagaikan keledai liar. Dia akan menentang semua orang dan mereka pun akan menolaknya. Dia akan hidup jauh dari sanak saudaranya.”
GEN 16:13 Karena malaikat itu menyampaikan pesan TUHAN kepadanya, maka Hagar bertanya dalam hati, “Benarkah aku sudah melihat Allah yang memperhatikanku?” Sejak saat itu, Hagar sering menyebut TUHAN sebagai ‘Dia yang memperhatikan aku’.
GEN 16:14 Itulah sebabnya mata air tersebut dinamai Beer Lahai Roi. Sampai kitab ini ditulis, mata air itu masih ada. Letaknya di antara Kades dan Bered.
GEN 16:15 Lalu tibalah saatnya Hagar melahirkan seorang bayi laki-laki. Abram menamainya Ismael. Pada waktu itu, Abram berusia delapan puluh enam tahun.
GEN 17:1 Ketika Abram berumur 99 tahun, TUHAN menampakkan diri lagi kepadanya dan berkata, “Akulah Allah Yang Mahakuasa. Taatilah Aku dengan setia dan hiduplah dengan tidak bercela.
GEN 17:2 Jika kamu melakukan itu, Aku akan meneguhkan perjanjian yang sudah Aku buat dengan kamu, dan Aku akan memberimu banyak keturunan.”
GEN 17:3 Lalu Abram bersujud, dan Allah berkata kepadanya,
GEN 17:4 “Aku berjanji bahwa kamu akan menjadi bapak dari banyak bangsa.
GEN 17:5 Oleh karena itu, namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, sebab Aku sudah menetapkanmu sebagai bapak atas banyak bangsa.
GEN 17:6 Aku akan memberikan anak cucu yang banyak kepadamu dan membuat mereka menjadi bangsa-bangsa. Di antara mereka, akan ada yang menjadi raja-raja.
GEN 17:7 “Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku denganmu. Aku juga akan meneruskan perjanjian itu kepada anak cucumu turun-temurun sampai selama-lamanya. Aku akan menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
GEN 17:8 Aku akan memberikan tanah ini kepadamu dan kepada keturunanmu, yaitu seluruh negeri Kanaan yang sekarang kamu diami sebagai pendatang. Semua itu akan menjadi milik anak cucumu untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Allah mereka.”
GEN 17:9 Lalu TUHAN berkata kepada Abraham, “Sebagai tanda bahwa kamu dan anak cucumu turun-temurun setuju untuk mematuhi segala ketentuan dalam perjanjian dengan-Ku, kalian harus memenuhi syarat ini: Setiap laki-laki di antara keturunanmu harus disunat.
GEN 17:11 Mulai sekarang, ketetapan-Ku ini akan berlaku secara turun-temurun. Setiap anak laki-laki dalam keluargamu harus disunat ketika berumur delapan hari. Begitu pula dengan para budakmu laki-laki, baik yang lahir di rumahmu maupun yang kamu beli dari orang lain. Sunat itu akan menjadi tanda bahwa kalian masing-masing sudah berjanji untuk menaati perjanjian antara Aku dan kalian.
GEN 17:13 Baik anak yang lahir dari anggota keluargamu sendiri, maupun budak yang kamu beli, semua bayi laki-laki harus disunat. Sunat itu merupakan tanda pengingat bagi kalian masing-masing bahwa kalian sepakat untuk mengikuti segala syarat dalam perjanjian-Ku, yang terus berlaku sampai selama-lamanya.
GEN 17:14 Setiap laki-laki yang tidak disunat akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.”
GEN 17:15 Kemudian TUHAN berkata lagi kepada Abraham, “Mengenai istrimu Sarai, janganlah kamu memanggilnya Sarai lagi, karena sekarang Aku mengubah namanya menjadi Sara.
GEN 17:16 Aku akan memberkatinya sehingga dia akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu. Sara akan menjadi ibu bangsa-bangsa. Di antara keturunannya akan ada yang menjadi raja-raja.”
GEN 17:17 Lalu bersujudlah Abraham, tetapi dia tertawa ketika berpikir, “Mungkinkah aku, yang sudah berumur 100 tahun ini, akan punya anak?! Lagipula Sara sudah 90 puluh tahun!”
GEN 17:18 Dia berkata kepada Allah, “Oh TUHAN, biarlah Ismael saja yang menjadi ahli warisku.”
GEN 17:19 Tetapi jawab Allah, “Tidak! Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu. Namailah dia Isak. Aku akan mewariskan perjanjian-Ku itu kepadanya dan kepada keturunannya sampai selama-lamanya.
GEN 17:20 Mengenai permintaanmu untuk Ismael, Aku sudah mengabulkannya. Aku akan memberkatinya sehingga dia juga memiliki keturunan yang banyak. Aku akan membuat keturunannya menjadi bangsa yang besar, dan dua belas dari keturunannya akan menjadi raja atas dua belas bangsa.
GEN 17:21 Tetapi Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku yang resmi itu dengan Isak. Sara akan melahirkan dia satu tahun dari sekarang.”
GEN 17:22 Sesudah Allah selesai berbicara kepada Abraham, Dia meninggalkannya.
GEN 17:23 Hari itu juga, Abraham menyunat Ismael. Semua laki-laki di rumahnya— termasuk anak-anak laki-laki dari para budak yang sudah dibelinya— juga disunat. Dia melakukan tepat seperti yang sudah diperintahkan Allah kepadanya.
GEN 17:24 Abraham berumur 99 tahun ketika dia disunat,
GEN 17:25 dan Ismael berumur 13 tahun ketika Abraham menyunat dia.
GEN 17:26 Semua laki-laki dalam keluarga Abraham— baik yang lahir di rumahnya maupun yang dibeli dari orang asing— disunat bersama-sama dengannya pada hari yang sama.
GEN 18:1 Pada suatu siang, waktu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya dekat pohon yang dianggap keramat milik Mamre, sekali lagi TUHAN menampakkan diri kepadanya.
GEN 18:2 Saat itu, ketika Abraham memandang ke depan, dia melihat tiga orang laki-laki sedang berdiri tidak jauh dari kemahnya. Abraham pun berlari menyambut orang-orang itu dan bersujud untuk menghormati mereka.
GEN 18:3 Dia berkata kepada salah satu dari orang-orang itu, yang kelihatannya seperti pemimpin mereka, “Tuan, jika tidak keberatan, mampirlah di sini.
GEN 18:4 Biarlah saya mengambilkan air untuk mencuci kaki kalian. Sesudah itu beristirahatlah di bawah pohon ini.
GEN 18:5 Karena Tuan-tuan sudah datang ke sini, izinkan hamba melayani kalian dengan membawa sedikit makanan, supaya tenaga kalian pulih kembali sebelum melanjutkan perjalanan.” Jawab mereka, “Baiklah, lakukan seperti yang kamu katakan itu.”
GEN 18:6 Abraham segera masuk ke kemahnya dan berkata kepada Sara, “Cepat, ambillah sekarung tepung yang terbaik dan buatlah roti!”
GEN 18:7 Kemudian dia berlari ke tempat kawanan ternaknya dan mengambil seekor anak sapi terbaik yang dagingnya empuk. Diserahkannya hewan itu kepada salah seorang budak laki-lakinya untuk segera diolah.
GEN 18:8 Sesudah itu, Abraham mengambil dua macam susu dan daging yang sudah dimasak tadi, lalu menghidangkan semua itu di depan para tamunya. Selama mereka menikmati makanan, Abraham berdiri dekat mereka di bawah pohon itu.
GEN 18:9 Kemudian mereka bertanya kepadanya, “Di mana Sara, istrimu?” Jawab Abraham, “Dia ada di sana, di dalam kemah.”
GEN 18:10 Orang yang kelihatannya seperti pemimpin di antara mereka bertiga itu berkata, “Aku akan kembali satu tahun dari sekarang. Pada waktu itu, Sara sudah memiliki seorang anak laki-laki!” Sara sedang berada di pintu kemah, di belakang orang yang sedang berbicara itu. Dia mendengar pembicaraan mereka.
GEN 18:11 Abraham dan Sara sudah sangat tua, dan Sara sudah tidak haid lagi. Berarti dia sudah tidak bisa hamil.
GEN 18:12 Karena itu, Sara tertawa dalam hati dan berpikir, “Aku sudah lanjut usia, suamiku juga sudah sangat tua. Bagaimana mungkin aku bisa mengalami berkat semacam itu!”
GEN 18:13 Kemudian, orang yang kelihatannya seperti pemimpin di antara tiga orang itu— yang ternyata adalah TUHAN— berkata kepada Abraham, “Mengapa Sara tertawa dan berpikir bahwa dia sudah terlalu tua untuk bisa mengandung?
GEN 18:14 Akulah TUHAN! Tidak ada yang mustahil bagi-Ku. Satu tahun dari sekarang, Aku akan kembali, dan saat itu Sara sudah memiliki seorang anak!”
GEN 18:15 Mendengar itu, Sara menjadi takut dan membantah, “Aku tidak tertawa.” Tetapi TUHAN berkata, “Tidak usah menyangkal! Tadi kamu memang tertawa.”
GEN 18:16 Lalu ketiga orang itu pergi, dan Abraham ikut mengantar mereka. Ketika mereka memandang ke bawah, ke arah kota Sodom,
GEN 18:17 berkatalah TUHAN dalam hati-Nya, “Aku tidak mau menyembunyikan dari Abraham apa yang akan Aku lakukan,
GEN 18:18 karena keturunannya akan menjadi bangsa yang besar dan berkuasa. Lagipula, melalui dialah Aku akan memberkati semua bangsa.
GEN 18:19 Aku sudah memilihnya supaya dia menyuruh anak-anak dan keturunannya untuk taat kepada-Ku dan melakukan semua yang baik dan adil. Dan Aku akan menepati semua janji-Ku kepadanya.”
GEN 18:20 Maka TUHAN berkata kepada Abraham, “Aku sudah banyak mendengar keluhan atas perbuatan-perbuatan jahat yang terus dilakukan orang-orang Sodom dan Gomora. Dosa-dosa mereka sudah melampaui batas.
GEN 18:21 Karena itu, sekarang Aku akan turun ke sana untuk melihat apakah keluhan-keluhan tentang segala kejahatan mereka itu benar atau tidak.”
GEN 18:22 Lalu dua orang lainnya berangkat menuju kota Sodom, sedangkan Abraham dan TUHAN masih berdiri di tempat itu saling berhadapan.
GEN 18:23 Abraham mendekati TUHAN dan berkata, “Apakah Engkau akan membinasakan orang-orang baik bersama dengan orang-orang jahat?
GEN 18:24 Seandainya ada lima puluh orang baik di kota itu, apakah Engkau tetap akan membinasakan semua orang di kota itu? Tidakkah Engkau akan mengampuni semua orang di kota itu karena kelima puluh orang baik yang ada?
GEN 18:25 Tentu tidak baik bagi-Mu untuk membinasakan orang baik bersama dengan orang jahat, atau memperlakukan orang baik seperti orang jahat. Tentu Engkau tidak akan melakukan itu, karena Engkau adalah hakim atas semua orang di bumi. Engkau pasti menghakimi dengan adil!”
GEN 18:26 TUHAN berkata, “Jika Aku menemukan lima puluh orang baik di Sodom, Aku akan mengampuni semua orang di kota itu karena mereka.”
GEN 18:27 Kemudian Abraham berkata, “Maaf kalau aku memberanikan diri untuk berbicara lebih lanjut, ya Penguasaku. Sesungguhnya, aku hanya manusia, dan tidak berhak berbicara langsung dengan Engkau seperti ini.
GEN 18:28 Tetapi, bagaimana jika hanya ada empat puluh lima orang baik, dan bukan lima puluh? Apakah Engkau akan membinasakan seluruh kota itu karena selisih lima orang saja?” Jawab TUHAN, “Aku tidak akan membinasakannya jika Aku mendapati empat puluh lima orang baik di situ.”
GEN 18:29 Abraham berkata lagi, “Bagaimana kalau hanya ada empat puluh orang?” Jawab TUHAN, “Aku tidak akan membinasakannya karena keempat puluh orang baik itu.”
GEN 18:30 Kemudian Abraham berkata lagi, “Penguasaku, mohon jangan marah apabila saya berbicara lagi. Bagaimana jika hanya ada tiga puluh orang baik?” Jawab TUHAN, “Aku tidak akan membinasakannya jika Aku mendapati tiga puluh orang baik di situ.”
GEN 18:31 Abraham berkata lagi, “Sekali lagi mohon maaf, Penguasaku, apabila aku terus berbicara. Bagaimana seandainya hanya ada dua puluh orang?” Jawab TUHAN, “Aku tidak akan membinasakan kota itu karena dua puluh orang baik itu.”
GEN 18:32 Kata Abraham lagi, “Penguasaku, mohon jangan marah apabila aku berbicara sekali lagi. Bagaimana jika hanya ada sepuluh orang baik di situ?” Jawab TUHAN, “Aku tidak akan membinasakannya karena kesepuluh orang baik itu.”
GEN 18:33 Demikianlah TUHAN mengakhiri pembicaraan mereka dan pergi, lalu Abraham kembali ke kemahnya.
GEN 19:1 Ketika hari petang, kedua orang tadi— yang ternyata adalah malaikat— tiba di kota Sodom. Saat itu, Lot sedang duduk di pintu gerbang kota. Melihat mereka, dia bangkit menyambut dan bersujud untuk menghormati mereka.
GEN 19:2 Kata Lot kepada dua orang itu, “Tuan-tuan, silakan menginap di rumah saya malam ini. Kalian bisa mencuci kaki, dan besok kalian dapat melanjutkan perjalanan.” Jawab mereka, “Tidak. Kami akan bermalam di luar saja, di alun-alun kota.”
GEN 19:3 Tetapi Lot terus mendesak mereka supaya mau menginap di rumahnya. Akhirnya mereka pun masuk ke rumah Lot, dan Lot menyiapkan makanan untuk mereka. Dia memanggang roti tanpa ragi, lalu mereka memakannya.
GEN 19:4 Sebelum mereka pergi tidur, semua laki-laki dari seluruh penjuru kota Sodom, tua maupun muda, datang mengepung rumah Lot.
GEN 19:5 Mereka berteriak-teriak kepada Lot, “Di mana kedua orang yang menginap di rumahmu malam ini? Bawa mereka keluar, supaya kami bisa bersetubuh dengan mereka!”
GEN 19:6 Kemudian Lot keluar dari dalam rumah dan menutup pintu di belakangnya supaya mereka tidak bisa masuk.
GEN 19:7 Katanya kepada mereka, “Saudara-saudaraku, janganlah berbuat jahat seperti itu!
GEN 19:8 Mohon dengarkan saya! Saya punya dua anak perempuan yang masih perawan. Biarlah saya membawa mereka keluar untuk kalian sekarang, dan kalian boleh melakukan apa saja yang kalian mau kepada mereka. Tetapi jangan lakukan apa pun terhadap kedua laki-laki itu. Mereka adalah tamu di rumah saya, maka saya harus melindungi mereka!”
GEN 19:9 Tetapi orang-orang itu menjawab, “Berani-beraninya kamu mengatur kami! Kamu hanya pendatang di sini. Menyingkirlah dari situ! Kalau tidak, kami akan melakukan yang lebih buruk kepadamu daripada yang akan kami lakukan terhadap kedua orang itu!” Kemudian mereka menyerbu ke arah Lot hendak mendobrak pintu.
GEN 19:10 Tetapi kedua malaikat itu membuka pintu dengan cepat dan menarik Lot masuk ke rumah, lalu langsung menutup pintu itu kembali.
GEN 19:11 Dua malaikat itu membuat semua orang yang berdiri di luar menjadi buta, baik yang tua maupun yang muda, sehingga mereka tidak dapat menemukan pintunya.
GEN 19:12 Lalu malaikat-malaikat itu berkata kepada Lot, “Siapa lagi keluargamu yang tinggal di kota ini? Kalau kamu memiliki anak laki-laki, anak perempuan, menantu, ataupun sanak saudara lainnya, bawalah mereka keluar dari kota ini!
GEN 19:13 Kami diutus TUHAN untuk menghancurkan tempat ini, karena berdasarkan keluhan-keluhan yang didengar TUHAN, penduduk kota ini sudah jahat sekali.”
GEN 19:14 Maka pergilah Lot menemui kedua calon menantunya dan berkata, “Cepat! Keluar dari kota ini, karena TUHAN akan segera menghancurkannya!” Namun, mereka menganggap Lot sedang bercanda.
GEN 19:15 Menjelang fajar, kedua malaikat itu mendesak Lot agar bergegas, “Cepatlah! Bawa istrimu dan kedua anak gadismu pergi dari sini! Kalau tidak, kalian akan ikut mati waktu kami menghancurkan kota ini!”
GEN 19:16 Ketika Lot belum bergerak juga, kedua malaikat itu langsung memegang tangannya dan tangan istrinya serta kedua anak gadisnya, lalu menarik mereka keluar dari kota itu dengan aman. Para malaikat melakukan itu karena TUHAN berbelas kasih kepada Lot dan keluarganya.
GEN 19:17 Sesampainya mereka di luar kota, salah satu malaikat itu berkata, “Larilah untuk menyelamatkan nyawamu! Jangan menoleh ke belakang! Jangan berhenti di lembah! Larilah ke daerah perbukitan supaya kalian tidak mati!”
GEN 19:18 Tetapi kata Lot kepada mereka, “Aduh, jangan begitu, Tuan-tuanku!
GEN 19:19 Tuan sudah sangat berbaik hati dengan menyelamatkan nyawa saya. Tetapi daerah perbukitan itu terlalu jauh! Kalau saya berusaha lari ke sana, saya akan mati sebelum sampai.
GEN 19:20 Tetapi lihat, di sebelah situ ada kampung yang cukup dekat dari sini. Izinkanlah kami pergi ke kampung kecil itu supaya kami selamat.”
GEN 19:21 Salah satu malaikat itu berkata, “Baiklah, saya mengabulkan permintaanmu. Saya tidak akan menghancurkan kampung kecil itu.
GEN 19:22 Tetapi cepat! Larilah ke sana, karena saya tidak bisa mulai menjatuhkan hukuman sebelum kalian sampai di sana.” Sesudah peristiwa ini, kampung tersebut dinamai Zoar, karena Lot mengatakan bahwa kampung itu kecil.
GEN 19:23 Lot dan keluarganya tiba di kampung yang sekarang dinamai Zoar itu sesudah matahari terbit.
GEN 19:24 Kemudian TUHAN menjatuhkan api dan belerang ke atas Sodom dan Gomora, seperti hujan dari langit.
GEN 19:25 Demikianlah TUHAN menghancurkan kedua kota itu dan semua penduduk di dalamnya. Dia juga menghancurkan segala sesuatu yang ada di lembah itu, termasuk seluruh tumbuhan.
GEN 19:26 Namun, istri Lot berhenti di tengah jalan dan menoleh ke belakang, maka dia mati dan menjadi tiang garam.
GEN 19:27 Pagi itu, Abraham bangun dan segera pergi ke tempat dia bercakap-cakap dengan TUHAN kemarin.
GEN 19:28 Saat memandang ke arah Sodom dan Gomora, dia melihat seluruh lembah itu berasap tebal, seperti asap dari tungku yang sangat besar.
GEN 19:29 Jadi, TUHAN mengingat permintaan Abraham ketika Dia memusnahkan kota-kota di lembah itu. Itulah sebabnya Lot diselamatkan dari bencana yang terjadi di sana.
GEN 19:30 Lot takut untuk tinggal di Zoar, maka dia meninggalkan kampung itu dan pindah ke gunung bersama kedua anak gadisnya. Di sana, mereka tinggal di sebuah gua.
GEN 19:31 Suatu hari, anak gadis Lot yang sulung berkata kepada adiknya, “Aduh, dengan siapa kita akan menikah di tempat yang sunyi ini! Tidak ada lagi laki-laki. Ayah kita sudah terlalu tua untuk mengurus pernikahan seperti yang dilakukan di daerah-daerah lain.
GEN 19:32 Mari kita membuat ayah kita mabuk dengan minum anggur sehingga dia tidak sadar, lalu kita bisa bersetubuh dengannya. Dengan cara inilah kita dapat menyambung keturunan keluarga kita.”
GEN 19:33 Malam itu, mereka berhasil membuat Lot mabuk. Lalu anak gadis yang sulung masuk dan bersetubuh dengan ayahnya. Lot tidak tahu apa-apa karena dia sudah terlalu mabuk.
GEN 19:34 Keesokan harinya, anak gadis Lot yang sulung itu berkata lagi kepada adiknya, “Tadi malam aku sudah tidur dengan ayah kita! Nanti malam, kita buat dia mabuk lagi. Lalu kamu tidurlah dengannya, supaya kita masing-masing mendapat anak.”
GEN 19:35 Maka malam itu mereka membuat Lot mabuk lagi, kemudian anak gadis yang bungsu juga bersetubuh dengan ayahnya. Kali ini pun Lot terlalu mabuk sehingga dia tidak tahu apa yang terjadi.
GEN 19:36 Dengan demikian, kedua anak gadis Lot hamil dari ayah mereka.
GEN 19:37 Kakaknya melahirkan anak laki-laki yang dia namai Moab. Anak ini menjadi nenek moyang dari bangsa Moab.
GEN 19:38 Adiknya melahirkan seorang anak laki-laki juga, yang dia namai Ben Ami. Dialah yang menjadi nenek moyang dari bangsa Amon.
GEN 20:1 Lalu Abraham pergi dari tanah milik Mamre ke bagian selatan Kanaan, di wilayah Filistin. Dalam perjalanannya, untuk sementara waktu dia tinggal di suatu tempat di antara Kades dan Syur, kemudian pindah ke Gerar. Sewaktu di Gerar,
GEN 20:2 Abraham tidak mengakui dengan terus terang kepada orang Gerar bahwa Sara adalah istrinya. Dia berkata, “Sara ini adik saya.” Oleh karena itu, Abimelek, raja Gerar, menyuruh beberapa anak buahnya membawa Sara kepadanya di istana.
GEN 20:3 Tetapi suatu malam, Allah memperlihatkan diri kepada Abimelek melalui mimpi dan berkata, “Dengarlah! Aku akan menjatuhkan hukuman mati atasmu karena perempuan yang kamu ambil itu sudah bersuami.”
GEN 20:4 Abimelek belum bersetubuh dengan Sara, maka dia berkata, “Ya Penguasaku, aku dan bangsaku tidak bersalah sama sekali! Apakah Engkau akan tetap membinasakan bangsa yang tidak bersalah?
GEN 20:5 Abraham sendiri yang mengatakan bahwa perempuan itu adiknya, dan perempuan itu juga mengaku demikian. Jadi, aku melakukan semua ini tanpa niat jahat dan tidak bersalah!”
GEN 20:6 Kemudian dalam mimpi itu Allah berkata kepadanya, “Aku tahu bahwa kamu melakukannya tanpa maksud jahat. Itulah sebabnya Aku mencegah kamu menyentuh perempuan itu, supaya kamu tidak berdosa terhadap Aku.
GEN 20:7 Maka sekarang, kembalikanlah dia kepada Abraham, karena Abraham adalah nabi dan dia akan berdoa untukmu supaya kamu tetap hidup. Bila kamu tidak mengembalikan perempuan itu, ketahuilah, kamu dan seluruh rakyatmu akan mati!”
GEN 20:8 Besok paginya, Abimelek memanggil semua pejabat kerajaannya dan memberitahu mereka tentang segala hal yang sudah terjadi. Mendengar itu, mereka sangat ketakutan.
GEN 20:9 Lalu Abimelek memanggil Abraham dan berkata kepadanya, “Kamu sudah membohongiku! Apa salahku kepadamu sehingga kamu mendatangkan musibah besar bagiku dan bagi rakyatku?! Sungguh tidak pantas kamu berbuat demikian!
GEN 20:10 Apa yang membuat kamu melakukan itu?”
GEN 20:11 Jawab Abraham, “Saya berbuat demikian karena berpikir, ‘Tidak ada orang yang menghormati Allah di tempat ini. Kalau saya mengatakan bahwa dia istri saya, pasti ada orang yang membunuh saya demi mendapatkan dia.’
GEN 20:12 Lagipula, dia memang adik tiri saya. Kami satu ayah tetapi beda ibu, kemudian saya menikahi dia.
GEN 20:13 Ketika Allah menyuruh saya meninggalkan rumah ayah saya untuk merantau ke negeri lain, saya berkata kepada Sara, ‘Tunjukkanlah kesetiaanmu kepadaku ke mana saja kita pergi, dengan mengatakan kepada siapa pun bahwa aku adalah kakakmu.’”
GEN 20:14 Sesudah itu, Abimelek mengembalikan Sara kepada Abraham. Dia juga memberikan beberapa ekor domba dan sapi, serta beberapa orang budak laki-laki dan budak perempuan.
GEN 20:15 Katanya kepada Abraham, “Silakan pilih daerah mana saja yang kamu suka dari seluruh kerajaanku untuk kamu tempati.”
GEN 20:16 Kemudian dia berkata kepada Sara, “Lihatlah, aku sudah memberikan 11 kilogram perak kepada kakakmu. Itu adalah denda yang harus aku bayar untuk menutupi semua kesalahan ini di mata semua orang dan untuk menjaga nama baikmu.”
GEN 20:17 Karena kejadian itu, TUHAN sudah membuat semua perempuan di istana Abimelek mandul. Namun, ketika Abraham berdoa, Allah menyembuhkan Abimelek, istrinya, dan budak-budak perempuannya, sehingga mereka bisa hamil lagi.
GEN 21:1 TUHAN memberkati Sara dan memenuhi janji-Nya sebagaimana yang sudah dikatakan-Nya.
GEN 21:2 Maka Sara mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham, tepat pada waktu yang sudah dijanjikan Allah kepadanya. Pada waktu itu, Abraham sudah sangat tua.
GEN 21:3 Lalu Abraham menamai anak itu Isak.
GEN 21:4 Sesudah Isak berumur satu minggu, Abraham menyunat dia sebagaimana yang sudah diperintahkan Allah kepadanya.
GEN 21:5 Abraham berumur 100 tahun ketika Isak lahir.
GEN 21:6 Berkatalah Sara, “Karena apa yang sudah Allah perbuat bagiku, aku tertawa! Dan setiap orang yang mendengar kejadian ini akan turut bergembira dan tertawa!
GEN 21:7 Tidak ada seorang pun yang mengira bahwa aku akan melahirkan anak bagi Abraham. Tetapi sekarang, aku sudah melahirkan seorang anak bagi dia di usia tuanya.”
GEN 21:8 Isak pun bertambah besar. Ketika umurnya sudah beberapa tahun, tibalah waktunya dia dipisahkan dari susu ibunya. Pada hari itu, Abraham mengadakan pesta besar untuk merayakannya.
GEN 21:9 Lalu Sara melihat anak Hagar, Ismael, sedang mengolok-olok Isak.
GEN 21:10 Karena itu, Sara berkata kepada Abraham, “Usirlah perempuan Mesir itu beserta anaknya! Anak budak itu tidak boleh menjadi ahli waris bersama dengan Isak anakku!”
GEN 21:11 Hal itu membuat Abraham sedih, karena biar bagaimana pun, Ismael adalah anaknya juga.
GEN 21:12 Tetapi Allah berkata kepada Abraham, “Jangan bersedih karena Ismael dan Hagar. Perbuatlah sesuai perkataan Sara, karena melalui Isaklah Aku akan memberikan keturunan yang sudah Aku janjikan.
GEN 21:13 Meski demikian, Aku juga akan membuat anak budakmu itu menjadi nenek moyang suatu bangsa yang besar, karena dia pun anakmu.”
GEN 21:14 Besoknya, Abraham bangun pagi-pagi, lalu mengambil makanan dan kantong kulit besar tempat air minum. Dia meletakkan semuanya itu di atas bahu Hagar, dan menyuruh dia pergi bersama anaknya. Maka pergilah Hagar dan Ismael mengembara di padang belantara dekat Bersyeba.
GEN 21:15 Sesudah air minum di dalam kantong kulit itu habis, Hagar meninggalkan anaknya di bawah pohon kecil.
GEN 21:16 Kemudian dia menjauh sekitar 100 meter dari tempat itu, karena katanya dalam hati, “Aku tidak sanggup melihat anakku mati.” Hagar duduk di sana dan menangis tersedu-sedu.
GEN 21:17 Berkatalah malaikat dari surga kepada Hagar, “Jangan menangis, Hagar! Jangan takut, karena Allah sudah mendengar tangisan anakmu.
GEN 21:18 Bangunlah! Bantu anakmu itu berdiri dan tuntunlah dia berjalan. Aku sudah berjanji bahwa Ismael akan menjadi nenek moyang dari bangsa yang besar.”
GEN 21:19 Kemudian Allah membuat Hagar melihat sebuah mata air yang tidak jauh dari tempat itu. Maka pergilah dia mengisi kantong kulitnya dengan air dan memberi anaknya minum.
GEN 21:20 Allah menyertai anak itu. Dia bertumbuh dewasa dan tinggal di padang belantara Paran. Ismael menjadi seorang pemanah yang sangat terlatih.
GEN 21:21 Hagar memilih seorang perempuan Mesir menjadi istri bagi anaknya itu.
GEN 21:22 Pada waktu itu, Raja Abimelek beserta panglima tentaranya yang bernama Pikol datang kepada Abraham dan berkata, “Kami sudah melihat bahwa Allah selalu memberkati segala usahamu.
GEN 21:23 Oleh karena itu, mari kita membuat perjanjian di hadapan Allah, bahwa engkau dan semua keturunanmu akan selalu bertindak jujur kepada saya dan seluruh keturunan saya nanti. Sebagaimana saya sudah berbuat baik kepada Tuan, hendaklah Tuan juga berjanji untuk berbuat baik kepada saya dan semua orang di negeri yang Tuan diami ini.”
GEN 21:24 Jawab Abraham, “Baik, saya berjanji!”
GEN 21:25 Sebelumnya, para budak Abimelek pernah merampas sebuah sumur yang digali oleh para budak Abraham. Jadi, Abraham mengungkapkan kekecewaannya kepada Abimelek atas kejadian itu.
GEN 21:26 Kata Abimelek, “Saya tidak tahu siapa yang sudah melakukan itu. Tuan belum pernah memberitahu saya, dan saya baru mengetahuinya hari ini.”
GEN 21:27 Kemudian Abraham memberikan beberapa ekor domba dan sapi kepada Abimelek. Lalu mereka berdua mengadakan perjanjian.
GEN 21:28 Setelah itu, Abraham memisahkan tujuh ekor anak domba betina dari kawanan ternaknya.
GEN 21:29 Abimelek bertanya kepadanya, “Untuk apa ketujuh anak domba betina itu?”
GEN 21:30 Jawab Abraham, “Terimalah tujuh ekor anak domba betina ini dari saya sebagai tanda bahwa Tuan mengakui kalau sayalah yang menggali sumur ini dan berhak menggunakannya.”
GEN 21:31 Itulah sebabnya tempat itu dinamai Bersyeba, karena mereka berdua mengadakan perjanjian di sana.
GEN 21:32 Setelah perjanjian di Bersyeba itu selesai dibuat, Abimelek dan Pikol, komandan pasukannya, kembali ke kota mereka di wilayah Filistin.
GEN 21:33 Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di sana sebagai tanda peringatan, dan di situ dia menyembah TUHAN, Allah yang kekal.
GEN 21:34 Sesudah itu, cukup lama Abraham tinggal sebagai pendatang di wilayah Filistin.
GEN 22:1 Beberapa waktu kemudian, sesudah semua peristiwa itu berlalu, Allah menguji sejauh mana Abraham taat kepada-Nya. Dia memanggil, “Abraham!” Jawabnya, “Ya, TUHAN, ini aku.”
GEN 22:2 Allah berkata, “Bawalah Isak, anakmu satu-satunya yang sangat kamu kasihi itu, ke bukit wilayah Moria. Persembahkanlah dia kepada-Ku sebagai kurban yang dibakar habis di atas salah satu bukit yang akan Aku tunjukkan kepadamu.”
GEN 22:3 Besoknya, Abraham bangun pagi-pagi sekali dan menyiapkan kayu bakar untuk kurban itu. Dia memasang pelana di atas punggung keledai. Lalu dibawanya Isak beserta dua orang budaknya pergi ke tempat yang sudah dikatakan Allah kepadanya.
GEN 22:4 Pada hari ketiga, Abraham melayangkan pandangannya dan melihat tempat itu.
GEN 22:5 Dia pun berkata kepada kedua budaknya, “Tinggallah di sini bersama keledai ini. Saya dan Isak akan pergi ke sana untuk menyembah TUHAN. Sesudah itu, kami akan kembali kepada kalian.”
GEN 22:6 Abraham menaruh kayu bakar di atas pundak Isak, sedangkan dia sendiri membawa pisau dan api. Lalu keduanya pergi bersama-sama.
GEN 22:7 Isak berkata kepada bapaknya, “Ayah!” Jawab Abraham, “Ya, anakku.” Lanjut Isak, “Kayu bakar dan api sudah ada, tetapi di mana anak domba untuk dikurbankan?”
GEN 22:8 Jawab Abraham, “Anakku, Allah sendiri yang akan menyediakan anak domba yang diperlukan untuk kurban itu.” Lalu keduanya meneruskan perjalanan.
GEN 22:9 Sesampainya mereka di tempat yang dikatakan Allah, Abraham mendirikan sebuah mezbah di situ dan menyusun kayu bakar di atasnya. Lalu dia mengikat anaknya dan membaringkan dia di mezbah, di atas kayu bakar.
GEN 22:10 Abraham mengambil pisau, hendak mengurbankan anaknya.
GEN 22:11 Tetapi tiba-tiba TUHAN berseru dari surga melalui malaikat-Nya, “Abraham, Abraham!” Lalu jawabnya, “Ya TUHAN, ini aku!”
GEN 22:12 Dia berkata kepada Abraham, “Jangan lakukan apa pun terhadap anakmu itu! Sekarang Aku tahu bahwa kamu percaya penuh dan taat kepada-Ku, karena kamu tidak segan-segan menyerahkan anakmu satu-satunya yang sangat kamu kasihi itu kepada-Ku.”
GEN 22:13 Ketika Abraham menoleh ke belakang, dia melihat seekor domba jantan yang tersangkut tanduknya pada semak belukar. Dia mengambil domba jantan itu, menyembelihnya, dan mempersembahkannya kepada TUHAN sebagai kurban yang dibakar habis. Jadi, domba itulah yang disembelih menggantikan Isak.
GEN 22:14 Abraham pun menamai tempat itu ‘TUHAN menyediakan yang diperlukan’. Sampai kitab ini ditulis, nama itu menjadi seperti pepatah, yakni, “Di bukit TUHAN, Dia menyediakan yang diperlukan.”
GEN 22:15 Kemudian sekali lagi TUHAN berbicara dari surga kepada Abraham melalui malaikat-Nya,
GEN 22:16 “Karena kamu sudah melakukan hal ini dan tidak menolak untuk menyerahkan anakmu satu-satunya kepada-Ku, maka Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri:
GEN 22:17 Aku akan memberkatimu berlimpah-limpah dan memberikan banyak keturunan kepadamu, seperti banyaknya bintang di langit dan pasir di tepi laut. Keturunanmu akan menang atas segala musuhnya.
GEN 22:18 Melalui keturunanmulah Aku akan memberkati segala bangsa di bumi, karena kamu sudah menaati perintah-Ku.”
GEN 22:19 Sesudah itu, Abraham dan Isak kembali kepada kedua budak tadi, lalu mereka bersama-sama pulang ke Bersyeba. Abraham dan keluarganya menetap di sana.
GEN 22:20 Abraham mempunyai saudara bernama Nahor. Setelah semua peristiwa itu, sampailah kabar kepada Abraham bahwa Milka, istri Nahor, sudah memiliki delapan anak laki-laki.
GEN 22:21 Anak sulung bernama Us, anak kedua Bus, dan anak ketiga Kemuel, yang kemudian menjadi bapak dari Aram.
GEN 22:22 Anak-anak berikutnya adalah Kesed, Hazo, Pildas, Yidlaf, dan Betuel, yang kemudian memiliki anak perempuan bernama Ribka. Itulah delapan anak laki-laki yang dilahirkan Milka bagi Nahor.
GEN 22:24 Nahor juga mempunyai budak perempuan yang dia jadikan istri keduanya, yaitu Reuma. Dia memberikan empat anak laki-laki bagi Nahor, yakni Tebah, Gaham, Tahas, dan Maaka.
GEN 23:1 Sara meninggal dunia pada usia 127 tahun di kota Kiryat Arba, yang sekarang disebut Hebron, di negeri Kanaan. Abraham berkabung dan menangisi kematian istrinya.
GEN 23:3 Sesudah itu, Abraham meninggalkan jenazah istrinya dan pergi menemui orang-orang Het, penduduk asli negeri itu, lalu berkata kepada mereka,
GEN 23:4 “Saya hanyalah pendatang yang tinggal di antara kalian. Izinkanlah saya membeli sebidang tanah dari kalian untuk menguburkan jenazah istri saya.”
GEN 23:5 Jawab mereka kepadanya,
GEN 23:6 “Tuan, kami sudah menganggap engkau sebagai seorang penguasa yang hebat di antara kami. Silakan memilih tempat kuburan terbaik yang kami miliki, dan kuburkanlah istri Tuan di situ. Kami semua bersedia memberikan tempat mana pun yang Tuan mau secara cuma-cuma.”
GEN 23:7 Maka Abraham bersujud untuk berterima kasih kepada mereka
GEN 23:8 dan berkata, “Kalau begitu, tolong Saudara-saudara berbicara kepada Efron anak Zohar,
GEN 23:9 supaya dia menjual gua yang terletak di pinggir ladangnya di Makpela. Saya bersedia membayar sesuai harga jualnya, supaya gua itu menjadi milik saya. Dan biarlah kalian menjadi saksi atas pembelian itu.”
GEN 23:10 Kebetulan, Efron sedang duduk di antara orang-orang Het yang hadir di tempat pertemuan dekat pintu gerbang kota. Lalu di hadapan semua orang yang ada di situ, dia menjawab,
GEN 23:11 “Tidak usah, Tuan! Biarlah saudara sebangsaku sendiri, yakni semua orang Het yang ada di sini, menjadi saksi di antara kita berdua bahwa ladang beserta gua yang ada di dalamnya, di Makpela itu, saya berikan kepada Tuan dengan cuma-cuma! Silakan mengubur istri Tuan di sana.”
GEN 23:12 Abraham kembali bersujud di hadapan orang-orang Het itu.
GEN 23:13 Kemudian, dengan didengar oleh semua orang yang ada di situ, dia berkata kepada Efron, “Mohon dengarkan saya! Saya ingin membeli ladang itu darimu sesuai harga jualnya. Terimalah tawaran ini supaya istri saya bisa dikuburkan di sana.”
GEN 23:14 Jawab Efron kepada Abraham,
GEN 23:15 “Dengarlah Tuan, harga tanah itu hanya lima kilogram perak. Jumlah uang sekecil itu tidak perlu dipersoalkan. Ambillah ladang itu dan kuburkan istri Tuan di sana.”
GEN 23:16 Abraham setuju dengan harga yang disebutkan Efron. Lalu dia menimbang lima kilogram perak untuk diberikan kepada Efron di hadapan semua orang yang hadir di situ. Beratnya sesuai dengan ukuran timbangan yang berlaku pada masa itu.
GEN 23:17 Demikianlah ladang Efron yang ada di Makpela, di sebelah timur Hebron, menjadi milik Abraham, termasuk gua di ladang itu beserta semua pohon yang ada di dalamnya.
GEN 23:18 Semua orang Het yang hadir dalam pertemuan di pintu gerbang kota itu mengakui bahwa tanah tersebut sudah menjadi milik Abraham.
GEN 23:19 Setelah itu, Abraham menguburkan istrinya di dalam gua tersebut, di Makpela. Tempat itu termasuk daerah Kanaan.
GEN 23:20 Dengan demikian, ladang dan gua Efron menjadi milik Abraham sebagai tempat pekuburan.
GEN 24:1 Abraham sudah sangat tua dan TUHAN sudah memberkati dia dalam segala hal.
GEN 24:2 Suatu hari, dia berkata kepada pelayannya yang paling senior, yang bertanggung jawab atas semua harta miliknya. Kata Abraham, “Letakkanlah tanganmu di antara pangkal pahaku.
GEN 24:3 Berjanjilah di hadapan TUHAN, Allah penguasa surga, langit, dan bumi, bahwa kamu tidak akan memilih istri bagi anakku Isak dari antara orang Kanaan ini.
GEN 24:4 Kamu harus pergi ke negeri kelahiranku, kepada sanak saudaraku, dan memilih seorang perempuan dari sana untuk menjadi istri bagi anakku Isak.”
GEN 24:5 Pelayannya berkata, “Seandainya perempuan itu tidak mau ikut dengan saya ke negeri ini, apakah saya harus membawa kembali anak Tuan ke sana?”
GEN 24:6 Jawab Abraham kepadanya, “Tidak! Jangan sekali-kali kamu bawa anakku ke negeri itu!
GEN 24:7 TUHAN, Allah Penguasa langit, yang sudah membawa aku dari rumah ayahku dan dari tanah kelahiranku, yang sudah berkata dan bersumpah kepadaku bahwa Dia akan memberikan negeri ini kepada keturunanku, Dialah yang akan mengutus malaikat-Nya untuk menolongmu, supaya kamu dapat menemukan seorang istri bagi anakku.
GEN 24:8 Namun, kalau gadis itu tidak mau ikut denganmu, maka kamu bebas dari sumpahmu ini. Yang jelas, janganlah membawa anakku kembali ke sana.”
GEN 24:9 Lalu pelayan itu meletakkan tangannya di antara pangkal paha Abraham dan bersumpah bahwa dia akan melakukan seperti yang diminta Abraham.
GEN 24:10 Kemudian pelayan itu dan beberapa budak Abraham lainnya memuat berbagai macam harta ke atas sepuluh ekor unta milik Abraham, lalu pergi ke kota Aram Naharaim, tempat tinggal Nahor, adik Abraham.
GEN 24:11 Setibanya di sana, dia menyuruh unta-unta itu duduk di dekat sebuah mata air di luar kota. Saat itu, hari sudah sore dan tiba waktunya perempuan-perempuan di kota itu datang ke sumur untuk menimba air.
GEN 24:12 Lalu berdoalah pelayan itu, “Ya TUHAN, Allah tuanku Abraham, mohon tunjukkanlah kasih dan kesetiaan-Mu kepada tuanku Abraham dengan membuat aku berhasil mendapatkan seorang istri bagi anaknya hari ini.
GEN 24:13 Sekarang, aku berada di dekat sumur. Sebentar lagi anak-anak perempuan penduduk kota ini akan keluar untuk menimba air.
GEN 24:14 Aku mohon, biarlah terjadi seperti ini: Aku akan berkata kepada salah satu dari mereka, ‘Tolong berilah saya minum.’ Kalau dia menjawab, ‘Minumlah, dan saya juga akan mengambilkan air untuk unta-untamu,’ maka kiranya dialah yang Engkau pilih bagi hamba-Mu Isak. Dengan demikian, aku akan mengetahui bahwa Engkau menunjukkan kebaikan hati-Mu kepada tuanku Abraham.”
GEN 24:15 Sebelum hamba itu selesai berdoa, Ribka, anak Betuel, yaitu cucu Nahor dan Milka, keluar dari kota dengan membawa tempayan di bahunya.
GEN 24:16 Ribka sangat cantik dan masih gadis. Dia turun ke sumur itu dan mengisi tempayannya, lalu naik kembali.
GEN 24:17 Pelayan Abraham segera berlari menemuinya dan berkata, “Tolong beri saya sedikit air minum dari tempayanmu.”
GEN 24:18 Jawab gadis itu, “Minumlah, Tuan!” Dia cepat-cepat menurunkan tempayannya dan memberikan air kepada pelayan itu.
GEN 24:19 Kemudian dia berkata lagi, “Biarlah saya menimba air untuk unta-unta Tuan juga, sampai semuanya puas minum.”
GEN 24:20 Lalu segeralah dia menuangkan air dari tempayannya itu ke tempat minum unta. Kemudian dia berlari lagi ke sumur untuk menimba air lebih banyak, sehingga semua unta minum sampai puas.
GEN 24:21 Pelayan Abraham diam-diam memperhatikan Ribka, sambil bertanya-tanya dalam hatinya apakah perempuan itu yang TUHAN berikan sebagai jawaban doanya.
GEN 24:22 Sesudah semua unta minum sampai puas, pelayan itu mengambil anting-anting emas untuk hidung yang beratnya enam gram dan dua gelang emas yang masing-masing beratnya kira-kira 110 gram. Dia memberikan semua itu kepada Ribka sebagai hadiah
GEN 24:23 sambil berkata, “Kamu anak siapa? Apakah ada tempat di rumah keluargamu untuk kami bisa menginap?”
GEN 24:24 Jawab Ribka kepadanya, “Ayah saya bernama Betuel. Kakek saya Nahor dan nenek saya Milka.
GEN 24:25 Di rumah kami ada tempat untuk menginap. Kami juga punya banyak jerami dan makanan bagi unta-unta Tuan.”
GEN 24:26 Lalu bersujudlah pelayan itu menyembah TUHAN
GEN 24:27 dan berkata, “Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang sudah berbaik hati dan setia kepada tuanku! Ternyata Dia memimpin saya langsung kepada sanak saudara tuanku!”
GEN 24:28 Kemudian Ribka berlari ke rumah ibunya dan menceritakan segala kejadian itu.
GEN 24:29 Ribka mempunyai saudara laki-laki bernama Laban. Setelah Laban mendengar penjelasan Ribka tentang kata-kata pelayan Abraham itu, dan karena melihat perhiasan yang ada di hidung dan gelang di lengan adiknya, berlarilah Laban keluar untuk menemui pelayan Abraham yang masih berada di samping unta-untanya, di dekat sumur tadi.
GEN 24:31 Kata Laban, “Marilah Tuan yang diberkati TUHAN. Janganlah Tuan berdiri di luar saja. Saya sudah menyediakan kamar penginapan bagimu di rumah kami, juga tempat bagi unta-untamu.”
GEN 24:32 Pelayan Abraham itu pun masuk ke rumah keluarga Betuel. Para budak Betuel menurunkan beban dari unta-unta itu dan memberi makan semuanya. Mereka juga mengalasi kandang-kandang dengan jerami sebagai tempat tidur bagi unta-unta itu. Para budak Betuel yang lainnya menyediakan air supaya pelayan Abraham dan semua budak yang bersamanya dapat membersihkan kaki mereka.
GEN 24:33 Ketika makanan sudah dihidangkan, pelayan Abraham tidak mau langsung makan. Dia berkata kepada Betuel dan Laban, “Saya tidak akan makan sebelum menyampaikan tujuan kedatangan saya.” Jawab Laban, “Silakan, sampaikanlah.”
GEN 24:34 Maka pelayan itu mulai bercerita, katanya, “Saya ini pelayan Abraham.
GEN 24:35 TUHAN sudah memberkati tuanku itu sehingga dia menjadi kaya raya. TUHAN sudah memberinya banyak kambing, domba, sapi, unta, keledai, perak dan emas, serta budak laki-laki dan perempuan.
GEN 24:36 “Sara, istri tuanku itu, pada usianya yang sangat tua sudah melahirkan seorang anak laki-laki bagi tuanku Abraham. Dan sekarang, segala harta milik tuanku sudah diserahkannya kepada anak itu.
GEN 24:37 Tuanku menyuruh saya bersumpah untuk menaati perintahnya, yaitu, ‘Janganlah kamu mencari istri bagi anakku Isak dari antara orang-orang Kanaan ini.
GEN 24:38 Kamu harus pergi ke negeri kelahiranku, kepada sanak saudaraku, dan mengambil seorang gadis dari sana untuk menjadi istri bagi anakku.’
GEN 24:39 “Lalu saya bertanya kepadanya, ‘Bagaimana kalau perempuan itu tidak mau ikut dengan saya ke negeri ini?’
GEN 24:40 Dia berkata kepada saya, ‘TUHAN, yang selalu aku taati sepanjang hidupku, akan mengutus malaikat-Nya untuk menolongmu dan membuat kamu berhasil menemukan seorang istri bagi anakku Isak dari kaumku sendiri, yaitu dari sanak saudaraku.
GEN 24:41 Tetapi jika kaumku sendiri tidak mengizinkan perempuan yang kamu temui itu pulang bersamamu ke sini, maka kamu akan lepas dari sumpahmu kepadaku.’ Demikian kata tuan saya.
GEN 24:42 “Ketika saya tiba di sumur tadi, saya berdoa dalam hati, ‘Ya TUHAN, Allah tuanku Abraham, jika Engkau mau, buatlah perjalananku berhasil hari ini.
GEN 24:43 Sekarang saya berada di dekat sumur. Ketika seorang gadis datang untuk menimba air, lalu saya memintanya memberi saya minum,
GEN 24:44 kalau dia mau memberi, bahkan bersedia mengambilkan air untuk unta-untaku, maka biarlah itu menjadi tanda bahwa dialah perempuan yang sudah TUHAN pilih menjadi istri bagi Isak, anak tuanku.’
GEN 24:45 “Selagi saya berdoa demikian dalam hati, datanglah Ribka dengan membawa tempayan air di bahunya. Dia turun ke mata air dan mengambil air. Lalu saya berkata kepadanya, ‘Tolong beri saya minum.’
GEN 24:46 Dengan segera, dia menurunkan tempayan dari bahunya dan berkata, ‘Minumlah. Saya juga akan memberi minum unta-untamu.’ Lalu saya minum, dan dia memberi minum unta-unta itu.
GEN 24:47 “Saya bertanya, ‘Kamu anak siapa?’ Dia menjawab, ‘Ayah saya bernama Betuel. Kakek saya Nahor dan nenek saya Milka.’ Lalu saya mengenakan anting pada hidungnya dan sepasang gelang pada tangannya.
GEN 24:48 “Sesudah itu, saya pun bersujud menyembah dan memuji TUHAN, Allah tuanku Abraham, sebab Dia sudah membawa saya langsung kepada sanak saudara tuanku, sehingga saya dapat menemukan gadis ini bagi anaknya.
GEN 24:49 Jadi, tolong beritahu saya, apakah kalian bersedia menunjukkan kebaikan hati kepada tuanku? Dengan begitu, saya tahu apa yang harus saya lakukan.”
GEN 24:50 Laban dan Betuel berkata kepadanya, “Hal ini jelas datangnya dari TUHAN. Maka kami berdua sudah pasti setuju.
GEN 24:51 Nah, ini Ribka! Bawalah dia menjadi istri bagi anak tuanmu, sebagaimana yang sudah TUHAN tunjukkan.”
GEN 24:52 Mendengar perkataan mereka, pelayan Abraham sekali lagi bersujud dan memuji TUHAN.
GEN 24:53 Kemudian dia mengeluarkan perhiasan emas, perak, dan pakaian indah, lalu memberikannya kepada Ribka. Dia juga memberikan hadiah-hadiah mahal kepada ibu dan saudara laki-laki Ribka.
GEN 24:54 Sesudah itu, dia dan para budak yang menyertainya makan dan minum bersama. Malam itu, mereka menginap di sana. Besok paginya, pelayan Abraham berkata, “Izinkanlah kami pulang kepada tuan kami Abraham.”
GEN 24:55 Tetapi kakak laki-laki dan ibu Ribka berkata, “Biarlah Ribka tinggal bersama kami kira-kira sepuluh hari lagi.”
GEN 24:56 Jawabnya kepada mereka, “TUHAN sudah membuat perjalanan saya berhasil. Janganlah membuat saya tinggal lebih lama lagi. Mohon izinkan kami pulang kepada tuanku Abraham.”
GEN 24:57 Kata mereka kepadanya, “Baik. Kalau begitu kita tanyakan bagaimana pendapat Ribka.”
GEN 24:58 Lalu mereka memanggil Ribka dan bertanya kepadanya, “Apakah kamu mau pergi bersama orang ini?” Jawab Ribka, “Ya, aku mau.”
GEN 24:59 Maka mereka mengizinkan Ribka beserta hamba perempuan yang sudah mengasuhnya sejak kecil pergi bersama pelayan Abraham dan para budak Abraham itu.
GEN 24:60 Sebelum pergi, keluarganya memberkati Ribka dengan berkata, “Adik kami, kiranya TUHAN memberimu beribu-ribu bahkan berjuta-juta anak cucu, dan biarlah mereka menguasai kota-kota musuh mereka.”
GEN 24:61 Lalu berangkatlah Ribka beserta para budak perempuannya. Mereka menunggangi unta-unta, lalu berangkat mengikuti pelayan Abraham itu. Demikianlah pelayan Abraham membawa Ribka dan pergi.
GEN 24:62 Adapun Isak baru saja kembali ke tempat tinggalnya di bagian selatan Kanaan, dari arah mata air yang bernama Beer Lahai Roi.
GEN 24:63 Suatu sore, dia keluar dari perkemahan untuk menyendiri. Sewaktu berjalan-jalan di padang, dia melihat unta-unta datang dari jauh.
GEN 24:64 Ketika Ribka melihat Isak, dia turun dari untanya
GEN 24:65 dan bertanya kepada pelayan Abraham, “Siapakah pria yang di padang itu, yang sedang berjalan ke arah kita?” Jawab pelayan itu, “Dialah anak tuanku.” Lalu Ribka mengambil kain penutup kepala dan menutupi wajahnya.
GEN 24:66 Pelayan itu menceritakan kepada Isak semua yang sudah terjadi.
GEN 24:67 Lalu Isak membawa Ribka ke dalam kemah ibunya, Sara, dan mengambil dia menjadi istrinya. Isak sangat mencintai Ribka. Demikianlah hatinya terhibur setelah kematian ibunya.
GEN 25:1 Abraham mengambil lagi seorang istri bernama Ketura.
GEN 25:2 Dia melahirkan enam anak laki-laki yang diberi nama Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isbak, dan Suah.
GEN 25:3 Yoksan mempunyai dua anak laki-laki bernama Seba dan Dedan. Keturunan Dedan menjadi bangsa Asyur, bangsa Letus, dan bangsa Leum.
GEN 25:4 Anak laki-laki Midian adalah Efa, Efer, Henok, Abida, dan Eldaa. Itulah keturunan Ketura.
GEN 25:5 Abraham mewariskan segala kepunyaannya kepada Isak,
GEN 25:6 sedangkan kepada anak-anaknya yang lain, yaitu anak-anak dari para budak perempuan yang dia jadikan istri, dia memberikan hadiah-hadiah berharga. Sesudah itu, Abraham menyuruh mereka pindah ke daerah sebelah timur untuk meninggalkan Isak.
GEN 25:7 Abraham menikmati umur panjang selama 175 tahun, lalu mati. Sesudah itu, dia mendapat tempat bersama dengan nenek moyangnya yang sudah meninggal dunia.
GEN 25:9 Isak dan Ismael menguburkan ayah mereka di gua yang ada di Makpela, di sebelah timur Hebron, di ladang yang dulu sudah dibeli Abraham dari Efron, anak orang Het bernama Zohar. Abraham dikuburkan di sisi Sara.
GEN 25:11 Sesudah itu, Allah memberkati Isak sebagaimana Dia memberkati ayahnya. Isak menetap di dekat sumur Beer Lahai Roi.
GEN 25:12 Inilah daftar keturunan Ismael, anak Abraham melalui Hagar, orang Mesir itu, yang adalah budaknya Sara.
GEN 25:13 Ismael memiliki dua belas anak laki-laki. Nama-nama mereka adalah Nebayot, Kedar, Adbeel, Mibsam,
GEN 25:14 Misma, Duma, Masa,
GEN 25:15 Hadad, Tema, Yetur, Nafis, dan Kedma.
GEN 25:16 Itulah nama kedua belas anak Ismael. Semuanya menjadi pemimpin suku. Dan setiap kota yang menjadi pusat suku yang dipimpin dinamai sesuai dengan nama mereka masing-masing.
GEN 25:17 Ismael hidup selama 137 tahun, lalu meninggal dunia. Kemudian TUHAN menempatkan dia bersama dengan nenek moyangnya yang sudah meninggal.
GEN 25:18 Keturunan Ismael tinggal di sebelah timur wilayah keturunan Isak, yaitu di daerah Hawila sampai Syur, ke arah negeri Asyur, di sebelah timur Mesir. Kedua belas suku ini tinggal jauh dari keturunan Isak.
GEN 25:19 Inilah riwayat keluarga Isak, anak Abraham:
GEN 25:20 Ketika Isak berumur 40 tahun, dia menikah dengan Ribka, anak Betuel, adik perempuan Laban. Mereka adalah orang Aram dari Padan Aram.
GEN 25:21 Tetapi Ribka mandul. Maka Isak berdoa kepada TUHAN, dan TUHAN menjawab doanya sehingga istrinya mengandung.
GEN 25:22 Ternyata Ribka mengandung anak kembar. Kedua anaknya itu saling bertentangan di dalam rahimnya. Lalu Ribka berdoa meminta petunjuk TUHAN, katanya, “Ya TUHAN, mengapa hal ini terjadi padaku?”
GEN 25:23 Jawab TUHAN kepadanya, “Dua anak laki-laki ada di dalam kandunganmu. Keturunan mereka akan menjadi nenek moyang dari dua bangsa yang besar dan saling bermusuhan. Yang muda akan lebih kuat. Yang tua akan menjadi pelayannya.”
GEN 25:24 Kemudian tibalah waktunya Ribka melahirkan dua anak kembar itu.
GEN 25:25 Anak yang pertama kulitnya kemerahan dan seluruh tubuhnya berbulu. Mereka menamai dia Esau.
GEN 25:26 Waktu anak yang kedua lahir, tangannya memegang tumit kakaknya. Maka mereka menamai dia Yakub. Isak berumur 60 tahun ketika anak-anaknya itu lahir.
GEN 25:27 Sesudah kedua anak itu dewasa, Esau menjadi seorang pemburu ulung dan suka tinggal di padang, sedangkan Yakub menjadi seorang yang tenang dan suka tinggal di dalam kemah.
GEN 25:28 Karena itu, Isak lebih sayang kepada Esau karena dia suka makan daging hasil buruan Esau, sementara Ribka lebih sayang kepada Yakub.
GEN 25:29 Suatu hari, ketika Yakub sedang memasak sup kacang merah, Esau pulang berburu dari padang dalam keadaan sangat lapar.
GEN 25:30 Berkatalah Esau kepada Yakub, “Aku kelaparan! Berilah aku sebagian sup kacang merah itu.” Inilah sebabnya Esau diberi nama julukan ‘Edom’, yang berarti ‘merah’.
GEN 25:31 Jawab Yakub kepada Esau, “Baiklah, tetapi kamu harus menukarnya dengan hak kesulunganmu.”
GEN 25:32 Esau berkata, “Aku hampir mati kelaparan! Apalah gunanya hak kesulungan itu bagiku?!”
GEN 25:33 Kata Yakub, “Bersumpahlah terlebih dahulu bahwa kamu akan memberikan hak kesulunganmu kepadaku.” Lalu dengan bersumpah, Esau menukar hak kesulungannya dengan masakan Yakub.
GEN 25:34 Maka Yakub memberikan roti dan sup kacang merah itu kepada Esau. Dia makan dan minum, lalu pergi. Demikianlah Esau tidak menghargai hak kesulungannya.
GEN 26:1 Beberapa waktu kemudian, terjadilah bencana kelaparan di negeri itu, seperti yang pernah terjadi pada zaman Abraham. Karena itu, Isak pergi ke Gerar, yaitu wilayah kekuasaan Abimelek, raja orang Filistin.
GEN 26:2 TUHAN menampakkan diri kepada Isak dan berkata, “Jangan pergi ke Mesir! Tetaplah di negeri yang Aku tunjukkan kepadamu.
GEN 26:3 Tinggallah di negeri itu sebagai pendatang. Aku akan menyertai dan memberkatimu. Seluruh wilayah Kanaan akan Aku berikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Aku akan menepati perjanjian-Ku dengan ayahmu Abraham.
GEN 26:4 Kepadamu akan Aku berikan keturunan yang sangat banyak, seperti banyaknya bintang di langit. Aku akan memberikan seluruh wilayah ini kepada mereka, dan mereka akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa di bumi,
GEN 26:5 karena dulu ayahmu Abraham selalu menaati semua perkataan-Ku, petunjuk-Ku, perintah-Ku, ketetapan-Ku, dan hukum-Ku.”
GEN 26:6 Maka tinggallah Isak di Gerar.
GEN 26:7 Adapun Ribka sangat cantik. Karena itu, ketika para laki-laki di Gerar bertanya tentang Ribka, Isak selalu menjawab, “Dia adikku.” Isak takut untuk menjawab, “Itu istri saya,” karena dia berpikir, “Bisa saja ada yang membunuh aku demi mendapatkan Ribka.”
GEN 26:8 Sesudah Isak tinggal beberapa lama di sana, suatu hari Abimelek melihat-lihat dari jendela istananya, dan dia terkejut melihat Isak dan Ribka sedang bermesraan sebagai suami-istri.
GEN 26:9 Lalu Abimelek memanggil Isak dan berkata, “Sekarang saya tahu bahwa dia istrimu! Kenapa kamu mengatakan bahwa dia adikmu?” Jawab Isak, “Karena saya pikir, ‘Kalau saya mengaku bahwa Ribka adalah istri saya, pasti ada yang akan membunuh saya demi mendapatkannya.’”
GEN 26:10 Kata Abimelek, “Seharusnya kamu tidak melakukan itu kepada kami! Bisa saja salah seorang dari antara kami meniduri istrimu. Kalau sampai itu terjadi, maka kamulah yang menyebabkan seluruh bangsa kami bersalah atas dosa besar!”
GEN 26:11 Kemudian Abimelek memberi peringatan kepada rakyatnya, “Siapa saja yang mengganggu orang ini ataupun istrinya akan dihukum mati!”
GEN 26:12 Isak menanam gandum di negeri itu, dan dalam tahun itu juga dia mendapat hasil panen seratus kali lipat, karena TUHAN sangat memberkatinya.
GEN 26:13 Harta Isak semakin bertambah banyak sehingga dia kaya raya.
GEN 26:14 Isak memiliki sangat banyak budak dan ternak, termasuk sapi, domba, serta kambing. Orang-orang Filistin pun iri kepadanya.
GEN 26:15 Karena itu, mereka menutup semua sumur yang dahulu digali oleh para budak Abraham. Mereka menimbun sumur-sumur itu dengan tanah.
GEN 26:16 Akhirnya, Abimelek berkata kepada Isak, “Pergilah kamu beserta seluruh budakmu dari kerajaan saya, karena kekuatanmu dan jumlah orang-orangmu sudah terlalu besar dibanding kami yang adalah penduduk asli tempat ini.”
GEN 26:17 Maka Isak, semua budaknya, dan segala miliknya pindah dari tempat itu. Mereka pergi dan berkemah di lembah Gerar lalu menetap di sana.
GEN 26:18 Ada beberapa sumur di tempat itu yang dahulu digali oleh para budak Abraham. Namun, sesudah Abraham meninggal, sumur-sumur itu ditutup oleh orang Filistin dengan tanah. Para budak Isak menggali kembali sumur-sumur itu, dan Isak menamai masing-masing sumur seperti nama yang diberikan oleh ayahnya dahulu.
GEN 26:19 Budak-budak Isak juga menggali sebuah sumur lain di lembah itu, dan mereka menemukan mata air yang berbual-bual.
GEN 26:20 Tetapi penduduk yang menggembalakan domba di lembah Gerar bertengkar dengan gembala-gembala Isak. Mereka berkata, “Air ini milik kami!” Lalu Isak menamai sumur itu Esek, yang berarti ‘sengketa’, karena di tempat itu orang-orang bertengkar dengan para gembalanya.
GEN 26:21 Para budak Isak menggali sumur yang lain, tetapi lagi-lagi terjadi pertengkaran memperebutkan sumur itu. Maka Isak menamai sumur itu Sitna, yang berarti ‘permusuhan’.
GEN 26:22 Mereka pindah dari situ dan menggali sumur yang lain. Kali ini, tidak ada pertengkaran. Isak menamai sumur itu Rehobot, yang berarti ‘tempat luas’, karena katanya, “TUHAN sudah memberikan kebebasan kepada kami untuk tinggal di daerah ini, dan kami akan makmur di sini.”
GEN 26:23 Dari situ, Isak pergi ke Bersyeba.
GEN 26:24 Pada malam pertama di situ, TUHAN menampakkan diri dan berkata kepadanya, “Akulah Allah ayahmu Abraham. Jangan takut, Aku menyertaimu. Sesuai janji-Ku kepada hamba-Ku Abraham, Aku akan memberkatimu dan memberimu keturunan yang banyak.”
GEN 26:25 Lalu Isak mendirikan mezbah dan menyembah TUHAN di tempat itu. Dia juga mendirikan perkemahan di situ, dan para budaknya menggali sumur.
GEN 26:26 Sementara mereka tinggal di situ, Raja Abimelek datang dari Gerar bersama Ahuzat, penasihatnya, dan Pikol, panglima tentaranya.
GEN 26:27 Isak berkata kepada mereka, “Kenapa kalian menemui saya? Bukankah sebelumnya kalian membenci dan mengusir saya dari daerah kalian?”
GEN 26:28 Salah satu dari mereka menjawab, “Sekarang sudah nyata bagi kami bahwa TUHAN menyertaimu. Karena itu, kami berpikir bahwa sebaiknya kita membuat perjanjian damai.
GEN 26:29 Berjanjilah kepada kami bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti halnya kami selalu berbuat baik kepada kalian. Waktu itu, daripada kita berselisih, saya menyuruh kalian meninggalkan wilayah kami, lalu kita berpisah dengan damai. Sekarang lihatlah betapa luar biasa TUHAN sudah memberkati kalian!”
GEN 26:30 Kemudian Isak mengadakan pesta makan dengan mereka, dan semuanya makan dan minum.
GEN 26:31 Keesokan paginya, Abimelek dan Isak mengesahkan perjanjian damai dengan bersumpah satu sama lain. Sesudah itu, Abimelek pamit pulang, dan Isak mengucapkan selamat jalan kepada mereka.
GEN 26:32 Pada hari itu juga, para budak Isak datang memberitahukan kepadanya tentang sumur yang sudah selesai mereka gali. Mereka berkata, “Kami sudah menemukan air!”
GEN 26:33 Maka Isak menamai sumur itu Syeba, yang artinya ‘sumpah’. Sampai saat ini, kota itu dinamai Bersyeba, yang berarti ‘sumur sumpah’.
GEN 26:34 Ketika Esau berumur empat puluh tahun, dia menikah dengan dua perempuan dari suku Het, yaitu Yudit anak Beeri dan Basmat anak Elon.
GEN 26:35 Kedua istri Esau itu menimbulkan kepedihan hati bagi Isak dan Ribka.
GEN 27:1 Ketika Isak sudah tua dan tidak bisa melihat lagi, dia memanggil Esau, anaknya yang sulung, dan berkata, “Anakku!” Jawab Esau, “Ya, Ayah!”
GEN 27:2 Isak berkata, “Aku sudah tua, dan hari kematianku semakin dekat.
GEN 27:3 Ambillah panahmu beserta tabung anak panahnya, lalu pergilah berburu ke padang.
GEN 27:4 Masaklah daging hasil buruan itu dengan enak, seperti yang aku sukai. Kemudian bawalah ke sini untuk aku makan, supaya aku bisa memberkatimu sebelum aku mati.”
GEN 27:5 Ribka mendengar Isak berbicara kepada Esau. Maka ketika Esau pergi berburu,
GEN 27:6 berkatalah Ribka kepada Yakub, “Aku sudah mendengar ayahmu bicara kepada Esau.
GEN 27:7 Ayah menyuruh kakakmu, ‘Pergilah berburu, lalu masaklah daging buruanmu bagiku. Sesudah aku memakannya, aku akan memberikan berkat TUHAN kepadamu sebelum aku mati.’
GEN 27:8 Nah, Yakub anakku, sekarang lakukanlah apa yang aku perintahkan kepadamu.
GEN 27:9 Pergilah dan pilihlah dua ekor kambing muda terbaik dari kawanan ternak. Bawalah ke sini agar aku memasak dagingnya seperti kesukaan ayahmu.
GEN 27:10 Nanti, bawalah makanan itu kepada ayahmu untuk dimakannya, supaya ayahmu memberkatimu sebelum dia meninggal.”
GEN 27:11 Jawab Yakub, “Ibu, tubuh Esau berbulu, sedangkan aku tidak.
GEN 27:12 Bagaimana kalau ayah memegangku?! Dia pasti langsung tahu bahwa aku bukan Esau dan bahwa aku sedang berusaha menipunya. Aku tidak akan diberkati ayah, malahan dikutuknya.”
GEN 27:13 Kata Ribka, “Bila terjadi demikian, biar ibumu ini yang menanggung kutukan ayahmu. Ikuti saja perkataan ibu. Ambillah dua anak kambing, dan segera bawalah ke sini.”
GEN 27:14 Yakub mengikuti perintah ibunya. Dia pergi dan kembali dengan membawa anak kambing itu. Lalu ibunya menyiapkan hidangan yang sangat enak kesukaan Isak.
GEN 27:15 Sesudah itu, Ribka mengambil pakaian Esau yang sangat bagus, yang disimpan di rumahnya, kemudian memberikannya kepada Yakub untuk dipakai.
GEN 27:16 Dia menutupi lengan Yakub dengan kulit kambing muda, juga bagian lehernya yang tidak berbulu.
GEN 27:17 Ribka menyerahkan masakan daging yang lezat itu serta roti yang baru dibakar kepadanya,
GEN 27:18 dan Yakub mendatangi ayahnya. “Ayah, ini aku,” katanya. Isak bertanya, “Kamu siapa, Esau atau Yakub?”
GEN 27:19 Jawab Yakub, “Aku Esau, anak sulungmu. Aku sudah melakukan semua yang Ayah minta. Duduklah dan nikmatilah daging buruan yang aku masak ini, supaya Ayah dapat memberkatiku.”
GEN 27:20 Isak bertanya lagi kepada anaknya, “Bagaimana mungkin secepat itu kamu bisa mendapatkannya, anakku?” Jawab Yakub, “Karena TUHAN, Allah yang Ayah sembah, sudah menolongku.”
GEN 27:21 Kemudian Isak berkata kepada Yakub, “Mendekatlah supaya ayah bisa memegangmu untuk memastikan bahwa kamu benar-benar Esau.”
GEN 27:22 Yakub mendekat dan Isak merabanya sambil berkata, “Suaranya suara Yakub, tetapi lengannya lengan Esau.”
GEN 27:23 Isak tidak tahu bahwa sebenarnya yang dia sentuh adalah Yakub karena lengannya berbulu seperti Esau. Sebelum memberkati Yakub,
GEN 27:24 Isak bertanya lagi, “Apa benar kamu Esau?” Yakub menjawab, “Benar, aku Esau.”
GEN 27:25 Lalu berkatalah Isak, “Dekatkanlah makanan itu agar ayah dapat memakannya lalu memberkatimu.” Yakub mendekatkan makanan itu dan Isak memakannya. Yakub membawa anggur dan Isak meminumnya juga.
GEN 27:26 Kemudian Isak berkata kepadanya, “Anakku, mendekatlah dan ciumlah aku.”
GEN 27:27 Maka Yakub mendekat dan mencium ayahnya. Ketika Isak mencium bau pakaian Esau yang dikenakan Yakub, dia memberkati Yakub dengan berkata, “Bau anakku ini bagaikan bau padang yang sudah diberkati TUHAN.
GEN 27:28 Semoga Allah memberikan kepadamu embun dari langit, dan membuat ladang-ladangmu subur! Semoga Dia memberikan kepadamu hasil panen dan anggur berlimpah-limpah!
GEN 27:29 Kiranya banyak orang akan melayanimu, dan bangsa-bangsa berlutut di hadapanmu. Biarlah kamu berkuasa atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu tunduk kepadamu. Terkutuklah orang yang mengutukmu dan diberkatilah orang yang memberkatimu!”
GEN 27:30 Segera sesudah Isak memberkati Yakub, dan Yakub baru saja meninggalkan ayahnya, Esau tiba dengan membawa hasil buruannya.
GEN 27:31 Esau memasak daging hasil buruannya dengan enak dan membawanya kepada Isak sambil berkata, “Ayah, duduklah dan makanlah makanan yang sudah aku siapkan, supaya Ayah bisa memberkatiku.”
GEN 27:32 Bertanyalah Isak “Kamu siapa?” Jawab Esau, “Aku Esau, anak sulung Ayah.”
GEN 27:33 Isak sangat terkejut dan dengan gemetar dia bertanya, “Lalu siapakah yang sudah pergi berburu dan membawa makanan kepadaku sebelum kamu datang? Aku sudah memakan semuanya, dan sudah memberkati dia dengan berkat yang tidak bisa ditarik kembali!”
GEN 27:34 Mendengar itu, Esau sakit hati dan menangis keras-keras. Dia memohon, “Ayah, berkatilah aku juga!”
GEN 27:35 Tetapi Isak menjawab, “Adikmu sudah menipuku dan mengambil berkatmu.”
GEN 27:36 Berkatalah Esau, “Pantaslah namanya Yakub! Dia sudah dua kali menipuku. Pertama, dia merampas hakku sebagai anak sulung. Sekarang, dia merampas lagi hakku untuk mendapat berkat.” Lalu Esau bertanya kepada ayahnya, “Apakah Ayah tidak ada berkat lain untukku?”
GEN 27:37 Isak menjawab, “Sesungguhnya, aku sudah memberi dia kuasa atas kamu dan semua sanak saudaranya, untuk menjadi hamba-hambanya. Semua hasil panen serta anggur juga menjadi miliknya. Tidak ada lagi yang bisa ayah berikan kepadamu, anakku!”
GEN 27:38 Esau bertanya lagi kepada ayahnya, “Hanya berkat itukah yang ada pada Ayah? Berkatilah aku juga, Ayah!” Lalu Esau meratap dengan nyaring.
GEN 27:39 Isak menjawab, “Kamu akan hidup di tempat yang tidak subur, tanpa ada embun dari langit.
GEN 27:40 Kamu akan hidup dengan pedangmu dan kamu akan menjadi hamba adikmu. Tetapi kalau kamu memberontak, kamu akan bebas dari kuasanya.”
GEN 27:41 Esau membenci Yakub karena ayah mereka sudah memberikan berkat kepadanya. Dalam hatinya, Esau berkata, “Tidak lama lagi ayah meninggal. Nanti, sesudah selesai acara berduka, aku akan membunuh Yakub!”
GEN 27:42 Ketika mengetahui rencana Esau, Ribka memanggil Yakub dan berkata, “Dengarkanlah. Kakakmu Esau berniat untuk membalas dendam dan membunuhmu.
GEN 27:43 Anakku, lakukanlah yang ibu sampaikan: Selamatkanlah dirimu. Pergilah segera kepada saudaraku Laban di Haran.
GEN 27:44 Tinggallah di sana untuk sementara waktu sampai kakakmu tidak lagi marah kepadamu
GEN 27:45 dan melupakan perbuatanmu kepadanya. Nanti, ibu akan mengutus seseorang untuk memanggil dan membawa kamu pulang. Ibu tidak ingin kehilangan kedua anak ibu pada hari yang sama.”
GEN 27:46 Setelah itu, Ribka berkata kepada Isak, “Aku benci hidup karena perempuan Het semacam istri-istri Esau itu. Kalau sampai Yakub menikahi perempuan dari daerah ini juga, lebih baik aku mati saja!”
GEN 28:1 Lalu Isak memanggil Yakub, memberkati dia, dan berkata kepadanya, “Kamu tidak boleh menikah dengan perempuan Kanaan.
GEN 28:2 Pergilah segera ke rumah kakekmu Betuel, ayah dari ibumu, di Padan Aram. Carilah istri dari salah seorang anak perempuan pamanmu, Laban.
GEN 28:3 Kiranya Allah Yang Mahakuasa memberkatimu dan memberimu keturunan yang banyak, sehingga kelak kamu menjadi nenek moyang bangsa-bangsa.
GEN 28:4 Semoga TUHAN memberkatimu dan seluruh keturunanmu sesuai berkat yang sudah diberikan-Nya kepada Abraham, supaya kamu memiliki negeri yang sudah dijanjikan-Nya kepada Abraham, yaitu negeri tempat kita sekarang hidup sebagai pendatang.”
GEN 28:5 Demikianlah Isak melepas Yakub pergi ke Padan Aram, ke rumah Laban, anak Betuel, orang Aram itu. Laban adalah saudara Ribka, ibu Yakub dan Esau.
GEN 28:6 Esau mengetahui bahwa ayahnya sudah memberkati Yakub dan menyuruhnya ke Padan Aram untuk mencari seorang istri di sana. Dia juga mendengar bahwa ayahnya melarang Yakub menikah dengan perempuan Kanaan,
GEN 28:7 dan bahwa Yakub menuruti perintah ayah dan ibunya, lalu pergi ke Padan Aram.
GEN 28:8 Saat itu Esau baru sadar bahwa ayahnya tidak suka dengan perempuan Kanaan.
GEN 28:9 Karena itu, Esau pergi kepada Ismael, anak Abraham dari Hagar, dan menikahi anaknya yang bernama Mahalat. Demikianlah Esau memiliki istri baru selain dua istrinya yang sudah ada. Mahalat adalah adik Nebayot.
GEN 28:10 Yakub meninggalkan Bersyeba dan pergi ke Haran.
GEN 28:11 Karena matahari sudah terbenam, Yakub memutuskan untuk bermalam di suatu tempat. Dia mengambil sebuah batu besar untuk dijadikan alas kepala, lalu tidur.
GEN 28:12 Saat Yakub terlelap, dia bermimpi melihat sebuah tangga. Bagian bawah tangga itu berpijak pada bumi dan ujungnya sampai ke langit. Para malaikat berjalan turun naik di tangga itu.
GEN 28:13 Lalu TUHAN berdiri di puncak tangga itu dan berkata, “Akulah TUHAN, Allah kakekmu Abraham, dan Allah ayahmu Isak. Tanah di mana kamu sedang tidur ini akan Aku berikan kepadamu dan kepada seluruh keturunanmu.
GEN 28:14 Jumlah keturunanmu akan seperti debu di atas bumi. Mereka akan tersebar dari timur sampai ke barat, dan dari utara sampai ke selatan. Semua suku bangsa akan diberkati melalui kamu dan keturunanmu.
GEN 28:15 Aku menyertaimu dan akan menjagamu ke mana pun kamu pergi. Aku akan menuntunmu kembali ke tanah ini. Aku tidak akan meninggalkanmu dan Aku akan menepati janji-Ku.”
GEN 28:16 Lalu Yakub terbangun dari tidurnya dan berkata, “Pasti TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”
GEN 28:17 Dia pun menjadi takut dan berkata, “Tempat ini sangat mengagumkan! Ini pasti rumah Allah, dan di sini adalah gerbang surga!”
GEN 28:18 Maka pagi-pagi benar dia bangun dan mendirikan batu yang dipakainya itu sebagai batu peringatan. Dia menuangkan minyak di atas batu tersebut untuk menandakan bahwa batu itu dikhususkan bagi TUHAN.
GEN 28:19 Yakub menamai tempat itu Betel. Sebelumnya, kota itu bernama Lus.
GEN 28:20 Lalu Yakub berjanji, katanya, “Kalau Allah menyertai dan menjagaku dalam perjalanan yang sedang aku tempuh ini, serta menyediakan makanan dan pakaian untukku,
GEN 28:21 sehingga aku dapat kembali ke rumah ayahku dengan selamat, maka Engkau, TUHAN, akan menjadi Allahku.
GEN 28:22 Batu yang sudah aku tegakkan sebagai peringatan akan menjadi tempat untuk menyembah Engkau. Dan aku akan memberikan kepada-Mu sepersepuluh dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku.”
GEN 29:1 Kemudian Yakub meneruskan perjalanan hingga tiba di tanah orang-orang di sebelah timur Kanaan.
GEN 29:2 Dari jauh, dia melihat sebuah sumur dengan tiga kawanan domba sedang berbaring di dekatnya. Dari sumur itulah domba-domba akan diberi minum. Namun, saat itu sumur masih ditutup dengan sebuah batu besar.
GEN 29:3 Sudah menjadi kebiasaan di sana untuk menunggu sampai semua gembala dan kawanan domba mereka berkumpul, barulah batu besar itu digulingkan ke samping, lalu semua kawanan domba diberi minum. Setelah itu, sumur akan ditutup kembali dengan batu besar tadi.
GEN 29:4 Yakub mendekati para gembala di situ dan berkata, “Saudara-saudara, dari manakah kalian ini?” Jawab mereka, “Kami dari Haran.”
GEN 29:5 Yakub bertanya lagi, “Apakah kalian mengenal Laban, cucu Nahor?” Jawab mereka, “Ya, kami kenal dia.”
GEN 29:6 Lalu kata Yakub, “Bagaimana kabarnya?” Jawab mereka, “Dia baik-baik saja. Lihatlah, itu anaknya yang bernama Rahel datang. Dia membawa domba-domba ayahnya.”
GEN 29:7 Yakub berkata, “Ya, tetapi hari masih siang. Belum waktunya domba-domba dikumpulkan dan dimasukkan ke kandang. Sebaiknya domba-domba ini diberi minum lalu digiring kembali ke padang untuk merumput.”
GEN 29:8 Jawab mereka, “Tidak bisa. Kalau semua kawanan domba sudah berkumpul, barulah kami dapat menggulingkan batu penutup sumur itu dan memberi minum domba-domba kami.”
GEN 29:9 Ketika Yakub masih berbicara dengan mereka, Rahel tiba di tempat itu sambil menggiring domba-domba milik ayahnya.
GEN 29:10 Begitu Yakub melihat Rahel, sepupunya, yaitu anak Laban, saudara ibunya, dia menggulingkan batu penutup sumur itu. Kemudian Yakub memberi minum domba-domba pamannya.
GEN 29:11 Yakub mencium pipi kanan dan kiri Rahel sambil menangis dengan nyaring karena senangnya.
GEN 29:12 Yakub menceritakan kepada Rahel bahwa mereka adalah sepupu, karena Laban adalah saudara ibunya, Ribka. Mendengar itu, Rahel berlari pulang untuk memberitahu ayahnya.
GEN 29:13 Begitu Laban mendengar tentang kedatangan Yakub, dia langsung berlari menemuinya, kemudian memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Yakub. Laban mengajak Yakub ke rumahnya, dan Yakub menceritakan semua hal yang sudah terjadi padanya.
GEN 29:14 Lalu kata Laban kepadanya, “Kamu benar-benar keponakanku.” Maka Yakub tinggal di rumah Laban selama sebulan penuh.
GEN 29:15 Kemudian Laban berkata kepada Yakub, “Tidak pantas kamu bekerja untukku tanpa digaji hanya karena kita masih keluarga. Katakanlah berapa bayaran yang kamu inginkan.”
GEN 29:16 Laban mempunyai dua anak perempuan, yang sulung Lea, dan adiknya bernama Rahel.
GEN 29:17 Lea bermata sayu, sedangkan Rahel cantik wajahnya maupun perawakannya.
GEN 29:18 Yakub sudah jatuh cinta kepada Rahel. Karena itu, dia berkata, “Aku bersedia bekerja pada Paman selama tujuh tahun. Sebagai bayarannya, izinkanlah aku menikah dengan Rahel.”
GEN 29:19 Jawab Laban, “Ya. Lebih baik aku memberikan Rahel kepadamu daripada kepada orang lain! Tinggallah di sini bekerja padaku.”
GEN 29:20 Maka Yakub pun bekerja selama tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel. Bagi Yakub, tujuh tahun terasa seperti beberapa hari saja, karena dia sangat mencintai Rahel.
GEN 29:21 Sesudah tujuh tahun berlalu, berkatalah Yakub kepada Laban, “Masa kerjaku selama tujuh tahun sudah berakhir. Sekarang izinkanlah aku menikah dengan Rahel.”
GEN 29:22 Maka Laban mengundang semua orang di tempat itu dan mengadakan pesta pernikahan yang besar.
GEN 29:23 Namun, malam itu Laban membawa Lea kepada Yakub, dan Yakub pun bersetubuh dengannya.
GEN 29:24 Laban memberikan seorang budak perempuan bernama Zilpa kepada Lea untuk menjadi pelayannya.
GEN 29:25 Keesokan paginya, Yakub baru menyadari bahwa yang bersama dia semalam adalah Lea. Maka berkatalah Yakub kepada Laban, “Kenapa Paman memperlakukan aku seperti ini?! Aku bekerja tujuh tahun demi mendapatkan Rahel! Kenapa Paman menipu aku?!”
GEN 29:26 Jawab Laban, “Dalam adat kami, seorang adik perempuan tidak boleh menikah mendahului kakaknya.
GEN 29:27 Jalanilah dulu perayaan pernikahanmu dengan Lea selama satu minggu, lalu aku akan memberikan Rahel kepadamu. Tetapi kamu harus berjanji untuk bekerja padaku selama tujuh tahun lagi.”
GEN 29:28 Yakub memenuhi permintaan Laban dan menjalani perayaan pernikahan untuk Lea selama satu minggu. Kemudian Laban memberikan Rahel kepada Yakub untuk diperistri.
GEN 29:29 Laban memberikan juga budak perempuan bernama Bilha kepada Rahel untuk menjadi pelayannya.
GEN 29:30 Jadi Yakub juga bersetubuh dengan Rahel, dan dia lebih mencintai Rahel daripada Lea. Sesudah itu, Yakub masih tinggal dan bekerja untuk Laban selama tujuh tahun lagi.
GEN 29:31 TUHAN tahu bahwa Yakub tidak mencintai Lea, maka TUHAN mengizinkan Lea hamil, sedangkan Rahel tetap mandul.
GEN 29:32 Lea melahirkan seorang anak laki-laki. Dia berkata, “TUHAN sudah melihat penderitaanku. Sekarang suamiku pasti mencintai aku.” Karena itu, dia menamai anaknya Ruben.
GEN 29:33 Kemudian Lea hamil lagi, dan ketika dia melahirkan seorang anak laki-laki, dia berkata, “TUHAN sudah mendengar bahwa aku tidak dicintai. Itu sebabnya TUHAN memberikan seorang anak lagi kepadaku.” Maka dia menamai anak itu Simeon.
GEN 29:34 Sesudah itu, Lea kembali mengandung, dan ketika melahirkan seorang anak laki-laki, dia berkata, “Sekarang suamiku pasti semakin erat kepadaku karena aku sudah melahirkan tiga anak laki-laki baginya.” Maka Lea menamai anak itu Lewi.
GEN 29:35 Beberapa waktu kemudian, Lea hamil lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki. Kali ini dia berkata, “Aku memuji TUHAN!” Maka dia menamai anak keempatnya itu Yehuda. Setelah itu, Lea berhenti mengandung.
GEN 30:1 Ketika Rahel menyadari bahwa dirinya mandul, dia merasa iri kepada kakaknya, Lea. Lalu dia berkata kepada Yakub, “Berikanlah aku anak! Kalau tidak, lebih baik aku mati saja!”
GEN 30:2 Mendengar itu, Yakub menjadi sangat marah dan berkata, “Memangnya aku ini Allah?! Dialah yang sudah membuat kamu mandul! Bukan aku!”
GEN 30:3 Jawab Rahel, “Ini budakku, Bilha! Ambillah dia dan tidurlah dengannya, supaya dia melahirkan seorang anak yang nantinya kita anggap sebagai anak kita.”
GEN 30:4 Yakub pun setuju, dan Rahel memberikan budaknya Bilha kepada suaminya sebagai istri. Yakub tidur dengan Bilha,
GEN 30:5 lalu Bilha mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
GEN 30:6 Maka berkatalah Rahel, “Allah sudah membenarkan aku dan mendengar permohonanku. Dia sudah memberikan kepadaku seorang anak laki-laki!” Itulah sebabnya dia menamai anak itu Dan.
GEN 30:7 Lalu Bilha hamil lagi dan melahirkan anak laki-laki yang kedua.
GEN 30:8 Berkatalah Rahel, “Aku sudah berjuang keras melawan kakakku, dan akhirnya aku menang.” Itulah sebabnya dia menamai anak itu Naftali.
GEN 30:9 Ketika Lea menyadari bahwa dirinya sudah lama tidak hamil lagi, dia memberikan budaknya, Zilpa, kepada suaminya untuk diperistri.
GEN 30:10 Lalu Zilpa hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
GEN 30:11 Lea berkata, “Aku sungguh beruntung.” Maka dia menamai anak itu Gad.
GEN 30:12 Sesudah itu Zilpa melahirkan lagi seorang anak laki-laki.
GEN 30:13 Lea berkata, “Betapa bahagianya aku. Perempuan-perempuan akan mengatakan bahwa aku bahagia.” Maka dia menamai anak itu Asyer.
GEN 30:14 Pada musim panen gandum, Ruben berjalan-jalan dan menemukan tanaman mandragora di ladang, lalu membawanya kepada ibunya, Lea. Berkatalah Rahel kepada Lea, “Bolehkah aku minta beberapa mandragora yang dibawa anakmu?”
GEN 30:15 Jawab Lea, “Apa belum cukup kamu mengambil suamiku? Sekarang kamu masih berani meminta mandragora yang dibawakan anakku untukku!” Rahel menjawab, “Kalau begitu, sebagai gantinya, biarlah malam ini Yakub tidur denganmu, dan berikanlah kepadaku mandragora yang dibawa anakmu itu.”
GEN 30:16 Petang harinya, ketika Yakub pulang dari ladang, Lea menyambut dia dan berkata, “Malam ini kamu harus tidur denganku, karena aku sudah memberikan mandragora kepada Rahel sebagai bayarannya.” Maka malam itu, Yakub tidur dengan Lea.
GEN 30:17 Allah menjawab doa Lea, dia mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki yang kelima bagi Yakub.
GEN 30:18 Lea pun berkata, “Allah sudah memberi upah kepadaku karena aku memberikan budakku kepada suamiku.” Itulah sebabnya Lea menamai anak itu Isakar.
GEN 30:19 Lalu Lea mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki yang keenam bagi Yakub.
GEN 30:20 Lea berkata, “Allah sudah memberiku suatu pemberian yang luar biasa. Kali ini, suamiku pasti akan menghargaiku karena aku sudah memberinya enam anak laki-laki.” Maka dia menamai anak itu Zebulon.
GEN 30:21 Sesudah itu, Lea melahirkan seorang anak perempuan dan menamainya Dina.
GEN 30:22 Lalu Allah mendengar dan menjawab permohonan Rahel, sehingga Allah membuatnya bisa hamil.
GEN 30:23 Rahel pun mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Rahel berkata, “Allah sudah menghapus aib pada diriku.”
GEN 30:24 Maka dia menamai anaknya itu Yusuf, karena dia berkata, “Semoga TUHAN memberiku seorang anak laki-laki lagi.”
GEN 30:25 Sesudah Rahel melahirkan Yusuf, Yakub menemui Laban dan berkata, “Paman, izinkanlah aku kembali ke tanah kelahiranku.
GEN 30:26 Biarkan aku membawa istri-istri dan anak-anakku, yang aku peroleh karena bekerja padamu. Paman tahu bahwa selama ini aku sudah bekerja keras untukmu.”
GEN 30:27 Tetapi Laban menjawab, “Kalau kamu berkenan, tinggallah di sini. Aku tahu melalui ramalan bahwa selama ini TUHAN memberkatiku karena kamu bekerja padaku.
GEN 30:28 Katakan saja berapa upah yang kamu mau. Aku siap membayarnya.”
GEN 30:29 Jawab Yakub, “Paman sendiri tahu bagaimana aku sudah bekerja keras untukmu, dan bagaimana keadaan kawanan ternak milikmu selama aku mengurusnya.
GEN 30:30 Sebelum aku datang, harta kekayaan Paman sedikit, tetapi sekarang sudah berlipat ganda banyaknya. TUHAN sudah memberkatimu di mana pun aku bekerja. Jadi, sekarang sudah waktunya aku bekerja memenuhi kebutuhan keluargaku sendiri.”
GEN 30:31 Laban bertanya, “Kalau begitu, apa yang harus aku berikan kepadamu untuk tetap bekerja bagiku di sini?” Jawab Yakub, “Paman tidak perlu memberikan apa-apa kepadaku. Tetapi kalau Paman setuju dengan usulanku, aku akan terus mengurus kawanan ternak Paman.
GEN 30:32 Biarlah hari ini aku memisahkan dari antara kawanan ternakmu setiap domba yang berbintik-bintik atau berbelang-belang, setiap anak domba yang berbulu hitam, dan setiap kambing yang berbintik-bintik atau berbelang-belang. Biarlah hewan-hewan itu menjadi upahku.
GEN 30:33 Di kemudian hari, Paman bisa membuktikan kejujuranku. Paman bisa datang memeriksa kawanan ternakku. Kalau ada kambing yang tidak berbintik atau berbelang-belang, atau domba yang tidak berwarna hitam, Paman berhak menganggapku sudah mencuri hewan-hewan itu darimu.”
GEN 30:34 Jawab Laban, “Baiklah, aku setuju!”
GEN 30:35 Namun, pada hari itu Laban memisahkan semua kambing jantan dan betina yang berbintik-bintik atau berbelang-belang, yang ada warna putih pada bulunya, dan semua anak domba yang berbulu hitam. Dia menyerahkan ternak itu kepada anak-anak laki-lakinya untuk dijaga.
GEN 30:36 Lalu anak-anak Laban membawa kawanan ternak itu menjauh dari Yakub dan dari kawanan ternak Laban yang masih dijaga Yakub. Jarak perjalanan antara mereka dengan Yakub adalah tiga hari.
GEN 30:37 Kemudian Yakub memotong dahan dari tiga jenis pohon dan mengupas sebagian kulit kayunya sampai ke dalam, sehingga dahan-dahan tersebut kelihatan bergaris-garis putih.
GEN 30:38 Dia menaruh dahan-dahan itu di dalam palungan tempat air minum kawanan ternak, sehingga hewan ternak melihat dahan-dahan itu ketika minum. Binatang-binatang biasanya kawin pada waktu datang minum.
GEN 30:39 Ketika hewan ternak itu kawin di depan dahan-dahan yang bergaris-garis, maka bulu anak-anaknya yang kemudian lahir menjadi bergaris-garis, berbintik-bintik, atau berbelang-belang.
GEN 30:40 Lalu Yakub memisahkan domba-domba yang baru lahir itu. Pada musim kawin, Yakub membuat kawanan kambing domba melihat ke arah kawanan yang berbelang-belang atau berwarna gelap, sehingga bulu binatang-binatang yang kemudian lahir menjadi berwarna. Dengan cara ini, dia mulai mengumpulkan kawanan ternaknya sendiri, terpisah dari kawanan ternak Laban.
GEN 30:41 Saat kambing dan domba betina yang sehat sedang berahi, Yakub selalu meletakkan dahan-dahan itu di palungan di hadapan kawanan itu, sehingga mereka kawin di dekat dahan-dahan tersebut.
GEN 30:42 Akan tetapi, Yakub tidak menaruh dahan-dahan itu di depan hewan ternak yang kurang sehat. Dengan demikian, binatang-binatang yang lahir dari induk yang kurang sehat menjadi milik Laban, sedangkan yang lahir dari induk yang sehat menjadi milik Yakub.
GEN 30:43 Akhirnya, Yakub menjadi sangat kaya. Dia memiliki banyak ternak, budak laki-laki dan perempuan, unta, serta keledai.
GEN 31:1 Suatu hari, Yakub mendapat kabar bahwa anak-anak lelaki Laban saling bersungut-sungut tentang dia, “Yakub sudah merampas harta ayah kita. Semua kekayaannya itu dia peroleh dari ayah kita!”
GEN 31:2 Yakub juga memperhatikan bahwa sikap Laban terhadapnya sudah tidak seperti sebelumnya.
GEN 31:3 Lalu TUHAN berkata kepada Yakub, “Kembalilah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaum keluargamu. Aku akan menyertai kamu.”
GEN 31:4 Sesudah itu, Yakub menyuruh seseorang memanggil kedua istrinya, Rahel dan Lea, untuk menemuinya di padang rumput tempat dia menggembalakan kambing dombanya.
GEN 31:5 Ketika Rahel dan Lea datang, Yakub berkata kepada mereka, “Aku memperhatikan bahwa sekarang sikap ayah kalian sudah berubah terhadapku. Tetapi Allah yang disembah ayahku tetap menyertai aku.
GEN 31:6 Kalian sendiri tahu bahwa selama ini aku bekerja keras untuk ayah kalian sekuat tenaga.
GEN 31:7 Namun, dia sudah menipuku dengan berulang kali mengubah gajiku. Meski demikian, Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.
GEN 31:8 Buktinya, ketika dia berkata, ‘Kambing dan domba yang berbintik-bintik akan menjadi upahmu,’ maka semua anak kambing dan domba lahir berbintik-bintik. Ketika dia berkata, ‘Kambing dan domba yang bergaris-garis akan menjadi upahmu,’ maka semua anak kambing dan domba lahir bergaris-garis.
GEN 31:9 Allah sudah mengambil ternak-ternak ayah kalian dan memberikannya kepadaku.
GEN 31:10 Ketika musim kawin binatang tiba, aku bermimpi. Dalam mimpi itu aku melihat bahwa kambing-kambing jantan yang kawin dengan kambing-kambing betina berbulu belang-belang, garis-garis, dan bintik-bintik.
GEN 31:11 Dalam mimpi itu, ada malaikat yang menyampaikan pesan Allah. Dia memanggilku, ‘Yakub!’ Jawabku, ‘Ya TUHAN, aku di sini!’
GEN 31:12 Lalu malaikat itu berkata kepadaku, ‘Lihat dan perhatikanlah bahwa semua kambing jantan yang mengawini kawanan ternak betina ini memiliki bulu belang-belang, garis-garis, dan bintik-bintik. Aku membuat semuanya seperti itu karena Aku sudah melihat bagaimana Laban memperlakukanmu.
GEN 31:13 Akulah Allah yang sudah menjumpaimu di Betel, di tempat kamu mendirikan batu peringatan dan menuang minyak di atasnya lalu berjanji kepada-Ku. Sekarang, bersiaplah untuk pergi dari tempat ini dan kembali ke negeri kelahiranmu.’”
GEN 31:14 Rahel dan Lea menjawab, “Kami tahu bahwa kamu sudah bertahun-tahun bekerja pada ayah untuk mendapatkan kami sebagai istrimu. Sekarang dia sudah menghabiskan semua kekayaan yang dia hasilkan dari kerja kerasmu. Kami tahu bahwa kami tidak akan mendapat warisan apa-apa, bahkan dia memperlakukan kami seperti orang asing.
GEN 31:16 Semua kekayaan dari ayah kami yang sudah Allah berikan kepadamu adalah milik kita dan milik anak-anak kita. Jadi, lakukanlah apa yang sudah Allah perintahkan kepadamu.”
GEN 31:17 Yakub mengakali Laban, orang Aram itu, dengan pergi tanpa memberitahu dia. Ketika Laban beserta para pekerjanya dan seluruh sanak saudaranya sudah pergi ke padang untuk menggunting bulu domba-dombanya, Yakub cepat-cepat berangkat bersama istri-istri dan anak-anaknya dengan menunggangi beberapa ekor unta. Mereka menuju Kanaan, ke tempat Isak, ayahnya. Yakub menyuruh para budaknya membawa semua ternak dan harta yang diperolehnya selama bekerja di Padan Aram. Namun, tanpa sepengetahuan Yakub, Rahel sudah mencuri patung-patung berhala pelindung keluarga milik ayahnya.
GEN 31:21 Demikianlah Yakub lari dengan membawa semua harta dan keluarganya, lalu menyeberangi sungai Efrat menuju perbukitan Gilead.
GEN 31:22 Pada hari ketiga, seseorang memberitahu Laban bahwa Yakub sudah melarikan diri.
GEN 31:23 Mendengar berita itu, Laban langsung membawa rombongan untuk mengejar Yakub. Sesudah tujuh hari perjalanan, mereka melihat Yakub di perbukitan Gilead.
GEN 31:24 Ketika Laban mencapai tempat mereka, Yakub sudah mendirikan perkemahan di perbukitan itu. Jadi, Laban dan rombongannya mendirikan perkemahan mereka dekat tempat Yakub. Malam harinya, ketika Laban sedang tidur, datanglah Allah kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Perhatikanlah! Ketika bertemu dengan Yakub, jangan mengatakan apa pun kepadanya dalam keadaan marah.”
GEN 31:26 Lalu, ketika Laban bertemu Yakub, dia berkata, “Apa yang kamu lakukan ini! Kamu sudah menipuku dengan membawa anak-anak perempuanku seperti tawanan perang.
GEN 31:27 Mengapa kamu menipuku dengan pergi diam-diam? Kalau saja kamu memberitahuku, tentu aku akan merelakan kepergian kalian dengan sukacita. Aku akan mengantar kalian dengan nyanyian diiringi rebana dan kecapi.
GEN 31:28 Kamu bahkan tidak memberiku kesempatan mencium cucu-cucuku dan anak-anak perempuanku untuk mengucapkan selamat jalan kepada mereka. Bodoh sekali tindakanmu ini!
GEN 31:29 Aku bisa saja mencelakaimu, tetapi semalam, Allah yang disembah ayahmu sudah melarang aku untuk mengatakan apa pun kepadamu dalam keadaan marah.
GEN 31:30 Baiklah, sekarang kamu sudah memutuskan untuk pergi dengan alasan sangat rindu kepada ayahmu. Tetapi mengapa kamu juga mencuri patung-patung dewaku?”
GEN 31:31 Jawab Yakub kepadanya, “Aku pergi diam-diam karena takut kalau Paman akan berusaha keras menahan anak-anak perempuanmu ini secara paksa, sehingga aku tidak bisa membawa mereka pergi.
GEN 31:32 Namun, mengenai patung-patung Paman itu, siapa pun nanti yang ketahuan mencurinya, biarlah dia dihukum mati! Dengan disaksikan oleh saudara-saudara kita, Paman boleh memeriksa sendiri apakah ada barang milik Paman di antara barang bawaan kami. Jika ada, silakan mengambilnya.” Yakub berkata demikian karena tidak tahu bahwa Rahel yang mencuri patung-patung itu.
GEN 31:33 Maka Laban mulai mencari patung-patung tersebut. Dia mencari di dalam kemah Yakub, kemudian di kemah Lea, dan selanjutnya di kemah Zilpa dan Bilha, tetapi Laban tidak menemukan patung-patung itu. Kemudian dia masuk ke kemah Rahel.
GEN 31:34 Namun, Rahel sudah menyembunyikan patung-patung itu di dalam pelana untanya dan duduk di atas pelana tersebut. Jadi, saat Laban mencari di kemahnya, dia tidak menemukan apa-apa.
GEN 31:35 Sementara Laban sibuk memeriksa kemah Rahel, berkatalah Rahel kepada ayahnya itu, “Ayah, aku minta maaf. Aku tidak dapat berdiri dari tempat dudukku untuk menyambut Ayah karena aku sedang datang bulan.” Maka Laban tidak berhasil menemukan patung-patungnya.
GEN 31:36 Yakub pun marah dan menegur Laban, katanya, “Apa salahku dan dosaku sehingga Paman mengejar-ngejar aku seperti seorang penjahat?!
GEN 31:37 Paman sudah memeriksa seluruh barang-barang kami! Apakah Paman menemukan barang milik Paman?! Kalau ada, tunjukkanlah di sini di hadapan saudara-saudara Paman dan saudara-saudaraku, supaya mereka memutuskan siapa yang benar di antara kita berdua!
GEN 31:38 “Dua puluh tahun lamanya aku tinggal bersama Paman dan bekerja keras memelihara ternakmu. Kambing dombamu bertambah banyak bahkan tidak ada satu pun anaknya yang mati. Tidak pernah satu kali pun aku makan daging dari ternak Paman itu.
GEN 31:39 Paman selalu menuntut ganti rugi dariku untuk setiap binatang yang dicuri pada waktu siang ataupun malam. Yang mati tercabik-cabik karena dimangsa binatang buas tidak pernah aku bawa kepada Paman.
GEN 31:40 Aku menanggung sengatan panasnya siang dan dinginnya malam, juga hampir tidak punya waktu untuk tidur.
GEN 31:41 Inilah yang Paman lakukan terhadapku selama dua puluh tahun aku tinggal di rumah Paman. Aku bekerja seperti budak, empat belas tahun untuk mendapatkan kedua anak perempuan Paman, dan enam tahun untuk mendapatkan ternak-ternak ini sebagai upahku. Tetapi selama itu, Paman sudah berulang kali mengubah upahku.
GEN 31:42 Kalau bukan karena Allah nenek moyangku, yaitu Allah yang disembah Abraham dan Isak, yang menyertai aku, tentulah Paman sudah menyuruh aku pergi dengan tangan kosong! Namun, Allah melihat bahwa aku sudah bekerja keras dan Paman terus membuatku menderita. Itulah sebabnya tadi malam Dia menegur Paman dan hal itu menunjukkan bahwa Pamanlah yang salah!”
GEN 31:43 Jawab Laban kepada Yakub, “Kedua perempuan ini adalah anak-anakku, dan anak-anak yang mereka lahirkan adalah cucu-cucuku. Ternak-ternak ini juga adalah milikku. Semua yang kamu lihat adalah milikku. Tidak mungkin aku akan mencelakai anak-anak dan cucu-cucuku!
GEN 31:44 Karena itu, marilah kita membuat perjanjian sebagai tanda peringatan bahwa aku dan kamu sudah berdamai.”
GEN 31:45 Lalu Yakub dan orang-orang yang mengikutinya mendirikan sebuah batu besar sebagai tugu peringatan.
GEN 31:46 Yakub juga meminta bantuan rombongan Laban untuk mengumpulkan batu. Maka mereka semua mengambil batu-batu itu dan menyusunnya menjadi suatu tumpukan. Sesudah itu, mereka makan di samping tumpukan batu itu.
GEN 31:47 Laban menamai tumpukan batu itu Yegar Sahaduta, sedangkan Yakub menamainya Galed.
GEN 31:48 Laban berkata kepada Yakub, “Mulai hari ini, biarlah tugu tanda perjanjian ini menjadi saksi antara aku dan kamu.” Itulah sebabnya tempat itu dinamai Galed.
GEN 31:49 Tugu peringatan itu juga disebut Mispa, karena Laban berkata kepada Yakub, “TUHANlah yang mengawasi perbuatanmu dan perbuatanku setelah kita berpisah.
GEN 31:50 Jika kamu menyakiti hati anak-anakku atau mengambil perempuan-perempuan lain untuk menjadi istrimu selain mereka berdua— biarpun tidak ada saksi yang memberitahuku tentang hal itu— ingatlah bahwa Allah akan menjadi saksi atas perbuatanmu itu.”
GEN 31:51 Lalu katanya lagi kepada Yakub, “Perhatikanlah tumpukan batu dan tugu yang kita dirikan ini, yang aku taruh antara aku dan kamu.
GEN 31:52 Keduanya akan menjadi tanda batas antara kita, sebagai peringatan bahwa aku tidak akan melewati tempat ini dengan tujuan berbuat jahat terhadap kamu, dan kamu pun tidak akan melewatinya untuk berbuat jahat terhadap aku.
GEN 31:53 Biarlah kiranya Allah Abraham dan Dewa Nahor menghakimi siapa pun di antara kita yang melanggar perjanjian ini.” Lalu Yakub berjanji atas nama Allah yang disembah oleh Isak, ayahnya.
GEN 31:54 Yakub mempersembahkan kurban di atas bukit itu dan mengundang seluruh rombongan Laban untuk makan bersama. Mereka pun makan dan bermalam di sana.
GEN 31:55 Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Laban bangun dan memberikan ciuman perpisahan kepada cucu-cucunya dan anak-anaknya serta memberkati mereka. Sesudah itu, Laban pulang.
GEN 32:1 Yakub dan keluarganya melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan itu, malaikat-malaikat menemui dia.
GEN 32:2 Ketika Yakub melihat mereka, dia berkata, “Ini perkemahan Allah!” Maka dia menamai tempat itu Mahanaim.
GEN 32:3 Sesudah peristiwa itu, Yakub mengirim sejumlah utusan untuk membawa berita kepada Esau, kakaknya, di daerah Seir di negeri Edom.
GEN 32:4 Dia memerintahkan mereka untuk menyampaikan pesan kepada Esau, “Tuan, selama ini aku sudah tinggal bersama paman kita Laban.
GEN 32:5 Sekarang aku sudah memiliki sapi, keledai, kambing, domba, budak laki-laki, dan budak perempuan. Aku mengirim utusan untuk memberitahu Tuan mengenai kedatanganku dengan harapan agar Tuan mau menerima aku dengan baik.”
GEN 32:6 Lalu pulanglah para utusan tersebut dan memberitahu Yakub, “Tuan, kami sudah bertemu Esau. Dia sedang dalam perjalanan untuk menemui Tuan, disertai empat ratus orang laki-laki!”
GEN 32:7 Mendengar itu, Yakub menjadi sangat takut. Maka dia menyuruh agar semua orang dalam rombongannya dan semua binatang miliknya dibagi menjadi dua kelompok, termasuk domba, kambing, sapi, dan unta.
GEN 32:8 Yakub melakukan itu karena berpikir, “Kalau Esau menyerang kelompok yang satu, orang-orang dalam kelompok yang lain mungkin dapat menyelamatkan diri.”
GEN 32:9 Kemudian Yakub berdoa, “Ya TUHAN, Allah kakekku Abraham dan ayahku Isak! Engkaulah yang menyuruh aku pulang ke negeriku dan kepada keluargaku. Engkau juga yang berjanji untuk memperlakukan aku dengan murah hati.
GEN 32:10 Aku tidak layak menerima kasih dan kesetiaan yang sudah Engkau tunjukkan kepadaku. Ketika aku menyeberangi sungai Yordan untuk pergi ke Haran, aku tidak punya apa-apa selain tongkat ini. Tetapi sekarang aku memiliki dua rombongan besar, dengan keluarga dan segala harta benda.
GEN 32:11 Aku mohon, ya TUHAN, selamatkanlah aku dari kakakku Esau, sebab aku takut kalau dia datang dan membunuhku beserta para istri dan anak-anakku.
GEN 32:12 Ingatlah bahwa Engkau sudah berjanji untuk memperlakukan aku dengan murah hati dan membuat keturunanku banyak, seperti pasir di laut yang tidak dapat dihitung.”
GEN 32:13 Lalu Yakub bermalam di sana. Keesokan harinya, dia mempersiapkan hadiah untuk Esau
GEN 32:14 berupa 200 kambing betina, 20 kambing jantan, 200 domba betina, 20 domba jantan,
GEN 32:15 30 unta betina beserta anak-anaknya, 40 sapi betina, 10 sapi jantan, 20 keledai betina, dan 10 keledai jantan.
GEN 32:16 Yakub membagi hewan-hewan itu menjadi beberapa kelompok dan menyerahkannya kepada budak-budaknya dengan berpesan, “Pergilah mendahului aku kelompok demi kelompok, dan pastikanlah ada jarak antara setiap kelompok.”
GEN 32:17 Dia memberi perintah kepada para budak dalam kelompok pertama, katanya, “Waktu kalian bertemu kakakku Esau, dan kalau dia bertanya, ‘Kalian mau ke mana? Siapakah majikan kalian? Milik siapa kawanan ternak ini?’
GEN 32:18 Maka jawablah, ‘Ternak ini milik hambamu Yakub. Dia menyuruh kami membawa semua ini sebagai hadiah untuk Tuan. Yakub sendiri ada di belakang rombongan kami.’”
GEN 32:19 Yakub memberi perintah serupa kepada setiap kelompok budak yang menggiring kawanan ternaknya, “Kalian semua harus menyampaikan hal yang sama ketika bertemu dengan kakakku Esau.
GEN 32:20 Dan jangan lupa untuk mengatakan kepadanya, ‘Hambamu Yakub juga ada di belakang kami.’” Yakub berkata dalam hatinya, “Mudah-mudahan dengan hadiah ini, Esau akan memaafkan aku sebelum kami bertemu, dan dia akan menerimaku dengan baik.”
GEN 32:21 Demikianlah Yakub mengirimkan hadiah-hadiah itu terlebih dahulu kepada Esau, sementara dia sendiri bermalam di perkemahan.
GEN 32:22 Malam itu, Yakub segera mengantar seluruh keluarganya untuk menyeberangi sungai Yabok, termasuk kedua istrinya, kedua budak istrinya, serta kesebelas anaknya.
GEN 32:23 Sesudah keluarganya tiba di seberang, Yakub juga menyuruh para budaknya untuk membawa seluruh miliknya ke seberang mendahului dia.
GEN 32:24 Yakub tinggal sendirian di tempat dia berkemah tadi. Lalu datanglah seorang laki-laki dan bergulat dengan Yakub sampai fajar tiba.
GEN 32:25 Ketika orang itu sadar bahwa dia tidak bisa mengalahkan Yakub, dia memukul pangkal paha Yakub hingga terkilir.
GEN 32:26 Kemudian laki-laki itu berkata, “Biarkanlah saya pergi karena fajar sudah tiba.” Tetapi Yakub menjawab, “Tidak! Saya tidak akan melepaskan engkau sampai engkau memberkati saya!”
GEN 32:27 Laki-laki itu bertanya, “Siapa namamu?” Jawabnya, “Yakub.”
GEN 32:28 Kata orang itu kepadanya, “Namamu tidak lagi disebut Yakub. Aku memberikan nama baru kepadamu, yaitu Israel, karena kamu sudah menang dalam perjuangan menghadapi manusia dan pergulatan dengan Allah.”
GEN 32:29 Lalu Yakub bertanya, “Siapakah nama-Mu?” Tetapi jawab Orang itu, “Kamu tidak perlu tahu nama-Ku.” Dia pun memberkati Yakub di situ.
GEN 32:30 Yakub menamai tempat itu Peniel, karena dia sudah bertatapan muka dengan Allah secara langsung dan dia masih hidup.
GEN 32:31 Matahari sudah terbit ketika Yakub meninggalkan Peniel, dan Yakub pincang akibat pangkal pahanya yang terkilir.
GEN 32:32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak makan daging yang menutupi sendi pangkal paha, sebagai peringatan akan kejadian yang sudah dialami Yakub malam itu.
GEN 33:1 Dari jauh, Yakub melihat Esau dengan empat ratus anak buahnya mulai mendekat ke arah mereka. Maka dia membagi keluarganya menjadi empat kelompok: Lea dengan anak-anaknya, Rahel dengan anaknya, dan kedua budak perempuannya dengan anak-anak mereka masing-masing.
GEN 33:2 Yakub menempatkan kelompok dua budak perempuannya bersama anak-anak mereka paling depan. Di belakang mereka adalah kelompok Lea bersama anak-anaknya, dan di barisan paling belakang, dia menempatkan Rahel dan Yusuf.
GEN 33:3 Yakub sendiri berjalan di depan mereka semua. Sambil mendekati kakaknya, Yakub bersujud tujuh kali untuk menghormati Esau.
GEN 33:4 Tetapi Esau berlari menghampiri Yakub, lalu memeluk dan menciumnya. Mereka pun bertangis-tangisan.
GEN 33:5 Ketika Esau melihat para perempuan dan anak-anak di belakang Yakub, dia bertanya, “Siapa orang-orang yang bersamamu itu?” Jawab Yakub, “Mereka adalah anak-anak yang sudah Allah karuniakan kepada hambamu ini.”
GEN 33:6 Kedua budak perempuan itu beserta anak-anak mendekat. Mereka bersujud untuk menghormati Esau.
GEN 33:7 Kemudian Lea bersama anak-anaknya mendekat dan bersujud untuk menghormati Esau. Demikian juga Rahel dan Yusuf melakukan hal yang sama kepada Esau.
GEN 33:8 Esau berkata, “Apa maksudmu dengan kelompok-kelompok yang aku temui dalam perjalanan menuju ke sini?” Yakub menjawab, “Untuk mendapatkan kebaikan hati Tuan, supaya Tuan mau menerima aku.”
GEN 33:9 Kata Esau, “Adikku, aku sudah berkecukupan, biarlah apa yang kamu miliki itu tetap menjadi milikmu!”
GEN 33:10 Tetapi jawab Yakub, “Jangan! Kalau memang Tuan sudah berbaik hati dan mau menerima aku kembali, mohon terimalah pemberianku. Aku sangat senang melihat wajah Tuan lagi, rasanya seperti sedang melihat wajah Allah.
GEN 33:11 Tolong terimalah pemberian yang aku bawa ini, karena Allah sudah sangat berbaik hati kepadaku dan memberikan segala sesuatu yang aku perlukan.” Yakub terus memohon sampai akhirnya Esau mau menerima pemberian itu.
GEN 33:12 Esau berkata, “Mari kita teruskan perjalanan ini. Biarlah aku berjalan di depanmu, dan orang-orangku akan mendampingimu untuk menunjukkan jalan.”
GEN 33:13 Tetapi Yakub menjawab, “Tuan pasti maklum bahwa anak-anak ini masih lemah, dan kami juga membawa beberapa induk sapi, domba, dan kambing yang masih menyusui. Kalau mereka harus berjalan jauh selama satu hari saja, semua kawanan ternak itu akan mati.
GEN 33:14 Biarlah Tuan berjalan lebih dulu. Kami akan menyusul pelan-pelan, agar sapi dan ternak lainnya selamat dan anak-anak tidak terlalu lelah, sampai kami bertemu dengan Tuan di Seir.”
GEN 33:15 Kata Esau lagi, “Kalau begitu, biarlah aku meninggalkan beberapa anak buahku untuk berjalan bersamamu.” Jawab Yakub, “Tidak usah, Tuan! Aku sudah sangat senang bisa mendapat kebaikan hati Tuan yang begitu besar.”
GEN 33:16 Maka pada hari itu juga, Esau kembali ke Seir,
GEN 33:17 sedangkan Yakub berjalan menuju Sukot. Di Sukot, Yakub membangun sebuah rumah bagi keluarganya dan membuat beberapa kandang bagi ternaknya. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Sukot.
GEN 33:18 Beberapa waktu sesudah Yakub dan keluarganya berangkat dari Padan Aram, mereka tiba dengan selamat di kota Sikem di negeri Kanaan. Lalu mereka mendirikan kemah di dekat kota itu.
GEN 33:19 Yakub membeli tanah tempat mereka berkemah dari keluarga Hemor, ayah Sikem, seharga seratus keping perak.
GEN 33:20 Di situ, Yakub mendirikan mezbah dan menamainya Allah Israel Berkuasa.
GEN 34:1 Pada suatu hari, Dina, anak perempuan Lea dan Yakub, keluar untuk menemui perempuan-perempuan di daerah itu.
GEN 34:2 Seseorang bernama Sikem melihat Dina dan memaksa gadis itu ikut bersamanya, lalu memperkosa dia. Sikem adalah anak Hemor, kepala suku Hewi.
GEN 34:3 Tetapi Sikem tertarik dan jatuh cinta kepada Dina. Karena itu, dia berusaha merayu Dina untuk mengambil hatinya.
GEN 34:4 Lalu Sikem berkata kepada ayahnya, “Ayah, aku ingin menikahi perempuan muda itu. Tolong Ayah melamarkan dia untukku!”
GEN 34:5 Sewaktu Yakub mendengar berita bahwa Sikem sudah mencabuli Dina, semua anak laki-lakinya sedang menggembalakan ternak di padang. Karena itu, Yakub belum mengambil tindakan apa-apa. Dia menunggu sampai anak-anaknya pulang.
GEN 34:6 Sementara itu, Hemor, ayah Sikem, pergi menemui Yakub untuk berbicara dengannya.
GEN 34:7 Namun, ketika semua anak laki-laki Yakub mendengar apa yang sudah terjadi, mereka langsung pulang. Mereka sangat marah atas perbuatan Sikem yang sudah mempermalukan keluarga Israel dengan meniduri saudara perempuan mereka.
GEN 34:8 Lalu Hemor berkata kepada mereka semua, “Sikem, anak saya, sangat menyukai Dina, anak perempuan keluarga kalian. Karena itu, saya mohon persetujuan kalian supaya dia bisa menikahi Dina.
GEN 34:9 Kalian dapat menikah dengan anak-anak perempuan kami, dan izinkanlah kami menikahi anak-anak perempuan kalian.
GEN 34:10 Kalian dapat menetap bersama kami. Wilayah ini terbuka bagi kalian. Tinggallah di sini dan berdaganglah dengan bebas. Kalian dapat memiliki tanah di sini.”
GEN 34:11 Sikem berkata kepada ayah dan saudara-saudara Dina, “Saya memohon agar kalian mau bermurah hati dan memenuhi permintaan saya. Sebaliknya, apa pun yang kalian minta akan saya berikan.
GEN 34:12 Saya akan menyanggupi segala sesuatu yang kalian minta sebagai mas kawin, tetapi saya mohon, berikanlah anak perempuanmu kepada saya sebagai istri.”
GEN 34:13 Karena Sikem sudah menodai Dina, saudara mereka, maka semua anak Yakub menjawab Sikem dan Hemor dengan tipu muslihat.
GEN 34:14 Kata mereka, “Kami tidak mungkin memberikan adik kami kepada seorang laki-laki yang belum disunat, karena hal seperti itu akan mempermalukan kami.
GEN 34:15 Kami hanya bisa setuju dengan satu syarat: Kalian harus menjadi sama dengan kami, yaitu semua laki-laki di antara kalian disunat.
GEN 34:16 Bila kalian melakukan itu, kami bersedia memberikan anak-anak perempuan kami untuk dinikahi, dan mengambil anak-anak perempuan kalian untuk diperistri. Kami akan menetap di antara kalian sehingga kita menjadi satu bangsa.
GEN 34:17 Namun, jika kalian tidak setuju dengan persyaratan kami, maka kami akan pindah dari daerah ini dengan membawa adik kami.”
GEN 34:18 Hemor dan Sikem merasa senang dengan persyaratan itu.
GEN 34:19 Sikem, anak yang paling dihormati di antara kaum keluarganya, tidak menunggu lagi dan segera melaksanakan permintaan itu, karena dia sangat menginginkan Dina.
GEN 34:20 Maka Hemor dan Sikem pergi ke pintu gerbang kota lalu berkata kepada para pemimpin kota itu,
GEN 34:21 “Orang-orang ini tidak ada perselisihan dengan kita. Biarkanlah mereka menetap di sini dan berdagang, karena sesungguhnya, tanah ini cukup luas untuk menampung mereka. Kita akan menikah dengan perempuan-perempuan mereka, dan sebaliknya mereka pun dapat menikah dengan perempuan-perempuan kita.
GEN 34:22 Namun, ada satu persyaratan yang mereka ingin kita penuhi untuk mempersatukan kita sebagai satu bangsa. Setiap laki-laki di antara kita harus disunat sama seperti mereka.
GEN 34:23 Jika kita melakukannya, pastilah hewan ternak, harta benda, dan semua binatang mereka yang lain akan menjadi milik kita. Karena itu, marilah kita penuhi permintaan mereka agar kita dapat hidup bersama.”
GEN 34:24 Semua pemimpin yang berkumpul di gerbang kota setuju dengan perkataan Hemor dan Sikem. Jadi, setiap laki-laki di kota itu disunat.
GEN 34:25 Tetapi pada hari ketiga, ketika orang-orang yang disunat itu masih kesakitan, dua anak Yakub yakni Simeon dan Lewi— yang adalah kakak kandung Dina— membawa pedang mereka dan menyerang kota itu secara tiba-tiba serta membantai semua laki-laki di sana.
GEN 34:26 Mereka juga membunuh Hemor dan Sikem, lalu membawa Dina pulang dari rumah Sikem.
GEN 34:27 Sesudah pembantaian itu, anak-anak Yakub yang lain menjarah kota sebagai pembalasan karena saudara perempuan mereka sudah dinodai.
GEN 34:28 Mereka mengambil semua ternak domba, sapi, dan keledai, juga segala sesuatu yang ada di dalam kota maupun di ladang-ladang sekitarnya.
GEN 34:29 Mereka mengambil semua kekayaan dan harta benda dari rumah-rumah, serta menawan anak-anak kecil dan para perempuan.
GEN 34:30 Yakub berkata kepada Simeon dan Lewi, “Kalian sudah membawa malapetaka bagiku dengan membusukkan nama baikku di mata orang Kanaan, Feris, dan semua penduduk negeri ini. Mereka akan bersatu menyerang keluarga kita yang jumlahnya sedikit, dan kita akan binasa.”
GEN 34:31 Tetapi jawab Simeon dan Lewi, “Pantaskah dia memperlakukan adik kita seperti pelacur?”
GEN 35:1 Allah berkata kepada Yakub, “Bersiaplah dan kembalilah ke Betel, di mana Aku berjumpa denganmu pada waktu kamu melarikan diri dari kakakmu Esau. Buatlah sebuah mezbah untuk-Ku di tempat itu, dan tinggallah di sana.”
GEN 35:2 Maka Yakub berkata kepada seluruh anggota keluarganya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, “Singkirkanlah semua patung berhala asing yang ada padamu. Bersihkanlah diri kalian, lalu kenakan pakaian yang bersih juga.
GEN 35:3 Marilah kita bersiap-siap pergi ke Betel. Di sana, aku hendak mendirikan mezbah untuk Allah, yang selalu menolongku saat aku kesulitan dan selalu menyertaiku ke mana pun aku pergi.”
GEN 35:4 Lalu mereka menyerahkan kepada Yakub semua patung berhala asing yang ada pada mereka, juga anting-anting di telinga mereka. Yakub mengubur semua benda itu di bawah sebuah pohon besar dekat kota Sikem.
GEN 35:5 Pada waktu Yakub dan rombongan keluarganya berangkat, Allah mendatangkan rasa takut yang hebat atas seluruh penduduk kota-kota sekitar, sehingga tidak ada seorang pun yang berani mengejar mereka.
GEN 35:6 Keluarga Yakub tiba di tempat bernama Lus, yang disebut Betel, di Kanaan.
GEN 35:7 Di sana, Yakub membuat sebuah mezbah dan menamai tempat itu El Betel, karena di situlah Allah sudah menjumpainya ketika dia lari dari Esau, kakaknya.
GEN 35:8 Di tempat itu jugalah Debora, pengasuh Ribka, meninggal dunia. Dia dikuburkan di bawah pohon besar yang di dataran rendah dekat Betel. Sejak saat itu, pohon tersebut dinamai Alon Bakut.
GEN 35:9 Saat Yakub kembali dari Padan Aram, Allah menjumpai dia lagi dan memberkatinya.
GEN 35:10 Kata Allah kepadanya, “Namamu memang Yakub, tetapi mulai sekarang Aku memberi nama baru kepadamu. Kamu akan dikenal dengan nama Israel.
GEN 35:11 Aku, Allah Yang Mahakuasa, memberkatimu supaya kamu beranak cucu hingga menjadi banyak. Bangsa-bangsa akan lahir dari keturunanmu dan kamu akan menjadi leluhur para raja.
GEN 35:12 Tanah yang sudah Aku berikan kepada Abraham dan Isak, akan Aku berikan kepadamu dan keturunanmu.”
GEN 35:13 Sesudah Allah selesai berbicara kepada Yakub, Dia kembali ke surga.
GEN 35:14 Lalu Yakub mendirikan sebuah batu sebagai peringatan bahwa di tempat itulah Allah sudah berbicara kepadanya. Yakub menuangkan persembahan air anggur dan minyak zaitun di atas batu tersebut.
GEN 35:15 Yakub menamai tempat itu Betel, karena di situ Allah sudah berbicara kepadanya.
GEN 35:16 Kemudian mereka meninggalkan Betel dan melanjutkan perjalanan menuju Efrata. Tetapi sebelum tiba di Efrata, Rahel merasakan sakit menjelang persalinan. Dan persalinannya pun sangat sulit.
GEN 35:17 Pada titik paling berat dalam persalinannya itu, bidan berkata kepadanya, “Jangan takut, karena kamu melahirkan seorang anak laki-laki.”
GEN 35:18 Sambil menghembuskan nafas terakhirnya, Rahel menamai anaknya yang baru lahir itu Ben Oni, tetapi Yakub menamainya Benyamin.
GEN 35:19 Sesudah Rahel meninggal, dia dikuburkan di suatu tempat di jalan menuju Efrata, yang juga disebut Betlehem.
GEN 35:20 Yakub mendirikan sebuah batu peringatan di kuburannya, dan batu itu masih ada sampai kitab ini ditulis.
GEN 35:21 Sesudah itu, Yakub meneruskan perjalanan sampai di bagian selatan menara Eder dan mendirikan kemahnya di sana.
GEN 35:22 Sewaktu Yakub tinggal di sana, Ruben tidur dengan Bilha, budak Rahel yang diperistri Yakub. Berita itu pun sampai kepada Yakub. Inilah kedua belas anak laki-laki Yakub:
GEN 35:23 Anak-anaknya dari Lea adalah Ruben (anak sulung), Simeon, Lewi, Yehuda, Isakar, dan Zebulon.
GEN 35:24 Anak-anaknya dari Rahel adalah Yusuf dan Benyamin.
GEN 35:25 Anak-anaknya dari Bilha, budak Rahel, adalah Dan serta Naftali.
GEN 35:26 Anak-anaknya dari Zilpa, budak Lea, adalah Gad dan Asyer. Itulah semua anak laki-laki Yakub yang lahir di Padan Aram.
GEN 35:27 Yakub kembali kepada Isak, ayahnya, di Mamre yang juga disebut Kiryat Arba dan sekarang dikenal dengan nama Hebron. Kakeknya (Abraham) dahulu menetap di sana juga.
GEN 35:28 Isak meninggal pada usia yang sangat tua, 180 tahun. Lalu TUHAN menempatkan dia bersama dengan nenek moyangnya yang sudah meninggal dunia. Esau dan Yakub menguburkan dia.
GEN 36:1 Berikut ini adalah keturunan Esau, yang juga disebut Edom.
GEN 36:2 Esau menikah dengan dua perempuan Kanaan dan seorang dari kaum Ismael. Istri pertama bernama Adah (anak Elon, orang Het). Istri kedua bernama Oholibama (anak Anah dan cucu Zibeon, orang Hewi). Istri ketiga bernama Basmat (anak Ismael). Basmat adalah adik Nebayot.
GEN 36:4 Ketiga istri Esau melahirkan lima anak laki-laki baginya di Kanaan. Adah melahirkan Elifas. Basmat melahirkan Rehuel. Dan Oholibama melahirkan tiga anak bernama Yeus, Yalam, dan Korah.
GEN 36:6 Esau dan Yakub memiliki banyak harta dan ternak. Karena ternak mereka terlalu banyak, lahan tempat tinggal mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ternak-ternak itu. Jadi, Esau (yang juga disebut Edom) pergi meninggalkan Yakub dengan membawa ketiga istrinya, anak-anaknya, dan semua orang yang tinggal bersamanya, juga semua kawanan ternak dan seluruh harta benda yang dia peroleh selama di Kanaan. Mereka pindah ke negeri yang jauh, di daerah pegunungan Seir.
GEN 36:9 Inilah daftar keturunan Esau, bapak dari orang-orang Edom di daerah pegunungan Seir.
GEN 36:10 Anaknya dari Adah bernama Elifas. Anaknya dari Basmat bernama Rehuel.
GEN 36:11 Elifas mempunyai lima anak laki-laki bernama Teman, Omar, Sefo, Gatam, dan Kenas.
GEN 36:12 Elifas juga mempunyai seorang anak laki-laki bernama Amalek dari gundiknya yang bernama Timna. Itulah keenam cucu Adah, istri Esau yang pertama.
GEN 36:13 Rehuel mempunyai empat anak laki-laki bernama Nahat, Serah, Syama, dan Miza. Itulah keempat cucu Basmat, istri Esau yang ketiga.
GEN 36:14 Dari istri Esau yang bernama Oholibama, yaitu anak Anah dan cucu Zibeon, Esau memperoleh tiga anak laki-laki bernama Yeus, Yalam, dan Korah.
GEN 36:15 Berikut adalah nama-nama kepala suku keturunan Esau: Elifas, anak sulung Esau, mempunyai anak-anak bernama Teman, Omar, Sefo, Kenas, Korah, Gatam, dan Amalek. Mereka menjadi kepala-kepala suku keturunan Esau dari Adah yang berkuasa di Edom. Setiap suku dinamai sesuai dengan nama mereka masing-masing.
GEN 36:17 Rehuel, anak kedua Esau, mempunyai anak-anak bernama Nahat, Serah, Syama, dan Miza. Mereka menjadi kepala-kepala suku keturunan Esau dari Basmat. Setiap suku dinamai sesuai dengan nama mereka masing-masing.
GEN 36:18 Yeus, Yalam, dan Korah, yaitu ketiga anak Esau dari Oholibama (yang adalah anak Anah), menjadi kepala-kepala atas suku-suku yang dinamai sesuai dengan nama mereka masing-masing.
GEN 36:19 Demikianlah daftar nama anak laki-laki Esau, yang juga disebut Edom. Mereka adalah nenek moyang dari masing-masing suku mereka.
GEN 36:20 Berikut ini adalah anak-anak Seir, orang Hori: Lotan, Syobal, Zibeon, Ana, Disyon, Ezer, dan Disyan. Mereka menjadi kepala-kepala suku penduduk asli di daerah itu.
GEN 36:22 Lotan mempunyai dua anak laki-laki, yaitu Hori dan Hemam. Lotan juga mempunyai saudara perempuan bernama Timna.
GEN 36:23 Syobal mempunyai lima anak laki-laki, yaitu Alwan, Manahat, Ebal, Syefo, dan Onam.
GEN 36:24 Zibeon mempunyai dua anak laki-laki, yaitu Aya dan Ana. Ana inilah yang menemukan sumber mata air panas di padang belantara ketika dia sedang menggembalakan keledai-keledai milik ayahnya.
GEN 36:25 Ana mempunyai seorang anak laki-laki bernama Disyon dan seorang anak perempuan bernama Oholibama.
GEN 36:26 Disyon mempunyai empat anak laki-laki bernama Hemdan, Esban, Yitran, dan Keran.
GEN 36:27 Ezer mempunyai tiga anak laki-laki bernama Bilhan, Zaawan, dan Akan.
GEN 36:28 Disyan mempunyai dua anak laki-laki, yaitu Us dan Aran.
GEN 36:29 Itulah nama-nama kepala suku orang Hori. Mereka mendiami tanah Seir. Masing-masing suku dinamai sesuai nama kepala suku mereka, yaitu suku Lotan, Syobal, Zibeon, Ana, Disyon, Ezer, dan Disyan.
GEN 36:31 Sebelum ada raja yang memerintah bangsa Israel, raja-raja berikut ini sudah lebih dulu memerintah di negeri Edom. Mereka memerintah sebagai raja sampai akhir hidup mereka. Berikut ini nama-nama mereka secara berurutan: Bela anak Beor dari kota Dinhaba, Yobab anak Serah dari kota Bosra, Husyam dari daerah Teman, Hadad anak Bedad dari kota Awit, dialah yang mengalahkan orang Midian di negeri Moab, Samla dari kota Masreka, Saul dari kota Rehobot Dekat Sungai, Baal Hanan anak Akbor, dan Hadad dari kota Pau. Istri Hadad bernama Mehetabel, yaitu anak Matred dan cucu Mezahab.
GEN 36:40 Berikut ini adalah nama-nama kepala suku Edom, yaitu suku-suku dari keturunan Esau: Timna, Alfa, Yetet, Oholibama, Elah, Pinon, Kenas, Teman, Mibsar, Magdiel, dan Iram. Nama-nama mereka menjadi nama suku di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing.
GEN 37:1 Yakub tinggal di Kanaan, tempat ayahnya dahulu menetap.
GEN 37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Pada waktu Yusuf berusia tujuh belas tahun, dia biasa menggembalakan kawanan kambing domba milik ayahnya bersama kakak-kakak tirinya, yaitu anak-anak Yakub dari Bilha dan Zilpa. Suatu hari, Yusuf melaporkan kepada ayahnya tentang berbagai kenakalan yang dilakukan kakak-kakaknya.
GEN 37:3 Adapun Yakub lebih menyayangi Yusuf daripada anak-anaknya yang lain karena Yusuf lahir pada hari tuanya. Yakub menyuruh orang untuk membuatkan jubah yang indah berwarna-warni sebagai hadiah istimewa untuk Yusuf.
GEN 37:4 Ketika kakak-kakaknya menyadari bahwa ayah mereka lebih sayang kepada Yusuf, mereka pun membenci Yusuf dan tidak mau lagi berbicara baik-baik dengan dia.
GEN 37:5 Kebencian mereka semakin menjadi-jadi ketika Yusuf menceritakan mimpinya kepada mereka.
GEN 37:6 Begini kata Yusuf, “Dengarkanlah, aku ingin menceritakan mimpiku.
GEN 37:7 Dalam mimpiku, kita sedang bekerja bersama-sama mengikat gandum di ladang. Tiba-tiba ikatan gandumku berdiri, dan ikatan-ikatan gandum kalian mengelilingi dan bersujud kepada ikatan gandumku.”
GEN 37:8 Jawab kakak-kakaknya, “Jadi, kamu pikir kamu akan memerintah dan berkuasa atas kami?!” Mereka pun semakin membenci Yusuf karena mimpi dan perkataannya itu.
GEN 37:9 Kemudian Yusuf bermimpi lagi, dan dia menceritakannya kembali kepada kakak-kakaknya, “Aku bermimpi lagi. Dalam mimpi itu, aku melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang bersujud kepadaku.”
GEN 37:10 Ketika Yusuf menceritakan mimpinya itu kepada ayahnya, dia ditegur, “Mimpi apa lagi yang kamu mimpikan ini?! Kamu pikir aku, ibumu, dan saudara-saudaramu akan datang bersujud kepadamu?!”
GEN 37:11 Kakak-kakaknya semakin iri kepada Yusuf, tetapi Yakub merenungkan perkataan dan arti dari mimpi itu.
GEN 37:12 Pada suatu hari, ketika kakak-kakak Yusuf sedang menggembalakan kawanan kambing domba di Sikem,
GEN 37:13 Yakub berkata kepada Yusuf, “Pergilah ke Sikem. Kakak-kakakmu sedang menggembalakan kawanan kambing domba di sana.” Jawab Yusuf, “Ya Ayah, aku akan pergi!”
GEN 37:14 Lanjut Yakub, “Lihatlah bagaimana keadaan kakak-kakakmu dan kawanan kambing domba kita, lalu kembalilah dan laporkan kepada ayah.” Demikianlah Yakub menyuruh Yusuf pergi meninggalkan Lembah Hebron. Sesampainya Yusuf di Sikem,
GEN 37:15 dia berjalan ke sana kemari mencari kakak-kakaknya di padang. Seseorang melihat dia dan bertanya, “Kamu sedang mencari apa?”
GEN 37:16 Jawab Yusuf, “Saya mencari kakak-kakak saya yang sedang menggembalakan ternak. Apakah kamu melihat mereka dan tahu ke mana mereka pergi?”
GEN 37:17 Jawab orang itu, “Mereka sudah pergi. Saya mendengar mereka berkata, ‘Ayo kita ke Dotan.’” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya dan menemukan mereka di Dotan.
GEN 37:18 Ketika kakak-kakaknya melihat Yusuf dari jauh, mereka bersepakat untuk membunuhnya.
GEN 37:19 Kata mereka satu sama lain, “Lihat, si tukang mimpi datang!
GEN 37:20 Ayo kita bunuh dia, dan mayatnya kita buang ke dalam sumur kosong. Nanti kita katakan saja bahwa dia diterkam dan dimakan binatang buas. Kita lihat akan jadi apa mimpinya itu!”
GEN 37:21 Ketika Ruben mendengar rencana itu, dia berkata, “Janganlah kita membunuhnya.” Ruben berniat menyelamatkan Yusuf dari tangan mereka dan membawa dia pulang kepada ayah mereka. Lanjut Ruben, “Jangan menumpahkan darah. Buang saja dia ke dalam sumur kosong di padang belantara ini, tetapi tidak usah menyakitinya.”
GEN 37:23 Maka ketika Yusuf sampai kepada kakak-kakaknya, dengan kasar mereka langsung merenggut jubah Yusuf yang berwarna-warni itu
GEN 37:24 dan membuang Yusuf ke dalam sumur yang kosong.
GEN 37:25 Sesudah itu, mereka duduk untuk makan. Tak lama kemudian, tampaklah di kejauhan rombongan pedagang orang Ismael yang datang dari daerah Gilead menuju Mesir. Mereka menuntun unta-unta yang mengangkut tiga jenis wangi-wangian dari getah pohon.
GEN 37:26 Lalu Yehuda berkata kepada saudara-saudaranya, “Apa untungnya kalau kita membunuh Yusuf dan menyembunyikan mayatnya?
GEN 37:27 Bagaimana kalau kita menjual dia kepada pedagang-pedagang itu? Dengan begitu, kita tidak membunuhnya, karena dia saudara kita dan satu ayah dengan kita.” Saudara-saudaranya pun setuju.
GEN 37:28 Jadi, pada waktu pedagang-pedagang Midian yang adalah orang Ismael itu lewat, mereka mengeluarkan Yusuf dari sumur dan menjualnya kepada pedagang-pedagang itu seharga dua puluh keping perak. Lalu pedagang-pedagang itu membawa Yusuf ke Mesir.
GEN 37:29 Ketika Ruben kembali ke sumur dan melihat bahwa Yusuf sudah tidak ada, dia merobek pakaiannya karena sangat menyesal.
GEN 37:30 Lalu dia kembali kepada saudara-saudaranya dan berkata, “Anak itu sudah tidak ada di sumur! Apa yang harus aku lakukan?!”
GEN 37:31 Mereka lalu membunuh seekor kambing dan mencelupkan jubah Yusuf ke dalam darah kambing itu.
GEN 37:32 Mereka membawa jubah itu kepada ayah mereka dan berkata, “Kami menemukan ini. Periksalah. Apakah jubah ini milik anakmu?”
GEN 37:33 Yakub mengenali jubah itu dan berkata, “Benar, ini jubah anakku Yusuf. Pasti binatang buas sudah mencabik-cabik dia sampai mati dan memakannya!”
GEN 37:34 Yakub merobek-robek pakaiannya tanda berduka dan mengikat kain karung pada pinggangnya. Dia berkabung untuk anaknya itu selama berhari-hari.
GEN 37:35 Semua anak Yakub yang lain, baik perempuan maupun laki-laki, berusaha menghibur ayah mereka, tetapi dia tidak mau dihibur. Katanya kepada mereka, “Biarkan aku berduka sampai hari aku masuk ke Syeol!” Yakub terus bersedih karena Yusuf, anaknya.
GEN 37:36 Sementara itu, di Mesir, para pedagang Midian menjual Yusuf kepada seorang komandan pengawal raja bernama Potifar.
GEN 38:1 Pada waktu itu, Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan tinggal bersama seseorang bernama Hira, orang Adulam.
GEN 38:2 Di sana, dia bertemu dengan seorang perempuan Kanaan, anak Syua. Lalu Yehuda menikah dengan dia dan tidur dengannya.
GEN 38:3 Perempuan itu mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Yehuda menamai anak itu Er.
GEN 38:4 Sesudah itu, dia mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki, lalu menamai anak itu Onan.
GEN 38:5 Beberapa waktu kemudian, ketika Yehuda dan keluarganya sudah pindah dan tinggal di Kesib, perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki. Dia menamai anak itu Syela.
GEN 38:6 Ketika Er, anak sulung Yehuda, sudah dewasa, Yehuda menikahkan dia dengan seorang perempuan bernama Tamar.
GEN 38:7 Kelakuan Er sangatlah jahat di mata TUHAN. Maka TUHAN mengambil nyawanya.
GEN 38:8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan, “Penuhilah kewajibanmu kepada istri kakakmu Er, sebagaimana biasanya adat kita. Nikahilah dia sehingga anak laki-laki yang lahir pertama akan menjadi penerus garis keturunan kakakmu.”
GEN 38:9 Tetapi Onan tahu bahwa dengan berbuat demikian, artinya dia tidak membangun garis keturunan sendiri. Maka setiap kali dia bersetubuh dengan Tamar, dia sengaja menumpahkan air maninya di tanah supaya tidak memberi keturunan bagi kakaknya.
GEN 38:10 Perbuatan Onan itu sangat jahat di mata TUHAN. Maka TUHAN mengambil nyawanya juga.
GEN 38:11 Karena takut hal yang sama akan terjadi kepada Syela, anak bungsunya, berkatalah Yehuda kepada Tamar, “Pergilah dan tinggallah di rumah orangtuamu sebagai janda sampai Syela dewasa.” Maka Tamar kembali ke rumah orangtuanya.
GEN 38:12 Beberapa waktu kemudian, istri Yehuda, anak Syua, meninggal dunia. Sesudah Yehuda melalui masa perkabungannya, dia pergi ke Timna bersama Hira, sahabatnya dari Adulam, untuk mengawasi orang-orang yang bekerja menggunting bulu domba-dombanya.
GEN 38:13 Tamar mendapat kabar bahwa Yehuda akan datang ke Timna untuk menggunting bulu domba.
GEN 38:14 Saat itu, Tamar mengetahui bahwa Syela sudah dewasa, tetapi tidak dinikahkan dengannya. Karena itu, Tamar mengganti pakaian kejandaannya, menutupi kepala dan wajahnya dengan kerudung sehingga tidak dikenali orang, lalu dia pergi dan duduk di depan gerbang kota Enaim, di pinggir jalan yang menuju ke Timna.
GEN 38:15 Ketika Yehuda melihat dia, Yehuda mengira bahwa dia seorang pelacur, sebab wajahnya tertutup kerudung.
GEN 38:16 Karena tidak tahu bahwa perempuan itu adalah menantunya, Yehuda pun mendekati dia dan berkata, “Mari. Aku mau tidur denganmu.” Jawab Tamar, “Apa imbalannya bagiku?”
GEN 38:17 Kata Yehuda, “Sebagai imbalan, aku akan memberikan seekor anak kambing.” Lalu kata Tamar, “Jaminan apa yang akan Bapak berikan sebelum aku menerima anak kambing itu?”
GEN 38:18 Tetapi Yehuda balik bertanya, “Jaminan apa yang kamu inginkan dariku?” Jawab Tamar, “Aku minta cincin meteraimu, juga kalung dan tongkatmu.” Yehuda memenuhi permintaannya. Mereka pun bersetubuh, lalu Tamar mengandung.
GEN 38:19 Sesudah itu, Tamar pulang dan membuka kerudungnya. Dia kembali mengenakan pakaian kejandaannya.
GEN 38:20 Beberapa waktu kemudian, Yehuda meminta sahabatnya Hira, orang Adulam, untuk mengantarkan anak kambing kepada perempuan itu dan mengambil kembali benda-benda miliknya yang dijadikan jaminan. Namun, Hira tidak berhasil menemukan perempuan itu.
GEN 38:21 Maka dia bertanya kepada orang-orang di sekitar situ, “Di manakah pelacur yang biasa ada di pinggir jalan yang menuju ke Timna, di depan gerbang kota Enaim?” Jawab mereka, “Di sini tidak ada pelacur seperti itu.”
GEN 38:22 Maka Hira kembali dan berkata kepada Yehuda, “Aku tidak menemukan pelacur itu. Aku sudah bertanya kepada orang-orang di sana, tetapi kata mereka, ‘Tidak pernah ada pelacur di sini.’”
GEN 38:23 Jawab Yehuda, “Baiklah. Yang penting kita sudah berusaha menepati janji dengan membawa anak kambing imbalannya. Biarlah dia menahan barang-barangku yang dijadikan jaminan, sebab kalau kita terus mencarinya, kita akan menjadi bahan tertawaan orang.”
GEN 38:24 Kurang lebih tiga bulan kemudian, Yehuda mendapat kabar bahwa menantunya, Tamar, sudah melacurkan diri dan hamil di luar nikah. Maka Yehuda berkata dengan tegas, “Bawalah dia keluar dan bakarlah perempuan itu karena perbuatannya!”
GEN 38:25 Ketika Tamar dibawa keluar untuk dibunuh, dia menyuruh seseorang untuk menyampaikan pesan kepada Yehuda, mertuanya, “Pemilik cincin meterai, kalung, dan tongkat ini, adalah orang yang menghamiliku. Apakah Bapak mengenali benda-benda ini?”
GEN 38:26 Kemudian Yehuda memeriksa benda-benda tersebut dan berkata, “Dia yang benar! Saya tidak menepati janji untuk menikahkannya dengan anak saya Syela.” Lalu Yehuda tidak pernah lagi tidur dengannya.
GEN 38:27 Ketika tiba waktunya Tamar bersalin, ternyata dia melahirkan anak kembar.
GEN 38:28 Dalam kesakitan karena persalinannya itu, salah satu bayi mengeluarkan tangannya. Maka bidan yang membantu persalinan Tamar mengikatkan benang merah pada tangan bayi itu. Kata bidan itu, “Bayi inilah yang lahir duluan.”
GEN 38:29 Tetapi bayi itu menarik kembali tangannya dan bayi yang lain keluar lebih dulu. Lalu bidan itu berkata, “Bagaimana kamu bisa keluar duluan?!” Maka anak laki-laki itu dinamai Peres.
GEN 38:30 Sesudah itu, barulah lahir bayi laki-laki yang ada benang merah di tangannya. Dia dinamai Zerah.
GEN 39:1 Sementara itu, Yusuf sudah dibawa ke Mesir oleh para pedagang orang Ismael dan dijual kepada Potifar, komandan pengawal raja Mesir.
GEN 39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf selama dia bekerja sebagai budak orang Mesir itu, sehingga dia selalu berhasil dalam semua pekerjaannya.
GEN 39:3 Potifar melihat bahwa TUHAN membuat Yusuf mengerjakan seluruh pekerjaannya dengan baik.
GEN 39:4 Karena itu dia senang kepada Yusuf dan menunjuk dia sebagai pelayan pribadi untuk menangani urusan rumahnya dan mengelola segala miliknya.
GEN 39:5 Sejak Yusuf mengurus segala sesuatu yang dipercayakan Potifar kepadanya, TUHAN semakin memberkati keluarga orang Mesir itu. TUHAN memberkati segala miliknya, baik di rumah maupun di ladang.
GEN 39:6 Potifar mempercayakan segala miliknya kepada Yusuf sepenuhnya. Dengan demikian dia hanya perlu mengurus urusan pribadinya sendiri. Yusuf bertubuh kekar dan dia sangat tampan.
GEN 39:7 Seiring berjalannya waktu, istri Potifar mulai menaruh hati pada Yusuf, dan dia berkata, “Marilah tidur denganku.”
GEN 39:8 Tetapi Yusuf menolak istri majikannya itu. Kata Yusuf, “Tuan Potifar sudah mempercayakan segala miliknya kepada saya.
GEN 39:9 Tidak ada orang lain di dalam rumah ini yang diberi kuasa sebesar saya. Tuan sudah mempercayakan semuanya kepada saya, kecuali Nyonya, karena Nyonya adalah istrinya. Bagaimana mungkin saya berdosa terhadap Allah dengan melakukan perbuatan sejahat ini!”
GEN 39:10 Hari demi hari, istri Potifar berulang kali mengajak Yusuf tidur dengannya, tetapi Yusuf tetap pada pendiriannya dan menolak setiap ajakannya.
GEN 39:11 Pada suatu hari, Yusuf sedang melakukan tugas-tugasnya dan kebetulan tidak ada pekerja lain di rumah.
GEN 39:12 Istri Potifar menarik pakaian Yusuf dan berkata, “Ayolah, tidurlah denganku!” Yusuf berhasil melarikan diri, tetapi pakaiannya tertinggal dalam genggaman istri Potifar.
GEN 39:13 Ketika perempuan itu melihat Yusuf sudah melarikan diri dengan meninggalkan pakaiannya,
GEN 39:14 dia berteriak memanggil para pekerjanya di luar, “Lihatlah, orang Ibrani yang dibawa suamiku ke rumah ini sudah meremehkan kita! Dia baru saja berusaha memperkosaku! Karena itulah aku berteriak.
GEN 39:15 Ketika dia mendengar aku berteriak, dia melarikan diri dan pakaiannya tertinggal.”
GEN 39:16 Istri Potifar membiarkan pakaian Yusuf di sampingnya sampai suaminya pulang.
GEN 39:17 Ketika suaminya datang, dia berkata, “Budak Ibrani yang kamu bawa ke rumah ini hendak mempermalukanku.
GEN 39:18 Ketika aku berteriak, dia melarikan diri dan meninggalkan pakaiannya.
GEN 39:19 Rupanya beginilah kelakuan budakmu terhadapku!” Mendengar cerita istrinya itu, Potifar sangat marah.
GEN 39:20 Potifar pun melemparkan Yusuf ke dalam penjara tempat tahanan raja.
GEN 39:21 Namun, TUHAN menyertai Yusuf dan setia mengasihinya. TUHAN membuat kepala penjara terkesan dengan Yusuf, sehingga
GEN 39:22 dia mempercayakan Yusuf tanggung jawab untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan para tahanan lainnya.
GEN 39:23 Kepala penjara tidak pernah mempertanyakan tugas yang berada dalam tanggung jawab Yusuf, karena Yusuf selalu berhasil dalam segala sesuatu yang dia lakukan, sebab TUHAN menyertainya.
GEN 40:1 Waktu pun berlalu. Pada suatu hari, kepala juru minuman dan kepala juru roti di istana membuat kesalahan terhadap raja Mesir.
GEN 40:2 Raja sangat marah terhadap kedua pegawai istananya itu
GEN 40:3 dan memerintahkan supaya mereka dimasukkan ke dalam penjara yang diawasi oleh komandan pengawal raja, yakni tempat Yusuf ditahan.
GEN 40:4 Komandan pengawal menugaskan Yusuf untuk mengurus kebutuhan dua tahanan itu. Lama mereka dikurung di sana.
GEN 40:5 Suatu malam, kepala juru minuman dan kepala juru roti sama-sama bermimpi. Mimpi mereka berbeda dan memiliki arti masing-masing.
GEN 40:6 Keesokan harinya, ketika Yusuf bertemu kedua pegawai istana itu, mereka kelihatan sedang bersusah hati.
GEN 40:7 Maka Yusuf bertanya kepada mereka, “Mengapa hari ini kalian tampak murung? Ada apa?”
GEN 40:8 Jawab mereka, “Tadi malam kami bermimpi, tetapi tidak ada yang bisa mengartikan mimpi-mimpi kami.” Jawab Yusuf, “Hanya Allah yang tahu arti mimpi. Ceritakanlah kepada saya, dan dengan pertolongan-Nya, saya akan menerangkan arti mimpi kalian.”
GEN 40:9 Lalu kepala juru minuman menceritakan mimpinya kepada Yusuf, “Dalam mimpi itu, saya melihat ada pohon anggur di depan saya.
GEN 40:10 Pohon anggur itu bercabang tiga. Pada ketiga cabangnya tumbuh tunas, kemudian bunga, lalu buah.
GEN 40:11 Saat itu saya sedang memegang gelas minum raja. Saya memetik beberapa buah anggur dan memerasnya ke dalam gelas itu, lalu saya hidangkan kepada raja.”
GEN 40:12 Jawab Yusuf, “Inilah arti mimpimu: Tiga cabang berarti tiga hari.
GEN 40:13 Dalam tiga hari, raja akan membebaskan dan mengembalikanmu pada jabatan yang dulu. Kamu akan kembali menyajikan minuman kepada raja seperti sebelum kamu dipenjara.
GEN 40:14 Namun, waktu kamu sudah bebas nanti dan keadaanmu sudah baik, tolong jangan lupakan saya. Bantulah saya untuk keluar dari penjara ini. Berbaik hatilah kepada saya dengan memberitahu raja tentang saya.
GEN 40:15 Dulu, saya diculik dan dibawa paksa dari negeri orang Ibrani. Di sini pun saya dipenjarakan karena tuduhan yang tidak pernah saya lakukan.”
GEN 40:16 Ketika kepala juru roti melihat bahwa mimpi kepala juru minuman itu memiliki arti yang baik, dia pun berkata kepada Yusuf, “Aku juga bermimpi. Dalam mimpiku, ada tiga keranjang roti di atas kepalaku.
GEN 40:17 Keranjang yang paling atas berisi macam-macam roti untuk raja. Tetapi burung-burung datang dan memakannya dari keranjang di atas kepala saya itu.”
GEN 40:18 Jawab Yusuf, “Inilah arti mimpimu: Tiga keranjang berarti tiga hari.
GEN 40:19 Dalam tiga hari, raja akan memerintahkan supaya kepalamu dipenggal dan mayatmu digantung pada sebuah tiang. Lalu burung-burung akan memakan dagingmu.”
GEN 40:20 Tiga hari kemudian adalah hari ulang tahun raja. Dia mengadakan pesta dan mengundang semua pejabatnya. Pada pesta tersebut, raja mengeluarkan kedua pegawainya dari penjara.
GEN 40:21 Kepala juru minuman dikembalikan kepada jabatannya semula untuk menyajikan anggur kepada raja,
GEN 40:22 sedangkan kepala juru roti dihukum mati. Semua itu terjadi tepat seperti yang dikatakan Yusuf.
GEN 40:23 Namun, kepala juru minuman tidak ingat kepada Yusuf. Dia melupakannya.
GEN 41:1 Dua tahun kemudian, raja Mesir bermimpi bahwa dia sedang berdiri di tepi sungai Nil.
GEN 41:2 Dalam mimpinya itu, dia melihat tujuh ekor sapi yang sehat dan gemuk keluar dari sungai Nil lalu memakan rumput di pinggir sungai.
GEN 41:3 Kemudian tujuh ekor sapi lain yang kurus kering dan buruk rupa keluar juga dari sungai Nil dan berdiri di tepi sungai itu bersama ketujuh sapi yang sehat tadi.
GEN 41:4 Lalu ketujuh sapi yang kurus memakan ketujuh sapi yang gemuk. Sesudah itu raja terbangun dari tidurnya.
GEN 41:5 Dia kembali tidur dan bermimpi lagi. Dalam mimpinya yang kedua, dia melihat tujuh bulir gandum tumbuh pada satu batang. Ketujuh bulir gandum itu sangat baik dan berisi.
GEN 41:6 Kemudian dia melihat tujuh bulir gandum lain tumbuh. Yang ini layu dan kurus karena hembusan angin timur yang panas dan kering.
GEN 41:7 Lalu ketujuh bulir gandum yang kurus kering itu menelan ketujuh bulir gandum yang baik dan berisi. Raja kembali terbangun dan sadar bahwa itu hanya mimpi.
GEN 41:8 Keesokan paginya, raja merasa gelisah. Maka dia memanggil semua ahli sihir dan orang bijaksana di Mesir, lalu menceritakan mimpinya kepada mereka. Namun, tidak seorang pun dapat mengartikan mimpi-mimpi itu.
GEN 41:9 Kata juru minuman kepada raja, “Hari ini saya teringat kesalahan saya.
GEN 41:10 Waktu itu, Tuanku Raja sangat marah kepada beberapa pegawai istana, sehingga saya dan kepala juru roti dimasukkan ke penjara di bawah pengawasan komandan pengawal raja.
GEN 41:11 Suatu malam, kami berdua bermimpi dan masing-masing mimpi itu mempunyai arti.
GEN 41:12 Di sana ada seorang pemuda Ibrani yang menjadi budak komandan pengawal raja. Kami menceritakan mimpi-mimpi itu kepadanya, dan dia menjelaskan artinya kepada kami.
GEN 41:13 Lalu semuanya terjadi seperti yang dia katakan: Saya dikembalikan ke jabatan semula, sedangkan kepala juru roti dihukum mati dan digantung pada tiang.”
GEN 41:14 Maka raja memerintahkan agar Yusuf dipanggil. Dengan segera, Yusuf pun dikeluarkan dari penjara. Dia mencukur janggut dan mengenakan pakaian yang bersih, lalu pergi menghadap raja.
GEN 41:15 Kata raja kepada Yusuf, “Saya bermimpi, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengartikannya. Saya sudah mendengar bahwa kamu dapat mengartikan mimpi.”
GEN 41:16 Jawab Yusuf, “Bukan hamba, melainkan Allah yang akan memberikan penjelasan yang tepat bagi Tuanku.”
GEN 41:17 Lalu raja menceritakan mimpinya kepada Yusuf, “Dalam mimpi itu, saya berdiri di tepi sungai Nil,
GEN 41:18 dan saya melihat tujuh ekor sapi yang sehat dan gemuk keluar dari sungai Nil lalu memakan rumput di pinggir sungai.
GEN 41:19 Kemudian tujuh ekor sapi lain yang kurus dan buruk rupa keluar juga dari sungai. Baru kali ini saya melihat sapi sejelek itu di Mesir!
GEN 41:20 Sapi yang kurus memakan ketujuh sapi yang gemuk.
GEN 41:21 Tetapi walaupun sudah memakan ketujuh sapi gemuk itu, tetap saja mereka kurus kering. Sesudah itu saya terbangun.
GEN 41:22 “Kemudian saya tertidur lagi dan kembali bermimpi. Dalam mimpi yang kedua, saya melihat tujuh bulir gandum yang baik dan berisi tumbuh pada satu batang.
GEN 41:23 Lalu tumbuhlah tujuh bulir gandum lain yang tampak layu dan kurus karena ditiup angin timur yang panas dan kering.
GEN 41:24 Ketujuh bulir gandum yang layu itu menelan ketujuh bulir gandum yang baik. “Saya sudah menceritakan mimpi-mimpi ini kepada para ahli sihir, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengartikannya.”
GEN 41:25 Jawab Yusuf kepada raja, “Kedua mimpi itu memiliki arti yang sama. Allah sudah memberitahu Baginda apa yang hendak dilakukan-Nya.
GEN 41:26 Tujuh sapi yang sehat dan tujuh bulir gandum yang baik sama artinya, yaitu tujuh tahun penuh kemakmuran.
GEN 41:27 Sedangkan tujuh sapi yang kurus kering dan tujuh bulir gandum yang layu karena angin timur berarti tujuh tahun bencana kelaparan.
GEN 41:28 Inilah yang saya maksud dengan perkataan tadi, ‘Allah sudah memberitahu Baginda apa yang hendak dilakukan-Nya.’
GEN 41:29 Akan ada tujuh tahun penuh kemakmuran di seluruh Mesir.
GEN 41:30 Sesudah itu, selama tujuh tahun kemudian, akan ada bencana kelaparan di negeri ini. Bencana kelaparan itu sedemikian parahnya hingga orang lupa akan masa sebelumnya yang penuh kelimpahan.
GEN 41:32 Dua kali mimpi itu disampaikan Allah kepada Baginda, artinya Dia sudah menetapkan bahwa hal itu harus terjadi, dan Dia akan segera melaksanakannya.
GEN 41:33 “Sekarang, sebaiknya Baginda mencari orang yang cerdas dan bijaksana. Tugaskanlah dia untuk mengelola seluruh negeri Mesir.
GEN 41:34 Selain itu, biarlah Baginda juga menugaskan pejabat-pejabat lain untuk mengumpulkan hasil panen dari rakyat Mesir. Selama tujuh tahun kemakmuran, orang-orang harus memberikan dua puluh persen dari seluruh hasil panen mereka.
GEN 41:35 Dengan demikian, mereka mengumpulkan gandum selama tujuh tahun yang berlimpah. Dan biarlah Baginda memerintahkan agar bahan makanan itu disimpan di berbagai kota di seluruh Mesir dan dijaga dengan baik.
GEN 41:36 Itulah cadangan makanan untuk masa kelaparan yang akan terjadi di seluruh negeri nantinya. Hanya dengan cara ini, seluruh penduduk Mesir akan dapat bertahan hidup.”
GEN 41:37 Usulan Yusuf dipandang baik oleh raja dan para pejabatnya.
GEN 41:38 Lalu kata raja kepada para pejabatnya itu, “Nyatalah bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menangani persoalan ini lebih baik daripada Yusuf, karena dia dipimpin oleh roh-roh ilahi.”
GEN 41:39 Raja kemudian berkata kepada Yusuf, “Karena roh-roh ilahi sudah menunjukkan semua ini kepadamu, tidak ada orang lain yang lebih bijaksana dan cerdas daripadamu!
GEN 41:40 Saya berikan kepadamu kuasa atas seluruh kerajaan dan rakyat Mesir. Tidak ada yang lebih berkuasa daripadamu kecuali saya sebagai raja.
GEN 41:41 “Dengan ini, saya mengangkatmu menjadi orang kedua yang berkuasa atas seluruh Mesir.”
GEN 41:42 Lalu raja melepas cincin dengan cap kerajaan dari jarinya dan memasangnya pada jari Yusuf. Raja juga memberikan pakaian linen berkualitas tinggi dan kalung emas untuk dikenakan Yusuf.
GEN 41:43 Raja kemudian menyuruh Yusuf naik ke kereta kuda yang biasanya digunakan oleh orang kedua yang berkuasa di Mesir. Pasukan pengawal raja membawa Yusuf berkeliling, sambil mengumumkan kepada seluruh rakyat bahwa mereka harus berlutut, karena Yusuf sudah diangkat menjadi penguasa nomor dua di Mesir.
GEN 41:44 Kata raja kepada Yusuf, “Saya memang raja, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat bertindak di negeri ini tanpa seizinmu.”
GEN 41:45 Demikianlah Yusuf dilantik menjadi penguasa. Usianya tiga puluh tahun ketika dia mulai melayani raja dan memerintah atas seluruh Mesir. Raja memberikan nama baru bagi Yusuf, yakni Safnat Paneah, serta memberinya seorang istri bernama Asnat. Asnat adalah anak Potifera, imam dewa matahari di kota Heliopolis.
GEN 41:47 Selama tujuh tahun kemakmuran, hasil panen sangat melimpah.
GEN 41:48 Dalam tahun-tahun itu, Yusuf mengumpulkan semua kelebihan hasil panen di negeri Mesir. Dia membangun gudang-gudang di setiap kota dan menyimpan hasil panen dari ladang-ladang di wilayah sekitarnya.
GEN 41:49 Hasil panen gandum yang dikumpulkan Yusuf begitu melimpah bagaikan pasir di laut sehingga jumlahnya tak dapat dihitung lagi.
GEN 41:50 Sebelum bencana kelaparan melanda Mesir, Asnat istri Yusuf melahirkan dua anak laki-laki.
GEN 41:51 Yusuf menamai anak sulungnya Manasye, sebab katanya, “Allah sudah membuatku melupakan segala penderitaanku dan kaum keluarga ayahku.”
GEN 41:52 Anak keduanya diberi nama Efraim karena dia berkata, “Di negeri penderitaan, Allah sudah membuatku berhasil.”
GEN 41:53 Sesudah tujuh tahun, berakhirlah masa kemakmuran di Mesir
GEN 41:54 dan mulailah bencana kelaparan selama tujuh tahun berikutnya, tepat seperti perkataan Yusuf. Kelaparan melanda berbagai negeri, tetapi di Mesir tetap ada makanan.
GEN 41:55 Ketika seluruh rakyat Mesir kelaparan, mereka berseru kepada raja meminta makanan. Raja menyuruh mereka menghadap Yusuf dan melakukan apa yang dia perintahkan.
GEN 41:56 Sewaktu bencana kelaparan itu semakin parah di seluruh Mesir, Yusuf membuka gudang-gudang gandum dan menjualnya kepada penduduk Mesir. Bencana itu juga menyebar ke seluruh bumi sehingga orang dari bangsa-bangsa lain pun berdatangan kepada Yusuf untuk membeli gandum.
GEN 42:1 Ketika Yakub mendapat kabar bahwa ada persediaan gandum di Mesir, dia berkata kepada anak-anaknya, “Kalian jangan diam saja!”
GEN 42:2 Lanjut Yakub, “Aku dengar ada gandum di Mesir. Pergilah ke sana dan belilah gandum supaya kita tidak mati kelaparan!”
GEN 42:3 Maka kesepuluh kakak Yusuf pergi ke Mesir untuk membeli gandum.
GEN 42:4 Tetapi Yakub sengaja tidak mengizinkan Benyamin, adik kandung Yusuf, untuk ikut bersama kakak-kakak tirinya, sebab pikirnya, “Jangan sampai terjadi apa-apa padanya.”
GEN 42:5 Kesepuluh anak Yakub berangkat bersama para pembeli lainnya, karena bencana kelaparan melanda seluruh negeri Kanaan.
GEN 42:6 Pada waktu itu, Yusuf adalah pejabat tertinggi di Mesir dan dialah yang berkuasa untuk menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri. Karena itu, kakak-kakak Yusuf datang dan bersujud untuk menghormatinya.
GEN 42:7 Ketika Yusuf melihat kakak-kakaknya, dia mengenali mereka, tetapi dia berpura-pura tidak tahu dan berbicara kepada mereka dengan kasar. Tanya Yusuf, “Dari mana kalian?!” Jawab mereka, “Kami datang dari Kanaan hendak membeli gandum.”
GEN 42:8 Meskipun Yusuf mengenali kakak-kakaknya, mereka sudah tidak mengenalinya lagi.
GEN 42:9 Saat itu, teringatlah Yusuf pada mimpinya tentang mereka. Lalu dia berkata, “Kalian ini mata-mata dan sengaja menyusup ke sini untuk mencari tahu letak kelemahan negeri kami!”
GEN 42:10 Jawab mereka, “Tidak, Tuan! Hamba-hambamu ini datang hanya untuk membeli bahan makanan.
GEN 42:11 Kami semua anak dari satu ayah. Kami bukan penipu atau mata-mata!”
GEN 42:12 Kata Yusuf, “Tidak! Kalian pasti datang ke sini untuk menyelidiki letak kelemahan negeri kami!”
GEN 42:13 Mereka kembali menjawab, “Kami datang dari Kanaan, anak dari satu ayah. Kami ini kakak beradik, semuanya ada dua belas laki-laki. Satu sudah meninggal dan adik kami yang bungsu ada bersama ayah kami.”
GEN 42:14 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka, “Seperti yang sudah saya katakan, kalian ini mata-mata!
GEN 42:15 Namun, untuk membuktikan kejujuran kalian, saya bersumpah atas nama raja Mesir bahwa saya tidak akan membiarkan kalian pergi dari tempat ini sebelum adik bungsumu datang ke sini.
GEN 42:16 Pilihlah salah satu di antara kalian untuk pulang menjemput adik kalian dan membawanya ke sini. Sementara itu, yang lain akan ditahan dalam penjara sampai ucapan kalian tadi terbukti benar. Kalau ternyata kalian tidak punya adik, maka demi nama raja Mesir, kalian pasti mata-mata!”
GEN 42:17 Lalu Yusuf memasukkan mereka ke dalam penjara. Pada hari ketiga, Yusuf berkata kepada mereka, “Karena saya orang yang takut dan hormat kepada Allah, saya akan membebaskan kalian dengan satu syarat.
GEN 42:19 Kalau kalian benar-benar orang jujur, maka biarlah salah satu dari antara kalian tetap ditahan, dan yang lainnya boleh pulang membawa gandum untuk keluarga kalian yang kelaparan.
GEN 42:20 Bawalah adik bungsu kalian kepadaku. Dengan begitu, kalian membuktikan bahwa kalian dapat dipercaya, sehingga kalian tidak akan dihukum mati.” Saudara-saudara Yusuf pun setuju.
GEN 42:21 Berkatalah mereka satu sama lain, “Sekarang kita sedang dihukum atas kesalahan kita terhadap adik kita. Ingatlah betapa dulu kita melihat kepedihan hatinya, dan betapa dia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mempedulikannya. Itulah sebabnya kita mengalami semua ini.”
GEN 42:22 Ruben berkata, “Saat itu sudah kukatakan agar kita jangan menyakiti anak itu, tetapi kalian tidak menghiraukan perkataanku. Sekarang kita menerima balasan atas perbuatan kita.”
GEN 42:23 Mereka tidak tahu bahwa Yusuf mengerti percakapan mereka, karena sebelumnya mereka berbicara dengan Yusuf melalui seorang penerjemah.
GEN 42:24 Mendengar semuanya itu, Yusuf pergi meninggalkan mereka dan menangis. Sesudah mampu menahan perasaannya, dia kembali dan memerintahkan agar Simeon ditahan. Simeon diikat di hadapan saudara-saudaranya, lalu yang lain diperbolehkan pulang ke Kanaan.
GEN 42:25 Yusuf menyuruh anak buahnya untuk mengisi penuh karung-karung mereka dengan gandum serta memasukkan uang pembayaran gandum ke itu dalam karung mereka masing-masing. Yusuf juga memerintahkan supaya mereka dibawakan bekal dalam perjalanan pulang.
GEN 42:26 Sesudah karung-karung itu dimuat ke atas punggung keledai-keledai mereka, orang-orang itu pun berangkat.
GEN 42:27 Malam harinya, di tempat mereka beristirahat, salah satu saudara Yusuf membuka karungnya untuk memberi makan keledai. Ketika dia membuka karung itu, dilihatnyalah bahwa uang pembayaran ada di atas gandum.
GEN 42:28 Lalu dia berkata kepada saudara-saudaranya, “Lihat, uangku dikembalikan! Ini ada di dalam karung!” Mereka pun menjadi takut dan gelisah, lalu berkata satu sama lain, “Apa yang sedang Allah perbuat terhadap kita?”
GEN 42:29 Beberapa hari kemudian, setibanya di rumah, mereka menceritakan kepada Yakub semua yang sudah terjadi,
GEN 42:30 “Penguasa di negeri itu berbicara dengan kasar dan menuduh kami sebagai mata-mata.
GEN 42:31 Kami sudah menjelaskan, ‘Kami bukan penipu, bukan mata-mata.
GEN 42:32 Kami dua belas bersaudara. Satu adik kami sudah meninggal, dan yang bungsu tinggal bersama ayah kami di Kanaan.’
GEN 42:33 Lalu penguasa itu berkata, ‘Buktikanlah kalau kalian memang orang jujur. Salah satu dari kalian harus tinggal, sedangkan yang lain boleh pulang membawa gandum untuk keluarga kalian.
GEN 42:34 Tetapi kalian harus membawa adik bungsumu itu kepada saya. Dengan begitu, saya akan tahu bahwa kalian jujur dan bukan mata-mata. Saya akan melepaskan saudara kalian, dan kalian bebas berjual beli di Mesir.’”
GEN 42:35 Sewaktu mereka membongkar muatan bahan makanan, tampaklah uang mereka sudah dikembalikan ke dalam karung masing-masing. Melihat itu, Yakub dan anak-anaknya sangat ketakutan.
GEN 42:36 Lalu berkatalah Yakub, “Apa kalian mau aku kehilangan semua anakku?! Yusuf sudah mati, Simeon tidak kembali, dan sekarang kalian akan mengambil Benyamin dariku! Betapa malangnya aku!”
GEN 42:37 Ruben menjawab, “Aku akan bertanggung jawab penuh atas Benyamin. Aku pasti membawanya kembali. Kalau aku tidak membawa dia pulang, Ayah boleh membunuh kedua anak laki-lakiku!”
GEN 42:38 Tetapi kata Yakub, “Aku tidak mengizinkan Benyamin pergi! Kakaknya sudah mati. Tinggal dia saja anakku dari Rahel. Aku sudah tua, dan kalau sampai terjadi sesuatu terhadapnya, pastilah aku segera masuk Syeol karena dukacita.”
GEN 43:1 Bencana kelaparan semakin parah di negeri itu.
GEN 43:2 Sesudah persediaan makanan mereka habis, Yakub berkata kepada anak-anaknya, “Pergilah ke Mesir untuk membeli sedikit bahan makanan lagi.”
GEN 43:3 Jawab Yehuda, “Ayah, penguasa Mesir itu sudah memperingatkan kita dengan keras untuk jangan menghadap dia bila kami tidak membawa Benyamin.
GEN 43:4 Kalau Ayah mengizinkan dia ikut, kami akan segera berangkat untuk membeli gandum.
GEN 43:5 Tetapi kalau Ayah tidak mengizinkannya ikut, kami tidak akan pergi, karena penguasa itu sudah mengatakan bahwa kami tidak boleh menghadap tanpa adik kami.”
GEN 43:6 Kata Yakub, “Mengapa kalian menambah masalah bagiku dengan memberitahu orang itu bahwa kalian masih punya adik?”
GEN 43:7 Jawab mereka, “Orang itu menanyai kami dengan teliti mengenai diri kita dan keluarga kita. Katanya kepada kami, ‘Apakah ayah kalian masih hidup? Apakah kalian mempunyai saudara yang lain?’ Jadi kami menjawab semua pertanyaannya. Kami tidak tahu kalau dia akan menyuruh kami membawa Benyamin!”
GEN 43:8 Yehuda berkata kepada ayah mereka, “Izinkanlah Benyamin ikut dan kami akan segera berangkat. Aku yang bertanggung jawab atas dia. Kalau tidak, kita semua akan mati kelaparan.
GEN 43:9 Aku menjamin bahwa dia tetap hidup. Jika aku tidak membawanya pulang dengan selamat, biar aku menanggung kesalahan seumur hidupku.
GEN 43:10 Seandainya waktu itu Ayah memperbolehkan dia ikut, kami pasti sudah pulang pergi dua kali ke Mesir untuk membeli bahan makanan.”
GEN 43:11 Jawab Yakub, “Ya sudah. Kalau begitu jangan pergi dengan tangan kosong. Bawalah pemberian untuk penguasa itu dari hasil terbaik negeri ini, sedikit madu, kacang-kacangan, dan wangi-wangian dari getah pohon.
GEN 43:12 Bawalah uang dua kali lipat karena kalian harus memberikan uang yang waktu itu dikembalikan ke dalam karung-karungmu. Mungkin itu suatu kekeliruan.
GEN 43:13 Bawalah adikmu juga dan pergilah menghadap orang itu.
GEN 43:14 Semoga Allah Yang Mahakuasa membuat orang itu berbelas kasihan kepada kalian, sehingga kamu semua serta Benyamin dan Simeon kembali kepadaku. Namun, jika aku harus kehilangan anak-anakku lagi, ya sudahlah, yang harus terjadi terjadilah.”
GEN 43:15 Maka mereka berangkat bersama Benyamin ke Mesir dengan membawa pemberian dari negeri mereka beserta uang pembayaran dua kali lipat. Setibanya di sana, mereka datang menghadap Yusuf.
GEN 43:16 Ketika Yusuf melihat Benyamin ada bersama kakak-kakaknya, dia segera menyuruh kepala pengurus rumahnya, “Bawalah orang-orang ini ke rumah saya. Lalu sembelihlah seekor hewan dan masaklah. Siang ini mereka akan makan bersama saya.”
GEN 43:17 Kepala pengurus rumah pun melaksanakan perintah Yusuf. Tetapi kakak-kakaknya ketakutan saat menyadari bahwa mereka dibawa ke rumah Yusuf. Kata mereka, “Ini pasti karena uang yang dikembalikan ke dalam karung-karung kita saat pertama kali datang ke sini. Mungkin sekarang kita akan dijadikan budak dan keledai-keledai kita akan dirampas.”
GEN 43:19 Sesampainya di pintu rumah Yusuf, mereka mendekati kepala pengurus rumah itu dan berkata,
GEN 43:20 “Tuan, mohon izin berbicara. Dulu kami pernah datang ke sini membeli gandum.
GEN 43:21 Dalam perjalanan pulang, ketika kami bermalam, kami membuka karung masing-masing dan menemukan semua uang pembayaran ada di dalam karung. Sekarang kami membawa uang itu untuk dikembalikan.
GEN 43:22 Kami tidak tahu siapa yang menaruh uang itu ke dalam karung-karung kami. Kali ini kami juga membawa uang tambahan untuk membeli bahan makanan lagi.”
GEN 43:23 Kepala pengurus rumah itu berkata, “Jangan kuatir. Tentang uang tersebut, tentulah itu pemberian dari Allahmu, yaitu Allah yang disembah ayahmu. Saya sudah menerima pembayaran kalian yang waktu itu.” Kemudian dia membawa Simeon kepada mereka.
GEN 43:24 Diantarnya orang-orang itu masuk ke rumah Yusuf, lalu dia membawakan mereka air untuk mencuci kaki serta memberi makan keledai-keledai mereka.
GEN 43:25 Anak-anak Yakub kemudian menyiapkan hadiah-hadiah yang akan diberikan kepada Yusuf, karena mereka sudah diberitahu bahwa mereka akan makan siang bersamanya.
GEN 43:26 Ketika Yusuf pulang, mereka menyerahkan semua pemberian itu sambil bersujud untuk menghormatinya.
GEN 43:27 Yusuf menanyakan keadaan mereka, kemudian berkata, “Bagaimana kabar ayahmu yang pernah kalian ceritakan waktu itu? Apakah dia masih hidup?”
GEN 43:28 Jawab mereka, “Hambamu, ayah kami, masih hidup dan keadaannya baik-baik saja.” Lalu mereka bersujud lagi kepadanya.
GEN 43:29 Ketika Yusuf melihat Benyamin, dia berkata, “Inikah adik yang pernah kalian ceritakan? Nak, semoga Allah memberkatimu.”
GEN 43:30 Tetapi Yusuf tidak dapat menahan perasaan sayang dan rindu kepada adiknya. Jadi dia cepat-cepat masuk ke kamarnya dan menangis.
GEN 43:31 Sesudah mencuci muka, Yusuf pun keluar dan sambil menahan perasaannya, dia menyuruh agar makan siang dihidangkan.
GEN 43:32 Para pelayannya sudah menyediakan meja untuk Yusuf sendiri, meja terpisah untuk kakak beradik itu, dan sebuah meja lain untuk orang-orang Mesir yang biasanya makan bersama Yusuf. Hal ini dilakukan karena bagi orang Mesir, duduk makan bersama orang Ibrani adalah suatu kehinaan.
GEN 43:33 Saudara-saudara Yusuf diberi tempat di meja yang berhadapan dengan Yusuf. Tempat duduk mereka diatur menurut urutan kelahiran, mulai dari yang tertua sampai yang termuda. Ketika menyadari hal itu, mereka saling berpandangan dengan terheran-heran.
GEN 43:34 Makanan mereka dihidangkan dari meja Yusuf sendiri. Benyamin diberi bagian lima kali lebih banyak daripada kakak-kakaknya. Yusuf dan saudara-saudaranya itu menikmati makan dan minum sampai puas.
GEN 44:1 Sesudah itu, Yusuf berkata kepada kepala pengurus rumahnya, “Isilah karung orang-orang ini dengan gandum sebanyak yang mampu mereka bawa. Masukkan juga uang pembayaran mereka masing-masing di dekat mulut karungnya.
GEN 44:2 Untuk karung milik adik mereka yang paling bungsu, taruhlah cawan perakku bersama uang pembayarannya.” Maka kepala pengurus rumah itu melakukan sesuai perintah Yusuf.
GEN 44:3 Keesokan harinya, waktu masih subuh, saudara-saudara Yusuf dipersilakan berangkat dengan keledai mereka.
GEN 44:4 Tetapi baru saja mereka keluar dari kota itu, belum jauh jaraknya, Yusuf berkata kepada kepala pengurus rumahnya, “Kejarlah orang-orang itu. Sesudah kamu menyusul mereka, katakanlah, ‘Tuan kami sudah sangat baik kepada kalian, tetapi kalian malah membalas kebaikannya dengan mencuri cawan peraknya!
GEN 44:5 Jahat sekali perbuatanmu! Tuan kami tidak hanya minum dari cawan itu, tetapi juga menggunakannya untuk meramal masa depan.’”
GEN 44:6 Kepala pengurus rumah itu pun mengejar mereka, lalu berbicara kepada mereka sesuai dengan perintah Yusuf.
GEN 44:7 Tetapi jawab saudara-saudara Yusuf kepadanya, “Mengapa Tuan berkata begitu? Hamba-hambamu ini tidak mungkin melakukan hal jahat seperti itu!
GEN 44:8 Tuan sendiri tahu bahwa ketika datang kembali dari Kanaan, kami sudah mengembalikan uang pembayaran yang ditemukan dalam karung-karung kami. Untuk apa kami mencuri emas atau perak dari rumah tuanmu?
GEN 44:9 Bila Tuan menemukan benda itu di dalam salah satu karung kami, biarlah pemilik karung itu dihukum mati dan kami yang lain dijadikan budak Tuan.”
GEN 44:10 Kepala pengurus rumah Yusuf berkata, “Baiklah, sesuai dengan hukuman yang kalian tentukan, maka bila benda itu ditemukan, pemilik karung itulah yang akan dijadikan budak bagiku, sedangkan yang lainnya boleh pergi.”
GEN 44:11 Mereka segera menurunkan karung-karungnya dari keledai masing-masing dan membukanya.
GEN 44:12 Lalu kepala pengurus rumah tangga itu memeriksa semua karung, mulai dari anak yang tertua hingga berakhir pada yang bungsu. Cawan perak itu ditemukan di dalam karung milik Benyamin.
GEN 44:13 Seketika mereka langsung merobek pakaian masing-masing sebagai tanda duka, lalu memuat lagi karung-karung pada keledai-keledai mereka dan kembali menuju kota.
GEN 44:14 Yusuf masih di rumahnya saat Yehuda dan saudara-saudaranya tiba. Mereka bersujud di hadapan Yusuf karena sangat takut.
GEN 44:15 Berkatalah Yusuf kepada mereka, “Apa-apaan perbuatanmu itu! Tidakkah kalian tahu bahwa orang seperti saya pasti bisa meramalkan apa pun yang disembunyikan?”
GEN 44:16 Lalu Yehuda menjawab, “Tuan, kami tidak bisa berkata apa-apa. Kami tidak dapat membuktikan bahwa kami benar. Allah sudah mengungkapkan kesalahan kami. Karena itu, biarlah kami semua menjadi budak Tuan, jangan hanya pemilik karung yang kedapatan cawan Tuan.”
GEN 44:17 Jawab Yusuf, “Tidak! Saya tidak akan berbuat seperti itu. Orang yang di dalam karungnya ditemukan cawan perak saya, dialah yang akan menjadi budak saya. Yang lainnya boleh pergi dengan selamat kepada ayah kalian.”
GEN 44:18 Yehuda pun mendekat dan berkata kepada Yusuf, “Tuan, mohon izinkan saya berbicara, dan janganlah marah kepada hambamu ini, karena saya tahu bahwa Tuan mempunyai kekuasaan besar seperti raja.
GEN 44:19 Tuan pernah menanyakan apakah kami memiliki ayah atau adik.
GEN 44:20 Kami pun sudah menjawab bahwa kami memiliki ayah yang sudah lanjut usia. Dalam masa tuanya, dia mendapat dua anak lagi dari salah seorang istrinya. Yang satu sudah meninggal, dan sekarang tinggal yang bungsu. Itu sebabnya ayah kami sangat menyayanginya.
GEN 44:21 Lalu Tuan berkata kepada kami, ‘Bawalah adikmu itu agar saya dapat melihatnya.’
GEN 44:22 Kami pun sudah mengatakan kepada Tuan bahwa anak itu tidak dapat dipisahkan dari ayahnya, karena bila itu terjadi, ayah bisa mati.
GEN 44:23 Lalu Tuan mengatakan bahwa kami tidak akan diperbolehkan menghadap jika tidak membawa adik kami itu.
GEN 44:24 Ketika pulang, kami pun sudah menyampaikan pesan Tuan kepada ayah kami.
GEN 44:25 Lalu ayah menyuruh kami ke sini lagi untuk membeli bahan makanan.
GEN 44:26 Tetapi kami mengatakan bahwa tidak mungkin menghadap Tuan tanpa membawa adik kami, karena itu adalah perintah dari Tuan sendiri.
GEN 44:27 Lalu berkatalah hambamu, yaitu ayah kami, ‘Kalian sudah tahu bahwa istriku, Rahel, hanya memberiku dua anak laki-laki.
GEN 44:28 Yang satu sudah meninggalkanku, dan aku berkata, “Pasti dia diterkam binatang buas.” Sejak saat itu, aku tidak pernah melihatnya lagi.
GEN 44:29 Sekarang kalian mau membawa anakku yang bungsu juga. Kalau sampai terjadi sesuatu terhadapnya, aku akan segera masuk Syeol karena dukacita.’”
GEN 44:30 Lanjut Yehuda, “Jadi Tuan, apa yang akan terjadi pada ayah jika kami pulang tanpa adik bungsu kami itu? Hanya dialah semangat hidup ayah kami!
GEN 44:31 Jika ayah melihat adik bungsu kami tidak pulang bersama hamba-hambamu ini, dia akan mati, dan kami yang bersalah, karena kami seakan membunuh dia dengan dukacita.
GEN 44:32 Sebagai jaminan kepada ayah, hambamu ini sudah berjanji akan membawa pulang adik bungsu kami. Kalau dia tidak pulang, saya akan bersalah terhadap ayah seumur hidup.
GEN 44:33 Karena itu, hamba mohon untuk dapat menggantikan adik kami menjadi budak Tuan. Izinkanlah Benyamin pulang bersama kakak-kakaknya yang lain.
GEN 44:34 Saya tidak sanggup menyaksikan duka macam apa yang akan diderita ayah kami apabila saya kembali tanpa membawa adik kami!”
GEN 45:1 Yusuf tidak mampu lagi menahan perasaannya, maka disuruhnya semua pelayannya untuk keluar ruangan. Ketika dia tinggal sendirian bersama saudara-saudaranya, dia berkata, “Ini aku, Yusuf!”
GEN 45:2 Yusuf pun menangis tersedu-sedu hingga terdengar oleh beberapa orang Mesir, dan berita itu dengan cepat sampai ke istana raja.
GEN 45:3 Katanya lagi, “Akulah Yusuf! Benarkah ayahku masih hidup?” Tetapi saudara-saudaranya hanya bisa diam karena terkejut dan takut.
GEN 45:4 Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya, “Mari, mendekatlah.” Maka mereka pun mendekat. “Aku Yusuf, saudara kalian, yang kalian jual kepada para pedagang yang waktu itu sedang menuju Mesir.
GEN 45:5 Janganlah menyesali diri atau marah terhadap dirimu sendiri karena kalian sudah menjualku. Sesungguhnya Allahlah yang sudah mengatur agar aku ke sini terlebih dahulu, untuk dapat menyelamatkan hidup banyak orang.
GEN 45:6 Bencana kelaparan sudah dua tahun dan masih akan terus berlangsung selama lima tahun ke depan. Tidak ada yang bisa membajak ataupun memanen kebun mereka.
GEN 45:7 Allah sudah mengutus aku mendahului kalian untuk menyelamatkanmu dengan cara yang luar biasa ini, supaya keturunan kalian tetap bertahan di bumi.
GEN 45:8 Jadi, bukan kalian yang mengatur supaya aku dibawa ke sini, melainkan Allah sendiri. Dia sudah menempatkan aku sebagai penasihat bagi raja, tuan atas seluruh istananya, dan penguasa atas seluruh Mesir.”
GEN 45:9 Sesudah itu Yusuf berkata lagi, “Segeralah kembali kepada ayah dan katakan kepadanya, ‘Anakmu Yusuf masih hidup! Allah sudah menempatkan dia sebagai penguasa atas seluruh Mesir. Segeralah datang! Jangan lama-lama!
GEN 45:10 Bawalah semua harta benda, sapi, domba, dan kambing kalian. Ayah dan semua anak cucu kalian akan tinggal di daerah Gosyen, supaya lebih dekat dengan aku.
GEN 45:11 Bencana kelaparan ini masih akan berlangsung selama lima tahun lagi. Karena itu, sebaiknya ayah dan semua saudaraku tinggal dekat dengan aku, supaya aku dapat mencukupi semua kebutuhan kalian dan ternak kalian. Dengan begitu kalian bisa bertahan melalui bencana kelaparan yang hebat ini.’”
GEN 45:12 Kata Yusuf lagi, “Kalian semua, khususnya Benyamin, sudah melihat dengan mata kepalamu sendiri bahwa akulah Yusuf.
GEN 45:13 Ceritakanlah kepada ayah tentang kejayaanku di Mesir yang sudah kalian lihat sendiri ini. Dan segeralah bawa ayah kepadaku!”
GEN 45:14 Lalu Yusuf dan adiknya Benyamin saling berpelukan dan keduanya menangis.
GEN 45:15 Dia juga mencium dan memeluk kakak-kakaknya sambil menangis. Sesudah itu, mereka bercakap-cakap dengan dia.
GEN 45:16 Berita tentang kedatangan saudara-saudara Yusuf terdengar sampai ke istana. Raja dan semua pejabatnya turut senang.
GEN 45:17 Lalu kata raja kepada Yusuf, “Suruhlah saudara-saudaramu memuat bahan makanan sebanyak yang mereka perlukan ke atas keledai-keledai mereka dan pulang ke Kanaan.
GEN 45:18 Biarlah mereka kembali ke sini dengan membawa serta ayah kalian dan seluruh anggota keluargamu untuk menetap di sini. Saya akan memberikan tanah terbaik di Mesir, dan mereka akan hidup berkecukupan di sini.
GEN 45:19 Juga suruhlah mereka membawa sejumlah kereta untuk menjemput ayah kalian, kaum perempuan, dan anak-anak kecil.
GEN 45:20 Mereka tidak perlu memikirkan soal harta benda yang harus ditinggalkan, karena barang-barang terbaik di negeri ini akan menjadi milik mereka.”
GEN 45:21 Anak-anak Yakub pun melaksanakan semua hal itu. Dan sesuai perintah raja, Yusuf membawakan beberapa kereta serta bekal yang cukup untuk perjalanan.
GEN 45:22 Yusuf juga memberikan kepada kakaknya masing-masing satu pasang pakaian. Tetapi kepada adiknya, Benyamin, diberikannya lima pasang pakaian ganti dan 3,5 kilogram keping perak.
GEN 45:23 Selain itu, Yusuf mengirimkan untuk ayahnya sepuluh keledai jantan yang mengangkut muatan berupa hasil terbaik Mesir, juga sepuluh keledai betina yang mengangkut gandum, roti, serta bahan makanan lain untuk bekal perjalanan ayahnya ke Mesir.
GEN 45:24 Sesudah itu, saudara-saudaranya berpamitan, dan Yusuf berpesan agar mereka tidak bertengkar satu sama lain dalam perjalanan.
GEN 45:25 Demikianlah mereka keluar dari Mesir dan kembali ke Kanaan, kepada ayah mereka.
GEN 45:26 Setibanya di rumah, mereka menceritakan kepada Yakub, “Yusuf masih hidup! Dia sudah menjadi penguasa atas seluruh Mesir!” Mendengar berita itu, Yakub terkejut dan tidak langsung percaya.
GEN 45:27 Tetapi ketika mereka menyampaikan semua pesan Yusuf kepadanya dan sesudah melihat kereta-kereta yang dikirim untuk menjemputnya, bangkitlah semangat hidup Yakub.
GEN 45:28 Katanya, “Anakku Yusuf masih hidup! Hanya inilah kerinduan hatiku sekarang, untuk dapat bertemu dengannya sebelum aku mati.”
GEN 46:1 Lalu Yakub memulai perjalanannya ke Mesir dengan membawa semua yang dia miliki. Setibanya di Bersyeba, dia mempersembahkan beberapa hewan kurban kepada Allah Isak, ayahnya.
GEN 46:2 Malam itu, Allah berbicara kepadanya dalam mimpi, “Yakub, Yakub!” Jawabnya, “Ya, ini aku.”
GEN 46:3 Allah berkata, “Akulah Allah, Allah ayahmu. Janganlah takut untuk pergi ke Mesir, karena di sana Aku akan menjadikan keturunanmu bangsa yang besar.
GEN 46:4 Aku akan menyertaimu sampai ke Mesir, dan suatu hari nanti Aku akan membawa keturunanmu kembali ke Kanaan. Yusuf akan ada bersamamu ketika kamu meninggal.”
GEN 46:5 Lalu Yakub bersama rombongan keluarga besarnya berangkat dari Bersyeba menuju Mesir. Anak-anaknya mengatur muatan kereta-kereta yang sudah dikirim oleh raja, supaya Yakub, para menantunya, serta anak-anak kecil dapat naik.
GEN 46:6 Mereka membawa semua harta benda dan ternak yang mereka peroleh selama di negeri Kanaan. Seluruh keturunan Yakub juga ikut ke Mesir,
GEN 46:7 yaitu semua anak cucunya, baik laki-laki maupun perempuan.
GEN 46:8 Inilah daftar nama anak-anak lelaki Yakub yang pergi ke Mesir. Pertama, keturunan dari Lea, yang semuanya lahir di Padan Aram: Ruben, anak sulung, beserta empat anak laki-lakinya, yaitu Henok, Palu, Hesron, dan Karmi. Simeon beserta enam anak laki-lakinya, yaitu Yemuel, Yamin, Ohad, Yakin, Zohar, dan Saul. (Saul adalah anak Simeon dari istrinya yang berasal dari Kanaan.) Lewi beserta tiga anak laki-lakinya, yaitu Gerson, Kehat, dan Merari. Yehuda beserta tiga anak laki-lakinya yang masih hidup, yaitu Syela, Peres, dan Zerah. (Dua kakak mereka, Er dan Onan, sudah meninggal di Kanaan.) Peres mempunyai dua anak laki-laki, yaitu Hesron dan Hamul. Isakar beserta empat anak laki-lakinya, yaitu Tola, Pua, Ayub, dan Simron. Zebulon beserta tiga anak laki-lakinya, yaitu Sered, Elon, dan Yahleel. Selain anak laki-laki tersebut, ada juga seorang anak perempuan bernama Dina. Jumlah keturunan dari Lea yang ikut ke Mesir adalah 33 orang.
GEN 46:16 Kedua, keturunan dari Zilpa, budak perempuan Lea pemberian Laban: Gad beserta tujuh anak laki-lakinya, yaitu Sifion, Hagi, Suni, Esbon, Eri, Arodi, dan Areli. Asyer beserta empat anak laki-lakinya, yaitu Yimna, Yiswa, Yiswi, dan Beria. Asyer juga mempunyai seorang anak perempuan bernama Sera. Beria mempunyai dua anak laki-laki, yakni Heber dan Malkiel. Jumlah keturunan dari Zilpa yang ikut ke Mesir adalah 16 orang.
GEN 46:19 Ketiga, keturunan dari Rahel: Yusuf, yang sudah lebih dulu pergi ke Mesir dan mempunyai dua anak lelaki di sana, yaitu Manasye dan Efraim, dari istrinya yang bernama Asnat dari kota Heliopolis. (Asnat adalah anak Potifera, imam dewa matahari yang disebut Ra.) Benyamin beserta sepuluh anak laki-lakinya, yaitu Bela, Beker, Asbel, Gera, Naaman, Ehi, Rosi, Mupim, Hupim, dan Ared. Jumlah keturunan dari Rahel adalah 14 orang.
GEN 46:23 Keempat, keturunan dari Bilha, budak perempuan Rahel pemberian Laban: Dan beserta seorang anak lelakinya, yaitu Husim. Naftali beserta empat anak laki-lakinya, yaitu Yahzel, Guni, Yezer, dan Syilem. Jumlah keturunan dari Bilha yang ikut ke Mesir adalah 7 orang.
GEN 46:26 Seluruh keturunan Yakub dari keempat istrinya yang ikut bersamanya ke Mesir adalah 66 orang, belum termasuk menantu-menantu perempuan.
GEN 46:27 Jumlah keseluruhan keturunan Yakub bila ditambah dua anak Yusuf yang lahir di Mesir serta keturunan mereka adalah 70 orang.
GEN 46:28 Sebelum mereka sampai di Gosyen, Yehuda diutus terlebih dahulu menghadap Yusuf untuk menanyakan petunjuk tentang tempat yang disediakan bagi mereka di daerah Gosyen. Ketika rombongan Yakub tiba di situ,
GEN 46:29 Yusuf menyuruh supaya keretanya disiapkan, lalu dia pergi menyambut ayahnya. Saat mereka bertemu, Yusuf memeluk leher ayahnya dan menangis lama sekali.
GEN 46:30 Yakub berkata kepada Yusuf, “Sekarang aku bisa mati dengan tenang karena sudah melihat wajahmu dan mengetahui bahwa ternyata kamu masih hidup!”
GEN 46:31 Lalu Yusuf menyampaikan pesan kepada saudara-saudaranya dan seluruh keluarga Yakub, “Aku akan pergi menghadap raja Mesir untuk memberitahu bahwa ayah, saudara-saudaraku, dan semua anggota keluarga besar kita sudah datang dari Kanaan.
GEN 46:32 Aku juga akan menyampaikan bahwa kalian adalah gembala, dan bahwa kalian membawa seluruh kawanan ternak kalian dan semua harta benda lain.
GEN 46:33 Apabila raja bertanya, ‘Apa pekerjaan kalian,’
GEN 46:34 maka kalian harus menjawab, ‘Sejak kecil, kami menggembalakan ternak sama seperti nenek moyang kami.’ Dengan begitu, kalian akan diperbolehkan untuk menetap dan menggembalakan ternak di Gosyen. Yusuf menyuruh mereka menjawab demikian karena bagi orang Mesir, mata pencaharian sebagai gembala dianggap hina.”
GEN 47:1 Lalu Yusuf pergi menghadap raja Mesir dan melaporkan, “Baginda, ayah saya dan semua saudara saya sudah tiba dari Kanaan. Mereka membawa kawanan ternak dan segala harta benda mereka. Sekarang mereka sudah sampai di Gosyen.”
GEN 47:2 Yusuf juga membawa lima orang kakaknya menghadap raja.
GEN 47:3 Kemudian raja bertanya, “Apa mata pencaharian kalian?” Jawab mereka, “Kami gembala ternak turun temurun, sejak zaman nenek moyang kami.
GEN 47:4 Negeri Kanaan sedang dilanda kekeringan. Kami kesulitan menggembalakan kawanan ternak. Karena itu, bila Baginda berkenan, kami mohon agar diizinkan menggembalakan kawanan ternak kami di Gosyen dan menetap untuk sementara waktu di situ.”
GEN 47:5 Raja berkata kepada Yusuf, “Ayahmu dan saudara-saudaramu sudah datang kepadamu.
GEN 47:6 Negeri Mesir terbuka bagimu. Gosyen adalah wilayah terbaik di negeri ini. Biarkanlah ayah dan saudara-saudaramu menetap di situ. Bila ada di antara mereka yang mahir menggembala, pekerjakanlah mereka untuk mengurus ternakku.”
GEN 47:7 Lalu Yusuf mengajak ayahnya menghadap raja, dan Yakub memberkati raja.
GEN 47:8 Tanya raja kepada Yakub, “Berapakah usiamu?”
GEN 47:9 Jawab Yakub, “Hambamu ini sudah menjalani hidup yang penuh kesusahan sebagai pengembara selama seratus tiga puluh tahun. Itu sangat singkat dibandingkan usia nenek moyang saya dalam pengembaraan mereka.”
GEN 47:10 Sebelum pamit, Yakub mengucapkan berkat perpisahan kepada raja.
GEN 47:11 Sesudah itu Yusuf membantu ayah dan saudara-saudaranya untuk menetap di tanah terbaik di Mesir, di daerah Rameses, sesuai perintah raja.
GEN 47:12 Yusuf memberikan bahan makanan yang cukup untuk ayahnya, saudara-saudaranya, serta seluruh sanak saudara mereka menurut jumlah kebutuhan masing-masing keluarga.
GEN 47:13 Bencana kelaparan semakin memburuk. Di mana-mana tidak ada makanan, sehingga seluruh penduduk Mesir dan Kanaan menderita karena kelaparan dahsyat itu.
GEN 47:14 Orang-orang Mesir dan Kanaan membeli bahan makanan dari Yusuf hingga semua uang mereka masuk ke kas Yusuf. Lalu dia menyerahkan uang itu kepada raja.
GEN 47:15 Ketika seluruh uang warga Mesir maupun Kanaan terpakai habis, orang-orang Mesir mendatangi Yusuf dan berkata, “Berilah kami makanan. Uang kami sudah habis. Haruskah kami mati kelaparan di hadapanmu?”
GEN 47:16 Yusuf menjawab, “Kalau kalian sudah tidak punya uang lagi, berikanlah ternak kalian sebagai pembayaran.”
GEN 47:17 Maka mereka membawa hewan ternak kepada Yusuf untuk ditukar dengan bahan makanan. Ada yang membawa kuda, keledai, sapi, kambing, ataupun domba. Yusuf pun memberi mereka bahan makanan sebagai gantinya. Hal ini terjadi sepanjang tahun itu.
GEN 47:18 Pada tahun berikutnya, rakyat kembali menghadap Yusuf dan berkata, “Kami tidak dapat menyembunyikan dari Tuan bahwa uang kami sudah habis, dan semua hewan kami juga sudah menjadi milik Tuan. Tidak ada lagi yang dapat kami jual untuk makanan, kecuali tanah kami. Atau kami terpaksa menjual diri kami sebagai budak!
GEN 47:19 Apakah kami harus binasa di hadapanmu, dan tanah kami menjadi tandus?! Ambillah kami dan tanah kami sebagai pembayaran bahan makanan, karena kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Biarlah kami menjadi budak raja dan tanah kami menjadi miliknya! Berilah kami benih untuk ditanam, agar kami tetap bertahan hidup dan tidak binasa, dan agar tanah kami tidak menjadi tandus!”
GEN 47:20 Maka Yusuf membeli semua tanah di Mesir untuk raja. Para pemilik ladang terpaksa menjual ladang mereka karena bencana kelaparan begitu hebat. Semua ladang pun menjadi milik raja Mesir.
GEN 47:21 Lalu seluruh rakyat— dari ujung perbatasan Mesir sampai ke ujung perbatasan yang lain— dijadikan budak.
GEN 47:22 Hanya tanah milik para imam Mesir yang tidak dibeli Yusuf, karena mereka menerima jatah makanan dari raja sehingga tidak perlu menjual tanah mereka.
GEN 47:23 Yusuf berkata kepada rakyatnya, “Perhatikanlah, saya sudah membeli kalian dan ladang kalian untuk raja, maka tanamlah benih-benih ini.
GEN 47:24 Pada waktu panen nanti, kalian wajib memberikan dua puluh persen kepada raja. Yang delapan puluh persen adalah milikmu untuk dijadikan benih dan untuk bahan makanan bagi anak-anakmu dan semua yang tinggal di rumahmu.”
GEN 47:25 Rakyat menjawab, “Tuan sudah menyelamatkan nyawa kami! Biarlah kami berkenan di hadapan Tuan. Kami akan menjadi budak raja.”
GEN 47:26 Yusuf menjadikan ketetapan itu sebagai undang-undang yang masih berlaku di Mesir hingga kitab ini ditulis, yaitu dua puluh persen dari semua hasil panen adalah milik raja. Hanya tanah para imam yang tidak menjadi milik raja.
GEN 47:27 Orang-orang Israel menetap di wilayah Gosyen. Mereka memiliki tanah di sana dan hidup mereka berhasil. Jumlah mereka semakin bertambah.
GEN 47:28 Yakub tinggal di Mesir selama tujuh belas tahun, sampai umurnya mencapai 147 tahun.
GEN 47:29 Ketika Yakub sudah hampir mati, dia memanggil Yusuf dan berkata, “Kalau kamu benar-benar mengasihi aku, letakkan tanganmu di antara pangkal pahaku untuk menunjukkan kesetiaanmu memegang janji bahwa kamu tidak akan menguburkan aku di Mesir.
GEN 47:30 Aku ingin dikubur bersama nenek moyangku. Sesudah aku mati, bawalah aku keluar dari Mesir dan kuburkanlah aku bersama mereka.” Jawab Yusuf, “Aku akan melaksanakan permintaan Ayah.”
GEN 47:31 Kata Yakub, “Bersumpahlah bahwa kamu akan melakukannya.” Maka Yusuf pun bersumpah. Lalu Yakub bersujud di tempat tidur, pada bagian di mana dia biasa meletakkan kepalanya, dan mengucap syukur kepada TUHAN.
GEN 48:1 Beberapa waktu kemudian, seseorang mengabarkan pada Yusuf, “Tuan, keadaan ayahmu semakin memburuk.” Maka Yusuf mengajak kedua anaknya, Manasye dan Efraim, untuk mengunjungi Yakub.
GEN 48:2 Ketika Yakub diberitahu bahwa Yusuf sudah datang, dia mengumpulkan segenap tenaganya untuk duduk di tempat tidur.
GEN 48:3 Berkatalah Yakub kepada Yusuf, “Allah Yang Mahakuasa datang kepadaku di Lus, di negeri Kanaan, dan memberkati aku.
GEN 48:4 Dia berkata kepadaku, ‘Aku akan memberimu keturunan yang banyak. Mereka akan bertambah banyak dan menjadi bangsa yang besar. Aku akan memberikan tanah ini kepada keturunanmu untuk menjadi milik mereka selamanya.’
GEN 48:5 Yusuf anakku, kedua putramu yang lahir di Mesir sebelum ayah datang kepadamu sudah ayah anggap sebagai anak sendiri, sama seperti Ruben dan Simeon.
GEN 48:6 Apabila kamu mempunyai keturunan lagi, barulah anak-anak yang berikutnya itu menjadi milikmu dan warisan mereka akan dicatat di bawah kakak-kakak mereka.
GEN 48:7 Mengenai aku, ketika aku dalam perjalanan dari Padan Aram, aku sangat sedih karena meninggalnya Rahel di Kanaan, tidak jauh dari Efrata. Aku menguburnya dalam perjalanan ke Efrata.” (Kota itu sekarang dikenal sebagai Betlehem.)
GEN 48:8 Ketika Yakub melihat kedua anak Yusuf, dia bertanya, “Siapakah anak-anak ini?”
GEN 48:9 Jawab Yusuf kepada ayahnya, “Mereka inilah anak-anakku yang sudah Allah berikan kepadaku di Mesir.” Lalu berkatalah Yakub, “Dekatkanlah kepadaku agar aku memberkati mereka.”
GEN 48:10 Saat itu penglihatan Yakub sudah rabun karena usianya yang sangat lanjut. Yusuf membawa kedua anaknya mendekati Yakub, dan Yakub mencium serta memeluk mereka.
GEN 48:11 Katanya kepada Yusuf, “Ayah tidak menyangka akan dapat melihat wajahmu lagi. Tetapi Allah bahkan mengizinkan aku bertemu anak-anakmu juga!”
GEN 48:12 Lalu Yusuf melepaskan anak-anaknya dari pangkuan Yakub. Dia bersujud untuk memberi hormat kepada ayahnya.
GEN 48:13 Yusuf mengatur posisi kedua anaknya di hadapan Yakub. Dengan tangan kanannya, Yusuf menempatkan Efraim di sisi kiri Yakub, dan dengan tangan kirinya, Yusuf menempatkan Manasye di sisi kanan Yakub.
GEN 48:14 Namun, Yakub mengulurkan tangan kanannya menjamah kepala Efraim, anak bungsu yang berada di sisi kirinya, dan dengan tangan kirinya, dia menjamah kepala Manasye, anak sulung yang ada di sisi kanan, sehingga tangan Yakub bersilangan.
GEN 48:15 Dia kemudian memberkati keturunan Yusuf dengan berkata, “Allah yang disembah nenek moyangku, Abraham dan Isak, yaitu Allah yang sudah menggembalakan aku setiap hari selama hidupku
GEN 48:16 dan yang melalui malaikat-Nya sudah melindungi aku dari segala kejahatan, Dialah yang memberkati anak-anak ini. Kiranya melalui anak-anak ini, namaku dan nama nenek moyang kita, Abraham dan Isak, diteruskan, dan kiranya keturunan mereka memenuhi seluruh bumi.”
GEN 48:17 Saat Yusuf melihat bahwa ayahnya menaruh tangan kanan pada kepala Efraim, dia tidak setuju. Maka Yusuf memegang tangan kanan Yakub, hendak memindahkannya dari atas kepala Efraim dan menaruhnya ke atas kepala Manasye.
GEN 48:18 “Jangan seperti itu, Ayah,” kata Yusuf kepada Yakub. “Yang sulung ada di sebelah sini. Letakkanlah tangan kanan Ayah di kepala anakku yang sulung.”
GEN 48:19 Tetapi Yakub menolak dan berkata, “Aku tahu, Nak, aku tahu. Keturunan Manasye akan menjadi suatu bangsa yang hebat. Walaupun demikian, Efraim akan menjadi bangsa yang lebih hebat, dan jumlah keturunannya akan menjadi banyak bangsa.”
GEN 48:20 Pada hari itu, Yakub memberkati mereka, “Mulai sekarang, semua orang Israel akan memakai nama kalian ketika memberkati orang lain. Mereka akan berkata, ‘Semoga Allah memberkatimu seperti Efraim dan Manasye.’” Dengan demikian, Yakub mendahulukan Efraim daripada Manasye.
GEN 48:21 Kemudian Yakub berkata kepada Yusuf, “Tidak lama lagi, aku akan meninggal, tetapi Allah akan menyertaimu dan memimpin kamu kembali ke tanah nenek moyangmu.
GEN 48:22 Selain itu, aku berikan kepadamu dan bukan kepada saudara-saudaramu, daerah perbukitan yang sudah aku rebut dari orang Amori ketika berperang melawan mereka dengan pedang dan busur panahku.”
GEN 49:1 Yakub memanggil anak-anaknya untuk berkumpul lalu berpesan kepada mereka, “Anak-anakku, aku hendak menyampaikan apa yang akan terjadi kepada kalian di masa mendatang.
GEN 49:2 Berkumpullah, hai anak-anak Yakub, dengarkanlah Israel, ayahmu.
GEN 49:3 Ruben, kamulah anak sulungku yang lahir ketika aku masih muda. Kamu yang seharusnya paling dihormati dan yang terkuat dari semua anakku.
GEN 49:4 Tetapi kamu tidak dapat dikendalikan, bagaikan banjir yang tidak bisa dibendung. Kamu sudah melakukan dosa yang sangat memalukan dengan meniduri salah seorang istriku! Karena itu, kamu dan keturunanmu tidak akan menjadi yang terutama dan tidak akan memimpin adik-adikmu.
GEN 49:5 Simeon dan Lewi— kakak beradik yang menggunakan pedang untuk melakukan kekerasan—
GEN 49:6 aku tidak mau terlibat dalam persekongkolan kalian ataupun bersepakat dengan kalian dalam rencana yang jahat. Kalian berdua sudah membunuh orang karena amarah dan melumpuhkan banteng sebagai hiburan.
GEN 49:7 Terkutuklah amarah kalian yang begitu keji dan tidak dapat dikendalikan. Aku akan menyebarkan keturunan kalian di antara suku-suku dari keturunanku yang lain, dan mencerai-beraikan keturunan kalian di antara bangsa Israel.
GEN 49:8 Yehuda, saudara-saudaramu memujimu! Keturunanmu akan menaklukkan musuh-musuh. Anak-anakku yang lain akan tunduk kepadamu.
GEN 49:9 Kekuasaan suku Yehuda bagaikan seekor singa muda yang beristirahat sesudah mencabik dan puas memakan mangsanya. Tidak ada seorang pun yang akan berani mengganggu kalian.
GEN 49:10 Tongkat kerajaan tidak akan beralih dari suku Yehuda, dan keturunannya akan memerintah hingga tiba saatnya kelak datang seseorang yang berhak memiliki tongkat kerajaan itu. Dialah penguasa yang akan ditaati oleh segala bangsa.
GEN 49:11 Dia akan mengikat keledainya pada pohon anggur pilihan dan mencuci pakaiannya dalam air anggur yang berwarna merah darah.
GEN 49:12 Matanya indah, lebih gelap daripada air anggur, dan giginya kuat, lebih putih daripada susu.
GEN 49:13 Zebulon, kamu dan keturunanmu akan hidup makmur di tepi laut dan berdagang dengan kapal-kapal dagang yang berlabuh di lepas pantai. Kalian akan menguasai perdagangan sampai ke batas wilayah Sidon.
GEN 49:14 Isakar, kamu dan keturunanmu akan seperti seekor keledai yang kuat tetapi malas. Kalian berbaring di antara keranjang-keranjang bebanmu,
GEN 49:15 karena kalian melihat tempat bersantaimu itu baik keadaannya dan indah pemandangannya. Oleh sebab itu, kalian akan terpaksa membawa beban pada punggung kalian dan bekerja sebagai budak.
GEN 49:16 Untuk Dan, kamu beserta keturunanmu akan memimpin dan mengadili suku kalian sendiri, serta hidup seperti suku-suku Israel yang lain.
GEN 49:17 Bagaikan ular-ular di pinggir jalan, ular-ular berbisa di tepi jalan setapak, para keturunanmu akan menggigit kaki kuda yang lewat sehingga penunggangnya terlempar ke belakang.”
GEN 49:18 Lalu Yakub berdoa, “Ya TUHAN, aku menantikan keselamatan dari Engkau bagi keturunanku.”
GEN 49:19 Sesudah itu, Yakub melanjutkan penyataan masa depan untuk anak-anaknya yang lain. “Gad, kamu dan keturunanmu akan diserang oleh perampok, tetapi kalian akan berbalik merampok mereka.
GEN 49:20 Asyer, kamu dan keturunanmu akan menghasilkan bahan makanan yang melimpah dan bermutu tinggi, yang pantas disajikan bagi para raja.
GEN 49:21 Naftali, kamu dan keturunanmu akan seperti rusa yang bebas berlari, yang menghasilkan keturunan yang gagah.
GEN 49:22 Yusuf, kamu dan keturunanmu akan seperti pohon yang subur di tepi mata air, dengan cabang-cabang yang tumbuh melewati tembok dan berbuah lebat.
GEN 49:23 Musuh-musuh akan menyerang kalian dengan busur panah mereka dan menganiaya kalian.
GEN 49:24 Namun, busur kalian tetap kokoh dan lengan kalian tetap kuat. Kekuatan kalian adalah kekuatan dari Yang Mahakuasa, Allah dan Pelindung Yakub. Karena TUHAN bagaikan gembala dan gunung batu tempat perlindungan bagi seluruh Israel.
GEN 49:25 Biarlah Allahku menolong kalian. Kiranya Allah Yang Mahakuasa memberkati kalian dengan air hujan dari langit dan mata air dari dalam bumi. Dialah yang akan memberkati kalian dengan banyak keturunan dan ternak berlimpah.
GEN 49:26 Berkat-berkat dari aku, ayahmu, lebih besar dan lebih menguntungkan daripada kelimpahan hasil alam di gunung-gunung dan bukit-bukit yang sudah ada sejak purba kala. Biarlah semua berkat ini dilimpahkan atas kalian, keturunan Yusuf. Kalian akan memimpin di antara saudara-saudaramu sesama bangsa Israel.
GEN 49:27 Benyamin, kamu dan keturunanmu akan seperti seekor serigala yang ganas. Pada pagi hari kalian akan menghabisi musuh-musuh kalian, dan pada petang hari kalian akan membagi-bagikan jarahan.”
GEN 49:28 Itulah nubuatan terakhir Yakub bagi kedua belas suku Israel. Dia memberkati mereka dengan berkat yang sesuai bagi mereka masing-masing.
GEN 49:29 Kemudian Yakub menyampaikan ucapan terakhirnya kepada mereka, “Sudah dekat waktunya bagiku untuk menyusul nenek moyangku dalam kematian. Kuburkanlah aku bersama nenek moyangku di gua yang dibeli Abraham dari Efron orang Het.
GEN 49:30 Gua itu berada di Makpela, tidak jauh dari Hebron di Kanaan. Abraham membeli ladang itu dari Efron untuk dijadikan sebagai kuburan keluarga.
GEN 49:31 Abraham dan Sara istrinya dikuburkan di sana, juga Isak dan istrinya, Ribka. Di sanalah juga aku menguburkan Lea.
GEN 49:32 Lahan dan gua itu dibeli dari orang Het. Kuburkanlah aku di sana.”
GEN 49:33 Sesudah menyampaikan pesan-pesan terakhirnya, Yakub berbaring kembali dan meninggal dunia.
GEN 50:1 Dengan sangat sedih, Yusuf memeluk ayahnya dan mencium wajahnya sambil menangis.
GEN 50:2 Lalu Yusuf memberi perintah agar jenazah ayahnya diawetkan dengan wangi-wangian dari getah pohon. Perintah itu dikerjakan oleh orang-orang Mesir yang ahli dalam pengawetan jenazah.
GEN 50:3 Waktu yang diperlukan untuk mengerjakannya adalah empat puluh hari. Orang-orang Mesir berkabung untuk Yakub selama tujuh puluh hari.
GEN 50:4 Setelah masa berkabung selesai, Yusuf berkata kepada para pegawai istana, “Kalau kalian bersedia membantu saya, tolong sampaikan pesan ini kepada raja,
GEN 50:5 ‘Sebelum ayah meninggal, dia meminta saya bersumpah untuk menguburkannya di makam yang sudah dia siapkan di negeri Kanaan. Mohon izinkan saya pergi ke sana untuk menguburnya. Setelah itu saya akan kembali.’”
GEN 50:6 Jawab raja, “Ya, tepatilah janjimu kepadanya. Pergilah menguburkan ayahmu.”
GEN 50:7 Maka Yusuf pergi menguburkan ayahnya. Semua pejabat kerajaan, tua-tua istana, dan para pejabat senior negeri Mesir juga ikut bersama dia.
GEN 50:8 Seluruh anggota keluarga Yusuf, saudara-saudaranya, dan segenap keluarga besar Yakub pergi bersamanya. Hanya anak-anak kecil dan kawanan ternak mereka yang tetap di Gosyen.
GEN 50:9 Selain itu, ada juga pasukan berkereta dan berkuda yang ikut, sehingga rombongan itu menjadi sangat besar.
GEN 50:10 Sesudah mereka tiba di tempat pengirikan milik Atad yang terletak di seberang sungai Yordan, acara perkabungan selama tujuh hari dimulai. Acara itu diiringi dengan tangisan dan ratapan.
GEN 50:11 Ketika orang-orang Kanaan melihat acara perkabungan dan penguburan itu, mereka berkata, “Betapa dalamnya dukacita orang-orang Mesir itu!” Maka sejak saat itu, tempat tersebut dinamai Tempat Orang Mesir Berkabung.
GEN 50:12 Anak-anak Yakub pun melaksanakan pesan terakhir ayah mereka.
GEN 50:13 Jenazah Yakub dibawa dan dikuburkan di gua yang ada di Makpela, dekat Hebron di Kanaan. Gua itu berada di ladang yang sudah dibeli Abraham dari Efron, orang Het. Abraham membelinya untuk dijadikan tempat peristirahatan terakhir keluarga mereka.
GEN 50:14 Sesudah menguburkan Yakub, kembalilah Yusuf beserta saudara-saudaranya dan seluruh rombongan itu ke Mesir.
GEN 50:15 Kini, setelah ayah mereka tiada, kakak-kakak Yusuf merasa takut terhadapnya. Kata mereka, “Bagaimana kalau Yusuf masih menyimpan dendam atas semua perbuatan jahat yang dulu kita lakukan kepadanya?”
GEN 50:16 Maka mereka sepakat untuk mengirim permohonan kepada Yusuf, yang isinya, “Sebelum ayah meninggal,
GEN 50:17 dia memberi pesan untuk disampaikan kepadamu, katanya, ‘Maafkanlah semua perbuatan jahat yang pernah dilakukan saudara-saudaramu terhadapmu.’ Jadi kami, kakakmu— yang sama seperti engkau juga menyembah Allah yang disembah ayah kita— memohon agar engkau bersedia memaafkan kami.” Maka menangislah Yusuf ketika menerima pesan itu.
GEN 50:18 Saudara-saudaranya datang dan bersujud di hadapan Yusuf untuk memohon belas kasihan sambil berkata, “Kami ini adalah hambamu.”
GEN 50:19 Jawab Yusuf kepada mereka, “Jangan takut! Aku tidak berhak untuk menghakimi kalian karena aku bukan Allah.
GEN 50:20 Dulu, kalian memang merencanakan hal yang jahat terhadapku. Tetapi sesungguhnya Allah memiliki rencana yang baik dalam kejadian itu, supaya banyak orang dapat diselamatkan, seperti yang sudah terjadi.
GEN 50:21 Tidak ada yang perlu kalian takuti. Aku akan mencukupi kebutuhan kalian dan anak-anak kalian.” Demikianlah Yusuf menenangkan hati mereka.
GEN 50:22 Yusuf dan saudara-saudaranya bersama keluarga mereka tetap tinggal di Mesir. Yusuf meninggal pada usia 110 tahun.
GEN 50:23 Sebelum meninggal, Yusuf sempat melihat anak dan cucu Efraim, juga cicitnya dari Makir, anak Manasye. Mereka diangkat oleh Yusuf sebagai anak dan menerima warisan darinya.
GEN 50:24 Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Kematianku sudah dekat, tetapi Allah akan menyertai kalian dan memimpin kalian keluar dari Mesir untuk kembali ke tanah yang sudah dijanjikan-Nya kepada Abraham, Isak, dan Yakub.
GEN 50:25 “Jadi, aku mohon agar kalian bersumpah bahwa ketika Allah membawa kalian keluar dari Mesir untuk kembali ke Kanaan, kalian harus membawa tulang-tulangku untuk dikuburkan di sana.”
GEN 50:26 Yusuf meninggal pada usia 110 tahun. Lalu jenazahnya diawetkan dan disimpan di Mesir dalam peti.
EXO 1:1 Inilah kelanjutan cerita tentang keluarga Yakub yang pindah bersamanya ke negeri Mesir. Sesuai nama baru Yakub, mereka disebut umat Israel. Nama-nama anaknya adalah
EXO 1:2 Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda,
EXO 1:3 Isakar, Zebulon, Benyamin, Dan,
EXO 1:4 Naftali, Gad, dan Asyer.
EXO 1:5 Jumlah keluarga Yakub pada waktu itu adalah tujuh puluh orang, termasuk Yusuf yang sudah lama berada di Mesir.
EXO 1:6 Waktu pun berlalu. Akhirnya Yusuf dan saudara-saudaranya serta semua orang dari generasi mereka meninggal.
EXO 1:7 Umat Israel beranak cucu dan jumlah mereka bertambah banyak, sehingga mereka sangat kuat dan tersebar di seluruh Mesir.
EXO 1:8 Setelah beberapa generasi berlalu, seorang raja baru yang tidak tahu apa-apa tentang kisah Yusuf mulai berkuasa atas seluruh Mesir.
EXO 1:9 Raja itu berkata kepada para pejabatnya, “Lihatlah, orang-orang Israel sudah terlalu banyak, sehingga mereka lebih kuat daripada kita.
EXO 1:10 Kalau suatu saat musuh menyerang kita, bisa saja mereka bergabung dengan pihak musuh, lalu melawan kita dan meninggalkan negeri ini. Karena itu, kita harus mencari cara mengendalikan orang Israel supaya tidak bertambah banyak.”
EXO 1:11 Jadi, mereka menempatkan para mandor kepala budak untuk menindas umat Israel dengan kerja paksa. Umat Israel dipaksa untuk membangun kota Pitom dan kota Rameses, yang akan dijadikan sebagai pusat penyimpanan hasil panen dan harta benda raja Mesir.
EXO 1:12 Namun, semakin ditindas, jumlah umat Israel malah semakin bertambah dan semakin menyebar ke seluruh negeri itu. Hal itu membuat orang Mesir semakin takut kepada mereka.
EXO 1:13 Karena itu, dengan kejam orang Mesir memaksa mereka bekerja lebih keras.
EXO 1:14 Mereka membuat hidup umat Israel semakin sengsara dengan memaksa mereka bekerja keras membuat batu bata dari campuran lumpur. Umat Israel juga disuruh melakukan segala macam pekerjaan berat, termasuk pekerjaan di ladang. Orang Mesir juga semakin menindas umat Israel dengan segala macam pekerjaan yang sangat berat.
EXO 1:15 Kemudian raja Mesir memanggil dua perempuan Israel yang bertugas sebagai bidan untuk menolong ibu-ibu Israel saat melahirkan. Nama bidan itu Sifra dan Pua.
EXO 1:16 Raja berkata kepada mereka, “Perhatikanlah setiap kali kalian menolong para perempuan Israel melahirkan. Apabila bayinya perempuan, kalian boleh membiarkannya hidup, tetapi kalau laki-laki, kalian harus membunuhnya!”
EXO 1:17 Namun, kedua bidan itu takut akan Allah, sehingga mereka tidak menuruti perintah raja Mesir. Mereka membiarkan semua bayi laki-laki yang lahir tetap hidup.
EXO 1:18 Maka raja Mesir memanggil kedua bidan itu dan berkata, “Berani-beraninya kalian sengaja melanggar perintah raja dengan membiarkan semua bayi laki-laki hidup!”
EXO 1:19 Jawab mereka, “Perempuan Israel tidak sama dengan perempuan Mesir. Mereka sangat kuat, sehingga sebelum bidan tiba mereka sudah melahirkan.”
EXO 1:20 Karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Allah memberkati mereka dengan memberikan mereka keluarga dan anak-anak. Umat Israel semakin bertambah banyak dan menjadi semakin kuat.
EXO 1:22 Lalu raja Mesir memerintahkan seluruh rakyatnya, “Setiap anak laki-laki yang lahir dari orang Israel harus dibuang ke sungai Nil, tetapi bayi perempuan boleh dibiarkan hidup.”
EXO 2:1 Ada seorang laki-laki dari suku Lewi yang menikahi seorang perempuan dari suku yang sama.
EXO 2:2 Pada waktu raja Mesir sudah memberikan perintah tadi, perempuan itu melahirkan bayi laki-laki. Karena dilihatnya bahwa bayinya tampan, dia menyembunyikan bayi itu selama tiga bulan.
EXO 2:3 Ketika dia tidak bisa menyembunyikannya lebih lama lagi, perempuan itu pun mengambil sebuah keranjang, lalu melapisinya dengan ter dan getah tanaman supaya bisa terapung. Kemudian dia membaringkan anaknya di dalam keranjang itu dan menyembunyikannya di antara alang-alang air yang tinggi di tepi sungai Nil.
EXO 2:4 Kakak perempuan bayi itu mengawasi adiknya dari kejauhan.
EXO 2:5 Lalu datanglah putri raja untuk mandi di sungai Nil, sementara para pelayan perempuannya berjalan-jalan di tepian sungai. Saat itulah putri raja melihat keranjang tadi di antara alang-alang air yang tinggi. Dia menyuruh salah satu pelayannya untuk mengambil keranjang itu.
EXO 2:6 Ketika dia membukanya, dia melihat bayi itu sedang menangis. Putri raja merasa kasihan terhadapnya dan berkata, “Pastilah ini bayi orang Israel.”
EXO 2:7 Kemudian kakak bayi itu mendekati putri raja dan bertanya, “Bolehkah saya mencarikan perempuan Israel yang dapat menyusui bayi ini bagi Tuan Putri?”
EXO 2:8 Jawab putri raja, “Baiklah.” Maka gadis itu pergi dan memanggil ibu bayi itu sendiri.
EXO 2:9 Putri raja berkata kepada ibu itu, “Bawalah bayi ini dan rawatlah dia bagi saya. Saya akan membayar kamu untuk itu.” Jadi sang ibu membawa bayinya dan merawat dia.
EXO 2:10 Ketika anak itu sudah disapih, ibunya membawa dia kembali kepada putri raja. Lalu putri raja mengangkat anak itu menjadi anaknya sendiri dan menamai dia Musa, dengan berkata, “Aku sudah mengangkatnya dari air.”
EXO 2:11 Pada suatu hari, ketika Musa sudah dewasa, dia pergi keluar mengunjungi orang-orang sebangsanya, dan melihat betapa beratnya kerja paksa mereka. Dia juga melihat seorang Mesir sedang memukuli seorang Israel, saudara sebangsanya.
EXO 2:12 Musa menoleh ke kiri kanan untuk memastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya. Lalu dia membunuh orang Mesir itu dan cepat-cepat menyembunyikan mayatnya di dalam pasir.
EXO 2:13 Keesokan harinya, Musa keluar lagi dan melihat dua orang Israel sedang berkelahi. Lalu dia bertanya kepada orang yang bersalah, “Mengapa kamu memukuli sesamamu orang Israel?”
EXO 2:14 Jawab orang itu, “Apa urusanmu! Kamu bukan pemimpin ataupun hakim kami! Apakah kamu mau membunuh saya juga, seperti kamu membunuh orang Mesir itu kemarin?!” Musa pun menjadi takut dan berpikir, “Pasti semua orang sudah tahu perbuatanku.”
EXO 2:15 Sewaktu raja Mesir mendengar tentang pembunuhan itu, dia mengeluarkan perintah untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dan menetap di Midian. Di sana, ada seorang imam Midian bernama Rehuel. Dia mempunyai tujuh anak perempuan. Suatu hari, ketika Musa sedang duduk di dekat sumur, ketujuh anak perempuan Rehuel datang menimba air untuk memberi minum kawanan domba dan kambing milik ayah mereka.
EXO 2:17 Beberapa gembala datang dan mengusir mereka, tetapi Musa membela mereka dari gembala-gembala itu, lalu membantu memberikan air kepada kawanan domba dan kambing mereka.
EXO 2:18 Ketika para perempuan itu pulang ke rumah, Rehuel bertanya, “Bagaimana kalian bisa pulang begitu cepat hari ini?”
EXO 2:19 Jawab mereka, “Ada orang Mesir yang membela kami dari gembala-gembala yang sering mengganggu kami. Dia bahkan membantu memberi minum kawanan hewan kita.”
EXO 2:20 Lalu Rehuel bertanya lagi kepada anak-anaknya, “Di manakah orang itu? Mengapa tidak kalian ajak kemari! Pergilah dan undanglah dia untuk makan bersama kita.”
EXO 2:21 Karena undangan itu, Musa kemudian setuju untuk tinggal dengan mereka. Dan Rehuel memberikan anaknya, Sipora, untuk menjadi istri Musa.
EXO 2:22 Sipora melahirkan anak laki-laki dan Musa menamainya Gersom, karena dia berkata, “Aku sudah menjadi pendatang di negeri asing.”
EXO 2:23 Waktu pun berlalu, dan raja Mesir itu meninggal dunia. Namun, di bawah pemerintahan raja baru, bangsa Israel tetap saja sengsara dan ditindas sebagai budak. Mereka berseru meminta tolong karena perbudakan itu, dan seruan mereka sampai kepada Allah.
EXO 2:24 Allah mendengar semua keluhan mereka dan mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Isak, dan Yakub.
EXO 2:25 Allah melihat penderitaan bangsa Israel dan Dia mempedulikan mereka.
EXO 3:1 Pada suatu hari, Musa sedang menggembalakan domba dan kambing milik mertuanya, Yitro, yang juga dikenal dengan nama Rehuel, seorang imam di Midian. Musa menggiring kawanan ternak menyeberangi padang belantara dan sampai di gunung Sinai, yang juga disebut ‘gunung Allah’.
EXO 3:2 Di sana, malaikat wakil TUHAN menampakkan diri kepada Musa dalam bentuk nyala api di tengah-tengah semak. Musa melihat semak itu berapi tetapi tidak terbakar.
EXO 3:3 Maka berkatalah Musa, “Sungguh aneh! Mengapa semak itu tidak terbakar? Aku akan melihatnya dari dekat.”
EXO 3:4 Ketika TUHAN melihat bahwa Musa mendekat, berkatalah Allah dari semak itu, “Musa, Musa!” Jawab Musa, “Ya, ini aku!”
EXO 3:5 Lalu TUHAN berkata, “Jangan mendekat! Lepaskan alas kakimu, karena tanah yang kamu injak itu suci.
EXO 3:6 Akulah Allah yang disembah oleh ayahmu, dan yang disembah oleh nenek moyangmu Abraham, Isak, dan Yakub.” Maka Musa menyembunyikan wajahnya karena takut melihat Allah.
EXO 3:7 Kata TUHAN kepadanya, “Sesungguhnya, Aku sudah melihat betapa umat-Ku ditindas di Mesir dan Aku mendengar seruan mereka atas perlakuan kejam para mandor terhadap mereka. Aku mengetahui penderitaan mereka.
EXO 3:8 Kini Aku datang untuk membebaskan mereka dari tangan orang Mesir. Aku akan memimpin mereka keluar dari negeri itu dan membawa mereka ke negeri yang baik dan luas, yang berlimpah dengan hasil alam, yaitu ke negeri orang Kanaan, Het, Amori, Feris, Hewi, dan Yebus.
EXO 3:9 Seruan umat Israel sudah sampai kepada-Ku, dan Aku sudah menyaksikan betapa kejamnya orang Mesir menindas mereka.
EXO 3:10 Sekarang, pergilah. Aku mengutusmu menghadap raja Mesir untuk membawa umat-Ku, keturunan Israel, keluar dari Mesir.”
EXO 3:11 Jawab Musa kepada Allah, “Aku ini bukan siapa-siapa! Bagaimana mungkin aku bisa menghadap raja dan membawa keturunan Israel keluar dari Mesir?”
EXO 3:12 Jawab Allah, “Aku akan menyertaimu, dan inilah tanda bagimu bahwa Akulah yang mengutusmu: Setelah kamu membawa umat-Ku keluar dari Mesir, kalian akan menyembah-Ku di gunung ini.”
EXO 3:13 Musa menjawab, “Kalau aku pergi menemui umat Israel dan berkata kepada mereka, ‘Allah nenek moyang kita sudah mengutus saya kepada kalian,’ tentu mereka akan bertanya, ‘Siapakah nama-Nya?’ Lalu aku harus menjawab apa?”
EXO 3:14 Kata Allah kepada Musa, “Aku adalah Aku. Katakanlah kepada umat Israel bahwa ‘Akulah Aku’ yang mengutus kamu kepada mereka.
EXO 3:15 Katakan juga kepada mereka, ‘TUHAN, Allah Abraham, Allah Isak, dan Allah Yakub, yaitu Allah nenek moyang kalian, sudah mengutus saya kepadamu.’ Semua sebutan itu merupakan nama-Ku untuk selama-lamanya. Demikianlah kalian akan memanggil nama-Ku turun temurun.
EXO 3:16 “Pergilah dan kumpulkan tua-tua Israel, lalu katakanlah kepada mereka: TUHAN Allah nenek moyang kita, Allah Abraham, Isak, dan Yakub, sudah menjumpai saya dan berkata, ‘Aku sudah memperhatikan kalian dan melihat bagaimana kalian diperlakukan di Mesir.
EXO 3:17 Aku berjanji akan membawa kalian keluar dari penindasan di Mesir ke negeri orang Kanaan, Het, Amori, Feris, Hewi dan Yebus, ke negeri yang berlimpah dengan hasil alam.’”
EXO 3:18 Kata Allah selanjutnya kepada Musa, “Para tua-tua Israel akan mendengarkanmu, lalu kalian akan pergi menghadap raja dan berkata kepadanya, ‘TUHAN, Allah umat Israel, sudah menjumpai kami. Oleh karena itu, izinkanlah kami melakukan perjalanan selama tiga hari ke padang belantara, agar kami dapat mempersembahkan kurban kepada TUHAN Allah kami.’
EXO 3:19 “Aku tahu bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kalian pergi begitu saja, kecuali dipaksa oleh kuasa yang besar.
EXO 3:20 Maka Aku akan memakai kuasa-Ku dan menghantam Mesir dengan segala perbuatan-Ku yang ajaib. Sesudah itu barulah dia akan membiarkan kalian pergi.
EXO 3:21 Aku akan menggerakkan hati orang Mesir agar mereka berbaik hati kepada kalian, sehingga kalian tidak akan pergi dengan tangan kosong.
EXO 3:22 Setiap perempuan Israel akan meminta perhiasan emas, perak, dan pakaian dari tetangganya yang orang Mesir, termasuk siapa pun perempuan Mesir yang kebetulan menginap di rumah tetangga itu. Kamu akan mengenakan perhiasan dan pakaian itu pada anak-anakmu, baik yang laki-laki maupun perempuan. Demikianlah kamu akan merampas harta orang Mesir.”
EXO 4:1 Jawab Musa, “Bagaimana kalau umat Israel tidak percaya dan tidak mau mendengarkanku? Bagaimana kalau mereka berkata, ‘TUHAN tidak menjumpai kamu!’”
EXO 4:2 Kata TUHAN kepada Musa, “Apa itu yang ada di tanganmu?” Jawab Musa, “Tongkat.”
EXO 4:3 Lalu TUHAN berkata, “Lemparkanlah tongkat itu ke tanah.” Maka Musa melemparkan tongkatnya ke tanah, dan seketika tongkat itu berubah menjadi seekor ular. Musa pun lari menjauh.
EXO 4:4 Tetapi TUHAN berkata kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya.” Musa mengulurkan tangannya dan menangkap ekor ular itu, lalu ular itu berubah kembali menjadi tongkat.
EXO 4:5 Berkatalah TUHAN, “Lakukanlah itu supaya umat Israel percaya bahwa TUHAN Allah nenek moyang mereka, yaitu Allah Abraham, Allah Isak, dan Allah Yakub, sudah menjumpai kamu.”
EXO 4:6 TUHAN berkata lagi kepada Musa, “Masukkanlah tanganmu ke dalam jubahmu.” Maka Musa memasukkan tangannya ke dalam jubahnya, dan ketika dia mengeluarkan tangannya, tampaklah tangannya terkena penyakit kulit sehingga terkelupas dan bersisik warna putih seperti salju.
EXO 4:7 Lalu TUHAN berkata lagi, “Masukkan kembali tanganmu ke dalam jubahmu.” Maka Musa pun memasukkan lagi tangannya ke dalam jubahnya, dan ketika dia mengeluarkan tangannya, tampaklah tangannya sudah pulih seperti semula.
EXO 4:8 TUHAN berkata, “Jika mereka tidak percaya kepadamu atau tidak mengindahkan keajaiban pertama yang Aku berikan, mereka akan percaya pada keajaiban yang kedua.
EXO 4:9 Apabila mereka tidak mempercayai dua keajaiban itu dan tidak menuruti perkataanmu, ambillah air dari sungai Nil dan tumpahkanlah ke tanah. Air itu akan berubah menjadi darah.”
EXO 4:10 Tetapi Musa berkata kepada TUHAN, “Ya Penguasaku, aku ini tidak pandai berbicara. Sejak dulu hingga sekarang setelah TUHAN berbicara denganku pun, cara bicaraku lambat dan tidak lancar.”
EXO 4:11 Kemudian TUHAN berkata, “Siapakah yang menciptakan mulut manusia? Siapakah yang menetapkan seseorang menjadi bisu atau tuli? Siapakah yang membuat manusia buta atau melihat? Bukankah Aku, TUHAN yang melakukannya?
EXO 4:12 Pergilah sekarang! Aku akan menyertaimu ketika kamu berbicara dan memberitahukan apa yang harus kamu katakan.”
EXO 4:13 Tetapi Musa menjawab, “Ya Penguasaku, mohon utuslah orang lain saja.”
EXO 4:14 Maka TUHAN menjadi marah kepada Musa dan berkata, “Bagaimana dengan Harun, kakakmu itu? Dia seorang Lewi yang fasih berbicara. Sekarang dia sedang dalam perjalanan untuk menemuimu. Dia akan sangat senang saat bertemu denganmu.
EXO 4:15 Kamu akan berbicara dengannya dan menyampaikan apa yang harus dia katakan. Aku akan menolong kalian berdua untuk berbicara dan memberitahukan apa yang harus kalian lakukan.
EXO 4:16 Harun akan menjadi juru bicaramu kepada umat Israel, dan kamu akan menjadi seperti Allah baginya dengan cara memberitahukan kepadanya apa yang harus dia katakan.
EXO 4:17 Bawalah tongkat ini. Kamu akan menggunakannya untuk melakukan berbagai keajaiban.”
EXO 4:18 Kemudian Musa kembali ke Midian, dan TUHAN berkata kepadanya, “Kembalilah ke Mesir, karena semua yang ingin membunuhmu sudah mati.” Maka Musa pamit kepada Yitro mertuanya, “Izinkanlah aku kembali ke Mesir untuk mencari tahu apakah saudara-saudaraku masih hidup.” Jawab Yitro, “Baik, pergilah. Semoga kamu selamat dalam perjalanan.”
EXO 4:20 Jadi, berangkatlah Musa ke Mesir dengan membawa istri dan anak-anaknya di atas keledai. Dia juga membawa tongkatnya sesuai perintah Allah.
EXO 4:21 TUHAN berkata kepada Musa, “Aku sudah membuat kamu mampu melakukan keajaiban-keajaiban. Ketika kamu sudah di Mesir, lakukanlah keajaiban itu di hadapan raja. Namun, Aku akan mengeraskan hatinya sehingga dia tidak membiarkan umat-Ku pergi.
EXO 4:22 Lalu katakanlah kepadanya, ‘Inilah perkataan TUHAN: Umat Israel itu bagaikan anak-Ku, anak yang sulung.
EXO 4:23 Aku sudah menyuruhmu untuk membiarkan anak-Ku itu pergi menyembah-Ku. Tetapi karena kamu menolak, maka Aku akan membunuh anakmu yang sulung!’”
EXO 4:24 Dalam perjalanan ke Mesir itu, ketika mereka sedang berkemah pada suatu malam, TUHAN menemui Musa dan bermaksud membunuhnya.
EXO 4:25 Lalu Sipora mengambil sebuah batu yang tajam seperti pisau dan menyunat anak mereka. Kemudian dia menyentuh kaki Musa dengan kulit khatan itu sambil berkata, “Suamiku, kamu ditandai dengan darah.” Darah yang dimaksud Sipora adalah darah karena sunat tersebut. Sesudah itu, TUHAN membiarkan Musa hidup.
EXO 4:27 TUHAN berkata kepada Harun, “Pergilah ke padang belantara untuk menemui Musa.” Maka dia pergi dan menemui Musa di gunung Allah, lalu dia memeluk adiknya itu.
EXO 4:28 Musa memberitahu Harun semua perkataan TUHAN yang harus disampaikan kepada raja Mesir, juga keajaiban-keajaiban yang TUHAN perintahkan kepada Musa untuk dilakukan.
EXO 4:29 Kemudian mereka pergi ke Mesir. Setibanya di sana, Musa dan Harun mengumpulkan semua tua-tua umat Israel.
EXO 4:30 Harun menyampaikan kepada mereka segala hal yang sudah TUHAN sampaikan kepada Musa. Lalu Musa melakukan keajaiban-keajaiban di hadapan mereka.
EXO 4:31 Para tua-tua itu pun percaya, dan ketika mereka mendengar bahwa TUHAN sudah memperhatikan umat Israel dan segala penindasan yang mereka alami, bersujudlah mereka menyembah TUHAN.
EXO 5:1 Sesudah itu, Musa dan Harun pergi menghadap raja Mesir untuk berbicara kepadanya, “TUHAN Allah Israel berkata, ‘Biarkanlah umat-Ku pergi, agar mereka dapat mengadakan perayaan bagi-Ku di padang belantara.’”
EXO 5:2 Tetapi raja Mesir menjawab, “Siapakah ‘Tuhan’ itu sehingga saya harus mematuhi perintahnya dan membiarkan orang Israel pergi? Saya tidak mengenal ‘Tuhan’, dan saya juga tidak akan membiarkan orang Israel pergi!”
EXO 5:3 Lalu mereka berkata, “Allah Israel sudah menjumpai kami. Kami mohon, izinkanlah kami pergi dan melakukan perjalanan selama tiga hari ke padang belantara untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN Allah kami, agar Dia tidak menghukum kami dengan wabah penyakit atau perang.”
EXO 5:4 Namun, raja Mesir berkata kepada mereka, “Hei, Musa dan Harun, mengapa kalian membawa-bawa para budak? Mereka harus tetap bekerja!
EXO 5:5 Jumlah bangsamu sudah sangat banyak, dan sekarang kalian sengaja hendak membuat mereka berhenti bekerja!”
EXO 5:6 Hari itu juga, raja Mesir memerintahkan para kepala mandor Mesir dan mandor Israel dengan berkata,
EXO 5:7 “Mulai sekarang, kalian tidak boleh memberikan jerami kepada budak-budak itu untuk membuat batu bata seperti sebelumnya. Biarlah mereka pergi mengumpulkan jerami sendiri.
EXO 5:8 Tetapi pastikan bahwa jumlah batu bata yang mereka hasilkan dalam sehari tetap sama seperti sebelumnya. Mereka itu pemalas! Itulah sebabnya mereka menuntut untuk pergi mempersembahkan kurban kepada dewa mereka.
EXO 5:9 Paksalah mereka bekerja lebih keras lagi, supaya mereka sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk mendengarkan omong kosong itu.”
EXO 5:10 Maka semua kepala mandor Mesir dan mandor Israel pergi dan berkata kepada umat Israel, “Raja sudah menetapkan bahwa dia tidak akan menyediakan jerami lagi untuk pembuatan batu bata.
EXO 5:11 Pergilah mencari jerami sendiri, terserah dari mana saja, tetapi kalian harus tetap menghasilkan batu bata sebanyak sebelumnya, tidak boleh berkurang sedikit pun!”
EXO 5:12 Jadi, umat Israel menyebar untuk mencari jerami ke seluruh negeri Mesir.
EXO 5:13 Dan para kepala mandor Mesir menekan mereka dengan berkata, “Selesaikan pekerjaan harian kalian sama seperti dulu waktu jerami masih disediakan.”
EXO 5:14 Para kepala mandor Mesir memukuli mandor-mandor Israel, yang diberi tanggung jawab atas pekerjaan umat Israel. Kata mereka, “Kenapa kamu tidak menghasilkan batu bata sebanyak kemarin?!”
EXO 5:15 Lalu para mandor Israel menghadap raja dan memohon, “Yang Mulia, mengapa engkau memperlakukan kami, hamba-hambamu, seperti ini?
EXO 5:16 Sekarang kami tidak diberi jerami, tetapi kami tetap dituntut membuat batu bata. Rakyatmu sendiri yang bersalah! Mengapa kami yang harus dipukuli?!”
EXO 5:17 Namun raja menjawab, “Pemalas! Kalian memang malas! Karena itu kalian terus berkata, ‘Izinkan kami pergi menyembah dewa kami’ sebagai alasan untuk tidak bekerja!
EXO 5:18 Pergi dan kembalilah bekerja! Jerami tetap tidak akan disediakan untuk kalian, tetapi kalian harus memenuhi jumlah batu bata yang sama seperti sebelumnya.”
EXO 5:19 Mendengar perintah itu, yakni bahwa jumlah batu bata yang harus mereka penuhi tetap sama dan tidak dikurangi, para mandor Israel pun menyadari betapa berat masalah yang kini mereka hadapi.
EXO 5:20 Sesudah pertemuan dengan raja Mesir, mandor-mandor Israel itu menemui Musa dan Harun yang sedang menunggu mereka keluar.
EXO 5:21 Kata mereka kepada Musa dan Harun, “Gara-gara kalian, kami semakin dibenci oleh raja dan para pejabatnya! Biarlah TUHAN mengadili dan menghukum kalian berdua! Akibat perbuatanmu, matilah kami!”
EXO 5:22 Musa kembali menghadap TUHAN dan berkata, “Ya Penguasaku, mengapa Engkau menambah masalah kepada umat-Mu? Untuk apa Engkau mengutus aku?
EXO 5:23 Sejak aku menghadap raja dan menyampaikan pesan-Mu, dia malah semakin keras menindas umat-Mu dan Engkau tidak melakukan apa pun untuk menolong mereka!”
EXO 6:1 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Sekarang kamu akan melihat apa yang akan Aku lakukan terhadap raja Mesir. Aku akan memaksanya untuk membiarkan umat-Ku pergi, bahkan dia akan mengusir mereka keluar dari negerinya.”
EXO 6:2 Lagi kata TUHAN kepada Musa, “Akulah TUHAN.
EXO 6:3 Aku sudah menyatakan diri kepada Abraham, Isak, dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi Aku tidak memperkenalkan nama-Ku, TUHAN, kepada mereka.
EXO 6:4 Aku juga sudah mengadakan perjanjian dengan mereka. Aku berjanji akan memberikan kepada mereka negeri Kanaan, di mana mereka dulu hidup sebagai pendatang.
EXO 6:5 Aku pun sudah mendengar keluh kesah umat Israel yang diperbudak bangsa Mesir, dan Aku mengingat perjanjian-Ku.
EXO 6:6 “Karena itu, sampaikanlah kepada umat Israel, ‘Akulah TUHAN. Aku akan membawa kalian keluar dari perbudakan bangsa Mesir. Aku akan menghukum bangsa Mesir dengan hukuman berat, dan dengan kuasa-Ku, Aku akan membebaskan kalian.
EXO 6:7 Aku akan mengangkat kalian sebagai umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allah kalian. Kalian akan tahu bahwa Akulah TUHAN Allahmu yang sudah membebaskan kalian dari perbudakan bangsa Mesir.
EXO 6:8 Aku akan membawa kalian ke negeri yang Aku janjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Isak, dan Yakub. Aku akan memberikan negeri itu kepada kalian sebagai milikmu sendiri. Akulah TUHAN.’”
EXO 6:9 Musa menyampaikan semua pesan itu kepada bangsa Israel, tetapi mereka tidak mau percaya, karena terlalu tertekan oleh perbudakan yang kejam dan sudah sangat putus asa.
EXO 6:10 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 6:11 “Pergilah menghadap raja Mesir dan katakan kepadanya bahwa dia harus membiarkan umat Israel pergi dari negerinya.”
EXO 6:12 Musa menjawab, “Tetapi selama ini umat Israel pun tidak mendengarkan aku, apalagi raja Mesir! Mana mungkin dia mendengarkan aku, orang yang tidak pandai bicara ini!”
EXO 6:13 Meski demikian, TUHAN tetap mengutus Musa dan Harun kepada umat Israel dan raja Mesir dengan perintah untuk memimpin umat Israel keluar dari Mesir.
EXO 6:14 Berikut ini adalah nama-nama kepala keluarga keturunan Yakub. Anak sulungnya adalah Ruben. Anak-anak Ruben bernama Henok, Palu, Hesron, dan Karmi. Keturunan mereka masing-masing menjadi marga-marga dalam suku Ruben.
EXO 6:15 Anak-anak Simeon bernama Yemuel, Yamin, Ohad, Yakin, Zohar, dan Saul (ibu Saul adalah orang Kanaan). Keturunan mereka masing-masing menjadi marga-marga dalam suku Simeon.
EXO 6:16 Anak-anak Lewi sesuai urutan bernama Gerson, Kehat, dan Merari. Lewi hidup selama 137 tahun.
EXO 6:17 Anak-anak Gerson bernama Libni dan Simei. Keturunan mereka menjadi marga Libni dan marga Simei.
EXO 6:18 Anak-anak Kehat bernama Amram, Yisar, Hebron, dan Uziel. Kehat hidup selama 133 tahun.
EXO 6:19 Anak-anak Merari bernama Mahli dan Musi. Itulah marga-marga dalam suku Lewi sesuai garis keturunan mereka.
EXO 6:20 Amram menikah dengan saudara perempuan ayahnya bernama Yokebet. Mereka mempunyai dua anak laki-laki, Harun dan Musa. Amram hidup selama 137 tahun.
EXO 6:21 Anak-anak Yisar bernama Korah, Nefeg, dan Sikri.
EXO 6:22 Anak-anak Uziel bernama Misael, Elsafan, dan Sitri.
EXO 6:23 Harun menikah dengan Eliseba, anak Aminadab, saudara perempuan Nahason. Dia melahirkan Nadab, Abihu, Eleasar, dan Itamar.
EXO 6:24 Anak-anak Korah bernama Asir, Elkana, dan Abiasaf. Keturunan mereka masing-masing menjadi marga-marga Korah.
EXO 6:25 Eleasar, anak Harun, menikah dengan salah satu anak perempuan Putiel. Dia melahirkan Pinehas. Itulah nenek moyang marga-marga dalam suku Lewi.
EXO 6:26 Harun dan Musa diperintahkan TUHAN untuk membawa umat Israel keluar dari tanah Mesir, dalam rombongan besar menurut pasukan-pasukan mereka.
EXO 6:27 Kedua orang itulah yang berbicara kepada raja Mesir untuk membawa umat Israel keluar dari negeri Mesir.
EXO 6:28 TUHAN berkata kepada Musa di Mesir,
EXO 6:29 “Akulah TUHAN! Beritahukanlah kepada raja Mesir segala pesan yang Aku sampaikan kepadamu.”
EXO 6:30 Namun, Musa menjawab TUHAN, “Aku tidak pandai berbicara. Raja pasti tidak akan mendengarkan aku!”
EXO 7:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Lihatlah, Aku mengangkatmu menjadi seperti Allah bagi raja Mesir, dan kakakmu Harun akan menjadi seperti nabimu.
EXO 7:2 Kamu akan mengatakan semua yang Aku perintahkan kepadamu, dan Harun akan menyampaikan kepada raja untuk membiarkan umat Israel keluar dari negerinya.
EXO 7:3 Tetapi Aku akan mengeraskan hati raja, sehingga meskipun Aku membuat berbagai macam keajaiban-Ku di Mesir,
EXO 7:4 dia tetap tidak akan mendengarkanmu. Maka dengan kuasa-Ku, Aku akan menjatuhkan hukuman berat kepada bangsa Mesir dan membawa kedua belas suku umat-Ku keluar dari sana dalam rombongan besar, menurut pasukan-pasukan mereka.
EXO 7:5 Saat itu, orang-orang Mesir akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yakni ketika Aku menghukum Mesir dengan kuasa-Ku dan membawa umat-Ku Israel keluar dari antara mereka.”
EXO 7:6 Lalu Musa dan Harun melakukan tepat seperti yang diperintahkan TUHAN.
EXO 7:7 Saat mereka pergi menghadap raja, Musa berusia delapan puluh tahun dan Harun berusia delapan puluh tiga tahun.
EXO 7:8 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
EXO 7:9 “Jika raja Mesir berkata kepada kalian, ‘Buktikanlah dirimu dengan melakukan keajaiban,’ maka katakanlah kepada Harun, ‘Ambillah tongkatmu dan lemparkanlah ke tanah di hadapan raja.’ Nanti tongkat itu akan berubah menjadi ular.”
EXO 7:10 Musa dan Harun pun menghadap raja dan melakukan sesuai dengan yang diperintahkan TUHAN. Harun melemparkan tongkatnya di hadapan raja dan para pejabatnya, lalu tongkat itu berubah menjadi ular.
EXO 7:11 Kemudian raja memanggil orang-orang pintar serta para ahli sihir untuk menghadap, dan mereka juga melakukan hal yang sama dengan keahlian mereka.
EXO 7:12 Masing-masing melemparkan tongkatnya, dan tongkat-tongkat itu berubah menjadi ular. Namun, ular dari tongkat Harun menelan semua ular mereka.
EXO 7:13 Meski demikian, raja tetap mengeraskan hatinya, seperti yang sudah dikatakan TUHAN.
EXO 7:14 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Raja Mesir tetap berkeras hati. Dia menolak untuk membiarkan umat Israel pergi.
EXO 7:15 Karena itu, besok pagi datanglah kepadanya pada waktu biasanya dia pergi ke tepi sungai Nil. Ketika kamu melihatnya berjalan menuju sungai, tunggulah di tepi sungai untuk menemui dia. Bawalah tongkatmu yang bisa berubah menjadi ular,
EXO 7:16 dan katakanlah kepadanya, ‘TUHAN, Allah umat Israel, sudah mengutus saya untuk menyampaikan kepadamu, “Biarkan umat-Ku pergi supaya mereka dapat menyembah-Ku di padang belantara.” Tetapi sampai sekarang, engkau tetap tidak mau mendengarkan.
EXO 7:17 Jadi, beginilah kata TUHAN, “Dengan ini, engkau akan tahu bahwa Akulah TUHAN.” Lihatlah! Saya akan memukul permukaan air sungai Nil dengan tongkat yang di tangan saya ini, dan airnya akan berubah menjadi darah.
EXO 7:18 Ikan di sungai akan mati sehingga airnya berbau busuk dan orang Mesir tidak dapat meminumnya.’”
EXO 7:19 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Katakanlah kepada Harun, ‘Ambillah tongkatmu dan ulurkanlah ke atas segala macam perairan di Mesir, termasuk sungai-sungai, aliran air, kolam-kolam, dan tempat-tempat menampung air, agar semuanya berubah menjadi darah. Akan ada darah di seluruh negeri Mesir, bahkan di dalam tempat penyimpanan air dari kayu maupun batu.’”
EXO 7:20 Musa dan Harun melakukan tepat seperti yang TUHAN perintahkan. Di depan mata raja dan para pejabatnya, Harun mengangkat tongkatnya dan memukul air sungai Nil. Maka semua air itu berubah menjadi darah,
EXO 7:21 dan matilah ikan-ikan di sungai itu sehingga airnya berbau busuk dan orang Mesir tidak dapat meminumnya. Di seluruh Mesir ada darah.
EXO 7:22 Namun, para ahli sihir Mesir juga melakukan hal yang sama dengan keahlian mereka. Karena itu raja tetap mengeraskan hatinya dan tidak mendengarkan mereka, seperti yang sudah dikatakan TUHAN.
EXO 7:23 Raja berpaling dan kembali ke istananya tanpa menghiraukan bencana yang sudah terjadi.
EXO 7:24 Sementara itu, seluruh rakyat Mesir menggali-gali lubang di sepanjang sungai Nil untuk mencari air yang bisa diminum, karena mereka tidak dapat meminum air sungai itu.
EXO 7:25 Tujuh hari pun berlalu setelah TUHAN mengubah air sungai Nil menjadi darah.
EXO 8:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Pergilah menghadap raja Mesir dan sampaikan kepadanya, ‘Inilah yang dikatakan TUHAN: Biarkanlah umat-Ku pergi supaya mereka dapat menyembah-Ku.
EXO 8:2 Kalau engkau menolak, Aku akan memenuhi negerimu dengan katak.
EXO 8:3 Sungai Nil akan penuh dengan katak, sampai hewan-hewan itu memasuki istanamu, kamar tidurmu, tempat tidurmu, rumah-rumah para pejabatmu dan seluruh rakyatmu, bahkan ke dalam semua tempat pembakaran makanan dan peralatan masak kalian.
EXO 8:4 Katak-katak itu akan melompat ke atas tubuhmu, seluruh pegawaimu, juga rakyatmu.’”
EXO 8:5 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Sampaikan kepada Harun untuk mengulurkan tongkat yang ada di tangannya ke atas sungai-sungai, aliran air, serta kolam. Buatlah katak-katak bermunculan memenuhi seluruh negeri Mesir!”
EXO 8:6 Maka Harun mengulurkan tongkatnya ke atas perairan Mesir, lalu katak-katak keluar dan menutupi seluruh Mesir.
EXO 8:7 Akan tetapi, para ahli sihir negeri itu juga melakukan hal yang sama dengan keahlian mereka, dan katak-katak pun bermunculan memenuhi Mesir.
EXO 8:8 Kemudian raja memanggil Musa dan Harun untuk menghadap dan berkata kepada mereka, “Mintalah kepada dewamu itu untuk melenyapkan katak-katak ini dari saya dan bangsa saya, maka saya akan membiarkan bangsamu pergi untuk mempersembahkan kurban kepada dewamu.”
EXO 8:9 Jawab Musa, “Tentukanlah waktunya, maka saya akan berdoa kepada TUHAN meminta agar semua katak ini dilenyapkan darimu, dari para pegawaimu, dari rakyatmu, dan dari rumah-rumah kalian. Katak hanya akan berada di sungai Nil.”
EXO 8:10 Raja menjawab, “Paling lama besok.” Kata Musa, “Baik, permintaanmu akan dipenuhi, agar kalian tahu bahwa tidak ada dewa yang seperti TUHAN Allah kami.
EXO 8:11 Katak-katak itu akan menyingkir darimu, dari para pejabatmu, rakyatmu, dan dari rumah-rumah kalian. Katak hanya akan tinggal di sungai Nil.”
EXO 8:12 Lalu Musa dan Harun pergi meninggalkan raja. Sesuai janjinya kepada raja Mesir, Musa berseru dalam doanya kepada TUHAN, meminta agar bencana katak disingkirkan.
EXO 8:13 TUHAN mengabulkan permintaan Musa. Maka matilah semua katak yang ada di setiap rumah, halaman, dan ladang.
EXO 8:14 Orang-orang Mesir mengumpulkan bangkai katak itu, hingga seluruh negeri berbau busuk.
EXO 8:15 Namun, ketika raja melihat bahwa mereka sudah terbebas dari katak-katak itu, dia kembali mengeraskan hatinya dan tidak mau mendengarkan Musa dan Harun, tepat seperti yang sudah dikatakan TUHAN.
EXO 8:16 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Katakanlah kepada Harun, ‘Angkatlah tongkatmu dan pukulkan ke tanah, maka debu akan berubah menjadi agas yang memenuhi seluruh negeri Mesir.’”
EXO 8:17 Lalu terjadilah demikian. Harun mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan memukulkannya ke tanah yang berdebu, maka semua debu di seluruh Mesir berubah menjadi agas lalu menghinggapi semua orang dan binatang.
EXO 8:18 Agas-agas itu mengerubungi manusia maupun hewan. Para ahli sihir berusaha dengan seluruh kemampuan mereka untuk melakukan hal yang sama, tetapi mereka tidak dapat membuat agas dari debu.
EXO 8:19 Maka berkatalah para ahli sihir itu kepada raja, “Ini pasti perbuatan Allahnya Musa dan Harun!” Namun, seperti yang sudah TUHAN katakan sebelumnya, raja tetap bersikeras dan tidak mau mendengarkan mereka.
EXO 8:20 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Besok kamu harus bangun pagi-pagi sekali dan pergi menghadap raja ketika dia turun ke sungai. Sampaikanlah kepadanya: Beginilah perkataan TUHAN kepadamu, ‘Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka dapat menyembah-Ku.
EXO 8:21 Kalau engkau tidak membiarkan umat-Ku pergi, Aku akan mengirimkan kerumunan lalat kepadamu, kepada semua pejabatmu, rakyatmu, dan ke dalam rumah-rumah kalian. Setiap rumah orang Mesir akan dipenuhi dengan kerumunan lalat, bahkan tanah tempat kalian berdiri pun akan penuh dengan lalat.
EXO 8:22 Pada hari itu, Aku akan membedakan tempat tinggal umat-Ku di Gosyen. Daerah itu akan bebas dari kerumunan lalat, supaya engkau tahu bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini.
EXO 8:23 Aku akan membedakan antara umat-Ku dan rakyatmu. Keajaiban ini akan terjadi besok.’”
EXO 8:24 Dan TUHAN melakukan apa yang Dia katakan. Kerumunan lalat mengerubungi istana raja serta rumah para pejabat. Lalat-lalat itu memenuhi dan membuat seluruh negeri menjadi kotor.
EXO 8:25 Sesudah itu, raja memanggil Musa dan Harun lalu berkata, “Pergilah, persembahkanlah kurban bagi dewa kalian, tetapi di dalam negeri ini saja.”
EXO 8:26 Jawab Musa, “Tidak bisa, karena memberikan persembahan kurban bagi TUHAN Allah kami merupakan suatu kegiatan yang menjijikkan di mata orang Mesir. Apabila kami melakukannya di depan mereka, pasti mereka melempari kami dengan batu.
EXO 8:27 Untuk memberikan persembahan sesuai perintah TUHAN yang kami sembah, kami harus melakukan perjalanan selama tiga hari ke padang belantara.”
EXO 8:28 Raja pun menjawab, “Saya akan memperbolehkan kalian pergi untuk mempersembahkan kurban kepada dewa kalian, di padang belantara, tetapi jangan pergi terlalu jauh. Dan saya minta kalian mendoakan saya.”
EXO 8:29 Lalu Musa berkata, “Baik. Sekarang saya akan pergi dan memohon kepada TUHAN agar besok kerumunan lalat meninggalkan engkau, para pejabatmu, serta rakyatmu. Tetapi, kali ini janganlah Baginda berbuat curang lagi dengan melarang bangsa Israel pergi mempersembahkan kurban kepada TUHAN!”
EXO 8:30 Kemudian Musa pergi meninggalkan raja dan berdoa kepada TUHAN.
EXO 8:31 TUHAN mengabulkan permintaan Musa dengan menghilangkan kerumunan lalat dari raja, para pejabat, serta rakyatnya. Tidak ada seekor pun lalat yang tertinggal.
EXO 8:32 Namun, kali ini pun raja kembali mengeraskan hatinya dan tidak memperbolehkan bangsa Israel pergi.
EXO 9:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Pergilah menghadap raja dan sampaikan bahwa TUHAN, Allah umat Israel, berkata, ‘Biarkanlah umat-Ku pergi agar mereka dapat menyembah-Ku!
EXO 9:2 Jika engkau menolak dan tetap menahan mereka,
EXO 9:3 maka dengan kuasa-Ku, Aku akan mendatangkan wabah penyakit yang sangat parah atas ternakmu, yaitu kuda, keledai, unta, domba, kambing, dan sapi.
EXO 9:4 Dalam wabah ini, Aku akan membedakan ternak milik umat Israel dari ternak milik orang Mesir. Tidak seekor pun ternak milik umat Israel yang akan mati.’”
EXO 9:5 TUHAN juga menentukan waktu terjadinya wabah itu. Dia berkata kepada Musa, “Aku akan melakukan bencana ini besok.”
EXO 9:6 Keesokan harinya, TUHAN menepati perkataan-Nya itu. Semua ternak milik orang Mesir mati, tetapi tidak satu pun ternak orang Israel yang mati.
EXO 9:7 Lalu raja mengirim utusannya untuk menyelidiki, dan benarlah demikian, bahwa tidak ada satu pun ternak umat Israel yang mati. Meski begitu, raja mengeraskan hatinya dan tidak mau membiarkan mereka pergi.
EXO 9:8 Lalu TUHAN berkata kepada Musa dan Harun, “Ambillah beberapa genggam abu dari tempat pembakaran. Musa harus melemparkan abu itu ke udara di hadapan raja.
EXO 9:9 Abu itu akan menjadi debu halus yang akan tersebar ke seluruh Mesir dan menyebabkan bisul-bisul bernanah pada manusia dan binatang di seluruh Mesir.”
EXO 9:10 Maka Musa dan Harun mengambil abu dari tempat pembakaran dan menghadap raja. Musa melemparkan abu itu ke udara, lalu timbullah bisul-bisul bernanah pada kulit semua orang dan binatang di Mesir. Mereka sangat menderita, bahkan para ahli sihir tidak sanggup berdiri di hadapan Musa karena kesakitan akibat bisul bernanah itu.
EXO 9:12 Tetapi TUHAN mengeraskan hati raja, dan seperti yang sudah TUHAN katakan sebelumnya, raja tetap tidak menghiraukan perkataan Musa dan Harun.
EXO 9:13 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Besok, bangunlah pagi-pagi dan pergilah menghadap raja Mesir. Katakanlah kepadanya, ‘TUHAN, Allah umat Israel, berkata: Biarkanlah umat-Ku pergi agar mereka dapat menyembah-Ku.
EXO 9:14 Kalau tidak, maka kali ini Aku akan mendatangkan bencana yang lebih hebat lagi kepadamu, para pegawaimu, dan rakyatmu, agar engkau tahu bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi ini.
EXO 9:15 Aku bisa saja menggunakan kuasa-Ku untuk menyerang engkau dan rakyatmu dengan penyakit serta melenyapkan kalian dari muka bumi.
EXO 9:16 Tetapi Aku membiarkan engkau hidup untuk tujuan ini, yaitu menunjukkan kuasa-Ku kepadamu. Dengan demikian, nama-Ku akan dimuliakan di seluruh bumi.
EXO 9:17 Meskipun demikian, engkau masih saja sombong dan tidak membiarkan umat-Ku pergi.
EXO 9:18 Besok, sekitar waktu yang sama seperti sekarang, Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat, yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Mesir.
EXO 9:19 Karena itu, bawalah seluruh ternak kalian yang berada di padang untuk berlindung ke tempat yang aman. Setiap orang dan binatang yang masih di padang akan mati tertimpa hujan es!’”
EXO 9:20 Maka para pejabat raja yang takut akan perkataan TUHAN segera membawa masuk semua budak dan ternak mereka untuk berlindung.
EXO 9:21 Tetapi orang-orang yang tidak menghiraukan perkataan TUHAN membiarkan budak dan ternak mereka di padang.
EXO 9:22 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Arahkanlah tanganmu ke langit, agar hujan es turun di seluruh Mesir menimpa setiap orang, binatang, dan tanaman di padang.”
EXO 9:23 Musa mengarahkan tongkatnya ke langit, dan TUHAN menurunkan hujan es di seluruh tanah Mesir disertai guntur dan petir yang menyambar-nyambar ke tanah.
EXO 9:24 Sepanjang sejarah bangsa Mesir, belum pernah terjadi hujan es yang turun terus-menerus beserta sambaran petir seperti ini.
EXO 9:25 Hujan es menghantam semua yang ada di ladang di seluruh Mesir, baik manusia, binatang, tanaman, maupun pepohonan.
EXO 9:26 Hanya Gosyen, tempat tinggal umat Israel, yang tidak terkena hujan es.
EXO 9:27 Lalu raja memanggil Musa dan Harun untuk menghadap dia dan berkata, “Kali ini saya mengaku sudah berdosa. Dewamu memang benar, dan saya beserta seluruh rakyat saya bersalah.
EXO 9:28 Mintalah kepada dewamu untuk menghentikan hujan es dan guntur yang dahsyat ini! Kami tidak tahan lagi. Saya akan membiarkan kalian pergi. Kalian tidak usah tinggal lebih lama lagi.”
EXO 9:29 Jawab Musa kepada raja, “Baik. Ketika saya meninggalkan kota ini, saya akan mengangkat tangan kepada TUHAN. Guntur akan berhenti dan tidak akan ada hujan es lagi, agar kalian tahu bahwa bumi adalah milik TUHAN.
EXO 9:30 Tetapi saya tahu bahwa engkau dan pejabatmu masih tidak takut kepada TUHAN Allah.”
EXO 9:31 Pada waktu itu, jelai sudah hampir siap panen dan rami sedang berbunga. Jadi, hujan es menggagalkan panen tanaman-tanaman tersebut.
EXO 9:32 Akan tetapi, gandum dan sekoi tidak rusak karena belum musimnya.
EXO 9:33 Kemudian Musa meninggalkan raja. Dia pergi ke luar kota dan mengangkat tangannya kepada TUHAN. Maka berhentilah guntur, hujan, dan hujan es itu.
EXO 9:34 Ketika raja melihat bahwa hujan, hujan es, dan guntur sudah berhenti, dia dan para pejabatnya pun berdosa lagi dengan mengeraskan hati mereka.
EXO 9:35 Raja tetap tidak membiarkan umat Israel pergi, sesuai dengan yang sudah TUHAN katakan kepada Musa.
EXO 10:1 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Pergilah menghadap raja, karena Aku sudah mengeraskan hatinya dan hati para pejabatnya, supaya Aku dapat menunjukkan berbagai keajaiban kepada mereka,
EXO 10:2 dan supaya kamu dapat menceritakan kepada anak cucumu bagaimana Aku, Allahmu, sudah mempermainkan orang Mesir. Kelak, kamu akan menceritakan semua keajaiban yang sudah Aku tunjukkan kepada mereka. Dengan demikian, kamu semua akan tahu bahwa Akulah TUHAN.”
EXO 10:3 Maka Musa dan Harun pergi menghadap raja dan berkata kepadanya, “TUHAN, Allah umat Israel, berkata, ‘Sampai kapankah engkau akan menolak tunduk kepada-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi untuk menyembah-Ku.
EXO 10:4 Apabila engkau tetap menolak, maka besok Aku akan mendatangkan belalang ke negerimu.
EXO 10:5 Belalang-belalang itu akan menutupi seluruh daratan Mesir sehingga tanah tidak lagi terlihat. Belalang-belalang itu akan memakan sisa tanaman yang tidak rusak karena hujan es dan setiap pohon di ladang.
EXO 10:6 Rumah-rumahmu dan semua rumah pejabatmu serta rakyat Mesir akan dipenuhi belalang. Orangtua maupun nenek moyang kalian belum pernah melihat bencana seperti ini!’” Sesudah itu, Musa langsung berbalik dan meninggalkan raja.
EXO 10:7 Para pejabat raja berkata kepadanya, “Baginda, sampai kapankah orang ini akan terus menyusahkan kita? Biarkanlah rakyat itu pergi agar mereka dapat menyembah dewa mereka. Sadarilah, Mesir sudah hancur!”
EXO 10:8 Kemudian Musa dan Harun dibawa kembali untuk menghadap raja, dan raja berkata kepada mereka, “Pergilah menyembah dewa kalian. Tetapi siapa saja yang akan pergi?”
EXO 10:9 Jawab Musa, “Kami akan pergi membawa seluruh anggota keluarga kami, semua orang baik tua maupun muda, juga semua ternak kami, karena kami harus mengadakan perayaan bagi TUHAN.”
EXO 10:10 Tetapi kata raja kepada mereka, “Ha! Kalau begitu hanya mujizat dewamu itu yang bisa membuatku mengizinkan kalian pergi membawa para perempuan dan anak-anak kalian! Aku tahu kalian sedang menyusun rencana jahat!
EXO 10:11 Tidak bisa! Hanya para laki-laki yang boleh pergi dan menyembah dewamu itu, sesuai permintaan kalian!” Setelah itu Musa dan Harun diusir dari hadapan raja.
EXO 10:12 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu ke atas tanah Mesir, maka belalang-belalang akan datang menutupi seluruh daratan dan memakan setiap tanaman di Mesir yang tidak dirusak oleh hujan es.”
EXO 10:13 Musa pun mengulurkan tongkatnya ke atas tanah Mesir, dan TUHAN membuat angin timur bertiup di seluruh negeri sepanjang siang dan malam. Keesokan paginya, belalang-belalang sudah datang terbawa oleh angin timur itu.
EXO 10:14 Belalang-belalang menutupi seluruh permukaan tanah negeri Mesir. Dalam sejarah Mesir, belum pernah terjadi bencana belalang seperti itu, dan untuk selamanya tidak akan pernah terjadi lagi.
EXO 10:15 Permukaan tanah menjadi gelap karena tertutup oleh banyaknya belalang. Hewan-hewan itu memakan habis semua tanaman dan buah-buahan pada pohon-pohon yang masih bertahan dari hujan es. Tidak ada tumbuhan hijau yang tersisa di seluruh Mesir, baik tanaman maupun pohon.
EXO 10:16 Raja segera memanggil Musa dan Harun dan berkata kepada mereka “Saya sudah berdosa terhadap ‘Tuhan’ dan terhadap kalian.
EXO 10:17 Saya mohon sekali ini saja, ampunilah dosa saya dan mintalah kepada dewa kalian itu agar dia menjauhkan hukuman maut ini dari saya.”
EXO 10:18 Musa meninggalkan raja dan memohon kepada TUHAN.
EXO 10:19 Maka TUHAN membalikkan arah angin menjadi angin barat yang kencang dan meniup belalang-belalang itu ke Laut Merah. Tidak ada seekor pun yang tertinggal di seluruh Mesir.
EXO 10:20 Namun, TUHAN mengeraskan hati raja, dan lagi-lagi dia melarang umat Israel pergi.
EXO 10:21 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Angkatlah tanganmu ke arah langit, maka kegelapan yang sangat dahsyat akan meliputi seluruh negeri Mesir.”
EXO 10:22 Musa mengangkat tangannya ke langit dan gelap gulita menyelimuti seluruh Mesir selama tiga hari.
EXO 10:23 Rakyat Mesir tidak dapat melihat satu sama lain dan tidak dapat pergi kemana-mana selama tiga hari. Tetapi di daerah umat Israel tinggal tidak terjadi kegelapan seperti itu.
EXO 10:24 Raja memanggil Musa dan berkata, “Pergilah menyembah dewamu. Perempuan-perempuan dan anak-anak kalian boleh ikut, tetapi semua ternak kalian harus ditinggalkan di sini.”
EXO 10:25 Jawab Musa, “Engkau harus membiarkan kami membawa kurban bakaran agar kami mempersembahkannya kepada TUHAN Allah kami.
EXO 10:26 Semua ternak harus kami bawa. Kami tidak akan meninggalkan seekor pun karena kami harus mempersembahkan sebagian dari ternak kami kepada TUHAN Allah, dan kami tidak tahu mana yang akan kami persembahkan kepada TUHAN sebelum kami tiba di sana.”
EXO 10:27 Namun, TUHAN mengeraskan hati raja sehingga dia tidak membiarkan mereka pergi.
EXO 10:28 Raja berkata kepada Musa, “Pergi kamu! Jangan pernah melihat mukaku lagi! Kalau kamu berani-berani datang, kamu pasti mati!”
EXO 10:29 Jawab Musa, “Terjadilah sesuai perkataanmu! Saya tidak akan pernah melihat mukamu lagi!”
EXO 11:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Masih ada satu bencana lagi yang akan Aku datangkan pada raja Mesir dan rakyatnya. Sesudah itu, raja akan membiarkan kalian pergi. Waktu dia melepas kalian pergi, dia benar-benar akan mengusir kalian dari tempat ini.
EXO 11:2 Sekarang suruhlah umat Israel meminta perhiasan emas dan perak dari para tetangga mereka yang orang Mesir.”
EXO 11:3 TUHAN membuat orang-orang Mesir bermurah hati kepada umat Israel, bahkan Musa sangat dihormati oleh para pejabat dan rakyat Mesir.
EXO 11:4 Kemudian Musa menghadap raja dan berkata, “TUHAN mengatakan bahwa sekitar tengah malam nanti, Dia akan mengelilingi seluruh negeri.
EXO 11:5 Setiap anak laki-laki sulung di negeri Mesir akan mati, mulai dari anak sulungmu yang akan duduk di takhtamu, sampai anak sulung budak perempuan yang menggiling gandum. Selain itu, anak sulung jantan dari semua ternak juga akan mati.
EXO 11:6 Di seluruh Mesir akan terdengar ratapan yang begitu keras, yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan pernah terjadi lagi.
EXO 11:7 Tetapi bangsa Israel akan tetap aman, bahkan seekor anjing pun tidak akan menggonggong kepada mereka ataupun hewan mereka, supaya engkau tahu bahwa TUHANlah yang sudah memperlakukan umat Israel berbeda dengan rakyat Mesir.
EXO 11:8 Semua pejabatmu akan datang bersujud di hadapan saya untuk memohon, ‘Tolong pergilah bersama seluruh umat Israel.’ Sesudah itu kami akan pergi.” Lalu dengan sangat marah Musa meninggalkan raja.
EXO 11:9 Sebelumnya, TUHAN sudah berkata kepada Musa, “Raja Mesir tidak akan mempedulikan perkataan kalian berdua. Hal itu terjadi supaya Aku dapat mengadakan banyak keajaiban di Mesir.”
EXO 11:10 Musa dan Harun melakukan semua keajaiban itu di hadapan raja Mesir, tetapi TUHAN mengeraskan hati raja sehingga dia tetap bersikeras untuk tidak membiarkan umat Israel pergi dari negerinya.
EXO 12:1 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun di Mesir,
EXO 12:2 “Mulai sekarang, bulan ini akan menjadi bulan pertama dalam kalender tahunan kalian.
EXO 12:3 Umumkanlah kepada seluruh umat Israel: Pada hari kesepuluh bulan ini, setiap kepala keluarga harus mengambil seekor anak domba atau anak kambing.
EXO 12:4 Kalau jumlah anggota keluarganya terlalu sedikit untuk memakan habis seekor anak domba atau anak kambing, mereka boleh membaginya dengan keluarga tetangga terdekat sesuai jumlah anggota keluarga dan jumlah yang bisa dimakan oleh masing-masing orang.
EXO 12:5 Kamu harus memilih anak domba atau anak kambing jantan yang berumur satu tahun dan tidak ada cacat.
EXO 12:6 “Setiap keluarga harus memelihara anak domba atau anak kambing itu hingga hari keempat belas bulan ini. Pada hari itu, waktu matahari terbenam, seluruh umat Israel harus menyembelih anak domba atau anak kambing tersebut.
EXO 12:7 Kemudian mereka harus mengoleskan darahnya pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumah tempat domba atau kambing itu akan dimakan.
EXO 12:8 Malam itu juga, mereka harus memanggang dagingnya di atas api lalu memakannya dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit.
EXO 12:9 Jangan memakannya mentah-mentah atau direbus dalam air. Anak domba atau kambing itu harus dipanggang utuh di atas api, termasuk kepala, kaki, dan semua bagian tubuhnya.
EXO 12:10 Dagingnya harus dihabiskan pada malam itu juga. Jangan menyisakan daging hingga keesokan paginya. Apa pun yang tersisa harus dibakar habis sebelum pagi.
EXO 12:11 “Ini adalah permulaan dari Perayaan Paskah, yang senantiasa akan dirayakan untuk menghormati Aku, TUHAN kalian: Pada malam itu, kalian harus sudah mengenakan pakaian seperti orang yang siap bepergian jauh, mengenakan ikat pinggang, alas kaki, dan memegang tongkat. Lalu makanlah makanan itu dengan buru-buru.
EXO 12:12 Malam itu, Aku akan berkeliling di seluruh Mesir dan membunuh setiap anak laki-laki yang sulung dan anak hewan jantan yang sulung. Aku akan menjatuhkan hukuman terhadap semua dewa Mesir, karena Akulah TUHAN.
EXO 12:13 Darah pada pintu rumah kalian akan menandakan tempat kalian berada. Waktu Aku melihat darah itu, Aku akan melewatinya, dan bencana tidak akan menimpa kalian ketika Aku menyerang Mesir.
EXO 12:14 “Setiap tahun kalian akan memperingati hari itu dan mengadakan perayaan untuk TUHAN turun temurun. Lakukanlah itu sebagai suatu ketetapan untuk selamanya.
EXO 12:15 Kalian akan makan roti yang tidak beragi selama tujuh hari. Pada hari pertama, kalian akan membuang semua ragi dari rumah kalian. Siapa pun yang memakan roti yang mengandung ragi selama tujuh hari itu akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
EXO 12:16 Pada tanggal empat belas dan dua puluh, yaitu hari pertama dan hari ketujuh dalam perayaan ini, kalian harus mengadakan ibadah besar untuk menyembah dan menghormati Aku. Dalam dua hari itu kalian tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun kecuali untuk menyiapkan makanan.
EXO 12:17 “Sesudah Hari Paskah, keesokan harinya, kalian akan memperingati Perayaan Roti Tidak Beragi, agar kalian ingat bahwa hari ini Aku membawa kalian keluar dari Mesir. Kalian harus memperingati hari ini secara turun temurun, sebagai ketetapan selamanya.
EXO 12:18 Mulai petang hari tanggal empat belas sampai petang tanggal dua puluh satu dalam bulan pertama, kalian akan makan roti yang tidak beragi.
EXO 12:19 Selama tujuh hari itu, tidak boleh ada ragi sama sekali di dalam rumah kalian. Apabila seseorang makan sesuatu yang beragi, dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku, baik itu pendatang maupun orang Israel asli.
EXO 12:20 Kalian tidak boleh makan apa pun yang beragi. Makanlah roti yang tidak mengandung ragi di mana saja kalian tinggal.”
EXO 12:21 Kemudian Musa mengumpulkan semua tua-tua Israel dan berkata kepada mereka, “Pergilah dan pilihlah anak domba atau anak kambing untuk setiap keluarga dan sembelihlah sebagai kurban Paskah.
EXO 12:22 Ambillah segenggam tanaman hisop, celupkanlah ke dalam darah yang ditampung di baskom, lalu oleskan pada ambang atas dan kedua tiang pintu rumah kalian masing-masing. Tidak ada seorang pun yang boleh keluar rumah sampai besok paginya.
EXO 12:23 TUHAN akan berkeliling di seluruh negeri untuk membunuh setiap anak sulung orang Mesir. Ketika Dia melihat rumah yang ada darahnya pada ambang atas pintu dan kedua tiang pintu, TUHAN akan melewatinya. Dia tidak akan membiarkan malaikat maut masuk ke rumah-rumah kalian dan membunuh setiap anak sulung kalian.
EXO 12:24 “Kamu semua harus menaati ketetapan ini, dan anak cucumu harus memperingatinya untuk selamanya.
EXO 12:25 Setelah masuk ke negeri yang sudah dijanjikan TUHAN kepadamu, kamu harus terus melaksanakan perayaan ini.
EXO 12:26 Dan ketika anak-anakmu bertanya, ‘Apakah arti upacara ini?’
EXO 12:27 kamu akan menjawab, ‘Inilah persembahan Paskah untuk menghormati TUHAN, karena Dia sudah melewati rumah-rumah umat Israel di Mesir. Saat itu, Dia membunuh setiap anak laki-laki sulung orang Mesir, tetapi Dia membiarkan keluarga kita hidup.’” Setelah Musa menyampaikan semua itu, umat Israel bersujud menyembah TUHAN.
EXO 12:28 Kemudian umat Israel melakukan apa yang sudah TUHAN perintahkan kepada Musa dan Harun.
EXO 12:29 Pada tengah malam, TUHAN membunuh setiap anak laki-laki yang sulung di seluruh Mesir, mulai dari anak sulung pewaris takhta raja Mesir sampai anak sulung tahanan di penjara, juga setiap anak sulung ternak.
EXO 12:30 Malam itu, raja Mesir beserta semua pejabatnya dan seluruh rakyat Mesir terbangun. Terdengarlah jerit tangis yang keras di seluruh Mesir, karena ada yang mati di setiap rumah.
EXO 12:31 Malam itu juga, raja memanggil Musa dan Harun untuk menghadapnya lalu berkata kepada mereka, “Pergi! Menjauhlah dari rakyat saya! Kalian dan semua umat Israel, pergilah menyembah TUHAN, dewamu itu, seperti yang kalian minta!
EXO 12:32 Bawalah ternakmu seperti yang kalian katakan. Yang penting pergilah! Dan nanti kalian doakanlah saya juga!”
EXO 12:33 Rakyat Mesir mendesak umat Israel untuk segera meninggalkan negeri itu. Kata mereka, “Kami semua akan mati kalau kalian tidak pergi!”
EXO 12:34 Jadi, umat Israel membawa adonan roti mereka yang masih di dalam wadah adonan dan belum diragi, membungkusnya dengan jubah mereka, lalu memikulnya.
EXO 12:35 Sesuai perintah Musa sebelumnya, umat Israel meminta perhiasan emas, perak, dan pakaian dari orang Mesir tetangga mereka.
EXO 12:36 TUHAN membuat rakyat Mesir bermurah hati terhadap umat Israel, dan mereka memberikan segala sesuatu yang diminta oleh umat Israel. Dengan cara demikian, umat Israel membawa keluar harta kekayaan orang Mesir.
EXO 12:37 Kemudian umat Israel berjalan dari Rameses ke Sukot. Jumlah laki-laki dewasa sekitar 600.000 orang, belum termasuk perempuan dan anak-anak.
EXO 12:38 Sejumlah besar orang yang bukan keturunan Israel juga ikut serta. Dan ada kawanan ternak yang sangat banyak.
EXO 12:39 Mereka diusir keluar dari Mesir dengan sangat mendesak sehingga tidak punya waktu untuk menyiapkan bekal. Mereka hanya dapat memanggang roti dari adonan tidak beragi yang sempat mereka bawa dari Mesir.
EXO 12:40 Hari itu, genap 430 tahun umat Israel tinggal di Mesir, dan saat itu juga pasukan TUHAN meninggalkan negeri itu.
EXO 12:42 Pada malam itu, TUHAN menjaga umat Israel supaya Dia dapat membawa mereka keluar dari Mesir sesuai dengan waktu yang Dia tetapkan. Maka sebagai peringatan untuk menghormati TUHAN, setiap tahun pada malam yang sama seluruh umat Israel berjaga sepanjang malam.
EXO 12:43 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun, “Inilah ketetapan mengenai Paskah. Orang yang bukan bangsa Israel dilarang memakan makanan Paskah,
EXO 12:44 kecuali budak laki-laki yang sudah dibeli boleh memakannya apabila sudah disunat.
EXO 12:45 Pendatang ataupun pekerja upahan dari bangsa lain tidak boleh memakannya.
EXO 12:46 Setiap kurban Paskah harus dimakan di dalam satu rumah. Kamu tidak boleh membawa dagingnya keluar dari rumah itu, dan tidak boleh mematahkan satu pun tulangnya.
EXO 12:47 Seluruh umat Israel harus merayakannya.
EXO 12:48 “Bila pendatang dari bangsa lain yang tinggal di antara kalian ingin merayakan Paskah untuk menghormati-Ku, maka dia dan seluruh anggota keluarganya beserta para budak laki-lakinya wajib disunat. Setelah itu, mereka boleh merayakan Paskah. Mereka akan diperlakukan sama seperti orang Israel asli. Orang yang belum disunat tidak boleh memakan makanan Paskah.
EXO 12:49 Peraturan yang sama berlaku bagi orang Israel asli dan pendatang yang menetap bersama kalian.”
EXO 12:50 Seluruh umat Israel taat dan melakukan tepat seperti yang sudah diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun.
EXO 12:51 Malam itu juga, TUHAN membawa pasukan Israel keluar dari Mesir.
EXO 13:1 TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 13:2 “Khususkanlah bagi-Ku semua anak sulung di Israel. Semua yang lahir pertama, baik manusia maupun hewan, adalah milik-Ku.”
EXO 13:3 Kemudian Musa berkata kepada umat Israel, “Ingatlah, hari ini adalah hari kalian keluar dari Mesir, tempat perbudakan. TUHAN sudah membawa kalian keluar dari sana dengan kuasa-Nya yang besar. Peringatilah hari ini dengan cara tidak memakan roti yang beragi.
EXO 13:4 Pada hari ini di bulan Abib, kalian keluar dari Mesir.
EXO 13:5 Jadi, kamu semua harus memperingatinya pada bulan ini setiap tahun, setelah TUHAN membawamu masuk ke negeri yang berlimpah dengan hasil alam, sesuai janji-Nya kepada nenek moyang kalian, yaitu negeri yang sekarang didiami bangsa Kanaan, Het, Amori, Hewi, dan Yebus.
EXO 13:6 Kamu harus memakan roti yang tidak beragi selama tujuh hari. Lalu pada hari ketujuh, adakanlah perayaan untuk menghormati TUHAN.
EXO 13:7 Selama tujuh hari, tidak boleh ada roti beragi atau apa pun yang beragi di seluruh wilayahmu.
EXO 13:8 “Pada hari itu, katakanlah kepada anak-anakmu yang laki-laki, ‘Aku melakukan semua ketentuan tentang Perayaan Roti Tidak Beragi ini untuk memperingati pertolongan TUHAN bagi kita ketika kita keluar dari Mesir.’
EXO 13:9 Ibarat catatan diikat pada tangan atau dahi sebagai pengingat, demikianlah perayaan ini akan menjadi pengingat bagi kita, agar kita selalu saling mengingatkan tentang perintah-perintah TUHAN. Perayaan ini akan mengingatkan kita tentang cara TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan kuasa-Nya yang luar biasa.
EXO 13:10 Karena itu, lakukan ketetapan ini setiap tahun pada waktu yang sudah ditentukan.
EXO 13:11 “TUHAN akan membawa kalian masuk ke negeri orang Kanaan dan memberikan negeri itu kepada kalian, sesuai dengan janji-Nya kepada nenek moyang kita. Sewaktu kamu sudah menempati negeri itu,
EXO 13:12 kamu harus menyerahkan setiap anak laki-laki yang sulung dan setiap anak ternak jantan yang sulung menjadi milik TUHAN. Setiap anak ternak jantan akan dipersembahkan kepada TUHAN.
EXO 13:13 Tetapi setiap anak laki-laki yang sulung harus ditebus. Dan ada juga perkecualian untuk anak keledai jantan yang sulung. Anak keledai bisa ditebus dengan mempersembahkan kepada TUHAN seekor anak domba. Kalau kamu tidak menebusnya, kamu harus membunuh keledai itu dengan cara mematahkan lehernya.
EXO 13:14 “Suatu hari nanti, ketika anak-anakmu bertanya, ‘Mengapa kita memberikan persembahan-persembahan ini?’ Kamu harus menjawab, ‘Karena TUHAN sudah membawa kami keluar dari perbudakan di Mesir dengan kuasa-Nya yang besar.
EXO 13:15 Ketika raja Mesir dengan keras kepala menolak untuk membiarkan kami pergi, TUHAN membunuh setiap anak sulung yang laki-laki di Mesir, baik manusia maupun binatang. Itulah sebabnya kita mempersembahkan kepada TUHAN setiap ternak jantan yang sulung dan menebus setiap anak laki-laki kita yang sulung.’
EXO 13:16 “Perayaan ini adalah pengingat bagi kita setiap saat, seperti suatu catatan diikat pada tangan atau dahi sebagai pengingat, bahwa TUHAN sudah membawa kita keluar dari Mesir dengan kuasa-Nya yang besar.”
EXO 13:17 Ketika raja Mesir membiarkan umat Israel pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan utama yang melintasi negeri orang Filistin, sekalipun jaraknya lebih dekat. Allah berkata, “Seandainya mereka pergi melalui jalan itu dan diserang musuh, bisa-bisa mereka berubah pikiran dan kembali ke Mesir.”
EXO 13:18 Jadi, Allah membawa mereka melalui jalan yang lebih jauh dengan melintasi padang belantara menuju Laut Merah. Umat Israel keluar dari Mesir dalam keadaan siap berperang.
EXO 13:19 Musa membawa tulang-tulang Yusuf bersamanya, karena Yusuf sudah meminta umat Israel berjanji, “Allah pasti akan datang menolong kalian. Pada waktu itu, kalian harus membawa tulangku keluar dari Mesir.”
EXO 13:20 Setelah meninggalkan Sukot, mereka berkemah di Etam, di tepi padang belantara.
EXO 13:21 TUHAN selalu bergerak di depan mereka untuk menuntun perjalanan mereka. Pada siang hari, TUHAN menuntun mereka dalam bentuk tiang awan, dan pada malam hari dalam bentuk tiang api yang menerangi mereka. Dengan begitu, mereka dapat melakukan perjalanan baik siang maupun malam dengan mengikuti tiang awan dan tiang api itu.
EXO 13:22 Demikianlah tiang awan pada waktu siang dan tiang api pada waktu malam selalu bersama umat Israel.
EXO 14:1 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 14:2 “Perintahkanlah umat Israel untuk kembali dan berkemah di tepi laut di Pi Hahirot, yang terletak di antara kota Migdol dan Laut Merah, berhadapan dengan Baal Zefon.
EXO 14:3 Nanti raja Mesir akan berkata, ‘Umat Israel sudah tersesat dan terjebak di padang belantara.’
EXO 14:4 Aku akan mengeraskan hati raja sehingga dia mengejar kalian. Saat itulah Aku akan dimuliakan, ketika Aku mengalahkan raja Mesir beserta seluruh pasukannya, dan orang Mesir akan tahu bahwa Akulah TUHAN.” Maka umat Israel berkemah di sana sesuai perintah TUHAN.
EXO 14:5 Sewaktu raja Mesir diberitahu bahwa umat Israel sudah melarikan diri, raja dan para pejabatnya berubah pikiran lalu berkata, “Mengapa kita membiarkan umat Israel pergi?! Sekarang kita kehilangan budak!”
EXO 14:6 Dia pun menyuruh supaya kereta perang disiapkan, juga para tentara yang akan ikut bersamanya.
EXO 14:7 Dia membawa 600 kereta perang pilihan bersama semua kereta perang lain yang ada di Mesir. Setiap kereta perang dikendarai oleh seorang perwira.
EXO 14:8 TUHAN mengeraskan hati raja Mesir sehingga dia mengejar umat Israel, yang sudah pergi keluar dengan gagah berani.
EXO 14:9 Seluruh pasukan Mesir, termasuk semua pasukan berkuda, kereta, dan pengendaranya, mengejar umat Israel, dan mereka berhasil menyusul sampai perkemahan Israel di tepi laut dekat Pi Hahirot, di depan Baal Zefon.
EXO 14:10 Ketika umat Israel melihat raja Mesir dan pasukannya mendekat, mereka sangat ketakutan dan berseru-seru minta tolong kepada TUHAN.
EXO 14:11 Kata mereka kepada Musa, “Apakah di Mesir tidak ada kuburan, sehingga kamu membawa kami untuk mati di padang belantara ini! Kamu sudah mencelakakan kami dengan membawa kami keluar dari Mesir!
EXO 14:12 Bukankah dulu di Mesir, kami pernah berkata kepadamu, ‘Jangan ikut campur! Biarkanlah kami tetap menjadi budak orang Mesir. Lebih baik hidup sebagai budak orang Mesir daripada mati di padang belantara!’”
EXO 14:13 Tetapi Musa menjawab mereka, “Jangan takut! Berdirilah teguh dan lihatlah yang akan TUHAN lakukan hari ini untuk menyelamatkan kita! Kita tidak akan melihat lagi pasukan Mesir yang kita hadapi hari ini.
EXO 14:14 TUHAN akan berperang bagi kita, dan kita tidak perlu melakukan apa-apa.”
EXO 14:15 TUHAN berkata kepada Musa, “Mengapa kamu berseru minta tolong kepada-Ku? Perintahkanlah umat Israel untuk berjalan maju!
EXO 14:16 Angkatlah tongkatmu dan arahkanlah ke atas laut. Laut akan terbelah agar umat Israel bisa berjalan menyeberanginya di atas tanah kering.
EXO 14:17 Aku akan mengeraskan hati orang Mesir sehingga mereka mengejar umat Israel ke tengah laut, dan Aku akan dimuliakan ketika Aku mengalahkan raja Mesir beserta seluruh pasukannya, termasuk pasukan berkuda, kereta, dan pengendaranya.
EXO 14:18 Orang Mesir akan melihat kemuliaan-Ku dan tahu bahwa Akulah TUHAN ketika Aku mengalahkan mereka.”
EXO 14:19 Kemudian malaikat yang sebelumnya berjalan di depan umat Israel berpindah ke belakang mereka. Demikian juga tiang awan pindah dari depan ke belakang,
EXO 14:20 sehingga berada di antara perkemahan pasukan Mesir dan perkemahan umat Israel. Ketika hari menjelang malam, tiang awan berubah menjadi tiang api yang menerangi. Dengan demikian, pasukan Mesir tidak dapat mendekati umat Israel sepanjang malam itu.
EXO 14:21 Kemudian Musa mengarahkan tongkatnya ke atas laut, dan TUHAN membuat angin timur bertiup sangat kencang sepanjang malam sehingga air laut terbelah dua dan dasar laut menjadi kering.
EXO 14:22 Umat Israel berjalan di atas tanah yang kering menyeberangi laut, sementara sisi kiri dan kanan mereka dipagari oleh tembok air.
EXO 14:23 Seluruh pasukan Mesir, termasuk semua pasukan berkuda, kereta, dan pengendaranya, mengejar umat Israel hingga ke tengah laut.
EXO 14:24 Menjelang fajar, TUHAN, yang berada di dalam tiang api dan awan, melihat ke bawah kepada pasukan Mesir lalu mengacaukan mereka.
EXO 14:25 Dia membuat roda-roda kereta tentara Mesir macet sehingga mereka susah maju. Kata mereka, “Mari kita lari dari sini! Dewa Israel sedang berperang untuk umat Israel melawan kita!”
EXO 14:26 TUHAN berkata kepada Musa, “Arahkanlah tongkatmu ke atas laut, supaya air laut berbalik dan menutupi semua pasukan Mesir.”
EXO 14:27 Maka pada waktu fajar sesudah umat Israel menyeberang, Musa mengarahkan tongkatnya ke atas laut, dan air laut menyatu kembali seperti semula. Pasukan Mesir berusaha melarikan diri, tetapi TUHAN menenggelamkan mereka di tengah laut.
EXO 14:28 Air laut tiba-tiba berbalik dan menutupi semua pasukan berkuda dan pengendara kereta, bahkan semua pasukan raja Mesir yang mengejar umat Israel ke tengah laut. Tidak ada seorang pun yang selamat.
EXO 14:29 Demikianlah umat Israel sudah menyeberangi laut itu dengan berjalan di atas tanah yang kering, dipagari oleh tembok air di sisi kiri dan kanan mereka.
EXO 14:30 Pada hari itu, TUHAN menyelamatkan umat Israel dari pasukan Mesir, dan orang Israel melihat mayat-mayat tentara Mesir terdampar di pantai.
EXO 14:31 Ketika umat Israel melihat betapa besarnya kuasa TUHAN terhadap pasukan Mesir, mereka pun hormat dan takut kepada TUHAN, dan percaya kepada Dia serta kepada Musa, hamba-Nya.
EXO 15:1 Kemudian Musa dan umat Israel menyanyikan lagu ini untuk memuji TUHAN, “Aku akan bernyanyi bagi TUHAN sebab Dia sudah menang dengan jaya. Dia sudah melemparkan kuda dan penunggangnya ke dalam laut.
EXO 15:2 TUHAN adalah sumber kekuatanku, karena itu aku bernyanyi. Dialah yang menyelamatkan aku. Dialah Allah yang akan aku puji. Dialah Allah yang disembah ayahku dan nenek moyangku. Aku akan meninggikan Dia!
EXO 15:3 TUHAN adalah pahlawan perang. Nama-Nya adalah TUHAN.
EXO 15:4 Dia sudah melemparkan kereta-kereta raja Mesir dan segenap pasukannya ke dalam laut. Perwira-perwira terbaik ditenggelamkan-Nya ke Laut Merah.
EXO 15:5 Laut yang dalam menelan mereka. Seperti batu mereka tenggelam ke dasar laut.
EXO 15:6 Tangan kanan-Mu, ya TUHAN, hebat penuh kuasa. Tangan kanan-Mu, ya TUHAN, menghancurkan semua musuh.
EXO 15:7 Ketika Engkau membinasakan musuh-musuh-Mu Engkau mendapat kehormatan besar. Engkau melepaskan api murka-Mu dan membakar mereka bagai rumput kering belaka.
EXO 15:8 Oleh hembusan nafas-Mu, air laut menggulung tinggi, berdiri tegak seperti tembok, dan dasar laut menjadi kering.
EXO 15:9 Musuh kami berkata, ‘Aku akan mengejar dan menangkap mereka. Aku akan membunuh mereka dengan pedang. Lalu aku merampas semua harta mereka, membagi-bagikannya, dan menikmatinya sampai puas.’
EXO 15:10 Tetapi dengan hembusan nafas-Mu, laut menggulung mereka. Mereka tenggelam bagaikan sepotong besi di dalam gelora air yang dahsyat.
EXO 15:11 Tidak ada penguasa seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau hebat dalam kekudusan-Mu, dikagumi dan dipuji karena perbuatan-Mu yang menakjubkan. Engkau pembuat keajaiban.
EXO 15:12 Engkau merentangkan tangan kanan-Mu, dan bumi pun menelan mereka.
EXO 15:13 Karena Engkau setia dan berbaik hati, Engkau memimpin orang-orang yang sudah Engkau tebus. Dengan kekuatan-Mu, Engkau menuntun mereka menuju tempat kediaman-Mu yang kudus.
EXO 15:14 Bangsa-bangsa lain akan mendengar perbuatan-Mu, dan mereka akan gemetar. Penduduk Filistin akan dilanda ketakutan.
EXO 15:15 Para pemimpin Edom akan terguncang. Para pemimpin Moab akan gemetar. Orang Kanaan akan lemas karena kegentaran.
EXO 15:16 Mereka akan merasa ngeri dan ketakutan menyaksikan kuasa-Mu, dan mereka akan terdiam seperti batu sampai umat-Mu yang sudah Engkau tebus, ya TUHAN, berjalan melewati mereka.
EXO 15:17 Engkau akan membawa umat-Mu ke atas gunung-Mu, di mana Engkau membuat kediaman-Mu, ya TUHAN, ke tempat kudus yang Engkau dirikan dengan tangan-Mu sendiri, ya Penguasa kami.
EXO 15:18 Engkaulah, TUHAN, yang berkuasa dan memerintah sampai selama-lamanya!”
EXO 15:19 Ketika umat Israel berjalan menyeberang laut di atas tanah yang kering, semua pasukan raja Mesir, termasuk pasukan berkuda, kereta, dan pengendaranya, mengejar mereka ke tengah laut. Lalu TUHAN membuat tembok air menyatu kembali seperti semula dan menenggelamkan mereka.
EXO 15:20 Lalu Miryam, kakak perempuan Harun yang juga seorang nabi perempuan, mengambil rebana dan memukulnya sambil menari-nari. Semua perempuan mengikutinya,
EXO 15:21 dan Miryam memimpin mereka menyanyi, “Bernyanyilah bagi TUHAN, karena Dia sudah menang dengan jaya. Dia sudah melemparkan seluruh pasukan berkuda itu ke dalam laut.”
EXO 15:22 Kemudian Musa memimpin umat Israel meninggalkan Laut Merah menuju padang belantara Syur. Mereka berjalan selama tiga hari di padang belantara itu tanpa menemukan air.
EXO 15:23 Setibanya di Mara, mereka menemukan air, tetapi air di sana tidak bisa diminum karena pahit. Itulah sebabnya tempat itu dinamai ‘Mara’, yang artinya ‘pahit’.
EXO 15:24 Mereka bersungut-sungut kepada Musa dan berkata, “Apa yang akan kita minum?!”
EXO 15:25 Maka Musa berseru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sebatang kayu. Musa melemparkan kayu itu ke air, lalu air itu berubah menjadi air tawar sehingga dapat diminum. Di tempat itu, TUHAN memberikan ketetapan sebagai pengukur untuk menguji ketaatan mereka masing-masing dengan berkata,
EXO 15:26 “Taatilah Aku, TUHAN Allahmu, dengan sungguh-sungguh. Turutilah semua perintah dan ketetapan-Ku, dan lakukanlah yang baik di mata-Ku, maka Aku tidak akan menghukum kamu dengan berbagai penyakit seperti yang sudah Aku lakukan terhadap bangsa Mesir. Akulah TUHAN yang menyembuhkan kamu.”
EXO 15:27 Sesudah itu, tibalah mereka di Elim. Di sana terdapat dua belas mata air dan tujuh puluh pohon kurma. Mereka berkemah di dekat mata air itu.
EXO 16:1 Kemudian umat Israel meninggalkan Elim. Pada hari kelima belas bulan kedua, satu bulan sejak mereka keluar dari Mesir, tibalah mereka di padang belantara Sin yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai.
EXO 16:2 Di padang belantara itu, umat Israel bersungut-sungut terhadap Musa dan Harun.
EXO 16:3 Kata mereka, “Lebih baik kalau TUHAN membunuh kami ketika kami masih di Mesir, daripada kalian berdua membawa kami ke padang belantara ini dan membiarkan kami mati kelaparan! Setidaknya, di Mesir kami tidak pernah kekurangan roti dan daging!”
EXO 16:4 Maka TUHAN berkata kepada Musa, “Aku akan memberi kalian makanan dari surga seperti hujan turun dari langit. Setiap hari, umat itu harus keluar mengumpulkan makanan secukupnya untuk sehari. Aku hendak menguji apakah mereka mau menuruti perintah-Ku atau tidak.
EXO 16:5 Pada hari yang keenam dalam tiap-tiap minggu, mereka akan memperoleh dua kali lebih banyak daripada biasanya.”
EXO 16:6 Lalu Musa dan Harun berkata kepada seluruh umat Israel, “Nanti saat matahari terbenam, kamu semua akan tahu bahwa TUHANlah yang sudah membawa kita keluar dari Mesir.
EXO 16:7 Besok pagi, kamu akan melihat kemuliaan TUHAN, karena Dia sudah mendengar keluhanmu terhadap-Nya. Sesungguhnya, terhadap Dialah kamu bersungut-sungut, bukan terhadap kami, karena kami hanya utusan-Nya!
EXO 16:8 TUHAN akan memberikan daging kepada setiap keluarga pada waktu sore, dan roti pada waktu pagi, sebab TUHAN sudah mendengar gerutuanmu terhadap-Nya. Siapakah kami ini?! Sebenarnya keluhanmu bukanlah terhadap kami, melainkan terhadap TUHAN.”
EXO 16:9 Kemudian Musa berkata kepada Harun, “Beritahukanlah kepada seluruh umat Israel: Datanglah kepada TUHAN, karena Dia sudah mendengar gerutuan kalian.”
EXO 16:10 Sementara Harun berbicara kepada umat Israel, tiba-tiba dari arah padang belantara tampaklah kepada mereka kemuliaan TUHAN di dalam awan.
EXO 16:11 TUHAN berbicara kepada Musa,
EXO 16:12 “Aku sudah mendengar keluhan umat Israel. Katakanlah kepada mereka, ‘Sewaktu matahari terbenam, kamu semua akan makan daging, dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti. Dengan demikian, kamu akan tahu bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.’”
EXO 16:13 Sore itu juga, burung puyuh berdatangan begitu banyaknya hingga menutupi perkemahan mereka. Pada pagi harinya, turunlah embun di sekitar perkemahan.
EXO 16:14 Ketika embun itu sudah menguap, tampaklah di permukaan tanah sesuatu yang tipis seperti sisik dan halus seperti tetesan embun beku pada musim dingin.
EXO 16:15 Melihat itu, umat Israel bertanya-tanya satu sama lain, “Apa ini?” Karena mereka tidak mengetahui benda itu. Lalu kata Musa, “Inilah makanan yang TUHAN berikan kepada kita.
EXO 16:16 TUHAN memerintahkan agar kalian masing-masing mengumpulkan sebanyak yang dibutuhkan, yaitu dua liter untuk setiap anggota keluarga.”
EXO 16:17 Maka umat Israel melakukannya. Ada yang mengumpulkan banyak, dan ada yang mengumpulkan sedikit.
EXO 16:18 Walaupun begitu, ketika mereka menakarnya, ternyata yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan, dan yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan. Masing-masing mengumpulkan sejumlah yang mereka perlukan.
EXO 16:19 Musa berkata kepada mereka, “Jangan sisakan sedikit pun untuk besok.”
EXO 16:20 Namun, beberapa di antara mereka tidak taat kepada Musa. Mereka menyisakan sebagian makanan itu sampai pagi. Ternyata sisa makanan itu menjadi berulat dan berbau busuk. Musa pun memarahi mereka.
EXO 16:21 Setiap pagi, orang Israel mengumpulkan makanan itu sebanyak yang mereka perlukan. Ketika matahari semakin panas, makanan itu mencair dan lenyap.
EXO 16:22 Pada hari yang keenam, mereka mengumpulkan makanan itu seperti biasa, tetapi ketika pulang, mereka melihat bahwa makanan itu sudah menjadi dua kali lipat. Ternyata setiap orang mendapat enam liter. Para pemimpin menjadi bingung lalu datang kepada Musa untuk memberitahukannya.
EXO 16:23 Jawab Musa, “Inilah perintah TUHAN: Besok adalah hari Sabat, hari yang dikhususkan bagi TUHAN sebagai hari untuk beristirahat. Masaklah sebanyak yang kamu inginkan, makanlah sebagian pada hari ini, dan simpanlah sebagian lainnya yang untuk dimakan besok.”
EXO 16:24 Maka mereka menyimpan sisa makanan itu sesuai perintah Musa. Keesokan harinya, makanan yang mereka simpan itu tidak basi dan tidak berulat.
EXO 16:25 Kata Musa kepada mereka, “Makanlah makanan itu, karena hari ini adalah hari Sabat bagi TUHAN, yaitu hari peristirahatan untuk menghormati TUHAN. Hari ini kamu tidak akan menemukan makanan itu di padang.
EXO 16:26 Selama enam hari kamu mengumpulkan makanan itu, tetapi hari yang ketujuh adalah Sabat. Makanan tidak akan turun pada hari itu.”
EXO 16:27 Pada hari Sabat, beberapa orang keluar untuk mengumpulkan makanan, tetapi mereka tidak menemukan apa-apa.
EXO 16:28 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Sampai kapan mereka terus menolak untuk taat pada perintah-Ku dan ajaran-Ku?
EXO 16:29 Hendaklah mereka ingat bahwa Aku, TUHAN, sudah memberikan hari yang ketujuh bagi kalian untuk beristirahat. Oleh karena itu, pada hari yang keenam Aku memberikan makanan dua kali lipat supaya cukup untuk dua hari. Pada hari Sabat, hari yang ketujuh, diamlah di dalam kemahmu masing-masing dan jangan keluar.”
EXO 16:30 Demikianlah sejak hari itu umat Israel tidak bekerja pada hari Sabat.
EXO 16:31 Umat Israel menamai makanan itu manna. Bentuknya seperti biji ketumbar, kecil, warnanya putih, dan rasanya seperti kue madu.
EXO 16:32 Musa berkata, “Inilah perintah TUHAN, ‘Ambillah dua liter manna dan simpanlah itu, supaya setiap generasimu turun temurun dapat melihat makanan yang Aku berikan kepadamu di padang belantara, ketika Aku membawamu keluar dari Mesir.’”
EXO 16:33 Lagi kata Musa kepada Harun, “Ambillah sebuah kendi dan isilah dengan dua liter manna, lalu taruhlah kendi itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun temurun.”
EXO 16:34 Harun melakukan sesuai perintah TUHAN kepada Musa dan menyimpan kendi itu di depan peti perjanjian.
EXO 16:35 Orang Israel makan manna selama empat puluh tahun sampai mereka tiba di Kanaan.
EXO 16:36 Pada zaman itu, takaran manna yang orang Yahudi gunakan disebut gomer. Satu gomer sama dengan sepersepuluh efa.
EXO 17:1 Kemudian seluruh umat Israel melanjutkan perjalanan dari padang belantara Sin, lalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain sesuai dengan perintah TUHAN. Mereka tiba di Rafidim dan berkemah di sana, tetapi di tempat itu tidak ada air untuk diminum.
EXO 17:2 Maka mereka menuntut Musa dengan berkata, “Berikan kami air minum!” Jawab Musa, “Mengapa kalian menuntut saya dan mencobai TUHAN?!”
EXO 17:3 Orang-orang itu kehausan sehingga mereka bersungut-sungut terhadap Musa dan berkata, “Apakah engkau membawa kami keluar dari Mesir supaya kami, anak-anak kami, dan ternak kami mati kehausan?!”
EXO 17:4 Lalu Musa berseru kepada TUHAN, “Apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi orang-orang ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!”
EXO 17:5 Kata TUHAN kepada Musa, “Berjalanlah mendahului umat itu dan ajaklah bersamamu beberapa tua-tua Israel. Bawalah juga tongkat yang kamu pakai untuk memukul sungai Nil.
EXO 17:6 Aku akan berdiri di depanmu di sana, di atas sebuah batu di gunung Sinai. Pukullah batu itu, dan air akan keluar dari dalamnya sehingga umat bisa minum.” Maka Musa melakukan hal itu di depan mata para tua-tua Israel.
EXO 17:7 Musa menamai tempat itu Masa dan Meriba, karena di sana umat Israel bersungut-sungut dan mencobai TUHAN dengan berkata, “Apakah TUHAN bersama dengan kita atau tidak?”
EXO 17:8 Di Rafidim, orang Amalek datang menyerang umat Israel.
EXO 17:9 Kata Musa kepada Yosua, “Pilihlah beberapa orang dari kita dan keluarlah melawan orang Amalek. Besok saya akan berdiri di puncak bukit dengan membawa tongkat yang sering Allah suruh untuk saya pakai membuat keajaiban.”
EXO 17:10 Yosua pun melakukan perintah Musa. Dia berperang melawan orang Amalek, sementara Musa, Harun, dan Hur naik ke puncak bukit.
EXO 17:11 Selama Musa mengangkat tongkat Allah dengan kedua tangannya, umat Israel lebih kuat. Tetapi kalau dia menurunkan tangannya, orang Amalek lebih kuat.
EXO 17:12 Setelah beberapa waktu, tangan Musa menjadi lelah. Maka Harun dan Hur mengambil sebuah batu untuk Musa duduk, dan mereka menopang kedua tangan Musa, sehingga tangannya tetap terangkat sampai matahari terbenam.
EXO 17:13 Dengan demikian, Yosua mengalahkan pasukan Amalek dalam perang itu.
EXO 17:14 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Tuliskanlah pesan ini dalam sebuah kitab supaya tetap diingat, dan bacakanlah kepada Yosua: Aku akan memusnahkan bangsa Amalek dari muka bumi sampai mereka tidak diingat lagi.”
EXO 17:15 Kemudian Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya “TUHAN, bendera kemenanganku.”
EXO 17:16 Kata Musa, “Angkatlah tinggi bendera kemenangan TUHAN! TUHAN akan memerangi bangsa Amalek dari generasi ke generasi!”
EXO 18:1 Pada waktu Musa masih sering berurusan dengan raja Mesir untuk menuntut dia membebaskan umat Israel, Musa menyuruh orang mengantar Sipora dan kedua anaknya kembali kepada mertuanya, Yitro, seorang imam di Midian. Anak laki-laki Musa yang pertama dinamai Gersom, karena saat dia lahir Musa berkata, “Aku sudah menjadi pendatang di negeri asing.” Anaknya yang kedua diberi nama Eliezer, karena Musa berkata, “Allah ayahku adalah Penolongku dan Dia menyelamatkanku dari ancaman hukuman mati raja Mesir.” Setelah sekian waktu lamanya, Yitro mendengar semua yang sudah Allah lakukan bagi umat Israel dan bagi Musa, serta cara TUHAN membawa mereka keluar dari Mesir.
EXO 18:5 Maka saat umat Israel berkemah di padang belantara dekat kaki gunung Allah, yaitu gunung Sinai, datanglah Yitro kepada Musa mengantarkan istri dan kedua anaknya.
EXO 18:6 Sebelum tiba, Yitro sudah mengirim pesan, “Aku, Yitro, ayah mertuamu, sedang dalam perjalanan untuk menjumpaimu bersama anak-anak dan istrimu.”
EXO 18:7 Ketika Yitro tiba, Musa pergi keluar perkemahan untuk menemui mertuanya itu. Dia bersujud untuk menghormati Yitro, lalu memeluknya. Setelah menanyakan kabar masing-masing, mereka masuk ke kemah Musa.
EXO 18:8 Musa menceritakan kepada mertuanya semua yang sudah TUHAN lakukan terhadap raja dan orang Mesir untuk menolong Israel, juga semua kesulitan yang mereka hadapi sepanjang perjalanan, dan bagaimana TUHAN sudah menyelamatkan mereka.
EXO 18:9 Yitro sangat senang mendengar semua kebaikan yang sudah TUHAN lakukan bagi Israel, yaitu segala cara-Nya menyelamatkan mereka dari tangan orang Mesir.
EXO 18:10 Kata Yitro, “Puji TUHAN. Dia sudah menyelamatkan kalian dari kuasa raja Mesir dan penindasan bangsanya!
EXO 18:11 Sekarang saya tahu bahwa TUHAN lebih besar daripada segala dewa, karena Dia menghancurkan pasukan Mesir yang membesarkan diri terhadap umat Israel.”
EXO 18:12 Lalu Yitro memberikan persembahan kurban bagi Allah. Pertama, dia mempersembahkan kurban yang dibakar habis, sesudah itu kurban yang sebagian dagingnya boleh dimakan. Harun dan semua tua-tua Israel berkumpul untuk makan bersama ayah mertua Musa di hadapan Allah.
EXO 18:13 Keesokan harinya, Musa duduk untuk mengadili perselisihan-perselisihan di antara orang Israel, dan umat itu berdiri di sekeliling Musa dari pagi hingga petang.
EXO 18:14 Saat Yitro melihat semua yang Musa lakukan, dia berkata, “Apa yang sedang kamu kerjakan untuk umatmu? Mengapa hanya kamu sendiri yang duduk mengadili, sementara mereka semua berdiri di sekelilingmu dari pagi sampai petang?”
EXO 18:15 Musa menjawab, “Karena umat itu datang kepada saya untuk meminta petunjuk dari Allah.
EXO 18:16 Saat ada perselisihan di antara mereka, mereka menjelaskan perkaranya kepada saya, lalu saya memberikan keputusan bagi mereka. Saya juga mengajar mereka perintah dan ketetapan Allah.”
EXO 18:17 Kata mertua Musa kepadanya, “Caramu ini tidak baik!
EXO 18:18 Kamu dan umatmu akan sama-sama terlalu lelah. Hal itu terlalu berat untukmu. Kamu tidak bisa melakukannya seorang diri.
EXO 18:19 Dengarkanlah nasihatku, dan semoga Allah besertamu: Jadilah perantara antara Allah dengan umatmu dan sampaikanlah perkara mereka kepada Allah.
EXO 18:20 Ajarilah mereka tentang semua ketetapan dan perintah Allah. Beritahukanlah kepada mereka cara hidup yang baik dan hal-hal yang harus mereka lakukan.
EXO 18:21 Tetapi pilihlah dari antara umat ini orang-orang yang cakap, yaitu yang takut dan hormat kepada Allah, yang bisa dipercaya, dan tidak menerima suap. Angkatlah mereka menjadi pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan atas sepuluh orang.
EXO 18:22 Mereka akan mengadili perkara-perkara umat ini. Bila ada perkara yang sulit, mereka bisa membawanya kepadamu, tetapi perkara yang lebih mudah biarlah mereka adili. Dengan begitu, mereka menanggung beban ini bersama denganmu sehingga meringankan pekerjaanmu.
EXO 18:23 Jika kamu melakukannya, dan Allah menyuruhmu demikian, maka kamu akan dapat menanggung beban pekerjaan ini, dan seluruh umat ini akan pulang ke rumah masing-masing dengan tenang.”
EXO 18:24 Musa mengikuti nasihat mertuanya itu.
EXO 18:25 Musa memilih orang-orang yang cakap dari seluruh Israel, lalu mengangkat mereka menjadi pemimpin atas bangsa itu, yakni pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang.
EXO 18:26 Merekalah yang kemudian mengadili perkara-perkara umat Israel. Hanya perkara-perkara sulit yang mereka bawa kepada Musa, sedangkan perkara-perkara yang mudah mereka selesaikan sendiri.
EXO 18:27 Sesudah itu, mertua Musa pamit pulang ke negerinya, dan Musa melepasnya pergi.
EXO 19:1 Kemudian bangsa Israel berangkat dari Rafidim, dan tepat dua bulan setelah meninggalkan Mesir, tibalah mereka di padang belantara Sinai. Mereka pun berkemah di kaki gunung Sinai.
EXO 19:3 Musa naik ke gunung itu untuk menghadap Allah. Lalu dari tempat yang lebih tinggi di gunung itu, TUHAN memanggilnya untuk mendekat, dan Dia berkata, “Sampaikanlah kepada keturunan Yakub, umat Israel,
EXO 19:4 ‘Kalian sendiri sudah menjadi saksi atas perbuatan yang Aku lakukan terhadap bangsa Mesir, dan bagaimana Aku membawa kalian keluar dari negeri itu. Seperti seekor rajawali membawa anaknya di atas sayapnya, demikianlah Aku membawa kalian ke sini, kepada-Ku.
EXO 19:5 Seluruh bumi adalah milik-Ku, tetapi jika kalian taat kepada perintah-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, kalian akan menjadi milik-Ku yang paling berharga di antara semua bangsa.
EXO 19:6 Kalian akan menjadi bangsa yang Aku sucikan, yakni suatu kerajaan yang semua penduduknya bagaikan imam.’ Itulah yang harus kamu sampaikan kepada bangsa Israel.”
EXO 19:7 Setelah Musa kembali dari gunung, dia memanggil para tua-tua umat Israel dan memberitahukan kepada mereka semua yang TUHAN perintahkan untuk dikatakannya.
EXO 19:8 Ketika pesan itu disampaikan kepada seluruh umat, mereka bersama-sama menjawab dengan lantang, “Kami akan melakukan segala yang TUHAN perintahkan!” Dan Musa menyampaikan jawaban mereka kepada TUHAN.
EXO 19:9 Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan tebal, sehingga umat Israel dapat mendengar ketika Aku berbicara denganmu, dan supaya mereka selalu percaya kepadamu.” Sesudah Musa menyampaikan perkataan bangsa Israel kepada TUHAN,
EXO 19:10 TUHAN berkata kepada Musa, “Pergilah kepada umat Israel dan suruhlah mereka untuk bersiap menyambut kedatangan-Ku. Hari ini dan besok, mereka harus membersihkan diri serta mencuci pakaian yang akan dikenakan.
EXO 19:11 Bersiap-siaplah! Besok lusa, Aku akan turun ke gunung Sinai dengan disaksikan oleh seluruh umat Israel.
EXO 19:12 Pasanglah pembatas di sekeliling gunung itu dan beritahukanlah kepada mereka untuk tidak melewati batas itu. Katakan kepada mereka, ‘Berhati-hatilah, jangan naik ke gunung atau menyentuh batas itu. Siapa pun yang melanggarnya akan mati.
EXO 19:13 Tidak ada yang boleh melewati batas itu, baik manusia ataupun binatang. Manusia maupun binatang yang melewatinya tidak boleh disentuh, tetapi harus langsung dilempari batu atau dipanah sampai mati. Orang Israel tidak boleh mendekati gunung itu sampai mereka mendengar bunyi sangkakala yang panjang.’”
EXO 19:14 Kemudian Musa turun dari gunung Sinai lalu menyuruh umat untuk membersihkan diri dan mencuci pakaian mereka.
EXO 19:15 Kata Musa kepada mereka, “Hari ini dan besok, kamu masing-masing harus mempersiapkan diri untuk kedatangan TUHAN pada hari berikutnya. Jangan ada yang berhubungan badan sampai lewat besok lusa.”
EXO 19:16 Pada pagi di hari kedatangan TUHAN, ada guntur dan kilat yang dahsyat serta awan tebal di atas gunung, juga bunyi sangkakala yang sangat keras. Seluruh umat Israel gemetar ketakutan.
EXO 19:17 Musa membawa mereka keluar dari perkemahan untuk bertemu dengan Allah, dan mereka berdiri di kaki gunung itu.
EXO 19:18 Seluruh gunung Sinai ditutupi oleh asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam bentuk api. Asap itu membubung tinggi ke langit seperti asap dari cerobong pembakaran, dan gunung itu berguncang dengan keras.
EXO 19:19 Sementara bunyi sangkakala bertambah nyaring, Musa berseru kepada Allah, dan Allah menjawabnya dengan suara gemuruh seperti bunyi guntur.
EXO 19:20 Lalu TUHAN turun ke puncak gunung Sinai dan memanggil Musa untuk naik ke sana. Musa pun naik.
EXO 19:21 TUHAN berkata kepadanya, “Turunlah dan peringatkan umat Israel supaya mereka tidak melewati pembatas untuk datang melihat TUHAN. Apabila mereka melanggarnya, banyak di antara mereka akan mati.
EXO 19:22 Imam-imam yang akan datang menghadap-Ku juga harus menguduskan diri. Kalau tidak, Aku akan menghukum mereka.”
EXO 19:23 Musa berkata kepada TUHAN, “Orang Israel tidak mungkin naik ke gunung Sinai karena Engkau sendiri sudah memperingatkan kami, ‘Pasanglah pembatas mengelilingi gunung itu untuk menandainya sebagai tempat kudus.’”
EXO 19:24 Kemudian TUHAN berkata, “Turunlah dan ajaklah Harun naik kembali bersamamu. Tetapi jangan biarkan imam-imam dan umat Israel melewati pembatas itu untuk datang kepada-Ku. Jika mereka melanggarnya, Aku akan menghukum mereka.”
EXO 19:25 Maka Musa turun dan menyampaikan kepada mereka pesan TUHAN itu.
EXO 20:1 Lalu Allah berkata,
EXO 20:2 “Akulah TUHAN Allahmu, yang sudah membawa kalian keluar dari perbudakan di Mesir.
EXO 20:3 Jangan menyembah dewa apa pun. Sembahlah hanya Aku!
EXO 20:4 Jangan membuat bagimu berhala menyerupai apa pun yang ada di langit, di bumi, ataupun di dalam air.
EXO 20:5 Jangan bersujud kepada dewa apa pun, dan jangan melayani mereka, karena Aku, TUHAN Allahmu, akan cemburu. Siapa pun yang menentang Aku dengan melakukan itu akan Aku hukum sampai generasinya yang ketiga dan keempat.
EXO 20:6 Tetapi kepada orang-orang yang mengasihi Aku dan menaati perintah-Ku, Aku akan menunjukkan kebaikan hati-Ku atas keluarganya sampai ribuan generasi.
EXO 20:7 Jangan menyalahgunakan nama-Ku, TUHAN Allahmu. Aku akan menghukum siapa pun yang memakai nama-Ku dengan maksud yang salah.
EXO 20:8 Ingatlah untuk menjaga kekudusan hari Sabat dengan menaati peraturan tentang hari itu.
EXO 20:9 Enam hari lamanya kalian bekerja dan melakukan kegiatanmu sehari-hari,
EXO 20:10 tetapi pada hari ketujuh, yaitu Sabat, kalian harus menghormati Aku, TUHAN Allahmu, dengan menghentikan segala pekerjaan. Tidak ada yang boleh melakukan pekerjaan, baik kamu, anak-anakmu, hamba-hambamu, maupun para pendatang yang tinggal di antaramu, bahkan hewan ternakmu.
EXO 20:11 Aku, TUHAN, sudah menciptakan langit, bumi, laut dan semua yang ada di dalamnya selama enam hari, lalu Aku beristirahat pada hari ketujuh. Karena itulah Aku memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Maka kalian harus mengkhususkan hari itu.
EXO 20:12 Hormatilah ayah dan ibumu, supaya kamu hidup sejahtera di negeri yang Aku berikan kepadamu.
EXO 20:13 Jangan membunuh.
EXO 20:14 Jangan berzina.
EXO 20:15 Jangan mencuri.
EXO 20:16 Jangan memfitnah sesamamu.
EXO 20:17 Jangan mengingini milik orang lain, baik istrinya, rumahnya, hambanya laki-laki atau perempuan, sapi, keledai, maupun segala miliknya yang lain.”
EXO 20:18 Ketika umat Israel mendengar guruh dan bunyi sangkakala yang keras serta melihat kilat dan gunung yang diselimuti asap, mereka gemetar ketakutan dan tetap berdiri jauh-jauh.
EXO 20:19 Lalu mereka berkata kepada Musa, “Sampaikanlah kepada kami apa yang TUHAN katakan kepadamu. Kami akan mendengarkan. Tetapi jangan biarkan TUHAN berbicara langsung kepada kami, karena kami akan mati!”
EXO 20:20 Jawab Musa kepada mereka, “Jangan takut, sebab TUHAN datang untuk menguji kamu masing-masing, supaya kamu takut dan hormat kepada Dia, sehingga kamu terhindar dari dosa.”
EXO 20:21 Lalu Musa mendekati awan yang tebal dan gelap di mana Allah berada, sementara umat Israel tetap berdiri di kejauhan.
EXO 20:22 Selanjutnya TUHAN berkata kepada Musa, “Sampaikanlah kepada umat Israel: Kalian sendiri sudah melihat bagaimana Aku berbicara dengan kalian dari surga.
EXO 20:23 Karena itu, jangan membuat patung berhala, baik dari perak maupun emas.
EXO 20:24 “Buatlah sebuah mezbah dari tanah untuk-Ku, dan persembahkanlah sapi, domba, dan kambingmu di atasnya sebagai kurban yang dibakar habis serta kurban tanda damai. Ketika kamu melakukannya di setiap tempat yang Aku tentukan untuk menyembah-Ku, Aku akan hadir dan memberkatimu.
EXO 20:25 Apabila kamu hendak membuat mezbah untuk-Ku dari batu, jangan menggunakan batu yang sudah dipahat. Karena jika kamu memahatnya dengan peralatan, kamu mencemarkan mezbah itu.
EXO 20:26 Janganlah membuat mezbah terlalu tinggi sehingga membutuhkan banyak anak tangga, supaya kemaluanmu tidak terlihat.”
EXO 21:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Sampaikanlah peraturan-peraturan ini kepada umat Israel:
EXO 21:2 Apabila kamu membeli budak laki-laki sesama orang Israel, dia hanya boleh mengabdi kepadamu selama enam tahun. Pada tahun yang ketujuh, kamu harus membebaskan dia secara cuma-cuma, tanpa meminta uang tebusan darinya.
EXO 21:3 Jika dia belum menikah ketika menjadi budakmu, maka dia akan keluar seorang diri. Jika dia sudah beristri ketika menjadi budakmu, maka istrinya juga ikut keluar bersama dengannya.
EXO 21:4 “Jika kamu memberikan istri kepadanya ketika statusnya masih sebagai budak, dan mereka mempunyai anak laki-laki atau perempuan, maka istri dan anak-anaknya tetap menjadi milik mu. Hanya budak itu sendiri yang keluar menjadi orang merdeka.
EXO 21:5 Akan tetapi, jika budak itu menyatakan, ‘Aku mengasihi majikanku, istriku, dan anak-anakku. Aku memutuskan untuk tetap menjadi budak,’
EXO 21:6 maka kamu harus membawa dia ke hadapan-Ku di kemah TUHAN, lalu membawanya ke pintu atau tiang pintu sebagai alas untuk melubangi daun telinganya sebagai tanda statusnya sebagai budak. Dengan demikian, budak itu akan menjadi milikmu seumur hidup.
EXO 21:7 “Apabila seorang ayah dari bangsa Israel menjual anak perempuannya sebagai budak, maka budak perempuan itu tidak akan dibebaskan setelah enam tahun— berbeda dengan budak laki-laki.
EXO 21:8 Jika majikan laki-laki membeli budak perempuan Israel untuk dijadikan gundik, tetapi kemudian dia tidak menyukainya, maka dia harus mengizinkan keluarga budak perempuan itu menebusnya. Dia tidak boleh menjual perempuan itu kepada orang asing, karena dialah yang melanggar perjanjian dengan budak itu.
EXO 21:9 Jika seorang majikan membeli budak perempuan untuk dinikahkan dengan anak laki-lakinya, dia tidak boleh memperlakukan perempuan itu sebagai budak, tetapi sebagai menantu perempuannya.
EXO 21:10 Jika seorang majikan memperistri budak perempuannya, kemudian memperistri perempuan lain, dia tidak boleh mengurangi jatah makanan, pakaian, maupun hak persetubuhan bagi budak yang pertama itu.
EXO 21:11 Apabila dia tidak memenuhi ketiga hal itu, maka dia harus membebaskan perempuan tersebut secara cuma-cuma, tanpa meminta uang tebusan darinya.”
EXO 21:12 “Siapa pun yang memukul sesamanya sampai mati harus dihukum mati.
EXO 21:13 Tetapi pasti akan ada pembunuhan yang terjadi secara tidak sengaja, dan Aku tidak mencegah hal itu. Itulah sebabnya Aku akan menentukan beberapa kota perlindungan, agar orang yang membunuh secara tidak sengaja dapat melarikan diri.
EXO 21:14 Namun, apabila seseorang dengan sengaja membunuh sesamanya, dia harus ditangkap sekalipun berlindung di mezbah-Ku, dan harus dihukum mati.
EXO 21:15 “Siapa pun yang memukul ayah atau ibunya harus dihukum mati.
EXO 21:16 “Siapa pun yang menculik harus dihukum mati, tak peduli orang yang diculiknya sudah dijual sebagai budak atau masih ada padanya.
EXO 21:17 “Siapa pun yang menyumpahi ayah atau ibunya harus dihukum mati.
EXO 21:18 “Jika dua orang bertengkar dan yang seorang memukul lawannya dengan batu, atau meninjunya, sehingga lawannya tidak bisa bangun dari tempat tidur, tetapi tidak mati,
EXO 21:19 kemudian dia sembuh dan dapat berjalan kembali meskipun dengan tongkat, maka orang yang memukulnya akan dibebaskan dari hukuman. Hanya saja, selama waktu penyembuhan korban, orang yang memukul harus membayar semua biaya pengobatan dan kerugian yang timbul karena korban itu tidak dapat bekerja.
EXO 21:20 “Jika seorang majikan memukul budak laki-laki atau perempuannya dengan tongkat sehingga budak itu mati, dia harus dihukum.
EXO 21:21 Tetapi jika budak itu sembuh dan dapat berjalan kembali satu atau dua hari kemudian, majikannya tidak akan dihukum, karena budak itu adalah miliknya.
EXO 21:22 “Jika dua orang berkelahi, dan salah satu dari mereka tidak sengaja mencederai seorang perempuan hamil sehingga keguguran, tetapi tidak terluka parah, maka orang yang mencederainya harus membayar denda kepada suami perempuan itu sejumlah yang dituntut suaminya dan disetujui oleh para hakim.
EXO 21:23 Namun, jika perempuan itu terluka parah, maka orang yang memukulnya harus dihukum sesuai akibat perbuatannya: Nyawa dibayar nyawa,
EXO 21:24 mata dibayar mata, gigi dibayar gigi, tangan dibayar tangan, kaki dibayar kaki,
EXO 21:25 luka bakar dibayar luka bakar, luka dibayar luka, memar dibayar memar.
EXO 21:26 “Jika majikan memukul mata budaknya laki-laki atau perempuan sehingga buta, dia harus membebaskan budak itu sebagai ganti matanya yang rusak.
EXO 21:27 Jika majikan memukul gigi budaknya laki-laki atau perempuan sehingga patah, dia harus membebaskan budak itu sebagai ganti giginya yang patah.
EXO 21:28 “Jika seekor sapi jantan menanduk seorang laki-laki atau perempuan sampai mati, sapi itu harus dilempari batu sampai mati, dan dagingnya tidak boleh dimakan. Pemilik sapi itu tidak perlu dihukum.
EXO 21:29 Namun, jika sapi jantan itu sudah sering menanduk orang dan pemiliknya tidak menghiraukan peringatan untuk menjaga sapinya, maka sapi itu harus dilempari batu sampai mati dan pemiliknya juga harus dihukum mati.
EXO 21:30 Apabila keluarga korban tidak mau pemilik sapi itu dihukum mati, dan hanya menuntut uang tebusan, maka pemilik sapi harus membayar uang tebusan sejumlah yang diminta oleh keluarga korban.
EXO 21:31 “Hal yang sama juga berlaku jika sapi jantan itu menanduk seorang anak, laki-laki maupun perempuan.
EXO 21:32 Jika sapi itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, pemilik sapi harus membayar 340 gram perak kepada pemilik budak itu, dan sapi itu dilempari batu sampai mati.
EXO 21:33 “Jika seseorang membuka penampungan air atau menggali yang baru dan tidak menutupnya, lalu seekor sapi atau keledai jatuh ke dalamnya dan mati,
EXO 21:34 maka pemilik penampungan air itu harus membayar ganti rugi kepada pemilik hewan, dan hewan yang mati itu menjadi miliknya.
EXO 21:35 “Jika seekor sapi jantan milik seseorang melukai sapi jantan tetangganya hingga mati, maka mereka harus menjual sapi yang hidup dan uangnya dibagi dua. Daging sapi yang mati juga dibagi dua di antara mereka.
EXO 21:36 Namun, jika sapi jantan itu memang terkenal sering menanduk dan pemiliknya tidak menjaganya dengan baik, maka pemilik sapi ganas itu harus mengganti sapi yang mati dengan uang atau sapi lain, sedangkan sapi yang mati itu menjadi miliknya.”
EXO 22:1 Peraturan selanjutnya dari TUHAN, “Jika seseorang mencuri seekor sapi atau domba, lalu menyembelihnya atau menjualnya, maka dia harus mengganti seekor sapi itu dengan lima ekor sapi, atau seekor domba dengan empat ekor domba.
EXO 22:2 “Jika pada malam hari seorang pencuri tertangkap basah sedang masuk ke rumah seseorang dan dia dibunuh, maka orang yang membunuhnya tidak dianggap bersalah.
EXO 22:3 Namun, apabila pencuri itu tertangkap basah pada pagi atau siang hari dan dia dibunuh, maka pembunuhnya dianggap bersalah dan harus dihukum mati. “Seorang pencuri harus membayar ganti rugi atas semua yang sudah dicurinya. Jika dia tidak mampu membayar ganti rugi, dia harus dijual sebagai budak untuk membayarnya.
EXO 22:4 Apabila sapi, keledai, atau domba yang dicurinya ditemukan ada padanya dalam keadaan hidup, dia harus membayar ganti rugi sebesar dua kali lipat.”
EXO 22:5 “Jika seseorang membiarkan ternaknya makan rumput di ladang atau kebun anggur miliknya, lalu hewan itu berkeliaran sehingga memakan tanaman di ladang orang lain, maka pemilik hewan harus membayar ganti rugi kepada pemilik ladang itu dengan memberikan hasil panen terbaik dari ladang atau kebun anggurnya.
EXO 22:6 “Jika seseorang menyalakan api untuk membakar semak-semak duri, dan api itu menyebar ke ladang orang lain sehingga membakar gandum di ladang itu, maka dia harus membayar ganti rugi.”
EXO 22:7 “Jika seseorang menitipkan uang atau barang kepada temannya, dan titipan itu dicuri dari rumah temannya, maka apabila pencuri itu tertangkap, dia harus membayar ganti rugi sebesar dua kali lipat.
EXO 22:8 Namun, jika pencurinya tidak tertangkap, maka pemilik rumah harus menghadap para hakim di kemah-Ku agar mereka menentukan apakah dia pelaku pencurian itu atau bukan.
EXO 22:9 “Jika dua orang berselisih mengenai sapi, keledai, domba, pakaian, atau barang lain yang hilang, maka kedua belah pihak yang berselisih itu harus menghadap para hakim di kemah-Ku. Para hakim akan menyatakan siapa yang bersalah. Orang yang bersalah harus membayar dua kali lipat kepada pemilik sebenarnya.
EXO 22:10 “Jika seseorang menitipkan keledai, sapi, domba, atau hewan lain kepada temannya, lalu hewan itu mati, terluka, atau hilang, dan tidak ada seorang pun yang melihat kejadiannya,
EXO 22:11 maka temannya itu harus bersumpah di hadapan TUHAN bahwa dia tidak mengambil hewan tersebut. Pemilik hewan harus menerima sumpah temannya dan tidak meminta ganti rugi.
EXO 22:12 Apabila diketahui dengan pasti bahwa hewan itu hilang karena dicuri, maka temannya harus membayar ganti rugi kepada pemiliknya.
EXO 22:13 Apabila ternyata hewan itu diserang binatang buas dan temannya bisa menunjukkan bangkainya sebagai bukti, dia tidak perlu membayar ganti rugi.
EXO 22:14 “Jika seseorang meminjam seekor hewan dari temannya, lalu binatang itu terluka atau mati saat pemiliknya tidak berada di tempat, maka peminjam harus membayar ganti rugi.
EXO 22:15 Namun, apabila pemiliknya ada di sana saat hal itu terjadi, maka peminjam tidak usah membayar ganti rugi. “Apabila hewan itu dipinjam dengan bayaran, yakni disewa, maka penyewa tidak usah membayar ganti rugi karena uang sewanya sudah meliputi biaya ganti rugi.”
EXO 22:16 “Jika seorang laki-laki merayu seorang perawan yang belum bertunangan, lalu bersetubuh dengannya, maka dia harus membayar mas kawin untuk perempuan itu dan menikahinya.
EXO 22:17 Apabila ayah perempuan itu menolak untuk menikahkan anaknya dengan laki-laki tersebut, dia tetap harus membayar uang sejumlah mas kawin untuk perawan.”
EXO 22:18 “Jangan membiarkan seorang perempuan tukang sihir tetap hidup.
EXO 22:19 “Siapa pun yang bersetubuh dengan binatang harus dihukum mati.
EXO 22:20 “Siapa pun yang mempersembahkan kurban kepada dewa, Aku menentukan dia untuk dimusnahkan.”
EXO 22:21 “Jangan menindas orang asing. Ingatlah bahwa dahulu kalian pernah hidup sebagai orang asing di Mesir.
EXO 22:22 “Jangan melakukan perbuatan yang merugikan para janda atau anak yatim.
EXO 22:23 Apabila kamu merugikan mereka dan mereka berseru kepada-Ku, Aku pasti membela mereka.
EXO 22:24 Aku akan memurkaimu dengan membiarkan kamu dibunuh oleh musuhmu. Istrimu akan menjadi janda dan anak-anakmu akan menjadi yatim.
EXO 22:25 “Jika kamu meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku yang miskin, janganlah berlaku seperti lintah darat dengan membebankan bunga kepadanya.
EXO 22:26 “Jika kamu mengambil jubah sesamamu sebagai jaminan utang, kamu harus mengembalikan jubah itu sebelum matahari terbenam,
EXO 22:27 karena mungkin jubah itu adalah satu-satunya baju hangat miliknya, dan dia membutuhkannya untuk tidur. Apabila kamu tidak mengembalikannya lalu dia berseru minta tolong kepada-Ku, Aku akan membela dia, karena Aku penuh belas kasihan.”
EXO 22:28 “Jangan menghina Allah ataupun mengutuki pemimpin bangsamu.
EXO 22:29 “Jangan menunda dalam memberikan kepada-Ku bagian pertama dari setiap jenis gandum-ganduman yang kamu panen dan anggur yang kamu peras. “Serahkanlah kepada-Ku setiap anak laki-lakimu yang sulung.
EXO 22:30 “Demikian juga dengan anak sulung jantan dari sapi, kambing, dan domba. Biarkanlah anak-anak binatang itu tinggal bersama induknya selama tujuh hari, lalu persembahkanlah kepada-Ku pada hari kedelapan.
EXO 22:31 “Kalian harus menjadi orang-orang yang kudus bagi-Ku. Karena itu, jangan makan daging binatang yang mati dibunuh oleh binatang buas. Berikanlah bangkainya kepada anjing.”
EXO 23:1 “Jangan menyebarkan berita bohong. Jangan membantu orang bersalah dengan memberikan kesaksian palsu di pengadilan.
EXO 23:2 “Jangan mengikuti pengaruh orang banyak yang mendesak untuk melakukan sesuatu yang tidak adil. Jangan memihak kepada mereka dengan bersaksi palsu di pengadilan untuk memutarbalikkan kebenaran.
EXO 23:3 Jangan membela orang yang bersalah dalam perkara pengadilan hanya karena dia miskin.
EXO 23:4 “Jika kamu melihat sapi atau keledai milik musuhmu tersesat, kembalikanlah kepadanya.
EXO 23:5 Jika kamu melihat keledai seseorang yang membencimu jatuh karena bebannya terlalu berat, bantulah dia agar keledainya berdiri kembali. Jangan tinggalkan orang itu dalam keadaan susah.
EXO 23:6 “Jangan memperlakukan orang miskin dengan tidak adil dalam perkaranya di pengadilan.
EXO 23:7 “Jangan membuat tuduhan palsu dan jangan menghukum mati orang yang tidak bersalah. Aku tidak akan mengampuni orang yang melakukan kejahatan itu.
EXO 23:8 “Jangan menerima suap, karena suap membutakan orang dan memutarbalikkan kesaksian yang benar.
EXO 23:9 “Jangan menindas orang asing yang menjadi pendatang, karena kalian pernah hidup sebagai orang asing di Mesir dan tahu bagaimana rasanya menjadi pendatang.”
EXO 23:10 “Selama enam tahun kamu boleh menanami ladang-ladangmu dan memanen hasilnya.
EXO 23:11 Tetapi tahun yang ketujuh adalah Tahun Sabat. Pada tahun itu biarkanlah ladangmu, supaya orang miskin di antara kalian dapat mengumpulkan makanan dari situ dan binatang liar bisa memakan sisanya. Lakukanlah juga demikian pada kebun anggur dan kebun zaitunmu.
EXO 23:12 “Bekerjalah selama enam hari. Tetapi pada hari yang ketujuh kamu harus berhenti bekerja, supaya sapimu, keledaimu, semua budakmu, dan pendatang asing yang tinggal padamu bisa beristirahat.
EXO 23:13 “Taatilah semua perkataan-Ku dengan teliti. Dan jangan sekali-kali menyebut nama dewa dalam situasi apa pun!”
EXO 23:14 “Setiap tahun, rayakanlah tiga perayaan ini untuk menghormati Aku:
EXO 23:15 Yang pertama adalah Hari Raya Roti Tidak Beragi. Selama seminggu kamu tidak boleh makan roti yang mengandung ragi sebagaimana yang sudah Aku perintahkan kepada kalian. Rayakanlah ini setiap tahun pada waktu yang sudah ditetapkan pada bulan Abib, karena pada bulan itulah kalian keluar dari Mesir. Setiap kali kamu menghadiri perayaan di hadapan-Ku, kamu harus mempersembahkan kurban.
EXO 23:16 “Yang kedua adalah Hari Raya Panen. Pada perayaan ini, persembahkanlah hasil panenmu yang pertama kepada-Ku. “Yang ketiga adalah Hari Raya Pondok Cabang-cabang Berdaun. Rayakanlah ini pada akhir musim panen, sesudah kamu mengumpulkan seluruh hasil kebun dan ladangmu.
EXO 23:17 Pada ketiga perayaan tahunan itu, semua laki-laki harus menghadap kepada-Ku, TUHAN Allahmu, di kemah-Ku.
EXO 23:18 “Saat mempersembahkan kurban sembelihan, jangan mempersembahkan roti yang beragi. Jangan membiarkan lemak dari kurban perayaan tersisa sampai besok paginya.
EXO 23:19 “Bawalah hasil terbaik panen pertamamu ke kemah TUHAN Allahmu. “Jangan memasak daging anak kambing dengan air susu induknya.”
EXO 23:20 “Aku akan mengutus malaikat untuk menjaga kalian dalam perjalanan dan menuntun kalian menuju tempat yang sudah Aku persiapkan.
EXO 23:21 Perhatikan dan taatilah dia. Jangan menentangnya, karena dia mewakili Aku. Dia tidak akan mengampuni pemberontakanmu.
EXO 23:22 Namun, apabila kalian sungguh-sungguh menaati dia dan melakukan semua perintah-Ku, Aku akan memusuhi semua musuhmu dan melawan semua lawanmu.
EXO 23:23 Malaikat itu akan berjalan di depan kalian dan memimpin kalian ke negeri yang didiami orang Amori, Het, Feris, Kanaan, Hewi, dan Yebus. Aku akan memusnahkan mereka.
EXO 23:24 Jangan bersujud kepada dewa-dewa mereka, dan jangan menyembah atau menghormati dewa-dewa itu dengan cara apa pun. Jangan pula meniru cara ibadah mereka. Tetapi musnahkanlah patung-patung berhala mereka dan hancurkanlah tugu-tugu tempat mereka beribadat.
EXO 23:25 “Sembahlah hanya Aku, TUHAN Allahmu, maka Aku akan memberkatimu sehingga kamu tidak akan kekurangan makanan dan minuman, dan Aku akan menjauhkan kamu dari penyakit.
EXO 23:26 Tidak akan ada perempuan di negerimu yang akan keguguran atau mandul, dan Aku akan memberimu umur panjang.
EXO 23:27 “Aku akan membuat semua bangsa musuh yang kalian hadapi ketakutan. Mereka akan menjadi kalang kabut dan lari dari hadapan kalian.
EXO 23:28 Aku akan membuat orang Hewi, Kanaan, dan Het begitu ketakutan ketika kalian siap memasuki daerah mereka, sehingga mereka lari dari kalian.
EXO 23:29 Tetapi Aku tidak akan mengusir mereka semuanya dalam waktu satu tahun, supaya negeri itu tidak terlantar dan binatang buas tidak bertambah banyak sehingga membahayakan kalian.
EXO 23:30 Aku akan mengusir mereka sedikit demi sedikit sampai jumlah kalian bertambah dan cukup banyak untuk menguasai negeri itu.
EXO 23:31 Aku akan menetapkan batas daerah kalian dari Laut Merah sampai Laut Tengah, dari padang belantara sampai sungai Efrat. Aku akan menyerahkan penghuni negeri itu kepada kalian dan kalian akan mengusir mereka.
EXO 23:32 “Janganlah membuat perjanjian apa pun dengan orang-orang negeri itu, dan jangan bersepakat untuk menyembah dewa-dewa mereka.
EXO 23:33 Janganlah membiarkan mereka tinggal di antara kalian. Apabila kalian membiarkan mereka tinggal di sana, mereka akan membuat kalian berdosa terhadap-Ku dengan menyembah dewa-dewa mereka, sehingga kalian terjerat dalam kejahatan itu.”
EXO 24:1 Lalu TUHAN berkata pada Musa, “Naiklah ke gunung Sinai menghadap Aku bersama Harun, Nadab, Abihu, dan tujuh puluh orang dari tua-tua Israel. Selain mereka, tidak ada yang boleh ikut naik. Sesampai di atas, sujudlah kalian menyembah Aku dari jauh. Sesudah itu, datanglah kamu seorang diri mendekat kepada-Ku.”
EXO 24:3 Kemudian Musa menyampaikan kepada bangsa itu segala perintah dan peraturan yang diberikan TUHAN. Seluruh umat dengan satu suara menjawab, “Kami akan melakukan semua yang TUHAN perintahkan.”
EXO 24:4 Lalu Musa menuliskan seluruh perintah TUHAN dalam gulungan kitab. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Musa mendirikan mezbah di kaki gunung dan menegakkan dua belas batu peringatan. Setiap batu mewakili satu suku Israel.
EXO 24:5 Lalu dia menyuruh beberapa pemuda untuk mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan menyembelih sapi-sapi jantan muda sebagai kurban tanda damai kepada TUHAN.
EXO 24:6 Musa menuangkan separuh dari darah kurban yang disembelih itu ke dalam baskom-baskom dan mencurahkan separuhnya lagi pada mezbah.
EXO 24:7 Kemudian dia mengambil Kitab Perjanjian itu dan membacakannya dengan suara keras kepada seluruh umat. Mereka menjawab, “Kami akan melakukan perintah TUHAN. Kami akan menaati-Nya.”
EXO 24:8 Lalu Musa mengambil darah yang ada di baskom-baskom tadi dan memercikkannya kepada umat itu sambil berkata, “Berdasarkan semua perintah-Nya itu, darah ini mengesahkan perjanjian yang sudah TUHAN buat denganmu.”
EXO 24:9 Sesudah upacara tersebut, Musa, Harun, Nadab, dan Abihu, beserta ketujuh puluh tua-tua Israel naik ke gunung
EXO 24:10 dan melihat Allah Israel. Di bawah kaki-Nya terlihat sesuatu seperti lantai yang terbuat dari batu permata biru, jernih seperti langit tanpa awan.
EXO 24:11 Walaupun para pemimpin Israel itu melihat Allah, Dia tidak membinasakan mereka, bahkan mereka makan dan minum di hadapan-Nya sebagai tanda pengikatan perjanjian dengan-Nya.
EXO 24:12 Sesudah mereka turun, TUHAN berkata kepada Musa, “Datanglah kepada-Ku di atas gunung ini dan berdiamlah di sini. Aku akan memberimu dua lempengan batu. Di situ Aku sudah menuliskan perintah-perintah-Ku, agar kamu bisa mengajarkannya kepada umat-Ku.”
EXO 24:13 Maka Musa berangkat bersama tangan kanannya bernama Yosua, dengan berpesan kepada para tua-tua, “Tunggulah di bawah sampai kami kembali. Harun dan Hur ada bersama kalian. Apabila terjadi masalah di antara umat, kalian bisa membawanya kepada Harun dan Hur.” Kemudian naiklah Musa ke atas gunung, dan awan menutupi gunung itu.
EXO 24:16 Kemuliaan TUHAN berdiam di atas gunung Sinai. Awan menutupi gunung itu selama enam hari. Pada hari yang ketujuh, TUHAN memanggil Musa dari dalam awan.
EXO 24:17 Dari pandangan umat Israel yang berada di kaki gunung, kemuliaan TUHAN di atas gunung terlihat seperti api yang berkobar-kobar.
EXO 24:18 Lalu Musa mendaki lebih tinggi dan masuk ke dalam awan itu. Dia tinggal di atas gunung selama empat puluh hari empat puluh malam.
EXO 25:1 TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 25:2 “Suruhlah umat Israel membawa berbagai pemberian bagi-Ku untuk membuat kemah-Ku. Terimalah pemberian dari setiap orang yang hatinya terdorong untuk memberi.
EXO 25:3 Inilah pemberian yang boleh kamu terima dari mereka: emas, perak, perunggu,
EXO 25:4 benang linen warna merah, biru, dan ungu, kain linen yang berkualitas tinggi, kain dari bulu kambing,
EXO 25:5 kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit yang tidak menyerap air, kayu akasia,
EXO 25:6 minyak zaitun untuk penerangan, wangi-wangian dari getah pohon untuk dimasukkan ke dalam minyak urapan dan untuk membakar dupa,
EXO 25:7 batu permata hijau dan batu permata lainnya untuk dipasang pada baju efod dan penutup dada imam besar.
EXO 25:8 “Katakan kepada mereka bahwa mereka perlu membangun kemah yang kudus bagi-Ku, supaya Aku tinggal di tengah-tengah mereka.
EXO 25:9 Kamu akan memimpin mereka untuk membuat kemah-Ku ini dan perabotannya sesuai dengan semua pola yang akan Aku tunjukkan kepadamu.”
EXO 25:10 TUHAN berbicara kepada Musa, “Buatlah sebuah peti untuk mengingat perjanjian yang Aku adakan dengan umat Israel. Peti itu haruslah dibuat dari kayu akasia, dengan panjang 115 sentimeter, lebar 69 sentimeter, dan tinggi 69 sentimeter.
EXO 25:11 Lapisilah bagian dalam dan luarnya dengan emas murni, juga buatlah bingkai emas untuk bagian atasnya.
EXO 25:12 Supaya peti dapat diangkut dengan dua tongkat pengusung, buatlah empat gelang yang dicetak dari emas dan pasanglah di keempat kakinya, yakni dua gelang pada tiap sisi panjangnya.
EXO 25:13 Buatlah dua tongkat pengusung dari kayu akasia dan lapisilah dengan emas.
EXO 25:14 Masukkan kedua tongkat itu ke dalam gelang-gelang yang ada di kedua sisi peti, agar peti dapat diusung.
EXO 25:15 Tongkat-tongkat itu harus tetap terpasang pada gelang-gelang peti dan tidak boleh dilepaskan.
EXO 25:16 “Aku akan memberikan dua lempengan batu bertuliskan kewajiban yang harus dipenuhi umat Israel dalam perjanjian dengan Aku. Letakkanlah kedua lempengan itu di dalam peti ini.
EXO 25:17 “Berikut ini cara membuat penutup untuk peti. Penutupnya disebut Takhta Pendamaian dan harus dibuat dari emas murni, dengan panjang 115 sentimeter dan lebar 69 sentimeter.
EXO 25:18 Cetaklah penutup peti itu sekaligus dengan dua bentuk malaikat penjaga di atasnya, yang berdiri saling berhadapan di kanan dan kiri penutup itu. Wajah kedua malaikat itu mengarah ke penutup peti dan sayap-sayapnya membentang ke atas sehingga menaungi penutup peti. Bentuk kedua malaikat dan penutup peti sudah menjadi satu bagian sejak awal pembuatannya.
EXO 25:21 Masukkan lempengan batu yang akan Aku berikan kepadamu ke dalam peti itu dan tutuplah dengan penutupnya.
EXO 25:22 Di sanalah, yaitu di antara kedua malaikat penjaga yang ada di atas penutup peti perjanjian itu, Aku akan menjumpaimu dan memberikan semua perintah-Ku kepadamu untuk disampaikan kepada bangsa Israel.”
EXO 25:23 TUHAN berkata kepada Musa, “Buatlah meja dari kayu akasia untuk menyajikan roti bagi-Ku, panjangnya 92 sentimeter, lebarnya 46 sentimeter, dan tingginya 69 sentimeter.
EXO 25:24 Lapisilah meja itu dengan emas murni, dan buatlah bingkai emas di sekelilingnya.
EXO 25:25 Buatlah juga pinggiran mengelilinginya selebar 8 sentimeter, dan buatlah bingkai dari emas di sepanjang pinggiran itu.
EXO 25:26 Buatlah empat gelang emas dan pasanglah di keempat sudutnya, yakni pada keempat kaki meja.
EXO 25:27 Keempat gelang itu harus dipasang dekat dengan pinggiran meja sebagai lubang untuk memasang dua tongkat pengusung meja.
EXO 25:28 Buatlah dua tongkat pengusung itu dari kayu akasia dan lapisilah dengan emas.
EXO 25:29 Untuk ditaruh juga pada meja ini, buatlah dari emas murni beberapa piring, sendok, kendi, dan mangkuk, untuk digunakan dalam persembahan air anggur.
EXO 25:30 “Hendaklah roti sajian bagi-Ku selalu ada di atas meja ini.”
EXO 25:31 “Buatlah tiang pelita bercabang dari emas murni. Semua bagian tiang pelita itu harus dibentuk dengan cara ditempa dari satu bongkah emas, termasuk bagian kakinya, batangnya, dan tujuh pelitanya, juga hiasannya yang berbentuk seperti kelopak dan mahkota bunga.
EXO 25:32 Buatlah tiang pelita itu dengan enam cabang, tiga pada sisi kiri dan tiga pada sisi kanan.
EXO 25:33 Setiap cabang memiliki tiga hiasan yang berbentuk bunga badam, lengkap dengan kelopak dan mahkota bunganya.
EXO 25:34 Buatlah tiang utama yang di tengah memiliki empat hiasan berbentuk bunga badam, lengkap dengan kelopak dan mahkota bunganya.
EXO 25:35 Buatlah juga hiasan berbentuk kuncup bunga badam di bawah masing-masing pasangan cabang yang keluar dari tiang utama pelita.
EXO 25:36 Tiang pelita itu dan semua cabangnya serta hiasannya harus dibuat dari emas murni dengan cara ditempa dari satu bongkah emas.
EXO 25:37 Buatlah tujuh pelita dan letakkanlah di ujung atas tiang utama itu dan keenam cabangnya, supaya menerangi bagian depannya.
EXO 25:38 Buatlah juga dari emas murni sejumlah penjepit untuk membersihkan sumbu pelita, dan wadah-wadah kecil untuk menampung sumbu yang hangus.
EXO 25:39 Emas murni yang diperlukan untuk membuat tiang pelita bercabang itu beserta semua perlengkapannya adalah 34 kilogram.
EXO 25:40 “Pastikanlah untuk membuat semuanya sesuai dengan pola yang ditunjukkan kepadamu di atas gunung ini.”
EXO 26:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Inilah cara membuat atap kemah-Ku. Lapisan paling bawah dibuat dari sepuluh helai kain linen berkualitas tinggi yang ditenun dengan benang berwarna merah, biru, dan ungu. Tenunan itu membentuk pola yang indah berupa malaikat-malaikat penjaga.
EXO 26:2 Ukuran setiap helai kain harus sama, panjangnya 13 meter dan lebarnya 1,8 meter.
EXO 26:3 Dari kesepuluh helai kain itu, buatlah dua rangkaian kain yang masing-masing terdiri dari lima helai. Setiap helai disambung dengan cara dijahit pada sisi panjangnya. Sesudah disambung, panjang setiap rangkaian itu tetap 13 meter dan lebarnya menjadi 9 meter.
EXO 26:4 Pada kedua sisi 13 meter di tempat kedua rangkaian kain itu disambung, buatlah lima puluh lubang kait dari tali biru. Setiap lubang kait di rangkaian kain yang satu harus saling berhadapan dengan sebuah lubang kait pada rangkaian kain lainnya yang akan disambungkan.
EXO 26:6 Untuk menyambung kedua rangkaian itu, buatlah lima puluh pengait dari emas. Letakkan kedua sisi rangkaian itu supaya kelimapuluh lubang kait saling berhadapan, lalu gunakanlah lima puluh pengait emas untuk mengaitkan setiap pasang lubang kait itu, agar atap kemah-Ku menjadi satu kesatuan.
EXO 26:7 “Untuk lapisan kedua pada atap kemah-Ku, buatlah sebelas helai kain yang ditenun dari bulu kambing. Setiap helai harus berukuran sama, panjangnya 14 meter dan lebarnya 1,8 meter.
EXO 26:9 Pada tiap sisi panjang kain, buatlah lima puluh lubang kait. Setiap lubang kait di helai kain yang satu harus saling berhadapan dengan lubang kait pada helai kain yang akan disambungkan. Dari kesebelas helai kain itu buatlah dua rangkaian. Dengan menggunakan pengait-pengait, sambungkan lima helai menjadi satu rangkaian, dan enam helai lainnya menjadi rangkaian kedua. Helai kain yang keenam dilipat dua di atas bagian depan kemah itu.
EXO 26:12 Rangkaian kain bulu kambing ini lebih lebar hampir satu meter daripada atap kain linen di bawahnya. Biarkanlah bagian yang lebih ini tergantung dari belakang kemah untuk menutupi sisi belakang.
EXO 26:13 Kain penutup ini juga lebih panjang satu meter daripada kain atap dari linen. Biarkanlah setengah meter kelebihan itu menggantung di sisi kiri dan kanan, agar menutupi kedua sisi kemah-Ku.
EXO 26:14 “Di atas kain-kain penutup itu, taruhlah penutup yang dibuat dari kulit domba jantan yang diwarnai merah. Dan di atasnya lagi taruhlah penutup yang dibuat dari kulit yang tidak menyerap air.”
EXO 26:15 “Untuk menopang atap kemah-Ku, buatlah papan-papan rangka dari kayu akasia.
EXO 26:16 Setiap papan berukuran tinggi 4,6 meter dan lebar 69 sentimeter.
EXO 26:17 Semua papan rangka ini dibuat sama, yakni dengan dua pasak yang menjulur dari bawah di ujung kiri dan kanan setiap rangka. Buatlah dua puluh rangka untuk sisi selatan kemah, dua puluh untuk sisi utara, dan delapan untuk sisi barat, yaitu bagian belakang kemah. Sebagai tempat untuk menahan rangka-rangka itu, setiap pasak akan dimasukkan ke dalam lubang pada alas penahan yang dibuat dari perak. Seluruhnya akan ada sembilan puluh enam alas untuk keempat puluh delapan rangka itu.
EXO 26:23 Mengenai delapan rangka di bagian belakang kemah, buatlah enam rangka dengan cara yang sama seperti semua rangka di kedua sisi. Namun, dua papan rangka di kedua sudut belakang kemah perlu dibuat secara khusus. Kedua rangka itu akan menyatukan sudut kiri dan kanan, dari bawah sampai ke atas, dan tersambung di ujung atas dengan gelang penahan yang dibuat dari emas. Kedelapan rangka untuk sisi belakang Kemah-Ku akan dipasang di atas enam belas alas penahan yang dibuat dari perak, dua alas untuk setiap rangka.
EXO 26:26 “Agar kemah-Ku kokoh, buatlah kayu lintang dari kayu akasia, untuk melintangi dan menyatukan rangka-rangka itu. Lima batang melintangi sisi utara kemah,
EXO 26:27 lima batang di sisi selatan, dan lima batang yang lebih pendek di bagian belakang kemah, yaitu sisi yang menghadap ke barat.
EXO 26:28 Empat dari kayu lintang dipasang di atas dan di bawah, sedangkan kayu lintang yang di tengah akan dipasang pada setengah dari tinggi rangka-rangka, dan melintang dari ujung yang satu sampai ke ujung yang lain.
EXO 26:29 Sebagai tempat untuk memasukkan semua kayu lintang itu, buatlah gelang-gelang emas yang dipasang pada setiap rangka. Semua rangka dan kayu lintang haruslah dilapisi dengan emas.
EXO 26:30 “Dirikan kemah-Ku sesuai dengan rancangan yang Aku tunjukkan kepadamu di atas gunung.”
EXO 26:31 “Untuk memisahkan bagian dalam kemah-Ku menjadi dua ruangan, buatlah sebuah tirai dari kain linen berkualitas tinggi yang ditenun berbentuk malaikat-malaikat penjaga, dari benang linen merah, biru, dan ungu.
EXO 26:32 Gantungkan tirai itu dengan pengait-pengait emas pada empat tiang kayu akasia yang dilapisi dengan emas. Tiang-tiang itu didirikan di atas empat alas penahan yang dicetak dari perak.
EXO 26:33 Gantungkan tirai itu pada kaitan emas, dan letakkan peti perjanjian lengkap dengan penutupnya pada ruangan di belakang tirai itu, yang disebut ruang mahakudus. Ruang di depannya disebut ruang kudus.
EXO 26:35 Di ruang depan tirai itu, tempatkanlah meja di sebelah utara dan tiang pelita bercabang di sebelah selatan, sehingga keduanya saling berhadapan.
EXO 26:36 “Untuk pintu masuk kemah, tenunlah satu tirai dari benang linen berkualitas tinggi yang berwarna merah, biru, dan ungu.
EXO 26:37 Tirai itu akan digantung dengan pengait-pengait emas pada lima tiang kayu akasia yang dilapisi dengan emas. Tiang-tiang ini akan berdiri di atas lima alas yang dicetak dari perunggu.”
EXO 27:1 TUHAN berbicara kepada Musa, “Buatlah sebuah mezbah dari kayu akasia berbentuk persegi, dengan panjang keempat sisinya 2,3 meter dan tingginya 1,4 meter.
EXO 27:2 Di keempat sudut atas, buatlah bentuk seperti tanduk sapi yang dipahat sekaligus dari balok kayu mezbah itu. Lalu lapisilah seluruh mezbah itu dengan perunggu.
EXO 27:3 Buatlah semua perlengkapan mezbah dari perunggu, yaitu sejumlah tempat abu, sekop, bejana, pengait daging, kuali untuk mengangkut bara.
EXO 27:4 Buatlah alas yang berlubang-lubang dari perunggu tebal untuk menahan kayu bakar. Posisi alas itu di dalam mezbah adalah setengah dari tinggi mezbah. Dan di bagian luar mezbah, pasanglah empat gelang dari perunggu pada setiap sudutnya sebagai tempat untuk memasukkan dua tongkat pengusung.
EXO 27:6 Buatlah juga dua tongkat pengusung dari kayu akasia, dan lapisilah tongkat itu dengan perunggu.
EXO 27:7 Ketika mezbah perlu diangkut, kedua tongkat pengusung itu akan dimasukkan pada gelang-gelang di sisi kanan dan kiri mezbah.
EXO 27:8 Jadi, mezbah itu berbentuk kotak kosong, seperti yang sudah ditunjukkan kepadamu di atas gunung.”
EXO 27:9 “Buatlah halaman untuk kemah-Ku itu. Halaman harus diberi pagar keliling dengan tirai-tirai yang ditenun dari benang linen yang berkualitas tinggi. Rangkaian tirai untuk sisi selatan dan utara masing-masing sepanjang 45 meter. Pada masing-masing sisi, pasanglah tirai itu membentang pada dua puluh tiang menggunakan lubang kait dan pengait perak. Setiap tiang berdiri di atas satu alas yang terbuat dari perunggu.
EXO 27:12 Di bagian belakang kemah, yaitu di sebelah barat, lebar tirainya adalah 22,5 meter, yaitu tepat setengah dari panjang sisi utara dan selatan. Pasanglah tirai itu membentang pada sepuluh tiang yang masing-masing didirikan pada alasnya.
EXO 27:13 “Pintu gerbang halaman TUHAN terletak di sebelah timur, dan lebar sisi itu juga 22,5 meter.
EXO 27:14 Pintu gerbang masuk akan ada di sisi timur pada bagian tengah, diapit dengan dua rangkaian tirai di kiri dan kanannya, yang lebarnya masing-masing 6,75 meter. Jadi, lebar pintu masuk itu adalah 9 meter. Pasanglah setiap rangkaian tirai itu membentang pada tiga tiang yang masing-masing didirikan pada alasnya.
EXO 27:16 Untuk pintu gerbang yang berada di tengah, tenunlah tirai dari benang linen yang berkualitas tinggi berwarna merah, biru, dan ungu, dengan panjang 9 meter. Pasanglah tirai itu membentang pada empat tiang yang masing-masing didirikan pada alasnya.
EXO 27:17 “Bagian ujung atas semua tiang di sekeliling halaman itu haruslah dipasangi gelang penyambung, gunanya sebagai tempat memasang pengait dari perak. Alas tiang-tiang itu harus terbuat dari perunggu.
EXO 27:18 Jadi, seluruh halaman akan berukuran 45 meter panjangnya dan 22,5 meter lebarnya. Tinggi tirainya 2,25 meter dan ditenun dari benang linen yang berkualitas. Semua alas tiangnya terbuat dari perunggu.
EXO 27:19 Semua perlengkapan lain di kemah-Ku, termasuk pasak-pasak yang ditancapkan ke tanah untuk mengikat tali-tali yang menahan pagar halaman itu, harus dibuat dari perunggu.”
EXO 27:20 “Perintahkanlah umat Israel untuk membawa kepadamu minyak zaitun murni untuk pelita, agar pelita-pelita di kemah-Ku menyala terus.
EXO 27:21 Harun dan anak-anaknya akan bertanggung jawab untuk menjaga agar pelita-pelita di depan tirai ruang mahakudus itu terus menyala di hadapan-Ku, dari petang sampai pagi. Inilah ketetapan bagi bangsa Israel turun temurun.”
EXO 28:1 Kata TUHAN kepada Musa, “Panggillah kakakmu Harun, beserta anak-anaknya yaitu Nadab, Abihu, Eleazar, dan Itamar. Khususkanlah mereka untuk melayani-Ku sebagai imam.
EXO 28:2 Sebelum Harun dapat ditahbiskan untuk melayani-Ku sebagai imam besar, harus dibuat pakaian khusus baginya untuk menunjukkan bahwa dia memegang pelayanan yang terhomat dan mulia bagi-Ku. Suruhlah para perajin ahli yang sudah Aku penuhi dengan kebijaksanaan untuk membuat pakaian khusus itu.
EXO 28:4 Inilah pakaian yang perlu mereka buat: Penutup dada, efod, jubah, baju panjang yang ditenun dengan pola yang indah, serban, dan ikat pinggang. Tenunlah kain untuk itu dari benang linen berkualitas tinggi yang berwarna merah, biru, dan ungu, juga dihiasi dengan benang emas. Semua itu dibuat bagi Harun dan anak-anaknya untuk mereka pakai saat melayani-Ku sebagai imam. Pakaian-pakaian itu akan dianggap kudus karena dikhususkan bagi pelayanan bagi-Ku.”
EXO 28:6 “Para perajin ahli haruslah membuat baju efod dari kain yang ditenun dengan benang linen yang berkualitas tinggi berwarna merah, biru, dan ungu, serta dihiasi dengan benang emas.
EXO 28:7 Efod itu terdiri dari dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang. Keduanya disambungkan dengan dua penutup bahu.
EXO 28:8 Ikat pinggang yang disatukan dengan efod haruslah dibuat dari bahan yang sama dengan efod, yaitu kain yang ditenun dengan benang linen yang berkualitas berwarna merah, biru, dan ungu, serta dihiasi dengan benang emas.
EXO 28:9 “Kedua penutup bahu itu dihiasi dengan dua batu permata hijau yang besar, satu di bahu kiri dan satu di kanan. Kedua batu tersebut diukir dengan nama-nama kedua belas anak Yakub,
EXO 28:10 enam nama pada batu yang pertama dan enam nama lainnya pada batu yang kedua, sesuai urutan kelahiran mereka.
EXO 28:11 Cara mengukir nama-nama pada kedua batu tersebut adalah sebagaimana ahli pengukir membuat cap meterai. Kedua batu permata itu harus dipasang pada bingkai emas yang dijahit pada penutup dada. Kedua bingkai emas itu dikaitkan ke penutup dada dengan dua rantai emas murni yang dijalin seperti tali. Ketika Harun datang ke hadapan-Ku dengan membawa nama-nama mereka di atas kedua bahunya, Aku akan selalu diingatkan bahwa Harun mewakili seluruh umat-Ku.”
EXO 28:15 “Para perajin ahli itu haruslah membuat penutup dada untuk digunakan oleh imam dalam mengambil keputusan menurut kehendak-Ku. Penutup dada ini ditenun dari benang linen yang berkualitas tinggi berwarna merah, biru, dan ungu, serta dihiasi dengan benang emas, supaya karyanya serupa dengan efod.
EXO 28:16 Penutup dada itu dilipat dua membentuk kantong persegi empat, dengan panjang dan lebar 22 sentimeter.
EXO 28:17 Pasanglah empat baris batu permata pada penutup dada itu. Baris pertama terdiri dari batu permata merah, bening, dan hijau tua.
EXO 28:18 Baris kedua terdiri dari batu permata hijau campur biru, biru tua, dan bening.
EXO 28:19 Baris ketiga terdiri dari batu permata biru, putih campur cokelat, dan ungu.
EXO 28:20 Baris keempat terdiri dari batu permata bening, hijau, dan hijau campur merah. Semua permata itu harus dipasang pada bingkai emas.
EXO 28:21 Dua belas batu permata itu melambangkan kedua belas anak Yakub, yang kemudian menjadi dua belas suku Israel. Pada setiap batu permata, ukirlah masing-masing satu nama suku Israel, dengan ukiran seperti cap meterai.
EXO 28:22 “Sebagai penahan untuk penutup dada dari bagian atas, buatlah dua rantai dari emas murni yang dijalin seperti tali, beserta dua cincin emas. Cincin yang satu dijahit pada pojok kiri atas penutup dada, dan cincin yang satunya lagi dijahit pada pojok kanan atas. Kedua rantai emas itu disambungkan kepada masing-masing cincin untuk mengikat penutup dada itu pada kedua bingkai emas di penutup bahu efod.
EXO 28:26 Sebagai penahan bagian bawah, buatlah empat cincin emas lagi. Satu cincin dijahit pada pojok kiri bawah penutup dada, dan satu lagi pada pojok kanan bawah, di bagian dalam yang berdekatan dengan efod. Dua cincin emas lainnya dijahit pada bagian depan efod, di sebelah kiri dan kanan, posisinya di antara bagian bawah penutup bahu dan sambungan ikat pinggang.
EXO 28:28 Ikatkan kedua cincin di sisi kiri, yaitu cincin pada efod dan cincin pada penutup dada, dengan tali biru. Lakukan hal yang sama pada sisi kanan. Dengan demikian, penutup dada tidak bergantung lepas ketika Harun membungkuk.
EXO 28:29 “Setiap kali Harun masuk ke ruang kudus, dia harus selalu memakai penutup dada itu. Dengan begitu, dia akan senantiasa membawa nama-nama suku Israel di dekat jantungnya, dan Aku akan selalu diingatkan bahwa Harun mewakili seluruh umat-Ku.
EXO 28:30 Kedua alat yang akan digunakan untuk mengetahui kehendak-Ku, yaitu Urim dan Tumim, ditaruh di dalam penutup dada itu agar benda-benda tersebut selalu berada di dekat jantung Harun ketika dia menghadap Aku untuk mengetahui kehendak-Ku bagi umat Israel.”
EXO 28:31 “Jubah Harun yang akan dipakai di bawah efod itu harus ditenun seluruhnya dari benang warna biru.
EXO 28:32 Tenunlah jubah itu dengan kerah yang tebal agar tidak mudah robek.
EXO 28:33 Pada ujung bawah jubah, tenunlah hiasan-hiasan berbentuk buah delima dari benang warna merah, biru, dan ungu. Pasanglah lonceng-lonceng emas berselang-seling dengan hiasan-hiasan itu.
EXO 28:35 Harun wajib memakai jubah ini setiap kali memasuki ruang kudus untuk melayani Aku, dan lonceng-loncengnya akan berbunyi setiap kali dia masuk dan keluar dari hadirat-Ku. Hal ini adalah kewajiban bagi Harun dan anak-anaknya yang menjadi imam besar, karena siapa pun yang melanggar ketentuan ini akan Aku hukum mati.”
EXO 28:36 “Buatlah medali untuk serban Harun dari emas murni, yang diukir dengan kata-kata ‘Kudus bagi TUHAN’. Ukiran itu haruslah dibuat dengan cara seperti perajin mengukir cap meterai.
EXO 28:37 Medali ini diikatkan di bagian depan serban dengan tali warna biru.
EXO 28:38 Setiap kali Harun mempersembahkan sesuatu yang diberikan orang Israel kepada-Ku, dia harus memakai medali ini pada dahinya sebagai tanda bahwa Aku menganggap kudus persembahan itu, meskipun terjadi kesalahan dalam cara umat Israel memberi persembahan itu. Dengan demikian, Aku akan berkenan kepada umat-Ku.”
EXO 28:39 “Baju panjang untuk Harun harus ditenun dari benang linen yang berkualitas tinggi dengan pola berwarna-warni. Serban dan ikat pinggangnya juga ditenun dengan cara yang sama.
EXO 28:40 “Bagi anak-anak Harun, buatlah baju panjang, ikat pinggang, dan ikat kepala. Pakaian mereka melambangkan kehormatan dan kemuliaan sebagai imam.
EXO 28:41 Harun dan anak-anaknya juga akan membutuhkan celana dalam dari kain linen, dengan panjang dari pinggang sampai paha. Mereka harus memakai celana itu saat mereka memasuki ruang kudus di kemah-Ku, atau saat melaksanakan pelayanan di mezbah kurban di halaman kemah-Ku. Hal ini adalah kewajiban bagi Harun dan anak-anaknya, karena siapa pun yang melanggar ketentuan ini akan Aku hukum mati. “Ketika segala macam pakaian itu sudah siap, urapi dan tahbiskanlah Harun serta anak-anaknya, agar mereka dikhususkan dan dikuduskan menjadi imam yang melayani-Ku.”
EXO 29:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Harun dan anak-anaknya harus ditahbiskan sebagai imam agar mereka bisa melayani Aku. Untuk upacara pentahbisan itu, siapkanlah keperluan ini: Seekor sapi jantan muda dan dua ekor domba jantan. Ketiganya haruslah yang tidak ada cacat.
EXO 29:2 Dari tepung terbaik, buatlah tiga macam roti yang tidak beragi, yakni roti tanpa minyak zaitun, roti yang mengandung minyak zaitun, dan roti tipis kering yang diolesi minyak zaitun setelah dibakar.
EXO 29:3 Taruhlah semua roti itu di dalam sebuah bakul untuk dipersembahkan kepada-Ku bersama sapi jantan muda dan kedua domba jantan tadi.
EXO 29:4 “Lalu bawalah Harun dan anak-anaknya ke depan pintu kemah-Ku dan lakukanlah upacara pembasuhan bagi mereka. Dalam upacara itu kamu harus membasuh mereka masing-masing dengan air.
EXO 29:5 Kemudian ambillah pakaian yang sudah disiapkan, yaitu jubah, baju panjang, efod, dan penutup dada. Kenakanlah semuanya kepada Harun, dan ikatkanlah ikat pinggang tenun pada efod yang sudah dikenakannya.
EXO 29:6 Lilitkanlah serban di kepalanya, dan pasanglah pada serban itu medali emas yang sudah diukir dengan tulisan ‘Kudus bagi TUHAN’.
EXO 29:7 Sesudah itu urapilah dia dengan menuangkan minyak pengurapan di kepalanya.
EXO 29:8 Suruhlah juga anak-anaknya mendekat, lalu kenakanlah baju-baju panjang yang sudah disiapkan itu pada mereka.
EXO 29:9 Pasanglah ikat pinggang dan ikat kepala pada mereka masing-masing.” “Berikut ini adalah ketetapan mengenai tata cara pentahbisan Harun dan anak-anaknya. Upacara ini juga harus dilakukan secara turun-temurun untuk setiap keturunan mereka yang akan melayani Aku sebagai imam:
EXO 29:10 Bawalah sapi jantan tadi ke depan gerbang kemah-Ku, lalu suruhlah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangan mereka di atas kepala sapi itu. Sembelihlah sapi itu di hadapan-Ku, di tempat itu juga.
EXO 29:12 Ambillah sebagian darahnya, lalu oleskan pada tanduk-tanduk mezbah dengan jarimu. Sisa darah itu harus kamu tuangkan ke bagian bawah mezbah.
EXO 29:13 Sesudah itu ambillah semua lemak yang menutupi isi perutnya bagian bawah hati, dan kedua ginjal beserta lemaknya. Bakarlah semua itu di atas mezbah sebagai persembahan bagi-Ku.
EXO 29:14 Tetapi daging, kulit, dan kotorannya, harus kamu bakar di luar perkemahan. Begitulah cara mempersembahkan kurban penghapus dosa.
EXO 29:15 “Kemudian ambillah salah satu dari kedua domba jantan, dan suruhlah Harun serta anak-anaknya meletakkan tangan mereka di atas kepala domba itu.
EXO 29:16 Lalu sembelihlah domba itu, ambil darahnya, dan siramkan dengan kuat pada keempat sisi mezbah.
EXO 29:17 Potonglah domba utuh itu menjadi beberapa bagian dan cucilah semua bagian dalamnya serta kakinya. Letakkan semuanya itu di samping kepala dan bagian tubuh lainnya.
EXO 29:18 Bakarlah semua itu di atas mezbah. Begitulah cara mempersembahkan kurban yang dibakar habis, yang bau harumnya akan menyenangkan bagi-Ku.
EXO 29:19 “Kemudian ambillah domba jantan yang satunya lagi, yang khusus untuk mentahbiskan mereka. Suruhlah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangan mereka di atas kepala domba itu.
EXO 29:20 Lalu sembelihlah domba itu, ambil sedikit darahnya, dan oleskanlah pada telinga kanan Harun dan masing-masing anaknya, juga pada ibu jari tangan kanan dan ibu jari kaki kanan mereka. Sisa darah domba itu harus kamu siramkan dengan kuat pada keempat sisi mezbah.
EXO 29:21 Ambillah sedikit darah dari mezbah itu dan campurkan dengan minyak pengurapan. Lalu percikkan kepada Harun dan anak-anaknya, juga pada pakaian mereka. Dengan cara inilah mereka serta pakaian mereka dikuduskan bagi pelayanan kepada-Ku.
EXO 29:22 “Selanjutnya, ambillah bagian yang berlemak dari domba jantan, lemak yang melapisi bagian ekor, dan lemak yang menutupi isi perut. Ambillah juga bagian bawah hati, kedua ginjal beserta lemak yang menutupinya, dan paha kanannya, karena domba ini untuk pentahbisan. Letakkanlah semua itu di atas mezbah.
EXO 29:23 Dari bakul roti yang sudah ditempatkan di hadapan-Ku, ambillah satu roti yang tanpa minyak zaitun, satu roti yang mengandung minyak zaitun, dan satu roti tipis kering yang diolesi minyak zaitun setelah dibakar.
EXO 29:24 Kamu harus menaruh semuanya itu ke tangan Harun dan anak-anaknya, dan memerintahkan mereka untuk mengangkatnya tinggi sebagai persembahan khusus kepada-Ku.
EXO 29:25 Setelah itu, ambillah semua roti itu kembali dan bakarlah di atas mezbah bersama kurban yang dibakar habis. Bau harumnya saat dibakar akan menyenangkan bagi-Ku.
EXO 29:26 Kemudian ambillah dada domba jantan yang digunakan untuk mentahbiskan Harun, dan angkatlah tinggi sebagai persembahan khusus kepada-Ku. Musa, inilah bagian yang boleh kamu makan.
EXO 29:27 “Pisahkanlah bagian-bagian yang akan menjadi milik Harun dan anak-anaknya, yaitu dada dan paha domba yang digunakan untuk pentahbisan mereka, yang diangkat tinggi sebagai persembahan khusus.
EXO 29:28 Untuk seterusnya, setiap kali umat Israel mempersembahkan kurban tanda damai, bagian itu harus dipisahkan untuk Harun dan keturunannya. Umat Israel wajib mempersembahkan bagian tersebut kepada-Ku dengan memberikannya kepada mereka.
EXO 29:29 “Pakaian Harun, yang dikhususkan bagi pelayanan bagi-Ku, akan menjadi milik keturunannya. Kelak mereka akan memakai pakaian ini ketika diurapi dan ditahbiskan.
EXO 29:30 Anak Harun, yang akan menggantikan ayahnya, harus memakai pakaian ini selama tujuh hari ketika dia masuk ke ruang kudus di kemah-Ku untuk melaksanakan berbagai tugas imam sesuai ketetapan-Ku.
EXO 29:31 “Dari domba jantan pentahbisan itu, ambillah semua bagian daging yang dikhususkan untuk kalian makan, dan rebuslah daging itu di tempat yang kudus.
EXO 29:32 Daging domba itu beserta roti di dalam bakul haruslah dimakan Harun dan anak-anaknya di pintu masuk kemah-Ku.
EXO 29:33 Hanya mereka yang boleh memakan daging dan roti yang dipakai untuk menghapus dosa-dosa mereka dan mengkhususkan mereka bagi-Ku pada upacara pentahbisan. Orang lain tidak boleh memakannya, karena makanan ini suci dan dikhususkan bagi acara pentahbisan.
EXO 29:34 Apabila keesokan paginya masih ada daging atau roti yang tersisa, maka sisanya harus dibakar dan tidak boleh dimakan oleh siapa pun, karena makanan ini suci dan dikhususkan bagi acara pentahbisan.
EXO 29:35 “Semua langkah tersebut harus diulangi setiap hari selama tujuh hari upacara pentahbisan Harun dan anak-anaknya, tepat seperti yang Aku sudah perintahkan.
EXO 29:36 Setiap hari selama tujuh hari itu, persembahkanlah seekor sapi jantan muda untuk menghapus dosa-dosa mereka. Melalui kurban itu, mezbah kurban juga ikut dikuduskan. Kemudian, setiap hari selama tujuh hari itu kamu juga harus mengoleskan minyak pengurapan pada setiap tanduk mezbah sebagai tanda bahwa mezbah itu sudah dikhususkan untuk pelayanan bagi-Ku.
EXO 29:37 Upacara itu harus diulangi setiap hari selama tujuh hari, supaya mezbah dikuduskan sempurna untuk pelayanan bagi-Ku, sehingga apa pun yang menyentuh mezbah itu menjadi kudus.
EXO 29:38 “Yang harus dipersembahkan setiap hari di atas mezbah adalah dua ekor anak domba jantan berumur satu tahun.
EXO 29:39 Persembahkanlah seekor pada pagi hari dan yang lainnya pada sore hari.
EXO 29:40 Bersama anak domba yang pertama, persembahkan juga tiga liter tepung terigu terbaik dicampur dengan satu liter minyak zaitun terbaik. Siramkan juga satu liter anggur sebagai persembahan curahan.
EXO 29:41 Pada sore hari, persembahkanlah domba kedua bersama persembahan gandum-ganduman dan persembahan curahan dengan takaran yang sama seperti persembahan pagi. Bau harum persembahan ini akan menyenangkan bagi-Ku.”
EXO 29:42 Kemudian TUHAN berbicara kepada Musa, “Mulai sekarang dan seterusnya secara turun temurun, kedua persembahan harian itu akan dilaksanakan bagi umat Israel di pintu gerbang halaman kemah-Ku, karena di situlah Aku akan bertemu dengan umat-Ku dan berbicara kepadamu maupun penggantimu nanti.
EXO 29:43 Di situ Aku akan menemui umat Israel, dan tempat itu akan menjadi kudus karena kemuliaan-Ku.
EXO 29:44 Aku akan menguduskan kemah-Ku dan mezbahnya. Aku akan mengkhususkan Harun dan anak-anaknya supaya mereka bisa bertugas sebagai imam.
EXO 29:45 Aku akan tinggal di antara umat Israel dan menjadi Allah mereka.
EXO 29:46 Mereka akan tahu bahwa Akulah TUHAN, Allah mereka yang sudah membawa mereka keluar dari Mesir supaya Aku dapat tinggal bersama mereka. Akulah TUHAN Allah mereka.”
EXO 30:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Buatlah sebuah mezbah dari kayu akasia untuk membakar dupa.
EXO 30:2 Mezbah ini berbentuk persegi, dengan panjang setiap sisinya 45 sentimeter. Tingginya 90 sentimeter. Di setiap sudut atas, buatlah bentuk seperti tanduk sapi yang dipahat sekaligus dengan kayu mezbah itu.
EXO 30:3 Lapisilah seluruhnya dengan emas murni, termasuk bagian atas mezbah, keempat sisinya, dan tanduk-tanduknya. Buatlah juga bingkai emas di sekelilingnya.
EXO 30:4 Untuk mengusung, buatlah dua buah gelang emas dan pasangkan di bawah bingkainya, di tengah-tengah dua sisi yang berseberangan. Tongkat pengusung akan dimasukkan ke dalam gelang-gelang itu.
EXO 30:5 Tongkat pengusung itu juga harus dibuat dari kayu akasia dan dilapisi dengan emas.
EXO 30:6 Letakkan mezbah dupa itu di luar tirai yang menutupi ruang mahakudus. Ruang mahakudus adalah tempat Aku akan bertemu denganmu atau imam besar, ketika dia melayani-Ku di depan Takhta Pendamaian.
EXO 30:7 “Haruslah Harun membakar dupa yang harum di mezbah itu setiap pagi, saat dia membereskan sumbu pelita-pelita,
EXO 30:8 dan setiap sore, saat dia menyalakan pelita-pelita. Lakukanlah persembahan dupa ini di hadapan TUHAN secara rutin dan turun temurun.
EXO 30:9 Dupa yang dipersembahkan di mezbah itu haruslah yang dibuat khusus untuk keperluan kemah-Ku. Jangan menggunakan mezbah itu untuk mempersembahkan hal lain, termasuk kurban sembelihan, gandum-ganduman, maupun air anggur.
EXO 30:10 “Setahun sekali, yaitu pada Hari Pendamaian, Harun harus mengoleskan sedikit darah kurban itu pada tanduk-tanduk mezbah dupa. Upacara ini harus dilakukan secara turun temurun, karena dengan cara demikian mezbah ini dikuduskan untuk pelayanan bagi-Ku.”
EXO 30:11 TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 30:12 “Waktu kamu mengadakan sensus untuk menghitung jumlah umat Israel, saat penghitungan dilakukan, setiap laki-laki harus membayar uang pendamaian untuk menebus hidupnya di mata-Ku. Dengan tebusan itu, Aku tidak akan menghukum umat-Ku dengan wabah penyakit karena sensus tersebut.
EXO 30:13 Setiap laki-laki yang ikut dihitung pada sensus itu harus membayar enam gram perak sebagai persembahan kepada TUHAN. Pembayaran ini ditimbang sesuai pengukur berat yang sah, yaitu syikal yang tersimpan di kemah TUHAN. Satu syikal sama dengan 12 gram.
EXO 30:14 Setiap laki-laki yang berumur 20 tahun ke atas harus dihitung dalam sensus dan harus membayar persembahan ini kepada TUHAN.
EXO 30:15 Baik orang kaya maupun orang miskin harus membayar jumlah yang sama, untuk mengadakan pendamaian bagi hidup mereka di mata-Ku.
EXO 30:16 Musa, kamu akan menerima uang pendamaian yang dibayar oleh bangsa Israel. Gunakanlah dalam pelayanan di kemah-Ku. Dengan demikian, Aku akan berkenan kepada umat Israel dan menganggap setiap orang sudah berdamai dengan-Ku.”
EXO 30:17 Lalu TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 30:18 “Buatlah bejana air untuk pembasuhan lengkap dengan tumpuannya. Keduanya harus dibuat dari perunggu. Letakkan bejana ini di antara mezbah dan kemah-Ku.
EXO 30:19 Harun serta anak-anaknya akan membasuh tangan dan kaki mereka dengan air itu.
EXO 30:20 Mereka harus membasuh tangan dan kaki dengan air itu ketika hendak memasuki kemah-Ku, atau ketika mendekati mezbah untuk membakar persembahan bagi-Ku. Pembasuhan ini adalah kewajiban bagi mereka, agar mereka tidak mati saat melaksanakan tugas. Hal ini menjadi ketetapan bagi Harun dan keturunannya secara turun temurun sampai selamanya.”
EXO 30:22 TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 30:23 “Buatlah minyak pengurapan dari wangi-wangian yang terbaik berupa: minyak mur sebanyak 6 kilogram kayu manis sebanyak 3 kilogram, batang serai sebanyak 3 kilogram,
EXO 30:24 minyak zaitun sebanyak 4 liter, kayu teja sebanyak 6 kilogram. Semua itu ditimbang sesuai pengukur berat yang sah yang tersimpan di kemah-Ku.
EXO 30:25 Dari bahan-bahan itu, buatlah minyak pengurapan dengan cara seperti yang dilakukan oleh ahli pembuat minyak wangi. Minyak ini suci dan hanya boleh digunakan dalam pelayanan bagi-Ku.
EXO 30:26 Dengan minyak inilah kamu akan mengurapi kemah-Ku, peti perjanjian,
EXO 30:27 meja dengan segala peralatannya, tiang pelita dengan segala peralatannya, mezbah dupa,
EXO 30:28 mezbah kurban dengan segala peralatannya, dan bejana pembasuhan dari perunggu serta tumpuannya.
EXO 30:29 Urapilah semuanya itu agar menjadi kudus, sehingga apa pun yang menyentuhnya juga dikuduskan untuk pelayanan bagi-Ku.
EXO 30:30 “Urapilah Harun dan anak-anaknya dengan minyak itu, agar mereka dikhususkan untuk melayani sebagai imam.
EXO 30:31 Kamu harus mengatakan kepada umat Israel, ‘Sesuai perintah TUHAN, kita akan senantiasa menganggap minyak pengurapan ini sangat kudus dan hanya digunakan untuk pelayanan bagi TUHAN.
EXO 30:32 Minyak ini tidak boleh dioleskan pada tubuh orang biasa, dan kalian tidak boleh membuat minyak yang campurannya serupa dengan minyak ini. Minyak ini khusus untuk pelayanan bagi TUHAN, dan kalian harus memperlakukannya sebagai sesuatu yang kudus.
EXO 30:33 Siapa pun yang membuat minyak dengan campuran serupa, atau mengoleskannya kepada seseorang yang bukan imam, dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.’”
EXO 30:34 TUHAN berkata kepada Musa, “Buatlah dupa dengan wangi-wangian berikut ini: getah damar, kulit lokan, getah rasamala, kemenyan murni, masing-masing dengan jumlah yang sama.
EXO 30:35 Campurkan semua itu menjadi dupa, seperti buatan seorang ahli pencampur dupa. Dupa itu harus dicampur dengan garam. Biarlah campuran ini selalu murni dan dianggap kudus.
EXO 30:36 Tumbuklah sedikit dari dupa itu sampai sangat halus dan letakkan di depan peti perjanjian. Itulah tempat di mana Aku akan bertemu denganmu atau imam besar yang bertugas di dalam kemah-Ku. Dupa itu harus selalu dianggap kudus dan hanya boleh dipakai untuk pelayanan bagi-Ku.
EXO 30:37 Kalian tidak boleh membuat campuran dupa yang sama untuk diri sendiri. Dupa ini dikhususkan bagi penyembahan-Ku, dan kalian harus memperlakukannya sebagai sesuatu yang kudus.
EXO 30:38 Siapa pun yang membuat dupa yang serupa dengan itu bagi dirinya sendiri dan untuk menikmati wanginya, dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.”
EXO 31:1 Lalu TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 31:2 “Untuk memimpin semua tugas dalam pembuatan kemah-Ku, Aku sudah memilih Bezalel dari suku Yehuda. Dia adalah anak Uri dan cucu Hur.
EXO 31:3 Aku sudah memenuhi Bezalel dengan Roh-Ku dan memberi dia kebijaksanaan, kepandaian, serta kemampuan dalam segala bidang kerajinan,
EXO 31:4 termasuk pembuatan rancangan dari emas, perak, dan perunggu,
EXO 31:5 pemotongan dan pemasangan batu permata, pemahatan kayu, serta segala macam kerajinan lainnya.
EXO 31:6 Aku juga sudah memilih Aholiab anak Ahisamak, dari suku Dan, untuk membantu pekerjaannya. Kepada semua perajin di antara umat Israel, Aku sudah memberikan kemampuan untuk membuat semua yang Aku perintahkan kepadamu:
EXO 31:7 Kemah-Ku, peti perjanjian, penutupnya yang disebut Takhta Pendamaian, dan segala perlengkapan untuk kemah itu,
EXO 31:8 meja dengan segala peralatannya, tiang pelita emas murni dengan segala peralatannya, mezbah dupa,
EXO 31:9 mezbah kurban beserta peralatannya, bejana pembasuhan dan tumpuannya,
EXO 31:10 pakaian imam yang indah, yang akan dikhususkan bagi Harun dan anak-anaknya ketika mereka bertugas melayani sebagai imam,
EXO 31:11 minyak pengurapan, dan dupa untuk ruang kudus. Mereka harus membuat semuanya itu sesuai dengan perintah-Ku.”
EXO 31:12 TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 31:13 “Katakanlah kepada umat Israel, ‘Setiap orang di antara kalian harus menaati peraturan tentang hari Sabat. Karena Aku sudah menetapkan hari Sabat sebagai penanda secara turun temurun bahwa kamu menaati perjanjian antara Aku dan kamu. Dengan demikian, kamu akan mengingat bahwa Akulah TUHAN yang menguduskanmu.
EXO 31:14 Taatilah segala peraturan yang Aku buat tentang hari Sabat dan anggaplah hari itu kudus senantiasa. Siapa pun yang menodai kekudusan Sabat dengan bekerja pada hari itu, dia harus dimusnahkan dari antara umat Israel dengan hukuman mati.
EXO 31:15 Selama enam hari kamu boleh bekerja, tetapi hari yang ketujuh adalah hari Sabat, yaitu hari peristirahatan penuh yang dikhususkan bagi-Ku. Siapa pun yang tetap bekerja pada hari Sabat akan dihukum mati.
EXO 31:16 Umat Israel harus tetap menjaga hari Sabat dan menaatinya secara turun-temurun sampai selamanya.
EXO 31:17 Karena, selama enam hari Aku menciptakan surga, langit, dan bumi, lalu pada hari yang ketujuh Aku berhenti bekerja dan beristirahat. Itulah sebabnya hari Sabat menjadi tanda perjanjian antara Aku dengan kalian umat Israel untuk selamanya.’”
EXO 31:18 Setelah TUHAN berbicara kepada Musa di gunung Sinai, TUHAN memberikan dua lempengan batu kepadanya, yaitu lempengan berisi perintah-perintah yang ditulis oleh jari Allah.
EXO 32:1 Ketika orang-orang melihat bahwa Musa lama sekali tidak turun dari gunung, mereka bersama-sama datang kepada Harun dan berkata, “Kita tidak tahu apa yang terjadi dengan si Musa itu, yang sudah menghasut kita keluar dari Mesir! Karena itu ayolah, buatkan patung dewa bagi kami untuk memimpin kita!”
EXO 32:2 Jawab Harun “Ambillah anting-anting emas dari istri-istrimu dan anak-anakmu, lalu bawalah kepadaku.”
EXO 32:3 Maka semua orang melepaskan anting-anting emas mereka dan membawanya kepada Harun.
EXO 32:4 Kemudian Harun mengambil barang-barang emas itu dan dia melebur, membentuk, serta memahatnya menjadi patung berbentuk anak sapi. Melihat patung itu, umat pun saling berkata, “Hai umat Israel, inilah dewa kita yang sudah membawa kita keluar dari Mesir!”
EXO 32:5 Ketika Harun melihat bahwa umat merasa senang, dia mendirikan mezbah di depan patung anak sapi itu dan berkata kepada mereka, “Besok kita akan mengadakan perayaan bagi TUHAN!”
EXO 32:6 Keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi untuk mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai kepada patung itu. Lalu mereka makan dan minum serta berpesta pora.
EXO 32:7 Berkatalah TUHAN kepada Musa, “Segeralah turun! Umat yang kamu bawa keluar dari Mesir sudah menajiskan diri!
EXO 32:8 Mereka cepat sekali menyimpang dari jalan yang Aku perintahkan. Mereka sudah membuat patung berhala berbentuk anak sapi, lalu bersujud kepadanya dan mempersembahkan kurban baginya. Mereka berkata, ‘Hai umat Israel, inilah dewa yang sudah membawa kita keluar dari Mesir!’”
EXO 32:9 Kata TUHAN lagi, “Aku sudah melihat betapa keras kepalanya umat ini.
EXO 32:10 Sekarang, biarlah Aku melepaskan murka-Ku terhadap mereka dan menghanguskan mereka! Kemudian Aku akan membuat kamu menjadi suatu bangsa yang besar!”
EXO 32:11 Tetapi Musa memohon kepada TUHAN Allahnya, “Janganlah Engkau menghanguskan mereka dengan murka-Mu! Ingatlah bahwa mereka itu umat-Mu, yang Engkau bawa keluar dari Mesir dengan kuasa dan kekuatan-Mu.
EXO 32:12 Jangan sampai orang Mesir berkata, ‘TUHAN membawa umat Israel keluar dari Mesir dengan maksud jahat, supaya Dia membunuh mereka di pegunungan dan membinasakan mereka dari muka bumi.’ Ya TUHAN, mohon redakanlah murka-Mu, batalkan niat-Mu, dan jangan binasakan umat-Mu!
EXO 32:13 Ingatlah kepada hamba-hamba-Mu, Abraham, Isak, dan Yakub. Engkau sudah bersumpah demi diri-Mu sendiri dan berkata kepada mereka, ‘Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang-bintang di langit. Aku akan memberikan semua tanah ini yang sudah Aku janjikan kepada keturunanmu dan mereka akan memiliki tanah itu selamanya.’”
EXO 32:14 Maka TUHAN membatalkan niat untuk membinasakan umat-Nya.
EXO 32:15 Kemudian Musa berbalik dan turun dari gunung sambil memegang dua lempengan batu yang bertuliskan perintah-perintah Allah pada sisi depan dan belakangnya. Perintah-perintah itu adalah kewajiban utama bagi umat Israel dalam perjanjian mereka dengan Allah.
EXO 32:16 Kedua lempengan batu itu adalah karya Allah. Dia sendirilah yang menuliskan perintah-perintah pada kedua lempengan tersebut.
EXO 32:17 Yosua mendengar suara keramaian umat di bawah dan dia berkata kepada Musa, “Sepertinya ada peperangan di perkemahan!”
EXO 32:18 Jawab Musa, “Bukan! Itu bukan suara sorak kemenangan ataupun tangisan kekalahan. Aku mendengar suara nyanyian.”
EXO 32:19 Ketika Musa sudah dekat dengan perkemahan itu, dia pun melihat patung anak sapi emas dan orang-orang sedang menari-nari. Maka sangat marahlah Musa. Dia melemparkan kedua lempengan batu di tangannya ke tanah di kaki gunung itu sehingga hancur.
EXO 32:20 Musa mengambil patung anak sapi emas yang mereka buat, dan bersama beberapa orang lain dia meleburnya ke dalam api, menumbuknya sampai halus seperti debu, dan menaburkannya ke atas air. Kemudian Musa menyuruh umat Israel meminum air itu.
EXO 32:21 Setelah itu, Musa memarahi Harun, katanya, “Apa yang sudah dilakukan umat ini kepadamu sehingga kamu memimpin mereka melakukan dosa yang sangat besar?!”
EXO 32:22 Harun berkata, “Janganlah marah, Tuanku. Tuan sendiri tahu betapa jahatnya bangsa ini.
EXO 32:23 Mereka berkata kepadaku, ‘Buatkanlah bagi kami patung dewa untuk memimpin kita. Kita tidak tahu apa yang terjadi kepada Musa itu, orang yang sudah menghasut kita keluar dari Mesir.’
EXO 32:24 Maka saya berkata kepada mereka, ‘Lepaskanlah anting-anting emas kalian dan bawalah ke sini.’ Lalu mereka memberikannya kepadaku. Sesudah itu, aku melemparkan emas itu ke dalam api, dan jadilah patung ini!”
EXO 32:25 Musa melihat bahwa umat Israel sudah hilang kendali dan Harun tidak berusaha mengendalikan mereka sehingga mereka dapat ditertawakan oleh musuh.
EXO 32:26 Maka dia berdiri di depan pintu masuk perkemahan dan berkata, “Setiap orang yang berpihak kepada TUHAN, kemari dan bergabunglah dengan saya!” Lalu datanglah semua orang Lewi mengelilinginya.
EXO 32:27 Musa berkata kepada mereka, “TUHAN Allah Israel berkata, ‘Ambillah pedangmu masing-masing dan berjalanlah dari ujung perkemahan ke ujung yang lain. Bunuhlah saudaramu, temanmu, dan tetanggamu yang sudah terlibat dalam penyembahan berhala ini!’”
EXO 32:28 Orang-orang Lewi melakukan seperti yang diperintahkan Musa, dan hari itu juga sekitar tiga ribu orang mati terbunuh.
EXO 32:29 Musa berkata, “Hari ini kamu masing-masing sudah mengkhususkan diri untuk melayani TUHAN dengan menaati perintah-Nya, meskipun kamu harus membunuh anak-anakmu dan saudara-saudaramu sendiri. Oleh karena tindakanmu itu, TUHAN akan memberkatimu.”
EXO 32:30 Keesokan harinya Musa berkata kepada bangsa Israel, “Kalian sudah melakukan dosa besar! Tetapi saya akan naik untuk menghadap TUHAN dan meminta pendamaian atas dosamu.”
EXO 32:31 Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata, “Bangsa ini sudah berbuat dosa besar. Mereka membuat patung dewa emas untuk disembah.
EXO 32:32 Tetapi aku mohon ampunilah dosa mereka. Jika tidak, maka biarlah namaku juga dihapuskan dari kitab yang berisi daftar nama-nama umat-Mu.”
EXO 32:33 Tetapi TUHAN berkata kepada Musa, “Tidak! Yang Aku hapuskan dari kitab itu hanyalah orang yang berdosa terhadap-Ku.
EXO 32:34 Sekarang pergilah, pimpinlah mereka ke tempat yang sudah Aku beritahukan kepadamu. Malaikat yang mewakili Aku akan berjalan di depanmu. Namun, akan tiba saatnya Aku menghukum mereka atas dosa mereka!”
EXO 32:35 Kemudian TUHAN mendatangkan wabah penyakit pada bangsa Israel karena mereka sudah mendesak Harun untuk membuat patung tadi.
EXO 33:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Pergilah dari tempat ini bersama umat yang sudah kamu bawa keluar dari negeri Mesir. Lanjutkanlah perjalanan ke negeri yang sudah Aku janjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Isak, dan Yakub untuk memberikannya kepada keturunan mereka.
EXO 33:2 Aku akan mengutus malaikat itu berjalan di depan kalian, dan Aku akan mengusir orang-orang Kanaan, Amori, Het, Feris, Hewi, dan Yebus.
EXO 33:3 Pergilah ke negeri yang berlimpah dengan hasil alam itu, tetapi Aku tidak akan berjalan bersama kalian. Kalian adalah bangsa yang keras kepala dan tidak taat kepada-Ku. Jika Aku pergi bersama kalian, mungkin saja Aku akan marah dan membinasakan kalian di jalan.”
EXO 33:4 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Katakanlah kepada umat Israel, ‘Kalian adalah bangsa yang keras kepala dan tidak taat. Apabila Aku berjalan bersama kalian sesaat saja, Aku dapat membinasakan kalian. Sekarang lepaslah semua perhiasan di tubuhmu. Aku akan memutuskan apa yang akan Aku lakukan terhadap kalian.’” Mendengar kabar buruk itu, bangsa Israel sangat sedih dan berkabung. Tidak seorang pun memakai perhiasannya.
EXO 33:6 Sejak dari gunung Sinai itu, umat Israel tidak lagi mengenakan perhiasan.
EXO 33:7 Selama ini, tiap kali bangsa Israel berkemah di suatu tempat, Musa mendirikan sebuah kemah di luar, jauh dari perkemahan. Musa menyebutnya Kemah Pertemuan. Siapa pun yang ingin mencari kehendak TUHAN bisa datang ke kemah itu.
EXO 33:8 Setiap kali Musa pergi ke Kemah Pertemuan, seluruh umat Israel bangkit lalu berdiri di depan pintu kemah mereka masing-masing dan memperhatikan Musa sampai dia masuk ke dalam kemah itu.
EXO 33:9 Sewaktu Musa berada di dalam, tiang awan selalu turun dan berdiri di depan pintu kemah itu sementara TUHAN berbicara dengan Musa.
EXO 33:10 Ketika seluruh umat melihat tiang awan berdiri di depan pintu kemah itu, mereka berdiri lalu sujud menyembah kepada TUHAN dari pintu kemah mereka masing-masing.
EXO 33:11 Di dalam kemah itu, TUHAN berbicara kepada Musa secara langsung, sebagaimana seseorang berbicara kepada temannya. Dan ketika Musa kembali ke perkemahan, Yosua anak Nun tetap tinggal di Kemah Pertemuan. Yosua adalah seorang muda, tangan kanan Musa.
EXO 33:12 Musa berkata kepada TUHAN, “Engkau menyuruhku untuk membawa umat ini ke negeri yang Engkau janjikan. Tetapi Engkau belum memberitahukan kepadaku siapa yang akan Engkau utus bersamaku. Namun, Engkau pernah berkata, ‘Aku mengenalmu dan berkenan kepadamu.’
EXO 33:13 Karena itu, ya TUHAN, aku memohon, apabila aku sungguh berkenan di mata-Mu, perkenalkanlah diri-Mu lebih dalam kepadaku, agar aku dapat semakin mengenal Engkau dan terus melakukan yang berkenan kepada-Mu. Ingatlah bahwa bangsa ini adalah umat-Mu.”
EXO 33:14 Lalu TUHAN menjawab, “Aku sendiri akan menyertaimu dan memberikan kelegaan kepadamu.”
EXO 33:15 Lagi kata Musa, “Jika Engkau tidak menyertai kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.
EXO 33:16 Bagaimana bangsa-bangsa lain bisa tahu bahwa Engkau berkenan kepada kami jika Engkau tidak menyertai kami? Justru yang membedakan kami dari semua bangsa lain di bumi adalah kehadiran-Mu bersama kami!”
EXO 33:17 Jawab TUHAN kepada Musa, “Aku akan mengabulkan permintaanmu, karena Aku berkenan kepadamu dan mengenalmu.”
EXO 33:18 Lalu Musa berkata, “Aku mohon, tunjukkanlah kepadaku pancaran kemuliaan-Mu.”
EXO 33:19 Kata TUHAN, “Aku akan memperlihatkan kepadamu seluruh kebaikan-Ku sambil menyatakan arti nama-Ku, yaitu ‘Akulah TUHAN. Aku akan berbaik hati dan berbelas kasihan kepada siapa pun yang Aku inginkan.’
EXO 33:20 Namun, kamu tidak akan melihat wajah-Ku, sebab tidak seorang pun yang memandang-Ku dapat tetap hidup.
EXO 33:21 Tetapi lihat! Berdirilah di atas gunung batu ini di dekat-Ku.
EXO 33:22 Ketika kemuliaan-Ku lewat, Aku akan menempatkan kamu di celah batu ini dan menutupi kamu dengan tangan-Ku sampai Aku sudah lewat.
EXO 33:23 Lalu Aku akan menarik tangan-Ku, dan kamu akan dapat melihat Aku dari belakang, tetapi wajah-Ku tidak akan kamu lihat.”
EXO 34:1 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Pahatlah dua lempengan batu yang baru, seperti kedua lempengan yang sudah kamu hancurkan. Aku akan menuliskan pada lempengan baru itu kata-kata yang sama seperti sebelumnya.
EXO 34:2 Besok pagi, kamu harus sudah siap untuk naik ke gunung Sinai dengan membawa kedua lempengan itu. Berdirilah di hadapan-Ku di puncak gunung itu.
EXO 34:3 Tidak seorang pun boleh ikut ke atas bersamamu atau berada di mana pun di sekitar gunung itu, bahkan kawanan domba dan sapi tidak boleh merumput di dekat gunung.”
EXO 34:4 Maka Musa memahat dua lempengan batu seperti yang pertama. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali dia membawa kedua lempengan itu dan naik ke gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN.
EXO 34:5 Lalu TUHAN turun dalam awan dan berdiri tak jauh dari Musa. Dia pun menyatakan nama-Nya sendiri, yaitu TUHAN.
EXO 34:6 Lalu TUHAN lewat di depan Musa dan berkata, “Akulah TUHAN, Allah yang penyayang dan penuh belas kasihan, panjang sabar, baik hati, dan setia.
EXO 34:7 Memang Aku selalu setia dan berbaik hati kepada beribu-ribu keturunan dengan mengampuni kesalahan, pelanggaran, dan dosa mereka. Tetapi di sisi lain, Aku tidak akan membebaskan orang-orang yang bersalah dari hukuman. Aku akan menghukum anak cucu mereka atas kesalahan mereka, bahkan sampai keturunan yang ketiga dan keempat.”
EXO 34:8 Saat itu juga Musa bersujud menyembah TUHAN
EXO 34:9 dan berkata, “Ya TUHAN, jika Engkau sungguh berkenan kepadaku, aku mohon berjalanlah bersama kami. Walaupun kami adalah bangsa yang keras kepala dan tidak taat, tolong ampunilah kesalahan dan dosa kami. Jadikanlah kami milik-Mu sendiri.”
EXO 34:10 Lalu TUHAN menjawab, “Perhatikanlah, sekarang Aku meneguhkan kembali perjanjian-Ku dengan kalian. Aku akan melakukan keajaiban-keajaiban baru yang belum pernah disaksikan oleh bangsa mana pun di bumi. Semua bangsa di sekitar kalian akan melihat betapa dahsyatnya kuasa-Ku ketika mereka menyaksikan perbuatan-Ku bagimu, Musa.
EXO 34:11 Taatilah perintah-perintah yang akan Aku berikan kembali kepadamu hari ini, dan Aku akan mengusir orang-orang Amori, Kanaan, Het, Feris, Hewi, dan Yebus dari hadapanmu.
EXO 34:12 “Berhati-hatilah! Jangan membuat perjanjian dengan penduduk di negeri yang akan kalian masuki. Jika kalian melakukannya, kalian akan terjerat dalam cara hidup mereka yang jahat.
EXO 34:13 Sebaliknya, robohkanlah mezbah-mezbah mereka, hancurkan semua patung berhala mereka, dan tebanglah semua tiang penyembahan dewi Asyera.
EXO 34:14 Kalian tidak boleh menyembah dewa apa pun, karena Aku adalah Allah yang cemburu.
EXO 34:15 “Jangan membuat perjanjian dengan penduduk negeri itu, karena mereka melacurkan diri mereka dengan menyembah berhala. Apabila kalian berkawan dengan mereka, maka mereka akan mengundang kalian untuk ikut memakan daging hewan-hewan yang mereka kurbankan kepada berhala.
EXO 34:16 Kalian juga akan mengambil anak-anak perempuan mereka sebagai istri bagi anak-anak lelakimu. Dan ketika anak perempuan mereka melacurkan diri, yaitu dengan menyembah patung berhala, mereka akan mempengaruhi anak-anak lelakimu untuk ikut menyembah berhala.
EXO 34:17 Janganlah membuat patung berhala dari logam untuk kalian sembah.”
EXO 34:18 “Peringatilah Hari Raya Roti Tidak Beragi. Setiap tahun pada waktu yang sudah Aku tentukan dan perintahkan, kalian harus makan roti tidak beragi selama tujuh hari. Perayaan ini dilakukan pada bulan Abib untuk mengingat bahwa pada bulan itulah kalian keluar dari Mesir.
EXO 34:19 “Semua anak laki-laki yang sulung adalah milik-Ku. Begitu juga semua ternak jantan yang pertama lahir, baik sapi, kambing, maupun domba.
EXO 34:20 Anak keledai jantan yang pertama lahir bisa kamu tebus dengan mempersembahkan kepada-Ku seekor anak domba atau kambing. Bila kamu tidak ingin menebusnya, kamu harus membunuh keledai itu dengan cara mematahkan lehernya. Akan tetapi, setiap anak laki-lakimu yang sulung harus kamu tebus. “Ketika menghadiri ketiga hari perayaan yang diwajibkan, tidak seorang pun boleh datang ke hadapan-Ku tanpa memberi persembahan.
EXO 34:21 “Enam hari lamanya kamu bekerja, tetapi pada hari ketujuh kamu harus beristirahat, bahkan pada masa membajak atau masa menuai sekalipun.
EXO 34:22 “Peringatilah Hari Raya Panen untuk merayakan hasil pertama dari panen gandum, dan Hari Raya Pondok Cabang-cabang Berdaun pada akhir musim panen.
EXO 34:23 Tiga kali dalam setahun setiap laki-laki harus datang menghadap Aku, Penguasa dan Allah Israel, di kemah-Ku.
EXO 34:24 Saat kamu menghadap Aku pada ketiga perayaan itu, Aku menjamin bahwa tidak akan ada musuh yang berani merebut tanahmu. Bahkan Aku akan mengusir bangsa-bangsa lain dari hadapan kalian dan memperluas batas wilayah kalian.
EXO 34:25 “Saat mempersembahkan kurban sembelihan, jangan memberikannya bersama roti yang beragi. “Pada perayaan Paskah, janganlah menyisakan daging kurban itu sampai besok paginya. Sisa yang ada harus dibakar habis sebelum fajar.
EXO 34:26 “Bawalah hasil terbaik panen pertamamu ke kemah-Ku, TUHAN Allahmu. “Jangan memasak daging anak kambing dengan air susu induknya.”
EXO 34:27 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Tuliskanlah semuanya itu sebagai pengingat, karena seluruh peraturan itu adalah kewajiban yang harus kalian lakukan untuk tetap menjadi bagian dalam ikatan perjanjian-Ku dengan Israel.”
EXO 34:28 Musa berada di atas gunung bersama TUHAN empat puluh hari empat puluh malam, dan selama itu dia tidak makan ataupun minum. TUHAN menuliskan kata-kata perjanjian, yaitu sepuluh perintah Allah, pada kedua lempengan batu itu.
EXO 34:29 Sewaktu Musa turun dari gunung Sinai dengan membawa kedua lempengan batu yang bertuliskan hukum TUHAN, dia tidak menyadari bahwa wajahnya bercahaya karena TUHAN sudah berbicara dengannya.
EXO 34:30 Ketika Harun dan umat Israel melihat wajah Musa yang bercahaya, mereka takut mendekatinya.
EXO 34:31 Tetapi Musa memanggil mereka dan meminta Harun serta seluruh pemimpin bangsa Israel untuk datang, lalu dia berbicara kepada mereka.
EXO 34:32 Seluruh umat Israel mendekati Musa, dan dia menyampaikan kepada mereka semua perintah yang TUHAN berikan kepadanya di gunung Sinai.
EXO 34:33 Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, dia menutupi wajahnya dengan kain.
EXO 34:34 Musa tetap menutupi wajahnya sampai dia masuk kembali ke Kemah Pertemuan untuk berbicara dengan TUHAN. Setiap kali Musa masuk ke kemah itu, dia melepaskan kain dari wajahnya dan baru memakainya lagi saat keluar. Ketika dia keluar, umat Israel dapat melihat wajah Musa masih bercahaya. Karena itulah dia segera menutupi wajahnya dan menyampaikan berbagai pesan TUHAN kepada umat.
EXO 35:1 Musa memanggil seluruh umat Israel untuk berkumpul lalu berkata kepada mereka, “Inilah perintah TUHAN yang harus kita lakukan:
EXO 35:2 Enam hari kita boleh bekerja dalam seminggu, tetapi pada hari yang ketujuh kita harus beristirahat penuh, karena hari itu adalah hari Sabat, yang kita khususkan bagi TUHAN. Siapa pun yang bekerja pada hari itu akan dihukum mati.
EXO 35:3 Kita tidak boleh menyalakan api di dalam tempat tinggal kita pada hari Sabat.”
EXO 35:4 Selanjutnya kata Musa kepada seluruh umat Israel, “Inilah perintah TUHAN:
EXO 35:5 Kumpulkanlah persembahan bagi TUHAN yang akan digunakan untuk mengerjakan kemah-Nya. Hendaklah setiap orang yang tergerak hatinya membawa persembahan kepada TUHAN, berupa emas, perak, perunggu,
EXO 35:6 benang linen merah, biru, dan ungu, kain linen yang berkualitas tinggi, bulu kambing yang akan dipintal dan ditenun menjadi kain,
EXO 35:7 kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit yang tidak meresap air, kayu akasia,
EXO 35:8 minyak zaitun untuk tiang pelita bercabang, berbagai wangi-wangian dari getah pohon untuk membuat minyak pengurapan dan dupa,
EXO 35:9 permata hijau dan berbagai permata lain yang berwarna-warni, untuk dipasang pada efod dan penutup dada yang akan dipakai oleh imam besar.
EXO 35:10 “Setiap orang yang memiliki keterampilan untuk mengerjakan hal-hal yang diperintahkan TUHAN, datanglah kepada saya. Mari kita membuat hal-hal ini:
EXO 35:11 Seluruh bagian kemah TUHAN, termasuk kemah dan kain penutupnya, pengait-pengait, rangka-rangka, kayu lintang, tiang-tiang dan alasnya yang dibuat dari logam,
EXO 35:12 peti perjanjian dengan tongkat pengusungnya, penutup peti, tirai penutup ruangan untuk peti itu,
EXO 35:13 meja dengan tongkat pengusungnya, segala perlengkapannya, roti sajian,
EXO 35:14 tiang pelita bercabang dengan pelita-pelitanya dan segala perlengkapannya, minyak untuk pelita itu,
EXO 35:15 mezbah dupa dengan tongkat pengusungnya, minyak pengurapan dan dupa, tirai pintu masuk kemah,
EXO 35:16 mezbah kurban dengan alas bakar dari perunggu, tongkat pengusung mezbah, dan segala perlengkapan lainnya, bejana pembasuhan dari perunggu dan tumpuannya,
EXO 35:17 tirai-tirai untuk halaman, tiang penyangga, tirai pintu gerbang halaman,
EXO 35:18 pasak-pasak kemah TUHAN, pagar halamannya, semua talinya,
EXO 35:19 dan segala macam pakaian indah yang dikhususkan bagi Harun dan anak-anaknya untuk dipakai ketika mereka melayani di ruang kudus.”
EXO 35:20 Seluruh umat Israel mendengarkan semua petunjuk yang Musa sampaikan itu, lalu kembali ke kemah mereka.
EXO 35:21 Kemudian setiap orang yang tergerak hatinya dan terdorong semangatnya berdatangan sambil membawa persembahan bagi TUHAN untuk mengerjakan kemah-Nya, segala macam perlengkapan yang akan diperlukan dalam penyembahan-Nya, dan bahan-bahan untuk pakaian imam.
EXO 35:22 Baik laki-laki maupun perempuan, semua orang yang tergerak hatinya datang kepada Musa dengan membawa bros, anting-anting, cincin, kalung, dan segala macam perhiasan emas lainnya. Ketika menyerahkan benda-benda itu kepada Musa, mereka mengangkat tinggi perhiasan-perhiasan itu sebagai tanda bahwa mereka mempersembahkannya bagi TUHAN.
EXO 35:23 Setiap orang yang memiliki bahan yang diperlukan datang membawanya, yaitu benang linen merah, biru atau ungu, kain linen yang berkualitas tinggi, bulu kambing untuk ditenun, kulit domba jantan yang diwarnai merah, dan kulit yang tidak meresap air.
EXO 35:24 Setiap orang yang hendak mempersembahkan perak atau perunggu membawanya sebagai persembahan kepada TUHAN. Demikian pula setiap orang yang mempunyai kayu akasia datang membawanya.
EXO 35:25 Setiap perempuan yang terampil memintal membawa hasil pintalan mereka, berupa benang linen merah, biru, atau ungu. Dan perempuan yang terampil memintal bulu kambing datang membawa benang. Ada juga perempuan yang membawa hasil tenun linen berkualitas tinggi.
EXO 35:27 Para pemimpin membawa segala macam permata yang berwarna-warni untuk dipasang pada efod dan penutup dada.
EXO 35:28 Mereka juga membawa minyak zaitun untuk pelita dan berbagai wangi-wangian dari getah pohon untuk dicampur dalam pembuatan minyak pengurapan dan dupa.
EXO 35:29 Baik laki-laki maupun perempuan, setiap orang Israel yang tergerak hatinya membawa sumbangan sukarela kepada TUHAN untuk mendukung pekerjaan yang TUHAN perintahkan melalui Musa.
EXO 35:30 Lalu Musa berkata kepada umat Israel, “TUHAN sudah mengangkat Bezalel anak Uri, cucu Hur dari suku Yehuda, sebagai kepala dalam pekerjaan besar ini.
EXO 35:31 TUHAN sudah memenuhi Bezalel dengan Roh-Nya dan memberinya kebijaksanaan, kepandaian, serta kemampuan dalam segala bidang pekerjaannya,
EXO 35:32 yaitu pembuatan rancangan dari emas, perak, dan perunggu,
EXO 35:33 pemotongan dan pemasangan batu permata, pemahatan kayu, serta segala macam kerajinan lainnya.
EXO 35:34 TUHAN juga sudah mengangkat Aholiab anak Ahisamak dari suku Dan sebagai wakil Bezalel dalam pekerjaan besar ini. TUHAN sudah memampukan keduanya untuk mengajarkan keahlian mereka kepada orang lain.
EXO 35:35 TUHAN sudah memberikan keahlian khusus kepada para perajin, termasuk pemahat, perancang, dan penenun yang bisa menghasilkan gambar dalam kain linen yang berkualitas tinggi dengan menggunakan benang merah, biru, dan ungu. Mereka ahli dalam segala macam pekerjaan dan karya seni.”
EXO 36:1 Kata Musa, “TUHAN sudah memberikan kemampuan dan kebijaksanaan kepada Bezalel, Aholiab, dan para perajin ahli lainnya, untuk melakukan semua pekerjaan dalam pembuatan kemah TUHAN dan perlengkapannya. Mereka harus mengerjakannya sesuai dengan yang sudah TUHAN perintahkan.”
EXO 36:2 Maka Musa memanggil Bezalel, Aholiab, dan setiap perajin, yaitu orang-orang yang diberi keahlian khusus oleh TUHAN dan yang hatinya tergerak untuk melakukan pekerjaan itu.
EXO 36:3 Mereka menerima dari Musa seluruh sumbangan yang diberikan oleh umat Israel untuk mengerjakan kemah TUHAN. Namun, meski bahan-bahan sudah cukup, setiap pagi umat Israel masih terus membawa sumbangan bahan kepada Musa.
EXO 36:4 Karena itu semua perajin meninggalkan pekerjaan mereka dan datang kepada Musa.
EXO 36:5 Mereka berkata, “Rakyat sudah menyumbang lebih banyak daripada yang diperlukan untuk menyelesaikan segala sesuatu yang TUHAN perintahkan.”
EXO 36:6 Maka Musa mengumumkan ke seluruh perkemahan, “Bahan-bahan yang dibutuhkan sudah cukup! Mulai sekarang, baik laki-laki maupun perempuan jangan ada lagi yang membawa sumbangan untuk pembuatan kemah TUHAN.” Lalu mereka pun berhenti menyumbangkan bahan,
EXO 36:7 karena semua keperluan untuk menyelesaikan kemah TUHAN sudah cukup, bahkan lebih dari cukup.
EXO 36:8 Para ahli tenun membuat sepuluh helai kain untuk lapisan atap kemah yang paling bawah. Semua kain itu merupakan karya seni yang indah dari linen berkualitas tinggi, yang ditenun dari benang berwarna merah, biru, dan ungu dengan gambar malaikat penjaga.
EXO 36:9 Setiap lembar kain berukuran sama, yaitu 13 meter panjangnya dan 1,8 meter lebarnya.
EXO 36:10 Kesepuluh helai kain itu disambungkan menjadi dua rangkaian yang masing-masing terdiri dari lima helai. Setiap sisi panjang mempunyai lima puluh lubang kait yang dibuat dari tali biru, dan setiap helai disambungkan pada helai berikutnya dengan lima puluh pengait dari emas. Jadi, ketika lima kain disambungkan sepanjang sisi panjangnya, rangkaian itu menjadi satu dengan panjang 13 meter dan lebar 9 meter.
EXO 36:14 Untuk atap lapisan yang kedua, para ahli tenun juga membuat sebelas lembar kain dari bulu kambing.
EXO 36:15 Setiap lembar berukuran sama, yaitu 14 meter panjangnya dan 1,8 meter lebarnya. Setiap sisi panjang mempunyai lima puluh lubang kait yang disambungkan pada helai lain dengan lima puluh pengait dari perunggu. Kesebelas helai itu disambungkan menjadi dua rangkaian, yang satu terdiri dari lima lembar, dan yang lainnya enam lembar.
EXO 36:19 Untuk atap lapisan yang ketiga, mereka membuat penutup dari kulit domba jantan yang diwarnai merah. Dan untuk lapisan yang paling atas, mereka membuat penutup dari kulit yang tidak menyerap air.
EXO 36:20 Para perajin juga membuat papan-papan rangka dari kayu akasia untuk menopang atap kemah TUHAN. Semua rangka dibuat dengan sama persis. Setiap papan berukuran tinggi 4,6 meter dan lebar 69 sentimeter, serta mempunyai dua pasak yang menjulur dari bawah.
EXO 36:23 Mereka membuat dua puluh rangka untuk sisi selatan kemah dan dua puluh untuk sisi utara. Setiap pasak dari empat puluh kayu rangka itu dimasukkan ke dalam delapan puluh alas penahan yang dicetak dari perak.
EXO 36:27 Untuk bagian belakang kemah, di sisi barat, mereka membuat delapan rangka, dengan dua yang dibuat khusus untuk kedua sudut belakang kemah.
EXO 36:29 Kedua rangka khusus itu menyatukan sudut kiri dan kanan, dari bawah sampai ke atas, dan tersambung di ujung atas dengan gelang penahan yang terbuat dari emas.
EXO 36:30 Kedelapan rangka untuk sisi belakang kemah TUHAN dipasang di atas enam belas alas penahan yang dicetak dari perak, dua alas untuk setiap papan rangka.
EXO 36:31 Mereka juga membuat kayu-kayu lintang dari kayu akasia dan memasangnya melintangi rangka-rangka itu, lima kayu lintang untuk sisi utara kemah TUHAN,
EXO 36:32 lima untuk sisi selatan, dan lima lagi untuk bagian belakang kemah yang menghadap ke barat.
EXO 36:33 Kayu lintang yang di tengah dipasang pada setengah tinggi papan rangka dan melintang dari ujung yang satu sampai ke ujung lainnya.
EXO 36:34 Mereka melapisi rangka-rangka dan kayu-kayu lintang itu dengan emas, dan membuat gelang-gelang emas pada setiap rangka untuk memasang kayu lintang.
EXO 36:35 Untuk memisahkan bagian dalam kemah TUHAN, mereka membuat tirai dari kain linen berkualitas tinggi yang ditenun berbentuk malaikat-malaikat penjaga, dari benang linen merah, biru, dan ungu.
EXO 36:36 Tirai ini digantungkan dengan pengait-pengait emas pada empat tiang kayu akasia yang dilapisi dengan emas. Tiang-tiang kayu itu berdiri di atas alas yang dicetak dari perak.
EXO 36:37 Mereka juga membuat tirai untuk pintu kemah TUHAN, yang ditenun dari benang linen berkualitas tinggi yang berwarna merah, biru, dan ungu.
EXO 36:38 Tirai ini digantungkan dengan pengait-pengait emas pada lima tiang kayu akasia. Kelima tiang ini mempunyai dekorasi di ujung atas dan gelang besar sebagai tempat memasang pengait, dan semuanya dilapisi dengan emas. Tiang-tiang ini berdiri di atas lima alas yang dicetak dari perunggu.
EXO 37:1 Bezalel membuat peti perjanjian dari kayu akasia. Panjangnya 115 sentimeter, lebarnya 69 sentimeter, dan tingginya 69 sentimeter.
EXO 37:2 Dia melapisi bagian dalam dan luar peti itu dengan emas murni, serta membuat bingkai emas di sekeliling peti itu pada bagian atas.
EXO 37:3 Dia juga mencetak empat buah gelang emas dan memasangnya pada keempat kaki peti itu, dua gelang pada tiap sisi panjang.
EXO 37:4 Dia membuat dua tongkat pengusung dari kayu akasia, melapisinya dengan emas,
EXO 37:5 dan memasukkannya ke dalam gelang-gelang pada kedua sisi peti.
EXO 37:6 Lalu Bezalel membuat penutup peti yang disebut Takhta Pendamaian dari emas murni dengan panjang 115 sentimeter dan lebar 69 sentimeter.
EXO 37:7 Dia mencetak emas untuk membuat penutup peti sekaligus dengan dua bentuk malaikat penjaga yang saling berhadapan di atasnya. Satu bentuk makhluk bersayap berada pada setiap ujung penutup peti itu.
EXO 37:9 Kedua bentuk malaikat itu saling berhadapan, dengan muka mengarah ke penutup peti dan sayap-sayapnya terbentang ke atas sehingga menaungi penutup peti itu.
EXO 37:10 Bezalel membuat sebuah meja dari kayu akasia. Panjangnya 92 sentimeter, lebarnya 46 sentimeter, dan tingginya 69 sentimeter.
EXO 37:11 Dia melapisi meja itu dengan emas murni dan membuat bingkai emas di sekelilingnya.
EXO 37:12 Dia membuat pinggiran mengelilinginya selebar 8 sentimeter dan membuat bingkai emas pada pinggiran itu.
EXO 37:13 Kemudian Bezalel mencetak empat gelang emas dan memasangnya pada keempat sudut kaki meja.
EXO 37:14 Gelang-gelang itu dipasang dekat dengan bingkai sebagai tempat memasang dua tongkat pengusung.
EXO 37:15 Kedua tongkat itu dibuatnya dari kayu akasia dan dilapisi dengan emas.
EXO 37:16 Dia juga membuat perkakas dari emas murni untuk diletakkan di atas meja, yaitu piring-piring dan sendok-sendok untuk dupa, juga kendi-kendi dan mangkuk-mangkuk untuk menuangkan persembahan air anggur.
EXO 37:17 Bezalel membuat tiang pelita bercabang dari emas murni. Dia menempa sebongkah emas murni untuk membentuk bagian-bagian tiang pelita, yakni kaki, batang, cabang-cabangnya, dan ketujuh pelita yang berbentuk bunga.
EXO 37:18 Tiang pelita itu memiliki enam cabang, tiga pada sisi kiri dan tiga pada sisi kanan.
EXO 37:19 Setiap cabang memiliki tiga hiasan yang berbentuk seperti bunga badam, lengkap dengan kelopak dan mahkota bunganya.
EXO 37:20 Tiang utama pelita itu sendiri memiliki empat hiasan yang berbentuk seperti bunga badam, lengkap dengan kelopak dan mahkota bunganya.
EXO 37:21 Juga ada sebuah hiasan berbentuk kuncup bunga badam di bawah setiap pasangan cabang yang keluar dari tiang utama pelita.
EXO 37:22 Semua bagian tiang pelita ini, termasuk cabang-cabangnya dan hiasan-hiasannya yang berbentuk bunga, ditempa dari satu bongkahan emas murni.
EXO 37:23 Bezalel juga membuat ketujuh tempat pelitanya, penjepitnya, dan wadah-wadah kecil untuk menampung sumbu yang hangus dari emas murni.
EXO 37:24 Dia membuat tiang pelita bercabang itu dan semua perkakasnya dari 34 kilogram emas murni.
EXO 37:25 Bezalel membuat mezbah dupa dari kayu akasia berbentuk persegi. Panjang setiap sisinya 46 sentimeter, dan tingginya 92 sentimeter. Tanduk-tanduknya tidak ditempel saja, tetapi dipahat sehingga menyatu dengan mezbah itu.
EXO 37:26 Dia melapisi seluruh bagian mezbah dengan emas murni, yakni bagian atas, keempat sisi, dan tanduk-tanduknya, serta membuat bingkai emas di sekelilingnya.
EXO 37:27 Dia juga membuat dua gelang emas dan memasangnya di bawah bingkai itu, pada kedua sisi yang berseberangan, untuk memasukkan tongkat pengusung.
EXO 37:28 Dia membuat tongkat-tongkat pengusung dari kayu akasia dan melapisinya dengan emas.
EXO 37:29 Selanjutnya dia membuat minyak pengurapan dan dupa dengan cara pembuatan seperti yang dilakukan ahli pembuat minyak wangi dan pencampur dupa. Minyak pengurapan dan dupa ini harus senantiasa diperlakukan sebagai barang yang kudus.
EXO 38:1 Bezalel bersama para perajin membuat mezbah kurban dari kayu akasia. Mezbah itu berbentuk persegi dengan panjang keempat sisinya 2,3 meter dan tingginya 1,4 meter.
EXO 38:2 Pada keempat sudutnya, mereka membuat tanduk-tanduk yang dipahat menyatu dengan mezbah itu. Kemudian seluruh mezbah dilapisi dengan perunggu.
EXO 38:3 Mereka juga membuat perkakas untuk mezbah itu dari perunggu, yaitu tempat-tempat abu, sekop-sekop, bejana-bejana, pengait daging, dan kuali-kuali untuk mengangkut bara.
EXO 38:4 Mereka membuat alas tebal yang berlubang-lubang dari perunggu untuk menahan kayu bakar. Alas itu dipasang pada posisi setengah dari tinggi mezbah.
EXO 38:5 Mereka mencetak empat gelang dari perunggu dan memasangnya pada keempat sudut luar mezbah sebagai tempat untuk memasukkan dua tongkat pengusung.
EXO 38:6 Tongkat-tongkat pengusung itu dibuat dari kayu akasia dan dilapisi dengan perunggu.
EXO 38:7 Ketika mezbah perlu diusung, kedua tongkat dimasukkan ke dalam keempat gelang itu. Mezbah kurban berbentuk seperti kotak kosong yang terbuka.
EXO 38:8 Bezalel bersama para pengerja juga membuat sebuah bejana pembasuhan beserta tumpuannya dari perunggu. Perunggu untuk membuat bejana itu berasal dari cermin-cermin perunggu yang disumbangkan oleh para perempuan yang mengerjakan pelayanan di pintu masuk Kemah Pertemuan.
EXO 38:9 Di bawah pimpinan Bezalel, para perajin menenun tirai-tirai kain linen yang berkualitas tinggi untuk pagar halaman kemah TUHAN. Rangkaian tirai untuk sisi selatan dan utara masing-masing sepanjang 45 meter. Sebagai tempat untuk menggantung tirai-tirai itu, mereka membuat dua puluh tiang dan 20 alas perunggu. Setiap tiang dilengkapi dengan gelang perak besar di ujung atas sebagai tempat memasang pengait perak.
EXO 38:12 Di sebelah barat, rangkaian tirai panjangnya 22,5 meter, digantungkan pada sepuluh tiang yang berdiri di atas sepuluh alas. Ujung atas setiap tiang memiliki gelang perak besar sebagai tempat memasang pengait perak.
EXO 38:13 Di sebelah timur, tempat pintu gerbang kemah, lebar halaman juga 22,5 meter.
EXO 38:14 Pintu gerbang halaman itu diapit oleh dua rangkaian tirai, masing-masing sepanjang 6,75 meter, yang digantungkan pada tiga tiang yang berdiri di atas tiga alas.
EXO 38:16 Mereka menenun tirai-tirai linen yang berkualitas tinggi untuk memagari halaman.
EXO 38:17 Semua alas untuk tiang dibuat dari perunggu, sedangkan semua gelang penyambung dan pengait-pengaitnya dari perak. Ujung atas setiap tiang di halaman dilapisi dengan perak.
EXO 38:18 Di tengah sisi timur, tirai pintu gerbang ditenun dari benang linen yang berkualitas tinggi berwarna merah, biru, dan ungu. Panjang tirai itu 9 meter dan tingginya 2,25 meter. Tingginya sama dengan semua tirai yang mengelilingi halaman.
EXO 38:19 Tirai pintu gerbang itu digantung pada empat tiang yang berdiri di atas empat alas perunggu. Ujung atas setiap tiang ini dilapisi dengan perak, dan memiliki gelang penyambung sebagai tempat memasang pengait-pengait tirai. Gelang-gelang dan semua pengait dibuat dari perak.
EXO 38:20 Semua pasak kemah TUHAN dan halamannya dibuat dari perunggu.
EXO 38:21 Atas perintah Musa, para sekretaris dari suku Lewi mencatat semua jenis dan total berat logam yang digunakan dalam pembuatan halaman dan kemah TUHAN, tempat peti perjanjian disimpan. Mereka mencatat semua itu di bawah pengawasan Itamar anak Harun.
EXO 38:22 Bezalel anak Uri, cucu Hur dari suku Yehuda, memimpin para perajin supaya segala sesuatu dikerjakan persis seperti yang TUHAN perintahkan kepada Musa.
EXO 38:23 Bezalel dibantu oleh Aholiab anak Ahisamak, dari suku Dan, seorang yang ahli mengukir, merancang, dan menenun dengan benang linen berkualitas tinggi berwarna merah, biru, dan ungu.
EXO 38:24 Seluruh emas yang disumbangkan umat Israel untuk mengerjakan kemah TUHAN berjumlah 1.000 kilogram. Jumlah ini ditimbang sesuai pengukur berat yang sah.
EXO 38:25 Seluruh perak yang disumbangkan umat Israel saat sensus berjumlah 3.420 kilogram. Jumlah ini ditimbang sesuai pengukur berat yang sah.
EXO 38:26 Semua laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas dihitung dalam sensus itu dan masing-masing membayar 6 gram perak. Jumlah ini juga ditimbang sesuai pengukur berat yang sah. Jumlah orang yang terdaftar adalah 603.550 orang.
EXO 38:27 Perak sebanyak 3.400 kilogram digunakan untuk membuat seratus buah alas dengan cara dicetak. Sembilan puluh enam alas digunakan sebagai tempat mendirikan rangka-rangka kemah TUHAN, dan empat digunakan untuk mendirikan empat tiang yang menopang tirai pemisah ruang mahakudus. Satu alas memerlukan 34 kilogram perak.
EXO 38:28 Sisa perak sejumlah 20 kilogram digunakan untuk membuat gelang-gelang penyambung untuk tiang-tiang, pengait-pengaitnya, dan untuk melapisi ujung atas tiang.
EXO 38:29 Perunggu yang disumbangkan oleh umat Israel seluruhnya berjumlah 2.400 kilogram.
EXO 38:30 Perunggu itu dipakai untuk membuat alas tiang-tiang gerbang kemah TUHAN, melapisi kayu mezbah kurban, membuat alas berlubang-lubang untuk menahan kayu bakar di dalam mezbah itu, membuat semua perkakas mezbah,
EXO 38:31 membuat alas untuk semua tiang pagar sekeliling halaman kemah TUHAN dan gerbang halaman, serta membuat seluruh pasak kemah itu dan pasak untuk pagar halamannya.
EXO 39:1 Sesuai perintah TUHAN kepada Musa, Bezalel dan para perajin membuat pakaian khusus untuk Harun. Pakaian itu harus dianggap kudus dan dipakai saat melayani TUHAN di kemah-Nya. Semua pakaian itu dibuat dengan menenun pola yang indah dari benang merah, biru, dan ungu.
EXO 39:2 Mereka menenun efod dari benang linen yang berkualitas tinggi berwarna merah, biru, dan ungu, serta dihiasi dengan benang emas.
EXO 39:3 Mereka membuat benang dari emas yang ditempa menjadi lempengan-lempengan yang sangat tipis, lalu diiris-iris sehingga menjadi seperti benang. Benang emas itu digunakan untuk menghiasi pola yang mereka tenun dari benang linen berkualitas yang berwarna merah, biru, dan ungu.
EXO 39:4 Efod itu terdiri dari dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang. Kedua bagian ini disambungkan dengan dua penutup bahu.
EXO 39:5 Sesuai perintah TUHAN kepada Musa, ikat pinggang yang disatukan dengan efod dibuat dari bahan yang sama dengan efod itu, yakni kain linen berkualitas tinggi yang ditenun oleh perajin ahli menggunakan benang linen berwarna merah, biru, dan ungu, serta dihiasi dengan benang emas.
EXO 39:6 Mereka menghias kedua penutup bahu dengan dua batu permata hijau yang dipasang pada dua bingkai emas, satu di bahu kiri dan satu di kanan. Mereka mengukir nama-nama suku Israel pada kedua batu permata itu dengan cara seperti yang biasa dilakukan oleh ahli permata saat mengukir meterai.
EXO 39:7 Kemudian, sesuai perintah TUHAN kepada Musa, mereka memasang kedua batu permata yang sudah dibingkai itu pada kedua penutup bahu efod. Hal itu dilakukan sebagai tanda pengingat di hadapan TUHAN bahwa Harun mewakili seluruh umat Israel.
EXO 39:8 Bezalel juga membuat penutup dada yang ditenun dari benang linen berkualitas tinggi yang berwarna merah, biru, dan ungu, serta dihiasi dengan benang emas menjadi karya seni yang serupa dengan efod.
EXO 39:9 Penutup dada itu dilipat dua membentuk kantong persegi empat dengan panjang dan lebar 22 sentimeter.
EXO 39:10 Mereka memasang empat baris batu permata pada penutup dada itu. Baris pertama terdiri dari batu permata merah, bening, dan hijau tua.
EXO 39:11 Baris kedua terdiri dari batu permata hijau campur biru, biru tua, dan bening.
EXO 39:12 Baris ketiga terdiri dari batu permata biru, putih campur cokelat, dan ungu.
EXO 39:13 Baris keempat terdiri dari batu permata bening, hijau, dan hijau campur merah. Setiap batu permata ini dipasang dengan bingkai emas.
EXO 39:14 Dua belas batu permata itu melambangkan kedua belas anak Yakub, yang kemudian menjadi dua belas suku Israel. Pada setiap batu permata itu diukir masing-masing satu nama suku Israel, dengan ukiran seperti cap meterai.
EXO 39:15 Di bagian atas penutup dada, mereka membuat penahan berupa dua rantai dari emas murni yang dijalin seperti tali, serta dua cincin emas. Cincin yang satu dijahit pada pojok kiri atas penutup dada, dan yang lainnya dijahit pada pojok kanan atas, untuk mengikat penutup dada dengan rantai itu pada kedua bingkai di penutup bahu efod.
EXO 39:19 Sebagai penahan di bagian bawah, mereka membuat empat cincin emas lagi. Satu cincin dijahit pada pojok kiri bawah penutup dada, dan satu lagi pada pojok kanan bawah, di bagian dalam yang berdekatan dengan efod. Dua cincin emas lainnya dijahit pada bagian depan efod, di sebelah kiri dan kanan, posisinya di antara bagian bawah penutup bahu dan sambungan ikat pinggang.
EXO 39:21 Kedua cincin di sisi kiri, yaitu cincin pada efod dan cincin pada penutup dada, diikatkan dengan tali biru. Demikian juga dengan kedua cincin di sisi kanan. Dengan begitu, penutup dada tidak bergantung lepas ketika Harun membungkuk. Mereka melakukan semua ini sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
EXO 39:22 Para perajin menenun jubah yang akan dipakai Harun di bawah efod dari benang warna biru
EXO 39:23 dengan kerah yang tebal, agar jubah tidak mudah robek.
EXO 39:24 Sekeliling ujung bawah jubah ditenun dengan hiasan-hiasan berbentuk buah delima dari benang warna merah, biru, dan ungu. Lonceng-lonceng emas dipasang secara berselang-seling dengan hiasan-hiasan itu. Harun wajib memakai jubah ini setiap kali dia melayani TUHAN, seperti yang sudah TUHAN perintahkan kepada Musa.
EXO 39:27 Para perajin membuat baju panjang dan celana dalam untuk Harun dan anak-anaknya, juga serban khusus untuk Harun dan ikat kepala untuk anak-anaknya. Semua itu dibuat dengan cara menenun benang linen yang berkualitas tinggi.
EXO 39:29 Ikat pinggang untuk anak-anak Harun juga ditenun dari benang linen berkualitas yang berwarna merah, biru, dan ungu, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
EXO 39:30 Sebagai tanda kekudusan pelayanan Harun, mereka membuat medali dari emas murni untuk serbannya. Permukaan medali itu diukir dengan kata-kata, “Kudus bagi TUHAN,” yang dibuat seperti ukiran untuk cap meterai.
EXO 39:31 Medali itu diikatkan pada serban Harun dengan tali berwarna biru, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
EXO 39:32 Demikianlah mereka menyelesaikan seluruh tugas untuk mengerjakan kemah TUHAN. Orang Israel melakukan segalanya sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
EXO 39:33 Lalu mereka menunjukkan semua itu kepada Musa, yakni kemah dengan segala perlengkapannya, pengait-pengait, rangka-rangka, kayu-kayu lintang, tiang-tiang dan alasnya,
EXO 39:34 penutup kemah dari kulit domba jantan yang diwarnai merah, penutup paling atas dari kulit yang tidak menyerap air, tirai yang menutupi ruang mahakudus,
EXO 39:35 peti perjanjian dengan tongkat pengusungnya, penutup peti yang disebut Takhta Pendamaian,
EXO 39:36 meja dan segala peralatannya, roti sajian,
EXO 39:37 tiang pelita bercabang, pelita-pelitanya, semua perlengkapannya, dan minyak untuk menyalakan pelita,
EXO 39:38 mezbah dupa dari emas, minyak pengurapan, dupa, tirai pintu masuk kemah TUHAN,
EXO 39:39 mezbah kurban yang dilapisi perunggu, alasnya yang berlubang-lubang dari perunggu, tongkat-tongkat pengusung, dan segala perlengkapan mezbah, bejana pembasuhan beserta tumpuannya,
EXO 39:40 tirai-tirai untuk halaman, tiang penyangga, tirai pintu gerbang halaman, semua tali dan pasak-pasaknya, juga segala perlengkapan lain untuk kemah TUHAN,
EXO 39:41 juga pakaian untuk para imam ketika melayani di kemah TUHAN, yaitu pakaian yang menunjukkan bahwa Harun dan anak-anaknya melaksanakan pelayanan kudus bagi TUHAN.
EXO 39:42 Demikianlah umat Israel melakukan segala pekerjaan sesuai dengan perintah TUHAN kepada Musa.
EXO 39:43 Musa memeriksa hasil pekerjaan mereka dan merasa senang karena mereka sudah melakukan semuanya sesuai perintah TUHAN. Kemudian Musa mendoakan berkat TUHAN atas mereka.
EXO 40:1 Lalu TUHAN berkata kepada Musa,
EXO 40:2 “Pada hari pertama bulan pertama, dirikanlah kemah-Ku. Kemah itu melambangkan kehadiran-Ku di antara umat-Ku.
EXO 40:3 Tempatkanlah peti perjanjian di dalamnya, di ruang mahakudus. Lalu pasanglah tirai pemisah antara ruang mahakudus dengan ruang kudus.
EXO 40:4 Taruhlah meja roti sajian di dalam kemah itu dan aturlah semua perlengkapannya. Bawalah juga tiang pelita bercabang dan nyalakanlah sumbu-sumbu pelitanya.
EXO 40:5 “Letakkan mezbah emas untuk membakar dupa di depan peti perjanjian, dan pasanglah tirai di pintu masuk kemah-Ku.
EXO 40:6 Tempatkanlah mezbah kurban di bagian halaman yang di dekat pintu kemah-Ku.
EXO 40:7 Taruhlah bejana pembasuhan di antara kemah-Ku dan mezbah itu, lalu isilah dengan air.
EXO 40:8 Dirikanlah pagar di sekeliling halaman kemah dan pasanglah tirai di pintu gerbang halaman.
EXO 40:9 “Kemudian ambillah minyak pengurapan yang sudah dikuduskan bagi-Ku, dan urapilah kemah-Ku beserta semua perlengkapan di dalamnya, supaya semuanya itu dikuduskan demi pelayanan bagi-Ku.
EXO 40:10 Urapilah juga mezbah kurban dan semua perlengkapannya, supaya semua itu— terkhusus mezbahnya— dikuduskan demi pelayanan bagi-Ku.
EXO 40:11 Urapilah juga bejana pembasuhan dan tumpuannya agar menjadi kudus bagi-Ku.
EXO 40:12 “Kemudian ajaklah Harun dan anak-anaknya mendekat ke pintu masuk kemah-Ku dan basuhlah mereka dengan air.
EXO 40:13 Sesudah itu, kenakanlah pada Harun pakaian yang sudah dibuat khusus bagi dia untuk melayani di hadapan-Ku. Urapilah Harun agar dia dikhususkan untuk melayani-Ku sebagai imam.
EXO 40:14 Lalu ajaklah anak-anak Harun maju dan kenakanlah pada mereka baju panjang yang sudah disiapkan.
EXO 40:15 Urapilah mereka seperti kamu mengurapi ayah mereka, agar mereka juga dapat melayani-Ku sebagai imam. Dengan pengurapan itu, mereka dan keturunan mereka dikhususkan untuk senantiasa melayani Aku sebagai imam.”
EXO 40:16 Musa melaksanakan semuanya itu sesuai dengan perintah TUHAN kepadanya.
EXO 40:17 Maka kemah TUHAN didirikan pada hari pertama bulan pertama dalam tahun kedua sesudah mereka meninggalkan Mesir.
EXO 40:18 Dibantu oleh orang-orang suku Lewi, Musa mendirikan kemah itu dengan meletakan alas-alasnya, memasang papan-papan rangka dan kayu-kayu lintangnya, kemudian mendirikan tiang-tiangnya.
EXO 40:19 Lalu mereka membentangkan semua lapisan atap di atas rangka-rangka itu, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
EXO 40:20 Musa mengambil kedua lempengan batu yang bertuliskan sepuluh perintah Allah dan memasukkannya ke dalam peti perjanjian. Selanjutnya dia memasang tongkat pengusung pada peti itu dan meletakkan penutup peti, yaitu Takhta Pendamaian, di atasnya.
EXO 40:21 Lalu dia membawa peti itu ke dalam ruang mahakudus di kemah TUHAN dan memasang tirai pemisah antara ruang kudus dengan ruang mahakudus agar peti itu tidak terlihat dari luar, sesuai perintah TUHAN kepadanya.
EXO 40:22 Kemudian Musa menempatkan meja roti sajian di dalam kemah TUHAN, pada sisi utara di depan tirai pemisah,
EXO 40:23 dan menyusun roti sajian di atas meja itu, sesuai perintah TUHAN kepadanya.
EXO 40:24 Musa menempatkan tiang pelita di dalam kemah TUHAN di sisi selatan, berhadapan dengan meja itu.
EXO 40:25 Dia juga menyalakan pelita-pelita di hadapan TUHAN, sesuai perintah TUHAN kepadanya.
EXO 40:26 Lalu Musa meletakkan mezbah dupa di depan tirai di dalam kemah itu
EXO 40:27 dan membakar dupa di sana, sesuai perintah TUHAN kepadanya.
EXO 40:28 Sesudah itu, Musa dibantu beberapa orang dari suku Lewi memasang tirai pada pintu masuk kemah TUHAN.
EXO 40:29 Mereka juga meletakkan mezbah kurban di depan pintu masuk kemah itu. Lalu Musa mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan persembahan gandum-ganduman, sesuai perintah TUHAN kepadanya.
EXO 40:30 Musa menyuruh beberapa orang meletakkan bejana pembasuhan di antara kemah dan mezbah, lalu mengisinya dengan air.
EXO 40:31 Air itu disiapkan supaya Musa, Harun, dan anak-anak Harun dapat membasuh tangan dan kaki mereka di sana.
EXO 40:32 Mereka wajib membasuh tangan dan kaki setiap hendak memasuki kemah itu atau mendekat ke mezbah, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
EXO 40:33 Terakhir, Musa dan orang-orang Lewi mendirikan pagar halaman di sekeliling kemah itu serta mezbah, dan memasang tirai pada pintu gerbang halaman. Dengan demikian, selesailah seluruh pekerjaan mendirikan kemah TUHAN.
EXO 40:34 Kemudian awan kemuliaan TUHAN menutup dan memenuhi kemah TUHAN. Musa tidak bisa masuk selama kemuliaan TUHAN masih memenuhi kemah itu.
EXO 40:36 Sepanjang perjalanan umat Israel, setiap kali awan itu naik dari atas kemah TUHAN, umat Israel berangkat melanjutkan perjalanan mereka.
EXO 40:37 Selama awan itu tidak naik dari kemah, mereka tetap tinggal di tempat perkemahan.
EXO 40:38 Awan TUHAN berdiam di atas kemah itu pada siang hari dan menjadi berapi pada malam hari, sehingga dapat terlihat setiap saat oleh seluruh umat Israel sepanjang perjalanan mereka.
LEV 1:1 Dari kemah-Nya, TUHAN memanggil Musa dan berkata kepadanya,
LEV 1:2 “Sampaikanlah kepada bangsa Israel: Pada waktu seseorang di antara kalian hendak mempersembahkan ternak kepada-Ku, kurban itu bisa berupa sapi, kambing, atau domba.
LEV 1:3 “Apabila kamu mempersembahkan sapi sebagai kurban yang dibakar habis, sapi itu haruslah jantan, muda, dan tidak bercacat. Supaya persembahanmu diterima, bawalah itu ke depan kemah-Ku.
LEV 1:4 Letakkanlah tanganmu di atas kepala kurban itu, dan Aku akan menganggapnya layak untuk memulihkan hubunganmu dengan-Ku.
LEV 1:5 Lalu sembelihlah sapi itu di hadapan-Ku. Darahnya akan ditampung dan disiramkan oleh imam yang bertugas pada keempat sisi mezbah di depan kemah-Ku.
LEV 1:6 Lalu kamu akan menguliti dan memotongnya menjadi beberapa bagian, serta mencuci kaki dan seluruh isi perut kurban itu. Para imam bertanggung jawab mengurus api di mezbah. Mereka akan menyusun semua potongan kurban itu beserta kepala dan lemaknya di atas api mezbah. Selanjutnya, imam yang bertugas akan membakar semuanya itu sampai habis. Bau harum asap persembahan itu akan menyenangkan Aku.
LEV 1:10 “Apabila kamu mempersembahkan domba atau kambing sebagai kurban yang dibakar habis, hewan itu haruslah jantan dan tidak bercacat.
LEV 1:11 Saat kamu membawa hewan itu, kamu akan menyembelihnya di hadapan-Ku di sebelah utara mezbah. Darah kurban itu akan ditampung dan disiramkan pada keempat sisi mezbah oleh imam.
LEV 1:12 Lalu kamu akan memotong kurban itu menjadi beberapa bagian, serta mencuci kaki dan seluruh isi perutnya. Imam akan menyusun semua potongan itu beserta kepala dan lemaknya di atas api di mezbah. Semuanya akan dibakar habis, dan bau harum asap persembahan itu akan menyenangkan Aku.
LEV 1:14 “Apabila kamu mempersembahkan burung sebagai kurban yang dibakar habis, burung itu haruslah burung tekukur atau anak burung merpati.
LEV 1:15 Imam yang bertugas akan membawa burung itu ke mezbah, memelintir lehernya sampai terkoyak, dan membakarnya di atas mezbah itu. Darah burung itu haruslah dibiarkan mengalir sampai habis pada sisi mezbah.
LEV 1:16 Imam akan mengambil kantong makanan yang ada pada leher burung itu beserta seluruh isinya, lalu melemparkannya ke sebelah timur mezbah, yaitu tempat abu dibuang.
LEV 1:17 Selanjutnya, imam akan memegang burung itu pada kedua sayapnya dan menarik sayap itu dari badan, tetapi tidak boleh sampai putus. Imam kemudian membakar seluruhnya di atas mezbah. Bau harum asap saat persembahan itu dibakar akan menyenangkan Aku.”
LEV 2:1 “Pada waktu kamu hendak mempersembahkan gandum-ganduman kepada-Ku, apabila persembahan itu berupa tepung yang belum diolah, tepung itu haruslah yang terbaik, serta dituangi minyak zaitun dan ditaburi serbuk dupa di atasnya.
LEV 2:2 Persembahan itu akan dibawa kepada para imam. Imam akan mengambil segenggam dari tepung yang sudah dicampuri minyak zaitun beserta semua dupa di atasnya, lalu membakarnya di atas mezbah sebagai tanda bahwa seluruh persembahan itu adalah milik-Ku. Bau harum asap persembahan itu akan menyenangkan Aku.
LEV 2:3 Selebihnya dari persembahan gandum-ganduman itu akan menjadi bagian para imam. Semuanya itu sangat suci karena sudah dipersembahkan kepada-Ku.
LEV 2:4 “Apabila persembahan gandum-gandumannya berupa roti yang dipanggang, roti itu harus dibuat dari tepung terbaik, tanpa ragi, dan dicampur dengan minyak zaitun, atau berupa roti tipis yang diolesi minyak zaitun.
LEV 2:5 Persembahan itu harus dibuat dari tepung terbaik, tanpa ragi, dan dicampur dengan minyak zaitun.
LEV 2:6 Roti itu akan dipatah-patahkan menjadi potongan kecil lalu dituangi minyak zaitun di atasnya.
LEV 2:7 Apabila persembahan gandum-gandumannya berupa roti yang dimasak di panci, roti itu harus dibuat dari tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun.
LEV 2:8 “Kamu boleh menyiapkan persembahan gandum-ganduman dengan salah satu cara tersebut. Serahkan persembahan itu kepada imam yang bertugas, dan dia akan membawanya ke mezbah.
LEV 2:9 Dia akan mengambil segenggam dari persembahan itu dan membakarnya di atas mezbah sebagai tanda bahwa seluruh persembahan itu adalah milik-Ku. Bau harum asap persembahan itu akan menyenangkan Aku.
LEV 2:10 Selebihnya dari persembahan itu akan menjadi bagian para imam. Semuanya itu sangat suci karena sudah dipersembahkan kepada-Ku.
LEV 2:11 “Persembahan gandum-ganduman yang kamu bawa kepada-Ku harus diolah tanpa ragi, karena segala sesuatu yang mengandung ragi ataupun madu tidak boleh dipersembahkan bagi-Ku.
LEV 2:12 “Namun, gandum yang diolah dengan ragi atau madu boleh dibawa sebagai persembahan hasil panen pertama, tetapi jangan dibakar di atas mezbah untuk menghasilkan bau harum yang menyenangkan Aku.
LEV 2:13 “Taburkanlah garam pada semua persembahan gandum-gandumanmu, karena garam melambangkan perjanjian yang Aku buat dengan kalian. Jadi, pastikan agar kalian tidak lupa memberi garam pada semua persembahan gandum-ganduman.
LEV 2:14 “Apabila kamu memberikan persembahan gandum-ganduman bagi-Ku dari hasil panenmu yang pertama, berikanlah gandum baru yang sudah ditumbuk dan dipanggang di atas api.
LEV 2:15 Tuangkan minyak zaitun dan taruhlah serbuk dupa di atasnya, seperti yang dilakukan pada segala persembahan gandum-ganduman.
LEV 2:16 Bagian yang sudah dituangi minyak beserta semua dupanya akan dibakar sebagai tanda bahwa seluruhnya diberikan kepada-Ku.”
LEV 3:1 TUHAN berkata lagi kepada Musa, “Pada waktu seseorang di antara kalian hendak mempersembahkan kurban tanda damai kepada-Ku, hewan itu haruslah yang tidak bercacat, boleh jantan atau betina.
LEV 3:2 Bawalah persembahan itu ke depan mezbah-Ku dan letakkan tanganmu di atas kepala hewan itu sebelum menyembelihnya. Lalu imam yang bertugas akan menampung darah kurban itu dengan wadah dan menyiramkannya pada keempat sisi mezbah.
LEV 3:3 Kemudian pisahkan semua lemak yang melapisi isi perut dan yang melekat pada bagian-bagian perut hewan itu, termasuk kedua ginjal dan bagian bawah hati. Semua itu diserahkan kepada imam supaya dibakar sampai habis di atas mezbah sebagai persembahan bagi-Ku.
LEV 3:5 Kemudian imam akan membakar bagian-bagian tersebut di atas daging persembahan lain yang sedang dibakar habis di atas mezbah. Bau harum asap persembahan itu akan menyenangkan Aku.
LEV 3:6 “Kalau hewan yang kamu bawa sebagai kurban tanda damai adalah domba atau kambing, hewan itu boleh jantan atau betina, tetapi harus yang tidak bercacat.
LEV 3:7 Apabila kurbanmu adalah seekor domba, bawalah itu ke hadapan-Ku di depan mezbah-Ku.
LEV 3:8 Letakkanlah tanganmu di atas kepalanya dan sembelihlah domba itu. Kemudian imam akan menyiramkan darahnya pada keempat sisi mezbah.
LEV 3:9 Lalu kamu akan memisahkan semua lemaknya untuk dipersembahkan, termasuk lemak di bagian ekor yang sudah dipotong dari dekat tulang punggung, semua lemak yang melapisi isi perut, dan lemak yang melekat pada bagian-bagian perutnya.
LEV 3:10 Yang dipersembahkan juga termasuk kedua ginjal dan lemak yang melekat pada ginjal, lemak yang ada di dekat otot punggung bawah, serta bagian bawah hati.
LEV 3:11 Kemudian imam akan membakar semua bagian tersebut di atas mezbah sebagai persembahan bagi-Ku.
LEV 3:12 “Apabila hewan yang kamu bawa sebagai kurban tanda damai adalah seekor kambing, bawalah itu ke hadapan-Ku di depan mezbah-Ku.
LEV 3:13 Letakkanlah tanganmu di atas kepalanya dan sembelihlah kambing itu. Kemudian imam akan menyiramkan darahnya pada keempat sisi mezbah.
LEV 3:14 Lalu kamu akan memisahkan semua lemaknya untuk dipersembahkan, termasuk semua lemak yang melapisi isi perut dan semua yang melekat pada bagian-bagian perutnya.
LEV 3:15 Yang dipersembahkan juga termasuk dua ginjal dan lemak yang melekat pada ginjal, lemak yang ada di dekat otot punggung bawah, serta bagian bawah hati.
LEV 3:16 Imam akan membakar semua bagian tersebut di atas mezbah sebagai persembahan bagi-Ku. Bau harum asap kurban itu akan menyenangkan Aku. Ingatlah bahwa semua lemak dari hewan yang dikurbankan adalah milik-Ku.
LEV 3:17 “Ini suatu ketetapan yang harus kalian patuhi turun-temurun di mana pun kalian tinggal: Kalian tidak boleh makan lemak ataupun darah dalam bentuk apa pun.”
LEV 4:1 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 4:2 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Apabila seseorang tidak sengaja melanggar perintah-Ku sehingga dia berdosa, orang itu harus mengikuti aturan-aturan berikut supaya dosanya diampuni.”
LEV 4:3 “Apabila yang berdosa adalah imam besar sehingga seluruh umat Israel ikut dinyatakan berdosa, dia harus mempersembahkan kepada-Ku seekor sapi jantan muda yang tidak bercacat. Itu akan menjadi kurban penghapus dosa atas apa yang sudah dilakukannya.
LEV 4:4 Dia akan membawa sapi jantan itu ke hadapan-Ku di depan kemah-Ku. Dia harus meletakkan tangannya di atas kepala sapi itu dan menyembelihnya.
LEV 4:5 Kemudian dia akan membawa sebagian darah kurban yang ditampung dengan wadah ke dalam kemah-Ku,
LEV 4:6 mencelupkan salah satu jarinya ke dalam darah itu, dan memercikkannya tujuh kali ke arah tirai yang memisahkan ruang kudus dan ruang mahakudus.
LEV 4:7 Sebagian dari darah kurban itu haruslah dia oleskan pada tanduk-tanduk mezbah dupa yang ada di dalam kemah, dan sisanya dicurahkan ke dasar mezbah kurban yang ada di depan kemah-Ku.
LEV 4:8 Dari kurban sapi jantan itu dia akan memisahkan bagian-bagian ini: Semua lemak yang melapisi isi perut dan yang melekat pada bagian-bagian perut,
LEV 4:9 termasuk kedua ginjal, lemak yang melekat pada ginjal, dan bagian bawah hati.
LEV 4:10 Langkah ini sama seperti ketika lemak diambil dari hewan kurban tanda damai. Kemudian imam yang bertugas akan membakar semuanya itu di mezbah.
LEV 4:11 Tetapi semua bagian lain dari sapi itu, yakni kulit dan seluruh dagingnya, kepala, kaki, isi perut serta kotorannya
LEV 4:12 harus dibawa ke luar perkemahan oleh imam, lalu dia akan membakar semua itu sampai habis di atas kayu api di tempat pembuangan abu.”
LEV 4:13 “Apabila yang berdosa adalah seluruh umat Israel dengan tidak sengaja melanggar perintah-Ku, dan mereka sama sekali tidak menyadarinya, mereka tetap bersalah.
LEV 4:14 Ketika dosa itu diketahui, mereka harus membawa seekor sapi jantan muda ke depan kemah-Ku sebagai kurban penghapus dosa.
LEV 4:15 Para tua-tua setiap suku Israel akan meletakkan tangan mereka di atas kepala kurban itu dan menyembelihnya di hadapan-Ku.
LEV 4:16 Darah kurban akan ditampung dalam wadah. Kemudian imam yang bertugas akan membawanya ke dalam kemah-Ku.
LEV 4:17 Haruslah dia mencelupkan salah satu jarinya ke dalam darah itu dan memercikkannya tujuh kali ke arah tirai yang memisahkan ruang kudus dan ruang mahakudus.
LEV 4:18 Sebagian dari darah itu harus dia oleskan pada tanduk-tanduk mezbah dupa yang ada di dalam kemah, dan sisa darah selebihnya dicurahkan ke dasar mezbah kurban yang ada di depan kemah-Ku.
LEV 4:19 Lalu dia akan memisahkan semua lemak kurban itu dan membakarnya di atas mezbah.
LEV 4:20 Tata cara untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa bagi seluruh umat Israel sama persis dengan kurban penghapus dosa imam besar. Dengan demikian, imam akan memulihkan hubungan umat Israel dengan-Ku dan Aku akan mengampuni dosa mereka.
LEV 4:21 Kemudian imam akan membawa semua bagian lain dari sapi itu keluar perkemahan Israel lalu membakarnya sampai habis, sama seperti kurban penghapus dosa bagi imam besar. Itulah syarat-syarat untuk kurban penghapus dosa bagi semua umat Israel.”
LEV 4:22 “Apabila yang berdosa adalah seorang pemimpin Israel dengan tidak sengaja melanggar perintah-Ku, dia tetap bersalah.
LEV 4:23 Ketika dosa itu diketahui, dia harus membawa kambing jantan yang tidak bercacat sebagai kurban penghapus dosanya.
LEV 4:24 Dia akan meletakkan tangannya di atas kepala kambing itu dan menyembelihnya di hadapan-Ku, yaitu di tempat penyembelihan kurban yang dibakar habis.
LEV 4:25 Kemudian imam akan mencelupkan salah satu jarinya ke darah kambing itu dan mengoleskannya pada tanduk-tanduk mezbah kurban. Sisa darah selebihnya dicurahkan ke dasar mezbah itu.
LEV 4:26 Lalu imam akan membakar semua lemak kurban itu di atas mezbah, seperti yang dilakukan pada kurban tanda damai. Demikianlah imam akan memulihkan hubungan orang itu dengan Aku dan dosanya akan diampuni.”
LEV 4:27 “Apabila kamu, seorang umat Israel biasa, dengan tidak sengaja melanggar perintah-Ku, kamu tetap bersalah.
LEV 4:28 Ketika kamu mengetahui dosamu itu, kamu akan membawa kambing betina atau domba betina yang tidak bercacat sebagai kurban penghapus dosa.
LEV 4:29 Apabila persembahannya adalah kambing betina, kamu akan meletakkan tangannya di atas kepala kambing itu dan menyembelihnya di tempat penyembelihan kurban yang dibakar habis.
LEV 4:30 Kemudian imam akan mencelupkan salah satu jarinya ke darah kambing itu dan mengoleskannya pada tanduk-tanduk mezbah kurban. Sisa darah selebihnya dicurahkan ke dasar mezbah itu.
LEV 4:31 Kemudian kamu akan memisahkan semua lemak, seperti yang dilakukan pada kurban tanda damai. Lalu imam akan membakar semuanya itu di atas mezbah, sehingga bau harum asapnya menyenangkan Aku. Demikianlah imam akan memulihkan hubunganmu dengan Aku dan dosamu akan diampuni.
LEV 4:32 “Apabila persembahannya untuk kurban penghapus dosa adalah domba, domba itu haruslah seekor betina yang tidak bercacat.
LEV 4:33 Untuk mempersembahkan domba, ikutilah semua langkah untuk mempersembahkan kambing. Perbedaannya, imam akan meletakkan semua lemak domba itu di atas bagian-bagian lain yang sedang dibakar. Bau harum asapnya menyenangkan Aku. Demikianlah imam akan memulihkan hubunganmu dengan Aku dan dosamu akan diampuni.”
LEV 5:1 TUHAN melanjutkan perkataan-Nya kepada Musa untuk disampaikan kepada umat Israel, “Apabila kamu dipanggil ke pengadilan untuk menjadi saksi dalam suatu perkara yang pernah kamu lihat atau ketahui, tetapi kamu menolak untuk bersaksi, maka kamu harus mempersembahkan kurban penghapus dosa.
LEV 5:2 Apabila kamu dengan tidak sadar sudah menyentuh sesuatu yang najis, seperti bangkai binatang liar, bangkai hewan ternak, atau binatang yang berkeriapan di tanah, kamu menjadi najis. Ketika kamu sadar akan kesalahanmu itu, kamu harus mempersembahkan kurban penghapus dosa.
LEV 5:3 Apabila kamu dengan tidak sadar sudah menyentuh sesuatu yang najis yang berasal dari tubuh manusia, kamu menjadi najis. Ketika kamu sadar akan kesalahanmu itu, kamu harus mempersembahkan kurban penghapus dosa.
LEV 5:4 Apabila kamu dengan sembarangan bersumpah untuk melakukan suatu tindakan, entah hal yang baik ataupun yang buruk, kemudian kamu menyadari kesalahanmu itu, maka kamu harus mengakuinya dan mempersembahkan kurban penghapus dosa.
LEV 5:5 “Jadi, ketika kamu melakukan kesalahan seperti itu, kamu harus mengakuinya.
LEV 5:6 Lalu persembahkanlah kurban penghapus dosa, yaitu seekor kambing betina atau domba betina. Imam yang mempersembahkannya akan memulihkan hubunganmu dengan-Ku, dan dosamu akan diampuni.
LEV 5:7 “Apabila kamu tidak mampu mempersembahkan seekor kambing atau domba betina, kamu boleh menggantinya dengan dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Yang seekor menjadi kurban penghapus dosa dan yang lainnya menjadi kurban yang dibakar habis.
LEV 5:8 Bawalah kedua burung itu kepada imam, lalu imam akan terlebih dahulu mempersembahkan salah satu sebagai kurban penghapus dosa. Dia akan memutar leher burung itu sampai patah, tetapi tidak boleh sampai putus.
LEV 5:9 Kemudian dia akan memercikkan sebagian darah kurban itu ke sisi mezbah, dan sisa darah selebihnya harus dibiarkan mengalir ke dasar mezbah.
LEV 5:10 Selanjutnya dia akan mempersembahkan burung yang satu lagi sebagai kurban yang dibakar habis. Dengan demikian imam memulihkan hubunganmu dengan-Ku, dan dosamu akan diampuni.
LEV 5:11 “Namun, jika kamu sangat miskin dan tidak mampu membeli dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, bawalah tepung yang terbaik sebanyak tiga liter sebagai kurban penghapus dosamu. Tetapi jangan menuangkan minyak zaitun dan menaruh serbuk dupa di atasnya, karena tepung itu adalah persembahan penghapus dosa. Bawalah tepung itu kepada imam. Dia akan mengambil segenggam dari tepung itu lalu membakarnya di atas kurban dan persembahan yang lain di mezbah. Segenggam tepung itu menjadi tanda bahwa persembahan itu seluruhnya milik-Ku.
LEV 5:13 Dengan demikian imam memulihkan hubunganmu dengan-Ku, dan dosamu akan diampuni. Selebihnya dari tepung itu menjadi bagian untuk imam, sama seperti persembahan gandum-ganduman.”
LEV 5:14 Lagi kata TUHAN kepada Musa untuk disampaikan kepada umat Israel,
LEV 5:15 “Kalau kamu lalai sehingga melakukan kekeliruan dengan jumlah persembahan yang harus kamu berikan kepada-Ku maka kamu berdosa. Kamu harus membayar denda 120% dari nilainya yang gagal kamu berikan. Denda itu akan diserahkan kepada imam yang bertugas. Kamu juga harus membawa kepada-Ku kurban penebus kesalahan, yaitu seekor domba jantan yang tidak bercacat. Imam akan menilai apakah domba itu layak dipersembahkan, serta menentukan harganya sesuai pengukur berat yang sah. Lalu imam akan mempersembahkan domba itu sebagai kurban untuk menebus kesalahan yang sudah kamu akui, dan Aku akan mengampunimu.
LEV 5:17 “Apabila kamu tanpa sadar melanggar perintah-Ku dengan melakukan apa yang sudah Aku larang, maka kamu harus mempersembahkan kurban penebus kesalahan.
LEV 5:18 Ketika kamu menyadari pelanggaranmu itu, kamu harus membawa seekor domba jantan yang tidak bercacat sebagai kurban penebus kesalahan. Imam akan menilai apakah domba itu layak dipersembahkan dan menentukan harganya. Dengan mempersembahkan kurban itu, imam memulihkan hubunganmu dengan-Ku dan dosamu akan diampuni.
LEV 5:19 Demikianlah aturan untuk menebus kesalahan di hadapan Aku, TUHAN.”
LEV 6:1 TUHAN berkata lagi kepada Musa,
LEV 6:2 “Inilah beberapa contoh kesalahan yang merupakan dosa terhadap-Ku: Menyangkal tentang barang yang dititipkan atau digadaikan kepadamu, merampok, menipu sesamamu,
LEV 6:3 menemukan barang hilang dan tidak mengaku kepada pemiliknya, bersumpah mengatakan yang benar padahal berbohong, atau bentuk kecurangan apa pun.
LEV 6:4 Pada waktu kamu terbukti bersalah, kamu harus mengembalikan segala sesuatu yang kamu ambil dengan tidak jujur itu, serta membayar denda dua puluh persen dari nilai barang kepada pemiliknya.
LEV 6:6 Kemudian kamu harus memberikan kurban penebus kesalahan kepada-Ku berupa seekor domba jantan yang tidak bercacat, dan yang harganya sesuai pengukur berat yang sah. Serahkanlah domba itu kepada imam.
LEV 6:7 Lalu imam akan mempersembahkan domba itu untuk memulihkan hubunganmu dengan Aku, TUHAN, dan Aku akan mengampunimu atas kesalahan yang sudah kamu perbuat.”
LEV 6:8 TUHAN melanjutkan perkataan-Nya kepada Musa,
LEV 6:9 “Sampaikanlah kepada para imam: Inilah peraturan tentang kurban yang dibakar habis. Daging kurban yang dibakar habis harus dibiarkan di atas mezbah sepanjang malam sampai pagi. Apinya harus tetap menyala.
LEV 6:10 Pada pagi hari, imam yang bertugas akan memakai pakaian imam dari kain linen, termasuk celana dalam dan baju panjangnya, lalu mengumpulkan abu kurban yang tersisa di mezbah dan menaruhnya di samping mezbah.
LEV 6:11 Sesudah itu, dia harus mengganti pakaiannya dan mengenakan pakaian biasa, lalu membawa abu itu keluar dari perkemahan dan membuangnya di tempat yang tidak najis.
LEV 6:12 Api pada mezbah itu harus terus menyala, tidak boleh padam. Setiap pagi imam harus menambahkan kayu bakar dan mengatur kurban pagi yang dibakar habis di atasnya. Kemudian dia akan membakar lemak kurban tanda damai di atas daging kurban yang dibakar habis itu.
LEV 6:13 Api pada mezbah harus dijaga agar tetap menyala, tidak boleh padam.”
LEV 6:14 “Inilah peraturan tentang persembahan gandum-ganduman: Para imam harus membawa persembahan itu ke depan mezbah sebagai persembahan bagi-Ku.
LEV 6:15 Imam akan mengambil segenggam tepung terbaik dari persembahan itu beserta minyak zaitun dan seluruh dupa di atasnya, lalu membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai tanda bahwa persembahan itu seluruhnya milik-Ku. Bau harum persembahan itu akan menyenangkan Aku.
LEV 6:16 Sisa tepung dari persembahan itu akan diolah menjadi roti tidak beragi. Para imam akan memakannya di halaman kemah-Ku.
LEV 6:17 Roti yang dibuat dari tepung itu tidak boleh mengandung ragi. Roti itu adalah bagian mereka dari berbagai makanan yang dipersembahkan di mezbah bagi-Ku. Roti itu sangat suci, sama seperti kurban penghapus dosa dan kurban penebus kesalahan.
LEV 6:18 Setiap imam boleh memakan roti tersebut. Itulah bagian mereka turun-temurun dari berbagai makanan yang dipersembahkan di mezbah bagi-Ku. Selain imam, orang yang menyentuh roti itu akan celaka, karena roti itu suci dan dia tidak layak menyentuhnya.”
LEV 6:19 TUHAN juga berkata kepada Musa,
LEV 6:20 “Pada hari seorang keturunan Harun ditahbiskan sebagai imam, dia harus mempersembahkan tiga liter tepung yang terbaik sebagai persembahan gandum-ganduman kepada-Ku. Setengahnya dipersembahkan pada waktu pagi dan setengahnya lagi pada waktu sore, seperti persembahan gandum-gaduman yang dipersembahkan secara rutin setiap pagi dan sore.
LEV 6:21 Tepung itu harus dicampur dengan minyak zaitun lalu dipanggang. Sesudah itu, roti itu akan dipatahkan kecil-kecil lalu dipersembahkan kepada-Ku. Bau harum saat roti itu dibakar akan menyenangkan Aku.
LEV 6:22 Setiap keturunan Harun yang ditahbiskan untuk menjadi imam harus memberikan persembahan gandum-ganduman seperti ini kepada-Ku. Persembahan itu harus dibakar habis seluruhnya. Peraturan ini berlaku selama-lamanya.
LEV 6:23 Setiap persembahan gandum-ganduman yang dipersembahkan oleh seorang imam pada hari pentahbisannya haruslah dibakar habis seluruhnya. Sedikit pun tidak boleh dimakan.”
LEV 6:24 Kemudian TUHAN berbicara lagi kepada Musa,
LEV 6:25 “Sampaikanlah peraturan mengenai kurban penghapus dosa kepada para imam: Kurban penghapus dosa harus disembelih di hadapan-Ku, di tempat penyembelihan kurban yang dibakar habis. Persembahan ini sangat suci.
LEV 6:26 Imam yang mempersembahkannya akan memakan daging kurban itu di halaman kemah-Ku.
LEV 6:27 Kurban itu sangat suci. Hanya laki-laki dari keturunan imam yang boleh memakannya. Orang lain yang menyentuh daging itu akan celaka. Apabila percikan darah hewan kurban itu mengenai pakaian, maka pakaian itu harus dicuci di dalam halaman kemah-Ku. Apabila daging kurban itu dimasak menggunakan periuk tanah liat, maka sesudahnya, periuk itu harus dipecahkan. Apabila menggunakan periuk logam, maka periuk itu harus digosok dan dibilas dengan air.
LEV 6:30 Setiap daging kurban penghapus dosa yang darahnya dibawa ke dalam ruang kudus di kemah-Ku untuk memulihkan hubungan umat dengan-Ku tidak boleh dimakan, tetapi harus dibakar habis.”
LEV 7:1 TUHAN berkata kepada Musa, “Inilah peraturan tentang kurban penebus kesalahan. Kurban itu sangat suci.
LEV 7:2 Setiap hewan yang dipersembahkan sebagai kurban penebus kesalahan harus disembelih di tempat penyembelihan kurban yang dibakar habis. Darah kurban itu harus disiramkan pada keempat sisi mezbah.
LEV 7:3 Semua lemak kurban itu, yakni lemak di bagian ekor dan lemak yang melapisi isi perut,
LEV 7:4 kedua ginjal beserta lemak yang menempel padanya, dan bagian bawah hati ikut dipisahkan.
LEV 7:5 Imam akan membakar semuanya di atas mezbah sebagai persembahan bagi-Ku. Hanya laki-laki dari keturunan imam yang boleh makan daging dari kurban penebus kesalahan itu. Mereka harus memakannya di halaman kemah-Ku, karena kurban itu sangat suci.
LEV 7:7 “Peraturan untuk kurban penebus kesalahan sama seperti kurban penghapus dosa. Imam yang mempersembahkan kurban itu untuk memulihkan hubungan umat dengan-Ku akan mendapat dagingnya.
LEV 7:8 Imam yang mempersembahkan kurban yang dibakar habis bagi seseorang akan mendapat kulit hewan kurban itu sebagai bagiannya.
LEV 7:9 Setiap persembahan gandum-ganduman yang dimasak atau dipanggang menjadi bagian imam yang mempersembahkannya.
LEV 7:10 Tetapi segala persembahan gandum-ganduman yang mentah, baik yang sudah dicampur dengan minyak maupun yang kering, dibagi rata di antara semua keturunan Harun, yaitu para imam.”
LEV 7:11 “Inilah peraturan tentang kurban tanda damai yang boleh dipersembahkan kepada-Ku.
LEV 7:12 “Bila kamu mempersembahkan kurban itu sebagai ucapan syukur, maka hewan yang dikurbankan harus disertai dengan: roti tanpa ragi yang mengandung minyak zaitun, roti tipis kering tanpa ragi yang diolesi minyak zaitun, serta roti tebal yang dibuat dari tepung terbaik dicampur minyak zaitun.
LEV 7:13 Selain itu, kamu juga harus mempersembahkan beberapa roti tebal yang dibuat dengan ragi.
LEV 7:14 Satu buah dari setiap macam roti itu akan disisihkan. Persembahan itu akan menjadi bagian imam yang menyiramkan darah kurban tanda damai pada keempat sisi mezbah.
LEV 7:15 Kamu dan keluargamu harus memakan habis daging kurban tanda damai pada hari kamu mempersembahkannya. Tidak boleh ada sisa sampai besok paginya.
LEV 7:16 “Namun, bila kurban itu adalah kurban sukarela atau kurban untuk memenuhi janjimu kepada-Ku, maka dagingnya boleh dimakan sampai hari kedua.
LEV 7:17 Tetapi pada hari yang ketiga, daging kurban yang masih tersisa haruslah dibakar habis.
LEV 7:18 Apabila pada hari yang ketiga sisa daging itu dimakan, kurbanmu itu tidak Aku terima dan tidak membawa berkat apa pun bagimu. Daging itu sudah tercemar, dan orang yang memakan dagingnya akan menerima hukuman dari-Ku.
LEV 7:19 “Hanya orang yang sedang tidak najis yang boleh memakan daging kurban itu. Namun, apabila daging kurban itu terkena sesuatu yang najis, daging tersebut harus dibakar habis dan tidak boleh dimakan.
LEV 7:20 Apabila seseorang yang sedang najis memakan daging kurban tanda damai yang dipersembahkan kepada-Ku, dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
LEV 7:21 Apabila orang yang memakan daging kurban itu sesudah menyentuh sesuatu yang najis, baik yang berasal dari manusia maupun segala binatang atau benda yang najis, maka orang itu juga akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.”
LEV 7:22 TUHAN berkata lagi kepada Musa,
LEV 7:23 “Sampaikanlah kepada orang Israel: Jangan memakan lemak sapi, domba, ataupun kambing.
LEV 7:24 Lemak hewan yang mati dengan sendirinya atau mati karena diterkam binatang buas tidak boleh dimakan, tetapi boleh digunakan untuk keperluan yang lain.
LEV 7:25 Jika ada orang yang memakan lemak hewan yang dipersembahkan kepada-Ku, dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
LEV 7:26 Di mana pun kalian tinggal, kalian tidak boleh makan darah burung atau binatang meski diolah dalam bentuk apa pun.
LEV 7:27 Siapa saja yang memakan darah akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.”
LEV 7:28 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 7:29 “Sampaikan kepada umat Israel: Jika kamu membawa kurban tanda damai, kamu harus memisahkan tiga bagian sebagai persembahan khusus bagi-Ku, yaitu semua lemak, rusuk kurban, paha kanan. Saat kamu sendiri membawanya kepada-Ku di mezbah, angkatlah tinggi semuanya itu sebagai persembahan khusus bagi-Ku. Kemudian imam yang bertugas akan menyiram darah kurban pada keempat sisi mezbah dan membakar lemak kurban itu di atas mezbah. Paha kanan itu diberikan kepada imam yang bertugas, sedangkan rusuk itu diberikan kepada semua imam.
LEV 7:34 Aku sudah menetapkan bahwa rusuk dan paha kanan dari semua kurban tanda damai umat Israel menjadi milik para imam untuk selama-lamanya.
LEV 7:35 Itulah bagian mereka turun-temurun dari berbagai makanan yang dipersembahkan di mezbah bagi-Ku, berlaku sejak mereka ditahbiskan menjadi imam untuk melayani Aku.
LEV 7:36 Pada hari mereka ditahbiskan menjadi imam, bagian-bagian dari kurban itu sudah Aku tentukan untuk menjadi milik mereka. Ketetapan ini berlaku untuk selama-lamanya.”
LEV 7:37 Demikianlah peraturan tentang kurban yang dibakar habis, persembahan gandum-ganduman, kurban penghapus dosa, kurban penebus kesalahan, kurban pentahbisan imam, dan kurban tanda damai.
LEV 7:38 TUHAN menyampaikan peraturan tentang semuanya itu kepada Musa ketika umat Israel masih tinggal di padang belantara Sinai.
LEV 8:1 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 8:2 “Panggillah Harun dan anak-anaknya yang laki-laki untuk ditahbiskan sebagai imam. Bawalah pakaian yang dikhususkan untuk imam, minyak pengurapan, sapi jantan sebagai kurban penghapus dosa, dua ekor domba jantan, dan satu keranjang roti yang tidak beragi.
LEV 8:3 Lalu kumpulkanlah semua bangsa Israel di depan kemah-Ku.”
LEV 8:4 Musa melakukan perintah TUHAN kepadanya, dan semua bangsa Israel berkumpul di depan kemah itu.
LEV 8:5 Kemudian Musa berkata kepada mereka, “Pentahbisan yang akan kita lakukan ini adalah perintah TUHAN.”
LEV 8:6 Lalu Musa menyuruh Harun dan anak-anaknya mendekat. Dia membasuh mereka dengan air.
LEV 8:7 Sesudah itu Musa memakaikan pakaian imam kepada Harun, yaitu baju panjang, ikat pinggang kain, jubah, efod, dan ikat pinggang baju efod.
LEV 8:8 Musa juga memakaikan penutup dada kepada Harun. Di dalam penutup dada itu diletakkan Urim dan Tumim yang gunanya untuk mengetahui kehendak Allah.
LEV 8:9 Kemudian Musa mengikatkan serban pada kepala Harun. Pada bagian depan serban itu Musa sudah memasang medali emas, yang menandakan bahwa imam yang memakainya dikuduskan bagi TUHAN. Semuanya itu sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan TUHAN kepadanya.
LEV 8:10 Lalu Musa mengambil minyak pengurapan. Dia mengoleskannya pada kemah TUHAN dan semua peralatan yang ada di dalamnya. Dengan demikian semuanya itu dikhususkan bagi TUHAN.
LEV 8:11 Sebagian dari minyak pengurapan itu dipercikkan tujuh kali ke atas mezbah kurban dan dioleskan pada semua peralatannya, juga pada bejana pembasuhan serta tumpuannya. Dengan demikian semuanya itu dikhususkan bagi TUHAN.
LEV 8:12 Sesudah itu Musa mentahbiskan Harun dengan menuangkan minyak pengurapan di atas kepalanya. Demikianlah Harun dikhususkan bagi TUHAN.
LEV 8:13 Selanjutnya, Musa memanggil anak-anak Harun mendekat. Lalu Musa memakaikan baju panjang, ikat pinggang, serta melilitkan penutup pada kepala mereka. Musa melakukan semuanya itu sesuai dengan yang diperintahkan TUHAN kepadanya.
LEV 8:14 Kemudian Musa mengambil sapi jantan muda untuk kurban penghapus dosa. Harun serta anak-anaknya meletakkan tangan mereka di atas kepala kurban itu.
LEV 8:15 Musa lalu menyembelih sapi itu dan menampung sebagian darahnya. Dia mengoleskan darah kurban itu dengan jarinya pada keempat tanduk mezbah. Sisa darah selebihnya dia tuangkan pada dasar mezbah. Dengan demikian mezbah itu sudah disucikan dan dikhususkan bagi TUHAN.
LEV 8:16 Dari kurban itu, Musa mengambil lemak yang melapisi isi perut, lapisan lemak pada hati, dan kedua ginjal beserta lemaknya lalu membakar semuanya itu di atas mezbah.
LEV 8:17 Segala bagian yang lain dari kurban penghapus dosa itu, termasuk daging, kulit, isi perut, dan kotorannya, diserahkannya kepada orang-orang yang sudah ditugaskan untuk membawa bagian-bagian itu keluar perkemahan untuk dibakar sampai habis. Hal itu juga dilaksanakan sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan TUHAN kepada Musa.
LEV 8:18 Kemudian Musa mengambil domba jantan untuk kurban yang dibakar habis. Harun dan anak-anaknya meletakkan tangan mereka di atas kepala domba itu.
LEV 8:19 Musa menyembelih domba itu, menampung darahnya, dan menyiramkannya pada keempat sisi mezbah.
LEV 8:20 Kemudian Musa memotong-motong domba jantan itu menjadi beberapa bagian. Isi perut dan bagian kakinya dicuci dengan air. Musa mengambil kepala, lemak, dan bagian-bagian lainnya lalu membakar semua itu di atas mezbah. Musa melaksanakan semuanya sesuai dengan peraturan dari TUHAN, supaya bau harum kurban yang dibakar habis ini menyenangkan TUHAN.
LEV 8:22 Kemudian Musa membawa domba jantan yang lain untuk kurban pentahbisan imam. Harun dan anak-anaknya meletakkan tangan mereka di atas kepala domba tersebut.
LEV 8:23 Selanjutnya Musa menyembelih domba jantan itu, mengambil darahnya, dan mengoleskannya pada telinga kanan Harun, pada ibu jari tangan kanan, dan pada ibu jari kaki kanannya.
LEV 8:24 Musa meminta anak-anak Harun mendekat, lalu mengoleskan juga darah domba itu pada telinga kanan mereka, pada ibu jari tangan kanan, dan pada ibu jari kaki kanan mereka. Kemudian Musa menyiramkan sisa darah kurban pada keempat sisi mezbah.
LEV 8:25 Kemudian Musa mengambil semua lemak domba itu, baik lemak di bagian ekor maupun lemak yang melapisi isi perut, bagian bawah hati, kedua ginjal dengan lemaknya, dan paha kanan domba itu.
LEV 8:26 Dari keranjang berisi roti tidak beragi yang sudah disiapkan untuk acara ini di hadapan TUHAN, Musa mengambil roti tebal yang dibuat dari tepung terbaik tanpa ragi, roti tebal yang dibuat dari tepung terbaik dicampur minyak zaitun, serta roti tipis kering, lalu meletakkannya di atas lemak dan paha kanan kurban itu.
LEV 8:27 Musa menaruh semuanya di tangan Harun dan anak-anaknya, lalu mereka mengangkatnya tinggi sebagai persembahan khusus bagi TUHAN.
LEV 8:28 Sesudah itu Musa mengambil kembali semuanya itu dari tangan Harun dan anak-anaknya, lalu membakarnya di atas mezbah bersama dengan kurban yang dibakar habis untuk pentahbisan imam. Bau harum asap persembahan itu menyenangkan TUHAN.
LEV 8:29 Musa mengambil dada domba itu dan mengangkatnya tinggi sebagai persembahan khusus bagi TUHAN. Itulah yang menjadi bagian Musa dari domba kurban pentahbisan imam, sesuai perintah TUHAN kepadanya.
LEV 8:30 Sesudah itu Musa mengambil sebagian minyak pengurapan dan mencampurnya dengan sebagian darah domba yang masih ada di mezbah. Lalu dia memercikkan campuran itu pada Harun dan anak-anaknya serta pakaian mereka. Dengan demikian Musa mengkhususkan mereka serta pakaian mereka bagi TUHAN.
LEV 8:31 Musa berkata kepada Harun dan anak-anaknya, “Masaklah daging kurban pentahbisan itu di depan kemah TUHAN. Makanlah daging itu di sana bersama roti yang di dalam keranjang persembahan pentahbisan, sesuai dengan perintah TUHAN.
LEV 8:32 Kalau ada daging dan roti yang tersisa, haruslah kalian membakarnya habis.
LEV 8:33 Masa pentahbisan kalian adalah tujuh hari. Selama tujuh hari itu kalian harus tetap tinggal di depan kemah TUHAN sampai upacara pentahbisan selesai. Kalian tidak boleh keluar dari halaman kemah TUHAN.
LEV 8:34 Semua yang sudah kita lakukan hari ini adalah sesuai dengan perintah TUHAN, untuk memulihkan hubungan kalian dengan TUHAN.
LEV 8:35 Kalian harus tetap tinggal di depan kemah TUHAN siang dan malam selama tujuh hari dan tetap melakukan segala yang TUHAN perintahkan. Jika kalian tidak melakukannya, kalian akan mati. Itulah yang diperintahkan TUHAN kepada saya.”
LEV 8:36 Harun dan anak-anaknya melakukan semua yang TUHAN perintahkan kepada mereka melalui Musa.
LEV 9:1 Upacara pentahbisan Harun dan anak-anaknya berlangsung selama tujuh hari. Pada hari berikutnya, Musa memanggil mereka serta para tua-tua umat Israel.
LEV 9:2 Lalu Musa berkata kepada Harun, “Hari ini TUHAN akan menampakkan diri-Nya kepada kita. Oleh karena itu, persembahkanlah kepada TUHAN seekor sapi jantan muda sebagai kurban penghapus dosa bagi dirimu sendiri dan seekor domba jantan sebagai kurban yang dibakar habis. Kedua hewan itu haruslah yang tidak bercacat.
LEV 9:3 Sampaikan juga kepada umat Israel untuk menyediakan seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa, juga seekor sapi dan seekor domba sebagai kurban yang dibakar habis, masing-masing berumur satu tahun dan tidak bercacat.
LEV 9:4 Selain itu, sebagai kurban tanda damai persembahkanlah seekor sapi jantan dan seekor domba jantan. Keduanya dipersembahkan bersama persembahan gandum-ganduman berupa tepung yang dicampur dengan minyak. Hal-hal itu dilakukan sebagai persiapan, karena hari ini TUHAN akan menampakkan diri-Nya kepada kita.”
LEV 9:5 Umat Israel membawa semua itu ke depan kemah TUHAN sesuai dengan yang diperintahkan Musa. Mereka mendekat dan berdiri di hadapan TUHAN.
LEV 9:6 Lalu Musa berkata kepada mereka, “Inilah yang diperintahkan TUHAN untuk kita lakukan supaya kita dapat melihat cahaya kehadiran-Nya.”
LEV 9:7 Sesudah itu, Musa berkata kepada Harun, “Sesuai dengan perintah TUHAN, persembahkanlah kurban penghapus dosa dan kurban yang dibakar habis untuk dirimu sendiri, supaya hubunganmu dengan TUHAN dipulihkan. Kemudian persembahkanlah semua kurban yang lain untuk umat Israel, supaya hubungan mereka dengan TUHAN dipulihkan.”
LEV 9:8 Maka Harun menuju ke mezbah dan menyembelih sapi muda yang menjadi kurban penghapus dosa untuk dirinya sendiri.
LEV 9:9 Anak-anaknya menampung darah kurban itu, lalu Harun mencelupkan satu jarinya ke dalam darah dan mengoleskannya pada keempat tanduk mezbah. Sisa darah selebihnya dituangkan ke dasar mezbah.
LEV 9:10 Kemudian, sesuai peraturan yang sudah TUHAN perintahkan kepada Musa, Harun membakar lemak kurban, kedua ginjal, dan bagian bawah hati kurban tersebut di atas mezbah,
LEV 9:11 tetapi daging dan kulit hewan kurban itu dibakar habis di luar perkemahan.
LEV 9:12 Kemudian Harun menyembelih hewan kurban yang dibakar habis bagi dirinya sendiri. Anak-anaknya menampung darah hewan kurban itu, lalu Harun menyiramkannya pada keempat sisi mezbah.
LEV 9:13 Sesudah itu, anak-anaknya membawa kepada Harun kepala dan bagian-bagian lain dari kurban itu, dan Harun membakarnya di atas mezbah.
LEV 9:14 Harun mencuci bagian-bagian isi perut dan keempat kaki kurban itu, lalu membakarnya di atas potongan-potongan kurban yang tadi, di atas mezbah.
LEV 9:15 Sesudah itu, Harun mempersembahkan kambing yang disediakan sebagai kurban penghapus dosa bagi seluruh umat Israel. Harun menyembelih kambing itu dan mempersembahkannya persis seperti kurban penghapus dosa bagi dirinya sendiri.
LEV 9:16 Selanjutnya Harun mempersembahkan kurban yang dibakar habis untuk seluruh umat Israel, sesuai peraturan yang sudah ditentukan.
LEV 9:17 Harun juga mempersembahkan persembahan gandum-ganduman. Dia mengambil segenggam tepung dan membakarnya di atas mezbah. Semua persembahan itu diberikan tanpa mengabaikan kurban yang dibakar habis, yang dipersembahkan setiap pagi.
LEV 9:18 Kemudian Harun menyembelih sapi jantan dan domba jantan untuk kurban tanda damai bagi umat Israel. Anak-anaknya memberikan kepada Harun darah kurban itu, lalu Harun menyiramkannya pada keempat sisi mezbah.
LEV 9:19 Lemak dari kedua kurban itu— yakni lemak di bagian ekor, lemak yang melapisi isi perut, serta ginjal dan bagian bawah hati—
LEV 9:20 untuk sementara diletakkan di atas bagian rusuk dari kedua kurban itu. Lalu Harun mengangkat tinggi semua bagian tersebut bersama dengan kedua paha kanan sebagai persembahan khusus bagi TUHAN. Kemudian Harun meletakkan semua bagian lemak itu di atas mezbah, sedangkan kedua rusuk dan paha disimpan sebagai jatah imam. Semuanya itu dilakukan sesuai perintah Musa.
LEV 9:22 Sesudah Harun mempersembahkan kurban penghapus dosa, kurban yang dibakar habis, dan kurban tanda damai, dia mengangkat tangannya ke arah seluruh umat Israel dan berdoa meminta berkat atas mereka. Lalu dia turun dari samping tempat mezbah itu.
LEV 9:23 Kemudian Harun dan Musa masuk ke dalam kemah TUHAN. Ketika mereka keluar, mereka berdoa meminta berkat lagi atas umat Israel. Pada saat itu juga, cahaya kehadiran TUHAN terlihat oleh seluruh umat.
LEV 9:24 Tiba-tiba api dari TUHAN turun menghanguskan kurban yang dibakar habis dan semua lemak yang ada di atas mezbah. Ketika umat melihatnya, mereka bersorak-sorai dan sujud menyembah TUHAN.
LEV 10:1 Suatu hari, dua anak Harun yang bernama Nadab dan Abihu masing-masing mengambil wadah pembakaran dupa dan mengisinya dengan bara api. Mereka lalu meletakkan dupa di atas bara itu dan mempersembahkannya di hadapan TUHAN. Namun, tindakan itu melanggar perintah TUHAN karena TUHAN tidak menyuruh hal itu dilakukan.
LEV 10:2 Maka keluarlah api menyambar dari hadapan TUHAN dan menghanguskan mereka berdua.
LEV 10:3 Kemudian Musa berkata kepada Harun, “Inilah yang TUHAN maksudkan waktu Dia berkata, ‘Semua imam dan orang Lewi yang melayani Aku harus menghormati-Ku. Ketika mereka melakukan pelanggaran dengan tidak menghormati kekudusan-Ku, maka aku akan menghukum mereka, sehingga seluruh umat-Ku melihatnya dan belajar menghormati-Ku juga.’” Harun hanya diam dan tidak mengatakan apa pun.
LEV 10:4 Kemudian Musa memanggil Misael dan Elisafan, anak-anak Uziel, paman Harun. Katanya kepada mereka, “Datanglah kemari. Angkat dan bawalah mayat kedua sepupu kalian itu dari tempat kudus ini ke luar perkemahan.”
LEV 10:5 Lalu Misael dan Elisafan membawa kedua mayat itu ke luar perkemahan, seperti yang diperintahkan Musa. Kedua anak Harun itu masih memakai baju panjang, pakaian imam.
LEV 10:6 Kemudian Musa berkata kepada Harun dan kedua anaknya yang lain, Eleazar dan Itamar, “Janganlah kalian berdukacita dengan cara mengoyakkan pakaian dan tidak menyisir rambut. Kalau kalian berdukacita, kalian pasti mati, dan semua umat Israel akan kena murka TUHAN. Biarlah hanya umat Israel yang berdukacita untuk Nabad dan Abihu yang mati karena api hukuman TUHAN.
LEV 10:7 Janganlah meninggalkan halaman kemah TUHAN, supaya kalian tidak mati, karena kalian sudah ditahbiskan dengan minyak pengurapan untuk melayani TUHAN.” Harun dan anak-anaknya melakukan tepat seperti yang diperintahkan Musa.
LEV 10:8 Lalu TUHAN berkata kepada Harun,
LEV 10:9 “Janganlah kamu dan kedua anakmu meminum anggur atau minuman keras sebelum masuk ke kemah-Ku. Bila kalian melanggar peraturan ini, kalian akan mati. Ini adalah ketetapan yang berlaku bagi para imam turun temurun untuk selamanya.
LEV 10:10 Kalian tidak boleh mabuk karena sebagai imam, kalian harus mampu membedakan antara sesuatu yang kudus dengan yang tidak kudus, dan antara yang najis dengan yang tidak najis,
LEV 10:11 juga supaya kalian dapat mengajarkan kepada umat Israel segala hukum yang sudah Aku berikan melalui Musa.”
LEV 10:12 Musa berkata kepada Harun dan kepada kedua anaknya yang masih hidup, “Ambillah tepung dari sisa persembahan gandum-ganduman yang sudah dipersembahkan kepada TUHAN. Dari tepung itu buatlah roti tanpa ragi, lalu makanlah di samping mezbah, karena persembahan itu sangat kudus.
LEV 10:13 Makanlah itu di halaman kemah TUHAN. Itulah yang menjadi bagianmu dan anak-anak lelakimu dari semua persembahan yang sudah diberikan kepada TUHAN. Itulah yang diperintahkan TUHAN kepadaku.
LEV 10:14 Namun, untuk bagian dada dan paha kanan yang diangkat tinggi sebagai persembahan khusus bagi TUHAN, kamu dan anak-anakmu laki-laki maupun perempuan boleh memakannya di tempat yang tidak najis, sebab itulah yang menjadi bagian kalian dari kurban tanda damai.
LEV 10:15 Paha kanan dan dada itu harus diangkat tinggi sebagai persembahan khusus bagi TUHAN, bersama dengan lemak yang akan dibakar di atas mezbah. Menurut perintah TUHAN, kedua bagian itu adalah milik kalian turun temurun untuk selamanya.”
LEV 10:16 Tidak lama sesudah itu, ketika Musa menanyakan tentang kambing jantan kurban penghapus dosa, ternyata seluruh bagian daging kambing itu sudah dibakar habis. Maka Musa memarahi Eleazar dan Itamar dengan berkata,
LEV 10:17 “Mengapa kurban penghapus dosa itu tidak kalian makan di halaman kemah TUHAN? Kurban itu sangat suci! TUHAN memberikannya kepada kalian sebagai imbalan, karena kalian memikul tanggung jawab yang berat untuk memulihkan hubungan umat dengan TUHAN.
LEV 10:18 Darah kurban kambing jantan itu tidak dibawa masuk ke kemah TUHAN. Itu berarti seharusnya kalian memakan kedua bagian daging kurban itu di halaman kemah TUHAN.”
LEV 10:19 Jawab Harun kepada Musa, “Hari ini umat Israel mempersembahkan di hadapan TUHAN kurban penghapus dosa dan kurban yang dibakar habis. Namun, bencana besar telah menimpaku. Apakah TUHAN akan berkenan seandainya hari ini aku memakan daging dari kurban penghapus dosa itu?”
LEV 10:20 Mendengar jawaban itu, Musa pun memahami keadaan Harun.
LEV 11:1 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
LEV 11:2 “Katakan kepada umat Israel: Dari semua binatang yang hidup di darat, inilah yang Aku izinkan untuk kalian makan.
LEV 11:3 Binatang yang berkuku belah sekaligus memamah biak boleh dimakan.
LEV 11:4 Ada beberapa binatang yang memamah biak tetapi tidak berkuku belah, seperti unta, tikus gunung, dan kelinci. Binatang-binatang itu haram bagi kalian.
LEV 11:7 Babi hutan juga haram bagi kalian, karena babi berkuku belah tetapi tidak memamah biak.
LEV 11:8 Semua binatang tersebut haram. Jadi, kalian tidak boleh memakan dagingnya ataupun menyentuh bangkainya.”
LEV 11:9 “Dari semua binatang yang hidup di lautan dan di sungai, kalian hanya boleh memakan binatang yang memiliki sirip sekaligus sisik.
LEV 11:10 Semua binatang yang tidak bersirip dan bersisik, atau yang berkeriapan, adalah haram bagi kalian.
LEV 11:11 Jijiklah terhadap binatang-binatang itu. Kalian tidak boleh memakan dagingnya ataupun menyentuh bangkainya.
LEV 11:12 Segala hewan air yang tidak memiliki sirip sekaligus sisik adalah haram.”
LEV 11:13 “Anggaplah haram dan jijiklah terhadap semua jenis burung ini: burung pemakan bangkai, burung elang hitam,
LEV 11:14 burung layang-layang, semua jenis burung elang,
LEV 11:15 semua jenis burung gagak,
LEV 11:16 burung hantu bertanduk, burung unta, burung camar, semua jenis rajawali,
LEV 11:17 burung pungguk, burung dendang air,
LEV 11:18 burung hantu putih, burung hantu padang pasir, burung nasar,
LEV 11:19 burung dandang, semua jenis bangau, hupo, dan kelelawar.”
LEV 11:20 “Anggaplah haram dan jijiklah terhadap semua jenis serangga bersayap yang merayap tetapi tidak bisa melompat.
LEV 11:21 Namun, kalian boleh memakan semua jenis serangga bersayap yang merayap sekaligus mempunyai kaki belakang yang bisa ditekuk untuk melompat.
LEV 11:22 Kalian boleh makan semua jenis jangkrik dan belalang, seperti belalang pelahap dan belalang gandum.
LEV 11:23 Tetapi jijiklah dan anggaplah haram segala jenis serangga bersayap lainnya yang merayap.”
LEV 11:24 “Apabila kamu menyentuh bangkai binatang-binatang haram ini, kamu menjadi najis sampai matahari terbenam: semua binatang yang berkuku satu, semua binatang berkuku belah yang tidak memamah biak, dan semua binatang berkaki empat yang berjalan dengan seluruh telapak kaki menyentuh tanah. Kalau kamu membawa atau menyentuh bangkai binatang-binatang seperti itu, kamu harus mencuci pakaianmu, dan kamu tetap dalam keadaan najis sampai matahari terbenam.”
LEV 11:29 “Kalian akan menjadi najis apabila bersentuhan dengan binatang kecil yang merayap atau berkeriapan, seperti tikus tanah, tikus kecil, tikus besar, semua jenis kadal,
LEV 11:30 tokek, cicak, bengkarung, siput, dan bunglon.
LEV 11:31 Begitu juga, jika binatang itu mati dan kamu menyentuh bangkainya, kamu harus mencuci pakaianmu dan kamu tetap dalam keadaan najis sampai matahari terbenam.
LEV 11:32 Apabila ada salah satu dari binatang itu yang mati dan jatuh pada benda apa pun— baik yang terbuat dari kayu, kain, kulit binatang, maupun karung— benda itu menjadi najis. Barang-barang itu harus dicuci dengan air dan kalian tidak boleh menggunakannya sampai matahari terbenam. Sesudah itu barulah benda tersebut tidak najis lagi.
LEV 11:33 “Jika salah satu dari binatang itu jatuh ke dalam belanga tanah liat, maka segala sesuatu di dalamnya menjadi najis, dan kalian harus memecahkan belanga itu.
LEV 11:34 Jika air dari belanga tersebut tumpah pada makanan apa pun, makanan itu menjadi najis. Kalian tidak boleh memakannya ataupun meminum air dari belanga yang najis itu.
LEV 11:35 Apabila bangkai salah satu binatang tersebut jatuh ke atas benda yang terbuat dari tanah liat, misalnya alat pemanggang atau panci masak, maka benda itu menjadi najis dan harus dipecahkan. Kalian tidak boleh menggunakannya lagi.
LEV 11:36 “Namun, jika bangkai binatang tersebut jatuh ke mata air atau kolam penyimpan air, air itu tidak menjadi najis dan masih boleh diminum. Tetapi siapa pun yang menyentuh bangkai itu menjadi najis.
LEV 11:37 Jika bangkai tersebut jatuh pada benih yang akan ditanam, benih tersebut tidak menjadi najis dan tetap dapat ditanam.
LEV 11:38 Tetapi jika benih itu sudah direndam air dan kemudian bangkai jatuh ke atasnya, maka benih itu menjadi najis dan harus dibuang.
LEV 11:39 “Jika seekor binatang yang dagingnya boleh dimakan mati atau dibunuh oleh binatang lain, maka dagingnya menjadi najis. Siapa pun yang menyentuh bangkainya tetap dalam keadaan najis sampai matahari terbenam.
LEV 11:40 Siapa pun yang mengambil atau memakan daging bangkai binatang tersebut harus mencuci pakaiannya dan dia tetap dalam keadaan najis sampai matahari terbenam.
LEV 11:41 “Jijiklah dan anggaplah haram semua jenis binatang yang merayap atau berkeriapan, termasuk binatang yang melata dan yang berkaki banyak.
LEV 11:43 Ingatlah bahwa Akulah TUHAN, yang sudah membebaskan kalian dari perbudakan di Mesir, supaya Aku menjadi Allah kalian. Akulah Allahmu yang kudus, yang kalian sembah! Karena itu jagalah dirimu agar kamu tetap hidup secara suci. Kamu harus hidup suci, karena Aku kudus. Janganlah menajiskan dirimu dengan memakan ataupun menyentuh binatang tersebut.”
LEV 11:46 Demikianlah peraturan-peraturan tentang berbagai jenis hewan darat, burung, ikan, binatang laut, dan binatang yang merayap atau berkeriapan.
LEV 11:47 Kalian harus membedakan antara yang najis dan yang tidak najis, antara binatang yang boleh dimakan dan binatang yang tidak boleh dimakan.
LEV 12:1 TUHAN berbicara kepada Musa,
LEV 12:2 “Sampaikanlah kepada bangsa Israel: Jika seorang wanita melahirkan anak laki-laki, dia menjadi najis selama tujuh hari. Keadaannya sama seperti saat dia sedang haid.
LEV 12:3 Pada hari kedelapan, bayi laki-laki itu harus disunat.
LEV 12:4 Sesudah itu, ibunya dalam masa pentahiran selama tiga puluh tiga hari karena darah yang keluar dari rahimnya waktu melahirkan. Selama hari-hari itu, dia tidak boleh menyentuh apa pun yang kudus dan tidak boleh memasuki halaman kemah-Ku. Sesudah tiga puluh tiga hari itu berakhir, dia tidak lagi najis.
LEV 12:5 “Jika seorang wanita melahirkan seorang anak perempuan, dia menjadi najis selama dua minggu. Keadaannya sama seperti saat dia sedang haid. Sesudah dua minggu itu, selama enam puluh enam hari berikutnya dia dalam masa pentahiran karena darah yang keluar dari rahimnya waktu melahirkan.
LEV 12:6 “Sesudah masa pentahiran seorang ibu berakhir— baik yang melahirkan bayi laki-laki maupun perempuan— dia harus membawa dua macam kurban kepada imam yang bertugas di depan kemah-Ku. Kedua kurban tersebut adalah seekor anak domba berumur setahun sebagai kurban yang dibakar habis, dan seekor burung tekukur atau seekor anak burung merpati sebagai kurban penghapus dosa.
LEV 12:7 Imam akan mempersembahkan kedua kurban itu untuk memulihkan hubungannya dengan-Ku. Sesudah itu, perempuan itu menjadi tahir.” Demikianlah peraturan bagi setiap ibu yang melahirkan, baik anak laki-laki maupun anak perempuan.
LEV 12:8 “Jika seorang ibu yang baru melahirkan tidak mampu mempersembahkan seekor anak domba, dia harus membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Seekor untuk kurban yang dibakar habis, dan seekor lagi untuk kurban penghapus dosa. Imam akan mempersembahkan kedua kurban itu untuk memulihkan hubungannya dengan-Ku, dan sesudah itu dia menjadi tahir.”
LEV 13:1 TUHAN berkata kepada Harun dan Musa,
LEV 13:2 “Apabila seseorang memiliki bengkak, ruam, atau bercak terang pada kulitnya yang bisa menjadi penyakit kulit menular, dia harus menghadap kepada salah seorang imam yang bertugas.
LEV 13:3 Imam akan memeriksa bagian kulit yang sakit pada orang itu. Jika bulu di daerah kulit yang terkena penyakit menjadi putih dan ada radang hingga di bagian dalam kulit, maka itu adalah penyakit menular. Imam akan menyatakan bahwa orang itu najis.
LEV 13:4 “Tetapi jika hanya ada bercak berwarna putih, dan bagian itu tidak terlihat lebih dalam daripada bagian kulit sekitarnya, serta warna bulunya tidak menjadi putih, maka imam akan menyuruh orang itu untuk mengasingkan diri dari antara umat selama tujuh hari.
LEV 13:5 Pada hari ketujuh orang itu akan kembali untuk diperiksa lagi. Jika imam melihat bahwa penyakitnya masih sama dan tidak menyebar pada kulit, maka imam akan menyuruh orang itu mengasingkan diri selama tujuh hari lagi.
LEV 13:6 Pada hari yang ketujuh sesudah pengasingan yang kedua, orang itu harus kembali untuk diperiksa lagi. Jika imam melihat bahwa penyakitnya memudar dan tidak menyebar, imam akan menyatakan bahwa orang itu tidak najis. Ruam itu tidak berbahaya. Kemudian orang itu harus mencuci pakaiannya, dan dia tidak lagi najis.
LEV 13:7 Tetapi jika dalam beberapa waktu sesudah imam menyatakan dia tidak najis, ternyata gejala penyakit kulit itu menyebar di kulitnya, dia harus kembali melapor kepada imam.
LEV 13:8 Lalu imam akan memeriksa dia lagi. Jika benar bahwa penyakitnya itu memang sudah menyebar ke bagian kulit lainnya, maka imam akan menyatakan orang itu najis. Orang itu terkena penyakit kulit menular.
LEV 13:9 “Apabila seseorang terkena penyakit kulit, dia harus dibawa kepada imam.
LEV 13:10 Imam akan memeriksanya. Jika di bagian kulitnya terjadi pembengkakan berwarna putih yang menyebabkan bulu di bagian itu juga menjadi putih, dan jika ada luka terbuka sehingga dagingnya terlihat,
LEV 13:11 maka orang itu menderita penyakit kulit menular. Imam akan menyatakan bahwa orang itu najis. Dengan keadaan seperti itu, imam tidak perlu mengasingkan dia untuk memantau keadaannya, karena sudah jelas bahwa dia najis.
LEV 13:12 “Akan tetapi, jika imam melihat bahwa penyakit tersebut sudah menyebar ke seluruh tubuh orang itu, dari atas kepalanya sampai ke kakinya,
LEV 13:13 dan jika seluruh kulitnya sudah menjadi putih, maka imam akan menyatakan bahwa orang itu tidak najis.
LEV 13:14 Namun, jika ada luka terbuka sehingga dagingnya terlihat, orang itu najis.
LEV 13:15 Setiap kali imam melihat luka terbuka, dia akan menyatakan bahwa orang itu dalam keadaan najis. Luka terbuka adalah najis. Gejala itu menandakan penyakit kulit menular.
LEV 13:16 Tetapi jika luka yang terbuka itu sembuh dan memutih seperti warna kulit lainnya, dia harus kembali melapor kepada imam.
LEV 13:17 Imam akan memeriksanya. Jika bekas luka itu sudah memutih, imam akan menyatakan bahwa orang itu tidak najis lagi.
LEV 13:18 “Apabila seseorang memiliki bisul di kulit lalu sembuh,
LEV 13:19 tetapi bekasnya menjadi bengkak berwarna putih atau muncul bercak putih kemerah-merahan, dia harus datang kepada imam untuk diperiksa.
LEV 13:20 Ketika imam memeriksanya dan menemukan bahwa nanah bisul sudah tembus ke dalam daging sekitarnya dan warna bulu di bagian itu menjadi putih, maka imam akan menyatakan bahwa orang itu najis. Bekas bisul itu sudah menjadi penyakit kulit menular.
LEV 13:21 Namun, jika menurut pemeriksaan imam bulu di bekas bisul itu tidak memutih dan nanah bisul belum tembus ke bawah kulit sekitarnya, tetapi warnanya sedikit memudar, maka imam akan mengasingkan orang itu selama tujuh hari.
LEV 13:22 Jika selama pengasingan bercak itu menyebar, imam akan menyatakan orang itu najis. Gejala itu menandakan penyakit kulit menular.
LEV 13:23 Tetapi jika bercak itu tidak berubah dan tidak menyebar, berarti itu hanya bekas bisul. Imam akan menyatakan bahwa orang itu tidak najis.”
LEV 13:24 “Apabila seseorang mengalami luka bakar dan daging pada luka itu menjadi putih atau putih kemerah-merahan,
LEV 13:25 maka dia harus menunjukkannya kepada imam. Jika warna bulu pada luka itu memutih dan permukaan kulit pada lukanya tampak lebih dalam daripada bagian kulit sekitarnya, maka penyakit kulit menular sudah muncul pada luka bakar itu. Imam akan menyatakan bahwa orang itu najis.
LEV 13:26 Namun, jika menurut pemeriksaan imam bulu pada luka bakar itu tidak memutih dan permukaan kulit pada lukanya tidak tampak lebih dalam daripada permukaan kulit sekitarnya, tetapi warnanya memudar, imam akan menyuruh orang itu mengasingkan diri selama tujuh hari dari antara umat.
LEV 13:27 Pada hari ketujuh, orang itu harus kembali untuk diperiksa lagi. Jika ternyata luka itu menyebar di kulit, imam akan menyatakan bahwa orang itu najis. Orang itu menderita penyakit kulit menular.
LEV 13:28 Jika bagian luka tidak menyebar, bahkan telah memudar, berarti itu hanya bengkak bekas luka bakar, dan imam akan menyatakan bahwa orang itu tidak najis.”
LEV 13:29 “Apabila seorang laki-laki atau perempuan terkena penyakit kulit di kepala atau di dagunya,
LEV 13:30 dia harus diperiksa oleh imam. Jika permukaan kulit yang sakit itu tampak lebih dalam daripada bagian kulit lainnya, dan rambut atau janggut di bagian itu menjadi lebih tipis serta berwarna kuning, maka imam akan menyatakan bahwa orang itu najis, karena dia menderita penyakit kulit menular di kepala atau dagunya.
LEV 13:31 Jika menurut pemeriksaan imam permukaan kulit yang sakit itu tidak tampak lebih dalam daripada bagian kulit sekitarnya, tetapi tidak ada rambut sehat berwarna hitam pada bagian itu, imam akan mengasingkan orang itu selama tujuh hari.
LEV 13:32 Pada hari ketujuh orang itu harus kembali untuk diperiksa. Jika penyakitnya tidak menyebar, tidak ada rambut kuning pada bagian kulit itu, dan permukaan kulit di bagian itu tidak terlihat lebih dalam daripada kulit sekitarnya,
LEV 13:33 maka orang itu harus mencukur rambut dan janggutnya, kecuali pada bagian kulit yang sakit. Lalu imam akan menyuruh orang itu mengasingkan diri selama tujuh hari lagi.
LEV 13:34 Pada hari ketujuh orang itu akan diperiksa lagi. Jika penyakitnya tidak menyebar dan permukaan kulit yang sakit tidak lebih dalam daripada bagian kulit di sekitarnya, imam akan menyatakan bahwa orang itu sudah tidak najis. Orang itu harus mencuci pakaiannya, dan dia tidak najis lagi.
LEV 13:35 Tetapi jika dalam beberapa waktu, sesudah imam menyatakan bahwa dia tidak najis, ternyata penyakit kulitnya menyebar,
LEV 13:36 maka orang itu harus kembali untuk diperiksa. Jika benar bahwa penyakitnya memang sudah menyebar, imam tidak perlu lagi mencari rambut berwarna kuning, karena orang itu sudah pasti najis.
LEV 13:37 Namun, jika imam melihat bahwa penyakit kulit itu tidak menyebar, dan rambut sehat berwarna hitam sudah tumbuh di daerah itu, berarti penyakitnya sudah sembuh. Imam akan menyatakan bahwa orang itu tidak najis.
LEV 13:38 “Apabila seorang laki-laki atau perempuan memiliki bercak putih pada kulit,
LEV 13:39 dia harus diperiksa oleh imam. Jika bercak itu berwarna putih kusam, berarti itu hanya ruam yang tidak berbahaya, dan orang itu tidak najis.
LEV 13:40 “Jika rambut seseorang laki-laki rontok sampai dia menjadi botak, baik di bagian belakang maupun bagian depan kepalanya, dia tidak menjadi najis.
LEV 13:42 Namun, jika di bagian kepalanya yang botak terdapat kulit yang berwarna putih kemerahan, berarti orang itu menderita penyakit kulit menular.
LEV 13:43 Imam akan memeriksanya. Bila ada bagian yang bengkak dan putih kemerah-merahan pada kepalanya yang botak itu dan terlihat seperti penyakit kulit menular,
LEV 13:44 imam akan menyatakan bahwa orang itu najis, karena penyakit kulit menular ada di kepalanya.”
LEV 13:45 “Seseorang yang menderita penyakit kulit menular harus memakai pakaian sobek dan tidak menyisir rambutnya. Dia juga harus menutupi bagian bawah mukanya, dan ketika pergi ke mana pun haruslah dia berteriak, ‘Jangan mendekat! Najis! Najis!’
LEV 13:46 Selama seseorang menderita penyakit kulit menular, dia tetap najis. Dia harus tinggal sendirian di luar perkemahan.”
LEV 13:47 “Ada kalanya pakaian ditumbuhi jamur, baik pakaian yang ditenun dari wol, terbuat dari linen, maupun dari bahan kulit.
LEV 13:49 Jika bagian pakaian berubah warna menjadi kehijauan atau kemerahan, itu tandanya ada jamur pada kain, dan harus ditunjukkan kepada imam.
LEV 13:50 Imam akan memeriksanya, lalu menyuruh supaya pakaian itu ditaruh di tempat terpisah selama tujuh hari.
LEV 13:51 Pada hari ketujuh pakaian itu harus ditunjukkan lagi kepada imam. Jika jamurnya menyebar, jelaslah bahwa itu adalah jamur yang menghancurkan pakaian, maka pakaian itu menjadi najis.
LEV 13:52 Pemiliknya harus membakar pakaian berjamur itu, karena itu adalah jamur yang parah dan dapat menular.
LEV 13:53 “Tetapi jika menurut pemeriksaan imam, jamur itu belum menyebar,
LEV 13:54 imam harus menyuruh pemilik pakaian untuk mencucinya. Kemudian pakaian itu akan ditaruh di tempat terpisah selama tujuh hari lagi.
LEV 13:55 Sesudah itu, pakaian tersebut harus ditunjukkan lagi kepada imam. Jika jamur itu tidak menyebar tetapi warnanya tetap sama, maka pakaian itu masih najis dan harus dibakar. Baik jamurnya berada di bagian dalam maupun di bagian luar, pakaian itu tetap harus dibakar.
LEV 13:56 Tetapi jika menurut pemeriksaan imam jamurnya memudar sesudah pakaian itu dicuci, maka dia akan menyobek dan membuang bagian yang berjamur pada pakaian itu.
LEV 13:57 Jika dalam beberapa waktu jamur itu tumbuh kembali pada pakaian tersebut, berarti jamur itu menyebar, dan pakaian itu harus dibakar.
LEV 13:58 Jika sesudah pakaian itu dicuci jamurnya hilang, maka pakaian itu harus dicuci untuk kedua kalinya, kemudian pakaian itu tidak najis lagi.”
LEV 13:59 Demikianlah peraturan mengenai jamur pada pakaian yang terbuat dari wol, linen, atau bahan kulit, untuk menentukan apakah pakaian itu najis atau tidak.
LEV 14:1 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 14:2 “Bila penderita penyakit kulit telah sembuh, kesembuhan itu harus diberitahukan kepada imam, supaya imam melakukan upacara penyucian baginya.
LEV 14:3 Imam akan pergi ke luar perkemahan untuk memeriksa dia. Jika penyakitnya memang sudah sembuh,
LEV 14:4 imam akan mengadakan upacara penyucian sebagai berikut: Penderita penyakit kulit yang sudah sembuh diminta membawa dua ekor burung hidup yang tidak haram, sepotong kayu aras, seutas tali merah, dan beberapa ranting hisop.
LEV 14:5 Kemudian imam akan memerintahkan agar salah satu burung itu disembelih di atas kuali tanah liat yang berisi air bersih dari mata air, supaya darahnya jatuh ke dalam air tersebut.
LEV 14:6 Selanjutnya imam mengambil burung yang masih hidup dan mencelupkannya bersama dengan batang kayu aras, tali merah, dan ranting hisop ke dalam campuran air dan darah burung yang sudah disembelih tadi.
LEV 14:7 Dengan semua benda yang dicelupkan itu, imam akan memercikkan campuran air dan darah tersebut tujuh kali pada orang yang sudah sembuh itu. Imam akan menyatakan bahwa orang itu sudah tidak najis lagi. Kemudian imam akan melepaskan burung yang masih hidup supaya terbang bebas.
LEV 14:8 “Orang yang sudah sembuh dari penyakit kulit tadi harus mencuci pakaiannya, mencukur habis rambutnya, lalu mandi. Sesudah itu, dia tidak najis lagi dan boleh masuk ke perkemahan. Namun, dia masih harus tinggal di luar kemahnya selama tujuh hari.
LEV 14:9 Pada hari ketujuh, dia harus mencukur semua rambutnya, jenggotnya, alisnya, bahkan seluruh bulu di tubuhnya. Kemudian dia harus mencuci pakaiannya dan mandi. Sesudah itu dia tidak lagi najis.
LEV 14:10 “Pada hari kedelapan, orang itu harus membawa dua ekor anak domba jantan dan seekor anak domba betina yang berumur satu tahun, semuanya yang tidak bercacat. Dia juga harus membawa enam liter tepung terbaik yang dicampur minyak zaitun sebagai persembahan gandum-ganduman, serta sepertiga liter minyak zaitun.
LEV 14:11 Imam yang bertugas dalam upacara penyucian akan membawa orang itu dan persembahannya ke hadapan-Ku di depan kemah-Ku.
LEV 14:12 “Kemudian imam akan menyembelih salah satu anak domba jantan sebagai kurban penebus kesalahan. Anak domba itu harus disembelih di tempat khusus di sebelah utara mezbah, yaitu tempat penyembelihan kurban penghapus dosa dan kurban yang dibakar habis. Hal ini dilakukan karena kurban penebus kesalahan, sama seperti kurban penghapus dosa, adalah sangat kudus dan menjadi bagian imam. Lalu di hadapan-Ku, imam akan mengangkat tinggi daging kurban itu bersama minyak zaitun.
LEV 14:14 Selanjutnya imam harus mengambil sebagian dari darah domba itu dan mengoleskannya ke daun telinga kanan, ibu jari tangan kanan, dan ibu jari kaki kanan orang yang sedang disucikan itu.
LEV 14:15 “Kemudian imam akan mengambil sebagian dari minyak zaitun dan menuangkannya ke telapak tangan kirinya sendiri.
LEV 14:16 Berikutnya dia akan mencelupkan jari tangan kanannya ke dalam minyak yang ada di telapak tangan kirinya itu, dan memercikkannya tujuh kali ke arah kemah-Ku.
LEV 14:17 Kemudian imam akan mengoleskan minyak yang masih ada di telapak tangannya ke daun telinga kanan, ibu jari tangan kanan, dan ibu jari kaki kanan orang yang sedang disucikan. Dia akan mengoleskannya di atas darah yang sudah dioleskan sebelumnya.
LEV 14:18 Minyak yang tersisa di telapak tangan imam akan dioleskan ke atas kepala orang itu. Dengan demikian imam memulihkan hubungan orang itu dengan-Ku.
LEV 14:19 “Berikutnya, imam akan mempersembahkan domba betina sebagai kurban penghapus dosa untuk memulihkan hubungannya dengan-Ku. Kemudian imam akan menyembelih kurban yang dibakar habis
LEV 14:20 dan mempersembahkannya di atas mezbah beserta dengan persembahan gandum-ganduman.” Demikianlah peraturan untuk upacara penyucian yang dilakukan imam untuk memulihkan hubungan orang yang pernah menderita penyakit kulit dengan TUHAN. Dengan demikian orang itu tidak lagi najis.
LEV 14:21 “Jika orang yang sudah sembuh itu miskin dan tidak mampu menyediakan semua hewan kurban tadi, dia harus membawa kepada imam seekor domba jantan yang akan diangkat tinggi sebagai kurban penebus kesalahan, tiga liter tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun sebagai persembahan gandum-ganduman, serta sepertiga liter minyak zaitun. Dengan demikian imam akan memulihkan hubungan orang itu dengan-Ku.
LEV 14:22 Dia juga harus membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang satu untuk kurban penghapus dosa, dan yang satunya untuk kurban yang dibakar habis.
LEV 14:23 “Pada hari kedelapan sesudah dia tinggal di luar kemahnya, orang yang sudah sembuh itu harus membawa ketiga kurban tersebut ke hadapan-Ku di depan kemah-Ku, supaya imam melakukan upacara penyuciannya.
LEV 14:24 Imam akan melakukan semua langkah pengurbanan anak domba jantan sebagai kurban penebus kesalahan sama seperti yang diuraikan di atas. Daging kurban itu beserta minyak zaitun diangkat tinggi di hadapan-Ku. Darah domba itu dioleskan pada daun telinga kanan, ibu jari tangan kanan, dan ibu jari kaki kanan orang yang sedang disucikan. Sesudah imam memercikkan minyak zaitun ke arah kemah-Ku sebanyak tujuh kali, dia akan mengoleskannya pada ketiga tempat yang sama dengan darah tadi, dan sisanya dioleskan pada kepala orang yang sedang disucikan itu. Dengan demikian imam memulihkan hubungan orang itu dengan-Ku.
LEV 14:30 Kemudian imam harus mempersembahkan kedua burung tekukur atau anak burung merpati. Orang itu boleh membawa yang mana saja sesuai kemampuannya.
LEV 14:31 Burung yang satu akan dipersembahkan sebagai kurban penghapus dosa, dan yang satunya lagi sebagai kurban yang dibakar habis. Kedua burung itu dipersembahkan di mezbah bersama persembahan gandum-ganduman.” Demikianlah peraturan upacara penyucian bagi orang yang pernah menderita penyakit kulit, bila dia tidak mampu memberikan persembahan sesuai dengan peraturan pertama. Imam memulihkan hubungannya dengan TUHAN sebab dia tidak lagi najis.
LEV 14:33 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
LEV 14:34 “Ketika kalian sudah memasuki negeri Kanaan yang telah Aku berikan menjadi milik kalian, lalu Aku membuat jamur tumbuh di dalam beberapa rumah kalian,
LEV 14:35 maka pemilik rumah harus datang kepada imam dan memberitahukan, ‘Ada sesuatu yang kelihatan seperti jamur tumbuh di rumahku.’
LEV 14:36 Sebelum imam datang memeriksa, dia akan memerintahkan supaya rumah itu dikosongkan. Itu dilakukan supaya barang-barang lain tidak ikut dinyatakan najis. Sesudah itu imam akan datang untuk memeriksa rumah tersebut.
LEV 14:37 Ketika imam memeriksa jamur itu dan tampak warna kehijauan atau kemerahan pada dinding, serta kelihatan lebih dalam daripada permukaan dinding lainnya,
LEV 14:38 imam akan keluar dari rumah itu dan menguncinya selama tujuh hari.
LEV 14:39 Pada hari ketujuh imam akan memeriksanya kembali. Jika jamur di dinding ternyata sudah menyebar,
LEV 14:40 imam akan menyuruh agar batu-batu di dinding yang terkena jamur itu dicungkil, lalu dibuang ke tempat pembuangan barang najis di luar kota.
LEV 14:41 Selanjutnya, seluruh bagian dalam dinding rumah itu harus dikikis. Semua plester hasil kikisan harus dibuang ke tempat pembuangan barang najis di luar kota.
LEV 14:42 Batu-batu baru akan dipasang untuk mengganti batu-batu yang terkena jamur tadi, dan seluruh dinding rumah yang sudah dikikis akan dilapisi dengan plester baru.
LEV 14:43 “Jika jamur timbul lagi di rumah itu sesudah batu-batu dan plesternya diganti,
LEV 14:44 imam harus kembali memeriksa rumah tersebut. Apabila jamurnya sudah menyebar, dapat dipastikan bahwa jamur itu adalah jenis yang merusak rumah, sehingga rumah itu najis.
LEV 14:45 Rumah itu harus dirobohkan seluruhnya, lalu semua batunya, kayunya, dan plesternya harus dibuang ke tempat pembuangan barang najis di luar kota.
LEV 14:46 Siapa pun yang masuk ke rumah itu selama dalam keadaan tertutup karena kenajisan, orang itu juga menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 14:47 Dan siapa pun yang tidur atau makan di dalam rumah itu harus mencuci pakaiannya.
LEV 14:48 “Tetapi jika setelah batu dan plester rumah itu diganti, imam memeriksanya dan melihat bahwa jamur itu tidak timbul kembali, maka imam akan menyatakan bahwa rumah itu tidak najis lagi.
LEV 14:49 Untuk penyucian rumah, inilah yang perlu disediakan bagi imam yang bertugas: dua ekor burung kecil, sepotong kayu aras, seutas tali merah, dan beberapa ranting hisop.
LEV 14:50 Imam akan menyembelih seekor burung di atas kuali tanah liat yang berisi air bersih dari mata air, supaya darahnya jatuh ke dalam air itu.
LEV 14:51 Lalu imam akan mengambil burung yang masih hidup dan mencelupkannya bersama kayu aras, tali merah, dan ranting hisop ke dalam campuran air dan darah burung yang sudah disembelih tadi. Dengan semua benda yang dicelupkan itu, imam akan memercikkan campuran air dan darah pada rumah itu tujuh kali.
LEV 14:52 Dengan demikian imam sudah melakukan upacara penyucian untuk rumah tersebut.
LEV 14:53 Kemudian imam akan melepaskan burung yang masih hidup supaya terbang bebas. Demikianlah imam sudah menyucikan rumah itu dan memulihkan hubungan pemiliknya dengan Aku.”
LEV 14:54 Demikianlah peraturan-peraturan mengenai penyakit kulit menular, termasuk luka gatal, bengkak, ruam, bintik-bintik putih, serta jamur pada pakaian dan rumah. Petunjuk ini harus diikuti guna menentukan sesuatu najis atau tidak najis.
LEV 15:1 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
LEV 15:2 “Sampaikanlah pesan ini kepada orang Israel: Apabila seorang laki-laki terkena penyakit yang menyebabkan alat kelaminnya sering mengeluarkan cairan, dia menjadi najis.
LEV 15:3 Baik cairan itu keluar terus-menerus ataupun tersumbat, dia tetap najis.
LEV 15:4 Setiap tempat tidur yang dia pakai dan setiap barang yang dia duduki akan menjadi najis.
LEV 15:5 Siapa pun yang menyentuh tempat tidur orang yang mengeluarkan cairan itu, atau menduduki barang yang telah dia duduki, atau bersentuhan dengan dia, harus mencuci pakaiannya dan mandi, dan dia menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:8 Apabila orang yang mengeluarkan cairan itu meludah kepada seseorang yang tidak najis, maka orang yang kena ludahnya harus mencuci pakaiannya dan mandi, dan dia menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:9 Pelana kuda atau keledai yang diduduki orang yang mengeluarkan cairan juga akan menjadi najis.
LEV 15:10 Siapa pun yang menyentuh barang yang dia duduki menjadi najis sampai matahari terbenam. Siapa pun yang mengangkat barang itu harus mencuci pakaiannya dan mandi, dan dia juga menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:11 Jika orang yang mengeluarkan cairan itu menyentuh orang lain tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu, maka orang yang disentuhnya itu harus mencuci pakaiannya dan mandi, dan dia menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:12 Jika orang yang mengeluarkan cairan itu menyentuh periuk tanah, maka periuk itu harus dipecahkan. Apabila dia menyentuh alat yang terbuat dari kayu, alat itu harus dicuci dengan air.
LEV 15:13 “Setelah tujuh hari sembuh dari penyakitnya, dia akan menjalani penyucian. Dia harus mencuci pakaiannya dan mandi di air mengalir. Sesudah itu dia tidak lagi najis.
LEV 15:14 Besoknya, yaitu hari yang kedelapan, dia harus membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati ke depan kemah-Ku, lalu menyerahkannya kepada imam yang bertugas.
LEV 15:15 Imam akan mempersembahkan yang seekor untuk kurban penghapus dosa, dan yang satunya sebagai kurban yang dibakar habis. Dengan demikian, imam sudah memulihkan hubungan orang itu dengan-Ku.
LEV 15:16 “Apabila seorang laki-laki mengeluarkan air mani, dia harus membasuh seluruh tubuhnya dengan air, dan dia menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:17 Jika air mani itu mengenai pakaian atau bahan kulit apa pun, barang itu harus dicuci dan menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:18 Setiap laki-laki dan perempuan harus mandi sesudah bersetubuh. Dengan adanya air mani yang keluar, mereka menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:19 “Ketika seorang perempuan sedang haid, dia menjadi najis selama tujuh hari. Siapa pun yang bersentuhan dengannya selama itu akan menjadi najis juga sampai matahari terbenam.
LEV 15:20 Alas tidur yang dia pakai berbaring dan benda apa pun yang diduduki perempuan yang sedang haid menjadi najis.
LEV 15:21 Siapa pun yang menyentuh tempat tidurnya atau barang apa pun yang dia duduki harus mencuci pakaiannya, dan orang itu juga menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:24 Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan seorang perempuan yang sedang haid dan laki-laki itu terkena darah haidnya, maka lelaki itu juga menjadi najis selama tujuh hari. Tempat tidur yang dipakainya pun menjadi najis.
LEV 15:25 “Ketika seorang perempuan mengalami pendarahan dalam waktu lama yang bukan pada masa haidnya, atau jika pendarahannya berlanjut sesudah masa haidnya berakhir, dia tetap najis selama pendarahan itu, sama seperti pada saat haid.
LEV 15:26 Setiap tempat tidur di mana dia berbaring dan benda apa pun yang dia duduki selama pendarahan menjadi najis, sama seperti saat dia sedang haid.
LEV 15:27 Siapa pun yang menyentuh benda-benda itu harus mencuci pakaiannya lalu mandi, dan dia menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 15:28 “Setelah pendarahan itu berhenti, dia harus menunggu tujuh hari, sesudah itu barulah dia tidak najis lagi.
LEV 15:29 Besoknya, yaitu hari yang kedelapan, dia harus membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati kepada imam di depan kemah-Ku.
LEV 15:30 Imam akan mempersembahkan yang seekor untuk kurban penghapus dosa, dan yang lainnya untuk kurban yang dibakar habis. Dengan demikian imam memulihkan hubungan perempuan itu dengan-Ku.
LEV 15:31 “Dengan cara demikianlah kalian umat Israel harus menjaga diri dari kenajisan, supaya kenajisanmu tidak menodai kemah-Ku yang ada di tengah-tengah kalian, dan supaya kalian tidak kena hukuman mati.”
LEV 15:32 Demikianlah peraturan untuk laki-laki yang sedang najis karena penyakit yang membuat alat kelaminnya mengeluarkan cairan, atau karena air maninya keluar,
LEV 15:33 dan demikianlah peraturan untuk perempuan selama masa haidnya, juga laki-laki yang bersetubuh dengan perempuan yang sedang haid. Peraturan ini berlaku untuk setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, yang alat kelaminnya mengeluarkan cairan.
LEV 16:1 Sesudah kematian dua anak Harun, yang mati karena datang ke hadapan TUHAN dengan cara yang tidak sesuai peraturan-Nya, TUHAN berbicara kepada Musa,
LEV 16:2 “Beritahukanlah kepada kakakmu Harun agar tidak sembarangan masuk ke ruang mahakudus yang dipisahkan dengan tirai, sebab di sana Aku memperlihatkan diri dalam awan di atas tutup peti perjanjian. Apabila dia melanggar perintah ini, dia akan mati.
LEV 16:3 Untuk diperbolehkan masuk ke ruang mahakudus, Harun harus mengikuti peraturan ini: Dia harus memakai seluruh pakaian imam, termasuk celana dalam, baju panjang, ikat pinggang, dan penutup kepala, yang semuanya terbuat dari kain linen. Dia harus mandi sebelum mengenakannya, karena pakaian itu suci. Dia harus mempersembahkan dua kurban untuk dosanya sendiri, yaitu seekor sapi jantan muda sebagai kurban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk kurban yang dibakar habis.
LEV 16:5 “Pada Hari Pendamaian, umat Israel akan membawa kepada Harun dua ekor kambing jantan untuk kurban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk kurban yang dibakar habis.
LEV 16:6 Harun akan mempersembahkan seekor sapi jantan muda miliknya sendiri sebagai kurban penghapus dosa, untuk memulihkan hubungan dia dan keluarganya dengan-Ku.
LEV 16:7 Lalu dia akan mengambil kedua ekor kambing jantan dari umat Israel dan membawanya ke depan kemah-Ku.
LEV 16:8 Dia akan mengundi untuk memilih antara kedua kambing jantan itu. Yang terpilih akan dipersembahkan kepada-Ku, dan yang satunya akan dilepas ke padang belantara untuk menanggung hukuman dosa umat Israel.
LEV 16:9 Selanjutnya, dia akan mempersembahkan kambing yang terpilih bagi-Ku sebagai kurban penghapus dosa,
LEV 16:10 sedangkan kambing yang terpilih untuk dilepas harus tetap berdiri di hadapan-Ku sampai kambing yang pertama dikurbankan. Lalu kambing kedua itu akan dibawa hidup-hidup ke padang belantara untuk memulihkan hubungan umat Israel dengan-Ku.
LEV 16:11 “Setelah Harun menyembelih sapi jantan muda miliknya sendiri sebagai kurban penghapus dosa untuk dirinya dan keluarganya,
LEV 16:12 dia akan mengisi wadah pembakaran dupa dengan bara api dari mezbah-Ku serta mengambil dua genggam serbuk dupa harum, lalu membawanya ke ruang mahakudus di belakang tirai pemisah.
LEV 16:13 Di sana, di hadapan-Ku, dia akan menaburkan dupa itu di atas bara api, supaya asapnya menutupi penutup peti yang ada di atas peti perjanjian, yaitu tempat Aku memperlihatkan diri. Dengan demikian, Harun tidak dapat melihat kehadiran-Ku secara langsung, sehingga dia tidak mati.
LEV 16:14 Berikutnya dia akan mengambil sedikit darah sapi itu dengan ujung jarinya dan memercikkannya tujuh kali ke arah sisi depan peti itu, yaitu sisi yang menghadap ke timur.
LEV 16:15 “Sesudah keluar dari kemah-Ku, dia akan menyembelih kambing yang terpilih bagi-Ku sebagai kurban penghapus dosa umat Israel. Dia akan membawa darah kambing itu ke dalam ruang mahakudus lalu memercikkannya tujuh kali ke arah sisi depan peti, seperti yang dilakukannya dengan darah sapi tadi.
LEV 16:16 Dengan cara itu, Harun menyucikan ruang mahakudus dan seluruh kemah-Ku dari kenajisan dan dosa-dosa umat Israel, sehingga hubungan umat dengan-Ku dipulihkan.
LEV 16:17 “Sementara Harun keluar dan masuk di ruang mahakudus untuk melakukan setiap langkah upacara pendamaian sampai selesai, tidak boleh ada orang lain di dalam kemah-Ku.
LEV 16:18 “Selanjutnya, untuk menyucikan mezbah-Ku, dia akan mengambil sedikit darah sapi dan darah kambing tadi dan mengoleskannya pada keempat tanduk mezbah kurban.
LEV 16:19 Lalu dengan jarinya, dia akan memercikkan darah itu tujuh kali ke atas mezbah untuk menyucikan mezbah itu dari kenajisan umat Israel.
LEV 16:20 “Sesudah menyelesaikan upacara pendamaian untuk ruang mahakudus, kemah-Ku, dan mezbah kurban, Harun akan membawa ke hadapan-Ku kambing hidup yang terpilih untuk dilepaskan.
LEV 16:21 Dia akan meletakkan kedua tangannya di atas kepala kambing itu, dan sebagai wakil seluruh umat Israel, dia akan mengakui semua dosa dan pelanggaran mereka. Tindakan itu menjadi lambang bahwa seluruh beban dosa ditaruh ke atas kepala kambing itu. Lalu seseorang yang sudah ditugaskan akan membawa dan melepaskan kambing itu di tempat yang jauh di padang belantara.
LEV 16:22 Demikianlah kambing itu akan membawa semua dosa umat Israel ke tempat yang sunyi di padang belantara. Kambing itu akan dibiarkan lepas di sana.
LEV 16:23 “Kemudian Harun akan masuk ke kemah-Ku, melepaskan pakaian imam yang dipakainya ketika masuk ke ruang mahakudus, dan meninggalkannya di sana.
LEV 16:24 Lalu dia akan mandi di dalam halaman kemah-Ku dan memakai pakaian yang biasa dipakainya. Kemudian dia akan kembali ke mezbah untuk meletakkan bagian-bagian daging kurban yang akan dibakar habis. Daging sapi jantan muda dibakar habis untuk dosanya sendiri, dan daging kambing dibakar habis untuk seluruh umat Israel. Dengan demikian, dia memulihkan hubungan dirinya sendiri dan umat Israel dengan-Ku.
LEV 16:25 Berikutnya dia akan membakar lemak kurban penghapus dosa di atas mezbah.
LEV 16:26 “Orang yang ditugaskan untuk melepas kambing ke padang belantara harus mencuci pakaiannya dan mandi sebelum masuk kembali ke perkemahan umat Israel.
LEV 16:27 “Karena darah sapi jantan dan kambing yang pertama tadi dibawa masuk ke ruang mahakudus untuk penghabus dosa, bagian-bagian lain dari kedua kurban itu yang tidak dibakar di mezbah harus dibawa ke luar perkemahan— termasuk kulit, daging, dan seluruh isi perut serta kotorannya. Semua itu harus dibakar habis di luar perkemahan.
LEV 16:28 Orang yang membakarnya harus mencuci pakaiannya dan mandi sebelum masuk kembali ke perkemahan.
LEV 16:29 “Setiap tahun, Hari Pendamaian jatuh pada tanggal sepuluh bulan ketujuh. Pada hari itu kalian dan orang-orang bukan Israel yang tinggal di antara kalian harus berpuasa dan tidak diperbolehkan mengerjakan apa pun. Semua ketetapan mengenai upacara pendamaian ini berlaku bagi umat Israel untuk selamanya, agar setiap tahun hubungan kalian dengan-Ku dipulihkan.
LEV 16:31 Hari Pendamaian itu dianggap seperti perayaan hari Sabat yang besar, di mana kalian harus beristirahat penuh dan berpuasa sejak matahari terbenam sampai terbenam lagi keesokan harinya. Peraturan ini berlaku untuk selamanya.
LEV 16:32 Di kemudian hari, secara turun temurun setiap imam besar yang ditahbiskan untuk menggantikan Harun akan memakai pakaian khusus imam yang dia warisi untuk melakukan upacara pendamaian.
LEV 16:33 Upacara ini berlaku untuk menyucikan ruang mahakudus, kemah-Ku, mezbah kurban, para imam yang lain, dan seluruh umat Israel.
LEV 16:34 Upacara Hari Pendamaian harus dilakukan setiap tahun untuk selamanya agar hubungan umat Israel dengan-Ku dipulihkan karena dosa-dosa mereka diampuni.” Maka Harun melakukan sesuai dengan perintah TUHAN melalui Musa.
LEV 17:1 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 17:2 “Sampaikanlah pesan ini kepada Harun, anak-anaknya, dan semua orang Israel:
LEV 17:3 Apabila kamu, orang asli Israel, menyembelih sapi, domba, atau kambing, kamu harus melakukannya di depan kemah-Ku sebagai persembahan bagi-Ku. Apabila kamu menyembelihnya di tempat lain, baik di dalam maupun di luar perkemahan, kamu sudah melanggar perintah-Ku karena menumpahkan darah, dan kamu akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
LEV 17:5 Tujuan dari perintah ini adalah supaya orang Israel tidak lagi mempersembahkan kurban di padang, tetapi membawanya ke hadapan-Ku, kepada imam yang bertugas di depan kemah-Ku, agar setiap kurban disembelih di sana sebagai kurban tanda damai bagi-Ku.
LEV 17:6 Imam akan menyiramkan darah hewan itu pada sisi mezbah di depan kemah-Ku, lalu membakar lemaknya sehingga asapnya menjadi bau harum yang menyenangkan Aku.
LEV 17:7 Kalian tidak boleh lagi melacurkan diri dengan mempersembahkan kurban kepada berhala. Taatilah peraturan ini untuk selama-lamanya.
LEV 17:8 “Sampaikan juga kepada umat-Ku: Apabila kamu hendak memberikan kurban yang dibakar habis atau kurban sembelihan lainnya, tetapi tidak membawanya ke depan kemah-Ku sebagai persembahan bagi-Ku, maka kamu akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku. Peraturan ini berlaku juga untuk orang asing yang tinggal di antara kalian.”
LEV 17:10 “Apabila di antara kalian, baik orang asli Israel maupun orang asing, ada yang meminum atau memakan darah, maka Aku sendiri yang akan menentang dan menyingkirkan dia dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
LEV 17:11 Karena darah melambangkan nyawa setiap makhluk hidup. Dan kalau darah kurban disiramkan pada sisi mezbah, kurban itu akan memulihkan hubunganmu dengan-Ku.
LEV 17:12 Itulah sebabnya Aku melarang kamu semua untuk memakan atau pun meminum darah.
LEV 17:13 “Apabila seorang Israel asli maupun orang asing di antara kalian berburu binatang atau burung yang halal, dia harus menumpahkan darah binatang atau burung itu, lalu menutupinya dengan tanah.
LEV 17:14 Karena darah melambangkan nyawa setiap makhluk hidup. Itulah sebabnya Aku menegaskan bahwa siapa saja yang meminum atau memakan darah akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.”
LEV 17:15 “Apabila ada di antara kalian, baik orang Israel asli maupun pendatang, yang memakan daging dari bangkai binatang yang mati secara alami atau sisa mangsa binatang buas, dia harus mencuci pakaiannya dan mandi. Dia menjadi najis sampai matahari terbenam.
LEV 17:16 Tetapi jika dia tidak mencuci pakaiannya dan mandi, maka Aku akan menganggap dia berdosa dan dia sendiri akan menanggung akibatnya.”
LEV 18:1 TUHAN berbicara kepada Musa,
LEV 18:2 “Sampaikan kepada semua orang Israel: Akulah TUHAN Allahmu.
LEV 18:3 Jangan meniru cara hidup orang di Mesir, di mana dulu kamu tinggal, ataupun cara hidup orang di Kanaan, negeri ke mana Aku sedang membawamu.
LEV 18:4 Taatilah hukum-hukum yang Aku berikan dan lakukanlah segala perintah-Ku. Dengan melakukannya, kamu pasti selamat. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan hal ini.
LEV 18:6 Janganlah bersetubuh dengan kerabat dekat.
LEV 18:7 Jangan melecehkan ayahmu dengan bersetubuh dengan ibumu sendiri.
LEV 18:8 Jangan pula melecehkan ayahmu dengan bersetubuh dengan istrinya yang lain.
LEV 18:9 Jangan bersetubuh dengan saudari kandungmu ataupun saudari tirimu, baik yang lahir serumah denganmu maupun di rumah lain.
LEV 18:10 Jangan bersetubuh dengan cucu perempuanmu, karena itu merupakan pelecehan terhadap dirimu sendiri.
LEV 18:11 Jangan bersetubuh dengan adik atau kakak perempuanmu dari satu ayah, meskipun lain ibu, karena dia masih saudarimu.
LEV 18:12 Jangan bersetubuh dengan saudari ayahmu, karena dia masih keluarga dekat dari ayahmu.
LEV 18:13 Jangan bersetubuh dengan saudari ibumu, karena dia masih keluarga dekat dari ibumu.
LEV 18:14 Jangan melecehkan saudara ayahmu dengan bersetubuh dengan istrinya, yaitu bibimu.
LEV 18:15 Jangan bersetubuh dengan menantu perempuanmu.
LEV 18:16 Jangan melecehkan saudaramu dengan bersetubuh dengan istrinya.
LEV 18:17 Jangan bersetubuh dengan anak atau cucu dari perempuan yang pernah bersetubuh denganmu, karena mereka masih satu keluarga. Perbuatan itu merupakan kejahatan.
LEV 18:18 Jangan melecehkan istrimu dengan menikahi saudarinya selama istrimu masih hidup.
LEV 18:19 Jangan bersetubuh dengan perempuan yang sedang haid, karena dia dalam keadaan najis.
LEV 18:20 Jangan menajiskan dirimu dengan bersetubuh dengan istri orang lain.
LEV 18:21 Jangan menyerahkan satu pun dari anak-anakmu sebagai kurban pemujaan bagi dewa Molok, karena perbuatan itu melecehkan Aku, TUHAN Allahmu.
LEV 18:22 Laki-laki dilarang bersetubuh dengan laki-laki. Itu kejahatan besar.
LEV 18:23 Jangan bersetubuh dengan binatang apa pun karena perbuatan itu menajiskan dirimu. Perempuan dilarang memberi dirinya bersetubuh dengan binatang, karena hal itu adalah perbuatan yang sangat menyimpang.
LEV 18:24 Jangan menajiskan dirimu dengan melakukan hal-hal tersebut, sebab bangsa-bangsa yang akan Aku usir dari hadapanmu sudah menajiskan diri mereka dengan melakukan semuanya itu.
LEV 18:25 Mereka menajiskan negeri Kanaan dengan perbuatan-perbuatan mereka, sehingga Aku mengusir mereka keluar dari sana.
LEV 18:26 Oleh karena itu, kamu masing-masing, baik orang Israel asli maupun pendatang, harus mematuhi semua perintah dan hukum-Ku. Kalian tidak boleh melakukan berbagai kejahatan yang menjijikkan itu.
LEV 18:27 “Penduduk yang tinggal di negeri itu sebelum kamu sudah melakukan semua kekejian tersebut sehingga negeri itu menjadi najis.
LEV 18:28 Apabila kamu melakukan perbuatan-perbuatan seperti mereka dan menajiskan negeri itu lagi, kamu juga akan Aku usir dari sana.
LEV 18:29 Siapa pun di antara kalian yang melakukan salah satu kejahatan besar tersebut akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
LEV 18:30 Maka taatilah semua perintah-Ku dan janganlah melakukan kejahatan seperti yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang sebelumnya tinggal di negeri Kanaan. Jangan menajiskan dirimu dengan mengikuti cara hidup mereka. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan hal ini.”
LEV 19:1 TUHAN berbicara kepada Musa,
LEV 19:2 “Sampaikanlah kepada seluruh umat Israel: Kamu masing-masing harus hidup suci, karena Aku, TUHAN Allahmu, adalah kudus.
LEV 19:3 “Setiap orang wajib menghormati ayah dan ibunya serta menaati peraturan hari Sabat, seperti yang sudah Aku perintahkan kepada kalian. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan hal ini.
LEV 19:4 Jangan menyembah berhala, dan jangan membuat patung-patung logam untuk disembah, sebab Akulah TUHAN Allahmu.
LEV 19:5 “Apabila kamu mempersembahkan kurban tanda damai kepada-Ku, lakukanlah itu sesuai dengan peraturan yang sudah Aku berikan, supaya Aku berkenan kepada persembahanmu.
LEV 19:6 Daging kurban tanda damai harus dimakan pada hari kurban itu dipersembahkan, atau paling lambat pada keesokan harinya. Daging yang tersisa pada hari ketiga haruslah dibakar habis.
LEV 19:7 Pada hari ketiga, sisa daging kurban sudah menjadi haram. Apabila ada yang memakannya, Aku tidak akan menerima persembahan kurban itu.
LEV 19:8 Siapa pun yang memakan daging itu akan menanggung kesalahannya, karena dia sudah mencemarkan persembahan kudus yang diberikan kepada-Ku. Orang itu akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
LEV 19:9 “Ketika kamu memanen gandum, janganlah memanen seluruhnya sampai ke sudut-sudut ladang, dan jangan kembali untuk mengumpulkan sisa-sisa yang terjatuh.
LEV 19:10 Janganlah kembali ke kebun anggur untuk memanen habis buah-buah yang tertinggal atau memungut buah yang jatuh dari pohon anggurmu. Biarkanlah buah-buah yang tersisa itu untuk orang miskin dan pendatang. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:11 “Jangan mencuri. Jangan berbohong. Jangan menipu orang lain.
LEV 19:12 Apabila kamu berjanji dengan menyebut nama-Ku sebagai saksi untuk janjimu, kamu harus menepati janji itu. Jika tidak, kamu sudah mencemarkan nama-Ku. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:13 “Jangan menindas sesamamu. Jangan merampas barang orang lain. Bayarlah upah pekerjamu dengan tepat waktu. Jangan menahan upahnya meski hanya semalam.
LEV 19:14 Jangan menghina orang tuli dan jangan meletakkan sandungan di depan orang buta. Kalau kamu berbuat demikian, berarti kamu tidak menghormati Aku. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:15 Jangan bersikap tidak adil dalam memutuskan kasus hukum. Jangan memihak kepada orang miskin maupun kepada orang kaya. Kamu harus mengadili sesamamu dengan adil.
LEV 19:16 Jangan menyebarkan fitnah tentang sesamamu. Kalau sesamamu sedang diadili dan terancam hukuman mati, jangan diam saja bila kamu mempunyai kesaksian yang dapat menyelamatkan dia. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:17 Jika sesamamu berbuat salah, janganlah kamu diam-diam membencinya. Tegurlah dia dengan terus terang, agar kamu tidak menanggung kesalahannya juga.
LEV 19:18 Jangan membalas dendam atau menyimpan dendam terhadap orang sebangsamu, tetapi kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:19 “Taatilah peraturan-peraturan-Ku. Jangan mengawinkan ternakmu dengan jenis yang berbeda. Jangan menanami ladangmu dengan dua jenis benih yang berbeda. Jangan memakai pakaian yang terbuat dari dua jenis bahan yang berbeda.
LEV 19:20 “Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan seorang budak perempuan yang sudah direncanakan untuk menjadi milik orang lain, tetapi budak itu belum dibayar atau ditebus menjadi orang merdeka, maka lelaki itu harus membayar denda. Tetapi mereka berdua tidak dihukum mati, karena perempuan itu belum berstatus merdeka.
LEV 19:21 Lelaki yang bersetubuh dengannya itu harus membawa kepada-Ku seekor domba jantan sebagai kurban penebus kesalahan ke depan kemah-Ku.
LEV 19:22 Imam yang bertugas akan mempersembahkan domba kurban penebus kesalahan itu kepada-Ku. Maka hubungan orang itu dengan-Ku dipulihkan dan dosanya diampuni.
LEV 19:23 “Sesudah kamu masuk ke negeri Kanaan dan menanam berbagai macam pohon buah-buahan, janganlah memakan buahnya selama tiga tahun pertama.
LEV 19:24 Pada tahun yang keempat, seluruh buahnya harus dijadikan suatu persembahan kudus sebagai ucapan syukur kepada-Ku.
LEV 19:25 Pada tahun yang kelima barulah kamu boleh memakan buah dari pohon-pohon itu. Apabila kamu menaati peraturan ini, buah-buahanmu akan berlimpah. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:26 “Jangan memakan daging yang masih ada darahnya. “Jangan melakukan ramalan ataupun perdukunan.
LEV 19:27 “Ketika kamu berduka karena orang yang meninggal, jangan mencukur rambut pada bagian sisi kepalamu atau jenggotmu. Jangan menggores-gores tubuhmu atau membuat tato di kulitmu. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:29 “Jangan mencemarkan anak perempuanmu dengan menjadikannya pelacur, supaya negeri yang kalian diami tidak menjadi tempat persundalan dan dipenuhi perbuatan keji.
LEV 19:30 “Taatilah semua peraturan tentang hari Sabat dan hormatilah kemah-Ku. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:31 “Jangan mendatangi pemanggil arwah atau dukun untuk meminta nasihat dari roh orang mati, karena perbuatan itu menjadikan kalian najis. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:32 “Tunjukkanlah hormat kepada orang-orang tua, dan berdirilah waktu menyambut mereka. Kalian juga harus hormat dan takut akan Aku. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:33 “Apabila ada pendatang yang tinggal di antara kalian di Kanaan, jangan menindas mereka.
LEV 19:34 Perlakukanlah mereka sama seperti orang sebangsamu. Kasihilah mereka seperti dirimu sendiri. Ingatlah bahwa dulu kamu juga hidup sebagai orang asing di Mesir. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.
LEV 19:35 “Kalian tidak boleh mencurangi orang lain dengan menggunakan pengukur, timbangan, atau takaran yang salah.
LEV 19:36 Gunakanlah pengukur, timbangan, dan takaran yang benar. Aku TUHAN yang membawamu keluar dari perbudakan di Mesir, menegaskan perintah ini.
LEV 19:37 “Perhatikan dan lakukanlah semua hukum dan perintah-Ku. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan perintah ini.”
LEV 20:1 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 20:2 “Sampaikanlah kepada seluruh umat Israel dan semua pendatang yang tinggal di antara mereka: Siapa pun yang memberikan anaknya untuk dibakar sebagai persembahan kepada dewa Molok harus dihukum mati dengan cara dilempari batu oleh penduduk setempat.
LEV 20:3 Aku sendiri akan menentang dan menyingkirkan orang itu dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku, karena dengan melakukan itu dia sudah menajiskan kemah-Ku dan melecehkan kekudusan-Ku.
LEV 20:4 Jika kalian membiarkan orang itu mempersembahkan anaknya kepada Molok dan tidak menjatuhkan hukuman mati padanya,
LEV 20:5 Aku sendiri yang akan menentang dan menyingkirkan orang itu beserta seluruh keluarganya, juga semua orang yang ikut melacurkan diri dengan menyembah dewa Molok.
LEV 20:6 Demikian juga bila ada yang melacurkan diri dengan meminta nasihat dari pemanggil arwah atau dukun, Aku sendiri akan menentang dan menyingkirkan orang itu dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
LEV 20:7 “Jagalah diri kalian tetap suci, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.
LEV 20:8 Perhatikan dan lakukanlah semua peraturan-Ku, karena Akulah TUHAN yang menyucikanmu.
LEV 20:9 “Setiap orang yang mengutuki ayah atau ibunya harus dihukum mati. Demikianlah dia bertanggung jawab atas perbuatannya itu.”
LEV 20:10 “Jika seorang laki-laki berzina dengan perempuan yang sudah bersuami, maka laki-laki dan perempuan yang berzina itu harus dihukum mati.
LEV 20:11 Jika seorang laki-laki melecehkan ayahnya dengan bersetubuh dengan salah seorang istri ayahnya, maka laki-laki dan perempuan itu harus dihukum mati. Demikianlah mereka bertanggung jawab atas perbuatan itu.
LEV 20:12 Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan menantu perempuannya, laki-laki dan perempuan itu harus dihukum mati, karena mereka sudah melakukan perilaku menyimpang. Demikianlah mereka bertanggung jawab atas perbuatan itu.
LEV 20:13 Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan sesama laki-laki seperti bersetubuh dengan perempuan, maka kedua laki-laki itu harus dihukum mati karena mereka melakukan perilaku yang menjijikkan. Demikianlah mereka bertanggung jawab atas perbuatan itu.
LEV 20:14 Jika seorang laki-laki menikahi seorang perempuan sekaligus ibu perempuan itu, mereka bertiga harus dihukum mati dengan cara dibakar, karena mereka sudah melakukan kejahatan besar. Biarlah kejahatan seperti itu tidak dilakukan lagi di antara umat-Ku.
LEV 20:15 Jika seorang laki-laki atau perempuan bersetubuh dengan binatang, orang itu harus dihukum mati dan binatang itu harus dibunuh. Demikianlah orang itu bertanggung jawab atas perbuatannya.
LEV 20:17 Jika seorang laki-laki menikahi saudarinya sendiri, baik saudari kandung maupun saudari tiri yang berasal dari satu ayah atau satu ibu, mereka akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku. Mereka sudah melakukan perbuatan hina dan biarlah mereka menanggung akibat dari perbuatan itu.
LEV 20:18 Apabila seorang laki-laki bersetubuh dengan perempuan yang sedang haid, mereka akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku, karena mereka melakukan hal yang sangat najis.
LEV 20:19 Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan bibinya, baik saudari ayahnya ataupun ibunya, dia sudah melecehkan kerabat dekat. Biarlah mereka menanggung akibat dari perbuatan itu.
LEV 20:20 Demikian juga bila seorang laki-laki bersetubuh dengan istri pamannya, dia sudah melecehkan pamannya itu. Biarlah laki-laki dan perempuan itu menanggung akibat dari perbuatan mereka. Sampai mati mereka tidak akan mempunyai keturunan.
LEV 20:21 Jika seorang laki-laki mengambil istri saudaranya, itu merupakan perbuatan hina. Dia sudah melecehkan saudaranya. Sampai mati mereka tidak akan mempunyai keturunan.”
LEV 20:22 “Lakukanlah dengan setia semua peraturan yang sudah Aku berikan, supaya kalian tidak diusir dari negeri ke mana Aku membawa kalian.
LEV 20:23 Jangan meniru kebiasaan hidup penduduk di sana. Karena mereka melakukan segala macam kelakuan jahat tersebut, Aku membenci dan mengusir mereka dari negeri itu.
LEV 20:24 Aku sudah mengatakan kepada kalian, negeri ini akan Aku berikan kepada kalian, negeri yang berlimpah dengan hasil alam. Akulah TUHAN Allahmu, yang membuat kalian berbeda dari bangsa-bangsa lain.
LEV 20:25 Karena itu kamu masing-masing harus membedakan antara binatang dan burung yang haram dan yang tidak haram. Jangan menajiskan dirimu dengan memakan binatang atau burung yang sudah Aku tentukan untuk kamu haramkan.
LEV 20:26 Kamu semua harus hidup suci, karena Aku, TUHAN Allahmu, adalah kudus, dan Aku sudah memisahkan kalian dari bangsa-bangsa lain untuk menjadi milik-Ku.
LEV 20:27 “Siapa pun di antara kalian, baik laki-laki maupun perempuan, yang menjadi pemanggil arwah atau dukun harus dihukum mati dengan cara dilempari batu. Demikianlah dia bertanggung jawab atas perbuatannya itu.”
LEV 21:1 TUHAN berbicara kepada Musa, “Sampaikanlah kepada para imam, yakni keturunan Harun, tentang peraturan-peraturan yang berlaku bagi semua imam. Imam tidak boleh menajiskan dirinya dengan menyentuh jenazah,
LEV 21:2 kecuali jenazah anggota keluarga dekatnya sendiri, yaitu ibunya, ayahnya, anaknya laki-laki atau perempuan, saudaranya,
LEV 21:3 atau saudarinya yang belum menikah dan masih tinggal dengannya. Bagi saudarinya yang masih berada di bawah naungannya itu, imam diperbolehkan menjadi najis dengan menguburkan jenazahnya.
LEV 21:4 Imam tidak boleh menajiskan diri dengan menyentuh jenazah iparnya.
LEV 21:5 “Ketika berduka karena orang yang meninggal, imam tidak boleh membuat tanda pada tubuhnya seperti menggundul kepala, mencukur tepi jenggotnya, atau menggores-gores tubuhnya dengan benda tajam.
LEV 21:6 Para imam harus hidup suci bagi-Ku dan tidak boleh mencemarkan nama-Ku, karena merekalah yang mempersembahkan segala macam kurban daging dan gandum-ganduman di mezbah-Ku. Oleh sebab itu, mereka harus menjaga kesuciannya masing-masing.
LEV 21:7 “Imam tidak boleh menikah dengan pelacur, perempuan yang sudah tidak perawan, atau yang sudah bercerai dari suaminya, karena imam dikhususkan untuk hidup suci bagi-Ku.
LEV 21:8 Dan kalian, umat Israel, harus memandang para imam dengan hormat sebagai orang yang suci, karena mereka adalah perantara untuk mempersembahkan kurban yang menjadi bagian Allahmu. Aku, Allahmu yang kudus dan yang menyucikan kalian, menegaskan hal ini.
LEV 21:9 “Bila anak perempuan seorang imam mencemarkan dirinya dengan menjadi pelacur, dia melecehkan ayahnya dan harus dihukum mati dengan cara dibakar.
LEV 21:10 “Imam besar mengepalai saudara-saudaranya, yaitu para imam lain. Dia dilantik dengan cara menuangkan minyak pengurapan ke atas kepalanya, dan dia memakai pakaian khusus imam besar. Ketika berkabung, imam besar tidak boleh membuat tanda dukacita seperti membiarkan rambutnya kusut atau merobek pakaiannya.
LEV 21:11 Imam besar tidak boleh menajiskan diri dengan mendekati jenazah, sekalipun yang meninggal adalah ayah atau ibunya sendiri.
LEV 21:12 Dia juga tidak boleh meninggalkan kemah-Ku untuk pergi ke tempat orang meninggal. Hal itu akan mencemari kemah-Ku, karena seorang imam besar sudah menerima minyak pengurapan di atas kepalanya sebagai tanda bahwa dia dikhususkan untuk mengabdi kepada Allahnya. Akulah TUHAN yang menegaskan hal ini.
LEV 21:13 “Seorang imam besar harus menikah dengan seorang perempuan yang masih perawan.
LEV 21:14 Dia tidak boleh menikah dengan janda, atau pelacur, ataupun perempuan yang sudah bercerai dari suaminya. Imam besar hanya boleh menikah dengan seorang gadis perawan dari bangsanya sendiri.
LEV 21:15 Tujuannya untuk menjaga supaya garis keturunannya tidak tercemar, sebab Aku, TUHAN, sudah menyucikan dia.”
LEV 21:16 TUHAN juga berkata kepada Musa,
LEV 21:17 “Sampaikanlah pesan-pesan ini kepada Harun: Untuk selamanya, setiap keturunanmu yang memiliki cacat tubuh dilarang mendekati mezbah untuk mempersembahkan sesuatu bagi-Ku.
LEV 21:18 Seorang imam tidak boleh mempunyai satu pun cacat tubuh berikut ini: lumpuh atau pincang, tuna netra, bibir sumbing atau kelainan apa pun pada wajah, kelainan pada anggota badan,
LEV 21:19 kecacatan pada kaki atau tangan,
LEV 21:20 punggung bungkuk, badan kerdil, mata rabun, penyakit kulit apa pun, kerusakan pada buah pelir.
LEV 21:21 Jadi, keturunan Harun yang memiliki cacat tubuh tidak boleh datang ke mezbah untuk mempersembahkan sesuatu bagi-Ku.
LEV 21:22 Tetapi dia boleh mendapat bagian dari berbagai jenis persembahan yang diberikan kepada-Ku, baik yang suci maupun yang sangat suci.
LEV 21:23 Hanya saja, karena kelainan tubuhnya itu, dia tidak diizinkan mendekati mezbah atau masuk ke kemah-Ku, supaya tidak mencemari seluruh tempat suci-Ku, sebab Aku, TUHAN, sudah menyucikan semuanya itu.”
LEV 21:24 Maka Musa menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada Harun dan anak-anaknya, serta kepada seluruh umat Israel.
LEV 22:1 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 22:2 “Sampaikanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Semua kurban maupun persembahan lain yang dipersembahkan oleh umat Israel kepada-Ku haruslah kalian perlakukan dengan hati-hati sebagai benda yang suci, agar kalian tidak mencemarkan nama-Ku yang kudus. Akulah TUHAN, yang menegaskan hal ini.
LEV 22:3 “Siapa pun imam yang dalam keadaan najis mendekati makanan yang sudah dipersembahkan kepada-Ku oleh umat Israel akan disingkirkan dari antara semua imam yang melayani di kemah-Ku. Peraturan ini berlaku selamanya untuk semua keturunan Harun. Akulah TUHAN, yang menegaskan hal ini.
LEV 22:4 “Seorang imam yang menderita penyakit kulit menular, atau penyakit kelamin yang menyebabkan tubuhnya mengeluarkan cairan, tidak boleh memakan makanan yang sudah diperpersembahkan kepada-Ku sebelum dia sembuh dan tidak najis lagi. Imam juga akan menjadi najis jika menyentuh jenazah, atau mengeluarkan air mani,
LEV 22:5 atau menyentuh binatang najis maupun orang yang sedang najis.
LEV 22:6 Imam yang menyentuh benda najis seperti itu akan menjadi najis sampai matahari terbenam, dan sebelum mandi, dia tidak boleh memakan makanan yang sudah dipersembahkan kepada-Ku.
LEV 22:7 Sesudah matahari terbenam, dia tidak najis lagi dan boleh memakan makanan yang sudah dipersembahkan kepada-Ku, karena itulah makanannya.
LEV 22:8 Imam tidak boleh memakan daging binatang yang mati secara alami atau mati dimangsa binatang liar, karena hal itu akan membuatnya najis. Akulah TUHAN, yang menegaskan hal ini.
LEV 22:9 “Para imam harus melakukan peraturan-peraturan-Ku dengan seksama. Jika melanggarnya, mereka berdosa dan akan mati karena dosanya. Aku, TUHAN yang menyucikan mereka, menegaskan hal ini.
LEV 22:10 “Makanan yang sudah dipersembahkan kepada-Ku hanya boleh dimakan oleh keluarga imam. Selain mereka, tidak ada yang boleh memakannya, bahkan tamu yang menginap di rumah imam itu ataupun pekerja upahannya.
LEV 22:11 Tetapi budak yang dibeli oleh imam dengan uangnya sendiri atau yang lahir di rumah imam boleh ikut memakan makanan yang sudah dipersembahkan kepada-Ku.
LEV 22:12 Jika anak perempuan seorang imam menikah dengan laki-laki yang bukan dari keturunan imam, perempuan itu tidak boleh memakan makanan yang sudah diperpersembahkan kepada-Ku.
LEV 22:13 Namun, jika dia menjadi janda atau bercerai tanpa memiliki anak, dan dia kembali tinggal di rumah ayahnya seperti masa gadisnya, dia boleh memakan bagian ayahnya. Orang lain yang bukan dari keluarga imam tidak boleh memakannya.
LEV 22:14 “Jika orang yang bukan dari keluarga imam tidak sengaja memakan makanan yang sudah dipersembahkan kepada-Ku, dia harus menggantinya kepada imam dengan menambah 20 persen.
LEV 22:15 Para imam tidak boleh mencemari makanan yang sudah dipersembahkan kepada-Ku oleh umat Israel
LEV 22:16 dengan membiarkan orang yang bukan keluarga imam memakannya. Hal itu akan mewajibkan mereka untuk membayar ganti rugi atas kesalahan mereka. Aku menegaskan hal ini, karena Akulah TUHAN yang menyucikan semua persembahan yang diberikan kepada-Ku.”
LEV 22:17 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 22:18 “Sampaikanlah kepada para imam dan seluruh orang Israel: Ketika kalian, orang Israel asli ataupun pendatang, mempersembahkan kurban yang dibakar habis kepada TUHAN, baik sebagai persembahan untuk memenuhi janji maupun persembahan sukarela,
LEV 22:19 dia harus membawa sapi jantan, kambing jantan, atau domba jantan yang tidak bercacat, agar persembahan itu Aku terima.
LEV 22:20 Jangan mempersembahkan binatang yang bercacat, karena Aku tidak akan menerimanya.
LEV 22:21 “Demikian juga jika seseorang mempersembahkan kurban tanda damai kepada-Ku, baik sebagai persembahan untuk memenuhi janji maupun persembahan sukarela, binatang itu tidak boleh bercacat supaya dapat diterima.
LEV 22:22 Binatang yang bercacat, seperti buta, pincang, luka, atau berpenyakit kulit apa pun tidak boleh dipersembahkan di atas mezbah sebagai kurban bagi-Ku.
LEV 22:23 Sapi jantan atau domba dengan salah satu kaki yang terlalu panjang atau pendek boleh kamu berikan sebagai persembahan sukarela, tetapi tidak boleh sebagai persembahan untuk memenuhi janji.
LEV 22:24 Binatang yang buah pelirnya memar, rusak, robek, atau dikebiri sama sekali tidak boleh dipersembahkan kepada-Ku. Mempersembahkan binatang yang seperti itu merupakan penghinaan terhadap-Ku. Itulah sebabnya orang Israel asli maupun pendatang tidak boleh mempersembahkan hewan seperti itu.”
LEV 22:26 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 22:27 “Ketika seekor anak sapi, domba, atau kambing lahir, biarlah dia tinggal dengan induknya selama tujuh hari. Sesudah hari kedelapan barulah anak hewan boleh dipersembahkan di mezbah bagi-Ku.
LEV 22:28 Jangan mempersembahkan seekor induk sapi atau induk domba beserta anaknya pada hari yang sama.
LEV 22:29 Jika kamu membawa persembahan syukur kepada TUHAN, persembahkanlah itu sesuai peraturan, supaya persembahanmu diterima.
LEV 22:30 Makanlah dagingnya pada hari kurban itu dipersembahkan, dan jangan menyisakannya sampai besok pagi. Akulah TUHAN, yang menegaskan hal ini.
LEV 22:31 “Maka taatilah perintah-Ku, sebab Akulah TUHAN Allahmu.
LEV 22:32 Jangan mencemarkan kekudusan-Ku, supaya Aku tetap dihormati di tengah umat Israel sebagai Allahmu yang kudus. Akulah TUHAN, yang menyucikan kalian.
LEV 22:33 Ingatlah bahwa Aku membawa kalian keluar dari Mesir, supaya Aku menjadi Allahmu. Akulah TUHAN, yang menegaskan semua hal ini.”
LEV 23:1 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 23:2 “Sampaikanlah kepada orang Israel: Inilah hari-hari raya yang Aku tetapkan. Kalian harus berkumpul untuk beribadah bersama pada hari-hari berikut ini.”
LEV 23:3 “Selama enam hari kalian boleh bekerja, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat, yaitu hari yang dikhususkan bagi-Ku. Berkumpullah bersama untuk beribadah pada hari itu. Di mana pun kalian tinggal, pada hari Sabat kalian harus beristirahat penuh dan tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun.”
LEV 23:4 “Berikut ini adalah hari-hari raya yang Aku tetapkan untuk kalian berkumpul dan beribadah.”
LEV 23:5 “Hari Paskah dimulai pada tanggal empat belas bulan pertama waktu matahari terbenam.
LEV 23:6 Pada hari berikutnya, yaitu tanggal lima belas bulan pertama, Hari Raya Roti Tidak Beragi dimulai dan akan berlangsung selama tujuh hari. Selama perayaan ini berlangsung, kalian hanya boleh makan roti yang dibuat tanpa ragi.
LEV 23:7 Pada hari pertama perayaan ini, berkumpullah untuk beribadah bersama dan janganlah melakukan pekerjaan sehari-hari.
LEV 23:8 Selama tujuh hari kalian harus mempersembahkan kurban yang dibakar habis bagi-Ku. Lalu pada hari yang ketujuh, kalian akan bertemu lagi untuk beribadah bersama dan tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari.”
LEV 23:9 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 23:10 “Sampaikanlah kepada orang Israel: Sesudah kalian tiba di negeri yang Aku berikan kepada kalian dan memanen hasil jelai yang pertama dari ladang-ladangmu, haruslah kamu masing-masing membawa seikat dari hasil panen itu kepada imam yang bertugas.
LEV 23:11 Pada hari sesudah Sabat, imam akan mengangkat tinggi hasil panen itu di hadapan-Ku sebagai persembahan khusus, agar Aku berkenan kepada kalian.
LEV 23:12 Pada hari yang sama, umat Israel juga akan mempersembahkan kepada-Ku seekor anak domba jantan berumur satu tahun yang tidak bercacat sebagai kurban yang dibakar habis.
LEV 23:13 Sertakanlah juga persembahan gandum-ganduman berupa tepung terbaik sebanyak 4,4 liter dicampur dengan minyak zaitun. Imam yang bertugas akan membakar segenggam bagi-Ku sehingga bau harumnya akan menyenangkan Aku. Bersama dengan itu, persembahkan juga satu liter air anggur.
LEV 23:14 Sebelum umat memberikan persembahan-persembahan tersebut kepada-Ku, kalian tidak boleh memakan roti atau jelai dari hasil panen pertama, baik mentah maupun dipanggang. Demikianlah peraturan yang harus ditaati turun-temurun di mana pun kalian tinggal.”
LEV 23:15 “Hari Raya Panen dimulai pada hari kelima puluh, yaitu tujuh minggu sesudah Hari Raya Hasil Panen Pertama. Pada hari itu, kalian harus memberikan persembahan khusus bagi-Ku dari panen gandum yang baru. Persembahan itu harus diangkat tinggi di hadapan-Ku.
LEV 23:17 Bawalah dua buah roti dari tempat tinggal kalian masing-masing untuk diangkat tinggi sebagai persembahan khusus kepada-Ku. Setiap roti harus dibuat dari 2,2 liter tepung terbaik dari hasil panen pertamamu, yang diolah dengan ragi dan dipanggang.
LEV 23:18 Bersama dengan roti itu, umat Israel akan mempersembahkan tujuh ekor domba jantan berumur satu tahun yang tidak bercacat, seekor sapi jantan muda, dan dua ekor domba jantan sebagai kurban yang dibakar habis. Setiap kurban itu akan disertai dengan persembahan curahan dan persembahan gandum-ganduman sesuai ketentuan. Bau harum persembahan itu akan menyenangkan Aku.
LEV 23:19 Persembahkanlah juga seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa dan dua ekor anak domba jantan berumur satu tahun sebagai kurban tanda damai.
LEV 23:20 “Imam akan mengangkat tinggi roti dari hasil panen pertama beserta bagian daging dari kedua ekor domba itu sebagai persembahan khusus kepada-Ku. Persembahan itu akan menjadi bagian imam yang mempersembahkannya.
LEV 23:21 Pada hari itu kalian harus berkumpul untuk beribadah bersama dan tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari. Demikianlah peraturan yang harus ditaati turun-temurun di mana pun kalian tinggal.
LEV 23:22 “Waktu memanen ladang, janganlah kalian memotongnya sampai ke pinggir ladang dan jangan kembali untuk mengumpulkan sisa yang terjatuh. Biarkanlah itu untuk dipungut oleh orang miskin dan pendatang yang ada di antara kalian. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan hal-hal ini.”
LEV 23:23 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 23:24 “Sampaikanlah kepada orang Israel: Hari Raya Terompet dimulai pada tanggal satu bulan ketujuh. Kalian akan merayakan hari itu dengan berkumpul untuk beribadah bersama dan beristirahat penuh. Perayaan ini ditandai dengan membunyikan terompet berulang kali.
LEV 23:25 Kalian tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari dan dalam perayaan itu banyak kurban akan dipersembahkan di mezbah bagi-Ku.”
LEV 23:26 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 23:27 “Hari Raya Pendamaian dimulai pada tanggal sepuluh bulan ketujuh. Kalian akan merayakan hari itu dengan cara merendahkan diri dengan berpuasa, berkumpul untuk beribadah bersama, dan mempersembahkan kurban di mezbah bagi-Ku.
LEV 23:28 Kalian tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun hari itu, karena pada hari itu dipersembahkan kurban untuk memulihkan hubungan kalian dengan Aku, TUHAN Allahmu.
LEV 23:29 Siapa pun yang tidak merendahkan diri dengan berpuasa pada hari itu akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku,
LEV 23:30 dan siapa pun yang melakukan pekerjaan pada hari itu, Aku sendiri yang akan membinasakan dia dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
LEV 23:31 Jangan melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu. Ini adalah peraturan yang harus ditaati secara turun-temurun di mana pun kalian tinggal.
LEV 23:32 Pada Hari Raya Pendamaian, kalian akan beristirahat penuh seperti pada hari Sabat. Kalian juga harus merendahkan diri dengan berpuasa. Hari Raya Pendamaian dimulai ketika matahari terbenam pada tanggal sembilan bulan ketujuh sampai matahari terbenam di tanggal sepuluh.”
LEV 23:33 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 23:34 “Sampaikanlah kepada orang Israel: Hari Raya Pondok jatuh pada tanggal lima belas bulan ketujuh, yaitu lima hari sesudah Hari Raya Pendamaian. Perayaan untuk menghormati-Ku ini akan berlangsung selama tujuh hari.
LEV 23:35 Pada hari pertama, kalian akan berkumpul bersama untuk beribadah dan tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari.
LEV 23:36 Selama tujuh hari itu, setiap harinya kalian akan mempersembahkan berbagai kurban di mezbah-Ku. Pada hari kedelapan kalian akan berkumpul lagi untuk beribadah bersama dan mempersembahkan kurban. Janganlah melakukan pekerjaan sehari-hari.”
LEV 23:37 Itulah hari-hari raya yang TUHAN tetapkan. Pada hari-hari tersebut, umat-Nya akan berkumpul untuk beribadah bersama dan mempersembahkan kurban di mezbah bagi-Nya, termasuk kurban yang dibakar habis, kurban sembelihan yang lain, persembahan gandum-ganduman dan air anggur, sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk tiap-tiap hari raya.
LEV 23:38 Perayaan-perayaan itu tidak mengganti kewajiban-kewajiban yang lain bagi TUHAN, termasuk hari-hari Sabat yang biasa dan berbagai persembahan lain, seperti persembahan untuk memenuhi janji dan persembahan sukarelamu.
LEV 23:39 “Ingatlah, pada tanggal lima belas bulan ketujuh, sesudah memanen hasil ladang, kalian harus merayakan Hari Raya Pondok bagi-Ku selama tujuh hari. Hari pertama dan hari kedelapan perayaan itu dikhususkan untuk beristirahat penuh.
LEV 23:40 Pada hari pertama, dirikanlah pondok untuk keluargamu dari cabang-cabang yang kalian potong dari pohon palem, pohon berdaun indah, dan berbagai jenis pohon berdaun lebat. Lalu selama tujuh hari berpestalah di hadapan-Ku, TUHAN Allahmu.
LEV 23:41 Rayakanlah pesta ini secara turun temurun setiap tahun pada bulan yang ketujuh. Selama tujuh hari perayaan ini, setiap orang Israel asli harus tinggal di pondok dari cabang-cabang berdaun.
LEV 23:43 Ini dilakukan untuk mengenang bahwa nenek moyang Israel pernah tinggal di pondok-pondok ketika Aku membawa mereka keluar dari negeri Mesir. Akulah TUHAN Allahmu yang menegaskan hal-hal ini.”
LEV 23:44 Maka Musa mengumumkan hari-hari raya bagi TUHAN itu kepada umat Israel.
LEV 24:1 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 24:2 “Perintahkanlah kepada umat Israel agar mereka membawa kepadamu minyak zaitun murni untuk ketujuh pelita kemah-Ku, agar pelita itu tetap menyala setiap malam.
LEV 24:3 Para imam harus selalu menjaga supaya pelita-pelita pada tiang pelita bercabang dari emas murni itu terus menyala sepanjang malam di hadapan-Ku, di bagian luar tirai pemisah ruang mahakudus. Peraturan ini harus ditaati secara turun temurun sampai selamanya.”
LEV 24:5 “Dua belas roti akan dipanggang dan disajikan bagi-Ku setiap hari Sabat. Setiap roti akan dibuat dari 4,4 liter tepung yang terbaik. Imam yang bertugas akan menyajikan roti di meja emas di hadapan-Ku dalam dua susunan. Setiap susun terdiri dari enam roti. Sewaktu roti disusun di meja, kemenyan murni juga akan dibakar sebagai persembahan bagi-Ku, karena tidak ada bagian dari roti itu yang akan dibakar habis di mezbah. Kedua belas roti itu melambangkan perjanjian-Ku dengan kedua belas suku Israel. Itulah sebabnya roti tersebut harus disajikan setiap hari Sabat turun temurun untuk selamanya.
LEV 24:9 Kedua belas roti itu menjadi bagian para imam untuk selamanya. Mereka harus memakannya di tempat yang suci, karena roti itu adalah bagian yang paling kudus dari antara semua yang dipersembahkan kepada TUHAN.”
LEV 24:10 Di antara orang Israel, ada seorang laki-laki yang ayahnya seorang Mesir dan ibunya seorang Israel. Ibunya bernama Selomit, anak Dibri dari suku Dan. Suatu hari, anak Selomit itu bertengkar dengan seorang Israel lain. Ketika sedang bertengkar, dia menyebut nama TUHAN dengan tidak hormat. Karena itu orang Israel membawa dia ke hadapan Musa.
LEV 24:12 Mereka memasukkan dia ke dalam tahanan sambil menunggu keputusan TUHAN terhadapnya.
LEV 24:13 Lalu TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 24:14 “Bawalah orang yang sudah menghina-Ku itu keluar dari perkemahan. Setiap orang yang mendengar dia menghina Aku harus meletakkan tangannya di atas kepala orang itu sebagai pernyataan bahwa orang itu menanggung dosanya sendiri. Sesudah itu, mereka harus melemparinya dengan batu sampai mati.
LEV 24:15 Sampaikan kepada seluruh orang Israel, ‘Siapa pun yang menghina Aku akan menanggung dosanya sendiri.
LEV 24:16 Setiap orang yang menyebut nama TUHAN dengan tidak hormat, baik orang Israel asli maupun pendatang, harus dihukum mati dengan dilempari batu oleh seluruh umat.
LEV 24:17 Siapa pun yang membunuh orang lain harus dihukum mati.
LEV 24:18 Siapa pun yang membunuh hewan milik orang lain harus menggantinya dengan jenis hewan yang sama kepada pemiliknya.
LEV 24:19 Jika seseorang mencederai orang lain hingga menjadi cacat, kepadanya harus dibalaskan perbuatan yang sama.
LEV 24:20 Patah tulang dibayar patah tulang, mata dibayar mata, dan gigi dibayar gigi. Sebagaimana dia mencederai sesamanya hingga cacat, demikian jugalah harus dibalaskan kepadanya.
LEV 24:21 Siapa pun yang membunuh hewan milik orang lain harus menggantinya dengan hewan yang hidup, tetapi siapa pun yang membunuh sesama manusia harus dihukum mati.’
LEV 24:22 “Baik orang Israel asli maupun pendatang terikat oleh peraturan yang sama. Akulah TUHAN yang menegaskan hal-hal ini.”
LEV 24:23 Sesudah Musa menyampaikan perintah-perintah TUHAN itu kepada orang Israel, mereka membawa orang yang menghina TUHAN tadi keluar perkemahan, lalu melempari dia dengan batu sampai mati. Dengan demikian bangsa Israel melakukan sesuai dengan perintah TUHAN melalui Musa.
LEV 25:1 TUHAN berkata kepada Musa di gunung Sinai,
LEV 25:2 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Sesudah kalian masuk ke negeri yang Aku berikan, ketahuilah bahwa tanah negeri itu memerlukan waktu perhentian juga, sama seperti kalian beristirahat pada hari Sabat. Setiap tahun ketujuh adalah Tahun Sabat.
LEV 25:3 “Kalian boleh menanami ladang dan memangkas pohon anggur di kebun-kebunmu serta memanen hasilnya selama enam tahun,
LEV 25:4 tetapi pada tahun ketujuh, kalian harus menaati Aku dengan berhenti sepenuhnya dari pekerjaan bercocok tanam itu supaya tanahmu mengalami masa perhentian.
LEV 25:5 Jadi, dalam tahun Sabat, jangan memanen tanaman yang tumbuh sendiri di ladang sesudah musim panen sebelumnya, ataupun dari kebun-kebun anggur yang tidak kalian rawat. Biarkanlah tanah itu mengalami masa perhentiannya.
LEV 25:6 Tetapi dalam tahun itu kalian boleh memetik dan memakan hasil tanah yang tumbuh sendiri, sehingga para budakmu laki-laki dan perempuan, pekerja upahan, pendatang yang menginap di rumahmu, juga kalian sendiri, tetap bisa makan.
LEV 25:7 Begitu juga dengan ternakmu dan binatang liar yang berkembang biak di negeri itu. Daging hewan-hewan itu akan menjadi makananmu selama Tahun Sabat.”
LEV 25:8 “Kalian harus menghitung tujuh kali Tahun Sabat, yaitu tujuh kali tujuh tahun, atau sama dengan empat puluh sembilan tahun.
LEV 25:9 Lalu, pada tanggal sepuluh bulan ketujuh, yaitu Hari Raya Pendamaian, kalian akan meniup terompet-terompet di seluruh negeri untuk mengumumkan bahwa Tahun Pemulihan sudah mulai, yaitu tahun kelima puluh. Kalian juga akan mengumumkan tibanya waktu pembebasan kepada seluruh penduduk negeri Israel. Pada tahun itu, tanah yang sebelumnya dijual akan dikembalikan kepada pemilik asalnya atau keturunannya, dan orang Israel asli yang dijual sebagai budak bebas untuk kembali kepada tanah warisan mereka masing-masing.
LEV 25:11 Pada Tahun Pemulihan itu, kalian juga tidak boleh bercocok tanam ataupun memanen kebun-kebun anggur yang tidak kalian rawat.
LEV 25:12 Hormatilah Tahun Pemulihan sebagai tahun yang kudus. Kalian boleh memetik dan memakan hasil tanah yang tumbuh sendiri tanpa mengusahakannya.
LEV 25:13 Pada Tahun Pemulihan, kalian akan kembali ke tanah warisanmu masing-masing.
LEV 25:14 “Jika ada di antara kalian yang menjual atau membeli tanah dengan sesama orang Israel, janganlah merugikan satu sama lain.
LEV 25:15 Kalian harus menentukan harga tanah berdasarkan jumlah tahun tanah itu bisa dipanen sampai Tahun Pemulihan berikutnya.
LEV 25:16 Semakin banyak jumlah tahun sebelum Tahun Pemulihan, semakin tinggi harga tanah. Demikian juga sebaliknya, semakin sedikit jumlah tahun sebelum Tahun Pemulihan, semakin rendah pula harga tanah itu. Karena sebenarnya yang dijual bukan tanah, melainkan jumlah panen yang bisa dihasilkan tanah itu.
LEV 25:17 Jangan merugikan satu sama lain, tetapi hormat dan takutlah akan Aku. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan hal ini.”
LEV 25:18 “Patuhilah semua peraturan yang sudah Aku berikan, maka kalian akan hidup aman di negeri Kanaan.
LEV 25:19 Tanah itu akan menghasilkan panen melimpah sehingga kalian akan makan sampai kenyang dan tinggal di sana dengan aman.
LEV 25:20 Tetapi mungkin ada orang yang bertanya, ‘Apa yang akan kami makan pada tahun ketujuh jika kami tidak boleh menanam dan tidak boleh memanen?’
LEV 25:21 Jawabannya, Aku akan memberkati kalian pada tahun yang keenam dengan panen berlimpah, sehingga pada tahun kedelapan, ketika kalian menabur kembali di ladang— bahkan sampai masa panennya— kalian masih akan memakan hasil panen dari tahun keenam.”
LEV 25:23 “Janganlah menjual tanah secara permanen karena tanah itu adalah milik-Ku. Kalian hanyalah pendatang yang Aku izinkan menumpang di sana dan mengolah tanah itu.
LEV 25:24 “Kalau kalian membeli tanah, kalian harus memberi hak kepada pemilik asalnya untuk menebus tanah itu.
LEV 25:25 Jika sesamamu orang Israel menjadi miskin sehingga dia terpaksa menjual sebagian tanahnya, saudara terdekat orang itu diperbolehkan menebus tanah yang sudah dijual oleh saudaranya itu.
LEV 25:26 Kalau dia tidak punya saudara dekat untuk menebus tanahnya, tetapi di kemudian hari dia mendapat uang yang cukup untuk menebus tanahnya kembali,
LEV 25:27 dia berhak membayar nilai tebus tanah itu kepada orang yang membelinya, supaya dia bisa kembali ke sana. Nilai tebusnya dihitung berdasarkan jumlah nilai hasil panen dalam tahun-tahun yang tersisa hingga Tahun Pemulihan berikutnya.
LEV 25:28 Namun, jika dia tidak mampu menebus tanahnya, tanah itu tetap menjadi milik si pembeli sampai Tahun Pemulihan. Lalu pada tahun itu, tanah akan dibebaskan dan pemilik semula bisa kembali ke tanahnya.
LEV 25:29 “Jika seseorang menjual rumah di suatu kota yang berbenteng, dia hanya punya waktu satu tahun untuk menebusnya, terhitung sejak rumah itu dijual.
LEV 25:30 Bila dia tidak menebus rumah itu dalam jangka waktu satu tahun, rumah itu akan seterusnya menjadi milik pembelinya dan keturunannya. Pada Tahun Pemulihan, rumah itu tidak akan dikembalikan kepada pemilik asalnya.
LEV 25:31 Akan tetapi, rumah di desa yang tidak dikelilingi benteng akan diperlakukan seperti lahan terbuka. Jika seseorang menjual rumahnya di desa, dia boleh menebus kembali rumah itu di kemudian hari. Dan bila tidak ditebus, rumah itu harus dikembalikan kepadanya pada Tahun Pemulihan.
LEV 25:32 “Khusus untuk orang Lewi, mereka akan selalu berhak kapan saja untuk menebus kembali rumah yang mereka jual di kota-kota yang ditetapkan untuk suku Lewi.
LEV 25:33 Setiap rumah di kota-kota Lewi yang dijual harus dikembalikan pada Tahun Pemulihan, karena rumah-rumah itu adalah milik mereka di antara bangsa Israel.
LEV 25:34 Namun, padang rumput tempat menggembalakan ternak di sekitar kota-kota mereka tidak boleh dijual karena padang rumput itu adalah milik mereka selamanya.”
LEV 25:35 “Jika saudaramu sesama orang Israel jatuh miskin sehingga tidak mampu bertahan hidup di antara kalian, haruslah kamu menolong dia seperti menolong orang asing dan pendatang, agar mereka bisa tetap tinggal di antara kalian.
LEV 25:36 Bila kamu meminjamkan uang kepadanya, janganlah mengambil bunga atau keuntungan, tetapi hormat dan takutlah akan Allahmu dengan menolong saudaramu itu agar dia bisa bertahan hidup di antara kalian.
LEV 25:37 Jangan menarik keuntungan dari uang yang kamu pinjamkan maupun dari makanan yang kamu jual kepadanya.
LEV 25:38 Aku, TUHAN, menegaskan hal ini karena Akulah yang membawa kalian keluar dari Mesir dan memberikan negeri Kanaan kepada kalian supaya Aku menjadi Allahmu.
LEV 25:39 “Jika sesamamu orang Israel jatuh miskin sehingga menjual dirinya kepadamu sebagai budak, janganlah memperlakukan dia seperti budak.
LEV 25:40 Perlakukan dia seperti pekerja upahan atau perantau, sampai Tahun Pemulihan tiba.
LEV 25:41 Pada Tahun Pemulihan, dia dan anak-anaknya harus dibebaskan supaya mereka bisa kembali kepada keluarga dan tanah warisan nenek moyangnya.
LEV 25:42 Jangan menjual orang Israel sebagai budak kepada bangsa lain, karena mereka adalah milik-Ku yang Aku bawa keluar dari Mesir.
LEV 25:43 Jika kamu membeli sesama orang Israel sebagai budak, sebagai rasa hormat dan takut kepada-Ku, janganlah memperlakukan dia dengan kejam.
LEV 25:44 “Kalian boleh membeli budak laki-laki dan perempuan dari bangsa-bangsa lain yang tinggal di sekitarmu
LEV 25:45 atau anak-anak orang asing yang tinggal di antara kalian, juga keturunan mereka yang lahir di negerimu. Mereka boleh menjadi milikmu.
LEV 25:46 Hak milik atas mereka boleh kalian wariskan kepada anak-anakmu turun temurun. Kalian boleh mempekerjakan orang dari bangsa lain sebagai budak, tetapi sesama orang Israel tidak boleh kalian perlakukan seperti itu.
LEV 25:47 “Apabila ada pendatang yang tinggal di antara kalian menjadi kaya, dan sesamamu orang Israel jatuh miskin sehingga menjual dirinya sebagai budak kepada orang asing itu,
LEV 25:48 orang Israel tersebut boleh ditebus oleh anggota keluarganya, walaupun dia sudah dibeli sebagai budak.
LEV 25:49 Pamannya, sepupunya, atau kerabatnya yang lain boleh menebusnya. Atau jika dia mendapat uang yang cukup, dia boleh menebus dirinya sendiri.
LEV 25:50 Penebus dan pemilik budak itu akan menghitung jumlah tahun sejak dia menjual dirinya sebagai budak sampai Tahun Pemulihan berikutnya. Nilai tebus dirinya dihitung berdasarkan upah pekerja upahan selama jumlah tahun yang tersisa itu.
LEV 25:51 “Semakin banyak jumlah tahun yang terhitung sampai Tahun Pemulihan, semakin mahal harga tebusannya.
LEV 25:52 Sebaliknya, semakin sedikit jumlah tahun yang terhitung sampai Tahun Pemulihan, semakin kecil pula harga tebusannya.
LEV 25:53 Orang asing yang membelinya harus memperlakukan dia seperti pekerja upahan yang dipekerjakan tahun demi tahun. Kalian warga Israel yang bertetangga dengan pemilik budak itu tidak boleh membiarkan dia memperbudak orang Israel itu dengan kejam.
LEV 25:54 “Bila orang Israel itu tidak ditebus dengan cara-cara tersebut, dia dan anak-anaknya tetap akan dibebaskan pada Tahun Pemulihan.
LEV 25:55 Aku menegaskan hal ini, karena Akulah TUHAN Allahmu yang membebaskan kalian dari perbudakan di Mesir untuk menjadikan kalian hamba-hamba-Ku.”
LEV 26:1 TUHAN berkata, “Jangan membuat berhala, atau mendirikan patung dan tiang berhala, ataupun memasang ukiran batu di negeri kalian untuk disembah. Taatilah peraturan-peraturan hari Sabat-Ku dan hormatilah kemah-Ku. Aku, TUHAN Allahmu, menegaskan kedua hal ini.
LEV 26:3 “Jika kamu melakukan semua perintah-Ku dengan setia,
LEV 26:4 Aku akan menurunkan hujan pada musimnya, dan hasil ladang serta pohonmu akan melimpah.
LEV 26:5 Panenmu akan begitu banyak, sehingga kamu masih akan mengirik hasil gandum sampai masa panen anggur tiba. Dan kamu masih akan terus memanen serta mengolah anggur sampai masa menanam bibit gandum-ganduman tiba. Kamu akan makan sampai kenyang dan tinggal dengan aman di negerimu.
LEV 26:6 “Aku akan memberi ketenangan di negerimu sehingga kamu bisa tidur tanpa takut apa pun. Aku akan menjaga negerimu dari binatang buas dan serangan musuh.
LEV 26:7 Saat perang, kalian akan mengejar musuh-musuhmu dan membunuh mereka.
LEV 26:8 Lima dari kalian akan mengejar seratus musuh, dan seratus dari kalian akan mengejar sepuluh ribu musuh. Semua musuh akan tewas di hadapan kalian.
LEV 26:9 “Aku akan memberkati dan membuatmu beranak cucu sangat banyak. Perjanjian-Ku denganmu akan tetap berlaku untuk seterusnya.
LEV 26:10 Hasil panenmu akan begitu melimpah, hingga kamu masih memakan hasil lama sementara hasil panen baru sudah ada, sehingga kamu akan terpaksa mengeluarkan hasil lama dari lumbungnya untuk dapat menyimpan hasil panen yang baru.
LEV 26:11 Aku akan tinggal di antara kalian dan tidak akan pernah muak terhadap kalian.
LEV 26:12 Aku akan menyertai kalian. Aku akan selalu menjadi Allahmu, dan kalian turun temurun akan menjadi umat-Ku.
LEV 26:13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawamu keluar dari perbudakan di Mesir. Aku sudah membebaskanmu dari belenggu dan beban berat sehingga kalian bisa berjalan tegak.”
LEV 26:14 “Akan tetapi, jika kamu tidak taat melakukan semua perintah-Ku,
LEV 26:15 jika kamu tidak mau mematuhi ketetapan-Ku, dan hatimu muak mendengar peraturan-Ku sehingga melanggar perintah-Ku dan mengingkari perjanjian-Ku,
LEV 26:16 maka Aku akan menghukummu. Aku akan mendatangkan berbagai macam bencana berikut: Kamu akan diserang penyakit yang membunuh secara perlahan, sehingga hatimu semakin tertekan dan matamu tidak tahan melihatnya. Kamu akan menabur benih, tetapi musuh-musuhmu yang akan memakan hasilnya.
LEV 26:17 Saat perang, Aku akan berbalik melawanmu sehingga kalian dikalahkan oleh musuhmu. Orang-orang yang membencimu akan menguasai kalian, dan kalian akan lari ketakutan walaupun tidak ada yang mengejar.
LEV 26:18 “Jika sesudah mengalami semuanya itu kalian tetap tidak taat kepada-Ku, Aku akan menambah hukuman atas dosa-dosamu berkali-kali lebih berat.
LEV 26:19 Aku akan mematahkan kesombonganmu dan menahan turunnya hujan, hingga seolah-olah langit terbuat dari besi dan tanahmu menjadi keras seperti tembaga.
LEV 26:20 Kerja kerasmu akan sia-sia karena ladangmu tidak menghasilkan panen dan pohon-pohon tidak berbuah.
LEV 26:21 “Jika kalian terus melawan Aku dan tidak mau taat kepada-Ku, Aku akan menambah hukuman atas dosa-dosamu berkali-kali lipat lebih berat lagi.
LEV 26:22 Aku akan mendatangkan binatang-binatang buas ke tengah-tengah kalian, untuk membunuh anak-anakmu dan menghabisi ternakmu. Jumlah kalian akan menjadi sedikit, sehingga jalan-jalan yang biasanya ramai menjadi sepi.
LEV 26:23 “Apabila sesudah semua hukuman itu, kalian tetap tidak belajar dan masih terus melawan Aku,
LEV 26:24 Aku pun akan melawan dan menghajar kalian berkali-kali lipat lebih berat lagi karena dosa-dosamu.
LEV 26:25 Aku akan membuat musuh-musuh menyerang kalian sebagai pembalasan atas perjanjian-Ku yang kalian ingkari. Bila kalian berlindung di dalam kota-kota berbenteng, Aku akan menimpakan wabah penyakit ke atas kalian, dan kalian akan jatuh ke tangan musuh.
LEV 26:26 Aku akan membuat kalian tidak bisa mengumpulkan persediaan makanan. Masa kelaparan akan begitu parah sehingga sepuluh ibu rumah tangga hanya perlu satu tempat pembakaran roti untuk keluarga mereka. Mereka akan menimbang dan membagi roti dalam jatah yang kecil-kecil. Kalian masih bisa makan, tetapi tidak akan pernah merasa kenyang.
LEV 26:27 “Apabila sesudah semuanya itu kalian tetap tidak taat kepada-Ku dan masih melawan Aku,
LEV 26:28 Aku pun akan melawan kalian dengan murka. Aku sendiri akan menghukum kalian berkali-kali lipat lagi.
LEV 26:29 Kalian akan begitu kelaparan hingga memakan daging anak-anakmu sendiri.
LEV 26:30 Aku akan menghancurkan tempat-tempat pemujaan berhalamu di bukit-bukit dan meruntuhkan mezbah-mezbah dupamu. Mayat-mayat kalian akan bergelimpangan dan menumpuk di atas patung-patung dewa palsu yang kalian sembah. Aku akan muak terhadap kalian.
LEV 26:31 Kota-kotamu akan Aku runtuhkan. Tempat-tempat pemujaan dewamu akan Aku jadikan puing-puing. Aku tidak akan lagi menerima bau harum asap persembahan kalian.
LEV 26:32 Aku akan menghancurkan negeri itu, sehingga musuh-musuhmu yang sudah menetap di negerimu akan terkejut melihat kehancuran yang terjadi.
LEV 26:33 Aku akan membuat kalian tercerai-berai di antara bangsa-bangsa lain. Melalui pedang musuh, Aku akan menghabisi kalian, sehingga tanahmu terlantar dan kota-kotamu menjadi tumpukan puing-puing.
LEV 26:34 Sementara kalian berada di negeri musuh, tanah itu akan terlantar untuk menikmati masa perhentian yang tidak didapatkannya pada tahun-tahun Sabat selama kalian menetap di sana.
LEV 26:36 “Bagi yang masih hidup, Aku akan membuat hatimu selalu gelisah di negeri musuh. Suara daun yang ditiup angin pun akan membuatmu ketakutan hingga kalian lari seperti sedang diserang. Kalian akan jatuh tersandung satu sama lain meskipun tidak ada yang mengejar. Kalian sama sekali tidak akan sanggup berdiri melawan musuh.
LEV 26:38 Di negeri bangsa-bangsa asing, kalian akan mati dan membusuk.
LEV 26:39 Dan kalian yang masih hidup akan merana di negeri musuh karena dosa-dosamu sendiri dan dosa nenek moyangmu yang sudah binasa lebih dulu.
LEV 26:40 “Akan tetapi, jika kalian mengakui dosa-dosamu dan dosa nenek moyangmu, yaitu tidak taat terhadap-Ku dan melawan Aku— dosa yang membuat Aku melawan kalian dan membawamu ke negeri musuh— maka Aku akan menepati lagi perjanjian-Ku dengan Yakub, Isak, dan Abraham. Jika kalian merendahkan hatimu dan dengan rela menerima hukuman atas dosa-dosamu, Aku akan memulihkan negerimu.
LEV 26:43 Namun, negeri itu harus dikosongkan dahulu untuk menikmati tahun-tahun Sabatnya, sementara kalian tinggal di negeri musuh untuk menanggung hukuman atas dosa-dosamu, yaitu menolak peraturan-Ku dan muak terhadap perintah-Ku.
LEV 26:44 “Meski demikian, Aku tidak akan sepenuhnya menolak kalian ataupun muak terhadapmu selama kalian berada di negeri musuh. Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku dengan memusnahkan kalian seluruhnya, sebab Akulah TUHAN Allahmu.
LEV 26:45 Demi kebaikanmu, Aku akan tetap menepati perjanjian-Ku dengan nenek moyang kalian, karena Aku membawa mereka keluar dari Mesir supaya Aku menjadi Allah mereka, dan peristiwa besar itu disaksikan oleh bangsa-bangsa lain. Aku, TUHAN, menegaskan semua hal ini.”
LEV 26:46 Demikianlah seluruh ketetapan, peraturan, dan hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel melalui Musa di gunung Sinai.
LEV 27:1 TUHAN berkata kepada Musa,
LEV 27:2 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Apabila kamu berjanji untuk menyerahkan orang lain menjadi pengabdi kepada-Ku seumur hidupnya, tetapi kemudian kamu ingin membebaskan dia dari pengabdiannya, kamu harus menebus dia dengan membayar kepada imam sesuai nilai yang ditetapkan.
LEV 27:3 “Berikut ini adalah ketentuan nilai tebus seseorang dalam jumlah keping perak, sesuai pengukur berat yang sah. Usia Jenis Kelamin Nilai 1 bulan -5 tahun Laki-laki 5 keping perak 1 bulan -5 tahun Perempuan 3 keping perak 5-20 tahun Laki-laki 20 keping perak 5-20 tahun Perempuan 10 keping perak 20-60 tahun Laki-laki 50 keping perak 20-60 tahun Perempuan 30 keping perak di atas 60 tahun Laki-laki 15 keping perak di atas 60 tahun Perempuan 10 keping perak
LEV 27:8 Jika orang yang berjanji itu terlalu miskin sehingga tidak mampu membayar nilai tebus yang berlaku, dia harus membawa orang yang hendak ditebusnya kepada imam. Imam akan menentukan nilai yang lebih rendah sesuai kemampuan orang itu.
LEV 27:9 “Apabila kamu berjanji untuk memberikan kepada-Ku hewan yang halal untuk dipersembahkan, maka seluruh persembahan itu adalah suci.
LEV 27:10 Kamu tidak boleh menukar hewan itu dengan hewan lain, baik menukar hewan yang bagus dengan hewan yang buruk, maupun sebaliknya. Jika kamu menukarnya, maka kedua hewan itu akan dianggap suci dan keduanya harus dipersembahkan kepada-Ku.
LEV 27:11 “Tetapi apabila hewan yang dijanjikan adalah hewan yang haram, yang tidak boleh dipersembahkan kepada-Ku, dia harus membawa hewan itu kepada imam.
LEV 27:12 Imam akan menentukan nilai hewan itu berdasarkan baik buruknya. Berapa pun nilai yang ditetapkan imam, itulah harga hewan itu.
LEV 27:13 Jika kamu ingin menebus hewan itu kembali, kamu harus membayar nilai hewan itu ditambah dua puluh persen.
LEV 27:14 “Apabila kamu memberikan rumahmu sebagai persembahan kudus bagi-Ku, imam akan menentukan nilainya berdasarkan baik buruknya rumah itu. Berapa pun nilai yang ditetapkan imam, itulah harga rumah itu.
LEV 27:15 Jika kamu ingin menebus rumahmu kembali, kamu harus membayar nilai rumah itu ditambah dua puluh persen. Maka rumah itu akan kembali menjadi milikmu.
LEV 27:16 “Apabila kamu memberikan sebagian tanahmu sebagai persembahan bagi-Ku, nilai tanah yang ditentukan harus sesuai dengan jumlah benih yang dibutuhkan untuk menanami tanah tersebut. Ketentuannya adalah sepuluh keping perak untuk setiap luasan tanah yang membutuhkan dua puluh kilogram benih jelai.
LEV 27:17 Jika kamu menyerahkan tanah itu pada Tahun Pemulihan, nilai tanah tersebut tetap utuh.
LEV 27:18 Namun, jika kamu mempersembahkan tanah itu sesudah Tahun Pemulihan, imam akan menentukan nilai yang lebih rendah untuk tanah itu, menurut jumlah tahun yang tersisa sampai Tahun Pemulihan berikutnya.
LEV 27:19 Jika kamu ingin menebus tanahmu kembali, kamu harus membayar nilai tanah itu ditambah dua puluh persen. Maka tanah itu akan kembali menjadi milikmu.
LEV 27:20 Jika kamu tidak menebus tanah itu kembali dan para imam sudah menjualnya kepada orang lain, kamu tidak berhak lagi untuk menebusnya.
LEV 27:21 Pada Tahun Pemulihan berikutnya, tanah itu menjadi suci bagi-Ku dan akan menjadi milik para imam.
LEV 27:22 “Apabila kamu memberikan tanah yang kamu beli dari pemilik aslinya, yang bukan milik keluargamu, sebagai persembahan bagi-ku,
LEV 27:23 imam akan menentukan nilai tanah itu berdasarkan jumlah tahun yang tersisa sampai Tahun Pemulihan berikutnya. Pada hari penilaian itu, pemilik pertama harus membayar nilai tanah tersebut sebagai persembahan suci bagi-Ku.
LEV 27:24 Kalau itu dilakukan, maka pada Tahun Pemulihan nanti tanah itu akan dikembalikan kepada pemilik aslinya atau keturunannya.
LEV 27:25 Semua nilai harus ditentukan dalam jumlah keping perak, sesuai pengukur berat yang sah, yaitu sebelas gram.
LEV 27:26 “Kalian tidak boleh mempersembahkan anak sulung hewan-hewanmu sebagai persembahan sukarela, baik sapi, domba, atau kambing, karena hewan-hewan itu memang sudah merupakan milik-Ku.
LEV 27:27 Namun, jika hewan itu adalah hewan yang haram, kamu dapat menebusnya sejumlah nilai yang ditentukan oleh imam ditambah dua puluh persen. Jika tidak ditebus, imam akan menjual hewan itu sesuai nilainya.
LEV 27:28 “Apa saja yang sudah dikhususkan sebagai persembahan suci bagi-Ku, baik itu manusia, hewan, maupun tanah, tidak boleh ditebus atau dijual. Semua binatang dan benda yang dikhususkan seperti itu harus diperlakukan sebagai persembahan sangat suci bagi-Ku.
LEV 27:29 Setiap orang yang Aku tentukan untuk dimusnahkan tidak boleh ditebus, tetapi harus dihukum mati.
LEV 27:30 “Sepersepuluh dari setiap hasil panen, baik gandum-ganduman maupun buah-buahan, adalah milik-Ku. Itu harus dipersembahkan bagi-Ku.
LEV 27:31 Apabila kamu ingin menebus sebagian dari persembahan perpuluhan hasil panenmu, kamu dapat melakukannya dengan membayar nilainya sesuai ketentuan ditambah dua puluh persen.
LEV 27:32 Mengenai persembahan perpuluhan dari ternak, setiap hitungan hewan yang kesepuluh harus menjadi persembahan suci bagi-Ku.
LEV 27:33 Pemilik ternak tidak boleh memilih antara yang baik dan yang buruk. Dia juga tidak boleh menukarnya. Jika ditukar, maka kedua hewan itu menjadi persembahan suci dan tidak boleh ditebus.”
LEV 27:34 Demikianlah perintah-perintah yang TUHAN berikan kepada Musa di gunung Sinai untuk orang Israel.
NUM 1:1 Pada hari pertama, bulan kedua, pada tahun kedua sejak bangsa Israel keluar dari Mesir, TUHAN berkata kepada Musa di dalam kemah-Nya di padang belantara Sinai,
NUM 1:2 “Kamu dan Harun harus mengadakan sensus seluruh rakyat Israel menurut marga dan keluarga mereka, kecuali suku Lewi. Catatlah nama semua laki-laki
NUM 1:3 yang berumur dua puluh tahun ke atas yang sanggup berperang, berdasarkan regu mereka masing-masing.
NUM 1:4 “Kalian akan dibantu oleh para kepala suku ini: Suku Kepala suku Ruben Elizur anak Syedeur Simeon Selumiel anak Zurisyadai Yehuda Nahason anak Aminadab Isakar Netanel anak Zuar Zebulon Eliab anak Helon
NUM 1:10 Suku Kepala suku Benyamin Abidan anak Gideoni Dan Ahiezer anak Amisydai Asyer Pagiel anak Okran Gad Eliasaf anak Rehuel Naftali Ahira anak Enan Efraim Elisama anak Amihud Manasye Gamaliel anak Pedazur (Suku Efraim dan Manasye adalah keturunan Yusuf.)
NUM 1:16 Orang-orang itu adalah kepala setiap suku di Israel.”
NUM 1:17 Sesuai perintah TUHAN, Musa dan Harun memanggil kedua belas orang yang dipilih tadi. Kemudian, pada hari itu juga para kepala suku mengumpulkan seluruh umat Israel. Nama setiap laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas dicatat menurut marga dan keluarga masing-masing. Pencatatan itu dilakukan di padang belantara Sinai.
NUM 1:20 Berikut ini hasil sensus laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas yang sanggup berperang, berdasarkan catatan marga dan keluarga mereka. Suku Jumlah orang Ruben (anak sulung Yakub) 46.500 Simeon 59.300 Gad 45.650 Yehuda 74.600 Isakar 54.400 Zebulon 57.400 Efraim 40.500 Menasye 32.200 Benyamin 35.400 Dan 62.700 Asyer 41.500 Naftali 53.400
NUM 1:44 Itulah jumlah orang yang dicatat di bawah pengawasan Musa, Harun, dan kedua belas kepala suku.
NUM 1:45 Dengan demikian, jumlah keseluruhan laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas yang sanggup berperang, berdasarkan catatan marga dan keluarga mereka,
NUM 1:46 adalah 603.550 orang.
NUM 1:47 Jumlah itu tidak termasuk suku Lewi
NUM 1:48 karena TUHAN sudah berkata kepada Musa,
NUM 1:49 “Ketika menghitung jumlah pasukan suku-suku Israel, janganlah menghitung suku Lewi,
NUM 1:50 sebab mereka ditugaskan untuk mengurus kemah-Ku, tempat peti perjanjian-Ku disimpan. Mereka bertanggungjawab atas pengangkutan kemah-Ku dan semua perlengkapannya. Mereka akan berkemah di sekelilingnya dan merawatnya.
NUM 1:51 Setiap kali kemah-Ku dipindahkan, hanya orang Lewi yang bertugas membongkar dan mendirikannya kembali. Selain mereka, siapa pun yang mendekati kemah-Ku akan dihukum mati.
NUM 1:52 Setiap suku Israel yang lain akan berkemah di lingkungan perkemahan masing-masing, yang ditandai dengan bendera lambang pasukan mereka.
NUM 1:53 Tetapi orang Lewi akan berkemah di sekeliling kemah-Ku untuk menjaganya, supaya umat Israel yang lain tidak mendekati kemah-Ku dan ditimpa murka-Ku.”
NUM 1:54 Maka bangsa Israel melakukan semua itu sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
NUM 2:1 Lalu TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
NUM 2:2 “Bangsa Israel harus berkemah mengelilingi Kemah Suci di tempat yang agak jauh, menghadap ke arah kemah itu. Setiap orang Israel harus berkemah di lingkungan perkemahan mereka masing-masing, menurut bendera lambang pasukan dan bendera lambang marga mereka.
NUM 2:3 “Kelompok pasukan Yehuda harus berkemah di sebelah timur, menurut regu mereka. Berikut ini adalah ketiga suku dalam perkemahan kelompok pasukan Yehuda, beserta nama pemimpin mereka dan jumlah pasukan yang tercatat: Suku Pemimpin Jumlah Yehuda Nahason anak Aminadab 74.600
NUM 2:5 Isakar Netaneel anak Zuar 54.400
NUM 2:7 Zebulon Eliab anak Helon 57.400
NUM 2:9 Jumlah seluruh anggota pasukan Yehuda 186.400 orang. Ketiga suku inilah yang berada di barisan terdepan setiap kali bangsa Israel akan berangkat.
NUM 2:10 “Kelompok pasukan Ruben harus berkemah di sebelah selatan, menurut regu mereka. Berikut ini adalah ketiga suku dalam perkemahan kelompok pasukan Ruben, beserta nama pemimpin mereka dan jumlah pasukan yang tercatat: Suku Pemimpin Jumlah Ruben Elizur anak Syedeur 46.500
NUM 2:12 Simeon Selumiel anak Zurisyadai 59.300
NUM 2:14 Gad Eliasaf anak Rehuel 45.650
NUM 2:16 Jumlah seluruh anggota pasukan Ruben 151.450 orang. Ketiga suku ini berangkat pada urutan kedua.
NUM 2:17 “Sesudah itu, orang Lewi maju membawa kemah suci dari tengah-tengah perkemahan. Setiap suku Israel harus berjalan dalam urutan yang sama seperti saat mereka berkemah, menurut bendera kelompok pasukan mereka.
NUM 2:18 “Kelompok pasukan Efraim harus berkemah di sebelah barat, menurut regu mereka. Berikut ini adalah ketiga suku dalam perkemahan kelompok pasukan Efraim, beserta nama pemimpin mereka dan jumlah pasukan yang tercatat: Suku Pemimpin Jumlah Efraim Elisama anak Amihud 40.500
NUM 2:20 Manasye Gamaliel anak Pedazur 32.200
NUM 2:22 Benyamin Abidan anak Gideoni 35.400
NUM 2:24 Jumlah seluruh anggota pasukan Efraim 108.100 orang. Ketiga suku ini berangkat pada urutan ketiga.
NUM 2:25 “Kelompok pasukan Dan harus berkemah di sebelah utara, menurut regu mereka. Berikut ini adalah ketiga suku dalam perkemahan kelompok pasukan Dan, beserta nama pemimpin mereka dan jumlah pasukan yang tercatat: Suku Pemimpin Jumlah Dan Ahiezer anak Amisyadai 62.700
NUM 2:27 Asyer Pagiel anak Okran 41.500
NUM 2:29 Naftali Ahira anak Enan 53.400
NUM 2:31 Jumlah seluruh anggota pasukan Dan 157.600 orang. Ketiga suku ini berangkat pada urutan terakhir.”
NUM 2:32 Demikianlah sensus umat Israel menurut keluarga mereka masing-masing. Jumlah seluruh anggota pasukan Israel menurut regu mereka terhitung sebanyak 603.550 orang.
NUM 2:33 Tetapi suku Lewi tidak dicatat bersama suku-suku Israel lainnya, seperti perintah TUHAN kepada Musa.
NUM 2:34 Bangsa Israel menaati semua yang TUHAN perintahkan kepada Musa. Mereka berkemah menurut bendera kelompok pasukan mereka, dan waktu berangkat, setiap orang berjalan dalam kelompok marganya dan keluarganya masing-masing.
NUM 3:1 Inilah catatan tentang keluarga Harun dan Musa pada waktu TUHAN berbicara kepada Musa di gunung Sinai.
NUM 3:2 Harun memiliki empat anak laki-laki, yaitu Nadab (yang sulung), Abihu, Eleazar, dan Itamar.
NUM 3:3 Keempat anak Harun ini diurapi dan ditugaskan untuk melayani sebagai imam.
NUM 3:4 Tetapi Nadab dan Abihu mati di padang belantara Sinai saat mereka membakar dupa di hadapan TUHAN dengan cara yang melanggar perintah TUHAN karena TUHAN tidak perintahkan untuk hal itu dilakukan. Pada waktu itu keduanya tidak punya anak laki-laki yang bisa menggantikan mereka sebagai imam. Jadi, hanya tertinggal Eleazar dan Itamar yang dapat melayani sebagai imam bersama ayah mereka, Harun.
NUM 3:5 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 3:6 “Kumpulkanlah suku Lewi di hadapan Imam Harun, supaya dia mengadakan upacara penahbisan untuk mengangkat mereka menjadi pembantu para imam.
NUM 3:7 Tugas mereka adalah melakukan perintah-perintah imam berkenaan dengan kemah-Ku, demi kebaikan seluruh umat Israel.
NUM 3:8 Mereka harus memelihara semua perlengkapan kemah-Ku, serta membantu seluruh umat-Ku dalam menjalankan pelayanan yang Aku tetapkan untuk dilakukan di kemah-Ku.
NUM 3:9 Dari antara bangsa Israel, tugas khusus suku Lewi adalah membantu pekerjaan Harun dan keturunannya.
NUM 3:10 “Angkatlah Harun dan anak-anaknya untuk menjabat sebagai imam. Orang selain imam dan suku Lewi yang dengan sembarangan mendekat ke kemah-Ku harus dihukum mati.”
NUM 3:11 Kata TUHAN kepada Musa,
NUM 3:12 “Dulu, ketika Aku membunuh semua anak sulung laki-laki orang Mesir, Aku mengkhususkan bagi-Ku semua anak sulung laki-laki Israel, baik manusia maupun ternak. Mereka menjadi milik-Ku. Tetapi sekarang Aku sudah memilih suku Lewi sebagai pengganti semua anak sulung bangsa Israel. Maka suku Lewilah yang menjadi milik-Ku. Akulah TUHAN yang menegaskan hal ini.”
NUM 3:14 TUHAN berkata kepada Musa di padang belantara Sinai,
NUM 3:15 “Adakanlah sensus untuk semua laki-laki suku Lewi yang berumur satu bulan ke atas menurut keluarga dan marga mereka masing-masing.”
NUM 3:16 Lalu Musa melakukan sensus sesuai dengan perintah TUHAN.
NUM 3:17 Lewi memiliki tiga anak laki-laki bernama Gerson, Kehat, dan Merari.
NUM 3:18 Gerson memiliki dua anak laki-laki bernama Libni dan Simei. Kehat memiliki empat anak laki-laki bernama Amram, Yisar, Hebron, dan Uziel. Merari memiliki dua anak laki-laki bernama Mahli dan Musi. Nama setiap cucu Lewi ini masing-masing menjadi marga.
NUM 3:21 Keturunan Gerson terdiri dari marga Libni dan Simei.
NUM 3:22 Jumlah laki-laki yang berumur satu bulan ke atas adalah 7.500 orang.
NUM 3:23 Kedua marga itu berkemah di belakang kemah TUHAN di sebelah barat.
NUM 3:24 Pemimpin kedua marga itu bernama Eliasaf anak Lael.
NUM 3:25 Mereka bertanggung jawab memelihara kemah TUHAN, termasuk kain-kain penutup kemah, tirai pintu masuk kemah,
NUM 3:26 tirai-tirai yang memagari halaman di sekeliling kemah dan mezbah, tirai pintu gerbang, tali-talinya, dan semua perlengkapannya.
NUM 3:27 Keturunan Kehat terdiri dari marga Amram, Yisar, Hebron, dan Uziel.
NUM 3:28 Jumlah laki-laki yang berumur satu bulan ke atas adalah 8.600 orang. Mereka bertugas memelihara barang-barang di dalam kemah TUHAN.
NUM 3:29 Empat marga itu berkemah di sebelah selatan kemah TUHAN.
NUM 3:30 Pemimpin keempat marga itu bernama Elisafan anak Uziel.
NUM 3:31 Mereka bertanggung jawab memelihara peti perjanjian, meja, tiang pelita bercabang, mezbah-mezbah, peralatan di dalam kemah suci yang digunakan untuk ibadah, tirai pemisah ruang mahakudus, dan semua perlengkapannya.
NUM 3:32 Kepala pemimpin semua suku Lewi adalah Eleazar anak Harun. Dia bertugas mengawasi semua pekerjaan di kemah TUHAN.
NUM 3:33 Keturunan Merari terdiri dari marga Mahli dan Musi.
NUM 3:34 Jumlah laki-laki yang berumur satu bulan ke atas adalah 6.200 orang.
NUM 3:35 Pemimpin kedua marga itu bernama Zuriel anak Abihail. Mereka berkemah di sebelah utara kemah TUHAN.
NUM 3:36 Mereka bertanggung jawab untuk memelihara rangka-rangka kemah TUHAN, kayu-kayu lintangnya, tiang-tiangnya, alas-alas penahannya, dan semua perlengkapannya.
NUM 3:37 Mereka juga bertanggung jawab atas tiang-tiang di sekeliling halaman serta alas-alas penahannya, pasak-pasaknya, dan tali-talinya.
NUM 3:38 Tempat yang ditetapkan untuk perkemahan Musa, Harun, serta anak-anaknya adalah di depan kemah TUHAN, yaitu di sebelah timur. Mereka bertanggung jawab mengurus ibadah di kemah TUHAN demi kepentingan bangsa Israel. Siapa pun selain imam dan suku Lewi yang dengan sembarangan mendekat ke kemah-Ku harus dihukum mati.
NUM 3:39 Sensus ini dilakukan atas perintah TUHAN, sehingga diketahui jumlah semua laki-laki Lewi adalah 22.000 orang.
NUM 3:40 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Adakanlah sensus untuk semua laki-laki yang sulung di seluruh Israel, yang berumur satu bulan ke atas, kecuali dari suku Lewi.
NUM 3:41 Mulai sekarang laki-laki suku Lewi diperhitungkan sebagai pengganti semua laki-laki yang sulung dari suku-suku Israel yang lain. Demikian juga dengan ternak. Ternak milik suku Lewi menggantikan semua ternak sulung milik suku-suku lain. Akulah TUHAN yang menegaskan perintah ini.”
NUM 3:42 Lalu Musa mengadakan sensus itu sesuai dengan perintah TUHAN,
NUM 3:43 sehingga diketahui jumlah semua laki-laki sulung dari suku-suku Israel selain Lewi adalah 22.273 orang.
NUM 3:44 Lalu TUHAN berkata lagi kepada Musa,
NUM 3:45 “Aku, TUHAN, telah menetapkan bahwa laki-laki sulung Israel digantikan oleh semua laki-laki suku Lewi.
NUM 3:46 Namun, ternyata jumlah lelaki sulung Israel lebih banyak daripada semua lelaki suku Lewi. Kelebihannya 273 orang. Maka jumlah yang berlebih itu harus ditebus dengan
NUM 3:47 membayar lima keping perak per orang. Berat keping untuk membayar tebusan ini harus sesuai pengukur berat yang sah, yaitu 11 gram.
NUM 3:48 Uang tebusan itu akan diserahkan kepada para imam.”
NUM 3:49 Jadi, sesuai perintah TUHAN, Musa menyerahkan uang tebusan itu sebanyak 1.365 keping perak kepada Harun dan anak-anaknya.
NUM 4:1 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
NUM 4:2 “Dari antara suku Lewi, adakanlah sensus untuk marga-marga Kehat, yaitu laki-laki
NUM 4:3 yang berumur 30-50 tahun, yang mampu melakukan tugas di kemah-Ku.
NUM 4:4 “Tanggung jawab mereka di kemah-Ku adalah mengurus barang-barang yang paling kudus.
NUM 4:5 Setiap kali perkemahan Israel hendak pindah ke tempat lain, Harun dan anak-anaknya harus masuk ke dalam kemah-Ku dan melakukan hal-hal berikut ini: Turunkan tirai pemisah ruang mahakudus dan tutupi peti perjanjian dengan tirai itu.
NUM 4:6 Tutupi tirai itu dengan kulit yang tidak menyerap air dan bentangkan sehelai kain biru di atasnya. Pasang tongkat-tongkat pengusung pada peti perjanjian.
NUM 4:7 Selanjutnya, bentangkan sehelai kain biru pada meja roti sajian-Ku. Di atas kain itu, letakkan piring-piring, sendok-sendok untuk dupa, serta mangkuk-mangkuk dan kendi-kendi untuk persembahan air anggur. Roti sajian juga harus tetap ada di meja itu.
NUM 4:8 Bentangkan sehelai kain merah di atas semuanya itu dan tutupi dengan kulit yang tidak menyerap air. Pasang tongkat-tongkat pengusung pada meja.
NUM 4:9 Selanjutnya, ambil sehelai kain biru yang lain dan tutupi tiang pelita bercabang beserta pelita-pelita, penjepit-penjepit untuk membuang sumbu yang sudah hangus, wadah kecil untuk menampung sumbu yang hangus, dan semua tempat minyak yang digunakan untuk pelita-pelita.
NUM 4:10 Tiang pelita bercabang beserta semua peralatan ini harus ditutupi lagi dengan kulit yang tidak menyerap air, dan diletakkan di atas usungan.
NUM 4:11 Selanjutnya, bentangkan sehelai kain biru di atas mezbah dupa dari emas, tutupi dengan kulit yang tidak menyerap air, dan pasang tongkat-tongkat pengusung mezbah dupa.
NUM 4:12 Bungkus semua perlengkapan lainnya yang dipakai untuk melayani di kemah-Ku dengan sehelai kain biru, tutupi dengan kulit yang tidak menyerap air, dan letakkan di atas usungan.
NUM 4:13 Bersihkan abu dari mezbah kurban, bentangkan sehelai kain ungu di atasnya,
NUM 4:14 dan letakkan semua peralatan mezbah kurban di atas kain itu: kuali-kuali untuk mengangkut bara, garpu penusuk daging, sekop-sekop dan baskom-baskom. Tutupi semuanya itu dengan kulit yang tidak menyerap air dan pasang tongkat-tongkat pengusung pada mezbah kurban.
NUM 4:15 “Sesudah para imam membungkus semua barang kudus beserta perlengkapannya, barulah kemah siap dipindahkan, dan hanya pada saat itulah keturunan Kehat boleh masuk dengan tongkat pemikul. Mereka dilarang menyentuh barang-barang kudus secara langsung. Apabila menyentuhnya, mereka akan mati. Demikianlah tugas marga-marga Kehat setiap kali kemah-Ku dipindahkan.
NUM 4:16 “Eleazar anak Harun bertanggung jawab atas minyak untuk pelita, dupa dari wangi-wangian, persembahan gandum rutin, dan minyak pengurapan. Dia juga bertanggung jawab mengawasi seluruh kemah-Ku dan segala isinya, termasuk barang-barang kudus dan peralatannya.”
NUM 4:17 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
NUM 4:18 “Untuk menjaga agar keturunan Kehat dari suku Lewi tetap hidup dan tidak mati saat mendekati barang-barang kudus, Harun dan anak-anaknya harus mendampingi mereka masuk ke kemah dan memberikan tugas kepada mereka masing-masing tentang barang apa yang harus dibawa oleh setiap orang.
NUM 4:20 Keturunan Kehat tidak boleh melihat barang-barang kudus itu sesaat pun, karena mereka akan mati bila melihatnya.”
NUM 4:21 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 4:22 “Adakanlah sensus untuk marga-marga Gerson, yaitu laki-laki yang berumur 30-50 tahun, yang mampu melakukan tugas di kemah-Ku.
NUM 4:24 “Tugas mereka adalah untuk memelihara dan mengangkut barang-barang ini:
NUM 4:25 tirai-tirai kemah-Ku, kemah itu sendiri, serta semua kain linen yang digunakan sebagai penutup, juga kulit-kulit yang tidak menyerap air yang digunakan sebagai penutup, tirai pintu masuk kemah-Ku,
NUM 4:26 tirai-tirai yang mengelilingi halaman kemah dan mezbah, tirai di jalan masuk, tali-tali, dan semua perlengkapannya.
NUM 4:27 “Mereka harus melaksanakan setiap tugas mereka menurut perintah para imam, baik untuk mengangkut barang maupun tugas lainnya.
NUM 4:28 Demikianlah tugas keturunan Gerson di kemah-Ku. Pekerjaan mereka dilakukan di bawah pimpinan Itamar anak Harun.”
NUM 4:29 “Adakanlah sensus untuk marga-marga Merari, yaitu laki-laki yang berumur 30-50 tahun, yang mampu melakukan tugas di kemah-Ku.
NUM 4:31 “Tugas mereka di kemah-Ku adalah mengangkut barang-barang berikut ini: rangka-rangka kemah, kayu-kayu lintang, tiang-tiang serta alas-alas penahannya,
NUM 4:32 juga tiang-tiang di sekeliling halaman kemah serta alas-alas penahannya, pasak-pasaknya, tali-talinya, dan semua perlengkapannya. “Tugaskanlah kepada masing-masing orang mengenai barang apa yang harus mereka angkut.
NUM 4:33 Demikianlah seluruh tugas keturunan Merari di kemah-Ku. Pekerjaan mereka dilakukan di bawah pimpinan Itamar anak Harun.”
NUM 4:34 Musa, Harun, dan para pemimpin umat Israel menghitung semua laki-laki suku Lewi dari marga-marga Kehat, Gerson, dan Merari yang berumur 30-50 tahun, yang mampu melakukan tugas di kemah TUHAN dan mengangkut barang-barangnya. Nama-nama mereka dicatat berdasarkan nama marga dan keluarga masing-masing. Inilah jumlah mereka: Keturunan Jumlah orang Kehat 2.750 Gerson 2.630 Merari 3.200 Jadi, jumlah keseluruhannya adalah 8.580 orang.
NUM 4:49 Demikianlah sensus dilaksanakan sesuai perintah TUHAN kepada Musa. Setiap orang pun terdaftar dan tugasnya ditentukan.
NUM 5:1 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 5:2 “Perintahkanlah kepada umat Israel supaya mereka mengeluarkan dari perkemahan setiap orang yang menderita penyakit kulit menular, yang tubuhnya sedang mengalami gangguan sehingga mengeluarkan cairan terus-menerus, dan yang najis karena menyentuh mayat.
NUM 5:3 Perintah ini berlaku untuk semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Alasannya supaya mereka tidak menajiskan perkemahan, karena Aku tinggal di antara kalian.”
NUM 5:4 Maka umat Israel mengeluarkan orang-orang yang seperti itu untuk tinggal di luar perkemahan, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
NUM 5:5 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 5:6 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Apabila seorang laki-laki atau perempuan tidak setia kepada-Ku dengan melakukan kejahatan terhadap orang lain, orang itu bersalah
NUM 5:7 dan harus mengakui dosanya. Dia harus membayar ganti rugi secara penuh dengan ditambah 20 persen kepada orang yang dia rugikan.
NUM 5:8 Tetapi kalau orang yang dirugikan sudah mati dan tidak memiliki kerabat dekat, maka ganti rugi itu adalah hak-Ku dan harus diserahkan kepada imam. Orang yang bersalah juga harus menyerahkan kurban berupa domba jantan supaya kejahatannya diampuni.
NUM 5:9 Semua pembayaran yang diberikan kepada-Ku melalui imam dianggap kudus dan menjadi milik imam yang menerimanya.”
NUM 5:11 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 5:12 “Sampaikanlah hal ini kepada umat Israel: Apabila seorang suami merasa cemburu karena dia menduga istrinya berselingkuh, maka ada dua kemungkinan. Pertama, mungkin istrinya memang berselingkuh dan sudah bersetubuh dengan orang lain, tetapi tidak ada saksi dan tidak tertangkap basah. Kedua, istrinya tidak selingkuh.
NUM 5:15 Untuk itu, suami yang merasa curiga tadi harus membawa istrinya kepada imam. Dia harus mempersembahkan satu kilogram tepung jelai karena persoalan dengan istrinya itu. Jangan menuang minyak zaitun ataupun menaburkan kemenyan pada tepung itu, karena tepung itu dipersembahkan atas kecemburuan, untuk membuktikan apakah istrinya berselingkuh atau tidak.
NUM 5:16 “Imam yang bertugas akan menyuruh perempuan itu berdiri di hadapan-Ku.
NUM 5:17 Selanjutnya imam akan menyediakan air pahit yang mendatangkan kutuk. Pertama dia akan mengambil air dari bejana pembasuhan di pelataran kemah-Ku dengan baskom tanah liat, lalu memungut debu dari lantai tanah kemah-Ku dan memasukannya ke dalam air itu. Kemudian dia akan melepas ikatan rambut perempuan itu supaya terurai dan menaruh persembahan kecemburuan tersebut ke tangan perempuan itu, sementara imam sendiri memegang baskom berisi air pahit yang mendatangkan kutuk.
NUM 5:19 Lalu imam akan menyuruh perempuan itu menyetujui sumpah berikut: ‘Apabila kamu tidak menajiskan dirimu, yaitu bersetubuh dengan laki-laki selain suamimu, maka kutukan air pahit ini tidak akan terjadi kepadamu.
NUM 5:20 Tetapi kalau kamu sudah melakukannya,
NUM 5:21 TUHAN akan membuat air pahit ini membawa kutukan ke dalam tubuhmu sehingga perutmu membengkak, menjadi mandul, dan semua orang akan mengecam serta mengucilkan kamu.’ Lalu perempuan itu harus menjawab, ‘Amin. Terjadilah seperti sumpah itu.’
NUM 5:23 Kemudian imam akan menuliskan kutuk itu pada sehelai kertas dan mencuci kertas itu di dalam air pahit sehingga tintanya larut.
NUM 5:24 “Sesudah itu, dia akan mengambil persembahan kecemburuan dari tangan perempuan itu, mengangkatnya untuk menyerahkannya kepada-Ku, dan membawanya ke mezbah. Lalu imam akan mengambil segenggam tepung dari persembahan itu dan membakarnya di atas mezbah sebagai tanda bahwa semua tepung itu sudah dipersembahkan kepada-Ku. Kemudian dia akan menyuruh perempuan itu minum air pahit yang mendatangkan kutuk.
NUM 5:27 Kalau perempuan itu memang sudah menajiskan diri dengan berselingkuh, air itu akan membawa kutukan ke dalam tubuh perempuan itu dan dia akan sangat menderita. Perutnya akan membengkak, menjadi mandul, dan semua orang akan mengucilkan dia.
NUM 5:28 Tetapi kalau perempuan itu tidak berselingkuh, maka dia tidak akan terpengaruh oleh kutukan itu dan tidak menjadi mandul.
NUM 5:29 “Demikanlah peraturannya ketika seorang suami merasa cemburu karena dia mencurigai istrinya sudah berselingkuh. Suami akan membawa istrinya menghadap imam, dan imam akan melaksanakan semua peraturan tersebut terhadap perempuan itu di hadapan-Ku.
NUM 5:31 Kalau perempuan itu memang bersalah, dia akan menanggung akibat dosanya. Tetapi kalau dia ternyata tidak berselingkuh, suaminya pun tidak akan dianggap bersalah karena meminta pelaksanaan peraturan ini.”
NUM 6:1 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 6:2 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan bisa menjadi pengabdi Allah dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Ku. Dia harus bersumpah khusus sebelum melakukannya.
NUM 6:3 Seorang pengabdi Allah dilarang minum air anggur atau minuman keras lainnya. Dia tidak boleh minum apa pun yang dibuat dari anggur, termasuk cuka anggur dan hasil perasan anggur. Dia juga tidak boleh memakan buah anggur, baik yang segar maupun yang sudah dikeringkan.
NUM 6:4 Selama masa sumpahnya, pengabdi tidak boleh makan apa pun yang berasal dari pohon anggur, bahkan biji atau kulitnya pun jangan.
NUM 6:5 “Selama mengabdi bagi-Ku, dia harus menjaga diri supaya tidak menjadi najis. Dia juga tidak boleh mencukur atau memotong rambutnya. Rambutnya harus dibiarkan tumbuh panjang sampai akhir masa sumpah pengabdiannya kepada-Ku.
NUM 6:6 Rambutnya itu adalah tanda bahwa dia dikhususkan bagi-Ku. Dia tidak boleh mendekati jenazah selama masa pengabdiannya itu, sekalipun yang meninggal adalah orang tuanya atau saudara kandungnya sendiri.
NUM 6:8 Peraturan-peraturan tersebut berlaku selama masa pengabdiannya.
NUM 6:9 “Apabila seseorang tiba-tiba mati di dekatnya, maka rambutnya yang menandakan pengabdiannya itu menjadi najis. Dia harus menunggu selama tujuh hari. Pada hari yang ketujuh dia harus mencukur rambutnya. Sesudah itu dia dianggap tidak lagi najis.
NUM 6:10 Lalu pada hari yang kedelapan, dia harus membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati kepada imam yang bertugas di pintu masuk kemah-Ku.
NUM 6:11 Imam itu akan mempersembahkan salah satu burung sebagai kurban penghapus dosa, dan burung yang satunya sebagai kurban yang dibakar habis. Dengan demikian, imam memulihkan hubungan orang itu dengan-Ku atas kenajisannya karena dia sudah berada di dekat jenazah. Kemudian, pada hari itu juga rambut kepalanya kembali menjadi tanda bahwa dia dikhususkan bagi-Ku.
NUM 6:12 Dia juga harus mengulang masa pengabdiannya dari awal dan sekali lagi menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Ku. Dia harus membawa seekor domba jantan berumur setahun sebagai kurban penebus kesalahan. Masa pengabdian yang sudah dia lewati sebelumnya dianggap batal.”
NUM 6:13 “Beginilah peraturan bagi seorang pengabdi ketika masa sumpahnya selesai. Dia harus pergi ke pintu masuk kemah-Ku
NUM 6:14 dengan membawa persembahan berupa seekor anak domba jantan berumur setahun yang tidak bercacat sebagai kurban yang dibakar habis, seekor anak domba betina berumur setahun yang tidak bercacat sebagai kurban penghapus dosa, dan seekor domba jantan yang tidak bercacat untuk kurban tanda damai,
NUM 6:15 bersama dengan persembahan gandum-ganduman dan persembahan air anggurnya. Dia juga harus membawa satu keranjang berisi dua macam roti yang tidak beragi, yaitu roti yang dibuat dari tepung terbaik dicampur dengan minyak, dan roti tipis kering yang diolesi minyak.
NUM 6:16 Imam yang bertugas akan membawa semuanya itu ke hadapan-Ku, lalu mempersembahkan kurban penghapus dosa dan kurban yang dibakar habis itu.
NUM 6:17 Selanjutnya imam akan mempersembahkan sekeranjang roti yang tidak beragi dan domba jantan kepada-Ku sebagai kurban tanda damai, beserta persembahan gandum-ganduman dan persembahan air anggur.
NUM 6:18 “Di pintu kemah-Ku, pengabdi itu akan mencukur habis rambut kepalanya, yang adalah tanda pengabdiannya. Lalu dia akan mengambil rambutnya itu dan melemparkannya ke dalam api di mana kurban tanda damai sedang dibakar.
NUM 6:19 Sesudah itu, imam akan mengambil salah satu paha depan domba jantan yang sudah direbus, dan meletakkannya di tangan pengabdi itu bersama satu roti yang tidak beragi dan satu roti tipis.
NUM 6:20 Selanjutnya, pengabdi itu akan menyerahkannya kembali kepada imam, dan imam akan mengangkatnya tinggi sebagai persembahan khusus bagi-Ku. Yang juga diangkat tinggi oleh imam adalah bagian dada dari kurban tanda damai dan paha belakangnya. Bagian-bagian itu akan menjadi milik imam, sesuai dengan peraturan kurban. Semua bagian tersebut harus diperlakukan sebagai sesuatu yang kudus. Setelah semuanya selesai, orang itu boleh minum air anggur karena sumpah pengabdiannya sudah berakhir.
NUM 6:21 “Demikianlah peraturan-peraturan untuk pengabdi. Kalau seorang pengabdi berjanji untuk mempersembahkan kepada-Ku melebihi yang diwajibkan, dia harus menepatinya janjinya itu.”
NUM 6:22 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 6:23 “Sampaikanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Saat kalian mengucapkan berkat kepada umat Israel, katakanlah begini,
NUM 6:24 ‘TUHAN memberkatimu dan menjagamu.
NUM 6:25 TUHAN berkenan kepadamu senantiasa dan menyatakan belas kasih-Nya.
NUM 6:26 TUHAN berbuat baik kepadamu serta memberimu hidup tenteram.’
NUM 6:27 “Para imam harus mengucapkan berkat atas nama-Ku bagi umat Israel, karena demikianlah Aku akan memberkati mereka.”
NUM 7:1 Ketika Musa selesai mendirikan kemah TUHAN, dia mengurapi kemah itu beserta segala perlengkapannya untuk menguduskannya, juga mezbah kurban dan semua peralatannya.
NUM 7:2 Pada hari itu juga kedua belas kepala suku Israel memulai giliran untuk datang menyerahkan persembahan peresmian dari suku mereka masing-masing ke hadapan TUHAN, yaitu ke depan kemah-Nya. Mereka adalah kepala-kepala suku yang bertanggung jawab atas sensus. Persembahan tersebut berupa enam gerobak bertutup dan dua belas ekor sapi. Setiap kepala suku memberikan seekor sapi, dan setiap dua kepala suku memberikan satu gerobak.
NUM 7:4 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 7:5 “Terimalah pemberian mereka dan berikanlah kepada orang Lewi agar dipergunakan untuk mengangkut barang-barang kemah-Ku, sesuai tugas mereka masing-masing.”
NUM 7:6 Maka Musa menerima gerobak-gerobak dan sapi-sapi itu, lalu memberikannya kepada keturunan Lewi.
NUM 7:7 Marga Gerson menerima dua gerobak dan empat sapi untuk digunakan dalam tugas-tugas mereka.
NUM 7:8 Marga Merari menerima empat gerobak dan delapan sapi untuk digunakan dalam tugas-tugas mereka di bawah pengawasan Itamar anak Harun.
NUM 7:9 Tetapi marga Kehat tidak menerima apa pun karena mereka bertanggung jawab atas barang-barang kudus yang harus dipikul di atas bahu.
NUM 7:10 Sebelumnya TUHAN sudah berkata kepada Musa, “Untuk peresmian mezbah, setiap hari seorang kepala suku akan mendapat giliran untuk menyerahkan persembahan atas nama suku mereka masing-masing.” Kemudian giliran itu dimulai pada hari pertama upacara pengurapan mezbah. Setiap hari seorang kepala suku mendapat giliran menyerahkan persembahan dari sukunya ke depan mezbah.
NUM 7:12 Giliran untuk membawa persembahan peresmian tersebut berlangsung selama dua belas hari dengan urutan sebagai berikut: Hari Pemimpin Suku Ke-1 Nahason anak Aminadab Yehuda Ke-2 Netaneel anak Zuar Isakar Ke-3 Eliab anak Helon Zebulon Ke-4 Elizur anak Syedeur Ruben Ke-5 Selumiel anak Zurisyadai Simeon Ke-6 Elyasaf anak Rehuel Gad Ke-7 Elisama anak Amihud Efraim Ke-8 Gamaliel anak Pedazur Manasye Ke-9 Abidan anak Gideoni Benyamin Ke-10 Ahiezer anak Amisyadai Dan Ke-11 Pagiel anak Okran Asyer Ke-12 Ahira anak Enan Naftali Setiap pemimpin membawa persembahan yang sama, yaitu: 1 buah piring perak seberat 1,5 kilogram dan 1 buah mangkok perak seberat 800 gram, keduanya berisi penuh dengan persembahan gandum-ganduman berupa tepung terbaik yang dicampur dengan minyak. 1 buah cawan emas seberat 110 gram yang berisi dupa. Untuk kurban yang dibakar habis: 1 ekor sapi jantan muda 1 ekor domba jantan 1 ekor anak domba jantan berumur satu tahun Untuk kurban penghapus dosa: 1 ekor kambing jantan Untuk kurban tanda damai: 2 ekor sapi jantan 5 ekor domba jantan 5 ekor kambing jantan 5 ekor anak domba jantan berumur satu tahun.
NUM 7:84 Inilah jumlah seluruh persembahan yang dibawa oleh para pemimpin Israel untuk peresmian mezbah: 12 piring perak dan 12 mangkok perak, semuanya 27 kilogram 12 cawan emas, semuanya 1,4 kilogram, masing-masing berisi dupa.
NUM 7:87 Untuk kurban yang dibakar habis: 12 ekor sapi jantan muda 12 ekor domba jantan 12 ekor anak domba jantan berumur satu tahun serta persembahan gandum-gandumannya. Untuk kurban penghapus dosa: 12 ekor kambing jantan
NUM 7:88 Untuk kurban tanda perdamaian: 24 ekor sapi jantan 60 ekor domba jantan 60 ekor kambing jantan 60 ekor anak domba jantan berumur satu tahun. Persembahan-persembahan itu diserahkan dalam upacara peresmian mezbah, sesudah mezbah diurapi.
NUM 7:89 Ketika Musa masuk ke kemah TUHAN untuk berbicara dengan-Nya, Musa mendengar suara TUHAN dari antara kedua bentuk malaikat penjaga di atas penutup peti perjanjian.
NUM 8:1 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 8:2 “Sampaikanlah kepada Harun: Ketika kamu memasang ketujuh pelita pada tiang pelita, aturlah supaya cahayanya menerangi bagian depan kaki tiang pelita itu.”
NUM 8:3 Harun pun melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN melalui Musa.
NUM 8:4 Seluruh tiang pelita itu, mulai dari kakinya sampai hiasan bunganya, dibuat dari emas yang ditempa. Demikianlah tiang pelita itu dikerjakan persis seperti pola yang ditunjukkan TUHAN kepada Musa.
NUM 8:5 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 8:6 “Pisahkanlah orang-orang Lewi dari antara umat Israel yang lain dan lakukan tata cara berikut untuk menyucikan mereka: Percikkan air penyucian pada mereka, lalu suruh mereka masing-masing mencukur seluruh tubuh dan mencuci pakaian.
NUM 8:8 Kemudian mereka harus membawa seekor sapi jantan muda beserta persembahan gandum-gandumannya berupa tepung terbaik yang sudah dicampur dengan minyak zaitun, dan seekor sapi jantan muda lain sebagai kurban penghapus dosa.
NUM 8:9 Selanjutnya, suruhlah orang-orang Lewi itu berdiri di depan kemah-Ku dan kumpulkanlah seluruh umat Israel di sana.
NUM 8:10 Ketika orang-orang Lewi datang ke hadapan-Ku, orang-orang Israel yang lain harus meletakkan tangan atas mereka.
NUM 8:11 Sementara itu, Harun akan mengangkat tangannya sebagai lambang bahwa orang-orang Lewi itu dipersembahkan kepada-Ku sebagai pelayan yang dikhususkan dari antara umat Israel untuk melakukan tugas-tugas bagi-Ku.
NUM 8:12 “Lalu orang-orang Lewi akan meletakkan tangan mereka di atas kepala kedua sapi jantan muda tadi. Yang seekor dipersembahkan oleh para imam sebagai kurban penghapus dosa, dan yang seekor lagi sebagai kurban yang dibakar habis kepada TUHAN. Dengan kurban itu, hubungan mereka dengan-Ku sudah dipulihkan.
NUM 8:13 Kemudian suruhlah orang-orang Lewi berdiri di hadapan para imam lagi dan angkatlah tanganmu sebagai lambang bahwa mereka dipersembahkan sebagai pelayan yang dikhususkan bagi-Ku.
NUM 8:14 Dengan demikian, orang-orang Lewi dipisahkan dari antara umat Israel yang lain dan menjadi milik-Ku.
NUM 8:15 Sesudah acara penyucian dan pentahbisan itu, mereka boleh mulai melaksanakan tugas di kemah-Ku.
NUM 8:16 “Orang Lewi sepenuhnya diserahkan kepada-Ku dari antara umat Israel. Merekalah yang Aku ambil sebagai ganti setiap anak sulung orang Israel.
NUM 8:17 Ketika aku membunuh semua anak sulung di Mesir, Aku menetapkan bahwa setiap anak sulung di Israel, baik manusia maupun hewan, adalah milik-Ku.
NUM 8:18 Akan tetapi, Aku mengambil orang-orang Lewi sebagai pengganti semua anak sulung umat Israel.
NUM 8:19 Aku sudah menyerahkan orang-orang Lewi kepada para imam untuk melaksanakan tugas di kemah-Ku mewakili umat Israel. Mereka juga akan membantu para penyembah dalam melaksanakan berbagai peraturan untuk memulihkan kembali hubungan mereka dengan Aku, supaya mereka tidak ditimpa bencana ketika mendekati kemah-Ku.”
NUM 8:20 Maka Musa, Harun, dan seluruh umat Israel melakukan semua perintah TUHAN itu terhadap orang-orang Lewi.
NUM 8:21 Orang-orang Lewi melakukan penyucian diri, Harun mempersembahkan mereka kepada TUHAN, dan para imam memberikan kurban yang memulihkan hubungan mereka dengan TUHAN.
NUM 8:22 Setelah itu, orang-orang Lewi memulai tugas di kemah TUHAN, di bawah pengawasan para imam. Demikianlah pentahbisan orang-orang Lewi dilakukan sesuai dengan perintah TUHAN.
NUM 8:23 Kata TUHAN kepada Musa,
NUM 8:24 “Orang-orang Lewi yang berumur dua puluh lima tahun ke atas akan bertugas di kemah-Ku.
NUM 8:25 Pada usia lima puluh tahun, mereka harus berhenti.
NUM 8:26 Mereka masih diperbolehkan membantu orang-orang Lewi lainnya yang bertugas, tetapi mereka sendiri tidak boleh melaksanakan tugas itu. Demikianlah pengaturan yang harus diterapkan untuk orang Lewi dan tugas-tugas mereka.”
NUM 9:1 Pada bulan pertama di tahun kedua sejak orang Israel meninggalkan Mesir, berkatalah TUHAN kepada Musa di padang gurun Sinai,
NUM 9:2 “Sampaikanlah kepada umat Israel untuk merayakan Paskah pada waktu yang sudah ditentukan,
NUM 9:3 yaitu hari keempat belas bulan ini, pada saat matahari terbenam. Rayakanlah sesuai dengan semua ketentuan dan tata caranya.”
NUM 9:4 Maka Musa memerintahkan demikian.
NUM 9:5 Mereka pun merayakan Paskah di padang belantara Sinai pada hari keempat belas bulan pertama, saat matahari terbenam. Mereka melakukan semuanya sesuai dengan perintah TUHAN kepada Musa.
NUM 9:6 Waktu itu, ada beberapa orang yang sedang najis karena menyentuh mayat, sehingga mereka tidak bisa ikut merayakan Paskah hari itu. Mereka menghadap Musa dan Harun
NUM 9:7 dan bertanya, “Kami sedang najis karena sudah menyentuh mayat. Tetapi apakah gara-gara itu kami tidak boleh merayakan Paskah dan memberikan persembahan kepada TUHAN bersama saudara-saudara kami yang lain pada waktu yang ditentukan?”
NUM 9:8 Jawab Musa, “Tunggu. Saya akan meminta petunjuk dari TUHAN tentang hal ini.”
NUM 9:9 Lalu TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 9:10 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Apabila ada di antara kalian atau keturunan kalian yang sedang najis karena menyentuh mayat, atau sedang dalam perjalanan jauh, mereka harus merayakan Paskah pada hari keempat belas di bulan kedua, saat matahari terbenam. Mereka harus makan daging kurban Paskah dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit.
NUM 9:12 Mereka tidak boleh menyisakan daging itu sampai pagi, dan tidak boleh mematahkan satu pun tulang hewan kurban Paskah. Mereka harus mengikuti semua peraturan Paskah.
NUM 9:13 “Tetapi kalau orang yang tidak sedang najis dan tidak sedang dalam perjalanan jauh lalai merayakan Paskah, orang itu akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku, karena dia tidak memberikan persembahan kepada TUHAN pada waktu yang ditentukan. Dia akan menanggung akibat dosanya.
NUM 9:14 Apabila orang asing yang tinggal di antara kalian mau merayakan Paskah bagi TUHAN, mereka harus merayakannya sesuai dengan peraturan dan ketetapan Paskah. Satu peraturan yang sama berlaku baik untuk orang Israel maupun pendatang.”
NUM 9:15 Kemah TUHAN adalah tempat disimpannya bukti perjanjian TUHAN. Setiap kali kemah TUHAN selesai didirikan, ada awan yang tampak di atasnya. Pada malam hingga pagi awan itu terlihat seperti api. Demikianlah selalu setiap harinya.
NUM 9:17 Ketika awan itu naik dari atas kemah dan bergerak, umat Israel pun membongkar perkemahan mereka lalu berangkat mengikutinya. Di mana pun awan itu berhenti, di situlah mereka berkemah lagi.
NUM 9:18 Atas perintah TUHAN umat Israel berangkat, dan atas perintah TUHAN juga mereka berhenti dan berkemah. Selama awan itu masih diam di atas kemah-Nya, mereka tetap tinggal di tempat itu.
NUM 9:19 Ada kalanya awan itu lama berdiam di atas kemah TUHAN, dan selama itu pun umat Israel taat pada perintah TUHAN dan tidak berangkat.
NUM 9:20 Ada kalanya juga awan itu hanya tinggal beberapa hari di atas kemah-Nya dan segera berpindah lagi. Atas perintah TUHAN saja mereka berkemah dan berangkat.
NUM 9:21 Bahkan, terkadang awan itu hanya diam dari malam sampai pagi. Pada waktu awan itu naik di pagi hari, umat Israel pun berangkat. Kapan saja awan itu naik, baik siang maupun malam, mereka berangkat.
NUM 9:22 Tetapi selama awan itu berdiam di atas kemah TUHAN— entah dua hari, sebulan, atau lebih— selama itu juga mereka tetap berkemah di tempat itu. Ketika awan itu naik, barulah mereka pergi.
NUM 9:23 Atas perintah TUHANlah umat Israel berkemah, dan atas perintah TUHAN juga mereka berangkat. Mereka menaati perintah TUHAN yang Dia sampaikan melalui Musa.
NUM 10:1 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 10:2 “Buatlah dua terompet dari perak tempaan. Gunakanlah terompet itu untuk memanggil umat Israel dan untuk memberi tahu jika sudah tiba waktunya perkemahan dipindahkan.
NUM 10:3 Kalau kedua terompet itu ditiup, seluruh umat Israel harus datang berkumpul kepadamu di depan pintu kemah-Ku.
NUM 10:4 Tetapi kalau hanya satu terompet yang ditiup, hanya para pemimpin suku Israel yang harus datang berkumpul kepadamu.
NUM 10:5 “Kalau terompet ditiup dengan suara melengking dan berulang-ulang, pasukan yang berkemah di sebelah timur kemah-Ku harus berangkat.
NUM 10:6 Kalau terompet ditiup untuk kedua kalinya dengan cara yang sama, pasukan di sebelah selatan harus berangkat. Jadi, bunyi terompet seperti itu adalah tanda bahwa umat harus berangkat.
NUM 10:7 Namun, untuk memanggil seluruh umat Israel berkumpul, tiuplah terompet itu dengan nada yang berbeda.
NUM 10:8 Terompet-terompet itu harus ditiup oleh para imam. Ketentuan ini wajib kalian taati turun-temurun untuk selamanya.
NUM 10:9 “Di negeri kalian nanti, saat musuh menyerang, tiuplah terompet itu dengan nada peringatan agar terdengar oleh seluruh bangsa Israel. Aku, TUHAN Allahmu, akan menyelamatkan kalian dari musuh.
NUM 10:10 Pada waktu kalian bersukacita, misalnya pada hari-hari raya dan perayaan awal bulan, tiuplah terompet itu saat kalian mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai, maka Aku, TUHAN Allahmu, akan berkenan kepadamu.”
NUM 10:11 Pada hari kedua puluh, bulan kedua, di tahun kedua sejak Israel keluar dari Mesir, awan itu naik dari atas kemah TUHAN.
NUM 10:12 Maka umat Israel berangkat dari padang belantara Sinai dan berjalan terus sampai awan itu berhenti di padang belantara Paran.
NUM 10:13 Itulah perjalanan mereka yang pertama atas perintah TUHAN melalui Musa.
NUM 10:14 Barisan paling depan adalah kelompok pasukan Yehuda dengan benderanya, dipimpin oleh Nahason anak Aminadab. Mereka berjalan menurut regu masing-masing.
NUM 10:15 Di belakang mereka adalah kelompok pasukan Isakar, dipimpin oleh Netaneel anak Zuar.
NUM 10:16 Selanjutnya, kelompok pasukan Zebulon di bawah pimpinan Eliab anak Helon.
NUM 10:17 Sesudah kemah TUHAN dibongkar, rombongan marga-marga Gerson dan Merari berangkat mengangkut kemah itu.
NUM 10:18 Di belakang mereka, menyusul kelompok pasukan Ruben dengan benderanya, dipimpin oleh Elizur anak Syedeur.
NUM 10:19 Berikutnya, kelompok pasukan Simeon di bawah pimpinan Selumiel anak Zurisyadai,
NUM 10:20 dan kelompok pasukan Gad di bawah pimpinan Eliasaf anak Rehuel.
NUM 10:21 Sesudah itu, berangkatlah rombongan orang-orang Kehat mengangkut barang-barang kudus dari kemah TUHAN. Urutan pemindahan kemah TUHAN diatur supaya marga Gerson dan Merari sudah selesai mendirikan kembali kemah itu di tempat perhentian baru, sebelum marga Kehat yang membawa barang kudus itu tiba.
NUM 10:22 Di belakang rombongan Kehat adalah kelompok pasukan Efraim dengan benderanya, dipimpin oleh Elisama anak Amihud. Mereka berjalan menurut regu masing-masing.
NUM 10:23 Berikutnya adalah kelompok pasukan Manasye di bawah pimpinan Gamaliel anak Pedazur dan
NUM 10:24 kelompok pasukan Benyamin di bawah pimpinan Abidan anak Gideoni.
NUM 10:25 Di barisan belakang adalah kelompok pasukan Dan dengan benderanya. Mereka berjalan menurut regu masing-masing, dipimpin oleh Ahiezer anak Amisyadai,
NUM 10:26 lalu kelompok pasukan Asyer di bawah pimpinan Pagiel anak Okran,
NUM 10:27 dan pasukan suku Naftali di bawah pimpinan Ahira anak Enan.
NUM 10:28 Demikianlah urutan keberangkatan orang Israel berdasarkan kelompok-kelompok pasukan mereka setiap kali mereka berpindah tempat.
NUM 10:29 Musa mengajak iparnya, Hobab anak Rehuel, orang Midian, “Kami hendak berangkat ke tempat yang TUHAN janjikan untuk diberikan kepada kami. Ikutlah bersama kami. TUHAN sudah menjanjikan yang baik bagi orang Israel, dan kami akan memperlakukanmu dengan baik juga.”
NUM 10:30 Tetapi Hobab menjawab, “Tidak. Aku akan kembali ke negeriku sendiri, kepada sanak saudaraku.”
NUM 10:31 Musa memohon, “Tolong jangan tinggalkan kami. Kamulah yang tahu tempat-tempat untuk berkemah di padang belantara dan bisa menjadi penunjuk jalan bagi kami.
NUM 10:32 Kalau kamu ikut bersama kami, segala hal baik yang TUHAN perbuat bagi kami akan kami lakukan juga kepadamu.”
NUM 10:33 Lalu orang Israel berangkat dari Sinai, gunung kediaman TUHAN, dan melakukan perjalanan tiga hari lamanya. Selama tiga hari itu peti perjanjian TUHAN diangkut paling depan, untuk mengarahkan mereka pada tempat perhentian selanjutnya.
NUM 10:34 Awan TUHAN selalu berada di atas mereka pada siang hari ketika mereka berangkat dari perkemahan.
NUM 10:35 Setiap kali peti perjanjian mulai diangkut, Musa berkata, “Bangkitlah, TUHAN! Buatlah musuh-musuh-Mu tercerai-berai. Biarlah semua yang membenci-Mu lari berhamburan.”
NUM 10:36 Dan setiap kali peti perjanjian itu berhenti di suatu tempat berkemah, Musa berkata, “Kembalilah, ya TUHAN, kepada beribu-ribu umat Israel ini.”
NUM 11:1 Suatu kali, orang Israel mulai menggerutu tentang berbagai kesulitan hidup mereka. TUHAN mendengar mereka dan Dia pun murka, lalu mendatangkan api di perkemahan mereka sehingga beberapa orang di tepi perkemahan mati terbakar.
NUM 11:2 Maka orang Israel berseru minta tolong kepada Musa. Lalu dia berdoa dan api itu padam.
NUM 11:3 Itulah sebabnya tempat itu dinamai Tabera, yang berarti kobaran api, karena api TUHAN sudah berkobar di antara mereka.
NUM 11:4 Dalam perjalanan rakyat Israel, ada orang-orang asing yang ikut bersama mereka dari Mesir. Orang asing itu merindukan makanan yang dulu mereka makan di Mesir, sehingga umat Israel pun kembali menggerutu, “Ah, kalau saja kita bisa makan daging!
NUM 11:5 Kita masih ingat betapa nikmatnya ikan yang dulu kita makan dengan gratis di Mesir, juga mentimun, melon, bawang daun, bawang merah, dan bawang putih.
NUM 11:6 Tetapi sekarang, yang kita punya hanya manna ini saja! Kita sudah muak memakannya!”
NUM 11:7 Manna itu berbentuk seperti biji ketumbar dan warnanya putih kekuning-kuningan.
NUM 11:8 Setiap pagi orang Israel berjalan di sekitar perkemahan untuk mengumpulkan manna. Kemudian mereka menggilingnya dengan batu gilingan atau menumbuknya dalam lesung, lalu merebusnya dalam panci atau mengolahnya menjadi roti bundar yang rasanya seperti roti yang dipanggang dengan minyak zaitun.
NUM 11:9 Setiap malam, manna turun ke perkemahan bersama dengan embun.
NUM 11:10 Musa mendengar setiap orang Israel bersungut-sungut di pintu kemah mereka masing-masing. TUHAN sangat marah, dan Musa sangat kesal.
NUM 11:11 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN, “Mengapa Engkau menyiksa hamba-Mu ini, dengan menanggungkan beban seluruh bangsa kepadaku? Apakah Engkau tidak berkenan kepadaku?
NUM 11:12 Memangnya aku ini ibu mereka? Memangnya aku yang melahirkan mereka?— sehingga Engkau menyuruh aku menggendong mereka seperti seorang ibu menggendong bayinya, sepanjang perjalanan ke tanah yang Engkau janjikan kepada nenek moyang mereka!
NUM 11:13 Dari mana aku bisa mendapat daging untuk mereka semua? Mereka terus merengek minta daging.
NUM 11:14 Aku tidak sanggup menanggung seluruh bangsa ini sendirian. Beban ini terlalu berat bagiku.
NUM 11:15 Kalau Engkau memperlakukan aku seperti ini, lebih baik cabut saja nyawaku sekarang. Kalau Engkau berkenan kepadaku, biarlah aku mati saja, daripada aku menanggung derita ini.”
NUM 11:16 Lalu TUHAN berbicara kepada Musa, “Kumpulkanlah tujuh puluh tua-tua Israel yang kamu kenal sebagai pemimpin umat ini. Bawalah mereka ke kemah-Ku untuk menghadap Aku bersamamu.
NUM 11:17 Aku akan turun untuk berbicara denganmu di tempat itu. Sebagian dari wibawa yang Aku berikan kepadamu akan Aku berikan kepada mereka, supaya mereka dapat membantumu memikul tanggung jawab atas bangsa ini. Dengan begitu, kamu tidak lagi menanggungnya sendirian.
NUM 11:18 “Katakanlah kepada seluruh orang Israel: Sucikanlah diri kalian untuk besok. Besok kalian akan makan daging. TUHAN sudah mendengar rengekan kalian, ‘Kami mau makan daging. Hidup kami di Mesir lebih baik!’ Karena itu, TUHAN akan memberi kalian daging, dan kalian harus memakannya.
NUM 11:19 Kalian akan makan daging bukan hanya satu atau dua hari, bukan juga lima, sepuluh, atau dua puluh hari,
NUM 11:20 tetapi satu bulan penuh, sampai daging keluar dari hidung kalian dan sampai kalian mau muntah melihat daging! Karena kalian sudah berbalik melawan TUHAN yang ada bersama kalian dengan berkata, ‘Harusnya kita jangan keluar dari Mesir!’”
NUM 11:21 Jawab Musa kepada TUHAN, “Pasukan kami saja ada 600.000 laki-laki, belum lagi perempuan dan anak-anak. Bagaimana Engkau menjanjikan daging untuk mereka setiap hari selama sebulan?
NUM 11:22 Sekalipun kami menyembelih semua domba dan sapi kami, apakah itu cukup? Bahkan sekalipun kami menangkap semua ikan di laut, apakah itu cukup untuk mereka?”
NUM 11:23 Jawab TUHAN, “Kamu pikir kuasa-Ku tidak cukup untuk melakukan itu? Nanti kamu akan melihat, apakah perkataan-Ku terjadi atau tidak.”
NUM 11:24 Lalu Musa keluar dan menyampaikan perkataan TUHAN kepada seluruh Israel. Dia juga memanggil tujuh puluh tua-tua Israel untuk berkumpul di sekeliling kemah TUHAN.
NUM 11:25 Kemudian TUHAN turun dalam awan dan berbicara kepada Musa. TUHAN mengambil sebagian kuasa yang sudah Dia berikan kepada Musa dan memberikannya kepada tujuh puluh tua-tua Israel itu. Saat itu juga Roh Allah menguasai mereka, dan mereka pun berseru-seru mengatakan pesan dari Allah,, tetapi hanya sekali itu saja.
NUM 11:26 Di antara tujuh puluh tua-tua Israel yang tercatat namanya, ada dua orang yang tetap tinggal di perkemahan dan tidak ikut berkumpul di kemah TUHAN, yaitu Eldad dan Medad. Lalu Roh Allah menguasai mereka sehingga mereka pun berseru-seru mengatakan pesan dari Allah di perkemahan.
NUM 11:27 Seorang pemuda berlari memberitahu Musa, “Eldad dan Medad sedang berseru-seru mengatakan pesan dari Roh Allah di perkemahan!”
NUM 11:28 Maka Yosua anak Nun, yang menjadi tangan kanan Musa sejak masa mudanya, berkata, “Tuanku Musa, suruhlah mereka berhenti!”
NUM 11:29 Tetapi jawab Musa, “Apakah kamu kuatir mereka menyaingi aku? Aku malah berharap kuasa dari TUHAN diberikan kepada seluruh umat-Nya supaya mereka semua dimampukan untuk menyampaikan pesan dari-Nya.”
NUM 11:30 Sesudah itu Musa dan para tua-tua itu kembali ke perkemahan.
NUM 11:31 Lalu TUHAN mendatangkan angin dari laut yang menerbangkan banyak sekali burung puyuh. Burung-burung itu terdampar di perkemahan Israel dan sekitarnya, bertumpuk-tumpuk hingga kira-kira satu meter tingginya. Burung-burung itu menutupi tanah hingga sejauh beberapa kilometer di sekeliling perkemahan.
NUM 11:32 Maka orang Israel keluar mengumpulkan burung puyuh itu sepanjang hari, sepanjang malam, dan sepanjang hari berikutnya. Setiap orang mendapatkan paling sedikit 60 keranjang besar penuh! Daging burung puyuh itu mereka hamparkan di sekeliling perkemahan untuk dijemur.
NUM 11:33 Sementara mereka masih mengunyah daging-daging itu, berkobarlah murka TUHAN kepada orang Israel. Dia mendatangkan wabah penyakit di antara mereka sehingga banyak orang meninggal.
NUM 11:34 Itu sebabnya, tempat itu dinamai Kibrot Hatawa, artinya kuburan nafsu, karena di sana dikuburkan orang-orang yang bernafsu makan daging.
NUM 11:35 Dari Kibrot Hatawa, orang Israel melanjutkan perjalanan ke daerah Hazerot dan berkemah di situ.
NUM 12:1 Musa adalah orang yang sangat rendah hati, bahkan paling rendah hati di antara semua orang di dunia. Suatu kali, Miryam dan Harun mencela Musa karena dia menikahi perempuan dari Etiopia. Mereka juga berkata, “TUHAN tidak hanya bicara melalui Musa! TUHAN juga berbicara melalui kami berdua.” TUHAN mendengar ucapan mereka itu.
NUM 12:4 Tiba-tiba TUHAN berbicara kepada Musa, Harun, dan Miryam, “Kalian bertiga, datanglah ke kemah-Ku.” Maka mereka datang ke depan pintu kemah TUHAN.
NUM 12:5 Kemudian TUHAN turun ke pintu kemah-Nya dalam tiang awan lalu memanggil Harun dan Miryam. Mereka berdua pun melangkah ke depan.
NUM 12:6 Lalu TUHAN berkata, “Dengarkanlah perkataan-Ku ini! Bila ada nabi-nabi lain di antara kalian, Aku akan menyatakan diri-Ku atau berbicara dengan mereka lewat penglihatan dan mimpi.
NUM 12:7 Namun, tidak demikian dengan hamba-Ku Musa. Di antara seluruh umat-Ku, dialah yang paling setia kepada-Ku.
NUM 12:8 Dengan dia Aku berbicara berhadapan muka, secara jelas dan terus terang tanpa menggunakan kiasan. Dia sudah melihat wujud-Ku. Seharusnya kalian takut mencela hamba-Ku Musa!”
NUM 12:9 Murka TUHAN berkobar atas Miryam dan Harun. Saat TUHAN pergi
NUM 12:10 dan tiang awan lenyap dari kemah TUHAN, tampaklah kulit Miryam menjadi putih seperti kapas. Dia terkena penyakit kulit menular! Ketika Harun melihat keadaan Miryam,
NUM 12:11 dia memohon kepada Musa, “Tuanku, tolong jangan hukum kami! Kami sudah bertindak bodoh dan berbuat dosa.
NUM 12:12 Jangan biarkan penyakit ini menggerogoti Miryam. Dia tampak seperti bayi yang sudah mati waktu lahir dan dagingnya setengah busuk.”
NUM 12:13 Maka Musa berseru kepada TUHAN, “Ya Allah, aku mohon, tolong sembuhkanlah dia!”
NUM 12:14 Jawab TUHAN kepada Musa, “Andaikan ayahnya meludahi mukanya sebagai teguran keras, tentu dia merasa dipermalukan selama tujuh hari. Miryam harus menanggung aib atas perbuatannya. Kucilkanlah dia di luar perkemahan tujuh hari lamanya. Sesudah itu, dia boleh kembali.”
NUM 12:15 Lalu Miryam dikucilkan di luar perkemahan selama tujuh hari. Orang Israel tidak melanjutkan perjalanan sampai Miryam kembali ke perkemahan.
NUM 12:16 Sesudah itu, umat Israel meninggalkan Hazerot dan berkemah di padang belantara Paran.
NUM 13:1 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 13:2 “Utuslah satu orang pemimpin dari tiap suku untuk mengintai negeri Kanaan yang Aku berikan kepada bangsa Israel.”
NUM 13:3 Maka sesuai perintah TUHAN itu, Musa mengutus dua belas pemimpin terpilih dari padang belantara Paran.
NUM 13:4 Berikut ini nama-nama pemimpin dari tiap suku: Suku Pemimpin Ruben Syamua anak Zakur Simeon Safat anak Hori Yehuda Kaleb anak Yefune Isakar Igal anak Yusuf Efraim Hosea anak Nun Benyamin Palti anak Rafu Zebulon Gadiel anak Sodi Manasye Gadi anak Susi Dan Amiel anak Gemali Asyer Setur anak Mikael Naftali Nahbi anak Wofsi Gad Guel anak Maki
NUM 13:16 Itulah nama-nama orang yang diutus Musa untuk mengintai negeri Kanaan. Musa memberikan nama baru kepada Hosea anak Nun, yaitu Yosua.
NUM 13:17 Saat mengutus mereka, Musa berpesan, “Mulailah dari padang belantara Negeb di bagian selatan Kanaan, dan berjalanlah terus ke utara sampai daerah perbukitan.
NUM 13:18 Lihatlah keadaan negeri itu. Perhatikan apakah penduduknya kuat atau lemah, sedikit atau banyak.
NUM 13:19 Amati juga apakah negeri itu baik atau buruk, dan seperti apa tempat tinggal mereka— apakah berupa kota-kota berbenteng atau terbuka tanpa benteng.
NUM 13:20 Selidiki apakah tanahnya subur atau tandus, dan apakah di sana ada pohon-pohonan atau tidak. Usahakan untuk membawa beberapa buah-buahan.” Kebetulan waktu itu adalah awal musim panen anggur.
NUM 13:21 Maka mereka pergi dan menyelidiki negeri Kanaan mulai dari padang belantara Zin sampai ke kota Rehob, dekat jalan masuk Hamat.
NUM 13:22 Sesudah memulai dari Negeb, mereka tiba di kota Hebron, tempat tinggal suku-suku Ahiman, Sesai, dan Talmai, yang adalah keturunan raksasa yang disebut Anakim. (Kota Hebron didirikan tujuh tahun sebelum kota Zoan di Mesir.)
NUM 13:23 Dalam perjalanan kembali, mereka sampai di lembah yang sekarang disebut Eskol. Di situ mereka memotong satu tandan buah anggur yang begitu berat sehingga harus dipikul dengan sebatang kayu oleh dua orang. Itulah sebabnya lembah itu dinamai Eskol (yang artinya Lembah Tandan Anggur). Mereka juga membawa beberapa buah delima dan buah ara dari sana.
NUM 13:25 Sesudah mengintai negeri itu selama empat puluh hari, mereka pun kembali lalu
NUM 13:26 menghadap Musa, Harun, dan seluruh umat Israel di Kades, di padang belantara Paran, untuk menceritakan apa yang sudah mereka lihat. Mereka menunjukkan buah-buahan dari negeri itu.
NUM 13:27 Kata mereka kepada Musa, “Kami sudah pergi ke negeri yang Tuan perintahkan. Benar, negeri itu berlimpah dengan hasil alam. Lihat, ini buah-buahan dari sana.
NUM 13:28 Tetapi penduduk negeri itu sangat kuat. Kota-kota mereka besar dan berbenteng. Kami juga melihat keturunan raksasa Anakim di sana.
NUM 13:29 Orang Amalek tinggal di bagian selatan negeri itu. Orang Het, Yebus, dan Amori tinggal di perbukitan. Sedangkan orang Kanaan tinggal di sepanjang tepi laut dan di sepanjang tepi sungai Yordan.”
NUM 13:30 Kaleb berusaha menenangkan semua orang yang hadir di hadapan Musa. Dia berkata, “Ayo! Mari kita maju menduduki negeri itu. Kita pasti bisa menang!”
NUM 13:31 Tetapi kebanyakan pengintai yang lain menentang Kaleb dengan berkata, “Kita tidak bisa menyerang bangsa-bangsa itu! Mereka lebih kuat daripada kita!”
NUM 13:32 Bahkan untuk menguatkan pendapat mereka, ada yang berbohong dengan berkata, “Negeri itu penuh dengan bahaya mematikan! Banyak sekali korban dari penyakit dan peperangan.” Ada juga yang menambahkan, “Orang-orang yang kami lihat di sana semuanya tinggi besar.
NUM 13:33 Bahkan ada juga raksasa keturunan Anakim! Kami merasa seperti belalang dibandingkan dengan mereka. Dan mereka juga melihat kami begitu kecil seperti belalang.”
NUM 14:1 Sepanjang malam itu, seluruh umat Israel menangis keras-keras.
NUM 14:2 Mereka semua menggerutu kepada Musa dan Harun. Kata mereka, “Lebih baik kami mati di Mesir, atau bahkan di padang belantara ini!
NUM 14:3 TUHAN membawa kita ke negeri itu agar kita dibunuh! Istri dan anak-anak kita akan menjadi tawanan! Lebih baik kita kembali ke Mesir!”
NUM 14:4 Lalu mereka berkata satu sama lain, “Mari kita angkat seorang pemimpin dan kembali ke Mesir.”
NUM 14:5 Mendengar itu, Musa dan Harun tersungkur di hadapan seluruh umat Israel yang sedang berkumpul.
NUM 14:6 Yosua anak Nun dan Kaleb anak Yefune, dua di antara para pengintai negeri Kanaan, merobek pakaian mereka karena sangat gusar terhadap umat itu.
NUM 14:7 Yosua dan Kaleb berkata, “Negeri yang kami selidiki itu sangat baik.
NUM 14:8 Kalau TUHAN berkenan kepada kita, Dia pasti membawa kita masuk dan memberikan kepada kita negeri yang berlimpah dengan hasil alam itu.
NUM 14:9 Hanya janganlah memberontak kepada TUHAN. Jangan takut kepada penduduk negeri itu. Mereka akan kita lalap habis. Tidak ada yang melindungi mereka, sedangkan kita disertai TUHAN. Jangan takut kepada mereka.”
NUM 14:10 Mendengar itu, seluruh umat Israel mengancam untuk melempari Yosua dan Kaleb dengan batu. Tetapi tiba-tiba mereka semua melihat kemuliaan TUHAN muncul di kemah-Nya.
NUM 14:11 Kata TUHAN kepada Musa, “Sampai kapan bangsa ini terus menolak Aku? Sampai kapan mereka tidak mau percaya kepada-Ku walaupun sudah banyak tanda ajaib yang Aku lakukan di tengah-tengah mereka?
NUM 14:12 Aku akan mendatangkan wabah untuk membinasakan mereka. Lalu dari keturunanmu, Aku akan menjadikan bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada mereka.”
NUM 14:13 Jawab Musa, “Jangan, ya TUHAN. Kalau Engkau membinasakan mereka, orang Mesir akan mendengar beritanya, padahal mereka sudah menyaksikan bagaimana dengan kuasa-Mu yang besar Engkau membawa umat-Mu ini pergi dari tengah-tengah mereka.
NUM 14:14 Nanti orang Mesir akan menceritakannya kepada bangsa-bangsa penduduk negeri ini. Ya TUHAN, orang-orang di negeri ini sudah mendengar bahwa Engkau hadir di tengah-tengah Israel, dan bahwa Engkau menunjukkan diri secara langsung kepada kami. Mereka tahu bahwa awan-Mu menaungi kami, dan bahwa Engkau berjalan di depan kami dalam tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari.
NUM 14:15 Kalau sekarang Engkau membinasakan umat-Mu sekaligus, nanti bangsa-bangsa yang pernah mendengar tentang kemasyhuran-Mu itu akan berkata,
NUM 14:16 ‘Ternyata TUHAN tidak mampu membawa bangsa Israel ke negeri yang Dia janjikan bagi mereka. Karena itulah Dia membunuh mereka di padang belantara.’
NUM 14:17 “Jadi, ya Penguasaku, tunjukkanlah kuasa-Mu yang besar itu, sebagaimana Engkau sudah berkata,
NUM 14:18 ‘Akulah TUHAN. Aku panjang sabar, berlimpah kasih sayang, dan setia. Aku mengampuni orang yang berdosa dan yang melawan Aku, tetapi Aku tidak membiarkan dosa tanpa hukuman. Dosa orang tua akan Aku perhitungkan kepada anak cucu mereka, sampai generasi yang ketiga dan keempat.’
NUM 14:19 Kasih sayang-Mu begitu besar dan tidak berubah. Karena itu, tolong ampuni dosa umat-Mu ini, sebagaimana Engkau terus mengampuni mereka sejak dari Mesir sampai sekarang.”
NUM 14:20 Jawab TUHAN, “Aku sudah mengampuni mereka seperti permintaanmu.
NUM 14:21 Akan tetapi, demi diri-Ku yang hidup dan demi kemuliaan-Ku yang nyata di seluruh bumi ini, Aku bersumpah:
NUM 14:22 Semua orang yang meskipun sudah melihat kemuliaan-Ku dan perbuatan-perbuatan ajaib-Ku di Mesir dan di padang belantara, tetap tidak mau menaati-Ku dan terus mencobai Aku sampai sepuluh kali ini,
NUM 14:23 mereka tidak akan masuk ke negeri yang Aku janjikan kepada nenek moyang mereka. Semua orang yang menolak Aku tidak akan melihat negeri itu.
NUM 14:24 Tetapi hamba-Ku Kaleb berbeda dari mereka. Dia taat kepada-Ku sepenuhnya. Karena itu Aku akan membawa dia masuk ke negeri yang dijelajahinya itu, dan daerah itu akan menjadi warisan milik keturunannya
NUM 14:25 walaupun sekarang daerah lembah itu ditinggali oleh Amalek dan orang Kanaan. Besok kalian harus balik ke padang belantara melalui jalan menuju ke Laut Merah.”
NUM 14:26 TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
NUM 14:27 “Sampai kapan umat yang jahat ini terus bersungut-sungut kepada-Ku? Semua gerutu bangsa Israel terhadap-Ku sudah Aku dengar.
NUM 14:28 Sampaikanlah kepada mereka: Beginilah kata TUHAN, ‘Aku bersumpah, demi diri-Ku yang hidup, Aku akan membuat kalian mengalami apa yang Aku dengar kalian ucapkan.
NUM 14:29 Mayat-mayat kalian akan bergelimpangan di padang belantara ini! Semua yang namanya dicatat dalam pendataan umat Israel dari umur 20 tahun ke atas akan mati di sini karena kalian semua sudah bersungut-sungut terhadap Aku.
NUM 14:30 Tidak akan ada yang masuk ke negeri yang Aku janjikan untuk menjadi tempat tinggal kalian kecuali Kaleb anak Yefune dan Yosua anak Nun.
NUM 14:31 Tetapi anak-anak kalian, yang kalian katakan akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Aku bawa masuk. Dan mereka akan menikmati negeri yang kalian tolak itu.
NUM 14:32 Namun, generasi kalian akan mati di padang belantara ini.
NUM 14:33 Karena kalian tidak setia kepada-Ku, anak-anak kalian harus mengembara di padang belantara selama empat puluh tahun, sampai seluruh generasi kalian habis di padang belantara.
NUM 14:34 Karena kalian mengintai negeri itu selama empat puluh hari, kalian harus mengembara di padang belantara selama empat puluh tahun untuk menanggung akibat dosa-dosa kalian. Satu tahun untuk setiap hari. Dengan begitu, kalian akan tahu bagaimana rasanya bila Aku menentang kalian.’
NUM 14:35 Aku, TUHAN, sudah berjanji. Aku pasti akan melakukan itu kepada seluruh umat yang jahat ini, yang sudah bersekongkol melawan Aku. Di padang belantara ini, mereka semua akan habis binasa.”
NUM 14:36 Dari dua belas orang yang Musa utus untuk mengintai negeri itu, kesepuluh orang yang membawa berita buruk sehingga seluruh umat menggerutu terhadap TUHAN, dibinasakan oleh TUHAN dengan wabah penyakit. Hanya Yosua dan Kaleb yang tetap hidup.
NUM 14:39 Ketika Musa menyampaikan perkataan TUHAN kepada umat Israel, bangsa itu meratap dengan penuh duka.
NUM 14:40 Besoknya, pagi-pagi sekali mereka hendak naik ke daerah bukit. Kata mereka, “Memang kami sudah berdosa, tetapi sekarang kami siap maju. Kami mau pergi ke tempat yang TUHAN janjikan.”
NUM 14:41 Jawab Musa, “Kalian tidak akan berhasil. Buat apa kalian menentang perintah TUHAN lagi?
NUM 14:42 Jangan ke sana. Kalian pasti akan dikalahkan musuh karena TUHAN tidak bersama dengan kalian.
NUM 14:43 Kalian akan berhadapan dengan orang Amalek dan orang Kanaan, dan mereka akan membunuh kalian. TUHAN tidak menyertai kalian karena kalian sudah meninggalkan-Nya.”
NUM 14:44 Tetapi mereka bersikeras pergi ke perbukitan, walaupun Musa dan peti perjanjian TUHAN tetap di perkemahan.
NUM 14:45 Kemudian orang-orang Amalek dan Kanaan yang tinggal di perbukitan itu turun menyerang orang Israel dan mengalahkan mereka, bahkan mengejar mereka sampai ke Horma.
NUM 15:1 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 15:2 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Ketika kalian mendiami negeri yang Aku berikan itu,
NUM 15:3 kalian akan mempersembahkan berbagai macam kurban hewan di mezbah-Ku untuk membuat bau harum yang menyenangkan Aku, termasuk yang dibakar habis, dan kurban sembelihan yang lainnya. Ada juga kurban untuk memenuhi sumpah, kurban sukarela, dan kurban tertentu untuk setiap perayaan.
NUM 15:4 Setiap kurban harus disertai dengan persembahan gandum-ganduman berupa tiga liter tepung terbaik dicampur dengan satu liter minyak zaitun.
NUM 15:5 Dan setiap ekor anak domba jantan yang dipersembahkan, baik sebagai kurban yang dibakar habis maupun kurban sembelihan lainnya, harus disertai dengan persembahan curahan satu liter air anggur.
NUM 15:6 “Setiap ekor domba jantan yang dipersembahkan harus disertai dengan persembahan gandum-ganduman enam liter tepung terbaik dicampur dengan 1,3 liter minyak zaitun
NUM 15:7 dan persembahan curahan 1,3 liter anggur. Semua itu akan menjadi bau harum yang menyenangkan TUHAN.
NUM 15:8 “Setiap ekor sapi jantan yang dipersembahkan, baik sebagai kurban yang dibakar habis maupun kurban sembelihan lainnya, baik untuk memenuhi sumpah maupun sebagai kurban tanda damai bagi TUHAN,
NUM 15:9 akan disertai dengan persembahan gandum-ganduman sembilan liter tepung yang terbaik dicampur dengan dua liter minyak zaitun,
NUM 15:10 dan persembahan curahan berupa dua liter anggur. Ketika kurban sapi jantan dilengkapi dengan ketiga persembahan tersebut di mezbah-Ku asapnya akan berbau harum dan menyenangkan Aku.
NUM 15:11 “Demikianlah aturan persembahan untuk setiap sapi jantan, domba jantan, dan anak domba jantan atau anak kambing.
NUM 15:12 Berapa pun jumlah hewan yang kalian kurbankan, kalian harus menyertakan persembahan curahan dan gandum-ganduman sesuai aturan ini untuk setiap ekor kurban.
NUM 15:13 Setiap orang Israel yang mempersembahkan kurban di mezbah-Ku akan mengikuti aturan-aturan ini supaya bau harumnya menyenangkan Aku. Ketika seorang pendatang, baik yang tinggal sementara maupun yang menetap dengan kalian, hendak mempersembahkan kurban, dia akan mengikuti aturan yang sama.
NUM 15:15 Ketetapan ini berlaku turun-temurun untuk selamanya bagi seluruh umat, baik kalian maupun pendatang yang tinggal di antara kalian. Di hadapan TUHAN, pendatang sama saja dengan kalian.
NUM 15:16 Ketetapan dan hukum yang sama berlaku bagi kalian dan bagi pendatang yang tinggal di antara kalian.”
NUM 15:17 Lagi kata TUHAN kepada Musa,
NUM 15:18 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Sesudah Aku membawa kalian masuk ke negeri ini
NUM 15:19 dan kalian menikmati hasil panen pertama di sana, persembahkanlah sebagian kepada-Ku.
NUM 15:20 Pada setiap awal musim panen jelai, buatlah roti tebal dari hasil pengirikan pertama dan bawalah ke kemah-Ku. Imam yang bertugas akan mengangkatnya tinggi sebagai persembahan khusus bagi-Ku.
NUM 15:21 Demikianlah turun-temurun kalian harus mempersembahkan roti yang pertama sebagai persembahan khusus kepada TUHAN.”
NUM 15:22 “Mungkin seluruh umat Israel, baik kalian sekarang atau di masa yang akan datang, tanpa sengaja lalai melakukan salah satu dari perintah yang disampaikan oleh Musa.
NUM 15:24 Apabila kelalaian itu terjadi, maka seluruh umat Israel harus mempersembahkan seekor sapi jantan muda sebagai kurban yang dibakar habis beserta persembahan curahan dan gandum-gandumannya yang ditentukan. Asap dari kurban itu akan menghasilkan bau harum yang menyenangkan TUHAN. Persembahkanlah juga seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa.
NUM 15:25 Imam yang mempersembahkannya di mezbah akan memulihkan hubungan seluruh umat Israel dengan-Ku. Dengan demikian pelanggaran yang tidak sengaja itu akan Aku ampuni. Yang diampuni termasuk juga para pendatang yang tinggal di antara kalian.
NUM 15:27 “Siapa pun umat Israel yang berbuat dosa tanpa sengaja, harus mempersembahkan kambing betina berumur setahun sebagai kurban penghapus dosa.
NUM 15:28 Imam yang mempersembahkannya di mezbah akan memulihkan hubunganmu dengan Aku dan Aku akan mengampunimu.
NUM 15:29 Hukum tentang dosa yang tidak disengaja berlaku baik bagi orang Israel maupun pendatang.
NUM 15:30 “Akan tetapi, siapa pun yang berbuat dosa dengan sengaja berarti menghina Aku. Dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku, baik itu orang Israel maupun pendatang.
NUM 15:31 Dia harus benar-benar disingkirkan karena dia sudah meremehkan dan dengan sengaja melanggar perintah-Ku. Orang itu akan menanggung akibatnya sendiri.”
NUM 15:32 Suatu hari, ketika bangsa Israel berada di padang belantara, salah seorang di antara mereka tertangkap basah sedang mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat.
NUM 15:33 Orang-orang yang mendapati dia sedang melakukan itu membawanya ke hadapan Musa, Harun, dan seluruh umat Israel.
NUM 15:34 Dia ditahan untuk sementara karena mereka belum tahu apa yang harus dilakukan kepadanya.
NUM 15:35 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Orang itu harus dihukum mati. Seluruh umat harus melempari dia dengan batu di luar perkemahan.”
NUM 15:36 Maka seluruh umat itu membawanya ke luar perkemahan, dan orang itu dilempari batu sampai mati, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
NUM 15:37 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 15:38 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Buatlah rumbai-rumbai dan gantungkanlah pada keempat ujung bawah pakaian kalian. Setiap rumbai harus memiliki paling sedikit satu tali berwarna ungu. Hal ini harus kalian lakukan turun-temurun.
NUM 15:39 Setiap kali kamu melihat rumbai-rumbai itu, hendaklah kamu teringat tentang segala perintah TUHAN, supaya kamu melakukannya dan tidak mengkhianati Aku dengan menuruti kehendak dan keinginan hawa nafsumu sendiri.
NUM 15:40 Dengan demikian, kalian akan selalu ingat untuk melakukan seluruh perintah-Ku dan hidup suci bagi-Ku.
NUM 15:41 Akulah TUHAN Allah kalian, yang membawa kalian keluar dari Mesir supaya menjadi Allah kalian. Aku TUHAN, menegaskan hal ini.”
NUM 16:1 Suatu hari, Korah anak Izar, dari marga Kehat suku Lewi, bersekongkol dengan tiga orang dari suku Ruben, yaitu Datan dan Abiram, keduanya anak Eliab, serta On anak Pelet.
NUM 16:2 Mereka mengumpulkan sejumlah pendukung dari antara bangsa Israel termasuk 250 orang pemimpin, orang-orang terkemuka dari sukunya, untuk memberontak terhadap Musa.
NUM 16:3 Kemudian mereka beramai-ramai mendatangi Musa dan Harun dan berkata, “Kalian sudah keterlaluan! Seluruh umat Israel itu dikhususkan bagi TUHAN dan TUHAN ada di tengah-tengah kita! Kenapa kalian menganggap diri kalian lebih tinggi dari umat TUHAN lainnya?”
NUM 16:4 Mendengar perkataan itu, Musa bersujud dan berdoa kepada TUHAN.
NUM 16:5 Lalu Musa menjawab Korah dan gerombolannya itu, “Besok pagi TUHAN akan menunjukkan kepada kita siapa milik-Nya dan yang dikhususkan bagi-Nya. Hanya orang yang dipilih-Nya itu yang diizinkan TUHAN untuk mendekat ke hadapan-Nya.
NUM 16:6 Hai Korah dan semua pengikutmu, siapkanlah wadah pembakaran dupamu masing-masing.
NUM 16:7 Besok, taruhlah bara api dan dupa ke dalamnya, dan bawalah itu ke hadapan TUHAN. Nanti Dia akan menunjukkan siapa yang dipilih-Nya. Kalian orang Lewi, benar-benar keterlaluan!”
NUM 16:8 Lanjut Musa kepada Korah dan sekutunya, “Dengarkanlah, keturunan Lewi!
NUM 16:9 Allah Israel sudah mengkhususkan kalian dari antara umat Israel. Kalian diizinkan mendekat kepada-Nya, untuk melayani Dia di kemah-Nya dan menjadi perantara bagi umat-Nya. Apakah menurutmu itu hal sepele?
NUM 16:10 Korah, TUHAN sudah membawamu dan seluruh suku Lewi mendekat kepada-Nya. Apa sekarang kalian menuntut ingin menjadi imam juga?
NUM 16:11 Waktu kamu dan gerombolanmu bersungut-sungut terhadap Harun, sebenarnya kalian sedang memberontak terhadap TUHAN.”
NUM 16:12 Lalu Musa mengundang Datan dan Abiram, tetapi mereka menjawab, “Kami tidak mau datang!
NUM 16:13 Kamu membawa kami keluar dari negeri Mesir yang berlimpah dengan hasil alam untuk membunuh kami di padang belantara. Apakah menurutmu itu hal sepele? Dan sekarang kamu mau menjadi penguasa atas kami.
NUM 16:14 Bahkan, kamu tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah dengan hasil alam, di mana ladang dan kebun anggur akan menjadi warisan kami. Kamu sudah menganggap kami seperti kerbau yang dicocok hidungnya! Kami tidak mau datang!”
NUM 16:15 Maka Musa menjadi sangat marah, lalu berkata kepada TUHAN, “Janganlah terima persembahan mereka. Aku tidak pernah menyakiti seorangpun dari mereka. Bahkan seekor keledai pun tidak pernah aku ambil dari mereka.”
NUM 16:16 Berkatalah Musa kepada Korah, “Besok pagi kamu dan semua pengikutmu harus datang menghadap TUHAN di kemah-Nya. Harun juga akan datang.
NUM 16:17 Kamu dan 250 pengikutmu harus datang semua dengan membawa wadah pembakaran dupa dan menaruh dupa di dalamnya sebagai persembahan kepada TUHAN. Harun juga akan membawa wadah pembakaran dupanya.”
NUM 16:18 Maka keesokan harinya, Korah dan para pengikutnya mengambil wadah pembakaran dupa mereka masing-masing dan menaruh bara api serta dupa ke dalamnya. Lalu mereka berdiri di depan kemah TUHAN bersama dengan Musa dan Harun.
NUM 16:19 Korah juga menghasut seluruh umat Israel untuk berkumpul di depan kemah TUHAN. Tetapi saat itu juga tampaklah kemuliaan TUHAN.
NUM 16:20 Lalu TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
NUM 16:21 “Menjauhlah dari orang-orang ini, karena Aku mau menghabisi mereka semua sekaligus!”
NUM 16:22 Tetapi Musa dan Harun bersujud serta berkata, “Ya Allah, Engkau Allah atas segala makhluk hidup. Apakah Engkau murka kepada seluruh umat hanya karena satu orang berbuat dosa?”
NUM 16:23 Maka jawab TUHAN kepada Musa,
NUM 16:24 “Suruhlah seluruh umat untuk menjauh dari kemah-kemah Korah, Datan, dan Abiram.”
NUM 16:25 Maka Musa berdiri lalu pergi ke kemah-kemah Datan dan Abiram, diikuti oleh para pemimpin Israel.
NUM 16:26 Kata Musa kepada umat Israel, “Menjauhlah dari kemah-kemah orang-orang jahat ini dan jangan sentuh apa pun milik mereka, supaya kalian tidak ikut binasa karena dosa mereka!”
NUM 16:27 Maka umat Israel menjauh dari kemah-kemah Korah, Datan dan Abiram. Datan dan Abiram keluar dari kemah-kemah mereka dan berdiri di depan kemah mereka bersama dengan istri dan anak-anak mereka.
NUM 16:28 Musa berkata kepada mereka, “Dengan cara ini kalian akan tahu bahwa saya mengerjakan hal-hal ini karena TUHANlah yang mengutus saya, bukan atas kemauan saya sendiri.
NUM 16:29 Jika orang-orang ini meninggal dengan cara yang wajar, maka jelaslah bahwa TUHAN tidak memilih saya.
NUM 16:30 Tetapi jika TUHAN melakukan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, jika tanah seolah-olah membuka mulutnya dan menelan mereka beserta segala milik mereka, dan mereka hidup-hidup turun ke Syeol, maka kalian akan tahu bahwa mereka sudah melawan TUHAN.”
NUM 16:31 Begitu Musa selesai mengatakan itu, terbelahlah tanah di tempat Datan dan Abiram berdiri.
NUM 16:32 Bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dan keluarga mereka, serta semua pengikut Korah dan segala milik mereka.
NUM 16:33 Mereka pun terperosok ke Syeol dalam keadaan hidup, lalu tanah itu kembali merapat. Demikianlah mereka lenyap dari antara umat Israel.
NUM 16:34 Mendengar jeritan mereka, semua orang Israel di sana lari ketakutan. “Jangan sampai kita juga ditelan bumi!” seru mereka.
NUM 16:35 Sementara itu, api datang dari TUHAN dan membakar habis 250 orang yang mempersembahkan dupa itu.
NUM 16:36 Berkatalah TUHAN kepada Musa,
NUM 16:37 “Orang-orang itu sudah mati terbakar habis karena dosa mereka. Tetapi wadah pembakaran dupa mereka menjadi kudus sesudah digunakan untuk mempersembahkan dupa kepada-Ku. Karena itu, suruhlah Eleazar anak Harun untuk mengambil wadah itu dari tempat kebakaran dan menebarkan bara apinya jauh-jauh. Semua wadah itu harus ditempa menjadi lempengan tipis untuk lapisan luar mezbah kurban, sebagai peringatan bagi orang Israel.”
NUM 16:39 Maka imam Eleazar mengambil wadah yang digunakan oleh mereka yang mati terbakar itu, dan semuanya ditempa menjadi lempengan tipis untuk lapisan luar mezbah,
NUM 16:40 sesuai dengan perintah TUHAN kepadanya melalui Musa. Lempengan itu menjadi peringatan kepada orang Israel bahwa hanya keturunan Harun yang boleh mempersembahkan dupa kepada TUHAN. Jika orang lain berbuat demikian, nasibnya akan sama dengan Korah dan para pengikutnya.
NUM 16:41 Tetapi besoknya, seluruh umat Israel bersungut-sungut kepada Harun dan Musa. Kata mereka, “Kalian sudah membunuh umat TUHAN!”
NUM 16:42 Sesudah umat berkumpul untuk melawan Musa dan Harun, mereka menengok ke kemah TUHAN dan melihat kemah itu tertutup awan dan cahaya kehadiran TUHAN terlihat di sana.
NUM 16:43 Lalu Musa dan Harun datang ke depan kemah TUHAN.
NUM 16:44 Di sana TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 16:45 “Menjauhlah dari orang-orang ini, karena Aku mau menghabisi mereka semua sekaligus.” Maka bersujudlah Musa dan Harun untuk berdoa.
NUM 16:46 Kata Musa kepada Harun, “Cepat, ambil wadah pembakaran dupa, masukkan bara api dari mezbah ke dalamnya dan taruh dupa di atasnya. Bawa wadah pembakaran dupa itu ke tengah-tengah umat Israel untuk mendamaikan mereka dengan TUHAN. TUHAN sangat murka dan wabah sudah mulai.”
NUM 16:47 Maka Harun membawa wadah pembakaran dupa seperti yang diperintahkan Musa dan lari ke tengah-tengah umat yang sudah mulai terserang wabah itu. Di sana Harun membakar dupa supaya mereka didamaikan dengan TUHAN.
NUM 16:48 Harun berdiri di antara orang-orang yang sudah meninggal dan orang-orang yang masih hidup, dan wabah itu pun berhenti.
NUM 16:49 Sebanyak 14.700 orang meninggal karena wabah itu, tidak termasuk mereka yang mati karena perkara Korah.
NUM 16:50 Sesudah wabah itu berhenti, Harun kembali kepada Musa di depan Kemah TUHAN.
NUM 17:1 Lalu TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 17:2 “Suruhlah umat Israel membawa dua belas tongkat— satu tongkat dari setiap kepala suku. Tuliskanlah nama setiap kepala suku itu pada tongkatnya masing-masing.
NUM 17:3 Juga tuliskanlah nama Harun pada tongkat suku Lewi, karena setiap kepala suku harus diwakili oleh satu tongkat.
NUM 17:4 Letakkan ketiga belas tongkat itu di dalam kemah-Ku, di depan peti perjanjian di tempat dimana Aku bertemu dengan kalian.
NUM 17:5 Aku akan membuat tongkat orang yang Aku pilih menjadi berbunga. Dengan demikian umat Israel akan berhenti bersungut-sungut terhadap kalian.”
NUM 17:6 Lalu Musa menyampaikan hal ini kepada seluruh bangsa Israel. Maka keduabelas kepala suku Israel dan Harun sendiri menyerahkan tongkat mereka masing-masing kepada Musa.
NUM 17:7 Musa meletakkan semua tongkat itu di depan peti perjanjian di dalam kemah TUHAN.
NUM 17:8 Besoknya, Musa masuk ke dalam kemah, dan dilihatnya tongkat Harun sudah bertunas dan mengeluarkan kuncup-kuncup serta bunga-bunga. Bahkan sudah ada buah-buah badam yang matang!
NUM 17:9 Musa membawa keluar semua tongkat itu dari kemah TUHAN dan menunjukkannya kepada semua orang Israel. Lalu setiap kepala suku mengambil kembali tongkatnya masing-masing.
NUM 17:10 Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Letakkan kembali tongkat Harun di depan peti perjanjian sebagai peringatan bagi para pemberontak supaya mereka berhenti bersungut-sungut. Dengan demikian, mereka tidak akan mati.”
NUM 17:11 Maka Musa berbuat sesuai apa yang diperintahkan itu.
NUM 17:12 Lalu berkatalah orang Israel kepada Musa, “Celaka! Pasti kami mati! Pasti kami semua akan binasa!
NUM 17:13 Semua orang yang mendekat ke kemah TUHAN pasti akan mati. Celakalah kami semua!”
NUM 18:1 TUHAN berkata kepada Harun, “Kamu, anak-anakmu, dan seluruh suku Lewi akan menanggung pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan semua tugas mereka di kemah-Ku, sedangkan hanya kamu dan anak-anakmu yang akan menanggung pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan semua tugas sebagai imam.
NUM 18:2 “Suruhlah saudara-saudaramu suku Lewi untuk membantu di halaman kemah-Ku dalam tugas-tugas yang diberikan kepadamu dan anak-anakmu.
NUM 18:3 Namun ketika melakukan tugas mereka, mereka tidak boleh mendekati mezbah maupun barang-barang kudus di kemah-Ku. Jika mereka mendekatinya, mereka dan kalian juga akan mati.
NUM 18:4 Mereka harus bekerja bersama dengan kalian dan bertugas mengurus segala kebutuhan kemah-Ku. Selain mereka, tidak ada yang boleh membantu kalian.
NUM 18:5 “Kalianlah yang harus mengurus segala hal yang berhubungan dengan kemah-Ku dan mezbah kurban, supaya Aku tidak akan murka kepada umat Israel lagi.
NUM 18:6 Aku sendiri yang sudah memilih suku Lewi dari antara bangsa Israel sebagai hadiah bagi kalian. Mereka dikhususkan bagi-Ku untuk melayani di halaman kemah-Ku.
NUM 18:7 Sedangkan kamu dan anak-anakmu harus bertugas sebagai imam atas segala yang terkait dengan mezbah kurban dan semua yang ada di dalam ruang mahakudus. Aku sudah menghadiahkan jabatan imam kepada kalian. Selain kalian, siapa pun yang mendekati barang-barang kudus itu harus dihukum mati.”
NUM 18:8 TUHAN berbicara lagi kepada Harun, “Aku sudah memberi kepadamu dan keturunanmu semua persembahan dari umat Israel untuk-Ku yang tidak dibakar habis. Itu adalah jatah kalian sampai selamanya. Bagianmu termasuk setiap persembahan gandum-ganduman, kurban penghapus dosa, dan kurban penebus kesalahan. Bagian yang kalian terima itu sangatlah kudus
NUM 18:10 dan harus diperlakukan sebagai sesuatu yang sangat kudus. Kalian akan memakannya di tempat yang kudus, dan hanya laki-laki yang boleh memakannya.
NUM 18:11 “Aku juga memberikan kepada kalian semua persembahan khusus dari orang Israel yang diangkat tinggi di hadapan-Ku tetapi tidak diletakkan di atas mezbah. Ini adalah jatahmu dan keturunanmu, baik laki-laki maupun perempuan, sampai selamanya. Setiap anggota keluargamu yang tidak najis boleh memakannya.
NUM 18:12 “Hasil panen pertama yang dipersembahkan umat Israel kepada-Ku juga Aku berikan kepada kalian, baik itu minyak zaitun terbaik, air anggur yang baru, maupun gandum-ganduman.
NUM 18:13 Segala hasil panen pertama yang mereka persembahkan kepada-Ku adalah milik kalian. Setiap anggota keluargamu yang tidak najis boleh memakannya.
NUM 18:14 “Segala sesuatu di Israel yang dikhususkan bagi-Ku sebagai persembahan kudus menjadi bagian kalian.
NUM 18:15 “Semua anak laki-laki sulung dan hewan jantan yang lahir pertama yang dipersembahkan kepada-Ku menjadi milik kalian. Tetapi setiap anak laki-laki sulung dan anak keledai jantan pertama harus ditebus kembali
NUM 18:16 waktu berumur satu bulan dengan uang tebusan sebesar 55 gram perak, ditimbang sesuai pengukur berat yang sah.
NUM 18:17 “Anak jantan pertama dari sapi, domba, dan kambing tidak boleh ditebus karena hewan itu sudah dikhususkan bagi-Ku. Siramkanlah darahnya pada mezbah kurban dan bakarlah lemaknya sebagai persembahan yang bau harumnya menyenangkan-Ku.
NUM 18:18 Semua daging dari persembahan anak jantan hewan adalah milik kalian, sebagaimana kalian juga selalu mendapat bagian rusuk dan paha kanan yang diangkat tinggi dari kurban tanda damai.
NUM 18:19 Aku memberikan kepada kalian semua persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada-Ku. Bagian ini selalu untukmu dan anak-anakmu, laki-laki maupun perempuan. Perjanjian yang Aku buat denganmu dan keturunanmu ini berlaku untuk selama-lamanya.”
NUM 18:20 “Kamu dan keturunanmu tidak akan mendapat tanah warisan seperti suku-suku Israel lainnya. Akulah yang menjadi warisan kalian dan yang akan memenuhi kebutuhan kalian.”
NUM 18:21 “Untuk para pelayan suku Lewi, Aku memberikan setiap persembahan perpuluhan dari hasil panen bangsa Israel sebagai warisan mereka. Itulah upah untuk pelayanan mereka di halaman kemah-Ku.
NUM 18:22 “Suku Israel lainnya tidak boleh mendekat ke kemah-Ku. Kalau mereka mendekat, pelanggaran itu akan mengakibatkan kematian mereka.
NUM 18:23 Hanya orang Lewi yang akan bekerja di halaman kemah-Ku, dan mereka akan menanggung hukuman atas pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan tugas mereka. Peraturan ini berlaku turun temurun sampai selamanya. Suku Lewi tidak akan mendapat tanah warisan seperti suku-suku Israel lainnya,
NUM 18:24 karena Aku memberikan persembahan perpuluhan yang dibawa oleh bangsa Israel kepada-Ku sebagai warisan bagi mereka. Itulah sebabnya Aku berkata bahwa mereka tidak akan menerima warisan seperti suku-suku Israel lainnya.”
NUM 18:25 TUHAN berbicara kepada Musa,
NUM 18:26 “Katakanlah ini kepada para pelayan suku Lewi: Ketika kalian menerima persembahan perpuluhan itu, kalian harus mempersembahkan sepersepuluhnya kepada-Ku. Perpuluhan kalian ini memang berasal dari perpuluhan umat Israel tetapi dianggap sama dengan apa yang mereka berikan dari panen gandum dan perasan air anggur mereka.
NUM 18:28 Jadi, kalian harus mempersembahkan kepada-Ku sebagian dari semua persembahan perpuluhan yang kalian terima dari umat Israel. Persembahan itu harus kalian berikan kepada para imam.
NUM 18:29 Persembahkanlah kepada-Ku bagian terbaik dari semua yang kalian terima. Itu juga akan dianggap bagian yang paling kudus.
NUM 18:30 “Sesudah kalian mempersembahkan bagian yang terbaik, sisanya akan dianggap sebagai milik kalian, sama seperti panenan gandum dan perasan air anggur umat Israel adalah milik mereka sesudah perpuluhan dipersembahkan.
NUM 18:31 Kalian dan keluarga kalian boleh memakannya dimana saja, karena itu adalah upah kalian untuk pekerjaan yang kalian lakukan di halaman kemah-Ku.
NUM 18:32 Kalian tidak bersalah apabila kalian memakannya, asalkan kalian sudah mempersembahkan bagian terbaik kepada-Ku. Tetapi kalau kalian mencemari persembahan kudus bangsa Israel dengan memakannya sebelum bagian yang terbaik dipersembahkan, kalian akan mati.”
NUM 19:1 TUHAN berbicara kepada Musa dan Harun,
NUM 19:2 “Aku juga memberikan peraturan-peraturan ini kepada kalian. Suruhlah orang Israel untuk membawa sapi betina berwarna merah yang sama sekali tidak bercacat dan belum pernah dipakai untuk membawa beban.
NUM 19:3 Serahkanlah sapi itu kepada Imam Eleazar. Sapi itu akan dibawa keluar perkemahan Israel ke arah timur dan disembelih di hadapannya. Di tempat itu dia akan mengambil sedikit darah dengan jarinya dan memercikkannya sebanyak tujuh kali ke arah pintu masuk kemah-Ku.
NUM 19:5 Lalu seluruh bagian sapi itu akan dibakar dalam pengawasan Eleazar sampai habis semuanya. Jangan ada yang tertinggal, baik kulit, daging, darah, bahkan kotorannya.
NUM 19:6 Kemudian Eleazar akan mengambil sebatang kayu aras, ranting hisop, dan tali merah, dan melemparkan semua itu ke dalam api yang membakar sapi itu.
NUM 19:7 “Lalu Eleazar harus mandi dan mencuci pakaiannya. Sesudah itu, dia baru boleh masuk kembali ke perkemahan. Tetapi dia tetap najis sampai matahari terbenam.
NUM 19:8 Orang yang membakar sapi itu juga harus mandi dan mencuci pakaiannya, dan dia juga najis sampai matahari terbenam.
NUM 19:9 Kemudian seseorang yang tidak najis harus mengumpulkan abu sapi itu dan menyimpannya di tempat yang kudus di luar perkemahan. Abu itu akan dicampurkan dengan air untuk menjadi air penyucian, yang akan dipercikkan pada orang Israel dalam upacara penyucian diri dari dosa.
NUM 19:10 Dan orang yang mengumpulkan abu itu juga harus mencuci pakaiannya, dan tetap najis sampai matahari terbenam. Peraturan tentang pengolahan air penyucian ini harus ditaati sampai selama-lamanya, baik untuk kepentingan orang Israel maupun orang asing yang tinggal bersama dengan kalian.”
NUM 19:11 “Siapa pun yang menyentuh mayat menjadi najis selama tujuh hari.
NUM 19:12 Dia harus dipercikkan dengan air penyucian itu pada hari yang ketiga dan hari yang ketujuh. Sesudah percikan kedua, dia tidak lagi najis. Tetapi kalau dia tidak dipercikkan dengan air penyucian itu pada hari yang ketiga dan hari yang ketujuh, dia tetap najis.
NUM 19:13 Jadi, siapa pun yang menyentuh mayat dan tidak menyucikan dirinya dengan dipercikkan dengan air penyucian, dia tetap najis. Kenajisannya mencemari kemah-Ku dan dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.
NUM 19:14 “Inilah peraturan yang akan dilakukan jika seseorang meninggal di dalam sebuah kemah. Semua orang yang berada di kemah itu ketika dia meninggal atau siapa pun yang masuk ke dalam kemah itu menjadi najis selama tujuh hari.
NUM 19:15 Semua wadah yang terbuka dan tidak tertutup rapat di dalam kemah itu menjadi najis.
NUM 19:16 Jika seseorang di padang menyentuh mayat, baik yang mati dibunuh maupun yang mati secara wajar, ataupun menyentuh tulang manusia atau kuburan, orang itu menjadi najis selama tujuh hari.
NUM 19:17 “Untuk upacara penyucian, masukkanlah sedikit abu penyucian ke dalam kendi dan tuangkanlah air yang diambil dari mata air ke dalamnya.
NUM 19:18 Lalu seseorang yang tidak najis harus mengambil ranting hisop, mencelupkannya ke air itu, lalu mengibaskan ranting itu untuk memercikkan air itu pada orang-orang yang hadir di kemah saat kematian, semua barang-barang di dalam kemah itu, dan kemah itu. Air itu juga harus dipercikkan kepada siapa pun yang menyentuh tulang manusia, mayat, ataupun kuburan.
NUM 19:19 Orang yang tidak najis harus memercikkan air itu pada yang najis pada hari ketiga dan hari ketujuh. Pada hari yang ketujuh, orang yang sedang disucikan harus mandi dan mencuci pakaiannya. Dan sesudah matahari terbenam, dia tidak lagi najis.
NUM 19:20 “Jika orang yang menjadi najis tidak disucikan, dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku, karena kenajisannya mencemari kemah-Ku. Orang itu tetap najis karena dia tidak dipercikkan dengan air penyucian.
NUM 19:21 Peraturan ini berlaku bagi kalian untuk selama-lamanya. “Orang yang memercikkan air penyucian itu harus mencuci pakaiannya. Siapa pun yang menyentuh wadah yang digunakan untuk air penyucian menjadi najis sampai matahari terbenam.
NUM 19:22 Apa pun dan siapa pun yang disentuh oleh orang yang najis akan menjadi najis sampai matahari terbenam.”
NUM 20:1 Pada bulan pertama di tahun keempat puluh sejak bangsa Israel berangkat dari Mesir, bangsa Israel sampai di padang gurun Zin dan berkemah di dekat Kades. Di tempat ini Miryam meninggal dan dikuburkan.
NUM 20:2 Di tempat itu tidak ada air. Maka bangsa Israel datang mengerumuni Musa dan Harun
NUM 20:3 dan menggerutu, “Lebih baik kami mati bersama saudara-saudara kami waktu mereka mati di hadapan TUHAN!
NUM 20:4 Buat apa kamu membawa kami keluar dari Mesir untuk hidup di padang belantara ini?! Tampaknya kamu sengaja mau membuat kami dan ternak kami mati!
NUM 20:5 Lebih baik kami tidak mendengarkan kamu waktu mengajak kami tinggalkan Mesir! Di tempat yang mengerikan ini tidak ada gandum, buah ara, anggur ataupun delima, bahkan tidak ada air untuk kami minum!”
NUM 20:6 Maka Harun dan Musa meninggalkan kerumunan itu dan pergi ke depan kemah TUHAN dan bersujud. Lalu tampaklah kemuliaan-Nya
NUM 20:7 dan berkatalah TUHAN kepada Musa,
NUM 20:8 “Ambillah tongkat Harun, lalu kumpulkanlah umat-Ku. Di depan mata mereka, perintahkanlah batu besar itu untuk mengeluarkan air. Dengan demikian, kalian akan membuat air keluar dari bukit batu itu dan seluruh umat dan ternak mereka bisa minum.”
NUM 20:9 Maka Musa mengambil tongkat Harun dari depan peti perjanjian, sesuai perintah TUHAN kepadanya.
NUM 20:10 Lalu Harun dan Musa mengumpulkan seluruh umat di depan bukit batu itu. Kemudian berserulah Musa kepada mereka, “Dasar para pemberontak! Sepertinya kalian pikir kami mampu mengeluarkan air dari batu besar ini!”
NUM 20:11 Lalu Musa mengangkat tangannya dan memukul bukit batu itu dua kali dengan tongkat Harun. Maka keluarlah air dari batu itu dengan deras, lalu orang Israel dan ternak mereka minum.
NUM 20:12 Tetapi TUHAN berkata kepada Musa dan Harun, “Karena kalian berdua tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati Aku sebagai Allah yang kudus di depan mata orang Israel, kalian tidak akan membawa umat ini masuk ke negeri yang Aku berikan kepada mereka.”
NUM 20:13 Kemudian tempat itu diberi nama mata air Meriba, yang berarti ‘pertentangan’, karena di sana orang Israel menentang TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kekudusan-Nya kepada mereka.
NUM 20:14 Ketika bangsa Israel berada di dekat kota Kades, Musa mengirim pesan kepada raja Edom, “Kami orang Israel, sanak saudaramu, mengirim pesan kepadamu. Engkau tahu segala kesulitan yang sudah kami alami,
NUM 20:15 dan khususnya bagaimana nenek moyang kami pergi ke Mesir dan tinggal di sana untuk waktu yang lama. Di sana orang Mesir memperlakukan nenek moyang kami dengan kejam, sampai dengan generasi kami.
NUM 20:16 Tetapi ketika kami berseru kepada TUHAN, Dia mendengarkan seruan kami dan mengutus malaikat untuk membawa kami keluar dari Mesir. Saat ini kami berkemah di Kades, kota yang ada di perbatasan wilayah kalian.
NUM 20:17 Izinkanlah kami melewati negerimu. Kami tidak akan berjalan melewati ladang ataupun kebun anggur kalian. Kami juga tidak akan minum air dari sumur kalian. Kami hanya akan lewat jalan utama dan kami tidak akan menyimpang dari jalan itu sampai kami keluar dari wilayahmu.”
NUM 20:18 Tetapi raja Edom menjawab, “Tidak bisa! Kalau kalian lewat wilayah kami, kami akan menyerang kalian!”
NUM 20:19 Orang Israel berkata, “Kami hanya akan lewat jalan utama. Kalau kami atau ternak kami minum air kalian, kami akan membayarnya. Kami hanya minta izin berjalan lewat negeri ini. Kami tidak punya maksud apa-apa lagi.”
NUM 20:20 Tetapi raja Edom bersikeras, “Kalian tidak boleh lewat!” Lalu raja Edom mengirim para tentaranya yang banyak dan kuat untuk menghadang mereka.
NUM 20:21 Karena Edom melarang bangsa Israel untuk lewat, bangsa Israel terpaksa berbalik dan pergi melewati jalan lain.
NUM 20:22 Lalu seluruh umat Israel pergi dari Kades dan tiba di gunung Hor,
NUM 20:23 di perbatasan negeri Edom. Di sana TUHAN berkata kepada Musa dan Harun,
NUM 20:24 “Sudah waktunya Harun mendapat tempat bersama dengan nenek moyangnya yang sudah meninggal. Dia tidak akan masuk ke negeri yang Aku janjikan kepada orang Israel karena kalian berdua melawan perintah-Ku di mata air Meriba.
NUM 20:25 Musa, bawalah Harun dan Eleazar, anaknya, naik ke gunung Hor.
NUM 20:26 Di sana, lepaskanlah pakaian imam yang dipakai Harun dan kenakanlah pakaian itu kepada Eleazar. Harun akan mati di sana dan mendapat tempat bersama dengan nenek moyangnya yang sudah meninggal.”
NUM 20:27 Maka Musa melakukan sesuai perintah TUHAN. Mereka bertiga naik ke puncak gunung Hor sementara seluruh umat Israel memperhatikan.
NUM 20:28 Lalu Musa melepaskan pakaian Imam Harun dan mengenakannya pada Eleazar. Harun meninggal di puncak gunung Hor, lalu Musa dan Eleazar turun kembali.
NUM 20:29 Ketika umat Israel tahu bahwa Harun sudah meninggal, mereka meratap untuk Harun selama tiga puluh hari.
NUM 21:1 Di bagian selatan negeri Kanaan, terdapat kota Arad milik orang Kanaan. Ketika raja Arad mendengar bahwa orang Israel datang melewati jalan desa Atarim, dia menyergap mereka dan menangkap beberapa orang sebagai tawanan.
NUM 21:2 Maka orang Israel bersumpah kepada TUHAN, “Apabila Engkau membuat kami menang atas bangsa itu maka kami akan memusnahkan mereka seluruhnya dan kami akan membumihanguskan kota mereka sebagai akibat kutukan-Mu.”
NUM 21:3 TUHAN mendengar permintaan orang Israel dan membuat mereka menang atas bangsa Kanaan. Kemudian mereka memusnahkan banyak orang dari daerah itu dan menghancurkan kota-kota mereka untuk menjadi bukti kuasa kutukan TUHAN. Itulah sebabnya tempat itu dinamakan Horma, yang berarti kehancuran.
NUM 21:4 Kemudian orang Israel berangkat dari gunung Hor dan pergi melalui jalan yang menuju ke Laut Merah supaya tidak memasuki daerah bangsa Edom. Tetapi di tengah perjalanan, mereka menjadi tidak sabar
NUM 21:5 dan mulai bersungut-sungut terhadap Musa— yang berarti terhadap Allah juga— dengan berkata, “Buat apa kamu membawa kami keluar dari Mesir untuk hidup di padang belantara ini?! Tampaknya kamu sengaja mau membunuh kami! Di sini tidak ada roti ataupun air minum. Yang ada hanya manna, dan kami sudah muak makan roti murahan ini!”
NUM 21:6 Maka TUHAN mengirim ular-ular berbisa ke tengah-tengah orang Israel. Ular-ular itu menggigit mereka, sehingga banyak yang mati.
NUM 21:7 Kemudian mereka datang kepada Musa dan berkata, “Kami sudah berdosa karena kami bersungut-sungut terhadap TUHAN dan terhadapmu. Berdoalah kepada TUHAN supaya Dia menyingkirkan ular-ular ini.” Maka Musa mendoakan mereka.
NUM 21:8 Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, “Buatlah tiruan ular dari perunggu dan taruhlah di atas tiang. Setiap orang yang digigit ular akan sembuh jika dia memandang benda itu.”
NUM 21:9 Lalu Musa membuat tiruan ular dari perunggu dan menaruhnya di atas tiang. Setiap orang yang digigit ular menjadi sembuh kalau dia memandang tiruan ular dari perunggu itu.
NUM 21:10 Sesudah itu, orang Israel meneruskan perjalanan dan berkemah di Obot.
NUM 21:11 Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan dan berkemah di reruntuhan Abarim, di padang belantara di sebelah timur daerah Moab.
NUM 21:12 Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan dan berkemah di lembah Zered.
NUM 21:13 Dari sana, mereka terus pergi dan menyeberangi sungai Arnon, dan berkemah di padang belantara di wilayah orang Amori. Sungai Arnon adalah perbatasan antara wilayah orang Moab dan wilayah orang Amori.
NUM 21:14 Tempat-tempat ini juga disebut dalam Kitab Pertempuran TUHAN. Di kitab itu tertulis, “… Waheb di daerah Sufa, jurang-jurang di sekitar anak sungai Arnon,
NUM 21:15 dan lereng-lereng lembah yang terbentang sampai ke kota Ar dan menuju perbatasan daerah Moab.”
NUM 21:16 Dari sana, mereka pergi ke sebuah tempat yang disebut Sumur. Di sinilah TUHAN pernah berkata kepada Musa, “Kumpulkanlah bangsa Israel. Aku akan memberi air kepada mereka.”
NUM 21:17 Pada waktu itu, orang Israel menyanyikan lagu ini: “Hai Sumur, meluaplah! Mari kita nyanyikan lagu mengenai sumur ini,
NUM 21:18 yang digali para pemuka dan pemimpin Israel dengan tongkat-tongkat kepemimpinan mereka.” Dari sana mereka melanjutkan perjalanan ke Matana,
NUM 21:19 lalu ke Nahaliel, dan kemudian ke Bamot.
NUM 21:20 Sesudah itu mereka pergi ke lembah di daerah Moab di bawah puncak gunung Pisga yang menghadap padang belantara.
NUM 21:21 Lalu orang Israel mengirim utusan kepada Sihon, raja orang Amori, untuk menyampaikan pesan ini,
NUM 21:22 “Izinkanlah kami melewati negerimu. Kami tidak akan berjalan lewat ladang ataupun kebun anggur kalian. Kami juga tidak akan minum air dari sumur kalian. Kami hanya akan lewat jalan utama sampai kami keluar dari wilayahmu.”
NUM 21:23 Tetapi Sihon tidak mengizinkan orang Israel melewati negerinya, dia malah mengumpulkan seluruh pasukannya untuk menyerang di padang belantara, di mana mereka menyerang bangsa Israel di desa Yahas.
NUM 21:24 Tetapi orang Israel membantai mereka dan menduduki negeri itu, mulai dari sungai Arnon di selatan sampai ke sungai Yabok di utara. Di timur, Israel hanya menguasai sampai perbatasan wilayah orang Amon, karena pertahanan mereka sangat kuat.
NUM 21:25 Dengan demikian orang Israel merebut semua kota orang Amori, termasuk Hesbon dan kota-kota kecil lainnya, lalu mereka menetap di sana.
NUM 21:26 Hesbon adalah ibukota Sihon. Dulu, Sihon berperang melawan raja orang Moab yang sebelumnya berkuasa di sana dan merebut seluruh wilayahnya sampai ke sungai Arnon.
NUM 21:27 Itulah sebabnya para penyair menceritakan kisah kemenangan Raja Sihon, “Datanglah ke Hesbon, biarlah kota ini dibangun kembali. Mulai sekarang, biarlah kota kedudukan Raja Sihon ini berjaya.
NUM 21:28 Dahulu, pasukan Sihon maju dari Hesbon seperti nyala api. Mereka keluar dari kota Raja Sihon bagaikan kobaran api yang membakar habis kota Ar di Moab dan melahap penduduk bukit-bukit di sepanjang sungai Arnon.
NUM 21:29 Celakalah kalian, orang Moab! Binasalah kalian, para pemuja Kamos! Dewa kalian sudah membiarkan anak-anak laki-laki kalian menjadi pengungsi dan anak-anak perempuan kalian menjadi tawanan Sihon, raja orang Amori.
NUM 21:30 Tetapi sekarang, pasukan Sihon sudah membinasakan bangsa Moab dari Hesbon ke Dibon, dan sampai Nofah dekat Medeba.”
NUM 21:31 Orang Israel pun menetap di daerah orang Amori.
NUM 21:32 Kemudian Musa menyuruh beberapa orang mengintai kota Yazer untuk mencari jalan menyerang kota itu. Lalu orang Israel merebut kota itu serta kota-kota kecil di sekitarnya, dan mengusir orang-orang Amori yang ada di sana.
NUM 21:33 Kemudian orang Israel berbelok dan naik ke arah daerah Basan. Di sana pasukan Og, raja orang Basan, menyerang mereka di kota Edrei.
NUM 21:34 Tetapi TUHAN berkata kepada Musa, “Jangan takut kepadanya! Sebab Aku sudah putuskan untuk membuat kamu menang atas dia. Rakyatnya dan seluruh daerahnya pun akan jatuh ke tanganmu. Kalian akan memperlakukan dia sama seperti kalian memperlakukan raja Sihon.”
NUM 21:35 Maka pasukan Israel mengalahkan dan membunuh Raja Og, anak-anaknya, dan seluruh rakyatnya. Tidak ada seorang pun yang selamat. Kemudian bangsa Israel menduduki negeri itu juga.
NUM 22:1 Bangsa Israel berangkat lagi dan berkemah di dataran Moab, di sebelah timur sungai Yordan, berseberangan dengan kota Yeriko.
NUM 22:2 Pada waktu itu, Moab dikuasai oleh Balak anak Zipor. Ketika Raja Balak mendengar bagaimana orang Israel sudah memperlakukan orang Amori dan bahwa jumlah orang Israel sangat banyak, dia dan seluruh Moab menjadi gentar dan takut terhadap orang Israel. Lalu Balak berkata kepada para pemimpin daerah Midian, “Gerombolan itu akan melahap habis semua yang ada di sekitar kita seperti sapi melahap hijau-hijauan di padang.” Maka Balak
NUM 22:5 mengirim utusan kepada Bileam anak Beor. Bileam adalah seorang peramal yang tinggal di kota Petor, dekat sungai Efrat, di daerah orang Amau. Inilah pesan Balak: “Ada suatu bangsa yang datang dari Mesir. Orang-orangnya menyebar kemana-mana dan sekarang mereka berkemah di pinggiran wilayahku.
NUM 22:6 Mereka lebih kuat dari kami, jadi tolong datang untuk mengutuk mereka bagi kami. Dengan demikian mungkin kami bisa mengalahkan mereka dan mengusir mereka dari negeri ini. Karena saya tahu orang yang kamu berkati akan mendapat berkat, dan orang yang kamu kutuk akan mendapat kutuk.”
NUM 22:7 Lalu berangkatlah para tua-tua dari bangsa Moab dan bangsa Midian dengan membawa bayaran untuk mengutuk bangsa Israel. Sesudah sampai kepada Bileam, mereka menyampaikan kepadanya pesan dari Balak.
NUM 22:8 Jawab Bileam kepada mereka, “Menginaplah di sini malam ini dan besok saya akan memberitahukan kepadamu apa yang dikatakan TUHAN kepadaku.” Maka tinggallah para tua-tua itu di rumah Bileam.
NUM 22:9 Malam itu datanglah Allah kepada Bileam dan bertanya, “Siapakah orang-orang yang tinggal bersamamu itu?”
NUM 22:10 Jawab Bileam kepada-Nya, “Mereka utusan Raja Balak dari Moab yang datang untuk membawa pesan ini,
NUM 22:11 ‘Ada suatu bangsa yang datang dari Mesir dan mereka menyebar kemana-mana. Jadi tolong datang dan kutuklah mereka bagi kami. Dengan demikian mungkin kami bisa mengalahkan mereka dan mengusir mereka.’”
NUM 22:12 Kata Allah kepada Bileam, “Jangan pergi dengan mereka. Jangan kutuk bangsa itu karena mereka sudah Aku berkati.”
NUM 22:13 Pada pagi berikutnya, Bileam berkata kepada para pemuka utusan Balak, “Pulanglah ke negeri kalian. TUHAN melarang saya pergi dengan kalian.”
NUM 22:14 Lalu kembalilah mereka kepada Balak dan berkata, “Bileam menolak untuk ikut bersama dengan kami.”
NUM 22:15 Maka Balak mengutus lebih banyak lagi pemuka-pemuka yang lebih terhormat dari utusan yang pertama.
NUM 22:16 Sesudah mereka sampai kepada Bileam, mereka menyampaikan pesan Balak kepadanya, “Saya mohon, jangan biarkan apa pun menghalangimu untuk datang.
NUM 22:17 Saya akan membalas jasamu dengan luar biasa, dan apa pun yang kamu minta akan saya lakukan. Datanglah dan kutuklah bangsa itu bagi saya.”
NUM 22:18 Tetapi Bileam menjawab, “Meskipun Balak memberikan istananya beserta semua perak dan emas di dalamnya, saya tidak bisa melanggar perintah TUHAN, Allah saya, bahkan dalam hal kecil sekalipun.
NUM 22:19 Silakan tinggal di sini malam ini, seperti yang dilakukan oleh para utusan sebelumnya. Barangkali masih ada yang TUHAN mau katakan kepada saya.”
NUM 22:20 Malam itu, datanglah Allah kepada Bileam dan berkata, “Karena orang-orang itu sudah datang untuk memanggilmu, Aku izinkan kamu pergi bersama mereka. Tetapi kamu hanya boleh melakukan apa yang Aku perintahkan kepadamu.”
NUM 22:21 Keesokan paginya, Bileam memasang pelana pada keledainya dan pergi bersama dengan para pemuka bangsa Moab itu.
NUM 22:22 Namun Allah menjadi marah karena Bileam pergi. Ketika Bileam sedang mengendarai keledainya dengan diiringi oleh dua pelayannya, malaikat datang dan berdiri di tengah jalan untuk melawannya.
NUM 22:23 Ketika keledai itu melihat malaikat berdiri di jalan dengan pedang di tangannya, keledai itu membelok dari jalan dan masuk ke ladang. Namun Bileam memukul keledai itu sampai kembali ke jalan.
NUM 22:24 Kemudian malaikat itu pindah ke bagian jalan yang sempit di antara dua kebun anggur. Kedua sisi jalan itu dipagari oleh tembok batu.
NUM 22:25 Ketika keledai itu melihat malaikat itu berdiri di depannya, dia minggir ke tembok sehingga kaki Bileam terjepit ke tembok. Lalu Bileam memukul lagi keledai itu.
NUM 22:26 Lalu malaikat itu pergi mendahului mereka dan berdiri di bagian jalan yang lebih sempit lagi sehingga keledai itu tidak bisa lewat sama sekali.
NUM 22:27 Ketika melihat malaikat berdiri di depannya lagi, keledai itu langsung merebahkan diri dengan perutnya ke tanah sementara Bileam masih di atas punggungnya. Bileam menjadi sangat marah dan memukul keledai itu lagi dengan tongkatnya.
NUM 22:28 Lalu TUHAN membuat keledai itu bisa berbicara. Kata keledai itu kepada Bileam, “Apa salahku? Kenapa Tuan memukulku sampai tiga kali?”
NUM 22:29 Jawab Bileam, “Karena kamu membuatku terlihat seperti orang bodoh! Kalau saja ada pedang di tanganku, aku bunuh kamu sekarang juga!”
NUM 22:30 Tetapi jawab keledai itu kepada Bileam, “Bukankah aku ini keledai Tuan? Dari dulu sampai sekarang Tuan selalu menunggangiku, benar? Apakah pernah aku memperlakukan Tuan seperti ini?” Jawab Bileam, “Tidak.”
NUM 22:31 Kemudian TUHAN membuat Bileam bisa melihat malaikat itu. Malaikat itu sedang berdiri di jalan sambil memegang pedang di tangan-Nya. Bileam pun bersujud.
NUM 22:32 Lalu malaikat itu menyampaikan pesan TUHAN, “Percuma kamu memukul keledaimu sampai tiga kali! Akulah yang melawanmu karena tujuan perjalananmu ini melawan kehendak-Ku.
NUM 22:33 Tiga kali keledaimu melihat Aku dan menyingkir. Kalau tidak, pasti Aku sudah membunuhmu dan membiarkan keledai itu hidup.”
NUM 22:34 Lalu Bileam menjawab, “Aku sudah berdosa! Aku tidak tahu kalau Engkau yang berdiri menentangku di jalan. Kalau perjalananku ini jahat di mata-Mu, sekarang aku akan pulang.”
NUM 22:35 Tetapi TUHAN menjawab melalui perkataan malaikat itu, “Pergilah bersama dengan orang-orang itu, tetapi kamu hanya boleh mengatakan apa yang akan Aku katakan kepadamu.” Lalu Bileam melanjutkan perjalanannya bersama para pemuka itu.
NUM 22:36 Ketika Raja Balak mendengar bahwa Bileam datang, dia pergi menemuinya di sebuah kota Moab yang terletak di tepi sungai Arnon. Sungai Arnon adalah perbatasan wilayah Moab.
NUM 22:37 Balak berkata kepada Bileam, “Kenapa kamu tidak datang waktu pertama kali saya panggil? Tentu kamu tahu saya sanggup membayarmu!”
NUM 22:38 Bileam menjawab, “Sekarang saya sudah datang. Tetapi saya tidak bisa mengatakan apa-apa selain apa yang Allah suruh saya katakan.”
NUM 22:39 Kemudian pergilah Bileam bersama dengan Balak ke kota Huzot.
NUM 22:40 Di sana Balak mengurbankan beberapa ekor domba dan sapi. Sebagian daging kurban itu diberikan kepada Bileam dan kepada para pemuka yang bersama-sama dengan dia.
NUM 22:41 Besok paginya Balak membawa Bileam mendaki bukit Penyembahan Dewa Baal. Dari sana Bileam dapat melihat sebagian dari bangsa Israel.
NUM 23:1 Bileam berkata kepada Raja Balak, “Dirikanlah tujuh mezbah di tempat ini untuk saya. Sediakanlah juga di sini tujuh ekor sapi jantan dan tujuh ekor domba jantan untuk saya persembahkan.”
NUM 23:2 Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam. Kemudian mereka mempersembahkan seekor sapi jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah
NUM 23:3 sebagai kurban yang dibakar habis. Sesudah itu Bileam berkata kepada Balak, “Berdirilah dekat mezbah-mezbah ini sementara saya pergi sendiri ke sana. Mungkin TUHAN akan datang menemui saya. Apa pun yang TUHAN nyatakan kepada saya akan saya sampaikan kepadamu.” Lalu Bileam pergi ke atas sebuah bukit yang gundul,
NUM 23:4 dan di sana Allah menemui Bileam. Lalu Bileam berkata kepada-Nya, “Saya sudah menyiapkan tujuh mezbah dan mempersembahkan seekor sapi jantan dan seekor domba jantan di atas masing-masing mezbah itu.”
NUM 23:5 Kemudian TUHAN memberikan Bileam sebuah pesan untuk Balak. Kata-Nya, “Kembalilah dan sampaikan pesan ini kepada Balak.”
NUM 23:6 Bileam pun kembali dan melihat Balak masih berdiri di tempat semula bersama para pemuka Moab.
NUM 23:7 Lalu Bileam menyampaikan pesannya, “Dari Aram, saya dipanggil oleh Balak, raja bangsa Moab. Dari pegunungan di timur sana, saya dibawa ke sini. Katanya, ‘Datanglah, kutuklah Yakub untuk saya! Nyatakanlah kejatuhan orang Israel!’
NUM 23:8 Tetapi bagaimana mungkin saya bisa mengutuk orang yang tidak dikutuk Allah? Bagaimana mungkin saya mengecam orang yang tidak dikecam oleh TUHAN?
NUM 23:9 Dari puncak gunung-gunung batu saya melihat mereka, dari atas ketinggian saya memperhatikan mereka. Mereka adalah suatu bangsa yang tidak bercampur dengan bangsa lain, karena mereka menjaga kemurnian bangsanya.
NUM 23:10 Adakah yang dapat menghitung keturunan Israel? Jumlah mereka terlalu banyak seperti debu. Seperempatnya pun tidak mungkin dihitung. Semoga akhir hidup saya seperti akhir hidup mereka, semoga saya mati sebagai orang yang berjalan di jalan yang benar.”
NUM 23:11 Lalu berkatalah Balak kepadanya, “Apa yang sudah kamu lakukan kepadaku? Saya memanggilmu ke sini untuk mengutuk musuh-musuhku, tetapi sebaliknya kamu justru memberkati mereka.”
NUM 23:12 Jawab Bileam, “Bukankah saya harus menyampaikan pesan TUHAN sesuai dengan apa yang Dia sampaikan?”
NUM 23:13 Lalu Balak berkata kepada Bileam, “Ikutlah dengan saya ke tempat lain. Kamu bisa melihat bangsa Israel dari sana, tetapi hanya sebagian saja, tidak semuanya. Kutuklah mereka dari sana.”
NUM 23:14 Kemudian Balak membawa Bileam ke Padang Pemantauan di atas puncak gunung Pisga. Di sana Balak mendirikan tujuh mezbah dan mempersembahkan seekor sapi jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah sebagai kurban yang dibakar habis.
NUM 23:15 Bileam berkata kepada Balak, “Berdirilah di sini dekat kurbanmu sementara saya pergi ke sana untuk bertemu dengan TUHAN.”
NUM 23:16 Lalu TUHAN datang menemui Bileam dan memberinya sebuah pesan untuk Balak. Kata-Nya, “Kembalilah dan sampaikan pesan ini kepada Balak.”
NUM 23:17 Ketika Bileam kembali, dia melihat Balak masih berdiri di dekat semua kurbannya bersama para pemimpin Moab. Lalu Balak bertanya, “Apakah yang dikatakan TUHAN?”
NUM 23:18 Bileam menyampaikan pesan ini, “Hai Balak anak Zipor, dengarkanlah pesan yang saya sampaikan ini!
NUM 23:19 Allah itu bukan seperti manusia, jadi Dia tidak pernah berbohong. Dia tidak pernah berubah pikiran seperti kita. Semua yang dikatakan-Nya, pasti Dia lakukan. Semua yang dijanjikan-Nya, pasti Dia tepati.
NUM 23:20 Saya diperintahkan untuk memberkati bangsa pilihan-Nya. Kalau Dia sudah memberikan berkat-Nya, saya tidak bisa menariknya kembali.
NUM 23:21 Allah tidak merencanakan kemalangan atau kesusahan bagi keturunan Yakub. TUHAN Allah mereka menyertai mereka, dan mereka bersorak-sorak karena Allah mereka sendiri memimpin dan menyertai mereka.
NUM 23:22 Allah, yang sudah membawa mereka keluar dari Mesir menguatkan para pasukan Israel sehingga mereka menyerang musuh seperti sapi jantan yang ganas.
NUM 23:23 Tidak ada ilmu gaib atau kutukan dukun yang bisa menyakiti bangsa keturunan Yakub. Malah orang dari segala bangsa akan takjub dan berkata, ‘Sungguh luar biasa apa yang Allah sudah lakukan bagi bangsa Israel!’
NUM 23:24 Mereka seperti singa yang bangkit untuk mencari mangsa dan tidak akan beristirahat sampai melahap mangsanya dan minum darahnya!”
NUM 23:25 Lalu Balak berkata kepada Bileam, “Ya sudah, kalau kamu tetap tidak mau mengutuk mereka, janganlah memberkati mereka!”
NUM 23:26 Bileam menjawab, “Saya sudah jelaskan kepadamu bahwa hanya perintah TUHAN yang dapat saya lakukan!”
NUM 23:27 Maka Balak berkata kepada Bileam, “Ikutlah dengan saya ke tempat lain. Mungkin dari tempat itu Allah akan mengizinkan kamu untuk mengutuk mereka bagi saya.”
NUM 23:28 Lalu Balak membawa Bileam ke puncak gunung Peor yang menghadap ke padang belantara.
NUM 23:29 Lalu Bileam berkata kepada Balak, “Dirikanlah bagi saya di sini tujuh mezbah dan siapkan juga tujuh ekor sapi jantan dan tujuh ekor domba jantan.”
NUM 23:30 Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, dan mempersembahkan seekor sapi jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah.
NUM 24:1 Sekarang Bileam sudah tahu bahwa TUHAN ingin memberkati bangsa Israel. Karena itu dia tidak lagi pergi mencari pertanda dengan ilmu gaib seperti yang dia lakukan sebelumnya, tetapi dia memandang ke padang belantara
NUM 24:2 di mana dia melihat perkemahan suku-suku Israel. Roh Allah menguasai dia
NUM 24:3 dan memberikan pesan ini kepadanya, “Inilah nubuatan Bileam anak Beor, nubuatan seseorang yang dapat melihat secara rohani dengan jelas.
NUM 24:4 Inilah nubuatan seseorang yang dapat mendengar perkataan Allah, melihat penglihatan yang ditunjukkan Yang Mahakuasa, dan bersujud dengan mata rohani terbuka.
NUM 24:5 Hai keturunan Yakub, bagus sekali perkemahanmu! Betapa indahnya tempat kediamanmu!
NUM 24:6 Perkemahan kalian indah seperti lembah penuh dengan kebun yang dilintasi sungai, dan seperti pohon-pohon gaharu dan aras yang ditanam TUHAN di tepi aliran air.
NUM 24:7 Bukan saja tanaman mereka subur karena tidak kekurangan air, setiap keluarga mereka juga makmur. Raja mereka lebih agung dari Raja Agag dan kerajaan mereka akan berjaya.
NUM 24:8 Allah, yang sudah membawa mereka keluar dari Mesir menguatkan para pasukan Israel sehingga mereka menyerang musuh seperti banteng yang ganas. Para pasukan Israel akan melahap bangsa-bangsa musuh, meremukkan tulang-tulang mereka, dan menghabisi mereka dengan panah.
NUM 24:9 Bangsa Israel itu seperti singa yang berbaring. Siapa yang berani membangunkannya? Diberkatilah orang yang memberkati mereka dan terkutuklah orang yang mengutuk mereka!”
NUM 24:10 Maka Balak menjadi geram kepada Bileam. Dengan mengepalkan tinjunya dia berkata, “Saya memanggil kamu untuk mengutuk musuh-musuh saya, tetapi kamu malah memberkati mereka sampai tiga kali!
NUM 24:11 Pulang sekarang juga! Saya sudah katakan bahwa saya akan memberimu bayaran yang sangat besar. Tetapi TUHAN tidak mengizinkan kamu mendapatkannya.”
NUM 24:12 Jawab Bileam, “Dulu saya sudah katakan kepada utusan-utusan yang kamu kirim kepada saya,
NUM 24:13 ‘Meskipun Balak memberikan istananya beserta semua perak dan emas di dalamnya, saya tidak bisa melanggar perintah TUHAN dengan melakukan apa pun sesuai kemauan saya sendiri, baik hal yang baik maupun jahat. Saya hanya akan mengatakan apa yang diperintahkan TUHAN.’
NUM 24:14 Sekarang saya akan pulang kepada bangsa saya. Tetapi sebelumnya, saya ingin memberitahukanmu apa yang akan dilakukan bangsa Israel kepada bangsamu di kemudian hari.”
NUM 24:15 Lalu Bileam mengucapkan pesan ini, “Inilah nubuatan Bileam anak Beor, nubuatan seorang yang dapat melihat secara rohani dengan jelas.
NUM 24:16 Inilah nubuatan seseorang yang dapat mendengar perkataan Allah, yang memiliki pengetahuan dari Yang Mahatinggi, melihat penglihatan yang ditunjukkan Yang Mahakuasa, dan bersujud dengan mata rohani terbuka.
NUM 24:17 Kelak akan tampil seorang keturunan Yakub yang bagaikan bintang. Dengan tongkat kerajaannya raja Israel ini akan meremukkan bangsa Moab dan seluruh bangsa musuhnya yang lain. Aku melihat dia, tapi sekarang belum waktunya. Dia masih jauh di masa yang akan datang.
NUM 24:18 Pegunungan Seir dan sampai seluruh negeri Edom akan ditaklukkan oleh raja itu. Bahkan dia akan menumpas orang-orang yang kabur dari ibukota mereka. Sedangkan di bawah pimpinan raja keturunan Yakub itu Israel akan terus berjaya.”
NUM 24:20 Ketika Bileam melihat bangsa Amalek dalam penglihatannya, dia menyampaikan pesan ini: “Dulu, di antara bangsa-bangsa lain, Amalek adalah yang terkemuka, akan tetapi pada akhirnya semua bangsa itu akan dilenyapkan untuk selamanya.”
NUM 24:21 Kemudian dalam penglihatannya, Bileam melihat orang Keni. Lalu dia menyampaikan pesan ini: “Biarpun kalian orang Keni merasa aman, seperti burung yang bersarang di bukit batu,
NUM 24:22 tetapi kalian akan ditumpas dan ditawan oleh orang Asyur.”
NUM 24:23 Kemudian Bileam menyampaikan pesannya yang terakhir, “Celaka! Siapakah yang bisa bertahan hidup ketika Allah melakukan semua ini?!
NUM 24:24 Namun, kapal-kapal perang akan datang dari pesisir Siprus dan mereka akan menindas Asyur dan Heber. Tetapi kemudian para penindas itu pun akan binasa.”
NUM 24:25 Kemudian Bileam pulang ke tempat tinggalnya, dan Balak juga meninggalkan tempat itu.
NUM 25:1 Sementara orang Israel tinggal di padang Akasia, sebagian laki-laki Israel mulai melacur dengan perempuan-perempuan Moab yang ada di sana.
NUM 25:2 Perempuan-perempuan itu mengajak mereka ke upacara persembahan kurban kepada dewa-dewa setempat yang disebut para dewa Baal di gunung Peor. Di situ mereka ikut makan kurban itu dan bersujud menyembah dewa-dewa itu. Dengan berbuat demikian, berarti para laki-laki Israel itu mengikatkan diri mereka kepada dewa Baal sehingga bangkitlah amarah TUHAN terhadap Israel.
NUM 25:4 Kata TUHAN kepada Musa, “Tangkaplah semua pemimpin gerombolan penyembah Baal di antara bangsa Israel dan bunuhlah mereka di hadapan-Ku. Gantunglah mereka di depan umum pada siang hari supaya murka-Ku terhadap Israel reda.”
NUM 25:5 Kemudian berkatalah Musa kepada hakim-hakim Israel, “Kamu sekalian harus membunuh orang-orang dari suku kalian masing-masing yang menyembah para dewa Baal di gunung Peor.”
NUM 25:6 Pada waktu itu wabah mulai membunuh sebagian orang Israel. Ketika Musa dan seluruh umat sedang meratap di depan kemah TUHAN, mereka melihat seorang Israel membawa seorang perempuan Midian ke dalam kemahnya. Ketika Pinehas anak Imam Eleazar melihat hal itu, dia meninggalkan perkumpulan itu, mengambil sebuah tombak, dan mengejar kedua orang itu sampai ke dalam kemah. Lalu dengan satu kali tikaman Pinehas membunuh kedua-duanya, karena tombak menembus si laki-laki dan menusuk sampai ke perut perempuan itu. Sesudah itu wabah yang sedang menimpa umat Israel pun berhenti.
NUM 25:9 Ada dua puluh empat ribu orang yang mati karena wabah itu.
NUM 25:10 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 25:11 “Pinehas sudah meredakan amarah-Ku terhadap umat-Ku. Dia turut merasakan kecemburuan-Ku dan tidak rela umat Israel menyembah siapa pun selain Aku. Kalau dia tidak bertindak lebih dahulu, Aku nyaris membinasakan mereka semua!
NUM 25:12 Oleh karena itu, katakan kepadanya bahwa Aku membuat perjanjian damai dengannya.
NUM 25:13 Aku menetapkan Pinehas dan keturunannya sebagai imam untuk selama-lamanya karena dia tidak rela Allahnya dikhianati dan dia sudah memulihkan hubungan bangsa Israel dengan-Ku.”
NUM 25:14 Nama orang Israel yang dibunuh bersama dengan perempuan Midian itu adalah Zimri anak Salu. Salu adalah seorang kepala keluarga dari suku Simeon.
NUM 25:15 Dan nama perempuan Midian yang dibunuh adalah Kozbi anak Zur. Zur adalah seorang kepala marga di bangsa Midian.
NUM 25:16 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 25:17 “Seranglah orang Midian dan tewaskanlah mereka,
NUM 25:18 karena mereka sudah menyerang kalian dengan kelicikan mereka sehingga kalian menyembah Baal Peor. Mereka juga menipu kalian melalui Kozbi, anak perempuan pemimpin Midian yang dibunuh ketika wabah sedang merajalela karena Israel menyembah para dewa Baal di gunung Peor.”
NUM 26:1 Sesudah wabah itu berakhir, TUHAN berkata kepada Musa dan Eleazar, anak almarhum Imam Harun,
NUM 26:2 “Adakanlah sensus prajurit Israel, yaitu semua laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas yang sanggup berperang.”
NUM 26:3 Lalu di dataran Moab, di tepi sungai Yordan, berseberangan dengan kota Yeriko, Musa dan Imam Eleazar berkata kepada bangsa Israel,
NUM 26:4 “Sesuai perintah TUHAN kepada Musa, sensus ini menghitung semua laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas.” Berikut ini adalah keturunan bangsa Israel yang keluar dari Mesir.
NUM 26:5 Marga-marga dari keturunan Ruben, anak sulung Israel, menurut nama anak-anaknya: marga Henokh marga Palu marga Hezron marga Karmi.
NUM 26:7 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Ruben ini berjumlah 43.730 orang.
NUM 26:8 Eliab adalah salah satu keturunan dari Palu,
NUM 26:9 dan dia mempunyai anak-anak yang bernama Nemuel, Datan dan Abiram. Datan dan Abiram adalah dua orang pemimpin yang menentang Musa dan Harun dan memberontak terhadap TUHAN bersama dengan para pengikut Korah.
NUM 26:10 Waktu itu, tanah terbelah seolah-olah membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, seorang dari suku Lewi. Saat itu juga api membakar 250 orang pengikutnya. Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh orang Israel.
NUM 26:12 Marga-marga dari keturunan Simeon, menurut nama anak-anaknya: marga Nemuel marga Yamin marga Yakhin marga Zerah marga Saul.
NUM 26:14 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Simeon ini berjumlah 22.200 orang.
NUM 26:15 Marga-marga dari keturunan Gad, menurut nama anak-anaknya: marga Zefon marga Hagi marga Syuni marga Ozni marga Eri marga Arod marga Areli.
NUM 26:18 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Gad ini berjumlah 40.500 orang.
NUM 26:19 Marga-marga dari keturunan Yehuda, menurut nama anak-anaknya: marga Syela marga Peres marga Zerah. Keturunan dari marga Peres dibagi menjadi dua marga, yaitu marga Hezron dan marga Hamul, keduanya adalah anak laki-laki Peres. Yehuda dulu mempunyai dua anak yang bernama Er dan Onan, tetapi mereka mati di negeri Kanaan tanpa memiliki keturunan.
NUM 26:22 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Yehuda ini berjumlah 76.500 orang.
NUM 26:23 Marga-marga dari keturunan Isakar, menurut nama anak-anaknya: marga Tola marga Pua marga Yasub marga Simron.
NUM 26:25 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Isakar ini berjumlah 64.300 orang.
NUM 26:26 Marga-marga dari keturunan Zebulon, menurut nama anak-anaknya: marga Sered marga Elon marga Yahleel.
NUM 26:27 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Zebulon ini berjumlah 60.500 orang.
NUM 26:28 Berikut ini adalah marga-marga dari Manasye dan Efraim, kedua suku keturunan Yusuf.
NUM 26:29 Dari keturunan Manasye: marga Makir (anak Manasye) marga Gilead (anak Makir)
NUM 26:30 Keturunan dari marga Gilead dibagi menjadi enam marga, menurut nama anak-anaknya: marga Iezer marga Helek marga Asriel marga Sekhem marga Semida marga Hefer.
NUM 26:33 Zelafehad anak Hefer tidak punya anak laki-laki, tetapi dia punya lima anak perempuan. Nama anak-anak perempuannya adalah Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza.
NUM 26:34 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Manasye ini berjumlah 52.700 orang.
NUM 26:35 Marga-marga dari keturunan Efraim, menurut nama anak-anaknya: nama marga cabang Sutelah Bekher Sutelah Tahan Sutelah hanya mempunyai satu anak laki-laki, tetapi setelah beberapa waktu marganya disebut marga Eran dan bercabang.
NUM 26:37 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Efraim ini berjumlah 32.500 orang. Demikianlah marga-marga keturunan Yusuf dari Manasye dan Efraim.
NUM 26:38 Marga-marga dari keturunan Benyamin, menurut nama anak-anaknya: nama marga cabang Bela Ared Bela Naaman Asybel Ahiram Sefufam Hufam
NUM 26:40 Keturunan dari marga Bela bercabang sesuai nama kedua anak laki-lakinya.
NUM 26:41 Pasukan yang terdaftar dari marga-marga keturunan Benyamin ini berjumlah 45.600 orang.
NUM 26:42 Marga dari keturunan Dan, menurut nama anaknya: marga Suham. Pasukan yang terdaftar dari marga ini berjumlah 64.400 orang.
NUM 26:44 Marga-marga dari keturunan Asyer, menurut nama anak-anaknya: nama marga cabang Yimna Yiswi Beria Heber Beria Malkiel
NUM 26:45 Keturunan dari marga Beria dibagi menjadi dua marga, menurut nama anak-anaknya.
NUM 26:46 Asyer mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Serah.
NUM 26:47 Pasukan yang terdaftar dari marga Asyer ini berjumlah 53.400 orang.
NUM 26:48 Marga-marga dari keturunan Naftali, menurut nama anak-anaknya: marga Yahzeel marga Guni marga Yezer marga Syilem.
NUM 26:50 Pasukan yang terdaftar dari keturunan Naftali ini berjumlah 45.400 orang.
NUM 26:51 Jumlah keseluruhan pasukan Israel yang terdaftar adalah 601.730 orang.
NUM 26:52 Lalu TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 26:53 “Nanti tanah yang Aku berikan kepada suku-suku Israel akan dibagi sesuai cara ini: Tanah warisan yang lebih luas akan dibagikan kepada suku yang jumlah pasukannya besar, dan tanah warisan yang lebih kecil kepada suku yang jumlah pasukannya kecil. Adakanlah pengundian diantara suku-suku besar untuk menentukan pembagian tanah warisan yang lebih luas, lalu mengadakan pengundian diantara suku-suku yang lebih kecil untuk menentukan pembagian tanah warisan yang cocok bagi mereka.”
NUM 26:57 Marga-marga dari keturunan Lewi, menurut nama anak-anaknya: nama marga keterangan Gerson akhirnya disebut marga Libni (anak Gerson) Kehat cabang marga Hebron Kehat cabang Korah anak Izhar, cucu Kehat Merari yang akhirnya bercabang marga Merari dan marga Musi.
NUM 26:58 Kehat mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Amram.
NUM 26:59 Amram menikah dengan Yokebet, anak perempuan Lewi yang lahir di Mesir. Mereka mempunyai dua anak laki-laki, yaitu Harun dan Musa, dan seorang anak perempuan bernama Miryam.
NUM 26:60 Harun mempunyai empat anak laki-laki, yaitu Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
NUM 26:61 Tetapi Nadab dan Abihu mati karena mereka mempersembahkan dupa dengan cara yang tidak sesuai dengan perintah TUHAN.
NUM 26:62 Semua laki-laki dari suku Lewi yang berumur satu bulan ke atas berjumlah 23.000 orang. Sensus suku Lewi diadakan terpisah dari suku-suku Israel lainnya karena mereka tidak menerima tanah warisan seperti yang lainnya.
NUM 26:63 Demikianlah hasil sensus prajurit Israel yang diadakan oleh Musa dan Imam Eleazar di dataran Moab di tepi sungai Yordan, berseberangan dengan kota Yeriko.
NUM 26:64 Dari semua orang yang terdaftar oleh Musa dan Harun di gunung Sinai dalam sensus yang pertama, tidak ada satupun yang terdaftar ulang dalam sensus kedua kecuali Kaleb anak Yefune dan Yosua anak Nun. Hal ini terjadi karena TUHAN sudah mengatakan bahwa selain mereka, semua orang dewasa yang terdaftar di sensus pertama akan mati di padang belantara.
NUM 27:1 Lalu mendekatlah kelima anak perempuan Zelafehad. Nama-nama mereka adalah Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza. Garis keturunan mereka adalah Yusuf, Manasye, Makir, Gilead, Hefer, dan Zelafehad.
NUM 27:2 Mereka menghadap Musa, Imam Eleazar, para pemimpin serta seluruh umat di depan kemah TUHAN.
NUM 27:3 Mereka berkata, “Ayah kami sudah meninggal di padang belantara dan dia tidak mempunyai anak laki-laki. Ayah kami tidak ikut memberontak terhadap TUHAN bersama dengan pengikut-pengikut Korah, tetapi dia mati karena dosanya sendiri.
NUM 27:4 Apakah hanya karena dia tidak punya anak laki-laki sebagai pewaris, namanya terhapus dari marganya? Mohon berikanlah kami tanah warisan bersama dengan saudara-saudara ayah kami.”
NUM 27:5 Lalu Musa membawa perkara itu di hadapan TUHAN.
NUM 27:6 Maka TUHAN menjawab Musa,
NUM 27:7 “Apa yang dikatakan anak perempuan Zelafehad itu benar. Berikanlah kepada mereka tanah warisan bersama dengan saudara-saudara ayah mereka. Tanah untuk Zelafehad harus diwariskan kepada mereka.
NUM 27:8 “Katakanlah kepada orang Israel, ‘Apabila seorang laki-laki meninggal dan dia tidak punya anak laki-laki, warisannya harus diberikan kepada anak-anak perempuannya.
NUM 27:9 Kalau dia juga tidak punya anak perempuan, berikanlah warisannya itu kepada saudaranya laki-laki.
NUM 27:10 Jika dia tidak juga punya saudara laki-laki, berikanlah warisannya itu kepada saudara laki-laki ayahnya.
NUM 27:11 Dan apabila ayahnya tidak punya saudara laki-laki, berikanlah warisannya itu kepada kerabat terdekatnya dalam kaumnya.’ Itulah perintah-Ku kepadamu dan hal ini harus menjadi peraturan yang berlaku turun temurun bagi orang Israel.”
NUM 27:12 TUHAN berkata kepada Musa, “Naiklah ke pegunungan Abarim ini, dan dari sana pandanglah negeri yang sudah Aku berikan kepada bangsa Israel.
NUM 27:13 Sesudah kamu memandang negeri itu, kamu akan mati sama seperti kakakmu Harun dan mendapat tempat bersama nenek moyangmu yang sudah meninggal,
NUM 27:14 karena waktu bangsa Israel bersungut-sungut di padang belantara Zin, kalian berdua melawan perintah-Ku tentang air itu. Kalian tidak menghormati Aku sebagai Allah yang kudus di hadapan mereka.” (Peristiwa itu terjadi di mata air Meriba di Kades di padang belantara Zin.)
NUM 27:15 Lalu Musa berkata kepada TUHAN,
NUM 27:16 “Ya TUHAN, Engkau Allah atas segala makhluk hidup. Aku mohon kepada-Mu, tunjuklah seorang pemimpin untuk umat-Mu ini,
NUM 27:17 untuk memimpin mereka dalam perang, dan menjaga mereka supaya tidak menjadi seperti kawanan domba tanpa gembala.”
NUM 27:18 Maka berkatalah TUHAN kepada Musa, “Panggillah Yosua anak Nun. Dia mempunyai bakat memimpin. Lalu suruh dia berdiri di hadapan Imam Eleazar dan seluruh umat-Ku. Kemudian letakkan tanganmu pada kepalanya untuk melantiknya sebagai penggantimu yang memimpin atas umat-Ku.
NUM 27:20 Alihkanlah kepadanya sebagian kewenangan yang ada padamu supaya seluruh umat Israel patuh kepadanya.
NUM 27:21 Kapan saja Yosua perlu mengambil suatu keputusan, dia akan minta Imam Eleazar menggunakan Urim untuk mengetahui keputusan-Ku. Begitulah cara Yosua dan seluruh bangsa Israel akan diarahkan sesuai dengan kehendak-Ku, sesudah kamu tidak ada lagi di dunia.”
NUM 27:22 Lalu, sesuai perintah TUHAN, Musa melantik Yosua. Dalam pertemuan seluruh umat dan disaksikan oleh Imam Eleazar, Musa meletakkan tangan di atas Yosua dan berdoa bagi dia sebagai penggantinya.
NUM 28:1 TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 28:2 “Sampaikanlah kepada umat Israel: Persembahan kalian merupakan makanan bagi-Ku dan asapnya harum bagi-Ku. Pastikan semua itu dipersembahkan pada waktu yang ditentukan.
NUM 28:3 “Setiap hari, persembahkanlah dua ekor anak domba jantan yang berumur satu tahun sebagai kurban yang dibakar habis. Setiap domba itu harus yang tidak bercacat.
NUM 28:4 Satu ekor dipersembahkan pada pagi hari dan satu ekor dipersembahkan pada waktu matahari terbenam.
NUM 28:5 Baik itu kurban waktu pagi maupun kurban waktu matahari terbenam, setiap kurban anak domba akan disertai dengan persembahan gandum-ganduman berupa 3 liter tepung terbaik dicampur dengan 1 liter minyak zaitun. Berilah juga persembahan curahan satu liter air anggur. Kurban bakaran seperti ini pertama kali dipersembahkan kepada-Ku di gunung Sinai dan akan terus dipersembahkan setiap hari. Bau harum persembahan ini akan menyenangkan Aku.”
NUM 28:9 “Setiap hari Sabat, selain kurban dan persembahan curahan harian, kalian juga akan mempersembahkan dua ekor anak domba jantan yang berumur satu tahun sebagai kurban yang dibakar habis. Setiap domba itu harus yang tidak bercacat, dan setiap kurban itu akan disertai dengan persembahan gandum-ganduman yang berupa 6 liter tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun dan persembahan curahannya.”
NUM 28:11 “Setiap awal bulan, persembahkanlah semua hewan ini sebagai kurban yang dibakar habis: dua ekor sapi jantan muda, satu ekor domba jantan, dan tujuh ekor anak domba jantan berumur satu tahun. Semua hewan itu harus yang tidak bercacat.
NUM 28:12 Setiap kurban itu akan disertai dengan persembahan curahan dan persembahan gandum-ganduman berupa tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun. Inilah ketentuan banyaknya tepung dan air anggur yang akan dipersembahkan untuk setiap macam hewan: kurban tepung curahan sapi jantan muda 9 liter 2 liter domba jantan 6 liter 1,3 liter anak domba jantan 3 liter 1 liter Kurban-kurban bakaran ini akan dipersembahkan setiap awal bulan. Bau harum kurban-kurban ini akan menyenangkan Aku.
NUM 28:15 “Pada pagi hari setiap awal bulan, sesudah kalian mempersembahkan kurban-kurban bakaran harian dengan persembahan curahannya, persembahkanlah seekor kambing jantan kepada-Ku sebagai kurban penghapus dosa.”
NUM 28:16 “Pada tanggal empat belas bulan pertama, kalian akan merayakan hari Paskah bagi-Ku. Kalian merayakannya untuk mengenang malam saat Aku menebus bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
NUM 28:17 Lalu, mulai hari berikutnya, tanggal kelima belas, Perayaan Roti Tidak Beragi dimulai. Selama tujuh hari kalian tidak boleh makan roti yang beragi.
NUM 28:18 “Pada hari pertama perayaan itu, kalian harus berkumpul untuk beribadah bersama dan tidak boleh melakukan perkerjaan sehari-hari.
NUM 28:19 Selama tujuh hari itu, setiap hari persembahkanlah semua hewan ini sebagai kurban yang dibakar habis: dua ekor sapi jantan muda, satu ekor domba jantan, dan tujuh ekor anak domba yang berumur satu tahun. Semuanya harus yang tidak bercacat. Bau harum kurban-kurban ini menyenangkan hati-Ku. Setiap kurban tersebut akan disertai dengan persembahan gandum-ganduman berupa tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun. Inilah banyaknya tepung yang akan dipersembahkan untuk setiap macam hewan: kurban tepung sapi jantan muda 9 liter domba jantan 6 liter anak domba jantan 3 liter Kalian juga akan mempersembahkan seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa, untuk memulihkan hubungan kalian dengan-Ku. Semua ini akan dipersembahkan setiap pagi selama tujuh hari itu, sesudah kalian mempersembahkan kurban bakaran harian dengan persembahan curahannya.
NUM 28:25 Pada hari ketujuh perayaan itu kalian harus kembali berkumpul untuk beribadah bersama dan tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari.”
NUM 28:26 “Pada Hari Raya Panen Pertama, waktu kalian mempersembahkan kepada-Ku persembahan gandum-ganduman dari hasil panen jelai pertama, kalian akan berkumpul untuk beribadah bersama. Tidak boleh kalian melakukan pekerjaan sehari-hari pada hari itu.
NUM 28:27 Persembahkanlah kepada-Ku semua hewan ini sebagai persembahan yang dibakar habis: dua ekor sapi jantan muda, satu ekor domba jantan, dan tujuh ekor anak domba jantan berumur satu tahun.
NUM 28:28 Setiap kurban harus disertai dengan persembahan gandum-ganduman berupa tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun. Inilah banyaknya tepung yang akan dipersembahkan untuk setiap macam hewan:
NUM 28:29 kurban tepung Sapi jantan muda 9 liter Domba jantan 6 liter Anak domba jantan 3 liter
NUM 28:30 “Kalian juga harus mempersembahkan seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa, untuk memulihkan hubungan kalian dengan-Ku.
NUM 28:31 Pastikanlah bahwa semua hewan yang dikurbankan itu tidak bercacat. Persembahkanlah kurban-kurban ini beserta persembahan curahannya yang ditentukan. Semua ini akan dipersembahkan pada pagi hari sesudah kalian mempersembahkan kurban bakaran harian dengan persembahan gandum-gandumannya yang ditentukan.”
NUM 29:1 “Tanggal satu bulan ketujuh adalah Hari Raya Terompet. Pada hari itu kalian tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari. Berkumpullah untuk beribadah bersama dan bunyikanlah terompet berulang kali.
NUM 29:2 Persembahkanlah hewan-hewan ini sebagai kurban yang dibakar habis: seekor sapi jantan muda, seekor domba jantan, dan tujuh ekor anak domba jantan yang berumur satu tahun Semuanya harus yang tidak bercacat. Bau harum kurban-kurban itu akan menyenangkan Aku.
NUM 29:3 Setiap ekor hewan kurban harus disertai dengan persembahan gandum-ganduman berupa tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun. Inilah jumlah tepung yang harus dipersembahkan untuk setiap macam hewan: kurban tepung sapi jantan muda 9 liter domba jantan 6 liter anak domba jantan 3 liter
NUM 29:5 Kalian juga harus mempersembahkan seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa untuk memulihkan hubungan kalian dengan-Ku.
NUM 29:6 Bau harum semua kurban ini akan menyenangkan Aku. Semua kurban untuk hari raya ini adalah tambahan selain kurban bakaran harian dan bulanan. Setiap kurban tetap harus dilakukan dengan persembahan curahan dan gandum-gandumannya yang ditentukan.”
NUM 29:7 “Tanggal sepuluh bulan ketujuh adalah Hari Raya Pendamaian. Pada hari itu, kalian harus berpuasa dan tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari. Kalian akan berkumpul untuk beribadah bersama.
NUM 29:8 Persembahkanlah semua hewan ini sebagai kurban yang dibakar habis: seekor sapi jantan muda, seekor domba jantan, dan tujuh ekor anak domba jantan berumur satu tahun. Bau harum kurban-kurban itu akan menyenangkan Aku. Setiap ekor hewan itu harus yang tidak bercacat.
NUM 29:9 Setiap ekor hewan kurban harus disertai dengan persembahan gandum-ganduman berupa tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun. Inilah banyaknya tepung yang harus dipersembahkan untuk setiap macam hewan: Kurban Tepung sapi jantan muda 9 liter domba jantan 6 liter anak domba jantan 3 liter
NUM 29:11 Kalian juga harus mempersembahkan seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa. Semua kurban untuk hari raya ini terpisah dari kurban upacara pendamaian dan kurban bakaran harian beserta persembahan curahan dan gandum-gandumannya yang ditentukan.”
NUM 29:12 “Perayaan Pondok-pondok jatuh pada tanggal lima belas bulan ketujuh. Kalian akan berkumpul untuk ibadah bersama dan tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari. Kalian harus mengadakan perayaan bagi-Ku selama tujuh hari, dimulai pada hari itu.
NUM 29:13 Inilah jumlah hewan yang akan dipersembahkan sebagai kurban yang dibakar habis selama tujuh hari perayaan itu: hari sapi jantan muda domba jantan anak domba jantan pertama 13 2 14 kedua 12 2 14 ketiga 11 2 14 keempat 10 2 14 kelima 9 2 14 keenam 8 2 14 ketujuh 7 2 14 Semuanya harus hewan yang tidak bercacat. Bau harum kurban-kurban itu akan menyenangkan Aku. Setiap ekor hewan kurban itu harus disertai dengan persembahan gandum-ganduman berupa tepung terbaik yang dicampur dengan minyak zaitun dan persembahan curahannya. Inilah banyaknya tepung yang akan dipersembahkan untuk setiap macam hewan: kurban tepung sapi jantan muda 9 liter domba jantan 6 liter anak domba jantan 3 liter Setiap hari selama tujuh hari itu, kalian juga akan mempersembahkan seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa. Semua itu akan dipersembahkan sesudah kalian mempersembahkan kurban bakaran harian dengan persembahan curahan dan gandum-ganduman yang sesuai ketentuannya.
NUM 29:35 “Pada hari kedelapan, kalian akan kembali berkumpul untuk beribadah bersama dan tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari.
NUM 29:36 Pada hari itu, persembahkanlah semua hewan itu sebagai kurban yang dibakar habis: seekor sapi jantan muda, seekor domba jantan, dan tujuh ekor anak domba berumur satu tahun. Setiap hewan itu harus yang tidak bercacat. Bau harum kurban-kurban itu akan menyenangkan Aku.
NUM 29:37 Setiap kurban itu akan disertai dengan persembahan curahan dan gandum-ganduman yang sesuai yang ditentukan.
NUM 29:38 Pada hari itu kalian juga akan mempersembahkan seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa. Semua ini akan dipersembahkan pada pagi hari sesudah kalian mempersembahkan kurban bakaran harian dengan persembahan curahannya yang ditentukan.
NUM 29:39 “Itulah kurban-kurban yang akan kalian persembahkan kepada-Ku pada hari-hari raya. Semua persembahan itu terpisah dari kurban lainnya, seperti kurban untuk memenuhi janji, kurban sukarela, kurban yang dibakar habis, kurban tanda damai, dan persembahan curahan dan gandum-ganduman.”
NUM 29:40 Lalu Musa menyampaikan semua ini kepada orang Israel sesuai perintah TUHAN kepadanya.
NUM 30:1 Musa mengumpulkan para pemimpin suku-suku Israel lalu berkata kepada mereka, “Inilah yang diperintahkan TUHAN:
NUM 30:2 Apabila seorang laki-laki berjanji dengan sumpah demi Aku, baik untuk melakukan sesuatu atau berpantang melakukan sesuatu, maka dia harus melakukan sesuai janjinya itu dan tidak boleh mengingkarinya.
NUM 30:3 “Apabila seorang gadis yang masih tinggal di rumah ayahnya berjanji dengan bersumpah demi Aku, baik untuk melakukan sesuatu atau berpantang melakukan sesuatu,
NUM 30:4 kalau ayahnya diam saja pada hari dia mendengar tentang sumpahnya itu, maka sumpahnya itu tetap berlaku dan gadis itu harus memenuhi janjinya itu.
NUM 30:5 Tetapi jika ayahnya melarangnya pada hari dia mendengar tentang sumpah itu, maka sumpahnya itu tidak berlaku dan janjinya tidak perlu dipenuhi. Aku akan mengampuni gadis itu karena ayahnya melarangnya untuk memenuhi sumpahnya.
NUM 30:6 “Andaikan seorang perempuan secara gegabah mengikat diri sendiri dengan berjanji dan bersumpah demi Aku dan kemudian menikah,
NUM 30:7 kalau suaminya tidak melarangnya pada hari dia mendengar tentang sumpah itu, maka sumpah itu tetap berlaku dan perempuan itu harus memenuhi janjinya itu.
NUM 30:8 Tetapi kalau suaminya melarangnya pada hari dia mendengar tentang sumpah itu, maka sumpahnya menjadi tidak berlaku dan janjinya tidak perlu dipenuhi. Aku akan mengampuni perempuan itu.
NUM 30:9 “Apabila seorang janda atau seorang perempuan yang sudah bercerai mengikat diri sendiri dengan berjanji dan bersumpah demi Aku, dia harus memenuhi janjinya itu.
NUM 30:10 “Andaikan seorang perempuan yang sudah bersuami berjanji dengan bersumpah demi Aku, untuk melakukan sesuatu atau pantang melakukan sesuatu,
NUM 30:11 kalau suaminya tidak melarangnya pada hari dia mendengar tentang sumpah itu, maka sumpah itu berlaku dan perempuan itu harus memenuhi janjinya itu.
NUM 30:12 Tetapi kalau suaminya melarangnya pada hari dia mendengar tentang sumpah itu, maka sumpah itu menjadi tidak berlaku dan janjinya tidak perlu dipenuhi. Suaminya membatalkan sumpah itu dan Aku akan mengampuni perempuan itu.
NUM 30:13 Seorang suami berhak menyetujui atau membatalkan semua janji dengan sumpah apa pun yang diucapkan oleh istrinya, termasuk janji untuk berpantang melakukan sesuatu.
NUM 30:14 Tetapi kalau suami tidak melarangnya pada hari dia mendengar tentang sumpah itu, berarti suami itu sudah menyetujui sumpah istrinya.
NUM 30:15 Kalau di kemudian hari suami itu melarang istrinya memenuhi sumpah itu, maka si suami akan menanggung akibat pelanggaran sumpah istrinya.”
NUM 30:16 Itulah aturan-aturan yang TUHAN berikan kepada Musa tentang peran seorang suami terhadap sumpah yang dibuat oleh istrinya, dan juga peran seorang ayah terhadap sumpah yang dibuat oleh anak perempuannya yang belum menikah.
NUM 31:1 TUHAN berbicara kepada Musa,
NUM 31:2 “Kamu harus membalas orang Midian karena mereka menjerumuskan bangsa Israel ke dalam perzinaan. Sesudah itu, kamu akan mati dan mendapat tempat bersama nenek moyangmu yang sudah meninggal.”
NUM 31:3 Lalu Musa berkata kepada orang Israel, “Mari kita bersiap-siap untuk perang! Pilihlah orang yang akan masuk dalam pasukan kita. Kita akan menyerang Midian untuk melaksanakan pembalasan bagi TUHAN karena mereka menjerumuskan bangsa kita ke dalam perzinaan.
NUM 31:4 Setiap suku Israel akan mempersiapkan 1.000 orang untuk maju berperang.”
NUM 31:5 Maka setiap suku mempersiapkan 1.000 orang, sehingga ada 12.000 orang bersenjata yang siap berperang.
NUM 31:6 Musa memerintahkan mereka pergi berperang di bawah pimpinan Pinehas, anak Imam Eleazar. Pinehas membawa beberapa benda suci dari kemah TUHAN dan terompet-terompet untuk memberi aba-aba perang.
NUM 31:7 Kemudian mereka menyerang Midian, seperti yang TUHAN perintahkan kepada Musa, dan membunuh semua laki-laki Midian,
NUM 31:8 termasuk kelima raja Midian, yaitu Ewi, Rekem, Zur, Hur, dan Reba. Mereka juga membunuh Bileam anak Beor.
NUM 31:9 Kemudian pasukan Israel menawan perempuan-perempuan dan anak-anak orang Midian, serta merampas semua ternak dan seluruh kekayaan Midian.
NUM 31:10 Semua kota-kota dan perkemahan orang Midian dibakar.
NUM 31:11 Sesudah pasukan Israel mengumpulkan semua rampasan, ternak, dan tawanan perang,
NUM 31:12 mereka membawa semuanya itu kepada Eleazar, Musa, dan seluruh umat Israel di perkemahan mereka di dataran Moab, di tepi sungai Yordan, berseberangan dengan kota Yeriko.
NUM 31:13 Maka Musa, Eleazar, dan semua pemimpin umat Israel menyambut kedatangan mereka.
NUM 31:14 Tetapi Musa marah kepada para perwira dan komandan pasukan Israel.
NUM 31:15 Dia berkata kepada mereka, “Kenapa kalian membiarkan semua perempuan itu hidup?
NUM 31:16 Perempuan-perempuan inilah yang memikat orang Israel atas nasihat Bileam sehingga mereka berkhianat kepada TUHAN di Peor. Karena itu umat TUHAN ditimpa wabah.
NUM 31:17 Jadi, kalian harus membunuh semua anak laki-laki orang Midian dan juga semua perempuan yang sudah tidak perawan.
NUM 31:18 Tetapi biarkanlah gadis yang masih perawan tetap hidup untuk menjadi istri atau budakmu.
NUM 31:19 Lalu kalian harus berkemah di luar perkemahan Israel selama tujuh hari. Pada hari yang ketiga dan ketujuh, semua orang di antara kalian yang sudah membunuh atau menyentuh mayat, dan juga semua gadis tawanan kalian, harus menyucikan diri.
NUM 31:20 Semua pakaian dan barang-barang yang terbuat dari kulit binatang, bulu kambing, dan kayu, harus disucikan juga.”
NUM 31:21 Kemudian Imam Eleazar berkata kepada seluruh tentara yang kembali dari pertempuran itu, “Inilah perintah yang TUHAN berikan melalui Musa:
NUM 31:22 Kalian harus menyucikan semua barang yang tahan api, seperti emas, perak, perunggu, besi, timah putih, dan timah hitam, dengan menaruhnya di atas api lalu memercikinya dengan air penyucian. Sedangkan semua barang yang tidak tahan api harus disucikan dengan air penyucian saja.
NUM 31:24 Pada hari ketujuh, kalian harus mencuci pakaian kalian. Sesudah itu kalian tidak lagi najis dan bisa kembali ke perkemahan. ”
NUM 31:25 Berkatalah TUHAN kepada Musa,
NUM 31:26 “Kamu, Eleazar, dan para pemimpin marga dalam setiap suku harus menghitung hasil rampasan dari pertempuran, termasuk para tawanan dan ternak.
NUM 31:27 Bagilah hasil rampasan itu menjadi dua. Setengah diberikan kepada pasukan yang pergi berperang, dan yang setengah lagi diberikan kepada umat Israel yang lain.
NUM 31:28 Dari setengah hasil rampasan itu yang adalah milik pasukan yang pergi berperang, berikanlah persembahan khusus kepada-Ku. Persembahan khusus itu adalah satu dari setiap lima ratus tawanan. Begitu juga untuk keledai, sapi, kambing, dan domba. Seekor hewan diberikan dari setiap lima ratus hewan sejenisnya. Semua persembahan khusus itu diberikan kepada Eleazar, yang akan membagikannya kepada para imam.
NUM 31:30 Persembahan khusus juga diambil dari hasil rampasan milik umat Israel, tetapi itu diberikan kepada suku Lewi, karena merekalah yang mengurus kemah-Ku. Mereka terima dua persen (yaitu satu dari setiap lima puluh) dari tawanan, kambing, sapi, domba, dan ternak lainnya.”
NUM 31:31 Maka Eleazar dan Musa melakukan sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
NUM 31:32 Adapun jumlah hasil rampasan dari pertempuran itu adalah: 675.000 ekor kambing domba 72.000 ekor sapi 61.000 ekor keledai 32.000 gadis perawan.
NUM 31:36 Pasukan yang pergi berperang menerima setengahnya, yaitu: 337.500 ekor kambing domba 36.000 ekor sapi 30.500 ekor keledai 16.000 gadis perawan. Dari jumlah itu, yang diserahkan kepada para imam adalah: 675 ekor kambing domba 72 ekor sapi 61 ekor keledai 32 gadis perawan.
NUM 31:41 Musa menyerahkan bagian untuk TUHAN kepada Eleazar, sesuai perintah TUHAN kepadanya.
NUM 31:42 Dari hasil rampasan itu, setengahnya lagi adalah untuk umat Israel. Musa memisahkan bagian itu dari setengahnya yang menjadi milik pasukan yang pergi berperang.
NUM 31:43 Bagian untuk umat Israel adalah: 337.500 ekor kambing domba
NUM 31:44 36.000 ekor sapi
NUM 31:45 30.500 ekor keledai
NUM 31:46 16.000 gadis perawan.
NUM 31:47 Sesuai perintah TUHAN tersebut, Musa mengambil dua persen (yaitu satu dari setiap lima puluh) dari tawanan dan ternak, dan menyerahkannya kepada suku Lewi.
NUM 31:48 Kemudian para perwira dan komandan pasukan Israel datang menghadap Musa.
NUM 31:49 Mereka berkata, “Kami sudah menghitung setiap orang yang pergi berperang di bawah pimpinan kami, dan kami mendapati bahwa tidak ada satu pun yang mati terbunuh.
NUM 31:50 Karena itu, kami membawa perhiasan emas berupa gelang, cincin, anting, dan kalung dari hasil rampasan yang kami ambil masing-masing. Semua ini kami persembahkan kepada TUHAN sebagai ucapan terima kasih karena Dia melindungi kami.”
NUM 31:51 Maka para perwira dan komandan pasukan itu mempersembahkan berbagai macam perhiasan emas tersebut kepada TUHAN saat mereka menyerahkannya kepada Eleazar dan Musa. Berat emas itu mencapai 190 kilogram.
NUM 31:53 (Setiap prajurit masih juga menyimpan hasil rampasan yang lainnya.)
NUM 31:54 Semua emas yang diterima Eleazar dan Musa dari para pemimpin perang ditaruh dalam kemah TUHAN sebagai tanda terima kasih kepada-Nya dan sekaligus permohonan supaya TUHAN tetap menyertai bangsa Israel.
NUM 32:1 Suku Ruben dan Gad memiliki sangat banyak ternak. Dan mereka melihat bahwa tanah Yazer dan Gilead cocok untuk memelihara ternak.
NUM 32:2 Maka pemimpin kedua suku itu datang kepada Imam Eleazar dan Musa, dan para pemimpin lainnya. Mereka berkata,
NUM 32:3 “TUHAN sudah menaklukkan Atarot, Dibon, Yazer, Nimrah, Hesbon, Elale, Sebam, Nebo, dan Beon bagi umat Israel. Tanah-tanah itu baik untuk beternak, dan kami punya banyak ternak.
NUM 32:5 Kalau Tuan berkenan, kami mohon supaya tanah itu diberikan menjadi milik kami. Jangan membawa kami ke seberang sungai Yordan untuk menetap di sana.”
NUM 32:6 Kemudian Musa menjawab mereka, “Tidak boleh seperti itu! Tidak mungkin kalian tinggal aman-aman saja di sini sementara saudara-saudara kalian pergi berperang!
NUM 32:7 Kalian tentu akan membuat bangsa Israel patah semangat untuk menyeberangi sungai Yordan ke tanah yang dijanjikan TUHAN kepada kita.
NUM 32:8 Itulah yang dilakukan bapak-bapakmu ketika mereka diutus sebagai mata-mata dari Kades Barnea untuk melihat seperti apa negeri Kanaan itu.
NUM 32:9 Sesudah mereka pergi ke lembah Eskol dan menjelajahi negeri itu, mereka kembali dan membuat bangsa Israel patah semangat sehingga tidak mau pergi ke negeri yang sudah dijanjikan TUHAN itu.
NUM 32:10 Karena itu TUHAN marah kepada mereka dan bersumpah,
NUM 32:11 ‘Semua orang yang berumur dua puluh tahun ke atas ketika keluar dari Mesir tidak akan melihat negeri yang Aku janjikan kepada Abraham, Isak, dan Yakub, karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hati.
NUM 32:12 Dari generasi itu, hanya Kaleb anak Yefune dan Yosua anak Nun yang akan masuk ke negeri itu karena mereka mengikut Aku dengan sepenuh hati.’
NUM 32:13 “Karena murka-Nya, TUHAN membuat bangsa Israel mengembara di padang belantara selama empat puluh tahun, sampai semua orang dari generasi yang memberontak terhadap TUHAN itu mati.
NUM 32:14 Dan sekarang, kalian mau mengulang kesalahan mereka! Orang-orang berdosa seperti kalian akan membuat TUHAN semakin marah terhadap Israel.
NUM 32:15 Kalau kalian tidak mau mengikut TUHAN, Dia akan membiarkan bangsa Israel terus mengembara di padang belantara dan kalian akan membuat bangsa ini hancur!”
NUM 32:16 Kemudian para pemimpin suku Ruben dan Gad, mendekat kepada Musa dan berkata, “Biarkanlah kami membangun kandang-kandang untuk ternak kami dan tembok benteng untuk kota-kota tempat tinggal anak istri kami supaya mereka aman dari serangan orang-orang setempat. Sesudah itu, kami akan mengangkat senjata dan maju memimpin bangsa Israel untuk berperang, sampai mereka mendapatkan tanah mereka.
NUM 32:18 Kami tidak akan pulang sebelum seluruh bangsa Israel mendapat tanah warisan mereka.
NUM 32:19 Kami tidak akan menerima tanah warisan di seberang sungai Yordan, karena tanah warisan kami ada di sini, di sebelah timur sungai Yordan.”
NUM 32:20 Jawab Musa, “Kalau kalian mengangkat senjata, menyeberangi sungai Yordan, dan berperang demi TUHAN sampai Dia mengusir musuh-musuh-Nya
NUM 32:22 dan menaklukkan negeri itu, maka kalian boleh kembali dan hidup di sini. Negeri ini akan menjadi milik kalian ketika sudah memenuhi tanggung jawab kalian terhadap TUHAN dan bangsa Israel.
NUM 32:23 Tetapi kalau kalian tidak melakukannya, kalian berdosa terhadap Allah dan kalian pasti akan menanggung akibatnya.
NUM 32:24 Sekarang, bangunlah kota-kota berbenteng untuk anak istri kalian dan kandang-kandang untuk ternak kalian. Lalu tepatilah janji kalian.”
NUM 32:25 Para pemimpin suku Gad dan Ruben menjawab, “Kami adalah hamba-hambamu. Kami akan melakukan sesuai perintahmu.
NUM 32:26 Anak istri dan ternak kami akan tinggal di kota-kota di daerah Gilead,
NUM 32:27 tetapi kami akan mengangkat senjata, menyeberangi sungai Yordan, dan maju berperang bagi TUHAN, sesuai perintahmu.”
NUM 32:28 Maka Musa memberi perintah kepada Imam Eleazar, Yosua, dan para pemimpin suku Israel,
NUM 32:29 “Jika orang-orang dari suku Gad and Ruben mengangkat senjata bagi TUHAN dan menyeberangi sungai Yordan, dan jika negeri itu berhasil ditaklukkan, berikanlah daerah Gilead kepada mereka sebagai milik mereka.
NUM 32:30 Tetapi kalau mereka tidak mengangkat senjata dan menyeberangi sungai Yordan bersama dengan kalian, mereka akan mendapat tanah di negeri Kanaan, sama dengan suku-suku Israel lainnya.”
NUM 32:31 Para pemimpin suku Gad dan Ruben menjawab, “Kami adalah hamba-hambamu. Kami akan melakukan apa yang TUHAN perintahkan.
NUM 32:32 Kami akan mengangkat senjata dan menyeberang ke negeri Kanaan, tetapi tanah warisan kami tetap di sini, di sebelah timur Yordan.”
NUM 32:33 Maka Musa memberikan tanah kepada suku Gad, suku Ruben, dan setengah suku Manasye di sebelah timur sungai Yordan, yaitu seluruh wilayah yang direbut dari Sihon dan Og, raja orang Amori dan raja orang Basan, termasuk kota-kota dan di daerah sekitarnya.
NUM 32:34 Suku Gad mendirikan kembali kota-kota Dibon, Atarot, Aroer,
NUM 32:35 Atarot Sofan, Yazer, Yogbeha,
NUM 32:36 Bet Nimra, dan Bet Haran. Mereka membangun kembali tembok benteng kota-kota itu dan juga kandang-kandang untuk ternak mereka.
NUM 32:37 Suku Ruben mendirikan kembali kota Hesbon, Eleale, Kiryataim,
NUM 32:38 Nebo, Baal Meon, dan Sibma. Mereka juga mengganti nama dari sebagian kota-kota itu.
NUM 32:39 Pada waktu itu, keturunan marga Makir dari suku Manasye pergi ke Gilead, menaklukkan daerah itu, dan mengusir orang Amori yang tinggal di sana.
NUM 32:40 Jadi Musa memberikan daerah Gilead kepada marga Makir dari suku Manasye dan mereka menetap di sana.
NUM 32:41 Salah satu keturunan suku Manasye yang bernama Yair berhasil menaklukkan kota-kota di sebuah daerah di Gilead dan daerah itu diberi nama Kota-kota Yair.
NUM 32:42 Seseorang yang bernama Nobah juga berhasil menaklukkan kota Kenat dan desa-desa di sekitarnya, dan tempat itu dinamainya Nobah, sesuai namanya sendiri.
NUM 33:1 Musa dan Harun memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, pasukan demi pasukan. Inilah tempat-tempat perhentian Israel di mana mereka berkemah.
NUM 33:2 Atas perintah TUHAN, Musa mencatat tempat-tempat perhentian mereka sepanjang perjalanan itu.
NUM 33:3 Pada hari kelima belas bulan pertama, bangsa Israel keluar dari kota Rameses. Hari itu adalah satu hari sesudah perayaan Paskah yang pertama. Bangsa Israel pergi dari sana disaksikan oleh semua orang Mesir
NUM 33:4 sementara mereka menguburkan semua anak sulung mereka, yang TUHAN bunuh malam sebelumnya. Dengan demikian, TUHAN menyatakan bahwa dewa-dewa Mesir tidak punya kuasa.
NUM 33:5 Dari kota Rameses mereka pergi ke Sukot dan berkemah di sana.
NUM 33:6 Dari Sukot mereka pergi ke Etam, di tepi padang belantara, lalu berkemah di sana.
NUM 33:7 Kemudian mereka berbalik arah ke Pi Hahirot, di sebelah timur Baal Zefon, dan berkemah di dekat Migdol.
NUM 33:8 Dari Pi Hahirot mereka melewati Laut Merah dan berjalan ke padang belantara Etam selama tiga hari, lalu mereka berkemah di Mara.
NUM 33:9 Mereka pergi ke Elim dan berkemah di sana. Di Elim ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon kurma.
NUM 33:10 Dari Elim mereka melanjutkan perjalanan dan berkemah di tepi Laut Merah.
NUM 33:11 Kemudian mereka pergi ke padang belantara Sin dan berkemah di sana.
NUM 33:12 Dari padang belantara Sin mereka melanjutkan perjalanan dan berkemah di Dofka dan Alus.
NUM 33:14 Dari Alus mereka pergi ke Rafidim dan berkemah di sana, tetapi tidak ada air untuk mereka minum di tempat itu.
NUM 33:15 Dari Rafidim, mereka melanjutkan perjalanan sampai ke gunung Hor. Inilah tempat-tempat perhentian di mana mereka berkemah sepanjang perjalanan itu: padang belantara Sinai Kibrot Hatawa Hazerot Ritma Rimon Peres Libna Risa Kehelata Gunung Syafer Harada Makelot Tahat Tarah Mitka Hasmona Moserot Bene Yaakan Hor Gidgad Yotbata Abrona Ezion Geber Kades, di padang belantara Zin.
NUM 33:37 Dari Kades mereka melanjutkan perjalanan ke gunung Hor, di perbatasan wilayah Edom.
NUM 33:38 Sementara bangsa Israel berkemah di gunung Hor, Imam Harun naik ke atas gunung itu atas perintah TUHAN, dan meninggal di sana. Hal ini terjadi pada tanggal satu bulan kelima, di tahun keempat puluh sejak bangsa Israel keluar dari Mesir.
NUM 33:39 Harun meninggal di gunung Hor pada umur 123 tahun.
NUM 33:40 Pada waktu itu, seorang raja bangsa Kanaan yang memerintah atas kota Arad dan tinggal di bagian selatan negeri Kanaan mendengar kabar bahwa bangsa Israel sedang menuju ke negerinya.
NUM 33:41 Dari gunung Hor, bangsa Israel melanjutkan perjalanan sampai ke dataran Moab. Dalam perjalanan itu mereka berhenti dan berkemah di tempat-tempat ini: Zalmona Funon Obot Reruntuhan Abarim di perbatasan wilayah Moab Dibon Gad Almon Diblataim pegunungan Abarim dekat Nebo.
NUM 33:48 Di dataran Moab mereka berhenti dan berkemah di tepi sungai Yordan yang berseberangan dengan kota Yeriko.
NUM 33:49 Di dataran Moab, perkemahan mereka terbentang di tepi sungai Yordan dari Bet Yesimot sampai ke Abel Sitim.
NUM 33:50 Pada waktu mereka berkemah di daratan Moab di tepi sungai Yordan, berseberangan dengan kota Yeriko, TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 33:51 “Sampaikanlah kepada seluruh bangsa Israel bahwa waktu kalian menyeberangi sungai Yordan ke negeri Kanaan,
NUM 33:52 kalian harus mengusir seluruh penduduk negeri itu dari hadapanmu. Kalian harus menghancurkan semua patung berhala dari batu dan dari logam serta semua tempat penyembahan berhala.
NUM 33:53 Rebutlah negeri itu dari mereka dan tinggallah di sana, sebab Aku sudah memberikan tanah itu menjadi milik kepunyaanmu.
NUM 33:54 Kemudian bagikanlah tanah itu sebagai warisan untuk setiap suku dengan cara membuat undi. Suku yang lebih besar akan mendapat tanah warisan yang lebih luas, dan suku yang lebih kecil akan mendapat tanah warisan yang lebih kecil. Hasil undian itu menentukan bagian tanah mana yang akan kalian dapatkan. Bagi-bagilah warisan untuk suku-suku nenek moyangmu.
NUM 33:55 Kalau kalian tidak mengusir penduduk negeri itu, mereka akan seperti benalu bagimu atau duri dalam dagingmu. Mereka akan terus mengganggu kalian selama kalian tinggal di sana.
NUM 33:56 Dan Aku akan membinasakan kalian seperti yang sudah Aku rencanakan terhadap mereka.”
NUM 34:1 TUHAN berbicara kepada Musa,
NUM 34:2 “Perintahkanlah hal ini kepada orang Israel: Ketika memasuki negeri Kanaan yang menjadi tanah warisan kalian, inilah batas-batasnya:
NUM 34:3 Batas selatan negerimu mulai dari ujung selatan Laut Mati di sebelah timur, terus ke perbatasan antara padang belantara Zin dengan wilayah Edom.
NUM 34:4 Kemudian berbelok ke sebelah selatan Jalur Pendakian Kalajengking, terus ke padang belantara Zin, dan berakhir di sebelah selatan kota Kades Barnea. Dari sana, batas itu berlanjut ke Hazar Adar dan terus ke kota Azmon.
NUM 34:5 Dari Azmon, batas itu berbelok ke lembah dengan anak sungai yang berbatasan dengan Mesir dan berakhir di Laut Tengah.
NUM 34:6 Batas barat wilayah kalian adalah Laut Tengah.
NUM 34:7 Batas utara wilayah kalian dimulai dari Laut Tengah menuju gunung Hor ke arah timur.
NUM 34:8 Dari sana batas itu terus ke jalan yang menuju kota Hamat, hingga sampai di Zedad, kota yang paling utara.
NUM 34:9 Kemudian batas itu berlanjut ke Zifron dan sampai ke Hazar Enan.
NUM 34:10 Batas timur wilayah kalian dimulai dari Hazar Enan ke arah selatan sampai ke Sefam.
NUM 34:11 Dari Sefam, batas itu turun ke Ribla di sebelah timur Ain, sampai ke tebing danau Galilea di sebelah timur.
NUM 34:12 Selanjutnya batas itu turun ke sebelah selatan sepanjang sungai Yordan dan berakhir di Laut Mati. Itulah batas-batas sekeliling negeri kalian.”
NUM 34:13 Lalu Musa berkata kepada bangsa Israel, “Itulah tanah yang akan kalian terima sebagai warisan kalian melalui undian. Tanah itu akan dibagikan kepada sembilan setengah suku Israel, sesuai perintah TUHAN.
NUM 34:14 Keluarga-keluarga dari suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye sudah mendapatkan tanah warisan mereka
NUM 34:15 di sebelah timur sungai Yordan, berseberangan dengan kota Yeriko.”
NUM 34:16 Kemudian TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 34:17 “Orang-orang yang akan membagi-bagi tanah warisan negeri itu adalah Imam Eleazar dan Yosua anak Nun.
NUM 34:18 Mereka akan dibantu oleh satu orang dari setiap suku,
NUM 34:19 dan inilah nama-namanya: Suku Nama Yehuda Kaleb anak Yefune Simeon Samuel anak Amihud Benyamin Elidad anak Kislon Dan Buki anak Yogli Manasye Haniel anak Efod Efraim Kemuel anak Siftan Zebulon Elisafan anak Parnah Isakar Paltiel anak Azan Asyer Ahihud anak Selomi Naftali Pedael anak Amihud.”
NUM 34:29 Inilah orang-orang yang TUHAN tunjuk untuk membagi tanah warisan Kanaan kepada bangsa Israel.
NUM 35:1 TUHAN berkata kepada Musa di dataran Moab di tepi sungai Yordan, berseberangan dengan kota Yeriko.
NUM 35:2 “Suruhlah bangsa Israel untuk memberikan beberapa kota dari tanah warisan mereka kepada suku Lewi sebagai tempat tinggal bagi mereka. Padang-padang rumput di sekitar kota-kota itu juga diberikan kepada suku Lewi untuk menggembalakan segala ternak mereka.
NUM 35:4 Padang rumput yang diberikan kepada mereka akan mengeliling selebar 920 meter dari keempat penjuru tembok kota, yaitu di sebelah timur, barat, utara, dan selatan. Seluruh daerah itu juga diberikan kepada suku Lewi untuk menggembalakan ternak mereka.
NUM 35:6 “Kalian akan memberikan enam kota perlindungan kepada suku Lewi, supaya ketika ada orang yang tidak sengaja membunuh sesamanya, mereka dapat melarikan diri dan berlindung di sana. Selain itu, berikan juga empat puluh dua kota lain bagi mereka.
NUM 35:7 Jadi, jumlah kota yang diberikan kepada suku Lewi seluruhnya ada empat puluh delapan, beserta padang-padang rumput bagi ternak mereka.
NUM 35:8 Kota-kota itu akan diambil dari tanah warisan suku-suku Israel lainnya. Suku besar yang mendapatkan tanah luas akan menyediakan lebih banyak kota bagi suku Lewi, dan suku kecil yang mendapat tanah yang tidak begitu luas akan menyediakan lebih sedikit kota.”
NUM 35:9 Kemudian, TUHAN berkata kepada Musa,
NUM 35:10 “Katakanlah kepada bangsa Israel: Sesudah kalian menyeberangi sungai Yordan dan memasuki negeri Kanaan,
NUM 35:11 kalian akan memilih beberapa kota sebagai tempat perlindungan. Ketika ada orang yang tidak sengaja mencelakai sesamanya hingga tewas, dia dapat lari dan berlindung di salah satu kota tersebut,
NUM 35:12 supaya tidak dibunuh oleh anggota keluarga korban sebelum perkaranya disidang di hadapan para pemimpin kota.
NUM 35:13 Kamu akan menetapkan enam kota sebagai tempat perlindungan bagi orang yang melakukan pembunuhan secara tidak sengaja,
NUM 35:14 yaitu tiga kota di sebelah timur sungai Yordan dan tiga kota lagi di wilayah Kanaan.
NUM 35:15 Baik orang Israel, pendatang, maupun penduduk yang tinggal di sekitarnya, boleh melarikan diri ke kota-kota itu jika melakukan pembunuhan secara tidak sengaja.
NUM 35:16 “Tetapi siapa pun yang membunuh orang dengan senjata besi, senjata kayu, ataupun dengan batu besar adalah pembunuh dan harus dihukum mati.
NUM 35:19 Saudara terdekat dari orang yang dibunuh itulah yang harus menghukum mati pembunuh itu. Begitu dia menemukan, dia harus membunuhnya.
NUM 35:20 Demikian juga, kalau seseorang karena benci mendorong atau melempari orang dengan sesuatu sehingga orang itu mati,
NUM 35:21 atau menyerang dengan meninjunya sampai orang itu mati, maka orang itu adalah pembunuh yang harus dihukum mati. Waktu saudara terdekat korban menemukan pembunuh itu, dia harus membunuhnya.
NUM 35:22 “Akan tetapi jika orang itu tidak membenci sesamanya ketika mendorongnya, atau tanpa sengaja melemparkan sesuatu,
NUM 35:23 atau tanpa sengaja menjatuhkan batu pada seseorang sehingga menyebabkan orang itu mati, walaupun dia sama sekali tidak memusuhinya dan tidak punya rencana jahat,
NUM 35:24 maka penduduk di kota itu harus menyelidiki apakah orang itu membunuh dengan sengaja atau tidak. Kalau tidak terbukti, mereka harus melindungi orang itu dari saudara terdekat yang hendak membunuhnya sebagai pembalasan.
NUM 35:25 Mereka harus membawa pembunuh itu masuk kembali ke kota perlindungan tempat dia melarikan diri, dan pembunuh itu harus tinggal di sana sampai imam besar pada waktu itu mati.
NUM 35:26 “Selama imam besar masih hidup, pembunuh itu tidak boleh keluar dari kota perlindungan.
NUM 35:27 Apabila saudara terdekat korban yang menuntut balas menemukan pembunuh itu di luar kota perlindungan dan membunuhnya, maka dia dianggap tidak bersalah atas pembunuhan itu.
NUM 35:28 Pembunuh itu harus tinggal di kota perlindungan sampai imam besar mati. Setelah imam besar mati barulah dia boleh pulang ke tanah warisannya.
NUM 35:29 Di manapun kalian akan tinggal, kalian harus menaati semua peraturan ini turun temurun.
NUM 35:30 “Siapa pun yang terbukti sudah membunuh orang oleh keterangan dua orang saksi atau lebih, harus dihukum mati. Tetapi hukuman mati tidak boleh dilakukan kalau hanya ada satu orang saksi.
NUM 35:31 Kalian tidak boleh menerima uang tebusan untuk membiarkan seorang pembunuh tetap hidup. Seorang pembunuh harus dihukum mati.
NUM 35:32 Kalian juga tidak boleh menerima uang tebusan untuk membiarkan seorang pembunuh yang sedang berlindung di kota perlindungan pulang ke rumahnya sebelum imam besar mati.
NUM 35:33 Kalian harus mengikuti peraturan-peraturan ini supaya negeri di mana kalian tinggal itu tidak tercemar. Penumpahan darah orang yang tidak bersalah akan mencemari negeri itu dan tidak ada yang dapat menyucikannya kembali kecuali kalau pembunuhnya dihukum mati.
NUM 35:34 Janganlah kamu cemari tanah tempat tinggalmu yang juga menjadi tempat Aku berdiam. Karena Akulah TUHAN yang tinggal bersama dengan kalian.”
NUM 36:1 Pemimpin-pemimpin keluarga marga Gilead (anak Makir) dari suku Manasye (anak Yurup) datang menghadap Musa dan para pemimpin Israel
NUM 36:2 dan berkata, “Saat TUHAN menyuruh Tuan melakukan undian untuk membagikan negeri warisan kepada suku-suku Israel, Dia menyuruh Tuan untuk memberikan tanah warisan saudara kami, Zelafehad kepada anak-anak perempuannya.
NUM 36:3 Tetapi kalau perempuan-perempuan itu menikah dengan laki-laki dari suku lain, nanti pada waktu Tahun Pemulihan, tanah warisan mereka itu akan ditambahkan kepada suku pihak suami. Dengan demikian, tanah warisan suku kami akan dibawa ke suku lain.”
NUM 36:5 Lalu Musa menyampaikan pesan TUHAN kepada bangsa Israel, “Benar perkataan orang-orang suku Manasye itu.
NUM 36:6 Sebab itu, TUHAN mengatakan bahwa anak-anak perempuan Zelafehad boleh menikah dengan siapa saja yang mereka mau, selama orang itu satu suku dengan mereka.
NUM 36:7 Tanah warisan bangsa Israel tidak boleh berpindah dari satu suku ke suku yang lain. Setiap orang harus mewarisi tanah dari sukunya masing-masing. Setiap perempuan yang mendapat tanah warisan dalam suku Israel hanya boleh menikah dengan orang yang satu suku dengannya. Dengan cara itu setiap orang Israel akan tetap memiliki tanah dari nenek moyangnya masing-masing.”
NUM 36:10 Kelima anak perempuan Zelafehad itu pun mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN melalui Musa.
NUM 36:11 Mahla, Tirza, Hogla, Milka dan Noa menikah dengan saudara sepupunya dari keluarga ayahnya.
NUM 36:12 Dengan demikian mereka tetap termasuk dalam marga-marga keluarga Manasye, sehingga tanah warisan mereka tetap milik suku ayah mereka.
NUM 36:13 Itulah seluruh perintah dan hukum yang diberikan TUHAN kepada Musa untuk disampaikan kepada seluruh bangsa Israel ketika mereka berada di dataran Moab, di tepi sungai Yordan, berseberangan dengan kota Yeriko.
DEU 1:1 Inilah perkataan-perkataan yang disampaikan Musa kepada seluruh umat Israel di padang belantara, di sebelah timur sungai Yordan, pada waktu mereka berkemah di lembah Yordan di dekat kota Suf. Dari tempat mereka berkemah itu, kota Paran berada di satu sisi, sedangkan kota Tofel, Laban, Hazerot, dan Disahab berada di sisi yang berlawanan.
DEU 1:2 Biasanya perjalanan dari gunung Sinai ke Kades Barnea hanya memerlukan waktu sebelas hari kalau melewati pegunungan Seir.
DEU 1:3 Tetapi pada tanggal satu, bulan sebelas, tahun keempat puluh sesudah bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa mulai menyampaikan kepada mereka semua yang diperintahkan TUHAN untuk diingatkan kembali kepada mereka.
DEU 1:4 Semua sejarah hukum TUHAN ini dikatakan Musa ketika bangsa Israel masih berada di sebelah timur sungai Yordan, di negeri Moab, dan sesudah mereka mengalahkan Raja Sihon dan Raja Og. (Sihon adalah raja orang Amori yang sebelumnya memerintah di kota Hesbon, dan Og adalah raja yang dulu memerintah atas daerah Basan dari kota Astarot dan kota Edrei.) Kata Musa,
DEU 1:6 “Dulu, ketika kita berada di gunung Sinai, TUHAN Allah kita berkata kepada kita, ‘Sudah cukup lama kalian tinggal di kaki gunung ini.
DEU 1:7 Sekarang lanjutkan perjalanan kalian ke daerah perbukitan orang Amori, dan ke daerah sekitarnya di seluruh negeri Kanaan, termasuk lembah Yordan, ke daerah berbukit-bukit kecil di sebelah barat, dan daerah-daerah perbukitan lainnya. Termasuk juga daerah luas di padang belantara di sebelah selatan, sampai ke dataran di sepanjang tepi Laut Tengah, dan ke utara lagi sampai ke pegunungan Libanon, hingga terus ke sebelah timur sampai ke sungai besar, yaitu sungai Efrat.
DEU 1:8 Ketahuilah, Aku sudah memberikan negeri itu kepada kalian melalui perjanjian yang Aku buat dengan nenek moyangmu, yaitu Abraham, Isak, dan Yakub. Jadi, masuk dan dudukilah negeri itu.’”
DEU 1:9 Musa melanjutkan, “Pada waktu itu, saya berkata kepada kalian, ‘Saya seorang diri tidak sanggup menanggung beban yang besar untuk memimpin kalian semua.
DEU 1:10 TUHAN Allah kita sudah membuat jumlah kalian semakin bertambah banyak. Dan lihatlah, jumlah kalian sekarang seperti banyaknya bintang di langit.
DEU 1:11 Ya, semoga TUHAN, Allah nenek moyang kita, semakin menambahkan jumlah anak cucu kalian sampai ribuan kali lipat, dan membuat kalian menjadi bangsa yang makmur seperti yang sudah Dia janjikan!
DEU 1:12 Namun, bagaimana mungkin saya seorang diri bisa menanggung tugas yang besar untuk menyelesaikan segala pertengkaran kalian?!’
DEU 1:13 Maka, waktu itu saya menyuruh supaya setiap suku memilih orang-orang untuk diangkat menjadi kepala suku, juga memilih orang-orang yang akan memimpin dalam kelompok seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang. Yang menjadi pemimpin haruslah laki-laki yang bijaksana, berpengertian, dan berpengalaman. Lalu kalian menjawab, ‘Itu rencana yang baik!’ Jadi saya melantik orang-orang itu sebagai pemimpin kalian.
DEU 1:16 “Sewaktu para hakim dilantik, saya berpesan kepada mereka, ‘Kalian semua harus menolong umat Israel untuk menyelesaikan berbagai perkara di antara mereka. Kalian harus adil dalam memutuskan setiap masalah yang terjadi, baik antara seseorang dengan saudara sebangsanya, maupun antara orang Israel dengan orang asing yang tinggal di antara kalian.
DEU 1:17 Jangan berpihak saat memutuskan setiap perkara. Berlakulah adil kepada setiap orang, baik yang kaya maupun yang miskin. Jangan takut dimarahi oleh siapa pun atas keputusanmu itu, karena Allah akan memimpin kalian supaya keputusanmu sesuai dengan kehendak-Nya. Tetapi, kalau ada masalah berat yang tidak bisa kamu selesaikan, bawalah kepada saya agar saya memutuskannya.’”
DEU 1:18 Kata Musa selanjutnya, “Pada waktu itu, di kaki gunung Sinai, saya mengajari kalian tentang berbagai hal lain yang harus kalian lakukan. Lalu TUHAN Allah kita menyuruh kita untuk pindah dari gunung itu. Maka kita keluar dari sana menuju ke daerah perbukitan orang Amori. Seperti yang kalian ingat, kita melewati padang belantara yang sangat luas dan mengerikan sampai tiba di Kades Barnea.
DEU 1:20 Sesudah tiba di Kades Barnea, saya berkata kepada kalian, ‘Kita sudah sampai di daerah perbukitan yang didiami orang Amori, yaitu negeri yang sebentar lagi TUHAN serahkan kepada kita.
DEU 1:21 Ketahuilah, TUHAN Allah nenek moyang kita sudah memberikan negeri ini kepada kita. Masuk dan dudukilah negeri ini, seperti yang sudah diperintahkan kepada kita oleh TUHAN. Jangan takut dan janganlah putus asa!’
DEU 1:22 “Namun, kalian semua datang kepada saya dan mengusulkan, ‘Biarlah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk mengintai negeri itu, lalu melaporkan kepada kita tentang keadaan kota-kota di sana dan strategi yang diperlukan agar bisa menerobos ke dalamnya.’
DEU 1:23 “Usulan itu saya setujui. Maka saya memilih dua belas orang, satu orang dari setiap suku.
DEU 1:24 Mereka pergi ke sana melalui daerah perbukitan itu sampai tiba di Lembah Eskol, dan mereka menjelajahi daerah itu.
DEU 1:25 Kemudian mereka kembali kepada kita dengan membawa buah-buahan dari negeri itu serta melaporkan, ‘Negeri yang diberikan TUHAN kepada kita memang sangat subur.’
DEU 1:26 “Tetapi kalian tidak mau pergi ke negeri itu! Kalian memberontak terhadap perintah TUHAN Allah kita!
DEU 1:27 Di dalam kemahmu masing-masing, kalian bersungut-sungut dan berkata, ‘Ah, ternyata TUHAN membawa kita keluar dari Mesir karena Dia membenci kita. Dia mau menyerahkan kita kepada bangsa Amori supaya mereka membinasakan kita.
DEU 1:28 Kalau kita masuk ke negeri itu, kita akan dibunuh! Kita takut karena laporan dari orang-orang yang sudah mengintai ke sana. Mereka berkata, “Orang-orang di sana lebih tinggi dan lebih kuat daripada kita. Kota-kota mereka besar dan dikelilingi tembok yang menjulang tinggi ke langit! Kami bahkan melihat orang-orang raksasa di sana, yaitu keturunan Anakim.”’
DEU 1:29 “Tetapi saya berkata kepada kalian, ‘Jangan takut kepada mereka!
DEU 1:30 TUHAN Allah akan mendahului kita dan berperang bagi kita, sebagaimana yang sudah Dia lakukan di Mesir, di depan mata kita sendiri!
DEU 1:31 Begitu juga dalam perjalanan melalui padang belantara, kita sudah menyaksikan bagaimana Allah menyertai kita. Dia bagaikan seorang ayah yang menggendong anaknya sendiri hingga kita tiba di tempat ini.’
DEU 1:32 “Meskipun saya sudah berkata demikian, kalian tetap tidak percaya bahwa TUHAN Allah kita setia dan mampu menolong kita,
DEU 1:33 padahal Dia— dengan tiang api di waktu malam dan tiang awan di waktu siang— selalu berjalan di depan kita untuk menunjukkan jalan yang harus kita lewati, dan untuk menunjukkan tempat berkemah bagi kita.”
DEU 1:34 Musa melanjutkan, “Ketika TUHAN mendengar perkataan kalian, Dia pun marah dan bersumpah,
DEU 1:35 ‘Tidak seorang pun dari generasi yang jahat ini akan melihat negeri yang subur yang sudah Aku janjikan kepada nenek moyang mereka untuk mereka miliki!
DEU 1:36 Hanya Kaleb anak Yefune yang akan melihat negeri itu. Kepada dia dan keturunannya, Aku akan memberikan negeri yang sudah dia jelajahi, karena dia menaati perintah-Ku dengan sepenuh hati.’”
DEU 1:37 Kata Musa lagi, “Karena kalian begitu keras kepala, saya sampai melanggar salah satu perintah TUHAN sehingga TUHAN marah kepada saya dan berkata, ‘Kamu juga tidak akan masuk ke negeri itu!
DEU 1:38 Tetapi Yosua anak Nun, yaitu tangan kananmu, akan masuk ke sana. Jadi kuatkanlah hatinya, karena dialah yang akan memimpin umat Israel untuk menempati negeri itu.’
DEU 1:39 TUHAN juga berkata kepada kalian semua, ‘Anak-anak kalian yang masih kecil— yang belum tahu apa-apa dan yang menurut kalian akan dirampas oleh musuh kalau kalian memasuki negeri itu— merekalah yang akan masuk dan menduduki negeri itu! Aku akan memberikannya kepada mereka.
DEU 1:40 Tetapi kalian, berbaliklah dan kembali ke padang belantara melewati jalan ke arah Laut Merah!’
DEU 1:41 “Kemudian kalian berkata, ‘Kami sudah berdosa terhadap TUHAN! Kami akan berangkat untuk berperang sesuai dengan perintah TUHAN Allah kita.’ Lalu kalian semua mempersiapkan senjata-senjata masing-masing, karena kalian pikir merebut daerah perbukitan adalah hal yang mudah.
DEU 1:42 “TUHAN berkata kepada saya, ‘Sampaikan kepada mereka supaya jangan pergi berperang, karena Aku tidak akan menyertai mereka. Mereka akan dikalahkan oleh musuh.’
DEU 1:43 “Maka saya menyampaikan pesan itu kepada kalian, tetapi kalian tidak mau mendengar. Kalian memberontak terhadap perintah TUHAN dan dengan sombong pergi ke daerah perbukitan itu.
DEU 1:44 Lalu orang Amori yang tinggal di sana menyerbu kalian seperti kawanan lebah. Mereka mengejar dan membantai pasukan kita dari Seir sampai ke Horma.
DEU 1:45 Lalu kalian kembali dan meratap di hadapan TUHAN, tetapi TUHAN sama sekali tidak mau menghiraukan kalian.
DEU 1:46 Akibatnya, kita terpaksa tinggal lama sekali di Kades Barnea, seperti kalian tahu.”
DEU 2:1 Kata Musa selanjutnya kepada umat Israel, “Kemudian, sesuai dengan perintah TUHAN kepada saya, kita kembali ke padang belantara melewati jalan ke arah Laut Merah. Cukup lama kita mengembara di daerah perbukitan Seir.
DEU 2:2 “Lalu TUHAN berkata kepada saya,
DEU 2:3 ‘Kalian sudah cukup lama mengembara mengelilingi daerah perbukitan ini. Sekarang pergilah ke utara.
DEU 2:4 Kalian akan melewati daerah kerabat kalian, bangsa Edom, yaitu keturunan Esau yang tinggal di daerah Seir. Mereka akan merasa terancam oleh kalian, maka perintahkan kepada umat itu: Waspadalah
DEU 2:5 agar jangan memicu mereka untuk berperang! Daerah itu bukanlah negeri yang akan Aku berikan kepada kalian, bahkan setapak kaki pun tidak! Negeri perbukitan itu sudah Aku berikan kepada Esau dan keturunannya.
DEU 2:6 Untuk makanan dan air minum pun, kalian harus membeli dari mereka.
DEU 2:7 Ingatlah bahwa selama ini, Aku, TUHAN Allahmu, sudah memberkati kalian dalam semua hal yang kalian lakukan. Aku sudah menyertai kalian selama empat puluh tahun mengembara di padang belantara yang luas itu, dan kalian tidak kekurangan apa pun.’
DEU 2:8 “Maka kita melewati daerah kerabat kita, keturunan Esau yang tinggal di daerah Seir, dan kita tidak mengikuti jalan yang menuju ke lembah sungai Yordan, yaitu jalan yang melalui kota Elat dan Ezion Geber. Kita berbelok ke arah utara dan mengikuti jalan menuju padang belantara Moab.
DEU 2:9 Lalu TUHAN berkata kepada saya, ‘Janganlah mengganggu bangsa Moab atau memicu perang dengan mereka, karena orang Moab adalah keturunan Lot, dan negeri Ar sudah Aku berikan sebagai milik mereka. Jadi, sedikit pun tanah mereka tidak akan Aku berikan kepada kalian.’
DEU 2:10 (Dahulu kota Ar didiami oleh orang Emim. Jumlah mereka banyak. Tubuh mereka besar dan tinggi seperti raksasa.
DEU 2:11 Karena itu, mereka dianggap sebagai orang Refaim. Bangsa Moab menyebut mereka orang Emim.
DEU 2:12 Dulu, daerah Seir juga didiami orang Hori, tetapi keturunan Esau menyerang dan menghabisi mereka, lalu menduduki negeri itu. Begitu jugalah bangsa Israel mengusir musuh-musuh mereka di negeri pemberian TUHAN kepada mereka.)
DEU 2:13 “Lalu TUHAN berkata, ‘Bangkitlah dan seberangilah wadi Zered.’ Maka kita menyeberangi wadi itu.
DEU 2:14 “Sejak kita pindah dari Kades Barnea sampai menyeberangi wadi Zered, kita sudah mengembara selama tiga puluh delapan tahun. Dalam masa itu, semua laki-laki yang mampu berperang dari generasi pertama sudah mati, seperti sumpah TUHAN mengenai mereka.
DEU 2:15 TUHAN sendiri yang melawan mereka, sampai mereka semua lenyap dari antara kita.
DEU 2:16 “Sesudah semua prajurit itu mati,
DEU 2:17 TUHAN berkata kepada saya,
DEU 2:18 ‘Hari ini, mulailah perjalanan menuju negeri Kanaan dengan melewati kota Ar dan lintasilah perbatasan di utara Moab.
DEU 2:19 Saat kalian mendekati wilayah bangsa Amon, jangan mengganggu atau menyerang mereka, karena bangsa Amon adalah keturunan Lot. Negeri itu sudah Aku berikan kepada mereka. Aku tidak akan memberikan sedikit pun wilayah mereka kepada kalian.’”
DEU 2:20 (Dahulu, negeri Ar didiami oleh salah satu suku orang raksasa yang disebut Refaim, tetapi bangsa Amon menyebut mereka Zamzumim.
DEU 2:21 Bangsa Refaim itu kuat, banyak, dan tinggi seperti raksasa, tetapi TUHAN memusnahkan mereka dari hadapan bangsa Amon, sehingga bangsa Amon merebut dan menduduki negeri itu.
DEU 2:22 Hal yang sama juga TUHAN lakukan bagi orang Edom, yaitu keturunan Esau yang tinggal di Seir. TUHAN memusnahkan orang Hori, sehingga orang Edom merebut negeri itu dan menetap di sana sampai sekarang.
DEU 2:23 Demikian jugalah yang terjadi pada bangsa Filistin yang berasal dari pulau Kreta. Mereka memusnahkan orang Awi yang dulu tinggal di sepanjang pesisir laut sampai di Gaza, lalu menguasai wilayah itu.)
DEU 2:24 Musa melanjutkan kisahnya, “Kemudian TUHAN memberikan perintah ini kepada saya, ‘Sekarang sudah tiba waktunya. Seberangilah Lembah Arnon. Di sana kalian akan berhadapan dengan raja bangsa Amori bernama Sihon, yang memerintah dari kota Hesbon. Aku sudah menyerahkan dia dan negerinya kepada kalian. Seranglah dia dan dudukilah negerinya.
DEU 2:25 Mulai hari ini, Aku akan membuat semua orang di mana-mana takut kepada kalian. Ketika mereka mendengar berita tentang kalian, mereka akan gemetar ketakutan.’
DEU 2:26 “Sesudah kita sampai di padang belantara Kedemot, saya mengutus beberapa orang kepada Sihon, raja yang memerintah dari kota Hesbon, untuk menyampaikan pesan perdamaian. Inilah pesan saya kepada Sihon,
DEU 2:27 ‘Kami mohon agar Tuan mengizinkan kami berjalan melintasi negeri Tuan. Kami hanya akan melewati jalan utama dan tidak akan menyimpang ke mana-mana.
DEU 2:28 Kami bersedia membeli makanan dan air minum dari rakyat Tuan dengan uang. Kami hanya mohon izin untuk berjalan kaki melewati negeri Tuan.
DEU 2:29 Bangsa Edom yang tinggal di Seir dan bangsa Moab yang tinggal di Ar sudah mengizinkan kami melewati negeri mereka. Biarkanlah kami lewat sampai menyeberangi sungai Yordan dan masuk ke negeri yang akan TUHAN Allah kami serahkan kepada kami.’
DEU 2:30 Tetapi Raja Sihon tidak mengizinkan kita untuk berjalan melewati negerinya. TUHAN Allah kita sengaja membuat raja itu keras kepala sehingga menolak pesan kita, karena TUHAN hendak menyerahkan dia dan negerinya kepada kita. Itulah sebabnya hari ini kita menduduki daerah Sihon.
DEU 2:31 “Waktu itu, TUHAN berkata kepada saya, ‘Perhatikanlah, Aku sudah mulai menyerahkan Raja Sihon dan negerinya kepada kalian. Mulailah merebut dan menduduki negeri ini.’
DEU 2:32 “Kemudian, ketika Raja Sihon mengumpulkan semua pasukannya dan menyerang kita di kota Yahas,
DEU 2:33 TUHAN Allah kita menyerahkan dia bersama semua anak laki-lakinya dan seluruh pasukannya kepada kita, sehingga kita menghabisi mereka.
DEU 2:34 Pada waktu itu, kita merebut semua kota mereka dan memusnahkan semua penduduknya, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. Tidak seorang pun kita biarkan hidup.
DEU 2:35 Kita hanya mengambil ternak dan jarahan dari kota-kota yang sudah kita rebut.
DEU 2:36 Mulai dari kota Aroer yang terletak di tepi Lembah Arnon, dan sebuah kota di tengah lembah itu, sampai ke daerah Gilead, tidak ada satu kota pun yang temboknya terlalu kuat bagi kita. TUHAN Allah kita menyerahkan semua kota di daerah itu kepada kita.
DEU 2:37 Yang tidak kita dekati hanya daerah keturunan Amon di sepanjang tepi sungai Yabok dan kota-kota mereka di perbukitan, juga semua daerah lain yang dilarang TUHAN Allah.”
DEU 3:1 Kata Musa selanjutnya kepada umat Israel, “Ketika kita berbelok menuju wilayah Basan, Raja Og memimpin seluruh pasukan Basan untuk menyerang kita di dekat kota Edrei.
DEU 3:2 Tetapi TUHAN berkata kepada saya, ‘Jangan takut kepadanya, karena Aku sudah menyerahkan dia beserta seluruh pasukannya dan negerinya kepada kalian. Kalian akan menghabisi dia seperti menghabisi Sihon, raja orang Amori yang sebelumnya memerintah di Hesbon.’
DEU 3:3 “Demikianlah TUHAN Allah kita menyerahkan Raja Og dan seluruh pasukannya, dan kita menghabisi mereka semua. Tidak ada yang kita biarkan hidup.
DEU 3:4 Waktu itu, kita merebut semua kota yang dikuasai Raja Og, yaitu seluruh wilayah Argob. Semuanya ada enam puluh kota, dan tidak satu pun yang tidak kita rebut dari mereka.
DEU 3:5 Semua kota itu dibentengi tembok yang tinggi dan pintu gerbang yang dikunci dengan palang-palang. Selain itu, banyak juga kota kecil yang tidak bertembok.
DEU 3:6 Kita memusnahkan seluruh penduduk di semua kota kerajaan Basan, seperti yang kita lakukan terhadap Raja Sihon. Semua dibunuh, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak.
DEU 3:7 Tetapi kita mengambil semua ternak dan jarahan dari kota-kota itu untuk diri kita sendiri.
DEU 3:8 “Jadi, kita sudah merebut seluruh negeri di sebelah timur sungai Yordan dari kedua raja orang Amori itu, mulai dari lembah Arnon sampai ke gunung Hermon.
DEU 3:9 (Gunung Hermon disebut Siryon oleh orang Sidon, dan Senir oleh orang Amori.)
DEU 3:10 Kita sudah merebut semua kota yang dikuasai oleh Raja Og, yaitu semua kota di dataran tinggi, daerah Gilead dan Basan, sampai ke kota Salka dan Edrei di sebelah timur.”
DEU 3:11 (Raja Og adalah raksasa terakhir dari suku Refaim. Tempat tidurnya terbuat dari besi dengan panjang empat meter dan lebar hampir dua meter. Sampai penulisan kitab ini, tempat tidur itu masih ada di kota Raba, di daerah bangsa Amon.)
DEU 3:12 “Sesudah kita menduduki negeri ini, saya membagikannya kepada suku Ruben dan suku Gad, mulai dari kota Aroer di lembah sungai Arnon, dan setengah dari perbukitan Gilead beserta kota-kotanya.
DEU 3:13 Seluruh wilayah Argob, yaitu sisa daerah Gilead, dan seluruh daerah Basan bekas kerajaan Og, saya berikan kepada separuh suku Manasye. (Negeri Basan dikenal sebagai negeri orang Refaim.)
DEU 3:14 Seluruh wilayah Argob (yang juga disebut Basan) diambil oleh Yair dari suku Manasye, sampai perbatasan dengan wilayah orang Gesur dan orang Maaka. Lalu dia menamai wilayah itu Yair, seperti namanya sendiri, sehingga sampai hari penulisan kitab ini, seluruh wilayah Argob dikenal sebagai Kota-kota Yair.
DEU 3:15 “Selanjutnya, saya menyerahkan daerah bagian utara wilayah Gilead kepada keluarga Makir dari suku Manasye.
DEU 3:16 Saya juga memberikan sebagian wilayah Gilead kepada suku Ruben dan Gad. Wilayah itu membentang dari bagian tengah sungai Arnon di sebelah selatan, dan ke utara sampai ke sungai Yabok, yang berbatasan dengan daerah orang Amon.
DEU 3:17 Wilayah ini dibatasi oleh sungai Yordan di sebelah barat, danau Galilea di sebelah utara, Laut Mati di sebelah selatan, dan kaki gunung Pisga di sebelah timur.
DEU 3:18 “Pada waktu itu, saya berkata kepada suku Ruben, Gad, dan separuh suku Manasye, ‘TUHAN Allah kita sudah memberikan wilayah ini kepada kalian, tetapi kalian juga harus berperang untuk saudara-saudaramu. Pasukan kalian harus menyeberangi sungai Yordan mendahului suku-suku Israel yang lain.
DEU 3:19 Hanya istri-istrimu, anak-anakmu, dan ternakmu yang banyak itulah yang boleh tinggal di kota-kota yang sudah saya serahkan kepada kalian.
DEU 3:20 Pasukan kalian harus berjuang sampai TUHAN memberikan kelegaan dari perang kepada saudara-saudaramu, seperti yang sudah Dia berikan kepada kalian. Setelah mereka menduduki negeri di seberang sungai Yordan yang sebentar lagi TUHAN serahkan kepada mereka, barulah kalian boleh kembali ke tanah kalian masing-masing yang sudah saya bagikan.’
DEU 3:21 “Saat itu, saya juga memberikan perintah ini kepada Yosua, ‘Kamu sudah melihat sendiri apa yang dilakukan TUHAN Allah kita terhadap Raja Sihon dan Og. TUHAN akan melakukan hal yang sama terhadap semua kerajaan di sebelah barat sungai Yordan. Kamu akan memimpin umat Israel masuk ke sana.’
DEU 3:22 Jadi, saya katakan kepada kalian: Jangan takut kepada mereka, karena TUHANlah yang akan berperang bagi kalian.”
DEU 3:23 Musa melanjutkan kisahnya, “Waktu itu saya sungguh-sungguh memohon kepada TUHAN,
DEU 3:24 ‘Ya TUHAN Allah, aku tahu bahwa perbuatan-perbuatan-Mu yang hebat dan penuh kuasa yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini barulah permulaan! Tidak ada penguasa lain di surga atau di bumi yang dapat melakukan perbuatan-perbuatan hebat seperti yang Engkau lakukan!
DEU 3:25 Mohon izinkanlah aku menyeberangi sungai Yordan agar aku bisa melihat negeri yang indah di sebelah sungai Yordan, dan daerah perbukitan yang indah itu, serta gunung-gunung di Libanon.’
DEU 3:26 Tetapi karena kalian pernah menggerutu dan memberontak, TUHAN marah kepada saya dan berkata, ‘Cukup! Jangan lagi berkata kepada-Ku tentang hal ini.
DEU 3:27 Kamu tidak boleh menyeberangi sungai Yordan, tetapi kamu boleh melihat negeri itu dari jauh. Naiklah ke puncak gunung Pisga dan pandanglah ke arah barat, utara, selatan, dan timur untuk melihatnya.
DEU 3:28 Segeralah melantik Yosua sebagai penggantimu. Kuatkanlah dia agar berani dan teguh untuk memimpin bangsa ini, karena dialah yang akan memimpin mereka menyeberangi sungai Yordan. Dia juga akan membagi-bagikan negeri itu, yang akan kamu pandang dari puncak gunung, sebagai milik mereka secara turun-temurun.’
DEU 3:29 Peristiwa itu terjadi pada waktu kita tinggal di Lembah sungai Yordan di seberang kota Bet Peor.”
DEU 4:1 Selanjutnya Musa mengajarkan, “Hai umat Israel, taatilah semua ketentuan dan peraturan yang saya ajarkan kepada kalian sekarang, supaya TUHAN Allah nenek moyang kita mengizinkan kalian panjang umur sehingga kalian dapat menduduki negeri yang sebentar lagi Dia serahkan menjadi milik kalian.
DEU 4:2 Janganlah menambahkan apa yang saya perintahkan, dan jangan menguranginya juga. Patuhilah semuanya, karena yang saya sampaikan kepada kalian ini adalah perintah-perintah TUHAN Allah kita.
DEU 4:3 “Kalian sudah menyaksikan dengan matamu sendiri apa yang dilakukan TUHAN di gunung Peor. Setiap orang dari antara kita yang menyembah dewa Baal dibinasakan oleh Dia!
DEU 4:4 Tetapi kalian yang tetap setia kepada TUHAN masih hidup sampai hari ini.
DEU 4:5 “Perhatikanlah, saya menegaskan kembali ketentuan dan peraturan yang TUHAN perintahkan untuk saya sampaikan kepada kalian, supaya kalian menaati semua itu di negeri yang akan kalian masuki dan duduki.
DEU 4:6 Taatilah semuanya itu dengan sungguh-sungguh, sebab dengan demikian kalian akan menjadi bijaksana dan berpengertian di mata bangsa-bangsa lain. Ketika mereka mendengar semua ketetapan ini, mereka akan takjub dan berkata, ‘Betapa bijaksana dan berpengertian bangsa yang besar ini!’
DEU 4:7 Sebab tidak ada bangsa lain, sebesar apa pun bangsa itu, yang dewanya bisa menjawab doa mereka pada waktu mereka membutuhkan pertolongan, sebagaimana TUHAN Allah kita selalu menjawab doa kita setiap kali kita meminta pertolongan.
DEU 4:8 Dan tidak ada bangsa lain, sebesar apa pun bangsa itu, yang memiliki ketentuan dan peraturan yang adil seperti seluruh hukum yang saya ajarkan kepada kalian hari ini.
DEU 4:9 “Yang penting, kamu semua harus menjaga diri sendiri untuk tidak melupakan apa yang sudah kamu saksikan di masa lalu. Simpanlah semua pengalaman itu dengan baik dalam hatimu, dan ceritakanlah berulang-ulang kepada anak cucumu.
DEU 4:10 Ceritakanlah kepada mereka tentang hari ketika kalian berdiri di hadapan TUHAN Allah kita di gunung Sinai. Waktu itu, TUHAN berkata kepada saya, ‘Kumpulkanlah seluruh umat ini untuk mendengarkan perintah-perintah-Ku. Dengan demikian, mereka akan belajar takut dan hormat kepada-Ku sepanjang hidup, dan mereka akan mengajar anak-anak mereka untuk takut dan hormat kepada-Ku juga.’
DEU 4:11 Lalu kalian mendekat dan berdiri di kaki gunung itu, yang sedang diliputi oleh api yang menyala sampai ke langit. Asapnya tebal seperti awan hitam.
DEU 4:12 TUHAN berbicara kepada kita dari tengah-tengah api itu. Kalian hanya bisa mendengar suara-Nya, tetapi tidak melihat wujud-Nya.
DEU 4:13 Dia menyampaikan kepada kita syarat-syarat yang harus kita lakukan supaya perjanjian yang sudah Dia buat dengan kita tetap terjaga. Syarat-syarat itu adalah Sepuluh Perintah, yang Dia tulis pada dua lempengan batu.
DEU 4:14 Waktu itu, TUHAN menyuruh saya mengajarkan kepada kalian ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan untuk kalian lakukan di negeri yang akan kalian masuki dan duduki itu.”
DEU 4:15 Musa melanjutkan nasihatnya, “Ingatlah baik-baik! Ketika TUHAN berbicara kepada kita dari dalam api di gunung Sinai, kita tidak melihat wujud-Nya.
DEU 4:16 Jadi, janganlah kalian berdosa dengan membuat patung berhala untuk disembah. Pembuatan berhala dilarang dalam bentuk apa pun, baik dalam bentuk laki-laki maupun perempuan,
DEU 4:17 atau dalam bentuk binatang yang hidup di darat, burung yang terbang di udara,
DEU 4:18 binatang yang merayap di tanah, ataupun ikan yang ada di dalam air.
DEU 4:19 Juga janganlah kalian tergoda untuk menyembah matahari, bulan, dan bintang-bintang di langit. TUHAN Allah kita sudah membiarkan semua bangsa lain menyembah benda-benda itu, tetapi kalian tidak boleh melakukannya!
DEU 4:20 Ingatlah selalu bahwa TUHAN sudah mengambil dan membawa kita keluar dari Mesir, negeri di mana kita menderita seakan dipanggang dalam panasnya tungku api. Dan menjadikan kita sebagai bangsa milik-Nya yang terikat kepada Dia selamanya, seperti keadaan kita sekarang ini.
DEU 4:21 “Tetapi TUHAN Allah kita sudah marah kepada saya karena kalian, dan Dia memutuskan bahwa saya tidak akan diizinkan menyeberangi sungai Yordan untuk memasuki negeri subur yang sebentar lagi Dia serahkan kepada kalian. Dia bahkan menguatkan keputusan itu dengan sumpah.
DEU 4:22 Jadi, saya tidak akan menyeberangi sungai Yordan dan akan mati di sini. Namun, tidak lama lagi kalian akan menyeberangi sungai Yordan dan menduduki negeri yang subur itu.
DEU 4:23 “Berhati-hatilah agar kalian jangan sampai melupakan perjanjian yang sudah TUHAN Allah buat dengan kita. Jangan melanggar perintah-Nya dengan membuat patung berhala berbentuk apa pun.
DEU 4:24 Sebab TUHAN adalah Allah yang cemburu, dan kemarahan-Nya bagaikan api yang membakar habis.
DEU 4:25 “Waktu kalian sudah lama hidup di negeri Kanaan dan sudah beranak cucu, jangan ada di antara kalian yang berdosa dengan membuat patung sembahan dalam bentuk apa pun. Hal itu merupakan kejahatan besar di mata TUHAN, dan akan membangkitkan murka-Nya.
DEU 4:26 “Biarlah langit dan bumi hari ini menjadi saksi bahwa kalau kalian menyembah berhala, Israel akan segera dilenyapkan! Kalian tidak akan hidup lama di negeri yang kalian duduki di seberang sungai Yordan itu, karena kamu sekalian akan dihabisi.
DEU 4:27 TUHAN akan membinasakan sebagian besar dari kalian. Lalu sebagian kecil yang masih tersisa akan dicerai-beraikan oleh-Nya ke negeri-negeri lain.
DEU 4:28 Di sana, setiap orang akan menyembah dewa-dewa buatan tangan manusia dari kayu dan batu, yang tidak dapat melihat, mendengar, memakan, dan mencium.
DEU 4:29 Di negeri asing itu kamu akan berusaha kembali kepada TUHAN Allahmu, dan jika kamu sungguh-sungguh mencari Dia dengan segenap nafas hidupmu, kamu akan menemukan-Nya.
DEU 4:30 “Pada akhirnya, ketika kamu mengalami semua kesusahan dan bencana itu, kamu akan kembali kepada TUHAN dan taat kepada-Nya.
DEU 4:31 TUHAN adalah Allah yang penyayang. Dia tidak akan meninggalkan atau membinasakan kamu, karena Dia tidak akan melupakan janji-Nya yang sudah Dia sahkan kepada nenek moyang kita.”
DEU 4:32 “Cobalah cari tahu apakah hal-hal yang sudah kita alami pernah terjadi dalam sejarah seluruh dunia ini! Sejak Allah menciptakan manusia pertama hingga generasi kita, tidak ada bangsa mana pun yang pernah mengalami peristiwa-peristiwa dahsyat seperti yang sudah kita alami!
DEU 4:33 Kita pernah mendengar suara Allah dari tengah api. Adakah bangsa lain yang pernah mendengar suara dewa mereka berbicara? Tidak ada! Dan betapa luar biasa bahwa kita tidak langsung mati sewaktu mendengar suara Allah!
DEU 4:34 Atau bandingkanlah berbagai perbuatan Allah dengan perbuatan dewa-dewa. Adakah dewa yang pernah berusaha membawa sebuah bangsa keluar dari negeri lain, seperti yang dilakukan TUHAN Allah kita di Mesir? Dengan mata kita sendiri, kita sudah menyaksikan bagaimana TUHAN menjatuhkan berbagai hukuman atas rakyat Mesir dengan kuasa-Nya yang besar dan menakutkan. Dia bahkan mengadakan berbagai macam keajaiban dan menyelamatkan kita dari pasukan mereka.
DEU 4:35 “TUHAN menunjukkan segala hal itu kepada kita supaya kalian tahu bahwa hanya ada satu Allah, yaitu TUHAN.
DEU 4:36 Dia membuat kalian mendengar suara-Nya dari langit untuk mendidik kalian. Di dunia ini, Dia mengizinkan kalian melihat api-Nya yang sangat besar, dan kalian mendengar perkataan-Nya dari tengah-tengah api itu.
DEU 4:37 Karena TUHAN mengasihi nenek moyang kita, Dia memilih keturunan mereka, yaitu kita, dan menyertai kita sampai membawa kita keluar dari Mesir dengan kuasa-Nya yang dahsyat.
DEU 4:38 Dia mengusir bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada kita untuk membawa kita ke negeri mereka, supaya negeri itu menjadi milik kita dan warisan bagi keturunan kita, seperti sudah mulai terwujud hari ini.
DEU 4:39 “Ketahuilah dan yakinkan dalam hatimu masing-masing bahwa di seluruh bumi sampai tingkat surga yang tertinggi, hanya ada satu Allah, yaitu TUHAN. Tidak ada dewa mana pun yang patut disembah!
DEU 4:40 Jadi, taatilah seluruh hukum dan peraturan TUHAN yang saya ajarkan kepada kalian hari ini, agar kalian dan keturunanmu senantiasa hidup sejahtera, dan supaya kalian boleh tetap tinggal di negeri yang sebentar lagi TUHAN serahkan untuk menjadi milikmu sampai selama-lamanya.”
DEU 4:41 Lalu Musa menentukan tiga dari kota-kota di sebelah timur sungai Yordan untuk menjadi kota perlindungan.
DEU 4:42 Tujuannya, kalau seseorang tidak sengaja membunuh orang lain, bukan karena bermusuhan, dia bisa melarikan diri ke salah satu dari tiga kota tersebut. Dengan demikian, orang yang membunuh tanpa sengaja tidak akan dibunuh oleh keluarga korban sebelum kasus itu diadili.
DEU 4:43 Musa memilih tiga kota sebagai tempat pelarian terdekat bagi masing-masing suku. Kota Bezer di padang belantara di dataran tinggi, bagi suku Ruben, kota Ramot di Gilead, bagi suku Gad, dan kota Golan di Basan, bagi suku Manasye.
DEU 4:44 Berikut ini adalah berbagai hukum, ketentuan, dan peraturan yang Musa ajarkan kepada umat Israel setelah mereka keluar dari Mesir dan berkemah di sebelah timur sungai Yordan, dekat kota Bet Peor. Wilayah itu sebelumnya dikuasai oleh Sihon, raja orang Amori yang memerintah dari kota Hesbon. Namun, ketika Israel sampai di sana, Musa memimpin pasukan Israel untuk memusnahkan Sihon dan rakyatnya.
DEU 4:47 Israel merebut negeri Sihon, juga negeri Raja Og yang memerintah dari kota Basan. Jadi, saat ini bangsa Israel sudah menduduki wilayah dua kerajaan bangsa Amori di sebelah timur sungai Yordan.
DEU 4:48 Daerah kedua kerajaan itu luas sekali. Perbatasannya di sebelah selatan mulai dari kota Aroer dan menyusuri tebing ngarai sungai Arnon. Perbatasannya di sebelah utara adalah gunung Siryon, yang juga disebut gunung Hermon.
DEU 4:49 Daerah itu juga mencakup seluruh bagian timur Lembah sungai Yordan sampai ujung selatan Laut Mati, dan ke timur sampai lereng gunung Pisga.
DEU 5:1 Musa memanggil semua orang Israel dan berkata, “Hai umat Israel, hari ini saya menyampaikan semua ketentuan dan peraturan bagi kalian. Dengarkanlah supaya kalian dapat mempelajari dan menaatinya dengan setia.
DEU 5:2 TUHAN Allah kita sudah mengikat perjanjian dengan kita di gunung Sinai.
DEU 5:3 Perjanjian itu tidak hanya dibuat dengan ayah-ayah kita, tetapi juga berlaku bagi kita yang masih hidup hingga hari ini.
DEU 5:4 Dari gunung itu, TUHAN berbicara secara langsung kepada kita dari tengah-tengah api.
DEU 5:5 Waktu itu, saya menjadi perantara untuk menyampaikan perkataan TUHAN kepada kalian, karena kalian takut terhadap api itu dan tidak mau naik ke atas gunung. Dia berkata,
DEU 5:6 ‘Akulah TUHAN Allahmu, yang sudah membawa kalian keluar dari perbudakan di Mesir.
DEU 5:7 Jangan menyembah dewa apa pun. Sembahlah Aku saja!
DEU 5:8 Jangan membuat bagimu berhala yang menyerupai apa pun yang ada di langit, atau di bumi, maupun di dalam air.
DEU 5:9 Jangan bersujud atau menyembah kepada berhala-berhala, karena Aku, TUHAN Allahmu, akan cemburu. Siapa saja yang menentang Aku dengan menyembah dewa, Aku akan menghukumnya sampai generasi yang ketiga dan keempat.
DEU 5:10 Tetapi kepada orang-orang yang mengasihi Aku dan yang taat kepada perintah-Ku, Aku akan menunjukkan kebaikan hati-Ku atas keluarganya sampai ribuan generasi.
DEU 5:11 Jangan menyalahgunakan nama-Ku, TUHAN Allahmu. Aku akan menghukum siapa pun yang menyalahgunakan nama-Ku.
DEU 5:12 Ingatlah untuk menjaga kekudusan hari Sabat dengan menaati peraturan yang diberikan TUHAN Allahmu tentang hari itu.
DEU 5:13 Enam hari lamanya kalian boleh bekerja dan melakukan kegiatanmu sehari-hari,
DEU 5:14 tetapi pada hari ketujuh, yaitu hari Sabat, kamu sekalian harus menghormati Aku, TUHAN Allahmu, dengan cara menghentikan segala pekerjaan. Tidak ada yang boleh melakukan pekerjaan— baik kamu sendiri maupun anak-anakmu, para hambamu, ternakmu, dan pendatang yang tinggal bersama dengan kalian— agar semua dapat beristirahat seperti kamu.
DEU 5:15 Ingatlah bahwa dulu kalian diperbudak di Mesir, tetapi Aku membawa kalian keluar dari sana dengan kuasa-Ku yang besar. Karena itu, Aku memerintahkan kamu semua untuk mengkhususkan hari Sabat.
DEU 5:16 Hormatilah ayah dan ibumu, seperti yang diperintahkan TUHAN Allahmu, supaya kalian hidup sejahtera di negeri yang Aku berikan kepada kalian dan kalian akan berumur panjang.
DEU 5:17 Jangan membunuh.
DEU 5:18 Jangan berzina.
DEU 5:19 Jangan mencuri.
DEU 5:20 Jangan berbohong tentang sesamamu.
DEU 5:21 Jangan mengingini milik orang lain, baik istrinya, rumah, ladang, hambanya laki-laki atau perempuan, sapi, keledai, atau miliknya yang lain.’
DEU 5:22 “TUHAN menyampaikan perintah-perintah ini kepada kita semua di gunung itu dengan suara yang keras dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan pekat. Itu saja yang disampaikan-Nya pada hari itu. Lalu Dia menuliskan perintah-perintah itu pada dua lempengan batu dan memberikannya kepada saya.
DEU 5:23 “Ketika kalian mendengar suara dari tengah kegelapan sementara gunung itu berkobar-kobar dengan api, semua kepala suku dan tua-tua datang kepada saya
DEU 5:24 dan berkata, ‘Hari ini TUHAN Allah kita sudah menunjukkan kepada kita kemuliaan dan keagungan-Nya, dan kita sudah mendengar suara-Nya dari tengah-tengah api. Sekarang kita baru mengetahui bahwa orang masih bisa hidup sesudah mendengar Allah berbicara kepadanya!
DEU 5:25 Namun, janganlah membahayakan nyawa kami lagi. Pasti tidak ada manusia yang bisa tetap hidup sesudah mendengar TUHAN berbicara langsung dari api, seperti yang sudah kami alami. Apabila kami terus mendengarkan suara TUHAN, tentulah kami akan mati terbakar habis oleh api yang dahsyat itu!
DEU 5:27 Biarlah engkau sendiri yang naik ke gunung itu mendekat kepada-Nya dan dengarkanlah semua yang akan dikatakan TUHAN Allah kita. Sesudah itu, sampaikanlah semuanya kepada kami. Kami berjanji untuk menaatinya.’
DEU 5:28 “TUHAN mendengar permohonan para kepala suku dan tua-tua itu, maka waktu saya menemui TUHAN lagi di atas gunung, Dia berkata, ‘Aku sudah mendengar perkataan umat itu kepadamu, dan apa yang mereka katakan adalah baik.
DEU 5:29 Oh, alangkah baiknya bila hati mereka bisa selalu seperti ini, selalu takut dan hormat kepada-Ku serta taat kepada perintah-perintah-Ku! Kalau mereka terus bersikap begitu, mereka akan hidup sejahtera turun temurun sampai selamanya.
DEU 5:30 Turunlah dan suruh mereka pulang ke kemahnya masing-masing.
DEU 5:31 Kemudian kembalilah ke sini menemui Aku, supaya Aku dapat memberikan semua perintah, ketentuan, dan peraturan kepadamu. Ajarkanlah semua ini kepada mereka, agar mereka mematuhinya di negeri yang akan mereka masuki dan Aku serahkan kepada mereka untuk diduduki.’
DEU 5:32 “Berdasarkan perkataan TUHAN itu, saya tegaskan kepada kalian semua: Patuhilah semua perintah TUHAN Allah! Jangan bertindak di luar perintah-perintah itu.
DEU 5:33 Hendaklah kamu semua hidup sesuai dengan semua perintah TUHAN Allah kepada kalian, supaya kalian sejahtera dan boleh tetap tinggal di negeri yang sebentar lagi kalian duduki.”
DEU 6:1 Selanjutnya Musa mengajarkan kepada umat Israel, katanya, “TUHAN Allah kita menyuruh saya menyampaikan berbagai perintah, ketetapan, dan peraturan ini kepada kalian. Taatilah semua ini di negeri yang akan kalian masuki dan duduki.
DEU 6:2 Kalian dan keturunanmu harus takut dan hormat kepada TUHAN Allahmu, dan seumur hidupmu kalian harus menaati semua ketetapan dan perintah-Nya yang sedang saya sampaikan ini, supaya kalian boleh tetap tinggal di negeri itu.
DEU 6:3 Dengarlah, hai orang Israel, dan taatilah semua ini dengan cermat, supaya hidupmu semakin sejahtera dan keturunanmu semakin banyak ketika sudah mendiami negeri yang berlimpah dengan hasil alam itu. Karena demikianlah janji TUHAN, Allah nenek moyang kita, kepada kalian.
DEU 6:4 “Dengarlah, hai orang Israel. TUHAN Allahmu adalah satu-satunya Allah.
DEU 6:5 Kasihilah TUHAN Allah dengan segenap hatimu, dengan segenap nafas hidupmu, dan dengan seluruh kekuatanmu.
DEU 6:6 Tanamkanlah di dalam hatimu perintah-perintah TUHAN yang saya sampaikan hari ini.
DEU 6:7 Ajarkanlah perintah-perintah ini berulang kali kepada anak-anakmu setiap waktu, baik pada waktu berada di rumah maupun dalam perjalanan, baik waktu beristirahat maupun waktu bekerja.
DEU 6:8 Tuliskanlah perintah-perintah ini pada tiang pintu rumahmu, pintu gerbang kotamu, bahkan ikatkanlah tulisan perintah-perintah ini pada tanganmu dan dahimu, agar kalian selalu ingat dan melakukannya.
DEU 6:10 “TUHAN Allahmu akan membawa kalian masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, yaitu Abraham, Isak, dan Yakub. Dia akan memberikan kepada kalian kota-kota besar dan makmur yang tidak kalian bangun,
DEU 6:11 rumah-rumah yang penuh dengan berbagai harta yang tidak kalian kumpulkan, sumur-sumur yang tidak kalian gali, juga kebun-kebun anggur dan zaitun yang tidak kalian tanam. Sesudah TUHAN membawamu masuk ke negeri itu dan kalian dapat makan semua yang kalian inginkan sampai puas,
DEU 6:12 maka hati-hatilah! Jangan melupakan TUHAN yang sudah membawamu keluar dari perbudakan di Mesir.
DEU 6:13 Takut dan hormatlah kepada TUHAN. Mengabdilah hanya kepada-Nya. Dan saat kalian membuat suatu perjanjian, sahkanlah selalu dengan menyebut nama TUHAN seperti ini, ‘Biar TUHAN menghukum aku kalau aku tidak menepatinya.’
DEU 6:14 “Jangan menyembah dewa-dewa segala bangsa lain di sekitar kalian,
DEU 6:15 karena TUHAN Allahmu yang tinggal di tengah-tengahmu adalah Allah yang cemburu. Jika kalian menyembah dewa, Dia akan murka kepada kalian dan melenyapkan kalian dari bumi ini.
DEU 6:16 Janganlah mencobai TUHAN Allah, seperti yang dilakukan nenek moyangmu ketika berkemah di padang belantara Masa.
DEU 6:17 Patuhilah dengan cermat semua perintah, peraturan, dan ketetapan TUHAN, yang sudah Dia perintahkan kepada kalian.
DEU 6:18 Lakukanlah apa yang benar dan menyenangkan TUHAN, supaya kalian hidup sejahtera, dan supaya TUHAN menggenapi janji-Nya yang sudah disahkan dengan nenek moyang kita, bahwa Dia akan mengusir semua musuhmu agar kamu semua bisa masuk dan menduduki negeri Kanaan yang subur itu.
DEU 6:20 “Di kemudian hari, ketika anakmu bertanya, ‘Apakah arti peraturan, ketetapan, dan hukum yang TUHAN Allah kita perintahkan?’
DEU 6:21 jawablah begini, ‘Dahulu orangtua kita adalah budak raja Mesir, tetapi TUHAN membawa keluarga kita keluar dari situ dengan kuasa-Nya yang hebat.
DEU 6:22 Orangtua kita melihat TUHAN melakukan banyak keajaiban yang membuat raja Mesir dan seluruh rakyatnya menderita.
DEU 6:23 TUHAN membawa kita keluar dari Mesir lalu membawa kita masuk ke negeri ini dan memberikan negeri ini kepada kita, sesuai janji-Nya kepada nenek moyang kita.
DEU 6:24 Dan TUHAN memerintahkan kita untuk selalu takut dan hormat kepada-Nya, serta mematuhi semua ketetapan ini, supaya kita selalu hidup sejahtera dan supaya Dia memelihara hidup kita, seperti yang sudah kita alami sampai hari ini.
DEU 6:25 Kalau kita taat kepada semua perintah TUHAN Allah, kita akan tetap benar dalam pandangan-Nya.’”
DEU 7:1 Selanjutnya, Musa mengajarkan kepada umat Israel, “Ketika TUHAN Allah membawa kalian ke negeri yang akan segera kalian masuki dan duduki, Dia akan mengusir tujuh bangsa yang lebih kuat dan yang lebih banyak jumlahnya daripada kalian, yaitu bangsa Het, Girgasi, Amori, Kanaan, Feris, Hewi, dan Yebus.
DEU 7:2 Sewaktu TUHAN menyerahkan bangsa-bangsa itu kepada kalian, musnahkanlah mereka semua! Jangan membuat perjanjian damai dengan satu kelompok pun dari mereka, dan jangan mengasihani mereka.
DEU 7:3 Jangan melakukan pernikahan campur dengan mereka. Jangan menyerahkan anak-anak perempuanmu untuk menikah dengan anak-anak laki-laki mereka. Dan jangan membiarkan anak-anak laki-lakimu menikahi anak-anak perempuan mereka,
DEU 7:4 karena para perempuan itu akan mempengaruhi anak-anak laki-lakimu untuk menyembah dewa-dewa mereka sehingga TUHAN akan sangat marah kepada kalian dan segera membinasakan kalian.
DEU 7:5 Inilah yang harus kalian lakukan terhadap bangsa-bangsa itu: Hancurkanlah mezbah-mezbah tempat mereka mengurbankan hewan. Hancurkan juga tugu-tugu berhala dari batu, tebanglah tiang-tiang kayu lambang dewi Asyera, dan bakarlah semua patung dewa mereka.
DEU 7:6 Kalian harus melakukan itu karena kalian adalah umat yang dikhususkan oleh TUHAN bagi-Nya. Dari antara segala bangsa lain di muka bumi, kalian sudah dipilih oleh TUHAN Allah kita untuk menjadi milik-Nya sendiri yang khusus.
DEU 7:7 “TUHAN mengasihi dan memilih kalian bukan karena jumlah kalian lebih banyak daripada bangsa-bangsa yang lain. Nyatanya, jumlah kalian paling sedikit dibandingkan semua bangsa lain.
DEU 7:8 Tetapi TUHAN memilih kalian karena Dia mengasihi kalian, dan karena Dia menepati janji-Nya kepada nenek moyang kita. Itulah sebabnya Dia menggunakan kuasa-Nya yang hebat untuk membawa keluar dan membebaskan kalian dari perbudakan di bawah kuasa raja Mesir.
DEU 7:9 Jadi, jangan lupa bahwa TUHAN Allahmu adalah satu-satunya Allah. Dia adalah Allah yang layak dipercaya, dan Dia akan setia menepati perjanjian yang Dia buat dengan kalian, bahkan sampai ribuan generasi, asalkan kalian tetap mengasihi Dia dan mematuhi perintah-perintah-Nya.
DEU 7:10 Sebaliknya, Dia akan menghukum orang-orang yang membenci Dia dengan cara membinasakan mereka. Dia tidak menunda-nunda untuk membalas mereka.
DEU 7:11 Karena itu, kamu sekalian harus menjaga diri untuk tetap mematuhi semua perintah, peraturan, dan ketetapan yang saya berikan kepada kalian hari ini.
DEU 7:12 “Kalau kalian selalu setia menaati peraturan-peraturan ini, maka TUHAN Allahmu akan menepati perjanjian-Nya denganmu sesuai janji-Nya kepada nenek moyangmu.
DEU 7:13 Dia akan mengasihi dan memberkati kalian serta membuat jumlahmu berlipat ganda. Dia akan memberkatimu dengan banyak anak, juga memberkati kebun dan ladangmu sehingga menghasilkan gandum-ganduman, anggur, dan minyak zaitun yang berlimpah. Dia juga akan memperbanyak sapi dan kambing dombamu. TUHAN akan memberikan semua itu kepada kalian di negeri yang Dia janjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu.
DEU 7:14 Dia akan memberkati kamu semua lebih daripada bangsa-bangsa lain. Kamu dan keturunanmu tidak akan ada yang mandul. Demikian juga ternak-ternakmu.
DEU 7:15 TUHAN juga akan melindungi kalian dari segala penyakit, supaya kalian tidak menderita penyakit mengerikan seperti yang pernah ditimpakan kepada orang-orang Mesir. Namun, Dia akan menghukum musuh-musuhmu dengan penyakit-penyakit itu!
DEU 7:16 “Sewaktu merebut negeri Kanaan, kalian harus membinasakan semua penduduk yang TUHAN serahkan kepada kalian. Jangan mengasihani mereka, dan jangan menyembah dewa-dewa mereka. Kalau berbuat demikian, kalian sudah masuk perangkap yang akan membinasakanmu.
DEU 7:17 Jangan pernah berpikir, “Bangsa-bangsa di negeri ini lebih kuat daripada kita, bagaimana mungkin kita bisa mengusir mereka?”
DEU 7:18 Jangan takut kepada mereka! Ingatlah yang pernah TUHAN lakukan kepada raja Mesir dan semua rakyatnya.
DEU 7:19 Kalian sudah melihat sendiri bagaimana TUHAN menggunakan kuasa-Nya yang hebat untuk mendatangkan bencana-bencana dan berbagai macam keajaiban ke atas mereka untuk membawa kalian keluar dari negeri itu. Dia akan melakukan hal yang sama kepada bangsa yang sekarang kalian takuti.
DEU 7:20 Bahkan TUHAN akan membuat mereka begitu ketakutan sehingga banyak yang melarikan diri dari hadapan kalian. Ada yang akan bersembunyi, tetapi pada akhirnya kalian akan membinasakan mereka.
DEU 7:21 “Janganlah takut kepada bangsa-bangsa di negeri Kanaan, karena TUHAN Allahmu akan menyertai kalian. Dia adalah Allah yang hebat dan dahsyat!
DEU 7:22 TUHAN akan mengusir bangsa-bangsa itu sedikit demi sedikit. Kalian tidak akan diizinkan menghabisi mereka sekaligus, karena kalau hal itu terjadi, maka binatang-binatang buas di sana akan berkembang terlalu banyak sehingga membahayakan kalian.
DEU 7:23 Begitulah caranya TUHAN Allah akan menolong kalian mengalahkan musuh-musuh dengan membuat mereka panik sampai mereka binasa.
DEU 7:24 Dia akan menyerahkan raja-raja mereka ke dalam kuasa kalian. Kalian akan memusnahkan mereka, bahkan nama-nama mereka tidak akan diingat lagi di dunia. Tidak akan ada bangsa yang sanggup melawan kalian, dan kalian akan membinasakan mereka semua.
DEU 7:25 “Kalian harus membakar ukiran-ukiran berhala mereka yang terbuat dari kayu. Jangan mengingini hiasan perak atau emas dari patung-patung itu. Jangan mengambil apa pun! Benda-benda itu merupakan perangkap yang dapat membinasakanmu. Kalau mengambil barang-barang itu, berarti kalian mengambil barang yang dibenci oleh TUHAN Allahmu.
DEU 7:26 Barang seperti itu sudah ditetapkan oleh TUHAN untuk dimusnahkan. Jadi, kalau kalian membawa barang yang dibenci TUHAN ke dalam rumahmu, nanti kalian juga akan dimusnahkan! Kalian harus membenci barang seperti itu.”
DEU 8:1 Musa melanjutkan nasihatnya kepada umat Israel, “Kalian harus setia mematuhi semua perintah yang saya berikan kepada kalian hari ini. Bila kamu semua melakukannya, kamu boleh tetap hidup, keturunanmu akan bertambah banyak, dan kalian semua akan masuk serta menduduki negeri yang sudah dijanjikan TUHAN kepada nenek moyang kita.
DEU 8:2 Ingatlah bagaimana TUHAN Allahmu memimpin kalian sepanjang perjalanan di padang belantara selama empat puluh tahun. Melalui semua itu, Dia bermaksud merendahkan hatimu dan menguji kamu semua untuk mengetahui isi hatimu. Dia ingin tahu apakah kamu akan tetap taat kepada perintah-perintah-Nya atau tidak.
DEU 8:3 Maka TUHAN merendahkan hatimu dengan cara membiarkan kalian kelaparan, kemudian memberimu manna, roti yang belum pernah dimakan, baik oleh kita maupun nenek moyang kita. Dia melakukan hal itu untuk mengajarimu bahwa manusia hidup bukan hanya dengan mengandalkan makanan, tetapi juga mengandalkan setiap perkataan TUHAN.
DEU 8:4 Biarpun mengembara selama empat puluh tahun di padang belantara, pakaianmu tidak usang dan kakimu tidak bengkak.
DEU 8:5 Jadi, sadarilah betapa TUHAN sudah mendidik kalian, seperti seorang ayah mendidik anaknya.
DEU 8:6 “Oleh karena itu, taatilah perintah-perintah TUHAN! Hiduplah menurut kehendak-Nya. Takut dan hormatlah kepada-Nya.
DEU 8:7 Dia sedang membawa kalian ke suatu negeri yang subur, di mana sungai, kolam, dan mata air berlimpah, dan airnya mengalir dari bukit-bukit sampai ke lembah-lembah.
DEU 8:8 Negeri itu berlimpah juga dengan pohon-pohon ara dan delima, serta menghasilkan gandum, jelai, anggur, buah zaitun, dan madu.
DEU 8:9 Negeri itu berlimpah dengan makanan. Semua kebutuhanmu akan terpenuhi. Tanah di sana mengandung bijih besi, dan kalian dapat menambang tembaga dari perbukitannya.
DEU 8:10 Nanti di sana, saat kalian makan sampai kenyang, hendaklah kalian memuji TUHAN karena segala kemakmuran yang kalian nikmati di negeri subur yang diberikan kepadamu itu!
DEU 8:11 “Berjaga-jagalah supaya kamu semua tidak melupakan TUHAN Allahmu dengan melanggar perintah, peraturan, dan ketetapan-Nya yang saya sampaikan kepadamu hari ini.
DEU 8:12 Di negeri Kanaan kamu akan makan dengan puas dan membangun serta menempati rumah yang bagus.
DEU 8:13 Jumlah ternakmu akan bertambah banyak. Kamu juga akan mengumpulkan banyak emas, perak, dan harta kekayaan lainnya.
DEU 8:14 Saat itu terjadi, berhati-hatilah agar kamu tidak menjadi sombong dan melupakan TUHAN Allah yang sudah membawa kamu keluar dari perbudakan di Mesir!
DEU 8:15 Jangan lupa bahwa Dia menuntunmu menempuh perjalanan melalui padang belantara yang sangat luas dan mengerikan. Di sana ada banyak kalajengking dan ular berbisa. Tanahnya sangat kering dan tidak ada air untuk diminum, tetapi Dia membuat air mengalir dari batu yang sangat keras.
DEU 8:16 Jangan lupa bahwa di padang belantara, Dia memberi manna kepada kalian, makanan yang belum pernah dimakan oleh kita maupun nenek moyang kita. Dengan begitu, Dia menguji kalian demi kebaikanmu, karena Dia ingin kamu semua menjadi rendah hati.
DEU 8:17 Oleh sebab itu, berjaga-jagalah supaya kamu tidak pernah berpikir, “Aku memperoleh semua harta ini dengan kekuatan dan kemampuanku sendiri.”
DEU 8:18 Ingatlah selalu bahwa kemampuanmu untuk menjadi kaya berasal dari TUHAN saja! Dia memberikan itu untuk memenuhi perjanjian-Nya yang Dia sahkan dengan nenek moyang kita.
DEU 8:19 “Jadi, sekarang saya memberi peringatan keras kepada kamu sekalian: Jika kamu melupakan TUHAN Allahmu dengan berpaling kepada dewa-dewa dan sujud menyembah mereka, kamu pasti binasa!
DEU 8:20 Sama seperti bangsa-bangsa lain yang sudah dimusnahkan TUHAN, begitu jugalah kalian akan dibinasakan bila kalian tidak mau menaati Dia!”
DEU 9:1 Selanjutnya Musa mengajarkan, “Hai orang Israel, dengarkanlah saya! Hari ini kalian sudah siap menyeberangi sungai Yordan untuk mengusir bangsa-bangsa yang lebih kuat dan jumlahnya lebih banyak daripada kalian. Kota-kota mereka besar dan memiliki tembok pertahanan yang tingginya seakan sampai ke langit.
DEU 9:2 Di sana ada orang raksasa dari keturunan Anakim. Mereka tinggi besar dan kuat. Kalian sudah pernah mendengar orang-orang berkata tentang mereka, ‘Tidak ada yang sanggup melawan orang Anakim itu!’
DEU 9:3 Tetapi sadarilah hari ini bahwa TUHAN Allahmu akan mendahului kalian untuk menyerang musuh-musuhmu. Dia akan bertindak seperti api yang membakar habis untuk menghancurkan mereka dengan cepat, sesuai janji-Nya.
DEU 9:4 “Sesudah TUHAN mengusir mereka dari hadapan kalian, janganlah berpikir, ‘TUHAN memberikan tanah ini kepadaku karena aku hidup dengan benar di mata-Nya.’ Sesungguhnya, TUHAN mengusir bangsa-bangsa itu dari hadapanmu karena mereka jahat.
DEU 9:5 Jadi, TUHAN memberikan negeri ini kepada kalian bukan karena hidupmu benar dan bukan karena hatimu saleh, tetapi karena kejahatan mereka. Alasan lainnya TUHAN mengusir bangsa-bangsa itu adalah karena Dia hendak menepati sumpah janji-Nya kepada nenek moyang kita, Abraham, Isak, dan Yakub.
DEU 9:6 Sadarilah bahwa bukan karena kalian layak sehingga TUHAN memberikan negeri yang subur ini untuk kalian duduki. Sesungguhnya, kalian adalah orang-orang yang keras kepala!”
DEU 9:7 Selanjutnya Musa berkata kepada umat Israel, “Ingatlah dan jangan lupa bagaimana kalian berkali-kali membuat TUHAN Allahmu marah di padang belantara. Kalian memberontak terhadap TUHAN sejak meninggalkan Mesir, selama di padang belantara, dan terus memberontak sampai di tempat ini.
DEU 9:8 Ingatlah waktu di gunung Sinai, kalian membuat TUHAN begitu marah sampai Dia hendak membinasakan kalian.
DEU 9:9 Waktu itu, TUHAN menyuruh saya mendaki gunung Sinai untuk menerima dua lempengan batu yang berisi syarat utama dalam perjanjian TUHAN dengan kita. Saya tinggal di sana tanpa makan dan minum selama empat puluh hari empat puluh malam.
DEU 9:10 TUHAN memberikan kepada saya dua lempengan batu yang ditulisi dengan jari-Nya sendiri. Dia menuliskan pada batu itu semua perintah yang sudah Dia ucapkan kepada kita dari tengah-tengah api di gunung Sinai tempat kita berkumpul.
DEU 9:11 “TUHAN memberikan dua lempengan batu itu pada hari terakhir dalam masa empat puluh hari empat puluh malam itu. Kedua lempengan batu tersebut berisi syarat utama dari perjanjian yang Dia adakan dengan kita.
DEU 9:12 Lalu Dia berkata kepada saya, ‘Segeralah turun dari sini, karena bangsa yang menjadi tanggung jawabmu dan kamu pimpin keluar dari Mesir sudah melakukan dosa yang mengerikan! Mereka sedang menyembah patung buatan mereka sendiri. Betapa cepatnya mereka menyimpang dari jalan yang Aku perintahkan!’
DEU 9:13 “TUHAN juga berkata, ‘Aku sudah memperhatikan betapa keras kepalanya bangsa ini!
DEU 9:14 Oleh karena itu, jangan coba-coba menghentikan Aku! Aku akan membinasakan mereka sehingga kelak tidak ada orang di bumi ini yang mengingat bahwa pernah ada bangsa bernama Israel. Kemudian Aku akan membuat keturunanmu menjadi sebuah bangsa yang lebih banyak dan lebih kuat daripada mereka.’
DEU 9:15 “Maka saya turun dari gunung Sinai dengan membawa kedua lempengan batu tadi masing-masing di satu tangan, sementara api menyala-nyala di gunung itu.
DEU 9:16 Saya segera tahu bahwa kalian berbuat dosa besar terhadap TUHAN Allah kita. Kalian sudah membuat patung untuk disembah. Kalian begitu cepat menyimpang dari jalan yang TUHAN perintahkan!
DEU 9:17 Maka di depan mata kalian, saya mengangkat kedua lempengan batu itu dan melemparkannya ke tanah sehingga pecah berkeping-keping.
DEU 9:18 “Lalu saya pergi menyendiri dan bersujud di hadapan TUHAN selama empat puluh hari empat puluh malam, seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya. Saya tidak makan dan minum selama masa itu. Saya melakukannya karena kalian sudah berbuat kejahatan besar terhadap TUHAN sehingga Dia murka.
DEU 9:19 Saya ketakutan karena TUHAN sangat marah kepada kalian sampai Dia mau membinasakan kalian semua. Namun, kali ini pun Dia mendengarkan doa saya.
DEU 9:20 TUHAN juga murka kepada Harun sampai hendak membinasakannya, tetapi waktu itu saya juga berdoa untuk dia.
DEU 9:21 Kemudian patung anak sapi, yaitu benda hasil perbuatan dosamu, saya lemparkan ke dalam api hingga meleleh. Sesudah itu, saya suruh supaya patung itu dihancurkan hingga halus seperti debu, lalu melemparkan debu itu ke sungai kecil yang mengalir dari gunung Sinai.
DEU 9:22 “Kalian juga membuat TUHAN marah di Tabera, di Masa, dan di Kibrot Hatawa.
DEU 9:23 TUHAN menyuruh kalian pergi dari Kades Barnea dengan berkata, ‘Pergilah dan dudukilah negeri yang akan Aku serahkan kepada kalian.’ Tetapi kalian memberontak terhadap TUHAN Allahmu dengan tidak mau percaya pada perkataan-Nya serta tidak patuh kepada-Nya.
DEU 9:24 Kalian sering memberontak terhadap TUHAN selama saya mengenal kalian.
DEU 9:25 “Jadi selama empat puluh hari empat puluh malam, saya bersujud sambil berdoa di hadapan TUHAN, karena Dia sudah mengatakan hendak membinasakan kalian.
DEU 9:26 Saya berdoa kepada TUHAN, “Ya TUHAN Penguasaku, jangan binasakan umat-Mu. Mereka adalah milik-Mu yang terikat kepada-Mu selamanya, yang sudah Engkau tebus dari perbudakan dan membawa mereka keluar dari Mesir dengan kuasa-Mu yang besar.
DEU 9:27 Ingatlah perjanjian yang Engkau sahkan dengan hamba-hamba-Mu Abraham, Isak, dan Yakub. Tetapi janganlah mengingat bahwa bangsa ini begitu keras kepala dengan berulang kali berbuat jahat dan melakukan dosa.
DEU 9:28 Kalau Engkau membinasakan mereka, maka orang Mesir akan berkata, ‘Ternyata dewa orang Israel tidak sanggup membawa mereka ke negeri yang dia janjikan kepada mereka! Atau mungkin dewa mereka itu membenci bangsa Israel sehingga dia membawa mereka ke padang belantara hanya untuk membunuh mereka!’
DEU 9:29 Jadi, ya TUHAN, aku mohon agar Engkau tetap mengingat bahwa mereka adalah umat-Mu dan milik-Mu yang terikat kepada-Mu selamanya, yang sudah Engkau bawa keluar dari Mesir dengan kuasa-Mu yang sangat besar.”
DEU 10:1 Musa melanjutkan kisahnya kepada umat Israel, “Pada waktu itu, TUHAN berkata kepada saya, ‘Pahatlah dua lempengan batu seperti yang pertama, dan buatlah peti kayu untuk tempatnya. Kemudian naiklah ke gunung ini untuk menemui Aku dengan membawa kedua lempengan batu itu.
DEU 10:2 Aku akan menulis pada kedua lempengan itu kata-kata yang sama dengan yang Aku tulis pada dua lempengan batu yang pertama, yang sudah kamu pecahkan. Lalu masukkanlah kedua lempengan yang baru ke dalam peti itu.’
DEU 10:3 “Maka saya membuat peti dari kayu pohon akasia dan memahat dua lempengan batu menjadi seperti dua lempengan batu yang pertama, lalu naik ke atas gunung membawa kedua lempengan itu.
DEU 10:4 Kemudian TUHAN menulis Sepuluh Perintah pada kedua lempengan batu itu dan memberikannya kepada saya. Tulisan itu sama dengan yang Dia tulis pada kedua lempengan batu yang pertama, yaitu perintah yang TUHAN ucapkan kepada kita dari tengah-tengah api di gunung, ketika kalian berkumpul di kaki gunung itu.
DEU 10:5 Lalu saya turun membawa kedua lempengan batu itu dan memasukkannya ke dalam peti yang sudah saya buat, sesuai dengan perintah TUHAN kepada saya. Kedua lempengan batu itu masih berada di dalam peti itu sampai sekarang.”
DEU 10:6 (Kemudian, orang-orang Israel berpindah dari sumur-sumur milik para keturunan Yaakan ke Mosera. Di sana Harun meninggal dan dikuburkan. Anaknya, yaitu Eleazar, menggantikan ayahnya sebagai imam besar.
DEU 10:7 Dari Mosera, mereka pergi ke Gudgod, kemudian ke Yotbata, di mana ada banyak anak sungai.
DEU 10:8 Pada waktu itu, TUHAN secara khusus menugaskan suku Lewi untuk mengangkut peti perjanjian TUHAN, melayani sebagai imam dalam upacara persembahan kepada-Nya, dan mengucapkan doa pemberkatan atas nama TUHAN bagi orang-orang Israel. Mereka masih bertugas seperti itu sampai hari ini.
DEU 10:9 Oleh karena itu, suku Lewi tidak menerima pembagian tanah untuk menjadi milik pusaka mereka, seperti suku-suku Israel lainnya. Yang diterima suku Lewi untuk diwariskan kepada keturunan mereka adalah hak istimewa sebagai pelayan khusus bagi TUHAN Allah, sesuai dengan janji-Nya kepada mereka.)
DEU 10:10 Kata Musa selanjutnya, “Saya tinggal di gunung itu selama empat puluh hari empat puluh malam, sama seperti yang saya lakukan sebelumnya. Sekali lagi, TUHAN mendengarkan permohonan saya sehingga Dia tidak membinasakan kalian.
DEU 10:11 Lalu TUHAN berkata kepada saya, ‘Sudah waktunya untuk melanjutkan perjalanan kalian! Pimpinlah umat-Ku memasuki dan menduduki negeri yang sudah Aku janjikan kepada nenek moyang mereka.’”
DEU 10:12 “Hai orang-orang Israel, apakah yang TUHAN Allah benar-benar inginkan? Dia menginginkan setiap orang di antara kita takut dan hormat kepada-Nya. Hendaklah kamu hidup sesuai dengan segala perintah-Nya. Kamu harus mengasihi Dia dan hanya menyembah Dia saja dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap hatimu.
DEU 10:13 Demi kebaikanmu sendiri, patuhilah setiap perintah TUHAN yang saya ajarkan kepada kalian hari ini.
DEU 10:14 “Jangan lupa bahwa TUHAN Allahmulah pemilik segala tingkat surga dan langit, serta bumi dan semua yang ada di dalamnya.
DEU 10:15 Meskipun Dia memiliki semua itu, kesenangan dan kesayangan TUHAN adalah nenek moyang kita, dengan maksud agar kita— yaitu keturunan mereka— menjadi umat kesayangan-Nya di antara semua bangsa seperti yang terjadi hari ini!
DEU 10:16 Jadi mulai sekarang, dengan segenap hatimu putuskanlah untuk selalu menaati TUHAN, dan jangan keras kepala lagi.
DEU 10:17 “TUHAN Allah kita lebih besar daripada semua dewa dan semua penguasa. Dia sangat kuat, mengagumkan, dan dahsyat. Dia tidak berpihak dalam mengambil keputusan dan tidak menerima suap.
DEU 10:18 Dia membela hak anak-anak yatim dan para janda. Dia mengasihi para pendatang yang tinggal di antara kita, serta memberi mereka makanan dan pakaian.
DEU 10:19 Kamu juga harus mengasihi pendatang, karena kamu pun pernah hidup sebagai pendatang di Mesir.
DEU 10:20 Takutlah dan hormatlah kepada TUHAN Allahmu dan sembahlah Dia saja. Tetaplah berpegang erat kepada TUHAN, dan sahkanlah semua perjanjianmu dengan berkata seperti ini, ‘Biar TUHAN menghukum aku kalau aku tidak menepatinya.’
DEU 10:21 Dialah Allahmu! Hanya Dia satu-satunya yang layak dipuji. Dia melakukan keajaiban-keajaiban dahsyat, dan kita sudah menyaksikannya sendiri.
DEU 10:22 Ingatlah bahwa ketika nenek moyang kita mengungsi ke Mesir, mereka hanya tujuh puluh orang, tetapi sekarang TUHAN sudah membuat kita sebanyak bintang-bintang di langit!”
DEU 11:1 Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Kasihilah TUHAN Allahmu dan taatilah selalu semua perintah, ketetapan, dan hukum-Nya.
DEU 11:2 Ingatlah bahwa anak-anak kalian belum mengalami semua hal yang sudah kalian saksikan, yaitu bagaimana TUHAN berkali-kali mendidikmu melalui keagungan dan kuasa-Nya.
DEU 11:3 Mereka tidak melihat ketika Dia melakukan keajaiban-keajaiban terhadap raja Mesir dan negerinya.
DEU 11:4 Anak-anak kalian tidak melihat bagaimana Dia memusnahkan pasukan Mesir beserta semua kuda dan kereta perang mereka dengan menenggelamkan para tentara itu di Laut Merah sewaktu mereka mengejar kita.
DEU 11:5 Anak-anakmu tidak melihat apa yang Dia lakukan untuk kalian di padang belantara sampai kalian tiba di sini.
DEU 11:6 Mereka tidak melihat apa yang Dia lakukan terhadap Datan dan Abiram, anak-anak Eliab dari suku Ruben, bagaimana di tengah-tengah perkemahan umat Israel, tanah terbelah lalu menelan mereka bersama keluarga dan para hamba mereka, juga kemah-kemah dan ternak milik mereka.
DEU 11:7 Tetapi justru kalianlah yang menyaksikan hal-hal dahsyat yang TUHAN lakukan itu dengan matamu sendiri!
DEU 11:8 “Karena itu, taatilah semua perintah yang sedang saya ajarkan lagi kepada kamu semua, agar kalian menjadi kuat dan bisa menyeberangi sungai Yordan lalu menduduki negeri yang akan kalian masuki,
DEU 11:9 dan supaya kalian bisa tetap hidup di negeri yang sudah TUHAN janjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kita. Dia sudah berjanji untuk memberikan negeri itu kepada mereka dan keturunan mereka— sebuah negeri yang kaya dan subur.
DEU 11:10 Negeri yang akan kalian masuki dan duduki tidak seperti Mesir, tempat tinggalmu dahulu. Di sana, sesudah menanam benih di ladang, kalian harus bekerja keras untuk mengairinya.
DEU 11:11 Tetapi di negeri yang akan kalian duduki terdapat bukit-bukit dan lembah-lembah, dan di sana hujan sering turun.
DEU 11:12 TUHAN Allahmu selalu memelihara negeri itu dan memperhatikannya sepanjang tahun.
DEU 11:13 “Jika kamu sekalian mematuhi perintah yang saya ajarkan hari ini, yaitu untuk mengasihi TUHAN Allahmu dan menyembah Dia dengan segenap nafas hidupmu,
DEU 11:14 maka TUHAN akan menurunkan hujan ke atas negerimu pada musimnya, baik sebelum musim tanam maupun menjelang musim panen, sehingga kalian akan memanen gandum-ganduman, buah anggur, dan zaitun dengan berlimpah.
DEU 11:15 TUHAN juga akan menyediakan banyak rumput di ladang-ladangmu untuk makanan kawanan ternakmu. Setiap hari kalian akan makan sampai kenyang.
DEU 11:16 “Tetapi jagalah hatimu! Jangan sampai kalian meninggalkan TUHAN Allahmu dan menyembah dewa-dewa!
DEU 11:17 Jika kalian melakukan itu, TUHAN akan sangat marah kepada kalian. Dia akan menahan hujan agar tidak turun lagi sehingga ladangmu tidak memberi hasil yang baik. Kalian akan segera mati kelaparan di tanah subur yang TUHAN berikan kepada kalian.
DEU 11:18 “Jadi, tetaplah merenungkan semua perkataan TUHAN yang saya ajarkan hari ini. Simpanlah semua perintah-Nya dalam hati dan akal pikiranmu. Tuliskanlah perintah-perintah ini dan ikatkanlah pada tanganmu dan pada dahimu agar kalian selalu mengingat perintah-perintah-Nya.
DEU 11:19 Ajarkanlah perintah-perintah ini berulang kali kepada anak-anakmu, baik pada waktu berada di rumah maupun dalam perjalanan, baik waktu beristirahat maupun waktu bekerja.
DEU 11:20 Tuliskanlah perintah-perintah TUHAN di tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbang kotamu.
DEU 11:21 Lakukanlah semua hal ini agar kamu dan keturunanmu boleh tetap tinggal di negeri yang TUHAN janjikan kepada nenek moyang kita untuk diberikan kepada kalian. Hendaklah selama masih ada langit di atas bumi, keturunanmu akan terus menetap di negeri itu.
DEU 11:22 “Sebab jika kalian semua selalu menaati segala perintah yang saya ajarkan— yaitu mengasihi TUHAN Allahmu, menjalani kehidupan sesuai kehendak-Nya, dan tetap berpegang kepada-Nya—
DEU 11:23 maka TUHAN akan mengusir semua bangsa yang ada di hadapan kalian, dan kalian akan menduduki negeri mereka, walaupun bangsa-bangsa itu jauh lebih besar dan lebih kuat daripada kalian.
DEU 11:24 Setiap bidang tanah yang kalian injak di negeri itu akan menjadi milikmu. Wilayah kalian akan mulai dari padang belantara di bagian selatan sampai ke pegunungan Libanon di bagian utara, dan dari sungai Efrat di bagian timur sampai ke Laut Tengah di bagian barat.
DEU 11:25 TUHAN Allahmu akan membuat bangsa-bangsa di negeri itu takut kepada kalian, seperti yang sudah dijanjikan-Nya. Ke daerah mana pun kalian maju, tidak akan ada yang mampu bertahan melawan kalian.
DEU 11:26 “Hai setiap orang Israel, dengarlah baik-baik! Hari ini saya memberitahukan bahwa TUHAN akan memberkatimu atau mengutukmu, tergantung dari pilihanmu sendiri!
DEU 11:27 Kalian akan diberkati TUHAN Allahmu jika menaati semua perintah yang saya ajarkan hari ini.
DEU 11:28 Tetapi kalian akan dikutuk jika tidak menaati perintah-perintah-Nya, dan jika kalian meninggalkan jalan benar yang saya ajarkan ini dengan menyembah dewa-dewa yang belum pernah disembah oleh bangsa kita.
DEU 11:29 “Ketika TUHAN membawa kalian ke negeri yang akan kalian masuki dan duduki, haruslah kalian mengadakan upacara. Sebagian dari kalian akan berdiri di gunung Gerizim dan sebagian di gunung Ebal. Yang di gunung Gerizim harus mengaminkan ucapan berkat yang diserukan orang Lewi, dan yang di gunung Ebal mengaminkan ucapan kutuk yang diserukan orang Lewi.
DEU 11:30 (Kedua gunung itu letaknya di sebelah barat sungai Yordan, di daerah lembah Yordan yang masih didiami sebagian bangsa Kanaan pada waktu Musa menyampaikan perintah ini. Letaknya ke arah barat dan tidak jauh dari pohon-pohon yang dianggap keramat di More, dekat kota Gilgal.)
DEU 11:31 Tidak lama lagi, kalian akan menyeberangi sungai Yordan untuk menduduki negeri yang TUHAN berikan kepada kalian. Sesudah kalian menduduki negeri itu,
DEU 11:32 kalian semua harus menaati dengan cermat semua peraturan dan ketetapan yang sedang saya ajarkan kepada kalian hari ini.”
DEU 12:1 Selanjutnya Musa mengajarkan kepada umat Israel, “Inilah sejumlah ketetapan dan peraturan yang harus kalian taati dengan cermat selama kalian hidup di bumi ini yaitu di negeri yang diberikan TUHAN, Allah nenek moyang kita, untuk kalian duduki.
DEU 12:2 “Musnahkan setiap tempat penyembahan berhala yang dipakai oleh bangsa-bangsa yang akan kalian usir, tempat mereka menyembah dewa-dewa, baik itu di atas gunung, bukit, maupun di bawah pohon-pohon besar.
DEU 12:3 Runtuhkan mezbah-mezbah mereka, hancurkanlah tugu-tugu berhala mereka yang terbuat dari batu. Bakarlah tiang-tiang kayu lambang dewi Asyera. Musnahkan setiap patung berhala, supaya tidak ada seorang pun yang akan teringat apalagi menyembah dewa-dewa itu di tempat itu lagi.
DEU 12:4 “Jangan menyembah TUHAN dengan meniru cara bangsa-bangsa itu beribadah. Mereka menyembah para dewa di mana saja.
DEU 12:5 Namun, kalian harus pergi dan menyembah TUHAN di tempat penyembahan kepada-Nya, yang letaknya akan Dia tentukan dari wilayah salah satu suku Israel.
DEU 12:6 Hanya di tempat itu kalian boleh mempersembahkan segala kurban yang dibakar habis, kurban sembelihan lain, persembahan perpuluhan, berbagai persembahan khusus, persembahan untuk memenuhi janji, persembahan sukarela, dan kurban anak sulung dari kawanan sapi, kambing, dan dombamu.
DEU 12:7 Di sanalah, di hadapan TUHAN, kalian bersama keluargamu akan mengadakan perjamuan dari persembahan kurban dan bergembira, karena semua usahamu diberkati TUHAN.
DEU 12:8 “Ketika kalian sudah tinggal di negeri Kanaan, janganlah berbuat seperti yang kalian lakukan di sini. Sekarang, setiap orang masih menyembah TUHAN sesuka hatinya
DEU 12:9 karena kalian belum tinggal dengan tenang di tempat tujuan akhir, yaitu negeri yang TUHAN Allah berikan sebagai milikmu turun temurun.
DEU 12:10 Tetapi sebentar lagi kalian akan menyeberangi sungai Yordan, dan TUHAN akan menolongmu menguasai wilayah di seberang sungai itu. Setelah Dia memberimu kelegaan dari perang, kalian akan hidup dengan tenang dan aman.
DEU 12:11 TUHAN akan memilih satu tempat bagimu untuk menyembah Dia. Ke tempat itulah kamu semua harus membawa segala macam persembahan yang sudah saya perintahkan, termasuk persembahan perpuluhan, kurban yang dibakar habis, berbagai kurban sembelihan lainnya, dan persembahan untuk memenuhi janjimu kepada TUHAN.
DEU 12:12 “Pada waktu kamu sekalian mengadakan perjamuan dari persembahan kurban, lakukanlah itu di hadapan TUHAN di tempat penyembahan kepada-Nya, bersama istrimu, anak-anakmu, serta para budakmu laki-laki dan perempuan. Undanglah juga orang-orang suku Lewi yang tinggal di kota-kotamu, karena mereka tidak mendapat bagian tanah seperti yang akan kalian dapatkan.
DEU 12:13 Ingatlah: Jangan mempersembahkan kurban sembelihan di sembarang tempat.
DEU 12:14 Persembahkanlah kurban hanya di tempat itu. Di sana kalian harus melakukan semua tata cara ibadah sesuai dengan perintah TUHAN yang sedang saya sampaikan kepada kalian.
DEU 12:15 “Namun demikian, kamu semua bebas memotong dan memakan daging hewan ternakmu di tempat tinggal masing-masing, seberapa pun yang kamu mau, sesuai dengan berkat yang diberikan TUHAN Allahmu. Memakan daging itu sama seperti ketika memakan daging rusa atau daging kijang. Semua orang boleh memakannya, baik dalam keadaan najis maupun tidak.
DEU 12:16 Tetapi darahnya jangan ikut dimakan. Keluarkanlah darah binatang itu dengan cara disembelih dan alirkan sampai habis ke tanah seperti air.
DEU 12:17 “Di kotamu, janganlah memakan berbagai macam perpuluhan yang seharusnya diberikan kepada TUHAN, misalnya perpuluhan gandum-ganduman, hasil perasan anggur yang baru, atau minyak zaitun. Selain itu, anak sulung dari sapi dan kambing dombamu juga tidak boleh dimakan, karena harus dipersembahkan kepada TUHAN. Begitu juga persembahan sukarela, berbagai persembahan khusus, dan persembahan untuk memenuhi janjimu kepada TUHAN tidak boleh dimakan di sembarang tempat.
DEU 12:18 Sebaliknya, bagian dari persembahanmu itu harus dimakan di tempat penyembahan khusus yang akan ditentukan oleh TUHAN. Berarti kamu beserta istrimu, anak-anakmu, budakmu laki-laki dan perempuan, maupun keturunan suku Lewi yang tinggal di dekatmu harus pergi ke tempat itu dan mengadakan acara persembahan dan memakan bagiannya di hadapan TUHAN di tempat itu saja. Pada waktu itu, hendaklah kalian bersukacita di hadapan TUHAN Allahmu karena kelimpahan segala hasil usahamu.
DEU 12:19 Selama kalian hidup di negeri itu, pastikanlah kebutuhan hidup orang-orang suku Lewi tercukupi.
DEU 12:20 “Sesudah TUHAN Allahmu memperluas daerah kalian seperti yang Dia janjikan, sehingga tempat yang Dia pilih sebagai tempat penyembahan kepada-Nya terlalu jauh dari rumahmu, maka ketika kamu ingin makan daging, kamu boleh memotong ternakmu dan memakannya di kotamu masing-masing. Jadi, seperti yang sudah saya perintahkan, kalian dapat makan daging sesuka hati.
DEU 12:22 Orang-orang dalam keadaan tidak najis maupun najis boleh memakan daging itu, seperti sekarang ini kalian makan daging rusa dan kijang.
DEU 12:23 Tetapi darahnya tidak boleh ikut dimakan, sebab darah adalah lambang kehidupan yang TUHAN berikan kepada setiap makhluk hidup. Darah binatang atau burung harus dikeluarkan sampai habis, dengan cara dialirkan ke tanah seperti air, sebelum kamu memakan dagingnya.
DEU 12:25 Jangan sekali-kali makan darah! Maka kamu dan keturunanmu akan senantiasa hidup sejahtera karena melakukan apa yang benar dalam pandangan TUHAN.
DEU 12:26 “Tetapi semua hal yang kamu khususkan untuk dipersembahkan kepada TUHAN, termasuk persembahan untuk memenuhi janji, bawalah itu ke tempat penyembahan kepada-Nya.
DEU 12:27 Semua kurban yang dibakar habis harus dipersembahkan di mezbah TUHAN Allahmu, baik dagingnya maupun darahnya. Darah kurban harus ditumpahkan di sisi mezbah TUHAN, tetapi ada beberapa jenis kurban yang dagingnya boleh dimakan.
DEU 12:28 Taatilah dengan cermat semua perintah yang saya ajarkan kepadamu, agar kamu dan keturunanmu senantiasa hidup sejahtera. Itu hanya bisa terjadi kalau kamu melakukan hal-hal yang baik dan hidup benar dalam pandangan TUHAN Allahmu.”
DEU 12:29 “Ketika kalian memasuki negeri yang akan kalian duduki dan maju menyerang setiap daerah, TUHAN Allah kita akan mengusir dan menghabisi bangsa yang tinggal di sana.
DEU 12:30 Sesudah itu, berhati-hatilah! Jangan sampai kalian meniru adat-adat mereka dan menyembah dewa-dewa mereka, karena perbuatan itu pasti mendatangkan bencana atasmu. Jangan meminta petunjuk kepada siapa pun dengan berkata, ‘Beritahu kami bagaimana penduduk sebelumnya menyembah dewa-dewa mereka, agar kami juga menyembah para dewa itu.’
DEU 12:31 Janganlah menyembah TUHAN Allahmu dengan meniru cara bangsa lain menyembah dewa-dewa mereka, karena dalam penyembahan dewa, mereka melakukan semua hal yang sangat TUHAN benci, misalnya membakar anak-anak mereka sendiri di atas mezbah sebagai kurban untuk para dewa.
DEU 12:32 “Lakukanlah dengan teliti semua yang saya perintahkan ini. Jangan menambah atau mengurangi sedikit pun darinya.”
DEU 13:1 Selanjutnya Musa mengajarkan kepada umat Israel, “Suatu hari nanti, mungkin terjadi hal seperti ini: Ada nabi palsu atau peramal muncul di antara kalian, dan berdasarkan mimpinya, dia meramalkan suatu tanda,
DEU 13:2 lalu ramalannya itu terjadi. Kemudian, apabila dia mengajakmu, ‘Mari kita menyembah dan melayani dewa-dewa,’ yaitu para dewa yang belum pernah disembah oleh bangsa kita,
DEU 13:3 jangan dengarkan dia! Hal itu terjadi sebab TUHAN Allahmu sedang mengujimu untuk mengetahui apakah kalian mengasihi Dia dengan segenap hati dan nafas hidupmu.
DEU 13:4 Hanya TUHAN yang harus kalian ikuti, layani, takut dan hormati. Suaranya harus kalian dengarkan dan perintah-perintah-Nya harus kalian patuhi. Setialah sampai mati kepada Dia saja.
DEU 13:5 Nabi palsu atau peramal itu harus dihukum mati karena dia sudah mengajakmu memberontak terhadap TUHAN Allah, yang sudah membawamu keluar dari negeri Mesir dan menebusmu dari perbudakan. Nabi palsu itu mengajak kalian menyimpang dari menjalani hidup benar sesuai perintah TUHAN. Orang seperti itu harus dihabisi untuk memberantas kejahatan serupa dari antara umat Israel.
DEU 13:6 “Janganlah mendengarkan atau terpengaruh oleh siapa pun yang diam-diam mengajakmu untuk menyembah dewa-dewa, biarpun itu teman dekatmu, saudaramu, anakmu laki-laki atau perempuan, bahkan istrimu yang sangat kamu cintai. Larangan ini berlaku untuk segala macam dewa, termasuk dewa yang belum pernah disembah oleh bangsa kita,
DEU 13:7 juga para dewa yang disembah oleh bangsa-bangsa di sekitarmu, baik yang dekat maupun yang jauh.
DEU 13:8 Kamu tidak boleh terpengaruh atau mendengarkan siapa pun yang mengajak kalian menyembah dewa. Kalian juga tidak boleh merahasiakan perbuatannya atau melindungi dia karena kasihan kepadanya.
DEU 13:9 Orang itu harus dihukum mati dengan cara dilempari batu. Dan siapa yang menyaksikan pemberontakannya terhadap TUHAN harus menjadi orang pertama yang melempari dia, baru rakyat yang lain ikut melempari dia dengan batu sampai mati. Itulah hukuman yang harus dijatuhkan kepada siapa pun yang berusaha membuat kamu meninggalkan TUHAN Allahmu yang sudah membawa kalian keluar dari perbudakan di Mesir.
DEU 13:11 Dengan begitu, seluruh Israel mendengarnya dan menjadi takut, sehingga tidak akan ada lagi orang yang melakukan kejahatan seperti itu di antara kalian.
DEU 13:12 “Apabila kalian mendengar berita bahwa di salah satu kota yang TUHAN nanti berikan kepada kalian
DEU 13:13 ada orang-orang durhaka yang sudah menyesatkan para penduduknya, dengan mengajak mereka menyembah dewa-dewa yang belum pernah disembah oleh bangsa kita,
DEU 13:14 kalian harus menyelidiki hal itu dengan cermat. Jika berita itu terbukti benar, dan kekejian tersebut betul-betul terjadi,
DEU 13:15 maka kalian harus memusnahkan kota itu beserta seluruh penduduknya, dan semua ternak mereka harus dibunuh.
DEU 13:16 Lalu kalian harus mengumpulkan seluruh jarahan dari kota itu dan membawanya ke alun-alun kota. Bakarlah kota itu sekaligus jarahannya sampai habis, sehingga kota itu menyerupai kurban yang dibakar habis bagi TUHAN. Biarlah kota itu menjadi reruntuhan untuk selamanya dan tidak boleh dibangun kembali.
DEU 13:17 Jangan sampai kalian menyimpan apa pun dari jarahan yang sudah ditentukan untuk dimusnahkan. Dengan begitu, TUHAN tidak akan marah lagi kepada bangsa kita. Dia akan menyatakan kebaikan hati-Nya dan membuat keturunan kalian menjadi sangat banyak, sesuai dengan janji-Nya yang Dia sahkan kepada nenek moyang kita.
DEU 13:18 Berkat dari TUHAN itu hanya akan terjadi bila kalian menaati semua perintah-Nya yang saya ajarkan hari ini dan melakukan apa yang benar menurut pandangan-Nya.”
DEU 14:1 Selanjutnya Musa mengajarkan kepada umat Israel, “Dari antara semua bangsa di dunia, TUHAN Allahmu sudah memilih kita untuk menjadi anak-anak-Nya sendiri. Jadi, sebagai umat yang dikhususkan sebagai milik-Nya, janganlah kamu sekalian hidup seperti bangsa-bangsa yang tidak mengenal TUHAN. Sebagai contoh, sewaktu kamu berduka karena orang yang meninggal, janganlah berbuat seperti bangsa-bangsa lain, yaitu menyayat diri sendiri atau mencukur rambut bagian depan kepala mereka.
DEU 14:3 “Jangan makan sesuatu yang TUHAN nyatakan haram.
DEU 14:4 Inilah jenis binatang yang dagingnya boleh kalian makan: sapi, domba, kambing,
DEU 14:5 segala jenis rusa, kambing gunung, dan domba gunung.
DEU 14:6 “Setiap binatang yang kuku kakinya terbelah dua dan memamah biak boleh dimakan.
DEU 14:7 Namun, binatang-binatang seperti unta, kelinci, dan tikus gunung adalah najis untukmu dan tidak boleh dimakan, karena walaupun memamah biak, kuku kakinya tidak terbelah.
DEU 14:8 Babi juga haram untukmu, sebab meskipun kukunya terbelah dua, babi tidak memamah biak. Janganlah kamu makan daging ataupun menyentuh bangkai binatang itu.
DEU 14:9 “Kalian boleh memakan ikan jenis apa pun yang bersisik dan bersirip,
DEU 14:10 tetapi binatang air lainnya yang tidak bersisik dan bersirip janganlah dimakan. Jika kalian memakannya, kalian menjadi najis di hadapan TUHAN.
DEU 14:11 “Kalian boleh memakan daging burung yang TUHAN nyatakan halal.
DEU 14:12 Inilah jenis-jenis burung yang dagingnya tidak boleh dimakan: rajawali, burung pemakan bangkai, semua jenis elang, semua jenis gagak, burung unta, semua jenis burung hantu, burung camar, dandang, bangau, hupo, dan kelelawar.
DEU 14:19 “Janganlah memakan serangga bersayap yang bergerak dengan cara berjalan,
DEU 14:20 tetapi serangga bersayap yang bergerak dengan cara melompat adalah halal dan boleh dimakan.
DEU 14:21 “Janganlah memakan bangkai binatang yang mati dengan sendirinya, sebab darah binatang itu tidak dikeluarkan. Kamu boleh memberikan atau menjual bangkai itu kepada orang asing yang tinggal di antaramu, dan biarkan mereka memakannya. Tetapi kamu sendiri jangan memakannya, karena kamu sekalian dikhususkan sebagai umat TUHAN yang Dia sucikan untuk menjadi milik-Nya. “Jangan memasak daging anak domba atau kambing di dalam air susu induknya.”
DEU 14:22 “Setahun sekali haruslah kamu memisahkan sepersepuluh dari semua hasil panenmu.
DEU 14:23 Bawalah perpuluhan itu ke kemah TUHAN yang akan berada di tempat yang Dia tentukan. Nikmatilah di sana berbagai makanan dari perpuluhanmu itu, seperti gandum, minyak zaitun, dan air anggur baru, juga daging dari setiap ternakmu yang pertama dilahirkan oleh induknya. Dengan melakukan semua itu, kamu akan belajar untuk senantiasa takut dan hormat kepada TUHAN.
DEU 14:24 “Jika tempat penyembahan itu terlalu jauh dari rumahmu, sehingga kamu tidak bisa mengangkut perpuluhan dari berkat TUHAN Allahmu ke sana, maka
DEU 14:25 juallah perpuluhan dari hasil usahamu itu dan bawalah uangnya ke kota yang ada tempat penyembahan kepada TUHAN.
DEU 14:26 Di kota itu, silakan membeli apa saja yang kamu inginkan untuk dipersembahkan dan dinikmati bersama di tempat penyembahan itu, misalnya sapi, domba, air anggur, atau bir. Di sanalah kamu akan makan dan minum dengan sukacita bersama keluargamu di hadapan TUHAN.
DEU 14:27 Jangan lupa mengundang suku Lewi yang tinggal di kotamu, karena mereka tidak mendapat bagian tanah seperti yang lain.
DEU 14:28 “Setiap akhir tiga tahun, bawalah perpuluhan dari hasil panenmu tahun itu ke lumbung kotamu untuk disimpan di sana.
DEU 14:29 Persediaan itu adalah untuk menolong penduduk kotamu yang dari suku Lewi, karena mereka tidak mendapat bagian tanah seperti yang lain. Selain mereka, biarlah persediaan itu juga menolong para pendatang, anak yatim, dan janda yang hidup di kotamu. Orang-orang tersebut boleh datang ke lumbung penyimpanan itu dan mengambil sesuai kebutuhan mereka. Lakukanlah ini supaya TUHAN memberkatimu dalam segala usahamu.”
DEU 15:1 Selanjutnya Musa mengajarkan kepada umat Israel, “Setiap akhir tahun ketujuh, kalian harus menghapuskan semua utang sesama orang Israel.
DEU 15:2 Caranya, setiap orang yang sudah meminjamkan uang kepada sesama orang Israel harus menganggap lunas utang orang itu. Kalian wajib melakukannya karena waktu pembebasan yang diperintahkan TUHAN sudah tiba.
DEU 15:3 Kalian tetap boleh menagih utang dari pendatang yang tinggal bersamamu. Hanya terhadap sesama orang Israel utang itu harus dihapuskan pada akhir tahun ketujuh.
DEU 15:4 “TUHAN Allahmu akan memberkatimu di negeri yang Dia berikan kepada kalian. Kalau setiap orang menaati perintah TUHAN yang saya sampaikan kepada kalian hari ini, tidak akan ada orang miskin di antara kalian.
DEU 15:6 TUHAN pasti memberkatimu sesuai dengan janji-Nya, sehingga kalian akan meminjamkan uang kepada orang-orang dari bangsa lain, tetapi tidak akan pernah berutang kepada mereka. Karena itu, bangsa Israel akan berkuasa atas bangsa-bangsa lain, tetapi tidak akan pernah dikuasai oleh mereka.
DEU 15:7 “Nanti, sesudah kamu semua tinggal di negeri pemberian TUHAN, lalu di kotamu ada sesama orang Israel yang miskin, janganlah mengeraskan hati dan bersikap pelit terhadap dia.
DEU 15:8 Sebaliknya, kamu harus bermurah hati dan memberikan pinjaman kepada dia untuk memenuhi kebutuhannya.
DEU 15:9 Jadi, jagalah dirimu agar jangan sampai berpikir jahat seperti ini, ‘Tahun ketujuh ketika kita harus menghapus utang sudah dekat. Kalau aku meminjamkan sesuatu kepada sesamaku yang miskin, nanti dia tidak akan membayar utangnya.’ Jangan pelit seperti itu sampai tidak mau menolong sesamamu, karena kalau sampai dia mengeluh tentang kamu kepada TUHAN, kamu akan dianggap berdosa di mata TUHAN!
DEU 15:10 Murah hatilah dan jangan segan-segan memberikan pinjaman kepadanya, karena dengan demikian TUHAN akan memberkatimu dalam segala usaha dan pekerjaanmu.
DEU 15:11 Orang miskin akan selalu ada di negerimu. Itu sebabnya saya perintahkan kepada kalian: Haruslah kamu menerima sesamamu yang miskin dan berkekurangan dengan tangan terbuka.”
DEU 15:12 “Jika ada sesamamu orang Israel, baik laki-laki maupun perempuan, yang menyerahkan dirinya menjadi budakmu, haruslah kamu melepaskan dia sesudah dia bekerja selama enam tahun. Pada tahun ketujuh, yaitu Tahun Sabat, kalian wajib membebaskannya.
DEU 15:13 Sewaktu melepaskan dia, jangan biarkan dia pergi dengan tangan kosong.
DEU 15:14 Haruslah kamu memberinya bekal yang berlimpah dari penghasilanmu, seperti beberapa domba dari kawananmu, hasil panen, dan hasil kebun anggur. Sebagaimana TUHAN Allahmu sudah memberkatimu, demikianlah kamu harus memberi kepadanya.
DEU 15:15 Ingatlah bahwa kalian sendiri pernah hidup sebagai budak di Mesir, dan TUHAN sudah menebusmu. Itulah sebabnya saya memberikan perintah ini sekarang.
DEU 15:16 “Tetapi kalau budakmu itu mengasihimu dan keluargamu, serta merasa beruntung hidup bersamamu, maka dia bisa berkata kepadamu, ‘Saya tidak ingin meninggalkan Tuan.’
DEU 15:17 Jika budakmu mengambil keputusan itu, maka suruhlah dia berdiri bersandar pada pintu rumahmu sebagai alas untuk melubangi cuping telinganya dengan alat penusuk yang tajam. Hal ini menandakan bahwa dia akan menjadi budak milikmu seumur hidupnya.
DEU 15:18 “Janganlah kamu merasa rugi untuk membebaskan budakmu yang sesama orang Israel. Ingatlah bahwa dia sudah melayanimu selama enam tahun penuh, dan pekerjaannya dua kali lebih banyak daripada buruh harian selama waktu yang sama. Dengan menaati peraturan ini, TUHAN akan memberkatimu dalam segala hal yang kamu lakukan.”
DEU 15:19 “Sesudah TUHAN Allahmu menentukan tempat penyembahan kepada-Nya, setiap anak sulung jantan dari antara ternakmu harus dipersembahkan kepada TUHAN di sana. Lakukanlah hal ini setahun sekali di tempat itu, di mana kamu bersama keluargamu akan menikmati daging dari kurban-kurban itu. Jangan mempekerjakan sapi jantan yang sulung, dan jangan menggunting bulu domba jantan yang sulung untuk dijual.
DEU 15:21 Namun, apabila anak sulung hewan itu cacat, misalnya lumpuh, buta, atau memiliki cacat berat yang lain, hewan itu tidak boleh dipersembahkan kepada TUHAN.
DEU 15:22 Kalian boleh memotong dan memakan dagingnya di rumah masing-masing, seperti memakan daging rusa atau kijang. Semua orang boleh makan, baik yang sedang najis maupun yang tidak.
DEU 15:23 Ingatlah selalu bahwa darahnya tidak boleh ikut dimakan. Darah harus dialirkan ke tanah ketika kalian menyembelih hewan itu.”
DEU 16:1 Selanjutnya Musa mengajarkan kepada umat Israel, “Sesuai perintah TUHAN Allahmu, rayakanlah Paskah setiap tahun, pada hari keempat belas bulan Abib, karena pada malam itulah TUHAN membawa kita keluar dari perbudakan di Mesir.
DEU 16:2 Sebagai kurban Paskah bagi TUHAN, persembahkanlah seekor sapi jantan, domba jantan, atau kambing jantan di tempat penyembahan kepada TUHAN yang letaknya akan Dia tentukan.
DEU 16:3 Daging kurban itu tidak boleh dimakan bersama roti yang beragi. Selama tujuh hari perayaan Paskah, kamu sekalian harus memakan roti yang tidak mengandung ragi, yang disebut ‘Roti Penderitaan’. Dengan begitu, seumur hidupmu kamu akan mengingat bagaimana orang Israel keluar dari Mesir dengan terburu-buru.
DEU 16:4 Selama tujuh hari itu, jangan ada seorang pun di seluruh negeri yang menyimpan ragi. Daging hewan kurban Paskah yang dipotong pada malam Paskah pertama harus dimakan habis malam itu juga. Kalau ada yang tersisa, daging itu harus dibakar habis sebelum pagi.
DEU 16:5 “Rayakanlah Paskah di tempat penyembahan kepada TUHAN. Kalian tidak boleh mempersembahkan kurban Paskah di sembarang tempat, misalnya di kota tempat tinggalmu masing-masing. Persembahkanlah kurban Paskah saat matahari terbenam, tepat seperti waktu kalian keluar dari Mesir.
DEU 16:7 Masaklah dan makanlah daging kurban di tempat itu. Keesokan paginya, kalian boleh pulang ke kemahmu masing-masing.
DEU 16:8 Sesudah perayaan hari pertama tersebut, selama enam hari berikutnya makanlah roti yang tidak beragi. Lalu pada hari ketujuh, kalian semua akan berkumpul lagi untuk menyembah dan menghormati TUHAN. Kalian tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu.”
DEU 16:9 “Untuk menentukan tanggal permulaan Hari Raya Panen, hitunglah tujuh minggu mulai dari hari pertama memanen jelai.
DEU 16:10 Lalu rayakanlah Hari Raya Panen untuk menghormati TUHAN Allahmu, dengan membawa persembahan sukarela kepada Dia sesuai banyaknya hasil panen yang sudah TUHAN berikan kepadamu.
DEU 16:11 Pada waktu itu, bersukacitalah di hadapan TUHAN di tempat penyembahan kepada-Nya. Rayakanlah bersama istrimu, anak-anakmu laki-laki dan perempuan, dan budak-budakmu baik laki-laki maupun perempuan. Undanglah juga penduduk kotamu yang dari suku Lewi, para pendatang, anak yatim, dan janda.
DEU 16:12 Biarlah pengalaman kalian sebagai budak di Mesir menjadi dorongan bagimu untuk tetap menaati dengan cermat semua aturan dari TUHAN yang saya ajarkan ini.”
DEU 16:13 “Setiap akhir musim panen, sesudah kalian menyimpan gandum dan memeras anggur, haruslah kalian merayakan Hari Raya Pondok selama tujuh hari.
DEU 16:14 Pesta ini harus dirayakan dengan penuh sukacita oleh kamu semua bersama istrimu, anak-anakmu, dan semua budakmu baik laki-laki maupun perempuan. Undanglah juga penduduk kotamu yang dari suku Lewi, para pendatang, anak yatim, dan janda.
DEU 16:15 Hormatilah TUHAN Allahmu dengan merayakan ini selama tujuh hari di tempat penyembahan kepada TUHAN. Kamu semua pasti akan bersukacita, karena TUHAN akan memberkati hasil panenmu dan semua usahamu yang lain.
DEU 16:16 “Jadi, tiga kali dalam setahun, semua laki-laki bangsa Israel harus berkumpul di hadapan TUHAN di tempat penyembahan itu untuk merayakan ketiga perayaan ini: Paskah, Hari Raya Panen, dan Hari Raya Pondok. Jangan sampai ada yang datang tanpa membawa persembahan,
DEU 16:17 dan persembahan itu diberikan sesuai dengan banyaknya berkat yang kamu terima dari TUHAN.”
DEU 16:18 “Angkatlah hakim-hakim dan pemimpin-pemimpin untuk setiap suku di semua kota yang nanti TUHAN Allah berikan kepada kalian. Para hakim dan pemimpin itu harus menghakimi dan memimpin dengan adil.
DEU 16:19 Setiap kali memberi keputusan, mereka tidak boleh memihak dan dilarang menerima suap. Karena suap membutakan orang terhadap kebenaran, bahkan orang bijak sekali pun, sehingga tidak lagi mampu mengambil keputusan yang adil.
DEU 16:20 “Hal ini berlaku juga untuk seluruh umat TUHAN! Hendaklah setiap orang di antara kalian selalu bertindak adil, supaya kalian boleh hidup dan menetap di negeri yang sebentar lagi TUHAN serahkan kepada kalian.”
DEU 16:21 “Di sebelah mezbah TUHAN Allahmu jangan mendirikan tiang kayu lambang dewi Asyera
DEU 16:22 ataupun tiang batu untuk menyembah dewa apa saja, karena TUHAN Allahmu sangat membenci tiang-tiang seperti itu.”
DEU 17:1 “Jangan mempersembahkan sapi, kambing, atau domba yang cacat kepada TUHAN Allahmu, sebab persembahan seperti itu adalah penghinaan bagi TUHAN.”
DEU 17:2 “Apabila nanti di salah satu kota yang TUHAN berikan kepada kalian ada seorang laki-laki atau perempuan yang dituduh melakukan kejahatan yang melanggar perjanjian TUHAN dengan kita, dengan cara menyembah selain TUHAN, yaitu dewa-dewa, matahari, bulan, atau bintang, maka kalian harus menyelidiki apakah tuduhan itu benar. Jika memang benar bahwa orang itu sudah melakukan hal yang menjijikkan itu di Israel,
DEU 17:5 kalian harus membawa dia ke luar dari kotanya dan melempari dia dengan batu sampai mati.
DEU 17:6 “Seseorang hanya boleh dihukum mati jika pelanggarannya terbukti berdasarkan keterangan dari dua atau tiga saksi. Dilarang menjatuhkan hukuman mati berdasarkan kesaksian satu orang saja.
DEU 17:7 Para saksi harus menjadi yang pertama kali melempari pelanggar itu dengan batu, kemudian barulah diikuti oleh rakyat yang lain. Dengan begitu, kalian memberantas kejahatan dari antara umat Israel.”
DEU 17:8 “Kalau ada perkara yang terlalu sulit untuk diselesaikan oleh para hakim di kotamu, ajukanlah perkara itu kepada para imam dan hakim utama yang sedang menjabat di lokasi tempat penyembahan kepada TUHAN. Mereka akan memutuskan perkara yang sulit itu bagimu. Contoh-contoh perkara sulit adalah membedakan hukuman atas berbagai macam kasus pembunuhan, perebutan kuasa dan berbagai macam hak milik, atau hukuman atas berbagai macam tindakan kekerasan.
DEU 17:10 Kemudian, setiap orang yang terlibat dalam perkara itu harus melaksanakan dengan tepat keputusan yang mereka terima di sana.
DEU 17:11 Sesudah para imam dan hakim memberi keputusan tentang perkaramu berdasarkan hukum TUHAN, kalian semua harus melaksanakannya. Jangan menyimpang dari keputusan akhir yang mereka berikan kepada kalian.
DEU 17:12 Orang yang dengan sombong tidak menaati imam atau hakim yang melayani di hadapan TUHAN harus dihukum mati. Maka seluruh rakyat akan mendengar dan menjadi takut bertingkah sombong seperti itu. Dengan demikian, kalian memberantas kejahatan semacam itu dari antara umat Israel.”
DEU 17:14 “Sesudah kalian menguasai dan menetap di negeri yang sebentar lagi TUHAN Allah serahkan kepada kalian, mungkin ada yang akan berkata, ‘Mari kita mengangkat seorang raja untuk memerintah kita, seperti bangsa-bangsa lain di sekeliling kita.’
DEU 17:15 Kalian boleh mengangkat raja, tetapi haruslah orang yang ditunjuk oleh TUHAN, dan dia harus berasal dari keturunan Israel, bukan dari bangsa lain.
DEU 17:16 “Sesudah orang itu menjadi raja, dia tidak boleh mengumpulkan banyak kuda untuk pasukannya. Dia tidak boleh mengirim rombongan ke Mesir untuk membeli kuda, sebab TUHAN sudah memerintahkan, ‘Kalian tidak boleh kembali lagi ke negeri itu.’
DEU 17:17 Raja dilarang memiliki banyak istri, agar istrinya tidak mempengaruhi dia untuk berpaling dari TUHAN. Raja juga tidak boleh mengumpulkan banyak emas dan perak.
DEU 17:18 “Ketika seseorang sudah menjadi raja, dia harus menyalin kitab Taurat ini bagi dirinya, sesuai tuntunan para imam.
DEU 17:19 Kitab itu harus selalu berada di dekatnya, dan dia harus membacanya setiap hari sepanjang hidupnya, agar dia belajar takut dan hormat kepada TUHAN dan tetap melakukan segala hukum dan ketetapan ini.
DEU 17:20 Dengan demikian, raja tidak menjadi sombong dan menganggap dirinya lebih baik daripada orang-orang sebangsanya, serta tidak akan menyimpang dari hukum-hukum ini. Dengan begitu, dia dan keturunannya boleh tetap memimpin bangsa Israel.”
DEU 18:1 Selanjutnya Musa berkata kepada umat Israel, “Seluruh suku Lewi, termasuk para imam, tidak akan mendapat bagian tanah untuk diwariskan kepada keturunan mereka seperti suku-suku Israel lainnya, karena bagian mereka sudah diterima dari TUHAN sendiri. Mereka diberi hak istimewa sebagai pelayan TUHAN secara turun temurun, seperti yang sudah Dia janjikan kepada mereka. Jadi, orang Lewi akan mendapat sebagian daging dari berbagai hewan kurban yang dipersembahkan oleh suku Israel lainnya kepada TUHAN, dan itu akan dianggap warisan mereka.
DEU 18:3 “Ketika orang Israel mempersembahkan domba atau sapi mereka sebagai kurban, para imam berhak mendapatkan bagian bahu, rahang, dan perut kurban itu.
DEU 18:4 Semua suku Israel yang lain wajib memberikan berbagai hasil pertama mereka kepada orang-orang suku Lewi, yaitu gandum dan jelai, perasan anggur, minyak zaitun, dan guntingan bulu domba.
DEU 18:5 Lakukanlah semua ini sebab TUHAN Allah kita sudah menetapkan suku Lewi dari antara bangsa Israel untuk senantiasa melayani Dia.
DEU 18:6 “Apabila seorang Lewi atas keinginannya sendiri pindah dari salah satu kota di Israel ke lokasi di tempat penyembahan kepada TUHAN berada,
DEU 18:7 maka dia boleh melayani di sana, seperti orang Lewi lainnya yang sudah melayani di sana.
DEU 18:8 Dia akan menerima bagian makanan yang sama seperti yang diterima oleh orang Lewi lainnya, meskipun keluarganya mendukung dia dengan uang.”
DEU 18:9 “Nanti, ketika kalian sudah masuk ke negeri pemberian TUHAN Allah kita, janganlah meniru berbagai perbuatan menjijikkan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang lebih dahulu tinggal di sana.
DEU 18:10 Jangan ada di antara kalian yang membakar anaknya sebagai kurban. Jangan ada yang memberi nasihat atau meramalkan masa depan berdasarkan petunjuk dari orang mati atau roh-roh. Dan jangan ada yang menggunakan ilmu gaib untuk menguatkan ramalannya. Jangan ada di antara kalian tukang santet.
DEU 18:12 TUHAN membenci siapa saja yang melakukan perbuatan menjijikkan seperti itu. Justru TUHAN hendak mengusir bangsa-bangsa lain dari hadapan kalian karena mereka melakukan perbuatan-perbuatan itu.
DEU 18:13 Tetapi kalian semua harus hidup tanpa cela di mata TUHAN Allahmu.
DEU 18:14 Bangsa-bangsa yang akan kalian usir mengikuti petunjuk para peramal dan orang yang melakukan ilmu gaib, tetapi TUHAN melarang kalian melakukan segala hal seperti itu.”
DEU 18:15 “TUHAN Allah kita akan mengangkat seorang nabi lagi bagi kalian, yaitu seorang nabi seperti saya, yang berasal dari bangsa kita sendiri. Dengarkanlah dan taatilah nabi itu.
DEU 18:16 TUHAN melakukannya untuk menjawab permohonan kalian ketika berkumpul di kaki gunung Sinai. Waktu itu kalian meminta kepada saya, ‘Kami mohon untuk tidak lagi mendengar suara TUHAN ataupun melihat api yang membara di atas gunung! Kami akan mati jika terus mendengar suara-Nya.’
DEU 18:17 “Lalu TUHAN berkata kepada saya, ‘Yang mereka katakan itu baik.
DEU 18:18 Jadi Aku akan mengangkat seorang nabi seperti engkau dari antara mereka. Aku akan memberitahukan kepadanya pesan yang harus dia katakan, dan dia akan menyampaikan kepada mereka semua yang Aku perintahkan.
DEU 18:19 Siapa saja yang tidak mendengarkan pesan yang Aku sampaikan lewat nabi itu akan Aku hukum.
DEU 18:20 Sebaliknya, jika ada yang mengaku sebagai nabi dan berani berkata, “TUHAN menyuruh saya menyampaikan pesan ini,” padahal Aku tidak menyuruh dia mengatakannya, atau jika dia menyampaikan pesan atas nama dewa-dewa, maka orang itu harus dihukum mati.’”
DEU 18:21 Lalu Musa berkata, “Mungkin kalian akan bertanya, ‘Bagaimana caranya mengetahui apakah pesan yang disampaikan kepada kami berasal dari TUHAN atau bukan?’
DEU 18:22 Caranya adalah, perhatikan apakah nubuatan nabi itu terjadi. Kalau tidak terjadi berarti pesan itu bukan dari TUHAN. Jadi, nabi itu bukan utusan TUHAN, dan kalian tidak perlu takut kepadanya.”
DEU 19:1 Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Sesudah TUHAN Allahmu melenyapkan bangsa-bangsa dari negeri yang sebentar lagi Dia serahkan kepada kalian, dan ketika kalian sudah mengusir mereka dari kota-kota mereka dan menetap di rumah-rumah mereka,
DEU 19:2 haruslah kalian membagi negeri itu menjadi tiga wilayah. Lalu tetapkanlah satu kota di tengah setiap wilayah sebagai kota perlindungan. Kalian harus membuat jalan dari semua kota lain ke tiga kota itu, agar orang yang membunuh tanpa sengaja bisa melarikan diri ke kota perlindungan terdekat.
DEU 19:4 “Beginilah peraturan untuk kasus kematian karena kecelakaan. Apabila seseorang tidak sengaja membunuh orang lain, bukan karena bermusuhan, maka pembunuh itu dapat melarikan diri ke salah satu kota perlindungan dan tinggal di sana.
DEU 19:5 Contohnya, jika dua orang teman pergi ke hutan untuk menebang pohon, kemudian mata kapak yang seorang terlepas dari gagangnya ketika dia sedang menebang, lalu menimpa temannya sehingga tewas, maka pemilik kapak itu boleh lari ke salah satu kota perlindungan.
DEU 19:6 Kalau kota perlindungan terlalu jauh, bisa jadi orang-orang yang akan menuntut balas kematian korban dapat mengejar orang itu dan dengan marah langsung membunuh dia sebelum kasusnya sempat diadili. Dia tidak patut dihukum mati karena dia tidak memusuhi korbannya dan tidak sengaja menyebabkan kematiannya.
DEU 19:7 Itulah sebabnya saya memerintahkan kalian untuk memilih tiga kota.
DEU 19:8 “Kalau kalian melakukan setiap hal yang saya perintahkan hari ini, yaitu mengasihi TUHAN Allah kita dan selalu menjalani hidup seperti yang Dia inginkan, maka TUHAN akan memperluas wilayah kalian sampai Dia memberikan seluruh negeri yang sudah dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita. Sesudah itu terwujud, kalian harus memilih tiga kota lagi sebagai kota perlindungan.
DEU 19:10 Lakukanlah itu supaya darah orang yang tidak bersalah jangan sampai tertumpah di negeri yang TUHAN berikan kepada kalian, dan agar kalian tidak menanggung dosa atas hal itu.
DEU 19:11 “Sebaliknya, untuk kasus pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja, maka pembunuh tersebut tidak boleh terus dilindungi di kota perlindungan. Contohnya, ketika ada orang yang memang membenci sesamanya dan dia bersembunyi menunggu orang yang dibencinya itu, kemudian membunuhnya lalu melarikan diri ke salah satu kota perlindungan,
DEU 19:12 maka para pemimpin dari kota tempat tinggalnya harus mengirim rombongan ke kota perlindungan itu untuk membawa dia pulang supaya kasusnya diadili. Sesudah itu, mereka harus menyerahkan dia kepada anggota keluarga korban yang berhak menuntut darah, agar dia dibunuh.
DEU 19:13 Kalian tidak boleh mengasihani seorang pembunuh. Kejahatan penumpahan darah orang yang tidak bersalah harus dipertanggungjawabkan dan dihapuskan dari antara orang Israel agar kalian senantiasa hidup sejahtera.”
DEU 19:14 “Ketika kalian sudah tinggal di negeri yang sebentar lagi TUHAN serahkan kepada kalian, akan terjadi pembagian tanah dan kamu masing-masing akan menerima bagian untuk milikmu sendiri. Karena itu, janganlah merugikan keluarga tetanggamu dengan menggeser tanda batas tanah yang sudah ditentukan sejak waktu pembagian pertama.”
DEU 19:15 “Dalam tuduhan terhadap kasus apa pun, satu orang saksi saja tidak cukup untuk menyatakan bahwa seorang tertuduh memang bersalah. Hakim hanya boleh memutuskan suatu perkara jika ada dua atau tiga orang saksi yang membenarkan tuduhan.
DEU 19:16 “Kalau sesamamu orang Israel memberi tuduhan palsu terhadapmu,
DEU 19:17 maka kedua pihak yang berperkara itu harus dibawa kepada para imam dan hakim-hakim yang sedang bertugas di hadapan TUHAN di kemah-Nya.
DEU 19:18 Para hakim akan menyelidiki perkara itu dengan teliti. Jika terbukti bahwa penuduh itu memang berbohong tentangmu,
DEU 19:19 dia harus dikenakan hukuman yang sama seperti yang hendak dia timpakan kepada kamu. Dengan begitu, seluruh rakyat akan mendengar dan menjadi takut memberi tuduhan palsu, sehingga kejahatan seperti itu tidak akan terjadi lagi di antara umat Israel.
DEU 19:21 Sesudah hakim memberi keputusan, kalian tidak boleh mengasihani orang yang dijatuhi hukuman. Peraturannya adalah ‘nyawa dibayar nyawa, mata dibayar mata, gigi dibayar gigi, tangan dibayar tangan, dan kaki dibayar kaki.’”
DEU 20:1 Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Ketika kalian pergi berperang lalu melihat kuda, kereta perang, dan pasukan musuh yang jumlahnya lebih banyak daripada kalian, jangan takut! Ketahuilah bahwa TUHAN Allah yang membawa kita keluar dari Mesir akan menyertai kalian semua.
DEU 20:2 Sebelum kalian maju berperang, seorang imam harus memberikan pidato penyemangat,
DEU 20:3 ‘Hai orang Israel, dengarkanlah! Hari ini kalian akan berperang melawan musuh. Janganlah berkecil hati. Jangan takut, panik, atau gentar melawan mereka,
DEU 20:4 karena TUHAN Allah kita akan menyertai kalian. Dia akan melawan musuh dan membuat kalian menang.’
DEU 20:5 “Kemudian para komandan harus berkata kepada tentara mereka, ‘Jika ada di antara kalian yang baru saja membangun rumah dan belum mengadakan acara syukuran, dia boleh pulang. Jangan sampai dia tewas dalam perang sehingga orang lain yang meresmikan dan memiliki rumah tersebut.
DEU 20:6 Jika ada di antara kalian yang menanam kebun anggur dan belum memanennya, dia boleh pulang. Jangan sampai dia tewas dalam perang dan orang lain menikmati hasil pertama dari kebun itu.
DEU 20:7 Jika ada di antara kalian yang sudah bertunangan dengan seorang perempuan tetapi belum sempat menikahinya, dia boleh pulang. Jangan sampai dia tewas dalam perang dan orang lain menikahi calon istrinya itu.’
DEU 20:8 “Terakhir, para komandan harus berkata, ‘Jika ada di antara kalian yang takut dan berkecil hati, dia boleh pulang. Jangan sampai dia mempengaruhi pasukan lainnya untuk menjadi takut juga.’
DEU 20:9 Sesudah berbicara dengan pasukan mereka, para komandan akan mengangkat kepala-kepala regu.
DEU 20:10 “Ketika kalian hendak menyerang sebuah kota yang jauh dan tidak termasuk wilayah yang sebentar lagi TUHAN berikan kepada bangsa Israel, tawarkanlah kepada penduduk kota itu kesempatan untuk boleh tetap hidup kalau mau menerima sejumlah syarat dan menyerah. Jika mereka setuju dan membuka gerbang kota, mereka akan menjadi buruh kasar bagi kalian. Namun, jika mereka menolak tawaran itu dan malah bersiap untuk bertempur, kepunglah kota itu dan teroboslah masuk ke dalam. Saat TUHAN memampukan kalian menaklukkan kota itu, bunuhlah semua laki-laki di sana. Tetapi para perempuan, anak-anak, ternak, dan segala macam jarahan dari kota itu boleh kalian ambil. Dengan demikian, harta milik musuh itu sudah diberikan TUHAN untuk menjadi kepunyaanmu. “Peraturan itu berlaku untuk kota-kota yang jauh dan tidak termasuk kota milik bangsa-bangsa yang sekarang mendiami negeri Kanaan, yang sebentar lagi TUHAN berikan kepada kalian.
DEU 20:16 Untuk kota-kota yang termasuk wilayah Kanaan, musnahkan semua manusia dan binatang di dalamnya.
DEU 20:17 TUHAN sudah menentukan bangsa Het, Amori, Kanaan, Feris, Hewi, dan Yebus untuk dimusnahkan. Kalian harus menghabisi mereka semua.
DEU 20:18 Jika tidak, mereka akan mempengaruhi kalian untuk melakukan hal-hal menjijikkan yang mereka lakukan ketika menyembah dewa-dewa mereka, sehingga kalian terjerumus dalam dosa terhadap TUHAN Allah kita.
DEU 20:19 “Ketika kalian berusaha menaklukkan suatu kota dan sedang mengepungnya untuk waktu lama, janganlah menebang pohon buah-buahan yang ada di sekelilingnya. Buat apa menyerang pohon buah yang tidak bersalah? Biarkan saja, justru kalian bisa memakan buahnya.
DEU 20:20 Akan tetapi, pohon-pohon yang tidak menghasilkan makanan boleh kalian tebang. Pakailah kayunya untuk membuat tangga dan alat-alat perang yang bisa membantu kalian menerobos tembok kota itu dan menaklukkannya.”
DEU 21:1 Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Ketika kalian sudah tinggal di negeri pemberian TUHAN Allah nanti, apabila di luar sebuah kota kamu menemukan ada mayat seseorang yang mati dibunuh, tetapi pembunuhnya tidak diketahui,
DEU 21:2 maka para pemimpin dan hakim-hakim dari kota-kota sekitarnya harus pergi mengukur jarak dari tempat mayat itu ditemukan ke kota-kota itu.
DEU 21:3 Para pemimpin di kota yang paling dekat dengan tempat mayat itu ditemukan harus mengambil seekor sapi betina muda yang belum pernah dipakai bekerja.
DEU 21:4 Mereka harus membawa sapi muda itu ke lembah yang ada aliran airnya dan yang belum pernah digarap atau ditanami, lalu mematahkan leher sapi itu di sana.
DEU 21:5 Para imam dari suku Lewi juga harus hadir, karena TUHAN Allah sudah menetapkan mereka untuk memberi keputusan dalam setiap perkara, untuk melayani Dia, dan berdoa kepada TUHAN untuk memberkati orang-orang Israel.
DEU 21:6 Kemudian semua pemimpin dari kota yang paling dekat dengan mayat itu harus mencuci tangan mereka di atas sapi muda yang lehernya sudah dipatahkan itu,
DEU 21:7 dan harus berkata, ‘Bukan kami yang membunuh orang ini, dan kami tidak tahu siapa pembunuhnya.
DEU 21:8 Ya TUHAN, terimalah penebusan dosa umat-Mu yang sudah Engkau bebaskan dari Mesir, dan janganlah kami menanggung dosa atas pembunuhan orang yang tidak bersalah itu.’ Dengan berbuat demikian, kalian melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan menebus penumpahan darah tersebut. Maka di mata TUHAN, para penduduk kota itu tidak dianggap berdosa atas pembunuhan orang yang tidak bersalah.”
DEU 21:10 “Ketika kalian pergi berperang dan TUHAN Allah membuat kalian menang atas musuhmu, mungkin akan ada tawanan dari pihak musuh.
DEU 21:11 Jika kamu melihat seorang tawanan perempuan yang cantik dan menginginkan dia menjadi istrimu,
DEU 21:12 bawalah dia ke rumahmu. Perempuan itu harus mencukur rambutnya, memotong kukunya,
DEU 21:13 dan mengganti pakaian yang dipakainya ketika ditawan. Dia harus tetap tinggal di rumahmu dan berkabung selama satu bulan karena sudah kehilangan orangtuanya. Sesudah itu, barulah kamu boleh menikahi perempuan itu.
DEU 21:14 Apabila di kemudian hari kamu tidak menginginkan perempuan itu lagi, kamu harus membiarkan dia pergi. Jangan memperlakukan dia sebagai budak atau menjualnya, karena kamu sudah mempermalukan perempuan itu.”
DEU 21:15 “Kalau seorang laki-laki mempunyai dua istri, yang satu dicintai dan yang lainnya tidak, lalu kedua istri itu melahirkan anak laki-laki baginya, tetapi anak yang sulung lahir dari istri yang tidak dicintai,
DEU 21:16 maka ketika orang itu membagikan harta warisan kepada anak-anaknya, dia tidak boleh memberikan bagian anak sulung kepada anak dari istri yang dicintainya.
DEU 21:17 Dia harus mengakui anak sulungnya, yaitu anak dari istri yang tidak dicintai, dengan memberi anak itu warisan dua kali lipat dari bagian anak-anak lainnya. Anak sulungnya itu merupakan bukti pertama bahwa dia bisa memiliki keturunan, jadi anak itu berhak atas bagian warisan anak sulung.”
DEU 21:18 “Kalau nanti di antara kalian ada anak laki-laki yang keras kepala, pemberontak, dan tidak taat kepada orangtuanya meskipun sudah sering dididik,
DEU 21:19 maka orangtuanya harus membawa dia kepada sidang para pemimpin kota mereka
DEU 21:20 lalu berkata, ‘Putra kami ini keras kepala, suka memberontak, dan tidak taat kepada kami. Dia suka memboroskan uang dan mabuk-mabukan.’
DEU 21:21 Selanjutnya, penduduk laki-laki di kota itu harus melempari dia dengan batu sampai mati. Dengan begitu, kalian memberantas kejahatan dari antara umat Israel, dan semua orang akan mendengar berita tentangnya dan menjadi takut untuk hidup seperti itu.”
DEU 21:22 “Apabila seseorang melakukan kesalahan berat lalu dihukum mati dengan cara digantung pada sebuah pohon atau tiang kayu,
DEU 21:23 jangan biarkan mayatnya tergantung di sana sepanjang malam. Mayat itu harus dikubur pada hari itu juga, karena siapa pun yang dihukum gantung adalah orang yang dikutuk Allah. Jadi, jangan mencemarkan negeri yang TUHAN berikan kepada kalian sebagai hak milikmu turun temurun dengan melanggar peraturan ini.”
DEU 22:1 Selanjutnya, Musa mengajar umat Israel, “Kalau kalian melihat sapi atau domba milik sesamamu tersesat, janganlah mengabaikannya. Bawalah hewan itu kembali kepada pemiliknya.
DEU 22:2 Jika hewan itu bukan milik penduduk di sekitarmu, atau kalau kamu tidak tahu siapa yang punya, bawalah hewan itu ke rumahmu dan peliharalah sampai pemiliknya datang mencari. Lalu kembalikanlah hewan itu kepadanya.
DEU 22:3 Lakukan hal yang sama jika kamu menemukan keledai, pakaian, atau apa pun milik orang lain. Janganlah mengabaikannya.
DEU 22:4 “Kalau kamu melihat keledai atau sapi milik sesamamu rebah di jalan karena muatannya terlalu berat, janganlah berpura-pura tidak tahu. Tolonglah dia agar hewannya bisa berdiri kembali.
DEU 22:5 “Perempuan tidak boleh memakai pakaian laki-laki, dan sebaliknya, laki-laki juga tidak boleh memakai pakaian perempuan. TUHAN Allahmu sangat membenci siapa pun yang melakukan itu.
DEU 22:6 “Kalau kamu menemukan sarang burung di pohon atau di tanah, dan induknya ada bersama anak-anaknya atau sedang mengerami telurnya, janganlah mengambil induk burung itu.
DEU 22:7 Kamu boleh mengambil telur atau anak-anak burung itu, tetapi biarkanlah induknya terbang. Dengan demikian, TUHAN akan membuatmu hidup sejahtera dan boleh tetap tinggal di negeri yang sebentar lagi kalian duduki.
DEU 22:8 “Kalau kamu membangun rumah baru, kamu harus memasang pagar di sekeliling atap rumah itu, sebab jika tidak ada pagar di situ lalu seseorang jatuh dari atap dan mati, maka pemilik rumah bertanggung jawab atas kematiannya.
DEU 22:9 “Janganlah menanam tanaman lain di kebun anggurmu selain pohon anggur. Kalau kamu melanggar peraturan ini, maka seluruh hasil panen dari keduanya tidak boleh digunakan.
DEU 22:10 “Ketika kamu membajak ladang, jangan memasangkan seekor sapi dengan seekor keledai pada satu bajak.
DEU 22:11 “Jangan memakai pakaian yang ditenun dari campuran wol dan linen.
DEU 22:12 “Buatlah rumbai-rumbai pada keempat ujung jubahmu.”
DEU 22:13 “Suatu saat mungkin terjadi hal seperti ini: Seorang laki-laki menikahi seorang perempuan, tetapi sesudah bersetubuh dengan dia sekali, laki-laki itu menjadi tidak suka padanya.
DEU 22:14 Lalu suami itu secara terbuka menuduh istrinya sudah pernah bersetubuh dengan laki-laki lain sebelum mereka menikah.
DEU 22:15 Untuk membuktikan bahwa tuduhan tersebut palsu, orang tua perempuan itu harus mengambil kain pengantin yang ada bekas darahnya sebagai bukti bahwa anak mereka masih perawan ketika dinikahi oleh laki-laki itu. Mereka harus menunjukkan kain itu kepada sidang para pemimpin di gerbang kota.
DEU 22:16 Ayah perempuan itu akan berkata kepada mereka, ‘Saya sudah memberikan anak saya kepada laki-laki ini untuk menjadi istrinya, tetapi sekarang dia membencinya.
DEU 22:17 Dia menuduh anak saya sudah tidak perawan saat mereka menikah. Tetapi inilah bukti bahwa anak saya pada waktu itu masih perawan. Lihatlah, ini kain alas tempat tidur dengan noda darah dari malam pertama pernikahan mereka!’
DEU 22:18 Maka para pemimpin kota akan memanggil laki-laki itu, yang sudah mencemarkan nama baik seorang perempuan Israel. Mereka akan mencambuki dia, dan dia harus membayar denda sebanyak 1.200 gram perak kepada mertuanya. Selain itu, sidang juga akan menetapkan bahwa perempuan itu akan tetap sebagai istrinya. Suaminya tidak boleh menceraikan dia seumur hidupnya.
DEU 22:20 “Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa perempuan itu masih perawan waktu mereka menikah,
DEU 22:21 maka para pemimpin harus membawa perempuan itu ke depan pintu rumah ayahnya. Kemudian semua laki-laki warga kota itu harus melempari dia dengan batu sampai mati, karena dia sudah melakukan perbuatan yang sangat memalukan di Israel, yaitu berzina sebelum menikah saat masih tinggal di rumah ayahnya. Dengan menghukum perempuan itu, kalian memberantas kejahatan serupa dari antara bangsa kita.
DEU 22:22 “Jika seorang laki-laki tertangkap basah sedang bersetubuh dengan istri orang lain, maka keduanya harus dihukum mati. Dengan begitu, kalian memberantas kejahatan dari antara bangsa kita.
DEU 22:23 “Jika di suatu kota ada seorang laki-laki tertangkap basah sedang bersetubuh dengan perempuan yang sudah bertunangan dengan orang lain,
DEU 22:24 kalian harus membawa mereka berdua ke luar kota dan melempari mereka dengan batu sampai mati. Perempuan itu harus dibunuh karena dia ada di dalam kota tetapi tidak berteriak minta tolong, padahal suara teriakannya bisa didengar. Laki-laki itu harus dibunuh karena dia sudah mencemarkan tunangan orang lain. Dengan begitu, kalian memberantas kejahatan dari antara bangsa kita.
DEU 22:25 “Namun, jika seorang laki-laki memperkosa perempuan yang sudah bertunangan dengan orang lain dan peristiwanya terjadi di tempat sepi di luar kota, maka hanya laki-laki itu yang harus dihukum mati.
DEU 22:26 Jangan menghukum perempuan itu, karena dia tidak bersalah. Pemerkosaan itu terjadi di luar sebuah kota, sehingga meskipun perempuan itu berteriak minta tolong, tidak ada orang yang bisa mendengarnya. Jadi, perkara ini sama seperti kasus pembunuhan yang dilakukan tanpa ada saksi mata.
DEU 22:28 “Jika seorang laki-laki ketahuan memperkosa seorang gadis yang belum bertunangan,
DEU 22:29 maka laki-laki itu harus membayar mas kawin sejumlah 600 gram perak kepada ayah perempuan itu. Perempuan itu harus menjadi istrinya dan tidak boleh diceraikan seumur hidup, karena laki-laki itu sudah memaksa dia bersetubuh dengannya.
DEU 22:30 “Apabila seorang laki-laki memiliki beberapa istri dan anak laki-laki, lalu dia meninggal, anak laki-lakinya tidak boleh menikahi janda dari ayahnya, karena perbuatan itu sama dengan menghina ayahnya.”
DEU 23:1 Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Setiap laki-laki yang buah zakarnya rusak atau alat kelaminnya dipotong tidak boleh menghadiri perkumpulan penting umat TUHAN.
DEU 23:2 “Setiap orang yang lahir di luar pernikahan tidak boleh menghadiri perkumpulan penting umat TUHAN, bahkan keturunannya sampai generasi kesepuluh pun tidak boleh ikut serta.
DEU 23:3 “Orang Amon atau Moab tidak boleh menghadiri perkumpulan penting umat TUHAN, bahkan keturunannya sampai generasi kesepuluh pun tidak boleh ikut serta.
DEU 23:4 Mereka dilarang karena tidak memberi kita makan dan minum saat kita dalam perjalanan dari Mesir ke Kanaan, malahan membayar Bileam— anak Beor dari Petor di Aram Naharaim— untuk mengutuk kita.
DEU 23:5 Tetapi karena TUHAN Allah mengasihi kita, Dia tidak mendengarkan Bileam dan justru mengubah kutukan itu menjadi berkat bagi kita.
DEU 23:6 Selama-lamanya jangan pernah menolong kedua bangsa itu untuk hidup sejahtera dan makmur.
DEU 23:7 “Namun, janganlah menganggap hina orang Edom, karena mereka masih termasuk saudara kita dari keturunan Esau. Juga jangan menganggap hina orang Mesir, karena nenek moyang kita pernah tinggal di negeri mereka sebagai pendatang.
DEU 23:8 Keturunan ketiga dari orang Edom dan orang Mesir yang tinggal di antara kalian sebagai pendatang boleh menghadiri perkumpulan penting umat TUHAN.”
DEU 23:9 “Nanti, ketika pasukan Israel sedang berperang melawan musuh dan berkemah di suatu tempat, jagalah kebersihan setiap orang dari segala hal yang najis.
DEU 23:10 Jika ada orang yang menjadi najis karena mimpi basah pada malam hari, maka paginya dia harus keluar dari perkemahan dan tinggal di luar seharian itu.
DEU 23:11 Menjelang petang dia harus mandi dengan air. Sesudah matahari terbenam barulah dia boleh masuk kembali ke dalam perkemahan.
DEU 23:12 “Kalian juga harus menyiapkan tempat untuk membuang air besar di luar perkemahan.
DEU 23:13 Setiap orang di antara kalian harus membawa sekop kecil sebagai perlengkapan supaya bisa menggali lubang dan membuang air besar di situ. Sesudah selesai, lubang itu harus ditimbun lagi.
DEU 23:14 TUHAN Allah akan selalu berkeliling di tengah-tengah perkemahan untuk melindungi kalian dan mengalahkan musuh-musuh kalian. Jadi, jagalah supaya perkemahan kalian tetap bersih. Jangan sampai terdapat sesuatu yang menjijikkan di sana, agar TUHAN tidak meninggalkan kalian.”
DEU 23:15 “Jika ada seorang budak dari negeri lain yang melarikan diri ke Israel dan meminta perlindungan dari majikannya, janganlah kalian menyerahkan dia kembali kepada majikannya.
DEU 23:16 Biarkan dia tetap tinggal bersama bangsa Israel di kota mana pun yang dia pilih, dan jangan menindasnya.
DEU 23:17 “Jangan ada seorang pun dari antara kalian umat Israel, baik perempuan maupun laki-laki, yang menjadi pelacur di kuil pemujaan dewa.
DEU 23:18 Uang penghasilan dari pelacur kuil tidak boleh diterima di tempat penyembahan kepada TUHAN Allahmu sebagai persembahan apa pun, meski orang itu ingin memenuhi janji dengan memberi sejumlah uang. TUHAN sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan pelacuran.
DEU 23:19 “Jangan menagih bunga dari sesama orang Israel ketika kamu meminjamkan uang, makanan, atau apa pun kepadanya.
DEU 23:20 Kamu boleh menagih bunga apabila meminjamkan uang kepada pendatang yang tinggal di daerahmu, tetapi kepada orang Israel jangan meminjamkan dengan bunga. Taatilah peraturan ini supaya TUHAN memberkati kalian dalam segala usahamu di negeri yang sebentar lagi kalian duduki.
DEU 23:21 “Apabila kamu berjanji untuk mempersembahkan sesuatu bagi TUHAN, jangan menunda untuk memenuhi janjimu itu. Karena jika kamu berjanji, TUHAN Allahmu menganggap persembahan itu sebagai kewajiban. Kamu berdosa jika tidak memenuhinya.
DEU 23:22 Apabila kamu tidak pernah berjanji, maka kamu tidak berdosa karena memang tidak melanggar janji.
DEU 23:23 Namun, jika kamu secara sukarela berjanji untuk melakukan sesuatu, kamu harus melakukannya.
DEU 23:24 “Ketika kamu berjalan melewati kebun anggur sesama orang Israel, kamu boleh memetik buahnya dan memakan sebanyak yang kamu mau, tetapi dilarang membawanya pulang dengan keranjangmu.
DEU 23:25 Begitu juga ketika kamu melewati ladang gandum sesama orang Israel, kamu boleh memetik bulir gandum itu dan memakannya, tetapi jangan memotong tangkai-tangkai gandum dengan sabit dan membawanya pulang.”
DEU 24:1 Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Suatu saat mungkin terjadi hal seperti ini: Tak lama sesudah menikah, seorang suami tidak lagi menyukai istrinya karena menemukan sesuatu yang tidak sesuai pada perempuan itu. Lalu suaminya menulis surat cerai, memberikan surat itu kepadanya, dan menyuruh perempuan itu pergi dari rumahnya.
DEU 24:2 Kemudian perempuan itu menikah dengan laki-laki lain,
DEU 24:3 tetapi suami keduanya juga menceraikan dia atau meninggal,
DEU 24:4 maka suami pertamanya tidak boleh menikahinya kembali, karena perempuan itu sudah tercemar. TUHAN sangat membenci perbuatan ini! Janganlah melakukan dosa yang menjijikkan seperti itu di negeri pemberian TUHAN Allahmu!”
DEU 24:5 “Laki-laki yang baru menikah tidak boleh diutus berperang atau dibebani tugas wajib lainnya. Dia harus dibiarkan tinggal di rumah selama satu tahun untuk berbahagia bersama istrinya.
DEU 24:6 “Janganlah mengambil batu penggiling gandum sebagai jaminan utang, karena pemiliknya membutuhkan benda itu untuk membuat tepung, agar bisa dijual dan tetap ada makanan untuk menghidupi keluarganya.
DEU 24:7 “Jika seseorang menculik sesama orang Israel dan menjadikan dia budak atau menjualnya, penculik itu harus dihukum mati. Dengan begitu, kalian memberantas kejahatan seperti itu dari antara umat Israel.
DEU 24:8 “Jika seseorang menderita penyakit kulit menular, lakukanlah semua arahan dari para imam dengan cermat. Taatilah perintah-perintah yang sudah saya sampaikan kepada mereka.
DEU 24:9 Ingatlah apa yang sudah TUHAN Allah lakukan terhadap Miryam ketika kita dalam perjalanan keluar dari Mesir.
DEU 24:10 “Apabila kamu meminjamkan uang atau benda lain kepada seseorang, janganlah masuk ke rumahnya untuk mengambil barang jaminan.
DEU 24:11 Berdirilah di luar rumahnya dan biarlah dia sendiri yang mengambil barang jaminan itu lalu menyerahkannya kepadamu.
DEU 24:12 Tetapi jika orang itu miskin sehingga dia hanya dapat memberikan baju hangat sebagai jaminan, jangan menahan barang jaminan itu sampai malam hari.
DEU 24:13 Saat matahari terbenam, kembalikanlah baju hangat itu agar dia bisa memakainya saat tidur. Kalau kamu melakukan hal itu, dia akan bersyukur karena kebaikan hatimu, dan TUHAN akan menganggapmu berbuat benar.
DEU 24:14 “Jangan menindas buruh harian yang miskin, baik sesama orang Israel maupun pendatang.
DEU 24:15 Bayarlah upahnya setiap hari sebelum matahari terbenam karena dia miskin dan membutuhkan uang itu. Kalau kamu menahan upahnya dan dia mengeluh kepada TUHAN tentang perlakuanmu terhadapnya, kamu akan dianggap berdosa di mata TUHAN.
DEU 24:16 “Seorang ayah tidak boleh dihukum mati karena kejahatan yang dilakukan anaknya. Dan seorang anak tidak boleh dihukum mati karena kejahatan yang dilakukan ayahnya. Yang dihukum mati adalah pelaku kejahatan itu sendiri.
DEU 24:17 “Pastikanlah bahwa pendatang dan anak yatim selalu diperlakukan dengan adil. Jangan mengambil pakaian seorang janda sebagai jaminan atas utangnya.
DEU 24:18 Ingatlah bahwa dulu kalian pernah menjadi budak di Mesir dan TUHAN Allah membebaskanmu dari sana. Karena itulah kalian harus berbuat baik kepada pendatang, orang miskin, anak yatim piatu, dan janda.
DEU 24:19 “Ketika kamu memanen ladangmu, apabila tidak sengaja meninggalkan seikat gandum di ladang, jangan kembali untuk mengambilnya. Biarkanlah itu menjadi bagian para pendatang, anak yatim, dan janda. Jika kamu menaati perintah ini, TUHAN Allah akan memberkatimu dalam segala usahamu.
DEU 24:20 Apabila kamu memetik buah zaitun di kebunmu, janganlah kembali untuk mengambil buah yang tersisa. Biarkanlah buah-buah itu menjadi bagian para pendatang, anak yatim, dan janda.
DEU 24:21 Demikian juga, saat kamu memanen kebun anggurmu, janganlah kembali untuk memetik buah anggur yang tertinggal. Biarkanlah buah-buah itu menjadi bagian para pendatang, anak yatim, dan janda.
DEU 24:22 Ingatlah bahwa dulu kalian pernah hidup sebagai budak di Mesir. Karena itu kalian harus melakukan kebiasaan ini.”
DEU 25:1 Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Suatu saat mungkin terjadi hal seperti ini: Dua orang Israel berselisih dan membawa masalah mereka ke pengadilan, lalu hakim menyatakan siapa yang benar dan siapa yang bersalah di antara kedua orang itu.
DEU 25:2 Kemudian, apabila hakim memutuskan bahwa orang yang bersalah harus dihukum dengan dicambuk, maka hakim akan menyuruh dia berbaring menghadap ke tanah agar punggungnya dicambuk, dengan diawasi oleh hakim. Jumlah cambukan tergantung pada jenis kejahatan yang dia lakukan,
DEU 25:3 tetapi tidak boleh melebihi 40 kali, karena akan mengakibatkan orang yang bersalah itu dipermalukan di depan umum.”
DEU 25:4 “Ketika kamu menggunakan sapimu untuk bekerja menginjak-injak hasil panen gandum untuk memisahkan bulir-bulir gandum dari tangkai dan sekamnya, jangan menutup mulut sapi itu untuk mencegahnya makan dari gandummu.”
DEU 25:5 “Apabila ada kakak beradik laki-laki yang tinggal bersama, dan salah satu dari mereka meninggal tanpa memiliki anak laki-laki, maka jandanya tidak boleh menikah dengan orang di luar keluarga itu. Salah satu saudara dari orang yang meninggal harus memperistri jandanya untuk memenuhi kewajiban terhadap almarhum saudaranya.
DEU 25:6 Anak laki-laki pertama yang dilahirkan akan diperhitungkan sebagai keturunan dari orang yang sudah meninggal itu, supaya almarhum mempunyai ahli waris di antara bangsa Israel.
DEU 25:7 “Namun, jika saudara dari almarhum tidak mau menikahi janda itu, maka janda itu harus melapor kepada sidang pemimpin kota, ‘Saudara almarhum suami saya menolak kewajibannya. Dia tidak mau menikahi saya demi melanjutkan keturunan bagi suami saya.’
DEU 25:8 Lalu para pemimpin kota harus memanggil laki-laki itu dan berbicara dengannya. Jika dia tetap bersikeras, ‘Saya tidak mau menikahi janda saudara saya,’
DEU 25:9 maka janda itu harus mendekati dia di hadapan para pemimpin, melepaskan salah satu alas kakinya, meludahi mukanya, dan berkata, ‘Beginilah yang dilakukan kepada laki-laki yang tidak mau melanjutkan keturunan bagi almarhum saudaranya.’
DEU 25:10 Sesudah itu, biarlah keluarga laki-laki yang menolak melakukan kewajibannya itu disebut ‘Keluarga si bodoh yang sandalnya dilepaskan’.”
DEU 25:11 “Apabila dua orang laki-laki berkelahi, dan istri salah satu orang itu datang menolong suaminya dengan merenggut alat kelamin lawan suaminya,
DEU 25:12 maka potonglah tangan perempuan itu. Jangan mengasihani dia.
DEU 25:13 “Ketika kamu berdagang, jangan menguntungkan diri dengan cara yang curang, misalnya memalsukan berat anak timbangan.
DEU 25:15 Gunakanlah selalu timbangan dan takaran dengan jujur, supaya kalian boleh tetap tinggal di negeri yang sebentar lagi diserahkan TUHAN Allah kepadamu.
DEU 25:16 TUHAN membenci semua pedagang yang berbuat curang.”
DEU 25:17 “Ingatlah selalu perbuatan bangsa Amalek ketika kita baru saja keluar dari Mesir.
DEU 25:18 Sewaktu kita kelelahan dan kehabisan tenaga, mereka menyerang ujung barisan belakang dan membunuh semua orang yang ketinggalan kelompok. Mereka tidak takut kepada Allah.
DEU 25:19 Karena itu, kalian harus memusnahkan semua orang Amalek sehingga bangsa itu punah dari muka bumi. Lakukanlah itu sesudah TUHAN Allah memberi kalian ketenangan dari serangan musuh di seluruh negeri yang sebentar lagi TUHAN serahkan kepada kalian. Janganlah lupa melakukan perintah ini!”
DEU 26:1 Selanjutnya Musa mengajarkan kepada umat Israel, “Sesudah kamu sekalian menempati negeri yang TUHAN Allah kita berikan sebagai milikmu turun temurun,
DEU 26:2 kamu harus mengambil sebagian dari setiap jenis hasil panen pertama di negeri itu setiap tahun, menaruhnya ke dalam sebuah keranjang, dan membawanya ke tempat penyembahan TUHAN, yaitu tempat yang akan ditentukan-Nya.
DEU 26:3 Katakanlah kepada imam yang bertugas saat itu, ‘Dengan persembahan ini, saya menyatakan kepada TUHAN Allah bahwa saya sudah masuk ke negeri yang Dia janjikan kepada nenek moyang kita untuk diberikan kepada kita.’
DEU 26:4 Imam itu akan mengambil keranjang itu dari tanganmu dan meletakkannya di depan mezbah kurban TUHAN.
DEU 26:5 Kemudian ikutilah ucapan imam yang berdoa sebagai berikut, ‘Ya TUHAN, nenek moyangku Yakub adalah pengembara dari negeri Aram. Dia bersama keluarganya pergi ke Mesir dan menetap di sana sebagai pendatang. Jumlah mereka sedikit ketika mereka pergi ke Mesir, tetapi di sana mereka menjadi bangsa yang besar, kuat, dan banyak jumlahnya.
DEU 26:6 Ketika orang-orang Mesir menindas dan memaksa keturunan Yakub menjadi budak hingga mereka sengsara,
DEU 26:7 mereka berseru minta tolong kepada-Mu. Ya TUHAN Allah, Engkau mendengar seruan mereka dan melihat bagaimana mereka menderita, bekerja berat, dan tertindas.
DEU 26:8 Maka dengan kekuatan dan kuasa-Mu yang besar, Engkau melakukan keajaiban-keajaiban sehingga orang Mesir sangat takut, dan Engkau membawa kami umat-Mu keluar dari Mesir.
DEU 26:9 Lalu Engkau membawa kami ke negeri ini dan memberikan negeri yang sangat subur ini kepada kami.
DEU 26:10 Jadi sekarang, ya TUHAN, lihatlah aku membawa hasil panen pertama yang Engkau berikan kepadaku.’ Sesudah mengucapkan doa ini, sujudlah menyembah TUHAN Allahmu di situ. Demikianlah kamu akan meninggalkan keranjang itu dengan persembahan hasil panenmu yang pertama di hadapan-Nya.
DEU 26:11 Kemudian adakanlah perjamuan untuk bersukacita atas semua berkat yang TUHAN Allahmu berikan kepada kamu dan keluargamu. Undanglah juga para pendatang dan orang suku Lewi yang tinggal di kotamu.”
DEU 26:12 “Berikanlah sepersepuluh dari hasil panenmu setiap tahun kepada TUHAN. Tetapi setiap tahun ketiga, perpuluhan itu dikumpulkan di kotamu masing-masing untuk orang Lewi, pendatang, anak yatim, dan janda, agar makanan mereka tercukupi.
DEU 26:13 Lalu pada tahun itu, ketika datang ke tempat penyembahan kepada TUHAN, berdoalah, ‘Ya TUHAN Allahku, sesuai perintah-Mu, aku sudah menyerahkan seluruh perpuluhan yang aku khususkan bagi-Mu kepada orang Lewi, para pendatang, anak yatim, serta janda. Tidak ada sisa perpuluhan yang aku tahan di rumahku. Aku tidak melanggar dan tidak melupakan satu pun perintah-Mu.
DEU 26:14 Aku tidak memakan dari perpuluhan itu saat berkabung. Aku tidak menyentuhnya saat dalam keadaan najis. Dan aku tidak mempersembahkan sebagiannya kepada arwah orang mati. Aku sudah mematuhi Engkau, ya TUHAN, dan melakukan semua itu sesuai dengan perintah-Mu kepadaku.
DEU 26:15 Lihatlah dari kediaman-Mu di tingkat surga yang tertinggi dan berkatilah umat-Mu, bangsa Israel. Berkatilah juga negeri yang kaya dan subur ini, yang sudah Engkau berikan kepada kami sesuai perjanjian-Mu dengan nenek moyang kami.’”
DEU 26:16 Kata Musa selanjutnya kepada umat Israel, “Perintah TUHAN Allah kepada kalian hari ini adalah untuk menaati semua peraturan dan ketetapan yang saya ajarkan ini. Lakukanlah semuanya dengan segenap hati dan seluruh nafas hidupmu.
DEU 26:17 Hari ini, kalian semua sudah menyatakan bahwa TUHAN adalah Allahmu. Kalian berjanji untuk hidup menurut kehendak-Nya dan menaati semua ketetapan, perintah, dan peraturan-Nya.
DEU 26:18 Berdasarkan janjimu itu, hari ini TUHAN juga meneguhkan bahwa kalian adalah umat milik-Nya yang khusus, sesuai janji-Nya kepada kita. Ini berarti kalian wajib menaati seluruh perintah-Nya.
DEU 26:19 Dengan demikian, Dia akan membuat bangsa kita menjadi yang paling terpuji dan terhormat di atas semua bangsa lain yang sudah Dia dirikan. Dan sesuai janji-Nya, TUHAN Allahmu akan mengkhususkan kalian sebagai umat yang disucikan oleh-Nya.”
DEU 27:1 Musa dan para pemimpin Israel berkata kepada seluruh umat, “Taatilah semua perintah yang saya berikan kepada kalian hari ini.
DEU 27:2 Sesuai dengan janji TUHAN Allah kepada nenek moyang kita, sebentar lagi kalian akan menyeberangi sungai Yordan dan memasuki negeri yang TUHAN serahkan kepada kalian. Sesudah kalian masuk ke negeri yang kaya dan subur itu, dirikanlah beberapa batu besar di gunung Ebal, lapisilah dengan labur, dan tuliskan semua hukum ini pada batu-batu itu.
DEU 27:5 Di sana, buatlah juga mezbah dari batu bagi TUHAN. Jangan memahat batu-batu itu dengan alat-alat besi.
DEU 27:6 Mezbah itu harus dibuat dari batu-batu yang utuh. Lalu gunakanlah mezbah itu untuk mempersembahkan banyak kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai kepada TUHAN. Adakanlah perjamuan dari persembahan kurban itu, dan bersukacitalah di hadapan TUHAN Allah kita.
DEU 27:8 Jangan lupa, tulislah semua hukum ini di atas batu-batu itu dengan sejelas-jelasnya.”
DEU 27:9 Kemudian Musa memberikan pesan-pesan berikut ini kepada para imam untuk mengumumkan kepada seluruh umat Israel, “Hai umat Israel, diamlah dan dengarkan: Hari ini kalian sudah menjadi umat milik TUHAN Allah,
DEU 27:10 maka kalian harus menaati Dia dengan melakukan semua peraturan dan ketetapan-Nya yang hari ini saya sampaikan kepada kalian.”
DEU 27:11 Pada hari itu Musa menyuruh umat Israel,
DEU 27:12 “Sesudah kalian menyeberangi sungai Yordan, lakukanlah upacara ini: Suku Simeon, Lewi, Yehuda, Isakar, Yusuf, dan Benyamin akan berdiri di atas gunung Gerizim dan menyerukan berbagai berkat atas bangsa Israel apabila menaati TUHAN.
DEU 27:13 Sementara suku Ruben, Gad, Asyer, Zebulon, Dan, dan Naftali akan berdiri di atas gunung Ebal dan menanggapi kutukan atas bangsa Israel apabila tidak menaati TUHAN.
DEU 27:14 “Pada waktu itu, orang Lewi harus meneriakkan kata-kata ini dengan lantang kepada seluruh umat Israel,
DEU 27:15 ‘Terkutuklah orang yang membuat patung berhala dari batu, kayu, atau logam, dan diam-diam memasangnya serta memujanya. TUHAN membenci berhala.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:16 ‘Terkutuklah orang yang memperlakukan ayah atau ibunya dengan tidak hormat.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:17 ‘Terkutuklah orang yang mencuri tanah tetangganya dengan memindahkan tanda batas tanahnya.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:18 ‘Terkutuklah orang yang mengarahkan orang buta ke jalan yang salah.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:19 ‘Terkutuklah orang yang merampas hak pendatang, anak yatim, atau janda.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:20 ‘Terkutuklah laki-laki yang menghina ayahnya dengan cara bersetubuh dengan salah satu istri ayahnya.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:21 ‘Terkutuklah orang yang bersetubuh dengan binatang.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:22 ‘Terkutuklah orang yang bersetubuh dengan saudara perempuannya, baik saudara kandung maupun saudara tirinya.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:23 ‘Terkutuklah orang yang bersetubuh dengan ibu mertuanya.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:24 ‘Terkutuklah orang yang dengan diam-diam membunuh sesamanya.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:25 ‘Terkutuklah orang yang menerima uang suap untuk membunuh orang yang tidak bersalah.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’
DEU 27:26 ‘Terkutuklah orang yang tidak menjunjung tinggi dan tidak taat kepada seluruh hukum ini.’ Dan seluruh umat akan menjawab, ‘Amin.’”
DEU 28:1 Kata Musa selanjutnya, “Jika setiap orang di antara kalian menaati dengan cermat semua perintah TUHAN Allah yang saya sampaikan hari ini, TUHAN akan membuat Israel menjadi bangsa yang paling terpuji dan terhormat melebihi semua bangsa di bumi.
DEU 28:2 “Semua berkat ini akan mengalir kepadamu jika kalian taat kepada TUHAN Allahmu:
DEU 28:3 Kalian akan diberkati dalam berbagai hal, baik di kota maupun di ladang.
DEU 28:4 Kalian akan diberkati dengan banyak anak. Hasil panenmu akan berlimpah, dan segala jenis ternakmu akan berkembang biak.
DEU 28:5 Persediaan makananmu akan diberkati.
DEU 28:6 Semua usahamu di mana saja akan diberkati.
DEU 28:7 “Setiap kali musuh-musuh menyerang kalian, TUHAN akan menolongmu mengalahkan mereka. Mereka datang menyerang kalian dari satu arah, tetapi tercerai-berai mereka melarikan diri dari hadapanmu.
DEU 28:8 “TUHAN akan memberkatimu sehingga lumbung-lumbungmu penuh dengan hasil bumi. Dia juga akan memberkati semua usahamu yang lain. Dia akan memberkatimu di negeri yang sebentar lagi Dia bagikan kepadamu.
DEU 28:9 “Jika kalian taat kepada perintah TUHAN dan hidup sesuai kehendak-Nya, Dia akan menepati perjanjian-Nya dengan mengkhususkan kalian sebagai umat yang disucikan oleh-Nya.
DEU 28:10 Semua bangsa di bumi akan melihat bahwa kalian adalah bangsa milik TUHAN, dan mereka akan takut kepada kalian.
DEU 28:11 “TUHAN akan membuat kalian makmur di negeri yang Dia janjikan kepada nenek moyang kita untuk diberikan kepada kita. Dia akan memberkati kalian dengan banyak anak, banyak ternak, dan hasil panen yang melimpah.
DEU 28:12 TUHAN akan menurunkan hujan bagi ladang-ladangmu pada musimnya dan memberkati semua usahamu. Utusan-utusan dari bangsa lain akan sering meminta pinjaman kepada kalian, tetapi kalian tidak akan perlu meminjam dari mereka.
DEU 28:13 Apabila kalian menaati semua perintah TUHAN yang saya sampaikan hari ini, TUHAN akan membuat bangsa Israel senantiasa memimpin dan menguasai bangsa-bangsa lain, bukan dipimpin dan dikuasai oleh mereka.
DEU 28:14 Oleh karena itu, janganlah menyimpang dari perintah-perintah yang saya sampaikan kepada kalian hari ini, dan jangan menyembah dewa-dewa.”
DEU 28:15 “Tetapi jika kalian tidak mematuhi semua perintah dan ketetapan TUHAN Allah yang saya sampaikan hari ini, maka semua kutuk ini akan menimpa kalian:
DEU 28:16 Kalian akan dikutuk dalam berbagai hal, baik di kota maupun di ladang.
DEU 28:17 Persediaan makananmu akan dikutuk.
DEU 28:18 Kalian akan dikutuk sehingga sulit memiliki anak, hasil panenmu buruk, dan segala jenis ternakmu tidak berkembang biak.
DEU 28:19 Semua usahamu di mana saja akan dikutuk.
DEU 28:20 “Jika kalian berbuat jahat dengan meninggalkan TUHAN, maka Dia akan mengutuk, mengacaukan, dan menggagalkan semua yang kalian lakukan sehingga kalian segera binasa.
DEU 28:21 TUHAN juga akan menimpa kalian dengan wabah penyakit, sehingga tidak seorang pun di antara kalian akan tersisa di negeri yang sebentar lagi kalian duduki itu.
DEU 28:22 TUHAN akan menghajar kalian dengan penyakit yang membunuh secara perlahan dengan demam dan sakit radang. Dia akan mengutuk cuaca sehingga terjadi panas terik, kekeringan, dan penyakit tanaman sehingga panen kalian akan gagal. Bencana-bencana ini akan melanda kalian sampai kalian binasa!
DEU 28:23 Langit di atas kalian akan menjadi seperti atap tembaga yang mencegah turunnya hujan, dan tanah di bawah kalian akan menjadi begitu keras seperti besi.
DEU 28:24 TUHAN tidak akan menurunkan hujan air, melainkan hujan debu dari langit sampai kalian binasa.
DEU 28:25 “Setiap kali musuh-musuh menyerang kalian, TUHAN akan membuat kalian kalah. Pasukan kalian menyerang musuh dari satu arah, tetapi justru kalian akan tercerai-berai dan melarikan diri dari hadapan mereka. Melihat apa yang terjadi kepada kalian, semua bangsa lain akan merasa ngeri dan menganggap kalian bangsa yang paling malang di dunia.
DEU 28:26 Mayat kalian akan berserakan begitu saja sehingga dimakan burung-burung dan binatang-binatang liar. Saat itu terjadi, tidak seorang pun dari kalian yang masih hidup untuk mengusir burung dan binatang itu.
DEU 28:27 “TUHAN akan membuat kalian menderita bisul-bisul bernanah, seperti yang ditimpakan-Nya pada orang Mesir. Seluruh badanmu akan gatal-gatal dan penuh dengan benjol-benjol dan kudis tanpa ada yang bisa menyembuhkanmu.
DEU 28:28 TUHAN akan membuat kalian gila, buta, dan selalu ketakutan.
DEU 28:29 Meskipun kalian berjalan pada siang hari yang terang, kalian akan meraba-raba dalam kegelapan seperti orang buta, sehingga kalian tidak akan berhasil dalam segala hal. Kalian akan terus-menerus ditindas dan dirampok, tetapi tidak seorang pun akan menolongmu.
DEU 28:30 “Kalau kalian bertunangan, laki-laki lain akan memperkosa tunanganmu. Kalau kalian membangun rumah, kalian tidak akan sempat tinggal di dalamnya. Kalau kalian menanami kebun anggur, kalian tidak akan menikmati hasilnya.
DEU 28:31 Ternak sapimu akan disembelih di depan matamu, tetapi kalian tidak akan makan sedikit pun dari dagingnya. Kawanan keledaimu akan dirampas dan tidak pernah dikembalikan. Musuh-musuhmu akan mencuri ternak dombamu, dan tidak ada orang yang bisa membela hakmu.
DEU 28:32 Anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan menjadi tawanan perang, lalu dijadikan budak di negeri lain. Setiap hari kalian akan merindukan mereka, tetapi kalian tidak bisa berbuat apa-apa kecuali terdiam menatap kosong tanpa harapan.
DEU 28:33 Suatu bangsa musuh yang namanya belum pernah kalian dengar akan datang dari negeri yang jauh, lalu menjarah semua hasil panenmu dan segala hasil kerja kerasmu. Kalian akan terus-menerus ditindas dan diperlakukan dengan kejam.
DEU 28:34 Kalian akan menjadi gila melihat kengerian yang terjadi.
DEU 28:35 TUHAN akan membuat lutut dan pahamu sakit bisul yang tidak bisa disembuhkan. Bisul-bisul itu akan menyebar ke seluruh tubuhmu, dari telapak kaki sampai ke kulit kepala.
DEU 28:36 “TUHAN akan membiarkan Israel beserta raja yang kalian pilih ditawan ke negeri musuh yang jauh, yaitu bangsa yang tidak dikenal oleh kalian ataupun nenek moyang kalian. Di negeri itu, kalian akan menyembah dewa-dewa buatan tangan manusia dari kayu dan batu.
DEU 28:37 Di antara segala bangsa ke mana TUHAN mencerai-beraikan kalian, orang-orang akan ngeri melihat apa yang sudah terjadi kepada kalian, sehingga kalian menjadi bahan olokan mereka.
DEU 28:38 Kalian akan menanam banyak benih di ladang, tetapi hasil panennya hanya sedikit karena dimakan belalang.
DEU 28:39 Kalian akan menanam dan merawat kebun anggur, tetapi tidak akan memanen buahnya apalagi meminum air anggurnya, karena sudah habis dimakan ulat.
DEU 28:40 Banyak pohon zaitun akan tumbuh di seluruh wilayah kalian, tetapi kalian tidak akan bisa mengambil dan menikmati minyaknya, karena buah-buahnya akan gugur sebelum matang.
DEU 28:41 Kalian akan memiliki anak-anak laki-laki dan perempuan, tetapi mereka akan dirampas darimu dan menjadi tawanan musuh.
DEU 28:42 Serangan serangga akan memakan habis segala yang tumbuh, sehingga tidak ada apa pun yang bisa kalian panen.
DEU 28:43 “Pendatang yang tinggal di antara kalian akan semakin berkuasa atas kalian, sedangkan kalian semakin tidak berdaya.
DEU 28:44 Mereka akan memberi pinjaman kepada kalian, tetapi kalian tidak akan memberi pinjaman kepada mereka. Mereka akan memimpin kalian, dan kalian akan tunduk kepada mereka.
DEU 28:45 “Jika kalian tidak taat kepada TUHAN Allahmu dan tidak melakukan perintah-perintah-Nya yang sudah Dia berikan, semua kutuk tersebut akan terus menimpa kalian sampai binasa.
DEU 28:46 Bencana-bencana itu akan menjadi bukti dari TUHAN bagi kalian dan keturunan kalian selamanya, bahwa semua itu merupakan hukuman dari-Nya.
DEU 28:47 Sewaktu kalian hidup dalam kemakmuran dari TUHAN Allahmu di negerimu sendiri, kalian tidak mau berterima kasih dan melayani Dia dengan senang hati.
DEU 28:48 Karena itu, TUHAN akan mendatangkan musuh-musuh untuk melawan kalian, sehingga kalian terpaksa melayani mereka dalam keadaan lapar, haus, tak berpakaian, dan kekurangan segala hal. TUHAN akan membiarkan mereka memperbudak dan menindas kalian sampai binasa.
DEU 28:49 “TUHAN akan mendatangkan pasukan mereka dari negeri yang jauh, dan mereka akan menyergap kalian seperti seekor elang menerkam mangsanya secepat kilat. Bangsa itu kuat dan kejam, dan bahasa mereka tidak bisa kalian mengerti. Mereka tidak akan punya rasa hormat kepada orang yang tua maupun belas kasihan kepada anak-anak.
DEU 28:51 Pasukan bangsa itu akan memakan ternak mudamu dan seluruh hasil panenmu sampai kalian mati kelaparan. Tidak akan tersisa sedikit pun gandum, air anggur, minyak zaitun, anak sapi, dan anak domba bagi kalian, sehingga kalian habis binasa.
DEU 28:52 Mereka akan mengepung kota-kota di seluruh negeri pemberian TUHAN kepada kalian. Biarpun kalian merasa aman berlindung di kota yang dibentengi tembok yang tinggi, mereka akan meruntuhkan benteng itu.
DEU 28:53 “Selama kotamu dikepung, kalian akan merasa begitu sengsara dan kehabisan makanan, sampai kalian memakan anak-anakmu, darah dagingmu sendiri yang diberikan TUHAN kepadamu. Kalian akan sangat kelaparan, sehingga laki-laki yang paling lembut dan peka di antara kalian pun tega memakan daging anaknya sendiri. Bahkan dia tidak akan mau membagi sedikit pun daging itu kepada saudaranya, istrinya yang sangat dicintainya, dan satu-satunya anak yang masih hidup.
DEU 28:56 Demikian juga perempuan yang paling lembut dan peka di antara kalian— begitu lembutnya bagaikan tuan putri yang seolah tidak pernah menjejakkan kakinya ke tanah— akan tega menyembunyikan bayi yang baru saja dia lahirkan beserta dengan ari-arinya, lalu diam-diam memakannya, sebab tidak ada apa pun lagi yang bisa dimakan. Dia bahkan tidak akan mau membagi sedikit pun daging itu kepada suami dan anaknya yang lain.
DEU 28:58 “Jika kamu sekalian tidak menaati semua hukum yang tertulis dalam kitab Taurat ini, dan tidak takut dan hormat terhadap TUHAN Allah Yang Mahamulia,
DEU 28:59 maka TUHAN akan mendatangkan bencana-bencana dan berbagai wabah penyakit kepada kamu dan keturunanmu, yaitu penyakit mengerikan seperti yang kalian saksikan ketika TUHAN menghukum orang Mesir. Kalian akan menderita sakit parah itu bertahun-tahun tanpa bisa sembuh.
DEU 28:61 TUHAN juga akan mendatangkan segala macam wabah dan penyakit lain yang tidak tertulis dalam kitab Taurat ini, sampai kalian binasa.
DEU 28:62 “Sebagaimana TUHAN tadinya senang berbuat baik kepada kalian dan menambah jumlah kalian, Dia pun akan senang menghancurkan dan membinasakan kalian jika kalian tidak menaati-Nya. Sekali pun awalnya jumlah kalian banyak seperti bintang di langit, hanya sedikit yang akan dibiarkan hidup sesudah TUHAN menghukum kalian. Dan kalian akan disingkirkan dari negeri subur yang sebentar lagi kalian duduki karena kalian tidak menaati perintah-perintah TUHAN.
DEU 28:64 TUHAN akan mencerai-beraikan kalian ke antara bangsa-bangsa lain di seluruh bumi. Di sana kalian akan menyembah dewa-dewa yang terbuat dari kayu dan batu, yang tidak dikenal olehmu ataupun nenek moyangmu.
DEU 28:65 Di antara bangsa-bangsa itu, kalian tidak akan pernah mempunyai tempat tinggalmu sendiri dan tidak akan merasa tenang. TUHAN akan membuat hatimu gelisah, mukamu suram, dan perasaanmu tertekan.
DEU 28:66 Hidupmu akan selalu terancam bahaya. Siang dan malam kalian merasa ngeri dan kuatir apakah bisa tetap hidup.
DEU 28:67 Karena sering melihat hal-hal yang mengerikan, kalian akan hidup dalam ketakutan setiap saat, sehingga di pagi hari kalian berkata, ‘Andaikan sekarang sudah malam!’ Dan di malam hari kalian berkata, ‘Andaikan sekarang sudah pagi!’
DEU 28:68 TUHAN juga akan mengirim sebagian dari kalian ke Mesir dengan kapal, meskipun Dia pernah mengatakan bahwa kalian tidak akan melihat negeri itu lagi. Di sana kalian akan begitu melarat sampai berusaha menawarkan diri sebagai budak lagi kepada orang Mesir, tetapi tidak akan ada yang mau membelimu.”
DEU 29:1 TUHAN memberikan semua hukum dan penjelasan tadi kepada Musa ketika umat Israel masih berkemah di wilayah Moab. Hal-hal itu menjelaskan perjanjian dengan TUHAN yang sudah ditetapkan di gunung Sinai.
DEU 29:2 Musa memanggil semua orang Israel dan berkata kepada mereka, “Di Mesir, kalian sudah menyaksikan semua yang TUHAN lakukan terhadap raja Mesir, para pejabatnya, dan seluruh rakyatnya.
DEU 29:3 Dengan matamu sendiri, kalian sudah melihat berbagai bencana dan keajaiban yang TUHAN lakukan.
DEU 29:4 Tetapi sampai hari ini, TUHAN belum membuka pikiranmu agar mengerti makna dari semua yang sudah kalian alami.
DEU 29:5 TUHAN sudah memberi tahu kalian, ‘Selama empat puluh tahun Aku memimpin kalian melewati padang belantara, pakaian dan alas kaki yang kalian pakai tidak menjadi usang.
DEU 29:6 Selama itu, kalian juga tidak makan roti, minum anggur, ataupun menikmati bir, tetapi Aku menyediakan segala sesuatu yang kalian perlukan. Demikianlah Aku membuktikan bahwa Akulah TUHAN Allahmu.’”
DEU 29:7 Selanjutnya kata Musa, “Ketika kita sampai di tempat ini, Raja Sihon dari Hesbon dan Raja Og dari Basan menyerang kita, tetapi kita mengalahkan mereka.
DEU 29:8 Kita merebut negeri mereka dan membagikannya kepada suku Ruben, suku Gad, dan separuh suku Manasye sebagai milik pusaka mereka.
DEU 29:9 “Karena itu taatilah semua ketentuan perjanjian kita dengan TUHAN, supaya Dia memberkati segala usahamu.
DEU 29:10 Hari ini, kalian semua— termasuk para pemimpin suku, tua-tua, perwira, dan semua laki-laki Israel— berdiri di hadapan TUHAN Allah kita.
DEU 29:11 Hadir juga bersama kita anak-anak dan istri-istri kalian, juga semua pendatang yang tinggal di antara kita, yang bekerja memotong kayu dan menimba air.
DEU 29:12 Kalian berkumpul di sini untuk menyatakan bersedia menerima semua ketentuan dalam perjanjian yang TUHAN Allah sahkan dengan kita hari ini.
DEU 29:13 Dengan mengikat perjanjian ini, kita diteguhkan sebagai umat-Nya, dan kita mengakui bahwa TUHAN adalah Allah kita. Dengan demikian, kita menggenapi yang sudah TUHAN katakan kepada kita dan perjanjian yang Dia sahkan dengan nenek moyang kita Abraham, Isak, dan Yakub.
DEU 29:14 TUHAN mengikat perjanjian ini bukan hanya dengan kita saja
DEU 29:15 yang sekarang hadir di hadapan-Nya, tetapi juga dengan keturunan kita di masa yang akan datang.
DEU 29:16 “Kalian semua tahu bagaimana dulu bangsa kita tinggal di Mesir dan kemudian berjalan melewati wilayah bangsa-bangsa lain.
DEU 29:17 Kalian juga sudah melihat patung-patung berhala mereka yang terbuat dari kayu, batu, perak, dan emas. Semua itu sangat menjijikkan.
DEU 29:18 Pastikan jangan sampai ada di antara kalian, baik laki-laki, perempuan, keluarga, maupun suku, yang meninggalkan TUHAN dengan menyembah dewa-dewa bangsa lain. Orang-orang yang berbuat demikian dapat menjadi pengaruh buruk di antara kalian, seperti tanaman beracun yang meracuni orang-orang sehingga banyak yang tertular oleh kejahatannya.
DEU 29:19 “Apabila ada orang bebal di antara kalian yang mendengar ketentuan perjanjian ini dan berkata dalam hatinya, ‘Aku akan selamat meskipun hidup sesuka hatiku sendiri,’ maka hal itu akan mendatangkan bencana atas kalian semua, yang jahat maupun yang baik.
DEU 29:20 TUHAN tidak akan bersedia mengampuni orang bebal seperti itu. TUHAN akan memisahkan orang itu dari antara suku-suku Israel, lalu mengobarkan cemburu dan amarah-Nya ke atas orang itu seperti api yang membakar habis. Semua kutuk perjanjian yang tertulis dalam kitab Taurat ini akan menimpa dia dan keturunannya, sampai TUHAN melenyapkan mereka.
DEU 29:22 “Lama kelamaan, berbagai kutukan bencana dan wabah penyakit yang berulang kali ditimpakan akan berdampak. Tanah di seluruh negeri Israel akan rusak oleh belerang dan garam sehingga tidak bisa ditanami apa pun, bahkan rumput liar pun tidak bisa tumbuh. Negeri itu akan menjadi seperti kota Sodom, Gomora, Adma, dan Zeboim, yang dihancurkan TUHAN dalam murka-Nya. Lalu pengunjung dari bangsa lain bahkan sisa keturunanmu yang masih hidup
DEU 29:24 akan bertanya, ‘Mengapa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berbuat demikian pada negeri ini? Apa yang membuat-Nya begitu murka?’ “Maka orang-orang akan menjawab, ‘Ini terjadi karena bangsa Israel tidak lagi hidup sesuai dengan hukum dan ketentuan perjanjian yang mereka sahkan dengan TUHAN ketika Dia membawa mereka keluar dari Mesir.
DEU 29:26 Mereka menyimpang dengan sujud menyembah dewa-dewa yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya, dan yang dilarang oleh TUHAN.
DEU 29:27 Perbuatan itulah yang membuat murka TUHAN berkobar sehingga Dia mengutuk negeri mereka, sesuai peringatan yang sudah tertulis dalam kitab ini.
DEU 29:28 Akhirnya dalam amarah-Nya, TUHAN mencabut orang Israel dari negeri mereka dan membuang mereka ke negeri lain, di mana mereka tinggal sampai hari ini.’”
DEU 29:29 Sebagai penutup, Musa berkata, “Ada hal-hal yang TUHAN Allah rahasiakan dari kita. Namun, untuk segala hal yang sudah Dia nyatakan, kita dan keturunan kita bertanggung jawab melakukannya. Itu berarti kita harus menaati segala hukum dan ketentuan dalam kitab ini.”
DEU 30:1 Musa melanjutkan pengajarannya kepada umat Israel, “Pada masa mendatang, kalian semua dan keturunanmu akan mengalami semua berkat TUHAN Allahmu yang sudah saya sampaikan. Ketika kalian menjauh dari TUHAN, kamu sekalian akan mengalami semua kutukan yang sudah saya sampaikan juga. Namun, di negeri bangsa asing ke mana TUHAN mencerai-beraikan kalian nanti, kalian akan teringat kepada semua yang tertulis dalam kitab Taurat ini.
DEU 30:2 Apabila besok kamu dan keturunanmu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati dan dengan segenap nafas hidupmu mematuhi perintah-Nya yang saya sampaikan hari ini,
DEU 30:3 maka TUHAN Allah akan berbelas kasihan dan membebaskan kalian dari penawanan. Dia juga akan mengumpulkan kalian kembali dari negeri bangsa-bangsa lain itu.
DEU 30:4 Sekalipun kalian dibuang ke ujung bumi, Dia tetap akan membawamu kembali.
DEU 30:5 TUHAN Allah akan membawa kalian pulang ke negeri nenek moyang kalian, dan kalian akan kembali menduduki negeri Israel. Dia akan membuat keturunan kalian menjadi lebih makmur dan lebih banyak daripada jumlah nenek moyang kalian.
DEU 30:6 TUHAN akan mengubah hatimu dan seluruh keturunanmu sehingga setiap orang sungguh-sungguh mengasihi Dia dengan segenap hati, supaya kalian dapat terus hidup di negeri ini.
DEU 30:7 Lalu TUHAN akan menimpakan semua kutuk tersebut kepada musuh-musuh yang membenci dan menindas kalian.
DEU 30:8 Sedangkan kalian akan berbalik kepada TUHAN, menjadi taat kembali, dan melakukan semua perintah TUHAN yang saya sampaikan hari ini.
DEU 30:9 Kemudian Dia akan membuat kalian berhasil dalam semua pekerjaanmu. Dia akan memberkatimu dengan banyak anak, banyak ternak, dan hasil panen yang melimpah, karena Dia ingin membuat kalian makmur, sama seperti Dia senang memberkati nenek moyangmu.
DEU 30:10 Tetapi untuk menerima semua berkat itu, kalian harus kembali kepada-Nya dengan segenap hatimu dan sungguh-sungguh menaati semua perintah dan ketetapan-Nya yang tertulis dalam kitab Taurat ini.”
DEU 30:11 “Seluruh perintah yang saya sampaikan kepada kalian hari ini tidak terlalu sulit untuk kalian lakukan dan tidak di luar pemahamanmu.
DEU 30:12 Perintah-perintah TUHAN itu tidak disimpan di surga sehingga kalian harus bertanya, ‘Siapakah yang bisa naik ke sana untuk mengambilkannya bagi kita, supaya kita bisa mendengar dan melakukannya?’
DEU 30:13 Perintah-perintah itu juga tidak disimpan di seberang laut sehingga kalian harus bertanya, ‘Siapakah yang bisa menyeberangi laut besar itu untuk mengambilkannya bagi kita, supaya kita bisa mendengar dan melakukannya?’
DEU 30:14 Sesungguhnya perintah TUHAN sangat dekat denganmu! Kalian sudah mengetahuinya dan bisa membicarakannya dengan sesamamu. Jadi, sekarang hanya tinggal melakukannya saja.
DEU 30:15 “Perhatikanlah! Hari ini saya mengajukan dua pilihan kepada kamu sekalian: Hidup dengan sejahtera, atau ditimpa kesialan sampai mati.
DEU 30:16 Kasihilah TUHAN Allahmu, hiduplah menurut kehendak-Nya, dan taatilah perintah, ketetapan, serta peraturan-Nya. Dengan demikian, bangsa kita akan tetap hidup serta bertambah besar, dan TUHAN Allah akan memberkati kalian di negeri yang sebentar lagi kalian duduki.
DEU 30:17 “Namun, jika hatimu berpaling dari TUHAN dan kamu menolak mendengarkan Dia, malahan terpikat untuk menyembah dewa-dewa,
DEU 30:18 saya memperingatkanmu hari ini: Kamu pasti akan binasa! Kamu tidak akan hidup lama di negeri di seberang sungai Yordan itu.
DEU 30:19 “Jadi, hari ini saya sudah memberi dua pilihan kepada kamu sekalian, yakni hidup dengan berkat TUHAN, atau mengalami kutuk-Nya sampai mati. Biarlah langit dan bumi menjadi saksi atas pilihanmu! Demi kebaikanmu sendiri dan keturunanmu, pilihlah hidup!
DEU 30:20 Kasihilah TUHAN Allah kita, taatilah Dia, dan berpeganglah erat kepada-Nya selalu. Seharusnya begitulah cara hidupmu! Jika kamu mengasihi Dia dan taat kepada-Nya, kamu dan keturunanmu akan tinggal selamanya di negeri yang TUHAN janjikan untuk diberikan kepada nenek moyang kita Abraham, Isak, dan Yakub.”
DEU 31:1 Sesudah Musa mengajarkan semuanya itu kepada orang Israel,
DEU 31:2 dia berkata kepada mereka, “Sekarang saya sudah berumur 120 tahun dan tidak kuat lagi memimpin kalian. Lagipula TUHAN juga sudah mengatakan kepada saya, ‘Kamu tidak akan menyeberangi sungai Yordan.’
DEU 31:3 TUHAN Allah kitalah yang akan menyeberangi sungai itu di depan kalian. Dia akan membinasakan bangsa-bangsa yang ada di hadapan kalian, dan kalian akan menduduki negeri mereka. Seperti yang dikatakan TUHAN, ‘Yosua akan memimpin kalian menyeberangi sungai itu.’
DEU 31:4 TUHAN akan membinasakan bangsa-bangsa di negeri itu seperti Dia membinasakan Sihon dan Og, raja-raja bangsa Amori.
DEU 31:5 TUHAN akan menolong kalian menaklukkan bangsa-bangsa itu. Dan kalian harus memusnahkan mereka semua, sesuai dengan perintah yang saya sampaikan kepada kalian.
DEU 31:6 Kalian harus kuat dan berani. Jangan takut kepada mereka karena TUHAN Allah kita menyertai kalian. Dia pasti akan selalu menolong kalian dan tidak akan meninggalkan kalian.”
DEU 31:7 Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di hadapan semua orang Israel, “Kamu harus kuat dan berani, karena kamu akan memimpin bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN kepada nenek moyang kita untuk diberikan kepada mereka. Kamu akan memimpin mereka untuk menguasai negeri itu, kemudian kamu akan membagi tanah kepada setiap keluarga agar menjadi harta warisan mereka turun temurun.
DEU 31:8 TUHAN sendiri akan berjalan di depanmu dan menyertaimu. Dia akan selalu menolongmu dan tidak akan meninggalkan kamu. Karena itu janganlah takut atau berkecil hati.”
DEU 31:9 Musa menuliskan semua hukum itu, lalu dalam pertemuan dia menyerahkan gulungan kitab itu kepada para imam Lewi yang bertugas mengangkut peti perjanjian TUHAN, dan kepada para pemimpin Israel.
DEU 31:10 Musa memerintahkan mereka, “Pada akhir setiap tahun ketujuh (yaitu tahun pembebasan utang), selama Hari Raya Pondok Cabang-cabang Berdaun,
DEU 31:11 kalian harus membacakan kitab Taurat ini di hadapan semua orang Israel yang berkumpul untuk menyembah TUHAN Allah kita di tempat penyembahan kepada-Nya.
DEU 31:12 Kumpulkanlah semua rakyat yang datang dari setiap kota, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, maupun pendatang, agar mereka menyimak dan belajar untuk takut dan hormat kepada TUHAN serta menaati semua hukum ini dengan cermat.
DEU 31:13 Pembacaan itu bertujuan supaya keturunan kalian yang belum tahu tentang hukum itu dapat mendengarnya. Mereka harus belajar untuk takut dan hormat kepada TUHAN Allah selama hidup di negeri yang sebentar lagi kalian duduki di seberang sungai Yordan.”
DEU 31:14 TUHAN berkata kepada Musa, “Tidak lama lagi kamu akan mati. Karena itu panggillah Yosua dan datanglah bersama dia menghadap Aku di kemah-Ku. Aku hendak mengangkat dia sebagai penggantimu.” Kemudian Musa dan Yosua datang menghadap TUHAN di kemah-Nya
DEU 31:15 dan TUHAN menampakkan diri dalam bentuk tiang awan di dekat pintu kemah.
DEU 31:16 Kata TUHAN kepada Musa, “Tidak lama lagi kamu akan mati. Sesudah kamu mati, bangsa ini akan mengkhianati Aku seperti seorang istri yang pergi melacurkan diri, dengan menyembah dewa-dewa milik bangsa-bangsa di negeri yang akan mereka masuki. Mereka akan meninggalkan Aku dan melanggar perjanjian yang Aku buat dengan mereka.
DEU 31:17 Ketika itu terjadi, Aku akan sangat marah kepada mereka. Aku akan meninggalkan orang Israel dan tidak lagi menolong mereka, bahkan Aku akan menghancurkan mereka. Banyak hal buruk akan menimpa mereka sehingga mereka berkata, ‘Pasti semua kesusahan ini terjadi karena Allah kita tidak lagi bersama kita.’
DEU 31:18 Pada waktu itu, Aku sama sekali tidak akan menolong mereka karena mereka sudah berbuat jahat dengan menyembah dewa-dewa.
DEU 31:19 “Sekarang tulislah nyanyian yang akan Aku berikan kepadamu dan ajarkanlah kepada orang Israel supaya mereka menghafalnya. Kelak kata-kata lagu ini akan menjadi bukti bahwa mereka tidak lagi taat kepada-Ku.
DEU 31:20 Aku akan membawa mereka ke negeri yang sangat subur, yang sudah Aku janjikan kepada nenek moyang mereka. Di sana mereka akan hidup makmur dan makan sepuasnya sampai menjadi gemuk. Tetapi kemudian mereka akan berpaling menyembah dewa-dewa. Mereka akan menolak Aku dan melanggar perjanjian-Ku.
DEU 31:21 Karena itu, banyak bencana akan menimpa mereka. Saat itulah nyanyian ini akan mengingatkan mereka tentang alasan-Ku menghukum mereka, karena lagu ini akan selalu mereka nyanyikan turun-temurun. Aku tahu jalan pikiran mereka bahkan sebelum mereka masuk ke negeri yang Aku janjikan.”
DEU 31:22 Maka hari itu juga, Musa menuliskan syair nyanyian itu dan mengajarkannya kepada orang Israel.
DEU 31:23 Kemudian TUHAN berkata kepada Yosua anak Nun, “Kamu harus kuat dan berani, karena kamu akan memimpin orang Israel masuk ke negeri yang sudah Aku janjikan kepada nenek moyangmu untuk diberikan kepada mereka. Aku akan menyertaimu.”
DEU 31:24 Sesudah Musa selesai menulis segala hukum ini pada sebuah gulungan kitab,
DEU 31:25 dia memberi perintah kepada para pelayan dari suku Lewi yang bertugas membawa peti perjanjian TUHAN,
DEU 31:26 “Ambillah kitab Taurat ini dan letakkan di samping peti perjanjian. Kelak, kitab itu akan menjadi bukti ketika orang Israel melanggar hukum TUHAN.
DEU 31:27 “Saya tahu kalian semua sangat keras kepala. Selama saya masih hidup bersama kalian pun, kalian sering memberontak terhadap TUHAN, apalagi nanti sesudah saya mati!
DEU 31:28 Jadi, kumpulkanlah semua tua-tua suku dan pemimpin kalian, agar saya dapat berbicara langsung kepada mereka. Biarlah langit dan bumi menjadi saksi bahwa saya sudah menyampaikan semua hukum TUHAN ini kepada kalian.
DEU 31:29 Saya mengatakan hal ini karena tahu bahwa sesudah saya mati, kalian akan berbuat jahat dengan berpaling dari cara hidup yang sudah saya perintahkan kepada kalian. Pada waktu itu, bencana akan menimpa kalian karena kalian membuat TUHAN marah dengan melakukan yang jahat di mata-Nya.”
DEU 31:30 Kemudian Musa menyampaikan nyanyian pengajaran ini kepada seluruh umat Israel:
DEU 32:1 Hai matahari, bulan, dan bintang-bintang perhatikanlah! Hai laut, pulau-pulau, dan gunung-gunung dengarkanlah Kebenaran-kebenaran ini akan aku sampaikan!
DEU 32:2 Kiranya ajaranku turun bagai tetesan air hujan dan perkataanku bagaikan embun di tanah, seperti gerimis menyirami tunas daun muda, dan seperti embun membasahi rumput.
DEU 32:3 Aku menyerukan pujian bagi TUHAN! Pujilah betapa hebat Dia!
DEU 32:4 TUHAN bagaikan gunung batu tempat kita berlindung. Segala yang Dia lakukan sempurna dan benar-benar adil. Dia selalu setia menepati janji-Nya dan tidak pernah berbuat salah. Dia sungguh adil dan jujur.
DEU 32:5 Tetapi kalian, hai orang Israel, tidak setia kepada-Nya. Karena dosa-dosamu, kalian tidak pantas lagi disebut anak-anak-Nya. Kalian adalah bangsa yang jahat dan pembohong!
DEU 32:6 Begitukah caramu membalas semua kebaikan TUHAN kepada kita? Kalian begitu bebal! Bukankah Dia Bapa kita, yang menciptakan kita, yang membesarkan kita menjadi satu bangsa!
DEU 32:7 Ingatlah apa yang terjadi di masa lalu! Renungkanlah pengalaman nenek moyang kita! Tanyakanlah kepada orangtuamu dan para tua-tua, maka mereka akan memberitahumu tentang sejarah kita.
DEU 32:8 Dahulu, TUHAN Yang Mahatinggi membagi umat manusia menjadi bangsa-bangsa dan menentukan di mana setiap bangsa akan tinggal turun-temurun, termasuk batas wilayah keturunan Israel.
DEU 32:9 Tetapi kita, keturunan Yakub, dijadikan TUHAN sebagai umat milik-Nya yang khusus.
DEU 32:10 Dahulu, TUHAN mendapati nenek moyang kita di padang belantara yang tandus dan sunyi. Lalu Dia melindungi dan memelihara mereka. Dia menjaga mereka dengan sangat hati-hati, seperti seseorang melindungi matanya sendiri.
DEU 32:11 TUHAN menjaga umat-Nya bagaikan burung elang menjagai anaknya. Ketika anak elang baru belajar terbang, sang induk selalu siap menangkap anaknya di atas bentangan sayapnya.
DEU 32:12 Oh umat Israel, hanya TUHAN sendirilah yang memimpin kita. Tidak ada satu pun dewa yang pernah menolong kita.
DEU 32:13 Aku melihat bahwa kemenangan dari TUHAN akan membawa kalian menguasai seluruh daerah perbukitan di negeri Kanaan. Kalian akan dipuaskan dengan hasil panen dari ladang. Negeri pemberian TUHAN itu amatlah subur, hingga di tempat bebatuan terdapat sarang madu, dan pohon-pohon zaitun tumbuh dengan subur meski di tanah berbatu.
DEU 32:14 Kalian akan menikmati berkelimpahan susu dari ternak sapi dan kambing, serta daging yang paling enak dan empuk dari domba, sapi, dan kambingmu. Kalian akan diberkati dengan hasil panen gandum yang sangat bagus dan air anggur yang diperas dari buah anggur terbaik.
DEU 32:15 Tetapi aku juga melihat bahwa kelak kalian, hai umatku tercinta, akan begitu lama menikmati kemakmuran sampai menjadi gemuk dan semakin memberontak melawan TUHAN. Kalian akan meninggalkan Allah yang menciptakan kalian, yang sudah menyelamatkan kita dengan kuasa-Nya yang besar.
DEU 32:16 Seperti istri yang tidak setia kepada suaminya, kalian akan membuat TUHAN cemburu dengan melacurkan diri kepada dewa-dewa. Kalian akan menyulut amarah-Nya dengan menyembah berhala-berhala menjijikkan.
DEU 32:17 Kalian tidak terus mempersembahkan kurban kepada Allah, tetapi malah mempersembahkan kurban kepada roh-roh jahat, yaitu dewa-dewa yang sebelumnya tidak kalian kenal dan yang tidak pernah disembah oleh nenek moyang kita.
DEU 32:18 Kalian akan melupakan Allah Batu Pelindung kita, yang adalah Pencipta dan sumber hidup kita.
DEU 32:19 Pada waktu itu, TUHAN pasti tahu bahwa kalian sudah meninggalkan-Nya, dan Dia akan marah serta menolak kalian sebagai anak-anak-Nya.
DEU 32:20 TUHAN akan berkata, “Aku tidak akan menolong kalian lagi. Lihat saja apa yang akan terjadi padamu! Kalian adalah bangsa yang sangat jahat dan sama sekali tidak setia.
DEU 32:21 Kalian sudah membuat Aku cemburu dengan menyembah dewa-dewa, dan menyulut amarah-Ku dengan menyembah berhala-berhala. Karena itu, Aku akan membuat kalian cemburu dan marah kepada suatu bangsa yang bebal, yang sebenarnya tidak pantas disebut bangsa.
DEU 32:22 Murka-Ku akan seperti api yang membakar segala hasil ladang dan tumbuhan lain di bumi. Api murka-Ku akan menghanguskan bumi sampai ke dasar gunung-gunung, bahkan sampai ke tingkat Syeol yang paling bawah.
DEU 32:23 Aku akan menimpakan banyak bencana pada kalian. Seperti pemanah menembaki para musuhnya, begitulah Aku akan menembaki setiap orang di antara kalian bertubi-tubi dengan segala macam bencana.
DEU 32:24 Kelaparan akan menyiksamu. Demam dan penyakit mengerikan akan menimpamu. Aku akan mengirim binatang buas untuk menerkammu, dan gigitan ular berbisa untuk mematikanmu.
DEU 32:25 Saat kamu keluar rumah, musuh-musuh akan membunuhmu dengan pedang. Dan sekalipun kamu berlindung di dalam rumah, kamu tetap akan mati ketakutan. Pasukan musuh akan memusnahkan kamu semuanya, baik pemuda pemudi, bayi, maupun kakek nenek.”
DEU 32:26 TUHAN Allah kita berkata, “Aku bisa saja membinasakan bangsa Israel sampai punah seluruhnya dari muka bumi.
DEU 32:27 Tetapi jika Aku melakukan itu, pasukan musuh yang Aku utus untuk menghukum Israel akan salah mengartikan kemenangan mereka. Mereka bisa mengira, ‘Kami mengalahkan orang Israel dengan kekuatan kami sendiri! Dan bukan TUHAN yang melakukan semua penghukuman itu.’”
DEU 32:28 Bangsa Israel, beginilah kata TUHAN tentang kalian! Kalian adalah bangsa yang tidak berakal dan sama sekali tidak bijaksana.
DEU 32:29 Kalau saja kalian bijaksana, kalian akan mengerti mengapa kalian dihukum dan menyadari apa yang akan terjadi pada kalian bila meninggalkan TUHAN.
DEU 32:30 Bagaimana mungkin seribu tentara Israel bisa lari ketakutan dari satu tentara musuh, dan sepuluh ribu tentara kalian kabur dari dua tentara musuh, kalau bukan karena TUHAN Batu Pelindung Israel yang menyerahkan kalian kepada mereka dan meninggalkan kalian!
DEU 32:31 Dewa bangsa-bangsa musuh tidak sekuat TUHAN Batu Pelindung kita! Bahkan mereka sendiri pun mengakui hal itu!
DEU 32:32 Bangsa-bangsa lain itu sangat jahat, mereka adalah pohon anggur yang berasal dari Sodom dan Gomora. Buah perbuatan mereka adalah anggur pahit dan mengandung racun mematikan.
DEU 32:34 TUHAN berkata, “Aku punya rencana terhadap bangsa-bangsa yang memusuhi Israel. Rencana itu Aku simpan dengan baik, seperti seseorang mengunci peti hartanya.
DEU 32:35 Akulah yang berhak untuk membalas kejahatan dan menghukum mereka, dan Aku akan melakukannya! Saatnya akan tiba ketika setiap orang jahat jatuh tergelincir. Dengan tiba-tiba, bencana menimpa orang jahat sampai binasa.”
DEU 32:36 Namun, ketika tinggal sedikit saja yang masih hidup dari umat TUHAN, dan itu hanya sejumlah budak dan orang bebas, saat bangsa Israel sama sekali tidak berdaya, barulah TUHAN Allah akan membela dan mengasihani mereka.
DEU 32:37 Kemudian Dia akan bertanya kepada umat-Nya, “Di manakah dewa-dewa yang kalian andalkan sebagai pelindung?
DEU 32:38 Bukankah kalian sudah memberi mereka makan lemak kurban dan air anggur? Seharusnya merekalah yang bangkit dan menolong kalian!
DEU 32:39 Sekarang, sadarilah bahwa hanya Akulah satu-satunya Allah. Tidak ada yang lain kecuali Aku. Akulah yang berhak membunuh dan memberi hidup. Aku sudah memberi hukuman yang menyakitkan tetapi Aku akan menyembuhkan, dan tidak ada yang bisa mencegah Aku.
DEU 32:40 Aku mengangkat tangan-Ku dan bersumpah: Demi Aku sendiri, yang hidup selamanya,
DEU 32:41 Aku akan mengasah pedang-Ku, agar pedang-Ku berkilat-kilat saat Aku menjatuhkan hukuman yang adil atas segala kejahatan yang dilakukan musuh-musuh-Ku, dan membalas perbuatan semua orang yang membenci Aku.
DEU 32:42 Bagaikan pahlawan menghabisi pasukan musuh dengan panah dan pedang hingga darah berlumuran di mana-mana, demikianlah Aku akan membunuh semua pasukan yang Aku tawan dan memenggal kepala para komandan mereka.”
DEU 32:43 “Hai semua bangsa, bersorak-sorailah bersama umat TUHAN, karena Allah Israel akan membunuh musuh-musuh-Nya, untuk membalaskan darah umat-Nya yang tertumpah. Dia sudah menentukan cara untuk menghukum musuh-musuh-Nya dan mengadakan perdamaian dengan umat-Nya serta membersihkan kenajisan dari negeri mereka.”
DEU 32:44 Musa dan Yosua mengajarkan seluruh nyanyian itu kepada umat Israel. Setelah selesai,
DEU 32:46 Musa berkata, “Ingatlah selalu semua peringatan yang sudah saya sampaikan hari ini, dan perintahkan anak-anak kalian untuk menaati dengan cermat segala sesuatu yang tertulis dalam kitab Taurat ini.
DEU 32:47 Semua ajaran itu bukan sekedar kata-kata biasa! Hidupmu bergantung padanya! Jika kalian menaatinya, kalian akan tetap hidup negeri yang sebentar lagi kalian duduki di seberang sungai Yordan.”
DEU 32:48 Pada hari yang sama, TUHAN berkata kepada Musa,
DEU 32:49 “Naiklah ke gunung Nebo di pegunungan Abarim, di wilayah Moab, di seberang kota Yeriko. Pandanglah ke arah Kanaan, negeri yang akan Aku berikan kepada bangsa Israel.
DEU 32:50 Kamu boleh melihat negeri itu dari kejauhan, lalu kamu akan meninggal di gunung itu dan ditempatkan bersama nenek moyangmu dalam kematian, sebagaimana Harun sudah meninggal di gunung Hor. Seperti dia, kamu pun tidak akan masuk ke negeri Kanaan, karena kalian berdua tidak taat kepada-Ku di hadapan umat Israel, sewaktu kalian berada di mata air Meriba, dekat kota Kades di padang belantara Zin. Kalian tidak menghormati kekudusan-Ku di tengah bangsa Israel.”
DEU 33:1 Musa adalah perantara Allah dan umat-Nya, sebelum meninggal dia bernubuat dan memohonkan berkat bagi umat Israel. Musa berkata,
DEU 33:2 “TUHAN datang kepada kami dari gunung Sinai, Dia menyatakan diri kepada kami seperti matahari yang terbit dari daerah Seir di negeri Edom, dan menyinari kami dari gunung Paran. Dia datang bersama puluhan ribu malaikat, dan ada api menyala di tangan kanan-Nya.
DEU 33:3 Sesungguhnya, TUHAN mengasihi umat-Nya dan melindungi semua orang yang menjadi milik-Nya. Mereka sujud di kaki-Nya dan ingin menyimak ajaran-Nya.
DEU 33:4 Aku sudah menyampaikan pelajaran hukum-Nya kepada kalian, dan hukum itu menjadi harta keturunan Yakub yang paling berharga.
DEU 33:5 TUHAN menjadi Raja atas umat kesayangan-Nya ketika para pemimpin dari tiap suku Israel berkumpul bersama seluruh rakyat.”
DEU 33:6 Kata Musa tentang suku Ruben, “TUHAN, biarlah suku Ruben tetap bertahan dan tidak punah, tetapi jumlah mereka tidak akan banyak.”
DEU 33:7 Kata Musa tentang suku Yehuda, “Ya TUHAN, dengarkanlah seruan suku Yehuda saat mereka minta tolong, dan kelak persatukanlah mereka kembali dengan suku-suku sebangsanya. Tolonglah mereka dan kuatkanlah tangan Yehuda saat melawan musuh-musuh mereka.”
DEU 33:8 Kata Musa tentang suku Lewi, “TUHAN, suku Lewi sudah berkenan di mata-Mu, maka kepada mereka Engkau mempercayakan jabatan imam dan wewenang memakai Urim dan Tumim untuk mencari tahu kehendak-Mu. Engkau sudah menguji mereka di Masa dan berbantah dengan mereka di mata air Meriba.
DEU 33:9 Ingatlah, ya TUHAN, berbagai tindakan suku Lewi yang membuktikan bahwa mereka setia melaksanakan perintah-perintah-Mu dan menjaga ketaatan pada perjanjian-Mu. Bagi mereka, setia kepada-Mu lebih penting daripada orangtua, saudara-saudara, bahkan anak-anak mereka sendiri.
DEU 33:10 Mereka akan mengajarkan semua hukum dan ketetapan-Mu kepada bangsa Israel, membakar dupa di hadapan-Mu, dan mempersembahkan kurban yang dibakar habis di mezbah-Mu.
DEU 33:11 Ya TUHAN, berkatilah pelayanan mereka dan berkenanlah kepada semua yang mereka lakukan. Hancurkanlah semua musuh mereka sampai tidak bisa bangkit lagi.”
DEU 33:12 Kata Musa tentang suku Benyamin, “Mereka adalah suku yang dikasihi TUHAN, dan mereka hidup dengan aman di sisi-Mu. Engkau senantiasa tinggal di antara mereka dan melindungi mereka.”
DEU 33:13 Kata Musa tentang kedua suku Yusuf, “Kiranya TUHAN memberkati wilayah suku Efraim dan Manasye dengan hujan dari langit dan mata air dari bawah tanah.
DEU 33:14 Biarlah Engkau memberi mereka sinar matahari yang hangat, sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan hasil panen mereka berlimpah tiap bulan.
DEU 33:15 Semoga daerah perbukitan mereka, yang sudah subur sejak zaman dahulu, menghasilkan banyak buah-buahan yang manis.
DEU 33:16 Dan kiranya Engkau memberkati mereka dengan kekayaan lain yang terdapat di tanah mereka. Ya TUHAN, yang menampakkan diri kepadaku di semak yang menyala-nyala, tetaplah Engkau berkenan kepada mereka. Biarlah berkat-Mu menjadi seperti mahkota yang memperindah kedua suku Yusuf sehingga mereka selalu berpengaruh di antara suku-suku Israel yang lain.
DEU 33:17 Seperti banteng yang menyeruduk musuh dengan tanduknya, suku-suku Yusuf sangatlah kuat. Mereka akan menyeruduk bangsa-bangsa lain sampai ke negeri yang amat jauh. Demikianlah yang akan dilakukan oleh keturunan dari dua anak laki-laki Yusuf, yaitu puluhan ribu orang dari suku Efraim dan ribuan orang dari suku Manasye.”
DEU 33:18 Kata Musa tentang suku Zebulon dan suku Isakar, “Semoga orang Zebulon berhasil dalam perdagangan mereka ke luar negeri, dan semoga orang Isakar sejahtera di daerah mereka.
DEU 33:19 Zebulon dan Isakar akan menikmati kemakmuran dari hasil perdagangan dengan kapal-kapal yang berlabuh di lepas pantai. Mereka akan mengundang suku-suku Israel yang lain ikut bersukacita dalam perjamuan kurban di hadapan TUHAN di bukit tempat penyembahan-Nya.”
DEU 33:20 Kata Musa tentang suku Gad, “Terpujilah TUHAN, yang akan memperluas wilayah Gad. Orang-orang suku Gad duduk siaga, seperti singa betina yang menunggu mangsanya mendekat, siap menerkam lengan atau kepalanya.
DEU 33:21 Aku bernubuat bahwa ketika para pemimpin membagi-bagi tanah kepada suku-suku Israel, suku Gad akan diberi wilayah yang terbaik. Suku Gad akan melaksanakan tugas peradilan yang diberikan TUHAN kepada mereka. Itu sebabnya mereka dihormati sebagai pemimpin di antara suku-suku Israel, sehingga mereka mendapat wilayah terbaik.”
DEU 33:22 Kata Musa tentang suku Dan, “Orang-orang suku Dan seperti seekor singa muda, yang siap melompat keluar dari guanya di Basan untuk menerkam musuhnya.”
DEU 33:23 Kata Musa tentang suku Naftali, “Hai suku Naftali, TUHAN berkenan dan mencurahkan berkat-Nya kepada kalian. Dudukilah wilayah ke arah barat sungai Yordan sampai danau Galilea di ujung selatan.”
DEU 33:24 Kata Musa tentang suku Asyer, “TUHAN akan memberkati keturunan Asyer melebihi suku-suku lain, dan suku-suku Israel yang lain pun akan menyukai kalian. Wilayah kalian akan begitu kaya dengan buah zaitun sehingga bukan hanya kepalamu yang akan diurapi dengan minyaknya, tetapi kakimu juga.
DEU 33:25 Kota-kota kalian, hai suku Asyer, akan dibentengi dengan tembok tinggi dan gerbang yang terbuat dari batang besi dan tembaga. Demikianlah kalian akan tetap berdiri teguh seumur hidupmu.”
DEU 33:26 Kemudian Musa memberkati seluruh umat Israel, “Hai Israel, tidak ada penguasa yang layak disembah selain Allahmu. Dia melintasi langit dalam sekejap untuk datang menolongmu.
DEU 33:27 Sampai selama-lamanya, Allahmu hidup dan mampu melindungi serta menopang kalian. Sebelum pasukan kalian maju menyerang wilayah musuh, TUHAN sendiri akan mengusir banyak dari mereka. Dia sendiri yang sudah memerintahkan, ‘Musnahkan mereka!’
DEU 33:28 Demikianlah keturunan Yakub akan hidup dengan aman dan tidak terganggu oleh bangsa lain. Negeri kalian akan berlimpah dengan gandum dan air anggur. Ladang-ladang kalian akan cukup disirami hujan.
DEU 33:29 Betapa bahagianya kalian, hai Israel! Bangsa lain tidak diselamatkan oleh TUHAN seperti kalian! Bagaikan perisai, Dia melindungi kalian. Bagaikan pedang yang perkasa, Dia menghabisi musuh-musuh kalian. Mereka akan datang kepada kalian untuk memohon agar dibiarkan hidup. Kalian akan menaklukkan mereka sepenuhnya.”
DEU 34:1 Dari dataran Moab, Musa kemudian naik ke puncak Pisga di gunung Nebo, di seberang Yeriko. Dari sana, TUHAN menunjukkan kepadanya seluruh negeri itu, yaitu daerah Gilead sampai kota Dan,
DEU 34:2 seluruh wilayah yang kelak dimiliki oleh suku Naftali, Efraim dan Manasye, serta wilayah yang terbentang sampai Laut Tengah, yang nantinya dimiliki oleh suku Yehuda,
DEU 34:3 juga padang belantara Negeb di bagian selatan wilayah Yehuda, dan lembah Yordan yang terbentang dari Yeriko, kota pohon palem itu, sampai kota Zoar.
DEU 34:4 Kata TUHAN kepada Musa, “Inilah negeri yang sudah Aku janjikan kepada Abraham, Isak, dan Yakub dengan berkata kepada mereka, ‘Aku akan memberikan negeri itu kepada keturunanmu.’ Sekarang Aku sudah mengizinkan kamu untuk melihatnya dari jauh, tetapi kamu tidak akan masuk ke sana.”
DEU 34:5 Lalu Musa, hamba TUHAN itu, meninggal di negeri Moab, seperti yang sudah dikatakan TUHAN.
DEU 34:6 TUHAN menguburkan Musa di suatu lembah di Moab, di seberang kota Bet Peor, tetapi sampai hari penulisan kitab ini, tidak ada yang tahu letak kuburan Musa.
DEU 34:7 Musa berumur 120 tahun waktu dia meninggal. Saat itu tubuhnya masih kuat dan matanya tidak rabun.
DEU 34:8 Bangsa Israel meratapi dia di dataran Moab selama 30 hari, sesuai kebiasaan mereka.
DEU 34:9 TUHAN memberi hikmat yang luar biasa kepada Yosua karena dia sudah ditunjuk oleh Musa menjadi penggantinya. Karena itu umat Israel menaati Yosua dan melakukan semua perintah TUHAN yang sudah disampaikan oleh Musa.
DEU 34:10 Sampai waktu penulisan kitab ini, tidak pernah ada lagi nabi yang seperti Musa di Israel, yang berulang kali berbicara langsung dengan TUHAN.
DEU 34:11 Tidak ada nabi lain yang melakukan berbagai keajaiban besar atas perintah TUHAN seperti yang dibuat Musa terhadap raja Mesir, para pejabatnya, dan seluruh negeri itu.
DEU 34:12 Tidak ada lagi nabi yang kepadanya diberikan kuasa hebat untuk melakukan perbuatan-perbuatan dahsyat dan mengerikan seperti yang dilakukan Musa di hadapan semua orang Israel.
JOS 1:1 Sesudah kematian Musa, hamba TUHAN itu, berbicaralah TUHAN kepada Yosua anak Nun. Yosua adalah tangan kanan Musa. Kata TUHAN kepadanya,
JOS 1:2 “Hamba-Ku Musa sudah meninggal. Karena itu, sekarang bersiaplah dan pimpinlah bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan ke negeri yang Aku berikan kepada mereka.
JOS 1:3 Tetapi seperti janji-Ku kepada Musa, ‘Setiap tempat yang kalian injak sudah Aku berikan kepada kalian.
JOS 1:4 Wilayah kalian akan terbentang dari daerah pegunungan Libanon di utara sampai ke padang belantara di selatan, juga dari sungai Efrat di timur laut, termasuk seluruh tanah orang Het, hingga ke Laut Tengah di barat.’
JOS 1:5 Yosua, selama kamu hidup, tidak akan ada yang bisa bertahan melawanmu. Aku akan menyertaimu seperti Aku menyertai Musa. Aku tidak akan pernah mengabaikanmu ataupun meninggalkanmu.
JOS 1:6 “Kamu harus kuat dan berani karena kamulah yang akan memimpin bangsa ini untuk menduduki dan memiliki negeri yang sudah Aku janjikan kepada nenek moyang kalian.
JOS 1:7 Hanya, pastikan kamu harus benar-benar tegar dan berani. Taatilah seluruh hukum Taurat yang sudah diberikan hamba-Ku Musa kepadamu. Jangan menyimpang dari semua itu supaya kamu berhasil dalam segala langkahmu.
JOS 1:8 Ajarkanlah hukum-hukum dalam kitab Taurat ini kepada bangsa ini. Renungkanlah itu siang dan malam supaya kamu bertindak hati-hati sesuai dengan yang tertulis di dalamnya. Dengan begitu, kamu akan sangat berhasil.
JOS 1:9 Sekali lagi Aku tegaskan: Kamu harus kuat dan berani! Jangan takut ataupun patah semangat, karena Aku, TUHAN Allahmu, menyertai ke mana pun kamu pergi.”
JOS 1:10 Lalu Yosua memerintahkan para pemimpin bangsa Israel,
JOS 1:11 “Berkelilinglah ke seluruh perkemahan dan perintahkanlah semua orang untuk menyiapkan persediaan makanan, karena besok lusa kita akan menyeberangi sungai Yordan untuk mulai merebut dan menduduki negeri yang sudah diberikan TUHAN Allah menjadi milik kita.”
JOS 1:12 Kepada ketiga suku yang sudah memiliki daerah mereka, yaitu suku Ruben, Gad, dan separuh suku Manasye, Yosua berkata,
JOS 1:13 “Ingatlah perkataan Musa, hamba TUHAN itu, ketika dia menyuruh kalian menduduki bagian negeri ini di sebelah timur sungai Yordan. Dia berkata, ‘Inilah negeri yang TUHAN Allahmu berikan kepada kalian, sebagai tempat untuk kalian dapat hidup dengan tenang.
JOS 1:14 Anak-istri dan ternak kalian boleh tinggal di sini, di negeri yang sudah diberikan Musa di sebelah timur sungai Yordan. Tetapi pasukan kalian harus memimpin suku-suku lainnya menyeberangi sungai Yordan dengan bersenjata lengkap dan membantu mereka berperang,
JOS 1:15 sampai mereka memiliki negeri yang TUHAN berikan kepada mereka dan hidup dengan tenang sama seperti kalian. Barulah setelah itu kalian boleh kembali ke tanahmu sendiri, yang sudah diberikan Musa kepadamu di sebelah timur sungai Yordan.’”
JOS 1:16 Jawab mereka kepada Yosua, “Semua yang engkau perintahkan akan kami laksanakan, dan ke mana pun engkau mengutus kami, kami akan pergi.
JOS 1:17 Kami akan taat kepadamu sama seperti kami taat kepada Musa. Semoga TUHAN Allah kita menyertaimu sama seperti Dia menyertai Musa.
JOS 1:18 Setiap orang yang melawan engkau dan tidak menaati perintahmu biarlah dihukum mati. Yang terpenting, engkau harus kuat dan berani!”
JOS 2:1 Yosua anak Nun diam-diam mengutus dua orang mata-mata dari perkemahan Israel di padang Akasia. Katanya, “Pergilah menyelidiki daerah di seberang sungai Yordan, khususnya kota Yeriko.” Lalu keduanya pergi. Setibanya di Yeriko, mereka menginap di rumah seorang pelacur bernama Rahab.
JOS 2:2 Sementara itu, ada yang melapor kepada raja Yeriko, “Baginda, sore ini ada beberapa orang Israel yang datang untuk memata-matai negeri ini!”
JOS 2:3 Maka raja Yeriko mengirim pesan kepada Rahab, “Serahkan orang Israel yang menginap di rumahmu, karena mereka hendak memata-matai negeri kita.”
JOS 2:4 Namun, Rahab menyembunyikan kedua mata-mata itu dan berkata kepada suruhan raja, “Memang betul tadi ada tamu menginap di rumah saya, tetapi saya tidak tahu dari mana mereka berasal.
JOS 2:5 Mereka sudah pergi pada waktu senja, sebelum gerbang kota ditutup. Saya tidak tahu mereka kemana. Cepat kejarlah mereka! Mungkin kalian bisa menyusul.”
JOS 2:6 Akan tetapi, sebenarnya Rahab sudah membawa kedua mata-mata itu ke atap rumahnya dan menyembunyikan mereka di bawah tumpukan batang rami yang disusunnya di sana.
JOS 2:7 Orang-orang suruhan raja pun pergi mengejar mata-mata itu sampai ke tempat penyeberangan sungai Yordan. Segera setelah mereka keluar, pintu gerbang kota ditutup.
JOS 2:8 Sementara itu sebelum kedua mata-mata itu tidur, Rahab menemui mereka di atap
JOS 2:9 dan berkata kepada mereka, “Saya tahu TUHAN sudah menyerahkan negeri ini kepada bangsamu. Kami semua di negeri ini sangat takut terhadap kalian
JOS 2:10 karena kami sudah mendengar bagaimana TUHAN menolong bangsamu. Ketika kalian keluar dari Mesir, Dia mengeringkan Laut Merah supaya kalian bisa menyeberanginya. Dan dengan pertolongan-Nya, kalian juga sudah membinasakan Sihon dan Og, kedua raja bangsa Amori di sebelah timur sungai Yordan.
JOS 2:11 Kami sangat ketakutan sejak mendengar berita itu. Keberanian kami pun lenyap karena kami tahu bahwa TUHAN, Allah kalian, adalah Allah yang berkuasa di langit dan di bumi.
JOS 2:12 “Jadi sekarang, saya mohon kepada kalian untuk bersumpah demi TUHAN bahwa kalian akan berbaik hati kepada keluarga saya, karena saya pun sudah berbaik hati kepada kalian. Berikanlah suatu tanda untuk menjamin
JOS 2:13 bahwa kalian akan menyelamatkan ayah, ibu, dan kakak-adik saya beserta seluruh keluarga mereka. Berjanjilah bahwa kalian tidak akan membiarkan kami mati.”
JOS 2:14 Jawab mereka kepada Rahab, “Ya, kami berjanji. Biarlah kami mati kalau kami tidak melindungimu, asalkan kamu merahasiakan tentang kami. Nanti ketika TUHAN menyerahkan negeri ini kepada kami, kami akan menepati sumpah ini dengan berbaik hati kepadamu.”
JOS 2:15 Lalu Rahab menurunkan mereka dengan tali melalui jendela, karena dinding rumahnya termasuk bagian dari tembok kota.
JOS 2:16 Katanya kepada mereka, “Pergilah ke perbukitan, supaya orang suruhan raja tidak menemukan kalian. Bersembunyilah di sana selama tiga hari sampai mereka kembali ke kota. Sesudah itu kalian bisa melanjutkan perjalanan.”
JOS 2:17 Kedua mata-mata itu berkata kepadanya, “Kami terikat pada sumpah kami kepadamu hanya jika kamu memenuhi dua syarat ini:
JOS 2:18 Pertama, saat kami menyerang negeri ini, ikatkan tali merah ini pada jendela tempat kamu menurunkan kami tadi, dan berkumpullah kamu sekeluarga, yakni orang tuamu dan semua sanak saudaramu, di rumah ini.
JOS 2:19 Jika ada anggota keluargamu yang keluar dari rumah lalu terbunuh di jalanan, kami tidak bersalah atas kematiannya. Akan tetapi, kalau mereka diserang dan dibunuh di dalam rumahmu, kamilah yang menanggung utang darah itu dengan nyawa kami sendiri.
JOS 2:20 Syarat yang kedua, kamu harus merahasiakan tentang kami. Jika kamu membocorkannya, kami lepas dari sumpah itu.”
JOS 2:21 Rahab menjawab, “Saya setuju.” Lalu kedua mata-mata itu pun pergi dan Rahab mengikatkan tali merah di jendela rumahnya.
JOS 2:22 Mereka pergi menuju perbukitan dan bersembunyi di sana selama tiga hari sampai orang suruhan raja kembali. Orang-orang itu sudah mencari di sepanjang jalan tetapi tidak berhasil menemukan keduanya.
JOS 2:23 Kemudian mereka berdua turun dari perbukitan, menyeberangi sungai Yordan, dan kembali ke perkemahan Israel. Kedua mata-mata itu menemui Yosua dan menceritakan semua yang terjadi dalam perjalanan mereka.
JOS 2:24 Kata mereka kepada Yosua, “Sungguh, TUHAN sudah menyerahkan seluruh negeri itu kepada kita! Semua penduduk di sana gemetar ketakutan terhadap kita!”
JOS 3:1 Besoknya, pagi-pagi sekali Yosua dan semua orang Israel pergi dari tempat perkemahan mereka di padang Akasia ke tepi sungai Yordan. Mereka berkemah di sana sambil menunggu waktunya menyeberang.
JOS 3:2 Dua hari kemudian, para pemimpin berkeliling ke seluruh perkemahan.
JOS 3:3 Mereka memberi perintah kepada bangsa Israel: “Saat kalian melihat para imam membawa peti perjanjian TUHAN Allahmu, berangkatlah mengikuti mereka.
JOS 3:4 Tetapi jagalah jarak dengan mereka sekitar satu kilometer. Kalian tidak boleh mendekati peti perjanjian itu. Mereka akan memimpin jalanmu, karena kalian belum pernah ke daerah ini.”
JOS 3:5 Lalu Yosua berkata kepada orang-orang Israel, “Bersihkanlah dirimu, karena besok TUHAN akan melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib di tengah kalian.”
JOS 3:6 Keesokan harinya Yosua berkata kepada imam-imam itu, “Angkatlah peti perjanjian ini dan pergilah mendahului bangsa kita menyeberangi sungai Yordan.” Maka imam-imam itu mengangkat peti perjanjian dan berjalan di depan mereka.
JOS 3:7 Kata TUHAN kepada Yosua, “Hari ini Aku akan mulai membuat seluruh bangsa Israel menghormatimu sebagai seorang pemimpin. Mereka akan tahu bahwa Aku selalu bersama denganmu, sebagaimana Aku selalu bersama dengan Musa.
JOS 3:8 Perintahkanlah para imam yang membawa peti perjanjian, ‘Saat kalian tiba di tepi sungai Yordan, ambillah beberapa langkah masuk ke dalam sungai dan berdirilah di sana.’”
JOS 3:9 Lalu Yosua berkata kepada bangsa Israel, “Mendekatlah dan dengarkanlah apa yang TUHAN katakan!
JOS 3:10 Inilah bukti bahwa Allah yang hidup ada bersamamu, dan Dia akan mengusir orang Kanaan, Het, Hewi, Feris, Girgasi, Amori, dan Yebus dari hadapanmu.
JOS 3:11 Peti perjanjian dari Penguasa seluruh bumi akan memimpin kalian menyeberangi sungai Yordan.
JOS 3:12 Sekarang pilihlah dua belas orang, satu dari setiap suku Israel.
JOS 3:13 Ketika kaki para imam yang mengangkat peti perjanjian TUHAN, Penguasa seluruh bumi, menyentuh permukaan air sungai Yordan, air itu akan berhenti mengalir dari hulu. Di sana air akan meninggi seperti ada bendungan yang menahan.”
JOS 3:14 Lalu bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan. Para imam yang mengangkat peti perjanjian berjalan di depan mereka.
JOS 3:15 Waktu itu adalah musim panen, dan sepanjang musim itu sungai Yordan meluap. Namun, ketika kaki para imam yang mengangkat peti perjanjian itu menyentuh air di tepi sungai Yordan,
JOS 3:16 air pun berhenti mengalir, dan di bagian atas, air meninggi seperti ada bendungan yang menahannya di hulu, di kota Adam, dekat kota Sartan. Sedangkan aliran hilir yang mengalir ke Laut Mati, yaitu Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu seluruh bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan melewati tanah yang kering, menuju ke tempat yang menghadap kota Yeriko. Sementara itu, para imam yang mengangkat peti perjanjian berhenti di tengah sungai Yordan dan berdiri di sana sampai semua orang selesai menyeberang.
JOS 4:1 Sesudah bangsa Israel seluruhnya menyeberangi sungai Yordan, TUHAN berkata kepada Yosua,
JOS 4:2 “Pilihlah dua belas orang, satu dari setiap suku.
JOS 4:3 Perintahkanlah kepada mereka, ‘Masing-masing ambillah sebuah batu besar dari tempat para imam sedang berdiri di tengah sungai Yordan. Bawalah batu-batu itu dan letakkanlah di tempat kita bermalam nanti.’”
JOS 4:4 Lalu Yosua memanggil kedua belas orang terpilih itu
JOS 4:5 dan berkata kepada mereka, “Masuklah ke tengah sungai Yordan, di mana peti perjanjian TUHAN berada. Kalian masing-masing haruslah mengambil dan memikul sebuah batu besar. Jadi, semuanya ada dua belas batu, sesuai jumlah suku Israel.
JOS 4:6 Batu-batu itu selamanya akan mengingatkan bangsa Israel tentang apa yang TUHAN lakukan hari ini. Suatu hari nanti, bila anak cucu kalian bertanya tentang arti dari batu-batu ini, kalian akan memberitahu mereka bahwa batu-batu ini mengingatkan kita bagaimana sungai Yordan berhenti mengalir ketika peti perjanjian TUHAN dibawa menyeberang.”
JOS 4:8 Kedua belas orang itu melakukan sesuai dengan yang diperintahkan TUHAN melalui Yosua. Mereka mengambil dua belas batu dari tengah sungai Yordan, sesuai jumlah suku Israel, membawanya ke tempat perkemahan mereka, dan meletakkannya di sana.
JOS 4:9 Yosua juga menyuruh orang untuk mendirikan dua belas batu di tengah-tengah sungai Yordan, di tempat para imam yang mengangkat peti perjanjian berdiri. Sampai kitab ini ditulis, batu-batu itu masih ada di sana.
JOS 4:10 Para imam yang mengangkat peti perjanjian berdiri di tengah sungai Yordan sampai semua yang diperintahkan TUHAN kepada Yosua selesai dilakukan. Semua itu juga sesuai dengan segala yang Musa perintahkan kepada Yosua. Maka orang-orang Israel bergegas menyeberangi sungai itu,
JOS 4:11 dan setelah semuanya menyeberang, para imam yang mengangkat peti perjanjian TUHAN berjalan lagi menyeberangi sungai itu disaksikan oleh semua orang Israel.
JOS 4:12 Sesuai perintah Musa, pasukan bersenjata dari suku Ruben, suku Gad, dan separuh suku Manasye memimpin untuk menyeberang sungai itu.
JOS 4:13 Pasukan bersenjata sebanyak empat puluh ribu orang pergi menyeberang ke dataran rendah di dekat kota Yeriko untuk berperang, dan TUHAN menyertai mereka.
JOS 4:14 Pada hari itu TUHAN membuat Yosua dihormati oleh seluruh bangsa Israel sebagai seorang pemimpin, dan sepanjang hidupnya mereka menghormati dia sama seperti mereka menghormati Musa.
JOS 4:15 Kata TUHAN kepada Yosua,
JOS 4:16 “Perintahkanlah para imam yang membawa peti perjanjian untuk keluar dari sungai Yordan.”
JOS 4:17 Yosua pun berkata kepada para imam, “Keluarlah dari sungai Yordan!”
JOS 4:18 Begitu para imam yang membawa peti perjanjian TUHAN keluar dari sungai Yordan dan menginjak tepi sungai, air sungai Yordan mengalir kembali dan meluap seperti semula.
JOS 4:19 Bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan di hari ke sepuluh bulan pertama dan berkemah di Gilgal, di perbatasan timur kota Yeriko.
JOS 4:20 Di sana Yosua mendirikan kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan.
JOS 4:21 Lalu katanya kepada orang Israel, “Bila kelak anak cucu kalian menanyakan tentang arti dari batu-batu ini,
JOS 4:22 beritahulah mereka bahwa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan di atas tanah yang kering.
JOS 4:23 Karena TUHAN Allah kalian mengeringkan sungai Yordan sampai kalian semua menyeberangi sungai itu, sama seperti saat TUHAN Allah mengeringkan Laut Merah sampai kami semua menyeberanginya.
JOS 4:24 TUHAN melakukan hal ini agar segala bangsa di dunia mengetahui betapa besarnya kuasa TUHAN, dan agar kalian takut dan hormat kepada TUHAN Allahmu selama-lamanya.”
JOS 5:1 Ketika semua raja bangsa Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja bangsa Kanaan di pesisir Laut Tengah, mendengar bahwa TUHAN sudah mengeringkan sungai Yordan supaya bangsa Israel bisa menyeberang, mereka sangat ketakutan dan keberanian mereka pun lenyap.
JOS 5:2 Saat itu TUHAN berkata kepada Yosua, “Buatlah beberapa pisau dari batu keras dan sunatilah semua laki-laki Israel yang belum disunat.”
JOS 5:3 Maka Yosua membuat beberapa pisau dari batu keras dan menyunat semua laki-laki Israel di Bukit Kulit Khatan.
JOS 5:4 Inilah alasan Yosua harus menyunat mereka: Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, semua laki-laki sudah disunat. Namun, sesudah keluar dari Mesir, anak-anak yang dilahirkan dalam perjalanan mereka di padang belantara selama empat puluh tahun tidak disunat. Semua laki-laki yang sudah cukup umur untuk berperang ketika keluar dari Mesir sudah mati karena tidak taat kepada TUHAN, dan TUHAN bersumpah bahwa mereka tidak akan masuk ke negeri yang Dia janjikan kepada bangsa Israel, negeri yang berlimpah dengan hasil alam.
JOS 5:7 Anak-anak merekalah yang akan menggantikan mereka. Dan Yosua menyunat generasi baru ini, sebab mereka belum disunat dalam perjalanan itu.
JOS 5:8 Sesudah semua laki-laki disunat, mereka tetap tinggal di perkemahan sampai sembuh.
JOS 5:9 TUHAN berkata kepada Yosua, “Hari ini Aku sudah menghapus kehinaan kalian sebagai budak di Mesir.” Itulah sebabnya tempat itu dinamai Gilgal sampai kitab ini ditulis.
JOS 5:10 Sementara orang Israel berkemah di Gilgal, mereka merayakan Paskah pada malam keempat belas bulan itu di dataran Yeriko.
JOS 5:11 Pada hari berikutnya mereka makan hasil negeri Kanaan, yaitu roti tidak beragi dan gandum panggang.
JOS 5:12 Sejak hari itu manna tidak ada lagi. Orang Israel berhenti makan manna dan mereka memakan makanan yang dihasilkan di negeri itu.
JOS 5:13 Suatu hari, ketika Yosua berada di dekat Yeriko, dia melihat seorang laki-laki berdiri di hadapannya dengan pedang di tangan. Yosua mendekati orang itu dan bertanya, “Apakah engkau kawan atau lawan?”
JOS 5:14 Dia menjawab, “Bukan keduanya! Sesungguhnya saya datang sebagai komandan pasukan TUHAN!” Mendengar itu, Yosua bersujud dan berkata, “Apa yang hendak Tuanku sampaikan kepada hambamu ini?”
JOS 5:15 Komandan pasukan TUHAN itu menjawab, “Lepaskan kasutmu, karena kamu berdiri di tempat yang kudus.” Maka Yosua melepas kasutnya.
JOS 6:1 Pada waktu itu, pintu gerbang kota Yeriko ditutup rapat dan dijaga ketat karena orang Yeriko takut kepada orang Israel. Tidak seorang pun boleh keluar ataupun masuk.
JOS 6:2 TUHAN berkata kepada Yosua, “Lihat, Aku menyerahkan Yeriko kepadamu, beserta rajanya dan para panglimanya.
JOS 6:3 Selama enam hari, kamu dan pasukanmu harus mengelilingi kota ini satu kali sehari.
JOS 6:4 Perintahkan tujuh orang imam untuk berjalan di depan para imam yang mengangkat peti perjanjian, masing-masing membawa terompet dari tanduk domba. Pada hari yang ketujuh, kelilingilah kota itu tujuh kali, sementara para imam meniup terompet.
JOS 6:5 Saat mendengar terompet berbunyi panjang, kalian semua harus berteriak dengan nyaring. Tembok kota itu akan runtuh, dan kalian masing-masing harus memanjat reruntuhan tembok di depanmu lalu masuk kota itu.”
JOS 6:6 Maka Yosua memanggil para imam lalu memerintahkan mereka, “Angkatlah peti perjanjian TUHAN. Tujuh orang imam harus berjalan di depannya, masing-masing membawa terompet dari tanduk domba.”
JOS 6:7 Yosua juga berkata kepada pasukannya, “Majulah dan berjalanlah mengelilingi kota itu, dengan pasukan bersenjata berjalan di depan peti perjanjian.”
JOS 6:8 Sesudah Yosua memberikan perintah, mulailah pasukan bersenjata berjalan di depan, diikuti oleh ketujuh imam yang meniup terompet, lalu para imam yang membawa peti perjanjian TUHAN, dan pasukan selebihnya di belakang.
JOS 6:10 Yosua sudah memerintahkan pasukan itu, “Jangan berteriak ataupun mengeluarkan suara. Jangan mengatakan apa pun juga sampai pada hari ketika saya menyuruh kalian berteriak. Pada waktu itu barulah kalian harus berteriak!”
JOS 6:11 Maka mereka membawa peti perjanjian mengelilingi kota itu satu kali. Kemudian mereka kembali ke perkemahan dan bermalam di situ.
JOS 6:12 Besoknya, Yosua bangun pagi-pagi sekali. Dan seperti sebelumnya, para imam bersama pasukan kembali mengelilingi kota itu. Pasukan bersenjata di depan, diikuti oleh tujuh imam yang meniup terompet terus-menerus, lalu para imam yang mengangkat peti perjanjian TUHAN, dan pasukan selebihnya di belakang.
JOS 6:14 Di hari kedua, mereka kembali mengelilingi kota itu satu kali, lalu kembali ke perkemahan. Hal itu mereka lakukan selama enam hari berturut-turut.
JOS 6:15 Pada hari yang ketujuh, mereka bangun pagi sekali dan mengelilingi kota itu seperti sebelumnya, hanya saja kali ini mereka mengelilinginya tujuh kali.
JOS 6:16 Pada putaran yang ketujuh, para imam meniup terompet tanduk dan Yosua berkata kepada pasukan, “Bersoraklah, karena TUHAN sudah memberikan kota ini kepada kalian!
JOS 6:17 Yeriko dan segala isinya harus dimusnahkan sebagai persembahan bagi TUHAN. Hanya Rahab, pelacur itu, dan semua orang di rumahnya yang dibiarkan hidup, karena dia sudah menyembunyikan mata-mata kita.
JOS 6:18 “Jangan mengambil apa pun yang harus dimusnahkan. Kalau kalian mengambil sesuatu, perkemahan kita sendiri akan dihancurkan dan kita akan ditimpa musibah.
JOS 6:19 Semua perak dan emas, serta barang-barang dari perunggu dan besi, adalah milik TUHAN. Semua itu harus dibawa ke tempat penyimpanan harta milik TUHAN.”
JOS 6:20 Ketika orang Israel mendengar bunyi terompet, mereka berteriak sangat keras. Lalu tembok Yeriko runtuh dan seluruh pasukan menyerbu masuk ke dalam kota itu dan menguasainya.
JOS 6:21 Mereka membunuh semua yang ada di kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, bahkan semua ternak sapi, domba, dan keledai.
JOS 6:22 Sebelumnya, Yosua sudah berkata kepada dua mata-mata yang menyelidiki negeri itu, “Masuklah ke rumah pelacur itu dan bawalah dia keluar bersama seluruh keluarganya, seperti yang sudah kalian janjikan kepadanya.”
JOS 6:23 Maka kedua mata-mata muda itu pergi dan membawa Rahab keluar bersama ayahnya, ibu, saudara-saudara, dan semua sanak saudara yang bersama dia ke tempat aman di dekat perkemahan orang Israel.
JOS 6:24 Lalu orang Israel membakar kota itu dan semua yang ada di dalamnya, kecuali perak, emas, dan barang-barang dari perunggu dan besi. Mereka mengambil barang-barang itu untuk disimpan di tempat penyimpanan harta milik TUHAN.
JOS 6:25 Tetapi Yosua membiarkan Rahab, pelacur itu, dan keluarganya yang bersama dengan dia tetap hidup. Keturunan Rahab tinggal di antara orang Israel sampai kitab ini ditulis karena dia menyembunyikan mata-mata yang diutus Yosua ke Yeriko.
JOS 6:26 Pada waktu itu Yosua memberi peringatan keras, “Siapa pun yang berusaha membangun kembali kota Yeriko akan dikutuk oleh TUHAN. Dia akan kehilangan anak sulungnya saat meletakkan fondasi benteng kota dan akan kehilangan anak bungsunya saat mendirikan pintu gerbangnya!”
JOS 6:27 TUHAN menyertai Yosua dan menjadikan dia terkenal di seluruh negeri itu.
JOS 7:1 TUHAN sudah memerintahkan agar segala sesuatu di kota Yeriko dimusnahkan sebagai persembahan bagi TUHAN. Tetapi orang Israel tidak taat. Ada seseorang dari suku Yehuda yang mengambil beberapa barang yang seharusnya dimusnahkan. Dia adalah Akhan anak Karmi, cucu Zabdi, cicit Zerah. Karena itu TUHAN sangat marah kepada orang-orang Israel.
JOS 7:2 Pada waktu itu, Yosua mengutus beberapa prajurit dari Yeriko ke kota Ai yang terletak dekat kota Bet Awen, di sebelah timur kota Betel. Katanya kepada mereka, “Mendakilah ke sana dan selidikilah negeri itu.” Lalu mereka pergi memata-matai kota Ai.
JOS 7:3 Kemudian mereka kembali dan melaporkan kepada Yosua, “Tidak usah seluruh pasukan pergi menyerang. Dua atau tiga ribu orang saja sudah cukup untuk mengalahkan kota Ai. Tidak perlu menyuruh semua pasukan bersusah payah mendaki ke sana, karena penduduk kota itu hanya sedikit.”
JOS 7:4 Maka Yosua mengirim tiga ribu orang dari pasukannya pergi mendaki untuk menyerang kota Ai. Tetapi mereka kalah dan melarikan diri.
JOS 7:5 Orang-orang Ai mengejar pasukan Israel dari depan gerbang kota, turun ke lereng gunung, sampai ke tempat penggalian batu. Mereka membunuh sebanyak tiga puluh enam orang Israel. Maka keberanian pasukan Israel pun lenyap.
JOS 7:6 Mendengar hal itu, Yosua dan tua-tua Israel merobek pakaian mereka, menaburkan debu di kepala mereka sebagai tanda duka yang mendalam, lalu bersujud di hadapan peti perjanjian sampai malam.
JOS 7:7 Yosua berseru, “Ya, TUHAN Penguasaku, mengapa Engkau menyuruh kami menyeberangi sungai Yordan? Apakah hanya untuk dibinasakan oleh orang Amori?! Ah, seandainya kami sudah merasa puas tinggal di sana dan tidak mau menyeberangi sungai Yordan pasti hal itu tidak terjadi!
JOS 7:8 Ya Penguasaku, pasukanku sudah melarikan diri dari musuh. Aku sudah kehabisan kata-kata.
JOS 7:9 Ketika orang Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini mendengarnya, mereka akan mengepung dan memusnahkan kami semua. Apa yang akan Engkau lakukan untuk menjaga nama baik-Mu?”
JOS 7:10 Jawab TUHAN, “Bangunlah Yosua! Untuk apa kamu bersujud di tanah seperti itu!
JOS 7:11 Orang Israel sudah berdosa. Mereka melanggar perintah-Ku kepada mereka. Mereka mengambil barang-barang yang sudah Aku perintahkan untuk dikhususkan. Mereka mencuri dan menyembunyikan benda-benda itu di antara barang-barang mereka.
JOS 7:12 Selama barang-barang yang Aku tetapkan untuk dimusnahkan itu masih ada pada kalian, maka kalian juga ditentukan untuk dimusnahkan. Itulah sebabnya kalian kalah dan lari dari musuh. Aku tidak akan menyertai kalian lagi jika kalian tidak memusnahkan barang-barang yang dikhususkan itu.
JOS 7:13 “Berdirilah! Beri perintah kepada seluruh umat dengan berkata, ‘Hai Israel, inilah perintah-Ku, TUHAN Allahmu: Sucikanlah dirimu sekarang, sebab besok pagi setiap suku harus menghadap kepada-Ku, karena di antara kalian terdapat barang-barang yang dikhususkan bagi-Ku. Selama barang-barang itu masih ada di antara kalian, kalian tidak akan bisa mengalahkan musuh. Suku yang Aku tunjuk harus maju marga demi marga. Lalu marga yang Aku tunjuk harus maju keluarga demi keluarga. Lalu keluarga yang Aku tunjuk harus maju, setiap laki-laki satu per satu.
JOS 7:15 Aku akan menunjuk orang yang mencuri barang-barang terlarang itu. Dia harus dibakar bersama keluarganya dan semua miliknya, karena dia sudah melanggar perjanjian-Ku dan melakukan kejahatan besar di antara orang Israel.’”
JOS 7:16 Keesokan harinya, Yosua bangun pagi-pagi sekali dan mengumpulkan seluruh orang Israel untuk menghadap TUHAN suku demi suku. Dan TUHAN menunjuk suku Yehuda.
JOS 7:17 Yosua menyuruh setiap marga dari suku Yehuda maju satu per satu, dan marga Zerah ditunjuk. Lalu setiap keluarga dari marga Zerah disuruh maju, dan keluarga Zabdi ditunjuk.
JOS 7:18 Setiap anggota keluarga Zabdi disuruh maju satu per satu, dan Akhan yang ditunjuk. Dia adalah anak Karmi, cucu Zabdi, cicit Zerah, dari suku Yehuda.
JOS 7:19 Berkatalah Yosua kepada Akhan, “Anakku, berilah hormat kepada TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah kepada-Nya. Jawablah dengan jujur. Apa yang sudah kamu lakukan? Jangan menyembunyikan apa pun dari saya.”
JOS 7:20 Jawab Akhan, “Memang benar, saya sudah berdosa kepada TUHAN, Allah Israel. Beginilah yang saya lakukan:
JOS 7:21 Saya melihat di antara barang-barang jarahan sebuah jubah yang sangat bagus dari Babel, dua ratus keping perak, dan sebatang emas seberat enam ratus gram. Saya sangat menginginkan barang-barang itu dan saya mengambilnya. Barang-barang itu saya kubur di dalam kemah saya, dan perak ada di paling bawah.”
JOS 7:22 Maka Yosua menyuruh beberapa orang ke perkemahan. Mereka berlari ke sana lalu menemukan barang-barang itu dikubur di dalam kemah dengan perak terletak paling bawah.
JOS 7:23 Mereka mengambil barang-barang itu dari dalam kemah lalu membawanya kepada Yosua dan semua orang Israel. Mereka meletakkan barang-barang itu di hadapan TUHAN.
JOS 7:24 Kemudian Yosua, dengan diikuti seluruh orang Israel, membawa Akhan beserta perak, jubah, dan sebatang emas itu ke Lembah Musibah. Anak-anak Akhan yang laki-laki dan perempuan pun dibawa, juga semua sapi, keledai, kambing domba, kemah, dan segala harta bendanya.
JOS 7:25 Yosua berkata, “Karena kamu sudah mendatangkan musibah kepada kita, hari ini TUHAN akan menimpamu dengan musibah.” Lalu orang-orang Israel melempari Akhan dan seluruh keluarganya dengan batu hingga mati, kemudian membakar mayat mereka.
JOS 7:26 Setelah itu, mereka menimbun batu di atasnya menjadi satu tumpukan besar, yang masih ada di sana sampai saat kitab ini ditulis. Karena itulah tempat tersebut diberi nama Lembah Musibah. Dengan demikian murka TUHAN pun reda.
JOS 8:1 Kemudian TUHAN berkata kepada Yosua, “Jangan takut dan jangan berkecil hati. Bawalah semua laki-laki yang bisa berperang dan seranglah kota Ai. Ketahuilah, Aku sudah menyerahkan raja Ai, seluruh rakyatnya, kotanya, dan negerinya kepadamu.
JOS 8:2 Musnahkanlah kota Ai dan rajanya sama seperti kalian memusnahkan kota Yeriko dan rajanya. Tetapi kali ini kalian boleh mengambil barang-barang jarahan dan ternak menjadi milikmu. Suruhlah sebagian pasukan untuk bersembunyi di belakang kota itu untuk bersiap-siap menyergap.”
JOS 8:3 Maka Yosua dan seluruh pasukannya bersiap-siap mendaki ke kota Ai. Yosua memilih tiga puluh ribu orang pejuang terbaik dan mengutus mereka pergi pada malam hari.
JOS 8:4 Dia memerintahkan mereka, “Perhatikan! Bersembunyilah dan bersiaplah untuk menyerbu kota itu dari belakang. Jangan terlalu jauh dari kota itu. Kalian semua harus tetap siaga.
JOS 8:5 Saya dan seluruh pasukan yang bersama saya akan maju menyerang kota itu. Waktu mereka keluar melawan kami seperti sebelumnya, kami akan berbalik dan lari dari mereka.
JOS 8:6 Kami akan memancing mereka untuk mengejar kami sampai jauh dari kota, supaya mereka mengira bahwa kami melarikan diri seperti sebelumnya. Sementara kami lari,
JOS 8:7 kalian harus keluar dari persembunyian dan menyerbu kota itu, karena TUHAN Allahmu akan menyerahkannya kepada kalian.
JOS 8:8 Sesudah menguasai kota itu, kalian harus membakarnya sesuai dengan perkataan TUHAN. Ingatlah perintahku ini.”
JOS 8:9 Maka mereka pergi ke tempat persembunyian di antara kota Betel dan kota Ai, di sebelah barat kota Ai. Mereka menunggu di sana, sementara Yosua bermalam di perkemahan Israel malam itu.
JOS 8:10 Besoknya, Yosua bangun pagi-pagi sekali dan menyiapkan pasukannya. Dia bersama para tua-tua Israel memimpin pasukan itu mendaki ke kota Ai.
JOS 8:11 Semua pasukan bersamanya mendaki menuju kota itu dan berkemah di sebelah utara kota Ai. Ada sebuah lembah yang memisahkan mereka dengan kota itu.
JOS 8:12 Lalu Yosua memilih sekitar lima ribu orang dan menyuruh mereka bersembunyi di antara kota Betel dan Ai, di sebelah barat kota itu.
JOS 8:13 Jadi, sebagian pasukan ditempatkan di markas utama di sebelah utara kota, sedangkan sebagian lain bersembunyi di sebelah barat kota itu. Yosua turun ke lembah dan bermalam di sana.
JOS 8:14 Begitu raja Ai melihat pasukan Israel di seberang lembah, dia mengumpulkan orang-orang kota itu dan mereka segera keluar pagi-pagi benar ke arah lembah Yordan untuk berperang melawan Israel. Dia tidak tahu bahwa sebagian pasukan Israel sedang bersembunyi di belakang kota untuk menyerbu.
JOS 8:15 Yosua dan pasukan yang bersamanya berpura-pura kalah. Mereka melarikan diri ke arah daerah belantara.
JOS 8:16 Semua laki-laki di kota itu dikerahkan untuk mengejar Yosua dan pasukannya. Karena mengejar Yosua, mereka pun terpancing keluar dari kota.
JOS 8:17 Tidak ada seorang lelaki pun yang tertinggal di kota Ai maupun Betel. Mereka semua mengejar orang Israel sehingga kota mereka dibiarkan terbuka begitu saja.
JOS 8:18 Lalu TUHAN berkata kepada Yosua, “Acungkanlah tombakmu ke arah kota Ai, karena Aku akan menyerahkan kota itu kepadamu.” Dan Yosua mengacungkan tombak di tangannya ke arah kota itu.
JOS 8:19 Begitu Yosua mengacungkan tombaknya, pasukan yang bersembunyi langsung keluar dan lari menyerang kota Ai. Mereka merebut kota itu dan segera membakarnya.
JOS 8:20 Setelah Yosua dan seluruh Israel yang berada di daerah belantara melihat bahwa pasukan mereka yang lain sudah berhasil merebut kota dan asap mengepul dari kota itu ke langit, mereka pun berbalik menyerang pasukan Ai. Ketika orang Ai menoleh ke belakang dan melihat asap dari kota, mereka tidak bisa lari ke mana-mana.
JOS 8:22 Sementara itu, pasukan Israel di kota Ai keluar menyerang mereka dari belakang sehingga orang Ai terperangkap di antara pasukan-pasukan Israel. Pasukan Israel menghabisi mereka. Tidak ada satu pun yang selamat atau berhasil melarikan diri
JOS 8:23 kecuali raja Ai. Mereka menangkap dia hidup-hidup lalu membawanya kepada Yosua.
JOS 8:24 Setelah pasukan Israel menghabisi semua orang Ai di ladang-ladang dan daerah belantara, mereka semua kembali ke Ai dan membunuh sisa penduduknya.
JOS 8:25 Pada hari itu seluruh penduduk kota Ai mati, baik laki-laki maupun perempuan. Semuanya dua belas ribu orang.
JOS 8:26 Yosua terus mengacungkan tombaknya dan tidak menurunkan tangan sampai seluruh penduduk Ai dibunuh.
JOS 8:27 Hanya hewan ternak dan barang-barang jarahan yang diambil orang Israel, sesuai dengan perintah TUHAN kepada Yosua.
JOS 8:28 Yosua membakar habis kota Ai sehingga tempat itu menjadi timbunan reruntuhan selamanya, telantar sampai saat kitab ini ditulis.
JOS 8:29 Lalu Yosua menggantung raja Ai di atas tiang dan membiarkannya sampai sore. Ketika matahari terbenam, mayatnya diturunkan dan dibuang di gerbang pintu masuk kota, atas perintah Yosua. Lalu mayat itu ditimbun dengan banyak batu, dan tumpukan batu itu masih ada sampai saat kitab ini ditulis.
JOS 8:30 Pada waktu itu, Yosua mendirikan mezbah kurban bagi TUHAN, Allah Israel, di gunung Ebal.
JOS 8:31 Hal ini sesuai dengan perintah Musa kepada umat Israel, yang tertulis di dalam kitab Taurat, “Sebuah mezbah kurban yang dibuat dari batu-batu yang belum pernah dipahat dan belum tersentuh alat-alat besi.” Di mezbah itu mereka mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai kepada TUHAN.
JOS 8:32 Di sana, di hadapan orang-orang Israel, Yosua menyalin hukum yang disampaikan oleh Musa ke atas lempengan batu.
JOS 8:33 Seluruh bangsa Israel, baik pendatang maupun orang Israel asli, bersama para tua-tua, para pemimpin, dan hakim-hakim mereka, dibagi menjadi dua kelompok. Setengah dari bangsa Israel berdiri di lereng gunung Gerizim, dan setengah yang lain berdiri di lereng gunung Ebal. Kedua kelompok ini saling berhadapan. Di antara mereka berdiri imam-imam Lewi yang memikul peti perjanjian TUHAN. Semua itu dilakukan sesuai dengan perintah yang Musa berikan tentang memberkati bangsa Israel.
JOS 8:34 Sesudah itu, Yosua membacakan semua hukum yang ditulis Musa di dalam kitab Taurat, termasuk janji TUHAN untuk memberkati umat-Nya apabila mereka taat, dan kutukan apabila mereka tidak taat.
JOS 8:35 Yosua membacakan seluruh isi kitab itu kepada seluruh umat Israel, termasuk semua perempuan, anak-anak, serta para pendatang yang tinggal di antara mereka.
JOS 9:1 Kabar tentang kemenangan bangsa Israel terdengar oleh semua raja di sebelah barat sungai Yordan. Mereka adalah raja-raja dari bangsa Het, Amori, Kanaan, Feris, Hewi, dan Yebus, yang tinggal di pegunungan, kaki pegunungan, dan di dataran rendah sepanjang pesisir sampai ke gunung Libanon.
JOS 9:2 Karena itu mereka bersatu dan menggabungkan pasukan untuk berperang melawan Yosua dan Israel.
JOS 9:3 Akan tetapi, ketika penduduk kota Gibeon, yang termasuk bangsa Hewi, mendengar apa yang sudah dilakukan Yosua terhadap kota Yeriko dan Ai,
JOS 9:4 mereka memutuskan untuk menipu orang Israel. Mereka memuat keledai dengan bekal, karung-karung tua, dan kantong air anggur dari kulit yang sudah jelek, robek, dan ditambal-tambal.
JOS 9:5 Mereka memakai pakaian usang serta sandal yang juga ditambal-tambal. Roti yang mereka bawa sudah kering, bahkan berjamur.
JOS 9:6 Mereka pergi ke perkemahan orang Israel di Gilgal dan menemui Yosua. Kata mereka kepadanya, “Kami datang dari negeri yang jauh. Buatlah perjanjian dengan kami.”
JOS 9:7 Namun, orang-orang Israel berkata kepada orang-orang Hewi itu, “Jangan-jangan kalian tinggal di dekat kami. Kami tidak mungkin membuat perjanjian dengan kalian bila kalian tinggal di dekat kami.”
JOS 9:8 Kata mereka kepada Yosua, “Kami adalah hamba-hambamu.” Jawab Yosua, “Siapakah kalian? Dari mana asalmu?”
JOS 9:9 Jawab mereka, “Kami, hamba-hambamu ini, datang dari negeri yang jauh, karena kami mendengar tentang TUHAN, Allah kalian, dan apa yang dilakukan-Nya di Mesir.
JOS 9:10 Kami juga mendengar semua yang sudah dilakukan-Nya terhadap kedua raja Amori di sebelah timur sungai Yordan, yaitu Sihon, raja Hesbon dan Og, raja Basan yang tinggal di Astarot.
JOS 9:11 Itu sebabnya para tua-tua kami dan seluruh penduduk negeri kami berkata kepada kami, ‘Siapkan bekal dan pergilah melakukan perjalanan. Temuilah orang Israel dan sampaikan kepada mereka bahwa kami adalah hamba-hamba mereka. Kami ingin membuat perjanjian damai dengan mereka.’
JOS 9:12 Lihatlah persediaan roti kami. Roti ini masih hangat ketika kami berangkat, tetapi sekarang sudah kering dan berjamur.
JOS 9:13 Kantong-kantong air anggur ini masih baru ketika kami mengisinya. Namun lihatlah, sekarang sudah retak-retak. Pakaian dan sandal kami pun sudah usang karena jauhnya perjalanan.”
JOS 9:14 Orang Israel pun memeriksa bekal mereka, tetapi tidak bertanya dulu kepada TUHAN.
JOS 9:15 Lalu Yosua membuat perjanjian damai dengan mereka untuk membiarkan mereka hidup. Para pemimpin Israel juga bersumpah kepada mereka.
JOS 9:16 Tiga hari setelah perjanjian itu dibuat, barulah bangsa Israel tahu bahwa sebenarnya orang-orang itu tinggal di dekat perkemahan Israel.
JOS 9:17 Orang-orang Israel berangkat, dan dalam tiga hari mereka tiba di kota-kota asal orang-orang tadi. Kota-kota itu adalah Gibeon, Kefira, Beerot, dan Kiryat Yearim.
JOS 9:18 Namun, orang-orang Israel tidak menyerang kota-kota itu karena para pemimpin mereka sudah bersumpah kepada orang-orang itu di hadapan TUHAN, Allah Israel. Maka seluruh umat Israel mengeluh kepada para pemimpin.
JOS 9:19 Jawab para pemimpin itu kepada umat Israel, “Kami sudah bersumpah di hadapan TUHAN, Allah Israel. Maka dari itu, sekarang kita tidak dapat menyakiti mereka.
JOS 9:20 Inilah yang akan kita lakukan: Kita akan membiarkan mereka hidup, karena bila melanggar perjanjian itu, Allah akan menghukum kita.”
JOS 9:21 Para pemimpin berkata, “Biarkanlah mereka hidup.” Maka orang-orang itu dijadikan tukang belah kayu dan tukang pikul air untuk semua orang Israel.
JOS 9:22 Kemudian Yosua memanggil orang-orang Gibeon dan bertanya, “Kenapa kalian menipu kami dengan mengaku datang dari negeri yang jauh, padahal kalian sebenarnya tinggal di antara kami?
JOS 9:23 Karena perbuatanmu itu, terkutuklah kalian! Kalian akan selalu menjadi budak-budak yang membelah kayu dan memikul air untuk keperluan rumah Allahku.”
JOS 9:24 Jawab mereka, “Hamba-hambamu ini melakukannya karena kami mendengar kabar yang pasti bahwa TUHAN, Allah kalian, sudah berjanji kepada Musa, hamba-Nya, untuk menyerahkan seluruh negeri ini kepada kalian dan membinasakan semua penduduknya. Kami sangat takut kehilangan nyawa. Itu sebabnya kami berbohong.
JOS 9:25 Sekarang, Tuan berkuasa atas kami. Perbuatlah terhadap kami apa saja yang Tuanku anggap baik dan benar.”
JOS 9:26 Maka Yosua melarang orang Israel membunuh mereka.
JOS 9:27 Tetapi hari itu juga dia menjadikan mereka tukang belah kayu dan tukang pikul air bagi rakyat Israel, juga untuk keperluan mezbah TUHAN di mana pun Allah menempatkannya. Sampai kitab ini ditulis, orang-orang Gibeon masih melakukan pekerjaan itu.
JOS 10:1 Adoni Zedek, raja Yerusalem, mendengar bahwa Yosua sudah merebut dan menghancurkan seluruh kota Ai serta membunuh rajanya, seperti yang sudah mereka lakukan terhadap kota Yeriko dan rajanya. Dia juga mendengar bahwa penduduk kota Gibeon sudah membuat perjanjian damai dengan orang Israel dan tinggal di antara mereka.
JOS 10:2 Karena itu seluruh penduduk Yerusalem sangat ketakutan, sebab Gibeon adalah kota yang sangat besar— sama besarnya dengan kota-kota yang mempunyai raja, bahkan lebih besar daripada Ai. Lagipula, orang Gibeon adalah pejuang yang tangguh.
JOS 10:3 Oleh sebab itu, Adoni Zedek, raja Yerusalem, mengirim utusan kepada Hoham, raja Hebron, kepada Piram, raja Yarmut, dan kepada Yafia, raja Lakis, serta kepada Debir, raja Eglon. Katanya kepada mereka,
JOS 10:4 “Datanglah dan bantulah saya menghancurkan Gibeon, karena mereka sudah membuat perjanjian damai dengan Yosua dan orang Israel.”
JOS 10:5 Maka kelima raja bangsa Amori itu mengumpulkan pasukan mereka, lalu maju mengepung dan menyerang kota Gibeon.
JOS 10:6 Orang-orang Gibeon pun mengirim pesan kepada Yosua di perkemahan di Gilgal, “Tuan, janganlah membiarkan hamba-hambamu ini! Segeralah datang menyelamatkan kami. Tolong! Semua raja bangsa Amori yang tinggal di pegunungan sudah bergabung untuk menyerang kami.”
JOS 10:7 Maka Yosua dan seluruh pasukannya, termasuk pejuang-pejuang terbaiknya, berangkat mendaki dari Gilgal.
JOS 10:8 TUHAN berkata kepada Yosua, “Jangan takut, karena Aku sudah menyerahkan mereka kepadamu. Tidak ada seorang pun dari mereka yang akan mengalahkanmu.”
JOS 10:9 Sepanjang malam Yosua dan pasukannya mendaki dari Gilgal ke kota Gibeon, lalu mereka menyerang orang Amori dengan tiba-tiba.
JOS 10:10 TUHAN membuat orang Amori panik, dan pasukan Israel membantai mereka secara besar-besaran di Gibeon. Orang Israel kemudian mengejar yang masih hidup melewati Bet Horon di puncak gunung dan membunuh mereka di sepanjang jalan sampai ke Azeka dan Makeda.
JOS 10:11 Sementara orang Amori lari dari orang Israel, TUHAN menurunkan hujan es yang besar dari langit, sejak mereka turun dari Bet Horon sampai ke Azeka. Jumlah orang Amori yang mati karena hujan es itu lebih banyak daripada yang dibunuh oleh pasukan Israel.
JOS 10:12 Pada hari itu, ketika TUHAN menyerahkan orang Amori kepada orang Israel, Yosua berkata kepada TUHAN di hadapan bangsanya, “Hai matahari, berhentilah di atas Gibeon! Hai bulan, diamlah di atas lembah Ayalon!”
JOS 10:13 Maka berhentilah matahari dan bulan sampai bangsa Israel mengalahkan musuh mereka. Peristiwa ini dicatat dalam kitab Yasar. Matahari berhenti di tengah langit selama hampir satu hari penuh waktu itu.
JOS 10:14 Tidak pernah ada hari seperti hari itu, baik sebelumnya maupun sesudahnya, bahwa TUHAN mengabulkan doa seperti itu. TUHANlah yang berperang untuk Israel.
JOS 10:15 Sesudah pertempuran itu selesai, Yosua dan pasukan Israel kembali ke perkemahan mereka di Gilgal.
JOS 10:16 Selama pertempuran, kelima raja Amori tadi melarikan diri dan bersembunyi di dalam sebuah gua di Makeda.
JOS 10:17 Ketika Yosua mendengar bahwa mereka sudah ditemukan bersembunyi di sana,
JOS 10:18 dia berkata, “Tutuplah gua itu dengan batu-batu besar dan tempatkan beberapa orang untuk menjaga mereka.
JOS 10:19 Tetapi yang lain jangan berhenti di sana. Kejarlah musuh dan seranglah mereka dari belakang. Jangan biarkan mereka kembali masuk ke kota-kota berbenteng mereka, karena TUHAN Allahmu, sudah menyerahkan mereka kepada kalian.”
JOS 10:20 Yosua dan pasukan Israel terus membantai orang Amori sampai hampir semuanya tewas. Hanya beberapa yang berhasil menyelamatkan diri ke dalam kota-kota berbenteng.
JOS 10:21 Kemudian seluruh pasukan Israel kembali dengan selamat kepada Yosua di perkemahan mereka di Makeda. Sejak itu, tidak ada seorang pun yang berani melawan orang Israel.
JOS 10:22 Sesudah itu, Yosua memerintahkan, “Singkirkanlah batu-batu dari mulut gua dan bawalah kelima raja itu kepadaku.”
JOS 10:23 Maka dibawalah kepada Yosua lima raja itu dari dalam gua: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakis, dan raja Eglon.
JOS 10:24 Ketika mereka membawa raja-raja itu kepadanya, Yosua memanggil seluruh pasukan Israel berkumpul. Dia berkata kepada panglima-panglima pasukan, “Mendekatlah dan taruhlah kaki kalian di atas leher raja-raja ini.” Lalu mereka melakukannya.
JOS 10:25 Kata Yosua kepada mereka, “Jangan takut dan jangan patah semangat. Kalian harus kuat dan berani, karena beginilah TUHAN akan memperlakukan semua musuh yang kalian perangi.”
JOS 10:26 Kemudian Yosua membunuh kelima raja itu dan menggantung mereka pada lima tiang. Mayat kelima raja itu dibiarkan tergantung sampai petang.
JOS 10:27 Ketika matahari mulai terbenam, Yosua menyuruh orang menurunkan mayat-mayat itu dari tiang dan membuangnya ke dalam gua tempat mereka tadi bersembunyi. Lalu para suruhan Yosua menutup gua itu dengan batu-batu besar. Sampai kitab ini ditulis, batu-batu itu masih ada di sana.
JOS 10:28 Pada hari itu, Yosua dan pasukannya merebut serta menghancurkan kota Makeda. Mereka membunuh semua orang di kota itu. Tidak ada seorang pun yang dibiarkan hidup. Yosua membunuh raja Makeda sama seperti dia sudah membunuh raja Yeriko.
JOS 10:29 Dari Makeda, Yosua bersama seluruh pasukan Israel pergi ke Libna dan menyerang kota itu.
JOS 10:30 TUHAN juga menyerahkan kota itu beserta rajanya kepada bangsa Israel. Mereka membunuh semua orang di sana. Tidak ada satu pun yang dibiarkan hidup. Yosua membunuh raja Libna seperti dia sudah membunuh raja Yeriko.
JOS 10:31 Dari kota Libna, Yosua dan seluruh pasukan Israel pergi ke kota Lakis untuk mengepung dan menyerangnya.
JOS 10:32 TUHAN juga menyerahkan kota Lakis kepada bangsa Israel. Mereka merebut kota itu pada hari kedua dan membunuh semua orang di kota itu, sama seperti mereka membunuh semua orang di kota Libna.
JOS 10:33 Ketika pasukan Israel menyerang kota Lakis, raja Horam dari kota Gezer datang membawa pasukannya untuk membantu kota Lakis. Tetapi Yosua dan pasukannya membunuh mereka. Tidak ada satu pun yang dibiarkan hidup.
JOS 10:34 Dari Lakis, Yosua dan seluruh pasukan Israel pergi ke kota Eglon. Mereka mengepung kota itu dan menyerangnya.
JOS 10:35 Mereka berhasil merebut Eglon pada hari itu juga dan membunuh semua orang di sana, sama seperti mereka sudah membunuh semua orang di kota Lakis.
JOS 10:36 Dari Eglon, Yosua dan seluruh pasukan Israel pergi mendaki ke kota Hebron, menyerang kota itu,
JOS 10:37 lalu merebutnya. Mereka membunuh rajanya dan semua orang di kota itu, serta di desa-desa sekitarnya. Tidak seorang pun mereka biarkan hidup, sama seperti yang sudah mereka lakukan terhadap kota Eglon.
JOS 10:38 Berikutnya Yosua dan seluruh pasukan Israel turun kembali ke Debir dan menyerang kota itu.
JOS 10:39 Mereka merebut kota itu dan membunuh rajanya dan semua orang di kota itu, serta di desa-desa sekitarnya. Tidak ada satu pun yang dibiarkan hidup. Mereka menghancurkan kota Debir dan membunuh rajanya, sama seperti yang mereka lakukan terhadap kota Libna dan Hebron.
JOS 10:40 Demikianlah Yosua menaklukkan seluruh negeri itu— daerah pegunungan, padang belantara Negeb di sebelah selatan Kanaan, dataran rendah di sebelah barat, dan lereng-lereng gunung di sebelah timur. Mereka membunuh semua orang di daerah itu dan semua rajanya. Tidak ada seorang pun yang dibiarkan hidup, seperti yang sudah diperintahkan oleh TUHAN, Allah Israel.
JOS 10:41 Yosua mengalahkan mereka dari kota Kades Barnea sampai kota Gaza, dan seluruh daerah Gosyen sampai ke kota Gibeon.
JOS 10:42 Yosua mengalahkan semua raja itu hanya dalam satu peperangan, karena TUHAN, Allah Israel, berperang bagi mereka.
JOS 10:43 Lalu Yosua dan pasukan Israel kembali ke perkemahan mereka di Gilgal.
JOS 11:1 Ketika Yabin, raja kota Hazor, mendengar tentang semua kemenangan bangsa Israel, dia memanggil raja-raja lain yaitu Raja Yobab dari kota Madon, raja kota Simron, raja kota Aksaf,
JOS 11:2 juga raja-raja di pegunungan sebelah utara, di lembah Yordan sebelah selatan danau Galilea, di daerah kaki pegunungan, dan di pesisir dekat kota Dor.
JOS 11:3 Yabin juga memanggil orang Kanaan di sebelah timur dan sebelah barat sungai Yordan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Yebus di daerah pegunungan, dan orang Hewi di kaki gunung Hermon di daerah Mispa.
JOS 11:4 Raja-raja itu maju membawa pasukan mereka. Jumlah mereka sangat banyak, seperti pasir di tepi pantai. Kuda dan kereta perang mereka juga sangat banyak.
JOS 11:5 Semua raja itu menggabungkan pasukan. Mereka berkemah di sungai Merom untuk menyerang Israel.
JOS 11:6 Berkatalah TUHAN kepada Yosua, “Jangan takut terhadap mereka. Karena besok, pada waktu yang sama seperti sekarang, Aku akan menyerahkan mereka semua mati terbunuh di tangan kalian. Lumpuhkan kuda-kuda mereka dan bakarlah kereta-kereta perang mereka.”
JOS 11:7 Maka Yosua dan seluruh pasukannya menyerang pasukan musuh itu dengan tiba-tiba di dekat sungai Merom.
JOS 11:8 TUHAN menyerahkan mereka semua kepada orang Israel. Pasukan Israel mengalahkan musuh dan memburu mereka sampai ke kota besar Sidon, kota Misrefot Maim di sebelah barat laut, dan sampai ke lembah Mispa di sebelah timur laut. Tidak ada seorang pun yang selamat.
JOS 11:9 Yosua dan pasukan Israel melumpuhkan semua kuda musuh dan membakar semua kereta perang mereka, sesuai dengan perintah TUHAN kepadanya.
JOS 11:10 Kemudian Yosua dan pasukannya berbalik lalu pergi merebut kota Hazor dan membunuh rajanya. Dahulu, kota Hazor adalah pusat kerajaan-kerajaan yang melawan Israel itu.
JOS 11:11 Pasukan Yosua membunuh semua orang di kota Hazor, lalu membakar kota itu. Tidak ada satu pun yang selamat.
JOS 11:12 Yosua merebut semua kota lainnya dan membunuh raja-raja mereka, seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu.
JOS 11:13 Akan tetapi, orang Israel tidak membakar kota-kota yang di atas bukit, kecuali Hazor yang dibakar oleh Yosua dan pasukannya.
JOS 11:14 Orang Israel mengambil semua barang berharga dan ternak-ternak dari kota-kota itu. Tetapi seluruh penduduknya mereka habisi. Tidak ada seorang pun yang dibiarkan hidup.
JOS 11:15 Demikianlah Yosua menjalankan segala perintah TUHAN yang disampaikan-Nya melalui Musa. Tak ada satu pun yang tidak terlaksana.
JOS 11:16 Jadi, Yosua berhasil merebut seluruh negeri itu bagi Israel, mulai dari daerah pegunungan, seluruh padang belantara Negeb, seluruh daerah di sekitar kota Gosyen, dan lembah Yordan. Yosua sudah menguasai seluruh daerah pegunungan Israel dan dataran rendahnya,
JOS 11:17 dari gunung Halak di selatan, naik sampai ke gunung Seir, sampai kota Baal Gad di Lembah Libanon di utara, di bawah gunung Hermon. Yosua berperang melawan raja-raja itu selama bertahun-tahun sampai dia berhasil menangkap dan membunuh mereka semua.
JOS 11:19 Tidak ada kota yang membuat perjanjian damai dengan Israel kecuali orang Hewi di kota Gibeon. Semua kota lainnya sudah dikalahkan,
JOS 11:20 karena TUHAN sengaja membuat musuh-musuh Israel keras kepala dan berani melawan Israel. Tujuannya supaya mereka dimusnahkan tanpa belas kasihan, seperti yang sudah diperintahkan-Nya kepada Musa.
JOS 11:21 Pada waktu itu, Yosua juga menyerang dan menghabisi orang raksasa Anakim dari Hebron, Debir, Anab, dan seluruh daerah pegunungan Yehuda dan Israel. Yosua memusnahkan mereka seluruhnya dan menghancurkan kota-kota mereka.
JOS 11:22 Karena itu, tidak ada lagi keturunan raksasa Anakim di wilayah Israel. Mereka hanya tersisa di kota Gaza, Gat, dan Asdod.
JOS 11:23 Demikianlah Yosua menguasai seluruh negeri itu, seperti yang TUHAN sudah janjikan kepada Musa. Yosua membagikan negeri itu kepada suku-suku Israel sebagai tanah warisan mereka, dan sesudah itu perang pun berhenti.
JOS 12:1 Di sebelah timur sungai Yordan, ada dua raja yang dibunuh dan yang wilayahnya direbut oleh orang Israel. Wilayah mereka mulai dari Lembah Arnon di selatan sampai gunung Hermon di utara, termasuk lembah Yordan dan daerah di sebelah timurnya.
JOS 12:2 Yang satu adalah Raja Sihon dari bangsa Amori yang tinggal di kota Hesbon. Wilayah kekuasaannya termasuk kota Aroer di tepi sungai Arnon, dari tengah lembah Arnon sampai ke lembah Yabok, yang berbatasan dengan wilayah bangsa Amon. Daerah ini meliputi separuh dari daerah Gilead.
JOS 12:3 Wilayahnya juga termasuk lembah Yordan dan daerah di sebelah timur lembah Yordan, mulai dari danau Galilea di utara sampai ke Laut Mati di selatan, termasuk jalur ke kota Bet Yesimot dan ke arah selatan sampai lereng gunung Pisga.
JOS 12:4 Yang satu lagi adalah Raja Og dari daerah Basan, salah satu keturunan terakhir orang raksasa Refaim, yang tinggal di kota Astarot dan kota Edrei.
JOS 12:5 Wilayah kekuasaannya termasuk gunung Hermon, kota Salka, dan seluruh daerah Basan sampai ke perbatasan wilayah orang Gesur dan wilayah orang Maaka. Separuh daerah Gilead sampai perbatasan wilayah Raja Sihon dari Hesbon juga termasuk wilayah ini.
JOS 12:6 Musa, hamba TUHAN itu, bersama pasukan Israel mengalahkan mereka. Musa membagikan negeri itu menjadi milik suku Ruben, suku Gad, dan separuh suku Manasye.
JOS 12:7 Inilah raja-raja yang dikalahkan oleh Yosua bersama pasukan Israel di sebelah barat sungai Yordan, mulai dari kota Baal Gad di lembah Libanon, sampai ke gunung Halak di pegunungan Seir. Yosua membagikan negeri itu kepada suku-suku Israel menjadi milik mereka,
JOS 12:8 termasuk daerah pegunungan, kaki pegunungan di sebelah barat, lembah Yordan, lereng-lereng gunung dan padang belantara di sebelah timur, juga padang belantara Negeb di sebelah selatan. Daerah-daerah itu adalah bekas tempat tinggal bangsa Het, Amori, Kanaan, Feris, Hewi, dan Yebus. Ada tiga puluh satu raja yang berhasil dikalahkan oleh orang Israel:
JOS 12:9 raja kota Yeriko raja kota Ai dekat kota Betel
JOS 12:10 raja kota Yerusalem raja kota Hebron
JOS 12:11 raja kota Yarmut raja kota Lakhis
JOS 12:12 raja kota Eglon raja kota Gezer
JOS 12:13 raja kota Debir raja kota Geder
JOS 12:14 raja kota Horma raja kota Arad
JOS 12:15 raja kota Libna raja kota Adulam
JOS 12:16 raja kota Makeda raja kota Betel
JOS 12:17 raja kota Tapuah raja kota Hefer
JOS 12:18 raja kota Afek raja kota Lasaron
JOS 12:19 raja kota Madon raja kota Hazor
JOS 12:20 raja kota Simron Meron raja kota Aksaf
JOS 12:21 raja kota Taanak raja kota Megido
JOS 12:22 raja kota Kedes raja kota Yoknem di gunung Karmel
JOS 12:23 raja kota Dor di dekat Nafat Dor raja kota Goyim di dekat Gilgal
JOS 12:24 raja kota Tirza.
JOS 13:1 Ketika Yosua sudah sangat tua, TUHAN berkata kepadanya, “Kamu sudah sangat tua, dan masih begitu banyak daerah yang belum kalian kuasai.
JOS 13:2 Kalian belum merebut seluruh wilayah orang Filistin dan seluruh wilayah orang Gesur,
JOS 13:3 mulai dari sungai Sikor di sebelah timur Mesir sampai ke perbatasan kota Ekron di sebelah utara, yang dianggap wilayah orang Kanaan. Lima raja orang Filistin dari kota Gaza, kota Asdod, kota Askelon, kota Gat, dan kota Ekron masih menguasai daerah itu. Kalian juga belum merebut wilayah orang Awi
JOS 13:4 di selatan. Di utara, kalian belum merebut seluruh wilayah orang Kanaan, termasuk kota Meara, yang dikuasai orang Sidon, sampai ke kota Afek, dan sampai ke perbatasan wilayah bangsa Amori.
JOS 13:5 Juga wilayah orang Gebal, seluruh gunung Libanon di sebelah timur, mulai dari kota Baal Gad di kaki gunung Hermon sampai ke jalan yang menuju kota Hamat,
JOS 13:6 juga daerah pegunungan mulai dari Libanon sampai ke kota Misrefot Maim, yang ditempati orang Sidon. “Aku akan mengusir mereka dari hadapan Israel. Hanya saja, kamu harus membagikan tanah ini kepada orang Israel menjadi warisan mereka, seperti yang sudah Aku perintahkan kepadamu.
JOS 13:7 Nah, bagikanlah tanah itu kepada sembilan suku Israel dan kepada separuh suku Manasye menjadi milik warisan mereka.”
JOS 13:8 Separuh suku Manasye yang lain, suku Ruben, dan suku Gad sudah menerima warisan mereka dari Musa, hamba TUHAN itu, di sebelah timur sungai Yordan.
JOS 13:9 Wilayah mereka terbentang mulai dari Aroer di tepi sungai Arnon, juga kota yang terletak di tengah Lembah Arnon, dan seluruh dataran tinggi Medeba sampai ke Dibon.
JOS 13:10 Wilayah mereka juga termasuk semua kota yang sebelumnya dikuasai oleh Sihon, raja orang Amori yang memerintah dari kota Hesbon, sampai ke perbatasan daerah bangsa Amon,
JOS 13:11 juga daerah Gilead, daerah orang Gesur dan orang Maaka, seluruh pegunungan Hermon, seluruh daerah Basan sampai ke Salka,
JOS 13:12 dan seluruh kerajaan Og di Basan, yang memerintah di Astarot dan Edrei. Raja Og adalah salah satu orang Refaim yang masih hidup. Musa mengalahkan dan mengusir bangsa-bangsa itu.
JOS 13:13 Tetapi bangsa Israel tidak menyingkirkan orang Gesur dan orang Maaka. Jadi, mereka masih tinggal di tengah-tengah orang Israel sampai saat kitab ini ditulis.
JOS 13:14 Hanya suku Lewi yang tidak diberi tanah warisan. Yang menjadi warisannya adalah kurban-kurban yang dibakar bagi TUHAN, Allah Israel, seperti yang sudah dijanjikan-Nya kepada mereka.
JOS 13:15 Inilah tanah yang diberikan kepada marga-marga dalam suku Ruben sebagai warisan mereka.
JOS 13:16 Wilayah mereka mulai dari Aroer di tepi sungai Arnon, juga kota yang terletak di tengah Lembah Arnon, dan seluruh dataran tinggi Medeba.
JOS 13:17 Wilayah mereka juga termasuk Hesbon dan semua kota lainnya di dataran tinggi itu, yakni Dibon, Bamot Baal, Bet Baal Meon,
JOS 13:18 Yahas, Kedemot, Mefaat,
JOS 13:19 Kiryataim, Sibma, Zeret Hasahar yang terletak di atas gunung di lembah,
JOS 13:20 Bet Peor, lereng-lereng gunung Pisga, dan Bet Yesimot.
JOS 13:21 Semua kota di dataran tinggi dan semua wilayah Raja Sihon menjadi milik suku Ruben. Raja Sihon adalah raja bangsa Amori yang memerintah dari Hesbon, dan yang dibunuh bersama para pemimpin orang Midian oleh Musa. Para pemimpin orang Midian ini bernama Ewi, Rekem, Hur, Zur, dan Reba. Tadinya mereka tinggal di wilayah Raja Sihon dan tunduk kepadanya.
JOS 13:22 Orang Israel juga membunuh seorang peramal bernama Bileam anak Beor, bersama-sama dengan yang lainnya.
JOS 13:23 Batas wilayah suku Ruben di sebelah barat adalah sungai Yordan. Demikianlah kota-kota dan desa-desa di wilayah ini diberikan kepada marga-marga dalam suku Ruben sebagai warisan mereka.
JOS 13:24 Musa juga memberikan tanah kepada marga-marga dalam suku Gad sebagai warisan mereka.
JOS 13:25 Wilayah mereka meliputi kota Yazer, semua kota di daerah Gilead, dan setengah dari daerah orang Amon sampai ke kota Aroer, yang terletak di dekat kota Raba.
JOS 13:26 Wilayah mereka juga termasuk daerah dari kota Hesbon sampai ke kota Ramat Mispa dan kota Betonim, juga daerah dari kota Mahanaim sampai ke perbatasan kota Debir.
JOS 13:27 Wilayah mereka di lembah Yordan termasuk kota Bet Haram, Bet Nimra, Sukot, dan Zafon, sisa dari kekuasaan raja Sihon di Hesbon. Di sebelah barat, wilayah suku Gad dibatasi oleh sungai Yordan sampai ke ujung selatan danau Galilea.
JOS 13:28 Demikianlah kota-kota dan desa-desa di wilayah ini diberikan kepada marga-marga dalam suku Gad sebagai warisan mereka.
JOS 13:29 Musa juga memberikan tanah kepada marga-marga dalam separuh suku Manasye sebagai warisan mereka.
JOS 13:30 Wilayah mereka mulai dari kota Mahanaim, termasuk seluruh daerah Basan yang sebelumnya dikuasai oleh Raja Og, juga enam puluh desa di daerah Basan yang direbut oleh Yair, keturunan Manasye.
JOS 13:31 Wilayah mereka juga termasuk setengah daerah Gilead, serta kota Astarot dan kota Edrei, yang merupakan pusat kerajaan Og di Basan. Seluruh wilayah ini diberikan sebagai warisan kepada marga-marga dalam separuh suku Manasye, yaitu setengah dari keturunan Makir, anak Manasye.
JOS 13:32 Demikianlah tanah warisan yang Musa bagikan di dataran tinggi Moab, di sebelah timur sungai Yordan dekat kota Yeriko.
JOS 13:33 Akan tetapi, Musa tidak memberikan tanah warisan kepada suku Lewi. Yang menjadi warisan mereka adalah TUHAN, Allah Israel, seperti yang sudah TUHAN janjikan kepada mereka.
JOS 14:1 Inilah tanah warisan di negeri Kanaan sebelah barat sungai Yordan, yang dibagikan oleh Imam Eleazar, Yosua, dan para pemimpin kepada suku-suku Israel.
JOS 14:2 Pembagian tanah warisan kepada sembilan setengah suku Israel dilakukan dengan cara mengundi, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
JOS 14:3 Musa sudah memberikan kepada dua setengah suku Israel tanah warisan di sebelah timur sungai Yordan, sedangkan suku Lewi tidak diberinya tanah warisan.
JOS 14:4 Keturunan Yusuf terdiri dari dua suku, yaitu Manasye dan Efraim. Masing-masing suku menerima tanah warisan, sedangkan suku Lewi tidak mendapat tanah warisan selain kota-kota untuk mereka tempati dan padang rumput di sekitarnya untuk menggembalakan ternak mereka.
JOS 14:5 Demikianlah bangsa Israel membagi negeri itu sesuai dengan perintah TUHAN kepada Musa.
JOS 14:6 Suatu hari, Kaleb anak Yefune, keturunan Kenas, bersama orang-orang suku Yehuda datang kepada Yosua di Gilgal. Kata Kaleb kepada Yosua, “Ingatlah apa yang TUHAN katakan kepada Musa, utusan Allah itu, tentang kita berdua waktu kita berada di Kades Barnea.
JOS 14:7 Saya berumur empat puluh tahun ketika Musa, hamba TUHAN itu, mengutus saya dari Kades Barnea untuk mengintai negeri ini. Lalu saya kembali dan melaporkan keadaan yang sebenarnya,
JOS 14:8 sedangkan saudara-saudara yang pergi bersama saya membuat bangsa Israel ketakutan. Tetapi saya tetap taat kepada TUHAN Allahku dengan segenap hati.
JOS 14:9 Pada hari itu Musa berjanji kepada saya, katanya, ‘Tanah yang kamu jelajahi akan menjadi warisanmu dan keturunanmu, karena kamu sudah taat kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hati.’
JOS 14:10 “Sekarang, empat puluh lima tahun sudah berlalu sejak TUHAN memberikan janji itu kepada Musa, sewaktu bangsa Israel mengembara di padang belantara. Seperti yang kamu lihat, selama ini TUHAN sudah menjaga saya tetap hidup, seperti yang dijanjikan-Nya. Sekarang saya sudah berumur delapan puluh lima tahun,
JOS 14:11 tetapi saya masih sama kuatnya seperti pada waktu Musa mengutus saya. Saya masih cukup kuat untuk berperang maupun untuk kegiatan lainnya.
JOS 14:12 Jadi, berikanlah kepada saya daerah pegunungan yang dijanjikan TUHAN hari itu. Engkau mendengar pada waktu itu bahwa orang-orang raksasa Anakim tinggal di kota-kota besar berbenteng di daerah sana. Akan tetapi, bila TUHAN menyertai saya, saya akan mengusir mereka, seperti yang TUHAN katakan.”
JOS 14:13 Lalu Yosua memberkati Kaleb dan memberikan kota Hebron sebagai warisannya.
JOS 14:14 Sampai saat kitab ini ditulis, kota Hebron masih milik keturunan Kaleb karena dia sudah taat kepada TUHAN Allah Israel dengan segenap hati.
JOS 14:15 Sebelumnya kota Hebron bernama Kiryat Arba, yang artinya kota Arba. Arba adalah orang Anakim paling besar. Lalu damailah daerah itu karena tidak ada lagi peperangan di sana.
JOS 15:1 Wilayah yang diberikan kepada marga-marga suku Yehuda terbentang ke arah selatan, ke perbatasan wilayah Edom sampai di belantara Zin, yang terletak di daerah paling selatan padang belantara Negev.
JOS 15:2 Batas selatan wilayah mereka mulai dari ujung selatan Laut Mati,
JOS 15:3 dan terus ke sebelah selatan Jalur Pendakian Kalajengking, lalu ke belantara Zin, naik ke sebelah selatan kota Kades Barnea, melewati kota Hezron, naik ke kota Adar, membelok ke kota Karka,
JOS 15:4 dan terus menuju kota Azmon. Dari sana garis batas itu menelusuri anak sungai di perbatasan Mesir sampai berakhir di Laut Tengah. Itulah batas selatan wilayah suku Yehuda, yang juga adalah batas selatan wilayah Israel.
JOS 15:5 Garis batas timur wilayah suku Yehuda adalah sepanjang tepi Laut Mati sampai ke muara sungai Yordan. Batas utara wilayah mereka mulai dari teluk di muara sungai Yordan,
JOS 15:6 naik ke kota Bet Hogla, lalu melalui sebelah utara kota Bet Araba, kemudian naik ke Batu Bohan (Bohan adalah nama anak Ruben).
JOS 15:7 Dari sana garis batas itu melewati Lembah Musibah dan naik ke Debir, lalu belok ke arah utara menuju kota Gilgal, yang berseberangan dengan pendakian Adumim di sebelah selatan sungai. Lalu garis batas itu melewati mata air En Semes dan terus ke mata air En Rogel,
JOS 15:8 kemudian naik melewati lembah Hinom ke bagian selatan lereng gunung, di mana terletak kota Yerusalem yang dikuasai orang Yebus. Dari sana garis batas itu terus naik ke puncak gunung yang terletak di sebelah barat lembah Hinom dan di ujung utara lembah Refaim.
JOS 15:9 Dari puncak gunung itu, garis batas timur Yehuda terus menyusur ke mata air Neftoah, lalu ke kota-kota di gunung Efron. Dari sana garis batas itu membelok ke kota Baala, yang juga disebut Kiryat Yearim.
JOS 15:10 Dari Baala, garis batas itu membelok ke arah barat menuju gunung Seir, lalu melewati kota Kesalon di lereng gunung Yearim di bagian utara, turun ke kota Bet Semes, dan terus melewati kota Timna.
JOS 15:11 Dari sana, garis batas itu terus ke lereng gunung di sebelah utara kota Ekron, kemudian berbelok ke kota Sikron, melewati gunung Baala, lalu ke kota Yabneel, dan berakhir di Laut Tengah.
JOS 15:12 Batas barat wilayah suku Yehuda adalah pesisir Laut Tengah. Demikianlah batas-batas wilayah marga-marga suku Yehuda.
JOS 15:13 Sesuai perintah TUHAN kepada Yosua, Kaleb menerima wilayah di antara suku Yehuda, yaitu kota Kiryat Arba, yang disebut juga kota Hebron. Arba adalah nenek moyang orang Anakim.
JOS 15:14 Kaleb sudah mengusir ketiga suku dari bangsa Anakim, yaitu Sesai, Ahiman, dan Talmai.
JOS 15:15 Dari sana dia mendaki ke kota Debir dan menyerang penduduknya. Kota Debir sebelumnya bernama Kiryat Sefer.
JOS 15:16 Berkatalah Kaleb, “Kepada siapa pun yang menyerang kota Kiryat Sefer dan berhasil merebutnya, akan aku berikan Aksa, anak perempuanku, menjadi istrinya.”
JOS 15:17 Otniel, anak Kenas saudara laki-laki Kaleb, berhasil merebut kota itu. Maka Kaleb memberikan Aksa, anak perempuannya, kepada Otniel menjadi istrinya.
JOS 15:18 Ketika mereka menikah, Aksa membujuk Otniel agar mereka meminta ladang kepada Kaleb, ayahnya. Lalu Aksa pergi menemui Kaleb. Setelah Aksa turun dari keledainya, Kaleb bertanya kepada Aksa, “Apa yang kamu inginkan?”
JOS 15:19 Jawab Aksa, “Berikanlah berkat kepadaku. Ayah sudah memberikan kepadaku wilayah di padang belantara Negeb. Berikanlah juga mata air kepadaku.” Maka Kaleb memberikan dua mata air kepadanya, satu di bagian atas dan satu lagi di bagian bawah.
JOS 15:20 Berikut ini adalah kota-kota yang diberikan kepada marga-marga suku Yehuda sebagai warisan mereka.
JOS 15:21 Di dekat perbatasan Edom di selatan, ada dua puluh sembilan kota suku Yehuda dengan desa-desa di sekitarnya. Kota-kota itu adalah Kabzeel, Eder, Yagur, Kina, Dimona, Adada, Kedes, Hazor, Yitnan, Zif, Telem, Bealot, Hazor Hadata, Keriot Hezron (atau Hazor), Amam, Sema, Molada, Hazar Gada, Hesmon, Bet Pelet, Hazar Sual, Bersyeba dan Biziotia, Baala, Iyim, Ezem, Eltolad, Kesil, Horma, Ziklag, Madmana, Sansana, Lebaot, Silhim, Ain, dan Rimon.
JOS 15:33 Di kaki-kaki bukit, ada empat belas kota suku Yehuda dengan desa-desa di sekitarnya. Kota-kota itu adalah Estaol, Zora, Asna, Zanoah, En Ganim, Tapuah, Enam, Yarmut, Adulam, Soko, Azeka, Saaraim, Aditaim, Gedera, dan Gederotaim.
JOS 15:37 Selanjutnya, ada enam belas kota dengan desa-desa di sekitarnya. Kota-kota itu adalah Zenan, Hadasa, Migdal Gad, Dilean, Mispa, Yokteel, Lakis, Bozkat, Eglon, Kabon, Lahmam, Kitlis, Gederot, Bet Dagon, Naama, dan Makeda.
JOS 15:42 Juga ada sembilan kota dengan desa-desa di sekitarnya, yaitu Libna, Eter, Asan, Yiftah, Asna, Nezib, Kehila, Akzib, dan Maresa.
JOS 15:45 Juga Ekron dengan kota-kota kecil dan desa-desa di sekitarnya,
JOS 15:46 dan daerah di sebelah barat Ekron sampai ke Laut Tengah, termasuk semua kota-kota dan desa-desa di dekat Asdod.
JOS 15:47 Juga Asdod dan Gaza dengan kota-kota kecil dan desa-desa di sekitarnya, sampai ke anak sungai di perbatasan Mesir dan pesisir pantai Laut Tengah.
JOS 15:48 Di daerah pegunungan, ada sebelas kota dengan desa-desa di sekitarnya. Kota-kota itu adalah Samir, Yatir, Soko, Dana, Kiryat Sana (yang disebut Debir), Anab, Estemo, Anim, Gosyen, Holon, dan Gilo.
JOS 15:52 Juga ada sembilan kota dengan desa-desa di sekitarnya, yaitu kota Arab, Duma, Esan, Yanim, Bet Tapuah, Afeka, Humta, Kiryat Arba (yang disebut Hebron), dan Zior.
JOS 15:55 Juga ada sepuluh kota dengan desa-desa di sekitarnya, yaitu Maon, Karmel, Zif, Yuta, Yisreel, Yokdeam, Zanoah, Kain, Gibea, dan Timna.
JOS 15:58 Berikutnya ada enam kota dengan desa-desa di sekitarnya, yaitu Halhul, Bet Zur, Gedor, Maarat, Bet Anot, dan Eltekon.
JOS 15:60 Juga ada dua kota dengan desa-desa di sekitarnya, yaitu Kiryat Baal (yang disebut Kiryat Yearim) dan Raba.
JOS 15:61 Di padang belantara, ada enam kota dengan desa-desa di sekitarnya. Kota-kota itu adalah Bet Araba, Midin, Sekaka, Nibsan, Kota Garam, dan En Gedi.
JOS 15:63 Akan tetapi, suku Yehuda tidak dapat mengusir orang Yebus yang tinggal di kota Yerusalem. Sampai kitab ini ditulis, orang Yebus masih tinggal di tengah-tengah suku Yehuda.
JOS 16:1 Inilah pembagian daerah untuk keturunan Yusuf. Garis batas selatan wilayah mereka dimulai dari sungai Yordan dekat kota Yeriko, di sebelah timur mata air Yeriko, melalui daerah belantara, dan naik ke Betel di pegunungan.
JOS 16:2 Dari Betel garis batas itu menuju ke Lus, melewati Atarot di wilayah orang Arki.
JOS 16:3 Lalu garis batas itu menuju ke arah barat, turun ke daerah orang Yaflet, sampai daerah Bet Horon Hilir, terus menuju kota Gezer dan berakhir di Laut Tengah.
JOS 16:4 Itulah daerah yang diberikan kepada suku Manasye dan Efraim, anak Yusuf, sebagai warisan untuk mereka.
JOS 16:5 Inilah batas-batas wilayah yang diberikan kepada marga-marga suku Efraim sebagai warisan mereka. Garis batas selatan wilayah mereka melewati sebelah timur kota Atarot Adar ke arah barat menuju Bet Horon Hulu,
JOS 16:6 lalu menuju Laut Tengah. Di paling utara, garis batas itu mulai dari kota Mikmetat, kemudian membelok ke arah tenggara melewati kota Taanat Silo dan terus menuju ke sebelah timur kota Yanoah.
JOS 16:7 Dari Yanoah garis batas itu turun melewati kota Atarot dan Naharat, kemudian bersentuhan dengan Yeriko dan berakhir di sungai Yordan.
JOS 16:8 Garis batas utara dari kota Tapuah menuju ke arah barat, ke sungai Kana, dan menelusurinya sampai ke Laut Tengah. Itulah tanah warisan yang diberikan kepada marga-marga suku Efraim.
JOS 16:9 Suku Efraim juga diberi beberapa kota di dalam wilayah suku Manasye beserta desa-desa sekitarnya.
JOS 16:10 Namun, orang Efraim tidak mengusir orang Kanaan yang tinggal di kota Gezer. Karena itu sampai saat kitab ini ditulis, orang Kanaan masih tinggal di antara orang Efraim dan menjadi budak mereka.
JOS 17:1 Inilah tanah yang diberikan kepada suku Manasye, anak sulung Yusuf. Daerah Gilead dan Basan di sebelah timur sungai Yordan diberikan kepada Makir, anak sulung Manasye, ayah Gilead. Daerah itu diberikan kepada Makir karena dia seorang pahlawan perang.
JOS 17:2 Tanah di sebelah barat sungai Yordan diberikan kepada marga-marga lainnya dari suku Manasye, yaitu Abiezer, Helek, Asriel, Sikem, Hefer, dan Semida. Marga-marga ini adalah keturunan laki-laki dari Manasye, anak Yusuf.
JOS 17:3 Akan tetapi, Zelafehad anak Hefer tidak mempunyai anak laki-laki, hanya anak-anak perempuan yang bernama Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza. (Hefer adalah anak Gilead, cucu Makir, dan cicit Manasye.)
JOS 17:4 Perempuan-perempuan itu menemui imam Eleazar, Yosua, serta para pemimpin bangsa Israel dan berkata, “TUHAN menyuruh Musa untuk memberikan tanah warisan kepada kami di antara saudara-saudara kami.” Maka Yosua memberi mereka tanah warisan di antara saudara-saudara laki-laki ayah mereka, sesuai perintah TUHAN.
JOS 17:5 Demikianlah suku Manasye mendapat sepuluh bidang tanah di sebelah barat sungai Yordan, karena keturunan perempuan Manasye itu juga menerima tanah warisan sama seperti keturunan laki-laki. Suku Manasye juga mendapat daerah Gilead dan Basan di sebelah timur sungai Yordan. Daerah Gilead sudah diberikan kepada keturunan Manasye lainnya.
JOS 17:7 Wilayah suku Manasye terbentang dari perbatasan wilayah suku Asyer sampai ke kota Mikmetat, yang terletak di sebelah timur kota Sikem, kemudian terus ke arah selatan sampai ke daerah penduduk En Tapuah.
JOS 17:8 Daerah Tapuah adalah milik suku Manasye, tetapi kota Tapuah di perbatasan wilayah Manasye adalah milik suku Efraim.
JOS 17:9 Kemudian garis batas selatan itu turun ke sungai Kana dan menelusurinya ke arah barat sampai ke Laut Tengah. Wilayah suku Manasye sebagian besar terletak di sebelah utara sungai Kana. Di sebelah selatan sungai Kana, ada beberapa kota yang dimiliki suku Efraim meskipun masih terletak di dalam wilayah Manasye. Demikianlah wilayah suku Manasye berbatasan dengan wilayah suku Efraim di sebelah selatan, Laut Tengah di sebelah barat, wilayah suku Asyer di sebelah barat laut, dan wilayah suku Isakar di sebelah timur laut.
JOS 17:11 Di dalam wilayah suku Asyer dan suku Isakar, ada beberapa kota beserta desa-desa di sekitarnya yang diberikan kepada suku Manasye. Kota-kota itu adalah Bet Sean, Yibleam, Dor (di pinggir laut), En Dor, Taanak, dan Megido.
JOS 17:12 Namun, suku Manasye tidak dapat mengusir orang Kanaan yang tinggal di kota-kota itu karena mereka bersikeras tinggal di daerah sana.
JOS 17:13 Ketika orang Israel semakin kuat, mereka menjadikan orang-orang Kanaan itu buruh kasar, tetapi tidak mengusir mereka sepenuhnya.
JOS 17:14 Berkatalah keturunan Yusuf kepada Yosua, “TUHAN sudah memberkati kami sehingga jumlah kami sangat banyak. Kenapa engkau memberikan kepada kami hanya sebidang tanah saja sebagai warisan?”
JOS 17:15 Jawab Yosua kepada mereka, “Kalau jumlah kalian sangat banyak dan daerah pegunungan Efraim terlalu sempit bagi kalian, mendakilah ke hutan dan bukalah tanah di daerah orang Feris dan Refaim.”
JOS 17:16 Kata mereka lagi, “Pegunungan itu terlalu sempit bagi kami. Lagipula semua orang Kanaan yang tinggal di dataran rendah mempunyai kereta-kereta perang dari besi, baik yang tinggal di daerah Bet Sean dan desa-desa sekitarnya, maupun yang tinggal di lembah Yisreel.”
JOS 17:17 Lalu kata Yosua kepada keturunan Yusuf, yaitu suku Efraim dan Manasye, “Memang, kalian sangat banyak dan sangat kuat. Kalian akan mendapat lebih dari satu bagian.
JOS 17:18 Daerah pegunungan juga akan menjadi milik kalian. Karena daerah itu adalah hutan, bukalah hutan itu dan milikilah seluruhnya. Kalian juga akan mengusir orang Kanaan meskipun mereka kuat dan mempunyai kereta-kereta perang dari besi.”
JOS 18:1 Sesudah menguasai negeri itu, seluruh bangsa Israel berkumpul di kota Silo dan mendirikan kemah TUHAN di sana.
JOS 18:2 Masih ada tujuh suku Israel yang belum mendapat bagian tanah warisan.
JOS 18:3 Karena itu Yosua berkata kepada umat Israel, “Sampai kapan kalian akan menunda-nunda untuk menduduki daerah yang sudah diberikan oleh TUHAN, Allah nenek moyang kalian?
JOS 18:4 Pilihlah tiga orang dari setiap suku. Saya akan mengutus mereka untuk menjelajahi negeri itu. Mereka akan mencatat keadaan negeri dan membaginya menjadi tujuh bagian, tidak termasuk wilayah Yehuda di sebelah selatan dan wilayah Yusuf di sebelah utara. Kemudian mereka harus kembali kepada saya. Saya akan mengundi untuk menentukan bagian tanah yang diberikan TUHAN, Allah kita, bagi ketujuh suku itu.
JOS 18:7 “Tetapi suku Lewi tidak mendapat bagian tanah, karena bagian mereka adalah melayani TUHAN sebagai imam. Sedangkan suku Gad, Ruben, dan separuh suku Manasye sudah menerima bagian mereka di sebelah timur sungai Yordan, yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepada mereka.”
JOS 18:8 Kemudian Yosua berkata kepada orang-orang yang diutus pergi, “Jelajahilah negeri itu, catatlah keadaannya, dan kembalilah kepadaku. Di sini, di Silo, aku akan mengundi untuk menentukan bagian tanah yang TUHAN berikan kepada setiap suku kalian.”
JOS 18:9 Maka mereka berangkat menjelajahi negeri itu, membaginya menjadi tujuh bagian, dan mencatat kota-kota yang ada di setiap bagian. Kemudian mereka kembali kepada Yosua di perkemahan di Silo.
JOS 18:10 Lalu di situ Yosua melakukan undi untuk menentukan bagian tanah yang TUHAN berikan untuk masing-masing suku Israel yang belum mendapat tanah warisan. Yosua membagikan ketujuh bagian tanah itu sesuai dengan undi yang keluar.
JOS 18:11 Undian pertama pembagian tanah jatuh pada marga-marga suku Benyamin. Wilayah mereka terletak di antara wilayah suku Yehuda di selatan dan wilayah suku keturunan Yusuf di utara.
JOS 18:12 Batas wilayah suku Benyamin di sebelah utara dimulai dari sungai Yordan di sebelah timur, terus ke arah barat naik ke lereng gunung di sebelah utara kota Yeriko, melalui daerah pegunungan, sampai di daerah belantara Bet Awen.
JOS 18:13 Dari sana garis batas itu menuju ke arah selatan, ke kota Lus (yang disebut Betel), lalu turun ke kota Atarot Adar yang terletak di gunung, di sebelah selatan kota Bet Horon Hilir.
JOS 18:14 Dari sebelah barat gunung itu, garis batas itu berbelok ke selatan menuju ke kota Kiryat Baal (juga disebut Kiryat Yearim) milik suku Yehuda. Inilah batas sebelah barat.
JOS 18:15 Garis batas selatan dimulai dari pinggiran kota Kiryat Yearim di ujung barat dan terus menuju mata air Neftah.
JOS 18:16 Lalu garis batas itu turun ke kaki gunung yang berhadapan dengan lembah Ben Hinom di ujung utara lembah Refaim. Garis batas itu terus turun melalui lembah Hinom ke sebelah selatan lereng gunung yang ditempati orang Yebus, dan terus turun ke mata air En Rogel.
JOS 18:17 Kemudian batas itu berbelok ke arah utara menuju ke En Semes dan terus ke Gelilot di seberang pendakian Adumim, lalu turun ke Batu Bohan. Bohan adalah nama anak Ruben.
JOS 18:18 Dari sana batas itu melewati sebelah utara lereng gunung di depan lembah Yordan, lalu turun ke lembah itu.
JOS 18:19 Selanjutnya batas itu lalu melewati sebelah utara lereng Bet Hogla dan berakhir di muara sungai Yordan, di bagian ujung utara Laut Mati. Itulah garis batas selatan.
JOS 18:20 Sungai Yordan adalah batas di sebelah timur. Demikianlah batas-batas tanah warisan yang diberikan kepada marga-marga suku Benyamin.
JOS 18:21 Marga-marga suku Benyamin memiliki dua belas kota dan empat belas kota dengan desa-desa di sekitarnya. Dua belas kota itu adalah Yeriko, Bet Hogla, Lembah Kezis, Bet Araba, Zemaraim, Betel, Haawim, Para, Ofra, Kefar Hamonai, Ofni, dan Geba. Empat belas kota itu adalah Gibeon, Rama, Beerot, Mispa, Kefira, Moza, Rekem, Yirpeel, Tarala, Zela, Elef, Yebus (kota orang Yebus yang kemudian berkembang menjadi Yerusalem), Gibea, dan Kiryat.
JOS 19:1 Undian kedua pembagian tanah jatuh pada suku Simeon. Tanah warisan yang diberikan kepada marga-marga suku Simeon dikelilingi oleh tanah warisan suku Yehuda.
JOS 19:2 Suku Simon mendapat tiga belas kota dan empat kota dengan desa-desa di sekitarnya sebagai warisan mereka. Tiga belas kota itu adalah Bersyeba (atau Syeba), Molada, Hazar Sual, Bala, Ezem, Eltolad, Betul, Horma, Ziklag, Bet Hamarkabot, Hazar Susa, Bet Lebaot, dan Saruhen. Empat kota itu adalah Ain, Rimon, Eter, dan Asan,
JOS 19:8 termasuk semua desa di sekeliling kota-kota itu sampai sejauh kota Baalat Beer (yaitu Rama di padang belantara Negeb). Itulah warisan milik marga-marga suku Simeon.
JOS 19:9 Suku Simeon diberi tanah warisan di tengah-tengah wilayah suku Yehuda karena tanah warisan suku Yehuda terlalu luas bagi mereka.
JOS 19:10 Undian ketiga pembagian tanah jatuh pada marga-marga suku Zebulon. Tanah warisan mereka terbentang sampai ke kota Sarid di selatan.
JOS 19:11 Batas selatan wilayah mereka mulai dari Sarid, naik ke arah barat laut ke kota Marala, dan sampai ke kota Dabeset, terus ke sungai yang mengalir lewat sebelah timur kota Yokneam.
JOS 19:12 Dari Sarid, garis batas itu menuju ke arah timur, ke perbatasan kota Kislot Tabor, lalu terus sampai kota Daberat, dan naik ke kota Yafia.
JOS 19:13 Dari sana, garis batas Zebulon itu menuju ke arah timur, ke kota Gat Hefer, lalu menuju ke kota Et Kazin, terus ke kota Rimon, dan berbelok di kota Nea di utara.
JOS 19:14 Dari situ, garis batas utara Zebulon menuju ke kota Hanaton dan berakhir di lembah Yiftah El.
JOS 19:15 Di wilayah mereka ada dua belas kota dengan desa-desa di sekitarnya, termasuk Katat, Nahalal, Simron, Yidala, dan Betlehem.
JOS 19:16 Kota-kota itu dan desa-desa di sekitarnya menjadi warisan milik marga-marga suku Zebulon.
JOS 19:17 Undian keempat pembagian tanah jatuh pada marga-marga suku Isakar.
JOS 19:18 Di wilayah mereka ada enam belas kota dengan desa-desa di sekitarnya, yaitu Yisreel, Kesulot, Sunem, Hafaraim, Sion, Anaharat, Rabit, Kisyon, Ebes, Remet, En Ganim, En Hada, dan Bet Pazes. Batas wilayah mereka menyentuh puncak Tabor, Sahazuma, Bet Semes, dan berakhir di sungai Yordan.
JOS 19:23 Kota-kota itu dan desa-desa di sekitarnya menjadi warisan milik marga-marga suku Isakar.
JOS 19:24 Undian kelima pembagian tanah jatuh pada marga-marga suku Asyer.
JOS 19:25 Kota-kota dalam wilayah mereka termasuk Helkat, Hali, Beten, Aksaf,
JOS 19:26 Alamelek, Amad, dan Misal. Batas wilayah mereka di sebelah barat menyentuh gunung Karmel dan sungai Libnat.
JOS 19:27 Dari sana garis batas itu berbelok ke arah timur menuju kota Bet Dagon, berbatasan dengan wilayah Zebulon dan lembah Yiftah El, terus ke arah utara ke kota Bet Emek dan Nehiel, terus menuju kota Kabul di arah utara,
JOS 19:28 kemudian ke kota Ebron, Rehob, Hamon, dan Kanah, sampai ke kota besar Sidon.
JOS 19:29 Lalu batas itu berbelok ke arah Rama sampai ke kota benteng Tirus, berbelok ke kota Hosa, dan berakhir di laut, di dekat kota Hebel, Akzib,
JOS 19:30 Uma, Afek, dan Rehob. Di wilayah itu ada dua puluh dua kota dengan desa-desa di sekitarnya.
JOS 19:31 Kota-kota itu dan desa-desa di sekitarnya menjadi warisan milik marga-marga suku Asyer.
JOS 19:32 Undian keenam pembagian tanah jatuh pada marga-marga suku Naftali.
JOS 19:33 Batas utara wilayah suku Naftali mulai dari kota Helef dan pohon besar di Zaananim, lalu menuju ke kota Adami Nekeb, Yabneel, terus ke Lakum, dan berakhir di sungai Yordan.
JOS 19:34 Batas ini berbelok ke arah barat ke Aznot Tabor, berlanjut ke kota Hukok, menyinggung daerah Zebulon di bagian selatan, daerah Asyer di bagian barat, dan sungai Yordan di bagian timur.
JOS 19:35 Ada sembilan belas kota berbenteng di wilayah mereka dengan desa-desa di sekitarnya, yaitu Zidim, Zer, Hamat, Rakat, Kineret, Adama, Rama, Hazor, Kedes, Edrei, En Hazor, Yiron, Migdal El, Horem, Bet Anat, dan Bet Semes.
JOS 19:39 Kota-kota itu dan desa-desa di sekitarnya menjadi warisan milik marga-marga suku Naftali.
JOS 19:40 Undian ketujuh pembagian tanah jatuh pada marga-marga suku Dan.
JOS 19:41 Wilayah suku Dan termasuk kota Zora, Estaol, Ir Semes,
JOS 19:42 Saalabin, Ayalon, Yitla,
JOS 19:43 Elon, Timna, Ekron,
JOS 19:44 Elteke, Gibeton, Baalat,
JOS 19:45 Yehud, Bene Berak, Gat Rimon,
JOS 19:46 sungai Yarkon, dan Rakon, termasuk wilayah di seberang Yopa.
JOS 19:47 Tetapi orang-orang suku Dan tidak berhasil menguasai wilayah mereka. Karena itu, mereka pergi merebut kota Lesem dan menguasainya. Mereka menangkap dan membunuh semua penduduknya, lalu tinggal menetap di tempat itu. Kemudian mereka mengganti nama kota itu menjadi ‘Dan’, sesuai nama leluhur mereka.
JOS 19:48 Kota-kota itu dan desa-desa di sekitarnya menjadi warisan milik marga-marga suku Dan.
JOS 19:49 Sesudah orang Israel selesai membagi-bagi wilayah di antara suku-suku mereka sebagai tanah warisan, mereka memberi Yosua beberapa bidang tanah di tengah-tengah mereka sebagai tanah warisannya.
JOS 19:50 Sesuai perintah TUHAN, mereka memberikan kepada Yosua kota yang diinginkannya, yaitu kota Timnat Serah di daerah pegunungan Efraim. Yosua membangun kembali kota itu dan tinggal di sana.
JOS 19:51 Demikianlah pembagian tanah warisan yang dilakukan oleh Imam Eleazar, Yosua, bersama para pemimpin setiap suku Israel dengan cara melakukan undi untuk mengetahui kehendak TUHAN, di depan pintu masuk kemah TUHAN di Silo.
JOS 20:1 TUHAN berkata kepada Yosua,
JOS 20:2 “Sampaikanlah kepada orang Israel untuk memilih kota-kota yang akan dijadikan tempat perlindungan, seperti yang Aku perintahkan kepadamu melalui Musa.
JOS 20:3 Siapa saja yang membunuh orang lain dengan tidak sengaja berhak melarikan diri ke salah satu kota perlindungan untuk menyelamatkan diri dari pihak keluarga korban yang ingin menuntut balas sebelum kasusnya diadili.
JOS 20:4 “Orang itu harus berdiri di depan gerbang masuk kota perlindungan dan menjelaskan peristiwa yang terjadi kepada para pemimpin kota itu. Lalu mereka akan mengizinkan dia masuk dan memberinya tempat tinggal di sana.
JOS 20:5 Jika orang yang mau menuntut balas mengejar dia, para pemimpin kota tidak boleh menyerahkan orang itu. Mereka harus melindunginya karena dia membunuh dengan tidak sengaja, bukan karena benci.
JOS 20:6 Dia harus tinggal di kota itu sampai kasusnya diadili di depan umum, atau sampai imam besar yang menjabat waktu itu sudah meninggal. Setelah itu barulah orang tersebut boleh pulang ke rumahnya di kota asalnya.”
JOS 20:7 Lalu orang Israel memilih tiga kota perlindungan di sebelah barat sungai Yordan, yaitu kota Kedes di Galilea, di daerah pegunungan Naftali, kota Sikem di pegunungan Efraim, kota Kiryat Arba (juga disebut Hebron) di pegunungan Yehuda.
JOS 20:8 Mereka juga memilih tiga kota di sebelah timur sungai Yordan, di seberang kota Yeriko, yaitu kota Bezer di padang belantara di dataran tinggi, milik suku Ruben, kota Ramot di Gilead milik suku Gad, kota Golan di daerah Basan milik suku Manasye.
JOS 20:9 Itulah kota-kota perlindungan yang dipilih untuk semua orang Israel dan orang asing yang tinggal di antara mereka. Siapa saja yang tidak sengaja membunuh orang lain dapat melarikan diri ke salah satu kota itu supaya tidak dibunuh oleh penuntut balas sebelum kasusnya diadili di depan umum.
JOS 21:1 Kemudian para pemimpin suku Lewi datang kepada Imam Besar Eleazar, Yosua, dan para pemimpin suku-suku Israel lainnya di Silo, di negeri Kanaan. Kata mereka, “TUHAN sudah memerintahkan Musa untuk memberikan kota-kota kepada kami sebagai tempat tinggal, dan padang rumput untuk ternak kami.”
JOS 21:3 Maka orang Israel memberikan kota-kota dan padang rumput dari wilayah mereka kepada suku Lewi, sesuai perintah TUHAN.
JOS 21:4 Undian pembagian tanah pertama diberikan kepada marga Kehat dalam suku Lewi. Keturunan Imam Harun mendapat tiga belas kota dari suku Yehuda, Simeon, dan Benyamin.
JOS 21:5 Keturunan marga Kehat lainnya mendapat sepuluh kota dari suku Efraim, suku Dan, dan separuh suku Manasye di barat.
JOS 21:6 Marga Gerson menerima tiga belas kota dari suku Isakar, suku Asyer, suku Naftali, dan separuh suku Manasye di timur.
JOS 21:7 Marga Merari menerima dua belas kota dari suku Ruben, Gad, dan Zebulon.
JOS 21:8 Demikianlah orang Israel memberikan kota-kota dan padang-padang rumput untuk menggembalakan ternak kepada orang-orang Lewi dengan cara undian, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.
JOS 21:9 Keturunan Imam Harun dari marga Kehat menerima undian yang pertama. Bangsa Israel memberikan kepada mereka tiga belas kota serta padang-padang rumput di sekitarnya untuk menggembalakan ternak: sembilan kota dari suku Yehuda dan Simeon, empat kota dari suku Benyamin. Kota-kota dari suku Yehuda dan Simeon adalah Hebron, Libna, Yatir, Estemoa, Holon, Debir, Ain, Yutah, dan Bet Semes. Kota Hebron, yang terletak di pegunungan suku Yehuda, adalah kota perlindungan bagi orang-orang yang tidak sengaja membunuh. Kota ini juga disebut Kiryat Arba. Arba adalah nenek moyang raksasa Anakim. Keturunan Imam Harun diberi padang rumput di sekeliling kota itu, tetapi tidak termasuk tanah ladang kota dan desa-desa di sekitarnya, karena daerah itu sudah diberikan kepada Kaleb. Kota-kota dari suku Benyamin adalah Gibeon, Geba, Anatot, dan Almon.
JOS 21:20 Keturunan marga Kehat lainnya menerima sepuluh kota serta padang rumput di sekitarnya untuk menggembalakan ternak: empat kota dari suku Efraim, empat kota dari suku Dan, dan dua kota dari separuh suku Manasye. Kota-kota dari suku Efraim adalah Sikem (kota perlindungan di pegunungan Efraim bagi orang yang tidak sengaja membunuh), Gezer, Kibzaim, dan Bet Horon. Kota-kota dari suku Dan adalah Elteke, Gibeton, Ayalon, dan Gat Rimon. Kota-kota dari separuh suku Manasye adalah Taanak dan Gat Rimon.
JOS 21:27 Keturunan marga Gerson dalam suku Lewi menerima tiga belas kota dan padang-padang rumput untuk menggembalakan ternak: dua kota dari separuh suku Manasye, empat kota dari suku Isakar, empat kota dari suku Asyer, dan tiga kota dari suku Naftali. Kota-kota dari separuh suku Manasye adalah Golan di Basan, yang adalah kota perlindungan bagi orang yang tidak sengaja membunuh, dan Bestera. Kota-kota dari suku Isakar adalah Kison, Daberat, Yarmut, dan En Ganim. Kota-kota dari suku Asyer adalah Misal, Abdon, Helkat, dan Rehob. Kota-kota dari suku Naftali adalah Kedes di Galilea, yaitu kota perlindungan bagi orang yang tidak sengaja membunuh, Hamot Dor, dan Kartan.
JOS 21:34 Keturunan marga Merari dalam suku Lewi menerima dua belas kota serta padang rumput di sekitarnya untuk menggembalakan ternak: empat kota dari suku Zebulon, empat kota dari suku Ruben, dan empat kota dari suku Gad. Kota-kota dari suku Zebulon adalah Yoknam, Karta, Dimna, dan Nahalal. Kota-kota dari suku Ruben adalah Bezer, Yahas, Kedemot, dan Mefaat. Kota-kota dari suku Gad adalah Ramot di Gilead, yaitu kota perlindungan untuk orang yang tidak segaja membunuh, Mahanaim, Hesbon, dan Yazer.
JOS 21:41 Jadi, suku Lewi menerima empat puluh delapan kota di tengah-tengah suku-suku Israel lainnya. Setiap kota dikelilingi oleh padang-padang rumput untuk menggembalakan ternak. Padang-padang rumput itu juga diberikan kepada orang-orang Lewi.
JOS 21:43 Dengan demikian, TUHAN memberikan kepada bangsa Israel seluruh negeri, seperti yang sudah Dia janjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka. Bangsa Israel menguasai negeri itu serta menetap di sana.
JOS 21:44 TUHAN memberi mereka ketenangan, sesuai dengan sumpah-Nya kepada nenek moyang mereka. Tidak ada satu pun musuh yang bisa melawan mereka. TUHAN menyerahkan semua musuh ke dalam tangan mereka.
JOS 21:45 Tiada satu pun janji TUHAN yang tidak digenapi kepada bangsa Israel. Dia menepati semua janji-Nya.
JOS 22:1 Sesudah itu, Yosua memanggil suku Ruben, suku Gad, dan separuh suku Manasye,
JOS 22:2 lalu berkata kepada mereka, “Kalian sudah melakukan semua yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu, juga semua yang saya perintahkan.
JOS 22:3 Selama ini kalian tidak meninggalkan sanak saudaramu, suku-suku Israel lainnya. Sampai hari ini kalian setia melakukan tugas dari TUHAN Allahmu.
JOS 22:4 Sekarang TUHAN Allahmu sudah membuat mereka hidup aman dan tenang, sesuai janji-Nya kepada mereka. Jadi, pulanglah ke perkemahan kalian di tanah warisan milikmu di sebelah timur sungai Yordan, yang sudah diberikan Musa, hamba TUHAN itu.
JOS 22:5 Hanya, ingatlah baik-baik: Lakukan semua perintah dan hukum TUHAN yang sudah disampaikan Musa, kepadamu. Kasihilah TUHAN Allahmu, ikutilah semua yang Dia tunjukkan, taatilah perintah-Nya, setialah kepada-Nya, dan mengabdilah kepada TUHAN dengan segenap hatimu dan segenap nafas hidupmu!”
JOS 22:6 Lalu Yosua memberkati mereka dan melepas mereka pulang. Dua setengah suku itu pun kembali ke perkemahan mereka.
JOS 22:7 Separuh suku Manasye sudah mendapat tanah dari Musa, di daerah Basan sebelah timur sungai Yordan. Separuh suku lainnya mendapat tanah di sebelah barat sungai Yordan bersama suku-suku Israel lainnya dari Yosua. Saat Yosua melepas mereka pulang dan memberkati mereka,
JOS 22:8 Yosua berkata, “Kalian sudah menjadi kaya raya. Kalian mempunyai banyak ternak, perak, emas, perunggu, besi, dan pakaian. Pulang dan bagilah kepada saudara-saudaramu barang-barang yang sudah kalian rampas dari musuh.”
JOS 22:9 Maka suku Ruben, Gad, dan separuh suku Manasye meninggalkan orang Israel lainnya di Silo di negeri Kanaan, lalu pulang ke tanah mereka di Gilead, tanah yang mereka dapatkan atas perintah TUHAN melalui Musa.
JOS 22:10 Ketika suku Ruben, suku Gad, dan separuh suku Manasye sampai ke daerah di dekat sungai Yordan, di negeri Kanaan, mereka membangun sebuah mezbah yang besar dan megah di tepi sungai Yordan.
JOS 22:11 Lalu terdengarlah kabar oleh suku-suku Israel lainnya, “Suku Ruben, Gad, dan separuh suku Manasye sudah membangun mezbah di perbatasan negeri Kanaan, di Gelilot dekat sungai Yordan, di sisi kita.”
JOS 22:12 Maka seluruh orang Israel berkumpul di Silo untuk bersiap-siap menyerang mereka.
JOS 22:13 Orang Israel mengutus Pinehas, anak Imam Eleazar, kepada suku Ruben, Gad, dan separuh suku Manasye di daerah Gilead.
JOS 22:14 Imam Pinehas pergi bersama sepuluh orang pemuka dari kesepuluh suku Israel. Para pemimpin ini adalah kepala-kepala keluarga dalam marga mereka.
JOS 22:15 Ketika mereka bertemu dengan suku Ruben, suku Gad dan separuh suku Manasye di daerah Gilead, mereka berkata,
JOS 22:16 “Beginilah kata seluruh umat TUHAN: Pengkhianatan macam apa ini yang kalian lakukan kepada Allah Israel? Kalian membangun mezbahmu sendiri. Dengan begitu kalian memberontak kepada TUHAN hari ini.
JOS 22:17 Dosa yang pernah kita lakukan di Peor sudah sangat parah sehingga sampai saat ini kita masih menanggung akibatnya.
JOS 22:18 Sekarang, berani sekali kalian memberontak lagi kepada TUHAN. Kalau terus begini, TUHAN pasti akan melampiaskan murkanya lagi kepada seluruh umat Israel.
JOS 22:19 “Kalau tanah kalian tidak kudus, menyeberanglah ke tanah TUHAN sendiri, di tempat kemah TUHAN berada, dan berdiamlah di antara kami. Tetapi jangan memberontak kepada TUHAN dan kepada kami dengan membangun untuk kalian sendiri sebuah mezbah selain mezbah TUHAN, Allah kita.
JOS 22:20 Ingat bagaimana Akhan anak Zerah melanggar perintah TUHAN tentang barang-barang yang harus dimusnahkan. Akibatnya seluruh umat Israel dihukum! Yang berdosa hanya Akhan, tetapi yang mati bukan dia sendiri saja!”
JOS 22:21 Lalu suku Ruben, suku Gad, dan separuh suku Manasye menjawab para pemimpin Israel itu,
JOS 22:22 “TUHAN adalah Allah yang Mahakuasa! Hanya Dia yang Mahakuasa! Dia mahatahu! Pasti Dia tahu kenapa kami melakukan hal ini. Dan kalian, orang Israel juga harus tahu! Jika memang kami memberontak kepada TUHAN, jangan biarkan kami hidup hari ini!
JOS 22:23 Jikalau kami membangun mezbah bagi kami sendiri untuk melawan TUHAN, atau untuk mempersembahkan kurban yang dibakar habis, persembahan gandum-ganduman, ataupun kurban tanda damai di atasnya, biarlah TUHAN sendiri yang menghukum kami.
JOS 22:24 “Sungguh, saudara-saudara! Kami melakukan semua ini bukan untuk melawan TUHAN, tetapi karena kami kuatir kalau di kemudian hari, keturunan kalian akan berkata kepada keturunan kami, ‘Kalian tidak memiliki hubungan apa-apa dengan TUHAN, Allah Israel!
JOS 22:25 TUHAN sudah menempatkan sungai Yordan ini di tengah-tengah kita sebagai pembatas antara kami dengan kalian, suku Ruben dan Gad. Kalian tidak punya hak untuk menyembah TUHAN.’ Dengan demikian, keturunan kalian mungkin dapat menyebabkan keturunan kami berhenti menyembah TUHAN.
JOS 22:26 “Karena itu, kami memutuskan untuk membangun mezbah ini, bukan untuk kurban yang dibakar habis ataupun kurban sembelihan lainnya,
JOS 22:27 tetapi sebagai sebuah pengingat antara kita dan keturunan kita, bahwa kami juga berhak menyembah TUHAN di hadapan-Nya dengan kurban yang dibakar habis, kurban sembelihan, dan kurban tanda damai. Dengan begitu, di kemudian hari keturunan kalian tidak akan berkata kepada keturunan kami, ‘Kalian tidak memiliki hubungan apa-apa dengan TUHAN.’
JOS 22:28 “Jadi, maksud kami adalah, ‘Jikalau di kemudian hari keturunan kalian mengatakan hal seperti itu kepada keturunan kami, maka keturunan kami dapat menjawab: Lihatlah tiruan mezbah TUHAN yang dibangun nenek moyang kami, bukan untuk kurban yang dibakar habis ataupun kurban sembelihan lainnya tetapi sebagai sebuah pengingat antara kita.’
JOS 22:29 Kami sama sekali tidak bermaksud memberontak kepada TUHAN dengan membangun mezbah untuk kurban yang dibakar habis, persembahan gandum-ganduman, atau kurban sembelihan. Satu-satunya mezbah TUHAN Allah kita adalah yang berada di depan kemah-Nya!”
JOS 22:30 Ketika Imam Pinehas dan para pemimpin Israel mendengar penjelasan dari suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye itu, mereka merasa puas.
JOS 22:31 Lalu Imam Pinehas menjawab mereka, “Hari ini kita semua tahu bahwa TUHAN ada di tengah-tengah kita dan tidak akan menghukum kita, karena kalian tidak memberontak kepada TUHAN seperti yang kami duga.”
JOS 22:32 Kemudian Imam Pinehas dan para pemimpin Israel meninggalkan suku Ruben dan suku Gad di daerah Gilead. Mereka kembali kepada orang Israel di negeri Kanaan dan menyampaikan apa yang terjadi.
JOS 22:33 Orang Israel merasa senang mendengar berita itu dan memuji Allah. Mereka membatalkan niat mereka untuk berperang menghancurkan daerah suku Ruben dan Gad.
JOS 22:34 Suku Ruben dan Gad menamai mezbah itu Saksi, karena mezbah itu menjadi saksi di antara mereka bahwa TUHAN adalah Allah.
JOS 23:1 Bertahun-tahun telah berlalu, dan TUHAN sudah membuat bangsa Israel aman dari semua musuh mereka. Ketika Yosua sudah sangat tua,
JOS 23:2 dia mengumpulkan para tua-tua, kepala suku, hakim, dan pengatur pasukan seluruh bangsa Israel, lalu berkata kepada mereka, “Saya sudah sangat tua.
JOS 23:3 Selama ini kalian sudah melihat segala yang TUHAN lakukan bagi kita. TUHAN Allah kita, Dialah yang berperang melawan semua bangsa di sini demi kita.
JOS 23:4 Ingatlah, saya sudah membagi dengan undian seluruh daerah di sebelah barat sungai Yordan sampai ke Laut Tengah sebagai tanah warisan suku-suku kalian, baik daerah yang masih ditinggali bangsa-bangsa setempat, maupun daerah yang bangsa-bangsanya sudah kita kalahkan.
JOS 23:5 TUHANlah yang akan mengusir mereka dari hadapan kalian, sehingga kalian dapat menguasai tanah mereka seperti yang TUHAN janjikan kepadamu.
JOS 23:6 “Karena itu, kalian harus benar-benar kuat dan taat dalam melakukan semua yang ditulis dalam kitab Taurat. Janganlah menyimpang dari semuanya itu.
JOS 23:7 Jangan bercampur dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu. Kalian tidak boleh bersumpah memakai nama dewa mereka, bahkan jangan menyebut nama dewa mereka sama sekali! Kalian tidak boleh mengabdi ataupun bersujud menyembah dewa mereka!
JOS 23:8 Kalian harus setia kepada TUHAN Allahmu, seperti yang selama ini kalian lakukan sampai sekarang.
JOS 23:9 “TUHAN sudah mengusir dari hadapan kalian bangsa-bangsa yang besar dan kuat. Sampai hari ini, tidak ada satu pun bangsa yang dapat bertahan melawan kalian.
JOS 23:10 Satu orang dari kalian dapat mengalahkan seribu orang, karena TUHAN Allahmu berperang bagi kalian, seperti yang Dia janjikan kepadamu.
JOS 23:11 Karena itu, pastikanlah baik-baik untuk mengasihi TUHAN Allahmu!
JOS 23:12 “Kalau kalian tidak setia kepada-Nya dan berbaur dengan bangsa-bangsa lain yang tersisa di antara kalian, menikah dengan mereka, dan bergaul dengan mereka,
JOS 23:13 ketahuilah, TUHAN Allahmu pasti tidak akan mengusir bangsa-bangsa ini dari hadapan kalian lagi. Mereka akan menjadi jerat atau perangkap bagi kalian. Mereka akan membuat kalian menderita, seperti cambuk pada punggung dan duri pada mata, hingga kalian binasa dari tanah yang baik ini, yang diberikan TUHAN kepada kalian.
JOS 23:14 “Sebentar lagi saya akan mati. Kalian semua tahu benar bahwa TUHAN Allahmu sudah memenuhi semua hal baik yang Dia janjikan kepadamu. Tidak ada satu pun yang tidak dipenuhi.
JOS 23:15 Tetapi sebagaimana TUHAN Allahmu sudah memberikan segala yang baik kepada kalian, Dia pasti juga akan menggenapi kutukan-Nya bila kalian melanggar perjanjian-Nya dengan menyembah dewa-dewa. Dia akan sangat marah dan segera membinasakan kalian dari negeri yang baik ini, yang sudah Dia berikan kepadamu.”
JOS 24:1 Yosua memanggil para tua-tua, kepala suku, hakim, dan pengatur pasukan dari semua suku bangsa Israel untuk berkumpul di Sikem. Di sana mereka datang menghadap Allah.
JOS 24:2 Kata Yosua kepada mereka, “Inilah yang dikatakan oleh TUHAN, Allah Israel: Dulu nenek moyang kalian, termasuk Terah, ayah Abraham dan Nahor, tinggal di seberang sungai Efrat dan menyembah dewa-dewa.
JOS 24:3 Tetapi Aku mengambil Abraham, leluhur kalian, dari sana. Aku menyuruh dia menjelajahi negeri Kanaan dan membuat keturunannya banyak. Aku memberikan Isak kepadanya,
JOS 24:4 dan kepada Isak Aku berikan Yakub dan Esau. Aku sudah memberikan kepada Esau pegunungan Seir untuk menjadi miliknya, sedangkan Yakub dan anak-anaknya pergi ke Mesir.
JOS 24:5 “Kemudian Aku mengutus Musa dan Harun, lalu mendatangkan berbagai bencana besar kepada bangsa Mesir. Sesudah itu Aku membawa nenek moyang kalian keluar dari Mesir.
JOS 24:6 Tetapi waktu mereka sampai di Laut Merah, orang Mesir mengejar mereka dengan kereta perang dan pasukan berkuda.
JOS 24:7 Ketika mereka berteriak minta tolong kepada-Ku, Aku mendatangkan kegelapan di antara nenek moyang kalian dan pasukan Mesir. Aku juga menenggelamkan pasukan Mesir. Kalian tahu bagaimana mereka sendiri menyaksikan apa yang Aku lakukan di Mesir. Setelah itu mereka lama tinggal di padang belantara.
JOS 24:8 “Lalu Aku membawa kalian ke daerah orang Amori di sebelah timur sungai Yordan. Mereka berperang melawan kalian, tetapi Aku membinasakan mereka dan membuat kalian menang supaya kalian bisa menduduki negeri mereka.
JOS 24:9 Lalu Balak anak Zipor memerangi kalian. Balak adalah raja negeri Moab. Dia memanggil Bileam anak Beor untuk mengutuk kalian.
JOS 24:10 Tetapi Aku tidak membiarkan Bileam melakukannya. Sebaliknya, Aku membuat dia memberkati kalian. Dengan demikian Aku menyelamatkan kalian dari Balak.
JOS 24:11 “Ketika kalian menyeberangi sungai Yordan dan tiba di Yeriko, penduduk Yeriko berperang melawan kalian, demikian juga bangsa Amori, Feris, Kanaan, Het, Girgasi, Hewi, dan Yebus. Tetapi Aku menyerahkan mereka kepada kalian.
JOS 24:12 Aku membuat mereka dan juga kedua raja orang Amori itu begitu ketakutan sehingga mereka lari dari kalian. Kalian menang bukan karena pedang maupun panahmu.
JOS 24:13 Aku memberikan kepada kalian tanah walaupun bukan kalian yang menggarapnya, dan kota-kota walaupun bukan kalian yang membangunnya. Sekarang kalian tinggal di dalamnya. Aku juga memberikan kepada kalian kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun walaupun bukan kalian yang menanamnya, dan kalianlah yang memakan hasilnya.”
JOS 24:14 Lalu Yosua berkata, “Karena itu kalian harus takut dan hormat kepada TUHAN. Sembahlah Dia dengan tulus dan setia. Musnahkanlah berhala-berhala yang dulu disembah oleh nenek moyangmu di seberang sungai Efrat dan di Mesir. Sembahlah hanya TUHAN saja.
JOS 24:15 Akan tetapi, kalau menurut kalian menyembah TUHAN itu tidak baik, pilihlah pada hari ini siapa yang akan kalian sembah. Apakah kalian mau menyembah dewa-dewa yang dulu disembah nenek moyangmu di seberang sungai Efrat? Atau apakah kalian mau menyembah dewa-dewa yang disembah bangsa Amori, yang negerinya kalian diami ini? Tetapi saya dan seluruh keluarga saya akan mengabdi kepada TUHAN!”
JOS 24:16 Bangsa itu menjawab, “Kami tidak akan pernah meninggalkan TUHAN untuk menyembah dewa-dewa!
JOS 24:17 Karena TUHAN Allah kitalah yang sudah membawa kita dan nenek moyang kita keluar dari perbudakan di Mesir. Dialah yang membuat keajaiban-keajaiban besar di depan mata kita. Dia jugalah yang selama ini melindungi kita sepanjang perjalanan ketika kita melewati semua bangsa asing.
JOS 24:18 TUHAN sudah mengusir semua bangsa dari hadapan kita, termasuk orang Amori yang tinggal di negeri ini. Jadi, kami juga akan menyembah TUHAN, sebab Dialah Allah kita.”
JOS 24:19 Berkatalah Yosua kepada bangsa Israel, “Kalian tidak sanggup mengabdi kepada TUHAN, karena Dia adalah Allah yang kudus dan cemburu. Dia tidak akan bersabar terhadap pelanggaran dan dosamu.
JOS 24:20 Apabila kalian meninggalkan TUHAN dan menyembah dewa-dewa, Dia akan berbalik melawan kalian, walaupun sebelumnya Dia baik kepada kalian. Dia akan mencelakai dan membinasakan kalian.”
JOS 24:21 Jawab bangsa Israel, “Kami tidak akan meninggalkan TUHAN! Hanya TUHANlah yang akan kami sembah.”
JOS 24:22 Lalu kata Yosua kepada mereka, “Kalian menjadi saksi bagi dirimu sendiri, bahwa kalian sudah memilih untuk menyembah TUHAN.” Jawab mereka, “Ya, kamilah saksinya!”
JOS 24:23 Kata Yosua, “Kalau begitu, musnahkanlah berhala-berhala yang ada di antara kalian dan mengabdilah kepada TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.”
JOS 24:24 Jawab bangsa itu kepada Yosua, “Kami akan menyembah TUHAN, Allah kita. Kami akan taat kepada-Nya.”
JOS 24:25 Pada hari itu di Sikem, Yosua mengadakan perjanjian antara bangsa Israel dengan TUHAN, dan menetapkan hukum serta peraturan-peraturan bagi mereka.
JOS 24:26 Yosua menulis semuanya itu dalam sebuah kitab hukum Allah. Sebagai peringatan, dia menempatkan sebuah batu besar di bawah pohon besar, di dekat kemah TUHAN.
JOS 24:27 Kata Yosua kepada bangsa Israel, “Lihatlah, batu ini ada di sini selama perkataan TUHAN disampaikan. Karena itu batu ini menjadi saksi bisu bagi kita, sebagai pengingat agar kalian tidak meninggalkan Allahmu.”
JOS 24:28 Lalu Yosua menyuruh mereka pulang ke tanah warisannya masing-masing.
JOS 24:29 Beberapa waktu sesudah itu, Yosua anak Nun, hamba TUHAN itu, meninggal pada umur seratus sepuluh tahun.
JOS 24:30 Mereka menguburkannya di tanah warisannya, di Timnat Serah di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas.
JOS 24:31 Bangsa Israel menyembah TUHAN sepanjang hidup Yosua. Sesudah dia meninggal, mereka tetap menyembah TUHAN selama masih ada para tua-tua yang hidup lebih lama daripada Yosua, yaitu mereka yang sudah menyaksikan semua perbuatan TUHAN bagi bangsa Israel.
JOS 24:32 Tulang-tulang Yusuf, yang dibawa bangsa Israel keluar dari Mesir, dikuburkan di Sikem, tanah yang dibeli Yakub dengan harga seratus keping perak dari anak-anak Hemor. Hemor adalah ayah Sikem. Tanah ini menjadi warisan bagi keturunan Yusuf.
JOS 24:33 Eleazar anak Harun juga meninggal. Dia dikuburkan di kota Gibea di pegunungan Efraim. Kota itu sudah diberikan kepada Pinehas, anak Eleazar.
JDG 1:1 Sesudah Yosua meninggal, umat Israel bertanya kepada TUHAN, “Suku mana yang harus maju terlebih dahulu untuk berperang melawan orang Kanaan?”
JDG 1:2 Jawab TUHAN, “Suku Yehuda yang maju lebih dulu. Aku sudah memberikan negeri itu kepada mereka.”
JDG 1:3 Lalu suku Yehuda berkata kepada suku Simeon, saudara mereka, “Bergabunglah bersama kami untuk memerangi orang Kanaan dan merebut wilayah yang ditentukan untuk kami. Sesudah itu kami juga akan membantu kalian merebut wilayah yang ditentukan bagi kalian.” Maka suku Simeon pun ikut bersama suku Yehuda.
JDG 1:4 Mereka maju berperang dan TUHAN membuat mereka menang atas orang Kanaan serta orang Feris. Di kota Bezek mereka membunuh sepuluh ribu orang. Di sana mereka juga menemukan raja Bezek dan menyerang dia.
JDG 1:6 Saat dia melarikan diri, mereka mengejar dan menangkap dia. Mereka memotong ibu jari dari kedua tangan dan kedua kakinya.
JDG 1:7 Lalu kata raja Bezek itu, “Saya pernah mengalahkan tujuh puluh raja dan memotong ibu jari tangan dan kaki mereka. Lalu seperti anjing mereka terpaksa sisa-sisa makanan yang jatuh dari meja saya. Sekarang Allah membalaskan kepada saya sebagaimana saya memperlakukan raja-raja itu.” Kemudian dia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.
JDG 1:8 Sesudah itu suku Yehuda menyerang kota Yerusalem dan merebutnya. Mereka membantai penduduknya dan membakar kota itu.
JDG 1:9 Mereka juga menyerang orang-orang Kanaan yang tinggal di daerah perbukitan, di padang belantara Negeb di wilayah selatan, dan di dataran rendah.
JDG 1:10 Kemudian mereka mengalahkan dan menghabisi tiga keluarga besar raksasa Kanaan yang tinggal di kota Kiryat Arba, yaitu orang-orang Sesai, Ahiman, dan Talmai. Di kemudian hari, kota itu diberi nama Hebron.
JDG 1:11 Dari Hebron, mereka pergi menyerang penduduk kota Kiryat Sefer. Di kemudian hari kota itu diberi nama Debir.
JDG 1:12 Pada waktu itu Kaleb berkata, “Kepada siapa pun yang menyerang kota Kiryat Sefer dan berhasil merebutnya, aku akan memberikan Aksa, anak perempuanku, menjadi istrinya.”
JDG 1:13 Lalu Otniel, anak Kenas saudara Kaleb, berhasil merebut kota itu. Maka Kaleb memberikan Aksa kepada Otniel untuk menjadi istrinya.
JDG 1:14 Ketika mereka menikah, Aksa membujuk Otniel untuk meminta ladang dari Kaleb, ayahnya. Tetapi ketika Aksa sedang menunggangi keledai, dia bertemu dengan Kaleb. Aksa turun dari keledainya dan Kaleb bertanya, “Apa yang kamu inginkan?”
JDG 1:15 Jawab Aksa, “Aku punya permintaan khusus. Ayah sudah memberiku tanah kering di padang belantara Negeb di selatan. Karena itu, mohon berikanlah juga kepadaku mata air.” Maka Kaleb memberikan dua mata air kepadanya, satu di dataran tinggi dan satu di dataran rendah.
JDG 1:16 Waktu suku Yehuda meninggalkan kota Yeriko (yang juga disebut kota Pohon Kurma), orang-orang Keni— yaitu keturunan dari mertua Musa— ikut bersama mereka menuju ke padang belantara di bagian selatan wilayah Yehuda. Orang-orang Keni itu menetap di antara suku Yehuda di dekat kota Arad, di Negeb.
JDG 1:17 Kemudian suku Yehuda bergabung dengan suku Simeon untuk menumpas orang-orang Kanaan yang tinggal di kota Zefat. Mereka membinasakan seluruh kota itu sehingga kota itu dinamai Horma, yang artinya ‘musnah’.
JDG 1:18 TUHAN menyertai suku Yehuda sehingga mereka berhasil merebut kota Gaza, Askelon, dan Ekron, serta daerah-daerah di sekitarnya. Yehuda juga berhasil menguasai daerah perbukitan, tetapi mereka tidak dapat mengusir penghuni daerah lembah karena penduduk di sana memiliki kereta-kereta perang dari besi.
JDG 1:20 Kota Hebron diberikan kepada Kaleb, sesuai janji Musa. Dan Kaleb mengusir tiga keluarga besar raksasa keturunan Anakim dari sana.
JDG 1:21 Akan tetapi, suku Benyamin tidak mengusir orang Yebus yang tinggal di Yerusalem. Karena itu, orang Yebus masih tinggal di sana bersama suku Benyamin sampai kitab ini ditulis.
JDG 1:22 Kedua suku keturunan Yusuf (yaitu Efraim dan Manasye) menyerang kota Betel (yang sejak zaman dahulu disebut Lus). TUHAN menyertai mereka. Sebelum menyerang, mereka mengutus beberapa orang untuk mengintai kota itu.
JDG 1:24 Ketika para pengintai melihat seorang laki-laki keluar dari kota itu, mereka berkata kepadanya, “Kalau kamu menunjukkan pintu rahasia untuk masuk ke kota ini, kami akan berbaik hati dan tidak membunuhmu.”
JDG 1:25 Maka laki-laki itu menunjukkan pintu rahasia kota Betel kepada mereka. Lalu Suku Efraim dan suku Manasye menyerang Betel dan membunuh semua penduduk di sana, kecuali laki-laki itu dan seluruh keluarganya.
JDG 1:26 Laki-laki itu pergi ke negeri orang Het. Di sana dia membangun sebuah kota dan menamainya Lus. Itulah nama kota itu sampai saat kitab ini ditulis.
JDG 1:27 Suku Manasye tidak mengusir orang-orang Kanaan yang tinggal di kota Bet Sean, Taanak, Dor, Yibleam, dan Megido serta desa-desa di sekitar kota-kota itu, karena orang-orang Kanaan itu bersikeras untuk tetap tinggal di sana.
JDG 1:28 Ketika bangsa Israel menjadi lebih kuat, mereka memperbudak orang-orang Kanaan itu, tetapi tidak pernah mengusir mereka sepenuhnya.
JDG 1:29 Suku Efraim juga tidak mengusir orang-orang Kanaan yang tinggal di kota Gezer. Jadi, orang-orang Kanaan itu tetap tinggal di antara suku Efraim.
JDG 1:30 Suku Zebulon tidak mengusir orang-orang Kanaan yang tinggal di kota Kitron dan Nahalol. Jadi, orang-orang Kanaan itu tetap tinggal di antara suku Zebulon, walaupun sebagai budak mereka.
JDG 1:31 Suku Asyer juga tidak mengusir orang-orang Kanaan yang tinggal di kota Ako, Sidon, Ahlab, Aksib, Helba, Afek, dan Rehob.
JDG 1:32 Jadi, mereka hidup di antara orang-orang Kanaan itu.
JDG 1:33 Suku Naftali tidak mengusir orang-orang Kanaan yang tinggal di kota Bet Semes dan kota Bet Anat. Jadi, suku Naftali tinggal di antara penduduk asli daerah itu, dan akhirnya memperbudak mereka.
JDG 1:34 Suku Dan didesak orang Amori mundur ke daerah perbukitan. Orang Amori tidak membiarkan mereka turun ke daerah dataran rendah.
JDG 1:35 Orang Amori yang tinggal di gunung Heres, kota Ayalon, dan kota Saalbim bersikeras untuk tetap tinggal di sana. Di kemudian hari, suku Efraim dan Manasye bertambah kuat dan memperbudak orang Amori itu.
JDG 1:36 Sedangkan di selatan, wilayah bangsa Amori dahulu dimulai dari Sela di timur, melalui Jalur Pendakian Kalajengking, dan terus mendaki ke barat sampai daerah perbukitan.
JDG 2:1 Seorang malaikat wakil TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokim untuk menegur bangsa Israel. Dia menyampaikan pesan TUHAN yang berkata, “Aku sudah membawa kalian keluar dari Mesir menuju ke negeri yang Aku janjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kalian. Aku juga sudah berkata, ‘Aku tidak akan pernah mengingkari perjanjian-Ku dengan kalian.’
JDG 2:2 Dan Aku telah menyuruh, ‘Kalian tidak boleh mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini, dan kalian harus menghancurkan mezbah-mezbah dewa mereka.’ Tetapi kalian sama sekali tidak taat kepada-Ku!
JDG 2:3 Karena itu Aku tidak akan lagi mengusir bangsa-bangsa Kanaan dari hadapan kalian. Mereka akan membuatmu menderita, dan kalian akan terjerat dalam penyembahan dewa mereka.”
JDG 2:4 Mendengar perkataan malaikat itu, umat Israel meratap dengan nyaring.
JDG 2:5 Selanjutnya tempat itu dinamai Bokim, artinya ‘tempat tangisan’. Mereka pun mempersembahkan kurban kepada TUHAN di sana.
JDG 2:6 Dulu, sesudah bangsa Israel berhasil menguasai negeri Kanaan, Yosua membubarkan mereka supaya setiap suku pergi untuk menduduki tanah warisan yang sudah diberikan kepada mereka masing-masing.
JDG 2:7 Bangsa Israel setia menyembah TUHAN semasa hidup Yosua dan para tua-tua yang hidup lebih lama daripadanya, yaitu generasi yang sudah menyaksikan seluruh perbuatan ajaib TUHAN bagi Israel.
JDG 2:8 Yosua, hamba TUHAN itu, meninggal pada umur 110 tahun
JDG 2:9 dan dikuburkan di tanah warisannya di Timnat Heres, di wilayah perbukitan Efraim, sebelah utara gunung Gaas.
JDG 2:10 Sesudah semua orang dari generasi itu meninggal, generasi berikutnya tidak mengenal TUHAN maupun perbuatan-perbuatan-Nya yang hebat bagi bangsa Israel.
JDG 2:11 Mereka berbuat jahat di mata TUHAN dan menyembah berbagai macam patung Baal.
JDG 2:12 Mereka meninggalkan TUHAN, Allah leluhur mereka, yang sudah membawa nenek moyang Israel keluar dari Mesir. Mereka malah bersujud menyembah dewa-dewa dari bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Hal itu membuat TUHAN marah.
JDG 2:13 Mereka meninggalkan TUHAN dan menyembah dewa-dewa Baal dan dewi Astoret.
JDG 2:14 Maka murka TUHAN berkobar atas bangsa Israel. Dia membiarkan musuh-musuh merampas harta mereka. Dia juga membuat Israel kalah ketika diserang oleh bangsa-bangsa musuh di sekeliling mereka, sehingga Israel tidak lagi sanggup menghadapi lawannya.
JDG 2:15 Sebagaimana sudah diperingatkan TUHAN dengan bersumpah, setiap kali Israel maju berperang, TUHAN membuat mereka kalah. Bangsa Israel pun sangat menderita.
JDG 2:16 Lalu TUHAN mengangkat pembela-pembela untuk menyelamatkan bangsa Israel dari musuh-musuh yang menjarah mereka.
JDG 2:17 Akan tetapi, umat Israel tidak mendengarkan hakim-hakim itu. Sebaliknya, mereka bersujud menyembah dewa-dewa. Mereka mengkhianati TUHAN seperti seorang istri yang mengkhianati suaminya dengan pergi melacur. Begitu cepatnya mereka menyimpang dari jalan hidup nenek moyang mereka yang taat kepada perintah TUHAN. Generasi ini sudah menyimpang.
JDG 2:18 Setiap kali TUHAN mengangkat seorang hakim untuk bangsa Israel, TUHAN menyertai hakim itu seumur hidupnya dan menyelamatkan Israel dari musuh. TUHAN bertindak karena kasihan mendengar umat-Nya merintih akibat penindasan musuh.
JDG 2:19 Tetapi sesudah hakim itu meninggal, umat Israel kembali berbuat jahat, bahkan lebih jahat daripada generasi sebelumnya. Mereka menyembah dan mengabdi kepada dewa-dewa. Bangsa itu memang keras kepala dan tidak mau meninggalkan perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.
JDG 2:20 Maka murka TUHAN berkobar atas bangsa Israel. Kata-Nya, “Bangsa ini sudah melanggar perjanjian yang Aku perintahkan kepada nenek moyang mereka dan tidak menaati perkataan-Ku,
JDG 2:21 maka Aku tidak akan lagi mengusir bangsa apa pun yang masih tinggal di negeri itu setelah Yosua meninggal.
JDG 2:22 Aku akan membiarkan bangsa-bangsa itu tetap di sana untuk menguji bangsa Israel, apakah mereka akan kembali hidup menurut jalan-Ku seperti generasi sebelumnya, atau tidak.”
JDG 2:23 Itulah alasan TUHAN tidak menyerahkan bangsa-bangsa itu ke tangan bangsa Israel pada zaman Yosua. Dia membiarkan musuh-musuh tetap di negeri itu dan tidak segera mengusir mereka.
JDG 3:1 Inilah bangsa-bangsa yang TUHAN biarkan tinggal di Kanaan: kelima kerajaan orang Filistin, semua orang Kanaan, orang Sidon, dan orang Hewi yang tinggal di gunung Libanon, mulai dari gunung Baal Hermon sampai ke jalan masuk Hamat. TUHAN membiarkan mereka tinggal di sana untuk menguji generasi bangsa Israel yang tidak mengalami perang merebut Kanaan. TUHAN hendak melatih generasi baru itu untuk berperang.
JDG 3:4 TUHAN memakai bangsa-bangsa itu untuk menguji apakah bangsa Israel akan taat kepada perintah yang Dia sampaikan kepada nenek moyang mereka melalui Musa.
JDG 3:5 Tetapi sementara bangsa Israel hidup di antara orang Kanaan, Het, Amori, Feris, Hewi, dan Yebus,
JDG 3:6 mereka melakukan kawin campur dengan orang-orang itu dan menyembah dewa-dewa mereka.
JDG 3:7 Dalam pandangan TUHAN, bangsa Israel sudah menjadi sangat jahat. Mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan menyembah berbagai macam dewa Baal serta dewi Asyera.
JDG 3:8 Maka TUHAN sangat marah kepada bangsa Israel dan menyerahkan mereka ke tangan Raja Kusan Risyataim dari Aram Naharaim. Raja itu menguasai bangsa Israel selama delapan tahun
JDG 3:9 sehingga bangsa Israel berseru-seru minta tolong kepada TUHAN. Lalu Dia mengutus seorang penyelamat untuk mereka, yaitu Otniel, anak dari adik Kaleb yang bernama Kenas.
JDG 3:10 Roh TUHAN menggerakkan Otniel sehingga dia menjadi pembela bagi bangsa Israel. Dia memimpin pasukan Israel pergi berperang melawan Raja Kusan Risyataim, dan TUHAN memberikan kemenangan kepadanya.
JDG 3:11 Maka negeri itu pun aman dari musuh selama empat puluh tahun, sampai Otniel meninggal dunia.
JDG 3:12 Bangsa Israel kembali berbuat jahat di mata TUHAN. Karena kejahatan mereka, TUHAN membuat Raja Eglon dari Moab menjadi kuat sehingga dia menguasai Israel.
JDG 3:13 Raja Eglon mengajak bangsa Amon dan Amalek untuk bergabung dengannya. Mereka menyerang dan mengalahkan bangsa Israel serta merebut kota Yeriko (yang disebut juga Kota Pohon Kurma).
JDG 3:14 Lalu Israel dijajah oleh Eglon selama delapan belas tahun.
JDG 3:15 Tetapi ketika bangsa Israel berseru meminta tolong kepada TUHAN, TUHAN mengangkat seorang penyelamat untuk mereka, yaitu Ehud anak Gera dari suku Benyamin. Ehud adalah seorang yang kidal. Selama ini Ehud bertugas sebagai pengantar pajak dari bangsa Israel kepada Eglon, raja Moab.
JDG 3:16 Ehud membuat sebuah pedang bermata dua yang panjangnya hampir setengah meter. Dia menyembunyikan pedang itu di balik bajunya dengan mengikatkannya pada paha kanan,
JDG 3:17 lalu dia pergi untuk menyerahkan pembayaran pajak kepada Raja Eglon. Eglon ini sangat gemuk badannya.
JDG 3:18 Sesudah menyerahkan pembayaran, Ehud bersama orang-orang yang menyertai dia membawa pajak itu pun berjalan pulang.
JDG 3:19 Tetapi ketika sampai di patung-patung batu di Gilgal, Ehud sendiri kembali ke istana Eglon dan berkata kepadanya, “Tuanku Raja, hamba datang membawa pesan rahasia untuk Tuanku.” Kata raja kepada para pelayannya, “Keluar!” Maka semua pelayannya meninggalkan
JDG 3:20 mereka berdua di ruangan yang sejuk di loteng istana. Eglon sedang duduk ketika Ehud mendekati dia dan berkata, “Hamba membawa pesan dari Allah untuk Tuanku Raja.” Lalu Eglon pun berdiri dari tempat duduknya.
JDG 3:21 Saat itu juga Ehud mencabut pedangnya dengan tangan kiri dan menikam perut Eglon
JDG 3:22 sampai seluruh pedang itu tertancap masuk dan tertutup oleh lemak. Usus besarnya pun terburai keluar. Ehud tidak mencabut pedangnya kembali.
JDG 3:23 Kemudian Ehud keluar diam-diam lewat jalan lain setelah mengunci semua pintu ruang atas itu.
JDG 3:24 Sesudah Ehud pergi, para pelayan Eglon datang dan heran melihat pintu-pintu ruangan atas terkunci. Sangka mereka, “Raja pasti sedang buang air besar di kamar kecil di ruangannya itu.”
JDG 3:25 Para pelayan itu menunggu-nunggu begitu lama sampai mereka kebingungan karena raja tidak juga membuka pintu. Akhirnya, mereka mengambil kunci dan membuka pintunya. Saat itulah mereka terperanjat karena melihat tuan mereka sudah tergeletak mati di lantai.
JDG 3:26 Sedangkan Ehud sudah lari melewati patung-patung batu dan sampai ke Seira sementara para pelayan tadi sedang menunggu-nunggu.
JDG 3:27 Ketika Ehud tiba di perbukitan Efraim, dia meniup terompet dan perintahkan, “Ikutlah aku! TUHAN sudah menyerahkan musuh kita, bangsa Moab, ke tangan kita.” Maka Ehud memimpin bangsa Israel turun dari perbukitan itu dan mereka merebut daerah penyeberangan orang Moab di sungai Yordan. Mereka tidak membiarkan seorang pun menyeberang.
JDG 3:29 Pada waktu itu bangsa Israel menyerang dan membunuh sekitar sepuluh ribu prajurit Moab yang kuat dan tangkas. Tidak ada satu pun yang lolos.
JDG 3:30 Demikianlah Israel mengalahkan Moab hari itu, dan negeri mereka pun aman selama delapan puluh tahun.
JDG 3:31 Sesudah Ehud, orang berikutnya yang menyelamatkan Israel adalah Samgar, anak Anat. Dalam pertempuran, dia membunuh enam ratus orang Filistin dengan tongkat penggiring sapi.
JDG 4:1 Sesudah Ehud meninggal, bangsa Israel kembali melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
JDG 4:2 Maka TUHAN menyerahkan bangsa itu ke tangan Yabin, raja orang Kanaan yang memerintah di kota Hazor. Panglima perangnya bernama Sisera. Dia tinggal di Haroset Hagoyim.
JDG 4:3 Sisera memiliki sembilan ratus kereta perang dari besi. Dia menindas Israel dengan kejam selama dua puluh tahun. Maka umat Israel pun berteriak meminta tolong kepada TUHAN.
JDG 4:4 Pada waktu itu, Debora, seorang nabi perempuan, istri Lapidot, menjadi pemimpin bangsa Israel.
JDG 4:5 Dia biasa duduk di bawah sebuah pohon kurma yang dinamai ‘pohon kurma Debora’, di antara kota Rama dan Betel di perbukitan Efraim. Orang Israel berdatangan membawa perkara mereka kepadanya di sana untuk mendapatkan penyelesaian.
JDG 4:6 Suatu hari, Debora memanggil Barak anak Abinoam yang tinggal di Kedes di wilayah Naftali. Kata Debora kepadanya, “Inilah perintah TUHAN Allah Israel kepadamu, ‘Pergilah ke gunung Tabor bersama sepuluh ribu orang pasukan dari suku Naftali dan Zebulon!’
JDG 4:7 TUHAN berjanji, ‘Aku akan membawa Sisera kepadamu di sungai Kison bersama dengan semua kereta dan pasukan Yabin. Di situ Aku akan menyerahkan dia ke tanganmu.’”
JDG 4:8 Jawab Barak kepada Debora, “Kalau engkau juga pergi, saya akan pergi. Tetapi kalau engkau tidak ikut, saya tidak akan pergi.”
JDG 4:9 Kata Debora, “Saya akan pergi bersamamu. Tetapi kamu tidak akan mendapat kehormatan dari tugas ini, karena TUHAN akan menyerahkan Sisera ke tangan seorang perempuan.” Lalu pergilah Debora bersama Barak ke Kedes.
JDG 4:10 Barak mengerahkan orang-orang Zebulon dan Naftali untuk naik ke Kedes. Sepuluh ribu orang berjalan kaki mengikuti dia. Debora juga pergi bersamanya.
JDG 4:11 Pada waktu itu, ada seorang Keni yang bernama Heber. (Bangsa Keni adalah keturunan Hobab, ayah mertua Musa.) Heber sudah berpisah dari bangsa Keni dan saat itu dia tinggal di sekitar pohon besar di Zaananim, dekat Kedes.
JDG 4:12 Ketika Sisera mendengar bahwa Barak sudah naik ke gunung Tabor,
JDG 4:13 dia memerintahkan agar kesembilan ratus kereta perangnya diberangkatkan dari Haroset Hagoyim ke sungai Kison, beserta seluruh pasukannya.
JDG 4:14 Kata Debora kepada Barak, “Bersiaplah! Hari ini TUHAN sudah menyerahkan Sisera kepadamu! TUHAN sudah maju di depanmu!” Maka Barak memimpin sepuluh ribu orang turun dari gunung Tabor.
JDG 4:15 Mereka menyerang pasukan Sisera. TUHAN membuat Sisera serta semua pasukan dan pengendara keretanya panik dan menjadi kacau. Sisera turun dari keretanya lalu melarikan diri dengan berjalan kaki.
JDG 4:16 Barak mengejar kereta-kereta dan pasukan tentara itu di sepanjang jalan sampai ke Haroset Hagoyim. Seluruh pasukan Sisera mati dibunuh. Tidak ada satu pun yang selamat.
JDG 4:17 Sementara itu, Sisera melarikan diri ke kemah Yael, istri Heber, orang Keni, karena ada hubungan baik antara Raja Yabin dan keluarga Heber.
JDG 4:18 Yael keluar menyambut Sisera serta berkata kepadanya, “Mari masuk ke kemah saya, Tuan. Silakan masuk dan beristirahatlah di sini. Jangan takut.” Maka Sisera masuk ke kemah Yael. Dia berbaring, dan Yael menutupinya dengan selimut.
JDG 4:19 Kata Sisera kepada Yael, “Saya haus. Tolong ambilkan sedikit air untuk saya.” Yael pun membuka kantong kulit yang berisi susu, memberinya minum, dan menyelimuti dia kembali.
JDG 4:20 Kata Sisera kepadanya, “Berdirilah di pintu kemah. Jika ada yang datang dan bertanya kepadamu, ‘Apakah ada laki-laki di sini?’ Jawablah ‘Tidak ada.’”
JDG 4:21 Sesudah itu Sisera tertidur karena kelelahan. Kemudian Yael mengambil sebatang pasak kemah dan sebuah palu, lalu mendekati Sisera dengan diam-diam. Dia memalu pasak itu ke pelipis kepala Sisera sampai menembus ke tanah. Sisera pun mati.
JDG 4:22 Ketika Barak datang mengejar Sisera, Yael keluar dari kemah untuk menyambut dia. Katanya, “Mari, saya akan menunjukkan orang yang engkau cari.” Barak masuk ke kemah Yael dan melihat Sisera sudah terbujur mati dengan pasak kemah menancap di pelipis kepalanya.
JDG 4:23 Demikianlah hari itu Allah menundukkan Yabin, raja Kanaan, di hadapan bangsa Israel.
JDG 4:24 Sejak saat itu Israel semakin menekan Raja Yabin sampai akhirnya mereka membinasakan dia.
JDG 5:1 Pada hari itu Debora dan Barak anak Abinoam menyanyikan lagu ini:
JDG 5:2 Terpujilah Engkau, ya TUHAN! Karena pemuka-pemuka Israel maju memimpin, dan umat-Mu pun ikut dengan sukarela!
JDG 5:3 Hai raja-raja dan para penguasa, dengarkanlah! Aku hendak menyanyikan pujian bagi TUHAN, Allah Israel.
JDG 5:4 TUHAN, ketika Engkau berangkat dari pegunungan Seir dan melintasi dataran tanah Edom, bumi bergetar dan awan-awan menumpahkan hujan lebat. Langit pun seolah-olah runtuh.
JDG 5:5 Gunung-gunung berguncang saat Engkau hadir, ya TUHAN Allah Israel, seperti gunung Sinai gemetar waktu hadirat-Mu turun di sana.
JDG 5:6 Pada zaman Samgar dan zaman Yael, tidak ada yang berani melewati jalan raya. Semua orang sembunyi-sembunyi melalui jalan tikus.
JDG 5:7 Desa-desa di Israel menjadi sunyi sepi. Di mana-mana seakan tak ada kehidupan, sampai aku, Debora, maju! Aku maju memberanikan diri menjadi ibu yang membela Israel.
JDG 5:8 Gara-gara Israel memilih dewa-dewa baru untuk disembah musuh-musuh memerangi kita, mengepung pintu gerbang kita. Di antara empat puluh ribu laki-laki di Israel tak ada satu pun tombak ataupun perisai.
JDG 5:9 Namun, betapa bangga hatiku terhadap para pemuka Israel. Mereka menjawab panggilan perang dengan sukarela. Terpujilah Engkau, ya TUHAN!
JDG 5:10 Hai seluruh rakyat, mari merayakan kemenangan kita— baik para bangsawan yang menunggang keledai putih berpelana indah maupun orang-orang yang berjalan kaki!
JDG 5:11 Di tempat-tempat menimba air terdengar nyanyian sukacita sahut-menyahut menceritakan keadilan TUHAN dan kemenangan laskar-Nya, Israel. Ke gerbang-gerbang kota, barisan umat TUHAN berderap.
JDG 5:12 Bangunlah, Debora, bangunlah! Berdiri dan bernyanyilah! Bangkitlah, Barak anak Abinoam! Giringlah para tawananmu!
JDG 5:13 Lalu berkumpullah para pemuka dan rakyat. Umat TUHAN yang masih tersisa datang bergabung bersamaku, Debora, untuk berjuang melawan musuh Israel yang kuat.
JDG 5:14 Pasukan dari suku Efraim turun ke lembah, yaitu mereka yang mendiami tanah yang direbut dari bangsa Amalek. Di belakang mereka laskar suku Benyamin mengiring. Dari Manasye Barat, para komandan membawa pasukan-pasukan mereka, keturunan Makir. Juga dari suku Zebulon datang para komandan pangkat tinggi bersama pasukannya.
JDG 5:15 Bersama aku, Debora, majulah para komandan dan pasukan suku Isakar. Di bawah pimpinan Barak mereka berlari ke lembah pertempuran. Tetapi kalian suku Ruben terlalu peragu!
JDG 5:16 Mengapa kalian duduk-duduk saja di dekat kandang domba masing-masing? Apakah hanya untuk mendengarkan bunyi siul para gembala memimpin pulang kawanan dombanya? Kalian saling bertanya-tanya, ‘Apakah kita akan ikut berperang?’ Tetapi akhirnya tidak ada yang berani mengambil keputusan.
JDG 5:17 Suku Gad tetap tinggal di rumah-rumah mereka di sebelah timur sungai Yordan, sementara suku Dan sibuk berdagang dengan kapal-kapal. Suku Asyer juga tenang-tenang saja di tempat tinggal mereka di sepanjang pesisir laut, dekat tempat kapal berlabuh.
JDG 5:18 Tetapi suku Zebulon dan Naftali maju ke medan perang. Mereka berani mempertaruhkan nyawa, bahkan sampai mati.
JDG 5:19 Lalu datanglah pasukan raja-raja Kanaan menyerang kita di kota Taanak dekat mata air Megido. Tetapi mereka gagal mendapat jarahan.
JDG 5:20 Dari langit, bintang-bintang memerangi panglima Sisera, dari tempat peredarannya masing-masing.
JDG 5:21 Seperti pasukan raja Mesir tenggelam di Laut Merah, begitu juga pasukan Sisera pun hanyut di sungai Kison, sungai purbakala itu! (Dan aku, Debora, menguatkan hatiku dengan berkata, ‘Ayo, maju terus pantang mundur!’)
JDG 5:22 Lalu terdengarlah derap kuda-kuda menghentak berlari dari pertempuran.
JDG 5:23 Malaikat utusan TUHAN berkata, ‘Terkutuklah penduduk kota-kota Israel yang tidak bergabung dengan pasukan TUHAN untuk melawan musuh kita yang kuat.’
JDG 5:24 Oh, diberkatilah Yael, istri Heber dari kaum Keni! Di antara para perempuan penghuni kemah, biarlah dia menjadi yang paling diberkati.
JDG 5:25 Waktu Sisera meminta air, Yael memberinya susu. Disajikannya minuman dari olahan susu dalam cangkir mewah.
JDG 5:26 Bersenjatakan patok kemah di tangan kiri dan palu di tangan kanannya, Yael mematok kepala Sisera sampai tembus pelipisnya.
JDG 5:27 Sisera mati terkapar di kaki Yael. Tempatnya berbaring tidur telah menjadi ranjang kematiannya.
JDG 5:28 Sementara itu ibunda Sisera menengok ke luar dari balik kisi-kisi jendelanya sambil menangis. Dia berseru, “Mengapa anakku belum juga pulang? Mengapa derap kereta kudanya belum terdengar?”
JDG 5:29 Dayang-dayangnya yang pandai pun menjawab, “Bukankah mereka sedang membagi-bagi jarahan? Satu atau dua orang gadis untuk setiap tentara, kain mahal berwarna-warni untuk Sisera, dan dua helai kain berhias sulaman indah untuk setiap orang.” Maka kata ibunya, “Ah, benar. Pasti karena itu.”
JDG 5:31 Ya TUHAN, binasakanlah semua musuh-Mu! Tetapi biarlah semua orang yang mengasihi Engkau bersinar bagai matahari di tengah siang! Sesudah peristiwa itu, negeri Israel aman selama empat puluh tahun.
JDG 6:1 Bangsa Israel kembali berbuat jahat di mata TUHAN. Karena itu TUHAN menyerahkan mereka ke tangan bangsa Midian selama tujuh tahun.
JDG 6:2 Bangsa Midian sangat menindas Israel sehingga orang Israel membuat tempat persembunyian di gua-gua, di lubang-lubang di gunung, dan tempat-tempat lain yang aman.
JDG 6:3 Setiap kali bangsa Israel menunggu waktunya panen, orang Midian, orang Amalek, dan orang-orang dari timur datang menyerang mereka.
JDG 6:4 Orang-orang itu datang berbondong-bondong ke daerah Israel membawa ternak mereka lalu berkemah di sana. Jumlah mereka sangat banyak, seperti gerombolan belalang yang tidak bisa dihitung. Unta mereka pun tidak terhitung banyaknya. Mereka menghancurkan ladang-ladang Israel sampai ke Gaza. Mereka juga mengambil semua domba, sapi, dan keledai, tanpa meninggalkan sedikit pun persediaan makanan bagi orang Israel.
JDG 6:6 Bangsa Midian membuat Israel begitu melarat sehingga bangsa Israel berseru meminta tolong kepada TUHAN.
JDG 6:7 Ketika bangsa Israel berseru kepada TUHAN karena penindasan Midian,
JDG 6:8 TUHAN mengutus seorang nabi kepada mereka. Nabi itu berkata, “Inilah kata TUHAN, Allah Israel: Aku sudah membebaskan kalian dari perbudakan di Mesir dan menuntun kalian keluar dari sana.
JDG 6:9 Aku sudah melepaskan kalian dari tangan orang Mesir dan dari semua yang menindas kalian. Aku juga sudah mengusir musuh-musuh kalian serta memberikan tanah mereka kepadamu.
JDG 6:10 Dan Aku berkata kepada kalian, ‘Akulah TUHAN Allahmu! Jangan takut atau beribadah kepada dewa-dewa orang Amori, yang tanahnya kalian diami!’ Tetapi kalian tidak taat kepada-Ku.”
JDG 6:11 Kemudian datanglah malaikat wakil TUHAN lalu dia duduk di bawah pohon besar di Ofra, kota kecil milik Yoas, seorang dari keluarga Abiezer. Saat itu, Gideon anak Yoas sedang mengirik gandum di lubang tempat pemerasan anggur, karena dia mau menyembunyikan gandumnya dari orang Midian.
JDG 6:12 Malaikat itu menampakkan diri kepada Gideon dalam wujud seperti manusia biasa dan berkata, “TUHAN menyertaimu, hai pahlawan yang gagah perkasa!”
JDG 6:13 Jawab Gideon kepadanya, “Tuan, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semua ini menimpa kami? Di manakah semua perbuatan ajaib-Nya yang diceritakan oleh nenek moyang kami? Mereka bercerita, ‘TUHAN membawa kita keluar dari Mesir.’ Tetapi sekarang TUHAN sudah meninggalkan kami dan menyerahkan kami kepada orang Midian.”
JDG 6:14 Maka TUHAN dengan perantaraan malaikat itu berkata kepada Gideon, “Kamu orang yang kuat. Pergilah menyelamatkan Israel dari penjajahan Midian. Aku mengutusmu.”
JDG 6:15 Jawab Gideon, “Tapi Tuan, bagaimana mungkin saya bisa menyelamatkan Israel? Saya berasal dari keturunan keluarga yang paling lemah di suku Manasye, dan saya hanyalah anak bungsu dalam keluarga.”
JDG 6:16 Lagi kata TUHAN melalui malaikat itu, “Aku akan menyertaimu! Kamu akan menghancurkan seluruh pasukan Midian semudah mengalahkan satu orang saja.”
JDG 6:17 Jawab Gideon, “Jika Engkau memang berkenan kepadaku, berilah aku suatu tanda untuk membuktikan bahwa Engkau benar-benar menyampaikan perkataan TUHAN.
JDG 6:18 Mohon jangan pergi dari sini sampai aku kembali membawa pemberian dan menyajikannya kepada-Mu.” TUHAN menjawab, “Aku akan menunggu sampai kamu kembali.”
JDG 6:19 Maka Gideon pulang dan menyiapkan seekor anak kambing bersama roti tidak beragi yang dibuat dari 22 liter tepung. Dia menaruh dagingnya ke dalam keranjang dan kaldunya ke dalam panci. Lalu Gideon kembali dan menyajikannya kepada malaikat, yang masih berada di bawah pohon besar.
JDG 6:20 Malaikat itu berkata, “Taruhlah daging dan roti tidak beragi di atas batu ini, lalu tuangkanlah kaldu itu ke atasnya.” Gideon pun melakukannya.
JDG 6:21 Malaikat itu lalu menyentuh daging dan roti tersebut dengan ujung tongkatnya. Tiba-tiba muncullah api dari batu itu membakar habis daging dan roti di atasnya. Kemudian malaikat itu menghilang.
JDG 6:22 Saat itu juga Gideon pun tersadar bahwa orang tadi adalah malaikat. Dia berseru, “Ya ampun! TUHAN Penguasaku! Aku sudah bertatap muka dengan malaikat wakil TUHAN!”
JDG 6:23 Tetapi TUHAN menjawab, “Tenangkanlah hatimu. Jangan takut. Kamu tidak akan mati.”
JDG 6:24 Lalu Gideon mendirikan sebuah mezbah untuk TUHAN di tempat itu dan menamainya ‘TUHAN sumber kedamaian.’ Sampai kitab ini ditulis, mezbah itu masih ada di sana, di kota Ofra.
JDG 6:25 Malam itu juga, TUHAN berkata lagi kepada Gideon, “Ambillah seekor sapi jantan dari ternak ayahmu, yaitu sapi jantannya yang kedua, yang berumur tujuh tahun. Robohkanlah mezbah dewa Baal milik ayahmu dan tebanglah tiang berhala dewi Asyera di sebelahnya.
JDG 6:26 Lalu dirikanlah sebuah mezbah bagi-Ku di atas bukit yang sama itu. Susunlah batu-batunya sesuai pola yang dipakai untuk semua mezbah-Ku. Ambillah sapi jantan itu dan persembahkanlah sebagai kurban yang dibakar habis, dengan menggunakan kayu dari tiang dewi Asyera yang akan kamu tebang.”
JDG 6:27 Maka Gideon mengajak sepuluh orang pelayannya dan melakukan tepat sesuai perintah TUHAN kepadanya, tetapi dia melakukannya pada malam hari. Gideon tidak berani mengerjakannya siang hari karena dia takut kepada keluarga ayahnya dan warga kota itu.
JDG 6:28 Keesokan paginya, ketika orang-orang kota bangun, mereka melihat mezbah Baal sudah dirobohkan, tiang dewi Asyera sudah ditebang, dan ada sapi yang sudah dikurbankan di mezbah TUHAN yang baru didirikan.
JDG 6:29 Mereka bertanya satu sama lain, “Perbuatan siapa ini?” Sesudah mencari tahu, mereka menemukan bahwa pelakunya adalah Gideon anak Yoas.
JDG 6:30 Kemudian orang-orang kota itu berseru kepada Yoas, “Bawa anakmu keluar! Dia harus mati karena dia merobohkan mezbah Baal dan menebang tiang dewi Asyera di sebelahnya.”
JDG 6:31 Jawab Yoas kepada orang-orang yang menantangnya itu, “Berani sekali kalian membela Baal! Apakah menurut kalian Baal perlu dibela dan tidak mampu membela dirinya sendiri? Kalau Baal benar-benar dewa, dia pasti bisa membalas siapa pun yang merobohkan mezbahnya. Kalau kalian sampai bertindak untuk membela Baal, kalian tidak akan dibiarkan hidup sampai besok pagi!”
JDG 6:32 Sejak hari itu Gideon dijuluki Yerubaal, yang artinya, “Biarlah Baal membalas,” karena Gideon merobohkan mezbah Baal.
JDG 6:33 Tidak lama setelah itu, pasukan bangsa Midian, Amalek, serta beberapa kelompok bangsa dari timur berkumpul. Mereka menyeberangi sungai Yordan dan berkemah di lembah Yisreel.
JDG 6:34 Lalu Roh TUHAN menguasai Gideon. Maka Gideon meniup terompet untuk memanggil para tentara dari keluarga besar Abiezer. Mereka pun berkumpul mengikuti dia.
JDG 6:35 Gideon juga mengutus sejumlah pembawa pesan ke wilayah Manasye, Asyer, Zebulon, dan Naftali untuk memanggil mereka, dan mereka pun datang kepadanya.
JDG 6:36 Gideon berkata kepada Allah, “Jika Engkau benar-benar akan memakai aku untuk menyelamatkan bangsa Israel, seperti yang Engkau katakan,
JDG 6:37 berilah aku tanda sebagai bukti. Aku akan menaruh bulu domba di tempat pengirikan. Jika embun hanya ada pada bulu domba itu, sedangkan tanah di sekitarnya kering, maka aku tahu bahwa Engkau benar-benar akan memakai aku untuk menyelamatkan Israel, seperti yang Engkau katakan.”
JDG 6:38 Keesokan harinya Gideon bangun pagi-pagi benar. Ketika dia memeras bulu domba itu, dia mendapatkan semangkuk penuh air embun, sedangkan tanah di sekitarnya tetap kering.
JDG 6:39 Gideon berkata lagi kepada Allah, “Janganlah marah kepadaku. Aku ingin meminta sekali lagi. Izinkanlah aku menguji janji-Mu satu kali lagi saja dengan bulu domba ini. Kali ini buatlah bulu dombanya tetap kering, sedangkan tanah di sekitarnya ditutupi embun.”
JDG 6:40 Allah pun melakukan permintaan Gideon pada malam itu. Bulu dombanya kering, tetapi tanah di sekitarnya tertutup embun.
JDG 7:1 Suatu hari, Gideon (yang dijuluki Yerubaal) beserta pasukannya bangun pagi-pagi lalu berkemah di dekat mata air Harod. Perkemahan orang Midian ada di sebelah utara mereka, di lembah dekat bukit More.
JDG 7:2 TUHAN berkata kepada Gideon, “Prajuritmu terlalu banyak. Jika Aku membuat kalian menang atas pasukan Midian, orang Israel akan menyombongkan diri dengan mengaku, ‘Kita menang karena kekuatan kita sendiri.’
JDG 7:3 Karena itu umumkanlah, ‘Siapa saja yang merasa takut silakan pergi dari gunung Gilead ini dan pulang.’” Maka 22.000 orang pulang, dan tersisa 10.000 orang di sana.
JDG 7:4 TUHAN berkata lagi kepada Gideon, “Jumlah mereka masih terlalu banyak. Bawalah mereka turun ke sungai dan Aku akan memilah mereka di sana. Kalau Aku berkata, ‘Orang ini akan pergi bersamamu,’ pilihlah dia untuk pergi. Kalau Aku katakan, ‘Orang ini tidak akan pergi bersamamu,’ jangan pilih dia.”
JDG 7:5 Maka Gideon membawa para prajurit ke tepi sungai. Lalu kata TUHAN kepadanya, “Pisahkanlah orang yang mencedok dan mencucup air dengan tangannya seperti anjing minum, dari orang yang berlutut dan minum langsung dari permukaan sungai.”
JDG 7:6 Ada sekitar tiga ratus orang yang menghirup air dengan tangan mereka, selebihnya berlutut dan minum langsung dari permukaan air.
JDG 7:7 TUHAN berkata kepada Gideon, “Dengan tiga ratus orang yang menghirup air dari tangannya itu, Aku akan membuat kamu menang atas Midian, dan Aku akan menyelamatkan kalian semua. Suruhlah orang yang lainnya pulang ke rumah masing-masing.”
JDG 7:8 Maka Gideon menyuruh prajurit Israel yang lebih dari 300 tadi untuk pulang. Ketiga ratus prajurit itu mengambil bekal dan terompet dari orang-orang yang pulang. Pada waktu itu perkemahan bangsa Midian ada di lembah di bawah Gideon dan pasukannya.
JDG 7:9 Malam itu TUHAN berkata kepada Gideon, “Bangunlah! Seranglah perkemahan itu, karena Aku sudah menyerahkannya kepadamu.
JDG 7:10 Tetapi kalau kamu takut untuk menyerang, pergi mengintip ke bawah di perkemahan itu bersama Pura, pelayanmu.
JDG 7:11 Setelah mendengar pembicaraan mereka, kamu akan menjadi berani untuk menyerang perkemahan itu.” Maka Gideon bersama Pura menyusup ke pinggir perkemahan musuh.
JDG 7:12 Orang Midian, Amalek, dan beberapa kelompok bangsa dari timur memenuhi lembah itu seperti gerombolan belalang. Unta-unta mereka tidak terhitung, banyak sekali seperti pasir di tepi laut.
JDG 7:13 Saat Gideon tiba, dia mendengar seorang prajurit sedang menceritakan mimpinya kepada temannya. Kata orang itu, “Aku bermimpi melihat sebongkah roti jelai terguling-guling turun ke perkemahan Midian. Roti itu menghantam sebuah kemah, lalu kemah itu roboh dan terguling.”
JDG 7:14 Jawab temannya, “Itu pasti pertanda kita akan dikalahkan oleh Gideon anak Yoas, orang Israel itu. Allah sudah menyerahkan Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya.”
JDG 7:15 Ketika Gideon mendengar cerita mimpi itu beserta artinya, dia pun bersujud memuji TUHAN. Lalu dia kembali ke perkemahan Israel dan berseru, “Bangkitlah, karena TUHAN sudah menyerahkan pasukan Midian ke tangan kita!”
JDG 7:16 Dia membagi ketiga ratus prajuritnya menjadi tiga kelompok, kemudian memberi mereka masing-masing terompet dan kendi kosong dengan obor di dalamnya.
JDG 7:17 Kata Gideon kepada mereka, “Perhatikan saya dan ikuti apa yang saya lakukan. Waktu saya sampai ke pinggir perkemahan, kalian harus melakukan apa yang saya lakukan!
JDG 7:18 Nanti ketika saya dan semua yang bersama saya meniup terompet, kalian juga harus meniup terompet di sekeliling perkemahan. Berteriaklah, ‘Untuk TUHAN dan untuk Gideon!’”
JDG 7:19 Gideon membawa seratus orang ke tepi perkemahan pada saat tentara Midian baru saja ganti giliran jaga malam yang kedua. Gideon dan orang-orangnya meniup terompet dan memecahkan kendi yang mereka bawa.
JDG 7:20 Maka ketiga kelompok pasukan itu meniup terompet dan memecahkan kendi. Mereka memegang obor di tangan kiri dan terompet di tangan kanan. Lalu mereka berteriak, “Berperanglah untuk TUHAN dan Gideon. Serang!”
JDG 7:21 Mereka hanya berdiri di posisi masing-masing di sekeliling perkemahan, sementara seluruh pasukan musuh panik dan melarikan diri sambil berteriak-teriak.
JDG 7:22 Saat ketiga ratus orang itu meniup terompet, TUHAN menyebabkan seluruh tentara musuh di perkemahan saling menyerang rekannya sendiri. Pasukan itu melarikan diri sampai Bet Sita ke arah Zerera, dan sampai perbatasan Abel Mehola di dekat Tabat.
JDG 7:23 Lalu Gideon memanggil orang-orang Israel dari suku Naftali, Asyer, dan seluruh Manasye. Mereka bergabung untuk mengejar bangsa Midian dan sekutunya.
JDG 7:24 Gideon juga mengirim pesan ke seluruh pegunungan Efraim. Katanya, “Seranglah bangsa Midian dan rebutlah tempat-tempat penyeberangan mereka di sungai Yordan sampai ke Bet Bara.” Maka semua orang Efraim dikerahkan. Mereka merebut tempat-tempat penyeberangan di sungai Yordan sampai ke Bet Bara.
JDG 7:25 Mereka juga menangkap dua jenderal bangsa Midian, yang dijuluki Gagak dan Serigala. Mereka membunuh Gagak di sebuah batu besar, dan Serigala dibunuh di dekat tempat pemerasan anggur. Tempat-tempat itu kemudian diberi nama Batu Gagak dan Pemerasan Anggur Serigala. Beberapa prajurit Efraim memberikan kepala dua orang itu kepada Gideon ketika sudah berada di sebelah timur sungai Yordan, sedangkan yang lain terus mengejar bangsa Midian.
JDG 8:1 Seusai pertempuran itu, orang Efraim mengeluh kepada Gideon, “Mengapa kamu memperlakukan kami seperti ini? Kamu tidak memanggil kami waktu pergi menyerang Midian!” Mereka mencela dia dengan kata-kata sengit.
JDG 8:2 Jawab Gideon kepada mereka, “Apa yang saya lakukan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kalian! Kami marga Abiezer hanya memulai perang, tetapi suku Efraimlah yang berjaya mengalahkan musuh.
JDG 8:3 Kepada kalianlah Allah menyerahkan kedua jenderal bangsa Midian, Oreb dan Zeeb. Ternyata tindakan kalian sudah melampaui saya.” Mendengar jawaban Gideon, kemarahan mereka pun reda.
JDG 8:4 Gideon dan ketiga ratus pasukannya menyeberangi sungai Yordan. Meskipun sudah sangat lelah, mereka terus mengejar orang Midian.
JDG 8:5 Ketika mereka tiba di kota Sukot, Gideon berkata kepada pemimpin kota itu, “Kami sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja bangsa Midian. Tolong berilah kami beberapa bongkah roti, karena kami sangat kelelahan.”
JDG 8:6 Jawab para pemimpin kota Sukot, “Buat apa kami memberi roti kepada pasukanmu! Kalian belum menangkap Zebah dan Salmuna!”
JDG 8:7 Maka Gideon berkata, “Kalau begitu, sesudah TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna kepada saya, saya akan mencambuk kalian dengan tanaman berduri dari padang belantara!”
JDG 8:8 Dari Sukot, Gideon mendaki ke Peniel dan meminta hal yang sama. Tetapi orang-orang Peniel juga memberikan jawaban seperti orang-orang Sukot.
JDG 8:9 Maka Gideon berkata kepada orang-orang Peniel itu, “Ketika saya kembali dengan selamat, saya akan meruntuhkan menara ini.”
JDG 8:10 Waktu itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama tentara mereka, sekitar 15.000 orang banyaknya. Hanya mereka yang tersisa dari tentara orang-orang timur, karena 120.000 prajurit lainnya sudah terbunuh.
JDG 8:11 Gideon mendaki lewat jalan yang biasa dilalui para pengembara. Jalan itu terletak di sebelah timur kampung Noba dan Yogbeha. Melalui jalan itu dia menyergap pasukan Midian yang lengah, karena mereka merasa aman di sana.
JDG 8:12 Pasukan Midian pun panik dan lari berserakan. Kedua raja mereka, Zebah dan Salmuna, juga melarikan diri, tetapi Gideon mengejar dan menangkap keduanya.
JDG 8:13 Lalu Gideon kembali dari peperangan lewat pendakian Heres.
JDG 8:14 Di sana dia menangkap seorang pemuda dari kota Sukot dan menanyakan nama para pemuka Sukot. Maka pemuda itu menuliskan tujuh puluh tujuh nama pemuka kota Sukot untuk Gideon.
JDG 8:15 Sesudah itu, Gideon datang kepada penduduk kota Sukot dan berkata, “Lihat! Ini Zebah dan Salmuna! Waktu itu kalian menyindir saya. Kata kalian, ‘Buat apa kami memberi roti kepada pasukanmu yang kelelahan itu! Kalian belum menangkap Zebah dan Salmuna!’”
JDG 8:16 Lalu Gideon menangkap para pemuka kota itu dan menghajar mereka dengan tanaman berduri dari padang belantara.
JDG 8:17 Dia juga meruntuhkan menara kota Peniel serta membunuh warga laki-laki di kota itu.
JDG 8:18 Lalu Gideon bertanya kepada Zebah dan Salmuna, “Beritahukan kepada saya, seperti apa orang-orang yang kalian bunuh di Tabor?” Jawab mereka, “Orang-orang itu sama sepertimu. Mereka semua berpenampilan seperti anak raja.”
JDG 8:19 Kata Gideon, “Mereka saudara kandung saya! Saya bersumpah demi TUHAN yang hidup, seandainya kalian membiarkan mereka hidup, saya tidak akan membunuhmu.”
JDG 8:20 Lalu Gideon menyuruh Yeter, anak sulungnya, “Bunuh dua orang ini!” Tetapi Yeter takut untuk menarik pedangnya, karena dia masih muda.
JDG 8:21 Kata Zebah dan Salmuna kepada Gideon, “Ayo, kalau kamu memang laki-laki, bunuhlah kami dengan tanganmu sendiri!” Maka Gideon membunuh Zebah dan Salmuna serta mengambil kalung dan hiasan emas lambang kerajaan dari leher unta mereka.
JDG 8:22 Sesudah itu rakyat Israel berkata kepada Gideon, “Engkau sudah melepaskan kami dari kekuasaan orang Midian. Karena itu jadilah raja bagi kami, baik engkau maupun anak cucumu nanti.”
JDG 8:23 Jawab Gideon, “Saya maupun anak saya tidak akan menjadi raja atas kalian. TUHANlah raja kita.”
JDG 8:24 Lanjut Gideon, “Saya punya satu permintaan saja. Hendaklah kalian, masing-masing memberikan kepada saya anting-anting dari jarahan kalian.” (Para musuh memakai anting-anting emas sesuai kebudayaan dari keturunan Ismael.)
JDG 8:25 Jawab mereka, “Dengan senang hati kami akan memberikannya!” Maka mereka membentangkan sehelai jubah, dan setiap orang melemparkan anting-anting dari jarahan mereka ke atas jubah itu.
JDG 8:26 Berat seluruh anting-anting emas yang terkumpul adalah sembilan belas kilogram. Setiap prajurit mempunyai jarahan lain, termasuk kalung beserta hiasannya, kain ungu yang dipakai raja-raja Midian, dan kalung dengan hiasan dari leher unta-unta orang Midian.
JDG 8:27 Gideon membuat patung berbentuk efod dari emas itu lalu menaruhnya di kota Ofra, kampung halamannya. Tetapi tidak lama kemudian seluruh bangsa Israel mengkhianati TUHAN di sana dengan menyembah patung itu seperti dewa. Hal ini menjadi jerat bagi Gideon dan keluarganya, karena secara tidak sengaja dialah yang menjerumuskan bangsa Israel ke dalam penyembahan berhala.
JDG 8:28 Demikianlah bangsa Midian tunduk kepada bangsa Israel, dan mereka tidak lagi berjaya. Negeri Israel damai semasa hidup Gideon, yaitu selama empat puluh tahun.
JDG 8:29 Sesudah pertempuran itu, Gideon pulang ke rumahnya dan tinggal di sana.
JDG 8:30 Gideon memiliki tujuh puluh anak laki-laki karena istrinya banyak.
JDG 8:31 Selirnya yang tinggal di Sikem juga memberinya seorang anak laki-laki. Gideon menamai anak itu Abimelek.
JDG 8:32 Gideon meninggal di usia yang sangat lanjut dan dikuburkan di kuburan Yoas, ayahnya, di kota Ofra milik marga Abiezer.
JDG 8:33 Setelah Gideon meninggal, bangsa Israel segera saja meninggalkan TUHAN lagi. Mereka melacurkan diri dengan menyembah berbagai macam dewa Baal. Mereka menjadikan Baal Berit dewa mereka.
JDG 8:34 Bangsa Israel tidak ingat kepada TUHAN, Allah mereka yang sudah menyelamatkan mereka dari semua musuh di sekeliling Israel.
JDG 8:35 Mereka juga tidak setia kepada keluarga Gideon, yang dijuluki Yerubaal, padahal dia sudah melakukan banyak hal baik bagi bangsa Israel.
JDG 9:1 Suatu hari, Abimelek anak Gideon pergi ke Sikem untuk menemui saudara-saudara ibunya. Dia berkata kepada mereka dan kepada seluruh keluarga ibunya,
JDG 9:2 “Tanyakanlah kepada semua pemuka kota Sikem, ‘Bagi kalian, apakah lebih baik ketujuh puluh anak Gideon memerintah atas kalian, atau hanya satu raja saja?’ Ingatlah bahwa aku ini saudara kandung kalian sendiri.”
JDG 9:3 Lalu saudara-saudara ibunya menyampaikan tawaran Abimelek itu kepada semua pemimpin Sikem. Mereka pun setuju, sebab kata mereka, “Dia memang saudara kita.”
JDG 9:4 Para pemimpin Sikem kemudian memberi Abimelek 70 uang perak dari kuil dewa Baal Berit. Abimelek menggunakan uang itu untuk membayar preman-preman menjadi pengikutnya.
JDG 9:5 Kemudian Abimelek pergi ke rumah ayahnya di Ofra dan membunuh tujuh puluh dari saudara laki-lakinya di atas satu batu. Tetapi Yotam, anak bungsu Gideon, berhasil selamat karena bersembunyi.
JDG 9:6 Lalu warga kota Sikem dan kota Bet Milo mengadakan pertemuan di bawah pohon besar yang dianggap keramat di Sikem, dan mengangkat Abimelek menjadi raja mereka.
JDG 9:7 Ketika Yotam mendengar kabar ini, dia naik ke puncak gunung Gerizim. Di sana dia berdiri dan berseru dengan lantang kepada orang-orang Sikem: Dengarkan saya, hai para pemimpin Sikem, supaya Allah moga-moga juga akan mendengarkan kalian!
JDG 9:8 Pada suatu hari, pohon-pohon bersepakat untuk mengangkat raja bagi bangsa pohon. Kata mereka kepada pohon zaitun, “Jadilah raja kami!”
JDG 9:9 Tetapi jawab pohon zaitun, “Aku tidak mau berhenti menghasilkan minyakku, yang dipakai sebagai tanda kehormatan untuk manusia maupun dewa-dewa, hanya untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon lain.”
JDG 9:10 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara, “Jadilah raja kami!”
JDG 9:11 Tetapi jawab pohon ara, “Aku tidak mau berhenti menghasilkan buahku yang lezat hanya untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon lain.”
JDG 9:12 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur, “Jadilah raja kami!”
JDG 9:13 Tetapi jawab pohon anggur, “Aku tidak mau berhenti menghasilkan anggur yang menggembirakan manusia maupun dewa-dewa hanya untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon lain.”
JDG 9:14 Akhirnya berkatalah semua pohon itu kepada semak duri, “Jadilah raja kami!”
JDG 9:15 Jawab semak duri kepada pohon-pohon itu, “Jika kalian benar-benar ingin memilihku menjadi raja kalian, datanglah berlindung di bawah ranting-rantingku! Tetapi jika tidak, biarlah api keluar dariku dan menghanguskan kalian semua, bahkan sampai pohon-pohon aras di Libanon!”
JDG 9:16 Lanjut Yotam, “Sekarang, apakah kalian sudah bertindak benar saat mengangkat Abimelek menjadi raja? Dan apakah kalian sudah berbuat baik kepada Gideon dan keluarganya setimpal dengan perbuatan baiknya bagi kalian?
JDG 9:17 Ayahku sudah mempertaruhkan nyawanya waktu dia menggerakkan pasukan Israel untuk melepaskan kalian dari penindasan bangsa Midian.
JDG 9:18 Tetapi hari ini kalian menyerang keluarga ayahku. Kalian membunuh tujuh puluh anak laki-lakinya pada satu batu! Kalian mengangkat Abimelek, anak dari budak perempuan ayahku, menjadi raja atas warga Sikem, hanya karena dia adalah saudara kalian.
JDG 9:19 “Kalau kalian memang bertindak benar kepada Gideon dan keluarganya, biarlah kalian berbahagia dipimpin Abimelek, dan Abimelek juga berbahagia menjadi raja kalian.
JDG 9:20 Tetapi jika tidak, biarlah Abimelek mendatangkan masalah bagi warga Sikem dan Bet Milo, juga sebaliknya, orang Sikem dan Bet Milo menjadi celaka bagi Abimelek— seperti api keluar dari semak duri dan menghanguskan bangsa pohon!”
JDG 9:21 Sesudah itu Yotam melarikan diri ke kota Beer dan menetap di sana untuk menghindar dari Abimelek, saudaranya itu.
JDG 9:22 Setelah Abimelek memerintah atas bangsa Israel selama tiga tahun,
JDG 9:23 Allah mengirimkan hawa permusuhan antara Abimelek dengan para pemimpin Sikem sehingga mereka berbalik melawan Abimelek.
JDG 9:24 Allah melakukan ini supaya ada pembayaran utang darah dari Abimelek dan orang-orang Sikem, karena Abimelek sudah membunuh tujuh puluh anak laki-laki Gideon, dan orang-orang Sikem sudah membantu Abimelek dalam kejahatan itu.
JDG 9:25 Para pemimpin Sikem ingin membunuh Abimelek, jadi mereka membayar sekelompok perampok untuk bersembunyi di puncak-puncak bukit dan menyergap dia. Tetapi para perampok itu menjarah semua orang yang lewat di sana. Akhirnya rencana mereka itu terdengar oleh Abimelek.
JDG 9:26 Pada waktu itu, Gaal anak Ebed bersama saudara-saudaranya datang untuk menetap di kota Sikem. Kebanyakan pemimpin Sikem setuju untuk menjadikan dia pemimpin mereka.
JDG 9:27 Suatu hari, mereka pergi ke ladang, memanen anggur dari kebun mereka, memerasnya untuk membuat minuman anggur, lalu berpesta. Mereka masuk ke kuil dewa mereka dan makan minum sambil mengutuki Abimelek.
JDG 9:28 Gaal berkata, “Abimelek itu anak si Yerubaal. Jadi sebenarnya dia tidak pantas menjadi pemimpin kita. Zebul, si walikota, juga sama saja. Dia hanya orang suruhan Abimelek. Sedangkan Hemor, nenek moyang saya, adalah pendiri Sikem. Lebih pantas kalau kota ini dipimpin oleh keturunan Hemor!
JDG 9:29 Kalau saja saya menjadi pemimpin Sikem, saya akan menyingkirkan Abimelek! Akan saya katakan kepadanya, ‘Kumpulkan tentaramu. Ayo kita perang!’”
JDG 9:30 Kata-kata Gaal itu terdengar oleh Zebul, walikota Sikem, sehingga dia sangat murka.
JDG 9:31 Maka dia mengirim pesan rahasia kepada Abimelek, isinya, “Gaal anak Ebed dan saudara-saudaranya sudah datang ke Sikem. Mereka menghasut warga kota untuk memberontak darimu.
JDG 9:32 Karena itu, datanglah malam ini bersama pasukanmu dan bersembunyilah di padang.
JDG 9:33 Besok pagi, saat matahari terbit, seranglah Sikem. Waktu Gaal dan orang-orangnya keluar menghadapimu, itulah kesempatan untuk menghabisi dia!”
JDG 9:34 Maka Abimelek dan seluruh pasukannya berangkat pada malam hari. Mereka dibagi menjadi empat kelompok, kemudian bersembunyi di sekeliling Sikem untuk menyerbu kota itu.
JDG 9:35 Saat Gaal keluar dan berdiri di pintu gerbang kota, Abimelek beserta pasukannya mulai keluar dari tempat persembunyian.
JDG 9:36 Gaal melihat mereka dan berkata kepada Zebul, “Lihat, di sana ada orang-orang turun dari puncak gunung!” Jawab Zebul, “Itu hanya bayang-bayang gunung, bukan manusia.”
JDG 9:37 Lalu Gaal berkata lagi, “Bukan! Ada orang-orang yang turun dari puncak bukit itu! Dan ada satu kelompok lagi datang dari jalan Pohon Besar Peramal!”
JDG 9:38 Jawab Zebul, “Nah, di mana sekarang mulut besarmu itu? Katamu, ‘Siapakah Abimelek sampai-sampai kita harus mengabdi kepadanya?’ Itulah orang-orang yang sudah engkau hina! Sekarang majulah melawan mereka.”
JDG 9:39 Maka Gaal mengerahkan warga Sikem yang berpihak kepadanya. Mereka keluar memerangi Abimelek dan pasukannya.
JDG 9:40 Abimelek mengejar Gaal, dan Gaal melarikan diri. Banyak orang Sikem terluka bahkan mati sebelum mereka bisa masuk kembali ke pintu gerbang kota.
JDG 9:41 Lalu Abimelek kembali tinggal di Aruma. Sementara itu, Zebul mengusir Gaal dan saudara-saudaranya dari Sikem.
JDG 9:42 Keesokan harinya, orang-orang Sikem bersiap-siap keluar dari kota untuk bekerja di ladang-ladang mereka seperti biasa. Kegiatan mereka itu dilaporkan kepada Abimelek.
JDG 9:43 Maka Abimelek membawa pasukannya, membagi mereka menjadi tiga kelompok, dan menyuruh mereka bersembunyi di ladang-ladang. Ketika banyak warga keluar dari kota, Abimelek memberi perintah untuk menyerang dan membunuh mereka.
JDG 9:44 Abimelek bersama kelompoknya menyerbu pintu gerbang kota dan berjaga di sana, sedangkan dua kelompok yang lain menyerbu semua orang di ladang dan membunuh mereka.
JDG 9:45 Abimelek berperang melawan Sikem sepanjang hari. Dia merebut kota itu, membunuh semua penduduknya, lalu menghancurkan kota itu dan menaburinya dengan garam.
JDG 9:46 Mendengar kabar tentang pertempuran di luar gerbang kota, seluruh pemimpin kota yang tinggal di dalam Menara Sikem lari ke kubu di kuil Baal Berit.
JDG 9:47 Ketika Abimelek mendapat laporan bahwa semua warga Menara Sikem sudah berkumpul di sana,
JDG 9:48 dia pun pergi ke gunung Zalmon bersama seluruh pasukannya. Abimelek mengambil sebuah kapak, memotong beberapa dahan pohon dan memikulnya. Dia memerintahkan pasukannya, “Cepat, lakukanlah seperti yang saya lakukan!”
JDG 9:49 Maka setiap prajuritnya juga memotong dahan-dahan dan mengikuti Abimelek. Mereka menaruh dahan-dahan itu pada kubu di kuil Baal Berit lalu membakarnya. Semua warga Menara Sikem mati, sekitar seribu orang, laki-laki dan perempuan.
JDG 9:50 Selanjutnya Abimelek pergi ke kota Tebes. Dia mengepung dan menaklukkan kota itu.
JDG 9:51 Tetapi ada menara yang sangat kuat di tengah-tengah Tebes. Seluruh warga baik laki-laki maupun perempuan, juga semua pemimpin kota, masuk ke dalam menara itu. Mereka mengunci pintunya dan naik ke atap menara.
JDG 9:52 Abimelek pun mendatangi menara itu untuk menyerang. Ketika dia mendekati pintunya dan hendak membakarnya,
JDG 9:53 seorang perempuan di atas menjatuhkan batu kilangan menimpa Abimelek sehingga remuklah tempurung kepalanya.
JDG 9:54 Abimelek cepat-cepat menyuruh pemuda yang membawa senjatanya, “Tarik pedangmu dan bunuhlah aku. Jangan sampai orang-orang berkata, ‘Abimelek dibunuh oleh perempuan.’” Maka pemuda itu menusuk Abimelek dan dia pun mati.
JDG 9:55 Ketika pasukan Israel melihat bahwa Abimelek sudah mati, mereka pulang ke rumah masing-masing.
JDG 9:56 Begitulah Allah mengatur pembayaran utang darah pada Abimelek karena dia membunuh tujuh puluh saudaranya.
JDG 9:57 Allah juga membalas orang-orang Sikem atas segala perbuatan jahat mereka. Demikianlah kutukan Yotam anak Gideon terhadap mereka menjadi kenyataan.
JDG 10:1 Sesudah Abimelek meninggal, Tola anak Pua, cucu Dodo, tampil untuk menyelamatkan bangsa Israel. Dia berasal dari suku Isakar. Tempat tinggalnya di kota Samir, di perbukitan Efraim.
JDG 10:2 Tola memimpin bangsa Israel selama dua puluh tiga tahun sampai dia meninggal. Lalu dia dimakamkan di Samir.
JDG 10:3 Sesudah Tola, tampillah Yair orang Gilead. Yair memimpin bangsa Israel selama dua puluh dua tahun.
JDG 10:4 Yair memiliki tiga puluh anak laki-laki. Mereka masing-masing memiliki keledai tunggangan sendiri-sendiri. Setiap anak lelaki Yair juga memimpin sebuah kota di Gilead. Sampai saat kitab ini ditulis ketigapuluh kota itu disebut Permukiman Kaum Yair.
JDG 10:5 Kemudian Yair meninggal dan dimakamkan di Kamon.
JDG 10:6 Bangsa Israel kembali berbuat jahat di mata TUHAN. Mereka menyembah berbagai macam dewa Baal, dewi Astoret, serta dewa-dewa bangsa Aram, Sidon, Moab, Amon, dan Filistin. Mereka meninggalkan TUHAN dan sama sekali tidak mengabdi kepada-Nya lagi.
JDG 10:7 Maka TUHAN menjadi murka terhadap bangsa Israel lalu menyerahkan mereka kepada bangsa Filistin dan Amon.
JDG 10:8 Selama delapan belas tahun, kedua bangsa itu dengan kejam menindas orang Israel yang tinggal di sebelah timur sungai Yordan, yaitu di daerah Gilead, yang dulu dikuasai oleh raja-raja bangsa Amori.
JDG 10:9 Bangsa Amon juga menyeberangi sungai Yordan untuk menyerang suku Yehuda, Benyamin, dan Efraim, sehingga orang Israel sangat menderita.
JDG 10:10 Maka rakyat Israel berseru meminta tolong kepada TUHAN, “Ya Allah, kami sudah berdosa terhadap Engkau karena kami meninggalkan-Mu dan menyembah berbagai macam Baal.”
JDG 10:11 Jawab TUHAN, “Berkali-kali waktu kalian ditindas, Aku selalu menyelamatkan kalian, baik dari bangsa Mesir, Amori, Amon, Filistin, Sidon, Amalek, maupun Maon. Saat kalian berseru kepada-Ku, Aku melepaskan kalian dari tangan mereka.
JDG 10:13 Tetapi karena kalian sudah meninggalkan Aku dan menyembah dewa-dewa lain, Aku tidak akan menyelamatkan kalian lagi.
JDG 10:14 Pergi dan berserulah kepada dewa-dewa yang sudah kalian pilih itu! Biarlah mereka yang menyelamatkan kalian di saat tertindas!”
JDG 10:15 Bangsa Israel berkata lagi, “Kami sudah berdosa. Lakukanlah terhadap kami apa saja yang Engkau pandang baik, tetapi tolong selamatkan kami kali ini!”
JDG 10:16 Kemudian mereka membuang patung-patung dewa asing dari antara mereka dan menyembah TUHAN. TUHAN pun berbelas kasihan melihat kesengsaraan bangsa Israel.
JDG 10:17 Pada waktu itu, pasukan Amon sedang berkumpul untuk berperang melawan bangsa Israel. Mereka berkemah di Gilead, sedangkan bangsa Israel berkumpul dan berkemah di Mispa.
JDG 10:18 Para pemimpin Israel dari daerah Gilead bersepakat, “Orang yang memimpin perang melawan bangsa Amon akan menjadi penguasa atas semua penduduk Gilead!”
JDG 11:1 Yefta adalah seorang pejuang yang gagah berani. Ibunya seorang pelacur dan ayahnya tidak dapat dipastikan, sehingga dia disebut ‘anak Gilead’.
JDG 11:2 Ketika Yefta dewasa, dia diusir karena tidak ada keluarga yang mengakui dia sebagai anak mereka. Kata mereka, “Kamu tidak akan mendapat warisan dari ayah kami karena kamu bukan anak yang sah.”
JDG 11:3 Maka Yefta melarikan diri dari mereka dan hidup di tanah Tob. Di sana, preman-preman bergabung dengan Yefta dan berkeliaran bersamanya.
JDG 11:4 Beberapa waktu kemudian, bangsa Amon mulai memerangi bangsa Israel.
JDG 11:5 Waktu bangsa Amon menyerang, para tua-tua Gilead pergi kepada Yefta di tanah Tob dan meminta dia untuk kembali bersama mereka.
JDG 11:6 Kata mereka, “Jadilah panglima kami untuk memimpin kami melawan bangsa Amon.”
JDG 11:7 Tetapi Yefta menjawab, “Bukankah kalian membenci saya dan mengusir saya dari tempat asal? Mengapa sekarang kalian datang kepada saya waktu kalian dalam kesulitan?”
JDG 11:8 Jawab mereka, “Itu benar, tetapi sekarang kami memerlukan engkau. Majulah bersama kami untuk berperang melawan bangsa Amon. Engkau akan menjadi pemimpin atas seluruh penduduk Gilead.”
JDG 11:9 Kata Yefta, “Berjanjilah dengan jujur! Jika kalian mengajak saya kembali untuk berperang, dan jika TUHAN menyerahkan bangsa Amon kepada saya, maka saya akan menjadi pemimpin kalian semua. Benar begitu?”
JDG 11:10 Para tua-tua Gilead menjawab, “Kami bersumpah. TUHAN menjadi saksi di antara kita. Biarlah Dia menghukum kami kalau kami tidak melakukan seperti katamu itu.”
JDG 11:11 Maka Yefta pergi bersama para tua-tua Gilead. Ketika mereka mengangkat dia menjadi pemimpin dan panglima di kemah penyembahan TUHAN di Mispa, Yefta menegaskan perjanjian mereka itu di hadapan TUHAN.
JDG 11:12 Lalu Yefta mengutus orang-orang kepada raja Amon untuk membawa pesan, “Apa masalahmu dengan saya, sampai-sampai engkau datang menyerang negeri saya?”
JDG 11:13 Raja Amon menjawab, “Dulu waktu bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka merampas tanah saya, mulai dari sungai Arnon di selatan sampai sungai Yabok di utara, dan sungai Yordan di barat. Karena itu, sekarang kembalikanlah tanah itu dengan damai!”
JDG 11:14 Utusan-utusan Yefta kembali kepada Yefta dan menyampaikan pesan raja Amon. Lalu Yefta mengutus mereka lagi kepada raja Amon untuk menjawabnya.
JDG 11:15 Kata Yefta, “Bangsa Israel tidak merampas tanah dari bangsa Moab maupun bangsa Amon.
JDG 11:16 Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka berjalan melalui padang belantara ke Laut Merah, menyeberanginya, dan datang ke kota Kades.
JDG 11:17 Kemudian pemimpin Israel mengirim pesan ini kepada raja Edom, ‘Mohon izinkan kami melewati tanahmu.’ Tetapi raja Edom menolak. Bangsa Israel mengirimkan pesan yang sama kepada raja Moab, dan dia juga menolak. Jadi bangsa Israel berdiam cukup lama di Kades.
JDG 11:18 “Sesudah itu bangsa Israel mengitari tanah Edom dan tanah Moab melalui padang belantara, sampai tiba di sebelah timur tanah Moab, yang berbatasan dengan sungai Arnon. Mereka berkemah di seberang sungai Arnon dan tidak masuk ke wilayah Moab.
JDG 11:19 “Kemudian bangsa Israel mengutus orang kepada Raja Sihon dari bangsa Amori yang memerintah di Hesbon untuk menyampaikan pesan, ‘Mohon izinkan kami melewati negerimu untuk pergi ke tanah kami.’
JDG 11:20 Tapi Sihon tidak mengizinkan bangsa Israel melewati wilayahnya karena dia tidak percaya bahwa Israel benar-benar hanya akan lewat tanpa berperang. Sihon malah mengumpulkan semua pasukannya, berkemah di Yahas, dan menyerang bangsa Israel.
JDG 11:21 Tetapi TUHAN, Allah Israel, menyerahkan Sihon dan seluruh pasukannya ke tangan bangsa Israel. Bangsa Israel mengalahkan mereka dan merebut seluruh wilayah orang Amori, penduduk negeri itu.
JDG 11:22 Israel pun memiliki seluruh wilayah Amori mulai dari sungai Arnon di selatan sampai sungai Yabok di utara, dari padang belantara di timur sampai sungai Yordan di barat.
JDG 11:23 “Jadi, TUHAN Allah Israel sudah mengusir orang Amori dari tanah itu di hadapan bangsa Israel, umat-Nya. Sebagai raja Amon, mengapa engkau merasa berhak memiliki tanah saya itu?
JDG 11:24 Berpuasdirilah dengan tanah yang diberikan kepadamu oleh Kamos, dewa kalian. Demikian juga, kami akan berpuas diri dengan semua yang diberikan kepada kami oleh TUHAN, Allah kami.
JDG 11:25 Lebih bijaksana bila engkau mengikuti contoh raja Moab zaman dulu, yaitu Balak anak Zipor. Dia tidak berani menentang atau berperang dengan bangsa kami.
JDG 11:26 “Sudah tiga ratus tahun bangsa Israel tinggal di Hesbon dan kota-kota sekelilingnya, di Aroer dan kota-kota sekelilingnya, dan di semua kota di tepi sungai Arnon! Mengapa selama tiga ratus tahun itu kalian tidak merebutnya kembali?
JDG 11:27 Kami tidak bersalah kepada kalian, tetapi kalian bersalah kepada kami karena menyerang kami. Biarlah TUHAN, Sang Hakim yang adil, menilai siapakah yang benar, bangsa Israel atau bangsa Amon.”
JDG 11:28 Tetapi raja bangsa Amon mengabaikan pesan Yefta itu.
JDG 11:29 Lalu Roh TUHAN menggerakkan Yefta. Dia mengumpulkan pasukannya di daerah Gilead dan Manasye, lalu mereka berangkat dari kota Mispa di Gilead untuk menyerang pasukan Amon.
JDG 11:30 Yefta bersumpah kepada TUHAN, “Jika Engkau menyerahkan bangsa Amon kepadaku
JDG 11:31 dan aku kembali dengan selamat dari peperangan dengan orang Amon, maka apa pun yang pertama keluar dari rumahku untuk menyambutku akan dikhususkan untuk dimusnahkan bagi TUHAN. Aku akan mempersembahkannya sebagai kurban yang dibakar habis.”
JDG 11:32 Lalu Yefta dan pasukannya maju menyerang bangsa Amon. TUHAN membuat Yefta menang atas Amon.
JDG 11:33 Dia menumpas mereka mulai dari Aroer sampai sepanjang jalan ke Minit, sebanyak dua puluh kota, bahkan hingga ke Abel Keramim! Demikianlah bangsa Amon ditaklukkan oleh bangsa Israel.
JDG 11:34 Saat Yefta pulang ke rumahnya di Mispa, anak perempuannya keluar menyambut dia sambil menari-nari dan memainkan tamborin. Dia satu-satunya anak Yefta.
JDG 11:35 Ketika melihat dia, Yefta merobek pakaiannya sendiri sebagai tanda berduka dan berseru, “Oh, anakku! Kamu benar-benar membuat hatiku hancur! Kamu membawa malapetaka bagiku! Aku sudah bersumpah kepada TUHAN dan tidak bisa menariknya kembali.”
JDG 11:36 Gadis itu menjawab, “Ayahku, Ayah sudah bersumpah kepada TUHAN, dan TUHAN sudah memberikan kemenangan kepada Ayah atas bangsa Amon, musuh Ayah. Karena itu, lakukanlah kepadaku sesuai apa yang Ayah sumpahkan.
JDG 11:37 Tetapi sebelum itu, aku meminta satu hal saja: Izinkan aku mengembara di perbukitan bersama teman-temanku selama dua bulan untuk menangisi nasibku, karena aku tidak akan pernah menikah.”
JDG 11:38 Jawab Yefta, “Pergilah.” Dia membiarkan gadis itu pergi selama dua bulan. Beberapa teman ikut bersamanya ke perbukitan. Di sana mereka menangisi nasibnya, karena dia akan mati tanpa sempat berkeluarga.
JDG 11:39 Dua bulan kemudian, dia kembali kepada ayahnya. Lalu Yefta menepati sumpahnya. Gadis itu meninggal sebagai perawan. Inilah asal usul salah satu adat di Israel
JDG 11:40 yaitu setiap tahun, anak-anak perempuan Israel mengembara ke perbukitan selama empat hari untuk mengenang anak perempuan Yefta.
JDG 12:1 Kemudian suku Efraim mengerahkan pasukannya. Mereka menyeberangi sungai Yordan, pergi ke kota Zafon, dan berkata kepada Yefta, “Mengapa kamu tidak memanggil kami waktu kamu menyeberangi sungai Yordan untuk berperang dengan bangsa Amon? Kami akan membakarmu beserta rumahmu!”
JDG 12:2 Jawab Yefta, “Waktu kami berselisih dengan bangsa Amon, saya memanggil kalian. Tetapi kalian tidak membantu melepaskan kami dari tekanan mereka.
JDG 12:3 Ketika saya menyadari bahwa kalian tidak akan menolong saya, saya mempertaruhkan nyawa dan maju melawan bangsa Amon. TUHAN membuat saya menang atas mereka. Lalu mengapa sekarang kalian datang menyerang saya?”
JDG 12:4 Dalam pertengkaran hari itu, orang Efraim menghina orang Gilead, “Kalian, orang-orang Gilead, hanya orang buangan dari suku Efraim yang menumpang tinggal di pinggir wilayah Efraim dan Manasye!” Maka Yefta mengumpulkan seluruh pasukan Gilead untuk menyerang. Mereka pun menang atas suku Efraim.
JDG 12:5 Orang Gilead merebut tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan untuk mencegat orang Efraim yang hendak lewat. Ketika orang Efraim yang mencoba kabur berkata, “Biarkan aku menyeberang,” maka orang Gilead bertanya, “Apakah kamu orang Efraim?” Kalau dia menjawab, “Bukan,”
JDG 12:6 mereka akan menyuruh dia mengucapkan “Syibolet.” Jika orang itu mengucapkan “Sibolet,” dengan logat Efraim, maka orang Gilead akan menangkap dia dan membunuhnya di tempat penyeberangan. Pada waktu itu 42.000 orang Efraim mati dibunuh.
JDG 12:7 Yefta menjadi pembela Israel selama enam tahun. Lalu dia meninggal dan dikuburkan di kota Mispa, di Gilead.
JDG 12:8 Setelah Yefta, Ibsan dari Betlehem menjadi pembela Israel.
JDG 12:9 Ibsan memiliki tiga puluh anak laki-laki dan tiga puluh anak perempuan. Dia mengurus pernikahan untuk semua anaknya itu dengan pasangan dari marga lain. Ibsan menjadi pembela Israel selama tujuh tahun,
JDG 12:10 lalu dia meninggal dan dikuburkan di Betlehem.
JDG 12:11 Setelah Ibsan, Elon orang Zebulon menjadi pembela bangsa Israel selama sepuluh tahun.
JDG 12:12 Kemudian Elon meninggal dan dikuburkan di Ayalon, di wilayah Zebulon.
JDG 12:13 Setelah itu, seorang dari Piraton, yaitu Abdon anak Hilel, menjadi pembela bangsa Israel.
JDG 12:14 Dia memiliki empat puluh anak laki-laki dan tiga puluh cucu laki-laki. Mereka masing-masing memiliki keledai tunggangan sendiri-sendiri. Abdon menjadi pembela bangsa Israel selama delapan tahun.
JDG 12:15 Lalu Abdon meninggal dan dikuburkan di Piraton, di wilayah perbukitan Efraim yang dulu dikuasai oleh orang Amalek.
JDG 13:1 Bangsa Israel kembali berbuat jahat di mata TUHAN. Maka TUHAN menyerahkan mereka kepada bangsa Filistin, sehingga Filistin menindas mereka selama empat puluh tahun.
JDG 13:2 Pada masa itu, ada seorang dari suku Dan yang bernama Manoah. Dia tinggal di kota Zora. Istrinya mandul sehingga mereka tidak punya anak.
JDG 13:3 Suatu hari, seorang malaikat muncul kepada istri Manoah dan berkata, “Meskipun selama ini kamu mandul dan tidak memiliki anak, kamu akan hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.
JDG 13:4 Karena itu jagalah dirimu. Jangan minum anggur ataupun minuman keras lainnya, dan jangan makan apa pun yang haram,
JDG 13:5 sebab kamu akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki. Rambutnya tidak boleh dipotong karena dia akan menjadi pengabdi Allah sejak dalam kandungan. Dia akan menyelamatkan Israel dari penindasan orang Filistin.”
JDG 13:6 Kemudian perempuan itu mendatangi suaminya dan berkata, “Tadi seorang utusan Allah datang menemui aku. Dia terlihat sangat menakjubkan, seperti malaikat. Aku tidak menanyakan asalnya. Dia juga tidak memberitahukan namanya.
JDG 13:7 Tetapi dia berkata, ‘Kamu akan hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki. Jangan minum anggur ataupun minuman keras lainnya, dan jangan makan apa pun yang haram, karena anakmu akan menjadi orang nazir sejak dalam kandungan sampai dia mati.’”
JDG 13:8 Lalu Manoah berdoa kepada TUHAN, “Ya Allah, kiranya utusan-Mu itu kembali kepada kami untuk mengajarkan kami cara membesarkan anak yang akan lahir itu.”
JDG 13:9 Allah mendengar doa Manoah. Maka malaikat itu kembali menemui istrinya ketika dia sedang duduk-duduk di ladang. Saat itu Manoah sedang tidak bersamanya.
JDG 13:10 Perempuan itu pun segera berlari kepada suaminya dengan tergesa-gesa dan memberitahukan, “Orang yang waktu itu datang menemuiku muncul lagi.”
JDG 13:11 Manoah segera mengikuti istrinya. Dia menemui orang itu dan bertanya, “Apakah Tuan orang yang waktu itu berbicara kepada istri saya ini?” Jawabnya, “Ya, benar.”
JDG 13:12 Lanjut Manoah, “Sesudah yang Tuan katakan itu terjadi, bagaimana cara kami membesarkan anak itu, dan apa yang kelak harus dia lakukan?”
JDG 13:13 Jawab malaikat itu, “Turutilah semua yang sudah aku sampaikan kepada istrimu.
JDG 13:14 Dia tidak boleh makan apa pun yang berasal dari pohon anggur. Dia juga tidak boleh minum anggur ataupun minuman keras lainnya, dan tidak boleh memakan apa pun yang haram. Semua yang sudah aku perintahkan itu harus dia turuti.”
JDG 13:15 Lalu kata Manoah kepada malaikat itu, “Izinkanlah kami menahan Tuan di sini, agar kami dapat menyajikan daging kambing muda untuk Tuan.”
JDG 13:16 Jawab malaikat itu, “Walaupun aku menunggu, aku tidak akan memakan apa yang kamu sajikan. Tetapi kamu boleh menyiapkan kurban yang dibakar habis dan mempersembahkannya kepada TUHAN.” (Manoah belum menyadari bahwa orang itu adalah malaikat.)
JDG 13:17 Manoah kembali bertanya, “Siapa nama Tuan? Supaya waktu apa yang Tuan katakan itu terjadi, kami dapat menghormati Tuan.”
JDG 13:18 “Mengapa kamu menanyakan namaku?” kata malaikat itu, “Namaku terlalu ajaib untuk diterima oleh pikiranmu.”
JDG 13:19 Kemudian Manoah mengambil seekor anak kambing dan mempersembahkannya kepada TUHAN sebagai kurban yang dibakar habis di atas sebuah batu, beserta dengan persembahan gandum-gandumannya. Sementara Manoah dan istrinya menyaksikan, TUHAN melakukan suatu keajaiban.
JDG 13:20 Saat api dari mezbah batu itu membubung tinggi ke langit, malaikat itu ikut naik ke atas dalam api. Melihat itu, Manoah dan istrinya tersungkur di tanah dan sujud menyembah.
JDG 13:21 Malaikat itu tidak pernah muncul lagi kepada Manoah dan istrinya. Sesudah peristiwa itu, Manoah tahu bahwa orang itu adalah malaikat wakil TUHAN.
JDG 13:22 Lalu Manoah berkata kepada istrinya, “Kita pasti akan mati karena kita sudah melihat Allah!”
JDG 13:23 Tetapi jawab istrinya, “Jika TUHAN mau membunuh kita, tidak mungkin Dia menerima kurban dan persembahan gandum-ganduman kita. Dan tidak mungkin juga Dia melakukan keajaiban tadi, bahkan memberitahukan hal-hal luar biasa itu kepada kita.”
JDG 13:24 Beberapa waktu kemudian, istri Manoah melahirkan seorang anak laki-laki. Dia menamainya Simson. Anak itu tumbuh besar dan TUHAN memberkatinya.
JDG 13:25 Roh TUHAN mulai menggerakkan hati Simson ketika dia tinggal di Mahane Dan yang terletak di antara kota Zora dan kota Estaol.
JDG 14:1 Suatu hari, Simson pergi ke kota Timna. Di sana dia melihat seorang gadis Filistin.
JDG 14:2 Setibanya di rumah, Simson memberitahu ayah dan ibunya, “Aku tertarik dengan seorang gadis Filistin di Timna. Lamarkan dia untuk menjadi istriku.”
JDG 14:3 Jawab orangtuanya, “Memangnya tidak ada perempuan di antara suku kita, atau di seluruh bangsa kita, sampai-sampai kamu harus mengambil istri dari bangsa penyembah dewa?” Tetapi Simson bersikeras, “Lamarkan dia untukku. Karena bagiku dialah gadis yang sempurna.”
JDG 14:4 Ayah dan ibu Simson tidak tahu bahwa TUHANlah yang mengatur hal ini untuk mencari gara-gara terhadap orang Filistin. Pada waktu itu, bangsa Filistin menguasai bangsa Israel.
JDG 14:5 Lalu berangkatlah mereka bertiga ke kota Timna. Di suatu jalan, Simson sempat berpisah dengan orangtuanya. Ketika dia melewati sebuah kebun anggur di pinggir Timna, tiba-tiba seekor singa muda menghadang dia sambil mengaum.
JDG 14:6 Saat itu juga Roh TUHAN menggerakkan Simson dengan dahsyat, sehingga dengan tangan kosong Simson mengkoyak-koyak singa itu seperti anak kambing saja. Tetapi sesudahnya, dia tidak menceritakan kejadian itu kepada ayah dan ibunya.
JDG 14:7 Lalu Simson meneruskan perjalanannya ke Timna dan berbicara dengan gadis itu di sana. Simson menganggap perempuan itu benar-benar tepat baginya.
JDG 14:8 Beberapa waktu kemudian, Simson kembali ke sana untuk menikahi gadis itu. Di perjalanan, dia berbelok untuk melihat bangkai singa yang dibunuhnya. Simson mendapati kawanan lebah sudah bersarang pada sisa bangkai itu dan sudah menghasilkan madu.
JDG 14:9 Dia mengeruk madu itu dengan kedua tangannya lalu makan sambil berjalan. Ketika Simson menemui ayah dan ibunya, dia memberikan sebagian madu itu kepada mereka. Mereka pun memakannya, tetapi Simson tidak memberitahu mereka bahwa dia mengambil madu itu dari bangkai singa.
JDG 14:10 Di Timna, ayah Simson datang ke rumah gadis itu, lalu Simson mengadakan pesta di sana, sebagaimana biasanya dilakukan orang-orang muda yang akan menikah.
JDG 14:11 Ketika orangtua perempuan itu bertemu Simson, mereka memilih tiga puluh pemuda dari kota mereka untuk menjadi pengiringnya.
JDG 14:12 Simson berkata kepada para pengiringnya, “Saya punya teka-teki. Kalau kalian bisa menjawabnya dalam tujuh hari selama pesta perkawinan ini, saya akan memberikan tiga puluh jubah dari kain linen dan tiga puluh pasang pakaian bagus untuk kalian.
JDG 14:13 Tetapi jika kalian tidak bisa menjawab, kalianlah yang harus memberi saya tiga puluh jubah dari kain linen dan tiga puluh pasang pakaian yang bagus.” Para pengiringnya pun menjawab, “Beritahu kami teka-teki itu. Kami mau mendengarnya.”
JDG 14:14 Kata Simson kepada mereka, “Dari pemakan keluar makanan. Dari yang perkasa keluar yang manis.” Selama tiga hari mereka tidak bisa memecahkan teka-teki itu.
JDG 14:15 Dalam tujuh hari sepanjang pesta perkawinan, istri Simson terus-menerus merengek-rengek kepada Simson untuk memberitahu dia jawabannya. Pada hari ketujuh, para pengiring itu mengancam istri Simson, “Bujuklah suamimu untuk memberi tahu jawaban teka-teki itu. Kalau tidak, kami akan membakarmu dan seisi rumah ayahmu. Apa kamu mengundang kami ke sini untuk membuat kami miskin?” Maka istri Simson menangis dan merengek-rengek lebih keras lagi kepada Simson, “Pasti kamu membenci aku! Kamu tidak sayang kepadaku! Kamu memberi teka-teki kepada teman-temanku, tetapi kamu tidak memberitahu jawabannya kepadaku.” Jawab Simson, “Ayah ibuku saja tidak aku beritahu. Mengapa aku harus memberitahumu?” Namun akhirnya, karena tidak tahan dengan desakannya, Simson pun memberitahukan jawaban teka-teki itu kepada istrinya. Lalu istrinya menyampaikan jawaban itu kepada teman-temannya.
JDG 14:18 Maka pada hari ketujuh, sebelum matahari terbenam, para pengiring itu berkata kepada Simson, “Makanan yang manis itu adalah madu. Dan pemakan yang perkasa itu adalah singa.” Jawab Simson, “Kalau kalian tidak memperalat istriku, kalian tidak akan bisa menjawab teka-tekiku!”
JDG 14:19 Saat itu juga Roh TUHAN menggerakkan Simson dengan dahsyat. Dia pergi ke Askelon, membunuh tiga puluh orang di kota itu, menjarah barang-barang mereka, lalu memberikan pakaian mereka kepada orang-orang yang menjawab teka-tekinya. Dengan geram Simson kemudian pulang ke rumah orang tuanya meninggalkan istrinya.
JDG 14:20 Maka istri Simson dinikahkan dengan salah seorang pemuda yang menjadi pengiringnya. Simson tidak mengetahui hal itu.
JDG 15:1 Beberapa waktu kemudian, saat musim panen gandum, Simson pergi mengunjungi istrinya dengan membawa seekor anak kambing sebagai hadiah. Dia berkata, “Aku mau masuk ke kamar istriku.” Tetapi ayah perempuan itu tidak mengizinkan dia masuk.
JDG 15:2 Katanya kepada Simson, “Saya kira kamu benar-benar benci kepadanya. Jadi saya sudah memberikan dia kepada salah satu pengiringmu. Tetapi, bukankah adiknya lebih cantik daripada dia? Nikahilah adiknya saja.”
JDG 15:3 Jawab Simson, “Kali ini jangan salahkan aku kalau aku mencelakai kalian orang Filistin.”
JDG 15:4 Lalu Simson pergi menangkap tiga ratus ekor anjing hutan serta mengambil seratus lima puluh obor. Dia mengikat anjing-anjing itu berdua-dua, ekor dengan ekor, dan menaruh obor di tengah-tengah setiap ikatan.
JDG 15:5 Kemudian dia menyalakan obor-obor itu dan melepaskan semua anjing itu ke ladang gandum orang Filistin. Maka terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum, ladang gandum, bahkan kebun-kebun zaitun.
JDG 15:6 Orang-orang Filistin pun bertanya satu sama lain, “Siapa yang melakukan ini?” Ada yang menjawab, “Simson, menantu orang Timna itu, karena bapak itu sudah menikahkan istri Simson dengan pengiringnya.” Mendengar itu, orang-orang Filistin pergi membakar perempuan itu beserta ayahnya.
JDG 15:7 Berkatalah Simson kepada mereka, “Kalau kalian bertindak jahat seperti ini, saya tidak akan berhenti sampai saya membalas kalian!”
JDG 15:8 Maka Simson menyerang mereka dengan kejam dan membantai banyak orang Filistin. Sesudah itu, Simson pergi dan tinggal di dalam gua di bukit batu Etam.
JDG 15:9 Kemudian orang Filistin datang berkemah di daerah Yehuda, lalu menyebar sampai ke kota Lehi.
JDG 15:10 Orang-orang Yehuda menanyai mereka, “Mengapa kalian menyerang kami?” Jawab mereka, “Kami datang untuk menangkap Simson. Kami mau membalas dia sebagaimana dia sudah memperlakukan kami.”
JDG 15:11 Maka tiga ribu orang Yehuda turun ke gua di bukit batu Etam dan berkata kepada Simson, “Apa-apaan ini yang sudah kamu perbuat terhadap kami? Apa kamu tidak tahu bahwa orang Filistin berkuasa atas kita?” Jawab Simson, “Aku hanya membalas mereka sebagaimana mereka sudah memperlakukan aku.”
JDG 15:12 Kata orang-orang Yehuda itu kepada Simson, “Kami datang untuk mengikatmu dan menyerahkanmu kepada orang Filistin.” Tetapi jawab Simson, “Berjanjilah kepadaku bahwa kalian sendiri tidak akan membunuhku.”
JDG 15:13 Jawab mereka, “Kami berjanji. Kami hanya akan mengikat dan menyerahkanmu kepada mereka. Kami tidak akan membunuhmu.” Lalu mereka mengikat Simson dengan dua tali tambang yang baru dan membawa dia keluar dari gua itu.
JDG 15:14 Ketika Simson tiba di kota Lehi, orang-orang Filistin mendatangi dia sambil bersorak-sorai. Saat itu juga Roh TUHAN menggerakkan dia dengan dahsyat. Dengan mudah Simson memutuskan tali tambang yang mengikat tangannya seolah-olah tali itu hanya jerami yang terbakar. Ikatannya pun lepas.
JDG 15:15 Lalu dia menemukan sebuah tulang rahang keledai yang belum lama mati. Dia mengambilnya dan memukul mati seribu orang dengan tulang itu.
JDG 15:16 Kata Simson, “Dengan rahang keledai aku menumpuk mayat-mayat mereka. Dengan rahang keledai aku memukul mati seribu orang.”
JDG 15:17 Sesudah berkata demikian, dia melempar tulang rahang itu. Demikianlah mulanya tempat itu diberi nama Bukit Lehi, yang artinya Bukit Tulang Rahang.
JDG 15:18 Waktu itu Simson sangat haus. Dia berseru kepada TUHAN, “Oleh tangan hamba-Mu ini Engkau sudah memberikan kemenangan besar. Sekarang haruskah aku mati kehausan sampai jatuh ke tangan para penyembah berhala itu?”
JDG 15:19 Maka Allah membelah sebuah lubang batu di Lehi sehingga keluarlah air. Simson pun minum dan menjadi segar kembali. Karena itu tempat tersebut dinamai Mata Air Orang yang Berseru. Mata air itu masih ada di Lehi sampai waktu kitab ini ditulis.
JDG 15:20 Simson menjadi pembela bangsa Israel selama dua puluh tahun pada masa penjajahan orang Filistin.
JDG 16:1 Suatu hari, Simson pergi ke kota Gaza. Di sana dia melihat seorang pelacur, lalu bermalam bersama pelacur itu.
JDG 16:2 Ketika warga Gaza diberitahu, “Simson ada di sini,” mereka pun mengepung tempat itu dan bersembunyi semalaman di pintu gerbang kota untuk menyergap dia. Orang-orang itu berjaga sepanjang malam. Kata mereka, “Kita akan membunuhnya waktu matahari terbit.”
JDG 16:3 Tetapi pada tengah malam, Simson bangun dan pergi ke gerbang kota. Di sana dia memegang kedua daun pintu gerbang kota, lalu mencabutnya beserta kedua tiang pintu dan palangnya. Semua itu dia panggul di atas bahunya dan dibawanya ke puncak bukit yang berseberangan dengan Hebron.
JDG 16:4 Beberapa waktu sesudah kejadian itu, Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari Lembah Sorek yang bernama Delila.
JDG 16:5 Maka kelima raja Filistin mendatangi Delila dan berkata, “Bujuklah Simson untuk memberitahumu apa yang membuatnya begitu kuat dan bagaimana dia bisa dikalahkan, supaya kami bisa menangkap dia dan menaklukkannya. Nanti kami masing-masing akan memberimu 1.100 keping perak.”
JDG 16:6 Delila pun berkata kepada Simson, “Ceritakanlah kepadaku: Apa rahasia kekuatanmu, dan bagaimana cara mengikatmu untuk bisa ditaklukkan?”
JDG 16:7 Jawab Simson, “Kalau aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru dan belum kering, aku akan menjadi lemah seperti orang biasa.”
JDG 16:8 Lalu para raja Filistin itu memberikan tujuh tali busur yang baru dan belum kering kepada Delila. Ketika Simson sedang tidur, Delila mengikat dia dengan tali-tali itu.
JDG 16:9 Sementara beberapa orang bersembunyi di kamarnya siap menyergap Simson, Delila berteriak, “Simson! Orang-orang Filistin ada di sini untuk menangkapmu!” Simson terbangun dan langsung memutuskan tali-tali busur itu begitu saja, seperti jerami yang terbakar. Jadi rahasia kekuatannya belum ketahuan.
JDG 16:10 Berkatalah Delila kepada Simson, “Kamu sudah mempermainkan aku dan membohongi aku. Sekarang ceritakanlah kepadaku bagaimana kamu bisa diikat.”
JDG 16:11 Simson menjawab, “Kalau aku diikat erat-erat dengan tali tambang yang baru, yang belum pernah dipakai, aku akan menjadi lemah seperti orang biasa.”
JDG 16:12 Maka Delila mengambil tali tambang yang baru dan mengikat Simson dengan tali-tali itu ketika dia sedang tidur. Sementara beberapa orang bersembunyi di kamarnya siap menyergap Simson seperti sebelumnya, Delila berteriak, “Simson! Orang-orang Filistin ada di sini untuk menangkapmu!” Simson pun terbangun dan memutuskan tali-tali itu begitu saja seperti memutuskan benang.
JDG 16:13 Kata Delila kepada Simson, “Lagi-lagi kamu mempermainkan aku dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku bagaimana kamu bisa diikat!” Jawab Simson, “Kalau kamu menganyam ketujuh untaian rambut kepalaku pada benang di alat tenun dan mengencangkannya dengan pasak, aku akan menjadi lemah seperti orang biasa.”
JDG 16:14 Maka waktu Simson tidur, Delila menganyam ketujuh untaian rambut Simson pada benang di alat tenun dan mengencangkannya dengan pasak. Lalu berteriaklah dia kepada Simson, “Simson! Orang-orang Filistin ada di sini untuk menangkapmu!” Tetapi ketika Simson bangun, dia menyentak pasak itu, alat tenun, beserta dengan benang-benangnya sehingga semuanya lepas.
JDG 16:15 Maka Delila berkata kepada Simson, “Kamu mengaku cinta kepadaku, tetapi mana buktinya! Kamu bahkan tidak percaya kepadaku. Sudah tiga kali kamu mempermainkan aku dan tidak mau memberitahukan rahasia kekuatanmu.”
JDG 16:16 Setiap hari Delila merengek-rengek dan mendesak Simson, sehingga Simson tidak tahan lagi, sampai mau mati rasanya.
JDG 16:17 Akhirnya Simson menceritakan rahasianya. “Rambutku belum pernah dipotong karena aku ini pengabdi Allah yang dikhususkan bagi-Nya sejak dalam kandungan. Kalau rambutku dipotong, kekuatanku akan hilang, dan aku akan menjadi lemah seperti orang biasa.”
JDG 16:18 Delila merasa bahwa kali ini Simson benar-benar sudah memberitahukan rahasianya. Maka dia memanggil para raja Filistin, katanya, “Datanglah kemari sekali lagi karena dia sudah menceritakan rahasianya kepadaku.” Raja-raja Filistin itu pun datang kepada Delila dengan membawa uang.
JDG 16:19 Lalu Delila membuat Simson tertidur di pangkuannya. Diam-diam dia memanggil orang untuk membantunya memotong ketujuh untaian rambut Simson. Demikianlah Delila berhasil menaklukkan Simson dan kekuatannya telah hilang.
JDG 16:20 Kemudian Delila berteriak, “Simson! Orang-orang Filistin ada di sini untuk menangkapmu!” Simson pun terbangun dari tidurnya. Dia berpikir, “Aku akan membebaskan diri seperti yang sudah-sudah.” Tetapi Simson tidak sadar bahwa TUHAN sudah meninggalkan dia.
JDG 16:21 Orang-orang Filistin itu menangkap Simson, mencungkil kedua matanya, dan membawanya ke Gaza. Di sana mereka mengikat Simson dengan sepasang rantai tembaga dan di penjara dia dipaksa bekerja seperti sapi atau keledai yang memutar alat penggiling gandum.
JDG 16:22 Namun, beberapa waktu kemudian rambutnya mulai tumbuh kembali.
JDG 16:23 Tidak lama sesudah itu, raja-raja Filistin mengadakan pesta perayaan besar untuk Dagon, dewa mereka, karena menurut mereka Dagonlah yang sudah menyerahkan Simson ke tangan orang Filistin. Mereka mempersembahkan banyak kurban sembelihan kepada Dagon.
JDG 16:24 Ketika mereka sedang bersenang-senang, berkatalah mereka, “Panggilkan Simson untuk menghibur kita!” Lalu mereka memanggil Simson dari penjara dan dia menjadi bahan tertawaan mereka. Ketika orang-orang Filistin itu melihat Simson, mereka berseru memuji dewa mereka, “Dewa kita sudah menyerahkan kepada kita musuh kita ini, yang sudah merusak tanah kita dan membunuh banyak orang dari bangsa kita!” Kemudian mereka memaksa dia berdiri di antara tiang-tiang.
JDG 16:26 Kata Simson kepada pemuda yang menuntunnya, “Biarlah saya memegang tiang-tiang penyangga bangunan ini, supaya saya dapat bersandar di situ.”
JDG 16:27 Bangunan itu penuh dengan orang. Semua raja Filistin hadir di sana, dan ada sekitar tiga ribu orang, baik laki-laki maupun perempuan, yang menonton Simson dari tingkat atas gedung itu.
JDG 16:28 Lalu berserulah Simson kepada TUHAN, “Ya TUHAN, Penguasaku, ingatlah aku dan kuatkanlah aku sekali ini saja, ya Allah, supaya aku bisa membalas orang-orang Filistin itu untuk kedua mataku!”
JDG 16:29 Dengan kedua tangannya, Simson mendorong kedua tiang tengah yang menyangga bangunan itu untuk merobohkannya,
JDG 16:30 sambil berkata, “Biarlah aku mati bersama orang-orang Filistin ini!” Dia pun mendorong dengan sekuat tenaga. Maka robohlah bangunan itu menimpa semua raja Filistin dan orang-orang di dalamnya. Jumlah orang yang dibunuh Simson pada saat matinya itu lebih banyak daripada yang pernah dia bunuh sepanjang hidupnya.
JDG 16:31 Sesudah itu, saudara-saudara Simson bersama seluruh keluarganya datang mengambil mayatnya dari sana. Mereka menguburkan dia di antara Zora dan Estaol, di dalam kuburan Manoah, ayahnya. Simson telah menjadi pembela Israel selama dua puluh tahun.
JDG 17:1 Pada masa itu, ada seorang laki-laki bernama Mika. Dia tinggal di daerah perbukitan Efraim.
JDG 17:2 Suatu hari Mika berkata kepada ibunya, “Aku mendengar ketika Ibu mengutuk orang yang mencuri seribu seratus keping uang perak dari Ibu. Sebenarnya uang itu ada padaku. Akulah yang mengambilnya.” Lalu kata ibunya, “Anakku, semoga TUHAN memberkatimu!”
JDG 17:3 Ketika Mika mengembalikan uang perak sebanyak seribu seratus keping itu kepada ibunya, berkatalah ibunya, “Sekarang aku menguduskan perak ini bagi TUHAN. Kita akan menggunakan perak ini untuk membuat patung dewa yang dipahat dari kayu dan dilapisi dengan perak. Patung dewa itu akan menjadi pelindung keluarga anakku.”
JDG 17:4 Sesudah Mika mengembalikan uang itu kepada ibunya, ibunya mengambil dua ratus keping dan memberikannya kepada tukang perak untuk dibuat menjadi patung dewa. Sesudah selesai, patung itu ditaruh di rumah Mika.
JDG 17:5 Mika sudah mempunyai kuil penyembahan dewa di rumahnya. Mika juga sudah membuat sebuah efod dan beberapa patung berhala pelindung keluarga yang lain. Dia melantik salah satu anak laki-lakinya menjadi imam untuk kuilnya itu.
JDG 17:6 (Pada waktu itu, bangsa Israel tidak punya raja. Setiap orang melakukan apa yang benar di mata mereka masing-masing.)
JDG 17:7 Suatu hari seorang pemuda yang sedang merantau tiba di rumah Mika di perbukitan Efraim. Dia berasal dari suku Lewi, tetapi selama ini sudah tinggal di kota Betlehem di wilayah Yehuda.
JDG 17:9 Mika bertanya kepada pemuda itu, “Dari mana asalmu?” Jawabnya, “Saya orang Lewi. Selama ini saya tinggal di Betlehem, di Yehuda. Sekarang saya sedang mencari tempat menetap.”
JDG 17:10 Lalu kata Mika kepadanya, “Tinggallah dengan saya di sini menjadi penasihat dan imam saya. Saya akan memberimu sepuluh keping uang perak setiap tahun, sepasang pakaian, dan makanan sehari-hari.”
JDG 17:11 Pemuda itu setuju untuk tinggal bersama Mika. Lama-kelamaan dia menjadi seperti anak Mika sendiri.
JDG 17:12 Mika menahbiskan pemuda itu menjadi imamnya, dan pemuda itu tinggal di rumahnya.
JDG 17:13 Kata Mika, “Sekarang aku yakin TUHAN akan memberkatiku, karena aku punya imam dari suku Lewi.”
JDG 18:1 Pada waktu itu Israel tidak punya raja. Lagipula suku Dan masih mencari tanah warisanuntuk mereka tempati, karena sampai saat itu mereka belum mendapat tanah warisan di antara suku-suku Israel lainnya.
JDG 18:2 Karena itu mereka membentuk satu regu yang terdiri dari lima orang laki-laki suku Dan. Semuanya kuat dan pemberani. Orang-orang pilihan itu berasal dari kota Zora dan Estaol. Kepada regu itu diperintahkan, “Pergi dan selidikilah di daerah mana kita bisa menetap.” Regu itu pun berangkat. Sesampainya di perbukitan Efraim, mereka bermalam di rumah Mika.
JDG 18:3 Ketika berada di situ, mereka mendengar seorang pemuda berbicara dengan logat dari daerah Israel sebelah selatan. Maka mereka menghampiri pemuda itu dan bertanya, “Mengapa kamu ada di sini? Siapa yang mengajakmu ke sini, dan apa yang kamu lakukan di sini?”
JDG 18:4 Jawab pemuda itu, “Saya di sini karena Mika mempekerjakan saya sebagai imamnya.”
JDG 18:5 Lalu mereka meminta kepadanya, “Kalau begitu, tolong tanyakan kepada Allah, apakah perjalanan kami ini akan berhasil atau tidak.”
JDG 18:6 Jawab imam itu, “Pergilah dengan selamat. TUHAN menyertai perjalananmu.”
JDG 18:7 Kemudian regu itu melanjutkan perjalanan dan sampai di kota Lais. Di sana mereka melihat bahwa rakyat Lais hidup dengan tenteram sehingga tidak berjaga-jaga terhadap musuh, mirip cara hidup orang Sidon, tenang dan aman. Tidak ada yang menjajah mereka, dan kalau kota itu diserang, mereka terlalu jauh untuk mendapat pertolongan dari orang Sidon. Selain itu, Lais tidak menjalin hubungan dengan kota-kota lain.
JDG 18:8 Sesudah regu itu kembali ke Zora dan Estaol, saudara-saudara sesuku mereka bertanya, “Apa yang kalian lihat di sana?”
JDG 18:9 Jawab mereka, “Kami melihat tanah Lais yang sangat sejahtera. Ayo kita serang mereka! Jangan diam saja! Kita harus cepat-cepat masuk merebut wilayah itu!
JDG 18:10 Waktu kita ke sana, kita akan mendapati mereka tidak berjaga-jaga. Allah sudah memberi kita tanah yang luas dan tidak kekurangan apa pun!”
JDG 18:11 Maka berangkatlah pasukan suku Dan yang terdiri dari 600 warga kota Zora dan Estaol. Mereka diperlengkapi dengan senjata perang.
JDG 18:12 Mereka mendaki ke sebelah barat Kiryat Yearim di Yehuda dan berkemah di sana. Karena itu, sampai waktu kitab ini ditulis, tempat itu disebut Mahane Dan, yang artinya Perkemahan Dan.
JDG 18:13 Dari sana, mereka terus naik ke perbukitan Efraim dan sampai di dekat rumah Mika.
JDG 18:14 Kelima orang yang mengintai Lais berkata kepada saudara-saudara mereka, “Di rumah-rumah itu ada efod, patung-patung berhala pelindung keluarga, dan sebuah patung dewa yang berlapis perak. Nah, kita tahu apa yang harus kita lakukan. Ayo!”
JDG 18:15 Maka kelima orang itu menyimpang ke rumah Mika dan menyapa pemuda Lewi itu.
JDG 18:16 Sementara itu, 600 orang pasukan Dan yang bersenjata berdiri di pintu gerbang.
JDG 18:17 Ketika imam itu keluar menemui 600 tentara suku Dan di pintu gerbang, kelima orang itu masuk ke dalam rumah dan mengambil patung yang berlapis perak, efod, serta patung-patung berhala pelindung keluarga.
JDG 18:18 Ketika imam itu melihat bahwa mereka mengambil efod dan patung-patung itu, dia berseru kepada mereka, “Apa-apaan ini!”
JDG 18:19 Jawab mereka, “Diam! Tutup mulutmu! Ikutlah kami menjadi penasihat dan imam bagi kami. Mana yang lebih baik? Menjadi imam bagi satu orang atau menjadi imam bagi satu suku?”
JDG 18:20 Imam itu senang mendengarnya. Dia pun ikut bersama mereka dengan membawa efod, patung yang berlapis perak, dan patung-patung berhala pelindung keluarga.
JDG 18:21 Pasukan Dan melanjutkan perjalanan. Mereka menempatkan anak-anak, ternak, serta barang-barang berharga di rombongan terdepan.
JDG 18:22 Ketika pasukan Dan sudah jauh dari rumah Mika, Mika memanggil tetangga-tetangganya dan mereka mengejar rombongan itu.
JDG 18:23 Sewaktu mereka sudah dekat, mereka berteriak memanggil pasukan itu. Pasukan Dan menoleh dan bertanya kepada Mika, “Mau apa kamu? Buat apa ramai-ramai mengejar kami?”
JDG 18:24 Jawab Mika, “Enak saja kalian bertanya, ‘Mau apa kamu!’ Kalian sudah merebut semua milik saya! Kalian pergi membawa patung-patung dewa buatan saya. Imam saya juga kalian ambil!”
JDG 18:25 Orang-orang Dan mengancamnya, “Tidak usah banyak mulut! Awas, orang-orang kami bisa marah mendengarnya. Kamu sekeluarga belum mau mati, bukan?”
JDG 18:26 Ketika Mika menyadari bahwa pasukan Dan jauh lebih kuat daripadanya, dia pun kembali ke rumah, sementara pasukan itu melanjutkan perjalanan.
JDG 18:27 Pasukan Dan membawa patung-patung buatan Mika beserta imamnya ke kota Lais, yang penduduknya hidup aman dan tenteram. Mereka membunuh semua penduduknya dan membakar kota itu.
JDG 18:28 Tidak ada yang datang menolong penduduk Lais, karena kota itu jauh dari kota Sidon, lagipula mereka tidak menjalin hubungan dengan kota-kota lain. Lais berada di lembah dekat kota Bet Rehob. Kemudian suku Dan membangun kembali kota itu dan tinggal di sana.
JDG 18:29 Mereka mengganti nama kota Lais menjadi kota Dan, menurut nama nenek moyang mereka, yaitu Dan anak Yakub.
JDG 18:30 Mereka mendirikan patung buatan Mika itu dan menahbiskan imam Mika tadi menjadi imam mereka. Namanya Yonatan anak Gersom, cucu Musa. Anak-cucu Yonatan turun-temurun menjadi imam bagi suku Dan sampai masa orang Israel ditawan ke negeri lain.
JDG 18:31 Patung yang dibuat Mika itu tetap di sana selama kemah Tuhan berada di Silo.
JDG 19:1 Masih pada masa-masa itu juga, ketika Israel belum punya raja, seorang Lewi yang tinggal di pedalaman perbukitan Efraim mengambil seorang perempuan dari kota Betlehem di daerah Yehuda untuk menjadi gundiknya.
JDG 19:2 Tetapi gundik itu tidak setia kepadanya. Dia pulang ke rumah ayahnya di Betlehem. Sekitar empat bulan kemudian,
JDG 19:3 suaminya menyusul dia untuk membujuknya kembali. Orang Lewi itu membawa seorang pelayan laki-laki dan dua ekor keledai berpelana. Kemudian perempuan itu mengajak suaminya ke rumah ayahnya. Ketika ayah perempuan itu melihat menantunya, dia menyambutnya dengan gembira,
JDG 19:4 dan mendesak menantunya itu untuk tinggal beberapa waktu. Maka mereka makan dan orang Lewi itu menginap bersama ayah mertuanya selama tiga hari.
JDG 19:5 Pada hari keempat, suami perempuan itu bangun pagi-pagi dan bersiap untuk pergi. Tetapi mertuanya berkata kepadanya, “Makanlah dulu sedikit supaya ada tenaga. Sesudah itu baru kalian berangkat.”
JDG 19:6 Maka mereka berdua duduk, lalu makan bersama-sama. Ayah perempuan itu berkata kepada menantunya, “Tinggallah satu malam lagi di rumahku. Santai saja di sini bersama istrimu.”
JDG 19:7 Ketika orang Lewi itu tetap beranjak untuk pergi, mertuanya mendesak dia untuk menginap sampai akhirnya dia terpaksa bermalam lagi di sana.
JDG 19:8 Pada hari kelima, dia bangun pagi-pagi untuk berangkat. Mertuanya kembali berkata, “Makanlah dulu sedikit supaya ada tenaga. Tunggulah hingga sore, baru berangkat.” Jadi mereka berdua pun makan bersama-sama lagi.
JDG 19:9 Saat hari sudah sore, dia bersama gundiknya dan pelayannya bersiap-siap untuk berangkat. Tetapi mertuanya berkata, “Ini sudah sore. Sebentar lagi gelap. Bermalamlah di sini. Santai saja. Besok kalian bisa bangun pagi-pagi dan berangkat pulang.”
JDG 19:10 Namun, orang Lewi itu tidak mau bermalam lagi. Dia berangkat bersama gundiknya, pelayannya, dan kedua keledainya. Lalu tibalah mereka di dekat kota Yebus, yang sekarang disebut Yerusalem.
JDG 19:11 Mereka sampai di sana ketika sudah hampir petang. Maka pelayan itu berkata kepada tuannya, “Sebaiknya kita bermalam saja di kota orang Yebus ini.”
JDG 19:12 Jawab tuannya, “Janganlah kita bermalam di kota bangsa asing, yang bukan orang Israel. Lebih baik kita berjalan terus sampai ke kota Gibea.
JDG 19:13 Ya, mari kita lanjut saja sampai ke Gibea atau Rama dan bermalam di sana.”
JDG 19:14 Maka mereka meneruskan perjalanan. Saat matahari terbenam, mereka sampai di dekat kota Gibea di wilayah suku Benyamin.
JDG 19:15 Mereka pun masuk untuk bermalam di sana. Akan tetapi, tidak ada warga yang mengajak mereka menginap di rumah, jadi mereka duduk saja di alun-alun kota.
JDG 19:16 Malam-malam, lewatlah seorang laki-laki tua yang baru pulang dari ladangnya. Dia berasal dari perbukitan Efraim, tetapi tinggal sebagai pendatang di Gibea, di antara orang-orang suku Benyamin.
JDG 19:17 Ketika melihat orang Lewi itu di alun-alun kota, dia bertanya, “Saudara datang dari mana dan mau ke mana?”
JDG 19:18 Jawab orang Lewi itu, “Kami dalam perjalanan dari Betlehem pulang ke daerah saya di pedalaman perbukitan Efraim, sekaligus hendak singgah di rumah TUHAN. Tetapi tidak ada yang mengajak kami bermalam di rumah mereka.
JDG 19:19 Kami punya cukup jerami dan makanan untuk kedua keledai kami itu. Kami juga punya cukup roti dan air anggur untuk saya, gundik saya, dan pelayan saya. Kami tidak akan merepotkan dengan apa pun.”
JDG 19:20 Lalu orang tua itu berkata, “Jangan bermalam di luar. Menginaplah di rumah saya. Tenang saja, saya akan menyediakan segala keperluan kalian.”
JDG 19:21 Kemudian dia membawa mereka ke rumahnya dan memberi makan keledai mereka. Sesudah semua mencuci kaki, mereka makan bersama.
JDG 19:22 Saat mereka sedang bersantai, preman-preman kota datang mengepung rumah itu dan menggedor-gedor pintu. Kata mereka kepada orang tua itu, “Bawa keluar laki-laki yang datang ke rumahmu! Kami mau menyetubuhi dia!”
JDG 19:23 Orang tua itu keluar menemui mereka. Katanya, “Saudara-saudaraku, jangan berbuat jahat begitu. Dia adalah tamu di rumah saya. Jangan melakukan perbuatan keji ini!
JDG 19:24 Di sini ada anak gadis saya yang masih perawan dan gundik dari tamu saya. Biarlah saya bawa mereka keluar. Lakukanlah sesuka hati terhadap mereka. Tetapi jangan berbuat keji terhadap tamu saya ini!”
JDG 19:25 Namun, para preman itu tidak mau tahu. Maka orang Lewi itu mendorong gundiknya keluar. Mereka melecehkan dan memperkosa dia sepanjang malam sampai subuh. Ketika matahari mulai terbit, barulah mereka melepaskannya.
JDG 19:26 Perempuan itu pun kembali ke tempat suaminya bermalam. Dia jatuh tergeletak di depan pintu rumah sampai hari semakin terang.
JDG 19:27 Ketika suaminya bangun pagi itu dan membuka pintu untuk berangkat, dia mendapati gundiknya tergeletak di depan, dengan tangan memegang ambang pintu.
JDG 19:28 “Bangunlah,” katanya. “Kita mau berangkat.” Tetapi perempuan itu tidak menjawab. Lalu dia mengangkat mayat gundiknya itu, menaruhnya di atas keledai, dan berjalan pulang.
JDG 19:29 Sesampainya di rumah, orang Lewi itu mengambil pisau dan memotong-motong mayat itu menjadi dua belas bagian. Kemudian dia mengirim utusan-utusan untuk membawa potongan-potongan itu ke daerah setiap suku Israel.
JDG 19:30 Setiap orang yang melihat potongan mayat itu berkata, “Perbuatan keji seperti ini belum pernah terjadi sejak bangsa Israel keluar dari Mesir. Kita harus berpikir baik-baik! Mari kita berunding dan putuskan bagaimana kita harus bertindak!”
JDG 20:1 Maka para pemimpin suku-suku Israel mengadakan pertemuan penting untuk seluruh umat TUHAN. Semua suku berkumpul dan bersatu di hadapan TUHAN di Mispa. Hanya suku Benyamin yang sengaja tidak hadir di pertemuan itu. Tetapi yang lain semuanya datang, dari wilayah Dan di utara sampai Bersyeba di selatan, termasuk daerah Gilead. Pasukan yang hadir berjumlah 400.000 orang bersenjata pedang. Di sana, para pemimpin bertanya kepada suami dari perempuan yang mati itu, “Ceritakanlah kepada kami, bagaimana kejahatan itu terjadi?”
JDG 20:4 Jawabnya, “Saya dan gundik saya datang ke kota Gibea milik suku Benyamin untuk menginap di sana.
JDG 20:5 Malam harinya, orang kota itu mengepung rumah tempat kami bermalam untuk membunuh saya. Lalu mereka memperkosa gundik saya sampai dia mati.
JDG 20:6 Mayat itu saya potong-potong dan saya kirimkan ke seluruh wilayah Israel supaya semua tahu bahwa Gibea sudah melakukan perbuatan yang begitu hina dan keji di tengah-tengah bangsa Israel.
JDG 20:7 Jadi, hai umat Israel semuanya, pertimbangkanlah dan putuskanlah apa yang harus kita lakukan!”
JDG 20:8 Dengan serentak seluruh rakyat bangkit dan berseru, “Tidak ada seorang pun dari kita yang akan kembali ke kemah atau pulang ke rumah sebelum masalah ini dibereskan!
JDG 20:9 “Inilah yang akan kita lakukan terhadap Gibea: Kita akan mengundi untuk menentukan regu pasukan yang akan menyerang mereka.
JDG 20:10 Dan kita akan memilih sepersepuluh orang dari setiap suku Israel untuk menyediakan makanan bagi regu yang masuk pertempuran ini. Kekejian yang dilakukan warga Gibea terhadap Israel harus dibalas!”
JDG 20:11 Demikianlah seluruh bangsa Israel bersatu untuk menyerang Gibea.
JDG 20:12 Kemudian suku-suku Israel mengutus pembawa pesan ke seluruh suku Benyamin untuk menyampaikan, “Kalian harus mengakui bahwa orang-orangmu sudah melakukan kejahatan besar, dan hal itu harus dihukum!
JDG 20:13 Serahkanlah orang-orang bejat di Gibea itu untuk kita hukum mati, agar kejahatan ini terhapus dari Israel.” Akan tetapi, suku Benyamin tidak mau mendengarkan saudara-saudara mereka, yaitu umat Israel dari suku-suku lain.
JDG 20:14 Malahan, orang-orang Benyamin dari kota-kota lain berkumpul di Gibea untuk berperang melawan bangsa Israel.
JDG 20:15 Sebanyak 26.000 orang suku Benyamin bersenjata pedang berkumpul dari kota-kota lain saat itu, belum termasuk 700 pasukan terlatih dari Gibea.
JDG 20:16 Di antara semua pasukan itu, ada 700 orang kidal yang bisa menembakkan batu tanpa meleset sehelai rambut pun.
JDG 20:17 Sedangkan bangsa Israel selain suku Benyamin mengumpulkan 400.000 orang bersenjata pedang. Semuanya berpengalaman dalam perang.
JDG 20:18 Lalu pasukan Israel pergi mendaki ke Betel. Di situ mereka bertanya kepada Allah, “Siapakah di antara kami yang lebih dulu maju berperang melawan suku Benyamin?” TUHAN menjawab, “Suku Yehuda yang pertama.”
JDG 20:19 Besok paginya, pasukan Israel berangkat dan berkemah di dekat Gibea.
JDG 20:20 Mereka maju untuk menyerang suku Benyamin. Pasukan Israel itu membuat barisan perang menghadap ke Gibea.
JDG 20:21 Lalu keluarlah pasukan Benyamin dari Gibea dan membunuh 22.000 orang Israel pada hari itu juga.
JDG 20:22 Maka bangsa Israel pergi ke Betel dan menangis di hadapan TUHAN sampai malam. Mereka bertanya kepada TUHAN, “Oh TUHAN, perlukah kami berperang lagi melawan suku Benyamin, saudara kami sendiri?” Jawab TUHAN, “Maju dan lawanlah mereka.” Maka mereka mengumpulkan semangat dan kembali membuat barisan perang di tempat yang sama seperti hari pertama.
JDG 20:24 Pada hari yang kedua itu, bangsa Israel maju melawan suku Benyamin.
JDG 20:25 Lalu keluarlah pasukan Benyamin dari Gibea pada hari itu dan membunuh 18.000 tentara Israel.
JDG 20:26 Maka seluruh pasukan Israel pergi lagi ke Betel dan menangis di hadapan TUHAN. Di sana mereka berpuasa sampai malam serta mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai kepada TUHAN.
JDG 20:27 Pada waktu itu, peti perjanjian Allah ada di sana. Imam yang melayani adalah Pinehas anak Eliezer, cucu Harun. Bangsa Israel pun bertanya kepada TUHAN, “Perlukah kami maju sekali lagi melawan suku Benyamin, saudara-saudara kami, atau haruskah kami berhenti?” TUHAN menjawab, “Majulah, karena besok Aku akan membuat kalian menang atas mereka.”
JDG 20:29 Maka bangsa Israel menempatkan sebagian pasukan mereka bersembunyi di sekeliling Gibea.
JDG 20:30 Pada hari yang ketiga itu, pasukan Israel kembali maju melawan suku Benyamin. Mereka membuat barisan perang menghadap ke Gibea seperti sebelumnya.
JDG 20:31 Lalu keluarlah pasukan Benyamin dari kota Gibea melawan pasukan Israel. Mereka terpancing oleh pasukan Israel untuk menjauh dari kota. Seperti sebelumnya, pasukan Benyamin mulai membunuh beberapa tentara Israel di padang-padang dan di sepanjang jalan utama, baik ke arah kota Betel maupun ke arah Gibea. Kira-kira tiga puluh pasukan Israel terbunuh.
JDG 20:32 Kata orang Benyamin, “Kita mengalahkan mereka seperti sebelumnya!” Tetapi sebenarnya pasukan Israel memang sengaja lari supaya orang Benyamin mengejar mereka semakin jauh dari kota.
JDG 20:33 Pasukan Israel itu mundur dari posisi mereka sampai ke Baal Tamar. Di situ mereka mengatur kembali barisan perang untuk melakukan serangan balik. Pada saat yang sama, pasukan Israel lainnya keluar dari tempat persembunyian mereka di sebelah barat Gibea
JDG 20:34 dan menyerang kota itu. Jumlah mereka sebanyak 10.000 pasukan Israel pilihan. Peperangan itu begitu sengit sehingga pasukan Benyamin tidak sadar bahwa sebentar lagi mereka akan binasa.
JDG 20:35 TUHAN membuat bangsa Israel menang atas suku Benyamin. Hari itu, pasukan Israel membunuh 25.100 tentara Benyamin.
JDG 20:36 Akhirnya suku Benyamin sadar bahwa mereka sudah kalah. Pasukan Israel lari dari pasukan Benyamin supaya pasukan Benyamin terpancing menjauh dari kota. Dengan begitu, pasukan Israel yang bersembunyi di sekeliling Gibea bisa leluasa menyerang kota itu.
JDG 20:37 Mereka menyerbu ke dalam kota dan membunuh semua yang ada di sana.
JDG 20:38 Sebelum perang dimulai, pasukan yang bersembunyi itu sudah bersepakat dengan pasukan Israel utama, bahwa sesudah mereka menyerbu Gibea, mereka akan menaikkan asap tebal sebagai tanda
JDG 20:39 bahwa pasukan Israel utama harus berbalik menyerang. Waktu itu, pasukan Benyamin sudah mulai mengalahkan dan membunuh sekitar tiga puluh orang Israel. Mereka berseru, “Kita mengalahkan mereka seperti sebelumnya!”
JDG 20:40 Tetapi asap tebal mulai naik dari kota itu. Ketika pasukan Benyamin menengok ke belakang, kota itu sudah terbakar! Asapnya naik tinggi ke langit.
JDG 20:41 Saat itulah pasukan Israel yang utama berbalik menyerang Benyamin. Pasukan Benyamin sangat ketakutan karena mereka sadar bahwa kehancuran mereka sudah dekat.
JDG 20:42 Maka mereka berbalik dan kabur dari pasukan utama Israel. Mereka lari ke arah padang belantara. Tetapi orang Benyamin tidak berhasil lepas dari pertempuran itu. Pasukan Israel yang lain keluar dari Gibea dan menghabisi mereka di tengah jalan.
JDG 20:43 Karena dikepung, pasukan Benyamin tidak bisa lari jauh, dan kebanyakan terbunuh di sebelah timur Gibea.
JDG 20:44 Sebanyak 18.000 prajurit terbaik Benyamin mati dalam pertempuran itu.
JDG 20:45 Orang-orang yang tersisa berusaha melarikan diri ke bukit batu Rimon. Namun, pasukan Israel membunuh 5.000 tentara Benyamin di tengah jalan, dan 2.000 lagi ketika mengejar yang lain sampai ke Gidom.
JDG 20:46 Jadi, sebanyak 25.000 pasukan terbaik suku Benyamin gugur pada hari itu.
JDG 20:47 Hanya enam ratus orang yang berhasil kabur ke bukit batu Rimon di padang belantara. Mereka tinggal di sana selama empat bulan.
JDG 20:48 Kemudian bangsa Israel kembali dan menumpas segala milik suku Benyamin tanpa kecuali, baik manusia maupun binatang. Mereka juga membakar semua kota Benyamin.
JDG 21:1 Pasukan Israel kembali ke tempat ibadah TUHAN di Betel dan duduk sambil menangis tersedu-sedu di hadapan Allah sampai malam. Mereka berseru, “Oh TUHAN, Allah Israel, mengapa ini sampai terjadi di Israel? Hari ini bangsa Israel kehilangan satu suku.” Mereka berkata begitu karena sebelumnya, ketika kesebelas suku Israel mengadakan pertemuan penting umat TUHAN di Mispa, mereka sudah berjanji dengan sumpah kepada TUHAN bahwa suku-suku Israel tidak akan menikahkan anak perempuan mereka dengan orang Benyamin.
JDG 21:4 Pagi-pagi sekali keesokan harinya, mereka membangun mezbah di sana dan mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai.
JDG 21:5 Mereka bertanya, “Siapa dari suku-suku Israel yang tidak ikut hadir menghadap TUHAN waktu itu?” Mereka bertanya demikian karena sebelumnya mereka sudah berjanji dengan sumpah kepada TUHAN untuk menghukum mati orang-orang yang tidak menghadiri perkumpulan penting umat TUHAN di Mispa.
JDG 21:6 Mereka merasa kasihan kepada suku Benyamin, saudara mereka itu. Kata mereka, “Hari ini bangsa Israel kehilangan satu suku.
JDG 21:7 Dengan adanya sumpah janji kita kepada TUHAN untuk tidak menikahkan anak perempuan kita dengan mereka, bagaimana kita bisa menyediakan istri bagi orang-orang Benyamin yang tersisa?”
JDG 21:8 Kemudian mereka bertanya lagi, “Siapa di antara suku-suku Israel yang tidak menghadiri perkumpulan umat TUHAN di Mispa?” Kemudian mereka menghitung orang-orang yang sedang berkumpul di Betel. Maka didapatilah bahwa ternyata tidak ada warga kota Yabes di Gilead yang hadir di sana.
JDG 21:10 Maka mereka mengutus dua belas ribu pasukan terbaik mereka untuk membunuh seluruh penduduk Yabes, baik laki-laki, anak-anak, maupun semua perempuan yang sudah menikah.
JDG 21:12 Lalu mereka mendapatkan 400 orang perawan dari antara penduduk Yabes. Mereka membawa gadis-gadis itu ke perkemahan di Silo di daerah Kanaan.
JDG 21:13 Kemudian perkumpulan umat itu mengirim utusan kepada orang-orang Benyamin di bukit batu Rimon untuk menawarkan perdamaian.
JDG 21:14 Maka orang-orang Benyamin itu kembali, dan umat Israel memberikan gadis-gadis yang dibawa dari kota Yabes untuk menjadi istri mereka. Tetapi jumlah gadis itu tidak cukup untuk semua orang Benyamin yang tersisa.
JDG 21:15 Bangsa Israel merasa kasihan kepada suku Benyamin, karena TUHAN sudah membuat salah satu suku Israel hampir punah.
JDG 21:16 Kemudian tua-tua bangsa Israel bertanya, “Semua perempuan suku Benyamin sudah dibunuh, bagaimana kita bisa mendapatkan istri bagi sisa orang Benyamin selebihnya?
JDG 21:17 Mereka harus punya keturunan karena tanah suku Benyamin harus tetap diwariskan kepada keturunan mereka, supaya bangsa Israel tidak kehilangan satu suku.
JDG 21:18 Tetapi kita tidak boleh menikahkan anak perempuan kita dengan mereka karena kita sudah bersumpah, ‘Biarlah TUHAN mengutuk orang Israel yang memberikan anak perempuannya menjadi istri suku Benyamin.’”
JDG 21:19 Kemudian mereka berkata lagi, “Kita bisa memanfaatkan acara perayaan tahunan untuk TUHAN di Silo.” (Silo terletak di sebelah utara Betel, di sebelah selatan Lebona dan di sebelah timur jalan raya dari Betel menuju ke Sikem).
JDG 21:20 Maka mereka menyuruh orang-orang Benyamin, “Pergilah ke perayaan di Silo itu dan bersembunyilah di kebun-kebun anggur.
JDG 21:21 Waktu gadis-gadis kota Silo keluar untuk menari, kalian masing-masing keluarlah dari persembunyianmu di kebun anggur dan tangkaplah satu gadis. Kalian bisa membawa lari gadis itu ke wilayah suku Benyamin untuk menjadikan dia istrimu.
JDG 21:22 Kalau ayah atau saudara mereka menuntut hal itu kepada kami, kami akan menjawab mereka, ‘Mohon maklumi dan kasihanilah orang-orang Benyamin itu, karena kita tidak mendapatkan cukup banyak istri untuk mereka waktu kita memusnahkan kota Yabes. Kalian tidak melanggar perjanjian kita kepada TUHAN, karena kalian bukan dengan sengaja memberikan anak-anak perempuanmu kepada mereka.’”
JDG 21:23 Maka suku Benyamin berbuat demikian. Waktu perayaan di Silo, mereka masing-masing menculik salah satu gadis yang sedang menari dan membawanya pulang ke tanah warisan mereka. Lalu orang Benyamin membangun kembali kota-kota mereka.
JDG 21:24 Kemudian pertemuan suku-suku Israel itu selesai dan setiap orang pulang ke tanah warisan mereka masing-masing.
JDG 21:25 Demikianlah yang terjadi pada zaman itu di Israel. Waktu itu Israel tidak punya raja. Setiap orang melakukan apa yang dianggap benar di mata mereka masing-masing.
RUT 1:1 Pada zaman para hakim memerintah Israel, bencana kelaparan melanda seluruh daerah itu. Lalu seorang laki-laki bernama Elimelek berpindah dari kampung halamannya— yaitu Betlehem di wilayah Yehuda, ke salah satu daerah di negeri Moab, bersama dengan istrinya dan kedua anak laki-laki mereka. Istrinya bernama Naomi. Kedua anak mereka bernama Mahlon dan Kilyon. Mereka berasal dari suku Efrata yang tinggal di desa Betlehem di wilayah Yehuda. Mereka berencana menetap sementara waktu di negeri Moab.
RUT 1:3 Kemudian Elimelek meninggal dunia, meninggalkan Naomi dan kedua anak laki-lakinya.
RUT 1:4 Lalu kedua anaknya menikah dengan dua perempuan yang berasal dari Moab. Nama kedua perempuan ini adalah Orpa dan Rut. Tetapi kurang lebih sepuluh tahun kemudian,
RUT 1:5 Mahlon dan Kilyon meninggal dunia. Akhirnya Naomi ditinggal seorang diri.
RUT 1:6 Ketika Naomi masih berada di Moab, dia mendengar berita bahwa TUHAN sudah memberkati Israel— yaitu umat pilihan-Nya di daerah Yehuda dengan hasil panen yang baik. Maka Naomi putuskan untuk meninggalkan daerah perbukitan Moab dan kembali ke negerinya. Kedua menantunya juga memutuskan untuk pergi bersama ibu mertua mereka.
RUT 1:7 Dalam perjalanan dari tempat tinggal mereka selama ini di Moab ke desa Naomi di daerah Yehuda,
RUT 1:8 Naomi berkata kepada kedua menantunya, “Kamu berdua, pulanglah ke rumah ibumu masing-masing! Kiranya TUHAN membalas kebaikanmu kepadaku dan kepada kedua anakku ketika mereka masih hidup sebagai suamimu!
RUT 1:9 Dan semoga Tuhan memberkatimu untuk bisa menjalani kembali hidup tenteram bersama suami baru.” Lalu dia mencium kedua menantunya, dan mereka bertiga mulai menangis dan meratap.
RUT 1:10 Orpa dan Rut berkata, “Tidak! Kami akan ikut bersamamu kembali kepada keluargamu.”
RUT 1:11 Tetapi Naomi menjawab, “Mengapa kamu mau pulang bersamaku? Tidak mungkin aku melahirkan lagi dua anak laki-laki untuk menggantikan suamimu yang sudah meninggal!
RUT 1:12 Pulanglah ke rumah orangtuamu masing-masing, karena aku sudah terlalu tua untuk menikah lagi dan melahirkan dua anak laki-laki untuk menggantikan suamimu. Percuma saja kalau kamu berdua mengharapkanku untuk melahirkan pengganti suamimu! Sekalipun malam ini aku menikah dengan suami baru, tidak mungkin aku melahirkan lagi! Lebih baik keluargamu mencari suami baru daripada kamu tetap menderita bersamaku dalam keadaan yang sangat sulit dan pahit, karena ternyata TUHAN sudah meninggalkan aku!”
RUT 1:14 Mereka pun menangis lagi dengan meratap, lalu Orpa mencium mertuanya, minta pamit, dan berangkat. Sedangkan Rut tetap memeluk ibu mertuanya itu.
RUT 1:15 Kata Naomi kepadanya, “Lihatlah, kakak iparmu sudah pulang kepada keluarganya dan akan kembali menyembah berhala-berhala mereka. Kamu pun harus melakukan hal yang sama.”
RUT 1:16 Tetapi jawab Rut, “Janganlah menyuruhku untuk meninggalkanmu. Ke mana Ibu pergi, aku pun pergi; Di mana Ibu tinggal, di situ pun aku akan tinggal. Bangsamu menjadi bangsaku dan Allahmu menjadi Allahku.
RUT 1:17 Dan di mana Ibu meninggal, di situ pun aku akan meninggal dan dikubur. Aku memohon kepada TUHAN untuk menghukumku kalau aku tidak menepati janjiku ini! Hanya kematian yang akan memisahkan kita berdua!”
RUT 1:18 Karena Naomi melihat bahwa Rut tetap bertekad tidak mau mengubah keputusan untuk ikut bersamanya, maka dia berhenti menyuruhnya untuk pergi.
RUT 1:19 Lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka. Ketika mereka tiba di Betlehem, seluruh penduduk menjadi gempar. Perempuan-perempuan bertanya “Benarkah dia ini Naomi?!”
RUT 1:20 Naomi menjawab mereka “Jangan memanggil saya Naomi, tetapi panggilah saya Pahit, sebab Yang Mahakuasa sudah membuat hidup saya sangat pahit.
RUT 1:21 Ketika saya pergi dari tempat ini, saya puas dengan apa yang saya miliki. Tetapi sekarang Tuhan membawa saya pulang dengan tangan kosong. Jadi untuk apa kalian menyapa saya dengan nama saya yang pertama itu?— karena TUHAN Yang Mahakuasa sendiri sudah menimpakan kesengsaraan kepada saya dan membuat hidup saya sangat pahit!”
RUT 1:22 Demikianlah kisah kepulangan Naomi dari negeri Moab bersama Rut menantunya yang berasal dari Moab. Mereka tiba di Betlehem pada awal musim panen jelai.
RUT 2:1 Di Betlehem ada seorang yang kaya dan berpengaruh, namanya adalah Boas. Dia memiliki hubungan keluarga dengan Elimelek, suami Naomi.
RUT 2:2 Pada suatu hari, Rut— perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi, “Ibu, karena sekarang sedang musim panen, bolehkah aku pergi ke salah satu ladang untuk meminta izin memungut bulir-bulir jelai yang tercecer dan diperbolehkan pemilik ladang untuk diambil? Kemungkinan besar ada seseorang yang berbaik hati yang akan mengizinkan aku untuk memungut jelai.” Jawab Naomi, “Baik, pergilah anakku.”
RUT 2:3 Lalu Ruth pergi memungut bulir-bulir jelai yang tercecer dari ikatan jelai. Dengan tidak sengaja, ternyata Rut sedang bekerja pada ladang milik Boas— anggota keluarga Elimelek tersebut.
RUT 2:4 Saat Rut sedang berada di ladang, tibalah Boas dari Betlehem dan menyapa orang-orang yang sedang memanen di ladangnya, katanya, “TUHAN menyertai kalian!” Lalu mereka membalas, “TUHAN menyertaimu juga!”
RUT 2:5 Kemudian bertanyalah Boas kepada mandor yang mengawasi orang-orang tersebut, “Siapakah perempuan muda di sana dan siapakah keluarganya?”
RUT 2:6 Mandor itu menjawab, “Dialah perempuan muda asal Moab yang kembali dengan Naomi.
RUT 2:7 Tadi pagi dia minta izin untuk mengumpulkan bulir-bulir jelai yang tercecer dari ikatan jelai. Dia datang sangat pagi, bekerja keras, dan hanya beristirahat sejenak di pondok.”
RUT 2:8 Boas menghampiri Rut dan berkata, “Dengarlah anakku. Tetaplah di sini bersama kami untuk memungut bulir jelai. Tidak perlu kamu bekerja di ladang milik orang lain. Tetaplah berada dekat pekerja perempuan yang bekerja di ladangku.
RUT 2:9 Perhatikan bagian mana yang sedang mereka kerjakan, lalu ikutilah mereka. Aku sudah memperingatkan para pekerja laki-laki supaya tidak mengganggu kamu. Karena itu bila kamu haus​, silakan ambil air minum di tempat penyimpanan yang sudah mereka isi.”
RUT 2:10 Bersujudlah Rut di hadapan Boas sambil berkata, “Saya tidak layak untuk menerima semua kebaikan dan belas kasihan Tuan. Saya hanyalah orang asing.”
RUT 2:11 Jawab Boas, “Anakku, aku sudah mengetahui semua yang sudah kamu perbuat untuk ibu mertuamu sejak kematian suamimu. Bahkan kamu meninggalkan kedua orangtuamu dan tanah kelahiranmu untuk menetap di sini sebagai orang asing.
RUT 2:12 Karena kemurahan hatimu itu, kiranya TUHAN membalas segala kerja kerasmu. Semoga TUHAN Allah Israel memberkatimu, karena kamu sudah datang berlindung kepada-Nya.”
RUT 2:13 Jawab Rut, “Saya berharap tetap menyenangkan hati Tuan! Walaupun saya bukan salah seorang pekerja di sini, Tuan sudah membesarkan hati saya dengan menunjukkan belas kasihan.”
RUT 2:14 Pada waktu makan siang, Boas memanggil Rut, “Kemarilah! Silakan ambil sendiri makanan ini. Dan kamu dapat celupkan rotimu ke dalam saus ini.” Maka duduklah Rut dengan para pekerja dan Boas memberikan kepadanya jelai yang sudah dipanggang. Rut makan sampai kenyang, dan masih ada kelebihan makanan.
RUT 2:15 Saat Rut mulai bekerja lagi, Boas memerintahkan para pekerjanya, “Biarkanlah dia memungut bulir-bulir jelai dari antara tumpukan jelai yang sudah terikat itu.
RUT 2:16 Bahkan bantulah dia dengan sengaja menjatuhkan bulir-bulir supaya dengan mudah dia dapat mengambilnya. Janganlah melarang ataupun menghentikannya!”
RUT 2:17 Rut bekerja sepanjang hari mengumpulkan jelai, dan ketika mengirik hasil jelai itu, dia mendapatkan satu keranjang penuh— kurang lebih dua puluh dua liter.
RUT 2:18 Dia membawa pulang hasil irikan jelai dan memperlihatkan hasilnya kepada ibu mertuanya. Rut juga memberikan jelai panggang kelebihan dari makan siangnya.
RUT 2:19 “Dari mana saja kamu mengumpulkan jelai sebanyak ini?” tanya Naomi. “Kamu bekerja di mana? Kiranya Tuhan memberkati dia yang memperhatikan kamu!” Rut kemudian menceritakan apa yang dia alami, mengenai pemilik ladang di mana dia bekerja. Dia berkata kepada ibu mertuanya, “Pemilik ladang di mana aku bekerja seharian adalah Boas.”
RUT 2:20 Dan Naomi berkata kepada Rut, “Kiranya TUHAN memberkati Boas! Karena ternyata Boas tetap setia kepada kita yang hidup, dan juga terhadap suami kita yang sudah meninggal. Dia adalah salah satu kerabat dekat— salah satu penanggung jawab keluarga kita.”
RUT 2:21 Lalu Rut berkata, “Boas juga berkata supaya aku kembali untuk bekerja dengan para pekerjanya selama musim panen.”
RUT 2:22 “Baiklah!” kata Naomi. “Lakukanlah apa yang sudah dia katakan, anakku. Bekerjalah dengan pekerja perempuan Boas selama musim panen. Kamu bisa saja diganggu orang bila kamu bekerja pada ladang milik orang lain.”
RUT 2:23 Demikianlah, Rut tetap bekerja dengan para pekerja perempuan di ladang milik Boas sampai musim panen jelai berakhir. Sesudah musim jelai berakhir, Rut melanjutkan pekerjaannya dengan para pekerja Boas untuk mengumpulkan bulir gandum yang tercecer selama musim panen gandum. Dan dia tetap tinggal bersama ibu mertuanya.
RUT 3:1 Pada suatu hari Naomi berkata kepada Rut, “Anakku, sudah tiba saatnya saya mencari seorang suami bagimu, supaya ada yang mengurusimu.
RUT 3:2 Boas adalah kerabat dekat kita, dan selama ini dia sangat berbaik hati terhadapmu dengan memperbolehkanmu bekerja bersama para pekerjanya perempuan. Malam ini dia akan mengawasi para pekerja yang menampi jelai di tempat pengirikan.
RUT 3:3 Sekarang, mandilah, pakai baju luar yang terbaik, dan pakailah minyak wangi. Kemudian pergilah ke tempat pengirikan. Namun jangan biarkan Boas melihatmu selagi dia masih makan dan minum dengan orang lain.
RUT 3:4 Perhatikanlah di mana dia berbaring untuk tidur. Lalu dekatilah dan angkatlah selimut dari kakinya, dan berbaringlah di situ. Nanti dia akan beritahukan apa yang harus kamu lakukan.”
RUT 3:5 Rut menjawab, “Akan saya lakukan semua yang sudah Ibu katakan.”
RUT 3:6 Lalu Rut pergi ke tempat pengirikan dan melakukan semua yang dikatakan ibu mertuanya.
RUT 3:7 Sesudah Boas kenyang dengan makanan dan minuman serta merasa gembira, dia berbaring di ujung timbunan jelai. Sesudah itu Rut diam-diam mendatangi Boas, mengangkat selimut dari kakinya, dan membaringkan diri.
RUT 3:8 Pada waktu tengah malam, Boas terbangun dan terkejut mendapatkan seorang perempuan sedang berbaring di dekat kakinya!
RUT 3:9 Bonas bertanya, “Siapakah engkau?” Jawab Rut “Saya Rut, pelayanmu yang sederhana! Mohon nikahi saya, karena Tuan adalah penanggung jawab keluarga suami saya.”
RUT 3:10 Jawab Boas, “Kiranya Tuhan senantiasa memberkatimu, anakku! Dengan datang kepadaku seperti ini, kamu benar-benar menunjukkan kesetiaan terhadap keluarga suamimu, lebih daripada apa yang sebelumnya kamu tunjukkan kepada mertuamu, Naomi. Kamu sebenarnya sudah bisa mencari seorang pemuda sebagai calon suami— baik yang kaya atau yang miskin. Tetapi kamu memilih aku.
RUT 3:11 Sekarang jangan kamu kuatir, anakku. Aku akan melakukan apa yang harus dilakukan, karena semua orang di desa ini tahu bahwa kamu adalah perempuan yang menjaga kehormatan keluarga.
RUT 3:12 Memang benar, aku salah satu dari penanggung jawab keluarga suamimu, tetapi selain aku, masih ada seorang yang memiliki hubungan yang lebih dekat dengan suamimu.
RUT 3:13 Tunggulah di sini sampai subuh. Lalu besok pagi jika orang itu bersedia bertanggung jawab atas hidupmu, biarlah dia mengambil tanggung jawab itu. Jika tidak, aku berjanji di hadapan TUHAN yang hidup, aku akan bertanggung jawab! Tunggulah di sini sampai pagi.”
RUT 3:14 Maka berbaringlah Rut di sana sampai subuh. Tetapi dia bangun ketika masih gelap agar orang lain tidak melihatnya. Boas berkata kepadanya, “Jangan sampai diketahui orang lain bahwa ada perempuan yang datang ke tempat pengirikan.”
RUT 3:15 Kemudian Boas berkata lagi kepadanya, “Bentangkanlah baju luarmu itu dan peganglah supaya dapat diisi dengan jelai.” Lalu Boas mengambil enam takaran jelai dan menuangkannya pada baju luar Rut. Kemudian dia mengangkat dan menaruhnya di bahu Rut. Lalu Rut pulang ke rumah.
RUT 3:16 Ketika Rut pulang, mertuanya Naomi bertanya, “Apa yang terjadi, anakku?” Rut menceritakan semua yang dilakukan Boas baginya,
RUT 3:17 dan Rut berkata lagi, “Boas memberikan kepadaku enam takaran jelai dengan berkata, ‘Kamu tidak boleh pulang dengan tangan kosong ke mertuamu!’”
RUT 3:18 Lalu Naomi berkata, “Sabarlah anakku, sampai kita mengetahui apa yang terjadi. Boas akan segera menyelesaikan hal itu hari ini.”
RUT 4:1 Pada pagi itu Boas pergi menuju tempat pertemuan di pintu gerbang desa. Kemudian lewatlah laki-laki yang Boas ceritakan kepada Rut— yaitu dia yang memiliki hubungan terdekat kepada suami Rut. Kata Boas kepadanya, “Saudaraku, mari duduk.” Maka orang itu berbalik dan duduk bersamanya.
RUT 4:2 Lalu Boas mengumpulkan sepuluh tokoh masyarakat dari desa itu untuk menjadi saksi.
RUT 4:3 Boas berkata kepada laki-laki itu, “Naomi— istri dari almarhum Elimelek, kerabat kita, sudah kembali dari Moab dan ingin menjual sebidang tanah.
RUT 4:4 Di hadapan para saksi ini, saya ingin menanyakan kesediaan Saudara untuk menebus tanah itu. Jika Saudara ingin menebus tanah itu, maka lakukanlah sekarang. Kalau tidak, segera beritahu saya karena setelah Saudara, saya adalah penanggung jawab berikutnya.” Lalu laki-laki itu menjawab, “Baiklah, saya akan menebus tanah itu.”
RUT 4:5 Kemudian Boas berkata kepadanya, “Baiklah, namun Saudara harus ketahui bahwa selain menebus sebidang tanah dari Naomi, Saudara juga harus menikahi menantunya, yaitu Rut perempuan Moab itu. Dengan demikian, ketika Rut melahirkan anak laki-laki pertama, keturunan keluarga Elimelek tidak hilang dari antara kita dan anak itu akan mewarisi tanah atas nama almarhum Mahlon.”
RUT 4:6 Jawab laki-laki itu, “Jika demikian, saya tidak dapat menebus tanah tersebut, karena hal ini dapat saja membuat kesulitan tentang ahli waris untuk tanah yang sudah saya miliki. Saudara sajalah yang mengambil tanggung jawab ini, karena saya tidak bisa.”
RUT 4:7 (Merupakan adat istiadat di Israel pada masa itu, bagi siapa saja yang sepakat untuk mengalihkan haknya kepada orang lain, maka sebagai tanda kesepakatan tersebut, dia akan membuka dan menyerahkan salah satu alas kakinya kepada orang yang bersedia mengambil alih hak tersebut. Hal ini— secara umum, sudah mengesahkan suatu kesepakatan.)
RUT 4:8 Maka laki-laki itu membuka alas kakinya dan menyerahkannya kepada Boas sambil mengatakan, “Saudara sajalah yang menebus tanah itu.”
RUT 4:9 Kemudian Boas berkata kepada para tokoh masyarakat dan juga kepada semua orang yang sudah berkumpul di tempat itu, “Pada hari ini, kalian menjadi saksi bahwa saya sudah menebus tanah Naomi dan mengambil alih tanggung jawab tanah milik Elimelek, Kiliyon, dan Mahlon.
RUT 4:10 Bersamaan dengan tanah tersebut, saya sudah mendapatkan seorang istri— yaitu Rut, perempuan Moab, janda dari kerabatku Mahlon. Dengan harapan Rut akan melahirkan seorang anak laki-laki untuk meneruskan nama keluarga almarhum suaminya dan mewarisi tanah milik keluarganya di tempat asalnya. Hari ini kalian sudah menjadi saksi akan hal tersebut.”
RUT 4:11 Para tokoh masyarakat dan semua orang yang berada di pintu gerbang kota menjawab, “Kami adalah saksi! Seperti bangsa Israel yang merupakan keturunan Rahel dan Lea, kiranya TUHAN berkenan memberkati perempuan yang masuk ke dalam rumahmu! Kiranya Saudara diberkati di kampung halamanmu Efrata, dan menjadi orang terkemuka di Betlehem.
RUT 4:12 Kiranya TUHAN senantiasa memberikanmu keturunan dari wanita muda ini seperti nenek moyang kami Peres, anak Tamar dan Yehuda.”
RUT 4:13 Kemudian Boas mengambil Rut sebagai istrinya. TUHAN memberkati Rut sehingga dia mengandung, lalu dia melahirkan seorang anak laki-laki.
RUT 4:14 Perempuan-perempuan di kota itu mengatakan kepada Naomi, “Terpujilah TUHAN, yang sudah memberkati engkau dengan kelahiran seorang anak laki-laki sebagai penerus nama keluargamu! Semoga anak ini dihormati di seluruh Israel.
RUT 4:15 Engkau sangat beruntung mempunyai menantu seperti Rut yang sangat mengasihimu, karena dia jauh lebih berharga daripada tujuh anak laki-laki. Sekarang dia sudah melahirkan seorang cucu bagimu yang akan membahagiakanmu. Dan ketika kamu sudah tua, dia akan merawatmu.”
RUT 4:16 Naomi mengambil cucunya dan menggendongnya dengan penuh kasih sayang. Dia mengasuhnya seolah-olah anaknya sendiri.
RUT 4:17 Para tetangga mengatakan, “Akhirnya Naomi memiliki seorang anak laki-laki!” Dan mereka menamainya Obed. Dia menjadi bapak Isai dan kakek dari raja Daud.
RUT 4:18 Inilah garis keturunan mereka, mulai dari Peres— yaitu nenek moyang mereka: Peres,
RUT 4:19 Hesron, Ram,
RUT 4:20 Aminadab, Nahason,
RUT 4:21 Salmon, Boas,
RUT 4:22 Obed, Isai, dan terakhir, Daud.
1SA 1:1 Di kota Rama, di perbukitan wilayah Efraim, ada seorang laki-laki dari suku Efraim bernama Elkana. Dia adalah anak Yeroham, dan Yeroham adalah anak Elihu. Elihu adalah anak Tohu, dan Tohu adalah anak Zuf.
1SA 1:2 Elkana memiliki dua orang istri. Yang pertama bernama Hana dan yang kedua bernama Penina. Penina mempunyai beberapa anak, sedangkan Hana tidak mempunyai anak.
1SA 1:3 Setiap tahun Elkana pergi dari kota Rama ke kemah TUHAN di Silo untuk menyembah dan mempersembahkan kurban kepada TUHAN Panglima Semesta. Imam yang melayani di kemah TUHAN adalah kedua anak Imam Eli, yaitu Hofni dan Pinehas.
1SA 1:4 Setiap kali Elkana mempersembahkan kurban, dia selalu memberikan sebagian dari daging kurban itu kepada Penina dan anak-anaknya.
1SA 1:5 Tetapi Elkana memberikan bagian daging kurban yang istimewa kepada Hana, karena dia sangat mencintai Hana, walaupun TUHAN sudah menutup kandungannya sehingga dia tidak memiliki anak.
1SA 1:6 Penina sering kali merendahkan dan menghina Hana, karena TUHAN memang membuat Hana tidak bisa hamil.
1SA 1:7 Dari tahun ke tahun ketika keluarga Elkana berada di kemah TUHAN, Penina selalu menyakiti hati Hana, sehingga Hana menangis dan tidak mau makan.
1SA 1:8 Elkana bertanya kepadanya, “Hana, mengapa kamu menangis dan tidak mau makan? Mengapa kamu begitu sedih? Bukankah aku, suamimu ini, lebih berharga dibandingkan dengan sepuluh anak laki-laki?”
1SA 1:9 Pada suatu kali di Silo, sesudah mereka selesai makan dan minum, Hana berdiri dan pergi berdoa di dekat gerbang halaman kemah TUHAN. Saat itu imam Eli sedang duduk di kursinya di samping pintu gerbang itu.
1SA 1:10 Hana berdoa kepada TUHAN dengan sangat sedih sambil menangis tersedu-sedu.
1SA 1:11 Dan Hana bersumpah kepada TUHAN, “Ya TUHAN Panglima Semesta mohon lihatlah penderitaan hamba dengan penuh belas kasihan, ingatlah dan jangan melupakan hamba-Mu ini. Jika Engkau memberikan kepada hamba seorang anak laki-laki, maka hamba akan menyerahkan dia kepada-Mu untuk melayani Engkau seumur hidupnya, dan rambutnya tidak akan pernah dipotong.”
1SA 1:12 Sementara Hana berdoa kepada TUHAN, Eli memperhatikan gerakan bibirnya.
1SA 1:13 Hana berdoa di dalam hati, hanya bibirnya yang bergerak, tetapi suaranya tidak terdengar. Karena itu Eli mengira bahwa Hana sedang mabuk.
1SA 1:14 Maka Eli berkata kepada Hana, “Sampai kapankah kamu akan terus mabuk? Buanglah anggurmu!”
1SA 1:15 Hana menjawabnya, “Hamba tidak sedang mabuk, Tuan! Hamba tidak sedang minum anggur ataupun minuman keras. Hamba sangat sedih dan sedang mencurahkan seluruh isi hati hamba kepada TUHAN.
1SA 1:16 Janganlah menganggap hamba ini wanita hina. Sejak tadi hamba hanya mengungkapkan semua kesedihan dan penderitaan hamba kepada TUHAN!”
1SA 1:17 Jawab Eli kepadanya, “Kalau begitu, pergilah dengan hati yang tenang. Semoga Allah Israel mengabulkan apa yang kamu mohon kepada-Nya.”
1SA 1:18 Hana berkata, “Terima kasih! Semoga hambamu berkenan di hadapanmu.” Kemudian Hana pergi, lalu makan dan wajahnya tidak muram lagi.
1SA 1:19 Keesokkan harinya, ketika hari masih subuh, Elkana dan keluarganya bangun dan beribadah kepada TUHAN. Sesudah itu mereka kembali ke kota Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, TUHAN mengingat permintaan Hana untuk mempunyai seorang anak.
1SA 1:20 Beberapa waktu kemudian, Hana melahirkan seorang anak laki-laki. Hana menamai anak itu Samuel, karena katanya, “Saya sudah memintanya kepada TUHAN.”
1SA 1:21 Tahun berikutnya, Elkana dan keluarganya pergi lagi ke Silo untuk mempersembahkan kurban tahunan kepada TUHAN, juga kurban istimewa untuk menepati sumpah mereka.
1SA 1:22 Tetapi Hana tidak ikut dengan mereka. Katanya kepada suaminya, “Sesudah Samuel berhenti menyusu, saya akan membawa dia ke sana untuk mengkhususkan dia demi pelayanan TUHAN, lalu Samuel akan tinggal di kemah TUHAN mulai saat itu sampai seterusnya.”
1SA 1:23 Maka Elkana berkata kepadanya, “Lakukanlah apa yang menurutmu baik. Tinggallah di sini sampai kamu selesai menyapih dia. Semoga TUHAN membantumu menepati janjimu.” Maka Hana tetap tinggal di Rama dan menyusui Samuel sampai tiba waktunya Samuel disapih.
1SA 1:24 Ketika Hana selesai menyapih Samuel, Hana dan Elkana membawa dia ke kemah TUHAN di Silo. Hana juga membawa seekor sapi jantan berumur tiga tahun untuk kurban persembahan, sembilan kilogram tepung, dan satu kantong kulit berisi anggur.
1SA 1:25 Sesudah menyembelih sapi jantan itu, mereka menyerahkan Samuel kepada Eli.
1SA 1:26 Hana bertanya kepada Eli, “Apakah Tuan masih ingat pada hamba? Sayalah wanita yang dulu berdiri di sini dekat Tuan dan berdoa kepada TUHAN.
1SA 1:27 Hamba memohon kepada TUHAN supaya Dia memberi saya seorang anak. TUHAN sudah mengabulkan permohonan hamba.
1SA 1:28 Sekarang hamba akan menyerahkan anak ini kepada TUHAN. Seumur hidupnya, dia akan mengabdi bagi TUHAN.” Saat itu juga, Samuel sujud dan menyembah TUHAN.
1SA 2:1 Lalu Hana berdoa, “Ya TUHAN, hamba-Mu ini sangat bersukacita karena Engkau! Aku mengangkat tinggi wajahku karena Engkau membuatku kuat! Aku menertawakan musuh-musuhku, karena sekarang aku bisa menjawab mereka yang suka menghina. Aku bersukacita karena Engkau menyelamatkan aku.
1SA 2:2 Tidak ada yang kudus seperti Engkau, TUHAN! Tidak ada Allah selain Engkau! Tidak ada gunung batu seperti Engkau!
1SA 2:3 “Karena itu aku berani berkata kepada para pengejekku, ‘Berhentilah bersikap sombong dan angkuh! Mulutmu tidak boleh lagi dipakai untuk menyombongkan diri! Karena TUHAN tahu segala sesuatu, dan segala perbuatan kita akan dihakimi-Nya.’
1SA 2:4 “Busur para pahlawan Engkau patahkan, tetapi kami yang lemah dan tidak berdaya mendapat kekuatan baru.
1SA 2:5 Mereka yang dulunya selalu kenyang sekarang harus bekerja untuk mendapat makanan, tetapi kami yang dulunya sering lapar sekarang terus merasa kenyang. Bahkan wanita-wanita yang dulunya mandul, sekarang merasa puas karena punya keluarga yang lengkap. Sedangkan wanita-wanita yang punya banyak anak, sekarang merasa kesepian.
1SA 2:6 TUHAN, Engkau yang mengambil hidup, dan Engkau juga yang memberi hidup kepada semua orang. Engkau yang dapat membawa orang sampai ke Syeol, tetapi dapat membangkitkannya lagi.
1SA 2:7 Engkaulah yang membuat orang miskin dan orang kaya. Engkau juga yang merendahkan sebagian orang dan meninggikan yang lain.
1SA 2:8 Ada orang miskin yang Engkau angkat dari tempat terhina, lalu kepada mereka Engkau berikan kedudukan yang sangat tinggi— bahkan ada yang menjadi teman-teman dekat dari anak-anak raja. “Semuanya itu terjadi karena Engkaulah yang membangun pondasi bumi, dan Engkau jugalah yang meletakkan bumi di atas pondasi itu!
1SA 2:9 Engkau pasti menjaga orang-orang yang setia kepada-Mu, sedangkan orang jahat akan binasa dalam kesengsaraan. Sebab, bukan oleh kekuatan kami sendiri kami dapat menang atas musuh-musuh kami!
1SA 2:10 TUHAN, kepada semua musuh-Mu Engkau akan menunjukkan murka-Mu dengan guntur yang besar, lalu menghancurkan mereka! Engkaulah yang akan menghakimi setiap orang sampai ke ujung-ujung bumi. Engkau pasti menguatkan orang yang Engkau pilih menjadi raja kami. Engkau akan memberi kemenangan kepadanya dan meluaskan kerajaannya.”
1SA 2:11 Lalu Elkana dan Hana pulang ke rumah mereka di Rama, sedangkan Samuel tetap di Silo untuk melayani TUHAN, di bawah bimbingan Imam Eli.
1SA 2:12 Kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, sangat buruk kelakuannya. Mereka bertugas sebagai imam, tetapi meremehkan TUHAN.
1SA 2:13 Mereka tidak mengikuti peraturan-peraturan yang ditentukan dalam kitab Taurat untuk para imam. Misalnya, ketika seseorang sedang memasak daging persembahan yang boleh dimakan oleh dia dan keluarganya, sementara daging itu direbus, seorang pembantu imam datang membawa garpu besar dan panjang bergigi tiga.
1SA 2:14 Pembantu imam itu menusukkannya ke dalam baskom, wajan, periuk, ataupun panci, dan segala sesuatu yang tertusuk oleh garpu itu akan diambilnya untuk diberikan kepada Hofni dan Pinehas. Inilah yang biasa Hofni dan Pinehas lakukan kepada semua orang Israel saat mereka datang untuk mempersembahkan kurban tahunan mereka di Silo.
1SA 2:15 Bahkan, sebelum imam yang bertugas sempat membakar semua lemak dari kurban persembahan seseorang, pembantu Hofni dan Pinehas akan datang dan berkata pada orang yang memberikan kurban itu, “Berikanlah beberapa daging mentah itu untuk dipanggang oleh tuan saya! Dia tidak mau menerima daging yang sudah direbus darimu, hanya daging mentah.”
1SA 2:16 Jika orang yang membawa persembahan itu berkata, “Menurut peraturan, lemak itu harus dibakar lebih dahulu, sesudah itu silakan ambil bagian mana saja yang kamu mau,” maka pembantu itu akan menjawab, “Tidak! Berikan sekarang juga! Jika kamu menolak, saya akan mengambilnya secara paksa!”
1SA 2:17 Dosa Hofni dan Pinehas sangat besar dalam pandangan TUHAN, karena mereka meremehkan persembahan-persembahan yang dikurbankan kepada TUHAN.
1SA 2:18 Sementara itu, Samuel yang masih anak-anak terus melayani TUHAN. Dia juga memakai baju efod seperti seorang imam.
1SA 2:19 Setiap tahun, Hana membuatkan jubah baru untuk Samuel, dan membawakannya ketika dia dan Elkana pergi ke Silo untuk memberikan persembahan tahunan.
1SA 2:20 Dan setiap tahun Eli selalu memberkati Elkana dan Hana dengan berkata, “Biarlah TUHAN memberikan lebih banyak anak kepada Hana untuk menggantikan Samuel yang sudah diserahkannya kepada TUHAN!” Sesudah itu, mereka pulang.
1SA 2:21 Maka TUHAN bermurah hati kepada Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan lagi tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan. Dan Samuel, dari waktu kanak-kanak sampai dewasa, selalu terlibat dalam pelayanan di kemah TUHAN.
1SA 2:22 Eli sudah sangat tua saat dia mendengar tentang segala kejahatan yang dilakukan oleh kedua anaknya kepada orang-orang Israel. Contohnya, dia sudah dengar bahwa Hofni dan Pinehas bersetubuh dengan beberapa wanita yang melakukan berbagai macam tugas di pintu gerbang halaman kemah TUHAN.
1SA 2:23 Kata Eli kepada Hofni dan Pinehas, “Mengapa kalian berdua terus saja berkelakuan seperti ini?! Orang sering datang kepadaku menyampaikan keluhan bahwa kalian melakukan segala macam kejahatan!
1SA 2:24 Anak-anakku, ini seharusnya tidak boleh terjadi! Berita buruk tentang kalian terus-menerus dibicarakan oleh seluruh umat TUHAN!
1SA 2:25 Jika seseorang berdosa terhadap sesamanya, kita bisa meminta Allah untuk memulihkan hubungan antara kedua orang itu. Tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, tidak ada lagi orang yang bisa menjadi perantara antara dia dengan TUHAN!” Namun, Hofni dan Pinehas tidak mendengarkan teguran ayah mereka karena TUHAN sudah memutuskan untuk membinasakan mereka.
1SA 2:26 Sementara itu, Samuel semakin dewasa serta disukai oleh TUHAN dan semua orang.
1SA 2:27 Seorang nabi Allah menemui Eli dan berkata, “Dengarkanlah berita ini dari TUHAN! ‘Aku menyatakan diri-Ku kepada nenek moyangmu Harun dan semua keturunannya, saat umat-Ku masih diperbudak di negeri Mesir dan di bawah kekuasaan raja Mesir.
1SA 2:28 Aku memilih Harun dari antara seluruh suku Israel untuk menjadi imam-Ku yang pertama untuk mempersembahkan kurban di mezbah-Ku, membakar dupa, dan mengenakan baju efod di hadapan-Ku. Dan kepada kalian, keturunannya, Aku sudah berikan pelayanan khusus untuk mempersembahkan seluruh kurban bakaran yang diberikan oleh umat Israel.
1SA 2:29 Jadi mengapa kamu dan anak-anakmu memandang rendah kurban dan persembahan yang diberikan bagi-Ku? Kamu lebih menghormati anak-anakmu daripada menghormati Aku, dan membuat dirimu gemuk dengan mengambil bagian terbaik dari seluruh persembahan yang dibawa oleh umat-Ku orang Israel.’
1SA 2:30 “Oleh karena itu TUHAN Allah Israel berkata, ‘Aku memang berjanji bahwa para keturunan Harun akan melayani Aku selamanya-lamanya.’ Tetapi sekarang Aku berkata, ‘Tidak akan seperti itu lagi!’ Karena Aku akan menghormati siapa yang menghormati Aku, tetapi mengutuk orang yang memandang Aku rendah!
1SA 2:31 Bahkan, sudah tiba saatnya Aku akan mengakhiri kekuasaanmu dan anak cucumu sebagai imam. Dari keturunanmu tidak akan ada seorang pun yang berumur panjang!
1SA 2:32 Bahkan kamu akan menyaksikan ketika malapetaka menimpa tempat kediaman-Ku! Mulai sekarang dan untuk selamanya, orang-orang lain di antara umat Israel akan mendapat berbagai berkat, tetapi di antara keturunanmu tidak akan ada orang yang berumur panjang!
1SA 2:33 Siapa pun dari keturunanmu yang masih hidup dan diperbolehkan makan daging kurban dari mezbah-Ku, dia akan menangis dan merana sampai matanya menjadi buta. Keturunanmu tidak akan pernah mencapai usia tua. Semuanya akan mati muda.
1SA 2:34 Biarlah apa yang akan terjadi pada kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, menjadi tanda bagimu: Mereka akan meninggal pada hari yang sama!
1SA 2:35 “Tetapi Aku akan mengangkat seorang imam besar lain yang akan setia melayani-Ku sesuai dengan kehendak-Ku. Aku akan memberinya banyak keturunan dan meneguhkan mereka, sehingga keturunannya akan melayani-Ku sebagai imam sepanjang masa. Bahkan akan ada orang yang bertugas sebagai imam bagi raja yang Aku urapi atas umat-Ku.
1SA 2:36 Setiap laki-laki yang masih hidup dari keturunanmu akan datang dan sujud di hadapan imam besar itu untuk meminta uang dan makanan dengan berkata, ‘Mohon berikan saya pekerjaan di kemah TUHAN, agar saya bisa mendapat makan.’”
1SA 3:1 Samuel terus melayani TUHAN dengan bimbingan Imam Eli. Pada masa itu, jarang ada nabi yang menyampaikan pesan dari TUHAN, dan penglihatan-penglihatan pun jarang terjadi.
1SA 3:2 Kedua mata Eli sudah rabun. Pada suatu malam ketika Eli berbaring di tempat tidurnya,
1SA 3:3 dan tiang pelita bercabang di kemah TUHAN masih menyala, Samuel sedang berbaring di ruang kudus, tidak jauh dari ruang mahakudus dan peti perjanjian Allah.
1SA 3:4 Tiba-tiba TUHAN memanggil Samuel dan Samuel pun menjawab, “Ya, aku di sini!”
1SA 3:5 Lalu dia mendatangi Eli dan berkata, “Aku di sini. Bapak tadi memanggilku.” Tetapi Eli menjawab, “Aku tidak memanggilmu. Kembalilah berbaring.” Maka Samuel kembali berbaring.
1SA 3:6 TUHAN memanggil lagi, “Samuel!” Samuel tidak tahu bahwa yang memanggilnya adalah TUHAN, karena TUHAN belum pernah berbicara kepada dia sebelumnya. Maka bangunlah Samuel. Dia pergi menghampiri Eli dan berkata, “Bapak memanggilku. Ini aku datang.” Tetapi Eli menjawab Samuel, “Nak, aku tidak memanggilmu. Kembalilah tidur.”
1SA 3:8 Lalu TUHAN memanggil Samuel untuk ketiga kalinya. Dia pun bangun dan kembali mendatangi Eli serta berkata, “Aku di sini! Bapak memanggilku!” Maka Eli menyadari bahwa TUHANlah yang sudah memanggil Samuel.
1SA 3:9 Jadi kata Eli kepadanya, “Berbaringlah kembali ke tempatmu dan tidurlah. Bila kamu mendengar suara itu memanggilmu lagi, katakanlah, ‘Berbicaralah, ya TUHAN. Hamba-Mu ini mendengarkan.’” Kemudian Samuel kembali dan tidur di tempatnya.
1SA 3:10 Lalu TUHAN datang dan berdiri di dekatnya serta memanggil Samuel seperti sebelumnya, “Samuel! Samuel!” Kini Samuel menjawab, “Berbicaralah, ya TUHAN. Hamba-Mu ini mendengarkan.”
1SA 3:11 TUHAN berkata kepadanya, “Dengarlah! Aku akan melakukan sesuatu yang besar di antara umat Israel, dan saat mereka mendengar berita ini, mereka akan terkejut, merasa ngeri, dan berharap berita itu tidak benar.
1SA 3:12 Pada hari itu, Aku akan melakukan segala hukuman yang sudah Aku sampaikan terhadap Eli dan keluarganya! Tidak satu pun tidak akan terjadi!
1SA 3:13 Aku sudah berulang kali memperingatkan Eli bahwa Aku akan menghukum keluarganya sampai selama-lamanya atas dosa mereka. Kelakuan Hofni dan Pinehas meremehkan Aku, tetapi Eli tidak mengambil tindakan untuk menghentikan kelakuan mereka itu.
1SA 3:14 Itulah sebabnya Aku bersumpah mengenai keluarga Eli, ‘Dosa keluarganya tidak akan pernah diampuni, biarpun mereka mempersembahkan kurban dan persembahan gandum-ganduman!’”
1SA 3:15 Samuel tidur lagi sampai pagi. Lalu seperti biasanya, dia membuka tirai di pintu kemah TUHAN. Samuel takut untuk memberitahu Eli tentang pesan yang TUHAN sampaikan semalam.
1SA 3:16 Tetapi Eli memanggilnya, “Samuel, anakku!” Jawabnya, “Ya, Bapak. Aku di sini.”
1SA 3:17 Eli bertanya, “Pesan apa yang TUHAN sampaikan kepadamu? Jangan sembunyikan dariku! Biarlah Allah menghukummu, bahkan mencabut nyawamu, jika kamu menyembunyikan apa pun juga yang dikatakan-Nya kepadamu.”
1SA 3:18 Jadi Samuel menceritakan semuanya kepada Eli. Tidak ada satu pun yang disembunyikannya. Akhirnya Eli berkata, “Biarlah TUHAN melakukan sesuai kehendak-Nya.”
1SA 3:19 Samuel terus bertumbuh besar, dan TUHAN menyertai dia. Semua nubuatan yang disampaikan Samuel selalu terjadi.
1SA 3:20 Karena itu, seluruh umat dari ujung utara Israel sampai ujung selatan, yaitu dari wilayah Dan sampai Bersyeba, mengakui bahwa Samuel terbukti sebagai nabi TUHAN.
1SA 3:21 Dan TUHAN masih terus menampakkan diri-Nya serta menyampaikan berbagai pesan kepada Samuel di Silo. Lalu Samuel memberitakannya kepada umat Israel. (4:1) Jadi, hal-hal yang dinubuatkan Samuel terdengar di seluruh Israel.
1SA 4:1 Pada waktu itu, terjadilah perang antara bangsa Israel dan bangsa Filistin. Pasukan Israel berkemah di Eben Haezer, sedangkan pasukan Filistin berkemah di Afek.
1SA 4:2 Ketika pasukan Filistin menyerang pasukan Israel dan pertempuran meluas di daerah itu, Israel dikalahkan oleh mereka. Tentara Filistin membunuh kira-kira empat ribu tentara Israel di medan pertempuran.
1SA 4:3 Pada saat para tentara kembali ke perkemahan, para tua-tua bangsa Israel bertanya, “Mengapa TUHAN mengizinkan bangsa Filistin mengalahkan kita hari ini?! Mari kita membawa peti perjanjian TUHAN dari Silo. Kalau peti itu bersama kita, pasti kita diselamatkan dari tangan musuh-musuh kita.”
1SA 4:4 Karena itu, beberapa orang tentara diutus ke Silo untuk mengambil peti perjanjian TUHAN Panglima Semesta, yaitu Allah yang bertakhta di atas kedua bentuk malaikat penjaga di penutup peti itu. Dua anak lelaki Eli, Hofni dan Pinehas, mengikuti mereka membawa peti itu ke perkemahan.
1SA 4:5 Saat peti perjanjian TUHAN tiba di perkemahan, seluruh pasukan Israel berteriak begitu keras sampai tanah berguncang.
1SA 4:6 Pasukan Filistin mendengarkan bunyi sorak itu dan berkata, “Mengapa terdengar suara teriakan begitu di perkemahan Israel?” Lalu mereka mendengar bahwa peti TUHAN sudah tiba di perkemahan Israel. Saat menyadari hal itu,
1SA 4:7 mereka menjadi sangat takut dan berkata satu sama yang lain, “Wah, celakalah kita! Dewa-dewa Israel sudah datang ke perkemahan mereka! Bencana seperti ini belum pernah terjadi kepada kita! Siapakah dewa kita yang dapat melepaskan kita dari tangan dewa-dewa mereka yang begitu perkasa? Dewa-dewa mereka inilah yang menghancurkan bangsa Mesir dengan berbagai wabah penyakit di padang belantara!
1SA 4:9 Tetapi hai orang Filistin, tetaplah kita kuat dan bertindaklah seperti laki-laki, atau kalian akan menjadi budak orang Israel, seperti mereka sudah menjadi budak kita! Marilah kita bertindak seperti laki-laki yang gagah perkasa dan berperanglah!”
1SA 4:10 Maka mereka bertempur lebih keras lagi, sehingga pasukan Filistin mengalahkan Israel. Sangat banyak tentara Israel yang mati. Tiga puluh ribu tentara Israel terbunuh, dan tentara yang selamat melarikan diri pulang.
1SA 4:11 Hofni dan Pinehas dibunuh, dan peti perjanjian TUHAN diambil orang Filistin.
1SA 4:12 Pada hari itu seorang tentara dari suku Benyamin melarikan diri dari barisan pertempuran ke Silo. Dia sudah merobek pakaiannya dan menaruh debu di kepalanya sebagai tanda berdukacita.
1SA 4:13 Saat dia tiba di Silo, Eli sedang duduk di bangkunya memperhatikan dari sisi jalan, karena dia sangat mengkuatirkan keadaan peti perjanjian TUHAN. Saat orang itu memasuki kota untuk memberikan laporan, semua penduduk mulai meratap.
1SA 4:14 Mendengar tangisan itu, Eli bertanya, “Suara keributan apa ini?” Usia Eli saat itu sembilan puluh delapan tahun dan matanya sudah tidak bisa melihat. Orang itu segera datang dan memberitahu Eli,
1SA 4:16 “Saya tadi berhasil melarikan diri dari pertempuran dan sampai ke sini!” Eli bertanya, “Anakku, apa yang terjadi di sana?”
1SA 4:17 Pembawa pesan itu berkata, “Kami tentara Israel melarikan diri dari pengejaran pasukan Filistin! Israel mengalami kekalahan besar! Hofni dan Pinehas sudah mati, dan peti perjanjian TUHAN dirampas bangsa Filistin!”
1SA 4:18 Saat orang itu menyebut ‘peti perjanjian TUHAN’, Eli jatuh ke belakang dari kursinya di samping pintu gerbang. Lehernya patah dan dia meninggal, karena dia sangat tua dan badannya gemuk. Eli sudah menjadi hakim bagi umat Israel selama empat puluh tahun.
1SA 4:19 Menantunya, yaitu istri Pinehas, sedang hamil tua dan hampir melahirkan. Saat dia mendengar kabar bahwa peti perjanjian TUHAN sudah dirampas oleh bangsa Filistin, dan bahwa ayah mertua serta suaminya meninggal, perempuan itu langsung merasakan sakit melahirkan. Namun, sakit bersalinnya itu terlalu berat bagi dia.
1SA 4:20 Ketika dia hampir mati, para wanita yang membantu dia untuk melahirkan berkata, “Jangan takut! Kamu baru saja melahirkan seorang anak laki-laki!” Tetapi dia tidak menjawab ataupun memperhatikan perkataan itu.
1SA 4:21 Istri Pinehas memberi nama anak itu Ikabod, karena katanya, “Kemuliaan Allah sudah hilang dari Israel.” Dia berkata demikian karena peti perjanjian TUHAN sudah dirampas, dan karena kematian ayah mertua serta suaminya.
1SA 4:22 Dengan nafas terakhir, sekali lagi dia mengatakan, “Kemuliaan Allah sudah hilang dari Israel, karena peti perjanjian TUHAN sudah dirampas.”
1SA 5:1 Sesudah bangsa Filistin merampas peti perjanjian Allah, mereka membawanya dari medan pertempuran di kota Eben Haezer ke kota Asdod.
1SA 5:2 Mereka membawa peti itu ke dalam rumah kuil dewa mereka yang bernama Dagon, dan meletakkannya di samping patung Dagon.
1SA 5:3 Namun keesokan paginya, saat penduduk kota Asdod masuk ke dalam kuil, mereka mendapati patung dewa Dagon sudah jatuh dengan wajah menghadap ke tanah di hadapan peti perjanjian TUHAN. Lalu mereka mengangkat patung Dagon itu dan mengembalikannya ke tempat semula.
1SA 5:4 Dan keesokan paginya, patung Dagon kembali terbaring di tanah di hadapan peti itu. Namun kali ini, kepala dan kedua tangan patung Dagon itu terlepas dari tubuhnya dan berada di ambang pintu kuilnya. Hanya bagian tubuhnya saja yang ada di hadapan peti perjanjian TUHAN.
1SA 5:5 Itulah sebabnya, sampai hari ini, para imam Dagon atau penyembahnya yang akan masuk ke dalam kuil Dagon di Asdod dilarang menginjak ambang pintu itu.
1SA 5:6 TUHAN memberikan hukuman berat kepada penduduk Asdod dan daerah sekitarnya. Dia membuat mereka sangat menderita dengan terserang penyakit yang mengakibatkan benjol-benjol di tubuh mereka.
1SA 5:7 Saat penduduk Asdod melihat apa yang terjadi, mereka berkata, “Peti dewa Israel tidak boleh tetap berada di sini! Dewa Israel sedang memberikan hukuman yang sangat berat atas kita dan dewa kita, Dagon!”
1SA 5:8 Maka penduduk Asdod mengirim pesan kepada kelima raja bangsa Filistin untuk berkumpul, dan menuntut mereka dengan berkata, “Kalian harus melakukan sesuatu dengan peti dewa Israel itu!” Sesudah para pemimpin mendiskusikan hal itu, mereka memutuskan, “Mari kita pindahkan peti itu ke Gat.” Kemudian mereka memindahkannya ke Gat.
1SA 5:9 Tetapi setibanya di Gat, TUHAN juga menghukum kota Gat dengan penyakit yang sama, sehingga para penduduk panik.
1SA 5:10 Maka diputuskan lagi untuk memindahkan peti itu ke Ekron. Tetapi setibanya di sana, penduduk kota itu memprotes dengan berteriak, “Kalau peti dewa orang Israel ada di sini, kami bisa mati semua!”
1SA 5:11 Maka para penduduk Ekron menuntut supaya kelima raja Filistin berkumpul lagi. Lalu para penduduk berkata, “Bawalah peti dewa orang Israel itu keluar dari sini! Kembalikan saja ke tempatnya semula. Kalau tidak, kita semua akan mati terbunuh oleh dewa mereka!” Mereka berkata demikian karena Allah sudah menghajar kota itu dengan hukuman yang sangat berat.
1SA 5:12 Ada penduduk yang sudah mati, dan yang masih hidup juga diserang penyakit benjolan. Tangisan penduduk kota itu minta tolong kepada dewa-dewa mereka naik sampai ke langit.
1SA 6:1 Sesudah peti perjanjian TUHAN ditahan selama tujuh bulan di negeri Filistin,
1SA 6:2 raja-raja mereka memanggil para imam kuil dewa-dewa mereka serta para tukang ramal dan bertanya, “Apa yang harus kami lakukan terhadap peti dewa Israel ini? Beritahu kami bagaimana cara mengembalikan kepada bangsa Israel.”
1SA 6:3 Mereka menjawab, “Jika kalian ingin mengembalikan peti dewa Israel itu, maka janganlah mengembalikannya tanpa memberikan sesuatu, tetapi kirimkanlah suatu persembahan penebusan kesalahan. Jika kalian disembuhkan, maka kalian akan tahu bahwa dewa merekalah yang menyebabkan wabah itu.”
1SA 6:4 Lalu raja-raja itu bertanya, “Apakah persembahan penebusan kesalahan yang harus kami kirimkan kepada dewa Israel?” Jawab para imam dan tukang ramal itu, “Karena kalian adalah lima raja, berikan lima batang emas yang bentuknya seperti benjolan yang muncul di tubuh kita, dan lima batang emas berbentuk tikus, sama seperti tulah yang sudah menyerang kita dan kelima daerah yang dikuasai oleh kalian.
1SA 6:5 Buatlah patung-patung benjolan dan patung-patung tikus seperti yang sudah merusak negeri kita dan berilah penghormatan kepada dewa Israel. Semoga dengan cara demikian dewa mereka akan mengangkat tangannya dari kita, dan menghentikan bencana yang begitu besar kepada semua rakyat, negeri, dan dewa kita.
1SA 6:6 Janganlah kalian keras kepala seperti raja Mesir dan rakyatnya! Ingatlah bahwa dewa Israel itu berulang kali memberikan hukuman berat kepada mereka, sampai akhirnya raja Mesir dan rakyatnya terpaksa melepaskan bangsa Israel.
1SA 6:7 “Maka kami usulkan, buatlah sebuah kereta baru yang akan ditarik oleh dua ekor induk sapi yang baru melahirkan dan belum pernah digunakan untuk membajak. Ikatlah kedua ekor sapi itu pada bagian depan kereta, tetapi anak-anaknya dikembalikan ke kandang mereka.
1SA 6:8 Letakkanlah peti dewa mereka ke atas kereta itu, dan di sampingnya letakkan juga peti lain berisi emas yang berbentuk benjolan dan tikus sebagai persembahan penebusan kesalahan. Kemudian biarkanlah sapi-sapi itu berjalan sendiri tanpa dituntun.
1SA 6:9 Lalu perhatikanlah hal ini, “Jika kedua induk sapi itu menarik kereta sampai di perbatasan Bet Semes di daerah Israel, maka itulah tanda bahwa memang dewa orang Israel yang memberikan hukuman ini atas kita. Tetapi jika hal itu tidak terjadi, maka semua malapetaka yang sudah terjadi ini hanyalah kebetulan.”
1SA 6:10 Maka raja-raja Filistin melakukan tepat seperti petunjuk yang mereka terima. Mereka mengambil dua ekor induk sapi yang masih menyusui dan memasangkan pada bagian depan sebuah kereta baru yang dibuat dari kayu, sedangkan anak-anak sapi itu dikembalikan ke dalam kandangnya semula.
1SA 6:11 Kemudian orang-orang Filistin meletakkan peti perjanjian TUHAN di atas kereta itu, bersama dengan peti lain yang berisi patung-patung tikus dan benjolan emas itu.
1SA 6:12 Lalu kedua sapi itu berjalan menuju Bet Semes. Sepanjang jalan kedua sapi itu mengeluarkan suara melenguh dan tidak berbelok ke kiri ataupun ke kanan. Selama perjalanan menuju perbatasan Bet Semes, kelima raja bangsa Filistin berjalan agak jauh di belakang kereta itu.
1SA 6:13 Pada saat itu penduduk Bet Semes sedang menuai gandum di lembah. Ketika mereka melihat peti perjanjian TUHAN sedang dibawa kembali kepada mereka, mereka sangat bersukacita.
1SA 6:14 Kedua sapi itu membawa kereta itu menuju ke ladang orang Bet Semes yang bernama Yosua, dan berhenti di dekat sebuah batu besar. Lalu para penduduk Bet Semes yang hadir menurunkan peti perjanjian dari kereta itu, dan juga peti lain yang berisi patung-patung emas, dan meletakkan keduanya di atas batu besar itu. Sesudah itu mereka membelah-belah kereta itu dan menjadikannya sebagai kayu bakar. Kemudian mereka mempersembahkan kedua sapi itu sebagai kurban yang dibakar habis dan kurban-kurban lainnya kepada TUHAN.
1SA 6:16 Kelima raja orang Filistin memperhatikan semua hal itu dari kejauhan, lalu mereka kembali ke Ekron pada hari itu juga.
1SA 6:17 Ada lima patung emas yang berbentuk benjolan yang dikirimkan orang Filistin kepada TUHAN sebagai persembahan penebusan kesalahan, yaitu satu patung untuk kelima kota besar mereka: Asdod, Gaza, Askelon, Gat, dan Ekron.
1SA 6:18 Jumlah patung emas yang berbentuk tikus juga sesuai dengan jumlah kota kerajaan Filistin, dan mewakili kota-kota berbenteng dan kampung-kampung kecil di dalam setiap daerah kelima kota besar itu. Batu besar di Bet Semes di ladang Yosua itu, di mana mereka menaruh peti perjanjian TUHAN, masih ada sampai sekarang, dan batu itu menjadi tanda pengingat akan kejadian ini.
1SA 6:19 Namun TUHAN membinasakan sejumlah besar laki-laki Bet Semes karena mereka melihat ke dalam peti perjanjian TUHAN. Maka pada waktu itu orang-orang Bet Semes berduka untuk mereka, karena TUHAN menghukum dengan begitu keras.
1SA 6:20 Para penduduk Bet Semes berkata, “Siapa yang bisa menjadi pengantara kita dan TUHAN Allah Yang Mahakudus ini? Kepada siapa kita kirim peti perjanjian ini supaya kita tidak mati semua?”
1SA 6:21 Maka penduduk Bet Semes mengirim utusan kepada penduduk Kiryat Yearim untuk menyampaikan bahwa, “Orang Filistin sudah mengembalikan peti perjanjian TUHAN. Datanglah ke sini dan ambillah peti ini serta bawa pulang ke kota u.”
1SA 7:1 Lalu penduduk Kiryat Yearim datang dan mengambil peti perjanjian TUHAN. Mereka membawanya ke rumah Abinadab yang terletak di atas bukit. Kemudian mereka menetapkan Eleazar, anak Abinadab, untuk bertanggung jawab atas peti perjanjian TUHAN.
1SA 7:2 Peti itu tetap tersimpan di Kiryat Yearim selama dua puluh tahun. Selama waktu itu seluruh umat Israel meratap dan berseru meminta tolong kepada TUHAN, karena sudah lama Dia membiarkan Israel dijajah oleh bangsa Filistin.
1SA 7:3 Lalu Samuel berkata kepada seluruh umat Israel, “Jika kalian sungguh-sungguh ingin kembali beribadah kepada TUHAN, maka buanglah semua dewa bangsa asing dan patung Asytoret yang ada di antara kalian. Berbaktilah dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN saja, maka Dia akan melepaskan kalian dari penjajahan bangsa Filistin.”
1SA 7:4 Kemudian orang Israel membuang semua patung dewa bangsa asing dari daerah mereka, termasuk patung Baal dan Asytoret, lalu melayani TUHAN saja.
1SA 7:5 Kemudian Samuel berkata, “Kumpulkanlah seluruh umat Israel ke Mispa, maka saya akan berdoa kepada TUHAN bagi kalian.”
1SA 7:6 Sesudah umat Israel berkumpul di Mispa, mereka membuat upacara di mana mereka menuangkan air sebagai tanda pertobatan yang melambangkan bahwa jiwa mereka sungguh-sungguh diserahkan kepada TUHAN. Sepanjang hari itu mereka berpuasa dan berseru meminta ampunan dengan mengatakan, “Kami sudah berdosa terhadap TUHAN!” Di tempat inilah Samuel mulai menjadi hakim bagi umat Israel.
1SA 7:7 Ketika bangsa Filistin mendengar bahwa bangsa Israel sudah berkumpul di Mispa, maka kelima raja Filistin mengumpulkan pasukan mereka, dan berangkat untuk menyerang orang Israel. Ketika mendengar bahwa pasukan Filistin sedang datang, semua orang Israel sangat ketakutan.
1SA 7:8 Mereka berkata kepada Samuel, “Teruslah berdoa kepada TUHAN Allah kita, supaya Dia menolong dan menyelamatkan kita dari serangan bangsa Filistin!”
1SA 7:9 Lalu Samuel mengambil seekor anak domba yang masih menyusu dan mempersembahkannya kepada TUHAN sebagai kurban yang dibakar habis. Samuel berdoa kepada TUHAN untuk umat Israel, dan TUHAN menjawab dia.
1SA 7:10 Pada waktu Samuel mempersembahkan kurban yang dibakar habis itu, pasukan Filistin mendekat untuk menyerang mereka. Tetapi saat itu juga, TUHAN menurunkan bunyi gemuruh yang keras dari langit sebagai tanda ancaman terhadap orang Filistin sehingga mereka panik, dan orang Israel mengalahkan mereka.
1SA 7:11 Mulai dari Mispa, orang-orang Israel mengejar dan membunuh tentara-tentara Filistin sampai ke hilir Bet Kar.
1SA 7:12 Samuel mengambil sebuah batu yang besar dan tinggi, lalu mendirikannya di antara Mispa dan Sen. Dia menamai tugu itu Eben Haezer, karena katanya, “Sampai saat ini TUHAN sudah menolong kita.”
1SA 7:13 Demikianlah orang Filistin dikalahkan, dan sesudah itu mereka tidak lagi memasuki wilayah Israel untuk berperang. Selama masa hidup Samuel, TUHAN terus menolong orang Israel sehingga bangsa Filistin tidak berani lagi menyerang mereka.
1SA 7:14 Orang Israel berhasil merebut kembali semua kota yang sebelumnya dirampas oleh orang Filistin, mulai dari kota Ekron sampai Gat. Demikianlah bangsa Israel mendapatkan kembali seluruh wilayah mereka. Perdamaian juga terjadi antara Israel dan bangsa Amori.
1SA 7:15 Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel sampai dia meninggal.
1SA 7:16 Setiap tahun, Samuel berkeliling ke Betel, Gilgal, dan Mispa. Di setiap kota itu, Samuel menyelesaikan perkara-perkara yang terjadi di antara orang Israel.
1SA 7:17 Kemudian Samuel kembali ke rumahnya di Rama. Di sana dia juga menghakimi perkara antara orang Israel dan membangun sebuah mezbah untuk mempersembahkan kurban bagi TUHAN.
1SA 8:1 Pada masa tuanya, Samuel mengangkat kedua anak laki-lakinya untuk menggantikan dia sebagai hakim bagi bangsa Israel.
1SA 8:2 Anaknya yang sulung bernama Yoel dan yang bungsu Abia. Mereka menjadi hakim di Bersyeba.
1SA 8:3 Tetapi mereka tidak menegakkan keadilan, justru melakukan korupsi dan menerima suap. Mereka tidak mengikuti teladan ayah mereka.
1SA 8:4 Karena itu, para tua-tua Israel berkumpul dan mendatangi Samuel di Rama.
1SA 8:5 Mereka berkata kepadanya, “Kami mohon Tuan mendengarkan kami. Tuan sudah lanjut usia, dan kedua anak Tuan tidak mengikuti teladan Tuan. Jadi, angkatlah seorang raja bagi kami. Biarlah raja itu yang akan memimpin kami, sehingga kami sama seperti bangsa-bangsa di sekeliling kami.”
1SA 8:6 Akan tetapi, Samuel sangat tidak menyetujui permintaan mereka. Kemudian dia berdoa meminta petunjuk dari TUHAN.
1SA 8:7 Berkatalah TUHAN kepadanya, “Lakukanlah apa yang mereka minta. Akulah yang mereka tolak sebagai Raja mereka, bukan kamu!
1SA 8:8 Sejak Aku menuntun mereka keluar dari Mesir sampai sekarang, mereka meninggalkan Aku dan beribadah kepada berbagai dewa. Yang mereka lakukan kepada-Ku itu sama seperti yang mereka lakukan kepadamu!
1SA 8:9 Lakukanlah apa yang mereka minta. Tetapi beritahu dan peringatkanlah mereka dengan sungguh-sungguh, tentang bagaimana raja itu akan memperlakukan mereka.”
1SA 8:10 Perkataan TUHAN kepada Samuel lalu disampaikannya kepada para tua-tua yang meminta kepadanya untuk mengangkat seorang raja.
1SA 8:11 Katanya, “Seperti inilah perlakuan raja yang akan memerintah atas setiap orang dari antara kalian: Dia akan mewajibkan anak-anak lelakimu menjadi tentara. Sebagian akan ditugaskan sebagai tentara berkereta dan tentara berkuda. Sebagian lagi akan menjadi tentara yang berlari di depan kereta-kereta pasukannya.
1SA 8:12 Ada yang diangkat sebagai pemimpin atas seribu tentara, atau atas lima puluh. Ada juga yang dijadikan sebagai buruh kasar untuk membajak ladangnya, menuai panennya, dan membuat senjata perang serta peralatan keretanya.
1SA 8:13 Raja akan mengambil anak-anak perempuanmu dan menjadikan mereka sebagai buruh kasar yang bekerja sebagai pembuat minyak wangi, juru masak, dan tukang roti.
1SA 8:14 Selanjutnya dia akan merampas tanahmu yang terbaik, termasuk ladangmu, kebun anggurmu, dan kebun zaitunmu, lalu dia akan memberikannya kepada para pejabatnya.
1SA 8:15 Raja juga akan mengambil sepuluh persen dari hasil gandum dan anggurmu, dan membagikannya kepada para pejabatnya.
1SA 8:16 Dia juga akan mengambil para hambamu, baik yang laki-laki maupun perempuan, juga sapi dan keledaimu yang terbaik, untuk kepentingan pribadinya.
1SA 8:17 Dia akan mengambil sepuluh persen dari kawanan ternakmu, dan kalian akan menjadi hambanya.
1SA 8:18 Dan akan datang harinya ketika kalian semua akan berseru meminta pertolongan kepada TUHAN karena raja yang kalian pilih, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kalian.”
1SA 8:19 Tetapi mereka yang hadir menolak peringatan Samuel. Mereka berkata, “Biarpun begitu kami tetap mau supaya seorang raja memerintah atas kami!
1SA 8:20 Dengan demikian bangsa kita akan sama seperti bangsa-bangsa lain. Raja kami akan memerintah atas kami dan memimpin kami ketika terjadi perang.”
1SA 8:21 Mendengar segala sesuatu yang mereka katakan, lalu Samuel menyampaikannya kepada TUHAN.
1SA 8:22 Berkatalah TUHAN kepadanya, “Lakukanlah seperti yang mereka katakan, dan lantiklah seorang raja yang akan memerintah atas mereka.” Lalu Samuel menyetujui permohonan mereka dan berkata, “Kembalilah dulu ke kotamu masing-masing.”
1SA 9:1 Di antara orang-orang dari suku Benyamin, ada seorang pria yang terkemuka, namanya Kis, anak Abiel. Abiel adalah anak Zeror, Zeror adalah anak Bekorat, dan Bekorat adalah anak Afiah dari suku Benyamin.
1SA 9:2 Kis memiliki seorang anak laki-laki bernama Saul. Saul adalah seorang pemuda yang sangat tampan dan tinggi badannya melebihi rata-rata orang Israel, yang hanya sebahunya. Tidak ada seorang pun di antara orang Israel yang melebihi tingginya.
1SA 9:3 Suatu hari beberapa ekor keledai milik Kis hilang. Kis berkata kepada Saul, “Anakku, bawalah seorang budak laki-laki bersamamu dan pergi mencari keledai-keledai kita itu.”
1SA 9:4 Lalu Saul bersama budaknya menelusuri daerah perbukitan Efraim, terus ke daerah Salisa. Kemudian mereka masuk daerah Sahalim, dan mencari di seluruh wilayah Benyamin. Tetapi mereka tidak menemukan keledai-keledai itu.
1SA 9:5 Pada saat mereka sampai di daerah Zuf, berkatalah Saul kepada budak itu, “Ayo, mari kita pulang. Jangan sampai bapakku lebih mengkuatirkan kita daripada keledai-keledai itu.”
1SA 9:6 Budak itu menjawab, “Oh, tiba-tiba saya teringat! Di kota ini ada seorang hamba Allah. Dia sangat dihormati sebagai nabi karena segala sesuatu yang dikatakannya benar-benar terjadi. Mari kita pergi menemui dia, barangkali dia bisa memberi petunjuk kepada kita di mana keledai-keledai itu berada.”
1SA 9:7 Lalu kata Saul kepadanya, “Baiklah, kita bisa saja pergi menemui dia! Tetapi kita tidak memiliki apa-apa untuk diberikan sebagai hadiah, bahkan makanan kita pun sudah habis. Apa yang bisa kita berikan kepadanya?”
1SA 9:8 Budak itu menjawab, “Kebetulan saya punya sekeping perak 3 gram. Kita bisa memberikan kepadanya supaya dia memberitahu kepada kita ke mana kita harus pergi.”
1SA 9:9 (Pada waktu itu, biasanya seorang nabi disebut sebagai ‘pelihat.’ Apabila orang ingin mengetahui kehendak Allah, mereka berkata, “Ayo, marilah kita pergi kepada pelihat.”)
1SA 9:10 Berkatalah Saul, “Baiklah! Ayo, kita pergi.” Mereka pun pergi ke kota tempat tinggal hamba Allah itu.
1SA 9:11 Ketika melalui jalan mendaki bukit yang menuju ke kota, mereka bertemu dengan beberapa gadis yang hendak pergi ke sumur untuk menimba air. Saul dan budak itu bertanya kepada para gadis itu, “Apakah pelihat itu ada di sini?”
1SA 9:12 Para gadis itu menjawab, “Ya, dia ada di sini. Baru saja dia datang untuk memimpin acara mempersembahkan kurban bagi TUHAN demi rakyat, di mezbah yang ada di puncak bukit ini.
1SA 9:13 Kalian bisa menemuinya saat kalian masuk ke dalam kota, sebelum dia naik ke bukit untuk makan. Para undangan tidak akan memulai acara sebelum dia tiba, karena dia harus memberkati kurban terlebih dahulu. Sesudah itu, para undangan akan makan. Sebaiknya kalian segera naik, karena inilah saatnya kalian bisa bertemu dengan dia.”
1SA 9:14 Ketika Saul dan budak itu sedang memasuki pintu gerbang kota itu, mereka bertemu dengan Samuel, yang sedang berjalan naik menuju ke bukit.
1SA 9:15 Sehari sebelum Saul datang, TUHAN sudah memberitahu Samuel,
1SA 9:16 “Besok kira-kira pada waktu yang sama seperti saat ini, Aku akan mengirimkan kepadamu seorang laki-laki muda dari tanah Benyamin. Urapilah dia sebagai raja atas umat-Ku Israel. Dia akan menyelamatkan umat-Ku dari kekuasaan bangsa Filistin. Karena Aku berbelas kasihan kepada umat-Ku, dan tangisan mereka sudah terdengar oleh-Ku!”
1SA 9:17 Saat Samuel melihat Saul, TUHAN berkata kepadanya, “Inilah dia yang sudah Aku katakan kepadamu! Dia akan memerintah atas umat-Ku.”
1SA 9:18 Saat itu juga Saul mendekati Samuel di pintu gerbang dan bertanya kepadanya, “Bisakah Bapak memberitahu saya di mana rumah sang pelihat itu?”
1SA 9:19 Jawab Samuel kepada Saul, “Sayalah pelihat itu! Pergilah mendahului saya ke tempat mezbah di puncak bukit. Hari ini kita akan makan bersama. Besok pagi saya akan menjawab pertanyaanmu, lalu kamu boleh pulang.
1SA 9:20 Jangan kuatir tentang keledai-keledaimu yang hilang tiga hari yang lalu, karena mereka sudah ditemukan. Tetapi kamu dan keluargamu adalah inti dari harapan seluruh bangsa Israel!”
1SA 9:21 Tetapi Saul menjawab, “Saya hanya orang biasa yang berasal dari suku Benyamin, suku yang paling kecil dari antara semua suku Israel. Dan keluarga saya dianggap paling rendah dari antara semua keluarga di suku itu. Mengapa Bapak berkata seperti itu kepada saya?”
1SA 9:22 Lalu Samuel mengantar Saul dan budak itu ke sebuah ruang pertemuan besar yang ada di dekat mezbah itu dan memberikan tempat duduk yang utama kepada mereka di hadapan seluruh undangan. Jumlah para undangan sekitar tiga puluh orang.
1SA 9:23 Kata Samuel kepada juru masak, “Berikanlah kepadanya bagian daging terbaik yang saya minta kamu sisihkan untuk tamu terhormat.”
1SA 9:24 Maka juru masak itu mengambilnya dan meletakkan daging pilihan dari bagian paha di hadapan Saul. Berkatalah Samuel kepada Saul, “Inilah bagian yang disediakan khusus untukmu dalam pesta makan ini! Makanlah bersama dengan tamu-tamu yang saya undang menghadiri pesta ini.” Maka Saul makan bersama Samuel pada hari itu.
1SA 9:25 Sesudah mereka kembali ke rumah Samuel di kota, Samuel dan Saul berbincang-bincang di bagian atap rumahnya yang datar.
1SA 9:26 Pagi-pagi saat fajar, Samuel memanggil Saul yang tidur di bagian atap rumah, “Bangunlah! Sudah waktunya berangkat. Aku akan mengantarkan kamu ke pinggir kota.” Saul bangun, lalu mereka berangkat.
1SA 9:27 Sementara mereka berjalan ke pinggir kota, Samuel berkata kepada Saul, “Suruhlah budakmu untuk mendahului kita.” Maka Saul menyuruhnya demikian. Lalu Samuel berkata kepada Saul, “Tunggu sebentar, karena saya mau menyampaikan pesan dari Allah kepadamu.”
1SA 10:1 Lalu Samuel mengambil sebuah kendi kecil berisi minyak zaitun dan menuangkannya ke atas kepala Saul dan memeluknya serta berkata, “TUHAN sudah memilihmu untuk memimpin umat-Nya, bangsa Israel, yang adalah milik-Nya yang khusus! Kamu akan memerintah atas umat TUHAN dan kamu akan membebaskan mereka dari kuasa musuh-musuh yang ada di sekeliling mereka. Inilah yang akan menjadi tanda bagimu bahwa TUHAN sudah memilih kamu sebagai pemimpin atas umat-Nya:
1SA 10:2 Sesudah kita berpisah hari ini, kamu akan bertemu dua orang laki-laki di dekat kuburan Rahel di Zelza, di perbatasan wilayah Benyamin. Mereka akan berkata kepadamu, ‘Keledai-keledaimu yang hilang sudah ditemukan. Bapakmu sudah tidak lagi kuatir tentang keledai-keledai itu, tetapi menjadi kuatir tentang dirimu! Dia terus bertanya, “Apa yang terjadi dengan anakku?!”’
1SA 10:3 “Lalu dari situ kamu akan berjalan terus sampai di pohon yang dianggap keramat di dekat gunung Tabor. Di situ kalian akan berjumpa dengan tiga orang laki-laki yang sedang bepergian ke Betel untuk mempersembahkan kurban kepada Allah. Seorang akan membawa tiga ekor anak kambing, seorang lagi akan membawa tiga potong roti bundar, dan yang seorang lagi akan membawa kantong kulit yang berisi air anggur.
1SA 10:4 Mereka akan menanyakan kabarmu dan menawarkan untuk kamu mengambil dua dari roti bundar itu. Terimalah itu dari mereka.
1SA 10:5 “Sesudah itu, kamu akan pergi ke bukit Gibea, di sana ada tempat penyembahan Allah, dan juga pos jaga Filistin. Saat kamu tiba di kota Gibea, kamu akan bertemu dengan sekelompok nabi yang baru saja turun dari tempat penyembahan itu. Mereka akan bernubuat sambil bermain gambus, rebana, seruling, dan kecapi.
1SA 10:6 Lalu Roh TUHAN akan turun atasmu dan kamu akan bernubuat bersama dengan mereka. Sifat dan karaktermu akan berubah menjadi lain dari dirimu yang saat ini.
1SA 10:7 Sesudah hal-hal yang saya katakan ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang menurutmu baik, karena Allah menyertaimu.
1SA 10:8 Kemudian kamu mendahului saya ke Gilgal. Kita akan bertemu di sana untuk mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai. Kamu harus menunggu saya selama tujuh hari sampai saya tiba dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.”
1SA 10:9 Ketika Saul berpaling dan meninggalkan Samuel, Allah mengubah karakter Saul seluruhnya. Semua tanda-tanda yang Samuel nubuatkan kepadanya terjadi pada hari itu.
1SA 10:10 Ketika Saul dan budaknya tiba di Gibea, sekelompok nabi bertemu dengan dia. Lalu Roh Allah turun atas Saul dan dia juga turut bernubuat bersama dengan mereka.
1SA 10:11 Orang-orang yang mengenal Saul dari dahulu heran melihat dia bernubuat dengan para nabi. Mereka saling bertanya, “Apa yang terjadi dengan anak Kis ini?! Bagaimana Saul bisa menjadi seorang nabi?!”
1SA 10:12 Lalu salah seorang penduduk Gibea berkata, “Bernubuat seperti mereka bukanlah soal dilahirkan dari keturunan nabi.” Walaupun begitu, karena peristiwa ini cukup mengherankan, maka pertanyaan tersebut sering disebut, “Bagaimana Saul bisa menjadi seorang nabi?!”
1SA 10:13 Sesudah Saul selesai bernubuat, dia naik ke tempat penyembahan yang di atas bukit di dekat situ.
1SA 10:14 Bertanyalah paman Saul kepadanya dan budak itu, “Kalian berdua dari mana?” Saul menjawab, “Mencari keledai-keledai yang hilang, tetapi kami tidak menemukannya. Maka kami menemui Samuel untuk meminta petunjuk.”
1SA 10:15 Pamannya bertanya lagi, “Apa yang Samuel katakan kepadamu?”
1SA 10:16 Saul menjawab, “Samuel berkata bahwa keledai-keledai itu sudah ditemukan.” Tetapi Saul tidak memberitahukan bahwa dia akan menjadi raja bangsa Israel.
1SA 10:17 Kemudian Samuel memanggil bangsa Israel supaya berkumpul di hadapan TUHAN di Mispa.
1SA 10:18 Berkatalah Samuel kepada orang Israel, “Inilah yang dikatakan TUHAN Allah kita, ‘Aku sudah membawa Israel keluar dari Mesir dan membebaskan kalian dari tangan orang Mesir dan seluruh kerajaan lain yang menindas kalian.
1SA 10:19 Akulah Allah yang sudah menyelamatkan kalian dari semua kesulitan dan kesukaran. Tetapi hari ini kalian sudah menolak-Ku dengan berkata, “Angkatlah seorang raja atas kami.” Baiklah, untuk memilih raja bagi kalian, perwakilan setiap suku akan maju di hadapan-Ku. Kemudian dari suku terpilih, perwakilan setiap keluarga akan maju.’”
1SA 10:20 Lalu Samuel mengajak semua perwakilan suku Israel maju mendekat ke depan, dan suku Benyamin yang terpilih.
1SA 10:21 Lalu Samuel menyuruh perwakilan dari setiap keluarga suku Benyamin maju ke depan, dan terpilihlah keluarga Matri. Maka Samuel menyuruh keluarga Matri maju ke depan, dan Saul anak Kis yang terpilih. Tetapi ketika mereka mencari Saul, dia tidak ada.
1SA 10:22 Maka mereka meminta petunjuk kepada TUHAN, “Apakah Saul sudah ada di sini?” Dan TUHAN menjawab, “Saul bersembunyi di belakang tempat menyimpan perbekalan.”
1SA 10:23 Lalu mereka berlari menjemput Saul dan membawanya keluar dari sana. Ketika Saul berdiri di antara orang-orang itu, dia lebih tinggi dari mereka semua. Tinggi badan orang Israel pada umumnya hanya sebatas bahu Saul.
1SA 10:24 Berkatalah Samuel kepada semua orang di situ, “Inilah orang yang dipilih TUHAN. Sungguh, tidak ada seorang pun seperti dia dari semua orang sebangsa kita!” Seluruh rakyat berteriak, “Hidup raja!”
1SA 10:25 Lalu Samuel menjelaskan kepada masyarakat tentang hak dan kewajiban raja. Dia menuliskan semuanya itu pada sehelai perkamen. Kemudian Samuel menyuruh semua orang itu pulang ke rumah masing-masing. Sesudah itu Samuel menyimpan tulisan di perkamen itu di salah satu tempat penyembahan TUHAN.
1SA 10:26 Saul juga pulang ke rumahnya di Gibea. Pada waktu itu ada beberapa orang gagah perkasa ikut bersamanya. Hati mereka digerakkan Allah untuk bergabung dengan Saul.
1SA 10:27 Tetapi beberapa orang jahat berkata, “Tidak mungkin orang ini mampu menyelamatkan kita!” Mereka meremehkan Saul dan tidak memberikan hadiah kepadanya. Tetapi Saul berpura-pura tidak mendengar mereka.
1SA 11:1 Pada waktu itu, Raja Nahas dari bangsa Amon memimpin pasukannya menyeberangi sungai Yordan dan mengepung kota Yabes di wilayah Gilead. Penduduk kota Yabes berkata kepada Raja Nahas, “Buatlah perjanjian damai dengan kami, maka kami akan tunduk kepadamu.”
1SA 11:2 Jawab Raja Nahas, “Saya akan membuat perjanjian dengan kalian tetapi dengan satu syarat, yaitu mata kanan setiap laki-laki harus dicungkil dengan benda tajam sehingga menjadi buta. Dengan begitu saya akan membuat malu semua bangsa Israel!”
1SA 11:3 Jawab para tua-tua kota Yabes kepadanya, “Berikan kami waktu tujuh hari untuk mengutus para pembawa pesan ke seluruh wilayah Israel menyampaikan kepada semua orang tuntutan Tuan. Jika tidak ada yang datang menolong kami, maka kami akan menyerahkan diri kepada Tuan.”
1SA 11:4 Nahas merasa tidak akan ada yang datang, maka dia setuju dengan tawaran mereka. Ketika para pembawa pesan dari Yabes tiba di kota Gibea, yaitu tempat tinggal Saul, mereka menyampaikan apa yang sudah terjadi dan persyaratan yang diajukan Raja Nahas. Maka seluruh penduduk kota itu meratap dengan suara keras.
1SA 11:5 Saat berita itu disampaikan, Saul sedang berjalan pulang dari ladangnya. Dia pulang dengan mengarahkan sepasang sapi jantannya yang tadi dia gunakan untuk membajak. Sesampai di kota dia bertanya, “Ada apa? Mengapa kalian semua meratap?” Lalu mereka menyampaikan kepadanya berita dari Yabes itu.
1SA 11:6 Ketika Saul mendengar berita itu, Roh Allah menguasainya, dan Saul menjadi sangat marah.
1SA 11:7 Dia mengambil sepasang sapinya itu dan memotong-motongnya, lalu menyuruh para pembawa pesan untuk mengantar potongan-potongan itu ke seluruh pelosok Israel dengan pesan, “Setiap orang yang tidak mengikuti Saul dan Samuel dalam perang, sapinya akan berakhir seperti potongan-potongan daging ini!” TUHAN membuat semua orang Israel menjadi takut terhadap apa yang dapat Saul lakukan bila mereka tidak menurutinya. Maka mereka semua langsung berkumpul bersama.
1SA 11:8 Saul mengumpulkan dan menghitung jumlah mereka di Bezek. Pasukan Israel sebanyak tiga ratus ribu orang. Dan pasukan dari suku Yehuda sendiri sebanyak tiga puluh ribu orang.
1SA 11:9 Kemudian Saul berkata kepada para pembawa pesan dari Yabes, “Kembalilah dan sampaikan ini kepada penduduk Yabes, ‘Besok, saat matahari terik, kalian akan diselamatkan.’” Ketika para pembawa pesan itu pulang dan menyampaikan pesan Saul, seluruh penduduk Yabes bersukacita.
1SA 11:10 Kemudian para pemimpin Yabes menghadap dan berkata kepada Nahas, “Besok kami akan menyerahkan diri kepadamu. Perlakukanlah kami sebagaimana yang Tuan inginkan.”
1SA 11:11 Saul membagi orang-orang yang sudah berkumpul itu menjadi tiga kelompok pasukan. Keesokan paginya saat matahari terbit, mereka menyerbu masuk ke perkemahan pasukan Amon, dan membantai mereka sepanjang pagi. Sebelum tengah hari, mereka sudah menghabisi hampir semua pasukan Amon. Tentara musuh yang tersisa dan berhasil lolos tercerai-berai melarikan diri, bahkan tidak ada dua orang dari mereka yang masih bersama.
1SA 11:12 Lalu rakyat Israel memuji Saul kepada Samuel, “Kalau masih ada orang-orang yang tidak setuju untuk Saul menjadi raja kita, bawalah mereka ke sini! Kami akan membunuh mereka!”
1SA 11:13 Tetapi jawab Saul, “Tidak! Hari ini tidak akan ada seorang pun yang akan aku hukum mati, karena hari ini TUHAN sudah menyelamatkan Israel.”
1SA 11:14 Kemudian Samuel berkata kepada umat Israel, “Marilah kita bersama-sama pergi ke Gilgal untuk meneguhkan pelantikan Saul sebagai raja kita!”
1SA 11:15 Maka semua umat Israel pergi ke Gilgal, dan di sana di hadapan TUHAN Samuel melantik Saul untuk kedua kalinya sebagai raja. Lalu mereka mengucap syukur dengan mempersembahkan kurban tanda damai kepada TUHAN. Saul dan seluruh bangsa Israel bersukacita.
1SA 12:1 Samuel berkata kepada seluruh umat Israel, “Saya sudah melakukan apa yang kalian minta dengan melantik seorang raja atas kalian.
1SA 12:2 Mulai sekarang Raja Saul yang akan memimpin kalian dan kedua anak laki-laki saya juga ada di antara kalian. Saya sudah menjadi pemimpin kalian sejak saya masih muda sampai hari ini, tetapi sekarang saya sudah tua dan rambut saya sudah putih.
1SA 12:3 Maka adililah saya sekarang di hadapan kalian, dan di hadapan TUHAN, serta raja yang sudah dipilih-Nya: Bila ada orang yang ingin bersaksi melawan saya, lakukanlah sekarang. Apakah saya pernah korupsi atau menyalahgunakan jabatan, sehingga saya mengambil sapi, keledai, atau hartamu yang lain, atau pernah menindas kamu? Katakanlah sekarang supaya saya dapat mengembalikan apa yang pernah saya ambil atau bertanggung jawab atas perbuatan itu.”
1SA 12:4 Jawab seluruh bangsa Israel, “Tidak! Bapak tidak pernah melakukan kecurangan atau menindas kami, dan tidak pernah mengambil uang suap.”
1SA 12:5 Lanjut Samuel, “Pada hari ini, TUHAN dan raja yang sudah diurapi-Nya menjadi saksi bahwa saya tidak pernah melakukan kesalahan apa pun terhadap kalian.” Jawab mereka, “Ya, TUHAN menjadi saksi kita.”
1SA 12:6 Lalu Samuel berkata kepada umat Israel, “Benar! Dia yang sudah memilih Musa dan Harun untuk membawa nenek moyang kita keluar dari Mesir.
1SA 12:7 Sekarang, berdirilah di sini di hadapan TUHAN dan saya akan mengingatkan kalian bagaimana TUHAN dengan luar biasa sudah bertindak adil kepada kalian dan kepada nenek moyang kita.
1SA 12:8 “Ketika Yakub dan keturunannya hidup di Mesir sebagai pendatang, nenek moyang kita berseru meminta tolong kepada TUHAN. Lalu TUHAN mengutus Musa dan Harun untuk memimpin mereka keluar dari perbudakan di Mesir, supaya mereka dapat menetap di negeri ini.
1SA 12:9 Tetapi nenek moyang kita melupakan TUHAN Allah, sehingga Dia membiarkan mereka dikalahkan oleh Sisera, yaitu panglima pasukan Raja Yabin di Hazor. Dan hukuman TUHAN pernah jatuh atas umat Israel melalui tangan orang Filistin, dan raja Moab.
1SA 12:10 “Setiap kali itu terjadi mereka berseru kepada TUHAN dan berkata, ‘Kami sudah berdosa karena sudah meninggalkan Engkau, ya TUHAN, dan menyembah dewa Baal dan Asytoret! Tetapi selamatkanlah kami dari musuh-musuh kami, dan kami akan setia hanya kepada-Mu saja!’
1SA 12:11 Kemudian TUHAN mengutus Gideon, Barak, Yefta, dan saya, untuk membebaskan kita dari musuh-musuh yang sudah menindas kita dari segala arah, sehingga kita bisa hidup dengan aman.
1SA 12:12 “Tetapi ketika kalian melihat Raja Nahas memimpin bangsa Amon datang menyerang, kalian berkata kepada saya, ‘Kami menginginkan seorang raja untuk memerintah atas kami!’— padahal kalian sudah memiliki Raja, yaitu TUHAN Allahmu.
1SA 12:13 Jadi perhatikanlah! Inilah raja yang sudah kalian pilih. Sesuai dengan permintaan kalian, TUHAN sudah melantiknya.
1SA 12:14 “Segala sesuatu akan berjalan baik jika kalian dan raja terpilih tetap takut dan menghormati TUHAN, tetap setia dan menaati perintah-Nya, dan tidak memberontak melawan hukum-hukum-Nya.
1SA 12:15 Akan tetapi, apabila kalian tidak menaati TUHAN dan memberontak lagi melawan hukum-hukum TUHAN, maka TUHAN akan menghukum kalian, sebagaimana Dia sudah berulang-ulang menghukum nenek moyang kita.
1SA 12:16 “Sebagai bukti akan peringatan itu, tetap berdiri dan perhatikanlah keajaiban yang akan TUHAN lakukan di depan mata kalian!
1SA 12:17 Sekarang ini adalah musim panen gandum, dan biasanya tidak akan terjadi hujan. Walaupun demikian, saya akan berdoa kepada TUHAN supaya Dia memberikan guntur dan hujan. Melalui keajaiban itu kalian akan menyadari bahwa kalian sudah melakukan kejahatan besar di hadapan TUHAN, ketika kalian meminta untuk dipimpin oleh seorang raja.”
1SA 12:18 Lalu Samuel berdoa dan memohon kepada TUHAN, dan pada hari itu juga TUHAN menurunkan guntur dan hujan, sehingga semua orang menjadi sangat takut kepada TUHAN dan Samuel.
1SA 12:19 Maka semua orang berkata kepada Samuel, “Berdoalah kepada TUHAN Allah supaya kami tidak mati. Kami menyadari bahwa dosa-dosa kami bertambah lagi karena sudah meminta seorang raja.”
1SA 12:20 Lalu Samuel menjawab mereka, “Jangan takut! Walaupun kalian sudah melakukan kejahatan ini, jangan berpaling dari TUHAN. Tetaplah setia kepada TUHAN dengan sungguh-sungguh.
1SA 12:21 Jangan menyimpang dengan menyembah berhala-berhala. Itu sama sekali tidak berguna, karena tidak ada berhala yang dapat menolong ataupun menyelamatkan kalian dari para musuh.
1SA 12:22 Ingatlah bahwa TUHAN sudah memilih kita sebagai umat pilihan-Nya. Maka Dia tidak akan mencemarkan nama-Nya yang mulia dengan meninggalkan kita sebagai umat-Nya.
1SA 12:23 “Sehubungan dengan diri saya sendiri, saya tidak akan berbuat dosa terhadap TUHAN dengan cara berhenti mendoakan kalian! Saya pasti akan tetap mengajarkan kalian tentang segala sesuatu yang baik dan benar.
1SA 12:24 Hormatilah TUHAN dan tetaplah setia kepada-Nya dengan segenap hatimu. Janganlah sekali-kali melupakan semua perbuatan besar yang sudah dilakukan-Nya bagi kita.
1SA 12:25 Tetapi perlu kalian tahu: Apabila kalian terus saja melakukan hal-hal yang jahat, maka TUHAN akan membinasakan kalian serta raja kalian.”
1SA 13:1 Saul sudah dewasa saat dia mulai memerintah sebagai raja, dan dia memerintah bangsa Israel selama kurang lebih empat puluh tahun.
1SA 13:2 Dari pasukan Israel yang sudah berperang mengalahkan Amon, Saul memilih tiga ribu orang dari bangsa Israel untuk menjadi pasukan yang tetap siap untuk berperang. Dan dia menyuruh orang-orang yang tidak terpilih untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Dari tiga ribu tentara itu, dua ribu bertugas dengan dia di Mikmas dan seluruh daerah perbukitan Betel. Seribu orang lainnya bertugas dengan Yonatan, anaknya di Gibea, di wilayah Benyamin.
1SA 13:3 Kemudian Yonatan dan pasukannya menyerang dan menghancurkan pos tentara Filistin di Geba. Berita penyerangan itu terdengar oleh orang Filistin lainnya. Oleh karena itu, Saul mengirim utusan-utusan dengan perintah, “Pergi ke seluruh daerah Israel. Bunyikanlah terompet dan berseru, ‘Biarlah seluruh rakyat bersiaga!’”
1SA 13:4 Maka semua orang Israel mendengar, “Saul sudah mengalahkan pos tentara Filistin di Geba. Dengan demikian orang Filistin pasti sangat membenci orang Israel.” Maka tentara Israel disuruh berkumpul dan mengikuti Saul di Gilgal.
1SA 13:5 Sementara itu, tentara Filistin sudah berkumpul untuk menyerang bangsa Israel di Mikmas, yang terletak di sebelah timur Bet Awen. Mereka datang dengan tiga ribu kereta perang, enam ribu pasukan berkuda, dan pasukan berjalan kaki yang sangat banyak, seperti pasir di pantai.
1SA 13:6 Ketika bangsa Israel melihat bahwa mereka sudah didesak mundur oleh musuh yang jumlahnya lebih banyak, maka banyak tentara Israel itu bersembunyi di dalam gua-gua, di antara semak-semak lebat, di celah-celah di antara batu-batu besar, di lubang-lubang tanah yang dalam, dan di dalam sumur-sumur yang kering.
1SA 13:7 Bahkan ada tentara yang melarikan diri sampai menyeberangi sungai Yordan lalu menuju wilayah Gad dan Gilead. Sementara itu, Saul sendiri masih berada di Gilgal bersama dengan anggota pasukannya yang gemetar ketakutan.
1SA 13:8 Saul menunggu selama tujuh hari, sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Samuel. Tetapi pada hari ketujuh Samuel belum juga datang ke Gilgal. Saul menyadari bahwa banyak dari pasukannya sedang meninggalkannya.
1SA 13:9 Akhirnya Saul berkata, “Bawakan kepada saya kurban yang dibakar habis dan kurban-kurban tanda damai itu.” Lalu Saul sendiri mempersembahkan kurban yang dibakar habis itu untuk meminta pertolongan TUHAN.
1SA 13:10 Begitu Saul selesai mempersembahkan kurban yang dibakar habis itu, Samuel tiba di Gilgal, dan Saul meninggalkan mezbah untuk menyambut dia.
1SA 13:11 Tetapi Samuel berkata, “Apa yang sudah kamu lakukan?!” Saul menjawab, “Saya melihat para tentara mulai meninggalkan saya, dan Bapak tidak datang sesuai dengan waktu yang Bapak tentukan. Lagipula tentara Filistin sudah berkumpul di Mikmas.
1SA 13:12 Oleh sebab itu, saya berpikir, ‘Orang Filistin akan menyerang kita di Gilgal dan saya belum meminta restu TUHAN.’ Jadi saya merasa harus mempersembahkan kurban yang dibakar habis.”
1SA 13:13 Lalu Samuel berkata kepada Saul, “Kamu sudah bertindak sangat bodoh dengan tidak taat kepada TUHAN, Allahmu! Sesungguhnya, apabila kamu taat kepada perintah-Nya itu, TUHAN sudah berencana untuk menegakkan kerajaanmu atas Israel untuk selamanya!
1SA 13:14 Tetapi sekarang, kerajaanmu tidak akan bertahan. Oleh karena itu, TUHAN sudah memilih seorang yang memiliki hati sesuai keinginan-Nya, dan menetapkan orang itu untuk menjadi raja atas umat-Nya, karena kamu tidak taat kepada perintah yang TUHAN berikan kepadamu.”
1SA 13:15 Samuel meninggalkan Saul di Gilgal. Pasukan Filistin berkemah di Mikmas. Lalu Saul membawa semua tentara yang masih bersamanya dari Gilgal untuk bergabung dengan pasukan yang dipimpin Yonatan di Gibea, di wilayah Benyamin. Ketika jumlahnya dihitung, hanya ada sekitar enam ratus orang.
1SA 13:17 Para tentara Filistin mengirim tiga kelompok dari Mikmas dengan tugas untuk menjarah. Satu kelompok berjalan menuju ke Ofra di daerah Syual.
1SA 13:18 Satu kelompok lagi menuju ke Bet Horon. Dan kelompok yang lainnya menuju ke perbatasan yang menghadap lembah Zeboim ke arah padang belantara.
1SA 13:19 Pada waktu itu tidak terdapat seorang pun dari Israel yang menjadi tukang besi, sebab orang Filistin berkata, “Jangan sampai Israel bisa membuat pedang dan tombak.”
1SA 13:20 Jadi, semua orang Israel terpaksa pergi ke Filistin jika ingin menajamkan mata bajak, beliung, kapak, dan sabit mereka.
1SA 13:21 Mereka harus membayar 8 gram uang perak untuk menajamkan mata bajak atau beliung, dan 4 gram uang perak untuk menajamkan kapak, sabit, dan ujung tongkat untuk mengendalikan ternak.
1SA 13:22 Maka pada hari peperangan tidak ada seorang pun di pihak bangsa Israel yang memiliki pedang atau tombak, kecuali Saul dan Yonatan.
1SA 13:23 Sementara itu, orang Filistin sudah mengirim satu kelompok pasukan pengawal mereka sampai ke perlintasan gunung di Mikmas.
1SA 14:1 Pada suatu hari, Yonatan berkata kepada pembawa senjatanya, “Mari kita pergi menyeberang untuk mendekati pos pasukan pengawal Filistin di sana!” Tetapi Yonatan tidak memberitahu bapaknya tentang apa yang akan dia lakukan.
1SA 14:2 Saat itu, Saul masih tinggal di Gibea. Dia sedang duduk di bawah pohon delima di Migron, yang adalah tempat di ujung daerah Gibea. Sekitar enam ratus orang berada di sana bersama dengan dia.
1SA 14:3 Di antara orang-orang tersebut ada Ahia anak laki-laki Ahitub, saudara Ikabod. Ikabod adalah anak Pinehas, dan cucu Eli, imam TUHAN di Silo. Pada waktu itu Ahia sudah menggantikan Eli sebagai imam yang mengenakan baju efod. Mereka semua juga tidak mengetahui bahwa Yonatan sudah pergi.
1SA 14:4 Yonatan berusaha untuk mencapai pos pasukan pengawal Filistin. Untuk itu dia harus mendaki perlintasan sempit yang berada di antara dua tebing yang curam. Tebing di sisi utara dekat dengan Mikmas namanya Bozes, sedangkan tebing di sisi selatan dekat dengan Geba namanya Seneh.
1SA 14:6 Lalu Yonatan berkata kepada pembawa senjatanya, “Mari kita dekati para penyembah berhala ini! Barangkali TUHAN akan menolong kita! Tidak ada satu pun yang dapat menghalangi TUHAN dari menyelamatkan, baik jumlah pasukan kita banyak maupun hanya sedikit.”
1SA 14:7 Lalu pembawa senjatanya berkata, “Lakukanlah sesuai keinginan Tuan. Saya siap mendukung!”
1SA 14:8 Yonatan berkata, “Baiklah! Mari kita mendekati pasukan Filistin untuk memperlihatkan diri kepada mereka.
1SA 14:9 Jika mereka berkata kepada kita, ‘Tunggu di sana, sampai kami datang kepadamu,’ maka kita akan tetap tinggal di tempat itu dan tidak akan naik untuk mendatangi mereka.
1SA 14:10 Tetapi jika mereka berkata, ‘Datanglah ke sini dan lawanlah kami,’ maka kita akan naik untuk menyerang mereka. Itu artinya TUHAN sudah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita. Itulah tandanya buat kita.”
1SA 14:11 Lalu Yonatan dan pembawa senjatanya memperlihatkan diri kepada pos pasukan Filistin itu. Ada dari mereka yang mengejek, “Lihat! Ada beberapa penakut Israel yang keluar dari tempat persembunyian mereka!”
1SA 14:12 Kemudian mereka berteriak kepada Yonatan dan pembawa senjatanya itu, “Kalian naiklah ke sini, agar kami bisa memberi pelajaran!” Kemudian Yonatan berkata kepada pembawa senjatanya, “Ikutlah naik di belakang saya, karena TUHAN sudah menyerahkan mereka ke tangan bangsa Israel!”
1SA 14:13 Untuk mendaki tebing mereka berdua harus merangkak dengan kaki dan tangan, Yonatan di depan dan pembawa senjatanya mengikuti di belakangnya. Yonatan langsung menyerang tentara-tentara yang ada di pos itu dengan pedangnya, pembawa senjatanya ikut di belakangnya dan membunuh musuh-musuh yang sudah dilukai Yonatan. Sekitar dua puluh orang terbunuh di tempat yang luasnya tidak sampai seperempat hektar. Serangan itu memulai kekalahan orang Filistin.
1SA 14:15 Saat itu kepanikan menimpa seluruh pasukan Filistin, baik yang ada di perkemahan, dan yang sudah mengambil tempat di medan pertempuran, di pos-pos, maupun kelompok yang sedang menjarah. Lalu Allah membuat bumi bergetar, sehingga ketakutan mereka bertambah besar.
1SA 14:16 Sementara itu, orang-orang yang berjaga-jaga di sekeliling Saul di Gibea mendengar keributan dari arah perkemahan pasukan Filistin. Mereka juga melihat banyak sekali tentara Filistin melarikan diri ke segala arah.
1SA 14:17 Lalu Saul berkata kepada pasukan yang bersama dengan dia, “Kumpulkan barisan dan periksa siapa yang tidak bersama kita.” Dan ketika mereka memeriksa barisan, diketahuilah bahwa Yonatan dan pembawa senjatanya tidak ada bersama mereka.
1SA 14:18 Sesudah mengetahui hal itu, Saul ingin meminta petunjuk dari Allah. Saul berkata kepada Ahia, “Bawalah baju efod ke sini!” Pada waktu itu Ahia yang memakai efod dalam pelayanannya sebagai imam bagi umat Israel.
1SA 14:19 Sementara Saul mulai berbicara dengan imam itu, situasi perkemahan pasukan Filistin semakin kacau-balau. Hal itu mempengaruhi Saul sehingga dia berkata kepada imam itu, “Tidak ada waktu meminta petunjuk dari Allah!”
1SA 14:20 Saul dan semua pasukannya berlari ke medan pertempuran. Di sana mereka melihat kekacauan yang begitu hebat karena sesama tentara Filistin saling membunuh dengan pedang mereka sendiri.
1SA 14:21 Orang-orang Israel yang sebelumnya berpihak kepada orang-orang Filistin dan tinggal di perkemahan mereka, kembali bergabung dengan pasukan Israel untuk menolong Saul dan Yonatan.
1SA 14:22 Begitu juga orang Israel yang sebelumnya bersembunyi di perbukitan Efraim, saat mendengar bahwa pasukan Filistin sudah melarikan diri, maka mereka pun bergabung lagi dan ikut mengejar tentara-tentara Filistin yang sedang lari dari medan pertempuran.
1SA 14:23 Demikianlah TUHAN menyelamatkan bangsa Israel pada hari itu, dan pertempuran itu meluas sampai ke daerah Bet Awen.
1SA 14:24 Pertempuran sepanjang hari itu membuat pasukan Israel sangat kelelahan dan kelaparan. Sebab pada pagi hari itu Saul sudah mengikat mereka dengan bersumpah, “Biarlah TUHAN mengutuk siapa pun di antara kita yang memakan apa pun sebelum matahari terbenam, dan sebelum saya membalaskan dendam kepada musuh-musuh saya!” Jadi, tidak seorang pun dari para tentara yang memakan sesuatu sepanjang hari itu.
1SA 14:25 Ketika mereka berjalan memasuki hutan, mereka melihat madu jatuh menetes ke tanah.
1SA 14:26 Tetapi tidak ada seorang pun yang mengambil untuk memakan madu itu karena mereka takut melanggar sumpah yang diucapkan Saul.
1SA 14:27 Namun Yonatan tidak mendengar ketika bapaknya mengikat seluruh pasukan dalam sumpahnya itu. Jadi, dia mengulurkan tongkatnya dan mencelupkan ujung tongkat itu ke sarang madu dan mencicipi madu itu. Sesudah itu, dia merasa mendapat kekuatan baru.
1SA 14:28 Lalu seorang anggota pasukan memberitahu dia, “Ayahmu sudah mengikat para pasukan dengan bersumpah, ‘Biarlah TUHAN mengutuk orang yang memakan makanan apa pun hari ini!’ Itulah sebabnya kami sangat lelah.”
1SA 14:29 Maka Yonatan menjawab, “Wah, dengan demikian ayah saya mencelakakan kita! Lihatlah, saya menjadi lebih kuat sesudah mencicipi madu ini sedikit saja.
1SA 14:30 Jika semua pasukan diizinkan makan makanan yang mereka rampas dari musuh yang mereka temui hari ini, pasti lebih besar lagi kekalahan orang Filistin.”
1SA 14:31 Pada hari itu pasukan Israel mengalahkan orang Filistin dari kota Mikmas ke arah barat sampai kota Ayalon, sehingga semua tentara Israel menjadi sangat lelah dan lapar.
1SA 14:32 Karena itu, pada petang hari mereka mengambil jarahan yang dirampas, seperti domba, sapi dan anak-anak sapi. Mereka menyembelih binatang-binatang itu di atas tanah dan langsung memakan daging yang masih mengandung darahnya.
1SA 14:33 Maka dilaporkanlah hal itu kepada Saul, “Lihat, anggota pasukan kita berdosa terhadap TUHAN dengan memakan daging yang masih ada darahnya.” Kata Saul, “Jangan melanggar perintah TUHAN! Gulingkanlah sebuah batu besar ke sini. Gunakanlah itu sebagai tempat menyembelih binatang dan mengalirkan darahnya.”
1SA 14:34 Lalu Saul berkata lagi, “Sebarkanlah perintah ini kepada seluruh pasukan, ‘Bawalah binatang jarahan ke batu ini untuk menyembelihnya dan alirkan darahnya. Jangan berdosa kepada TUHAN dengan memakan daging yang masih ada darahnya.’” Jadi, malam itu setiap orang membawa sapi jantannya dan menyembelihnya di tempat itu.
1SA 14:35 Lalu, Saul mendirikan sebuah mezbah bagi TUHAN dari batu-batu. Itulah mezbah pertama yang dia dirikan bagi TUHAN.
1SA 14:36 Kemudian Saul berkata, “Mari kita mengejar orang-orang Filistin malam ini dan menjarah mereka sampai fajar. Kita tidak akan membiarkan seorang pun dari mereka tetap hidup!” Lalu semua pasukan berkata, “Lakukanlah apa yang terbaik menurut Tuan.” Tetapi imam Ahia berkata, “Marilah kita meminta petunjuk Allah terlebih dahulu.”
1SA 14:37 Maka Ahia menggunakan Urim dan Tumim untuk Saul agar bertanya kepada Allah, “Apakah sebaiknya aku memberi perintah untuk mengejar tentara-tentara Filistin sekarang? Apakah Engkau akan menyerahkan mereka ke dalam tangan kami?” Tetapi Allah tidak menjawab Saul pada saat itu.
1SA 14:38 Kemudian Saul berkata, “Kalian semua, para kepala pasukan, kemarilah! Mari kita cari tahu siapa yang sudah berbuat dosa hari ini.
1SA 14:39 Di hadapan TUHAN yang hidup, yang selalu menyelamatkan Israel, saya bersumpah bahwa orang yang melakukan dosa akan dihukum mati, biarpun itu ternyata anak saya sendiri!” Tetapi tidak seorang pun dari para tentara itu yang menjawabnya.
1SA 14:40 Lalu berkatalah Saul kepada semua pasukan Israel, “Kalian berdiri di sana, sedangkan saya dan Yonatan akan berdiri di sini.” Jawab pasukan itu kepada Saul, “Lakukanlah apa yang terbaik menurut Tuan.”
1SA 14:41 Kemudian Saul berkata, “TUHAN Allah Israel, mohon Engkau menunjukkan sebabnya Engkau tidak menjawab pertanyaanku hari ini: Jika aku atau Yonatan yang sudah berbuat dosa, maka tunjukkanlah Urim. Tetapi jika dosa ini dilakukan oleh pasukan Israel, tunjukkanlah Tumim.” Ternyata undian menunjuk kepada Yonatan dan Saul, sementara para tentara itu bebas dari tuduhan.
1SA 14:42 Kata Saul selanjutnya, “Undilah antara saya dan Yonatan!” Dan undian menunjukkan Yonatan yang bersalah.
1SA 14:43 Maka berkatalah Saul kepada Yonatan, “Beritahu aku apa yang sudah kamu lakukan!” Kata Yonatan, “Aku mencelupkan ujung tongkatku ke dalam madu untuk mencicipi sedikit darinya. Apakah karena itu saja aku layak dihukum mati?!”
1SA 14:44 Saul berkata, “Ya! Biarlah Allah menghukum aku, bahkan mencabut nyawaku, jika kamu tidak dihukum mati karena dosa itu!”
1SA 14:45 Tetapi pasukan itu berkata kepada Saul, “Jangan! Yonatan tidak boleh dihukum, karena dialah yang hari ini mendatangkan kemenangan besar bagi Israel. Tidak! Jangan menghukum dia! Di hadapan TUHAN yang hidup kami berjanji, jangan sampai sehelai rambut pun jatuh dari kepalanya, karena Allah sudah memakai dia hari ini untuk melakukan hal yang sangat hebat.” Jadi, para anggota pasukan itu menyelamatkan Yonatan dari hukuman mati.
1SA 14:46 Maka Saul berhenti mengejar para pasukan Filistin, sehingga orang-orang Filistin itu dibiarkan pulang ke daerah mereka masing-masing.
1SA 14:47 Sesudah posisi Saul sebagai raja atas Israel menjadi semakin kuat, dia berperang melawan semua musuh mereka di segala penjuru, termasuk bangsa Moab, bangsa Amon, bangsa Edom, raja-raja Zoba, dan bangsa Filistin. Bahkan Saul melepaskan Israel dari penindasan bangsa Amalek. Kemana pun Saul pergi berperang, dia selalu menang. Dengan melakukan hal-hal yang gagah perkasa, dia melepaskan bangsa Israel dari kuasa musuh-musuh mereka.
1SA 14:49 Anak-anak laki-laki Saul adalah Yonatan, Yiswi, dan Malkisua. Sedangkan anak-anak perempuannya adalah Merab dan Mikal.
1SA 14:50 Istri Saul bernama Ahinoam, anak perempuan Ahimaaz. Panglima pasukan perangnya bernama Abner, anak laki-laki Ner, paman Saul.
1SA 14:51 Kis adalah bapak Saul, dan Ner adalah bapak Abner. Kis dan Ner adalah anak-anak laki-laki Abiel.
1SA 14:52 Ada pertempuran-pertempuran sengit antara pasukan Israel dengan pasukan Filistin selama hidup Saul. Karena itu, jika Saul melihat pemuda yang kuat dan berani, maka dia segera menjadikan orang itu sebagai anggota pasukannya.
1SA 15:1 Pada suatu hari berkatalah Samuel kepada Saul, “Dulu TUHAN mengutus saya untuk mengurapi kamu menjadi raja atas umat-Nya, Israel. Oleh karena itu, dengarkanlah pesan TUHAN ini.
1SA 15:2 TUHAN Panglima Semesta berkata, ‘Aku akan membalas perbuatan bangsa Amalek karena dulu mereka tidak mengizinkan umat-Ku, Israel, melewati wilayah mereka pada waktu Israel keluar dari Mesir.
1SA 15:3 Karena itu pergilah dan seranglah bangsa Amalek! Aku sudah menetapkan mereka semua untuk dimusnahkan, jadi musnahkanlah semua, baik mereka maupun segala sesuatu yang dimiliki mereka, tanpa perkecualian. Bunuhlah semua laki-laki, perempuan, anak-anak maupun bayi. Bunuh juga sapi, domba, unta, dan keledai.’”
1SA 15:4 Maka Saul mengumpulkan pasukan di kota Telaim. Jumlah mereka adalah 200.000 tentara yang berjalan kaki dari Israel, dan 10.000 tentara dari suku Yehuda.
1SA 15:5 Sesudah itu Saul dan pasukannya masuk daerah bangsa Amalek dan bersembunyi di lembah yang di dekat salah satu kota besar mereka, dan bersiap menghadang.
1SA 15:6 Saul mengirim pesan ini kepada orang Keni yang tinggal dekat dengan bangsa Amalek, “Pergi dan menjauhlah dari orang Amalek. Kalau tidak, kalian juga akan ikut dimusnahkan.” Saul tidak mau menghabisi suku Keni karena mereka sudah bersikap baik kepada umat Israel saat mereka keluar dari Mesir. Mendengar pesan Saul, maka orang-orang Keni itu pergi dari antara orang Amalek.
1SA 15:7 Sesudah itu, Saul dan pasukannya berperang dan mengalahkan orang Amalek dari kota Hawila sampai ke kota Syur, di sebelah timur Mesir.
1SA 15:8 Saul dan pasukannya membunuh semua rakyat Amalek, tetapi Agag, raja Amalek, ditangkap hidup-hidup.
1SA 15:9 Selain Agag, mereka juga tidak membunuh kawanan domba dan ternak yang sehat, serta tidak memusnahkan segala barang dan binatang yang menurut mereka bernilai. Mereka hanya menghabisi segala sesuatu yang tidak berharga.
1SA 15:10 Maka berkatalah TUHAN kepada Samuel,
1SA 15:11 “Aku sangat sedih bahwa Aku sudah menjadikan Saul sebagai raja, karena dia sudah meninggalkan Aku dan tidak melakukan semua perintah-Ku.” Hal ini membuat Samuel sangat sedih, dan dia berdoa kepada TUHAN sambil menangis sepanjang malam.
1SA 15:12 Keesokan harinya, pagi-pagi benar Samuel pergi untuk menemui Saul. Tetapi seseorang memberitahu dia, “Saul sudah pergi ke kota Karmel untuk mendirikan sebuah tugu pengingat akan dirinya sendiri, dan kemudian Saul pergi ke Gilgal.”
1SA 15:13 Samuel akhirnya bertemu dengan Saul di Gilgal. Saul menyapa Samuel dengan berkata, “Semoga TUHAN memberkatimu! Saya sudah melakukan apa yang diperintahkan TUHAN.”
1SA 15:14 Maka Samuel menjawab, “Kalau begitu mengapa ada suara domba dan ternak yang saya dengar di sini?”
1SA 15:15 Jawab Saul, “Itu adalah domba dan ternak terbaik yang diselamatkan oleh para tentara dari bangsa Amalek untuk dipersembahkan kepada TUHAN Allah kita. Tetapi segala yang lainnya kami sudah memusnahkannya.”
1SA 15:16 Maka Samuel berkata kepadanya, “Tunggu! Biar saya beritahu apa yang TUHAN katakan kepada saya tadi malam.” Jawab Saul, “Katakanlah.”
1SA 15:17 Samuel berkata, “Dulu kamu menganggap dirimu tidak berarti. Tetapi sekarang kamu sudah menjadi pemimpin atas suku-suku Israel. TUHAN sudah mengurapi kamu menjadi raja atas Israel.
1SA 15:18 TUHAN mengutus kamu dengan perintah ini, ‘Karena dosa bangsa Amalek, pergilah memusnahkan mereka secara total. Habisilah mereka.’
1SA 15:19 Mengapa kamu tidak menaati perintah TUHAN?! Kamu bahkan sibuk merampas milik mereka. Perbuatanmu itu jahat di mata TUHAN!”
1SA 15:20 Jawab Saul kepada Samuel, “Tetapi saya sudah menaati perintah TUHAN untuk pergi berperang. Saya hanya membawa raja mereka ke sini, sedangkan semua rakyatnya sudah saya bunuh.
1SA 15:21 Tetapi para tentara membawa jarahan domba dan ternak terbaik ke sini. Daripada memusnahkan, kami mau mempersembahkan semuanya itu kepada TUHAN Allahmu di Gilgal.”
1SA 15:22 Lalu Samuel berkata, “Manakah yang membuat TUHAN senang?— kurban yang dibakar habis dan kurban sembelihan lainnya, atau ketaatan? Sesungguhnya ketaatan itu jauh lebih baik daripada persembahan. Mendengarkan dengan penuh perhatian jauh lebih baik daripada persembahan lemak domba jantan.
1SA 15:23 Karena pemberontakan itu sama besar dengan dosa sihir, dan ketidaktaatan sama seperti dosa penyembahan berhala. Karena kamu sudah menolak perintah TUHAN, maka Dia pun sudah menolak kamu sebagai raja.”
1SA 15:24 Kemudian Saul menjawab Samuel, “Benar! Saya sudah berdosa. Saya sudah tidak menaati perintah TUHAN dan perkataanmu juga, karena takut kepada para tentara dan mengikuti perkataan mereka.
1SA 15:25 Tetapi sekarang saya memohon dengan sangat, ampunilah dosa saya! Kembalilah bersama saya sehingga saya dapat menyembah TUHAN.”
1SA 15:26 Lalu Samuel berkata, “Saya tidak akan kembali bersamamu. Kamu telah menolak perintah TUHAN, maka Dia sudah menolak kamu sebagai raja atas Israel!”
1SA 15:27 Saat Samuel berbalik hendak pergi, Saul memegang dengan erat jubah Samuel, sehingga jubah itu koyak.
1SA 15:28 Maka Samuel berkata, “Demikian juga TUHAN sudah mengoyak kerajaan Israel daripadamu dan sudah memberikannya kepada salah seorang sesamamu Israel, yaitu orang yang lebih baik daripadamu!
1SA 15:29 TUHAN Allah Israel Yang Mahamulia tidak berbohong, dan tidak mengubah keputusan-Nya. Karena Dia bukan seperti manusia yang selalu mengubah pendapat mereka.”
1SA 15:30 Tetapi Saul berkata lagi, “Benar Bapak! Saya sudah berbuat dosa. Namun saya mohon tunjukkanlah hormat kepada saya di hadapan para tua-tua dan di hadapan umat Israel. Kembalilah bersama saya agar saya bisa menyembah TUHAN Allahmu.”
1SA 15:31 Maka Samuel kembali ke lokasi penyembahan bersama dengan Saul, dan Saul menyembah TUHAN.
1SA 15:32 Lalu Samuel berkata, “Bawalah ke sini Agag, raja orang Amalek itu.” Agag datang dengan gemetar karena berpikir, “Betapa pahit rasanya, menghadapi kematianku!”
1SA 15:33 Tetapi kata Samuel kepadanya, “Sama seperti pedangmu sudah membuat para wanita bangsa-bangsa lain kehilangan anak mereka, demikianlah ibumu sekarang akan menjadi wanita yang kehilangan anak!” Lalu Samuel membunuh Agag dan memenggal-menggal mayatnya di hadapan TUHAN di Gilgal.
1SA 15:34 Lalu Samuel kembali ke Rama, dan Saul kembali ke rumahnya di Gibea.
1SA 15:35 Sejak saat itu sampai Samuel meninggal, dia tidak bertemu lagi dengan Saul. Tetapi Samuel tidak pernah lepas dari kesedihan karena Allah sudah menolak Saul sebagai raja Israel. Dan TUHAN pun sangat sedih karena sudah menjadikan Saul sebagai raja.
1SA 16:1 Akhirnya TUHAN berbicara kepada Samuel, “Tidak usah kamu terus saja bersedih karena Saul, karena Aku sudah menolak dia sebagai raja atas Israel. Isilah tanduk tabung minyakmu dengan minyak zaitun dan pergilah ke Betlehem. Aku mengutusmu untuk menemui Isai, orang Betlehem. Karena Aku sudah memilih seorang anaknya untuk menjadi raja.”
1SA 16:2 Kata Samuel, “Bagaimana mungkin saya pergi ke sana?! Jika Saul mendengar hal itu, dia pasti akan membunuh saya.” Jawab TUHAN, “Bawalah seekor sapi muda dan katakan kepada penduduk Betlehem, ‘Saya datang untuk melayani kalian dengan mempersembahkan kurban ini kepada TUHAN.’
1SA 16:3 Undanglah Isai untuk ikut ke upacara pengurbanan itu, dan Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kamu lakukan. Di sana Aku akan menunjukkan anaknya yang akan kamu urapi.”
1SA 16:4 Samuel melakukan semuanya sesuai perintah TUHAN kepadanya. Ketika dia tiba di Betlehem para tua-tua di kota itu menyambut dia dengan takut dan gemetar dengan berkata, “Tuan, kami berharap Tuan membawa kabar baik.”
1SA 16:5 Jawab Samuel, “Ya, saya datang untuk melayani kalian dengan mempersembahkan kurban ini kepada TUHAN. Sucikanlah diri kalian supaya kalian dapat mengikuti upacara pengurbanan ini.” Dia mengundang Isai dan anak-anaknya ke upacara pengurbanan itu dan mengadakan upacara penyucian diri bagi mereka.
1SA 16:6 Ketika mereka sudah berkumpul, Samuel melihat Eliab, anak sulung Isai, dan berpikir, “Pasti inilah orang yang TUHAN pilih!”
1SA 16:7 Tetapi TUHAN berkata kepada Samuel, “Jangan melihat wajah atau tinggi badannya, sebab Aku tidak memilih dia. Aku tidak menilai seseorang seperti cara manusia menilai. Manusia menilai berdasarkan penampilan luar saja, tetapi Aku menilai isi hatinya.”
1SA 16:8 Kemudian Isai memanggil anaknya yang kedua, yang bernama Abinadab, dan menyuruh dia berjalan di depan Samuel. Tetapi Samuel berkata, “Orang ini pun bukan dia yang dipilih oleh TUHAN.”
1SA 16:9 Lalu Isai menyuruh Syama berjalan di depan Samuel, tetapi Samuel berkata, “Dia juga bukan yang dipilih TUHAN.”
1SA 16:10 Demikianlah Isai sudah menunjukkan ketujuh anaknya kepada Samuel. Tetapi Samuel berkata kepada Isai, “TUHAN tidak memilih seorang pun dari antara mereka.”
1SA 16:11 Kemudian Samuel bertanya, “Apakah hanya mereka ini anak laki-lakimu?” Isai menjawab, “Masih ada yang bungsu tetapi dia sedang menggembalakan kawanan domba kami.” Maka kata Samuel, “Suruhlah orang memanggil dia karena kita tidak akan duduk dan makan bersama sebelum dia datang.”
1SA 16:12 Lalu Isai mengutus orang untuk menjemput Daud. Ternyata Daud seorang pemuda yang tampan, matanya indah dan wajahnya kemerah-merahan. Segera sesudah Daud datang, TUHAN berbicara kepada Samuel, “Inilah dia! Urapilah dia menjadi raja.”
1SA 16:13 Lalu Samuel mengambil tanduk berisi minyak zaitun dan mengurapi Daud di depan saudara-saudaranya. Mulai saat itu juga dan seterusnya Roh TUHAN menyertai Daud dengan penuh kuasa. Kemudian Samuel kembali ke Rama.
1SA 16:14 Tetapi pada waktu itu Roh TUHAN sudah meninggalkan Saul dan TUHAN menyuruh roh lain agar pikirannya terganggu.
1SA 16:15 Karena itu, para pegawai Saul berbicara kepadanya, “Tuanku Raja, ternyata pikiranmu sedang tersiksa oleh roh yang datang dari Allah.
1SA 16:16 Biarlah kami mencari orang yang pandai main kecapi dan membawanya kepada Tuanku Raja. Kalau roh penyiksa itu datang mengganggu Tuan, suruhlah dia untuk bermain kecapi, maka suara kecapi itu akan menenangkan dan menyembuhkan Tuan.”
1SA 16:17 Kata Saul, “Baiklah, carilah seorang yang pandai bermain kecapi dan bawalah dia ke sini.”
1SA 16:18 Pegawainya itu menjawab, “Orang Betlehem yang bernama Isai mempunyai anak laki-laki yang pandai bermain kecapi. Dia juga gagah perkasa, pandai bicara, serta elok parasnya. Dan TUHAN selalu menyertainya.”
1SA 16:19 Lalu Saul mengutus pembawa pesan kepada Isai dengan pesan, “Kirimkanlah anakmu Daud, yang sedang menggembalakan kawanan dombamu itu.”
1SA 16:20 Lalu Isai mengirim Daud kepada Saul, bersama dengan hadiah buat Saul, yaitu seekor keledai dengan muatan roti, satu kantong kulit yang diisi dengan anggur, serta seekor anak kambing.
1SA 16:21 Demikianlah Daud datang kepada Saul dan mulai melayaninya. Saul sangat mengasihi Daud, dan mengangkat dia sebagai pembawa senjatanya.
1SA 16:22 Kemudian Saul menyuruh seorang utusan kepada Isai untuk menyampaikan pesan, “Biarkanlah Daud tetap sebagai pegawai saya, karena saya sangat menyukainya.”
1SA 16:23 Sejak saat itu, kalau roh yang disuruh Allah itu datang dan mengganggu Saul, Daud segera mengambil kecapi dan memainkannya. Lalu Saul segera merasa tenang kembali, dan roh yang membuat dia tersiksa itu pun pergi meninggalkannya.
1SA 17:1 Lalu bangsa Filistin mengumpulkan pasukan mereka untuk berperang melawan bangsa Israel. Mereka bersiap-siap untuk menyerang kota Soko di tanah Yehuda. Perkemahan mereka dimulai dari kota Soko dan sampai di kota Azeka, yang berada di wilayah bernama Efes Damim.
1SA 17:2 Saul juga mengumpulkan tentara Israel dan berkemah di lembah Elah. Mereka bersiap-siap untuk menghadapi pasukan Filistin.
1SA 17:3 Pasukan Filistin berada di satu bukit dan pasukan Israel berada di bukit sebelahnya, dengan lembah terbentang di antara mereka.
1SA 17:4 Lalu dari barisan tentara Filistin keluarlah seorang jagoan perang yang bernama Goliat, orang Gat. Tingginya tiga meter.
1SA 17:5 Dia memakai topi perunggu di kepalanya, dan mengenakan baju zirah yang terbuat dari perunggu. Berat baju itu 57,5 kilogram.
1SA 17:6 Dia memakai pelindung dari perunggu di kakinya dan memanggul sebuah lembing di bahunya.
1SA 17:7 Gagang tombaknya sebesar balok tukang tenun, dan mata tombak itu beratnya tujuh kilogram. Pembawa perisainya berjalan di depannya.
1SA 17:8 Goliat berdiri dan berteriak kepada pasukan Israel, “Mengapa kalian berdiri saja di barisan perang?! Bukankah saya seorang Filistin dan kalian adalah hamba Saul? Pilihlah seorang dari antara kalian untuk bertarung melawan saya.
1SA 17:9 Jikalau dia mampu mengalahkan dan membunuh saya, maka bangsa kami akan menjadi budak kalian. Namun, apabila saya yang mengalahkan dan membunuh dia, maka bangsa kalian yang akan menjadi budak kami.
1SA 17:10 Saya menantang pasukan Israel hari ini! Berikanlah kepada saya satu orang saja supaya kami dapat bertarung satu lawan satu.”
1SA 17:11 Ketika Saul dan seluruh orang Israel mendengar kata-kata Goliat itu, mereka sangat cemas dan ketakutan.
1SA 17:12 Daud adalah anak Isai, seorang dari keluarga Efrata yang berasal dari Betlehem, suku Yehuda. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Ketika Saul menjadi raja, usia Isai sudah sangat tua.
1SA 17:13 Tiga anak tertua Isai yang bernama Eliab, Abinadab, dan Syama, pergi berperang bersama Saul. Dan Daud adalah anak bungsu.
1SA 17:15 Daud sering pulang pergi dari perkemahan Saul ke Betlehem untuk menggembalakan kawanan domba bapaknya.
1SA 17:16 Tetapi setiap pagi dan sore selama empat puluh hari, Goliat masih terus menantang pasukan Israel dengan sangat sombong.
1SA 17:17 Pada suatu hari Isai berkata kepada Daud, “Anakku, cepat berangkatlah dengan membawa sepuluh kilogram gandum panggang dan sepuluh roti ini kepada kakak-kakakmu di perkemahan.
1SA 17:18 Berikanlah juga sepuluh potong keju ini kepada komandan mereka. Lihatlah keadaan kakak-kakakmu lalu pulanglah dengan membawa bukti bahwa kamu sudah bertemu mereka dan mereka dalam keadaan baik-baik.”
1SA 17:19 Pada waktu itu Saul beserta pasukan Israel masih berada di lembah Elah dalam keadaan siap berperang melawan orang Filistin.
1SA 17:20 Keesokan harinya, Daud bangun pagi-pagi dan meninggalkan kawanan dombanya kepada seorang penjaga. Lalu dia pergi membawa makanan itu, seperti yang sudah diperintahkan bapaknya kepadanya. Ketika Daud sampai di perkemahan Israel, pasukan sedang mengatur barisan tempur mereka sambil meneriakkan sorak perang.
1SA 17:21 Pasukan Israel dan pasukan Filistin itu sudah mengatur barisannya. Mereka saling berhadapan dan siap untuk bertempur.
1SA 17:22 Daud menyerahkan makanan itu kepada kepala perbekalan, lalu dia berlari ke medan perang untuk menemui kakak-kakaknya.
1SA 17:23 Ketika Daud sedang berbicara dengan mereka, keluarlah Goliat tentara Filistin yang jagoan itu. Dia berteriak untuk menghina dan menantang Israel seperti kebiasaannya. Daud juga mendengarnya.
1SA 17:24 Ketika pasukan Israel melihat Goliat, mereka mulai lari ketakutan.
1SA 17:25 Seorang pasukan Israel berkata, “Sudahkah kamu melihat orang raksasa itu?! Setiap hari dia keluar untuk menghina kita. Raja sudah berjanji bahwa orang yang berhasil membunuhnya akan diberikan kekayaan yang melimpah, dan juga anak perempuan dari Raja Saul menjadi istrinya. Dia dan kaum keluarganya juga akan dibebaskan dari pajak.”
1SA 17:26 Berkatalah Daud, “Siapakah penyembah berhala itu, sehingga dia dibiarkan untuk terus saja menghina Allah yang hidup serta pasukan-Nya?!” Kemudian dia bertanya kepada orang-orang lain yang berdiri di dekatnya, “Apakah yang akan diberikan kepada orang yang membunuh orang Filistin itu dan menghapus penghinaan terhadap Israel?”
1SA 17:27 Mereka memberi tahu yang sama kepadanya, seperti perkataan yang tadi dia dengar dengan menegaskan, “Ya, hal-hal itulah yang menjadi hadiah bagi orang yang membunuhnya.”
1SA 17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar Daud berbicara dengan mereka, Eliab menjadi marah kepada Daud lalu berkata, “Mengapa kamu datang ke sini?! Siapa yang menjaga kawanan domba ayah kita itu di padang belantara?! Aku tahu kesombongan dan kejahatan hatimu! Kamu datang ke sini hanya untuk melihat peperangan ini!”
1SA 17:29 Lalu Daud menjawab, “Apa salahku? Aku hanya bertanya kepada mereka!”
1SA 17:30 Kemudian Daud meninggalkan Eliab dan mendekati beberapa orang lain. Dia menanyakan hal yang sama dan mendapat jawaban yang sama pula.
1SA 17:31 Akhirnya perkataan Daud itu disampaikan kepada Raja Saul, dan raja pun memanggil Daud.
1SA 17:32 Berkatalah Daud kepada Saul, “Janganlah seorang pun yang patah semangat karena Goliat. Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”
1SA 17:33 Tetapi Saul menjawab, “Tidak mungkin kamu sanggup mengalahkan dia, sebab kamu masih muda, sedangkan dia sudah biasa berperang sejak masa mudanya.”
1SA 17:34 Lalu Daud berkata kepada Saul, “Hambamu ini sudah biasa menggembalakan kawanan domba ayah saya. Apabila singa atau beruang datang, dan menerkam seekor domba,
1SA 17:35 maka hamba mengejar dan memukulnya, lalu melepaskan domba itu dari mulutnya. Apabila dia menyerang saya, maka hamba menangkap rahangnya, lalu memukulnya sampai mati.
1SA 17:36 Hamba sudah membunuh singa maupun beruang, dan penyembah berhala itu akan saya perlakukan seperti binatang saja, karena dia sudah menghina Allah yang hidup serta pasukan-Nya.
1SA 17:37 TUHAN yang sudah melepaskan hamba dari cakar singa maupun beruang, juga akan melepaskan hamba dari tangan orang Filistin itu.” Lalu Saul menjawab, “Pergilah, dan semoga TUHAN menyertaimu.”
1SA 17:38 Lalu Saul mengenakan pakaian perangnya kepada Daud, dan meletakkan topi tembaga di atas kepalanya serta mengenakan baju zirah kepadanya.
1SA 17:39 Daud mengikatkan pedangnya di bagian luar pada baju perangnya itu, dan mencoba berjalan beberapa langkah, sebab dia belum pernah memakai pakaian perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Saul, “Hamba tidak dapat berjalan dengan pakaian ini, karena hamba belum pernah memakainya.” Lalu Daud melepaskan semua perlengkapan itu.
1SA 17:40 Sesudah itu, Daud mengambil tongkatnya dan pergi ke sungai, memilih lima batu yang licin dan menaruhnya di dalam tasnya. Dengan memegang sebuah umban, dia pergi menuju tempat Goliat berada.
1SA 17:41 Goliat pun berjalan mendekat ke arah Daud, dan di depannya ada pembawa perisainya.
1SA 17:42 Goliat memandang lalu menghina dia, karena Daud masih muda, kemerah-merahan, dan elok parasnya.
1SA 17:43 Goliat membentak Daud, “Kamu anggap aku ini anjing, sehingga kamu mendatangi aku dengan membawa sepotong kayu?!” Lalu dia mengutuki Daud atas nama para dewanya.
1SA 17:44 Goliat menantang Daud, “Ayo maju! Lawanlah aku dan aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung dan binatang-binatang liar.”
1SA 17:45 Tetapi Daud menjawab, “Kamu mendatangi aku dengan pedang, tombak, dan lembing. Tetapi aku mendatangi kamu atas nama TUHAN Panglima Semesta, yaitu Allah pasukan Israel yang sudah kamu hina itu.
1SA 17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan kamu ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan kamu serta memenggal kepalamu. Mayatmu dan mayat para tentara Filistin akan menjadi makanan burung-burung dan binatang-binatang liar, sehingga seluruh dunia tahu bahwa Israel melayani Allah yang hidup.
1SA 17:47 Dan setiap tentara yang terkumpul di sini akan mengetahui bahwa TUHAN tidak perlu pedang dan tombak untuk menyelamatkan umat-Nya. Sebab peperangan ini berada dalam kekuasaan TUHAN sendiri. Dia akan menyerahkan semua pasukanmu ke tangan kami.”
1SA 17:48 Ketika Goliat maju lagi untuk menyerang, Daud berlari dengan cepat untuk menghadapinya.
1SA 17:49 Daud mengambil sebuah batu dari dalam tasnya dan memasangnya pada umbannya. Lalu dia mengayunkan umban dan melontarkan batu itu tepat pada sasarannya. Batu itu terbenam di dahi Goliat, sehingga dia terjatuh dengan muka menghadap ke tanah.
1SA 17:50 Demikianlah Daud mengalahkan dan membunuh Goliat hanya dengan umban dan sebuah batu, tanpa memegang pedang.
1SA 17:51 Lalu Daud berlari ke tempat Goliat jatuh, mencabut pedang Goliat dari sarungnya, lalu memenggal kepalanya. Ketika pasukan Filistin melihat bahwa pahlawan mereka sudah mati, maka mereka melarikan diri.
1SA 17:52 Pasukan Israel dan Yehuda bersorak-sorai dan mengejar pasukan Filistin sampai dekat kota Gat dan pintu gerbang Ekron. Mayat-mayat orang Filistin tergeletak di sepanjang jalan dari Saaraim sampai ke Gat dan Ekron.
1SA 17:53 Sesudah pasukan Israel kembali dari mengejar pasukan musuh, mereka menjarah perkemahan Filistin.
1SA 17:54 Daud mengambil kepala Goliat yang dipenggalnya itu dan membawanya ke Yerusalem, sedangkan perlengkapan perang Goliat dia simpan di dalam kemahnya.
1SA 17:55 Saat Saul menyaksikan Daud maju untuk melawan Goliat, berkatalah dia kepada Abner, panglima pasukannya, “Anak siapakah pemuda itu?” Abner menjawab, “Tuanku, sesungguhnya saya juga tidak tahu.”
1SA 17:56 Raja memberi perintah, “Carilah informasi dari orang-orang yang mengenalnya: Siapakah bapaknya?”
1SA 17:57 Lalu, pada waktu Daud masih memegang kepala Goliat, Abner membawa Daud menghadap Raja Saul.
1SA 17:58 Bertanyalah Saul kepada Daud, “Anak siapakah kamu?” Jawab Daud, “Saya anak hambamu Isai, orang Betlehem.”
1SA 18:1 Sesudah Daud selesai berbicara dengan Saul, dia bertemu Yonatan. Saat itu hubungan persahabatan mereka berdua langsung menjadi sangat erat. Yonatan mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.
1SA 18:2 Mulai hari itu, Saul mengangkat Daud menjadi pegawainya dan tidak mengizinkannya pulang ke rumah bapaknya.
1SA 18:3 Lalu Yonatan dan Daud membuat suatu perjanjian persahabatan, karena Yonatan sangat mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.
1SA 18:4 Sebagai tanda perjanjian itu, Yonatan melepaskan jubah yang dipakainya dan memberikan kepada Daud. Yonatan juga memberikan pedang, panah, ikat pinggang, dan baju perangnya.
1SA 18:5 Ke mana pun Saul mengutus Daud, Daud selalu mendapatkan kemenangan. Saul mengangkat Daud menjadi salah satu komandan pasukan. Hal ini disambut baik oleh seluruh rakyat dan juga para komandan.
1SA 18:6 Akan tetapi, beberapa hari sesudah Daud membunuh Goliat, ketika para pasukan sedang pulang dari pertempuran itu, para perempuan dari setiap kota di Israel berdatangan menyambut Raja Saul sambil menari dengan bersukacita, dan bernyanyi diiringi dengan tamborin dan simbal.
1SA 18:7 Para perempuan itu menyanyi dengan berbalas-balasan demikian, “Saul sudah membunuh beribu-ribu musuh, dan Daud membunuh berpuluh-puluh ribu.”
1SA 18:8 Lalu bangkitlah amarah Raja Saul karena syair dari nyanyian para perempuan itu membuatnya kesal. Saul berpikir, “Daud sudah membunuh berpuluh-puluh ribu, dan mereka berkata bahwa saya hanya membunuh beribu-ribu. Tidak lama lagi, pasti mereka akan mengangkat Daud menjadi raja!”
1SA 18:9 Sejak saat itu, Saul menjadi iri hati terhadap Daud.
1SA 18:10 Keesokan harinya, roh penyiksa yang dari Allah menguasai Saul, sehingga dia kerasukan dan berteriak-teriak seperti orang gila di dalam rumahnya. Lalu Daud memainkan kecapinya seperti yang biasa dilakukannya untuk menenangkan hati Saul. Saat itu Saul sedang memegang tombak ditangannya.
1SA 18:11 Kemudian Saul melemparkan tombaknya dengan pikiran, “Saya akan menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud dapat mengelakkannya sampai dua kali.
1SA 18:12 Saul menjadi takut kepada Daud, sebab TUHAN menyertai Daud, tetapi meninggalkan Saul.
1SA 18:13 Maka Saul menjauhkan Daud dari padanya, dengan menjadikan dia komandan atas seribu tentara. Tetapi setiap kali Daud memimpin pasukannya dalam pertempuran,
1SA 18:14 TUHAN menyertainya, sehingga dia selalu mengalahkan pasukan musuh.
1SA 18:15 Ketika Saul melihat bahwa apa yang dilakukan Daud selalu berhasil, maka dia semakin takut kepada Daud.
1SA 18:16 Seluruh bangsa Israel dan Yehuda mengasihi Daud, sebab dia begitu berhasil dalam memimpin pasukannya.
1SA 18:17 Kata Saul kepada Daud, “Saya akan menikahkan kamu dengan Merab, anak perempuanku yang tertua. Tetapi kamu harus tetap melayani saya sebagai komandan yang gagah perkasa dalam pertempuran-pertempuran untuk TUHAN.” Sebab pikir Saul, “Jangan sampai saya yang membunuhnya. Biarlah orang-orang Filistin saja yang melakukan itu.”
1SA 18:18 Tetapi Daud menjawab, “Hamba hanya seorang biasa, Tuanku Raja! Keluarga ayah saya juga tidak mempunyai kedudukan di antara umat Israel. Hamba kurang cocok menjadi menantu raja!”
1SA 18:19 Tetapi ketika tiba waktu yang sudah ditentukan untuk pernikahannya, tiba-tiba Saul mengubah rencananya dan menikahkan Merab dengan Adriel dari kota Mehola.
1SA 18:20 Sementara itu, Mikal, anak perempuan Saul yang lain, jatuh cinta kepada Daud. Ketika hal itu diberitahukan kepada Saul, dia senang
1SA 18:21 karena dia berpikir, “Aku akan manfaatkan Mikal sebagai alat supaya Daud dibunuh oleh orang Filistin.” Maka Saul berkata kepada Daud untuk kedua kalinya, “Saya memberi kesempatan lagi untuk kamu menjadi menantuku.”
1SA 18:22 Lalu Saul secara diam-diam memberi perintah kepada para pegawainya untuk mengatakan kepada Daud, “Sesungguhnya, raja sangat menyukaimu, dan para pegawainya juga senang dengan kamu. Sekarang waktu yang tepat untuk kamu menjadi menantu raja!”
1SA 18:23 Ketika pesan itu disampaikan kepada Daud, maka Daud menjawab, “Bagaimana orang miskin dari keluarga berkedudukan rendah membayar mas kawin untuk anak raja?!”
1SA 18:24 Para pegawai Saul memberitahukan jawaban Daud itu kepadanya.
1SA 18:25 Kemudian berkatalah Saul, “Katakanlah hal ini kepada Daud, ‘Raja tidak menginginkan mas kawin selain seratus kulit khatan orang-orang Filistin, sebagai pembalasan terhadap musuh-musuhnya.’” Tetapi memang harapan Saul adalah agar Daud terbunuh oleh orang Filistin.
1SA 18:26 Ketika para pegawai raja menyampaikan hal itu kepada Daud, maka Daud setuju untuk menjadi menantu raja. Jadi, sebelum waktu yang ditentukan berlalu,
1SA 18:27 Daud bersama pasukannya pergi dan membunuh dua ratus orang laki-laki Filistin. Daud membawa kulit khatan dari mayat itu dan memberikan seluruhnya kepada raja sebagai mas kawinnya. Lalu Saul memberikan Mikal menjadi istri Daud.
1SA 18:28 Ketika Saul menyadari bahwa TUHAN menyertai Daud dan betapa Mikal mencintai Daud,
1SA 18:29 Saul semakin takut kepada Daud. Dan dia tetap memusuhi Daud seumur hidupnya.
1SA 18:30 Setiap kali pasukan Filistin menyerang orang Israel, Daud selalu lebih berhasil mengalahkan mereka daripada segala komandan Saul yang lain, sehingga nama Daud menjadi terkenal.
1SA 19:1 Pada suatu hari, Saul menyuruh Yonatan dan para pegawainya untuk membunuh Daud. Tetapi karena Yonatan sangat mengasihi Daud,
1SA 19:2 dia memberitahukan Daud, “Berhati-hatilah karena ayahku mencari kesempatan untuk membunuhmu. Besok pagi kamu bersembunyi di padang sana. Aku akan mengajak dia bersamaku ke padang itu. Lalu aku akan berbicara kepadanya tentang kamu. Waktu dia kembali ke kota, aku akan memberitahukan hasil diskusi itu kepadamu.” Jadi Daud bersembunyi di tempat itu.
1SA 19:4 Pagi itu Yonatan mengingatkan bapaknya tentang perbuatan Daud dalam melayani Saul dengan baik. Kata Yonatan, “Janganlah kiranya Ayah berbuat dosa dengan menghukum Daud, karena dia tidak berbuat salah apa pun terhadap Ayah. Dia selalu melayani Ayah dengan sangat baik.
1SA 19:5 Dia sudah mempertaruhkan nyawanya ketika melawan Goliat, dan akibatnya TUHAN memberikan kemenangan besar kepada Israel. Ayah sangat bersukacita melihat hal-hal itu terjadi! Janganlah Ayah berbuat dosa dengan membunuh orang yang tidak bersalah itu! Tidak ada alasan berbuat demikian!”
1SA 19:6 Saul mendengar nasihat Yonatan dan bersumpah, “Aku berjanji di hadapan TUHAN yang hidup, Daud tidak akan dibunuh.”
1SA 19:7 Sesudah itu Yonatan memanggil Daud dan memberitahukan kepadanya semua pembicaraan itu. Lalu Yonatan membawa Daud menghadap Saul dan Daud kembali melayani Saul seperti dahulu.
1SA 19:8 Ketika terjadi lagi peperangan antara orang Filistin dan Israel, pasukan Daud begitu keras menghantam pasukan Filistin sehingga mereka melarikan diri.
1SA 19:9 Tetapi pada suatu hari sesudah itu, roh penyiksa datang lagi dari TUHAN dan menguasai Saul. Saat itu dia sedang duduk di rumahnya sambil memegang tombaknya, dan Daud sedang memainkan kecapi.
1SA 19:10 Tiba-tiba Saul melemparkan tombaknya ke arah Daud untuk menancapkannya ke tembok. Tetapi Daud berhasil menghindar, dan tombak itu tertancap di dinding. Malam itu juga Daud melarikan diri.
1SA 19:11 Kemudian Saul mengirim para utusan ke rumah Daud untuk mengawasinya, dengan rencana untuk membunuhnya pada keesokan paginya. Tetapi Mikal, istri Daud memberitahunya, “Jika kamu tidak melarikan diri malam ini, besok kamu pasti akan dibunuh!”
1SA 19:12 Jadi Mikal membantu Daud turun dari jendela, dan dia lolos dan menyelamatkan diri.
1SA 19:13 Sesudah itu, Mikal mengambil sebuah patung dewa pelindung keluarga dan menaruhnya di atas tempat tidur, lalu agar mirip dengan rambut Daud, dia menaruh kain dari bulu kambing di bagian kepala patung itu, dan menutupinya dengan selimut.
1SA 19:14 Esok paginya ketika para utusan Saul datang untuk menangkap Daud, Mikal berkata, “Daud sedang sakit.”
1SA 19:15 Sesudah Saul mendengar laporan itu, dia berkata kepada para utusan itu, “Bawalah dia kepadaku sekalian dengan tempat tidurnya, supaya aku dapat membunuhnya.”
1SA 19:16 Kemudian para utusan masuk ke dalam rumah Daud, tetapi mereka hanya menemukan sebuah patung di atas tempat tidurnya dengan kain dari bulu kambing di bagian kepala.
1SA 19:17 Saul berkata kepada Mikal, “Mengapa kamu menipu aku dengan cara ini? Kamu sudah melepaskan musuhku, sehingga dia bisa melarikan diri.” Mikal menjawab Saul, “Daud berkata kepadaku, ‘Biarkan aku lolos atau kamu mati!’”
1SA 19:18 Sesudah Daud melarikan diri, dia pergi menjumpai Samuel di kota Rama. Di sana dia menceritakan kepada Samuel segala hal yang sudah dilakukan Saul kepadanya. Kemudian Samuel dan Daud pergi bersama-sama ke Nayot.
1SA 19:19 Lalu Saul menerima berita bahwa Daud sedang berada di Nayot, dekat kota Rama.
1SA 19:20 Lalu Saul secara diam-diam mengirim satu regu tentara untuk menangkap Daud. Tetapi ketika mereka tiba di Nayot, mereka melihat sekumpulan nabi yang sedang bernubuat dan memuji Allah. Kemudian Roh Allah juga turun atas regu tentara itu dan mereka juga ikut bernubuat serta memuji Allah.
1SA 19:21 Saul mendapatkan laporan tentang hal itu, maka dia mengirimkan regu tentara yang lain, tetapi mereka pun ikut bernubuat. Lalu untuk ketiga kalinya Saul mengirim satu regu tentara, dan mereka pun ikut bernubuat.
1SA 19:22 Akhirnya, Saul sendiri membawa satu regu tentara ke kota Rama. Setibanya di dekat sumur besar di kampung Seku, dia bertanya, “Di mana Samuel dan Daud?” Orang di situ menjawab, “Mereka berada di Nayot, dekat Rama.”
1SA 19:23 Ketika Saul mendekati Nayot, Roh Allah turun pada dirinya dan dia pun bernubuat selama sisa perjalanannya ke sana.
1SA 19:24 Waktu tiba, dia melepaskan pakaiannya dan bernubuat di hadapan Samuel. Dia berbaring telanjang sepanjang hari dan malam itu. Oleh karena itu, orang-orang lain yang mendengar tentang kejadian itu saling bertanya, “Wah! Bagaimana Saul bisa menjadi nabi?!”
1SA 20:1 Daud melarikan diri dari Nayot dan pergi menemui Yonatan, serta bertanya, “Apakah kesalahan atau dosaku terhadap ayahmu, sehingga dia ingin membunuhku?”
1SA 20:2 Yonatan menjawab, “Itu tidak benar! Aku yakin dia tidak mempunyai rencana sejahat itu, karena dia selalu memberitahukan segala rencananya kepadaku, baik perkara besar maupun perkara kecil. Tidak mungkin dia menyembunyikan hal itu dariku. Hal itu tidak mungkin benar!”
1SA 20:3 Jawab Daud, “Ayahmu tahu mengenai persahabatan kita. Itu sebabnya dia tidak akan memberitahukannya kepadamu, supaya tidak menyakiti hatimu. Aku menyatakan di hadapan TUHAN yang hidup dan di hadapanmu bahwa aku sudah sangat dekat dengan kematian.”
1SA 20:4 Lalu Yonatan berkata kepada Daud, “Wah, kalau demikian, beritahukanlah bagaimana aku dapat menolongmu!”
1SA 20:5 Daud berkata kepadanya, “Kamu tahu bahwa besok adalah perayaan bulan baru, dan aku biasanya makan bersama raja pada hari itu. Tetapi kali ini biarlah aku bersembunyi di padang sampai petang pada hari ketiga.
1SA 20:6 Apabila ayahmu bertanya tentang aku, maka katakanlah, ‘Daud meminta izin kepadaku untuk pulang ke Betlehem, karena di sana ada upacara kurban tahunan bagi seluruh keluarganya.’
1SA 20:7 Jika dia berkata, ‘Baiklah,’ maka aku tidak dalam keadaan berbahaya. Tetapi, apabila hal itu membuatnya sangat marah, maka kamu akan mengetahui bahwa dia memiliki niat jahat terhadapku.
1SA 20:8 Tunjukkanlah kasih dan kesetiaanmu kepada hambamu ini, karena kita sudah mengikat perjanjian persahabatan di hadapan TUHAN. Apabila aku bersalah, lebih baik kamu saja yang membunuhku! Tetapi jangan serahkan aku kepada ayahmu.”
1SA 20:9 Jawab Yonatan, “Tidak akan pernah! Apabila aku mengetahui bahwa ayahku mempunyai rencana untuk membunuhmu, aku pasti memberitahukannya kepadamu!”
1SA 20:10 Lalu Daud bertanya, “Bagaimana kita mengatur rencana supaya aku bisa tahu apabila ayahmu marah kepadaku?”
1SA 20:11 Yonatan menjawab, “Marilah kita keluar ke padang.” Maka mereka pun pergi bersama-sama ke padang.
1SA 20:12 Lalu Yonatan berkata kepada Daud, “Aku berjanji di hadapan TUHAN Allah Israel, besok atau lusa kira-kira waktu seperti sekarang ini, aku akan menyelidiki perasaan ayahku terhadapmu. Apabila keadaan baik-baik saja, aku akan mengirimkan orang untuk menyampaikan berita itu kepadamu.
1SA 20:13 Tetapi apabila ayahku sangat marah dan ingin membunuhmu, aku berjanji untuk memberitahukannya kepadamu dan menyuruhmu pergi. Biarlah TUHAN menghukum aku, bahkan mencabut nyawaku, jika aku tidak menepati janji ini! Dan biarlah TUHAN menyertaimu, seperti dahulu Dia menyertai ayahku.
1SA 20:14 Jika aku masih hidup, ingatlah perjanjian persahabatan kita dan tunjukkanlah kasih dan kesetiamu kepadaku. Tetapi jika aku sudah mati,
1SA 20:15 aku memohon untuk tetap menunjukkan kasih dan kesetiaanmu kepada keturunanku sampai selamanya, bahkan ketika TUHAN sudah melenyapkan semua musuhmu dari muka bumi.”
1SA 20:16 Demikianlah Yonatan membuat perjanjian dengan keluarga Daud, dengan berkata, “Biarlah TUHAN memusnahkan seluruh musuh-musuhmu.”
1SA 20:17 Lalu Yonatan mengajak Daud untuk mengulangi lagi sumpah persahabatan mereka, karena dia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.
1SA 20:18 Berkatalah Yonatan kepada Daud, “Besok memang perayaan bulan baru, dan kamu pasti akan dipertanyakan sebab tempat dudukmu kosong.
1SA 20:19 Kemudian lusa kamu pasti akan dicari. Pada waktu itu pergilah ke ladang tempat persembunyianmu yang dahulu itu, dan duduklah di belakang bukit batu yang di situ.
1SA 20:20 Aku akan menembakkan tiga anak panah ke samping bukit batu itu, seolah-olah aku sedang membidik suatu sasaran.
1SA 20:21 Lalu aku akan berkata kepada budakku, ‘Pergilah dan temukanlah anak-anak panah itu.’ Jika aku kemudian berkata, ‘Lihatlah, panah itu lebih dekat lagi ke mari,’ maka kamu aman dan tidak perlu sembunyikan diri lagi. Jika aku berkata demikian, aku berjanji di hadapan TUHAN yang hidup bahwa tidak ada sesuatu yang membahayakanmu.
1SA 20:22 Tetapi, apabila aku berkata, ‘Lihatlah, anak-anak panah itu masih lebih jauh ke sana,’ maka pergilah. Itu berarti bahwa ternyata TUHAN sedang menyuruh kamu pergi.
1SA 20:23 Kalau hal itu terjadi, semoga TUHAN yang menjadi saksi untuk selamanya bahwa kita dengan setia mengingat perjanjian kita itu.”
1SA 20:24 Kemudian Daud bersembunyi di padang. Dan pada perayaan bulan baru itu, raja duduk di tempatnya.
1SA 20:25 Seperti biasanya dia duduk di dekat dinding. Yonatan duduk berhadapan dengannya, dan Abner duduk di sebelah Saul, tetapi tempat duduk Daud kosong.
1SA 20:26 Hari itu Saul tidak mengatakan apa-apa, sebab dia berpikir bahwa mungkin Daud tidak bisa mengikuti perayaan pada hari itu karena menyentuh sesuatu yang membuat dia menjadi najis.
1SA 20:27 Ketika pada hari berikutnya tempat duduk Daud masih kosong, berkatalah Saul kepada Yonatan, “Mengapa anak Isai itu tidak datang untuk makan, baik kemarin maupun hari ini?”
1SA 20:28 Jawab Yonatan, “Dia memohon dengan sungguh-sungguh supaya aku mengizinkan dia pulang ke Betlehem.
1SA 20:29 Katanya, ‘Biarkanlah aku pergi, sebab ada upacara kurban bagi keluarga kami di sana. Kakakku sudah memberi pesan bahwa aku harus hadir. Demikianlah, jika aku berkenan di matamu, izinkanlah aku pergi untuk menjenguk saudara-saudaraku.’ Itulah sebabnya Daud tidak datang ke perjamuan raja.”
1SA 20:30 Lalu Saul menjadi sangat marah kepada Yonatan dan berkata, “Kamu anak pemberontak yang kurang ajar! Apakah aku tidak tahu bahwa kamu sudah berpihak kepada Daud dan kamu mempermalukan dirimu serta ibumu?
1SA 20:31 Selama anak Isai itu masih hidup, kamu tidak akan bisa menjadi raja. Sekarang pergi dan bawalah dia ke sini, supaya aku membunuhnya!”
1SA 20:32 Jawab Yonatan, “Mengapa dia harus dibunuh?! Apakah yang sudah dilakukannya?”
1SA 20:33 Lalu Saul melemparkan tombaknya ke arah Yonatan untuk membunuhnya. Jadi, Yonatan benar-benar menyadari bahwa bapaknya sungguh-sungguh berniat untuk membunuh Daud.
1SA 20:34 Kemudian bangkitlah amarah Yonatan dan dia meninggalkan meja perjamuan. Dia tidak makan apa-apa pada hari kedua bulan baru itu, sebab hatinya susah dan gelisah karena bapaknya sudah menghina dan ingin membunuh Daud.
1SA 20:35 Keesokan paginya, Yonatan keluar ke padang bersama budaknya, seorang anak laki-laki muda, sesuai dengan janjinya kepada Daud.
1SA 20:36 Berkatalah Yonatan kepada budaknya, “Larilah dan carilah anak-anak panah yang kupanahkan itu.” Ketika budaknya sedang berlari, Yonatan melepaskan anak panah yang lebih jauh lagi melewati budaknya itu.
1SA 20:37 Ketika budak itu mendekati tempat jatuhnya anak-anak panah itu, maka Yonatan berseru, “Bukankah anak panah itu berada lebih jauh ke sana?”
1SA 20:38 Lalu Yonatan berseru lagi, “Ayo cepat! Jangan hanya berdiri saja!” Lalu budak itu mengambil anak-anak panah itu dan berlari kembali untuk menyerahkannya kepada tuannya.
1SA 20:39 Tetapi budaknya itu tidak mengerti apa-apa. Hanya Yonatan dan Daud yang mengetahui arti tanda itu.
1SA 20:40 Kemudian Yonatan memberikan busur dan anak panahnya kepada budak itu dan berkata, “Pergilah dan bawa kembali ke kota.”
1SA 20:41 Sesudah budak itu pergi, Daud muncul dari tempat persembunyiannya, lalu bersujud tiga kali di hadapan Yonatan. Dan mereka berdua saling berpelukan dan menangis bersama, tetapi Daud menangis lebih keras.
1SA 20:42 Lalu Yonatan berkata kepada Daud, “Pergilah dengan perasaan tenang, sebab kita sudah bersumpah di hadapan TUHAN dengan berkata, ‘Semoga TUHAN senantiasa menjaga hubungan kita, dan keturunan kita sampai selama-lamanya.’” Sesudah itu, Daud pergi, dan Yonatan kembali ke kota.
1SA 21:1 Kemudian Daud pergi ke kota Nob untuk minta petunjuk dari TUHAN melalui Imam Ahimelek. Saat Daud bertemu dengan dia, Ahimelek gemetar ketakutan dan bertanya, “Mengapa kamu sendirian tanpa seorang pun bersama dengan kamu?”
1SA 21:2 Jawab Daud kepadanya, “Raja memberikan perintah kepadaku untuk melakukan sesuatu, tetapi dia berkata, ‘Rahasiakanlah kepada siapa pun alasanku mengirim kamu dan juga perintah yang sudah aku berikan kepadamu.’ Saya sudah menyuruh para tentaraku untuk menunggu di suatu tempat.
1SA 21:3 Sekarang, apakah Bapak memiliki sesuatu untuk dimakan? Berikanlah padaku lima potong roti, atau apa pun yang tersedia.”
1SA 21:4 Jawab Ahimelek, “Tidak ada padaku roti biasa. Hanya ada roti sajian yang baru hari ini diangkat dari meja dalam kemah TUHAN karena sudah diganti dengan roti yang masih hangat. Kalian boleh memakannya dengan syarat bahwa tidak ada dari kalian yang baru saja bersetubuh dengan perempuan.” Kata Daud kepada imam itu, “Jangan kuatir, saya tidak pernah membiarkan diriku ataupun para tentaraku menajiskan diri kami dengan bersetubuh dengan perempuan, bahkan dalam melaksanakan tugas biasa. Apalagi untuk tugas khusus ini, kami menjaga kekudusan diri.” Maka imam itu memberikan bekas roti sajian itu kepada Daud, karena tidak ada lagi roti selain yang pernah disajikan bagi TUHAN di Ruangan Kudus di kemah-Nya.
1SA 21:7 Kebetulan pada hari itu, ada juga seorang pegawai Saul yang sudah datang ke kemah TUHAN untuk melaksanakan suatu kewajiban di hadapan TUHAN. Orang itu bernama Doeg, orang Edom, yang bertugas sebagai pengawas gembala-gembala Saul. Dia melihat dari jauh ketika Daud bertemu dengan Ahimelek.
1SA 21:8 Ketika masih bersama Ahimelek, Daud bertanya, “Apakah Bapak memiliki pedang atau tombak di sini? Karena perintah raja harus dilaksanakan secepatnya, saya tidak sempat mengambil pedang atau senjata lainnya.”
1SA 21:9 Jawab imam itu, “Di sini hanya ada satu pedang, yaitu pedang Goliat, orang Filistin yang sudah kamu bunuh di lembah Elah. Itu terbungkus dalam kain di belakang tempat menyimpan efod. Jika kamu menginginkannya, ambillah. Tidak ada yang lain di sini.” Kata Daud, “Tidak ada pedang lain yang sebaik itu! Mari, berikanlah kepadaku!”
1SA 21:10 Maka sejak hari itu Daud melarikan diri dari Saul. Dia pergi kepada Raja Akis di kota Gat.
1SA 21:11 Para pegawai Akis mencurigai Daud dan berkata kepada Akis, “Rajaku, orang ini bernama Daud! Dialah pahlawan Israel yang pernah mereka puji dengan menari dan bernyanyi, ‘Saul membunuh beribu-ribu musuh, dan Daud membunuh berpuluh-puluh ribu!’”
1SA 21:12 Daud memikirkan tentang apa yang mereka katakan dan menjadi sangat takut kepada Akis.
1SA 21:13 Maka di hadapan mereka, Daud mengubah tingkah lakunya dengan berpura-pura menjadi gila. Dia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan air liurnya menetes ke jenggotnya.
1SA 21:14 Lalu berkatalah Akis kepada para pegawainya, “Lihatlah, orang ini gila! Mengapa kalian membawanya kepadaku?!
1SA 21:15 Di kota ini sudah ada cukup orang gila! Tidak usah kalian tambah satu lagi! Dan jangan biarkan orang seperti ini masuk ke dalam rumahku!”
1SA 22:1 Lalu Daud pergi dari Gat dan melarikan diri ke sebuah gua di Adulam. Saat saudara-saudara dan seluruh keluarganya mendengar kabar itu, datanglah mereka kepadanya.
1SA 22:2 Semua orang yang sedang dalam masalah, seperti memiliki utang, atau merasa tidak puas atas pemerintahan Saul, mereka berdatangan dan bergabung dengan Daud. Akhirnya Daud menjadi pemimpin atas kira-kira empat ratus orang laki-laki.
1SA 22:3 Dari gua itu Daud pergi ke kota Mispa di daerah Moab, dan dia berkata kepada raja orang Moab, “Tolong izinkan bapak dan ibuku tinggal bersamamu sampai saya tahu apa kehendak Allah bagiku.”
1SA 22:4 Maka kedua orangtuanya tinggal bersama raja Moab selama Daud tinggal di gua.
1SA 22:5 Tetapi pada suatu hari berkatalah seorang nabi bernama Gad kepada Daud, “Janganlah tetap tinggal di tempat persembunyian ini. Kembalilah ke tanah Yudea.” Jadi Daud berangkat menuju ke hutan di Heret.
1SA 22:6 Saul segera mendengar bahwa Daud dan orang-orang yang bergabung dengannya sudah berpindah ke daerah Yehuda. Berita itu datang saat dia sedang duduk di bawah pohon tamariska di bukit di Gibea. Saul sedang memegang tombaknya dan dikelilingi oleh para pegawainya dan pengawalnya.
1SA 22:7 Saul berkata kepada para pegawainya, “Dengarkanlah, hai orang-orang Benyamin! Apakah anak Isai itu berjanji untuk memberikan ladang dan kebun anggur kepada setiap kalian? Apakah dia berjanji mengangkat setiap kalian menjadi komandan atas pasukan seribu atau seratus tentara?
1SA 22:8 Karena saya pikir kalian sudah bersekutu melawanku! Buktinya, tidak seorang pun dari kalian yang memberitahu saya bahwa anakku sendiri sudah berpihak dengan si anak Isai itu! Ternyata tidak ada di antara kalian yang berbelaskasihan kepadaku! Tidak ada yang memberitahu bahwa Daud dengan rombongan pemberontak mencari kesempatan membunuh saya, dan anakku sendiri mendukung dia!”
1SA 22:9 Doeg, orang Edom itu sedang berada di sana bersama pegawai Saul lainnya, menjawab, “Waktu saya di kemah TUHAN di Nob, saya melihat anak Isai itu ketika datang kepada Imam Ahimelek, anak Ahitub.
1SA 22:10 Ahimelek memberikan petunjuk TUHAN kepada Daud dan perbekalan makanan. Dan kepadanya juga dia memberikan pedang Goliat, orang Filistin itu.”
1SA 22:11 Lalu Saul memerintahkan untuk memanggil Ahimelek untuk menghadapnya, beserta seluruh keluarganya yang bertugas sebagai imam di Nob. Maka mereka semua datang menghadap raja.
1SA 22:12 Kata Saul kepadanya, “Dengarkanlah, hai anak Ahitub!” Jawabnya, “Hamba siap, Tuanku.”
1SA 22:13 Maka lanjut Saul, “Mengapa kamu dan anak Isai itu bersekutu melawan saya?! Kamu memberinya roti, dan pedang, serta meminta petunjuk Allah baginya, sehingga dia memberontak terhadap saya. Dan hari ini dia menunggu waktu untuk membunuh saya!”
1SA 22:14 Jawab Ahimelek kepada raja, “Tuanku, siapakah di antara hamba-hambamu yang lebih setia daripada Daud? Dia adalah menantu Tuan dan pemimpin dari pasukan pelindung Tuan, orang yang sangat dihormati di antara seluruh keluarga Tuan sendiri!
1SA 22:15 Ya, bukanlah pertama kalinya hambamu meminta petunjuk dari Allah baginya! Tuanku jangan menuduh hamba ataupun anggota keluarga hamba. Karena kami ini tidak tahu apa-apa mengenai semua masalah ini.”
1SA 22:16 Tetapi Saul berkata, “Ahimelek, kamu dan seluruh keluargamu harus mati!”
1SA 22:17 Lalu Saul memberi perintah kepada para pengawal yang ada di sampingnya, “Bunuhlah para imam TUHAN, karena mereka sudah berpihak kepada Daud! Mereka mengetahui bahwa Daud sedang melarikan diri, tetapi mereka tidak memberitahukan kepadaku.” Tetapi para pengawalnya menolak untuk berbuat apa-apa kepada para imam TUHAN.
1SA 22:18 Maka berkatalah raja kepada Doeg, “Bunuhlah mereka!” Maka Doeg membunuh seluruh imam yang hadir. Pada hari itu dia membunuh delapan puluh lima orang imam yang memakai baju efod dari kain linen.
1SA 22:19 Lalu Saul menjatuhkan hukuman untuk memusnahkan kota Nob, yaitu kota khusus untuk para imam. Pasukannya melaksanakan hukuman itu dengan cara membunuh semua, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak dan para bayi, bahkan semua sapi, keledai, dan domba.
1SA 22:20 Tetapi seorang anak Ahimelek bernama Abiatar berhasil melarikan diri dan bergabung dengan Daud.
1SA 22:21 Dia memberitahu Daud, bahwa Saul sudah membunuh para imam TUHAN.
1SA 22:22 Maka Daud berkata kepada Abiatar, “Pada hari itu di Nob, ketika saya melihat Doeg, orang Edom itu, berada di sana, saya menyadari bahwa dia pasti akan memberitahu Saul! Jadi saya yang bertanggung jawab atas kematian seluruh keluargamu!
1SA 22:23 Bergabunglah dengan saya. Jangan takut! Raja yang ingin membunuh saya, juga ingin membunuhmu. Kamu aman bersama saya.”
1SA 23:1 Pada waktu Abiatar anak Ahimelek melarikan diri kepada Daud di kota Kehila, dia membawa baju efod dengan Urim dan Tumim. Beberapa waktu kemudian, Daud mendapatkan kabar, “Orang Filistin sedang berperang di kota Kehila dan merampas hasil panen gandum dari tempat-tempat pengirikan.” Lalu Daud memanggil Abiatar supaya dia membantu meminta petunjuk dari TUHAN, “Haruskah aku pergi dan menyerang bangsa Filistin ini?” Jawab TUHAN kepadanya, “Pergilah, seranglah orang Filistin itu dan selamatkanlah para penduduk Kehila.” Tetapi pasukan Daud berkata kepadanya, “Lihatlah, kita sudah takut diserang oleh Saul di sini, di tanah Yehuda! Kita berada dalam keadaan bahaya jika pergi ke Kehila dan menyerang pasukan Filistin itu?!” Maka Daud bertanya sekali lagi kepada TUHAN, dan TUHAN kembali menjawabnya, “Berangkatlah sekarang ke Kehila, karena Aku akan memberimu kemenangan atas orang Filistin.” Maka Daud dan pasukannya pergi ke kota Kehila dan berperang melawan bangsa Filistin. Daud mengalahkan mereka secara total dan merampas ternak mereka, serta menyelamatkan penduduk Kehila.
1SA 23:7 Saul segera mendapat kabar bahwa Daud berada di Kehila. Saul berkata, “Allah sudah menyerahkan Daud ke dalam tangan saya! Karena dia sudah terjebak dalam kota yang dikelilingi benteng dan pintu-pintu gerbangnya ditutup. Saat pasukan saya mengepung kota itu, dia tidak bisa melarikan diri!”
1SA 23:8 Maka Saul mengumpulkan seluruh pasukannya untuk mengepung Kehila, supaya menangkap dan membunuh Daud beserta pasukannya.
1SA 23:9 Ketika Daud mengetahui rencana Saul itu, dia berkata kepada Imam Abiatar, “Bawalah kemari baju efod itu!”
1SA 23:10 Lalu Daud meminta petunjuk dengan berkata, “Ya TUHAN Allah Israel, aku sudah mendengar dengan jelas bahwa Saul sedang berencana untuk datang ke Kehila untuk menghancurkan kota ini karena aku.
1SA 23:11 Apakah rakyat Kehila akan menyerahkan aku kepadanya? Apakah Saul datang seperti yang sudah aku dengar? Ya TUHAN Allah Israel, tolong jawablah aku!” TUHAN menjawab, “Saul akan datang.”
1SA 23:12 Daud bertanya lagi, “Apakah para pemimpin Kehila akan menyerahkan aku dan pasukanku ke dalam tangan Saul?” Maka jawab TUHAN, “Mereka akan menyerahkan kalian.”
1SA 23:13 Lalu Daud beserta tentaranya yang berjumlah sekitar enam ratus orang meninggalkan Kehila. Mereka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Saat diberitahukan kepada Saul bahwa Daud sudah melarikan diri dari kota Kehila, maka Saul menghentikan rencana untuk mengejar Daud ke sana.
1SA 23:14 Dalam masa pelariannya, Daud tinggal di tempat-tempat perlindungan di padang belantara dan perbukitan Zif. Saul terus memburunya, tetapi Allah tidak menyerahkan Daud ke dalam tangannya.
1SA 23:15 Daud menyadari bahwa Saul akan terus memburunya untuk membunuhnya. Daud sedang di tempat perlindungan dekat kota Koresa di padang belantara Zif.
1SA 23:16 Tetapi Yonatan datang menemui Daud, dan menguatkannya untuk tetap mengandalkan Allah.
1SA 23:17 Berkatalah Yonatan kepada Daud, “Jangan takut! Sebab bapakku tidak akan menemukanmu. Kamu akan memerintah atas bangsa Israel, dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu. Bahkan bapakku menyadari hal itu.”
1SA 23:18 Maka Daud dan Yonatan kembali mengikat perjanjian persahabatan mereka di hadapan TUHAN. Sesudah itu Yonatan pulang, dan Daud tetap tinggal di Koresa.
1SA 23:19 Namun, beberapa orang Zif pergi menghadap Saul di Gibea dan berkata, “Daud bersembunyi di antara kami di tempat perlindungan di Koresa, yang terletak di Bukit Hakila dan di sebelah selatan Yesimon.
1SA 23:20 Sekarang, jika Tuanku Raja berkenan datang, silakan datang kapan saja. Biarlah kami yang menangkap dia dan menyerahkannya kepada Tuan.”
1SA 23:21 Jawab Saul kepada mereka, “Diberkatilah kalian oleh TUHAN, karena kalian berbelaskasihan kepadaku!
1SA 23:22 Pergilah dan periksa kembali dengan seksama. Pastikan dengan tepat di mana dia berada dan siapa yang bersama-sama dengan dia, karena sudah diberitahu kepadaku bahwa dia sangat licik.
1SA 23:23 Temukanlah semua tempat persembunyian yang dia gunakan, lalu kembalilah lagi dengan informasi yang tepat. Maka saya akan pergi bersama dengan kalian. Jika dia ada di daerah itu, saya akan memburu dia, biarpun saya harus mencarinya di antara ribuan orang Yehuda.”
1SA 23:24 Maka pergilah orang-orang Zif itu mendahului Saul ke Zif. Daud dan pasukannya sedang berada di padang belantara di Maon, di lembah Araba ke arah selatan Yesimon.
1SA 23:25 Saat Saul mendengar hal itu, dia dan pasukannya mengejar Daud ke sana, tetapi ada orang yang memberitahukan hal itu kepada Daud. Maka Daud berpindah ke perbukitan batu di padang belantara Maon.
1SA 23:26 Lalu, ketika Saul mengejar di salah satu sisi bukit batu, dalam waktu yang sama Daud dan pasukannya di berada di sisi sebelahnya dan berusaha luput dari mereka. Saul dan pasukannya hampir melihat Daud dan pasukannya.
1SA 23:27 Tetapi pada saat itu juga sebuah pesan sampai kepada Saul, “Cepatlah kembali! Orang Filistin sudah menyerang negeri kita lagi!”
1SA 23:28 Itulah sebabnya Saul berhenti mengejar Daud dan pergi berperang melawan orang Filistin. Sejak saat itu, bukit batu itu dinamakan Gunung Batu Keluputan.
1SA 23:29 Dari tempat itu Daud pergi dan tinggal di tempat perlindungan dalam gua-gua En Gedi.
1SA 24:1 Sesudah Saul kembali dari pertempuran melawan bangsa Filistin, ada orang yang memberitahukan kepadanya, “Daud sedang bersembunyi di padang belantara En Gedi.”
1SA 24:2 Maka Saul membawa tiga ribu orang pilihan dari pasukan Israel dan pergi untuk mencari Daud beserta pasukannya di daerah perbukitan Kambing Hutan.
1SA 24:3 Ketika Saul dan pasukannya tiba di tempat yang ada kandang-kandang domba, di situ Saul masuk sebuah gua untuk buang air besar. Tetapi pada saat itu, Daud dan pasukannya sedang bersembunyi di bagian gua yang agak ke dalam.
1SA 24:4 Mereka yang bersama Daud berkata kepadanya, “Inilah hari yang TUHAN maksudkan ketika Dia berkata kepadamu, ‘Aku akan menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, supaya kamu dapat memperlakukan dia sesuai kehendakmu.’” Kemudian dengan diam-diam Daud mendekati Saul dan memotong sedikit dari ujung bawah jubahnya.
1SA 24:5 Sesudah itu, walaupun Saul belum menyadarinya, hati nurani Daud tidak tenang karena dia sudah melakukan hal itu.
1SA 24:6 Daud berkata kepada mereka yang bersamanya, “Semoga TUHAN mencegah saya untuk menyakiti raja yang sudah dipilih-Nya! Bagaimana pun juga, raja adalah orang pilihan TUHAN.”
1SA 24:7 Dengan perkataan ini, Daud menahan pasukannya dari langsung menyerang Saul. Lalu Saul berdiri meninggalkan gua dan meneruskan perjalanannya.
1SA 24:8 Maka Daud keluar dari gua itu juga dan memanggil Saul, “Tuanku, ya Raja!” Ketika Saul menengok ke belakang, Daud sujud
1SA 24:9 lalu berkata kepada Saul, “Mengapa Tuanku mendengarkan orang-orang yang berkata, ‘Daud sedang berencana menyakiti Tuanku?’
1SA 24:10 Hari ini Tuanku dapat melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana TUHAN menyerahkanmu sekarang ini ke dalam tangan hambamu di dalam gua ini. Beberapa orang mendesak hamba untuk membunuhmu, tetapi hamba menolak dengan berkata, ‘Saya tidak akan sedikit pun menyakiti dia, sebab dialah raja yang dipilih TUHAN.’
1SA 24:11 Ayahku, lihatlah ujung jubahmu yang hamba pegang ini! Sebenarnya hamba bisa saja membunuh Tuan saat memotong bagian ujung jubah ini, tetapi hamba tidak melakukannya. Jadi, sadarilah bahwa hamba tidak merencanakan kejahatan ataupun pemberontakan. Sekalipun hamba tidak bersalah, Tuan selalu mengejar-ngejar hamba untuk membunuh hamba.
1SA 24:12 “Biarlah TUHAN yang menjadi hakim di antara kita, dan biarlah TUHAN menjadi pembela hamba ini dari serangan Tuanku! Tetapi saya sendiri tidak akan pernah menyakiti Tuan.
1SA 24:13 Seperti pepatah lama berkata, ‘Yang melakukan kejahatan adalah orang jahat.’ Tetapi saya sendiri tidak akan pernah menyakiti Tuan.
1SA 24:14 Buat apa raja Israel mengejar saya yang adalah orang yang tidak berarti. Saya ini seperti seekor anjing mati, atau seekor kutu saja!
1SA 24:15 Biarlah TUHAN yang menjadi hakim dan penengah di antara kita. Biarlah Dia memutuskan perkara hamba dan melepaskan hamba dari tangan Tuan!”
1SA 24:16 Sesudah Daud selesai mengatakan itu, Saul bertanya, “Apakah itu suaramu, hai Daud, anakku?” Lalu Saul menangis dengan keras.
1SA 24:17 Berkatalah Saul kepada Daud, “Kamu lebih benar daripada aku, karena kamu sudah memperlakukan aku dengan baik, sekalipun aku sudah melakukan yang jahat kepadamu.
1SA 24:18 Hari ini kamu sudah menunjukkan betapa baiknya kamu terhadap aku. TUHAN menyerahkan diriku ke dalam tanganmu, tetapi kamu tidak membunuhku.
1SA 24:19 Andaikan musuh seseorang jatuh ke dalam tangannya, dia pasti tidak akan membiarkannya pergi dengan selamat! Semoga TUHAN membalas perbuatan baik yang sudah kamu lakukan kepadaku tadi.
1SA 24:20 Sekarang aku menyadari bahwa kamu akan menjadi raja atas Israel, dan kerajaan Israel akan berdiri kokoh di bawah pemerintahanmu.
1SA 24:21 Jadi bersumpahlah kepadaku atas nama TUHAN bahwa kamu tidak akan membunuh keluargaku, ataupun menghilangkan seluruh keturunanku.”
1SA 24:22 Maka bersumpahlah Daud kepada Saul. Lalu Saul pulang, dan Daud beserta pasukannya kembali ke tempat perlindungan yang lain.
1SA 25:1 Tidak lama kemudian Samuel meninggal, dan seluruh umat Israel berkumpul dan meratapi dia. Mereka menguburkannya di rumahnya di Rama. Sesudah itu Daud pindah lagi ke padang belantara di daerah Maon.
1SA 25:2 Ada seorang laki-laki dari suku Kaleb, bernama Nabal, tinggal di daerah yang sama dan memiliki tanah dekat kota Karmel. Dia seorang yang sangat kaya, yang memiliki 3.000 ekor domba dan 1.000 ekor kambing. Pada saat itu dia sedang berada di Karmel mencukur bulu domba-dombanya. Nabal memiliki istri bernama Abigail. Abigail bijaksana dan cantik, sedangkan suaminya kasar dan perbuatannya jahat.
1SA 25:4 Ketika Daud mendengar bahwa Nabal sedang menggunting bulu domba-dombanya,
1SA 25:5 maka Daud mengirim sepuluh orang dari pasukannya dengan berkata, “Pergilah menemui Nabal di Karmel dan sampaikanlah salamku kepadanya.
1SA 25:6 Katakan begini kepadanya, ‘Saya berharap kemakmuran untuk Tuan, keluarga, dan semua milik Tuan.
1SA 25:7 Saya mendengar bahwa para pekerjamu sedang menggunting bulu domba-dombamu. Ketika para gembalamu bersama dengan kami di Karmel, kami tidak pernah menyusahkan mereka, dan mereka tidak pernah kehilangan apa pun selama di sana.
1SA 25:8 Tanyalah kepada mereka, karena mereka bisa menjadi saksi bagimu tentang kelakuan kami! Pada hari pesta ini, biarlah kami berkenan di matamu dan dianggap seperti para hambamu. Berikanlah kepada kami, para hambamu dan anakmu Daud, apa saja yang tersisa dari pestamu.’”
1SA 25:9 Maka para utusan Daud pergi menyampaikan semua pesan itu kepada Nabal, lalu menunggu jawaban darinya.
1SA 25:10 Namun Nabal menjawab, “Memangnya Daud si anak Isai berpikir siapakah dirinya? Di zaman ini ada banyak orang seperti dia, yang hanyalah seorang budak yang memberontak melawan tuannya!
1SA 25:11 Haruskah aku mengambil rotiku, airku, dan daging dombaku yang aku sembelih untuk memberi makan para pemotong bulu dombaku dan memberikannya kepada rombongan seperti kalian ini? Aku bahkan tidak mengetahui kalian datang dari mana!”
1SA 25:12 Maka para utusan itu kembali kepada Daud dan menyampaikan semua yang sudah dikatakan Nabal.
1SA 25:13 Maka Daud berkata kepada seluruh pasukannya, “Kalian semua, siapkanlah pedang dan sarungkan di pinggang kalian masing-masing!” Maka Daud dan pasukannya menyiapkan dan membawa pedang mereka. Sekitar empat ratus orang pergi mengikuti Daud, sementara dua ratus orang lainnya tinggal untuk menjaga barang-barang mereka.
1SA 25:14 Tetapi salah seorang dari gembala Nabal memberitahu Abigail, istri Nabal, “Daud mengutus pembawa pesan dari padang belantara untuk menyampaikan salam berkat kepada tuan Nabal, tetapi justru dia menghina mereka.
1SA 25:15 Tetapi pasukan Daud itu sangat baik kepada kami. Mereka tidak mengganggu kami, dan tidak ada satu pun dari milik kami yang hilang selama kami bersama dengan mereka di padang.
1SA 25:16 Baik siang maupun malam, mereka seperti benteng yang menjaga kami selama kami menggembalakan domba.
1SA 25:17 Berpikir dan bertindaklah segera. Karena malapetaka sedang mendekati Nabal dan bisa menghancurkan seluruh keluarganya. Tuan sangat menjengkelkan! Segala nasihat dari siapa pun pasti tidak akan didengarkannya!”
1SA 25:18 Maka Abigail bergegas menyuruh para budaknya mengambil dua ratus potong roti, dua kantong anggur, lima ekor domba yang sudah disembelih, tiga puluh liter gandum bakar, seratus bungkus kismis, dan dua ratus kue ara. Mereka membungkus barang-barang itu, dan menaikkannya ke atas keledai-keledai.
1SA 25:19 Lalu Abigail berkata kepada mereka, “Pergilah mendahului saya. Saya akan menyusul kalian.” Tetapi dia tidak memberitahukan tindakannya ini kepada Nabal.
1SA 25:20 Abigail sedang menunggang keledai di jalan berliku-liku di perbukitan itu. Pada saat itu juga, di depannya, Daud dan pasukannya sedang berjalan turun melalui jalan yang sama, sehingga mereka bertemu.
1SA 25:21 Daud baru saja berkata, “Sia-sialah aku melindungi segala kawanan orang ini di padang belantara! Tidak ada satu pun yang pasukanku curi darinya. Tetapi dia membalas perbuatan baikku dengan kejahatan!
1SA 25:22 Biarlah Allah menghukum aku, bahkan mencabut nyawaku, jika aku membiarkan seorang laki-laki yang tinggal di rumah Nabal masih hidup sampai besok pagi!”
1SA 25:23 Ketika Abigail melihat Daud, dengan segera turunlah dia dari keledainya, dan bersujud di hadapan Daud.
1SA 25:24 Di depan kaki Daud, Abigail berkata, “Tuanku, biarlah saya saja yang menanggung kesalahan yang sudah terjadi! Karena itu, izinkanlah hambamu berbicara kepadamu! Tolong dengarkanlah perkataan hambamu ini!
1SA 25:25 Tuanku, tidak usah pedulikan Nabal, si laki-laki jahat itu. Kelakuannya benar-benar sesuai dengan namanya, yaitu ‘orang bodoh.’ Dia memang sungguh-sungguh bodoh! Tetapi mohon maaf, hambamu ini tidak melihat para utusan Tuan tadi.
1SA 25:26 “Karena itu, saya mengatakan di hadapan TUHAN yang hidup dan di hadapan Tuanku: TUHAN sendirilah yang menahan tangan Tuanku, sehingga Tuanku tidak membalas kejahatan Nabal atau membunuh orang, biarlah TUHAN saja yang menghukum Nabal! Dan biarlah semua musuh Tuan bernasib seperti Nabal!
1SA 25:27 Biarlah hadiah yang hamba bawa ini menyenangkan Tuanku dan semua orang yang mengikuti Tuan.
1SA 25:28 Ampunilah kesalahan hambamu ini, karena TUHAN pastilah akan membangun keluarga Tuan dan menjadikan mereka keturunan yang kokoh, karena TUHAN sudah mengangkat Tuan untuk memimpin umat-Nya dalam peperangan terhadap musuh-musuh-Nya. Oleh karena itu, biarlah Tuan tidak bisa dituduh melakukan kejahatan apa pun selama hidupmu!
1SA 25:29 “Apabila seseorang mengejar dan ingin membunuhmu, maka hidup Tuan akan senantiasa dilindungi oleh TUHAN Allahmu, seolah-olah Dia membungkus Tuan di tempat khusus. Tetapi biarlah nyawa musuh-musuhmu disingkirkan-Nya, seperti batu yang dilemparkan dengan umban!
1SA 25:30 Dengan demikian, ketika TUHAN menepati setiap janji-Nya kepada Tuan, dan Tuanku diangkat-Nya menjadi raja Israel,
1SA 25:31 hati nuranimu tidak akan dibebani dengan rasa bersalah karena tanganmu sendiri dengan cepat membalas dendam atau menumpahkan darah orang tanpa alasan jujur. Dan pada saat TUHAN sudah menggenapi semua hal baik itu bagi Tuan, tolong ingatlah kepada hambamu ini.”
1SA 25:32 Berkatalah Daud kepada Abigail, “Terpujilah TUHAN Allah Israel, yang sudah mengirimmu hari ini untuk menemui saya!
1SA 25:33 Terpujilah TUHAN karena hikmat yang diberikan kepadamu! Semoga kamu pun diberkati-Nya, karena hari ini kamu mencegah saya dari membalas dendam dan menumpahkan darah orang dengan tanganku sendiri!
1SA 25:34 Karena saya sudah bersumpah di hadapan TUHAN Allah Israel yang hidup, yang sudah mencegah saya untuk menyakitimu: Jika saja kamu tidak datang dengan cepat menemui saya, maka pada saat fajar tidak akan ada seorang pun laki-laki yang tinggal di rumah Nabal tetap hidup!”
1SA 25:35 Maka Daud mengambil seluruh hadiah yang dibawa Abigail. Kata Daud kepadanya, “Kembalilah ke rumahmu dengan perasaan tenang. Yakinlah bahwa saya sudah mendengarkanmu dan sudah menyetujui permintaanmu.”
1SA 25:36 Saat Abigail kembali kepada Nabal, Nabal sedang mengadakan pesta makan besar di rumahnya, yang kemewahannya seperti pesta yang diadakan oleh seorang raja. Nabal bersenang-senang dan sangat mabuk. Maka Abigail tidak memberitahu apa pun kepadanya sampai keesokan harinya.
1SA 25:37 Pada pagi hari, saat Nabal sudah sadar dari mabuknya, Abigail memberitahukan kepadanya segala hal yang sudah terjadi. Nabal langsung terkena serangan jantung dan tubuhnya menjadi kaku.
1SA 25:38 Sekitar sepuluh hari sesudah kejadian itu, TUHAN menghukum Nabal dan dia pun meninggal.
1SA 25:39 Saat Daud mendengar bahwa Nabal sudah meninggal, dia berkata, “Terpujilah TUHAN yang sudah menghindarkan aku dari membalas dendam atas hinaan yang aku terima dari Nabal! TUHAN sudah membalas Nabal untuk dosanya.” Maka Daud mengirim utusan kepada Abigail untuk memohon kepadanya supaya dia menjadi istrinya.
1SA 25:40 Ketika para utusan tiba di Karmel, mereka berkata kepada Abigail, “Daud mengutus kami untuk memohon kepadamu supaya kamu menjadi istrinya.”
1SA 25:41 Maka Abigail bersujud serta berkata, “Saya ini hambanya, dan saya bersedia membasuh kaki para hamba tuanku.”
1SA 25:42 Abigail segera menyiapkan dirinya, dan naik ke atas keledainya, dengan diiringi oleh lima orang budak perempuannya. Dia mengikuti para utusan Daud itu. Lalu dia menjadi salah satu istri Daud.
1SA 25:43 Sebelum menikahi Abigail, Daud juga sudah menikahi Ahinoam dari Yisreel.
1SA 25:44 Sedangkan Mikal anak perempuan Saul, yang adalah istri Daud yang pertama, sudah diberikan Saul kepada orang Galim bernama Paltiel, anak Lais.
1SA 26:1 Orang Zif mendatangi Saul di Gibea dan memberitahukan kepadanya, “Daud sedang bersembunyi di bukit Hakila yang berhadapan dengan padang belantara.”
1SA 26:2 Lalu Saul dengan segera berangkat menuju padang belantara Zif. Dia membawa tiga ribu pasukan yang terpilih dari seluruh tentara Israel untuk mencari Daud di sana.
1SA 26:3 Saul berkemah dekat jalan di bukit Hakila, dan berhadapan dengan padang belantara. Tetapi Daud berada di padang belantara. Saat Daud mendengar bahwa Saul sudah datang ke padang belantara itu untuk memburunya,
1SA 26:4 maka dia mengirim beberapa pengintai untuk membuktikan bahwa Saul memang sudah tiba.
1SA 26:5 Lalu Daud bersama beberapa pengikutnya berangkat ke tempat Saul bermalam. Daud melihat bahwa Saul sedang tidur di samping Abner anak Ner, panglima pasukan Saul. Saul dan Abner tidur di tengah, sedangkan seluruh pasukan tidur di sekeliling mereka berdua.
1SA 26:6 Lalu Daud bertanya kepada Ahimelek dan Abisai, “Siapa dari kalian yang akan ikut bersamaku ke tempat Saul sedang tidur?” (Ahimelek itu adalah orang Het, dan Abisai adalah anak Zeruya) dan saudara Yoab. Abisai menjawab, “Saya.”
1SA 26:7 Maka malam itu Daud dan Abisai berjalan di tengah pasukan yang tidur sampai menemukan tempat Saul tertidur lelap, dengan tombaknya tertancap di tanah dekat kepalanya. Abner dan para tentara berbaring di sekelilingnya.
1SA 26:8 Berkatalah Abisai kepada Daud, “Hari ini Allah sudah menyerahkan musuh Tuanku ke dalam tanganmu. Biarlah hamba yang bertindak! Dengan satu tikaman saja, hamba akan menancapkan tombak miliknya sendiri ke perutnya hingga tembus sampai ke tanah!”
1SA 26:9 Tetapi Daud menjawab, “Jangan bunuh dia! Karena setiap orang yang membunuh raja yang dipilih TUHAN pasti akan dihukum.”
1SA 26:10 Lagi kata Daud, “Aku bersumpah kepada TUHAN yang hidup, biar TUHAN sendirilah yang akan membunuh Saul, entah dia meninggal karena harinya sudah tiba, atau karena dibunuh dalam pertempuran.
1SA 26:11 Tetapi biarlah TUHAN selalu mencegah aku dari membunuh raja yang dipilih-Nya! Kita akan ambil tombaknya itu dan kendi airnya saja, lalu kita pergi!”
1SA 26:12 Maka Daud mengambil tombak dan kendi yang ada dekat kepala Saul, dan mereka pergi. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang mereka lakukan, karena TUHAN sudah membuat Saul dan seluruh pasukannya tertidur lelap.
1SA 26:13 Lalu Daud dan Abisai menyeberangi lembah dan berdiri di atas puncak bukit yang berseberangan dengan pasukan Saul, sehingga jarak antara mereka cukup jauh.
1SA 26:14 Kemudian Daud berteriak kepada pasukan Saul dan Abner anak Ner, “Abner! Apakah kamu dapat mendengar suara saya?” Abner menjawab, “Siapakah kamu, sehingga berani berteriak dan membangunkan raja dari tidurnya?”
1SA 26:15 Kata Daud kepada Abner, “Bukankah kamu yang paling gagah perkasa di antara seluruh pasukan Israel?! Jadi kenapa kamu tidak melindungi tuanmu raja, yang dipilih TUHAN? Tadi ada musuh yang datang yang hendak membunuh tuanmu raja. Tetapi kamu sudah gagal menjaga dia, Abner! Oleh karena itu, di hadapan TUHAN yang hidup, saya berkata bahwa kamu dan semua pasukanmu pantas dihukum mati! Sekarang lihatlah! Di mana tombak dan kendi air milik raja yang tadinya ada di dekat kepalanya!”
1SA 26:17 Saul mengenali suara Daud, lalu berkatalah Saul, “Bukankah itu suaramu, Daud anakku?” Daud menjawab, “Ya, ini saya, Tuanku Raja.”
1SA 26:18 Lalu bertanyalah Daud, “Mengapa Tuanku Raja mengejar hambamu ini?! Apa kesalahan saya? Kejahatan apa yang sudah saya perbuat?
1SA 26:19 Biarlah Tuanku Raja mendengarkan perkataan hambamu ini. Jika TUHANlah yang menggerakkan Tuanku Raja untuk melawan saya, biarlah Dia menerima suatu kurban penghapus dosa yang saya dapat persembahkan. Tetapi jika manusia yang menggerakkan Tuanku Raja untuk melawan saya, biarlah TUHAN mengutuk musuh-musuhku itu! Karena akibat dari perbuatan mereka itu, hamba diusir dari tanah yang saya warisi sebagai warga umat TUHAN, dan seolah-olah musuh-musuhku itu menyuruh saya, ‘Pergilah ke negeri lain dan sembahlah dewa-dewa mereka!’
1SA 26:20 Tetapi aku berdoa, ‘Biarlah TUHAN mencegah darahku tertumpah di negeri lain, jauh dari hadapan-Mu.’ Tuanku Raja, apakah ada gunanya bagi Tuan membawa ribuan pasukan Israel keluar hanya untuk memburu seekor ayam hutan di daerah perbukitan?! Saya ini bahkan ibarat seekor kutu saja! Apa gunanya mencari saya?!”
1SA 26:21 Jawab Saul, “Aku sudah berdosa! Kembalilah, hai anakku Daud. Aku tidak akan berbuat jahat kepadamu lagi, karena malam ini kamu sudah menganggap nyawaku berharga. Aku sudah berlaku bodoh. Aku benar-benar salah!”
1SA 26:22 Daud menjawab, “Tombak Tuanku Raja ada di sini! Kirimlah seseorang ke sini untuk mengambilnya.
1SA 26:23 TUHAN akan membalas setiap orang sesuai dengan ketulusan dan kesetiaannya. Sekalipun hari ini TUHAN sudah menyerahkan nyawa Tuanku Raja ke dalam tangan saya, tetapi saya menolak menyakiti raja yang sudah dipilih-Nya.
1SA 26:24 Jadi, sebagaimana nyawa Tuanku Raja berharga di mata saya malam ini, semoga TUHAN menghargai nyawa saya dan melepaskan saya dari segala bahaya.”
1SA 26:25 Lalu Saul menjawab Daud, “Semoga TUHAN memberkatimu, hai anakku Daud! Engkau pasti akan melakukan hal-hal besar dan berhasil dalam segala usahamu!” Maka Daud melanjutkan perjalanannya sementara Saul kembali ke istananya.
1SA 27:1 Kemudian Daud berpikir, “Suatu hari nanti, apabila aku masih berada di daerah sini, maka Saul akan membunuhku. Lebih baik aku melarikan diri ke negeri Filistin. Dengan demikian Saul akan berhenti memburuku di seluruh wilayah Israel, dan aku akan terlepas dari tangannya.”
1SA 27:2 Jadi Daud bersama enam ratus tentaranya— beserta keluarga mereka masing-masing— berpindah ke kota Gat di negeri Filistin. Mereka meminta kepada raja Gat, Akis anak Maok, supaya bisa berlindung di daerahnya. Daud membawa kedua istrinya, Ahinoam orang Yisreel, dan Abigail orang Karmel, janda dari Nabal.
1SA 27:4 Pada saat Saul mendengar bahwa Daud sudah melarikan diri ke Gat, maka dia berhenti memburu Daud.
1SA 27:5 Berkatalah Daud kepada Akis, “Jika sekiranya Tuanku Raja berkenan, berikanlah sebidang tanah kepada hambamu ini di salah satu kota kecil, supaya hamba bisa pindah dan tinggal di sana. Kami akan merepotkan Tuanku Raja kalau kami tetap menumpang di kota kerajaan ini.”
1SA 27:6 Maka pada hari itu Raja Akis memberikan kampung Ziklag kepada Daud. Itu sebabnya kota itu menjadi milik pusaka bagi raja-raja Yehuda sampai hari ini.
1SA 27:7 Lalu Daud tinggal di bagian pedesaan orang Filistin selama satu tahun empat bulan.
1SA 27:8 Lalu Daud dan pasukannya menyerbu dan menjarah orang Gesur, orang Girzi, dan orang Amalek. Wilayah ketiga suku penduduk asli ini dimulai dari perbatasan selatan wilayah Filistin, dan sepanjang jalan melintasi padang belantara Syur sampai ke tanah Mesir.
1SA 27:9 Setiap kali Daud menyerang suatu daerah, Daud tidak membiarkan satu orang pun hidup, baik laki-laki maupun perempuan. Dia menjarah semua kawanan, ternak, keledai, unta, dan pakaian. Lalu ketika kembali ke wilayah Filistin, dia selalu melaporkan kepada Akis.
1SA 27:10 Jika Akis bertanya, “Ke mana kamu menjarah kali ini?” Maka Daud akan menjawab, “Di daerah selatan suku Yehuda,” atau, “Di bagian selatan daerah suku Yerahmeel,” atau “Di bagian selatan orang Keni.”
1SA 27:11 Itulah yang dilakukan oleh Daud selama dia hidup di negeri Filistin. Tidak ada seorang pun laki-laki atau perempuan yang dia biarkan hidup. Sebab Daud berpikir, “Seandainya ada orang yang selamat, mereka akan melaporkan kami dan berkata, ‘Beginilah yang dilakukan oleh Daud kepada kami.’”
1SA 27:12 Maka Akis percaya kepada Daud, sebab Akis berpikir, “Daud benar-benar membuat dirinya dibenci oleh saudara-saudara sebangsanya, orang Israel! Pastilah dia akan menjadi hambaku selamanya.”
1SA 28:1 Suatu hari pada masa itu, bangsa Filistin mengumpulkan para tentaranya untuk berperang melawan bangsa Israel. Raja Akis berkata kepada Daud, “Maklumilah bahwa kamu dan pasukanmu akan digabungkan bersama dengan pasukanku dalam pertempuran ini.”
1SA 28:2 Jawab Daud kepada Akis, “Baiklah! Tuanku akan menyaksikan sendiri apa yang bisa kami lakukan!” Maka berkatalah Akis kepada Daud, “Kalau begitu, kamu akan menjadi pengawal pribadi saya selamanya.”
1SA 28:3 Pada waktu itu Samuel sudah meninggal. Semua orang Israel meratapinya dan dia dikuburkan di Rama, kota kelahirannya. Dan Saul sudah mengusir semua orang yang melakukan ilmu gaib dari negeri Israel.
1SA 28:4 Sementara itu, pasukan Filistin berkumpul dan berkemah di Sunem. Saul mengumpulkan segenap pasukan Israel dan berkemah di kaki gunung Gilboa.
1SA 28:5 Ketika Saul melihat betapa besar pasukan Filistin, dia menjadi sangat takut.
1SA 28:6 Dia meminta petunjuk TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawabnya, baik melalui mimpi, maupun melalui Urim dan Tumim, atau melalui perkataan nabi-nabi.
1SA 28:7 Maka Saul berkata kepada para penasihatnya, “Carilah untukku seorang perempuan yang bisa minta petunjuk dari roh orang mati supaya saya dapat meminta petunjuk.” Mereka menjawab, “Ada perempuan seperti itu di Ein Dor.”
1SA 28:8 Kemudian Saul menyamar dengan mengenakan pakaian seperti orang biasa dan pergi bersama dua orang tentaranya. Mereka menemui perempuan itu pada malam hari dan Saul berkata kepadanya, “Panggillah roh orang mati yang saya akan sebutkan.”
1SA 28:9 Tetapi perempuan itu menjawab, “Tentu kamu tahu apa yang sudah dilakukan Raja Saul. Dia sudah mengusir dari negeri ini para pelaku ilmu gaib dan orang yang meminta petunjuk dari roh orang mati! Mungkin saja kamu menjebak saya supaya saya dibunuh!”
1SA 28:10 Tetapi Saul bersumpah kepadanya dengan menggunakan nama TUHAN, “Atas nama TUHAN yang hidup, kamu tidak akan dinyatakan bersalah dalam hal ini!”
1SA 28:11 Maka perempuan itu bertanya, “Siapa yang harus saya panggilkan?” Jawab Saul, “Panggilkan untuk saya Samuel.”
1SA 28:12 Ketika perempuan itu melihat Samuel, dia menjerit dengan keras dengan berseru kepada Saul, “Mengapa engkau menipu saya? Engkau adalah Raja Saul!”
1SA 28:13 Saul berkata kepadanya, “Jangan takut! Apa yang kamu lihat?” Tukang sihir itu menjawab, “Saya melihat arwah yang muncul dari dalam tanah! Kelihatannya seperti roh ilahi!”
1SA 28:14 Kata Saul kepadanya, “Bagaimana rupanya?” Jawabnya, “Seorang laki-laki tua muncul! Dia memakai jubah!” Ketika menyadari bahwa itu adalah Samuel, Saul sujud sebentar untuk menghormatinya.
1SA 28:15 Samuel berkata kepada Saul, “Mengapa kamu mengganggu saya dengan memanggil saya datang ke sini?” Saul menjawab, “Saya dalam kesulitan besar! Bangsa Filistin berperang melawan kami dan Allah sudah meninggalkan saya. Allah tidak menjawab saya lagi, baik melalui para nabi maupun melalui mimpi. Jadi, aku memanggil engkau untuk memberitahu apa yang harus saya lakukan.”
1SA 28:16 Samuel berkata, “Percuma saja kamu bertanya kepada saya kalau TUHAN sudah meninggalkan kamu dan menjadi musuhmu!
1SA 28:17 TUHAN sudah melakukan apa yang sudah dikatakan-Nya kepadamu melalui saya. Tetapi karena kamu tidak menaati-Nya dan tidak membalaskan murka-Nya kepada orang Amalek, maka TUHAN melakukan hal ini kepadamu hari ini, yaitu Dia sudah mengambil kerajaan ini dari tanganmu dan memberikannya kepada Daud.
1SA 28:19 Besok TUHAN akan membuat bangsa Filistin mengalahkan bangsa Israel. Lalu kamu dan anak-anakmu akan bersama dengan saya dalam kematian.”
1SA 28:20 Saat itu Saul langsung jatuh tergeletak di tanah dan sangat ketakutan karena perkataan Samuel. Kekuatannya pun hilang karena dia belum makan apa pun sepanjang siang dan malam.
1SA 28:21 Lalu perempuan itu mendekati Saul dan melihat dia sangat takut. Maka berkatalah perempuan itu kepada Saul, “Hambamu sudah melakukan apa yang Tuanku Raja minta. Saya mempertaruhkan nyawa untuk melakukan apa yang Tuan minta.
1SA 28:22 Sekarang giliran Tuanku Raja mendengarkan perkataan hambamu ini! Izinkanlah saya memberikan sesuatu untuk Tuan makan. Dengan demikian Tuan akan dikuatkan untuk perjalanan kembali ke sana.”
1SA 28:23 Tetapi Saul menolaknya dan berkata, “Saya tidak mau makan!” Kedua tentaranya dan perempuan itu pun terus mengajak dia untuk makan sampai Saul menuruti perkataan mereka. Lalu Saul bangun dari tanah dan duduk di atas kasur.
1SA 28:24 Perempuan itu memiliki seekor anak sapi gemuk yang segera dia sembelih. Dia memasak sebagian daging itu dan juga membuat roti tanpa ragi.
1SA 28:25 Lalu dia menghidangkan makanan itu untuk Saul dan para budaknya, dan mereka makan. Sesudah itu, mereka bangkit dan pulang malam itu juga.
1SA 29:1 Orang Filistin mengumpulkan seluruh tentara mereka di lembah Afek, sedangkan tentara Israel berkemah dekat mata air di kota Yisreel, yaitu di lembah yang sama.
1SA 29:2 Lalu raja-raja Filistin mengatur pasukan mereka, supaya dibagi dalam kelompok seratus dan kelompok seribu. Ketika keempat raja Filistin yang lain melihat Daud dan pasukannya ikut bergabung di bagian belakang dari pasukan Akis, mereka menolak dengan berkata, “Buat apa orang Israel berada di sini!” Akis menjawab, “Ini Daud, yang dulu melayani Saul. Tetapi dia sudah hampir dua tahun bersama saya. Saya tidak menemukan kesalahan apa pun yang dia lakukan sejak dia meninggalkan Saul dan bergabung dengan saya sampai saat ini!”
1SA 29:4 Tetapi mereka menjadi marah kepada Akis dan berkata kepadanya, “Suruhlah dia kembali ke tempat yang kamu berikan kepadanya! Dia tidak boleh ikut dalam pertempuran bersama kita. Jangan sampai dia berbalik menjadi lawan kita. Imbalan yang pasti akan menyenangkan tuannya yang pertama adalah kepala-kepala yang dipenggal dari pasukan kita!
1SA 29:5 Ingatlah dia ini Daud, orang yang diceritakan ketika mereka menyanyi dan menari, ‘Saul sudah membunuh ribuan musuhnya, tetapi Daud membunuh puluhan ribu musuh!’”
1SA 29:6 Maka Akis memanggil Daud dan berkata kepadanya, “Aku menyatakan di hadapan TUHAN Israel yang hidup, bahwa kamu sudah setia melayani saya. Saya ingin kita masuk pertempuran ini bersama. Sebab, sejak kamu bergabung dengan saya sampai hari ini, saya tidak menemukan kesalahan padamu. Tetapi menurut pendapat keempat raja kota lain, kamu tidak bisa dipercaya.
1SA 29:7 Jadi, pulanglah dengan hati yang tenang. Mohon kamu tidak melakukan apa pun yang menyinggung perasaan keempat raja itu!”
1SA 29:8 Tetapi Daud berkata kepada Akis, “Kenapa?! Apa kesalahan yang Tuanku temukan pada hambamu ini, sejak saya datang ke hadapan Tuan sampai hari ini, sehingga saya tidak boleh berperang melawan musuh Tuanku Raja?”
1SA 29:9 Akis menjawab Daud, “Saya menganggap kamu hampir seperti malaikat, karena kamu selalu dapat dipercaya! Namun, raja-raja Filistin berkata, ‘Dia tidak boleh pergi berperang bersama kita.’
1SA 29:10 Besok pagi-pagi sekali, kamu bersama dengan pasukanmu yang pernah melayani raja Israel kembalilah ke tempat tinggal kalian.”
1SA 29:11 Maka, keesokan harinya pagi-pagi sekali Daud dan pasukannya kembali ke negeri orang Filistin, sedangkan pasukan Filistin berangkat ke Yisreel.
1SA 30:1 Sesudah Daud dan pasukannya meninggalkan pasukan Akis, mereka berjalan dua hari penuh dan tiba di kampung Ziklag pada hari ketiga. Tetapi satu atau dua hari sebelum mereka tiba, orang-orang Amalek sudah menjarah wilayah selatan itu. Mereka sudah menyerang Ziklag dan membakarnya sampai habis.
1SA 30:2 Mereka juga sudah menawan para perempuan di Ziklag, dari yang paling muda sampai yang paling tua. Tidak ada seorang pun yang dibunuh tetapi mereka membawa semua pergi sebagai tawanan.
1SA 30:3 Saat Daud dan pasukannya tiba di situ, mereka mendapati kampung mereka sudah terbakar. Para istri, anak-anak mereka yang laki-laki dan perempuan sudah menjadi tawanan.
1SA 30:4 Maka Daud dan tentara-tentaranya menangis dengan suara keras, dan terus menangis sampai tidak mampu menangis lagi.
1SA 30:5 Kedua istri Daud, yaitu Ahinoam orang Yisreel dan Abigail orang Karmel (janda dari Nabal), juga ikut ditawan.
1SA 30:6 Tetapi situasi segera menjadi berbahaya untuk Daud, karena pasukannya sangat marah dan berduka karena kehilangan keluarga mereka sehingga ada di antara mereka yang mulai mengancam melempari Daud dengan batu. Namun Daud tetap percaya kepada TUHAN yang memberinya kekuatan.
1SA 30:7 Lalu Daud berkata kepada Imam Abiatar, “Bawalah efod itu ke sini.” Maka Abiatar membawakannya,
1SA 30:8 dan Daud bertanya kepada TUHAN, “Apakah saya sebaiknya mengejar para penjarah ini? Apakah saya akan berhasil menyusul mereka?” TUHAN menjawabnya, “Kejarlah, karena kamu pasti akan menyusul mereka dan menyelamatkan para tawanan.”
1SA 30:9 Maka Daud bersama enam ratus tentaranya mengejar para penjarah itu. Saat mereka sampai di tepi sungai Besor, dua ratus orang anggota pasukannya terlalu capek untuk menyeberang sungai. Daud memutuskan untuk mereka tinggal di situ. Lalu Daud dan keempat ratus orang lainnya melanjutkan pengejaran para penjarah itu.
1SA 30:11 Dalam perjalanan, pasukan Daud menemukan seorang Mesir di sebuah ladang, dan membawanya kepada Daud. Mereka memberinya makanan dan minuman,
1SA 30:12 sepotong kue ara dan dua bungkus kismis, karena orang itu belum makan dan minum selama tiga hari dan tiga malam. Sesudah makan dan minum tenaganya pulih kembali.
1SA 30:13 Daud bertanya kepada orang itu, “Kamu orang mana dan siapa majikanmu?” Lalu dia menjawab, “Saya orang Mesir. Saya adalah budak dari seorang Amalek. Tiga hari lalu tuan saya meninggalkan saya karena saya terlalu sakit untuk berjalan.
1SA 30:14 Kami sudah menjarah bagian selatan Yehuda, di mana orang-orang Kreta tinggal, dan beberapa bagian lain di Yehuda, lalu di bagian selatan kota Hebron, tempat tinggal orang-orang keturunan Kaleb. Terakhir kami juga membakar Ziklag.”
1SA 30:15 Daud berkata kepadanya, “Bisakah kamu mengantarkan kami kepada para penjarah itu?” Kata orang itu, “Saya bisa, tetapi bersumpahlah kepada Allah bahwa Tuan tidak akan membunuh saya atau menyerahkan saya kepada tuan saya, maka saya akan mengantarmu kepada mereka.”
1SA 30:16 Daud pun setuju, maka orang Mesir itu mengantarkan Daud dan pasukannya ke tempat orang-orang Amalek itu berada. Mereka tersebar di mana-mana dan sedang berpesta makan dan minum karena mereka mendapatkan banyak barang jarahan dari daerah Filistin dan Yudea.
1SA 30:17 Mulai dari permulaan malam itu sampai ketika matahari terbenam lagi, Daud dan pasukannya membantai mereka. Tidak ada seorang pun dari mereka yang lolos, kecuali empat ratus orang yang berhasil melarikan diri dengan menunggang unta.
1SA 30:18 Daud merebut kembali semua yang sudah diambil oleh orang-orang Amalek itu, termasuk menyelamatkan kedua istrinya.
1SA 30:19 Daud dan pasukannya berhasil mendapat segala sesuatu yang diambil, termasuk semua anggota keluarga dan barang jarahan. Lalu mereka memulai membawa semuanya kembali ke Ziklag.
1SA 30:20 Mereka mengumpulkan seluruh kawanan dan ternak dan menggiring mereka di depan rombongan semua orang. Ada yang bersukacita dengan berkata, “Ini adalah barang jarahan Daud!”
1SA 30:21 Kemudian, Daud sampai di Sungai Besor, tempat kedua ratus anggota pasukannya yang sebelumnya terlalu capek untuk lanjut mengejar para penjarah masih menunggu di sana. Saat mereka keluar untuk menyambut Daud dan semua rombongan itu, Daud menyambut mereka dengan sukacita.
1SA 30:22 Tetapi beberapa orang jahat dan pengacau di antara pasukan Daud berkata, “Karena kedua ratus orang itu tidak ikut bersama dengan kita, maka kita tidak akan membagikan hasil jarahan ini dengan mereka. Mereka hanya boleh mengambil istri dan anak-anak mereka, lalu pergi!”
1SA 30:23 Tetapi Daud berkata kepada mereka, “Tidak! Sadarilah bahwa segala sesuatu ini adalah pemberian dari TUHAN! Dia sudah melindungi kita dan menyerahkan musuh kita itu ke dalam tangan kita.
1SA 30:24 Tidak seorang pun akan setuju dengan perkataanmu tadi! Baik anggota kita yang ikut bertempur, maupun yang tinggal menjaga perbekalan, akan mendapat bagian jarahan yang sama banyak.”
1SA 30:25 Bahkan Daud membuat keputusan tersebut menjadi undang-undang untuk bangsa Israel yang masih berlaku sampai hari ini.
1SA 30:26 Sesudah tiba di Ziklag, Daud mengirim sebagian dari jarahan itu kepada para tua-tua Yehuda, yaitu kepada teman-temannya yang sudah mendukungnya. Dia memberi pesan kepada mereka, “Ini hadiah-hadiah bagi kalian yang kami rampas dari musuh-musuh TUHAN!”
1SA 30:27 Inilah daftar kota dan wilayah tempat para penduduk menerima hadiah-hadiah dari Daud: Betel, Ramot yang di padang belantara selatan, dan beberapa kota di daerah Yatir.
1SA 30:28 Hadiah-hadiah juga dikirim kepada kota Arur, Sifmot, Estemoa,
1SA 30:29 Rakal, dan beberapa kota di daerah suku Yerahmel dan Keni.
1SA 30:30 Hadiah-hadiah juga dikirim kepada kota Horma, Bor Asan, Atak,
1SA 30:31 dan Hebron, dan kepada beberapa daerah lain yang pernah Daud kunjungi bersama pasukannya.
1SA 31:1 Sementara itu, orang Filistin menyerang pasukan Israel di gunung Gilboa. Banyak tentara Israel terpaksa melarikan diri, dan banyak yang lain terbunuh dalam pertempuran itu.
1SA 31:2 Pasukan Filistin berhasil mengepung Saul dan tiga dari anak laki-lakinya. Pertama mereka membunuh Yonatan, Abinadab, dan Malkisua.
1SA 31:3 Saul sendiri berada di tengah pertempuran yang semakin hebat itu. Para pemanah Filistin melihat dia, lalu dia luka parah karena terkena anak panah mereka.
1SA 31:4 Kemudian Saul berkata kepada pembawa senjatanya, “Bunuhlah saya dengan pedangmu! Kalau tidak, maka para penyembah berhala ini akan datang menusuk dan menyiksa saya!” Tetapi pembawa senjatanya menolak melakukan hal itu karena dia sangat takut. Akhirnya, Saul mengambil pedangnya dan merebahkan diri ke atas ujung pedangnya sendiri.
1SA 31:5 Ketika pembawa senjatanya melihat Saul sudah mati, maka dia juga merebahkan diri ke atas ujung pedangnya sendiri dan mati bersama-sama dengan Saul.
1SA 31:6 Jadi Saul, bersama tiga dari anaknya, pembawa senjatanya, dan hampir semua pasukannya mati pada hari yang sama.
1SA 31:7 Ketika orang Israel yang berada di seberang lembah Yisreel dan di seberang sungai Yordan mendengar bahwa sisa pasukan Israel yang masih hidup sudah melarikan diri, dan Saul serta tiga putranya sudah mati, mereka meninggalkan kota-kota mereka dan melarikan diri. Tidak lama kemudian orang-orang Filistin datang dan menduduki kota-kota itu.
1SA 31:8 Tetapi keesokan harinya dari pertempuran itu, ketika pasukan Filistin datang untuk mengambil semua barang dari mayat-mayat pasukan Israel yang terbunuh itu, mereka menemukan Saul dan ketiga putranya sudah terbaring mati di gunung Gilboa.
1SA 31:9 Mereka memenggal kepala Saul dan mengambil semua alat perang dan pelindung tubuhnya. Sesudah itu, mereka mengutus orang-orang untuk mengumumkan berita itu di kuil-kuil para dewa mereka dan di antara rakyat di seluruh daerah Filistin.
1SA 31:10 Mereka meletakkan alat-alat perang dan pelindung tubuh Saul di kuil Asytoret dan menggantungkan mayatnya di dinding benteng kota Bet Syan.
1SA 31:11 Ketika penduduk kota Yabes di Gilead mendengar perbuatan orang Filistin kepada Saul,
1SA 31:12 maka orang-orang yang gagah perkasa dari kota itu segera bertindak. Mereka berjalan sepanjang malam ke Bet Syan, mengambil mayat Saul dan mayat putra-putranya dari dinding benteng kota itu, lalu membawanya pulang ke Yabes, dan membakarnya di sana.
1SA 31:13 Lalu mereka mengambil semua tulangnya dan menguburkannya di bawah pohon tamariska di kota mereka itu. Sesudah itu, mereka berpuasa selama tujuh hari.
2SA 1:1 Setelah Daud mengejar dan membunuh orang-orang Amalek yang sudah menjarah Ziklag, dia kembali dan tinggal di Ziklag selama dua hari tanpa mendengar berita tentang Saul maupun tentang pertempuran melawan pasukan Filistin.
2SA 1:2 Pada hari ketiga, datanglah seseorang dari perkemahan pasukan Saul. Dia sudah merobek pakaiannya dan menaburkan tanah di kepalanya sebagai tanda berkabung. Setibanya di hadapan Daud, dia bersujud memberi hormat.
2SA 1:3 Lalu Daud bertanya kepadanya, “Kamu dari mana?” Jawabnya, “Dari perkemahan pasukan Israel. Hamba berhasil meloloskan diri dari serbuan orang Filistin di sana.”
2SA 1:4 Tanya Daud kepadanya, “Apa yang terjadi dalam pertempuran itu? Beritahu saya!” Jawab orang itu, “Pasukan Israel melarikan diri dari pertempuran dan banyak yang terbunuh, bahkan Saul dan Yonatan mati!”
2SA 1:5 Berkatalah Daud kepada orang itu, “Bagaimana kamu tahu bahwa Saul dan putranya sudah mati?”
2SA 1:6 Jawab orang itu, “Kebetulan hamba berada di gunung Gilboa dan melihat Saul bersandar pada tombaknya, sementara kereta-kereta kuda dan pasukan penunggang kuda musuh sedang mendekatinya.
2SA 1:7 Ketika Saul menoleh ke belakang, dia melihat dan memanggil saya. Lalu saya menjawab, ‘Ya, Tuanku.’
2SA 1:8 “Dia bertanya, ‘Kamu siapa?’ “Dan saya jawab, ‘Saya orang Amalek.’
2SA 1:9 “Kemudian Saul berkata, ‘Datanglah mendekat dan bunuhlah saya! Saya sudah sekarat, tetapi belum mati juga.’
2SA 1:10 Jadi hamba membunuhnya, karena hamba tahu dia tidak akan selamat dengan kondisi seperti itu. Kemudian hamba mengambil mahkota dari kepalanya serta gelang di lengannya dan membawanya ke sini kepada Tuanku.”
2SA 1:11 Maka Daud beserta semua pengikutnya merobek pakaian mereka sebagai tanda berkabung.
2SA 1:12 Mereka meratap, menangis, dan berpuasa sepanjang hari karena kematian Saul, Yonatan, dan begitu banyak pasukan TUHAN, umat Israel.
2SA 1:13 Lalu tanya Daud kepada pembawa kabar itu, “Dari mana asalmu?” Jawabnya, “Hamba adalah orang Amalek. Ayah hamba seorang perantau yang tinggal di negeri Israel.”
2SA 1:14 Daud berkata lagi kepadanya, “Mengapa kamu menganggap dirimu pantas membunuh orang yang dipilih TUHAN?!”
2SA 1:15 Daud pun memanggil salah seorang tentaranya dan berkata, “Bunuh dia!” Maka tentara itu membunuh pembawa kabar tadi.
2SA 1:16 Sebelum orang itu dibunuh, Daud berkata kepadanya, “Kamu bertanggung jawab atas kematianmu sendiri, karena kamulah yang mengakui bahwa kamu membunuh orang yang dipilih TUHAN.”
2SA 1:17 Daud meratapi Saul dan Yonatan dengan menyanyikan lagu perkabungan yang diberinya judul “Busur dan Anak Panah.” Daud juga memerintahkan agar lagu itu diajarkan kepada semua orang di Yehuda. Lagu ini tertulis dalam Kitab Orang-orang Jujur. Inilah kata-kata dalam lagu Daud itu:
2SA 1:19 Oh Israel, yang engkau muliakan sudah terbunuh di bukit-bukit! Sudah gugur para pahlawan yang gagah perkasa!
2SA 1:20 Jangan beritakan kisah itu di Gat, jangan ceritakan di jalan-jalan Askelon, supaya gadis-gadis Filistin tidak bersuka, dan para penyembah berhala tidak bersorak!
2SA 1:21 Semoga hujan atau embun tidak turun atas gunung-gunung di Gilboa. Semoga ladang di daerah itu tidak menghasilkan gandum yang dapat dipersembahkan kepada TUHAN! Karena di sanalah perisai-perisai para pahlawan Israel tercampak dengan penuh aib, dan perisai Saul tidak lagi digosok dengan minyak supaya mengkilat.
2SA 1:22 Pedang Saul dan panah Yonatan tidak pernah gagal membunuh musuh. Senjata-senjata perang mereka selalu berlumur darah dan lemak para pahlawan yang terbunuh.
2SA 1:23 Saul dan Yonatan sangat disayangi semasa hidup mereka. Keduanya tak terpisahkan saat hidup maupun mati. Mereka lebih cepat daripada rajawali, lebih kuat daripada singa.
2SA 1:24 Hai gadis-gadis Israel, ratapilah kematian Saul, yang sudah mengenakan kepada kalian pakaian terbaik dan mewah, yang sudah menghiasi pakaian kalian dengan emas.
2SA 1:25 Betapa aku berdukacita karena para pahlawan kita sudah gugur di tengah pertempuran! Yonatan terbunuh di atas bukit-bukit!
2SA 1:26 Aku sangat berduka karena engkau, Yonatan, saudaraku! Aku sungguh mengasihimu. Kasih persahabatanmu bagiku melebihi kasih seorang istri.
2SA 1:27 Betapa para pahlawan Israel sudah gugur! Senjata peperangan mereka terbuang dan tak berguna!
2SA 2:1 Beberapa waktu kemudian, Daud bertanya kepada TUHAN, “Apakah sebaiknya aku pergi ke salah satu kota di Yehuda?” Jawab TUHAN kepadanya, “Ya, pergilah.” Tanya Daud, “Ke kota manakah aku harus pergi?” Jawab TUHAN, “Hebron.”
2SA 2:2 Maka Daud pergi ke Hebron bersama kedua istrinya, yaitu Ahinoam, orang Yisreel, dan Abigail, janda Nabal dari Karmel.
2SA 2:3 Daud juga membawa pasukannya, masing-masing dengan keluarga mereka. Lalu mereka menetap di Hebron dan desa-desa sekitarnya.
2SA 2:4 Kemudian datanglah orang-orang dari suku Yehuda kepada Daud. Mereka mengurapi Daud dan melantik dia menjadi raja atas suku Yehuda. Setelah diberitahukan kepada Daud bahwa orang-orang Benyamin dari kota Yabes di wilayah Gilead sudah menguburkan mayat Saul,
2SA 2:5 Daud mengutus pembawa pesan kepada mereka untuk menyampaikan, “Semoga TUHAN memberkati kalian, karena kalian sudah menunjukkan kesetiaan kepada Saul, tuanmu, dengan menguburkan mayatnya.
2SA 2:6 Kiranya TUHAN menunjukkan kesetiaan-Nya kepada kalian, dan saya pun akan berbuat demikian, sebab kalian sudah berbuat baik kepada Saul.
2SA 2:7 Dengan kematian tuan kita Saul, saya sudah dilantik sebagai raja oleh suku Yehuda. Saya mohon supaya kalian kuat dan berani untuk mendukung saya juga.”
2SA 2:8 Sementara hal itu terjadi, panglima pasukan Saul, yaitu Abner anak Ner, sudah membawa Isboset anak Saul ke Mahanaim
2SA 2:9 untuk melantik dia sebagai raja atas wilayah Gilead dan Yisreel, beserta suku Asyer, Efraim, dan Benyamin. Dengan demikian Isboset menjadi raja atas seluruh Israel, kecuali suku Yehuda.
2SA 2:10 Isboset berumur 40 tahun sewaktu mulai memerintah atas Israel, dan dia memerintah selama dua tahun. Namun, suku Yehuda tetap setia kepada Daud.
2SA 2:11 Daud menjadi raja di Hebron atas orang-orang Yehuda selama tujuh tahun enam bulan.
2SA 2:12 Suatu hari, Abner dan para pasukan Isboset keluar dari Mahanaim menuju kota Gibeon.
2SA 2:13 Pada saat yang sama, Yoab anak Zeruya memimpin pasukan Daud keluar untuk berhadapan dengan pasukan Isboset di kolam Gibeon. Pihak Abner berada di salah satu sisi kolam, sedangkan pihak Yoab berada di seberang mereka.
2SA 2:14 Kata Abner kepada Yoab, “Biarlah anak buah kita maju dan bertarung di hadapan kita.” Kata Yoab, “Baiklah!”
2SA 2:15 Maka dipilihlah dua belas orang dari suku Benyamin untuk maju mewakili pihak Isboset anak Saul, dan dua belas orang mewakili pihak Daud.
2SA 2:16 Saat mereka berhadapan satu sama lain, mereka saling menangkap kepala lawannya dan menusukkan pedang ke perut lawannya masing-masing, sehingga kedua puluh empat orang yang maju itu mati bersama. Itulah sebabnya tempat di Gibeon itu dinamai Ladang Pedang.
2SA 2:17 Pertempuran tersebut berlangsung amat sengit. Abner dan pasukan Israel dikalahkan oleh pasukan Daud.
2SA 2:18 Ada tiga orang anak Zeruya yang berada dalam pertempuran itu, yakni Yoab, Abisai, dan Asael. Asael mampu berlari secepat kijang.
2SA 2:19 Asael terus mengejar dan mengikuti Abner tanpa henti.
2SA 2:20 Lalu Abner menengok ke belakang dan bertanya, “Apakah itu kamu, Asael?!” Jawab Asael, “Ya, ini saya!”
2SA 2:21 Kata Abner kepadanya, “Berhentilah mengejar saya! Bunuhlah salah satu tentara lain dan ambillah segala perlengkapan darinya!” Tetapi Asael tidak mau berhenti mengejar Abner.
2SA 2:22 Berkatalah Abner sekali lagi kepada Asael, “Berhentilah mengejar saya! Saya tidak mau membunuhmu! Bagaimana nanti saya bisa menghadap kakakmu Yoab?!”
2SA 2:23 Namun, Asael tetap menolak untuk berhenti. Maka ketika Asael mendekati Abner dari belakang, Abner menusukkan pangkal tombaknya ke belakang mengenai perut Asael sehingga menembus punggungnya. Lalu jatuhlah Asael dan mati di tempat itu juga. Semua tentara Daud yang melihat Asael terbunuh berhenti mengejar musuh untuk menengok mayatnya.
2SA 2:24 Mendengar apa yang terjadi dengan Asael, maka Yoab, Abisai, dan para tentara yang bersama mereka terus mengejar Abner dan pasukannya yang masih hidup. Pada saat matahari terbenam, pasukan Abner tiba di bukit Ama, dekat Gia, di jalan yang menuju ke padang belantara Gibeon.
2SA 2:25 Di sana para tentara dari suku Benyamin berkelompok di belakang Abner dan mengatur barisan mereka di atas bukit itu.
2SA 2:26 Kemudian Abner berseru kepada Yoab, “Apakah kita akan selalu menyelesaikan persoalan di antara kita dengan pedang?! Tidakkah kamu sadar bahwa satu-satunya hal yang akan tersisa hanyalah dendam satu sama lain! Kapan kamu akan menyuruh pasukanmu berhenti mengejar saudara mereka sebangsa?!”
2SA 2:27 Jawab Yoab, “Demi Allah yang hidup, jika kamu tidak berkata demikian, maka aku dan pasukanku tidak akan berhenti mengejar kalian sepanjang malam bahkan sampai pagi! Padahal kita ini bersaudara.”
2SA 2:28 Lalu Yoab meniup terompet, sehingga semua pasukannya berhenti mengejar dan bertempur dengan pasukan pihak Israel.
2SA 2:29 Sepanjang malam itu Abner dan pasukannya kembali melalui lembah Yordan. Kemudian mereka menyeberangi sungai Yordan dan berjalan sepanjang pagi sampai tiba di Mahanaim.
2SA 2:30 Setelah Yoab kembali dari mengejar Abner, dia mengumpulkan dan menghitung pasukan Daud. Ada sembilan belas tentara yang meninggal dalam perang, selain Asael.
2SA 2:31 Akan tetapi, pasukan Daud menewaskan tiga ratus enam puluh orang pasukan Abner, yang semuanya dari suku Benyamin.
2SA 2:32 Lalu Yoab dan pasukan Daud itu membawa jenazah Asael ke kuburan keluarganya yang ada di Betlehem dan menguburkannya di situ. Kemudian mereka berjalan sepanjang malam dan tiba kembali di Hebron saat fajar.
2SA 3:1 Pertempuran itu merupakan awal dari perang panjang antara para pendukung kerajaan Isboset anak Saul dengan para pendukung Daud. Semakin lama pendukung Daud semakin kuat, tetapi pendukung kerajaan Saul semakin lemah.
2SA 3:2 Pada waktu Daud berada di Hebron, istri-istrinya melahirkan enam anak laki-laki bagi dia. Inilah nama-nama mereka sesuai urutan lahir: Ahinoam, orang Yisreel melahirkan Amnon, Abigail, janda Nabal orang Karmel melahirkan Kileab, Makah, anak perempuan Raja Talmai dari Gesyur melahirkan Absalom, Hagit melahirkan Adonia, Abital melahirkan Sefatya, Egla melahirkan Yitream.
2SA 3:6 Sementara perang antara para pendukung kerajaan Isboset anak Saul dengan para pendukung Daud terus berlanjut, Abner semakin memperbesar pengaruhnya sendiri atas pendukung keluarga Saul.
2SA 3:7 Suatu hari Isboset menuduh Abner sudah meniduri salah satu gundik Saul, yaitu Rizpa anak Aya. Isboset berkata kepada Abner, “Kamu sudah melakukan kejahatan dengan meniduri istri ayahku!”
2SA 3:8 Lalu Abner menjawab dengan sangat marah, “Apakah kamu menganggap aku anjing dari Yehuda?! Sampai hari ini aku sudah setia kepada keluarga ayahmu dan para pendukungnya, meskipun aku dengan mudah bisa menyerahkan kamu ke tangan Daud. Tetapi hari ini kamu menuduh aku seolah-olah melakukan pelanggaran besar, padahal itu hanya urusan sepele dengan wanita!
2SA 3:9 Biarlah Allah menghukum aku, bahkan mencabut nyawaku jika aku tidak membantu menggenapi janji TUHAN kepada Daud!
2SA 3:10 Aku akan menyerahkan kerajaan ayahmu ini kepada Daud dan mengokohkan kerajaannya atas seluruh Israel dari ujung utara sampai ujung selatan negeri ini, dari Dan sampai Bersyeba!”
2SA 3:11 Isboset tidak bisa menjawab Abner sepatah kata pun karena takut kepadanya.
2SA 3:12 Lalu Abner mengutus pembawa pesan kepada Daud untuk menyampaikan, “Biarlah kita memutuskan siapa yang akan menjadi raja atas seluruh negeri ini! Buatlah kesepakatan dengan saya, dan saya akan membuat seluruh Israel mendukung engkau.”
2SA 3:13 Maka kata Daud, “Baik. Saya akan mengadakan kesepakatan dengan engkau. Tetapi sebelum kita bisa berunding, saya menuntut engkau mengembalikan istri saya, Mikal anak Saul.”
2SA 3:14 Lalu Daud mengutus pembawa pesan kepada Isboset, “Kembalikanlah Mikal, istri saya, yang sudah saya peroleh dengan mas kawin seratus kulit khatan orang Filistin.”
2SA 3:15 Maka Isboset mengeluarkan perintah sehingga Mikal diambil dari suaminya, Paltiel anak Lais.
2SA 3:16 Ketika Abner dan beberapa tentaranya mengantar Mikal kepada Daud, Paltiel mengikuti mereka dari belakang sambil menangis sepanjang jalan dari Mahanaim sampai ke Bahurim. Akhirnya Abner berkata kepadanya, “Pulanglah!” Dan Paltiel pun pulang.
2SA 3:17 Lalu Abner menasihati para pemimpin Israel, “Sudah cukup lama kalian menginginkan Daud menjadi raja kita.
2SA 3:18 Sekarang waktunya kita bertindak! Karena TUHAN sudah berkata kepada Daud, ‘Dengan tangan hamba-Ku Daud, Aku akan menyelamatkan umat-Ku Israel dari tangan orang Filistin dan dari semua musuh-musuh mereka.’”
2SA 3:19 Abner juga berbicara secara khusus kepada para pemimpin suku Benyamin. Lalu Abner pergi ke Hebron untuk memberitahu Daud apa yang sudah disepakati oleh seluruh bangsa Israel dan suku Benyamin.
2SA 3:20 Ketika Abner bersama dua puluh tentara datang menemui Daud di Hebron, Daud menyiapkan perjamuan bagi mereka.
2SA 3:21 Abner berkata kepada Daud, “Tuanku Raja, izinkanlah saya pulang untuk mengumpulkan seluruh Israel, agar mereka bisa membuat kesepakatan denganmu. Tuan akan memerintah atas semua yang Tuan inginkan.” Maka Daud mengizinkan Abner pergi, dan dia pulang dengan selamat.
2SA 3:22 Tidak lama setelah Abner meninggalkan Hebron dengan selamat, Yoab dan para tentara Daud kembali dari sebuah penyergapan dengan membawa banyak jarahan.
2SA 3:23 Ketika mereka tiba, seseorang berkata kepadanya, “Abner anak Ner sudah datang menemui raja, dan raja melepasnya pergi dengan selamat!”
2SA 3:24 Maka Yoab pergi menemui raja dan menegurnya, “Tuanku Raja, apa yang sudah engkau lakukan?! Abner datang kepadamu, tetapi mengapa Tuan melepasnya pergi?!
2SA 3:25 Engkau tahu bahwa Abner tidak dapat dipercaya! Pasti dia datang untuk menipu Raja dan memata-matai segala sesuatu yang engkau lakukan!”
2SA 3:26 Lalu Yoab meninggalkan Daud dan mengirim pembawa pesan kepada Abner. Mereka menemui Abner di sumur Sira dan meminta dia kembali. Akan tetapi, Daud sama sekali tidak tahu tentang hal ini.
2SA 3:27 Ketika Abner kembali ke Hebron, Yoab mengajaknya ke tepi pintu gerbang, seakan-akan ingin berbicara dengan dia secara pribadi. Lalu Yoab menusuk perut Abner dengan pisaunya sehingga mati— sebagai pembalasan atas kematian Asael, adiknya.
2SA 3:28 Ketika Daud mendengar tentang kejadian itu, dia berkata, “Di hadapan TUHAN, untuk selamanya aku dan kerajaanku tidak bersalah atas kematian Abner.
2SA 3:29 Biarlah kematiannya dibalaskan kepada Yoab dan seluruh keluarganya! Biarlah di antara keturunan Yoab akan selalu ada laki-laki yang najis karena luka yang terus mengeluarkan cairan atau karena penyakit kulit yang berbahaya. Biarlah selalu ada keturunannya yang pincang, terbunuh dalam perang, ataupun kelaparan!”
2SA 3:30 Demikianlah Yoab bersama adiknya yang bernama Abisai membunuh Abner, karena dia sudah membunuh adik mereka yang bernama Asael dalam pertempuran di Gibeon.
2SA 3:31 Daud menyuruh Yoab dan semua rakyat di Hebron, “Robeklah pakaian kalian dan pakailah kain kabung! Merataplah untuk Abner!” Raja Daud sendiri berjalan di belakang usungan jenazah.
2SA 3:32 Mereka menguburkan mayat Abner di Hebron. Daud menangis sangat keras di kuburan Abner, dan seluruh rakyat juga menangis.
2SA 3:33 Raja menyanyikan sebuah ratapan untuk Abner: “Haruskah Abner mati seperti orang bodoh?
2SA 3:34 Tanganmu tidak terikat dan kakimu tidak terbelenggu. Sayang sekali Abner, engkau mati konyol dibunuh oleh orang-orang jahat!” Sesudah cukup lama meratapi Abner bersama seluruh rakyat,
2SA 3:35 siang itu ada yang mendesak Daud untuk makan setelah mereka pulang. Tetapi Daud bersumpah, “Biarlah Allah menghukumku, bahkan mencabut nyawaku, jika aku mengecap roti atau apa pun juga sebelum matahari terbenam!”
2SA 3:36 Seluruh rakyat memperhatikan apa yang Daud lakukan, dan hal itu mereka pandang baik. Bahkan segala sesuatu yang dilakukan raja, mereka pandang baik.
2SA 3:37 Hari itu seluruh rakyat dan seluruh Israel menyadari bahwa pembunuhan Abner bukanlah atas perintah Daud.
2SA 3:38 Lalu Daud berkata kepada para pegawainya, “Sadarilah bahwa hari ini Israel sudah kehilangan seorang pemimpin yang hebat!
2SA 3:39 Hari ini saya merasa lemah, sekalipun saya sudah dilantik sebagai raja. Saya tidak bisa mengendalikan kekerasan kedua anak Zeruya, yaitu Yoab dan Abisai! Biarlah TUHAN menghukum mereka dengan sepatutnya atas kejahatan mereka!”
2SA 4:1 Ketika Isboset mendengar bahwa Abner dibunuh di Hebron, dia dan seluruh orang Israel sangat ketakutan.
2SA 4:2 Isboset memiliki dua orang kepala regu yang bertugas menjarah daerah musuh. Mereka bernama Banah dan Rekab, anak Rimon dari kota Beerot, orang Benyamin. (Beerot berada di wilayah suku Benyamin.
2SA 4:3 Pada masa semua suku Israel masih mengambil dan menduduki tempat tinggal sesuai ketentuan Yosua, para penduduk asli Beerot sudah melarikan diri ke Gitaim, dan sampai penulisan kitab ini mereka masih tinggal di sana sebagai pendatang.)
2SA 4:4 Pada waktu Yonatan terbunuh bersama Saul dalam pertempuran, dia sudah memiliki seorang anak laki-laki berumur lima tahun, namanya Mefiboset. Ketika pengasuh anak itu mendengar berita tentang kematian Yonatan di Yisreel, dia membawa lari Mefiboset. Tetapi karena terburu-buru, anak itu terlepas dari tangannya sehingga jatuh dan menjadi lumpuh.
2SA 4:5 Rekab dan Banah pergi ke rumah Isboset pada tengah hari, saat Isboset sedang istirahat siang.
2SA 4:6 Waktu itu pembantu perempuan yang menjaga pintu rumah sedang membersihkan bulir-bulir gandum dari kerikil. Namun, siang itu dia mengantuk sekali sehingga tertidur. Jadi kedua bersaudara itu masuk ke rumah tanpa ada yang mengetahui. Sesampainya di ruang tidur Isboset, mereka menikam perutnya dan memenggal kepalanya, lalu melarikan diri. Sambil membawa kepala Isboset, mereka melewati jalan yang menuju ke Araba sepanjang malam itu.
2SA 4:8 Rekab dan Banah membawa kepala Isboset kepada Daud di Hebron serta berkata kepadanya, “Lihat! Ini kepala Isboset, anak musuh Tuanku, yaitu Saul— yang dulu berusaha membunuh engkau! Hari ini TUHAN sudah membalaskan dendam Tuanku Raja terhadap Saul dan keturunannya!”
2SA 4:9 Namun jawab Daud kepada mereka berdua, “Saya bersumpah di hadapan TUHAN yang hidup, yang sudah menyelamatkan hidup saya dari segala bahaya, bahwa yang saya katakan ini benar:
2SA 4:10 Ketika seseorang datang ke Ziklag memberitahukan kepada saya bahwa Saul sudah mati, dia pikir dirinya membawa kabar baik, tetapi saya menangkapnya dan membunuh dia. Itulah imbalan yang saya berikan atas kabar yang dibawanya!
2SA 4:11 Terlebih lagi ketika dua orang jahat membunuh seorang yang tidak bersalah saat sedang tidur di rumahnya sendiri! Pasti saya akan menuntut pembalasan atas nyawanya dan melenyapkan kalian dari muka bumi ini!”
2SA 4:12 Maka Daud langsung memerintahkan supaya Rekab dan Banah dibunuh. Tangan dan kaki mereka dipotong dan mayat mereka digantung dekat kolam di Hebron, sedangkan kepala Isboset yang dibawa kedua orang itu dikuburkan di kuburan Abner di Hebron.
2SA 5:1 Kemudian para pemuka dari setiap suku Israel datang kepada Daud di Hebron dan berkata, “Sesungguhnya kami semua adalah bangsamu sendiri.
2SA 5:2 Dulu, ketika Saul menjabat sebagai raja atas kita, Tuanlah yang memimpin Israel dalam peperangan. TUHAN juga sudah berkata kepadamu, ‘Kamu akan menggembalakan umat-Ku Israel dan menjadi raja atas mereka.’”
2SA 5:3 Maka di Hebron Daud membuat kesepakatan dengan mereka di hadapan TUHAN, dan mereka mengurapi Daud sebagai raja atas Israel.
2SA 5:4 Umur Daud ketika menjabat sebagai raja atas suku Yehuda adalah tiga puluh tahun. Pada waktu itu pusat pemerintahan kerajaan Yehuda berada di Hebron. Di sana Daud memerintah tujuh setengah tahun lamanya. Lalu di Yerusalem dia memerintah atas seluruh Israel dan Yehuda selama tiga puluh tiga tahun. Jadi, Daud memerintah sebagai raja selama empat puluh tahun.
2SA 5:6 Sesudah dilantik sebagai raja, Daud memimpin pasukannya untuk menyerang Yerusalem karena sisa orang Yebus masih menguasai kota itu. Orang-orang Yebus berkata kepada Daud, “Engkau tidak akan bisa masuk ke sini! Bahkan orang buta dan orang lumpuh di kota ini pun bisa mengusirmu keluar.” Mereka berkata demikian karena berpikir, “Daud dan pasukannya tidak akan bisa menerobos benteng kota.”
2SA 5:7 Padahal, kelak Daud berhasil menguasai kota yang berbenteng itu, yang juga disebut benteng Sion. Di kemudian hari tempat itu dikenal dengan nama Kota Daud.
2SA 5:8 Waktu Daud mendengar hinaan orang Yebus itu, dia berkata kepada pasukannya, “Ayo! Kota ini dibela oleh orang ‘lumpuh’ dan ‘buta,’ dan saya membenci mereka! Siapa yang siap menyerbu mereka, masuklah melalui saluran air.” (Inilah asal mula peribahasa, “Orang buta dan orang lumpuh tidak boleh masuk ke istana.”)
2SA 5:9 Setelah pasukan Israel berhasil mengalahkan orang-orang Yebus, Daud menjadikan Yerusalem sebagai ibukotanya dan menamainya Kota Daud. Dia memperluas dan memperkuat kota di sekeliling benteng itu, mulai dari bagian terluar dan terus ke dalam.
2SA 5:10 Daud menjadi semakin berkuasa karena TUHAN, Allah Panglima Semesta, menyertai dia.
2SA 5:11 Suatu hari, Raja Hiram dari Tirus mengirim beberapa utusan kepada Daud. Mereka membuat persetujuan sehingga Hiram mengirim kayu aras serta para tukang kayu dan tukang batu untuk membangun sebuah istana bagi Daud.
2SA 5:12 Memikirkan semua hal itu, Daud menyadari bahwa TUHANlah yang sudah meneguhkan dia sebagai raja atas Israel, dan alasan TUHAN melakukan itu adalah untuk memberkati umat-Nya, bangsa Israel.
2SA 5:13 Sesudah Daud pindah dari Hebron ke Yerusalem, dia menikahi lagi beberapa perempuan di sana sebagai selir dan gundik. Mereka melahirkan lebih banyak anak laki-laki dan perempuan bagi Daud.
2SA 5:14 Inilah nama anak-anak Daud yang lahir di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo,
2SA 5:15 Yibar, Elisua, Nefeg, Yafia,
2SA 5:16 Elisama, Eliada, dan Elifelet.
2SA 5:17 Pada waktu bangsa Filistin mendengar bahwa Daud sudah diurapi dan diangkat menjadi raja atas Israel, mereka mengumpulkan seluruh pasukan untuk menyerang Daud. Akan tetapi, Daud mendengar hal itu lalu turun bersama pasukannya ke tempat perlindungan di daerah perbukitan.
2SA 5:18 Sementara itu, pasukan Filistin tiba dan perkemahan mereka tersebar di lembah Refaim.
2SA 5:19 Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN, “Apakah Engkau menghendaki aku maju sekarang untuk menyerang orang Filistin itu? Apakah Engkau akan memberiku kemenangan atas mereka?” Jawab TUHAN, “Majulah, karena Aku akan memberimu kemenangan atas mereka.”
2SA 5:20 Maka Daud menyerang dan mengalahkan mereka di Baal Perasim. Lalu Daud berkata, “TUHAN sudah menerobos musuhku seperti air banjir menerobos keluar dari bendungan.” Itulah sebabnya dia menamai tempat itu Baal Perasim, yang berarti ‘TUHAN yang menerobos.’
2SA 5:21 Orang Filistin meninggalkan patung-patung dewa mereka di situ. Daud serta pasukannya membawa semua itu sebagai harta jarahan.
2SA 5:22 Setelah beberapa waktu, pasukan Filistin kembali lagi dan menyebar di lembah Refaim.
2SA 5:23 Maka Daud meminta petunjuk dari TUHAN. Kali ini TUHAN menjawab, “Jangan langsung maju berhadapan dengan mereka. Pergilah memutar agar kamu dan pasukanmu dapat menyerang mereka dari kumpulan pohon balsam itu.
2SA 5:24 Ketika kamu mendengar suara seperti derap langkah pasukan berjalan di atas pohon-pohon itu, bertindaklah!— karena pada saat itu Aku sudah maju di depanmu dan mengalahkan pasukan Filistin.”
2SA 5:25 Daud melakukan apa yang TUHAN perintahkan kepadanya, dan dia membantai orang Filistin mulai dari Gibeon sampai ke Gezer.
2SA 6:1 Beberapa tahun kemudian, Daud memutuskan untuk memindahkan peti perjanjian TUHAN dari kota Kiryat Yearim ke Yerusalem. Dia ingin supaya pusat penyembahan kepada TUHAN Panglima Semesta— Allah yang bertakhta di atas kedua bentuk malaikat penjaga di penutup peti itu— menetap di Kota Daud. Untuk acara tersebut Daud mengumpulkan 30.000 tentara terpilih dari seluruh pasukan Israel, dan pergi bersama mereka ke Kiryat Yearim untuk memindahkan peti perjanjian.
2SA 6:3 Mereka menaikkan peti perjanjian itu ke atas sebuah gerobak baru dan membawanya dari rumah Abinadab, yang ada di atas bukit. Uza dan Ahio, keduanya anak Abinadab, mengarahkan gerobak itu, yang ditarik oleh dua sapi. Ahio berjalan di depan peti perjanjian.
2SA 6:5 Daud dan seluruh umat Israel bersukacita di hadapan TUHAN dengan menari-nari, bernyanyi penuh semangat, dan memainkan kecapi, gambus, rebana, simbal, serta alat musik lainnya yang dimainkan dengan cara dipukul.
2SA 6:6 Saat mereka tiba di tempat pengirikan milik Nakon, salah satu sapi yang menarik gerobak itu tersandung dan hampir membuat peti perjanjian TUHAN terjatuh, sehingga Uza mengulurkan tangan memegang peti itu.
2SA 6:7 Karena kesalahan Uza, TUHAN sangat marah kepadanya dan langsung membunuh dia di tempat itu juga. Uza meninggal di sisi peti perjanjian TUHAN.
2SA 6:8 Daud pun marah karena TUHAN memurkai Uza. Lalu Daud menamai tempat itu Perez Uza. Demikianlah nama tempat itu sampai waktu kitab ini ditulis.
2SA 6:9 Daud menjadi takut kepada TUHAN pada hari itu dan berkata, “Sangat berbahaya kalau peti TUHAN dipindahkan ke kotaku.”
2SA 6:10 Kejadian itu membuat Daud tidak mau lagi memindahkan peti perjanjian TUHAN ke Kota Daud. Jadi dia meninggalkan peti itu di rumah Obed Edom, yang berasal dari kota Gat.
2SA 6:11 Peti perjanjian TUHAN berada di rumah Obed Edom selama tiga bulan, dan TUHAN memberkati Obed Edom serta seluruh keluarganya.
2SA 6:12 Lalu diberitahukanlah kepada Daud, “TUHAN sudah memberkati keluarga Obed Edom dan segala miliknya karena peti perjanjian TUHAN.” Oleh sebab itu Daud membuat acara yang lebih besar dan lebih meriah lagi untuk memindahkan peti itu dari rumah Obed Edom ke Kota Daud.
2SA 6:13 Sesuai tata acara yang Daud tentukan, sesudah orang-orang dari suku Lewi mengangkat peti itu dan berjalan enam langkah, mereka berhenti untuk menunggu, sementara seekor sapi jantan dan anak sapi yang gemuk dipersembahkan kepada TUHAN.
2SA 6:14 Hari itu, selama proses pemindahan berjalan, Daud— yang mengenakan baju seragam imam yang terbuat dari kain linen dan efod— menari dengan sepenuh hati di hadapan TUHAN.
2SA 6:15 Demikianlah Daud dan seluruh umat Israel berhasil memindahkan peti perjanjian TUHAN ke Yerusalem dengan sorak-sorai dan bunyi terompet.
2SA 6:16 Pada waktu peti perjanjian TUHAN masuk ke Kota Daud, Mikal, istri Daud, yang adalah anak perempuan Saul, melihat keluar jendela. Ketika melihat Raja Daud melompat dan menari di hadapan TUHAN, dia menganggap Daud hina.
2SA 6:17 Para pengusung dari suku Lewi menaruh peti perjanjian TUHAN ke dalam kemah yang sudah didirikan Daud untuk peti itu. Lalu, sesuai ketentuan Daud, para imam mempersembahkan bagi TUHAN beberapa kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai.
2SA 6:18 Sesudah acara persembahan itu selesai, Daud berdoa kepada TUHAN Panglima Semesta agar memberkati seluruh umat yang hadir.
2SA 6:19 Daud juga sudah mengatur supaya semua orang Israel yang hadir mendapat hadiah makanan. Jadi, setiap laki-laki maupun perempuan diberinya roti, kue kurma, dan kue kismis. Kemudian seluruh rakyat pulang ke rumah mereka masing-masing.
2SA 6:20 Sewaktu Daud kembali untuk memberi salam kepada keluarganya, Mikal keluar menemui dia dan berkata, “Begitukah kelakuan raja orang Israel?! Sangat memalukan, seorang raja menari dengan memakai baju linen tanpa jubah di depan mata para budak perempuan dan pegawai-pegawainya, seperti orang bodoh yang tidak tahu malu!”
2SA 6:21 Jawab Daud kepada Mikal, “Aku menari di hadapan TUHAN, yang sudah memilihku sebagai pemimpin atas umat-Nya untuk menggantikan ayahmu dan anggota keluarganya yang lain. Aku akan tetap menari untuk berterima kasih kepada-Nya!
2SA 6:22 Bahkan, untuk TUHAN aku rela merendahkan diriku lebih lagi. Di matamu aku tampak memalukan, tetapi para budak perempuan yang kamu sebutkan tadi, mereka malah akan memandangku terhormat.”
2SA 6:23 Mikal, anak perempuan Saul itu, tidak punya anak sampai akhir hidupnya.
2SA 7:1 Ketika Raja Daud menempati istananya dengan tenang, dan sesudah TUHAN menghentikan gangguan dari segala musuh di sekitarnya,
2SA 7:2 Daud berkata kepada Nabi Natan, “Lihatlah! Saya tinggal di istana yang terbuat dari kayu aras, sedangkan peti perjanjian TUHAN masih ditaruh di dalam kemah. Ini tidak pantas.”
2SA 7:3 Jawab Natan, “Silakan Tuan lakukan sesuai kehendak hatimu, karena TUHAN menyertaimu.”
2SA 7:4 Namun pada malam itu juga, TUHAN berkata kepada Natan,
2SA 7:5 “Pergilah, sampaikan kepada hamba-Ku Daud, ‘Inilah yang dikatakan TUHAN: Bukan kamu orang yang pantas mendirikan rumah bagi Aku.
2SA 7:6 Sejak Aku membawa bangsa Israel keluar dari Mesir sampai hari ini, Aku tidak pernah tinggal di sebuah rumah. Sebaliknya, Aku selalu berpindah-pindah bersama mereka dan berdiam di dalam kemah.
2SA 7:7 Ke mana pun Aku pindah bersama bangsa Israel, Aku tidak pernah menyuruh siapa pun yang Aku pilih sebagai pemimpin Israel untuk mendirikan bagi-Ku sebuah rumah dari kayu aras.’
2SA 7:8 “Karena itu, katakanlah kepada hamba-Ku Daud, ‘Inilah pesan dari TUHAN Panglima Semesta: Akulah yang mengangkatmu dari padang rumput, dari pekerjaanmu sebagai gembala, dan menjadikanmu pemimpin umat-Ku Israel.
2SA 7:9 Aku sudah menyertaimu ke mana pun kamu pergi, dan dengan mata kepalamu sendiri kamu sudah melihat Aku mengalahkan semua musuhmu. Sekarang Aku akan membuatmu terkenal seperti orang-orang yang paling hebat di bumi.
2SA 7:10 Sesuai perjanjian-Ku kepada umat-Ku, Aku sedang menyediakan sebuah negeri bagi Israel, agar mereka menetap di sana tanpa diganggu lagi. Orang-orang jahat tidak akan menindas mereka lagi, seperti yang dulu pernah terjadi
2SA 7:11 sejak Aku mengangkat para hakim untuk memimpin umat-Ku Israel. ‘Kamu akan aman dari semua musuhmu. Aku juga menyatakan kepadamu bahwa bukan kamu yang akan membangun rumah bagi-Ku, tetapi Aku sendiri akan membangun istana bagimu! Maksud-Ku, Aku akan membuat anak cucumu memimpin sebagai raja secara turun temurun.
2SA 7:12 Nanti, ketika ajalmu tiba dan Aku menempatkan kamu bersama nenek moyangmu yang sudah meninggal dunia, Aku akan menjadikan anak kandungmu sebagai penggantimu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
2SA 7:13 Dialah yang akan membangun rumah bagi kemuliaan-Ku, dan Aku akan menegakkan pemerintahannya untuk selama-lamanya.
2SA 7:14 Aku akan menjadi Bapanya dan dia akan menjadi anak-Ku. Ketika dia berdosa, Aku akan menghajarnya sebagaimana seorang ayah memberi pelajaran kepada anaknya,
2SA 7:15 tetapi Aku tidak akan berhenti mengasihi dia dengan setia. Jadi, Aku tidak akan mengulangi apa yang Aku lakukan terhadap Saul, yang sudah Aku singkirkan dari hadapanmu.
2SA 7:16 Keluargamu akan terus memerintah turun temurun, dan untuk selama-lamanya Aku akan membuat kerajaanmu tetap berkuasa.’”
2SA 7:17 Maka Natan kembali menghadap Daud dan menyampaikan semua hal yang sudah TUHAN nyatakan kepadanya itu.
2SA 7:18 Lalu Raja Daud menuju ke tempat yang paling dekat dengan kemah TUHAN, dan sambil duduk di hadapan TUHAN dia berdoa, “Ya TUHAN Penguasa, hamba-Mu ini bukan siapa-siapa, keluargaku juga hanya orang biasa, tetapi Engkau sudah membawa aku sejauh ini!
2SA 7:19 Dan Engkau tidak berhenti sampai di situ, ya TUHAN! Engkau bahkan sudah mengatakan tentang masa depan keluarga hamba-Mu ini. Tentu Engkau tidak memperlakukan setiap manusia seperti ini, ya TUHAN!
2SA 7:20 “Jadi tidak ada lagi yang dapat hamba-Mu ini minta dari-Mu. Karena Engkau mengenal seluruh isi hatiku, TUHAN.
2SA 7:21 Berdasarkan janji-Mu dan kehendak-Mu sendiri, Engkau sudah merencanakan hal-hal yang begitu besar bagiku dan memberitahukannya kepadaku.
2SA 7:22 “Betapa besarnya Engkau, ya TUHAN Penguasa! Tidak ada yang seperti Engkau! Dari kesaksian nenek moyang kami, bahkan dari perkataan para penyembah dewa, kami tahu bahwa tidak ada dewa yang sebanding dengan Engkau!
2SA 7:23 Juga tidak ada bangsa lain di bumi ini yang seperti umat-Mu Israel. Tidak ada bangsa lain, ya Allah, yang Engkau tebus dari perbudakan agar mereka menjadi milik-Mu sendiri. Dengan menebus umat-Mu dari Mesir, Engkau meninggikan nama-Mu di mata semua bangsa lain. Engkau melakukan keajaiban-keajaiban yang hebat dan mengusir bangsa-bangsa serta dewa-dewa mereka dari hadapan umat-Mu.
2SA 7:24 Engkau sudah menjadikan Israel bangsa kepunyaan-Mu selamanya, sehingga Engkau, TUHAN, menjadi Allah mereka.
2SA 7:25 “Maka sekarang, ya TUHAN Allah, biarlah janji-Mu tentang hamba-Mu dan keturunan hamba-Mu ini tetap berlaku sampai selamanya. Laksanakanlah sesuai janji-Mu itu,
2SA 7:26 dan dengan demikian biarlah Engkau dimuliakan untuk selama-lamanya, dan biarlah semua orang mengakui, ‘TUHAN Panglima Semesta, Dialah Allah yang memimpin Israel!’ Dan biarlah kerajaan keturunan hamba-Mu ini senantiasa kokoh di hadapan-Mu.
2SA 7:27 “Ya TUHAN Panglima Semesta, Allah Israel, Engkaulah yang sudah memberitahukan kepada hamba-Mu, ‘Aku sendiri akan membangun istana bagimu!’ Dengan demikian, Engkau sudah berjanji bahwa keturunan hamba-Mu ini akan memimpin secara turun temurun sebagai raja. Itulah sebabnya hamba berani memanjatkan doa ini.
2SA 7:28 Ya TUHAN Penguasa, Engkaulah Allah yang benar! Segala perkataan-Mu dapat dipercaya. Dan Engkau sudah menjanjikan hal-hal yang amat baik bagi hamba-Mu ini!
2SA 7:29 Kiranya Engkau berkenan memberkati keturunan hamba agar senantiasa hidup dan melayani-Mu. Karena aku tahu, ketika Engkau sendiri yang memberkati keluarga hamba-Mu, berkat itu akan berlaku sampai selama-lamanya!”
2SA 8:1 Beberapa waktu kemudian, Daud mengalahkan bangsa Filistin dan membuat mereka tunduk kepadanya. Dia merebut kota Gat dari tangan mereka.
2SA 8:2 Daud juga mengalahkan bangsa Moab. Pada akhir pertempuran, dia menyuruh seluruh pasukan Moab yang masih hidup untuk berbaring secara berjajar di tanah. Kemudian dia menggunakan seutas tali untuk membagi kelompok mereka. Dia membentangkan dua kali panjang tali itu untuk menentukan kelompok yang akan dibunuh, dan membentangkan sekali lagi sepanjang tali itu untuk menentukan kelompok yang dibiarkan hidup. Demikianlah Daud menaklukkan bangsa Moab sehingga mereka membayar pajak kepadanya.
2SA 8:3 Daud juga mengalahkan Raja Hadadeser, anak Rehob dari Zoba. Peristiwa itu terjadi ketika Hadadeser pergi untuk menegakkan kembali kekuasaannya di daerah dekat sungai Efrat.
2SA 8:4 Dalam pertempuran itu Daud menawan 1.700 tentara pengendara kereta kuda dan 20.000 tentara pejalan kaki. Daud melumpuhkan hampir semua kuda mereka. Dia hanya menyisakan sebagian, sejumlah yang cukup untuk membawa 100 kereta.
2SA 8:5 Ketika pasukan bangsa Siria datang dari kota Damsik untuk menolong Raja Hadadeser, Daud membunuh 22.000 tentara Siria itu.
2SA 8:6 Lalu Daud menempatkan pos-pos penjagaan di negeri Siria. Maka negeri mereka juga menjadi jajahan kerajaan Daud dan membayar pajak kepadanya. Ke mana pun Daud pergi berperang, TUHAN selalu memberinya kemenangan.
2SA 8:7 Daud mengambil perisai-perisai emas milik para perwira Hadadeser dan membawanya ke Yerusalem.
2SA 8:8 Dia juga mengambil banyak sekali perunggu dari Tebah dan Berotai, kota-kota milik Hadadeser.
2SA 8:9 Raja Hadadeser tadinya sering berperang melawan Raja Tou dari kota Hamat. Itu sebabnya, ketika Raja Tou mendengar bahwa Daud sudah mengalahkan seluruh tentara Hadadeser, dia mengutus anaknya yang bernama Yoram untuk menyampaikan sukacita mereka atas kemenangan Daud. Dalam kunjungan itu, Yoram membawa banyak hadiah untuk Daud berupa barang-barang dari emas, perak, dan perunggu.
2SA 8:11 Raja Daud mempersembahkan semua barang dari Raja Tou kepada TUHAN. Itulah yang biasanya dia lakukan dengan emas dan perak hasil jarahan dari bangsa mana pun yang sudah ditaklukkannya,
2SA 8:12 termasuk bangsa Siria, Moab, Amon, Filistin, Amalek, dan juga yang diambil dari Raja Hadadeser.
2SA 8:13 Nama Daud menjadi lebih terkenal lagi di negeri-negeri lain sesudah menewaskan sebanyak 18.000 tentara dari bangsa Edom di Lembah Asin.
2SA 8:14 Dia menempatkan pos-pos penjaga di seluruh negeri Edom, sehingga negeri mereka menjadi jajahannya. TUHAN selalu memberikan kemenangan kepada Daud ke mana pun dia pergi berperang.
2SA 8:15 Daud memerintah atas seluruh Israel dan dia melakukan segala sesuatu untuk rakyatnya dengan adil dan benar.
2SA 8:16 Yoab anak Zeruya menjabat sebagai panglima pasukan. Yosafat anak Ahilud menjabat sebagai kepala juru tulis yang mencatat keputusan dan peristiwa dalam kerajaan.
2SA 8:17 Zadok anak Ahitub dan Ahimelek anak Abiatar menjabat sebagai imam besar. Seraya menjabat sebagai sekretaris negara.
2SA 8:18 Benaya anak Yoyada menjabat sebagai komandan atas pasukan pengawal raja. Dan anak laki-laki Daud bertugas sebagai hakim-hakim utama.
2SA 9:1 Suatu hari Daud bertanya kepada para pegawainya, “Apakah ada anggota keluarga Saul yang masih hidup? Saya hendak menunjukkan kasih dan kesetiaan kepadanya karena janji saya kepada Yonatan.”
2SA 9:2 Maka dipanggillah seorang mantan budak keluarga Saul bernama Ziba. Ketika dia datang, raja bertanya kepadanya, “Apakah kamu Ziba?” Jawabnya, “Benar, Tuanku Raja, hamba bernama Ziba.”
2SA 9:3 Daud bertanya, “Apakah ada anggota keluarga Saul yang masih hidup? Saya hendak menunjukkan kasih dan kesetiaan Allah kepadanya.” Ziba berkata, “Ada satu anak laki-laki Yonatan yang lumpuh kedua kakinya.”
2SA 9:4 Raja bertanya kepada Ziba, “Di manakah dia?” Jawab Ziba, “Dia tinggal di rumah Makir anak Amiel, di Lo Debar.”
2SA 9:5 Maka Raja Daud menyuruh orang menjemputnya dari rumah Makir.
2SA 9:6 Ketika Mefiboset anak Yonatan itu datang, dia bersujud untuk memberi hormat kepada Daud. Daud bertanya, “Apakah kamu Mefiboset?” Jawabnya, “Benar, Tuanku Raja.”
2SA 9:7 Kata Daud kepadanya, “Jangan takut, karena saya pasti menunjukkan kasih dan kesetiaan kepadamu oleh karena janji saya kepada ayahmu, Yonatan. Saya akan mengembalikan tanah kakekmu, Saul, dan kamu akan selalu makan semeja dengan saya.”
2SA 9:8 Maka bersujudlah Mefiboset dan berkata, “Tuanku Raja, hamba tidak pantas menerima kehormatan seperti itu! Saya hanyalah orang hina yang tidak berguna.”
2SA 9:9 Kemudian raja memanggil Ziba lagi dan berkata kepadanya, “Saya sudah memutuskan untuk menyerahkan segala sesuatu yang dulu dimiliki oleh Saul dan keluarganya kepada Mefiboset, cucu tuanmu itu.
2SA 9:10 Kamu, anak-anakmu, dan para budakmu harus mengerjakan tanahnya dan memanen hasilnya, supaya ada makanan untuk keluarga Mefiboset. Tetapi Mefiboset sendiri akan selalu mendapat makanan semeja dengan saya.” (Ziba mempunyai lima belas anak laki-laki dan dua puluh budak.)
2SA 9:11 Kemudian jawab Ziba kepada raja, “Hamba akan melakukan seperti yang Tuanku perintahkan kepada hamba.” Maka sesudah itu Mefiboset selalu makan semeja dengan Daud, sama seperti salah satu anak raja sendiri.
2SA 9:12 Mefiboset memiliki seorang anak laki-laki yang masih muda bernama Mika. Semua anggota keluarga Ziba menjadi budak Mefiboset,
2SA 9:13 yang kedua kakinya lumpuh. Demikianlah Mefiboset tinggal di Yerusalem, karena dia adalah tamu tetap di istana raja.
2SA 10:1 Sesudah itu raja bangsa Amon meninggal dunia dan anaknya, Hanun, menggantikan dia.
2SA 10:2 Daud berkata, “Saya akan menunjukkan kebaikan dan kesetiaan kepada Hanun, anak Nahas, seperti yang sudah ditunjukkan ayahnya kepada saya.” Maka Daud mengutus beberapa pejabatnya untuk menyampaikan pesan turut berdukacita atas kematian ayah Hanun. Namun, pada waktu mereka memasuki negeri bangsa Amon,
2SA 10:3 para pejabat tinggi Amon berkata kepada Hanun, “Tuanku Raja, jangan berpikir bahwa Daud mengutus para pejabatnya hanya untuk menyampaikan turut berduka atas kematian ayah Tuan! Tidak! Daud mengirimkan mereka ke sini untuk memata-matai kota kita dan mendapatkan informasi agar mereka dapat menyerang dan merebut kota ini!”
2SA 10:4 Karena itu Raja Hanun memerintahkan untuk menangkap para utusan Daud, mencukur sebelah jenggot mereka, dan menggunting bagian bawah jubah mereka sehingga kaki mereka tampak telanjang sampai ke pantat. Lalu mereka disuruh pulang.
2SA 10:5 Ketika Daud mendengar bahwa para utusannya diperlakukan demikian, dia menyuruh orang untuk menemui mereka dan menyampaikan, “Tinggallah di Yeriko sampai jenggot kalian tumbuh kembali, lalu kembalilah ke Yerusalem.” Dia menyampaikan seperti itu karena mereka sudah sangat dipermalukan.
2SA 10:6 Ketika orang-orang Amon menyadari bahwa mereka sudah membuat Daud membenci mereka, bangsa Amon pun menyewa pasukan dari negeri Siria: 20.000 tentara pejalan kaki dari daerah Bet Rehob dan Zoba, 1.000 tentara dari Maaka, dan 12.000 tentara dari daerah Tob.
2SA 10:7 Sewaktu Daud mendengar berita itu, dia memerintahkan Yoab dan seluruh pasukannya untuk berperang melawan mereka.
2SA 10:8 Bangsa Amon berbaris dan siap untuk berperang di depan pintu gerbang benteng kota mereka, sementara orang-orang Siria dari Zoba, Rehob, Tob, dan Maaka mengatur barisan mereka sendiri di padang.
2SA 10:9 Ketika Yoab melihat pasukannya sudah dikepung dari depan dan dari belakang, dia memilih sebagian tentara terbaik Israel dan menempatkan mereka untuk berperang melawan pasukan Siria,
2SA 10:10 sedangkan pasukan Israel selebihnya dia serahkan ke dalam pimpinan Abisai, adiknya, untuk menghadapi pasukan Amon.
2SA 10:11 Kata Yoab kepada Abisai, “Kalau orang Siria itu mulai mengalahkan pasukanku, kirimkanlah orang dari pasukanmu untuk menyelamatkan kami. Tetapi kalau orang Amon itu mulai mengalahkan pasukanmu, aku akan mengirim orang untuk menyelamatkanmu.
2SA 10:12 Kuatkanlah hatimu! Kita harus bertempur dengan gagah perkasa untuk membela nama Israel dan kota-kota Allah kita! Semoga TUHAN melakukan apa yang menurut-Nya terbaik.”
2SA 10:13 Lalu Yoab bersama pasukannya maju melawan orang Siria, dan pasukan Siria itu melarikan diri dari mereka.
2SA 10:14 Ketika pasukan Amon melihat bahwa pasukan Siria melarikan diri, mereka mundur dari hadapan pasukan Abisai dan masuk ke gerbang kota mereka. Sesudah pertempuran itu selesai, Yoab dan seluruh pasukan Israel kembali dari negeri Amon ke Yerusalem.
2SA 10:15 Dengan demikian bangsa Siria menyadari bahwa mereka sudah dikalahkan oleh bangsa Israel. Karena itu, Raja Hadadeser mengumpulkan seluruh pasukan Siria, termasuk yang di seberang sungai Efrat. Mereka semua berkumpul di kota Helam dibawah pimpinan Sobak, panglima pasukan Hadadeser.
2SA 10:17 Sewaktu Daud diberitahu tentang hal itu, dia mengumpulkan seluruh orang Israel dan memimpin mereka menyeberangi sungai Yordan lalu tiba di Helam. Di sana pasukan besar Siria sudah siap untuk memerangi mereka.
2SA 10:18 Akan tetapi, pasukan Siria itu melarikan diri dari hadapan Israel. Pasukan Daud membunuh 700 pengendara kereta kuda Siria dan 40.000 tentara pejalan kaki. Mereka juga membunuh Sobak, panglima pasukan Siria.
2SA 10:19 Ketika semua raja daerah yang bersekutu dengan Hadadeser melihat bahwa dia sudah dikalahkan oleh bangsa Israel, mereka pun membuat perdamaian dengan Raja Daud dan tunduk di bawah pemerintahan Israel. Akibat peristiwa itu, bangsa Siria tidak lagi bersedia menolong bangsa Amon.
2SA 11:1 Zaman itu, sudah menjadi kebiasaan bagi para raja untuk berperang tiap musim semi. Pada suatu musim semi, Raja Daud mengutus Yoab untuk membawa seluruh pasukan Israel berperang. Mereka menghancurkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, tetapi Daud sendiri tetap tinggal di Yerusalem.
2SA 11:2 Suatu sore, Daud baru saja bangun dari tidur siangnya dan berjalan-jalan di bagian atap yang datar di atas istana. Dari atap itu dia melihat seorang perempuan yang sangat cantik sedang mandi.
2SA 11:3 Lalu Daud mengirim seseorang untuk mencari tahu tentang perempuan itu. Ketika orang itu kembali, dia berkata, “Namanya Batseba, anak Eliam, istri Uria orang Het itu.”
2SA 11:4 Daud mengirim orang untuk menjemput perempuan itu. Batseba datang dan Daud bersetubuh dengan dia. (Saat itu Batseba baru saja selesai dari masa pembersihan diri sesudah haid.) Lalu Batseba kembali ke rumahnya.
2SA 11:5 Beberapa waktu kemudian Batseba manyadari dirinya hamil, lalu dia mengirim pesan kepada Daud, “Aku hamil.”
2SA 11:6 Kemudian Daud mengirim pesan kepada Yoab yang isinya, “Panggillah Uria, orang Het itu, untuk menghadap saya.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.
2SA 11:7 Ketika Uria datang, bertanyalah Daud kepadanya tentang keadaan Yoab dan pasukan Israel, serta tentang kemajuan dalam pertempuran yang sedang berlangsung.
2SA 11:8 Daud juga berkata kepada Uria, “Pulanglah ke rumahmu dan beristirahatlah.” Lalu Uria meninggalkan istana, dan seorang utusan raja menyusulnya untuk memberikan hadiah kepadanya.
2SA 11:9 Tetapi Uria tidak pulang ke rumahnya. Dia tidur di depan pintu gerbang istana dengan para pengawal raja.
2SA 11:10 Hal itu diberitahukan kepada Daud, “Uria tidak pulang ke rumahnya.” Lalu berkatalah Daud kepada Uria, “Kamu baru saja kembali dari perjalanan tugas yang begitu lama! Mengapa kamu tidak pulang ke rumahmu?”
2SA 11:11 Jawab Uria kepada Daud, “Peti perjanjian, panglima Yoab, dan pasukan Israel serta Yehuda masih berkemah di padang terbuka. Tidak pantas kalau saya pulang ke rumah untuk makan, minum, dan bersetubuh dengan istri saya. Saya bersumpah di hadapan Tuanku Raja bahwa saya tidak akan melakukan hal itu!”
2SA 11:12 Kemudian Daud berkata kepada Uria, “Tinggallah di sini sehari lagi. Besok saya akan mengirimmu kembali.” Maka Uria tinggal di Yerusalem sampai keesokan harinya.
2SA 11:13 Lalu Daud kembali mengundang Uria untuk makan minum bersamanya dan membuat Uria mabuk. Malam itu, lagi-lagi Uria tidak pulang ke rumahnya, tetapi tidur di atas tikar bersama para pengawal raja.
2SA 11:14 Keesokan paginya, Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkan surat itu dengan perantaraan Uria.
2SA 11:15 Dalam surat itu Daud menulis, “Tempatkan Uria di garis paling depan dalam pertempuran yang paling sengit, lalu tariklah pasukan darinya sehingga dia terbunuh dalam serangan itu.”
2SA 11:16 Jadi, ketika Yoab mengepung kota itu, dia menempatkan Uria di tempat yang diketahuinya ada tentara musuh yang tangguh.
2SA 11:17 Ketika tentara musuh keluar dari kota dan bertempur melawan Yoab, beberapa tentara Daud terbunuh, termasuk Uria.
2SA 11:18 Kemudian Yoab mengutus orang untuk menyampaikan laporan lengkap tentang pertempuran itu kepada Daud.
2SA 11:19 Dia menyuruh utusan itu, “Setelah kamu selesai memberikan laporan peperangan kepada raja,
2SA 11:20 mungkin raja akan marah dan bertanya, ‘Mengapa kalian bertempur begitu dekat dengan kota? Tidakkah kalian sadar bahwa musuh akan memanah kalian dari atas benteng?
2SA 11:21 Apakah kalian sudah lupa tentang Abimelek anak Gideon yang tewas di Tebes? Bukankah dia mati karena seorang perempuan dari atas menara menjatuhkan batu kilangan bagian atas di kepalanya dan meremukkan tengkoraknya?’ Nah, kalau Raja bertanya begitu, katakanlah kepadanya, ‘Salah satu yang mati adalah Uria, orang Het itu.’”
2SA 11:22 Lalu utusan itu pergi menghadap Daud dan menyampaikan semua yang diperintahkan Yoab kepadanya.
2SA 11:23 Utusan itu berkata kepada Daud, “Ketika musuh keluar dari gerbang kota, mereka mulai mengalahkan kami dan mendorong kami menjauh dari kota. Tetapi kami berhasil memaksa mereka mundur sampai ke pintu gerbang kota.
2SA 11:24 Para pemanah menembak hamba-hambamu dari benteng kota dan beberapa tentara Raja mati, termasuk hamba Tuanku, Uria, orang Het itu.”
2SA 11:25 Kata Daud kepada utusan itu, “Sampaikanlah kepada Yoab, ‘Jangan biarkan hal ini mengecewakanmu, karena tidak mungkin bisa diperkirakan siapa yang akan mati dalam pertempuran. Teruslah meningkatkan penyerangan terhadap kota itu dan taklukkan mereka.’”
2SA 11:26 Ketika istri Uria mendengar bahwa suaminya sudah mati, dia pun berkabung.
2SA 11:27 Sesudah masa berduka untuk suaminya selesai, Daud menyuruh supaya Batseba dibawa ke istananya. Batseba menjadi istri Daud dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Akan tetapi, perbuatan yang sudah dilakukan Daud membuat TUHAN marah.
2SA 12:1 Maka TUHAN mengutus Nabi Natan kepada Daud. Ketika Natan menemui Daud, dia berkata, “Ada dua orang laki-laki di sebuah kota. Yang seorang kaya, sedangkan yang seorang lagi miskin.
2SA 12:2 Orang kaya itu memiliki banyak domba dan sapi,
2SA 12:3 tetapi orang miskin itu tidak memiliki apa pun kecuali seekor anak domba betina, yang dia beli waktu masih kecil dan dipeliharanya. Domba itu tumbuh besar bersama anak-anaknya sendiri, makan dan minum dari piring dan cangkirnya sendiri, bahkan tidur di pangkuannya seperti anak perempuannya sendiri.
2SA 12:4 Suatu hari orang kaya itu kedatangan tamu. Namun, dia tidak mau memotong salah satu dari ternaknya untuk memberi makan tamunya. Justru si kaya mengambil anak domba si miskin, lalu memotong dan memasak anak domba itu untuk tamunya.”
2SA 12:5 Mendengar itu, Daud sangat marah kepada orang kaya itu. Dia berkata kepada Natan, “Di hadapan TUHAN yang hidup, saya katakan bahwa orang yang melakukan itu layak dihukum mati!
2SA 12:6 Dia harus mengganti domba itu dengan memberikan empat domba kepada orang miskin tadi. Dia sudah mencuri dan tidak memiliki belas kasihan terhadap sesamanya.”
2SA 12:7 Lalu berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang kaya itu! Inilah yang dikatakan TUHAN Allah Israel kepadamu: Akulah yang memilih kamu menjadi raja atas Israel dan menyelamatkanmu dari tangan Saul.
2SA 12:8 Aku sudah memberikan kepadamu istana Saul dan istri-istrinya. Aku juga sudah mengangkat kamu menjadi raja atas Israel dan Yehuda. Jika semua itu belum cukup, Aku pun bersedia memberikan jauh lebih banyak lagi kepadamu!
2SA 12:9 Mengapa kamu meremehkan perintah-perintah-Ku dengan melakukan kejahatan di hadapan-Ku? Kamu membunuh Uria orang Het itu dengan pedang orang Amon dan mengambil istrinya menjadi istrimu!
2SA 12:10 Karena kamu sudah menghina Aku dengan mengambil istri Uria, maka dalam setiap generasi keturunanmu akan selalu ada yang mati terbunuh dalam perang!
2SA 12:11 “Aku akan mendatangkan malapetaka atasmu melalui keluargamu sendiri! Aku akan mengambil istri-istrimu dan menyerahkan mereka kepada seseorang yang dekat denganmu, dan dia akan bersetubuh dengan mereka di muka umum pada siang hari!
2SA 12:12 Kamu sudah berbuat dosa secara sembunyi-sembunyi, tetapi Aku akan membalas kejahatan itu secara terbuka di hadapan seluruh Israel pada siang hari.”
2SA 12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Saya sudah berbuat dosa terhadap TUHAN!” Jawab Natan kepadanya, “Benar, tetapi TUHAN sudah mengampuni dosamu itu. Engkau tidak akan dihukum mati.
2SA 12:14 Namun, karena engkau sudah sangat menghina TUHAN dalam hal ini, anak laki-lakimu yang baru dilahirkan oleh mantan istri Uria itu akan mati.” Sesudah Natan kembali ke rumahnya, TUHAN membuat anak itu sakit parah.
2SA 12:16 Lalu Daud sungguh-sungguh memohon kepada TUHAN untuk menyembuhkan anaknya. Dia masuk ke dalam kamar dan berpuasa serta berbaring di lantai sepanjang malam.
2SA 12:17 Para pejabat tinggi yang selalu berada di istana mengajaknya untuk bangun dari lantai dan makan bersama mereka, tetapi Daud menolak.
2SA 12:18 Tujuh hari kemudian anaknya itu mati. Para pejabat Daud tidak berani memberitahukan hal itu kepadanya. Mereka berkata satu sama lain, “Ketika anak itu masih hidup dan kita mengajak Daud makan, dia sudah tidak mau mendengarkan kita. Terlebih lagi sekarang kalau kita memberitahukan bahwa anaknya sudah mati, bisa-bisa dia bunuh diri!”
2SA 12:19 Ketika Daud melihat para pejabatnya saling berbisik, dia menyadari bahwa anaknya itu sudah mati. Bertanyalah dia kepada mereka, “Apakah anakku sudah mati?” Jawab mereka, “Ya, Tuanku Raja, dia sudah mati.”
2SA 12:20 Kemudian Daud bangun dari lantai, mandi, memakai minyak wangi, dan mengganti pakaiannya. Dia pergi menyembah TUHAN di kemah-Nya. Sesudah itu dia kembali ke istana dan meminta makanan. Lalu Daud makan.
2SA 12:21 Para pejabat Daud bertanya kepadanya, “Tuanku, kami tidak mengerti. Mengapa waktu anak itu masih hidup, Tuan berpuasa dan menangis, tetapi sekarang sesudah dia mati, Tuan bangun dan mau makan?!”
2SA 12:22 Jawab Daud, “Sewaktu anak laki-lakiku itu masih hidup, saya berpuasa dan menangis karena saya berpikir, ‘Mungkin TUHAN akan berbelas kasihan kepadaku dan membiarkan anakku tetap hidup.’
2SA 12:23 Tetapi sekarang dia sudah mati. Buat apa saya berpuasa lagi? Tidak mungkin saya bisa menghidupkan dia kembali. Suatu hari nanti saya yang akan pergi ke tempat dia berada, tetapi sekarang dia tidak akan kembali lagi kepadaku.”
2SA 12:24 Lalu Daud menghibur Batseba istrinya. Sesudah Daud bersetubuh dengan dia, Batseba mengandung dan melahirkan anak laki-laki lagi. Daud memberi nama anak itu Salomo. Dan TUHAN mengasihi anak ini. Terbukti karena TUHAN mengirim pesan melalui Nabi Natan untuk menamainya Yedidayah.
2SA 12:26 Sementara itu, Yoab masih berperang melawan penduduk kota Raba, ibukota negeri Amon. Ketika menguasai benteng kerajaan,
2SA 12:27 Yoab mengirim utusan kepada Daud dengan pesan, “Pasukan saya sudah maju mengepung kota Raba dan berhasil merebut bagian benteng yang ada persediaan airnya.
2SA 12:28 Sebaiknya Tuanku Raja mengumpulkan sisa pasukan Israel, lalu memimpin serangan untuk menaklukkan kota ini. Karena lebih baik kemenangan ini terjadi atas nama Raja daripada atas namaku.”
2SA 12:29 Maka Daud mengumpulkan semua pasukan yang masih di Israel dan pergi ke Raba. Mereka berhasil merebut kota itu.
2SA 12:30 Daud mengambil mahkota dari kepala raja orang Raba. Mahkota itu terbuat dari emas dan dihiasi dengan batu-batu permata. Beratnya tiga puluh empat kilogram. Sebagai tanda kemenangan, mahkota itu ditaruh pada kepalanya. Daud juga membawa banyak sekali barang jarahan dari kota itu.
2SA 12:31 Daud memperbudak penduduk kota Raba dan semua kota lain di negeri Amon. Mereka dipaksa bekerja untuk menggergaji kayu, menambang dengan linggis dan beliung dari besi, serta membuat batu bata. Lalu Daud dan seluruh pasukannya kembali ke Yerusalem.
2SA 13:1 Beberapa waktu kemudian terjadilah peristiwa berikut ini: Absalom putra Daud mempunyai saudara perempuan yang cantik bernama Tamar. Amnon, yang juga putra Daud dari istrinya yang lain, jatuh cinta kepada Tamar, adik tirinya itu.
2SA 13:2 Akan tetapi, Tamar adalah seorang perawan. Karena itu Amnon tidak mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Tamar berdua saja dan tidur dengannya. Akibat terus memikirkan hal itu, dia menjadi sangat gelisah dan murung.
2SA 13:3 Amnon berteman akrab dengan sepupunya yang sangat cerdik, namanya Yonadab. Yonadab adalah anak Simea, saudara Daud.
2SA 13:4 Yonadab bertanya kepada Amnon, “Hai anak raja, mengapa kamu setiap hari selalu terlihat murung? Ceritakan masalahmu kepadaku.” Jawab Amnon kepadanya, “Aku sedang jatuh cinta kepada Tamar, saudara tiriku itu.”
2SA 13:5 Jawab Yonadab kepada Amnon, “Berbaringlah di tempat tidurmu dan berpura-puralah sedang sakit. Saat ayahmu datang menjengukmu, katakan padanya, ‘Izinkanlah adikku Tamar datang agar dia menyiapkan makanan untukku. Biarkan dia menyiapkan makanan itu di depan mataku, agar aku bisa melihat, dan biar dia yang menyuapiku.’”
2SA 13:6 Maka berbaringlah Amnon dan berpura-pura sakit. Ketika raja datang menjenguknya, Amnon berkata kepada raja, “Tolong izinkanlah adikku Tamar datang ke sini untuk membuatkan roti di hadapanku, dan supaya aku makan dari tangannya.”
2SA 13:7 Lalu Daud mengirim pesan kepada Tamar, “Pergilah ke rumah kakakmu Amnon dan siapkanlah makanan untuk dia.”
2SA 13:8 Jadi Tamar membawa adonan roti ke rumah Amnon, kakaknya, yang sedang berbaring di kamarnya. Di hadapan Amnon, Tamar mengolah adonan itu dan membuat beberapa roti di panci penggorengan.
2SA 13:9 Saat semua roti sudah dimasak dan Tamar menghidangkannya, Amnon menolak untuk makan. Kata Amnon kepada para budak laki-lakinya, “Keluar kalian semua dari sini!” Mereka pun keluar, dan hanya Tamar yang tinggal bersamanya.
2SA 13:10 Kemudian Amnon berkata kepada Tamar, “Bawalah roti itu ke kamarku dan suapilah aku.” Maka Tamar melakukannya.
2SA 13:11 Tetapi saat Tamar berada di sampingnya, Amnon menariknya dan berkata, “Adikku, marilah tidur denganku!”
2SA 13:12 Kata Tamar kepadanya, “Tidak, kakakku! Jangan memaksa aku melakukan hal sehina itu! Kejahatan seperti ini tidak boleh dilakukan di Israel!
2SA 13:13 Pikirkanlah tentang aku! Noda dosa ini akan mencemari namaku untuk selamanya! Kamu juga akan dihina sebagai orang yang paling bebal di Israel! Bicaralah dengan raja. Dia pasti akan mengizinkan kamu menikahiku.”
2SA 13:14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan Tamar, dan karena dia lebih kuat daripada Tamar, maka dia memaksa dan memperkosa Tamar.
2SA 13:15 Setelah itu, tiba-tiba Amnon merasa benci terhadap Tamar, bahkan rasa benci itu melebihi perasaaan cinta sebelumnya. Lalu dia menyuruh Tamar, “Bangun dan pergilah dari sini!”
2SA 13:16 Jawab Tamar, “Tidak! Mengusir aku sekarang adalah lebih jahat daripada yang baru saja kamu lakukan kepadaku!” Namun, Amnon tidak mau mendengarkan dia.
2SA 13:17 Amnon memanggil budaknya dan berkata, “Keluarkan perempuan ini dari sini dan kunci pintunya!”
2SA 13:18 Budak itu melakukan sesuai yang diperintahkan. Lalu Tamar menaburkan abu di atas kepalanya dan merobek gaun panjang yang dikenakannya. (Pada zaman itu, semua anak perempuan raja yang masih perawan mengenakan gaun panjang dengan pola indah.) Tamar kembali ke rumahnya sambil menutup mukanya dengan kedua tangan serta menangis pilu.
2SA 13:20 Setelah Absalom mendengar tentang kejadian itu, dia berkata kepada Tamar, “Aku sudah mendengar apa yang Amnon lakukan kepadamu. Tenanglah, adikku. Dia kakak tirimu. Janganlah terlalu memikirkan hal ini.” Sejak peristiwa itu, Tamar menjadi sangat sedih dan mengasingkan diri di rumah Absalom, kakaknya.
2SA 13:21 Ketika Raja Daud mendengar hal itu, dia sangat marah. Tetapi Amnon adalah anak pertama dan anak kesayangan Daud, sehingga Daud enggan membuatnya tidak enak hati.
2SA 13:22 Sesudah itu Absalom tidak pernah berkata apa-apa kepada Amnon, tetapi dia menyimpan dendam terhadap Amnon karena sudah memperkosa adiknya.
2SA 13:23 Dua tahun kemudian, ketika Absalom mengadakan pesta pengguntingan bulu domba di Baal Hazor, dekat perbatasan darerah suku Efraim, dia mengundang semua anak laki-laki raja untuk ikut perjamuannya.
2SA 13:24 Absalom juga menemui raja dan berkata, “Ayah, aku mengadakan pesta pengguntingan bulu domba. Aku mohon ayah dan para pejabatmu menghadirinya.”
2SA 13:25 Jawab Daud, “Tidak, anakku. Janganlah kita semua pergi. Sebaiknya kami tidak membebanimu seperti itu.” Sekalipun Absalom mendesak ayahnya, Daud tetap tidak mau ikut. Daud hanya berkata, “Selamat berpesta.”
2SA 13:26 Lalu kata Absalom, “Jika raja tidak pergi, izinkanlah kakakku Amnon pergi bersama kami.” Raja menjawab, “Mengapa meminta dia untuk ikut bersamamu?”
2SA 13:27 Karena Absalom terus mendesak, akhirnya Daud mengizinkan semua anak laki-lakinya pergi bersama Absalom, termasuk Amnon.
2SA 13:28 Absalom memerintahkan para pegawai laki-lakinya, “Dengar! Saat Amnon sudah mabuk dan saya menyuruh, ‘Bunuh dia,’ kalian harus membunuhnya. Jangan takut! Saya yang memberi perintah ini dan saya yang akan bertanggung jawab. Kuatkanlah diri kalian dan beranilah!”
2SA 13:29 Maka para pegawai Absalom melakukan seperti yang sudah diperintahkan kepada mereka. Melihat pembunuhan itu, anak-anak raja yang lain menaiki bagal mereka masing-masing dan melarikan diri.
2SA 13:30 Sementara mereka masih dalam perjalanan, sampailah berita kepada Daud, “Absalom sudah membunuh semua anak laki-laki raja! Tidak ada seorang pun yang selamat!”
2SA 13:31 Lalu raja berdiri, merobek pakaiannya, dan merebahkan diri di lantai. Semua pejabatnya juga ikut merobek pakaian mereka.
2SA 13:32 Tetapi Yonadab berkata, “Tuanku, jangan menyangka bahwa semua anak laki-lakimu sudah terbunuh. Hanya Amnon yang dibunuh. Absalom sudah merencanakan hal ini sejak Amnon memperkosa Tamar, adiknya.
2SA 13:33 Janganlah Tuanku percaya pada berita yang mengatakan, ‘Semua anak laki-laki raja terbunuh,’ sebab hanya Amnon yang mati.”
2SA 13:34 Ketika keadaan masih kacau, Absalom melarikan diri. Di kota Yerusalem seorang penjaga melihat ada banyak orang datang menuruni gunung dari arah Horonaim. Dia melaporkan hal itu kepada raja.
2SA 13:35 Lalu Yonadab berkata, “Tuanku, lihatlah! Anak-anakmu sedang berdatangan, seperti yang saya katakan!”
2SA 13:36 Baru saja Yonadab selesai bicara, semua anak laki-laki raja tiba sambil meratap. Raja dan seluruh pejabatnya juga menangis keras-keras.
2SA 13:37 Daud berdukacita begitu lama karena kematian Amnon. Absalom melarikan diri kepada kakeknya, raja Talmai, anak Amihud, di Gesur.
2SA 13:38 Absalom tinggal di Gesur selama tiga tahun.
2SA 13:39 Ketika Daud sudah tidak berduka atas kematian Amnon, dia mulai rindu bertemu lagi dengan Absalom.
2SA 14:1 Yoab menyadari bahwa raja Daud sangat sedih karena kehilangan Absalom.
2SA 14:2 Oleh sebab itu, Yoab menyusun rencana untuk menyelesaikan persoalan raja. Dia menyuruh utusan ke kota Tekoa untuk menjemput seorang perempuan yang dikenal cerdik. Waktu dia datang, Yoab berkata kepadanya, “Saya minta Ibu berpura-pura seperti sedang berduka. Kenakanlah pakaian berkabung dan jangan memakai minyak wangi. Bersikaplah seakan-akan Ibu sudah lama berkabung atas kematian anggota keluargamu.
2SA 14:3 Lalu pergilah menghadap raja dan katakan kepadanya seperti yang kuajarkan ini.” Yoab pun memberitahukan apa yang harus dikatakan ibu itu.
2SA 14:4 Saat perempuan yang cerdik itu menghadap raja, dia bersujud untuk menghormatinya, lalu berkata, “Tuanku Raja, mohon tolonglah hamba!”
2SA 14:5 Raja bertanya, “Apa masalahmu?” Ibu itu pun bercerita, “Saya seorang janda.
2SA 14:6 Saya memiliki dua anak laki-laki. Suatu hari, mereka berkelahi di ladang. Karena tidak ada yang menghentikan perkelahian mereka, maka kakaknya memukuli adiknya sampai mati.
2SA 14:7 Sekarang seluruh anggota keluarga kami sedang menuntut agar saya menyerahkan kakaknya, supaya dia dihukum mati untuk membalas kematian adiknya. Tetapi kalau dia dibunuh, tidak akan ada lagi ahli waris dari almarhum suami saya. Dengan begitu padamlah satu-satunya harapan saya untuk meninggalkan keturunan atas nama suami saya di muka bumi ini.”
2SA 14:8 Jawab raja kepadanya, “Baik. Silakan pulang. Saya akan mengeluarkan perintah supaya anakmu itu tidak dihukum mati akibat peristiwa yang sudah terjadi.”
2SA 14:9 Wanita itu kemudian berkata, “Tuanku, kalau ada yang merasa keputusan Tuan tidak adil, biar saya dan keluarga ayah saya yang menanggung tuduhan bersalah. Tuan dan kerajaan Tuan tidak akan dianggap bersalah dalam keputusan ini.”
2SA 14:10 Kata raja, “Jika ada anggota keluarga yang masih menuntut kematian anakmu, bawalah dia ke hadapan saya, dan saya jamin bahwa dia tidak akan mengganggumu lagi.”
2SA 14:11 Jawabnya, “Ya Tuanku Raja, berjanjilah di hadapan TUHAN Allahmu, supaya anggota keluarga yang hendak menuntut kematian anakku itu tidak membunuhnya. Jangan sampai ada penumpahan darah lagi.” Jawab raja, “Aku berjanji di hadapan TUHAN yang hidup, anakmu itu tidak akan dicelakai sedikit pun.”
2SA 14:12 Lalu kata ibu itu, “Tuanku, mohon izinkan saya berbicara kepada Tuan tentang masalah lain.” Jawab Daud, “Silakan.”
2SA 14:13 Wanita itu pun berkata, “Dengan keputusan Tuan tadi, maka tampaklah bahwa Tuan melakukan kesalahan yang merugikan umat Allah, karena Tuan belum memanggil kembali anak Tuan yang ada di tempat pengasingan.
2SA 14:14 Tuan, kita semua pasti akan mati. Dan siapa yang sudah mati tidak bisa hidup lagi, sama seperti air yang sudah tumpah ke tanah tidak dapat dikumpulkan kembali. Tetapi Allah tidak mengambil nyawa orang. Sebaliknya, Dia selalu membuka jalan bagi orang yang sudah jauh dari-Nya supaya dapat kembali. Demikian juga yang seharusnya kita lakukan terhadap anak kita.
2SA 14:15 “Tuanku, ketika ada anggota keluarga saya yang mengancam, saya datang berbicara kepada Tuan sebab saya pikir, ‘Mungkin raja akan mengabulkan permintaan hambanya ini.’
2SA 14:16 Ternyata benar! Raja sudah mendengarkan dan melepaskan saya dari tangan orang yang hendak membunuh saya dan anak saya. Kalau anak saya terbunuh, kami akan kehilangan tanah warisan yang sudah diberikan Allah!
2SA 14:17 Tetapi sekarang hati saya merasa tenang karena saya yakin bahwa keputusan Tuan akan memberkati saya dan seluruh umat Allah. Tuan berhikmat seperti malaikat, karena selalu tahu membedakan antara hal yang baik dan yang jahat. Kiranya TUHAN Allah senantiasa menyertai Tuan!”
2SA 14:18 Lalu raja berkata kepada wanita itu, “Sekarang saya akan bertanya kepadamu. Jangan sembunyikan apa pun dari saya!” Dia menjawab, “Baik, Tuan.”
2SA 14:19 Tanya raja, “Apakah Yoab yang menyuruhmu melakukan semua ini?” Jawab perempuan itu, “Benar Tuan! Di hadapan Tuanku Raja saya bersumpah bahwa itu benar, sebab tidak ada apa pun yang dapat dirahasiakan dari Tuan. Yoab yang mengutus saya, bahkan dia mengajarkan semua yang tadi saya katakan kepada Tuan.
2SA 14:20 Hambamu Yoab melakukannya supaya Raja dapat melihat masalah antara Tuan dan Absalom dari sudut pandang lain. Tuan memang berhikmat seperti malaikat. Itulah sebabnya Tuan mengetahui segala sesuatu yang sedang terjadi di negeri ini.”
2SA 14:21 Lalu raja berkata kepada Yoab, “Baiklah! Saya setuju melakukan apa yang kamu inginkan. Bawalah Absalom kembali ke sini!”
2SA 14:22 Maka Yoab bersujud dan berterima kasih kepada Daud, “Hari ini hambamu tahu bahwa Tuanku Raja berkenan kepada hamba, karena Tuan sudah mengabulkan permintaan hambamu ini!”
2SA 14:23 Kemudian Yoab berangkat ke kota Gesur untuk membawa Absalom kembali ke Yerusalem.
2SA 14:24 Tetapi Daud berpesan, “Absalom hanya boleh kembali ke rumahnya sendiri. Jangan sampai dia mendatangi saya.” Jadi Absalom pulang ke rumahnya dan tidak datang kepada raja.
2SA 14:25 Di seluruh Israel, Absalom dipuji karena ketampanannya. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, dia tidak bercela.
2SA 14:26 Setahun sekali, Absalom mencukur rambutnya ketika dia merasa sudah terlalu berat. Berat rambut yang dipotong bisa mencapai dua setengah kilogram.
2SA 14:27 Absalom mempunyai tiga anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang sangat cantik, namanya Tamar.
2SA 14:28 Sudah dua tahun berlalu sejak Absalom tinggal di Yerusalem tanpa diizinkan menghadap raja.
2SA 14:29 Pada suatu hari, Absalom menyuruh orang memanggil Yoab. Dia hendak mengutusnya menghadap raja untuk memintakan izin bertemu. Namun, Yoab tidak datang. Untuk kedua kalinya, Absalom memanggil Yoab, tetapi dia masih tidak datang.
2SA 14:30 Maka Absalom berkata kepada para pegawainya, “Yoab memiliki ladang yang bersebelahan dengan ladang saya. Ada tanaman jelai yang siap dipanen di situ. Bakarlah ladangnya itu!” Jadi para pegawai Absalom membakar ladang Yoab.
2SA 14:31 Lalu Yoab datang ke rumah Absalom dan memprotes, “Mengapa para pegawaimu membakar ladang saya?!”
2SA 14:32 Jawab Absalom, “Karena aku sudah memanggilmu, tetapi kamu tidak mau datang. Aku bermaksud meminta kamu menghadap raja dan bertanya, ‘Untuk apa Ayah menyuruh aku pulang dari Gesur kalau tidak mau bertemu denganku? Lebih baik aku tetap di sana. Izinkanlah aku datang menghadap Ayah. Jika memang aku bersalah, aku bersedia dihukum mati!’”
2SA 14:33 Yoab pun menemui raja dan menyampaikan pesan itu kepadanya. Kemudian raja memanggil Absalom. Absalom datang dan bersujud di hadapannya. Lalu Daud memeluk anaknya itu.
2SA 15:1 Beberapa waktu sesudah itu, Absalom menyiapkan sebuah kereta, lengkap dengan kuda-kuda dan lima puluh orang yang berlari sebagai pengawal di depannya.
2SA 15:2 Setiap hari Absalom biasa datang pagi-pagi ke tepi jalan yang menuju pintu gerbang istana. Setiap kali ada orang yang hendak menghadap raja untuk mengadukan masalahnya, Absalom selalu memanggil orang itu dan bertanya, “Hai kawan, kamu berasal dari kota mana?” Lalu orang itu memberitahukan kota dan suku asalnya.
2SA 15:3 Absalom kemudian berkata kepadanya, “Saya yakin perkaramu sah dan layak didengar. Tetapi sayangnya raja tidak menugaskan satu pun pejabat untuk menangani pengaduanmu.
2SA 15:4 Ah, seandainya saya menjadi hakim di negeri ini, setiap orang bisa datang kepada saya untuk menyelesaikan perkaranya, dan saya pasti menanganinya dengan adil.”
2SA 15:5 Selain itu, apabila ada yang mendekati Absalom untuk bersujud menghormati dia, Absalom selalu mengulurkan tangannya dan memeluk serta menyambut orang itu dengan hangat.
2SA 15:6 Demikianlah Absalom memperlakukan semua orang Israel yang datang kepada raja untuk meminta keadilan atas perkaranya. Dengan cara ini Absalom berhasil membuat rakyat Israel menyukainya.
2SA 15:7 Setelah melakukan itu selama empat tahun, Absalom berkata kepada raja, “Ayah, izinkan aku pergi ke kota Hebron untuk memenuhi suatu janji khusus yang sudah aku buat kepada TUHAN.
2SA 15:8 Aku membuat janji ini saat masih tinggal di kota Gesur, di negeri Siria. Dulu aku berjanji, ‘Kalau TUHAN mengizinkan aku kembali ke Yerusalem, maka aku akan menyembah Dia dengan mempersembahkan banyak kurban kepada-Nya di Hebron.’”
2SA 15:9 Jawab raja kepadanya, “Baik, pergilah dengan selamat.” Absalom pun berangkat ke Hebron.
2SA 15:10 Dia mengajak dua ratus temannya dari Yerusalem untuk ikut menikmati perjamuan dari persembahan kurban yang dia adakan. Mereka pergi tanpa mengetahui rencana Absalom. Pada waktu kurban-kurban dipersembahkan dan perjamuan dimulai, Absalom mengirim utusan ke kota Gilo untuk memanggil Ahitofel, penasihat Daud. Lalu persekongkolan untuk memberontak terhadap Raja Daud semakin kuat dan semakin banyak rakyat yang mendukung Absalom. Absalom juga sudah mengirim utusan-utusan rahasia ke seluruh suku Israel dengan pesan, “Ketika kalian mendengar suara terompet, berserulah, ‘Absalom sudah menjadi raja di Hebron!’”
2SA 15:13 Kemudian datanglah seseorang melapor kepada Daud, katanya, “Banyak orang Israel sudah bergabung dengan Absalom untuk memberontak terhadap Raja!”
2SA 15:14 Lalu Daud berkata kepada seluruh pegawainya yang bersama dia di Yerusalem, “Ayo! Kita harus melarikan diri sekarang juga! Kalau tidak, kita semua akan dibunuh Absalom! Cepatlah, sebelum dia datang menyerang dan membantai semua penduduk Yerusalem.”
2SA 15:15 Para pegawainya menjawab, “Kami siap melaksanakan perintah Tuan!”
2SA 15:16 Maka raja langsung berangkat berjalan kaki. Seluruh anggota keluarga dan pegawainya mengikuti dia. Daud hanya meninggalkan sepuluh orang selirnya untuk menjaga istana.
2SA 15:17 Mereka berjalan sampai rumah terakhir di pinggir kota. Di situ Daud berhenti sambil melihat siapa saja yang ikut rombongannya.
2SA 15:18 Mereka berjalan lewat di depan Daud, yaitu seluruh pegawainya dan pasukan pengawal raja. Di antara pasukan pengawal itu ada juga enam ratus tentara sewaan yang berasal dari Gat. Komandan mereka adalah Itai.
2SA 15:19 Komandan mereka adalah Itai. Berkatalah Daud kepadanya, “Kalian pendatang di Israel, dan belum lama pindah dari negeri asal kalian. Sebaiknya kalian jangan ikut dengan kami. Kembalilah dan tinggallah dalam pimpinan raja yang baru. Saya tidak ingin menyusahkan kalian dengan mengembara bersama kami, karena saya bahkan tidak tahu harus pergi ke mana. Kembalilah ke kota bersama pasukanmu. Kiranya TUHAN selalu menyertai serta menyatakan kasih dan kesetiaan-Nya kepada kalian!”
2SA 15:21 Tetapi Itai menjawab, “Saya bersumpah di hadapan TUHAN yang hidup bahwa seumur hidup Tuanku Raja, saya akan selalu bersama Tuan tak peduli apa saja yang Tuanku hadapi, baik hidup susah maupun bahaya maut. Hambamu ini akan setia sampai mati.”
2SA 15:22 Lalu jawab Daud, “Baik, kalau begitu mari ikut.” Maka Itai orang Gat itu pergi bersama Daud disertai pasukannya dan keluarga mereka.
2SA 15:23 Semua penduduk menangis dengan keras saat rombongan raja meninggalkan kota itu. Daud dan semua pengikutnya menyeberangi kali Kidron dan mengikuti jalan yang menuju padang belantara.
2SA 15:24 Imam Zadok dan Abiatar juga ikut sampai di perbatasan kota bersama beberapa orang dari suku Lewi yang membawa peti perjanjian Allah. Mereka meletakkan peti perjanjian di situ, lalu Abiatar mempersembahkan beberapa kurban sampai seluruh rombongan raja selesai meninggalkan kota.
2SA 15:25 Raja berkata kepada Zadok, “Bawalah kembali peti perjanjian Allah ke kota. Kalau TUHAN berkenan kepada saya, Dia pasti mengizinkan saya pulang sehingga saya bisa melihat peti-Nya dan kemah-Nya lagi.
2SA 15:26 Namun, apabila TUHAN tidak berkenan, saya bersedia menerima apa pun kehendak-Nya atas hidup saya. Biarlah itu terjadi.”
2SA 15:27 Daud juga berkata kepada Zadok, “Tuan pasti mengerti apa yang sedang terjadi. Kembalilah ke kota dengan selamat bersama Abiatar dan kedua anak kalian, Ahimas dan Yonatan.
2SA 15:28 Saya akan menunggu di padang belantara, di tempat penyeberangan sungai Yordan, sampai mendengar kabar dari kalian.”
2SA 15:29 Maka Zadok dan Abiatar membawa peti perjanjian Allah kembali ke Yerusalem dan mereka tetap tinggal di sana.
2SA 15:30 Pada waktu Daud mendaki Bukit Zaitun, dia berjalan sambil menangis. Kepalanya ditutup sebagai tanda berkabung dan dia tidak memakai alas kaki. Semua orang yang bersamanya juga menutup kepala mereka dan menangis.
2SA 15:31 Waktu raja Daud mendengar kabar bahwa Ahitofel sudah bergabung dengan komplotan Absalom, dia berdoa, “TUHAN, gagalkanlah nasihat Ahitofel.”
2SA 15:32 Sesampainya Daud di puncak bukit, di mana dulu orang sering mempersembahkan kurban kepada Allah, dia dijumpai oleh Husai, kawan Daud dari suku Arki. Sebagai tanda berduka, Husai memakai baju yang sudah dirobek dan menghamburkan tanah di kepalanya.
2SA 15:33 Kata Daud kepadanya, “Kalau kamu ikut bersamaku, kamu tidak dapat menolongku.
2SA 15:34 Tetapi kalau kamu kembali ke Yerusalem, kamu bisa menggagalkan nasihat Ahitofel. Berpura-puralah kepada Absalom dengan berkata, ‘Saya akan menjadi pelayanmu, ya Raja! Sebagaimana saya pernah melayani ayahmu, demikianlah sekarang saya akan mengabdi kepadamu.’
2SA 15:35 Imam Zadok dan Abiatar juga masih di kota. Beritahukanlah kepada mereka segala hal yang kamu dengar di istana.
2SA 15:36 Ahimas anak Zadok dan Yonatan anak Abiatar akan menyampaikan informasi itu kepada saya.”
2SA 15:37 Maka Husai, kawan Daud, kembali ke Yerusalem. Dia tiba tepat saat Absalom memasuki kota itu.
2SA 16:1 Tidak lama sesudah Daud melewati puncak bukit, datanglah Ziba, pegawai Mefiboset. Dia menjumpai Daud dengan membawa dua ekor keledai berpelana yang mengangkut dua ratus roti, seratus bungkus kismis, seratus bungkus buah-buahan segar, dan satu kantong kulit berisi air anggur.
2SA 16:2 Raja bertanya kepada Ziba, “Untuk apa semuanya ini?” Jawab Ziba, “Keledai-keledai ini untuk ditunggangi oleh Tuanku Raja atau keluarga Tuan. Roti dan buah-buahan untuk para pejabat atau pegawai Tuanku, sedangkan minuman anggur bisa menyegarkan tubuh orang yang lelah karena perjalanan di padang belantara.”
2SA 16:3 Raja bertanya lagi, “Di mana Mefiboset, cucu almarhum tuanmu?” Jawabnya, “Dia tetap tinggal di Yerusalem, karena dia berkata, ‘Hari ini bangsa Israel akan melantik aku untuk meneruskan kerajaan kakekku.’”
2SA 16:4 Kemudian raja berkata kepada Ziba, “Kalau begitu, aku mengeluarkan perintah supaya segala harta milik Mefiboset menjadi milikmu.” Jawab Ziba, “Terima kasih! Hamba selalu siap melayani Tuanku Raja! Semoga hambamu ini selalu berkenan di mata Tuan.”
2SA 16:5 Waktu Raja Daud sampai di desa Bahurim, muncullah Simei anak Gera, yang termasuk kerabat Saul. Simei mengumpati Daud
2SA 16:6 sambil melempar-lemparkan batu ke arah Daud, para pegawai, dan pejabatnya. Dia melakukan itu meskipun para pengawal berjalan di sekeliling raja.
2SA 16:7 Simei mengumpat dengan berkata, “Pergi sana! Enyahlah! Dasar pembunuh, bajingan!
2SA 16:8 TUHAN sedang membalas semua kejahatanmu atas keluarga Saul yang kamu singkirkan! Sekarang TUHAN memberikan kerajaan itu kepada Absalom. Rasakan akibatnya! Dasar penumpah darah!”
2SA 16:9 Kemudian Abisai berkata kepada raja, “Tuanku, jangan kita biarkan orang itu hidup! Anjing itu tidak pantas mengumpat raja! Biar kupenggal kepalanya!”
2SA 16:10 Tetapi Daud menegur, “Itu bukan urusanmu atau kakakmu! Biarkan saja, sebab kalau ini kehendak TUHAN, saya akan menerima semuanya.”
2SA 16:11 Daud juga berkata kepada Abisai dan seluruh rombongannya, “Jangan heran bahwa orang dari keluarga Saulus itu menghina saya. Anak kandung saya sendiri pun ingin membunuh saya! Siapa tahu TUHAN yang sudah mengirim dia untuk menghajar saya.
2SA 16:12 Mudah-mudahan, lewat kesengsaraan ini TUHAN akan mengasihani saya dan memberikan berkat sebagai ganti kutukan yang saya terima hari ini.”
2SA 16:13 Lalu Daud dan rombongannya melanjutkan perjalanan, sementara Simei mengikuti dari tempat yang lebih tinggi di sebelah mereka sambil terus mengumpat dan melempari Daud dengan batu dan tanah.
2SA 16:14 Akhirnya dengan sangat kelelahan rombongan itu tiba di tempat penyeberangan di sungai Yordan, lalu beristirahat di sana.
2SA 16:15 Sementara Daud dan rombongannya melarikan diri, Absalom, Ahitofel, dan banyak tentara Israel yang mendukung Absalom sudah masuk ke kota Yerusalem.
2SA 16:16 Husai, kawan Daud, menyambut Absalom dengan salam, “Hidup raja! Hidup raja!”
2SA 16:17 Jawab Absalom, “Bukankah engkau setia mengabdi kepada kawanmu Daud? Mengapa tidak pergi bersama dia?”
2SA 16:18 Husai berkata, “Saya hanya mengabdi kepada orang yang dipilih TUHAN dan seluruh rakyat Israel. Siapa yang menjadi raja, dia itulah yang menjadi tuanku.
2SA 16:19 Lagipula, sangat cocok bila saya melayani Tuanku Raja. Dulu saya melayani Daud, maka sekarang izinkanlah saya mengabdi kepada anaknya!”
2SA 16:20 Lalu Absalom bertanya kepada Ahitofel, “Menurutmu, apa yang sebaiknya saya lakukan sekarang?”
2SA 16:21 Ahitofel menjawab, “Sekarang bersetubuhlah dengan selir-selir ayahmu yang dia tinggalkan untuk menjaga istana. Dengan begitu, semua orang Israel tahu bahwa engkau sudah menjadi musuh ayahmu, sehingga mereka yang mendukung engkau akan bertambah yakin.”
2SA 16:22 Kemudian sebuah tenda dipasang di atap istana bagi Absalom, supaya semua orang bisa melihat dia ketika masuk ke tenda itu untuk bersetubuh dengan para selir ayahnya.
2SA 16:23 Pada masa itu, nasihat yang diberikan Ahitofel selalu tepat, seakan-akan itu pesan dari Allah sendiri. Karena itulah Daud maupun Absalom selalu mengikuti semua perkataannya.
2SA 17:1 Sesudah itu, Ahitofel berkata kepada Absalom, “Tuan, izinkan saya memilih dua belas ribu orang. Kami akan mengejar Daud malam ini juga.
2SA 17:2 Ini kesempatan bagus karena Daud dan orang-orangnya sedang kelelahan. Saya akan menyerangnya dengan tiba-tiba sehingga semua orang yang mengikutinya panik dan kabur meninggalkan Daud. Hanya dia sendiri yang akan dibunuh.
2SA 17:3 Dengan cara itu, saya akan membawa semua rakyat kepada Tuan seperti pengantin perempuan kembali kepada suaminya. Tuan hanya menginginkan nyawa satu orang saja, sedangkan seluruh rakyat yang lain tetap selamat.”
2SA 17:4 Absalom dan para tua-tua Israel menyetujui rencana Ahitofel.
2SA 17:5 Meskipun begitu, Absalom berkata lagi, “Panggillah Husai orang Arki itu. Coba kita dengar pendapatnya tentang hal ini.”
2SA 17:6 Ketika Husai datang, Absalom menjelaskan nasihat Ahitofel kepadanya, lalu bertanya, “Bagaimana pendapatmu? Apakah sebaiknya kita mengikuti nasihat Ahitofel? Kalau kamu tidak setuju, jelaskanlah usulanmu.”
2SA 17:7 Jawab Husai kepada Absalom, “Tuan, kali ini rencana Ahitofel tidak baik.
2SA 17:8 Tuan tahu sendiri seperti apa Daud. Dia dan pasukan yang bersamanya adalah pejuang yang gagah perkasa. Pastilah mereka sedang panas hati dan menjadi seganas induk beruang yang anaknya dicuri. Selain itu, ayah Tuan sangat berpengalaman soal perang. Dia tidak akan bermalam bersama pasukannya.
2SA 17:9 Mungkin saja saat ini dia sudah bersembunyi di gua atau di tempat lain. Jika kita menyerang, lalu ada tentara Tuan yang terbunuh, pasti akan tersebar berita bahwa banyak dari pasukan Absalom dibantai.
2SA 17:10 Saat pendukung Tuan mendengar berita itu, tentara yang gagah berani seperti singa pun akan ketakutan!— karena seluruh Israel tahu bahwa ayah Tuan adalah pejuang yang tangguh, dan pasukan yang bersama dia begitu perkasa.
2SA 17:11 “Oleh karena itu, nasihat saya adalah kumpulkan seluruh pasukan Israel dari ujung utara sampai ujung selatan negeri ini, yaitu dari wilayah Dan sampai Bersyeba, sehingga jumlah mereka tidak terhitung. Lalu Tuan sendiri yang memimpin mereka maju bertempur.
2SA 17:12 Bagaikan embun yang jatuh ke tanah, kita akan mengepung Daud di mana pun dia bersembunyi. Baik dia sendiri maupun tentaranya tidak akan ada yang lolos!
2SA 17:13 Kalau dia berlindung di salah satu kota yang dikelilingi benteng, maka seluruh pasukan Israel akan mengepung, membongkar bentengnya, dan menghancurkan kota itu!”
2SA 17:14 Mendengar itu, Absalom dan semua orang Israel berkata, “Nasihat Husai lebih bagus daripada nasihat Ahitofel.” Dengan demikian TUHAN menggagalkan rencana Ahitofel yang sebenarnya lebih tepat, sebab TUHAN hendak mendatangkan malapetaka atas Absalom.
2SA 17:15 Sesudah itu, Husai segera melaporkan kepada Zadok dan Abiatar tentang nasihat Ahitofel dan juga nasihatnya kepada Absalom dan para tua-tua Israel. Lalu katanya,
2SA 17:16 “Karena itu, suruhlah orang untuk menyampaikan pesan ini kepada Daud: Malam ini jangan menginap di tempat penyeberangan sungai Yordan. Kalian harus langsung pergi ke padang belantara di seberang sungai, agar engkau dan semua orang yang bersamamu tidak terbunuh.”
2SA 17:17 Maka kedua imam itu mengutus seorang budak perempuan untuk menyampaikan berita itu kepada Yonatan dan Ahimas yang menunggu dekat mata air En Rogel, tidak jauh dari kota Yerusalem. Keduanya tidak masuk ke kota supaya tidak dicurigai oleh Absalom. Mereka siap menerima kabar lalu pergi memberitahu Raja Daud.
2SA 17:18 Tetapi seorang pemuda sudah melihat Yonatan dan Ahimas di En Rogel, lalu dia melaporkan hal itu kepada Absalom. Jadi mereka cepat-cepat bersembunyi di rumah seseorang di desa Bahurim. Ada lubang sumur di halaman rumahnya, dan mereka masuk ke situ untuk bersembunyi.
2SA 17:19 Kemudian nyonya rumah itu menutupi lubang sumur dengan kain, lalu menaburkan butir-butir gandum di atasnya supaya seolah-olah dia sedang mengeringkan gandum di halaman. Kelihatannya tidak ada sumur di situ.
2SA 17:20 Datanglah beberapa tentara Absalom ke rumah itu dan bertanya kepada pemiliknya, “Di mana Ahimas dan Yonatan?” Wanita itu menjawab, “Mereka sudah menyeberangi kali kecil di sana.” Maka para tentara itu terus mencari-cari, tetapi tidak berhasil menemukan keduanya. Lalu mereka kembali ke Yerusalem.
2SA 17:21 Sesudah tentara-tentara Absalom pergi, Yonatan dan Ahimas keluar dari sumur, kemudian pergi menemui Raja Daud dan berkata, “Cepatlah menyeberangi sungai Yordan malam ini!” Mereka memberitahukan nasihat Ahitofel kepada Absalom untuk membunuh Daud.
2SA 17:22 Maka malam itu juga Daud dan semua orang yang bersamanya menyeberangi sungai Yordan. Saat matahari terbit, semuanya sudah sampai di seberang.
2SA 17:23 Sementara itu, ketika Ahitofel melihat bahwa nasihatnya tidak diikuti, dia memasang pelana keledainya dan pulang ke kota asalnya. Dia memberikan pesan-pesan terakhir kepada keluarganya, lalu gantung diri. Demikianlah Ahitofel meninggal. Dia dikuburkan di samping makam ayahnya.
2SA 17:24 Rombongan Daud sudah tiba di Mahanaim ketika Absalom dan pasukannya selesai menyeberangi sungai Yordan. Absalom bersama pasukan Israel berkemah di daerah Gilead. Absalom sudah mengangkat Amasa menjadi kepala pasukan untuk menggantikan Yoab. (Amasa itu sepupu Yoab. Amasa adalah anak Yitra dari keturunan Ismael. Ibunya bernama Abigail anak Nahas, saudara perempuan Zeruya, yang adalah ibu Yoab.)
2SA 17:27 Selama Daud di Mahanaim, tiga orang datang untuk menyambut dan menolongnya. Mereka adalah Sobi anak Nahas dari kota Raba di negeri Amon, Makir anak Amiel dari kota Lodebar, dan Barzilai, orang Gilead dari kota Rogelim.
2SA 17:28 Mereka berpikir, “Rombongan Daud ini tentu akan menjadi lapar, lelah, dan haus di padang belantara.” Karena itu mereka membawakan alas-alas tidur, mangkuk-mangkuk, dan alat-alat masak dari tanah liat, juga bahan makanan berupa sejumlah domba dan kambing, gandum, jelai, tepung, gandum panggang, kacang-kacangan, biji-bijian, serta madu, keju, dan hasil olahan susu.
2SA 18:1 Daud bersiap-siap menghadapi serangan Absalom. Dia mengumpulkan pasukan yang ikut bersamanya dan membagi mereka dalam beberapa kelompok. Setiap seribu orang menjadi satu kelompok besar dengan seorang komandan, di dalamnya terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang berisi seratus orang. Masing-masing kelompok kecil ini juga dipimpin oleh seorang komandan.
2SA 18:2 Sepertiga dari pasukannya itu dipimpin oleh Yoab, sepertiga lagi dipimpin oleh Abisai, adik Yoab, dan sepertiga lagi dipimpin oleh Itai, orang Gat. Lalu Daud berkata kepada mereka, “Saya juga akan turut bertempur bersama kalian.”
2SA 18:3 Tetapi banyak anggota pasukannya berkata, “Jangan Tuan! Seandainya kami kalah dan lari, bahkan mati sekalipun, pihak musuh tidak peduli sebab yang mereka cari adalah Raja sendiri. Nyawa Tuan lebih berharga daripada ribuan tentara. Jadi sebaiknya Tuan tinggal saja di kota dan mengirim pertolongan kalau kami membutuhkan bantuan.”
2SA 18:4 Jawab raja, “Baiklah, saya akan melakukan sesuai saran kalian.” Daud memberi perintah kepada Yoab, Abisai, dan Itai, “Lakukanlah ini untukku: Jangan berlaku kasar terhadap Absalom, anak muda itu.” Perintah itu didengar juga oleh semua tentara. Lalu raja berdiri di samping pintu gerbang sambil mengamati seluruh pasukannya lewat, berbaris sesuai kelompok mereka masing-masing.
2SA 18:6 Pertempuran hari itu antara pasukan Daud dan pasukan Israel yang dipimpin Absalom terjadi di hutan Efraim.
2SA 18:7 Pasukan Daud berhasil mengalahkan tentara Israel. Sebanyak dua puluh ribu tentara mati terbunuh.
2SA 18:8 Wilayah pertempuran semakin meluas di daerah itu, dan lebih banyak tentara yang mati kecelakaan di dalam hutan daripada yang tewas karena perang.
2SA 18:9 Absalom menunggangi bagal dalam pertempuran itu. Tiba-tiba dia berpapasan dengan beberapa tentara Daud. Ketika bagalnya melewati ranting-ranting pohon besar, kepala Absalom tersangkut di ranting-ranting itu, sedangkan bagalnya terus berlari.
2SA 18:10 Seorang tentara Daud melihat kejadian itu dan melaporkannya kepada Yoab, “Saya melihat Absalom tergantung pada pohon besar.”
2SA 18:11 Jawab Yoab kepada orang itu, “Apa?! Kamu melihat dia tetapi tidak membunuhnya! Sayang sekali, padahal kalau kamu sudah membunuh dia, saya akan memberimu lebih dari 100 gram perak dan lambang kehormatan tentara!”
2SA 18:12 Tetapi jawab orang itu, “Sekalipun hadiahnya sepuluh kilogram perak, saya tidak akan membunuh anak raja! Karena kami sudah mendengar perintah raja kepada Tuan, Abisai, dan Itai, ‘Demi saya, jangan berlaku kasar terhadap Absalom.’
2SA 18:13 Seandainya saya melanggar perintahnya itu, raja pasti mencari tahu siapa pelakunya, dan Tuan sendiri pasti tidak akan membela saya!”
2SA 18:14 Yoab berkata, “Saya tidak mau buang-buang waktu bicara denganmu!” Kemudian, saat Absalom masih hidup dan sedang tersangkut di pohon besar itu, Yoab menikam dada Absalom dengan tiga tombak.
2SA 18:15 Lalu sepuluh tentara yang membawa perlengkapan perang Yoab mengelilingi Absalom dan membunuhnya.
2SA 18:16 Setelah itu Yoab meniup terompet sebagai tanda bagi pasukannya untuk berhenti mengejar tentara Israel.
2SA 18:17 Mayat Absalom dibuang ke dalam lubang besar di hutan itu dan batu-batu besar ditimbun di atasnya sampai bertumpuk tinggi. Sementara itu, seluruh pasukan Israel berlari pulang.
2SA 18:18 Semasa hidupnya, Absalom sudah membuat tugu untuk dirinya sendiri di Lembah Raja, karena dia berpikir, “Aku tidak mempunyai anak laki-laki yang akan meneruskan namaku.” Maka dia menamainya Tugu Absalom. Monumen itu masih ada sampai saat kitab ini ditulis.
2SA 18:19 Sesudah kejadian itu, Ahimas anak Zadok berkata kepada Yoab, “Biarlah saya berlari membawa kabar baik ini kepada raja, bahwa TUHAN sudah melepaskan dia dari tangan musuh-musuhnya.”
2SA 18:20 Tetapi jawab Yoab, “Jangan! Ini tidak akan dianggap sebagai kabar baik, karena anak tuan kita sudah mati. Lain kali saja kamu boleh membawa berita.”
2SA 18:21 Lalu berkatalah Yoab kepada seorang Etiopia, “Kamulah yang pergi! Beritahukan kepada raja apa yang sudah kamu lihat.” Orang Etiopia itu pun tunduk untuk menghormati Yoab, lalu berlari.
2SA 18:22 Ahimas berkata lagi kepada Yoab, “Walaupun Tuan sudah menyuruh orang Etiopia itu, izinkanlah saya menyusul dia.” Tanya Yoab, “Untuk apa, Nak? Kamu tidak akan menerima upah apa pun dengan membawa kabar itu.”
2SA 18:23 Tetapi Ahimas bersikeras, “Apa pun yang terjadi, pokoknya saya mau pergi.” Maka Yoab berkata, “Ya sudah, pergilah.” Ahimas pun berlari melalui lembah Yordan, sehingga dia lebih dahulu sampai di Mahanaim daripada orang Etiopia tadi.
2SA 18:24 Saat itu Daud sedang duduk di pintu gerbang kota. Seorang pengawas berjaga-jaga di benteng di atas pintu gerbang. Pengawas itu melihat seseorang berlari datang.
2SA 18:25 Dia pun berseru menyampaikan berita itu kepada raja. Daud berkata, “Kalau dia sendirian, berarti dia adalah pembawa kabar.” Dan pembawa kabar itu terus bergerak semakin dekat.
2SA 18:26 Sementara itu, pengawas melihat orang kedua datang, dan dia menyerukan kepada penjaga gerbang, “Lihat, ada satu lagi yang berlari datang.” Raja berkata, “Dia pun pembawa kabar.”
2SA 18:27 Pengawas itu berkata, “Melihat cara berlarinya, orang pertama itu sepertinya Ahimas anak Zadok.” Jawab raja, “Dia orang baik dan pasti membawa kabar baik.”
2SA 18:28 Lalu sampailah Ahimas. Dia bersujud memberi hormat kepada raja dan berkata, “Terpujilah TUHAN Allah! Dia sudah mengalahkan orang-orang yang mengangkat senjata dan memberontak terhadap Tuanku Raja!”
2SA 18:29 Daud pun bertanya, “Apakah Absalom anakku selamat?” Jawab Ahimas, “Ketika Yoab menyuruh hamba ke sini, saya melihat ada keributan besar, tetapi tidak tahu apa yang terjadi.”
2SA 18:30 Raja berkata, “Kalau begitu, tunggulah di sebelah sana.” Lalu Ahimas berdiri di tempat yang ditunjuk raja.
2SA 18:31 Kemudian orang Etiopia itu sampai dan menghadap raja. Dia berkata, “Hamba membawa kabar baik untuk Tuanku Raja! TUHAN sudah memberi hukuman yang adil kepada semua orang yang bersepakat memberontak terhadap Tuan.”
2SA 18:32 Lalu raja bertanya kepadanya, “Apakah anakku selamat?” Orang Etiopia itu menjawab, “Semoga semua musuh Tuanku dan semua orang yang memberontak terhadap Tuan mati seperti dia.”
2SA 18:33 Raja sangat terguncang mendengar berita itu. Dengan amat sedih, dia naik ke ruangan di atas pintu gerbang sambil meratap, “Oh, anakku Absalom! Anakku, anakku Absalom! Biarlah aku saja yang mati menggantikanmu Absalom, anakku, anakku!”
2SA 19:1 Kemudian seseorang memberitahukan kepada Yoab, “Raja sedang menangis dan berduka karena kematian Absalom.”
2SA 19:2 Para tentara juga mendengar bahwa raja meratapi anaknya, sehingga kemenangan hari itu justru menjadi suasana perkabungan.
2SA 19:3 Mereka kembali ke kota dengan diam-diam, seperti tentara yang kalah perang dan pulang dengan perasaan malu.
2SA 19:4 Sementara itu, raja menutupi wajahnya dengan tangan dan masih menangis keras-keras sambil berkata, “Anakku Absalom, oh Absalom anakku, anakku!”
2SA 19:5 Lalu Yoab datang menemui Daud dan berkata, “Hari ini Tuanku Raja mempermalukan semua tentara Tuan, padahal mereka sudah menyelamatkan nyawa Tuan, anak-anak Tuan, juga para istri dan selir Tuan!
2SA 19:6 Dengan sikap seperti ini, Tuanku Raja menunjukkan bahwa perjuangan kami tidak ada artinya bagimu. Kelihatannya Tuan lebih mengasihi musuh-musuh Tuan daripada kami yang membela Tuan! Sekarang saya tahu, seandainya Absalom masih hidup dan kami semua mati, Tuan pasti sangat senang!
2SA 19:7 Karena itu, bangun dan ucapkanlah terima kasih atas perjuangan mereka demi kerajaanmu. Di hadapan TUHAN saya berkata dengan jujur: Kalau Tuan tidak mengucapkan terima kasih kepada mereka, mereka pasti tersinggung dan meninggalkan Tuan malam ini juga! Kalau sudah begitu, Tuan akan mengalami kesulitan yang lebih besar daripada segala kesulitan yang pernah Tuan alami!”
2SA 19:8 Maka Daud pun bangun dan duduk di gerbang kota. Sesudah diumumkan kepada pasukannya bahwa raja sedang duduk di gerbang kota, mereka semua berkumpul di hadapannya. Sementara itu, pasukan Absalom sudah melarikan diri ke rumah mereka masing-masing.
2SA 19:9 Semua suku Israel berunding dengan mengatakan, “Bagaimana sekarang?! Raja yang baru saja kita pilih sudah mati, sedangkan Daudlah yang sudah menyelamatkan kita dari kekuasaan musuh-musuh kita dan orang Filistin. Tetapi sekarang Daud sudah kabur dari negeri ini. Bukankah sebaiknya kita mengangkat Daud kembali sebagai raja kita?”
2SA 19:11 Raja Daud mendengar kabar tentang pendapat rakyat itu. Lalu dia mengirim pesan kepada Imam Zadok dan Imam Abiatar, “Sampaikanlah kepada para tua-tua suku Yehuda, ‘Saya sudah mendengar pendapat orang-orang Israel, kecuali dari kalian. Mengapa kalian belum sepakat untuk membawa saya kembali ke istana?
2SA 19:12 Kalian adalah saudara-saudaraku, darah dagingku sendiri. Sudah sepantasnya kalian yang pertama datang untuk mengantar saya kembali ke istana.’
2SA 19:13 Sampaikan juga kepada Amasa begini, ‘Kita adalah keluarga dekat. Aku bersumpah: Biarlah Allah menghukum aku, bahkan mencabut nyawaku, jika aku tidak mengangkatmu menjadi panglima pasukan Israel untuk menggantikan Yoab!’”
2SA 19:14 Demikianlah Daud berhasil membuat semua orang Yehuda sepakat mendukung dia, sehingga mereka mengirim pesan kepada raja, “Tuan, pulanglah bersama seluruh rombongan Tuan.”
2SA 19:15 Maka Daud berangkat dan sampailah mereka di tepi sungai Yordan. Sementara itu, orang-orang Yehuda sudah tiba di Gilgal untuk menyambut raja dan membantu dia menyeberangi sungai Yordan.
2SA 19:16 Simei, orang suku Benyamin yang sebelumnya sudah mengumpati Daud, juga cepat-cepat turun ke sungai untuk menyambut Raja Daud.
2SA 19:17 Bersama Simei ada seribu orang Benyamin. Selain mereka, datang juga Ziba, pelayan keluarga Saul, bersama lima belas anaknya dan dua puluh budaknya. Mereka bergegas masuk ke sungai Yordan sebelum raja menyeberang.
2SA 19:18 Mereka menolong keluarga raja menyeberangi sungai dan siap melakukan apa pun yang dapat membantu Daud. Sesampainya di seberang sungai, Simei bersujud di hadapan Daud
2SA 19:19 dan berkata, “Tuanku Raja, mohon jangan mengingat-ingat kesalahan hambamu ini dan perbuatan saya pada hari ketika Tuan meninggalkan Yerusalem! Saya mohon agar Tuan melupakan semua itu!
2SA 19:20 Hambamu ini sadar bahwa hamba sudah berdosa. Karena itu, hari ini saya datang sebagai orang pertama mewakili semua suku Israel selain Yehuda untuk menyambut Tuanku Raja.”
2SA 19:21 Mendengar itu, Abisai menjawab, “Simei seharusnya dihukum mati karena sudah mengumpati raja yang dipilih TUHAN.”
2SA 19:22 Tetapi Daud berkata, “Diam saja, anak Zeruya! Bukan urusanmu untuk menentang saya dengan pendapatmu! Hari ini bukanlah hari untuk menjatuhkan hukuman mati atas siapa pun, karena saya baru diangkat kembali sebagai raja atas Israel.”
2SA 19:23 Lalu Daud berjanji kepada Simei dengan bersumpah, “Kamu tidak akan dihukum mati.”
2SA 19:24 Mefiboset, cucu Saul, juga datang dari Yerusalem menemui Daud. Sebagai tanda bersedih, dia tidak membersihkan kakinya, tidak merapikan kumisnya, dan tidak mencuci pakaiannya sejak Raja Daud meninggalkan Yerusalem sampai dia kembali dengan selamat. Daud bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak ikut bersama saya waktu itu, Mefiboset?”
2SA 19:26 Jawabnya, “Tuanku Raja tahu bahwa hambamu ini lumpuh. Saya sudah menyuruh Ziba, budak saya itu untuk menyiapkan keledai agar hamba bisa menungganginya dan ikut dengan Tuan. Tetapi dia menipu saya dan pergi sendiri.
2SA 19:27 Dia bahkan sudah memfitnah hamba di hadapan Tuan. Namun Tuanku Raja bijaksana seperti malaikat. Tuan pasti tahu apa yang sebaiknya dilakukan dalam situasi ini.
2SA 19:28 Lagipula, seluruh keturunan kakekku sebenarnya layak dihukum mati oleh Tuan. Tetapi dengan mengizinkan hambamu makan semeja dengan Tuan, engkau memperlakukan saya seperti anggota keluarga! Hambamu ini merasa puas dan tidak perlu minta apa-apa lagi.”
2SA 19:29 Lalu raja menjawabnya, “Cukuplah perkataanmu itu. Saya sudah memutuskan supaya tanah dan harta Saul dibagi dua antara kamu dan Ziba.”
2SA 19:30 Kata Mefiboset, “Tidak apa-apa! Biarkan Ziba mengambil semuanya! Asal Tuanku Raja sudah kembali dengan selamat, hamba senang.”
2SA 19:31 Barzilai orang Gilead sudah datang dari Rogelim untuk mengantar Daud sampai menyeberangi sungai Yordan.
2SA 19:32 Barzilai sangat tua, umurnya delapan puluh tahun. Dia seorang yang kaya raya. Selama Raja Daud dan rombongannya tinggal di Mahanaim waktu itu, dialah yang menyediakan makanan serta kebutuhan lainnya bagi mereka.
2SA 19:33 Daud berkata kepada Barzilai, “Pak, mari ikut ke Yerusalem. Di sana saya akan memenuhi segala kebutuhan Bapak.”
2SA 19:34 Tetapi Barzilai menjawab, “Tuan, hambamu ini tidak akan hidup lama lagi. Tidak ada gunanya saya ikut dengan Tuan ke Yerusalem.
2SA 19:35 Umur hamba sudah delapan puluh tahun. Saya tidak lagi bisa menikmati apa pun. Lidah saya sudah tidak dapat merasakan makanan atau minuman enak. Telinga saya sudah tidak bisa mendengarkan suara orang yang bernyanyi, baik laki-laki maupun perempuan. Kalau hambamu ikut ke sana, hamba hanya akan menjadi beban bagi Tuanku Raja.
2SA 19:36 Saya akan menemani Tuan menyeberangi sungai Yordan dan berjalan sedikit untuk mengantarkan kepergian Tuan. Itu pun sebuah kehormatan besar bagi saya, dan Tuan tidak perlu lagi menambah hadiah apa pun untuk saya.
2SA 19:37 Izinkanlah saya pulang saja, agar saat meninggal dunia saya dapat dikuburkan di dekat kuburan ayah dan ibu saya. Lebih baik anak saya, Kimham, yang pergi mengikuti Tuan. Lakukanlah baginya apa yang terbaik menurut Tuan.”
2SA 19:38 Daud menjawab, “Baiklah! Kimham akan menyeberang dan ikut bersama saya ke Yerusalem. Di sana saya akan melakukan baginya apa yang baik menurut Bapak. Dan kalau Bapak sendiri membutuhkan apa pun, katakan saja. Saya pasti melakukannya.”
2SA 19:39 Sesudah selesai menyeberangi sungai, Daud mengucapkan salam perpisahan sambil memeluk Barzilai dan mendoakan berkat baginya. Lalu Barzilai pulang ke kotanya.
2SA 19:40 Daud berjalan menuju Gilgal disertai Kimham. Seluruh pasukan Yehuda dan separuh dari pasukan Israel ikut mengantarkan raja.
2SA 19:41 Akan tetapi, timbullah pertengkaran antara kedua pihak tersebut. Pasukan Israel memprotes kepada raja, “Tuan, orang Yehuda itu diam-diam pergi menjemput Raja beserta rombongan Tuan dari sungai Yordan! Mereka tidak mengajak kami!”
2SA 19:42 Sebaliknya, pasukan Yehuda menjawab mereka, “Sudah sepantasnya kami melakukan itu, karena raja berasal dari suku kami! Kalian tidak perlu marah! Kami melakukan ini tanpa dibayar baik berupa hadiah maupun makanan.”
2SA 19:43 Jawab orang Israel, “Tetapi kesepuluh suku kami berhak sepuluh kali lebih banyak atas Raja Daud daripada kalian, yang dari suku Yehuda. Kalian sudah meremehkan kami! Bukankah kami yang lebih dahulu menyarankan untuk mengangkat Raja Daud kembali?!” Namun, orang Yehuda membantah mereka dengan lebih keras lagi.
2SA 20:1 Di Gilgal ada seorang yang sering menimbulkan masalah. Namanya Seba anak Bikri, dari suku Benyamin. Dia meniup terompet supaya semua orang mendengar pengumumannya lalu berseru-seru, “Dengar, orang Israel! Kita tidak usah tunduk kepada Daud, anak Isai itu! Biarkan dia memerintah suku Yehuda saja. Mari kita pulang saja!”
2SA 20:2 Maka semua orang dari suku-suku Israel meninggalkan Daud dan pergi mengikuti Seba. Hanya orang Yehuda yang tetap menyertai raja dari sungai Yordan sampai ke Yerusalem.
2SA 20:3 Ketika Daud tiba di istananya, dia memerintahkan supaya kesepuluh selirnya yang dia tinggalkan untuk menjaga istana dipindahkan ke rumah lain, dengan selalu dijaga oleh pengawal. Kebutuhan mereka tetap dipenuhi oleh raja, tetapi dia tidak pernah tidur dengan mereka lagi. Para perempuan itu hidup seperti janda sampai mereka meninggal.
2SA 20:4 Selanjutnya raja berkata kepada Amasa, “Panggillah seluruh pasukan Yehuda supaya lusa kalian berkumpul di sini.”
2SA 20:5 Amasa pun pergi mengumpulkan orang Yehuda, tetapi dia tidak kembali menghadap raja pada waktu yang sudah ditetapkan.
2SA 20:6 Jadi Daud berkata kepada Abisai, “Sekarang Seba akan membuat keadaan lebih berbahaya daripada Absalom. Karena itu, bawalah pasukan yang ada bersama saya dan kejarlah dia, sebelum dia meloloskan diri ke kota yang berbenteng sehingga sulit ditangkap.”
2SA 20:7 Maka Abisai bersama kakaknya, Yoab, berangkat untuk mengejar Seba dengan pasukan yang ada di Yerusalem bersama pasukan pengawal raja.
2SA 20:8 Ketika mereka sampai di sebuah batu besar yang ada di Gibeon, mereka bertemu dengan Amasa. Yoab sedang mengenakan seragam militer dan ikat pinggang. Sebilah pisau terpasang pada ikat pinggangnya itu. Dia segera mendekati Amasa dan merangkulnya dengan tangan kanan seolah-olah memberi salam hangat, tetapi tangan kirinya mengambil pisau itu secara diam-diam sambil berkata kepada Amasa, “Hai Saudaraku! Apa kabar?”
2SA 20:10 Amasa tidak memperhatikan pisau itu, hingga tiba-tiba Yoab menusuk perutnya sampai usus-ususnya terburai dan jatuh ke tanah. Amasa langsung meninggal dengan sekali tusuk. Kemudian Yoab dan Abisai lanjut mengejar Seba.
2SA 20:11 Mayat Amasa tergeletak di tengah jalan dengan berlumuran darah. Yoab sudah memberi perintah kepada salah seorang tentaranya untuk berdiri di dekat mayat itu dan berseru kepada pasukan yang masih lewat untuk mengejar Seba, “Pergi! Teruslah mengejar! Kalau kalian mendukung Yoab dan Raja Daud, cepatlah pergi mengikuti Yoab!” Namun, ketika orang itu melihat bahwa semua yang lewat berhenti untuk melihat mayat Amasa, dia memindahkannya dari jalan dan menutupinya dengan pakaian. Sesudah itu, barulah semua prajurit lewat begitu saja dan bergabung dengan Yoab.
2SA 20:14 Sementara itu, Seba anak Bikri sudah mengunjungi kesepuluh daerah suku Israel untuk menggerakkan pemberontakan. Terakhir, dia mengumpulkan pasukan dari keluarga besarnya dan bersama mereka dia masuk ke dalam kota Abel Bet Maaka.
2SA 20:15 Mendengar itu, Yoab dan pasukannya mulai mengepung kota itu dengan membuat timbunan tanah untuk naik ke atas benteng kota, serta menggunakan balok besar untuk mendobrak benteng tersebut. Mereka sudah mulai merusak dinding benteng itu ketika
2SA 20:16 seorang perempuan yang bijaksana memanggil Yoab dari atas benteng, “Perhatian! Mohon perhatian! Tolong panggilkan Yoab! Saya perlu berbicara dengan dia.”
2SA 20:17 Yoab mendekat dan perempuan itu bertanya, “Apakah Tuan adalah Yoab?” Jawab Yoab, “Ya.” Lalu kata perempuan itu kepadanya, “Tuan, mohon dengarkan saya.” Jawab Yoab, “Ya, silakan bicara.”
2SA 20:18 Kemudian perempuan itu berkata, “Ada pepatah lama yang mengatakan, ‘Untuk menyelesaikan perkara dengan adil, mintalah nasihat dari orang-orang bijaksana di kota Abel.’
2SA 20:19 Kami penduduk kota ini adalah warga kerajaan Israel yang setia dan suka damai. Untuk apa membinasakan sebuah kota di mana banyak umat TUHAN dilahirkan?”
2SA 20:20 Yoab menjawab, “Saya sama sekali tidak ingin membinasakan kotamu!
2SA 20:21 Bukan itu tujuan saya. Saya ke sini untuk mengejar Seba anak Bikri, orang dari perbukitan Efraim. Dia sudah memimpin pemberontakan melawan Raja Daud. Serahkanlah dia, maka saya akan pergi dari kota ini.” Lalu perempuan bijak itu berkata kepada Yoab, “Baiklah. Kepalanya akan dilemparkan kepada Tuan dari atas benteng ini.”
2SA 20:22 Kemudian wanita itu berbicara dengan bijaksana kepada penduduk kota itu. Mereka menerima nasihatnya, lalu memenggal kepala Seba dan melemparkannya kepada Yoab. Kemudian Yoab meniup terompet supaya pasukannya bubar dan pulang ke tempat masing-masing. Yoab kembali ke Yerusalem untuk menghadap Raja Daud.
2SA 20:23 Yoab menjabat sebagai panglima pasukan Israel. Benaya anak Yoyada menjabat sebagai komandan pasukan pengawal raja.
2SA 20:24 Adoram menjabat sebagai kepala mandor atas para buruh kasar. Yosafat anak Ahilud menjabat sebagai kepala juru tulis yang mencatat semua keputusan dan peristiwa dalam kerajaan.
2SA 20:25 Seraya menjadi bendahara negara. Zadok dan Abiatar menjabat sebagai imam besar.
2SA 20:26 Ira, yang berasal dari kota Yair, menjabat sebagai hakim utama di bawah Daud.
2SA 21:1 Pada masa pemerintahan Daud, terjadi bencana kelaparan selama tiga tahun berturut-turut. Lalu Daud berdoa meminta petunjuk TUHAN, dan TUHAN menjawab, “Hal ini terjadi karena Saul sudah melanggar sumpah bangsa Israel kepada orang Gibeon. Saul membunuh keturunan Gibeon, maka sekarang anak-anaknya juga masih bertanggung jawab atas penumpahan darah orang Gibeon itu.”
2SA 21:2 Orang Gibeon bukan keturunan Israel, melainkan keturunan bangsa Amori. Pada zaman Yosua, bangsa Israel sudah bersumpah untuk tidak membinasakan penduduk kota Gibeon. Namun, karena Raja Saul tidak ingin bangsa Israel dan Yehuda tercampur dengan mereka, dia berusaha menghabisi mereka semua. Oleh sebab itu, Raja Daud memanggil tokoh-tokoh dari keturunan Gibeon yang masih hidup untuk mendiskusikan hal ini.
2SA 21:3 Dia bertanya, “Dengan apa kami dapat menebus utang darah kepada kalian, supaya TUHAN kembali memberkati umat-Nya?”
2SA 21:4 Jawab mereka, “Kami tidak mau dibayar dengan harta benda milik Saul maupun keluarganya. Kami juga tidak berhak menuntut hukuman mati atas siapa pun di antara umat Israel.” Bertanyalah Daud, “Kalau begitu, apa yang dapat saya lakukan supaya kalian menganggap masalah ini sudah selesai?”
2SA 21:5 Jawab mereka, “Yang berusaha melenyapkan kami supaya kami punah dari negeri Israel adalah Saul, orang yang diangkat TUHAN sebagai raja. Untuk membalas kejahatannya itu, serahkanlah kepada kami tujuh laki-laki dari keturunan Saul. Kami akan menggantung mereka di hadapan TUHAN di atas bukit Gibea, tempat Saul dahulu sering berkemah.” Lalu raja Daud berkata, “Baiklah. Saya akan menyerahkan mereka kepada kalian.”
2SA 21:7 Namun, raja melindungi Mefiboset anak Yonatan oleh karena sumpah persahabatan antara Daud dan Yonatan di hadapan TUHAN.
2SA 21:8 Tujuh laki-laki dari keturunan Saul yang diserahkan Daud kepada orang Gibeon adalah Armoni dan Mefiboset yang lain— yaitu dua anak Saul dari selirnya yang bernama Rizpa, serta lima cucu Saul dari anak perempuannya yang bernama Merab. (Rizpa adalah anak Aya. Suami Merab adalah Adriel anak Barzilai, dari kota Mehola.) Ketujuh orang itu digantung di hari yang sama pada awal musim panen jelai. Hukuman mati itu dilaksanakan di atas bukit Gibea.
2SA 21:10 Kemudian Rizpa mengambil kain karung dan membentangkannya di atas batu besar di dekat tempat kedua anaknya dan lima anggota keluarga lainnya itu digantung. Dia tinggal di sana menjaga mayat-mayat itu supaya tidak dimakan oleh burung-burung pada siang hari atau binatang buas pada malam hari. Dia terus menjaga di situ selama hampir dua bulan, mulai dari awal musim panen sampai turun hujan yang menandakan akhir musim panen.
2SA 21:11 Daud mendapat laporan tentang apa yang dilakukan Rizpa.
2SA 21:12 Karena itu, Daud menyuruh beberapa petugasnya untuk mengumpulkan tulang-tulang ketujuh orang itu. Mereka juga disuruh mengambil tulang-tulang Saul dan Yonatan dari penduduk kota Yabes. (Dulu, setelah Saul dan Yonatan tewas di Gilboa, mayat mereka digantung oleh orang Filistin di dinding alun-alun kota Bet Syan, tetapi orang-orang dari kota Yabes mencuri kedua mayat itu dan menguburkannya di kota mereka.)
2SA 21:14 Lalu sesuai perintah Daud, para petugas itu menguburkan semua tulang mereka di tempat pemakaman Kis, ayah Saul, di kota Zela di wilayah suku Benyamin. Sesudah peristiwa itu, Allah mengabulkan permohonan umat Israel untuk memberkati hasil panen mereka.
2SA 21:15 Suatu hari bangsa Israel kembali berperang dengan Filistin. Daud dan para tentaranya bertempur melawan pasukan Filistin sampai Daud kelelahan.
2SA 21:16 Isbi Benob, salah seorang keturunan raksasa, ingin mengambil kesempatan itu untuk membunuh Daud. Perlengkapan perang Isbi berupa sebuah pedang baru dan tombak yang beratnya tiga setengah kilogram.
2SA 21:17 Tetapi Abisai datang menolong Daud dan membunuh raksasa Filistin itu. Lalu para pasukan menegaskan kepada Daud, “Tuan adalah harapan bagi Israel! Kami bersumpah di hadapan TUHAN bahwa Tuan tidak akan ikut kami lagi dalam pertempuran. Jangan sampai harapan Israel dipadamkan!”
2SA 21:18 Beberapa waktu kemudian, terjadi lagi pertempuran dengan bangsa Filistin di desa Gob. Pada waktu itu, seorang tentara Israel bernama Sibekai, orang Husa, membunuh Saf, salah satu keturunan raksasa.
2SA 21:19 Sesudah itu, terjadi lagi peperangan dengan bangsa Filistin di Gob. Kali ini, Elhanan anak Yair dari kota Betlehem membunuh saudara Goliat, orang Gat, yang tombaknya berat seperti balok tukang tenun.
2SA 21:20 Kemudian terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin di Gat. Salah satu pahlawan Filistin adalah seorang keturunan raksasa yang sangat besar dan memiliki enam jari di setiap tangan dan kakinya. Jumlah semuanya dua puluh empat!
2SA 21:21 Ketika raksasa itu mengejek bangsa Israel, maka Yonatan, anak Simei kakak Daud, membunuh dia.
2SA 21:22 Jadi, ada empat keturunan raksasa dari kota Gat yang dibunuh oleh Daud dan pasukannya.
2SA 22:1 Inilah lagu yang dinyanyikan Daud untuk memuji TUHAN sesudah dia diselamatkan dari tangan Saul dan musuh-musuhnya yang lain:
2SA 22:2 Bagaikan benteng yang kokoh, Engkau, ya TUHAN, melindungi aku dari musuh-musuhku!
2SA 22:3 Ya Allahku, Engkau seperti gunung batu di mana aku dapat berlindung. Lebih baik daripada perisai dalam pertempuran, Engkau melindungi dan menyelamatkan aku. Ketika musuh-musuhku mengancam aku dengan segala tindakan kejam, Engkau, ya Penyelamatku, bagaikan tempat persembunyian di padang belantara ke mana aku dapat melarikan diri dan berlindung.
2SA 22:4 Oh TUHAN, Engkau layak menerima pujian! Ketika aku berseru kepada-Mu, Engkau menyelamatkanku dari musuh-musuhku.
2SA 22:5 Ketika aku merasa seperti akan tenggelam dalam ombak-ombak laut, seperti tertangkap dan terikat untuk dibuang ke dalam Syeol,
2SA 22:7 aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Ya, dalam kesesakan hebat, ketika aku berseru kepada-Mu, ya Allahku, dari rumah-Mu Engkau mendengarkan aku. Doaku masih Engkau dengar.
2SA 22:8 Maka bangkitlah murka-Mu, sehingga bumi bergoncang dan tiang-tiang penopang langit pun gemetar.
2SA 22:9 Hembusan asap keluar dari hidung-Mu dan semburan bara api dari mulut-Mu.
2SA 22:10 Engkau membuka langit dan melangkah turun untuk menyelamatkanku. Engkau berpijak di atas awan gelap.
2SA 22:11 Begitu cepatnya Engkau datang, seolah dibawa terbang di atas sayap malaikat penjaga, lebih cepat daripada burung.
2SA 22:12 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan kegelapan dan tak terlihat saat datang karena dikelilingi awan tebal.
2SA 22:13 Lalu dari sekeliling-Mu terpancar kilat dan api.
2SA 22:14 Suara-Mu, ya TUHAN Yang Mahatinggi, bergemuruh seperti guntur dari langit.
2SA 22:15 Saat Engkau menyerukan teriakan perang, hembusan nafas-Mu menjadi angin kencang yang menyingkapkan air laut sampai dasarnya dan fondasi bumi pun terlihat. Bagaikan pemanah, Engkau menghujani musuh-musuhku dengan tembakan kilat hingga mereka lari berhamburan.
2SA 22:17 Dari atas, Engkau mengulurkan tangan-Mu dan mengangkat aku keluar dari lautan bahaya.
2SA 22:18 Terima kasih, ya TUHAN, karena Engkau melihat musuh-musuhku terlalu kuat bagiku, maka Engkau menyelamatkan aku dari semua orang yang membenciku.
2SA 22:19 Mereka menyerangku pada saat aku lemah dan susah, tetapi Engkaulah yang menopang aku.
2SA 22:20 Engkau membawa aku keluar ke tempat yang aman karena aku berkenan di mata-Mu.
2SA 22:21 Ya, TUHAN, Engkau sudah menyelamatkanku sebab aku hidup benar di hadapan-Mu. Aku diberkati karena tidak bersalah
2SA 22:22 dan aku menaati perintah-perintah-Mu. Aku tidak meninggalkan-Mu untuk melakukan kejahatan.
2SA 22:23 Aku senantiasa memperhatikan semua peraturan-Mu dan tidak melanggar ketetapan-ketetapan-Mu.
2SA 22:24 Engkau tahu bahwa aku benar-benar menjaga diriku agar tidak bercela karena dosa.
2SA 22:25 Itu sebabnya Engkau, ya TUHAN, memberkatiku, karena Engkau melihat aku hidup dengan tulus hati di hadapan-Mu.
2SA 22:26 Engkau setia kepada orang yang setia kepada-Mu. Engkau baik kepada orang yang baik.
2SA 22:27 Engkau menunjukkan ketulusan hati-Mu kepada orang yang tulus hati. Tetapi Engkau membalas orang yang menipu sesuai perbuatan mereka!
2SA 22:28 Engkau menyelamatkan orang yang rendah hati. Tetapi orang yang sombong akan Engkau rendahkan pada waktu yang tepat.
2SA 22:29 Ya TUHAN, Engkau bagaikan cahaya yang menerangi aku dalam kegelapan.
2SA 22:30 Dengan pertolongan-Mu aku sanggup menghadapi gerombolan musuh. Ketika Engkau menguatkan aku, ya Allahku, aku bisa melompati benteng kota musuh-musuhku!
2SA 22:31 Segala sesuatu yang Engkau lakukan itu sempurna dan setiap perkataan-Mu terbukti benar. Engkau seperti perisai bagi semua yang berlindung pada-Mu.
2SA 22:32 Sebab tidak ada dewa yang sebanding dengan Engkau, ya TUHAN. Hanya Engkau, ya Allah kami, yang bagaikan gunung batu bagi umat-Mu.
2SA 22:33 Ya, Engkau adalah Pelindung yang kuat bagiku. Engkau menjaga jalan hidupku selalu aman.
2SA 22:34 Dan kepadaku Engkau memberikan kemampuan seperti rusa supaya aku dapat berlari di gunung tanpa tersandung.
2SA 22:35 Engkau yang melatih tubuhku untuk bertempur hingga tanganku kuat membidikkan busur yang berat.
2SA 22:36 Aku dapat menang dalam pertempuran hanya karena Engkau melindungiku. Aku memperoleh kedudukan tinggi hanya karena Engkau membungkuk untuk mengangkatku.
2SA 22:37 Aku tidak tersandung jatuh karena Engkau melebarkan jalan bagiku.
2SA 22:38 Aku sudah mengejar dan membantai semua musuhku. Aku tidak berhenti mengejar mereka sebelum semuanya dimusnahkan.
2SA 22:39 Aku menghancurkan dan menghabisi mereka hingga tergeletak di kakiku dan tak bisa bangkit.
2SA 22:40 Engkau sudah memperlengkapi aku dengan kekuatan untuk bertempur. Engkau membuat musuh-musuhku bertekuk lutut di kakiku.
2SA 22:41 Engkaulah yang membuat mereka berbalik dan melarikan diri, agar aku dapat melenyapkan semua yang membenciku.
2SA 22:42 Mereka berteriak minta tolong kepada dewa-dewa, tetapi tidak ada yang menyelamatkan mereka. Bahkan mereka berseru kepada-Mu, ya TUHAN, tetapi Engkau tidak menjawab mereka.
2SA 22:43 Aku memukul mereka sampai hancur seperti debu tanah dan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.
2SA 22:44 Engkau sudah meluputkan aku dari perlawanan rakyatku sendiri dan mengangkat aku sebagai penguasa atas bangsa-bangsa. Orang-orang yang tidak aku kenal melayaniku.
2SA 22:45 Baru saja mereka mendengar tentang kuasaku, mereka langsung bersujud dan tunduk kepadaku.
2SA 22:46 Dengan gemetar mereka keluar dari kota benteng mereka dan menyerahkan diri menjadi budak-budakku.
2SA 22:47 Oh TUHAN, Engkau hidup! Terpujilah Engkau yang bagaikan gunung batu bagiku! Biarlah Engkau, ya Pelindung dan Penyelamatku, senantiasa ditinggikan.
2SA 22:48 Engkau selalu menyelamatkan aku dari musuh-musuhku dan membalas mereka yang hendak melakukan kejahatan dan kekerasan kepadaku. Engkau bahkan membuat bangsa-bangsa tunduk kepadaku.
2SA 22:50 Maka di hadapan orang dari segala bangsa, aku akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN! Aku akan senantiasa menyanyikan puji-pujian bagi-Mu!
2SA 22:51 Terima kasih, TUHAN, karena Engkau memberikan kemenangan besar kepada raja pilihan-Mu dan tetap menunjukkan kasih serta kesetiaan-Mu kepadaku dan keturunanku untuk selama-lamanya!
2SA 23:1 Inilah pesan terakhir dari Daud, pengarang lagu pujian yang indah, yang dipilih oleh Allah Yakub dan diangkat dari tempat rendah menjadi raja Israel:
2SA 23:2 “Roh TUHAN sudah berbicara melalui aku! Kata-kata yang aku ucapkan berasal dari-Nya.
2SA 23:3 Allah Israel bagaikan tempat berlindung di gunung batu. Dialah yang berkata kepadaku, ‘Bila seorang raja memerintah dengan adil berdasarkan takut dan hormat kepada-Ku
2SA 23:4 dia akan menjadi berkat bagi rakyatnya, bagaikan cahaya matahari terbit di pagi yang cerah, dan seperti sinar matahari sehabis hujan yang membuat rumput berkilauan.’
2SA 23:5 “Demikianlah Allah memandang pemerintahan yang akan berlangsung melalui keturunanku. Untuk itulah Dia membuat perjanjian abadi denganku, perjanjian yang sudah ditetapkan dan tidak akan berubah. Dan itulah sebabnya Dia selalu menjamin keselamatanku dan mengabulkan semua yang aku inginkan.
2SA 23:6 Tetapi orang-orang jahat bagaikan semak berduri. Agar orang lain tak terkena durinya, semak itu dikumpulkan bukan dengan tangan, melainkan dengan besi atau kayu, lalu dibakar habis. Demikianlah orang-orang jahat akan dikumpulkan untuk dimusnahkan!”
2SA 23:8 Inilah nama-nama tentara Daud yang mendapat kehormatan tertinggi: Ada tiga perwira utama. Yang pertama bernama Yoseb Basebet, orang Takmoni. Dia menjadi pimpinan dalam kelompok tiga perwira itu. Yoseb sangat mahir menggunakan tombak. Dengan tombaknya, dia pernah membunuh delapan ratus orang dalam satu pertempuran.
2SA 23:9 Yang kedua bernama Eleasar anak Dodo, cucu Ahohi. Dia menjadi salah satu perwira utama karena suatu kali, ketika pasukan Israel bertempur melawan orang Filistin, semua tentara mundur. Hanya Eleasar yang tetap mendampingi Daud menghadapi mereka.
2SA 23:10 Eleasar terus bertahan dan membunuh begitu banyak musuh sampai tangannya kelelahan dan otot jari-jarinya kaku, sehingga dia tidak bisa melepaskan pedangnya. Melalui Eleasar, TUHAN memberikan kemenangan besar hari itu. Ketika pasukan Israel yang sudah mundur kembali ke tempat itu, mereka tinggal menjarah barang-barang milik tentara Filistin yang sudah mati.
2SA 23:11 Yang ketiga bernama Syama anak Age, dari daerah Harari. Suatu hari pasukan Filistin menyerang pasukan Israel di daerah Lehi. Pertempuran itu terjadi di suatu ladang yang penuh dengan tanaman kacang merah. Orang Israel melarikan diri,
2SA 23:12 tetapi Syama tetap berdiri di tengah ladang itu untuk mempertahankannya. Dia sendiri yang mengalahkan orang Filistin, dan melalui dia TUHAN memberikan kemenangan besar bagi Israel.
2SA 23:13 Ketiga perwira utama tadi juga termasuk dalam kelompok tiga puluh perwira unggulan. Pada musim panen, orang Filistin hendak merampas hasil panen Israel. Sekelompok pasukan Filistin sudah berkemah di lembah Refaim, dan kelompok lainnya menduduki kota Betlehem. Daud dan sebagian pasukannya berlindung di Gua Adulam. Suatu hari, ketiga perwira itu datang menemui Daud.
2SA 23:15 Berkatalah Daud, “Ah, saya ingin sekali minum air dari sumur di dekat pintu gerbang Betlehem!”
2SA 23:16 Mendengar itu, tiga perwira tadi menerobos baris penjagaan Filistin sampai melewati pos di Betlehem. Lalu mereka menimba air dari sumur itu dan membawanya kepada Daud. Akan tetapi, Daud tidak jadi meminumnya. Dia menumpahkan air itu sebagai persembahan kepada TUHAN
2SA 23:17 sambil berkata, “Ya TUHAN, aku tidak akan meminum air ini, karena nilainya seharga darah ketiga orang yang sudah mempertaruhkan nyawa mereka untuk mengambilnya.” Jadi Daud tidak mau minum. Itulah salah satu tindakan berani yang dilakukan oleh tiga perwira utama tadi.
2SA 23:18 Abisai, yaitu adik Yoab, adalah komandan tiga puluh perwira unggulan. Dia pernah membunuh tiga ratus tentara musuh dengan tombaknya. Karena itu dia menjadi terkenal sama seperti tiga perwira utama.
2SA 23:19 Walaupun Abisai sangat dihormati dan menjadi komandan mereka, dia tidak masuk dalam ketiga perwira utama.
2SA 23:20 Benaya anak Yoyada dari kota Kabsel adalah pemberani yang melakukan banyak perbuatan hebat. Dia pernah membunuh dua orang perkasa dari Moab. Juga pada suatu hari yang bersalju, dia memburu seekor singa sampai masuk ke dalam sebuah lubang besar di tanah untuk membunuh singa itu.
2SA 23:21 Benaya juga mengalahkan seorang Mesir yang tinggi besar. Orang Mesir itu memegang sebuah tombak, sementara Benaya menghadapinya dengan bersenjatakan kayu pemukul. Dia merebut tombak dari tangan orang Mesir itu lalu membunuh dia dengan tombaknya sendiri.
2SA 23:22 Tindakan-tindakan berani itu membuat Benaya terkenal seperti tiga perwira utama.
2SA 23:23 Dia sangat dihormati di antara ketiga puluh perwira unggulan, tetapi tidak termasuk dalam tiga perwira utama. Daud mengangkat dia menjadi komandan pasukan pengawalnya.
2SA 23:24 Inilah nama-nama tiga puluh perwira unggulan itu: Asael, adik kedua Yoab; Elhanan anak Dodo, dari kota Betlehem;
2SA 23:25 Sama dan Elika, dari kota Harod;
2SA 23:26 Helez dari kota Palti; Ira anak Ikes, dari kota Tekoa;
2SA 23:27 Abiezer, dari kota Anatot; Mebunai anak Husa;
2SA 23:28 Zalmon anak Ahohi; Maharai, dari kota Netofa;
2SA 23:29 Heled anak Bana, dari Netofa; Itai anak Ribai, dari kota Gibea di wilayah Benyamin;
2SA 23:30 Benaya, dari kota Piraton; Hidai, dari lembah Gaas;
2SA 23:31 Abialbon, dari daerah Arbat; Asmawet, dari desa Bahurim;
2SA 23:32 Elyaba, dari kota Salbon; dua anak Yasin, Yonatan dan
2SA 23:33 Syama, dari kota Harari; Ahiam anak Sarar, dari Harari;
2SA 23:34 Elifelet anak Ahasbai, dari kota Maaka; Eliam anak Ahitofel, dari kota Gilo;
2SA 23:35 Hezrai, dari kota Karmel; Perai, dari kota Arbi;
2SA 23:36 Igal anak Natan, dari kota Zoba, Bani, dari suku Gad;
2SA 23:37 Zelek, orang dari bangsa Amon; Naharai, dari kota Beerot, salah satu pembawa senjata Yoab;
2SA 23:38 Ira dan Gareb, dari kota Yetri;
2SA 23:39 dan Uria, orang dari bangsa Het. Semuanya berjumlah tiga puluh tujuh orang.
2SA 24:1 Suatu hari, TUHAN murka kepada umat Israel. Untuk menimpakan hukuman atas mereka, Dia menimbulkan dorongan dalam hati Daud dengan berkata, “Hitunglah jumlah orang Israel dan Yehuda.”
2SA 24:2 Lalu Daud menyuruh Yoab, panglima tentara Israel, “Pergilah ke seluruh negeri dari ujung utara Israel sampai ujung selatan, yaitu dari wilayah Dan sampai Bersyeba, untuk menghitung laki-laki dewasa, supaya saya tahu jumlah orang yang sanggup bertempur.”
2SA 24:3 Jawab Yoab kepadanya, “Tuanku Raja, semoga dalam hidup Tuan, TUHAN Allah melipatgandakan jumlah rakyat Israel hingga seratus kali lipat dan Tuan masih sempat menyaksikannya! Biarlah Tuanku Raja tidak mengadakan sensus ini.”
2SA 24:4 Namun, raja bersikeras supaya perintahnya dilaksanakan. Maka Yoab dan para komandan di bawahnya pergi untuk mengadakan sensus itu.
2SA 24:5 Mereka menyeberangi sungai Yordan lalu berkemah di sebelah selatan kota Aroer, yang berada di tengah lembah di daerah suku Gad. Sesudah menghitung semua laki-laki di daerah itu, mereka lanjut ke utara sampai ke kota Yazer.
2SA 24:6 Selanjutnya mereka bergerak ke utara lagi, ke wilayah Gilead dan kota Tahtim Hodsi. Lalu mereka kembali menyeberangi Yordan dan menghitung orang di ujung utara Israel mulai dari kota Dan Yaan, dan lanjut ke selatan sampai ke daerah kota Sidon.
2SA 24:7 Dari situ mereka lanjut ke selatan ke daerah kota Tirus. (Kota itu dikelilingi benteng.) Lalu mereka menjelajahi semua daerah yang dulu dimiliki oleh bangsa Hewi dan bangsa Kanaan. Mereka melanjutkan perjalanan ke selatan sampai ke padang belantara di bagian selatan daerah suku Yehuda, dan terakhir kota Bersyeba di ujung paling selatan.
2SA 24:8 Perjalanan menjelajahi seluruh Israel itu memakan waktu sembilan bulan dan dua puluh hari. Kemudian pasukan yang melakukan sensus kembali ke Yerusalem.
2SA 24:9 Yoab melaporkan hasil sensusnya kepada raja. Jumlah laki-laki yang sanggup bertempur adalah 800.000 orang dari suku-suku Israel selain Yehuda, dan 500.000 orang dari suku Yehuda saja.
2SA 24:10 Akan tetapi, sesudah sensus itu selesai, Daud merasa bersalah dan dia berdoa kepada TUHAN, “Aku sangat berdosa karena melakukan hal ini! Ya TUHAN, mohon ampunilah hamba-Mu yang sudah bertindak sangat bodoh.”
2SA 24:11 Keesokan paginya sebelum Daud bangun, TUHAN sudah menyampaikan jawaban atas doa Daud kepada nabi Gad. Gad menjabat sebagai nabi yang melapor kepada raja.
2SA 24:12 TUHAN berkata kepada Gad, “Sampaikanlah kepada Daud, ‘Inilah perkataan TUHAN: Aku memberikan tiga pilihan hukuman karena sensus yang kamu laksanakan. Pilihlah salah satu, dan Aku akan melakukannya.’”
2SA 24:13 Lalu Gad menyampaikan pesan itu kepada Daud. Dia berkata, “TUHAN memberikan tiga pilihan ini: Yang pertama, kelaparan di seluruh Israel selama tiga tahun. Yang kedua, bangsa Israel dikalahkan oleh musuh-musuhnya sehingga pasukan Israel terpaksa melarikan diri selama tiga bulan. Atau pilihan ketiga, wabah penyakit melanda seluruh Israel selama tiga hari. Biarlah Raja memikirkannya baik-baik lebih dulu, dan saya akan menyampaikan pilihanmu kepada TUHAN.”
2SA 24:14 Jawab Daud, “Aduh! Celakalah saya! Lebih baik kita menerima hukuman langsung dari tangan TUHAN daripada melalui manusia, karena Dia penuh belas kasihan.”
2SA 24:15 Jadi, mulai pagi itu TUHAN mengirim malaikat maut yang mendatangkan wabah penyakit kepada bangsa Israel selama tiga hari. Tujuh puluh ribu orang meninggal di seluruh wilayah Israel, dari ujung utara sampai ujung selatan, yaitu dari wilayah Dan sampai Bersyeba. Namun, ketika malaikat maut sampai ke Yerusalem, dan saat dia mengulurkan tangan untuk membunuh penduduknya, TUHAN berbelas kasihan kepada umat yang menderita karena hukuman dari-Nya. Maka Dia berkata kepada malaikat itu, “Cukup! Turunkanlah tanganmu sekarang!” Waktu itu, sang malaikat sedang berada di tempat pengirikan milik Arauna, orang Yebus.
2SA 24:17 Ketika Daud melihat malaikat maut itu, dia berdoa, “TUHAN, akulah yang sudah berbuat dosa dan melakukan kesalahan, bukan rakyatku. Mereka seperti domba-domba yang tak bersalah. Biarlah aku dan keluargaku saja yang menanggung hukuman-Mu.”
2SA 24:18 Beginilah rincian peristiwa berhentinya hukuman itu. Pada hari itu, Gad datang menemui Daud dan berkata, “Bangunlah sebuah mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan milik Arauna.”
2SA 24:19 Maka Daud pergi untuk melakukan sesuai perintah TUHAN itu.
2SA 24:20 Ketika Arauna melihat raja dan para pegawainya datang, dia keluar menyambut mereka dan bersujud untuk menghormati raja.
2SA 24:21 Arauna bertanya, “Ada keperluan apa sehingga Tuanku datang ke tempat hambamu ini?” Jawab Daud, “Saya mau membeli tempat pengirikanmu untuk mendirikan sebuah mezbah bagi TUHAN. Saya akan mempersembahkan kurban-kurban untuk memohon agar Dia menghentikan wabah penyakit ini.”
2SA 24:22 Lalu Arauna berkata kepada Daud, “Silakan Tuanku Raja mengambil segala sesuatu yang Tuan perlukan untuk melakukan persembahan kepada TUHAN! Saya berikan semuanya, termasuk sepasang sapi ini untuk kurban yang dibakar habis, dan seluruh alat kayu di pengirikan ini dapat dijadikan kayu bakar.
2SA 24:23 Hamba serahkan semuanya kepada Tuanku Raja. Semoga TUHAN Allah berkenan kepada persembahan Tuan!”
2SA 24:24 Tetapi Daud berkata, “Jangan begitu! Saya harus membelinya. Tidak pantas saya mempersembahkan kepada TUHAN Allah kurban binatang yang saya terima secara gratis.” Jadi, Daud membeli tempat pengirikan dan sepasang sapi itu seharga enam ratus gram perak.
2SA 24:25 Lalu Daud mendirikan sebuah mezbah bagi TUHAN di sana dan mempersembahkan banyak kurban yang dibakar habis serta kurban tanda damai. TUHAN mengabulkan doa Daud untuk menghentikan wabah penyakit yang menyerang umat Israel.
1KI 1:1 Raja Daud sudah sangat tua, dan badannya selalu kedinginan walaupun ditutupi dengan banyak selimut.
1KI 1:2 Maka para pejabat istana berkata kepadanya, “Yang Mulia, izinkan kami mencarikan seorang gadis untuk melayani dan merawat Raja. Dia bisa berbaring dalam pelukan Tuan sehingga badan Tuan tetap hangat.”
1KI 1:3 Lalu mereka mencari gadis tercantik di seluruh Israel, dan menemukan Abisag dari kota Sunem. Mereka pun membawanya kepada raja.
1KI 1:4 Gadis itu sangat cantik. Dia merawat dan melayani raja, tetapi raja tidak bersetubuh dengannya.
1KI 1:5 Daud dan Hagit, istrinya, mempunyai anak bernama Adonia, adik Absalom. Adonia sangat tampan. Daud begitu memanjakan dia sehingga tidak pernah menegurnya dengan keras meskipun dia melakukan kesalahan. Akibatnya, Adonia menjadi sombong, dan dia berkata, “Aku akan menjadi raja.” Dia pun membeli beberapa kereta mewah serta membayar beberapa pengendara dan lima puluh pengawal untuk berlari di depan keretanya.
1KI 1:7 Adonia kemudian berunding dengan Yoab anak Zeruya dan Imam Abiatar. Keduanya sepakat untuk mendukung dia.
1KI 1:8 Akan tetapi, Imam Zadok, Benaya anak Yoyada, Nabi Natan, Simei, Rei, dan para perwira Daud menolak untuk mendukung Adonia.
1KI 1:9 Suatu hari, Adonia mengadakan pesta besar di Batu Zohelet dekat En Rogel, dengan mengurbankan domba, sapi, dan anak sapi yang gemuk. Dia mengundang semua putra Raja Daud kecuali Salomo, adik tirinya. Hampir semua pejabat dari suku Yehuda juga diundang, tetapi Nabi Natan, Benaya, dan pasukan pengawal raja tidak diundangnya.
1KI 1:11 Maka Nabi Natan menemui Batsyeba, ibu Salomo, dan berkata, “Sudahkah Ratu mendengar bahwa Adonia mengangkat dirinya menjadi raja tanpa sepengetahuan tuan kita Daud?
1KI 1:12 Karena itu dengarkanlah nasihat saya, supaya Ratu bisa menyelamatkan nyawa Ratu sendiri dan anakmu Salomo.
1KI 1:13 Pergilah kepada tuan kita dan katakan kepadanya, ‘Tuanku Raja, bukankah engkau sudah bersumpah kepada hambamu ini bahwa Salomo akan menjadi raja? Engkau pernah berkata, “Aku berjanji dengan sumpah bahwa anakmu Salomo akan menggantikan aku sebagai raja. Dialah yang akan duduk di takhtaku.” Kalau begitu, mengapa sekarang Adonia menjadi raja?’
1KI 1:14 Nanti, sementara Ratu sedang berbicara dengan raja, saya akan datang dan menjelaskan bahwa apa yang Ratu katakan itu benar.”
1KI 1:15 Maka Batsyeba pergi menghadap raja di kamar pribadinya. Waktu itu raja sudah sangat tua dan Abisag sedang melayaninya.
1KI 1:16 Batsyeba bersujud di hadapan raja, lalu raja bertanya, “Apa yang hendak kamu minta?”
1KI 1:17 Jawab Batsyeba, “Ya Tuanku, engkau sudah bersumpah kepada hambamu ini demi TUHAN Allahmu dengan berkata, ‘Aku berjanji bahwa anakmu Salomo akan menggantikanku sebagai raja. Dialah yang akan duduk di takhtaku.’
1KI 1:18 Tetapi sekarang, Adonia sudah mengangkat dirinya menjadi raja, dan itu terjadi tanpa sepengetahuan Tuanku Raja.
1KI 1:19 Dia sudah mengurbankan banyak domba, sapi, dan anak sapi yang gemuk. Dia juga mengundang semua putra raja, Imam Abiatar, dan Yoab panglima tentara. Tetapi Salomo, hambamu, tidak diundang.
1KI 1:20 Sekarang seluruh Israel sedang menantikan Tuanku Raja untuk mengumumkan kepada mereka siapa yang akan duduk di takhta setelah engkau.
1KI 1:21 Kalau Tuanku Raja tidak bertindak, aku dan anakku Salomo akan dianggap sebagai pengkhianat setelah Tuanku meninggal nanti.”
1KI 1:22 Saat Batsyeba sedang berbicara dengan Daud, datanglah Nabi Natan.
1KI 1:23 Lalu Daud diberitahu, “Nabi Natan ada di sini.” Waktu Natan masuk, dia bersujud di hadapan raja.
1KI 1:24 Natan berkata, “Tuanku Raja, apakah engkau pernah mengumumkan bahwa Adonia akan menggantikan engkau dan duduk di takhta Tuanku?
1KI 1:25 Karena hari ini dia sudah pergi mengurbankan banyak domba, sapi, dan anak sapi yang gemuk. Dia mengundang anak-anak raja, para komandan tentara, dan Imam Abiatar. Saat ini mereka sedang makan minum bersamanya, dan mereka bersorak, ‘Hidup Raja Adonia!’
1KI 1:26 Tetapi dia tidak mengundang hamba, Imam Zadok, Benaya, dan putramu Salomo.
1KI 1:27 Apakah Yang Mulia menyuruh semua ini tanpa memberitahu kami siapa yang akan mewarisi takhta Tuanku Raja?”
1KI 1:28 Lalu Daud berkata, “Panggil Batsyeba!” Maka Batsyeba datang dan berdiri di hadapan raja.
1KI 1:29 Daud pun bersumpah, “Di hadapan TUHAN yang hidup, yang sudah menyelamatkan aku dari semua bahaya,
1KI 1:30 hari ini, demi nama TUHAN, Allah Israel, aku menepati sumpahku kepadamu. Putramu Salomo akan menjadi raja menggantikan aku, dan dia akan duduk di atas takhtaku.”
1KI 1:31 Lalu Batsyeba bersujud di hadapan raja dan berkata, “Semoga Tuanku hidup selama-lamanya!”
1KI 1:32 Kemudian Raja Daud berkata, “Panggil Imam Zadok, Nabi Natan, dan Benaya!” Maka mereka datang menghadap raja.
1KI 1:33 Kata raja kepada mereka, “Naikkanlah putraku Salomo ke atas bagal betinaku. Lalu bersama para pelayanku, bawalah dia ke mata air di Gihon.
1KI 1:34 Di sana, Imam Zadok dan Nabi Natan akan mengurapi dia menjadi raja Israel. Lalu tiuplah terompet dan bersoraklah, ‘Hidup Raja Salomo!’
1KI 1:35 Setelah itu iringilah dia kembali ke istana. Dia akan duduk di takhta saya, karena dia akan menjadi raja menggantikan saya. Saya sudah menunjuknya untuk memerintah atas Israel dan Yehuda.”
1KI 1:36 Jawab Benaya, “Amin! Biarlah TUHAN, Allah Tuanku Raja, menghendaki demikian!
1KI 1:37 Semoga TUHAN menyertai Salomo sebagaimana Dia sudah menyertai Yang Mulia selama ini, bahkan semoga TUHAN membuat dia menjadi raja yang lebih besar daripada Tuanku!”
1KI 1:38 Maka Imam Zadok, Nabi Natan, Benaya, beserta kedua pasukan pengawal Raja Daud membawa Salomo ke Gihon. Salomo mengendarai bagal milik Raja Daud.
1KI 1:39 Imam Zadok membawa tabung tanduk berisi minyak zaitun yang dia ambil dari kemah TUHAN, lalu mengurapi Salomo menjadi raja. Kemudian beberapa orang meniup terompet dan semua rakyat yang hadir di sana bersorak, “Hidup Raja Salomo!”
1KI 1:40 Kemudian dengan penuh sukacita, rakyat mengiring Salomo kembali ke Yerusalem sambil memainkan suling. Mereka bersorak sorai dengan sangat riang, hingga tanah pun bergetar karena suara mereka.
1KI 1:41 Adonia dan semua tamu undangannya mendengar keramaian itu saat mereka baru selesai makan. Ketika Yoab mendengar bunyi terompet, dia bertanya, “Kenapa begitu ramai di kota?”
1KI 1:42 Sementara Yoab masih berbicara, datanglah Yonatan, anak Imam Abiatar. Adonia berkata, “Masuklah! Kamu orang baik, jadi pasti kamu membawa kabar baik.”
1KI 1:43 Jawab Yonatan, “Tuan kita Raja Daud baru saja mengangkat Salomo menjadi raja.
1KI 1:44 Raja Daud sudah menyuruh Imam Zadok, Nabi Natan, Benaya, dan kedua pasukan pengawal raja untuk mengiringi Salomo ke Gihon. Salomo menunggangi bagal milik Daud.
1KI 1:45 Di Gihon, Imam Zadok dan Nabi Natan mengurapi Salomo menjadi raja. Mereka baru saja pulang dari sana dengan bersukaria. Itulah sebabnya seisi kota bersorak-sorai seperti yang kalian dengar.
1KI 1:46 Sekarang Salomo sudah duduk di takhta kerajaan.
1KI 1:47 Bahkan para pelayan raja pun sudah datang untuk mengucapkan selamat kepada Tuan kita Raja Daud. Kata mereka, ‘Kiranya Allahmu membuat Salomo menjadi raja yang lebih terkenal dan lebih besar daripada Yang Mulia!’ Lalu Raja Daud bersujud di tempat tidurnya
1KI 1:48 dan berdoa, ‘Terpujilah TUHAN, Allah Israel, karena hari ini Dia sudah menyediakan penerus untuk duduk di takhtaku dan mengizinkan aku menyaksikan peristiwa penting ini.’”
1KI 1:49 Mendengar kabar itu, semua tamu Adonia panik dan pergi meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
1KI 1:50 Adonia takut kepada Salomo. Jadi dia pergi ke kemah TUHAN lalu memegang tanduk di sudut-sudut mezbah kurban untuk meminta perlindungan TUHAN.
1KI 1:51 Lalu seseorang melapor kepada Salomo, “Adonia takut kepada Yang Mulia. Dia pergi memegang tanduk-tanduk mezbah dan berkata, ‘Biarlah Raja Salomo berjanji untuk tidak membunuh hambanya ini.’”
1KI 1:52 Salomo menjawab, “Kalau Adonia membuktikan bahwa dia tidak membuat onar dalam kerajaan, saya tidak akan menyakiti dia sedikit pun. Tetapi kalau ternyata dia berkhianat, dia harus mati.”
1KI 1:53 Kemudian Raja Salomo mengirim beberapa orang untuk menjemput Adonia dari mezbah. Adonia pun datang dan bersujud di hadapan Salomo. Kemudian Salomo menyuruh dia pulang.
1KI 2:1 Beberapa waktu kemudian, Daud merasakan bahwa kematiannya sudah dekat. Maka dia memberikan beberapa perintah kepada Salomo,
1KI 2:2 “Tidak lama lagi aku akan mati. Oleh sebab itu, kamu harus kuat dan bersikaplah selayaknya laki-laki!
1KI 2:3 Lakukan peraturan TUHAN Allahmu. Taatilah semua petunjuk, ketetapan, perintah, keputusan, dan hukum-Nya, yang tertulis dalam Taurat Musa, supaya kamu berhasil ke mana pun kamu melangkah dan dalam segala hal yang kamu kerjakan.
1KI 2:4 Kalau kamu setia melakukan perintah TUHAN, maka Dia akan memenuhi janji yang pernah diucapkan-Nya kepadaku, yaitu, ‘Apabila keturunanmu terus menjaga cara hidup mereka agar tetap setia kepada-Ku dengan segenap hati dan penuh semangat, maka mereka akan terus memerintah atas Israel turun temurun.’
1KI 2:5 “Selain itu, kamu tahu apa yang pernah dilakukan Yoab anak Zeruya kepadaku, yaitu ketika dia membunuh dua panglima Israel, Abner anak Ner dan Amasa anak Yeter. Saat itu mereka bukan musuh perang. Jadi, Yoab ternoda oleh darah pembunuhan kedua rekannya itu.
1KI 2:6 Karena itu buatlah keputusan yang tepat bagi Yoab. Dia layak dihukum mati. Jangan biarkan dia meninggal dengan tenang di usia tuanya.
1KI 2:7 “Mengenai anak-anak lelaki Barzilai, orang Gilead itu, perlakukanlah mereka dengan baik. Biarkan mereka tetap makan semeja dengan semua pejabat kerajaanmu, karena mereka sudah menolongku saat aku melarikan diri dari kakakmu, Absalom.
1KI 2:8 “Ingatlah perbuatan yang dilakukan Simei anak Gera, orang Benyamin dari Bahurim. Pada hari aku melarikan diri ke Mahanaim, dia berulang-ulang mengumpati aku dengan sangat kejam. Tetapi kemudian dalam perjalanan kembali ke Yerusalem, sesudah rombongan besar membantu kami menyeberangi sungai Yordan, Simei datang menjemput aku, lalu aku bersumpah di hadapan TUHAN, ‘Saya tidak akan menghukum kamu mati.’
1KI 2:9 Namun sekarang, jangan biarkan dia bebas dari hukuman atas kesalahannya itu. Kamu orang yang bijaksana. Kamu tahu ganjaran apa yang pantas baginya. Jangan biarkan dia meninggal dengan tenang di usia tuanya. Dia layak dihukum mati.”
1KI 2:10 Tak lama kemudian Daud meninggal dunia dan dikuburkan di bagian lama Yerusalem, yang disebut Kota Daud.
1KI 2:11 Daud memerintah sebagai raja Israel selama empat puluh tahun: tujuh tahun di Hebron dan tiga puluh tiga tahun di Yerusalem.
1KI 2:12 Maka Salomo memerintah menggantikan ayahnya, dan semakin kuatlah kerajaannya itu.
1KI 2:13 Suatu hari, Adonia, anak Daud dari istrinya yang bernama Hagit, datang kepada Batsyeba, ibu Salomo. Batsyeba bertanya, “Apakah kamu datang dengan maksud baik?” Adonia menjawab, “Ya, dengan maksud baik.”
1KI 2:14 Kata Adonia lagi, “Ada yang ingin saya bicarakan dengan Ibu.” Jawab Batsyeba, “Katakanlah.”
1KI 2:15 Adonia berkata, “Ibu tahu bahwa sesungguhnya sayalah yang berhak menjadi raja, dan seluruh rakyat Israel mengharapkan saya menjadi raja. Tetapi keadaan malah terbalik, kerajaan ini diberikan kepada adik saya karena itulah keputusan TUHAN.
1KI 2:16 Jadi sekarang, hanya satu permintaan saya. Mohon jangan menolak permintaan ini.” Tanya Batsyeba, “Apa yang kamu inginkan?”
1KI 2:17 Jawab Adonia, “Tolong minta kepada Raja Salomo supaya dia mengizinkan saya menikahi Abisag, gadis Sunem itu. Saya yakin dia tidak akan menolak jika Ibu yang memintanya.”
1KI 2:18 Batsyeba menjawab, “Baiklah, saya akan menyampaikan permintaanmu kepadanya.”
1KI 2:19 Lalu Batsyeba pergi menemui Salomo untuk menyampaikan permintaan Adonia. Salomo berdiri menyambut dia dan memberi hormat kepada ibunya itu, lalu kembali duduk di takhta. Salomo memerintahkan pelayannya menaruh tempat duduk untuk ibunda raja, lalu duduklah Batsyeba di sebelah kanan Salomo.
1KI 2:20 Kemudian Batsyeba berkata, “Ibu punya satu permintaan kecil untukmu. Tolong jangan menolaknya.” Jawab Salomo, “Katakanlah permintaan itu, Ibu. Aku tidak akan menolak.”
1KI 2:21 Kata Batsyeba, “Izinkanlah kakakmu Adonia menikahi Abisag, gadis Sunem itu.”
1KI 2:22 Jawab raja, “Bisa-bisanya Ibu bersepakat dengan Adonia untuk meminta Abisag menjadi istrinya! Sekalian saja Ibu meminta aku menyerahkan jabatan raja kepadanya. Lagipula dia memang lebih tua, dan dia didukung oleh Imam Abiatar dan Yoab!”
1KI 2:23 Lalu bersumpahlah Raja Salomo di hadapan TUHAN, “Kiranya Allah menghukum aku dengan berat jika aku tidak membuat Adonia membayar permintaan ini dengan nyawanya!
1KI 2:24 Di hadapan TUHAN yang hidup, yang sudah memilih dan mengangkat aku untuk menggantikan ayahku, serta menetapkan aku sebagai penerus garis keturunan dari Daud, Aku memutuskan bahwa Adonia akan dihukum mati hari ini juga!”
1KI 2:25 Kemudian Raja Salomo memerintahkan Benaya anak Yoyada untuk membunuh Adonia. Maka Adonia pun dihukum mati.
1KI 2:26 Sesudah itu, Salomo berkata kepada Imam Abiatar, “Kembalilah ke tempat tinggalmu di Anatot. Engkau layak dihukum mati. Tetapi saat ini saya tidak akan membunuhmu karena saya ingat bahwa selama ayah saya memerintah, engkau mengurus pengangkutan peti perjanjian TUHAN dan turut menderita bersamanya dalam segala kesulitan yang dia alami.”
1KI 2:27 Dengan demikian Salomo memecat Abiatar dari jabatannya sebagai imam. Hal itu menggenapi nubuatan yang disampaikan kepada Imam Eli di Silo mengenai keturunannya.
1KI 2:28 Ketika berita kematian Adonia sampai kepada Yoab, dia segera melarikan diri ke kemah TUHAN dan memegang tanduk-tanduk di sudut mezbah untuk meminta perlindungan TUHAN. Karena walaupun Yoab sebelumnya tidak mendukung Absalom untuk menjadi raja, dia mendukung Adonia.
1KI 2:29 Sewaktu mendengar kabar bahwa Yoab kabur dan berlindung di mezbah TUHAN, Salomo memerintahkan Benaya, “Pergi dan bunuhlah dia.”
1KI 2:30 Sesampainya di kemah TUHAN, Benaya berkata kepada Yoab, “Raja memerintahkan kamu keluar dari sini!” Tetapi jawab Yoab, “Tidak! Saya pilih mati di sini!” Kemudian Benaya kembali dan melaporkan jawaban Yoab kepada raja.
1KI 2:31 Lalu Salomo berkata, “Lakukanlah seperti yang dia katakan. Bunuh dan kuburkan dia. Dengan demikian, saya dan keluarga ayah saya bebas dari noda dosa Yoab yang telah membunuh dua orang tak bersalah,
1KI 2:32 yaitu Abner, panglima tentara Israel, dan Amasa, panglima tentara Yehuda, orang yang lebih benar dan lebih baik daripada Yoab sendiri. Melalui keputusanku ini biarlah TUHAN menghukum Yoab, karena kedua pembunuhan itu bukan kemauan ayahku.
1KI 2:33 Yoab dan keturunannya akan menanggung hukuman atas perbuatannya itu untuk selamanya. Tetapi sampai selama-lamanya TUHAN akan memberi damai bagi kerajaan Daud turun-temurun.”
1KI 2:34 Maka Benaya kembali ke kemah TUHAN dan membunuh Yoab, lalu menguburkan dia di rumahnya di padang belantara.
1KI 2:35 Sesudah itu, Raja Salomo mengangkat Benaya menjadi penglima tentara untuk menggantikan Yoab, dan Zadok menjadi imam untuk menggantikan Abiatar.
1KI 2:36 Kemudian Salomo mengutus orang memanggil Simei. Maka Simei datang menghadap, dan Salomo berkata kepadanya, “Bangunlah rumah di sini, di Yerusalem. Tinggallah di situ dan jangan pergi ke tempat lain.
1KI 2:37 Jika kamu keluar dan pergi menyeberangi Lembah Kidron, kamu akan dihukum mati. Kamu sendirilah yang akan bertanggung jawab atas kematianmu.”
1KI 2:38 Jawab Simei kepada raja, “Hamba menerima dan akan melaksanakan perintah Tuanku Raja.” Maka tinggallah Simei di Yerusalem untuk waktu yang lama.
1KI 2:39 Tetapi tiga tahun kemudian, dua orang budak Simei melarikan diri kepada Akis anak Maaka, raja di kota Gat. Ketika Simei mendengar bahwa kedua budaknya ada di Gat,
1KI 2:40 dia pun bersiap-siap, memasang pelana pada keledainya, dan pergi ke Gat menemui Akis untuk mencari mereka. Simei berhasil membawa budak-budaknya pulang.
1KI 2:41 Ketika Salomo mendengar bahwa Simei sudah pergi ke Gat dan kembali,
1KI 2:42 dia memanggil Simei lalu berkata kepadanya, “Kamu tentu ingat bahwa saya sudah menyuruhmu bersumpah di hadapan TUHAN untuk menaati peringatan ini, ‘Kalau kamu meninggalkan Yerusalem dan pergi ke mana pun, ketahuilah bahwa kamu pasti dihukum mati.’ Kamu juga berkata, ‘Hamba menerima dan akan melaksanakan perintah Tuanku.’
1KI 2:43 Lalu mengapa kamu melanggar sumpah yang kamu buat di hadapan TUHAN dengan melanggar perintah saya?
1KI 2:44 Kamu sendiri tahu betapa jahat perlakuanmu terhadap ayah saya. Sekarang TUHAN akan menghukummu atas kejahatanmu itu.
1KI 2:45 Tetapi Dia akan memberkati saya, dan membuat kerajaan Daud tetap berkuasa sampai selamanya.”
1KI 2:46 Lalu raja memerintahkan Benaya untuk membawa Simei keluar dan membunuh dia. Demikianlah Salomo mengokohkan kerajaannya.
1KI 3:1 Salomo membuat perjanjian damai dengan raja Mesir dan menguatkan kesepakatan itu dengan menikahi putrinya. Lalu Salomo memberi tempat tinggal bagi istrinya itu di Kota Daud, sementara Salomo membangun istananya, rumah TUHAN, serta tembok yang mengelilingi Yerusalem.
1KI 3:2 Selama masa itu, rakyat Israel masih mempersembahkan kurban kepada TUHAN di bukit-bukit karena rumah TUHAN belum dibangun.
1KI 3:3 Salomo mencintai TUHAN dengan melakukan perintah-perintah yang diberikan Daud, ayahnya. Akan tetapi, sebelum rumah TUHAN dibangun, dia juga masih mempersembahkan berbagai kurban dan membakar dupa di bukit-bukit.
1KI 3:4 Pada waktu itu, tempat utama untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN ada di daerah Gibeon. Pada mezbah di Gibeon Salomo mempersembahkan seribu kurban yang dibakar habis.
1KI 3:5 Sementara Salomo masih di situ, TUHAN menampakkan diri kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Mintalah apa pun yang engkau inginkan dari-Ku.”
1KI 3:6 Salomo menjawab, “Ya, TUHAN, Engkau telah setia mengasihi hamba-Mu Daud, ayahku, karena dia hidup dengan setia, benar, dan tulus di hadapan-Mu. Dan sekarang pun Engkau tetap menunjukkan kesetiaan-Mu yang besar kepadanya dengan mengizinkan aku menggantikannya sebagai raja.
1KI 3:7 “Ya, TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini untuk menggantikan ayahku sebagai raja. Tetapi aku masih sangat muda dan belum berpengalaman untuk menjalankan tugas ini.
1KI 3:8 Bagaimana mungkin aku dapat memimpin umat pilihan-Mu?— sebuah bangsa yang besar, yang jumlahnya begitu banyak sehingga tidak dapat terhitung.
1KI 3:9 Karena itu, TUHAN, berilah hamba-Mu ini kebijaksanaan supaya aku dapat memerintah dengan baik dan mampu membedakan yang baik dari yang buruk. Kalau tidak demikian, aku tidak akan sanggup memerintah umat-Mu yang banyak ini.”
1KI 3:10 TUHAN senang mendengar permintaan Salomo
1KI 3:11 dan berkata kepadanya, “Karena kamu meminta kebijaksanaan untuk memerintah umat-Ku dengan adil, dan tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau kematian musuh-musuhmu,
1KI 3:12 Aku akan mengabulkan permintaanmu. Aku akan membuatmu bijaksana dan berpengertian melebihi semua orang lain, baik yang hidup sebelum maupun sesudah kamu.
1KI 3:13 Aku bahkan akan memberikan kepadamu hal-hal yang tidak kamu minta, yaitu kekayaan dan kehormatan, melebihi semua raja lain sezamanmu.
1KI 3:14 Kalau kamu menaati semua perintah dan ketetapan-Ku seperti ayahmu, Daud, maka Aku akan memberikan kepadamu umur yang panjang.”
1KI 3:15 Salomo terbangun dan menyadari bahwa dia bermimpi. Sesudah itu dia kembali ke Yerusalem dan berdiri di depan peti perjanjian TUHAN. Dia mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai. Kemudian Salomo mengadakan pesta untuk semua pejabatnya.
1KI 3:16 Suatu hari, dua orang pelacur datang menghadap Raja Salomo untuk mengadukan perkaranya.
1KI 3:17 Perempuan yang pertama berkata, “Tuanku Raja, hamba dan perempuan ini tinggal serumah. Ketika hamba melahirkan bayi laki-laki, dia ada di rumah bersama hamba.
1KI 3:18 Tiga hari kemudian, perempuan ini juga melahirkan bayi laki-laki. Hanya kami sendiri yang tinggal di rumah itu. Tidak ada orang lain.
1KI 3:19 Suatu malam, bayinya mati karena tertindih oleh dia sendiri waktu tidur.
1KI 3:20 Tengah malam itu juga, ketika saya sedang tidur, dia menukar anaknya yang mati dengan anak saya. Dia meletakkan bayinya sendiri di samping saya, lalu mengambil bayi saya.
1KI 3:21 Paginya, ketika saya bangun untuk menyusui anak saya, ternyata anak itu sudah meninggal! Tetapi sesudah saya mengamati wajahnya, saya tahu dia bukan anak saya.”
1KI 3:22 Perempuan yang kedua berkata, “Tidak! Anakku masih hidup. Anakmu yang mati!” Namun, perempuan yang pertama menjawab, “Tidak! Yang mati anakmu. Anakku hidup!” Demikianlah mereka bertengkar di depan raja.
1KI 3:23 Lalu raja berkata, “Perempuan pertama mengaku bahwa bayi yang masih hidup adalah anaknya. Perempuan kedua juga mengaku bahwa bayi yang hidup ini adalah anaknya.
1KI 3:24 Kalau begitu, ambilkan sebilah pedang!” Lalu dibawalah sebuah pedang kepada raja.
1KI 3:25 Raja berkata lagi, “Belahlah bayi yang hidup itu menjadi dua. Berikan setengah kepada perempuan yang pertama dan setengah lagi kepada perempuan yang kedua.”
1KI 3:26 Mendengar itu, ibu yang asli dari bayi itu berkata, “Oh Tuanku Raja, hamba mohon jangan bunuh anak itu. Berikan saja kepada dia!” Karena ibu yang asli itu menyayangi anaknya. Tetapi perempuan yang satunya berkata, “Belah saja bayi itu, supaya tidak seorang pun dari kami mendapatkannya!”
1KI 3:27 Maka Salomo memerintahkan, “Jangan bunuh bayi itu. Berikanlah dia kepada perempuan yang pertama, karena dialah ibunya.”
1KI 3:28 Cerita tentang keputusan Salomo ini tersebar ke seluruh Israel, sehingga rakyat sangat menghormati raja. Mereka menyadari bahwa dia memiliki kebijaksanaan dari Allah untuk membuat keputusan yang adil.
1KI 4:1 Raja Salomo memerintah atas seluruh Israel.
1KI 4:2 Inilah daftar nama-nama pejabatnya: Nama pejabat Jabatan Azarya anak Zadok imam Elihoref dan Ahia, kedua anak Zisa sekretaris kerajaan Yosafat anak Ahilud juru tulis sejarah kerajaan Benaya anak Yoyada panglima pasukan Zadok dan Abiatar imam Azarya anak Natan pengawas para pemimpin daerah Zabud anak Natan imam dan penasihat raja Ahisar kepala istana Adoram anak Abda kepala mandor atas para buruh kasar.
1KI 4:7 Salomo juga memiliki dua belas pemimpin daerah untuk seluruh Israel. Mereka bertugas menyediakan makanan untuk raja, keluarganya, dan semua pejabat kerajaan. Setiap pemimpin mendapat giliran mengatur persediaan makanan selama satu bulan dalam setahun.
1KI 4:8 Berikut ini daftar nama-nama pemimpin daerah dan daerahnya: Nama pemimpin Daerah Ben Hur perbukitan Efraim Ben Deker Makas, Saalbim, Bet Semes, dan Elon Bet Hanan Ben Hesed Arubot, termasuk daerah Soko dan seluruh daerah Hefer Ben Abinadab Nafot Dor (Dia menikahi Tafat, anak perempuan Salomo). Baana anak Ahilud Taanak dan Megido, seluruh Bet Sean dekat Sartan di bawah Yisreel, dan seluruh daerah mulai dari Bet Sean sampai Abel Mehola, dan seluruh Yokmeam Ben Geber Ramot Gilead. Daerahnya termasuk desa-desa Yair di Gilead. (Yair adalah putra Manasye.) Ben Geber juga memimpin daerah Argob di Basan dan enam puluh kota yang dipagari dengan tembok besar dan palang pintu dari tembaga untuk mengunci gerbang-gerbang mereka. Ahinadab anak Ido Mahanaim Ahimas Naftali (Dia menikah dengan Basmat, anak perempuan Salomo). Baana anak Husai Asyer dan kota Alot Yosafat anak Parua Isakar Simei anak Ela Benyamin Geber anak Uri kepala mandor-mandor Gilead, yang sebelumnya dikuasai oleh raja Sihon, orang Amori dan raja Og, dari Basan (Geber adalah satu-satunya gubernur atas daerah besar itu).
1KI 4:20 Jumlah orang Yehuda dan Israel sangat banyak “seperti pasir di tepi pantai.” Mereka mempunyai cukup makanan dan minuman, serta hidup sejahtera.
1KI 4:21 Salomo memerintah atas seluruh kerajaan mulai dari sungai Efrat di sebelah timur, sampai ke tanah Filistin di sebelah utara, hingga perbatasan Mesir di sebelah selatan. Segala bangsa lain di daerah yang ditaklukkan wajib membayar pajak kepada Salomo dan tetap tunduk kepadanya sepanjang hidup Salomo.
1KI 4:22 Setiap hari istana Salomo memerlukan enam ribu enam ratus liter tepung terbaik, tiga belas ribu liter tepung biasa,
1KI 4:23 sepuluh ekor sapi pedaging, dua puluh ekor sapi yang digembalakan, dan seratus ekor domba. Selain itu, ada rusa, kijang, rusa jantan, dan burung-burung pedaging.
1KI 4:24 Kekuasaan Salomo sangat luas. Dia menguasai seluruh kerajaan di bagian barat sungai Efrat, dari Tipsa sampai ke Gaza. Kerajaannya hidup damai dengan semua negara tetangga.
1KI 4:25 Selama pemerintahan Salomo, seluruh rakyat Yehuda dan Israel hidup aman dan sejahtera. Mulai dari Dan di sebelah utara sampai Bersyeba di sebelah selatan, setiap orang menikmati hasil yang melimpah dari kebun anggur dan pohon ara mereka.
1KI 4:26 Salomo memiliki empat ribu kandang untuk kuda penarik kereta. Seluruh kudanya berjumlah dua belas ribu.
1KI 4:27 Para pemimpin daerah mengurus persediaan makanan bagi Raja Salomo dan semua yang makan di istananya. Setiap pemimpin membawa persediaan makanan itu berdasarkan gilirannya masing-masing, tanpa mengurangi sedikit pun.
1KI 4:28 Setiap pemimpin juga menyediakan kebutuhan jelai dan jerami untuk makanan kuda-kuda penarik kereta perang dan kuda-kuda lain.
1KI 4:29 Allah memberikan kebijaksanaan dan pengertian yang besar kepada Salomo. Pengetahuannya juga sangat banyak seperti pasir di tepi laut
1KI 4:30 Hikmat Salomo lebih besar daripada seluruh orang bijak yang terkenal dari Mesir dan negara-negara di sebelah Timur Israel. Dia lebih bijaksana daripada Etan keturunan suku Ezra, juga anak-anak Mahol, yaitu Heman, Kalkol, dan Darda. Itulah sebabnya, nama Salomo menjadi terkenal di seluruh negeri sekeliling Israel.
1KI 4:32 Salomo menulis tiga ribu amsal dan menciptakan seribu lima lagu.
1KI 4:33 Dia menulis tentang tumbuh-tumbuhan, mulai dari pohon aras yang besar di Libanon sampai tanaman hisop kecil yang tumbuh di dinding. Dia juga menulis tentang binatang-binatang, burung-burung, binatang melata, dan ikan-ikan.
1KI 4:34 Raja-raja dari segala bangsa di bumi mendengar tentang kebijaksanaan Salomo. Mereka masing-masing mengirim utusan untuk mendengarkan dan belajar dari Salomo.
1KI 5:1 Ketika Hiram, raja Tirus yang telah bersahabat dengan Daud, mendengar bahwa Salomo sudah dilantik menjadi raja, dia mengutus para pegawainya untuk menemui Salomo.
1KI 5:2 Lalu Salomo mengirim pesan ini kepada Hiram:
1KI 5:3 “Yang Mulia tentu tahu bahwa ayah saya, Daud, tidak dapat membangun rumah sebagai tempat penyembahan TUHAN, Allahnya, karena dia harus berperang melawan banyak musuh di sekelilingnya sampai TUHAN membuat mereka takluk kepadanya.
1KI 5:4 Tetapi sekarang TUHAN Allah sudah memberikan kedamaian di sekeliling negeri saya, sehingga kami bebas dari ancaman musuh ataupun bencana.
1KI 5:5 Dan TUHAN sudah berfirman kepada ayah saya, ‘Anakmu, yang akan Aku tempatkan di takhtamu, dialah yang akan membangun rumah untuk penyembahan-Ku.’ Jadi, sesuai janji TUHAN itu, saya berencana membangun rumah penyembahan tersebut.
1KI 5:6 Oleh karena itu, mohon perintahkanlah para pekerja Tuan di Libanon untuk menebang pohon-pohon aras bagi saya. Saya juga akan mengirim para pekerja untuk membantu mereka. Saya siap membayar upah pekerjamu sebanyak yang engkau minta, karena memang kami tidak memiliki orang yang tahu cara menebang pohon semahir orang Sidon.”
1KI 5:7 Hiram sangat bersukacita mendengar pesan dari Salomo. Dia berkata, “Terpujilah TUHAN pada hari ini karena Dia sudah memberikan kepada Daud seorang putra yang bijaksana untuk memimpin bangsa yang besar ini.”
1KI 5:8 Kemudian Hiram mengirim pesan kepada Salomo, “Saya sudah menerima pesan Yang Mulia. Saya akan memerintahkan tukang-tukang saya untuk menyiapkan balok-balok kayu aras dan sanobar seperti engkau inginkan.
1KI 5:9 Mereka akan membawa balok-balok itu dari pegunungan Libanon ke Laut Tengah, lalu mengikatnya menjadi bentuk rakit, supaya mudah ditarik sampai ke tempat yang engkau tunjukkan. Di sana, mereka akan melepaskan ikatan balok itu supaya para pekerjamu dapat mengangkutnya. Sebagai upahnya, mohon engkau menyediakan makanan bagi seisi istana saya sesuai daftar terlampir.”
1KI 5:10 Lalu Hiram memberikan kepada Salomo balok-balok aras dan sanobar sesuai pesanan Salomo.
1KI 5:11 Sebagai gantinya Salomo memberikan 325.000 kilogram gandum dan 440.000 liter minyak zaitun sesuai pesanan Hiram. Salomo membayar kepada Hiram tahun demi tahun.
1KI 5:12 Sesuai janji TUHAN kepada Salomo, TUHAN memberikan kebijaksanaan besar kepadanya. Raja Hiram dan Salomo membuat perjanjian damai, dan kedua kerajaan itu selalu berhubungan baik.
1KI 5:13 Sementara itu, raja Salomo mengumpulkan tiga puluh ribu orang dari seluruh Israel sebagai buruh kasar di Libanon.
1KI 5:14 Dia membagi para pekerja itu dalam tiga kelompok. Setiap kelompok terdiri dari sepuluh ribu orang. Salomo mengirim tiap-tiap kelompok secara bergiliran untuk bekerja selama satu bulan di Libanon, lalu kembali ke rumah masing-masing selama dua bulan. Adoram diangkat sebagai pemimpin para pekerja ini.
1KI 5:15 Salomo juga menugaskan tujuh puluh ribu orang untuk bekerja sebagai pengangkut dan delapan puluh ribu orang sebagai pemahat batu di daerah perbukitan.
1KI 5:16 Selain itu, ada 3.300 orang yang menjadi mandor untuk mengawasi para pekerja.
1KI 5:17 Raja Salomo memerintahkan para pekerja itu untuk memahat batu-batu yang besar dan berharga untuk dijadikan fondasi rumah TUHAN.
1KI 5:18 Para pekerja Salomo dan pekerja Hiram dibantu oleh orang-orang dari kota Gebal. Mereka memahat serta mempersiapkan kayu dan batu untuk membangun rumah TUHAN.
1KI 6:1 Pembangunan rumah TUHAN dimulai pada bulan Mei tahun keempat pemerintahan Raja Salomo. Hal ini terjadi 480 tahun sesudah bangsa Israel meninggalkan Mesir.
1KI 6:2 Rumah TUHAN yang dibangun Salomo memiliki panjang 28 meter, lebar 9,2 meter dan tinggi 14 meter.
1KI 6:3 Ada serambi di depan ruang kudus rumah TUHAN. Lebarnya sama dengan lebar rumah itu, yakni 9,2 meter. Jarak dari depan ke ujung dalam 4,6 meter.
1KI 6:4 Salomo membuat jendela-jendela yang ukuran sebelah luarnya lebih kecil daripada ukuran sebelah dalam.
1KI 6:5 Dia juga mendirikan sebuah bangunan di sekeliling dinding samping dan belakang rumah TUHAN. Bangunan itu bertingkat tiga dan memiliki banyak ruangan.
1KI 6:6 Ruang-ruangnya memiliki lebar yang berbeda-beda di setiap tingkat. Di tingkat pertama, setiap ruang lebarnya 2,3 meter, tingkat kedua 2,8 meter, dan tingkat ketiga 3,2 meter. Bangunan itu melekat pada dinding-dinding rumah TUHAN. Konstruksinya, tingkat kedua dan tingkat ketiga bangunan luar itu bertumpu di atas dinding rumah TUHAN, sehingga dinding itu sama sekali tidak dilubangi untuk memasang balok penopang.
1KI 6:7 Batu-batu yang digunakan dalam pembangunan rumah TUHAN dipahat dan disiapkan seluruhnya di tempat batu itu diambil. Dengan demikian, tidak ada bunyi palu, kapak, atau alat-alat besi apa pun di lokasi pembangunan.
1KI 6:8 Pintu masuk menuju ruang-ruang penyimpanan ada di lantai bawah di sisi kiri rumah TUHAN, yaitu sisi yang menghadap selatan. Ada tangga putar untuk naik ke lantai kedua dan ketiga.
1KI 6:9 Seluruh atap, balok, dan papannya, dibuat dari kayu aras.
1KI 6:10 Atap bangunan tingkat tiga itu dibuat dari kayu aras. Tinggi setiap tingkat bangunan itu 2,3 meter.
1KI 6:11 Lalu TUHAN berkata kepada Salomo,
1KI 6:12 “Ketahuilah: Rumah ini kamu dirikan dengan harapan bahwa melalui kamu, Aku akan menggenapi janji-Ku kepada ayahmu, Daud. Tetapi Aku hanya akan menggenapi janji itu bila kamu tetap menaati semua aturan, ketetapan, dan perintah-Ku.
1KI 6:13 Dengan begitu, Aku akan selalu tinggal di tengah-tengah bangsa Israel dan tidak akan pernah meninggalkan mereka.”
1KI 6:14 Sesudah rumah TUHAN selesai didirikan,
1KI 6:15 semua dinding bagian dalam dilapisi dengan kayu aras dari bawah sampai ke langit-langit. Lantainya ditutup dengan kayu sanobar.
1KI 6:16 Di dalam rumah TUHAN bagian belakang, ada satu ruangan yang panjangnya 9,2 meter yang dijadikan ruang mahakudus. Pembatas yang memisahkan ruang itu dari ruang di depannya adalah dinding dari kayu aras, yang tingginya sampai ke langit-langit.
1KI 6:17 Di depan ruang mahakudus adalah ruang kudus, yang panjangnya 18,4 meter.
1KI 6:18 Dinding bagian dalam rumah TUHAN semuanya dilapisi dengan papan-papan kayu aras sehingga tidak ada batu yang terlihat. Papan-papan itu dihias dengan ukiran gambar berbentuk labu dan bunga mekar.
1KI 6:19 Ruang mahakudus disediakan sebagai tempat meletakkan peti perjanjian TUHAN.
1KI 6:20 Ruang mahakudus itu panjangnya 9,2 meter, lebarnya 9,2 meter, dan tingginya 9,2 meter. Ruangan itu dilapisi dengan emas murni. Di dekat pintu ruang mahakudus diletakkan sebuah mezbah dupa yang terbuat dari kayu aras dan dilapis dengan emas juga. Di depan tirai pemisah antara ruang kudus dan mahakudus digantungkan beberapa rantai emas.
1KI 6:22 Jadi, yang dilapisi dengan emas adalah seluruh ruang mahakudus dan mezbah dekat pintu masuk ruangan itu.
1KI 6:23 Salomo membuat dua bentuk malaikat penjaga berukuran besar untuk diletakkan di ruang mahakudus. Kedua bentuk malaikat itu terbuat dari kayu zaitun yang dilapisi dengan emas, dan keduanya sama persis. Tinggi masing-masing 4,6 meter. Sayapnya terbentang penuh. Lebar kedua sayap masing-masing malaikat adalah 4,6 meter. Waktu ditempatkan di ruang mahakudus, sayap keduanya saling bersentuhan di tengah, sedangkan sayap yang di pinggir menyentuh dinding kanan dan kiri.
1KI 6:29 Seluruh dinding di sekeliling rumah TUHAN, baik bagian dalam maupun luar, dihias dengan ukiran gambar malaikat penjaga, pohon palem, dan bunga mekar.
1KI 6:30 Lantai ruang mahakudus dan ruang kudus dilapisi dengan emas.
1KI 6:31 Jalan masuk ke ruang mahakudus memiliki dua daun pintu. Masing-masing daun pintu merupakan pintu lipat yang terdiri dari lima papan.
1KI 6:32 Kedua pintu itu diukir dengan gambar malaikat penjaga, pohon palem, dan bunga mekar, lalu semuanya dilapisi dengan emas.
1KI 6:33 Jalan masuk ke ruang kudus juga dipasangi dua daun pintu. Keduanya terbuat dari kayu sanobar, sedangkan palang dan tiangnya terbuat dari kayu zaitun. Masing-masing daun pintu itu merupakan pintu lipat yang terdiri dari dua papan.
1KI 6:35 Kedua daun pintu itu diukir dengan gambar malaikat penjaga, pohon palem, dan bunga mekar, lalu semuanya dilapisi dengan emas.
1KI 6:36 Di depan rumah TUHAN dibuat halaman. Tembok sekeliling halaman itu dibangun dari batu dan balok kayu aras yang disusun secara berselang-seling. Polanya, mulai dari bawah, tiga lapis batu, satu lapis balok, dan begitu seterusnya.
1KI 6:37 Fondasi rumah TUHAN diletakkan pada bulan Mei tahun keempat pemerintahan Salomo,
1KI 6:38 dan bangunan itu selesai pada bulan November tahun kesebelas masa pemerintahan Salomo. Jadi waktu pembangunannya dari awal hingga semuanya selesai sesuai rancangan adalah tujuh tahun.
1KI 7:1 Salomo juga membangun istana untuk dirinya. Masa pembangunannya berlangsung selama tiga belas tahun.
1KI 7:2 Salah satu bangunan di kompleks istananya bernama Gedung Hutan Libanon. Panjang bangunan itu 46 meter, lebarnya 23 meter, dan tingginya 13,8 meter. Gedung itu ditopang dengan empat baris tiang-tiang besar kayu aras. Balok-balok atapnya bertumpu di atas pilar-pilar itu. Ada tiga lantai ruang samping. Setiap lantai mempunyai lima belas ruangan. Jadi, keseluruhannya berjumlah 45 ruangan.
1KI 7:4 Di dinding sebelah kiri dan kanan gedung itu terdapat tiga baris jendela yang saling berhadapan. Letaknya tinggi di atas, hampir mendekati langit-langit.
1KI 7:5 Gedung ini mempunyai enam pintu persegi panjang. Tiga di sisi kiri berhadapan dengan tiga di sisi kanan.
1KI 7:6 Ada juga bangunan lain yang dinamai Balai Bertiang. Panjangnya 23 meter dan lebarnya 1,8 meter. Di bagian depan bangunan itu terdapat teras beratap, yang ditopang dengan tiang-tiang besar.
1KI 7:7 Bangunan lainnya di kompleks istana Salomo bernama Ruang Pengadilan, karena di situlah dia duduk di takhtanya untuk mengadili rakyat yang berperkara.
1KI 7:8 Bangunan tempat tinggal Salomo terletak di belakang Ruang Pengadilan, dan sangat mirip dengan bangunan itu. Begitu juga bangunan tempat tinggal istrinya, yaitu putri raja Mesir.
1KI 7:9 Seluruh bangunan itu, mulai dari fondasi sampai batas atap, juga tembok-tembok di sekeliling halaman besar istana, semuanya terbuat dari batu-batu yang mahal. Batu-batu itu dipotong dengan gergaji sesuai ukurannya, lalu semua sisinya diperhalus dengan pahat.
1KI 7:10 Fondasi bangunan-bangunan itu dibuat dari batu-batu pahat yang besar dan mahal. Ada yang panjangnya 4,6 meter dan ada yang 3,6 meter.
1KI 7:11 Di atas fondasi-fondasi itu, semua tembok dibuat dari batu pahat yang besar dan mahal serta balok-balok kayu aras.
1KI 7:12 Tembok di sekeliling halaman besar istana dibangun dengan cara menyusun balok kayu aras dan batu pahat secara berselang-seling: Tiga baris batu pahat, satu baris balok kayu aras, dan begitu seterusnya. Tembok istana itu sama seperti tembok yang mengelilingi halaman rumah TUHAN dan serambi di depannya.
1KI 7:13 Raja Salomo mengirim pesan ke Tirus untuk memanggil seorang ahli kerajinan bernama Huram.
1KI 7:14 Dia orang Israel campuran. Ibunya orang Israel dari suku Naftali, sedangkan ayahnya orang Tirus. Tetapi ayahnya itu, yang adalah perajin perunggu, sudah meninggal. Huram sangat ahli dan terampil dalam membuat kerajinan perunggu. Lalu Huram datang kepada Raja Salomo dan mengerjakan semua tugas yang diberikan Salomo kepadanya.
1KI 7:15 Huram membuat dua tiang dari perunggu. Tingginya 8,2 meter dan kelilingnya 5,5 meter.
1KI 7:16 Huram juga mencetak dari tembaga dua kepala tiang yang bentuknya seperti mangkuk untuk menghiasi masing-masing tiang itu. Setiap kepala tiang tingginya 2,3 meter.
1KI 7:17 Masing-masing kepala tiang dihias lagi dengan tujuh rangkai hiasan berbentuk jaring.
1KI 7:18 Pada rangkaian jaringnya, dia memasang dua baris hiasan berbentuk buah delima.
1KI 7:19 Di dalam serambi juga ada dua tiang. Hiasan pada kedua kepala tiangnya berbentuk bunga bakung dengan tinggi 1,8 meter. Di bawah bentuk bunga itu ada rangkaian hiasan berbentuk jaring. Pada rangkaian jaring itu dipasang 200 hiasan berbentuk buah delima berjajar.
1KI 7:21 Huram mendirikan kedua tiang itu di samping pintu masuk rumah TUHAN. Tiang di sisi kanan (selatan) dinamai Yakhin, dan yang di sebelah kiri (utara) dinamai Boas.
1KI 7:22 Sesudah Huram menaruh hiasan berbentuk bunga bakung di atas keduanya, selesailah tiang-tiang itu.
1KI 7:23 Selanjutnya, Huram mencetak sebuah bejana pembasuhan yang besar dari perunggu. Bejana itu dinamai Laut Buatan. Bagian tepi atasnya berbentuk lingkaran dengan diameter 4,6 meter. Tinggi bejana itu 2,3 meter dan keliling lingkarannya 13,8 meter.
1KI 7:24 Di sekeliling pinggiran luar bejana itu dibuat dua deret hiasan berbentuk buah labu. Di setiap deretnya, dalam semeter ada dua puluh buah. Hiasan itu menyatu dengan bejana, dibuat dengan satu cetakan.
1KI 7:25 Bejana itu diletakkan di atas punggung dua belas sapi dari perunggu. Tiga sapi menghadap ke utara, tiga menghadap ke barat, tiga menghadap selatan, dan tiga menghadap ke timur.
1KI 7:26 Tebal bejana itu sekitar 8 sentimeter dan bentuknya mirip tepi cangkir yang melengkung keluar seperti kelopak bunga bakung. Bejana itu bisa menampung air sebanyak 42.000 liter.
1KI 7:27 Huram juga membuat kereta dari perunggu. Setiap kereta panjangnya 1,8 meter, lebarnya 1,8 meter, dan tingginya 1,3 meter.
1KI 7:28 Keempat sisi kereta ditutupi dengan lempengan perunggu yang tersambung dengan rusuk atas dan bawah serta rusuk di setiap sudut.
1KI 7:29 Setiap lempengan perunggu itu dihiasi dengan gambar singa, sapi jantan, dan malaikat penjaga. Rusuk atas dan bawah bergambar singa dan sapi di deretan atas dan gambar rangkaian bunga di deretan bawah.
1KI 7:30 Seluruh bagian kereta dibuat dari perunggu, baik roda, poros roda, juga bejana pembasuhan di atas kereta. Bejana tersebut diletakkan di atas empat penyangga yang ada di sudut-sudut kereta. Penyangga itu dihias di setiap sisi dengan ukiran berbentuk rangkaian bunga.
1KI 7:31 Bagian atas kereta itu memiliki semacam bingkai yang tebal, 45 sentimeter lebih tinggi daripada permukaan atas kereta. Bagian dalam bingkai membentuk lubang bulat dengan diameter 67 sentimeter sebagai tempat memasukkan bejana pembasuhan. Sekeliling pinggiran lubang itu juga dihias dengan ukiran. Bagian luar bingkai berbentuk kotak, tidak bulat.
1KI 7:32 Keempat rodanya dipasang di bawah badan kereta. Tinggi setiap roda 67 sentimeter. Poros rodanya dibuat menyatu dengan badan kereta, tidak terpisah.
1KI 7:33 Model roda itu serupa dengan roda kereta kuda. Semua bagian roda, termasuk jari-jari dan porosnya dicetak dari perunggu.
1KI 7:34 Empat penyangga di sudut-sudut kereta juga digunakan sebagai pegangan saat memindahkan kereta-kereta itu. Penyangga tersebut juga dibuat menyatu dengan badan kereta, bukan dicetak terpisah lalu dilekatkan belakangan.
1KI 7:35 Sebagai tempat bejana pembasuhan diletakkan, ada bentuk lingkaran yang lebarnya 23 sentimeter. Bagian itu bersama semua penyangga dan lempengan dibuat menyatu dengan badan kereta, bukan dicetak terpisah lalu dilekatkan belakangan.
1KI 7:36 Pegangan kereta dan lempengan pada keempat sisi kereta juga dihiasi dengan gambar malaikat penjaga, singa, dan pohon palem. Gambar rangkaian bunga di semua rusuk mengelilingi kereta itu sehingga tidak ada bagian yang polos.
1KI 7:37 Huram menggunakan cetakan yang sama untuk membuat sepuluh kereta tempat bejana pembasuhan, sehingga semua ukuran dan bentuknya pun sama persis.
1KI 7:38 Selanjutnya Huram membuat sepuluh bejana dari perunggu untuk diletakkan pada masing-masing kereta. Setiap bejana diameternya 1,8 meter dan mampu menampung air 840 liter.
1KI 7:39 Dia menaruh lima kereta beserta bejananya di pinggir halaman rumah TUHAN sebelah selatan, dan lima lainnya di sebelah utara. Laut Buatan diletakkan di pojok tenggara di halaman itu.
1KI 7:40 Huram juga membuat semua baskom, mangkuk, dan sekop untuk abu. Demikianlah Huram menyelesaikan semua perlengkapan rumah TUHAN yang diminta oleh Raja Salomo, yaitu:
1KI 7:41 dua tiang, dua kepala tiang yang berbentuk seperti mangkuk, dua hiasan rangkai jaring untuk menutupi kedua kepala tiang,
1KI 7:42 400 hiasan berbentuk buah delima yang digantung pada rangkaian jaring pada kedua kepala tiang itu (dua jajar buah delima untuk setiap rangkai jaring di kepala tiang),
1KI 7:43 sepuluh kereta, sepuluh bejana pembasuhan (setiap bejana ditaruh di atas setiap kereta),
1KI 7:44 Satu Laut Buatan, dua belas bentuk sapi (untuk menopang Laut Buatan),
1KI 7:45 semua baskom, mangkok, dan sekop abu. Seluruh perkakas itu dibuat dari perunggu yang dipoles sampai mengkilap.
1KI 7:46 Semua barang tersebut dicetak dengan cetakan tanah liat di lembah sungai Yordan antara kota Sukot dan Sartan.
1KI 7:47 Salomo tidak menyuruh para pekerjanya menimbang barang-barang perunggu itu karena terlalu banyak. Jadi tidak ada yang pernah tahu berapa berat perunggu yang sudah digunakan.
1KI 7:48 Salomo juga memerintahkan agar semua alat dan perabotan untuk rumah TUHAN berikut ini dibuat dari emas: mezbah dupa, meja roti sajian,
1KI 7:49 sepuluh tiang pelita (5 buah di sebelah kanan dan 5 buah di sebelah kiri, di depan ruang mahakudus), termasuk pelita, penjepit, dan hiasannya yang berbentuk bunga.
1KI 7:50 Huram juga membuat semua cangkir, pemadam pelita, baskom penyiraman, piring sajian, panci, engsel pintu masuk ruang mahakudus dan pintu ruang kudus. Seluruhnya terbuat dari emas.
1KI 7:51 Setelah Salomo selesai membangun rumah TUHAN, dia menaruh di sana semua harta yang sudah dikhususkan oleh Daud, ayahnya, sebagai persembahan bagi TUHAN. Ada yang dari emas, dari perak, juga berbagai benda berharga lainnya. Semua itu diletakkan dalam ruang-ruang penyimpanan di rumah TUHAN.
1KI 8:1 Kemudian Salomo mengundang para tua-tua Israel, semua pemimpin suku, dan kepala kaum untuk datang berkumpul di Yerusalem untuk membicarakan pemindahan peti perjanjian TUHAN dari bagian lama Yerusalem, yang disebut Sion dan Kota Daud, ke rumah TUHAN.
1KI 8:2 Lalu, pada waktu perayaan Hari Raya Pondok di bulan Oktober seluruh rakyat Israel berkumpul di Yerusalem.
1KI 8:3 Setelah semua tua-tua bangsa Israel hadir, para imam mengangkat peti perjanjian TUHAN,
1KI 8:4 dibantu oleh orang-orang Lewi yang mengangkut kemah pertemuan dan semua barang kudus di dalam kemah itu.
1KI 8:5 Raja Salomo dan seluruh umat Israel hadir mengiringi pemindahan peti perjanjian. Mereka mempersembahkan domba dan sapi yang tidak terhitung banyaknya.
1KI 8:6 Para imam membawa masuk peti perjanjian ke tempat yang sudah disiapkan untuknya, yaitu ruang mahakudus di bagian paling dalam rumah TUHAN, dan meletakkannya di bawah sayap kedua bentuk malaikat penjaga.
1KI 8:7 Sayap-sayap malaikat penjaga itu terbentang penuh sehingga dapat menaungi peti perjanjian beserta tongkat-tongkat pengusungnya.
1KI 8:8 Tongkat pengusung itu sangat panjang sehingga ujung-ujungnya terlihat dari ruang kudus, tetapi tidak terlihat dari luar rumah TUHAN. Tongkat pengusung itu masih terpasang pada peti perjanjian sampai saat kitab ini ditulis.
1KI 8:9 Di dalam peti perjanjian TUHAN hanya ada dua lempengan batu yang dahulu Musa letakkan di dalamnya. Kedua lempengan itu bertuliskan perjanjian yang TUHAN buat dengan bangsa Israel di gunung Sinai, setelah mereka keluar dari Mesir.
1KI 8:10 Ketika para imam meninggalkan ruang kudus, tiba-tiba awan memenuhi rumah TUHAN,
1KI 8:11 yaitu awan yang menandakan kemuliaan TUHAN hadir, sehingga para imam tidak sanggup melanjutkan tugas pelayanan di dalam rumah TUHAN.
1KI 8:12 Kemudian Salomo berdoa, “Ya TUHAN, Engkau pernah mengatakan bahwa di kemah-Mu, Engkau hadir di balik awan tebal.
1KI 8:13 Sekarang aku sudah membangun rumah yang mulia bagi-Mu supaya Engkau berdiam di sini untuk selamanya.”
1KI 8:14 Kemudian raja berbalik menghadap rakyat Israel yang sedang berdiri di tempat itu, lalu mengucapkan doa berkat atas mereka.
1KI 8:15 Salomo berkata, “Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang sudah memenuhi janji-Nya kepada ayahku, Daud.
1KI 8:16 Dalam janji-Nya itu, TUHAN berkata, ‘Sejak Aku membawa umat-Ku Israel keluar dari Mesir sampai mereka sudah menetap di negeri Kanaan, Aku tidak pernah memilih satu pun kota di daerah suku-suku Israel untuk mendirikan rumah sebagai tempat menyembah Aku. Akan tetapi, Aku memilih Daud untuk memimpin umat-Ku Israel.’
1KI 8:17 Sesungguhnya, ayahku Daud sangat ingin mendirikan sebuah rumah untuk menghormati TUHAN, Allah Israel.
1KI 8:18 Namun, TUHAN berkata kepadanya, ‘Niat dan rencanamu itu baik,
1KI 8:19 tetapi bukan kamu yang akan membangun rumah itu, melainkan anak kandungmu yang akan lahir kelak. Dialah yang akan membangun rumah bagi kehormatan-Ku.’
1KI 8:20 Dan sekarang, TUHAN sudah menepati janji-Nya dengan membuat saya menjadi raja menggantikan ayah saya untuk memimpin kerajaan Israel, dan saya sudah membangun rumah ini bagi TUHAN, Allah Israel. Semua terjadi sesuai janji-Nya.
1KI 8:21 Di dalam rumah ini saya sudah menyiapkan sebuah ruangan untuk menaruh peti yang berisi dua lempengan batu bertuliskan perjanjian yang TUHAN buat dengan nenek moyang kita ketika Dia membawa mereka keluar dari Mesir.”
1KI 8:22 Kemudian raja Salomo berbalik lagi menghadap mezbah TUHAN, dan di depan seluruh rakyat Israel dia menengadahkan tangannya ke langit.
1KI 8:23 Dia berdoa, “Ya TUHAN, Allah Israel, selain Engkau tidak ada yang ilahi, baik di langit maupun di bumi. Engkau memegang janji-Mu dengan selalu setia mengasihi kami semua hamba-hamba-Mu yang menaati Engkau dengan segenap hati.
1KI 8:24 Engkau menepati janji-Mu kepada hamba-Mu Daud, ayahku. Hari ini Engkau sudah menggenapi perkataan-Mu itu.
1KI 8:25 Dahulu Engkau berjanji kepada ayahku, ‘Anak-cucumu akan terus memerintah sebagai raja Israel turun temurun, asalkan mereka selalu hidup menaati Aku sepertimu.’ Karena itu, ya TUHAN, Allah Israel, tetaplah memegang janji-Mu itu
1KI 8:26 dan genapilah apa yang Engkau ucapkan kepada hamba-Mu, Daud.
1KI 8:27 “Tetapi, ya Allah, aku tahu bahwa Engkau terlalu agung untuk tinggal di rumah yang aku bangun ini. Jangankan bumi, seluruh tingkat surga dan langit pun tidak cukup untuk menjadi tempat kediaman-Mu!
1KI 8:28 Meski begitu, mohon dengarlah doa hamba-Mu ini, permintaan yang aku serukan kepada-Mu hari ini, ya TUHAN Allahku.
1KI 8:29 Kiranya Engkau selalu memperhatikan rumah ini, yang Engkau janjikan untuk menjadi tempat kehadiran-Mu, dan selalu mendengar doa-doa yang dipanjatkan hamba-Mu dengan menghadap ke rumah ini.
1KI 8:30 Baik aku maupun rakyat Israel, ketika kami berdoa dengan menghadap ke rumah ini, kiranya Engkau mendengar doa kami dari rumah-Mu di surga dan mengampuni dosa-dosa kami.
1KI 8:31 “Ketika ada orang berselisih karena yang satu berbuat salah terhadap yang lain, lalu dia diminta bersumpah di hadapan mezbah-Mu di rumah ini, dengan mengatakan, ‘Jika aku bersalah, biarlah TUHAN menghukumku,’
1KI 8:32 maka, ya TUHAN, dengarlah dari surga perkara-perkara para hamba-Mu itu, dan berilah keadilan. Nyatakanlah siapa yang benar dan siapa yang salah, supaya yang salah mendapat hukuman dan yang benar mendapat pembelaan.
1KI 8:33 “Ketika umat-Mu Israel dikalahkan oleh musuh karena mereka berdosa terhadap Engkau, lalu terpaksa mengungsi ke negeri lain, tetapi kemudian mereka bertobat, mengakui kekuasaan-Mu, dan memanjatkan permohonan mereka dengan menghadap ke rumah-Mu ini,
1KI 8:34 dengarlah doa mereka dari surga. Ampunilah dosa-dosa umat-Mu Israel dan bawalah mereka kembali ke negeri ini, yang sudah Engkau berikan kepada nenek moyang kami.
1KI 8:35 “Ketika umat-Mu berdosa terhadap Engkau sehingga Engkau menghukum mereka dengan menahan hujan dan mengadakan kekeringan, lalu mereka berdoa dengan menghadap ke rumah-Mu ini untuk mengakui kekuasaan-Mu dan bertobat dari dosa-dosa mereka,
1KI 8:36 dengarlah doa mereka dari surga dan ampunilah dosa hamba-hamba-Mu, umat Israel. Ajarilah mereka cara hidup yang benar, dan turunkanlah hujan ke atas negeri yang sudah Engkau berikan menjadi milik mereka turun temurun.
1KI 8:37 “Apabila di negeri ini terjadi bencana kelaparan, atau wabah penyakit, atau serangan hama seperti belalang dan ulat, atau jika musuh datang menyerang gerbang kota, apa pun musibah atau penyakit yang melanda negeri ini,
1KI 8:38 lalu seseorang atau seluruh umat-Mu Israel menghadap ke rumah ini, menengadahkan tangan untuk mendoakan kesulitan apa pun dalam hati mereka masing-masing,
1KI 8:39 dengarlah doa mereka dari rumah-Mu di surga. Ampunilah mereka dan berikanlah jawaban doa kepada setiap orang sesuai dengan sikap dan perbuatan mereka, karena hanya Engkau sajalah yang mengetahui isi hati setiap orang.
1KI 8:40 Dengan begitu, mereka belajar takut dan hormat kepada-Mu sepanjang hidup mereka di tanah yang Engkau berikan kepada nenek moyang kami.
1KI 8:41 “Begitu juga, ketika ada orang-orang asing, yang bukan umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh untuk berdoa di rumah-Mu ini karena mendengar tentang nama-Mu yang termasyhur, kekuasaan-Mu yang hebat, dan kekuatan-Mu yang dahsyat,
1KI 8:43 dengarlah juga doa mereka dari rumah-Mu di surga dan kabulkanlah permohonan mereka, supaya semua bangsa di bumi mengenal Engkau dan belajar takut dan hormat kepada-Mu seperti umat-Mu Israel. Mereka juga akan tahu bahwa rumah yang aku dirikan ini adalah untuk kehormatan-Mu.
1KI 8:44 “Apabila umat-Mu pergi berperang melawan musuh ke daerah mana pun Engkau mengutus mereka, lalu mereka berdoa kepada-Mu dengan menghadap ke arah kota ini, yang sudah Engkau pilih, yaitu ke arah rumah yang aku dirikan untuk menghormati Engkau,
1KI 8:45 dengarlah doa permohonan mereka dari surga dan berilah mereka kemenangan.
1KI 8:46 “Suatu hari nanti, tentu umat-Mu akan berdosa terhadap Engkau, karena memang tidak ada manusia yang tak berdosa. Ketika itu terjadi, Engkau akan marah dan menyerahkan umat-Mu untuk ditawan ke negeri musuh, baik yang dekat maupun yang jauh.
1KI 8:47 Tetapi jika kemudian di sana umat-Mu menyadari dosa mereka dan memohon belas kasihan-Mu dengan berkata, ‘Kami sudah berdosa dan berbuat sangat jahat, ya TUHAN,’
1KI 8:48 lalu dengan sepenuh hati mereka kembali kepada-Mu dan berdoa dengan menghadap ke rumah-Mu ini, yang berada di kota dan negeri yang sudah Engkau pilih dan berikan kepada nenek moyang kami,
1KI 8:49 dengarlah doa permohonan mereka dari rumah-Mu di surga, dan kasihanilah mereka.
1KI 8:50 Ampunilah segala dosa dan pelanggaran yang sudah dilakukan umat-Mu terhadap Engkau. Buatlah musuh-musuh yang menawan mereka berbelas kasihan kepada mereka.
1KI 8:51 Karena mereka adalah umat-Mu, milik kepunyaan-Mu yang istimewa, yang sudah Engkau bawa keluar dari Mesir, negeri perbudakan yang menyiksa seperti panasnya tempat peleburan besi.
1KI 8:52 “Kiranya Engkau memperhatikan dan mendengar permohonan hamba-hamba-Mu umat Israel, setiap kali mereka berseru kepada-Mu,
1KI 8:53 sebab Engkau ya, TUHAN, sudah mengkhususkan mereka dari antara segala bangsa di bumi untuk menjadi milik-Mu yang istimewa, sebagaimana Engkau katakan melalui hamba-Mu Musa, ketika Engkau membawa nenek moyang kami keluar dari Mesir.”
1KI 8:54 Demikianlah Salomo berdoa di depan mezbah TUHAN sambil berlutut dan menengadahkan tangannya ke langit. Sesudah selesai, dia pun berdiri
1KI 8:55 dan mengucapkan berkat atas seluruh umat Israel dengan suara nyaring,
1KI 8:56 “Terpujilah TUHAN, yang sudah memberikan tempat tinggal yang tenang bagi umat-Nya Israel sesuai janji-Nya! Semua yang baik, yang sudah TUHAN janjikan melalui hamba-Nya, Musa, sudah Dia penuhi.
1KI 8:57 Kiranya TUHAN, Allah kita, selalu menyertai kita, seperti Dia menyertai nenek moyang kita. Kiranya Dia tidak pernah meninggalkan dan mengabaikan kita.
1KI 8:58 Kiranya Dia mengarahkan hati kita kepada-Nya, agar kita selalu menuruti petunjuk-Nya, dan menaati segala perintah, ketetapan, serta keputusan-Nya, yang telah Dia perintahkan kepada nenek moyang kita.
1KI 8:59 Kiranya TUHAN, Allah kita, selalu mengingat permohonanku ini setiap waktu, juga memperhatikan dan memelihara hamba-Nya ini serta seluruh umat-Nya, dengan menyediakan apa pun yang kita perlukan tiap-tiap hari.
1KI 8:60 Maka segala bangsa di bumi akan tahu bahwa TUHAN adalah satu-satunya Allah yang sejati. Selain Dia tidak ada yang ilahi.
1KI 8:61 Dan kiranya kalian masing-masing tetap setia kepada TUHAN Allah kita dengan sepenuh hati, dan selalu hidup mengikuti seluruh ketetapan dan perintah-Nya, seperti yang kalian lakukan sekarang.”
1KI 8:62 Kemudian Raja Salomo dan seluruh rakyat Israel yang berkumpul di sana mempersembahkan kurban-kurban bagi TUHAN.
1KI 8:63 Salomo mempersembahkan 22.000 ekor sapi dan 120.000 ekor domba sebagai kurban tanda damai kepada TUHAN. Demikianlah raja dan seluruh Israel meresmikan rumah TUHAN.
1KI 8:64 Pada hari itu juga, Salomo menyucikan bagian tengah halaman di depan rumah TUHAN. Tempat itu dia gunakan untuk mempersembahkan kurban yang dibakar habis, persembahan gandum-ganduman, dan lemak dari kurban tanda damai, karena mezbah kurban bakaran di depan rumah TUHAN tidak cukup untuk menampung semua kurban persembahan itu.
1KI 8:65 Salomo dan seluruh orang Israel yang berkumpul merayakan peresmian selama satu minggu, lalu menambah satu minggu lagi. Sangat besar jumlah orang yang berkumpul. Mereka datang dari daerah Lebo Hamat di bagian utara sampai daerah cabang sungai Mesir di bagian selatan.
1KI 8:66 Setelah dua minggu, Salomo membubarkan seluruh rakyat itu. Mereka pun mendoakan berkat bagi raja, lalu masing-masing pulang dengan sangat gembira karena segala kebaikan yang sudah TUHAN lakukan kepada hamba-Nya Daud dan umat-Nya Israel.
1KI 9:1 Sesudah Salomo selesai membangun rumah TUHAN, seluruh istana kerajaan, dan semua yang dia inginkan,
1KI 9:2 TUHAN menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya, seperti yang pernah terjadi di Gibeon.
1KI 9:3 Kata TUHAN kepadanya, “Aku sudah mendengar doa permohonanmu. Aku telah menyucikan rumah yang kamu bangun sebagai kehormatan bagi-Ku selama-lamanya. Hati-Ku akan selalu ada di sana. Dan mata-Ku akan mengawasinya tiap waktu.
1KI 9:4 Bila kamu hidup dengan setia dan lurus di hadapan-Ku seperti ayahmu Daud, dengan mengikuti segala perintah, peraturan, dan ketetapan-Ku,
1KI 9:5 maka Aku akan membuat kerajaanmu selalu berkuasa atas Israel, seperti yang sudah Aku janjikan kepada ayahmu Daud, yaitu, ‘Anak-cucumu akan terus memerintah atas Israel turun temurun.’
1KI 9:6 Tetapi jika kamu atau anak cucumu meninggalkan Aku, tidak menaati peraturan serta ketetapan yang sudah Aku berikan, dan malah menyembah dewa-dewa,
1KI 9:7 maka Aku akan mengusir bangsa Israel dari tanah yang sudah Aku berikan kepada mereka. Aku juga akan meninggalkan rumah-Ku ini, yang pernah Aku sucikan untuk penyembahan-Ku. Dan di antara semua bangsa lain, Israel akan diejek dan ditertawakan.
1KI 9:8 Rumah ini akan hancur hingga setiap orang yang melewatinya akan terheran-heran serta merasa ngeri dan bertanya-tanya, ‘Mengapa TUHAN sampai berbuat demikian terhadap negeri ini dan rumah ini?’
1KI 9:9 Maka orang-orang akan menjawab, ‘Karena bangsa Israel meninggalkan TUHAN, Allah mereka yang sudah membawa nenek moyang Israel keluar dari Mesir, dan malah menyembah dewa-dewa. Itulah sebabnya TUHAN mendatangkan malapetaka ini atas mereka.’”
1KI 9:10 Pembangunan rumah TUHAN dan istana Salomo selesai dalam waktu dua puluh tahun.
1KI 9:11 Sesudah itu, Salomo memberikan dua puluh kota di daerah Galilea kepada Hiram, raja negeri Tirus, karena Hiram sudah menyediakan seluruh keperluan yang diminta Salomo— kayu aras, kayu sanobar, dan emas.
1KI 9:12 Akan tetapi, ketika Hiram mengunjungi kota-kota yang Salomo berikan, dia tidak menyukainya
1KI 9:13 dan mengirim berita kepada Salomo, “Saudaraku, kota-kota yang engkau berikan itu sama sekali tidak berguna!” Itulah sebabnya sampai masa kitab ini ditulis, daerah itu disebut Tanah Tidak Berguna.
1KI 9:14 (Hiram sudah membayar 3.600 kilogram emas kepada Salomo.)
1KI 9:15 Raja Salomo menugaskan para buruh kasar untuk membangun rumah TUHAN, istananya, tembok Yerusalem, dan menimbun lembah untuk memperluas kota. Mereka juga ditugaskan membangun kota Hazor, Megido, dan Gezer.
1KI 9:16 Menjelang waktu pernikahan Salomo dengan putri Mesir, raja Mesir menyerang kota Gezer, membakarnya, dan membunuh seluruh orang Kanaan yang tinggal di sana untuk memberikan kota itu sebagai hadiah pernikahan bagi anaknya.
1KI 9:17 Lalu Salomo membangun kembali kota Gezer, Bet Horon Bawah,
1KI 9:18 Baalat, dan Tamar di daerah padang belantara Yehuda.
1KI 9:19 Salomo juga membangun kota-kota untuk dijadikan pusat penyimpanan bahan makanan, serta kota untuk memelihara kuda dan menyimpan kereta kuda. Salomo membangun apa pun yang dia mau, baik di Yerusalem, di Libanon, maupun di seluruh wilayah kekuasaannya.
1KI 9:20 Pada masa itu, beberapa bangsa penduduk asli Kanaan, yaitu orang Amori, Het, Feris, Hewi, dan Yebus, masih tinggal di negeri Israel
1KI 9:21 karena orang Israel tidak menghabisi mereka semuanya. Salomo menetapkan mereka sebagai buruh kasar. Itulah pekerjaan mereka sampai waktu kitab ini ditulis.
1KI 9:22 Namun, tidak ada satu pun orang Israel yang dijadikan buruh kasar oleh Salomo. Dia menjadikan mereka tentara, pegawai kerajaan, kepala pasukan perang, pemimpin pasukan kereta, dan panglima pasukan berkuda.
1KI 9:23 550 orang Israel diangkat untuk menjadi pengawas para buruh kasar selama mengerjakan berbagai proyek pembangunan Salomo.
1KI 9:24 Sesudah menikah, Raja Salomo membawa istrinya, yaitu putri raja Mesir, pindah dari bagian lama kota Yerusalem ke istana yang baru dibangun untuknya. Sesudah itu, Salomo meluaskan Yerusalem dengan menimbun lembah di bagian timur supaya tanahnya rata.
1KI 9:25 Sesudah rumah TUHAN selesai dan dipakai sebagai tempat beribadah, tiga kali setahun Salomo mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai di atas mezbahnya. Dia juga secara rutin memberikan kemenyan untuk dibakar di mezbah dupa.
1KI 9:26 Raja Salomo juga membangun kapal-kapal di Ezion Geber, sebuah pelabuhan di pantai Laut Merah dekat Elat, di negeri Edom.
1KI 9:27 Hiram mengirim para pelautnya yang berpengalaman untuk berlayar bersama anak buah Salomo menggunakan kapal-kapal itu.
1KI 9:28 Mereka berlayar ke Ofir dan membawa dari sana emas sekitar 14.000 kilogram, lalu menyerahkannya kepada Salomo.
1KI 10:1 Kabar tentang kebijaksanaan Salomo yang luar biasa dari TUHAN tersebar sampai ke negeri Syeba. Mendengar berita itu, ratu Syeba datang menemui Salomo untuk menguji dia dengan pertanyaan-pertanyaan sulit.
1KI 10:2 Ratu tiba di Yerusalem disertai rombongan dari kerajaannya yang sangat besar jumlahnya, barisan unta yang mengangkut rempah-rempah, sangat banyak emas, dan batu permata yang mahal-mahal. Ketika bertemu Salomo, ratu Syeba mengajukan semua pertanyaan yang ada dalam pikirannya.
1KI 10:3 Salomo menjawab semua pertanyaan itu. Tidak ada satu pun yang tidak bisa dijawab.
1KI 10:4 Setelah ratu menyaksikan sendiri seluruh kebijaksanaan Salomo, juga istana yang dia bangun,
1KI 10:5 makanan-makanan yang dihidangkan di istana, pengaturan tempat duduk para pegawainya, pelayanan para hambanya di meja makan, pakaian mereka, serta kurban-kurban yang Salomo persembahkan di rumah TUHAN, ratu Syeba sangat takjub dan tercengang-cengang.
1KI 10:6 Lalu dia berkata kepada raja, “Berita yang saya dengar di negeri saya tentang kebijaksanaan Yang Mulia ternyata sungguh benar!
1KI 10:7 Waktu itu saya tidak percaya sebelum datang ke sini dan melihatnya sendiri. Tetapi ternyata, berita itu bahkan tidak sampai setengah dari kenyataannya. Sesungguhnya, kebijaksanaan dan kekayaan Tuan jauh melebihi apa yang saya dengar!
1KI 10:8 Betapa bahagianya para pegawai yang selalu ada di sekitar Tuan sehingga setiap waktu mereka bisa mendengar perkataan bijak dari Tuan.
1KI 10:9 Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepada Tuan dan mengangkat Tuan menjadi raja Israel! TUHAN sungguh mengasihi orang Israel untuk selamanya, itulah sebabnya Dia menjadikan Tuan sebagai raja untuk menegakkan keadilan dan mewujudkan apa yang benar bagi Israel.”
1KI 10:10 Ratu negeri Syeba memberi Salomo 4.000 kilogram emas, rempah-rempah yang sangat banyak, juga batu-batu permata. Sejak itu tidak pernah ada lagi pemberian yang melebihi banyaknya rempah-rempah dari ratu Syeba.
1KI 10:11 Sebaliknya, Raja Salomo juga memberikan banyak hadiah kepada ratu negeri Syeba, bahkan segala yang diinginkan dan diminta ratu. Sesudah itu ratu Syeba dan rombongan pegawainya pulang ke negeri mereka. Sementara itu, kapal-kapal Hiram yang mengangkut emas dari Ofir juga membawa dari sana sangat banyak kayu cendana dan batu-batu permata. Raja memakai kayu cendana itu untuk membuat tangga-tangga di rumah TUHAN dan istananya sendiri, juga untuk membuat kecapi dan harpa bagi para pemain musik. Kayu cendana sebagus itu tidak pernah ada lagi sampai masa kitab ini ditulis.
1KI 10:14 Dalam satu tahun, Salomo mengumpulkan emas sebanyak 23.000 kilogram,
1KI 10:15 belum termasuk emas yang didapat dari pajak yang dibayar oleh para pedagang, raja-raja di daerah Arab, dan para pemimpin daerah Israel.
1KI 10:16 Raja Salomo membuat dua ratus perisai besar dari emas yang ditempa. Setiap perisai beratnya sekitar 7,2 kilogram.
1KI 10:17 Dia juga membuat tiga ratus perisai kecil dari emas yang ditempa. Setiap perisai beratnya sekitar 1,8 kilogram. Perisai-perisai itu diletakkan di Gedung Hutan Libanon.
1KI 10:18 Raja juga membuat takhta besar yang dilapisi dengan emas murni dan dihiasi dengan banyak gading.
1KI 10:19 Ada enam anak tangga yang menuju ke takhta. Bentuk sandaran belakangnya membulat di bagian atas. Takhta itu memiliki dua sandaran tangan, dengan patung singa berdiri di kiri kanannya.
1KI 10:20 Keenam anak tangga yang menuju ke takhta juga memiliki patung singa di kiri kanannya. Jadi, seluruhnya ada dua belas patung singa di tangga takhta. Belum pernah ada kerajaan mana pun yang membuat takhta seperti itu.
1KI 10:21 Seluruh peralatan minum raja Salomo dan perkakas rumah tangga di Gedung Hutan Libanon juga terbuat dari emas murni. Tidak ada yang terbuat dari perak, sebab perak dianggap tidak berharga pada zaman Salomo.
1KI 10:22 Salomo bisa memiliki emas sebanyak itu karena di samping kapal-kapal Hiram, Salomo juga memiliki kapal-kapal saudagar besar yang berlayar ke Tarsis untuk berdagang. Tiga tahun sekali, kapal-kapal itu kembali dengan mengangkut emas, perak, gading, kera, dan banyak burung merak.
1KI 10:23 Kekayaan dan kebijaksanaan Salomo melebihi semua raja di seluruh bumi.
1KI 10:24 Pemimpin dari berbagai negeri datang menemui Salomo untuk mendengar kebijaksanaan yang Allah berikan kepadanya.
1KI 10:25 Mereka datang dengan membawa hadiah berupa barang-barang dari perak dan emas, pakaian, rempah-rempah, wangi-wangian, kuda, dan bagal. Demikianlah yang terjadi setiap tahun.
1KI 10:26 Salomo berhasil membangun pasukan kereta berkuda yang besar. Jumlahnya mencapai 1.400 kereta, dengan 12.000 ekor kuda. Sebagian ditempatkan di kota-kota penyimpanan kereta kuda, dan sebagian lain ditaruh di Yerusalem, tempat kediaman raja.
1KI 10:27 Semasa pemerintahan Salomo, perak sama banyaknya seperti batu biasa, dan balok kayu aras dari Libanon sama banyaknya seperti pohon ara di dataran rendah Israel.
1KI 10:28 Kuda-kuda Salomo diimpor dari Mesir dan Kilikia. Para pedagang raja membelinya dengan harga pasar.
1KI 10:29 Mereka membayar 6.800 gram perak untuk setiap kereta Mesir dan 1.700 gram perak untuk satu ekor kuda. Mereka juga menjual kereta dan kuda-kuda itu kepada semua raja di daerah Het dan Aram.
1KI 11:1 Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Selain menikah dengan putri raja Mesir, dia juga menikahi perempuan-perempuan dari bangsa Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het.
1KI 11:2 TUHAN sudah memperingatkan bangsa Israel, “Janganlah melakukan pernikahan campur dengan orang dari bangsa-bangsa itu, karena mereka akan mempengaruhi kalian untuk menyembah berhala-berhala mereka,” tetapi Salomo tetap menikahi mereka.
1KI 11:3 Salomo mempunyai 700 istri dari keluarga kerajaan, serta 300 orang gundik. Dan benar saja, para istrinya itu membuat Salomo meninggalkan TUHAN.
1KI 11:4 Ketika Salomo sudah tua, istri-istrinya mempengaruhi dia untuk ikut menyembah dewa-dewa mereka, sehingga hatinya tidak lagi setia kepada TUHAN seperti Daud ayahnya.
1KI 11:5 Salomo menyembah Astoret, dewi orang Sidon, dan Molok, dewa yang sangat menjijikkan sembahan bangsa Amon.
1KI 11:6 Dengan demikian, Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Dia tidak mengikut TUHAN dengan setia seperti ayahnya.
1KI 11:7 Di atas bukit di sebelah timur Yerusalem, Salomo membangun kuil pemujaan untuk Kamos, dewa menjijikkan yang dipuja bangsa Moab, dan untuk Molok, dewa sembahan bangsa Amon yang sangat menjijikkan itu.
1KI 11:8 Juga untuk semua istrinya dari bangsa-bangsa asing itu, Salomo membuatkan kuil-kuil pemujaan tempat mereka membakar dupa dan mempersembahkan kurban untuk dewa-dewa mereka.
1KI 11:9 Maka TUHAN pun marah terhadap Salomo sebab dia telah berpaling dari Allahnya sendiri, yang sudah dua kali menampakkan diri kepadanya
1KI 11:10 dan sudah memperingatkan dia secara khusus agar jangan menyembah dewa-dewa. Salomo melanggar perintah TUHAN.
1KI 11:11 Jadi TUHAN berkata kepada Salomo, “Karena kamu telah melakukan semuanya itu, melanggar ikatan perjanjian-Ku, dan tidak menaati ketetapan yang sudah Aku berikan kepadamu, maka Aku akan memecah kerajaanmu dan memberikannya kepada seorang pegawaimu.
1KI 11:12 Tetapi demi ayahmu, Aku tidak akan melakukannya selama kamu masih hidup. Aku akan memecah kerajaan ini pada masa pemerintahan anakmu nanti.
1KI 11:13 Meskipun demikian, Aku tidak akan mengambil seluruh kerajaan dari anakmu. Aku tetap mengizinkan dia memerintah atas satu suku saja, demi hamba-Ku Daud dan demi Yerusalem, kota yang sudah Aku pilih.”
1KI 11:14 Kemudian TUHAN menggerakkan Hadad, keturunan raja Edom, untuk melawan Salomo.
1KI 11:15 Dahulu ketika Daud mengalahkan kerajaan Edom, Yoab, panglima pasukannya, pergi ke Edom untuk menguburkan para tentara Israel yang mati dalam pertempuran. Dia bersama pasukannya tinggal di sana enam bulan, dan selama itu mereka membunuh semua laki-laki yang tersisa di Edom.
1KI 11:17 Tetapi Hadad yang waktu itu masih sangat muda dibawa lari ke Mesir oleh beberapa pejabat Edom.
1KI 11:18 Mereka meninggalkan Midian dan sampai ke Paran. Beberapa orang bergabung dengan mereka di sana. Lalu mereka bersama-sama pergi ke Mesir dan menemui raja Mesir. Raja menyediakan tanah, rumah, juga kebutuhan makanan bagi Hadad.
1KI 11:19 Raja Mesir sangat menyayangi Hadad sehingga dia memberikan adik iparnya sendiri, yaitu adik ratu Mesir, menjadi istri Hadad. (Ratu Mesir itu bernama Tahpenes.)
1KI 11:20 Istri Hadad melahirkan seorang anak laki-laki, namanya Genubat. Anak ini dibesarkan oleh Ratu Tahpenes di istana bersama anak-anak raja Mesir.
1KI 11:21 Bertahun-tahun kemudian, Hadad mendengar berita bahwa Daud dan Yoab, panglima tentaranya, sudah meninggal dunia. Maka Hadad berkata kepada raja Mesir, “Izinkanlah saya kembali ke negeri saya.”
1KI 11:22 Raja bertanya, “Kekurangan apakah kamu di sini, sehingga kamu ingin kembali ke negerimu?” Jawab Hadad, “Saya tidak kekurangan apa pun. Tetapi tolong izinkanlah saya pergi.”
1KI 11:23 Allah juga menggerakkan Rezon anak Eliada untuk melawan Salomo. Rezon adalah mantan budak Hadadezer, raja negeri Zoba. Rezon melarikan diri dari majikannya itu
1KI 11:24 lalu menjadi pemimpin kelompok pemberontak. Itu terjadi sesudah Daud mengalahkan Hadadezer dan membunuh para tentara Zoba. Kekalahan itu membuat Rezon beserta anak buahnya melarikan diri ke Damsik dan tinggal di kota itu. Di sana anak buahnya mengangkat Rezon menjadi raja Aram.
1KI 11:25 Rezon membenci Israel dan menjadi musuh Israel selama masa pemerintahan Salomo. Sama seperti Hadad, dia mendatangkan banyak masalah terhadap Israel. Kekuasaan Rezon meluas hingga di seluruh Aram.
1KI 11:26 Pemimpin pemberontakan lainnya yang melawan Salomo adalah Yerobeam, pegawainya sendiri. Yerobeam adalah anak Nebat dari kota Zereda di wilayah Efraim. Ibunya seorang janda bernama Zerua.
1KI 11:27 Beginilah awal mula pemberontakannya. Suatu kali, Salomo sedang menimbun dan memperbaiki bagian lama tembok Yerusalem yang disebut Kota Daud.
1KI 11:28 Yerobeam bekerja dalam pembangunan itu. Ketika Salomo melihat bahwa pemuda itu sangat rajin dan bisa diandalkan, Salomo mengangkat dia menjadi mandor untuk mengepalai para buruh dari suku Efraim dan Manasye.
1KI 11:29 Suatu hari, ketika Yerobeam dalam perjalanan dari Yerusalem ke tempat lain melalui suatu padang, dia didatangi oleh Ahia, nabi dari kota Silo yang pada waktu itu mengenakan jubah baru. Hanya ada mereka berdua di padang itu.
1KI 11:30 Ahia melepaskan jubah baru yang dia pakai dan merobeknya menjadi dua belas bagian,
1KI 11:31 lalu berkata kepada Yerobeam, “Ambillah sepuluh robekan untukmu, karena beginilah pesan TUHAN, Allah Israel: Aku akan memecah kerajaan Israel dari tangan Salomo dan memberikan sepuluh suku kepadamu.
1KI 11:32 Tetapi Aku akan membiarkan satu suku tetap dipimpin oleh Salomo, demi janji-Ku kepada hamba-Ku Daud, dan demi Yerusalem, kota yang sudah Aku pilih dari antara semua suku Israel.
1KI 11:33 Aku melakukannya karena Salomo dan rakyat Israel sudah meninggalkan Aku dan menyembah Astoret, dewi orang Sidon, Kamos, dewa orang Moab, dan Molok, dewa orang Amon. Mereka tidak lagi menaati Aku seperti Daud. Mereka sudah berhenti melakukan apa yang benar. Mereka tidak lagi menjalankan ketetapan dan peraturan yang sudah Aku perintahkan.
1KI 11:34 “Namun, Aku tidak akan mengambil seluruh kerajaan dari Salomo. Aku juga akan tetap membiarkan dia berkuasa selama hidupnya, demi janji-Ku kepada Daud, hamba pilihan-Ku, yang taat pada perintah dan ketetapan-Ku.
1KI 11:35 Aku akan memecah kerajaan Israel ketika anak Salomo naik takhta. Sepuluh suku akan Aku berikan kepadamu.
1KI 11:36 Tetapi satu suku akan tetap Aku berikan kepada anaknya, supaya selalu ada keturunan Daud yang memerintah di Yerusalem, kota yang Aku pilih sebagai tempat beribadah kepada-Ku.
1KI 11:37 Aku akan mengangkatmu menjadi raja Israel, sehingga kamu berkuasa atas segala sesuatu yang kamu inginkan.
1KI 11:38 Apabila kamu menaati semua yang Aku perintahkan dan hidup benar menurut kehendak-Ku seperti hamba-Ku Daud, dengan selalu menjalankan ketetapan-ketetapan-Ku, maka Aku akan selalu bersamamu. Aku akan membuat anak cucumu turun temurun menjadi raja atas Israel, seperti yang Aku lakukan untuk Daud. Aku akan memberikan Israel kepadamu.
1KI 11:39 Aku akan menghukum keturunan Daud karena dosa Salomo, tetapi tidak untuk selamanya.”
1KI 11:40 Sejak mengetahui hal itu Salomo berusaha membunuh Yerobeam. Tetapi dia melarikan diri kepada Sisak, raja Mesir, dan tinggal di sana sampai Salomo meninggal.
1KI 11:41 Seluruh peristiwa di masa pemerintahan Salomo, tindakan-tindakan yang diambilnya, termasuk kebijaksanaannya, dicatat dalam kitab Riwayat Salomo.
1KI 11:42 Salomo memerintah di Yerusalem atas seluruh Israel selama empat puluh tahun.
1KI 11:43 Sesudah itu dia meninggal dunia dan dikuburkan di Kota Daud. Lalu Rehabeam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
1KI 12:1 Beginilah kisah penobatan Rehabeam. Rehabeam pergi ke kota Sikem karena semua orang Israel sudah berkumpul di sana untuk menobatkan dia menjadi raja.
1KI 12:2 Dari tempat pengungsiannya di Mesir, Yerobeam anak Nebat mendengar kabar bahwa Salomo sudah mati dan anaknya akan diangkat menjadi raja. Para kepala suku Israel memanggil Yerobeam. Jadi, dia pun segera kembali dari Mesir. Lalu mereka bersama-sama menghadap Raja Rehabeam dan berkata kepadanya,
1KI 12:4 “Salomo, ayah Tuan, sudah membebani rakyat sangat berat dengan kerja keras dan pajak yang tinggi. Karena itu, mohon ringankanlah beban kami, dan kami akan setia melayani Tuan.”
1KI 12:5 Rehabeam menjawab, “Tiga hari lagi saya akan memberikan jawaban. Sekarang pergilah dulu.” Maka mereka pun pergi.
1KI 12:6 Kemudian Raja Rehabeam membahas masalah itu dengan orang-orang tua yang dulu menjadi penasihat ayahnya. Dia bertanya, “Apa nasihat kalian untuk menjawab permintaan rakyat Israel?”
1KI 12:7 Mereka menjawab, “Jika Tuan mau melayani rakyat dengan baik, mengabdi untuk rakyat, dan memberikan jawaban yang menyenangkan, pasti mereka akan selalu setia kepada Tuan.”
1KI 12:8 Tetapi Rehabeam menolak nasihat para penasihat lama itu dan justru meminta pendapat dari orang-orang muda yang sebaya dengan dia, yang sudah diangkat menjadi penasihatnya.
1KI 12:9 Tanya Rehabeam, “Apa nasihat kalian untuk menjawab rakyat yang meminta saya meringankan beban yang diberikan ayah kepada mereka?”
1KI 12:10 Para penasihat muda itu menjawab, “Katakanlah begini kepada orang-orang yang meminta keringanan: Ayah tidak ada apa-apanya dibanding saya.
1KI 12:11 Kalau ayah saya memberikan beban berat kepada kalian, saya akan memberikan yang lebih berat lagi. Dia menghajar kalian dengan cambuk, saya akan memakai cambuk berduri besi!”
1KI 12:12 Sesuai perintah raja, tiga hari kemudian Yerobeam dan yang lainnya kembali menghadap.
1KI 12:13 Raja menjawab mereka dengan kasar karena dia menolak nasihat dari para tua-tua.
1KI 12:14 Rehabeam mengikuti nasihat orang-orang muda tadi dan berkata, “Ayah saya memberikan beban berat kepada kalian, tetapi saya akan memberikan yang lebih berat lagi. Dia menghajar kalian dengan cambuk, tetapi saya akan memakai cambuk berduri besi!”
1KI 12:15 Seluruh umat Israel menyadari bahwa raja yang baru tidak mau mendengarkan mereka. Maka mereka berteriak, “Tidak ada untungnya kita mendukung keluarga Daud! Tidak ada gunanya mengikuti pemerintahan Daud! Ayo, rakyat Israel, kita pulang saja! Hai keluarga Daud, mulai sekarang uruslah dirimu sendiri!” Kemudian Raja Rehabeam mengutus Adoram (kepala mandor buruh kasar) untuk menenangkan rakyat, tetapi mereka melempari dia dengan batu sampai mati. Lalu Rehabeam cepat-cepat naik ke keretanya dan melarikan diri ke Yerusalem. Orang Israel pulang ke rumahnya masing-masing, dan hanya rakyat Israel di wilayah Yehuda yang masih mau tunduk kepada Rehabeam. Hal itu terjadi sesuai dengan kehendak TUHAN. Karena TUHAN hendak mewujudkan perkataan-Nya yang sudah disampaikan Nabi Ahia kepada Yerobeam.
1KI 12:19 Demikianlah awalnya suku-suku Israel memberontak terhadap keluarga Daud, dan keadaan masih seperti itu sampai waktu kitab ini ditulis.
1KI 12:20 Ketika orang-orang Israel mendengar bahwa Yerobeam sudah kembali dari Mesir, mereka mengundang dia ke suatu pertemuan, dan di situ mereka mengangkat dia menjadi raja Israel. Hanya suku Yehuda yang tetap menganggap keturunan Daud sebagai raja mereka.
1KI 12:21 Ketika Rehabeam tiba di Yerusalem, dia mengumpulkan 180.000 orang tentara dari suku Yehuda dan Benyamin untuk berperang melawan Israel dan memulihkan kembali kekuasaannya atas suku-suku di bagian utara.
1KI 12:22 Tetapi Allah mengutus Nabi Semaya,
1KI 12:23 “Sampaikanlah kepada Rehabeam anak Salomo, raja Yehuda, dan kepada semua orang dari suku Yehuda dan Benyamin:
1KI 12:24 TUHAN berkata, ‘Jangan menyerang saudara-saudaramu orang Israel. Pulanglah ke rumahmu masing-masing, karena semua yang terjadi ini adalah kehendak-Ku.’” Maka mereka mematuhi perintah TUHAN dan pulang.
1KI 12:25 Kemudian Yerobeam membangun kota Sikem di pegunungan Efraim. Dia tinggal di sana beberapa waktu. Dari situ dia pindah dan membangun kota Penuel.
1KI 12:26 Suatu hari Yerobeam mulai berpikir, “Semua orang Israel masih pergi mempersembahkan kurban di rumah TUHAN di Yerusalem. Kalau seperti itu, bisa-bisa mereka kembali menghormati tuan mereka yang semula, Rehabeam raja Yehuda. Jangan-jangan mereka akan membunuh aku dan berbalik kepada Rehabeam.”
1KI 12:28 Sesudah mempertimbangkan hal itu dengan para penasihatnya, Yerobeam membuat dua patung anak sapi jantan dari emas dan berkata kepada rakyatnya, “Sudah cukup lama kalian selalu pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Mulai sekarang tidak perlu lagi, karena dewa-dewamu yang membawa kalian keluar dari Mesir ada di sini!”
1KI 12:29 Dia menempatkan satu patung di kota Betel di bagian selatan Israel, dan yang satunya di kota Dan di bagian utara.
1KI 12:30 Hal ini merupakan dosa besar bagi bangsa Israel, karena mereka menyembah patung anak sapi emas itu di kota Betel dan kota Dan.
1KI 12:31 Yerobeam juga membangun berbagai tempat pengurbanan lain di atas bukit-bukit, serta mengangkat orang-orang sebagai imam yang bukan berasal dari keturunan Lewi.
1KI 12:32 Dia menetapkan hari raya sendiri, yaitu tanggal lima belas bulan kedelapan, seperti Hari Raya Pondok di Yehuda, supaya rakyatnya tidak lagi berurusan dengan kerajaan Daud. Pada tanggal lima belas bulan kedelapan di tahun itu, Yerobeam mengadakan perayaan besar di Betel bersama rakyat Israel. Dia naik ke mezbah dan mempersembahkan kurban kepada patung anak sapi buatannya. Lalu dia melantik orang-orang yang dipilihnya sebagai imam, dan menugaskan mereka masing-masing supaya ada imam di setiap tempat pengurbanan.
1KI 13:1 Ketika Raja Yerobeam masih berdiri di depan mezbah di Betel untuk membakar persembahan, datanglah seorang nabi utusan TUHAN dari Yehuda.
1KI 13:2 Nabi itu menyerukan pesan TUHAN mengenai mezbah tersebut, katanya, “Beginilah kata TUHAN terhadap mezbah ini, ‘Suatu hari nanti akan lahir seorang keturunan Daud bernama Yosia. Ketika dia menjadi raja, dia akan membunuh dan membakar imam-imam yang mempersembahkan kurban di sini. Bahkan tulang-tulang dari mayat mereka akan dibakar sampai habis di atas mezbah sehingga mezbah ini menjadi najis.’”
1KI 13:3 Nabi itu menegaskan perkataannya dengan membuat keajaiban, “Inilah tandanya bahwa pesan yang saya sampaikan benar-benar dari TUHAN: Perhatikan! Mezbah ini akan terbelah dan pecah sehingga abu di atasnya tumpah.”
1KI 13:4 Mendengar perkataan itu, Yerobeam langsung menunjuk kepadanya sambil berseru, “Tangkap dia!” Tetapi seketika itu juga tangannya yang diulurkan itu menjadi kaku dan tidak bisa diturunkan lagi.
1KI 13:5 Pada saat yang sama pecahlah mezbah itu sehingga abunya pun tumpah berantakan, tepat seperti yang disampaikan TUHAN melalui nabi-Nya.
1KI 13:6 Lalu Yerobeam berkata kepada nabi itu, “Berdoalah untuk saya! Mintalah kebaikan TUHAN Allahmu supaya tangan saya pulih kembali.” Nabi pun berdoa, dan tangan Yerobeam kembali seperti semula.
1KI 13:7 Raja berkata kepada nabi itu, “Pulanglah bersama saya. Mari kita makan bersama. Saya akan memberimu hadiah.”
1KI 13:8 Jawab nabi, “Sekalipun engkau memberikan setengah dari kekayaanmu, saya tidak akan ikut bersamamu dan tidak akan makan minum di tempat ini.
1KI 13:9 Karena TUHAN sudah memerintahkan saya, ‘Janganlah kamu mampir untuk makan dan minum. Juga jangan pulang melewati jalan yang sama seperti waktu kamu datang.’”
1KI 13:10 Kemudian nabi Allah itu meninggalkan Betel. Dia pulang melalui jalan lain.
1KI 13:11 Pada waktu itu ada seorang nabi tua yang tinggal di Betel. Anak-anak lelakinya menceritakan kepadanya tentang nabi Allah yang tadi datang dari Yehuda. Mereka menyampaikan semua yang dikatakan nabi itu kepada Yerobeam.
1KI 13:12 Lalu nabi tua itu bertanya, “Nabi itu pergi lewat jalan mana?” Mereka pun menunjukkan jalan yang diambilnya.
1KI 13:13 Katanya kepada mereka, “Pasanglah pelana keledai ayah.” Mereka mengerjakannya, lalu dia menunggang keledainya
1KI 13:14 dan pergi mengejar nabi itu. Dia menjumpainya sedang duduk di bawah pohon besar. Nabi tua itu bertanya, “Apakah kamu nabi Allah yang datang dari Yehuda?” Jawabnya, “Ya, benar.”
1KI 13:15 Lalu kata nabi tua itu, “Mari, mampirlah ke rumah saya untuk makan.”
1KI 13:16 Jawab nabi yang dari Yehuda, “Saya tidak bisa kembali ke Betel ataupun makan dan minum bersamamu.
1KI 13:17 TUHAN sudah berpesan kepada saya, ‘Jangan makan dan minum di tempat itu. Juga jangan pulang melewati jalan yang sama seperti waktu kamu datang.’”
1KI 13:18 Nabi tua itu membohongi dia dengan berkata “Saya juga nabi sama sepertimu. Dan tadi ada malaikat datang kepada saya menyampaikan pesan TUHAN, ‘Bawalah dia ke rumahmu supaya dia dapat makan dan minum.’”
1KI 13:19 Maka nabi dari Yehuda itu ikut ke rumah nabi tua di Betel dan mereka makan bersama.
1KI 13:20 Saat mereka sedang duduk di meja makan, TUHAN memberi pesan kepada nabi tua itu
1KI 13:21 sehingga dia berseru kepada nabi yang dari Yehuda, “TUHAN Allahmu berkata, ‘Kamu sudah menolak taat kepada perintah-Ku
1KI 13:22 dengan kembali dan makan di tempat yang Aku larang! Karena itu kamu tidak akan dikuburkan bersama para leluhurmu.’”
1KI 13:23 Sesudah makan, nabi tua itu memasang pelana keledai untuk ditunggangi oleh nabi yang satunya itu.
1KI 13:24 Di tengah perjalanan, seekor singa menyerang nabi dari Yehuda itu sampai mati. Mayatnya tergeletak di jalan, sementara keledai dan singa itu tetap berdiri di kiri kanannya.
1KI 13:25 Orang-orang yang melewati jalan itu melihat mayatnya lalu menceritakan di Betel, “Ada mayat di jalan dengan seekor singa di sampingnya!”
1KI 13:26 Waktu nabi tua itu mendengar berita tersebut, dia berkata, “Itu nabi yang tadi, yang tidak menaati perintah TUHAN. Karena itulah TUHAN menggenapi perkataan-Nya dengan mendatangkan singa untuk menyerang dan membunuh dia.”
1KI 13:27 Lalu nabi tua itu berkata kepada anak-anaknya, “Pasangkanlah pelana pada keledai kita.” Mereka pun melakukannya.
1KI 13:28 Dia pergi dan menemukan mayat nabi itu tergeletak di jalan. Keledai dan singa tadi masih berdiri di sampingnya. Singa itu tidak memangsa mayat maupun keledai tersebut.
1KI 13:29 Kemudian nabi tua itu mengangkat mayat nabi yang dari Yehuda ke atas keledainya, lalu membawa dia pulang ke Betel untuk diratapi dan dikubur.
1KI 13:30 Dia menguburkan nabi Yehuda itu di kuburan keluarganya. Bersama anak-anaknya, mereka meratapi dia dengan berkata, “Oh, saudaraku!”
1KI 13:31 Sesudah penguburan selesai, nabi tua itu berkata kepada anak-anaknya, “Suatu hari nanti waktu aku meninggal, kuburkanlah aku di sini, di kuburan yang sama, di samping tulang-tulangnya.
1KI 13:32 Semua yang diucapkan nabi ini berdasarkan perintah TUHAN tentang mezbah di Betel dan semua tempat pemujaan di bukit wilayah Samaria pasti akan terjadi.”
1KI 13:33 Setelah semua peristiwa itu, Yerobeam tetap tidak berhenti melakukan perbuatan jahatnya. Dia masih saja mengangkat imam-imam dari berbagai suku untuk ditugaskan di tempat-tempat pemujaan di atas bukit-bukit. Dia mengizinkan siapa pun untuk menjadi imam.
1KI 13:34 Di mata TUHAN, perbuatan ini merupakan dosa besar, sehingga dia dan seluruh keluarganya akan dilenyapkan dari muka bumi.
1KI 14:1 Beberapa waktu kemudian, anak laki-laki Yerobeam sakit. Namanya Abia.
1KI 14:2 Yerobeam lalu berkata kepada istrinya “Bersiap-siaplah dan pergilah ke kota Silo. Temui Nabi Ahia di sana. Dialah yang mengatakan bahwa aku akan menjadi raja atas bangsa ini. Tetapi menyamarlah ketika pergi supaya tidak ada yang mengenali kamu sebagai istriku.
1KI 14:3 Bawalah sepuluh roti, beberapa kue, dan madu sewadah. Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada anak kita.”
1KI 14:4 Istri Yerobeam pun melakukannya. Dia berkemas lalu pergi ke Silo mendatangi rumah Ahia. Ahia sudah tua dan tidak dapat melihat lagi karena matanya telah rabun.
1KI 14:5 Tetapi TUHAN sudah lebih dulu berkata kepada Ahia, “Istri Yerobeam akan datang untuk menanyakan tentang anaknya yang sedang sakit. Dia datang dengan menyamar. Jawablah dia menurut jawaban yang Aku beritahukan kepadamu ini.”
1KI 14:6 Ketika Ahia mendengar langkah kakinya mendekat, dia berkata “Masuklah, istri Yerobeam. Untuk apa kamu menyamar? Saya sudah diperintahkan untuk menyampaikan berita buruk kepadamu.
1KI 14:7 Pulanglah dan sampaikan kepada Yerobeam bahwa inilah yang dikatakan TUHAN, Allah Israel, ‘Aku sudah mengangkatmu dari antara bangsamu dan menjadikanmu pemimpin atas umat-Ku Israel.
1KI 14:8 Aku sudah memecah kerajaan dari keturunan Daud dan memberikannya kepadamu. Tetapi kamu tidak seperti hamba-Ku Daud, yang menaati perintah-perintah-Ku dan mengikuti Aku dengan setia dan melakukan yang benar di mata-Ku.
1KI 14:9 Kamu sudah melakukan kejahatan lebih buruk daripada semua orang yang pernah memimpin sebelum kamu, karena kamu membangkitkan amarah-Ku dengan membuat patung-patung berhala dari logam dan berpaling dari-Ku.
1KI 14:10 Oleh karena itu, Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarga Yerobeam dengan mematikan setiap laki-laki dari keturunanmu di Israel, baik yang berkedudukan tinggi maupun yang paling rendah. Keluargamu akan Aku binasakan seluruhnya, seperti kotoran dibakar sampai habis.
1KI 14:11 Setiap anggota keluarga Yerobeam yang mati di kota akan dimakan anjing, dan yang mati di padang di luar kota akan dimakan burung bangkai. Aku, TUHAN menegaskan hal ini.’”
1KI 14:12 Ahia berkata lagi, “Jadi, sekarang pulanglah. Begitu kamu tiba di kota, anakmu akan meninggal.
1KI 14:13 Seluruh Israel akan meratapi dan menguburkannya. Dialah satu-satunya keturunan Yerobeam yang akan dikuburkan secara layak, karena di antara seluruh keluarga Yerobeam, hanya pada dia terdapat sesuatu yang baik di mata TUHAN, Allah Israel.
1KI 14:14 “Selain itu, TUHAN akan mengangkat seorang raja atas Israel yang akan melenyapkan keluarga Yerobeam. Hal ini akan segera terjadi.
1KI 14:15 Kemudian TUHAN akan menghukum bangsa Israel. Seperti alang-alang air digoncangkan lalu dicabut sampai ke akarnya, demikianlah TUHAN akan mencabut Israel dari negeri yang baik ini, yang sudah Dia berikan kepada nenek moyang mereka. Dia akan mencerai-beraikan Israel ke negeri di seberang sungai Efrat, karena mereka sudah membangkitkan amarah TUHAN dengan menyembah dewi Asyera.
1KI 14:16 TUHAN akan meninggalkan umat Israel karena dosa-dosa Yerobeam yang menyebabkan umat Israel ikut berdosa.”
1KI 14:17 Sesudah itu, istri Yerobeam kembali ke kota Tirza. Saat dia memasuki pintu rumahnya, anaknya meninggal.
1KI 14:18 Anak itu dikuburkan dan seluruh Israel meratapi dia. Semuanya terjadi sesuai dengan perkataan TUHAN yang sudah disampaikan oleh hamba-Nya, Nabi Ahia.
1KI 14:19 Hal-hal lain mengenai Yerobeam, seperti strategi dan tindakan-tindakannya dalam perang, serta kebijakan-kebijakan yang diambilnya selama memimpin, semua itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
1KI 14:20 Yerobeam memerintah selama dua puluh dua tahun. Lalu dia meninggal dunia. Anak laki-lakinya yang bernama Nadab menggantikan dia sebagai raja.
1KI 14:21 Rehabeam, anak laki-laki Salomo, mulai naik takhta sebagai raja di Yehuda pada umur empat puluh satu tahun. Dia memerintah selama tujuh belas tahun. Ibukotanya di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara semua suku Israel sebagai tempat untuk beribadah kepada-Nya. Ibu Rehabeam bernama Naama, perempuan dari bangsa Amon.
1KI 14:22 Selama pemerintahan Rehabeam, rakyat Yehuda melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Mereka berbuat dosa melebihi nenek moyang mereka sehingga membangkitkan amarah TUHAN,
1KI 14:23 karena mereka membangun tempat-tempat pemujaan berhala serta mendirikan tiang-tiang lambang dewi Asyera di setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang besar.
1KI 14:24 Di tempat-tempat itu mereka juga mengadakan pelacuran sesama jenis, yaitu laki-laki dengan laki-laki. Dengan demikian mereka meniru semua kejahatan menjijikkan seperti kelakuan bangsa-bangsa lain yang sudah TUHAN usir ketika orang Israel memasuki negeri itu.
1KI 14:25 Pada tahun kelima pemerintahan Rehabeam, kota Yerusalem diserang Raja Sisak dari Mesir.
1KI 14:26 Dia menjarah semua benda berharga dari rumah TUHAN dan dari istana raja, termasuk perisai-perisai emas buatan Salomo.
1KI 14:27 Untuk menggantikannya, Raja Rehabeam membuat perisai-perisai dari perunggu dan menyerahkannya kepada pengawal-pengawal yang menjaga pintu istana raja.
1KI 14:28 Setiap kali raja pergi ke rumah TUHAN, pengawal-pengawal membawa perisai-perisai itu. Setelah selesai mereka mengembalikannya ke ruangan penjaga.
1KI 14:29 Hal-hal lain mengenai Rehabeam, seperti tindakan-tindakan dan keputusan yang diambilnya, semua itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
1KI 14:30 Semasa hidupnya, Rehabeam dan Yerobeam terus-menerus berperang.
1KI 14:31 Kemudian Rehabeam meninggal dunia dan dikuburkan di samping leluhurnya di Kota Daud. (Ibu Rehabeam bernama Naama, orang Amon.) Sesudah itu, anak laki-lakinya yang bernama Abiam menggantikan dia sebagai raja.
1KI 15:1 Ketika Yerobeam anak Nebat sudah delapan belas tahun memerintah sebagai raja atas sepuluh suku Israel, Abiam anak Rehabeam mulai memerintah di kerajaan Yehuda.
1KI 15:2 Dia memerintah selama tiga tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Nama ibunya adalah Maaka, cucu Abisalom.
1KI 15:3 Abiam melakukan dosa yang sama seperti ayahnya. Dia tidak sepenuhnya setia kepada TUHAN Allahnya, seperti Daud, kakek buyutnya.
1KI 15:4 Namun, karena Daud, TUHAN tetap memberi dia keturunan untuk meneruskan pemerintahan di Yerusalem,
1KI 15:5 sebab Daud sepanjang hidupnya melakukan apa yang benar di mata TUHAN tanpa menyimpang dari segala perintah-Nya, kecuali dalam satu hal yaitu perkara Uria, orang Het.
1KI 15:6 Selama masa pemerintahan Abiam, peperangan antara kerajaan Yehuda dan Israel yang dimulai oleh Rehabeam dan Yerobeam masih terus berlangsung.
1KI 15:7 Kisah selebihnya tentang Abiam selama memerintah sebagai raja, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, juga perangnya melawan Yerobeam, dicatat di dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
1KI 15:8 Ketika Abiam meninggal dunia, dia dikuburkan di Kota Daud. Kemudian Asa, anak laki-lakinya, menggantikan dia sebagai raja.
1KI 15:9 Pada tahun kedua puluh masa pemerintahan Yerobeam atas Israel, Asa mulai memerintah kerajaan Yehuda.
1KI 15:10 Dia memerintah dari Yerusalem selama empat puluh satu tahun. Neneknya bernama Maaka, cucu Abisalom.
1KI 15:11 Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, leluhurnya.
1KI 15:12 Dia menghentikan semua kegiatan pelacuran sesama jenis di tempat pemujaan berhala dan mengusir para pelacur lelaki dari kerajaannya. Asa juga menyingkirkan semua patung dewa di negerinya, yang dulu dibuat oleh raja-raja sebelum dia.
1KI 15:13 Asa juga mencopot neneknya, Maaka, dari jabatan ibu suri, karena Maaka sudah mendirikan patung dewi Asyera yang menjijikkan. Asa merobohkan patung itu dan membakarnya di Lembah Kidron.
1KI 15:14 Tempat-tempat pemujaan di berbagai bukit tidak dihancurkan oleh Asa, tetapi sepanjang hidupnya, dia setia kepada TUHAN dengan sepenuh hati.
1KI 15:15 Asa menyerahkan ke perbendaharaan rumah TUHAN semua barang yang sudah dikhususkan ayahnya sebagai persembahan. Selain itu, dia juga memberikan persembahannya sendiri, berupa barang-barang dari emas dan perak.
1KI 15:16 Selama pemerintahan Asa, masih terus berlangsung peperangan antara kerajaan Yehuda melawan kerajaan Israel yang dipimpin Baesa, pengganti Yerobeam.
1KI 15:17 Baesa menyerang Yehuda dan memperkuat kota Rama untuk menutup jalan keluar masuk ke wilayah Yehuda.
1KI 15:18 Karena itu Asa mengambil semua emas dan perak dari rumah TUHAN dan semua barang bernilai dari istana raja. Lalu dia mengutus para pegawainya untuk membawa semuanya itu kepada Ben Hadad, raja yang memerintah negeri Aram dari kota Damsik. (Ben Hadad adalah anak Tabrimon dan cucu Hezion.) Barang-barang berharga itu diantarkan dengan pesan berikut,
1KI 15:19 “Marilah kita mengadakan perjanjian damai, sama seperti yang sudah dibuat orangtua kita dulu. Dengan ini saya mengirim kepada Tuan sejumlah emas dan perak. Saya mohon agar Tuan membatalkan perjanjian dengan Baesa, raja Israel, supaya dia meninggalkan wilayah saya.”
1KI 15:20 Ben Hadad menyetujui tawaran Asa, lalu Ben Hadad mengirim pasukannya menyerang kota-kota Israel. Pasukan Aram itu mengalahkan kota Iyon, Dan, Abel Bet Maaka, seluruh Kinerot, dan seluruh wilayah suku Naftali.
1KI 15:21 Ketika Baesa mendengar berita tersebut, dia menghentikan pembangunan kota Rama dan meninggalkan kota itu, lalu menetap di kota Tirza.
1KI 15:22 Kemudian Raja Asa memberi perintah bahwa setiap laki-laki di seluruh Yehuda, tanpa kecuali, harus pergi memindahkan batu-batu dan kayu-kayu dari kota Rama, yang sebelumnya digunakan Baesa untuk membangun kota itu. Mereka kemudian menggunakan bahan-bahan itu untuk memperkuat pertahanan di kota Geba dan Mispa, di wilayah suku Benyamin.
1KI 15:23 Kisah selebihnya tentang Asa selama memerintah sebagai raja, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya serta keberhasilannya, juga semua kota yang dia bangun, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda. Pada masa tuanya, Raja Asa menderita sakit pada kedua kakinya.
1KI 15:24 Lalu Asa meninggal dan dia dikuburkan di Kota Daud. Kemudian Yosafat, anak laki-lakinya, menggantikan dia sebagai raja.
1KI 15:25 Nadab anak Yerobeam mulai memerintah di Israel pada tahun kedua pemerintahan Raja Asa di Yehuda. Nadab memerintah selama dua tahun.
1KI 15:26 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan mengikuti dosa ayahnya yang menjerumuskan rakyat Israel ke dalam dosa.
1KI 15:27 Lalu Baesa anak Ahia, dari suku Isakar, mengadakan persekongkolan melawan Nadab dan membunuh dia. Hal itu terjadi ketika Nadab dan seluruh Israel sedang mengepung kota Gibeton di negeri Filistin.
1KI 15:28 Baesa membunuh Nadab pada tahun ketiga masa pemerintahan Asa, raja Yehuda. Lalu Baesa menggantikan Nadab sebagai raja Israel.
1KI 15:29 Saat Baesa menjadi raja, dia langsung membunuh seluruh keluarga Yerobeam. Tidak ada seorang pun yang tersisa. Hal itu menggenapi nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Ahia, orang Silo.
1KI 15:30 Yerobeam membangkitkan murka TUHAN karena dosa-dosanya sendiri dan tindakannya yang menjerumuskan rakyat ke dalam dosa penyembahan dewa. Itulah sebabnya TUHAN Allah Israel menjatuhkan hukuman itu.
1KI 15:31 Kisah selebihnya tentang Nadab, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat di dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
1KI 15:32 Peperangan terus berlanjut antara Asa, raja Yehuda, melawan Baesa, raja Israel, sepanjang hidup mereka.
1KI 15:33 Pada tahun ketiga masa pemerintahan Asa, raja Yehuda, Baesa anak Ahia mulai memerintah kerajaan Israel. Dia memerintah selama dua puluh empat tahun dari ibukotanya, yaitu Tirza.
1KI 15:34 Baesa juga melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan mengikuti dosa Yerobeam yang menyebabkan rakyat Israel ikut berdosa.
1KI 16:1 TUHAN menyampaikan pesan hukuman kepada Baesa melalui Nabi Yehu anak Hanani. Beginilah kata TUHAN,
1KI 16:2 “Dahulu kamu bukan siapa-siapa, tetapi Aku mengangkatmu menjadi pemimpin umat-Ku, Israel. Namun, kamu mengikuti dosa Yerobeam sehingga membuat umat-Ku ikut berdosa dan membangkitkan amarah-Ku.
1KI 16:3 Oleh sebab itu, Aku akan membinasakan kamu dan seluruh keluargamu seperti Aku memusnahkan keluarga Yerobeam.
1KI 16:4 Setiap orang dari keluarga Baesa yang mati di kota akan dimakan anjing, dan yang mati di padang di luar kota akan dimakan burung bangkai.”
1KI 16:5 Kisah selebihnya tentang Baesa, dan tindakan-tindakan yang diambilnya serta keberhasilannya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
1KI 16:6 Kemudian Baesa meninggal dan dikuburkan di kota Tirza. Sesudah itu Ela, anak laki-lakinya, menjadi raja menggantikan dia.
1KI 16:7 TUHAN menyampaikan pesan hukuman atas Baesa dan keluarganya melalui Nabi Yehu. Baesa harus dihukum atas dua dosa besar. Pertama, karena dia melakukan yang jahat di mata TUHAN, yaitu mengikuti dosa Yerobeam sehingga membangkitkan murka TUHAN. Kedua, karena Baesa membantai keluarga Yerobeam.
1KI 16:8 Pada tahun kedua puluh enam masa pemerintahan Asa, raja Yehuda, Ela anak Baesa menjadi raja Israel. Dia memerintah selama dua tahun dari ibukotanya, yaitu Tirza.
1KI 16:9 Ela memiliki seorang komandan tentara bernama Zimri. Dia memimpin setengah dari pasukan kereta perang Israel. Zimri mengadakan persekongkolan melawan Ela. Lalu suatu hari, ketika Ela sedang minum-minum sampai mabuk di rumah Arza, kepala istana di Tirza,
1KI 16:10 datanglah Zimri. Zimri masuk ke rumah itu, menyerang Ela, dan membunuhnya. Ini terjadi pada tahun kedua puluh tujuh masa pemerintahan Asa, raja Yehuda. Sesudah itu Zimri mengambil alih kedudukan raja.
1KI 16:11 Saat Zimri mulai memerintah sebagai raja, dia membunuh semua anggota keluarga Baesa. Tidak ada seorang laki-laki pun yang dibiarkannya hidup, bahkan kerabat jauh dan kawan-kawan Baesa.
1KI 16:12 Dengan demikian, Zimri memusnahkan seluruh keluarga Baesa sesuai dengan hukuman TUHAN yang dinubuatkan oleh Nabi Yehu.
1KI 16:13 Hukuman itu diberikan karena dosa Baesa dan Ela yang menyebabkan umat Israel ikut berdosa dengan menyembah berhala-berhala sehingga membangkitkan amarah TUHAN Allah Israel.
1KI 16:14 Kisah selebihnya tentang Ela, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
1KI 16:15 Pada tahun kedua puluh tujuh masa pemerintahan Raja Asa di kerajaan Yehuda, Zimri mulai memerintah sebagai raja Israel. Dia memerintah selama tujuh hari di ibukota Tirza. Ketika Zimri dinobatkan menjadi raja, pasukan Israel sedang berkemah mengepung kota Gibeton yang berada di wilayah Filistin.
1KI 16:16 Lalu sampailah kabar ke perkemahan pasukan bahwa Zimri bersekongkol melawan Raja Ela, bahkan sudah membunuhnya. Hari itu juga, seluruh pasukan Israel di tempat perkemahan mengangkat Omri, komandan mereka, menjadi raja Israel.
1KI 16:17 Kemudian Omri memimpin pasukannya untuk mengepung Tirza.
1KI 16:18 Ketika Zimri melihat bahwa Omri sudah berhasil merebut kota itu, Zimri masuk ke benteng istana raja dan membakarnya, sehingga dia pun ikut mati terbakar.
1KI 16:19 Hal itu terjadi karena Zimri juga melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan mengikuti dosa Yerobeam yang menyebabkan rakyat Israel ikut berdosa.
1KI 16:20 Semua kisah tentang Zimri, termasuk persekongkolannya melawan raja, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
1KI 16:21 Pada waktu itu rakyat Israel terbagi menjadi dua kubu. Sebagian mendukung Tibni anak Ginat dan hendak mengangkat dia menjadi raja, sedangkan sebagian lainnya mendukung Omri.
1KI 16:22 Akan tetapi, pihak pendukung Omri lebih kuat daripada pendukung Tibni. Mereka berhasil membunuh Tibni. Maka Omri menjadi raja Israel.
1KI 16:23 Hal itu terjadi pada tahun ketiga puluh satu pemerintahan Raja Asa di Yehuda. Omri berkuasa selama dua belas tahun. Enam tahun pertama dia memerintah dari kota Tirza.
1KI 16:24 Omri membeli sebuah bukit dari seorang bernama Semer dengan harga tujuh puluh kilogram perak. Lalu dia membangun kota di atas bukit itu dan menamainya Samaria, sesuai dengan nama pemilik bukit tersebut.
1KI 16:25 Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN melebihi raja-raja sebelumnya.
1KI 16:26 Dia mengikuti dosa Yerobeam yang mengakibatkan bangsa Israel ikut berdosa karena menyembah dewa-dewa, yaitu patung yang tidak berguna. Tentu saja itu membangkitkan murka TUHAN Allah Israel.
1KI 16:27 Kisah selebihnya tentang Omri, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya serta keberhasilannya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
1KI 16:28 Ketika Omri meninggal dunia, dia dikuburkan di Samaria. Lalu anaknya yang bernama Ahab menggantikan sebagai raja.
1KI 16:29 Pada tahun ketiga puluh delapan pemerintahan Asa, raja Yehuda, Ahab anak Omri mulai memerintah sebagai raja di Israel. Dia memerintah selama dua puluh dua tahun dari Samaria, ibukota yang baru.
1KI 16:30 Ahab melakukan apa yang jahat di mata TUHAN melebihi raja-raja sebelum dia.
1KI 16:31 Seakan-akan belum cukup dia mengikuti dosa Yerobeam, Ahab juga menikahi Isebel, anak perempuan Etbaal, raja negeri Sidon, dan Ahab pun menyembah dewa Baal.
1KI 16:32 Dia membangun kuil pemujaan serta mezbah untuk Baal di kota Samaria.
1KI 16:33 Ahab juga mendirikan patung dewi Asyera. Demikianlah dia melakukan begitu banyak dosa melebihi raja-raja Israel sebelumnya hingga membangkitkan murka TUHAN Allah Israel.
1KI 16:34 Pada masa pemerintahan Ahab, ada seseorang dari kota Betel yang mendirikan kembali kota Yeriko. Orang itu bernama Hiel. Ketika dia mulai membangun fondasi kota itu, anak sulungnya bernama Abiram meninggal. Dan ketika dia membangun gerbang kota, anak bungsunya bernama Segub meninggal. Semua itu terjadi sesuai dengan pesan TUHAN yang dinubuatkan oleh Yosua anak Nun.
1KI 17:1 Pada masa pemerintahan Ahab, ada seorang nabi bernama Elia dari kota Tisbe di daerah Gilead. Elia menyampaikan pesan TUHAN kepada Ahab, “Saya berkata atas nama TUHAN, Allah Israel yang hidup dan yang saya layani: Selama beberapa tahun mendatang tidak akan ada embun ataupun hujan kecuali saya yang memberi izin.”
1KI 17:2 Sesudah itu TUHAN berkata kepada Elia,
1KI 17:3 “Pergilah ke timur dan tinggallah di muara sungai Kerit, yaitu sungai kecil di pinggir timur sungai Yordan.
1KI 17:4 Kamu akan mendapat air minum dari sungai itu, dan Aku sudah memerintahkan burung-burung gagak untuk membawa makanan bagimu.”
1KI 17:5 Maka Elia pergi dan melakukan perintah TUHAN itu. Dia tinggal di muara sungai Kerit.
1KI 17:6 Burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya setiap pagi dan petang, sedangkan air minum dia dapatkan dari sungai itu.
1KI 17:7 Beberapa waktu kemudian, sungai Kerit mengering karena hujan tidak turun di seluruh negeri itu.
1KI 17:8 Lalu TUHAN berkata kepada Elia,
1KI 17:9 “Bersiaplah untuk pergi ke kota Sarfat di wilayah Sidon dan tinggallah di sana. Aku sudah memerintahkan seorang janda di situ untuk memberimu makanan.”
1KI 17:10 Maka pergilah Elia ke Sarfat. Ketika dia sampai di gerbang kota, ada seorang janda sedang mengumpulkan kayu bakar di dekat situ. Elia memanggilnya dan berkata, “Ibu, bolehkah saya minta sedikit air untuk minum?”
1KI 17:11 Ibu itu menyanggupi. Ketika dia hendak pergi mengambil air, Elia berkata lagi, “Ibu, tolong bawakan juga sedikit roti.”
1KI 17:12 Janda itu menjawab, “Saya bersumpah demi TUHAN, Allahmu yang hidup, bahwa saya tidak punya roti. Saya hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak zaitun. Kayu yang sedang saya kumpulkan ini adalah untuk memasak sisa tepung terakhir itu. Sesudahnya, kami tidak punya makanan lagi dan pasti mati kelaparan.”
1KI 17:13 “Jangan takut,” jawab Elia, “Pulanglah dan lakukan apa yang Ibu katakan itu. Tetapi sebelumnya buatkan saya roti kecil dan bawalah ke sini. Sesudah itu, buatlah roti untuk Ibu dan anak Ibu.
1KI 17:14 Karena beginilah pesan TUHAN, Allah Israel: Tepung di rumahmu tidak akan habis dan minyakmu juga tidak akan berkurang sampai TUHAN menurunkan hujan ke negeri ini.”
1KI 17:15 Lalu janda itu pergi dan melakukan semua yang dikatakan Elia. Maka mereka bertiga mempunyai makanan yang cukup untuk waktu lama.
1KI 17:16 Sesuai perkataan TUHAN melalui Elia, persediaan tepung tidak habis dan minyaknya tidak berkurang.
1KI 17:17 Beberapa waktu kemudian, anak janda itu jatuh sakit. Sakitnya semakin parah hingga dia akhirnya meninggal.
1KI 17:18 Lalu kata janda itu kepada Elia, “Hai utusan Allah, apakah salah saya terhadap engkau! Ternyata engkau datang hanya untuk menyatakan dan menghukum dosa-dosa saya dengan cara membuat anak saya mati!”
1KI 17:19 Jawab Elia, “Bawalah anak Ibu ke sini” Lalu Elia mengambil anak itu dari gendongan ibunya dan membawa dia naik ke kamar atas, tempat Elia menginap. Dia membaringkan anak itu di atas tempat tidurnya.
1KI 17:20 Elia berseru kepada TUHAN, “Ya TUHAN, Allahku! Mengapa Engkau mendatangkan malapetaka kepada janda yang sudah menampung saya dengan membuat anaknya meninggal?”
1KI 17:21 Sesudah itu, Elia membaringkan tubuhnya di atas anak itu sebanyak tiga kali sambil berseru kepada TUHAN, “Ya TUHAN, Allahku, aku mohon, kembalikanlah nyawa anak ini ke tubuhnya!”
1KI 17:22 TUHAN mendengar doa Elia dan mengembalikan nyawa anak itu. Maka dia hidup kembali.
1KI 17:23 Lalu Elia membawa turun anak itu dari kamar atas dan menyerahkan dia kepada ibunya sambil berkata, “Ini. Anakmu hidup kembali.”
1KI 17:24 Jawab janda itu kepada Elia, “Sekarang saya tahu bahwa engkau betul-betul utusan Allah, dan perkataan TUHAN yang engkau sampaikan sungguh-sungguh benar!”
1KI 18:1 Waktu pun berlalu. Sesudah tiga tahun tidak ada hujan, TUHAN berkata kepada Elia, “Pergilah kepada Ahab. Tidak lama lagi Aku akan menurunkan hujan.”
1KI 18:2 Lalu pergilah Elia untuk menghadap Ahab. Karena kekeringan, kelaparan sudah sangat parah di seluruh wilayah Samaria.
1KI 18:3 Sementara Elia dalam perjalanan, Ahab memanggil Obaja, kepala pengurus istana, untuk memberinya tugas. Sekilas kisah tentang Obaja. Dia seorang pengikut TUHAN yang taat.
1KI 18:4 Dahulu ketika Isebel membunuh nabi-nabi TUHAN, Obaja menyelamatkan seratus orang nabi dengan menyembunyikan mereka di dalam dua gua, lima puluh orang di tiap gua. Obaja jugalah yang diam-diam menyediakan air dan makanan bagi mereka.
1KI 18:5 Ahab berkata kepada Obaja, “Kita harus menjelajahi seluruh negeri untuk mencari mata air dan memeriksa setiap lembah. Barangkali masih ada rumput yang segar supaya kuda dan bagal bisa makan, sehingga kita tidak kehilangan semua hewan.”
1KI 18:6 Maka mereka pun membagi wilayah yang akan ditelusuri. Ahab pergi ke daerah yang satu sedangkan Obaja pergi ke arah sebaliknya.
1KI 18:7 Dalam perjalanan, Obaja bertemu Elia. Obaja mengenali nabi itu lalu bersujud di hadapan Elia sambil berkata, “Tuanku Elia, benarkah ini engkau?”
1KI 18:8 Jawab Elia, “Benar, ini saya. Pergilah kepada majikanmu dan katakan bahwa saya ada di sini.”
1KI 18:9 Lalu Obaja berkata “Jangan begitu, Tuan! Saya bisa dibunuhnya.
1KI 18:10 Karena, selama ini Ahab sudah mencari engkau ke mana-mana, ke setiap daerah, bahkan kerajaan-kerajaan tetangga. Di setiap tempat itu, ketika orang-orang berkata, ‘Elia tidak ada di sini,’ Ahab menyuruh mereka bersumpah bahwa mereka tidak bohong.
1KI 18:11 Lalu sekarang engkau menyuruh saya, ‘Pergilah kepada majikanmu dan katakan bahwa Elia ada di sini.’
1KI 18:12 Bisa saja, nanti begitu saya pergi meninggalkan Tuan, mungkin kuasa Roh TUHAN memindahkan engkau ke tempat lain. Lalu ketika saya memberitahu Ahab bahwa engkau ada di sini tetapi ternyata engkau tidak ada, dia akan membunuh saya! Kiranya Tuan mengetahui bahwa hambamu ini telah menyembah TUHAN sejak kecil.
1KI 18:13 Bukankah Tuan juga tahu apa yang saya lakukan ketika Isebel membunuh para nabi TUHAN? Saya yang menyembunyikan seratus orang nabi, masing-masing lima puluh dalam dua gua, dan saya membawakan mereka makanan serta air.
1KI 18:14 Janganlah Tuan menyuruh saya mengatakan kepada Ahab bahwa engkau ada di sini! Dia pasti membunuh saya.”
1KI 18:15 Jawab Elia, “Demi TUHAN Panglima Semesta, Allah yang hidup dan yang saya layani, saya berjanji bahwa hari ini saya benar-benar akan menghadap Ahab.”
1KI 18:16 Maka Obaja pun pergi menemui Ahab dan memberitahu dia tentang Elia. Ahab lalu pergi menjumpai Elia.
1KI 18:17 Begitu melihatnya, Ahab berkata, “Ini dia! Si perusak Israel!”
1KI 18:18 Elia menjawab, “Bukan saya yang merusak Israel, tetapi kamu dan keluargamu! Karena kalian sudah memberontak terhadap perintah-perintah TUHAN dan menyembah Baal.
1KI 18:19 Sekarang perintahkan seluruh rakyat Israel, 450 nabi Baal, dan 400 nabi Asyera yang hidupnya dibiayai Isebel untuk bersama-sama menemui saya di gunung Karmel.”
1KI 18:20 Ahab pun memanggil seluruh rakyat Israel dan semua nabi Baal untuk berkumpul di gunung Karmel.
1KI 18:21 Lalu Elia berdiri di hadapan rakyat itu dan berkata, “Berapa lama lagi kalian akan mendua? Pilihlah salah satu yang kalian anggap Allahmu! Sembahlah TUHAN saja, atau Baal saja.” Orang-orang itu hanya diam.
1KI 18:22 Lanjut Elia, “Di sini, hanya saya sendiri nabi yang mewakili TUHAN, sedangkan nabi Baal ada 450 orang.
1KI 18:23 Nah, siapkanlah dua ekor sapi jantan. Berikan yang satu kepada nabi-nabi Baal itu, dan yang satunya kepada saya. Kami akan memotong sapi masing-masing lalu meletakkannya di atas kayu bakar. Tetapi jangan membuat api! Saya juga tidak akan membuat api.
1KI 18:24 Kemudian, kalian nabi Baal, berdoalah kepada dewamu, sementara saya berdoa kepada TUHAN. Siapa yang mengabulkan doa dengan memberi api, itulah Allah yang benar.” Seluruh rakyat menjawab, “Setuju! Itu usul yang bagus.”
1KI 18:25 Selanjutnya Elia berkata kepada nabi-nabi Baal, “Pilih seekor sapi jantan dan siapkanlah lebih dulu, karena jumlah kalian banyak. Lalu berdoalah kepada dewamu, tetapi kalian tidak boleh menyalakan api.”
1KI 18:26 Nabi-nabi Baal itu mengambil sapi jantan yang diberikan kepada mereka, lalu menyiapkannya dan berseru-seru kepada Baal dari pagi sampai siang, “Ya dewa Baal, dengarkanlah kami!” Mereka juga menari-nari di sekeliling mezbah yang mereka buat. Akan tetapi, sama sekali tidak ada suara, tidak ada jawaban.
1KI 18:27 Pada tengah hari, Elia mulai mengejek mereka, “Coba teriak lebih keras lagi, karena dia itu dewa besar. Mungkin dia sedang melamun, sedang membuang air, atau sedang jalan-jalan. Atau barangkali, dia sedang tidur dan harus dibangunkan.”
1KI 18:28 Mereka terus berteriak, menggores-gores diri dengan pedang dan tombak hingga bercucuran darah, sesuai tata cara ibadah mereka.
1KI 18:29 Sesudah lewat tengah hari, mereka masih terus berteriak-teriak sampai tiba waktunya persembahan petang. Namun, tetap tidak ada suara apa pun dari dewa mereka. Tidak ada yang menjawab. Tidak ada yang memperhatikan mereka.
1KI 18:30 Lalu berkatalah Elia kepada seluruh rakyat yang berkumpul, “Mendekatlah kepada saya.” Mereka semua maju mendekat. Elia memperbaiki mezbah TUHAN yang sudah dirobohkan
1KI 18:31 dengan menggunakan dua belas batu, sesuai jumlah suku-suku keturunan Yakub. (Yakub inilah yang diberi nama Israel oleh TUHAN.)
1KI 18:32 Elia menyusun batu-batu itu menjadi mezbah untuk TUHAN. Kemudian dia membuat parit yang lebar di sekeliling mezbah itu, cukup untuk menampung sekitar 15 liter.
1KI 18:33 Elia menata kayu bakarnya, lalu memotong sapi jantan dan meletakkan potongan-potongannya di atas kayu itu. Selanjutnya Elia berkata, “Isilah empat kendi dengan air. Siramlah daging dan kayu itu.”
1KI 18:34 Lalu katanya lagi, “Lakukanlah hal yang sama, sekali lagi.” Orang-orang pun menyiram untuk kedua kalinya. Elia berkata, “Lakukanlah sekali lagi.” Maka mereka menyiram untuk ketiga kalinya.
1KI 18:35 Air itu membasahi mezbah dan mengalir memenuhi parit di sekelilingnya.
1KI 18:36 Saat itu adalah waktunya mempersembahkan kurban petang. Nabi Elia mendekati mezbah dan berdoa, “Ya TUHAN, Allah yang disembah Abraham, Isak, dan Yakub, tunjukkanlah pada hari ini bahwa Engkaulah Allah di Israel, dan bahwa aku adalah hamba-Mu, dan semua yang aku lakukan ini adalah benar-benar perintah-Mu.
1KI 18:37 Dengarlah doaku, ya TUHAN, dan jawablah, supaya umat-Mu ini tahu bahwa Engkau, TUHAN, adalah satu-satunya Allah, dan bahwa Engkau sedang bekerja untuk membuat mereka kembali kepada-Mu.”
1KI 18:38 Tiba-tiba TUHAN menurunkan api! Terbakarlah seluruh potongan kurban, kayu, batu-batu mezbah, dan tanah di sekitarnya, bahkan air di dalam parit menjadi kering.
1KI 18:39 Melihat itu, seluruh rakyat bersujud ke tanah sambil berkata, “TUHAN adalah Allah! Benar, TUHAN adalah Allah!”
1KI 18:40 Lalu Elia berseru kepada mereka, “Tangkap semua nabi Baal itu! Jangan biarkan satu pun lolos!” Rakyat mengejar dan menangkap para nabi Baal. Kemudian Elia membawa mereka ke sungai Kison dan membunuh mereka di sana.
1KI 18:41 Sesudah itu Elia berkata kepada Ahab, “Sekarang, pergilah makan dan minum. Hujan akan segera turun. Aku mendengar suara badai mendekat.”
1KI 18:42 Maka pergilah Ahab makan dan minum, sementara Elia naik ke puncak gunung Karmel. Dia bersujud ke tanah dengan kepala di antara kedua lututnya.
1KI 18:43 Elia berkata kepada pelayannya, “Lihatlah ke arah laut.” Maka pergilah pelayannya itu memandang ke laut, lalu berkata, “Tidak ada apa-apa.” Elia menyuruh pelayannya itu pergi lagi untuk melihat. Demikian seterusnya sampai tujuh kali.
1KI 18:44 Pada kali ketujuh, pelayan itu berkata, “Ada awan kecil sebesar telapak tangan, muncul dari arah lautan.” Jawab Elia, “Pergilah dan katakan kepada Ahab, ‘Siapkan kereta kudamu dan pulanglah sebelum hujan menghalangimu.’”
1KI 18:45 Tidak lama kemudian, langit menggelap tertutup awan kelabu. Angin menderu-deru. Hujan deras mulai turun. Ahab naik ke keretanya dan pergi ke Yisreel.
1KI 18:46 Tetapi TUHAN memberikan kekuatan kepada Elia. Dia mengangkat jubahnya dan berlari ke Yisreel mendahului Ahab.
1KI 19:1 Ahab menceritakan kepada Isebel semua yang sudah dilakukan Elia, termasuk nabi-nabi Baal yang dibunuhnya.
1KI 19:2 Lalu Isebel mengirim utusan kepada Elia dengan pesan, “Demi para dewa, saya bersumpah: Besok, pada jam yang sama seperti sekarang, kamu akan dibunuh seperti nabi-nabi itu. Saya pasti melakukannya. Biarlah dewa-dewa menghukum saya jika itu tidak terjadi!”
1KI 19:3 Elia pun takut. Dia melarikan diri bersama pelayannya untuk menyelamatkan nyawanya. Mereka pergi ke Bersyeba di wilayah Yehuda. Di situ dia meninggalkan pelayannya.
1KI 19:4 Elia melanjutkan perjalanan sendiri. Dia berjalan kaki satu hari lamanya hingga tiba di padang belantara. Kemudian duduklah Elia di bawah pohon yang pendek, lalu berkata, “Aku sudah tidak tahan lagi! Aku ingin mati saja. Ambillah nyawaku sekarang, TUHAN, karena bagiku hidupku ini tidak lebih baik daripada terbaring mati bersama nenek moyangku.”
1KI 19:5 Kemudian dia berbaring dan tertidur di bawah pohon itu. Tiba-tiba malaikat datang menyentuh dia sambil berkata, “Bangun. Makanlah.”
1KI 19:6 Elia terbangun. Dia melihat ternyata di dekat kepalanya ada roti bakar dan sebuah kendi berisi air. Dia pun makan dan minum, lalu berbaring lagi.
1KI 19:7 Untuk kedua kalinya malaikat datang lagi dan menyentuh dia sambil berkata, “Bangun dan makanlah lagi. Kalau tidak, kamu tidak akan sanggup menempuh perjalanan jauh.”
1KI 19:8 Sekali lagi Elia bangun, lalu makan dan minum. Makanan itu memberinya kekuatan untuk berjalan selama empat puluh hari empat puluh malam ke Sinai, gunung Allah.
1KI 19:9 Di situ Elia bermalam di dalam gua. TUHAN berkata kepadanya, “Elia, sedang apa kamu di sini?”
1KI 19:10 Jawab Elia, “Aku bekerja dengan sangat giat demi Engkau, ya TUHAN Panglima Semesta! Tetapi umat Israel sudah melanggar perjanjian dengan Engkau. Mereka merobohkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh para nabi-Mu. Tinggal aku sendiri yang masih hidup, dan sekarang mereka mau membunuhku.”
1KI 19:11 Jawab TUHAN, “Keluarlah dan berdirilah di atas gunung, di hadapan-Ku.” Lalu TUHAN melintas. Kedatangan-Nya didahului dengan angin yang sangat dahsyat, hingga batu-batu di gunung itu berjatuhan, bahkan gunung-gunung di sekitar situ seolah akan pecah. Tetapi tidak terdengar suara TUHAN melalui angin itu. Berikutnya, terjadilah gempa bumi. Tetapi tidak terdengar juga suara TUHAN saat gempa itu.
1KI 19:12 Sesudah gempa bumi, datanglah api. Tetapi tidak ada suara TUHAN bersamaan dengan api itu. Baru sesudah api berlalu, terdengar suara yang lembut seperti bisikan.
1KI 19:13 Ketika Elia mendengarnya, dia menutupi wajahnya dengan jubah dan berjalan keluar. Elia berdiri di mulut gua. Lalu terdengarlah suara yang berkata kepadanya, “Elia, sedang apa kamu di sini?”
1KI 19:14 Jawab Elia, “Aku bekerja dengan sangat giat demi Engkau, ya TUHAN Panglima Semesta. Tetapi umat Israel sudah melanggar perjanjian dengan Engkau. Mereka merobohkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh para nabi-Mu. Tinggal aku sendiri yang masih hidup, dan sekarang mereka mau membunuhku.”
1KI 19:15 Jawab TUHAN, “Pergilah. Kembalilah lewat padang belantara ke Damsik. Ketika kamu tiba di sana, urapilah Hazael menjadi raja Aram.
1KI 19:16 Sesudah itu, urapilah Yehu anak Nimsi menjadi raja Israel, dan Elisa anak Safat dari kota Abel Mehola menjadi nabi menggantikanmu.
1KI 19:17 Hazael akan memulai memusnahkan para penyembah Baal. Tetapi beberapa yang luput dari Hazael akan dibunuh oleh Yehu, dan yang luput dari Yehu akan dibunuh Elisa.
1KI 19:18 Tetapi Aku sudah menetapkan tujuh ribu orang di Israel untuk tetap hidup, yaitu mereka yang tidak pernah bersujud kepada Baal dan tidak pernah mencium patungnya.”
1KI 19:19 Kemudian Elia meninggalkan tempat itu dan bertemu dengan Elisa anak Safat. Elisa sedang bekerja dengan sebelas orang lain untuk membajak sebuah ladang. Mereka masing-masing membajak dengan sepasang sapi, Elisa mengendalikan pasangan yang paling belakang. Ketika Elisa lewat, Elia melepas jubahnya sendiri lalu melemparkan ke bahu Elisa.
1KI 19:20 Elisa segera meninggalkan sapi-sapinya dan berlari menghampiri Elia. Kata Elisa, “Izinkanlah saya berpamitan dengan orangtua saya dulu, sesudah itu saya akan ikut bersamamu.” Jawab Elia, “Baik, pulanglah. Tetapi jangan lupa saya sudah memberikan jubah kepadamu.”
1KI 19:21 Elisa kembali ke ladang, lalu menyembelih sapi-sapinya. Dia menggunakan alat-alat bajak sapi itu sebagai kayu bakar untuk memasak daging sapi itu. Kemudian dia membagi-bagikan masakannya kepada orang-orang itu, dan mereka pun makan bersama. Sesudah itu Elisa berkemas lalu pergi mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.
1KI 20:1 Tidak lama sesudah itu, Ben Hadad, raja Aram, mengumpulkan semua pasukannya. Di samping itu, ada tiga puluh dua raja lain yang bersekutu mendukung dia dengan menyediakan kuda dan kereta perang mereka. Lalu mereka bersama-sama mengepung dan menyerang Samaria, ibukota Israel.
1KI 20:2 Ben Hadad mengutus orang untuk menyampaikan pesan ini kepada Ahab, raja Israel, “Raja Ben Hadad mengatakan demikian:
1KI 20:3 Semua emas dan perakmu sekarang menjadi milik saya. Begitu juga istri-istri dan anak-anakmu yang terbaik, semuanya menjadi milik saya.”
1KI 20:4 Jawab Ahab, “Sampaikan kepada Tuanku Raja Ben Hadad, bahwa saya dan semua yang saya punya adalah miliknya.”
1KI 20:5 Namun, kemudian para utusan itu kembali lagi kepada Ahab untuk menyampaikan pesan kedua dari Ben Hadad, “Memang saya sudah mengirim pesan kepadamu bahwa engkau harus menyerahkan seluruh emas perakmu, juga istri-istrimu dan anak-anakmu.
1KI 20:6 Tetapi besok, sekitar jam yang sama seperti sekarang ini, saya akan mengutus para pegawai saya untuk menggeledah rumahmu dan rumah-rumah para pejabatmu. Mereka akan mengambil apa pun yang dianggap berharga.”
1KI 20:7 Kemudian Ahab memanggil semua pejabat di negerinya dan berkata, “Perhatikanlah betapa orang ini mencari masalah! Awalnya dia mengirim pesan agar saya menyerahkan kepadanya istri-istri dan anak-anak saya, serta semua emas perak saya. Dan saya sudah menyetujui permintaannya itu. Tetapi sekarang dia menambah permintaan lain lagi.”
1KI 20:8 Para pejabat dan semua orang yang hadir berkata, “Tuanku Raja jangan menyetujuinya!”
1KI 20:9 Jadi Ahab menjawab utusan Ben Hadad, “Katakan kepada Tuanku Raja Ben Hadad bahwa permintaannya yang pertama saya sanggupi. Tetapi yang kedua tidak.” Maka para utusan itu pergi membawa jawaban Ahab kepada Ben Hadad.
1KI 20:10 Lalu Ben Hadad mengirim balasan, “Kami akan memusnahkan Samaria hingga tinggal debu. Bahkan debu yang tersisa tidak akan sampai segenggaman para tentaraku. Saya berani jamin hal itu pasti terjadi. Kalau tidak, biarlah para dewa menghukum saya dengan berat!”
1KI 20:11 Jawab Raja Ahab, “Sampaikan kepadanya: Membanggakan diri sebelum pertempuran adalah kebodohan.”
1KI 20:12 Pesan itu disampaikan kepada Ben Hadad ketika dia sedang minum-minum bersama para raja sekutunya di perkemahan. Mendengar berita itu, dia langsung memerintahkan pasukannya, “Bersiaplah untuk perang!” Maka mereka bersiap menyerang kota Samaria.
1KI 20:13 Sementara itu, seorang nabi mendatangi Ahab dan berkata, “TUHAN berpesan, ‘Tentu kamu tahu bahwa pasukan Ben Hadad sangat besar. Hari ini Aku akan membuatmu menang atas mereka, supaya kamu tahu bahwa Akulah TUHAN.’”
1KI 20:14 Ahab bertanya “Siapa yang akan mengalahkan mereka?” Jawabnya, “TUHAN mengatakan bahwa para tentara muda dibawah pimpinan setiap gubernur Israel akan maju dan menang.” Dan Ahab kembali bertanya “Siapakah yang akan menyerang terlebih dulu?” Jawab nabi, “Engkau.”
1KI 20:15 Lalu Ahab mengumpulkan para tentara muda dari para gubernur di wilayahnya. Jumlah mereka 232 orang. Sesudah itu, Ahab mengumpulkan seluruh pasukan Israel yang lain. Jumlahnya 7.000 orang.
1KI 20:16 Mereka memulai penyerangan pada siang hari, ketika Ben Hadad dan ketiga puluh dua raja sekutunya sedang mabuk-mabukan di perkemahan mereka.
1KI 20:17 Deretan pasukan yang pertama keluar untuk menyerang pasukan Aram adalah para tentara muda. Pada waktu itu, para tentara yang ditugaskan oleh Ben Hadad untuk menjaga dan mengamati perkembangan menyampaikan laporan bahwa ada pasukan yang sedang datang dari Samaria.
1KI 20:18 Ben Hadad memberi perintah, “Kalau mereka datang untuk berdamai, tangkaplah mereka hidup-hidup! Kalau mereka datang untuk berperang, tangkaplah mereka hidup-hidup!”
1KI 20:19 Para prajurit muda itu memimpin serangan, disusul oleh pasukan Israel.
1KI 20:20 Masing-masing prajurit Israel membunuh satu orang, sehingga orang-orang Aram melarikan diri. Pasukan Israel mengejar mereka. Raja Ahab maju membantai pasukan berkuda dan kereta-kereta perang, serta membunuh mereka. Hari itu Israel membuat kemenangan besar atas pasukan Aram. Tetapi Ben Hadad berhasil kabur naik kuda bersama beberapa tentara berkuda.
1KI 20:22 Sesudah itu nabi tadi mendatangi Ahab lagi dan berkata, “Sekarang buatlah pasukanmu lebih kuat. Aturlah rencana perang berikutnya dengan baik, karena Ben Hadad akan menyerangmu pada pergantian tahun.”
1KI 20:23 Para penasihat Ben Hadad berkata kepadanya, “Dewanya bangsa Israel adalah dewa yang berkuasa atas perbukitan. Itu sebabnya waktu itu mereka lebih kuat daripada kita. Tetapi jika kita berperang melawan mereka di dataran rendah, kita pasti menang.
1KI 20:24 Selain itu, singkirkan ketiga puluh dua raja itu dari posisi mereka sebagai kepala pasukan dan gantikan dengan komandan militer.
1KI 20:25 Lalu kumpulkan lagi tentara, kuda, dan kereta sebanyak kerugian kita dalam pertempuran tadi. Kita akan berperang melawan mereka di dataran rendah, dan nanti kita pasti menang.” Raja Ben Hadad setuju dan melakukan saran mereka.
1KI 20:26 Pada pergantian tahun, Ben Hadad mengumpulkan pasukan Aram dan pergi ke kota Afek untuk menyerang Israel.
1KI 20:27 Sedangkan pasukan Israel sudah dipersiapkan dan diberi perbekalan untuk melawan orang Aram. Prajurit Israel tidak banyak dan mereka terbagi dalam dua kelompok, sehingga waktu mereka berkemah di depan tentara Aram, kelihatannya seperti dua kawanan kecil kambing berhadapan dengan laskar yang menutupi seluruh negeri.
1KI 20:28 Lalu datanglah seorang nabi Allah kepada Ahab dan berkata, “Beginilah kata TUHAN, ‘Orang Aram mengatakan bahwa Aku hanya berkuasa di daerah perbukitan, tetapi tidak di dataran rendah. Karena itu, supaya kamu tahu bahwa Akulah TUHAN, Aku akan membuatmu menang atas pasukan yang sangat besar itu.’”
1KI 20:29 Selama tujuh hari pasukan Aram dan pasukan Israel berkemah berhadapan. Pada hari ketujuh mereka mulai berperang, dan hari itu pasukan Israel membunuh 100.000 tentara Aram.
1KI 20:30 Sisanya melarikan diri ke kota Afek, tetapi tembok kota itu roboh menimpa 27.000 orang tentara Aram. Ben Hadad juga kabur ke dalam kota dan masuk ke sebuah rumah. Dia bersembunyi di salah satu ruangan di sana.
1KI 20:31 Para pegawainya berkata kepada Ben Hadad, “Menurut cerita-cerita yang pernah kami dengar, raja-raja Israel itu murah hati. Karena itu izinkanlah kami menemui raja Israel dengan merendahkan diri. Kami akan memakai kain karung dan melilitkan dengan tali di kepala. Dengan begitu mungkin saja dia berbelas kasihan dan tidak membunuh Tuan.”
1KI 20:32 Maka mereka memakai kain karung serta mengikatkannya dengan tali di kepala. Mereka pergi menemui Ahab dan berkata kepadanya, “Hambamu Ben Hadad memohon agar dibiarkan hidup.” Ahab menjawab, “Apakah dia masih hidup? Saya menganggapnya seperti saudara sendiri!”
1KI 20:33 Para pegawai Ben Hadad itu memperhatikan baik-baik raut muka dan perkataan Ahab untuk berusaha membaca reaksinya. Maka, ketika Ahab menyebut Ben Hadad sebagai saudara, mereka langsung membenarkan hal itu dengan menjawab, “Benar, Ben Hadad saudara Tuan!” Ahab berkata, “Bawalah dia kepadaku.” Ben Hadad pun datang menemuinya, dan Ahab mengajak dia naik ke kereta kudanya.
1KI 20:34 Kata Ben Hadad kepada Ahab, “Kota-kota yang sudah diambil ayah saya dari ayahmu akan saya kembalikan. Engkau juga boleh mendirikan pasar di kotaku Damsik, seperti yang sudah ayah saya buat di kotamu Samaria.” Jawab Ahab, “Saya setuju dengan perjanjian ini. Engkau akan saya biarkan hidup.” Demikianlah mereka membuat kesepakatan, dan Ben Hadad dilepaskan.
1KI 20:35 Oleh perintah TUHAN, salah seorang anggota perkumpulan nabi berkata kepada kawannya sesama nabi, “Pukullah aku.” Tetapi orang yang disuruh itu menolak.
1KI 20:36 Maka nabi itu berkata kepadanya, “Karena kamu tidak menaati perintah TUHAN, maka begitu kamu meninggalkan tempat ini, seekor singa akan menerkammu.” Dan benar saja, ketika dia pergi, seekor singa menyerang dia hingga mati.
1KI 20:37 Lalu nabi itu pergi mencari orang lain dan meminta dia memukulnya. Orang yang kedua ini memukulnya sangat keras sampai terluka.
1KI 20:38 Lalu nabi itu membalut matanya untuk menyamar dan pergi ke pinggir jalan menantikan raja lewat.
1KI 20:39 Begitu Ahab lewat, nabi itu berseru, “Tuanku Raja! Waktu hambamu ini berada di tengah pertempuran, seorang prajurit menitipkan kepada saya seorang tentara musuh yang ditangkapnya. Dia berkata, ‘Jaga orang ini! Kalau dia sampai kabur, aku akan membunuhmu sebagai gantinya, atau kamu harus membayar 30 kilogram perak.’
1KI 20:40 Tetapi ketika hambamu ini sibuk mengerjakan hal lain, orang itu kabur.” Lalu Ahab menjawabnya, “Itu kesalahanmu. Jadi kamu harus menanggung hukumanmu itu.”
1KI 20:41 Saat itu juga nabi itu membuka pembalut luka dari matanya, sehingga Ahab mengenali dia sebagai seorang nabi.
1KI 20:42 Dia berkata kepada Ahab, “Beginilah kata TUHAN, ‘Karena kamu melepaskan orang yang sudah Aku tetapkan untuk dihukum mati, maka nyawamu akan menggantikan nyawanya, dan banyak tentaramu akan dihancurkan menggantikan tentaranya.’”
1KI 20:43 Lalu Ahab kembali ke istananya di Samaria dengan perasaan geram dan marah.
1KI 21:1 Beberapa waktu sesudah itu, terjadilah suatu peristiwa antara Ahab, raja Israel, dengan Nabot, seorang penduduk kota Yisreel. Selain istana di Samaria, Ahab juga mempunyai rumah besar di kota Yisreel, sementara Nabot memiliki kebun anggur yang letaknya bersebelahan dengan rumah Ahab itu.
1KI 21:2 Ahab berkata kepada Nabot, “Juallah kebun anggurmu kepada saya, supaya saya dapat menggunakannya sebagai kebun sayur, karena letaknya berdekatan dengan rumah saya. Sebagai gantinya, saya akan memberimu kebun anggur lain yang lebih bagus, atau jika kamu lebih suka dibayar dengan uang, saya akan membayarnya sesuai nilai jualnya.”
1KI 21:3 Tetapi jawab Nabot, “Kebun ini adalah warisan keluarga saya. Demi TUHAN, saya tidak akan menjual tanah warisan itu.”
1KI 21:4 Lalu Ahab kembali ke rumahnya dengan jengkel dan marah karena Nabot menolak tawarannya. Ahab masuk ke kamar, berbaring menghadap tembok, dan tidak mau makan.
1KI 21:5 Kemudian Isebel, istrinya, bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu jengkel sampai tidak mau makan?”
1KI 21:6 Jawab Ahab, “Tadi aku berbicara dengan Nabot supaya dia menjual kebun anggurnya. Aku sudah menawarkan untuk memberikan kebun anggur pengganti atau membayarnya dengan uang. Tetapi dia sama sekali tidak mau. Katanya, ‘Aku tidak akan menjual kebun anggur ini kepadamu.’”
1KI 21:7 Isebel berkata, “Bukankah kamu raja atas Israel! Bangun dan makanlah. Jangan sedih lagi. Aku akan mendapatkan kebun anggur Nabot itu untukmu!”
1KI 21:8 Lalu Isebel menulis beberapa surat atas nama Ahab dan memberi cap meterai raja pada surat-surat itu. Kemudian dia mengirimnya kepada para tua-tua dan pemimpin kota Yisreel.
1KI 21:9 Beginilah isi surat-surat itu, “Sampaikan kepada seluruh rakyat untuk berpuasa selama sehari. Malamnya, di acara buka puasa bersama, berilah salah satu tempat terhormat kepada Nabot.
1KI 21:10 Bayarlah dua orang berandalan untuk duduk di depannya. Kemudian di tengah acara itu, mereka harus menuduh Nabot dengan berkata, ‘Dia tadi menghina Allah dan raja!’ Kemudian bawalah Nabot ke luar kota dan lempari dia dengan batu sampai mati.”
1KI 21:11 Perintah Isebel dilakukan oleh para tua-tua dan pemimpin kota itu tepat seperti pesannya di dalam surat.
1KI 21:12 Ketika mereka mengadakan acara buka puasa, mereka mengatur supaya Nabot diberi salah satu tempat terhormat di hadapan orang banyak.
1KI 21:13 Dua berandalan yang ditugaskan menjadi saksi palsu masuk dan duduk di depannya. Kemudian di hadapan semua orang, keduanya memberi kesaksian, “Kami mendengar sendiri bahwa Nabot menghina Allah dan raja!” Maka Nabot dibawa keluar dari kota dan dilempari batu sampai mati.
1KI 21:14 Kemudian para tua-tua dan pemimpin mengirim pesan kepada Isebel, “Nabot sudah dilempari batu dan sudah meninggal.”
1KI 21:15 Setelah mendapat kabar itu, Isebel berkata kepada Ahab, “Nabot, yang menolak untuk menjual kebun anggurnya kepadamu, sekarang sudah mati. Jadi pergilah mengambil alih kebunnya itu.”
1KI 21:16 Maka Ahab segera pergi ke kebun anggur Nabot dan mengambil alih kepemilikannya.
1KI 21:17 Lalu TUHAN berkata kepada Nabi Elia,
1KI 21:18 “Bersiaplah pergi menemui Ahab. Dia berada di kebun anggur milik Nabot, di mana dia sedang merampas hak kepemilikannya.
1KI 21:19 Sampaikan kepada Ahab perkataan-Ku ini, ‘Kamu sudah membunuh dan merampas milik orang lain. Karena itu, di tempat Nabot meninggal dan anjing-anjing menjilat darahnya, di situ jugalah kamu akan mati dan anjing-anjing akan menjilat darahmu juga!’”
1KI 21:20 Ketika Ahab melihat Elia, dia berkata, “Akhirnya kamu menemukan saya, hai musuhku!” Jawab Elia, “Benar. Saya datang karena kamu sengaja terlibat dalam kejahatan.
1KI 21:21 Inilah pesan TUHAN untukmu, ‘Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluargamu. Aku akan memusnahkan semua keturunan laki-lakimu di Israel, baik budak maupun orang merdeka.
1KI 21:22 Aku akan membuat keluargamu berakhir seperti keluarga Yerobeam anak Nebat dan seperti keluarga Baesa anak Ahia, karena kamu sudah menjerumuskan orang Israel ke dalam dosa sehingga membangkitkan murka-Ku.
1KI 21:23 ‘Mengenai Isebel, tubuhnya akan dimakan anjing di kota Yisreel.
1KI 21:24 ‘Setiap anggota keluargamu yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang terbuka akan dimakan burung bangkai.’”
1KI 21:25 Ketika Ahab mendengar pesan itu, dia merobek pakaiannya dan memakai kain karung sebagai tanda penyesalan. Bahkan saat tidur pun dia tetap memakainya. Ahab berpuasa dan selalu menunjukkan sikap murung. Memang, tidak pernah ada orang yang kejahatannya setara dengan Ahab. Dia melakukan dosa dengan sadar dan sengaja karena hasutan Isebel. Kejahatannya yang paling menjijikkan adalah menyembah dewa-dewa dan melakukan cara ibadah seperti orang Amori, bangsa yang sudah disingkirkan TUHAN dari Kanaan ketika Israel memasuki negeri itu.
1KI 21:28 Beberapa waktu kemudian TUHAN berkata lagi kepada Elia,
1KI 21:29 “Perhatikanlah Ahab sangat menyesal dan merendahkan diri dihadapan-Ku. Karena itu Aku tidak akan mendatangkan malapetaka yang kamu nubuatkan kepadanya selagi dia masih hidup. Tetapi sesudah dia meninggal dan anaknya menggantikan dia, Aku akan memusnahkan keluarganya.”
1KI 22:1 Selama tiga tahun, kerajaan Aram dan Israel tidak berperang.
1KI 22:2 Akan tetapi, pada tahun ketiga, Yosafat raja Yehuda mengunjungi Ahab, raja Israel.
1KI 22:3 Ahab berkata kepada para pejabatnya, “Tentunya kalian tahu bahwa kota Ramot Gilead adalah milik Israel. Janganlah kita diam saja dan tidak merebutnya kembali dari raja Aram!”
1KI 22:4 Lalu dia berkata kepada Yosafat, “Bersediakah engkau pergi berperang bersamaku ke Ramot Gilead?” Yosafat menjawab Ahab, “Tentu saja! Rakyatku akan bersatu dengan rakyatmu. Begitu juga tentara dan pasukan berkuda kita.
1KI 22:5 Tetapi sebelum itu kita harus meminta petunjuk TUHAN.”
1KI 22:6 Lalu raja Israel memanggil para nabi. Jumlahnya sekitar empat ratus orang. Ahab bertanya, “Haruskah saya berperang melawan orang Aram di Ramot Gilead atau tidak?” Jawab mereka, “Pergilah, karena TUHAN akan membuat engkau menang.”
1KI 22:7 Akan tetapi Yosafat bertanya lagi, “Apakah tidak ada lagi nabi TUHAN di sini, yang bisa kita mintai petunjuk?”
1KI 22:8 Jawab Ahab, “Masih ada satu orang lagi yang dapat meminta petunjuk dari TUHAN. Namanya Mikaya anak Yimla. Tetapi saya sebal kepada orang itu, karena dia tidak pernah menubuatkan yang baik tentang saya, selalu hanya malapetaka.” Jawab Yosafat, “Ah, tidak patut seorang raja berkata begitu! Mari kita panggil dia juga.”
1KI 22:9 Kemudian raja Israel memanggil seorang pegawainya dan berkata, “Segeralah jemput Mikaya anak Yimla.”
1KI 22:10 Saat itu Ahab dan Yosafat memakai baju kerajaan. Mereka sedang duduk di kursi kehormatan di tempat pengirikan gandum yang terletak di pintu gerbang Samaria. Di hadapan mereka, keempat ratus nabi tadi sedang bernubuat.
1KI 22:11 Salah seorang di antara para nabi yang bernama Zedekia anak Kenaana membuat tanduk dari besi dan berkata kepada Ahab, “Beginilah pesan TUHAN, ‘Tanduk besi ini melambangkan bahwa kekuatanmu akan sangat besar. Engkau akan mengalahkan orang Aram sampai mereka semua habis!’”
1KI 22:12 Nabi-nabi lainnya juga menubuatkan hal yang sama. Kata mereka, “Seranglah Ramot Gilead. Engkau pasti berhasil karena TUHAN akan membuatmu menang.”
1KI 22:13 Sementara itu, utusan yang ditugaskan untuk menjemput Mikaya berkata kepadanya, “Semua nabi sama-sama menubuatkan hal yang baik kepada raja. Jadi tolong, ikutilah mereka, dan katakan yang baik saja.”
1KI 22:14 Tetapi jawab Mikaya, “Demi TUHAN yang hidup, saya hanya akan menyampaikan apa yang TUHAN katakan kepada saya.”
1KI 22:15 Ketika Mikaya datang menghadap raja, Ahab bertanya kepadanya, “Mikaya, haruskah kami menyerang Ramot Gilead atau tidak?” Dengan nada menyindir Mikaya menjawab, “Serang saja. Engkau pasti berhasil karena TUHAN akan membuatmu menang.”
1KI 22:16 Tetapi Ahab berkata, “Sudah berkali-kali saya tegaskan: Waktu menyampaikan pesan TUHAN, bicaralah yang benar!”
1KI 22:17 Maka Mikaya menjawab, “Saya mendapat penglihatan bahwa orang-orang Israel berlarian bercerai-berai di pegunungan, seperti domba yang tidak bergembala. TUHAN berkata, ‘Mereka sudah tidak mempunyai raja. Biarlah mereka kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.’”
1KI 22:18 Ahab pun berkata kepada Yosafat, “Benar, bukan! Sudah saya bilang, orang ini tidak pernah menubuatkan yang baik bagi saya, selalu hanya malapetaka!”
1KI 22:19 Mikaya menambahkan lagi, “Karena itu dengarlah pesan TUHAN! Saya melihat TUHAN sedang duduk di takhta-Nya, dan seluruh malaikat balatentara surga berdiri di samping kanan dan kiri-Nya.
1KI 22:20 TUHAN berkata, ‘Siapakah yang akan membujuk Ahab supaya dia pergi menyerang Ramot Gilead, agar dia terbunuh?’ “Mereka masing-masing memberikan jawaban berbeda-beda.
1KI 22:21 Kemudian salah satu yang hadir maju dan berkata, ‘Aku akan membujuknya.’
1KI 22:22 “TUHAN bertanya, ‘Dengan cara apa?’ “Jawabnya, ‘Aku akan membuat nabi-nabi Ahab memberi pesan yang tidak benar.’ “Dan TUHAN berkata, ‘Engkau akan berhasil! Pergi dan perbuatlah demikian.’
1KI 22:23 “Jadi, begitulah keadaan yang sebenarnya. TUHAN sudah membuat semua nabimu memberi pesan yang salah, karena TUHAN telah memutuskan bahwa engkau harus mengalami malapetaka.”
1KI 22:24 Lalu Nabi Zedekia mendekati Mikaya dan menampar dia serta berkata, “Tidak mungkin Roh TUHAN memberi suatu pesan kepada saya lalu memberi pesan yang berbeda kepadamu dalam waktu yang sama!”
1KI 22:25 Jawab Mikaya, “Kamu akan menyadari siapa yang memberi pesan yang benar pada waktu malapetaka itu terjadi. Karena ketahuilah, hari itu kamu berusaha bersembunyi di dalam sebuah kamar.”
1KI 22:26 Kemudian Ahab berkata, “Bawalah Mikaya kepada Amon, walikota Samaria, dan kepada anakku Yoas.
1KI 22:27 Katakan kepada mereka ‘Raja memerintahkan agar orang ini dipenjarakan. Setiap hari berikan kepadanya hanya sepotong roti dan sedikit air minum, sampai saya kembali dengan selamat.’”
1KI 22:28 Lalu Mikaya menjawab, “Dengarkanlah, kalian semua yang berkumpul di sini! Jika raja kembali dengan selamat, itu berarti pesan yang saya sampaikan atas nama TUHAN tidak dapat dipercaya.”
1KI 22:29 Kemudian pasukan gabungan Ahab dan Yosafat pergi menyerang Ramot Gilead.
1KI 22:30 Ahab berkata kepada Yosafat, “Saya akan menyamar dengan memakai baju prajurit dan masuk ke medan perang. Tetapi engkau, pakailah baju raja.” Jadi, Ahab menyamar dan masuk ke tengah pertempuran.
1KI 22:31 Namun, sebelum berperang raja Aram sudah memerintahkan tiga puluh dua komandan regu kereta, “Cari dan bunuhlah raja Israel saja. Tidak perlu bertempur dengan tentara-tentaranya, baik yang berpangkat rendah maupun tinggi.”
1KI 22:32 Karena itu, waktu para komandan melihat Yosafat yang berbaju raja, mereka berseru, “Itu raja Israel!” Maka mereka mendekati dia untuk menyerangnya. Tetapi ketika Yosafat berteriak,
1KI 22:33 mereka menyadari bahwa dia bukan raja Israel. Jadi mereka mundur dan berhenti mengejarnya.
1KI 22:34 Sementara itu, seorang prajurit menembakkan panah secara sembarang saja, tanpa sasaran. Panah itu menikam raja Israel tepat di antara sambungan baju perangnya. Lalu Ahab memerintahkan pengemudi keretanya, “Putar balik! Bawa saya keluar dari pertempuran ini, karena saya sudah terluka.”
1KI 22:35 Pertempuran berlanjut dengan sengit sepanjang hari itu. Ahab duduk bersandar di dalam keretanya yang sedang menghadapi pasukan Aram. Darah dari lukanya mengalir sampai memenuhi lantai kereta. Petang itu Ahab pun meninggal.
1KI 22:36 Menjelang matahari terbenam, terdengar teriakan di antara seluruh pasukan Israel, “Kita sudah kalah! Lari pulang saja!”
1KI 22:37 Demikianlah Ahab mati, dan jenazahnya dibawa ke Samaria lalu dikuburkan.
1KI 22:38 Kereta perang raja dibersihkan di kolam Samaria, tempat pelacur-pelacur biasa mandi. Saat itu anjing-anjing menjilat darahnya. Semua itu terjadi sesuai dengan perkataan TUHAN.
1KI 22:39 Kisah selebihnya tentang Raja Ahab, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, istana yang dia bangun dengan banyak hiasan gading, juga seluruh kota yang dia dirikan, semuanya itu dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
1KI 22:40 Sesudah Ahab meninggal dunia, Ahazia anaknya menggantikan dia sebagai raja.
1KI 22:41 Yosafat anak Asa menjadi raja atas Yehuda pada tahun keempat pemerintahan Ahab raja Israel.
1KI 22:42 Dia mulai memerintah pada umur tiga puluh lima tahun, dan menjadi raja selama dua puluh lima tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibu Yosafat bernama Azuba, anak Silhi.
1KI 22:43 Yosafat melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Asa, ayahnya. Dia tidak menyimpang dari jalan yang benar. Hanya saja, Yosafat tidak menyingkirkan tempat-tempat pemujaan di bukit-bukit, sehingga rakyat masih mempersembahkan kurban dan membakar dupa di sana.
1KI 22:44 Pemerintahan Yosafat berlangsung damai dengan raja Israel.
1KI 22:45 Kisah selebihnya tentang Yosafat, termasuk kepahlawanannya dan strategi-strategi perangnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
1KI 22:46 Dia juga mengusir semua pelacur laki-laki yang masih tersisa dari masa pemerintahan Raja Asa, ayahnya.
1KI 22:47 Pada zaman itu, bangsa Edom dikuasai oleh Yehuda sehingga mereka tidak memiliki raja. Yang memerintah di sana adalah seorang gubernur yang diangkat oleh raja Yehuda.
1KI 22:48 Yosafat juga membuat kapal-kapal untuk berlayar ke Ofir mengambil emas. Namun, kapal-kapal itu tidak pernah sampai ke sana karena karam di Ezion Geber.
1KI 22:49 Waktu kapal-kapal itu akan berangkat, Ahazia anak Ahab berkata kepada Yosafat, “Izinkan anak buah saya pergi berlayar bersama anak buahmu.” Tetapi Yosafat menolak.
1KI 22:50 Yosafat meninggal dunia dan dikuburkan bersama nenek moyangnya di Kota Daud. Lalu anaknya Yoram menggantikan dia sebagai raja.
1KI 22:51 Pada tahun ketujuh belas pada masa pemerintahan Yosafat sebagai raja Yehuda, Ahazia anak Ahab menjadi raja Israel. Dia memerintah selama dua tahun. Ibukotanya di Samaria.
1KI 22:52 Ahazia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan mengikuti cara hidup ayah dan ibunya, juga mengikuti dosa Yerobeam anak Nebat, yang menjerumuskan rakyat Israel ke dalam dosa.
1KI 22:53 Ahazia menyembah Baal seperti ayahnya sehingga membangkitkan murka TUHAN, Allah Israel.
2KI 1:1 Sesudah Ahab meninggal, kerajaan Moab memberontak terhadap Israel.
2KI 1:2 Suatu hari Raja Ahazia terjatuh melalui teralis jendela kayu di kamar atasnya di Samaria. Dia terluka parah. Lalu Ahazia mengirim beberapa utusan dengan perintah, “Pergilah ke kota Ekron untuk meminta petunjuk dari Baal Zebub, dewa bangsa Filistin. Tanyakan apakah saya akan sembuh.”
2KI 1:3 Tetapi seorang malaikat berkata kepada Nabi Elia, orang Tisbe itu, “Berangkatlah menemui para utusan raja Samaria dan katakan kepada mereka, ‘Pikirmu di Israel ini tidak ada Allah, sampai-sampai kalian pergi ke Ekron mencari petunjuk dari Baal Zebub, dewa orang Filistin!
2KI 1:4 Karena itu, sampaikanlah kepada Ahazia pesan TUHAN ini: Kamu tidak akan bangun lagi dari tempat tidurmu, karena kamu pasti mati!’” Sesudah itu Elia pergi.
2KI 1:5 Ketika para utusan itu kembali kepada Ahazia, dia bertanya, “Mengapa kalian begitu cepat kembali?”
2KI 1:6 Jawab mereka, “Seorang laki-laki datang menemui kami dan berkata, ‘Kembalilah kepada raja yang mengutus kalian dan sampaikan kepadanya pesan TUHAN ini: Pikirmu di Israel tidak ada Allah, sampai-sampai kalian pergi ke Ekron mencari petunjuk dari Baal Zebub, dewa orang Filistin! Karena itu, kamu tidak akan bangun dari tempat tidurmu. Kamu pasti mati.’”
2KI 1:7 Lalu raja bertanya, “Seperti apa penampilan orang itu?”
2KI 1:8 Jawab mereka, “Dia memakai baju dari bulu binatang dan memakai ikat pinggang kulit.” Maka kata raja, “Itu Elia, orang Tisbe!”
2KI 1:9 Lalu Ahazia mengirim seorang perwira bersama lima puluh tentaranya untuk menangkap Elia. Mereka menjumpai dia sedang duduk di puncak bukit. Perwira itu berseru kepada Elia, “Hai nabi Allah, turun dari sana! Ini perintah raja!”
2KI 1:10 Jawab Elia kepada perwira itu, “Karena saya memang nabi Allah, api akan turun dari langit dan membakarmu beserta kelima puluh tentaramu!” Tiba-tiba turunlah api dari langit menghanguskan perwira itu beserta para prajuritnya.
2KI 1:11 Ahazia mengirim lagi seorang perwira lain beserta lima puluh prajuritnya. Dia pergi dan berkata kepada Elia, “Hai nabi Allah, turun sekarang juga! Ini perintah raja!”
2KI 1:12 Elia menjawab mereka, “Karena saya memang nabi Allah, api akan turun dari langit dan membakarmu beserta kelima puluh prajuritmu!” Mendadak api dari Allah turun dari langit dan menghanguskan perwira itu beserta lima puluh prajuritnya.
2KI 1:13 Raja mengirimkan lagi perwira ketiga beserta lima puluh prajurit. Perwira yang ketiga ini naik ke bukit dan berlutut di hadapan Elia. Dia memohon belas kasihan, “Ya nabi Allah, kami ini hamba-hambamu. Tolong biarlah saya dan kelima puluh prajurit ini hidup.
2KI 1:14 Saya tahu api datang dari langit dan menghanguskan dua perwira yang datang sebelum saya bersama para prajurit mereka. Tetapi tolong biarkan saya hidup.”
2KI 1:15 Saat itu juga malaikat berkata kepada Elia, “Pergilah bersama dia. Jangan takut.” Maka Elia berdiri dan ikut bersama perwira itu menghadap raja.
2KI 1:16 Kata Elia kepada Raja Ahazia, “Beginilah pesan TUHAN: Pikirmu di Israel ini tidak ada Allah, sampai-sampai kalian pergi ke Ekron mencari petunjuk dari Baal Zebub, dewa orang Filistin! Karena perbuatanmu itu, kamu tidak akan bangun lagi dari tempat tidurmu. Kamu pasti mati.”
2KI 1:17 Beberapa waktu kemudian, Ahazia anak Ahab pun mati, tepat seperti pesan TUHAN yang disampaikan Elia. Lalu Yoram, adiknya, menjadi raja menggantikan dia karena Ahazia tidak mempunyai anak laki-laki. Ketika Yoram dinobatkan menjadi raja di Israel, Yoram anak Yosafat sudah memerintah sebagai raja Yehuda selama dua tahun.
2KI 1:18 Kisah selebihnya tentang Ahazia, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 2:1 Suatu hari, Elia sedang berjalan dari kota Gilgal bersama Elisa. Hari itu adalah saat-saat terakhir Elia di bumi, sebelum TUHAN mengangkat dia ke surga dalam angin topan.
2KI 2:2 Dalam perjalanan itu Elia berkata kepada Elisa, “Tinggallah di sini, karena TUHAN mengutus saya ke Betel.” Tetapi jawab Elisa, “Saya bersumpah demi TUHAN yang hidup dan demi nyawamu bahwa saya tidak akan meninggalkan engkau.” Maka mereka pun pergi ke Betel bersama-sama.
2KI 2:3 Beberapa anggota perkumpulan nabi di Betel menemui Elisa. Mereka berkata, “Tahukah kamu bahwa hari ini TUHAN akan membawa gurumu pergi?” Jawab Elisa, “Tentu saya tahu. Diamlah.”
2KI 2:4 Sesudah itu Elia berkata kepada Elisa, “Tinggallah di sini, karena TUHAN mengutus saya ke Yeriko.” Tetapi jawab Elisa, “Saya bersumpah demi TUHAN yang hidup dan demi nyawamu bahwa saya tidak akan meninggalkan engkau.” Maka mereka pergi bersama-sama ke Yeriko.
2KI 2:5 Beberapa anggota perkumpulan nabi di Yeriko menghampiri Elisa dan berkata, “Sudah tahukah kamu bahwa hari ini TUHAN akan membawa gurumu pergi?” Jawab Elisa, “Tentu saya tahu. Diamlah!”
2KI 2:6 Sekali lagi Elia berkata kepada Elisa, “Tinggallah di sini, karena TUHAN mengutus saya ke sungai Yordan.” Tetapi jawab Elisa, “Saya bersumpah demi TUHAN yang hidup dan demi nyawamu bahwa saya tidak akan meninggalkan engkau.” Maka mereka pun berjalan bersama-sama.
2KI 2:7 Lima puluh anggota perkumpulan nabi juga pergi mengikuti Elia. Setibanya di sungai Yordan, Elia dan Elisa berdiri di tepi sungai itu, sementara kelima puluh orang lainnya berdiri agak jauh.
2KI 2:8 Nabi Elia melepas dan menggulung jubahnya, kemudian memukul air dengan jubah itu. Air sungai Yordan pun terbelah sehingga kelihatan dasarnya! Lalu Elia dan Elisa menyeberangi sungai itu di atas tanah yang kering.
2KI 2:9 Ketika mereka sampai di seberang, Elia berkata kepada Elisa, “Mintalah apa yang kamu inginkan dari saya, sebelum saya diangkat dan berpisah darimu.” Jawab Elisa, “Berilah saya kuasa yang membuktikan bahwa saya adalah pengganti Guru.”
2KI 2:10 Elia menjawab, “Itu permintaan yang sulit. Tetapi kalau kamu melihat saya terangkat, berarti permintaanmu akan dikabulkan menjadi pengganti saya. Namun kalau tidak, permintaanmu itu tidak akan terjadi.”
2KI 2:11 Saat mereka masih berjalan dan bercakap-cakap, tiba-tiba datanglah kereta berapi yang ditarik oleh kuda-kuda berapi. Dalam sekejap Elia diambil masuk ke dalam kereta itu sehingga terpisah dari Elisa. Kemudian ada angin topan yang membawa kereta dan Elia naik ke surga.
2KI 2:12 Sementara Elisa memperhatikan, dia berseru, “Guru! Guru! Engkau lebih berharga daripada semua kereta dan orang-orang berkuda di Israel.” Sesudah itu Nabi Elia tidak terlihat lagi olehnya. Elisa pun merobek jubahnya menjadi dua sebagai tanda bersedih.
2KI 2:13 Lalu Elisa mengambil jubah Elia yang terjatuh saat dia dibawa oleh kereta berapi, dan kembali ke tepi sungai Yordan.
2KI 2:14 Elisa memukul air sungai itu dengan jubah Elia sambil berkata, “Kiranya TUHAN, Allah yang menyertai Elia, menyertai aku juga!” Seketika, air sungai terbelah dua dan Elisa pun menyeberang.
2KI 2:15 Kelima puluh anggota perkumpulan nabi dari Yeriko yang masih berdiri di seberang sungai menyaksikan kejadian itu. Lalu mereka berkata satu sama lain, “Kuasa Elia sekarang ada pada Elisa!” Maka mereka mendekati Elisa dan bersujud menghormati dia.
2KI 2:16 Kata mereka kepadanya, “Di hadapanmu ada lima puluh orang. Kami, hamba-hambamu ini, semuanya orang yang kuat. Biarlah kami pergi mencari gurumu. Mungkin saja Roh TUHAN tadi mengangkatnya lalu menempatkan dia di salah satu bukit atau lembah.” Tetapi Elisa menjawab, “Tidak usah pergi.”
2KI 2:17 Namun mereka sangat memaksa sampai Elisa merasa sungkan. Jadi dia berkata, “Baik, pergilah.” Lima puluh orang itu pun pergi mencari Elia selama tiga hari, tetapi mereka tidak menemukannya.
2KI 2:18 Ketika mereka kembali kepada Elisa yang masih tinggal di Yeriko, dia berkata, “Bukankah sudah saya bilang, ‘Tidak usah pergi.’”
2KI 2:19 Penduduk kota Yeriko berkata kepada Elisa, “Tuan, letak kota ini baik, seperti yang Tuan lihat sendiri. Tetapi airnya buruk dan tanahnya tidak subur.”
2KI 2:20 Elisa menjawab, “Ambilkan saya sebuah mangkuk baru dan taruhlah garam di dalamnya.” Mereka mengambilkan apa yang diminta Elisa.
2KI 2:21 Kemudian Elisa pergi ke mata air dan melemparkan garam itu ke dalamnya lalu berkata, “Beginilah kata TUHAN, ‘Aku sudah memurnikan air ini. Mulai sekarang air ini tidak akan lagi menyebabkan kematian, keguguran, ataupun gagal panen.’”
2KI 2:22 Sampai waktu kitab ini ditulis, air di Yeriko tetap baik sesuai perkataan Elisa.
2KI 2:23 Dari sana Elisa pergi ke Betel. Dalam perjalanan, sekelompok remaja laki-laki keluar dari kota dan mengejek dia, “Pergilah, botak! Dasar gundul! Pergi sana!”
2KI 2:24 Ketika Elisa berbalik dan melihat mereka, dikutuknya mereka dengan nama TUHAN. Lalu dua beruang betina keluar dari hutan dan mencabik-cabik empat puluh dua orang dari gerombolan remaja itu.
2KI 2:25 Dari sana, Elisa pergi ke gunung Karmel dan kembali ke Samaria.
2KI 3:1 Pada tahun ke delapan belas masa pemerintahan Yosafat di kerajaan Yehuda, Yoram anak Ahab mulai memerintah atas kerajaan Israel. Ibukotanya di Samaria. Yoram memerintah selama dua belas tahun.
2KI 3:2 Dia melakukan hal-hal yang jahat di mata TUHAN, tetapi tidak sejahat ayah dan ibunya. Yoram menyingkirkan tugu pemujaan Baal yang dibangun oleh ayahnya.
2KI 3:3 Namun, dia mengikuti dosa Yerobeam anak Nebat yang menjerumuskan rakyat Israel ke dalam dosa.
2KI 3:4 Sebelum Yoram mulai memerintah, Mesa, raja negeri Moab, membayar pajak kepada raja Israel setiap tahun. Karena rakyatnya adalah peternak, dia harus membayar sebanyak 100.000 ekor domba muda dan benang wol dari 100.000 ekor domba jantan.
2KI 3:5 Tetapi sesudah Ahab meninggal dan Yoram naik takhta, raja Moab memberontak dari kekuasaan raja Israel.
2KI 3:6 Karena itu, Raja Yoram mengumpulkan semua prajurit Israel, lalu dia keluar dari Samaria memimpin pasukannya itu untuk berperang.
2KI 3:7 Yoram mengirim pesan kepada Yosafat, raja Yehuda. Isinya, “Raja Moab memberontak terhadap saya. Maukah engkau membantu saya melawan Moab?” Yosafat membalas, “Tentu saja! Kita bersekutu. Saya akan mengirimkan prajurit dan tentara berkuda untuk bergabung dengan pasukanmu.”
2KI 3:8 Yosafat juga bertanya, “Kita pergi melalui jalur mana?” Jawab Yoram, “Lewat padang belantara Edom.”
2KI 3:9 Raja Edom dan pasukannya juga ikut bergabung. Jadi, bersekutulah ketiga kerajaan itu. Mereka melakukan perjalanan tujuh hari lamanya dengan rute yang panjang, sampai akhirnya mereka kehabisan air minum untuk para tentara serta semua kuda dan hewan lainnya.
2KI 3:10 Raja Israel berkata, “Celaka! TUHAN mengumpulkan kita bertiga untuk membuat kita dikalahkan sekaligus oleh Moab!”
2KI 3:11 Tetapi Yosafat bertanya, “Apakah di antara kita di sini tidak ada nabi yang bisa dimintai petunjuk TUHAN?” Salah seorang pegawai raja Israel berkata, “Di sini ada Nabi Elisa anak Safat. Dia dulu tangan kanan Nabi Elia.”
2KI 3:12 Jawab Yosafat, “Pasti TUHAN akan berbicara melalui dia.” Maka ketiga raja itu pergi menemui Elisa.
2KI 3:13 Nabi Elisa berkata kepada raja Israel, “Untuk apa engkau mencari saya? Pergilah kepada para nabi dewa-dewa orangtuamu!” Tetapi raja Israel menjawab, “Tidak, karena TUHANlah yang sudah mengumpulkan kami bertiga untuk membuat kami dikalahkan oleh raja Moab.”
2KI 3:14 Nabi Elisa berkata, “Sungguh, saya berkata demi TUHAN Panglima Semesta: Seandainya Raja Yosafat tidak bersama kalian, saya bahkan tidak sudi melihatmu. Tetapi saat ini saya mau menjawab kalian hanya karena saya menghormati Yosafat.
2KI 3:15 Nah, sekarang panggilkanlah seorang pemain kecapi.” Ketika pemain kecapi itu memainkan nada-nada tenang, Roh TUHAN menggerakkan Elisa
2KI 3:16 untuk berkata, “Beginilah kata TUHAN, ‘Buatlah parit-parit di lembah ini.
2KI 3:17 Kalian tidak akan merasakan angin ataupun melihat hujan, tetapi lembah ini akan dipenuhi air sehingga kalian dan semua hewanmu dapat minum.’”
2KI 3:18 Lanjut Elisa, “Menyediakan air adalah perkara ringan bagi TUHAN. Selain itu, Dia juga akan membuat pasukan Moab kalah.
2KI 3:19 Kalian akan menggempur setiap kota berbenteng dan kota-kota yang penting. Kalian akan merobohkan setiap pohon yang baik, menutup semua sumber air, dan menimbun setiap ladang mereka yang subur dengan batu.”
2KI 3:20 Keesokan harinya, menjelang waktu kurban pagi dipersembahkan di rumah Allah, ada air mengalir dari arah Edom dan memenuhi parit-parit di lembah tempat mereka berkemah.
2KI 3:21 Sementara itu, ketika orang-orang Moab mendengar bahwa ketiga raja tersebut telah datang menyerang, bangsa Moab mengumpulkan setiap laki-laki yang sanggup berperang. Mereka berbaris di perbatasan negeri, siap bertempur.
2KI 3:22 Ketika para prajurit Moab bangun pagi-pagi, mereka memandang ke lembah tempat perkemahan Israel. Matahari menyinari air di dalam parit-parit di sana. Dan di mata orang Moab, air itu tampak berwarna merah seperti darah.
2KI 3:23 Prajurit Moab pun berkata, “Itu darah! Pasti pasukan raja-raja itu berkelahi satu sama lain dan sudah saling membunuh! Majulah Moab! Pergi ke sana dan ambil jarahan!”
2KI 3:24 Akan tetapi, saat mereka tiba di perkemahan Israel, pasukan Israel bangkit dan menyerang Moab sehingga mereka melarikan diri. Kemudian Israel menyerbu masuk ke wilayah negeri Moab dan membunuh banyak penduduknya.
2KI 3:25 Pasukan Israel meruntuhkan hampir semua kota Moab. Sewaktu mereka melewati ladang-ladang, setiap tentara melemparkan batu ke sana hingga setiap ladang tertimbun. Mereka menutup semua mata air dan menebang setiap pohon yang menghasilkan buah. Akhirnya hanya kota Kir Hareset yang belum tersentuh. Ketika kota itu dikepung dan diserang dengan umban,
2KI 3:26 raja Moab menyadari bahwa dia pasti kalah dalam peperangan ini. Jadi dia berusaha melarikan diri. Dia mengerahkan 700 prajurit bersenjata pedang untuk menerobos barisan depan di mana ada raja Edom dan pasukannya. Tetapi mereka gagal.
2KI 3:27 Kemudian raja Moab mengambil anak laki-lakinya yang sulung, calon penerusnya sebagai raja, dan membakar anak itu di atas tembok kota sebagai kurban bagi dewanya. Hal itu membuat seluruh penduduk kota sangat geram kepada Israel, dan raja Israel pun memutuskan untuk menghentikan serangan. Lalu pasukan ketiga raja itu kembali ke negeri mereka masing-masing.
2KI 4:1 Suatu ketika, seorang anggota perkumpulan nabi meninggal. Lalu jandanya datang meminta tolong kepada Elisa, “Tuanku, tentu engkau ingat betapa suami saya menghormati TUHAN dan melayani engkau semasa hidupnya. Saat meninggal, dia masih berutang kepada seseorang, dan sekarang orang itu menuntut utangnya dibayar. Tetapi karena saya tidak bisa bayar, dia hendak mengambil kedua anak lelaki saya untuk dijadikan budak sebagai ganti pembayaran itu.”
2KI 4:2 Jawab Nabi Elisa kepadanya, “Bagaimana saya bisa membantu Ibu? Coba sebutkan apa yang Ibu punya di rumah.” Kata perempuan itu, “Tidak ada apa pun yang bernilai di rumah hamba kecuali sebotol kecil minyak zaitun.”
2KI 4:3 Nabi Elisa berkata, “Pinjamlah sebanyak mungkin wadah kosong dari semua tetanggamu. Jangan meminjam beberapa saja.
2KI 4:4 Sesudah wadah terkumpul di rumahmu, tutuplah pintunya. Pastikan tidak ada orang lain di dalam kecuali Ibu dan kedua anakmu. Lalu tuangkan minyak zaitun dari botol kecil itu ke setiap wadah kosong satu per satu.”
2KI 4:5 Maka pergilah janda itu melakukan petunjuk Elisa. Di dalam rumah, setelah pintunya ditutup, mereka bertiga mulai bekerja mengisi wadah-wadah itu. Kedua anak mendekatkan wadah satu per satu kepada ibu mereka, sementara dia menuangkan minyaknya.
2KI 4:6 Ketika semua wadah sudah penuh, ibu itu berkata kepada anaknya, “Ambilkan wadah kosong lagi.” Tetapi jawab anaknya, “Sudah tidak ada.” Saat itu juga minyak zaitun dari botol berhenti mengalir.
2KI 4:7 Kemudian pergilah janda itu memberitahukan hal itu kepada nabi. Nabi Elisa pun berkata, “Sekarang juallah minyak itu. Pakailah hasilnya untuk membayar utang, dan sisanya untuk biaya hidup Ibu dan anak-anak.”
2KI 4:8 Pada waktu lain, Nabi Elisa pergi ke kota Sunem. Di situ ada seorang perempuan yang kaya. Perempuan itu mengundang Elisa untuk makan di rumahnya. Dan begitulah selalu, setiap melewati kota itu, Nabi Elisa selalu singgah untuk makan bersama dia dan suaminya.
2KI 4:9 Suatu hari perempuan itu berkata kepada suaminya, “Aku yakin bahwa orang yang sering mampir di sini adalah seorang nabi Allah.
2KI 4:10 Mari kita membangun sebuah kamar di atas rumah kita. Kamar sederhana saja, asalkan ada tempat tidur, meja, kursi, dan pelita, supaya waktu dia datang ke sini, dia bisa menginap.”
2KI 4:11 Beberapa waktu kemudian ketika Nabi Elisa datang, dia beristirahat di kamar itu.
2KI 4:12 Elisa berkata kepada Gehazi, pelayannya, “Sampaikan kepada nyonya rumah kita, ‘Ibu sudah banyak bersusah payah menolong kami. Bagaimana saya dapat membalas budi? Adakah kepentingan Ibu yang bisa saya sampaikan kepada raja atau panglima?’” Maka Gehazi menemui perempuan itu dan menyampaikan pesan Elisa. Jawab perempuan itu, “Tidak perlu repot-repot. Saya tidak kekurangan sesuatu apa pun.” Ketika Gehazi menyampaikan jawaban itu kepada Elisa,
2KI 4:14 Nabi Elisa pun bertanya, “Kalau begitu, menurutmu bagaimana kita bisa membalas budi?” Jawab Gehazi, “Ada satu hal yang Ibu itu tidak punya, yaitu anak laki-laki. Apalagi suaminya sudah tua.”
2KI 4:15 Nabi Elisa pun berkata, “Panggillah ibu itu ke sini.” Maka Gehazi memanggilnya dan perempuan itu datang berdiri di depan pintu kamar Elisa.
2KI 4:16 Nabi Elisa berkata kepadanya, “Tahun depan, kira-kira di bulan yang sama seperti sekarang, Ibu sudah menggendong seorang anak laki-laki.” Jawab perempuan itu, “Benarkah, Tuanku nabi? Rasanya sulit dipercaya!”
2KI 4:17 Dan benar saja. Tahun depannya, perempuan itu melahirkan seorang bayi laki-laki seperti yang dikatakan Elisa kepadanya.
2KI 4:18 Beberapa tahun kemudian ketika anak itu sudah cukup besar, pada musim panen dia pergi ke ladang menyusul ayahnya yang sedang bekerja bersama para penuai.
2KI 4:19 Tiba-tiba anak itu berseru kepada ayahnya, “Aduh! Kepalaku! Kepalaku sakit!” Sang ayah segera menyuruh pelayannya, “Cepat, bawa dia kepada ibunya.”
2KI 4:20 Maka anak itu digendong dan dibawa pulang. Dia duduk di pangkuan ibunya sampai siang, lalu meninggal.
2KI 4:21 Ibunya mengangkat anak itu ke kamar atas dan membaringkan dia di tempat tidur Nabi Elisa, lalu meninggalkannya di situ dengan pintu tertutup.
2KI 4:22 Kemudian dia mengirim pesan kepada suaminya, “Tolong kirimkan kepadaku seorang pelayan dan seekor keledai. Aku mau pergi menemui nabi Allah itu. Aku akan langsung kembali.”
2KI 4:23 Kata suaminya, “Mengapa kamu ingin menemui dia hari ini? Ini bukan bulan baru ataupun hari Sabat.” Jawabnya, “Tidak apa-apa.”
2KI 4:24 Sesudah keledainya dipasangi pelana, nyonya itu duduk di atasnya dan berkata kepada pelayannya, “Paculah keledai ini supaya lari secepat mungkin! Jangan mengurangi kecepatan kecuali saya suruh.”
2KI 4:25 Demikianlah perempuan itu pergi untuk menemui Nabi Elisa. Elisa berada di gunung Karmel. Ketika perempuan itu hampir sampai, Nabi Elisa melihatnya dari kejauhan lalu berkata kepada pelayannya Gehazi, “Lihat, itu ibu dari Sunem.
2KI 4:26 Coba larilah menemui dia dan tanyakan, ‘Bagaimana kabar Ibu, suami, dan anakmu? Semua baik-baik saja?’” Jawab perempuan itu kepada Gehazi, “Semua baik-baik saja.”
2KI 4:27 Tetapi ketika dia sampai di depan Elisa, perempuan itu tersungkur dan memeluk kaki Elisa. Gehazi berusaha mendorongnya menjauh, tetapi Elisa berkata, “Biarkanlah dia. Ibu ini sedang sangat sedih, dan TUHAN belum memberitahukan hal itu kepada saya.”
2KI 4:28 Lalu wanita itu berkata, “Tuan, saya tidak pernah meminta engkau memberkati saya dengan anak laki-laki! Saya sudah bilang, ‘Rasanya sulit dipercaya.’ Ternyata benar saja, itu tidak bisa dipercaya.”
2KI 4:29 Nabi Elisa pun berkata kepada Gehazi, “Bersiap-siaplah untuk pergi. Bawa tongkat saya dan berangkatlah ke rumah ibu ini. Jangan berhenti untuk bertukar salam dengan siapa pun! Setelah kamu tiba, taruhlah tongkat saya di atas anak itu dengan tongkat itu menyentuh wajahnya.”
2KI 4:30 Tetapi berkatalah ibu anak itu kepada Nabi Elisa, “Saya bersumpah demi TUHAN yang hidup dan demi nyawa Tuan sendiri, bahwa saya tidak mau pulang jika engkau tidak ikut.” Maka Elisa berdiri dan ikut bersama wanita itu ke rumahnya.
2KI 4:31 Sementara itu, Gehazi yang mendahului mereka sudah tiba. Dia meletakkan tongkat Elisa di atas anak itu dan mengenai wajahnya, tetapi tidak terjadi apa-apa. Ketika Gehazi dalam perjalanan kembali, dia berjumpa dengan mereka, lalu memberitahukan kepada Elisa, “Anak itu tidak bangun.”
2KI 4:32 Sesampainya Elisa di sana, dia mendapati anak itu terbaring mati di tempat tidurnya.
2KI 4:33 Jadi masuklah dia ke kamar itu dan menutup pintu sehingga hanya dia dan anak itu yang ada di dalam. Lalu dia berdoa kepada TUHAN.
2KI 4:34 Kemudian Elisa naik ke tempat tidur dan berbaring telungkup di atas anak itu. Wajahnya melekat persis di atas wajah anak itu, juga kedua telapak tangannya ditempelkan di telapak tangan sang anak. Tak lama kemudian, tubuh anak itu menjadi hangat.
2KI 4:35 Elisa bangun dan berjalan ke sisi kamar lalu kembali ke sisi yang lain. Kemudian dia kembali berbaring di atas anak itu. Tiba-tiba anak itu bersin tujuh kali dan membuka mata.
2KI 4:36 Lalu Elisa memanggil Gehazi serta berkata, “Panggilkan ibunya.” Maka Gehazi memanggil dia dan datanglah ibu itu kepada Elisa. Kata nabi kepadanya, “Inilah anakmu. Bawalah dia.”
2KI 4:37 Lalu perempuan itu masuk dan melihat anaknya, dia langsung bersujud di kaki Elisa untuk berterima kasih kepadanya. Lalu dia menggendong anaknya dan membawanya ke bawah.
2KI 4:38 Ketika Elisa kembali ke Gilgal, bencana kelaparan sedang melanda daerah itu. Suatu hari, beberapa anggota perkumpulan nabi sedang duduk bersamanya. Lalu kata Elisa kepada pelayannya, “Masaklah sup sepanci besar untuk nabi-nabi ini.”
2KI 4:39 Salah seorang dari mereka pergi ke ladang untuk mengumpulkan sayuran. Tidak sengaja dia menemukan suatu pohon merambat yang buahnya seperti labu kecil. Maka dia pun memetik labu liar itu banyak-banyak sampai memenuhi lipatan jubahnya. Tanpa mengetahui buah apa itu, dia memotong-motongnya lalu memasukkannya ke dalam panci rebusan sup.
2KI 4:40 Kemudian sup itu dituang dan disajikan kepada para tamu Elisa. Ketika mereka baru mulai makan, beberapa orang berteriak, “Buah ini beracun, ya nabi Allah!” Maka mereka tidak mau memakannya.
2KI 4:41 Kata Elisa, “Ambilkan sedikit tepung.” Lalu dia memasukkan tepung itu ke dalam panci sambil berkata, “Sekarang sajikanlah sup itu kembali.” Lalu mereka pun makan. Masakan itu tidak beracun lagi.
2KI 4:42 Pada hari lain, seorang laki-laki dari kota Baal Salisa memberikan kepada Nabi Elisa dua puluh roti jelai yang dibuat dari hasil panen pertama, juga sekantong gandum baru. Nabi Elisa berkata kepada pelayannya, “Hidangkanlah itu untuk tamu-tamu kita.”
2KI 4:43 Tetapi jawab pelayan itu, “Makanan ini tidak mungkin cukup untuk seratus orang tamu Tuan!” Jawab Elisa, “Hidangkanlah itu untuk mereka makan, karena TUHAN berpesan, ‘Mereka akan makan cukup, bahkan masih ada lebih.’”
2KI 4:44 Maka pelayan itu menghidangkannya, lalu mereka makan sampai kenyang dan masih ada sisa berlebih, tepat seperti perkataan TUHAN.
2KI 5:1 Pada waktu itu, kerajaan Aram memiliki panglima militer bernama Naaman. Dia sangat terhormat dan menjadi orang kepercayaan raja. Naaman seorang pahlawan perang yang tangguh. Melalui pimpinannya, TUHAN membuat kerajaan Aram menang perang. Akan tetapi, Naaman terkena penyakit kulit yang parah.
2KI 5:2 Pada masa itu juga, kelompok-kelompok kecil tentara Aram sering datang menjarah Israel. Dalam salah satu penjarahan, mereka menangkap seorang anak perempuan muda. Anak itu kemudian dijadikan budak istri Naaman.
2KI 5:3 Mengetahui penyakit Naaman, gadis itu berkata kepada nyonyanya, “Kalau tuan Naaman pergi kepada nabi Israel di kota Samaria, nabi itu pasti bisa menyembuhkan tuan.”
2KI 5:4 Maka Naaman pergi menghadap raja Aram untuk meminta izin, “Budak istri saya berasal dari Israel. Dia mengatakan ada nabi di Israel yang bisa menyembuhkan saya. Mohon izinkanlah saya pergi menemui nabi itu.”
2KI 5:5 Raja Aram menjawab, “Pergilah. Saya akan memberikan surat pengantar untuk disampaikan kepada raja Israel.” Sesudah itu Naaman pergi dengan membawa hadiah berupa 300 kilogram perak, 72 kilogram emas, dan sepuluh pakaian bagus.
2KI 5:6 Naaman menyampaikan surat raja Aram kepada raja Israel. Isinya, “Dengan surat ini saya mengantarkan panglima saya, Naaman, kepadamu agar dia disembuhkan dari sakit kulitnya.”
2KI 5:7 Setelah membaca surat itu, raja Israel merobek pakaiannya sebagai tanda kegusaran sambil berkata, “Surat macam apa ini! Saya bukan Allah yang bisa memberi atau mencabut nyawa! Apa-apaan raja Aram mengutus orang kepada saya untuk disembuhkan dari penyakit kulit! Dia pasti hanya mencari-cari alasan untuk menyerang kita lagi!”
2KI 5:8 Kabar bahwa raja merobek pakaiannya sampai kepada Nabi Elisa. Lalu Elisa mengirimkan pesan kepada raja, “Yang Mulia tidak perlu merobek pakaian. Suruh orang itu datang kepada saya, agar dia tahu bahwa ada nabi di Israel.”
2KI 5:9 Maka Naaman datang ke rumah Nabi Elisa dengan rombongan kereta kudanya. Dia berdiri di depan pintu.
2KI 5:10 Elisa menyuruh seorang pelayannya keluar untuk menyampaikan pesan kepada Naaman, “Pergilah mencelupkan diri tujuh kali di sungai Yordan. Kulitmu akan kembali pulih dan kamu akan bersih dari penyakit itu.”
2KI 5:11 Naaman pergi dengan tersinggung sambil berkata, “Aku kira dia akan keluar menemui saya, berdoa kepada TUHAN Allahnya dengan mengangkat tangan di atas penyakitku, lalu kulitku langsung sembuh seketika.
2KI 5:12 Kalau hanya dengan mandi di sungai aku bisa sembuh, lebih baik aku mandi di sungai negeriku sendiri! Ada sungai Abana dan Parpar di kota Damsik yang lebih bagus daripada semua sungai di Israel!” Demikianlah Naaman berbalik dan pergi dengan marah.
2KI 5:13 Para pelayan yang mengantar Naaman mendekati dia lalu berkata, “Tuan, seandainya pun nabi itu meminta engkau melakukan syarat yang sulit, Tuan pasti mau melakukannya demi bisa sembuh. Tetapi dia hanya menyuruh Tuan untuk mandi di tempat tertentu agar sembuh. Mengapa tidak dicoba saja, Tuan?”
2KI 5:14 Maka Naaman pergi ke sungai Yordan dan mencelupkan dirinya tujuh kali di sana, sesuai perintah Nabi Elisa. Tiba-tiba kulitnya langsung pulih semulus kulit bayi. Demikianlah Naaman dibersihkan dari penyakitnya.
2KI 5:15 Jadi, Naaman beserta seluruh rombongannya kembali kepada Elisa. Di depan Nabi Elisa dia berkata, “Saya yakin bahwa di seluruh bumi ini, Allah yang benar hanya Allah di Israel! Karena itu, mohon terimalah pemberian dari hambamu ini.”
2KI 5:16 Tetapi Elisa menjawab, “Saya bersumpah demi TUHAN yang hidup, yang saya layani, bahwa saya tidak akan menerima apa pun darimu.” Naaman mendesak Nabi Elisa untuk menerimanya, tetapi dia tetap menolak.
2KI 5:17 Akhirnya Naaman berkata, “Jika tidak, tolong izinkan hambamu ini membawa tanah dari sini sebanyak yang bisa diangkut dua ekor bagal untuk saya buat menjadi mezbah dan menyembah TUHAN di atas tanah itu. Sebab saya tidak akan pernah lagi mempersembahkan kurban apa pun kepada dewa-dewa, kecuali kepada TUHAN.
2KI 5:18 Tetapi semoga TUHAN mengampuni saya untuk satu hal ini: Ketika tuan saya, raja Aram, masuk ke kuil dewa Rimon untuk beribadah, saya wajib menemani dia, sehingga saya terpaksa harus bersujud di kuil Rimon. Kiranya TUHAN mengampuni saya dalam hal ini.”
2KI 5:19 Nabi Elisa menjawab, “Ya, kamu bisa pulang dengan tenang.” Kemudian Naaman memulai perjalanan kembali ke negerinya.
2KI 5:20 Ketika Naaman belum jauh dari tempat itu, Gehazi berpikir, “Tuanku Elisa membiarkan orang Aram itu pergi tanpa membayar apa-apa. Enak saja dia! Aku bersumpah demi TUHAN yang hidup, aku akan mengejar Naaman dan menerima sesuatu darinya.”
2KI 5:21 Maka Gehazi mengejar Naaman. Ketika Naaman melihat seorang pelayan Elisa berlari mendekat, dia menghentikan keretanya lalu turun untuk menemui dia. Kata Naaman, “Apakah semua baik-baik saja?”
2KI 5:22 Jawab Gehazi, “Semua baik-baik saja. Tuan Elisa mengutus saya dengan pesan ini, ‘Dua pelayan dari anggota perkumpulan nabi baru saja tiba dari pegunungan Efraim. Tolong berikan kepada mereka 30 kilogram perak dan dua pasang pakaian.’”
2KI 5:23 Naaman berkata, “Silakan, bahkan ambillah dua kali lipat!” Lalu Naaman mengikat 60 kilogram perak di dalam dua kantong, juga dua pasang pakaian dan memaksa Gehazi untuk menerimanya. Dia pun memberikan barang-barang itu kepada dua orang pelayannya dan mereka membawakannya untuk Gehazi.
2KI 5:24 Setibanya di kediamannya di bukit, Gehazi mengambil barang-barang itu dari para pelayan Naaman dan meletakkannya di dalam rumah. Lalu kedua pelayan Naaman pulang.
2KI 5:25 Ketika Gehazi kembali kepada Elisa, tuannya itu bertanya, “Dari mana kamu, Gehazi?” Jawabnya, “Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana, Tuan.”
2KI 5:26 Tetapi Elisa menjawab, “Tidak usah berbohong! TUHAN menunjukkan kepadaku dalam penglihatan ketika Naaman turun dari keretanya menemui kamu. Atas perbuatan ajaib yang TUHAN kerjakan, kita tidak pantas menerima pakaian dan perak, yang akan digunakan untuk membeli kebun zaitun, kebun anggur, domba, ternak, ataupun budak laki-laki dan perempuan.
2KI 5:27 Karena keserakahanmu itu, penyakit kulit Naaman akan menimpa kamu dan anak cucumu turun temurun!” Ketika Gehazi keluar dari tempat Nabi Elisa, dia seketika terkena penyakit itu sehingga kulitnya terkelupas dan bersisik warna putih seperti salju.
2KI 6:1 Suatu hari, beberapa orang dari perkumpulan para nabi mengusulkan kepada Elisa, “Tuan tahu bahwa tempat kita ini terlalu kecil.
2KI 6:2 Karena itu izinkanlah kami pergi ke sungai Yordan menebang beberapa pohon di sana. Jika masing-masing menebang satu saja, maka balok kayu yang terkumpul akan cukup untuk membangun tempat baru bagi kita.” Jawab Elisa, “Saya setuju. Pergilah.”
2KI 6:3 Salah seorang dari mereka berkata, “Ikutlah dengan kami.” Dan dia menjawab, “Baiklah, saya akan ikut.”
2KI 6:4 Maka pergilah Elisa bersama mereka. Sesampainya di tepi sungai Yordan, mereka mulai menebang.
2KI 6:5 Ketika salah satu orang itu sedang mengayunkan kapak, kepala kapak yang dari besi terlepas dari gagang kayu dan jatuh ke dalam air. Dia berteriak, “Aduh, Tuanku! Itu barang pinjaman!”
2KI 6:6 Nabi Elisa bertanya, “Di mana jatuhnya?” Orang itu menunjuk tempat mata kapaknya tercebur. Lalu Elisa memotong sebuah ranting dan melemparkannya ke air itu. Tiba-tiba besi kapak itu mengapung ke permukaan air.
2KI 6:7 Berkatalah Elisa, “Nah, ambillah.” Maka orang itu mengulurkan tangan dan mengambilnya.
2KI 6:8 Ketika raja Aram akan memerangi Israel, dia menyusun rencana bersama para pejabat militernya. Kemudian raja berkata, “Jadi, kita akan menghadang di lokasi anu.”
2KI 6:9 Sementara itu di Israel, Elisa mengirim pesan kepada raja Israel, “Waspadalah! Jangan melewati lokasi ini dan itu, karena tentara Aram berencana menyerang dari sana.”
2KI 6:10 Maka Raja Israel mengirim pengintai ke tempat itu, dan ternyata benar, ada pasukan Aram di sana. Elisa berulang-ulang membocorkan rencana raja Aram.
2KI 6:11 Akhirnya raja Aram marah. Dia pun mengumpulkan para komandan pasukannya dan berkata kepada mereka, “Pasti ada salah satu dari kalian yang berkhianat dan memberitahukan rencana kita kepada raja Israel!”
2KI 6:12 Salah seorang menjawab, “Tidak, Tuanku Raja. Tetapi Nabi Elisa di Israel, dia dapat mengetahui rencana rahasia Tuan, bahkan rencana yang Tuanku ucapkan di kamar tidur. Dialah yang memberitahukannya kepada raja Israel.”
2KI 6:13 Lalu raja Aram memberi perintah, “Pergilah mencari tahu di mana dia berada. Sesudah itu saya akan mengutus tentara untuk menangkapnya.” Maka dilakukan penyelidikan, lalu dilaporkan kepadanya bahwa Elisa ada di kota Dotan.
2KI 6:14 Lalu raja Aram mengirimkan sejumlah besar pasukan, termasuk tentara berkuda dan kereta perang. Mereka tiba pada malam hari lalu mengepung kota itu.
2KI 6:15 Besok paginya, ketika pelayan Elisa bangun dan keluar dari rumah, dia melihat pasukan tentara yang sangat besar sudah mengelilingi kota. Berkatalah pelayan itu kepada Elisa, “Celaka, Tuanku! Kita harus bagaimana?”
2KI 6:16 Jawab Elisa, “Jangan takut, karena tentara yang di pihak kita lebih banyak daripada mereka.”
2KI 6:17 Lalu Elisa berdoa, “Ya TUHAN, buatlah dia dapat melihatnya.” Maka TUHAN membuat pelayan melihat bahwa bukit tempat kota itu berada penuh oleh pasukan berkuda dan kereta-kereta berapi. Pasukan surgawi itu mengelilingi tempat kediaman Elisa.
2KI 6:18 Saat pasukan Aram maju mendekatinya, Elisa berdoa kepada TUHAN, “Butakanlah mata orang-orang ini.” Dan TUHAN mengabulkan doa Elisa sehingga mereka menjadi buta.
2KI 6:19 Lalu Elisa berkata kepada mereka, “Kalian salah jalan. Ini bukan kota yang kalian tuju. Ikuti saya. Saya akan mengantar kalian kepada orang yang kalian cari.” Elisa kemudian membawa mereka ke kota Samaria.
2KI 6:20 Ketika pasukan Aram itu masuk ke Samaria, Elisa berdoa lagi, “TUHAN, bukalah mata mereka agar bisa melihat kembali.” TUHAN membuka mata mereka dan orang-orang itu menyadari bahwa mereka ada di tengah kota Samaria.
2KI 6:21 Sewaktu raja Israel melihat tentara musuhnya, dia berkata kepada Elisa, “Bapa, izinkanlah saya membunuh mereka. Ini kesempatan emas!”
2KI 6:22 Jawab Elisa, “Jangan! Anggaplah mereka seperti hasil tawanan perang. Tawanan tidak dibunuh, bukan? Berilah mereka makanan dan minuman, dan sesudah itu biarkan mereka kembali kepada raja mereka.”
2KI 6:23 Maka raja Israel menjamu pasukan Aram itu dengan makan besar. Setelah selesai, dia menyuruh mereka pulang, kembali kepada raja Aram. Sejak itu, tentara Aram tidak pernah lagi menjarah ke negeri Israel.
2KI 6:24 Beberapa waktu kemudian, Ben Hadad, raja Aram, mengerahkan seluruh tentaranya untuk mengepung kota Samaria.
2KI 6:25 Karena dikepung, penduduk tidak dapat membeli ataupun mengumpulkan bahan makanan dari luar kota. Lama kelamaan habislah persediaan makanan di Samaria sehingga terjadi bencana kelaparan yang hebat. Begitu parahnya kelaparan itu sehingga mereka bersedia membayar harga apa pun untuk mendapat makanan, biarpun makanan itu tidak layak dimakan.
2KI 6:26 Suatu hari, saat raja Israel sedang berjalan di atas tembok kota, seorang perempuan berseru kepadanya, “Tolonglah saya, Tuanku Raja!”
2KI 6:27 Jawab raja, “Kalau TUHAN saja tidak menolongmu, mana mungkin saya bisa! Saya tidak punya gandum dan air anggur.”
2KI 6:28 Tetapi kemudian raja bertanya, “Memangnya apa yang menjadi masalah Ibu?” Jawabnya, “Kemarin tetangga saya berkata, ‘Relakanlah bayi laki-lakimu, supaya kita bisa makan hari ini. Besok, aku juga akan merelakan anakku untuk kita makan.’
2KI 6:29 Jadi kami merebus dan memakan anak saya. Hari ini saya berkata kepadanya, ‘Sekarang giliranmu. Relakan anakmu supaya kita bisa makan.’ Tetapi dia sudah menyembunyikan anaknya!”
2KI 6:30 Mendengar cerita perempuan itu, raja merobek jubahnya tanda kegusaran dan duka. Karena dia sedang bediri di atas tembok, banyak penduduk rakyat yang berdiri di situ melihat bahwa baju bagian dalamnya adalah kain karung.
2KI 6:31 Lalu raja berkata, “Biarlah Allah menghukum saya jika hari ini saya tidak memenggal Elisa anak Safat itu!”
2KI 6:32 Kemudian raja mengirim utusan untuk menangkap Elisa. Saat itu Elisa sedang duduk di rumahnya dengan beberapa pemimpin kota. Tetapi sebelum utusan raja tiba, Elisa berkata kepada para pemimpin itu, “Si pembunuh sudah menyuruh orang memenggal kepala saya. Bersiaplah! Sebentar lagi utusannya tiba. Tutuplah pintu dan jangan biarkan dia masuk. Pasti tuannya menyusul di belakang.”
2KI 6:33 Elisa masih berbicara kepada mereka ketika utusan itu tiba. Lalu mereka mendengar suara raja yang berkata, “Dengar! TUHANlah yang menyebabkan bencana ini! Buat apa mengharapkan pertolongan-Nya lagi!”
2KI 7:1 Jawab Elisa, “Dengarlah pesan TUHAN ini: Besok, sekitar jam yang sama seperti sekarang, di pintu gerbang Samaria 6 liter tepung terbaik akan dijual hanya 11 gram perak, dan 12 liter gandum juga hanya 11 gram perak.”
2KI 7:2 Seorang komandan kepercayaan raja menjawab, “Sekalipun TUHAN menumpahkan berkat dari langit, hal itu tidak mungkin terjadi!” Elisa berkata, “Dengarlah baik-baik! Kamu akan melihat hal itu terjadi dengan matamu sendiri, tetapi kamu tidak akan memakannya sedikit pun.”
2KI 7:3 Di luar gerbang kota ada empat orang yang sedang diasingkan karena menderita penyakit kulit menular. Berkatalah mereka satu sama lain, “Mengapa kita hanya duduk-duduk saja di sini menunggu mati?
2KI 7:4 Kalau kita masuk ke kota, kita akan mati kelaparan karena tidak ada makanan, dan kalau kita diam di sini, kita juga akan mati. Jadi lebih baik kita coba mempertaruhkan nyawa masuk perkemahan orang Aram! Kalau mereka membebaskan kita, kita akan hidup. Tetapi kalau mereka membunuh kita, tidak apa-apa. Kita memang akan mati.”
2KI 7:5 Maka petang harinya mereka mulai berjalan ke perkemahan pasukan Aram. Ketika mereka tiba di pinggir perkemahan, ternyata tidak ada seorang pun di sana,
2KI 7:6 karena sebelum mereka datang, TUHAN membuat orang-orang Aram itu mendengar bunyi kereta perang, tentara berkuda, dan pasukan dalam jumlah besar. Itu sebabnya tentara Aram berkata satu sama lain, “Raja Israel sudah menyewa pasukan dari bangsa Het dan Mesir untuk menyerang kita!”
2KI 7:7 Jadi, saat itu juga, menjelang matahari terbenam, semua pasukan Aram kabur menyelamatkan diri. Setiap tenda, kuda, dan keledai ditinggalkan begitu saja di perkemahan.
2KI 7:8 Ketika keempat orang yang sakit kulit tadi sampai di tepi perkemahan, mereka masuk ke sebuah tenda dan memakan makanan di dalamnya. Mereka juga mengambil perak, emas, dan pakaian, lalu pergi menyembunyikan semua itu. Kemudian mereka masuk ke kemah yang lain, mengambil barang-barangnya, dan pergi menyembunyikannya lagi.
2KI 7:9 Tetapi sesudah itu mereka berkata satu sama lain, “Yang kita lakukan ini tidak benar! Seharusnya kita membagikan kabar baik ini kepada orang-orang di kota, bukannya diam saja. Kalau kita menunggu sampai fajar, kita akan dihukum. Jadi, ayo kita pergi memberitahukannya ke pejabat raja.”
2KI 7:10 Maka mereka kembali ke pintu gerbang kota dan berseru memanggil para penjaga. Mereka melapor, “Kami sudah masuk ke perkemahan pasukan Aram dan tidak ada seorang pun di sana. Seluruh perkemahan kosong dan hening! Tetapi kuda-kuda dan keledai-keledai masih diikat. Kemah-kemah juga dibiarkan begitu saja.”
2KI 7:11 Para penjaga gerbang menyerukan berita tersebut, dan kabar itu segera sampai ke istana raja
2KI 7:12 malam itu juga. Begitu mendengarnya, raja bangun mengumpulkan para komandannya dan berkata, “Menurut saya, ini adalah rencana licik pasukan Aram. Mereka tahu kita sedang kelaparan. Jadi mereka mau menjebak kita dengan meninggalkan perkemahan dan bersembunyi di padang. Pasti mereka berpikir, ‘Ketika orang Israel keluar dari kota, kita akan menangkap mereka hidup-hidup, lalu kita memasuki kota.’”
2KI 7:13 Salah satu komandannya menjawab, “Kalau begitu, lebih baik kita mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena kalau kita diam saja, kita akan mati juga. Jadi, biarlah Tuanku Raja mengutus lima orang berkuda ke perkemahan Aram untuk memeriksa keadaan.”
2KI 7:14 Maka raja mengirim sejumlah orang mengendarai dua kereta kuda untuk pergi ke sana dengan perintah, “Amatilah situasi.”
2KI 7:15 Lalu mereka pergi menyelidiki keberadaan pasukan Aram sampai ke tepi sungai Yordan. Sepanjang jalan mereka melihat pakaian-pakaian dan berbagai peralatan perang berserakan karena dilemparkan begitu saja oleh pasukan Aram yang melarikan diri dengan tergesa-gesa. Lalu para utusan itu kembali dan melaporkannya kepada raja.
2KI 7:16 Sesudah itu, rakyat Israel pun keluar menjarah perkemahan tentara Aram. Jumlah jarahan di kota Samaria mendadak begitu melimpah hingga terjadilah tepat seperti perkataan TUHAN: 6 liter tepung terbaik dijual dengan harga 11 gram perak, dan 12 liter gandum juga hanya 11 gram perak.
2KI 7:17 Ketika hal itu terjadi, komandan kepercayaan raja sedang ditugaskan mengawal di gerbang kota. Sewaktu rakyat berdesak-desakan hendak keluar menjarah perkemahan Aram, dia terinjak-injak sampai mati. Hal ini menggenapi nubuat yang disampaikan oleh Elisa, nabi Allah itu, saat raja berusaha menangkapnya.
2KI 7:18 Pada hari itu Elisa sudah mengatakan kepada raja, “Besok, sekitar jam yang sama seperti sekarang, 12 liter gandum dan 6 liter tepung terbaik akan dijual hanya 11 gram perak di gerbang Samaria.”
2KI 7:19 Tetapi komandan itu menjawab, “Sekalipun TUHAN menumpahkan berkat dari langit, hal itu tidak mungkin terjadi!” Lalu kata Elisa, “Dengarlah baik-baik. Kamu akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi kamu tidak akan memakannya sedikit pun.”
2KI 7:20 Dan tepat demikianlah yang terjadi pada orang itu. Dia melihatnya, tetapi tidak mendapat bagian sedikit pun karena mati terinjak-injak di gerbang kota.
2KI 8:1 Pada zaman Elisa, pernah terjadi kelaparan panjang di Israel. Sebelum kelaparan itu mulai, Elisa sudah memberitahu perempuan Sunem (yang anaknya pernah dia bangkitkan), “Pergilah dari Israel bersama dengan keluargamu. Mengungsilah ke negeri mana pun untuk sementara, karena TUHAN telah menetapkan bahwa akan ada kelaparan di sini selama tujuh tahun.”
2KI 8:2 Maka perempuan itu menaati perkataan nabi Elisa. Dia pergi bersama seisi rumahnya ke negeri Filistin dan tinggal di sana tujuh tahun.
2KI 8:3 Sesudah tujuh tahun berlalu, dia sekeluarga pulang ke Israel. Ternyata, tanah dan rumahnya sudah ditempati orang lain. Jadi perempuan itu pergi menghadap raja untuk meminta rumah dan ladangnya kembali.
2KI 8:4 Kebetulan saat itu raja sedang berbincang dengan Gehazi, pelayan Elisa. Kata raja, “Ceritakanlah segala kejaiban yang pernah dilakukan Elisa.”
2KI 8:5 Sementara Gehazi sedang bercerita tentang peristiwa Elisa membangkitkan anak yang mati, ibu itu tiba di hadapan raja. Lalu kata Gehazi, “Tuanku Raja, inilah ibu itu dan anak laki-lakinya yang dihidupkan kembali oleh Elisa.”
2KI 8:6 Raja bertanya kepada ibu itu, “Benarkah demikian? Bagaimana kejadiannya?” Lalu dia menceritakannya. Mendengar itu, raja memerintahkan seorang pejabatnya untuk mengurus perkara perempuan itu, “Aturlah supaya semua hak miliknya dikembalikan kepadanya, termasuk uang dari penjualan hasil panen ladangnya sejak dia pergi sampai hari ini.”
2KI 8:7 Suatu kali, Elisa pergi ke Damsik, ibukota negeri Aram. Saat itu, Ben Hadad raja Aram sedang sakit. Ketika dia mendapat laporan bahwa nabi Allah dari Israel sedang ada di Damsik,
2KI 8:8 dia memberi perintah kepada Hazael, salah seorang pejabatnya, “Pergilah menemui nabi Allah itu dengan membawa hadiah. Lalu mintalah dia menanyakan kepada TUHAN, ‘Apakah saya akan sembuh?’”
2KI 8:9 Hazael pun pergi menemui Elisa dengan membawa berbagai barang terbaik dari Damsik yang diangkut oleh empat puluh ekor unta. Sesampainya di tempat Elisa, dia berkata, “Hambamu, Ben Hadad raja Aram, mengutus saya kepada engkau untuk menanyakan apakah dia akan sembuh.”
2KI 8:10 Jawab Elisa kepadanya, “Sampaikan kepadanya bahwa dia akan sembuh.” Namun, Elisa melanjutkan, “Tetapi TUHAN juga menunjukkan kepada saya bahwa dia pasti mati.”
2KI 8:11 Sesudah itu Elisa hanya menatapnya sampai Hazael merasa tidak nyaman. Lalu menangislah Elisa.
2KI 8:12 Hazael bertanya, “Mengapa Tuan menangis?” Jawabnya, “Karena saya tahu kekejaman yang akan kamu lakukan kepada orang Israel. Kamu akan membakar kota-kota mereka yang berbenteng, membantai para pemuda dan anak-anak, serta membelah perut perempuan-perempuan yang sedang hamil.”
2KI 8:13 Hazael berkata, “Hambamu ini bukan siapa-siapa. Tidak mungkin saya bisa melakukan hal sebesar itu.” Jawab Elisa, “TUHAN sudah memberitahu saya bahwa kamu akan menjadi raja Aram.”
2KI 8:14 Sesudah itu dia meninggalkan Elisa dan kembali kepada tuannya. Ben Hadad bertanya, “Apa kata Elisa?” Jawab Hazael, “Dia mengatakan bahwa Tuan pasti sembuh.”
2KI 8:15 Namun, keesokan harinya Hazael mengambil sehelai kain tebal dan mencelupkannya ke dalam air. Dia membekapkan kain basah itu di atas wajah Ben Hadad. Maka matilah dia. Sesudah itu, Hazael menggantikan dia sebagai raja.
2KI 8:16 Pada tahun kelima pemerintahan Yoram anak Ahab di kerajaan Israel, Yoram anak Yosafat menjadi raja di Yehuda.
2KI 8:17 Yoram, anak Yosafat, berumur tiga puluh dua tahun ketika dia naik takhta dan memerintah selama delapan tahun. Ibukotanya di Yerusalem.
2KI 8:18 Yoram mengikuti cara hidup raja-raja Israel seperti keluarga Ahab, karena dia menikah dengan anak perempuan Ahab. Dia sering melakukan hal yang jahat di mata TUHAN.
2KI 8:19 Tetapi TUHAN tidak ingin menghancurkan Yehuda karena hamba-Nya Daud. TUHAN telah berjanji kepadanya bahwa keturunannya akan terus menjabat sebagai raja.
2KI 8:20 Selama pemerintahan Yoram, bangsa Edom memberontak dari kekuasaan Yehuda dan mengangkat raja sendiri.
2KI 8:21 Karena itu, Yoram memimpin seluruh pasukan kereta perangnya untuk memerangi Edom. Mereka menyeberangi perbatasan negeri itu dan masuk ke kota Zair. Pasukan Edom segera mengepung mereka. Malam harinya, Yoram mengerahkan para pemimpin pasukan keretanya dan menyerang pasukan Edom, tetapi ketika mereka kalah, seluruh pasukan Yoram melarikan diri dan kembali ke Israel.
2KI 8:22 Sejak saat itu Edom lepas dari kekuasaan Yehuda. Pada waktu yang sama, kota Libna juga memberontak.
2KI 8:23 Kisah selebihnya tentang Yoram, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 8:24 Yoram meninggal dunia dan dikuburkan bersama para leluhurnya di bagian lama Yerusalem, yang disebut Kota Daud. Sesudah itu, Ahazia anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 8:25 Pada tahun kedua belas pemerintahan Yoram anak Ahab di Israel, Ahazia anak Yoram menjadi raja di Yehuda.
2KI 8:26 Ahazia berumur dua puluh dua tahun ketika dia naik takhta. Dia memerintah selama satu tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Atalya, anak Ahab, cucu Omri, raja Israel.
2KI 8:27 Ahazia sering melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti cara hidup keluarga Ahab, karena dia bersaudara dengan keluarga itu.
2KI 8:28 Dia bersekutu dengan Yoram anak Ahab untuk berperang melawan Hazael, raja Aram, di kota Ramot Gilead. Dalam perang itu, orang Aram berhasil melukai Yoram.
2KI 8:29 Yoram pun kembali ke kota Yisreel untuk memulihkan diri dari luka-lukanya itu, dan Raja Ahazia datang mengunjungi dia di sana.
2KI 9:1 Nabi Elisa memanggil salah seorang anggota perkumpulan nabi dan berkata, “Bersiaplah pergi ke kota Ramot Gilead. Bawalah botol minyak zaitun ini.
2KI 9:2 Waktu kamu tiba di sana, carilah Yehu anak Yosafat, cucu Nimsi. Ajak dia ke ruangan tersendiri. Jangan ada orang lain bersama kalian.
2KI 9:3 Lalu tuangkan minyak itu di atas kepalanya dan katakan, ‘Beginilah perkataan TUHAN: Aku sudah mengurapi engkau sebagai raja Israel.’ Sesudah itu keluarlah dari sana dan segera lari menyelamatkan dirimu.”
2KI 9:4 Maka pergilah nabi muda itu ke Ramot Gilead.
2KI 9:5 Ketika dia tiba, para komandan militer sedang duduk berkumpul di depan sebuah rumah. Pemuda itu berkata, “Saya membawa pesan untuk engkau, Komandan.” Tanya Yehu, “Untuk komandan yang mana?” Jawabnya, “Untuk engkau, Komandan.”
2KI 9:6 Yehu pun berdiri dan masuk ke rumah. Lalu nabi itu menuangkan minyak zaitun ke atas kepalanya sambil berkata, “TUHAN Allah Israel berkata, ‘Aku sudah mengurapi engkau sebagai raja atas umat-Ku Israel.
2KI 9:7 Kamu harus membinasakan keluarga Ahab, tuanmu itu. Dengan demikian Aku membalaskan penumpahan darah yang dilakukan Isebel terhadap nabi-nabi-Ku dan semua orang lain yang dibunuh karena menyembah-Ku.
2KI 9:8 Seluruh keluarga Ahab harus dilenyapkan. Aku akan mematikan setiap laki-laki dari keluarga Ahab di Israel, baik budak maupun orang merdeka.
2KI 9:9 Aku akan membuat keluarganya berakhir sama seperti keluarga Yerobeam anak Nebat dan Baesa anak Ahia.
2KI 9:10 Anjing-anjing akan memakan mayat Isebel di salah satu kebun di kota Yisreel, dan tidak akan ada yang mengubur dia.’” Sesudah berkata demikian, nabi itu membuka pintu dan melarikan diri.
2KI 9:11 Ketika Yehu bergabung kembali dengan para komandan, mereka bertanya, “Apa semua baik-baik saja? Mengapa orang gila itu menemui kamu?” Jawabnya, “Tidak penting. Kalian tahu sendiri, orang seperti itu suka mengoceh yang bukan-bukan.”
2KI 9:12 Tetapi sahut mereka, “Bohong! Beritahu kami apa yang dia katakan.” Maka Yehu bercerita, “Dia mengatakan bahwa TUHAN berpesan, ‘Aku sudah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel.’”
2KI 9:13 Mendengar itu, setiap orang segera menanggalkan jubahnya dan membentangkannya di lantai di depan kaki Yehu. Lalu mereka meniup terompet sambil berseru, “Yehu adalah raja!”
2KI 9:14 Kemudian Yehu mengatur rencana untuk menyingkirkan Yoram, raja Israel. Beberapa waktu sebelumnya, Yoram berada di Ramot Gilead bersama seluruh tentara Israel untuk menghadapi serangan Hazael, raja Aram.
2KI 9:15 Dalam pertempuran itu, Yoram terluka sehingga dia harus kembali ke kota Yisreel. Jadi, hari itu setelah diurapi, Yehu berkata kepada para pendukungnya, “Jika kalian sungguh mendukung saya menjadi raja, jagalah kota ini. Jangan biarkan seorang pun keluar dan pergi ke Yisreel melaporkan kabar ini.”
2KI 9:16 Kemudian Yehu mengendarai kereta kudanya ke Yisreel untuk mendatangi Yoram. Pada waktu yang sama, Ahazia raja Yehuda juga sedang berada di sana menjenguk Yoram.
2KI 9:17 Di atas menara Yisreel, pengawal kota melihat rombongan Yehu dari kejauhan. Dia melapor kepada Yoram, “Ada pasukan datang!” Maka Yoram memberi perintah, “Utuslah seorang penunggang kuda menemui mereka dan tanyakan, ‘Kalian datang sebagai kawan atau lawan?’”
2KI 9:18 Penunggang kuda itu pergi menemui Yehu dan berkata, “Ini pesan raja, ‘Kalian datang sebagai kawan atau lawan?’” Jawab Yehu, “Bukan urusanmu. Bergabunglah dengan kami!” Penjaga menara melapor, “Pembawa pesan sudah sampai kepada mereka, tetapi tidak kembali.”
2KI 9:19 Maka Yoram mengutus penunggang kuda yang kedua untuk menanyakan hal yang sama, “Ini pesan raja, ‘Kalian datang sebagai kawan atau lawan?’” Jawab Yehu, “Bukan urusanmu. Bergabunglah dengan kami!”
2KI 9:20 Penjaga menara melapor lagi, “Dia sudah sampai kepada mereka, tetapi dia juga tidak kembali.” Pengawal itu juga menambahkan, “Sepertinya pemimpin rombongan itu adalah Yehu. Itu terlihat dari caranya mengendalikan kereta dengan ugal-ugalan.”
2KI 9:21 Yoram pun memerintahkan, “Siapkan kereta kuda saya!” Sesudah kereta kudanya terpasang, Yoram dan Ahazia masing-masing menaiki keretanya dan keluar untuk menjumpai Yehu. Mereka bertemu di tanah yang sebelumnya adalah milik Nabot.
2KI 9:22 Ketika Yoram melihat Yehu, dia bertanya, “Yehu, apakah kamu datang sebagai kawan?” Jawab Yehu, “Tidak mungkin ada damai selama masih ada penyembahan berhala dan praktik sihir akibat kelakuan ibumu Isebel!”
2KI 9:23 Mendengar itu, Yoram segera memutar balik kereta kudanya untuk kabur, sembari berseru, “Bahaya, Ahazia! Ini pengkhianatan!”
2KI 9:24 Yehu menarik busurnya sekuat tenaga dan memanah Yoram tepat di punggungnya. Panah itu menembus jantungnya dan dia jatuh terguling di dalam kereta kudanya.
2KI 9:25 Yehu memerintahkan Bidkar, prajuritnya, “Angkat dan lemparkan dia ke kebun Nabot. Ingat ketika kita masih menjadi bawahan Ahab, TUHAN menyatakan penghukuman atas dia, yaitu,
2KI 9:26 ‘Sesungguhnya, Aku melihat pembunuhan yang tidak adil terhadap Nabot dan anak-anaknya, dan Aku pasti membalas Ahab atas kejahatannya itu tepat di kebun ini.’” Lanjut Yehu, “Karena itu lemparkan Yoram ke kebun Nabot, sesuai perkataan TUHAN.”
2KI 9:27 Ketika Raja Ahazia melihat apa yang terjadi, dia melarikan diri ke arah kota Bet Hagan, tetapi Yehu mengejarnya dan memerintahkan, “Panah dia juga!” Mereka memanahnya di tanjakan Gur, di dekat kota Yibleam. Ahazia masih sempat melanjutkan pelarian sampai ke kota Megido, lalu mati di sana.
2KI 9:28 Pelayan-pelayannya membawa mayatnya dan menguburkan dia di sisi para leluhurnya di bagian lama Yerusalem, yang disebut Kota Daud.
2KI 9:29 Ahazia menjadi raja di Yehuda pada tahun kesebelas pemerintahan Yoram anak Ahab di Israel.
2KI 9:30 Ketika Isebel mendengar bahwa Yehu telah datang ke Yisreel, dia merias matanya, menata rambutnya, lalu melongokkan kepala keluar jendela.
2KI 9:31 Saat Yehu memasuki gerbang kota, Isebel berkata, “Yehu! Aku tahu maksud kedatanganmu. Kamu pengkhianat, sama seperti Zimri!”
2KI 9:32 Yehu mendongak ke jendela di atasnya dan berkata, “Adakah yang berpihak kepadaku? Tunjukkan diri!” Mendengar itu, dua atau tiga orang pengawal menjulurkan kepala dari jendela sebelahnya.
2KI 9:33 Lalu kata Yehu, “Lemparkan dia ke bawah!” Saat itu juga mereka melemparkan Isebel dari jendela. Tubuhnya menghantam tanah dan darahnya memuncrat ke dinding serta ke kuda-kuda. Kemudian Yehu melindas dia dengan keretanya.
2KI 9:34 Yehu masuk ke istana dan makan. Setelah selesai dia berkata, “Uruslah mayat perempuan terkutuk itu. Kuburkan dia, karena bagaimana pun juga, dia anak raja.”
2KI 9:35 Tetapi ketika mereka keluar hendak mengambil mayatnya, tidak ada lagi yang tersisa kecuali tengkorak, kedua telapak kaki, dan telapak tangan.
2KI 9:36 Maka para suruhan itu kembali dan melapor kepada Yehu. Jawabnya, “Ya, memang TUHAN sudah berkata melalui hamba-Nya, Elia orang Tisbe, ‘Di Yisreel, anjing-anjing akan memakan habis daging Isebel.
2KI 9:37 Mayatnya akan terserak di tanah seperti kotoran, bahkan tidak bisa dikenali lagi.’”
2KI 10:1 Di Samaria ada tujuh puluh orang keturunan Ahab. Yehu menulis surat lalu mengirimkannya kepada para tua-tua dan pejabat kota serta orang-orang penting yang membesarkan anak-anak Ahab. Beginilah isi suratnya,
2KI 10:2 “Di pihak kalian ada banyak keturunan Ahab. Kalian juga mempunyai kuda dan kereta perang serta senjata. Lagipula kota Samaria itu berbenteng. Karena itu, segera setelah kalian membaca surat ini,
2KI 10:3 pilih anak laki-laki Ahab yang terbaik dan angkatlah dia menjadi raja kalian. Mari kita berperang, dan kita lihat apakah kalian sanggup mempertahankan kerajaan Ahab!”
2KI 10:4 Sesudah membacanya, mereka sangat ketakutan dan berkata, “Raja Yoram dan Ahazia pun tidak dapat mengalahkan Yehu! Apalagi kita!”
2KI 10:5 Maka pengawas istana, tua-tua dan pejabat kota serta orang-orang yang menjaga anak-anak Ahab mengirim pesan kepada Yehu, isinya, “Kami menundukkan diri menjadi hambamu. Apa pun yang engkau perintahkan akan kami lakukan. Kami tidak akan mengangkat raja. Lakukanlah apa yang menurutmu baik.”
2KI 10:6 Yehu mengirim surat balasan, “Jika kalian berpihak kepada saya dan mau mematuhi saya, penggallah semua keturunan Ahab. Lalu besok, kira-kira pada jam yang sama seperti sekarang, temui saya di Yisreel.” Tujuh puluh keturunan Ahab ada di dalam kota dan tinggal bersama orang-orang terpandang yang membesarkan mereka.
2KI 10:7 Jadi, setelah membaca surat kedua Yehu, mereka membunuh semua keturunan Ahab itu. Kepala mereka dikumpulkan di dalam keranjang-keranjang lalu dikirimkan kepada Yehu di Yisreel.
2KI 10:8 Seorang utusan datang memberitahu dia, “Mereka sudah mengantarkan kepala anak-anak Ahab.” Jawab Yehu, “Susunlah semua kepala itu menjadi dua tumpukan di depan pintu gerbang kota. Biarkan di situ sampai pagi.”
2KI 10:9 Besok paginya, Yehu keluar dan berdiri di depan orang banyak yang berkumpul di gerbang kota. Dia berkata, “Kalian tidak bersalah. Sayalah yang bersekongkol melawan raja Yoram dan membunuh dia. Tetapi bukan saya yang bertanggung jawab atas pembunuhan semua orang ini.
2KI 10:10 Ketahuilah bahwa setiap perkataan TUHAN yang dinubuatkan Elia tentang hukuman atas keluarga Ahab pasti terjadi. Dan sekarang Dia sudah menggenapinya.”
2KI 10:11 Lalu Yehu membunuh semua keluarga Ahab yang tersisa di Yisreel, termasuk semua pejabatnya, teman-teman dekatnya, dan para imamnya. Tidak seorang pun dibiarkan hidup.
2KI 10:12 Sesudah itu Yehu meninggalkan Yisreel dan pergi ke Samaria. Dalam perjalanannya, saat melewati tempat yang disebut Pondok Gembala,
2KI 10:13 dia berjumpa dengan saudara-saudara Ahazia, raja Yehuda, yang belum mendengar berita tentang kematiannya. Bertanyalah dia, “Kalian siapa?” Jawab mereka, “Kami keluarga Ahazia. Kami datang untuk mengunjungi anak-anak Ahab dan keluarga ibu suri.”
2KI 10:14 Yehu segera memerintahkan rombongan tentaranya, “Tangkap mereka hidup-hidup!” Maka mereka ditangkap. Semuanya berjumlah empat puluh dua orang. Lalu mereka semua dibawa ke sumur kering yang ada di situ dan dibunuh. Tidak seorang pun dibiarkan hidup.
2KI 10:15 Ketika meninggalkan tempat itu, dia bertemu dengan Yonadab dari kelompok orang Rekab, yang sedang mencarinya. Yehu mengucapkan salam dan bertanya, “Apakah engkau tetap di pihak saya, seperti saya tetap di pihakmu?” Yonadab menjawab, “Pasti!” Balas Yehu, “Kalau begitu, ulurkan tanganmu.” Maka dia mengulurkan tangannya dan Yehu menarik dia naik ke keretanya.
2KI 10:16 Yehu berkata, “Ikutlah dengan saya dan kamu akan menyaksikan sendiri betapa saya sangat giat menjalankan perintah TUHAN.” Demikianlah Yehu membawa Yonadab di dalam keretanya.
2KI 10:17 Ketika Yehu tiba di Samaria, dia membunuh semua keluarga Ahab yang masih tersisa. Maka punahlah seluruh kaum Ahab, sesuai dengan perkataan TUHAN kepada Elia.
2KI 10:18 Yehu mengumpulkan seluruh rakyat dan berkata kepada mereka, “Ahab memang menyembah Baal, tetapi pengabdiannya kurang sungguh-sungguh. Sekarang akan saya tunjukkan penyembahan yang luar biasa bagi dia.
2KI 10:19 Karena itu, berkumpullah kepada saya, hai semua imam dan nabi Baal, juga setiap orang yang menyembah dia. Jangan sampai ada yang tidak hadir, karena saya akan mempersembahkan kurban besar-besaran bagi Baal. Siapa yang tidak datang harus dihukum mati.” Sebenarnya Yehu sudah mempunyai rencana rahasia untuk memusnahkan para penyembah Baal.
2KI 10:20 Yehu kemudian mengeluarkan perintah, “Persiapkan hari khusus untuk perayaan bagi Baal.” Lalu perintah itu diumumkan,
2KI 10:21 dan pemberitahuannya dikirim ke seluruh Israel. Maka pada hari yang telah ditetapkan, berkumpullah di kuil Baal semua orang yang menyembah dia. Tidak ada satu pun yang tidak datang, sehingga kuil besar itu penuh dari ujung ke ujung.
2KI 10:22 Yehu memerintahkan petugas yang bertanggung jawab atas tempat penyimpanan jubah-jubah di kuil itu, katanya, “Bagikan jubah untuk semua penyembah Baal.” Maka petugas itu mengeluarkan jubah untuk setiap penyembah.
2KI 10:23 Lalu Yehu dan Yonadab masuk ke kuil Baal. Yehu berkata kepada orang yang berkumpul di sana, “Lihat sekelilingmu dan pastikan tidak ada penyembah TUHAN di antara kalian. Hanya penyembah Baal yang boleh bergabung.”
2KI 10:24 Lalu Yehu dan Yonadab mulai mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban sembelihan lainnya. Namun, sebelumnya Yehu sudah menyiapkan delapan puluh tentaranya untuk berjaga di luar dengan perintah, “Pastikan tidak ada yang kabur dari dalam kuil. Kalau sampai ada yang lolos, kalian akan dibunuh sebagai gantinya.”
2KI 10:25 Ketika semua daging kurban sedang dibakar di atas mezbah Baal, Yehu memerintahkan para pengawal dan tentaranya, “Masuk! Bunuh mereka! Jangan sampai ada yang lolos!” Maka mereka membunuh semua orang yang hadir lalu melemparkan mayat-mayat itu keluar kuil. Berikutnya mereka memasuki ruang yang dianggap paling suci di dalam kuil Baal.
2KI 10:26 Mereka membawa tiang-tiang lambang Baal keluar dan membakarnya.
2KI 10:27 Setelah tiang dihancurkan, kuil Baal itu juga diruntuhkan. Sampai waktu kitab ini ditulis, lokasi tersebut masih digunakan sebagai tempat buang air besar.
2KI 10:28 Demikianlah Yehu memusnahkan penyembahan Baal di Israel.
2KI 10:29 Akan tetapi, Yehu tidak menyingkirkan patung anak sapi emas yang ada di Betel dan di kota Dan, yang didirikan Yerobeam anak Nebat, sehingga Israel masih menyembahnya.
2KI 10:30 Berkatalah TUHAN kepada Yehu, “Kamu sudah melakukan yang baik dan benar di mata-Ku dengan membinasakan semua keturunan Ahab sesuai kehendak-Ku. Karena itu, keturunanmu akan menjadi raja di Israel sampai empat generasi.”
2KI 10:31 Namun, Yehu tidak menjalankan hukum TUHAN, Allah Israel, dengan seksama dan sepenuh hati. Dia tidak berhenti mengikuti dosa Yerobeam yang membuat orang Israel terjerumus.
2KI 10:32 Pada zaman pemerintahan Yehu, TUHAN mulai memangkas wilayah Israel. Raja Hazael merebut beberapa bagian negeri Israel,
2KI 10:33 mulai dari sungai Yordan ke arah timur, yaitu seluruh tanah Gilead dan Basan yang didiami suku Gad, Ruben, dan Manasye, sampai sungai Aroer di lembah Arnon.
2KI 10:34 Kisah selebihnya tentang kerajaan Yehu, termasuk tindakan yang diambilnya serta keberhasilannya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 10:35 Yehu meninggal dunia dan dikuburkan di Samaria. Lalu Yoahas anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 10:36 Yehu memerintah atas Israel dari ibukota Samaria selama dua puluh delapan tahun.
2KI 11:1 Ketika Atalya, ibu Ahazia raja Yehuda, mengetahui bahwa anaknya itu sudah mati, dia mengeluarkan perintah untuk membunuh seluruh keturunan raja Yehuda yang layak naik takhta, supaya dia dapat memerintah sebagai ratu.
2KI 11:2 Ketika pembunuhan itu berlangsung, Yoseba, adik perempuan Ahazia, diam-diam membawa Yoas, anak lelaki Ahazia yang masih bayi, dan menyembunyikan dia bersama pengasuhnya di sebuah gudang istana tempat menyimpan seprai dan selimut. Maka selamatlah Yoas.
2KI 11:3 Lalu Yoseba memindahkan Yoas ke rumah TUHAN, dan tinggallah dia di situ dalam persembunyian selama enam tahun, sementara Atalya memerintah Yehuda.
2KI 11:4 Pada tahun ketujuh pemerintahan Atalya, Yoyada, yang saat itu menjabat sebagai imam besar, diam-diam mengirim panggilan kepada para komandan pasukan pengawal raja dan para komandan penjaga istana untuk berkumpul di rumah TUHAN. Ketika mereka sudah datang, dia menyuruh mereka bersumpah demi TUHAN untuk merahasiakan apa yang akan mereka bicarakan. Setelah itu dia memperlihatkan kepada mereka Yoas, sang putra mahkota.
2KI 11:5 Yoyada memberi perintah kepada para komandan itu, “Laksanakanlah rencana ini. Kalian semua terbagi menjadi tiga kelompok. Pada hari Sabat, satu kelompok yang bertugas harus dibagi lagi menjadi tiga regu. Regu pertama berjaga di istana.
2KI 11:6 Regu kedua berjaga di gerbang Sur. Dan regu ketiga berjaga di gerbang antara istana dan rumah TUHAN. Jadi, ketiga regu ini mengamankan jalan antara istana dan rumah TUHAN.
2KI 11:7 Dua kelompok lainnya yang tidak bertugas pada hari Sabat akan berjaga di rumah TUHAN untuk melindungi raja.
2KI 11:8 Setiap orang harus bersiaga dengan senjata di tangan. Kalian harus mengawal Raja Yoas setiap saat, ke mana saja dia pergi. Bunuhlah siapa pun yang mendekatinya.”
2KI 11:9 Para komandan itu melakukan perintah Yoyada, baik yang bertugas pada hari Sabat maupun dua kelompok selebihnya. Mereka semua datang menghadap Yoyada,
2KI 11:10 kemudian dia mempersenjatai mereka dengan tombak dan perisai milik Raja Daud dahulu, yang disimpan di ruang perbendaharaan rumah TUHAN.
2KI 11:11 Setiap pengawal memegang senjata dan berjajar menjaga kompleks rumah TUHAN, dari ujung selatan sampai ke ujung utara, juga di sekitar mezbah dan sekeliling bangunan rumah TUHAN tempat raja berada.
2KI 11:12 Kemudian Yoyada membawa Yoas keluar di depan semua orang yang hadir. Dia memakaikan mahkota kepadanya dan memberinya salinan kitab hukum Taurat. Yoas diurapi untuk menobatkan dia sebagai raja. Lalu semua yang hadir bertepuk tangan sambil berseru, “Hidup raja!”
2KI 11:13 Ketika Atalya mendengar kegaduhan para pengawal kerajaan dan rakyat, dia mendatangi kerumunan itu di rumah TUHAN.
2KI 11:14 Dilihatnya Raja Yoas sedang berdiri di sebelah tiang, sebagaimana adatnya ketika seorang raja dinobatkan. Imam-imam meniup terompet di dekatnya, didampingi oleh para komandan. Seluruh rakyat juga bergembira dan di sana sini terdengar bunyi terompet. Melihat semuanya itu, Atalya merobek pakaiannya tanda kegusaran sambil berteriak, “Ini pengkhianatan! Pengkhianatan!”
2KI 11:15 Saat itu Yoyada memerintahkan para komandan pasukan, “Tangkap dia dan keluarkan dari sini! Bunuhlah siapa pun yang berusaha menyelamatkannya!” Karena sebelum itu Yoyada telah memperingatkan, “Jangan membunuhnya di rumah TUHAN.”
2KI 11:16 Maka mereka menggiring dia ke pintu besar istana yang biasa digunakan oleh pengendara kuda, lalu membunuhnya di sana.
2KI 11:17 Kemudian Yoyada memimpin raja dan rakyat untuk mengikat perjanjian dengan TUHAN bahwa mereka akan setia menjadi umat-Nya. Juga antara raja dan rakyat diadakan perjanjian untuk setia satu sama lain.
2KI 11:18 Sesudah itu seluruh rakyat pergi merobohkan kuil dewa Baal. Mezbah-mezbah dan patung-patung Baal juga diremukkan. Matan, imam Baal, dibunuh di depan mezbah itu. Yoyada menempatkan sejumlah pengawal di rumah TUHAN.
2KI 11:19 Selanjutnya dia memimpin para komandan, pengawal, dan penjaga, serta seluruh rakyat untuk mengiring raja ke istana. Mereka melewati gerbang kecil yang digunakan oleh para pengawal. Setibanya di dalam istana, Yoas duduk di takhta dan mulai memerintah sebagai raya Yehuda.
2KI 11:20 Seluruh rakyat Yehuda sangat bersukacita, dan Yerusalem menjadi tenang karena Atalya sudah disingkirkan.
2KI 11:21 Yoas mulai memerintah sebagai raja pada umur tujuh tahun.
2KI 12:1 Pada tahun ketujuh masa pemerintahan Raja Yehu di Israel, Yoas mulai menjadi raja di Yehuda. Dia memerintah selama empat puluh tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Zibya, dari kota Bersyeba.
2KI 12:2 Sepanjang hidupnya, Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN karena bimbingan Yoyada.
2KI 12:3 Akan tetapi, tempat-tempat penyembahan yang dibangun rakyat di sembarang tempat tidak disingkirkan. Rakyat masih terus membakar dupa dan mempersembahkan kurban di bukit-bukit.
2KI 12:4 Suatu kali Yoas berkata kepada para imam, “Kumpulkanlah semua uang persembahan kudus di rumah TUHAN, termasuk uang pendamaian yang wajib untuk menebus setiap laki-laki saat diadakan sensus dan uang persembahan sukarela.
2KI 12:5 Setiap kali seorang imam yang bertugas menerima persembahan sukarela kepada TUHAN, uang itu harus dimasukkan ke dalam kas supaya digunakan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan di rumah TUHAN.”
2KI 12:6 Namun, hingga tahun kedua puluh tiga pemerintahan Yoas, para imam belum juga menangani urusan perbaikan itu.
2KI 12:7 Maka Yoas memanggil Imam Besar Yoyada dan imam-imam lain lalu berkata, “Sudah begitu lama kalian belum memperbaiki kerusakan-kerusakan di rumah TUHAN! Karena itu mulai sekarang, kalian tidak boleh lagi menyimpan uang persembahan sukarela. Para imam tidak boleh lagi ambil dana itu. Semuanya harus langsung dimasukkan ke dalam kas perbaikan.”
2KI 12:8 Para imam pun sepakat untuk tidak menerima uang secara langsung dari rakyat seperti sebelumnya. Dalam pertemuan itu juga diputuskan bahwa mereka tidak lagi bertanggung jawab atas perbaikan rumah TUHAN.
2KI 12:9 Lalu Yoyada menyiapkan sebuah kotak persembahan dari kayu dengan lubang pada tutupnya, dan meletakkannya di sebelah kanan mezbah di dekat pintu masuk rumah TUHAN. Ketika para imam yang menjaga pintu masuk rumah TUHAN menerima uang persembahan dari penyembah, uang itu harus dimasukkan ke dalam kotak persembahan.
2KI 12:10 Setiap kali kotak itu penuh, para imam akan melapor kepada sekretaris raja dan imam besar. Lalu keduanya akan membuka kotak itu, menghitung uang yang terkumpul, dan membawanya dengan beberapa kantong.
2KI 12:11 Kemudian uang itu diserahkan kepada mandor-mandor untuk membayar upah para tukang yang mengerjakan perbaikan rumah TUHAN, seperti tukang kayu, tukang bangunan,
2KI 12:12 tukang tembok, dan tukang pahat batu. Uang itu juga digunakan untuk membeli kayu, batu pahat, dan untuk semua biaya lain yang diperlukan dalam perbaikan.
2KI 12:13 Tetapi uang persembahan itu tidak digunakan untuk membuat perlengkapan logam seperti cangkir, pemadam pelita, mangkuk, terompet, serta perkakas-perkakas lain dari emas dan perak.
2KI 12:14 Seluruhnya dikhususkan untuk keperluan renovasi bangunan saja.
2KI 12:15 Mandor-mandor yang mengawasi para tukang sangatlah jujur, sehingga pemerintah kerajaan tidak perlu meminta laporan pengeluaran.
2KI 12:16 Tetapi uang lain yang menurut kitab Taurat menjadi hak imam yang bertugas di mezbah, misalnya uang denda karena pelanggaran atau uang persembahan penebus salah, tidak digunakan untuk biaya perbaikan. Semuanya itu menjadi milik para imam.
2KI 12:17 Beberapa waktu kemudian, Hazael, raja negeri Aram, memimpin pasukannya menyerang kota Gat milik bangsa Filistin. Mereka berhasil merebutnya. Sesudah itu Hazael hendak menyerang Yerusalem.
2KI 12:18 Mendengar itu, Yoas mengambil semua benda berharga yang dikhususkan sebagai persembahan kepada TUHAN oleh para pendahulunya, yaitu Yosafat, Yoram, dan Ahazia, juga persembahannya sendiri. Tidak hanya itu, dia juga mengeluarkan semua barang emas dari perbendaharaan rumah TUHAN dan istana raja. Seluruhnya diantarkan kepada Hazael sebagai hadiah supaya dia jangan menggempur Yerusalem. Setelah menerima pemberian itu, Hazael pun membawa pasukan tentaranya mundur.
2KI 12:19 Kisah selebihnya tentang Yoas, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 12:20 Pemerintahan Yoas berakhir ketika beberapa pejabat kerajaan bersekongkol lalu membunuhnya di jalan menuju ke daerah Sila, di bagian timur perluasan kota Yerusalem.
2KI 12:21 Pembunuhnya adalah Yozakar anak Simeat dan Yozabad anak Somer. Demikianlah Yoas meninggal. Dia dikuburkan bersama nenek moyangnya di bagian lama Yerusalem yang disebut Kota Daud. Lalu Amazia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
2KI 13:1 Pada tahun kedua puluh tiga masa pemerintahan Raja Yoas di Yehuda, Yoahas anak Yehu menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama tujuh belas tahun. Ibukotanya di Samaria.
2KI 13:2 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan mengikuti dosa-dosa Yerobeam anak Nebat yang menjerumuskan seluruh rakyat Israel. Yoahas tidak mau berhenti melakukannya.
2KI 13:3 Hal itu membangkitkan amarah TUHAN terhadap Israel, sehingga Dia membuat mereka berkali-kali ditaklukkan oleh bangsa Aram, baik pada masa pemerintahan Raja Hazael maupun Ben Hadad, anaknya.
2KI 13:4 Lalu Yoahas memohon pertolongan TUHAN, dan TUHAN mendengar doanya sebab Dia melihat betapa bangsa Israel begitu menderita karena raja Aram menindas mereka dengan amat kejam.
2KI 13:5 Maka TUHAN mengutus seorang pembela untuk menolong Israel. Lalu mereka pun kembali hidup tenang seperti semula.
2KI 13:6 Akan tetapi, mereka tidak berhenti mengikuti dosa keluarga Yerobeam. Selain itu, patung dewi Asyera juga tetap dibiarkan berdiri di Samaria.
2KI 13:7 Selama raja Aram menindas Israel, dia sudah menghabisi sebagian besar kekuatan perang mereka. Yang tersisa pada zaman Yoahas hanya lima puluh tentara berkuda, sepuluh ribu tentara berjalan kaki, dan sepuluh kereta perang.
2KI 13:8 Kisah selebihnya tentang Yoahas, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya serta keberhasilannya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 13:9 Raja Yoahas meninggal dunia dan dikuburkan di Samaria. Lalu Yoas, anaknya, menggantikan dia sebagai raja.
2KI 13:10 Pada tahun ketiga puluh tujuh masa pemerintahan Raja Yoas di Yehuda, Yoas anak Yoahas menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama enam belas tahun. Ibukotanya di Samaria.
2KI 13:11 Dia juga melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Yoas tidak berhenti mengikuti dosa-dosa Yerobeam yang menjerumuskan seluruh rakyat Israel.
2KI 13:12 Kisah selebihnya tentang Yoas, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya serta keberhasilannya dalam berperang melawan Amazia raja Yehuda, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 13:13 Raja Yoas meninggal dunia dan dikuburkan bersama raja-raja Israel di Samaria. Lalu Yerobeam anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 13:14 Suatu kali sebelum Raja Yoas meninggal, Nabi Elisa sakit keras dan sudah sekarat. Yoas datang menjenguk dia. Ketika melihat keadaan Elisa, Yoas pun menangis sambil berkata, “Bapaku, bapaku! Engkau lebih berharga daripada semua kereta dan orang-orang berkuda di Israel.”
2KI 13:15 Elisa berkata kepadanya, “Ambillah busur dan anak-anak panah.” Yoas melakukannya.
2KI 13:16 Kemudian Elisa berkata lagi, “Peganglah busur itu.” Yoas menurutinya, dan Elisa meletakkan tangannya di atas tangan raja.
2KI 13:17 Lanjut Elisa “Bukalah jendela di sebelah timur.” Yoas melakukannya, lalu kata Elisa, “Panahlah!” Dia pun memanah. Setelah itu Elisa berkata, “Anak panah itu adalah tanda kemenangan dari TUHAN atas bangsa Aram. Karena kamu akan berperang dengan Aram di kota Afek dan melenyapkan mereka.”
2KI 13:18 Lalu Elisa menyuruhnya lagi, “Ambillah semua anak panah itu,” dan Yoas mengambilnya. Kata Elisa, “Pukulkan ke tanah!” Raja memukulkan anak panah itu ke tanah sebanyak tiga kali.
2KI 13:19 Akan tetapi nabi menjadi marah dan berkata, “Seharusnya kamu memukul lima atau enam kali, supaya Aram benar-benar musnah. Kalau begini, kamu hanya akan mengalahkan Aram tiga kali.”
2KI 13:20 Tidak lama sesudah itu, Elisa meninggal dan dikuburkan. Pada awal tahun, gerombolan perampok dari bangsa Moab masuk ke Israel.
2KI 13:21 Suatu hari, ada sekelompok orang Israel yang sedang menguburkan orang mati. Tiba-tiba mereka melihat gerombolan perampok itu. Karena ketakutan, mayat yang hendak dikuburkan itu dilemparkan begitu saja ke dalam makam Elisa, lalu mereka melarikan diri. Saat mengenai tulang-tulang Elisa, jenazah itu hidup kembali!
2KI 13:22 Sepanjang masa pemerintahan Yoas, bangsa Israel dijajah oleh Raja Hazael dari Aram.
2KI 13:23 Akan tetapi, TUHAN bermurah hati dan mengasihani mereka karena perjanjian-Nya dengan Abraham, Isak, dan Yakub. Itu sebabnya TUHAN tidak memusnahkan Israel, dan sampai kitab ini ditulis Dia tidak menyingkirkan mereka semua dari negeri-Nya.
2KI 13:24 Setelah Raja Hazael meninggal, anaknya yang bernama Ben Hadad menggantikan dia sebagai raja Aram.
2KI 13:25 Pada zaman Yoahas, Ben Hadad menguasai beberapa kota di Israel. Tetapi kemudian Yoas anak Yoahas berhasil merebut kembali kota-kota itu dengan tiga kali peperangan, sesuai dengan nubuatan Elisa.
2KI 14:1 Pada tahun kedua masa pemerintahan Yoas anak Yoahas di Israel, Amazia anak raja Yehuda yang juga bernama Yoas menjadi raja atas kerajaan Yehuda.
2KI 14:2 Dia naik takhta pada umur dua puluh lima tahun dan memerintah selama dua puluh sembilan tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Yoadan, dari Yerusalem.
2KI 14:3 Raja Amazia melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Yoas ayahnya, tetapi tidak sebanding dengan Daud, leluhur mereka.
2KI 14:4 Amazia tidak menyingkirkan tempat-tempat penyembahan yang dibangun rakyat di bukit-bukit. Mereka tetap mempersembahkan kurban dan membakar dupa di sana.
2KI 14:5 Segera setelah kedudukannya sebagai raja sudah aman, Amazia menghukum mati pejabat-pejabat yang membunuh ayahnya.
2KI 14:6 Tetapi anak-anak para pembunuh itu tidak dihukum mati, karena Amazia mengikuti perintah TUHAN di dalam kitab Taurat, “Seorang ayah tidak boleh dihukum mati karena kejahatan yang dilakukan anaknya. Dan seorang anak tidak boleh dihukum mati karena kejahatan yang dilakukan ayahnya. Yang dihukum mati adalah pelaku kejahatan itu sendiri.”
2KI 14:7 Beberapa waktu sesudah itu, Amazia memimpin pasukan Yehuda dalam kemenangan atas pasukan Edom di Lembah Asin, di mana mereka membunuh sepuluh ribu musuh. Mereka merebut kota Sela dan mengganti namanya menjadi Yoktel. Itulah nama yang dipakai sampai kitab ini ditulis.
2KI 14:8 Amazia lalu mengirim pesan kepada Yoas, raja Israel (anak Yoahas dan cucu Yehu). Isi pesannya, “Mari kita mengadu kekuatan perang.”
2KI 14:9 Yoas mengirim balasan berupa perumpamaan, “Ada cerita, di pegunungan Libanon, tumbuhan semak berduri mengirim pesan kepada pohon aras, ‘Berikanlah anak perempuanmu menjadi menantuku.’ Tetapi kemudian, ketika seekor binatang liar lewat, semak duri itu terinjak dengan mudahnya sampai rata dengan tanah.
2KI 14:10 “Engkau memang sudah mengalahkan Edom, karena itu engkau terlalu berbangga diri. Nikmatilah kebanggaanmu itu di rumah saja. Tidak perlu memancing masalah yang akan berakhir dengan malapetaka dan mencelakakan engkau beserta seluruh rakyat Yehuda.”
2KI 14:11 Akan tetapi, Amazia menolak peringatan itu. Maka Raja Yoas pun menghadapinya, dan mereka bertempur di kota Bet Semes di Yehuda.
2KI 14:12 Pasukan Israel mengalahkan Yehuda hingga semua prajuritnya kabur ke rumah masing-masing.
2KI 14:13 Raja Amazia ditangkap oleh Yoas. Lalu Yoas membawanya ke Yerusalem, di mana Ahazia terpaksa menyaksikan ketika pasukan Yoas merobohkan temboknya sepanjang kurang lebih dua ratus meter, dari Pintu Gerbang Efraim sampai ke Pintu Gerbang Sudut.
2KI 14:14 Yoas merampas semua emas, perak, dan semua perkakas yang berharga di rumah TUHAN dan istana raja. Dia juga menawan beberapa orang sebagai sandera, lalu kembali ke Samaria.
2KI 14:15 Kisah selebihnya tentang Raja Yoas, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, keberhasilannya, dan pertempurannya dengan Amazia raja Yehuda, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 14:16 Yoas meninggal dunia dan dikuburkan di pemakaman raja-raja Israel di Samaria. Lalu Yerobeam anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 14:17 Setelah Yoas mati, Amazia raja Yehuda masih hidup lima belas tahun lagi.
2KI 14:18 Kisah selebihnya tentang Amazia, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 14:19 Beberapa orang di Yerusalem bersekongkol untuk menyingkirkan Amazia. Dia pun melarikan diri ke kota Lakis. Tetapi mereka memburunya dan membunuh dia di sana.
2KI 14:20 Jenazahnya diangkut dengan kuda dan dia dikuburkan di pemakaman raja-raja di Kota Daud.
2KI 14:21 Uzia anak Amazia saat itu berusia enam belas tahun. Rakyat Yehuda mengangkat dia sebagai raja menggantikan ayahnya.
2KI 14:22 Uzia merebut kembali kota Elat milik kerajaan Yehuda, lalu membangunnya kembali. Beberapa waktu kemudian, dia meninggal dunia.
2KI 14:23 Pada tahun kelima belas masa pemerintahan Amazia di Yehuda, Yerobeam anak Yoas menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama empat puluh satu tahun. Ibukotanya di Samaria.
2KI 14:24 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan mengikuti dosa-dosa Yerobeam anak Nebat yang menjerumuskan rakyat Israel.
2KI 14:25 Dia merebut kembali daerah perbatasan milik kerajaan Israel, mulai dari jalan yang menuju ke kota Hamat sampai ke Laut Mati. Hal ini terjadi sesuai dengan pesan TUHAN Allah Israel yang disampaikan melalui nabi-Nya, Yunus anak Amitai, dari kota Gat Hefer.
2KI 14:26 TUHAN memberikan keberhasilan itu karena Dia melihat betapa beratnya penderitaan semua orang Israel, baik orang kecil maupun besar, akibat penindasan bangsa-bangsa musuh, tanpa ada seorang pun yang menolong mereka.
2KI 14:27 Lagipula, TUHAN sudah berjanji bahwa Dia tidak akan menghapus bangsa Israel dari muka bumi. Itu sebabnya Dia menyelamatkan mereka melalui Yerobeam anak Yoas.
2KI 14:28 Kisah selebihnya tentang Yerobeam ini, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, keberhasilannya, kemenangannya dalam perang, serta peristiwa penting ketika dia merebut kembali kota Damsik dan Hamat milik kerajaan Yehuda, semuanya itu dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 14:29 Yerobeam meninggal dunia dan dikuburkan di pemakaman raja-raja Israel. Lalu Zakaria anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 15:1 Pada tahun kedua puluh tujuh masa pemerintahan Raja Yerobeam anak Yoas di Israel, Uzia anak Amazia mulai memerintah di Yehuda.
2KI 15:2 Saat itu usianya enam belas tahun. Dia memerintah selama lima puluh dua tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Yekolia, dari Yerusalem.
2KI 15:3 Raja Uzia melakukan apa yang benar di mata TUHAN sama seperti ayahnya.
2KI 15:4 Akan tetapi, dia tidak menyingkirkan tempat-tempat penyembahan yang dibangun rakyat di bukit-bukit. Mereka tetap mempersembahkan kurban dan membakar dupa di sana.
2KI 15:5 Karena suatu peristiwa, TUHAN menghukum Uzia dengan penyakit kulit menular. Karena itu dia harus dikucilkan di rumah terpisah. Yotam anaknya mengambil alih tanggung jawab atas urusan istana dan menjalankan pemerintahan. Penyakit kulit Uzia tidak sembuh sampai hari matinya.
2KI 15:6 Kisah selebihnya tentang Uzia, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 15:7 Uzia meninggal dunia dan dikuburkan di pemakaman raja-raja di Kota Daud. Lalu Yotam anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 15:8 Pada tahun ketiga puluh delapan masa pemerintahan Raja Uzia di Yehuda, Zakaria anak Yerobeam (anak Yoas) menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama enam bulan. Ibukotanya di Samaria.
2KI 15:9 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN sama seperti para pendahulunya, dengan tetap mengikuti dosa-dosa Yerobeam anak Nebat yang menjerumuskan rakyat Israel.
2KI 15:10 Salum anak Yabes memimpin persekongkolan melawan Raja Zakaria. Dia menyerang dan membunuhnya di kota Yibleam, lalu menggantikan dia sebagai raja.
2KI 15:11 Kisah selebihnya tentang Zakaria dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 15:12 Zakaria adalah keturunan Yehu yang keempat dan yang terakhir menjadi raja, sesuai janji TUHAN kepada Yehu, “Keturunanmu akan menjadi raja di Israel sampai empat generasi.”
2KI 15:13 Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahan Raja Uzia di Yehuda, Salum anak Yabes menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama satu bulan. Ibukotanya di Samaria.
2KI 15:14 Menahem anak Gadi dari kota Tirza datang ke Samaria. Dia membunuh Salum dan merampas takhtanya.
2KI 15:15 Kisah selebihnya tentang Salum, termasuk persekongkolan yang diadakannya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 15:16 Pada waktu itu, Menahem mengepung kota Tifsa dan wilayah sekitarnya sampai ke Tirza. Namun, penduduknya menolak untuk menyerah dan membuka gerbangnya, sehingga saat pasukannya berhasil masuk kota itu dia memerintahkan mereka untuk menghabisi semua penduduk yang laki-laki dan membelah perut setiap perempuan hamil.
2KI 15:17 Pada tahun ketiga puluh sembilan masa pemerintahan Raja Uzia di Yehuda, Menahem menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama sepuluh tahun. Ibukotanya di Samaria.
2KI 15:18 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Sepanjang hidupnya, dia tetap mengikuti dosa-dosa Yerobeam yang menjerumuskan rakyat Israel.
2KI 15:19 Raja Tiglat Pileser dari Asyur menyerang Israel. Lalu Menahem membayar kepadanya 30.000 kilogram perak agar Tiglat Pileser mengukuhkan dia sebagai raja Israel.
2KI 15:20 Menahem mendapatkan perak itu dari rakyatnya yang kaya, dengan menuntut mereka agar membayar suatu pajak khusus sebesar enam ratus gram perak tiap orang. Raja Asyur menerima pemberian itu lalu mundur dari Israel.
2KI 15:21 Kisah selebihnya tentang Menahem, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 15:22 Menahem meninggal dunia. Lalu Pekahya anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 15:23 Pada tahun kelima puluh masa pemerintahan Raja Uzia di Yehuda, Pekahya menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama dua tahun. Ibukotanya di Samaria.
2KI 15:24 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan mengikuti dosa-dosa Yerobeam yang menjerumuskan rakyat Israel.
2KI 15:25 Suatu kali, panglima tentara Israel bernama Pekah anak Remalya bersekongkol dengan lima puluh pasukannya dari wilayah Gilead untuk menyingkirkan Pekahya. Raja pun dibunuh di istananya di Samaria. Argob dan Arye, yang saat itu sedang bersama raja, juga ikut terbunuh. Sesudah itu Pekah menggantikan dia menjadi raja Israel.
2KI 15:26 Kisah selebihnya tentang Pekahya, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 15:27 Pada tahun kelima puluh dua masa pemerintahan Raja Uzia di Yehuda, Pekah anak Remalya menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama dua puluh tahun. Ibukotanya di Samaria.
2KI 15:28 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan mengikuti dosa-dosa Yerobeam yang menjerumuskan rakyat Israel.
2KI 15:29 Pada masa pemerintahan Pekah, Raja Tiglat Pileser dari Asyur menyerang Israel dan berhasil merebut kota Iyon, Abel Bet Maaka, Yanoa, Kedes, Hazor, Gilead, dan seluruh wilayah Naftali. Penduduknya ditawan dan diangkut ke Asyur.
2KI 15:30 Pada tahun kedua puluh masa pemerintahan Raja Yotam di Yehuda, Hosea anak Ela bersekongkol melawan Pekah, lalu membunuhnya dan menggantikan dia sebagai raja Israel.
2KI 15:31 Kisah selebihnya tentang Pekah, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Israel.
2KI 15:32 Pada tahun kedua masa pemerintahan Pekah di Israel, Yotam anak Uzia menjadi raja di Yehuda.
2KI 15:33 Dia berusia dua puluh lima tahun saat naik takhta dan memerintah selama enam belas tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Yerusa anak Zadok.
2KI 15:34 Dia melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Uzia ayahnya.
2KI 15:35 Akan tetapi, tempat-tempat penyembahan yang dibangun rakyat di bukit-bukit tidak dimusnahkan. Mereka tetap mempersembahkan kurban dan membakar dupa di sana. Raja Yotamlah yang mendirikan Pintu Gerbang Utara di rumah TUHAN.
2KI 15:36 Kisah selebihnya tentang Yotam, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 15:37 Pada zaman Yotam, TUHAN mulai menggerakkan Raja Rezin dari Aram dan Raja Pekah dari Israel untuk memerangi Yehuda.
2KI 15:38 Yotam meninggal dunia dan dikuburkan di pemakaman raja-raja di Kota Daud. Lalu Ahas anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 16:1 Pada tahun ketujuh belas masa pemerintahan Pekah anak Remalia di Israel, Ahas anak Yotam menjadi raja atas Yehuda.
2KI 16:2 Dia menjadi raja pada umur dua puluh tahun dan dia memerintah selama enam belas tahun di Yerusalem. Tetapi Raja Ahas tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan perintah TUHAN Allahnya seperti yang dilakukan nenek moyangnya, Raja Daud.
2KI 16:3 Sebaliknya, dia sama saja dengan raja-raja Israel yang berbuat jahat dan berdosa. Dia bahkan mengurbankan anaknya laki-laki sebagai kurban yang dibakar habis, mengikuti kebiasaan keji orang-orang yang dahulu sudah TUHAN usir dari Kanaan saat bangsa Israel masuk ke negeri itu.
2KI 16:4 Raja Ahas juga memberi persembahan kurban dan membakar dupa di tempat-tempat penyembahan yang di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon besar.
2KI 16:5 Pada waktu itu, Raja Resin dari Aram dan Raja Pekah dari Israel mengepung dan menyerang Yerusalem. Tetapi mereka tidak dapat mengalahkan Raja Ahas.
2KI 16:6 Kemudian Raja Resin merebut kembali Elat, dan mengusir orang-orang Yehuda dari sana. Orang-orang Aram pindah ke Elat, dan sampai kitab ini ditulis mereka masih menetap di sana.
2KI 16:7 Lalu Raja Ahas mengutus pembawa pesan kepada Raja Tiglat Pileser dari negeri Asyur dengan pesan, “Saya adalah hambamu yang setia. Selamatkanlah saya dari kekuasaan raja Aram dan raja Israel yang sudah menyerang saya.”
2KI 16:8 Bersama dengan permohonan itu Ahas mengirim semua emas dan perak dari rumah TUHAN dan juga dari perbendaharaan kerajaan kepada Tiglat Pileser.
2KI 16:9 Raja Asyur memenuhi permintaan Raja Ahas dengan menyerang dan merebut Damsik, kemudian membunuh Raja Resin dan menawan serta membawa penduduk Damsik ke daerah ibukota mereka.
2KI 16:10 Raja Ahas pergi ke Damsik untuk menemui Tiglat Pileser. Di sana, di kuil dewa, dia melihat sebuah mezbah yang menarik perhatiannya. Lalu dia mengirim gambarnya dengan semua perincian ukurannya kepada imam Uria, dan memintanya untuk membuat mezbah seperti itu di rumah TUHAN.
2KI 16:11 Uria pun membuat mezbah sesuai dengan gambar dan perinciannya dan menyelesaikan pembuatannya sebelum Ahas kembali.
2KI 16:12 Saat Ahas kembali dari Damsik, dia melihat bahwa mezbah itu sudah selesai dibuat. Kemudian dia menyuruh supaya mezbah itu diresmikan, dan dia sendiri turut dalam pelaksanaan kurban tanda damai yang pertama, dengan mempersembahkan segenggam tepung, menuangkan air anggur, dan menyiram darah kurban ke sisi-sisi mezbah baru itu.
2KI 16:14 Ahas menyuruh untuk memindahkan mezbah perunggu yang lama dari sisi selatan halaman rumah TUHAN ke sisi utara, dan digantikan dengan mezbah baru itu.
2KI 16:15 Raja Ahas memerintahkan Imam Uria, “Gunakanlah mezbah besar yang baru ini untuk kurban yang dibakar habis pada pagi hari dan persembahan gandum-ganduman pada malam hari yang dipersembahkan raja dan seluruh rakyat. Di situ juga tuangkan air anggur dan siramkan darah binatang yang dipersembahkan. Mezbah kecil yang lama itu digunakan ketika saya mencari petunjuk dari TUHAN.”
2KI 16:16 Imam Uria melakukan apa yang diperintahkan Raja Ahas.
2KI 16:17 Ahas juga memerintahkan supaya semua lempengan perunggu di keempat sisi kereta-kereta perunggu dibongkar, dan supaya bagian pembasuhan dipisahkan dari alasnya. Selain itu, pembasuhan besar yang diberi nama Laut Buatan yang berada di atas alas berbentuk dua belas sapi perunggu dilepaskan dari alas itu dan dipindahkannya ke atas alas yang terbuat dari batu.
2KI 16:18 Ahas juga membongkar atap jalan dari istana dan pintu khusus ke rumah TUHAN, yang biasa digunakan raja Yehuda pada hari Sabat, dibongkar. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan ketaatannya kepada Tiglat Pileser.
2KI 16:19 Semua yang dilakukan Raja Ahas tercatat dalam Buku Sejarah Raja-raja Yehuda.
2KI 16:20 Raja Ahas dari Yehuda meninggal dunia dan dikuburkan di pemakaman raja-raja di Kota Daud. Lalu Hiskia anaknya menggantikan dia sebagai raja.
2KI 17:1 Pada tahun kedua belas masa pemerintahan Raja Ahas di Yehuda, Hosea anak Ela menjadi raja di Israel. Dia memerintah selama sembilan tahun. Ibukotanya di Samaria.
2KI 17:2 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, tetapi tidak sejahat raja-raja Israel sebelumnya.
2KI 17:3 Pada zaman Hosea, Raja Salmaneser dari Asyur datang dengan pasukannya untuk menyerang Israel. Hosea menundukkan diri dan setuju untuk membayar pajak kepada Salmaneser.
2KI 17:4 Tetapi setelah lewat beberapa tahun, Hosea diam-diam mengirim pesan kepada Raja So di Mesir untuk meminta bantuannya melawan Asyur. Hosea juga berhenti membayar pajak tahunan tersebut. Ketika Salmaneser mengetahui hal itu, dia memerintahkan supaya Hosea ditangkap dan dipenjarakan.
2KI 17:5 Kemudian Salmaneser mengerahkan pasukan Asyur menyerang Israel. Mereka mengepung kota Samaria selama tiga tahun.
2KI 17:6 Akhirnya, pada tahun kesembilan masa pemerintahan Hosea, raja Asyur berhasil menguasai Samaria. Dia mengangkut rakyat Israel sebagai tawanan ke Asyur. Mereka ditempatkan di kota Hala, di daerah tepi sungai Habor di wilayah Gosan, dan di kota-kota bangsa Media.
2KI 17:7 Hal itu terjadi karena bangsa Israel sudah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka, yang membawa mereka keluar dari Mesir dan membebaskan mereka dari perbudakan raja Mesir. Mereka malah menyembah berbagai dewa
2KI 17:8 dan meniru kelakuan jahat bangsa-bangsa lain yang disingkirkan TUHAN dari Kanaan ketika bangsa Israel memasuki negeri itu. Selain itu, mereka juga mengikuti dosa-dosa para raja Israel.
2KI 17:9 Bangsa Israel sudah melakukan banyak hal yang semakin nyata melawan TUHAN, Allah mereka. Di mana pun mereka tinggal, baik kampung-kampung kecil sampai kota-kota besar berbenteng, mereka membangun kuil-kuil dewa di sana, tidak hanya di bukit-bukit.
2KI 17:10 Mereka juga mendirikan tugu-tugu batu tempat penyembahan berhala dan tiang-tiang kayu lambang dewi Asyera di setiap bukit dan di bawah setiap pohon besar.
2KI 17:11 Di tempat-tempat itu mereka membakar dupa seperti kebiasaan bangsa-bangsa yang sudah TUHAN usir dari negeri Kanaan. Orang Israel melakukan banyak hal jahat yang membangkitkan amarah TUHAN.
2KI 17:12 Walaupun TUHAN sudah sering memperingatkan untuk tidak menyembah berhala, mereka tetap melakukannya.
2KI 17:13 Berkali-kali TUHAN mengutus para nabi-Nya untuk menegur Israel dan Yehuda, “Tinggalkanlah cara hidupmu yang jahat. Taatilah perintah dan ketetapan-Ku, yaitu hukum-hukum yang sudah Aku berikan kepada nenek moyangmu, dan yang Aku sampaikan melalui nabi-nabi-Ku.”
2KI 17:14 Namun, orang-orang itu tidak mau taat. Mereka keras kepala sama seperti nenek moyang mereka yang tidak mau percaya kepada TUHAN, Allah mereka.
2KI 17:15 Orang Israel telah menolak hukum TUHAN dan meninggalkan ikatan perjanjian yang sudah dibuat-Nya dengan nenek moyang mereka. Karena mereka menyembah dewa-dewa yang tidak berguna, mereka pun menjadi manusia yang sia-sia. Israel mengikuti cara hidup bangsa-bangsa di sekeliling mereka, padahal TUHAN sudah memerintahkan agar jangan melakukannya.
2KI 17:16 Orang Israel melanggar semua perintah TUHAN, Allah mereka, dan membuat dua patung anak sapi dari logam untuk disembah. Mereka juga mendirikan patung dewi Asyera, menyembah matahari, bulan, bintang-bintang, dan dewa Baal.
2KI 17:17 Mereka membakar anak-anak mereka hidup-hidup sebagai kurban, menggunakan ilmu sihir dan ramalan. Dengan sadar dan sengaja mereka terus melakukan segala yang jahat di mata TUHAN, sehingga membangkitkan amarah-Nya.
2KI 17:18 Itulah sebabnya TUHAN sangat memurkai Israel, maka Dia membuat bangsa musuh menyingkirkan mereka dari negeri-Nya. Hanya kerajaan Yehuda yang masih ada.
2KI 17:19 Namun, Yehuda pun tidak menaati perintah-perintah TUHAN, Allah mereka, tetapi mengikuti segala kelakuan jahat yang dimulai oleh Israel.
2KI 17:20 Maka TUHAN memutuskan untuk tidak lagi membela seluruh keturunan Yakub, mula-mula kerajaan Israel, kemudian juga kerajaan Yehuda. Dia menghajar mereka dengan membuat mereka dikalahkan oleh bangsa-bangsa musuh, sampai mereka benar-benar tersingkirkan dari negeri pemberian-Nya.
2KI 17:21 Jauh sebelumnya, ketika TUHAN memisahkan sepuluh suku Israel dari kerajaan Daud, kesepuluh suku itu mengangkat Yerobeam anak Nebat menjadi raja mereka. Kemudian Yerobeam memimpin kerajaan Israel meninggalkan TUHAN serta menjerumuskan mereka ke dalam dosa yang mengerikan.
2KI 17:22 Sejak itu, rakyat Israel terus mengikuti semua kejahatan yang diajarkan Yerobeam. Mereka tidak meninggalkan dosa-dosa itu,
2KI 17:23 sampai akhirnya TUHAN menyingkirkan mereka dari hadapan-Nya, sesuai dengan peringatan-Nya melalui para nabi. Jadi, bangsa Israel dibawa ke Asyur dan mereka masih di sana sampai waktu kitab ini ditulis.
2KI 17:24 Raja Asyur memindahkan orang-orang dari kota Babel, Kuta, Awa, Hamat, dan Sefarwaim untuk menetap di Samaria dan kota-kota sekitarnya, menggantikan bangsa Israel. Demikianlah sekarang daerah Samaria diduduki oleh bangsa asing.
2KI 17:25 Mulanya, ketika bangsa-bangsa itu baru menempati Samaria, mereka tidak menyembah TUHAN. Maka TUHAN mendatangkan singa-singa untuk menyerang mereka sehingga beberapa orang terbunuh.
2KI 17:26 Kemudian dikirimlah berita kepada raja, “Orang-orang dari berbagai bangsa yang Baginda tempatkan di daerah Samaria tidak tahu caranya menyembah dewa setempat. Oleh karena itu, dewa di sini mendatangkan singa-singa hingga sejumlah orang terbunuh.”
2KI 17:27 Lalu Raja Asyur memberi perintah “Pulangkan salah satu imam dari Samaria yang sudah diangkut pergi. Biarlah dia tinggal di sana dan mengajar para pendatang cara menyembah dewa negeri itu.”
2KI 17:28 Karena itu, salah satu imam yang sudah ditawan dari Samaria kembali dan menetap di kota Betel. Lalu dia mengajari mereka cara menyembah TUHAN.
2KI 17:29 Meski begitu, bangsa-bangsa pendatang tetap menyembah dewa-dewa mereka. Di berbagai kota tempat mereka tinggal, mereka mendirikan patung-patung dewa di tempat-tempat pemujaan yang dibangun oleh bangsa Israel yang dahulu tinggal di kota itu.
2KI 17:30 Rakyat dari Babel mendirikan patung dewa Sukot Benot. Rakyat dari Kuta mendirikan patung Nergal. Rakyat dari Hamat mendirikan patung Asima.
2KI 17:31 Rakyat dari Awa mendirikan patung Nibas dan Tartak. Rakyat dari Sefarwaim membakar anak-anaknya sendiri sebagai kurban kepada Adramelek dan Anamelek, dewa-dewa mereka.
2KI 17:32 Selain menyembah berhala, mereka juga menyembah TUHAN. Para pendatang itu mengangkat berbagai macam orang dari antara mereka sendiri untuk bertugas sebagai imam yang melaksanakan persembahan kurban di tempat pemujaan di bukit-bukit.
2KI 17:33 Jadi, mereka menyembah TUHAN sekaligus dewa-dewanya masing-masing sesuai dengan adat istiadat dari negeri asal mereka.
2KI 17:34 Sampai waktu kitab ini ditulis, penduduk yang menetap di Samaria masih memelihara kebiasaan itu. Mereka tidak menyembah TUHAN dengan benar. Mereka tidak menaati semua ketetapan, peraturan, hukum, dan perintah yang TUHAN berikan kepada keturunan Yakub, yang dinamakan-Nya Israel.
2KI 17:35 Dahulu TUHAN sudah mengikat perjanjian dengan nenek moyang bangsa Israel. Di dalam perjanjian itu terdapat perintah, “Janganlah beribadah dan menyembah dewa-dewa ataupun mempersembahkan kurban kepada mereka.
2KI 17:36 Sembahlah Aku saja, TUHAN, yang sudah membawa kalian keluar dari Mesir dengan kuasa yang sangat dahsyat. Hanya kepada-Kulah kalian sujud menyembah dan mempersembahkan kurban.
2KI 17:37 Taatilah selalu semua ketetapan, peraturan, hukum, dan perintah yang sudah Aku tuliskan bagimu. Jangan menyembah dewa-dewa mana pun juga.
2KI 17:38 Jangan mengingkari perjanjian yang sudah Aku buat dengan nenek moyang kalian dan jangan menyembah dewa-dewa.
2KI 17:39 Sembahlah TUHAN, satu-satunya Allahmu, maka Aku akan menyelamatkan kalian dari semua musuhmu.”
2KI 17:40 Namun, bangsa Israel dan bangsa-bangsa pendatang di daerah Samaria tidak mau taat. Mereka tetap saja melakukan kebiasaan lama.
2KI 17:41 Demikianlah bangsa-bangsa lain itu menyembah TUHAN sekaligus patung-patung berhala mereka. Anak cucu mereka pun masih terus melakukannya. Begitulah cara hidup mereka sampai waktu kitab ini ditulis.
2KI 18:1 Pada tahun ketiga masa pemerintahan Raja Hosea di Israel, Hiskia anak Ahas menjadi raja di Yehuda.
2KI 18:2 Dia naik takhta pada umur dua puluh lima tahun dan memerintah selama dua puluh sembilan tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Abi anak Zakaria.
2KI 18:3 Hiskia melakukan apa yang benar di mata TUHAN sama seperti Daud, leluhurnya.
2KI 18:4 Dia membongkar tempat-tempat pemujaan yang dibangun rakyat di bukit-bukit, menghancurkan tugu-tugu batu lambang dewa Baal, dan merobohkan patung dewi Asyera. Dia juga menghancurkan ular perunggu yang dahulu dibuat Musa, karena pada zaman raja-raja, bangsa Israel mempersembahkan kurban kepada ular perunggu itu, yang dinamai Nehustan.
2KI 18:5 Raja Hiskia percaya penuh kepada TUHAN, Allah Israel. Di antara semua raja Yehuda, baik sebelum maupun sesudah dia, tidak ada seorang pun yang sungguh-sungguh menghormati TUHAN seperti Hiskia,
2KI 18:6 karena dia sangat setia kepada TUHAN. Dia tidak pernah berhenti menaati semua perintah TUHAN yang disampaikan melalui Musa.
2KI 18:7 Karena itu, TUHAN menyertai Hiskia sehingga dia selalu berhasil dalam segala tindakan yang dilakukannya. Dia memberontak terhadap raja Asyur dan tidak mau membayar pajak kepadanya.
2KI 18:8 Hiskia mengalahkan orang Filistin sampai ke kota Gaza dan daerah sekitarnya, baik desa-desa kecil sampai ke kota-kota besar berbenteng.
2KI 18:9 Pada tahun keempat masa pemerintahan Hiskia, yaitu tahun ketujuh masa pemerintahan Hosea di Israel, pasukan bangsa Asyur di bawah pimpinan Raja Salmaneser mengepung kota Samaria.
2KI 18:10 Setelah tiga tahun mengepung, mereka berhasil menguasai kota itu. Jadi, bangsa Asyur merebut Samaria pada tahun keenam pemerintahan Hiskia, yaitu tahun kesembilan pemerintahan Hosea.
2KI 18:11 Lalu Raja Asyur membawa orang-orang Israel sebagai tawanan ke kota Hala, di daerah tepi sungai Habor di wilayah Gosan, dan di kota-kota bangsa Media.
2KI 18:12 Hal itu terjadi karena bangsa Israel tidak menaati TUHAN, Allah mereka, dan mengingkari perjanjian mereka dengan TUHAN. Mereka juga melanggar semua hukum yang TUHAN perintahkan melalui Musa, hamba-Nya.
2KI 18:13 Pada tahun ke-14 pemerintahan Hiskia, Raja Sanherib dari Asyur menyerang kota-kota berbenteng di Yehuda dan berhasil menguasai semuanya kecuali Yerusalem.
2KI 18:14 Lalu Hiskia mengirim pesan kepada Sanherib yang sedang berada di kota Lakis. Isi pesannya, “Saya telah melakukan kesalahan dengan memberontak terhadap tuan. Saya mohon hentikanlah serangan ini. Berapa pun harga yang tuan minta, saya akan membayarnya.” Sanherib kemudian menuntut bayaran sebelas ton perak dan satu ton emas.
2KI 18:15 Untuk bisa mengumpulkan sebanyak itu, Hiskia mengeluarkan semua emas dan perak dari rumah TUHAN dan perbendaharaan istana raja.
2KI 18:16 Dia juga mengambil emas yang melapisi pintu rumah TUHAN dan bingkai-bingkainya. Semuanya itu diberikan kepada raja Asyur.
2KI 18:17 Akan tetapi, meskipun Hiskia sudah memenuhi tuntutannya, raja Asyur mengutus dari Lakis para pejabat tingginya, yaitu komandan tentara, panglima perang, dan seorang perwira tinggi untuk mengancam Hiskia. Mereka pergi ke Yerusalem dikawal oleh pasukan tentara yang sangat besar. Setibanya di kota itu, mereka berhenti di jalan yang ke arah tanah lapang tempat pembilasan kerajinan kain wol, di dekat saluran air dari kolam atas.
2KI 18:18 Lalu mereka mengirim pesan agar Hiskia datang menghadap, tetapi Hiskia mengutus kepala pegawai istana, sekretaris raja, dan juru tulis sejarah kerajaan. Mereka adalah Elyakim anak Hilkia, Sebna, dan Yoah anak Asaf.
2KI 18:19 Komandan itu berkata kepada mereka, “Raja Asyur, sang raja agung, menyampaikan pesan ini kepada Hiskia: Kamu bodoh jika kamu tenang-tenang saja menghadapi serangan Asyur. Tidak ada yang bisa kamu andalkan untuk mengalahkan kami!
2KI 18:20 Ucapan para penasihatmu bukan strategi perang yang bagus. Kekuatan militermu juga tidak cukup. Berani sekali kamu memberontak terhadap saya, padahal tidak ada yang bisa kamu andalkan!
2KI 18:21 Saya tahu kamu mengandalkan raja Mesir. Tetapi Mesir itu lemah! Bersandar pada Mesir sama seperti bersandar pada tongkat kayu yang sudah patah— bukannya menyangga, patahannya justru akan melukai tanganmu. Seperti itulah raja Mesir bagi semua bangsa yang mengandalkan dia.
2KI 18:22 Tetapi jika kalian berkata bahwa kalian mengandalkan TUHAN, dewamu, itu juga percuma! Hiskia sudah meruntuhkan mezbah-mezbah dan bukit-bukit tempat pemujaan dewamu itu. Dia menyuruh kalian semua beribadah hanya di mezbah yang di Yerusalem.
2KI 18:23 “Jadi sekarang, tuanku raja Asyur menantang kalian untuk bertaruh dengannya: Kalau kalian bisa mengumpulkan 2.000 prajurit penunggang kuda, raja kami akan memberi kalian 2.000 ekor kuda.
2KI 18:24 Tetapi kalian tidak akan bisa, karena pasukanmu terlalu sedikit! Untuk mendapat kereta perang dan prajurit berkuda pun kalian harus meminta dari Mesir. Dengan keadaan kekuatan perangmu yang sepayah itu, kalian bahkan tidak akan sanggup mengalahkan satu regu tentara Asyur yang paling kecil!
2KI 18:25 Lagipula, kedatangan Asyur ke negerimu ini juga atas kehendak TUHAN! Ketahuilah, TUHAN sendiri yang menyuruh raja Asyur untuk memerangi dan menghancurkan Yehuda.”
2KI 18:26 Kemudian Elyakim, Sebna, dan Yoah berkata kepada komandan Asyur, “Tolong berbicaralah kepada hamba-hambamu ini dalam bahasa Aram. Kami bisa mengerti. Jangan berbicara dalam bahasa Ibrani, karena rakyat yang sedang berada di atas tembok kota dapat mendengarnya.”
2KI 18:27 Tetapi jawab komandan Asyur, “Memang itu tujuannya! Tuanku mengutus kami untuk menyampaikan semua ini bukan hanya untuk kalian dan rajamu Hiskia, tetapi juga untuk semua rakyat di kota. Karena waktu kami mengalahkan kota ini nanti, mereka akan makan kotorannya sendiri dan minum kencingnya sendiri. Begitu juga kalian bertiga!”
2KI 18:28 Lalu komandan itu berdiri dan berteriak dalam bahasa Ibrani, “Dengarkanlah pesan raja Asyur, sang raja agung!
2KI 18:29 Beginilah kata raja: Jangan mau dibohongi oleh Hiskia. Dia tidak bisa menyelamatkan kalian dari kuasa saya!
2KI 18:30 Jangan percaya kepada ajakan Hiskia untuk mengandalkan TUHAN. Dia berkata, ‘TUHAN pasti menyelamatkan kita. Kota Yerusalem ini tidak akan dikuasai oleh raja Asyur.’
2KI 18:31 “Itu tidak benar! Jangan percaya pada Hiskia. Raja Asyur berpesan: ‘Menyerahlah kepada saya dengan damai. Maka setiap orang boleh tetap hidup dan menikmati hasil kebun anggur, pohon ara, dan air sumurnya masing-masing
2KI 18:32 sampai saya datang memindahkan kalian ke suatu negeri yang seperti negerimu ini. Di sana ada banyak gandum, anggur, zaitun, dan madu. Percayalah, kalian tidak akan mati kelaparan. Jangan tertipu oleh bujukan Hiskia yang berkata, “TUHAN pasti menyelamatkan kita.”
2KI 18:33 Tidak pernah ada dewa bangsa mana pun yang sanggup menyelamatkan negerinya dari serangan raja Asyur.
2KI 18:34 Ingatlah kota Hamat, Arpad, Sefarwaim, Hena, dan Iwa. Semuanya sudah saya taklukkan. Dewa mereka tidak bisa berbuat apa pun. Samaria juga sudah saya kalahkan.
2KI 18:35 Tidak ada satu pun dewa-dewa negeri itu yang bisa menyelamatkan umatnya dari kekuasaan saya. Karena itu, tidak mungkin TUHAN, dewamu, menyelamatkan Yerusalem.’”
2KI 18:36 Akan tetapi, seluruh rakyat yang mendengar dari atas benteng kota diam saja. Mereka tidak menjawab sepatah kata pun karena Raja Hiskia sudah memerintahkan, “Jangan menjawab dia.”
2KI 18:37 Sesudah itu, Elyakim, Sebna, dan Yoah pergi menghadap Hiskia sambil mengoyakkan pakaian sebagai tanda berduka dan menyampaikan kepadanya perkataan komandan Asyur.
2KI 19:1 Mendengar laporan mereka, Raja Hiskia mengoyakkan pakaiannya lalu memakai kain kabung dan pergi ke rumah TUHAN.
2KI 19:2 Dia mengutus Elyakim (kepala istana), Sebna (sekretaris raja), dan para imam terkemuka untuk pergi menemui Nabi Yesaya anak Amos dengan mengenakan kain kabung juga.
2KI 19:3 Kata mereka kepada Yesaya, “Raja Hiskia mengirim pesan: Hari ini kita mendapat masalah besar. Kita menerima peringatan keras dan dipermalukan. Bangsa kita dalam kondisi gawat, ibarat perempuan yang sudah hampir bersalin tetapi terlalu lemah untuk melahirkan bayinya.
2KI 19:4 Kiranya TUHAN, Allah kita, memperhatikan apa yang telah dikatakan komandan utusan raja Asyur. Dia sudah menghina Allah yang hidup. Semoga TUHAN memberi keadilan atas perkataannya. Karena itu, tolong berdoalah bagi segelintir rakyat kita yang masih tersisa ini!”
2KI 19:5 Para utusan Raja Hiskia menyampaikan pesan kepada Yesaya, lalu
2KI 19:6 Yesaya berkata, “Sampaikan kepada tuanmu raja, beginilah pesan TUHAN: Jangan takut terhadap kata-kata penghinaan terhadap-Ku yang tadi kamu dengar dari para utusan raja Asyur.
2KI 19:7 Ketahuilah, Aku akan mengatur sehingga dia mendengar suatu kabar yang membuatnya pulang ke Asyur. Lalu Aku akan membuat dia mati dibunuh di sana, di negerinya sendiri.”
2KI 19:8 Sementara itu, komandan Asyur mendapat laporan bahwa raja Asyur sudah pergi dari kota Lakis dan sedang memerangi kota Libna. Maka komandan itu pergi ke Libna menemui tuannya.
2KI 19:9 Tidak lama sesudah itu, raja Asyur menerima berita bahwa Tirhaka, raja negeri Etiopia, sudah mengerahkan pasukan untuk memerangi Asyur. Mendengar itu, raja Asyur sekali lagi mengutus orang kepada Hiskia dengan surat yang isinya,
2KI 19:10 “Untuk Hiskia, raja Yehuda: Jangan mau dibohongi oleh dewamu yang kamu andalkan itu. Dewamu mengatakan bahwa Yerusalem tidak akan ditaklukkan oleh raja Asyur.
2KI 19:11 Tetapi kamu tahu sendiri bahwa raja-raja Asyur sejak dulu sudah membumihanguskan semua negeri. Jadi, mana mungkin bangsamu akan selamat.
2KI 19:12 Leluhur-leluhur saya telah memusnahkan bangsa Gozan, Haran, Rezef, juga orang Eden di tanah Telasar. Berarti, dewa-dewa mereka terbukti tidak dapat menyelamatkan bangsanya dari raja-raja Asyur.
2KI 19:13 Ingat juga kota Hamat, Arpad, Sefarwaim, Hena, dan Iwa. Raja-rajanya sudah kami binasakan!”
2KI 19:14 Hiskia menerima surat dari para utusan itu dan membacanya. Kemudian dia pergi ke rumah TUHAN dan membentangkan gulungan surat itu di hadapan TUHAN.
2KI 19:15 Lalu dia berdoa, “Ya TUHAN, Allah Israel yang bertakhta di antara kedua malaikat penjaga di atas peti perjanjian-Mu, hanya Engkau satu-satunya Allah, dan Engkaulah yang berkuasa atas semua kerajaan di bumi. Engkau pencipta langit dan bumi.
2KI 19:16 Dengar dan lihatlah, ya TUHAN, segala perkataan Sanherib yang dia kirimkan untuk menghina Engkau, Allah yang hidup.
2KI 19:17 Memang benar, TUHAN, raja-raja Asyur sudah menghancurkan bangsa-bangsa beserta negeri mereka,
2KI 19:18 juga membakar dewa-dewa mereka. Tetapi itu karena semua dewa bangsa-bangsa itu hanya patung buatan manusia dari kayu dan batu, bukan benar-benar Allah. Itulah sebabnya Asyur bisa mengalahkan mereka.
2KI 19:19 Karena itu, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari raja Asyur, supaya semua kerajaan di bumi tahu bahwa Engkau, TUHAN, adalah satu-satunya Allah.”
2KI 19:20 Kemudian Yesaya anak Amos mengirim pesan kepada Hiskia, “Beginilah pesan TUHAN, Allah Israel: Aku telah mendengar doamu tentang Sanherib, raja Asyur.
2KI 19:21 Dan mengenai Sanherib, TUHAN berkata: Melihat engkau melarikan diri, umat-Ku menertawakan engkau! Seluruh warga Yerusalem meledek engkau di belakangmu,
2KI 19:22 karena engkau sudah meninggikan diri dan berbicara sombong menghina Aku, memandang rendah Sang Kudus, Allah Israel.
2KI 19:23 Melalui utusanmu, engkau mengolok-olok Sang Penguasa dengan berkata, ‘Kereta perangku banyak. Aku bisa menaklukkan gunung Libanon sampai ke puncaknya yang tertinggi. Aku akan masuk ke rimbanya yang paling lebat dan menebang pohon arasnya yang tinggi-tinggi serta pohon-pohon sanobarnya yang terbaik.
2KI 19:24 Aku sudah menggali sumur-sumur di negeri-negeri lain dan menikmati airnya. Sungai-sungai di Mesir sudah aku injak-injak sampai kering.’
2KI 19:25 Tetapi, hai Sanherib, ketahuilah! Aku, TUHAN, Akulah yang sudah mengatur sejak purbakala bahwa engkau sudah meruntuhkan kota-kota berbenteng menjadi puing-puing. Dan sekarang, engkau bisa melakukan semuanya itu hanya karena Akulah yang mewujudkannya!
2KI 19:26 Aku jugalah yang membuat rakyat bangsa-bangsa tidak berdaya melawanmu. Mereka ketakutan hingga lemas lunglai seperti rerumputan di ladang, atau seperti rumput hijau di atap rumah layu terpanggang matahari.
2KI 19:27 Hai Sanherib, Aku tahu apa pun yang engkau lakukan. Aku tahu ke mana pun engkau pergi, dan Aku tahu segala tindakanmu yang kurang ajar terhadap-Ku.
2KI 19:28 Oleh karena kesombonganmu melawan Aku, Aku akan menyeret engkau pulang ke negerimu seperti sapi yang digiring dengan cincin besi di hidungnya dan kekang di mulutnya.
2KI 19:29 “Dan kepadamu, Hiskia, Aku akan memberikan tanda ini sebagai bukti bahwa perkataan-Ku benar-benar akan terjadi. Beginilah tandanya: Dalam tahun ini, rakyat negerimu akan makan hasil tanah yang tumbuh dengan sendirinya. Tahun depan, kalian akan memetik hasil yang tumbuh dari tanaman sebelumnya. Pada tahun berikutnya, kalian akan menanam gandum dan kebun anggur serta menikmati panennya.
2KI 19:30 Orang-orang yang tersisa dari kerajaan Yehuda akan bertahan bahkan menetap dengan mapan dan beranak cucu, seperti pohon yang berakar dalam dan berbuah lebat.
2KI 19:31 Sebab dari Yerusalem segelintir orang yang tersisa akan berkembang. Aku, TUHAN Panglima Semesta, Aku sendiri yang menjamin bahwa hal ini pasti terjadi.
2KI 19:32 “Jadi, mengenai raja Asyur, Aku berjanji: Dia tidak akan masuk ke kota ini. Sebatang anak panah pun tidak akan dia tembakkan di sini. Dia tidak akan datang dengan perisai ataupun menimbun tanah di sekeliling Yerusalem menjadi tembok pengepungan.
2KI 19:33 Dia tidak akan pernah memasuki Yerusalem, tetapi akan kembali ke negerinya sendiri melalui jalan yang ditempuhnya waktu datang. Aku, TUHAN, menegaskan hal ini.
2KI 19:34 Aku akan melindungi kota ini demi kehormatan-Ku dan demi janji-Ku kepada Daud, hamba-Ku.”
2KI 19:35 Malam itu juga, datanglah seorang malaikat membunuh 185.000 tentara di perkemahan Asyur. Keesokan paginya, beberapa tentara yang masih hidup terbangun dan melihat mayat-mayat sudah bergelimpangan di mana-mana.
2KI 19:36 Maka Sanherib membubarkan perkemahan tentaranya. Dia pergi dari negeri Yehuda, lalu kembali ke kota Niniwe dan tinggal di sana.
2KI 19:37 Suatu hari, ketika Sanherib sedang beribadah di kuil Nisrok, dewanya, dia dibunuh dengan pedang oleh dua anaknya sendiri, yaitu Adramelek dan Sarezer. Sesudah itu keduanya melarikan diri ke tanah Ararat. Esarhadon, anaknya yang lain, menggantikan Sanherib sebagai raja.
2KI 20:1 Suatu kali Raja Hiskia sakit parah dan hampir mati. Lalu nabi Yesaya anak Amos datang menemui dia untuk menyampaikan pesan TUHAN, “Beginilah kata TUHAN: Berikan pesan-pesan terakhirmu untuk keluargamu, karena sebentar lagi kamu akan meninggal. Kamu tidak akan sembuh.”
2KI 20:2 Mendengar itu, Hiskia berbalik menghadap tembok dan berdoa,
2KI 20:3 “Ya TUHAN, tolong, ingatlah betapa aku sudah hidup menaati kehendak-Mu dengan sepenuh hati. Aku setia melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Lalu Hiskia menangis tersedu-sedu.
2KI 20:4 Saat itu Yesaya sudah berjalan keluar. Namun, saat dia masih melewati bagian tengah istana raja, TUHAN berkata lagi kepadanya,
2KI 20:5 “Kembalilah menemui Hiskia, raja umat-Ku, dan katakan kepadanya, ‘Aku, TUHAN, Allah yang disembah oleh Daud, leluhurmu, sudah mendengar doamu dan melihat air matamu. Aku akan menyembuhkan kamu. Lusa kamu akan pergi ke rumah TUHAN.
2KI 20:6 Aku akan menambahkan umurmu lima belas tahun lagi. Aku akan menyelamatkan kamu beserta Yerusalem dari tangan raja Asyur. Aku akan melindungi kota ini demi kehormatan-Ku dan demi janji-Ku kepada Daud, hamba-Ku.’”
2KI 20:7 Kemudian Yesaya menyuruh beberapa pelayan istana, “Tumbuklah buah ara lalu oleskan hasil tumbukan itu pada bagian kulit Hiskia yang sakit.” Sesudah mereka melakukannya, dia pun sembuh.
2KI 20:8 Sebelum itu, ketika Yesaya menyampaikan pesan TUHAN tentang kesembuhan, Hiskia meminta tanda kepada Yesaya, “Tolong berilah tanda bahwa saya benar-benar akan sembuh dan bisa pergi ke rumah TUHAN besok lusa.”
2KI 20:9 Yesaya menjawab, “Pilihlah tanda yang akan TUHAN berikan sebagai bukti bahwa Dia akan menyembuhkanmu: Apakah bayang-bayang pada jam matahari akan maju sepuluh garis, atau mundur sepuluh garis?”
2KI 20:10 Jawab Raja Hiskia, “Maju sepuluh garis itu mudah saja, karena memang sudah sewajarnya begitu. Jadi biarlah bayang-bayang matahari mundur sepuluh garis.”
2KI 20:11 Lalu Yesaya berdoa kepada TUHAN, dan TUHAN mengabulkan permintaannya. Bayang-bayang pada jam matahari buatan raja Ahas pun mundur sepuluh garis.
2KI 20:12 Beberapa waktu kemudian, Merodak Baladan anak Baladan, raja Babel, mengirim utusan untuk mengantarkan surat dan sebuah hadiah kepada Raja Hiskia, karena dia mendengar bahwa Hiskia sudah sembuh dari sakit parah.
2KI 20:13 Raja Hiskia menyambut utusan itu dengan gembira. Dia mengajak mereka berkeliling untuk melihat seluruh gedung perbendaharaannya yang berisi harta dari perak dan emas, juga rempah-rempah, wewangian, minyak zaitun, dan semua persenjataannya. Di dalam istana dan di seluruh daerah kekuasaannya, tidak ada barang yang tidak dia tunjukkan kepada mereka.
2KI 20:14 Sesudah kunjungan itu, Yesaya menemui Raja Hiskia dan bertanya, “Ada perlu apa orang-orang itu? Dari mana mereka?” Jawab Hiskia, “Mereka datang dari negeri yang jauh, yaitu Babel.”
2KI 20:15 Yesaya bertanya, “Apa yang mereka lihat di istanamu?” Hiskia menjawab, “Semuanya. Tidak ada harta benda yang tidak saya tunjukkan kepada mereka.”
2KI 20:16 Lalu Yesaya berkata kepada Hiskia, “Dengarlah pesan TUHAN ini:
2KI 20:17 Akan tiba waktunya segala kekayaan di istanamu ini, juga semua harta yang telah dikumpulkan oleh raja-raja sebelum engkau sampai hari ini, akan dibawa ke Babel. Tidak akan ada yang tersisa.
2KI 20:18 Beberapa keturunanmu di masa mendatang akan dibawa pergi dari sini. Mereka akan menjadi pejabat di istana raja Babel.”
2KI 20:19 Jawab Hiskia, “Itu pesan yang baik.” Karena dia berpikir, “Setidaknya kerajaanku masih akan aman selama aku hidup.”
2KI 20:20 Kisah selebihnya tentang Raja Hiskia, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya serta keberhasilannya, juga pembangunan kolam dan saluran air yang dia lakukan untuk mengalirkan air ke dalam kota Yerusalem, semuanya itu dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 20:21 Raja Hiskia meninggal dunia, lalu Manasye, anaknya, menggantikan dia sebagai raja.
2KI 21:1 Manasye naik takhta pada umur dua belas tahun dan memerintah selama lima puluh lima tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Hefsiba.
2KI 21:2 Raja Manasye melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Dia mengikuti cara hidup yang najis dari bangsa-bangsa Kanaan yang telah diusir TUHAN ketika Israel memasuki negeri itu.
2KI 21:3 Dia membangun kembali tempat-tempat pemujaan di bukit-bukit yang sudah dihancurkan Hiskia, ayahnya. Manasye mendirikan patung dewi Asyera dan mezbah-mezbah untuk menyembah Baal, sama seperti Ahab, raja Israel. Dia juga menyembah matahari, bulan, dan bintang-bintang.
2KI 21:4 Di rumah TUHAN, dia membuat mezbah-mezbah untuk berbagai dewa, padahal rumah itu telah dikhususkan TUHAN sebagai pusat penyembahan bagi diri-Nya.
2KI 21:5 Manasye membangun mezbah tersebut di halaman dalam dan halaman luar rumah TUHAN untuk mempersembahkan kurban kepada semua dewa penguasa langit.
2KI 21:6 Dia meminta ramalan dari tukang sihir, memakai jimat, meminta petunjuk dari pemanggil arwah, bahkan membakar anak laki-lakinya sebagai kurban. Begitu besar kejahatan Manasye di mata TUHAN sehingga bangkitlah amarah-Nya.
2KI 21:7 Manasye meletakkan patung Asyera buatannya di rumah TUHAN. Padahal tentang rumah itu TUHAN pernah berkata kepada Daud dan Salomo, “Kota Yerusalem dan rumah ini telah Aku pilih dari antara semua suku Israel sebagai pusat penyembahan kepada-Ku.
2KI 21:8 Apabila umat Israel menaati semua perintah-Ku, yaitu seluruh hukum yang sudah Aku sampaikan melalui hamba-Ku Musa, Aku tidak akan membiarkan mereka tersingkir dari negeri yang telah Aku berikan kepada nenek moyang mereka.”
2KI 21:9 Tetapi bangsa itu tidak taat. Terlebih lagi, Manasye menjerumuskan mereka untuk berbuat lebih jahat daripada bangsa-bangsa Kanaan yang sudah TUHAN musnahkan sewaktu orang Israel memasuki negeri itu.
2KI 21:10 Jadi berkatalah TUHAN kepada umat-Nya melalui para nabi,
2KI 21:11 “Karena Manasye telah melakukan hal-hal menjijikkan yang lebih jahat daripada bangsa Amori sebelumnya, juga menjerumuskan rakyat Yehuda ke dalam dosa penyembahan berhala,
2KI 21:12 maka Aku, TUHAN, Allah Israel, akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan Yehuda. Begitu mengerikan malapetaka itu hingga saat mendengarnya saja, setiap orang akan terkejut dan merasa ngeri.
2KI 21:13 Yerusalem akan Aku hukum dengan hukuman yang sama seperti Samaria dan keluarga Ahab. Aku akan menyapu bersih penduduknya. Yerusalem akan seperti piring yang dicuci, dilap, lalu dibalik.
2KI 21:14 Umat-Ku yang masih tersisa akan Aku serahkan kepada musuh-musuh mereka untuk ditindas dan dijarah,
2KI 21:15 karena sejak zaman nenek moyang mereka keluar dari Mesir, bangsa ini terus saja melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan membangkitkan amarah-Ku.”
2KI 21:16 Lagipula, selain menyembah berhala dan menjerumuskan rakyat Yehuda ke dalam kejahatan tersebut, Manasye juga banyak membunuh orang yang tak bersalah hingga kota Yerusalem seakan penuh dengan darah dari ujung ke ujung.
2KI 21:17 Kisah selebihnya tentang Raja Manasye, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya serta dosa-dosanya, semua itu dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 21:18 Manasye meninggal dunia dan dikuburkan di Taman Uza, yaitu taman istananya. Lalu Amon, anaknya, menggantikan dia sebagai raja.
2KI 21:19 Amon naik takhta pada umur dua puluh dua tahun. Dia memerintah selama dua tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Mesulemet anak Harus, dari kota Yotba.
2KI 21:20 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti Manasye.
2KI 21:21 Amon mengikuti cara hidup ayahnya itu dengan menyembah dewa-dewa sembahan Manasye.
2KI 21:22 Dia meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyangnya, dan tidak menaati perintah-perintah-Nya.
2KI 21:23 Suatu kali, sejumlah pejabat Raja Amon bersekongkol lalu membunuh dia di istananya.
2KI 21:24 Tetapi rakyat Yehuda bersepakat menghukum mati para pembunuh raja itu. Rakyat juga sepakat untuk mengangkat Yosia anak Amon menjadi raja menggantikan dia.
2KI 21:25 Kisah selebihnya tentang Amon, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 21:26 Amon dikuburkan di Taman Uza. Lalu Yosia, anaknya, menggantikan dia sebagai raja.
2KI 22:1 Yosia naik takhta pada umur delapan tahun. Dia memerintah selama tiga puluh satu tahun. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Yedida anak Adaya, dari kota Boskat.
2KI 22:2 Dia melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, leluhurnya.
2KI 22:3 Pada tahun kedelapan belas masa pemerintahannya, Yosia mengutus sekretaris kerajaan, yaitu Safan anak Azalya, cucu Mesulam, untuk pergi ke rumah TUHAN, dengan perintah,
2KI 22:4 “Temuilah Imam Besar Hilkia dan mintalah dia menghitung jumlah uang persembahan rakyat yang dikumpulkan oleh para imam yang bertugas menjaga pintu rumah TUHAN.
2KI 22:5 Serahkan uang itu kepada para mandor yang mengawasi perbaikan rumah TUHAN, untuk dibayarkan kepada para tukang yang bekerja,
2KI 22:6 yaitu tukang kayu, tukang bangunan, dan tukang pahat batu, juga untuk membeli kayu dan batu-batu yang diperlukan untuk perbaikan tersebut.
2KI 22:7 Tetapi tidak perlu meminta laporan pengeluaran dari para mandor, karena mereka orang-orang jujur.”
2KI 22:8 Sesudah itu, Hilkia berkata kepada Safan, “Saya menemukan sebuah kitab Taurat di rumah TUHAN.” Lalu Hilkia memberikannya kepada Safan, dan Safan membacanya.
2KI 22:9 Kemudian Safan kembali kepada raja dan melaporkan, “Hamba-hamba Tuan, para petugas di rumah TUHAN, sudah menyerahkan semua uang persembahan di rumah TUHAN kepada para mandor yang mengawasi perbaikan.”
2KI 22:10 Safan juga berkata, “Imam Besar Hilkia memberikan sebuah kitab kepada saya.” Lalu dia membacakannya kepada raja.
2KI 22:11 Ketika Yosia mendengar isi kitab Taurat itu, dia merobek jubahnya, tanda penyesalan dan dukacita.
2KI 22:12 Lalu Yosia memberi perintah berikut kepada Hilkia, Ahikam anak Safan, Akbor anak Mikaya, Safan (sekretaris kerajaan), dan Asaya (pelayan pribadi raja),
2KI 22:13 “Pergilah meminta petunjuk TUHAN tentang isi kitab yang baru ditemukan ini. Saya dan seluruh rakyat Yehuda seharusnya dapat mengetahui keinginan TUHAN sehingga kita semua dapat melakukannya. TUHAN pasti sangat marah kepada kita karena nenek moyang kita tidak mematuhi segala sesuatu yang tertulis di dalamnya.”
2KI 22:14 Lalu mereka berlima pergi menemui seorang nabi perempuan bernama Hulda, istri Salum anak Tikwa, cucu Harhas. (Salum adalah pegawai yang bertugas dalam pemeliharaan jubah-jubah khusus untuk acara penting di rumah TUHAN.) Salum dan Hulda tinggal di bagian baru kota Yerusalem. Sesudah pertanyaan raja disampaikan,
2KI 22:15 Hulda berkata, “Sampaikanlah kepada Yosia pesan ini dari TUHAN, Allah Israel,
2KI 22:16 ‘Aku akan menjatuhkan malapetaka atas Yerusalem dan penduduknya, sesuai dengan perkataan yang tertulis dalam kitab yang sudah kamu baca,
2KI 22:17 karena mereka telah meninggalkan Aku dan membakar dupa untuk menyembah dewa-dewa, yaitu berhala yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri. Itulah sebabnya murka-Ku akan membakar kota ini seperti api yang tidak dapat dipadamkan.’
2KI 22:18 “Tetapi khusus untuk Yosia, sampaikanlah, ‘Begini pesan TUHAN untukmu: Kamu telah mendengar tentang amarah-Ku terhadap bangsa ini.
2KI 22:19 Dan Aku melihat bahwa kamu sangat menyesal, lalu merendahkan diri di hadapan-Ku ketika mendengar ketetapan hukuman bahwa Aku akan menghancurkan dan mengutuk tempat ini. Kamu merobek jubahmu sebagai tanda penyesalan serta meratap kepada-Ku. Aku juga mendengar doamu itu.
2KI 22:20 Maka ketahuilah, kamu akan mati dan dikuburkan dalam damai. Sehingga kamu tidak mengalami segala malapetaka yang akan Aku timpakan atas negeri ini.’” Lalu kelima pejabat itu kembali menemui Raja Yosia dan menyampaikan kepadanya apa yang dikatakan Hulda.
2KI 23:1 Raja Yosia mengirim panggilan agar semua pemimpin di Yehuda dan Yerusalem datang berkumpul
2KI 23:2 di rumah TUHAN. Selain mereka, semua imam, nabi, bahkan seluruh penduduk Yerusalem dan rakyat Yehuda dari segala kalangan juga dipanggil berkumpul. Kemudian raja membacakan seluruh isi kitab yang ditemukan di rumah TUHAN. Kitab itu menjelaskan hal-hal yang wajib dilakukan untuk mengikuti perjanjian dengan TUHAN.
2KI 23:3 Yosia berdiri di sebelah tiang yang selalu digunakan ketika raja berpidato, lalu memimpin rakyat untuk mengikat perjanjian dengan TUHAN. Dengan suara bulat mereka berjanji untuk menaati TUHAN dengan segenap hati dan segenap nafas hidup, yaitu melakukan semua perintah, peraturan, dan ketetapan-Nya yang tertulis dalam kitab Taurat itu.
2KI 23:4 Sesudah itu raja memerintahkan Imam Besar Hilkia, wakil imam besar, dan para imam yang bertugas menjaga pintu rumah TUHAN, agar mengeluarkan dari tempat itu segala peralatan yang digunakan untuk menyembah Baal, Asyera, dan benda-benda langit. Semuanya dibakar di luar Yerusalem, di lembah Kidron. Lalu abunya dibawa ke Betel.
2KI 23:5 Yosia juga mengusir para imam dewa di kuil-kuil yang tersebar di kota-kota wilayah Yehuda, termasuk di sekitar Yerusalem. Mereka dahulu dilantik oleh raja-raja Yehuda sebelumnya untuk membakar dupa dan kurban kepada Baal, matahari, bulan, dan bintang-bintang.
2KI 23:6 Tiang dewi Asyera dikeluarkan dari rumah TUHAN, lalu dibakar di lembah Kidron. Sisa bakarannya ditumbuk sampai halus dan ditabur di atas kuburan warga.
2KI 23:7 Kamar-kamar pelacur laki-laki yang ada di rumah TUHAN dibongkar. Ruangan itu juga digunakan oleh para perempuan untuk menenun kain-kain yang dipakai dalam penyembahan dewi Asyera.
2KI 23:8 Sebelum ini, semua imam tersebar di seluruh daerah Yehuda, karena merekalah yang melakukan persembahan kurban yang diadakan di segala tempat pemujaan dewa-dewa. Yosia mengumpulkan mereka kembali di Yerusalem. Lalu dari kota Geba di ujung utara Yehuda sampai Bersyeba di ujung selatan, semua kuil dan mezbah dewa dijadikan tempat najis. Juga semua kuil dewa di dekat setiap gerbang kota dihancurkan, termasuk yang disebut Gerbang Yosua di Yerusalem. (Yosua ini pernah menjabat sebagai gubernur Yerusalem, dan kuilnya itu terletak di sebelah kiri gerbang utama.)
2KI 23:9 Imam-imam yang pernah bertugas di kuil dewa tidak diperbolehkan melayani di mezbah TUHAN di Yerusalem, tetapi mereka diizinkan mendapat jatah roti tanpa ragi bersama imam lainnya.
2KI 23:10 Di lembah Ben Hinom ada suatu tempat bernama Tofet. Di sana terletak mezbah pembakaran anak-anak untuk dewa Molok. Raja Yosia memerintahkan agar mezbah itu juga dijadikan tempat najis sehingga tidak lagi bisa digunakan untuk mengurbankan anak.
2KI 23:11 Dulu, raja-raja Yehuda sebelum Yosia menempatkan dua patung kuda dan kereta-keretanya di gerbang rumah TUHAN sebagai lambang penyembahan matahari. (Gerbang itu adalah yang berada dekat tempat tinggal Natan Melek, salah satu pejabat kerajaan.) Yosia memerintahkan supaya kereta itu dibakar dan kudanya dihancurkan.
2KI 23:12 Yosia menghancurkan mezbah-mezbah buatan raja-raja Yehuda yang diletakkan di atas atap datar di kediaman mendiang Raja Ahas dulu. Dan di kedua teras rumah TUHAN, mezbah-mezbah yang dibangun Raja Manasye juga diruntuhkan. Semua itu ditumbuk sampai halus lalu dibuang di Lembah Kidron.
2KI 23:13 Raja Yosia juga menghancurkan kuil-kuil berhala yang dibangun Raja Salomo di sebelah selatan Bukit Kekafiran, yaitu kuil untuk menyembah Astoret (dewi bangsa Sidon), Kamos (dewa bangsa Moab), dan Molok (dewa bangsa Amon).
2KI 23:14 Juga atas perintahnya, semua tugu batu yang digunakan dalam penyembahan dewa-dewa dihancurkan, dan tiang kayu lambang dewi Asyera ditebang dan dibakar. Kemudian tulang belulang manusia dibuang ke sana sehingga semua tempat itu menjadi najis.
2KI 23:15 Yosia melakukan hal yang sama di tempat penyembahan buatan Yerobeam anak Nebat di Betel, yaitu raja Israel yang menjerumuskan orang Israel ke dalam dosa. Patung Asyera di situ dibakar habis, juga benda-benda lain yang berhubungan dengan penyembahan dewa dihancurkan. Ketika Yosia memandang berkeliling di sekitar tempat itu, dia melihat beberapa makam di bukit. Lalu dia memerintahkan agar tulang-tulang dari sana dibawa keluar dan dibakar di atas mezbah yang ada di situ, sehingga tempat itu menjadi najis. Terakhir mezbah itu dihancurkan dan sisanya ditumbuk sampai halus. Tanpa Yosia menyadarinya, tindakan itu menggenapi perkataan TUHAN melalui nabi muda yang datang dari Yehuda pada hari peresmian mezbah itu.
2KI 23:17 Salah satu kuburan menarik perhatian Yosia dan dia bertanya, “Makam siapakah itu?” Penduduk Betel menjawab, “Nabi dari Yehuda yang dulu menubuatkan hal-hal yang baru saja Baginda lakukan terhadap mezbah ini.”
2KI 23:18 Yosia berkata, “Kalau begitu biarkanlah makam itu. Jangan dibongkar.” Jadi mereka tidak mengeluarkan tulangnya. Juga sebuah makam lain, yaitu nabi tua yang adalah orang setempat, tidak dibongkar.
2KI 23:19 Yosia menghancurkan pula semua tempat pemujaan di Samaria dan kota-kota sekitarnya, seperti yang dia lakukan di Betel. Tempat-tempat tersebut didirikan oleh raja-raja Israel dan itulah yang membuat TUHAN marah.
2KI 23:20 Para imam dewa yang bertugas di sana dibunuh di atas mezbah-mezbah berhala mereka. Lalu di atasnya dibakar juga tulang-tulang dari mayat manusia sehingga tempat itu menjadi najis. Sesudah selesai, Yosia kembali ke Yerusalem.
2KI 23:21 Kemudian Raja Yosia mengeluarkan perintah kepada seluruh rakyat, “Rayakanlah Paskah bagi TUHAN Allah kita, seperti yang tertulis dalam kitab perjanjian TUHAN dengan kita.”
2KI 23:22 Jadi, pada tahun kedelapan belas pemerintahan Yosia, Paskah besar dirayakan di Yerusalem. Belum pernah ada perayaan Paskah sebesar itu sejak zaman para pembela Israel dan sepanjang zaman pemerintahan semua raja Israel dan Yehuda sebelum Yosia.
2KI 23:24 Selanjutnya, Yosia mengusir dari Yerusalem dan Yehuda semua pemanggil arwah dan tukang sihir, serta membuang semua patung berhala pelindung keluarga, berhala lainnya, dan semua barang yang menjijikkan karena berkaitan dengan dewa-dewa atau praktik ilmu gaib. Dia melakukannya untuk menaati hukum dalam kitab Taurat yang ditemukan oleh Imam Besar Hilkia di rumah TUHAN.
2KI 23:25 Sebelum dan sesudah Yosia tidak ada raja lainnya yang seperti dia, yang berbalik kepada TUHAN dan melakukan semua hukum Musa dengan segenap hati, segenap nafas hidup, dan segenap kekuatannya.
2KI 23:26 Namun, orang Yehuda telah sangat berdosa dengan mengikuti segala kejahatan Raja Manasye. TUHAN tetap memperhitungkan dosa-dosa tersebut. Dan karena itu Dia menunggu saatnya untuk mengobarkan murka hukuman-Nya atas Yehuda.
2KI 23:27 Itu sebabnya TUHAN berkata, “Yehuda juga akan Aku singkirkan dari negeri-Ku sama seperti yang sudah terjadi pada Israel. Yerusalem dan rumah-Ku akan Aku tinggalkan, sekalipun Aku pernah mengatakan bahwa tempat ini adalah untuk kehormatan-Ku.”
2KI 23:28 Kisah selebihnya tentang Raja Yosia, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 23:29 Pada zaman Yosia, Raja Neko dari Mesir mengerahkan pasukannya ke sungai Efrat untuk membantu tentara Asyur. Yosia dan pasukannya pergi ke sana untuk memerangi Neko. Tetapi Neko menewaskan Yosia di Megido.
2KI 23:30 Para pegawai Yosia membawa mayatnya dengan kereta dari Megido ke Yerusalem, lalu menguburkan dia di makamnya sendiri. Rakyat Yehuda sepakat memilih Yoahas, anaknya, menjadi raja. Yoahas pun diurapi sebagai raja pengganti.
2KI 23:31 Yoahas naik takhta pada umur dua puluh tiga tahun. Dia memerintah selama tiga bulan. Ibukotanya di Yerusalem. Ibunya bernama Hamutal anak Yeremia, dari kota Libna.
2KI 23:32 Yoahas melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti raja-raja sebelumnya.
2KI 23:33 Raja Neko memenjarakan dia di kota Ribla di daerah Hamat milik kerajaan Asyur, dan dengan demikian berakhirlah masa pemerintahan Yoahas. Neko kemudian menjadikan Yehuda sebagai wilayah jajahannya dan menuntut pajak sebesar 3.400 kilogram perak dan 34 kilogram emas.
2KI 23:34 Raja Neko mengangkat saudara Yoahas, yaitu Elyakim anak Yosia, menjadi raja Yehuda menggantikan ayahnya. Neko juga mengubah namanya menjadi Yoyakim. Sementara itu, Yoahas dibawa ke Mesir dan meninggal di sana.
2KI 23:35 Untuk bisa membayar jumlah perak dan emas yang dituntut raja Mesir, Yoyakim memungut pajak dari rakyat. Tiap-tiap orang dikenai pajak yang berbeda sesuai kekayaan mereka masing-masing.
2KI 23:36 Yoyakim berumur dua puluh lima tahun ketika naik takhta, dan dia memerintah selama sebelas tahun di Yerusalem. Ibunya bernama Zebida anak Pedaya, dari kota Ruma.
2KI 23:37 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti raja-raja Yehuda sebelumnya.
2KI 24:1 Pada masa kepemimpinan Yoyakim, Raja Nebukadnezar dari Babel menyerang negeri Yehuda dan mengalahkannya. Selama tiga tahun Yoyakim takluk menjadi jajahan Babel, tetapi kemudian dia memberontak.
2KI 24:2 TUHAN mendatangkan pasukan dari bangsa Babel, Moab, Aram, dan Amon, untuk menghancurkan Yehuda. Semua itu terjadi sesuai dengan perkataan TUHAN yang telah disampaikan melalui hamba-Nya, para nabi.
2KI 24:3 TUHAN sudah menetapkan bahwa bangsa Yehuda harus disingkirkan dari negeri-Nya. Kehancuran itu adalah hukuman atas segala dosa Raja Manasye,
2KI 24:4 termasuk pembunuhan yang dia lakukan terhadap orang-orang tak bersalah. Kota Yerusalem penuh dengan utang darah, dan TUHAN tidak mau membiarkan semuanya itu berlalu tanpa dihukum.
2KI 24:5 Kisah selebihnya tentang Yoyakim, termasuk tindakan-tindakan yang diambilnya, dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda.
2KI 24:6 Yoyakim meninggal dunia, dan Yoyakin anaknya menggantikan dia.
2KI 24:7 Raja Mesir tidak lagi pergi berperang untuk merebut wilayah sekitar karena kerajaan Babel sudah menaklukan seluruh kawasan yang terbentang dari sungai di perbatasan utara Mesir sampai ke sungai Efrat.
2KI 24:8 Yoyakin naik takhta pada umur delapan belas tahun. Dia memerintah selama tiga bulan di Yerusalem. Ibunya bernama Nehusta anak Elnatan, orang Yerusalem.
2KI 24:9 Yoyakin melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti ayahnya.
2KI 24:10 Pada masa Yoyakin, tentara Nebukadnezar dari kerajaan Babel mengepung Yerusalem.
2KI 24:11 Dalam pengepungan itu, Raja Nebukadnezar sendiri juga datang ke kota itu.
2KI 24:12 Lalu Yoyakin menyerahkan diri kepada Nebukadnezar. Dia ditawan bersama dengan ibu suri serta semua pejabat dan pegawainya. Peristiwa itu terjadi pada tahun kedelapan masa pemerintahan Nebukadnezar.
2KI 24:13 Kemudian Nebukadnezar memberi perintah supaya seluruh barang berharga dari rumah TUHAN dan istana diangkut ke Babel. Semua perkakas rumah TUHAN yang berlapis emas buatan Salomo dibongkar dan emasnya diambil. Hal ini terjadi tepat seperti pesan TUHAN melalui nabi-Nya.
2KI 24:14 Penduduk Yerusalem ditawan ke negeri Babel, termasuk para bangsawan, pejabat, tentara, juga perajin dan tukang logam. Jumlah seluruhnya 10.000 orang. Hampir tak ada yang tersisa di kota kecuali rakyat kecil yang paling miskin.
2KI 24:15 Yoyakin beserta ibunya, istri-istrinya, pegawai-pegawainya, dan semua orang terkemuka Yehuda dibawa ke Babel.
2KI 24:16 Tentara yang diangkut berjumlah 7.000 orang. Perajin dan tukang besi 1.000 orang. Semuanya orang kuat yang bisa berperang.
2KI 24:17 Raja Babel mengangkat paman Yoyakin, yaitu Matania anak Yosia, untuk menjadi raja di Yehuda. Nebukadnezar mengganti namanya menjadi Zedekia.
2KI 24:18 Zedekia naik takhta pada umur dua puluh satu tahun. Dia memerintah selama sebelas tahun di Yerusalem. Ibunya bernama Hamutal anak Yeremia, dari kota Libna.
2KI 24:19 Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN sama seperti Yoyakim saudaranya.
2KI 24:20 Rakyat Yerusalem dan Yehuda disingkirkan TUHAN dari negeri-Nya oleh karena murka-Nya atas mereka. Setelah beberapa tahun memerintah, Zedekia memberontak terhadap Nebukadnezar.
2KI 25:1 Maka pada tanggal 15 Januari tahun kesembilan pemerintahan Zedekia (588 SM), Nebukadnezar memimpin seluruh pasukannya menyerang Yerusalem. Mereka berkemah di sekelilingnya dan menimbun tembok dengan tanah untuk mengurung kota itu.
2KI 25:2 Pengepungan berlangsung hingga tahun kesebelas pemerintahan Zedekia (586 SM).
2KI 25:3 Selama tiga tahun itu, bahan makanan di dalam kota semakin menipis, hingga akhirnya, pada tanggal 18 Juli, habislah semua persediaan. Terjadilah bencana kelaparan yang benar-benar parah.
2KI 25:4 Lagipula, salah satu bagian tembok Yerusalem mulai diruntuhkan. Karena itu Zedekia dan tentara-tentaranya kabur pada malam hari kabur lewat gerbang di antara tembok ganda dekat taman istana raja. Mereka lari ke arah dataran Yeriko, sementara pasukan Babel berjaga di sekeliling kota.
2KI 25:5 Tetapi kepergian mereka ketahuan! Sejumlah tentara Babel mengejar Zedekia dan berhasil menangkap dia. Semua tentaranya berhasil melarikan diri.
2KI 25:6 Zedekia pun dibawa menghadap raja Babel di kota Ribla, lalu dijatuhi hukuman.
2KI 25:7 Dia dipaksa menyaksikan anak-anaknya dibantai. Sesudah itu kedua matanya dicungkil. Kemudian Zedekia dirantai dan diangkut ke Babel.
2KI 25:8 Pada tanggal 14 Agustus dalam tahun kesembilan belas masa pemerintahan Nebukadnezar (586 SM), komandan tentara Babel yang bernama Nebuzaradan masuk ke Yerusalem.
2KI 25:9 Dia memerintahkan pasukannya untuk membakar rumah TUHAN, istana, dan semua rumah di kota itu, termasuk semua bangunan besar.
2KI 25:10 Berikutnya mereka merobohkan benteng kota yang mengelilingi Yerusalem.
2KI 25:11 Semua orang yang masih tersisa di sana ditangkap Nebuzaradan untuk diangkut ke Babel,
2KI 25:12 tetapi sejumlah rakyat miskin ditinggalkan untuk mengerjakan ladang dan kebun anggur.
2KI 25:13 Barang-barang besar dari perunggu di rumah TUHAN dipecahkan, termasuk kedua tiang besar (Yakhin dan Boas), bejana raksasa (yang disebut Laut Buatan), dan kesepuluh bejana pembasuhan serta keretanya. Lalu semua potongan perunggu itu diangkut ke Babel.
2KI 25:14 Sedangkan barang perunggu yang kecil-kecil langsung dibawa begitu saja, seperti wadah-wadah, sekop abu, sendok, dan segala perkakas lainnya.
2KI 25:15 Nebuzardan membawa pula seluruh peralatan dari emas dan perak, termasuk tempat pembakaran dupa dan mangkuk.
2KI 25:16 Semua barang perunggu yang dibuat oleh Salomo untuk rumah TUHAN itu sangatlah berat, sampai tidak terhitung beratnya.
2KI 25:17 Tinggi kedua tiang itu masing-masing 8,2 meter dan pada puncaknya terdapat hiasan kepala tiang setinggi 1,5 meter dengan jaring-jaring dan rangkaian buah delima. Semuanya terbuat dari perunggu. Kedua tiang itu sama persis bentuk dan ukurannya.
2KI 25:18 Imam Besar Seraya dan wakilnya, Zefanya, beserta tiga imam yang bertugas menjaga pintu rumah TUHAN juga ditangkap dan dibawa ke Babel.
2KI 25:19 Dari dalam kota Yerusalem juga ditangkap seorang panglima tentara, lima orang penasihat raja, sekretaris militer yang bertugas menghimpun rakyat ke dalam angkatan perang, dan enam puluh warga biasa yang sedang bersembunyi.
2KI 25:20 Nebuzaradan membawa mereka menghadap raja Babel di kota Ribla,
2KI 25:21 di wilayah Hamat. Lalu raja membunuh mereka. Demikianlah orang Yehuda dibuang dari negeri mereka.
2KI 25:22 Lalu Nebukadnezar mengangkat Gedalya anak Ahikam, cucu Safan, menjadi penanggung jawab atas rakyat yang ditinggalkan di Yehuda.
2KI 25:23 Pada waktu itu masih ada bekas komandan dan prajurit Yehuda yang tertinggal di wilayah itu. Ketika mereka mendengar bahwa Gedalya ditugaskan sebagai penanggung jawab, mereka menemui dia di kota Mispa. Para komandan yang datang ialah Ismael anak Netanya, Yohanan anak Karea, Seraya anak Tanhumet dari kota Netofa, dan Yaazanya anak Maaka.
2KI 25:24 Lalu Gedalya meyakinkan mereka, “Jangan takut. Pemerintah Babel tidak akan mencelakai kalian. Tinggallah di wilayah ini dan taatlah kepada raja Babel, maka kalian akan baik-baik saja.”
2KI 25:25 Tetapi pada bulan November (586 SM), Ismael anak Netanya, cucu Elisama, yang juga masih keturunan raja Yehuda, memimpin sepuluh orang ke Mispa. Di sana mereka membunuh Gedalya serta sejumlah orang Yahudi dan orang Babel yang bersamanya.
2KI 25:26 Maka penduduk lain yang tidak terlibat, bahkan para komandan, melarikan diri ke Mesir karena takut pasukan Babel akan membalas pembunuhan itu dengan serangan balik.
2KI 25:27 Pada tanggal 2 April tahun ketiga puluh tujuh dalam masa pembuangan orang Yehuda ke Babel (561 SM), Ewil Merodak naik takhta menjadi raja Babel. Tahun itu juga dia mengeluarkan Yoyakin dari penjara.
2KI 25:28 Raja Ewil menunjukkan kebaikan hatinya kepada Yoyakin sehingga kedudukan yang diberikan kepadanya lebih tinggi dari raja-raja bangsa lain yang juga dipenjarakan di Babel.
2KI 25:29 Yoyakin tidak lagi mengenakan baju tahanan, dan seumur hidupnya dia makan semeja bersama para pejabat raja.
2KI 25:30 Seluruh biaya hidup dan keperluannya sehari-hari dicukupi oleh raja Babel.
EZR 1:1 Pada tahun pertama sesudah Kores menjadi raja atas Persia, TUHAN menggerakkan hati Kores untuk membebaskan orang Israel, sesuai dengan janji TUHAN yang disampaikan melalui Nabi Yeremia. Maka Raja Kores mengumumkan suatu perintah mengenai orang Yahudi.
EZR 1:2 Beginilah isi pengumuman itu, “Perhatikan! Inilah perintah saya, raja Persia. Saya sudah ditetapkan oleh TUHAN, Allah yang berkuasa di surga, sebagai raja atas seluruh dunia, dan Dia memerintahkan saya untuk membangun rumah-Nya di kota Yerusalem, di daerah Yehuda.
EZR 1:3 Karena itu saya mengizinkan kalian orang Israel, yaitu umat TUHAN, untuk pulang dan membangun rumah TUHAN, Allah kalian, yang ada di Yerusalem. Semoga TUHAN menyertai kalian!
EZR 1:4 Dan siapa saja dari orang Israel yang akan tetap tinggal di Persia harus membantu mereka dengan menyumbangkan kekayaannya, yaitu emas, perak, ternak, dan bekal untuk perjalanan mereka, juga sumbangan untuk pembangunan rumah Allah di Yerusalem.”
EZR 1:5 Sesudah mendengar perintah itu, para pemimpin suku Yehuda dan Benyamin, serta para pemimpin imam dan orang Lewi, bahkan setiap orang yang hatinya sudah digerakkan oleh Allah, segera mempersiapkan diri untuk pulang ke Yerusalem dan membangun kembali rumah TUHAN.
EZR 1:6 Semua orang yang tinggal di dekat mereka juga ikut membantu secara sukarela dengan menyumbangkan emas, perak, ternak, dan barang-barang berharga yang lain. Bantuan itu belum termasuk sumbangan untuk pembangunan rumah TUHAN.
EZR 1:7 Raja Kores juga memerintahkan untuk mengembalikan perkakas yang dirampas dan diangkut dari rumah TUHAN oleh Raja Nebukadnezar dan disimpan olehnya di kuil dewa di kota Babel.
EZR 1:8 Kores mempercayakan tugas untuk mengurus perkakas itu kepada Mitredat, kepala pengurus barang-barang milik pemerintah. Lalu Mitredat mencatat alat-alat itu dan menyerahkannya kepada Sesbazar, pemimpin suku Yehuda.
EZR 1:9 Semua barang itu dicatat secara terperinci: piring besar dari emas— 30 buah, piring besar dari perak— 1.000 buah, pisau— 29 buah,
EZR 1:10 baskom dari emas— 30 buah, baskom dari perak— 410 buah, barang-barang lain— 1.000 buah.
EZR 1:11 Jumlah seluruh perkakas dari emas dan perak itu 5.400 buah. Semuanya diangkut oleh Sesbazar waktu mereka pulang dari Babel ke Yerusalem.
EZR 2:1 Inilah daftar orang-orang Israel yang meninggalkan negeri Babel dan kembali ke Yerusalem maupun ke kota mereka masing-masing di wilayah Yehuda. Mereka adalah sebagian dari tawanan yang dulu diangkut oleh Raja Nebukadnezar.
EZR 2:2 Pemimpin-pemimpin mereka adalah Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum, dan Baana. Mereka memimpin setiap kelompok keluarga dari suku-suku Israel yang pulang. Inilah daftar nama keluarga beserta jumlah keturunan mereka yang pulang dari pembuangan:
EZR 2:3 Keturunan Paros 2.172 orang,
EZR 2:4 keturunan Sefaca 372 orang,
EZR 2:5 keturunan Arah 775 orang,
EZR 2:6 keturunan Pahat Moab (yaitu keturunan dari Yesua dan Yoab) 2.812 orang,
EZR 2:7 keturunan Elam 1.254 orang,
EZR 2:8 keturunan Zatu 945 orang,
EZR 2:9 keturunan Zakai 760 orang,
EZR 2:10 keturunan Bani 642 orang,
EZR 2:11 keturunan Bebai 623 orang,
EZR 2:12 keturunan Azgad 1.222 orang,
EZR 2:13 keturunan Adonikam 666 orang,
EZR 2:14 keturunan Bigwai 2.056 orang,
EZR 2:15 keturunan Adin 454 orang,
EZR 2:16 keturunan Ater (disebut juga dengan nama Hiskia) 98 orang,
EZR 2:17 keturunan Bezai 323 orang,
EZR 2:18 keturunan Yora 112 orang,
EZR 2:19 keturunan Hasum 223 orang,
EZR 2:20 keturunan Gibar 95 orang.
EZR 2:21 Berikut ini jumlah orang yang kembali ke kota-kota asal nenek moyang mereka: Betlehem 123 orang,
EZR 2:22 Netofa 56 orang,
EZR 2:23 Anatot 128 orang,
EZR 2:24 Asmawet 42 orang,
EZR 2:25 Kiryat Yearim, Kefira, dan Beerot 743 orang,
EZR 2:26 Rama dan Geba 621 orang,
EZR 2:27 Mikmas 122 orang,
EZR 2:28 Betel dan Ai 223 orang,
EZR 2:29 Nebo 52 orang,
EZR 2:30 Magbis 156 orang,
EZR 2:31 Elam 1.254 orang,
EZR 2:32 Harim 320 orang,
EZR 2:33 Lod, Hadid, dan Ono 725 orang,
EZR 2:34 Yeriko 345,
EZR 2:35 Senaa 3.630 orang.
EZR 2:36 Jumlah yang pulang dari golongan para imam: Keturunan Yedaya (yang adalah keturunan dari anak Yedaya bernama Yesua) 973 orang,
EZR 2:37 keturunan Imer 1.052 orang,
EZR 2:38 keturunan Pasyur 1.247 orang,
EZR 2:39 keturunan Harim 1.017 orang.
EZR 2:40 Dari suku Lewi: Keturunan Yesua dan Kadmiel. (Yang dari Kadmiel adalah keturunan dari anaknya bernama Hodawya.) Yang pulang sebanyak 74 orang.
EZR 2:41 Dari para penyanyi di rumah TUHAN: Keturunan Asaf 128 orang.
EZR 2:42 Dari golongan penjaga pintu masuk rumah TUHAN: Keturunan Salum, Ater, Talmon, Akub, Hatita, dan Sobai, yang pulang sebanyak 139 orang.
EZR 2:43 Dari golongan para pembantu yang dulu bekerja di rumah TUHAN, yaitu keturunan: Ziha, Hasufa, Tabaot,
EZR 2:44 Keros, Siaha, Padon,
EZR 2:45 Lebana, Hagaba, Akub,
EZR 2:46 Hagab, Samlai, Hanan,
EZR 2:47 Gidel, Gahar, Reaya,
EZR 2:48 Rezin, Nekoda, Gazam,
EZR 2:49 Uza, Paseah, Besai,
EZR 2:50 Asna, Meunim, Nefusim,
EZR 2:51 Bakbuk, Hakufa, Harhur,
EZR 2:52 Bazlut, Mehida, Harsa,
EZR 2:53 Barkos, Sisera, Temah,
EZR 2:54 Neziah, dan Hatifa.
EZR 2:55 Dari golongan para pembantu Raja Salomo, yaitu keturunan: Sotai, Soferet, Peruda,
EZR 2:56 Yaala, Darkon, Gidel,
EZR 2:57 Sefaca, Hatil, Pokeret Hazebaim, dan Ami.
EZR 2:58 Jumlah keturunan para pembantu di rumah TUHAN dan para pembantu Raja Salomo yang pulang dari pembuangan sebanyak 392 orang.
EZR 2:59 Ada juga yang ikut pulang bersama-sama dengan orang buangan dari kota-kota Tel Mela, Tel Haran, Kerub, Adan, dan Ime. Jumlah mereka terhitung sebanyak 652 orang. Mereka termasuk keturunan Delaya, Tobia, dan Nekoda, tetapi mereka tidak bisa membuktikan bahwa leluhur mereka terhubung kepada salah satu suku Israel, karena nama-nama leluhur mereka tidak terdaftar dalam buku daftar keturunan suku Israel.
EZR 2:61 Beberapa keluarga imam juga tidak diterima bergabung dalam kelompok imam, karena nama leluhur mereka tidak ada di dalam buku daftar itu, sehingga mereka dinyatakan tidak suci dan tidak layak untuk pelayanan keimaman di rumah TUHAN. Mereka adalah keluarga Habaya, Hakos, dan Barzilai. (Sebelum bernama Barzilai, dia menikah dengan anak perempuan Barzilai dari Gilead. Kemudian dia dipanggil dengan nama Barzilai, seperti nama mertuanya itu.)
EZR 2:63 Gubernur daerah Yehuda melarang mereka memakan makanan yang dipersembahkan kepada Allah, sebelum imam yang berwenang memakai Urim dan Tumim untuk meminta petunjuk Allah tentang mereka.
EZR 2:64 Jumlah seluruh orang buangan yang pulang adalah 42.360 orang.
EZR 2:65 Pembantu mereka baik laki-laki maupun perempuan terhitung sebanyak 7.337 orang. Mereka juga mempunyai pembantu khusus sebanyak 200 orang penyanyi laki-laki dan perempuan.
EZR 2:66 Mereka membawa 736 ekor kuda, 245 bagal,
EZR 2:67 435 ekor unta, dan 6.720 ekor keledai.
EZR 2:68 Sesampainya mereka di Yerusalem, tepatnya di lokasi bekas bangunan rumah TUHAN pernah berdiri, beberapa pemimpin keluarga memberikan persembahan secara sukarela untuk membangun kembali rumah itu.
EZR 2:69 Mereka memberi sumbangan menurut kemampuan masing-masing. Jumlah persembahan yang terkumpul adalah 61.000 kilogram emas, 5.000 kilogram perak, dan 100 baju panjang khusus untuk para imam. Semua ini dimasukkan ke dalam gedung penyimpanan untuk harta rumah TUHAN.
EZR 2:70 Demikianlah para imam, orang-orang Lewi, sebagian dari rakyat biasa, juga para pemusik, penjaga pintu gerbang rumah TUHAN, dan para pembantu rumah TUHAN tinggal di kota-kota dekat Yerusalem, sedangkan rakyat Israel selebihnya kembali ke kota-kota asal nenek moyang mereka dahulu.
EZR 3:1 Memasuki bulan ketujuh, semua orang Israel berkumpul lagi di Yerusalem.
EZR 3:2 Sebelum mereka memulai pembangunan rumah TUHAN, Yesua anak Yozadak dan Zerubabel anak Sealtiel serta para imam dan sahabat-sahabat Zerubabel membuat mezbah tempat membakar kurban-kurban persembahan kepada Allah, sesuai dengan yang tertulis dalam kitab Musa hamba Allah.
EZR 3:3 Biarpun mereka takut diserang oleh orang dari bangsa-bangsa sekitar, mereka tetap membangun mezbah itu di tempat semula dan mulai mempersembahkan kurban-kurban yang dibakar habis untuk TUHAN. Mereka membakar kurban itu sesuai jadwal pada waktu pagi maupun sore.
EZR 3:4 Mereka juga merayakan Hari Raya Pondok Cabang-cabang Berdaun sesuai peraturan yang ada, dan setiap hari kurban yang dibakar habis terus dilakukan di mezbah menurut giliran yang sudah ditetapkan.
EZR 3:5 Sejak hari pertama bulan ketujuh itu, mereka sudah mulai mempersembahkan kurban secara rutin— baik kurban yang dibakar habis yang tetap, kurban yang dibakar habis pada bulan baru dan pada setiap hari raya TUHAN yang kudus, maupun persembahan sukarela dari setiap orang kepada TUHAN— meskipun pondasi rumah TUHAN belum mulai dibuat.
EZR 3:7 Sesudah itu rakyat menyumbang uang untuk membayar tukang batu dan tukang kayu. Mereka juga membeli kayu-kayu aras dari orang Tirus dan Sidon dengan bayaran berupa bahan makanan, minuman, dan minyak zaitun. Kayu itu diangkut dari wilayah Libanon ke Yopa melalui jalur laut. Semuanya itu dilakukan rakyat sesuai dengan perintah Kores, raja Persia.
EZR 3:8 Kemudian tibalah tahun kedua sesudah orang Israel berkumpul di rumah Allah di Yerusalem. Pada bulan kedua dalam tahun itu, mereka mulai membangun rumah TUHAN. Zerubabel anak Sealtiel dan Yesua anak Yozadak, bersama sahabat-sahabat mereka yaitu para imam dan orang-orang Lewi, juga seluruh rakyat yang sudah pulang dari Babel ke Yerusalem turut mengambil bagian dalam pembangunan itu. Orang-orang suku Lewi yang berusia dua puluh tahun ke atas ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan pembangunan rumah TUHAN.
EZR 3:9 Pekerjaan pembangunan ini dipimpin oleh Yesua dari suku Lewi, Kadmiel dari suku Yehuda, bersama semua anak dan saudara-saudara mereka, serta keturunan Henadad dari suku Lewi beserta saudara-saudara mereka.
EZR 3:10 Pada waktu tukang bangunan mulai meletakkan pondasi rumah TUHAN, para imam mengenakan jubah khusus dan memegang terompet, lalu berdiri untuk memuji TUHAN. Orang-orang Lewi dari keturunan Asaf juga maju membawa alat musik ceracap. Puji-pujian itu dilakukan menurut cara yang sudah ditetapkan oleh Raja Daud.
EZR 3:11 Mereka bersyukur kepada TUHAN dan menyanyi bersahut-sahutan, “TUHAN itu baik! Sesungguhnya kasih dan kesetiaan-Nya tetap ada bagi kita sampai selama-lamanya!” Seluruh rakyat bersorak dengan nyaring karena bersukacita melihat pondasi rumah TUHAN sudah diletakkan.
EZR 3:12 Sebagian besar imam dan orang Lewi serta para kepala keluarga yang dahulu pernah melihat bangunan rumah TUHAN yang pertama menangis keras-keras waktu mereka menyaksikan peletakan pondasi rumah TUHAN yang baru ini, tetapi generasi baru yang tidak mengetahui bangunan yang dulu pun tetap bersorak-sorak dengan penuh sukacita.
EZR 3:13 Saat itu, sulit membedakan antara suara teriakan sukacita atau suara tangisan, sebab bunyinya begitu nyaring. Suara mereka terdengar sampai jauh.
EZR 4:1 Orang-orang yang memusuhi rakyat Yehuda dan Benyamin mendengar berita bahwa orang buangan yang sudah pulang sedang membangun rumah TUHAN, Allah Israel.
EZR 4:2 Maka mereka datang kepada Zerubabel dan para pemimpin rakyat Israel lalu berkata, “Izinkanlah kami bekerja dengan kalian membangun rumah ini, karena kami juga menyembah Allah yang kalian sembah. Bahkan sejak kami dipindahkan ke sini oleh Esarhadon, raja Asyur, kami terus mempersembahkan kurban untuk Allahmu, sama seperti yang kalian lakukan.”
EZR 4:3 Tetapi Zerubabel, Yesua, dan pemimpin-pemimpin Israel berkata, “Tidak. Tidak pantas kalian membantu kami membangun rumah TUHAN, Allah Israel. Kami akan membangun sendiri sesuai perintah Kores, raja Persia.”
EZR 4:4 Maka orang-orang itu melakukan berbagai cara untuk menakut-nakuti dan melemahkan semangat orang Israel.
EZR 4:5 Mereka juga memberi suap kepada pejabat-pejabat pemerintah Persia untuk menghentikan pembangunan rumah itu. Hambatan itu terus berlangsung sejak masa pemerintahan Raja Kores sampai pemerintahan Raja Darius.
EZR 4:6 Orang-orang yang memusuhi rakyat Yerusalem dan Yehuda itu menulis surat tuduhan terhadap orang Israel dan mengirimnya kepada Raja Ahasweros pada awal pemerintahannya.
EZR 4:7 Lalu ketika Artasasta sudah menjadi raja Persia, surat tuduhan dikirim kepadanya oleh Bislam, Mitredat, Tabeel, dan beberapa rekan mereka sesama pejabat. Surat itu ditulis dalam bahasa Aram dengan terjemahannya.
EZR 4:8 Artasasta juga menerima surat mengenai Yerusalem dari Panglima Rehum dan sekretarisnya, Simsai. Keduanya didukung oleh rekan-rekan mereka, yaitu para hakim dan semua pejabat pemerintah Persia lain yang berasal dari Erek, Babel, dan Susan di negara Elam,
EZR 4:10 juga oleh orang-orang pindahan yang menempati kota Samaria dan wilayah Sebelah Barat sungai Efrat (mereka ditempatkan di sana oleh Asnaper, raja Asyur pengganti Esarhadon).
EZR 4:11 Begini bunyi surat itu: “Salam kepada Tuan kami Raja Artasasta, dari hamba-hambamu yang tinggal di Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat.
EZR 4:12 Kami berharap Yang Mulia mengetahui bahwa orang-orang Yahudi yang dipulangkan dari tempat Tuan sudah lama tiba di Yerusalem. Mereka sedang membangun kembali kota yang jahat dan suka memberontak itu. Mereka sudah mendirikan tembok-temboknya dan sedikit lagi akan menyelesaikan pembangunan tersebut.
EZR 4:13 Biarlah Yang Mulia Raja mengetahui bahwa kalau kota itu beserta bentengnya berhasil dibangun, pasti rakyat tidak akan lagi membayar pajak kepada pemerintah, dan pendapatan negara akan berkurang.
EZR 4:14 Karena kami sudah banyak menerima bantuan dari kebaikan hati Tuan Raja, maka tidak sepantasnya kami membiarkan pemerintahan Tuan dirugikan. Karena itu kami mengusulkan
EZR 4:15 agar Tuan memeriksa catatan-catatan dari raja-raja sebelum Tuan. Di dalam catatan-catatan itu, Tuan akan mendapati bukti-bukti yang jelas bahwa Yerusalem memang kota yang suka memberontak dan sejak dulu selalu merugikan pemerintah. Rakyatnya selalu susah diatur. Itulah sebabnya kota itu dihancurkan.
EZR 4:16 Kami yakin bahwa apabila kota itu sudah didirikan kembali dan pembangunan bentengnya selesai, maka pemerintahan Tuan Raja tidak akan lagi berkuasa atas Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat, karena mereka akan memberontak dan menguasai seluruh wilayah itu.”
EZR 4:17 Kemudian raja mengirim surat balasan: “Salam kepada kalian semua, terutama Gubernur Rehum dan sekretaris provinsi, Simsai, serta rekan-rekan kalian di kota Samaria dan sekitarnya.
EZR 4:18 Surat yang Bapak-bapak kirimkan kepada saya sudah dibacakan secara jelas di hadapan saya, dan saya sudah mengerti maksud kalian.
EZR 4:19 Kami juga sudah memeriksa catatan-catatan sejarah dan ternyata benar, ada bukti-bukti yang menyatakan bahwa sejak dulu kota itu selalu melawan para pemerintah, bahkan rakyatnya pemberontak dan pengacau semua.
EZR 4:20 Dalam buku catatan sejarah kami juga tertulis bahwa dahulu, seluruh wilayah barat sungai Efrat, termasuk kota Yerusalem, dikuasai oleh raja-raja besar yang memerintah dari Yerusalem. Pada waktu itu berbagai macam pajak dibayarkan oleh penduduk wilayah itu kepada raja-raja tersebut.
EZR 4:21 Karena itu saya memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada kalian untuk menghentikan pembangunan kota itu. Kota itu hanya boleh dibangun kembali apabila saya memberi perintah.
EZR 4:22 Laksanakanlah perintah ini segera, karena kami tidak ingin dirugikan oleh pembangunan kota itu!”
EZR 4:23 Sesudah surat itu dibacakan di depan Gubernur Rehum dan sekretaris provinsi, Simsai, serta rekan-rekan mereka, maka berangkatlah mereka secepatnya ke Yerusalem. Dengan ancaman untuk menggunakan kekerasan, mereka menghentikan orang-orang Yahudi yang sedang mengerjakan pembangunan.
EZR 4:24 Mulai saat itu pembangunan rumah Allah berhenti dan tetap dibiarkan dalam keadaan begitu sampai tahun kedua masa pemerintahan Darius, raja Persia.
EZR 5:1 Lalu Allah Israel yang menyertai mereka mengutus dua nabi, yaitu Hagai dan Zakaria anak Ido, untuk menyampaikan pesan-Nya tentang rumah-Nya kepada seluruh orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di kota Yerusalem. Maka dengan dukungan dari kedua nabi itu, Gubernur Zerubabel dan Imam Besar Yesua mulai memimpin para pengerja untuk membangun kembali rumah Allah.
EZR 5:3 Tetapi dalam waktu yang sama, Tatnai, gubernur Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat bersama Syetar Boznai dan rombongannya datang ke Yerusalem dan bertanya, “Siapa yang mengizinkan kalian membangun kembali kuil yang besar ini beserta tembok-temboknya?
EZR 5:4 Berapa orang yang mengerjakan pembangunan? Berikan daftar nama orang-orang yang membangun rumah ini!”
EZR 5:5 Tetapi karena Allah Israel menyertai para pemimpin Yahudi, orang-orang itu tidak dihentikan dari pembangunan rumah Allah. Rombongan gubernur kembali ke ibukota provinsi dan mengirim surat kepada Darius, raja Persia, untuk mendapat jawaban yang sebenarnya.
EZR 5:6 Inilah surat yang dikirim oleh para pejabat provinsi tersebut kepada Raja Persia, “Kepada yang terhormat Raja Darius yang memerintah rakyatnya sehingga mereka merasa damai!
EZR 5:8 Kiranya Yang Mulia mengetahui bahwa kami sudah pergi ke wilayah Yehuda dan melihat bahwa kuil penyembahan dewa utama mereka sedang dibangun kembali. Batu-batu besar untuk temboknya disusun secara berlapis. Setelah beberapa lapisan batu diletakkan, di atasnya diletakkan lapisan kayu. Pekerjaan itu dilakukan dengan mantap dan berjalan lancar.
EZR 5:9 Kami bertanya kepada pemimpin-pemimpin di sana, ‘Siapakah yang mengizinkan kalian membangun kembali rumah ini beserta tembok-temboknya?’
EZR 5:10 Kami juga meminta mereka memberitahukan nama-nama pemimpin pembangunan itu, dengan maksud agar kami dapat melampirkan daftar nama mereka saat menulis surat ini kepada Tuan.
EZR 5:11 “Tetapi mereka menjawab: Kami adalah hamba-hamba Allah, Penguasa seluruh surga dan bumi. Kami hanya ingin mendirikan kembali bangunan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, yang dibangun oleh seorang raja Israel ternama.
EZR 5:12 Tetapi, karena perbuatan nenek moyang kami sudah menimbulkan kemarahan Allah Penguasa surga, maka Dia menyerahkan mereka kepada kekuasaan Nebukadnezar, yaitu orang Kasdim yang menjadi raja Babel. Nebukadnezar membongkar dan menghancurkan rumah Allah kami lalu mengangkut bangsa kami sebagai tawanan ke negaranya.
EZR 5:13 Namun setelah Kores diangkat sebagai raja di Babel, pada tahun pertama pemerintahannya, dia mengizinkan orang Israel membangun kembali rumah Allah ini.
EZR 5:14 Bahkan dia sudah mengembalikan perkakas-perkakas emas dan perak yang sebelumnya berada di rumah Allah. Dulu, waktu Raja Nebukadnezar merusak bangunan itu, dia mengambil dan mengangkut semua perkakas itu ke Babel lalu menyimpannya di dalam rumah dewanya. Sekarang, Raja Kores menyerahkan semua barang itu kepada Sesbazar yang pada waktu itu menjabat sebagai gubernur kami di Yehuda.
EZR 5:15 Raja Kores juga yang menyuruh dia, ‘Ambillah perkakas ini dan bawalah ke Yerusalem. Bangunlah kembali rumah Allah di tempatnya semula, dan taruhlah semua perkakas ini di dalam rumah itu.’
EZR 5:16 Lalu Sesbazar datang ke sini dan meletakan pondasi rumah ini. Sejak saat itu sampai hari ini, pembangunan yang kami lakukan tetap berjalan baik, namun belum bisa selesai.
EZR 5:17 “Begitulah jawaban mereka. Maka kami mengusulkan, kalau Yang Mulia menilai usulan kami ini baik, agar Tuan memeriksa buku arsip negara. Apakah benar Raja Kores mengizinkan mereka membangun kembali rumah Allah di Yerusalem atau tidak. Kalau Tuan sudah menemukan bukti dan memiliki tanggapan terhadap kasus ini, kami mohon agar Tuan mengirim jawaban kepada kami.”
EZR 6:1 Sesudah itu, sesuai perintah Raja Darius, diadakanlah penyelidikan terhadap arsip kerajaan yang disimpan di Babel.
EZR 6:2 Kemudian sebuah gulungan ditemukan di benteng Ahmeta di provinsi Media. Keputusan dalam gulungan tersebut dituliskan pada surat balasan kepada para pejabat provinsi, yakni sebagai berikut:
EZR 6:3 “Pada tahun pertama pemerintahannya, Raja Kores memerintahkan pembangunan rumah Allah di Yerusalem. Rumah itu harus dibangun kembali sebagai tempat untuk mempersembahkan kurban. Pondasinya harus diletakkan dengan kukuh. Tinggi bangunan itu dua puluh tujuh meter dan lebarnya dua puluh tujuh meter.
EZR 6:4 Bangunan itu harus dibuat dari batu-batu besar yang disusun secara berlapis. Setelah tiga lapisan batu diletakkan, di atasnya harus diletakkan lapisan kayu. Pembangunan ini akan dibiayai dengan kas kerajaan.
EZR 6:5 Semua perkakas dari emas dan perak yang diambil Raja Nebukadnezar dari rumah Allah di Yerusalem dan dibawa ke Babel harus dikembalikan ke Yerusalem. Semuanya harus dimasukkan ke dalam rumah Allah.”
EZR 6:6 Selanjutnya surat balasan raja, “Oleh karena itu, Tatnai, gubernur Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat, bersama dengan Syetar Boznai, dan semua pejabat lain: Biarkan mereka dan jauhilah proyek pembangunan itu!
EZR 6:7 Jangan mengganggu pembangunan rumah Allah. Biarlah rumah itu dibangun kembali di tempatnya semula, dan jangan menghalangi gubernur wilayah Yehuda dan pemimpin orang Yahudi dalam pembangunan itu.
EZR 6:8 “Lagipula saya memutuskan bahwa kalian juga harus membantu para pemimpin Yahudi itu dalam membangun kembali rumah Allah. Kalian harus membayar penuh biaya pembangunan dengan menggunakan pajak yang terkumpul di provinsi kalian, agar pekerjaan itu tidak tertunda.
EZR 6:9 Tanyakanlah kepada imam-imam di Yerusalem untuk mengetahui berapa jumlah sapi jantan muda, domba jantan, dan anak-anak domba yang mereka butuhkan untuk kurban yang dibakar habis yang dipersembahkan kepada Allah Penguasa surga. Siapkan juga gandum, garam, anggur, dan minyak zaitun yang mereka butuhkan setiap hari. Semua itu harus diberikan kepada mereka hari demi hari, tanpa henti.
EZR 6:10 Dengan demikian mereka dapat mempersembahkan kurban yang dibakar habis, yang harum kepada Allah Penguasa surga, serta mendoakan saya dan anak-anak saya.
EZR 6:11 Di samping itu, saya memerintahkan bahwa jika ada orang yang tidak taat pada perintah ini, dia harus dihukum mati dengan cara ditancapkan pada balok kayu dari rumahnya sendiri. Rumahnya itu juga harus dijadikan timbunan sampah.
EZR 6:12 “Semoga Allah, yang memilih Yerusalem sebagai tempat-Nya disembah, akan menghancurkan raja atau bangsa mana pun yang menentang perintah ini dan yang mencoba menghancurkan rumah Allah. Saya, Raja Darius, sudah memberikan perintah ini. Laksanakanlah dengan sebaik-baiknya.”
EZR 6:13 Kemudian Gubernur Tatnai, Syetar Boznai, dan para pejabat segera melakukan persis sesuai perintah raja.
EZR 6:14 Jadi para pemimpin Yahudi melanjutkan pekerjaan mereka, dan mereka sangat bersemangat karena khotbah nabi Hagai dan Zakaria anak Ido. Akhirnya pembangunan rumah Allah selesai, sesuai dengan perintah Allah Israel dan keputusan tiga raja Persia, yaitu Kores, Darius, dan Artasasta.
EZR 6:15 Rumah itu selesai dibangun pada hari ketiga bulan Adar, pada tahun keenam pemerintahan Raja Darius.
EZR 6:16 Rakyat Israel, para imam, orang Lewi, dan semua orang yang sudah pulang dari pembuangan di Babel merayakan peresmian rumah Allah dengan sukacita.
EZR 6:17 Dalam perayaan itu mereka mempersembahkan seratus ekor sapi jantan, dua ratus ekor domba, dan empat ratus ekor anak domba sebagai kurban sembelihan, juga dua belas kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa, setiap ekor mewakili satu suku Israel.
EZR 6:18 Kemudian para imam dan orang-orang Lewi dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melayani di rumah Allah di Yerusalem, sesuai dengan perintah yang tercatat dalam Kitab Musa.
EZR 6:19 Pada tanggal empat belas bulan pertama, orang-orang yang kembali dari pembuangan itu merayakan Paskah.
EZR 6:20 Semua imam dan orang Lewi sudah mengikuti upacara penyucian diri. Para pelayan dari suku Lewi menyembelih semua binatang kurban Paskah untuk seluruh keluarga yang sudah kembali dari pembuangan, juga untuk para imam dan diri mereka sendiri.
EZR 6:21 Daging kurban itu dimakan oleh rakyat Israel yang sudah kembali dari pembuangan. Tetapi tidak semuanya mengikuti perayaan ini, hanya orang-orang yang bertekad untuk menyembah TUHAN Allah Israel, yaitu mereka yang menolak terlibat dalam cara hidup bangsa-bangsa kafir yang tinggal di tanah ini.
EZR 6:22 Mereka merayakan hari raya Roti Tidak Beragi selama tujuh hari dengan bersukacita, karena TUHAN sudah mengubah sikap raja Asyur terhadap mereka sehingga raja mau membantu mereka membangun kembali rumah Allah Israel.
EZR 7:1 Saya, Ezra, adalah ahli Taurat yang sangat terdidik dalam hukum-hukum TUHAN yang diberikan kepada bangsa Israel melalui Musa. Saya adalah anak Seraya. Daftar leluhur saya mulai dari imam besar yang pertama yaitu Harun, kemudian Eleazar, Pinehas, Abisua, Buki, Uzi, Zeruya, Merayot, Azarya, Amaria, Ahitub, Zadok, Salum, Hilkia, Azarya, Seraya. Beberapa tahun setelah pembangunan rumah TUHAN, saya berangkat dari Babel ke Yerusalem. Sejumlah imam, orang Lewi, para pemusik, penjaga gerbang, dan pekerja rumah TUHAN juga ikut bersama saya. Kami pergi pada tahun ketujuh pemerintahan Raja Artasasta di negeri Persia, tepatnya tanggal satu bulan pertama. Dengan pertolongan Allah, kami tiba di Yerusalem pada tanggal satu bulan kelima. Raja membekali saya dengan apa pun yang saya minta, sebab TUHAN Allah menyertai saya.
EZR 7:10 Saya sudah menetapkan dalam hati untuk mempelajari, melaksanakan, dan mengajarkan segala hukum TUHAN di Israel.
EZR 7:11 Berikut ini adalah salinan surat dari Raja Artasasta kepada saya, sebagai seorang imam sekaligus ahli dalam hukum yang TUHAN berikan kepada bangsa Israel:
EZR 7:12 Salam dari Artasasta, raja segala raja, kepada Ezra, imam dan ahli hukum Allah Penguasa surga.
EZR 7:13 Saya memerintahkan agar setiap orang Israel dalam kerajaan saya yang ingin pergi ke Yerusalem, boleh pergi bersamamu, baik itu rakyat biasa, para imam, maupun orang Lewi.
EZR 7:14 Saya sebagai raja, beserta ketujuh penasihat saya, mengutus kamu untuk memeriksa keadaan wilayah Yehuda dan Yerusalem berdasarkan perintah dan ketetapan Allahmu, yang ada padamu.
EZR 7:15 Bawalah juga perak dan emas yang sudah kami berikan kepadamu untuk menjadi persembahan sukarela kepada Allah Israel, yaitu Allah yang rumah-Nya berada di Yerusalem.
EZR 7:16 Kamu juga harus membawa semua perak dan emas yang dikumpulkan di seluruh provinsi Babel dan persembahan dari orang Israel serta imam mereka. Semua itu harus diserahkan sebagai persembahan di rumah Allah.
EZR 7:17 Gunakanlah uang itu dengan baik untuk membeli sapi jantan, domba, anak domba, gandum, dan anggur terbaik. Kemudian persembahkanlah semuanya itu di atas mezbah di rumah Allahmu di Yerusalem.
EZR 7:18 Gunakan sisa dari perak dan emas itu untuk apa pun yang kalian butuhkan, sesuai dengan kehendak Allahmu.
EZR 7:19 Kamu harus menyerahkan kepada Allah Yerusalem semua peralatan yang sudah diberikan kepadamu untuk digunakan dalam pelayanan rumah Allah.
EZR 7:20 Dan apa pun yang masih kamu butuhkan untuk pembangunan rumah Allahmu, silakan minta dari perbendaharaan kerajaan.
EZR 7:21 Saya, Raja Artasasta, sekarang mengeluarkan perintah kepada semua pejabat perbendaharaan di Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat untuk memberikan apa saja yang diminta oleh Imam Ezra, ahli dan pengajar hukum Allah Penguasa surga.
EZR 7:22 Jumlah maksimal yang boleh kalian berikan kepadanya adalah sebagai berikut: Perak 3.400 kilogram, gandum 10.000 kilogram, anggur 2.000 liter, minyak zaitun 2.000 liter, dan garam tanpa batas.
EZR 7:23 Kalian harus teliti dalam memberikan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah Penguasa surga untuk kebutuhan rumah-Nya, supaya Dia tidak marah kepada saya ataupun raja-raja keturunan saya.
EZR 7:24 Saya juga perintahkan bahwa setiap imam, orang Lewi, penyanyi, penjaga gerbang, serta pelayan dan pekerja lain di rumah Allah tidak boleh dikenakan pajak atau pungutan untuk kerajaan.
EZR 7:25 Ezra, pakailah hikmat yang Allah berikan kepadamu untuk mengangkat pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim yang akan memerintah semua orang di Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat sesuai dengan hukum Allahmu. Para pemimpin dan hakim itu harus sudah tahu dan melakukan hukum-hukum Allah serta bisa mengajarkannya kepada masyarakat yang belum mengetahuinya.
EZR 7:26 Setiap orang yang tidak mematuhi hukum Allahmu dan hukum kerajaan harus segera dijatuhi hukuman yang sesuai dengan pelanggarannya. Hukuman dapat berupa disita harta miliknya, dipaksa meninggalkan wilayah kerajaan saya, dipenjara, atau dihukum mati.
EZR 7:27 Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita, yang menggugah hati raja untuk memberi perhatian khusus kepada rumah TUHAN di Yerusalem!
EZR 7:28 Dia sudah menyatakan kebaikan-Nya kepada saya, sehingga saya dihormati di hadapan raja dan ketujuh penasihatnya serta di hadapan semua pembesar yang berkuasa! Saya diberi kekuatan, karena TUHAN Allah menyertai saya, kemudian saya mengajak beberapa pemimpin Israel pulang ke Yerusalem bersama saya.
EZR 8:1 Inilah daftar nama kepala keluarga dan silsilah orang-orang yang pulang bersama saya dari Babel pada masa pemerintahan Raja Artasasta:
EZR 8:2 Gersom dari keturunan Pinehas, Daniel dari keturunan Itamar, Hatus anak Sekanya dari keturunan Daud, Zakaria dari keturunan Paros, dan menurut silsilah ada 150 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:4 Elyoenai anak Zerahya dari keturunan Pahatmoab, dan ada 200 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:5 Sekanya anak Yahaziel dari keturunan Zatu, dan ada 300 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:6 Ebed anak Yonatan dari keturunan Adin, dan ada 50 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:7 Yesaya anak Atalya dari keturunan Elam, dan ada 70 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:8 Zebaja anak Mikael dari keturunan Sefaca, dan ada 80 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:9 Obaja anak Yehiel dari keturunan Yoab, dan ada 218 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:10 Selomit anak Yosifia dari keturunan Bani, dan ada 160 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:11 Zakaria anak Bebai dari keturunan Bebai, dan ada 28 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:12 Yohanan anak Hakatan dari keturunan Azgad, dan ada 110 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:13 Elifelet, Yehiel, dan Semaya, keturunan Adonikam yang terakhir, dan ada 60 orang laki-laki bersama mereka.
EZR 8:14 Utai dan Zabud dari keturunan Bigwai, dan ada 70 orang laki-laki bersama dia.
EZR 8:15 Saya mengumpulkan mereka semua di pinggir sungai Ahawa, dan kami berkemah di sana selama tiga hari. Saya juga memeriksa daftar nama orang-orang dan para imam yang sudah tiba. Tidak ada satu pun orang Lewi yang ikut.
EZR 8:16 Saya memanggil sembilan pemimpin, yaitu Eliezer, Ariel, Semaya, Elnatan, Yarib, Elnatan, Natan, Zakaria, Mesulam, serta dua pengajar, yaitu Yoyarib dan Elnatan.
EZR 8:17 Lalu saya mengutus mereka untuk menemui Ido, pemimpin di daerah Kasifya. Saya mengatakan kepada mereka pesan yang harus disampaikan kepada Ido dan sanak saudaranya, yaitu kaum yang sebelum pembuangan bekerja sebagai pelayan rumah Allah. Saya meminta supaya mereka mengirim beberapa orang Lewi untuk ikut dengan rombongan yang mau ke Yerusalem supaya mereka kembali menjadi pelayan di rumah Allah.
EZR 8:18 Oleh karena kebaikan Allah, mereka mengutus Serebya, seorang yang bijaksana, keturunan Mahli dari suku Lewi, beserta delapan belas orang dari anak-anak dan saudara-saudaranya.
EZR 8:19 Mereka juga mengutus Hasabya dan Yesaya, yang adalah keturunan Merari. Dua puluh orang laki-laki dari keluarga Hasabya ikut dengan mereka berdua.
EZR 8:20 Selain itu, mereka mengirim 220 orang lain untuk bekerja di rumah Allah. Nenek moyang mereka dahulu sudah ditunjuk oleh raja Daud untuk membantu orang Lewi. Saya menambahkan nama-nama mereka kepada daftar orang yang pulang dari pembuangan.
EZR 8:21 Kemudian, di tepi sungai Ahawa itu, saya memberi perintah agar kami semua berpuasa dan merendahkan diri di hadapan Allah. Kami berdoa supaya Allah memimpin dan melindungi kami, anak-anak kami, serta menjaga barang-barang kami tetap aman dalam perjalanan.
EZR 8:22 Saya merasa malu untuk meminta raja memberikan rombongan tentara dan pasukan berkuda untuk mengawal dan melindungi kami dari musuh selama perjalanan, karena kami sudah mengatakan kepada raja, “Allah kami selalu melindungi semua orang yang menyembah Dia. Tetapi kepada orang-orang yang meninggalkan-Nya, Dia menyatakan kemarahan-Nya dengan kuasa yang besar.”
EZR 8:23 Jadi kami berpuasa dan berdoa sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah. Dan Allah pun mengabulkan doa kami.
EZR 8:24 Kemudian saya menunjuk dua belas pemimpin para imam, yaitu Serebya, Hasabya, serta sepuluh orang lainnya, untuk bertanggung jawab sebagai pengawas atas semua imam lain dan pelayan Lewi yang akan membawa persembahan dan perkakas rumah Allah ke Yerusalem.
EZR 8:25 Lalu di depan mata mereka saya menimbang perak, emas, dan peralatan untuk rumah Allah yang diberikan oleh raja, para penasihat dan pejabatnya, serta orang-orang Israel. Semuanya itu saya serahkan kepada para pengawas tersebut.
EZR 8:26 Saya juga menyerahkan kepada mereka 19.500 kilogram perak, 3.000 kilogram emas, perlengkapan perak seberat 3.000 kilogram,
EZR 8:27 dua puluh mangkuk emas yang nilainya sama dengan 8,5 kilogram emas, dan dua barang dari perunggu yang dipoles. Kedua benda itu sangat istimewa sehingga nilainya sama seperti barang dari emas.
EZR 8:28 Saya berkata kepada mereka, “Kalian dikuduskan bagi TUHAN karena bertanggung jawab membawa barang kudus milik-Nya. Semua perkakas ini suci karena dipersembahkan secara sukarela kepada TUHAN, Allah nenek moyang kita.
EZR 8:29 Jagalah semuanya sampai kalian tiba di Yerusalem. Nanti, timbanglah semua benda itu di ruang penyimpanan harta rumah TUHAN, dengan disaksikan oleh para pemimpin imam, para pelayan Lewi, dan para pemimpin umat Israel.”
EZR 8:30 Maka setiap imam dan pelayan Lewi yang dilibatkan dalam tugas mengangkut harta benda itu ke rumah Allah di Yerusalem menerima bagiannya dan mencatat berat barang-barang itu.
EZR 8:31 Pada tanggal dua belas bulan pertama, kami berangkat dari tepi sungai Ahawa ke Yerusalem. Allah menyertai dan melindungi kami dari serangan musuh dan perampok sepanjang perjalanan.
EZR 8:32 Akhirnya kami tiba dengan selamat di Yerusalem dan beristirahat selama tiga hari.
EZR 8:33 Pada hari keempat, kami pergi ke rumah Allah. Di situ, perak, emas, dan barang lainnya ditimbang lalu diberikan kepada imam Meremot anak Uria, dengan disaksikan oleh Eleazar anak Pinehas dan dua orang Lewi, yaitu Yozabad anak Yesua dan Noaja anak Binui.
EZR 8:34 Semua barang itu dihitung jumlah dan beratnya. Seluruhnya cocok dengan daftar sebelumnya dan tidak ada yang hilang. Mereka mencatatnya dengan lengkap dalam daftar harta rumah Allah.
EZR 8:35 Kemudian kami semua yang sudah kembali dari pembuangan mempersembahkan kepada Allah Israel kurban yang dibakar habis. Mereka mempersembahkan dua belas ekor sapi jantan untuk seluruh Israel, sembilan puluh enam ekor domba jantan, tujuh puluh tujuh ekor anak domba, dan dua belas kambing jantan untuk kurban penebus dosa. Semua itu diberikan kepada TUHAN sebagai kurban yang dibakar habis.
EZR 8:36 Lalu kami menyampaikan surat keputusan raja kepada gubernur Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat dan para pejabatnya. Maka mereka memberi bantuan untuk orang Israel dan rumah Allah, sesuai dengan perintah raja dalam surat itu.
EZR 9:1 Sesudah semua itu dilaksanakan, beberapa pemimpin Israel datang kepada saya di teras rumah Allah dan berkata, “Bapak, kami mau memberitahukan bahwa ada banyak rakyat, termasuk para imam dan pelayan dari suku Lewi, yang terlibat dalam bermacam-macam perbuatan najis yang dilakukan oleh berbagai bangsa lain yang tinggal di wilayah ini. Umat Israel tidak memisahkan diri dari pengaruh bangsa Kanaan, Het, Feris, Yebus, Amon, Moab, Mesir, dan Amori.
EZR 9:2 Mereka dan anak-anak lelaki mereka melakukan kawin campur dengan anak-anak perempuan dari bangsa-bangsa itu, sehingga merusak kesucian garis keturunan bangsa Israel. Bahkan para pemimpinlah yang justru lebih dulu melakukan tindakan tercemar itu!”
EZR 9:3 Mendengar berita tersebut, saya sebagai pimpinan sangat kecewa, sehingga saat itu juga saya merobek pakaian saya serta mencabuti rambut dan jenggot saya sebagai tanda berduka, lalu duduk dengan tidak berdaya dan hati yang hancur lebur.
EZR 9:4 Kemudian banyak orang berkumpul di sekeliling saya untuk turut berduka karena pelanggaran besar terhadap firman Allah Israel yang dilakukan oleh sebagian orang yang pulang dari pembuangan. Mereka takut dan gemetar terhadap ancaman hukuman Allah, dan saya terus duduk dalam keadaan berduka sampai tiba waktunya persembahan kurban sore.
EZR 9:5 Pada saat persembahan kurban sore mulai dibakar, saya berdiri dari tempat saya duduk merendahkan diri, dengan masih memakai pakaian yang sudah robek tadi. Lalu saya bersujud lagi dan mengulurkan kedua tangan saya kepada TUHAN Allahku.
EZR 9:6 Saya berdoa, “Ya Allahku, aku merasa sangat malu datang ke hadapan-Mu, karena dosa dan kesalahan kami sangat banyak, bahkan bertumpuk-tumpuk sampai ke surga.
EZR 9:7 Sejak zaman nenek moyang kami sampai sekarang, kami terlalu banyak berbuat dosa terhadap Engkau. Itulah sebabnya, sejak dulu, rakyat Israel serta para raja dan imam kami terus dibunuh, dirampok, juga ditawan ke negeri musuh, seperti yang masih kami alami sekarang.
EZR 9:8 “Tetapi saat ini, Engkau sudah berbelas kasihan kepada kami, ya TUHAN Allah kami. Engkau baru saja membebaskan sebagian kecil dari kami untuk kembali dan hidup di tempat-Mu yang kudus ini. Oleh karena itu, kami merasa lebih lega daripada sebelumnya dalam perbudakan di negeri Babel.
EZR 9:9 Meskipun kami masih berstatus budak, Engkau tidak meninggalkan kami. Engkau bahkan menunjukkan kasih dan kesetiaan-Mu kepada kami melalui raja-raja Persia, sehingga kami mendapat izin untuk membangun rumah-Mu yang sudah dihancurkan ini, dan Engkau menjadi seperti pagar pelindung bagi kami di tanah Yehuda dan kota Yerusalem.
EZR 9:10 “Tetapi sekarang, setelah semua kebaikan yang Engkau tunjukkan itu, kami tidak bisa berkata apa-apa, ya Allah. Karena lagi-lagi kami sudah berhenti mengikuti perintah-perintah-Mu,
EZR 9:11 yang dahulu Engkau sampaikan melalui hamba-hamba-Mu, para nabi. Mereka sudah memberitahu nenek moyang kami bahwa daerah yang akan kami masuki sudah dikotori oleh penduduk-penduduk di sini. Para penduduk asli negeri ini sudah melakukan perbuatan-perbuatan buruk dan menjijikkan dari ujung ke ujung sehingga negeri ini menjadi najis.
EZR 9:12 Oleh karena itu para nabi melarang kami kawin campur dengan orang-orang di negeri ini ataupun membantu mereka untuk menjadi makmur dan sejahtera. Jika kami menaati perintah-perintah itu, kami akan tetap kuat dan dapat menikmati hasil bumi dari negeri kami, serta mewariskannya kepada anak cucu kami sampai selamanya.
EZR 9:13 “Tetapi bangsa kami sudah banyak melanggar perintah-Mu itu. Sesungguhnya, semua kesengsaraan yang dialami bangsa kami selama masa pembuangan di negeri Babel adalah hukuman yang adil atas segala kejahatan bangsa kami, bahkan hukuman-Mu itu lebih ringan daripada yang pantas kami terima. Hanya karena kebaikan-Mu saja, sebagian kecil dari bangsa kami masih bisa hidup dan kembali ke tanah ini.
EZR 9:14 Maka, dengan keadaan yang terlanjur seperti sekarang, ya TUHAN, apakah yang dapat kami katakan atau lakukan? Tidak mungkin kami terus saja melanggar perintah-perintah-Mu lagi dengan melakukan kawin campur dengan orang-orang kafir itu! Kalau kami tidak menghentikan kejahatan ini, tentu Engkau akan membinasakan kami sampai tidak tersisa lagi satu pun yang selamat.
EZR 9:15 TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar. Tetapi lihatlah kami: Dari bangsa Israel yang besar, hanya tinggal kami ini yang masih hidup dan ingin mengabdi kepada-Mu. Namun, sekarang pun kami sudah jatuh dalam kenajisan lagi! Tidak ada satu pun dari kami yang layak datang ke hadapan-Mu untuk berdoa meminta pengampunan.”
EZR 10:1 Sementara saya sedang berdoa mengakui dosa bangsa Israel sambil menangis dan bersujud di depan rumah Allah, banyak dari rakyat, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, berkumpul mengelilingi saya sambil meratap.
EZR 10:2 Lalu seseorang di antara mereka yang bernama Sekanya, anak Yehiel dari keturunan Elam, berkata kepada saya, “Kami sudah melanggar perintah Allah kita dengan melakukan kawin campur dengan anak-anak perempuan bangsa lain. Namun, masih ada harapan bahwa situasi ini dapat diatasi dan Allah bisa mengampuni kita.
EZR 10:3 Karena itu, saya mengajak kita mengikat perjanjian dengan Allah kita, bahwa kita akan mengusir semua perempuan asing dengan anak-anak mereka. Dan kami akan melakukan perintahmu, Tuan Ezra, serta nasihat orang-orang yang takut dan hormat akan perintah Allah. Biarlah semua ini dilakukan sesuai hukum-hukum Allah.
EZR 10:4 Jadi Tuan, bangkitlah! Tindakan yang harus diambil dalam masalah ini adalah tanggung jawabmu. Kami siap mendukung Tuan! Ambillah tindakan tegas.”
EZR 10:5 Maka saya berdiri dan menyuruh para pemimpin imam serta para pelayan Lewi untuk mengikat perjanjian dengan bersumpah di hadapan TUHAN, bahwa seluruh rakyat akan melakukan sesuai usulan Sekanya itu. Lalu mereka berjanji dengan bersumpah.
EZR 10:6 Sesudah itu saya berdiri dari depan rumah Allah dan masuk ke tempat tinggal Yohanan anak Elyasib. Saya bermalam di situ tanpa makan dan minum, karena hati saya sedih sekali memikirkan orang-orang dari pembuangan yang sudah mengkhianati Allah.
EZR 10:7 Kemudian saya mengumumkan keputusan mutlak dari seluruh pimpinan bahwa seluruh rakyat yang sudah kembali dari pembuangan, baik yang tersebar di seluruh wilayah Yehuda maupun di Yerusalem, harus berkumpul di Yerusalem dalam waktu tiga hari. Siapa pun yang tidak hadir dalam batas waktu tersebut akan disita segala hartanya dan dikucilkan dari umat yang sudah pulang dari pembuangan.
EZR 10:9 Maka dalam waktu tiga hari itu, semua orang Israel dari suku Yehuda dan Benyamin, khususnya laki-laki, datang ke Yerusalem. Pada tanggal dua puluh bulan sembilan, seluruh rakyat sudah berkumpul dan duduk di teras rumah Allah. Tubuh mereka gemetar akibat hujan deras hari itu, tetapi juga karena besarnya persoalan ini.
EZR 10:10 Lalu saya berdiri sebagai imam dan berkata, “Kalian sudah melanggar hukum Allah dengan menikahi perempuan-perempuan asing. Sebelum ini, dosa Israel sudah cukup besar di mata Allah, tetapi sekarang kalian membuat dosa kita makin bertambah besar!
EZR 10:11 Jadi, sekarang kamu masing-masing yang sudah melakukan dosa itu harus mengakuinya dan meminta ampun kepada TUHAN, Allah nenek moyang kita. Kemudian pisahkanlah dirimu dari istri asing dan semua orang bangsa lain yang tinggal di wilayah ini. Lakukanlah kehendak Allah kita.”
EZR 10:12 Mendengar itu, seluruh rakyat menjawab dengan nyaring, “Kami akan menuruti perintahmu!”
EZR 10:13 Lalu mereka berkata kepada saya, “Kami setuju untuk mengurus persoalan ini. Tetapi masalah besar ini tidak dapat diselesaikan dalam satu atau dua hari. Apalagi sekarang kami tidak sanggup berada di luar karena hujan deras.
EZR 10:14 Biarlah para pemimpin kami mewakili kami dalam urusan ini. Lalu, sesuai jadwal yang akan ditetapkan, setiap orang yang mempunyai istri dari bangsa asing akan datang dan disidang di depan pemimpin dan hakim dari kotanya. Dengan cara demikian, masalah ini bisa diselesaikan secara tuntas agar murka Allah yang menyala-nyala tidak menimpa kami.”
EZR 10:15 Hanya Yonatan anak Asael dan Yahzeya anak Tikwa yang tidak setuju dengan usulan rakyat. Mereka didukung oleh Mesulam serta seorang pelayan Lewi bernama Sabetai.
EZR 10:16 Akhirnya semua umat yang sudah kembali dari pembuangan melakukan sesuai usulan itu. Saya mengangkat dan mendaftarkan seorang pemimpin atas setiap kelompok keluarga. Lalu pada tanggal satu bulan sepuluh, kami mulai mengadakan persidangan untuk memeriksa masalah setiap pelanggar.
EZR 10:17 Dan pada hari pertama bulan pertama, kami sudah menyelesaikan persidangan untuk setiap kasus kawin campur tersebut.
EZR 10:18 Berikut ini adalah nama-nama laki-laki keturunan imam yang sudah mengawini perempuan-perempuan asing. Setiap orang berjanji mengusir istri asingnya, dan sebagai kurban penghapusan kesalahan, setiap orang juga mempersembahkan seekor anak domba jantan dari kawanan ternaknya. Dari keturunan imam Yozadak (yaitu anak-anak dari Yesua dan saudara-saudaranya): Maaseya, Eliezer, Yarib, dan Gedalya.
EZR 10:20 Dari anak-anak imam Imer: Hanani dan Zebaja
EZR 10:21 Dari anak-anak imam Harim: Maaseya, Elia, Semaya, Yehiel, dan Uzia.
EZR 10:22 Dari anak-anak imam Pasyur: Elyoenai, Maaseya, Ismael, Netaneel, Yozabad, dan Elasa.
EZR 10:23 Dari keturunan orang suku Lewi: Yozabad, Simei, Kelaya (yang juga bernama Kelita), Petahya, Yuda, dan Eliezer.
EZR 10:24 Dari golongan penyanyi di rumah Allah: Elyasib. Dari golongan penjaga pintu gerbang rumah Allah: Salum, Telem, dan Uri.
EZR 10:25 Dari orang Israel yang lain: Anak-anak Paros: Ramya, Yezia, Malkia, Miyamin, Eleazar, Malkia, dan Benaya.
EZR 10:26 Dari anak-anak Elam: Matanya, Zakaria, Yehiel, Abdi, Yeremot, dan Elia.
EZR 10:27 Dari anak-anak Zatu: Elyoenai, Elyasib, Matanya, Yeremot, Zabad, dan Aziza.
EZR 10:28 Dari anak-anak Bebai: Yohanan, Hananya, Zabai, dan Atlai.
EZR 10:29 Dari anak-anak Bani: Mesulam, Maluk, Adaya, Yasub, Seal, dan Yeramot.
EZR 10:30 Dari anak-anak Pahat Moab: Adna, Kelal, Benaya, Maaseya, Matanya, Bezaleel, Binui, dan Manasye.
EZR 10:31 Dari anak-anak Harim: Eliezer, Yisia, Malkia, Semaya, Simeon, Benyamin, Maluk, dan Semarya.
EZR 10:33 Dari anak-anak Hasum: Matnai, Matata, Zabad, Elifelet, Yeremai, Manage, dan Simei.
EZR 10:34 Dari keturunan Bani: Maadai, Amram, Uel, Benaya, Bedeya, Keluhu, Wanya, Meremot, Elyasib, Matanya, Matnai, Yaasai, Binui, Simei, Selemya, Natan, Adaya, Maknadebai, Sasai, Sarai, Azareel, Selemya, Semarya, Salum, Amarya, dan Yusuf.
EZR 10:43 Dari anak-anak Nebo: Yeiel, Matica, Zabad, Zebina, Yadai, Yoel, dan Benaya.
EZR 10:44 Setiap orang yang terdaftar itu sudah memperistri perempuan-perempuan dari bangsa asing. Bahkan ada yang mempunyai anak dari istri asingnya itu.
NEH 1:1 Saya Nehemia anak Hakalya. Saya menyusun riwayat ini untuk melaporkan tindakan yang sudah saya lakukan. Pada bulan Kisleu di tahun kedua puluh pemerintahan Raja Artasasta, saat saya berada di Benteng Susan,
NEH 1:2 kerabat saya yang bernama Hanani datang bersama beberapa orang dari Yehuda. Ketika bertemu dengan mereka, saya menanyakan keadaan orang Yahudi yang sudah pulang ke wilayah Yehuda dari pembuangan di Babel, juga keadaaan kota Yerusalem.
NEH 1:3 Jawab mereka, “Orang-orang yang kembali dari pembuangan dan rakyat yang ditinggal di wilayah Yehuda mengalami banyak kesulitan dan dipermalukan. Benteng kota Yerusalem sudah dirobohkan, dan pintu gerbangnya sudah dibakar.”
NEH 1:4 Mendengar berita itu, saya duduk dan menangis. Selama berhari-hari saya berkabung, berpuasa, dan berdoa kepada Allah Surgawi.
NEH 1:5 Saya berkata, “Tolonglah ya TUHAN, Allah yang bertakhta di surga! Engkau Allah yang hebat yang kami takuti dan hormati. Engkau menepati perjanjian-Mu dan tetap setia kepada orang-orang yang mengasihi dan menaati perintah-Mu.
NEH 1:6 Lihatlah aku dan dengarkanlah doaku. Aku berdoa siang dan malam untuk orang Israel. Aku mengakui bahwa umat Israel, juga aku dan nenek moyangku, sudah berdosa terhadap Engkau. Ya, kami hamba-hamba-Mu ini sudah berdosa.
NEH 1:7 Kami sangat memberontak terhadap Engkau dengan tidak menaati perintah, hukum, dan ketetapan yang Engkau berikan melalui Musa, hamba-Mu itu.
NEH 1:8 Ya TUHAN, ingatlah perkataan-Mu ini melalui Musa, ‘Jika kalian tidak setia hidup sesuai perjanjian dengan-Ku, Aku akan mencerai-beraikan kalian di antara bangsa-bangsa.
NEH 1:9 Tetapi jika kalian kembali kepada-Ku dan mematuhi perintah-perintah-Ku, maka sekalipun kalian dibuang ke ujung bumi, Aku akan mengumpulkan kalian kembali ke tempat yang sudah Aku tetapkan, yaitu tempat di mana Aku disembah.’
NEH 1:10 Kami adalah hamba-Mu dan umat-Mu yang sudah Engkau selamatkan dengan kekuatan dan kuasa-Mu yang besar.
NEH 1:11 Ya TUHAN, mohon dengarkanlah doa hamba-Mu ini, juga doa hamba-hamba-Mu yang lain yang selalu ingin menghormati Engkau. Berikanlah aku keberanian sewaktu meminta bantuan kepada raja. Lembutkanlah hatinya agar dia bersikap baik kepadaku.” Pada masa itu jabatan saya adalah juru minuman raja.
NEH 2:1 Beberapa bulan kemudian, yaitu pada bulan Nisan, masih dalam tahun keduapuluh pemerintahan Artasasta, saya bertugas menyajikan anggur bagi raja. Saat saya memberikan anggur kepadanya, ternyata dia melihat saya bersedih. Sebelumnya saya tidak pernah terlihat sedih di hadapan raja.
NEH 2:2 Karena itu raja pun bertanya, “Mengapa mukamu muram? Sepertinya kamu tidak sakit. Pasti kamu sedang bersusah hati.” Saya menjadi sangat ketakutan,
NEH 2:3 tetapi saya menjawab, “Semoga Tuanku Raja hidup selamanya! Bagaimana saya tidak sedih, Tuan, bila keadaan kota Yerusalem, tanah air kami, tempat nenek moyang saya dikuburkan, sudah menjadi reruntuhan dan gerbangnya hancur terbakar.”
NEH 2:4 Lalu raja bertanya, “Apakah kamu punya permintaan yang berhubungan dengan hal itu?” Saya pun berdoa dalam hati kepada Allah Surgawi
NEH 2:5 kemudian menjawab raja, “Jika Tuanku berkenan mengabulkan permintaan hambamu ini, mohon utuslah saya ke Yehuda untuk membangun kembali kota asal saya itu.”
NEH 2:6 Raja, yang saat itu duduk berdampingan dengan ratu, bertanya kepada saya, “Berapa lama kamu akan pergi dan kapan kembali?” Saya memberitahu raja waktu yang sudah saya rencanakan. Dia menyetujuinya dan mengizinkan saya pergi.
NEH 2:7 Saya juga meminta kepada raja, “Jika Tuanku berkenan, mohon berikanlah beberapa surat jalan resmi kerajaan untuk saya sampaikan kepada setiap pemimpin wilayah yang akan saya lewati menuju Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat. Dengan itu mereka mengizinkan saya melewati wilayah mereka hingga sampai ke Yehuda.
NEH 2:8 Juga surat untuk Asaf, pengelola hutan raja, agar dia memberi saya balok-balok kayu untuk membuat pintu gerbang pada tembok yang mengelilingi rumah TUHAN, benteng kota, dan untuk membangun rumah tempat saya tinggal.” Oleh pertolongan Allah, raja mengabulkan semua permintaan itu.
NEH 2:9 Raja juga menyuruh sejumlah perwira tentara dan pasukan berkuda untuk mengawal perjalanan saya. Demikianlah saya berangkat ke Provinsi Sebelah Barat sungai Efrat dan menyampaikan surat-surat dari raja kepada gubernur di sana.
NEH 2:10 Ketika Sanbalat orang Horon dan Tobia orang Amon mendengar berita kedatangan saya, mereka sangat marah karena saya hendak menolong orang Israel.
NEH 2:11 Akhirnya kami tiba di Yerusalem, lalu tiga hari kemudian
NEH 2:12 saya dan beberapa orang yang datang bersama saya diam-diam pergi keluar pada malam hari. Saya menunggang keledai, sementara yang lain berjalan kaki. Saya tidak memberi tahu siapa pun tentang rencana yang Allah berikan kepada saya untuk membangun kembali Yerusalem.
NEH 2:13 Kami keluar melalui Gerbang Lembah, melewati Sumur Naga, dan sampai ke Gerbang Pembuangan Sampah untuk memeriksa bagian benteng yang sudah diruntuhkan dan gerbang-gerbang yang sudah dibakar.
NEH 2:14 Selanjutnya kami menuju ke Gerbang Air Mancur dan Kolam Raja, tetapi keledai saya tidak bisa melewati reruntuhan di sana.
NEH 2:15 Kemudian kami meneruskan ke Lembah Kidron dan memeriksa bagian benteng di situ, lalu kembali melalui Gerbang Lembah.
NEH 2:16 Para pejabat pemerintahan tidak tahu bahwa saya sudah memeriksa tempat-tempat itu, karena saya belum mengatakan apa pun tentang rencana saya kepada para pemimpin Yahudi, baik para imam, bangsawan, pejabat, maupun semua orang yang akan terlibat dalam pembangunan.
NEH 2:17 Sesudah itu, saya mengadakan pertemuan dengan mereka dan berkata, “Kalian tahu betul masalah yang kita hadapi. Kota kita sudah hancur, bentengnya sudah diruntuhkan, dan gerbangnya sudah dibakar. Mari kita membangun kembali benteng kota Yerusalem, supaya kita tidak terus-menerus merasa hina!”
NEH 2:18 Saya juga menceritakan kepada mereka bahwa Allah sudah begitu baik sehingga Dia menolong saya, dan bahwa raja pun mendukung rencana ini. Mereka menjawab, “Bagus! Mari kita bangun kembali benteng kota kita!” Maka dengan berani mereka memulai pekerjaan yang baik itu.
NEH 2:19 Tetapi ketika Sanbalat, Tobia, dan seorang Arab bernama Gesyem mendengar rencana kami, mereka menertawakan dan menghina kami dengan berkata, “Apa-apaan ini?! Kalian merencanakan kejahatan besar! Rupanya kalian mau memberontak terhadap raja!”
NEH 2:20 Saya menjawab, “Dengar baik-baik. Allah Surgawi pasti menolong kami. Kami para hamba-Nya akan mulai membangun kembali benteng kota ini. Kalian tidak perlu ikut campur, karena kalian tidak punya hak apa pun di Yerusalem, baik berdasarkan izin pemerintah maupun hak kepemilikan tanah. Para leluhur kalian juga tidak pernah ikut menyembah TUHAN di sini.”
NEH 3:1 Kemudian kami mulai membangun kembali benteng kota Yerusalem beserta gerbang-gerbangnya. Inilah daftar kelompok orang yang bekerja, ditulis secara urut berdasarkan posisi mereka pada tembok. Di Gerbang Domba dan tembok sekitarnya sampai Menara Mea dan Menara Hananel: Imam Besar Elyasib dan para imam lainnya. Merekalah yang memasang pintu dan membangun tembok, lalu menahbiskannya.
NEH 3:2 Bagian tembok berikutnya dibangun oleh kelompok dari kota Yeriko. Di sebelah mereka ada kelompok Zakur anak Imri.
NEH 3:3 Di Gerbang Ikan dan tembok sekitarnya ada keluarga Hasena. Mereka memasang tiang-tiang dan pintu serta membuat palang-palangnya dan semua alat besi penahannya.
NEH 3:4 Selanjutnya, perbaikan tembok sampai ke Gerbang Lama dikerjakan oleh empat kelompok berikut: Kelompok Meremot anak Uria, cucu Hakos. Kelompok Mesulam anak Berekia, cucu Mesezabel. Kelompok Zadok anak Bana.
NEH 3:5 Kelompok dari kota Tekoa. (Mereka ikut bekerja meskipun para bangsawan kota mereka menolak untuk membantu.)
NEH 3:6 Perbaikan Gerbang Lama dan tembok berikutnya: Kelompok Yoyada anak Paseah dan Mesulam anak Besodeya. Mereka memasang tiang-tiang dan pintu gerbang, lengkap dengan palang-palang pintunya dan semua alat besi penahannya.
NEH 3:7 Melaca dari Gibeon, Yadon dari Meronot, beserta orang-orang kota Gibeon dan Mispa. (Kota-kota itu berada di wilayah kekuasaan gubernur di Sebelah Barat sungai Efrat.) Mereka memperbaiki bagian tembok berikutnya dari pintu Gerbang Lama.
NEH 3:8 Selanjutnya, perbaikan tembok sampai ke Tembok Lebar dikerjakan oleh kelompok Uziel anak Harhaya, yang adalah perajin emas, dan Hananya, seorang pembuat minyak wangi.
NEH 3:9 Bagian tembok berikutnya dikerjakan oleh kelompok Refaya anak Hur, pejabat yang berwenang atas setengah dari wilayah Yerusalem.
NEH 3:10 Yedaya anak Harumaf memperbaiki tembok kota di seberang rumahnya. Di sebelahnya ada kelompok Hatus anak Hasabneya.
NEH 3:11 Bagian tembok selanjutnya dan Menara Perapian diperbaiki oleh kelompok Malkia anak Harim dan Hasub anak Pahat Moab.
NEH 3:12 Perbaikan tembok yang berikut dilakukan oleh Salum anak Halohes, yaitu pemimpin setengah wilayah di Yerusalem, bersama anak-anak perempuannya.
NEH 3:13 Gerbang Lembah dan tembok sekitarnya dikerjakan oleh Hanun dan penduduk kota Zanoa. Mereka memasang pintunya, membuat palang-palangnya dan alat besi penahannya, serta memperbaiki tembok itu sejauh kira-kira 450 meter sampai ke Gerbang Pembuangan Sampah.
NEH 3:14 Di Gerbang Pembuangan Sampah, kelompok Malkia anak Rekab, penguasa wilayah Bet Kerem, membuat pintu baru serta palang-palang dan alat besi penahannya.
NEH 3:15 Gerbang Air Mancur dan tembok sekitarnya dikerjakan oleh kelompok Salum anak Kohoze, penguasa wilayah Mispa. Mereka memasang pintu, palang-palangnya, dan alat besi penahannya, juga memperbaiki tembok di Kolam Siloam di sebelah taman kerajaan sampai ke tangga yang menurun dari Kota Daud.
NEH 3:16 Tembok pada bagian di seberang pemakaman Daud sampai kolam penampungan air dan Rumah Para Pahlawan diperbaiki oleh kelompok Nehemia anak Azbuk, pejabat yang berwenang atas setengah wilayah Bet Zur.
NEH 3:17 Pada bagian berikutnya, Rehum anak Bani memimpin kelompok orang Lewi dalam perbaikan tembok. Di sebelah mereka, kelompok Hasabya, pemimpin setengah daerah Kehila, memperbaiki tembok di bagian itu mewakili masyarakat daerahnya.
NEH 3:18 Selanjutnya, ada kelompok Bawai anak Henadad, pemimpin setengah daerah Kehila lainnya, bersama orang-orang dari daerahnya. Mereka memperbaiki tembok.
NEH 3:19 Bagian tembok kota di depan gudang senjata sampai bagian sudut diperbaiki oleh kelompok Ezer anak Yesua, pemimpin kota Mispa.
NEH 3:20 Dari bagian sudut sampai pintu masuk rumah Imam Besar Elyasib, perbaikan dikerjakan oleh kelompok Baruk anak Zabai.
NEH 3:21 Dari pintu rumah Elyasib sampai ke ujung rumah itu, perbaikan tembok dikerjakan oleh kelompok Meremot anak Uria dan cucu Hakos.
NEH 3:22 Bagian tembok berikutnya diperbaiki oleh para imam yang tinggal di daerah sekitar Yerusalem.
NEH 3:23 Benyamin dan Hasub memperbaiki tembok di depan rumah mereka. Azarya anak Maaseya dan cucu Ananya memperbaiki tembok di samping rumahnya.
NEH 3:24 Dari rumah Azarya sampai ke bagian sudut, tembok diperbaiki oleh Binui anak Henadad.
NEH 3:25 Pada bagian sudut di seberang menara tinggi di istana raja, dekat teras penjaga, tembok diperbaiki oleh Palal anak Uzai. Pedaya anak Paros dan
NEH 3:26 para pegawai rumah TUHAN yang tinggal di Ofel memperbaiki tembok dari Gerbang Air ke arah timur sampai menara yang menonjol itu.
NEH 3:27 Bagian berikutnya, mulai dari menara itu sampai tembok Ofel, dikerjakan oleh kelompok orang Tekoa.
NEH 3:28 Di Gerbang Kuda dan tembok sekitarnya, para imam memperbaiki tembok. Tiap orang mengerjakan bagiannya di depan rumah masing-masing.
NEH 3:29 Zadok anak Imer memperbaiki tembok yang berada di depan rumahnya. Semaya anak Sekanya, penjaga Gerbang Timur, juga melakukan perbaikan.
NEH 3:30 Hananya anak Selemya dan Hanun anak Zalaf yang keenam memperbaiki bagian berikutnya. Mesulam anak Berekya melakukan perbaikan tembok di depan rumahnya.
NEH 3:31 Malkia, yang juga perajin emas, membangun kembali bagian berikutnya sampai ke rumah-rumah para pelayan rumah TUHAN dan para pedagang. Tempat ini berada di seberang Gerbang Pemeriksaan, dekat ruangan di atas tembok di sudut timur laut.
NEH 3:32 Dari sudut itu sampai ke Gerbang Domba, perbaikan dikerjakan oleh para perajin emas dan pedagang.
NEH 4:1 Ketika Sanbalat mendengar bahwa kami, orang Yahudi, sudah mulai membangun kembali benteng kota, dia marah dan mulai menghina kami.
NEH 4:2 Di depan teman-temannya dan pasukan Samaria dia berkata, “Dasar tidak tahu malu! Orang-orang Yahudi yang payah ini mau membangun kembali benteng kota. Mana mungkin bisa?! Mereka pikir, dengan mempersembahkan kurban, benteng itu akan selesai dalam sehari! Tidak mungkin batu-batu dari puing yang sudah hangus itu bisa dibangun lagi!”
NEH 4:3 Tobia orang Amon yang berdiri di sampingnya juga berkata, “Ya! Pekerjaan mereka payah. Kalau diinjak seekor anjing hutan saja, benteng itu pasti roboh!”
NEH 4:4 Mendengar penghinaan mereka, saya berdoa, “Dengarlah, ya Allah, betapa mereka sudah mengejek kami. Mohon balaslah mereka sesuai penghinaan mereka. Jadikanlah mereka tawanan di negeri asing seperti yang kami alami.
NEH 4:5 Janganlah ampuni kesalahan mereka, dan jangan lupakan dosa mereka, karena mereka sudah membangkitkan murka-Mu dengan menghina orang-orang yang membangun benteng Yerusalem.”
NEH 4:6 Sesudah itu, kami tetap membulatkan tekad dan bekerja keras membangun benteng kota Yerusalem, sehingga benteng itu berdiri kembali hingga mencapai setengah tingginya yang semula.
NEH 4:7 Tetapi ketika Sanbalat, Tobia, serta sejumlah orang dari bangsa Arab, bangsa Amon, dan kota Asdod mendengar bahwa pekerjaan itu berjalan terus, dan bagian tembok yang hancur sudah semakin banyak diperbaiki, mereka pun sangat marah.
NEH 4:8 Mereka semua bersekongkol untuk menyerang kami yang membangun kembali benteng kota ini, supaya timbul kekacauan dan proyek pembangunan berhenti.
NEH 4:9 Maka kami berdoa kepada Allah dan mengatur giliran untuk melindungi kota itu dari serangan mereka. Kami berjaga setiap saat, baik siang maupun malam.
NEH 4:10 Kemudian rakyat Yehuda yang bertugas mengangkut reruntuhan mulai mengeluh, “Kami sudah lelah, padahal ada begitu banyak reruntuhan yang harus dibereskan. Kita tidak akan sanggup menyelesaikan pembangunan benteng ini!”
NEH 4:11 Sementara itu, musuh-musuh kami berkata satu sama lain, “Mari kita melakukan serangan mendadak dan membunuh mereka, supaya pembangunan itu berhenti!”
NEH 4:12 Orang-orang Yahudi yang tinggal di dekat daerah musuh-musuh kami itu mendengar rencana mereka, lalu memperingatkan kami berkali-kali, “Mereka akan menyerang kalian dari segala arah!”
NEH 4:13 Maka saya menempatkan orang-orang berdasarkan kelompok keluarganya untuk berjaga-jaga di dalam benteng, yaitu di bagian-bagian tembok yang kurang aman karena belum cukup ditinggikan kembali. Mereka berjaga-jaga lengkap dengan pedang, tombak, dan panah mereka.
NEH 4:14 Dalam situasi yang mencemaskan itu, saya memberi semangat kepada para bangsawan, pemimpin, dan rakyat dengan berkata, “Jangan takut kepada musuh-musuh kita! Ingatlah, kita dilindungi oleh TUHAN, Penguasa yang hebat yang kami takuti dan hormati. Jadi, mari kita berjuang untuk anak-istri kita, keluarga kita, dan demi tempat tinggal kita!”
NEH 4:15 Ketika pihak musuh mendengar bahwa kami mengetahui rencana mereka dan Allah sudah menggagalkan rencana itu, keadaan menjadi lebih aman sehingga kami semua dapat kembali meneruskan pembangunan benteng.
NEH 4:16 Namun, sejak saat itu saya membagi para pengawal saya menjadi dua kelompok. Selalu ada pekerja yang mengerjakan pembangunan dan pengawal yang berjaga-jaga dengan tombak, perisai, panah, dan mengenakan baju besi. Para pemimpin juga berjaga di belakang rakyat Yehuda
NEH 4:17 yang sedang membangun. Bahkan orang-orang yang bertugas membawa reruntuhan juga tetap waspada. Mereka bekerja penuh, tetapi setiap saat siap bertempur,
NEH 4:18 karena masing-masing mengikatkan pedang pada pinggangnya. Saya juga sudah memerintahkan seorang peniup terompet untuk selalu berada di samping saya dan membunyikan tanda bahaya kalau terjadi serangan musuh.
NEH 4:19 Saya menjelaskan kepada para bangsawan, pemimpin, dan semua rakyat, “Pekerjaan ini sangat besar dan luas, sementara kelompok-kelompok kita terpisah jauh satu sama lain di sekeliling benteng.
NEH 4:20 Kalau kalian mendengar bunyi terompet, segeralah berkumpul ke arah sumber suara. Allah akan turut bertempur bagi kita!”
NEH 4:21 Demikianlah cara kami bekerja setiap hari, sejak matahari terbit hingga malam hari. Selalu ada separuh dari laki-laki yang memperbaiki benteng, dan separuh yang lain berjaga-jaga dengan memegang senjata.
NEH 4:22 Saya juga memberi perintah kepada semua yang tinggal di luar benteng untuk menginap di dalam kota Yerusalem bersama anak buah mereka. Dengan begitu, ada lebih banyak orang yang bergiliran jaga pada malam hari sekaligus bekerja pada siang hari.
NEH 4:23 Sepanjang waktu itu, kami selalu siaga hingga tidak ada kesempatan untuk melepas pakaian kerja, bahkan saya sendiri, saudara-saudara saya, juga para hamba dan penjaga yang bersama saya. Kami membawa senjata setiap saat, bahkan ketika membuang air.
NEH 5:1 Beberapa waktu kemudian, banyak orang Yahudi— baik laki-laki maupun perempuan— berseru menuntut keadilan atas pemerasan yang dilakukan oleh para bangsawan dan pejabat sesama Yahudi.
NEH 5:2 Mereka berkata, “Keluarga kami besar dan anak kami banyak. Kami perlu makanan untuk bertahan hidup.”
NEH 5:3 Ada juga yang mengeluh, “Selama bencana kekeringan dan kelaparan, untuk mendapat bahan makanan saja kami harus meminjam uang dari para bangsawan dan pejabat Yahudi. Kami sudah menggadaikan ladang, kebun anggur, bahkan rumah. Sekarang kami hampir tidak punya apa-apa lagi.”
NEH 5:4 Dan ada lagi yang berkata, “Kami terpaksa meminjam uang karena harus membayar pajak ladang dan kebun anggur kami kepada raja.
NEH 5:5 Padahal kami ini sama-sama bangsa Yahudi, seperti juga para bangsawan dan pejabat itu. Anak-anak kami mestinya mempunyai kedudukan yang sama dengan anak-anak mereka, karena semuanya berasal dari satu nenek moyang. Tetapi kami sudah terpaksa menjual anak-anak kami— baik laki-laki maupun perempuan— untuk menjadi budak demi membayar utang. Kami tidak dapat berbuat apa-apa lagi, karena semua harta kami, yaitu ladang dan kebun anggur sudah menjadi milik para pejabat dan bangsawan itu.”
NEH 5:6 Mendengar keluhan mereka, saya menjadi sangat marah.
NEH 5:7 Setelah memikirkannya baik-baik, saya memanggil para bangsawan dan pejabat lalu dengan keras menegur mereka, “Kalian sudah berbuat jahat! Caramu meminjamkan uang seperti menghisap darah saudara-saudara sebangsamu!” Kemudian saya mengadakan rapat umum untuk membicarakan masalah itu.
NEH 5:8 Dalam pertemuan tersebut saya berkata kepada mereka, “Kami berusaha sekeras mungkin untuk menebus saudara-saudara kita sesama orang Yahudi yang sudah dijual sebagai budak kepada orang asing. Tetapi kalian malah menjual mereka kembali sebagai budak! Berapa kali lagi kami harus menebus mereka?!” Para bangsawan dan pejabat itu tidak dapat berkata apa-apa untuk membela diri.
NEH 5:9 Saya melanjutkan, “Cara berdagangmu itu salah! Seharusnya kamu menunjukkan rasa hormat kepada Allah, sehingga orang dari bangsa-bangsa musuh tidak dapat menemukan kesalahan kita.
NEH 5:10 Memang saya sendiri, kerabat-kerabat, dan para pegawai saya sudah memberi pinjaman uang dan gandum kepada rakyat. Tetapi sekarang mari kita hapuskan saja semua jaminan dan bunga utang mereka.
NEH 5:11 Sekarang kembalikanlah ladang, kebun anggur, kebun zaitun, ataupun rumah mereka yang sudah kamu ambil. Kembalikan juga bunga pinjaman yang sudah kamu terima, baik berupa uang, gandum, air anggur, maupun minyak.”
NEH 5:12 Mereka pun menjawab, “Kami akan melakukan perintah Tuan dan mengembalikan harta benda yang menjadi jaminan utang mereka. Kami juga tidak akan menagih bunga lagi.” Lalu saya memanggil beberapa imam untuk menjadi saksi supaya para bangsawan dan pejabat itu bersumpah di hadapan TUHAN untuk menepati janji mereka.
NEH 5:13 Kemudian saya mengebaskan debu dari pakaian saya dan berkata, “Beginilah yang akan dilakukan Allah kepadamu jika kamu tidak menepati sumpahmu itu! Dia akan mengebaskan kamu dari tempat tinggalmu dan membuang semua hasil kerjamu, sampai kamu tidak punya apa-apa lagi.” Semua orang yang hadir menjawab, “Amin!” lalu memuji TUHAN. Mereka masing-masing menepati sumpahnya.
NEH 5:14 Saya menjadi gubernur Yehuda sejak tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Raja Artasasta. Selama dua belas tahun dalam jabatan ini, saya dan keluarga saya tidak pernah menerima tunjangan makanan yang termasuk hak gubernur.
NEH 5:15 Para gubernur yang menjabat sebelum saya sudah memberatkan rakyat dengan mengharuskan setiap kepala keluarga menyediakan makanan dan minuman gubernur secara bergilir. Setiap kepala keluarga juga harus membayar pajak setengah kilogram perak setiap tahun kepada gubernur. Bahkan para pegawai gubernur pun menindas rakyat. Namun, saya menghormati Allah dan tidak berbuat seperti itu.
NEH 5:16 Saya mencurahkan perhatian penuh untuk pembangunan benteng Yerusalem. Semua pegawai saya juga sibuk dalam pekerjaan itu, sehingga kami tidak terlibat dalam urusan jual-beli tanah.
NEH 5:17 Selain itu, secara rutin saya menyediakan makanan untuk seratus lima puluh pemimpin dan pejabat Yahudi. Ada juga tamu-tamu negara yang singgah dari bangsa-bangsa di sekitar wilayah Yehuda yang turut makan bersama kami.
NEH 5:18 Untuk menyediakan makanan itu, setiap hari dibutuhkan satu ekor sapi, enam ekor domba terbaik, dan banyak ayam. Persediaan air anggur juga harus diisi tiap sepuluh hari. Meskipun begitu, saya tetap tidak pernah mengambil tunjangan gubernur, karena saya tahu rakyat sudah terbeban berat oleh keadaan dan pajak raja.
NEH 5:19 Saya berdoa, “Ya Allahku, ingatlah semua yang sudah aku lakukan bagi bangsa ini dan berkenanlah kepadaku.”
NEH 6:1 Sanbalat, Tobia, Gesyem orang Arab, dan musuh-musuh kami yang lain mendengar bahwa saya sudah membangun kembali benteng Yerusalem dan tidak ada lagi bagian yang runtuh. (Itu benar, tetapi waktu itu pintu-pintu gerbang belum dipasang.)
NEH 6:2 Lalu Sanbalat dan Gesyem mengirim pesan kepada saya, isinya, “Marilah kita bertemu di desa Kefirim di dataran Ono.” Namun, saya tahu bahwa mereka sudah berencana untuk mencelakai saya.
NEH 6:3 Maka saya menyuruh para pembawa pesan itu pulang dengan jawaban, “Saya sedang melaksanakan pekerjaan besar yang tidak bisa ditinggal. Tidak mungkin saya menghentikan pekerjaan ini untuk menemui kalian.”
NEH 6:4 Empat kali mereka mengirim pesan yang sama, dan saya selalu memberi jawaban yang sama pula.
NEH 6:5 Pada kali kelima, Sanbalat mengirim pesan melalui pegawainya kepada saya. Pesan itu berbentuk surat terbuka
NEH 6:6 yang isinya, “Ada kabar yang tersebar di antara semua bangsa di sekitar Yehuda, dan menurut Gesyem berita itu benar. Mereka mengatakan bahwa alasan engkau dan bangsa Yahudi membangun kembali benteng Yerusalem adalah karena kalian hendak memberontak terhadap kerajaan Persia. Menurut laporan-laporan yang kami terima, engkau juga akan menjadi raja mereka.
NEH 6:7 Bahkan engkau sudah menunjuk beberapa nabi untuk memberi pengumuman di Yerusalem, ‘Yehuda memiliki seorang raja, yaitu Nehemia!’ Berita ini pasti akan sampai kepada Raja Artasasta. Jadi, saya mengusulkan agar kita bertemu untuk membicarakan persoalan ini dan mencari jalan keluar supaya engkau selamat dari hukuman.”
NEH 6:8 Kemudian saya mengirim jawaban, “Kata-katamu itu tidak benar. Semua itu hanyalah karanganmu sendiri.”
NEH 6:9 Musuh-musuh kami berusaha menakut-nakuti karena mengira bahwa kami akan berkecil hati sehingga tidak dapat menyelesaikan pembangunan benteng kota. Tetapi saya mengandalkan Allah dan berdoa, “Ya Allah, berikanlah keberanian kepadaku!”
NEH 6:10 Suatu hari, tidak lama setelah peristiwa itu, saya mengunjungi Semaya, anak Delaya dan cucu Mehetabel, yang mengaku dirinya sebagai nabi. Saya diminta mengunjungi dia karena dia berkata bahwa dia tidak bisa berjalan untuk datang kepada saya. Tetapi saat bertemu, dia berkata, “Mari kita bersembunyi di dalam rumah TUHAN dan mengunci semua pintunya, karena malam ini musuh-musuhmu akan datang untuk membunuhmu.” Tetapi jawab saya, “Sebagai pemimpin, tidak pantas saya kabur ketika ada bahaya. Itu tindakan pengecut. Lagipula, saya bukan imam sehingga dilarang masuk ke rumah TUHAN, apalagi hanya untuk menyelamatkan diri. Tidak! Saya tidak akan melakukan itu!” Saat itu saya menyadari bahwa Allah tidak mengutus Semaya untuk bernubuat demikian. Dia mengatakan itu karena dibayar oleh Tobia dan Sanbalat.
NEH 6:13 Mereka berpikir ancaman itu dapat membuat saya takut sehingga saya berbuat dosa dengan mengikuti sarannya. Dengan demikian mereka dapat menyalahkan saya dan mencemarkan nama saya.
NEH 6:14 Saya berdoa, “Ya Allahku, ingatlah semua hal jahat yang sudah dilakukan Tobia dan Sanbalat, juga Noadya nabi perempuan itu, serta nabi-nabi lain yang berusaha terus menakut-nakuti aku.”
NEH 6:15 Setelah lima puluh dua hari bekerja, pembangunan benteng kota Yerusalem diselesaikan pada tanggal dua puluh lima bulan Elul.
NEH 6:16 Ketika semua musuh kami mendengar berita itu, dan orang-orang bangsa lain di sekitar Yehuda melihat bahwa kami sudah menyelesaikan benteng kota, mereka menjadi takut dan malu. Mereka menyadari bahwa pekerjaan yang kami lakukan sudah berhasil karena pertolongan Allah kami.
NEH 6:17 Selama ini, para bangsawan Yehuda dan Tobia saling berkirim surat
NEH 6:18 karena banyak orang Yehuda sudah berjanji setia kepada Tobia, sebab dia adalah menantu Sekanya anak Ara. Dan anak Tobia, yaitu Yohanan, sudah menikah dengan anak perempuan Mesulam anak Berekya.
NEH 6:19 Para bangsawan itu pun sering memuji-muji perbuatan baik Tobia di hadapan saya, juga melaporkan kata-kata saya kepada Tobia. Itulah sebabnya Tobia terus saja mengirim surat untuk menakut-nakuti saya.
NEH 7:1 Setelah benteng Yerusalem selesai dibangun dan pintu-pintu gerbangnya sudah dipasang, kami menunjuk sejumlah orang sebagai penjaga gerbang. Selain itu, ditetapkan juga orang-orang Lewi yang bertugas di rumah TUHAN untuk menjadi penyanyi, pemain musik, dan petugas-petugas lainnya.
NEH 7:2 Kemudian saya mengangkat dua orang untuk bertanggung jawab mengelola kota Yerusalem, yaitu Hanani saudara saya, dan Hananya, komandan benteng. Dia dapat dipercaya dan memiliki rasa hormat kepada Allah melebihi orang-orang lain.
NEH 7:3 Saya memberi perintah, “Pintu gerbang Yerusalem hanya boleh dibuka ketika hari sudah siang, dan harus selalu ditutup serta dipalang ketika para penjaga masih bertugas. Tunjuklah orang-orang yang tinggal di kota Yerusalem sebagai penjaga, dan tugaskanlah beberapa dari mereka di pos-pos penjagaan dan di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.”
NEH 7:4 Kota Yerusalem sangat luas dan lapang, tetapi penduduknya saat itu masih sedikit dan rumah-rumah di dalamnya belum dibangun kembali.
NEH 7:5 Lalu Allah memberi hikmat kepada saya untuk mengumpulkan para bangsawan, pemimpin, dan rakyat biasa untuk mencatat silsilah keluarga mereka masing-masing. Saya juga mendapati daftar nama dan silsilah rombongan pertama yang pulang dari pembuangan di Babel.
NEH 7:6 Berikut ini adalah daftar kelompok orang yang kembali dari pembuangan, yaitu mereka yang dahulu dibawa Raja Nebukadnezar ke Babel, tetapi sekarang sudah kembali ke tempat asal mereka di Yerusalem dan di kota-kota Yehuda.
NEH 7:7 Mereka kembali dalam satu rombongan besar bersama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Azarya, Raamya, Nahamani, Mordekai, Bilsan, Misperet, Bigwai, Nehum, dan Baana. Berikut ini adalah daftar nama kaum keluarga bangsa Israel yang kembali, beserta jumlah rombongannya:
NEH 7:8 Keturunan Paros— 2.172 orang,
NEH 7:9 Keturunan Sefaca— 372 orang,
NEH 7:10 Keturunan Ara— 652 orang,
NEH 7:11 Keluarga Yesua dan Yoab, yang adalah anak Pahat Moab— 2.818 orang,
NEH 7:12 Keturunan Elam— 1.254 orang,
NEH 7:13 Keturunan Zatu— 845 orang,
NEH 7:14 Keturunan Zakai— 760 orang,
NEH 7:15 Keturunan Binui— 648 orang,
NEH 7:16 Keturunan Bebai— 628 orang,
NEH 7:17 Keturunan Azgad— 2.322 orang,
NEH 7:18 Keturunan Adonikam— 667 orang,
NEH 7:19 Keturunan Bigwai— 2.067 orang,
NEH 7:20 Keturunan Adin— 655 orang,
NEH 7:21 Keluarga Hiskia, yaitu keturunan Ater— 98 orang,
NEH 7:22 Keturunan Hasum— 328 orang,
NEH 7:23 Keturunan Besai— 324 orang,
NEH 7:24 Keturunan Harif— 112 orang,
NEH 7:25 Keturunan Gibeon— 95 orang.
NEH 7:26 Berikut ini adalah jumlah orang yang kembali, dihitung berdasarkan kota asal mereka: Betlehem dan Netofa— 188 orang,
NEH 7:27 Anatot— 128 orang,
NEH 7:28 Bet Azmawet— 42 orang,
NEH 7:29 Kiryat Yearim, Kefira, dan Beerot— 743 orang,
NEH 7:30 Rama dan Geba— 621 orang,
NEH 7:31 Mikmas— 122 orang,
NEH 7:32 Betel dan Ai— 123 orang,
NEH 7:33 Nebo yang lain— 52 orang,
NEH 7:34 Elam yang lain— 1.254 orang,
NEH 7:35 Harim— 320 orang,
NEH 7:36 Yeriko— 345 orang,
NEH 7:37 Lod, Hadid, dan Ono— 721 orang,
NEH 7:38 Sena— 3.930 orang.
NEH 7:39 Berikut ini adalah daftar nama kaum keluarga para imam yang kembali dari pembuangan: Keluarga Yedaya, yaitu keturunan Yesua— 973 orang,
NEH 7:40 Keturunan Imer— 1.052 orang,
NEH 7:41 Keturunan Pasyur— 1.247 orang,
NEH 7:42 Keturunan Harim— 1.017 orang.
NEH 7:43 Berikut ini adalah daftar kelompok keturunan Lewi yang kembali dari pembuangan beserta jumlah rombongannya: Keluarga Yesua dan Kadmiel, yang adalah keturunan Hodewa— 74 orang.
NEH 7:44 Pemain musik di rumah TUHAN dari keturunan Asaf— 148 orang.
NEH 7:45 Penjaga gerbang rumah TUHAN keturunan Salum, Ater, Talmon, Akub, Hatita, dan Sobai— 138 orang.
NEH 7:46 Berikut ini adalah daftar nama kaum keluarga para pekerja di rumah TUHAN yang kembali dari pembuangan: Ziha, Hasufa, Tabaot,
NEH 7:47 Keros, Sia, Padon,
NEH 7:48 Lebana, Hagaba, Salmai,
NEH 7:49 Hanan, Gidel, Gahar,
NEH 7:50 Reaya, Rezin, Nekoda,
NEH 7:51 Gazam, Uza, Paseah,
NEH 7:52 Besai, Meunim, Nefusim,
NEH 7:53 Bakbuk, Hakufa, Harhur,
NEH 7:54 Bazlut, Mehida, Harsa,
NEH 7:55 Barkos, Sisera, Temah,
NEH 7:56 Neziah, dan Hatifa.
NEH 7:57 Berikut ini adalah daftar nama kaum keluarga pelayan Raja Salomo yang kembali dari pembuangan: Sotai, Soferet, Perida,
NEH 7:58 Yaala, Darkon, Gidel,
NEH 7:59 Sefaca, Hatil, Pokeret Hazebarim, dan Amon.
NEH 7:60 Jumlah seluruh keturunan para pekerja rumah TUHAN dan pelayan Raja Salomo adalah 392 orang.
NEH 7:61 Ada juga rombongan lain sejumlah 642 orang yang kembali ke Yerusalem dari kota-kota di Persia, yaitu kota Tel Melah, Tel Harsa, Kerub, Adon, dan Imer. Mereka mengaku berasal dari kaum keluarga Delaya, Tobia, dan Nekoda. Namun, mereka tidak memiliki daftar silsilah keluarga sehingga tidak ada bukti bahwa mereka keturunan Israel.
NEH 7:63 Para imam dari kaum keluarga Hobaya, Hakos, dan Barzilai juga kembali ke Yerusalem. Ketiga kaum tersebut tidak dapat membuktikan silsilah keluarga mereka sehingga tidak boleh melayani sebagai imam. (Barzilai mendapatkan namanya itu sesuai nama ayah mertuanya, karena dia menikah dengan anak perempuan orang Gilead yang bernama Barzilai.)
NEH 7:65 Gubernur Yehuda melarang mereka memakan makanan yang sudah dipersembahkan kepada Allah sebelum ada seorang imam yang dapat menyelesaikan masalah ini dengan meminta petunjuk Allah dengan menggunakan Urim dan Tumim.
NEH 7:66 Jumlah semua orang yang kembali ke Yehuda dari pembuangan di Persia adalah 42.360 orang.
NEH 7:67 Selain itu ada 7.337 orang budak, baik laki-laki maupun perempuan. Budak yang bertugas sebagai penyanyi berjumlah 245 orang, baik laki-laki maupun perempuan.
NEH 7:68 Berikut ini jumlah hewan peliharaan yang dibawa kembali oleh seluruh orang Israel: kuda— 736 ekor, bagal— 245 ekor,
NEH 7:69 unta— 435 ekor, keledai— 6.720 ekor.
NEH 7:70 Berikut ini adalah daftar sumbangan untuk biaya pembangunan kembali rumah TUHAN: Dari gubernur— 8,5 kilogram emas, 50 mangkok untuk digunakan di rumah TUHAN, dan 530 jubah untuk para imam.
NEH 7:71 Dari sejumlah kepala kaum keluarga— 170 kilogram emas, 1.200 kilogram perak.
NEH 7:72 Dari rakyat— 170 kilogram emas dan 67 jubah untuk para imam.
NEH 7:73 Jadi, seluruh kelompok tersebut, yakni para imam, orang suku Lewi, penjaga gerbang rumah TUHAN, pemusik, pekerja di rumah TUHAN, dan rakyat Israel yang lain kembali ke kota-kota asal mereka. Pada bulan ketujuh, mereka sudah menetap di kotanya masing-masing.
NEH 8:1 Pada hari pertama bulan ketujuh, seluruh umat Israel— baik laki-laki maupun perempuan— berkumpul di alun-alun depan Pintu Gerbang Air. Mereka meminta Ezra selaku imam dan ahli hukum untuk membacakan kitab Taurat yang diberikan TUHAN kepada bangsa Israel melalui Musa. Maka Imam Ezra mengeluarkan kitab Taurat di depan semua orang yang datang. Mereka terdiri dari orang dewasa dan anak-anak yang sudah dapat mengerti apa yang dibacakan.
NEH 8:3 Mulai pagi-pagi sekali sampai tengah hari, Imam Ezra membacakan kitab itu. Semua yang hadir mendengarkannya dengan perhatian penuh.
NEH 8:4 Beginilah acara pembacaan kitab Taurat berlangsung. Imam Ezra berdiri di atas panggung kayu yang dibangun khusus untuk acara ini. Dia didampingi oleh Matitia, Sema, Anaya, Uria, Hilkia, dan Maaseya di sebelah kanan, serta Pedaya, Misael, Malkia, Hasum, Hasbadana, Zakaria, dan Mesulam di sebelah kirinya.
NEH 8:5 Lalu Ezra membuka gulungan kitab itu dengan disaksikan semua orang yang berkumpul di sana, karena dia berdiri di atas panggung yang lebih tinggi daripada mereka. Ketika kitab itu dibuka, semua orang berdiri untuk menunjukkan hormat.
NEH 8:6 Ezra mengucap syukur kepada TUHAN, Allah Yang Mahakuasa, lalu mereka semua mengangkat tangan sambil berkata, “Amin! Amin!” dan bersujud menyembah TUHAN.
NEH 8:7 Kemudian mereka berdiri kembali, dan kitab Taurat dibacakan. Beberapa ahli hukum dari suku Lewi menguraikan dan menjelaskan arti hukum-hukum itu dalam bahasa yang mudah dimengerti. Orang-orang Lewi tersebut adalah Yesua, Bani, Serebya, Yamin, Akub, Sabetai, Hodia, Maaseya, Kelita, Azarya, Yozabaf, Hanan, dan Pelaya.
NEH 8:9 Semua orang yang berkumpul menangis waktu mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Lalu saya, yang menjabat sebagai gubernur, Imam Ezra (yang juga ahli hukum Allah), beserta orang-orang Lewi yang menjelaskan hukum itu berkata, “Janganlah bersedih atau menangis! TUHAN menjadikan hari ini sebagai hari yang kudus bagi kita.”
NEH 8:10 Saya berkata kepada seluruh umat itu, “Pulanglah dan nikmatilah makanan yang lezat dan minuman yang enak. Bagikanlah juga makanan untuk orang-orang lain yang tidak mempunyai apa-apa, karena hari ini adalah hari yang dikhususkan bagi Allah kita. Jangan berdukacita, sebab sukacita yang berasal dari TUHAN akan menjadi kekuatanmu.”
NEH 8:11 Orang-orang Lewi menenangkan bangsa Israel dengan berkata, “Diam dan tenangkanlah dirimu karena hari ini adalah hari yang suci.”
NEH 8:12 Kemudian semua orang meninggalkan tempat itu. Mereka mengadakan perjamuan dan membagikan makanan dan minuman kepada orang-orang lain yang tidak mempunyai makanan. Mereka bergembira karena dapat mengerti apa yang diajarkan kepada mereka.
NEH 8:13 Pada hari kedua dalam bulan ketujuh, semua kepala kaum keluarga bersama para imam dan orang-orang Lewi datang kepada Ezra, sebagai ahli hukum, untuk mempelajari isi kitab Taurat dengan lebih teliti.
NEH 8:14 Saat itu mereka mendapati perintah TUHAN kepada bangsa Israel melalui Musa bahwa setiap bulan ketujuh mereka harus memperingati Hari Raya Pondok Cabang-cabang Berdaun dengan cara tinggal di dalam pondok-pondok.
NEH 8:15 Maka mereka mengumumkan berita ini ke semua kota di negeri Israel termasuk Yerusalem, “Pergilah ke wilayah pegunungan, ambillah dahan-dahan pohon zaitun, murad, kurma, ara, dan pohon-pohon lainnya yang rimbun. Buatlah pondok-pondok dari dahan itu untuk tinggal selama perayaan berlangsung, sesuai yang tertulis dalam kitab Taurat.”
NEH 8:16 Setelah mendengar pemberitahuan itu, semua orang pergi untuk mengambil dahan-dahan pohon. Mereka membangun pondok-pondok itu di atas atap rumah-rumah mereka, di teras, di halaman rumah TUHAN, di alun-alun dekat Pintu Gerbang Air, juga di alun-alun dekat Gerbang Efraim.
NEH 8:17 Semua orang yang kembali dari pembuangan membuat pondok-pondok untuk ditempati selama hari raya. Mereka sangat bersukacita. Sejak zaman Yosua anak Nun, inilah pertama kalinya orang Israel melakukan perayaan itu lagi.
NEH 8:18 Perayaan berlangsung selama tujuh hari, dan setiap harinya Ezra mengajarkan isi kitab Taurat. Pada hari kedelapan, mereka kembali berkumpul untuk menyembah Allah dengan penuh hormat, sesuai dengan yang diperintahkan dalam kitab Taurat.
NEH 9:1 Pada hari kedua puluh empat, masih di bulan ketujuh, seluruh rakyat Israel berkumpul untuk mengaku dosa. Mereka berpuasa, memakai kain karung, dan menaruh abu di atas kepala sebagai tanda berkabung karena dosa mereka sendiri. Mereka sudah memisahkan diri dari semua orang yang bukan bangsa Israel. Mereka berdoa mengakui dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka maupun nenek moyang mereka.
NEH 9:3 Selama tiga jam, kitab Taurat dibacakan kepada mereka, dan selama tiga jam berikutnya mereka mengaku dosa di hadapan TUHAN sambil bersujud menyembah Dia.
NEH 9:4 Sekelompok orang Lewi— yaitu Yesua, Bani, Kadmiel, Sebanya, Buni, Serebya, Bani, dan Kenani— berdiri di panggung. Mereka memanjatkan doa dengan nyaring kepada TUHAN Allah.
NEH 9:5 Selanjutnya, Yesua, Kadmiel, Bani, Hasabneya, Serebya, Hodia, Sebanya, dan Petahya berkata, “Berdirilah dan pujilah TUHAN Allahmu yang hidup selama-lamanya!” Lalu mereka berdoa, “Ya, Allah yang mulia, biarlah Engkau dipuji dan diagungkan dengan segala hormat!
NEH 9:6 Ya Allah, Engkaulah TUHAN yang Mahaesa. Engkau yang menciptakan seluruh tingkat surga dan langit, bumi dan segala isinya, serta lautan dan semua yang ada di dalamnya. Engkau yang memberi kehidupan bagi segala makhluk. Pasukan malaikat surgawi pun bersujud menyembah-Mu.
NEH 9:7 Engkaulah TUHAN Allah yang sudah memilih Abram. Engkau membawa dia keluar dari Ur di wilayah Babel dan mengubah namanya menjadi Abraham.
NEH 9:8 Engkau mengetahui bahwa dia setia kepada-Mu, maka Engkau mengadakan perjanjian dengannya untuk memberikan negeri yang didiami bangsa Kanaan, Het, Amori, Feris, Yebus, dan Girgasi kepada anak cucunya. Engkau sudah menepati janji-Mu itu, karena Engkau adil dan setia.
NEH 9:9 Engkau melihat penderitaan nenek moyang kami di negeri Mesir dan mendengar jeritan mereka minta tolong di tepi Laut Merah.
NEH 9:10 Maka Engkau melakukan perbuatan dahsyat dan membuat keajaiban melawan raja Mesir, para pejabatnya, dan seluruh rakyatnya, sebab Engkau tahu betapa kejamnya mereka terhadap nenek moyang kami. Karena perbuatan ajaib-Mu itu, Engkau ditakuti bangsa-bangsa sampai sekarang.
NEH 9:11 Engkau membelah Laut Merah di hadapan nenek moyang kami sehingga mereka bisa menyeberang melalui tanah yang kering. Ke dalam laut Engkau menenggelamkan pasukan Mesir yang mengejar mereka, bagaikan batu dilempar ke dasar lautan yang bergelora.
NEH 9:12 Di padang belantara, Engkau menuntun mereka dengan tiang awan pada siang hari, dan pada waktu malam, Engkau menerangi jalan mereka dengan tiang berapi.
NEH 9:13 Dari surga Engkau turun ke atas gunung Sinai dan berbicara kepada mereka. Engkau memberi mereka peraturan-peraturan dan ketetapan-ketetapan yang adil serta hukum-hukum dan perintah-perintah yang baik.
NEH 9:14 Melalui hamba-Mu Musa, Engkau mengajar mereka untuk menjaga kesucian hari Sabat-Mu dan memberikan berbagai perintah, ketetapan, serta hukum kepada mereka.
NEH 9:15 Ketika umat-Mu lapar, Engkau menyediakan roti surgawi yang disebut manna. Ketika mereka haus, Engkau mengeluarkan air dari sebuah batu. Engkau memerintahkan mereka untuk merebut dan menduduki negeri yang sudah Engkau janjikan kepada mereka.
NEH 9:16 Tetapi nenek moyang kami sombong. Mereka keras kepala dan tidak menaati perintah-perintah-Mu.
NEH 9:17 Mereka menolak untuk taat. Mereka lupa hal-hal ajaib yang sudah Engkau lakukan di hadapan mereka. Karena keras kepala, mereka malah ingin mengangkat seorang pemimpin untuk membawa mereka kembali ke dalam perbudakan di Mesir. Tetapi Engkau Allah yang maha pengampun. Engkau murah hati, penuh belas kasih, panjang sabar, dan setia. Engkau tidak meninggalkan mereka.
NEH 9:18 Nenek moyang kami membuat berhala berbentuk anak sapi. Kata mereka, ‘Inilah dewa kita yang sudah membawa kita keluar dari Mesir.’ Mereka berulang kali menghina Engkau dengan perbuatan yang keterlaluan seperti itu.
NEH 9:19 “Namun, Engkau TUHAN yang maha pengasih! Engkau tidak meninggalkan mereka di padang belantara. Tiang awan-Mu tetap menuntun mereka pada waktu siang dan tiang berapi tetap menerangi jalan mereka di kala malam.
NEH 9:20 Roh-Mu memberikan kuasa kepada Musa untuk mengajar mereka dengan lemah lembut. Engkau tetap menurunkan manna untuk mereka makan dan menyediakan air ketika mereka haus.
NEH 9:21 Selama empat puluh tahun di padang belantara Engkau memelihara mereka. Pakaian mereka tidak menjadi usang dan kaki mereka tidak pernah menjadi bengkak.
NEH 9:22 Engkau menolong mereka mengalahkan banyak kerajaan dan bangsa, lalu Engkau membagi-bagikan negeri Kanaan kepada suku-suku umat-Mu. Mereka mengambil alih seluruh wilayah Raja Sihon dari Hesbon dan Raja Og dari Basan.
NEH 9:23 Engkau membuat anak cucu mereka sebanyak bintang-bintang di langit, dan menuntun mereka memasuki negeri yang sudah Engkau janjikan kepada nenek moyang mereka.
NEH 9:24 Saat umat-Mu masuk untuk menguasai, Engkau menolong mereka menaklukkan bangsa Kanaan, penduduk negeri ini. Engkau menyerahkan raja-raja dan rakyat mereka, sehingga nenek moyang kami berkuasa penuh atas mereka.
NEH 9:25 Bangsa Israel merebut kota-kota berbenteng dan tanah yang subur. Mereka merampas rumah-rumah yang penuh dengan berbagai harta, sumur-sumur yang sudah digali, kebun-kebun anggur dan zaitun yang sudah ditanami, juga pohon buah-buahan yang berlimpah. Mereka makan sampai kenyang dan menjadi gemuk. Bangsa Israel hidup senang karena kebaikan-Mu.
NEH 9:26 Tetapi kemudian mereka menjadi tidak taat kepada-Mu dan memberontak melawan Engkau. Mereka mengabaikan Hukum-Mu, dan membunuh para nabi-Mu yang memperingatkan mereka untuk kembali kepada-Mu. Mereka terus menghina Engkau dengan berbagai perbuatan yang sangat keterlaluan.
NEH 9:27 Oleh sebab itu, Engkau menyerahkan umat-Mu kepada musuh-musuh yang menindas mereka. Di saat menderita, mereka berseru kepada-Mu minta tolong. Dari surga Engkau mendengar jeritan mereka, dan satu demi satu Engkau mengutus para hakim untuk menyelamatkan mereka, sebab Engkau penuh belas kasihan.
NEH 9:28 Namun, saat keadaan tenteram mereka kembali berdosa kepada-Mu. Maka Engkau membiarkan musuh-musuh menindas mereka. Ketika mereka berseru minta tolong lagi, Engkau mendengarkan mereka dari surga. Berulang kali Engkau tetap menyelamatkan mereka, sebab Engkau sungguh penuh belas kasihan.
NEH 9:29 Engkau memberi peringatan kepada mereka untuk kembali pada hukum-Mu, tetapi mereka sombong dan tidak mau menaati perintah-perintah-Mu. Padahal, jika seseorang menaati perintah-perintah-Mu, dia akan hidup sejahtera, tetapi mereka terus saja berdosa, keras kepala, suka memberontak, dan menutup telinga terhadap Engkau.
NEH 9:30 Selama bertahun-tahun, Engkau tetap sabar. Roh-Mu memberikan kuasa kepada para nabi untuk mengajar dan memperingatkan mereka, tetapi mereka tetap tidak mau taat. Maka Engkau membiarkan mereka dikalahkan oleh pasukan bangsa-bangsa di sekeliling mereka.
NEH 9:31 Walaupun begitu, Engkau tidak meninggalkan mereka ataupun memusnahkan mereka seluruhnya, karena Engkau murah hati dan penuh belas kasihan.
NEH 9:32 Oleh sebab itu, ya Allah, Engkau yang sangat mengagumkan karena Engkau mahabesar, mahakuasa, dan selalu setia pada perjanjian-Mu, janganlah abaikan semua penderitaan yang sudah kami alami, baik para raja, imam, nabi, nenek moyang, maupun seluruh rakyat kami. Kami sudah tertindas sejak zaman raja Asyur sampai hari ini.
NEH 9:33 Semua hukuman yang sudah menimpa kami adalah wujud keadilan-Mu. Kami memang layak dihukum, karena kami sudah melakukan banyak kesalahan terhadap Engkau yang selalu setia.
NEH 9:34 Para raja, pejabat, imam, dan nenek moyang kami tidak menaati hukum-hukum-Mu. Mereka tidak menghiraukan perintah-perintah dan peringatan-peringatan-Mu.
NEH 9:35 Mendekati waktu pembuangan umat Israel ke negeri Babel, saat mereka masih menikmati berbagai berkat yang Engkau limpahkan di negeri yang subur dan luas ini, mereka tidak melayani Engkau dan tidak berpaling dari perbuatan jahat mereka.
NEH 9:36 Lihatlah, ya Allah, negeri yang sudah Engkau berikan kepada nenek moyang kami sekarang dijajah bangsa lain. Di tanah kami sendiri, yang seharusnya kami nikmati, kami justru menjadi budak!
NEH 9:37 Hasil panen dan ternak kami menjadi milik para raja yang sudah Engkau tempatkan untuk menguasai kami. Bahkan kehidupan kami pun dikendalikan mereka! Ya, akibat dosa kami sendiri, sekarang kami sangat menderita.”
NEH 9:38 Berdasarkan doa pengakuan dosa itu, kami membuat sebuah perjanjian tertulis, yang disahkan dengan stempel oleh para pemimpin, orang-orang Lewi, dan imam-imam.
NEH 10:1 Inilah daftar nama orang-orang yang memberi stempel pengesahan pada dokumen perjanjian itu: Saya— Nehemia anak Hakalya selaku gubernur Yehuda— dan Zedekia.
NEH 10:2 Para imam: Seraya, Azarya, Yeremia,
NEH 10:3 Pasyur, Amarya, Malkia,
NEH 10:4 Hatus, Sebanya, Maluk,
NEH 10:5 Harim, Meremot, Obaja,
NEH 10:6 Daniel, Gineton, Baruk,
NEH 10:7 Mesulam, Abia, Miyamin,
NEH 10:8 Maazya, Bilgai, Semaya.
NEH 10:9 Orang-orang Lewi: Yesua anak Azanya, Binui dari kaum keluarga Henadad, Kadmiel,
NEH 10:10 Sebanya, Hodia, Kelita, Pelaya, Hanan,
NEH 10:11 Mika, Rehob, Hasabya,
NEH 10:12 Zakur, Serebya, Sebanya,
NEH 10:13 Hodia, Bani, Beninu.
NEH 10:14 Para pemimpin bangsa Israel: Paros, Pahat Moab, Elam, Zatu, Bani,
NEH 10:15 Buni, Azgad, Bebai,
NEH 10:16 Adonia, Bigwai, Adin,
NEH 10:17 Ater, Hiskia, Azur,
NEH 10:18 Hodia, Hasum, Bezai,
NEH 10:19 Harif, Anatot, Nebai,
NEH 10:20 Magpias, Mesulam, Hezir,
NEH 10:21 Mesezabeel, Zadok, Yadua,
NEH 10:22 Pelatia, Hanan, Anaya,
NEH 10:23 Hosea, Hananya, Hasub,
NEH 10:24 Halohes, Pilha, Sobek,
NEH 10:25 Rehum, Hasabna, Maaseya,
NEH 10:26 Ahia, Hanan, Anan,
NEH 10:27 Maluk, Harim, Baana.
NEH 10:28 Nama-nama dalam perjanjian itu mewakili semua orang Israel yang lain, termasuk para imam, orang Lewi, para penjaga pintu gerbang, para penyanyi, pelayan rumah TUHAN, beserta istri dan anak-anak mereka— yaitu semua orang yang sudah cukup dewasa untuk mengerti dan menyetujui perjanjian itu. Mereka sudah memisahkan diri dari orang-orang bangsa lain di negeri itu untuk menaati hukum Allah.
NEH 10:29 Dalam perjanjian itu, kami umat Israel beserta para bangsawan bersumpah, “Biarlah kami terkena kutuk apabila tidak menaati semua perintah, peraturan, dan ketetapan TUHAN Allah, yakni hukum yang diberikan Penguasa kita melalui hamba-Nya Musa.
NEH 10:30 Kami berjanji tidak akan menikahkan anak-anak kami, baik laki-laki maupun perempuan, dengan anak-anak dari bangsa-bangsa asing yang tinggal di negeri kami.
NEH 10:31 Pada hari Sabat dan hari suci lainnya, kami tidak akan membeli gandum dan berbagai barang dagangan yang dijual oleh penduduk negeri ini yang bukan bangsa Israel. Setiap tahun ketujuh, kami tidak akan menanami ladang-ladang kami dan tidak akan menagih utang dari sesama orang Israel.
NEH 10:32 “Kami juga akan memenuhi tanggung jawab sesuai perintah Allah, yaitu memberikan 4 gram uang perak setiap tahun untuk mencukupi kebutuhan ibadah di rumah TUHAN.
NEH 10:33 Uang tersebut akan digunakan untuk menyediakan roti sajian, persembahan gandum-ganduman, dan kurban yang dibakar habis pada setiap hari Sabat, perayaan bulan baru, perayaan tahunan, dan untuk kurban penghapus dosa bangsa Israel. Uang tersebut juga akan digunakan untuk membeli barang-barang lain dalam mendukung pekerjaan di rumah TUHAN.
NEH 10:34 Kami juga akan menaati perintah-Nya untuk memperhatikan supaya api di mezbah TUHAN Allah tetap menyala, dengan cara menyediakan kayu bakar. Jadi kami, seluruh rakyat Israel— termasuk seluruh keluarga para imam dan orang Lewi— akan mengundi setiap tahun untuk menentukan giliran orang-orang yang bertugas menyediakan kayu bakar yang cukup dan membawanya ke rumah TUHAN.
NEH 10:35 “Kami akan mempersembahkan hasil panen pertama dari ladang-ladang dan kebun-kebun kami ke rumah TUHAN setiap tahun.
NEH 10:36 Sesuai peraturan dalam hukum Allah, kami akan membawa setiap anak sulung kami kepada para imam yang bertugas di rumah TUHAN supaya anak-anak sulung itu dikhususkan bagi TUHAN. Kami akan mempersembahkan anak hewan ternak kami yang pertama lahir, baik sapi, kambing, maupun domba.
NEH 10:37 Hasil pertama dari gilingan gandum dan jelai, persembahan khusus, panen buah-buahan, dan air anggur serta minyak zaitun yang pertama dibuat akan kami serahkan kepada para imam untuk disimpan di gudang rumah TUHAN karena semua itu adalah bagian untuk mereka. Selain itu, kami juga akan memberikan sepersepuluh dari hasil panen kami kepada orang Lewi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkannya di lumbung kota kami masing-masing.
NEH 10:38 Seorang imam dari keturunan Harun harus hadir bersama orang-orang Lewi ketika mereka mengumpulkan perpuluhan dari rakyat. Orang-orang Lewi harus membawa sepersepuluh dari semua yang mereka terima ke gudang-gudang perbendaharaan di rumah TUHAN.
NEH 10:39 Umat Israel dan orang-orang Lewi akan membawa persembahan gandum dan hasil panen lainnya, air anggur baru, serta minyak zaitun ke gudang-gudang perbendaharaan rumah TUHAN, supaya siap digunakan oleh para imam, penjaga pintu gerbang, dan penyanyi yang bertugas di rumah Allah. Kami berjanji tidak akan menelantarkan rumah Allah kita.”
NEH 11:1 Para pemimpin bangsa Israel dan keluarganya menjadi warga baru yang pertama menempati kota suci Yerusalem, sedangkan rakyat dari suku Yehuda dan Benyamin membuang undi untuk menentukan satu dari setiap sepuluh keluarga untuk menetap di Yerusalem, sementara yang sembilan lagi menetap di kota-kota lain.
NEH 11:2 Ada juga sejumlah kepala keluarga yang dengan sukarela memutuskan untuk membawa keluarganya tinggal di Yerusalem, dan rakyat memuji kesediaan mereka.
NEH 11:3 Selebihnya dari rakyat suku Yehuda dan Benyamin, para imam, orang Lewi, pelayan rumah TUHAN, dan keturunan hamba Salomo, tinggal di tanah warisan keluarganya masing-masing yang tersebar di kota-kota daerah Yehuda. Inilah daftar kepala suku yang menetap di kota Yerusalem bersama keluarga mereka. Pemimpin suku Yehuda: Ataya, kepala kaum Peres. Daftar nenek moyangnya adalah Mahalalel, kemudian Sefatya, Amaria, Zakaria, dan Uzia, yang adalah ayah Ataya.
NEH 11:5 Maaseya, kepala kaum Syela. Daftar nenek moyangnya adalah Zakaria, kemudian Yoyarib, Adaya, Hazaya, Kolhoze, dan Baruk, yang adalah ayah Maaseya.
NEH 11:6 Jumlah laki-laki keturunan Peres yang menetap di Yerusalem adalah 468 orang. Semuanya terlatih untuk berperang.
NEH 11:7 Salu, kepala suku Benyamin yang utama. Daftar nenek moyangnya adalah Yesaya, kemudian Itiel, Maaseya, Kolaya, Pedaya, Yoed, dan Mesulam, yang adalah ayah Salu.
NEH 11:8 Gabai dan Silai, dua kerabat dekat Salu yang menjadi wakil kepala suku. Jumlah keturunan Benyamin yang tinggal di Yerusalem adalah 928 orang.
NEH 11:9 Yoel anak Sikri menjadi kepala administrasi untuk suku Benyamin, sedangkan Yehuda anak Hasenua menjadi wakil pemimpin kota Yerusalem.
NEH 11:10 Berikut ini daftar pemimpin para imam yang menetap di Yerusalem: Yedaya anak Yoyarib, Yakin,
NEH 11:11 dan Seraya. Daftar nenek moyang Seraya adalah Imam Besar Ahitub, kemudian Merayot, Zadok, Mesulam, dan Hilkia, yang adalah ayah Seraya.
NEH 11:12 Ketiga imam tersebut mengepalai kerabat mereka yang bertugas di rumah TUHAN. Semuanya berjumlah 822 orang. Pemimpin keempat adalah Adaya. Daftar nenek moyangnya adalah Malik, Pasyur, Zakaria, Amzi, Pelaya, dan Yoroham, yang adalah ayah Adaya.
NEH 11:13 Adaya mengepalai kerabatnya yang berjumlah 242 kepala keluarga. Pemimpin kelima adalah Amasai. Daftar nenek moyangnya adalah Imer, Mesilemot, Ahzai, dan Azarel, yang adalah ayah Amasai.
NEH 11:14 Amasai mengepalai para kerabatnya yang berjumlah 128 orang. Mereka semua laki-laki yang terlatih berperang. Komandan mereka adalah Zabdiel anak Gedolim.
NEH 11:15 Berikut ini daftar pemimpin suku Lewi yang menetap di Yerusalem: Semaya. Daftar nenek moyangnya adalah Buni, Hasabya, Azrikam, dan Hasub, yang adalah ayah Semaya.
NEH 11:16 Sabetai dan Yozabad, yang bertanggung jawab atas pekerjaan di luar rumah TUHAN.
NEH 11:17 Matanya, yang adalah keturunan pemain musik bernama Asaf. Matanya adalah anak Mika dan cucu Zabdi. Dia kepala pemimpin paduan suara yang menyanyikan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan. Bakbukya, wakil Matanya. Abda, keturunan pemazmur bernama Yedutun. Abda adalah anak Samua dan cucu Galal.
NEH 11:18 Akub dan Talmon, kepala orang Lewi yang bertugas sebagai penjaga gerbang. Jumlah seluruh penjaga adalah 172 orang. Semua orang Lewi yang tinggal di Yerusalem ada 284 orang.
NEH 11:20 Selebihnya dari orang Israel, para imam, dan orang Lewi tersebar di semua kota di Yehuda, masing-masing tinggal di tanah miliknya sendiri.
NEH 11:21 Para pekerja rumah TUHAN tinggal di bukit Ofel di kota Yerusalem. Pemimpin mereka adalah Ziha dan Gispa.
NEH 11:22 Pemimpin keturunan Lewi yang menetap di Yerusalem adalah Uzi. Daftar nenek moyangnya adalah Mika, kemudian Matanya (pemimpin tersebut di atas), Hasabya, dan Bani, yang adalah ayah Uzi. Jadi, Uzi juga keturunan Asaf. Banyak dari keturunan Asaf menjadi penyanyi yang mengiringi ibadah di rumah ALLAH.
NEH 11:23 Mereka bertugas sesuai perintah dari raja tentang pembagian jadwal para penyanyi setiap harinya.
NEH 11:24 Petahya anak Mesezabel, keturunan Zerah dari suku Yehuda, adalah duta besar orang Israel di kerajaan Persia.
NEH 11:25 Rakyat lain dari suku Yehuda yang tidak menetap di Yerusalem tersebar di kota dan desa berikut ini: Kiryat Arba, Dibon, Yekabzel,
NEH 11:26 Yesua, Molada di Bet Pelet,
NEH 11:27 Hazar Sual, Bersyeba dan desa-desa sekitarnya,
NEH 11:28 Ziklag, Mekona dan desa-desa sekitarnya,
NEH 11:29 En Rimon, Zora, Yarmut,
NEH 11:30 Zanoa, Adulam dan desa-desa di sekitarnya, Lakis dan desa-desa sekitarnya, Azeka dan desa-desa sekitarnya. Jadi, mereka semua tersebar dari daerah Bersyeba di selatan sampai ke Lembah Hinom di utara.
NEH 11:31 Rakyat lain dari suku Benyamin menetap di kota-kota berikut ini: Geba, Mikmas, Aya, Betel dan desa-desa sekitarnya,
NEH 11:32 Anatot, Nob, Ananya,
NEH 11:33 Hazor, Rama, Gitaim,
NEH 11:34 Hadid, Zeboim, Nebalat,
NEH 11:35 Lod, Ono, dan lembah para tukang.
NEH 11:36 Pada masa ini, beberapa kelompok suku Lewi yang dulu tinggal di daerah Yehuda diminta berpindah dan bergabung dengan suku Benyamin.
NEH 12:1 Sejumlah imam dan orang suku Lewi pulang ke negeri Israel bersama rombongan Zerubabel anak Sealtiel dan Yesua. Inilah daftar nama mereka. Para imam: Seraya, Yeremia, Ezra,
NEH 12:2 Amarya, Maluk, Hatus,
NEH 12:3 Sekanya, Rehum, Meremot,
NEH 12:4 Ido, Ginetoi, Abia,
NEH 12:5 Miyamin, Moaja, Bilga,
NEH 12:6 Semaya, Yoyarib, Yedaya,
NEH 12:7 Salu, Amok, Hilkia, dan Yedaya. Mereka semua adalah para imam yang mengepalai imam-imam lain pada zaman Yosua.
NEH 12:8 Para penyanyi dan pemain instrumen musik dari suku Lewi berdiri di rumah Allah dan menyanyi mazmur kepada TUHAN dalam dua baris yang saling berhadapan. Yang dalam kelompok pertama adalah Yesua, Binui, Kadmiel, Serebya, Yehuda, dan Matanya. Mereka beserta para kerabatnya bertugas memimpin nyanyian ucapan syukur kepada Tuhan. Kelompok kedua yang berdiri berhadapan dengan kelompok pertama adalah Bakbukya, Uni, dan para kerabatnya.
NEH 12:10 Bertahun-tahun sebelumnya, Yesua menjabat sebagai imam besar. Dia adalah ayah Yoyakim, yang adalah ayah Elyasib, dan Elyasib adalah ayah Yoyada.
NEH 12:11 Yoyada adalah ayah Yonatan, Yonatan adalah ayah Yadua.
NEH 12:12 Inilah daftar kepala keluarga para imam pada zaman Yoyakim menjabat sebagai imam besar: Meraya dari keluarga Seraya, Hananya dari keluarga Yeremia,
NEH 12:13 Mesulam dari keluarga Ezra, Yohanan dari keluarga Amarya,
NEH 12:14 Yonatan dari keluarga Meliku, Yusuf dari keluarga Sebanya,
NEH 12:15 Adna dari keluarga Harim, Helkai dari keluarga Merayot,
NEH 12:16 Zakaria dari keluarga Ido, Mesulam dari keluarga Gineton,
NEH 12:17 Sikri dari keluarga Abia, Piltai dari keluarga Miyamin dan Moaja,
NEH 12:18 Samua dari keluarga Bilgia, Yonatan dari keluarga Semaya,
NEH 12:19 Matnai dari keluarga Yoyarib, Uzi dari keluarga Yedaya,
NEH 12:20 Kalai dari keluarga Salai, Heber dari keluarga Amok,
NEH 12:21 Hasabya dari keluarga Hilkia, Netaneel dari keluarga Yedaya.
NEH 12:22 Daftar kepala keluarga suku Lewi dan para imam pernah dibuat sepanjang periode jabatan Imam Besar Elyasib, Yoyada, Yohanan, dan Yadua. Ada juga catatan lain yang ditulis pada masa pemerintahan Darius, raja Persia.
NEH 12:23 Para kepala keluarga dari suku Lewi juga dicatat dalam kitab sejarah hingga masa jabatan Yohanan cucu Elyasib.
NEH 12:24 Inilah nama-nama mereka: Hasabya, Serebya, Yesua anak Kadmiel, dan saudara-saudaranya. Mereka adalah kelompok paduan suara yang berdiri berhadapan untuk menyanyikan puji-pujian dan ucapan syukur kepada ALLAH, sesuai pengaturan dari Raja Daud, orang yang bergaul karib dengan Allah.
NEH 12:25 Matanya, Bakbukya, Obaja, Mesulam, Talmon, dan Akub. Semuanya penjaga pintu gerbang. Mereka berjaga di gudang dekat pintu gerbang rumah ALLAH.
NEH 12:26 Mereka melakukan pekerjaan itu pada zaman Yoyakim anak Yesua dan cucu Yozadak, yakni pada masa pemerintahan Gubernur Nehemia dan Imam Ezra, yang juga seorang ahli hukum Allah.
NEH 12:27 Sebelum hari peresmian benteng kota Yerusalem, kami memanggil para keturunan Lewi yang tinggal di luar kota untuk berkumpul, supaya acara peresmian diadakan dengan penuh sukacita. Lalu pada hari peresmian, mereka menyanyikan puji-pujian dan ucapan syukur kepada Allah sambil memainkan simbal, kecapi, dan harpa.
NEH 12:28 Para pemain musik itu datang dari daerah-daerah sekitar Yerusalem, antara lain desa Netofa,
NEH 12:29 Bet Gilgal, serta daerah Geba dan Asmawet (mereka sudah membangun desa-desa di sekitar Yerusalem untuk tempat tinggal).
NEH 12:30 Para imam dan orang Lewi melakukan upacara untuk menyucikan diri di hadapan Allah, kemudian mereka juga menyucikan seluruh umat yang datang serta pintu-pintu gerbang dan benteng kota.
NEH 12:31 Saya mengumpulkan para pemimpin Yehuda di atas benteng, untuk memimpin dua kelompok besar paduan suara berjalan mengelilingi kota itu di atas tembok sambil menyanyikan syukur. Kelompok yang satu berjalan ke arah kanan menuju Gerbang Pembuangan Sampah.
NEH 12:32 Yang ikut di belakang rombongan itu adalah Hosaya, setengah dari para pemimpin Yehuda,
NEH 12:33 Azarya, Ezra, Mesulam,
NEH 12:34 Yehuda, Benyamin, Semaya, dan Yeremia,
NEH 12:35 juga sejumlah imam yang memegang nafiri. Bersama mereka ikut juga Zakaria. (Daftar nenek moyangnya adalah Asaf, Zakur, Mika, Matanya, Semaya, dan Yonatan yang adalah ayah Zakaria.)
NEH 12:36 Di belakang mereka berbaris anggota keluarga Zakaria lainnya yaitu Semaya, Azarel, Milalai, Gilalai, Maai, Netanel, Yehuda, dan Hanani. Mereka semua memainkan alat musik yang dahulu ditentukan oleh Raja Daud, orang yang bergaul karib dengan Allah. Imam Ezra, ahli hukum Allah, memimpin kelompok ini.
NEH 12:37 Ketika mereka sampai di Gerbang Air Mancur, mereka menaiki tangga menuju Kota Daud, melewati lokasi bekas istana Daud, dan sampai ke Gerbang Air di sisi timur kota.
NEH 12:38 Barisan kelompok kedua berjalan ke kiri. Saya dan setengah dari orang-orang yang lain mengikuti mereka. Kami berjalan melewati Menara Perapian ke Tembok Lebar.
NEH 12:39 Dari sana kami berjalan melewati Gerbang Efraim, Gerbang Lama, Gerbang Ikan, Menara Hananel, Menara Mea, Gerbang Domba, lalu berhenti di dekat pintu gerbang menuju rumah TUHAN.
NEH 12:40 Kedua kelompok paduan suara yang menyanyikan syukur itu sampai di rumah TUHAN. Saya dan setengah dari para pemimpin yang bersama saya juga mengambil tempat
NEH 12:41 bersama para imam yang meniup sangkakala, yaitu Elyakim, Maaseya, Miniamin, Mika, Elyoenai, Zakaria, dan Hananya.
NEH 12:42 Para penyanyi adalah Maaseya, Semaya, Eleazar, Uzi, Yohanan, Malkia, Elam, dan Ezer. Yizraya memimpin mereka bernyanyi dengan lantang.
NEH 12:43 Hari itu kami mempersembahkan banyak kurban. Kami semua, termasuk para perempuan dan anak-anak, bersukacita karena Allah sudah membuat kami sangat bahagia. Suara perayaan di kota Yerusalem begitu nyaring hingga terdengar sampai jauh.
NEH 12:44 Pada hari itu, kami juga mengangkat sejumlah orang untuk bertanggung jawab mengelola gudang di rumah TUHAN, tempat menyimpan persembahan khusus, hasil pertama, dan perpuluhan. Mereka bertugas membawa persembahan dari ladang-ladang di sekitar Yerusalem untuk menjadi tunjangan bagi para imam dan orang Lewi, sesuai dengan hukum TUHAN. Orang Yehuda melakukannya dengan senang hati karena mereka bersyukur ada para imam dan orang Lewi yang melayani di rumah TUHAN.
NEH 12:45 Mereka menjalankan tanggung jawab dalam ibadah kepada Allah dan bertugas melakukan ritual penyucian. Para pemusik dan penjaga gerbang di rumah TUHAN juga melakukan pekerjaan mereka masing-masing, sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur oleh Raja Daud dan Salomo, anaknya.
NEH 12:46 Sejak zaman Daud dan Asaf, sudah ada pemimpin paduan suara dan penyanyi yang bertugas untuk memuji TUHAN dan bersyukur kepada-Nya.
NEH 12:47 Selama masa pemerintahan Zerubabel dan Nehemia, seluruh rakyat Israel menyumbangkan makanan yang dibutuhkan oleh para penyanyi dan penjaga pintu gerbang setiap hari. Mereka juga memberi persembahan khusus untuk biaya hidup orang-orang Lewi, dan orang-orang Lewi itu memisahkan sebagian dari persembahan yang mereka terima sebagai tunjangan untuk keturunan Harun, yaitu para imam.
NEH 13:1 Hari itu, ketika kitab Taurat dibacakan kepada rakyat, mereka mendapati peraturan bahwa orang bangsa Amon dan Moab sama sekali tidak diizinkan untuk bergabung dalam perkumpulan penting umat Allah,
NEH 13:2 karena kedua bangsa itu tidak memberi makanan dan air kepada bangsa Israel dalam perjalanan mereka keluar dari Mesir, malahan membayar Bileam untuk mengutuk Israel. Namun, Allah kita mengubah kutukan itu menjadi berkat.
NEH 13:3 Ketika bangsa Israel mendengar peraturan itu, mereka melarang semua orang keturunan campuran mengikuti segala perkumpulan penting umat Israel.
NEH 13:4 Imam Elyasib, yang bertanggung jawab atas ruang-ruang penyimpanan di rumah TUHAN, sudah lama menjadi saudara ipar Tobia. Lalu pada tahun ketiga puluh dua pemerintahan Raja Artasasta, saya kembali ke istana raja di Babel untuk melapor kepadanya. Sementara saya di sana, Elyasib mengizinkan Tobia menggunakan sebuah ruangan besar yang sebenarnya hanya boleh dipakai sebagai gudang tempat persembahan gandum-ganduman, kemenyan, perlengkapan rumah TUHAN, dan perpuluhan dari hasil panen, air anggur, serta minyak zaitun. Semua itu untuk persediaan para pelayan dari suku Lewi, yaitu para imam, pemain musik, dan penjaga rumah TUHAN. Setelah beberapa waktu di istana saya mendapat izin raja untuk kembali,
NEH 13:7 dan sewaktu tiba di Yerusalem, saya mendapati Elyasib sudah mengizinkan Tobia menggunakan ruangan besar itu! Hal itu melanggar kesucian rumah TUHAN!
NEH 13:8 Maka saya sangat marah dan melemparkan semua barang Tobia keluar.
NEH 13:9 Saya memberi perintah supaya setiap ruang yang disalahgunakan seperti itu harus dibersihkan dengan upacara penyucian. Lalu saya memerintahkan supaya seluruh perlengkapan rumah TUHAN, persembahan gandum-ganduman, dan kemenyan dikembalikan ke sana.
NEH 13:10 Saya juga mendapati bahwa para pemain musik dan orang-orang Lewi lainnya yang bertugas di rumah TUHAN sudah meninggalkan Yerusalem dan bekerja kembali di ladang mereka masing-masing karena tidak menerima tunjangan yang menjadi hak mereka.
NEH 13:11 Karena itu saya menegur para pejabat, “Kalian sudah menelantarkan rumah TUHAN!” Lalu saya memanggil kembali orang-orang Lewi dan para pemain musik untuk bekerja lagi di rumah TUHAN sesuai tugas mereka semula.
NEH 13:12 Kemudian semua orang Yehuda kembali membawa persembahan ke rumah TUHAN, yaitu perpuluhan dari hasil panen gandum, pemerasan anggur, dan minyak zaitun.
NEH 13:13 Lalu saya mengangkat beberapa orang yang dapat dipercaya sebagai bendahara yang bertanggung jawab atas gudang-gudang penyimpanan, yaitu Imam Selemya, Zadok ahli hukum Allah, dan seorang Lewi bernama Pedaya. Hanan anak Zakur, cucu Matanya, menjadi wakil mereka. Tugas mereka adalah mengawasi dan mencatat pembagian tunjangan bagi para pekerja.
NEH 13:14 Saya berdoa, “Ya Allahku, ingatlah segala usaha yang sudah aku lakukan untuk memperbaiki rumah-Mu demi kelancaran semua kegiatan ibadahnya. Tetaplah berkenan kepadaku.”
NEH 13:15 Suatu kali, saya melihat beberapa orang di Yehuda memeras anggur pada hari Sabat. Ada juga yang memuati keledai mereka dengan gandum, jelai, buah anggur, minuman anggur, buah ara, serta barang-barang lainnya. Mereka hendak menjualnya di Yerusalem. Saya pun menegur mereka agar tidak berdagang pada hari Sabat.
NEH 13:16 Orang-orang dari kota Tirus yang tinggal di Yerusalem juga membawa ikan dan berbagai jenis barang ke dalam kota untuk dijual kepada orang-orang Yahudi pada hari Sabat.
NEH 13:17 Maka saya menegur keras para pemimpin Yahudi yang membiarkan semua itu terjadi, “Perbuatanmu ini jahat! Kalian tidak menghormati kekudusan hari Sabat.
NEH 13:18 Karena dosa seperti inilah Allah sudah menghukum nenek moyang kita dan menghancurkan kota ini. Sekarang kalian malah mengulang lagi dosa yang membuat Allah semakin marah terhadap Israel, yaitu menodai kesucian hari Sabat.”
NEH 13:19 Lalu saya memberi perintah agar gerbang kota ditutup setiap menjelang Sabat, yaitu mulai Jumat petang, dan tidak boleh dibuka lagi sampai hari Sabat berakhir, yaitu Sabtu petang. Saya menempatkan beberapa pengawal saya untuk menjaga agar tidak ada barang dagangan apa pun yang dibawa ke dalam kota pada hari Sabat.
NEH 13:20 Beberapa kali ada pedagang yang bermalam di luar tembok kota sejak hari Jumat, menunggu gerbang dibuka.
NEH 13:21 Saya memperingatkan mereka, “Tidak ada gunanya menunggu di luar sana sampai pagi. Jika kalian melakukan hal ini lagi, saya akan menghukum kalian dengan berat!” Sejak saat itu mereka tidak lagi datang pada hari Sabat.
NEH 13:22 Saya memerintahkan orang Lewi untuk menyucikan diri dan menjaga gerbang guna memastikan agar semua orang menghormati hari Sabat. Saya berdoa, “Ya Allah, ingatlah juga perbuatanku ini, dan kasihanilah aku menurut kasih dan kesetiaan-Mu yang besar itu.”
NEH 13:23 Pada waktu itu, saya mendapati bahwa banyak laki-laki Yahudi sudah menikah dengan perempuan asing dari bangsa Amon, Moab, dan kota Asdod.
NEH 13:24 Sebagian dari anak-anak mereka berbicara dalam bahasa Asdod atau bahasa asing lainnya, dan sama sekali tidak mengerti bahasa Ibrani.
NEH 13:25 Saya menegur orang-orang itu, mendoakan kutuk atas mereka sesuai dengan sumpah yang sudah kami sahkan. Saya juga memberi mereka hukuman pukul dan mencabuti sebagian rambut mereka sebagai lambang aib sosial. Kemudian saya menyuruh mereka bersumpah demi Allah agar mereka dan anak-anak mereka tidak pernah lagi menikah dengan orang asing.
NEH 13:26 Saya berkata kepada mereka, “Karena perbuatan seperti inilah Raja Salomo terjerumus ke dalam dosa! Dia raja yang sangat hebat di antara bangsa-bangsa, kesayangan Allah, raja pilihan Allah, tetapi tetap saja dia jatuh ke dalam dosa akibat menikahi para perempuan asing.
NEH 13:27 Apakah kalian mau mengikuti contoh buruk itu dengan menikahi perempuan asing dan tidak menaati Allah kita?”
NEH 13:28 Salah satu putra Yoyada anak Imam Besar Elyasib juga menikah dengan anak perempuan Sanbalat, orang asing dari kota Bet Horon. Maka saya mengusir dia dari Yerusalem.
NEH 13:29 Saya berdoa, “Ingatlah, ya Tuhan, bahwa mereka sudah menajiskan jabatan imam dan melanggar sumpah para imam dan orang-orang Lewi.”
NEH 13:30 Demikianlah saya menyingkirkan segala kenajisan bangsa asing dari para imam dan orang Lewi, kemudian menetapkan tanggung jawab bagi mereka agar semua melakukan tugasnya masing-masing.
NEH 13:31 Saya mengatur giliran menyediakan kayu bakar untuk kurban persembahan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, dan menetapkan ketentuan untuk mempersembahkan hasil panen pertama. Dan akhirnya saya berdoa, “Ingatlah semua perbuatanku ini ya Tuhan, dan berkenanlah kepadaku.”
EST 1:1 Inilah yang terjadi pada waktu Ahasweros memerintah atas kerajaan Media Persia. Wilayah kekuasaannya terdiri dari 127 provinsi, yaitu mulai dari wilayah India sampai ke Etiopia.
EST 1:2 Ahasweros memerintah dari dalam istananya di kota Susan. Istana itu dikelilingi dengan benteng.
EST 1:3 Pada tahun ketiga dalam masa pemerintahannya, Raja Ahasweros mengadakan pesta besar untuk semua pembesar dan kaum bangsawan— termasuk para panglima tentara Media Persia, para pangeran, dan para gubernur.
EST 1:4 Pesta besar itu berlangsung selama enam bulan, dan selama pesta itu berlangsung raja memamerkan kepada para tamu undangan semua kekayaannya— untuk memperlihatkan betapa besar dan megah serta betapa agung dan mulia kerajaannya.
EST 1:5 Di akhir bulan keenam, raja mengadakan pesta lagi untuk semua pekerja di istana, baik orang penting maupun orang biasa. Pesta itu diadakan di taman istana raja selama satu minggu penuh.
EST 1:6 Taman yang berada di dalam istana tersebut dihiasi kain linen putih yang digantung menyerupai atap. Beberapa kain yang berwarna ungu juga digantung pada gelang-gelang yang terbuat dari perak— yaitu gelang-gelang yang sudah dipasangkan di tiang-tiang yang terbuat dari batu putih yang mahal, dan diikat menggunakan pita dari kain linen ungu. Tempat duduk para tamu berupa dipan— yang terbuat dari emas dan perak, diletakkan di atas lantai yang permukaannya dihiasi dengan potongan-potongan kecil dari berbagai jenis batu mulia, kulit mutiara, dan batu putih yang mahal. Semuanya dipasang dengan sangat rapi.
EST 1:7 Para tamu minum anggur dari berbagai tempat minum mewah yang dibuat dari emas. Persediaan anggur pun melimpah karena raja ingin setiap tamu boleh minum tanpa dibatasi dan tamu juga tidak dipaksa minum bila tidak mau. Sebab sebelumnya raja sudah memberikan perintah kepada para pelayan istana, supaya setiap tamu dilayani menurut permintaannya masing-masing.
EST 1:9 Pada waktu yang bersamaan, Ratu Wasti juga mengundang para istri pejabat istana untuk berpesta di ruangan yang berbeda di istana Raja Ahasweros.
EST 1:10 Pada hari terakhir pesta perayaan tersebut, ketika Raja Ahasweros sudah minum anggur sampai hatinya gembira dan mabuk, dia memanggil ketujuh pelayan khusus istana, yaitu Mehuman, Bista, Harbona, Bigta, Abagta, Setar dan Karkas.
EST 1:11 Raja memerintahkan mereka untuk membawa Ratu Wasti ke hadapannya dengan memakai mahkota kerajaaan. Raja ingin memamerkan kecantikan istrinya kepada para tamu undangannya, sebab Ratu Wasti sangat cantik.
EST 1:12 Tetapi ketika para pelayan menyampaikan perintah raja kepada Ratu Wasti, dia menolak untuk datang ke hadapan raja. Hal ini menyebabkan raja sangat marah.
EST 1:13 Mendengar jawaban Ratu Wasti, raja langsung meminta nasihat dari ketujuh penasihat tertinggi dalam kerajaannya. Mereka ini adalah: Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Merses, Marsena dan Memukan. Raja sering meminta nasihat mereka, karena ketujuh pejabat ini merupakan ahli dalam persoalan hukum dan adat.
EST 1:15 Raja berkata, “Menurut hukum, tindakan apa yang harus kita ambil atas Ratu Wasti? Aku sudah mengutus pelayan-pelayanku kepadanya untuk menyuruh dia datang kepadaku. Tetapi dia tidak taat pada perintahku.”
EST 1:16 Seorang penasihat raja bernama Memukan berkata, “Tuanku Raja, Ratu Wasti tidak hanya melakukan kesalahan kepada Tuanku, tetapi dia juga melakukan kesalahan kepada semua pejabat— bahkan kepada semua laki-laki di kerajaan Tuanku!
EST 1:17 Semua wanita di seluruh kerajaan akan mendengar apa yang dilakukan oleh Ratu Wasti, dan mereka akan mengatakan, ‘Raja memerintahkan Ratu Wasti datang kepadanya, tetapi dia menolak.’ Dan mereka akan menggunakan itu sebagai alasan untuk tidak taat kepada suami mereka masing-masing.
EST 1:18 Sebelum hari ini berakhir, ketika para istri mendengar apa yang sudah ratu lakukan, mereka juga akan menolak untuk harus tunduk kepada suami, dan mereka tidak akan menghormati suaminya lagi. Sehingga hal itu akan membuat semua suami menjadi sangat marah.
EST 1:19 Jika berkenan bagi Tuanku Raja, keluarkan suatu surat perintah bahwa Ratu Wasti tidak dapat menghadap raja lagi, dan surat perintah itu akan dimasukkan dalam undang-undang Media Persia sehingga tidak dapat dihapus. Lalu Tuanku Raja menyerahkan kedudukan ratu kepada perempuan lain yang lebih layak dari dia.
EST 1:20 Dengan demikian, ketika surat perintah Tuanku Raja diumumkan, maka semua istri, baik dari para pejabat maupun masyarakat biasa, akan menghormati dan menaati suami mereka.”
EST 1:21 Raja dan para pejabat lainnya setuju dengan usulan Memukan itu.
EST 1:22 Maka raja menyuruh supaya surat perintah itu ditulis dan dikirim kepada semua provinsi dalam setiap bahasa dan jenis tulisan yang digunakan oleh penduduk di seluruh daerah kerajaannya. Surat perintah itu menyatakan bahwa semua suami memiliki kuasa penuh untuk mengatur segala sesuatu di dalam rumah tangganya sendiri, dan bahasa suku suami, harus menjadi bahasa yang digunakan di dalam keluarga.
EST 2:1 Beberapa waktu kemudian, ketika Raja Ahasweros sudah tidak marah lagi, dia teringat kepada kelakuan Wasti dan tentang keputusannya tentang dia.
EST 2:2 Maka salah seorang dari pelayan pribadinya berkata, “Sebaiknya Tuanku Raja mengutus beberapa petugas kerajaan pergi ke seluruh wilayah kerajaan, untuk mendapatkan gadis-gadis cantik bagi Tuanku Raja.
EST 2:3 Sesudah mereka mengumpulkan beberapa gadis, hendaklah Tuanku Raja menunjuk beberapa petugas di setiap provinsi untuk membawa mereka ke sini ke asrama para istri raja di istana. Maka Hegai— pelayan khusus Raja, yang bertugas sebagai kepala asrama para istri raja akan bertanggung jawab atas perawatan kecantikan para gadis itu.
EST 2:4 Kemudian gadis yang paling memikat hati Tuanku Raja dapat menjadi pengganti Wasti.” Raja senang dengan usulan itu, lalu dia berbuat demikian.
EST 2:5 Pada waktu itu ada orang Yahudi bernama Mordekai yang tinggal di ibukota Susan dan di bagian kota yang dilingkari oleh benteng. Dia adalah anak Yair. Dan Yair adalah anak Simei, dan Simei adalah anak Kis dari suku Benyamin.
EST 2:6 Bertahun-tahun sebelum cerita ini, Raja Nebukadnezar sudah menawan dan membawa keluarga Mordekai dari Yerusalem ke Babel— bersamaan dengan Raja Yoyakin dari suku Yehuda dan para tawanan lainnya.
EST 2:7 Mordekai memiliki saudara sepupu bernama Hadasa yang juga dipanggil Ester. Wajahnya cantik dan tubuhnya menarik hati. Setelah kedua orangtuanya meninggal, Mordekai merawat Ester seperti anaknya sendiri.
EST 2:8 Setelah raja memberi perintah, maka para petugas dari kerajaan pergi mencari beberapa gadis cantik di seluruh provinsi. Maka petugas yang sudah ditunjuk dari setiap provinsi tersebut membawa para gadis itu ke asrama para istri raja— termasuk Ester. Adapun raja sudah menempatkan Hegai sebagai penanggung jawab atas mereka.
EST 2:9 Karena Hegai sangat senang dengan Ester, maka dia mengutamakan Ester. Dengan segera dia mengatur semua kebutuhan Ester dari makanan hingga perawatan kecantikan. Dia memerintahkan tujuh gadis pelayan istana raja untuk mengurus Ester dan menempatkan mereka di kamar-kamar terbaik di asrama.
EST 2:10 Ester tidak memberitahukan siapa pun bahwa dia adalah seorang Yahudi, karena Mordekai pernah mengatakan kepadanya untuk tidak memberitahu siapa pun.
EST 2:11 Setiap hari Mordekai berjalan di depan taman yang terdekat asrama para istri raja untuk mencari tahu apa yang terjadi terhadap Ester, dan sering bertanya kepada orang-orang yang keluar masuk dari pintu taman itu tentang dia.
EST 2:12 Sesuai peraturan, para gadis itu harus menjalani perawatan kecantikan selama satu tahun sebelum dibawa kepada raja. Enam bulan pertama, mereka harus menjalani perawatan khusus minyak zaitun dengan campuran minyak mur yang digosok pada tubuh mereka setiap hari, dan enam bulan berikutnya mereka menjalani perawatan dengan berbagai ramuan rempah-rempah dan wangi-wangian yang dioles pada tubuh mereka.
EST 2:13 Ketika salah seorang gadis ini dipanggil untuk menghadap raja, gadis itu diperbolehkan untuk mengenakan pakaian dan perhiasan sesuai pilihannya dari asrama.
EST 2:14 Pada malam hari, seorang gadis akan dibawa ke ruangan pribadi raja. Keesokan harinya, dia akan dibawa ke bagian kedua dalam asrama untuk para wanita yang sudah bersetubuh dengan raja. Seorang pelayan khusus yang bernama Sasgas bertanggung jawab atas bagian asrama itu. Bila raja menginginkan seorang wanita untuk kembali lagi, raja akan menyampaikan hal itu kepada Sasgas dengan menyebut nama wanita tersebut.
EST 2:15 Pada tahun ketujuh dalam masa pemerintahan Raja Ahasweros, tibalah giliran Ester anak Abihail— paman Mordekai, untuk menghadap raja. Ester diangkat oleh Mordekai sebagai anak. Para pelayan membawa Ester kepada raja pada bulan Tebet. Ester mengenakan pakaian dan perhiasan sesuai saran Hegai, kepala asrama tersebut. Setiap orang yang melihat Ester menyukainya.
EST 2:17 Raja lebih menyukai Ester daripada para wanita lain yang mereka bawa kepadanya. Dia sangat mencintai Ester dan memakaikan mahkota di kepalanya yang pernah dipakai oleh Wasti. Raja mengumumkan bahwa Ester akan menjadi ratu menggantikan Wasti.
EST 2:18 Raja mengadakan pesta besar untuk Ester dan mengundang para pembesar dan kaum bangsawan. Raja dengan murah hati memberi hadiah kepada orang-orang. Dia menetapkan masa perayaan tersebut sebagai hari raya di seluruh wilayah kekuasaannya.
EST 2:19 Waktu pun berlalu, dan semua gadis sudah berpindah ke bagian kedua dalam asrama para istri raja. Pada saat itu, Mordekai sudah diangkat menjadi pejabat istana raja. Karena itu, dia sering bertugas di pintu gerbang istana raja.
EST 2:20 Ester belum memberitahukan bahwa dia seorang Yahudi karena dia patuh kepada Mordekai seperti saat Mordekai masih mengasuhnya.
EST 2:21 Pada suatu hari ketika Mordekai sedang melakukan pekerjaannya di istana, dua pengawal raja sedang berada di sana. Keduanya bernama Bigtana dan Teres yang bertugas sebagai pengawal di luar ruangan pribadi raja. Mereka menyimpan dendam terhadap raja sehingga berencana untuk membunuhnya.
EST 2:22 Rencana mereka diketahui oleh Mordekai, lalu dia melaporkannya kepada Ratu Ester. Lalu Ratu Ester memberitahukan kepada Raja bahwa Mordekai sudah mendengar rencana pembunuhan itu.
EST 2:23 Raja menyelidiki apa yang dilaporkan Mordekai dan ternyata benar. Jadi raja memerintahkan kedua orang itu dihukum gantung. Peristiwa tersebut dicatat dalam buku sejarah di masa pemerintahan Raja Ahasweros.
EST 3:1 Beberapa waktu kemudian, Raja Ahasweros mengangkat Haman menjadi orang kedua di seluruh wilayah kekuasaannya. Haman adalah anak Hamedata, orang Agag.
EST 3:2 Raja memerintahkan semua pejabatnya supaya menunjukkan rasa hormat kepada Haman dengan cara bersujud di hadapannya. Semuanya menaati perintah itu kecuali Mordekai yang tidak mau bersujud pada Haman.
EST 3:3 Para pejabat lainnya melihat hal ini dan bertanya kepada Mordekai, “Mengapa kamu tidak taat pada perintah raja?”
EST 3:4 Mordekai memberitahu mereka karena dia adalah orang Yahudi. Setiap hari, para pejabat menanyakan hal ini kepada Mordekai, tetapi dia tetap pada pendiriannya dan tidak mau sujud. Maka mereka melaporkan hal tersebut kepada Haman, karena mereka ingin tahu tindakan apa yang akan dilakukannya.
EST 3:5 Ketika Haman melihat bahwa Mordekai tidak sujud kepadanya, dia menjadi sangat marah.
EST 3:6 Setelah mengetahui bahwa Mordekai adalah orang Yahudi, Haman memutuskan untuk membinasakan semua orang Yahudi di seluruh wilayah kerajaan Raja Ahasweros, karena dia merasa tidak puas kalau hanya melenyapkan Mordekai saja.
EST 3:7 Maka pada bulan Nisan, tahun kedua belas dalam pemerintahan Raja Ahasweros, Haman menyuruh beberapa peramal untuk membuang undi untuk menentukan kapan hari dan bulan untuk membunuh bangsa Yahudi. Dalam bahasa Yahudi, ‘undi’ disebut ‘pur.’ Dari hasil undi, maka bulan yang ditentukan adalah bulan Adar.
EST 3:8 Kemudian Haman menghadap raja dan mengatakan kepadanya, “Tuanku Raja, ada sekelompok orang yang tinggal di seluruh wilayah kekuasaan Tuanku, yang tidak taat kepada perintah Raja, karena mereka memiliki hukum yang berbeda dengan semua bangsa lain yang ada di wilayah kekuasaan Tuanku. Hal tersebut merugikan Raja kalau mereka tetap dibiarkan hidup.
EST 3:9 Kalau Tuanku tidak keberatan, mohon keluarkan surat perintah untuk membinasakan mereka. Dan kalau Tuanku Raja mau menerima usulan ini, maka hambamu ini akan memberikan 340.000 kilogram perak untuk masuk ke dalam kas kerajaan.”
EST 3:10 Raja setuju lalu melepaskan cincin meterai dari jarinya dan memberikannya kepada Haman, anak Hamedata, orang Agag yang adalah musuh bangsa Yahudi.
EST 3:11 Raja berkata kepada Haman, “Perakmu aku serahkan kembali kepadamu, dan tentang bangsa Yahudi aku serahkan kepadamu. Perbuatlah apa yang kau anggap baik terhadap mereka.”
EST 3:12 Maka pada tanggal tiga belas bulan pertama yaitu bulan Nisan, Haman memanggil para sekretaris negara untuk menulis surat keputusan yang ditujukan kepada semua pejabat di seluruh wilayah kekuasaan Raja Ahasweros. Salinan surat tersebut dibuat dalam setiap bahasa dan tulisan yang digunakan semua provinsi. Semua salinan surat itu disahkan atas nama Raja Ahasweros dan disegel dengan cincin meterai Raja. Sesudah itu dikirim ke seluruh wilayah kerajaan supaya semua orang mengetahui dan siap melaksanakan.
EST 3:13 Isi surat itu adalah perintah bahwa semua orang Yahudi— baik yang tua maupun yang muda, kaum perempuan dan anak-anak, harus dibunuh dalam satu hari. Hari yang ditentukan adalah tanggal tiga belas bulan dua belas— yaitu bulan Adar. Di jelaskan juga dalam surat itu bahwa harta benda milik orang Yahudi boleh diambil menjadi milik siapa pun yang membunuh mereka.
EST 3:14 Salinan surat itu berlaku sebagai undang-undang yang harus dilaksanakan di seluruh wilayah kekuasaan Raja Ahasweros, lalu diumumkan supaya semua orang mengetahui dan siap melaksanakan perintah pada hari yang sudah ditentukan.
EST 3:15 Sesuai perintah raja, para kurir segera berangkat mengantarkan surat-surat itu ke semua provinsi kerajaan. Perintah itu diumumkan juga di Susan, ibukota Media Persia. Sementara masyarakat kota Susan sedang digemparkan oleh berita itu, raja dan Haman malah duduk-duduk dan minum anggur.
EST 4:1 Ketika Mordekai mengetahui isi surat yang diperintahkan Haman, dia merobek pakaiannya dan mengenakan kain karung dan menaburkan abu di atas kepalanya sebagai tanda berduka. Dia berjalan ke kota sambil meratap.
EST 4:2 Mordekai berhenti di depan pintu gerbang istana, sebab orang yang memakai kain karung sebagai pakaian dilarang masuk.
EST 4:3 Ketika surat perintah raja diumumkan di seluruh wilayah kerajaan, orang-orang Yahudi menunjukkan kesedihan mereka dengan menangis, meratap dan berpuasa. Sebagai tanda berduka, banyak di antara mereka membentangkan kain karung ke tanah, menaburkan abu di atasnya, lalu berbaring disitu.
EST 4:4 Ketika para pelayan perempuan dan pelayan khusus Ester datang memberitahukan tentang Mordekai, hati Ester sangat sedih. Ester kemudian mengirim pakaian kepada Mordekai supaya dia membuka kain karungnya itu, tetapi Mordekai menolak.
EST 4:5 Maka Ester memanggil Hatah— yang ditugaskan raja secara khusus untuk melayani Ester, dan memerintahkan dia untuk menemui dan mencari tahu dari Mordekai mengapa dia berduka.
EST 4:6 Lalu pergilah Hatah menemui Mordekai yang berada di alun-alun yang letaknya di depan pintu gerbang istana.
EST 4:7 Mordekai menceritakan semua yang sudah terjadi. Dia juga memberitahukan mengenai 340.000 kilogram perak yang sudah Haman janjikan untuk dimasukkan dalam kas kerajaan, apabila raja bersedia memberi perintah untuk membinasakan semua orang Yahudi.
EST 4:8 Mordekai juga memberikan salinan surat perintah raja yang sudah dikeluarkan di Susan— yang isinya menyatakan bahwa semua orang Yahudi harus dilenyapkan. Mordekai meminta Hatah menunjukkan serta menjelaskan surat itu kepada Ester dan memerintahkannya untuk menghadap dan memohon belas kasihan raja atas bangsanya.
EST 4:9 Maka Hatah kembali kepada Ester dan melaporkan semua yang sudah disampaikan Mordekai.
EST 4:10 Kemudian Ester menyuruh Hatah untuk kembali kepada Mordekai dan menyampaikan pesannya,
EST 4:11 “Semua pejabat negara serta masyarakat di seluruh wilayah kerajaan mengetahui peraturan kerajaan yang menyatakan siapa saja yang ingin bertemu raja tanpa undangan akan dihukum mati— kecuali bila raja mengulurkan tongkat emasnya kepada orang itu. Sedangkan saya sendiri terakhir kali menerima undangan raja lebih dari sebulan yang lalu.”
EST 4:12 Maka Hatah kembali menyampaikan pesan Ester kepada Mordekai.
EST 4:13 Mordekai memperingatkan Ester melalui Hatah, “Jangan pikir kamu akan lebih aman dibandingkan seluruh bangsa Yahudi lainnya karena tinggal di istana!
EST 4:14 Jika kamu saat ini tinggal diam, maka pertolongan dan pembebasan orang Yahudi akan datang dari tempat lain dan kamu serta keluargamu akan dibunuh. Mungkin saja kamu ditempatkan sebagai ratu di kerajaan ini untuk menyelamatkan bangsa kita!”
EST 4:15 Kemudian Ester menyampaikan pesannya melalui Hatah kepada Mordekai,
EST 4:16 “Kumpulkanlah semua bangsa kita yang ada di Susan untuk berpuasa, yaitu tidak makan ataupun minum selama tiga hari tiga malam. Saya dan para pelayan perempuan juga akan berpuasa. Setelah itu saya akan menghadap raja meski pun melanggar undang-undang. Kalau memang saya harus mati karena itu, biarlah saya mati!”
EST 4:17 Lalu pergilah Mordekai dan melaksanakan pesan Ester.
EST 5:1 Pada hari ketiga saat orang Yahudi yang berada di kota Susan sedang puasa, Ester memakai jubah ratu, lalu masuk dalam aula khusus istana raja.
EST 5:2 Ketika raja melihat Ester yang sedang berdiri di aula khusus itu, raja senang dan langsung mengulurkan tongkat emasnya ke arahnya sebagai tanda bahwa Ester boleh menghadap. Lalu Ester datang mendekat dan menyentuh ujung tongkatnya.
EST 5:3 Raja bertanya kepadanya, “Ester, apa yang kamu inginkan? Katakan padaku, dan aku akan memberikan hal itu kepadamu— bahkan jika kamu meminta aku untuk memberikan setengah dari kerajaanku!”
EST 5:4 Jawab Ester, “Tuanku Raja, jika berkenan, datanglah dengan Haman ke jamuan makan istimewa yang sudah aku siapkan untuk Tuanku berdua malam ini.”
EST 5:5 Berkatalah raja kepada hamba-hambanya, “Pergi dan sampaikanlah kepada Haman supaya segera datang ke jamuan makan malam istimewa yang sudah dipersiapkan Ester khusus untuk kami berdua!” Lalu raja dengan Haman datang ke tempat di mana makanan sudah tersedia itu.
EST 5:6 Sementara mereka sedang minum anggur, berkatalah raja kepada Ester, “Katakanlah apa yang kamu inginkan. Aku akan memberikannya kepadamu— bahkan jika kamu meminta aku untuk memberikan setengah dari kerajaanku!”
EST 5:7 Jawab Ester, “Jika Tuanku Raja berkenan dan bersedia memberikan apa yang aku minta, aku mohon datang lagi besok pada jamuan makan malam yang akan aku siapkan khusus untuk Tuanku berdua. Pada waktu itulah aku akan memberitahukan apa yang sesungguhnya aku inginkan.”
EST 5:9 Hati Haman riang gembira ketika meninggalkan jamuan makan istimewa itu. Tetapi saat dia melihat Mordekai di gerbang istana tidak berdiri atau bersujud memberi hormat kepadanya, dia sangat marah.
EST 5:10 Namun pada saat itu Haman tidak menunjukkan bahwa dia marah. Dia pulang saja ke rumah, lalu memanggil Zeres— istrinya, dan para sahabatnya.
EST 5:11 Lalu Haman membanggakan diri di hadapan mereka tentang kekayaannya, tentang anak laki-lakinya yang begitu banyak, dan bahwa dia sangat dipuji-puji di atas semua para pembesar dan semua kaum bangsawan.
EST 5:12 Bahkan Haman pun menambahkan, “Dan bukan hanya itu! Ratu Ester mengundang kami berdua saja— aku dan raja, datang ke jamuan makan istimewa yang dia siapkan malam ini. Dan dia mengundang hanya kami berdua lagi ke pesta makan yang kedua besok!
EST 5:13 Tetapi semua itu tidak berarti apa-apa bagiku selama aku masih melihat Mordekai— orang Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja!”
EST 5:14 Setelah itu istri Haman, Zeres dan semua sahabatnya mengusulkan, “Suruhlah para hamba-hambamu untuk mendirikan tiang gantung setinggi kurang lebih dua puluh dua meter untuk menggantung Mordekai. Kemudian besok pagi minta izin dari raja untuk menggantung Mordekai di tiang itu. Sesudah itu, dengan hati gembira engkau akan ke jamuan makan istimewa bersama raja.” Haman senang dengan ide itu, lalu dia memerintahkan para hambanya untuk memasang tiang gantung.
EST 6:1 Pada malam itu, raja tidak bisa tidur. Karena itu dia menyuruh seorang hambanya untuk membawa dan membacakan buku sejarah di masa pemerintahannya.
EST 6:2 Lalu hamba itu membacakan tentang Bigtana dan Teres— pelayan khusus yang menjaga pintu ruang pribadi raja. Dalam buku sejarah tersebut tertulis bahwa Mordekai sudah mengetahui dan melaporkan tentang rencana mereka berdua untuk membunuh raja.
EST 6:3 Maka raja bertanya kepada para hamba itu, “Penghormatan apa yang sudah kita berikan kepada Mordekai untuk membalas jasanya karena perkara ini?” Hambanya menjawab, “Kita belum memberikan apa pun kepada dia.”
EST 6:4 Lalu raja bertanya, “Apakah ada pejabat di lingkungan istana ini?” Kebetulan saat itu, Haman memasuki halaman istana untuk memohon supaya Mordekai digantung pada tiang gantungan yang baru saja dia dirikan.
EST 6:5 Para hambanya menjawab, “Haman sedang datang, dia ada di halaman istana.” Dan raja berkata, “Persilakan dia masuk!”
EST 6:6 Ketika Haman masuk, raja bertanya kepadanya, “Ada orang yang hendak kuberi penghormatan besar. Apa yang sebaiknya aku perbuat kepadanya?” Pikir Haman, “Siapa lagi yang akan diberi penghormatan begitu besar oleh raja? Pasti aku!”
EST 6:7 Jadi Haman menjawab, “Jika ada seseorang yang Tuanku Raja hendak memberi penghormatan besar,
EST 6:8 biarlah dibawa kepadanya pakaian kebesaran yang pernah dipakai oleh Tuanku Raja, dan kuda yang pernah Tuanku Raja tunggangi— yang dihiasi dengan lambang kerajaan di kepalanya.
EST 6:9 Kemudian mintalah seorang pejabat tinggi kerajaan dari golongan bangsawan untuk mengenakan pakaian itu kepada orang yang hendak Tuanku Raja hormati. Sesudah itu biarlah dia juga membawa orang itu— dengan menunggangi kuda Tuanku Raja, berjalan mengelilingi pusat kota. Dan pejabat tinggi kerajaan itu akan berjalan di depannya sambil berseru-seru, ‘Beginilah cara raja memberi tanda jasa kepada orang!’”
EST 6:10 Jawab raja kepada Haman, “Bagus! Cepat, ambillah pakaian dan kuda itu dan berikanlah segala penghormatan itu kepada Mordekai, orang Yahudi itu. Perbuatlah seperti yang baru saja engkau katakan, tanpa mengurangi satu pun. Engkau dapat menjumpai Mordekai sedang duduk di depan pintu gerbang istana.”
EST 6:11 Segera Haman melakukan apa yang dikatakan oleh raja. Dia mengambil pakaian kebesaran itu lalu mengenakannya kepada Mordekai. Sesudah itu dia membawa Mordekai— yang sedang menunggangi kuda, mengelilingi pusat kota. Haman berjalan di depan Mordekai sambil berseru-seru, “Beginilah cara raja memberi tanda jasa kepada orang!”
EST 6:12 Sesudah itu Mordekai kembali duduk di pintu gerbang istana, sedangkan Haman segera pulang sambil menutup wajahnya karena merasa sangat terhina.
EST 6:13 Kepada istri dan semua sahabatnya, Haman menceritakan apa yang sudah dialaminya. Kemudian istrinya dan para sahabatnya yang bijak berkata, “Kamu mulai kalah kuat dengan Mordekai. Kamu tidak akan mampu melawannya karena dia orang Yahudi. Dia pasti akan mengalahkanmu!”
EST 6:14 Sementara mereka sedang berbicara, beberapa pelayan khusus raja datang menjemput Haman untuk segera pergi ke jamuan makan malam yang sudah dipersiapkan oleh Ester.
EST 7:1 Lalu Raja Ahasweros dan Haman pergi ke jamuan makan istimewa untuk kedua kalinya yang sudah disiapkan oleh Ratu Ester.
EST 7:2 Ketika mereka sedang minum anggur, raja bertanya lagi kepada Ester, “Apa yang kamu ingin aku lakukan bagimu, Ratu Ester? Beritahukanlah kepadaku, dan aku akan melakukannya untukmu— bahkan jika kamu meminta kepadaku untuk setengah dari kerajaanku, aku akan memberikannya kepadamu!”
EST 7:3 Jawab Ester, “Ya Tuanku Raja, jika sekiranya berkenan, dan mau melakukan permintaanku, selamatkanlah aku dan bangsaku! Itulah yang aku ingin Tuanku Raja lakukan bagiku!
EST 7:4 Kami ini— aku dan bangsaku, sudah dijual kepada orang yang ingin menghabisi kami. Seandainya kami hanya dijual untuk dijadikan budak, aku tidak akan mengatakan apa-apa, karena hal itu tidak cukup penting untuk mengganggu Tuanku Raja.”
EST 7:5 Lalu bertanyalah raja kepadanya, “Siapa yang berani melakukan itu? Di mana orangnya?”
EST 7:6 Ester menjawab, “Haman yang jahat inilah musuh kami!” Mendengar hal itu Haman menjadi sangat takut.
EST 7:7 Raja sangat marah, lalu bangkit meninggalkan tempat jamuan dan langsung keluar ke taman istana. Sementara Haman tinggal untuk memohon kepada Ratu Ester agar menyelamatkan nyawanya karena dia tahu bahwa dia pasti akan dihukum mati.
EST 7:8 Kebetulan saat raja masuk kembali, Haman sedang berlutut di samping Ester untuk memohon dengan sangat kepadanya. Dengan putus asa Haman menjatuhkan dirinya ke atas dipan Ester untuk mohon ampun, tetapi tepat pada saat itu juga raja kembali dari taman istana. Melihat Haman sudah menjatuhkan diri seperti itu, raja berteriak, “Sepertinya dia ini masuk ke dalam rumahku untuk memperkosa ratu di hadapanku!” Ketika raja berkata demikian, para pelayan Ester langsung maju dan menutupi kepala Haman. Hal itu menunjukkan bahwa Haman pasti segera dihukum mati.
EST 7:9 Kemudian, Harbona— pelayan khusus, berkata kepada raja, “Di dekat rumah Haman ada tiang gantung setinggi kurang lebih dua puluh dua meter. Haman sudah mendirikannya untuk menggantung Mordekai di situ, yaitu orang yang sudah menyelamatkan nyawa Tuanku Raja!” Kata raja, “Gantunglah dia pada tiang itu!”
EST 7:10 Demikianlah Haman digantung pada tiang yang sudah didirikannya untuk menggantung Mordekai! Sesudah itu redalah amarah raja.
EST 8:1 Pada hari itu juga, Raja Ahasweros menyerahkan kepada Ratu Ester semua harta benda milik Haman— musuh besar orang Yahudi. Ester memberitahukan kepada raja bahwa Mordekai adalah saudara sepupunya. Ketika raja mendengar hal itu, dia menyuruh supaya Mordekai datang untuk menghadapnya.
EST 8:2 Ketika Mordekai datang menghadap, raja melepaskan dan memberikan cincin meterai yang sebelumnya sudah diberikan kepada Haman, kepada Mordekai. Ester mengangkat Mordekai untuk mengurus semua harta benda milik Haman.
EST 8:3 Sesudah itu Ester menghadap raja lagi. Sambil menangis dia bersujud dan memohon agar raja membatalkan rencana jahat untuk membunuh semua orang Yahudi yang sudah dibuat oleh Haman.
EST 8:4 Raja mengulurkan tongkat emasnya kepada Ester, maka Ester pun bangkit dan berkata,
EST 8:5 “Bila Tuanku berkenan dan menganggap benar, dan hamba mendapatkan kemurahan hati Tuanku Raja, hamba mohon keluarkanlah surat perintah untuk mencabut dan membatalkan surat perintah Haman— yaitu hukuman mati bagi semua yang berketurunan Yahudi, di seluruh wilayah kerajaan Tuanku.
EST 8:6 Hambamu ini tidak tega melihat seluruh bangsa serta sanak saudara hamba dibunuh.”
EST 8:7 Raja Ahasweros menjawab Ratu Ester dan Mordekai, “Karena Haman sudah berupaya untuk menghabisi seluruh bangsa Yahudi, aku sudah menyerahkan kepadamu Ester, semua harta benda milik Haman, dan aku pun sudah memerintahkan para prajuritku untuk menghukum mati Haman dengan cara digantung.
EST 8:8 Maka sekarang tulislah surat untuk menyelamatkan bangsamu. Cantumkanlah namaku pada surat-surat tersebut, dan gunakanlah cincin meteraiku untuk mengesahkan surat keputusan tersebut, karena surat yang sudah dibubuhi nama serta disegel, selamanya tidak dapat diubah.”
EST 8:9 Maka pada hari itu juga— yaitu pada tanggal dua puluh tiga bulan Siwa, Raja memanggil para sekretarisnya, dan Mordekai memerintahkan mereka untuk menulis surat kepada seluruh warga bangsa Yahudi dan kepada semua pejabat di seluruh wilayah kekuasaan Raja Ahasweros— mulai dari India di wilayah timur hingga ke Etiopia di wilayah barat. Para sekretaris menulis semua surat-surat dalam bahasa dan tulisan yang digunakan di setiap wilayah. Mereka pun menulis surat yang ditujukan kepada orang Yahudi di dalam bahasa Yahudi.
EST 8:10 Surat-surat tersebut ditulis dan disahkan atas nama Raja Ahasweros, dan disegel dengan cincin raja, untuk dikirim dengan menggunakan kuda kerajaan yang dapat berlari cepat. Isi surat tersebut adalah raja mengizinkan orang Yahudi di setiap kota untuk bersatu dan membela diri. Selain diizinkan untuk membunuh kelompok tentara atau siapa pun yang menyerang, mereka juga diizinkan untuk mengambil harta benda serta membunuh kaum perempuan dan anak-anak dari para penyerang.
EST 8:12 Sesudah itu para kurir segera mengantarkan surat-surat itu ke seluruh penjuru kerajaan dengan menunggangi kuda milik raja yang dapat berlari dengan cepat. Salinan surat perintah itu dikeluarkan sebagai undang-undang dan diumumkan di setiap provinsi untuk diketahui, supaya orang Yahudi bersiaga untuk melawan musuh-musuh mereka pada hari ketiga belas bulan Adar, yaitu hari yang sebelumnya sudah ditetapkan Haman untuk membunuh orang-orang Yahudi. Salinan surat yang sama juga dibacakan kepada warga ibukota kerajaan.
EST 8:15 Mordekai kemudian meninggalkan istana, dengan memakai pakaian kebesaran pemberian raja berwarna biru putih. Dia juga memakai jubah ungu yang terbuat dari bahan kain linen yang halus, dan mahkota emas yang indah sekali. Warga ibukota Susan bersorak-sorai penuh suka cita ketika mendengar undang-undang baru itu.
EST 8:16 Semua warga Yahudi di Susan tidak lagi merasa takut, sebaliknya mereka bergembira dan menunjukkan rasa bangga mereka.
EST 8:17 Hal serupa juga terjadi di setiap kota dan provinsi. Orang-orang Yahudi bergembira dan berpesta ketika perundang-undangan baru tersebut diumumkan. Warga lainnya pun menyatakan diri sebagai orang Yahudi, karena mereka takut apa yang akan menimpa mereka jika mereka tidak berbuat demikian.
EST 9:1 Perintah raja yang sudah ditetapkan sebelumnya mulai dilaksanakan pada hari ketiga belas bulan Adar. Hari tersebut sudah dinantikan musuh-musuh bangsa Yahudi untuk melenyapkan bangsa itu. Tetapi ternyata, bangsa Yahudilah yang mengalahkan musuh-musuh mereka.
EST 9:2 Di setiap kota, di seluruh wilayah kerajaan, orang Yahudi bersatu untuk menyerang musuh-musuh mereka. Dan tidak ada yang mampu melawan mereka, karena musuh-musuhnya sudah terlebih dahulu ketakutan.
EST 9:3 Semua para pembesar dan para pejabat di seluruh wilayah kekuasaan raja Ahasweros memilih untuk membantu orang-orang Yahudi karena takut kepada Mordekai.
EST 9:4 Mordekai diketahui masyarakat umum di seluruh wilayah kerajaan karena pengaruhnya dalam istana, dan dia semakin berkuasa.
EST 9:5 Pada hari ketiga belas bulan Adar, orang-orang Yahudi melancarkan serangan dan membunuh musuh-musuh mereka dengan pedang. Mereka pun melakukan apa yang mereka inginkan terhadap warga yang membenci mereka.
EST 9:6 Di ibukota Susan saja mereka membunuh 500 orang.
EST 9:7 Termasuk di antaranya sepuluh anak laki-laki Haman yang bernama Pasandata, Dalfon, Aspata, Porata, Adalia, Aridata, Parmasta, Arisai, Aridai dan Waizata.
EST 9:10 Mereka adalah anak-anak Haman, yaitu cucu-cucu Hamedata, musuh besar bangsa Yahudi. Orang Yahudi membunuh mereka tetapi tidak merampas harta benda mereka.
EST 9:11 Pada hari itu juga, ada orang yang melaporkan kepada raja jumlah orang yang dibunuh orang Yahudi di Susan.
EST 9:12 Raja berkata kepada Ratu Ester, “Di Susan saja orang Yahudi sudah membunuh 500 orang termasuk kesepuluh anak laki-laki Haman! Apalagi di wilayah lain dalam kerajaan, pasti sudah membunuh lebih banyak orang lagi. Sekarang apa lagi permintaanmu? Akan aku lakukan!”
EST 9:13 Ester menjawab, “Bila Tuanku Raja berkenan, besok izinkanlah orang Yahudi untuk kembali melaksanakan apa yang sudah mereka lakukan di Susan hari ini. Dan perintahkanlah kesepuluh mayat anak Haman digantung pada tiang penggantungan.”
EST 9:14 Raja menyetujui permohonan Ester dan orang Yahudi diizinkan membunuh lebih banyak musuh lagi pada keesokan harinya. Kesepuluh mayat anak Haman juga digantung.
EST 9:15 Pada keesokan harinya, pada hari keempat belas bulan Adar, orang-orang Yahudi di Susan berkumpul lagi dan membunuh lebih dari 300 orang musuh, tetapi tidak mengambil harta benda mereka.
EST 9:16 Pada hari ketiga belas bulan Adar di seluruh provinsi lainnya, semua orang Yahudi juga berkumpul untuk mempertahankan diri, dan mereka membunuh 75.000 orang yang membenci mereka. Mereka tidak mengambil harta benda orang-orang yang mereka bunuh. Pada keesokan harinya, mereka pun beristirahat dan mengadakan perayaan.
EST 9:18 Di ibukota Susan, orang Yahudi berkumpul dan membunuh musuh mereka pada hari ketiga belas dan hari keempat belas bulan Adar. Sesudah itu mereka pun beristirahat sekaligus mengadakan perayaan pada hari kelima belas bulan Adar.
EST 9:19 Itulah sebabnya setiap hari keempat belas bulan Adar, orang Yahudi yang tinggal di pedesaan sekarang mengadakan perayaan dan saling memberi makanan untuk memperingati peristiwa kekalahan musuh-musuh mereka.
EST 9:20 Mordekai mencatat segala sesuatu yang terjadi. Kemudian dia menulis surat kepada semua orang Yahudi yang tinggal di seluruh kerajaan Raja Ahasweros.
EST 9:21 Dia memerintahkan mereka untuk mengadakan perayaan setiap tahunnya pada hari keempat belas dan hari kelima belas bulan Adar. Pada hari-hari itulah orang Yahudi mengalahkan musuh mereka, sehingga rasa duka berubah menjadi rasa gembira dan bahagia. Mordekai memerintahkan seluruh bangsa Yahudi untuk mengadakan perayaan dengan berpesta dan saling memberi makanan kepada sesama dan juga kepada orang-orang miskin.
EST 9:23 Orang Yahudi pun meneruskan apa yang sudah diperintahkan Mordekai. Mereka sepakat untuk mengadakan perayaan setiap tahun pada hari yang sudah ditentukan.
EST 9:24 Mereka akan mengenang bagaimana Haman, musuh bangsa Yahudi, sudah membuang undi yang disebut ‘pur’ untuk menetapkan hari pembantaian bangsa Yahudi. Haman adalah anak Hamedata dari bangsa Agag.
EST 9:25 Lalu Ester membongkar rencana Haman dan melaporkannya kepada raja. Oleh karena itu raja menggagalkan rencana jahat Haman untuk membantai bangsa Yahudi. Sebaliknya dia menghukum mati Haman dan kesepuluh anaknya.
EST 9:26 Itulah sebabnya perayaan untuk memperingati rangkaian kejadian ini disebut Purim, yang berasal dari kata pur yang artinya ‘diundi.’ Haman sudah membuang undi untuk menentukan hari pembantaian bangsa Yahudi. Tetapi oleh karena perubahan yang disebabkan oleh surat resmi tersebut dan oleh karena penyelesaian semua ancaman terhadap mereka,
EST 9:27 maka seluruh bangsa Yahudi menetapkan perjanjian secara resmi untuk merayakan kedua hari itu setiap tahun sesuai dengan apa yang sudah ditentukan.
EST 9:28 Perayaan Purim akan diperingati oleh setiap keluarga orang Yahudi, di setiap desa, kota dan provinsi. Kebiasaan ini mereka berjanji untuk meneruskan setiap tahun turun temurun— tanpa berhenti.
EST 9:29 Lalu atas kewenangan yang sudah diberikan kepadanya sebagai ratu, Ester bersama dengan Mordekai menulis surat kedua untuk menegaskan surat yang pertama tersebut mengenai Hari Raya Purim.
EST 9:30 Isi surat kedua diawali dengan kata-kata salam agar bangsa Yahudi selalu selamat dan sejahtera. Lalu surat itu memesan supaya tetap menjalankan perayaan Purim pada tanggal yang ditetapkan dan sesuai perintah dari Mordekai dan Ratu Ester— termasuk peraturan tentang masa berpuasa dan berkabung. Salinan surat kedua itu dikirim kepada seluruh bangsa Yahudi yang tinggal di 127 provinsi kerajaan Ahasweros.
EST 9:32 Demikianlah isi surat perintah Ester mengenai tata cara perayaan Purim, dan hal itu dicatat secara resmi.
EST 10:1 Raja Ahasweros memberlakukan pembayaran pajak kepada rakyatnya yang berada di seluruh wilayah kerajaannya dari daerah daratan, pesisir hingga ke daerah kepulauan.
EST 10:2 Dan semua keberhasilan yang sudah dicapai Raja Ahasweros karena kehebatannya dan kekuasaannya dicatat dalam buku sejarah raja-raja Media Persia. Berbagai hal yang dilaksanakan oleh Mordekai, orang yang sudah diberikan kewenangan oleh raja, juga tercatat dalam buku tersebut.
EST 10:3 Mordekai, orang Yahudi yang menjadi orang kedua di bawah Raja Ahasweros, dianggap sebagai orang hebat oleh semua orang Yahudi. Mereka sangat menghormatinya, karena kesejahteraan dan perdamaian yang sudah diperjuangkannya bagi seluruh bangsanya.
PRO 1:1 Inilah kumpulan kata-kata bijak dari Salomo anak Daud, raja Israel.
PRO 1:2 Nasihat-nasihat ini ditulis untuk mengajarkan cara hidup yang bijaksana serta memberi pengalaman dengan memahami kata-kata bijak yang penuh makna,
PRO 1:3 agar orang memperoleh didikan tentang cara bersikap bijaksana dan hidup dengan benar, adil, dan jujur.
PRO 1:4 Nasihat-nasihat ini memberi pengajaran bagi orang yang tidak berpengalaman agar lebih berwawasan, dan memberi pengetahuan bagi orang muda agar dapat mengatur hidupnya dengan bijaksana.
PRO 1:5 Mari, siapa yang bijaksana, dengarkanlah nasihat ini agar kamu semakin bijak. Dan siapa yang berpengertian, tambahlah pengalaman lewat tulisanku
PRO 1:6 agar kamu dapat menyelami makna peribahasa, perumpamaan, petuah, dan teka-teki yang ditulis oleh orang-orang bijak lain.
PRO 1:7 Sikap hormat dan takut akan TUHAN adalah cara yang pertama dan terutama untuk menjadi bijak, tetapi orang-orang bebal tidak menghargai kebijaksanaan dan tak mau diajar.
PRO 1:8 Anakku, dengarkanlah nasihat ayahmu, dan jangan tinggalkan didikan ibumu.
PRO 1:9 Karena nasihat dan didikan orangtuamu ibarat mahkota yang akan membuat engkau dihormati, dan seperti kalung peringatan yang menuntun langkah hidupmu.
PRO 1:10 Anakku, janganlah tergoda bila orang berdosa membujukmu mengikuti perbuatan mereka!
PRO 1:11 Orang jahat berkata, “Bergabunglah dengan kami. Kita akan membagi rata semua harta yang kita rampas! Rumah-rumah kita akan penuh dengan hasil jarahan! Mari kita mengintai orang dan menyerang mereka diam-diam lalu merampas seluruh harta benda mereka! Tak usah pikirkan alasannya. Musnahkan saja walau mereka tak bersalah. Kita akan menelan mereka hidup-hidup, seakan melempar mereka bulat-bulat ke dalam Syeol.”
PRO 1:15 Anakku, jangan mengikuti jalan hidup mereka! Jauhkan dirimu dari perbuatan mereka.
PRO 1:16 Orang-orang itu cepat berbuat jahat bahkan tak segan-segan menumpahkan darah.
PRO 1:17 Namun, sesungguhnya keserakahan mereka bagaikan perangkap yang akan membunuh mereka sendiri. Burung pun tidak akan masuk perangkap kalau melihat jaring dipasang di depan matanya, tetapi orang-orang semacam itu memasang jerat untuk diri sendiri. Perbuatan mereka seperti senjata makan tuan.
PRO 1:20 Hikmat ibarat seorang guru yang berseru di jalan-jalan, di tempat-tempat umum dia memanggil-manggil orang untuk mendengarkannya.
PRO 1:21 Di persimpangan jalan dia berteriak mengundang orang banyak, dan di pintu-pintu gerbang dia mengumumkan dengan lantang. Begini katanya,
PRO 1:22 “Hai orang-orang yang tidak berpengalaman, sampai kapan kalian senang tinggal dalam kebodohanmu? Hai para pengejek, sampai kapan kalian senang menghina orang? Dan orang-orang bebal, apakah kalian mau tetap menolak pengetahuan?
PRO 1:23 Bila kalian mau berbalik dan memperhatikan teguranku, kepadamu aku akan melimpahkan pengajaran-pengajaran dari hatiku.”
PRO 1:24 Tetapi Hikmat itu juga ibarat guru yang mengeluh, “Ketika aku memanggil, kalian tidak mau mendengar. Ketika aku mengulurkan tangan untuk memberimu pertolongan, kalian tidak memperhatikan.
PRO 1:25 Kalian mengabaikan semua nasihatku dan menolak semua teguranku.
PRO 1:26 Kelak malapetaka akan menyerbu kalian seperti badai dan angin topan, dan bencana yang kalian takutkan akan menimpamu sehingga kalian sangat terjepit dan menderita. Pada waktu itu aku akan tertawa getir atasmu, karena sebelumnya kalian tidak mau mendengar ajaranku yang dapat menyelamatkanmu.
PRO 1:28 “Saat itu, kalian akan berteriak minta tolong kepadaku, tetapi aku tidak akan menjawab. Dengan cemas kalian akan mencari aku ke sana kemari, tetapi kalian tidak akan menemukanku.
PRO 1:29 Mengapa? Karena kalian membenci pengetahuan dan sudah memilih untuk tidak takut akan TUHAN.
PRO 1:30 Kalian menolak nasihatku dan meremehkan teguranku.
PRO 1:31 Itu sebabnya kalian akan menanggung akibat perbuatanmu sendiri. Jalan hidup yang kalian pilih membuatmu mual, seperti orang mau muntah karena kekenyangan.
PRO 1:32 Orang yang tak berpengalaman akan ikut jalan sesat lalu binasa. Orang bebal akan hancur karena merasa paling benar dan tak mau memperhatikan teguran.
PRO 1:33 Tetapi orang yang mendengarkan aku akan hidup tenteram. Mereka tak perlu cemas akan bahaya.”
PRO 2:1 Anakku, terimalah perkataanku dan jagalah perintah-perintahku sebagai harta yang sangat mahal.
PRO 2:2 Dengarkanlah ajaran yang bijak dengan penuh perhatian, dan bukalah hatimu menerima pelajaran hidup.
PRO 2:3 Ya, anakku, kerahkan segala upayamu dengan gigih untuk memperoleh pengertian dan pelajaran hidup.
PRO 2:4 Karena kebijaksanaan itu sangat bernilai, berusahalah mendapatkannya seperti memburu harta karun.
PRO 2:5 Bila engkau bijaksana, engkau akan tahu artinya hormat dan takut akan TUHAN, dan engkau akan belajar banyak tentang Allah.
PRO 2:6 Sebab TUHANlah yang memberikan kebijaksanaan. Perkataan-Nya sumber pengetahuan dan pelajaran hidup.
PRO 2:7 Dia selalu menolong orang yang tulus hati untuk melangkah dengan benar. Dia melindungi orang yang hidupnya jujur.
PRO 2:8 TUHAN menjaga langkah orang yang berlaku adil, dan memelihara orang yang setia kepada-Nya.
PRO 2:9 Ikutilah nasihatku, maka engkau akan mengerti cara bertindak benar, adil, dan jujur. Setiap kali menghadapi tantangan hidup, engkau akan mengetahui jalan yang baik bagimu.
PRO 2:10 Dengan kebijaksanaan dan pengetahuan di dalam hatimu, engkau akan berbahagia.
PRO 2:11 Dan engkau akan aman, selamat dari bahaya, karena engkau bijaksana.
PRO 2:12 Engkau akan terhindar dari jalan orang jahat, dan dari perkataan yang tak bisa dipercaya.
PRO 2:13 Orang-orang seperti itu sudah meninggalkan jalan yang benar dan lebih suka menempuh jalan yang gelap.
PRO 2:14 Mereka senang berbuat jahat, dan gembira saat berhasil menipu.
PRO 2:15 Mereka tidak dapat dipercaya dan sesat jalan hidupnya.
PRO 2:16 Kebijaksanaan akan melepaskan engkau dari bujuk rayu istri orang.
PRO 2:17 Perempuan seperti itu melanggar janji pernikahannya di hadapan Allah dan meninggalkan suaminya yang sah.
PRO 2:18 Laki-laki yang mengikuti bujukannya akan menyadari bahwa rumah perempuan itu adalah liang menuju Syeol! Siapa yang jatuh ke sana, yaitu ke dunia arwah-arwah, tidak akan kembali ke dunia manusia yang hidup.
PRO 2:20 Jadi anakku, ikutilah jalan orang baik yaitu mereka yang hidupnya benar,
PRO 2:21 karena hanya orang benar dan tak bercela yang akan tinggal selama-lamanya di negeri TUHAN.
PRO 2:22 Tetapi orang-orang jahat dan serong akan dilenyapkan dari sana.
PRO 3:1 Anakku, janganlah melupakan ajaranku. Simpanlah segala perintahku di dalam hatimu
PRO 3:2 agar panjang umurmu dan tenteram hidupmu.
PRO 3:3 Hendaklah engkau senantiasa digerakkan oleh kebaikan hati dan kesetiaan. Jadikan keduanya seperti kalung pengingat pada lehermu. Ukirkanlah itu di dalam hatimu,
PRO 3:4 maka engkau akan dikasihi dan dihormati di hadapan Allah maupun manusia.
PRO 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimu dan jangan mengandalkan pemikiranmu sendiri.
PRO 3:6 Mintalah kehendak-Nya dalam setiap langkah hidupmu, maka Dia akan menuntunmu ke jalan yang benar.
PRO 3:7 Janganlah berpikir bahwa dirimu sudah bijaksana. Takutlah kepada TUHAN dan jauhilah yang jahat.
PRO 3:8 Itu akan membuat tubuhmu sehat dan selalu segar.
PRO 3:9 Pergunakanlah apa pun yang engkau miliki untuk menghormati TUHAN, dan persembahkanlah bagian terbaik dari segala penghasilanmu.
PRO 3:10 Maka oleh berkat TUHAN, gudang-gudangmu tidak akan cukup untuk memuat semua hasil panenmu, dan penampungan air anggurmu tidak akan cukup untuk memuat hasil pemerasan buah anggurmu.
PRO 3:11 Anakku, janganlah menolak didikan TUHAN dan jangan marah bila Dia menegurmu.
PRO 3:12 Karena TUHAN menegur orang yang Dia kasihi, seperti seorang ayah mendidik anak yang dikasihinya untuk memperbaiki kelakuannya.
PRO 3:13 Sungguh berbahagia bila engkau menyambut Sang Hikmat menjadi guru kehidupanmu! Darinyalah engkau akan menerima wawasan.
PRO 3:14 Sebab hasil pengajaran Sang Hikmat lebih berharga daripada perak dan emas murni,
PRO 3:15 bahkan lebih bernilai daripada batu permata. Semua yang diinginkan manusia tak sebanding dengannya.
PRO 3:16 Hikmat itu membawakan bagimu umur panjang di tangan kanannya, juga kekayaan dan kehormatan di tangan kirinya.
PRO 3:17 Dia akan menuntunmu di jalan hidup yang menyenangkan dan penuh ketenangan.
PRO 3:18 Memiliki dia akan membuatmu panjang umur, seperti menemukan pohon kehidupan. Bila engkau tetap berpegang padanya, engkau akan sangat diberkati.
PRO 3:19 Dengan hikmat itulah TUHAN menciptakan langit dan bumi. Dengan perhitungan yang bijaksana Dia mengatur segala air dan hujan.
PRO 3:21 Jadi anakku, utamakanlah kebijaksanaan dan kematangan berpikir. Simpanlah keduanya baik-baik di dalam dirimu.
PRO 3:22 Dengan begitu, engkau akan berumur panjang dan beroleh nama baik.
PRO 3:23 Engkau pun akan hidup dengan aman tanpa tersandung bahaya kesalahan.
PRO 3:24 Maka engkau dapat tidur lelap, karena tiadalah resah dan gelisah.
PRO 3:25 Engkau tak perlu takut saat bencana tiba-tiba datang. Orang jahat akan dihantam, tetapi engkau tetap aman,
PRO 3:26 sebab engkau bersandar kepada TUHAN. Dialah yang menjagamu dari perangkap musuhmu.
PRO 3:27 Waktu sesamamu memerlukan bantuan, janganlah berdiam diri. Bantulah dia bila engkau mampu.
PRO 3:28 Apa yang dapat engkau berikan hari ini, berikanlah tanpa menunda. Jangan katakan kepadanya, “Besok saja aku membantumu.”
PRO 3:29 Jangan sekali-kali merencanakan kejahatan terhadap orang di sekitarmu, karena mereka merasa aman di dekatmu.
PRO 3:30 Jika sesamamu tidak bersalah terhadap engkau, jangan memulai pertengkaran dengannya.
PRO 3:31 Jangan iri kepada orang yang mendapat harta dengan kekerasan. Jangan meniru cara hidup mereka.
PRO 3:32 Sebab TUHAN membenci orang jahat, tetapi menjadi sahabat bagi orang jujur.
PRO 3:33 Seluruh isi rumah orang jahat berada di bawah kutukan TUHAN, tetapi rumah tangga orang benar diberkati-Nya.
PRO 3:34 TUHAN memandang rendah orang yang merendahkan orang lain, tetapi bermurah hati kepada orang yang rendah hati.
PRO 3:35 Orang bijak akan mendapat kehormatan tanpa mencarinya, tetapi orang bebal akan bergelimang aib.
PRO 4:1 Anakku, dengarkanlah nasihat ayahmu. Perhatikanlah agar engkau beroleh pengertian
PRO 4:2 sebab yang aku ajarkan adalah baik. Janganlah meninggalkan bimbinganku.
PRO 4:3 Semasa kecil, waktu aku masih tinggal bersama ayah ibuku sebagai anak tunggal mereka,
PRO 4:4 ayahku mengajarkan, “Anakku, bila engkau setia mengikuti pengajaran dan petunjuk-petunjukku, engkau akan hidup bahagia.
PRO 4:5 Sambutlah Hikmat menjadi guru kehidupanmu. Mintalah pengertian darinya. Janganlah lupa dan jangan berpaling dari pengajaranku.
PRO 4:6 Sang Hikmat itu akan menjagamu bila engkau mengasihi dia dan berpegang padanya.
PRO 4:7 Sang Hikmat adalah guru kehidupan yang terutama. Mintalah darinya pengertian. Ya, carilah kebijaksanaan semahal apa pun harganya.
PRO 4:8 Bila engkau menghargai Sang Hikmat, dia akan menjadikanmu terhormat. Bila engkau menjunjungnya, dia akan memberimu nama baik.
PRO 4:9 Hikmat itu bagai mahkota yang indah megah pada kepalamu, yang menjadikan engkau seorang yang dihormati.”
PRO 4:10 Hai anakku, dengarkan dan terimalah pengajaranku supaya panjanglah umurmu.
PRO 4:11 Kebijaksanaan yang aku ajarkan adalah jalan yang lurus.
PRO 4:12 Saat melangkah, engkau tak akan mendapat masalah, dan saat berlari, engkau tak akan tersandung jatuh.
PRO 4:13 Berpeganglah pada didikanku dan jangan meninggalkannya. Taatilah, sebab itulah yang membuat hidupmu aman.
PRO 4:14 Jangan mengikuti perbuatan orang jahat, apalagi menjadi seperti mereka.
PRO 4:15 Hindarilah jalan orang jahat. Jangan sekali-kali mendekatinya. Berpalinglah dari jalan mereka dan ambillah jalan yang lurus.
PRO 4:16 Orang-orang seperti itu tidak bisa tidur tenang sebelum berbuat jahat. Mereka baru merasakan kantuk kalau berhasil menjatuhkan orang.
PRO 4:17 Bagi mereka, berbuat jahat memuaskan seperti makanan lezat, dan melakukan kekerasan terasa manis seperti minuman anggur.
PRO 4:18 Tidaklah demikian dengan orang benar. Jalan hidup orang benar bagaikan cerahnya pagi yang semakin terang hingga siang hari.
PRO 4:19 Tetapi jalan hidup orang jahat teramat gelap. Kaki mereka tersandung karena mereka tak dapat melihat.
PRO 4:20 Anakku, perhatikanlah nasihat-nasihatku dan dengarkanlah ajaranku.
PRO 4:21 Simpanlah nasihatku di dalam hatimu dan jadikanlah sebagai pengukur dalam tiap langkah hidupmu.
PRO 4:22 Karena seluruh nasihat dan pengajaranku memberi hidup bahagia bagi yang menyelami artinya dan mendatangkan kesegaran bagi tubuh.
PRO 4:23 Jagalah hatimu dengan waspada, karena hati menentukan segala pilihan hidupmu.
PRO 4:24 Jangan mengucapkan kata-kata dusta. Buanglah ucapan yang tak benar.
PRO 4:25 Tetaplah memandang tujuan hidupmu supaya engkau tidak menyimpang.
PRO 4:26 Pertimbangkan baik-baik ke mana engkau melangkah maka engkau dapat berjalan dengan tenang.
PRO 4:27 Jagalah dirimu supaya tetap mengikuti jalan yang benar. Jangan pernah menyimpang ke jalan yang jahat.
PRO 5:1 Anakku, perhatikanlah kebijaksanaan dan pelajaran hidup yang aku ajarkan,
PRO 5:2 agar engkau dapat mempertimbangkan segala hal dengan baik dan perkataanmu didasari oleh pengetahuan.
PRO 5:3 Bujukan istri orang manis seperti tetesan madu, dan kata-katanya lihai merayu.
PRO 5:4 Namun pada akhirnya, bila engkau mengikut dia, akibatnya akan pahit bagai empedu dan menyakitkan bagai pisau belati.
PRO 5:5 Jalan hidup perempuan itu membinasakan. Mengikutinya hanya akan menjerumuskan engkau ke dalam Syeol.
PRO 5:6 Tak pernah sekalipun dia berpikir tentang hidup yang benar di mata Allah. Tanpa dia sadari, jalan hidupnya sudah sesat.
PRO 5:7 Oleh sebab itu hai anak-anak, dengarkanlah aku. Janganlah menyimpang dari pengajaranku.
PRO 5:8 Jauhilah perempuan seperti itu! Jangan mendekat ke pintu rumahnya
PRO 5:9 agar engkau tidak membuang masa keemasanmu dan kehormatanmu hanya untuk memuaskan hawa nafsu. Akibat satu kali percabulan, hancurlah masa depanmu di tangan suaminya yang tak akan melepaskanmu.
PRO 5:10 Jangan biarkan hartamu ditelan orang-orang asing dan hasil kerja kerasmu dinikmati orang lain.
PRO 5:11 Pada akhirnya engkau akan mengerang ketika penyakit menggerogoti daging tubuhmu.
PRO 5:12 Saat itu engkau akan berkata, “Ah, seharusnya dulu aku tidak keras kepala menolak nasihat dan teguran!
PRO 5:13 Aku tidak taat pada guru-guru yang memberi bimbingan kepadaku.
PRO 5:14 Akibatnya, aku nyaris hancur. Aku menanggung malu dan menjadi tontonan semua orang.”
PRO 5:15 Anakku, setialah kepada istrimu, sama seperti engkau tak boleh mengambil milik pribadi orang lain.
PRO 5:16 Bukankah engkau pun tak mau, bila istrimu sendiri diambil orang lain?
PRO 5:17 Sebab istrimu bagaikan mata air murni yang mengalir hanya untukmu, bukan untuk dibagi dengan orang lain.
PRO 5:18 Biarlah rasa hausmu dipuaskan hanya oleh istrimu itu, yang engkau nikahi sejak masa mudamu.
PRO 5:19 Dia bagaikan rusa betina muda: anggun dan penuh kasih sayang. Pelukan di dadanya memuaskan engkau, dan cintanya selalu memikat hatimu.
PRO 5:20 Jadi anakku, untuk apa terpikat oleh perempuan sundal! Tak ada gunanya memeluk dada perempuan lain.
PRO 5:21 Karena mata TUHAN selalu memperhatikan perbuatan tiap orang. Dia mengawasi segala jalan hidup kita.
PRO 5:22 Orang jahat akan terjerat dalam pelanggaran-pelanggarannya sendiri. Dosanya ibarat tali perangkap yang mengikatnya erat.
PRO 5:23 Dia akan binasa karena menolak didikan, dan tersesat karena bebalnya keterlaluan.
PRO 6:1 Anakku, janganlah engkau berjanji kepada orang lain, “Saya akan menjamin utangmu. Bila kamu tidak bisa membayar, saya akan membayarnya.”
PRO 6:2 Karena, jika engkau menjadi penjamin utang orang lain, engkau sudah terjerat oleh janjimu itu
PRO 6:3 dan terikat tanggung jawab kepadanya. Bila itu terjadi, yang harus engkau lakukan adalah, segera lepaskan dirimu darinya! Pergilah kepadanya, rendahkan dirimu, dan mintalah dia menghapuskan perjanjian itu.
PRO 6:4 Jangan tidur sebelum urusan itu selesai!
PRO 6:5 Bebaskanlah dirimu seperti rusa lari kabur dari pemburunya, seperti burung meloloskan diri dari perangkapnya.
PRO 6:6 Hai orang malas, semut-semut pun lebih baik daripadamu! Perhatikanlah cara hidup mereka dan belajarlah menjadi bijak!
PRO 6:7 Meskipun semut tidak punya pemimpin atau penguasa yang mengatur mereka untuk bekerja,
PRO 6:8 mereka teratur mencari makanan sepanjang musim panas dan menyimpannya untuk musim hujan.
PRO 6:9 Tetapi pemalas hanya berbaring-baring sepanjang hari! Kapan kamu mau bangun dan bekerja?
PRO 6:10 “Ah, aku masih mengantuk. Aku mau tidur sebentar lagi. Biarkan aku melipat tangan dan berbaring sebentar saja,” begitulah katamu.
PRO 6:11 Maka seperti perampok yang datang tak terduga, demikianlah kamu mendadak miskin. Kekurangan tiba-tiba menyerangmu seperti seorang penjahat.
PRO 6:12 Pembohong itu sampah! Mereka jahat dan tidak berguna.
PRO 6:13 Mereka mengedipkan mata atau membuat isyarat kecil dengan tangan atau kaki supaya rekannya membantu dalam penipuan.
PRO 6:14 Hati pembohong tak henti memikirkan tipu daya dan rencana licik. Di mana-mana mereka menimbulkan pertengkaran.
PRO 6:15 Karena itu, dengan tiba-tiba bencana akan menimpa mereka. Dalam sekejap mereka akan remuk tanpa dapat dipulihkan.
PRO 6:16 Ada beberapa kejahatan yang sangat dibenci TUHAN:
PRO 6:17 Mata yang memandang rendah orang lain, mulut yang berbohong, tangan yang membunuh orang tak bersalah,
PRO 6:18 hati yang merencanakan kejahatan, kaki yang cepat melangkah untuk berbuat dosa,
PRO 6:19 orang yang memberi saksi dusta, dan orang yang suka mengadu domba sehingga menimbulkan pertengkaran saudara.
PRO 6:20 Anakku, ikutilah ajaran ayahmu dan jangan tinggalkan nasihat ibumu.
PRO 6:21 Simpanlah semuanya baik-baik di dalam hatimu. Biarlah ajaran orangtuamu seperti tali pengingat yang selalu dikalungkan pada lehermu.
PRO 6:22 Bila engkau terus mengingatnya, ajaran itu akan memandu langkah hidupmu. Engkau akan terlindung di saat lelap, dan dibimbingnya saat terjaga.
PRO 6:23 Karena nasihat, bimbingan, dan teguran itu ibarat cahaya terang yang menuntunmu ke jalan kehidupan.
PRO 6:24 Dengan mengikutinya, engkau akan luput dari bujukan perempuan sundal dan rayuan istri orang.
PRO 6:25 Jangan tergoda oleh kecantikannya, dan jangan terpikat oleh kedipan matanya.
PRO 6:26 Bila engkau tidur dengan pelacur, engkau bisa membayar hanya seharga roti, tetapi bila engkau berzina dengan istri orang, harganya dibayar nyawa.
PRO 6:27 Bermain api, hangus, bermain air, basah, bermain pisau, luka.
PRO 6:29 Begitu juga bila engkau berzina dengan istri orang, pastilah engkau dihukum.
PRO 6:30 Bila seseorang mencuri karena lapar, orang lain masih bisa maklum sebab mereka pikir, “Kasihan, dia mencuri karena tak sanggup membeli makan.”
PRO 6:31 Meski demikian, bila pencuri itu tertangkap, dia tetap akan dihukum dan harus membayar tujuh kali lipat dari yang diambilnya. Dia wajib membayar sekalipun harus menjual seluruh hartanya.
PRO 6:32 Jauh lebih celaka orang yang berzina! Siapa berzina sungguh tak berotak. Dia menghancurkan dirinya sendiri.
PRO 6:33 Orang seperti itu pasti dipukul dan dihina. Dia tidak akan dihormati lagi, karena aibnya tak terlupakan.
PRO 6:34 Rasa cemburu seorang suami membuat hatinya dibakar amarah. Saat membalas dendam, dia tak akan berbelas kasihan.
PRO 6:35 Dia tidak akan mau menerima ganti rugi. Seberapa pun besarnya suap yang diberikan untuk menutupi perzinaan itu, dia pasti menolaknya!
PRO 7:1 Anakku, berpeganglah pada nasihatku dan ingatlah perintah-perintah ini dengan baik.
PRO 7:2 Taatilah semuanya itu agar engkau hidup bahagia. Jagalah ajaranku seperti engkau melindungi matamu sendiri.
PRO 7:3 Seperti cincin kawin selalu melekat di jari manis, demikianlah nasihatku tidak boleh lepas darimu. Ukirkanlah itu di dalam hatimu.
PRO 7:4 Jadikanlah kebijaksanaan dan pengertian sebagai sahabat terdekatmu,
PRO 7:5 supaya engkau terlindung dari istri orang yang menggodamu dengan bujuk rayunya.
PRO 7:6 Memang banyak pemuda yang tak berpengalaman, tetapi ada satu yang paling bodoh, yang aku perhatikan dari jendela rumahku.
PRO 7:8 Aku melihat saat dia berbelok dan menyusuri jalan yang melewati rumah seorang perempuan nakal.
PRO 7:9 Senja mulai turun waktu itu, dan dia hampir tak terlihat di tengah gelapnya petang.
PRO 7:10 Lalu datanglah perempuan nakal itu mendekatinya dengan pakaian seperti pelacur dan maksud tersembunyi di dalam hatinya.
PRO 7:11 Perempuan itu tak bisa diam dan serong hidupnya. Dia sudah lupa di mana rumahnya!
PRO 7:12 Sebentar dia di jalanan, sebentar kemudian di alun-alun. Dia selalu mencari mangsa di tiap sudut kota.
PRO 7:13 Segera perempuan itu memeluk pemuda tadi dan menciumnya. Dengan tampang tak berdosa si perempuan berkata,
PRO 7:14 “Hari ini aku sudah menyelesaikan persembahan terakhir untuk memenuhi janji di rumah TUHAN. Jadi kita bisa menikmati daging dari kurban tanda damai tadi.
PRO 7:15 Karena itu aku keluar untuk menemuimu. Aku mencarimu, dan sekarang menemukanmu.
PRO 7:16 Aku sudah menyiapkan tempat tidur dengan kain yang indah berwarna-warni dari Mesir,
PRO 7:17 juga mengharumkannya dengan mur, gaharu, dan kayu manis.
PRO 7:18 Mari kita bercinta sampai puas hingga pagi, dan bersenang-senang menikmati birahi,
PRO 7:19 karena suamiku tidak ada di rumah. Dia tidak akan pulang sebelum akhir bulan, karena dia membawa sangat banyak uang untuk mengurus sesuatu di tempat yang jauh.”
PRO 7:21 Dengan rayuan manis yang menggoda, perempuan itu berhasil menangkap si pemuda.
PRO 7:22 Pemuda itu pun serta-merta mengikutinya seperti sapi yang tidak melawan saat dibawa ke tempat pemotongan atau seperti rusa yang menginjak jerat.
PRO 7:23 Dia tidak mengetahui bahaya sampai anak panah menembus hatinya. Bagaikan burung yang melesat ke dalam perangkap, demikianlah pemuda itu tanpa sadar sudah membahayakan hidupnya.
PRO 7:24 Jadi anakku, dengarkan sungguh-sungguh perkataanku.
PRO 7:25 Jangan biarkan hatimu mengikuti perempuan seperti itu dan jangan tersesat di jalan hidupnya.
PRO 7:26 Karena bukan main banyaknya orang yang dihancurkan oleh perempuan seperti itu. Tak terhitung jumlah mereka yang binasa akibat godaan perempuan sundal.
PRO 7:27 Rumahnya bagaikan liang Syeol di mana tamunya terjerumus begitu dalam!
PRO 8:1 Dengarkanlah! Sang Hikmat berseru-seru menawarkan kesempatan untuk mendapat pengertian.
PRO 8:2 Dia mengumumkan kesempatan itu seluas-luasnya: Di tempat orang sering berkumpul di samping gerbang kota, di persimpangan yang banyak dilalui orang, maupun di atas bukit-bukit tinggi di tepi jalan. Sang Hikmat berseru,
PRO 8:4 “Aku memanggil kalian semua! Dengarkanlah aku!
PRO 8:5 Siapa yang tidak berpengalaman, belajarlah menjadi bijak. Siapa yang bebal, belajarlah dariku supaya hatimu terbuka untuk pengertian.
PRO 8:6 Dengarkanlah, karena aku akan memberitahukan hal-hal yang sangat berharga. Semua yang aku katakan adalah benar.
PRO 8:7 Ajaranku layak dipercaya, dan aku sangat membenci dusta.
PRO 8:8 Semua nasihatku jujur. Tidak ada yang menyimpang ataupun menyesatkan.
PRO 8:9 Bila engkau berpengertian, tentu engkau akan menyukai nasihatku. Dan bila engkau berpengetahuan, engkau akan menyadari bahwa ajaranku tepat.
PRO 8:10 Terimalah ajaran penuh hikmat dariku, karena itu lebih berharga daripada perak dan emas murni, bahkan lebih bernilai daripada batu permata. Semua yang diinginkan manusia tak ada yang sebanding dengannya.
PRO 8:12 “Akulah Hikmat. Bila engkau menerima aku, engkau juga akan bertambah kecerdikan, pengetahuan, dan kematangan berpikir.
PRO 8:13 Apabila mengenal aku, tentu engkau akan hormat dan takut kepada TUHAN dan membenci kejahatan, karena aku benci segala macam kejahatan, termasuk sifat sombong, membanggakan diri, dan suka menipu.
PRO 8:14 Dengan mengenal aku, engkau juga akan mendapat nasihat terbaik serta pengetahuan, pengertian, dan kekuatan.
PRO 8:15 Para raja mampu memerintah dan para penguasa dapat membuat hukum-hukum yang adil, hanya melalui aku.
PRO 8:16 Setiap pemimpin dan pejabat, hanya dapat belajar keadilan dari aku.
PRO 8:17 “Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan siapa yang sungguh-sungguh mencariku pasti menemukanku.
PRO 8:18 Padaku tersedia kekayaan, kehormatan, keberhasilan, dan kemakmuran yang mapan.
PRO 8:19 Manfaat yang aku berikan lebih berharga daripada perak, bahkan emas murni.
PRO 8:20 Jalan hidup yang aku ajarkan adalah benar dan adil.
PRO 8:21 Aku memberikan harta pusaka bagi orang yang mengasihiku dan mengisi penuh tempat kekayaan mereka.
PRO 8:22 “Sejak semula, aku, Hikmat, ada pada diri TUHAN. Oleh akulah Dia menjadikan karya ciptaan-Nya pada purba kala.
PRO 8:23 Pada permulaan segala sesuatu, sebelum bumi ini ada, Allah sudah memiliki aku.
PRO 8:24 Sebelum ada segala samudra, dan semua mata air belum memancar,
PRO 8:25 juga sebelum gunung dan bukit didirikan-Nya, aku sudah ada pada diri Allah,
PRO 8:26 sebelum Dia menjadikan bumi serta daratannya yang luas, bahkan butiran debu yang pertama.
PRO 8:27 Melalui akulah, Sang Hikmat, TUHAN menciptakan langit, menegakkan cakrawala,
PRO 8:28 menghiasi langit dengan awan gemawan, dan menyemburkan mata air nan deras membentuk lautan luas.
PRO 8:29 Oleh Hikmatlah TUHAN menata dasar-dasar bumi dan mengatur batas-batas laut agar airnya tak melampaui daratan.
PRO 8:30 Melalui akulah TUHAN berkarya. Dia bersukacita karena memiliki Hikmat. Aku pun bergirang karena penciptaan semesta, dan paling bergembira karena umat manusia ciptaan-Nya.
PRO 8:32 “Karena itu, hai semua manusia, dengarkanlah aku, Sang Hikmat! Sungguh diberkati orang yang mengikuti jalan-jalanku.
PRO 8:33 Dengarkan didikanku agar engkau menjadi bijak. Janganlah mengabaikannya!
PRO 8:34 Sungguh diberkati orang yang senang mendengarkan ajaranku, hingga mereka datang setiap hari untuk menerima pelajaran, bahkan menunggu-nunggu pada pintu rumahku.
PRO 8:35 Sebab orang yang menerima aku akan hidup sejahtera dan TUHAN akan berkenan kepadanya,
PRO 8:36 tetapi orang yang tidak mau menerima aku mencelakakan dirinya sendiri. Semua yang membenci Hikmat berarti mencintai maut.”
PRO 9:1 Sang Hikmat sudah membangun rumahnya dengan kokoh, ditopang tujuh tiang yang kuat.
PRO 9:2 Dia sudah menyediakan pesta makan yang mewah dengan daging yang paling lezat dan campuran air anggur paling istimewa. Semua sudah disajikan dengan indah di mejanya.
PRO 9:3 Dia sudah menyuruh para pelayan perempuan untuk mengumumkan undangannya. Sementara itu, Sang Hikmat sendiri berseru-seru dari tempat tertinggi di kota,
PRO 9:4 “Hai orang yang belum berpengalaman, datanglah ke rumahku.” Dan kepada yang tak berakal budi dia berkata,
PRO 9:5 “Mari! Makanlah roti dan minumlah anggur yang sudah aku siapkan.
PRO 9:6 Tinggalkan pikiran sempitmu agar engkau bahagia dan majulah terus dalam pemahaman.”
PRO 9:7 “Aku, Sang Hikmat, mengajarkan: Bila engkau menegur orang yang suka menghina, dia hanya akan menghinamu. Dan bila engkau berusaha meluruskan orang jahat, dia hanya akan menyakitimu.
PRO 9:8 Tak usah menegur orang yang suka menghina karena dia hanya akan membencimu. Tegurlah orang bijak, maka dia akan mengasihimu.
PRO 9:9 Ajarilah orang bijak, maka dia akan semakin bijak. Ajarilah orang yang berkelakuan benar, maka dia akan semakin berpengertian.
PRO 9:10 “Sikap hormat dan takut akan TUHAN adalah cara yang pertama dan terutama untuk menjadi bijak. Mengenal Sang Mahakudus adalah jalan untuk memiliki pengertian.
PRO 9:11 Hiduplah menurut ajaranku, maka engkau akan berumur panjang.
PRO 9:12 Bila engkau bijaksana, engkau sendiri yang akan menikmati hasilnya. Bila engkau suka menghina, engkau sendiri yang akan menanggung akibatnya.”
PRO 9:13 Kebebalan bagaikan seorang perempuan yang berkepala kosong, bodoh, dan suka keributan.
PRO 9:14 Dia suka duduk di depan pintu rumahnya, atau di tempat-tempat yang tinggi di kota.
PRO 9:15 Dia menggoda para lelaki yang lewat, dan kepada siapa saja yang belum berpengalaman, dia membujuk, “Mari masuk ke rumahku.” Kepada yang tak berakal budi, dia merayu,
PRO 9:17 “Kenikmatan yang tidak halal lebih enak rasanya, apalagi saat dinikmati sembunyi-sembunyi.”
PRO 9:18 Namun, para lelaki yang dia rayu tidak tahu bahwa rumahnya bagaikan liang Syeol di mana tamunya terjerumus begitu dalam!
PRO 10:1 Inilah kumpulan kata-kata mutiara dari Salomo. Anak lelaki yang bijak membuat ayahnya bahagia, tetapi anak lelaki yang bebal membuat ibunya berduka.
PRO 10:2 Harta yang didapat dengan curang tidak akan berguna, tetapi berbuat benar akan menjaga nyawamu.
PRO 10:3 TUHAN tak akan membiarkan orang benar kelaparan, tetapi Dia menjauhkan apa yang diinginkan orang jahat.
PRO 10:4 Orang yang malas membuat hidupnya miskin, tetapi orang yang rajin akan menjadi kaya.
PRO 10:5 Orang yang giat bekerja pada masa panen adalah bijaksana, tetapi yang bermalas-malasan mempermalukan dirinya sendiri.
PRO 10:6 Kehidupan orang benar penuh dengan perkenanan TUHAN. Kehidupan orang jahat penuh dengan kekejaman, bahkan di balik setiap ucapannya.
PRO 10:7 Orang benar meninggalkan nama harum. Orang jahat meninggalkan nama busuk.
PRO 10:8 Orang yang bijak mau menerima pengajaran, tetapi orang yang bebal banyak bicara dan menghancurkan dirinya sendiri.
PRO 10:9 Orang jujur jalan hidupnya lurus dan aman, tetapi penipu berbelok-belok dan akhirnya ketahuan.
PRO 10:10 Jangan percaya pada orang yang mengedipkan mata dengan rekannya, karena mereka sudah bersepakat menipumu. Orang yang bebal banyak bicara dan menghancurkan dirinya sendiri.
PRO 10:11 Nasihat orang benar seperti mata air yang memberikan kehidupan, tetapi kekejaman memenuhi kehidupan orang jahat, bahkan di balik setiap ucapannya.
PRO 10:12 Membenci orang lain akan mengakibatkan pertengkaran, tetapi kasih memaafkan segala kesalahan.
PRO 10:13 Orang yang memiliki pengertian mengucapkan kata-kata bijaksana, tetapi orang yang tak berpengertian suatu saat pasti mendapat hajaran.
PRO 10:14 Orang bijak banyak belajar dan semakin pandai, tetapi orang bebal lebih banyak bicara dan semakin mendekatkan diri pada kehancuran.
PRO 10:15 Pelindung bagi orang kaya adalah hartanya, tetapi orang miskin celaka karena kemiskinannya.
PRO 10:16 Upah yang dihasilkan orang benar membuat hidupnya bahagia, tetapi apa yang dihasilkan orang berdosa membuatnya semakin terjerumus dalam dosa.
PRO 10:17 Orang yang menerima didikan berada di jalan kehidupan, tetapi orang yang tidak mau ditegur akan tersesat.
PRO 10:18 Orang yang bersikap manis tetapi membenci dalam hati adalah penipu, dan siapa yang suka memfitnah adalah bebal.
PRO 10:19 Orang yang banyak bicara mudah jatuh ke dalam dosa, tetapi orang bijak mengerti kapan perlu bicara.
PRO 10:20 Perkataan orang benar bagaikan perak murni, tetapi isi hati orang bebal murahan semuanya.
PRO 10:21 Perkataan orang benar seperti makanan yang menyehatkan jiwa orang banyak, tetapi orang bebal mati karena tidak punya pengertian.
PRO 10:22 Kekayaanmu bukan ditentukan oleh seberapa besar kerja kerasmu, melainkan oleh berkat TUHAN.
PRO 10:23 Orang bebal senang berbuat jahat, tetapi orang yang berpengertian senang bertindak dengan bijaksana.
PRO 10:24 Apa yang ditakuti orang jahat akan ditimpakan padanya, tetapi keinginan orang benar akan dikabulkan.
PRO 10:25 Saat badai hidup menerpa, orang jahat akan binasa tetapi orang benar berdiri teguh selama-lamanya.
PRO 10:26 Ibarat cuka membuat gigi ngilu dan asap membuat mata pedih, demikianlah orang malas bagi majikannya.
PRO 10:27 Sikap hormat dan takut akan TUHAN mendatangkan panjang umur, tetapi tahun kehidupan orang jahat akan diperpendek.
PRO 10:28 Harapan orang benar menghasilkan sukacita, tetapi harapan orang jahat akan kandas.
PRO 10:29 Jalan hidup yang diajarkan TUHAN menjadi benteng pelindung bagi orang benar sebab mereka mengikutinya, tetapi mendatangkan kebinasaan bagi orang jahat.
PRO 10:30 Orang benar akan tetap tinggal di negeri TUHAN, tetapi orang jahat pasti disingkirkan.
PRO 10:31 Orang benar memberikan nasihat yang bijak, tetapi orang yang bercabang lidah akan dibinasakan.
PRO 10:32 Perkataan orang benar membangun sesama, tetapi perkataan orang jahat merusak.
PRO 11:1 TUHAN membenci segala perbuatan curang dalam berdagang. Pedagang yang menggunakan timbangan dengan jujur menyenangkan hati-Nya.
PRO 11:2 Saat kesombongan muncul, aib pasti menyusul, tetapi di mana kerendahan hati tumbuh, di situlah hikmat berlabuh.
PRO 11:3 Orang jujur akan berhasil karena dituntun oleh ketulusan mereka, tetapi orang licik akan dihancurkan oleh kecurangan mereka sendiri.
PRO 11:4 Kekayaan tidak dapat menyelamatkanmu pada hari penghakiman TUHAN, tetapi cara hidup yang benar akan menjaga nyawamu.
PRO 11:5 Jalan hidup orang baik dituntun oleh perbuatannya yang benar, tetapi orang jahat akan jatuh karena perbuatannya yang jahat.
PRO 11:6 Orang jujur dilancarkan hidupnya karena perbuatannya benar, tetapi orang licik dijerat oleh hawa nafsunya.
PRO 11:7 Saat orang jahat mati, segala sesuatu yang sudah dia harapkan pun mati. Sia-sia saja mengandalkan kekuatan diri sendiri.
PRO 11:8 Allah menolong orang benar menghindar dari masalah, dan sebagai gantinya Dia membiarkan orang jahat mengalami masalah itu.
PRO 11:9 Perkataan orang munafik menghancurkan sesamanya, tetapi orang benar luput dari bahaya karena pengetahuannya.
PRO 11:10 Ketika orang benar berhasil, seluruh kota turut bergembira. Ketika orang jahat mati, semua bersorak-sorai.
PRO 11:11 Berkat dan pengaruh baik dari orang-orang jujur membangun kesejahteraan kota, tetapi perkataan orang-orang jahat menghancurkannya.
PRO 11:12 Bila engkau menghina sesama, engkau bertindak bodoh. Orang bijak tidak membalas hinaan.
PRO 11:13 Siapa yang suka bergosip, membocorkan rahasia, tetapi orang yang setia dapat dipercaya untuk menyimpan rahasia.
PRO 11:14 Jika raja tidak mencari nasihat dari orang-orang bijak, hancurlah bangsanya, tetapi jika raja mendengarkan para penasihatnya, jayalah bangsa itu.
PRO 11:15 Bila engkau menjamin pinjaman orang yang kurang kamu kenal, engkau menyusahkan diri sendiri. Lebih bijaksana menolak terlibat dan terhindar dari masalah.
PRO 11:16 Perempuan yang ramah dan baik hati akan semakin dihormati, tetapi laki-laki yang kejam hanya memperoleh harta duniawi.
PRO 11:17 Orang yang baik hati mendatangkan kebaikan bagi dirinya sendiri, tetapi orang yang kejam mencelakakan dirinya.
PRO 11:18 Sia-sia saja upah besar yang dihasilkan orang jahat secara mendadak. Hari ini kaya, besok miskin lagi. Namun orang yang tetap bekerja dengan benar mendapat upah yang bertahan lama.
PRO 11:19 Senantiasa bertindak benar, berumur panjang. Gemar berbuat jahat, mati.
PRO 11:20 TUHAN membenci orang yang tidak tulus, tetapi mengasihi orang yang hidupnya benar.
PRO 11:21 Ketahuilah: Orang jahat pasti akan dihukum TUHAN. Umat-Nya yang bertekun hidup benar tidak akan dihukum.
PRO 11:22 Bagaikan cincin emas menghiasi hidung babi, demikianlah perempuan yang cantik tetapi nakal.
PRO 11:23 Apa yang diharapkan orang benar akan terwujud. Namun bagi orang jahat, apa yang mereka harapkan hanya mendatangkan murka.
PRO 11:24 Ada orang yang sering membantu sesamanya, tetapi justru bertambah kaya. Ada yang terlalu kikir tetapi semakin miskin.
PRO 11:25 Orang yang mengulurkan tangan untuk memberkati dan mencukupi sesamanya akan menerima pertolongan juga sampai dia pun puas dan berkelebihan.
PRO 11:26 Pedagang yang menahan gandum karena menunggu harga naik akan dikutuki orang, tetapi yang menjual gandumnya pada saat dibutuhkan akan dipuji.
PRO 11:27 Siapa yang rajin berbuat baik akan berkenan di mata TUHAN maupun manusia, tetapi bila engkau suka berbuat jahat kepada orang lain, hal yang sama akan terjadi kepadamu.
PRO 11:28 Orang yang mengandalkan kekayaannya akan jatuh, tetapi orang benar akan berkembang seperti tunas muda.
PRO 11:29 Orang yang mendatangkan masalah terhadap keluarganya tidak akan mewarisi apa pun. Orang bodoh akan menjadi budak bagi orang bijak.
PRO 11:30 Perbuatan orang benar menyegarkan orang lain, bagaikan buah pohon kehidupan. Orang bijak menjadi teladan bagi banyak orang.
PRO 11:31 Orang benar pun menerima imbalan di bumi ini, terlebih lagi orang jahat dan orang berdosa! Mereka pasti menerima ganjaran yang adil dari Allah.
PRO 12:1 Orang yang mau ditegur berarti mau belajar, tetapi orang bebal membenci teguran.
PRO 12:2 TUHAN berkenan kepada orang yang baik, tetapi menghukum orang yang merencanakan kejahatan.
PRO 12:3 Orang yang hidup dengan berbuat jahat akan jatuh. Orang yang hidupnya benar tidak akan goyah.
PRO 12:4 Istri yang baik bagaikan mahkota kehormatan bagi suaminya, tetapi istri yang bertingkah buruk bagaikan penyakit yang menggerogoti tulang suaminya.
PRO 12:5 Orang benar membuat rencana yang adil. Nasihat orang jahat penuh dengan tipuan.
PRO 12:6 Nasihat orang jahat berbahaya karena menyembunyikan ancaman yang dapat mematikan, tetapi nasihat orang jujur menyelamatkan.
PRO 12:7 Orang jahat akan dihancurkan sampai lenyap, tetapi keturunan orang benar akan tetap hidup.
PRO 12:8 Orang akan dipuji bila dia berpikiran jernih. Orang yang berpikiran serong akan dihina.
PRO 12:9 Lebih baik menjadi orang biasa tetapi punya pelayan, daripada berlagak kaya padahal kekurangan makanan.
PRO 12:10 Orang benar merawat hewan peliharaannya, tetapi berbuat baik kepada hewan tak pernah ada dalam benak orang jahat.
PRO 12:11 Orang yang rajin mengerjakan ladangnya akan puas dengan hasilnya, tetapi orang yang melamun saja tidaklah berakal.
PRO 12:12 Orang yang hidup benar tidak perlu kuatir, karena dia bagaikan pohon subur yang berbuah lebat. Orang jahat selalu cemas. Dia kuatir hasil kekerasannya direbut oleh sesama penjahat.
PRO 12:13 Orang jahat mencelakai diri sendiri dengan perkataannya yang berdosa, tetapi orang benar luput dari kesusahan.
PRO 12:14 Perkataan yang bijak menguntungkan bagi yang mengucapkannya. Demikian juga perbuatan yang baik bagi yang melakukannya.
PRO 12:15 Orang bebal menganggap cara hidupnya sudah benar, tetapi orang bijak selalu mau menerima nasihat.
PRO 12:16 Orang bijak tetap tenang ketika dihina, tetapi orang bebal cepat marah.
PRO 12:17 Orang jujur memberikan kesaksian yang benar. Saksi dusta mengucapkan kebohongan.
PRO 12:18 Perkataan yang kasar melukai hati. Perkataan orang bijak menyembuhkan.
PRO 12:19 Perkataan yang benar akan terbukti benar sampai kapan pun, tetapi kebohongan pasti terungkap cepat atau lambat.
PRO 12:20 Penipuan selalu memenuhi hati orang yang merencanakan kejahatan, tetapi sukacita memenuhi hati orang yang mengusahakan damai.
PRO 12:21 Orang benar akan terhindar dari persoalan, tetapi orang jahat akan dirundung masalah.
PRO 12:22 TUHAN berkenan kepada orang yang selalu menepati janji, tetapi Dia membenci pembohong.
PRO 12:23 Orang bijak tidak memamerkan pengetahuannya, tetapi ucapan orang bebal justru menunjukkan kebodohannya.
PRO 12:24 Orang yang rajin akan menjadi pemimpin. Orang malas akan menjadi budak.
PRO 12:25 Pikiran yang cemas membebani hati. Perkataan yang baik menggembirakan.
PRO 12:26 Orang benar memberi pengaruh baik kepada temannya, tetapi orang jahat menyesatkan.
PRO 12:27 Si pemalas pergi berburu, namun dia terlalu malas untuk mengolah hasilnya, sedangkan orang rajin menghasilkan keuntungan dengan apa pun yang didapatnya.
PRO 12:28 Jalan yang benar menuju kehidupan. Orang yang menempuhnya tak akan binasa.
PRO 13:1 Anak yang bijak menaati ajaran ayahnya, tetapi anak yang suka menghina tidak mau mendengar teguran.
PRO 13:2 Orang yang baik tutur katanya akan kenyang menikmati hal yang baik, tetapi orang yang tidak setia tak pernah puas berbuat jahat.
PRO 13:3 Bicara hati-hati, amanlah diri. Bicara sembarangan, celakalah diri.
PRO 13:4 Keinginan orang malas banyak tetapi tidak terwujud karena kemalasannya. Keinginan orang rajin akan terkabul sepenuhnya.
PRO 13:5 Orang benar membenci dusta, tetapi orang jahat membuat diri sendiri malu dan dibenci.
PRO 13:6 Orang jujur akan aman karena hidup benar. Orang berdosa akan hancur karena kejahatannya.
PRO 13:7 Ada yang berpura-pura kaya tetapi tidak punya apa-apa. Ada yang berpura-pura miskin tetapi sebenarnya kaya raya.
PRO 13:8 Bila engkau kaya raya, bisa jadi nyawamu diancam penjahat. Namun orang miskin tidak akan mendapat ancaman.
PRO 13:9 Hidup orang benar terus bercahaya. Hidup orang jahat akan dipadamkan.
PRO 13:10 Sifat sombong menimbulkan pertengkaran, tetapi orang bijak mau menerima nasihat.
PRO 13:11 Uang yang diperoleh tanpa berusaha akan segera habis, tetapi uang yang terkumpul sedikit demi sedikit akan bertahan lama.
PRO 13:12 Harapan yang tertunda menyusahkan hati, tetapi keinginan yang tercapai menghidupkan semangat.
PRO 13:13 Siapa meremehkan ajaran akan menanggung akibat, tetapi siapa menaatinya akan merasa puas dengan manfaatnya.
PRO 13:14 Nasihat orang bijak bagaikan mata air kehidupan. Orang yang mendengarkannya dapat melepaskan diri dari perangkap mematikan.
PRO 13:15 Siapa berpikiran jernih akan disenangi orang. Siapa yang licik menghancurkan diri sendiri.
PRO 13:16 Perbuatan orang bijak didasari oleh pengetahuan, sedangkan perbuatan orang bebal menunjukkan kebodohannya.
PRO 13:17 Utusan yang tidak dapat dipercaya menimbulkan pertikaian, tetapi utusan yang jujur dapat mengadakan perdamaian.
PRO 13:18 Mengabaikan didikan mendatangkan kemiskinan dan aib. Menerima teguran mendatangkan kehormatan.
PRO 13:19 Keinginan yang tercapai membahagiakan hati. Meninggalkan kejahatan adalah hal yang paling dibenci orang bebal.
PRO 13:20 Berteman dengan orang bijak, menjadi bijak. Berteman dengan orang bodoh, menjadi bodoh.
PRO 13:21 Orang yang terus berbuat dosa akan dikejar masalah, tetapi orang benar akan dilimpahi berkat.
PRO 13:22 Harta orang baik diteruskan kepada anak cucunya, tetapi harta orang jahat akan teralih menjadi milik orang benar.
PRO 13:23 Ketika ladang orang miskin diberkati dengan hasil yang melimpah, seringkali mereka tidak dapat menikmatinya akibat ketidakadilan dari pejabat pemerintah.
PRO 13:24 Orangtua yang tak pernah menghajar anaknya berarti tidak mengasihi dia. Orangtua yang mengasihi anaknya akan mendidiknya dengan cermat.
PRO 13:25 Orang benar makan sampai puas. Orang jahat akan selalu kelaparan.
PRO 14:1 Istri yang bijak memelihara rumah tangganya. Istri yang bebal menghancurkan keluarganya dengan perbuatannya sendiri.
PRO 14:2 Cara hidup yang benar menunjukkan sikap takut dan hormat akan TUHAN, sedangkan cara hidup yang serong berarti menghina Dia.
PRO 14:3 Perkataan orang bebal mengundang hajaran. Perkataan orang bijak melindungi dirinya dari masalah.
PRO 14:4 Si pemalas tidak mau punya sapi supaya tidak usah membersihkan kandang setiap hari. Namun tanpa sapi, hasil panennya pun sedikit.
PRO 14:5 Saksi yang jujur tidak akan berbohong, tetapi saksi dusta menghembuskan kebohongan belaka.
PRO 14:6 Orang yang suka meremehkan tidak akan pernah belajar menjadi bijak, tetapi orang yang berpikir jernih mudah memperoleh pengetahuan.
PRO 14:7 Jauhilah orang bodoh karena perkataannya tidak akan memberimu pengetahuan.
PRO 14:8 Dengan ketajaman berpikirnya, orang bijak mengerti apa yang harus dia lakukan dalam hidup, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya sendiri.
PRO 14:9 Orang bebal meremehkan perlunya menebus kesalahan, tetapi orang jujur ingin setiap masalah dibereskan.
PRO 14:10 Tak ada yang bisa mengerti isi hati seseorang kecuali dirinya sendiri— baik senang maupun susah, orang lain tak dapat merasakannya.
PRO 14:11 Keluarga orang jahat akan dihancurkan. Keluarga orang benar akan semakin sejahtera.
PRO 14:12 Ada pilihan hidup yang tampaknya baik dan benar, namun ternyata berakhir pada kebinasaan.
PRO 14:13 Di balik tawa terkadang ada duka. Suka bisa berakhir dengan luka.
PRO 14:14 Baik orang yang setia kepada TUHAN maupun orang yang menjauhi TUHAN akan menerima upah atas perbuatannya.
PRO 14:15 Orang yang naif percaya pada apa pun yang didengarnya, tetapi orang bijak berpikir dengan hati-hati sebelum bertindak.
PRO 14:16 Orang bijak berhati-hati dan menjauhkan diri dari kejahatan. Orang bebal merasa aman sehingga melangkah dengan gegabah.
PRO 14:17 Orang yang cepat marah akan bertindak bodoh. Orang yang merencanakan kejahatan akan dibenci.
PRO 14:18 Hasil usaha orang naif hanyalah kebodohannya, tetapi orang yang berpikir panjang mendapat pengetahuan yang berharga.
PRO 14:19 Inilah kesudahannya: Orang jahat terpaksa tunduk dan meminta bantuan dari orang benar.
PRO 14:20 Sulit sekali bagi orang miskin mendapat teman, bahkan di antara para tetangganya. Tetapi banyak orang berbondong-bondong untuk menjadi ‘teman’ orang kaya.
PRO 14:21 Bila engkau meremehkan orang miskin, engkau berbuat dosa dan tidak berkenan di mata Allah.
PRO 14:22 Merencanakan hal yang jahat membuatmu tersesat. Rencanakanlah hal-hal yang membawa kebaikan bagi sesama, maka engkau akan mempunyai teman-teman yang setia mengasihimu.
PRO 14:23 Bekerja keras mendatangkan keuntungan. Banyak bicara mendatangkan kemiskinan.
PRO 14:24 Orang bijak dimahkotai dengan kekayaan, tetapi mahkota orang bebal adalah kebodohannya.
PRO 14:25 Saksi yang jujur bisa menyelamatkan nyawa orang yang tidak bersalah, tetapi ada orang yang rela berdusta dan mengkhianati sesamanya demi mendapat bayaran.
PRO 14:26 Orang yang selalu menghormati TUHAN merasa aman karena TUHAN melindungi mereka dan anak cucu mereka.
PRO 14:27 Sikap takut akan TUHAN bagai mata air kehidupan karena sikap itu membuat orang meninggalkan perbuatan jahat yang menjeratnya pada kematian.
PRO 14:28 Kehebatan seorang raja terletak pada jumlah rakyatnya. Apabila rakyatnya sedikit, kekuasaannya tidak akan lama.
PRO 14:29 Orang yang sabar adalah bijaksana, sedangkan orang yang cepat marah menunjukkan bahwa dirinya bebal.
PRO 14:30 Hati yang tenang membuat tubuh sehat, tetapi hati yang penuh iri seperti penyakit membusukkan tulang.
PRO 14:31 Menindas orang miskin berarti menghina Penciptanya. Membantu orang miskin memuliakan TUHAN.
PRO 14:32 Orang jahat akan hancur karena perbuatannya sendiri. Orang benar terlindung karena kejujurannya.
PRO 14:33 Hikmat tinggal di hati orang yang berwawasan, bahkan orang picik pun bisa mengetahuinya.
PRO 14:34 Bangsa yang menegakkan kebenaran akan dihormati, tetapi perbuatan dosa yang merajalela akan mencemarkan nama bangsa.
PRO 14:35 Pegawai yang melayani dengan bijaksana akan disenangi oleh raja, tetapi pegawai yang bertindak bodoh akan dimurkai dan dihukum.
PRO 15:1 Jawaban yang lemah lembut meredakan amarah tetapi perkataan yang kasar menggusarkan.
PRO 15:2 Ucapan orang bijak mencerminkan pengetahuan. Perkataan orang bebal memancarkan kebodohan.
PRO 15:3 TUHAN melihat segala yang terjadi di setiap tempat. Dia mengamati perbuatan orang baik dan orang jahat.
PRO 15:4 Perkataan yang lemah lembut menghidupkan. Perkataan yang kejam menghancurkan.
PRO 15:5 Orang bebal meremehkan didikan ayahnya. Mau menerima teguran adalah ciri orang bijak.
PRO 15:6 Rumah orang benar berlimpah dengan barang berharga, tetapi pendapatan orang jahat menimbulkan masalah.
PRO 15:7 Perkataan orang bijak membagikan pengetahuan, sedangkan orang bebal tidak punya apa pun untuk dibagi.
PRO 15:8 Orang yang tulus, doanya menyenangkan hati TUHAN, tetapi orang yang jahat, bahkan persembahannya pun najis di mata TUHAN.
PRO 15:9 TUHAN membenci cara hidup orang jahat, tetapi mengasihi orang yang senantiasa berusaha hidup benar.
PRO 15:10 Hukuman berat diberikan kepada orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa membenci teguran akan binasa.
PRO 15:11 Dasar jurang kematian pun terlihat jelas di mata TUHAN, terlebih lagi isi hati manusia.
PRO 15:12 Orang yang suka meremehkan tidak senang ditegur. Dia tak akan meminta nasihat dari orang bijak.
PRO 15:13 Hati yang gembira membuat wajah ceria, tetapi hati yang sedih mematahkan semangat.
PRO 15:14 Orang bijak selalu haus akan pengetahuan, tetapi orang bebal terus mengisi dirinya dengan hal-hal bodoh.
PRO 15:15 Bagi orang yang tertekan, hari-hari terasa berat dan menyebalkan. Bagi orang yang bersukacita, setiap hari terasa bagai pesta.
PRO 15:16 Lebih baik miskin harta tetapi takut akan TUHAN daripada banyak harta tetapi penuh kecemasan.
PRO 15:17 Lebih baik makan hanya sepiring sayur bersama keluarga yang saling mengasihi, daripada makan hidangan daging mewah bersama orang yang memusuhimu.
PRO 15:18 Orang yang pemarah membangkitkan pertengkaran. Orang yang panjang sabar meredakan perselisihan.
PRO 15:19 Jalan hidup orang malas penuh dengan hambatan. Jalan hidup orang jujur lurus dan lancar.
PRO 15:20 Anak lelaki yang bijak mendatangkan sukacita bagi ayahnya, tetapi anak lelaki yang bebal tidak menghargai ibunya.
PRO 15:21 Orang yang tak berakal budi senang melakukan hal bodoh, tetapi orang bijak menjaga perilakunya tetap lurus.
PRO 15:22 Rencana akan gagal tanpa nasihat. Dengan banyak nasihat, rencana akan berhasil.
PRO 15:23 Perkataan yang tepat pada waktu yang tepat membahagiakan, baik bagi pendengar maupun bagi yang mengatakannya.
PRO 15:24 Jalan hidup orang bijak terus naik menjauhi jalan turun yang menuju Syeol.
PRO 15:25 Rumah orang sombong akan dimusnahkan TUHAN, tetapi hak milik para janda dijaga-Nya agar tidak direbut orang.
PRO 15:26 TUHAN membenci segala pemikiran yang jahat. Niat yang tulus akan terpancar lewat perkataan yang ramah.
PRO 15:27 Orang yang mengeruk keuntungan dengan serakah akan menimbulkan masalah bagi keluarganya, tetapi orang yang menolak uang suap akan hidup bahagia.
PRO 15:28 Orang benar mempertimbangkan dengan hati-hati sebelum menjawab. Orang jahat bicara tanpa berpikir, sehingga buruklah perkataannya.
PRO 15:29 TUHAN jauh dari orang yang jahat, tetapi Dia mendengarkan doa orang benar.
PRO 15:30 Pembawa kabar yang datang dengan wajah cerah akan menyampaikan berita baik yang menyegarkan.
PRO 15:31 Bila engkau bersedia mendengarkan teguran yang meluruskan hidupmu, engkau tergolong orang bijaksana.
PRO 15:32 Menolak didikan, celakalah diri. Mendengarkan teguran, bertambahlah pemahaman.
PRO 15:33 Orang yang takut akan TUHAN akan menjadi bijak. Jadilah rendah hati, maka engkau akan dihormati.
PRO 16:1 Biarpun manusia merencanakan dalam hati jawaban yang akan diberikannya, sebenarnya TUHANlah yang mengatur pesan yang tersampaikan.
PRO 16:2 Setiap orang menganggap apa yang dia lakukan sudah benar, tetapi TUHAN mengetahui tujuan tersembunyi di balik setiap perbuatan.
PRO 16:3 Percayakanlah segala usahamu kepada TUHAN, maka rencanamu akan berhasil.
PRO 16:4 Ada tujuan di balik segala hal yang TUHAN jadikan. Ya, bahkan orang jahat dibiarkan-Nya ada untuk satu tujuan, yaitu dihukum pada hari penghakiman.
PRO 16:5 Orang sombong menjijikkan di mata TUHAN. Yakinlah bahwa mereka pasti dihukum.
PRO 16:6 Tunjukkanlah kasih dan kesetiaan kepada sesamamu, maka TUHAN juga akan mengampunimu. Sikap hormat dan takut akan TUHAN mencegah engkau berbuat jahat.
PRO 16:7 Ketika cara hidupmu menyenangkan TUHAN, musuh-musuhmu pun dibuat-Nya berdamai denganmu.
PRO 16:8 Lebih baik miskin harta tetapi hidup benar di mata TUHAN daripada penghasilan besar dengan cara yang curang.
PRO 16:9 Manusia menyusun rencana dalam hati, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.
PRO 16:10 Keputusan raja berada dalam kendali Allah. Saat mengadili, keputusannya haruslah adil.
PRO 16:11 TUHAN menghendaki kejujuran dalam berdagang: timbangan yang tepat, ukuran yang akurat. Dialah yang sudah menentukan pengukuran dengan adil.
PRO 16:12 Takhta kekuasaan menjadi kokoh dengan pemerintahan yang adil. Karena itu raja seharusnya pantang berbuat curang.
PRO 16:13 Perkataan yang benar menyenangkan hati raja. Dia mengasihi orang yang berkata jujur.
PRO 16:14 Kemarahan raja mengakibatkan hukuman mati, tetapi orang yang bijak meredakannya.
PRO 16:15 Penerimaan raja menentukan hidup mati bawahannya. Bila raja menunjukkan wajah ramah, dia berkenan kepadamu dan engkau akan hidup. Perkenanan raja bagaikan hujan segar yang menumbuhkan pepohonan.
PRO 16:16 Memperoleh kebijaksanaan jauh lebih baik daripada emas, dan memiliki pemahaman jauh lebih berharga daripada perak.
PRO 16:17 Orang jujur menjauhkan diri dari kejahatan. Siapa yang hidup dengan jujur melindungi dirinya dari bahaya.
PRO 16:18 Kesombongan awal dari kehancuran. Keangkuhan awal dari kejatuhan.
PRO 16:19 Lebih baik hidup sederhana bersama orang-orang miskin, daripada ikut menikmati hasil rampasan bersama orang-orang sombong.
PRO 16:20 Andalkan TUHAN dan taatilah nasihat yang bijaksana, maka engkau akan berhasil dan bahagia.
PRO 16:21 Kebijaksanaan seseorang tampak melalui pemikiran yang cerdas. Perkataan yang ramah membuat pengajaran lebih mudah diterima.
PRO 16:22 Wawasan luas adalah sumber kehidupan bagi orang yang memilikinya, tetapi orang bebal menanggung akibat dari kebodohannya sendiri.
PRO 16:23 Hati orang bijak mengendalikan perkataannya agar menyampaikan perkataan yang mudah diterima.
PRO 16:24 Perkataan yang ramah ibarat madu: Manis di hati dan menyehatkan tubuh.
PRO 16:25 Ada pilihan hidup yang tampaknya baik dan benar, namun ternyata berakhir pada kebinasaan.
PRO 16:26 Kebutuhan hidup mendorong orang untuk bekerja keras agar dia dapat mengisi perutnya.
PRO 16:27 Orang jahat gemar mencari-cari kesalahan orang lain. Gosip yang dia sebar membakar sesamanya.
PRO 16:28 Orang yang suka bergosip menebar permusuhan dan merusak persahabatan.
PRO 16:29 Orang yang kejam membujuk sesamanya untuk mengikuti mereka ke jalan yang salah.
PRO 16:30 Waspadalah terhadap orang yang tersenyum sambil bermain mata dengan rekannya, karena mereka sudah merencanakan kejahatan.
PRO 16:31 Rambut putih ibarat mahkota yang menjadi lambang kehormatan, sebab usia tua itu dicapai dengan hidup yang benar.
PRO 16:32 Mengendalikan amarah lebih berat daripada perjuangan merebut kota, maka orang yang sabar lebih kuat daripada pahlawan perang.
PRO 16:33 Manusia melakukan undi untuk mengambil keputusan, tetapi TUHANlah yang mengatur hasilnya.
PRO 17:1 Lebih baik makan hanya sesuap nasi disertai ketenangan daripada makanan mewah disertai pertengkaran.
PRO 17:2 Dalam suatu rumah tangga, budak yang bijaksana dapat melebihi kedudukan anak kandung yang menjatuhkan nama baik keluarga. Budak seperti itu akan menerima warisan sama seperti anak-anak lelaki tuannya.
PRO 17:3 Emas dan perak dimurnikan dengan api, sedangkan hati manusia diuji oleh TUHAN.
PRO 17:4 Orang jahat dan pembohong senang mendengar gosip yang menjatuhkan orang lain.
PRO 17:5 Siapa menghina orang miskin berarti juga menghina TUHAN yang menciptakannya. Siapa bersukacita atas penderitaan orang lain pasti akan dihukum Allah.
PRO 17:6 Kebanggaan orang tua adalah anak cucu mereka, dan kebanggaan anak-anak adalah orang tua mereka.
PRO 17:7 Orang bebal tidak pantas mengucapkan kata-kata bijaksana, terlebih lagi seorang pemimpin sama sekali tidak pantas mengucapkan dusta.
PRO 17:8 Memberi uang suap menjadi senjata ampuh bagi si pemberi. Dia yakin bahwa semua yang dikerjakannya akan berhasil.
PRO 17:9 Memaafkan kesalahan akan memelihara kasih dalam hubungan. Mengungkit-ungkit kesalahan merusak persahabatan.
PRO 17:10 Satu teguran menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi orang bijaksana, tetapi seratus pukulan tidak berguna bagi orang bebal.
PRO 17:11 Orang-orang jahat selalu ingin memberontak, karena itu mereka akan dihukum dengan kejam.
PRO 17:12 Lebih baik menghadapi induk harimau yang sedang ganas karena kehilangan anak daripada menghadapi orang bebal yang sibuk dengan hal-hal bodoh.
PRO 17:13 Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan akan ditimpa malapetaka seumur hidupnya.
PRO 17:14 Memulai pertengkaran sama seperti membiarkan bendungan retak, maka hentikanlah pertengkaran sebelum pecah perkelahian besar.
PRO 17:15 Membenarkan orang yang bersalah dan menyalahkan orang yang benar, keduanya sama-sama jahat di mata TUHAN.
PRO 17:16 Percuma saja orang bebal menghabiskan uang untuk memperoleh kebijaksanaan karena dia tidak punya kemauan untuk belajar.
PRO 17:17 Teman sejati mengasihi dalam segala keadaan dan seorang saudara turut menderita pada masa kesukaran.
PRO 17:18 Sungguh tak berakal budi orang yang bersedia menjadi penanggung jawab utang kawannya.
PRO 17:19 Siapa yang suka bertengkar berarti senang berbuat dosa. Orang yang menyombongkan diri mengundang kehancuran.
PRO 17:20 Orang yang berpikiran jahat tidak akan bahagia, dan orang yang sering berbohong akan terjerumus ke dalam masalah.
PRO 17:21 Hati menjadi susah bila anak bebal. Tidak ada sukacita bagi orangtua bila anaknya bodoh.
PRO 17:22 Hati yang gembira bagaikan obat yang memberi kesembuhan, tetapi semangat yang patah melemahkan tubuh.
PRO 17:23 Orang yang jahat diam-diam menerima uang suap untuk memutarbalikkan kebenaran.
PRO 17:24 Orang yang berpengertian memusatkan pikiran pada hal-hal bijak tetapi orang bebal tidak memikirkan arah hidup yang pasti.
PRO 17:25 Anak laki-laki yang bebal mendatangkan kesedihan bagi ayahnya dan kesusahan bagi ibunya.
PRO 17:26 Tidak patut menghukum orang yang tidak bersalah, apalagi menghukum para pemimpin karena bertindak adil.
PRO 17:27 Orang yang berpengetahuan mampu tetap bersikap tenang sambil menjawab dengan bijak.
PRO 17:28 Orang yang bodoh pun akan terlihat bijak ketika diam dan kelihatan pandai saat tidak bicara.
PRO 18:1 Orang yang tidak mau bergaul dengan siapa pun hanya akan hidup untuk dirinya sendiri dan menentang semua pertimbangan yang baik.
PRO 18:2 Orang bebal tidak suka diajar dan hanya ingin didengar.
PRO 18:3 Perbuatan jahat seseorang membuatnya dibenci, dicela, dan akhirnya dipermalukan.
PRO 18:4 Perkataan yang bijak bagaikan samudra dan aliran sungai— maknanya dalam dan memberi kesegaran bagi yang mendengar.
PRO 18:5 Pengadilan tidak pantas memihak yang bersalah dan menghukum yang benar.
PRO 18:6 Perkataan orang bebal menyebabkan pertengkaran. Ucapan bodohnya membuat dia dihajar.
PRO 18:7 Mulut orang bebal adalah harimaunya, sebab perkataannya menjerat dan mematikan dirinya sendiri.
PRO 18:8 Bergosip terasa sedap di mulut. Orang mengunyahnya seperti makanan dan mempercayainya sepenuh hati.
PRO 18:9 Pekerja yang malas sama buruknya dengan pekerja yang kacau.
PRO 18:10 TUHAN bagaikan benteng tempat perlindungan. Pada-Nyalah orang-orang benar berlindung dan mereka pun aman.
PRO 18:11 Orang kaya menyangka hartanya seperti benteng yang tinggi kuat dan mampu melindungi dia.
PRO 18:12 Kesombongan awal dari kehancuran. Kerendahan hati awal dari kehormatan.
PRO 18:13 Menjawab sebelum mendengarkan dengan baik adalah tindakan bodoh yang mempermalukan diri.
PRO 18:14 Semangat memampukan orang menanggung penyakit, tetapi bila semangat patah, hilanglah harapan hidup.
PRO 18:15 Orang yang cerdas dan bijaksana suka mendengar dan menambah pengetahuan.
PRO 18:16 Memberi hadiah kepada orang penting akan membuka kesempatan bagimu untuk menyampaikan urusanmu kepadanya.
PRO 18:17 Dalam suatu persidangan, pihak yang pertama bicara selalu kelihatan benar sebelum pihak yang melawannya berbicara.
PRO 18:18 Melakukan undi dapat menentukan keputusan dan menyelesaikan persoalan di antara pihak yang memiliki hak seimbang.
PRO 18:19 Pertengkaran menciptakan jarak dan pemisahan. Lebih sukar memperbaiki hubungan dengan saudara yang sakit hati daripada menaklukkan kota berbenteng.
PRO 18:20 Seperti makanan mengenyangkan perut yang lapar, demikianlah kata-kata yang bijak mengisi hidup seseorang dengan hasil yang memuaskan.
PRO 18:21 Hidup dan mati sering kali ditentukan oleh lidah. Siapa yang banyak bicara akan kena batunya.
PRO 18:22 Mendapatkan istri yang baik adalah berkat yang indah dari TUHAN.
PRO 18:23 Orang miskin memohon belas kasihan, tetapi orang kaya sering kali menjawabnya dengan hinaan.
PRO 18:24 Memiliki banyak teman tidak berarti aman, namun sahabat sejati melebihi seorang saudara kandung.
PRO 19:1 Lebih baik hidup miskin tetapi jujur daripada menjadi orang bebal yang suka menipu.
PRO 19:2 Semangat yang besar tanpa pengetahuan tidaklah baik, lagipula bertindak dengan terburu-buru akan menyebabkan kesalahan.
PRO 19:3 Hidup orang bebal menjadi kacau oleh perbuatan bodohnya sendiri, kemudian dia menyalahkan TUHAN.
PRO 19:4 Banyak yang ingin berteman dengan orang kaya, tetapi orang miskin lambat laun ditinggalkan oleh semua temannya.
PRO 19:5 Orang yang berbohong atau bersaksi dusta dalam pengadilan tidak akan lepas dari hukuman.
PRO 19:6 Banyak orang berusaha mengambil hati orang penting, dan siapa yang tak mau berteman dengan orang yang suka memberi!
PRO 19:7 Orang miskin ditolak oleh semua saudaranya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Walaupun dia mengejar dan memohon-mohon, mereka tetap meninggalkannya.
PRO 19:8 Siapa yang mendapat kebijaksanaan menguntungkan dirinya, dan siapa yang memelihara kepandaian akan berhasil.
PRO 19:9 Orang yang berbohong atau bersaksi dusta dalam pengadilan pasti binasa.
PRO 19:10 Orang bebal tidak pantas hidup mewah, terlebih lagi seorang budak tidak pantas memerintah atas para bangsawan.
PRO 19:11 Orang yang bijak tidak cepat marah. Engkau terpuji bila mudah memaafkan kesalahan.
PRO 19:12 Kemarahan seorang raja bagaikan raungan singa, tetapi kebaikannya seperti embun di atas rerumputan.
PRO 19:13 Anak laki-laki yang bebal adalah celaka besar bagi ayahnya. Omelan seorang istri bagai air hujan yang menetes tanpa henti.
PRO 19:14 Seorang ayah dapat mewariskan rumah dan harta, tetapi hanya TUHAN yang dapat mengaruniakan istri yang bijaksana.
PRO 19:15 Hai pemalas, tidurlah saja sepanjang hari dan tanggunglah kelaparanmu sendiri!
PRO 19:16 Siapa yang menaati perintah TUHAN akan selamat, tetapi yang menganggap benar jalannya sendiri akan binasa.
PRO 19:17 Menolong orang miskin dengan belas kasih ibarat meminjamkan sesuatu kepada TUHAN. Dia akan membalas perbuatan baikmu itu!
PRO 19:18 Hajarlah anakmu selama masih ada harapan, karena jika tidak, berarti engkau membinasakan dia.
PRO 19:19 Orang yang cepat marah akan kena masalah. Meskipun engkau membantunya, dia pasti mengulang kesalahannya lagi.
PRO 19:20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah teguran supaya engkau benar-benar menjadi orang bijak.
PRO 19:21 Manusia merancang begitu banyak rencana, tetapi kehendak TUHANlah yang terlaksana.
PRO 19:22 Tunjukkanlah kesetiaanmu, maka engkau akan disenangi semua orang. Lebih baik hidup miskin daripada menjadi penipu.
PRO 19:23 Sikap hormat dan takut akan TUHAN mendatangkan umur yang panjang, hati yang tenang, dan hidup yang aman.
PRO 19:24 Si pemalas menyendok makanan dari piring lalu berhenti, karena dia terlalu malas untuk memasukkannya ke mulut.
PRO 19:25 Bila orang yang suka menghina dihajar, maka orang yang tak berpengalaman dapat mengambil pelajaran. Bila orang bijak ditegur, dia akan semakin bijak.
PRO 19:26 Anak lelaki yang menyakiti dan mengusir orangtuanya mendatangkan aib bagi keluarga dan dipermalukan oleh masyarakat.
PRO 19:27 Anakku, bila engkau berhenti mendengarkan didikan, engkau akan menyimpang dari pengetahuan yang sudah engkau pelajari.
PRO 19:28 Bersaksi dusta di pengadilan berarti menghina keadilan. Bagi orang jahat, melakukan kejahatan itu memuaskan, seperti menelan makanan lezat.
PRO 19:29 Hukuman sudah tersedia bagi orang yang suka menghina, dan cambuk bagi orang yang bebal.
PRO 20:1 Air anggur memberikan keberanian yang palsu, dan minuman keras menimbulkan perkelahian. Betapa bodohnya orang yang mabuk sampai tak sadar diri.
PRO 20:2 Kemarahan seorang raja bagaikan raungan singa. Orang yang memancing murka raja membahayakan diri sendiri.
PRO 20:3 Menghindari pertengkaran adalah tindakan terhormat. Orang bebal mudah terlibat dalam pertengkaran.
PRO 20:4 Si pemalas tidak mengerjakan ladangnya pada musim tanam sehingga dia tidak mendapat apa pun pada musim panen.
PRO 20:5 Meski hati manusia penuh dengan rahasia, orang bijak mampu memahami yang tersembunyi di hatinya sendiri.
PRO 20:6 Banyak yang mengaku sebagai teman setia, tetapi sangat sulit menemukan orang yang benar-benar dapat dipercaya.
PRO 20:7 Anak-anak dalam suatu keluarga pantas merasa beruntung bila ayah mereka hidup benar dan tak bercela.
PRO 20:8 Ketika raja duduk di takhta untuk mengadili, dia dapat menilai dan memilah semua hal yang jahat.
PRO 20:9 Tak ada seorang pun yang dapat dengan jujur berkata, “Hatiku sudah bersih dan aku suci tanpa dosa.”
PRO 20:10 TUHAN membenci segala bentuk kecurangan dalam perdagangan, seperti berat timbangan yang dipalsukan dan takaran yang dikurangi.
PRO 20:11 Watak seseorang, bahkan anak kecil, tampak dari perbuatannya. Perilakunya menunjukkan apakah dia memiliki hati yang tulus.
PRO 20:12 Telinga untuk mendengar dan mata untuk melihat, TUHANlah yang memberi keduanya.
PRO 20:13 Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin. Buka matamu dan rajinlah bekerja, maka engkau akan makan sampai kenyang.
PRO 20:14 Pembeli pura-pura mengeluh, “Barangnya jelek. Harganya terlalu mahal!” Demikianlah taktik dalam tawar-menawar. Setelah mendapat potongan, dia akan membanggakan hasil belinya.
PRO 20:15 Perkataan orang yang berpengetahuan lebih berharga daripada emas dan permata.
PRO 20:16 Siapa yang berani menjadi penanggung jawab utang orang yang baru saja dikenal, harta miliknya pantas diambil sebagai jaminan utang orang itu.
PRO 20:17 Makanan hasil menipu awalnya lezat, tetapi kemudian rasanya bagai mengunyah kerikil.
PRO 20:18 Rencana terlaksana dengan baik jika ada nasihat. Oleh karena itu, janganlah raja memulai peperangan tanpa mendengarkan banyak nasihat.
PRO 20:19 Jangan berteman dengan orang yang terlalu banyak bicara. Mereka suka bergosip dan tak akan dapat menyimpan rahasia.
PRO 20:20 Siapa yang mengutuki orangtuanya akan dimatikan seperti pelita yang padam di tengah kegelapan.
PRO 20:21 Harta warisan yang diminta sebelum waktunya tidak akan menjadi berkat pada akhirnya.
PRO 20:22 Jangan berkata kepada musuhmu, “Aku akan membalas perbuatanmu ini!” Tunggulah TUHAN bertindak. Biarkan Dia yang membalasnya.
PRO 20:23 Mengurangi berat batu timbangan, mempermainkan setelan alat penimbang— semua bentuk kecurangan adalah jahat di mata TUHAN.
PRO 20:24 Jalan hidup setiap orang ditentukan oleh TUHAN. Manusia tak dapat mengetahui masa depannya.
PRO 20:25 Pikirkanlah baik-baik sebelum menjanjikan kurban kepada TUHAN supaya engkau tidak menyesal.
PRO 20:26 Seperti gandum ditampi dan digilas untuk memisahkan kulitnya, demikianlah raja yang bijak memisahkan orang-orang jahat dan menggilas mereka dengan hukuman keras.
PRO 20:27 Hati nurani manusia adalah alat penerang dari TUHAN yang menyinari dan menyelidiki pikiran terdalam kita.
PRO 20:28 Bila seorang raja setia dan mengasihi rakyatnya serta menegakkan kebenaran, kerajaannya akan aman. Oleh kesetiaannya, kerajaan itu akan menjadi kokoh.
PRO 20:29 Kebanggaan para pemuda adalah kekuatannya. Kebanggaan orang-orang tua adalah pengalamannya.
PRO 20:30 Hukuman dan hajaran membuat orang jera dan membersihkan hatinya dari niat jahat.
PRO 21:1 TUHAN berkuasa mengarahkan hati raja sesuai kehendak-Nya, seperti petani mengatur arah pengairan di sawahnya.
PRO 21:2 Setiap orang menganggap pilihan hidupnya baik, tetapi TUHANlah yang mengetahui dan menilai maksud hatinya.
PRO 21:3 TUHAN lebih berkenan pada cara hidup yang adil dan benar daripada kurban persembahan.
PRO 21:4 Sombong dan suka merendahkan orang lain— kedua sifat itu selalu membawa orang ke dalam kejahatan.
PRO 21:5 Rencana yang baik disertai kerja keras menghasilkan keuntungan. Bertindak terburu-buru tanpa pikir panjang menghasilkan kemiskinan.
PRO 21:6 Kekayaan yang diperoleh dengan tidak jujur akan cepat menguap dan mengantarkan pemiliknya pada kebinasaan.
PRO 21:7 Orang jahat tidak mau berbuat benar, dan kelakuan jahat mereka kelak menghancurkan dirinya sendiri.
PRO 21:8 Orang yang menyembunyikan dosa hidup berliku-liku, tetapi orang yang jujur hidupnya lurus dan benar.
PRO 21:9 Lebih baik hidup sendirian di kamar yang sempit daripada tinggal di rumah besar bersama istri yang suka bertengkar.
PRO 21:10 Orang jahat selalu mencari kesempatan untuk menyakiti dan tak punya belas kasihan kepada siapa pun, bahkan temannya sendiri.
PRO 21:11 Bila orang yang suka menghina dihajar, maka orang yang tak berpengalaman dapat mengambil pelajaran. Bila orang bijak ditegur, dia akan semakin bijak.
PRO 21:12 Allah Yang Mahaadil mengetahui segalanya, bahkan yang paling tersembunyi dalam kehidupan orang jahat, dan Dia akan menghancurkan mereka.
PRO 21:13 Siapa yang tidak mau mendengar seruan orang miskin, kelak dia sendiri tidak akan didengar pada waktu berteriak minta tolong.
PRO 21:14 Amarah seseorang dapat diredakan dengan memberi hadiah kepadanya secara empat mata.
PRO 21:15 Ketika keadilan ditegakkan, orang benar bersukacita, tetapi orang jahat ketakutan.
PRO 21:16 Orang yang tidak menggunakan akal sehatnya akan segera terkumpul bersama orang-orang bebal lain yang sudah lebih dulu mati!
PRO 21:17 Orang yang senang berfoya-foya akan jatuh miskin. Orang yang suka mabuk-mabukan dan bermewah-mewah tidak akan pernah kaya.
PRO 21:18 Karena TUHAN menjaga orang jujur, kejahatan yang direncanakan orang jahat kepada orang jujur justru menimpa dirinya sendiri.
PRO 21:19 Lebih baik hidup sendirian di padang belantara daripada tinggal di rumah bersama istri yang suka bertengkar dan mengomel.
PRO 21:20 Orang yang bijak mengatur persediaan harta dan makanan di rumahnya, tetapi orang bodoh tidak mengendalikan diri dan menghabiskan segala miliknya.
PRO 21:21 Senantiasa lakukanlah apa yang benar dan baik bagi sesama, maka engkau akan panjang umur, hidup sejahtera, dan dihormati.
PRO 21:22 Dengan kebijaksanaannya, orang bijak sanggup merebut kota orang-orang kuat dan meruntuhkan benteng pertahanan yang mereka andalkan.
PRO 21:23 Orang yang berbicara dengan hati-hati menjauhkan dirinya dari masalah.
PRO 21:24 Orang yang angkuh, tinggi hati, besar mulut, dan selalu meremehkan orang, panggillah dia si sombong.
PRO 21:25 Keinginan si pemalas terbawa sampai mati sebab dia tidak mau bekerja.
PRO 21:26 Orang yang serakah selalu menginginkan lebih untuk dirinya sendiri, tetapi orang benar suka memberi dengan limpah.
PRO 21:27 TUHAN jijik melihat kurban dari orang yang jahat, apalagi jika dipersembahkan dengan maksud jahat.
PRO 21:28 Saksi yang berdusta akan dibinasakan, tetapi perkataan dari saksi yang dapat dipercaya akan diperhatikan dan diingat.
PRO 21:29 Orang jahat berlagak berani, tetapi orang jujur mengatur langkahnya dengan benar.
PRO 21:30 Tidak ada kebijaksanaan, pengertian, dan rancangan manusia yang sanggup melebihi hikmat TUHAN.
PRO 21:31 Pasukan raja mempersiapkan semua kuda dan kereta untuk bertempur, tetapi TUHANlah yang menentukan kemenangan.
PRO 22:1 Nama baik lebih penting daripada harta berlimpah. Disenangi orang lebih baik daripada emas perak.
PRO 22:2 Orang kaya dan orang miskin tidaklah berbeda sebab keduanya sama-sama ciptaan TUHAN.
PRO 22:3 Orang bijak dapat mengenali bahaya dan segera menghindarinya, tetapi orang yang naif berjalan terus lalu kena masalah.
PRO 22:4 Orang yang rendah hati dan takut akan TUHAN diberkati dengan kekayaan, kehormatan, dan umur panjang.
PRO 22:5 Kehidupan orang-orang licik penuh hambatan dan bahaya yang mengancam. Jauhilah mereka agar hidupmu aman!
PRO 22:6 Tuntunlah anakmu di jalan yang benar selagi muda agar ketika dewasa dia tidak menyimpang ke jalan yang salah.
PRO 22:7 Seperti orang kaya menguasai orang miskin, demikianlah orang yang berutang berada di bawah kuasa orang yang memberinya pinjaman.
PRO 22:8 Orang yang menabur perbuatan jahat akan menuai masalah berat, dan kuasanya untuk menindas orang-orang lain dipatahkan.
PRO 22:9 TUHAN memberkati orang dermawan, yaitu mereka yang memperhatikan dan berbagi makanan kepada orang miskin.
PRO 22:10 Usirlah orang yang suka mencela, maka lenyaplah pertengkaran, keributan, dan hinaan.
PRO 22:11 Siapa berhati tulus dan baik tutur katanya akan menjadi sahabat raja.
PRO 22:12 TUHAN menegakkan kebenaran. Perkataan yang bohong dan curang akan dibongkar dan digagalkan-Nya.
PRO 22:13 “Ada singa di jalan! Kalau aku keluar, aku akan diterkam!” Demikianlah si pemalas membuat seribu satu alasan untuk menghindari pekerjaannya.
PRO 22:14 Rayuan perempuan nakal bagaikan liang yang dalam. Orang-orang yang melanggar perintah TUHAN akan terjerumus ke sana.
PRO 22:15 Keinginan berbuat dosa sudah ada dalam diri setiap anak, tetapi dengan disiplin keras, dia akan terdidik untuk menjauhi kebodohan itu.
PRO 22:16 Siapa yang memperkaya diri dengan menindas orang miskin dan menyuap orang kaya akan menderita kemiskinan juga pada akhirnya.
PRO 22:17 Dengar dan perhatikanlah perkataan orang bijak. Simpanlah di hatimu pengetahuan yang aku ajarkan.
PRO 22:18 Engkau akan berbahagia karena pengetahuan itu ada dalam dirimu dan engkau siap mengucapkannya pada saat diperlukan.
PRO 22:19 Aku mengajarkannya kepadamu, ya kepadamu hari ini, supaya engkau sungguh-sungguh mengandalkan TUHAN.
PRO 22:20 Inilah tiga puluh nasihat dan pengetahuan yang sudah aku tuliskan bagimu,
PRO 22:21 untuk mengajarkan kepadamu berbagai prinsip yang benar, sehingga engkau dapat menggunakannya saat diutus untuk mengadakan kesepakatan, supaya engkau dapat memberi masukan yang tepat dan bijak.
PRO 22:22 Jangan menindas orang miskin atau merampas hak mereka secara hukum hanya karena mereka tidak mampu melawanmu.
PRO 22:23 Sebab TUHAN akan bertindak sebagai Pembela mereka dan menjarah setiap orang yang menjarah mereka.
PRO 22:24 Jangan bergaul atau berteman dengan orang yang cepat marah dan meledak-ledak.
PRO 22:25 Karena engkau akan terpengaruh oleh kebiasaan mereka dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.
PRO 22:26 Janganlah engkau berjanji untuk menjadi penanggung jawab utang orang lain,
PRO 22:27 sebab jika engkau tidak sanggup membayar utangnya, orang yang memberi pinjaman akan mengambil semua harta bendamu, bahkan tempat tidurmu sebagai gantinya.
PRO 22:28 Jangan mengambil tanah milik tetanggamu dengan memindahkan pembatas yang sudah ditetapkan oleh nenek moyang kalian.
PRO 22:29 Orang yang mahir dalam pekerjaannya akan diminta bekerja bagi orang-orang besar sehingga dia tidak akan menjadi bawahan orang biasa.
PRO 23:1 Bila engkau makan bersama seorang pembesar, pertimbangkanlah baik-baik apa yang akan engkau makan.
PRO 23:2 Kuasailah dirimu supaya tidak rakus, meskipun hidangan itu sangat menggugah selera. Jangan tergoda oleh sajiannya, sebab bisa jadi makanan itu adalah alat untuk mengujimu.
PRO 23:4 Jangan bekerja mati-matian demi mendapat kekayaan. Bekerjalah dengan bijak, yakni tahu kapan engkau harus berhenti.
PRO 23:5 Untuk apa mengejar kekayaan yang fana? Karena kekayaan bisa lenyap dalam sekejap, bagai rajawali yang merentangkan sayapnya lalu terbang menghilang ke angkasa.
PRO 23:6 Jangan memakan hidangan yang disediakan oleh orang kikir, dan jangan tergoda oleh sajiannya yang lezat.
PRO 23:7 Memang dia berkata, “Silakan makan dan minum,” tetapi sesungguhnya hatinya tidak rela. Orang kikir selalu menghitung berapa banyak yang engkau makan.
PRO 23:8 Sesudahnya justru engkau akan merasa mual karena makanan itu dan menyesal karena sudah memuji-muji hidangannya.
PRO 23:9 Jangan berusaha mengajar orang bebal karena dia hanya akan meremehkan perkataanmu yang bijak.
PRO 23:10 Janganlah memindahkan batas tanah yang sudah ditetapkan sejak dulu, dan jangan merampas hak milik tanah anak-anak yatim.
PRO 23:11 Karena TUHAN Penebus dan Pembela mereka sangat berkuasa, dan Dia akan melawan engkau!
PRO 23:12 Bukalah hatimu dan pasanglah telingamu untuk mendengar didikan dan menerima pengetahuan.
PRO 23:13 Jangan segan-segan mendidik anakmu. Sekalipun dia menangis kesakitan, dia tidak akan mati bila engkau memukulnya.
PRO 23:14 Justru bila engkau menghajar dia, engkau melindunginya agar tidak mati sia-sia.
PRO 23:15 Anakku, jika hatimu bijaksana, maka hatiku pun berbahagia.
PRO 23:16 Dan aku akan bersukacita bila engkau menjadi orang jujur.
PRO 23:17 Anakku, jangan iri terhadap orang-orang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN sepanjang waktu.
PRO 23:18 Bersabarlah, karena engkau masih muda, masa depanmu masih panjang, dan cita-citamu akan terwujud.
PRO 23:19 Hai anakku, dengarkanlah aku supaya engkau menjadi bijaksana dan menjaga dirimu di jalan yang benar.
PRO 23:20 Janganlah berkumpul bersama para pemabuk dan orang-orang yang rakus akan daging.
PRO 23:21 Karena kebiasaan mabuk dan rakus membuat mereka banyak tidur dan tidak bekerja, sehingga mereka jatuh miskin hingga pakaian mereka compang-camping.
PRO 23:22 Dengarkanlah perkataan ayahmu, karena dialah yang membuatmu ada, dan jangan meremehkan ibumu pada masa tuanya.
PRO 23:23 Semahal apa pun harganya, carilah ajaran yang benar serta didikan dan pemahaman yang bijak. Jangan pernah engkau melepaskannya.
PRO 23:24 Seorang ayah akan sangat bangga dan bersukacita bila anaknya bijaksana dan hidup dengan benar.
PRO 23:25 Jadi buatlah ayahmu bersukacita dan ibumu berbahagia.
PRO 23:26 Anakku, berilah hatimu sepenuhnya untuk mengikuti teladanku dan bimbinganku.
PRO 23:27 Karena pelacur ibarat lubang perangkap yang dalam, dan berzina dengan istri orang sama seperti menjerumuskan diri ke sumur yang sempit.
PRO 23:28 Perempuan nakal ibarat perampok yang mengintai dari tempat persembunyiannya, dan membuat semakin banyak lelaki tidak setia.
PRO 23:29 Perhatikanlah orang-orang yang tersiksa oleh penderitaan ini: luka-luka memar di seluruh tubuh, mata merah, sering mengeluh, sering berkelahi, dan terpuruk dalam kesedihan.
PRO 23:30 Penyebabnya adalah minum-minum anggur sampai lewat tengah malam dan mabuk-mabukan dengan berbagai minuman keras.
PRO 23:31 Maka janganlah tergoda ketika melihat anggur! Anggur tampak menarik di dalam gelas dan terasa sedap saat diminum.
PRO 23:32 Namun sesudah engkau menelannya, sesungguhnya anggur itu akan merusak, seperti racun ular yang mematikanmu.
PRO 23:33 Lalu pikiranmu menjadi kacau, matamu melihat hal-hal aneh. Engkau akan berbicara seperti orang gila,
PRO 23:34 dan merasa pusing serta limbung seperti terombang-ambing di tengah ombak laut.
PRO 23:35 Kemudian engkau akan berkata, “Mereka memukul dan meninju aku, tetapi aku tidak merasakan apa-apa. Biarlah aku segera bangun dari tidur nyenyak ini, supaya aku mencari anggur lagi!”
PRO 24:1 Jangan iri terhadap orang-orang jahat dan jangan menginginkan mereka sebagai teman.
PRO 24:2 Karena mereka suka berbicara tentang kelakuan kejam dan merencanakan kekerasan.
PRO 24:3 Dengan menjadi bijaksana, engkau dapat membangun rumah tangga. Dengan memiliki pengertian, keluargamu akan kokoh.
PRO 24:4 Dan dengan pengetahuan, engkau dapat mengumpulkan harta indah bagi rumah tanggamu.
PRO 24:5 Semakin besar kebijaksanaan dan pengetahuan seseorang, semakin besar juga kuasanya.
PRO 24:6 Itulah sebabnya, untuk meraih kemenangan, seorang raja harus mengatur rencana perang dengan teliti dan dengan mendengarkan banyak penasihat.
PRO 24:7 Kebijaksanaan terlalu sulit untuk dimengerti orang bodoh. Dia tidak mampu memberikan pendapat dalam musyawarah.
PRO 24:8 Orang yang selalu merencanakan kejahatan, sebutlah dia si perusuh.
PRO 24:9 Rencana orang bebal selalu menimbulkan dosa. Orang yang suka menghina akan dibenci.
PRO 24:10 Bila engkau menyerah saat menghadapi kesusahan, maka sesungguhnya engkau lemah!
PRO 24:11 Saat engkau melihat orang yang tak bersalah berada dalam bahaya kematian, jangan tinggal diam! Selamatkanlah dia.
PRO 24:12 Janganlah membuat alasan, “Oh, saya tidak tahu bahwa dia tak bersalah!” Ingatlah bahwa Allah mengetahui pikiranmu dan Dia memegang nyawamu. Dia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
PRO 24:13 Anakku, makanlah madu karena itu baik, terlebih manis lagi madu yang menetes dari sarang lebah.
PRO 24:14 Kebijaksanaan itu seperti madu bagi hidupmu. Bila engkau memperolehnya, masa depanmu cerah dan harapanmu tidak akan hilang.
PRO 24:15 Jangan seperti orang jahat, yang diam-diam hendak merampok dan menghancurkan rumah orang benar.
PRO 24:16 Meskipun orang benar jatuh berkali-kali, dia akan selalu bangkit kembali, tetapi orang jahat akan gugur saat ditimpa malapetaka.
PRO 24:17 Jangan bergembira ketika musuhmu jatuh, dan jangan merasa puas ketika dia celaka.
PRO 24:18 Sebab TUHAN tidak berkenan kepada sikap seperti itu dan Dia bisa menarik kembali murka-Nya dari musuhmu.
PRO 24:19 Jangan kesal ataupun iri terhadap orang jahat ketika mereka berhasil dengan cara licik.
PRO 24:20 Karena orang jahat tidak memiliki masa depan, dan kehidupan mereka akan dipadamkan.
PRO 24:21 Anakku, takutlah akan TUHAN dan hormatlah terhadap raja. Jangan bergaul dengan para pemberontak.
PRO 24:22 Karena orang-orang yang memberontak akan hancur dalam sekejap. Bayangkan betapa ngerinya hukuman yang akan ditimpakan TUHAN dan raja kepada mereka!
PRO 24:23 Berikut ini juga perkataan dari orang-orang bijak: Seorang hakim haruslah adil. Dia tidak boleh memihak siapa pun ketika memutuskan perkara.
PRO 24:24 Bila kepada pihak yang bersalah hakim memutuskan, “Engkau tidak bersalah,” maka hakim itu akan dikutuki dan dibenci di seluruh negeri.
PRO 24:25 Sebaliknya, hakim yang menjatuhkan hukuman dengan jujur kepada orang yang bersalah akan berbahagia karena dia akan diberkati Allah dan disukai masyarakat.
PRO 24:26 Persahabatan yang paling manis terasa ketika teman dekat memberi nasihat yang jujur.
PRO 24:27 Anakku, bereskanlah dahulu pekerjaan di ladang. Sesudah itu, barulah membangun rumahmu.
PRO 24:28 Jangan menjadi saksi dusta dan memfitnah sesamamu yang tidak bersalah.
PRO 24:29 Janganlah berpikir, “Aku akan membalas perbuatannya kepadaku. Sebagaimana dia memperlakukan aku, demikianlah aku akan memperlakukan dia.”
PRO 24:30 Suatu hari aku melewati kebun anggur seorang pemalas. Alangkah bodohnya dia!
PRO 24:31 Semuanya penuh ditumbuhi rumput liar dan semak duri, bahkan pagar temboknya pun sudah runtuh.
PRO 24:32 Lalu aku merenungkan hal itu dan inilah pelajaran yang aku dapatkan:
PRO 24:33 Pemalas berpikir, “Ah, aku masih mengantuk. Aku mau tidur sebentar lagi. Biarkan aku melipat tangan dan berbaring sebentar saja.”
PRO 24:34 Maka seperti perampok yang datang tak terduga, demikianlah si pemalas mendadak miskin. Kekurangan tiba-tiba menyerang dia seperti seorang penjahat.
PRO 25:1 Inilah kumpulan amsal Salomo yang ditulis kembali dan disusun oleh para pegawai Hiskia, raja Yehuda.
PRO 25:2 Allah dimuliakan karena kebijakan-Nya amat dalam dan penuh rahasia. Raja-raja dimuliakan karena kemampuannya menyelidiki dan mengungkapkan hal-hal tersembunyi.
PRO 25:3 Seperti tingginya langit dan dalamnya bumi, demikianlah pikiran para raja tak dapat diduga.
PRO 25:4 Murnikan dahulu biji-biji perak dalam perapian yang sangat panas, barulah perak itu siap dibentuk oleh tukang perak.
PRO 25:5 Demikian juga pemerintahan raja: Singkirkan dahulu orang jahat dari pemerintahannya, barulah kekuasaannya akan kokoh karena dia dapat memerintah dengan adil.
PRO 25:6 Jangan menyombongkan diri di hadapan raja, dan jangan berlagak seperti orang penting di tengah para pembesar.
PRO 25:7 Karena lebih baik jika orang memanggilmu, “Mari, silakan duduk di tempat terhormat,” daripada engkau disuruh memberikan tempatmu kepada yang lebih berpangkat. Apabila engkau berpikir, “Aku baru saja menyaksikan orang itu berbuat kejahatan,”
PRO 25:8 jangan terburu-buru mengajukan tuntutan ke pengadilan. Karena bila orang itu bisa membela diri dan engkau kalah dalam perkara, engkau akan dipermalukan.
PRO 25:9 Apabila engkau bermasalah dengan orang lain, pertama berusahalah menyelesaikannya dengan dia secara empat mata. Jangan pernah membeberkan isi perbincangan itu kepada orang lain.
PRO 25:10 Karena jika engkau ketahuan membocorkan rahasia orang lain, nama baikmu rusak dan tak ada yang akan mempercayaimu lagi.
PRO 25:11 Nasihat yang tepat pada waktu yang tepat sungguh indah dan berharga, bagaikan hiasan apel dari emas yang berkilauan di atas piring perak.
PRO 25:12 Teguran orang bijak sangat bernilai bagi orang yang bersedia mendengarkannya. Bagi dia, teguran itu seperti hadiah yang sebanding dengan perhiasan dari emas murni.
PRO 25:13 Utusan yang setia memberi kelegaan di hati orang yang mengutusnya, ibarat hujan rintik yang memberi kesegaran pada musim panas.
PRO 25:14 Orang yang menjanjikan hadiah tanpa pernah memberikannya hanya membangkitkan harapan palsu, seperti angin dan awan mendung namun tidak menurunkan hujan hanya akan mengecewakan petani.
PRO 25:15 Untuk meyakinkan seorang pemimpin, lakukanlah dengan kesabaran. Perkataan yang lemah lembut dapat meluluhkan pendirian sekeras baja.
PRO 25:16 Makanlah madu secukupnya. Makan terlalu banyak hanya akan membuatmu mual dan memuntahkannya.
PRO 25:17 Demikian juga, janganlah terlalu sering datang ke rumah temanmu, karena dia akan menjadi bosan melihatmu.
PRO 25:18 Memberikan kesaksian palsu terhadap sesama sebanding jahatnya seperti memukul dia dengan pentung atau melukainya dengan pedang atau anak panah.
PRO 25:19 Dalam masa kesesakan, berharap pada orang yang tak dapat dipercaya sama seperti mengunyah makanan dengan gigi yang sakit atau berjalan dengan kaki yang terkilir.
PRO 25:20 Menyanyikan lagu gembira bagi orang yang bersusah hati akan menyakitinya, sama seperti mengambil baju hangatnya pada hari yang dingin atau menuang cuka pada lukanya.
PRO 25:21 Bila musuhmu lapar, berilah dia makan, dan bila musuhmu haus, berilah dia minum.
PRO 25:22 Karena dengan berbuat baik kepada musuhmu, engkau membuat dia malu, dan TUHAN akan membalas kebaikanmu.
PRO 25:23 Seperti awan mendung pasti mendatangkan hujan, demikianlah mulut yang bergosip pasti menimbulkan kemarahan.
PRO 25:24 Lebih baik hidup sendirian di kamar yang sempit daripada tinggal di rumah besar bersama istri yang suka bertengkar.
PRO 25:25 Seperti air sejuk bagi orang yang kehausan, demikianlah kabar baik yang diterima dari tempat yang jauh.
PRO 25:26 Seperti mata air yang berlumpur atau sumur yang tercemar, demikianlah buruknya keadaan orang benar yang terpengaruh untuk mengikuti kelakuan orang jahat.
PRO 25:27 Tidak baik terlalu banyak makan madu, dan tidak baik mengejar kehormatan bagi diri sendiri.
PRO 25:28 Orang yang tidak dapat mengendalikan diri sama seperti kota yang runtuh tembok pertahanannya.
PRO 26:1 Seperti salju mustahil turun pada musim panas atau hujan pada musim panen, demikianlah kehormatan tidak pernah cocok diberikan kepada orang bodoh.
PRO 26:2 Seperti burung pipit atau walet yang terbang melayang-layang, demikianlah kutuk tanpa alasan yang benar tidak akan menghinggapi engkau.
PRO 26:3 Seperti cambuk digunakan untuk mengarahkan kuda, dan tali kekang untuk keledai, demikianlah hajaran diperlukan untuk mendidik orang bebal.
PRO 26:4 Tidak usah menjawab ucapan bodoh orang bebal bila jawabanmu itu bisa membuat dia mengira bahwa engkau membenarkan kebodohannya.
PRO 26:5 Namun, ada waktunya engkau perlu membantah orang bebal, supaya dia tidak menganggap dirinya bijak.
PRO 26:6 Menugaskan orang bodoh untuk menyampaikan pesan akan mendatangkan celaka, sama seperti mematahkan kaki sendiri.
PRO 26:7 Orang lumpuh memang mempunyai kaki, tetapi kakinya tidak berfungsi. Orang bebal bisa mengucapkan amsal, tetapi kata-kata itu tidak bermanfaat baginya.
PRO 26:8 Memberi hormat kepada orang bebal adalah kesia-siaan, sama seperti mengikatkan batu pada ketapel.
PRO 26:9 Jika orang mabuk mengayunkan batang berduri, hati-hati! Dan jika orang bebal mengucapkan amsal, awas! Itu juga berbahaya.
PRO 26:10 Seperti bahayanya memanah tanpa membidik, demikianlah resiko mempekerjakan orang bodoh atau orang tak dikenal.
PRO 26:11 Orang bebal yang mengulangi perbuatan bodohnya sama seperti anjing yang memakan kembali muntahnya.
PRO 26:12 Pernahkah engkau melihat orang yang menganggap dirinya bijak? Nah, mengajar orang bodoh jauh lebih mudah daripada mendidik orang seperti itu.
PRO 26:13 Si pemalas membuat alasan, “Ada singa di jalan! Kalau aku keluar, aku akan diterkam.”
PRO 26:14 Seperti pintu yang hanya berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di atas tempat tidurnya.
PRO 26:15 Si pemalas menyendok makanan dari piringnya, tetapi dia terlalu malas untuk memasukkannya ke mulut.
PRO 26:16 Si pemalas merasa dirinya bijak, bahkan lebih bijak daripada banyak penasihat.
PRO 26:17 Ibarat menangkap telinga anjing liar, demikianlah orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain.
PRO 26:18 Seperti orang gila sembarangan menembakkan panah berapi yang mematikan, lalu si penipu berkata, “Ah, aku hanya bercanda.”
PRO 26:20 Api akan padam ketika kayu bakar habis, begitulah pertengkaran akan berhenti ketika tidak ada lagi yang bergosip.
PRO 26:21 Seperti arang dan kayu membuat api terus menyala, demikianlah orang yang suka berdebat akan mengobarkan pertengkaran.
PRO 26:22 Bergosip terasa sedap di mulut. Orang mengunyahnya seperti makanan dan mempercayainya sepenuh hati.
PRO 26:23 Seperti periuk tanah liat dilapisi perak, demikianlah niat jahat disembunyikan di balik mulut yang manis.
PRO 26:24 Orang yang membenci akan menyusun rencana jahat di hatinya, dan menyembunyikan niat jahat itu dengan berpura-pura ramah.
PRO 26:25 Walaupun baik perkataannya, jangan percaya kepadanya, karena diam-diam dia merencanakan berbagai maksud jahat.
PRO 26:26 Dia bisa menutupi kebenciannya dengan berpura-pura baik, namun pada akhirnya semua orang akan mengetahui kejahatannya.
PRO 26:27 Siapa menggali lubang untuk menjebak orang lain akan jatuh ke lubangnya sendiri. Dan siapa menggulingkan batu untuk mencelakakan orang lain akan tertimpa oleh batu itu sendiri.
PRO 26:28 Berhati-hatilah terhadap pujian yang berlebihan karena sanjungan membuatmu lengah dan terjatuh. Orang yang membencimu pasti berbohong kepadamu.
PRO 27:1 Jangan berbangga diri atas masa depanmu, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok.
PRO 27:2 Janganlah memuji diri sendiri. Bila engkau memang layak dipuji, biarlah orang lain yang memujimu.
PRO 27:3 Mengangkut timbunan pasir atau batu memang berat, tetapi lebih berat lagi memendam sakit hati karena kelakuan orang bebal.
PRO 27:4 Orang yang marah memang bisa bertindak kejam, tetapi lebih berbahaya lagi tindakan orang yang cemburu!
PRO 27:5 Orang yang benar-benar mengasihi akan berani menegur temannya. Siapa yang diam saja melihat temannya berbuat salah, berarti tidak sungguh mengasihinya.
PRO 27:6 Seorang sahabat memukul dengan tujuan baik, tetapi seorang musuh memeluk dengan maksud tersembunyi.
PRO 27:7 Bagi orang yang kenyang, gula-gula semanis apa pun terasa memualkan. Namun bagi mereka yang lapar, sekam pun dirasa nasi.
PRO 27:8 Seperti burung tersesat dari sarangnya, demikianlah kepala keluarga yang berkeliaran meninggalkan rumahnya.
PRO 27:9 Nasihat seorang kawan yang tulus menyenangkan hati bagaikan bau harum minyak wangi dan asap dupa.
PRO 27:10 Peliharalah persahabatanmu maupun teman orangtuamu. Saat dilanda kesusahan, lebih baik meminta bantuan dari sahabat keluarga yang dekat daripada mendatangi saudara yang tinggal jauh.
PRO 27:11 Anakku, jadilah bijak agar aku bersukacita, supaya aku dapat menjawab apabila orang menghina aku.
PRO 27:12 Orang bijak dapat mengenali bahaya dan segera menghindar, tetapi orang yang naif berjalan terus lalu kena masalah.
PRO 27:13 Ambillah pakaian orang yang menjadi penanggung jawab utang orang lain, dan tahanlah dia sebagai ganti orang asing itu.
PRO 27:14 Menyapa tetangga dengan berteriak pagi-pagi benar hanya akan dianggap gangguan yang menyebalkan.
PRO 27:15 Istri yang cerewet bagaikan tetesan air bocor dari atap rumah yang tanpa henti menetes ke dalam pada musim hujan.
PRO 27:16 Berusaha menghentikan omelannya sama seperti mencoba menahan angin atau menggenggam minyak.
PRO 27:17 Seperti besi diasah dengan besi agar menjadi tajam, demikianlah sesama kawan saling mengasah agar semakin baik.
PRO 27:18 Petani yang memelihara pohon ara dengan rajin akan menikmati buahnya, dan hamba yang melayani tuannya dengan baik akan menerima kehormatan.
PRO 27:19 Seperti air tenang menunjukkan seperti apa wajahmu, demikianlah isi pikiranmu menunjukkan seperti apa dirimu.
PRO 27:20 Seperti jurang kematian tidak pernah penuh meski terus diisi, demikianlah keinginan manusia tidak pernah puas.
PRO 27:21 Emas dan perak dimurnikan dengan api, sedangkan manusia diuji saat mendapat pujian.
PRO 27:22 Kulit biji gandum bisa lepas bila ditumbuk, tetapi sifat keras kepala tetap melekat pada orang bebal sekalipun dia dihajar.
PRO 27:23 Rawatlah kawananmu dengan baik dan perhatikanlah kesehatan mereka.
PRO 27:24 Karena kekayaan tidak bertahan selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan selalu di tangan keturunanmu.
PRO 27:25 Bersiap-siaplah untuk musim dingin dengan mengumpulkan rumput dari ladang dan perbukitan, supaya cukup persediaan makan untuk kawanan ternakmu ketika mereka tidak dapat merumput di luar.
PRO 27:26 Maka domba-dombamu yang muda akan menghasilkan bulu untuk menjadi pakaianmu, kambing-kambingmu yang jantan bisa engkau jual untuk membeli ladang,
PRO 27:27 dan kambing-kambingmu yang betina akan menghasilkan susu yang cukup untukmu, keluargamu, bahkan bagi para budak perempuanmu.
PRO 28:1 Orang jahat akan selalu ketakutan sendiri. Mereka lari walaupun tidak ada yang mengejar. Tetapi orang yang menaati perintah Allah berani seperti singa.
PRO 28:2 Saat rakyat memberontak terhadap TUHAN, banyak orang muncul sebagai pemimpin negeri. Akan tetapi, raja yang bijak dan berpengetahuan mampu mempertahankan negeri itu tetap teratur.
PRO 28:3 Orang miskin yang menindas sesama orang miskin bagaikan hujan deras yang membawa bencana dan mengakibatkan gagal panen.
PRO 28:4 Orang yang melanggar nasihat bijak sama dengan memihak para penjahat, tetapi orang yang menaatinya secara tak langsung melawan mereka.
PRO 28:5 Orang jahat tidak memahami keadilan, tetapi yang mencari kehendak TUHAN memahami keadilan sepenuhnya.
PRO 28:6 Lebih baik miskin tetapi hidup dengan jujur daripada menjadi kaya dengan cara curang.
PRO 28:7 Sungguh bijak pemuda yang hidup sesuai nasihat ayahnya, tetapi pemuda yang hanya tahu bersenang-senang mempermalukan ayahnya.
PRO 28:8 Harta orang yang memperkaya diri dengan menjadi lintah darat akan dialihkan bagi orang yang berbelas kasih kepada kaum miskin.
PRO 28:9 TUHAN tidak akan mendengar doa orang-orang yang tidak mau mendengar ajaran-Nya.
PRO 28:10 Siapa yang menyesatkan orang baik ke jalan yang salah, dia sendiri akan celaka. Orang yang hidup dengan benar pasti menerima ganjarannya.
PRO 28:11 Semua orang kaya menganggap dirinya bijak, tetapi orang yang benar-benar bijak, walaupun miskin, mereka dapat menilai sifat diri sendiri yang sebenarnya.
PRO 28:12 Saat orang benar memerintah, rakyat bersukacita. Namun bila orang jahat yang berkuasa, semua orang bersembunyi.
PRO 28:13 Orang yang menyembunyikan dosa-dosanya tidak akan sejahtera. Akuilah dosamu dan berhentilah melakukannya, maka engkau akan mendapat kemurahan.
PRO 28:14 Diberkatilah orang yang menjaga dirinya baik-baik supaya jangan berdosa. Celakalah orang yang memutuskan untuk tetap tidak peduli kalau dirinya berbuat dosa.
PRO 28:15 Bagaikan singa atau beruang yang menyerang, demikianlah penguasa jahat yang menindas rakyat kecil.
PRO 28:16 Bila seorang yang tidak bijaksana menjadi pemimpin, dia akan menindas orang-orang di bawahnya. Penguasa yang membenci korupsi akan berumur panjang.
PRO 28:17 Jangan memberi bantuan kepada pembunuh! Biarlah dia hidup dalam pelarian sampai mati.
PRO 28:18 Orang yang hidup dengan jujur akan dilindungi, tetapi yang hidupnya berliku-liku suatu ketika pasti jatuh.
PRO 28:19 Siapa yang bekerja keras akan puas menikmati hasilnya, tetapi orang yang membuang-buang waktu dengan hal yang sia-sia akan kenyang menikmati kemiskinan.
PRO 28:20 Orang yang dapat dipercaya akan dilimpahi berkat. Orang yang ingin cepat kaya akan ditimpa hukuman.
PRO 28:21 Tak baik berlaku tidak adil. Namun ada orang yang mau melanggar hukum hanya demi sesuap nasi.
PRO 28:22 Orang yang serakah selalu berusaha untuk cepat kaya, tetapi dia tidak sadar bahwa sebenarnya dia akan jatuh miskin.
PRO 28:23 Orang yang menegur sesamanya dengan terus terang pada akhirnya akan lebih disukai daripada orang yang memuji dengan tidak tulus.
PRO 28:24 Orang yang merampas milik orangtuanya dan tidak merasa bersalah sama saja dengan seorang pembunuh.
PRO 28:25 Orang yang serakah akan selalu menyebabkan perkelahian. Namun orang yang bersandar pada TUHAN akan berhasil.
PRO 28:26 Mengandalkan diri sendiri adalah ciri orang bebal, tetapi siapa yang hidup bijaksana akan dilindungi dari bahaya.
PRO 28:27 Bila engkau membantu orang miskin, engkau sendiri tidak akan menjadi miskin. Namun bila engkau menutup mata terhadap mereka, engkau pasti dihina.
PRO 28:28 Ketika orang jahat berkuasa, semua rakyat tidak ingin terlihat, tetapi saat orang jahat itu jatuh, jumlah orang benar sudah bertambah.
PRO 29:1 Setelah ditegur berulang kali tetapi engkau tetap keras kepala, akan tiba saatnya engkau menyadari bahwa hidupmu sudah rusak parah dan tak dapat dipulihkan.
PRO 29:2 Bila orang-orang benar mendominasi negeri, rakyatnya bersuka cita. Namun bila orang-orang jahat berkuasa, rakyat akan mengeluh.
PRO 29:3 Anak lelaki yang bijaksana menyenangkan hati ayahnya, tetapi yang bergaul dengan para pelacur membuang-buang uangnya.
PRO 29:4 Suatu kerajaan pasti berdiri teguh jika rajanya memerintah dengan adil. Sebaliknya, jika raja menuntut pajak berlebihan, rakyat menjadi miskin dan kerajaannya pasti akan runtuh.
PRO 29:5 Orang yang suka memuji-muji sesamanya sesungguhnya sedang memasang jerat bagi mereka.
PRO 29:6 Orang jahat akan terjerat oleh dosa-dosanya, tetapi orang yang hidup benar akan bernyanyi dengan bahagia.
PRO 29:7 Orang benar mempedulikan hak-hak orang miskin, sedangkan orang jahat sama sekali tidak menghiraukannya.
PRO 29:8 Orang yang suka menghina sama seperti orang yang membakar kota, tetapi orang yang bijak dapat memadamkan api keributan.
PRO 29:9 Jika orang bijak berperkara dengan orang bebal sampai ke pengadilan, si bebal hanya akan mengamuk serta bicara yang bukan-bukan, dan masalah itu tidak akan selesai dengan tenang.
PRO 29:10 Orang-orang yang kejam membenci siapa pun yang hidup lurus dan jujur serta ingin membunuh mereka.
PRO 29:11 Orang bebal meluapkan amarah tanpa berpikir, tetapi orang yang bijak dapat mengendalikan diri.
PRO 29:12 Jika seorang pemimpin mempercayai berita palsu, semua yang menjabat sebagai pegawainya akan menjadi penjahat.
PRO 29:13 Ada satu persamaan antara orang miskin dan orang yang menindasnya: TUHANlah yang memberi nyawa pada keduanya.
PRO 29:14 Apabila seorang raja membela kaum yang lemah dengan adil, maka anak cucunya akan memerintah turun temurun.
PRO 29:15 Anak yang dihajar sambil diberi didikan yang bijak akan belajar menjadi bijaksana, tetapi anak yang dibiarkan berbuat semaunya akan mempermalukan orangtuanya.
PRO 29:16 Ketika orang-orang jahat mendominasi, kejahatan pun merajalela. Namun, suatu saat mereka pasti hancur, dan orang-orang benar akan menyaksikannya.
PRO 29:17 Didiklah anakmu, maka dia akan mendatangkan ketenangan dan membuat hidupmu bahagia.
PRO 29:18 Tanpa petunjuk dari Allah, kacaulah suatu bangsa. Sungguh diberkati Allah setiap orang yang menaati hukum-Nya.
PRO 29:19 Teguran saja tidak cukup untuk memperbaiki kelakuan seorang budak. Meskipun dia mengerti, dia tidak akan berubah.
PRO 29:20 Orang yang banyak bicara tanpa berpikir lebih sulit diajar daripada orang bodoh.
PRO 29:21 Budak yang diperlakukan seperti anak kesayangan sejak kecil oleh majikannya justru akan menjadi kurang ajar dan tak tahu diri.
PRO 29:22 Pemarah yang sering meledak-ledak akan menyebabkan pertengkaran dan banyak berbuat dosa.
PRO 29:23 Janganlah sombong agar engkau tidak jatuh! Jadilah rendah hati maka engkau akan dihormati.
PRO 29:24 Bekerja sama dengan pencuri bagai makan buah simalakama. Karena bila mengaku, engkau dihukum pengadilan, dan bila tidak mengaku, engkau ditimpa hukuman Allah. Engkau akan membenci dirimu sendiri.
PRO 29:25 Siapa yang takut kepada manusia menjerat diri sendiri, tetapi siapa yang percaya kepada TUHAN akan selamat.
PRO 29:26 Saat menghadapi masalah, banyak orang berusaha agar pemimpin memihak kepada mereka. Tetapi keadilan hanya datang dari TUHAN.
PRO 29:27 Orang jujur dan orang jahat saling membenci, keduanya seperti air dengan minyak.
PRO 30:1 Inilah perkataan Agur anak Yake, suatu perkataan bijak. Tuhan, aku lelah dan kehabisan tenaga.
PRO 30:2 Sungguh aku ini manusia yang paling bodoh dan tidak berakal budi.
PRO 30:3 Kebijaksanaan tidak aku kuasai, sehingga aku tak dapat mengenal Yang Mahakudus.
PRO 30:4 Tetapi tidak seorang pun lebih berpengalaman daripadaku, sehingga dapat mengenal Dia yang pernah naik ke surga lalu turun kembali, Dia yang pernah menggenggam angin dalam tangan-Nya, Dia yang pernah membungkus air dalam kain, dan Dia yang menetapkan batas-batas bumi. Kalau engkau begitu hebat, beritahukanlah kepadaku nama-Nya dan nama Anak-Nya!
PRO 30:5 Semua firman Allah terbukti benar. Dia seperti perisai bagi orang yang berlindung pada-Nya.
PRO 30:6 Jangan menambahi apa pun kepada firman-Nya, karena Dia akan menegurmu dan engkau ketahuan menipu.
PRO 30:7 Ya TUHAN, sebelum aku mati, kabulkanlah dua permintaanku ini:
PRO 30:8 Pertama, tolonglah aku untuk hidup dengan jujur. Kedua, janganlah memberiku kekayaan atau kemiskinan, tetapi berikanlah hanya makanan yang aku butuhkan.
PRO 30:9 Karena bila aku kaya, mungkin aku menjadi sombong lalu berkata “Aku tidak perlu TUHAN.” Tetapi bila aku miskin dan mencuri sesuatu, maka nama-Mu, ya Allahku, akan ikut dicemarkan.
PRO 30:10 Jangan menjelekkan seorang budak kepada tuannya. Jika budak itu tahu, dia akan memfitnahmu, dan engkau akan menanggung akibatnya.
PRO 30:11 Ada jenis orang yang mengutuk ayah mereka dan tidak menghargai ibu mereka.
PRO 30:12 Ada jenis orang yang merasa diri mereka suci, tetapi kenyataannya mereka kotor dan najis.
PRO 30:13 Ada jenis orang yang menunjukkan kesombongan dan memandang rendah orang lain.
PRO 30:14 Ada jenis orang yang rakus dan kejam bagai hewan buas bergigi tajam. Mereka memangsa orang-orang miskin dan lemah hingga lenyap dari antara manusia di muka bumi.
PRO 30:15 Manusia serakah bagaikan lintah yang tak pernah puas mengisap darah. Dia hanya memikirkan diri sendiri dan berkata, “Untukku dan untukku!” Ada beberapa hal yang tidak akan pernah bisa penuh atau merasa puas:
PRO 30:16 Syeol, wanita yang tidak pernah melahirkan anak, tanah kering yang tak pernah cukup menyerap air, dan api yang tak akan berhenti membakar apa pun di dekatnya.
PRO 30:17 Bila engkau memandang rendah ayahmu dan menolak taat kepada ibumu, burung gagak akan mematuk matamu dan anak rajawali memakan tubuhmu.
PRO 30:18 Ada beberapa hal yang masih menjadi rahasia— hal-hal yang tidak aku mengerti:
PRO 30:19 Bagaimana caranya elang terbang di udara, cara ular menjalar di batu-batu, bagaimana nakhoda kapal mengetahui jalurnya di tengah laut, dan bagaimana terbentuknya perasaan pemuda kepada seorang gadis.
PRO 30:20 Hal yang juga mengherankan adalah seorang istri yang menjadi pezina dan tidak merasa bersalah setelah berbuat dosa. Dengan entengnya dia membersihkan diri lalu berkata, “Aku tidak bersalah,” seakan dia hanya makan lalu membasuh mulut.
PRO 30:21 Ada beberapa hal yang membuat bumi gempar bergoncang:
PRO 30:22 Seorang budak yang tiba-tiba menjadi raja, orang bebal yang mendapatkan segala keinginannya,
PRO 30:23 wanita yang menyebalkan tetapi mendapat suami, dan budak perempuan yang menggantikan posisi istri tuannya.
PRO 30:24 Di bumi ini ada empat hewan yang kecil tetapi sangat bijaksana:
PRO 30:25 Semut— bukan hewan yang kuat, tetapi mengangkut makanan pada musim panas.
PRO 30:26 Tikus gunung— hewan yang lemah, tetapi membuat sarang di pegunungan.
PRO 30:27 Belalang— tidak memiliki pemimpin, tetapi terbang berkelompok dengan teratur seperti barisan tentara.
PRO 30:28 Cicak— bisa ditangkap dengan tangan, tetapi ada di istana-istana para raja.
PRO 30:29 Ada beberapa makhluk hidup yang gagah jalannya:
PRO 30:30 Singa, yang paling kuat di antara hewan lain dan tidak mundur dari ancaman apa pun.
PRO 30:31 Ayam jantan, kambing jantan, dan seorang raja ketika memimpin pasukan.
PRO 30:32 Bila engkau sudah bertindak bodoh dengan menyombongkan diri atau membuat rencana jahat, bekaplah mulutmu dan diamlah saja!
PRO 30:33 Seperti memeras kelapa akan menghasilkan santan dan meremas hidung akan mengeluarkan darah, demikianlah memeras amarah akan menghasilkan pertengkaran.
PRO 31:1 Berikut ini adalah nasihat yang diajarkan kepada Raja Lemuel oleh ibunya.
PRO 31:2 Oh anakku, anak kandungku, anak yang aku janjikan kepada TUHAN untuk menjadi pelayan-Nya. Dengarkanlah baik-baik nasihatku.
PRO 31:3 Jangan menghabis-habiskan kekayaan dan segala perhatianmu untuk menambah selir-selirmu, sebab banyak raja telah hancur karena hal itu.
PRO 31:4 Hai Lemuel, sebagai raja, tidak pantas bagimu bermabuk-mabukan dengan minum anggur atau minuman keras yang lain, bahkan menginginkannya pun tidaklah patut.
PRO 31:5 Karena bila engkau mabuk, engkau akan melupakan undang-undang negara dan menginjak-injak hak rakyat biasa.
PRO 31:6 Minuman keras hanya cocok bagi yang sedang sekarat dan orang-orang yang merana.
PRO 31:7 Biarlah mereka minum untuk melupakan kemiskinannya dan tak lagi mengingat-ingat masalahnya.
PRO 31:8 Sedangkan engkau, engkau harus bersuara nyaring bagi mereka yang tak berdaya dan perlu pelindung.
PRO 31:9 Gunakanlah posisimu untuk membuat keputusan yang adil dan membela hak orang yang miskin dan tertindas.
PRO 31:10 Sungguh beruntung apabila seorang lelaki mendapat istri yang cakap. Sungguh, wanita itu jauh lebih berharga daripada permata.
PRO 31:11 Dia bisa dipercaya oleh suaminya, dan sang suami tak akan kekurangan untung.
PRO 31:12 Sepanjang hidup, dia mengusahakan yang baik bagi suaminya dan tak pernah merugikannya.
PRO 31:13 Dengan rajin dia mencari wol dan rami lalu membuat dua macam benang.
PRO 31:14 Istri yang cakap bagaikan kapal-kapal pedagang yang mendatangkan makanan dari mana pun.
PRO 31:15 Dia bangun sebelum matahari terbit untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya, dan mengatur pekerjaan setiap budak perempuannya.
PRO 31:16 Dia mengatur rencana yang matang, dan dengan penghasilannya dari usaha-usaha yang lain dia membeli tanah lalu menanam kebun anggur.
PRO 31:17 Dia bekerja dengan cekatan, gesit, dan tangkas.
PRO 31:18 Istri yang cakap tahu bagaimana menghasilkan keuntungan dari pekerjaannya. Dia bekerja tekun sampai larut malam.
PRO 31:19 Dia mampu menggunakan alat pemintal benang, dan jari-jarinya menggulung dengan rapi.
PRO 31:20 Dia mau merangkul orang miskin dan mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan.
PRO 31:21 Dia sudah menyiapkan baju hangat yang indah untuk seluruh keluarganya, sehingga tidak kuatir mereka kedinginan saat musim salju.
PRO 31:22 Dia mempercantik rumahnya dengan tirai dan berbagai hiasan kain yang dia buat sendiri. Semua pakaiannya indah dan berkualitas tinggi.
PRO 31:23 Suaminya dihormati masyarakat, terutama ketika duduk bersama para pemimpin di tempat pertemuan.
PRO 31:24 Sang istri membuat pakaian dan ikat pinggang dari linen untuk dijual kepada para pedagang.
PRO 31:25 Dia perempuan yang kuat dan dihormati semua orang. Dia bergembira karena tak cemas akan hari depan.
PRO 31:26 Ucapannya selalu bijaksana, memancarkan pengajaran dan kasih sayang.
PRO 31:27 Dia memperhatikan keadaan rumah tangganya dengan cermat dan tak pernah diam bermalas-malasan.
PRO 31:28 Anak-anaknya menghormati serta memujinya. Juga suaminya memuji dia, katanya,
PRO 31:29 “Wanita yang cakap ada banyak, tetapi engkau jauh melebihi mereka semua.”
PRO 31:30 Penampilan dapat menipu, dan kecantikan akan hilang. Tetapi wanita yang takut akan TUHAN sungguh terpuji.
PRO 31:31 Balaslah segala hal baik yang sudah dilakukannya. Hasil pekerjaannya akan mengharumkan namanya di depan umum di kotanya.
ECC 1:1 Aku, penulis kitab ini, menjabat sebagai raja sekaligus penasihat, yang menggantikan ayahku Daud sebagai raja di Yerusalem.
ECC 1:2 Aku sebagai penasihat menegaskan: Segala sesuatu dalam hidup ini sia-sia dan tidak ada artinya!
ECC 1:3 Karena semua usaha dan kerja keras kita selama hidup di bumi ini tidak menghasilkan upah yang kekal.
ECC 1:4 Bagaimana pun kita berusaha, tak ada perubahan yang terjadi. Setiap hari ada yang lahir dan ada yang meninggal. Sampai generasi baru mengganti generasi lama, bumi tetap saja sama.
ECC 1:5 Matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, lalu kembali lagi ke tempatnya terbit. Dan begitulah seterusnya. Setiap hari matahari terbit dan terbenam.
ECC 1:6 Angin bertiup dari utara ke selatan, lalu berputar-putar, dan sambil berputar angin itu kembali ke tempatnya semula. Dan begitulah seterusnya. Angin kembali bertiup ke arah yang sama.
ECC 1:7 Demikian juga dengan sungai-sungai: Semua sungai selalu mengalir ke laut, tetapi laut tidak pernah penuh. Air itu kembali ke hulu sungai. Dan begitulah seterusnya. Air mengalir lagi ke laut.
ECC 1:8 Ya, semua hal ini sangat melelahkan— sampai tidak ada orang yang sanggup mengungkapkan rasa lelah itu. Mata kita bisa melihat apa saja, tetapi mata tidak pernah puas melihat. Telinga kita bisa mendengar apa saja, tetapi telinga tidak pernah puas mendengar.
ECC 1:9 Segala sesuatu yang pernah terjadi akan terjadi lagi, dan segala sesuatu yang pernah dilakukan akan dilakukan lagi. Tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini.
ECC 1:10 Ada orang yang berkata, “Lihat, hal itu baru terjadi kali ini!” Tetapi sebenarnya hal semacam itu sudah pernah terjadi jauh sebelum kita lahir di dunia ini.
ECC 1:11 Orang tidak ingat apa yang sudah terjadi di masa lalu. Begitu juga, hal-hal yang terjadi sekarang ini tidak akan diingat oleh orang-orang di masa mendatang.
ECC 1:12 Aku, penulis, sebagai raja Israel yang bertakhta di Yerusalem,
ECC 1:13 sudah berusaha dengan segala kebijaksanaanku untuk menyelidiki segala sesuatu yang dilakukan manusia di bumi ini. Dan yang aku temukan adalah bahwa Allah membuat manusia hidup bersusah payah.
ECC 1:14 Aku sudah melihat segala sesuatu yang dihasilkan umat manusia di bumi ini, dan ternyata semua itu sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin,
ECC 1:15 atau seperti menegakkan benang basah, bahkan seperti menghitung benda yang memang tidak ada.
ECC 1:16 Aku berkata kepada diriku sendiri, “Lihat, aku sudah bertambah bijaksana, sampai melebihi semua raja yang pernah memerintah di Yerusalem sebelum aku. Aku sudah memperoleh banyak kebijaksanaan dan pengetahuan.”
ECC 1:17 Kemudian aku memutuskan untuk mendalami segala sesuatu tentang cara hidup bijaksana dan cara hidup yang bodoh. Tetapi akhirnya aku menyadari bahwa penyelidikan itu juga sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin.
ECC 1:18 Karena semakin aku bertambah bijaksana, ternyata aku semakin kecewa. Dan semakin aku bertambah pengetahuan, ternyata aku semakin sengsara.
ECC 2:1 Dalam hati aku memutuskan, “Baiklah, aku akan mencari tahu apa manfaat hidup bersenang-senang, dengan menikmati semua yang menyukakan diriku.” Ternyata hidup seperti itu sia-sia.
ECC 2:2 Bahkan bagiku tertawa dan bergembira merupakan hal bodoh dan tidak ada manfaatnya.
ECC 2:3 Kemudian, karena aku ingin mengetahui cara hidup yang baik selama hidup yang singkat di dunia ini, aku sudah mencoba menyenangkan diriku dengan minum anggur sepuasnya dan melakukan hal-hal bodoh. Sementara aku melakukan hal itu, akal sehatku terus membimbing aku dengan bijak.
ECC 2:4 Dalam penyelidikanku, aku juga sudah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar: Aku membangun bagiku banyak rumah, membuat banyak kebun anggur, taman yang indah, dan kebun buah dengan segala jenis pohon buah-buahan di dalamnya, juga membuat banyak kolam untuk mengairi pohon-pohon supaya tumbuh menjadi hutan.
ECC 2:7 Aku mempunyai banyak budak laki-laki dan budak perempuan— baik yang aku beli maupun yang lahir di rumahku. Aku juga mempunyai kawanan ternak, jauh lebih banyak dibanding siapa pun yang pernah hidup sebelum aku di Yerusalem.
ECC 2:8 Aku mengumpulkan emas, perak, dan harta benda hasil pajak dari raja-raja dan daerah-daerah yang aku kuasai. Untuk kesenangan, aku memiliki para penyanyi laki-laki dan perempuan, dan aku juga mempunyai sangat banyak selir yang cantik.
ECC 2:9 Maka aku menjadi orang hebat yang melebihi siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku. Dalam semua hal itu kebijaksanaanku tetap membimbing aku.
ECC 2:10 Apa pun yang aku inginkan, aku pasti mendapatkannya. Aku menikmati segala kesenangan apa pun. Aku bersukacita atas semua prestasi yang aku peroleh, karena itulah yang menjadi upah bagiku.
ECC 2:11 Namun, ketika aku merenungkan semua hasil dari usaha-usaha yang aku lakukan itu, juga segala jerih lelahku untuk memperolehnya, aku menyimpulkan bahwa semua itu sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin! Di dunia ini segala usaha seperti itu tidak ada untungnya!
ECC 2:12 Selanjutnya dalam penyelidikanku, aku mencoba menilai berbagai macam cara hidup bijaksana dan cara hidup yang bodoh. Sebab adakah penerus raja yang bisa melakukan ini lebih baik daripada aku?!
ECC 2:13 Kesimpulanku adalah bahwa hidup bijaksana selalu lebih baik daripada hidup dalam kebodohan, sama seperti hidup dalam terang lebih baik daripada hidup dalam kegelapan.
ECC 2:14 Orang yang bijak bisa memilih jalan yang benar, sedangkan orang bebal tidak. Tetapi akhirnya aku menyadari bahwa keduanya menerima nasib yang sama!
ECC 2:15 Maka aku berpikir, “Wah, sebagaimana nasib orang bebal, begitu juga yang akan terjadi kepadaku! Kalau begitu, tidak ada manfaatnya aku begitu pintar dan bijaksana! Oh, ternyata ini juga merupakan kesia-siaan!”
ECC 2:16 Karena sebagaimana orang bebal akan mati, begitu pula orang bijak akan mati! Dua-duanya tidak akan dikenang lama. Dan di masa yang akan datang, mereka sama sekali dilupakan.
ECC 2:17 Oleh karena itu aku membenci kehidupan, karena segala hal yang dilakukan di dunia ini menyedihkan dan akhirnya sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin.
ECC 2:18 Maka aku juga membenci segala hasil dari usaha dan jerih lelahku di dunia ini, karena semuanya harus aku tinggalkan untuk orang yang akan menggantikan aku.
ECC 2:19 Dan apakah dia itu orang bodoh atau orang bijak, aku tidak tahu. Kalau ternyata dia orang bodoh, dia tetap akan berkuasa atas semua hasil jerih lelahku di dunia ini. Sayang sekali! Ini juga sia-sia!
ECC 2:20 Aku menjadi putus asa karena segala jerih lelah sepanjang hidupku di dunia ini sia-sia.
ECC 2:21 Bila kita bekerja keras dengan memakai segala kebijaksanaan, pengetahuan, dan keahlian kita, tidak adil kalau kita terpaksa meninggalkan semuanya itu bagi orang yang tidak pernah bekerja untuk mendapatkannya! Hal ini merupakan kesia-siaan dan sangat menyedihkan!
ECC 2:22 Jadi aku bertanya: Apa untungnya kita bekerja keras dan bersusah-susah sepanjang hidup di dunia ini?!
ECC 2:23 Setiap hari kita merasa sedih dan tersiksa karena bekerja begitu berat, dan di malam hari tidak bisa tidur nyenyak karena gelisah. Semua itu juga sia-sia!
ECC 2:24 Jadi, aku menyimpulkan bahwa jalan terbaik bagi kita adalah menikmati makanan, minuman, dan pekerjaan serta hasilnya. Aku pun menyadari bahwa hal-hal itu memang diberikan Allah untuk kita nikmati.
ECC 2:25 Sebab tanpa Dia kita tidak dapat menikmati apa pun— baik makanan, minuman, atau hal lain yang menyenangkan.
ECC 2:26 Dan kalau kita menyenangkan hati Allah, tentu saja Dia akan mengaruniakan kepada kita kebijaksanaan, pengetahuan, dan kebahagiaan. Tetapi kalau kita berbuat dosa terhadap Allah, Dia akan menghukum kita sehingga kita bekerja keras mengumpulkan harta yang nantinya diberikan kepada orang yang menyenangkan hati-Nya. Ini juga sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin!
ECC 3:1 Segala hal di dunia ini berlangsung dalam waktu yang sudah ditentukan, dan untuk setiap hal ada saat yang tepat.
ECC 3:2 Ada waktu untuk dilahirkan, dan ada waktu untuk mati. Ada musim tanam, dan ada musim panen.
ECC 3:3 Ada saat tertentu untuk membunuh, dan ada waktu untuk menyembuhkan. Ada waktunya untuk merobohkan bangunan, dan ada waktunya untuk membangun yang baru.
ECC 3:4 Ada saat tertentu untuk menangis dan ada pula saat untuk tertawa. Ada waktu berdukacita dan ada waktu bersukacita.
ECC 3:5 Ada waktu untuk membuang batu-batu, dan ada waktu untuk mengumpulkan batu. Ada waktu untuk memeluk, dan ada waktu harus menahan diri untuk tidak memeluk.
ECC 3:6 Ada waktu untuk mencari, tetapi juga ada waktu untuk merelakannya hilang. Ada waktu untuk menyimpan, dan ada waktu untuk membuang.
ECC 3:7 Ada waktu untuk merobek pakaian karena kesedihan, dan ada waktu untuk membuat pakaian yang baru. Ada saat yang tepat untuk diam, dan ada saat yang tepat untuk berbicara.
ECC 3:8 Ada waktu yang tepat untuk mengasihi, tetapi juga ada waktu untuk membenci. Akan ada waktu untuk berperang, dan akan ada waktu untuk berdamai.
ECC 3:9 Sebenarnya, apa manfaat yang manusia peroleh dari segala kerja kerasnya?
ECC 3:10 Aku sudah melihat bahwa Allah membuat manusia hidup bersusah payah.
ECC 3:11 Allah sudah mengatur supaya setiap hal terjadi tepat pada saat yang sudah ditentukan-Nya. Dia memberi manusia keinginan untuk mengetahui masa depan yang kekal, namun tidak seorang pun yang sanggup memahami apa yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
ECC 3:12 Akhirnya aku menyadari bahwa tidak ada hal yang lebih baik bagi manusia selain bersukacita atas segala sesuatu yang kita nikmati selama kita hidup.
ECC 3:13 Jadi menikmati makanan, minuman, dan pekerjaan serta hasilnya adalah berkat dari Allah.
ECC 3:14 Aku menyadari bahwa apa pun yang sudah ditetapkan Allah adalah kekal untuk selamanya. Tidak ada yang bisa menambah ataupun menguranginya. Hal ini Allah lakukan agar manusia menghormati-Nya.
ECC 3:15 Apa yang terjadi sekarang sudah terjadi sejak dulu. Dan segala hal yang akan terjadi, juga sudah terjadi sejak dulu. Allahlah yang menentukan demikian, supaya apa yang sudah terjadi akan berulang kembali.
ECC 3:16 Aku juga melihat bahwa hal-hal yang terjadi di dunia ini sering tidak adil. Di mana seharusnya keadilan ditegakkan dan orang-orang hidup benar, di situ malah kejahatan dan kecurangan sering terjadi.
ECC 3:17 Aku berkata dalam hati: Jadi, karena Allah sudah menetapkan segala kejadian, berarti akan tiba saatnya Allah mengadili setiap orang— baik yang benar maupun yang jahat.
ECC 3:18 Lalu aku berpikir, “Ternyata Allah sedang menguji manusia, supaya mereka sadar bahwa hidup ini tidak berbeda dari hidup hewan!”
ECC 3:19 Nasib manusia dan hewan sama. Manusia dan hewan sama-sama punya nafas dan pasti akan mati. Manusia tidak memiliki kelebihan dibandingkan hewan. Hidup ini memang sia-sia!
ECC 3:20 Karena pada akhirnya baik tubuh manusia maupun hewan akan menuju ke tempat yang sama. Semua makhluk hidup berasal dari tanah dan akan kembali lagi menjadi tanah.
ECC 3:21 Siapakah yang tahu apakah roh manusia naik ke atas sedangkan roh hewan turun ke bumi?!
ECC 3:22 Jadi aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia selain menikmati pekerjaan serta hasilnya. Hanya itulah upah kita. Karena masing-masing kita tidak mungkin tahu apa yang akan terjadi setelah kita tak ada lagi di dunia ini.
ECC 4:1 Lalu aku memperhatikan segala penindasan yang terjadi di dunia ini. Betapa menyedihkan: Orang-orang yang tertindas menangis karena begitu berkuasanya para penindas mereka, dan tidak ada yang menghibur mereka.
ECC 4:2 Jadi menurutku orang-orang yang sudah meninggal lebih beruntung daripada yang masih hidup.
ECC 4:3 Namun, sebenarnya yang lebih beruntung lagi adalah mereka yang belum ada dan belum melihat berbagai macam kejahatan yang dilakukan di dunia ini.
ECC 4:4 Aku juga menyaksikan banyak orang berjerih payah untuk mencapai suatu keberhasilan hanya karena terdorong oleh iri hati kepada orang lain. Memang hal itu juga sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin!
ECC 4:5 Orang bebal duduk berpangku tangan— tidak bekerja dan membiarkan dirinya kelaparan.
ECC 4:6 Lebih baik memiliki sedikit harta disertai ketenangan, daripada banyak harta tetapi bersusah payah dalam bekerja— seperti berusaha menjaring angin.
ECC 4:7 Inilah juga contoh kesia-siaan yang meresahkanku di dunia ini:
ECC 4:8 Ada orang yang hidup sendiri tanpa anak dan saudara. Tanpa hentinya dia bekerja keras dan tidak pernah puas dengan hartanya. Orang itu berkata dalam hatinya, “Untuk apa aku tidak bersenang-senang dengan hasil jerih payahku? Waktu aku mati, tidak ada keluarga dekat yang akan mewarisi semua kekayaanku ini!” Betapa sia-sianya kehidupan itu! Sangat menyedihkan!
ECC 4:9 Berdua lebih baik daripada seorang diri saja, karena mereka memperoleh upah yang lebih baik dari hasil kerja keras mereka.
ECC 4:10 Dan apabila salah satu dari mereka jatuh, maka yang lain bisa menolongnya untuk berdiri. Tetapi betapa menyedihkan apabila seseorang yang hanya sendirian jatuh, sebab tidak ada yang menolongnya untuk berdiri.
ECC 4:11 Bila dua orang tidur berdampingan, mereka bisa saling menghangatkan. Tetapi bila hanya seorang diri, sulit baginya untuk merasa hangat.
ECC 4:12 Umpama dalam perkelahian, seorang diri saja akan mudah dikalahkan musuh. Tetapi kalau berdua, lebih mungkin mereka mampu bertahan. Tiga orang akan lebih kuat lagi— seperti tiga utas tali yang dijalin menjadi satu akan sulit diputuskan.
ECC 4:13 Lebih baik seorang pemuda yang miskin sejak lahir tetapi bijak, daripada raja tua yang bebal dan tidak lagi mau menerima nasihat.
ECC 4:14 Sebab pemuda seperti itu dapat keluar dari kemiskinan dan berhasil— meskipun dia pernah dipenjarakan. Dia bahkan bisa menjadi raja.
ECC 4:15 Raja tua itu suatu saat akan digantikan oleh pemuda yang bijak itu, dan semua orang mendukungnya sebagai raja.
ECC 4:16 Sekalipun raja itu berkuasa atas begitu banyak orang hingga tak terhitung jumlahnya, generasi di masa depan tidak akan mengenang atau menghormati dia. Maka menjadi raja pun sia-sia, sama seperti berusaha menjaring angin!
ECC 5:1 Ketika pergi ke rumah TUHAN, dengarkanlah apa yang diajarkan dan perhatikanlah baik-baik apa yang harus kamu lakukan. Jangan berbuat seperti orang bebal, yang hanya mempersembahkan kurban kepada TUHAN tanpa mengetahui arti dari persembahan itu. Dengan demikian, tanpa sadar mereka melakukan kejahatan. Lebih baik mendengar ajaran di rumah TUHAN daripada memberikan persembahan seperti orang bebal.
ECC 5:2 Janganlah terbawa emosi sampai terburu-buru bersumpah kepada Allah untuk melakukan sesuatu. Pikirkan baik-baik terlebih dulu! Karena Allah ada di surga dan kamu di bumi. Jadi biarlah doamu singkat saja.
ECC 5:3 Semakin banyak masalah dan kecemasan, tidur semakin terganggu oleh mimpi buruk. Semakin banyak bicara, semakin banyak mengucapkan kata-kata yang tidak berguna dan tidak masuk akal.
ECC 5:4 Allah tidak suka sumpah orang bebal. Maka janganlah menjadi seperti orang bebal. Kalau kamu bersumpah untuk melakukan sesuatu bagi Allah, jangan menunda-nunda untuk menepatinya. Tepatilah sumpahmu itu!
ECC 5:5 Lebih baik kamu tidak bersumpah sama sekali, daripada bersumpah tetapi tidak melakukannya.
ECC 5:6 Janganlah berdosa dengan mulutmu!— sehingga pada saat petugas rumah TUHAN datang untuk menuntut kamu menepati janjimu itu, kamu menyangkal sumpahmu dengan berkata, “Maaf, ucapan saya keliru. Saya tidak bermaksud mengucapkan janji itu.” Jangan sampai Allah marah kepadamu dan menghancurkan segala hasil usahamu.
ECC 5:7 Karena sebagaimana banyak bermimpi tidak ada artinya dan banyak bicara tidak ada gunanya, lebih baik takut dan hormat kepada Allah daripada bersumpah tetapi tidak menepatinya.
ECC 5:8 Jangan heran jika kamu melihat pejabat menindas rakyat miskin, merampas hak-hak mereka, dan tidak memberi keputusan yang adil. Hal itu terjadi karena setiap pejabat yang melakukan demikian mempunyai kesepakatan dengan atasannya, dan keduanya mempunyai kesepakatan pula dengan atasannya yang lebih tinggi lagi.
ECC 5:9 Demikianlah rakyat selalu ditekan supaya membayar uang suap kepada berbagai tingkat pejabat, sampai akhirnya raja pun mendapat bagian.
ECC 5:10 Bila kamu mencintai uang dan berusaha menimbun harta kekayaanmu, kamu tidak akan pernah puas dengan apa yang kamu miliki. Ini juga usaha yang sia-sia.
ECC 5:11 Semakin kamu bertambah kaya, semakin banyak orang akan bergabung bersamamu untuk ikut menghabiskan kekayaanmu itu. Akhirnya tidak ada manfaat menjadi kaya selain menyaksikan kekayaanmu semakin berkurang setiap hari.
ECC 5:12 Orang yang bekerja keras sepanjang hari bisa tidur dengan nyenyak— entah dia makan sedikit ataupun banyak. Tetapi orang kaya tidak bisa tidur nyenyak karena terus merasa kuatir dengan harta kekayaannya.
ECC 5:13 Ada dua hal lagi yang sangat menyedihkan yang sudah aku lihat di dunia ini: Orang yang berhasil mengumpulkan harta kekayaan, tetapi kekayaan itu hanya mendatangkan kemalangan dan kesengsaraan bagi dirinya.
ECC 5:14 Ada juga orang kaya yang mengalami kegagalan dalam usahanya, sehingga hartanya berkurang sampai dia tidak punya apa-apa lagi untuk diwariskan kepada anaknya.
ECC 5:15 Sebagaimana kita lahir telanjang, demikianlah kita tidak akan membawa harta apa pun saat meninggalkan dunia ini.
ECC 5:16 Ini benar-benar menyedihkan: Sebagaimana kita datang ke dalam dunia, demikian jugalah kita meninggalkan dunia ini! Keuntungannya tidak ada! Bukankah itu seperti orang yang bersusah payah tetapi tidak mendapatkan apa-apa?!
ECC 5:17 Selama hidup di dunia ini kita hanya mengalami kemalangan, kesulitan, berbagai penyakit, dan kemarahan.
ECC 5:18 Oleh karena semuanya itu, inilah kesimpulan dan nasihatku: Lebih baik kita menikmati makanan, minuman, pekerjaan serta hasilnya, karena itulah upah yang diberikan Allah kepada kita selama hidup yang sementara di dunia ini.
ECC 5:19 Selain itu, kalau Allah mempercayakan berbagai harta dan ladang untuk kita miliki, dan kalau Dia mengizinkan kita untuk menikmati semuanya, hal itu merupakan berkat besar dari-Nya.
ECC 5:20 Jika Allah memberkati kita sedemikian hingga kita disibukkan untuk menikmati hidup, maka kita tidak akan cemas oleh kesadaran bahwa hidup ini terlalu singkat!
ECC 6:1 Aku sudah melihat ada satu kenyataan yang sangat menyedihkan dan menekan batin manusia di bumi ini:
ECC 6:2 Allah membuat seseorang kaya raya dan terhormat sampai dia tidak kekurangan apa pun, tetapi Allah tidak mengizinkan dia menikmati kekayaannya itu. Pada akhirnya orang lainlah yang menikmatinya! Kemalangan dan kesia-siaan ini sangat menyedihkan.
ECC 6:3 Meskipun ada orang kaya yang memiliki seratus anak, dan dia hidup lama hingga sangat tua, tetapi kalau kekayaannya itu tidak membuat dia puas, dan kalau waktu dia mati tidak dikuburkan dengan layak, maka aku berkata, “Jauh lebih baik jika dia sudah mati pada waktu dilahirkan!”
ECC 6:4 Sebab kelahiran bayi yang sudah mati tidak ada artinya. Langsung saja dia masuk ke dalam gelapnya kubur. Dia bahkan tidak perlu memiliki nama.
ECC 6:5 Walaupun dia tak pernah melihat cahaya matahari dan tidak tahu apa-apa tentang kehidupan manusia di dunia ini, dia bisa beristirahat dengan lebih tenang daripada orang kaya tadi.
ECC 6:6 Biarpun orang kaya itu hidup sampai dua ribu tahun, tetapi kalau dia tidak dapat menikmati kekayaannya, maka semuanya itu percuma saja! Karena akhir hidup selalu sama, yaitu mengalami kematian.
ECC 6:7 Dengan susah payah kita bekerja supaya mendapat sesuatu untuk dimakan, namun tetap saja kita tidak pernah merasa puas!
ECC 6:8 Jadi, baik orang bijak maupun orang bebal tidak ada bedanya! Ada orang miskin yang berperilaku baik di hadapan orang, tetapi perilaku baiknya itu tidak punya manfaat apa-apa. Sebab pada akhirnya sesudah mati, mereka semua tidak ada bedanya.
ECC 6:9 Ya, lebih baik menikmati apa yang ada padamu, daripada menginginkan sesuatu yang tidak kamu miliki. Semuanya itu sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin!
ECC 6:10 Segala sesuatu yang terjadi sudah ditentukan Allah sejak semula. Kita hanya manusia yang lemah dan tidak pantas untuk membantah Allah Pencipta kita.
ECC 6:11 Semakin kita berbantah-bantahan tentang nasib kita, semakin sia-sia perkataan kita. Percuma!
ECC 6:12 Dalam masa hidup yang sementara dan sia-sia ini, tidak seorang pun mengetahui cara hidup yang paling baik. Sebab tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di dunia ini sesudah dia mati.
ECC 7:1 Lebih baik mempunyai nama baik daripada harta mewah berupa wewangian yang mahal. Demikian pula, hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran.
ECC 7:2 Lebih baik hadir di rumah duka daripada menghadiri pesta, sebab di rumah duka kita akan merenungkan bahwa maut menunggu kita semua.
ECC 7:3 Lebih baik hidup dalam kesedihan daripada bersenang-senang, sebab dalam kesedihan kita bisa belajar menjadi lebih dewasa.
ECC 7:4 Setiap hari orang bebal hanya mencari kesenangan, tetapi orang bijak merenungkan tentang kematian.
ECC 7:5 Lebih baik mendengar teguran dari orang bijak daripada pujian orang bebal.
ECC 7:6 Seperti bunyi ranting semak duri yang dibakar di bawah kuali, bunyinya keras tetapi apinya cepat padam, demikianlah tawa orang bebal adalah sia-sia.
ECC 7:7 Orang bijak yang ditindas bisa menjadi seperti orang bodoh. Uang suap dapat merusak pikiran seseorang sehingga dia mengubah keputusannya.
ECC 7:8 Menyelesaikan sesuatu lebih baik daripada hanya memulainya. Panjang sabar lebih baik daripada sombong.
ECC 7:9 Jangan cepat marah, karena orang beballah yang menyimpan kemarahan.
ECC 7:10 Janganlah bertanya, “Mengapa keadaan yang dulu lebih baik daripada sekarang?” Itu adalah pertanyaan bodoh.
ECC 7:11 Menjadi bijaksana sama baiknya dengan menerima warisan besar. Namun keunggulannya: Kebijaksanaan berguna seumur hidup.
ECC 7:12 Hidup bijak sama seperti memiliki uang— keduanya dapat memberi perlindungan. Namun, kelebihan hidup bijak adalah dapat menyelamatkan nyawamu.
ECC 7:13 Perhatikan apa yang sudah Allah lakukan! Tidak seorang pun dapat mengubah apa yang sudah ditetapkan-Nya.
ECC 7:14 Ketika hidupmu senang, bergembiralah. Tetapi ketika hidupmu mengalami kesusahan, ingatlah bahwa Allah yang memberikan kesenangan dan kesusahan. Allah sudah mengatur semuanya sehingga tidak seorang pun bisa tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dalam hidupnya.
ECC 7:15 Dalam hidupku yang sia-sia ini aku sudah melihat dua hal yang tidak aku sukai. Terkadang, seseorang yang baik mati muda, walaupun dia sudah berbuat baik selama hidupnya. Sebaliknya, seseorang yang jahat hidup sampai tua, walaupun dia tetap berbuat jahat.
ECC 7:16 Jadi inilah nasihatku: Dalam hidup ini, janganlah merasa dirimu paling benar di hadapan Allah, dan janganlah merasa paling bijak. Karena dengan demikian kamu akan menghancurkan dirimu sendiri!
ECC 7:17 Janganlah juga menyerahkan hidupmu hanya untuk melakukan kejahatan dan kebodohan. Itu hanya akan membuatmu lebih cepat mati!
ECC 7:18 Lakukanlah nasihatku itu, karena setiap orang yang takut dan hormat kepada Allah melakukannya.
ECC 7:19 Jadilah bijaksana! Karena kekuatan orang bijak melebihi kekuatan sepuluh orang pemimpin di kotanya.
ECC 7:20 Di bumi ini tidak ada orang benar yang selalu berbuat baik dan tidak pernah berdosa.
ECC 7:21 Jangan suka mendengarkan pembicaraan orang secara diam-diam, supaya kamu tidak mendengar pelayanmu menjelekkanmu!
ECC 7:22 Ingatlah bahwa kamu juga sering menjelekkan orang lain!
ECC 7:23 Tentang segala hal di atas aku sudah berusaha meneliti dengan sangat tekun, karena pikirku, “Biar aku menjadi orang yang paling bijak.” Tetapi aku merasa masih jauh dari hasil pencarian itu.
ECC 7:24 Kebijaksanaan tentang hal-hal tersebut masih jauh dariku dan terlalu sulit untuk ditemukan.
ECC 7:25 Namun, aku terus mencari dan belajar tentang kedua hal ini: Berusaha untuk menjadi bijaksana serta menemukan alasan mengapa segala sesuatu terjadi. Aku berusaha untuk membuktikan bahwa berbuat jahat merupakan kebebalan. Hanya orang gila yang akan terus hidup dengan bodoh.
ECC 7:26 Aku melihat bahwa ada perempuan yang suka menggoda laki-laki bagaikan perangkap, dan kedua tangannya seperti rantai besi. Lebih baik mati daripada tertangkap oleh perempuan seperti itu! Orang berdosa akan masuk dalam perangkapnya, tetapi orang yang ingin menyenangkan hati Allah akan terhindar.
ECC 7:27 Sesudah menyelidiki kedua hal tersebut dari berbagai segi, aku— penulis yang juga penasihat, ingin menyimpulkan hasil penyelidikanku, yaitu:
ECC 7:28 Aku tidak menemukan apa yang aku cari! Di antara seribu orang laki-laki, aku pernah menemukan seorang yang bijaksana dan patut dihormati. Tetapi aku belum menemukan seorang pun perempuan yang bijaksana.
ECC 7:29 Satu hal yang aku pelajari adalah bahwa Allah memang menciptakan manusia untuk hidup benar, tetapi kita sendirilah yang mengambil jalan berliku-liku.
ECC 8:1 Hanya orang bijak yang bisa memahami apa yang terjadi dalam hidup ini. Kebijaksanaan terpancar di wajahnya— mengubah wajahnya yang keras menjadi lembut.
ECC 8:2 Taatilah perintah raja karena kamu sudah berjanji di hadapan Allah untuk melakukannya.
ECC 8:3 Apabila kamu menghadap raja, janganlah terburu-buru pergi sebelum diizinkannya. Dan janganlah berpihak kepada orang-orang yang melawan raja. Karena kalau raja tidak lagi berkenan kepadamu, berbahaya!
ECC 8:4 Raja memiliki kuasa tertinggi untuk memberi perintah. Tidak ada seorang pun yang dapat melawan dan membantah perintahnya.
ECC 8:5 Tetapi selama kamu menaati perintah raja, kamu akan selamat. Jika kamu bijaksana, kamu akan mengetahui kapan waktunya dan bagaimana caranya melakukan apa yang benar.
ECC 8:6 Sekalipun kamu mengalami banyak kesulitan, selalu ada waktu dan cara yang tepat untuk memenuhi tanggung jawabmu sesuai perintah raja.
ECC 8:7 Tidak seorang pun dapat mengetahui dan memberitahukan apa yang akan terjadi di masa mendatang.
ECC 8:8 Tidak ada seorang pun yang dapat mengendalikan angin, demikian juga kita tidak dapat menghindari hari kematian. Seorang tentara tidak mungkin diizinkan pulang pada waktu sedang perang. Demikian juga, kalau kita berbuat jahat, kita tidak bisa membebaskan diri dari hukuman dengan melakukan kejahatan yang lain.
ECC 8:9 Ketika aku berusaha memahami segala hal yang terjadi di dunia ini, aku memperhatikan beberapa hal: Sering kali ketika seseorang berkuasa atas orang banyak, dia justru mendatangkan kesusahan dan penderitaan bagi orang-orang yang dipimpinnya itu.
ECC 8:10 Aku juga beberapa kali menghadiri perkabungan bagi orang jahat yang mati. Pada hari perkabungan, semua orang di kota itu melupakan semua kejahatannya dan hanya menceritakan bahwa mereka sering melihat dia di halaman rumah TUHAN. Ini pun sia-sia dan tidak masuk akal.
ECC 8:11 Setiap kali orang jahat tidak segera dihukum atas kejahatannya, hal itu akan mendorong orang lain untuk melakukan kejahatan juga.
ECC 8:12 Aku memperhatikan bahwa orang jahat bisa ratusan kali melakukan kejahatan berat, tetapi masih berumur panjang. Biarpun demikian, aku tetap yakin bahwa lebih baik kita takut dan hormat kepada Allah daripada meniru orang jahat.
ECC 8:13 Sebenarnya orang jahat pasti akan mengalami kesusahan karena tidak takut dan hormat kepada Allah. Seperti bayang-bayang ketika matahari terbenam, hidup mereka hanya sementara.
ECC 8:14 Aku juga memperhatikan kesia-siaan yang sering terjadi di dunia ini: Kecelakaan atau kemalangan justru terjadi kepada orang yang hidup benar, sedangkan orang jahat berhasil tanpa mengalami persoalan. Ini sungguh sia-sia!
ECC 8:15 Jadi, aku sarankan untuk bersenang-senang dalam hidup ini! Karena tidak ada yang lebih baik yang dapat kita lakukan selain makan, minum dan menikmati hidup ini. Setidaknya kita masih dapat menikmati hal-hal itu selama kita bersusah payah dalam hidup yang diberikan Allah kepada kita di dunia ini.
ECC 8:16 Aku sudah berusaha mendapatkan kebijaksanaan tentang segala jerih payah yang dilakukan manusia di dunia ini siang dan malam.
ECC 8:17 Namun, akhirnya aku menyadari bahwa tidak seorang pun dapat mengerti segala yang Allah lakukan di dunia ini. Dengan semua usaha, manusia tidak dapat menemukan jawabannya. Sekalipun ada orang bijak yang mengatakan bahwa dia sudah menemukan jawabannya, sesungguhnya dia tidak memahaminya.
ECC 9:1 Jadi aku merenungkan semua hal tersebut dan menyimpulkan bahwa apa yang akan terjadi terhadap orang benar, orang bijak, dan semua hasil pekerjaan mereka, sudah ditentukan oleh Allah. Tidak ada yang tahu mereka akan dikasihi atau dibenci sebelum hal itu terjadi.
ECC 9:2 Nasib yang sama terjadi kepada semua orang— baik orang benar maupun orang jahat, baik orang najis maupun orang tidak najis, baik orang yang mempersembahkan kurban maupun yang tidak mempersembahkan kurban. Hal yang sama juga menimpa siapa saja— termasuk orang baik, orang berdosa, orang yang berani bersumpah untuk memberikan sesuatu kepada Allah, dan orang yang takut bersumpah.
ECC 9:3 Hal ini memang tidak adil dan sangat menyedihkan: Nasib yang sama menimpa setiap orang! Selama hidup di dunia ini, hati dan pikiran manusia penuh dengan kejahatan dan kebebalan, bahkan sampai mereka mati.
ECC 9:4 Tetapi selama kita hidup, kita masih memiliki harapan. Keadaan kita boleh diibaratkan seperti ini: Lebih baik seekor anjing yang masih hidup daripada singa yang sudah mati.
ECC 9:5 Karena kita yang hidup tahu bahwa kita akan mati. Tetapi mereka yang sudah mati tidak tahu apa-apa. Mereka tidak dapat memperoleh apa-apa lagi, bahkan tak ada lagi yang mengenang mereka.
ECC 9:6 Kasih sayang, kebencian, dan iri hati yang mereka rasakan selama masih hidup, semuanya lenyap dengan kematian mereka. Untuk selama-lamanya mereka tidak bisa lagi terlibat dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang hidup di dunia ini.
ECC 9:7 Jadi nikmatilah makananmu dan anggurmu selama masih hidup, karena hal itu berkenan kepada Allah.
ECC 9:8 Biarlah kamu selalu memakai pakaian yang indah dan wajahmu selalu ceria.
ECC 9:9 Nikmatilah hidup dengan istrimu, yang kamu cintai. Itulah upah yang Allah berikan atas segala jerih lelahmu selama hidup yang singkat dan sia-sia di dunia ini.
ECC 9:10 Apa pun yang kamu temukan untuk dikerjakan, kerjakanlah dengan sekuat tenaga, karena ketika kamu sudah masuk liang kubur, tidak ada lagi yang bisa kamu kerjakan maupun rencanakan. Di liang kubur tidak ada pengetahuan atau kebijaksanaan.
ECC 9:11 Aku juga memperhatikan hal-hal ini dalam hidupku di dunia ini: Orang yang mampu berlari paling cepat tidak selalu memenangkan perlombaan. Prajurit terkuat tidak selalu memenangkan pertempuran. Bahkan orang bijak bisa mengalami kelaparan. Orang yang pintar tidak selalu berhasil menjadi kaya. Dan orang yang memiliki pengetahuan tidak selalu sukses. Karena secara kebetulan siapa saja bisa mengalami kemalangan atau keberhasilan.
ECC 9:12 Seperti ikan dan burung yang tiba-tiba terperangkap dalam jala atau jerat, demikian juga tidak seorang pun yang tahu kapan dia akan ditimpa malapetaka.
ECC 9:13 Aku juga melihat contoh yang aku anggap penting tentang bagaimana kebijaksanaan dihargai di dunia ini.
ECC 9:14 Ada sebuah kota kecil yang jumlah penduduknya sedikit. Pada suatu hari datanglah seorang raja terkenal yang ingin menguasai kota tersebut. Raja itu menyuruh pasukannya menyerang dan mengepung kota itu untuk menerobos masuk.
ECC 9:15 Di kota itu ada seorang miskin yang bijak. Melalui kebijaksanaannya, dia menyelamatkan kota itu. Tetapi sesudah kejadian itu berlalu, penduduk kota melupakan dia dan tidak menghormatinya.
ECC 9:16 Meski begitu, aku berpendapat bahwa lebih baik jika kamu memiliki kebijaksanaan daripada kekuatan. Tetapi bila kamu miskin, kamu akan dipandang rendah dan perkataanmu yang bijak tidak diperhatikan.
ECC 9:17 Lebih baik mendengarkan kata-kata yang disampaikan dengan suara lembut oleh orang bijaksana daripada teriakan seorang penguasa di antara kumpulan orang bebal.
ECC 9:18 Kuasa orang bijaksana lebih besar daripada kekuatan peralatan perang. Tetapi melibatkan satu orang bebal saja bisa merusakkan banyak kemajuan.
ECC 10:1 Sebagaimana satu bangkai lalat dapat menyebabkan seluruh minyak wangi dalam botol berbau busuk, demikian juga sedikit kebebalan dapat menghilangkan kebijaksanaan dan kehormatan.
ECC 10:2 Pikiran orang bijak memimpinnya untuk melakukan hal yang benar, sedangkan pikiran orang bebal memimpinnya untuk melakukan hal yang jahat.
ECC 10:3 Kebebalan seseorang terlihat dari cara hidupnya. Biarpun belum kenal, orang bisa berkata, “Dia itu orang bebal!”
ECC 10:4 Ketika seorang pemimpin marah kepadamu, tetaplah tenang dan jangan berhenti mengerjakan tugasmu. Kalau kamu tetap tenang, dia bisa memaafkan meskipun kesalahanmu besar.
ECC 10:5 Ada lagi hal menyedihkan yang sudah aku perhatikan di dunia ini, yaitu kesalahan yang dilakukan penguasa:
ECC 10:6 Orang bebal ditempatkan pada posisi yang tinggi, sedangkan orang kaya ditempatkan pada posisi yang rendah.
ECC 10:7 Demikian juga aku pernah memperhatikan para budak menunggangi kuda, sedangkan para pembesar berjalan kaki seperti budak.
ECC 10:8 Hati-hatilah ketika menggali lubang, supaya jangan kamu jatuh ke dalamnya. Hati-hatilah ketika kamu membongkar pagar batu. Jangan sampai ular yang bersembunyi di situ menggigitmu.
ECC 10:9 Hati-hatilah ketika kamu bekerja di tambang. Jangan sampai tertimpa batu yang jatuh. Dan hati-hatilah waktu kamu membelah kayu, karena kapak bisa melukai dirimu.
ECC 10:10 Sangat bodoh kalau kamu bekerja dengan parang yang tumpul! Asahlah terlebih dulu, supaya kamu tidak bersusah payah saat memotong sesuatu. Begitu juga dengan kehidupan: Selalu lebih baik bekerja dengan bijaksana supaya kamu berhasil.
ECC 10:11 Apabila kamu seorang pawang ular, semua kerja kerasmu akan sia-sia kalau membiarkan ular itu menggigitmu sebelum kamu menjinakkannya.
ECC 10:12 Perkataan orang bijak mendatangkan kehormatan baginya, tetapi ketika orang bebal membuka mulut, dia hanya mencelakakan dirinya sendiri.
ECC 10:13 Ucapannya dimulai dengan kebodohan. Semakin lama dia berbicara, semakin seperti orang gila.
ECC 10:14 Tetapi dia terus saja bicara. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Siapa di antara manusia yang tahu pasti tentang masa yang akan datang?
ECC 10:15 Orang bebal cepat merasa lelah karena bekerja tanpa berpikir panjang. Maka orang-orang bergurau, “Lihat! Dia bahkan tidak tahu jalan pulang!”
ECC 10:16 Sebuah kerajaan menghadapi banyak masalah ketika rajanya seorang kanak-kanak dan para pejabatnya berpesta sepanjang malam sampai pagi.
ECC 10:17 Tetapi diberkatilah kerajaan yang rajanya berwibawa, yang para pemimpinnya makan pada waktu yang seharusnya, dapat menguasai diri, dan tidak mabuk.
ECC 10:18 Seorang pemalas tidak mau memperbaiki atap rumahnya yang bocor— sekecil apa pun, hingga lama-kelamaan seluruh atap rumahnya runtuh karena lapuk.
ECC 10:19 Selagi ada uang, seseorang bisa menyediakan makanan dan anggur untuk menyenangkan para tamu undangannya.
ECC 10:20 Jangan menjelekkan raja atau orang kaya sama sekali! Baik secara pribadi di dalam kamar tidurmu maupun hanya di dalam hatimu, jangan! Karena pendapatmu bisa sampai kepadanya, seolah-olah lantai dan dinding pun bertelinga.
ECC 11:1 Juallah hasil panenmu ke negeri asing, karena sesudah beberapa waktu, kamu akan menerima keuntungannya.
ECC 11:2 Bagilah penghasilanmu dalam berbagai usaha, karena kamu tidak tahu bencana apa yang akan terjadi.
ECC 11:3 Apabila melihat awan gelap dan tebal, jangan heran kalau hujan turun. Ke arah mana pun pohon tumbang, di sanalah pohon itu tetap tergeletak.
ECC 11:4 Namun jangan terlalu dipengaruhi oleh situasi, karena kalau kamu selalu menunggu sampai angin dan cuaca menjadi sempurna, kamu tidak akan pernah menabur benih dan tidak akan memanen hasilnya.
ECC 11:5 Sebagaimana kamu tidak bisa menebak arah angin akan bertiup, atau mengerti bagaimana tubuh seorang bayi terbentuk di dalam rahim ibunya, demikianlah kamu tidak dapat mengerti berbagai pekerjaan Allah, Pencipta segala sesuatu.
ECC 11:6 Taburlah benihmu di pagi hari dan lakukanlah berbagai usaha yang lain sampai waktunya tidur di malam hari. Karena kamu tidak tahu usaha mana yang akan berhasil— atau malah semuanya akan berhasil dengan baik.
ECC 11:7 Alangkah bahagianya melihat cahaya matahari di pagi hari. Senang sekali rasanya bisa hidup.
ECC 11:8 Namun ingatlah bahwa suatu hari kamu akan mati, dan masa dalam kematian itu jauh lebih lama dibandingkan hidup di dunia ini. Maka kalau kamu diberi umur panjang, bersyukurlah dan nikmatilah setiap hari, sebab apa yang terjadi sesudah kematian masih misteri.
ECC 11:9 Hai anak muda, bersenang-senanglah selama kamu masih muda! Lakukanlah apa pun keinginan hatimu. Tetapi ingatlah bahwa kelak kamu harus bertanggung jawab kepada Allah atas semua yang kamu perbuat.
ECC 11:10 Usirlah rasa kuatir dari hatimu, karena kamu masih sehat. Tetapi ingat, masa mudamu akan cepat berlalu. Semuanya sia-sia!
ECC 12:1 Ingatlah Penciptamu pada masa mudamu, sebelum kamu menjadi tua dan hidupmu susah hingga kamu berkata, “Aku tidak bisa lagi menikmati kesenangan hidup ini.”
ECC 12:2 Karena waktu kamu tua, sudah terlambat untuk melakukan kehendak Penciptamu. Pada waktu itu matamu begitu kabur sehingga tidak lagi bisa melihat bintang dan bulan. Dan siang tak lagi terlihat terang— tetapi seperti langit yang selalu tertutup awan gelap.
ECC 12:3 Tangan dan kaki yang dulu kuat akan gemetar. Dulu kamu berdiri tegak, tetapi nanti tulang belakangmu akan menjadi bengkok. Gigimu dulu lengkap, tetapi nanti gigimu akan habis hingga kamu sulit makan. Waktu itu matamu masih melihat, tetapi seperti bayangan saja.
ECC 12:4 Waktu masih muda, kamu dapat membedakan bunyi-bunyian di luar pintu rumahmu, bunyi pembantu yang menggiling gandum, dan suara-suara burung. Tetapi sesudah tua, telingamu tidak bisa membedakan bunyi lagi, dan sebelum burung kecil mulai berkicau di waktu fajar, kamu sudah terbangun.
ECC 12:5 Pada waktu kamu tua, kamu akan takut naik tangga ataupun berjalan di tempat yang rata. Rambutmu akan menjadi putih seperti salju. Seperti belalang tua yang tidak bisa melompat lagi, demikianlah kamu pada masa tuamu nanti. Pada waktu itu obat untuk membangkitkan hasrat berahi pun tidak ampuh lagi. Akhirnya kamu meninggal dan pergi ke tempatmu yang kekal, dan teman-teman di kotamu akan meratap.
ECC 12:6 Ingatlah pada Penciptamu sebelum hidupmu berakhir— bagaikan tali kalung perak halus yang patah, atau mangkuk emas yang diremukkan. Selesailah segala kegiatan hidupmu— bagaikan pompa air sumur yang rusak total. Tubuhmu hancur— seperti bejana tanah liat yang diremukkan.
ECC 12:7 Lalu tubuhmu yang berasal dari tanah akan kembali menjadi tanah seperti semula, dan nafas kehidupanmu akan kembali kepada Allah yang memberikannya kepadamu.
ECC 12:8 Jadi, sebagai penasihat yang menulis semua ini, aku berkata: Segala sesuatu dalam hidup ini sia-sia saja! Sangat sia-sia!
ECC 12:9 Aku sebagai penasihat sudah berusaha menjadi guru yang bijak agar dapat mengajarkan pengetahuan kepada orang lain dengan cara yang jujur dan benar. Aku juga menyelidiki pepatah-pepatah yang sudah ada, membuat pepatahku sendiri, dan menyusunnya menjadi kumpulan pepatah yang indah didengar.
ECC 12:11 Ajaran orang-orang bijak bagaikan tongkat seorang gembala yang dipakainya untuk membimbing dan mengarahkan domba-dombanya. Biarlah setiap pepatah yang aku berikan, sebagai penasihat dan gembala, tertanam dalam pikiran setiap pelajar dan mengarahkan mereka untuk hidup benar.
ECC 12:12 Hai anakku, pelajarilah kumpulan nasihat yang aku ajarkan ini, tetapi hati-hatilah terhadap buku nasihat dari penulis lain. Orang-orang akan terus menulis buku. Terlalu banyak belajar dari buku-buku hanya membuatmu kelelahan.
ECC 12:13 Sesudah mengetahui semua itu, inilah kesimpulannya: Takut dan hormatlah kepada Allah, dan taatilah segala perintah-Nya! Itulah kewajiban kita yang utama.
ECC 12:14 Sebab Allah akan menghakimi segala perbuatan kita— yang baik maupun buruk, bahkan yang tersembunyi.
ISA 1:1 Saya Yesaya anak Amos. Pada masa pemerintahan Raja Uzia, Yotam, Ahas, dan Hiskia di kerajaan Yehuda, saya menerima berbagai nubuatan dari TUHAN tentang kerajaan Yehuda dan ibukotanya, Yerusalem. Inilah catatan nubuat-nubuat itu.
ISA 1:2 Biarlah langit dan bumi menjadi saksi bahwa TUHAN telah berkata: Umat-Ku adalah seperti anak-Ku sendiri, anak-anak yang selama ini Aku pelihara. Tetapi anak yang sudah Aku besarkan itu sekarang telah memberontak terhadap-Ku!
ISA 1:3 Sapi saja bisa mengenali pemiliknya, dan keledai bisa pulang ke kandang majikannya. Namun kalian, hai bangsa Israel, tidak mengerti dan tidak mengenali Allahmu.
ISA 1:4 Oh Israel, sungguh, kalian bangsa yang penuh dosa, umat yang bejat, rakyat yang bengkok serong dan jahat! Kalian sudah berpaling dari TUHAN. Kalian mendurhaka terhadap Yang Mahakudus Allah Israel dan meninggalkan Dia sepenuhnya.
ISA 1:5 Mengapa kalian terus memberontak? Apa kalian mau dihukum lebih berat lagi? Padahal bangsa kita sudah merana seperti orang yang seluruh kepalanya penuh luka dan segenap hatinya sudah remuk.
ISA 1:6 Bangsa kita seperti orang yang babak belur dari ujung kepala hingga ujung kaki. Semuanya penuh dengan memar, bengkak, dan luka menganga, yang bahkan belum dibersihkan, dibalut, apalagi diobati.
ISA 1:7 Hai umat Israel, negeri kita sudah hancur! Kota-kota kita terbakar habis. Di depan matamu sendiri, bangsa asing merampas tanah kita dan memporak-porandakannya. Sekarang negeri kita tinggal puing-puing.
ISA 1:8 Yang tersisa hanyalah Yerusalem, yang kini dikepung dan tidak berdaya, berdiri sendirian seperti pondok di kebun anggur atau gubuk di ladang mentimun.
ISA 1:9 TUHAN Panglima Semesta hanya mengizinkan sebagian kecil dari bangsa kita diselamatkan. Kalau tidak begitu, kita semua akan dibinasakan seperti penduduk Sodom, dan bernasib sama seperti penduduk Gomora.
ISA 1:10 Hai penduduk Yerusalem, baik penguasa maupun rakyat! Kalian sama bejatnya seperti orang Sodom dan Gomora. Sekarang dengar dan perhatikanlah apa yang TUHAN katakan:
ISA 1:11 Percuma saja kalian mempersembahkan kurban banyak-banyak! Aku sudah muak melihat kurban domba jantan yang kalian bakar habis, lemak binatang yang tebal-tebal, juga darah sapi, anak domba, ataupun kambing jantan. Semuanya itu tidak Aku sukai.
ISA 1:12 Saat kalian datang beribadah kepada-Ku, Aku tidak pernah memintamu untuk membawa barisan hewan yang menginjak-injak halaman tempat suci-Ku!
ISA 1:13 Omong kosong saja kalian memberi persembahan, tetapi kelakuanmu busuk. Bau dupamu membuat-Ku mual. Juga saat kalian berkumpul merayakan bulan baru, hari Sabat, atau hari raya lainnya, Aku jijik melihat kerumunan orang jahat seperti kalian!
ISA 1:14 Aku benci perayaan bulan baru dan hari-hari raya yang kalian adakan. Semuanya itu bagi-Ku seperti beban berat. Aku tidak tahan lagi menanggungnya.
ISA 1:15 Waktu kalian menengadahkan tangan dan berdoa, Aku tidak sudi melihatmu. Bahkan sepanjang apa pun doa-doamu, Aku tidak akan mendengarnya karena tanganmu ternoda oleh darah orang-orang yang kalian bunuh.
ISA 1:16 Bertobatlah! Bersihkan dirimu! Aku tidak ingin melihat kalian berbuat jahat lagi. Berhentilah melakukan yang salah
ISA 1:17 dan belajarlah melakukan yang benar. Tegakkan keadilan. Hentikan penindasan. Belalah hak anak-anak yatim dan para janda.
ISA 1:18 TUHAN berkata: Marilah, kita selesaikan masalah di antara kita. Sekalipun dosamu begitu mengerikan seperti merahnya darah, Aku mau menyucikanmu. Aku akan menjadikanmu seputih awan dan bulu domba.
ISA 1:19 Bila kalian mau taat kepada-Ku, kalian akan menikmati hasil yang baik dari tanah ini.
ISA 1:20 Tetapi jika kalian menolak taat dan malah memberontak terhadap-Ku, kalian akan dihabisi oleh musuh. Aku, TUHAN, sudah menegaskannya.
ISA 1:21 Oh Yerusalem, penduduknya yang dahulu setia menyembah TUHAN, sekarang memuja dewa-dewa. Kalian bagaikan istri yang awalnya setia tetapi kemudian menjadi pelacur! Rakyat Yerusalem yang dahulu hidup adil dan saleh sekarang telah menjadi pembunuh.
ISA 1:22 Kalian sudah kotor dan tercemar, bagaikan perak yang tidak murni, bagaikan minuman anggur bercampur air.
ISA 1:23 Oh rakyat Yerusalem, para pemimpin kalian membangkang dari hukum TUHAN. Mereka bekerja sama dengan para pencuri. Semuanya menerima suap dan mengejar sogokan. Mereka tidak membela hak anak yatim ataupun memberi keadilan bagi para janda.
ISA 1:24 Karena itu, TUHAN Panglima Semesta, Penguasa Israel yang Mahakuat, berkata: Hai kalian yang sengaja menjadi musuh dan lawan-Ku, Aku akan membalas perbuatan kalian.
ISA 1:25 Aku akan bertindak terhadap penduduk Yerusalem. Aku akan memurnikan kalian seperti tukang logam memurnikan perak. Dengan begitu, Aku menyingkirkan semua kotoran yang ada padamu.
ISA 1:26 Lalu Aku akan mengembalikan keadaan Yerusalem seperti semula, yaitu dipimpin oleh para pemerintah dan penasihat yang bertindak adil. Pada waktu itu, Yerusalem akan dikenal sebagai kota yang penduduknya adil dan setia.
ISA 1:27 Hai penduduk Yerusalem, bila kalian bertobat, bila kalian melakukan yang benar dan adil, TUHAN akan membebaskan kalian dari kuasa musuh.
ISA 1:28 Tetapi para pemberontak, yaitu orang-orang yang terus berdosa dan meninggalkan TUHAN, akan Dia hancurkan sampai habis binasa.
ISA 1:29 Hai pemberontak, kalian akan sangat terhina dan mendapat malu karena kalian memilih untuk menyembah berhala di bawah pohon-pohon keramat dan di taman-taman pemujaan dewa.
ISA 1:30 Tetapi sebagai hukuman atas pengkhianatanmu itu, TUHAN akan menjadikan Israel layu dan sekarat bagaikan pohon yang gundul atau seperti taman yang gersang kekurangan air.
ISA 1:31 Orang-orang yang kuat di antara kalian pun akan mengering seperti jerami, sementara perbuatan-perbuatan dosamu bagaikan percikan api. Ketika percikan api menyambar jerami, semuanya akan berkobar. Demikianlah kalian akan terbakar dalam perbuatan dosamu tanpa ada yang memadamkannya.
ISA 2:1 Inilah nubuatan dari TUHAN yang saya terima tentang Yehuda dan Yerusalem:
ISA 2:2 Suatu hari nanti, Bukit Sion, tempat rumah TUHAN berdiri, akan menjadi kokoh dan luhur melebihi semua bukit dan gunung di bumi. Sion akan dibanjiri oleh lautan manusia dari segala bangsa.
ISA 2:3 Banyak orang berduyun-duyun datang ke sana sambil berkata, “Marilah kita mendaki ke bukit TUHAN, ke rumah Allahnya Yakub, untuk mendengar pengajaran tentang kehendak-Nya agar hidup kita sesuai dengan jalan-Nya. Karena dari Sionlah, yaitu Yerusalem, berasal firman TUHAN dan segala hukum-Nya.”
ISA 2:4 TUHAN adalah hakim yang akan mengadili segala persoalan di antara bangsa-bangsa sehingga tidak ada lagi peperangan di bumi. Pedang dan tombak tak akan mereka perlukan lagi. Senjata-senjata akan mereka ubah menjadi pisau bajak dan pemotong rumput.
ISA 2:5 Karena itu, hai keturunan Yakub, marilah kita hidup mengikuti tuntunan terang TUHAN, yaitu petunjuk-petunjuk hukum-Nya.
ISA 2:6 Ya TUHAN, Engkau sudah meninggalkan umat-Mu, keturunan Yakub! Karena bangsa ini mengandalkan perdukunan seperti bangsa-bangsa di timur. Mereka mempercayai ramalan seperti bangsa Filistin dan bersekutu dengan orang-orang asing.
ISA 2:7 Bangsa Israel juga mengandalkan kekayaan. Di mana-mana mereka mengumpulkan harta. Jumlah emas perak mereka tak terhitung banyaknya. Dalam peperangan, Israel mengandalkan kekuatan jasmani. Di mana-mana mereka mengumpulkan kuda. Jumlah kereta perang mereka tak terhitung banyaknya.
ISA 2:8 Israel bahkan mengandalkan dewa-dewa! Di mana-mana mereka menyimpan patung berhala. Mereka menyembah benda mati buatan tangan sendiri.
ISA 2:9 Karena itu, semua orang akan direndahkan dan dipermalukan. Oh TUHAN, jangan ampuni mereka.
ISA 2:10 Ketahuilah, hai orang-orang sombong! Suatu hari nanti TUHAN akan datang dengan murka yang mengerikan dan semarak-Nya yang menakjubkan. Saat itu kalian akan sangat ketakutan. Coba saja bersembunyi dari-Nya kalau bisa! Masuklah ke gua-gua batu dan lubang-lubang di tanah. Karena hari itu kalian yang sombong akan direndahkan. Kalian yang mengandalkan diri sendiri akan ditundukkan. Dan hanya TUHAN sajalah yang terbukti luhur.
ISA 2:12 TUHAN Panglima Semesta telah menetapkan satu hari untuk menjatuhkan hukuman terhadap semua orang sombong, yaitu kalian yang meninggikan diri dan merasa hebat. Sesungguhnya, kalian semua akan direndahkan,
ISA 2:13 meskipun kalian sekarang tinggi besar seperti pohon aras di Libanon dan pohon keramat di Basan,
ISA 2:14 meskipun kalian sekarang menjulang seperti gunung-gunung atau bukit-bukit,
ISA 2:15 meskipun kalian sekarang kuat seperti benteng dan menara-menaranya yang tinggi,
ISA 2:16 dan meskipun kalian sekarang kaya raya, seperti kapal-kapal dari Tarsis yang besar dan indah.
ISA 2:17 Pada waktu itu kalian akan direndahkan. Kalian yang sombong dan mengandalkan diri sendiri akan ditundukkan. Hanya TUHAN sajalah yang terbukti luhur,
ISA 2:18 sedangkan berhala-berhala akan dilenyapkan.
ISA 2:19 Ketika TUHAN bertindak menghukum dunia, Dia akan datang dengan murka yang mengerikan dan semarak-Nya yang menakjubkan. Saat itu, kalian orang sombong akan sangat ketakutan, sampai kalian masuk ke gua-gua batu dan lubang-lubang di tanah, berharap dapat bersembunyi dari murka-Nya.
ISA 2:20 Pada waktu itu, kalian akan sadar bahwa berhala buatanmu sendiri tidaklah berguna. Maka kalian akan mencampakkan patung-patung emas dan perakmu itu ke timbunan sampah yang kotor dan najis tempat tikus dan kecoa berkeliaran!
ISA 2:21 Ya, ketika TUHAN bertindak menghukum dunia, Dia akan datang dengan murka yang mengerikan dan semarak-Nya yang menakjubkan. Saat itu, kalian akan sangat ketakutan sampai kalian masuk ke gua-gua batu dan celah-celah tebing, berharap dapat bersembunyi dari-Nya.
ISA 2:22 Maka sekarang berhentilah mengandalkan manusia, sebab manusia hanya makhluk fana yang akan mati. Sesungguhnya manusia tak dapat berbuat apa-apa.
ISA 3:1 Perhatikanlah, TUHAN Panglima Semesta akan mengambil segala sesuatu yang menopang kehidupan bangsa Yehuda dan Yerusalem, ibukotanya, yaitu seluruh persediaan air dan makanan,
ISA 3:2 juga semua orang yang kalian andalkan: pahlawan perang dan prajurit, hakim dan nabi, peramal, tua-tua,
ISA 3:3 pemimpin militer dan pejabat, penasihat raja, juga dukun dan tukang sihir.
ISA 3:4 Sebagai gantinya, TUHAN akan mengacaukan masyarakat Yehuda dengan memberi kalian para pemimpin yang kekanak-kanakan, yang tidak berpengalaman dan tidak mampu memimpin.
ISA 3:5 Rakyat akan saling menindas satu sama lain tak peduli kawan maupun tetangga. Di mana-mana tidak ada lagi rasa hormat: Yang muda menghina yang tua, bawahan menghina atasan.
ISA 3:6 Nanti sesudah bencana perang, keadaanmu akan begitu melarat hingga kalian berusaha mencari pemimpin yang cakap. Setiap orang akan memohon kepada saudaranya sendiri, “Kamu masih punya pakaian bagus. Jadilah pemimpin kami. Peganglah kuasa atas tanah kita yang tinggal puing-puing ini.”
ISA 3:7 Tetapi dia akan menjawab, “Aku tidak bisa membantumu. Aku sendiri juga kekurangan makanan dan pakaian. Jangan menjadikan aku pemimpin kalian.”
ISA 3:8 Ya, hampir tiba saatnya Yerusalem runtuh! Kerajaan Yehuda akan jatuh! Karena perkataan dan perbuatan kalian melawan TUHAN. Kalian menyepelekan kehormatan-Nya.
ISA 3:9 Wajah-wajahmu pun menyorotkan kejahatan. Seperti orang Sodom, kalian memamerkan dosa dan melakukannya dengan terang-terangan. Sungguh celaka orang Yehuda dan Yerusalem! Karena tingkah laku kalian sudah mendatangkan malapetaka pada dirimu sendiri.
ISA 3:10 Tetapi TUHAN ingin pesan ini disampaikan kepada orang-orang saleh, “Keadaan kalian akan lebih baik daripada yang lainnya, sebab kalian pasti menikmati upah atas perbuatan baikmu.”
ISA 3:11 Tetapi celakalah orang jahat! Keadaan mereka akan lebih buruk, sebab perbuatan jahat mereka pasti dibalaskan menimpa mereka sendiri.
ISA 3:12 Oh bangsaku, kalian ditindas oleh pemimpin-pemimpin yang kekanak-kanakan, bahkan ada perempuan memegang kekuasaan. Oh umat-Ku, orang-orang yang memimpin kalian justru menyesatkan sehingga kalian melangkah di jalan yang salah.
ISA 3:13 Namun, TUHAN sudah siap menuntut. Dia bangkit untuk menghakimi umat-Nya.
ISA 3:14 TUHAN akan mengadili para tua-tua dan pemimpin bangsa ini dengan berkata: Umat-Ku ibarat kebun anggur-Ku, dan kalian pengelolanya. Tetapi kalian malah menjarah kebun anggur-Ku itu. Kalian memperkaya diri dengan merampas hak orang-orang miskin.
ISA 3:15 Keterlaluan sekali perbuatan kalian menindas umat-Ku dan memeras kaum miskin! Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegaskannya.
ISA 3:16 Lagi TUHAN berkata: Penduduk Sion adalah orang-orang sombong, bagaikan perempuan angkuh yang berjalan dengan dagu terangkat, pinggul berlenggak-lenggok, dan bermain mata kian kemari dengan gelang-gelang bergemerincing di kakinya.
ISA 3:17 Karena itu Aku, Penguasa mereka, akan merendahkan Sion. Aku, TUHAN, akan membuat mereka dipermalukan seperti perempuan yang kepalanya penuh luka borok dan menjadi botak.
ISA 3:18 Pada waktu itu, Aku akan mengambil segala sesuatu yang mereka banggakan, seperti perempuan dirampas semua perhiasannya: Gelang kaki, ikat kepala, kalung,
ISA 3:19 anting-anting, gelang tangan, cadar,
ISA 3:20 kerudung, tali pinggang, minyak wangi, dan jimat-jimat,
ISA 3:21 juga cincin, anting-anting hidung,
ISA 3:22 jubah yang bagus-bagus, pakaian pesta, selendang, tas,
ISA 3:23 cermin, sapu tangan, syal, dan hiasan-hiasan kepala.
ISA 3:24 Mereka yang biasanya berharumkan minyak wangi akan berbau busuk. Mereka yang tadinya berikat pinggang indah akan diikat dengan tali sebagai tawanan. Rambut yang biasanya berhias rupawan akan menjadi gundul. Mereka yang dulunya berpakaian bagus akan mengenakan kain karung. Kecantikan mereka akan berubah menjadi aib dan cacat!
ISA 3:25 Para lelaki Yerusalem akan dibunuh dan tentara-tentaranya tewas dalam perang.
ISA 3:26 Di gerbang-gerbang kota, meratap orang-orang yang tersisa. Kota itu akan ditinggalkan kosong bagai perempuan duduk terpuruk sendirian di tanah.
ISA 4:1 Pada waktu itu, banyak laki-laki terbunuh dalam perang sehingga istri mereka menjadi janda. Mereka tidak punya kepala keluarga sampai-sampai tujuh perempuan akan mengerumuni satu laki-laki dan memaksa dia, “Ambillah kami sebagai istrimu. Kami akan mencari nafkah sendiri. Hanya biarlah kami disebut sebagai istrimu agar kami tidak menanggung aib sebagai janda.”
ISA 4:2 Suatu hari nanti, TUHAN akan membuat tanah Israel subur kembali sehingga negeri ini indah dan permai. Tanah akan memberikan hasil yang membanggakan bagi segelintir umat yang tersisa, yaitu yang selamat.
ISA 4:3 Setiap orang yang tertinggal di Yerusalem, yaitu mereka yang tercatat untuk tetap hidup, akan menjadi umat-Nya yang kudus.
ISA 4:4 Kelak TUHAN akan membersihkan Sion dari aib dan menghapus noda darah Yerusalem akibat kejahatan penduduknya dahulu. Dengan kuasa-Nya yang adil, Dia memberikan hukuman seperti api memurnikan logam. Demikianlah sang Penguasa menyucikan umat-Nya.
ISA 4:5 Sesudah itu TUHAN akan menaungi Sion dan seluruh penduduknya dengan kemuliaan-Nya, yang tampak seperti awan di waktu siang dan nyala api di waktu malam.
ISA 4:6 Kota itu akan menjadi aman tenteram, seperti tempat berteduh dari teriknya matahari dan tempat berlindung dari derasnya hujan badai.
ISA 5:1 Aku hendak menyanyikan bagi sahabatku sebuah lagu tentang kebun anggurnya. Sahabatku memiliki kebun anggur di lereng bukit yang subur.
ISA 5:2 Dia menggali tanahnya dan membersihkannya dari batu. Dia menanaminya dengan bibit anggur terbaik. Dibangunnya menara pengawas, juga tempat pemerasan anggur di dalam kebun itu. Setelah semua yang dia lakukan bagi kebunnya, dia berharap kebun anggurnya itu menghasilkan buah yang manis, tetapi ternyata hanya anggur asam yang dihasilkannya!
ISA 5:3 Lalu kata sahabatku itu, “Hai penduduk Yerusalem dan Yehuda, pikirkanlah mana yang bersalah: Aku atau kebun anggurku?
ISA 5:4 Semua yang baik telah aku lakukan bagi kebunku itu. Tetapi ketika aku mencari buah yang manis, mengapa hanya anggur asam yang dihasilkannya?
ISA 5:5 Karena itu, ketahuilah apa yang akan aku lakukan terhadap kebunku itu: Aku akan mencabut pagarnya dan merobohkan temboknya sehingga diinjak-injak orang dan habis dimakan binatang liar.
ISA 5:6 Aku tidak akan memangkas dan mencangkulnya lagi, sehingga kebun itu ditumbuhi rumput liar berduri, seperti belantara yang tidak terawat. Aku juga akan memerintahkan awan agar jangan menurunkan hujan di sana.”
ISA 5:7 Pemilik kebun itu adalah TUHAN Panglima Semesta, dan kebun anggur-Nya adalah bangsa Israel. Kerajaan Yehuda ibarat tanaman-Nya yang pernah Dia sayangi. Di tengah bangsa itu, TUHAN menantikan keadilan, tetapi yang ada hanya pertumpahan darah. Dia mengharapkan cara hidup yang benar, tetapi yang ada hanya jeritan karena ketidakadilan!
ISA 5:8 Celakalah kalian, hai orang-orang kaya! Kalian mengambil rumah demi rumah, merebut ladang demi ladang, sampai tidak ada lagi tempat untuk orang lain dan hanya kalian sendiri yang tinggal di negeri itu.
ISA 5:9 Tetapi aku mendengar TUHAN Panglima Semesta bersumpah: Banyak rumah besar yang indah mewah akan menjadi sunyi sepi karena ditinggalkan dan tidak dihuni lagi.
ISA 5:10 Kebun anggur seluas sepuluh hektar hanya akan menghasilkan sepuluh liter air anggur, dan seratus kilogram benih hanya akan menghasilkan sepuluh kilogram gandum.
ISA 5:11 Jadi aku memperingatkan kalian, hai bangsaku: Celakalah kalian yang bangun pagi-pagi dan duduk sampai larut malam hanya untuk minum-minum dan mabuk-mabukan.
ISA 5:12 Kalian sibuk menikmati pesta-pesta meriah dengan harpa dan kecapi, seruling dan rebana, dan dengan air anggur yang melimpah. Tetapi kalian tidak pernah menyadari apalagi memikirkan perbuatan-perbuatan TUHAN!
ISA 5:13 Akibatnya, kalian akan dibawa pergi sebagai tawanan ke negeri asing, karena kalian bebal! Baik orang-orang besar maupun orang-orang kecil akan menderita kelaparan dan kehausan.
ISA 5:14 Hai para bangsawan dan segenap rakyat, lubang Syeol seakan sudah terbuka lebar siap menerima mayat-mayat kalian. Kalian akan turun ke dalamnya, dan saat itu padamlah segala keramaianmu, pesta poramu, juga semarakmu.
ISA 5:15 Setiap orang yang meninggikan diri akan direndahkan dan dipermalukan.
ISA 5:16 Tetapi TUHAN Panglima Semesta, Allah yang kudus, sangat terpuji karena Dia menegakkan keadilan. Dia terbukti kudus, karena perbuatan-perbuatan-Nya benar.
ISA 5:17 Sesudah TUHAN menjatuhkan hukuman, umat yang masih tersisa akan hidup di dalam runtuhan rumah-rumah yang dulunya besar dan indah. Mereka seperti domba dan kambing yang dibiarkan merumput di mana saja. Para pendatang akan mencari makan di reruntuhan kotamu seperti domba yang bebas merumput kapan saja mereka mau.
ISA 5:18 Celakalah kalian para pecinta dosa! Beban apa yang kamu tarik itu? Tampaknya bagai gerobak yang penuh dengan muatan dosamu. Dan setiap kali kamu menipu, semakin eratlah talinya yang mengikat beban itu ke badanmu.
ISA 5:19 Kalian bahkan menantang Yang Mahakudus Allah Israel dengan berkata, “Kalau memang dia akan bertindak, coba tunjukkan segera! Mana buktinya? Cepatlah! Nyatanya sampai sekarang kami tidak melihat apa-apa!”
ISA 5:20 Celakalah kalian yang menganggap benar perbuatan jahat dan menganggap salah perbuatan baik. Kalian memutarbalikkan yang terang dengan yang gelap. Apa yang pahit kalian sebut manis, juga sebaliknya.
ISA 5:21 Celakalah kalian yang mengganggap dirimu bijaksana dan pandai.
ISA 5:22 Celakalah kalian yang hebat dalam bermabuk-mabukan. Kalian dengan sombong mengaku diri ‘juara minum’ dan ‘ahli mencampur minuman keras’!
ISA 5:23 Tetapi untuk minum, butuh uang! Jadi demi uang, kalian menerima sogokan dan membebaskan yang bersalah. Kalian tidak memberi keadilan bagi orang tak bersalah.
ISA 5:24 Oleh karena itu, ibarat jerami dan rumput kering hangus dimakan api, juga ibarat tanaman yang akarnya membusuk dan bunganya rontok beterbangan seperti debu, demikianlah kalian akan habis binasa karena kalian sudah menolak hukum dan pengajaran dari TUHAN Panglima Semesta, Yang Mahakudus Allah Israel.
ISA 5:25 Itulah sebabnya murka TUHAN berkobar kepada kalian dan Dia sudah siap menumpasmu. Murka-Nya mengerikan hingga gunung-gunung pun bergoncang. Kalian akan dikalahkan oleh musuh sampai mayat kalian berserakan di jalan seperti sampah. Setelah semuanya itu, murka TUHAN belum selesai. Dia masih akan bertindak lagi.
ISA 5:26 Bagaikan panglima perang mengangkat bendera dan bersuit memanggil pasukannya maju, demikianlah TUHAN akan memanggil bangsa-bangsa dari negeri jauh. Ketahuilah, mereka datang mendekat! Mereka akan tiba segera!
ISA 5:27 Pasukan mereka sigap dan tangkas. Tak ada yang lelah, tak ada yang tersandung, dan tidak ada yang tertidur. Mereka sudah siap berperang. Ikat pinggang dan tali sandal mereka terpasang erat.
ISA 5:28 Anak panah mereka tajam, dan busur mereka siap menembak. Kuku kuda-kuda mereka sekeras batu, dan roda kereta perang mereka berputar secepat angin topan.
ISA 5:29 Tentara mereka seganas singa. Seruan perangnya seperti raungan singa! Ya, seperti singa yang mengaum dan menerkam mangsa, begitulah mereka akan menyerukan pekik perang dan menerjang kalian tanpa ada yang sanggup menyelamatkan.
ISA 5:30 Pada hari mereka menyerbu, bunyi kedahsyatannya seperti deru lautan. Waktu mereka datang, di mana-mana hanya ada kegelapan dan kengerian, bahkan langit yang cerah pun menjadi sendu tertutup awan.
ISA 6:1 Dalam tahun kematian Raja Uzia, saya mendapat penglihatan. Saya melihat Sang Penguasa duduk di atas takhta yang menjulang tinggi sekali di dalam rumah-Nya. Dia mengenakan jubah yang sangat panjang, sampai bagian bawah jubah itu memenuhi rumah-Nya.
ISA 6:2 Malaikat-malaikat penjaga melayang-layang di atas-Nya. Mereka masing-masing mempunyai tiga pasang sayap: Sepasang untuk menutupi wajah, sepasang untuk menutupi kaki, dan sepasang lagi untuk terbang.
ISA 6:3 Mereka berseru berganti-gantian, “Kudus! Kudus! TUHAN Panglima Semesta adalah kudus! Kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi!”
ISA 6:4 Setiap kali mereka bersuara, rumah TUHAN bergetar sampai ke fondasinya. Rumah itu juga penuh dengan asap.
ISA 6:5 Lalu saya pun berkata, “Celaka aku! Matilah aku, karena sudah melihat Sang Raja, TUHAN Panglima Semesta, padahal aku ini orang berdosa. Mulutku penuh dengan dosa, dan aku tinggal di tengah bangsa yang mulutnya penuh dosa juga.”
ISA 6:6 Tetapi salah satu malaikat itu mengambil bara api dari mezbah di rumah TUHAN dengan tongkat penjepit, lalu terbang mendekati saya.
ISA 6:7 Dia menempelkan bara itu ke bibir saya dan berkata, “Sekarang bibirmu sudah disentuh oleh bara ini. Artinya seluruh kesalahanmu sudah dihapuskan dan dosamu sudah diampuni.”
ISA 6:8 Lalu saya mendengar Sang Penguasa berkata, “Siapakah yang akan Aku utus untuk menjadi pembawa berita dari Kami?” Maka saya menjawab, “Ini aku. Utuslah aku!”
ISA 6:9 Dia pun berkata: Pergilah dan sampaikan kepada umat-Ku, “Biarpun kalian mendengar pesan-pesan TUHAN dengan baik, kalian tidak akan mengerti. Biarpun kalian mengamati perbuatan-perbuatan TUHAN dengan baik, kalian tidak akan memahami maknanya.”
ISA 6:10 Biar saja bangsa ini mengeraskan hati. Biar saja kalian menutup mata dan telinga, tidak mau tahu dan tidak mau mendengar. Sebab seandainya kalian mendengar, mengetahui, dan memahami, tentu kalian mau berbalik kepada-Ku. Dan seandainya kalian mau berbalik kepada-Ku, tentu Aku akan memulihkan kalian.
ISA 6:11 Kemudian saya bertanya kepada-Nya, “Ya Penguasa, berapa lama mereka akan terus seperti itu?” Jawab-Nya: Sampai kota-kota mereka menjadi kosong ditinggalkan penduduk, rumah-rumah tidak lagi berpenghuni, dan seluruh negeri menjadi sunyi sepi.
ISA 6:12 Beritahukanlah demikian sampai Aku sudah menyingkirkan mereka jauh-jauh hingga seluruh daerah mereka terlantar.
ISA 6:13 Jikalau masih tersisa sepersepuluh penduduk di sana, mereka pun akan ditumpas lagi. Namun, keadaan mereka ibarat pohon besar yang tunggulnya tetap berdiri setelah ditebang. Artinya bangsa itu akan dibabat habis dan menyisakan hanya segelintir orang. Tetapi dari sedikit orang itu akan tumbuh kembali suatu umat yang kudus.
ISA 7:1 Waktu kerajaan Yehuda dipimpin oleh Raja Ahas anak Yotam, cucu Uzia, Raja Rezin dari Aram dan Raja Pekah anak Remalya dari Israel menggabungkan pasukan mereka untuk menyerang Yerusalem. Akan tetapi, rencana mereka gagal. Inilah yang terjadi:
ISA 7:2 Ahas, yang memerintah dari takhta Daud, menerima berita, “Kerajaan Aram dan kerajaan Israel sudah bersekutu.” Mendengar itu, Ahas dan rakyatnya gemetar ketakutan. Hati mereka terguncang, seperti pepohonan di hutan yang diguncangkan angin ribut.
ISA 7:3 Lalu TUHAN berkata kepada saya, “Pergilah menemui Ahas bersama anakmu yang bernama Segelintir Pulang. Ahas berada di ujung saluran kolam air, di tepi jalan yang menuju ke lapangan tempat pencucian kerajinan kain wol.
ISA 7:4 Sampaikan kepadanya, ‘Kendalikan dirimu dan tenanglah. Jangan takut dan jangan gelisah karena Rezin dan Pekah. Mereka mengamuk dengan ganas, tetapi mereka berdua hanyalah seperti arang berasap yang sudah hampir padam.
ISA 7:5 Memang mereka menyusun rencana jahat terhadapmu
ISA 7:6 untuk menyerang dan menguasai Yehuda, lalu mengangkat anak Tabeel sebagai raja di Yehuda.
ISA 7:7 Tetapi Aku, Sang Penguasa, berkata: Rencana mereka tidak akan berhasil dan tidak akan terjadi.
ISA 7:8 Karena yang mengepalai negeri Aram hanyalah Rezin, dan yang mengepalai Israel hanyalah Pekah. Mereka bukan siapa-siapa, hanya manusia biasa. Dalam jangka waktu enam puluh lima tahun, Israel akan dihancurkan dan tak lagi berdiri sebagai satu kerajaan. Bila kamu tidak percaya dan bersandar kepada-Ku, kerajaanmu tidak akan bertahan.’”
ISA 7:10 Sekali lagi TUHAN memberikan kepada saya pesan untuk Ahas,
ISA 7:11 “Mintalah suatu tanda dari TUHAN Allahmu. Seajaib apa pun tanda yang kamu minta, baik dari dalam Syeol maupun dari atas langit, TUHAN akan mendatangkannya.”
ISA 7:12 Tetapi Ahas menjawab, “Saya tidak akan mencobai TUHAN dengan meminta tanda.”
ISA 7:13 Lalu saya berkata, “Kalau begitu, dengarlah baik-baik, hai keturunan Daud! Belum cukupkah engkau menyusahkan rakyatmu, sampai-sampai engkau mau menyusahkan Allahku juga?
ISA 7:14 Biarpun engkau tidak memintanya, Sang Penguasa akan menunjukkan kepadamu suatu tanda, dan inilah tandanya: Perempuan muda itu akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki. Lalu dia akan memberi nama anaknya itu Imanuel.
ISA 7:15 Ketika anak itu sudah cukup besar untuk bisa membedakan yang baik dan yang jahat, keadaan di negeri Yehuda masih susah, tetapi dia masih bisa menikmati madu dan hasil olahan susu.
ISA 7:16 Dan sebelum itu terjadi, negeri Aram dan Israel, yang rajanya kamu takuti, sudah dihancurkan dan hampir tidak berpenghuni.
ISA 7:17 “Tetapi kemudian TUHAN akan mendatangkan malapetaka yang sangat mengerikan kepadamu, keluargamu, dan seluruh bangsamu. Keadaan itu belum pernah terjadi sejak kerajaan Israel berpisah dari Yehuda. TUHAN akan mendatangkan pasukan raja Asyur untuk menyerangmu!
ISA 7:18 “Pada waktu itu, TUHAN seakan bersuit memanggil pasukan Mesir dan Asyur, sehingga mereka datang berbondong-bondong, seperti kawanan lalat dan lebah menyerbu.
ISA 7:19 Mereka akan menduduki negeri ini. Semua daerah akan penuh oleh mereka, bahkan sampai ke tempat-tempat yang jarang dijangkau manusia, seperti jurang-jurang yang curam, gua-gua di tebing batu, hingga padang rumput maupun padang semak-semak berduri.
ISA 7:20 Seperti pisau cukur memangkas habis rambut orang dari ujung kepala sampai ujung kaki, bahkan janggut yang adalah lambang kehormatan lelaki, demikianlah TUHAN akan memakai bangsa dari seberang sungai Efrat, yaitu Asyur, untuk memangkas habis kerajaanmu sehingga engkau dipermalukan.
ISA 7:21 “Penduduk negerimu yang tersisa akan begitu miskin sehingga tidak mungkin memelihara lebih dari seekor sapi dan dua ekor domba atau kambing.
ISA 7:22 Tetapi karena hewan-hewan mereka menghasilkan banyak susu, segelintir orang itu masih bisa menikmati hasil olahan susu dan madu.
ISA 7:23 “Sekarang, banyak kebun anggur luas yang memiliki seribu pohon dan menghasilkan panen senilai belasan kilogram perak. Tetapi kelak, pada masa susah yang segera terjadi, kebun-kebun itu akan menjadi tanah gersang yang ditumbuhi semak berduri.
ISA 7:24 Orang yang hendak berjalan ke mana pun harus membawa busur dan panah karena bahaya binatang liar, sebab negeri ini akan seperti belantara.
ISA 7:25 Kebun-kebun di perbukitan yang sekarang terawat nantinya akan terbengkalai. Semak duri akan menutupinya, dan hewan ternak dibiarkan berkeliaran di situ.”
ISA 8:1 Di lain waktu, TUHAN berkata kepada saya, “Ambillah sebuah batu tulis besar dan tuliskanlah dengan jelas, ‘Cepat menjarah tangkas merampas.’”
ISA 8:2 Maka saya menuliskannya, dengan disaksikan oleh Imam Uria dan Zakaria anak Yeberekya sebagai saksi mata, karena mereka orang jujur. Dengan begitu, di kemudian hari mereka bisa memberi kesaksian bahwa saya memang menulis demikian.
ISA 8:3 Beberapa waktu kemudian, istri saya mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu TUHAN berkata kepada saya, “Namailah anak itu Cepat Menjarah Tangkas Merampas,
ISA 8:4 karena sebelum anak itu bisa berbicara, bahkan belum bisa berkata, ‘Bapak’ atau ‘Ibu’, raja Asyur akan menjarah Damsyik, ibukota Aram, dan merampas kekayaan Samaria, ibukota Israel.”
ISA 8:5 Sekali lagi TUHAN berkata kepada saya,
ISA 8:6 “Karena umat Yehuda telah menolak air Siloah yang mengalir tenang, Aku akan memberi mereka arus sungai Efrat yang membanjir deras! Artinya: Karena Yehuda telah menolak didikan yang lemah lembut dan lebih suka mengandalkan raja Aram dan raja Israel, maka Aku, Sang Penguasa, akan mendatangkan hukuman yang dahsyat, yaitu serbuan raja Asyur dengan segenap kekuatan perangnya seperti gelora sungai besar yang meluap, menyapu lahan-lahan di pinggirnya.
ISA 8:8 Pasukan Asyur akan menerobos negeri Yehuda seperti banjir yang menerjang hingga setinggi leher.” Saya pun menjawab, “Tetapi TUHAN akan melindungi seluruh negeri Yehuda sampai ke sudut-sudutnya seperti induk burung menaungi anak-anaknya di bawah sayapnya. Ya, Allah bersama kita!”
ISA 8:9 Dengarlah, hai bangsa-bangsa yang datang dari jauh! Kalian akan dihancurkan! Kalian akan diremukkan! Silakan saja memakai perlengkapan perangmu dan maju menyerang, tetapi kalianlah yang akan kalah.
ISA 8:10 Silakan saja bersekutu melawan kami, tetapi semua itu tak akan berhasil. Silakan saja menyusun rencana, tetapi semua itu tak akan terlaksana, sebab Allah bersama kami!
ISA 8:11 TUHAN memperingatkan saya dengan tegas untuk tidak mengikuti cara pikir orang Yehuda. Dia berkata:
ISA 8:12 Janganlah kamu percaya ketika umat ini berkata, “Ada persekongkolan jahat!” Juga janganlah takut dan gentar terhadap apa pun yang mereka takuti.
ISA 8:13 Takut dan gentarlah hanya kepada-Ku, TUHAN Panglima Semesta. Akulah yang harus kamu hormati, sebab Aku kudus.
ISA 8:14 Bagimu Aku akan menjadi pelindung. Tetapi bagi kerajaan Israel dan Yehuda Aku akan menjadi seperti batu yang membuat mereka tersandung, dan batu besar yang membuat mereka jatuh. Aku akan membuat mereka celaka seperti orang kena perangkap.
ISA 8:15 Banyak dari mereka akan terbentur, terjungkal, terluka, dan terperosok ke dalam jerat. Mereka akan ditawan oleh musuh.
ISA 8:16 Hai kalian yang mendengarkan peringatan dalam nubuatan saya ini, catatlah dan simpanlah baik-baik.
ISA 8:17 TUHAN telah berpaling dari bangsa ini, dari keturunan Yakub, tetapi aku tetap berharap kepada-Nya dan terus menantikan Dia.
ISA 8:18 Ketahuilah, aku dan anak-anakku yang TUHAN berikan adalah tanda peringatan mengenai hal-hal dahsyat yang akan dilakukan di Israel oleh TUHAN Panglima Semesta yang bertakhta di Bukit Sion.
ISA 8:19 Karena itu, janganlah kalian mengikuti orang-orang yang berkata, “Mintalah petunjuk dari para pemanggil arwah dan tukang ramal yang berkomat-kamit membaca mantra.” Itu tidak masuk akal! Seharusnya kita meminta petunjuk hanya dari TUHAN. Tidak pantas orang yang masih hidup meminta petunjuk dari orang yang sudah mati.
ISA 8:20 Berpeganglah kepada pengajaran dan kesaksian TUHAN! Jika ada yang mengajarkan kepadamu hal-hal yang tidak sesuai dengan itu, sesungguhnya mereka berada dalam kegelapan.
ISA 8:21 Orang-orang seperti itu akan mengembara dari satu tempat ke tempat lain dengan tertekan dan kelaparan. Saat kelaparan, mereka mengamuk dan mengutuki raja, bahkan Allah. Namun, ke mana saja mereka memandang, baik ke langit di atas
ISA 8:22 maupun ke bumi di bawah, yang ada hanya kesesakan dan penderitaan, tekanan dan hidup yang suram. Lalu mereka pun tenggelam dalam kegelapan.
ISA 9:1 Akan tetapi, masa suram akan berakhir. Bangsa yang tersiksa itu tidak akan selamanya hidup menderita. Dahulu, TUHAN membuat Zebulon dan Naftali dipermalukan. Tetapi kelak, Dia akan membuat mereka dihormati. Wilayah mereka, yang terbentang di jalan menuju ke laut, di seberang sungai Yordan, yaitu wilayah Galilea yang ditempati bangsa-bangsa asing, akan memancarkan kemuliaan TUHAN.
ISA 9:2 Pada waktu itu, bangsa yang hidup dalam kegelapan di negeri yang kelam terancam kematian akan melihat cahaya terang! Cahaya itu akan bersinar bagi mereka.
ISA 9:3 Pada waktu itu, ya TUHAN, Engkau membahagiakan mereka dengan sukacita yang berlimpah-limpah. Mereka akan bergirang karena pertolongan-Mu. Alangkah besarnya kegembiraan itu nanti, seperti pesta panen raya, seperti tentara yang membagi-bagikan jarahan karena menang perang.
ISA 9:4 Karena Engkau sudah menghancurkan kuk penindasan dan mematahkan tongkat penjajahan yang membebani pundak mereka, seperti pada waktu Israel dibebaskan dari penjajahan Midian.
ISA 9:5 Pada waktu itu, setiap sepatu tempur yang pernah berderap di medan perang dan baju-baju besi yang berlumuran darah, semuanya akan dilempar ke dalam api. Tidak akan ada lagi perang, penderitaan, dan kematian.
ISA 9:6 Karena saat itu seorang anak laki-laki telah lahir bagi kita. Dia akan mengemban pemerintahan di atas bahunya. Dan gelarnya adalah: Penasihat Bijak, Pahlawan Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Pembawa Damai.
ISA 9:7 Pemerintahannya penuh damai dan tidak akan pernah berakhir. Dia akan lahir dari keturunan Raja Daud. Dengan tindakan-tindakan yang adil dan benar, dia akan meneruskan dan mengokohkan kerajaan Daud sampai selama-lamanya. Semua itu pasti terjadi, karena TUHAN Panglima Semesta telah membulatkan keputusan-Nya.
ISA 9:8 TUHAN sudah memberikan peringatan bagi Israel, bangsa keturunan Yakub, bahwa Dia akan menjatuhkan hukuman atas mereka. Dan peringatan-Nya itu pasti terjadi.
ISA 9:9 Seluruh penduduk kerajaan Israel dan kota Samaria akan mengalaminya, sebab mereka telah menyombongkan diri dengan berkata,
ISA 9:10 “Tembok kota kita sudah runtuh, tetapi kita bisa membangunnya lagi dengan batu yang lebih kuat! Semua rumah kita dari kayu biasa sudah dihancurkan, tetapi kita akan membangun lagi rumah dari kayu aras!”
ISA 9:11 Itulah sebabnya TUHAN menggerakkan musuh-musuh Israel untuk menyerang mereka. Dia akan mendatangkan Raja Rezin
ISA 9:12 beserta pasukan bangsa Aram dari sebelah timur, dan mengirimkan pasukan bangsa Filistin dari sebelah barat. Israel akan dihabisi oleh mereka seperti mangsa ditelan bulat-bulat. Setelah semua malapetaka itu, murka TUHAN belum selesai. Dia masih akan bertindak lagi.
ISA 9:13 Biarpun orang Israel dihajar sedemikian rupa, mereka tidak bertobat dan tidak berusaha mencari kehendak TUHAN Panglima Semesta yang telah menghukum mereka.
ISA 9:14 Itulah sebabnya, dengan sekali tebas, TUHAN akan menghabisi Israel, dari pohon-pohon palem yang indah hingga alang-alang yang rendah. Ya, dari kepala hingga ekor semuanya akan dihabisi.
ISA 9:15 Kepalanya yaitu para pemimpin dan pejabat yang bejat. Ekornya yaitu para nabi palsu yang memberikan ajaran sesat.
ISA 9:16 Karena para pemimpin bangsa ini menuntun rakyat ke jalan yang salah, sehingga mereka yang dipimpin sama-sama terjerumus lalu binasa.
ISA 9:17 Setiap orang berlaku serong dan jahat. Isi ucapan mereka hanyalah dosa. Karena itu TUHAN tidak berkenan kepada mereka semua, bahkan Dia tidak akan mengasihani para pemuda, anak yatim, dan janda. Setelah semua malapetaka itu, murka TUHAN belum selesai. Dia masih akan bertindak lagi.
ISA 9:18 Kejahatan mereka merajalela seperti api yang membakar semak berduri. Nyalanya berkobar-kobar seperti kebakaran hutan, dan asapnya tebal berkepul-kepul sampai ke langit.
ISA 9:19 Negeri itu hangus oleh murka TUHAN Panglima Semesta. Rakyatnya sendirilah yang mengobarkan murka itu, seperti ranting-ranting kering memperbesar api. Maka mereka akan saling membinasakan tanpa belas kasihan.
ISA 9:20 Di sana sini mereka berebut makanan, namun tidak ada yang kenyang. Setiap orang akan saling memangsa, bahkan kepada orang terdekatnya.
ISA 9:21 Suku Manasye menyerang Efraim. Suku Efraim menyerang Manasye. Dan bersama-sama mereka menyerang Yehuda. Setelah semua malapetaka itu, murka TUHAN belum selesai. Dia masih akan bertindak lagi.
ISA 10:1 Sungguh celaka para pejabat dan pembuat undang-undang! Kalian merancang hukum yang tidak adil dan merugikan kaum lemah,
ISA 10:2 untuk merampas dan merebut hak orang miskin, para janda, serta anak yatim. Kalian tidak memberikan hak hukum yang adil kepada orang kecil!
ISA 10:3 Ketika hari penghukuman tiba dan balatentara dari negeri jauh datang untuk menghancurkanmu, bisa apa kalian? Kalian tidak akan bisa lari ke mana pun. Tidak akan ada pertolongan dari siapa pun. Dan bagaimana nasib hartamu yang banyak itu?
ISA 10:4 Kalian akan berlutut dan diikat dengan rantai besi bersama para tawanan lain, atau terbunuh bersama para korban. Setelah semua malapetaka itu, murka TUHAN belum selesai. Dia masih akan bertindak lagi.
ISA 10:5 TUHAN berkata: Sungguh celaka bangsa Asyur! Aku memakai mereka sebagai alat untuk mencambuk umat-Ku. Penjajahan Asyur Aku maksudkan sebagai bentuk murka-Ku untuk menghukum Israel.
ISA 10:6 Aku mengirim pasukan Asyur kepada Israel, bangsa yang telah mengkhianati-Ku dan yang Aku murkai. Tujuan-Ku supaya Asyur menjarah harta mereka dan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.
ISA 10:7 Tetapi raja Asyur memiliki maksud lain. Tujuan dia adalah memusnahkan bangsa-bangsa.
ISA 10:8 Dia membanggakan diri dengan berkata, “Panglima-panglimaku semuanya adalah raja!
ISA 10:9 Kota Kalno dan Karkemis sudah aku kalahkan. Kota Hamat dan Arpad sudah aku tundukkan. Kota Samaria pun sama saja dengan Damsyik, semuanya bisa aku taklukkan!
ISA 10:10 Kekuatan tempur kita sudah terbukti mampu mengalahkan kerajaan-kerajaan yang para dewanya lebih berkuasa daripada dewa-dewa Yerusalem dan Samaria.
ISA 10:11 Artinya, Yerusalem dan dewa-dewanya pun pasti bisa kita tundukkan sama seperti Samaria dan dewa-dewanya.”
ISA 10:12 TUHAN Sang Penguasa akan memakai raja Asyur untuk menyelesaikan penghukuman-Nya atas Yerusalem dan Bukit Sion. Dan TUHAN berjanji: Setelah itu Aku akan menghukum raja Asyur, karena hatinya sombong dan matanya memandang rendah bangsa-bangsa lain.
ISA 10:13 Sebab raja Asyur berkata, “Aku bisa menang karena aku sendiri yang kuat, cerdas, dan bijak. Aku sudah menerobos batas-batas bangsa dan menjarah semua kekayaan mereka. Raja-raja aku gulingkan dari takhta mereka, karena aku hebat.
ISA 10:14 Di mataku, negeri-negeri lain hanyalah seperti sarang burung yang ditinggalkan induknya, dan harta di dalam sana seperti telur-telur burung yang tak dijaga. Dengan mudah aku memungut telur-telur itu tanpa ada perlawanan, karena tidak ada seekor pun yang bercuit atau mengepak-ngepak untuk mengusir aku.”
ISA 10:15 Namun, TUHAN berkata kepada raja Asyur: Kapak dan gergaji dapat memotong kayu hanya jika ada orang yang menggerakkannya. Tongkat dapat memukul hanya jika ada orang yang mengayunkannya. Tanpa orang yang mengerjakan, alat tidak mungkin dapat bergerak. Karena itu, alat tidak mungkin lebih hebat daripada yang menggunakannya. Engkau hanyalah alat di tangan-Ku!
ISA 10:16 Hai raja Asyur, oleh karena kesombonganmu, Aku, Sang Penguasa, TUHAN Panglima Semesta, akan membuat tentaramu yang gagah perkasa dihantam penyakit sehingga menjadi kurus kering sekarat, dan kemegahanmu yang semarak akan habis dilahap kobaran api.
ISA 10:17 Aku, Allah Mahakudus, terang Israel, Aku sendirilah yang menyalakan api itu untuk menghanguskan Asyur dalam sekejap seperti tumbuhan semak berduri terbakar dengan cepat.
ISA 10:18 Seluruh negeri Asyur, hutan-hutannya yang lebat dan kebun-kebunnya yang subur, akan Aku hancurkan dari akar sampai ke pucuk-pucuknya hingga semuanya meranggas, mengering, mengerut, gugur, dan mati.
ISA 10:19 Pohon-pohon yang tersisa di sana akan sedikit saja hingga anak kecil pun dapat menghitungnya.
ISA 10:20 Pada waktu itu, segelintir orang yang selamat dari antara keturunan Yakub akan bergantung penuh pada TUHAN, Yang Mahakudus Allah Israel. Tidak akan lagi mereka bergantung pada bangsa penjajah.
ISA 10:21 Tetapi hanya segelintir umat yang akan pulang untuk menyembah Allah perkasa.
ISA 10:22 Meskipun rakyat kalian dahulu sebanyak pasir di pantai, hanya segelintir orang yang pulang. TUHAN sudah menetapkan keputusan yang seadil-adilnya yaitu mendatangkan kehancuran sebagai hukuman yang layak bagi kalian.
ISA 10:23 Sebab Penguasa kita, TUHAN Panglima Semesta, akan memusnahkan negeri Israel seluruhnya. Dan keputusan-Nya itu sudah bulat.
ISA 10:24 Lalu TUHAN berpesan kepada umat-Nya yang tinggal di Yerusalem: Hai umat-Ku, jangan takut kepada orang Asyur meskipun mereka menganiaya dan menindas kalian seperti bangsa Mesir zaman dulu.
ISA 10:25 Karena sebentar lagi amarah-Ku terhadap kalian akan berakhir. Sesudah itu, Aku akan mengarahkan murka-Ku kepada Asyur untuk menghancurkan mereka.
ISA 10:26 Aku, TUHAN Panglima Semesta, akan menghajar Asyur seperti seorang tentara mencambuk musuhnya. Asyur akan dikalahkan, seperti orang Midian dibantai di gunung batu Oreb, dan seperti pasukan Mesir dikalahkan ketika Musa mengangkat tongkat-Ku ke atas laut.
ISA 10:27 Pada waktu itu, belenggu penjajahan Asyur akan Aku singkirkan darimu sehingga kalian tidak terikat dan terbeban lagi.
ISA 10:28 Tentara Asyur menyerbu dari utara menuju ke Yerusalem! Kota Ayat sudah mereka datangi. Kota Migron sudah mereka lewati. Di kota Mikmas mereka menyimpan perbekalan.
ISA 10:29 Mereka menyeberangi gunung dan bermalam di Geba. Penduduk kota Rama gemetar ketakutan. Warga Gibea, kampung halaman Saul, sudah kabur.
ISA 10:30 Berteriaklah minta tolong, hai penduduk kota Galim. Dengarlah keributan itu, hai penduduk Lais! Oh, warga kota Anatot, sungguh malanglah kalian!
ISA 10:31 Orang kota Madmena sudah angkat kaki. Penduduk Gebim lari menyelamatkan diri.
ISA 10:32 Hari ini Asyur sampai di kota Nob dan berhenti di sana. Mereka sudah siap menyerbu ke tempat kita, Sion, bukit kebanggaan Yerusalem.
ISA 10:33 Tetapi Sang Penguasa, TUHAN Panglima Semesta, akan merobohkan mereka dengan kekuatan yang mengerikan! Asyur akan jatuh seperti dahan dipotong. Bangsa yang meninggikan diri itu akan direndahkan. Bangsa yang membanggakan diri itu akan dipermalukan.
ISA 10:34 TUHAN akan membabat Asyur meskipun pasukan mereka banyak seperti hutan lebat. Dia yang mahadahsyat akan menjatuhkan Asyur sekalipun mereka gagah perkasa seperti pohon aras di hutan Libanon.
ISA 11:1 Dari sisa keturunan Isai, ayah Daud, akan lahir seorang raja baru, seperti tunggul pohon yang telah ditebang bertunas kembali, bahkan berbuah.
ISA 11:2 Roh TUHAN akan menyertai dia, memberinya hikmat dan kekuatan, sehingga dia menjadi raja yang arif bijaksana, yang mengenal Allah serta hormat dan takut akan TUHAN.
ISA 11:3 Kesukaannya adalah menaati kehendak TUHAN. Dia tidak akan mengadili orang berdasarkan penampilan mereka atau berdasarkan pengaduan orang lain belaka.
ISA 11:4 Tetapi dengan adil dia akan menghakimi orang miskin dan memutuskan perkara orang kecil dengan tidak pandang bulu. Atas perintahnya, orang-orang yang bersalah akan dihukum dan para pelaku kejahatan dibinasakan.
ISA 11:5 Dia selalu bertindak benar dan jujur, serta setia kepada hukum TUHAN.
ISA 11:6 Di bawah pemerintahan raja itu, semua makhluk akan berdamai. Tidak ada lagi ketakutan dan permusuhan. Serigala akan tinggal bersama domba. Macan tutul bersantai di samping anak kambing. Anak sapi dan singa muda bermain bersama, dan seorang anak kecil menggembalakan mereka.
ISA 11:7 Sapi dan beruang berkumpul untuk merumput, sementara anak-anak mereka saling bersandaran di dekat induknya. Singa tidak akan lagi memangsa hewan lain, tetapi memakan rumput seperti sapi.
ISA 11:8 Anak-anak kecil akan bermain di dekat sarang kobra, bahkan mengulurkan tangannya ke lubang ular berbisa, tetapi mereka akan baik-baik saja karena ular itu tidak akan memagut.
ISA 11:9 Di seluruh gunung-Ku yang kudus tidak akan ada yang melukai dan membinasakan satu sama lain, karena kelak negeri itu penuh dengan orang yang mengenal TUHAN, seperti samudra penuh dengan air.
ISA 11:10 Pada waktu itu, sang raja yang muncul seperti tunas dari tunggul Isai, akan menjadi penunjuk jalan bagi orang-orang dari segala bangsa. Mereka akan berkumpul kepadanya dan ibukotanya sangat dimuliakan.
ISA 11:11 Ketika masa itu tiba, TUHAN akan sekali lagi menyatakan kuasa-Nya untuk mengumpulkan kembali segelintir umat-Nya yang tersisa dari negeri Asyur dan Mesir, dari Patros, Etiopia, Elam, Babel, Aram, dan pulau-pulau di laut tengah.
ISA 11:12 Bagaikan seorang panglima mengibarkan bendera sebagai tanda agar pasukannya berkumpul, begitulah TUHAN akan memerintahkan segala bangsa untuk memulangkan umat-Nya dari seluruh penjuru bumi.
ISA 11:13 Rasa iri antara Israel dan Yehuda akan berakhir sehingga mereka tidak lagi bermusuhan dan saling menindas.
ISA 11:14 Mereka akan bersatu menyerbu negeri Filistin di barat dan bersama menjarah bangsa-bangsa di timur. Bangsa Edom dan Moab akan mereka kuasai. Bangsa Amon akan mereka taklukkan.
ISA 11:15 TUHAN membuka jalan agar umat-Nya bisa pulang. Dia akan mengeringkan terusan laut di dekat Mesir dan menghembuskan angin panas atas sungai Efrat, sehingga sungai besar itu terbagi menjadi tujuh aliran kecil yang bisa diseberangi hanya dengan berjalan kaki.
ISA 11:16 Juga dari negeri Asyur akan terbuka jalan pulang bagi segelintir umat TUHAN yang selamat seperti dahulu kala saat nenek moyang mereka keluar dari Mesir.
ISA 12:1 Pada waktu semua itu terjadi, kalian akan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena meskipun Engkau pernah memurkai aku, kini murka-Mu sudah berhenti dan Engkau berbalik mengasihani aku.
ISA 12:2 Sungguh, Engkaulah penyelamatku, ya Allah. Kepada-Mu aku percaya penuh. Aku tidak takut apa pun, karena TUHAN memberiku kekuatan. Segala nyanyianku adalah tentang-Mu sebab Engkau telah menyelamatkan aku.”
ISA 12:3 Hai umat Allah, suatu hari nanti kalian akan menikmati indahnya diselamatkan oleh TUHAN, bagaikan seorang yang haus menemukan mata air lalu meminumnya banyak-banyak dengan kegirangan.
ISA 12:4 Pada waktu itu kalian akan berkata, “Mari kita bersyukur kepada TUHAN! Pujilah nama-Nya. Ceritakanlah perbuatan-perbuatan-Nya kepada segala bangsa. Beritakanlah bahwa Dia agung luhur!
ISA 12:5 Bernyanyilah bagi TUHAN, karena ajaib tindakan-tindakan-Nya. Biarlah seluruh bumi mengetahui hal itu.
ISA 12:6 Bersoraklah dengan riang gembira, hai semua yang berada di Sion, karena besarlah Yang Mahakudus Allah Israel di antara kita!”
ISA 13:1 Inilah nubuat dari TUHAN tentang hukuman atas kerajaan Babel yang dinyatakan kepada saya, Yesaya anak Amos:
ISA 13:2 Di atas sebuah bukit gundul, seseorang berdiri mengibarkan bendera perang sambil melambai-lambaikan tangannya memberi isyarat dan berteriak mengerahkan pasukannya, “Serbulah Babel! Masukilah setiap gerbang kota dan jarahlah seluruh istana para pemimpin!”
ISA 13:3 TUHAN berkata, “Aku sendirilah yang sudah memanggil pasukan tangguh itu. Dengan bangga mereka akan menjatuhkan hukuman-Ku atas Babel.”
ISA 13:4 Di pegunungan terdengar kegaduhan besar bunyi derap langkah pasukan menyerbu. Pasukan yang sangat dahsyat jumlahnya! Tentara bangsa-bangsa bergabung menjadi satu, digerakkan oleh TUHAN Panglima Semesta.
ISA 13:5 Mereka datang dari negeri-negeri yang jauh, diutus TUHAN sebagai alat untuk menyatakan murka-Nya. Melalui mereka, TUHAN akan memusnahkan seluruh negeri Babel.
ISA 13:6 Merataplah, hai bangsa Babel, sebab hari penghukuman TUHAN sudah dekat! Yang Mahakuasa akan membinasakan kalian sebentar lagi.
ISA 13:7 Semua orang menjadi lemas ketakutan dan menciutlah nyali mereka.
ISA 13:8 Kengerian mencekam! Bangsa Babel dilumpuhkan oleh kesesakan seperti perempuan menderita sakit melahirkan. Dalam kebingungan, mereka hanya bisa berpandang-pandangan dengan wajah-wajah pucat penuh kepanikan.
ISA 13:9 Sebab ketahuilah, hari penghukuman TUHAN sudah dekat, suatu hari yang mengerikan karena kobaran murka-Nya. Pada hari itu negeri Babel akan dimusnahkan agar lenyaplah orang-orang berdosa di sana.
ISA 13:10 Hari itu akan sangat menyeramkan hingga bintang-bintang seakan tak lagi bersinar, matahari menjadi gelap, dan bulan pun tidak bercahaya.
ISA 13:11 Beginilah pesan TUHAN: Aku akan menghukum setiap orang jahat di dunia ini sesuai dengan perbuatan keji mereka. Orang-orang yang sombong dan meninggikan diri akan Aku rendahkan.
ISA 13:12 Aku akan menewaskan begitu banyak orang hingga manusia lebih langka daripada emas murni.
ISA 13:13 Pada hari itu, ketika Aku menyatakan amarah-Ku, langit bergetar dan bumi pun bergoncang, karena dahsyat sungguh murka-Ku, TUHAN Panglima Semesta.
ISA 13:14 Penduduk Babel akan berhamburan kesana kemari seperti kijang yang diburu berlari-lari. Kacau balau!— seperti kawanan domba tanpa gembala. Para pendatang di Babel kocar-kacir mencari kaum sebangsanya untuk kabur ke kampung halaman masing-masing.
ISA 13:15 Setiap orang yang tertangkap akan tewas ditikam pedang.
ISA 13:16 Anak-anak kecil akan dibanting sampai terburai di depan mata orangtuanya. Istri-istri akan diperkosa di depan mata suaminya. Dan rumah mereka dirampok habis-habisan.
ISA 13:17 Sesungguhnya, Aku menggerakkan kerajaan Media untuk menyerang Babel. Mereka tidak akan mau mundur sekalipun dibujuk dengan emas perak.
ISA 13:18 Dengan busur panah, mereka menghabisi para pemuda. Bahkan bayi-bayi dan anak kecil akan mereka bantai tanpa rasa kasihan.
ISA 13:19 Oh Babel, negeri kebanggaan bangsa Kasdim, engkaulah yang terbesar di antara semua kerajaan. Namun ketika Allah menjungkirbalikkanmu, nasibmu akan sama seperti Sodom dan Gomora.
ISA 13:20 Sampai selamanya Babel tidak akan pernah lagi didiami orang. Bahkan, para pengembara yang lewat tidak akan mendirikan tenda di situ dan para gembala tidak akan menggiring domba ke sana.
ISA 13:21 Babel hanya akan dihuni oleh binatang liar. Bekas rumah-rumah di sana menjadi sarang serigala. Burung hantu akan tinggal di puing-puingnya. Kambing liar berlompatan di antara reruntuhan.
ISA 13:22 Dan anjing-anjing hutan melolong di robohan menara dan bekas istana. Oh Babel, waktu kehancuranmu sudah dekat. Masa kejayaanmu segera usai.
ISA 14:1 TUHAN akan berbelas kasihan terhadap keturunan Yakub dan sekali lagi memilih bangsa Israel menjadi umat-Nya. Dia akan menempatkan mereka kembali di negeri mereka sendiri. Kemudian orang-orang asing akan bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar Israel.
ISA 14:2 Bangsa-bangsa lain akan mengantar umat Israel pulang. Dan di negeri TUHAN, mereka akan menjadi pelayan bagi orang Israel. Maka Israel yang tadinya ditawan dan diperbudak akan berbalik menawan dan menguasai para penindasnya.
ISA 14:3 Hai Israel, pada waktu itu, ketika TUHAN memberimu kelegaan dari penderitaan dan beban beratmu, ketika Dia menyudahi perbudakan yang harus kalian tanggung,
ISA 14:4 kalian akan menyanyikan lagu ini untuk mengejek raja Babel: Manakah juragan kita yang berwibawa? Mengapa diam saja? Di mana kuasamu? Oh kasihan, ternyata tuan besar sudah gugur!
ISA 14:5 TUHAN telah mematahkan kekuasaan para pemimpin kejam
ISA 14:6 yang selama ini tak henti-hentinya menindas bangsa-bangsa dengan kekerasan dan aniaya.
ISA 14:7 Sekarang dunia sudah aman tenteram, dan setiap orang bisa bernyanyi gembira.
ISA 14:8 Semua makhluk berbahagia karena kejatuhanmu, hai Raja Babel. Bahkan pohon-pohon sanobar dan aras Libanon seolah berkata, “Sejak engkau digulingkan, tidak ada lagi penebang yang datang mengganggu kami.”
ISA 14:9 Orang-orang mati di Syeol tidak sabar menanti kedatanganmu, ya Raja. Di alam kubur, roh-roh bekas para pemimpin dunia seakan bangun dari takhta mereka untuk menyambut engkau.
ISA 14:10 Serentak mereka akan berkata, “Selamat datang! Ternyata engkau bisa mati juga. Ternyata engkau sama saja seperti kami.”
ISA 14:11 Kejayaanmu sudah dilempar ke Syeol. Tidak ada lagi bagimu suara kecapi yang meriah. Kini belatung menjadi alas tidurmu dan cacing-cacing menjadi selimutmu.
ISA 14:12 Oh, Raja Babel! Engkau yang menyebut dirimu Putra Fajar, titisan dewa matahari, engkau yang menyombongkan dirimu setinggi langit, lihatlah betapa engkau sudah dijatuhkan! Engkau yang dahulu menginjak bangsa-bangsa sekarang dicampakkan ke tanah.
ISA 14:13 Dahulu engkau berpikir, “Aku ini orang penting. Akulah raja terbesar yang bahkan lebih tinggi dari para dewa. Aku akan memerintah dari gunung di utara, tempat kedudukan dewa-dewa.
ISA 14:14 Aku akan naik lebih tinggi dari awan dan dimuliakan sebagai dewa mahatinggi!”
ISA 14:15 Namun, ternyata engkau malah diturunkan ke Syeol, bahkan sampai ke dasarnya yang paling dalam.
ISA 14:16 Lalu orang-orang mati di sana seakan memandangi engkau dengan terheran-heran. Kata mereka, “Inikah orang yang katanya telah membuat bumi gemetar dan menggoncangkan kerajaan-kerajaan?
ISA 14:17 Inikah orang yang pernah menghancurkan dunia menjadi tanah tandus dan meruntuhkan kota-kota, yang menahan para tawanan sehingga tidak bisa pulang ke kampung halaman?”
ISA 14:18 Di mana-mana, raja-raja yang wafat akan dikubur dengan terhormat di makamnya sendiri.
ISA 14:19 Tetapi engkau, hai Raja Babel, mayatmu bahkan tidak mendapat kuburan! Engkau dibuang seperti batang busuk. Mayatmu akan dilempar begitu saja bersama mayat-mayat lain yang tewas dalam perang. Engkau akan ditimbun di sembarang lubang dan terinjak-injak orang.
ISA 14:20 Engkau tidak akan dimakamkan seperti raja-raja lain karena engkau sudah menghancurkan negerimu sendiri dan mematikan rakyatmu sendiri. Keturunan penjahat sepertimu tak akan pernah dikenang orang.
ISA 14:21 Setiap orang yang mendengar berita tentang engkau akan berkata, “Biarlah anak-anak raja Babel ditumpas karena dosa-dosa orangtua mereka! Jangan sampai mereka menguasai dunia dan meluaskan daerah kekuasaan mereka sampai ujung dunia.”
ISA 14:22 Beginilah pesan TUHAN Panglima Semesta: Aku sendiri akan turun tangan menghancurkan Babel. Aku akan memusnahkan rakyatnya beserta seluruh keturunan mereka, sampai tak seorang pun yang tersisa. Aku menegaskannya.
ISA 14:23 Babel akan Aku jadikan tanah terbengkalai hingga menjadi rawa-rawa tempat binatang liar bersarang. Aku akan menyapu bersih negeri Babel sampai musnah. Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegaskannya.
ISA 14:24 TUHAN Panglima Semesta telah bersumpah, kata-Nya: Sesungguhnya, semua peristiwa sedang terjadi tepat seperti rencana-Ku.
ISA 14:25 Aku akan meremukkan bangsa Asyur. Di negeri-Ku mereka akan dikalahkan dan diinjak-injak sehingga mereka tidak lagi menjajah dan membebani umat-Ku.
ISA 14:26 Aku, TUHAN, sudah menetapkan rencana atas seluruh bumi. Kuasa-Ku berdaulat atas semua bangsa di dunia.
ISA 14:27 Jika Aku, TUHAN Panglima Semesta, sudah berencana, tak akan ada yang dapat membatalkannya. Dan jika Aku sudah bertindak, tak akan ada yang sanggup menghentikannya.
ISA 14:28 Pada tahun kematian Raja Ahas, aku menerima pesan TUHAN berikut ini:
ISA 14:29 Kerajaan yang menindas kalian sudah jatuh, hai bangsa Filistin. Tetapi jangan senang dulu! Karena dari keturunan raja yang jahatnya seperti ular berbisa itu akan lahir raja lain yang lebih ganas dan berbahaya.
ISA 14:30 Dulu kalian menindas umat-Ku, tetapi sekarang, orang paling melarat di antara mereka pun akan makan kenyang dan hidup aman, seperti domba yang merumput dan berbaring tenang di padang hijau. Sedangkan kalian, hai orang Filistin, akan Aku musnahkan dengan bencana kelaparan sampai kalian habis tak bersisa.
ISA 14:31 Oh bangsa Filistin! Menangislah! Merataplah di gerbang kotamu! Kalian akan hancur lebur karena barisan tentara yang dahsyat datang dari utara. Derap langkah mereka membuat debu tanah mengepul seperti asap. Semuanya tangkas dan tak seorang pun bergerak lamban.
ISA 14:32 Hai umat Yehuda, apabila datang utusan dari negeri itu, katakanlah kepada mereka, “TUHAN telah mendirikan Bukit Sion. Di sanalah umat-Nya yang tertindas akan mendapat perlindungan.”
ISA 15:1 Inilah pesan TUHAN tentang hukuman atas bangsa Moab: Kota Ar dan kota Kir di Moab akan diruntuhkan hanya dalam satu malam. Hanya semalam saja, semuanya rata dengan tanah!
ISA 15:2 Rakyat kota Dibon pergi meratap di kuil-kuil mereka. Bangsa Moab akan menangisi kota Nebo dan Medeba sambil menggunduli rambut dan janggut sebagai tanda berduka.
ISA 15:3 Di jalan-jalan, mereka memakai baju berkabung dari karung. Di setiap rumah orang-orang meratap, dan alun-alun kota dibanjiri air mata.
ISA 15:4 Penduduk kota Hesbon dan Eleale menangis keras-keras hingga terdengar sampai di kota Yahas. Bahkan tentara-tentara Moab pun menangis sambil gemetar ketakutan.
ISA 15:5 Hancur hatiku melihat bangsa Moab! Penduduknya melarikan diri ke kota Zoar dan Eglat Selisia. Di tanjakan menuju kota Luhit orang-orang mendaki dengan berlinang air mata. Di sepanjang jalan ke Horonaim terdengar jeritan karena malapetaka.
ISA 15:6 Bahkan tanah negeri Moab seakan turut merasakan bencana ini. Sungai Nimrim sudah kering! Rerumputan di sekitarnya layu sampai tak ada lagi tumbuhan hijau.
ISA 15:7 Karena itu bangsa Moab mengungsi ke seberang sungai Harabim sambil mengangkut harta benda yang mereka punya.
ISA 15:8 Di seluruh negeri Moab terdengar ratap tangis. Suara jeritan mereka sampai ke kota Eglaim di ujung selatan dan Beer Elim di ujung utara.
ISA 15:9 TUHAN berkata: Sungai-sungai di kota Darah sudah penuh dengan darah, tetapi malapetaka atas kota itu masih akan Aku tambah lagi. Aku akan mendatangkan singa untuk menerkam orang-orang yang tersisa di negeri itu.
ISA 16:1 Para pemimpin Moab yang sudah melarikan diri ke kota Sela berkata satu sama lain, “Mari kita mengirim anak-anak domba kepada raja Yehuda di bukit Sion agar dia melindungi kita dari raja Asyur. Kita akan mengirimnya dari sini melalui padang belantara.”
ISA 16:2 Di tempat-tempat penyeberangan sungai Arnon rakyat Moab kebingungan tak tahu hendak ke mana bagaikan burung-burung beterbangan ke sana ke mari karena kehilangan sarangnya.
ISA 16:3 Mereka berseru meminta pertolongan kepada bangsa Yehuda, “Berilah kami petunjuk. Lakukanlah keadilan. Seperti hutan lebat menutupi segala yang ada di bawahnya dari cahaya matahari, sembunyikanlah kami. Jangan menyerahkan kami ke tangan musuh.
ISA 16:4 Izinkanlah kami para pengungsi Moab tinggal di antara kalian. Lindungilah kami dari para pembantai.” Nanti ketika penindas dikalahkan dan penghancuran sudah berakhir, ketika para penjajah sudah lenyap dari negeri kita,
ISA 16:5 takhta keluarga Daud akan kembali berjaya. Seorang raja dari keturunannya akan memerintah dengan penuh kemurahan. Dia akan menegakkan keadilan dan sigap melakukan yang benar.
ISA 16:6 Kami, orang-orang Yehuda, sudah mendengar betapa sombongnya Moab. Bangsa itu angkuh, tinggi hati, dan membesar-besarkan diri tanpa alasan.
ISA 16:7 Karena itu bangsa Moab dengan pedih akan meratapi keadaannya sendiri. Mereka akan menangis saat teringat pada kue kismis dari kota Kir Hareset yang tidak ada lagi.
ISA 16:8 Ladang-ladang kota Hesbon dan kebun anggur Sibma juga sudah kering kerontang. Dahulu ranting-rantingnya yang subur merambat sampai ke kota Yazer. Kebun-kebun Moab dahulu meluas hingga ke padang belantara bahkan sampai ke seberang Laut Mati. Tetapi kini para penguasa bangsa-bangsa lain telah menanduskannya.
ISA 16:9 Maka sekarang, bersama penduduk Yazer yang meratap, aku pun meratapi kebun anggur Sibma. Biarlah air mataku membanjiri kota Hesbon dan Eleale, karena tak ada lagi di sana sorak-sorai panen buah.
ISA 16:10 Sukacita dan nyanyian serta pekik kegirangan sudah lenyap sebab kebun anggur dan buah-buahan tidak ada lagi. Tiada orang yang akan memeras buah anggur. TUHAN telah menghentikan suara kemeriahan mereka.
ISA 16:11 Itu sebabnya pilu rintihan hatiku karena Moab dan Kir Hareset seperti nada sedih kecapi yang menyayat hati.
ISA 16:12 Orang-orang Moab melelahkan diri dengan pergi berdoa ke tempat penyembahan berhala di bukit-bukit, tetapi semuanya itu akan sia-sia saja.
ISA 16:13 Itulah yang sebelumnya sudah TUHAN katakan tentang Moab.
ISA 16:14 Dan sekarang TUHAN berpesan: Dalam tiga tahun persis, tidak lewat sehari pun, segala kekayaan bangsa Moab akan lenyap. Sekalipun jumlah penduduk mereka sangat banyak, yang akan tersisa hanya sejumlah kecil orang lemah.
ISA 17:1 Inilah pesan TUHAN tentang hukuman atas Damsik, ibukota Aram: Perhatikanlah! Kota Damsik akan hancur lebur menjadi tumpukan puing-puing.
ISA 17:2 Kota-kota di wilayah Aroer kosong ditinggalkan penduduknya. Di sana kambing-kambing akan berkeliaran di kota itu dan berbaring tenang karena tidak ada satu pun yang menakuti mereka.
ISA 17:3 Semua kota berbenteng Aram dan sisa-sisa rakyat Israel akan bernasib sama: Mereka tidak lagi mempunyai ibukota atau raja. Mereka kehilangan kehormatan dan sangat terhina. Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegaskannya.
ISA 17:4 Akan tiba saatnya kejayaan Israel akan redup dan negerinya yang subur makmur menjadi kering kerontang.
ISA 17:5 Tanah Israel akan tandus seperti ladang-ladang gandum di lembah Refaim sehabis dipanen.
ISA 17:6 Hanya sedikit orang yang akan selamat, seperti beberapa buah zaitun tertinggal di pohon setelah dipanen, hanya dua-tiga buah di dahan teratas, atau empat-lima buah tersebar di ranting-rantingnya. Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegaskannya.
ISA 17:7 Pada waktu itu, sisa keturunan Yakub akan berpaling kepada Sang Pencipta dan sekali lagi menyandarkan harapan hanya pada Yang Mahakudus Allah Israel.
ISA 17:8 Mereka tidak akan lagi berpaling pada mezbah dewa-dewa dan patung-patung berhala buatan tangan mereka sendiri. Mereka tidak akan lagi menyandarkan harapan pada dewi Asyera atau membakar dupa di mezbahnya.
ISA 17:9 Pada waktu itu, kota-kota Israel, bahkan yang paling kuat bentengnya, akan sunyi sepi seperti tempat terbengkalai di hutan-hutan atau di puncak gunung. Semua akan ditinggalkan oleh penduduknya seperti yang terjadi dahulu kala ketika bangsa Hewi dan Amori kabur dari serangan Israel.
ISA 17:10 Hal itu terjadi karena kalian, hai Israel, telah melupakan Allah penyelamatmu. Kalian meninggalkan Dia yang adalah pelindungmu. Maka, meskipun kalian menanam kebun anggur dengan tunas yang paling subur
ISA 17:11 dan meskipun tunas itu berbunga dalam sehari, kalian tidak akan menikmati hasil apa pun. Yang ada hanya dukacita dan penderitaan tak berujung.
ISA 17:12 Dengar! Pasukan bangsa-bangsa musuh bergelora seperti debur ombak samudra. Dengar! Tentara mereka bergemuruh seperti gemuruh ratusan air terjun.
ISA 17:13 Tetapi meskipun dahsyat gelora serbuan mereka seperti gulungan ombak bertubi-tubi, TUHAN akan menghardik mereka sehingga pasukan besar itu kabur jauh-jauh. Mereka akan terserak seperti sekam dihembus angin gunung, tercerai-berai seperti pasir ditiup angin badai.
ISA 17:14 Menjelang malam, gawat, ada serangan besar! Tetapi sebelum pagi tiba, ternyata mereka sudah mati. Demikianlah nasib orang-orang yang menyerang dan menjarah kita.
ISA 18:1 Celaka bagi suatu negeri di seberang sungai-sungai Etiopia, negeri yang ramai oleh suara denging sayap-sayap serangga.
ISA 18:2 Negeri itu mengirim utusan mengendarai perahu-perahu dari alang-alang air dengan suruhan “Cepat sampaikan pesan ini!” Mereka pergi meminta bantuan militer kepada suatu bangsa penakluk yang kuat. Orangnya tinggi-tinggi dan berkulit mengkilap. Di mana-mana bangsa itu ditakuti orang. Negerinya dilintasi sungai-sungai.
ISA 18:3 Hai seluruh penduduk bumi, perhatikanlah! Di atas gunung-gunung, bendera perang akan dikibarkan. Hai semua orang di dunia, dengarkanlah! Terompet tanda perang akan dibunyikan.
ISA 18:4 Sebab TUHAN telah berkata kepadaku: Dari tempat-Ku bersemayam, Aku akan memperhatikan dengan diam, seperti sinar matahari memancar tanpa suara, seperti embun diam-diam terbentuk pada malam yang hangat di musim panen.
ISA 18:5 Sebelum rencana perang kalian matang, tiba-tiba musuh sudah menghantam sehingga keadaanmu bagaikan ranting-ranting anggur yang dibabat sebelum buahnya sempat ranum.
ISA 18:6 Mayat-mayat kalian akan dibiarkan bergelimpangan menjadi makanan burung-burung dan binatang liar sepanjang tahun.
ISA 18:7 Suatu hari nanti, persembahan akan dibawa ke Bukit Sion bagi TUHAN Panglima Semesta, dari suatu bangsa penakluk yang kuat, yang orangnya tinggi-tinggi dan berkulit mengkilap, yang ditakuti orang di mana-mana, dan yang negerinya dilintasi sungai-sungai.
ISA 19:1 Inilah pesan TUHAN tentang hukuman atas Mesir: Perhatikanlah! TUHAN berkendara di atas awan, melesat cepat menuju Mesir. Dewa-dewa Mesir gemetar melihat kedatangan-Nya dan hati orang-orang Mesir menciut ketakutan.
ISA 19:2 TUHAN berkata: Aku akan membuat orang-orang Mesir memusuhi sesama orang Mesir, sehingga anggota keluarga saling bertengkar, tetangga dengan tetangga saling bertikai, kota dengan kota saling bertempur, dan daerah dengan daerah saling berperang.
ISA 19:3 Maka orang Mesir akan berputus asa. Aku akan menggagalkan rencana-rencana mereka sehingga orang Mesir kebingungan. Mereka akan mencari petunjuk dari dewa-dewa, roh-roh orang mati, dan peramal-peramal.
ISA 19:4 Aku akan membuat bangsa Mesir ditaklukkan oleh seorang penguasa yang bengis, raja yang kejam. Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegaskannya.
ISA 19:5 Air sungai Nil akan surut dan habis
ISA 19:6 sehingga anak-anak sungainya pun mengering dan berbau. Maka tumbuhan buluh dan rumput-rumput tinggi di pinggirannya akan mati dan membusuk.
ISA 19:7 Tepian sungai Nil menjadi gersang hingga semua benih yang ditanam di sana mengering, tertiup angin, dan lenyap.
ISA 19:8 Para nelayan yang mencari nafkah akan meratap karena kail dan jala mereka tidak berguna lagi.
ISA 19:9 Para pembuat kain dan tukang tenun akan berputus asa karena tidak ada lagi bahan baku mereka, yaitu tumbuhan gelagah air dari tepi sungai Nil.
ISA 19:10 Para perajin kain akan bangkrut dan semua buruh bersusah hati.
ISA 19:11 Pejabat-pejabat kota Zoan semuanya bodoh. Para penasihat raja Mesir, bahkan yang paling bijak pun akan memberi petunjuk yang konyol. Berani-beraninya kalian mengaku kepada raja Mesir, “Aku ini murid orang bijak, keturunan raja-raja besar dari zaman kuno.”
ISA 19:12 Hai raja Mesir, mana para penasihatmu yang pandai? Kalau mereka benar-benar bijak, biarlah mereka memberitahukan kepadamu tentang apa yang akan dilakukan TUHAN Panglima Semesta terhadap Mesir.
ISA 19:13 Para pejabat kota Zoan semuanya bodoh. Para pemuka di kota Memfis meyakini hal-hal yang salah, sehingga pemimpin-pemimpin Mesir menyesatkan rakyat mereka.
ISA 19:14 TUHANlah yang telah mengacaukan pikiran mereka. Itu sebabnya mereka mengambil tindakan-tindakan yang salah bagi bangsa Mesir. Mereka linglung, seperti orang mabuk berjalan terhuyung-huyung dan jatuh ke muntahannya sendiri.
ISA 19:15 Bangsa Mesir tidak akan mampu berbuat apa-apa. Semuanya tidak berdaya, baik kepala maupun pengikut, baik orang besar maupun rakyat jelata.
ISA 19:16 Pada waktu itu, ketika TUHAN Panglima Semesta menggoncang negeri Mesir, mereka akan gemetar ketakutan seperti perempuan yang lemah.
ISA 19:17 Orang Mesir akan takut kepada orang Yehuda, bahkan mendengar nama Yehuda pun mereka menggigil ketakutan, karena TUHAN Panglima Semesta sudah merencanakan malapetaka atas Mesir.
ISA 19:18 Akan tiba saatnya lima kota di Mesir berbicara bahasa Ibrani dan beralih menjadi penyembah TUHAN Panglima Semesta. Salah satu kota itu adalah Heliopolis, Kota Matahari.
ISA 19:19 Pada waktu itu, di pusat negeri Mesir akan dibangun mezbah bagi TUHAN, dan di pinggiran negeri Mesir didirikan tugu untuk menghormati TUHAN.
ISA 19:20 Tugu itu menjadi tanda bahwa bangsa Mesir beribadah kepada TUHAN Panglima Semesta. Maka ketika orang Mesir berseru meminta tolong saat mereka ditindas, TUHAN akan mendatangkan seorang pembela untuk menyelamatkan dan membebaskan mereka.
ISA 19:21 Pada waktu itu, TUHAN akan menyatakan diri-Nya kepada orang Mesir sehingga mereka mengenal dan menyembah Dia. Maka Mesir akan mempersembahkan kurban kepada TUHAN. Mereka akan berjanji untuk beribadah kepada-Nya, lalu menepati janji itu.
ISA 19:22 Memang TUHAN akan menghukum Mesir, tetapi setelah itu Dia akan memulihkan mereka. Orang Mesir akan berbalik kepada TUHAN, maka TUHAN mendengar permohonan mereka dan memulihkan negeri mereka.
ISA 19:23 Pada waktu itu, akan ada jalan besar yang menghubungkan Mesir dengan Asyur, sehingga orang Mesir bebas datang ke Asyur dan orang Asyur bebas datang ke Mesir. Bersama-sama, kedua bangsa itu akan menyembah TUHAN.
ISA 19:24 Pada waktu itu, Israel, bersama dengan Mesir dan Asyur, akan menjadi tiga bangsa terkemuka. Ketiganya menjadi berkat bagi seluruh bumi
ISA 19:25 karena TUHAN Panglima Semesta memberkati mereka, kata-Nya, “Aku memberkati Mesir, umat-Ku, dan Asyur, ciptaan-Ku, dan Israel, milik-Ku turun temurun.”
ISA 20:1 Pada tahun ketika kota Asdod di negeri Filistin diserang dan ditaklukkan oleh panglima perang yang diutus oleh Sargon, raja Asyur,
ISA 20:2 TUHAN berbicara melalui saya, Yesaya anak Amos. Kata TUHAN, “Lepaskanlah dari pinggangmu kain karung tanda berkabung itu, dan tanggalkan juga alas kakimu.” Saya pun melakukannya. Ke mana-mana saya berjalan tanpa pakaian dan alas kaki.
ISA 20:3 Setelah itu TUHAN berkata: Selama tiga tahun ini hamba-Ku Yesaya berjalan tanpa pakaian dan alas kaki. Itu melambangkan apa yang akan terjadi pada bangsa Mesir dan Etiopia
ISA 20:4 ketika dikalahkan oleh raja Asyur. Orang-orang Mesir dan Etiopia, baik yang tua maupun muda, akan diangkut sebagai tawanan. Mereka digiring tanpa alas kaki dan pakaian sehingga pantatnya kelihatan. Demikianlah bangsa Mesir akan dipermalukan.
ISA 20:5 Maka siapa saja yang selama ini mengandalkan pertolongan Etiopia dan yang membanggakan kekuatan Mesir akan merasa kecewa dan mendapat malu.
ISA 20:6 Pada waktu itu, penduduk daerah pesisir akan berkata, “Lihat! Mereka itu bangsa-bangsa yang kita andalkan! Kepada mereka kita berlari mencari pertolongan dari raja Asyur. Tetapi kalau mereka pun kalah, bagaimana mungkin kita bisa selamat?”
ISA 21:1 Inilah pesan TUHAN tentang Babel, negeri padang belantara di tepi laut: Bagaikan angin topan yang mengamuk dari padang belantara Negeb, demikianlah suatu pasukan besar akan menyerbu dari negeri yang sangat ditakuti!
ISA 21:2 Aku mendapat penglihatan mengerikan: Akan ada pengkhianatan dan penghancuran. Hai pasukan Elam dan Media, majulah menyerang! Selama ini Babel telah membuat banyak bangsa mengerang. Tetapi sekarang TUHAN akan mengakhirinya.
ISA 21:3 Hatiku pedih karena penglihatan itu. Aku seakan lumpuh oleh rasa sakit seperti perempuan yang akan melahirkan. Pilunya begitu hebat hingga aku tak sanggup mendengarnya. Ngerinya begitu besar hingga aku tak kuat melihatnya.
ISA 21:4 Pikiranku kacau. Aku gemetar ketakutan. Malam indah yang aku nantikan kini telah menjadi malam yang seram.
ISA 21:5 Dalam penglihatan itu aku melihat para perwira mempersiapkan meja dan membentangkan permadani. Mereka makan-makan dan minum-minum. Tetapi sebentar lagi mereka diserang! Karena itu bangkitlah! Siapkanlah perisai!
ISA 21:6 Masih dalam penglihatan itu TUHAN berkata kepadaku: Pergilah, tempatkan seorang pengawas di benteng kota! Suruhlah dia mengumumkan apa yang dilihatnya.
ISA 21:7 Saat dia melihat kereta perang yang ditarik dua kuda, gerombolan penunggang keledai dan penunggang unta, haruslah dia memasang mata dan memperhatikan baik-baik.
ISA 21:8 Kemudian pengawas itu berseru, “Ya Tuan, setelah berhari-hari lamanya aku berjaga siang dan malam, mengamat-amati dari menara pengawas,
ISA 21:9 sekarang aku melihat kereta perang yang ditarik dua kuda dan orang-orang yang menunggang kuda. Mereka membawa berita, ‘Sudah runtuh! Sudah runtuh Babel! Juga semua patung dewa-dewanya remuk berhamburan di tanah!’”
ISA 21:10 Demikianlah pesan yang aku dapat dari Allah kita, TUHAN Panglima Semesta, untuk kalian hai bangsaku Israel, bangsa yang sedang terinjak-injak seperti gandum di tempat pengirikan.
ISA 21:11 Inilah pesan TUHAN tentang negeri Senyap: Dalam penglihatan, aku mendengar seseorang memanggil-manggil dari daerah Seir dan bertanya, “Hai pengawas, apakah malam masih panjang? Hai pengawas, berapa lama lagi malam akan berakhir?”
ISA 21:12 Jawab sang pengawas, “Pagi hampir tiba, tetapi malam akan datang lagi. Kalau engkau ingin tahu lebih banyak, kembalilah nanti dan bertanyalah lagi.”
ISA 21:13 Inilah pesan TUHAN tentang Arab: Orang-orang Dedan yang hidup mengembara dengan karavan akan bersembunyi di padang belantara di Arab.
ISA 21:14 Hai penduduk wilayah Tema, bawakanlah air dan makanan bagi para pengungsi yang kelaparan itu.
ISA 21:15 Sebab mereka sedang melarikan diri dari peperangan sengit, dari pedang yang terhunus dan panah yang siap menembak.
ISA 21:16 Beginilah perkataan TUHAN kepadaku: Dalam satu tahun persis, tidak lewat sehari pun, seluruh kejayaan bangsa Kedar akan berakhir.
ISA 21:17 Dari sekian banyak pemanah ulung dan prajurit gagah di Kedar, hanya sedikit yang akan tersisa. Aku, TUHAN Allah Israel, telah menetapkan bahwa hal ini akan terjadi.
ISA 22:1 Inilah penglihatan yang TUHAN berikan kepada saya tentang Lembah Penglihatan: Aku melihat orang-orang naik ke atap-atap rumah. Ada apa ini? Sedang apa kalian?
ISA 22:2 Kotamu sudah jatuh, dan besok pasukan musuh akan masuk, tetapi kalian berteriak “Mari kita bersenang-senang dengan minum semua anggur yang ada, karena besok kita ditawan.” Manusia yang bergelimpangan di jalan bukan mayat, melainkan orang-orang yang begitu mabuk sampai tidak bisa berdiri!
ISA 22:3 Semua pemimpinmu melarikan diri lalu tertangkap tanpa perlawanan. Semua rakyat yang berusaha kabur pun ketahuan dan ditawan.
ISA 22:4 Itulah sebabnya aku berkata, Biarkan aku sendiri. Jangan berusaha menghiburku. Aku mau menangis keras-keras meratapi kemusnahan bangsaku.
ISA 22:5 Karena aku telah menyaksikan benteng kota di Lembah Penglihatan diruntuhkan. Jeritan minta tolong terdengar sampai ke gunung-gunung. Derap langkah tentara musuh bergemuruh. Sungguh hari itu penuh kekacauan dan huru-hara. TUHAN Panglima Semesta, Sang Penguasa, telah menetapkannya.
ISA 22:6 Pasukan dari Elam datang bersenjatakan busur panah. Tentara mereka mengendarai kuda dan kereta perang. Pasukan dari Kir sudah siap dengan perisai.
ISA 22:7 Lembah-lembah terindah di daerah Yehuda penuh dengan kereta musuh, dan gerbang Yerusalem dikepung oleh pasukan berkuda.
ISA 22:8 TUHAN sudah menyingkirkan perlindungan atas Yehuda. Percuma saja kalian mengambil alat-alat perang lama yang tertampung di Gedung Libanon.
ISA 22:9 Kalian mengumpulkan air di kolam penampungan bawah. Lalu kalian menghitung retakan benteng Kota Daud
ISA 22:10 dan merobohkan rumah-rumah besar, agar batu-batunya dapat digunakan untuk memperbaiki retakan benteng itu.
ISA 22:11 Kalian membangun tempat penampungan air di antara kedua tembok kota untuk menampung air dari kolam yang lama. Akan tetapi, di tengah semua usahamu itu, kalian tidak berpaling kepada TUHAN yang membuat pengepungan ini terjadi. Kalian tidak meminta tolong kepada Dia yang sudah merencanakan hal ini sejak lama.
ISA 22:12 Pada waktu itu, Penguasamu, TUHAN Panglima Semesta, sudah menyuruh kalian menangis dan meratap, mencukur habis rambutmu dan mengenakan baju berkabung sebagai tanda pertobatan.
ISA 22:13 Tetapi kalian malah bersenang-senang dan berpesta pora. Kalian memotong sapi dan domba, makan daging dan minum-minum anggur. Kalian berseru, ‘Mari kita makan dan minum sepuasnya selagi masih bisa, sebelum kita mati.’
ISA 22:14 Tetapi TUHAN Penglima Semesta berkata kepadaku, “Perbuatan mereka itu, yang menentang perintah-Ku, tidak akan diampuni untuk selama-lamanya. Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegaskan hal ini.”
ISA 22:15 Inilah pesan dari TUHAN Panglima Semesta, Sang Penguasa: Temuilah Sebna, kepala pengurus istana, dan katakan kepadanya,
ISA 22:16 “Kamu pikir siapa dirimu? Apakah saat ini pantas kamu meninggikan diri dengan menyiapkan kuburan mewah bagimu di antara pemakaman para bangsawan yang dipahat di batu di atas bukit?
ISA 22:17 Ketahuilah, Aku, TUHAN, akan melemparkan kamu jauh-jauh, hai orang yang berlagak penting! Aku akan mencengkerammu kuat-kuat,
ISA 22:18 dan seperti sebuah bola, Aku akan menggelindingkanmu jauh-jauh ke suatu padang luas di luar sana. Di situlah kamu akan mati, dan di situlah kereta-kereta kuda kebanggaanmu akan tergeletak begitu saja. Kamu akan menjadi aib memalukan bagi kerajaan tuanmu!
ISA 22:19 “Aku akan menggulingkan dan menjatuhkan kamu dari jabatanmu.
ISA 22:20 Pada waktu itu, Aku akan mengangkat hamba-Ku, Elyakim anak Hilkia.
ISA 22:21 Kepadanya akan Aku berikan kedudukanmu. Kuasamu akan Aku serahkan ke tangannya. Dialah yang akan menjadi kepala atas rakyat Yerusalem dan Yehuda.
ISA 22:22 Aku akan memberikan kepadanya kunci istana Daud. Kalau dia membuka pintu, tidak ada yang akan menutupnya, dan kalau dia menutup pintu, tidak ada yang akan membukanya. Artinya, dialah yang diberi kekuasaan penuh, dan semua orang taat pada perintahnya.
ISA 22:23 “Aku akan membuat kedudukannya kuat, seperti paku yang tertancap kokoh di tembok batu. Dia akan mengangkat derajat keluarganya.
ISA 22:24 Oleh karena dia, keluarganya akan mendapat kehormatan, bahkan orang-orangnya yang terkecil. Begitu juga generasi anak cucunya yang kemudian. “Seluruh anggota keluarganya bergantung padanya, bagaikan perabot-perabot tanah liat bergantung pada paku sebatang, baik tempayan yang besar-besar maupun cangkir yang kecil-kecil.
ISA 22:25 Tetapi Aku, TUHAN Panglima Semesta, juga memberitahukan: Pada waktunya nanti, paku yang tertancap kokoh di tembok batu akan goyah, lepas, dan jatuh ke tanah, hingga semua yang bergantung padanya ikut terbanting dan hancur. Aku berjanji bahwa hal ini pasti terjadi.”
ISA 23:1 Inilah pesan yang TUHAN berikan kepada saya tentang hukuman atas Tirus: Menangislah, hai para pedagang dan pelaut di kapal-kapal yang sedang berlayar pulang dari Tarsis menuju Tirus. Sebab bangsa Asyur sudah menjadikan Tirus puing-puing. Tak ada lagi rumah-rumah. Tak ada lagi pelabuhan untuk berhenti. Sejak di Siprus kalian sudah mendengar beritanya.
ISA 23:2 Terkejutlah, hai penduduk daerah pesisir dan para pedagang dari kota Sidon. Selama ini kalian memperoleh kekayaan dengan berdagang menyeberangi lautan
ISA 23:3 dan melintasi segala perairan. Gandum dari lembah Sihor di Mesir, hasil bumi dari daerah sungai Nil, itulah sumber pendapatanmu. Kalianlah yang mengangkut dan menjualnya ke mana-mana. Selama ini kalian telah menjadi kunci perdagangan bagi bangsa-bangsa.
ISA 23:4 Tetapi sekarang kalian akan mendapat malu, hai penduduk Sidon. Sebab dewa laut yang kalian andalkan sebagai pelindung ternyata tidak berguna. Bahkan laut itu seakan berkata kepadamu, “Aku bukanlah dewamu yang pernah melahirkan kalian. Kalian orang Tirus dan Sidon bukan anak-anakku. Aku tidak pernah mengasuh dan membesarkanmu. Mengapa aku harus melindungi kalian?”
ISA 23:5 Ketika berita kehancuran Tirus sampai ke Mesir, mereka pun akan berduka.
ISA 23:6 Biarlah berita ini sampai ke Tarsis! Menangislah, hai penduduk daerah pesisir.
ISA 23:7 Bagaimana mungkin kota Tirus yang cerah ceria berakhir seperti ini! Padahal kota itu sudah berdiri sejak purbakala dan banyak penduduknya sukses merantau di negeri-negeri seberang.
ISA 23:8 Padahal para pedagangnya kaya raya bagai raja dan saudagar-saudagarnya dihormati di seluruh dunia. Tirus, yang tadinya berkuasa atas banyak kerajaan, mengapa sekarang bisa musnah? Siapakah yang telah mengatur semuanya ini bagi Tirus?
ISA 23:9 Yang mengatur semuanya adalah TUHAN Panglima Semesta, untuk merendahkan kemegahan yang dibangga-banggakan dan mempermalukan orang-orang yang disegani di bumi.
ISA 23:10 Hai penduduk Tarsis, menyebarlah ke seluruh negeri seperti sungai Nil meluap-luap sampai ke tepi. Kerjakan apa pun dengan bebas karena pemerintah Tirus yang mengekangmu sudah tidak ada lagi.
ISA 23:11 TUHAN sudah mengulurkan tangan-Nya untuk menghukum negeri-negeri di seberang lautan. Dia menggoncangkan kerajaan-kerajaan dunia. TUHAN sudah memerintahkan agar kekuatan perdagangan di daerah Tirus dan Sidon dihancurkan.
ISA 23:12 TUHAN berkata, “Tak akan lagi kalian bergembira ria, hai penduduk Sidon, karena kalian sudah dijajah oleh Asyur. Meskipun kalian menyeberang lautan dan kabur ke Siprus, di sana pun kalian tidak akan hidup tenang.”
ISA 23:13 Lihatlah negeri Babel. Penduduknya tidak ada lagi sebab bangsa Asyur sudah menghancurkannya hingga menjadi tempat tinggal binatang liar. Mereka mendirikan menara pengepungan. Mereka menggempur istana-istananya. Asyur telah menjadikan Babel reruntuhan.
ISA 23:14 Menangislah, hai para pedagang dan pelaut di kapal-kapal yang berlayar dari Tarsis! Sebab kekuatan yang kalian andalkan sudah menjadi puing-puing.
ISA 23:15 Kota Tirus akan terbengkalai selama tujuh puluh tahun, seperti masa hidup seorang raja. Sesudah tujuh puluh tahun, Tirus akan kembali jaya, seperti kata lirik lagu Sang Pelacur,
ISA 23:16 “Hai pelacur yang terlupakan, bawalah kecapi berkeliling kota. Mainkanlah nada-nada indah sambil menyanyikan banyak lagu supaya orang mengingatmu lagi.”
ISA 23:17 Setelah tujuh puluh tahun berlalu, TUHAN akan memulihkan keadaan Tirus. Kota itu akan kembali berlaku seperti pelacur, menjual diri kepada kerajaan-kerajaan di seluruh muka bumi.
ISA 23:18 Tetapi pada akhirnya, barang dagangan dan keuntungannya akan menjadi persembahan bagi TUHAN. Pendapatan Tirus tidak akan lagi disimpan atau ditimbun sendiri, tetapi diberikan kepada orang-orang yang menyembah TUHAN sehingga mereka makan sampai kenyang dan menikmati pakaian yang bagus.
ISA 24:1 Perhatikanlah! TUHAN akan mengosongkan bumi dan membuatnya gersang. Seluruh muka bumi dihancurkan dan penduduknya dibuat kacau balau.
ISA 24:2 Pada waktu itu, kehancuran akan menimpa semua orang tanpa pandang bulu. Baik imam maupun rakyat biasa, majikan maupun budak, pedagang maupun pembeli, pengutang maupun pemberi utang, dan pembayar bunga maupun penerima bunga, semua akan ditimpa malapetaka yang sama.
ISA 24:3 Seluruh bumi akan dikosongkan dan dihancurkan. Semua itu pasti terjadi, sebab TUHAN sudah mengatakannya.
ISA 24:4 Bumi kering kerontang. Seluruh dunia menjadi tandus. Orang-orang besar di bumi pun lesu merana.
ISA 24:5 Bumi sangat menjijikkan akibat penduduknya, karena mereka melanggar hukum-hukum Allah, mengingkari ketetapan-ketetapan-Nya, dan mengkhianati ikatan perjanjian-Nya yang kekal.
ISA 24:6 Itulah sebabnya bumi menanggung kutuk yang sudah terkandung dalam syarat perjanjian tersebut. Dan itulah sebabnya penduduk bumi menderita. Ya, karena kesalahan mereka sendiri! Karena pelanggaran mereka, penduduk bumi dihanguskan hingga sedikit orang saja yang tersisa.
ISA 24:7 Air anggur mengering dan pohon anggur meranggas. Semua orang yang tadinya gembira pun mengaduh.
ISA 24:8 Tiada lagi bunyi tabuhan rebana. Tiada lagi suara orang-orang berpesta. Alunan kecapi yang riang pun menghilang.
ISA 24:9 Tak ada lagi orang yang minum anggur sambil bernyanyi. Arak yang dahulu sedap kini tak lagi nikmat.
ISA 24:10 Kota-kota menjadi porak-poranda tak berbentuk. Setiap pintu rumah ditutup agar orang luar tak dapat masuk.
ISA 24:11 Di jalan-jalan, orang menangis karena air anggur tak ada lagi. Kegembiraan telah padam. Kesenangan di bumi sudah lenyap.
ISA 24:12 Yang tersisa di kota-kota hanyalah puing. Gerbangnya hancur berkeping-keping.
ISA 24:13 Demikianlah yang terjadi di seluruh bumi. Bangsa-bangsa akan punah seperti buah pohon zaitun yang rontok ketika digoncang dan seperti kebun anggur yang gundul sehabis dipanen.
ISA 24:14 Orang-orang yang tersisa akan bernyanyi dengan sukacita memuji TUHAN yang mulia. Dari barat terdengar sorak-sorai,
ISA 24:15 dari timur berkumandang pujian mengagungkan TUHAN. Di pulau-pulau yang jauh pun orang-orang bersorak memuliakan TUHAN, Allah Israel.
ISA 24:16 Dari negeri-negeri di seluruh penjuru bumi kita mendengar nyanyian memuji-muji Dia, Allah yang adil. Tetapi aku berkata, “Aku merana! Aku bersusah hati! Sungguh sengsara aku. Para pengkhianat masih beraksi. Orang-orang yang tidak setia masih ada.”
ISA 24:17 Malapetaka mengerikan dan bencana beruntun sedang menunggu kalian, hai penduduk bumi, bagaikan lubang perangkap dan jebakan berderet-deret.
ISA 24:18 Siapa pun yang luput dari malapetaka pertama akan jatuh ke dalam lubang perangkap kedua. Dan siapa pun yang berhasil keluar dari lubang itu akan tertangkap dalam jeratan bencana selanjutnya. Sebab hujan lebat dan banjir akan melanda bumi seakan semua pintu air di langit terbuka. Dan gempa akan mengguncang dunia seakan fondasi-fondasinya bergetar.
ISA 24:19 Hancur! Hancurlah bumi. Pecah! Pecahlah bumi. Goncang! Goncanglah bumi.
ISA 24:20 Seperti orang mabuk berjalan terhuyung-huyung dan seperti gubuk bergoyang-goyang ditiup angin, demikianlah bumi akan goyah. Karena berat sungguh kesalahan penduduknya bagaikan beban yang menekan bumi hingga jatuh dan tak akan bangkit lagi.
ISA 24:21 Pada waktu itu TUHAN akan menghukum para penguasa di langit dan para pemimpin di bumi.
ISA 24:22 Mereka semua akan dikumpulkan bersama-sama sebagai tahanan dan dikurung di lubang penjara yang dalam. Setelah sekian waktu lamanya, mereka akan dihukum.
ISA 24:23 Sesudah itu, cahaya bulan seolah padam dan cahaya mentari tak berarti lagi, karena TUHAN Panglima Semesta memerintah dari Bukit Sion, kota Yerusalem, dengan kemuliaan-Nya yang memancar terang disaksikan oleh para pemimpin umat-Nya.
ISA 25:1 TUHAN, Engkaulah Allahku! Aku hendak meninggikan dan memuji-Mu, karena Engkau setia menepati janji-Mu. Engkau sudah melakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang Engkau rencanakan sejak purbakala.
ISA 25:2 Aku memuji-Mu karena Engkau memusnahkan kota-kota menjadi timbunan puing. Benteng-bentengnya yang kokoh menjadi reruntuhan. Istana bangsa-bangsa asing Engkau robohkan dan tak akan pernah dibangun kembali.
ISA 25:3 Maka bangsa-bangsa yang kuat akan mengakui kehebatan-Mu. Pemerintah yang bertangan besi pun takut kepada-Mu.
ISA 25:4 Aku memuji-Mu karena Engkau menjadi pelindung bagi orang miskin. Kepada-Mu orang sengsara datang berlindung saat kesusahan. Bagaikan tempat berteduh dari terpaan badai dan teriknya panas, demikianlah Engkau menjaga mereka. Karena para penindas menyerang orang kecil dengan kejam seperti angin ribut menghantam dinding-dinding rumah
ISA 25:5 dan seperti panas terik menyengat di padang gurun. Bangsa-bangsa musuh mengacau dengan rusuh tetapi Engkau menghentikan mereka. Bagai awan meredam terik matahari demikianlah Engkau membungkam nyanyian kemenangan para penindas.
ISA 25:6 Di Bukit Sion ini, TUHAN Panglima Semesta akan mengadakan perjamuan besar bagi segala bangsa. Suatu perjamuan mewah dengan makanan lezat dan air anggur terbaik.
ISA 25:7 Di tempat ini TUHAN akan menyingkirkan selubung dukacita yang selama ini menggelapkan segala bangsa seperti kain kabung menutupi muka.
ISA 25:8 Dia akan meniadakan kematian untuk selamanya! TUHAN Sang Penguasa akan menyeka air mata dari wajah tiap orang. TUHAN akan menghapuskan aib umat-Nya yang selama ini dihina di bumi. Semua itu pasti terjadi, sebab TUHAN sudah mengatakannya.
ISA 25:9 Ketika itu terjadi, umat TUHAN akan berkata, “Sekarang terbukti! Inilah Allah kita! Allah yang selama ini kita tunggu penyelamatan-Nya. Inilah TUHAN! TUHAN yang selama ini kita nantikan. Sekarang Dia sudah bertindak! Dia menyelamatkan kita. Bersukacitalah karena Dia!”
ISA 25:10 Karena TUHAN akan melindungi Bukit Sion dengan kuasa-Nya. Tetapi bangsa Moab akan diinjak-injak di negerinya sendiri seperti jerami diinjak di lubang kotoran.
ISA 25:11 Moab akan berusaha naik dan keluar dari keadaannya itu seperti perenang merentangkan tangannya sekuat tenaga. Tetapi TUHAN akan menenggelamkan Moab sekalipun mereka menyombongkan segala daya upaya mereka yang cerdik.
ISA 25:12 Benteng-bentengnya yang tinggi akan dirobohkan, runtuh, musnah, sampai rata dengan tanah.
ISA 26:1 Ketika semua itu terjadi, rakyat Yehuda akan bersukacita dengan menyanyi lagu ini: Kota kita kuat karena TUHAN membentengi kita dengan keselamatan dari-Nya.
ISA 26:2 Bukalah gerbang kota! Biarlah masuk semua orang benar dari segala bangsa, yaitu mereka yang setia percaya kepada Allah.
ISA 26:3 Ya TUHAN, Engkau memberi ketenangan sempurna bagi setiap orang yang mengandalkan-Mu, yang pikiran-Nya tertuju hanya kepada-Mu.
ISA 26:4 Andalkanlah TUHAN selalu! Karena TUHAN, hanya TUHAN, Dia sajalah pelindung yang kekal.
ISA 26:5 Karena Dialah yang menundukkan orang-orang sombong yang merasa aman di kota mereka yang tinggi. TUHAN merobohkannya. Dia membuatnya runtuh, musnah, sampai rata dengan tanah,
ISA 26:6 hingga orang-orang kecil dapat menginjak-injaknya. Yang miskin dan yang tertindas akan menjejakkan kaki di atasnya.
ISA 26:7 Bagi orang-orang yang saleh, hidup ini bagaikan jalan yang lurus sebab Engkau meluruskan jalan mereka.
ISA 26:8 Ya TUHAN, kami menantikan Engkau melakukan penghakiman-Mu. Hati kami rindu melihat nama-Mu dihormati.
ISA 26:9 Setiap malam aku berdoa memohon kehadiran-Mu. Dengan segenap hati Aku mencari Engkau, sebab ketika Engkau datang menghakimi bumi, seluruh penduduk dunia akan menyadari cara hidup yang benar di mata-Mu.
ISA 26:10 Sekalipun orang bejat diberi kemurahan mereka tetap menolak hidup benar. Meskipun tinggal di negeri orang jujur, mereka akan tetap berbuat curang. Orang bejat tidak memandang keluhuran-Mu, TUHAN.
ISA 26:11 Walaupun Engkau sudah memberi hukuman sebagai peringatan mereka tidak menyadarinya. Ya TUHAN, tunjukkanlah pembelaan-Mu bagi umat-Mu, supaya orang bejat melihatnya dan mendapat malu. Musnahkanlah mereka, musuh-Mu itu, dengan api murka-Mu!
ISA 26:12 TUHAN, berilah kami ketenangan, sebab semua yang kami lakukan hanyalah karena pertolongan-Mu semata.
ISA 26:13 Ya TUHAN, Allah kami, meskipun banyak tuan pernah memerintah kami, hanyalah Engkau yang kami akui.
ISA 26:14 Para penguasa lain itu sudah mati. Mereka hanya tinggal arwah, tidak akan bangkit lagi. Karena Engkau telah menghukum mereka sampai binasa hingga mereka punah dan terlupakan.
ISA 26:15 Tetapi bangsa pilihan-Mu Engkau berkati, ya TUHAN. Engkau memperluas wilayah negeri kami. Sungguh mulia Engkau!
ISA 26:16 Ketika kami menderita oleh karena hajaran-Mu, TUHAN, kami mendekat kepada-Mu. Dengan rintihan, kami berdoa kepada-Mu.
ISA 26:17 Seperti perempuan hamil menggeliat dan menjerit kesakitan ketika tiba waktunya melahirkan, demikianlah kami di hadapan-Mu, ya TUHAN,
ISA 26:18 kami pun menggeliat dalam rasa nyeri namun seakan hanya melahirkan angin. Segala jerih payah dan penderitaan kami itu tidak menghasilkan apa-apa. Kami tidak mencapai kemenangan di bumi, dan musuh-musuh kami di dunia tidak juga kalah.
ISA 26:19 Akan tetapi, hai bangsaku, ketahuilah! Orang-orang kita yang mati akan hidup kembali. Tubuh mereka akan bangkit lagi. Bangun dan bernyanyilah, hai kalian yang terkubur dalam debu! Karena kuasa TUHAN yang menghidupkan akan turun seperti embun pagi yang berkilau membasahi bumi, menyegarkan kembali yang telah kering mati. Maka semua yang terkubur di bumi akan dibangkitkan kembali.
ISA 26:20 Tetapi sekarang pergilah dulu, hai bangsaku. Untuk sementara masuklah ke tempat yang aman dan bersembunyilah sampai murka TUHAN berlalu.
ISA 26:21 Sebab ketahuilah, TUHAN sedang datang dari tempat kediaman-Nya untuk menjatuhkan hukuman atas penduduk bumi karena segala dosa mereka. Atas perintah-Nya, setiap pembunuhan akan disingkapkan, dan TUHAN sendiri akan menjadi penuntut darah.
ISA 27:1 Pada waktu itu, bagai seorang panglima perang berpedang besar, kuat, dan tajam, TUHAN akan mendatangi Lewiatan, ular naga di samudra. Lewiatan melingkar, meluncur, dan menggeliat, tetapi TUHAN menikamnya sampai mati.
ISA 27:2 Pada waktu itu, TUHAN bersukacita atas kebun anggur-Nya, yaitu umat-Nya. Dia berkata: Bernyanyilah tentang kebun anggur-Ku, kebun anggur yang indah subur!
ISA 27:3 Aku sendirilah penjaganya. Setiap hari Aku menyiraminya. Sepanjang waktu Aku mengawasinya supaya tak ada yang datang merusaknya.
ISA 27:4 Tidak lagi Aku murka terhadapnya. Apabila Aku lihat rumput atau semak duri tumbuh di kebun-Ku itu, Aku akan membabat dan membakar habis mereka.
ISA 27:5 Tetapi jika mereka berseru memohon perlindungan-Ku, Aku akan menerima mereka. Aku akan berdamai dengan mereka.
ISA 27:6 Suatu hari nanti, bangsa Israel akan berakar kuat. Seperti pohon yang subur, Israel akan bertunas dan berbunga sampai seluruh bumi menikmati buahnya.
ISA 27:7 TUHAN tidak pernah menghajar umat-Nya seperti Dia menghajar musuh yang menyakiti mereka. TUHAN tidak menghabisi umat-Nya seperti Dia menghabisi musuh yang membunuh mereka.
ISA 27:8 Sesuai dengan pertimbangan-Nya yang tepat, TUHAN menghukum umat-Nya dengan membuang mereka ke negeri asing. Dia menyapu mereka dengan angin murka-Nya yang kuat seperti tiupan angin timur.
ISA 27:9 Maka dengan pembuangan itulah Israel membayar kesalahannya. Dan inilah hasilnya setelah dosa mereka disingkirkan: Israel akan meremukkan semua mezbah batu untuk dewa-dewa lain, merobohkan semua tiang lambang dewi Asyera, dan menggulingkan semua mezbah dupa hingga semuanya itu tidak akan pernah ada lagi.
ISA 27:10 Namun sebelum itu, kota-kota Israel akan diruntuhkan meskipun kuat bentengnya. Tempat pemukiman akan ditinggalkan dan menjadi kosong, sunyi sepi seperti padang belantara, hingga yang ada di sana hanya anak-anak sapi yang merumput, berbaring, dan mengunyah dahan-dahan pohon.
ISA 27:11 Ketika dahan-dahan itu kering dan patah, para perempuan akan memungutnya untuk kayu bakar. Semua itu terjadi karena umat Israel telah bertindak bebal. Itulah sebabnya Pencipta mereka tidak akan mengasihani mereka. Dia tidak akan menunjukkan perkenanan-Nya.
ISA 27:12 Namun pada hari kemenangan nanti, TUHAN akan mengumpulkan kembali umat Israel. Dari sungai Efrat di timur sampai ke sungai Mesir di barat, satu per satu diambil-Nya yang tercerai-berai di antara bangsa-bangsa seperti orang memungut biji-biji gandum di tempat pengirikan.
ISA 27:13 Pada hari itu bunyi terompet yang nyaring akan terdengar sebagai tanda panggilan umat TUHAN untuk berkumpul. Maka mereka yang merana di Asyur dan yang terbuang di Mesir akan pulang menyembah TUHAN di Yerusalem, di bukit-Nya yang suci.
ISA 28:1 Malapetaka akan menimpa Samaria, ibukota kebanggaan orang Israel, bangsa pemabuk! Sekalipun berdiri megah di puncak bukit yang subur, Samaria akan runtuh bagai bunga yang luruh.
ISA 28:2 Karena Sang Penguasa mengirimkan pasukan yang besar dan dahsyat seperti hujan es dan topan badai merusak. Mereka akan meremukkan Samaria sampai rata dengan tanah seperti terjangan gelombang banjir besar.
ISA 28:3 Kota kebanggaan para pemabuk Israel itu akan diinjak-injak.
ISA 28:4 Sekalipun berdiri megah di puncak bukit yang subur, Samaria akan runtuh bagai bunga yang luruh. Buah ara yang matang lebih awal sebelum musimnya akan dipetik dan langsung disantap oleh siapa pun yang melihatnya. Demikianlah nasib Samaria, sebab kalian di kota itu akan segera dilahap.
ISA 28:5 Pada hari itu, hanya TUHAN Panglima Semesta sajalah yang akan dibanggakan oleh segelintir umat-Nya yang selamat. Dialah satu-satunya kehormatan dan keindahan bagi mereka.
ISA 28:6 Dia akan menyadarkan para hakim dan pemimpin tentang apa yang adil, dan menguatkan para prajurit yang melindungi gerbang kota dari serangan musuh.
ISA 28:7 Tetapi saat ini, Israel dipimpin oleh para pemabuk. Para imam dan nabinya terhuyung-huyung karena anggur dan minuman keras. Bahkan meja-meja mereka penuh dengan muntahan sampai tak ada lagi tempat yang bersih. Itu sebabnya pikiran mereka pun kusut sehingga para nabi melihat penglihatan palsu dan para imam mengadili dengan sembrono.
ISA 28:9 Kalian menghina pesan yang aku sampaikan dengan berkata, “Berani sekali kamu mengajar kami, mengaku-ngaku membawa pesan TUHAN. Kami tidak butuh pengajaranmu itu! Ajaran itu hanya cocok untuk bayi dan anak kecil
ISA 28:10 sebab isinya cuma ocehan yang tidak ada artinya, seperti, ‘Gu-gu-ga-ga, bu-bu-ba-ba.’”
ISA 28:11 Baiklah. Melalui pengajaranku, TUHAN telah memberi petunjuk yang gampang dimengerti dalam bahasamu sendiri, “Beginilah cara untuk hidup damai. Bila kalian penat, lakukanlah ini, maka kalian akan merasa tenang.” Tetapi kalian tidak mau mendengar. Nah sekarang, karena kalian menolak mendengarkan pesan yang jelas, TUHAN akan berbicara kepada kalian melalui bangsa-bangsa lain yang asing bahasanya.
ISA 28:13 Ketika kalian sudah diperbudak oleh mereka, majikan barumu akan menyuruhmu dalam bahasanya yang bagi kalian terdengar seperti, “Gu-gu-ga-ga, bu-bu-ba-ba.” Itulah caranya TUHAN memberikan hukuman-Nya atas kalian. Kalian akan jatuh, terperangkap, remuk, dan tertawan.
ISA 28:14 Maka sekarang dengarlah perkataan TUHAN, hai para pencemooh yang memerintah kota Yerusalem!
ISA 28:15 Kalian berkata, “Kita tidak takut mati karena kita mahir menipu. Ketika musuh menyerang, kita akan membangun perlindungan dengan banyak dusta dan penipuan sehingga kita tidak celaka.”
ISA 28:16 Oleh karena itu, TUHAN Sang Penguasa berkata: Perhatikanlah! Aku sedang meletakkan sebuah batu di Sion yang akan membuat orang tersandung, sebuah batu besar yang akan membuat orang jatuh. Tetapi setiap orang yang percaya kepada batu itu tidak akan perlu gegabah.
ISA 28:17 Aku akan menegakkan keadilan. Nilai keadilan itu akan menjadi patokan dalam segala keadaan. Maka ketika badai dan banjir menerpa, tembok perlindunganmu yang tersusun dari dusta dan penipuan akan runtuh.
ISA 28:18 Meskipun kalian begitu yakin tidak akan mati, keyakinanmu itu akan sia-sia. Ketika malapetaka datang, kalian akan terinjak-injak olehnya.
ISA 28:19 Kapan pun bencana itu menyerbu, kalian akan celaka, baik pagi, siang, maupun malam. Saat kalian memahami pesan TUHAN ini, barulah kalian merasakan kengeriannya.
ISA 28:20 Saat itu kalian akan begitu gelisah hingga tak dapat tidur nyenyak. Tempat tidurmu terasa terlalu pendek dan selimutmu terasa terlalu kecil bagimu.
ISA 28:21 TUHAN akan membuat keadaanmu sama seperti bangsa Filistin di gunung Perasim dan seperti bangsa Amori di lembah Gibeon. TUHAN akan bertindak dalam murka-Nya, dan tindakan-Nya itu akan sangat dahsyat, tidak terduga!
ISA 28:22 Aku telah mendengar ketetapan dari TUHAN Panglima Semesta, Sang Penguasa, bahwa Dia akan memusnahkan seluruh negeri. Karena itu berhentilah mencemooh supaya hukumanmu tidak semakin berat.
ISA 28:23 Bukalah telinga lebar-lebar dan perhatikan kata-kataku ini:
ISA 28:24 Tidak ada petani yang hanya membajak dan membajak saja tanpa kemudian menabur benih. Tidak ada petani yang hanya mencangkul dan mencangkul saja sepanjang tahun.
ISA 28:25 Setelah selesai meratakan tanah, dia pasti akan menanam. Merica hitam, merica putih, gandum, dan jelai, masing-masing menurut tempat dan cara yang sesuai.
ISA 28:26 Petani tahu bagaimana bertani yang benar karena Allah memberinya pengertian.
ISA 28:27 Merica hitam tidak dikupas dan direndam, tetapi cukup dikeringkan lalu ditumbuk, sedangkan merica putih dikupas dan direndam air, baru kemudian dikeringkan.
ISA 28:28 Gandum dan jelai untuk bahan dasar tepung mudah hancur. Maka mereka tidak menampinya terlalu lama. Hanya menggilas secukupnya sampai kulitnya lepas.
ISA 28:29 Semua pengertian itu berasal dari TUHAN Panglima Semesta. Hikmat-Nya sempurna, dan Dia memberikan pengajaran yang luar biasa. Petani memiliki pengertian untuk bertani dengan benar, tetapi kalian, hai para imam dan nabi pemabuk, kalian bahkan tidak tahu bagaimana menjalankan tugasmu dengan benar!
ISA 29:1 TUHAN berkata: Malapetaka akan menimpa Bukit Sion, kota mezbah Daud! Sekalipun tahun demi tahun pesta hari raya rutin diadakan di sana,
ISA 29:2 Aku akan tetap mendatangkan musibah atas Yerusalem sehingga penduduknya berkabung dan meratap. Bukit Sion akan menjadi seperti mezbah di mana para penduduknya dihanguskan.
ISA 29:3 Aku akan menempatkan musuh-musuh di sekeliling Yerusalem. Mereka akan menimbun tanah menjadi tembok pengepungan di luar benteng kotamu sehingga kalian terkurung di dalam.
ISA 29:4 Maka kalian seakan dikubur hidup-hidup. Ketika kalian berseru, suaramu hanya terdengar seperti bisikan lirih dari dalam tanah. Kalian akan terkubur begitu dalam dan tidak berdaya.
ISA 29:5 Akan tetapi, kemudian semua musuhmu akan menghilang seperti debu halus diterbangkan angin. Sekalipun mereka ganas dan banyak jumlahnya, mereka akan lenyap dalam sekejap, seperti sekam ditiup angin. Karena dengan tiba-tiba,
ISA 29:6 Aku, TUHAN Panglima Semesta, akan datang kepadamu dengan guntur, gempa bumi, dan bunyi-bunyi yang dahsyat, dengan angin ribut dan badai serta api yang menghanguskan.
ISA 29:7 Bangsa-bangsa yang mengepung benteng Sion, tempat mezbah-Ku, dan membuat penduduknya menderita, akan menghilang begitu saja seperti mimpi belaka.
ISA 29:8 Lagipula impian musuh-musuh itu tidak akan menjadi nyata. Seperti orang yang lapar bermimpi sedang makan namun bangun tanpa merasa kenyang, atau orang yang haus bermimpi sedang minum namun tetap haus saat terbangun, demikianlah bangsa-bangsa yang memerangi Bukit Sion bermimpi dapat mengalahkannya, tetapi gagal.
ISA 29:9 Hai para nabi, kalian membodohi diri, maka kalian benar-benar menjadi bodoh! Kalian membutakan diri, maka kalian benar-benar menjadi buta! Kalian seperti orang mabuk, tetapi bukan karena anggur, terhuyung-huyung, tetapi bukan karena minuman keras,
ISA 29:10 melainkan karena TUHAN sudah membuat kesadaranmu tumpul seperti orang yang tertidur pulas. TUHAN sudah menutup mata kalian, hai para nabi, dan menutupi mukamu sehingga kalian tidak dapat melihat.
ISA 29:11 Semua penglihatan ini bagimu seperti buku yang tertutup dan disegel. Ketika diberikan kepada orang yang bisa membaca, orang itu menjawab, “Aku tidak bisa, karena buku ini disegel.”
ISA 29:12 Ketika diberikan kepada orang yang buta huruf, orang itu menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Begitulah matamu sudah tertutup dan kesadaranmu sudah tumpul.
ISA 29:13 TUHAN Sang Penguasa berkata: Hanya di mulut saja umat ini mengaku menghormati Aku dan ingin hidup dekat dengan-Ku, tetapi hati mereka menjauh dari-Ku. Percuma saja mereka mengaku menyembah Aku, karena yang mereka ajarkan hanya aturan-aturan manusia dan bukan aturan-Ku.
ISA 29:14 Karena itu, perhatikanlah! Aku akan mengadakan lagi perbuatan ajaib di antara mereka, begitu ajaibnya sehingga orang pandai dan bijak pun tidak mampu mengerti. Pengetahuan dan pikiran mereka tidak akan dapat memahaminya.
ISA 29:15 Malapetaka akan menimpa kalian, hai orang-orang yang berusaha menyembunyikan rencanamu dari TUHAN. Kalian melakukan perbuatan jahat dengan sembunyi-sembunyi lalu berkata, “Tidak ada yang melihat kita. Tidak ada yang mengetahui perbuatan kita.”
ISA 29:16 Kalian memutarbalikkan segala sesuatu! Kalian ibarat barang tanah liat yang berkata tentang perajin yang membuatnya, “Aku tidak dijadikan oleh manusia itu. Aku menciptakan diriku sendiri,” atau, “Aku lebih pintar dari tukang itu.”
ISA 29:17 Tidak lama lagi, hutan aras Libanon akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan semakin rimbun seperti hutan lebat.
ISA 29:18 Pada waktu itu orang yang tuli akan mendengar nubuatan ini, dan orang yang buta akan melihat.
ISA 29:19 Orang yang rendah hati akan menikmati sukacita karena TUHAN, dan orang yang miskin akan bersukaria karena Dia, Yang Mahakudus Allah Israel.
ISA 29:20 Orang-orang yang kejam dan para pencemooh tidak akan ada lagi. Para pelaku kejahatan akan dilenyapkan.
ISA 29:21 Para pendusta yang memberi kesaksian palsu, yang memutarbalikkan kebenaran di pengadilan sehingga merugikan orang tak bersalah, mereka semua akan dibinasakan.
ISA 29:22 Beginilah perkataan TUHAN, yang menyelamatkan Abraham, tentang semua keturunan Yakub: Bangsa Israel tidak akan lagi dipermalukan dan kehilangan muka,
ISA 29:23 karena ketika mereka melihat betapa besar jumlah anak cucu penerus Israel yang Aku jadikan, mereka akan memuliakan Aku, Yang Kudus Allah Yakub. Mereka akan takjub kepada-Ku, Allah Israel.
ISA 29:24 Pikiran mereka yang tadinya sesat akan sadar, dan mereka yang tadinya bersungut-sungut akan bersedia menerima pengajaran.
ISA 30:1 TUHAN berkata: Malapetaka akan menimpamu, hai anak-anak pemberontak, sebab kalian mengikuti rencanamu sendiri, bukan rencana-Ku. Kalian membuat kesepakatan yang bukan kehendak-Ku, sehingga dosamu semakin bertambah.
ISA 30:2 Tanpa meminta petunjuk-Ku, kalian pergi ke Mesir meminta perlindungan dari raja mereka. Kalian berlindung di balik kekuatan militer bangsa Mesir.
ISA 30:3 Oleh sebab itu, kalian akan mendapat malu dan menanggung aib karena nanti akan terbukti bahwa raja Mesir dengan segenap pasukannya tidak mampu menolong kalian.
ISA 30:4 Sekalipun para pembesar utusan raja Yehuda sudah tiba di kota Zoan dan Hanes di Mesir membawa hadiah untuk meminta bantuan,
ISA 30:5 kalian akan dikecewakan, karena Mesir tidak dapat menolong. Mesir tidak akan berguna. Mereka hanya akan membuat kalian ditertawakan musuh.
ISA 30:6 Inilah pesan TUHAN tentang rombongan duta yang melintasi padang belantara Negeb di wilayah selatan Yehuda: Dengan keledai dan unta bermuatan harta benda, para pembesar dari Yehuda pergi ke negeri Mesir, melewati jalan yang sukar dan berat, melalui sarang singa dan ular berbisa, sambil mengangkut persembahan yang mahal-mahal. Susah payah mereka akan sia-sia saja, karena mereka pergi kepada bangsa yang tidak mampu membantu.
ISA 30:7 Pertolongan dari Mesir sia-sia dan tidak berguna. Itu sebabnya Aku menyebut mereka Si Naga Lumpuh.
ISA 30:8 TUHAN berkata kepadaku: Tuliskanlah perkataan nubuat ini di hadapan mereka dalam sebuah kitab agar menjadi bukti untuk selamanya
ISA 30:9 bahwa mereka adalah umat pemberontak, anak-anak pembohong, yang tidak mau mendengarkan petunjuk TUHAN.
ISA 30:10 Mereka berkata kepada para nabi, “Tidak usah mendapat penglihatan. Tidak usah menubuatkan yang benar kepada kami. Katakan saja apa yang ingin kami dengar, hal-hal yang menyenangkan, meskipun itu bohong.
ISA 30:11 Berbaliklah. Tinggalkan jalan yang benar. Kami tidak mau mendengar lagi tentang Yang Mahakudus Allah Israel!”
ISA 30:12 Oleh sebab itu, beginilah pesan dari Yang Mahakudus Allah Israel: Karena kamu menolak perkataan-Ku, dan justru mengandalkan kekerasan serta bersandar pada tipu muslihat,
ISA 30:13 maka dosamu itu akan mendatangkan bencana besar dalam sekejap, ibarat retakan yang semakin memanjang pada sebuah tembok tinggi, lalu tiba-tiba robohlah tembok itu seketika.
ISA 30:14 Keruntuhannya begitu parah, seperti bejana tanah liat dibanting keras-keras sampai hancur lebur, sehingga di antara pecahannya tidak ada satu keping pun yang cukup besar untuk dapat dipakai mengambil api dari perapian atau menciduk air dari kolam penampungan.
ISA 30:15 TUHAN Sang Penguasa, yaitu Yang Mahakudus Allah Israel, telah berpesan: Bila kamu kembali kepada-Ku dan menenangkan pikiranmu dengan berserah kepada-Ku, maka kamu akan selamat. Bila kamu tinggal diam dan percaya kepada-Ku, kamu akan menjadi kuat. Tetapi kalian menolak
ISA 30:16 dan malah berkata, “Tidak! Kami mau melarikan diri dengan kuda.” Oleh karena itu, kalian akan dikejar musuh yang menunggang kuda. Lalu kalian berkata, “Kalau demikian, kami akan menunggang kuda yang larinya cepat.” Namun yang mengejar kalian akan lebih cepat lagi.
ISA 30:17 Seribu orang Israel akan kabur ketakutan melihat satu orang musuh. Seluruh bangsa akan kabur ketakutan melihat lima orang musuh, sampai negerimu ditinggalkan dan menjadi sepi, seperti tiang bendera berdiri sendirian di puncak bukit.
ISA 30:18 Akan tetapi, TUHAN menunggu-nunggu kalian kembali kepada-Nya, agar Dia bisa menyatakan belas kasih-Nya kepadamu. Dia sudah siap memberikan kemurahan bagi-Mu, karena TUHAN adalah Allah yang adil. Sungguh berbahagia orang yang menantikan Dia!
ISA 30:19 Hai orang-orang Sion, para penduduk Yerusalem, kalian tidak akan menangis lagi. TUHAN pasti berbelas kasihan kepadamu saat kalian berteriak minta tolong. Ketika Dia mendengar, Dia akan menjawabmu.
ISA 30:20 Meskipun kalian sudah kenyang dengan kesukaran dan penderitaan yang diberikan oleh Penguasamu, Dia, yang juga adalah Gurumu, tidak akan menyembunyikan diri lagi. Dengan matamu sendiri, kalian akan melihat Dia.
ISA 30:21 Ketika kalian hendak menyimpang ke kanan atau ke kiri, kalian akan mendengar suara-Nya memandumu, “Inilah jalan yang benar. Berjalanlah di sini.”
ISA 30:22 Ketika itu terjadi, kalian akan menganggap jijik berhala-berhalamu yang berlapis emas dan perak. Kalian akan membuangnya seperti barang najis sambil berkata, “Enyahlah!”
ISA 30:23 TUHAN akan menurunkan hujan untuk menyirami benih yang kalian tabur di ladang. Hasil panen negerimu akan melimpah sehingga persediaan makanan sangat banyak. Pada waktu itu ternakmu akan merumput di padang-padang hijau yang luas.
ISA 30:24 Sapi dan keledai yang membajak ladang akan menikmati makanan enak, gandum-ganduman yang sudah dikupas dan diayak.
ISA 30:25 Suatu hari nanti, musuh-musuhmu akan dibantai besar-besaran dan menara-menara mereka diruntuhkan. Sementara itu, mata air akan terpancar dari setiap gunung dan bukit di Israel.
ISA 30:26 Pada hari itu, TUHAN akan membalut luka-luka umat-Nya dan menyembuhkan segala kesakitan yang mereka derita akibat hukuman-Nya. Saat itu bulan akan bersinar seterang matahari, dan matahari menjadi tujuh kali lebih terang.
ISA 30:27 TUHAN datang dari jauh, dengan gumpalan asap tebal dan amarah yang menyala-nyala. Dia mengucapkan hukuman, dan perkataan-Nya itu terjadi, seperti api yang berkobar-kobar dan menghanguskan.
ISA 30:28 Hembusan nafas-Nya melenyapkan bangsa-bangsa, seperti aliran banjir besar yang naik setinggi leher menyapu segala yang ada. Dia menggoncang mereka sampai binasa, seperti orang mengayak gandum. Dan seperti orang menuntun hewan dengan kekang di mulut, demikianlah TUHAN menuntun mereka menuju kebinasaan.
ISA 30:29 Maka kalian, umat-Nya, akan bernyanyi seperti pada malam perayaan hari besar. Hatimu akan bersukacita seperti ketika orang naik ke rumah TUHAN di Bukit Sion sambil memainkan seruling untuk datang menyembah Sang Pelindung Israel.
ISA 30:30 TUHAN akan memperdengarkan suara-Nya yang agung kepada semua orang. Dia akan memperlihatkan kuasa-Nya dengan kemarahan yang dahsyat, nyala api yang menghanguskan, hujan badai, guruh petir, dan hujan es.
ISA 30:31 Mendengar suara TUHAN itu, bangsa Asyur akan gempar. Dia akan memukul mereka seperti seorang petarung mengayunkan tongkat.
ISA 30:32 Untuk setiap pukulan TUHAN atas Asyur, umat Allah akan merayakannya dengan iringan kecapi dan rebana. TUHAN menyerang Asyur dengan hantaman tangan-Nya yang berkuasa.
ISA 30:33 Tempat pembakaran sampah sudah lama disiapkan untuk raja Asyur. Lubang apinya dibuat dalam dan lebar, penuh dengan kayu bakar. Dan hembusan nafas TUHAN bagai aliran belerang yang akan membuatnya berkobar.
ISA 31:1 Malapetaka akan menimpa kalian, hai orang-orang yang pergi ke Mesir untuk meminta bantuan! Kalian mengandalkan kuda-kuda. Kalian percaya bahwa jumlah kereta perang yang banyak bisa memberi kemenangan dan bahwa pasukan berkuda yang kuat akan membuatmu selamat. Kalian tidak mengandalkan TUHAN, Yang Mahakudus Allah Israel, dan tidak meminta tolong kepada-Nya.
ISA 31:2 Akan tetapi, dengan pertimbangan-Nya yang bijaksana, TUHAN akan mendatangkan bencana. Dia tidak akan membatalkan ucapan-Nya. Dia akan bangkit memerangi bangsa yang jahat dan orang-orang yang membantu mereka dalam kejahatan.
ISA 31:3 Orang Mesir hanya manusia biasa, bukan dewa. Kuda-kuda mereka hanyalah hewan biasa, bukan malaikat. Maka ketika TUHAN bertindak, Mesir yang menolongmu akan jatuh. Dan kalian yang ditolong juga akan tumbang, sehingga kalian semua binasa bersama-sama.
ISA 31:4 Karena beginilah kata TUHAN kepadaku: Ketika seekor singa menghadang kawanan domba, dia tidak akan takut dan tidak akan mundur sekalipun gerombolan gembala berteriak-teriak mengusirnya. Singa itu tetap akan menggeram dan menerkam mangsanya. Demikian jugalah Aku akan datang berperang ke Bukit Sion. Aku tidak takut dan tidak akan mundur oleh banyaknya lawan-Ku.
ISA 31:5 Aku akan melindungi Yerusalem seperti induk burung melayang-layang di atas sarangnya untuk menjaga anak-anaknya. Aku pasti menjaga Yerusalem dan akan menyelamatkannya.
ISA 31:6 Kalian sudah terlalu jauh meninggalkan TUHAN! Kembalilah kepada-Nya, hai orang Israel.
ISA 31:7 Suatu hari nanti masing-masing kalian akan membuang berhala-berhala emas dan perak yang kalian buat sendiri dengan tanganmu yang penuh dosa.
ISA 31:8 Orang Asyur akan tewas, tetapi bukan oleh pedang manusia. Para pemudanya berusaha melarikan diri, tetapi mereka akan tertangkap dan dijadikan budak.
ISA 31:9 Para pahlawan yang terkuat, yang adalah tonggak kekuatan seluruh bangsa, akan mati ketakutan. Para komandan tentara Asyur panik berlarian meninggalkan bendera perang mereka. Demikianlah kata TUHAN, yang menjatuhkan hukuman-Nya dari Bukit Sion, bagaikan api menghanguskan para musuh-Nya.
ISA 32:1 Akan ada seorang raja yang memerintah dengan adil dan benar. Para pembesarnya menegakkan keadilan.
ISA 32:2 Karena keputusan-keputusan mereka yang adil, mereka menjadi tempat perlindungan hukum bagi rakyat, seperti tempat berteduh yang menjaga orang dari angin badai. Keadilan mereka memberi kelegaan, seperti aliran air di tanah kering, dan seperti bayang-bayang batu besar yang meneduhkan di tengah padang gersang.
ISA 32:3 Pada waktu itu, orang Israel akan dimampukan untuk melihat dan mendengar serta mengerti apa yang benar,
ISA 32:4 sehingga orang yang gegabah pun akan menjadi bijak. Juga orang yang gagap akan berbicara dengan lancar dan jelas.
ISA 32:5 Tidak akan ada lagi orang bebal yang dianggap beradab ataupun penipu yang dianggap terhormat.
ISA 32:6 Karena orang bebal hanya membicarakan hal bodoh. Pikiran mereka sibuk merencanakan kejahatan. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan bejat dan mengajarkan hal-hal keliru tentang TUHAN. Orang yang lapar tidak mereka beri makan dan yang haus tidak mereka beri minum.
ISA 32:7 Selain itu tingkah laku penipu jahat selalu. Mereka menyusun rencana busuk untuk merampas hak orang miskin dengan cerita bohong di pengadilan, sekalipun orang miskin itu tidak bersalah.
ISA 32:8 Sebaliknya, orang beradab membuat rencana yang adil, yang memberi kebaikan bagi semua pihak. Orang beradab memegang prinsip-prinsip hidup yang bermoral.
ISA 32:9 Hai orang-orang Yehuda, dengarkanlah! Kalian ibarat perempuan yang hidup nyaman dan bersantai-santai.
ISA 32:10 Sekarang kalian bersantai dan merasa aman, tetapi sebentar lagi, tahun depan, kalian akan gemetar karena cemas sebab kebun-kebun anggurmu gagal panen.
ISA 32:11 Seharusnya kalian gentar, hai para perempuan yang hidup nyaman. Seharusnya kalian cemas, hai orang yang bersantai-santai. Lepaskanlah pakaian dan kenakan kain kabung untuk berdukacita.
ISA 32:12 Tangisilah ladang-ladangmu yang subur, kebun-kebun anggurmu yang berbuah lebat,
ISA 32:13 dan rumah-rumahmu yang menyenangkan. Karena sebentar lagi semuanya itu akan ditumbuhi semak duri. Negerimu dan kotamu yang indah menjadi tanah tandus.
ISA 32:14 Istana raja ditinggalkan penghuninya. Kota yang ramai menjadi kosong ditinggalkan penduduknya. Bukit dan menara jaga menjadi sarang tempat keledai-keledai liar bersenang-senang dan hewan-hewan merumput.
ISA 32:15 Tetapi kemudian, dari surga TUHAN akan mencurahkan Roh-Nya atas kita! Tanah gersang akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan semakin rimbun seperti hutan lebat.
ISA 32:16 Maka di sana, di tanah gersang yang sudah menjadi negeri subur, penduduknya akan menjalankan apa yang adil dan benar.
ISA 32:17 Hasil dari perbuatan-perbuatan yang adil dan benar adalah hidup yang tenang, damai, tenteram, dan aman selama-lamanya.
ISA 32:18 Bangsaku akan berdiam di tempat yang tenang, negeri yang aman, rumah yang tenteram.
ISA 32:19 Meski sebelumnya hutan pernah gundul karena hujan es dan kota pernah rata dengan tanah.
ISA 32:20 Sehabis bencana itu, kalian akan menikmati berkat TUHAN. Benih-benihmu akan kalian tanam di tanah berair, sementara sapi-sapimu dan keledai-keledaimu bebas berlarian di padang terbuka.
ISA 33:1 Malapetaka akan menimpa kalian, hai bangsa pengkhianat yang menghancurkan negeriku. Kalian belum pernah dihancurkan dan dikhianati. Tetapi nanti akan tiba giliranmu dihancurkan, dan sekutu-sekutumu akan mengkhianatimu.
ISA 33:2 TUHAN, kasihanilah kami. Kami menanti-nantikan Engkau. Berilah kami kekuatan setiap hari. Selamatkanlah kami pada masa kesesakan.
ISA 33:3 Gabungan tentara musuh lari tercerai-berai mendengar guruh suara-Mu ketika Engkau bangkit bertindak.
ISA 33:4 Lalu umat-Mu beramai-ramai mengumpulkan jarahan dari mereka seperti kawanan belalang menyerbu hasil panen.
ISA 33:5 Mulialah TUHAN, yang tinggal di tempat mahatinggi. Dan di Bukit Sion, Dia mewujudkan apa yang adil dan benar.
ISA 33:6 Saatnya akan tiba, hai bangsaku, ketika kalian menikmati keselamatan dari TUHAN. Pada waktu itu kalian akan mengenal Dia dan menjadi bijak. Sikap hormat dan takut akan TUHAN menjadi yang terpenting bagimu.
ISA 33:7 Saat ini keadaan kita sangat menyedihkan. Tentara-tentara yang gagah berani menangis di jalanan. Para wakil bangsa yang mengajukan tawaran damai kepada pihak musuh pulang dengan menangis tersedu-sedu.
ISA 33:8 Jalan-jalan menjadi sunyi sepi. Tak ada seorang pun yang melintas, karena rakyat terlalu takut pergi keluar. Sebab musuh kita sudah mengingkari perjanjian damai. Mereka tidak menghargai para saksi dan tidak menghormati orang lain.
ISA 33:9 Negeri kita berkabung dan merana. Hutan Libanon layu dan terlantar. Padang Saron yang tadinya segar kini seperti padang pasir. Wilayah Basan dan gunung Karmel yang dahulu hijau sekarang menjadi gersang.
ISA 33:10 Tetapi TUHAN berkata: Sekarang Aku akan bangkit. Aku akan bertindak dan menunjukkan kuasa-Ku.
ISA 33:11 Hai musuh-musuh-Ku, rencana dan perbuatanmu ibarat rumput kering dan jerami, sedangkan perkataan dan amarahmu ibarat api yang nantinya akan menghanguskan dirimu sendiri.
ISA 33:12 Kalian pun akan dibakar menjadi abu, seperti tumbuhan berduri hangus dalam api.
ISA 33:13 Bangsa-bangsa yang jauh maupun yang dekat akan mendengar beritanya dan semuanya akan mengakui bahwa Aku, TUHAN, benar-benar berkuasa.
ISA 33:14 Aku melihat orang-orang berdosa di Sion ketakutan. Mereka yang mengabaikan TUHAN gemetar. Kata mereka, “Tidak mungkin kita bisa hidup di tengah api TUHAN yang menghanguskan ini! Mana mungkin kita bertahan di tengah api yang menyala selama-lamanya!”
ISA 33:15 Sebaliknya, orang-orang yang hidup dengan benar— yang selalu berbicara jujur, yang tidak mencari untung dengan curang, yang menolak suap, yang tidak terlibat dalam rencana pembunuhan dan tidak mau ikut dalam perbuatan jahat—
ISA 33:16 mereka itulah yang akan hidup dengan aman seperti berlindung di benteng batu yang tinggi. Segala kebutuhan hidup mereka akan terjamin.
ISA 33:17 Bangsaku, suatu hari nanti kalian akan melihat rajamu dalam semaraknya serta negerimu yang terbentang sampai jauh.
ISA 33:18 Pada waktu itu, kalian akan mengingat kengerian yang pernah kalian alami, lalu berkata, “Tidak ada lagi penuntut pajak yang menekan kita. Tidak ada lagi tentara musuh yang berpatroli di menara.”
ISA 33:19 Kalian tidak akan melihat lagi orang-orang bengis yang bahasanya asing dan aneh dan tidak bisa dimengerti.
ISA 33:20 Sebaliknya, kalian akan melihat Bukit Sion yang ceria dengan pesta hari-hari raya. Yerusalem menjadi kota yang tenteram, tempat kediaman yang tetap bagaikan kemah yang patoknya tidak dapat dicabut dan talinya tidak bisa putus.
ISA 33:21 Di sana, TUHAN akan tinggal bersama kita dengan keagungan-Nya. Hadirat-Nya melindungi kita seperti sungai besar yang tidak bisa dilayari atau diseberangi kapal-kapal musuh.
ISA 33:22 Karena TUHAN adalah hakim kita. TUHANlah pembuat hukum sekaligus raja kita. Dia pasti menyelamatkan kita.
ISA 33:23 Kapal-kapal musuh sudah longgar tali temalinya. Tiangnya sudah miring dan layarnya tidak terbentang. Pada saat itu kita akan membagi-bagi jarahan besar. Begitu banyak jumlahnya hingga orang pincang yang datang terlambat pun masih mendapat bagian.
ISA 33:24 Tidak ada seorang pun yang berkata, “Aku sengsara.” Semua yang tinggal di kota itu diampuni dosa-dosanya.
ISA 34:1 Perhatikanlah, hai bangsa-bangsa! Inilah pesan untuk seluruh dunia, untuk semua manusia di bumi. Dengarkanlah!
ISA 34:2 TUHAN murka kepada segala bangsa beserta segenap rakyatnya. Karena itu Dia telah menetapkan agar semuanya dihancurkan dan orang-orangnya dihabisi.
ISA 34:3 Mayat-mayat mereka akan dibiarkan bergelimpangan sehingga bau busuknya menguar di mana-mana. Pertumpahan darah akan begitu banyak sehingga gunung-gunung pun seakan terendam oleh darah.
ISA 34:4 Bentangan langit akan lenyap seperti kitab digulung. Semua benda angkasa mengering dan berjatuhan seperti daun-daun gugur.
ISA 34:5 Karena penghakiman TUHAN bagaikan pedang yang menghabisi segala yang ada di langit. Setelah selesai penghakiman-Nya atas langit, TUHAN akan menghakimi Edom, bangsa yang telah Dia tetapkan untuk dimusnahkan.
ISA 34:6 Seluruh penduduk Edom dibantai oleh pedang hukuman TUHAN, baik manusia maupun kambing domba hingga pedang TUHAN itu seolah berlumuran darah dan lemak. Begitu banyak yang mati tersembelih di kota Bosra, seakan TUHAN sedang mengadakan hari raya kurban. Pembantaian besar terjadi di seluruh negeri Edom.
ISA 34:7 Bahkan para penguasa Edom, yang bagaikan banteng liar yang ganas pun, akan ikut terbunuh bersama orang biasa yang lemah. Seluruh negeri penuh dengan darah, sampai tanahnya tertutup tumpahan lemak.
ISA 34:8 Sebab pada hari itu, TUHAN membalaskan segala kejahatan Edom terhadap Israel.
ISA 34:9 Sungai-sungai di Edom berubah menjadi aliran aspal panas dan tanahnya menjadi belerang. Seluruh negeri menjadi padang aspal yang terbakar.
ISA 34:10 Siang dan malam apinya tidak akan padam. Asapnya mengepul sampai selamanya. Dari zaman ke zaman negeri itu menjadi reruntuhan dan tidak pernah ada lagi manusia yang melintasinya.
ISA 34:11 Tetapi burung hantu, gagak, dan landak akan tinggal di sana. Tempat itu hanya akan menjadi sarang binatang liar. Seperti orang menentukan batas-batas tanah, demikianlah TUHAN seakan menarik garis sekeliling negeri Edom untuk menentukan agar seluruh daerah itu menjadi tidak berbentuk dan kosong, seperti belum pernah dihuni manusia.
ISA 34:12 Tidak akan ada lagi bangsawan ataupun raja yang membuat Edom pantas disebut kerajaan.
ISA 34:13 Istana-istana dan benteng-bentengnya penuh tertutup lumut dan putri malu, menjadi sarang bagi anjing hutan dan burung hantu.
ISA 34:14 Di sana serigala dan segala hewan liar berkumpul. Kambing-kambing hutan bersahut-sahutan. Bahkan binatang-binatang malam tinggal dengan tenang karena tidak ada lagi manusia.
ISA 34:15 Edom menjadi tempat burung hantu bersarang dan bertelur serta membesarkan anak-anaknya, bahkan elang berdatangan ke situ untuk kawin.
ISA 34:16 Cari dan bacalah di dalam kitab TUHAN. Di situ tertulis, “Semua jenis hewan itu akan ada dan lengkap di padang belantara Edom. Tiada satu pun yang tidak ada. Masing-masing berpasang-pasangan.” Hal itu terjadi sebab TUHAN sudah mengatakannya, dan kuasa-Nya sendiri yang menjalankannya.
ISA 34:17 TUHAN memberikan negeri Edom sebagai tempat tinggal bagi hewan liar. Masing-masing diberi-Nya bagian, seperti orang membagi tanah warisan. Dari zaman ke zaman dan sampai selamanya, binatang liar menduduki negeri Edom sebagai tempat kediaman mereka.
ISA 35:1 Padang belantara dan tanah kering menjadi segar berbunga. Suasana tandus dan suram berubah menjadi sukacita.
ISA 35:2 Tanah yang tadinya gersang kini dipenuhi bunga-bunga bermekaran, rimbun menghijau seperti gunung Libanon, Karmel, dan padang rumput Saron. Tanah tandus itu menjadi permai dan riang karena TUHAN, Allah kita yang agung, datang dengan semarak-Nya.
ISA 35:3 Oleh sebab itu, hai semua yang lemah dan ketakutan, bangkitkan semangatmu!
ISA 35:4 Dan semua yang resah gelisah, kuatkan dirimu! Jangan takut! Sebab Allah kita datang membawa hukuman untuk membalas kejahatan musuh kita. Dia akan datang menyelamatkan kita!
ISA 35:5 Pada waktu itu, orang-orang buta akan dapat melihat, orang-orang tuli akan dapat mendengar.
ISA 35:6 orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan orang bisu akan bernyanyi gembira Ketika Allah kita datang, segala sesuatu menjadi indah: padang belantara akan mengeluarkan mata air bahkan di padang gurun akan mengalir sungai segar.
ISA 35:7 Padang pasir yang panas menjadi danau dan dari tanah kering keluar sumber air. Belantara yang sebelumnya menjadi tempat tinggal anjing-anjing hutan akan ditumbuhi tanaman-tanaman air.
ISA 35:8 Lalu akan ada sebuah jalan besar yang dinamai Jalan Suci, khusus bagi orang-orang yang diizinkan oleh Allah. Orang yang bebal dan yang menajiskan diri tidak akan pernah melewati jalan itu.
ISA 35:9 Jalan itu aman, karena singa maupun binatang buas tidak akan melintas di sekitarnya. Hanya orang-orang yang diselamatkan Allah yang akan berjalan di sana.
ISA 35:10 Mereka yang sudah diselamatkan TUHAN akan kembali dan memasuki Yerusalem sambil bernyanyi. Sukacita abadi akan mereka nikmati. Hanya kegirangan dan kebahagiaan yang terasa. Dukacita dan keluh kesah tak ada lagi.
ISA 36:1 Pada tahun ke-14 pemerintahan Hiskia, Raja Sanherib dari Asyur menyerang kota-kota berbenteng di Yehuda dan berhasil menguasai semuanya,
ISA 36:2 kecuali Yerusalem. Waktu itu, pasukan Asyur sedang menggempur kota Lakis. Kemudian raja Asyur mengutus komandan tentaranya pergi dari Lakis ke Yerusalem untuk mengancam Hiskia, dengan membawa sejumlah besar pasukan. Setibanya di Yerusalem, komandan itu berhenti di jalan yang ke arah tanah lapang tempat pembilasan kerajinan kain wol, di dekat saluran air dari kolam atas.
ISA 36:3 Untuk menemui komandan Asyur itu, Hiskia mengutus kepala pegawai istana, sekretaris raja, dan juru tulis kerajaan. Mereka adalah Elyakim anak Hilkia, Sebna, dan Yoah anak Asaf.
ISA 36:4 Komandan itu berkata kepada mereka, “Raja Asyur, sang raja agung, menyampaikan pesan ini kepada Hiskia: Kamu bodoh jika kamu tenang-tenang saja menghadapi serangan Asyur. Tidak ada yang bisa kamu andalkan untuk mengalahkan kami!
ISA 36:5 Ucapan para penasihatmu bukan strategi perang yang bagus. Kekuatan militermu juga tidak cukup. Berani sekali kamu memberontak terhadap saya, padahal tidak ada yang bisa kamu andalkan!
ISA 36:6 Saya tahu kamu mengandalkan raja Mesir. Tetapi Mesir itu lemah! Bersandar pada Mesir sama seperti bersandar pada tongkat kayu yang sudah patah— bukannya menyangga, patahannya justru akan melukai tanganmu. Seperti itulah raja Mesir bagi semua bangsa yang mengandalkan dia.
ISA 36:7 Tetapi jika kalian berkata bahwa kalian mengandalkan TUHAN, dewamu, itu juga percuma! Hiskia sudah meruntuhkan mezbah-mezbah dan bukit-bukit tempat pemujaan dewamu itu. Dia menyuruh kalian semua beribadah hanya di mezbah yang di Yerusalem.
ISA 36:8 Jadi sekarang, tuanku raja Asyur menantang kalian untuk bertaruh dengannya: Kalau kalian bisa mengumpulkan 2.000 prajurit penunggang kuda, raja kami akan memberi kalian 2.000 ekor kuda.
ISA 36:9 Tetapi kalian tidak akan bisa, karena pasukanmu terlalu sedikit! Untuk mendapat kereta perang dan prajurit berkuda pun kalian harus meminta dari Mesir. Dengan keadaan kekuatan perangmu yang sepayah itu, kalian bahkan tidak akan sanggup mengalahkan satu regu tentara Asyur yang paling kecil!
ISA 36:10 Lagipula, kedatangan Asyur ke negerimu ini juga atas kehendak TUHAN! Ketahuilah, TUHAN sendiri yang menyuruh raja Asyur untuk memerangi dan menghancurkan Yehuda.”
ISA 36:11 Kemudian Elyakim, Sebna, dan Yoah berkata kepada komandan Asyur, “Tolong berbicaralah kepada hamba-hambamu ini dalam bahasa Aram. Kami bisa mengerti. Jangan berbicara dalam bahasa Ibrani, karena rakyat yang sedang berada di atas tembok kota dapat mendengarnya.”
ISA 36:12 Tetapi jawab komandan Asyur, “Memang itu tujuannya! Tuanku mengutus kami untuk menyampaikan semua ini bukan hanya untuk kalian dan rajamu Hiskia, tetapi juga untuk semua rakyat di kota. Karena waktu kami mengalahkan kota ini nanti, mereka akan makan kotorannya sendiri dan minum kencingnya sendiri. Begitu juga kalian bertiga!”
ISA 36:13 Lalu komandan itu berdiri dan berteriak dalam bahasa Ibrani, “Dengarkanlah pesan raja Asyur, sang raja agung!
ISA 36:14 Beginilah kata raja: Jangan mau dibohongi oleh Hiskia. Dia tidak bisa menyelamatkan kalian!
ISA 36:15 Jangan percaya kepada ajakan Hiskia untuk mengandalkan TUHAN. Dia berkata, ‘TUHAN pasti menyelamatkan kita. Kota Yerusalem ini tidak akan dikuasai oleh raja Asyur.’
ISA 36:16 Itu tidak benar. Jangan percaya pada Hiskia. Raja Asyur berpesan: Menyerahlah kepada saya dengan damai. Maka setiap orang boleh tetap hidup dan menikmati hasil kebun anggur, pohon ara, dan air sumurnya masing-masing
ISA 36:17 sampai saya datang memindahkan kalian ke suatu negeri yang seperti negerimu ini. Di sana ada banyak gandum dan anggur.
ISA 36:18 Jangan tertipu oleh bujukan Hiskia yang berkata, ‘TUHAN pasti menyelamatkan kita.’ Tidak pernah ada dewa bangsa mana pun yang sanggup menyelamatkan negerinya dari serangan raja Asyur.
ISA 36:19 Ingatlah kota Hamat, Arpad, dan Sefarwaim. Semuanya sudah saya taklukkan. Dewa mereka tidak bisa berbuat apa pun. Samaria juga sudah saya kalahkan.
ISA 36:20 Tidak ada satu pun dewa-dewa negeri itu yang bisa menyelamatkan umatnya dari kekuasaan saya. Karena itu, tidak mungkin TUHAN, dewamu, menyelamatkan Yerusalem.”
ISA 36:21 Akan tetapi, seluruh rakyat yang mendengar dari atas benteng kota diam saja. Mereka tidak menjawab sepatah kata pun karena Raja Hiskia sudah memerintahkan, “Jangan menjawab dia.”
ISA 36:22 Sesudah itu, Elyakim, Sebna, dan Yoah pergi menghadap Hiskia sambil mengoyakkan pakaian sebagai tanda berduka dan menyampaikan kepadanya perkataan komandan Asyur.
ISA 37:1 Mendengar laporan mereka, Raja Hiskia mengoyakkan pakaiannya lalu memakai kain kabung dan pergi ke rumah TUHAN.
ISA 37:2 Dia mengutus Elyakim (kepala istana), Sebna (sekretaris raja), dan para imam terkemuka untuk pergi menemui saya, Nabi Yesaya anak Amos, dengan mengenakan kain kabung juga.
ISA 37:3 Kata mereka kepada saya, “Raja Hiskia mengirim pesan: Hari ini kita mendapat masalah besar. Kita menerima ancaman keras dan dipermalukan. Bangsa kita dalam kondisi gawat, ibarat perempuan yang sudah hampir bersalin tetapi terlalu lemah untuk melahirkan bayinya.
ISA 37:4 Kiranya TUHAN, Allah kita, memperhatikan apa yang telah dikatakan komandan utusan raja Asyur. Dia sudah menghina Allah yang hidup. Semoga TUHAN memberi keadilan atas perkataannya. Karena itu, tolong berdoalah bagi segelintir rakyat kita yang masih tersisa ini.”
ISA 37:5 Kepada para pejabat Hiskia yang datang itu,
ISA 37:6 saya berkata, “Sampaikan kepada tuanmu raja, beginilah pesan TUHAN: Jangan takut terhadap kata-kata penghinaan terhadap-Ku yang tadi kamu dengar dari para utusan raja Asyur.
ISA 37:7 Ketahuilah, Aku akan mengatur sehingga dia mendengar suatu kabar yang membuatnya pulang ke Asyur. Lalu Aku akan membuat dia mati terbunuh di sana, di negerinya sendiri.”
ISA 37:8 Sementara itu, komandan Asyur mendapat laporan bahwa raja Asyur sudah pergi dari kota Lakis dan sedang memerangi kota Libna. Maka komandan itu pergi ke Libna menemui tuannya.
ISA 37:9 Tidak lama sesudah itu, raja Asyur menerima berita bahwa Tirhaka, raja negeri Etiopia, sudah mengerahkan pasukan untuk memerangi Asyur. Mendengar itu, raja Asyur sekali lagi mengutus orang kepada Hiskia dengan surat yang isinya,
ISA 37:10 “Untuk Hiskia, raja Yehuda: Jangan mau dibohongi oleh dewamu yang kamu andalkan itu. Dewamu mengatakan bahwa Yerusalem tidak akan ditaklukkan oleh raja Asyur.
ISA 37:11 Tetapi kamu tahu sendiri bahwa raja-raja Asyur sejak dulu sudah memusnahkan semua lain. Jadi, bangsamu tidak mungkin akan selamat.
ISA 37:12 Leluhur-leluhur saya telah memusnahkan bangsa Gozan, Haran, Rezef, juga orang Eden di tanah Telasar. Berarti, dewa-dewa mereka terbukti tidak dapat menyelamatkan bangsanya dari raja-raja Asyur.
ISA 37:13 Ingat juga kota Hamat, Arpad, Sefarwaim, Hena, dan Iwa. Raja-rajanya sudah kami binasakan!”
ISA 37:14 Hiskia menerima surat dari para utusan itu dan membacanya. Kemudian dia pergi ke rumah TUHAN dan membentangkan gulungan surat itu di hadapan TUHAN.
ISA 37:15 Lalu dia berdoa,
ISA 37:16 “Ya TUHAN Panglima Semesta, Allah Israel yang bertakhta di antara kedua malaikat penjaga di atas peti perjanjian-Mu, hanya Engkau satu-satunya Allah, dan Engkaulah yang berkuasa atas semua kerajaan di bumi. Engkau pencipta langit dan bumi.
ISA 37:17 Dengar dan lihatlah, ya TUHAN, segala perkataan Sanherib yang dia kirimkan untuk menghina Engkau, Allah yang hidup.
ISA 37:18 Memang benar, TUHAN, raja-raja Asyur sudah menghancurkan bangsa-bangsa beserta negeri mereka,
ISA 37:19 juga membakar dewa-dewa mereka. Tetapi, itu karena semua dewa bangsa-bangsa itu hanya patung buatan manusia dari kayu dan batu, bukan benar-benar Allah. Itulah sebabnya Asyur bisa mengalahkan mereka.
ISA 37:20 Karena itu, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari raja Asyur, supaya semua kerajaan di bumi tahu bahwa Engkau, TUHAN, adalah satu-satunya Allah.”
ISA 37:21 Kemudian saya mengirim pesan kepada Hiskia, “Beginilah pesan TUHAN, Allah Israel: Aku telah mendengar doamu tentang Sanherib, raja Asyur.
ISA 37:22 Dan mengenai Sanherib, TUHAN berkata: Melihat engkau melarikan diri, umat-Ku menertawakan engkau! Seluruh warga Yerusalem meledek engkau di belakangmu.
ISA 37:23 Karena engkau sudah meninggikan diri dan berbicara sombong menghina Aku, memandang rendah Yang Kudus Allah Israel.
ISA 37:24 Melalui utusanmu, engkau mengolok-olok Sang Penguasa dengan berkata, “Kereta perangku banyak. Aku bisa menaklukkan gunung Libanon sampai ke puncaknya yang tertinggi. Aku akan masuk ke rimbanya yang paling lebat dan menebang pohon arasnya yang tinggi-tinggi serta pohon-pohon sanobarnya yang terbaik.
ISA 37:25 Aku sudah menggali sumur-sumur di negeri-negeri lain dan menikmati airnya. Sungai-sungai di Mesir sudah aku injak-injak sampai kering.”
ISA 37:26 Tetapi, hai Sanherib, ketahuilah! Aku, TUHAN, Akulah yang sudah mengatur sejak purbakala bahwa engkau akan meruntuhkan kota-kota berbenteng menjadi puing-puing. Dan sekarang, engkau bisa melakukan semuanya itu hanya karena Akulah yang mewujudkannya!
ISA 37:27 Aku jugalah yang membuat rakyat bangsa-bangsa tidak berdaya melawanmu. Mereka ketakutan hingga lemas lunglai seperti rerumputan di ladang atau seperti rumput hijau di atap rumah layu terpanggang matahari.
ISA 37:28 Hai Sanherib, Aku tahu apa pun yang engkau lakukan. Aku tahu ke mana pun engkau pergi, dan Aku tahu segala tindakanmu yang kurang ajar terhadap-Ku.
ISA 37:29 Oleh karena kesombonganmu melawan Aku, Aku akan menyeret engkau pulang ke negerimu seperti sapi digiring dengan cincin besi di hidungnya dan kekang di mulutnya.
ISA 37:30 Dan kepadamu, Hiskia, Aku akan memberikan tanda ini sebagai bukti bahwa perkataan-Ku benar-benar akan terjadi. Beginilah tandanya: Dalam tahun ini, rakyat negerimu akan makan hasil tanah yang tumbuh dengan sendirinya. Tahun depan, kalian akan memetik hasil yang tumbuh dari tanaman sebelumnya. Pada tahun berikutnya, kalian akan menanam gandum dan kebun anggur serta menikmati panennya.
ISA 37:31 Segelintir orang yang selamat dari kerajaan Yehuda akan bertahan bahkan menetap dengan mapan dan beranak cucu, seperti pohon yang berakar dalam dan berbuah lebat.
ISA 37:32 Sebab dari Yerusalem segelintir orang yang selamat akan berkembang. Aku, TUHAN Panglima Semesta, Aku sendiri yang menjamin bahwa hal ini pasti terjadi.
ISA 37:33 Jadi, mengenai raja Asyur, Aku berjanji: Dia tidak akan masuk ke kota ini. Sebatang anak panah pun tidak akan dia tembakkan di sini. Dia tidak akan datang dengan perisai ataupun menimbun tanah di sekeliling Yerusalem menjadi tembok pengepungan.
ISA 37:34 Dia tidak akan pernah memasuki Yerusalem, tetapi akan kembali ke negerinya sendiri melalui jalan yang ditempuhnya waktu datang. Aku, TUHAN, menegaskan hal ini.
ISA 37:35 Aku akan melindungi kota ini demi kehormatan-Ku, dan demi janji-Ku kepada Daud, hamba-Ku.
ISA 37:36 Malam itu juga, datanglah seorang malaikat membunuh 185.000 tentara di perkemahan Asyur. Keesokan paginya, beberapa tentara yang masih hidup terbangun dan melihat mayat-mayat sudah bergelimpangan di mana-mana.
ISA 37:37 Maka Sanherib membubarkan perkemahan tentaranya. Dia pergi dari negeri Yehuda lalu kembali ke kota Niniwe dan tinggal di sana.
ISA 37:38 Suatu hari, ketika Sanherib sedang beribadah di kuil Nisrok, dewanya, dia dibunuh dengan pedang oleh dua anaknya sendiri, yaitu Adramelek dan Sarezer. Sesudah itu keduanya melarikan diri ke tanah Ararat. Esarhadon, anaknya yang lain, menggantikan Sanherib sebagai raja.
ISA 38:1 Suatu kali Raja Hiskia sakit parah dan hampir mati. Lalu saya datang menemui dia untuk menyampaikan pesan TUHAN, “Beginilah kata TUHAN: Berikan pesan-pesan terakhirmu untuk keluargamu, karena sebentar lagi kamu akan meninggal. Kamu tidak akan sembuh.”
ISA 38:2 Mendengar itu, Hiskia berbalik menghadap tembok dan berdoa,
ISA 38:3 “Ya TUHAN, tolong, ingatlah betapa aku sudah hidup menaati kehendak-Mu dengan sepenuh hati. Aku setia melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Lalu Hiskia menangis tersedu-sedu.
ISA 38:4 Kemudian TUHAN berkata lagi kepada saya,
ISA 38:5 “Kembalilah menemui Hiskia dan katakan kepadanya: Aku, TUHAN, Allah yang disembah oleh Daud, leluhurmu, sudah mendengar doamu dan melihat air matamu. Aku akan menambahkan umurmu lima belas tahun lagi.
ISA 38:6 Aku akan menyelamatkan kamu beserta Yerusalem dari tangan raja Asyur. Aku akan melindungi kota ini.
ISA 38:7 Dan inilah bukti bagimu bahwa janji-Ku itu benar-benar akan terjadi:
ISA 38:8 Aku akan membuat bayangan pada jam matahari buatan raja Ahas mundur sepuluh langkah.” Lalu terjadilah demikian— bayangan pada jam matahari benar-benar mundur sepuluh langkah.
ISA 38:9 Inilah tulisan Hiskia, raja Yehuda, sesudah sembuh dari sakitnya:
ISA 38:10 Ketika usiaku baru separuh baya aku sekarat dan sudah berdiri di depan gerbang Syeol. Sisa umurku tidak akan lama lagi.
ISA 38:11 Saat itu aku berpikir: Selesai sudah. Aku akan terpisah dari TUHAN di dunia orang hidup. Aku tidak akan lagi melihat manusia di bumi.
ISA 38:12 Nyawaku akan disudahi seperti kemah gembala dibongkar. Hidupku akan diakhiri seperti tukang tenun menggulung kainnya yang sudah selesai. TUHAN akan memutus nyawaku. Aku berpikir, “Tidak sampai sehari lagi, Engkau akan mencabut nyawaku.”
ISA 38:13 Sepanjang malam aku menenangkan hati menunggu pagi walaupun sakit semua tulangku, seperti dicabik-cabik singa. Aku berpikir, “Tidak sampai sehari lagi, Engkau akan mencabut nyawaku.”
ISA 38:14 Aku menangis tersedu-sedu, seperti suara burung yang menyayat hati. Mataku sembap mengharapkan pertolongan-Mu. Ya Penguasaku, aku sangat tertekan. Berilah aku kelegaan.
ISA 38:15 Ya TUHAN, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Engkau sendiri memutuskan untuk menghajar aku dan Engkau pasti melakukannya. Maka dalam sisa hidupku ini, aku akan hidup dengan rendah hati.
ISA 38:16 Ya TUHAN, Engkau membuatku sehat kembali dan memperpanjang hidupku. Anugerah kesehatan dari-Mu itulah yang membuat manusia dapat hidup dan yang membuatku terus bernafas.
ISA 38:17 Tetapi ada kebaikan di balik penderitaanku itu. Sekarang, oleh karena kasih-Mu Engkau mengeluarkan aku dari jurang kematian. Engkau telah menyingkirkan dosaku jauh-jauh dan melupakan semuanya.
ISA 38:18 Karena orang mati di dalam Syeol tidak dapat bersyukur dan memuji Engkau. Mereka yang turun ke liang kubur tidak dapat lagi mengharapkan kesetiaan-Mu.
ISA 38:19 Hanya orang hidup yang dapat memuji Engkau dan bercerita tentang kesetiaan-Mu kepada anak-anak mereka, seperti yang aku lakukan hari ini.
ISA 38:20 TUHAN akan menyelamatkanku. Maka seumur hidupku, aku akan bernyanyi bagi-Mu dengan iringan kecapi bersama umat TUHAN di rumah-Mu.
ISA 38:21 Beginilah rincian peristiwa kesembuhan Hiskia: Sesudah TUHAN mengatakan bahwa Dia akan menyembuhkan Raja Hiskia, saya menyuruh para pembantunya untuk menumbuk buah ara dan mengoleskannya pada bagian kulit Hiskia yang sakit. Dengan begitu, dia menjadi sembuh.
ISA 38:22 Juga, waktu saya menyampaikan bahwa TUHAN akan menambah umur Hiskia lima belas tahun lagi, dia berkata, “Tolong mintalah TUHAN memberi tanda bahwa saya benar-benar akan sembuh dan bisa kembali beribadah di rumah TUHAN.” Itulah sebabnya TUHAN melakukan keajaiban dengan jam matahari.
ISA 39:1 Beberapa waktu kemudian, Merodak Baladan anak Baladan, raja Babel, mengirim utusan untuk mengantarkan surat dan sebuah hadiah kepada Raja Hiskia karena dia mendengar bahwa Hiskia sudah sembuh dari sakit parah.
ISA 39:2 Raja Hiskia menyambut utusan itu dengan gembira. Dia mengajak mereka berkeliling untuk melihat seluruh gedung perbendaharaannya yang berisi harta dari perak dan emas, juga rempah-rempah, wewangian, minyak zaitun, dan semua persenjataannya. Di dalam istana dan di seluruh daerah kekuasaannya, tidak ada barang yang tidak dia tunjukkan kepada mereka.
ISA 39:3 Sesudah kunjungan itu, saya menemui Raja Hiskia dan bertanya, “Ada perlu apa orang-orang itu? Dari mana mereka?” Jawab Hiskia, “Mereka datang dari negeri yang jauh, yaitu Babel.”
ISA 39:4 Saya bertanya, “Apa yang mereka lihat di istanamu?” Hiskia menjawab, “Semuanya. Tidak ada harta benda yang tidak saya tunjukkan kepada mereka.”
ISA 39:5 Lalu saya berkata kepada Hiskia, “Dengarlah pesan dari TUHAN Panglima Semesta:
ISA 39:6 Akan tiba waktunya segala kekayaan di istanamu ini, juga semua harta yang telah dikumpulkan oleh raja-raja sebelum engkau sampai hari ini, akan dibawa ke Babel. Tidak akan ada yang tersisa.
ISA 39:7 Beberapa keturunanmu di masa mendatang akan dibawa pergi dari sini. Mereka akan menjadi pejabat di istana raja Babel.”
ISA 39:8 Jawab Hiskia, “Itu pesan yang baik.” Karena dia berpikir, “Setidaknya kerajaanku masih akan aman selama aku hidup.”
ISA 40:1 Allah kita berkata kepadaku: Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku.
ISA 40:2 Berbicaralah menenangkan warga Yerusalem. Umumkan kepada mereka bahwa perang sudah berakhir dan kesalahan mereka telah diampuni. Hukuman atas seluruh dosa mereka sudah selesai dan tuntas.
ISA 40:3 Kelak akan ada orang yang berseru-seru di padang belantara, “Siapkanlah jalan untuk kedatangan TUHAN! Luruskanlah jalan bagi-Nya!
ISA 40:4 Timbunlah setiap lembah, datarkan setiap bukit, ratakan tanah yang bergelombang, dan luruskan jalan yang berliku-liku.
ISA 40:5 Karena pada waktu itu semua orang akan dapat melihat cahaya kehadiran TUHAN. Hal ini pasti terjadi, sebab TUHAN sendiri yang mengatakannya.”
ISA 40:6 Aku mendengar perintah TUHAN, “Berserulah!” Tanyaku, “Apa yang harus aku serukan?” Jawab-Nya, “Semua manusia bagaikan rumput dan kejayaan mereka bagaikan bunga di padang.
ISA 40:7 Rumput mengering dan bunga menjadi layu ketika Aku mendatangkan cuaca panas. Demikian jugalah hidup manusia cepat berlalu.
ISA 40:8 Rumput mengering dan bunga menjadi layu, tetapi perkataan TUHAN berlaku selama-lamanya.”
ISA 40:9 Hai penduduk Yerusalem, naiklah ke gunung yang tinggi dan berserulah! Jadilah pembawa kabar baik dan serukan pesan ini tanpa takut! Sampaikan kepada kota-kota di Yehuda, “Lihat, itu Allah kita!
ISA 40:10 Lihat, TUHAN Allah kita datang dengan kuasa-Nya dan Dia akan memerintah! Lihat, Dia datang sebagai raja yang menang perang dan membawa pulang umat-Nya yang tertawan oleh musuh.
ISA 40:11 Seperti seorang gembala merawat domba-dombanya, mengumpulkan mereka dalam rangkulannya, memeluk mereka dalam dekapannya, dan menuntun dengan lembut induk domba yang diikuti anak-anaknya, demikianlah Allah akan memperlakukan kita.”
ISA 40:12 Bagi Allah kita, semua air laut bisa ditampung hanya dengan telapak tangan-Nya. Seluruh bentangan langit hanya sepanjang jengkal jari-Nya. Seluruh tanah di bumi, juga segala gunung dan bukit, Dia tahu semua beratnya.
ISA 40:13 Tidak ada yang lebih bijak daripada TUHAN sehingga dapat menasihati-Nya.
ISA 40:14 TUHAN tidak perlu meminta petunjuk dari siapa pun atau menerima pengertian dari seorang pun. Tiada yang lebih berhikmat daripada-Nya untuk dapat mengajari Dia keadilan.
ISA 40:15 Di mata TUHAN, bangsa-bangsa hanya sebesar tetesan air dari timba atau setitik debu di atas timbangan. Bagi TUHAN, pulau-pulau di bumi hanyalah seringan abu. Dia bisa mengangkatnya begitu saja.
ISA 40:16 Apabila semua hewan di bumi dijadikan kurban dan seluruh pohon aras di gunung Libanon dijadikan kayu bakar, itu semua tidak cukup untuk menjadi persembahan yang layak bagi-Nya.
ISA 40:17 Kekuatan segala bangsa tidak ada apa-apa-Nya di mata TUHAN. Bagi Dia, mereka semua seperti angin lalu.
ISA 40:18 Tidak ada yang sebanding dengan Allah. Tidak ada yang setara dengan-Nya.
ISA 40:19 Berhala atau dewa-dewa bukan apa-apa dibandingkan Allah kita! Semuanya hanya buatan perajin logam, dilapis emas oleh tukang emas atau dihias oleh tukang perak.
ISA 40:20 Orang yang tidak mampu membeli emas atau perak membuat dewa dari kayu yang tidak mudah rusak. Lalu tukang pahat mengerjakannya menjadi patung yang hanya berdiri diam.
ISA 40:21 Seharusnya kalian sudah tahu. Seharusnya kalian sudah mengerti. Hal-hal ini sudah diajarkan kepadamu sejak dulu kala, sejak permulaan dunia.
ISA 40:22 TUHAN kita begitu besar, bahkan seluruh bumi hanya seperti tempat tumpuan kaki-Nya. Manusia-manusia di bumi ibarat serangga kecil di mata-Nya. Dia membentangkan langit seperti kain belaka, atau seperti orang mendirikan kemah.
ISA 40:23 Allah sanggup menurunkan raja-raja. Bagi-Nya, para penguasa tidaklah berarti.
ISA 40:24 Mereka seperti tunas-tunas kecil yang baru ditanam, lemah, akarnya tidak kuat. TUHAN bisa menyingkirkan mereka dengan mudah. Bahkan hanya dengan tiupan nafas-Nya, mereka akan mati dan lenyap seperti tunas mengering lalu diterbangkan angin.
ISA 40:25 TUHAN Sang Mahakudus berkata: Tidak ada yang sebanding dengan Aku. Tidak ada yang setara dengan-Ku.
ISA 40:26 Pandanglah ke langit dan lihat: Akulah yang menjadikan bintang-bintang itu. Aku mengatur dan mengetahui seluruh jumlahnya. Aku menamai semuanya itu butir demi butir. Satu pun tidak ada yang terlewat sebab kuasa-Ku besar dan dahsyat.
ISA 40:27 Karena itu, hai orang Israel, bagaimana mungkin kalian berkata, “TUHAN tidak melihat kehidupanku. Aku diperlakukan tidak adil, dan Dia tidak memperhatikan.”
ISA 40:28 Seharusnya kalian sudah tahu. Seharusnya kalian sudah mengerti. TUHAN, Allah yang kekal, menciptakan bumi sampai ke pelosok-pelosoknya yang terjauh. Dia tidak pernah lemah. Dia tidak pernah lelah. Hikmat-Nya tidak terselami.
ISA 40:29 Dia memberi kekuatan bagi yang lemah dan tenaga bagi yang tak berdaya.
ISA 40:30 Orang-orang muda yang segar dan kuat pun bisa letih dan menjadi lemah.
ISA 40:31 Tetapi orang yang berharap kepada TUHAN akan selalu disegarkan kekuatannya. Mereka akan terus naik seperti rajawali membentangkan sayapnya dan terbang dengan gagah. Ketika berlari, mereka tidak akan lelah. Ketika berjalan, mereka tidak akan lemah.
ISA 41:1 TUHAN berkata: Diam dan dengarlah Aku, hai bangsa-bangsa di seluruh bumi! Kumpulkan kekuatan kalian dan datanglah menghadap Aku. Mari kita berbicara seperti dua pihak berperkara di pengadilan.
ISA 41:2 Seorang raja bangkit menaklukkan bangsa-bangsa. Dia datang dari sebelah timur. Siapa yang memberinya kemenangan itu? Siapa yang membuat kerajaan-kerajaan tunduk di bawah kuasanya? Dengan pedang dan busur panahnya, dia mengalahkan mereka dengan mudah seperti menyapu debu dan jerami belaka.
ISA 41:3 Dia mengejar mereka dan dengan aman berhasil melewati daerah-daerah yang belum pernah ditempuhnya.
ISA 41:4 Siapakah yang mengatur dan membuat semuanya itu terjadi? Siapa yang sejak semula menetapkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada tiap-tiap generasi? Akulah yang melakukannya! Aku, TUHAN yang kekal, yang sudah ada sejak permulaan dan akan tetap ada sampai akhir.
ISA 41:5 Hai bangsa-bangsa di seluruh bumi, kalian telah melihat betapa dahsyatnya perbuatan-Ku dan kalian gemetar ketakutan. Biarpun begitu, kalian tetap berkumpul dan bersatu untuk melawan Aku.
ISA 41:6 Kalian berusaha untuk saling menolong dan menyemangati satu sama lain agar tetap kuat.
ISA 41:7 Sesama pembuat berhala saling menguatkan. Tukang pahat kayu menyemangati tukang logam dengan berkata satu sama lain, “Patung ini sudah mantap!” Lalu kalian menancapkannya dengan paku supaya bisa berdiri diam.
ISA 41:8 Sedangkan bangsa Israel, kalian adalah hamba kepunyaan-Ku, umat yang Aku pilih menjadi milik-Ku dari keturunan Abraham, sahabat-Ku.
ISA 41:9 Aku mengumpulkan kalian dari pelosok-pelosok bumi yang terjauh. Aku sudah memilih kalian menjadi hamba-Ku, milik-Ku sendiri, dan Aku tidak akan menolakmu.
ISA 41:10 Jangan takut, sebab Aku ada bersamamu. Jangan cemas, sebab Akulah Allahmu. Aku akan membuatmu kuat. Aku pasti menolongmu. Aku akan menopangmu dengan kuasa-Ku yang memberi kemenangan.
ISA 41:11 Semua bangsa yang memusuhi kalian akan kalah dan mendapat malu. Mereka yang menyerang kalian akan lenyap binasa.
ISA 41:12 Sekalipun kalian mencari mereka, kalian tidak akan menemukan seorang pun karena semua yang memerangi kalian sudah tiada.
ISA 41:13 Karena Aku, TUHAN Allahmu, berada dekat di sisimu seperti seorang ayah menggandeng anaknya erat-erat. Itulah sebabnya Aku menegaskan, “Jangan takut. Ini Aku. Akulah yang akan menolongmu!”
ISA 41:14 Jangan takut, hai umat Israel, meskipun kamu kecil dan tidak berdaya, Aku akan menolongmu! Akulah Sang Kudus Allah Israel yang menyelamatkan kamu.
ISA 41:15 Aku akan membuat kalian kuat dan kembali berkuasa. Israel akan seperti alat bajak yang baru, yang tajam pisau-pisaunya, sehingga kalian sanggup menggempur gunung-gunung dan bukit-bukit serta mendudukinya semudah alat bajak menggilas jerami.
ISA 41:16 Kalian akan menyingkirkan bangsa-bangsa seperti petani menampi gandum sehingga kulitnya hilang diterbangkan angin. Demikianlah mereka akan terserak dan lenyap. Kalian akan bersukacita dan berbangga karena Aku, TUHAN, Sang Kudus Allah Israel.
ISA 41:17 Ketika orang miskin dan sengsara kehausan karena tidak ada air, Aku, TUHAN, akan menolong mereka. Aku, Allah Israel, tidak akan membiarkan mereka.
ISA 41:18 Aku akan mengalirkan sungai di lembah-lembah dan tanah gersang. Bukit yang tandus akan Aku jadikan sumber air.
ISA 41:19 Padang belantara dan gurun akan Aku ubah menjadi tanah sejuk, sehingga di sana tumbuh pohon aras, akasia, murad, zaitun, pinus, dan berbagai-bagai pohon cemara.
ISA 41:20 Dengan demikian semua orang akan melihat, berpikir, dan mengerti, bahwa Akulah TUHAN, Sang Kudus Allah Israel, dan Akulah yang mengerjakan semuanya itu.
ISA 41:21 Karena itu, hai bangsa-bangsa penyembah berhala, Aku menuntut kalian untuk membuktikan bahwa dewa kalian benar-benar berkuasa.
ISA 41:22 Mintalah dewa-dewa kalian menunjukkan kuasanya. Mintalah mereka meramalkan masa depan. Biar kita lihat apakah benar-benar akan terjadi. Atau mintalah dewamu menjelaskan apa yang sudah dia kerjakan di masa lalu. Mintalah dewamu melakukan sesuatu, entah hal baik ataupun hal buruk, tidak jadi masalah. Kalau dewamu memang bisa, kita pantas takut terhadapnya.
ISA 41:24 Nyatanya tidak bisa! Sesungguhnya kalian dan dewa-dewa buatanmu sama sekali bukan apa-apa. Orang yang memilih untuk percaya pada dewa menjadikan dirinya hina.
ISA 41:25 Aku menggerakkan seorang raja dari daerah utara dan dia sudah datang. Dari sebelah timur dia muncul, dengan kekuasaan yang Aku beri. Dia akan menginjak-injak para pemimpin bangsa-bangsa seperti tukang tembikar menginjak-injak tanah liat.
ISA 41:26 Mana di antara dewa-dewa kalian yang pernah menubuatkan hal ini? Tidak pernah ada dewa mana pun yang memberitahukan kejadian ini sebelumnya sehingga dia dapat dinyatakan berkuasa.
ISA 41:27 Hanya Aku, TUHAN, yang pertama kali memberitahu penduduk Yerusalem, “Pertolongan akan segera datang!” Sebelum hal itu terjadi, Aku sudah mengutus orang untuk membawa kabar baik ini kepada mereka di Sion.
ISA 41:28 Di antara semua dewa kalian, tidak ada satu pun yang sudah menubuatkan berita tentang raja itu. Dewa-dewa tidak mampu memberi petunjuk ataupun jawaban.
ISA 41:29 Sesungguhnya, para dewa tidaklah berguna, sia-sia! Mereka hanya buatan manusia. Mereka itu bukan apa-apa.
ISA 42:1 TUHAN berkata: Ketahuilah, Aku telah memilih dan mengangkat seorang hamba. Kepada dia Aku berkenan. Aku sudah memberikan kuasa Roh-Ku kepadanya untuk menegakkan keadilan bagi bangsa-bangsa.
ISA 42:2 Dia tidak akan bertengkar dengan orang lain atau berteriak menentang orang-orang. Dia tidak akan menyebabkan keributan di jalan-jalan.
ISA 42:3 Dia tidak akan mematahkan harapan orang-orang lemah, dan orang yang hampir putus asa diperlakukan-Nya dengan lemah lembut. Tetapi dia akan setia menegakkan keadilan.
ISA 42:4 Dia tidak akan lelah dan tak akan berhenti sebelum keadilan diwujudkan di seluruh bumi. Bangsa-bangsa yang jauh pun menggantungkan harapan pada ajarannya.
ISA 42:5 Aku, TUHAN, menegaskannya. Akulah Allah yang menciptakan langit semudah orang menghamparkan tenda dan yang membentangkan bumi serta menjadikan segala tumbuhan di atasnya. Akulah yang memberikan nafas hidup bagi segala makhluk.
ISA 42:6 Aku sendirilah yang memanggil kamu, hai hamba-Ku, dan memberimu kemenangan. Aku menopangmu untuk menjalankan tugasmu, dan Aku akan melindungimu. Aku mengangkatmu sebagai penggenap perjanjian antara Aku dan umat-Ku. Kamu akan menjadi pembimbing bagi bangsa-bangsa, seperti secercah cahaya menunjukkan jalan di tengah kegelapan.
ISA 42:7 Aku memberimu kuasa untuk membuat orang buta melihat, untuk membebaskan orang yang terkurung dalam gelapnya penjara.
ISA 42:8 Aku tidak akan membiarkan berhala-berhala dipermuliakan dan dipuja-puja. Keagungan dan pujian hanya layak bagi-Ku, sebab Akulah TUHAN, dan hanya Aku.
ISA 42:9 Perhatikanlah: Hal-hal yang dulu Aku beritahukan sekarang sudah terjadi. Dan kini Aku memberitahukan hal-hal baru yang belum terjadi.
ISA 42:10 Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Naikkan pujian bagi Dia, hai seluruh penjuru bumi: Semua penduduk di pulau-pulau yang jauh, para pelaut yang berlayar di samudra,
ISA 42:11 segenap kota-kota di daerah belantara, desa-desa kaum Kedar di padang gurun, dan warga kota Sela di atas gunung tinggi. Bernyanyilah dengan nyaring, hai semua orang di segala tempat.
ISA 42:12 Muliakanlah TUHAN! Biarlah Dia dipuji-puji sampai di negeri yang jauh.
ISA 42:13 Sebab TUHAN memerangi musuh-musuh-Nya bagai pahlawan perkasa dengan semangat yang berkobar-kobar. TUHAN memperdengarkan seruan perang dan Dia akan menang!
ISA 42:14 Sudah lama Aku berdiam diri membiarkan segala yang terjadi selama ini. Tetapi sekarang, Aku akan mengerahkan seluruh kekuatan-Ku bagai perempuan menjerit sekuat tenaga saat melahirkan.
ISA 42:15 Aku akan menanduskan gunung-gunung dan bukit-bukit serta menggersangkan semua tanaman di situ. Sungai-sungai dan rawa-rawa akan Aku jadikan tanah kering.
ISA 42:16 Aku akan menuntun orang-orang buta menempuh jalan yang tidak mereka kenal, yaitu jalan yang belum pernah mereka lewati. Aku akan membuat mereka bisa melihat, dan meratakan jalan yang berlubang-lubang sehingga mereka aman. Janji ini pasti Aku tepati. Aku tidak akan pernah meninggalkan umat-Ku.
ISA 42:17 Tetapi orang yang mengandalkan dewa-dewa berhala, yaitu yang menjadikan patung kayu dan logam sebagai sembahannya, mereka akan kalah dan mendapat malu.
ISA 42:18 Hai bangsaku, betapa kalian sudah menutup telinga dan membutakan matamu sendiri. Tetapi sekarang dengarlah dan lihatlah.
ISA 42:19 Kalian telah dipilih TUHAN menjadi hamba milik-Nya sendiri. Kalian seharusnya menjadi penerus pesan TUHAN bagi orang lain. Tetapi kalian justru gagal melihat dan mengerti kehendak TUHAN.
ISA 42:20 Kalian sudah melihat berbagai perbuatan-Nya yang besar, tetapi tidak menangkap maknanya. Kalian sudah mendengar banyak perkataan-Nya, tetapi tidak mengingat dan menaatinya.
ISA 42:21 TUHAN mencintai keadilan. Itulah sebabnya Dia mau Taurat-Nya dihormati dan ditaati.
ISA 42:22 Tetapi kalian, umat-Nya, kini tertawan dan menjadi jarahan. Kalian terkurung di penjara seperti hewan terjerat dalam lubang perangkap tanpa ada seorang pun yang mengeluarkanmu dari sana. Segala milikmu telah dirampok, tanpa ada yang mau mengembalikan.
ISA 42:23 Maka sekarang dengarkan dan pahamilah perkataanku ini supaya kalian belajar taat di kemudian hari:
ISA 42:24 Ketahuilah! Mengapa bangsa Israel sampai dijarah dan dirampok? Karena kalian telah berdosa terhadap TUHAN. Dia sendirilah yang menyerahkan kalian ke tangan musuh karena kalian tidak mau taat kepada Taurat-Nya.
ISA 42:25 Itulah sebabnya TUHAN mencurahkan ke atas kalian murka-Nya yang berkobar dengan mendatangkan perang yang berkecamuk mengepung kalian bagaikan api. Namun, kalian tidak mengerti. Bangsa kita sudah hangus oleh hukuman TUHAN, tetapi kalian tidak mau sadar.
ISA 43:1 Tetapi sekarang, TUHAN, Penciptamu, berkata kepada kalian: Hai Israel, jangan takut, sebab Aku pasti menyelamatkanmu! Seperti seorang ayah memberi nama bagi anaknya, demikianlah Aku memberi kalian nama. Kalian adalah milik-Ku sendiri.
ISA 43:2 Karena itu Aku akan selalu ada bersamamu, sehingga waktu kalian melewati air deras, kalian tidak akan hanyut, dan saat melewati api, kalian tidak akan hangus.
ISA 43:3 Sebab Aku, TUHAN, adalah Allahmu! Aku, Sang Kudus Allah Israel, adalah Penyelamatmu. Aku akan membuat kalian bebas merdeka, dan sebagai gantinya, Mesir, Etiopia, dan Seba akan menjadi jajahan.
ISA 43:4 Karena kalian begitu berharga dan berarti bagi-Ku! Aku sangat mengasihimu. Itulah sebabnya Aku rela mengorbankan bangsa-bangsa lain menjadi pengganti nyawamu asalkan kalian tetap hidup.
ISA 43:5 Jangan takut, karena Aku selalu bersamamu. Aku akan mengumpulkan kembali anak cucumu. Sekalipun mereka tercerai-berai ke seluruh penjuru bumi dari timur sampai ke barat, dari utara sampai ke selatan, Aku akan membawa mereka kembali, baik laki-laki maupun perempuan,
ISA 43:7 yaitu semua orang yang mengakui Aku sebagai Allah mereka. Aku sendirilah yang telah menciptakan mereka, membentuk mereka untuk kemuliaan-Ku.
ISA 43:8 Bawalah menghadap Aku umat-Ku yang buta dan tuli, yang banyak melihat namun tidak mengerti, banyak mendengar namun tidak memahami.
ISA 43:9 Panggillah juga bangsa-bangsa berkumpul, dan marilah kita bersidang. Adakah di antara dewa-dewa kalian yang dapat memberitahukan suatu peristiwa sebelum terjadi? Bila ada, silakan tunjuk saksimu. Biarlah para penyembahnya maju dan memberi kesaksian supaya kita semua mendengar dan percaya. Ternyata tidak ada!
ISA 43:10 Tetapi hai Israel, kalian adalah saksi-Ku. Kalian telah Aku pilih menjadi hamba-Ku supaya kalian mengenal dan mempercayai Aku serta mengerti bahwa Akulah satu-satunya Allah. Sejak dulu sampai selamanya, selain Aku tidak ada yang lain.
ISA 43:11 Hanya Akulah TUHAN. Tidak ada yang dapat menyelamatkanmu selain Aku.
ISA 43:12 Aku sudah berjanji untuk menyelamatkan kalian. Dan sekarang Aku membuktikannya. Tidak pernah ada dewa yang bisa menolongmu. Kalian sendiri mengetahuinya, dan tentang hal itu kalianlah saksinya, bahwa Aku benar-benar Allah.
ISA 43:13 Sampai selama-lamanya, satu-satunya Allah hanyalah Aku. Tidak ada yang dapat melepaskan diri dari kuasa-Ku ataupun menggagalkan apa yang Aku buat.
ISA 43:14 Penyelamatmu, yaitu TUHAN, Yang Mahakudus Allah Israel, berkata: Demi kamu, Aku mengirim suatu pasukan untuk mengalahkan Babel, sehingga orang-orangnya kabur berhamburan dengan kapal-kapal mereka. Kapal Babel yang dahulu menjadi kebanggaan akan menjadi tempat ratapan dalam pelarian.
ISA 43:15 Akulah TUHAN Sang Kudus, Rajamu, yang menciptakan kalian, hai Israel.
ISA 43:16 Aku pernah membuat jalan melalui laut dan melewati arus sungai yang deras.
ISA 43:17 Aku pernah menggiring pasukan Mesir yang besar untuk mengejar kalian dengan kuda dan kereta perang, lalu membinasakan mereka semuanya. Mereka tenggelam dan tewas seperti sumbu dipadamkan.
ISA 43:18 Tetapi sekarang tinggalkan dulu masa lalu,
ISA 43:19 sebab Aku akan melakukan sesuatu yang baru dan sekarang hal itu mulai terjadi. Lihatlah, Aku membuka jalan di padang belantara dan mengalirkan sungai-sungai di padang gurun
ISA 43:20 untuk memberi minum umat-Ku. Bahkan hewan-hewan liar seperti serigala dan burung unta akan turut menikmati airnya sehingga mereka pun bersyukur kepada-Ku.
ISA 43:21 Kalian adalah bangsa yang Aku jadikan secara khusus untuk menyatakan kehormatan-Ku sehingga karena kalian, seluruh bumi akan memuji Aku.
ISA 43:22 Akan tetapi, kalian justru tidak berdoa kepada-Ku, padahal kalian, bangsa Israel, keturunan Yakub, adalah umat-Ku sendiri! Kalian malah muak terhadap Aku dan berpaling dari-Ku.
ISA 43:23 Kalian berhenti mempersembahkan domba yang dibakar habis maupun kurban-kurban lainnya. Kalian tidak lagi menghormati Aku, padahal Aku tidak membebani kalian dengan banyak tuntutan persembahan dan dupa.
ISA 43:24 Kalian tidak rela memakai uangmu untuk membeli dupa harum bagi-Ku ataupun membakar lemak hewanmu menjadi persembahan untuk-Ku. Tetapi kalian membebani Aku dengan dosa-dosamu, perbuatan jahatmu.
ISA 43:25 Namun, demi kemuliaan-Ku sendiri, Aku akan menghapus segala pelanggaranmu dan tidak lagi mengingat-ingat dosamu.
ISA 43:26 Jadi, marilah berperkara dengan Aku seperti orang bersidang di pengadilan. Kemukakan tuntutanmu. Ajukan pembelaan dirimu dan cobalah buktikan bahwa kalian benar.
ISA 43:27 Para leluhurmu pun berbuat dosa. Para imam dan raja, yang menjadi perantara kalian dengan Aku, juga memberontak terhadap-Ku.
ISA 43:28 Itulah sebabnya Aku menyingkirkan para pemimpinmu dari rumah-Ku serta membuat Israel hancur dan menjadi celaan.
ISA 44:1 Kata TUHAN: Tetapi sekarang, dengarkanlah Aku, hai Israel, hamba pilihan-Ku.
ISA 44:2 Akulah TUHAN, yang menjadikanmu. Aku membentukmu sejak dalam kandungan. Dan sekarang Aku pasti menolongmu. Jangan takut, hai Israel, umat-Ku tercinta, hamba-hamba-Ku yang telah Aku pilih.
ISA 44:3 Jangan takut sebab Aku akan mencurahkan Roh-Ku bagi keturunan-Mu. Aku akan menumpahkan berkat bagi anak cucu kalian, seperti air dicurahkan bagi orang yang kehausan, seperti sungai dialirkan di tanah yang kekeringan.
ISA 44:4 Maka keturunan kalian akan berkembang pesat seperti rumput, bagai pohon-pohon segar di tepi aliran air,
ISA 44:5 sehingga bangsa-bangsa lain pun turut bergabung menjadi bagian dari Israel, untuk menjadi umat-Ku. Mereka akan berkata, “Aku juga milik TUHAN,” dan mengikatkan diri kepada-Ku.
ISA 44:6 Beginilah perkataan TUHAN Panglima Semesta, Raja dan Penyelamat Israel: Sebelum segalanya ada, Aku sudah ada. Dan sekalipun semuanya lenyap, Aku akan tetap ada. Hanya Aku satu-satunya Allah yang benar.
ISA 44:7 Siapa yang seperti Aku? Coba tunjukkan bila memang ada. Buktikanlah jika dewa-dewa bisa mengetahui masa depan yang belum terjadi! Atau buktikanlah bahwa dewa bisa memberitahukan apa saja yang telah terjadi sejak Aku menciptakan manusia pada zaman purbakala! Ternyata tidak ada satu pun yang bisa.
ISA 44:8 Maka, hai umat-Ku, janganlah takut dan gentar. Sejak dulu Aku sudah memberitahukan kepada kalian apa yang akan terjadi di masa depan. Aku sudah membuktikan bahwa tidak ada Allah selain Aku. Dan kalianlah saksi-Ku, bahwa hanya Akulah Pelindungmu.
ISA 44:9 Bodoh sekali orang-orang yang membuat patung berhala. Dan dewa-dewa mereka pun tidak ada gunanya! Orang yang bersaksi bahwa dewa mereka hebat sesungguhnya tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa. Mereka akan terbukti salah dan mendapat malu.
ISA 44:10 Hanya orang bodoh yang membuat patung lalu menyembahnya, padahal itu hanya benda mati yang tidak bisa berbuat apa-apa!
ISA 44:11 Semua yang membuat patung dan yang menyembahnya adalah manusia biasa. Dalam sidang pengadilan-Ku, tidak ada satu pun di antara penyembah dewa yang bisa membuktikan bahwa dewanya dapat melakukan sesuatu. Mereka akan kalah dan gemetar ketakutan. Semuanya akan mendapat malu.
ISA 44:12 Tukang logam membuat berhala dengan membakar logam dalam bara api lalu membentuknya dengan alat-alat besi. Tangannya yang kuat memegang palu dan mengerjakan logam keras. Pekerjaan itu membuatnya lapar, haus, dan semakin lemas.
ISA 44:13 Tukang kayu juga membuat patung berhala. Dia menggambar polanya, lalu mengukirnya dengan alat-alat pahat. Dikerjakannya sepotong kayu menjadi bentuk manusia yang sangat bagus lalu diletakkan di dalam kuil untuk disembah.
ISA 44:14 Dia mungkin menggunakan kayu dari pohon aras, pohon cemara, atau pohon besar lain yang ditebangnya di hutan. Atau mungkin dia menanam sendiri pohon pinus yang cepat tumbuhnya, dan membiarkan hujan menjadikannya besar.
ISA 44:15 Dari pohon yang sama, sebagian kayunya dijadikan kayu bakar yang dipakai untuk membuat api, menghangatkan diri, dan membakar roti. Berhala yang dia buat dan dia sembah berasal dari bahan yang sama seperti kayu bakar biasa!
ISA 44:16 Sungguh, kayu yang dia pakai untuk membuat api, memasak daging, menghangatkan badan, dan memanggang makanan untuk mengenyangkan perut, yaitu kayu biasa untuk keperluan dapur
ISA 44:17 dia bentuk menjadi patung berhala lalu dia sendiri bersujud menyembahnya dan berdoa kepada kayu itu, “Engkaulah dewaku. Selamatkanlah aku.”
ISA 44:18 Betapa bodohnya! Orang-orang yang menyembah patung sungguh tidak berakal sehat. Mereka sudah membutakan mata sehingga tidak dapat melihat. Mereka menutup hati sehingga tidak berpikir jernih.
ISA 44:19 Orang-orang itu tidak berpikir, “Dewa yang aku buat ini berasal dari kayu bakarku, yang aku pakai untuk membakar roti dan memanggang daging. Berarti aku menyembah sebongkah kayu!”
ISA 44:20 Betapa bodohnya, memuja kayu yang dengan mudah dibakar menjadi abu. Hatinya sudah buta sehingga dia tersesat. Dia tidak sadar bahwa sembahannya tidak dapat menyelamatkan. Hatinya benar-benar buta sehingga dia tidak dapat menyadari bahwa menyembah berhala hanyalah menipu diri.
ISA 44:21 Ingatlah, hai keturunan Yakub, kalian umat Israel adalah hamba-Ku. Akulah yang membentuk kalian, dan Aku tidak akan pernah melupakanmu.
ISA 44:22 Aku sudah menghapus segala dosa dan pelanggaran kalian seperti awan dan kabut menghilang ditiup angin. Jadi kembalilah kepada-Ku, sebab Aku sudah membayar harga penebusanmu! “Bernyanyilah hai penghuni surga! Bersorak-sorailah, hai penduduk bumi! Sebab TUHAN sudah menebus umat-Nya. Karena itu sukacita besar mengguncang dunia hingga gunung-gunung dan hutan-hutan seakan bernyanyi merayakan keselamatan dari TUHAN bagi Israel. Dia akan dipermuliakan di tengah umat-Nya!”
ISA 44:23 Saya pun menjawab, Bernyanyilah hai penghuni surga! Bersorak-sorailah, hai penduduk bumi! Sebab TUHAN sudah menebus umat-Nya. Karena itu sukacita besar mengguncang dunia hingga gunung-gunung dan hutan-hutan seakan bernyanyi merayakan keselamatan dari TUHAN bagi Israel. Dia akan dipermuliakan di tengah umat-Nya!
ISA 44:24 Beginilah kata TUHAN, Penebusmu, yang membentuk kamu sejak dalam kandungan: Akulah yang menciptakan segalanya. Aku sendiri yang membentangkan langit dan menghamparkan bumi.
ISA 44:25 Akulah yang menggagalkan nubuatan para nabi palsu dan ramalan para ahli sihir. Aku melakukan hal ajaib yang tidak dapat dimengerti bahkan oleh orang pintar. Pengetahuan dan pikiran mereka yang pandai tidak akan mampu memahaminya.
ISA 44:26 Tetapi ketika Aku mengutus hamba-Ku, nabi-Ku, untuk menyampaikan pesan, Aku membuat perkataannya terjadi. Utusan-Ku itu berkata, “Yerusalem dan kota-kota di Yehuda yang telah menjadi reruntuhan akan dibangun dan dihuni kembali.”
ISA 44:27 Bahkan apabila Aku menyuruh hamba-Ku berkata kepada laut, “Jadilah kering,” maka Aku sendiri akan mengeringkannya.
ISA 44:28 Akulah yang menyuruh nabi-Ku berkata, “TUHAN menugaskan Raja Kores untuk memimpin umat-Nya dan menjalankan rencana-rencana TUHAN.” Dan Aku jugalah yang menyuruh nabi-Ku berkata, “Yerusalem akan dibangun lagi, dan rumah TUHAN akan didirikan kembali.”
ISA 45:1 Beginilah kata TUHAN tentang Kores: Aku mengangkatmu menjadi raja dan memberimu kekuatan. Aku menugaskanmu untuk menaklukkan bangsa-bangsa dan mengalahkan raja-raja. Aku akan memampukan kamu untuk mendobrak gerbang kota-kota dan tidak ada yang dapat menahanmu.
ISA 45:2 Aku sendiri yang akan berjalan di depanmu dan meratakan gunung-gunung. Aku akan menggempur gerbang-gerbang tembaga serta mematahkan palang-palang besi bagimu.
ISA 45:3 Harta bangsa-bangsa yang tersembunyi aman di tempat-tempat rahasia akan Aku berikan kepadamu. Maka kamu akan menyadari, bahwa Aku, TUHAN, Allah Israel, Akulah yang mengangkatmu dengan menyebut namamu.
ISA 45:4 Hai Kores, meskipun kamu belum mengetahui siapa Aku, demi kepentingan umat Israel Aku menunjuk dan mengangkatmu dengan menyebut namamu, sebab mereka adalah hamba-Ku sendiri, orang-orang pilihan-Ku.
ISA 45:5 Akulah satu-satunya TUHAN. Selain Aku tidak ada yang lain. Aku memperlengkapimu dengan kekuatan sekalipun kamu belum mengenal Aku.
ISA 45:6 Dengan begitu segala bangsa dari ujung barat sampai ujung timur akan mengetahui bahwa Akulah satu-satunya TUHAN. Selain Aku tidak ada lain.
ISA 45:7 Akulah yang menjadikan terang dan menciptakan kegelapan. Bila keadaan tenteram dan sejahtera, Akulah yang membuatnya. Bila ada bencana dan malapetaka, Aku juga yang mengadakannya. Aku, TUHAN, Akulah yang melakukan semuanya itu.
ISA 45:8 Dari surga Aku mencurahkan hujan keadilan untuk menyirami bumi. Penduduk dunia akan menerima dan menjalankannya, sehingga tumbuhlah tunas-tunas kehidupan yang adil dan aman sentosa. Hal itu pasti terwujud, sebab Aku, TUHAN, sudah menjadikannya.
ISA 45:9 Celakalah orang yang melawan keputusan Penciptanya! Padahal kalian adalah buatan-Ku, seperti bejana tanah liat dibuat perajin tembikar. Sungguh tidak masuk akal bila sebuah bejana mencela pembuatnya, “Aku tidak mau dibentuk seperti ini! Buatanmu jelek. Tidak ada gagangnya!”
ISA 45:10 Celakalah orang yang menentang keputusan Pembuatnya. Sungguh tidak masuk akal bila seorang bayi mengkritik ayah dan ibunya, “Aku tidak mau dibentuk dan dilahirkan.”
ISA 45:11 Aku, TUHAN, Sang Kudus Allah Israel, Akulah yang membentuk kalian! Sungguh tidak masuk akal bila kalian mencela apa yang Aku buat atau menentang apa yang Aku tentukan untuk anak-anak-Ku.
ISA 45:12 Akulah yang menjadikan bumi dan menciptakan manusia untuk mendiaminya. Aku juga yang membentangkan langit dan memerintah atas semua benda angkasa.
ISA 45:13 Aku yang menggerakkan Kores untuk menegakkan keadilan, dan Aku akan melancarkan jalannya. Dia akan membangun kembali kota-Ku, Yerusalem, serta membebaskan secara cuma-cuma umat-Ku yang ditawan. Aku, TUHAN Panglima Semesta, sudah menetapkannya.
ISA 45:14 TUHAN berkata kepada Israel: Semua kekayaan negeri Mesir dan Etiopia akan menjadi milikmu. Orang-orang Seba yang tinggi besar pun akan menjadi budakmu. Mereka akan menyerahkan diri dan tunduk kepadamu serta mengakui, “Benar, TUHAN yang menyertai kalian adalah satu-satunya Allah. Selain Dia tidak ada yang lain.”
ISA 45:15 Sungguh, ya Allah Israel, meskipun Engkau tidak terlihat, Engkaulah yang mengerjakan penyelamatan bagi umat-Mu.
ISA 45:16 Orang-orang yang membuat dan menyembah patung akan mendapat malu karena ternyata dewa mereka tidak dapat menolong.
ISA 45:17 Akan tetapi, Israel ditolong oleh TUHAN sehingga kita akan senantiasa selamat. Kita tidak akan pernah malu dan terhina sampai selama-lamanya.
ISA 45:18 Kata TUHAN: Akulah yang menciptakan langit dan menegakkan bumi. Aku menjadikan dunia berbentuk dan dapat dihuni. Hanya Aku satu-satunya TUHAN. Selain Aku tidak ada yang lain.
ISA 45:19 Ketika Aku berbicara, Aku memberitahukan pesan-Ku dengan jelas dan semua orang bisa mengetahuinya. Ketika Aku menyuruh umat Israel, “Carilah kehendak-Ku,” maka Aku pasti menyatakannya. Aku tidak akan membuat usaha mereka sia-sia. Aku selalu mengatakan apa yang benar.
ISA 45:20 Berkumpullah kalian, hai umat-Ku yang tersisa dari segala bangsa. Ketahuilah, sungguh tidak berakal sehat orang-orang yang mengandalkan patung dari kayu dan berdoa kepada berhala yang tak dapat menyelamatkan.
ISA 45:21 Mari kita berperkara seperti orang bersidang di pengadilan. Jika memang ada dewa yang bisa menolong, kemukakan tuntutan dan bukti-buktimu. Sejak dulu kala hanya Aku yang telah memberitahukan apa yang akan terjadi di masa depan. Hanya Aku yang menegakkan keadilan dan menyelamatkan. Hanya Aku satu-satunya Allah. Selain Aku tidak ada yang lain.
ISA 45:22 Maka datanglah kepada-Ku agar kalian selamat, hai segala bangsa. Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.
ISA 45:23 Aku telah bersumpah demi diri-Ku sendiri, dan janji-Ku ini tidak akan pernah dibatalkan: Semua orang akan bersujud kepada-Ku. Semua orang akan mengakui bahwa Akulah Allah.
ISA 45:24 Mereka akan mengakui, “Hanya TUHAN yang benar, adil, dan berkuasa.” Semua yang membenci dan melawan-Ku hanya akan mendapat malu.
ISA 45:25 Tetapi keturunan Israel akan mendapat keselamatan dari-Ku, dan mereka akan bersukacita karena Aku!
ISA 46:1 Bel dan Nebo, dewa bangsa Babel pun jatuh tersungkur. Patung-patung itu diangkut di atas punggung binatang, menjadi beban bagi hewan-hewan.
ISA 46:2 Baik dewa maupun para pemujanya ditundukkan. Patung-patung dewa itu tidak dapat menyelamatkan para penyembahnya. Dan para penyembahnya juga tidak mampu menyelamatkan patung mereka. Bersama-sama, mereka diangkut sebagai tawanan.
ISA 46:3 Sedangkan kalian, umat-Ku, justru Akulah yang menggendong kalian! Dengar, hai segelintir umat Israel yang tersisa. Aku yang menggendong kalian, seperti seorang ibu membopong anaknya sejak lahir.
ISA 46:4 Sampai masa tuamu, sampai putih rambutmu, tetap Akulah yang menggendongmu. Aku sudah menjadikanmu dan akan terus menopangmu, menanggung bebanmu, menyelamatkanmu!
ISA 46:5 Kalian tidak akan menemukan dewa yang dapat menyamai Aku. Tidak ada yang setara dengan-Ku.
ISA 46:6 Orang-orang lain mengeluarkan emas peraknya dan membayar tukang logam untuk mengerjakannya menjadi patung. Lalu mereka bersujud menyembah benda buatannya sendiri.
ISA 46:7 Mereka menggendong patung itu, memanggulnya di atas bahu, dan menegakkannya di dalam kuil. Maka di sanalah patung itu berdiri diam, dan hanya diam. Ketika orang berdoa kepadanya, si patung hanya mematung. Dia tidak mampu menolongnya dari masalah.
ISA 46:8 Ingatlah ini baik-baik, hai umat-Ku yang pembangkang!
ISA 46:9 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang sudah Aku perbuat sejak dulu kala. Akulah satu-satunya Allah. Selain Aku tidak ada yang lain. Hanya Akulah Allah, dan tak ada yang setara dengan-Ku.
ISA 46:10 Hanya Aku yang bisa memberitahukan akhir suatu peristiwa ketika hal itu baru dimulai. Sejak dulu kala Aku sudah mengatakan apa yang belum terjadi. Perkataan-Ku pasti terwujud, dan tujuan-Ku pasti terlaksana sesuai rencana-Ku.
ISA 46:11 Sesuai perkataan-Ku, Aku mendatangkan seseorang dari negeri jauh di sebelah timur yang bagaikan elang secepat kilat menukik dan menangkap mangsanya. Akulah yang merencanakan hal ini, lalu Aku memberitahukannya kepada kalian, dan Aku pasti mewujudkannya.
ISA 46:12 Dengarkan Aku, hai umat-Ku yang keras kepala dan yang selalu menjauhkan diri dari cara hidup yang benar.
ISA 46:13 Sebentar lagi Aku akan menyelamatkanmu. Pertolongan-Ku sudah dekat, tidak akan lama lagi. Yerusalem akan mengalami keselamatan-Ku dan menikmati kejayaan dari-Ku.
ISA 47:1 Hai Babel, turunlah dari takhtamu dan duduklah di tanah. Engkau tidak akan lagi dikagumi bagai tuan putri yang anggun dan gemulai.
ISA 47:2 Babel tidak akan lagi seperti perempuan mewah yang bercadar dan bergaun indah. Sebaliknya, engkau akan menjadi seperti budak yang bekerja kasar menggiling tepung dengan batu. Maka singkirkan cadar dan gaun indahmu itu. Berjalan kakilah menyeberangi sungai-sungai!
ISA 47:3 Hai Babel, kalian akan dipermalukan. Orang-orang akan melihat aibmu, seperti perempuan yang ditelanjangi dan dilecehkan. TUHAN telah berkata, “Saat Aku membalas kejahatan Babel Aku tidak akan membiarkan seorang pun lolos.”
ISA 47:4 Yang mengatakannya adalah TUHAN Panglima Semesta. Dialah Yang Mahakudus Allah Israel, yaitu Penyelamat kami.
ISA 47:5 Hai Babel, tutup mulutmu dan duduklah diam. Kalian akan diangkut menjadi tawanan. Babel tidak akan lagi disebut ratu di antara semua kerajaan.
ISA 47:6 Sebab beginilah kata TUHAN: Dahulu, ketika Aku marah kepada umat-Ku dan menyingkirkan mereka dari kedudukan sebagai milik-Ku yang istimewa, Aku menyerahkan mereka ke dalam kuasamu. Tetapi kalian sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan. Bahkan orang-orangnya yang tua renta kalian perlakukan sangat kejam.
ISA 47:7 Hai Babel, kalian menyangka bangsamu akan selamanya menjadi yang paling berkuasa. Karena itu kalian tidak berpikir sebelum bertindak dan tidak mempertimbangkan akibat dari perbuatanmu.
ISA 47:8 Namun dengarlah ini, hai bangsa yang hidup enak dan merasa aman! Kalian berkata dalam hati, “Akulah yang tertinggi. Tak ada yang setara denganku. Aku tidak akan pernah kehilangan rajaku ataupun rakyatku.”
ISA 47:9 Tetapi justru dua hal itu akan menimpamu dalam sekejap: Kalian akan kehilangan rakyatmu. Rajamu akan ditewaskan. Malapetaka itu akan menghantam kalian sekalipun ilmu sihir dan mantramu begitu banyak.
ISA 47:10 Kalian berbuat jahat dan merasa aman. Kalian berkata, “Tidak ada yang melihat perbuatanku.” Kalian sudah disesatkan oleh pikiran dan pengetahuanmu. Dalam hati, kalian berkata, “Akulah yang tertinggi. Tak ada yang setara denganku.”
ISA 47:11 Tetapi akan datang bencana menimpamu dan kalian tidak tahu mantra untuk menangkalnya. Malapetaka akan menerpamu dan kalian tidak tahu cara mengatasinya. Kehancuran akan melanda negerimu sebelum kalian dapat meramalkannya.
ISA 47:12 Coba saja menggunakan ilmu sihir dan mantramu yang banyak itu yang sudah kalian pakai sejak dulu kala. Barangkali sihirmu bisa berhasil. Mungkin saja ada yang takut terhadapnya.
ISA 47:13 Para peramalmu memelototi langit, menatap bintang-bintang, dan mengamati bulan untuk mengetahui apa yang akan terjadi di depan. Tetapi ramalan mereka yang banyak hanya akan membuatmu pusing! Mereka tidak akan dapat menyelamatkanmu.
ISA 47:14 Jangankan menyelamatkanmu, mereka bahkan tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Orang yang mengandalkan ramalan akan hangus seperti jerami dilalap api. Dan apakah gunanya jerami yang terbakar? Apinya bahkan tidak tahan lama seperti arang yang bisa dipakai untuk duduk menghangatkan badan.
ISA 47:15 Demikianlah para peramal tidak berguna bagimu. Meskipun sejak dulu kalian mempercayakan diri pada mereka, orang-orang itu akan berlari menyelamatkan dirinya masing-masing. Tidak akan ada yang menolongmu, hai Babel.
ISA 48:1 Dengarkanlah ini, hai orang Yehuda dan Israel. Kalian mengaku dirimu bangsa keturunan Yakub. Kalian menyebut-nyebut Aku, TUHAN Allah Israel, sebagai Allahmu, bahkan memakai nama-Ku untuk bersumpah. Tetapi kata-katamu hanya dusta dan omong kosong.
ISA 48:2 Meskipun begitu, kalian membangga-banggakan diri sebagai penduduk kota suci Yerusalem dan mengaku bersandar kepada TUHAN Panglima Semesta, Allah Israel.
ISA 48:3 Dengarlah! Sudah sejak lama Aku memberitahukan apa yang akan terjadi. Dan sekarang dengan tiba-tiba Aku membuatnya terjadi.
ISA 48:4 Karena Aku tahu kalian sangat membangkang, tebal muka, tegar tengkuk, kepala batu!
ISA 48:5 Itu sebabnya dari jauh-jauh hari Aku sudah memberitahumu lebih dulu, supaya ketika hal itu terjadi, kalian tidak berkata, “Ini adalah perbuatan dewaku. Patung kayu dan patung logamku yang mengadakannya.”
ISA 48:6 Kini semua perkataan-Ku sudah terjadi. Kalian sendiri sudah melihatnya. Apakah sekarang kalian masih tidak mau mengakui bahwa perkataan-Ku benar? Tetapi mulai sekarang Aku memberitahukan hal-hal baru yang akan datang, rahasia yang belum pernah kalian ketahui.
ISA 48:7 Ini sesuatu yang baru Aku buat. Dahulu belum ada. Sebelum ini, kalian tidak pernah mendengarnya. Maka kalian tak mungkin bisa berkata, “Oh, yang ini aku sudah tahu.”
ISA 48:8 Sejak dulu kalian tidak mau mendengar dan tidak mau percaya. Sungguh, Aku tahu bahwa sejak semula kalian adalah bangsa pembangkang dan kalian pasti berkhianat.
ISA 48:9 Tetapi Aku menahan amarah-Ku dan tidak memusnahkan kalian demi kehormatan-Ku, supaya nama-Ku tetap terpuji di antara bangsa-bangsa sebagai Allah yang menepati janji.
ISA 48:10 Itulah sebabnya Aku sudah memurnikan kalian dengan tekanan penderitaan, seperti perak dimurnikan dengan api yang sangat panas.
ISA 48:11 Aku melakukan itu demi kehormatan-Ku, yakni supaya nama-Ku tidak dicemooh dan supaya kalian tidak memuja dewa-dewa untuk menggantikan Aku.
ISA 48:12 Dengarlah Aku, hai bangsa Israel, umat yang Aku pilih. Akulah Allahmu. Sebelum segalanya ada, Aku sudah ada. Dan sekalipun semuanya lenyap, Aku akan tetap ada.
ISA 48:13 Dengan tangan-Ku sendiri, Aku meletakkan dasar bumi. Aku sendiri yang membentangkan langit. Atas perkataan-Ku semuanya itu muncul dan menjadi ada.
ISA 48:14 Berkumpullah kalian semua dan dengarkan! Tidak ada satu pun dewa yang pernah memberitahukan hal-hal ini. Seseorang yang sudah Aku pilih dan kasihi akan melaksanakan rencana-Ku untuk menumpas kerajaan Babel.
ISA 48:15 Aku sendirilah yang telah memanggil dan menugaskan dia. Aku sendiri yang menggerakkan dia, dan misinya pasti berhasil.
ISA 48:16 Datanglah lebih dekat kepada-Ku dan dengarkan ini: Sejak semula Aku memberitahukan pesan-Ku dengan jelas. Sejak permulaan seluruh peristiwa ini Akulah yang mengerjakannya. Saya, Yesaya, mengakui bahwa TUHAN sudah mengutus saya, dan Roh-Nya membenarkan bahwa pesan ini
ISA 48:17 berasal dari Yang Mahakudus Allah Israel, Penebus kita: Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajarkan apa yang baik bagimu dan menuntunmu di jalan benar yang harus kamu tempuh.
ISA 48:18 Kalau saja kalian mau taat pada perintah-Ku, hidupmu akan berlimpah dengan ketenangan seperti aliran sungai. Keadilan akan meluap di antara kalian seperti ombak lautan.
ISA 48:19 Keturunanmu akan sebanyak butiran pasir. Anak-cucumu tidak akan pernah mengalami kehancuran ataupun terusir dari negeri-Ku.
ISA 48:20 Tetapi kalian sudah ditawan di Babel. Meski begitu, sekarang Aku perintahkan kalian pergi dari situ. Aku memanggilmu keluar dari Babel, negeri orang Kasdim! Beritakanlah dengan sorak-sorai ke seluruh penjuru bumi, “TUHAN sudah menyelamatkan Israel, hamba-Nya!
ISA 48:21 Dia membawa kami melalui padang gurun. Tetapi kami tidak kehausan karena Dia membelah batu dan mengeluarkan air dari situ!”
ISA 48:22 Tetapi bagi orang jahat, tidak ada hidup tenang. Aku TUHAN menegaskannya.
ISA 49:1 Dengarkanlah aku, hai bangsa-bangsa, bahkan di negeri yang jauh. Sejak aku dalam kandungan ibuku, TUHAN sudah memanggilku secara khusus menjadi hamba-Nya.
ISA 49:2 Dia menugaskanku untuk menyampaikan pesan-pesan yang menusuk bagaikan pedang dan panah. Maka aku ibarat senjata di tangan-Nya yang Dia poles mengkilap dan dijaga-Nya baik-baik.
ISA 49:3 TUHAN berkata kepadaku, “Kamu adalah hamba-Ku yang menggenapi perjanjian-Ku dengan Israel. Oleh karenamu, Aku akan dipermuliakan.”
ISA 49:4 Tetapi aku menjawab, “Rasanya, yang sudah aku lakukan selama ini sia-sia saja. Aku bekerja sekuat tenaga, tetapi hasilnya tidak ada. Meski begitu, aku yakin TUHAN itu adil. Allah pasti akan memperhitungkan kerja kerasku.
ISA 49:5 Tetapi sekarang aku mendengar TUHAN berjanji— yaitu Dia yang membentuk aku sejak dalam kandungan, yang memandangku berharga dan menguatkan aku, juga menugaskan aku sebagai hamba-Nya untuk mengumpulkan Israel dan membawa mereka kembali kepada-Nya— Dia berkata,
ISA 49:6 ‘Lebih dari sekedar mengembalikan umat Israel kepada-Ku, Aku mengutus kamu bagaikan terang bagi segala bangsa di bumi. Melalui kamu, keselamatan dari-Ku akan disampaikan ke seluruh penjuru bumi.’”
ISA 49:7 TUHAN, Yang Mahakudus, Penebus Israel, berkata kepada hamba-Nya yang dipandang rendah manusia, dihina bangsa-bangsa, dan diperbudak oleh pemimpin-pemimpin asing: Kamu akan dihormati oleh bangsa-bangsa. Sewaktu para raja dan pejabat melihatmu, mereka akan tersungkur menyembah, karena Aku TUHAN, Sang Kudus Allah Israel, sudah memilihmu dan membuktikan kesetiaan-Ku kepadamu.
ISA 49:8 Aku akan menjawab doamu pada waktu yang tepat. Aku akan menolongmu ketika tiba waktunya menyelamatkan. Aku akan menjagamu dan menjadikanmu penggenap perjanjian-Ku bagi segala bangsa. Negeri Israel yang terbengkalai akan dihuni kembali, dan kamulah yang akan membagikan warisan tanah bagi umat.
ISA 49:9 Kamu akan berkata kepada para tahanan, “Keluarlah!” Dan kepada yang tinggal dalam penjara gelap, kamu akan memanggil mereka, “Marilah ke tempat yang terang!” Kamu bagaikan gembala yang akan menggiring kawanan domba itu pulang ke negeri-Ku dan dalam perjalanan, kamu akan menyediakan makanan bagi mereka bahkan saat melewati bukit-bukit yang kering kerontang.
ISA 49:10 Mereka tidak akan kelaparan ataupun kehausan. Terik matahari tak akan menyengat mereka. Angin panas tak akan menyakiti mereka. Sebab mereka dipimpin olehmu, hamba-Ku yang mengasihani mereka. Kamu akan menuntun mereka ke sumber-sumber air.
ISA 49:11 Aku akan meratakan gunung-gunung untuk melancarkan jalan mereka.
ISA 49:12 Maka umat-Ku yang dari jauh akan berdatangan. Dari timur, barat, utara, dan daerah Sinim di selatan, semuanya akan datang!
ISA 49:13 Bernyanyilah dengan riang, hai semua yang di surga! Bersoraklah dengan sukacita, hai penduduk bumi. Biarlah gunung-gunung seolah melompat dengan girang sebab TUHAN sudah menghiburkan umat-Nya. Dia menyatakan belas kasihan bagi mereka yang telah menderita.
ISA 49:14 Akan tetapi, bagi penduduk Yerusalem yang pernah berkata, “TUHAN sudah mengabaikan dan meninggalkan kita,”
ISA 49:15 beginilah jawab TUHAN: Mungkinkah seorang ibu mengabaikan anak yang disusuinya? Mungkinkah seorang ibu tidak menyayangi anak yang dilahirkannya? Ya, mungkin saja ada ibu yang seperti itu. Tetapi Aku tidak mungkin mengabaikanmu!
ISA 49:16 Ketahuilah, nama Yerusalem sudah terukir di hati-Ku. Maka Aku pasti mengingat kalian selalu.
ISA 49:17 Yerusalem akan segera dibangun kembali. Dan para penghancur yang menggempurnya akan pergi.
ISA 49:18 Pandanglah berkeliling dan lihatlah. Para penduduknya yang tercerai-berai berdatangan pulang ke Yerusalem. Demi diri-Ku sendiri sebagai TUHAN Allah yang hidup, Aku bersumpah: Kota Yerusalem akan selalu diwarnai oleh kehadiran penduduknya seperti seorang mempelai dipercantik dengan gaun pengantin dan perhiasan.
ISA 49:19 Walaupun sekarang Yerusalem terlantar, hancur, dan terbengkalai, kelak penduduknya akan begitu banyak hingga kota itu seakan terlalu kecil. Musuh-musuh yang menggempurnya akan pergi jauh-jauh.
ISA 49:20 Dahulu Yerusalem kosong ditinggalkan penduduknya. Tetapi sementara kota Yerusalem merana, penduduknya yang terserak di negeri-negeri asing telah beranak cucu. Kelak mereka semua bersama keturunannya akan kembali, sehingga mereka berkata satu sama lain, “Kota ini terlalu kecil untuk kita semua. Mari kita perluas Yerusalem.”
ISA 49:21 Maka seandainya kota bisa berbicara, tentulah Yerusalem akan berkata, “Luar biasa! Ternyata pendudukku sebanyak ini! Aku tidak pernah melihat mereka lahir. Meskipun tadinya aku ditinggalkan sendiri, tandus dan gersang seperti kota mati, sekarang aku menjadi hidup!”
ISA 49:22 Beginilah kata TUHAN Sang Penguasa: Ketahuilah, Aku akan memberi komando kepada bangsa-bangsa supaya mereka memulangkan kalian, umat-Ku, penduduk Yerusalem. Mereka akan mengantar kalian kembali ke tanah airmu. Di bahu mereka, anak-anakmu lelaki dan perempuan digendong.
ISA 49:23 Para raja bangsa-bangsa dan ratu-ratu mereka akan mencukupi keperluanmu seperti orang tua menafkahi anaknya. Bahkan mereka akan tunduk merendahkan diri untuk melayani kalian. Saat itu kalian akan menyadari bahwa Akulah TUHAN. Orang-orang yang bertahan menantikan pertolongan-Ku tidak akan mendapat malu.
ISA 49:24 Biasanya, ketika seorang raja besar menang perang, tidak ada yang berani merebut jarahan dari tangannya dan tidak ada yang sanggup menolong para tawanannya.
ISA 49:25 Tetapi TUHAN berkata: Hai umat-Ku, meskipun musuhmu adalah raja besar yang kuat berkuasa, Aku akan menyelamatkan kalian, tawanannya, dan mengambil kembali harta jarahannya. Sebab Aku sendiri akan melawan orang-orang yang melawanmu. Aku akan menyelamatkan anak cucumu.
ISA 49:26 Aku akan membuat para penindasmu saling membunuh satu sama lain. Pertumpahan darah akan terjadi di antara mereka sendiri. Maka semua manusia akan menyadari bahwa Aku, TUHAN, adalah Penebusmu. Aku, Sang Mahakuat Allah Israel, adalah Pembebasmu.
ISA 50:1 TUHAN berkata: Aku dan bangsa Israel terikat dalam suatu ikatan perjanjian yang dapat diumpamakan seperti ikatan pernikahan. Aku ibarat seorang suami, Israel ibarat istri-Ku, dan masing-masing rakyatnya ibarat anak-anak-Ku. Sekarang Israel terbuang dari negeri-Ku bagai seorang istri yang diceraikan. Tetapi bukan Aku yang dengan sengaja ingin bercerai! Dan kalian, hai umat, sekarang dikuasai bangsa lain seperti anak yang dijual menjadi budak. Tetapi bukan Aku yang dengan sengaja ingin menjual kalian! Sebaliknya, Israel terusir dan rakyatnya terjajah oleh karena pelanggaranmu sendiri, sebab kalian melanggar perjanjianmu dengan-Ku.
ISA 50:2 Sudah berkali-kali Aku datang kepada kalian, memanggil-manggil kalian untuk kembali kepada-Ku. Tetapi kalian tidak juga bertobat. Apakah pikirmu Aku tidak sanggup menyelamatkan? Menurutmu Aku tidak mampu membebaskan? Seharusnya kalian ingat, Aku berkuasa untuk mengeringkan lautan dan sungai-sungai. Ingatlah bau busuknya ketika ikan-ikan mati kehabisan air.
ISA 50:3 Aku juga berkuasa atas langit. Aku mampu membuat langit menjadi gelap seperti orang mengenakan kain kabung.
ISA 50:4 Akulah hamba yang diutus TUHAN Sang Penguasa. TUHAN telah memampukan aku untuk berbicara dengan bijak sehingga perkataanku menguatkan mereka yang letih lesu. Setiap pagi Dia memampukan aku untuk mendengar ajaran-Nya dan aku seperti murid yang bergirang menerima pelajaran.
ISA 50:5 TUHAN Sang Penguasa membuatku dapat mendengar dan mengerti. Aku pun tidak membangkang terhadap-Nya dan tidak berbalik menolak Dia.
ISA 50:6 Aku merelakan diri untuk dicambuk, dihina, dan diludahi. Aku membiarkan orang mencemooh aku dengan mencabuti janggutku.
ISA 50:7 Tetapi TUHAN Penguasaku menolong aku. Itulah sebabnya aku tidak sampai menanggung malu. Dan itulah sebabnya dengan tegar dan berani aku menghadapi para pendakwa, karena aku tahu pada akhirnya aku tidak akan dikalahkan.
ISA 50:8 Sebab Dia yang membenarkanku ada di sisiku. Maka aku tidak takut. Siapa yang hendak menuntut aku? Mana yang hendak menuduh aku? Majulah, dan mari kita bersidang seperti orang berperkara di pengadilan.
ISA 50:9 Ketahuilah, pembelaku ialah TUHAN Sang Penguasa! Maka tak akan ada yang bisa mempersalahkan aku. Seperti pakaian usang semakin rapuh, lalu berlubang-lubang dimakan ngengat, demikianlah akhir para penuduhku.
ISA 50:10 Jadi, kepada setiap orang yang hormat dan takut akan TUHAN dan yang bersedia menaati perkataanku, hamba-Nya, ketahuilah: Meskipun sekarang kamu seakan berjalan dalam gelap tanpa ada cahaya yang menerangi, percayalah kepada TUHAN Allah, dan bergantunglah hanya pada-Nya!
ISA 50:11 Tetapi waspadalah! Jika kamu berusaha menerangi jalanmu dengan cahaya buatanmu sendiri, sebanyak apa pun obor yang kamu buat, kamu akan menerima akibatnya, yaitu akhir yang mengerikan dalam penderitaan besar!
ISA 51:1 TUHAN berkata: Hai setiap orang yang berusaha hidup dengan benar dan yang ingin mengenal TUHAN, dengarkanlah Aku! Perhatikan dan contohlah leluhurmu, dari mana kamu berasal,
ISA 51:2 yaitu Abraham dan Sara, nenek moyang bangsamu. Mereka hanya suami istri tanpa anak ketika Aku memanggil Abraham. Lalu Aku memberkati dia sehingga keturunannya sangat banyak.
ISA 51:3 Sesungguhnya, Aku akan menghiburkan Yerusalem. Aku akan memulihkan tempat-tempat yang terbengkalai di sana. Daerahnya yang telah tandus akan Aku segarkan hingga menjadi hijau seperti Eden, taman TUHAN. Penduduknya akan bergirang dan mengucap syukur dengan nyanyian-nyanyian riang.
ISA 51:4 Dengarlah, hai umat-Ku, bangsa kepunyaan-Ku. Aku akan menerbitkan pengajaran bagaikan terang yang membimbing segala bangsa kepada hidup yang adil.
ISA 51:5 Sebentar lagi aku akan menegakkan keadilan dan menyelamatkan. Dengan kuasa-Ku, Aku akan memerintah bangsa-bangsa dengan adil. Negeri-negeri yang jauh di seberang lautan pun telah menunggu-nunggu Aku bertindak.
ISA 51:6 Pandanglah ke langit, juga lihatlah bumi tempatmu berpijak. Langit itu kelak akan lenyap seperti asap. Bumi akan keropos seperti kayu lapuk. Makhluk hidup di bumi juga akan mati. Tetapi ketika Aku menyelamatkan, kalian akan terus berjaya selama-lamanya. Keadilan-Ku tetap berlaku sampai selamanya.
ISA 51:7 Dengarlah, hai umat-Ku. Kalian mengetahui apa yang benar dan yang salah. Dalam hatimu tersimpan hukum-Ku. Jangan takut ketika orang mengejek dan menghina kalian.
ISA 51:8 Karena orang seperti mereka akan habis lenyap seperti kayu habis dimakan rayap. Tetapi keadilan-Ku tetap berlaku selama-lamanya. Ketika Aku menyelamatkan, kalian akan terus berjaya sampai selamanya.
ISA 51:9 Ya, TUHAN! Bangkitlah! Tunjukkan kekuatan kuasa-Mu itu! Bertindaklah seperti dulu pada zaman nenek moyang kami. Engkaulah yang telah membunuh Rahab, si ular naga raksasa yang congkak, dan yang menikam Lewiatan.
ISA 51:10 Engkau jugalah yang telah mengeringkan lautan dan membuat jalan membelah air yang dalam sehingga umat yang Engkau bebaskan bisa menyeberang.
ISA 51:11 Mereka yang sudah diselamatkan TUHAN akan kembali dan memasuki Yerusalem sambil bernyanyi. Sukacita abadi akan mereka nikmati. Hanya kegirangan dan kebahagiaan yang terasa. Dukacita dan keluh kesah tak ada lagi.
ISA 51:12 Yang menguatkan kalian adalah Aku sendiri. Sedangkan penindasmu hanya manusia biasa yang akan mati dan cepat berlalu seperti rumput kering. Untuk apa kalian begitu takut kepada mereka
ISA 51:13 sampai-sampai kalian melupakan TUHAN yang menjadikanmu! Padahal Akulah yang membentangkan langit dan menegakkan bumi pada permulaan. Jadi, mengapa kalian hidup dalam ketakutan setiap hari? Mengapa memikirkan para penindasmu yang bengis dan siap membunuh? Mereka sebenarnya tidak bisa menyakitimu.
ISA 51:14 Tidak lama lagi, kalian yang ditindas akan dibebaskan. Kalian tidak akan mati di dalam kurungan ataupun kekurangan makanan.
ISA 51:15 Karena Allahmu adalah Aku, TUHAN Panglima Semesta! Aku berkuasa bahkan atas lautan. Akulah yang menggoncangkan airnya hingga ombak bergelora.
ISA 51:16 Aku sudah memberitahukan cara untuk membela diri terhadap para penindasmu. Dan Aku menjagamu dalam naungan perlindungan-Ku. Aku, yang menjadikan langit dan bumi menegaskan kepada kalian, hai orang Yerusalem, “Kalian adalah umat milik-Ku sendiri.”
ISA 51:17 Bangkitlah, Yerusalem, bangkitlah! Kota Yerusalem sudah merasakan murka TUHAN sepenuh-penuhnya seperti orang meneguk habis segelas anggur hingga pening.
ISA 51:18 Tiada penduduk yang tersisa untuk merawat kota. Yerusalem bagaikan orangtua yang ditinggalkan anak sehingga tak ada yang merawat dan menggandeng tangannya.
ISA 51:19 Lengkap sudah malapetaka yang menimpa Yerusalem: Dihancurkan menjadi reruntuhan. Dilanda bencana kelaparan. Dibantai oleh perang. Tak ada yang tersisa untuk meratapi keadaanmu dan tak ada satu pun yang menghiburkan.
ISA 51:20 Penduduk Yerusalem terkapar lemas di jalan-jalan seperti rusa terjerat perangkap. Kalian sudah kenyang menanggung murka TUHAN, Allahmu.
ISA 51:21 Tetapi sekarang dengarkanlah, hai kalian yang menderita— yang terhuyung-huyung lemas dan pening seperti orang mabuk, tetapi bukan karena anggur, melainkan karena murka TUHAN—
ISA 51:22 beginilah kata TUHAN, Penguasa dan Pembelamu: Aku sudah menyingkirkan darimu murka-Ku yang menyakitkan. Kalian tidak perlu merasakannya lagi.
ISA 51:23 Sebaliknya, murka itu akan Aku curahkan ke atas para penyiksamu, yaitu mereka yang mau menginjak-injak kalian dan memperlakukanmu seperti keset!
ISA 52:1 Karena itu, hai orang-orang Yerusalem, bangkitlah! Bangkitlah! Hidupkan semangatmu! Yerusalem akan tampil cantik menampilkan keindahannya karena bangsa-bangsa asing yang tidak menyembah Allah tidak akan pernah lagi menyerangmu.
ISA 52:2 Kalian yang tinggal di Yerusalem tidak akan terpuruk lagi seperti orang yang terinjak-injak di tanah, sebab Yerusalem akan menjadi kota megah dan terhormat. Tetanggamu yang pernah ditawan dan dirantai sebagai budak akan menjadi orang merdeka.
ISA 52:3 Karena TUHAN berkata: Ketika seorang majikan menjual budaknya kepada orang lain, majikan itu seharusnya menerima pembayaran. Tetapi ketika Aku menyerahkan kalian menjadi budak bangsa-bangsa lain, Aku tidak menerima bayaran apa pun dari mereka. Sekarang Aku akan mengambil kalian kembali tanpa membayar tebusan kepada mereka.
ISA 52:4 Beginilah kata TUHAN, sang Penguasa: Dahulu umat-Ku mengungsi ke Mesir dan tinggal menumpang di sana. Sesudah Mesir, bangsa Asyur memperbudak mereka dengan semena-mena,
ISA 52:5 dan sekarang Babel! Tetapi Aku tidak akan diam saja melihat umat-Ku ditindas lagi. Para penjajah mereka bersorak mencemooh dan Aku dihina terus-menerus.
ISA 52:6 Tetapi Aku akan menyatakan diri-Ku kepada umat-Ku supaya kelak mereka tahu bahwa semua perkataan ini benar-benar berasal dari-Ku.
ISA 52:7 Betapa indahnya pemandangan di masa depan. Di pegunungan tampak para pembawa berita berdatangan membawa kabar baik, kabar sejahtera. Mereka berkata, “Yerusalem selamat! Allah kalian akan mewujudkan pemerintahan-Nya!”
ISA 52:8 Para pengawal yang berjaga di tembok kota bersorak. Mereka bernyanyi dengan gembira karena dengan matanya sendiri mereka melihat TUHAN kembali ke Yerusalem.
ISA 52:9 Bernyanyilah penduduk Yerusalem, kotamu yang jadi reruntuhan akan ceria kembali sebab TUHAN memberi penghiburan bagi umat-Nya. Aku melihat bahwa di masa depan itu, TUHAN sudah memulihkan Yerusalem.
ISA 52:10 TUHAN sudah membuktikan kepada segala bangsa bahwa Dia kudus dan berkuasa. Semua manusia di bumi, bahkan di tempat yang terjauh akan menyaksikan Allah kita menang.
ISA 52:11 Hai, orang-orang suku Lewi yang dulu bertugas mengangkut barang-barang suci di rumah TUHAN, inilah saatnya meninggalkan negeri tempat kalian ditawan. Cepat! Pergilah dari sana! Keluar! Jangan sentuh apa pun yang najis. Sucikan dirimu karena kalian akan pergi dengan membawa perkakas TUHAN kembali ke Yerusalem.
ISA 52:12 Kalian tidak akan pergi dengan tergesa-gesa atau dengan ketakutan karena dikejar musuh, sebab TUHAN sendiri yang akan menjagamu baik di depan barisan maupun di belakang.
ISA 52:13 TUHAN berkata: Hamba-Ku akan bertindak dengan bijak sehingga dia akan berhasil. Dia akan dihormati dan disanjung.
ISA 52:14 Akan tetapi, sebelum itu, dia akan mengalami sengsara yang hebat, hingga orang banyak tertegun ngeri melihatnya. Tubuh dan wajahnya hancur tak berbentuk sampai tidak dapat dikenali.
ISA 52:15 Orang dari bangsa-bangsa lain akan terheran-heran melihat dia. Raja-raja terdiam dan tak mampu berkata-kata karena saat melihat hamba-Ku itu, mereka akan memahami sesuatu yang belum pernah mereka duga.
ISA 53:1 Aneh, hampir tak ada orang yang mempercayai berita yang Engkau suruh aku sampaikan ini, meski disertai dengan bukti tindakan-Mu yang berkuasa.
ISA 53:2 Sang hamba itu hidup dekat dengan TUHAN sejak masa kecilnya seperti tunas pohon melekat pada induknya. Dia akan berjuang menjalani hidup yang berat bagai benih berusaha tumbuh di tanah yang kering. Dia bukan orang besar atau terhormat, sehingga orang tidak memandangnya. Penampilannya pun biasa saja, sehingga tidak menarik perhatian.
ISA 53:3 Dia dihina dan ditolak. Dia terbiasa dengan hidup yang berat dan akrab dengan penderitaan. Saat dia dicerca, tidak ada yang sudi melihatnya. Semua orang meninggalkan dia dan tak ada yang peduli padanya.
ISA 53:4 Padahal dialah yang mengangkat serta menanggung kelemahan dan penyakit kita. Tetapi kita mengira dia dihukum Allah karena dosanya sendiri.
ISA 53:5 Sebenarnya, dia ditikam sebagai hukuman atas pemberontakan kita. Dia dihajar karena dosa-dosa kita. Dia disiksa, dicambuk, supaya kita tidak dihukum, supaya kita yang sudah rusak dipulihkan.
ISA 53:6 Kita semua sudah meninggalkan Allah seperti domba yang meninggalkan gembalanya sehingga tersesat. Tetapi TUHAN menanggungkan semua hukuman kita kepada hamba-Nya itu.
ISA 53:7 Sang hamba itu dianiaya dan diperlakukan dengan kejam, tetapi dia tidak mengatakan apa pun untuk membela diri. Dia hanya diam, seperti anak domba jantan yang akan disembelih atau domba yang dipangkas bulunya.
ISA 53:8 Dia disidang dengan tidak adil. Dia dihukum mati meskipun tak bersalah, dan tidak ada yang mempedulikannya. Dia disiksa karena pelanggaran kita, umat Allah.
ISA 53:9 Dia tidak melakukan kesalahan dan tak pernah menipu, tetapi dia dikuburkan sebagai seorang penjahat. Sang hamba itu dibaringkan di makam orang kaya.
ISA 53:10 Semua itu adalah kehendak dan rencana TUHAN. TUHAN menghajar hamba-Nya dan membuat dia menderita sebagai kurban penebusan dosa. Dia akan hidup selamanya sehingga dapat menyaksikan semua pewarisnya. Kehendak TUHAN akan terlaksana oleh dia.
ISA 53:11 Ketika dia melihat hasil dari penderitaannya, dia akan merasa puas. Karena pengorbanannya, hamba TUHAN yang selalu hidup benar itu akan membuat banyak orang diperhitungkan sebagai orang benar di mata TUHAN, sebab dia membayarkan segala kesalahan mereka.
ISA 53:12 Oleh karena itu TUHAN berkata: Karena hamba-Ku itu sudah menyerahkan dirinya sampai mati, Aku akan memberinya kehormatan yang sangat besar, sebagaimana raja memberikan harta kepada panglimanya yang menang perang. Biarpun orang menganggap kematiannya adalah hukuman atas kesalahannya sendiri, sesungguhnya dia menanggung dosa orang banyak dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang melawan Allah.
ISA 54:1 TUHAN berkata: Yerusalem kosong tanpa penduduk ibarat perempuan yang mandul tanpa anak. Tetapi sebentar lagi kota yang terlantar itu akan penuh lebih daripada keadaannya sebelum ditinggalkan. Maka seperti girangnya perempuan mandul ketika mendapat anak, demikianlah sukacita di Yerusalem akan sangat besar! Bernyanyilah dengan riang, hai putri Sion!
ISA 54:2 Yerusalem ibarat kemah yang terlalu kecil untuk menampung seluruh penghuninya. Karena itu, perlebarlah kainnya, kencangkan patok-patoknya, dan panjangkan tali-talinya agar kemah itu lebih lega.
ISA 54:3 Yerusalem akan meluas ke segala penjuru karena banyaknya umat Allah yang tinggal di sana, begitu luas hingga meliputi negeri dan kota bangsa-bangsa lain. Umat Allah akan menduduki semuanya itu.
ISA 54:4 Jangan takut, karena aib Yerusalem akan dihapus. Jangan gentar, karena Yerusalem tidak akan dipermalukan lagi. Memang, Yerusalem pernah dicemooh dan dihina, yaitu ketika TUHAN meninggalkannya. Waktu itu, Yerusalem ibarat janda karena diceraikan suaminya. Tetapi aib itu akan lenyap dan tidak diingat lagi,
ISA 54:5 karena TUHAN Panglima Semesta, Penciptamu, akan kembali menerima umat-Nya seperti seorang suami menerima kembali istrinya yang pernah berkhianat. Dia akan menebusmu. Dialah Yang Mahakudus Allah Israel, Allah atas seluruh bumi.
ISA 54:6 Dahulu umat Allah berduka, ibarat seorang istri yang diceraikan dan diusir, tetapi kata TUHAN: Sekarang Aku menerima kalian kembali.
ISA 54:7 Hanya untuk sementara Aku meninggalkanmu. Namun dengan penuh belas kasihan, Aku akan mengumpulkan kalian lagi.
ISA 54:8 Ketika Aku murka, Aku berpaling dari kalian. Tetapi murka-Ku hanya sementara, sedangkan kasih-Ku abadi. Dan karena kasih-Ku yang kekal itu, Aku akan bermurah hati kepadamu. Aku, TUHAN Penebus kalian menegaskan hal ini.
ISA 54:9 Sama seperti pada zaman Nuh Aku bersumpah untuk tidak lagi mendatangkan banjir besar atas seluruh bumi, begitu juga sekarang Aku bersumpah untuk tidak lagi memurkai dan menghukum kalian.
ISA 54:10 Gunung-gunung yang kokoh pun bisa runtuh dan bukit-bukit bisa hancur, tetapi kasih-Ku yang setia kepadamu tidak akan pernah luntur. Ikatan perjanjian-Ku denganmu tidak akan putus, yaitu janji untuk membuat kalian hidup damai dan sejahtera. Aku, TUHAN, mengasihani kalian dan bermurah hati kepadamu.
ISA 54:11 TUHAN berkata: Yerusalem telah dihajar, diporak-porandakan dan terpuruk. Tetapi Aku akan membangunnya kembali dengan fondasi dari batu-batu mulia.
ISA 54:12 Menara-menaranya akan Aku buat dari berlian, pintu-pintu gerbangnya dari kristal, dan seluruh temboknya dari batu-batu permata.
ISA 54:13 Semua penduduknya akan menerima pengajaran dari Aku sendiri, dan mereka akan hidup dengan tenang tenteram.
ISA 54:14 Kalian akan aman di bawah pemerintahan yang adil dan lurus. Tidak akan ada penindasan ataupun musuh yang menggentarkan. Kalian tidak akan merasa takut lagi.
ISA 54:15 Jika ada yang menyerangmu, bukan Aku yang menugaskan atau mengizinkan mereka. Dan siapa pun yang menyerangmu pasti kamu kalahkan.
ISA 54:16 Berbagai macam senjata dibuat oleh tukang besi dengan menempa logam dalam api. Tetapi ingat, para tukang besi itu adalah ciptaan-Ku! Pasukan tentara yang besar bisa menggempur kota. Tetapi ingat, tentara yang hebat itu juga ciptaan-Ku!
ISA 54:17 Artinya, Aku berkuasa mengatur semuanya, dan sekarang Aku menetapkan bahwa tidak ada senjata yang sanggup mengalahkan Yerusalem. Apabila ada musuh yang menuduh kalian bersalah, kalian pasti mampu membantah. Itulah hak istimewa bagi hamba-hamba-Ku, yaitu semua orang yang menyembah Aku. Sebab Aku sendirilah yang membela mereka, menyatakan bahwa mereka benar. Aku, TUHAN, menegaskan hal ini.
ISA 55:1 TUHAN berkata: Datanglah kepada-Ku, hai kamu yang haus dan lapar. Karena pada-Ku ada sumber air, dan kalian akan makan kenyang. Air anggur dan susu terbaik akan kalian dapatkan dari-Ku tanpa perlu membayar apa pun.
ISA 55:2 Tak usah lagi kamu bekerja susah payah dan menghabiskan uangmu membeli makanan biasa yang tidak akan memuaskanmu. Kebahagiaan yang benar-benar memuaskan hanya akan kamu nikmati apabila kamu mendengarkan dan melakukan perkataan-Ku.
ISA 55:3 Datanglah kepada-Ku dan dengarkanlah Aku, maka kamu akan hidup bahagia. Aku akan mengadakan perjanjian yang kekal dengan kamu semua, yaitu perjanjian atas dasar kasih-Ku yang setia, seperti yang Aku buat dengan Daud.
ISA 55:4 Aku menjadikan Daud penguasa atas bangsa-bangsa supaya melalui dia, mereka semua menyaksikan kesetiaan-Ku.
ISA 55:5 Maka bangsa-bangsa asing, bahkan yang tidak kalian kenal dan yang tidak mengenalmu, akan berdatangan ketika kalian memanggil mereka, sebab mereka tahu bahwa Aku, Sang Kudus Allah Israel, telah meninggikanmu.
ISA 55:6 Datanglah kepada-Ku selagi masih ada kesempatan. Berdoalah kepada-Ku selagi Aku masih mau mendengar.
ISA 55:7 Hendaklah orang bejat meninggalkan segala pikiran dan rencananya yang jahat. Kembalilah kepada-Ku, kepada TUHAN Allahmu, maka Aku pasti mengasihani dan melimpahkan pengampunan.
ISA 55:8 Sesungguhnya, pikiran-Ku jauh berbeda dari pikiranmu, dan cara-Ku jauh berbeda dari caramu.
ISA 55:9 Seperti langit jauh tinggi di atas bumi, demikianlah pikiran-Ku dan cara-Ku jauh tinggi melebihi pikiranmu.
ISA 55:10 Hujan dan salju tidak pernah turun dengan sia-sia tetapi menyirami bumi dan membuat tanaman bertumbuh sehingga manusia bisa makan dan bertanam lagi.
ISA 55:11 Begitu juga perkataan-Ku tidak pernah keluar dengan sia-sia tetapi pasti terjadi sesuai tujuan-Ku dan terwujud sesuai rencana-Ku.
ISA 55:12 Kalian akan pulang, hai umat-Ku. Saat kalian keluar dari negeri pembuangan, kalian akan berjalan dengan penuh sukacita dan rasa damai. Kegirangan pada hari itu akan begitu besar hingga gunung-gunung dan bukit-bukit dan pepohonan di sepanjang jalanmu seolah bernyanyi dan bertepuk tangan.
ISA 55:13 Tanah yang tadinya gersang dipenuhi semak berduri akan menghijau dengan pohon-pohon murad dan sanobar yang bertumbuh segar sepanjang masa, menjadi bukti kebesaran TUHAN.
ISA 56:1 TUHAN berkata: Lakukanlah selalu segala yang adil dan benar, karena sebentar lagi Aku akan menolong kalian sebagai bukti keadilan-Ku.
ISA 56:2 Aku pasti memberkati setiap orang yang menjaga perilakunya untuk tidak berbuat jahat, yang dengan setia menaati hukum tentang hari Sabat.
ISA 56:3 Dan kepada orang-orang dari bangsa lain yang sudah menyembah Aku, janganlah kalian berpikir, “TUHAN tidak mungkin menerima aku seperti umat-Nya sendiri.” Sekalipun kamu adalah laki-laki yang sudah dikebiri, janganlah berpikir, “Aku ini lelaki yang tak berguna, karena aku tidak bisa punya keturunan untuk menjadi penerus namaku.”
ISA 56:4 Sebab Aku, TUHAN, menegaskan kepada setiap lelaki yang dikebiri: Apabila kalian mengikuti hukum tentang Sabat, mengerjakan hal-hal yang benar di mata-Ku, dan mengikatkan diri dalam perjanjian-Ku dengan cara setia melakukan ketentuan-ketentuannya,
ISA 56:5 maka Aku pasti menerimamu di dalam rumah-Ku. Aku akan menjadikanmu bagian yang terhormat di antara umat-Ku sehingga namamu tidak pernah dilupakan dari generasi ke generasi. Itu bahkan lebih baik daripada memiliki anak-anak sebagai penerus namamu.
ISA 56:6 Orang dari bangsa-bangsa lain yang bergabung menjadi umat-Ku, yang mengasihi Aku, ingin menyembah Aku, dan memberi diri menjadi milik-Ku, yang setia mengikuti hukum tentang hari Sabat, serta mengikatkan diri pada perjanjian-Ku dengan cara setia menaati ketentuan-ketentuannya,
ISA 56:7 pasti akan Aku bawa ke rumah-Ku di bukit-Ku yang kudus. Di situ Aku akan membuat mereka bersukacita. Aku akan menerima kurban-kurban dan segala persembahan mereka di mezbah-Ku. Karena rumah-Ku kelak akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
ISA 56:8 Aku, TUHAN Penguasamu, pasti mengumpulkan orang Israel yang tercerai berai, dan selain mereka, Aku juga akan membawa orang-orang lain untuk ikut berkumpul menjadi umat-Ku.
ISA 56:9 Kata TUHAN lagi: Hai bangsa-bangsa musuh Israel, Aku menyediakan mangsa bagimu!
ISA 56:10 Mereka adalah pemimpin-pemimpin bodoh dari Israel. Pikiran mereka sudah buta. Mereka pemimpin yang tidak berguna seperti anjing penjaga yang tidak dapat menggonggong. Sepanjang hari mereka hanya tidur, bermalas-malasan, dan melamun.
ISA 56:11 Anjing-anjing itu rakus, tidak pernah kenyang. Para pemimpin Israel juga seperti gembala yang dungu. Bukannya menjaga domba, semuanya sibuk dengan urusan masing-masing dan mencari keuntungan sendiri-sendiri.
ISA 56:12 Mereka berkata satu sama lain, “Ayo kita minum-minum hari ini, lalu besok kita berpesta minuman dengan lebih meriah lagi!”
ISA 57:1 TUHAN berkata: Tak seorang pun bertanya-tanya dan tak seorang pun tahu mengapa orang saleh mati lebih dulu. Sesungguhnya, Aku memanggil mereka yang setia kepada-Ku agar mereka terhindar dari malapetaka yang akan datang.
ISA 57:2 Orang-orang itu, yang setia hidup benar, mendapat peristirahatan yang tenang.
ISA 57:3 Sebaliknya, kalian yang masih hidup adalah penyembah berhala, tukang ramal, pengikut dewa-dewa! Kalian ibarat anak-anak haram hasil perzinahan, atau anak pelacur yang tidak jelas siapa ayahnya, karena kalian keturunan Israel tetapi tidak mengabdi kepada Allah Israel yang sejati. Sekarang berkumpullah dan dengarkan!
ISA 57:4 Kalian menghina Aku dengan perbuatanmu. Kelakuanmu adalah penistaan terhadap TUHAN, hai para pemberontak, penipu, dan pendusta!
ISA 57:5 Di bawah setiap pohon rimbun kalian melakukan ritual pelacuran. Di lembah-lembah dan gua-gua di tebing batu kalian membunuh anak-anakmu sebagai kurban untuk berhala.
ISA 57:6 Di lembah kalian memilih batu-batu besar yang licin sebagai dewamu. Lalu kalian memberikan kurban dan persembahan curahan kepada benda-benda itu. Aku benci melihat kelakuanmu itu.
ISA 57:7 Di gunung-gunung dan bukit yang tinggi kalian mengadakan ritual pelacuran dan mempersembahkan kurban bagi dewa-dewa.
ISA 57:8 Di pintu-pintu rumahmu, kalian menaruh jimat dan lambang pemujaan dewa. Kalian meninggalkan Aku dan mengikatkan diri pada berhala-berhala, seperti seorang istri membuka kamarnya bagi banyak lelaki lain dan tidur dengan siapa saja yang dia suka.
ISA 57:9 Kalian bersujud menyembah dewa Molok dengan minyak wangi berlimpah ruah. Kalian mengirim utusan ke negeri-negeri jauh untuk meminta ramalan dewa-dewa lain, bahkan turun sampai ke Syeol meminta nasihat dari orang mati!
ISA 57:10 Segala ritual yang banyak itu membuatmu lelah, tetapi kalian tidak pernah sadar bahwa semua itu sia-sia. Sebaliknya kalian malah semakin giat berusaha.
ISA 57:11 Kalian lebih takut dan hormat kepada berhala sehingga kalian mengkhianati Aku. Kalian melupakan dan tidak lagi memikirkan Aku, Allahmu. Karena Aku sudah lama bersabar dan berdiam diri, kalian tidak takut dan hormat lagi kepada-Ku.
ISA 57:12 Kalian menganggap diri saleh dan benar, tetapi semua itu palsu. Segala perbuatanmu itu tidak mendatangkan berkat bagimu ataupun melepaskanmu dari malapetaka.
ISA 57:13 Saat kalian berseru minta tolong, mari kita lihat apakah dewa-dewamu bisa membantumu. Sama sekali tidak! Mereka itu tidak berguna, tidak berarti. Andaikan tertiup angin, dewa-dewamu akan terbang hilang. Tetapi setiap orang yang berlindung pada-Ku akan tetap aman di negeri ini dan tinggal di bukit-Ku yang kudus turun temurun.
ISA 57:14 TUHAN berkata: Persiapkanlah jalan! Singkirkan segala sesuatu yang membuat umat-Ku tersandung.
ISA 57:15 Sebab Aku, Allah yang tinggi luhur, kekal, dan kudus, menegaskan kepadamu: sekalipun Aku tinggal di tempat yang mulia dan suci, Aku hadir di sisi orang-orang yang terpuruk dan yang menyesali dosanya. Aku membangkitkan semangat mereka dan memulihkan hati mereka yang hancur.
ISA 57:16 Tidak selamanya Aku akan memurkai mereka dan tidak seterusnya Aku memperhitungkan dosa mereka. Sebab murka-Ku akan melemahkan nafas hidup manusia, yaitu nyawa yang Aku berikan kepada mereka.
ISA 57:17 Sebelumnya Aku sangat marah karena dosa keserakahan mereka. Maka Aku menghajar dan meninggalkan mereka dalam murka-Ku. Namun mereka terus saja berdosa dan menuruti keinginan hatinya sendiri.
ISA 57:18 Aku mengetahui segala perbuatan jahat mereka, tetapi Aku akan memulihkan mereka. Aku akan memberi penghiburan bagi mereka yang meratapi dosa-dosanya dan Aku akan menuntun mereka di jalan yang benar.
ISA 57:19 Maka mereka akan bernyanyi dan bersyukur kepada-Ku. Kedamaian dan ketenangan akan Aku berikan kepada seluruh umat-Ku baik yang datang dari daerah di sekitar Israel maupun negeri-negeri yang jauh. Aku akan memulihkan keadaan mereka.
ISA 57:20 Tetapi orang jahat tidak akan pernah tenang. Mereka seperti ombak laut yang terombang-ambing ke sana kemari, teraduk-aduk bersama lumpur dan kotoran.
ISA 57:21 Aku, Allahmu menegaskan: Sungguh, tidak akan ada ketenangan bagi orang jahat.
ISA 58:1 TUHAN berkata: Serukanlah dengan lantang pesan-Ku ini! Jangan segan-segan. Teriakkan dengan keras seperti suara terompet. Umumkan kepada umat-Ku Israel pelanggaran dan dosa-dosa mereka. Dalam hal-hal inilah mereka bersalah:
ISA 58:2 Setiap hari mereka melakukan ritual ibadah dan mempelajari Taurat-Ku, seolah mereka itu bangsa yang saleh yang tidak berpaling dari hukum-hukum Allahnya. Mereka berdoa meminta keadilan dan bersikap seakan ingin dekat kepada-Ku.
ISA 58:3 Mereka berkata, “Kami berpuasa dan menjauhkan diri dari segala kenikmatan, tetapi Engkau tidak memperhatikan dan tidak membalas jerih payah kami.” Inilah jawaban-Ku: Sambil berpuasa, kalian mengejar keuntungan sendiri dan menindas para pekerjamu!
ISA 58:4 Sambil berpuasa, kalian juga bertengkar dan saling mencederai. Puasa seperti itu tidak akan membuat-Ku, Allah Yang Mahatinggi, mendengar doamu!
ISA 58:5 Bukan begitu puasa yang Aku kehendaki. Untuk apa kamu merendahkan diri dengan berdoa menunduk-nundukkan kepala, memakai kain karung, dan menaburi dirimu dengan abu! Yang seperti itu tidak pantas kamu sebut puasa yang layak Aku terima!
ISA 58:6 Saat kamu berpuasa, yang Aku kehendaki adalah: bebaskan orang yang dipenjara karena difitnah, akhirilah penindasan terhadap orang kecil, berhentilah menekan para pekerja,
ISA 58:7 bagikan makananmu kepada yang lapar, berilah tumpangan kepada orang miskin yang tak punya tempat berteduh, berikanlah bajumu kepada yang tak berpakaian, dan jangan menghindar ketika kamu melihat saudaramu butuh pertolongan.
ISA 58:8 Dengan demikian, barulah Aku akan membuat hari-harimu terang dan kesukaran serta persoalanmu segera berakhir. Jika kamu hidup dengan benar, perbuatan-perbuatan benarmu itu seakan membuka jalan di depanmu dan kemuliaan-Ku menjagamu dari belakang.
ISA 58:9 Maka pada waktu kamu berdoa, Aku akan menjawab. Pada waktu kamu berseru minta tolong, Aku akan bertindak. Apabila kamu berhenti menindas sesamamu, berhentilah mempersalahkan orang lain, dan berhenti menebar fitnah,
ISA 58:10 apabila kamu bersedia memberi makananmu sendiri bagi yang lapar dan memenuhi kebutuhan orang yang tertekan, maka keadaanmu yang gelap dan suram akan menjadi terang benderang bagaikan siang.
ISA 58:11 Dan Aku, TUHAN, akan selalu membimbingmu. Di tanah yang tandus Aku akan memenuhi kebutuhanmu dan membuatmu kuat, sehingga kamu segar seperti taman yang selalu disiram atau mata air yang tak pernah kering.
ISA 58:12 Kota-kotamu yang sudah berabad-abad menjadi reruntuhan akan kalian bangun kembali, sehingga generasimu dipuji sebagai angkatan yang mendirikan kembali benteng kota dan membangun jalan-jalan pemukiman.
ISA 58:13 Apabila kamu berhenti menginjak-injak kesucian hari Sabat, yaitu melakukan apa pun yang kamu suka pada hari itu, tetapi sebaliknya, apabila kamu menikmati dan menghormati hari-Ku yang suci dengan tidak bergunjing atau melakukan kegiatan sesuka hati
ISA 58:14 maka kamu akan merasakan sukacita karena Aku, dan Aku akan membuatmu dihormati di antara bangsa-bangsa di bumi. Kamu akan puas menikmati negeri permai warisan leluhurmu Yakub. Aku, TUHAN, menegaskan bahwa semua ini pasti terjadi.
ISA 59:1 TUHAN bukan tidak mampu menolongmu dan bukan tidak mau mendengar doamu.
ISA 59:2 Tetapi pelanggaranmu sendiri yang membuat kamu terpisah dari-Nya. Karena dosa-dosamu itulah TUHAN berpaling darimu sehingga doamu seakan tidak didengar.
ISA 59:3 Kamu semua banyak membunuh, berbuat jahat, menipu, dan memfitnah.
ISA 59:4 Tidak seorang pun bersikap adil dan jujur. Perkara di pengadilan tidak diputuskan dengan benar. Kesaksian dusta dipercaya. Tuduhan yang omong kosong dimenangkan. Pikiran kalian merancangkan kebusukan, lalu perbuatan kalian mewujudkannya menjadi tindakan jahat.
ISA 59:5 Kalian membuat rencana licik untuk mencelakakan orang, ibarat memberikan telur ular berbisa. Siapa yang menerima dan memecahkannya akan mati karena bisa anak ular di dalamnya. Kalian menyusun tipu daya untuk menjerat orang, ibarat laba-laba membuat sarang.
ISA 59:6 Kata-katamu tidak bisa dipegang, sama seperti sarang laba-laba tidaklah berguna, karena tidak bisa dipintal menjadi baju. Segala perbuatan dan tingkah laku kalian penuh dengan kelicikan dan kekerasan.
ISA 59:7 Setiap ada kesempatan untuk berdosa, kalian cepat mengambilnya. Dan kalian tidak segan-segan membunuh orang tak bersalah. Isi kepalamu penuh dengan kejahatan. Ke mana pun kalian pergi, kalian menyakiti dan merugikan orang.
ISA 59:8 Kalian tidak pernah mau hidup damai apalagi bertindak adil. Dengan sengaja kalian memilih jalan yang bengkok. Setiap orang yang menempuh jalan itu tidak pernah hidup tenang.
ISA 59:9 Gara-gara kalianlah bangsa kita menderita ketidakadilan, bahkan rakyat tidak tahu bagaimana hidup dengan benar. Kami merindukan secercah harapan, mendambakan titik terang atau jalan keluar, tetapi yang ada hanyalah kegelapan.
ISA 59:10 Seperti orang buta yang berjalan dengan meraba-raba dan tersandung-sandung walaupun hari terang, demikianlah bangsa ini tidak dapat melihat dengan benar dan tak tahu harus berbuat apa. Seandainya dibandingkan dengan orang yang kuat, bangsa kita seperti tubuh tak bernyawa.
ISA 59:11 Kami mengerang dan merintih. Kami menginginkan keadilan, tetapi tidak ada. Kami menantikan penyelamatan, tetapi tidak mendapatnya.
ISA 59:12 Karena begitu besarnya dosa kami di hadapan-Mu. Kami terbukti bersalah di mata-Mu oleh karena segala dosa kami. Ya TUHAN, kami mengakui betapa kami bersalah.
ISA 59:13 Kami telah melanggar perintah-Mu, mengkhianati Engkau, dan tidak lagi menaati-Mu. Kami juga menindas orang lemah dan mengucapkan fitnah. Hati kami menyusun tipu daya. Mulut kami mengatakan dusta.
ISA 59:14 Di pengadilan, kebenaran diputarbalikkan. Tidak ada yang berani berkata benar secara terang-terangan. Orang yang jujur dikucilkan.
ISA 59:15 Tidak ada yang berani berkata jujur, karena setiap orang yang bicara benar dicelakakan. TUHAN tidak suka melihat bahwa di negeri ini tak ada keadilan.
ISA 59:16 Dia melihat bahwa tiada seorang pun berbuat apa-apa untuk menghentikan keadaan itu. Maka Dia sendiri yang akan turun tangan menyelamatkan, dan menegakkan keadilan.
ISA 59:17 Seperti seorang panglima mengenakan baju perang dan maju bertempur, demikianlah TUHAN maju memerangi kejahatan. Keadilan ibarat baju zirah-Nya. Tindakan penyelamatan ibarat penutup kepala-Nya. Pembalasan dan murka-Nya ibarat jubah yang Dia kenakan saat memberantas ketidakadilan.
ISA 59:18 Dia mengganjar manusia sesuai perbuatan mereka masing-masing— murka dan pembalasan bagi setiap orang yang memusuhi dan melawan Dia. Dia akan mengadakan perhitungan, bahkan sampai ke seluruh pelosok bumi.
ISA 59:19 Dia akan melanda dunia dengan kekuatan yang dahsyat seperti luapan air sungai setelah hujan lebat. Maka dari ujung timur sampai ke ujung barat, semua orang di bumi akan gentar dan hormat terhadap-Nya lalu mengakui betapa mulianya Dia.
ISA 59:20 Kata TUHAN: Seorang penebus akan datang dari Bukit Sion membebaskan umat Israel yang bertobat.
ISA 59:21 Inilah perjanjian yang akan Aku tetapkan dengan umat-Ku: Kuasa Roh-Ku akan terus menyertai kalian. Dan janji-Ku ini, yang telah Aku nyatakan kepadamu, akan selalu diperdengarkan kepada anak cucumu dari generasi ke generasi.
ISA 60:1 Bangkitlah, hai penduduk Yerusalem! Karena TUHAN, yang adalah terangmu, datang menyinari kalian dengan cahaya kehadiran-Nya!
ISA 60:2 Bangsa-bangsa di seluruh bumi tertutup gelap pekat, tetapi kamu akan diterangi. Maka semua manusia akan melihat bahwa cahaya kehadiran TUHAN ada di antaramu.
ISA 60:3 Segala bangsa, segala kerajaan, akan berdatangan ke tempatmu yang terang.
ISA 60:4 Hai Israel, pandanglah berkeliling! Lihat, keturunanmu berduyun-duyun pulang, semua yang terserak di negeri-negeri jauh. Bangsa-bangsa lain mengantarkan anak-anakmu lelaki dan perempuan dalam gendongan mereka.
ISA 60:5 Ketika melihat semuanya itu, hatimu akan meluap dengan kegembiraan dan wajahmu berseri-seri. Pada waktu itu, bangsa-bangsa akan mengantarkan ke negerimu kekayaan mereka sebagai persembahan bagi TUHAN.
ISA 60:6 Rombongan dari bangsa Midian, Efa, dan Syeba datang memenuhi negerimu untuk memuji TUHAN. Unta-unta mereka mengangkut persembahan emas dan rempah-rempah.
ISA 60:7 Bangsa Kedar dan Nebayot juga datang membawa domba-domba jantan serta segala ternak mereka. Dan TUHAN berkata, “Harta yang mereka persembahkan akan memperindah rumah-Ku yang mulia, dan Aku akan menerima kurban-kurban mereka di atas mezbah-Ku.”
ISA 60:8 Ada juga bangsa yang datang dari jauh. Di garis langit, mereka tampak seperti awan melayang, seperti kawanan merpati yang terbang pulang ke kandang.
ISA 60:9 Mereka itulah bangsa dari Tarsis. Kapal-kapal mereka mengantarkan anak cucumu beserta persembahan emas dan perak bagi TUHAN, Yang Mahakudus Allah Israel, karena Dia telah membuat Yerusalem sangat diagungkan.
ISA 60:10 Orang-orang asing akan membangun benteng kotamu. Raja-raja mereka akan tunduk kepadamu. Karena meskipun murka TUHAN telah menghancurkan kalian, Dia akan berkenan menunjukkan belas kasih-Nya lagi.
ISA 60:11 Aku melihat gerbang-gerbang Yerusalem selalu terbuka siang dan malam karena orang terus berdatangan membawa harta bangsa-bangsa kepadamu, dengan raja-raja mereka turut dalam iring-iringan itu.
ISA 60:12 Bangsa dan kerajaan yang tidak mau tunduk kepada umat TUHAN akan musnah, binasa seluruhnya.
ISA 60:13 Hasil bumi kebanggaan Libanon juga akan dibawa kepadamu— kayu sanobar, pinus, dan cemara— untuk menghiasi dan memperindah rumah TUHAN, tempat tumpuan kaki-Nya.
ISA 60:14 Kata TUHAN, “Keturunan bangsa-bangsa yang pernah menindas kalian akan berlutut di hadapanmu. Yang dahulu meremehkan kalian akan datang mencium kakimu. Mereka akan mengakui bahwa Yerusalem sungguh adalah kota TUHAN, kepunyaan Sang Kudus Allah Israel.
ISA 60:15 Walaupun kotamu Yerusalem pernah ditinggalkan kosong dan dibenci, bahkan para pengelana tidak mau melewatinya, kelak Aku akan menjadikannya kota yang agung dan megah. Di sana, semua orang akan bersukacita sampai selamanya.
ISA 60:16 Seperti bayi yang bertumbuh besar karena air susu ibunya, demikianlah Yerusalem serta penduduknya diperkaya dan diperbesar oleh kekayaan bangsa-bangsa dan berbagai kerajaan. Saat itu kalian akan mengetahui bahwa Penyelamat dan Penebusmu adalah Aku, TUHAN, Sang Kuat Allah Israel.
ISA 60:17 Sebagai pengganti batu, Aku akan memberimu besi. Sebagai ganti kayu, Aku akan beri tembaga. Sebagai pengganti besi, Aku akan memberimu perak. Dan sebagai ganti tembaga, Aku akan memberimu emas. Negerimu akan dikuasai oleh ketenteraman dan dipimpin dengan keadilan.”
ISA 60:18 Tidak akan ada lagi kekerasan di tanahmu, terlebih lagi penghancuran dan keruntuhan. Di dalam benteng kotamu dan pintu-pintu gerbangnya hanya ada kehidupan sentosa dan ucapan syukur.
ISA 60:19 Kalian tidak akan lagi memerlukan matahari sebagai penerang di waktu siang, ataupun bulan di waktu malam, karena TUHAN sendirilah menjadi penerangmu yang kekal. Allahmu menyinari kalian dengan cahaya kehadiran-Nya.
ISA 60:20 Maka terang yang ada padamu tidak akan pernah padam seperti matahari terbenam atau bulan tenggelam. Sebab TUHAN sendirilah menjadi penerangmu yang kekal. Dan kalian tak akan pernah bersedih lagi.
ISA 60:21 Seluruh penduduk negerimu akan hidup dengan benar. Kalian akan memiliki negeri ini untuk selamanya. “Karena,” kata TUHAN, “tangan-Ku sendirilah yang menanam kalian di sana, supaya Aku dipermuliakan.
ISA 60:22 Orang kecil yang paling miskin sekalipun akan menjadi suku bangsa yang besar. Aku, TUHAN, akan mewujudkannya segera pada waktunya.”
ISA 61:1 Roh TUHAN Allah menggerakkan aku karena TUHAN telah mengurapi aku untuk mengumumkan kabar baik kepada yang tertindas, membalut luka-luka hati mereka yang hancur, menyampaikan berita pembebasan kepada tawanan, dan membukakan penjara bagi para tahanan.
ISA 61:2 TUHAN mengutus aku untuk memberitakan bahwa telah tiba saatnya TUHAN menyatakan perkenanan kepada umat-Nya dan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya, serta untuk menghiburkan semua orang yang meratap.
ISA 61:3 Ya, kepada setiap orang yang menangis di Sion, TUHAN menugaskanku untuk menyampaikan berita gembira sehingga orang yang patah semangat bangkit dan bersyukur, abu yang mereka taburkan di kepala sebagai tanda duka berganti dengan bunga tanda sukacita, dan cucuran air mata berganti dengan minyak wangi. Maka mereka akan menjadi orang-orang benar dan disebut buah dari tanaman TUHAN sebagai bukti kemuliaan-Nya.
ISA 61:4 Penduduk Sion akan membangun kembali puing-puing kotanya yang sudah lama runtuh. Tempat-tempat yang tadinya terbengkalai didirikan kembali. Kalian akan memperbaiki kota-kota hancur yang telah ditinggalkan berabad-abad lamanya.
ISA 61:5 Pendatang dari bangsa lain akan menjadi budakmu yang memberi makan ternakmu dan menggarap ladang serta kebun anggurmu.
ISA 61:6 Orang dari segala bangsa akan menyebut kalian imam-imam TUHAN, yaitu pelayan khusus bagi Allah kita. Kalian akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan segala kemegahan mereka menjadi milikmu.
ISA 61:7 Jikalau sebelumnya kalian direndahkan dan menanggung malu, kelak kalian akan diangkat dan dibanggakan seperti anak sulung mendapat warisan dua kali lipat. Maka kalian akan bersukacita selama-lamanya di dalam negerimu.
ISA 61:8 Kata TUHAN, “Sebab Aku mencintai keadilan dan membenci perampasan serta kecurangan, maka Aku pasti memberikan upah yang tepat bagi umat-Ku dan perjanjian-Ku dengan mereka berlaku abadi.
ISA 61:9 Keturunan mereka akan dikenal dan dihormati di antara bangsa-bangsa. Setiap orang yang melihat mereka akan mengakui bahwa mereka adalah kaum yang Aku berkati.”
ISA 61:10 Ketika semuanya itu terjadi, kalian akan berseru, “Aku bergirang riang karena TUHAN! Hatiku bergembira karena Allahku, sebab Dia telah menyelamatkan aku dan menjadikanku orang benar. Keselamatan dan kebenaran itu bagaikan jubah pesta yang membuatku indah, seperti mempelai pria mengenakan busana pengantin dan mempelai perempuan dipercantik dengan perhiasan.”
ISA 61:11 Sebagaimana tanah memunculkan tunas tumbuh-tumbuhan atau kebun menumbuhkan benih yang ditabur di atasnya, demikianlah TUHAN Sang Penguasa akan menumbuhkan keadilan dan ucapan syukur di antara segala bangsa.
ISA 62:1 Demi Yerusalem, aku tidak akan tinggal diam, sampai Allah menyatakan bahwa Dia membela mereka lagi, sampai keselamatan Yerusalem terwujud nyata seperti terang bersinar.
ISA 62:2 Ketika itu terjadi, segala bangsa dan kerajaan akan melihat bahwa Yerusalem dibela dan dimuliakan oleh Allah. Saat itu Yerusalem akan disebut dengan nama baru, nama pemberian TUHAN sendiri.
ISA 62:3 Di tangan TUHAN, Yerusalem akan menjadi mahkota kerajaan terindah, lambang kemuliaan yang paling tinggi.
ISA 62:4 Kotamu tidak akan lagi disebut Kota Terbengkalai dan negerimu tak lagi dijuluki Tanah Terkutuk, tetapi menjadi Kota Kesukaan dan Tanah Kecintaan, sebab TUHAN bersuka karena Yerusalem dan mencintainya seperti seorang suami mencintai istrinya.
ISA 62:5 Penciptamu, hai Yerusalem, akan selalu tinggal bersatu dengan engkau ibarat seorang pemuda tinggal bersatu dengan gadis yang dinikahinya. Dan seperti mempelai pria berbahagia karena pengantin perempuannya, demikianlah Allahmu berbahagia karena engkau.
ISA 62:6 Telah aku tugaskan orang-orang untuk berdoa bagi Yerusalem siang dan malam. Mereka akan berjaga dalam doa bagaikan pengawal di benteng kota. Hai semua orang yang menyembah TUHAN, jangan tinggal diam!
ISA 62:7 Jangan berhenti berseru kepada-Nya, sampai Dia menegakkan Yerusalem dan membuatnya terpuji di seluruh bumi.
ISA 62:8 TUHAN telah bersumpah dengan mengangkat tangan kanan-Nya yang berkuasa, “Aku tidak akan pernah lagi membiarkan musuh merampas hasil panenmu atau bangsa asing menikmati hasil anggurmu yang kalian garap dengan susah payah.
ISA 62:9 Sebaliknya, tiap-tiap orang yang memanen gandum dan buah anggur akan menikmati hasil panennya sendiri dan mereka akan memakannya di rumah-Ku sambil bersyukur kepada-Ku.”
ISA 62:10 Hai penduduk Yerusalem, bangkitlah menyambut orang banyak dari semua bangsa di dunia! Keluarlah dari gerbang-gerbang kota untuk menyiapkan jalan bagi mereka. Ratakanlah jalan raya dan buanglah batu-batunya. Angkatlah bendera sebagai petunjuk arah bagi mereka.
ISA 62:11 TUHAN sudah menyiarkan ke seluruh penjuru bumi, “Hai warga Yerusalem, Aku segera datang menyelamatkan kalian. Lihatlah, Aku diiringi tawanan-tawanan yang sudah Aku bebaskan.”
ISA 62:12 Kelak, penduduk Yerusalem akan disebut Umat Kudus dan Umat Tebusan TUHAN. Yerusalem akan dijuluki Kota Kerinduan TUHAN dan Kota yang Tak Ditinggalkan.
ISA 63:1 Aku melihat seseorang datang dari kota Bosra di negeri Edom. Dia berjalan dengan gagah perkasa. Pakaiannya mewah, bermandikan warna merah. “Siapakah dia?” tanyaku. “Itulah Aku,” jawab TUHAN. “Aku, yang perkataan-Nya benar. Aku, yang berkuasa menyelamatkan.”
ISA 63:2 “Mengapa pakaian-Mu berlumuran merah seperti orang yang baru menginjak-injak anggur di tempat pemerasan?” tanyaku lagi.
ISA 63:3 Kata TUHAN: Karena memang negeri Edom ibarat tempat pemerasan anggur bagi-Ku. Seorang diri Aku menginjak-injak penduduknya sampai lumat. Tak ada seorang pun yang membantu-Ku. Dalam murka-Ku, Aku telah menginjak-injak seisi Edom dan darah mereka terciprat ke pakaian-Ku hingga seluruhnya bernoda merah.
ISA 63:4 Aku melakukan itu karena sudah tiba waktunya untuk membalaskan kejahatan Edom dan menebus umat-Ku.
ISA 63:5 Selama ini Aku menanti-nanti, namun tak ada satu pun yang menolong kaum yang tertindas. Maka Aku sendiri turun tangan menyelamatkan. Dengan murka-Ku sendiri Aku bertindak.
ISA 63:6 Aku menginjak-injak bangsa-bangsa dalam kemarahan-Ku. Mereka menelan murka itu banyak-banyak hingga tak berdaya seperti orang mabuk. Darah mereka Aku tumpahkan di muka bumi.
ISA 63:7 Aku hendak memuji-muji TUHAN atas kebaikan-kebaikan-Nya yang telah berulang kali Dia tunjukkan dengan segala kemurahan yang Dia berikan kepada kita, umat Israel, sejak semula, sebab belas kasih-Nya besar dan kesetiaan-Nya melimpah-limpah.
ISA 63:8 Karena Dia berkata, “Mereka sungguh adalah umat-Ku, anak-anak yang akan setia kepada-Ku.” Dan Dia pun menyelamatkan mereka.
ISA 63:9 Saat mereka menderita, Dia pun menderita. Dan dari hadirat-Nya, seorang utusan datang menyelamatkan. Karena cinta dan belas kasihan-Nya, TUHAN menyelamatkan umat-Nya. Dahulu kala diangkat-Nya mereka dan ditopang-Nya selalu.
ISA 63:10 Namun, mereka memberontak terhadap Dia sehingga membuat Roh Kudus-Nya berduka. Maka TUHAN berbalik menjadi musuh mereka dan Dia sendiri memerangi mereka.
ISA 63:11 Tetapi kemudian umat-Nya mengingat zaman dahulu kala ketika Musa memimpin nenek moyang mereka. Mereka merindukan masa itu, ketika TUHAN menuntun umat-Nya melewati laut seperti gembala menuntun kawanan domba. Mereka menginginkan lagi saat-saat ketika Roh Kudus TUHAN tinggal di antara umat-Nya.
ISA 63:12 Mereka mendambakan masa itu, ketika TUHAN menyertai Musa dengan kuasa-Nya. Dia membelah lautan sehingga nama-Nya termasyhur di antara bangsa-bangsa.
ISA 63:13 Waktu itu, Dia memimpin mereka melewati air yang dalam. Dan ketika melintasi padang belantara, Dia membuat mereka berjalan kuat bagai kuda sehingga mereka tidak pernah tersandung.
ISA 63:14 Waktu itu, Roh TUHAN memberi mereka ketenangan seperti kawanan gembalaan turun merumput ke lembah. Ya TUHAN, demikianlah dahulu Engkau memimpin umat-Mu sehingga nama-Mu terkenal mulia. Tetapi sekarang, di manakah TUHAN yang melakukan semuanya itu? Akankah Engkau bertindak lagi?
ISA 63:15 Pandanglah ke bawah dari surga, ya TUHAN. Lihatlah kami dari tempat kediaman-Mu yang kudus dan megah. Tunjukkan kembali kedahsyatan-Mu dan perbuatan ajaib-Mu. Janganlah menahan belas kasih dan rasa sayang-Mu terhadap kami.
ISA 63:16 Sebab Engkaulah Bapa kami! Abraham dan Yakub mungkin tidak lagi mengakui kami sebagai keturunan mereka, tetapi Engkau, TUHAN, adalah Bapa kami. Sejak semula sampai selamanya Engkaulah Penebus kami.
ISA 63:17 TUHAN, mengapa Engkau membiarkan kami menyimpang dari jalan-Mu? Mengapa Engkau mengeraskan hati kami, sehingga kami tidak hormat dan takut akan Engkau? Kembalilah, ya TUHAN, demi hamba-hamba-Mu ini, kaum-kaum milik-Mu turun temurun.
ISA 63:18 Baru sebentar saja umat kudus-Mu memiliki tanah ini, tetapi kemudian musuh-musuh kami datang meruntuhkannya serta menginjak-injak rumah-Mu.
ISA 63:19 Sekarang keadaan kami sangat menyedihkan. Tidak tersisa lagi tanda-tanda bahwa Engkau pernah memimpin kami. Kami seakan tak pernah menjadi milik-Mu.
ISA 64:1 Oh, andai saja Engkau membelah langit dan turun ke bumi, tentu gunung-gunung bergoncang karena kehadiran-Mu!
ISA 64:2 Andai saja Engkau bertindak— seperti api menghanguskan semak atau membuat air bergolak— tentu Engkau ditakuti oleh musuh-musuh-Mu dan bangsa-bangsa akan gemetar di hadapan-Mu,
ISA 64:3 seperti dahulu ketika Engkau mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib yang tidak pernah terbayangkan. Engkau turun, dan gunung-gunung bergoncang karena kehadiran-Mu.
ISA 64:4 Sejak permulaan dunia, belum pernah manusia mendengar ataupun menyaksikan ada Allah seperti Engkau yang bertindak menolong orang yang berharap kepada-Mu.
ISA 64:5 Engkau menerima orang yang senang hidup benar dan yang selalu mengikuti perintah-perintah-Mu. Tetapi kami ini sudah berdosa sehingga Engkau pun murka. Telah begitu lama kami hidup dalam dosa. Masih bisakah kami selamat?
ISA 64:6 Kami semua sudah menjadi seperti orang yang najis. Bahkan sekalipun kami melakukan apa yang benar, perbuatan baik kami itu pun sama najisnya seperti kain pembalut! Kami, manusia akan layu dan gugur seperti daun kering. Dan dosa-dosa kami ibarat angin meniup daun-daun kering itu terbang menghilang.
ISA 64:7 Meski begitu tak seorang pun meminta tolong kepada Engkau. Tak ada yang berusaha untuk setia kepada-Mu. Karena Engkau telah mengabaikan kami dan membuat kami dihancurkan oleh dosa-dosa kami.
ISA 64:8 Tetapi TUHAN, Engkaulah Bapa kami. Jikalau kami tanah liat, Engkaulah perajinnya. Kami semua adalah buatan tangan-Mu.
ISA 64:9 Karena itu janganlah amarah-Mu terhadap kami terlalu besar, ya TUHAN. Janganlah mengingat dosa kami untuk seterusnya. Lihatlah kami dan ingatlah bahwa kami ini umat-Mu.
ISA 64:10 Yerusalem dan kota-kota kediaman umat Mu yang kudus sudah tandus terbengkalai. Sion menjadi seperti padang belantara.
ISA 64:11 Rumah-Mu yang kudus dan indah, tempat nenek moyang kami menyembah Engkau, sudah runtuh terbakar, dan segala tempat kami yang bagus menjadi puing-puing.
ISA 64:12 Menyaksikan semuanya itu, ya TUHAN, akankah Engkau tetap diam? Masihkah Engkau membiarkannya dan terus menghajar kami dengan keras?
ISA 65:1 TUHAN menjawab: Selama ini Aku selalu membuka diri terhadap mereka, sekalipun mereka tidak menginginkan Aku. Aku memberi diri untuk dikenal, sekalipun mereka tidak mencari Aku. Bahkan ketika bangsa itu tidak berseru kepada-Ku, Aku sudah memanggil-manggil, “Ini Aku. Datanglah pada-Ku.”
ISA 65:2 Sudah terlalu lama Aku mengulurkan tangan untuk menyambut mereka, sekalipun mereka itu bangsa pembangkang yang hidup dengan tidak benar mengikuti cara pikirnya sendiri.
ISA 65:3 Mereka sengaja memancing amarah-Ku dengan mempersembahkan kurban di bawah pohon-pohon keramat dan membakar dupa di atas mezbah berhala.
ISA 65:4 Malam-malam mereka duduk di kuburan menyembah roh orang mati. Mereka makan babi dan merebus daging-daging najis lainnya.
ISA 65:5 Biarpun demikian, mereka masih merasa dirinya baik, dan berkata kepada orang lain, “Menjauh dariku! Jangan dekat-dekat, karena aku orang suci sedangkan kamu bukan.” Orang-orang seperti itulah yang menyalakan murka-Ku, membuat amarah-Ku berkobar sepanjang hari.
ISA 65:6 Karena itulah Aku sudah menuliskan keputusan ini: Aku tidak akan diam saja. Aku pasti memperhitungkan dan memberi ganjaran yang setimpal
ISA 65:7 atas dosa-dosa mereka dan nenek moyang mereka. Oleh karena mereka telah membakar dupa di bukit-bukit dan menghina Aku dengan beribadah di tempat pemujaan dewa, maka Aku pasti membalaskan seluruh perbuatan mereka itu.
ISA 65:8 Tetapi selanjutnya kata TUHAN: Jika setandan anggur masih ada airnya, kalian tentu berkata, “Jangan dibuang. Sayang. Itu masih berharga.” Begitu jugalah Aku akan menyayangkan hamba-hamba-Ku dan tidak memusnahkan mereka semua bersama orang Israel yang lain.
ISA 65:9 Aku akan menjadikan generasi penerus dari Israel dan Yehuda. Mereka itulah hamba-Ku, orang-orang pilihan-Ku yang akan mewarisi negeri-Ku dan mendiaminya.
ISA 65:10 Padang Saron dan Lembah Musibah akan menjadi hijau sehingga kawanan ternak dapat merumput dan berbaring di sana. Umat-Ku yang taat kepada-Ku akan menikmatinya.
ISA 65:11 Namun, bagi orang yang meninggalkan Aku dan tak lagi beribadah kepada-Ku di bukit-Ku yang kudus, tetapi menyembah Dewi Keberuntungan dan mempersembahkan anggur bagi Dewa Takdir,
ISA 65:12 Aku akan menakdirkan kalian untuk mati dibunuh. Kalian akan bertekuk lutut di depan para pembantai. Sebab ketika Aku memanggil, kalian tidak mau menjawab. Ketika Aku berbicara, kalian tidak mau mendengar. Sebaliknya, kalian melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan memilih apa yang Aku benci.
ISA 65:13 Karena itu, ketika nanti hamba-hamba-Ku yang setia menikmati makan kenyang, kalian akan kelaparan. Ketika hamba-hamba-Ku menikmati minuman, kalian akan kehausan. Hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kalian dipermalukan dan terhina!
ISA 65:14 Ketika hamba-hamba-Ku kelak bernyanyi gembira, kalian akan menjerit kesakitan dan meratap penuh derita.
ISA 65:15 Di antara orang pilihan-Ku, nama kalian akan disebut sebagai orang yang dikutuk TUHAN. Aku, TUHAN Sang Penguasa, akan membinasakanmu. Tetapi hamba-hamba-Ku akan Aku beri nama yang baru.
ISA 65:16 Setiap orang di negeri-Ku yang mengucapkan berkat atau sumpah akan mengatakannya atas nama-Ku, Allah yang benar. Karena segala kesesakan yang telah lewat sudah dilupakan dan masa lalu mereka tidak Aku ingat lagi.
ISA 65:17 Sebab, ketahuilah, Aku akan menjadikan langit yang baru dan bumi yang baru! Perkara-perkara dari kehidupan yang lama tidak akan mengusik pikiranmu lagi.
ISA 65:18 Tetapi bersukacita dan bergembiralah selama-lamanya di dalam dunia baru yang Aku ciptakan. Sebab, ketahuilah, Aku menjadikan Yerusalem kota yang penuh kegirangan dan penduduknya orang-orang yang bahagia.
ISA 65:19 Aku sendiri akan bersukacita dan berbahagia karena Yerusalem dan umat-Ku di dalamnya. Di sana tak akan pernah ada lagi ratap dan tangis.
ISA 65:20 Tidak ada lagi kematian bayi ataupun orang yang mati muda. Di sana, umur seratus dianggap masih remaja dan yang tidak mencapai seratus sama seperti orang kena kutuk.
ISA 65:21 Di Yerusalem yang baru, umat-Ku yang membangun rumah akan menempatinya dan yang membuat kebun anggur akan menikmati hasilnya.
ISA 65:22 Tidak akan pernah lagi ada rumah yang dirampas atau hasil tanam yang direbut orang. Sebab di sana umat pilihan-Ku akan berumur panjang seperti umur pohon-pohon besar. Mereka akan hidup lama dan menikmati hasil kerjanya.
ISA 65:23 Mereka tidak akan lagi bekerja dengan sia-sia atau melahirkan anak yang hanya akan mati kena musibah. Karena penduduk Yerusalem baru adalah angkatan yang diberkati TUHAN dan akan terus hidup bersama anak cucu mereka.
ISA 65:24 Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawab. Ketika mereka sedang berdoa, Aku mendengar.
ISA 65:25 Di Yerusalem yang baru, serigala dan anak domba merumput bersama-sama. Singa makan jerami seperti sapi dan debu menjadi makanan ular. Kelak di gunung-Ku yang kudus tidak akan ada yang saling menyakiti ataupun memangsa. Aku, TUHAN, menegaskannya.
ISA 66:1 Kata TUHAN: Takhta-Ku seluas langit dan tumpuan kaki-Ku sebesar bumi. Kalian tidak mungkin dapat membangun rumah yang cukup untuk tempat-Ku berdiam.
ISA 66:2 Segala sesuatu ada karena Akulah yang menjadikannya. Maka, Aku tidak perlu bangunanmu yang megah atau persembahanmu yang indah. Tetapi satu hal Aku inginkan darimu, yaitu kalian merendahkan hati menyadari dosamu, menyesal dan merasa bersalah, serta takut akan peringatan-Ku.
ISA 66:3 Tetapi karena kalian memilih cara hidup yang jauh dari kehendak-Ku, dan menyukai dosa-dosamu yang najis itu, maka kurban persembahanmu pun najis di mata-Ku! Ketika kalian menyembelih sapi jantan, bagi-Ku kalian seperti sedang membunuh orang. Domba muda yang kalian persembahkan, bagi-Ku itu sama najisnya seperti anjing mati. Persembahan gandum-gandumanmu menjijikkan seperti darah babi. Dan saat kalian membakar kemenyan, di mata-Ku kalian seperti sedang menyembah berhala.
ISA 66:4 Jadi, Aku juga memilih untuk mengacaukan kalian dengan mendatangkan bencana-bencana yang kalian takutkan. Sebab ketika Aku memanggil, kalian tidak mau menjawab. Ketika Aku berbicara, kalian tidak mau mendengar. Sebaliknya kalian melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan memilih apa yang Aku benci.
ISA 66:5 Tetapi kata TUHAN kepada orang-orang yang mau mendengar dan takut akan peringatan-Nya: Saudara-saudaramu sebangsa membenci kalian dan mengucilkanmu karena kalian percaya kepada-Ku. Mereka mengejekmu dengan berkata, “Mintalah TUHANmu itu melakukan sesuatu yang dahsyat supaya kami melihat kalian bersukacita.” Tetapi Aku, TUHAN, menegaskan, sesungguhnya merekalah yang akan menjadi malu.
ISA 66:6 Akan ada kegemparan di kota. Terdengar bunyi kegaduhan dari rumah TUHAN ketika Aku membalas kejahatan musuh-musuh-Ku.
ISA 66:7 Bayangkan bila seorang ibu hamil tiba-tiba melahirkan bayinya begitu saja tanpa rasa sakit.
ISA 66:8 Tentu kalian belum pernah mendengar atau melihat kejadian seperti itu, bukan? Tetapi itulah yang akan terjadi pada Yerusalem. Yerusalem akan mendapatkan anak-anaknya, yaitu penduduknya, dalam sekejap saja, seperti perempuan melahirkan dengan sangat cepat tanpa kesakitan. Tiba-tiba saja, dalam waktu singkat, sekumpulan bangsa sudah terbentuk di Sion.
ISA 66:9 Sebab kata TUHAN, “Akankah Aku menghalangi anak yang akan lahir? Akankah Aku mencegah bayi keluar dari kandungan, padahal Aku yang membuat ibunya bersalin? Tidak mungkin!” Demikianlah janji Allahmu.
ISA 66:10 Jadi, hai semua orang yang mencintai Yerusalem dan yang meratapinya sewaktu Yerusalem terpuruk, bersukacita dan bergembiralah karena keadaan Yerusalem akan dipulihkan.
ISA 66:11 Kelak, kalian akan sejahtera dan dipuaskan oleh segala kelimpahannya, bagaikan seorang bayi dikenyangkan oleh air susu ibunya.
ISA 66:12 Sebab TUHAN telah berkata, “Aku akan mengalirkan damai ke Yerusalem seperti sungai dan mendatangkan kekayaan bangsa-bangsa ke sana seperti arus air. Maka kalian akan menikmatinya, seperti seorang anak yang dibuai di gendongan sang ibu dan diayun-ayun di pangkuannya.
ISA 66:13 Bagaikan seorang ibu menghibur anaknya, demikianlah Aku akan menghiburmu. Ya, kalian akan mengalami penghiburan di Yerusalem.”
ISA 66:14 Ketika melihatnya, hatimu akan bersukacita dan tubuhmu menjadi segar seperti rumput hijau. TUHAN akan menunjukkan kuasa-Nya kepada para hamba-Nya, dan menyatakan murka-Nya kepada musuh-musuh-Nya.
ISA 66:15 Ketahuilah, TUHAN akan datang dalam api dengan kereta perang-Nya yang sedahsyat angin topan. Dia akan mengobarkan amarah-Nya. Hardikan-Nya membakar seperti nyala api.
ISA 66:16 TUHAN akan menghukum seluruh dunia dengan api dan pedang-Nya, dan banyaklah orang yang mati oleh-Nya.
ISA 66:17 Orang-orang yang melakukan penyucian diri untuk beribadah di taman-taman pemujaan dewa, yang mengikuti ritual di tengah penyembahan berhala, serta memakan daging babi, tikus, dan binatang haram lainnya, mereka semua akan dihabisi sekaligus.
ISA 66:18 Kata TUHAN: Aku tahu benar segala pikiran dan perbuatan mereka. Ketika tiba waktunya, Aku akan mengumpulkan orang dari segala bangsa dan bahasa, sehingga mereka menyaksikan cahaya kehadiran-Ku.
ISA 66:19 Aku akan memberikan suatu tanda di antara mereka. Orang-orang yang selamat dari murka-Ku akan Aku utus kepada bangsa-bangsa untuk memberitakan kemuliaan-Ku— ke Tarsis, Libia, dan Lud, yang terkenal dengan pemanah ulung, ke Tubal, Yunani, dan pulau-pulau yang jauh, yang belum pernah mendengar tentang-Ku ataupun melihat kemuliaan-Ku.
ISA 66:20 Dan bangsa-bangsa itu akan mengantar pulang saudara-saudara kalian, umat Israel, yang tersebar di negeri mereka sebagai bentuk penghormatan mereka kepada-Ku, sama seperti ketika kalian, bangsa Israel, mengantarkan persembahan ke rumah TUHAN dalam wadah yang bersih. Mereka akan mengantar orang Israel dengan tandu, kereta, kuda, bagal, dan unta, ke gunung-Ku yang kudus di Yerusalem.
ISA 66:21 Bahkan dari antara bangsa-bangsa lain itu ada yang akan Aku jadikan imam dan pelayan-Ku, setara dengan suku Lewi. Aku, TUHAN, menegaskannya.
ISA 66:22 Sebagaimana langit dan bumi baru yang Aku jadikan nanti akan abadi, begitu jugalah generasi keturunan umat-Ku akan abadi.
ISA 66:23 Dari pekan ke pekan, dari bulan ke bulan, setiap hari Sabat dan setiap hari raya, semua manusia akan berdatangan ke rumah-Ku dan menyembah Aku.
ISA 66:24 Ketika umat-Ku memandang keluar dari Yerusalem, tampaklah bergelimpangan mayat orang-orang yang telah melawan Aku. Belatung yang menggerogoti mereka tidak akan mati, dan api yang membakar mereka tidak akan padam. Umat-Ku akan memandang para pemberontak itu dengan jijik.
JON 1:1 Beberapa puluh tahun yang lalu, ada seorang nabi Israel bernama Yunus, anak Amitai. TUHAN memberi perintah ini kepadanya,
JON 1:2 “Pergi dan peringatkanlah penduduk ibukota besar Niniwe bahwa Aku akan segera menghukum mereka, karena perbuatan mereka jahat sekali.”
JON 1:3 Tetapi Yunus tidak mau pergi ke Niniwe! Dia malah mencoba melarikan diri dari hadapan TUHAN dengan pergi ke Yopa— tempat yang berlawanan arah dari perintah TUHAN. Di sana, dia mencari kapal yang menuju kota Tarsis, membayar ongkos untuk perjalanan tersebut, dan menaiki kapal itu.
JON 1:4 Kemudian TUHAN mengirimkan angin yang sangat kencang ke laut dan terjadilah badai yang sangat besar dan kuat, sehingga kapal itu hampir pecah.
JON 1:5 Karena itu, anak buah kapal menjadi sangat takut dan setiap orang berdoa kepada dewanya masing-masing untuk meminta pertolongan. Mereka membuang barang-barang ke laut untuk meringankan beban kapal itu supaya tidak mudah tenggelam. Sementara itu, Yunus sudah turun ke lantai yang bagian bawah, lalu berbaring di situ, sampai tertidur nyenyak.
JON 1:6 Pada waktu kapten kapal itu turun ke lantai bagian bawah, dia melihat Yunus sedang tertidur nyenyak. Lalu kapten kapal itu membangunkan Yunus dan berkata, “Bagaimana mungkin kamu bisa tidur nyenyak dalam keadaan begini? Bangunlah, berdoalah kepada dewamu! Mungkin dewamu itu mau mengasihani dan menyelamatkan kita dari bencana ini.”
JON 1:7 Setelah kapten kapal itu dan Yunus naik ke lantai atas kapal, para anak buah kapal itu berkata seorang kepada yang lain, “Untuk mencari tahu siapa sebenarnya penyebab bencana ini, kita harus melakukan undian.” Dan ketika mereka melakukan itu, Yunuslah yang kena.
JON 1:8 Anak buah kapal itu berkata kepada Yunus, “Apa betul kamulah penyebab terjadinya bencana ini? Apa pekerjaanmu? Kamu dari mana dan suku bangsa apa?”
JON 1:9 Jawab Yunus, “Saya orang Ibrani. Saya menyembah TUHAN yang bertakhta di surga dan yang menciptakan lautan dan daratan. Saya sedang berusaha melarikan diri dari hadapan-Nya.” Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Yunus, maka para anak buah kapal itu menjadi sangat ketakutan. Lalu mereka berkata kepadanya, “Apa? Lalu mengapa kamu melakukan itu?!”
JON 1:11 Sementara itu, badai semakin memburuk dan gelombang semakin besar. Anak buah kapal berkata kepada Yunus, “Apa yang harus kami lakukan terhadap kamu supaya badai ini bisa tenang kembali?”
JON 1:12 Jawab Yunus, “Sekarang saya tahu bahwa sayalah penyebab badai ini. Angkat dan buanglah saya ke laut, maka badai ini pasti akan tenang kembali.”
JON 1:13 Tetapi para anak buah kapal tidak mau langsung membuang Yunus ke laut. Mereka berusaha sekuat tenaga mendayung kapal itu kembali ke darat. Namun mereka tidak mampu karena badai itu semakin besar dan menyerang mereka.
JON 1:14 Karena itu, mereka pun berseru kepada TUHAN, “Ya TUHAN, janganlah binasakan kami karena nyawa orang ini— yang tidak melakukan kesalahan apa pun kepada kami. Ya TUHAN, Engkau sudah melakukan apa yang Engkau kehendaki!”
JON 1:15 Lalu mereka mengangkat Yunus dan membuangnya ke laut, maka laut menjadi tenang kembali.
JON 1:16 Para anak buah kapal itu menjadi sangat ketakutan akan kebesaran kuasa TUHAN. Karena itu, mereka berjanji bahwa nanti mereka akan melakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Nya dan akan mempersembahkan kurban sembelihan.
JON 1:17 Sementara itu, TUHAN mendatangkan ikan besar untuk menelan Yunus. Maka tinggallah Yunus di dalam perut ikan itu selama tiga hari tiga malam.
JON 2:1 Dari dalam perut ikan itu, Yunus berdoa kepada Allah-nya. Katanya, “Ya TUHAN, seperti penulis Mazmur berkata, ‘Waktu aku dalam kesusahan besar, aku berseru kepada-Mu minta tolong, dan Engkau sudah menjawab aku! Ketika aku berada jauh dan seperti sudah dalam kuburan, aku berseru kepada-Mu, dan Engkau pernah mendengar seruanku dan menyelamatkanku.
JON 2:3 Engkau sudah melemparkan aku di tengah laut yang paling dalam. Di sana arus air semuanya sudah mengelilingi aku. Ombak dan gelombang— yang Engkau kirim, menenggelamkan aku ke bawah.
JON 2:4 Aku pikir Engkau sudah mengusir aku jauh dari hadapan-Mu, dan bagaimana mungkin aku melihat lagi Rumah-Mu yang kudus di Yerusalem?
JON 2:5 Lautan luas menutupi seluruh tubuhku! Air laut menenggelamkan aku, dan rumput laut seolah-olah sudah melilit kepalaku.
JON 2:6 Aku tenggelam sampai ke bagian paling dasar dari gunung-gunung yang berada di bawah laut. Seolah-olah pintu gerbang dunia orang mati sudah terkunci dan aku dipenjarakan di sana untuk selama-lamanya. Tetapi Engkau, ya TUHAN, sudah menyelamatkanku dari liang kuburku dan memberikan hidupku kembali.
JON 2:7 Ketika aku semakin melemah dan hampir mati, aku teringat kepada-Mu, dan doaku sampai kepada-Mu, ke dalam Rumah-Mu yang kudus.
JON 2:8 Sia-sia saja ketika orang-orang menyembah berhala-berhala, karena mereka meninggalkan Engkau yang mengasihi mereka dengan setia.
JON 2:9 Tetapi aku akan menyanyikan syukur dan mempersembahkan kurban kepada-Mu. Semua janjiku pasti aku akan lakukan, ya TUHAN Penyelamatku!’”
JON 2:10 Kemudian TUHAN memerintahkan ikan itu supaya memuntahkan Yunus ke darat.
JON 3:1 Untuk kedua kalinya TUHAN berbicara kepada Yunus,
JON 3:2 “Pergilah ke Niniwe, kota besar itu, dan sampaikanlah kepada penduduknya pesan yang Aku berikan kepadamu.”
JON 3:3 Kali ini Yunus menaati perintah TUHAN untuk pergi ke sana. Kota Niniwe sangat besar karena butuh waktu tiga hari bagi seseorang untuk melintasi kota itu dengan berjalan kaki.
JON 3:4 Yunus memasuki kota itu dan sesudah berjalan sepanjang hari, dia mulai menyampaikan pesan Allah, katanya, “Empat puluh hari lagi, Niniwe akan dibinasakan!”
JON 3:5 Penduduk Niniwe menjadi percaya dengan pesan Allah yang disampaikan oleh Yunus. Mereka memutuskan untuk berpuasa— baik orang besar maupun orang kecil, memakai kain karung untuk menunjukkan bahwa mereka menyesali dosa-dosa mereka.
JON 3:6 Setelah raja Niniwe mendengar kabar itu, dia langsung turun dari takhtanya. Dia melepaskan jubah kerajaannya dan memakai kain karung, lalu dia duduk di atas abu sebagai tanda penyesalannya atas dosanya.
JON 3:7 Lalu Raja dan para menteri mengeluarkan perintah untuk diumumkan kepada seluruh penduduk Niniwe sebagai berikut, “Semua orang, sapi, domba dan ternak lainnya dilarang makan dan minum.
JON 3:8 Semua orang dan binatang harus memakai kain karung. Sebagai tanda penyesalan, kamu masing-masing harus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan harus bertobat dari segala kejahatanmu— termasuk kekerasan terhadap orang lain.
JON 3:9 Siapa tahu? Mungkin dengan demikian Allah akan mengubah keputusan-Nya dan murka-Nya akan reda sehingga kita tidak jadi binasa.”
JON 3:10 Ketika Allah melihat penduduk Niniwe sungguh-sungguh menyesal dan tidak melakukan perbuatan jahat lagi, maka Allah berhenti marah kepada kota Niniwe dan membatalkan keputusan-Nya untuk membinasakan mereka.
JON 4:1 Yunus menjadi sakit hati dan sangat marah karena Allah tidak jadi membinasakan Niniwe.
JON 4:2 Beginilah doa Yunus kepada TUHAN, “Ya TUHAN, dulu waktu masih di negeriku aku sudah menyangka bahwa Engkau akan melakukan hal seperti ini! Itulah sebabnya aku melarikan diri ke Tarsis. Engkau Maha Pengasih, berbelas kasihan, panjang sabar, dan setia kepada janji-janji-Mu. Ketika orang melakukan kejahatan, Engkau tidak cepat marah dan selalu siap mengubah rencana sehingga mereka tidak jadi dihukum.
JON 4:3 Jadi, sekarang ya TUHAN, karena Engkau tidak jadi membinasakan Niniwe, cabut sajalah nyawaku! Karena lebih baik aku mati daripada hidup!”
JON 4:4 Lalu TUHAN berkata, “Pantaskah kamu marah karena Aku tidak membinasakan Niniwe?!”
JON 4:5 Lalu Yunus pergi ke sebelah timur kota itu dan membangun pondok kecil di situ lalu duduk berteduh di bawahnya sambil menunggu dan melihat apa yang akan terjadi pada kota itu.
JON 4:6 Kemudian TUHAN Allah menumbuhkan tanaman yang merambat untuk melindungi kepala Yunus dari sinar matahari untuk membuat dia merasa lebih nyaman. Yunus pun sangat senang dengan tanaman itu.
JON 4:7 Akan tetapi keesokan harinya sebelum matahari terbit, Allah mengirim seekor ulat untuk melubangi batang tanaman itu sampai membuatnya layu.
JON 4:8 Ketika matahari terbit, Allah mengirimkan angin yang sangat panas yang bertiup dari arah timur. Karena sinar matahari yang sangat panas itu, maka Yunus lemas dan hampir pingsan. Yunus ingin mati dan berseru, “Lebih baik aku mati daripada hidup!”
JON 4:9 Maka Allah menjawab kepada Yunus, “Pantaskah kamu marah karena tanaman itu layu?” Jawab Yunus, “Ya, sepantasnyalah aku sangat marah sampai mati!”
JON 4:10 Tetapi TUHAN berkata kepadanya, “Kamu sendiri peduli kepada tanaman yang merambat itu bukan? Meskipun sama sekali tidak kamu tanam atau pelihara, yang tumbuh hanya dalam satu malam kemudian layu pada malam berikutnya.
JON 4:11 Bagaimana Aku tidak mengasihani Niniwe, kota yang besar itu dengan penduduknya yang lebih dari seratus dua puluh ribu jiwa?! Mereka masih seperti anak-anak kecil yang belum dapat membedakan apa yang baik dan yang jahat. Dan juga terdapat sangat banyak ternak di situ.”
ZEC 1:1 Saya Nabi Zakaria anak Berekia, cucu Ido. Ketika Darius, raja negeri Persia, sudah memerintah selama dua tahun delapan bulan, saya menerima pesan ini dari TUHAN,
ZEC 1:2 “Sampaikanlah kepada bangsa Israel: Nenek moyang kalian membuat Aku murka, tetapi Aku, TUHAN Panglima Semesta berkata, ‘Kembalilah kepada-Ku, dan Aku akan kembali kepadamu.’
ZEC 1:4 Jangan seperti nenek moyang kalian yang menutup telinga terhadap pesan para nabi! Nabi-nabi itu menyampaikan pesan-Ku untuk berhenti melakukan segala macam kejahatan, tetapi nenek moyang kalian tidak mau taat.
ZEC 1:5 “Nenek moyang kalian memang sudah mati. Juga para nabi, meski saleh pun mereka tidak hidup selamanya.
ZEC 1:6 Tetapi semua yang pernah Aku sampaikan melalui para nabi itu sudah terjadi tepat seperti yang Aku katakan. Maka akhirnya nenek moyang kalian pun mengakui, ‘Memang kami pantas menerima hukuman yang setimpal dengan kesalahan kami. TUHAN Panglima Semesta sudah melakukan itu sesuai peringatan-Nya.’”
ZEC 1:7 Pada tanggal 15 Februari dalam tahun kedua pemerintahan raja Darius, sekali lagi saya menerima pesan dari TUHAN
ZEC 1:8 dalam penglihatan di malam hari. Saya melihat ada malaikat duduk di atas seekor kuda berwarna merah. Kuda itu sedang berdiri di antara pohon-pohon murad di lembah yang sempit. Di belakangnya ada kuda-kuda lain berwarna merah, coklat, dan putih, dengan penunggangnya masing-masing.
ZEC 1:9 Ada juga malaikat wakil TUHAN yang ditugaskan untuk menjelaskan berbagai hal kepada saya. Maka saya bertanya kepadanya, “Tuanku, untuk apakah itu?” Jawabnya, “Akan saya tunjukkan.”
ZEC 1:10 Lalu malaikat pertama, yaitu yang menunggang kuda merah, berkata, “Kami semua diutus TUHAN untuk memeriksa keadaan di seluruh bumi.”
ZEC 1:11 Para penunggang kuda yang lain memberikan laporan kepada malaikat pertama, “Kami sudah menjelajahi bumi, dan seluruh bumi dalam keadaan damai.”
ZEC 1:12 Lalu penunggang kuda merah itu berseru kepada TUHAN, “Oh TUHAN Panglima Semesta, selama tujuh puluh tahun Engkau sudah memurkai penduduk Yerusalem dan negeri Yehuda. Berapa lama lagi? Kapankah Engkau akan menunjukkan belas kasihan-Mu kepada mereka?”
ZEC 1:13 Maka TUHAN menjawab dengan kata-kata yang lembut dan menenangkan. Dan malaikat wakil-Nya yang berbicara dengan saya menyuruh saya untuk memberitakan pesan berikut ini dari TUHAN Panglima Semesta, “Kasih sayang-Ku kepada penduduk Yerusalem sangat besar dan berkobar-kobar.
ZEC 1:15 Dulu Aku memang murka kepada umat-Ku sehingga Aku menghukum mereka. Tetapi bangsa yang Aku tugaskan untuk melaksanakan hukuman bertindak terlalu kejam melebihi kehendak-Ku. Maka sekarang Aku murka terhadap bangsa-bangsa itu, yang sekarang hidup tenang-tenang saja.
ZEC 1:16 Itulah sebabnya Aku kembali menunjukkan belas kasihan-Ku kepada Yerusalem. Rumah-Ku, dan bahkan seluruh kota Yerusalem, akan dibangun kembali!
ZEC 1:17 “Beritakan juga pesan ini dari TUHAN Panglima Semesta: Aku akan menghapuskan rasa malu para penduduk Yerusalem. Mereka akan Aku anggap sebagai umat-Ku lagi. Juga penduduk kota-kota di Israel akan kembali menikmati kemakmuran.”
ZEC 1:18 Lalu saya melihat empat buah tanduk.
ZEC 1:19 Maka saya bertanya kepada malaikat yang berbicara dengan saya, “Apakah ini?” Jawabnya, “Tanduk-tanduk melambangkan bangsa-bangsa yang mencerai-beraikan penduduk Yerusalem, suku Yehuda, dan bangsa Israel.”
ZEC 1:20 Selanjutnya TUHAN menunjukkan kepada saya empat orang tukang besi.
ZEC 1:21 Lalu saya bertanya, “Apa yang akan dilakukan oleh keempat orang itu?” Jawab-Nya, “Para tukang besi itu datang untuk mengancam dan mengenyahkan bangsa-bangsa yang sudah bertindak sangat kejam ketika mencerai-beraikan umat-Ku sehingga umat-Ku sangat tersiksa.”
ZEC 2:1 Kemudian saya melihat seorang laki-laki sedang memegang tali pengukur di tangannya.
ZEC 2:2 Saya bertanya kepadanya, “Ke mana engkau hendak pergi?” Jawabnya, “Ke Yerusalem, untuk mengukur panjang dan lebar kota itu.”
ZEC 2:3 Lalu malaikat wakil TUHAN yang sebelumnya berbicara dengan saya maju untuk menemui seorang malaikat lain
ZEC 2:4 dan berkata kepadanya, “Cepatlah kejar pemuda yang memegang tali pengukur itu. Sampaikan kepadanya bahwa Yerusalem akan menjadi kota yang tidak dibatasi oleh tembok lagi, karena jumlah manusia dan hewan yang tinggal di sana akan melebihi luas kota itu.
ZEC 2:5 Dan TUHAN sudah berjanji, ‘Aku sendiri yang akan menjadi seperti tembok api untuk menjaga seluruh kota. Dan Aku akan tinggal di dalamnya dengan segenap kemuliaan-Ku!’”
ZEC 2:6 TUHAN berkata, “Ayo, ayo! Tinggalkanlah negeri Babel, hai umat-Ku yang sudah Aku cerai-beraikan ke timur, barat, utara, dan selatan.
ZEC 2:7 Hai kalian yang masih tinggal di Babel, cepat larilah kembali ke Yerusalem!
ZEC 2:8 “Sebab Aku, TUHAN Panglima Semesta, demi kemuliaan-Ku sendiri, menyampaikan peringatan ini mengenai bangsa-bangsa yang sudah menindas kalian: Siapa pun yang menyakiti kalian berarti menyakiti milik-Ku yang paling berharga. Maka Aku akan bertindak dengan seluruh kekuatan-Ku dan menghancurkan mereka. Saat itu, kalian yang diperbudak akan berbalik menjarah mereka.” Dan saya, Zakaria, menanggapi: Ketika hal itu terjadi, kalian akan tahu bahwa yang mengutus saya sebagai nabi kepada kalian benar-benar adalah TUHAN Panglima Semesta.
ZEC 2:10 Lalu TUHAN berkata lagi, “Hai penduduk Yerusalem, bersorak-sorailah dan bersukarialah, sebab Aku segera datang untuk tinggal di antara kalian!
ZEC 2:11 Pada hari itu banyak bangsa akan bergabung dengan kalian, dan Aku akan menerima mereka sebagai umat-Ku. Aku akan tinggal bersama kalian.” Dan sekali lagi saya menanggapi: Ketika hal itu terjadi, kalian akan tahu bahwa yang mengutus saya sebagai nabi kepada kalian benar-benar adalah TUHAN Panglima Semesta.
ZEC 2:12 Lagi kata TUHAN, “Daerah Yehuda akan kembali menjadi harta pusaka di tanah-Ku yang suci, dan Aku akan sekali lagi menganggap Yerusalem sebagai pusat kerajaan-Ku.”
ZEC 2:13 Dan saya berkata: Tenangkanlah hatimu di hadapan TUHAN, hai seluruh umat-Nya, sebab Dia sudah turun dari rumah kudus-Nya di surga untuk hadir di tengah-tengah kita.
ZEC 3:1 Lalu kepada saya ditunjukkan Imam Besar Yosua, tetapi dia mengenakan pakaian yang sangat kotor. Dia sedang dihakimi. Dia berdiri di hadapan malaikat wakil TUHAN tadi, dan di dekatnya ada beberapa malaikat lain. Di sebelah kanan Yosua, berdirilah si pendakwa yang sedang menuduh dia. TUHAN berkata kepada pendakwa itu, “Aku, TUHAN, menolak segala tuduhanmu. Aku sudah memilih Yerusalem, dan Yosua ini ibarat sebatang tongkat terbakar yang ditarik keluar dari api.” Maka berkatalah malaikat itu kepada beberapa malaikat lain, “Singkirkan pakaian kotor ini dari Yosua.” Dan katanya kepada Yosua, “TUHAN mengatakan kepadamu, ‘Aku sudah membuang dosamu, dan sekarang Aku memberikan kepadamu pakaian tugas yang baru selaku imam besar.’”
ZEC 3:5 Kemudian saya, Zakaria, berkata, “Lilitkanlah serban yang bersih di kepalanya!” Maka mereka melilitkan serban yang bersih di kepala Imam Besar Yosua dan memakaikan kepadanya pakaian yang baru. Malaikat yang sebelumnya berbicara dengan saya berdiri di dekat dia.
ZEC 3:6 Lalu malaikat itu menyampaikan perkataan TUHAN Panglima Semesta kepada Yosua, “Yosua, jika kamu hidup sesuai dengan semua hukum dan peraturan-Ku, maka kamu akan mendapat kuasa atas rumah-Ku dan seluruh kompleksnya. Aku akan mengizinkan kamu untuk keluar masuk di hadirat-Ku bersama mereka yang sedang berdiri di sini.
ZEC 3:8 Ketahuilah, Yosua, juga semua imam lain di bawahmu: Kalian merupakan gambaran dari sesuatu yang akan Aku wujudkan nanti. Dan di antara kalian Aku akan segera menghadirkan hamba-Ku yang disebut Sang Tunas.
ZEC 3:9 Sekarang, lihatlah batu yang Aku letakkan di hadapan Yosua, sebuah batu dengan tujuh sisi. Aku akan mengukir tulisan di atasnya. Aku juga akan menghapuskan dosa-dosa negeri ini dalam satu hari.
ZEC 3:10 Dan pada hari itu, setiap orang akan hidup tenteram, saling berkunjung satu sama lain, bercakap-cakap sambil menikmati lingkungan tempat tinggal mereka yang hijau permai.”
ZEC 4:1 Lalu malaikat wakil TUHAN itu kembali dan menyadarkan saya. Pada waktu itu saya merasa seperti baru bangun dari tidur.
ZEC 4:2 Malaikat itu bertanya, “Apa yang kamu lihat?” Jawab saya, “Saya melihat sebuah tiang pelita dari emas. Ada sebuah mangkuk berisi minyak di bagian atasnya. Di pinggiran mangkuk itu ada tujuh pelita. Setiap pelita memiliki tujuh sudut dengan satu sumbu pada setiap sudut.
ZEC 4:3 Saya juga melihat dua pohon zaitun, satu di sisi kanan dan satunya lagi di sisi kiri mangkuk itu.”
ZEC 4:4 Lalu saya berkata, “Tuan, saya tidak mengerti apa artinya benda-benda itu.”
ZEC 4:5 Tanya malaikat itu, “Apakah kamu benar-benar tidak tahu?” Dan saya menjawab, “Tidak, Tuanku.”
ZEC 4:6 Lalu dia berkata kepada saya, “Yang kamu lihat itu melambangkan pesan TUHAN untuk kamu sampaikan kepada gubernur Zerubabel. Katakanlah begini: Engkau tidak mungkin berhasil mengatasi hambatan besar yang ada di hadapanmu dengan kekuatan dana, manusia, ataupun dengan kekuasaanmu sebagai gubernur, melainkan dengan kuasa Roh-Ku.
ZEC 4:7 Hambatan sebesar gunung pun tidak akan sanggup menghalangi engkau. Dalam pembangunan rumah-Ku yang sedang dimulai, engkau akan menempatkan batu terakhir. Saat menyaksikannya, orang-orang akan bersorak, ‘Sungguh mempesona! Puji Allah karena kebaikan-Nya!’”
ZEC 4:8 Lalu saya menerima pesan ini dari TUHAN,
ZEC 4:9 “Zerubabel sudah meletakkan fondasi rumah TUHAN ini, dan dia juga akan menyelesaikannya. Ketika hal itu terjadi, semua orang Israel akan menyadari bahwa memang Akulah yang mengutusmu sebagai nabi.
ZEC 4:10 Jadi, janganlah orang menganggap remeh hal-hal kecil dalam pembangunan rumah TUHAN, sebab Aku senang melihat pekerjaan ini berlangsung di bawah pimpinan Zerubabel.” Dan malaikat itu berkata lagi, “Ketujuh pelita ini melambangkan mata TUHAN yang mengawasi seluruh bumi.”
ZEC 4:11 Lalu saya bertanya kepadanya, “Apa arti kedua pohon zaitun yang mengapit tiang pelita itu?
ZEC 4:12 Dan apa arti dua cabang pohon zaitun yang mengalirkan minyak berwarna emas melalui dua pipa emas itu?”
ZEC 4:13 Kata malaikat itu, “Apakah kamu benar-benar tidak tahu?” Saya menjawab, “Tidak, Tuanku.”
ZEC 4:14 Maka dia menjelaskan, “Keduanya melambangkan dua orang yang diurapi TUHAN, Penguasa seluruh bumi, untuk melayani Dia.”
ZEC 5:1 Dalam penglihatan berikut saya melihat selembar perkamen melayang-layang.
ZEC 5:2 Malaikat wakil TUHAN itu bertanya kepada saya, “Apa yang kamu lihat?” Jawab saya, “Saya melihat selembar perkamen raksasa yang sedang melayang ke sana kemari. Panjangnya sekitar 9 meter dan lebarnya sekitar 4,5 meter.”
ZEC 5:3 Lalu dia berkata kepada saya, “Pada lembaran itu tertulis hukuman yang akan dijatuhkan atas penduduk seluruh negeri Israel. Satu sisi lembaran itu bertuliskan bahwa orang yang mencuri akan diusir dari negeri ini, dan di sisi satunya tertulis bahwa orang yang bersumpah palsu akan diusir dari negeri ini.
ZEC 5:4 Beginilah kata TUHAN Panglima Semesta, ‘Aku akan mengirim hukuman ke dalam setiap rumah yang didiami pencuri dan setiap rumah orang yang memakai nama-Ku untuk menutupi kebohongannya. Hukuman itu akan tetap tinggal di rumah mereka sampai rumah-rumah itu benar-benar hancur, bahkan sampai ke kayu-kayu dan batu-batunya.’”
ZEC 5:5 Malaikat itu berkata lagi kepada saya, “Lihatlah benda yang sedang diturunkan dari atas.”
ZEC 5:6 Saya bertanya, “Apa itu?” Dan dia menjawab, “Itu adalah sebuah keranjang besar yang berisi penuh dengan dosa semua penduduk negeri ini.”
ZEC 5:7 Ketika keranjang itu tiba dan penutup timahnya diangkat, ternyata ada seorang perempuan duduk di dalamnya!
ZEC 5:8 Kata malaikat itu, “Perempuan ini bernama Kejahatan.” Lalu dia mendorong perempuan itu kembali ke dalam keranjang dan menutupnya lagi.
ZEC 5:9 Kemudian saya melihat dua perempuan bersayap terbang ke arah kami, seakan-akan meluncur di atas angin. Sayap-sayap mereka tampak seperti sayap burung bangau. Mereka mengangkat keranjang itu dan terbang membawanya.
ZEC 5:10 Saya bertanya kepada malaikat itu, “Ke mana mereka membawa keranjang itu?”
ZEC 5:11 Jawabnya, “Ke negeri Babel. Di sana mereka akan membangun sebuah tempat pemujaan untuk perempuan itu. Sesudah tempat pemujaannya siap, mereka akan meletakkan keranjang itu di atas alasnya.”
ZEC 6:1 Lalu saya melihat empat kereta perang yang datang dari antara dua gunung perunggu.
ZEC 6:2 Kereta perang yang pertama ditarik oleh kuda-kuda berwarna merah, kereta kedua oleh kuda hitam,
ZEC 6:3 kereta ketiga ditarik kuda putih, dan kereta keempat ditarik oleh kuda berbintik-bintik.
ZEC 6:4 Lalu saya bertanya kepada malaikat wakil TUHAN itu, “Apa ini, Tuanku?”
ZEC 6:5 Dia menjawab, “Semua itu adalah kereta dan kuda-kuda surgawi yang berangkat dari hadapan Sang Penguasa Bumi menuju ke empat penjuru mata angin.
ZEC 6:6 Kereta dengan dua kuda hitam bertugas pergi ke arah utara, kereta dengan dua kuda putih ke barat, kereta dengan dua kuda berbintik-bintik ke selatan, dan kereta dengan dua kuda merah pergi ke timur.”
ZEC 6:7 Kuda-kuda itu sangat kuat dan kelihatan gelisah ingin segera berangkat mengitari dunia. Lalu malaikat itu memberi perintah, “Pergilah dan awasi seluruh bumi!” Mereka pun langsung pergi.
ZEC 6:8 Malaikat itu kemudian menyerukan perkataan TUHAN kepada saya, “Dahulu Aku sangat marah kepada kerajaan Babel. Tetapi kereta dan kuda-kuda hitam itu pergi ke utara membawa hukuman dari-Ku, sehingga murka-Ku sudah reda.”
ZEC 6:9 Lalu saya menerima pesan lain dari TUHAN,
ZEC 6:10 “Heldai, Tobia, dan Yedaya akan membawa persembahan emas dan perak dari orang-orang Yehuda yang masih tinggal di Babel. Saat mereka tiba, temuilah mereka di rumah Yosia anak Zefanya.
ZEC 6:11 Terima persembahan itu dan buatlah menjadi sebuah mahkota. Lalu kenakan mahkota itu pada Imam Besar Yosua anak Yozadak,
ZEC 6:12 dengan mengatakan, ‘Inilah raja yang Aku beri nama Sang Tunas, karena dari takhtanya dia akan bertumbuh seperti pohon dan sangat dimuliakan. Dia imam besar sekaligus raja, dan padanya kedua jabatan itu akan berperan sebagai satu kesatuan. Dia akan berhasil membangun rumah-Ku.’
ZEC 6:14 “Mahkota itu akan ditempatkan di dalam rumah-Ku untuk mengingatkan bangsa Israel agar menghormati orang-orang yang memberikannya, yaitu Heldai, Tobia, Yedaya, dan Yosia anak Zefanya.”
ZEC 6:15 Dan saya, Zakaria bernubuat bahwa banyak orang dari berbagai bangsa akan datang untuk membangun kembali rumah TUHAN. Ketika hal itu terjadi, kalian akan tahu bahwa yang mengutus saya sebagai nabi kepada kalian benar-benar adalah TUHAN Panglima Semesta. Semuanya itu akan terwujud bila kalian sungguh-sungguh menaati TUHAN Allahmu.
ZEC 7:1 Pada tanggal 7 Desember dalam tahun keempat pemerintahan Raja Darius, saya menerima pesan TUHAN.
ZEC 7:2 Pada hari itu penduduk Betel mengutus Sar Ezer, Regem Melek, dan beberapa orang lain datang ke rumah TUHAN untuk meminta petunjuk dari TUHAN Panglima Semesta. Mereka bertanya kepada para imam dan nabi, “Selama bertahun-tahun, setiap bulan kelima kami sudah berpuasa untuk meratapi rumah TUHAN yang dihancurkan tentara Babel. Apakah kami harus terus melakukannya?”
ZEC 7:4 Lalu saya menerima pesan dari TUHAN,
ZEC 7:5 “Jawablah para imam dan penduduk Israel: Selama tujuh puluh tahun ketika kalian berpuasa setiap bulan kelima dan ketujuh, apakah kalian melakukannya dengan hati yang benar-benar bertobat dan berbalik kepada-Ku?
ZEC 7:6 Tidak! Biarpun kalian makan atau tidak makan, kalian hanya memikirkan dirimu sendiri dan tidak kembali kepada-Ku.
ZEC 7:7 Jadi, jawaban-Ku masih sama seperti yang disampaikan oleh para nabi sebelumnya: Lakukanlah yang adil dan jujur. Tunjukkan belas kasihan dan kebaikan hati kepada sesamamu. Jangan menindas para janda dan anak yatim, orang asing, ataupun orang miskin. Jangan sekali-kali berencana untuk melakukan kejahatan terhadap sesamamu. “Itulah yang Aku, TUHAN Panglima Semesta, sampaikan kepada nenek moyang kalian ketika kalian masih hidup makmur di Yerusalem, di kota-kota sekitarnya, dan di padang belantara Negeb.
ZEC 7:11 “Tetapi nenek moyangmu keras kepala dan menutup telinga terhadap perintah-Ku,
ZEC 7:12 Sang Panglima Semesta. Sekalipun mereka berulang kali mendengar pesan yang disampaikan Roh-Ku melalui para nabi, mereka tetap tidak mau menaati hukum dan peringatan-Ku. Hati mereka keras seperti batu. Itulah sebabnya Aku memurkai mereka.
ZEC 7:13 “Ketika Aku memanggil, mereka tidak mau mendengar. Jadi ketika mereka memanggil-Ku, Aku pun tidak mau mendengar.
ZEC 7:14 Seperti angin puting beliung, Aku mencerai-beraikan mereka ke negeri-negeri yang jauh. Tanah Israel yang dulunya subur dibiarkan menjadi tandus hingga tidak ada seorang pun yang mau melewatinya. Akibat kekerasan hati mereka, negeri yang indah itu menjadi sunyi dan sepi.”
ZEC 8:1 Saya menerima pesan ini dari TUHAN Panglima Semesta:
ZEC 8:2 “Kasih sayang-Ku kepada penduduk Yerusalem sangat besar dan berkobar-kobar, dan Aku sangat murka terhadap musuh-musuh yang sudah menyakiti kalian.
ZEC 8:3 Aku segera kembali untuk tinggal bersama kalian di rumah-Ku. Pada waktu itu, Yerusalem akan disebut Kota Umat yang Setia, dan Sion, tempat tinggal TUHAN Panglima Semesta, akan disebut Bukit yang Kudus.
ZEC 8:4 Yerusalem akan kembali menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Taman-taman kota kembali ramai oleh keceriaan anak-anak yang bermain, bahkan orang-orang yang berjalan dengan tongkat dapat menikmati masa tuanya.
ZEC 8:6 “Hal itu terasa mustahil bagi kalian yang selamat dari bangsa ini, tetapi bagi-Ku, TUHAN Panglima Semesta, tidak ada yang mustahil.
ZEC 8:7 Aku akan menyelamatkan umat-Ku dari segala penjuru bumi
ZEC 8:8 dan membawa mereka kembali ke Yerusalem. Mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku yang maha adil dan setia akan menjadi Allah mereka.
ZEC 8:9 “Aku, TUHAN Panglima Semesta, berkata: Kumpulkanlah semua kekuatanmu untuk menyelesaikan pembangunan rumah-Ku ini! Agar kalian tetap bersemangat, ingatlah semua pesan yang kalian dengar sejak dua tahun lalu ketika fondasi rumah-Ku diletakkan kembali.
ZEC 8:10 Ingatlah kesusahan yang pernah kalian alami sebelum rumah-Ku mulai dibangun kembali. Kalian tidak mampu membayar tenaga manusia ataupun hewan untuk mengerjakan kebun sehingga tidak ada penghasilan. Waktu itu, kalian tidak merasa aman satu sama lain sehingga tidak tenang untuk melakukan apa pun, karena Aku membuat kalian saling bermusuhan.
ZEC 8:11 Tetapi sekarang, Aku akan membuat keadaan kalian jauh berbeda dibanding sebelumnya.
ZEC 8:12 Aku akan memberkati negeri ini dengan kedamaian. Langit akan mencurahkan hujan sehingga tanah memberikan hasilnya dan pohon anggur mengeluarkan buahnya. Aku akan memberikan semua berkat ini kepada umat-Ku yang tinggal sedikit, yaitu yang selamat dan telah kembali dari pembuangan.
ZEC 8:13 Memang dahulu bangsa-bangsa sekelilingmu mengejek kalian sebagai bangsa yang terkutuk. Tetapi sekarang, Aku akan menyelamatkan kalian dan membuat kalian menjadi berkat bagi mereka. Oleh sebab itu, teruslah membangun dengan tekad kuat dan jangan takut!
ZEC 8:14 “Aku, TUHAN Panglima Semesta, berkata: Karena nenek moyang kalian membuat-Ku murka, Aku memutuskan untuk menghukum umat-Ku, dan Aku tidak mengubah keputusan-Ku itu.
ZEC 8:15 Tetapi sekarang, Aku sudah memutuskan untuk memberkati kalian, penduduk Yerusalem dan tanah Yehuda. Jadi, janganlah takut!
ZEC 8:16 “Aku menegaskan hal-hal ini: Setiap orang harus hidup jujur dengan sesama. Para pemimpin dan hakim, berikanlah keputusan yang adil agar tercipta kedamaian di tengah rakyat.
ZEC 8:17 Janganlah merencanakan hal-hal yang jahat terhadap sesamamu, dan jangan memakai nama-Ku untuk menutupi kebohonganmu, karena Aku sangat membenci semua perbuatan itu.”
ZEC 8:18 Sekali lagi saya menerima pesan dari TUHAN Panglima Semesta:
ZEC 8:19 “Hai orang-orang Yehuda, jangan lagi terikat dengan puasa yang kalian lakukan pada bulan-bulan tertentu selama masa pembuangan. Tetapi hiduplah dengan benar dan damai dengan sesama. Ubahlah puasamu itu menjadi perayaan yang riang gembira.
ZEC 8:20 “Aku, TUHAN Panglima Semesta, berkata: Akan tiba waktunya banyak orang dari berbagai kota dan negeri datang ke Yerusalem.
ZEC 8:21 Penduduk dari kota yang satu akan pergi mengajak penduduk kota yang lain, ‘Mari kita ke Yerusalem untuk menyembah TUHAN dan memohon berkat-Nya. Aku juga akan pergi ke sana.’
ZEC 8:22 Orang dari berbagai bangsa yang kuat akan datang untuk menyembah Aku dan memohon berkat dari-Ku.
ZEC 8:23 Ketika masa itu tiba, tidaklah aneh apabila sepuluh orang dari berbagai bangsa dengan bahasa yang berbeda-beda memegang erat jubah seorang Yahudi untuk memohon, ‘Izinkanlah kami ikut bersamamu, karena kami sering mendengar bahwa Allah menyertai bangsamu.’”
ZEC 9:1 Inilah pesan dari TUHAN, “Aku, TUHAN, telah mengamati semua manusia dan bersiap menghukum bangsa-bangsa yang memusuhi Israel, mulai dari wilayah bangsa Aram dan provinsi Damsyik,
ZEC 9:2 hingga penduduk kota Hamat di sebelah utara. Kota Tirus dan Sidon di pantai pun tidak akan luput dari hukuman-Ku, meskipun mereka sangat pandai.
ZEC 9:3 Walaupun penduduk Tirus sudah membangun benteng serta menimbun emas dan perak sebanyak debu tanah di jalanan,
ZEC 9:4 Aku, Sang Penguasa, akan melucuti seluruh kekayaannya dan akan menenggelamkan armadanya yang besar ke dasar lautan. Kota Tirus akan musnah dimakan api.
ZEC 9:5 Melihat kehancuran Tirus, penduduk kota Askelon akan ketakutan, penduduk kota Gaza gemetar karena ngeri, dan penduduk kota Ekron kehilangan harapan. Raja kota Gaza akan binasa. Askelon akan menjadi kosong ditinggalkan penghuninya,
ZEC 9:6 sedangkan Asdod akan didiami orang-orang yang biasa berzina dan kawin campur. “Demikianlah Aku akan mematahkan kesombongan bangsa Filistin,
ZEC 9:7 Aku akan merenggut daging berdarah bekas persembahan berhala dari mulut orang-orang Filistin yang memakannya. Maka orang Filistin yang tertinggal di Ekron akan menjadi bagian dari umat-Ku, seperti suku Yehuda yang tersisa. Aku akan menerima mereka sama seperti dahulu Aku menerima orang-orang Yebus.
ZEC 9:8 “Sementara Aku, seperti pengawal yang berkemah, Aku akan berjaga di rumah-Ku dan melindungi seluruh negeri-Ku, supaya tak ada musuh yang datang silih berganti. Tidak akan ada lagi yang menindas mereka, sebab Aku sendirilah yang mengawasi.
ZEC 9:9 “Hai penduduk Yerusalem, bersukacita dan bersorak sorailah! Lihatlah, rajamu yang adil dan berjaya sedang datang kepadamu. Dia rendah hati. Dia menunggangi keledai, seekor keledai muda.
ZEC 9:10 Aku akan merampas dan menyingkirkan kereta-kereta perang beserta kuda-kudanya dari Israel dan Yerusalem. Segala perlengkapan perang akan dihancurkan. Raja itu akan memberitakan kedamaian bagi segala bangsa. Kerajaannya akan meluas dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
ZEC 9:11 “Hai umat-Ku, Aku selalu mengingat perjanjian kita yang dimeteraikan dengan darah kurban. Maka Aku akan membebaskan kalian sekalipun kalian ditawan dalam sumur kering.
ZEC 9:12 Kembalilah kepada-Ku sebagai tempat perlindunganmu. Bersandarlah kepada-Ku, maka Aku akan memberkatimu dua kali lipat melebihi semua penderitaan yang sudah kamu alami.
ZEC 9:13 Hai Yehuda, engkau bagaikan busur-Ku. Israel bagaikan anak panah-Ku, dan Sion ibarat pedangku untuk menyerang orang-orang Yunani!”
ZEC 9:14 TUHAN akan menaungi umat-Nya dari musuh dan anak-anak panah-Nya berkelebatan seperti kilat. Ketika TUHAN Penguasa kita meniup sangkakala-Nya, seketika itu juga serangan-Nya menyerbu seperti badai dari selatan.
ZEC 9:15 TUHAN Panglima Semesta akan melindungi umat-Nya. Mereka mengumban batu dengan jitu lalu menginjak-injak musuh. Bagaikan darah kurban yang disiramkan imam di sudut-sudut mezbah, demikianlah darah musuh akan tertumpah. Pasukan Yehuda akan kegirangan, tertawa, dan bersorak-sorai tak tertahankan.
ZEC 9:16 Itulah yang akan terjadi, saat TUHAN, Sang Gembala menyelamatkan kita, kawanan domba-Nya! Maka wajah kita akan berseri-seri di negeri ini seperti batu permata pada mahkota raja.
ZEC 9:17 Oh, betapa indahnya! Para pemuda dan pemudi akan segar bugar karena makanan dan minuman yang berlimpah dari ladang dan kebun anggur.
ZEC 10:1 Ketika musim menanam tiba, mintalah hujan dari TUHAN, karena TUHANlah yang berkuasa menciptakan awan mendung dan Dia jugalah yang menurunkan hujan untuk menyirami ladang semua orang.
ZEC 10:2 Patung-patung berhala dan para peramal hanya memberi petunjuk palsu. Arti mimpi yang mereka sampaikan, dan nasihat yang mereka berikan, semua itu omong kosong belaka. Gara-gara mereka, umat TUHAN tersesat seperti domba. Mereka menderita, tanpa gembala yang memimpin mereka.
ZEC 10:3 Karena itu TUHAN berkata, “Amarah-Ku berkobar terhadap para pemimpin umat-Ku, dan Aku akan menghukum mereka. Sebab Aku, TUHAN Panglima Semesta, memelihara kawanan gembalaan-Ku, yaitu rakyat Yehuda. Aku akan menjadikan mereka kuat dan gagah seperti kuda perang-Ku.
ZEC 10:4 Dari suku Yehuda akan muncul orang-orang yang akan menjadi pemimpin umat-Ku. Mereka teguh dan dapat diandalkan, bagaikan batu fondasi, patok kemah, dan busur panah.
ZEC 10:5 Di medan perang mereka menjadi pahlawan besar yang menginjak-injak musuh ke lumpur jalanan. Aku, TUHAN, menyertai mereka, maka mereka akan bertarung bahkan mengalahkan pasukan berkuda.
ZEC 10:6 “Aku akan menguatkan serta menyelamatkan Yehuda dan seluruh kerajaan Israel. Karena Aku mengasihani mereka, Aku akan membawa mereka kembali dan memulihkan keadaan mereka hingga tak tampak lagi bahwa mereka pernah Aku buang. Akulah TUHAN, Allah mereka, dan Aku akan menjawab doa mereka.
ZEC 10:7 Orang Israel akan bersukacita seperti pahlawan yang menang perang bergirang minum anggur. Anak-anak mereka menyaksikan sukacitanya dan ikut bergembira. Mereka berbahagia karena pertolongan-Ku.
ZEC 10:8 Umat-Ku yang tercerai-berai sudah Aku tebus kembali. Maka Aku akan membawa mereka pulang seperti gembala bersuit memanggil kawanan dombanya, dan mereka pun berkumpul. Umat-Ku akan bertambah banyak seperti sedia kala.
ZEC 10:9 Sekalipun mereka tercerai-berai di antara bangsa-bangsa asing di negeri yang jauh, di sana mereka akan tetap mengingat Aku. Mereka akan bertahan hidup dan pulang ke tanah air bersama anak-anak mereka.
ZEC 10:10 Dari Mesir dan dari Asyur Aku akan membawa mereka kembali. Mereka akan memenuhi negeri ini sampai ke daerah Gilead dan Libanon, hingga negeri yang luas ini pun seakan tidak cukup bagi mereka.
ZEC 10:11 Sekalipun umat-Ku dihadang lautan masalah dan ombak kesukaran, mereka akan selamat melewatinya, karena Akulah yang menolong mereka. Tak ada rintangan yang dapat menghalangi mereka, bahkan arus sungai Nil yang besar pun akan Aku keringkan. Bangsa Asyur yang meninggikan diri akan Aku rendahkan, dan kekuasaan Mesir akan Aku singkirkan.
ZEC 10:12 Umat-Ku akan menjadi kuat karena kuasa-Ku, dan mereka akan berjaya atas bangsa-bangsa lain. Aku menegaskan hal-hal ini.”
ZEC 11:1 Celakalah kalian, hai penduduk negeri Libanon! Tak perlu menutup pintu gerbangmu, karena api akan membakar hutan pohon arasmu.
ZEC 11:2 Pohon-pohon cemara seakan berduka, dan pohon-pohon aras di Basan seolah menangis, karena hutan aras yang besar dan luas itu telah hancur.
ZEC 11:3 Para gembala menangis tersedu-sedu sebab padang rumput kebanggaan mereka sudah habis. Singa-singa meraung-raung seakan meratapi hutan lebat di lembah Yordan yang sudah tiada.
ZEC 11:4 Inilah yang TUHAN Allah katakan kepada saya, “Gembalakanlah kawanan domba yang akan dibantai ini!
ZEC 11:5 Karena umat-Ku bagaikan domba yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Para gembalanya tidak merasa kasihan kepada mereka. Para penjualnya berkata, ‘Puji TUHAN! Aku menjadi kaya.’ Dan para pembelinya menyembelih mereka tanpa sesal.
ZEC 11:6 “Sebab Aku tidak akan lagi mengasihani para penduduk negeri ini. Biarlah mereka saling membinasakan satu sama lain, bersama dengan raja mereka. Maka negeri mereka yang subur itu akan menjadi tandus, dan Aku tidak akan menyelamatkan mereka.”
ZEC 11:7 Oleh karena itulah saya menjadi gembala kawanan domba itu, yang ditetapkan untuk dibantai. Dalam tugas itu saya memegang dua tongkat. Tongkat pertama saya namakan Kebaikan Hati, yang satunya Persaudaraan.
ZEC 11:8 Dalam satu bulan, saya menyingkirkan tiga gembala. Saya juga sudah habis kesabaran dengan para domba, dan mereka pun membenci saya.
ZEC 11:9 Lalu saya berkata kepada mereka, “Saya bukan lagi gembala kalian! Kalau kalian mau mati, matilah! Yang akan binasa, binasalah! Dan biarlah yang tersisa saling membunuh!”
ZEC 11:10 Kemudian atas perintah TUHAN, saya patahkan tongkat Kebaikan Hati, sebagai tanda bahwa perjanjian dengan seluruh bangsa Israel sudah dibatalkan.
ZEC 11:11 Sebagian kawanan domba— yaitu yang menderita karena tersiksa— melihat hal itu dan menyadari bahwa saya melakukannya atas perintah TUHAN.
ZEC 11:12 Saya pun berkata kepada para penjual domba, “Bayarlah gaji saya jika kalian merasa wajib. Jika tidak, tidak usah.” Maka mereka membayar saya tiga puluh keping perak.
ZEC 11:13 Hanya sekianlah mereka menilai upahku! Lalu TUHAN berkata, “Buanglah semuanya itu kepada tukang periuk.” Maka saya membuang keping perak itu ke tempat tukang periuk yang ada di dalam kompleks rumah TUHAN.
ZEC 11:14 Lalu saya mematahkan tongkat yang dinamai Persaudaraan sebagai tanda bahwa ikatan antara Yehuda dan Israel diputus.
ZEC 11:15 Kemudian, TUHAN berkata kepada saya, “Bertindaklah sekali lagi seperti seorang gembala yang bodoh.
ZEC 11:16 Karena Aku akan mengangkat gembala yang bodoh untuk memerintah atas negeri-Ku ini. Dia tidak akan mempedulikan anak domba yang tersesat atau domba yang sakit dan hampir mati. Dia bahkan tidak akan memberi makan domba yang masih sehat. Sebaliknya dia akan menyantap domba-domba yang gemuk. Pada akhirnya, dia hanya menyisakan beberapa tulang.
ZEC 11:17 Hai gembala tidak berguna yang menelantarkan domba-domba-Ku, Aku akan melumpuhkan lenganmu dan membutakan mata kananmu!”
ZEC 12:1 TUHAN, yang membentangkan langit, meletakkan dasar bumi, dan memberikan nyawa kepada manusia, berkata tentang Israel,
ZEC 12:2 “Ketika bangsa-bangsa lain menyerang Yerusalem dan bangsa Yehuda, Aku akan membuat pasukan-pasukan mereka seperti orang yang begitu mabuk sehingga tidak berdaya.
ZEC 12:3 Pada hari itu, Aku akan membuat Yerusalem seperti batu yang terlalu berat untuk dipindahkan. Pasukan dari semua bangsa yang berusaha melawannya hanya akan melukai diri mereka sendiri.
ZEC 12:4 Aku akan menjaga dan menolong Yehuda. Tentara musuh yang menunggang kuda akan menjadi gila, sementara kuda-kuda mereka ketakutan dan menjadi buta.
ZEC 12:5 Kemudian para pemimpin Yehuda akan menyadari, ‘Ternyata benar, TUHAN Panglima Semesta adalah sumber kekuatan bagi kita.’
ZEC 12:6 “Pada hari itu, Aku akan membuat para pemimpin Yehuda seperti api di antara tumpukan kayu atau seperti nyala obor di antara tumpukan gandum kering. Mereka akan memusnahkan semua bangsa musuh yang menyerang, sedangkan para penduduk Yerusalem akan tetap aman.
ZEC 12:7 “Pertama, Aku akan menyelamatkan penduduk Yehuda supaya keturunan Daud dan penduduk Yerusalem tidak merasa lebih hebat daripada orang-orang di Yehuda.
ZEC 12:8 Aku akan melindungi Yerusalem. Bahkan orang yang paling lemah akan menjadi kuat seperti Daud. Aku akan memberikan kuasa yang luar biasa kepada para keturunan Daud untuk memimpin umatnya, seperti kuasa malaikat perkasa,
ZEC 12:9 karena pada waktu itu Aku akan memusnahkan setiap bangsa yang menyerang umat-Ku.”
ZEC 12:10 “Aku akan memberikan kepada keturunan Daud dan penduduk Yerusalem hati yang berbelas kasihan dan yang sungguh-sungguh berdoa. Mereka akan memandang dan meratapi Aku yang sudah mereka tikam, seperti orangtua meratapi kematian anak sulung mereka.
ZEC 12:11 Pada hari itu, penduduk Yerusalem akan meratap dengan hebat, sama seperti ratapan untuk kematian Raja Yosia di Hadad Rimon di Lembah Megido.
ZEC 12:12 “Semua keluarga di Israel, baik keluarga Daud, Natan, Lewi, Simei, dan setiap keluarga yang lain akan meratap secara terpisah dalam kelompok masing-masing. Dan di setiap kelompok itu, laki-laki dan perempuan juga akan meratap secara terpisah.”
ZEC 13:1 “Sejak hari itu, pengampunan akan dicurahkan seperti mata air yang terus mengalir untuk membersihkan keturunan Daud dan penduduk Yerusalem dari dosa dan kenajisan mereka.”
ZEC 13:2 TUHAN Panglima Semesta berkata, “Pada hari itu, Aku akan melenyapkan penyembahan berhala di seluruh negeri, bahkan berhala-berhala itu akan dilupakan. Aku juga akan melenyapkan setan-setan yang memperalat nabi-nabi palsu.
ZEC 13:3 Apabila nabi palsu muncul lagi dan bernubuat, orangtua kandungnya akan memberi peringatan, ‘Kamu berdusta dalam nama TUHAN! Awas, kamu bisa dihukum mati.’ Bahkan jika dia masih terus bernubuat, orangtuanya sendiri akan menikamnya sampai mati.
ZEC 13:4 “Pada waktu itu, tidak akan ada orang yang mengaku-ngaku mendapatkan penglihatan, dan tidak ada lagi yang memakai jubah nabi.
ZEC 13:5 Sebaliknya, mereka akan berkata, ‘Saya bukan nabi. Saya petani sejak masih kecil.’
ZEC 13:6 Dan apabila ada orang bertanya, ‘Mengapa di dadamu ada luka-luka bekas goresan?’ dia akan menjawab, ‘Saya terluka tidak sengaja saat berada di rumah teman saya.’”
ZEC 13:7 TUHAN Panglima Semesta berkata, “Gembala yang Aku utus, yaitu dia yang paling dekat dengan-Ku, akan diserang sampai mati. Lalu domba-dombanya akan tercerai-berai, bahkan anak-anak dombanya tidak akan Aku lindungi.
ZEC 13:8 Sebagian besar penduduk negeri Yehuda akan disingkirkan dan binasa, tetapi sebagian kecil dibiarkan hidup.
ZEC 13:9 Orang-orang yang masih hidup itu akan Aku murnikan melalui penderitaan sebagaimana emas dan perak dimurnikan dengan api. Mereka akan datang kepada-Ku dengan berkata, ‘Engkaulah Allah kami!’ Dan Aku pun akan menyambut, ‘Benar, kalianlah umat-Ku.’”
ZEC 14:1 Hai penduduk Yerusalem, hari kedatangan TUHAN segera tiba! Tetapi sebelumnya, TUHAN sendiri mengatakan, “Aku akan mengumpulkan pasukan dari segala bangsa untuk menyerang Yerusalem. Kotamu itu akan dikepung, harta benda di rumah-rumahmu dirampas, dan para perempuan diperkosa. Kalian akan menyaksikan mereka membagi-bagi harta benda yang mereka rampas darimu. Setengah dari kalian akan dibuang ke negeri-negeri lain, tetapi sisanya dibiarkan tetap tinggal di dalam reruntuhan Yerusalem.”
ZEC 14:3 TUHANlah yang akan berperang melawan bangsa-bangsa musuh Yerusalem, sama seperti yang Dia lakukan di masa lampau.
ZEC 14:4 Pada hari itu juga, Dia akan berdiri di atas Bukit Zaitun di sebelah timur Yerusalem. Bukit itu akan terbelah dua— setengahnya akan bergeser ke arah utara dan setengahnya lagi ke arah selatan sehingga terbentuk suatu lembah yang sangat luas yang membentang dari timur ke barat.
ZEC 14:5 Kalian yang masih tinggal di sana akan melarikan diri melalui lembah itu, karena panjangnya sampai ke Azal. Kalian akan berlarian sama seperti saat terjadi gempa bumi pada zaman Raja Uzia memerintah Yehuda. Lalu TUHAN, Allah kita, akan datang bersama semua orang yang sudah disucikan-Nya.
ZEC 14:6 Tidak akan pernah ada hari lain yang sama seperti hari itu. Tidak akan ada sinar matahari atau benda penerang lain di langit, tetapi cuaca tidak akan menjadi dingin. Tidak akan ada siang ataupun malam. Bahkan di saat petang pun hari akan tetap terang. Hanya TUHAN yang tahu bagaimana hal itu bisa terjadi!
ZEC 14:8 Pada hari itu juga mata air besar yang baru akan mengalir dari Yerusalem, sebagian ke timur ke Laut Mati, dan sebagian lain ke barat ke Laut Tengah. Air itu akan mengalir dari musim ke musim, sepanjang tahun.
ZEC 14:9 Lalu TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi. Dan hanya Dialah satu-satunya yang akan disembah.
ZEC 14:10 Daerah sebelah selatan Yerusalem akan menjadi dataran yang luas, dari Geba sampai ke Rimon. Tetapi kota Yerusalem akan ditinggikan di tempat yang semula. Luas kota itu masih tetap mulai dari Gerbang Benyamin hingga Gerbang Sudut (di mana dulu ada gerbang lama), dan dari Menara Hananel sampai ke tempat pemerasan anggur raja.
ZEC 14:11 Penduduk kota itu tidak akan mengalami malapetaka lagi. Yerusalem akan selalu aman.
ZEC 14:12 Tetapi TUHAN akan mendatangkan penyakit mengerikan kepada pasukan segala bangsa yang menyerang Yerusalem. Dalam keadaan masih hidup, daging mereka akan membusuk, juga mata dan lidah mereka.
ZEC 14:13 Penyakit yang sama akan menyerang kuda, bagal, keledai, unta, dan setiap binatang di perkemahan musuh. Saat itu juga TUHAN akan mendatangkan kepanikan yang luar biasa pada pasukan musuh sehingga mereka saling menyerang. Sedangkan di Yerusalem, pasukan Yehuda berdiri untuk membela kota itu. Akhirnya, sesudah pertempuran itu selesai, mereka akan menjarah bangsa-bangsa musuh di sekitar Israel dan merampas emas, perak, serta pakaian yang sangat banyak.
ZEC 14:16 Setelah semuanya itu terjadi, setiap tahun rakyat dari semua bangsa musuh yang masih hidup akan pergi ke Yerusalem untuk menyembah Raja, TUHAN Panglima Semesta. Mereka akan setia merayakan Hari Raya Pondok.
ZEC 14:17 Kalau ada bangsa yang menolak untuk mengirim rombongan penyembah setiap tahun ke perayaan di Yerusalem, hujan tidak akan turun di atas negeri mereka.
ZEC 14:18 Misalnya, jika Mesir tidak mengirim penyembah untuk perayaan tahunan, selama satu tahun tidak akan ada hujan di Mesir. Hukuman yang sama berlaku bagi setiap bangsa lain yang tidak mau mengikuti perayaan itu.
ZEC 14:20 Pada waktu itu, kata-kata “Kudus bagi TUHAN” akan diukir pada lonceng-lonceng yang menghiasi perlengkapan kuda. Juga setiap alat masak biasa yang ada di seluruh Yerusalem, bahkan di seluruh daerah Yehuda, akan dianggap sama sucinya seperti mangkuk-mangkuk yang digunakan di mezbah TUHAN Panglima Semesta. Setiap orang yang mempersembahkan kurban bisa menggunakan panci mana pun di Yerusalem untuk merebus daging kurban. Dan mulai hari itu, tidak akan ada perdagangan di dalam kompleks rumah TUHAN.
MAL 1:1 Saya Maleaki, yang diutus TUHAN untuk menyampaikan pesan ini kepada bangsa Israel.
MAL 1:2 TUHAN berkata kepada bangsa Israel, “Aku mengasihi kalian. Tetapi kalian malah berkata, ‘Tidak mungkin! Engkau tidak pernah mengasihi kami!’” Lalu TUHAN menjawab, “Bandingkanlah nasib bangsa Edom, yaitu keturunan Esau, dengan kalian keturunan Yakub! Esau dan Yakub bersaudara, tetapi hanya keturunan Yakub yang Aku pilih menjadi umat-Ku, sedangkan keturunan Esau telah Aku tolak. Keturunan Yakub Aku berkati, tetapi negeri Edom, yaitu tanah warisan Esau di daerah pegunungan, Aku jadikan reruntuhan dan padang belantara yang hanya dihuni anjing-anjing hutan.
MAL 1:4 Namun, dengan sombong orang Edom berkata, ‘Walaupun negeri kami sudah menjadi reruntuhan, kami akan membangunnya kembali.’” “Aku, TUHAN Panglima Semesta, berkata: Biarpun mereka membangunnya kembali, Aku akan menghancurkannya lagi, sehingga bangsa-bangsa lain pun menjuluki Edom sebagai ‘negeri orang jahat’ atau ‘bangsa yang dimurkai TUHAN selamanya.’
MAL 1:5 Dan kalian, hai umat-Ku Israel, ketika kalian melihat sendiri negeri Edom hancur, kalian akan bersaksi, ‘Sungguh, kuasa TUHAN tidak terbatas di Israel saja! Dia berkuasa juga di negeri-negeri lain!’”
MAL 1:6 “Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegur para imam: Seorang anak tahu menghormati ayahnya, dan seorang budak pun menghormati tuannya. Tetapi kalian tidak menghormati Aku, padahal Aku ini seperti bapa dan tuan atas kalian. Sebaliknya, kalian justru menghina Aku! Tetapi kalian membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah menghina Engkau!’
MAL 1:7 “Lalu Aku menjawab, ‘Kalian menghina Aku dengan menyepelekan kurban-kurban di mezbah-Ku.’ Tetapi kalian para imam tetap membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah menyepelekan kurban bagi-Mu!’ “Maka jawab-Ku, TUHAN Panglima Semesta: Setiap kali kalian mempersembahkan kurban yang cacat, itu artinya kalian seolah berkata, ‘Mezbah TUHAN cuma hal sepele.’ Kalian pasti tahu bahwa mengurbankan binatang yang buta, pincang, atau sakit kepada-Ku adalah salah. Coba berikan hadiah seperti itu kepada gubernurmu. Pasti dia marah dan tidak akan menerimanya!
MAL 1:9 Dengan persembahanmu yang meremehkan Aku seperti itu, inilah yang akan menjadi nasibmu: Sekalipun nanti kamu mengemis-ngemis meminta belas kasihan-Ku, Aku tidak akan mempedulikanmu!
MAL 1:10 “Oh, sungguh lebih baik jika ada imam yang menutup rapat halaman pintu rumah-Ku, supaya kalian tidak usah lagi datang membakar kurban yang omong kosong di atas mezbah-Ku. Aku sama sekali tidak berkenan kepadamu dan tidak mau menerima kurbanmu!
MAL 1:11 Dari ujung timur sampai ke ujung barat Aku dihormati di antara bangsa-bangsa. Di setiap negeri di dunia, ada orang yang membakar dupa dan memberikan persembahan yang layak kepada-Ku, karena semua bangsa menghormati Aku.
MAL 1:12 Tetapi kalian para imam malah mencemari mezbah-Ku dengan mempersembahkan kurban yang bercacat, seolah-olah kalian berkata, ‘Mezbah TUHAN dan kurban-kurbannya cuma hal sepele.’
MAL 1:13 Kalian juga meremehkan Aku dengan berkata, ‘Peraturan ibadah ini hanya merepotkan saja.’ Lalu kalian mempersembahkan bagi-Ku hewan yang pincang, yang sakit, atau hasil rampasan. Jangan berpikir Aku akan menerima persembahan seperti itu!
MAL 1:14 “Aku Raja tertinggi atas semesta. Aku ditakuti dan dihormati oleh semua bangsa. Maka terkutuklah setiap penipu, yaitu orang-orang yang sudah berjanji mempersembahkan hewan jantannya yang bagus kepada-Ku, tetapi kemudian mempersembahkan yang bercacat.”
MAL 2:1 “Jadi Aku, TUHAN Panglima Semesta, memberi peringatan ini kepada para imam: Bila kalian tidak mau mendengarkan dan tidak menetapkan hati untuk menghormati-Ku, Aku akan mengutuk kalian. Biarpun kalian adalah keturunan Lewi yang Aku pilih secara khusus untuk menerima berkat-Ku, Aku akan mengutuk kalian. Bahkan sesungguhnya, selama ini kalian sudah menerima kutuk dari-Ku karena kalian mengabaikan perintah-Ku.
MAL 2:3 Juga keturunan kalian akan turut merasakan hukuman-Ku. Aku akan membuat kalian sangat terhina, seolah mukamu dilempari kotoran hewan kurbanmu itu! Orang seperti kalian sepantasnya dianggap najis dan dibuang ke tempat pembuangan kotoran di luar perkemahan!
MAL 2:4 Sesudah kalian merasakan kutukan itu, kalian akan menyadari bahwa Aku memberikan teguran keras ini agar perjanjian-Ku dengan keturunan Lewi dapat terus berlangsung.
MAL 2:5 “Dalam perjanjian-Ku itu, Aku menjamin untuk memberi hidup yang sejahtera kepada para imam. Dan hal itu terwujud kepada nenek moyang kalian karena mereka menghormati Aku.
MAL 2:6 Mereka setia mengajarkan ajaran benar kepada umat-Ku dan tidak pernah berbohong. Mereka hidup bersekutu erat dengan-Ku dan melakukan apa yang benar dan adil. Cara hidup mereka itu membuat orang-orang lain bertobat dan meninggalkan dosa-dosanya.
MAL 2:7 “Karena memang, tugas setiap imam adalah mengajarkan segala hal yang diperlukan untuk hidup sesuai kehendak-Ku. Dan seharusnya umat-Ku selalu mendapat bimbingan dari imam, sebab imam adalah wakil TUHAN Panglima Semesta.
MAL 2:8 Tetapi kalian sudah berlaku serong dan melanggar perjanjian yang Aku buat dengan suku Lewi. Kalian justru menyebabkan banyak orang jatuh dalam dosa.
MAL 2:9 Kalian tidak menaati-Ku. Kalian tidak berlaku adil saat memutuskan perkara, memihak dan mudah disuap. Oleh karena itu, Aku pun membuat kalian dipandang hina dan tidak patut dihormati di mata seluruh umat.”
MAL 2:10 Hai laki-laki Israel, kita semua berasal dari satu Pencipta, yaitu Allah. Jadi, kita ini ibarat saudara-saudara sekandung dari satu ayah. Dan Allah kita itu telah mengikat perjanjian dengan nenek moyang kita. Tetapi kita sudah melanggar perjanjian-Nya dengan berlaku tidak setia kepada sesama saudara.
MAL 2:11 Banyak di antara kalian telah mengkhianati hubungan pernikahanmu yang sah dengan mengambil istri lain dari bangsa penyembah dewa. Dengan demikian, kalian menajiskan dirimu, sehingga apabila kamu memasuki rumah TUHAN di Yerusalem, kamu menajiskan rumah yang Dia cintai itu!
MAL 2:12 Kiranya TUHAN Panglima Semesta menyingkirkan setiap laki-laki dari antara umat Israel yang tetap hidup dalam kenajisan itu dan berusaha menutupi kesalahannya dengan mempersembahkan kurban di rumah TUHAN.
MAL 2:13 Selain itu, kamu datang ke mezbah TUHAN sambil menangis tersedu-sedu dan bercucuran air mata dan mengeluh, karena Dia tidak lagi berkenan menerima persembahanmu.
MAL 2:14 Lalu kamu bertanya, “Mengapa TUHAN tidak menerima persembahanku?” Jawabannya, karena TUHAN melihat bahwa kamu tidak setia! Kamu telah mengingkari perjanjian yang kamu ikat dengan istri pertamamu, istri yang sah sejak masa mudamu. Kamu menjadi suami yang tidak setia, padahal istrimu itu tetap setia kepadamu.
MAL 2:15 Allah sudah mempersatukan tubuh dan rohmu dengan istrimu, supaya dari kesatuan ini kalian menghasilkan keturunan yang sah di hadapan-Nya. Oleh sebab itu, hai suami-suami, jagalah hatimu dan jangan mengkhianati istrimu, yang kamu nikahi pada masa mudamu.
MAL 2:16 Sebab TUHAN, Allah Israel, berkata, “Aku membenci perceraian!” Jika kamu menceraikan istrimu, kamu melakukan kekejaman terhadap dia yang seharusnya kamu lindungi. Maka jagalah hatimu agar kamu tidak berkhianat.
MAL 2:17 TUHAN berkata kepada bangsa Israel, “Kalian sudah menyusahkan hati-Ku dengan perkataanmu. Tetapi kalian membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah menyusahkan hati-Mu dengan perkataan kami.’ “Lalu Aku menjawab: Kalian menuduh Aku dengan berkata, ‘TUHAN berkenan kepada orang jahat,’ dan ‘Tidak ada bukti bahwa Allah bertindak adil!’”
MAL 3:1 Maka berkatalah TUHAN Panglima Semesta, “Ketahuilah, Aku akan mengirim seorang utusan untuk mempersiapkan jalan bagi-Ku. Lalu pada waktu yang tidak kalian duga, Penguasa yang katamu kalian tunggu-tunggu akan datang ke rumah-Ku. Dialah Pemberita yang akan menegakkan perjanjian-Ku dengan umat Israel.
MAL 3:2 Kedatangan-Nya dapat digambarkan seperti api di tungku tempat memurnikan logam, atau seperti sabun yang menghilangkan noda dari pakaian. Tidak seorang pun akan terbukti benar saat Dia datang menghakimi.
MAL 3:3 Dia akan memurnikan para imam dan pelayan Lewi dari kenajisan mereka, seperti api tungku memurnikan emas dan perak. Dengan demikian mereka kembali layak untuk mempersembahkan kurban yang benar-benar memulihkan hubungan umat dengan-Ku.
MAL 3:4 Sesudah itu, Aku akan berkenan lagi menerima persembahan dari penduduk Yehuda dan Yerusalem.”
MAL 3:5 TUHAN Panglima Semesta berkata, “Pada waktu Aku datang untuk menghakimi kalian, Aku akan menjadi saksi yang memberatkan bagi para pelaku perdukunan, pezina, orang yang bersaksi dusta, para majikan yang tidak jujur membayar gaji pekerja upahan, dan orang yang merugikan para janda, anak yatim, dan pendatang. Semua pelaku kejahatan itu tidak takut dan tidak hormat kepada-Ku.”
MAL 3:6 “Akulah TUHAN Panglima Semesta, dan Aku tidak berubah. Aku tetap setia kepada janji-Ku. Itulah sebabnya kalian, keturunan Yakub, tidak Aku binasakan, walaupun bangsamu telah meninggalkan ketetapan-Ku dan tidak melakukannya sejak zaman nenek moyangmu. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu. Tetapi kalian malah membantah, ‘Kami tidak pernah meninggalkan-Mu!’
MAL 3:8 “Lalu Aku menjawab: Seharusnya manusia takut kepada-Ku, tetapi kalian telah merampok milik-Ku. Namun kalian membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah merampok milik-Mu!’ “Jawab-Ku: Kalian merampok milik-Ku dengan cara menahan perpuluhan dan persembahan khusus yang seharusnya kalian berikan kepada-Ku.
MAL 3:9 Kalian sudah kena kutuk! Sungguh, kalian seluruh bangsa kena kutuk karena telah merampok milik-Ku.
MAL 3:10 Bawalah seluruh perpuluhan gandum-gandumanmu ke rumah-Ku supaya selalu tersedia makanan untuk para imam dan pelayan Lewi. Kalau kalian setia melakukannya, Aku pasti akan membuka langit dan mencurahkan hujan lebat, sehingga hasil panen kalian berlimpah dan lumbung-lumbung kalian tidak cukup untuk menyimpannya.
MAL 3:11 Aku akan menjaga tanamanmu dari serangan hama, dan membuat pohon-pohon anggurmu sehat sehingga buahnya tidak rontok sampai waktunya dipanen.
MAL 3:12 Maka negerimu menjadi negeri yang subur dan indah, dan segala bangsa akan menyebutmu bangsa yang diberkati.”
MAL 3:13 “Aku, TUHAN Panglima Semesta berkata kepada bangsa Israel: Kalian telah berkata buruk tentang Aku. Tetapi kalian membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah berkata buruk tentang Engkau!’
MAL 3:14 “Kalian berkata begini: ‘Percuma saja beribadah kepada Allah! Tidak ada gunanya kita melakukan peraturan-Nya. Tidak ada gunanya juga kita bertobat dan menyesali dosa kita,
MAL 3:15 karena ternyata orang yang sombong malah diberkati, dan orang yang berbuat jahat malah menjadi kaya. Mereka bahkan melawan Allah, tetapi mereka tidak kena hukuman!’”
MAL 3:16 Akan tetapi, ada sekelompok orang lain yang takut dan hormat kepada TUHAN. Mereka membicarakan hal-hal yang benar tentang Dia. TUHAN memperhatikan dan senang mendengar yang mereka katakan. Lalu di hadapan-Nya sebuah kitab ditulis untuk mengingat mereka yang menghormati dan menghargai-Nya.
MAL 3:17 TUHAN Panglima Semesta berkata, “Mereka itulah umat-Ku yang sesungguhnya. Pada waktu Aku datang nanti, Aku akan mengangkat mereka menjadi milik-Ku yang berharga. Aku tidak akan menghukum mereka, sama seperti seorang ayah tidak menghukum anak laki-lakinya yang taat.
MAL 3:18 Saat itu, akan terlihat jelas yang mana orang benar dan yang mana orang bejat. Aku akan memisahkan orang yang menyembah Aku dari mereka yang tidak menyembah-Ku.”
MAL 4:1 “Aku TUHAN Panglima Semesta berkata: Sesungguhnya, hari itu akan tiba, hari ketika Aku datang menghakimi dunia. Penghakiman-Ku bagaikan api yang berkobar-kobar di dalam tungku. Semua orang yang dengan sombong berpikir bahwa mereka dapat terus melakukan kejahatan akan hangus seperti jerami. Pada hari itu mereka akan habis binasa, seperti tanaman yang dicabut sampai ke akar-akarnya lalu dibakar.
MAL 4:2 “Tetapi bagi kalian yang takut dan hormat kepada-Ku, kalian akan menikmati kemenangan yang gemilang, bagaikan terangnya sinar matahari. Kalian akan disembuhkan dari segala luka dan sakit yang pernah kalian alami. Maka saat itu, kalian akan bebas, seperti anak sapi melompat-lompat keluar dari kandangnya.
MAL 4:3 Pada hari penghakiman itu, kalian akan menginjak-injak orang jahat, karena mereka akan menjadi seperti abu di bawah kakimu. Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegaskannya.
MAL 4:4 “Taatilah selalu hukum, perintah, dan peraturan yang telah Aku sampaikan melalui hamba-Ku, Musa, di gunung Sinai.
MAL 4:5 Aku berjanji akan mengutus Nabi Elia kepada kalian sebelum hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
MAL 4:6 Dia akan mengajarkan perdamaian, sehingga orang-orang tua dan anak-anaknya akan saling menyayangi lagi. Dengan begitu, Aku tidak akan memusnahkan bumi.”
MAT 1:1 Inilah daftar nenek moyang Kristus Yesus: Dia berasal dari keturunan Daud, yang adalah keturunan Abraham.
MAT 1:2 Inilah nenek moyang-Nya mulai dari Abraham sampai Raja Daud: Abraham, Isak, Yakub, Yehuda (dan saudara-saudaranya), Peres (dan Zerah, ibu mereka bernama Tamar), Hesron, Ram, Aminadab, Nahason, Salmon, Boas (ibunya bernama Rahab), Obed (ibunya bernama Rut), Isai, dan Raja Daud.
MAT 1:7 Kemudian mulai dari Daud sampai masa pembuangan Israel ke negeri Babel, inilah nenek moyang Yesus: Daud, Salomo (ibunya adalah mantan istri Uria), Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hiskia, Manasye, Amon, Yosia, dan Yekonya (bersama saudara-saudaranya).
MAT 1:12 Terakhir, dari masa pembuangan bangsa Israel ke Babel sampai Yesus dilahirkan, inilah nenek moyang-Nya: Yekonya, Sealtiel, Zerubabel, Abihud, Elyakim, Azor, Zadok, Akim, Eliud, Eleazar, Matan, Yakub, dan Yusuf. Yusuf adalah suami Maria, dan Maria adalah ibu Yesus, yang disebut Kristus.
MAT 1:17 Jadi ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai waktu bangsa Israel dibawa ke Babel, dan empat belas keturunan sejak bangsa Israel mulai tinggal di negeri Babel sampai Kristus dilahirkan.
MAT 1:18 Inilah kisah kelahiran Kristus Yesus. Seorang gadis bernama Maria bertunangan dengan Yusuf. Marialah yang nanti akan menjadi ibu Yesus. Tetapi sebelum mereka menikah, ternyata Maria mengandung oleh karena kuasa Roh Kudus.
MAT 1:19 Yusuf, tunangan Maria, adalah seorang yang jujur dan baik hati. Ketika Maria memberitahukan kepada Yusuf tentang kehamilannya, Yusuf tidak mau mempermalukan Maria di depan umum dengan mengatakan bahwa Maria sudah melakukan percabulan. Jadi, dia berencana memutuskan pertunangannya dengan Maria secara diam-diam.
MAT 1:20 Tetapi waktu Yusuf sedang memikirkan hal itu, datanglah malaikat kepadanya dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Yusuf, keturunan Daud, janganlah takut mengambil Maria sebagai istrimu, karena anak yang di dalam kandungannya itu berasal dari Roh Kudus.
MAT 1:21 Maria akan melahirkan seorang Anak laki-laki. Namailah Anak itu Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.”
MAT 1:22 Allah mengatur semua itu supaya terjadi tepat sesuai dengan perkataan-Nya melalui nubuatan nabi-Nya,
MAT 1:23 “Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan Dia akan diberi nama Imanuel.” (Imanuel berarti, “Allah bersama dengan kita.”)
MAT 1:24 Lalu Yusuf bangun dari tidurnya dan melakukan seperti yang dikatakan malaikat itu kepadanya, yaitu segera menikahi Maria.
MAT 1:25 Namun, Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sampai Anak sulung Maria itu lahir. Kemudian Yusuf menamai Dia ‘Yesus’.
MAT 2:1 Yesus lahir di kota Betlehem di wilayah Yudea, pada zaman pemerintahan Raja Herodes di bawah kekuasaan kerajaan besar Romawi. Kemudian datanglah rombongan penafsir bintang dari suatu negeri yang jauh di sebelah timur. Keahlian mereka adalah meramalkan hal-hal penting dari perputaran posisi bintang-bintang di langit.
MAT 2:2 Mereka bertanya-tanya, “Di manakah Anak yang baru lahir itu, yang akan menjadi Raja orang Yahudi? Kami sudah melihat sebuah bintang muncul di sebelah timur, yang adalah tanda kelahiran-Nya. Jadi kami datang untuk menyembah Dia.”
MAT 2:3 Mendengar berita itu, Raja Herodes gelisah dan seluruh penduduk Yerusalem ikut menjadi gempar.
MAT 2:4 Lalu Herodes memanggil para imam kepala dan ahli Taurat untuk menanyakan kepada mereka di mana Kristus akan lahir menurut nubuatan.
MAT 2:5 Jawab mereka, “Di kota Betlehem di Yudea. Karena ada nabi yang menuliskan perkataan Allah begini,
MAT 2:6 ‘Hai penduduk Betlehem di daerah Yehuda, sekarang kota kalian tidak lagi dianggap kota yang tidak penting di daerah itu, karena di Betlehem akan lahir seorang pemimpin yang akan memimpin umat-Ku Israel.’”
MAT 2:7 Kemudian Herodes mengadakan pertemuan tertutup bersama rombongan penafsir bintang itu sehingga dia mendapatkan keterangan yang tepat dari mereka tentang kapan bintang itu muncul pertama kali.
MAT 2:8 Kemudian dia menyuruh mereka ke Betlehem serta berkata, “Pergi dan carilah keterangan yang pasti tentang Anak itu. Setelah kalian menemukan Dia, beritahukanlah kepada saya, supaya saya juga pergi menyembah-Nya.”
MAT 2:9 Sesudah pertemuan itu, mereka pun berangkat. Saat mereka melihat lagi bintang itu sedang naik di sebelah timur, mereka sangat bersukacita. Lalu cahaya bintang itu mengarahkan mereka dan berhenti di atas rumah tempat Anak itu berada.
MAT 2:11 Lalu masuklah mereka ke dalam rumah tersebut dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Mereka berlutut dan menyembah Anak itu, kemudian membuka tempat barang bawaan mereka dan memberikan kepada Anak itu berbagai hadiah dari emas, kemenyan, dan mur.
MAT 2:12 Tidak lama kemudian, Allah memberitahu mereka melalui mimpi supaya tidak kembali kepada Herodes. Karena itu mereka pulang ke negeri mereka melalui jalan lain.
MAT 2:13 Sesudah rombongan penafsir bintang itu pergi, malaikat datang kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata, “Bangunlah! Segera bawa Anak itu dan ibu-Nya ke Mesir. Tinggallah di sana sampai aku datang lagi membawa pesan kepadamu untuk kembali, karena Herodes berencana mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”
MAT 2:14 Malam itu juga Yusuf bangun dan pergi menuju Mesir bersama Maria dan Yesus.
MAT 2:15 Mereka tinggal di Mesir sampai Herodes meninggal. Dengan demikian terjadilah apa yang sudah dikatakan Allah melalui nabi-Nya, “Aku akan memanggil Anak-Ku keluar dari Mesir.”
MAT 2:16 Ketika Herodes tahu bahwa para penafsir bintang itu sudah menipunya, dia sangat marah. Lalu dia memerintahkan tentaranya untuk membunuh semua anak laki-laki di kota Betlehem dan semua daerah sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai keterangan dari para ahli itu.
MAT 2:17 Dengan demikian terjadilah apa yang sudah dikatakan Allah melalui Nabi Yeremia,
MAT 2:18 “Terdengar suara di kota Rama, yaitu suara-suara tangisan dan ratapan karena rasa sedih yang sangat mendalam. Rahel menangisi anak-anaknya dan dia tidak mau dihibur, karena anak-anaknya sudah mati.”
MAT 2:19 Sesudah Herodes meninggal, Yusuf dan keluarganya masih berada di negeri Mesir. Lalu malaikat datang lagi kepadanya dalam mimpi.
MAT 2:20 Malaikat itu berkata, “Bangunlah dan pergilah kembali ke tanah Israel bersama Yesus dan Maria, karena orang-orang yang berusaha membunuh Dia sudah meninggal.”
MAT 2:21 Lalu Yusuf bangun dan langsung berangkat bersama mereka ke tanah Israel.
MAT 2:22 Tetapi waktu Yusuf mendengar bahwa yang menggantikan Raja Herodes adalah Arkelaus, dia takut kembali ke provinsi Yudea. Arkelaus adalah putra Raja Herodes sendiri. Lalu Yusuf mendapat petunjuk lagi melalui mimpi, maka dia membawa keluarganya ke provinsi Galilea.
MAT 2:23 Mereka pergi ke kota bernama Nazaret dan tinggal di sana. Dengan demikian terjadilah sesuai perkataan Allah melalui para nabi, “Waktu Kristus datang, Dia akan disebut ‘Orang Nazaret.’”
MAT 3:1 Waktu Yesus sudah dewasa, Yohanes Pembaptis mulai berkhotbah di daerah padang belantara di Yudea. Kepada orang-orang yang datang, dia berseru,
MAT 3:2 “Bertobatlah dari dosa-dosamu, sebab tidak lama lagi Allah akan mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini.”
MAT 3:3 Sebenarnya Yohanes inilah orang yang dimaksud Nabi Yesaya ketika dia bernubuat, “Kelak akan ada orang yang berseru-seru di padang belantara, ‘Siapkanlah jalan untuk kedatangan Tuhan! Luruskanlah jalan bagi-Nya!’”
MAT 3:4 Yohanes mengenakan pakaian dari bulu unta dan ikat pinggang dari kulit binatang. Dia sering makan belalang dan madu lebah liar.
MAT 3:5 Orang banyak berdatangan kepadanya dari Yerusalem, dari seluruh provinsi Yudea, dan seluruh daerah di sekitar sungai Yordan.
MAT 3:6 Waktu Yohanes menyampaikan ajarannya, mereka mengakui dosa-dosa lalu Yohanes membaptis mereka di sungai itu.
MAT 3:7 Tetapi pada suatu hari, ketika Yohanes melihat banyak orang dari kelompok Farisi dan Saduki ikut datang untuk dibaptis, dia langsung menegur mereka, “Hai ular! Kalian pikir hanya dengan dibaptis kalian bisa melarikan diri dari hukuman Allah yang segera akan datang!
MAT 3:8 Kalau kalian benar-benar sudah bertobat, tunjukkanlah hal itu melalui cara hidupmu.
MAT 3:9 Jangan berkata dalam hatimu, ‘Aku tidak akan kena hukuman Allah karena aku keturunan Abraham.’ Saya katakan kepadamu: sesungguhnya Allah sanggup menjadikan keturunan bagi Abraham dari batu-batu ini.
MAT 3:10 Seperti petani yang menebang dan membakar pohon yang tidak pernah berbuah, demikianlah Allah sekarang sudah siap membinasakan setiap orang dari bangsa Israel yang tidak hidup sesuai kehendak-Nya!
MAT 3:11 “Saya hanya membaptis orang dengan air sebagai tanda bahwa mereka bertobat. Tetapi sesudah saya, akan datang Seorang yang lebih berkuasa daripada saya, dan saya tidak layak untuk melayani Dia, sekalipun hanya membawakan sandal-Nya. Dialah yang akan membaptis kalian masing-masing dengan Roh Kudus.
MAT 3:12 Oleh karena itu bertobatlah! Sebab dunia ini ibarat ladang luas yang siap dipanen. Hasil yang baik dan yang tidak baik akan dipisahkan! Dia yang datang sesudah saya akan menghakimi dunia ini dan memisahkan setiap orang yang jahat dari antara orang benar. Orang-orang benar itu akan hidup bersama-Nya. Tetapi semua orang jahat akan dilemparkan ke dalam api yang tidak pernah padam.”
MAT 3:13 Kemudian Yesus berangkat dari Galilea ke sungai Yordan dan meminta Yohanes untuk membaptis-Nya.
MAT 3:14 Tetapi Yohanes merasa dirinya tidak layak untuk melakukan permintaan itu, maka dia berkata, “Seharusnya sayalah yang perlu Engkau baptis. Tetapi Engkau malah meminta saya membaptis-Mu!”
MAT 3:15 Namun Yesus menjawab, “Lakukanlah. Saat ini kamu layak mengerjakannya karena hal itu termasuk dalam segala perbuatan benar yang sudah Allah rencanakan untuk kita.” Maka Yohanes membaptis-Nya.
MAT 3:16 Sesudah Yesus dibaptis, pada saat Dia keluar dari air, tiba-tiba langit terbuka dan Yesus melihat Roh Allah turun seperti burung merpati dan hinggap pada-Nya.
MAT 3:17 Kemudian terdengarlah suara dari surga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Dialah yang menyenangkan hati-Ku.”
MAT 4:1 Sesudah itu Yesus dipimpin oleh Roh Kudus ke padang belantara untuk dicobai iblis.
MAT 4:2 Di sana Dia berpuasa dengan tidak makan apa pun sama sekali selama empat puluh hari empat puluh malam, hingga akhirnya Dia sangat lapar.
MAT 4:3 Lalu iblis, si penggoda itu, mendekati-Nya dan berkata, “Bukankah kamu Anak Allah? Ubahlah batu-batu ini menjadi roti!”
MAT 4:4 Tetapi Yesus menjawab, “Dalam Kitab Suci tertulis, ‘Kehidupan manusia tidak bergantung pada makanan, melainkan pada setiap perkataan yang diucapkan Allah.’”
MAT 4:5 Kemudian dalam waktu singkat iblis membawa-Nya ke kota suci Yerusalem dan menempatkan-Nya di puncak rumah Allah.
MAT 4:6 Kata iblis kepada-Nya, “Kalau kamu Anak Allah, lompatlah ke bawah! Karena dalam Kitab Suci tertulis, ‘Allah akan menyuruh para malaikat untuk menjagamu, dan tangan mereka akan memegangmu, sehingga kakimu tidak sampai kena batu.’”
MAT 4:7 Jawab Yesus, “Ada juga tertulis, ‘Janganlah kamu mencobai TUHAN Allahmu.’”
MAT 4:8 Kemudian dengan cara ajaib iblis membawa Yesus ke gunung yang sangat tinggi, lalu menunjukkan kepada-Nya semua kerajaan di dunia dan segala kemewahan dari setiap kerajaan itu.
MAT 4:9 Lalu dia berkata kepada Yesus, “Aku akan memberikan semua itu kepadamu kalau kamu sujud menyembah aku.”
MAT 4:10 Kata Yesus kepadanya, “Pergi dari hadapan-Ku, Satanas! Karena dalam Kitab Suci tertulis, ‘Sembahlah TUHAN Allahmu, dan Dia sajalah yang harus kamu layani.’”
MAT 4:11 Lalu iblis meninggalkan Yesus, dan malaikat-malaikat pun datang melayani Dia.
MAT 4:12 Waktu Yesus mendengar bahwa Yohanes sudah dipenjara, Dia meninggalkan provinsi Yudea dan kembali ke provinsi Galilea.
MAT 4:13 Tetapi Dia tidak lagi tinggal di Nazaret, melainkan di kota Kapernaum yang terletak di tepi danau Galilea, di daerah Zebulon dan Naftali.
MAT 4:14 Yesus melakukan itu supaya terjadilah sesuai yang sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya,
MAT 4:15 “Dengarlah, kalian yang tinggal di daerah Zebulon dan Naftali, di sepanjang jalan menuju laut sampai ke seberang sungai Yordan, daerah Galilea yang ditempati banyak orang bukan Yahudi.
MAT 4:16 Kalian yang hidup dalam kegelapan akan melihat terang besar. Bagaikan matahari terbit, demikianlah terang akan terbit atas kalian yang hidup di daerah gelap dalam cengkeraman kuasa kematian.”
MAT 4:17 Mulai hari itu, Yesus memberitakan kepada orang banyak, “Bertobatlah dari dosa-dosamu, karena tidak lama lagi Allah akan datang mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini.”
MAT 4:18 Ketika Yesus sedang berjalan di tepi danau Galilea, Dia melihat dua orang nelayan, yaitu Petrus yang juga disebut Simon dan Andreas adiknya. Mereka sedang menjala ikan di danau.
MAT 4:19 Kata-Nya kepada mereka, “Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk mengumpulkan orang menjadi pengikut-Ku.”
MAT 4:20 Saat itu juga Petrus dan Andreas langsung meninggalkan jala mereka dan mengikut Yesus.
MAT 4:21 Setelah berjalan tidak jauh dari situ, Yesus melihat dua orang bersaudara yang lain, yaitu Yakobus dan Yohanes. Mereka sedang memperbaiki jala di dalam sebuah perahu bersama Zebedeus, ayah mereka. Lalu Yesus memanggil Yakobus dan Yohanes untuk mengikut Dia.
MAT 4:22 Saat itu juga keduanya langsung meninggalkan perahu dan ayah mereka, lalu mengikut Yesus.
MAT 4:23 Kemudian Yesus mengunjungi seluruh provinsi Galilea. Di setiap kota atau kampung, Dia mengajar di rumah pertemuan orang Yahudi, memberitakan Kabar Baik tentang kerajaan Allah, dan menyembuhkan banyak orang dari segala jenis penyakit.
MAT 4:24 Berita tentang Yesus tersebar luas dari Galilea sampai ke seluruh provinsi Siria. Maka banyak orang berdatangan kepada-Nya. Mereka membawa orang-orang yang menderita berbagai macam penyakit, termasuk yang dikuasai roh jahat, yang sakit ayan, dan yang lumpuh total. Yesus menyembuhkan mereka semua.
MAT 4:25 Oleh karena itu banyak orang mengikuti Dia. Ada yang berasal dari provinsi Galilea, Yudea, Sepuluh Kota, juga kota Yerusalem, bahkan dari seberang sungai Yordan.
MAT 5:1 Waktu Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, Dia naik ke atas bukit dan duduk di situ. Murid-murid-Nya berkumpul di sekeliling-Nya,
MAT 5:2 dan Dia mulai mengajar mereka,
MAT 5:3 “Sungguh diberkati Allah orang yang menyadari bahwa dirinya memiliki kebutuhan rohani, karena merekalah yang akan menjadi warga kerajaan Allah.
MAT 5:4 Sungguh diberkati Allah orang yang sekarang berdukacita, karena merekalah yang akan dihibur-Nya.
MAT 5:5 Sungguh diberkati Allah orang yang rendah hati, karena merekalah yang akan mewarisi bumi yang dijanjikan Allah.
MAT 5:6 Sungguh diberkati Allah orang yang giat melakukan perbuatan benar lebih daripada makan dan minum, karena merekalah yang akan dipuaskan oleh Allah.
MAT 5:7 Sungguh diberkati Allah orang yang mengasihani orang lain, karena merekalah yang akan dikasihani oleh Allah.
MAT 5:8 Sungguh diberkati Allah orang yang tulus hatinya, karena merekalah yang bisa selalu memandang Allah.
MAT 5:9 Sungguh diberkati Allah orang yang selalu berusaha mendatangkan damai di antara sesamanya, karena merekalah yang akan disebut anak-anak Allah.
MAT 5:10 Sungguh diberkati Allah orang yang dianiaya karena hidup benar, karena mereka sudah menjadi warga kerajaan Allah.
MAT 5:11 “Kamu juga sungguh diberkati Allah kalau kamu disakiti, dihina, dan difitnah karena mengikut Aku.
MAT 5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena berkat yang besar sudah tersedia bagimu di surga. Ingatlah bahwa nabi-nabi di masa lalu juga dianiaya seperti itu.”
MAT 5:13 “Kamu ibarat garam di dunia ini, bila kamu memberi pengaruh yang baik. Garam memberi rasa bagi makanan, demikianlah pengaruh baik memberi dampak bagi dunia. Hendaklah kamu menjadi seperti garam. Kalau kamu tidak memberi pengaruh baik, kamu sama seperti garam yang kehilangan rasa asinnya. Garam seperti itu tidak berguna lagi dan hanya akan dibuang dan diinjak-injak orang.
MAT 5:14 “Kamu ibarat terang di dalam dunia yang gelap ini, bila baik cara hidupmu. Seperti kota yang terletak di atas bukit selalu terlihat dari jauh, demikianlah seharusnya cara hidupmu menjadi teladan baik yang terlihat bagi semua orang.
MAT 5:15 Begitu juga, tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupnya dengan tempayan. Pelita selalu ditaruh di tempat yang tinggi supaya sinarnya menerangi semua orang di dalam rumah.
MAT 5:16 Demikianlah hendaknya sinarmu menerangi orang lain. Artinya, lakukanlah perbuatan yang baik setiap saat, sehingga waktu orang lain melihat teladanmu, mereka memuliakan Bapamu yang di surga.”
MAT 5:17 “Janganlah kamu berpikir bahwa Aku datang untuk membatalkan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk membatalkannya, tetapi untuk menggenapi semua yang tertulis di dalamnya.
MAT 5:18 Aku menegaskan kepadamu: Selama masih ada langit dan bumi, tidak ada satu pun yang akan dibatalkan dari hukum Taurat, biarpun hanya satu huruf atau satu titik. Semuanya akan terus berlaku dan setiap nubuatan yang ada di dalamnya pasti akan terjadi.
MAT 5:19 “Maka janganlah berpikir bahwa ada perintah dalam Hukum itu yang tidak berguna. Orang yang melanggar salah satu perintah yang paling ringan sekali pun dan mengajar orang lain untuk melanggarnya juga, dia akan dianggap yang terkecil di dalam kerajaan Allah. Tetapi orang yang melakukan seluruh perintah hukum Taurat dan mengajar orang lain untuk melakukannya juga, dia akan sangat dihormati di dalam kerajaan Allah.
MAT 5:20 Jadi Aku sungguh-sungguh berkata kepadamu: Kalau hidupmu tidak lebih benar daripada para ahli Taurat dan kelompok Farisi, kamu sama sekali tidak bisa menjadi anggota kerajaan Allah.”
MAT 5:21 “Kita sudah mendengar pengajaran bahwa Musa memberi perintah kepada nenek moyang kita, ‘Jangan membunuh,’ dan ‘Siapa pun yang membunuh harus diadili dan dihukum.’
MAT 5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Siapa pun yang marah kepada orang lain tanpa alasan yang benar akan dihukum Allah. Siapa pun yang menghina orang lain akan menghadap pengadilan Allah. Dan siapa pun yang mengatai orang lain ‘Kamu bodoh’, pantas dilemparkan ke dalam api neraka.
MAT 5:23 “Karena itu, kalau kamu sedang membawa persembahanmu ke mezbah di rumah Allah, dan tiba-tiba kamu teringat bahwa ada orang yang sakit hati kepadamu,
MAT 5:24 tinggalkanlah persembahanmu itu di depan mezbah. Kemudian pergilah kepada orang itu dan pulihkanlah hubunganmu dengan dia. Sesudah itu barulah berikan persembahanmu kepada Allah.
MAT 5:25 “Ibaratnya begini: Kalau ada orang yang hendak mengadukanmu ke pengadilan, segeralah berusaha menyelesaikan masalahmu dengan lawanmu itu sebelum dia sampai di pengadilan. Karena kalau dia sudah melaporkanmu kepada hakim, maka hakim akan menyerahkanmu kepada petugas penjara, dan kamu akan dipenjara.
MAT 5:26 Aku menegaskan kepadamu: Kamu tidak bisa keluar dari penjara itu sampai kamu membayar lunas semua utangmu dan denda yang ditetapkan oleh hakim!”
MAT 5:27 “Kita sudah mendengar pengajaran bahwa Musa memberi perintah, ‘Jangan berzina.’
MAT 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap laki-laki yang memandang perempuan dengan hawa nafsu dan membayangkan bersetubuh dengannya, meski hanya dalam pikiran, sesungguhnya dia sudah melakukan dosa zina.
MAT 5:29 Kalau matamu menyebabkan kamu berdosa, sekalipun itu matamu yang paling baik, cungkil dan buanglah matamu itu! Lebih baik kamu kehilangan salah satu anggota tubuhmu daripada kamu dilemparkan ke dalam neraka dengan tubuh yang lengkap.
MAT 5:30 Begitu juga, kalau tanganmu menyebabkan kamu berdosa, sekalipun itu tanganmu yang paling kuat, potong dan buanglah tanganmu itu! Lebih baik kamu kehilangan salah satu anggota tubuhmu daripada kamu dilemparkan ke dalam neraka dengan tubuh yang lengkap.”
MAT 5:31 “Kita juga sudah mendengar pengajaran tentang perintah Musa yaitu, ‘Setiap suami yang menceraikan istrinya harus memberikan surat cerai kepadanya.’
MAT 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Satu-satunya alasan seorang suami boleh menceraikan istrinya adalah kalau istrinya itu terbukti berzina. Tetapi kalau istrinya tidak berzina dan suaminya menceraikan dia karena hal lain, berarti suami itu seakan mendorong istrinya untuk berzina. Sebab kalau istri yang diceraikan itu menikah lagi, di hadapan Allah pasangan baru itu dianggap berzina. Setiap laki-laki yang menikah dengan perempuan yang sudah diceraikan juga dianggap berzina di mata Allah.”
MAT 5:33 “Kita juga sudah mendengar pengajaran bahwa Musa memberikan perintah ini kepada nenek moyang kita, ‘Kalau kamu berjanji atas nama TUHAN untuk melakukan sesuatu, jangan sampai kamu tidak menepati janji itu. Tepatilah segala sesuatu yang sudah kamu janjikan dengan menyebut nama TUHAN.’
MAT 5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah menyebut apa pun sebagai saksi untuk menguatkan sumpahmu. Janganlah menyebut demi surga, karena itu tempat takhta Allah.
MAT 5:35 Jangan menyebut demi bumi, karena bumi merupakan tempat Allah menaruh kaki-Nya ketika Dia duduk di atas takhta-Nya. Jangan pula menyebut demi Yerusalem, karena itu adalah ibukota Raja Mahabesar.
MAT 5:36 Bahkan tidak boleh menyebut kepalamu sendiri sebagai saksi atas sumpahmu, karena kamu tidak sanggup membuat sehelai pun dari rambutmu menjadi hitam atau putih.
MAT 5:37 Jadi biarlah kamu hanya berkata, ‘Itu benar’ kalau hal itu benar, atau ‘Itu salah’ kalau hal itu salah. Janganlah menambah apa pun untuk menguatkan sumpah atau perjanjianmu, karena apa pun yang kamu tambahkan berasal dari iblis.”
MAT 5:38 “Kita sudah mendengar pengajaran tentang perintah Musa bahwa ‘Siapa pun yang mencederai mata atau gigi orang lain, maka sebagai hukumannya, mata atau gigi orang itu juga harus dicederai.’
MAT 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Kalau seseorang menampar pipi kananmu, berikanlah juga pipi kirimu.
MAT 5:40 Kalau seseorang mengadukan kamu ke pengadilan dan menuntut bajumu, berikanlah juga jubahmu kepadanya.
MAT 5:41 Kalau seorang tentara memaksamu memikul barangnya sejauh satu kilometer, bersedialah memikul barangnya itu sejauh dua kilometer.
MAT 5:42 Kalau seseorang meminta sesuatu kepadamu, berikanlah. Dan kalau seseorang mau meminjam sesuatu darimu, jangan menolaknya.”
MAT 5:43 “Kita juga sudah mendengar pengajaran, ‘Kasihilah saudara-saudari kita sebangsa, tetapi kita boleh membenci bangsa lain yang memusuhi kita.’
MAT 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah setiap orang yang memusuhimu. Berkatilah setiap orang yang mengutukmu. Berbuat baiklah kepada semua orang yang membencimu, dan berdoalah bagi setiap orang yang menghina serta menganiaya kamu.
MAT 5:45 Karena bila kamu berbuat demikian, kamu sedang mengikuti teladan Bapamu yang di surga, sebab Dia baik kepada semua orang. Misalnya, Dia membuat matahari bersinar untuk orang baik maupun jahat. Dia juga menurunkan hujan bagi orang yang hidupnya benar maupun yang berlaku jahat.
MAT 5:46 Kalau kamu hanya mengasihi teman yang mengasihimu, jangan harap Allah akan memberi upah kepadamu atas kasihmu itu, karena para penagih pajak dan orang-orang berdosa yang lain pun mengasihi orang yang mengasihi mereka.
MAT 5:47 Dan kalau kamu hanya memberi salam kepada teman-temanmu saja, jangan berpikir Allah akan menganggap kamu lebih baik daripada orang lain, karena orang-orang yang tidak mengenal Allah pun memberi salam kepada teman-teman mereka.
MAT 5:48 Hendaklah kamu mengasihi semua orang! Dengan demikian kamu akan menjadi sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”
MAT 6:1 “Hati-hatilah! Jangan memamerkan perbuatan baikmu di depan umum supaya dilihat dan dipuji orang. Kalau kamu melakukannya, kamu tidak akan menerima upah atas perbuatan baikmu itu dari Bapamu yang di surga.
MAT 6:2 “Pada waktu kamu memberi sedekah, jangan pamerkan hal itu seperti yang diperbuat orang-orang munafik. Mereka suka memberi sedekah di depan orang banyak, di rumah-rumah pertemuan, atau di simpang-simpang jalan dengan diiringi bunyi terompet. Mereka melakukan itu supaya dilihat dan dipuji banyak orang. Aku menegaskan kepadamu: Hanya itulah upah mereka.
MAT 6:3 Sebaliknya, kalau kamu memberi sedekah, berikanlah secara tersembunyi. Tangan kirimu tidak perlu mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kananmu.
MAT 6:4 Artinya, orang lain tidak perlu tahu pemberian sedekahmu itu. Maka Bapamu, yang melihat semua yang kamu lakukan secara tersembunyi, akan memberikan upah kepadamu secara terang-terangan.”
MAT 6:5 “Janganlah kamu berdoa seperti orang-orang munafik. Karena mereka suka berdiri memamerkan dirinya dengan berdoa di depan umum, di rumah-rumah pertemuan, atau di simpang-simpang jalan. Aku menegaskan kepadamu: Hanya itulah upah mereka.
MAT 6:6 Sebaliknya, waktu kamu berdoa, masuklah ke kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu di surga, yang hadir biarpun kamu tidak melihat-Nya. Dia mengetahui apa saja yang kamu lakukan secara tersembunyi, dan Dia akan memberi upah kepadamu secara terang-terangan.
MAT 6:7 “Waktu kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang yang tidak mengenal Allah. Mereka terus mengulang-ulang permohonan mereka karena menganggap bahwa Allah lebih mendengarkan doa yang diulang-ulang.
MAT 6:8 Janganlah meniru mereka. Karena Bapamu sudah tahu apa yang kamu perlukan sebelum kamu memintanya.
MAT 6:9 Jadi hendaklah kalian berdoa seperti ini: Bapa kami yang di surga, kiranya semua orang menghormati Engkau sebagai Allah yang kudus.
MAT 6:10 Kiranya Engkau datang dan memerintah sebagai Raja, dan biarlah apa pun yang Engkau kehendaki terlaksana di dunia ini, sama seperti kehendak-Mu selalu terlaksana di surga.
MAT 6:11 Berilah kami makanan yang kami perlukan hari ini.
MAT 6:12 Dan ampunilah kami masing-masing dari semua kesalahan kami, sama seperti kami memaafkan orang-orang yang bersalah kepada kami.
MAT 6:13 Dan janganlah biarkan kami tergoda melakukan kejahatan, tetapi selamatkanlah kami dari kuasa iblis. Karena Engkau sajalah yang punya kuasa untuk memerintah sebagai raja atas segala sesuatu, dan hanya Engkau saja yang layak dimuliakan sampai selama-lamanya. Amin.
MAT 6:14 “Doa itu menunjukkan pentingnya kamu memaafkan orang-orang yang bersalah kepadamu. Karena kalau kamu memaafkan mereka, Bapamu yang di surga juga akan mengampunimu.
MAT 6:15 Tetapi kalau kamu tidak memaafkan orang yang bersalah kepadamu, Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni dosa-dosamu.”
MAT 6:16 “Ketika kamu berpuasa, janganlah menunjukkan muka yang muram atau menaburkan abu ke atas kepalamu seperti yang dilakukan orang-orang munafik. Mereka berbuat begitu untuk pamer bahwa mereka sedang berpuasa, supaya dipuji orang. Aku menegaskan kepadamu: Hanya itulah upah mereka.
MAT 6:17 Sebaliknya kalau kamu berpuasa, sisirlah rambutmu dan cucilah mukamu seperti biasa.
MAT 6:18 Dengan begitu tidak ada yang tahu bahwa kamu sedang berpuasa. Tetapi Bapamu di surga, yang hadir biarpun kamu tidak melihat-Nya, Dia yang akan mengetahuinya. Dia melihat segala sesuatu yang dilakukan secara tersembunyi, dan Dia akan memberi upah kepadamu.”
MAT 6:19 “Janganlah mengumpulkan harta benda bagi dirimu di dunia ini. Di sini ngengat dan karat akan merusakkan harta bendamu itu dan pencuri bisa membongkar serta mencurinya.
MAT 6:20 Tetapi di surga, ngengat dan karat tidak bisa merusaknya, dan pencuri tidak bisa membongkar serta mencurinya. Jadi kumpulkanlah harta di surga,
MAT 6:21 karena di mana hartamu berada, di situ jugalah hati dan pikiranmu berada.
MAT 6:22 “Matamu seperti jendela yang menjadi jalan masuknya terang ke dalam tubuhmu. Kalau matamu baik, seluruh hidupmu pun akan diterangi.
MAT 6:23 Tetapi kalau matamu rusak karena memandang ke sana kemari dengan serakah, seluruh hidupmu akan menjadi sangat gelap. Kalau jendela tubuhmu tertutup kegelapan, betapa hebatnya kegelapan yang terjadi dalam hatimu!
MAT 6:24 “Ibaratnya begini: Kalau seseorang mempunyai dua majikan, tidak mungkin dia melayani keduanya dengan baik. Dia pasti akan mengasihi dan setia kepada majikan yang satu, tetapi membenci dan masa bodoh terhadap majikan yang lain. Demikian juga, kamu tidak bisa menjadi hamba Allah sekaligus hamba uang.”
MAT 6:25 “Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir tentang apa pun yang kamu perlukan dalam hidupmu, seperti makanan dan minuman. Dan janganlah kuatir tentang apa pun yang kamu perlukan untuk tubuhmu, seperti pakaian. Karena ada hal-hal dalam hidupmu yang lebih penting daripada makanan dan pakaian.
MAT 6:26 Perhatikanlah burung-burung. Mereka tidak perlu menanam atau memanen, juga tidak perlu tempat untuk menyimpan makanan. Tetapi Bapamu yang di surga menyediakan makanan bagi burung-burung itu. Ketahuilah: Kamu jauh lebih berharga di mata Bapamu dari pada burung.
MAT 6:27 Jadi, tidak usah kuatir! Lagipula, kekuatiranmu tidak dapat memperpanjang umurmu sedetik pun.
MAT 6:28 “Misalnya tentang pakaian, mengapa kamu kuatir? Perhatikanlah tumbuhan liar yang tidak bekerja membuat pakaian bagi dirinya sendiri, tetapi punya bunga yang indah.
MAT 6:29 Aku menegaskan kepadamu: Baju Raja Salomo yang paling mewah pun masih kalah indah dengan bunga itu.
MAT 6:30 Nah, kalau Allah memberi keindahan sedemikian rupa kepada tumbuhan liar, padahal tumbuhan itu hanya hidup dalam waktu singkat, kemudian layu dan dibuang ke dalam api, maka yakinlah bahwa Dia pasti lebih memperhatikan kamu daripada tumbuhan itu. Dan Dia juga akan menyediakan pakaian bagimu, hai kamu yang kurang percaya kepada Allah!
MAT 6:31 “Jadi tidak usah kuatir memikirkan, ‘Apakah yang akan aku makan?’ atau, ‘Apakah yang akan aku minum?’ atau, ‘Apakah yang akan aku pakai?’
MAT 6:32 Semua hal itu selalu dikuatirkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapamu yang di surga sudah tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
MAT 6:33 Hal yang harus kamu utamakan adalah hidup dengan cara yang sepatutnya sebagai warga kerajaan Allah, dan Dia akan memberikan juga semua yang kamu perlukan.
MAT 6:34 Maka janganlah kuatir akan hari esok, karena tiap-tiap hari mempunyai pergumulannya sendiri. Cukuplah jalani pergumulan hari ini. Jangan tambahi dengan pergumulan dari hari yang akan datang.”
MAT 7:1 “Janganlah menjadikan dirimu hakim atas kesalahan orang lain, supaya Allah tidak menghakimi kamu kalau kamu juga melakukan kesalahan yang sama.
MAT 7:2 Karena sebagaimana kamu menghakimi orang lain, demikianlah kamu akan dihakimi oleh Allah. Dan seberat hukuman yang kamu berikan kepada orang lain, seberat itulah hukuman yang akan diberikan Allah kepadamu.
MAT 7:3 “Jangan menyalahkan orang lain karena kesalahan kecil. Kamu melihat kuman di seberang lautan, tetapi gajah di pelupuk matamu tidak kamu lihat! Dengan sombong kamu ingin memperbaiki kesalahan kecil orang lain tanpa menyadari kesalahanmu sendiri yang lebih besar.
MAT 7:5 Hai kamu orang munafik! Bereskanlah dahulu kesalahanmu sendiri, sesudah itu barulah kamu bisa melihat dengan jelas dan memperbaiki kesalahan saudaramu.”
MAT 7:6 “Janganlah memberikan ajaran yang mengandung hikmat rohani kepada orang yang tidak mengenal Tuhan, karena nanti mereka akan berbalik dan menyerangmu. Dan jangan membagikan pengalaman rohanimu kepada orang yang tidak bisa menghargainya, karena mereka hanya akan mengejeknya.”
MAT 7:7 “Teruslah meminta kepada Allah, maka kamu akan menerimanya. Teruslah mencari, maka kamu akan menemukannya. Teruslah mengetuk, maka pintu akan dibukakan bagimu.
MAT 7:8 Karena setiap orang yang meminta dengan tekun akan menerima apa yang dia minta. Setiap orang yang mencari dengan tekun akan mendapatkan apa yang dia cari. Dan setiap orang yang terus mengetuk, maka pintu akan dibukakan baginya.
MAT 7:9 “Kalau anakmu meminta makanan, tidak mungkin kamu memberinya batu.
MAT 7:10 Dan kalau dia minta ikan, tidak mungkin kamu memberinya ular berbisa.
MAT 7:11 Nah, kamu yang jahat pun tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu! Terlebih lagi Bapamu yang di surga. Dia pasti akan memberikan yang baik kepada setiap orang yang meminta kepada-Nya.”
MAT 7:12 “Inilah inti hukum Taurat dan ajaran para nabi: Perlakukanlah setiap orang sebagaimana kamu sendiri ingin diperlakukan oleh orang lain.”
MAT 7:13 “Untuk menuju hidup kekal, masuklah melalui pintu yang sempit dan ikutilah jalan yang sempit itu. Karena gerbang dan jalan menuju neraka besar dan mudah dilewati, dan banyak orang mengikuti jalan itu. Tetapi jalan menuju hidup kekal begitu sempit dan sulit dilewati, dan hanya sedikit orang yang mau mencari sampai menemukannya.”
MAT 7:15 “Berhati-hatilah terhadap nabi palsu. Mereka seperti serigala berbulu domba. Mereka datang ke persekutuan kalian dan seolah-olah menyampaikan ajaran yang baik, tetapi sebenarnya sangat berbahaya.
MAT 7:16 Kalian bisa mengenali nabi-nabi palsu dari ajaran dan perbuatan mereka. Sebagaimana tumbuhan liar berduri tidak bisa menghasilkan buah anggur atau buah ara, begitu juga orang jahat tidak bisa menghasilkan hal-hal yang baik.
MAT 7:17 Demikianlah setiap pohon yang subur akan menghasilkan buah yang baik, dan setiap pohon yang tidak subur menghasilkan buah yang buruk.
MAT 7:18 Pohon yang subur tidak mungkin menghasilkan buah yang buruk, sebaliknya pohon yang buruk keadaannya tidak mungkin menghasilkan buah yang baik.
MAT 7:19 Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibakar.
MAT 7:20 Begitu jugalah kalian akan mengenali nabi-nabi palsu dari ajaran dan perbuatan mereka.
MAT 7:21 “Tidak setiap orang yang memanggil-Ku, ‘Tuhan, Penguasaku,’ akan menjadi warga kerajaan Allah. Tetapi yang akan menjadi warga kerajaan Allah adalah setiap orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.
MAT 7:22 Pada Hari Pengadilan banyak orang akan berkata kepada-Ku, ‘Tuhan Penguasaku, kami sudah bernubuat atas nama-Mu. Kami sudah mengusir setan-setan dan melakukan banyak keajaiban dengan menyebut nama-Mu.’
MAT 7:23 Tetapi pada waktu itu dengan terus terang Aku akan menjawab mereka, ‘Hai kamu semua yang melakukan kejahatan, pergilah dari hadapan-Ku! Aku tidak pernah menganggap kalian sahabat-Ku.’”
MAT 7:24 “Oleh karena itu, setiap orang yang mendengar ajaran-Ku dan melakukannya ibarat orang bijak yang membangun rumah di atas batu besar.
MAT 7:25 Ketika hujan deras turun, lalu banjir dan angin kencang melandanya, rumah itu tetap berdiri tegak karena dibangun di atas batu fondasi yang kuat.
MAT 7:26 “Tetapi setiap orang yang mendengar ajaran-Ku dan tidak melakukannya ibarat orang bodoh yang membangun rumahnya di atas pasir.
MAT 7:27 Ketika hujan deras turun, lalu banjir dan angin kencang melandanya, rumah itu pun roboh dan rusak berat.”
MAT 7:28 Ketika Yesus selesai mengajarkan semuanya itu, orang banyak yang mendengar-Nya terheran-heran akan ajaran-Nya,
MAT 7:29 karena Dia tidak mengajar seperti para ahli Taurat. Dia mengajar dengan kuasa, seperti seorang pemimpin yang mempunyai hak untuk memerintah.
MAT 8:1 Waktu Yesus turun dari bukit, banyak sekali orang mengikuti Dia.
MAT 8:2 Lalu datanglah kepada-Nya seorang penderita penyakit kulit menular. Dia sujud di hadapan Yesus dan berkata, “Tuhan, kalau Engkau mau, saya yakin Engkau pasti bisa menyembuhkan saya.”
MAT 8:3 Yesus pun mengulurkan tangan dan menyentuh orang itu sambil berkata, “Aku mau. Sembuhlah!” Saat itu juga penyakit kulitnya hilang dan dia menjadi sembuh.
MAT 8:4 Kemudian Yesus berkata kepada orang itu, “Jangan ceritakan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergi dan tunjukkanlah kulitmu kepada imam yang sedang bertugas. Lalu berikanlah persembahan kepada Allah sesuai dengan perintah Musa tentang setiap orang yang sudah disembuhkan dari penyakit kulit. Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu betul-betul sudah sembuh.”
MAT 8:5 Yesus pergi ke kota Kapernaum. Sewaktu Dia memasuki kota itu, datanglah seorang komandan kompi Romawi kepada-Nya dan memohon dengan sangat,
MAT 8:6 “Tuhan, budak saya sedang terbaring di rumah karena sakit parah. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan sangat menderita.”
MAT 8:7 Yesus berkata kepada komandan itu, “Aku akan datang menyembuhkan dia.”
MAT 8:8 Komandan itu menjawab, “Tuhan, saya tidak layak menerima Engkau di rumah saya. Tetapi saya minta Engkau memberi perintah saja supaya dia sembuh, maka pastilah dia akan sembuh.
MAT 8:9 Karena saya sendiri juga seorang bawahan yang tunduk pada perintah atasan, dan ada pula banyak tentara di bawah perintah saya. Kalau saya berkata kepada salah satu dari mereka, ‘Pergi ke sana,’ maka dia pun pergi. Kalau saya berkata kepada yang lain, ‘Datang,’ maka dia pun datang. Dan kalau saya katakan kepada budak saya, ‘Lakukan ini,’ maka dia pun melakukannya. Seperti itu jugalah keyakinan saya tentang Engkau, bahwa semua perintah-Mu akan jadi.”
MAT 8:10 Mendengar itu, Yesus merasa kagum lalu berkata kepada orang-orang yang mengikuti-Nya, “Aku menegaskan kepadamu: Bahkan di antara bangsa Israel pun belum pernah Aku menemukan keyakinan sebesar ini.
MAT 8:11 Aku beritahukan kepadamu, pada pesta besar ketika Allah mulai memerintah atas segala sesuatu tanpa perlawanan iblis, banyak orang dari segala bangsa akan bergabung bersama para leluhur kita Abraham, Isak, dan Yakub.
MAT 8:12 Tetapi banyak orang dari keturunan Israel yang sebenarnya sudah diundang untuk menghadiri pesta itu justru akan dibuang keluar ke tempat yang paling gelap. Di sanalah mereka akan menangis dan sangat menderita.”
MAT 8:13 Lalu Yesus berkata kepada komandan itu, “Pulanglah dan biarlah terjadi sesuai dengan keyakinanmu.” Pada saat itu juga budak komandan itu sembuh.
MAT 8:14 Ketika Yesus datang ke rumah Petrus, Dia mendapati ibu mertua Petrus sedang terbaring di tempat tidurnya karena demam.
MAT 8:15 Yesus menyentuh tangannya, dan demamnya pun langsung hilang. Kemudian ibu itu bangun dan melayani mereka.
MAT 8:16 Sesudah matahari tenggelam, banyak orang sakit dibawa kepada-Nya, juga orang yang dikuasai setan-setan. Semua orang yang sakit itu disembuhkan Yesus, dan dengan perkataan-Nya saja roh-roh jahat itu langsung meninggalkan orang-orang yang tadinya dikuasai.
MAT 8:17 Yesus melakukan hal itu supaya terjadilah apa yang sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, “Dialah yang mengangkat serta menanggung kelemahan dan penyakit kita dan menyembuhkan penyakit kita.”
MAT 8:18 Waktu Yesus melihat begitu banyak orang yang mengerumuni-Nya, Dia berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita berangkat ke seberang danau.”
MAT 8:19 Lalu seorang ahli Taurat datang kepada-Nya dan berkata, “Guru, saya akan ikut engkau ke mana pun engkau pergi.”
MAT 8:20 Yesus berkata kepadanya, “Anjing hutan mempunyai liang dan burung mempunyai sarang. Tetapi Aku, Sang Anak Adam, tidak mempunyai tempat untuk beristirahat.”
MAT 8:21 Seorang lain yang mengikuti Yesus juga berkata kepada-Nya, “Tuan, saya ingin selalu mengikut engkau. Tetapi izinkanlah saya pulang dulu. Setelah ayah saya meninggal dan dikuburkan, saya akan mengikut engkau.”
MAT 8:22 Tetapi jawab Yesus kepadanya, “Ikutlah Aku sekarang, dan biarkanlah orang-orang yang mati secara rohani menunggu kematian sesama mereka.”
MAT 8:23 Lalu Yesus naik ke perahu dan berangkat ke seberang danau bersama murid-murid-Nya.
MAT 8:24 Tiba-tiba datanglah badai besar melanda danau itu. Perahu mereka dipukul ombak dan banyak air yang masuk sehingga perahu itu hampir tenggelam. Tetapi saat itu Yesus sedang tidur nyenyak.
MAT 8:25 Lalu mereka datang membangunkan Dia dengan berkata, “Tuan, tolong! Mampuslah kita!”
MAT 8:26 Jawab Yesus, “Kenapa kalian begitu takut? Kalian kurang yakin kepada-Ku!” Lalu Dia berdiri dan memerintahkan angin badai dan ombak itu untuk berhenti. Maka angin pun berhenti dan danau menjadi tenang sekali.
MAT 8:27 Mereka terheran-heran dan berkata, “Wah, orang macam apa dia ini?! Bahkan angin dan danau pun taat kepadanya.”
MAT 8:28 Setibanya Yesus di seberang danau, yaitu di daerah orang Girgasi, dua orang yang dikuasai setan-setan datang menemui Dia. Keduanya tinggal di gua-gua pekuburan, dan mereka begitu berbahaya sehingga tidak seorang pun berani melewati tempat itu.
MAT 8:29 Kedua orang itu berteriak kepada-Nya, “Hai Yesus, Anak Allah! Kenapa kamu mengganggu kami? Apakah engkau datang untuk menyiksa kami sebelum waktu yang ditentukan Allah?”
MAT 8:30 Tidak jauh dari situ ada kawanan babi yang sedang makan.
MAT 8:31 Lalu setan-setan itu berulang kali meminta kepada-Nya, “Kalau engkau mengusir kami keluar dari kedua orang ini, izinkanlah kami pergi kepada kawanan babi itu.”
MAT 8:32 Kata Yesus, “Pergilah!” Lalu mereka keluar dari kedua orang itu dan memasuki kawanan babi, sehingga semua babi itu lari dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau, sehingga mati tenggelam.
MAT 8:33 Para penjaga babi itu lari ke kota dan menceritakan apa yang sudah terjadi dengan kawanan babi mereka dan kedua orang yang sebelumnya dikuasai setan-setan.
MAT 8:34 Lalu seluruh penduduk kota keluar untuk menemui Yesus. Saat melihat-Nya, mereka memohon dengan sangat supaya Dia meninggalkan daerah mereka.
MAT 9:1 Sesudah itu Yesus bersama murid-murid-Nya naik ke perahu dan menyeberangi danau untuk kembali ke kota-Nya sendiri.
MAT 9:2 Ketika mereka tiba, beberapa orang membawa kepada-Nya seorang yang lumpuh total dengan terbaring di atas tandu. Waktu Yesus mengetahui mereka percaya penuh bahwa Dia sanggup menyembuhkan orang lumpuh itu, Dia berkata kepadanya, “Anak muda, kuatkanlah hatimu. Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.”
MAT 9:3 Beberapa ahli Taurat yang mendengar perkataan Yesus itu berkata dalam hati mereka, “Orang ini menghina Allah!”
MAT 9:4 Tetapi Yesus mengetahui apa yang mereka pikirkan, lalu berkata kepada mereka, “Kalian sudah salah dengan memikirkan hal yang jahat tentang Aku!
MAT 9:5 Tentu kalian sulit menerima ketika Aku berkata kepada orang lumpuh ini, ‘Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.’ Apakah kalian lebih mudah menerima kalau Aku berkata kepadanya, ‘Bangun dan pulanglah’?!
MAT 9:6 Tetapi, biarlah perkataan yang akan Aku ucapkan sekarang membuktikan kepada kalian bahwa Aku sebagai Sang Anak Adam berhak untuk mengampuni dosa manusia!” Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Bangunlah, angkat tandumu dan pulanglah!”
MAT 9:7 Orang itu pun berdiri dan berjalan pulang.
MAT 9:8 Ketika orang banyak menyaksikan hal itu, mereka terheran-heran lalu memuji Allah yang sudah memberikan kuasa seperti ini kepada manusia melalui Sang Anak Adam.
MAT 9:9 Ketika Yesus meninggalkan tempat itu, Dia melihat saya, Matius, sedang duduk di tempat kerja saya. Waktu itu saya masih menjadi penagih pajak. Kata Yesus kepada saya, “Ikutlah Aku!” Maka saya pun berdiri dan mengikut Yesus.
MAT 9:10 Kemudian waktu Yesus makan di rumah saya, banyak penagih pajak dan orang-orang lain yang juga dianggap orang berdosa datang untuk makan bersama Dia dan kami murid-murid-Nya.
MAT 9:11 Ketika orang-orang Farisi melihat hal itu, mereka bertanya kepada kami, “Kenapa guru kalian makan bersama para penagih pajak dan orang-orang berdosa yang lain?”
MAT 9:12 Mendengar pertanyaan mereka, Yesus menjawab dengan kiasan, “Orang sehat tidak memerlukan dokter. Yang memerlukan dokter adalah orang sakit.
MAT 9:13 Pergi dan pelajarilah maksud Allah ketika Dia berkata, ‘Aku lebih suka kalian menunjukkan belas kasihan kepada orang lain daripada mempersembahkan kurban kepada-Ku.’” Yesus pun menambahkan, “Begitu juga Aku. Aku datang untuk memanggil orang-orang berdosa supaya bertobat, bukan untuk orang-orang yang merasa dirinya benar.”
MAT 9:14 Kemudian murid-murid Yohanes Pembaptis datang kepada Yesus dan bertanya, “Kami sering berpuasa, begitu juga anggota kelompok Farisi. Tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?”
MAT 9:15 Jawab Yesus, “Dalam suatu pesta pernikahan, tamu-tamunya tidak mungkin disuruh berpuasa selama pengantin laki-laki masih ada bersama mereka. Begitu juga selama Aku masih bersama murid-murid-Ku, mereka tidak akan berpuasa. Tetapi bayangkanlah jika pengantin laki-laki dirampas dari teman-temannya. Itulah yang akan terjadi pada-Ku, dan saat itulah murid-murid-Ku akan berpuasa sebagai tanda dukacita.”
MAT 9:16 Lalu Yesus memberikan dua kiasan lagi kepada mereka, “Kalau orang punya baju lama yang sudah robek, dia tidak akan menambal baju itu dengan kain yang baru. Karena kalau baju itu dicuci, kain baru yang ditambal itu akan mengerut dan membuat bagian yang robek itu semakin robek lagi.
MAT 9:17 Begitu juga kalau orang mengolah air anggur yang baru, dia tidak akan memasukkannya ke dalam kantong kulit yang lama. Karena waktu air anggur itu menguap dan udaranya tidak bisa keluar, kantong itu akan robek sehingga air anggur tumpah dan kantong kulitnya dibuang. Karena itu, air anggur yang baru harus dimasukkan ke dalam kantong kulit yang baru juga, sehingga keduanya tersimpan dengan baik.”
MAT 9:18 Sementara Yesus sedang mengajarkan hal-hal itu kepada mereka, datanglah seorang pemimpin Yahudi. Dia sujud di hadapan Yesus dan berkata, “Anak perempuan saya baru saja meninggal. Tetapi saya mohon datanglah ke rumah saya dan sentuhlah dia. Saya yakin dia akan hidup kembali.”
MAT 9:19 Kemudian Yesus berdiri dan mengikuti pemimpin itu ke rumahnya bersama kami para murid-Nya.
MAT 9:20 Waktu Yesus berjalan, seorang perempuan mendekati-Nya dari belakang dan menyentuh rumbai jubah-Nya. Perempuan itu sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan.
MAT 9:21 Dia melakukan itu karena berpikir, “Kalau saya bisa menyentuh jubah-Nya saja, saya pasti sembuh.”
MAT 9:22 Yesus berbalik dan melihat perempuan itu, lalu kata-Nya, “Kuatkanlah hatimu. Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu sudah sembuh.” Seketika itu juga sembuhlah dia.
MAT 9:23 Waktu Yesus tiba di rumah pemimpin orang Yahudi itu, Dia melihat para peniup seruling sudah mulai memainkan musik perkabungan dan orang banyak ribut karena menangisi anak itu.
MAT 9:24 Lalu Yesus berkata, “Keluarlah! Anak ini tidak meninggal. Dia hanya tidur.” Tetapi mereka menertawakan Yesus.
MAT 9:25 Sesudah orang banyak itu diusir keluar, Dia masuk ke dalam kamar anak itu dan memegang tangannya. Lalu anak itu pun bangun!
MAT 9:26 Berita tentang kejadian ini tersebar ke seluruh daerah tersebut.
MAT 9:27 Ketika Yesus melanjutkan perjalanan, ada dua orang buta mengikuti Dia. Mereka berteriak-teriak, “Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah kami!”
MAT 9:28 Sewaktu Dia masuk ke suatu rumah, kedua orang buta itu datang menghadap-Nya. Yesus bertanya kepada mereka, “Apakah kalian percaya bahwa Aku sanggup membuat kalian melihat lagi?” Jawab mereka, “Ya Tuhan, kami percaya.”
MAT 9:29 Maka sambil menyentuh mata mereka, Dia berkata, “Jadilah sesuai dengan yang kalian percayai.”
MAT 9:30 Dan mereka pun bisa melihat kembali! Lalu dengan tegas Yesus melarang mereka, “Jangan ceritakan kejadian ini kepada siapa pun.”
MAT 9:31 Tetapi mereka pergi dan menceritakan berita tentang Yesus di seluruh daerah itu.
MAT 9:32 Waktu kedua orang tadi sedang keluar rumah, beberapa orang datang kepada Yesus membawa seorang bisu yang dikuasai setan.
MAT 9:33 Setelah Yesus mengusir setan dari orang bisu itu, dia langsung bisa berbicara! Orang banyak yang ada di situ terheran-heran dan berkata, “Keajaiban seperti ini belum pernah terjadi di Israel!”
MAT 9:34 Tetapi orang-orang Farisi berkata, “Yesus mengusir setan-setan dengan kuasa iblis, pemimpin mereka.”
MAT 9:35 Lalu Yesus mengunjungi semua kota dan kampung di provinsi Galilea. Di sana Dia mengajar di rumah-rumah pertemuan dan memberitakan Kabar Baik tentang kerajaan Allah. Dia juga menyembuhkan banyak orang dari segala macam penyakit.
MAT 9:36 Waktu melihat orang banyak yang datang kepada-Nya itu, Yesus merasa sangat kasihan kepada mereka karena mereka dalam kesusahan dan amat memerlukan pertolongan, seperti kawanan domba yang tidak mempunyai gembala.
MAT 9:37 Lalu Dia berkata kepada kami murid-murid-Nya, “Semua ladang gandum ini sudah siap dipanen, tetapi orang yang menuainya hanya sedikit.
MAT 9:38 Oleh karena itu, berdoalah supaya TUHAN sang pemilik ladang-ladang ini mengirim para pekerja untuk menuai gandum itu.”
MAT 10:1 Pada hari lain, Yesus mengumpulkan kami kedua belas murid-Nya, lalu memberi kuasa kepada kami untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan segala macam penyakit.
MAT 10:2 Dia mengutus kami pergi sebagai rasul-Nya. Nama-nama yang diutus adalah sebagai berikut: Simon (yang juga disebut Petrus), Andreas saudaranya, Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus,
MAT 10:3 Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius (yaitu saya sendiri yang dulu bekerja sebagai penagih pajak), Yakobus anak Alfeus, Labeus (yang juga disebut Tadeus),
MAT 10:4 Simon orang Kanaan, dan Yudas dari desa Kariot (yang nantinya mengkhianati Yesus).
MAT 10:5 Sebelum Yesus mengutus kami pergi, Dia berpesan, “Jangan pergi ke daerah orang yang bukan Yahudi, dan jangan masuk ke kota-kota orang Samaria,
MAT 10:6 karena Aku mengutus kalian kepada orang Israel yang sudah tersesat. Mereka seperti kawanan domba yang kehilangan gembala.
MAT 10:7 Pergi dan beritakanlah bahwa Allah akan segera mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini.
MAT 10:8 Sembuhkanlah orang-orang sakit, termasuk yang berpenyakit kulit menular. Juga usirlah setan-setan. Tetapi ingat: Jangan meminta imbalan apa pun dari orang yang kamu bantu. Kamu sudah diberkati dengan cuma-cuma, maka berkatilah orang lain dengan cuma-cuma.
MAT 10:9 Janganlah membawa uang dalam bentuk apa pun.
MAT 10:10 Dalam perjalanan janganlah membawa tas perbekalan, pakaian ganti, sandal ganti, atau tongkat cadangan, karena setiap pekerja pantas menerima apa yang dia perlukan.
MAT 10:11 “Ke mana pun kamu pergi, baik ke kota maupun kampung, carilah seseorang yang baik hati dan mau membuka pintu rumahnya bagimu. Tinggallah di situ sampai kamu berangkat lagi.
MAT 10:12 Waktu kamu masuk ke rumah seseorang, ucapkanlah salam kepada semua orang yang ada di rumah itu dan doakanlah supaya Allah memberkati mereka dengan ketenangan dan perlindungan. Kalau mereka benar-benar orang baik, mereka akan menyambut kamu dan menerima berkat itu dari Allah. Tetapi kalau tidak, pergilah, dan mereka juga tidak akan diberkati.
MAT 10:14 Apabila orang-orang di sana menolak kamu atau tidak mau mendengar apa yang kamu ajarkan, kibaskanlah kotoran dari kakimu saat kamu meninggalkan rumah atau kota itu.
MAT 10:15 Aku menegaskan kepadamu: Pada Hari Pengadilan nanti, penduduk kota itu akan menerima hukuman yang lebih berat daripada penduduk Sodom dan Gomora.”
MAT 10:16 “Perhatikanlah! Aku mengutus kamu ke dalam situasi yang berbahaya. Kamu akan menjadi seperti domba di tengah gerombolan serigala. Oleh karena itu, hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
MAT 10:17 Waspadalah! Kamu sendiri akan ditangkap dan dibawa ke sidang pengadilan agama. Para pemimpin rumah-rumah pertemuan Yahudi akan menjatuhkan hukuman cambuk kepadamu.
MAT 10:18 Kamu juga akan diseret menghadap para pejabat pemerintah dan raja-raja karena memberitakan tentang Aku. Hal ini merupakan kesempatan bagimu untuk bersaksi tentang Aku kepada mereka dan kepada orang bukan Yahudi.
MAT 10:19 Apabila kamu diadili, janganlah kuatir tentang apa yang akan kamu katakan atau bagaimana kamu harus membela diri, karena pada saat itu juga akan diberitahukan kepadamu apa yang harus kamu katakan.
MAT 10:20 Sesungguhnya apa yang kamu katakan pada saat itu bukan berasal dari dirimu sendiri, melainkan dari Roh Allah Bapa yang ada di dalammu.
MAT 10:21 “Penganiayaan terhadap kalian nanti akan sangat mengerikan, sehingga orang bahkan tega menyerahkan saudara kandung atau anaknya sendiri untuk dibunuh. Demikian juga banyak anak akan melawan dan menyerahkan orangtua mereka untuk dihukum mati.
MAT 10:22 Banyak sekali orang yang akan membencimu karena kamu percaya kepada-Ku, tetapi bila kamu tetap setia kepada-Ku sampai akhir, jiwamu akan diselamatkan.
MAT 10:23 Kalau kamu dianiaya di suatu kota, larilah ke kota yang lain. Karena, Aku menegaskan kepada kamu semua: Sebelum kalian selesai mengunjungi setiap kota di Israel, Sang Anak Adam sudah datang kembali.
MAT 10:24 “Anak-anak-Ku, janganlah kalian menyangka bahwa kalian akan diperlakukan lebih baik daripada-Ku. Seorang murid tidak mungkin diterima lebih baik daripada gurunya, dan seorang pelayan tidak mungkin diperlakukan lebih baik daripada majikannya. Seorang murid boleh merasa puas kalau dia diperlakukan sama seperti gurunya. Dan seorang hamba boleh merasa puas kalau dia diperlakukan sama seperti majikannya. Sudah ada orang-orang yang mengatakan Aku ini Beelzebul, jadi kalian anak-anak-Ku tentu akan mereka sebut sebagai pengikut Beelzebul juga.”
MAT 10:26 “Oleh karena itu, jangan takut kepada mereka yang menentang kita. Karena setiap usaha dan rencana jahat manusia yang dirahasiakan, suatu hari nanti pasti akan dinyatakan dan diketahui.
MAT 10:27 Demikian juga, apa yang Aku beritahukan kepadamu secara diam-diam, katakanlah itu secara terang-terangan. Dan apa yang Aku bisikkan kepadamu, umumkanlah itu kepada semua orang.
MAT 10:28 “Janganlah takut kepada manusia, karena mereka hanya bisa membunuh tubuhmu, tetapi tidak dapat membunuh jiwamu. Sebaliknya takut dan hormatlah kepada Allah saja, karena Dia sanggup membinasakan tubuh dan jiwamu ke dalam api neraka.
MAT 10:29 Ingatlah contoh ini: Sepasang burung pipit yang dijual dengan harga paling murah. Biarpun begitu, tidak seekor pun mati tanpa sepengetahuan Bapa kita.
MAT 10:30 Bahkan jumlah helai rambut di kepalamu pun Dia tahu.
MAT 10:31 Oleh karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka yang melawan kita! Karena kamu jauh lebih penting di hadapan Bapa kita daripada banyak burung pipit.
MAT 10:32 “Kalau kamu mengaku sebagai pengikut-Ku di depan orang lain, Aku pun akan mengakui kamu sebagai pengikut-Ku di hadapan Bapa-Ku yang di surga.
MAT 10:33 Tetapi kalau kamu menyangkal sebagai pengikut-Ku di depan orang lain, Aku pun tidak akan mengakuimu sebagai pengikut-Ku di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”
MAT 10:34 “Janganlah kalian berpikir bahwa Aku datang ke dunia ini untuk mengadakan perdamaian. Aku datang bukan untuk mengadakan damai, melainkan pedang, yaitu pertentangan yang hebat.
MAT 10:35 Karena dengan kehadiran-Ku, terjadilah keadaan seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, yaitu: ‘Anak laki-laki akan menentang ayahnya, anak perempuan akan menentang ibunya, dan menantu perempuan akan menentang ibu mertuanya.
MAT 10:36 Bahkan para anggota keluarga dekat kalian pun akan menjadi seperti musuh dalam selimut.’
MAT 10:37 “Setiap orang yang mengasihi ayah atau ibunya melebihi kasihnya kepada-Ku, tidak layak disebut pengikut-Ku. Setiap orang yang mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan melebihi kasihnya kepada-Ku, tidak layak disebut pengikut-Ku.
MAT 10:38 Setiap orang yang mengikut Aku hendaklah berpikir, ‘Sekalipun harus mati, bahkan mati disalibkan, aku akan tetap mengikut Tuhan.’ Orang yang tidak bertekad seperti itu tidak layak disebut pengikut-Ku.
MAT 10:39 Setiap orang yang berusaha mempertahankan nyawanya tetap akan mati. Tetapi siapa yang mati dibunuh karena mengikut Aku, dia akan memperoleh hidup yang kekal.”
MAT 10:40 “Di mata Allah, orang yang menerima kalian untuk menginap di rumahnya karena dia tahu kalian adalah utusan-Ku dianggap sama seperti menerima Aku secara langsung. Dan siapa pun yang menerima Aku berarti menerima Allah yang mengutus Aku.
MAT 10:41 Siapa yang menyambut seorang nabi karena menyadari bahwa nabi itu utusan Allah, maka orang itu akan turut menerima berkat Allah seperti yang diberikan kepada seorang nabi. Dan siapa yang menyambut orang benar karena dia memang orang benar, maka orang itu akan turut menerima berkat Allah seperti yang diberikan kepada orang-orang benar.
MAT 10:42 Aku menegaskan kepadamu: Siapa pun yang menolong salah satu pengikut-Ku, sekalipun hanya memberi secangkir air minum kepadanya, orang itu pasti akan menerima upah dari Allah atas perbuatannya.”
MAT 11:1 Sesudah Yesus selesai berpesan kepada kami berdua belas, Dia pergi ke kota-kota di daerah Galilea untuk mengajar dan memberitakan Kabar Baik dari Allah kepada orang-orang di sana.
MAT 11:2 Pada waktu itu Yohanes Pembaptis sedang dipenjara, dan dia mendengar tentang pekerjaan yang dilakukan oleh Kristus. Jadi Yohanes menyuruh dua orang muridnya pergi kepada Yesus
MAT 11:3 untuk menanyakan, “Apakah engkau ini utusan yang dijanjikan kedatangannya, ataukah kita masih menunggu orang lain?”
MAT 11:4 Jawab Yesus, “Kembalilah kepada Yohanes dan ceritakanlah apa yang sudah kalian dengar dan saksikan hari ini,
MAT 11:5 yaitu bahwa sekarang banyak orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang yang berpenyakit kulit menular disembuhkan, orang tuli bisa mendengar, orang mati dibangkitkan, dan Kabar Baik dari Allah sedang diberitakan kepada orang-orang miskin.
MAT 11:6 Katakanlah kepadanya, ‘Sungguh diberkati Allah setiap orang yang tidak meragukan Aku.’”
MAT 11:7 Waktu murid-murid Yohanes itu baru saja pergi, Yesus mulai berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes. Dia berkata, “Sebelum pelayanan-Ku dimulai, kalian sudah pernah pergi jauh keluar-masuk padang belantara untuk melihat seseorang, bukan? Tentu kalian tidak pergi begitu jauh untuk melihat sesuatu yang biasa saja, karena memang tidak mungkin orang mau berjalan jauh hanya untuk melihat sehelai rumput yang bergoyang ditiup angin.
MAT 11:8 Siapakah yang kamu cari waktu itu? Pasti bukan seseorang yang berpakaian indah! Karena orang-orang yang berpakaian indah tidak ada di padang belantara, tetapi di istana raja.
MAT 11:9 Jadi, apa yang kamu cari di sana? Seorang nabi, bukan? Ya, bahkan Aku katakan kepada kalian bahwa kedudukan Yohanes jauh lebih penting daripada seorang nabi.
MAT 11:10 Karena dialah yang dimaksudkan dalam tulisan Kitab Suci yang berkata, ‘Perhatikanlah: Aku akan menyuruh utusan-Ku lebih dulu untuk menyiapkan jalan sebelum Aku mengutus Engkau.’
MAT 11:11 “Sejak Yohanes Pembaptis mulai melayani sampai sekarang, pekerjaan untuk mendirikan kerajaan Allah berkembang dengan cepat, sekalipun orang-orang menentangnya dengan kekerasan dan berusaha menguasainya. Aku menegaskan kepadamu: Yohanes Pembaptis lebih besar daripada semua orang yang pernah dilahirkan. Tetapi dalam kerajaan baru yang sudah mulai didirikan Allah, semua anggota kerajaan-Nya itu akan dianggap lebih besar daripada Yohanes, bahkan orang yang berkedudukan paling rendah sekalipun.
MAT 11:13 Karena seluruh nubuatan dalam hukum Taurat dan kitab para nabi tertuju pada zaman sekarang ini, yaitu zaman ketika Allah mulai mendirikan kerajaan-Nya, yang berawal sejak Yohanes Pembaptis mulai melayani.
MAT 11:14 Biarlah kalian tahu bahwa sebenarnya Yohanes adalah orang yang dinubuatkan untuk datang menggantikan Nabi Elia.
MAT 11:15 “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
MAT 11:16 “Sekarang Aku akan memberikan kiasan yang menggambarkan keadaan orang pada zaman ini: Bayangkanlah dua kelompok anak-anak yang bermain di halaman. Kelompok yang satu berseru kepada kelompok yang lain,
MAT 11:17 ‘Setiap kali kami mengajak kalian bermain sesuatu, kalian selalu menolak! Waktu kami meniup lagu gembira dengan suling, kalian tidak mau menari. Dan waktu kami bermain drama berkabung, kalian juga tidak mau ikut pura-pura menangis.’
MAT 11:18 Artinya begini: Kalian menolak pekerjaan Allah, bagaimana pun bentuknya. Waktu Yohanes Pembaptis sedang melayani TUHAN di antara kalian, dia sering berpuasa dan tidak minum air anggur. Tetapi kalian berkata, ‘Dia dikuasai setan.’
MAT 11:19 Lalu datanglah Aku, Sang Anak Adam. Aku makan dan minum air anggur seperti orang pada umumnya. Tetapi kalian berkata, ‘Lihat! Dia makan dan minum seperti orang rakus! Dia juga berteman dengan para penagih pajak dan orang-orang berdosa lainnya.’ Meskipun begitu, kebijaksanaan Allah selalu terbukti benar melalui orang-orang yang menaatinya.”
MAT 11:20 Pada waktu itu, Yesus memberikan teguran keras terhadap kota-kota di mana Dia melakukan lebih banyak keajaiban, karena banyak penduduknya tidak mau bertobat.
MAT 11:21 Dia berkata, “Celakalah kalian, orang-orang Korazin! Celakalah kalian, orang-orang Betsaida! Betapa ngerinya nanti hukuman Allah atas kalian! Karena seandainya keajaiban-keajaiban yang sudah Aku lakukan di antara kalian terjadi juga pada zaman dulu di Tirus dan Sidon, maka sudah sejak lama mereka sungguh-sungguh bertobat dan menangisi dosa-dosa mereka.
MAT 11:22 Karena itu Aku sungguh-sungguh berkata kepadamu bahwa pada Hari Pengadilan nanti, hukuman bagi kalian akan jauh lebih berat daripada hukuman bagi penduduk Tirus dan Sidon.
MAT 11:23 “Dan kalian juga, hai penduduk Kapernaum! Pikirmu kalian akan ditinggikan sampai mendapat kehormatan besar di surga. Tidak! Kalian akan dibuang ke dalam neraka! Karena seandainya keajaiban-keajaiban yang sudah Aku lakukan di antara kalian terjadi pada zaman dulu di Sodom, mereka sudah bertobat dan kota itu akan tetap ada sampai sekarang.
MAT 11:24 Karena itu Aku sungguh-sungguh berkata kepadamu bahwa pada Hari Pengadilan nanti, hukuman bagi kalian akan jauh lebih berat daripada hukuman bagi penduduk Sodom.”
MAT 11:25 Pada waktu yang sama Yesus berkata lagi, “Aku memuji Engkau, ya Bapa, TUHAN langit dan bumi, karena Engkau sudah merahasiakan ajaran-ajaran tentang kerajaan-Mu dari orang-orang yang bijak dan berpengetahuan, tetapi Engkau menyatakannya kepada siapa saja yang bersedia menerima ajaran benar dengan hati yang polos seperti anak-anak kecil.
MAT 11:26 Karena, ya Bapa, sungguh itulah yang menyenangkan hati-Mu!
MAT 11:27 “Segala sesuatu sudah diserahkan Bapa kepada-Ku. Tidak seorang pun mengenal Aku, yaitu Anak-Nya, kecuali Bapa. Dan tidak seorang pun mengenal Bapa-Ku kecuali Aku dan orang-orang yang hendak Aku perkenalkan kepada-Nya.
MAT 11:28 “Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang lelah menanggung berbagai kesusahan berat. Aku akan menolongmu dan membuatmu lega.
MAT 11:29 Tunduk dan bergantunglah pada-Ku. Belajarlah dari-Ku, karena Aku rendah hati dan akan memimpinmu dengan lemah lembut, maka kamu pun akan merasa lega.
MAT 11:30 Karena bila kamu tunduk dan bergantung pada-Ku, bebanmu yang berat menjadi ringan, dan beban yang Aku berikan pun ringan.”
MAT 12:1 Pada suatu hari Sabat, Yesus dan kami para murid-Nya berjalan melewati ladang-ladang gandum. Karena lapar, kami mulai memetik beberapa bulir gandum dan memakan biji-bijinya.
MAT 12:2 Beberapa orang Farisi melihat apa yang kami lakukan dan berkata kepada Yesus, “Lihat! Murid-muridmu sedang melanggar peraturan hari Sabat!”
MAT 12:3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka, “Tentu kalian sudah tahu apa yang terjadi ketika Daud dan orang-orang yang mengikutinya sedang lapar dan memerlukan makanan.
MAT 12:4 Daud masuk ke kemah Allah dan menerima roti bekas persembahan di ruang kudus. Kemudian Daud membawanya kepada orang-orang yang mengikuti dia, lalu mereka memakan roti itu, padahal menurut hukum Taurat hanya para imam yang boleh memakannya. Tetapi karena mereka memerlukan makanan, maka apa yang dilakukan Daud saat itu tidak dianggap berdosa.
MAT 12:5 Selain itu, tentu kalian tahu bahwa setiap hari Sabat ada imam-imam yang bekerja di rumah Allah. Tetapi pekerjaan itu tidak dianggap sebagai pelanggaran terhadap larangan bekerja pada hari Sabat.
MAT 12:6 Dan Aku berkata kepada kalian bahwa apa yang sedang Allah kerjakan melalui Aku lebih penting daripada rumah Allah!
MAT 12:7 Dalam Kitab Suci, Allah berkata, ‘Daripada memberi banyak kurban hewan kepada-Ku, Aku ingin kalian menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.’ Kalau kalian mengerti maksud ayat ini, tentu kalian tidak akan menyalahkan murid-murid-Ku yang tidak bersalah.
MAT 12:8 Karena Aku, Sang Anak Adam, adalah Penguasa yang berhak untuk menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada hari Sabat.”
MAT 12:9 Lalu Yesus meninggalkan tempat itu dan masuk ke salah satu rumah pertemuan orang Yahudi.
MAT 12:10 Di situ ada seseorang yang salah satu tangannya sudah lumpuh. Beberapa orang Farisi juga ada di sana, dan mereka mau mencari-cari alasan untuk mempersalahkan Yesus. Jadi mereka bertanya kepada-Nya, “Menurutmu, apakah diperbolehkan menyembuhkan orang pada hari Sabat?”
MAT 12:11 Jawab Yesus, “Kalau pada hari Sabat seekor dombamu jatuh ke dalam lubang, apakah kamu tidak akan segera pergi dan bekerja keras mengeluarkan dombamu dari lubang itu? Tentu kamu tidak akan membiarkannya di sana!
MAT 12:12 Betapa lebih berharganya manusia daripada domba! Jadi tentu kita diperbolehkan untuk berbuat baik kepada seseorang, meskipun pada hari Sabat.”
MAT 12:13 Kemudian Yesus berkata kepada orang itu, “Luruskan tanganmu ke depan.” Dia pun meluruskan tangannya yang lumpuh dan saat itu juga sembuhlah tangannya yang sakit, menjadi sekuat tangan sebelahnya!
MAT 12:14 Orang-orang Farisi itu pun keluar dari rumah pertemuan dan mulai mengatur rencana untuk membunuh Yesus.
MAT 12:15 Waktu Yesus mengetahui rencana orang-orang Farisi, Dia meninggalkan tempat itu. Banyak orang mengikuti Dia dan semua yang sakit disembuhkan-Nya,
MAT 12:16 tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan tentang Dia kepada orang lain.
MAT 12:17 Dia sengaja melakukan hal-hal itu supaya pelayanan-Nya sesuai dengan nubuatan Nabi Yesaya yang berkata,
MAT 12:18 “Ketahuilah, inilah hamba-Ku, yang sudah Aku pilih. Aku mengasihi-Nya, dan Dia menyenangkan hati-Ku. Aku sudah memberikan kuasa Roh-Ku kepadanya untuk menegakkan keadilan bagi bangsa-bangsa.
MAT 12:19 Dia tidak akan bertengkar dengan orang lain atau berteriak menentang orang-orang. Dia tidak akan menyebabkan keributan di jalan-jalan.
MAT 12:20 Dia tidak akan mematahkan harapan orang-orang lemah, dan orang yang hampir putus asa diperlakukan-Nya dengan lemah lembut. Demikianlah Dia akan terus berjuang dalam segala hal, sampai Dia menang dan terbukti adil.
MAT 12:21 Maka orang-orang dari segala bangsa akan menggantungkan harapan mereka pada-Nya.”
MAT 12:22 Ada seorang lelaki yang buta dan bisu karena dikuasai setan. Dia dibawa kepada Yesus, lalu Yesus menyembuhkannya sehingga dia bisa melihat dan berbicara.
MAT 12:23 Semua orang yang menyaksikan peristiwa itu terheran-heran dan berkata, “Mungkinkah Dia Keturunan Daud yang dijanjikan itu?”
MAT 12:24 Tetapi waktu orang-orang Farisi mendengarnya, mereka berkata, “Yesus bisa mengusir setan-setan karena diberi kekuatan oleh Beelzebul, pemimpin semua roh jahat.”
MAT 12:25 Namun Yesus mengetahui pikiran orang-orang Farisi itu, maka Dia berkata kepada mereka, “Tidak mungkin Satanas mengusir roh-roh yang memihak kepadanya. Kalau kaki-tangan iblis terpecah-pecah dan saling melawan, kerajaan iblis akan hancur. Sama halnya seperti suatu negara atau kota. Kalau penduduk suatu negara atau kota saling melawan dan berperang, maka negara atau kota itu akan hancur. Begitu juga kalau perpecahan terjadi di antara anggota keluarga.
MAT 12:27 Lagipula seandainya benar bahwa Aku mengusir setan-setan dengan kuasa iblis, berarti kita harus bertanya, ‘Dengan kuasa siapakah anggota-anggota Farisi mengusir setan?’ Sesamamu orang Farisi itu tentu akan berkata bahwa pendapat kalian salah.
MAT 12:28 Tetapi bila Aku mengusir setan-setan dengan kuasa Roh Allah, itu menunjukkan bahwa tanpa kalian sadari Allah sudah mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini dengan penuh kuasa.
MAT 12:29 Aku di sini seperti musuh iblis yang datang untuk merampas hartanya. Tidak ada pencuri yang berani masuk begitu saja ke rumah orang yang sangat kuat. Sebelum masuk ke rumah orang kuat itu, dia harus mengikatnya dulu, barulah dia bisa masuk dan merampas barang-barangnya.
MAT 12:30 “Siapa saja yang tidak berpihak kepada-Ku, berarti dia memusuhi-Ku. Dan siapa yang tidak membantu menggembalakan kawanan domba, berarti dia mencerai-beraikan.
MAT 12:31 “Oleh sebab itu, Aku berkata kepadamu bahwa Allah bersedia mengampuni segala macam dosa manusia, termasuk dosa penghinaan terhadap-Nya. Tetapi orang yang menghina Roh Allah tidak akan pernah diampuni.
MAT 12:32 Setiap orang yang menghina Aku, Sang Anak Adam, bisa diampuni. Tetapi orang yang menghina Roh Allah tidak akan pernah diampuni, baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.”
MAT 12:33 “Setiap orang tahu: Kalau mau makan buah yang enak, ambillah dari pohon yang subur. Buah dari pohon yang buruk pasti tidak enak. Karena setiap pohon dinilai dari buah yang dihasilkannya.
MAT 12:34 Hai kamu keturunan ular berbisa! Bagaimana mungkin kamu, orang jahat, mengeluarkan kata-kata yang baik?! Karena perkataan yang keluar dari mulut orang ditentukan oleh hati orang itu.
MAT 12:35 Jika orang itu baik dan isi hatinya baik, maka kata-kata yang keluar dari mulutnya juga baik. Jika orang itu jahat dan isi hatinya jahat, maka kata-kata yang keluar dari mulutnya juga jahat.
MAT 12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu bahwa pada Hari Pengadilan, setiap orang akan bertanggung jawab atas setiap perkataan yang pernah diucapkannya, bahkan yang dia ucapkan dengan sembarangan.
MAT 12:37 Waktu Allah mengadili setiap manusia, semua kata-kata yang pernah kamu ucapkan akan menjadi bukti untuk memutuskan apakah kamu dihukum atau dibenarkan.”
MAT 12:38 Suatu kali, beberapa orang Farisi dan ahli Taurat berkata kepada Yesus, “Guru, kami ingin melihat engkau melakukan keajaiban sebagai bukti bahwa engkau diutus oleh Allah.”
MAT 12:39 Jawab-Nya kepada mereka, “Kalian adalah orang-orang yang jahat dan tidak setia kepada Allah, karena itulah kalian ingin melihat keajaiban! Tetapi untuk orang-orang seperti kalian, Aku sama sekali tidak akan melakukan keajaiban kecuali satu, yakni keajaiban seperti yang pernah terjadi pada Nabi Yunus.
MAT 12:40 Sebagaimana Yunus berada di dalam perut ikan besar selama tiga hari tiga malam, begitu juga Aku, Sang Anak Adam, akan berada di dalam kubur selama tiga hari tiga malam sebelum dibangkitkan.
MAT 12:41 Pada Hari Pengadilan, penduduk kota Niniwe akan berdiri untuk bersaksi melawan kalian yang hidup pada zaman ini. Karena waktu Yunus memberitakan pesan Allah kepada mereka, mereka bertobat. Tetapi walaupun Aku sudah di sini dan Aku lebih besar daripada Yunus, kalian tidak mau bertobat!
MAT 12:42 Pada Hari Pengadilan, ratu dari Selatan juga akan berdiri untuk bersaksi melawan kamu semua yang hidup pada zaman ini. Karena ratu itu datang dari tempat yang sangat jauh untuk mempelajari kebijaksanaan Raja Salomo. Tetapi lihatlah, walaupun Aku yang lebih besar daripada Salomo ada di sini di hadapanmu, kalian tidak mau mendengarkan Aku!”
MAT 12:43 “Ingatlah contoh ini: Apabila roh jahat meninggalkan seseorang, roh itu tidak bisa tenang. Dia terpaksa mencari ke sana kemari, bahkan ke padang belantara, untuk menemukan orang lain yang dapat dikuasai. Ketika dia tidak berhasil menemukan orang baru,
MAT 12:44 dia berkata, ‘Aku akan kembali kepada orang yang sudah aku tinggalkan.’ Sewaktu kembali, dia melihat bahwa orang itu seperti rumah kosong yang sudah disapu bersih dan tertata rapi.
MAT 12:45 Kemudian dia pergi dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya untuk bergabung dengan dia. Waktu mereka masuk dan menguasai orang itu, keadaannya menjadi lebih buruk daripada sebelumnya. Hal seperti itu jugalah yang akan terjadi pada setiap orang yang termasuk dalam angkatan yang jahat zaman ini.”
MAT 12:46 Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya bersama saudara-saudara-Nya datang dan berdiri di luar. Mereka hendak berbicara dengan Dia.
MAT 12:47 Lalu seseorang memberitahukan kepada-Nya, “Guru, ibu dan saudara-saudaramu sedang menunggu di luar. Mereka ingin berbicara dengan engkau.”
MAT 12:48 Jawab Yesus, “Sekarang Aku akan menunjukkan kepada kalian orang-orang yang Aku anggap seperti ibu dan saudara-saudara-Ku.”
MAT 12:49 Sambil menunjuk ke arah kami murid-murid-Nya, Dia berkata, “Orang-orang seperti inilah yang Aku anggap sebagai ibu dan saudara-saudari-Ku,
MAT 12:50 yaitu orang yang melakukan kemauan Bapa-Ku di surga. Merekalah yang Aku anggap seperti ibu, saudara, dan saudari-Ku!”
MAT 13:1 Hari itu juga Yesus meninggalkan rumah tempat Dia mengajar dan pergi ke tepi danau Galilea, lalu duduk di situ.
MAT 13:2 Sejumlah besar orang datang berkumpul mengelilingi-Nya. Karena itu Dia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh dan duduk untuk mengajar orang banyak itu, sedangkan mereka tetap berdiri di pantai.
MAT 13:3 Kemudian Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan, seperti yang berikut ini: “Pada suatu hari, seorang petani pergi menabur benih di ladang.
MAT 13:4 Waktu dia sedang menabur, sebagian benih itu jatuh di jalan. Lalu burung-burung datang dan memakannya sampai habis.
MAT 13:5 Ada juga yang jatuh di tanah berbatu-batu. Lalu benih itu bertunas dan cepat tumbuh. Tetapi waktu sinar matahari mulai panas, tunas benih itu menjadi layu dan kering karena lapisan tanah di situ tipis sehingga akarnya tidak bisa masuk lebih dalam.
MAT 13:7 Ada juga benih yang jatuh di antara rumput berduri. Kemudian rumput itu tumbuh semakin besar dan menghimpit tunas-tunas benih itu sehingga tidak bisa tumbuh.
MAT 13:8 Tetapi sebagian lain jatuh di tanah yang subur. Tunas-tunas dari benih itu tumbuh besar dan memberi banyak hasil. Dari satu benih ada yang berbuah tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh, bahkan ada juga yang seratus kali lipat.
MAT 13:9 Nah, renungkanlah itu baik-baik, jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri!”
MAT 13:10 Kemudian kami murid-murid-Nya datang dan bertanya, “Guru, mengapa Engkau mengajar orang banyak dengan perumpamaan?”
MAT 13:11 Jawab Yesus, “Karena mereka belum diizinkan memahami ajaran-ajaran-Ku tentang kerajaan Allah, sedangkan kalian sudah diberi izin untuk mengerti hal-hal yang dulu dirahasiakan dari semua manusia.
MAT 13:12 Jadi bagi orang yang berusaha mengerti ajaran-Ku, Allah akan menambahkan kepadanya lebih banyak lagi pengertian secara berlimpah. Tetapi bagi orang yang tidak berusaha mengerti ajaran-Ku, Allah akan mengambil kemampuan untuk mengerti darinya.
MAT 13:13 Itulah sebabnya Aku mengajar orang banyak dengan memakai perumpamaan. Karena meskipun melihat, sebenarnya mereka tidak memperhatikan, dan meskipun mendengar, sebenarnya mereka tidak merenungkan sehingga tidak mengerti.
MAT 13:14 Maka tepatlah apa yang Yesaya nubuatkan tentang mereka: ‘Biarpun kalian terus-menerus mendengar pesan TUHAN, kalian tidak akan mengerti. Dan biarpun kalian terus menyaksikan berbagai perbuatan TUHAN, kalian tidak akan menyadari apa yang terjadi.
MAT 13:15 Karena bangsa ini sudah menjadi keras kepala. Kalian sudah menutup mata dan telinga, tidak mau mendengar, bahkan tidak mau tahu. Kalau tidak demikian, mungkin kalian bisa mendengar, mengetahui, dan memahami. Dengan begitu kalian bisa bertobat dan kembali kepada-Ku, dan Aku tetap bersedia memulihkan keadaan kalian.’
MAT 13:16 Tetapi berbahagialah kamu, karena Allah sudah memberikan berkat yang besar kepadamu. Dia mengizinkan kamu untuk dapat mengerti apa yang kamu dengar dan memahami apa yang kamu lihat.
MAT 13:17 Aku menegaskan kepadamu: Banyak nabi dan orang-orang benar sejak zaman dahulu menanti-nantikan saatnya untuk melihat dan mendengar apa yang sekarang kamu lihat dan dengar, tetapi berkat itu tidak diberikan kepada mereka.”
MAT 13:18 “Oleh karena itu, perhatikanlah arti perumpamaan tentang petani tadi.
MAT 13:19 Yang pertama, tentang benih yang jatuh di jalan. Jalan menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran tentang kerajaan Allah, tetapi tidak mengerti. Kemudian datanglah si jahat, yaitu iblis, dan merampas ajaran yang sudah ditabur di hati mereka.
MAT 13:20 Kedua, tentang benih yang jatuh di tanah berbatu-batu. Tanah berbatu menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran TUHAN dan langsung menerimanya dengan senang hati.
MAT 13:21 Tetapi ajaran itu tidak bisa berakar di dalam hati mereka dan tidak bertahan lama. Ketika mereka mengalami kesusahan atau disiksa karena mengikuti ajaran itu, mereka cepat meninggalkan TUHAN.
MAT 13:22 Ketiga, tentang benih yang jatuh di rumput berduri. Rumput berduri menggambarkan orang-orang yang sudah mendengarkan ajaran dari TUHAN, tetapi mereka kuatir tentang persoalan hidup di dunia ini dan memikirkan hal-hal duniawi serta ingin menjadi kaya. Semua itu merupakan hambatan sehingga ajaran TUHAN tidak menghasilkan apa pun dalam kehidupan mereka.
MAT 13:23 Sedangkan yang keempat, tentang benih yang jatuh di tanah subur. Tanah subur menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran dari TUHAN dan memahaminya. Karena itu, mereka pasti memberikan banyak hasil, seperti benih yang menghasilkan tiga puluh, atau enam puluh, ataupun seratus kali lipat.”
MAT 13:24 Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan lain. Kata-Nya, “Kerajaan Allah bisa digambarkan seperti seorang pemilik ladang yang menyuruh para hambanya menanam bibit gandum yang baik di ladangnya.
MAT 13:25 Suatu malam, ketika orang-orang sedang tidur, datanglah musuh pemilik ladang itu dan menaburkan bibit lalang di antara bibit gandum itu, lalu dia pergi.
MAT 13:26 Sewaktu gandum itu tumbuh besar dan mulai berbuah, tampaklah banyak lalang di antaranya.
MAT 13:27 Para hamba pemilik ladang itu pun datang dan bertanya, ‘Tuan, bukankah kita sudah menanam bibit yang baik di ladang itu?! Lantas dari manakah datangnya lalang-lalang yang tumbuh di sana?’
MAT 13:28 “Dia menjawab, ‘Pasti musuhku yang sudah melakukan itu.’ “Para hambanya bertanya lagi, ‘Apakah Tuan mau supaya kami mencabut lalang-lalang itu?’
MAT 13:29 “Dia menjawab, ‘Tidak usah. Kalau kalian mencabutnya, pasti ada gandum-gandum yang ikut tercabut.
MAT 13:30 Biarkanlah gandum dan lalang itu tumbuh bersama-sama sampai tiba waktu panen. Saat itulah aku akan menyuruh para pekerja yang memanen: Kumpulkanlah semua lalang lebih dulu dan ikatlah untuk dibakar. Sesudah itu kumpulkan gandum dan simpanlah di dalam gudangku.’”
MAT 13:31 Kemudian Yesus memberikan perumpamaan lagi untuk menggambarkan kerajaan Allah. Kata-Nya, “Kerajaan Allah ibarat biji sawi yang diambil seseorang dan ditanam di ladangnya.
MAT 13:32 Biarpun biji tanaman itu paling kecil di dunia, tetapi sesudah tumbuh, biji itu akan menjadi tumbuhan yang paling besar di kebun. Bahkan bisa menjadi pohon yang cukup besar sehingga burung-burung datang berlindung dan bersarang pada cabang-cabangnya.”
MAT 13:33 Selanjutnya Yesus memberikan perumpamaan yang lain, “Kerajaan Allah juga seperti ragi yang dicampurkan oleh seorang perempuan ke dalam tepung yang sangat banyak. Walaupun raginya sedikit dan tepungnya banyak, tetapi semuanya mengembang dan bisa dipanggang menjadi roti.”
MAT 13:34 Hal-hal tentang kerajaan Allah itu Yesus sampaikan kepada orang banyak dengan berbagai perumpamaan. Dia selalu memakai perumpamaan untuk mengajar mereka.
MAT 13:35 Yesus melakukan itu supaya terjadilah apa yang dinubuatkan oleh seorang nabi, yaitu, “Aku akan berbicara menggunakan berbagai perumpamaan, dan dengan demikian Aku menyatakan hal-hal yang dirahasiakan sejak dunia diciptakan.”
MAT 13:36 Sesudah Yesus selesai mengajar orang banyak itu, Dia pulang ke rumah tempat-Nya menginap. Kemudian kami datang kepada-Nya dan meminta, “Guru, tolong jelaskan kepada kami arti perumpamaan tentang lalang-lalang di ladang tadi.”
MAT 13:37 Jawab Yesus, “Pemilik tanah yang menabur bibit yang baik itu adalah Aku, Sang Anak Adam,
MAT 13:38 sedangkan ladang itu adalah dunia ini. Bibit yang baik menggambarkan orang yang menjadi warga kerajaan Allah, dan lalang-lalang itu adalah pengikut iblis.
MAT 13:39 Musuh yang menabur bibit lalang adalah iblis. Musim panen adalah akhir zaman. Dan hamba-hamba yang memanen adalah para malaikat.
MAT 13:40 “Jadi pada akhir zaman, waktu Aku memerintah sebagai Sang Anak Adam, Aku akan mengutus para malaikat-Ku untuk mengumpulkan dan mengeluarkan semua orang yang membujuk orang-orang lain untuk berdosa, juga semua orang yang melakukan kejahatan. Mereka seperti lalang-lalang yang dikumpulkan lalu dibuang ke dalam api neraka. Di sanalah mereka akan selalu menangis dan sangat menderita.
MAT 13:43 Saat itu orang-orang yang benar akan bersinar seperti matahari dalam kerajaan Allah Bapa mereka. “Nah, jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
MAT 13:44 “Kerajaan Allah seperti harta karun yang terpendam dalam tanah di sebuah ladang. Suatu hari, seseorang menemukan harta itu. Dengan sangat gembira dia menguburnya lagi, lalu pergi menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang itu.
MAT 13:45 “Kerajaan Allah juga seperti pedagang yang mencari mutiara yang sangat indah.
MAT 13:46 Ketika dia menemukan sebutir mutiara yang luar biasa indahnya, dia pergi dan menjual seluruh miliknya, lalu membeli mutiara itu.”
MAT 13:47 “Kerajaan Allah juga seperti jala yang diturunkan ke dalam danau, lalu menjaring semua jenis ikan.
MAT 13:48 Sesudah jala itu penuh, para nelayan menariknya ke darat. Kemudian mereka duduk memisah-misahkan ikan itu. Ikan yang baik ditaruh di dalam keranjang, sedangkan yang tidak baik dibuang.
MAT 13:49 Seperti itulah yang akan terjadi pada akhir zaman. Para malaikat akan datang memisahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar.
MAT 13:50 Lalu orang-orang jahat itu akan dibuang ke dalam api neraka. Di sanalah mereka akan selalu menangis dan sangat menderita.”
MAT 13:51 Yesus bertanya kepada kami, “Apakah kalian mengerti arti semuanya itu?” “Mengerti, Tuhan,” jawab kami.
MAT 13:52 Kata-Nya lagi, “Jadi karena kalian sudah mengerti semua itu, kalian juga akan mengerti hal ini: Setiap orang yang mengajarkan tentang kerajaan Allah hendaklah menjadi seperti pengelola rumah yang berhikmat. Dia tahu bagaimana menggunakan semua harta yang sudah disimpannya, baik yang baru maupun yang lama.”
MAT 13:53 Sesudah Yesus selesai menceritakan semua perumpamaan tadi, Dia meninggalkan tempat itu bersama kami.
MAT 13:54 Setibanya di kampung tempat Dia dibesarkan, Yesus diundang mengajar di rumah pertemuan mereka. Penduduk kampung itu heran sekali mendengar ajaran-Nya, tetapi mereka berkata satu sama lain, “Berani sekali dia mengajar kita! Dari manakah orang ini mendapat pengetahuan dan kuasa untuk melakukan keajaiban-keajaiban?
MAT 13:55 Dia hanyalah anak Yusuf, tukang kayu itu. Ibunya Maria. Adik-adiknya yang laki-laki Yakobus, Yoses, Simon, dan Yudas.
MAT 13:56 Semua adik perempuannya juga ada di sini bersama kita. Bisa-bisanya dia berpikir hendak mengajar kita!”
MAT 13:57 Jadi karena orang-orang itu mengetahui asal-usul-Nya, mereka tidak mau percaya kepada-Nya. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Seorang nabi selalu dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya dan di antara keluarganya.”
MAT 13:58 Yesus tidak melakukan banyak keajaiban di sana karena mereka tidak percaya kepada-Nya.
MAT 14:1 Waktu itu Raja Herodes mendengar berita tentang Yesus. Sebelumnya Herodes sudah membunuh Yohanes Pembaptis.
MAT 14:2 Maka dia berkata kepada para hambanya, “Saya pikir, orang yang menyebut dirinya Yesus itu sebenarnya adalah Yohanes Pembaptis. Ternyata Yohanes sudah hidup kembali dari kematian, itulah sebabnya dia bisa melakukan berbagai keajaiban.”
MAT 14:3 Jauh sebelum peristiwa itu, Herodes sudah merebut Herodiana, istri adiknya sendiri yaitu Filipus. Lalu Yohanes Pembaptis berulang kali menegur dia, “Menurut hukum Taurat kamu tidak boleh kawin dengan istri adikmu.” Karena itu Herodes menyuruh tentaranya untuk menangkap Yohanes dan memasukkan dia ke dalam penjara.
MAT 14:5 Herodes mau membunuh Yohanes, tetapi dia takut kepada orang banyak yang percaya bahwa Yohanes adalah nabi.
MAT 14:6 Beberapa waktu kemudian, pada pesta ulang tahun Herodes, anak perempuan Herodiana menari di hadapan Herodes dan para tamunya. Hal itu sangat menyenangkan Herodes,
MAT 14:7 sehingga dengan bersumpah dia berjanji untuk memberikan apa saja yang diminta anak itu.
MAT 14:8 Karena dipengaruhi ibunya, putri itu pun berkata kepada Herodes, “Aku minta supaya kepala Yohanes Pembaptis dipenggal, ditaruh di atas piring besar, dan dibawa kemari!”
MAT 14:9 Mendengar permintaan itu, Herodes sangat menyesal. Tetapi karena sudah bersumpah di depan semua tamunya, dia memberi perintah supaya permintaan itu dipenuhi.
MAT 14:10 Dia menyuruh tentara-tentaranya memenggal kepala Yohanes di penjara.
MAT 14:11 Lalu kepala Yohanes dibawa dengan piring besar dan diberikan kepada putri Herodiana. Kemudian dia menyerahkannya kepada ibunya.
MAT 14:12 Waktu para pengikut Yohanes Pembaptis mendengar berita itu, mereka pergi ke penjara dan mengambil mayat Yohanes, lalu menguburkannya. Kemudian mereka pergi kepada Yesus dan memberitahukan apa yang sudah terjadi.
MAT 14:13 Setelah Yesus mendengar berita kematian Yohanes, Dia bersama kami murid-murid-Nya pergi naik perahu ke tempat yang sepi. Tetapi orang-orang mendengar bahwa Dia sudah pergi. Maka mereka berangkat dari kotanya masing-masing untuk menyusul Dia melalui jalan darat.
MAT 14:14 Waktu Yesus turun dari perahu, Dia melihat banyak orang sudah berkumpul di situ. Dia pun merasa kasihan kepada mereka, lalu menyembuhkan orang-orang sakit di antara mereka.
MAT 14:15 Sore harinya, kami berkata kepada-Nya, “Sekarang sudah sore dan di sini daerah terpencil. Sebaiknya kita menyuruh mereka pergi ke kampung-kampung terdekat untuk membeli makanan.”
MAT 14:16 Tetapi jawab Yesus, “Mereka tidak usah pergi. Kalian saja yang memberi mereka makan.”
MAT 14:17 Kami pun memberitahu Dia, “Guru, kami hanya punya lima roti dan dua ikan.”
MAT 14:18 Dia berkata, “Bawalah roti dan ikan itu kepada-Ku.”
MAT 14:19 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di atas rumput. Dia mengambil lima roti dan dua ikan itu, memandang ke langit, dan mengucap syukur kepada Allah atas makanan yang ada. Kemudian Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu memberikannya kepada kami untuk dibagikan kepada orang banyak.
MAT 14:20 Semua orang makan sampai kenyang. Sesudah itu kami mengumpulkan roti dan ikan yang berlebih sampai dua belas keranjang penuh.
MAT 14:21 Jumlah orang yang ikut makan kira-kira lima ribu orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak.
MAT 14:22 Kemudian Yesus menyuruh kami murid-murid-Nya lebih dulu naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Dia menyuruh orang banyak itu pulang.
MAT 14:23 Sesudah itu, Dia naik seorang diri ke bukit untuk berdoa. Sampai malam, Dia masih sendirian di sana.
MAT 14:24 Sementara itu, perahu kami sudah sampai di tengah danau, terombang-ambing oleh ombak karena angin kencang bertiup dari arah yang berlawanan.
MAT 14:25 Pagi-pagi buta, Yesus datang kepada kami dengan berjalan di atas air.
MAT 14:26 Ketika kami melihat suatu sosok berjalan di atas air, kami sangat ketakutan dan berteriak, “Itu hantu!”
MAT 14:27 Tetapi Yesus langsung berkata kepada kami, “Kuatkanlah hatimu! Ini Aku. Jangan takut.”
MAT 14:28 Lalu kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kalau itu sungguh-sungguh Engkau, suruhlah saya datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air!”
MAT 14:29 Jawab Yesus, “Marilah.” Lalu Petrus turun dari perahu dan mulai berjalan di atas air ke arah Yesus.
MAT 14:30 Tetapi ketika menyadari betapa kencangnya angin, dia menjadi takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak, “Tuhan, tolong!”
MAT 14:31 Yesus langsung memegang Petrus dan berkata, “Kamu kurang yakin kepada-Ku! Kenapa kamu ragu-ragu?”
MAT 14:32 Sesudah Yesus dan Petrus naik ke dalam perahu, angin kencang pun berhenti bertiup.
MAT 14:33 Maka kami sujud menyembah Dia dan berkata, “Engkau benar-benar Anak Allah!”
MAT 14:34 Sesudah tiba di seberang danau, kami turun di pantai Genesaret.
MAT 14:35 Ketika orang-orang di situ mengenali bahwa Dia itu Yesus, mereka pergi ke seluruh daerah sekitar untuk memberitakan bahwa Yesus sudah kembali. Lalu semua orang sakit dibawa kepada-Nya.
MAT 14:36 Mereka memohon kepada Yesus supaya diizinkan untuk menyentuh rumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menyentuh salah satu rumbai-Nya menjadi sembuh.
MAT 15:1 Sesudah itu beberapa orang Farisi dan ahli Taurat datang dari Yerusalem untuk bertemu dengan Yesus. Mereka berkata kepada-Nya,
MAT 15:2 “Kami tidak setuju dengan murid-muridmu yang tidak mengikuti adat istiadat nenek moyang kita! Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”
MAT 15:3 Jawab Yesus, “Dan Aku juga tidak setuju dengan kalian yang melanggar berbagai perintah Allah hanya untuk menaati adat istiadat nenek moyang kita!
MAT 15:4 Misalnya, Allah memerintahkan, ‘Hormatilah ayah dan ibumu,’ dan, ‘Orang yang menghina ayah atau ibunya harus dihukum mati.’
MAT 15:5 Tetapi kalian mengajarkan bahwa kita boleh berkata kepada ayah atau ibu kita, ‘Aku tidak bisa membantumu lagi karena aku sudah berjanji untuk memberikan semua hartaku kepada Allah.’
MAT 15:6 Menurut kalian, kalau kita melakukan itu, kita tidak wajib lagi menghormati ayah atau ibu kita. Berarti kalian membatalkan perintah Allah hanya untuk mengikuti adat istiadat nenek moyang!
MAT 15:7 Hai kalian orang munafik! Tepat sekali nubuatan Yesaya tentang kalian waktu dia berkata,
MAT 15:8 ‘Mulut mereka memuji Aku dan mengaku ingin hidup dekat dengan-Ku, tetapi hati mereka menjauhi Aku.
MAT 15:9 Percuma saja mereka menyembah Aku, karena mereka hanya mengajarkan aturan-aturan manusia yang bukan aturan-Ku.’”
MAT 15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata, “Kalian semua dengarkanlah Aku dan berusahalah untuk mengerti:
MAT 15:11 Apa pun yang kita masukkan ke dalam mulut tidak membuat kita najis di mata Allah. Tetapi apa yang keluar dari mulut kita, itulah yang menentukan najis atau tidaknya kita di mata Allah.”
MAT 15:12 Lalu kami murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, “Apakah Engkau tahu bahwa orang Farisi tersinggung karena perkataan-Mu itu?”
MAT 15:13 Tetapi Yesus menjawab, “Setiap tumbuhan yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai ke akar-akarnya.
MAT 15:14 Kita tidak usah pedulikan orang-orang Farisi itu! Mereka seperti orang buta yang menuntun sesama orang buta. Tentu saja kedua-duanya akan jatuh ke dalam lubang.”
MAT 15:15 Petrus berkata, “Guru, jelaskanlah kepada kami arti kiasan tentang kenajisan tadi.”
MAT 15:16 Jawab Yesus, “Kalian juga belum mengerti?!
MAT 15:17 Tentu kalian tahu bahwa setiap makanan yang masuk melalui mulut turun ke dalam perut, lalu keluar melalui pembuangan air besar.
MAT 15:18 Tetapi yang keluar dari mulut, yaitu perkataan, berasal dari hati. Itulah yang menentukan apakah seseorang najis atau tidak di mata Allah.
MAT 15:19 Karena dari dalam hatilah berasal semua pikiran jahat, termasuk pikiran untuk membunuh, berzina, berbagai dosa percabulan, mencuri, berbohong, dan menjelekkan orang.
MAT 15:20 Hal-hal seperti itulah yang membuat orang najis! Bukan karena dia tidak membasuh tangan sebelum makan.”
MAT 15:21 Kemudian Yesus bersama kami murid-murid-Nya meninggalkan tempat itu dan pergi ke daerah sekitar Tirus dan Sidon.
MAT 15:22 Lalu seorang wanita bangsa Kanaan dari daerah itu datang kepada-Nya sambil berteriak-teriak, “Tuhan, Keturunan Daud, tolonglah saya. Anak perempuan saya dikuasai setan dan sangat menderita.”
MAT 15:23 Yesus sama sekali tidak menjawab dia, sehingga kami meminta kepada Yesus, “Guru, suruhlah perempuan itu pergi, karena dia terus saja mengikuti kita sambil berteriak-teriak.”
MAT 15:24 Jawab Yesus, “Allah mengutus Aku hanya untuk menggembalakan domba-domba Israel yang tersesat.”
MAT 15:25 Tetapi wanita itu datang mendekat, lalu sujud di hadapan-Nya dan berkata, “Tuhan, tolonglah saya!”
MAT 15:26 Jawab Yesus kepadanya, “Kamu bukan orang Yahudi. Kalau Aku menolongmu, itu sama seperti orang yang mengambil makanan anak-anaknya dan memberikannya kepada anjing.”
MAT 15:27 Kata perempuan itu, “Benar, Tuhan. Biar anak-anak Yahudi makan lebih dulu. Tetapi biasanya anjing-anjing memakan sisa makanan yang jatuh dari meja tuan-tuan mereka.”
MAT 15:28 Kemudian Yesus menjawab, “Ibu, kamu sangat percaya kepada-Ku! Karena itu terjadilah sesuai dengan yang kamu minta.” Dan saat itu juga anaknya pun sembuh.
MAT 15:29 Yesus meninggalkan daerah itu dan kembali berjalan di pinggir danau Galilea. Dia naik ke sebuah bukit dan duduk di sana.
MAT 15:30 Lalu banyak sekali orang berdatangan kepada-Nya. Di antara mereka ada yang lumpuh, pincang, buta, bisu, dan menderita berbagai penyakit yang lain. Orang banyak itu meletakkan orang-orang sakit di hadapan Yesus dan Dia menyembuhkan mereka.
MAT 15:31 Orang banyak itu terheran-heran melihat bahwa orang yang tadinya lumpuh atau pincang bisa berjalan dengan baik, yang bisu bisa berbicara, dan yang buta bisa melihat. Karena itu mereka semua memuliakan Allah Israel.
MAT 15:32 Kemudian Yesus memanggil kami murid-murid-Nya dan berkata, “Aku merasa sangat kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka bersama-sama Aku dan sekarang mereka tidak punya makanan lagi. Aku tidak sampai hati menyuruh mereka pulang kelaparan. Jangan-jangan mereka pingsan dalam perjalanan.”
MAT 15:33 Kami berkata kepada-Nya, “Di tempat sepi begini, tidak mungkin kita bisa membeli roti untuk orang sebanyak itu!”
MAT 15:34 Yesus bertanya, “Ada berapa roti yang kalian punya?” Jawab kami, “Hanya tujuh, dan ada beberapa ikan kecil.”
MAT 15:35 Lalu Dia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.
MAT 15:36 Yesus mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu. Setelah mengucap syukur, Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu memberikannya kepada kami untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak.
MAT 15:37 Semua orang makan sampai kenyang. Kemudian makanan yang tersisa dikumpulkan sebanyak tujuh keranjang besar.
MAT 15:38 Jumlah orang yang ikut makan kira-kira empat ribu laki-laki, belum terhitung perempuan dan anak-anak.
MAT 15:39 Sesudah itu Yesus menyuruh mereka pulang. Lalu Dia bersama kami naik perahu dan pergi ke daerah Magdala.
MAT 16:1 Beberapa orang Farisi dan Saduki datang dan mulai berdebat dengan Yesus. Mereka mencari alasan untuk menyalahkan Dia dengan menyuruh Yesus membuat keajaiban sebagai tanda bukti bahwa Dia benar-benar diutus Allah.
MAT 16:2 Tetapi Yesus menjawab dengan gambaran berikut, “Waktu matahari mulai terbenam dan langit kelihatan merah, kalian berkata, ‘Besok cuaca akan baik.’
MAT 16:3 Sedangkan kalau pagi hari langit merah dan gelap, kalian berkata, ‘Hari ini akan hujan.’ Hai orang-orang munafik! Kamu bisa mengetahui apa yang akan terjadi dengan cuaca hanya dengan melihat tanda-tanda di langit! Kenapa kamu tidak bisa mengetahui tanda-tanda zaman yang sedang terjadi sekarang ini?!
MAT 16:4 Hanya orang-orang jahat dan tidak setia kepada Allah seperti kalian yang menuntut untuk melihat keajaiban sebagai tanda bukti! Tetapi hanya satu yang akan diberikan kepada kalian, yaitu keajaiban seperti yang pernah terjadi kepada Nabi Yunus.” Kemudian Yesus pergi meninggalkan mereka.
MAT 16:5 Ketika Yesus dan kami murid-murid-Nya sampai di seberang danau Galilea, kami baru sadar bahwa kami lupa membawa roti.
MAT 16:6 Kata Yesus kepada kami, “Hati-hati, jangan sampai kalian terkena ragi dari kelompok Farisi dan Saduki.”
MAT 16:7 Lalu kami saling membicarakan hal itu dengan berkata, “Dia bicara begitu karena kita tidak membawa roti.”
MAT 16:8 Tetapi Yesus mengetahui apa yang sedang kami bicarakan dan berkata, “Kenapa kalian sampai bicara tentang kekurangan roti?! Kalian kurang yakin kepada-Ku!
MAT 16:9 Sungguh luar biasa kalau kalian masih belum mengerti! Tidakkah kalian ingat?! Waktu Aku memberi makan lima ribu orang dengan lima roti, berapa keranjang sisa roti yang kalian kumpulkan?
MAT 16:10 Dan ketika Aku memberi makan empat ribu orang dengan tujuh roti, berapa keranjang besar sisa roti yang kalian kumpulkan?
MAT 16:11 Jadi kenapa kalian tidak mengerti bahwa Aku tadi bukan berbicara tentang roti?!— ketika Aku berkata, ‘Jangan sampai kalian kena ragi dari kelompok Farisi dan Saduki.’”
MAT 16:12 Akhirnya kami mengerti maksud Yesus, bahwa Dia bukan memperingatkan kami untuk berhati-hati terhadap ragi yang dipakai untuk membuat roti, melainkan berjaga-jaga terhadap ajaran orang-orang Farisi dan Saduki.
MAT 16:13 Sesudah kami tiba di daerah Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada kami, “Bagaimana kata orang tentang pelayanan Aku, Sang Anak Adam? Menurut pendapat mereka, sebagai siapakah Aku diutus?”
MAT 16:14 Kami menjawab, “Ada yang mengatakan bahwa Engkau pengganti Yohanes Pembaptis. Ada yang mengatakan bahwa Engkau Nabi Elia. Dan ada juga yang mengatakan bahwa Engkau adalah Yeremia atau salah satu nabi zaman dulu yang sekarang hidup kembali.”
MAT 16:15 Lalu Dia bertanya lagi, “Tetapi bagaimana pendapat kalian tentang Aku?”
MAT 16:16 Maka Petrus, yang juga disebut Simon, menjawab, “Engkau adalah Kristus dan Anak Allah yang hidup!”
MAT 16:17 Jawab Yesus, “Simon anak Yunus, kamu sungguh diberkati Allah. Karena bukan manusia yang memberi pengertian tentang hal itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.
MAT 16:18 Sekarang Aku berkata kepadamu: Kamu adalah Petrus (sang Batu Besar). Dan di atas batu fondasi ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku. Kuasa kematian tidak akan sanggup mengalahkan kesatuan jemaat-Ku itu.
MAT 16:19 Aku akan memberikan kunci-kunci kerajaan Allah kepadamu. Dengan demikian, semua pintu yang kamu kunci di bumi ini akan terkunci juga di surga, dan semua pintu yang kamu buka di bumi akan terbuka juga di surga.”
MAT 16:20 Lalu dengan tegas Yesus melarang kami untuk memberitahukan kepada siapa pun bahwa Dia adalah Kristus.
MAT 16:21 Sejak saat itu, Yesus mulai menyatakan kepada kami murid-murid-Nya bahwa Dia sudah ditetapkan Allah untuk pergi ke Yerusalem. Dia menjelaskan, “Di sana, para pemimpin Yahudi, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat akan membuat Aku sangat menderita. Lalu Aku akan dibunuh, dan pada hari ketiga Aku akan dihidupkan kembali oleh Allah.”
MAT 16:22 Tetapi Petrus berpikir bahwa Raja Penyelamat tidak mungkin menderita. Maka dia menarik Yesus menjauh sedikit dari kami dan menegur-Nya, “Tuhan, tidak mungkin Allah mengizinkan itu terjadi. Jangan berpikir bahwa Engkau akan mengalami hal-hal itu.”
MAT 16:23 Yesus berpaling memandang Petrus dan berkata kepadanya, “Pergilah dari hadapan-Ku, hai Satanas! Kamu menjadi penghalang bagi-Ku, karena kamu mengikuti pikiran manusia, bukan pikiran Allah!”
MAT 16:24 Kemudian Yesus berkata kepada kami, “Siapa yang mau mengikut Aku, dia harus melupakan kepentingan diri sendiri dan terus mengikut Aku dengan bertekad, ‘Sekalipun harus mati, bahkan mati disalibkan, aku tidak akan mundur.’
MAT 16:25 Karena setiap orang yang ingin menyelamatkan nyawanya tetap akan mati. Tetapi siapa yang mati dibunuh karena mengikut Aku, dia akan memperoleh hidup kekal.
MAT 16:26 Pikirkanlah: Kalau akhirnya kamu mati juga, apa gunanya kamu menjadi kaya sampai memiliki seluruh harta di dunia? Harta sebanyak apa pun tidak bisa membeli hidup yang kekal.
MAT 16:27 Ingatlah, Sang Anak Adam akan pergi kepada Bapa dan akan datang kembali dalam kemuliaan-Nya disertai para malaikat. Pada saat itulah Aku akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya masing-masing.
MAT 16:28 Aku menegaskan kepadamu: Di antara kalian yang berada di sini, beberapa orang tidak akan mati sebelum melihat Aku, Sang Anak Adam, datang dan mulai mendirikan kerajaan-Ku di dunia ini.”
MAT 17:1 Enam hari kemudian, Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes saudara Yakobus pergi berempat saja ke atas suatu gunung yang tinggi.
MAT 17:2 Di sana Yesus berubah wujud di hadapan mereka. Wajah-Nya bersinar seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih mengkilap seperti cahaya.
MAT 17:3 Tiba-tiba ketiga murid-Nya itu melihat Nabi Musa dan Elia sedang bercakap-cakap dengan Yesus.
MAT 17:4 Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Luar biasa! Tuhan, indah sekali kita berada di sini bersama-sama! Kalau Engkau mau, saya akan membuatkan tiga pondok di sini— satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia.”
MAT 17:5 Sementara Petrus masih berbicara, tiba-tiba awan putih yang sangat terang turun dan menutupi mereka. Dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Dialah yang menyenangkan hati-Ku. Taatilah Dia.”
MAT 17:6 Mendengar suara itu, mereka bertiga sangat ketakutan dan sujud dengan muka sampai ke tanah.
MAT 17:7 Tetapi Yesus mendekat dan menyentuh mereka sambil berkata, “Berdirilah. Jangan takut!”
MAT 17:8 Ketika mereka membuka mata dan mengangkat kepala, hanya Yesus sendiri yang mereka lihat.
MAT 17:9 Dalam perjalanan turun dari gunung, Yesus melarang mereka, “Jangan ceritakan kepada siapa pun apa yang sudah kalian lihat di atas gunung ini, sebelum Aku, Sang Anak Adam, hidup kembali dari kematian.”
MAT 17:10 Lalu ketiga murid itu bertanya kepada-Nya, “Mengapa para ahli Taurat mengajarkan bahwa Nabi Elia harus datang lebih dulu sebelum Mesias tiba?”
MAT 17:11 Jawab Yesus kepada mereka, “Benar, Elia memang datang lebih dulu untuk mempersiapkan semua hal sebelum Aku datang. Tetapi Aku beritahukan kepada kalian: Elia sebenarnya sudah datang lebih dulu daripada-Ku, tetapi orang-orang tidak mengenalinya, dan mereka memperlakukan dia sesuka hati! Nah, begitu jugalah mereka akan membuat Aku menderita.”
MAT 17:13 Kemudian barulah ketiga murid itu mengerti bahwa nubuatan tentang Elia digenapi oleh Yohanes Pembaptis.
MAT 17:14 Ketika Yesus dan tiga murid-Nya itu kembali kepada orang banyak, seorang laki-laki datang dan sujud di hadapan-Nya.
MAT 17:15 Orang itu berkata, “Tuhan, kasihanilah anak saya. Dia sakit ayan dan sangat menderita. Dia sering jatuh ke dalam api maupun air.
MAT 17:16 Saya sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkan dia.”
MAT 17:17 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Bukan main! Kalian ini sesat dan tidak percaya kepada Allah! Sampai kapan Aku harus bersabar terhadap kalian?! Bukankah sudah cukup lama Aku tinggal bersama kalian! Bawalah anak itu kemari.”
MAT 17:18 Lalu dengan tegas Yesus melarang setan itu mengganggu anak tersebut. Saat itu juga setan itu meninggalkannya dan anak itu sembuh!
MAT 17:19 Kemudian kami murid-murid-Nya datang kepada Yesus secara tersendiri dan bertanya, “Kenapa kami tidak bisa mengusir setan tadi?”
MAT 17:20 Kata Yesus, “Karena kalian belum yakin akan kuasa Allah. Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu mempunyai keyakinan sebesar biji sawi saja, kamu bisa berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah ke sana!’ Maka gunung itu pasti pindah. Dengan begitu tidak ada satu pun yang tidak bisa kalian lakukan.
MAT 17:21 Namun jenis setan seperti itu hanya dapat diusir dengan berdoa dan berpuasa.”
MAT 17:22 Pada suatu hari, waktu Yesus dan kami masih berada di Galilea, Dia berkata kepada kami, “Aku, Sang Anak Adam, akan diserahkan ke tangan orang-orang jahat.
MAT 17:23 Mereka akan membunuh-Ku, tetapi pada hari ketiga Aku akan dibangkitkan dari kematian.” Kami sangat sedih mendengar perkataan-Nya itu.
MAT 17:24 Sesudah Yesus dan kami kembali ke Kapernaum, tibalah waktu memberikan pajak tahunan untuk rumah Allah. Orang-orang yang menagih pajak itu datang kepada Petrus dan bertanya, “Apakah gurumu selalu membayar pajak tahunan untuk rumah Allah atau tidak?”
MAT 17:25 Jawab Petrus, “Dia selalu bayar!” Lalu ketika Petrus masuk ke rumah di mana Yesus tinggal, sebelum dia sempat berbicara, Yesus bertanya kepadanya, “Menurut kamu, dari siapa sajakah raja-raja menagih pajak? Apakah dari keluarga dekat mereka sendiri, atau dari orang-orang lain?”
MAT 17:26 Jawab Petrus, “Dari orang-orang lain.” Maka Yesus berkata, “Jadi, sebenarnya kita sebagai anak-anak dari sang Raja terbesar bebas dari pajak itu!
MAT 17:27 Tetapi supaya kita tidak menimbulkan masalah dengan mereka yang mengumpulkan pajak itu, pergilah ke danau memancing ikan. Waktu kamu menangkap ikan yang pertama, bukalah mulutnya, dan kamu akan menemukan uang perak yang cukup untuk membayar pajak tahunan bagi dua orang. Berikanlah uang itu kepada mereka sebagai bayaran pajakmu dan pajak-Ku.”
MAT 18:1 Pada waktu itu, kami murid-murid Yesus datang kepada-Nya dan bertanya, “Waktu Engkau mendirikan kerajaan Allah di dunia ini, siapa di antara kami yang paling tinggi kedudukannya?”
MAT 18:2 Kemudian Yesus memanggil seorang anak kecil mendekat kepada-Nya, lalu menempatkan dia di tengah-tengah kami.
MAT 18:3 Yesus berkata, “Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu tidak menjadi rendah hati seperti anak-anak dan bertobat dari sifatmu yang suka mementingkan diri sendiri, kamu tidak akan menjadi warga kerajaan Allah.
MAT 18:4 Karena orang yang paling tinggi kedudukannya dalam kerajaan Allah adalah orang yang merendahkan dirinya seperti anak kecil ini.”
MAT 18:5 “Kalau kamu menerima dan melayani anak kecil seperti ini dengan alasan untuk memuliakan Aku, berarti kamu sudah menerima dan melayani Aku.
MAT 18:6 Kalau seseorang menyebabkan anak kecil yang percaya kepada-Ku jatuh dalam dosa, orang itu akan mendapat hukuman yang sangat berat dari Allah. Daripada dia melakukan dosa besar itu, lebih baik jika sebuah batu besar diikat ke lehernya lalu dia ditenggelamkan ke laut dalam. Mengalami kengerian seperti itu jauh lebih ringan daripada hukuman Allah yang akan dia tanggung selamanya kalau menyebabkan seorang anak jatuh dalam dosa!
MAT 18:7 “Celakalah siapa saja di dunia ini yang menyebabkan orang lain berdosa! Memang godaan-godaan untuk berbuat dosa akan selalu ada di dunia, tetapi celakalah orang yang menimbulkan godaan itu.
MAT 18:8 Jadi, kalau tangan atau kakimu menyebabkan kamu berdosa, lebih baik potong dan buanglah itu, supaya kamu mendapat hidup yang kekal di surga. Lebih baik kamu masuk ke dalam hidup kekal tanpa tangan dan kaki yang lengkap, daripada kamu mempunyai badan yang utuh tetapi dibuang ke dalam api neraka yang menyala selama-lamanya.
MAT 18:9 Dan kalau matamu yang sebelah membuat kamu berdosa, cungkil dan buanglah matamu itu. Lebih baik kamu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan satu mata, daripada mempunyai dua mata tetapi dibuang ke dalam api neraka.”
MAT 18:10 “Hati-hatilah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena sesungguhnya mereka masing-masing mempunyai malaikat yang selalu siap berbicara kepada Bapa-Ku di surga.
MAT 18:11 Ingatlah bahwa Aku, Sang Anak Adam, sudah datang untuk menyelamatkan orang-orang yang tersesat.
MAT 18:12 “Kalau kamu mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya tersesat, apa yang akan kamu lakukan? Pasti kamu akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor, lalu pergi ke bukit-bukit untuk mencari satu domba yang tersesat itu.
MAT 18:13 Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu berhasil menemukannya, pasti kamu akan lebih bergembira karena mendapat yang seekor itu daripada karena sembilan puluh sembilan domba lain yang masih berada dalam kawanan.
MAT 18:14 Begitu jugalah Bapamu yang di surga. Dia tidak mau seorang pun dari anak-anak kecil yang percaya kepada-Nya tersesat dan binasa.”
MAT 18:15 “Kalau saudara seimanmu bersalah kepadamu, datanglah secara pribadi kepadanya dan beritahukanlah kesalahan yang sudah dia lakukan. Kalau dia mengakui kesalahannya dan bertobat, kamu sudah berdamai kembali dengan saudaramu itu.
MAT 18:16 Tetapi kalau dia tidak mau mengakui kesalahannya, temuilah dia lagi bersama satu atau dua orang saudara seiman yang lain. Hal itu dilakukan sesuai peraturan dari hukum Taurat yang mengatakan, ‘Setiap masalah harus didukung oleh dua atau tiga orang saksi mata, barulah masalah itu bisa diputuskan secara sah.’
MAT 18:17 Kalau dia masih menolak mendengarkan saksi mata itu, beritahukanlah perkara tersebut kepada semua jemaat. Dan kalau dia tidak mau juga menerima nasihat jemaat, biarlah semua saudara seiman mengucilkan dia— sebagaimana orang Israel tidak mau bergaul dengan para penagih pajak dan orang dari bangsa lain yang tidak mengenal Allah.
MAT 18:18 Aku menegaskan kepadamu: Setiap pintu yang jemaat kunci di bumi ini akan terkunci juga di surga, dan setiap pintu yang jemaat bukakan di bumi akan terbuka juga di surga.
MAT 18:19 Aku juga menegaskan kepadamu bahwa kalau dua orang atau lebih di antara kalian sepakat meminta sesuatu dalam doa, maka hal itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.
MAT 18:20 Karena apabila dua orang atau lebih dari antara kalian berkumpul dan berdoa untuk memuliakan Aku, maka Aku juga ada di situ di antara kalian.”
MAT 18:21 Lalu Petrus mendekati Yesus dan bertanya, “Tuhan, kalau saudara seiman saya terus melakukan kesalahan kepada saya, sampai berapa kali saya harus memaafkan dia? Apakah cukup tujuh kali?”
MAT 18:22 Jawab Yesus, “Bukan tujuh kali! Bukan juga tujuh puluh tujuh kali! Tetapi kamu harus selalu memaafkan tanpa menghitung-hitungnya.
MAT 18:23 “Biarlah Aku menjelaskan: Keadaan antara saudara-saudari seiman dalam kerajaan Allah adalah seperti cerita ini: Pada suatu hari, seorang raja mau membereskan perhitungan uang yang dia pinjamkan kepada para pegawainya.
MAT 18:24 Waktu perhitungan dimulai, ada seorang pegawai yang mempunyai utang tiga ratus ribu kilogram perak. Lalu dia dibawa menghadap raja.
MAT 18:25 Tetapi dia tidak mampu membayar utangnya. Jadi raja memerintahkan para tentaranya untuk menjual pegawai itu, istrinya, anak-anaknya, dan semua hartanya untuk melunasi utangnya kepada raja.
MAT 18:26 “Maka pegawai itu sujud di hadapan raja dan memohon, ‘Ya, Tuan, sabarlah dulu! Saya akan membayar semua utang saya!’
MAT 18:27 Hati raja tersentuh dan merasa kasihan kepadanya, sehingga dia beserta keluarganya dibebaskan, dan semua utangnya pun dihapuskan.
MAT 18:28 “Lalu apa yang terjadi dengan pegawai yang utangnya sudah dihapuskan itu? Dia pergi keluar dan bertemu dengan salah seorang temannya sesama pegawai kerajaan yang berutang hanya seratus keping uang perak kepadanya. Dia menangkapnya dan mencekiknya sambil berkata, ‘Bayar utangmu!’
MAT 18:29 “Temannya itu sujud dan memohon, ‘Tolong sabarlah dulu. Saya akan membayar utang saya.’
MAT 18:30 “Tetapi dia tidak mau bersabar dan malah melaporkan temannya itu kepada hakim supaya dipenjarakan sampai dia melunasi semua utangnya.
MAT 18:31 “Melihat kejadian itu, pegawai-pegawai yang lain sangat sedih lalu melaporkannya kepada raja.
MAT 18:32 Kemudian raja memanggil pegawai yang jahat itu dan berkata, ‘Hai pegawai yang jahat! Saya sudah menghapuskan semua utangmu hanya karena kamu meminta kesabaran dari saya!
MAT 18:33 Seharusnya kamu juga berbelas kasihan kepada temanmu itu, seperti saya sudah berbelas kasihan kepadamu!’
MAT 18:34 Raja itu sangat marah sehingga dia memerintahkan agar pegawai yang jahat itu dipenjarakan dan dipukuli setiap hari sampai semua utangnya dibayar lunas.
MAT 18:35 “Begitu jugalah yang akan dilakukan oleh Bapa-Ku yang di surga kepadamu, kalau kamu tidak sungguh-sungguh memaafkan setiap orang yang bersalah kepadamu.”
MAT 19:1 Sesudah Yesus mengajarkan semua hal itu, Dia bersama kami murid-murid-Nya meninggalkan provinsi Galilea dan pergi ke provinsi Yudea di seberang sungai Yordan.
MAT 19:2 Banyak orang mengikuti Dia ke sana, dan Dia menyembuhkan orang-orang sakit di antara mereka.
MAT 19:3 Tetapi beberapa orang Farisi datang hendak mencari alasan untuk menyalahkan Yesus, maka mereka bertanya, “Apakah seorang laki-laki boleh menceraikan istrinya dengan alasan apa pun?”
MAT 19:4 Jawab Yesus kepada mereka, “Kalian pasti sudah membaca yang tertulis dalam Kitab Suci, bahwa pada mulanya Sang Pencipta menciptakan manusia sepasang, seorang laki-laki dan seorang perempuan.
MAT 19:5 Allah juga berkata, ‘Oleh karena itulah, dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya dan dipersatukan dengan seorang istri, sehingga mereka berdua menjadi satu.’
MAT 19:6 Dengan demikian, di mata Allah suami-istri bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan tidak boleh diceraikan oleh manusia.”
MAT 19:7 Lalu orang-orang Farisi itu bertanya kepada-Nya, “Kalau begitu, kenapa Musa mengizinkan seorang suami menceraikan istrinya dengan memberikan surat keterangan cerai kepadanya?”
MAT 19:8 Jawab Yesus, “Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu karena kamu keras kepala terhadap perintah Allah. Tetapi sesungguhnya sejak awal tidaklah demikian.
MAT 19:9 Aku berkata kepadamu: Bila seorang suami menceraikan istrinya supaya bisa menikah dengan perempuan lain, di mata Allah dia berzina. Demikian juga, setiap laki-laki yang menikahi perempuan yang sudah diceraikan oleh suaminya, dia berzina. Satu-satunya alasan seorang suami boleh menceraikan istrinya adalah kalau istrinya itu sudah berzina.”
MAT 19:10 Lalu kami murid-murid Yesus berkata kepada-Nya, “Kalau hukum yang mengatur hubungan suami-istri begitu ketat, lebih baik tidak usah mencari pasangan dan hidup membujang saja!”
MAT 19:11 Jawab Yesus, “Tidak semua orang sanggup hidup seperti yang kamu katakan itu. Hanya orang-orang tertentu yang sudah dipersiapkan oleh Allah yang bisa merasa puas dengan hidup membujang.
MAT 19:12 Ada orang yang memang dilahirkan dengan tubuh yang tidak memungkinkan untuk hubungan suami-istri. Ada yang membujang karena orang lain sudah merusak alat kelaminnya. Dan ada juga orang yang memilih untuk tidak menikah supaya bisa melayani dengan lebih baik dalam kerajaan Allah. Orang-orang yang sanggup hidup sesuai ajaran ini, hendaklah mereka melakukannya.”
MAT 19:13 Kemudian beberapa orang datang membawa anak-anak mereka kepada Yesus supaya Dia meletakkan tangan-Nya pada kepala anak-anak itu dan mendoakan berkat bagi mereka. Tetapi kami murid-murid-Nya dengan tegas melarang orang-orang itu membawa anak-anak kepada Yesus.
MAT 19:14 Namun Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan melarang mereka! Karena orang-orang seperti inilah yang menjadi warga kerajaan Allah.”
MAT 19:15 Sesudah Yesus meletakkan tangan-Nya pada kepala anak-anak itu sambil mendoakan mereka, Dia bersama kami berangkat ke tempat lain.
MAT 19:16 Ada seorang laki-laki muda yang datang kepada Yesus dan bertanya, “Guru yang baik, perbuatan baik apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hidup yang kekal?”
MAT 19:17 Yesus menjawab, “Mengapa kamu mengatakan Aku baik? Hanya Allah satu-satunya yang baik. Kalau kamu mau mendapat hidup yang kekal, taatilah perintah-perintah dalam hukum Taurat.”
MAT 19:18 Orang itu bertanya lagi, “Perintah-perintah manakah yang harus saya taati?” Jawab Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan memberikan kesaksian palsu,
MAT 19:19 hormatilah ayah dan ibumu, dan kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.”
MAT 19:20 Orang muda itu berkata, “Semuanya itu sudah saya taati sejak masa muda. Apa lagi yang perlu saya lakukan?”
MAT 19:21 Yesus berkata lagi kepada orang itu, “Kalau kamu mau menjadi sempurna, pergilah dan juallah seluruh hartamu. Lalu bagi-bagikanlah uangnya kepada orang miskin. Dengan begitu kamu akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah kembali dan ikutlah Aku.”
MAT 19:22 Mendengar jawaban Yesus, orang muda itu pergi dengan sedih karena dia sangat kaya dan tidak mau melepaskan hartanya.
MAT 19:23 Kemudian Yesus berkata kepada kami murid-murid-Nya, “Aku menegaskan kepadamu: Sulit sekali bagi orang kaya untuk menjadi warga kerajaan Allah!
MAT 19:24 Sesungguhnya, lebih gampang seekor unta melewati lubang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan Allah.”
MAT 19:25 Ketika mendengar hal itu, kami tercengang dan bertanya, “Kalau begitu, siapa yang bisa selamat?”
MAT 19:26 Tetapi Yesus memandang kami dan berkata, “Bagi manusia, hal itu mustahil, tetapi bagi Allah segalanya bisa.”
MAT 19:27 Lalu Petrus berkata kepada-Nya, “Bagaimana dengan kami? Kami sudah meninggalkan semua milik kami dan mengikut Engkau. Jadi apa yang akan kami dapatkan?”
MAT 19:28 Jawab Yesus kepada kami, “Aku menegaskan kepadamu: Waktu Allah memperbarui segala sesuatu, Aku, Sang Anak Adam, akan duduk di takhta yang menunjukkan kemuliaan-Ku. Pada saat itu, kalian berdua belas yang sudah menjadi rasul-Ku juga akan duduk di atas takhtamu masing-masing untuk memerintah dan menghakimi kedua belas suku Israel.
MAT 19:29 Dan setiap orang yang sudah meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, orangtuanya, pasangannya, anak-anaknya, atau ladangnya karena mengikut Aku, dia akan mendapat seratus kali lipat yang serupa, dan dia juga akan menerima hidup yang kekal.
MAT 19:30 Tetapi kelak, banyak orang yang sekarang mempunyai kedudukan tinggi akan mendapat kedudukan yang rendah. Dan banyak orang yang sekarang mempunyai kedudukan rendah akan mendapat kedudukan yang tinggi.”
MAT 20:1 Yesus melanjutkan ajaran-Nya, “Karena kerajaan Allah bisa diumpamakan seperti seorang yang mempunyai kebun anggur yang luas. Pagi-pagi sekali, dia pergi ke pasar di mana para pekerja harian biasanya berkumpul. Dia mencari beberapa orang untuk bekerja di kebunnya itu.
MAT 20:2 Lalu dia menemui sejumlah pekerja dan mereka setuju untuk bekerja dengan upah biasa, yaitu satu keping uang perak sehari. Dia pun menyuruh mereka pergi ke kebunnya.
MAT 20:3 “Kira-kira jam sembilan pagi, dia pergi lagi ke pasar dan melihat beberapa orang pekerja sedang menganggur.
MAT 20:4 Maka dia berkata kepada mereka, ‘Bekerjalah di kebun anggur saya. Saya akan membayar kalian dengan upah yang pantas.’ Mereka pun setuju dan pergi bekerja di kebunnya.
MAT 20:5 Sekitar jam dua belas siang dan jam tiga sore, pemilik kebun itu pergi lagi melakukan hal yang sama.
MAT 20:6 “Kira-kira jam lima sore, dia pergi lagi ke pasar dan melihat beberapa orang pekerja lain di sana yang masih juga menganggur. Dia bertanya kepada mereka, ‘Kenapa kalian membuang-buang waktu sepanjang hari di sini dan tidak mengerjakan apa-apa?!’
MAT 20:7 “Jawab mereka, ‘Tidak ada orang yang memberi kami pekerjaan.’ “Kata pemilik kebun itu, ‘Kalau begitu, kalian juga pergilah bekerja di kebun saya. Kalian akan menerima upah yang pantas.’
MAT 20:8 “Ketika hari sudah petang dia berkata kepada mandornya, ‘Panggillah para pekerja itu dan bayarlah upah mereka, mulai dari yang datang terakhir sampai yang pertama.’
MAT 20:9 Lalu para pekerja yang mulai bekerja jam lima sore datang mengambil upah mereka. Masing-masing menerima satu keping uang perak.
MAT 20:10 Waktu tiba giliran para pekerja yang mulai sejak pagi, mereka mengira akan menerima upah lebih banyak daripada pekerja yang lain. Namun ternyata setiap orang yang datang pertama juga diberi upah satu keping uang perak.
MAT 20:11 Jadi waktu menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada pemilik kebun anggur itu.
MAT 20:12 Kata mereka, ‘Para pekerja yang datang terakhir hanya bekerja satu jam, tetapi Bapak membayar mereka sama dengan kami! Padahal kami sudah bekerja keras sepanjang hari di bawah panas matahari!’
MAT 20:13 “Tetapi pemilik kebun itu menjawab salah satu dari mereka, ‘Kawan, saya tidak melakukan yang kurang adil kepadamu! Bukankah sebelumnya kamu sudah setuju untuk bekerja sepanjang hari dengan upah satu keping perak?!
MAT 20:14 Jadi sekarang pulanglah dengan upahmu itu. Saya memang sudah memutuskan untuk membayar para pekerja yang datang terakhir sama seperti upahmu.
MAT 20:15 Bukankah saya berhak melakukan apa pun yang saya mau dengan uang saya sendiri?! Atau apakah kamu iri karena saya bermurah hati kepada orang lain?’”
MAT 20:16 Lalu Yesus menjelaskan, “Dengan demikian, orang-orang yang sekarang mempunyai kedudukan rendah, kelak akan mendapatkan kedudukan tinggi. Dan orang-orang yang sekarang mempunyai kedudukan tinggi, kelak akan mendapatkan kedudukan rendah. Banyak orang yang diundang menjadi warga kerajaan Allah, tetapi hanya sedikit yang terpilih.”
MAT 20:17 Ketika Yesus dan kami kedua belas murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem, Dia mengumpulkan kami secara terpisah dari para pengikut lain dan berkata,
MAT 20:18 “Dengarlah baik-baik! Kita sedang menuju Yerusalem. Di sana Aku akan diserahkan kepada para imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Dan mereka akan menjatuhkan hukuman mati kepada-Ku.
MAT 20:19 Kemudian mereka akan menyerahkan Aku kepada para penguasa yang bukan Yahudi. Mereka akan menghina dan mencambuk Aku, lalu membunuh-Ku dengan cara disalibkan. Tetapi pada hari ketiga sesudah kematian-Ku, Aku akan dibangkitkan kembali.”
MAT 20:20 Sesudah itu istri Zebedeus, yaitu ibu Yakobus dan Yohanes, datang kepada Yesus bersama kedua anaknya itu, lalu dia sujud di hadapan Yesus untuk meminta sesuatu.
MAT 20:21 Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang Ibu mau?” Dia menjawab, “Kelak waktu Engkau menjadi raja dan duduk di atas takhta kerajaan-Mu, berjanjilah bahwa kedua anak saya ini akan diberi jabatan yang paling tinggi, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
MAT 20:22 Jawab Yesus kepada kedua anaknya itu, “Kalian tidak mengerti apa yang kalian minta. Apakah kalian sanggup menerima penderitaan seperti yang akan segera Aku alami? Apakah kalian siap ditimpa kesengsaraan seperti yang akan Aku alami?” Jawab mereka, “Ya, kami sanggup.”
MAT 20:23 Kata Yesus kepada mereka, “Memang kalian akan mengalami penderitaan dan ditimpa kesengsaraan seperti yang akan Aku alami. Tetapi Aku tidak berhak menentukan siapa yang akan duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku. Bapa-Ku yang akan memberikan kedua tempat itu kepada orang yang sudah Dia tentukan.”
MAT 20:24 Waktu kami kesepuluh murid yang lain mendengar hal itu, kami sangat marah kepada Yakobus dan Yohanes.
MAT 20:25 Tetapi Yesus memanggil kami semua dan berkata, “Kalian tahu bahwa para penguasa bangsa-bangsa suka memerintah rakyatnya dengan keras dan menindas hak-hak mereka.
MAT 20:26 Tetapi kalian tidak boleh seperti mereka. Kalau kamu mau menjadi orang yang terkemuka, kamu harus mengambil tempat yang paling hina dan menjadi pelayan bagi yang lain.
MAT 20:27 Dan kalau kamu mau mendapat kedudukan yang paling tinggi, kamu harus menjadi budak bagi semua yang lain.
MAT 20:28 Kalian harus mengikuti teladan-Ku. Biarpun Aku, Sang Anak Adam, Aku datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan hidup-Ku sebagai kurban untuk menebus banyak orang dari dosa-dosa mereka.”
MAT 20:29 Waktu Yesus dan kami semua meninggalkan kota Yeriko, banyak orang mengikuti kami.
MAT 20:30 Ada dua orang buta sedang duduk di pinggir jalan. Waktu mereka mendengar bahwa Yesus sedang melewati jalan itu, mereka mulai berseru, “Tuhan, Keturunan Daud, kasihanilah kami!”
MAT 20:31 Orang banyak yang mengikuti Yesus menegur mereka supaya diam, tetapi mereka berteriak semakin keras, “Tuhan, Keturunan Daud, kasihanilah kami!”
MAT 20:32 Lalu Yesus berhenti dan berkata kepada mereka berdua, “Apa yang kalian mau Aku perbuat bagi kalian?”
MAT 20:33 Jawab mereka, “Ya Tuhan, kami ingin mata kami bisa melihat lagi.”
MAT 20:34 Yesus sangat mengasihani mereka, maka Dia menjamah mata mereka. Saat itu juga mereka bisa melihat kembali, lalu keduanya mengikuti Yesus.
MAT 21:1 Waktu Yesus dan kami para murid-Nya sudah dekat Yerusalem, kami tiba di desa Betfage yang berada di kaki Bukit Zaitun. Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya berjalan lebih dulu
MAT 21:2 dengan berpesan kepada mereka, “Pergilah ke desa yang di depan itu. Begitu kalian masuk, kalian akan melihat seekor keledai betina terikat bersama anaknya. Lepaskanlah keduanya dan bawalah kepada-Ku.
MAT 21:3 Kalau ada orang yang menanyakan tentang apa yang sedang kalian lakukan, katakanlah, ‘Tuhan memerlukan dua keledai ini,’ maka orang itu akan mengizinkan kalian membawa keduanya.”
MAT 21:4 Hal itu dilakukan supaya terjadi tepat seperti yang dikatakan Allah melalui nubuatan nabi yang mengatakan,
MAT 21:5 “Katakanlah kepada para penduduk Yerusalem, ‘Perhatikanlah, Rajamu datang kepadamu! Dia rendah hati dan menunggangi seekor keledai beban, bahkan seekor keledai muda.’”
MAT 21:6 Lalu kedua murid itu pergi dan melakukan tepat seperti yang Yesus suruh.
MAT 21:7 Mereka membawa keledai itu bersama anaknya dan meletakkan jubah-jubah mereka di atas punggung kedua keledai itu sebagai alas duduk. Lalu Yesus naik ke punggung keledai muda.
MAT 21:8 Sangat banyak orang yang sudah berkumpul di situ melepas dan menghamparkan jubah mereka di jalanan untuk menghormati Yesus. Ada juga yang memotong ranting-ranting berdaun dari pepohonan dan menebarkannya di jalan itu.
MAT 21:9 Orang-orang yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya di belakang terus bersorak-sorai, “Hosana! Terpujilah TUHAN atas kedatangan Keturunan Daud ini! ‘Diberkatilah raja kita ini yang datang mewakili TUHAN.’ Terpujilah TUHAN di tempat-tempat yang tertinggi di surga.”
MAT 21:10 Pada waktu Yesus memasuki Yerusalem, seisi kota menjadi gempar dan bertanya-tanya, “Siapa itu?!”
MAT 21:11 Orang banyak yang mengikuti Yesus menjawab, “Dia itu Yesus!— nabi yang berasal dari desa Nazaret di provinsi Galilea.”
MAT 21:12 Lalu Yesus masuk ke teras rumah Allah dan mengusir semua orang yang sedang berjual-beli di situ. Dia membalikkan meja-meja yang dipakai oleh para penukar uang, juga menggulingkan bangku-bangku para penjual burung merpati.
MAT 21:13 Kata-Nya kepada mereka, “Dalam Kitab Suci Allah berkata, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa.’ Tetapi kalian sudah menjadikannya ‘sarang pencuri!’”
MAT 21:14 Lalu banyak orang buta dan orang pincang datang kepada-Nya di teras rumah Allah. Dia menyembuhkan mereka semua.
MAT 21:15 Namun para imam kepala dan ahli Taurat menjadi sangat marah ketika melihat perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Yesus dan mendengar anak-anak kecil bersorak-sorai di teras rumah Allah, “Hosana, terpujilah TUHAN atas kedatangan Keturunan Daud ini.”
MAT 21:16 Mereka berkata kepada Yesus, “Kamu mendengar anak-anak itu, bukan?! Kenapa kamu tidak melarang mereka berkata begitu?!” Jawab Yesus, “Ya, Aku dengar. Tetapi kalian sudah tahu Firman Allah, bukan?! Penulis Mazmur berkata kepada Allah, ‘Engkau sudah mengajar anak-anak dan bayi-bayi untuk memberi pujian yang sempurna kepada-Mu.’”
MAT 21:17 Kemudian Yesus bersama kami meninggalkan mereka dan keluar dari kota Yerusalem. Kami pergi ke desa Betania untuk bermalam di situ.
MAT 21:18 Besoknya pagi-pagi sekali, ketika Yesus dan kami dalam perjalanan kembali ke kota Yerusalem, Dia merasa lapar.
MAT 21:19 Dia melihat sebatang pohon ara di pinggir jalan lalu mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ada buah di situ. Tetapi ternyata pohon itu tidak berbuah, hanya ada daun-daun saja. Maka Dia berkata kepada pohon itu, “Mulai sekarang kamu tidak akan pernah berbuah lagi.” Saat itu juga pohon itu menjadi kering.
MAT 21:20 Ketika kami murid-murid-Nya melihat hal itu, kami terheran-heran dan bertanya, “Bagaimana pohon ara itu bisa langsung kering?!”
MAT 21:21 Jawab Yesus, “Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu percaya tanpa ragu-ragu dalam hatimu, kamu juga bisa membuat keajaiban seperti yang Aku lakukan kepada pohon ini, bahkan yang lebih besar lagi. Misalnya, kamu bisa meminta kepada Allah supaya gunung ini pindah ke dalam laut, dan hal itu akan terjadi.
MAT 21:22 Segala sesuatu yang kamu minta dalam doa, percayalah bahwa Allah sedang memberikannya, maka kamu akan menerimanya.”
MAT 21:23 Pada waktu Yesus sudah kembali ke teras rumah Allah dan sedang mengajar di sana, para imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi mendatangi Dia dan berkata, “Siapa yang memberikan wewenang kepadamu untuk mengajar dan mengubah kebiasaan-kebiasaan kami?— seperti yang kamu lakukan kemarin! Atas nama siapa kamu melakukan itu?”
MAT 21:24 Dia menjawab, “Aku juga mau menanyakan sesuatu kepada kalian. Kalau kalian menjawab-Ku, maka Aku akan memberitahukan Siapa yang memberikan wewenang itu kepada-Ku.
MAT 21:25 Coba jawab pertanyaan-Ku ini: Siapa yang memberikan wewenang kepada Yohanes Pembaptis untuk membaptis orang-orang? Apakah Allah yang memberikannya, atau dia bekerja atas kemauannya sendiri?” Lalu mereka berunding satu sama lain, “Kalau kita menjawab ‘Allah yang memberikannya,’ nanti Yesus akan menyerang balik, ‘Kalau begitu, kenapa kalian tidak percaya kepada Yohanes?’
MAT 21:26 Tetapi jangan kita jawab, ‘Dia bekerja atas kemauannya sendiri. Kita takut jawaban itu akan membuat orang banyak ini marah, karena mereka percaya bahwa Yohanes adalah nabi.’”
MAT 21:27 Jadi mereka menjawab Yesus, “Kami tidak tahu.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Kalau begitu Aku pun tidak akan memberitahu kalian tentang Siapa yang memberi-Ku wewenang untuk melakukan tindakan seperti kemarin.”
MAT 21:28 “Sekarang katakanlah pendapat kalian tentang cerita ini: Ada seorang bapak yang mempunyai dua anak laki-laki. Suatu hari dia menyuruh anaknya yang tertua, ‘Nak, pergilah bekerja di kebun anggurku hari ini.’
MAT 21:29 “Anak itu menjawab, ‘Aku tidak mau!’ Tetapi kemudian dia menyesal lalu pergi dan bekerja di kebun.
MAT 21:30 “Lalu bapak itu menyuruh anaknya yang bungsu. Anak itu menjawab, ‘Ya Pak, aku akan pergi.’ Tetapi dia tidak pergi.
MAT 21:31 “Menurut kalian, yang manakah dari kedua anak itu yang melakukan kehendak bapaknya?” Jawab mereka, “Yang tertua.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku menegaskan kepadamu: Orang-orang berdosa seperti para penagih pajak dan pelacur sedang diterima sebagai umat kerajaan Allah, sedangkan kalian belum!
MAT 21:32 Karena Yohanes datang dan menunjukkan kepada kalian hidup yang sesuai dengan kehendak Allah, tetapi kalian tidak mau mempercayai ajarannya. Sebaliknya, para penagih pajak dan para pelacur mempercayainya. Biarpun kalian sudah menyaksikan begitu banyak orang seperti mereka digerakkan oleh Allah untuk bertobat, kalian masih tidak menyesal dan tidak juga percaya pada ajaran Yohanes.”
MAT 21:33 “Dengarkanlah cerita yang lain ini: Ada seorang pemilik tanah yang menyuruh hamba-hambanya membuat kebun anggur yang besar, lengkap dengan pagar di sekelilingnya. Lalu mereka menggali lubang tempat memeras buah anggur, serta membangun pondok jaga yang tinggi untuk mengawasi kebun itu kalau-kalau ada pencuri atau binatang yang masuk. Sesudah itu pemiliknya menyewakan kebun anggur itu kepada beberapa orang petani, lalu dia pergi ke negeri lain bersama para hambanya.
MAT 21:34 Waktu musim panen tiba, dia menyuruh hamba-hambanya pergi kepada para petani itu untuk mengambil hasil kebun yang menjadi bagiannya.
MAT 21:35 “Tetapi para petani itu menangkap hamba-hambanya. Yang satu mereka pukul, yang seorang lagi mereka bunuh, dan yang lain lagi dilempari batu sampai mati.
MAT 21:36 Pemilik kebun itu menyuruh sekelompok hamba lain, lebih banyak daripada yang pertama. Tetapi para petani itu memperlakukan mereka dengan cara yang sama.
MAT 21:37 Akhirnya dia mengutus anaknya sendiri kepada para petani itu dengan pikiran, ‘Tentu mereka akan menghormati anakku.’
MAT 21:38 “Tetapi waktu melihat anak itu datang, mereka berkata satu sama lain, ‘Lihat! Yang datang ini adalah anaknya! Nanti dialah yang akan menjadi pemilik kebun ini kalau ayahnya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita.’
MAT 21:39 Maka mereka menangkap dia dan menyeretnya keluar dari kebun anggur itu, lalu membunuhnya.”
MAT 21:40 Yesus pun bertanya, “Jadi, waktu pemilik kebun itu kembali, apa yang akan dia lakukan kepada para petani itu?”
MAT 21:41 Para pendengar menjawab, “Dia pasti akan menyiksa dan membinasakan para petani itu. Lalu dia akan menyewakan kebunnya kepada petani-petani lain yang akan setia memberikan hasil yang menjadi bagiannya pada tiap musim panen.”
MAT 21:42 Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Kalian sudah membaca Firman Allah, bukan?! Ada tertulis, ‘Batu yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunan, sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang utama. Apa yang Allah lakukan itu sangat mengherankan bagi kita!’
MAT 21:43 “Karena itu, Aku beritahukan kepada kalian bahwa hak sebagai warga kerajaan Allah akan diambil dari kalian bangsa Yahudi dan diberikan kepada orang bukan Yahudi, yaitu kepada setiap orang yang setia melakukan kehendak Allah.
MAT 21:44 Setiap orang yang tersandung pada batu itu akan remuk. Dan setiap orang yang tertimpa batu itu akan hancur lebur.”
MAT 21:45 Waktu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan itu, mereka mengerti bahwa Yesus berbicara tentang mereka.
MAT 21:46 Maka mereka mencari cara untuk menangkap Dia, tetapi tidak berhasil karena mereka takut pada orang banyak yang percaya bahwa Yesus adalah nabi.
MAT 22:1 Ketika para pemimpin Yahudi masih ada di situ, Yesus kembali mengajar dengan memakai beberapa perumpamaan lagi. Dia berkata,
MAT 22:2 “Tentang orang yang terpilih menjadi warga kerajaan Allah, hal itu bisa digambarkan seperti seorang raja yang mengadakan pesta pernikahan untuk putranya.
MAT 22:3 Ketika pesta sudah siap dimulai, sang raja menyuruh hamba-hambanya memanggil setiap orang yang sudah diundang. Tetapi para undangan itu tidak mau datang.
MAT 22:4 “Sekali lagi raja itu menyuruh hamba-hambanya yang lain, ‘Katakanlah kepada para undanganku bahwa perjamuan sudah siap. Banyak sapi jantan dan anak sapi gemuk sudah dipotong dan dimasak. Segala sesuatu sudah siap. Mari, datanglah ke pesta pernikahan ini!’
MAT 22:5 “Namun mereka tetap saja tidak mempedulikan undangan itu, dan malah pergi melakukan urusannya masing-masing. Ada yang pergi mengerjakan ladang, berdagang, ataupun pekerjaan lainnya.
MAT 22:6 Bahkan ada yang menangkap hamba-hamba raja itu, kemudian menyiksa dan membunuh mereka.
MAT 22:7 Mendengar itu, raja menjadi sangat marah sehingga dia menyuruh para tentaranya untuk membinasakan orang-orang yang sudah membunuh para hambanya itu dan untuk membakar kota mereka.
MAT 22:8 “Kemudian raja berkata kepada hamba-hambanya yang lain, ‘Pesta pernikahan sudah siap, tetapi orang-orang yang saya undang itu ternyata tidak layak diundang.
MAT 22:9 Jadi pergilah ke setiap persimpangan jalan dan undanglah semua orang yang kalian jumpai di sana untuk menghadiri pesta pernikahan ini.’
MAT 22:10 Lalu para hamba itu pergi ke jalan-jalan dan mengundang setiap orang yang mereka temui, entah itu orang jahat maupun orang baik, sehingga ruangan pesta pun penuh dengan tamu.
MAT 22:11 “Tetapi ketika raja itu masuk untuk menjumpai para tamunya, dia melihat ada seseorang yang tidak memakai pakaian seragam yang disediakan raja bagi tamu pesta pernikahan.
MAT 22:12 Kata raja kepada orang itu, ‘Kawan, berani sekali kamu masuk ke sini tanpa memakai pakaian seragam!’ Dan orang itu diam saja.
MAT 22:13 Maka raja berkata kepada para hambanya, ‘Ikatlah kaki dan tangan orang itu dan lemparkanlah dia ke luar, ke tempat yang paling gelap. Di sanalah orang-orang akan selalu menangis dan sangat menderita.’”
MAT 22:14 Lalu Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan berkata, “Banyak orang yang diundang, tetapi hanya sedikit yang terpilih.”
MAT 22:15 Kemudian beberapa anggota kelompok Farisi pergi meninggalkan Yesus dan mengatur rencana untuk menjebak-Nya. Mereka mau membujuk Yesus supaya Dia melawan pendapat orang Yahudi tentang penjajahan pemerintah Romawi, atau mengatakan sesuatu yang melawan pemerintah Romawi.
MAT 22:16 Sesuai rencana, kelompok Farisi itu mengutus sejumlah anggota mereka dan beberapa pendukung Herodes untuk menguji Yesus. Kata mereka, “Guru, kami tahu bahwa engkau orang jujur, dan engkau juga mengajar dengan jujur tentang apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan. Engkau tidak takut kepada pendapat siapa pun, karena engkau tidak memandang kedudukan orang.
MAT 22:17 Jadi kami mau menanyakan pendapatmu: Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak kita membayar pajak kepada pemerintah Romawi?”
MAT 22:18 Tetapi Yesus sudah mengetahui rencana jahat mereka. Karena itu Dia berkata, “Kalian hanya pura-pura! Apakah kalian pikir Aku bisa dijebak dengan pertanyaan semacam itu?!
MAT 22:19 Coba tunjukkan kepada-Ku satu keping uang perak yang biasa dipakai untuk membayar pajak.” Lalu mereka menunjukkan uang itu kepada-Nya.
MAT 22:20 Dia pun bertanya, “Ukiran wajah siapa yang ada di sini? Dan nama siapa yang tertulis di sini?”
MAT 22:21 Jawab mereka, “Raja Romawi.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah kembali kepada raja apa yang memang milik raja. Dan berikanlah kembali kepada Allah apa yang memang milik Allah.”
MAT 22:22 Mendengar jawaban itu mereka pun terheran-heran lalu pergi meninggalkan Yesus.
MAT 22:23 Pada hari itu, beberapa anggota kelompok Saduki juga mendatangi Yesus. (Kelompok Saduki percaya bahwa orang yang sudah mati tidak akan hidup kembali.) Mereka bertanya kepada-Nya,
MAT 22:24 “Guru, Musa mengajarkan bahwa kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya harus menikahi jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.
MAT 22:25 Pernah ada tujuh orang bersaudara di antara kami. Laki-laki yang pertama menikah dengan seorang perempuan, lalu meninggal. Karena dia tidak mempunyai anak, maka laki-laki yang kedua mengawini janda kakaknya itu.
MAT 22:26 Lalu laki-laki yang kedua juga meninggal tanpa mempunyai anak. Hal yang sama pun terjadi kepada laki-laki yang ketiga dan seterusnya, sampai yang ketujuh. Mereka semua meninggal tanpa mempunyai keturunan melalui perempuan itu.
MAT 22:27 Akhirnya, janda itu meninggal juga.
MAT 22:28 Jadi, kalau memang benar bahwa orang yang sudah meninggal akan dihidupkan kembali, perempuan itu akan disebut sebagai istri siapa?— karena ketujuh bersaudara itu sudah pernah kawin dengan dia.”
MAT 22:29 Yesus menjawab, “Kalian sangat keliru karena tidak tahu apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan tidak mengenal kuasa Allah.
MAT 22:30 Nanti, ketika orang yang sudah meninggal dihidupkan kembali, mereka tidak akan berpasang-pasangan lagi, tetapi hidup tanpa pasangan seperti semua malaikat di surga.
MAT 22:31 “Namun tentang kehidupan kembali sesudah kematian, kalian sudah membaca Firman Allah, bukan?! Allah berkata,
MAT 22:32 ‘Aku adalah Allah Abraham, dan Allah Isak, dan Allah Yakub.’ Allah menyebutkan ketiga nenek moyang kita itu sebagai orang yang masih tetap hidup dan menyembah-Nya. Walaupun orang yang meninggal tidak lagi berada di dunia, namun di hadapan Allah mereka masih tetap hidup.”
MAT 22:33 Orang banyak yang berada di situ heran sekali mendengar ajaran Yesus itu.
MAT 22:34 Para anggota kelompok Farisi mendengar bahwa Yesus sudah mengalahkan orang-orang kelompok Saduki yang tadi mengajukan pertanyaan untuk menguji Yesus. Maka mereka berkumpul dan mencari cara untuk mengalahkan Yesus.
MAT 22:35 Lalu salah seorang anggota mereka, yang juga adalah ahli Taurat, mengajukan suatu pertanyaan untuk mencari kesalahan Yesus. Kata orang itu,
MAT 22:36 “Guru, menurut pendapatmu, perintah mana yang paling penting di antara seluruh hukum Taurat?”
MAT 22:37 Yesus menjawab, “‘Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap nafas hidupmu, dan dengan segenap akal pikiranmu.’
MAT 22:38 Perintah itulah yang terpenting dan terutama.
MAT 22:39 Perintah kedua yang hampir sama pentingnya dengan itu adalah, ‘Kasihilah sesamamu sama seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.’
MAT 22:40 Karena kedua perintah itu adalah dasar dari seluruh hukum Taurat dan semua perintah yang terdapat dalam tulisan para nabi.”
MAT 22:41 Sementara orang-orang Farisi itu masih bersama Yesus, Dia menggunakan pertanyaan ini untuk mengajar mereka,
MAT 22:42 “Bagaimana pendapat kalian tentang Kristus? Menurut nubuatan para nabi, keturunan siapakah Dia?” Jawab mereka, “Keturunan Raja Daud.”
MAT 22:43 Kata Yesus kepada mereka, “Kalau begitu, kenapa Daud— ketika bernubuat dengan kuasa Roh Kudus— memanggil Kristus sebagai ‘Tuhan Penguasaku?’ Dia berkata begini,
MAT 22:44 ‘TUHAN Allah berkata kepada Tuhan Penguasaku, “Duduklah di sebelah kanan-Ku dan memerintahlah sebagai Raja sampai Aku mengalahkan semua yang memusuhi-Mu dan menjadikan mereka budak-Mu.”’
MAT 22:45 Jadi, kalau Daud sangat menghormati Kristus dengan menyebut Dia ‘Tuhan Penguasaku,’ kenapa kalian mengajarkan bahwa Kristus hanya keturunan Daud?”
MAT 22:46 Orang-orang Farisi yang berusaha menguji Yesus tadi tidak sanggup menjawab pertanyaan-Nya. Dan sejak hari itu, tidak seorang pun berani mengajukan pertanyaan untuk menguji Yesus lagi.
MAT 23:1 Kemudian Yesus berkata kepada orang banyak dan kami para murid-Nya,
MAT 23:2 “Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi sudah duduk di posisi Musa sebagai hakim yang sah untuk menjelaskan dan mengajarkan hukum Taurat.
MAT 23:3 Karena itu, lakukan dan taatilah semua yang mereka ajarkan kepada kalian. Tetapi jangan meniru perbuatan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, karena mereka tidak melakukan apa yang mereka ajarkan.
MAT 23:4 Mereka membebani umat yang mengikuti mereka dengan banyak peraturan agama yang sangat sulit dilakukan, tetapi mereka sendiri sama sekali tidak menjadi teladan bagi umat yang berusaha menanggung beban berat itu. Bahkan seujung kuku pun mereka tidak berusaha melakukannya.
MAT 23:5 Semua perbuatan baik yang mereka lakukan hanyalah untuk pamer. Misalnya, mereka memperbesar kotak peringatan mereka dan memanjangkan rumbai-rumbai di keempat ujung jubah mereka.
MAT 23:6 Di rumah-rumah pertemuan atau di pesta-pesta makan, mereka suka duduk di kursi-kursi paling depan, yaitu tempat yang terhormat.
MAT 23:7 Demikian juga waktu berjalan di tempat umum, mereka senang sekali waktu orang-orang memberi salam yang penuh hormat dengan memanggil mereka guru.
MAT 23:8 “Tetapi kalian yang mengikut Aku, janganlah mengizinkan orang lain memanggilmu guru, karena Guru kalian hanya satu yaitu Kristus, dan kalian semua bersaudara.
MAT 23:9 Dan janganlah kalian memanggil siapa pun di dunia ini bapa, karena hanya ada satu Bapa kita, yaitu Bapa yang di surga.
MAT 23:10 Kalian juga jangan mau disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpin kalian, yaitu Aku yang adalah Kristus.
MAT 23:11 Sebaliknya, di mata Allah, yang terbesar di antara kalian adalah orang yang rendah hati dan menjadi pelayan bagi orang lain.
MAT 23:12 Siapa yang meninggikan dirinya akan direndahkan oleh Allah. Dan siapa yang merendahkan dirinya akan ditinggikan.”
MAT 23:13 Yesus berkata, “Celakalah kalian, hai para ahli Taurat dan orang Farisi! Kamu semuanya munafik! Di antara kamu ada yang merampas harta para janda, lalu berdoa begitu panjang dalam kumpulan umat TUHAN supaya kamu dianggap sebagai orang baik. Allah pasti akan menjatuhkan hukuman berat kepada setiap orang yang berbuat demikian.
MAT 23:14 Celakalah juga kalian, hai para ahli Taurat dan orang Farisi! Kamu semua munafik! Karena kalian menjadi penghalang besar bagi orang lain yang ingin menjadi warga kerajaan Allah, sedangkan kalian sendiri tidak masuk.
MAT 23:15 “Celakalah kalian para ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Kamu semua munafik! Kamu mencari ke sana kemari sampai menjelajahi lautan dan daratan untuk mendapat satu orang yang mau menjadi anggota kelompokmu. Dan ketika orang itu sudah bergabung, kamu menjadikan dia calon penghuni neraka yang dua kali lebih jahat daripada kamu sendiri.
MAT 23:16 “Celakalah kalian! Karena kalian mau menjadi penuntun jalan bagi orang-orang lain, padahal kalian semua buta! Kalian mengajarkan, ‘Kalau seseorang menguatkan perjanjiannya hanya dengan menyebut rumah Allah, dia tidak wajib menepati janjinya itu. Tetapi kalau dia menguatkan perjanjiannya dengan menyebut emas yang ada di rumah Allah, maka dia harus menepati janjinya itu.’
MAT 23:17 Kalian bodoh dan buta! Kenapa kalian sampai tidak menyadari bahwa di mata Allah, rumah Allah lebih penting daripada emas di sana?! Karena rumah Allah itulah yang menjadikan emas di dalamnya suci.
MAT 23:18 Kalian juga mengajarkan, ‘Kalau seseorang menguatkan perjanjiannya dengan menyebut mezbah di rumah Allah, dia tidak terikat kepada janjinya. Tetapi kalau dia menguatkan perjanjiannya dengan menyebut persembahan yang ada di atas mezbah, dia terikat kepada janjinya itu.’
MAT 23:19 Kalian bodoh dan buta! Kenapa kalian sampai tidak menyadari bahwa di mata Allah mezbah lebih penting daripada persembahan?! Karena mezbahlah yang menjadikan persembahan di atasnya itu kudus.
MAT 23:20 Jika kita menguatkan perjanjian dengan menyebut mezbah, berarti kita melibatkan mezbah Allah sekaligus semua persembahan yang ada di atasnya.
MAT 23:21 Jika kita menguatkan perjanjian dengan menyebut rumah Allah, berarti kita melibatkan rumah-Nya itu sekaligus Dia yang sudah tinggal di dalamnya sejak lama.
MAT 23:22 Dan jika kita menguatkan perjanjian dengan menyebut surga, berarti kita melibatkan takhta Allah sendiri sekaligus Dia yang duduk di atas takhta itu.
MAT 23:23 “Celakalah kalian para ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Kamu semuanya munafik! Kamu hanya mengikuti semua peraturan hukum Taurat yang kecil, tetapi lupa melakukan perintah Allah yang paling penting. Misalnya, kamu rajin memberikan perpuluhan ke rumah Allah dari rempah-rempah hasil kebunmu, seperti selasih, adas manis, dan jintan. Tetapi kamu lupa mengikuti perintah Allah yang paling penting, yaitu berbelas kasihan, melakukan yang adil, dan menepati janji-janjimu kepada orang lain. Seharusnya kamu melakukan hal-hal yang paling penting itu, dan jangan melupakan hal-hal yang kecil juga.
MAT 23:24 Hai kamu yang mau menjadi penuntun jalan bagi orang-orang lain, padahal kamu sendiri buta! Caramu mengikuti perintah Allah ibarat mengeluarkan semut kecil dari air minummu, tetapi unta yang ada di dalamnya langsung kamu telan!
MAT 23:25 “Celakalah kalian para ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Kamu semuanya munafik! Caramu mengikuti perintah Allah ibarat orang yang mencuci cangkir dan mangkuk pada bagian luarnya saja, tetapi lupa mencuci bagian dalamnya yang sangat kotor. Begitu jugalah hatimu penuh dengan kotoran, artinya kamu rakus dan jahat.
MAT 23:26 Hai kamu orang Farisi yang buta, pastikanlah dulu bahwa hatimu bersih, baru segenap dirimu juga akan bersih.
MAT 23:27 “Celakalah kalian para ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Kamu semuanya munafik! Kamu seperti kuburan yang sudah dicat putih. Bagian luarnya memang kelihatan bagus, tetapi di dalamnya penuh dengan tulang-belulang dan berbagai macam kotoran.
MAT 23:28 Begitu juga dengan kamu! Waktu orang lain melihatmu dari luar, kamu tampak seperti orang yang benar. Tetapi sesungguhnya hatimu penuh dengan keinginan untuk melanggar perintah-perintah Allah dan kamu hanya berpura-pura sebagai orang benar.
MAT 23:29 “Celakalah kalian para ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Kamu semua munafik! Kamu sendiri mengakui sebagai keturunan para pembunuh nabi-nabi! Nenek moyang kalian membunuh para nabi, dan sekarang kalian membangun kuburan-kuburan bagus untuk para nabi itu serta menghiasinya. Dengan mulut kalian berkata, ‘Seandainya kami hidup di zaman nenek moyang kami, pasti kami tidak akan ikut bersama mereka membunuh orang-orang benar itu.’
MAT 23:31 Tetapi dengan perkataan itu, sudah jelas bahwa kalian sendiri mengaku bahwa kalian adalah keturunan para pembunuh!
MAT 23:32 Kalau begitu, lanjutkan dan selesaikanlah pekerjaan yang sudah dimulai oleh nenek moyang kalian itu!
MAT 23:33 “Kalian sama saja seperti ular berbisa! Nenek moyang kalian pun ular berbisa! Orang-orang seperti kalian tidak mungkin bisa melarikan diri dari hukuman neraka!
MAT 23:34 Oleh karena itu, perhatikanlah! Aku akan tetap mengutus nabi-nabi, orang-orang bijak, dan ahli-ahli Taurat kepada kalian. Sebagian dari mereka akan kalian bunuh, sebagian akan kalian salibkan, dan sebagian lagi akan kalian cambuk di rumah-rumah pertemuanmu. Sebagian yang lain juga akan kalian aniaya dan kalian mengejar mereka dari kota yang satu ke kota yang lain.
MAT 23:35 “Oleh karena itu, Allah sudah memutuskan untuk menanggungkan hukuman yang paling berat kepada kalian para pemimpin Yahudi, karena kalian sudah menumpahkan darah orang-orang benar. Aku menegaskan kepadamu: Kalian yang sudah menyaksikan pelayanan-Ku akan menanggung hukuman atas semua pembunuhan orang benar dalam sejarah kita, mulai dari pembunuhan Habel sampai pembunuhan Zakaria anak Berekya. Habel dibunuh hanya karena dia hidup dengan benar, dan Zakaria adalah orang yang kalian bunuh di antara ruang kudus dan mezbah di rumah Allah.”
MAT 23:37 “Hai seluruh penduduk Yerusalem! Kalianlah yang selalu membunuh nabi-nabi dan para utusan Allah yang datang dan bernubuat atas nama Bapa-Ku! Ada yang kalian lempari dengan batu sampai mati, dan ada yang kalian bunuh dengan cara lain. Sudah berkali-kali Aku mengulurkan kedua tangan-Ku untuk memeluk dan melindungi kalian, seperti induk ayam mengumpulkan dan melindungi anak-anaknya di bawah sayapnya. Tetapi kalian selalu menolak.
MAT 23:38 Sejak zaman Musa, Allah sudah berkemah di antara kalian bangsa Israel. Tetapi perhatikanlah: Hampir tiba saatnya Allah tidak lagi mendiami rumah-Nya yang ada di sini.
MAT 23:39 Percayalah bahwa mulai sekarang, kalian tidak akan melihat Aku lagi sampai tiba saatnya Aku datang kembali dan kalian berkata, ‘Diberkatilah Raja kita ini yang datang mewakili TUHAN!’”
MAT 24:1 Sesudah Yesus meninggalkan teras rumah Allah, dalam perjalanan, kami murid-murid-Nya mendekati Dia dan berkata, “Lihat Guru, betapa megahnya rumah Allah ini dan semua bangunan yang ada di dalam kompleksnya!”
MAT 24:2 Tetapi jawab Yesus, “Ya, perhatikan baik-baik seluruh kemegahan bangunan ini. Aku menegaskan kepadamu: Akan tiba waktunya semua yang kalian lihat ini diruntuhkan sampai rata dengan tanah, bahkan sampai tidak ada satu batu pun yang masih tersusun di atas batu yang lain.”
MAT 24:3 Sesudah itu, Yesus dan kami pergi ke Bukit Zaitun. Ketika Dia sedang duduk sendirian di sana, kami datang kepada-Nya dan bertanya, “Tolong jelaskan kepada kami: Kapan bencana itu akan terjadi? Tanda-tanda apa yang akan terjadi sebelum Engkau datang kembali dan sebelum zaman ini berakhir?”
MAT 24:4 Jawab Yesus, “Hendaklah kalian berjaga-jaga, supaya tidak tertipu!
MAT 24:5 Karena banyak orang akan muncul dan mengaku, ‘Akulah Kristus yang kalian nanti-nantikan itu.’ Dengan demikian mereka akan menyesatkan banyak orang.
MAT 24:6 Kalian akan mendengar berita tentang perang yang sedang berlangsung atau yang akan terjadi, tetapi jangan kuatir. Allah memang sudah menentukan bahwa peperangan harus ada, tetapi saat hal itu terjadi janganlah berpikir, ‘Akhir zaman sudah tiba.’
MAT 24:7 Akan terjadi perang antar suku dan antar negara. Di berbagai wilayah juga akan terjadi gempa bumi, wabah penyakit, dan bencana kelaparan.
MAT 24:8 Tetapi semua peristiwa itu hanya permulaan, seperti rasa sakit yang dialami ibu hamil secara bertahap sebelum melahirkan.
MAT 24:9 “Kalian yang menjadi pengikut-Ku akan dibenci oleh semua bangsa. Kemudian orang-orang akan menyerahkan kamu kepada para penguasa untuk disiksa, bahkan dibunuh.
MAT 24:10 Maka banyak orang akan berhenti percaya kepada-Ku karena penganiayaan itu. Orang-orang yang sebelumnya kamu anggap saudara seiman akan membencimu dan menyerahkanmu ke pengadilan.
MAT 24:11 Banyak nabi palsu akan muncul, dan mereka akan menipu banyak orang.
MAT 24:12 Selain itu, perbuatan jahat akan semakin banyak sehingga kasih di antara sesama akan semakin pudar.
MAT 24:13 Tetapi kalau kamu tetap setia kepada-Ku sampai akhir, jiwamu akan diselamatkan.
MAT 24:14 Kabar Baik tentang bagaimana Allah mendirikan kerajaan-Nya akan diberitakan ke seluruh dunia, supaya orang-orang dari semua suku bangsa mendapat kesempatan untuk percaya kepada berita keselamatan itu. Kemudian barulah zaman ini akan berakhir.
MAT 24:15 “Aku memberitahukan tanda ini kepadamu: Sesuai nubuatan Nabi Daniel, kamu akan melihat musuh mendirikan ‘sesuatu yang sangat menajiskan di dalam rumah Allah dan yang merupakan tanda kebinasaan.’” (Saya, Matius, meminta kepada orang yang membacakan kitab ini kepada jemaat: Tolong jelaskan nubuatan Daniel itu kepada para pendengar.)
MAT 24:16 Yesus melanjutkan pengajaran-Nya, “Pada waktu bencana itu terjadi, orang-orang yang ada di Yerusalem dan provinsi Yudea harus melarikan diri ke gunung-gunung.
MAT 24:17 Saat itu, kalau kamu sedang berada di teras rumah, jangan masuk untuk mengambil sesuatu. Langsung lari saja!
MAT 24:18 Begitu juga kalau kamu sedang bekerja di ladang, jangan kembali ke rumah untuk mengambil jubahmu.
MAT 24:19 Pada waktu bencana itu terjadi, sungguh kasihan ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui, karena mereka akan kesulitan melarikan diri.
MAT 24:20 Berdoalah supaya kesusahan besar itu jangan terjadi pada hari Sabat atau musim dingin, agar kalian tidak terlalu susah melarikan diri.
MAT 24:21 Karena pada hari-hari itu akan terjadi masa kesusahan yang melebihi semua kesusahan yang pernah terjadi sejak penciptaan dunia, dan sesudahnya tidak akan pernah terjadi lagi yang seperti itu.
MAT 24:22 Tetapi karena Allah mengasihani umat pilihan-Nya yang masih hidup di dunia pada waktu itu, Dia sudah memutuskan bahwa bencana yang paling mengerikan itu tidak boleh berlangsung lama. Sebab apabila terlalu lama, tidak akan ada orang yang sanggup bertahan hidup.
MAT 24:23 “Pada waktu itu, kalau ada yang memberitahukan, ‘Lihat! Kristus yang kita nanti-nantikan itu sekarang ada di sini,’ atau, ‘Dia ada di sana,’ janganlah kalian percaya.
MAT 24:24 Karena nanti ada banyak orang yang muncul dan melakukan berbagai macam keajaiban hebat untuk menipu kalian. Mereka akan mengaku sebagai nabi, bahkan ada juga yang mengaku sebagai Kristus. Tipuan mereka sangat luar biasa, hingga orang-orang pilihan Allah pun hampir-hampir ikut disesatkan oleh mereka.
MAT 24:25 Ingatlah! Aku sudah memberitahukan semuanya kepada kalian sebelum hal-hal itu terjadi.”
MAT 24:26 “Jadi, apabila ada orang berkata kepadamu, ‘Lihatlah! Kristus yang kita nanti-nantikan itu sudah berada di padang belantara,’ janganlah kamu pergi ke sana. Atau kalau seseorang mengatakan, ‘Dia menghindar dari orang banyak dan berada di dalam rumah di sana,’ janganlah kamu percaya.
MAT 24:27 Karena pada waktu itu kedatangan Aku, Sang Anak Adam, tidak akan terjadi secara diam-diam, tetapi terlihat dari mana saja, seperti kilat yang memancar dari timur ke barat.
MAT 24:28 Pepatah mengatakan, ‘Di mana ada bangkai, di situlah burung-burung pemakan bangkai berkumpul.’
MAT 24:29 “Segera sesudah waktu kesusahan besar itu, ‘Matahari akan menjadi gelap, bulan tidak akan bersinar lagi, bintang-bintang pun akan jatuh dari langit, dan semua roh penguasa kegelapan di langit akan dijatuhkan.’
MAT 24:30 “Pada waktu itu suatu tanda yang menunjukkan kedatangan Aku akan muncul di langit. Lalu orang-orang yang tidak percaya kepada-Ku dari semua suku bangsa di bumi akan meratap dengan sangat ketakutan sewaktu melihat Aku datang di antara awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar.
MAT 24:31 Ketika bunyi terompet yang nyaring terdengar dari surga, Aku akan mengutus malaikat-malaikat-Ku untuk memanggil seluruh umat Allah Bapa. Mereka akan dikumpulkan dari semua tempat di segala penjuru bumi, dari ujung timur sampai ke ujung barat, dan dari ujung utara sampai ke ujung selatan.
MAT 24:32 “Tanda akhir zaman bisa digambarkan seperti pohon ara. Kalau rantingnya menjadi lunak dan tunas-tunas daun mulai terlihat, kalian tahu bahwa musim panas sudah dekat.
MAT 24:33 Begitu juga, kalau kalian melihat tanda-tanda itu mulai terjadi, seharusnya kalian pun tahu bahwa waktu kedatangan-Ku kembali sudah dekat.
MAT 24:34 Aku menegaskan kepadamu: Semua tanda itu akan segera terjadi waktu sebagian orang zaman ini masih hidup untuk mengalaminya.
MAT 24:35 Langit dan bumi tidak akan tetap ada, tetapi semua yang Aku beritahukan pasti akan terjadi dan tetap berlaku selama-lamanya.”
MAT 24:36 “Tetapi tentang hari dan waktu persisnya kedatangan-Ku kembali ke dunia ini, tidak ada seorang pun yang tahu. Malaikat-malaikat di surga pun tidak. Hanya Bapa-Ku sendiri yang tahu.
MAT 24:37 “Keadaan waktu Aku datang nanti akan seperti yang terjadi pada zaman Nuh.
MAT 24:38 Pada hari-hari sebelum banjir besar itu datang, orang-orang tidak pernah berpikir bahwa bencana akan menimpa mereka. Mereka sibuk makan dan minum, laki-laki menikahi perempuan, dan perempuan dinikahi laki-laki. Mereka terus hidup seperti biasa sampai tiba waktunya Nuh masuk ke dalam perahu besar. Tiba-tiba banjir itu datang membinasakan mereka. Nah, saat Aku datang kembali, seperti itu jugalah nanti keadaan orang-orang yang tidak percaya kepada-Ku.
MAT 24:40 Pada waktu Aku datang kembali, akan terjadi pemisahan: Jika ada dua orang laki-laki sedang bekerja di ladang, yang satu akan dibawa malaikat, dan yang lainnya ditinggal.
MAT 24:41 Jika ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum dengan batu gilingan, yang satu akan dibawa, dan yang lainnya ditinggal.
MAT 24:42 “Oleh karena itu, teruslah berjaga-jaga dan siap sedia. Karena kamu tidak tahu kapan Penguasamu akan datang kembali.
MAT 24:43 Perhatikanlah contoh penting ini: Kalau tuan rumah tahu bahwa pencuri akan datang malam ini, dia pasti berjaga-jaga terus supaya pencuri itu tidak bisa masuk ke rumahnya.
MAT 24:44 Jadi hendaklah kalian juga selalu siap sedia, karena Aku, Sang Anak Adam, akan datang pada waktu yang tidak kalian sangka.”
MAT 24:45 “Buktikanlah bahwa kalian masing-masing adalah hamba-Ku yang setia dan bijak! Kalau seorang pemilik tanah bepergian, tentu salah satu hambanya yang setia dan bijak akan dipercayakan tugas khusus, yaitu memberikan makanan kepada hamba-hambanya yang lain sesuai jadwal.
MAT 24:46 Kalau tuannya tiba-tiba datang dan mendapati dia sedang melakukan tugasnya, tuannya akan sangat senang kepada hamba itu dan memberkati dia.
MAT 24:47 Aku menegaskan kepadamu: Tuannya itu akan mempercayakan seluruh harta bendanya kepada hamba yang bijak dan setia itu.
MAT 24:48 “Tetapi kalau hamba yang ditugaskan itu jahat, dia akan berkata dalam hatinya, ‘Tuanku masih lama pulangnya.’
MAT 24:49 Lalu dia mulai memukuli hamba-hamba yang lain serta makan dan minum dengan para pemabuk.
MAT 24:50 Kemudian tuannya tiba-tiba pulang tanpa pemberitahuan, pada hari dan jam yang tidak disangka-sangkanya.
MAT 24:51 Maka tuannya akan membinasakan hamba yang jahat itu dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Dia akan dibuang ke tempat penghukuman di mana semua penghuninya selalu menangis dan sangat menderita.”
MAT 25:1 “Pada waktu Aku datang kembali dan disambut sebagai Raja di dunia ini, kejadiannya bisa digambarkan seperti cerita berikut: Suatu hari ada pesta pernikahan yang diadakan pada malam hari. Sepuluh orang gadis bersiap-siap menghadiri pesta pernikahan itu. Masing-masing membawa pelitanya dan pergi menyambut pengantin laki-laki.
MAT 25:2 Lima gadis di antara mereka bijak, dan lima lainnya bodoh.
MAT 25:3 Masing-masing gadis yang bijak membawa minyak cadangan dalam botol untuk pelita mereka, sedangkan para gadis yang bodoh membawa pelita saja tanpa minyak cadangan.
MAT 25:5 Ternyata lama sekali pengantin laki-laki tidak juga datang, sehingga semua gadis itu mengantuk dan tertidur.
MAT 25:6 “Pada tengah malam, ada orang yang berteriak, ‘Pengantin laki-laki datang! Mari sambutlah dia!’
MAT 25:7 “Gadis-gadis itu pun segera bangun dan mengatur sumbu-sumbu pelita mereka supaya menyala lebih terang.
MAT 25:8 Lalu kelima gadis yang bodoh meminta kepada gadis-gadis yang bijak, ‘Berilah saya sedikit minyakmu, karena pelita saya sudah hampir padam.’
MAT 25:9 “Tetapi para gadis yang bijak menjawab, ‘Aduh, saya tidak bisa memberikannya. Kalau dibagi, minyak ini tidak akan cukup untuk kita berdua. Lebih baik kamu cepat-cepat membelinya ke penjual minyak.’
MAT 25:10 “Selagi mereka pergi membeli minyak, pengantin laki-laki pun tiba. Kelima gadis bijak yang sudah siap sedia itu ikut masuk bersama dia ke tempat pesta pernikahan. Lalu pintunya ditutup dan dikunci.
MAT 25:11 “Tidak lama kemudian gadis-gadis yang bodoh itu pun kembali dan berkata, ‘Tuan, tuan, tolong bukakan pintu bagi kami!’
MAT 25:12 “Jawab pengantin laki-laki itu, ‘Saya menegaskan kepada kamu semua: Saya tidak mengenalmu.’”
MAT 25:13 Yesus pun mengakhiri perumpamaan-Nya dengan berkata, “Karena itu siap sedialah selalu, karena kalian tidak tahu hari atau waktu persisnya ketika Aku, Sang Anak Adam, datang kembali!”
MAT 25:14 “Keadaan kalian yang menantikan kerajaan Allah bisa digambarkan seperti cerita ini: Ada seorang kaya yang bersiap-siap pergi ke luar negeri. Sebelum berangkat, dia berkata kepada beberapa pegawainya, ‘Aku akan menitipkan kepadamu masing-masing sejumlah keping uang perak. Kembangkanlah itu sebagai modal usaha dengan segala kemampuanmu.’ Lalu dia membagikan uang itu kepada para pegawainya menurut kemampuan mereka masing-masing. Pegawai yang pertama menerima 150 kilogram keping perak. Pegawai yang kedua menerima 60 kilogram perak. Dan pegawai yang ketiga hanya menerima 30 kilogram perak. Kemudian orang kaya itu berangkat.
MAT 25:16 Pegawai pertama yang menerima 150 kilogram perak segera pergi menggunakan uang itu sebagai modal berdagang. Dia mendapat untung 150 kilogram lagi.
MAT 25:17 Demikian juga pegawai kedua yang menerima 60 kilogram. Dia mendapat untung 60 kilogram lagi.
MAT 25:18 Sedangkan pegawai ketiga yang menerima 30 kilogram pergi menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan modal itu di dalam lubang supaya aman.
MAT 25:19 “Sesudah waktu yang lama, orang kaya itu pun pulang. Lalu dia memanggil para pegawainya untuk meminta laporan tentang hasil usaha mereka masing-masing.
MAT 25:20 Pegawai yang pertama datang dan menyerahkan 300 kilogram perak dengan berkata, ‘Waktu itu Tuan mempercayakan 150 kilogram perak kepada saya. Sekarang lihatlah! Saya sudah mengusahakan uang itu menjadi dua kali lipat.’
MAT 25:21 “Lalu tuannya menjawab, ‘Bagus! Kamu pegawai yang baik dan setia! Karena dalam tanggung jawab yang kecil kamu bisa dipercaya, maka saya akan memberikan tanggung jawab yang besar kepadamu. Mari masuk ke pesta kedatanganku dan ikut bersukacita bersamaku.’
MAT 25:22 “Kemudian pegawai yang kedua datang dan menyerahkan 120 kilogram perak dengan berkata, ‘Waktu itu Tuan mempercayakan 60 kilogram perak kepada saya. Sekarang lihatlah! Saya sudah mengusahakan uang itu menjadi dua kali lipat.’
MAT 25:23 “Tuannya menjawab, ‘Bagus! Kamu pegawai yang baik dan setia! Karena dalam tanggung jawab yang kecil kamu bisa dipercaya, maka saya akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi kepadamu. Mari masuk ke pesta kedatanganku dan ikut bersukacita bersamaku.’
MAT 25:24 “Kemudian pegawai yang ketiga datang juga dan berkata kepada tuannya, ‘Tuan, saya tahu Tuan orang yang keras hati, yang selalu berusaha mengambil keuntungan dari usaha orang lain. Contohnya, Tuan menuai di mana Tuan tidak menanam, dan mengambil hasil di mana Tuan tidak pernah menabur.
MAT 25:25 Karena itu saya takut dan berpikir, “Jangan sampai aku merugikan tuanku!” Jadi saya mengamankan modal itu di dalam tanah. Lihat, ini uang Tuan.’
MAT 25:26 “Jawab tuan itu kepadanya, ‘Kamu pegawai yang jahat dan malas! Kamu tahu bahwa saya mengambil banyak keuntungan dari usaha orang lain, termasuk mengambil hasil di mana saya tidak pernah menanam atau menabur.
MAT 25:27 Maka seharusnya kamu menyimpan modal saya itu di bank, supaya mereka menjalankannya dan saya bisa mendapatkan uang itu kembali bersama dengan bunganya.’
MAT 25:28 “Lalu kata orang kaya itu kepada para pegawainya yang lain, ‘Karena itu, ambillah 30 kilogram tadi dari dia dan berikan kepada pegawai yang pertama tadi, yang sudah memegang 300 kilogram perak.
MAT 25:29 Buanglah pegawai yang tidak berguna ini ke luar, ke dalam penjara yang paling gelap. Orang-orang yang berada di situ akan selalu menangis dan sangat menderita.’” Lalu Yesus menyimpulkan perumpamaan-Nya, “Setiap orang yang setia mengerjakan apa yang dipercayakan Allah kepadanya akan diberi lebih banyak lagi, sampai dia berkelimpahan. Tetapi setiap orang yang tidak setia mengerjakan apa yang dipercayakan kepadanya, maka apa pun yang masih ada padanya akan diambil.”
MAT 25:31 “Ketika Aku, Sang Anak Adam, datang bersama para malaikat-Ku dengan kemuliaan-Ku, Aku akan duduk di takhta yang menunjukkan kemuliaan-Ku.
MAT 25:32 Kemudian para malaikat akan mengumpulkan semua orang dari segala suku bangsa ke hadapan-Ku. Dan Aku akan memisahkan mereka menjadi dua kelompok, seperti seorang gembala memisahkan domba-domba dari kambing-kambing.
MAT 25:33 Orang yang Aku tetapkan sebagai domba akan Aku tempatkan di sebelah kanan-Ku, dan yang seperti kambing di sebelah kiri-Ku.
MAT 25:34 “Sebagai Raja yang mengadili, Aku akan berkata kepada mereka yang berada di sebelah kanan-Ku, ‘Marilah, kalian yang sudah diberkati oleh Bapa-Ku! Terimalah bagian di dalam kerajaan-Ku yang sudah disiapkan bagi kalian sejak dunia diciptakan.
MAT 25:35 Karena ketika Aku lapar, kalianlah yang memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kalianlah yang memberi Aku minum. Ketika Aku baru tiba sebagai pendatang di negerimu, kalianlah yang memberi Aku tumpangan.
MAT 25:36 Ketika Aku memerlukan pakaian, kalianlah yang memberi Aku pakaian. Ketika Aku sakit, kalianlah yang merawat Aku. Dan ketika Aku dipenjara, kalianlah yang mengunjungi Aku.’
MAT 25:37 “Kemudian orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Ku, ‘Tuhan, kapankah kami melihat Engkau lapar dan memberi-Mu makan, atau haus dan memberi-Mu minum?
MAT 25:38 Kapankah kami melihat Engkau sebagai pendatang dan memberi tumpangan bagi-Mu, atau kapan Engkau memerlukan pakaian dan kami memberi-Mu pakaian?
MAT 25:39 Dan kapan kami melihat Engkau sakit lalu kami merawat-Mu, atau kapan Engkau dipenjarakan dan kami mengunjungi-Mu?’
MAT 25:40 “Saat itu Aku akan menjawab mereka, ‘Aku menegaskan kepadamu: Setiap kali kamu mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal itu kepada salah seorang dari saudara-saudari-Ku ini, bahkan kepada orang yang paling hina, sebetulnya kamu melakukannya bagi-Ku.’
MAT 25:41 “Kemudian Aku akan berkata kepada orang-orang yang di sebelah kiri-Ku, ‘Hai kalian yang terkutuk! Pergilah dari hadapan-Ku dan masuklah ke dalam api yang tidak akan pernah padam untuk selama-lamanya, yaitu tempat yang sudah disiapkan bagi iblis dan semua malaikat yang berpihak kepadanya.
MAT 25:42 Karena ketika Aku lapar, kalian tidak memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kalian tidak memberi Aku minum.
MAT 25:43 Atau ketika Aku sebagai pendatang, kalian tidak memberi tumpangan bagi-Ku. Ketika Aku memerlukan pakaian, kalian tidak memberi pakaian kepada-Ku. Dan ketika Aku sakit atau dipenjarakan, kalian tidak mengunjungi Aku.’
MAT 25:44 “Lalu mereka pun akan bertanya, ‘Tuhan, kapankah kami melihat Engkau lapar, haus, menjadi pendatang, memerlukan pakaian, sakit, atau dipenjarakan dan kami tidak memperhatikan kebutuhan-Mu?’
MAT 25:45 “Maka Aku akan menjawab mereka, ‘Aku menegaskan kepadamu: Setiap kali kamu tidak mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal itu kepada salah seorang dari saudara-saudari-Ku yang paling hina, berarti kamu tidak melakukannya bagi-Ku.’
MAT 25:46 “Orang-orang itu akan masuk ke tempat penghukuman selama-lamanya, tetapi orang-orang benar akan masuk ke tempat kehidupan kekal.”
MAT 26:1 Sesudah Yesus selesai mengajarkan semua hal itu, Dia berkata kepada kami murid-murid-Nya,
MAT 26:2 “Kalian tahu bahwa dua hari lagi akan ada perayaan Paskah. Saat itulah Aku, Sang Anak Adam, akan diserahkan kepada musuh-musuh-Ku untuk disalibkan.”
MAT 26:3 Sementara itu, para imam kepala dan tua-tua Yahudi berkumpul di istana Kayafas, yang adalah imam besar.
MAT 26:4 Mereka bersekongkol untuk menangkap Yesus dan membunuh-Nya.
MAT 26:5 Tetapi kata mereka, “Jangan menangkap dia pada waktu perayaan Paskah, karena berbahaya kalau sampai terjadi kerusuhan antara kita dengan orang banyak yang menjadi pengikutnya.”
MAT 26:6 Waktu Yesus dan kami murid-murid-Nya berada di kampung Betania dan sedang makan di rumah Simon yang juga disebut Si Borok, seorang perempuan datang membawa sebotol minyak wangi yang sangat mahal. Botol itu terbuat dari batu berwarna putih. Dia mendekati meja di mana Yesus makan dan menuangkan minyak itu ke atas kepala-Nya. Melihat hal itu, kami menjadi marah dan berkata, “Itu pemborosan besar!
MAT 26:9 Minyak itu bisa dijual mahal, lalu uangnya dapat kita bagi-bagikan kepada orang miskin!”
MAT 26:10 Tetapi Yesus mengetahui apa yang kami katakan, lalu Dia berkata kepada kami, “Kalian tidak usah menegur perempuan ini. Dia sudah melakukan hal yang indah bagi-Ku.
MAT 26:11 Kesempatan untuk menolong orang miskin selalu ada, tetapi Aku tidak akan selalu ada bersama kalian.
MAT 26:12 Sebenarnya dengan meminyaki kepala-Ku, dia sudah mempersiapkan tubuh-Ku untuk dikuburkan.
MAT 26:13 Aku menegaskan kepadamu: Selama Kabar Baik tentang Aku disebarkan ke seluruh dunia, apa yang dilakukan perempuan ini bagi-Ku akan terus diceritakan, sehingga orang akan selalu mengingat dia.”
MAT 26:14 Lalu Yudas yang berasal dari desa Kariot, salah satu dari kami kedua belas murid-Nya, pergi menemui imam-imam kepala
MAT 26:15 dan bertanya, “Apa yang akan kalian berikan kepada saya kalau saya menyerahkan Yesus kepada kalian?” Lalu mereka memberikan tiga puluh keping uang perak kepadanya.
MAT 26:16 Maka mulai saat itu, Yudas mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.
MAT 26:17 Pada hari pertama Perayaan Roti Tidak Beragi, kami datang kepada Yesus dan bertanya, “Guru, di mana Engkau mau mengadakan perjamuan Paskah? Biar kami menyiapkannya.”
MAT 26:18 Yesus menjawab, “Pergilah kepada sahabat kita yang di kota Yerusalem. Katakanlah kepadanya, ‘Guru kami mengirim pesan ini: Waktu-Ku sudah tiba. Dan Aku mau merayakan Paskah bersama murid-murid-Ku di rumah Bapak.’”
MAT 26:19 Lalu beberapa dari kami murid-murid-Nya yang ditugaskan pun pergi mempersiapkan makanan untuk perayaan Paskah, seperti yang sudah diperintahkan Yesus.
MAT 26:20 Sesudah malam tiba, Yesus dan kami makan bersama.
MAT 26:21 Sementara kami sedang makan, Dia berkata, “Aku menegaskan kepadamu: Salah satu dari kalian akan menjual Aku kepada musuh-musuh-Ku.”
MAT 26:22 Hal itu membuat kami sangat sedih. Lalu kami masing-masing bertanya kepada-Nya, “Orang itu pasti bukan saya, ya Tuhan?”
MAT 26:23 Jawab Yesus, “Salah satu orang di antara kalian yang mencelupkan roti ke dalam mangkuk ini bersamaan dengan-Ku, dialah yang menjual Aku.
MAT 26:24 Karena seperti yang sudah tertulis dalam Kitab Suci, Aku, Sang Anak Adam, memang ditetapkan untuk mati dibunuh, tetapi celakalah orang yang menyerahkan Aku untuk dibunuh! Lebih baik kalau orang itu tidak pernah dilahirkan.”
MAT 26:25 Lalu Yudas— murid yang sudah menjual Yesus dan segera akan menyerahkan-Nya— berkata, “Bukan saya, ya Guru?” Jawab Yesus, “Begitulah katamu.”
MAT 26:26 Ketika kami masih makan, Yesus mengambil sebuah roti dan mengucap syukur kepada Allah untuk roti itu. Lalu Dia menyobek-nyobeknya, dan sambil memberikannya kepada kami Dia berkata, “Ambillah roti ini dan makanlah. Inilah tubuh-Ku.”
MAT 26:27 Sesudah itu, Yesus mengambil cawan berisi air anggur, lalu mengucap syukur kepada Allah. Dan sambil memberikannya kepada kami Dia berkata, “Kalian masing-masing minumlah dari cawan ini.
MAT 26:28 Ini adalah darah-Ku, yang akan ditumpahkan bagi banyak orang supaya dosa-dosa mereka diampuni. Darah dari kematian-Ku menjadi tanda bahwa perjanjian yang baru antara Allah dan manusia sudah disahkan.
MAT 26:29 Aku menegaskan kepadamu: Mulai sekarang Aku tidak akan minum anggur seperti ini lagi sampai tiba waktunya kerajaan yang dijanjikan Bapa-Ku sudah nyata. Pada saat itulah Aku akan minum air anggur baru bersama kalian.”
MAT 26:30 Sesudah menyanyikan sebuah lagu pujian kepada Allah, Yesus dan kami pergi ke Bukit Zaitun.
MAT 26:31 Lalu Yesus berkata kepada kami murid-murid-Nya, “Malam ini kalian semua akan berhenti percaya kepada-Ku dan meninggalkan Aku. Karena harus terjadi sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, di mana Allah berkata, ‘Aku akan memukul dan membunuh Sang Gembala. Pada waktu itu domba-domba-Nya akan lari ke sana kemari.’
MAT 26:32 Tetapi sesudah Allah membangkitkan Aku dari kematian, Aku akan mendahului kalian ke Galilea.”
MAT 26:33 Lalu Petrus berkata, “Mungkin teman-teman lain akan berhenti percaya dan meninggalkan Engkau, tetapi saya tidak!”
MAT 26:34 Yesus menjawab, “Aku menegaskan kepadamu: Malam ini sebelum ayam berkokok, kamu sudah tiga kali mengaku tidak kenal Aku.”
MAT 26:35 Lalu Petrus berkata, “Meskipun harus mati bersama Engkau, saya siap! Karena saya tidak mungkin mengaku tidak mengenal Engkau.” Kami semua juga berkata seperti itu.
MAT 26:36 Kemudian Yesus pergi bersama kami ke taman yang bernama Getsemani. Di sana Dia berkata kepada kami, “Kalian duduk di sini dulu, sementara Aku pergi berdoa.”
MAT 26:37 Lalu Dia mengajak Petrus serta Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus ikut bersama-Nya. Waktu itu Yesus merasa sangat sedih dan tertekan.
MAT 26:38 Dia berkata kepada mereka, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tetaplah di sini menemani Aku dan jangan tidur.”
MAT 26:39 Dia pun pergi sedikit lebih jauh dari mereka, lalu sujud dan berdoa. Kata-Nya, “Ya Bapa-Ku, kalau bisa, jangan biarkan Aku menjalani penderitaan ini! Tetapi janganlah terjadi seperti yang Aku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
MAT 26:40 Sesudah selesai berdoa, Yesus kembali kepada ketiga murid-Nya tadi dan mendapati mereka sedang tidur. Lalu Dia berkata kepada Petrus, “Ternyata kalian tidak sanggup menahan kantuk satu jam saja bersama-Ku!
MAT 26:41 Tetaplah bangun dan berdoalah terus supaya kamu masing-masing tidak berdosa waktu iblis mencobaimu. Memang rohmu ingin berbuat yang baik, tetapi tubuhmu tidak sanggup.”
MAT 26:42 Untuk kedua kalinya Yesus pergi lagi berdoa, “Bapa-Ku, kalau penderitaan ini tidak mungkin Aku hindari, maka jadilah sesuai dengan kehendak-Mu.”
MAT 26:43 Ketika Dia kembali, Dia melihat mereka sudah tertidur lagi, karena mereka sangat mengantuk.
MAT 26:44 Jadi Dia meninggalkan mereka lagi di situ dan untuk ketiga kalinya pergi mendoakan hal yang sama.
MAT 26:45 Sesudah itu Dia kembali kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Sudah cukup kalian tidur dan istirahat! Lihat, tiba waktunya Aku, Sang Anak Adam, diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
MAT 26:46 Bangunlah, mari kita pergi! Dia yang menyerahkan Aku sudah datang.”
MAT 26:47 Waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas, yaitu salah seorang dari kami kedua belas murid. Dia datang sebagai penunjuk jalan bagi segerombolan besar orang yang membawa pedang dan batang kayu pemukul. Mereka adalah suruhan para imam kepala dan para pemimpin Yahudi.
MAT 26:48 Sebelumnya Yudas sudah memberitahu mereka, “Orang yang saya peluk, dialah Yesus. Tangkaplah dia!”
MAT 26:49 Begitu Yudas sampai di tempat itu, dia mendekati Yesus dan berkata, “Salam, Guru.” Lalu dia memeluk Yesus.
MAT 26:50 Jawab Yesus, “Hai sobat, lakukanlah apa yang sudah kamu rencanakan.” Lalu orang-orang itu segera mendekati Yesus dan menangkap-Nya.
MAT 26:51 Tetapi tiba-tiba salah seorang dari kami yang bersama Yesus mencabut pedangnya. Dia menyerang seorang budak imam besar dan memotong salah satu telinganya.
MAT 26:52 Lalu Yesus berkata kepada teman kami itu, “Sarungkan pedangmu kembali! Karena siapa yang membunuh orang dengan pedang akan mati terbunuh oleh pedang juga.
MAT 26:53 Jangan lupa bahwa Aku mempunyai kuasa untuk meminta pertolongan Bapa-Ku. Apabila Aku memintanya, Dia akan langsung mengirimkan lebih dari dua belas batalion malaikat.
MAT 26:54 Tetapi Aku tidak akan meminta seperti itu, karena Aku mau supaya nubuatan dalam Kitab Suci tentang Aku dipenuhi.”
MAT 26:55 Kemudian Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Ternyata kalian pikir Aku ini penjahat, sehingga kalian merasa harus datang dengan rombongan besar yang bersenjata! Padahal setiap hari Aku duduk mengajar di teras rumah Allah. Kenapa kalian tidak menangkap Aku di situ?!
MAT 26:56 Tetapi semua ini dilakukan supaya nubuatan para nabi terjadi.” Lalu kami semua murid-Nya melarikan diri dan meninggalkan Yesus.
MAT 26:57 Sesudah itu, mereka yang menahan Yesus membawa-Nya ke rumah imam besar, yaitu Kayafas. Para ahli Taurat dan para pemimpin Yahudi sudah berkumpul di situ.
MAT 26:58 Sementara itu, Petrus mengikuti Yesus dari jauh sampai ikut masuk ke halaman rumah imam besar. Di sana dia duduk bersama para pengawal supaya bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada Yesus.
MAT 26:59 Waktu itu para imam kepala, pemimpin-pemimpin Yahudi, dan seluruh Mahkamah Agama berusaha membuktikan bahwa Yesus bersalah, supaya menurut hukum Taurat mereka bisa menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya. Oleh karena itu mereka sudah mengumpulkan beberapa orang yang bersedia memberikan kesaksian palsu melawan Yesus. Tetapi walaupun cukup banyak orang yang maju memberikan kesaksian, cerita mereka berbeda-beda satu sama lain, sehingga sidang Mahkamah tidak berhasil membuktikan kesalahan apa pun pada Yesus.
MAT 26:61 Akhirnya ada dua orang yang maju dan bersaksi, “Orang ini pernah berkata, ‘Aku bisa merobohkan rumah Allah lalu membangunnya kembali dalam tiga hari saja.’”
MAT 26:62 Kemudian imam besar berdiri dan berkata kepada Yesus, “Kenapa kamu tidak menjawab?! Banyak orang sudah bersaksi tentang kesalahan-kesalahanmu.”
MAT 26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu Kayafas berkata lagi kepada-Nya, “Dalam nama Allah yang hidup, aku menyuruh kamu untuk menjawab dengan sejujurnya: Apakah kamu adalah Kristus, yaitu Anak Allah?”
MAT 26:64 Jawab Yesus kepadanya, “Demikianlah. Bahkan Aku berkata kepada kalian bahwa mulai sekarang kalian akan melihat Aku, Sang Anak Adam, duduk di tempat yang paling terhormat di sebelah Yang Mahakuasa. Dan ketika Aku datang kembali dari surga, kalian akan melihat Aku di antara awan-awan.”
MAT 26:65 Mendengar itu, Kayafas merobek-robek baju yang dipakainya serta berkata, “Dia menghina Allah! Untuk apa lagi kita mencari saksi-saksi lain?! Sekarang kalian sudah mendengar sendiri dia menghina Allah!
MAT 26:66 Jadi apa keputusan kalian?” Jawab orang-orang di persidangan itu, “Dia bersalah dan harus dihukum mati!”
MAT 26:67 Sesudah itu ada dari antara mereka yang meludahi wajah Yesus dan menampar-Nya. Mereka menutup mata-Nya dengan sepotong kain. Dan sambil memukuli Dia, mereka berkata, “Hai Kristus! Kalau kamu memang nabi, coba tebak siapa nama orang yang tadi memukulmu?!”
MAT 26:69 Sementara itu, Petrus sedang duduk di halaman rumah Imam Besar Kayafas. Lalu seorang pembantu perempuan mendekati dia dan berkata, “Kamu salah satu pengikut Yesus orang Galilea itu, bukan?”
MAT 26:70 Tetapi Petrus menyangkalnya di depan mereka semua dengan berkata, “Siapa dia? Saya tidak mengerti maksudmu.”
MAT 26:71 Lalu Petrus pergi ke pintu masuk halaman, dan seorang pembantu yang lain melihatnya lalu berkata kepada beberapa orang yang ada di situ, “Orang ini pernah ikut Yesus, orang Nazaret itu.”
MAT 26:72 Petrus kembali menyangkal dengan bersumpah, “Biar TUHAN menjadi saksi dari yang saya katakan ini: Saya tidak kenal orang itu!”
MAT 26:73 Tidak lama kemudian orang-orang yang berdiri di situ berkata, “Benar! Kamu memang salah seorang dari rombongan Yesus, karena dari logat bahasamu kami tahu bahwa kamu orang Galilea.”
MAT 26:74 Lalu Petrus dengan tegas bersumpah, “Saya tidak kenal orang itu! Kalau saya bohong, biar TUHAN di surga menghukum saya!” Saat dia berkata begitu, ayam pun berkokok.
MAT 26:75 Maka Petrus teringat bahwa Yesus sudah mengatakan, “Malam ini sebelum ayam berkokok, kamu sudah tiga kali mengaku tidak kenal Aku.” Lalu Petrus pergi dari halaman rumah itu dan menangis dengan sangat sedih.
MAT 27:1 Pagi-pagi sekali, semua imam kepala dan pemimpin Yahudi mengatur rencana supaya Yesus dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah Romawi.
MAT 27:2 Lalu mereka mengikat dan membawa Dia untuk diserahkan kepada Gubernur Pontius Pilatus.
MAT 27:3 Pada waktu Yudas— orang yang sudah menjual Yesus— melihat bahwa Yesus dijatuhi hukuman mati, dia pun menyesali perbuatannya. Dia mengembalikan tiga puluh keping uang perak yang sudah diterimanya itu kepada imam-imam kepala dan para pemimpin Yahudi.
MAT 27:4 Kata Yudas kepada mereka, “Saya sudah berdosa karena menjual orang yang tidak bersalah untuk dibunuh.” Tetapi para pemimpin Yahudi itu menjawab, “Itu bukan urusan kami. Tanggung sendiri dosamu.”
MAT 27:5 Lalu Yudas melemparkan uang perak itu ke dalam rumah Allah dan meninggalkan mereka. Sesudah itu dia pergi menggantung diri di luar kota.
MAT 27:6 Sewaktu imam-imam kepala mengambil uang perak itu, mereka berkata, “Menurut hukum Taurat, uang ini tidak boleh dimasukkan ke dalam peti persembahan karena uang ini adalah hasil dari menjual nyawa orang.”
MAT 27:7 Jadi, sesudah berunding mereka memutuskan agar uang itu dipakai untuk membeli sebuah ladang yang sudah lama disebut Ladang Tukang Keramik. Lalu ladang itu dijadikan tanah pekuburan untuk para pendatang dan orang-orang asing yang meninggal di Yerusalem.
MAT 27:8 Karena peristiwa itu diketahui oleh penduduk Yerusalem, maka sampai hari ini ladang itu dikenal dengan nama “Ladang Tumpahan Darah.”
MAT 27:9 Dengan demikian, tanpa sadar mereka sudah menepati apa yang dinubuatkan oleh Nabi Yeremia, “Mereka akan mengambil ketiga puluh keping uang perak itu, yakni harga jual yang ditetapkan oleh orang-orang Israel terhadap Dia,
MAT 27:10 dan mereka akan memakai uang itu untuk membeli sebuah ladang milik seorang tukang bejana keramik. Ini sudah ditetapkan TUHAN dan diberitahukan kepada saya.”
MAT 27:11 Ketika Yesus diperhadapkan kepada Gubernur Pilatus, dia bertanya kepada Yesus, “Apakah kamu raja orang Yahudi?” Jawab Yesus, “Begitulah katamu.”
MAT 27:12 Tetapi ketika imam-imam kepala dan para pemimpin Yahudi melaporkan tuduhan-tuduhan tentang kesalahan Yesus, Dia tidak menjawab apa-apa.
MAT 27:13 Jadi Pilatus berkata kepada-Nya, “Kamu sudah dengar begitu banyaknya tuduhan mereka terhadapmu! Jawablah!”
MAT 27:14 Tetapi Yesus tetap tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga Pilatus sangat heran.
MAT 27:15 Tiap tahun pada Hari Raya Paskah di Yerusalem, sudah menjadi kebiasaan bagi setiap gubernur Romawi untuk membebaskan seorang tahanan dari penjara, sesuai dengan pilihan masyarakat.
MAT 27:16 Pada waktu itu, di dalam penjara ada penjahat terkenal yang bernama Barabas.
MAT 27:17 Sesudah orang banyak berkumpul di istana gubernur karena kebiasaan itu, Pilatus bertanya kepada mereka, “Siapa yang kalian pilih untuk saya bebaskan? Barabas, atau Yesus yang disebut Kristus?”
MAT 27:18 Pilatus sengaja berkata begitu karena dia sudah tahu bahwa para imam kepala iri hati kepada Yesus. Dia tahu bahwa alasan itulah yang membuat mereka menyerahkan Yesus kepadanya.
MAT 27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, istrinya mengirim pesan kepadanya. “Janganlah kamu apa-apakan orang yang tidak bersalah itu, yang sedang kamu adili! Karena tadi malam aku bermimpi tentang dia, dan hal itu sangat menghantuiku.”
MAT 27:20 Sementara itu, imam-imam kepala dan para pemimpin Yahudi terus menghasut orang banyak supaya mereka meminta Pilatus membebaskan Barabas dan menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus.
MAT 27:21 Lalu Pilatus bertanya lagi, “Dari kedua orang ini, siapa yang kalian pilih untuk saya bebaskan?” Jawab mereka, “Barabas!”
MAT 27:22 Maka Pilatus bertanya, “Kalau begitu, bagaimana dengan Yesus yang disebut Kristus ini?” Mereka semua berteriak, “Salibkan dia!”
MAT 27:23 Untuk kesekian kalinya Pilatus bertanya, “Mengapa? Kesalahan apa yang sudah dia perbuat?” Tetapi mereka berteriak-teriak lebih keras lagi, “Salibkan dia!”
MAT 27:24 Saat itu Pilatus menyadari bahwa usahanya untuk membebaskan Yesus tidak berhasil, dan situasi malah menjadi rusuh. Jadi dia menyuruh orang membawakan mangkuk berisi air kepadanya, lalu mencuci tangannya di hadapan orang banyak itu sambil berkata, “Dengan ini saya menyatakan lepas tangan dan tidak ikut campur dalam kematian Yesus yang tidak bersalah itu!”
MAT 27:25 Semua orang yang ada di situ menjawab, “Ya, biarlah kami dan anak-anak kami yang menanggung hukuman Allah atas kematiannya.”
MAT 27:26 Maka Pilatus membebaskan Barabas sesuai permintaan mereka, lalu menyerahkan Yesus kepada tentaranya dengan perintah untuk mencambuk dan menyalibkan Dia.
MAT 27:27 Kemudian tentara-tentara Pilatus membawa Yesus masuk ke dalam bagian istana yang adalah markas mereka dan memanggil semua tentara yang lain untuk berkumpul mengelilingi Dia.
MAT 27:28 Mereka mulai mengejek Yesus atas pengakuan-Nya sebagai raja. Para tentara itu melepaskan semua pakaian-Nya dan memakaikan jubah merah kepada-Nya.
MAT 27:29 Mereka juga membuat mahkota dari ranting-ranting tumbuhan merambat yang berduri dan memasangkannya di kepala Yesus. Selain itu, mereka menaruh sebatang bambu kecil ke tangan kanan-Nya supaya kelihatan seperti tongkat raja. Lalu mereka menghina Dia dengan berlutut di hadapan-Nya sambil berkata, “Yang mulia, raja orang Yahudi!”
MAT 27:30 Mereka meludahi Dia, lalu mengambil bambu itu dari tangan-Nya dan memakainya untuk memukuli kepala Yesus.
MAT 27:31 Sesudah selesai mengejek Dia, mereka melepaskan jubah merah itu dan menggantinya dengan pakaian-Nya sendiri. Kemudian mereka membawa Yesus keluar untuk disalibkan.
MAT 27:32 Dalam perjalanan ke luar kota, para tentara yang membawa Yesus bertemu dengan seorang lelaki dari kota Kirene bernama Simon. Mereka memaksa dia untuk memikul salib Yesus.
MAT 27:33 Lalu sampailah mereka di suatu tempat bernama Golgota, yang artinya ‘tempat tengkorak.’
MAT 27:34 Di sana mereka memberi Yesus anggur asam yang dicampur empedu. Tetapi sesudah mencicipinya, Dia menolak untuk minum.
MAT 27:35 Sesudah Yesus disalibkan, tentara-tentara itu membagi-bagi pakaian-Nya di antara mereka dengan cara membuang undi.
MAT 27:36 Lalu mereka duduk di situ untuk menjaga Dia.
MAT 27:37 Di bagian atas salib Yesus terpasang tulisan yang menjelaskan alasan mengapa Dia disalibkan, “Inilah Yesus, raja orang Yahudi.”
MAT 27:38 Dua orang pencuri juga disalibkan bersama dengan Yesus, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
MAT 27:39 Orang-orang yang lewat di tempat itu mengejek Dia. Dengan menggeleng-gelengkan kepala
MAT 27:40 mereka berkata, “Hai kamu yang dulu mengaku bisa merobohkan rumah Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari saja! Kalau kamu benar-benar Anak Allah, selamatkan dirimu! Turunlah dari salib itu!”
MAT 27:41 Begitu juga imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, para pemimpin Yahudi, dan orang-orang Farisi menertawakan serta mengejek Yesus. Mereka berkata,
MAT 27:42 “Dia bisa menyelamatkan orang-orang lain, tetapi tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri! Kalau dia benar-benar raja orang Israel, biarlah dia turun dari salib itu sekarang, barulah kami akan percaya kepadanya!
MAT 27:43 Dia mengandalkan Allah. Kalau Allah benar-benar berkenan kepadanya, biarlah Allah menyelamatkan dia sekarang. Karena dia pernah berkata, ‘Aku adalah Anak Allah.’”
MAT 27:44 Kedua penjahat yang disalibkan bersama Yesus juga ikut menghina Dia.
MAT 27:45 Mulai jam dua belas siang, tiba-tiba seluruh daerah di sekitar situ menjadi gelap sampai jam tiga sore.
MAT 27:46 Kira-kira jam tiga sore Yesus berteriak dengan suara keras, “Eli, Eli, lima sabaktani?”— yang artinya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
MAT 27:47 Beberapa orang yang berdiri di situ salah mendengar teriakan Yesus dan berkata, “Dia memanggil Nabi Elia.”
MAT 27:48 Salah seorang dari mereka segera berlari mengambil sepotong spons dan memasangnya pada ujung sebatang bambu kecil. Dia mencelupkan spons itu ke dalam anggur asam lalu memberikannya ke mulut Yesus supaya diminum-Nya.
MAT 27:49 Tetapi orang-orang lain berkata, “Tunggu! Jangan berikan dulu. Mari kita lihat apakah Elia datang untuk menyelamatkan dia.”
MAT 27:50 Kemudian Yesus berteriak dengan suara keras lalu menghembuskan nafas terakhir.
MAT 27:51 Waktu Yesus mati, tiba-tiba tirai yang tergantung pada pintu ruang kudus di dalam rumah Allah robek sendiri dari atas ke bawah menjadi dua bagian. Lalu terjadilah gempa bumi, dan batu-batu besar terbelah.
MAT 27:52 Kuburan-kuburan pun terbuka lalu banyak orang saleh yang sudah mati hidup kembali
MAT 27:53 dan keluar dari kuburannya masing-masing. Sesudah Yesus hidup kembali dari kematian, mereka masuk ke kota suci (Yerusalem) dan dilihat oleh banyak orang.
MAT 27:54 Ketika komandan kompi dan para tentara yang menjaga Yesus melihat gempa bumi dan keajaiban yang lain itu, mereka sangat ketakutan dan berkata, “Sungguh, Orang ini benar-benar Anak Allah!”
MAT 27:55 Di situ ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh. Mereka sudah ikut bersama Yesus dan kami para murid dari daerah Galilea sampai ke Yerusalem untuk membantu pelayanan Yesus.
MAT 27:56 Di antara mereka terdapat ibu Yakobus dan Yohanes, Maria yang berasal dari kampung Magdala, dan Maria yang lain, yaitu ibu Yakobus dan Yoses, adik-adik Yesus.
MAT 27:57 Ketika hampir malam, datanglah seorang kaya bernama Yusuf. Dia berasal dari kota Arimatea dan sudah sering mengikuti Yesus.
MAT 27:58 Dia pergi menghadap Pilatus untuk meminta mayat Yesus. Maka Pilatus memerintahkan tentaranya supaya mayat Yesus diberikan kepada Yusuf.
MAT 27:59 Lalu Yusuf dibantu beberapa orang lain mengambil mayat itu dan membungkusnya dengan kain kafan yang baru dia beli.
MAT 27:60 Mereka meletakkan mayat Yesus di dalam kuburan baru milik Yusuf sendiri, yang dibuat seperti gua di dalam bukit batu. Kemudian mulut gua kuburan itu ditutup dengan menggulingkan batu besar yang sudah disediakan sebagai penutup. Sesudah itu Yusuf dan orang-orang lain itu pulang.
MAT 27:61 Sementara mereka mengurus mayat Yesus, dua perempuan yang bernama Maria tadi duduk menghadap mulut gua kuburan itu dan menyaksikan dari dekat.
MAT 27:62 Penguburan Yesus dilakukan pada hari Jumat. Lalu besoknya, yaitu hari Sabat, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi pergi menghadap Pilatus.
MAT 27:63 Mereka berkata, “Tuan, kami teringat bahwa sewaktu Yesus si penyesat itu masih hidup, dia pernah berkata, ‘Tiga hari sesudah aku mati, aku akan dihidupkan kembali.’
MAT 27:64 Oleh karena itu, tolong perintahkan supaya kuburannya dijaga tentara sampai hari ketiga. Karena jangan-jangan murid-murid Yesus mencuri mayatnya pada waktu malam dan mengumumkan bahwa dia sudah bangkit dari antara orang mati. Kalau itu sampai terjadi, maka penyesatan yang timbul nanti akan lebih parah daripada penyesatan yang pertama ketika dia mengaku dirinya sebagai Kristus.”
MAT 27:65 Pilatus berkata kepada mereka, “Saya izinkan. Bawalah para tentara yang saya tugaskan dan lakukanlah segala sesuatu yang diperlukan untuk mengamankan kuburan itu.”
MAT 27:66 Maka pemimpin-pemimpin Yahudi itu pergi bersama para tentara penjaga ke kuburan Yesus. Mereka menempelkan segel resmi pada batu penutup kuburan, lalu para tentara itu tinggal di sana untuk berjaga.
MAT 28:1 Sesudah lewat hari Sabat, pagi-pagi sekali pada hari Minggu, Maria (yang dari kampung Magdala) dan Maria yang lain itu pergi melihat kuburan Yesus.
MAT 28:2 Tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang dahsyat ketika salah satu malaikat turun dari surga dan menggulingkan batu penutup dari pintu kuburan, lalu duduk di atas batu itu.
MAT 28:3 Tubuhnya bersinar terang seperti kilat, dan pakaiannya putih sekali seperti awan.
MAT 28:4 Melihat malaikat itu, para penjaga kuburan sangat ketakutan sampai mereka gemetar dan jatuh pingsan hingga kelihatan seperti mayat.
MAT 28:5 Lalu malaikat itu berkata kepada kedua Maria, “Jangan takut! Saya tahu kalian sedang mencari Yesus yang sudah disalibkan itu.
MAT 28:6 Dia tidak ada di sini. Dia sudah bangkit, seperti yang pernah dikatakan-Nya. Mari masuk dan lihatlah bekas tempat mayat Tuhan diletakkan.
MAT 28:7 Sekarang cepatlah pergi dan beritahukanlah kepada murid-murid-Nya, ‘Yesus sudah dibangkitkan dari kematian! Sekarang Dia pergi ke Galilea mendahului kalian. Kalian akan bertemu dengan-Nya di sana.’ Perhatikanlah berita yang sudah saya sampaikan kepadamu ini.”
MAT 28:8 Lalu kedua perempuan itu segera meninggalkan kuburan itu dengan rasa takut dan sangat bersukacita. Mereka berlari untuk memberitahukan apa yang sudah terjadi kepada kami murid-murid Yesus.
MAT 28:9 Dalam perjalanan mereka, tiba-tiba Yesus menemui kedua Maria itu dan berkata, “Salam.” Mereka pun mendekati-Nya, lalu sujud memegang kaki-Nya dan menyembah Dia.
MAT 28:10 Yesus berkata kepada mereka, “Jangan takut! Pergilah dan beritahukanlah kepada para pengikut-Ku supaya mereka pergi ke Galilea. Di sanalah mereka akan bertemu dengan-Ku.”
MAT 28:11 Sementara kedua perempuan itu pergi memberitahu kami, sebagian dari tentara penjaga kuburan itu pergi ke kota dan melaporkan kepada imam-imam kepala tentang semua yang sudah terjadi.
MAT 28:12 Maka para imam kepala segera mengadakan rapat dengan para pemimpin Yahudi, dan mereka memutuskan untuk memberikan sejumlah besar uang suap kepada para penjaga itu
MAT 28:13 dengan pesan, “Kalian harus menceritakan seperti ini, ‘Murid-murid Yesus datang pada malam hari dan mencuri mayat-Nya ketika kami sedang tidur.’
MAT 28:14 Kalau gubernur mendengar cerita itu, kami akan berbicara padanya supaya kalian tidak dihukum.”
MAT 28:15 Mereka pun menerima uang suap itu dan menyebarkan cerita bohong seperti yang dipesankan kepada mereka. Sampai sekarang cerita bohong itu masih tersebar di kalangan orang Yahudi.
MAT 28:16 Lalu kami kesebelas murid Yesus pergi ke sebuah bukit di Galilea yang sudah diberitahukan Yesus sebelumnya.
MAT 28:17 Ketika kami bertemu dengan Yesus di bukit itu, kami sujud menyembah-Nya. Namun peristiwa ini sangat mengherankan hingga ada di antara kami yang sulit percaya bahwa apa yang kami alami benar-benar terjadi.
MAT 28:18 Lalu Yesus mendekati kami dan berkata, “Allah sudah memberikan segala kuasa kepada-Ku untuk memerintah semua ciptaan-Nya, baik yang di surga maupun di bumi.
MAT 28:19 Karena itu, pergilah dan ajarlah orang-orang dari setiap suku-bangsa supaya mereka menjadi murid-Ku. Baptislah mereka sebagai orang yang mengikut Aku, Bapa-Ku, dan Roh Kudus.
MAT 28:20 Dan ajarlah mereka untuk setia melakukan semua yang sudah Aku ajarkan kepada kalian. Yakinlah bahwa Aku akan selalu menyertai kamu bahkan sampai akhir zaman.” Amin.
MAR 1:1 Inilah Kabar Baik tentang Kristus Yesus, Anak Allah: Kejadian ini dimulai seperti yang dahulu sudah dinubuatkan oleh para nabi tentang apa yang Allah katakan kepada Anak-Nya, “Perhatikanlah: Aku akan mengutus seorang pemberita lebih dulu, supaya dia menyiapkan jalan sebelum Aku mengutus Engkau.”
MAR 1:3 “Orang itu akan mengajar dengan suara keras di padang belantara, ‘Siapkanlah jalan untuk kedatangan Tuhan! Marilah kita bersiap-siap untuk bertemu dengan-Nya!’”
MAR 1:4 Ratusan tahun kemudian, orang yang Allah sebutkan itu datang ke padang belantara. Namanya Yohanes. Dia mengajar orang-orang yang datang kepadanya, “Kamu masing-masing harus bertobat dari dosa-dosamu supaya Allah mengampunimu. Dan untuk menunjukkan bahwa kamu mau terus mengikut TUHAN, datanglah kepada saya supaya saya membaptis kamu.”
MAR 1:5 Lalu datanglah orang banyak dari seluruh provinsi Yudea dan kota Yerusalem kepada Yohanes di sungai Yordan. Mereka semua mengaku dosa kepada Allah, lalu Yohanes membaptis mereka di situ.
MAR 1:6 Pakaian Yohanes terbuat dari bulu unta. Ikat pinggangnya dari kulit binatang. Dia sering makan belalang dan madu dari sarang lebah liar.
MAR 1:7 Yohanes mengatakan kepada orang banyak itu, “Tidak lama lagi akan datang Seorang yang lebih berkuasa daripada saya. Bahkan saya tidak layak melayani Dia, walaupun hanya membungkuk untuk membukakan tali sandal-Nya.
MAR 1:8 Saya hanya dapat membaptis kalian dengan air, tetapi Dia yang lebih berkuasa dari saya akan membaptis kalian dengan Roh Kudus.”
MAR 1:9 Beberapa waktu kemudian, Yesus datang ke sungai Yordan dari kampung Nazaret di provinsi Galilea. Lalu Yohanes membaptis Dia di situ.
MAR 1:10 Ketika Yesus keluar dari air, tiba-tiba Dia melihat langit terbelah dan Roh Allah turun ke atas-Nya dalam bentuk burung merpati.
MAR 1:11 Lalu terdengarlah suara Allah dari surga yang berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi, dan Engkau menyenangkan hati-Ku.”
MAR 1:12 Sesudah itu Roh Allah langsung memimpin Yesus ke padang belantara.
MAR 1:13 Empat puluh hari lamanya Yesus tinggal di situ, di mana ada banyak binatang liar. Pada waktu itu Satanas berulang kali berusaha mencobai Dia, tetapi tidak pernah berhasil. Lalu para malaikat datang melayani Yesus.
MAR 1:14 Sesudah Yohanes Pembaptis dipenjara, Yesus pergi ke Galilea dan mulai mengajarkan Kabar Baik tentang kerajaan Allah.
MAR 1:15 Yesus berkata, “Bertobatlah dan percayalah kepada Kabar Baik, karena hampir tiba waktunya Allah mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini.”
MAR 1:16 Waktu Yesus berjalan di tepi danau Galilea, Dia melihat dua orang nelayan sedang melemparkan jala ke danau. Mereka adalah Simon, yang juga disebut Petrus, dan adiknya, Andreas.
MAR 1:17 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk mengumpulkan orang supaya mereka menjadi pengikut-Ku.”
MAR 1:18 Saat itu juga mereka langsung meninggalkan jala mereka dan mengikut Yesus.
MAR 1:19 Setelah berjalan tidak jauh dari tempat itu, Yesus melihat lagi dua orang nelayan yang sedang memperbaiki jala-jala mereka di dalam perahu. Mereka adalah Yakobus dan adiknya, Yohanes, anak-anak Zebedeus. Yesus pun segera memanggil mereka. Saat itu juga keduanya meninggalkan Zebedeus dan beberapa anak buahnya, lalu mengikut Yesus.
MAR 1:21 Sesudah itu Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke kota Kapernaum. Pada hari Sabat Dia masuk ke rumah pertemuan orang Yahudi dan mengajar di situ.
MAR 1:22 Semua orang yang mendengarkan ajaran-Nya terheran-heran, karena Dia berbicara seperti seorang penguasa yang mempunyai hak untuk memerintah. Ajaran-Nya tidak seperti ajaran para ahli Taurat.
MAR 1:23 Di dalam rumah pertemuan itu ada seorang laki-laki yang dikuasai roh jahat, dan dia berteriak,
MAR 1:24 “Hai Yesus orang Nazaret! Tidak ada urusanmu dengan kami! Apakah kamu datang untuk membinasakan kami? Saya sudah tahu siapa kamu! Kamu adalah utusan yang suci dari Allah.”
MAR 1:25 Lalu Yesus membentak roh jahat itu, “Diam! Keluar dari orang ini!”
MAR 1:26 Roh jahat itu mengguncang-guncangkan orang itu dengan sangat keras, lalu keluar dari orang itu sambil menjerit.
MAR 1:27 Semua orang yang melihat kejadian itu terheran-heran dan berkata satu sama lain, “Wah! Luar biasa! Ini suatu ajaran baru! Orang ini mempunyai kuasa sehingga roh-roh jahat pun taat kepadanya.”
MAR 1:28 Berita tentang Yesus segera tersebar dengan cepat di seluruh provinsi Galilea.
MAR 1:29 Sesudah Yesus dan keempat murid-Nya keluar dari rumah pertemuan itu, mereka langsung masuk ke rumah Petrus dan Andreas. Yakobus dan Yohanes juga ikut.
MAR 1:30 Ketika mereka masuk, ada orang yang memberitahukan kepada Yesus bahwa ibu mertua Petrus sedang terbaring karena sakit demam.
MAR 1:31 Maka Yesus datang kepadanya dan memegang tangannya, lalu membantu dia untuk duduk. Saat itu juga demamnya hilang. Kemudian ibu itu bangun dan melayani mereka.
MAR 1:32 Sesudah matahari tenggelam dan hari Sabat baru selesai, warga kota itu membawa kepada Yesus semua orang yang sakit dan yang dikuasai setan-setan.
MAR 1:33 Hampir semua penduduk kota Kapernaum berkumpul di depan rumah Petrus dan Andreas.
MAR 1:34 Lalu Yesus menyembuhkan segala macam penyakit yang mereka derita, juga mengusir setan-setan yang menguasai banyak orang. Dia tidak mengizinkan setan-setan itu untuk bicara, karena mereka tahu siapa Dia.
MAR 1:35 Besok paginya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan meninggalkan rumah itu lalu pergi ke tempat yang sepi untuk berdoa.
MAR 1:36 Waktu Petrus dan teman-temannya melihat bahwa Yesus tidak ada di rumah, mereka pergi mencari Dia.
MAR 1:37 Sesudah menemukan-Nya mereka berkata, “Guru, mari kita pulang, karena semua orang sedang mencari Engkau.”
MAR 1:38 Tetapi Dia menjawab, “Lebih baik kita pergi ke kampung-kampung lain di daerah ini, supaya Aku bisa mengajarkan Kabar Baik kepada warga di sana juga. Karena untuk itulah Aku datang.”
MAR 1:39 Lalu Yesus mengajar di rumah-rumah pertemuan orang Yahudi di seluruh provinsi Galilea, juga mengusir setan-setan dari banyak orang.
MAR 1:40 Suatu kali, seorang yang kena penyakit kulit menular datang berlutut di depan Yesus dan berkata, “Kalau Bapak mau, saya yakin Bapak pasti bisa menyembuhkan saya.”
MAR 1:41 Yesus sangat mengasihani orang itu. Dia pun menyentuhnya sambil berkata, “Aku mau. Sembuhlah!”
MAR 1:42 Saat itu juga penyakit kulitnya langsung hilang dan dia betul-betul sembuh.
MAR 1:43 Lalu Yesus segera menyuruh orang itu pergi serta melarangnya dengan tegas,
MAR 1:44 “Jangan beritahukan kepada siapa pun tentang apa yang terjadi padamu! Pergilah dulu kepada salah satu imam yang bertugas dan tunjukkan kulitmu kepadanya. Lalu berikan persembahan kepada Allah sesuai dengan perintah Musa tentang orang yang sudah sembuh dari penyakit kulit. Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu betul-betul sudah sembuh.”
MAR 1:45 Tetapi orang itu pergi dan menceritakan kejadian tadi ke sana kemari. Karena itu Yesus tidak mau lagi masuk secara terang-terangan ke dalam kota. Jadi Dia dan murid-murid-Nya tinggal di luar kota saja, di daerah-daerah yang sepi. Biarpun begitu, orang-orang dari mana pun terus saja berdatangan kepada-Nya.
MAR 2:1 Beberapa hari kemudian, Yesus kembali lagi ke kota Kapernaum. Lalu dengan cepat tersebarlah berita di kota itu bahwa Yesus sudah ada di rumah.
MAR 2:2 Maka segera saja banyak orang datang berkumpul untuk mendengarkan Dia mengajar tentang Firman TUHAN. Rumah itu menjadi penuh karena banyaknya orang, bahkan di depan pintu pun tidak ada lagi tempat untuk berdiri.
MAR 2:3 Sementara itu, datanglah empat orang menggotong seorang laki-laki yang lumpuh total dan terbaring di atas tandu.
MAR 2:4 Tetapi karena terlalu banyak orang, mereka tidak bisa membawa dia langsung kepada Yesus. Jadi mereka membawa dia naik dengan tandunya ke atap rumah dan membongkar bagian atap di atas tempat Yesus berada. Lalu mereka menurunkan orang lumpuh itu beserta tandunya ke depan Yesus.
MAR 2:5 Waktu Yesus melihat perbuatan mereka, Dia tahu bahwa orang-orang itu sangat percaya bahwa Dia sanggup menyembuhkan kawan mereka yang lumpuh. Maka Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Anak muda, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.”
MAR 2:6 Tetapi beberapa ahli Taurat yang sedang duduk di situ mendengar perkataan Yesus, lalu menyalahkan Dia dengan berpikir,
MAR 2:7 “Berani sekali orang ini berkata begitu! Dia sudah menghina Allah! Tidak seorang pun dapat mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri.”
MAR 2:8 Saat itu juga Yesus langsung tahu apa yang mereka pikirkan, lalu menegur mereka, “Aku tahu bahwa kalian diam-diam tidak setuju dengan apa yang Aku katakan tadi!
MAR 2:9 Tentu kalian sulit menerima ketika Aku berkata kepada orang lumpuh ini, ‘Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.’ Apakah kalian lebih mudah menerima kalau Aku berkata kepadanya, ‘Bangunlah, angkat tandumu dan pulanglah?’
MAR 2:10 Tetapi melalui perkataan ini Aku akan membuktikan kepada kalian bahwa Aku sebagai Sang Anak Adam berhak untuk mengampuni dosa manusia!” Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu,
MAR 2:11 “Bangunlah, angkat tandumu dan pulanglah!”
MAR 2:12 Saat itu juga orang lumpuh itu bangun, mengangkat tandunya, dan keluar dari rumah itu. Semua orang yang melihatnya sangat heran lalu memuji-muji Allah serta berkata, “Belum pernah kita melihat keajaiban yang seperti ini!”
MAR 2:13 Waktu Yesus kembali lagi ke pantai danau Galilea, banyak orang datang kepada-Nya, lalu Dia mengajar mereka.
MAR 2:14 Sesudah selesai, Yesus berjalan dari tempat itu dan melihat seorang penagih pajak sedang duduk di tempat kerjanya. Namanya Matius, anak Alfeus. Yesus pun mendekati dia dan berkata, “Mari, ikutlah Aku!” Saat itu juga Matius langsung berdiri dan mengikut Yesus.
MAR 2:15 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya makan di rumah Matius. Banyak penagih pajak dan orang-orang lain yang juga dianggap berdosa ikut makan bersama mereka. (Memang ada banyak orang seperti itu yang sering mengikuti Yesus.)
MAR 2:16 Beberapa ahli Taurat dan orang Farisi datang dan melihat bahwa Yesus serta murid-murid-Nya sedang makan bersama orang-orang yang dianggap berdosa itu. Lalu mereka berkata kepada murid-murid-Nya, “Kenapa guru kalian makan dan minum bersama para penagih pajak dan orang-orang berdosa lainnya?!”
MAR 2:17 Mendengar perkataan mereka, Yesus menjawab, “Orang sehat tidak memerlukan dokter. Yang memerlukan dokter adalah orang sakit. Karena itu Aku datang untuk memanggil orang-orang berdosa supaya bertobat, bukan untuk orang-orang yang merasa dirinya benar!”
MAR 2:18 Pada suatu hari, seperti kebiasaan nenek moyang orang Yahudi, murid-murid Yohanes Pembaptis sedang berpuasa, begitu juga anggota kelompok Farisi. Jadi beberapa orang datang kepada Yesus dan bertanya, “Para murid Yohanes sering berpuasa. Anggota kelompok Farisi juga. Mengapa murid-muridmu tidak?”
MAR 2:19 Jawab Yesus, “Dalam suatu pesta pernikahan, tidak mungkin tamu-tamunya disuruh berpuasa selama pengantin laki-laki masih ada bersama mereka! Begitu juga selama Aku masih bersama murid-murid-Ku, mereka tidak akan berpuasa.
MAR 2:20 Tetapi bayangkan apa yang akan terjadi kalau pengantin laki-laki itu dirampas dari mereka. Hal itulah yang akan terjadi pada-Ku, dan saat itulah murid-murid-Ku akan berpuasa sebagai tanda dukacita.”
MAR 2:21 Lalu Yesus memberikan dua kiasan lagi kepada mereka, “Kalau orang punya baju lama yang sudah robek, dia tidak akan menambal baju itu dengan kain yang baru. Karena sewaktu dicuci, kain baru yang ditambalkan itu akan mengkerut sehingga membuat bagian yang robek itu semakin robek lagi.
MAR 2:22 Begitu juga air anggur yang baru tidak akan dimasukkan ke dalam kantong kulit yang lama. Karena waktu air anggur itu menguap dan udaranya tidak bisa keluar, kantong itu akan rusak, sehingga air anggur tumpah dan kantong kulitnya tidak bisa dipakai lagi. Karena itu, air anggur yang baru harus dimasukkan ke dalam kantong kulit yang baru juga.”
MAR 2:23 Pada hari Sabat, Yesus bersama murid-murid-Nya sedang berjalan melewati ladang-ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik beberapa bulir gandum dan memakan biji-bijinya.
MAR 2:24 Beberapa orang Farisi melihat hal itu lalu berkata kepada Yesus, “Lihat! Kenapa murid-muridmu berbuat demikian?! Mereka sedang melanggar peraturan hari Sabat.”
MAR 2:25 Lalu Yesus menjawab mereka, “Tentu kalian sudah tahu cerita tentang Daud ketika dia dan orang-orang yang mengikutinya sedang lapar dan memerlukan makanan.
MAR 2:26 Daud masuk ke kemah Allah untuk meminta roti dari Imam Besar Abiatar. Roti yang diberikan kepada Daud adalah bekas persembahan di ruang kudus. Padahal menurut peraturan hukum Taurat, roti itu hanya boleh dimakan oleh para imam. Tetapi karena mereka memerlukan makanan, maka apa yang dilakukan Daud saat itu tidak dianggap berdosa.”
MAR 2:27 Lalu Yesus berkata lagi kepada orang-orang Farisi itu, “TUHAN mengadakan hari Sabat untuk menolong manusia, bukan untuk membuat hidup manusia menjadi budak hari Sabat!
MAR 2:28 Begitu juga Aku, Sang Anak Adam, adalah Penguasa yang berhak untuk menentukan semua hal, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada hari Sabat.”
MAR 3:1 Ketika Yesus masuk lagi ke salah satu rumah pertemuan orang Yahudi, di situ ada seorang laki-laki yang salah satu tangannya sudah lumpuh.
MAR 3:2 Ada juga beberapa orang Farisi yang sedang mengawasi Yesus. Karena mereka sudah merencanakan bahwa jika Dia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, mereka akan melaporkan Dia kepada pemimpin-pemimpin Yahudi.
MAR 3:3 Yesus berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, “Mari berdiri di depan sini.”
MAR 3:4 Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut hukum Taurat, apa yang boleh kita perbuat pada hari Sabat? Apakah kita diizinkan berbuat baik, atau berbuat jahat? Apakah kita diizinkan menyelamatkan nyawa orang, atau membunuh?” Tetapi tidak ada yang menjawab.
MAR 3:5 Yesus memandang orang-orang di sekeliling-Nya dengan marah sekaligus sedih karena mereka begitu keras kepala. Kemudian Dia berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, “Luruskanlah tanganmu ke depan.” Dia pun meluruskan tangannya yang lumpuh dan saat itu juga sembuhlah tangannya, menjadi sekuat tangan sebelahnya!
MAR 3:6 Orang-orang Farisi keluar dari rumah pertemuan itu dan segera bertemu dengan kelompok pendukung raja Herodes untuk merencanakan cara membunuh Yesus.
MAR 3:7 Sesudah itu Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan tempat itu dan pergi ke danau Galilea. Banyak orang dari provinsi Galilea dan Yudea mengikuti mereka.
MAR 3:8 Ada juga yang datang dari Yerusalem, daerah Idumea, daerah sebelah timur sungai Yordan, dan dari daerah sekitar Tirus dan Sidon. Mereka semua datang karena sudah mendengar tentang hal-hal luar biasa yang Yesus lakukan.
MAR 3:9 Orang-orang yang sakit di antara mereka berdesak-desakan mendekati Yesus supaya bisa menyentuh Dia, karena sebelumnya Dia sudah menyembuhkan banyak orang. Oleh sebab itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tolong siapkan perahu, supaya Aku mengajar dari atas perahu itu. Karena kalau Aku mengajar dari sini, bisa saja Aku terimpit oleh orang banyak itu.”
MAR 3:11 Di antara orang banyak itu ada juga yang dikuasai oleh roh-roh jahat. Waktu roh-roh jahat itu melihat Yesus, orang-orang yang mereka kuasai langsung menjatuhkan diri di depan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah!”
MAR 3:12 Tetapi Yesus melarang roh-roh jahat itu dengan tegas supaya tidak memberitahukan tentang diri-Nya.
MAR 3:13 Sesudah itu, Yesus naik ke atas bukit, dan Dia memanggil dua belas orang yang sudah Dia pilih. Lalu mereka datang kepada-Nya.
MAR 3:14 Dia mengangkat mereka untuk menyertai Dia dalam pelayanan dan supaya Dia bisa mengutus mereka untuk sebarkan berita keselamatan.
MAR 3:15 Dia juga memberikan kuasa kepada mereka untuk dapat menyembuhkan penyakit dan mengusir setan-setan.
MAR 3:16 Nama kedua belas rasul yang dipilih itu adalah sebagai berikut: Simon (yang Yesus beri nama baru Petrus),
MAR 3:17 kedua anak Zebedeus, yaitu Yakobus dan Yohanes (yang juga Yesus beri nama baru yaitu Boanerges, artinya anak-anak guntur.)
MAR 3:18 Lalu yang lainnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Tadeus, Yakobus anak Alfeus, Simon orang Kanaan,
MAR 3:19 dan Yudas yang berasal dari desa Kariot. Dialah yang kemudian mengkhianati Yesus.
MAR 3:20 Sesudah itu Yesus kembali ke rumah yang biasa Dia tinggali. Tetapi banyak orang berkumpul lagi di situ, sampai Yesus dan murid-murid-Nya sama sekali tidak sempat istirahat ataupun makan.
MAR 3:21 Pada waktu itu ada beberapa orang yang mengenal Yesus berkata tentang-Nya, “Dia sudah gila.” Ketika keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka berjalan ke tempat itu untuk memaksa Yesus pulang.
MAR 3:22 Ada juga ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem. Mereka berkata, “Yesus sudah dikuasai oleh Beelzebul, raja para setan. Beelzebul itulah yang memberinya kuasa untuk mengusir setan-setan.”
MAR 3:23 Maka Yesus memanggil orang banyak untuk berkumpul dan Dia berbicara kepada mereka, “Tidak mungkin Satanas mengusir roh-roh yang berpihak kepadanya.” Lalu Yesus mengajar mereka dengan menggunakan beberapa kiasan:
MAR 3:24 “Kaki-tangan Satanas tidak mungkin terpecah-pecah dan saling melawan. Hal itu bisa digambarkan seperti satu negara atau satu keluarga: Kalau mereka saling melawan dan saling berperang, pasti negara atau keluarga itu akan hancur. Jadi jelaslah bahwa iblis tidak mungkin memberi kekuatan kepada-Ku untuk mengusir roh-roh yang berpihak kepadanya. Karena kalau itu terjadi, berarti kerajaan iblis sudah hancur.
MAR 3:27 Aku di sini sebagai musuh iblis yang datang untuk merampas harta darinya. Tidak ada pencuri yang berani masuk begitu saja ke dalam rumah orang yang sangat kuat. Sebelum masuk, dia harus lebih dulu mengikat orang kuat itu, barulah dia bisa masuk ke rumahnya dan merampas barang-barangnya.
MAR 3:28 “Aku menegaskan kepadamu: Allah bersedia mengampuni segala macam dosa manusia, termasuk segala bentuk penghinaan mereka terhadap-Nya.
MAR 3:29 Tetapi orang yang menghina Roh Kudus tidak akan pernah diampuni oleh Allah untuk dosa besar itu. Mereka harus menanggung dosa itu selama-lamanya.”
MAR 3:30 Yesus berkata begitu karena orang-orang sudah menghina Dia dengan berkata, “Yesus dikuasai roh jahat.”
MAR 3:31 Pada waktu itu juga, ibu dan saudara-saudara Yesus tiba di rumah itu dan menunggu di luar. Mereka minta tolong kepada orang untuk memanggilkan Dia.
MAR 3:32 Saat itu Yesus sedang duduk di dalam rumah dengan dikelilingi banyak orang. Lalu ada orang yang berkata, “Guru! Ibu, dan saudara-saudarimu mau bertemu. Mereka sedang menunggu di luar.”
MAR 3:33 Tetapi Yesus menjawab, “Sekarang Aku akan menunjukkan kepada kalian orang-orang yang Aku anggap seperti ibu atau saudara dan saudari-Ku.”
MAR 3:34 Lalu Dia memandang orang-orang yang duduk di sekitar-Nya dan berkata, “Mereka inilah yang Aku anggap sebagai ibu dan saudara-saudari-Ku,
MAR 3:35 yaitu orang-orang yang melakukan kemauan Allah. Orang yang demikianlah yang Aku anggap sebagai ibu, saudara, dan saudari-Ku!”
MAR 4:1 Waktu Yesus mengajar lagi di tepi danau Galilea, banyak sekali orang berkumpul mengelilingi Dia. Karena itu Dia naik ke atas perahu yang sedang berlabuh dan duduk di situ, sedangkan orang banyak tetap berdiri di pinggir danau.
MAR 4:2 Lalu Yesus mengajar banyak hal kepada mereka dengan berbagai perumpamaan, seperti yang berikut ini:
MAR 4:3 “Dengarkanlah baik-baik! Pada suatu hari, seorang petani pergi menabur benih di ladang.
MAR 4:4 Waktu dia sedang menabur, sebagian benih jatuh di jalan. Lalu burung-burung datang dan memakannya sampai habis.
MAR 4:5 Ada juga yang jatuh di tanah berbatu-batu. Lalu tunas benih itu cepat keluar, karena lapisan tanahnya tipis.
MAR 4:6 Tetapi waktu sinar matahari menjadi panas, tunas-tunas itu pun layu dan kering karena akarnya tidak bisa masuk ke dalam tanah.
MAR 4:7 Ada juga benih yang jatuh di antara rumput berduri. Kemudian rumput itu tumbuh semakin besar dan menghimpit tunas-tunas benih itu sehingga tidak bisa bertumbuh dan berbuah.
MAR 4:8 Tetapi yang sebagian lagi jatuh di tanah subur. Benih itu bertunas, tumbuh besar, dan memberi banyak hasil. Ada yang berbuah tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh, bahkan ada yang seratus kali lipat.”
MAR 4:9 Lalu Yesus berkata, “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
MAR 4:10 Waktu Yesus sedang sendirian, kedua belas murid-Nya dan beberapa orang lain yang mendengar perumpamaan itu datang kepada-Nya dan berkata, “Guru, kami belum mengerti arti perumpamaan tadi.”
MAR 4:11 Lalu Dia berkata kepada mereka, “Dulu manusia tidak diizinkan untuk mengerti ajaran-ajaran tentang kerajaan Allah. Sekarang kalian sudah diberi izin untuk mengerti hal-hal yang rahasia itu. Tetapi untuk mereka yang lain, Aku selalu mengajarkannya dengan perumpamaan
MAR 4:12 supaya terjadilah sesuai perkataan Allah yang ditulis oleh nabi, yaitu, ‘Biarpun mereka terus-menerus mendengar pesan TUHAN, mereka tidak akan mengerti. Dan biarpun terus menyaksikan berbagai perbuatan TUHAN, mereka tidak akan memahami maknanya. Biar saja mereka tidak bertobat dan tidak kembali kepada-Ku, supaya Aku tidak perlu mengampuni dosa-dosa mereka!’”
MAR 4:13 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aduh, kalau perumpamaan yang itu saja kalian belum mengerti, bagaimana mungkin kalian bisa memahami perumpamaan-Ku yang lainnya!”
MAR 4:14 Kemudian Yesus menjelaskan artinya, “Petani yang menabur benih itu menggambarkan orang yang menyebarkan ajaran TUHAN.
MAR 4:15 Yang pertama, tentang benih yang jatuh di jalan. Jalan menggambarkan orang-orang yang baru mendengar ajaran dari TUHAN, tetapi Satanas dengan cepat datang dan mencuri ajaran itu dari hati mereka.
MAR 4:16 Kedua, tentang benih yang jatuh di tanah berbatu-batu. Tanah berbatu-batu menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran TUHAN dan langsung menerimanya dengan senang hati.
MAR 4:17 Tetapi ajaran itu tidak berakar dalam hati mereka sehingga tidak bertahan lama. Waktu mereka mengalami kesusahan atau dianiaya karena mengikuti ajaran itu, mereka akan segera meninggalkan TUHAN.
MAR 4:18 Ketiga, tentang benih yang jatuh di antara rumput berduri. Rumput berduri menggambarkan orang-orang yang sudah mendengarkan ajaran TUHAN,
MAR 4:19 tetapi mereka kuatir tentang persoalan hidup sehari-hari di dunia ini. Mereka lebih mengutamakan kekayaan dan menyibukkan diri dengan mengejar hal-hal duniawi. Semua keinginan itu seperti rumput berduri yang menghimpit ajaran TUHAN sehingga tidak menghasilkan apa pun dalam hidup mereka.
MAR 4:20 Sedangkan yang keempat, tentang benih yang jatuh di tanah yang subur. Tanah subur menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran dari TUHAN dan menerimanya dengan sepenuh hati. Karena itu, mereka memberikan banyak hasil, seperti benih yang menghasilkan tiga puluh, atau enam puluh, ataupun seratus kali lipat.”
MAR 4:21 Yesus berkata lagi kepada mereka, “Orang tidak mungkin menyalakan pelita lalu menaruhnya di bawah tempayan atau di kolong tempat tidur. Pelita selalu ditaruh di tempat yang tinggi supaya bisa menerangi seisi rumah.
MAR 4:22 Begitu juga semua ajaran yang Aku sampaikan dengan perumpamaan kepada orang banyak: Sekarang artinya dirahasiakan, tetapi nanti semuanya akan terbuka. Yang sekarang tidak jelas, nanti akan menjadi jelas.”
MAR 4:23 Lalu Yesus mengingatkan mereka, “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
MAR 4:24 Kata Yesus lagi, “Renungkanlah agar kamu mengerti semua ajaran-Ku. Karena sebagaimana kamu berusaha mengerti ajaran-Ku, demikianlah Allah juga akan menambahkan kemampuan kepadamu untuk memahaminya. Bahkan Dia akan menambahkan lebih banyak hikmat lagi.
MAR 4:25 Jadi, bagi orang yang merenungkan dan sudah memahami ajaran-Ku, Allah akan menambahkan kepadanya kemampuan untuk mengerti lebih banyak lagi. Tetapi bagi orang yang tidak berusaha mengingat dan mengerti ajaran-Ku, Allah akan mengambil kemampuan untuk mengerti itu darinya.”
MAR 4:26 Selanjutnya Yesus memberikan perumpamaan yang lain kepada mereka. “Kerajaan Allah bisa digambarkan seperti seorang petani yang menabur benih gandum di ladangnya.
MAR 4:27 Sesudah menabur, dia pergi lalu hidup seperti biasa. Malam hari dia tidur, dan siang hari dia beraktivitas tanpa memikirkan benih itu. Dengan sendirinya benih itu bertunas dan terus bertumbuh, meskipun dia tidak mengerti bagaimana caranya.
MAR 4:28 Tanpa bantuan dari petani itu, benih gandum yang sudah ditabur di tanah akan tumbuh dengan sendirinya dan memberikan hasil. Pertama muncul tunas, lalu menjadi tangkai yang kecil seperti rumput. Kemudian tangkai itu menjadi besar, mengeluarkan bulir-bulir gandum, dan akhirnya penuh dengan biji.
MAR 4:29 Ketika biji-bijinya masak, barulah petani itu datang dan segera menyabit gandumnya, sebab musim panen sudah tiba.”
MAR 4:30 Kata Yesus lagi, “Supaya lebih jelas, Aku menambahkan perumpamaan lagi untuk menunjukkan gambaran tentang kerajaan Allah.
MAR 4:31 Kerajaan Allah ibarat biji sawi. Biarpun biji itu paling kecil di dunia,
MAR 4:32 tetapi waktu ditanam, biji itu akan menjadi tumbuhan yang paling besar di kebun. Tumbuhan itu akan mengeluarkan cabang-cabang yang besar sehingga burung-burung bisa berlindung di situ.”
MAR 4:33 Yesus memakai banyak perumpamaan seperti itu untuk mengajar mereka, karena dengan cara itu mereka bisa mengerti.
MAR 4:34 Dia selalu memakai perumpamaan untuk mengajar orang banyak. Tetapi waktu Yesus hanya bersama dengan murid-murid-Nya, Dia menjelaskan arti setiap perumpamaan itu.
MAR 4:35 Hari itu, ketika sudah mulai malam, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita pergi ke seberang danau.”
MAR 4:36 Mereka pun berangkat meninggalkan orang banyak dengan perahu yang tadi dipakai Yesus untuk mengajar. Beberapa perahu kecil lain juga mengikuti mereka.
MAR 4:37 Tiba-tiba angin kencang dan ombak besar datang menghantam perahu itu sehingga oleng dan air masuk ke perahu sampai hampir penuh.
MAR 4:38 Tetapi Yesus sedang tidur di bagian belakang perahu dengan kepala di atas bantal. Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata, “Guru, engkau tidak peduli kalau kita mati tenggelam?!”
MAR 4:39 Lalu Yesus bangun dan memerintahkan angin dan danau itu, “Berhenti! Diamlah!” Saat itu juga angin kencang berhenti dan danau pun menjadi tenang sekali.
MAR 4:40 Kemudian Dia berkata kepada mereka, “Kenapa kalian begitu takut?! Sekarang jelas bahwa kalian belum percaya kepada-Ku!”
MAR 4:41 Melihat kejadian itu, mereka menjadi sangat heran dan takut, lalu berkata satu sama lain, “Wah, orang macam apa dia ini?! Bahkan angin dan danau pun taat kepadanya.”
MAR 5:1 Sesudah itu, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di seberang danau, yaitu daerah Gadara.
MAR 5:2 Saat Yesus turun dari perahu, seorang laki-laki yang dikuasai roh jahat langsung menemui-Nya. Orang itu keluar dari pekuburan yang ada di dekat pantai itu.
MAR 5:3 Dia tinggal di gua-gua pekuburan dan sangat ganas. Penduduk sekitar sudah berkali-kali berusaha mengikatnya, bahkan dengan rantai besi. Tetapi dia selalu berhasil lepas.
MAR 5:4 Waktu kaki dan tangannya diikat dengan rantai besi, dia memutuskan rantai itu. Rantai yang di kakinya juga dia banting sampai hancur. Tidak ada seorang pun yang bisa menahannya.
MAR 5:5 Siang-malam dia berkeliaran di pekuburan itu dan bukit-bukit sekitarnya. Orang itu sering berteriak-teriak dan melukai badannya dengan batu.
MAR 5:6 Waktu melihat Yesus dari jauh, dia lari mendekat dan berlutut di hadapan-Nya.
MAR 5:7 Lalu Yesus beberapa kali berkata kepada roh jahat itu, “Hei roh jahat, keluar dari orang ini!” Maka dengan suara keras orang itu berteriak, “Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi, kenapa kamu mengganggu aku? Aku minta kamu berjanji demi nama Allah bahwa kamu tidak akan menyiksaku.”
MAR 5:9 Lalu Yesus bertanya, “Siapa namamu?” Salah satu setan yang ada pada orang itu menjawab, “Batalion, karena kami yang menguasai dia banyak sekali.”
MAR 5:10 Setan-setan itu berulang kali memohon kepada Yesus supaya Dia tidak mengusir mereka keluar dari daerah tersebut.
MAR 5:11 Waktu itu, di sisi bukit yang curam ada sekelompok besar babi peliharaan yang sedang makan.
MAR 5:12 Setan-setan itu meminta kepada Yesus, “Izinkan kami masuk ke dalam babi-babi itu saja.”
MAR 5:13 Yesus pun setuju. Maka roh-roh jahat itu langsung keluar dari orang itu dan masuk ke dalam kawanan babi yang berjumlah sekitar 2.000 ekor. Lalu semuanya lari dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau sehingga mati tenggelam.
MAR 5:14 Para penjaga babi itu lari dan menceritakan kejadian itu ke kota dan daerah sekitarnya. Kemudian orang-orang yang mendengar berita itu berdatangan untuk melihat apa yang sudah terjadi.
MAR 5:15 Sewaktu tiba di tempat Yesus berada, mereka melihat orang yang tadinya dikuasai roh-roh jahat itu sedang duduk tenang dan sudah berpakaian. Pikirannya juga sudah sehat kembali. Karena itu mereka pun takut kepada Yesus.
MAR 5:16 Para penjaga yang melihat sendiri kejadian itu menceritakan kembali kepada mereka tentang orang itu dan babi-babi tadi.
MAR 5:17 Sesudah mendengarkan cerita penjaga itu, orang banyak memohon dengan sangat supaya Yesus meninggalkan daerah mereka.
MAR 5:18 Pada waktu Yesus naik ke perahu, orang yang tadinya dikuasai setan itu berkali-kali meminta kepada Yesus untuk diizinkan ikut bersama-Nya.
MAR 5:19 Tetapi Yesus tidak setuju. Dia berkata kepada orang itu, “Pulanglah dan ceritakanlah kepada keluargamu serta orang-orang di kampungmu bagaimana Allah sudah mengasihani dan menolongmu.”
MAR 5:20 Maka orang itu pergi ke provinsi Sepuluh Kota dan menceritakan bagaimana Yesus sudah menolong dia dengan begitu luar biasa. Semua orang yang mendengar kesaksiannya itu amat terheran-heran.
MAR 5:21 Sesudah Yesus dan murid-murid-Nya menyeberang dan tiba di sebelah barat danau Galilea, banyak orang datang mengelilingi Dia di pinggir danau.
MAR 5:22 Seorang pemimpin rumah pertemuan orang Yahudi yang bernama Yairus juga datang. Waktu melihat Yesus, dia langsung berlutut di kaki-Nya
MAR 5:23 dan memohon dengan sungguh-sungguh, “Tuhan, anak perempuan saya yang masih kecil sakit parah dan hampir mati. Tolong datanglah ke rumah saya dan sentuhlah dia supaya dia sembuh dan tidak mati.”
MAR 5:24 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya pergi bersamanya. Dalam perjalanan, banyak orang mengikuti mereka bahkan sampai berdesakan di sekeliling Yesus.
MAR 5:25 Di antara kerumunan itu, ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan.
MAR 5:26 Dia sudah menghabiskan semua uangnya untuk berobat ke banyak dokter, tetapi mereka tidak mampu menyembuhkannya. Segala pengobatan itu membuat dia tersiksa. Namun penyakitnya tidak membaik dan malah semakin parah.
MAR 5:27 Perempuan itu sudah mendengar tentang Yesus. Jadi dia mengikuti-Nya dari belakang di tengah orang banyak dan menyentuh jubah Yesus,
MAR 5:28 karena pikirnya, “Kalau aku menyentuh ujung jubah-Nya saja, aku pasti sembuh.”
MAR 5:29 Sewaktu dia melakukannya, pendarahannya langsung berhenti dan dia merasakan bahwa tubuhnya tidak sakit lagi.
MAR 5:30 Saat itu juga Yesus mengetahui bahwa ada kekuatan yang keluar dari diri-Nya. Jadi Dia berbalik dan bertanya kepada orang banyak itu, “Siapa yang baru saja menyentuh jubah-Ku?”
MAR 5:31 Murid-murid-Nya menjawab, “Guru, Engkau melihat sendiri, begitu banyak orang yang berdesak-desakan di dekat-Mu. Tentu saja banyak orang yang tidak sengaja menyentuh jubah-Mu!”
MAR 5:32 Tetapi Yesus terus melihat sekeliling untuk mencari orang yang sudah menyentuh jubah-Nya.
MAR 5:33 Saat menyadari bahwa dirinya sudah sembuh, perempuan itu pun bersujud di kaki Yesus dengan gemetar dan takut, lalu menceritakan apa yang sudah dia lakukan.
MAR 5:34 Maka Yesus berkata kepadanya, “Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu sudah sembuh. Sekarang pulanglah dengan hati tenang, karena kamu benar-benar sudah sembuh dari penyakitmu.”
MAR 5:35 Ketika Yesus masih berbicara dengan perempuan itu, beberapa orang dari rumah Yairus datang dan berkata kepadanya, “Anak Bapak sudah meninggal. Jadi tidak usah kita merepotkan Guru lagi. Percuma.”
MAR 5:36 Yesus juga mendengar berita itu, tetapi Dia langsung berkata kepada Yairus, “Jangan takut. Tetaplah percaya saja kepada-Ku.”
MAR 5:37 Lalu Dia melanjutkan perjalanan dengan Petrus, Yakobus, dan Yohanes saudara Yakobus. Yesus melarang orang lain ikut bersama mereka.
MAR 5:38 Sewaktu tiba di rumah Yairus, mereka melihat keadaan ribut karena orang-orang menangis dengan keras.
MAR 5:39 Lalu Yesus masuk dan berkata kepada mereka, “Untuk apa kalian ribut dan menangis?! Anak itu tidak mati. Dia hanya tidur.”
MAR 5:40 Orang-orang itu menertawakan Dia. Kemudian Yesus mengusir mereka semua keluar dan mengajak orangtua anak itu bersama ketiga murid-Nya masuk ke dalam kamar tempat anak itu terbaring.
MAR 5:41 Sambil memegang tangan anak itu, Yesus berkata dalam bahasa mereka, “Talita kumi.” (Artinya, “Hai anak perempuan, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!”)
MAR 5:42 Maka anak yang berumur dua belas tahun itu langsung bangun dan berjalan. Semua orang yang ada di situ terheran-heran.
MAR 5:43 Tetapi Yesus dengan tegas melarang mereka menceritakan hal itu kepada orang lain. Lalu Dia menyuruh orangtuanya, “Berilah makanan kepada anak itu segera.”
MAR 6:1 Lalu Yesus meninggalkan kota Kapernaum dan kembali ke Nazaret, kampung asal-Nya. Murid-murid-Nya juga ikut bersama Dia.
MAR 6:2 Pada hari Sabat, Yesus mulai mengajar di rumah pertemuan mereka. Banyak orang merasa sangat heran waktu mendengar Dia mengajar, lalu mereka berkata satu sama lain, “Berani sekali orang ini mengajar kita! Dari manakah dia mendapat pengetahuan untuk mengajar dan kuasa untuk melakukan berbagai keajaiban?
MAR 6:3 Dia hanya tukang kayu yang kita kenal itu!— anak Maria, dan kakak dari Yakobus, Yoses, Yudas, dan Simon. Semua adik perempuannya juga tinggal di sini bersama kita.” Jadi karena mereka mengetahui asal-usul Yesus, mereka tidak mau percaya kepada-Nya.
MAR 6:4 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi selalu dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya dan di antara keluarganya.”
MAR 6:5 Karena mereka tidak percaya, Yesus tidak melakukan banyak keajaiban di sana. Dia hanya menyembuhkan beberapa orang sakit dengan menyentuh mereka.
MAR 6:6 Yesus heran sekali, karena orang-orang di kampung halaman-Nya sendiri sama sekali tidak percaya kepada-Nya. Lalu Dia mengunjungi kampung-kampung lain di sekitar daerah itu untuk mengajar.
MAR 6:7 Kemudian Yesus mengumpulkan kedua belas murid-Nya untuk menugaskan mereka. Dia memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, lalu mengutus mereka pergi berdua-dua.
MAR 6:8 Dia juga berpesan kepada mereka, “Dalam perjalanan, kamu semua tidak boleh membawa bekal apa pun, baik itu makanan, tas, maupun uang. Kamu hanya boleh membawa satu tongkat
MAR 6:9 dan memakai sandal. Jangan juga membawa baju cadangan.
MAR 6:10 “Waktu kamu memasuki suatu kota dan ada satu keluarga yang menerima kamu untuk menginap di rumahnya, tinggallah di rumah itu sampai kamu pergi meninggalkan kota itu.
MAR 6:11 Tetapi apabila orang-orang di sana menolak kamu atau tidak mau mendengar apa yang kamu ajarkan, tinggalkanlah kota itu. Dan waktu kamu berangkat, kibaskanlah kotoran dari kaki dan sandalmu sebagai tanda peringatan bagi mereka. Aku menegaskan kepadamu: Pada hari pengadilan nanti, hukuman untuk penduduk kota Sodom dan Gomora akan lebih ringan daripada hukuman untuk kota itu.”
MAR 6:12 Lalu kedua belas murid-Nya pun pergi ke berbagai tempat untuk memberitakan bahwa sudah tiba waktunya untuk bertobat.
MAR 6:13 Mereka juga mengusir banyak setan dari orang-orang. Dan banyak orang sakit disembuhkan ketika murid Yesus mengoleskan minyak zaitun kepada mereka.
MAR 6:14 Raja Herodes, yaitu raja provinsi Galilea, mendengar tentang Yesus, karena nama-Nya sudah terkenal di mana-mana. Pada waktu itu, Herodes baru saja membunuh Yohanes Pembaptis. Karena itu dia berkata, “Orang yang menyebut dirinya Yesus itu sebenarnya adalah Yohanes Pembaptis yang sudah hidup kembali dari kematian. Itu sebabnya dia bisa melakukan keajaiban-keajaiban.” Tetapi ada orang lain yang berkata, “Dia adalah Nabi Elia, yang dulu terangkat ke surga dalam keadaan hidup. Sekarang dia kembali dan menyebut dirinya Yesus.” Dan ada juga yang mengatakan, “Yesus adalah seorang nabi yang baru, seperti nabi-nabi pada zaman dulu.” Waktu Herodes mendengar hal itu, dia berkata, “Yesus itu pasti Yohanes Pembaptis! Dulu kepalanya dipenggal atas perintah saya. Tetapi sekarang dia sudah hidup kembali!”
MAR 6:17 Jauh sebelum peristiwa itu, Herodes sudah merebut Herodiana, istri adiknya sendiri, yaitu Filipus. Yohanes Pembaptis berulang kali menegur dia, “Menurut hukum Taurat kamu tidak boleh kawin dengan istri adikmu.” Karena itu Herodes menyuruh tentaranya untuk menangkap Yohanes dan memasukkan dia ke dalam penjara.
MAR 6:19 Karena alasan itu juga, Herodiana menyimpan dendam terhadap Yohanes Pembaptis dan ingin membunuh dia. Tetapi Herodiana tidak bisa melakukannya
MAR 6:20 karena Raja Herodes tidak mengizinkan. Herodes takut kepada Yohanes Pembaptis dan sadar bahwa Yohanes adalah orang saleh dan benar di mata Allah. Dia juga senang mendengar perkataan Yohanes, walaupun tegurannya selalu membuat Herodes gelisah.
MAR 6:21 Namun, akhirnya Herodiana mendapat kesempatan yang dia inginkan, yaitu ketika mereka merayakan ulang tahun Herodes. Pada pesta makan itu, Herodes mengundang para pejabat tinggi, kepala tentara, juga orang-orang penting di Galilea.
MAR 6:22 Dalam pesta itu, anak perempuan Herodiana menari di hadapan Herodes dan semua tamunya. Mereka semua sangat senang melihat dia menari, sehingga Herodes langsung berjanji kepadanya, “Kamu boleh minta apa pun yang kamu mau. Aku pasti memberikannya kepadamu.”
MAR 6:23 Herodes bahkan bersumpah, “Aku akan memberikan apa saja yang kamu minta, biarpun itu setengah dari harta kerajaanku ini.”
MAR 6:24 Lalu anak perempuan itu keluar dan bertanya kepada ibunya, “Apa yang sebaiknya aku minta?” Jawab Herodiana, “Mintalah kepala Yohanes Pembaptis.”
MAR 6:25 Maka anak itu cepat-cepat kembali kepada Raja Herodes dan berkata, “Aku hanya meminta supaya kepala Yohanes Pembaptis dipenggal, ditaruh di atas piring besar, dan dibawa kemari sekarang juga!”
MAR 6:26 Mendengar permintaan itu, Herodes sangat menyesal. Tetapi karena sudah bersumpah di depan semua tamunya, dia tidak bisa menolak.
MAR 6:27 Jadi Herodes segera menyuruh tentaranya untuk memenggal dan membawa kepala Yohanes. Tentara itu pergi ke penjara lalu memenggal Yohanes Pembaptis
MAR 6:28 dan membawa kepalanya di atas sebuah piring besar. Dia memberikannya kepada putri Herodiana, kemudian anak itu memberikannya kepada ibunya.
MAR 6:29 Waktu pengikut-pengikut Yohanes Pembaptis mendengar berita itu, mereka pergi ke penjara untuk mengambil mayat Yohanes dan menguburkannya.
MAR 6:30 Beberapa waktu kemudian, murid-murid yang diutus Yesus itu kembali dan berkumpul bersama-Nya. Mereka menceritakan semua yang sudah mereka lakukan dan ajarkan.
MAR 6:31 Tetapi banyak orang terus berdatangan ke tempat itu sehingga Yesus dan murid-murid-Nya tidak sempat istirahat, meski hanya sebentar untuk makan. Akhirnya Yesus berkata kepada mereka, “Mari kita pergi ke tempat yang sunyi supaya bisa beristirahat di sana.”
MAR 6:32 Maka mereka pergi naik perahu ke tempat yang sepi.
MAR 6:33 Namun, orang-orang itu mengenali Yesus dan murid-murid-Nya dan melihat ke arah mana mereka pergi. Lalu mereka berjalan kaki untuk menyusul Yesus melalui jalan darat, bahkan ada yang berlari sehingga mereka tiba di tempat itu lebih dulu daripada Yesus dan para murid-Nya. Banyak orang lain dari berbagai kota juga berdatangan ke tempat itu.
MAR 6:34 Waktu Yesus turun dari perahu dan melihat banyak sekali orang sudah berkumpul di situ, Dia merasa kasihan kepada mereka, karena mereka seperti kawanan domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu Dia mulai mengajarkan banyak hal kepada mereka.
MAR 6:35 Ketika hari semakin sore, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya, “Sekarang hari sudah mulai gelap, dan di sini daerah terpencil.
MAR 6:36 Sebaiknya kita menyuruh mereka pergi ke desa-desa sekitar untuk membeli makanan, karena mereka tidak membawa makanan.”
MAR 6:37 Tetapi Yesus berkata, “Kalian saja yang memberi mereka makanan.” Para murid pun menjawab, “Tidak mungkin! Dari mana kami bisa mendapat 200 keping perak besar untuk membeli makanan bagi orang sebanyak ini?!”
MAR 6:38 Lalu Yesus bertanya, “Ada berapa roti yang kalian punya? Coba hitung.” Sesudah memeriksanya, mereka menjawab “Ada lima roti dan dua ikan.”
MAR 6:39 Kemudian Yesus menyuruh orang banyak itu duduk berkelompok-kelompok di atas rumput.
MAR 6:40 Dan mereka semua duduk membentuk banyak kelompok. Setiap kelompok ada yang berisi lima puluh orang, ada juga yang seratus orang.
MAR 6:41 Lalu Yesus mengambil lima roti dan dua ikan tadi, memandang ke langit, dan mengucap syukur kepada Allah atas makanan itu. Kemudian Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu terus memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak.
MAR 6:42 Semua orang makan sampai kenyang.
MAR 6:43 Sesudah itu para murid mengumpulkan roti dan ikan yang berlebih sebanyak dua belas keranjang.
MAR 6:44 Jumlah orang yang ikut makan kira-kira lima ribu orang laki-laki, belum terhitung perempuan dan anak-anak.
MAR 6:45 Sesudah itu Yesus langsung menyuruh murid-murid-Nya naik perahu mendahului Dia ke kampung Betsaida di seberang danau, sementara Dia menyuruh orang banyak itu pulang.
MAR 6:46 Kemudian Yesus pergi seorang diri ke bukit untuk berdoa.
MAR 6:47 Ketika hari sudah malam, murid-murid-Nya yang tadi naik perahu sudah sampai di tengah danau, sedangkan Yesus masih sendirian di darat.
MAR 6:48 Dia melihat mereka kesusahan mendayung karena angin kencang bertiup dari arah berlawanan. Lalu waktu masih pagi-pagi buta, Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air, dan Dia berpura-pura mau melewati mereka.
MAR 6:49 Ketika para murid melihat suatu sosok berjalan di atas air, mereka ketakutan dan berteriak-teriak karena menyangka itu hantu. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Kuatkanlah hatimu! Ini Aku. Jangan takut.”
MAR 6:51 Sesudah Yesus naik ke dalam perahu itu, angin pun langsung berhenti, sehingga mereka sangat kagum dan terheran-heran.
MAR 6:52 Meskipun sudah melihat keajaiban yang Yesus lakukan dengan lima roti dan dua ikan itu, mereka tetap belum mengerti siapa Yesus sesungguhnya, karena hati dan pikiran mereka masih tertutup.
MAR 6:53 Yesus dan murid-murid-Nya pun tiba di kampung Genesaret. Waktu mereka turun dan mengikat perahu, orang-orang di situ langsung mengenali bahwa Dia adalah Yesus.
MAR 6:55 Maka mereka berlari ke seluruh daerah itu untuk menyampaikan bahwa Yesus sudah kembali. Lalu penduduk di sekitar situ membawa orang-orang sakit kepada Yesus. Mereka memanggul orang sakit itu beserta alas tidurnya ke mana pun mereka mendengar Yesus berada.
MAR 6:56 Kalau Yesus ada di suatu kota, kampung, atau rumah di luar kampung, mereka membawa orang-orang sakit ke tempat umum yang terdekat. Mereka memohon kepada-Nya supaya Dia mengizinkan orang-orang sakit itu menyentuh rumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menyentuh salah satu rumbai-Nya menjadi sembuh.
MAR 7:1 Pada suatu hari, orang-orang dari kelompok Farisi bersama ahli-ahli Taurat datang dari Yerusalem dan berkumpul bersama Yesus.
MAR 7:2 Mereka memperhatikan beberapa murid Yesus sedang makan tanpa mengikuti adat Yahudi, yaitu tidak membasuh tangannya sebelum makan. Jadi menurut mereka, murid-murid Yesus sudah menjadi najis di hadapan Allah.
MAR 7:3 Karena memang semua orang Yahudi mengikuti aturan-aturan nenek moyang, khususnya anggota kelompok Farisi yang sangat kuat berpegang pada semua peraturan itu. Mereka sama sekali tidak makan sebelum membasuh tangannya sesuai peraturan adat.
MAR 7:4 Begitu juga kalau pulang dari pasar, mereka harus mandi dengan cara khusus sebelum makan. Masih banyak lagi aturan lain dari nenek moyang mereka, dan semuanya mereka taati— seperti cara mencuci gelas, tempat air, alat-alat dapur dari logam, dan meja makan.
MAR 7:5 Karena itu, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, “Kami tidak setuju dengan murid-muridmu yang melanggar adat istiadat nenek moyang kita! Mereka makan dengan tangan yang belum dibasuh.”
MAR 7:6 Tetapi Yesus menjawab, “Benarlah apa yang dinubuatkan Nabi Yesaya tentang kalian, hai orang-orang munafik! Karena Dia menulis begini, ‘Mulut mereka memuji Aku dan mengaku ingin hidup dekat dengan-Ku, tetapi hati mereka menjauhi Aku.
MAR 7:7 Percuma saja mereka menyembah Aku, karena mereka hanya mengajarkan aturan-aturan manusia yang bukan aturan-Ku.’”
MAR 7:8 Kata Yesus lagi, “Kalian sudah meninggalkan perintah-perintah Allah hanya untuk mengikuti adat istiadat manusia, seperti tata cara mencuci tempat air dan gelas, dan banyak lagi aturan lainnya.”
MAR 7:9 Lalu kata-Nya kepada mereka, “Hebat sekali kalian mengakali perintah-perintah Allah demi mengikuti adat istiadat nenek moyang!
MAR 7:10 Sebagai contoh, dalam hukum Taurat tertulis ‘Hormatilah ayah ibumu,’ dan ‘Orang yang menghina ayah atau ibunya harus dihukum mati.’
MAR 7:11 Tetapi kalian mengajarkan bahwa kita boleh berkata kepada ayah atau ibu kita, ‘Aku tidak bisa membantu kamu lagi, karena aku sudah berjanji akan memberikan semua hartaku kepada Allah.’ Menurut kalian, kalau kita melakukan itu, kita tidak wajib lagi menghormati ayah atau ibu kita.
MAR 7:13 Artinya, kalian membatalkan perintah Allah hanya untuk mengikuti adat istiadat nenek moyang! Itu baru satu contoh. Masih banyak lagi hal seperti itu yang kalian lakukan.”
MAR 7:14 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata, “Kalian semua dengarkanlah Aku dan berusahalah untuk mengerti:
MAR 7:15 Apa saja yang masuk ke dalam tubuh seseorang tidak membuat dia najis di mata Allah. Sebaliknya, apa yang keluar dari mulutnya, itulah yang menentukan dia najis atau tidak di mata Allah!
MAR 7:16 “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
MAR 7:17 Waktu Yesus meninggalkan orang banyak dan masuk ke sebuah rumah, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti kiasan itu.
MAR 7:18 Lalu Yesus berkata, “Kalian juga belum mengerti?! Seharusnya kalian tahu bahwa apa saja yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut tidak akan menjadikan orang najis,
MAR 7:19 karena makanan tidak masuk ke dalam hati dan pikiran, tetapi ke dalam perut, lalu keluar melalui pembuangan air besar.” (Artinya, Yesus mengatakan bahwa tidak ada makanan yang menajiskan. Semua makanan halal.)
MAR 7:20 “Tetapi ucapan mulut yang berasal dari dalam diri, itulah yang menentukan apakah seseorang najis atau tidak di hadapan Allah!
MAR 7:21 Karena dari dalam diri, yaitu hati dan pikiran, berasal segala macam keinginan jahat, seperti: mencuri, membunuh, berbagai dosa percabulan, berzina, atau perbuatan hawa nafsu yang lain. Juga iri hati, rakus, berbuat jahat, menipu, menjelekkan orang lain, sombong, dan keras kepala.
MAR 7:23 Semua hal yang jahat itu datangnya dari dalam hati dan pikiran manusia, dan itulah yang menentukan apakah seseorang menjadi najis di hadapan Allah atau tidak.”
MAR 7:24 Lalu Yesus meninggalkan tempat itu dan pergi ke daerah Tirus dan Sidon. Di situ Yesus masuk ke suatu rumah dan tidak ingin diketahui siapa pun bahwa Dia berada di situ. Tetapi karena sudah dikenal di mana-mana, Dia tidak bisa menyembunyikan diri.
MAR 7:25 Di sana ada seorang ibu yang anak perempuannya dikuasai roh jahat. Waktu ibu itu mendengar bahwa Yesus ada di daerahnya, dia langsung datang dan berlutut di kaki Yesus.
MAR 7:26 Wanita itu bukan orang Yahudi. Dia berasal dari daerah Fenisia di provinsi Siria, dan dia berbahasa Yunani. Dia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan yang menguasai anaknya.
MAR 7:27 Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Kamu bukan orang Yahudi. Kalau Aku menolongmu, itu sama seperti orang yang mengambil makanan anak-anaknya dan memberikannya kepada anjing. Biarlah anak-anak makan lebih dulu sampai kenyang.”
MAR 7:28 Jawab ibu itu, “Benar, Tuhan. Biarlah anak-anak Yahudi makan sampai puas. Tetapi biasanya anjing-anjing memakan sisa-sisa makanan di bawah meja tuannya.”
MAR 7:29 Lalu Yesus berkata, “Oleh karena jawabanmu itu, Aku setuju! Sekarang Ibu boleh pulang. Setan itu sudah keluar dari anakmu.”
MAR 7:30 Lalu dia pulang dan melihat anak perempuannya terbaring dengan tenang di tempat tidur, karena setan itu sudah meninggalkannya.
MAR 7:31 Sesudah itu Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan daerah Tirus dan Sidon lalu pergi ke daerah di dekat danau Galilea yang disebut provinsi Sepuluh Kota.
MAR 7:32 Di situ, beberapa orang membawa kepada Yesus seorang yang tuli dan sulit berbicara. Mereka memohon kepada-Nya untuk menyentuh orang itu supaya sembuh.
MAR 7:33 Lalu Yesus menuntun dia agak menjauh dari orang banyak, sehingga mereka berdua saja. Pertama-tama Yesus memasukkan salah satu jari kiri dan jari kanan-Nya ke dalam kedua telinga orang itu. Kemudian Yesus meludah ke telapak tangan-Nya sendiri dan mengoleskan ludah itu pada lidah orang tuli yang sulit berbicara itu.
MAR 7:34 Lalu Yesus memandang ke langit. Dia menghela nafas lalu berseru dalam bahasa Aram kepada orang itu, “Efata!” yang artinya “Terbukalah.”
MAR 7:35 Saat itu juga telinga orang itu bisa mendengar, dan lidahnya langsung menjadi baik sehingga dia bisa berbicara dengan jelas.
MAR 7:36 Yesus melarang orang-orang yang menyaksikan kesembuhan itu agar tidak memberitahukannya kepada siapa pun. Tetapi berita tentang berbagai keajaiban Yesus malah semakin tersebar. Karena semakin Dia melarang, orang-orang justru semakin bersemangat memberitakannya.
MAR 7:37 Semua yang mendengar berita itu terheran-heran dan berkata, “Segala sesuatu yang Yesus lakukan luar biasa, dia membuat orang tuli bisa mendengar dan orang bisu bisa berbicara.”
MAR 8:1 Pada hari yang lain, banyak orang datang kembali dan berkumpul bersama Yesus. Mereka tidak mempunyai makanan, maka Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata,
MAR 8:2 “Aku merasa kasihan sekali kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka bersama-sama Aku, dan sekarang mereka tidak punya makanan lagi.
MAR 8:3 Kalau Aku menyuruh mereka pulang dalam keadaan lapar, mereka bisa pingsan di jalan, karena ada yang datang dari jauh.”
MAR 8:4 Tetapi murid-murid-Nya menjawab, “Wah! Kenapa Guru berkata begitu?! Di tempat sepi begini, tidak mungkin kita bisa membeli roti untuk orang sebanyak itu!”
MAR 8:5 Lalu Yesus bertanya, “Berapa roti yang kalian punya?” Jawab mereka, “Cuma tujuh.”
MAR 8:6 Yesus pun menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Dia mengambil ketujuh roti itu, dan sesudah mengucap syukur kepada Allah, Dia menyobek-nyobek roti itu lalu terus memberikannya kepada para murid untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak itu.
MAR 8:7 Mereka juga mempunyai beberapa ikan kecil. Jadi Yesus mengucap syukur atas ikan itu lalu menyuruh murid-murid-Nya untuk membagikannya juga.
MAR 8:8 Semua orang makan sampai kenyang. Sesudah itu, makanan yang tersisa dikumpulkan sebanyak tujuh keranjang besar.
MAR 8:9 Jumlah orang yang ikut makan kira-kira empat ribu. Kemudian Yesus menyuruh mereka pulang,
MAR 8:10 sedangkan Dia bersama murid-murid-Nya langsung naik perahu menuju daerah Dalmanuta.
MAR 8:11 Lalu orang-orang Farisi datang dan mulai berdebat dengan Yesus. Sebenarnya mereka sedang mencari alasan untuk menyalahkan Dia. Karena itu mereka berkata kepada-Nya, “Coba buatlah keajaiban di langit sebagai bukti bahwa kamu benar-benar diutus Allah.”
MAR 8:12 Mendengar permintaan itu, Yesus menghela nafas panjang, lalu berkata, “Tidak pantas orang-orang keras kepala seperti kalian menyuruh-Ku membuat keajaiban sebagai tanda bukti! Aku menegaskan kepadamu: Untuk orang-orang seperti kalian, Aku sama sekali tidak akan membuat keajaiban!”
MAR 8:13 Sesudah berkata begitu, Yesus meninggalkan mereka dan naik perahu bersama murid-murid-Nya ke seberang danau.
MAR 8:14 Dalam perjalanan itu, murid-murid Yesus lupa membawa makanan. Mereka hanya punya satu roti di dalam perahu.
MAR 8:15 Lalu Yesus memberitahu mereka, “Hati-hati, jangan sampai kalian terkena ragi dari kelompok Farisi dan golongan pendukung Raja Herodes.”
MAR 8:16 Mereka pun saling membicarakan hal itu dengan berkata, “Dia berkata begitu karena kita lupa membawa roti.”
MAR 8:17 Tetapi Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan. Lalu kata-Nya kepada mereka, “Kenapa kalian sampai bicara tentang kekurangan roti! Seharusnya kalian sudah bisa mengerti. Kalian ini terlalu keras kepala!
MAR 8:18 Bukankah kalian punya mata dan telinga? Kenapa kalian sampai tidak melihat dan mendengar?! Bagaimana mungkin kalian bisa lupa berbagai hal yang sudah kalian saksikan sendiri!
MAR 8:19 Waktu Aku membagi-bagikan lima roti untuk lima ribu orang, berapa keranjang penuh sisa roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas.”
MAR 8:20 “Dan waktu Aku memberi makan empat ribu orang dengan tujuh roti, berapa keranjang besar sisa roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh keranjang penuh.”
MAR 8:21 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Apakah kalian masih belum mengerti?”
MAR 8:22 Waktu Yesus dan murid-murid-Nya tiba di kampung Betsaida, beberapa orang datang menuntun seorang laki-laki yang buta kepada Yesus. Mereka memohon dengan sangat supaya Dia menyentuh orang buta itu agar bisa melihat.
MAR 8:23 Kemudian Yesus memegang tangan orang buta itu dan menuntun dia keluar dari kampung. Sesudah itu Yesus mengoleskan ludah-Nya pada kelopak mata orang itu dan menyentuh bagian matanya, lalu bertanya, “Apakah kamu sudah bisa melihat sesuatu sekarang?”
MAR 8:24 Orang itu memandang sekelilingnya dan menjawab, “Ya, saya bisa melihat orang-orang, tetapi buram, hanya kelihatan seperti pohon-pohon yang berjalan.”
MAR 8:25 Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya kembali pada kelopak mata orang itu. Sekali lagi dia berusaha melihat, dan kali ini matanya sudah dipulihkan. Dia dapat melihat dengan jelas.
MAR 8:26 Kemudian Yesus menyuruhnya pulang dengan berkata, “Jangan melewati kampung ini, dan jangan beritahukan kejadian tadi kepada siapa pun di kampung ini.”
MAR 8:27 Sesudah itu Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke kampung-kampung di sekitar daerah Kaisarea Filipi. Dalam perjalanan Dia bertanya kepada mereka, “Kata orang, sebagai siapakah Aku diutus?”
MAR 8:28 Mereka menjawab, “Ada yang mengatakan bahwa Engkau pengganti Yohanes Pembaptis. Ada yang mengatakan bahwa Engkau Nabi Elia. Dan ada juga yang mengatakan bahwa Engkau adalah salah satu nabi zaman dulu yang sekarang hidup kembali.”
MAR 8:29 Lalu Dia bertanya lagi kepada mereka, “Tetapi bagaimana pendapat kalian tentang Aku?” Petrus menjawab, “Engkau adalah Kristus yang sudah Allah janjikan.”
MAR 8:30 Lalu Yesus dengan tegas melarang mereka memberitahukan kepada siapa pun tentang jabatan-Nya itu.
MAR 8:31 Sejak itu Yesus mulai mengajar murid-murid-Nya bahwa Dia sudah ditentukan Allah untuk menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para pemimpin Yahudi, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat. Dia memberitahukan, “Aku, Sang Anak Adam, akan dibunuh, tetapi pada hari ketiga Aku akan dihidupkan kembali oleh Allah.”
MAR 8:32 Yesus membicarakan semua itu dengan terus terang kepada mereka. Tetapi Petrus berpikir bahwa tidak mungkin Raja Penyelamat menderita. Jadi dia menarik Yesus menjauh sedikit dari para murid yang lain dan menegur-Nya.
MAR 8:33 Tetapi Yesus berbalik dan memandang murid-murid-Nya, lalu menegur Petrus, “Pergilah dari hadapan-Ku, hai Satanas! Karena kamu mengikuti pikiran manusia, bukan pikiran Allah!”
MAR 8:34 Sesudah itu Yesus memanggil para murid-Nya dan orang banyak yang sedang mengikuti Dia, lalu berkata kepada mereka, “Siapa yang mau mengikut Aku, dia harus melupakan kepentingan diri sendiri dan terus mengikut Aku dengan bertekad, ‘Sekalipun harus mati, bahkan mati disalibkan, aku tidak akan mundur!’
MAR 8:35 Karena setiap orang yang berusaha mempertahankan nyawanya tetap akan mati. Tetapi orang yang mati dibunuh karena mengikut Aku dan mempercayai Kabar Baik tentang Aku, dia akan memperoleh hidup kekal.
MAR 8:36 Pikirkanlah: Kalau akhirnya kamu mati juga, apa gunanya kamu menjadi kaya sampai memiliki seluruh harta di dunia?
MAR 8:37 Karena harta sebanyak apa pun tidak bisa membeli hidup yang kekal.
MAR 8:38 Manusia zaman sekarang sudah semakin jahat dan tidak setia kepada Allah. Jadi selama kalian hidup di antara mereka, jangan malu untuk mengaku, ‘Saya pengikut Yesus dan ajaran-Nya.’ Sebab jika kamu malu mengakui Aku, Sang Anak Adam, kelak Aku juga tidak akan mengakui kamu sebagai pengikut-Ku waktu Aku datang dalam kemuliaan Bapa-Ku bersama para malaikat surgawi.”
MAR 9:1 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku menegaskan kepadamu: Beberapa orang di antara kalian yang ada di sini tidak akan mati sebelum melihat bukti-bukti bahwa Allah mulai mendirikan kerajaan-Nya dengan kuasa di dunia ini.”
MAR 9:2 Enam hari kemudian, Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke gunung yang tinggi berempat saja. Di sana Yesus berubah wujud di hadapan mereka.
MAR 9:3 Pakaian-Nya menjadi putih cemerlang berkilau-kilau. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa membuat kain seputih itu.
MAR 9:4 Tiba-tiba ketiga murid-Nya melihat Nabi Elia dan Musa sedang bercakap-cakap dengan Yesus.
MAR 9:5 Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Wah, Guru, indah sekali kita berada di sini! Kami akan membuatkan tiga pondok— satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia.”
MAR 9:6 Sebenarnya Petrus hanya asal bicara saja, sebab dia dan kedua murid yang lain sangat ketakutan.
MAR 9:7 Tetapi saat itu juga, turunlah awan dan menutupi mereka. Dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Taatilah Dia.”
MAR 9:8 Tiba-tiba ketiga murid itu tidak melihat ada orang lain di situ kecuali Yesus sendiri.
MAR 9:9 Dalam perjalanan turun dari gunung itu, Yesus melarang mereka, “Jangan menceritakan kepada siapa pun apa yang sudah kalian lihat di atas gunung ini, sebelum Aku hidup kembali dari kematian.”
MAR 9:10 Mereka menaati apa yang Yesus perintahkan itu, tetapi kemudian bertanya-tanya satu sama lain tentang apa maksud Yesus dengan mengatakan “hidup kembali dari kematian.”
MAR 9:11 Kemudian mereka bertanya kepada Yesus, “Kenapa para ahli Taurat mengajarkan bahwa Nabi Elia harus datang lebih dulu sebelum Mesias tiba?”
MAR 9:12 Jawab Yesus, “Benar, Elia memang datang lebih dulu untuk mempersiapkan segala hal sebelum Aku datang. Tetapi Firman Allah juga menuliskan, ‘Sang Anak Adam sudah ditetapkan untuk banyak menderita dan dihina orang.’
MAR 9:13 Namun Aku memberitahu kalian: Elia sebenarnya sudah datang mendahului Aku, tetapi orang-orang memperlakukan dia sesuka hati mereka. Hal itu juga sesuai dengan yang tertulis tentang dia dalam Firman Allah.”
MAR 9:14 Waktu Yesus dan ketiga murid-Nya itu kembali, mereka melihat banyak orang sedang mengelilingi murid-murid Yesus yang lain. Di situ juga ada ahli-ahli Taurat yang sedang berdebat dengan murid-murid-Nya itu.
MAR 9:15 Sewaktu orang banyak itu melihat Yesus, mereka sangat terkejut dan segera berlari menyambut Dia.
MAR 9:16 Lalu Yesus bertanya kepada para ahli Taurat itu, “Tadi apa yang kalian perdebatkan dengan murid-murid-Ku?”
MAR 9:17 Tetapi tiba-tiba seorang lelaki berbicara dari antara kerumunan itu, “Guru, saya datang untuk membawa anak saya kepada-Mu. Dia dikuasai roh jahat sehingga tidak bisa berbicara.
MAR 9:18 Setiap kali roh jahat itu menyerangnya, roh itu membanting-banting dia. Mulutnya berbusa, dia mengertak-ngertakkan giginya, dan badannya menjadi kaku. Saya sudah minta murid-murid-Mu untuk mengusir roh itu, tetapi mereka tidak bisa.”
MAR 9:19 Kata Yesus kepada mereka, “Bukan main! Kalian masih juga tidak percaya kepada Allah! Sampai kapan Aku harus bersabar terhadap kalian?! Bukankah sudah cukup lama Aku tinggal bersama kalian! Bawalah anak itu kemari!”
MAR 9:20 Mereka pun membawa anak itu kepada-Nya. Saat roh jahat yang ada padanya melihat Yesus, dia langsung membuat anak itu kejang-kejang. Anak itu terbanting ke tanah, berguling-guling, dan busa keluar dari mulutnya.
MAR 9:21 Yesus bertanya kepada ayah anak itu, “Sudah berapa lama dia begini?” Jawab ayahnya, “Sejak dia masih kecil.
MAR 9:22 Roh jahat itu sudah sering berusaha membunuh anak saya dengan melempar dia ke api atau menenggelamkannya ke dalam air. Tetapi kalau Guru bisa berbuat sesuatu, mohon kasihanilah kami dan tolonglah.”
MAR 9:23 Namun Yesus menegur dia, “Masalah yang sebenarnya adalah kamu tidak percaya penuh! Apa saja bisa Aku lakukan. Kalau kamu percaya kepada-Ku, Aku akan melakukannya bagimu.”
MAR 9:24 Sambil menangis, bapak itu langsung berteriak, “Saya percaya, ya Tuhanku! Tolonglah saya supaya bisa lebih yakin!”
MAR 9:25 Waktu Yesus melihat kerumunan di situ semakin ramai, Dia membentak roh jahat itu, “Hei, roh yang membuat anak ini bisu dan tuli, Aku perintahkan kamu: Keluar darinya dan jangan pernah masuk lagi!”
MAR 9:26 Roh jahat itu menjerit dan mengguncang-guncangkan anak itu dengan keras, lalu keluar. Anak itu terbaring kaku seperti mati, sehingga orang banyak yang menyaksikannya berkata, “Dia sudah mati.”
MAR 9:27 Tetapi Yesus memegang tangan anak itu, lalu dia pun bangun dan Yesus membantunya berdiri.
MAR 9:28 Waktu Yesus sudah di rumah dan hanya bersama murid-murid-Nya, mereka bertanya kepada-Nya, “Kenapa kami tidak bisa mengusir roh jahat itu?”
MAR 9:29 Jawab Yesus, “Roh jahat jenis ini hanya bisa diusir dengan berdoa dan berpuasa.”
MAR 9:30 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya pergi dari tempat itu melalui daerah Galilea ke kota Kapernaum. Yesus tidak mau orang lain mengetahui di mana mereka berada,
MAR 9:31 karena Dia sedang memberitahu murid-murid-Nya, “Aku, Sang Anak Adam, akan diserahkan ke tangan orang-orang jahat dan akan mati dibunuh. Tetapi pada hari ketiga sesudah Aku mati, Aku akan hidup kembali.”
MAR 9:32 Waktu itu murid-murid-Nya tidak mengerti maksud perkataan Yesus, tetapi mereka segan menanyakan hal itu kepada-Nya.
MAR 9:33 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Waktu mereka sedang berada di rumah, Yesus bertanya, “Apa yang kalian perdebatkan dalam perjalanan tadi?”
MAR 9:34 Namun mereka tidak berani menjawab, karena dalam perjalanan mereka mempersoalkan tentang siapakah yang paling tinggi kedudukannya di antara mereka.
MAR 9:35 Maka Yesus duduk dan mengumpulkan kedua belas murid-Nya, lalu mengajarkan, “Kalau kamu mau menjadi yang nomor satu di mata Allah, kamu harus siap menjadi yang paling hina dan menjadi pelayan bagi semuanya.”
MAR 9:36 Kemudian Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkan anak itu di tengah-tengah mereka. Sambil memeluk anak itu Dia berkata,
MAR 9:37 “Kalau kamu menerima dan melayani anak kecil seperti ini dengan alasan untuk memuliakan Aku, berarti kamu sudah menerima dan melayani Aku. Dan kalau kamu sudah melayani Aku, berarti kamu juga sudah melayani Allah yang mengutus Aku ke dunia ini.”
MAR 9:38 Kemudian Yohanes berkata kepada Yesus, “Guru, kami melihat seseorang mengusir setan-setan dengan memakai nama-Mu. Lalu kami melarang dia, karena dia bukan termasuk kelompok kita.”
MAR 9:39 Tetapi jawab Yesus, “Jangan larang dia. Karena orang yang membuat keajaiban dengan memakai nama-Ku tidak mungkin bisa langsung berbalik menghina Aku.
MAR 9:40 Kalau seseorang tidak melawan kita, berarti dia di pihak kita.
MAR 9:41 Aku menegaskan kepadamu: Siapa pun yang menolong salah seorang dari kalian, sekalipun hanya memberi secangkir air minum, dengan alasan karena kamu adalah pengikut Kristus, dia pasti akan menerima upah dari Allah karena perbuatannya itu.”
MAR 9:42 Lalu Yesus berkata lagi, “Kalau ada orang menyebabkan anak kecil yang percaya kepada-Ku jatuh dalam dosa, orang itu akan mendapat hukuman yang sangat berat dari Allah. Sebelum dia melakukan dosa besar itu, lebih baik jika sebuah batu besar diikat ke lehernya lalu dia dibuang ke laut. Mengalami kengerian seperti itu jauh lebih ringan daripada hukuman Allah yang akan dia tanggung selamanya kalau menyebabkan seorang anak jatuh dalam dosa.”
MAR 9:43 Lalu Yesus berkata lagi, “Kalau salah satu tanganmu menyebabkan kamu berbuat dosa, potong dan buanglah tanganmu itu! Jangan sampai tanganmu membuat kamu gagal menerima hidup kekal. Lebih baik kamu masuk surga dengan satu tangan, daripada tanganmu lengkap tetapi kamu masuk neraka, di mana apinya tidak akan pernah padam.
MAR 9:44 Seperti yang tertulis dalam Firman TUHAN, ‘Di dalam neraka, belatung yang menggerogoti mereka tidak akan mati, dan api yang membakar mereka tidak akan padam.’
MAR 9:45 Begitu juga kalau salah satu kakimu menyebabkan kamu berbuat dosa, potong saja kaki itu! Jangan sampai kakimu membuat kamu gagal menerima hidup yang kekal. Lebih baik kamu masuk surga dengan satu kaki daripada kakimu lengkap tetapi kamu dibuang ke dalam neraka yang apinya tidak akan pernah padam.
MAR 9:46 ‘Di dalam neraka, belatung yang menggerogoti mereka tidak akan pernah mati, dan apinya tidak akan pernah padam.’
MAR 9:47 Dan kalau matamu yang sebelah membuat kamu berdosa, cungkil dan buanglah matamu itu! Lebih baik kamu masuk kerajaan Allah dengan satu mata daripada matamu lengkap tetapi kamu dibuang ke dalam api neraka.
MAR 9:48 ‘Di dalam neraka, belatung yang menggerogoti mereka tidak akan pernah mati dan apinya tidak akan pernah padam.’
MAR 9:49 “Sebenarnya, setiap pengikut-Ku akan diuji dengan kesusahan yang rasanya seperti panas api, tetapi setiap pengurbanan mereka akan menghasilkan dampak baik, seperti garam memberi rasa pada daging kurban yang dibakar di mezbah TUHAN.
MAR 9:50 Kalian yang mengikut Aku bisa digambarkan seperti garam. Garam dipakai untuk membuat makanan lebih enak. Tetapi kalau rasa asinnya hilang, garam itu tidak akan berguna lagi. Jangan sampai kalian seperti garam yang kehilangan rasa asin! Biarlah kalian berguna dan hidup damai satu sama lain.”
MAR 10:1 Kemudian Yesus meninggalkan tempat itu lalu pergi menyeberang ke sebelah timur sungai Yordan di provinsi Yudea. Di situ juga banyak orang berdatangan kepada-Nya. Dan seperti biasa, Yesus mengajar mereka.
MAR 10:2 Waktu itu beberapa orang Farisi datang kepada-Nya dengan maksud menguji Yesus. Mereka bertanya, “Apakah seorang suami boleh menceraikan istrinya?”
MAR 10:3 Jawab Yesus, “Apa yang diperintahkan Musa tentang hal itu?”
MAR 10:4 Mereka berkata, “Musa mengizinkan seorang suami menceraikan istrinya dengan syarat memberikan surat keterangan cerai kepada perempuan itu.”
MAR 10:5 Maka jawab Yesus, “Musa menulis perintah seperti itu karena hatimu keras dan jahat.
MAR 10:6 Tetapi sebenarnya kehendak Allah sudah nyata sejak Allah menciptakan dunia ini, ‘Dia hanya menjadikan seorang laki-laki dan seorang perempuan.’
MAR 10:7 ‘Oleh karena itulah, dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya dan dipersatukan dengan seorang istri,
MAR 10:8 sehingga mereka berdua menjadi satu.’ Dengan demikian, di mata Allah suami-istri bukan lagi dua, melainkan satu.
MAR 10:9 Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan, tidak boleh diceraikan oleh manusia.”
MAR 10:10 Waktu Yesus dan murid-murid-Nya berada di rumah, mereka bertanya lagi kepada-Nya tentang perceraian itu.
MAR 10:11 Yesus berkata kepada mereka, “Ketika seorang suami menceraikan istrinya dan menikah lagi dengan perempuan lain, di mata Allah dia terus hidup berzina terhadap istrinya yang pertama.
MAR 10:12 Begitu juga, kalau seorang istri menceraikan suaminya dan menikah lagi dengan laki-laki lain, maka di mata Allah dia terus hidup berzina terhadap suaminya yang pertama.”
MAR 10:13 Kemudian beberapa orang datang membawa anak-anak mereka kepada Yesus supaya Dia memberkati mereka. Tetapi murid-murid-Nya dengan tegas melarang orang-orang itu.
MAR 10:14 Waktu Yesus melihat perbuatan para murid-Nya, Dia marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan melarang mereka! Karena orang-orang seperti merekalah yang menjadi warga kerajaan Allah.
MAR 10:15 Aku menegaskan kepadamu: Tidak ada orang yang menjadi warga kerajaan Allah karena jasanya sendiri. Siapa yang menjadi warga kerajaan Allah, dia menerima pemberian itu dengan rendah hati seperti anak kecil.”
MAR 10:16 Sesudah berkata begitu, Yesus memeluk anak-anak itu dan meletakkan tangan-Nya pada kepala mereka sambil berdoa meminta berkat bagi mereka.
MAR 10:17 Waktu Yesus sedang keluar dari rumah itu, seorang lelaki berlari-lari menghampiri Dia. Sambil bersujud di hadapan Yesus dia bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hidup yang kekal?”
MAR 10:18 Tetapi Yesus menjawab, “Mengapa kamu mengatakan Aku baik? Hanya Allah satu-satunya yang baik. Tidak ada yang lain.
MAR 10:19 Nah, untuk hidup kekal, tentu kamu sudah tahu perintah ini: ‘Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, jangan menipu, hormatilah ayah ibumu.’”
MAR 10:20 Jawab orang itu kepada-Nya, “Guru, saya sudah menaati semua itu sejak masa muda.”
MAR 10:21 Yesus pun merasa kasihan kepadanya dan sambil memandang orang itu, Dia berkata, “Masih ada satu hal lagi yang belum kamu lakukan. Pergilah, juallah semua milikmu, lalu bagi-bagikanlah uangnya kepada orang miskin. Dengan begitu kamu akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah kepada-Ku dan ikutlah Aku dengan tekad untuk tetap setia sekalipun harus mati disalibkan.”
MAR 10:22 Orang itu sangat kecewa mendengar jawaban Yesus, lalu dia pergi dengan sedih karena dia sangat kaya dan tidak mau melepaskan hartanya.
MAR 10:23 Yesus memandang para murid di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, “Sulit sekali bagi orang kaya untuk menjadi warga kerajaan Allah!”
MAR 10:24 Mereka terheran-heran mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus berkata lagi, “Anak-anak-Ku, memang sulit sekali bagi orang yang mengandalkan kekayaannya untuk menjadi warga kerajaan Allah!
MAR 10:25 Lebih gampang seekor unta melewati lubang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan Allah.”
MAR 10:26 Mendengar itu, mereka semakin tercengang dan bertanya satu sama lain, “Kalau begitu, siapa yang bisa selamat dan masuk surga?”
MAR 10:27 Sambil memandang mereka, Yesus berkata, “Manusia tidak sanggup menjamin dirinya diselamatkan dan masuk surga, tetapi Allah sanggup melakukan segala sesuatu.”
MAR 10:28 Lalu Petrus berkata kepada-Nya, “Bagaimana dengan kami? Kami sudah meninggalkan semua milik kami dan mengikut Engkau.”
MAR 10:29 Jawab Yesus, “Aku menegaskan kepada kamu semua: Setiap orang yang sudah meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, orangtuanya, pasangannya, anak-anaknya, atau ladangnya karena mengikut Aku atau karena memberitakan Kabar Baik,
MAR 10:30 maka dalam hidupnya yang sekarang juga, dia pasti akan menerima kembali hal-hal tersebut seratus kali lipat. Di dunia ini dia akan menerima lebih banyak rumah, saudara laki-laki dan perempuan, ibu, anak-anak, dan ladang. Namun selain itu dia juga akan dianiaya. Tetapi pada akhirnya dia akan menerima upah besar di zaman yang akan datang, yaitu hidup yang kekal.
MAR 10:31 Tetapi kelak, banyak orang yang sekarang mempunyai kedudukan tinggi akan mendapat kedudukan yang rendah. Dan banyak orang yang sekarang mempunyai kedudukan rendah akan mendapat kedudukan yang tinggi.”
MAR 10:32 Yesus bersama murid-murid-Nya dan beberapa orang lain pergi ke Yerusalem. Yesus berjalan di depan mereka. Murid-murid-Nya merasa heran, sementara orang banyak yang mengikuti mereka dari belakang merasa takut, karena mereka tahu bahwa di kota itu ada orang-orang yang memusuhi Yesus. Lalu Yesus kembali mengumpulkan kedua belas murid-Nya secara tersendiri dan memberitahukan apa yang akan terjadi pada diri-Nya.
MAR 10:33 “Dengarkanlah baik-baik! Kita sedang menuju Yerusalem. Di sana Aku akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menjatuhkan hukuman mati kepada-Ku. Kemudian mereka akan menyerahkan Aku kepada para penguasa yang bukan orang Yahudi.
MAR 10:34 Lalu mereka akan mengejek, meludahi, mencambuk, dan membunuh-Ku. Tetapi pada hari ketiga sesudah kematian-Ku, Aku akan hidup kembali.”
MAR 10:35 Sesudah itu, Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus datang kepada Yesus dan berkata, “Guru, kami ingin meminta sesuatu dari Engkau.”
MAR 10:36 Lalu Yesus bertanya, “Apa yang kalian kehendaki untuk Aku perbuat bagimu?”
MAR 10:37 Jawab mereka, “Waktu Engkau menjadi Raja nanti dan duduk di atas takhta kerajaan-Mu, izinkanlah kami berdua duduk di sebelah kanan dan kiri-Mu dalam kemuliaan-Mu.”
MAR 10:38 Tetapi jawab Yesus, “Kalian tidak mengerti apa yang kalian minta. Apakah kalian sanggup menerima penderitaan seperti yang akan Aku alami? Apakah kalian siap ditimpa kesengsaraan seperti yang akan Aku alami?”
MAR 10:39 Jawab mereka, “Kami bisa.” Lalu kata Yesus, “Memang kalian akan menderita dan memikul kesengsaraan besar sama seperti yang akan Aku alami.
MAR 10:40 Tetapi Aku tidak berhak untuk menentukan siapa yang akan duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, karena kedua kursi itu disiapkan untuk orang yang sudah dipilih oleh Allah.”
MAR 10:41 Waktu kesepuluh murid yang lain mendengar permintaan Yakobus dan Yohanes, mereka sangat marah kepada kedua bersaudara itu.
MAR 10:42 Lalu Yesus memanggil semua murid-Nya dan berkata, “Kalian tahu bahwa para penguasa bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan keras dan menindas hak-hak mereka.
MAR 10:43 Tetapi kalian tidak boleh seperti mereka. Kalau kamu mau menjadi orang yang terkemuka, kamu harus mengambil tempat yang paling hina dan menjadi pelayan bagi yang lain.
MAR 10:44 Dan kalau kamu mau menjadi nomor satu, kamu harus menjadi budak bagi semuanya.
MAR 10:45 Kalian harus mengikuti teladan-Ku. Biarpun Aku Sang Anak Adam, Aku datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan hidup-Ku sebagai kurban untuk menebus banyak orang dari dosa-dosa mereka.”
MAR 10:46 Lalu Yesus, murid-murid-Nya, dan orang banyak yang juga mengikuti Yesus tiba di Yeriko. Sewaktu mereka meninggalkan kota itu, ada seorang pengemis yang buta bernama Bartimeus anak Timeus. Dia selalu duduk di pinggir jalan untuk mengemis.
MAR 10:47 Ketika mendengar bahwa Yesus orang Nazaret sedang lewat, dia pun berteriak-teriak, “Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya.”
MAR 10:48 Banyak orang kesal mendengarnya dan menyuruh dia diam. Tetapi dia semakin keras berteriak, “Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya.”
MAR 10:49 Yesus pun berhenti dan berkata, “Bawalah dia kemari.” Lalu mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, “Cepat bangun! Berdirilah. Yesus memanggilmu.”
MAR 10:50 Maka orang buta itu langsung berdiri dan mencampakkan jubahnya, lalu datang kepada Yesus.
MAR 10:51 Yesus bertanya, “Apa yang kamu mau untuk Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu, “Guru, tolonglah supaya saya bisa melihat kembali.”
MAR 10:52 Kata Yesus kepadanya, “Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, sekarang kamu bisa melihat. Jadi kamu boleh pergi.” Saat itu juga dia langsung dapat melihat lalu mengikut Yesus dalam perjalanan itu.
MAR 11:1 Waktu Yesus dan murid-murid-Nya hampir mendekati Yerusalem, mereka tiba di desa Betfage dan Betania yang berada di kaki Bukit Zaitun. Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya berjalan lebih dulu
MAR 11:2 dengan berkata, “Berangkatlah lebih dulu ke desa yang di depan itu. Begitu kalian masuk, kalian akan melihat seekor keledai muda yang belum pernah ditunggangi sedang terikat di dekat suatu rumah. Lepaskan ikatannya dan bawalah kemari.
MAR 11:3 Kalau ada orang yang bertanya, ‘Kenapa kalian mengambil keledai itu?’ jawablah, ‘Tuhan memerlukannya. Dia akan segera mengembalikannya.’”
MAR 11:4 Lalu kedua murid itu pun pergi dan menemukan seekor keledai muda sedang terikat di jalan, di dekat pintu sebuah rumah. Mereka melepaskan talinya.
MAR 11:5 Beberapa orang yang sedang berdiri di situ bertanya, “Kenapa kalian melepaskan keledai itu?”
MAR 11:6 Lalu mereka menjawab seperti yang dikatakan Yesus tadi, maka orang-orang itu membiarkan mereka membawa keledai itu.
MAR 11:7 Sesampainya kepada Yesus, mereka mengalasi punggung keledai itu dengan jubah-jubah mereka. Lalu Yesus naik dan duduk di atasnya.
MAR 11:8 Untuk menghormati Yesus, orang banyak yang sudah berkumpul melepas jubah-jubah mereka dan menghamparkannya di jalan yang akan Dia lewati. Ada juga yang menaburi jalan itu dengan ranting-ranting berdaun yang mereka potong dari pepohonan.
MAR 11:9 Orang-orang yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang terus bersorak-sorai, “Hosana! Terpujilah TUHAN! ‘Diberkatilah raja kita ini yang datang mewakili TUHAN!’
MAR 11:10 Dialah penerus kerajaan bapak kita Daud, yang menegakkan kembali pemerintahan TUHAN atas Israel! Diberkatilah dia! Terpujilah TUHAN di tempat-tempat yang tertinggi di surga.”
MAR 11:11 Sesudah Yesus sampai di Yerusalem, Dia masuk ke rumah Allah dan melihat-lihat semua yang terjadi di sekitar situ. Tetapi karena sudah hampir malam, Dia bersama kedua belas murid-Nya pergi ke desa Betania.
MAR 11:12 Hari berikutnya waktu mereka sedang berjalan kembali dari Betania ke Yerusalem, Yesus merasa lapar.
MAR 11:13 Dari jauh Dia melihat ada pohon ara yang daunnya lebat. Lalu Dia mendekati pohon itu untuk melihat kalau-kalau ada buahnya. Tetapi ternyata pohon itu tidak berbuah, hanya daun saja. Memang saat itu belum musim buah ara.
MAR 11:14 Lalu kata Yesus kepada pohon itu, “Mulai sekarang tidak akan pernah ada lagi orang yang makan buahmu.” Dan murid-murid-Nya mendengar perkataan itu.
MAR 11:15 Sesudah tiba di Yerusalem, Yesus masuk ke teras rumah Allah dan mulai mengusir semua orang yang sedang berjual-beli di situ. Dia membalikkan meja-meja yang dipakai oleh para penukar uang, juga menggulingkan bangku-bangku yang dipakai oleh para penjual burung merpati.
MAR 11:16 Dia juga melarang orang membawa barang melewati teras rumah Allah, karena itu bukan jalan.
MAR 11:17 Dan Yesus mengajar mereka, “Sampai kapan kalian tidak mengerti Firman Allah ini?! Firman-Nya berkata, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa untuk semua bangsa.’ Tetapi kalian sudah menjadikannya ‘sarang pencuri!’”
MAR 11:18 Waktu para imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang perbuatan Yesus itu, mereka semakin mencari cara untuk membinasakan Dia. Mereka takut kepada Yesus karena banyak orang sangat mengagumi ajaran-Nya.
MAR 11:19 Ketika hari mulai gelap, Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan kota itu.
MAR 11:20 Besok paginya, waktu Yesus dan murid-murid-Nya berjalan melewati pohon ara itu, tampaklah pohon itu sudah mati dan kering sampai ke akar-akarnya.
MAR 11:21 Petrus teringat pada peristiwa kemarin, lalu dia berkata, “Guru, lihat! Pohon yang Engkau kutuk kemarin sudah kering.”
MAR 11:22 Jawab Yesus kepadanya, “Percayalah penuh kepada Allah.
MAR 11:23 Aku menegaskan kepada kamu semua: Kalau kamu percaya penuh, kamu juga bisa membuat keajaiban seperti ini. Misalnya, kamu bisa meminta kepada Allah, ‘Buatlah gunung ini pindah ke dalam laut.’ Asalkan kamu percaya penuh dan tidak ragu bahwa Allah akan melakukan apa yang kamu minta, maka permintaanmu itu pasti dikabulkan.
MAR 11:24 Karena itu, Aku menasihatkan kamu: Saat kamu berdoa meminta sesuatu, percayalah bahwa Allah sedang memberikan apa yang kamu minta, maka hal itu akan terjadi.
MAR 11:25 Setiap kali kamu berdoa, periksalah dirimu sendiri kalau kamu masih menyimpan sakit hati kepada seseorang. Maafkanlah orang itu lebih dahulu, supaya Bapamu yang di surga juga mengampuni semua kesalahanmu.
MAR 11:26 Tetapi kalau kamu tidak memaafkan orang lain, Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kamu.”
MAR 11:27 Waktu Yesus dan murid-murid-Nya sudah tiba di Yerusalem dan Dia sedang berjalan mengelilingi teras rumah Allah, para imam kepala, ahli Taurat, dan pemimpin Yahudi datang kepada-Nya.
MAR 11:28 Mereka bertanya, “Siapa yang memberikan wewenang kepadamu untuk mengajar dan mengubah kebiasaan kami?— seperti yang kamu lakukan kemarin! Atas nama siapa kamu melakukan itu?”
MAR 11:29 Jawab Yesus, “Aku juga mau menanyakan sesuatu kepada kalian. Kalau kalian menjawab-Ku, maka Aku akan memberitahukan Siapa yang memberikan wewenang itu kepada-Ku.
MAR 11:30 Coba jawab pertanyaan-Ku ini: Siapa yang memberikan wewenang kepada Yohanes Pembaptis untuk membaptis orang-orang? Apakah Allah yang memberikannya, atau dia bekerja atas kemauannya sendiri?”
MAR 11:31 Lalu mereka berunding satu sama lain, “Kalau kita menjawab ‘Allah yang memberikannya,’ nanti Yesus akan menyerang balik, ‘Kalau begitu, kenapa kalian tidak percaya kepada Yohanes?’
MAR 11:32 Tetapi kalau kita jawab, ‘Yohanes bekerja atas kemauannya sendiri,’ nanti orang banyak ini akan marah kepada kita!” Akhirnya mereka menjawab, “Kami tidak tahu.” Mereka berkata begitu karena takut kepada orang banyak, sebab semua orang yang berkumpul di situ percaya bahwa Yohanes adalah nabi. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu, Aku juga tidak akan mengatakan kepada kalian Siapa yang memberi-Ku wewenang untuk melakukan tindakan seperti kemarin.”
MAR 12:1 Lalu Yesus mulai berbicara kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi itu dengan beberapa perumpamaan. Inilah salah satunya: “Ada seorang pemilik tanah yang menyuruh hamba-hambanya membuat kebun anggur yang besar, lengkap dengan pagar di sekelilingnya. Lalu mereka menggali lubang tempat memeras buah anggur serta membangun pondok jaga yang tinggi untuk mengawasi kebun itu kalau-kalau ada pencuri atau binatang yang masuk. Sesudah semuanya selesai, dia menyewakan kebun anggur itu kepada beberapa orang petani, lalu pergi ke negeri lain bersama para hambanya.
MAR 12:2 Waktu musim panen tiba, dia menyuruh seorang hambanya pergi kepada petani-petani itu untuk menagih hasil penjualan anggur yang menjadi bagiannya.
MAR 12:3 Tetapi para petani itu menangkap dan memukuli hambanya, lalu menyuruh dia pulang dengan tangan kosong.
MAR 12:4 Kemudian pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain pergi kepada mereka. Tetapi mereka mencaci maki dia dan melempari kepalanya dengan batu sampai terluka.
MAR 12:5 Sekali lagi pemilik kebun itu menyuruh seorang hambanya yang lain. Tetapi mereka membunuh dia. Begitulah seterusnya para petani itu memperlakukan setiap hamba yang datang menagih hasil kebun itu. Ada yang dipukul, ada juga yang dibunuh.
MAR 12:6 Akhirnya tidak ada lagi yang bisa disuruh oleh pemilik kebun itu, kecuali anaknya satu-satunya yang sangat dia kasihi. Maka dia menyuruh anaknya pergi karena dia pikir, ‘Tentu mereka akan menghormati anakku sendiri.’
MAR 12:7 “Tetapi waktu melihat anak itu datang, mereka berkata satu sama lain, ‘Lihat! Yang datang ini adalah anaknya sendiri. Dialah yang nanti menjadi pemilik kebun ini kalau bapaknya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita.’
MAR 12:8 Jadi mereka menangkap dan membunuh dia, lalu membuang mayatnya keluar dari kebun itu.”
MAR 12:9 Yesus pun bertanya, “Nah, coba kalian pikir: Kalau sudah begitu, apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun? Tentu dia sendiri yang akan datang dan membinasakan para petani itu, lalu menyewakan kebunnya kepada petani-petani lain.”
MAR 12:10 Yesus berkata lagi kepada mereka, “Kalian sudah membaca Firman Allah, bukan?! Karena ada tertulis, ‘Batu yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunan, sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang utama.
MAR 12:11 Apa yang Allah lakukan itu sangat mengherankan bagi kita.’”
MAR 12:12 Pemimpin-pemimpin Yahudi yang sedang mendengarkan perumpamaan itu tahu bahwa merekalah yang dimaksud Yesus sebagai petani-petani yang jahat. Karena itu mereka mencari cara untuk menangkap Yesus, tetapi mereka takut kepada orang banyak yang juga hadir di situ. Jadi mereka pergi meninggalkan Dia.
MAR 12:13 Lalu para pemimpin Yahudi menyuruh beberapa orang dari kelompok Farisi dan golongan pendukung Raja Herodes untuk mendatangi Yesus. Orang Farisi itu disuruh menjebak Yesus, supaya Dia berbicara melawan pemerintah Romawi di depan para pendukung Herodes.
MAR 12:14 Ketika bertemu Yesus mereka bertanya, “Guru, kami tahu engkau adalah orang jujur. Engkau tidak takut pada pendapat siapa pun karena engkau mengajarkan kehendak Allah tanpa memandang kedudukan orang. Jadi kami mau bertanya: Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak kita membayar pajak kepada pemerintah Romawi?”
MAR 12:15 Tetapi Yesus mengetahui bahwa mereka hanya berpura-pura. Jadi Dia menjawab, “Apakah kalian pikir Aku bisa dijebak dengan pertanyaan semacam itu?! Coba bawa kemari satu keping uang perak yang biasa dipakai untuk membayar pajak.”
MAR 12:16 Mereka pun memberikan uang itu kepada-Nya. Lalu Yesus bertanya, “Ukiran wajah siapa yang ada di sini? Dan nama siapa yang tertulis di sini?” Jawab mereka, “Raja Romawi.”
MAR 12:17 Kata-Nya kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah kembali kepada raja apa yang memang milik raja. Dan berikanlah kembali kepada Allah apa yang memang milik Allah.” Mendengar jawaban itu mereka pun terheran-heran.
MAR 12:18 Sesudah itu orang-orang dari kelompok Saduki juga mendatangi Yesus. (Kelompok Saduki percaya bahwa orang yang sudah mati tidak akan hidup kembali.)
MAR 12:19 Mereka berkata kepada Yesus, “Guru, Musa menulis peraturan seperti ini: Kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya wajib memperistri jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.
MAR 12:20 Pernah ada tujuh orang laki-laki bersaudara. Yang pertama menikah dengan seorang perempuan, tetapi laki-laki itu meninggal tanpa mempunyai anak.
MAR 12:21 Lalu adiknya mengawini janda itu, tetapi dia pun meninggal tanpa mempunyai anak. Begitu juga saudaranya yang ketiga.
MAR 12:22 Hal yang sama terus terjadi pada saudara berikutnya, sampai yang ketujuh. Semuanya meninggal tanpa mempunyai anak melalui janda itu. Terakhir, janda itu meninggal juga.
MAR 12:23 Jadi nanti, kalau benar bahwa orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali, perempuan itu akan disebut sebagai istri siapa?— karena ketujuh bersaudara itu sudah pernah menjadi suaminya.”
MAR 12:24 Yesus menjawab, “Kalian sangat keliru karena tidak tahu apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan tidak mengenal kuasa Allah.
MAR 12:25 Kelak waktu orang mati dihidupkan kembali, mereka tidak akan berpasang-pasangan lagi. Tiap orang akan hidup tanpa pasangan seperti semua malaikat di surga.
MAR 12:26 “Tetapi tentang kehidupan kembali sesudah kematian, kapan kalian akan mengerti apa yang tertulis dalam Kitab Musa?! Karena waktu Allah menampakkan diri-Nya kepada Musa dalam semak-semak yang menyala, Dia berkata, ‘Aku adalah Allah Abraham, Allah Isak, dan Allah Yakub.’
MAR 12:27 Allah menyebutkan ketiga nenek moyang kita itu sebagai orang yang masih hidup dan menyembah-Nya. Walaupun pada zaman Musa mereka sudah mati dan tidak ada lagi di dunia ini, tetapi di hadapan Allah mereka tetap hidup. Jadi kalian sudah keliru sekali!”
MAR 12:28 Sementara Yesus masih berdebat dengan orang-orang Saduki, seorang ahli Taurat datang dan mendengar pembicaraan mereka. Waktu ahli Taurat itu melihat bahwa Yesus sudah menjawab pertanyaan mereka dengan baik, dia juga bertanya kepada-Nya, “Guru, menurut pendapatmu, perintah mana yang paling penting di antara semua perintah Allah?”
MAR 12:29 Lalu Yesus menjawab, “Perintah paling penting adalah ‘Dengarlah, hai umat Israel. TUHAN Allah kita adalah satu-satunya Allah.
MAR 12:30 Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap nafas hidupmu, dengan segenap akal pikiranmu, dan dengan segenap kekuatanmu.’ Itulah perintah pertama.
MAR 12:31 Dan perintah paling penting kedua adalah ‘Kasihilah sesamamu sama seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.’ Tidak ada yang lebih penting daripada kedua perintah itu.”
MAR 12:32 Kata ahli Taurat itu kepada Yesus, “Betul sekali, Guru. Memang hanya ada satu Allah, dan kita tidak boleh menyembah dewa.
MAR 12:33 Kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap akal pikiran, segenap nafas hidup, dan segenap kekuatan kita. Kita juga harus mengasihi semua orang seperti mengasihi diri kita sendiri. Kedua perintah itu lebih penting daripada semua peraturan tentang kurban hewan atau barang lain yang dipersembahkan kepada Allah.”
MAR 12:34 Yesus memperhatikan bahwa orang itu menjawab dengan bijaksana, lalu menjawab, “Kamu hampir menjadi anggota kerajaan Allah.” Sesudah itu semua orang dari kelompok-kelompok agama Yahudi menjadi malu dan tidak berani menanyakan apa pun lagi kepada Yesus.
MAR 12:35 Waktu Yesus masih mengajar di rumah Allah, Dia berkata, “Kenapa ahli-ahli Taurat mengajarkan bahwa Kristus akan datang sebagai keturunan Daud?
MAR 12:36 Padahal dengan tuntunan Roh Allah, Daud sendiri berkata, ‘TUHAN Allah berkata kepada Tuhan Penguasaku, “Duduklah di sebelah kanan-Ku dan memerintahlah sebagai Raja, sampai Aku mengalahkan semua yang memusuhi-Mu dan menjadikan mereka budak-Mu.”’
MAR 12:37 Jadi kalau Daud sendiri sangat menghormati Kristus dengan menyebut Dia ‘Tuhan Penguasaku,’ kenapa ahli-ahli Taurat mengajarkan bahwa Raja Penyelamat hanyalah keturunan Daud?” Orang banyak yang ada di situ senang sekali mendengar pengajaran Yesus.
MAR 12:38 Waktu Yesus masih mengajar di situ, Dia berkata, “Hati-hatilah! Kalian jangan mencontoh ahli-ahli Taurat. Mereka suka pamer kekayaan dan kesalehan dengan memakai jubah yang indah di tempat umum. Mereka senang waktu orang-orang memberi salam kepada mereka dengan penuh hormat.
MAR 12:39 Mereka juga suka duduk di kursi-kursi yang paling depan di dalam rumah-rumah pertemuan atau di pesta-pesta makan.
MAR 12:40 Padahal mereka suka merampas harta para janda. Lalu untuk menutupi kejahatan itu, mereka berdoa panjang-panjang dalam kumpulan umat TUHAN, supaya orang lain mengira mereka orang baik. Akibat perbuatan itu, Allah pasti akan memberikan hukuman yang sangat berat kepada mereka.”
MAR 12:41 Di teras rumah Allah itu, Yesus duduk menghadap peti persembahan sambil memperhatikan orang-orang yang memasukkan uang ke dalamnya. Banyak orang kaya memasukkan sejumlah besar uang.
MAR 12:42 Lalu datanglah seorang janda miskin dan memasukkan dua keping koin yang nilainya paling kecil.
MAR 12:43 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Aku menegaskan kepadamu: Persembahan janda miskin ini lebih besar nilainya daripada persembahan semua orang lain, bahkan orang-orang kaya itu.
MAR 12:44 Karena mereka memberi sedikit dari kelebihan harta mereka, sedangkan janda yang sangat miskin ini memberikan semua uang yang dia punya, yakni seluruh biaya hidupnya.”
MAR 13:1 Waktu Yesus sedang keluar dari rumah Allah, salah satu murid-Nya berkata kepada-Nya, “Guru, lihat! Betapa megahnya rumah Allah ini! Batu-batunya besar sekali!”
MAR 13:2 Yesus menjawab, “Ya, perhatikanlah baik-baik seluruh bangunan yang sangat megah ini! Akan tiba waktunya semua yang kalian lihat ini akan diruntuhkan sampai rata dengan tanah, bahkan sampai tidak ada satu batu pun yang masih tersusun di atas batu yang lain.”
MAR 13:3 Sesudah itu Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun. Di sana Dia duduk sendirian menghadap rumah Allah. Lalu Petrus, Yakobus, Yohanes, dan Andreas menghampiri Dia untuk bertanya,
MAR 13:4 “Guru, tolong jelaskan kepada kami kapan bencana itu akan terjadi. Dan apa tandanya kalau hal-hal itu akan segera terjadi?”
MAR 13:5 Yesus menjawab mereka, “Hendaklah kalian berjaga-jaga supaya tidak tertipu!
MAR 13:6 Banyak orang akan muncul dan mengaku, ‘Akulah Kristus yang kalian nanti-nantikan itu,’ sehingga mereka menyesatkan banyak orang.
MAR 13:7 Nanti, waktu kalian mendengar tentang perang yang sedang berlangsung atau yang akan terjadi, jangan kuatir! Allah memang sudah menentukan bahwa peperangan harus ada, tetapi saat hal itu terjadi janganlah berpikir, ‘Akhir zaman sudah tiba.’
MAR 13:8 Akan terjadi perang antar suku dan antar negara. Di berbagai wilayah juga akan terjadi gempa bumi, bencana kelaparan, dan huru-hara. Tetapi semua itu hanyalah permulaan saja. Kejadian-kejadian itu dapat digambarkan seperti rasa sakit bertahap yang dialami ibu hamil sebelum melahirkan.
MAR 13:9 “Jagalah diri kalian baik-baik! Karena orang-orang yang memusuhi-Ku akan menangkap dan membawa banyak orang dari antara kalian ke sidang pemimpin agama, dan kamu akan dipukuli di rumah-rumah pertemuan mereka. Selain itu, mereka juga akan membawamu menghadap raja atau kepala pemerintah supaya kamu dihukum karena menjadi pengikut-Ku. Tetapi semua itu terjadi sesuai dengan kehendak Allah, supaya kamu bisa bersaksi tentang Aku kepada mereka.
MAR 13:10 Allah sudah menentukan bahwa sebelum zaman ini berakhir, Kabar Baik tentang Aku harus disampaikan kepada semua suku bangsa di seluruh dunia.
MAR 13:11 Ketika kamu ditangkap dan dibawa ke pengadilan, janganlah kuatir tentang bagaimana kamu harus menjawab. Karena pada waktu mereka bertanya kepadamu, saat itu juga Roh Kudus akan memberitahukan apa yang harus kamu katakan. Sesungguhnya saat itu bukan kamu yang berbicara, tetapi Dialah yang berbicara melalui kamu.
MAR 13:12 “Penganiayaan terhadap kalian nanti akan sangat mengerikan, sehingga orang bahkan tega menyerahkan saudara kandung atau anaknya sendiri untuk dibunuh. Demikian juga banyak anak akan melawan dan menyerahkan orangtua mereka untuk dihukum mati.
MAR 13:13 Banyak sekali orang yang akan membencimu karena kamu percaya kepada-Ku. Tetapi kalau kamu setia kepada-Ku sampai akhir hidupmu, jiwamu akan diselamatkan.
MAR 13:14 “Aku memberitahukan tanda ini kepadamu: Sesuai nubuatan Nabi Daniel, kamu akan melihat musuh mendirikan ‘sesuatu yang sangat menajiskan di dalam rumah Allah dan yang merupakan tanda kebinasaan.’ Pada waktu bencana itu terjadi, kalau kamu berada di Yerusalem atau provinsi Yudea, kamu harus melarikan diri ke gunung-gunung.” (Saya, Markus, meminta kepada orang yang membacakan kitab ini kepada jemaat: Tolong jelaskan nubuatan Daniel itu kepada para pendengar.)
MAR 13:15 Yesus melanjutkan pengajaran-Nya, “Pada saat itu, kalau kamu sedang berada di teras rumah, jangan masuk untuk mengambil sesuatu! Langsung lari saja!
MAR 13:16 Begitu juga kalau kamu sedang bekerja di ladang, jangan pulang mengambil jubahmu.
MAR 13:17 Pada waktu bencana itu terjadi, sungguh kasihan ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui, karena mereka akan kesulitan melarikan diri.
MAR 13:18 Berdoalah supaya kesusahan besar itu jangan terjadi pada musim dingin, agar kalian tidak terlalu susah melarikan diri.
MAR 13:19 Karena pada hari-hari itu akan terjadi kesusahan besar. Kesusahan seperti itu belum pernah terjadi sejak Allah menciptakan dunia ini sampai sekarang, dan tidak akan pernah terjadi lagi sesudahnya.
MAR 13:20 Tetapi karena Allah mengasihani umat pilihan-Nya yang masih hidup di dunia pada waktu itu, Dia sudah memutuskan bahwa bencana yang paling mengerikan itu tidak boleh berlangsung lama. Karena apabila terlalu lama, tidak akan ada orang yang sanggup bertahan hidup.
MAR 13:21 “Pada waktu itu kalau ada orang yang memberitahukan, ‘Lihat! Kristus yang kita nanti-nantikan itu sekarang ada di sini,’ atau, ‘Dia ada di sana,’ janganlah kalian percaya.
MAR 13:22 Karena di kemudian hari akan muncul banyak orang yang membuat bermacam-macam keajaiban untuk menyesatkan kalian. Mereka akan mengaku sebagai nabi, bahkan ada juga yang mengaku sebagai Kristus. Tipuan mereka sangat luar biasa, sampai orang-orang pilihan Allah pun hampir ikut disesatkan.
MAR 13:23 Karena itu waspadalah! Ingatlah bahwa Aku sudah memberitahukan semuanya kepada kalian sebelum hal-hal itu terjadi.”
MAR 13:24 “Tetapi sesudah kesusahan besar itu selesai, ‘Matahari akan menjadi gelap, bulan tidak akan bersinar lagi,
MAR 13:25 bintang-bintang pun akan jatuh dari langit, dan semua roh penguasa kegelapan di langit akan dijatuhkan.’
MAR 13:26 “Pada waktu itu semua orang akan melihat Aku datang di antara awan-awan dengan kuasa dan kemuliaan yang besar dari surga.
MAR 13:27 Lalu Aku akan mengutus para malaikat-Ku untuk memanggil orang-orang yang sudah dipilih oleh Allah. Mereka akan dikumpulkan dari semua tempat di bumi, dari ujung timur sampai ke ujung barat, dan dari ujung utara sampai ke ujung selatan.
MAR 13:28 “Kita bisa menggambarkan tanda akhir zaman seperti pohon ara. Kalau ranting-rantingnya sudah menjadi lunak dan tunas-tunas daunnya mulai terlihat, kalian tahu bahwa musim panas sudah dekat.
MAR 13:29 Begitu juga, kalau kalian melihat tanda-tanda itu mulai terjadi, seharusnya kalian pun tahu bahwa waktu kedatangan-Ku kembali sudah dekat.
MAR 13:30 Aku menegaskan kepadamu: Semua tanda itu akan segera terjadi waktu sebagian orang zaman ini masih hidup untuk mengalaminya.
MAR 13:31 Langit dan bumi tidak akan tetap ada, namun perkataan-Ku tetap berlaku untuk selama-lamanya.”
MAR 13:32 “Tetapi tentang hari dan waktu persisnya kedatangan-Ku kembali ke dunia ini, tidak ada seorang pun yang tahu. Malaikat-malaikat di surga tidak tahu, dan Aku sebagai Anak Allah pun tidak tahu. Hanya Bapa sendiri yang tahu.
MAR 13:33 Jadi kalian harus berhati-hati, berjaga-jaga, dan berdoa, sebab kalian tidak tahu kapan Aku datang kembali.
MAR 13:34 Keadaannya bisa digambarkan seperti waktu seorang kaya mau pergi ke negeri lain. Sebelum meninggalkan rumah, dia membagikan tugas kepada setiap hambanya dan menjelaskan tanggung jawab mereka masing-masing. Dia juga berkata kepada penjaga pintu, ‘Jaga baik-baik sampai saya kembali!’
MAR 13:35 Mereka terus siap sedia dan berjaga-jaga, karena mereka tidak tahu kapan tuan rumah itu akan kembali— entah sore hari, tengah malam, pada waktu ayam berkokok, atau pada waktu pagi. Nah, begitu jugalah kalian harus selalu berjaga-jaga.
MAR 13:36 Jangan sampai ketika Aku tiba-tiba datang, ternyata kalian sedang tidur dan tidak siap siaga!
MAR 13:37 Yang Aku katakan ini bukan hanya untuk kalian yang sedang mendengarkan, tetapi juga semua orang: Teruslah berjaga-jaga!”
MAR 14:1 Dua hari sebelum Hari Raya Paskah, para imam kepala dan ahli Taurat mulai mencari cara untuk menangkap Yesus tanpa diketahui orang banyak, supaya mereka bisa membunuh Dia.
MAR 14:2 Lalu mereka berkata, “Kita tidak boleh menangkapnya selama perayaan ini berlangsung, karena bisa saja terjadi kerusuhan di antara orang banyak yang mendukungnya.”
MAR 14:3 Sesudah itu, Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke Betania dan makan di rumah Simon yang juga disebut Si Borok. Sementara mereka makan, masuklah seorang perempuan membawa minyak wangi yang sangat mahal. Minyak itu terbuat dari narwastu murni dan disimpan dalam botol yang terbuat dari batu putih. Dia memecahkan leher botol itu lalu menuangkan minyaknya ke atas kepala Yesus.
MAR 14:4 Tetapi beberapa orang yang melihat itu merasa geram dan berkata satu sama lain, “Itu pemborosan besar!
MAR 14:5 Minyak itu bisa dijual mahal sekali, lalu uangnya dapat kita bagi-bagikan kepada orang miskin!”
MAR 14:6 Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Biarkanlah dia! Tidak usah kalian menegurnya. Perempuan ini sudah melakukan hal yang indah bagi-Ku.
MAR 14:7 Kesempatan untuk menolong orang miskin selalu ada, tetapi Aku tidak akan selalu ada bersama kalian.
MAR 14:8 Sebenarnya dengan menuangkan minyak wangi ke atas kepala-Ku, dia sudah mempersiapkan tubuh-Ku untuk dikuburkan. Jadi dia sudah melakukan yang terbaik bagi-Ku.
MAR 14:9 Aku menegaskan kepadamu: Selama Kabar Baik tentang Aku disebarkan ke seluruh dunia, apa yang dilakukan perempuan ini bagi-Ku akan terus diceritakan, sehingga orang akan selalu mengingat dia.”
MAR 14:10 Lalu Yudas dari desa Kariot, salah satu dari kedua belas murid Yesus, pergi kepada imam-imam kepala untuk memberitahukan bahwa dia bersedia membantu mereka menangkap Yesus.
MAR 14:11 Mendengar hal itu, mereka senang sekali dan berjanji memberikan sejumlah uang kepadanya. Lalu Yudas mulai mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.
MAR 14:12 Hari pertama Perayaan Roti Tidak Beragi sudah tiba, yaitu hari di mana semua domba Paskah dipotong. Lalu murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya, “Guru, di mana Engkau mau mengadakan perjamuan Paskah? Biar kami pergi ke sana untuk menyiapkannya.”
MAR 14:13 Yesus pun menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, “Pergilah ke Yerusalem. Di sana kalian akan bertemu dengan seorang hamba laki-laki yang sedang membawa bejana tanah liat berisi air. Ikutilah dia.
MAR 14:14 Waktu dia masuk ke dalam rumah, ikutlah masuk ke sana dan katakanlah kepada pemilik rumah itu, ‘Pak, Guru kami menanyakan kepada Bapak: Di manakah tempat Dia dan murid-murid-Nya akan makan perjamuan Paskah?’
MAR 14:15 Nanti orang itu akan menunjukkan satu ruangan besar di lantai atas yang sudah lengkap dengan meja dan perabot lainnya. Siapkanlah perjamuan Paskah kita di sana.”
MAR 14:16 Maka kedua murid itu pergi ke Yerusalem dan mereka menemukan segala hal tepat seperti yang sudah Yesus katakan kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan makanan Paskah di situ.
MAR 14:17 Malam harinya, Yesus datang bersama murid-murid-Nya.
MAR 14:18 Waktu mereka sedang makan, Dia berkata kepada mereka, “Aku menegaskan kepadamu: Salah seorang dari kalian yang makan bersama-Ku ini akan menyerahkan Aku kepada orang-orang yang memusuhi-Ku.”
MAR 14:19 Mendengar itu, mereka sangat sedih dan bergiliran bertanya kepada Yesus. Murid yang satu berkata, “Pasti bukan saya, ya Tuhan?” Dan yang lain juga bertanya, “Semoga bukan saya, ya?”
MAR 14:20 Jawab Yesus, “Salah satu orang di antara kalian yang mencelupkan roti ke dalam mangkuk ini bersamaan dengan-Ku akan menjual Aku.
MAR 14:21 Karena seperti yang sudah ditulis dalam Kitab Suci, Aku, Sang Anak Adam, memang sudah ditetapkan untuk mati dibunuh, tetapi celakalah orang yang menyerahkan Aku untuk dibunuh! Lebih baik kalau orang itu tidak pernah dilahirkan.”
MAR 14:22 Dalam perjamuan itu, Yesus mengambil sebuah roti dan mengucap syukur kepada Allah. Lalu Dia menyobek-nyobek roti itu, dan sambil memberikannya kepada para murid, Dia berkata, “Ambillah roti ini dan makanlah. Inilah tubuh-Ku.”
MAR 14:23 Sesudah itu, Yesus mengambil cawan berisi air anggur lalu mengucap syukur kepada Allah. Kemudian Dia memberikannya kepada mereka supaya setiap orang bergiliran minum dari cawan itu.
MAR 14:24 Saat memberikan cawan itu, Dia berkata, “Inilah darah-Ku yang akan ditumpahkan untuk banyak orang. Darah kematian-Ku menjadi tanda bahwa perjanjian yang baru antara Allah dan manusia sudah disahkan.”
MAR 14:25 Kata Yesus lagi, “Aku menegaskan kepadamu: Aku tidak akan minum anggur seperti ini lagi sampai tiba waktunya kerajaan yang dijanjikan Allah sudah nyata. Pada saat itu barulah Aku akan minum air anggur baru.”
MAR 14:26 Sesudah menyanyikan sebuah lagu pujian kepada Allah, Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun.
MAR 14:27 Dalam perjalanan, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Malam ini kamu masing-masing akan berhenti percaya kepada-Ku dan meninggalkan Aku. Karena harus terjadi sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, di mana Allah berkata, ‘Aku akan membunuh Sang Gembala. Pada waktu itu domba-domba-Nya akan lari ke sana kemari.’
MAR 14:28 Tetapi sesudah Allah membangkitkan Aku kembali dari kematian, Aku akan mendahului kalian ke Galilea.”
MAR 14:29 Lalu Petrus berkata, “Mungkin teman-teman lain akan berhenti percaya dan meninggalkan Engkau, tetapi saya tidak!”
MAR 14:30 Jawab Yesus kepadanya, “Aku menegaskan kepadamu: Malam ini sebelum ayam berkokok dua kali, kamu sudah tiga kali mengaku tidak kenal Aku.”
MAR 14:31 Tetapi Petrus menjawab lagi dengan tegas, “Kalau pun harus mati bersama Engkau, saya siap! Karena saya tidak akan pernah mengatakan bahwa saya tidak mengenal Engkau!” Semua murid yang lain juga berkata begitu.
MAR 14:32 Sesudah Yesus dan murid-murid-Nya sampai di suatu taman yang bernama Getsemani, Dia berkata kepada mereka, “Kalian duduk di sini dulu, sementara Aku pergi berdoa.”
MAR 14:33 Lalu Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes ikut bersama-Nya. Waktu itu Dia mulai merasakan ketakutan hebat dan kegelisahan yang mendalam.
MAR 14:34 Kata Yesus kepada mereka, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Kalian tetaplah di sini. Teruslah terjaga dan jangan tidur.”
MAR 14:35 Yesus pun berjalan sedikit jauh dari mereka, lalu sujud dan berdoa supaya Dia— kalau Allah menghendaki— bisa lepas dari kesusahan yang sudah dekat.
MAR 14:36 Yesus berdoa, “Abba, Bapa, Engkau mampu melakukan segala sesuatu. Tolong lepaskan Aku dari kesusahan ini! Tetapi janganlah kehendak-Ku yang terjadi. Biarlah kehendak Bapa saja yang jadi.”
MAR 14:37 Sesudah selesai berdoa, Dia kembali kepada ketiga murid-Nya tadi dan mendapati mereka sedang tidur. Lalu Dia berkata kepada Petrus, “Simon, apakah kamu tidur? Ternyata kamu tidak sanggup menahan kantuk satu jam saja!”
MAR 14:38 Kata Yesus lagi, “Jangan tidur. Berdoalah terus supaya kamu masing-masing tidak berdosa waktu iblis mencobaimu. Memang rohmu ingin berbuat yang baik, tetapi tubuhmu tidak sanggup.”
MAR 14:39 Lalu Yesus kembali ke tempat yang tadi untuk berdoa, dan doa-Nya pun sama seperti sebelumnya.
MAR 14:40 Selesai berdoa, Dia kembali dan mendapati mereka sedang tertidur lagi karena terlalu mengantuk. Yesus menegur mereka, tetapi ketiganya diam saja karena sangat malu dan tidak tahu harus menjawab apa.
MAR 14:41 Sesudah itu Yesus pergi lagi berdoa untuk ketiga kalinya. Dan waktu kembali kepada mereka, Dia berkata, “Sudah cukup kalian tidur dan istirahat! Lihat, tiba waktunya Aku, Sang Anak Adam, diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
MAR 14:42 Bangunlah, mari kita pergi! Dia yang menyerahkan Aku sudah datang.”
MAR 14:43 Waktu Yesus masih berbicara, tiba-tiba Yudas, yaitu salah satu dari kedua belas murid-Nya, datang bersama segerombolan besar orang yang bersenjatakan pedang dan batang kayu pemukul. Mereka adalah suruhan para imam kepala, ahli Taurat, dan pemimpin orang Yahudi.
MAR 14:44 Sebelumnya Yudas sudah memberitahu mereka, “Orang yang saya peluk, itulah Yesus. Tangkap dia dan bawa pergi dengan penjagaan ketat!”
MAR 14:45 Waktu Yudas tiba, dia langsung mendekati Yesus dan berkata, “Salam, Guru.” Lalu dia memeluk Yesus.
MAR 14:46 Maka orang-orang itu segera menangkap Yesus.
MAR 14:47 Tetapi salah satu murid Yesus mengeluarkan pedangnya dan menyerang seorang budak imam besar. Dia memotong salah satu telinganya.
MAR 14:48 Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Ternyata kalian pikir Aku ini penjahat, sehingga kalian merasa harus mengajak rombongan besar yang bersenjata ke sini!
MAR 14:49 Padahal setiap hari kalian melihat Aku mengajar di teras rumah Allah. Kenapa kalian tidak menangkap Aku di sana?! Tetapi hal ini sudah ditetapkan untuk terjadi pada-Ku sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci.”
MAR 14:50 Pada waktu itu semua murid-Nya lari meninggalkan Dia.
MAR 14:51 Seorang pemuda berusaha mengikuti Yesus dari belakang. Dia hanya berpakaian kain halus. Mereka hampir menangkap dia juga dengan memegang kain itu,
MAR 14:52 tetapi dia melepaskan kainnya dan lari telanjang.
MAR 14:53 Sesudah itu mereka membawa Yesus ke rumah imam besar. Semua anggota sidang Mahkamah Agama Yahudi sedang berkumpul di situ, yakni para imam kepala, pemimpin Yahudi, dan ahli Taurat.
MAR 14:54 Sementara itu, Petrus mengikuti Yesus dari jauh sampai ke halaman rumah imam besar. Di sana dia duduk bersama para pengawal di dekat api unggun untuk menghangatkan badan.
MAR 14:55 Waktu itu imam-imam kepala dan semua anggota sidang Mahkamah Agama berusaha membuktikan bahwa Yesus bersalah, supaya mereka bisa menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya. Secara diam-diam, beberapa orang sudah mereka sogok untuk memberikan kesaksian palsu tentang Yesus. Walaupun banyak orang memberikan kesaksian, tetapi tidak ada kesaksian yang sama persis antara satu dengan yang lainnya untuk saling mendukung. Karena itu mereka tidak berhasil membuktikan kesalahan apa pun pada Yesus.
MAR 14:57 Lalu beberapa orang berdiri dan memberikan kesaksian palsu tentang Dia,
MAR 14:58 “Kami pernah mendengar Yesus berkata, ‘Aku akan membongkar rumah Allah yang dibangun dengan tangan manusia, dan dalam waktu tiga hari aku akan membangun kembali yang baru, yang tidak dibangun dengan tangan manusia.’”
MAR 14:59 Tetapi bahkan tentang hal itu tidak ada kesaksian yang sama persis untuk saling mendukung.
MAR 14:60 Lalu imam besar berdiri di hadapan mereka dan berkata kepada Yesus, “Kenapa kamu tidak menjawab?! Jawablah semua tuduhan berat terhadapmu itu!”
MAR 14:61 Tetapi Yesus tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Lalu imam besar bertanya lagi kepada-Nya, “Apakah kamu adalah Kristus, Anak Allah?”
MAR 14:62 Yesus pun menjawab, “Ya, benar. Dan kalian akan melihat Aku, Sang Anak Adam, duduk di tempat yang paling terhormat di samping Yang Mahakuasa. Dan ketika Aku datang kembali dari surga, kalian akan melihat Aku di antara awan-awan.”
MAR 14:63 Mendengar jawaban itu, imam besar merobek-robek baju yang dipakainya dan berkata, “Buat apa kita mencari saksi-saksi lain lagi?!
MAR 14:64 Kalian sudah mendengar sendiri bagaimana dia menghina Allah! Jadi bagaimana menurut kalian?” Lalu mereka semua memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus.
MAR 14:65 Sesudah itu ada di antara mereka yang mulai meludahi Dia. Mereka juga menutup mata-Nya dengan sepotong kain, dan sambil memukuli Dia mereka berkata, “Kalau kamu seorang nabi, coba tebak, siapa nama orang yang baru saja memukulmu!” Kemudian penjaga-penjaga imam besar itu pun memukuli Yesus sambil membawa Dia keluar.
MAR 14:66 Waktu semua itu terjadi, Petrus masih menghangatkan badannya di dekat api di halaman rumah imam besar. Lalu datanglah seorang pembantu perempuan imam besar.
MAR 14:67 Waktu dia memperhatikan Petrus di terang api, pembantu itu berkata kepadanya, “Kamu juga salah satu pengikut Yesus orang Nazaret itu, bukan?”
MAR 14:68 Tetapi Petrus menyangkalnya, “Saya tidak mengerti maksudmu.” Lalu Petrus pergi ke pintu pagar depan. Pada saat itu juga ayam berkokok.
MAR 14:69 Waktu pembantu perempuan itu melihat Petrus lagi, dia mulai berkata kepada orang-orang yang ada di situ, “Orang ini juga salah satu dari pengikut Yesus.”
MAR 14:70 Tetapi Petrus menyangkal lagi, “Bukan!” Tidak lama kemudian, orang-orang yang berdiri di situ berkata kepada Petrus, “Betul! Kamu juga salah satu dari mereka, karena kamu orang Galilea. Itu ketahuan dari logatmu.”
MAR 14:71 Lalu Petrus dengan tegas bersumpah, “Saya tidak kenal orang itu! Kalau saya bohong, biarlah TUHAN yang di surga menghukum saya!”
MAR 14:72 Saat itu ayam berkokok untuk kedua kalinya. Lalu Petrus teringat apa yang Yesus katakan kepadanya malam itu, “Sebelum ayam berkokok dua kali, kamu sudah tiga kali mengaku tidak kenal Aku.” Petrus pun langsung menangis dengan sangat sedih.
MAR 15:1 Pagi-pagi sekali seluruh sidang Mahkamah Agama— yaitu imam-imam kepala, pemimpin-pemimpin Yahudi, dan ahli-ahli Taurat— mengatur rencana untuk membunuh Yesus dengan cara memperalat pejabat-pejabat pemerintah Romawi. Lalu mereka mengikat Dia dan menyerahkan-Nya kepada Gubernur Pilatus.
MAR 15:2 Pilatus bertanya kepada Yesus, “Benarkah kamu ini raja orang Yahudi?” Jawab-Nya, “Begitulah katamu.”
MAR 15:3 Kemudian para imam kepala melaporkan banyak tuduhan tentang kesalahan Yesus.
MAR 15:4 Pilatus bertanya lagi kepada-Nya, “Apakah kamu tidak mau menjawab? Dengarlah betapa banyaknya tuduhan mereka atasmu!”
MAR 15:5 Tetapi Yesus tidak menjawab apa-apa, sehingga Pilatus sangat heran.
MAR 15:6 Tiap tahun pada Hari Raya Paskah di Yerusalem, sudah menjadi kebiasaan bahwa gubernur membebaskan satu orang dari penjara sesuai permintaan masyarakat.
MAR 15:7 Karena kebiasaan itu, banyak orang sudah berkumpul di istana Pilatus dan mulai berteriak meminta dia membebaskan seorang tahanan. Kebetulan waktu itu di dalam penjara ada seorang bernama Barabas. Dia ditahan bersama sejumlah orang lain karena melakukan kerusuhan melawan pemerintah Romawi. Dalam kerusuhan itu Barabas sudah membunuh seseorang.
MAR 15:9 Lalu Pilatus bertanya kepada orang banyak, “Apakah kalian mau saya membebaskan raja orang Yahudi ini bagi kalian?”
MAR 15:10 Pilatus sengaja berkata begitu karena dia sudah tahu bahwa para imam kepala iri hati kepada Yesus. Dia tahu bahwa alasan itulah yang membuat mereka menyerahkan Yesus kepadanya.
MAR 15:11 Tetapi atas bujukan para imam kepala, orang banyak itu malah meminta Pilatus membebaskan Barabas, bukan Yesus.
MAR 15:12 Lalu Pilatus bertanya sekali lagi kepada mereka, “Kalau begitu, apa yang kalian mau saya lakukan terhadap Yesus yang kalian sebut ‘raja orang Yahudi’ ini?”
MAR 15:13 Mereka berteriak, “Salibkan dia!”
MAR 15:14 Sekali lagi Pilatus bertanya kepada mereka, “Mengapa? Kesalahan apa yang sudah dia perbuat?” Tetapi mereka semakin keras berteriak-teriak, “Salibkan dia!”
MAR 15:15 Karena Pilatus ingin orang banyak itu senang kepadanya, dia pun melepaskan Barabas untuk mereka. Lalu dia menyerahkan Yesus kepada tentara-tentaranya untuk dicambuk dan disalibkan.
MAR 15:16 Tentara-tentara itu membawa Yesus masuk ke markas mereka yang berada di bagian dalam istana gubernur, dan mereka memanggil semua tentara yang lain untuk berkumpul di sana.
MAR 15:17 Mereka mengejek Yesus sesuai dengan tuduhan bahwa Dia adalah raja orang Yahudi. Mereka mengganti jubah yang Yesus pakai dengan jubah komandan mereka yang berwarna ungu, karena warna itulah yang biasanya dipakai oleh raja. Mereka juga membuat mahkota berduri dari ranting tumbuhan merambat dan memasangnya di kepala Yesus.
MAR 15:18 Lalu mereka pura-pura memberi hormat kepada Yesus dengan berseru, “Yang mulia, raja orang Yahudi!”
MAR 15:19 Kemudian mereka memukuli kepala Yesus dengan tongkat dan ada juga yang meludahi Dia. Sebagian tentara lain pura-pura memberi hormat dengan berlutut di depan Yesus.
MAR 15:20 Sesudah mengejek Dia seperti itu, mereka melepaskan jubah ungu tadi dan menggantinya dengan pakaian Yesus sendiri. Lalu mereka membawa Dia keluar untuk disalibkan.
MAR 15:21 Dalam perjalanan ke tempat penyaliban, mereka bertemu dengan seorang Kirene yang baru kembali dari luar kota. Orang itu bernama Simon, ayah Aleksander dan Rufus. Lalu tentara-tentara itu memaksa Simon untuk memikul salib Yesus.
MAR 15:22 Mereka menggiring Yesus ke Golgota. Nama itu artinya ‘tempat tengkorak.’
MAR 15:23 Di sana mereka memberikan air anggur yang dicampur getah pohon mur kepada-Nya. Tetapi Dia menolaknya.
MAR 15:24 Sesudah menyalibkan Yesus, mereka membagi-bagi pakaian-Nya di antara mereka dengan cara membuang undi.
MAR 15:25 Yesus disalibkan sekitar jam sembilan pagi.
MAR 15:26 Pada bagian atas salib-Nya dipasang papan bertuliskan tuduhan terhadap Yesus, yaitu “Inilah raja orang Yahudi.”
MAR 15:27 Bersama Yesus, mereka juga menyalibkan dua orang pencuri, yang seorang di sebelah kanan-Nya, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Nya.
MAR 15:28 Dengan demikian, terjadilah sesuai dengan Firman Allah yang disampaikan oleh seorang nabi, “Dia akan dianggap sama seperti para penjahat.”
MAR 15:29 Orang-orang yang melewati tempat itu mengejek Dia. Sambil menggeleng-gelengkan kepala, mereka berkata, “Hai kamu yang dulu mengaku bisa merobohkan rumah Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari saja!
MAR 15:30 Selamatkanlah dirimu dan turunlah dari salib itu!”
MAR 15:31 Para imam kepala dan ahli Taurat yang ada di situ juga menertawakan Dia, “Konyol sekali! Dia bisa menyelamatkan orang lain, tetapi tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri!
MAR 15:32 Kalau dia benar-benar Kristus, Raja Penyelamat bangsa Israel, biarlah dia turun dari salibnya itu, barulah kami akan percaya kepadanya!” Kedua penjahat yang disalibkan bersama Yesus juga ikut menghina Dia.
MAR 15:33 Mulai jam dua belas siang, tiba-tiba seluruh daerah itu menjadi gelap sampai jam tiga sore.
MAR 15:34 Kira-kira jam tiga, Yesus berteriak dengan suara keras, “Eloi, Eloi, lima sabaktani?”— yang artinya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
MAR 15:35 Lalu beberapa orang yang berdiri di sana keliru mendengar perkataan Yesus itu dan mereka berkata, “Dengar! Dia memanggil Nabi Elia.”
MAR 15:36 Sesudah itu seseorang berlari mengambil sepotong spons dan memasangnya di ujung sebatang bambu kecil. Dia mencelupkan spons itu ke dalam air anggur asam dan memberikannya kepada Yesus supaya Dia minum. Sambil melakukan itu dia berkata, “Mari kita tunggu dan lihat apakah Elia akan datang untuk menurunkan dia dari salib ini!”
MAR 15:37 Kemudian Yesus berteriak dan menghembuskan nafas terakhir.
MAR 15:38 Waktu Yesus mati, tiba-tiba tirai yang tergantung di pintu ruang kudus di dalam rumah Allah robek sendiri dari atas ke bawah menjadi dua bagian.
MAR 15:39 Saat komandan kompi yang berdiri di depan salib Yesus melihat bagaimana Yesus berteriak lalu mati, dia berkata, “Sungguh, ternyata Orang ini benar-benar Anak Allah!”
MAR 15:40 Di situ ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh. Mereka adalah Salome, Maria yang berasal dari kampung Magdala, serta Maria ibu Yesus, Yoses, dan Yakobus muda.
MAR 15:41 Mereka adalah perempuan-perempuan yang biasa ikut dan membantu pelayanan Yesus waktu Dia masih berada di daerah Galilea. Bersama mereka ada juga banyak perempuan lain yang sudah ikut dengan rombongan Yesus dari Galilea sampai ke Yerusalem.
MAR 15:42 Saat itu, hari sudah mulai malam dan orang Yahudi harus segera menyelesaikan segala persiapan mereka untuk hari Sabat.
MAR 15:43 Karena itu Yusuf memberanikan diri menghadap Pilatus untuk meminta mayat Yesus. (Yusuf ini berasal dari kampung Arimatea. Dia salah satu anggota terhormat Mahkamah Agama Yahudi. Dia juga sangat menanti-nantikan saatnya Allah mulai memerintah dunia ini sebagai Raja.)
MAR 15:44 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati sebelum malam. Lalu dia memanggil komandan kompi yang melaksanakan penyaliban itu dan menanyakan kalau Yesus benar-benar sudah mati.
MAR 15:45 Setelah Pilatus mendengar laporan komandan itu bahwa Yesus memang sudah mati, dia memberi izin kepada Yusuf untuk membawa mayat Yesus.
MAR 15:46 Yusuf pun membeli kain putih untuk membungkus mayat Yesus. Dia dibantu beberapa orang lain menurunkan mayat-Nya dari salib. Mereka membungkus-Nya dengan kain itu, lalu membaringkan mayat Yesus di dalam kuburan yang digali seperti gua pada bukit batu. Kemudian pintu kuburan itu ditutup dengan menggulingkan batu besar yang sudah disediakan sebagai penutup.
MAR 15:47 Kedua perempuan yang bernama Maria tadi memperhatikan saat orang-orang itu mengurus dan membaringkan mayat Yesus.
MAR 16:1 Waktu hari Sabat sudah lewat, pagi-pagi sekali pada hari Minggu saat matahari baru terbit, Maria dari kampung Magdala, Salome, dan Maria ibu Yakobus pergi ke kuburan Yesus. Mereka sudah membeli minyak yang harum untuk meminyaki mayat Yesus.
MAR 16:3 Dalam perjalanan mereka membicarakan, “Siapakah yang akan menolong kita menggulingkan batu besar itu, supaya kita bisa masuk ke dalam kuburan?”
MAR 16:4 Tetapi waktu mereka sampai di kuburan, ternyata batu besar itu sudah terguling.
MAR 16:5 Ketiga perempuan itu pun segera masuk. Namun mereka kaget sekali, karena di dalam kuburan itu tampak satu malaikat sedang duduk di sisi kanan ruangan gua. Dia terlihat seperti laki-laki muda yang berpakaian putih bersih.
MAR 16:6 Malaikat itu berkata kepada mereka, “Jangan terkejut! Saya tahu kalian mencari Yesus, Orang Nazaret yang sudah disalibkan itu. Dia tidak ada di sini, karena Allah sudah menghidupkan Dia kembali. Lihat saja tempat mereka menaruh mayat-Nya.
MAR 16:7 Pergilah dan beritahukan kepada murid-murid-Nya, khususnya Petrus, ‘Yesus sudah lebih dulu pergi ke Galilea. Kalian akan menemui Dia di sana, sesuai dengan apa yang sudah pernah Dia katakan kepada kalian.’”
MAR 16:8 Lalu dengan gemetar perempuan-perempuan itu lari meninggalkan kuburan itu, karena mereka sangat takut dan terheran-heran. Ketiganya tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun yang mereka temui di jalan, karena mereka masih ketakutan.
MAR 16:9 Hari Minggu itu, pagi-pagi sekali Yesus sudah bangkit dari kematian. Pertama-tama Dia memperlihatkan diri-Nya kepada Maria dari kampung Magdala. (Dari dialah Yesus pernah mengusir tujuh roh jahat.)
MAR 16:10 Lalu Maria pergi memberitahukan hal itu kepada orang-orang yang dulu sering mengikut Yesus. Waktu itu mereka masih berduka dan menangis karena kematian Yesus.
MAR 16:11 Ketika mendengar bahwa Yesus sudah hidup kembali dan Maria baru saja melihat Dia, mereka tidak percaya.
MAR 16:12 Tidak lama sesudah itu, Yesus memperlihatkan diri-Nya dengan wajah berbeda kepada dua orang yang dulu sering bergabung bersama murid-murid-Nya. Saat itu mereka sedang berjalan dari Yerusalem ke tempat lain.
MAR 16:13 Waktu dua orang itu sadar bahwa Orang yang bersama mereka adalah Yesus, tiba-tiba Yesus menghilang. Lalu mereka berdua kembali dan menceritakan kejadian itu kepada murid-murid-Nya. Tetapi mereka tetap tidak percaya.
MAR 16:14 Akhirnya Yesus memperlihatkan diri kepada kesebelas murid-Nya itu waktu mereka sedang makan. Dia menegur mereka karena mereka begitu keras kepala dan tidak mau percaya bahwa Yesus sudah hidup kembali, walaupun sudah diberitahu oleh beberapa orang saksi mata.
MAR 16:15 Sesudah itu Dia berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Kabar Baik kepada semua orang.
MAR 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Tetapi siapa yang menolak percaya kepada-Ku akan dihukum.
MAR 16:17 Dan kepada setiap orang yang percaya kepada-Ku, Allah akan memberikan kuasa kepadanya untuk melakukan keajaiban-keajaiban seperti ini: Demi kemuliaan-Ku, ada di antara kamu yang akan mengusir setan-setan dan berbicara dalam bahasa-bahasa baru yang belum pernah kamu pelajari.
MAR 16:18 Biarpun kamu memegang ular dengan tangan telanjang atau minum racun, kamu tidak akan sakit atau mati. Juga ketika kamu menyentuh orang-orang sakit sambil berdoa kepada-Ku, mereka akan sembuh.”
MAR 16:19 Sesudah selesai berbicara kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus terangkat ke surga. Di sanalah Dia duduk di sebelah kanan Allah, yaitu di tempat yang paling terhormat.
MAR 16:20 Lalu murid-murid-Nya pergi memberitakan kabar keselamatan ke segala tempat. Dan Roh Tuhan Yesus menyertai mereka masing-masing dengan membuat banyak keajaiban sebagai bukti bahwa berita keselamatan yang mereka kabarkan itu sungguh benar. Amin.
LUK 1:1 Kepada yang terhormat Bapak Teofilus. Banyak orang sudah berusaha menuliskan laporan tentang berbagai peristiwa yang terjadi di antara kita.
LUK 1:2 Masing-masing menuliskan laporannya sesuai dengan yang sudah diceritakan oleh orang-orang yang menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa itu sejak awal. Para saksi mata itu sudah melayani Tuhan dengan memberitakan kabar itu ke mana-mana.
LUK 1:3 Lalu, karena saya sudah mengumpulkan laporan saksi mata dengan teliti sejak permulaan peristiwa itu, maka saya pikir, “Sebaiknya saya menuliskan laporan yang teratur untuk Bapak Teofilus.”
LUK 1:4 Dengan begitu, Bapak tahu pasti bahwa apa yang mereka ajarkan kepada Bapak sungguh-sungguh benar.
LUK 1:5 Pada waktu Raja Herodes memerintah di provinsi Yudea (di bawah pemerintahan raja agung di Roma), ada seorang imam bernama Zakaria. Dia anggota kelompok imam yang bernama kelompok Abia. Istrinya yang bernama Elisabet juga adalah keturunan Harun, imam yang pertama.
LUK 1:6 Zakaria dan istrinya hidup benar di mata Allah, karena mereka selalu menaati semua perintah dan peraturan TUHAN tanpa kesalahan.
LUK 1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak karena Elisabet mandul. Lagipula mereka juga sudah sangat tua.
LUK 1:8 Pada suatu hari, ketika kelompok Abia mendapat giliran untuk melayani di rumah Allah, Zakaria menjalankan tugasnya sebagai imam di hadapan Allah.
LUK 1:9 Seperti kebiasaan para imam, mereka membuang undi untuk mengetahui siapa yang akan membakar dupa di ruang kudus di dalam rumah Allah. Ternyata Zakaria yang terpilih untuk tugas itu.
LUK 1:10 Selama pembakaran dupa, sekumpulan orang banyak berdoa di teras rumah Allah, sementara Zakaria berada di dalam ruang kudus.
LUK 1:11 Tiba-tiba muncullah malaikat di ruangan itu. Dia berdiri di sebelah kanan mezbah tempat membakar dupa.
LUK 1:12 Melihat malaikat itu, Zakaria terkejut dan sangat ketakutan.
LUK 1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, Zakaria. Allah sudah mendengar doamu: Elisabet, istrimu, akan melahirkan anakmu laki-laki. Kamu harus menamai dia Yohanes.
LUK 1:14 Kamu akan bergembira dan berbahagia karena anakmu itu, dan banyak orang juga akan turut bergembira karena kelahirannya,
LUK 1:15 sebab dia akan menjadi orang yang besar di hadapan Allah. Dia tidak boleh minum anggur atau minuman keras lainnya. Dia akan selalu dipenuhi oleh Roh Kudus, bahkan sejak dalam kandungan ibunya.
LUK 1:16 Dia akan membimbing banyak orang Israel supaya mereka kembali kepada TUHAN, Allah mereka.
LUK 1:17 Dia akan menyiapkan umat Allah sebelum kedatangan Tuhan ke dunia ini. Roh Allah akan memberinya kuasa untuk dapat bekerja seperti Nabi Elia. Oleh pelayanannya, para orangtua akan kembali mengasihi anak-anak mereka, dan orang-orang yang tidak taat kepada TUHAN menjadi taat kembali. Dia akan membimbing mereka untuk menjadi bijak dan mau hidup benar. Dengan demikian anakmu itu menyiapkan umat Allah agar mereka siap menyambut kedatangan Tuhan.”
LUK 1:18 Lalu Zakaria berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana saya bisa yakin bahwa yang engkau katakan itu benar-benar akan terjadi? Saya dan istri saya sudah terlalu tua untuk bisa mendapatkan anak kandung!”
LUK 1:19 Jawab malaikat itu, “Nama saya Gabriel. Saya selalu berdiri di hadapan Allah dan selalu siap membawa berita-Nya. Dialah yang menyuruh saya untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
LUK 1:20 Dengarlah! Apa yang sudah saya sampaikan kepadamu pasti akan terjadi pada waktunya. Tetapi karena kamu tidak percaya kata-kata saya, maka biarlah ini menjadi tandanya: Kamu akan menjadi bisu sampai apa yang saya katakan terjadi.”
LUK 1:21 Sementara itu, orang banyak di luar masih menunggu Zakaria. Mereka heran karena dia begitu lama di dalam ruang kudus.
LUK 1:22 Ketika Zakaria keluar, dia sudah tidak bisa berbicara sama sekali. Karena itu dia terus berusaha memberi tahu mereka dengan menggunakan gerakan-gerakan tangan, sampai akhirnya orang banyak itu mengerti bahwa dia sudah mendapat penglihatan di dalam rumah Allah.
LUK 1:23 Sesudah selesai gilirannya bertugas, Zakaria pulang ke rumahnya di desa.
LUK 1:24 Tidak lama kemudian, Elisabet istrinya hamil. Selama lima bulan Elisabet tidak ke mana-mana dan tidak menampakkan dirinya kepada orang-orang
LUK 1:25 karena dia berpikir, “Sudah begitu lama orang-orang menghina aku karena mandul, tetapi akhirnya TUHAN mengasihaniku. Jadi biarlah orang-orang tahu bahwa aku sudah hamil ketika mereka melihatku!”
LUK 1:26 Ketika Elisabet hamil enam bulan, Allah mengutus malaikat Gabriel kepada seorang perawan muda bernama Maria yang tinggal di kota Nazaret di provinsi Galilea. Saat itu Maria sudah bertunangan dengan Yusuf, seorang keturunan Daud.
LUK 1:28 Begitu malaikat itu sampai, dia berkata, “Salam! TUHAN sungguh berbaik hati kepadamu. Dia menyertaimu! Kamu sungguh sangat diberkati di antara para wanita.”
LUK 1:29 Maria sangat terkejut melihat malaikat itu lalu bertanya dalam hati, “Apa maksud salam itu?”
LUK 1:30 Malaikat itu melanjutkan, “Jangan takut Maria. Allah sangat berbaik hati kepadamu.
LUK 1:31 Dengarkanlah! Kamu akan hamil dan melahirkan seorang Anak laki-laki. Haruslah kamu menamai Dia ‘Yesus.’
LUK 1:32 Dia akan menjadi seorang yang agung dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. TUHAN Allah akan mengangkat Dia menjadi Raja seperti Daud, nenek moyang-Nya.
LUK 1:33 Dan sampai selamanya Dia akan memerintah orang Yahudi, yaitu keturunan Yakub. Kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir.”
LUK 1:34 Lalu Maria bertanya, “Wah! Bagaimana mungkin semua itu akan terjadi?!— karena saya masih perawan.”
LUK 1:35 Jawab malaikat itu, “Roh Kudus akan datang kepadamu, dan kuasa Yang Mahatinggi akan datang ke atas kamu, sehingga Anak kudus yang nanti kamu lahirkan akan disebut Anak Allah.
LUK 1:36 Dan lagi, sepupumu Elisabet juga sedang hamil enam bulan. Dia akan melahirkan seorang anak laki-laki, padahal umurnya sudah tua sekali dan orang-orang mengatakan bahwa dia mandul.
LUK 1:37 Karena bagi Allah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.”
LUK 1:38 Kata Maria, “Saya ini hanyalah hamba TUHAN yang hina. Saya tunduk menerima yang engkau katakan itu.” Lalu malaikat itu pun pergi meninggalkan dia.
LUK 1:39 Tidak lama sesudah itu, Maria bersiap dan pergi dengan tergesa-gesa ke sebuah desa di daerah pegunungan di provinsi Yudea
LUK 1:40 untuk mengunjungi Elisabet dan Zakaria. Ketika Maria memasuki rumah mereka, dia mengucapkan salam kepada Elisabet.
LUK 1:41 Waktu Elisabet mendengar salam Maria, anak dalam kandungan Elisabet langsung menendang-nendang kesenangan. Kemudian Elisabet dipenuhi Roh Kudus
LUK 1:42 dan dia berseru, “Maria, kamulah yang paling diberkati Allah di antara semua perempuan! Anak yang ada dalam kandunganmu sekarang juga sangat diberkati!
LUK 1:43 Kini aku sungguh mendapat kehormatan besar, karena ibu yang akan melahirkan Tuhanku datang mengunjungi aku.
LUK 1:44 Begitu aku mendengar salam darimu, anak dalam kandunganku menendang-nendang dengan senang.
LUK 1:45 Kamu sungguh diberkati karena kamu percaya bahwa apa yang TUHAN katakan kepadamu akan terjadi!”
LUK 1:46 Kemudian Maria berkata, “Aku memuji TUHAN Allah dengan segenap hatiku,
LUK 1:47 dan aku sangat bersukacita sebab Allah adalah Penyelamatku.
LUK 1:48 Karena Dia sudah memperhatikan aku, walaupun aku ini hanyalah hamba TUHAN yang hina. Oleh sebab itu, mulai sekarang sampai seterusnya semua orang akan mengingat betapa TUHAN memberkati aku,
LUK 1:49 karena Yang Mahakuasa sudah melakukan hal-hal yang luar biasa bagiku. Pujilah Allah, sebab Dia kudus!
LUK 1:50 Dari zaman ke zaman, Allah selalu bermurah hati kepada semua orang yang takut dan hormat kepada-Nya.
LUK 1:51 Seperti zaman dulu, sekarang pun Allah sekali lagi sudah mulai mengulurkan tangan-Nya dan menunjukkan kuasa-Nya. Dahulu Dia mencerai-beraikan orang-orang yang tinggi hati dan mengacaukan semua rencana mereka.
LUK 1:52 Dahulu Allah juga sudah menurunkan raja-raja dari jabatan mereka, dan meninggikan orang-orang yang rendah hati.
LUK 1:53 Allah pernah memberi makanan yang enak kepada orang-orang lapar sampai kenyang, tetapi Dia menyuruh orang-orang kaya pergi dengan tangan kosong.
LUK 1:54 Jadi, sekali lagi seperti zaman dulu, Allah sedang menolong Israel, yaitu umat pilihan-Nya, supaya kita sungguh-sungguh melayani Dia. Dia tidak lupa akan janji-Nya untuk mengasihani kita,
LUK 1:55 yakni janji-Nya yang Dia sampaikan kepada nenek moyang kita, mulai dari Abraham hingga kepada kita keturunannya sampai selama-lamanya.”
LUK 1:56 Maria tinggal bersama Elisabet kira-kira tiga bulan lamanya, lalu dia pulang ke Nazaret.
LUK 1:57 Kemudian tibalah waktunya Elisabet bersalin, dan dia melahirkan seorang anak laki-laki.
LUK 1:58 Para tetangga dan keluarganya mendengar betapa TUHAN sudah bermurah hati kepada Elisabet, dan mereka turut bersukacita bersama dia.
LUK 1:59 Ketika anak itu sudah berumur seminggu, banyak tamu yang datang menghadiri acara sunatannya. Mereka mau menamai dia Zakaria sesuai dengan nama ayahnya.
LUK 1:60 Namun Elisabet berkata, “Tidak! Dia harus diberi nama Yohanes.”
LUK 1:61 Lalu jawab mereka, “Tetapi tidak ada keluarga kalian berdua yang mempunyai nama itu!”
LUK 1:62 Kemudian mereka berbicara dengan isyarat kepada Zakaria untuk menanyakan, “Bapak mau memberi nama apa kepadanya?”
LUK 1:63 Zakaria pun minta sebuah batu tulis, lalu dia menulis, “Namanya Yohanes.” Melihat itu, semua tamu terheran-heran.
LUK 1:64 Saat itu juga Zakaria langsung dapat berbicara kembali, dan dia mulai memuji Allah.
LUK 1:65 Karena keajaiban itu, semua tetangga mereka menjadi takjub dan takut. Kabar tentang segala kejadian itu pun tersebar ke mana-mana di seluruh daerah pegunungan Yudea.
LUK 1:66 Semua orang yang mendengar tentang peristiwa itu bertanya-tanya dalam hati, “Apakah anak ini akan menjadi orang penting?” Mereka berpikir begitu karena tampak bahwa kuasa TUHAN menyertai dia.
LUK 1:67 Kemudian Zakaria, ayah Yohanes, dipenuhi Roh Kudus dan bernubuat,
LUK 1:68 “Terpujilah TUHAN, Allah Israel. Karena Dia sudah kembali lagi kepada umat-Nya untuk membebaskan kita dari musuh-musuh kita.
LUK 1:69 Allah sudah memberikan kepada kita seorang Penyelamat yang siap memerintah dengan penuh kuasa, dan yang berasal dari keturunan Daud, hamba-Nya.
LUK 1:70 Hal itu sesuai dengan rencana Allah yang disampaikan oleh nabi-nabi yang melayani Dia sejak zaman dahulu.
LUK 1:71 Mereka sudah menyampaikan bahwa Allah akan menyelamatkan kita dari kuasa semua orang yang memusuhi dan membenci kita.
LUK 1:72 Sekarang terbukti bahwa Allah tidak lupa untuk menepati perjanjian-Nya yang suci yang pernah Dia janjikan kepada nenek moyang kita, yaitu untuk menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada kita.
LUK 1:73 Karena Allah sudah berjanji dengan bersumpah kepada nenek moyang kita Abraham,
LUK 1:74 bahwa kita akan dibebaskan dari kuasa musuh-musuh kita, supaya kita dapat melayani Allah tanpa rasa takut,
LUK 1:75 sehingga dengan begitu kita bisa hidup suci dan benar di hadapan-Nya seumur hidup kita.
LUK 1:76 Dan tentang kamu, Yohanes anakku, kamu akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi. Kamu akan mendahului Tuhan dan mempersiapkan segala sesuatu untuk kedatangan-Nya.
LUK 1:77 Artinya, kamu akan memberitahukan kepada umat-Nya cara untuk dapat diselamatkan melalui pengampunan dosa mereka.
LUK 1:78 Jadi, karena kebaikan hati Allah kita, akan terbit bagi kita suatu hari yang baru, yaitu Hari Keselamatan dari surga.
LUK 1:79 Dengan demikian, Allah akan menolong kita yang hidup dalam kegelapan dan dalam cengkeraman kuasa kematian. Cahaya TUHAN itu akan menuntun kita ke jalan-Nya, supaya kita hidup dengan tenang dalam perlindungan-Nya.”
LUK 1:80 Yohanes bertambah besar dan rohnya semakin dikuatkan oleh Allah. Sesudah cukup dewasa, dia tinggal di padang belantara sampai tiba waktunya untuk menyatakan diri kepada bangsa Israel.
LUK 2:1 Pada waktu Agustus menjabat sebagai raja agung Romawi, dia memberi perintah untuk mengadakan sensus penduduk di setiap provinsi Romawi, dengan tujuan agar semua penduduk membayar pajak.
LUK 2:2 (Inilah sensus pertama yang diadakan waktu Kirenius menjabat sebagai gubernur provinsi Siria.)
LUK 2:3 Maka setiap orang pergi ke kota asalnya untuk mendaftarkan diri dalam catatan pemerintah daerah.
LUK 2:4 Karena Yusuf adalah keturunan Daud, dia harus didaftarkan sebagai kepala keluarga di Betlehem, yang juga disebut Kota Daud. Maka berangkatlah Yusuf bersama Maria tunangannya, dari kota Nazaret di provinsi Galilea ke kota Betlehem, yang termasuk provinsi Yudea. Pada waktu itu Maria sedang hamil.
LUK 2:6 Ketika mereka berada di sana, tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan.
LUK 2:7 Maria melahirkan anak pertamanya, seorang Bayi laki-laki. Dia membungkus-Nya dengan kain lampin yang panjang. Karena sensus masih berlangsung dan tidak ada rumah untuk menginap, mereka menginap berdekatan dengan hewan sehingga Maria membaringkan Bayinya itu di dalam kotak kayu tempat makanan ternak.
LUK 2:8 Malam itu beberapa gembala sedang menjaga kawanan domba mereka di padang di luar kota Betlehem.
LUK 2:9 Tiba-tiba muncullah malaikat di depan mereka. Cahaya kemuliaan TUHAN bersinar di sekeliling mereka, sehingga para gembala itu sangat ketakutan.
LUK 2:10 Kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut! Saya menyampaikan kabar baik kepada kalian, suatu kabar yang akan membuat seluruh umat Israel bersukacita!
LUK 2:11 Hari ini di Kota Daud, sudah lahir Raja Penyelamat kalian, yaitu Tuhan yang disebut juga Kristus.
LUK 2:12 Inilah yang menjadi tanda bagi kalian: Kalian akan menemukan seorang Anak laki-laki yang dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam kotak kayu tempat makanan ternak.”
LUK 2:13 Tiba-tiba bersama malaikat itu tampaklah sangat banyak malaikat pengawal surgawi. Mereka memuji-muji Allah dan berkata,
LUK 2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tingkat surga yang tertinggi! Dan di dunia ini hendaklah setiap orang berbahagia dan merasa tenang dalam perlindungan Allah!”
LUK 2:15 Sesudah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke surga, para gembala berkata satu sama lain, “Ayo, kita pergi ke Betlehem sekarang juga! Kita lihat apa yang sudah terjadi, yang baru saja diberitahukan TUHAN kepada kita.”
LUK 2:16 Mereka pun segera pergi ke sana lalu bertemu dengan Maria dan Yusuf. Mereka juga melihat Anak itu terbaring di dalam kotak kayu.
LUK 2:17 Ketika para gembala mengunjungi Bayi itu, mereka memberitakan kepada penduduk Betlehem semua yang sudah diberitahukan malaikat tentang Anak itu.
LUK 2:18 Semua orang yang mendengar cerita mereka terheran-heran.
LUK 2:19 Tetapi Maria menyimpan semua hal itu dalam hatinya dan terus memikirkan arti dari semuanya itu.
LUK 2:20 Kemudian para gembala tadi kembali ke kawanan domba mereka sambil memuliakan dan memuji-muji Allah karena yang sudah mereka lihat dan dengar. Semuanya persis seperti yang diberitahukan oleh malaikat itu kepada mereka.
LUK 2:21 Ketika Anak itu berumur seminggu, Dia disunat dan diberi nama Yesus, tepat seperti pesan yang disampaikan malaikat kepada Maria sebelum dia mengandung Yesus.
LUK 2:22 Empat puluh hari sesudah Yesus lahir, tibalah waktunya Maria dan Yusuf memberikan kurban penyucian di rumah Allah, seperti yang diperintahkan oleh hukum Taurat. Pada kesempatan itu mereka juga membawa Yesus ke Yerusalem dan menyerahkan Dia kepada Allah
LUK 2:23 sesuai dengan aturan yang tertulis dalam hukum TUHAN, “Setiap anak sulung laki-laki harus diserahkan bagi TUHAN.”
LUK 2:24 Karena mereka tidak mampu membeli seekor anak domba untuk penyucian Maria, mereka mengikuti syarat kedua, yaitu “mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor merpati muda.”
LUK 2:25 Pada waktu itu di Yerusalem ada seorang laki-laki bernama Simeon. Dia orang yang hidup benar dan taat kepada TUHAN dengan sepenuh hati. Sudah lama dia menunggu saatnya Allah memulihkan umat Israel melalui pekerjaan Kristus, seperti yang dinubuatkan oleh para nabi. Roh Kudus menyertai dia dan
LUK 2:26 sudah menyatakan kepadanya bahwa dia tidak akan mati sebelum melihat Kristus.
LUK 2:27 Ketika Maria dan Yusuf membawa Yesus masuk ke teras rumah Allah untuk menyerahkan Anak mereka kepada TUHAN sesuai dengan peraturan hukum Taurat, Roh Kudus sudah menggerakkan hati Simeon untuk lebih dulu datang ke sana.
LUK 2:28 Lalu Simeon menyambut bayi Yesus dan memangku-Nya sambil memuji Allah, katanya,
LUK 2:29 “Ya Allah Penguasaku, kini hamba-Mu ini dapat mati dengan tenang, karena Engkau sudah menepati janji-Mu kepadaku.
LUK 2:30 Dengan mataku sendiri aku sudah melihat Anak yang Engkau persiapkan untuk menyelamatkan umat-Mu, bahkan orang-orang dari semua suku dan bangsa.
LUK 2:32 Anak ini bagaikan terang yang akan menyinari bangsa-bangsa bukan Yahudi yang hidup dalam kegelapan, dan Dia akan mendatangkan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.”
LUK 2:33 Yusuf dan Maria heran mendengar kata-kata Simeon tentang Anak mereka itu.
LUK 2:34 Lalu Simeon berdoa supaya Allah memberkati mereka. Kemudian dia berkata kepada Maria, “Dengarlah! Sesuai rencana Allah, melalui Anak ini banyak orang Israel akan jatuh dan dihukum oleh Allah. Dan melalui Anak ini juga banyak orang akan dibenarkan di hadapan Allah. Walaupun Dia diutus Allah, banyak orang akan menolak-Nya.
LUK 2:35 Melalui Dia, isi hati banyak orang akan disingkapkan. Dan karena Dia juga, suatu saat nanti hatimu akan terasa sakit seperti ditusuk dengan pedang yang tajam.”
LUK 2:36 Di situ juga ada seorang nabi perempuan bernama Hana, anak Fanuel dari suku Asyer. Hana adalah janda yang sudah tua sekali. Suaminya meninggal sekitar delapan puluh empat tahun lalu, pada waktu pernikahan mereka berusia tujuh tahun. Sejak itu Hana tidak pernah menikah lagi dan hampir selalu berada di teras rumah Allah. Sepanjang hari dia beribadah di sana sambil berdoa dan berpuasa.
LUK 2:38 Pada waktu itu juga, Hana datang ke teras rumah Allah dan memuji TUHAN. Dia berbicara tentang Anak itu kepada orang-orang yang hadir di sana, yakni mereka yang menantikan saatnya Allah mengutus seorang Penyelamat untuk membebaskan Israel dan ibukotanya, Yerusalem.
LUK 2:39 Sesudah Yusuf dan Maria menyelesaikan semua syarat hukum TUHAN, mereka kembali ke kota Nazaret di provinsi Galilea.
LUK 2:40 Anak itu bertumbuh besar. Dia semakin dikuatkan dalam roh-Nya dan dipenuhi dengan hikmat. Kebaikan hati Allah selalu menyertai Dia.
LUK 2:41 Setiap tahun orangtua Yesus pergi ke Yerusalem untuk mengikuti perayaan Paskah.
LUK 2:42 Ketika Yesus berumur dua belas tahun, sesuai kebiasaan orang Yahudi mereka pergi ke Yerusalem untuk mengikuti perayaan itu.
LUK 2:43 Setelah perayaan selesai, Yusuf dan Maria berangkat kembali ke Nazaret. Namun tanpa sepengetahuan mereka, Yesus masih tinggal di Yerusalem.
LUK 2:44 Ibu-Nya dan Yusuf mengira Yesus berada di tengah rombongan yang pulang. Waktu rombongan mereka sudah berjalan seharian, Yusuf dan Maria mulai mencari Dia di antara kaum keluarga dan para kenalan mereka,
LUK 2:45 tetapi Yesus tidak ada. Maka kembalilah mereka ke Yerusalem untuk mencari Dia.
LUK 2:46 Tiga hari kemudian, mereka menemukan Yesus di teras rumah Allah. Dia sedang duduk di antara ahli-ahli Taurat sambil mendengarkan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
LUK 2:47 Semua orang yang mendengar Yesus sangat heran karena pengetahuan dan jawaban-jawaban-Nya yang bijaksana waktu Dia menjawab pertanyaan dari para ahli Taurat.
LUK 2:48 Ketika orangtua-Nya melihat Dia, mereka juga heran. Kata Maria kepada-Nya, “Kenapa Kamu berbuat begini kepada kami, Nak?! Beberapa hari ini aku dan ayah-Mu mencari-Mu ke mana-mana dengan sangat kuatir!”
LUK 2:49 Jawab Yesus kepada mereka, “Kenapa kalian mencari Aku? Seharusnya kalian tahu bahwa Aku pasti berada di rumah Bapa-Ku.”
LUK 2:50 Tetapi mereka tidak mengerti jawaban-Nya itu.
LUK 2:51 Lalu Yesus pulang bersama mereka ke Nazaret dan Dia selalu taat kepada orangtua-Nya. Tetapi ibu-Nya menyimpan dan merenungkan semua kejadian itu dalam hatinya.
LUK 2:52 Yesus semakin dewasa dan bertambah bijaksana, serta semakin berkenan di hadapan Allah dan juga manusia.
LUK 3:1 Allah memimpin Yohanes anak Zakaria untuk memulai pelayanannya pada tahun kelima belas pemerintahan Tiberius, raja tertinggi kerajaan Romawi. Pada masa itu juga Pontius Pilatus sedang menjabat sebagai gubernur provinsi Yudea. Herodes memerintah sebagai raja di provinsi Galilea. Filipus saudara Herodes menjadi raja di provinsi Iturea dan Trakonitis. Lisanias memerintah sebagai raja di provinsi Abilene. Hanas dan Kayafas menjabat sebagai imam besar di Yerusalem. Pada waktu itulah Allah mulai menyampaikan pesan-Nya melalui Yohanes, yang tinggal di padang belantara.
LUK 3:3 Yohanes pun pergi berkeliling ke seluruh daerah di sekitar sungai Yordan dan memberitakan, “Kamu masing-masing harus bertobat dari dosa-dosamu supaya Allah mengampunimu. Dan untuk menunjukkan bahwa kamu mau terus mengikut TUHAN, datanglah kepada saya supaya saya membaptis kamu.”
LUK 3:4 Jadi Yohanes inilah orang yang dimaksud dalam nubuatan Nabi Yesaya, “Kelak akan ada orang yang berseru-seru di padang belantara, ‘Siapkanlah jalan untuk kedatangan Tuhan! Luruskanlah jalan bagi-Nya!
LUK 3:5 Timbunlah setiap lembah, datarkan setiap bukit, ratakan tanah yang bergelombang, dan luruskan jalan yang berliku-liku.
LUK 3:6 Dengan demikian setiap orang akan mendapat kesempatan untuk mengerti bagaimana caranya agar diselamatkan oleh Allah.’”
LUK 3:7 Lalu banyak orang datang kepada Yohanes untuk dibaptis. Namun karena sebagian dari mereka tidak sungguh-sungguh bertobat, dia menegur mereka, “Hai kalian, keturunan ular berbisa! Janganlah kamu pikir bahwa hanya dengan dibaptis kamu bisa melarikan diri dari hukuman Allah yang akan segera datang!
LUK 3:8 Kalau kamu sungguh-sungguh sudah bertobat, tunjukkanlah hal itu melalui cara hidupmu. Dan janganlah berkata dalam hatimu, ‘Aku tidak akan kena hukuman Allah karena aku keturunan Abraham.’ Saya katakan kepadamu: Sesungguhnya Allah sanggup menjadikan keturunan bagi Abraham dari batu-batu ini!
LUK 3:9 Seperti petani yang menebang dan membakar pohon yang tidak pernah berbuah, demikianlah Allah sekarang sudah siap membinasakan setiap orang dari bangsa Israel yang tidak hidup sesuai kehendak-Nya!”
LUK 3:10 Kemudian orang banyak itu bertanya kepadanya, “Kalau begitu, apa yang harus kami perbuat supaya Allah tidak menghukum kami?”
LUK 3:11 Jawab Yohanes, “Kalau kamu mempunyai dua baju, berikanlah satu kepada orang yang tidak punya. Kalau kamu mempunyai makanan, bagikanlah kepada orang yang lapar.”
LUK 3:12 Beberapa penagih pajak juga datang untuk dibaptis. Mereka bertanya kepada Yohanes, “Guru, apa yang harus kami lakukan?”
LUK 3:13 Jawabnya kepada mereka, “Jangan lagi menagih pajak lebih dari yang sudah ditentukan oleh pemerintah Roma.”
LUK 3:14 Ada juga tentara-tentara yang bertanya, “Bagaimana dengan kami? Apa yang harus kami lakukan?” Jawab Yohanes, “Jangan memakai kekerasan, ancaman, atau tuduhan-tuduhan palsu kepada seseorang untuk mendapat uang darinya. Puaslah dengan jumlah gajimu.”
LUK 3:15 Karena pelayanan Yohanes, orang-orang menunggu dengan penuh harap dan bertanya-tanya dalam hati, “Apakah Yohanes adalah Kristus yang kita nanti-nantikan itu?”
LUK 3:16 Namun Yohanes memberitahu mereka semua, “Saya hanya membaptis orang dengan air. Tetapi sesudah saya akan datang Seorang lain yang lebih berkuasa daripada saya. Sebenarnya saya tidak layak untuk melayani Dia, sekalipun hanya membukakan tali sandal-Nya. Dialah yang akan membaptis kalian masing-masing. Ada yang dibaptis dengan Roh Kudus, ada pula yang dibaptis dengan api.
LUK 3:17 Oleh sebab itu bertobatlah! Karena dunia ini seperti ladang luas yang siap dipanen. Hasil yang baik dan yang tidak baik akan dipisahkan! Dia yang datang sesudah saya akan menghakimi dunia ini dan memisahkan setiap orang yang jahat dari antara orang benar. Orang-orang benar itu akan hidup bersama-Nya. Tetapi semua orang jahat akan dilemparkan ke dalam api neraka yang tidak pernah padam.”
LUK 3:18 Dengan banyak nasihat seperti itu Yohanes menyampaikan Kabar Baik kepada orang banyak.
LUK 3:19 Yohanes menegur Raja Herodes karena sudah merebut Herodiana, istri saudaranya, dan karena kejahatan-kejahatan lain yang pernah dia lakukan.
LUK 3:20 Tetapi Herodes menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.
LUK 3:21 Ketika Yohanes belum dipenjara, suatu hari dia sedang membaptis banyak orang. Yesus juga hadir di situ untuk dibaptis. Sesudah dibaptis, Yesus berdoa dan langit pun terbuka
LUK 3:22 lalu Roh Kudus turun ke atas Dia dalam bentuk burung merpati. Kemudian terdengarlah suara dari langit yang berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Engkau menyenangkan hati-Ku.”
LUK 3:23 Yesus berumur tiga puluh tahun ketika Dia memulai pelayanan-Nya. Menurut anggapan orang, Dia adalah anak Yusuf. Jadi berdasarkan garis keturunan Yusuf, inilah nenek moyang Yesus: (36-38) Allah menciptakan Adam, manusia pertama, sehingga bisa dikatakan bahwa Adam adalah anak Allah. Selanjutnya keturunan Adam adalah Set, kemudian Enos, Kenan, Mahalaleel, Yared, Henok, Metusalah, Lamek, Nuh, Sem, Arpaksad, Kenan, (33-35) Salmon, Eber, Peleg, Rehu, Serug, Nahor, Terah, Abraham, Isak, Yakub, Yehuda, Peres, Hesron, Aram, Aminadab, (30-32) Nahason, Salmon, Boas, Obed, Isai, Daud, Natan, Matata, Mina, Melea, Elyakim, Yonam, Yusuf, Yehuda, Simeon, (27-29) Lewi, Matat, Yorim, Eliezer, Yesua, Er, Elmadam, Kosam, Adi, Malki, Neri, Sealtiel, Zerubabel, Resa, Yohanan, (24-26) Yoda, Yosek, Simei, Matatias, Maat, Nagai, Hesli, Nahum, Amos, Matatias, Yusuf, Yanai, Malki, Lewi, Matat, Eli, lalu Yusuf.
LUK 4:1 Waktu Yesus meninggalkan sungai Yordan, Roh Allah sudah memenuhi Dia. Roh Allah itu memimpin-Nya untuk pergi dan tinggal di padang belantara
LUK 4:2 selama empat puluh hari. Di situlah Yesus dicobai oleh iblis. Sepanjang waktu itu Dia tidak makan sama sekali, sehingga akhirnya Dia sangat lapar.
LUK 4:3 Lalu iblis berkata kepada-Nya, “Bukankah kamu Anak Allah? Ubahlah batu ini menjadi roti!”
LUK 4:4 Yesus menjawab, “Dalam Kitab Suci tertulis, ‘Kehidupan manusia tidak bergantung pada roti saja, melainkan pada setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah.’”
LUK 4:5 Kemudian dalam sekejap iblis membawa Yesus ke gunung yang tinggi dan menunjukkan kepada-Nya semua kerajaan di dunia.
LUK 4:6 Iblis berkata kepada-Nya, “Aku akan memberikan segala kekuasaan dan kemuliaan dari tiap kerajaan itu kepada-Mu. Karena semuanya sudah diberikan kepadaku, maka aku bisa memberikannya kepada siapa saja yang aku mau.
LUK 4:7 Jadi kalau kamu sujud menyembahku sekarang, semua itu akan menjadi milikmu.”
LUK 4:8 Yesus menjawabnya, “Pergi dari hadapan-Ku, Satanas! Di dalam Kitab Suci tertulis, ‘Sembahlah TUHAN Allahmu, dan Dia sajalah yang harus kamu layani.’”
LUK 4:9 Selanjutnya iblis mengangkat Yesus ke Yerusalem dalam waktu singkat dan menempatkan Dia di puncak rumah Allah. Katanya, “Kalau kamu benar-benar Anak Allah, lompatlah ke bawah!
LUK 4:10 Karena dalam Kitab Suci tertulis, ‘Allah akan menyuruh para malaikat untuk menjagamu.’
LUK 4:11 Dan juga dikatakan, ‘Tangan mereka akan memegangmu, sehingga kakimu tidak sampai kena batu.’”
LUK 4:12 Tetapi jawab Yesus kepadanya, “Dalam Kitab Suci juga tertulis, ‘Janganlah kamu mencobai TUHAN Allahmu.’”
LUK 4:13 Sesudah iblis selesai mencobai Yesus dengan berbagai cara, dia pun pergi meninggalkan-Nya dan menunggu kesempatan lain.
LUK 4:14 Kemudian Yesus— yang penuh dengan kuasa Roh Kudus— kembali ke Galilea. Berita tentang Dia tersebar ke seluruh daerah itu.
LUK 4:15 Yesus mengajar di rumah-rumah pertemuan orang Yahudi yang ada di sana, dan semua orang memuji-muji Dia karena pelayanan-Nya.
LUK 4:16 Kemudian Yesus pergi ke kampung Nazaret, tempat Dia dibesarkan. Seperti kebiasaan-Nya, Dia pergi ke rumah pertemuan pada hari Sabat. Lalu Dia diberi kesempatan berdiri di hadapan jemaat untuk membacakan Firman Allah.
LUK 4:17 Gulungan kitab yang diberikan kepada-Nya berisi tulisan Nabi Yesaya. Kemudian Yesus membuka gulungan kitab itu dan membacakan bagian ini,
LUK 4:18 “Roh TUHAN ada pada-Ku, sebab Dia sudah mengurapi Aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin. Kepada orang yang hilang pengharapan, Aku diutus untuk memulihkan hati mereka. Kepada para tawanan, Aku diutus untuk memberitakan, ‘Kamu dibebaskan!’ Kepada orang-orang buta, Aku diutus untuk membuat mereka melihat kembali, dan kepada orang-orang yang tertindas, Aku diutus untuk membebaskan mereka.
LUK 4:19 TUHAN juga mengutus Aku untuk memberitakan: ‘Sekaranglah waktu yang dijanjikan Allah untuk menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada kita!’”
LUK 4:20 Kemudian Yesus menggulung kitab itu dan mengembalikannya kepada petugas, lalu Dia duduk. Setiap orang yang hadir di rumah pertemuan itu memperhatikan-Nya dengan serius.
LUK 4:21 Lalu Dia mulai berbicara kepada mereka, kata-Nya, “Hari ini, nubuatan dalam nas itu ditepati ketika kalian mendengar Aku membacanya.”
LUK 4:22 Awalnya semua orang mengatakan hal-hal yang baik tentang Yesus. Ada yang berpendapat, “Setiap ajarannya sangat bagus dan enak didengar.” Ada juga yang heran dan berkata, “Wah, bagaimana mungkin anak Yusuf bisa mengajar seperti ini?!”
LUK 4:23 Kemudian Dia berkata kepada mereka, “Tentu kalian akan mengatakan kepada-Ku pepatah ini, ‘Dokter seharusnya bisa menyembuhkan dirinya sendiri.’ Artinya kalian bermaksud mengatakan, ‘Kami mendengar bahwa kamu melakukan berbagai keajaiban di Kapernaum. Lakukanlah juga seperti itu di sini, di kampungmu sendiri.’”
LUK 4:24 Lalu Yesus berkata, “Aku menegaskan kepadamu: Tidak ada nabi yang dihargai di kampung halamannya sendiri.
LUK 4:25 Dan hal ini juga sungguh benar: Pada zaman Nabi Elia, ketika hujan tidak turun selama tiga tahun enam bulan dan terjadi bencana kelaparan di seluruh negeri ini, ada banyak janda di Israel.
LUK 4:26 Tetapi Elia tidak diutus menolong satu pun janda di negeri dan bangsanya sendiri, melainkan hanya kepada seorang janda di desa Sarfat dekat kota Sidon.
LUK 4:27 Dan pada zaman Nabi Elisa, banyak orang yang sakit kusta di Israel. Namun Elisa tidak menyembuhkan seorang pun dari antara mereka, tetapi hanya Naaman, orang dari negeri Siria.”
LUK 4:28 Ketika orang-orang di rumah pertemuan itu mendengar perkataan Yesus, mereka sadar bahwa Dia menolak untuk membuat keajaiban bagi mereka, sehingga mereka menjadi sangat marah.
LUK 4:29 Kemudian mereka berdiri dan mengusir-Nya dari kampung Nazaret itu, yang dibangun di atas bukit. Jadi mereka menggiring Dia sampai ke pinggir jurang dan mau menjatuhkan-Nya dari situ.
LUK 4:30 Tetapi Yesus melewati mereka begitu saja lalu pergi.
LUK 4:31 Yesus pergi ke kota Kapernaum di provinsi Galilea. Pada hari Sabat Dia mengajar orang-orang di rumah pertemuan yang ada di situ.
LUK 4:32 Ketika mendengar ajaran-Nya, mereka terheran-heran karena Dia berbicara seperti seorang penguasa yang mempunyai hak untuk memerintah.
LUK 4:33 Di rumah pertemuan itu ada seorang laki-laki yang dikuasai roh jahat. Dia berteriak keras-keras,
LUK 4:34 “Hai Yesus orang Nazaret! Jangan ganggu kami! Apakah kamu datang untuk membinasakan kami?! Saya sudah tahu siapa kamu! Kamu adalah utusan yang suci dari Allah!”
LUK 4:35 Yesus langsung membentak roh jahat itu, kata-Nya, “Diam! Keluar dari orang ini!” Kemudian roh jahat itu membanting orang itu ke lantai di hadapan orang-orang yang ada di rumah pertemuan, lalu keluar tanpa menyakitinya.
LUK 4:36 Semua orang yang ada di situ sangat heran dan berkata satu sama lain, “Wah! Ajaran Yesus luar biasa sekali! Seperti raja yang memberi perintah dengan penuh kuasa, Yesus menyuruh roh-roh jahat keluar, dan mereka pun keluar.”
LUK 4:37 Maka tersebarlah berita tentang Yesus ke seluruh daerah itu.
LUK 4:38 Yesus meninggalkan rumah pertemuan itu dan masuk ke rumah Petrus. Saat itu ibu mertua Petrus sedang demam tinggi, dan mereka memohon supaya Yesus menyembuhkannya.
LUK 4:39 Lalu Yesus berdiri di samping ibu itu dan berkata dengan tegas, “Sembuhlah!” Saat itu juga demamnya langsung hilang, kemudian dia bangun dan melayani mereka.
LUK 4:40 Ketika matahari mulai terbenam, banyak orang di kota itu berdatangan kepada Yesus membawa anggota keluarga mereka yang sakit. Dia menyembuhkan semua orang sakit itu dari penyakit apa pun yang mereka derita dengan meletakkan tangan-Nya pada masing-masing orang.
LUK 4:41 Selain itu, banyak juga orang yang dikuasai setan. Dan atas perintah Yesus, roh-roh jahat itu meninggalkan setiap orang yang mereka kuasai sambil berteriak, “Engkau adalah Anak Allah!” Tetapi dengan tegas Yesus menegur mereka. Dia tidak mengizinkan mereka berbicara karena mereka tahu bahwa Dia adalah Kristus.
LUK 4:42 Besok paginya, Yesus pergi ke tempat yang sepi, tetapi orang banyak mencari Dia. Ketika mereka menemukan-Nya, mereka berusaha menahan Dia supaya tidak pergi dari kota itu.
LUK 4:43 Tetapi kata Yesus, “Aku harus memberitakan Kabar Baik tentang kerajaan Allah ke kota-kota lain juga, karena untuk itulah Aku diutus ke dunia ini.”
LUK 4:44 Jadi pergilah Dia dan memberitakan Kabar Baik di rumah-rumah pertemuan di provinsi Galilea.
LUK 5:1 Pada suatu hari Yesus berdiri di tepi danau Galilea. Banyak orang berkumpul dan saling berdesakan di sekeliling-Nya karena mereka mau mendengarkan ajaran-Nya tentang Firman Allah.
LUK 5:2 Dia melihat dua perahu di pinggir pantai. Nelayan-nelayannya sudah turun dari perahu itu dan sedang membersihkan jala mereka.
LUK 5:3 Lalu Yesus naik ke salah satu perahu, yang adalah milik Petrus. Dia mengajak Petrus bertolak agak jauh dari pantai supaya ada jarak. Kemudian Yesus duduk di perahu itu dan mengajar orang banyak dari situ.
LUK 5:4 Setelah selesai, Dia berkata kepada Petrus, “Dayunglah perahu ini ke tempat yang lebih dalam. Lalu tebarkanlah jala-jalamu di sana untuk menangkap ikan.”
LUK 5:5 Jawab Petrus kepada-Nya, “Guru, sudah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi karena Engkau yang mengatakannya, baiklah, saya dan anak buah saya akan menebar jala-jala kami.”
LUK 5:6 Ketika mereka melakukannya, banyak sekali ikan yang tertangkap, sampai-sampai jala mereka hampir robek.
LUK 5:7 Lalu Petrus dan para pekerjanya melambai-lambaikan tangan kepada teman-teman mereka di perahu lain untuk datang membantu. Mereka pun datang dan menolong Petrus serta anak buahnya mengangkat ikan-ikan itu. Kedua perahu mereka terisi begitu penuh sampai hampir tenggelam.
LUK 5:8 Melihat keajaiban itu, sujudlah Petrus di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah saya, karena saya ini orang berdosa.”
LUK 5:9 Dia berkata begitu karena takjub melihat banyaknya ikan yang mereka dapat. Semua orang yang bersamanya juga terheran-heran,
LUK 5:10 termasuk teman-teman sekerja Petrus yang tadi dipanggil, yaitu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus. Lalu Yesus berkata kepada Petrus, “Jangan takut! Mulai sekarang kamu tidak lagi menjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kamu untuk mengumpulkan orang menjadi pengikut-Ku.”
LUK 5:11 Sesudah menarik kedua perahu mereka ke pinggir danau, Petrus, Yakobus, dan Yohanes meninggalkan semuanya dan mengikut Yesus.
LUK 5:12 Suatu hari, Yesus berada di sebuah kota. Di sana tinggal seseorang yang tubuhnya penuh dengan penyakit kulit menular. Ketika melihat Yesus, sujudlah orang itu menyembah Dia dan memohon, “Tuhan, kalau Engkau mau, saya yakin Engkau pasti bisa menyembuhkan saya!”
LUK 5:13 Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang itu sambil berkata, “Aku mau. Sembuhlah!” Saat itu juga penyakit kulitnya hilang.
LUK 5:14 Lalu Yesus berkata, “Jangan ceritakan kejadian ini kepada siapa pun, tetapi pergi dan tunjukkanlah kulitmu kepada imam yang sedang bertugas. Lalu persembahkanlah kurban sesuai perintah Musa tentang orang yang sudah sembuh dari penyakit kulit. Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu betul-betul sudah sembuh.”
LUK 5:15 Namun berita tentang Yesus semakin tersebar luas, sehingga orang banyak datang berbondong-bondong untuk mendengarkan Dia dan untuk meminta-Nya menyembuhkan penyakit mereka.
LUK 5:16 Tetapi Yesus sering pergi menyendiri ke tempat yang sepi untuk berdoa.
LUK 5:17 Pada suatu hari, Yesus sedang mengajar orang banyak di dalam sebuah rumah. Berbagai macam orang berkumpul di situ. Ada beberapa ahli Taurat dan anggota kelompok agama Yahudi yang disebut Farisi. Mereka datang dari Yerusalem dan setiap kota di provinsi Galilea dan Yudea. Kuasa Allah ada pada Yesus untuk menyembuhkan orang-orang sakit yang hadir. Tidak lama kemudian, datanglah beberapa orang menggotong seorang laki-laki yang lumpuh total dengan terbaring di atas tandu. Mereka berusaha membawa dia masuk untuk meletakkannya di hadapan Yesus, tetapi tidak bisa karena rumah itu penuh sesak dengan orang. Jadi, mereka naik ke atas atap, membongkarnya sebagian, lalu menurunkan orang lumpuh itu dengan tandunya ke hadapan Yesus di tengah orang banyak.
LUK 5:20 Ketika Yesus memperhatikan bahwa mereka percaya penuh bahwa Dia sanggup menyembuhkan orang lumpuh itu, Dia berkata, “Saudara, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.”
LUK 5:21 Mendengar itu, para ahli Taurat dan orang Farisi berkata dalam hati mereka, “Lancang sekali orang ini berkata begitu! Dia sudah menghina Allah! Tidak seorang pun dapat mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri.”
LUK 5:22 Saat itu juga Yesus tahu yang mereka pikirkan. Lalu Dia menegur mereka, “Aku tahu bahwa kalian diam-diam tidak setuju dengan yang Aku katakan tadi!
LUK 5:23 Tentu kalian sulit menerima ketika Aku berkata kepada orang lumpuh ini, ‘Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.’ Apakah kalian lebih mudah menerima kalau Aku berkata kepadanya, ‘Bangun dan berjalanlah’?!
LUK 5:24 Tetapi melalui perkataan yang akan Aku ucapkan ini, Aku hendak membuktikan kepada kalian bahwa Aku, Sang Anak Adam, berhak untuk mengampuni dosa manusia!” Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Bangunlah, angkat tandumu, dan pulanglah!”
LUK 5:25 Saat itu juga orang lumpuh itu berdiri di depan mereka. Dia mengangkat tandunya, lalu pulang sambil memuji-muji Allah.
LUK 5:26 Semua orang sangat terheran-heran dan memuji Allah juga. Dengan penuh hormat dan rasa takut kepada Allah mereka berkata, “Hari ini kita sudah menyaksikan hal-hal yang luar biasa!”
LUK 5:27 Sesudah itu Yesus keluar dan melihat seorang penagih pajak, yang bernama Matius, sedang duduk di tempat kerjanya. Yesus berkata kepadanya, “Mari, ikutlah Aku.”
LUK 5:28 Matius pun berdiri, meninggalkan segala sesuatu yang ada di tempat kerjanya, dan mengikuti Yesus.
LUK 5:29 Kemudian Matius mengadakan perjamuan makan besar bagi Yesus di rumahnya. Banyak penagih pajak dan orang-orang lain makan bersama mereka.
LUK 5:30 Melihat itu, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid-Nya, “Kenapa kalian makan dan minum bersama para penagih pajak dan orang-orang berdosa yang lain?”
LUK 5:31 Yesus menjawab mereka, “Orang sehat tidak memerlukan dokter. Yang memerlukan dokter adalah orang sakit.
LUK 5:32 Karena itu Aku datang untuk memanggil orang-orang berdosa supaya bertobat, bukan untuk orang-orang yang merasa dirinya benar!”
LUK 5:33 Lalu ada beberapa orang yang berkata kepada Yesus, “Murid-murid Yohanes sering berdoa dan berpuasa. Begitu juga anggota kelompok Farisi. Tetapi murid-muridmu terus makan dan minum.”
LUK 5:34 Jawab Yesus, “Dalam suatu pesta pernikahan, tidak mungkin tamu-tamunya disuruh berpuasa selama pengantin laki-laki masih ada bersama mereka! Begitu juga selama Aku masih bersama murid-murid-Ku, mereka tidak akan berpuasa.
LUK 5:35 Tetapi bayangkan apa yang akan terjadi kalau pengantin laki-laki itu dirampas dari mereka. Hal itulah yang akan terjadi pada-Ku, dan saat itulah murid-murid-Ku akan berpuasa sebagai tanda dukacita.”
LUK 5:36 Yesus juga memberikan dua kiasan ini kepada mereka, “Kalau seseorang mempunyai baju lama yang sudah robek, tidak mungkin dia menambalnya dengan kain yang diambil dari baju baru, karena dia tidak mau merusak baju barunya itu. Lagipula kain yang baru tidak akan cocok untuk menambal baju lama.
LUK 5:37 Begitu juga air anggur yang baru tidak akan dimasukkan ke dalam kantong kulit yang lama. Karena waktu air anggur itu menguap dan udaranya tidak bisa keluar, kantong itu akan rusak. Akhirnya air anggur akan tumpah dan kantong kulit itu pun terbuang.
LUK 5:38 Karena itu, air anggur yang baru harus dimasukkan ke dalam kantong kulit yang baru juga, supaya kedua-duanya terjaga.
LUK 5:39 Tetapi orang yang sudah pernah minum anggur lama tidak akan langsung mau menerima anggur yang baru, karena menurut dia anggur yang lama lebih enak.”
LUK 6:1 Lalu, pada suatu hari Sabat yang penting, Yesus dan murid-murid-Nya melewati ladang-ladang gandum. Sambil berjalan, para murid itu memetik beberapa bulir gandum lalu menggosok-gosoknya di tangan mereka untuk melepaskan kulitnya dan memakan biji-bijinya.
LUK 6:2 Beberapa orang Farisi menegur mereka, “Kenapa kalian berbuat begitu?! Kalian sedang melanggar peraturan hari Sabat.”
LUK 6:3 Tetapi Yesus menjawab, “Tentu kalian sudah tahu cerita tentang Daud, waktu dia dan orang-orang yang mengikutinya sedang lapar dan memerlukan makanan.
LUK 6:4 Daud masuk ke kemah Allah dan menerima roti bekas persembahan di ruang kudus. Kemudian Daud membawanya kepada orang-orang yang mengikuti dia, lalu mereka memakan roti itu. Padahal menurut hukum Taurat, hanya para imam yang boleh memakannya. Tetapi karena mereka memerlukan makanan, maka apa yang dilakukan Daud saat itu tidak dianggap berdosa.”
LUK 6:5 Yesus berkata lagi kepada orang-orang Farisi itu, “Aku, Sang Anak Adam, adalah Penguasa yang berhak untuk menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada hari Sabat.”
LUK 6:6 Pada hari Sabat lain, Yesus pergi mengajar di rumah pertemuan orang Yahudi. Di situ ada seorang laki-laki yang tangan kanannya lumpuh,
LUK 6:7 juga beberapa ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sedang mengawasi Yesus baik-baik. Mereka sedang mencari alasan untuk bisa melaporkan Dia kepada pemimpin-pemimpin Yahudi. Jadi mereka ingin tahu kalau Dia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat.
LUK 6:8 Yesus mengetahui yang mereka pikirkan, lalu Dia berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, “Pak, bangunlah dan silakan berdiri di depan sini.” Orang itu pun berdiri.
LUK 6:9 Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Coba kalian pikir: Menurut hukum Taurat, apa yang boleh kita perbuat pada hari Sabat? Apakah kita diizinkan berbuat baik, atau berbuat jahat? Apakah kita diizinkan menyelamatkan nyawa orang, atau membunuh?”
LUK 6:10 Dia memandang semua orang di sekeliling-Nya, dan akhirnya berkata kepada orang sakit itu, “Luruskan tanganmu ke depan.” Dia melakukannya, dan tangannya pun langsung sembuh menjadi sekuat tangan sebelahnya.
LUK 6:11 Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi sangat marah. Kemudian mereka berunding, “Apa yang harus kita lakukan kepada Yesus?”
LUK 6:12 Suatu hari, Yesus pergi ke sebuah bukit untuk berdoa. Sepanjang malam Dia berdoa di sana.
LUK 6:13 Besok paginya, Dia memanggil orang-orang yang biasa mengikuti-Nya, lalu memilih dua belas dari antara mereka untuk menjadi murid-Nya. Dia juga mengangkat mereka sebagai rasul-Nya. Inilah nama-nama mereka:
LUK 6:14 Simon (yang Yesus beri nama baru, yaitu Petrus), dan Andreas saudaranya. Yakobus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus,
LUK 6:15 Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon (yang pernah mengikuti gerakan perjuangan supaya Israel bebas dari penjajahan Romawi).
LUK 6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas yang berasal dari desa Kariot (yang kemudian mengkhianati Yesus).
LUK 6:17 Lalu Yesus turun dari bukit itu bersama murid-murid-Nya dan berhenti di suatu tempat yang datar. Sejumlah besar orang yang mengikuti-Nya sudah berada di situ. Banyak juga orang lain yang datang dari seluruh provinsi Yudea, kota Yerusalem, dan daerah pantai di sekitar Tirus dan Sidon. Mereka hendak mendengarkan pengajaran Yesus dan minta disembuhkan dari penyakit-penyakit mereka.
LUK 6:18 Banyak juga orang yang diganggu roh-roh jahat. Dan Yesus menyembuhkan mereka semua.
LUK 6:19 Orang banyak itu berusaha menyentuh Yesus, karena dari diri-Nya keluar kuasa yang bisa membuat mereka sembuh.
LUK 6:20 Yesus memandang para pengikut-Nya dan berkata, “Sungguh diberkati Allah kamu semua yang miskin, karena kamulah yang akan menjadi warga kerajaan Allah.
LUK 6:21 Sungguh diberkati Allah kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dikenyangkan. Sungguh diberkati Allah kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
LUK 6:22 Sungguh diberkati Allah kamu yang dibenci, dihina, ditolak, dan difitnah karena kamu menjadi pengikut Aku, Sang Anak Adam.
LUK 6:23 Waktu kamu dianiaya seperti itu, bersukacitalah dan menarilah dengan gembira, sebab upahmu besar di surga! Karena ingatlah: Nabi-nabi yang hidup di masa lalu juga dianiaya oleh nenek moyang orang-orang yang menganiaya kamu di zaman ini.
LUK 6:24 “Sebaliknya, celakalah kamu semua yang sekarang ini kaya, karena kesenangan seperti yang kamu nikmati di dunia tidak akan kamu rasakan lagi.
LUK 6:25 Celakalah kamu yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan mengalami kelaparan. Celakalah kamu yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
LUK 6:26 Celakalah kamu kalau semua orang memujimu. Karena ingatlah: Nabi-nabi palsu yang hidup pada zaman dulu juga dipuji-puji oleh nenek moyang orang-orang yang memuji kamu di zaman ini.”
LUK 6:27 “Tetapi inilah perintah-Ku kepada kamu semua yang mendengarkan ajaran-Ku ini: Kasihilah orang-orang yang memusuhimu dan berbuat baiklah kepada mereka yang membencimu.
LUK 6:28 Mintalah Allah memberkati orang-orang yang mengutukmu, dan berdoalah bagi mereka yang berbuat jahat terhadap kamu.
LUK 6:29 Misalnya kalau ada orang yang menampar pipi kirimu, berikanlah juga pipi kananmu. Dan kalau ada yang merampas jubahmu, biarkanlah dia juga mengambil bajumu.
LUK 6:30 Kalau ada orang yang meminta sesuatu kepadamu, berikanlah itu kepadanya. Dan kalau ada yang merampas milikmu, jangan memintanya kembali.
LUK 6:31 Perlakukanlah setiap orang sebagaimana kamu sendiri ingin diperlakukan.
LUK 6:32 “Kalau kamu hanya menunjukkan kasih kepada teman yang mengasihimu saja, jangan harap Allah akan memberkatimu atas perbuatanmu itu. Karena orang-orang berdosa juga menunjukkan kasih kepada orang yang mengasihi mereka.
LUK 6:33 Atau kalau kamu berbuat baik hanya kepada orang yang berbuat baik kepadamu, jangan harap Allah akan memberkatimu atas perbuatan baikmu itu. Karena orang-orang berdosa pun melakukan hal yang sama.
LUK 6:34 Dan kalau kamu meminjamkan uang hanya kepada orang-orang yang bisa mengembalikannya, jangan harap Allah akan memberkatimu atas perbuatanmu itu. Karena orang-orang berdosa pun memberi pinjaman kepada sesama orang berdosa, yaitu mereka yang akan sanggup mengembalikan pinjaman itu dalam jumlah yang sama.
LUK 6:35 “Sebaliknya hendaklah kamu mengasihi orang-orang yang memusuhimu, berbuat baik kepada mereka, dan meminjamkan uang tanpa berharap akan dikembalikan. Dengan demikian Allah akan memberi upah yang besar kepadamu. Lagipula perbuatan seperti itu akan membuktikan bahwa kamu layak menyebut Allah Yang Mahatinggi sebagai Bapamu. Karena Dia juga berbaik hati kepada orang-orang yang jahat dan yang tidak tahu berterima kasih.
LUK 6:36 Hendaklah kalian berbelas kasihan, sama seperti Bapa kita di surga berbelas kasihan.”
LUK 6:37 “Janganlah menjadikan dirimu hakim atas kesalahan orang lain, supaya kamu juga tidak akan dihakimi dengan cara yang sama. Maafkanlah orang lain, maka Allah akan mengampunimu.
LUK 6:38 Berilah pertolongan kepada orang lain, maka Allah pun akan menolong kamu. Bahkan Allah akan menambahkan lebih daripada yang kamu perlukan saat Dia membalas kebaikanmu itu. Ketika Dia memberkatimu, Dia akan memakai ukuran yang lebih besar, dan membuat takaran itu penuh dan padat sekali, sampai ada yang tumpah di sekitarnya. Karena ukuran yang kamu pakai untuk memberi kepada orang lain akan dipakai Allah waktu Dia membalas kebaikanmu itu.”
LUK 6:39 Yesus mengatakan kepada mereka kiasan ini, “Kalau orang buta menuntun sesama orang buta, pasti keduanya akan jatuh ke dalam lubang.
LUK 6:40 Seorang murid tidak bisa melebihi gurunya, tetapi murid yang menyelesaikan seluruh didikan akan menjadi seperti gurunya.
LUK 6:41 “Jangan menyalahkan orang lain karena kesalahan kecil. Kalau kamu melakukan itu, kamu seolah melihat kuman di seberang lautan, tetapi gajah di pelupuk matamu tidak kamu lihat. Dengan sombong kamu ingin memperbaiki kesalahan kecil orang lain tanpa menyadari kesalahanmu sendiri yang lebih besar. Hai orang munafik! Bereskanlah dahulu kesalahanmu sendiri, sesudah itu barulah kamu bisa melihat dengan jelas dan memperbaiki kesalahan saudaramu.”
LUK 6:43 “Pohon yang subur tidak mungkin menghasilkan buah yang buruk. Begitu juga pohon yang tidak subur tidak mungkin menghasilkan buah yang baik.
LUK 6:44 Karena setiap pohon dikenal dari buahnya. Semak berduri tidak mungkin menghasilkan buah ara, dan tumbuhan berduri lainnya tidak mungkin menghasilkan buah anggur.
LUK 6:45 Manusia juga seperti pohon: Orang baik selalu menghasilkan perbuatan yang baik. Karena seluruh perbuatannya itu berasal dari isi hatinya yang baik. Tetapi orang jahat selalu menghasilkan perbuatan yang jahat, karena isi hatinya pun jahat. Jadi apa saja yang kita ucapkan dan lakukan pasti menunjukkan isi hati kita.”
LUK 6:46 “Buat apa kalian memanggil Aku, ‘Tuhan, Penguasaku,’ padahal kalian tidak melakukan apa yang Aku perintahkan!
LUK 6:47 Semua orang yang datang kepada-Ku, mendengarkan ajaran-Ku, dan melakukannya, mereka bisa digambarkan seperti
LUK 6:48 seseorang yang membangun rumah dengan bijak. Pertama, dia menggali lubang yang dalam di tanah, sampai menemukan batu yang sangat besar untuk menjadi fondasinya. Ketika banjir dan air sungai meluap lalu menghantamnya, rumah itu tidak akan goncang karena dibangun di atas fondasi batu yang utuh.
LUK 6:49 Sedangkan orang yang mendengarkan ajaran-Ku tetapi tidak melakukannya, dia sama seperti orang yang membangun rumah tanpa fondasi dan langsung mendirikannya di atas tanah begitu saja. Ketika banjir dan air sungai meluap lalu menghantamnya, rumah itu pun roboh dan rusak berat.”
LUK 7:1 Sesudah Yesus selesai mengajarkan semua hal itu kepada orang banyak, Dia bersama murid-murid-Nya pergi ke kota Kapernaum.
LUK 7:2 Di sana ada seorang komandan kompi Romawi yang budaknya sedang sakit keras dan hampir mati. Dia sangat mengasihi budaknya itu.
LUK 7:3 Maka ketika komandan itu mendengar tentang Yesus, dia mengutus beberapa pemimpin Yahudi menemui Yesus dan meminta-Nya datang untuk menyembuhkan budaknya.
LUK 7:4 Ketika mereka bertemu Yesus, mereka memohon dengan sangat supaya Dia menolong komandan itu. Kata mereka, “Pak, orang itu pantas mendapatkan pertolonganmu,
LUK 7:5 karena dia mengasihi dan berbaik hati kepada bangsa kita. Dialah yang sudah membiayai pembangunan rumah pertemuan di kota kami.”
LUK 7:6 Yesus pun pergi bersama mereka ke rumah orang itu. Ketika mereka hampir sampai, komandan itu mengutus beberapa orang sahabatnya menemui Yesus dengan pesan, “Tuhan, Engkau tidak usah repot-repot datang ke rumah saya. Saya tidak pantas menerima Engkau di rumah.
LUK 7:7 Bahkan saya sendiri merasa tidak layak datang menemui Engkau. Karena itu saya mohon supaya Tuhan mengucapkan saja, ‘Sembuhlah,’ maka budak saya itu pasti akan sembuh.
LUK 7:8 Karena saya sendiri juga seorang bawahan yang tunduk pada perintah atasan, dan ada juga banyak tentara di bawah perintah saya. Kalau saya berkata kepada salah satu dari mereka, ‘Pergi ke sana,’ maka dia pergi. Dan kalau saya berkata kepada yang lain, ‘Datang,’ maka dia datang. Kalau saya menyuruh budak saya, ‘Lakukan ini,’ dia pun melakukannya. Seperti itu jugalah keyakinan saya tentang Engkau, bahwa semua perintah-Mu akan jadi.”
LUK 7:9 Ketika mendengar perkataan itu, Yesus merasa kagum. Lalu Dia berkata kepada orang banyak yang sedang mengikuti-Nya, “Aku menegaskan kepadamu: Di antara bangsa Israel pun belum pernah Aku menemukan orang yang mempunyai keyakinan sebesar ini.”
LUK 7:10 Sewaktu orang-orang yang diutus tadi sampai di rumah komandan itu, mereka melihat budaknya sudah sembuh.
LUK 7:11 Tidak lama kemudian, Yesus pergi ke kota Nain. Banyak pengikut-Nya pergi bersama Yesus dalam kumpulan yang besar itu.
LUK 7:12 Ketika Yesus sampai di dekat gerbang kota, serombongan orang sedang keluar mengusung mayat seorang pemuda, diiringi seorang janda dan banyak warga kota menyertainya. Pemuda yang mati itu adalah satu-satunya anak dari janda tersebut.
LUK 7:13 Ketika Tuhan melihat ibu itu, Dia merasa kasihan lalu berkata kepadanya, “Jangan menangis.”
LUK 7:14 Dia mendekati usungan itu dan menyentuhnya. Orang-orang yang membawa usungan itu pun berhenti, kemudian Yesus berkata, “Hai pemuda, Aku berkata kepadamu, hiduplah kembali!”
LUK 7:15 Orang mati itu langsung hidup lagi lalu duduk dan mulai berbicara. Kemudian Yesus menyerahkan dia kepada ibunya.
LUK 7:16 Semua orang yang ada di situ ketakutan serta memuji-muji Allah. Ada yang berkata, “Ternyata Yesus ini adalah nabi agung yang sudah diutus Allah ke tengah-tengah kita!” Dan yang lain berkata, “Allah sudah mulai menolong kita umat-Nya, seperti pada zaman dulu!”
LUK 7:17 Maka tersebarlah berita tentang apa yang diperbuat Yesus itu ke seluruh Yudea dan daerah sekitarnya.
LUK 7:18 Murid-murid Yohanes Pembaptis memberitahukan semua kejadian itu kepada Yohanes.
LUK 7:19 Lalu Yohanes memanggil dua orang muridnya dan menyuruh mereka menemui Tuhan Yesus untuk bertanya, “Apakah engkau ini utusan yang dijanjikan kedatangannya, ataukah kita masih menunggu orang lain?”
LUK 7:20 Sesampainya mereka kepada Yesus, mereka berkata, “Pak, Yohanes Pembaptis menyuruh kami menemui Bapak untuk menanyakan, ‘Apakah engkau ini utusan yang dijanjikan kedatangannya, ataukah kita masih menunggu orang lain?’”
LUK 7:21 Pada waktu itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari bermacam-macam penyakit dan penderitaan, mengusir roh-roh jahat dari orang-orang yang kerasukan, serta membuat banyak orang buta bisa melihat.
LUK 7:22 Jadi Yesus menjawab mereka, “Kembalilah kepada Yohanes dan ceritakanlah apa yang sudah kalian saksikan dan dengar sendiri hari ini, yaitu bahwa sekarang banyak orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang yang berpenyakit kulit menular disembuhkan, orang yang tuli bisa mendengar, orang mati dibangkitkan, dan Kabar Baik dari Allah sedang diberitakan kepada orang-orang miskin.
LUK 7:23 Beritahukanlah kepadanya, ‘Sungguh diberkati Allah setiap orang yang tidak meragukan Aku.’”
LUK 7:24 Sesudah kedua utusan Yohanes itu pergi, Yesus mulai berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes. Dia berkata, “Sebelum pelayanan-Ku dimulai, kalian sudah pernah pergi jauh keluar-masuk padang belantara untuk melihat seseorang, bukan? Tentu kalian tidak pergi begitu jauh untuk melihat sesuatu yang biasa saja, karena memang tidak mungkin orang mau berjalan jauh hanya untuk melihat sehelai rumput yang bergoyang ditiup angin.
LUK 7:25 Siapakah yang kamu cari waktu itu? Pasti bukan seseorang yang berpakaian indah! Karena orang-orang yang hidup mewah dan berpakaian indah tidak ada di padang belantara, tetapi di istana raja.
LUK 7:26 Jadi, apa yang kamu cari di sana? Seorang nabi, bukan? Ya, bahkan Aku katakan kepada kalian bahwa kedudukan Yohanes jauh lebih penting daripada seorang nabi.
LUK 7:27 Dialah yang dimaksudkan dalam tulisan nabi yang mengatakan, ‘Perhatikanlah: Aku akan menyuruh utusan-Ku lebih dulu, supaya dia menyiapkan jalan sebelum Aku mengutus Engkau.’
LUK 7:28 Karena itu Aku menegaskan kepada kalian bahwa Yohanes Pembaptis sebenarnya lebih besar daripada semua nabi yang pernah dilahirkan. Tetapi dalam kerajaan baru yang sudah mulai didirikan Allah, semua orang yang menjadi anggota kerajaan-Nya itu akan dianggap lebih besar daripada Yohanes, bahkan orang yang berkedudukan paling rendah sekalipun.”
LUK 7:29 Mendengar perkataan Yesus itu, semua orang yang sudah dibaptis Yohanes— termasuk para penagih pajak— memuji Allah dengan berkata, “Kalau begitu, Allah benar-benar mengutus Yohanes Pembaptis dan apa yang Yohanes ajarkan juga benar!”
LUK 7:30 Tetapi orang-orang Farisi dan para ahli Taurat sudah mengabaikan kehendak Allah untuk diri mereka dengan menolak dibaptis oleh Yohanes.
LUK 7:31 Kemudian Yesus berkata, “Aku akan memakai kiasan untuk menggambarkan keadaan orang pada zaman sekarang:
LUK 7:32 Mereka seperti dua kelompok anak yang bermain di halaman. Kelompok yang satu berseru kepada kelompok yang lain, ‘Setiap kali kami mengajak kalian bermain sesuatu, kalian selalu menolak! Kalau kami meniup lagu gembira dengan suling, kalian tidak mau menari. Dan waktu kami bermain drama berkabung, kalian juga tidak mau ikut pura-pura menangis.’
LUK 7:33 Artinya begini: Kalian selalu menolak pekerjaan Allah, bagaimana pun bentuknya. Waktu Yohanes Pembaptis sedang melayani TUHAN di antara kalian, dia sering berpuasa dan tidak minum air anggur. Tetapi kalian berkata, ‘Dia dikuasai setan.’
LUK 7:34 Lalu datanglah Aku, Sang Anak Adam. Aku makan dan minum air anggur seperti orang pada umumnya. Tetapi kalian berkata, ‘Lihat! Dia makan dan minum seperti orang rakus! Dia juga berteman dengan para penagih pajak dan orang-orang berdosa lainnya.’
LUK 7:35 Meskipun begitu, kebijaksanaan Allah selalu terbukti benar melalui orang-orang yang menaatinya.”
LUK 7:36 Lalu seorang Farisi bernama Simon mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus pun pergi ke sana dan menempati meja makan yang disediakan bagi-Nya.
LUK 7:37 Di kota itu ada seorang perempuan pelacur. Ketika dia mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah Simon, datanglah dia ke rumah itu dengan membawa sebuah botol dari batu putih yang berisi minyak wangi.
LUK 7:38 Ketika Simon dan para tamu sedang makan, perempuan itu datang berlutut di belakang Yesus sambil menangis karena menyesali dosanya. Air matanya bercucuran membasahi kaki Yesus, lalu dia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Dia juga berulang kali mencium serta meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi yang dia bawa.
LUK 7:39 Ketika Simon melihat hal itu, dia berkata dalam hatinya, “Kalau Yesus betul-betul nabi, tentu dia tahu perempuan macam apa yang menyentuhnya! Perempuan itu pelacur!”
LUK 7:40 Lalu kata Yesus kepadanya, “Simon, Aku mau mengatakan sesuatu kepadamu.” Jawab Simon, “Katakanlah Guru!”
LUK 7:41 Lalu Yesus menceritakan perumpamaan ini, “Ada dua orang yang mempunyai utang kepada seorang kaya. Yang satu berutang 500 keping uang perak, sedangkan yang lain berutang 50 keping uang perak.
LUK 7:42 Karena kedua orang itu tidak sanggup membayar utangnya, maka dengan murah hati pemberi pinjaman itu menghapuskan utang mereka. Nah, siapakah di antara kedua orang itu yang akan lebih mengasihi dia?”
LUK 7:43 Simon menjawab, “Menurut saya, orang yang utangnya lebih banyak dihapuskan.” Yesus berkata kepada Simon, “Pendapatmu itu betul.”
LUK 7:44 Sambil melihat perempuan itu Yesus berkata kepada Simon, “Kamu tentu sudah melihat apa yang sudah dilakukan perempuan ini! Waktu Aku masuk ke rumahmu, kamu tidak memberikan air untuk membasuh kaki-Ku. Tetapi perempuan ini membasuh kaki-Ku dengan air matanya dan menyeka dengan rambutnya.
LUK 7:45 Waktu Aku masuk rumahmu, kamu tidak menyambut Aku dengan pelukan hangat. Tetapi sejak Aku masuk ke sini, perempuan ini tidak henti-hentinya mencium kaki-Ku.
LUK 7:46 Kamu tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak zaitun, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
LUK 7:47 Jadi, Aku menegaskan kepadamu bahwa dosanya yang begitu banyak sudah diampuni. Itulah sebabnya dia menunjukkan kasihnya terhadap Aku dengan cara yang luar biasa. Tetapi orang yang diampuni dari dosanya yang sedikit, hanya akan mengasihi dengan sedikit juga.”
LUK 7:48 Kemudian Yesus berkata kepada perempuan itu, “Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.”
LUK 7:49 Para tamu lain yang sedang makan bersama di situ mulai berkata dalam hati mereka masing-masing, “Lancang sekali orang ini berkata begitu! Tidak seorang pun dapat mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri.”
LUK 7:50 Tetapi Yesus berkata lagi kepada perempuan itu, “Karena kamu percaya kepada-Ku, kamu diselamatkan. Pergilah dengan perasaan tenang.”
LUK 8:1 Tidak lama kemudian, Yesus pergi berkeliling ke banyak kota dan desa untuk berkhotbah dan memberitakan Kabar Baik tentang kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya ikut bersama Dia.
LUK 8:2 Bersama mereka ada juga beberapa perempuan yang sudah disembuhkan Yesus dari berbagai penyakit dan dilepaskan dari roh-roh jahat. Di antaranya: Maria (yang berasal dari kampung Magdala dan yang sudah dilepaskan dari tujuh setan),
LUK 8:3 Yohana istri Kuza (Kuza adalah kepala urusan istana Herodes), Susana, dan masih banyak lagi perempuan lain. Mereka semua sering membantu keperluan Yesus dan murid-murid-Nya dengan uang mereka sendiri.
LUK 8:4 Ketika orang-orang dari berbagai kota terus berdatangan kepada Yesus dan jumlah mereka sudah banyak, Yesus menyampaikan kepada mereka perumpamaan ini,
LUK 8:5 “Pada suatu hari, seorang petani pergi menabur benih di ladang. Waktu dia menabur benih itu, sebagian jatuh di jalan, lalu diinjak-injak orang dan dimakan burung-burung sampai habis.
LUK 8:6 Sebagian jatuh di tanah berbatu-batu. Begitu tunasnya keluar, tunas itu segera layu karena lapisan tanah di situ kering.
LUK 8:7 Sebagian lagi jatuh di antara rumput berduri. Keduanya tumbuh bersamaan, lalu rumput duri menghimpit tunas-tunas itu sampai mati.
LUK 8:8 Tetapi yang sebagian lagi jatuh di tanah subur, lalu tumbuh dengan baik, sehingga satu benih bisa menghasilkan seratus kali lipat.” Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan berseru, “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
LUK 8:9 Sesudah itu, murid-murid-Nya bertanya kepada Yesus, “Apa arti perumpamaan tadi?”
LUK 8:10 Kata Yesus, “Dulu manusia tidak diizinkan mengerti ajaran-ajaran tentang kerajaan Allah. Sekarang kalian sudah diberi izin untuk mengerti hal-hal rahasia itu. Tetapi untuk mereka yang lain, Aku mengajarkan hal-hal itu melalui perumpamaan, supaya terjadilah tepat seperti perkataan Allah yang ditulis oleh nabi, ‘Biarpun mereka terus-menerus mendengar pesan TUHAN, mereka tidak akan mengerti. Dan biarpun mereka terus-menerus menyaksikan berbagai perbuatan TUHAN, mereka tidak akan memahami maknanya.’
LUK 8:11 “Nah, inilah arti perumpamaan tadi: Benih menggambarkan ajaran dari Allah.
LUK 8:12 Yang pertama, benih yang jatuh di jalan. Jalan menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran Allah, tetapi iblis datang mencuri ajaran itu dari hati mereka, supaya mereka tidak mempercayainya dan tidak diselamatkan.
LUK 8:13 Kedua, benih yang jatuh di tanah berbatu-batu. Tanah berbatu-batu menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran dari Allah lalu menerimanya dengan senang hati. Tetapi ajaran itu tidak bisa berakar dalam hati mereka. Mereka hanya percaya sebentar saja. Ketika mengalami kesusahan hidup, mereka meninggalkan ajaran itu.
LUK 8:14 Ketiga, benih yang jatuh di antara rumput berduri. Rumput berduri menggambarkan orang-orang yang sudah mendengarkan ajaran Allah, tetapi dalam menjalani hidup sehari-hari, mereka kuatir serta mengejar kekayaan dan kesenangan dunia. Semua hal itu menghambat pertumbuhan ajaran TUHAN, sehingga tidak menghasilkan apa pun dalam kehidupan mereka.
LUK 8:15 Yang keempat yaitu benih yang jatuh di tanah subur. Tanah subur menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran Allah dan menyimpannya dengan baik dalam hati mereka yang tulus. Lalu mereka menaatinya dan tetap berpegang teguh pada ajaran itu. Mereka seperti tanah subur yang menghasilkan banyak buah.”
LUK 8:16 Selanjutnya Yesus menambahkan perumpamaan ini, “Orang tidak mungkin menyalakan pelita lalu menutupnya dengan tempayan atau menaruhnya di bawah tempat tidur. Tetapi pelita selalu ditaruh di tempat yang tinggi supaya orang-orang yang masuk ke dalam rumah diterangi olehnya.
LUK 8:17 Begitu juga semua yang Aku ajarkan dengan perumpamaan kepada orang banyak: Sekarang artinya dirahasiakan, tetapi nanti semuanya akan terbuka. Yang sekarang tidak jelas, nanti akan menjadi jelas.
LUK 8:18 Oleh karena itu, perhatikanlah baik-baik cara kalian mendengarkan ajaran-ajaran-Ku. Karena bagi setiap orang yang berusaha mengerti ajaran-Ku, Allah akan menambahkan kemampuan untuk mengerti lebih banyak lagi kepadanya. Tetapi bagi setiap orang yang tidak berusaha mengingat dan mengerti ajaran-Ku, biarpun dia merasa sudah mengerti, Allah akan mengambil kemampuan untuk mengerti itu darinya.”
LUK 8:19 Kemudian ibu dan saudara-saudara Yesus datang hendak menemui Dia, tetapi mereka tidak bisa bertemu dengan-Nya karena orang banyak yang mengelilingi Dia.
LUK 8:20 Lalu seseorang memberitahukan kepada-Nya, “Pak, ibu dan saudara-saudaramu sedang menunggu di luar. Mereka mau bicara denganmu.”
LUK 8:21 Tetapi jawab Yesus kepadanya, “Setiap orang yang mendengarkan ajaran Allah dan melakukannya, merekalah yang Aku anggap sebagai ibu dan saudara-saudara-Ku!”
LUK 8:22 Suatu hari, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita pergi ke seberang danau.” Mereka pun naik perahu dan berangkat.
LUK 8:23 Ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Tiba-tiba bertiuplah angin badai di danau itu. Banyak air masuk ke dalam perahu, sehingga mereka terancam bahaya tenggelam.
LUK 8:24 Lalu para murid mendatangi Yesus dan membangunkan Dia dengan berseru, “Guru, Guru! Mampuslah kita!” Yesus pun bangun lalu memerintahkan angin badai dan ombak itu, “Diam!” Maka angin dan ombak itu pun berhenti dan danau menjadi tenang kembali.
LUK 8:25 Kemudian Dia berkata kepada mereka, “Kenapa kalian meragukan Aku?!” Mereka merasa takut dan terheran-heran terhadap Yesus, lalu berkata satu sama lain, “Wah, orang macam apa dia ini?! Angin dan danau pun taat kepadanya!”
LUK 8:26 Mereka terus berlayar hingga sampai di daerah Gadara, yang terletak di sebelah tenggara danau Galilea.
LUK 8:27 Sesudah Yesus berada di darat, seorang laki-laki dari kota itu datang menemui-Nya. Dia sudah lama dikuasai banyak setan dan tidak mau diam di rumah. Selama ini dia tinggal di gua-gua pekuburan tanpa berpakaian.
LUK 8:28 Roh-roh jahat itu sering menyeret dia. Waktu orang di kota itu masih berusaha menjaganya, mereka merantai kedua tangannya dan memasung kedua kakinya, tetapi dia selalu bisa memutuskan segala pengikatnya. Lalu di bawah pengaruh setan-setan itu dia pergi ke tempat-tempat terpencil. Ketika orang itu bertemu Yesus, dia menjerit dan sujud di hadapan-Nya. Kemudian Yesus memerintahkan roh-roh jahat untuk keluar dari orang itu. Tetapi di bawah kendali setan, dia berteriak, “Hei, Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi! Kamu mau apa dengan aku? Aku minta jangan siksa aku!”
LUK 8:30 Lalu Yesus bertanya kepadanya, “Siapa namamu?” Jawabnya, “Batalion.” Karena memang banyak sekali setan yang ada pada dirinya.
LUK 8:31 Lalu setan-setan itu berulang kali memohon supaya Yesus tidak mengusir mereka ke dalam jurang maut.
LUK 8:32 Tidak jauh dari situ, di sisi bukit yang curam ada sekelompok besar babi peliharaan yang sedang makan. Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus supaya mereka diizinkan masuk ke dalam kawanan babi itu. Yesus pun setuju.
LUK 8:33 Maka setan-setan itu langsung meninggalkan orang itu dan masuk ke tengah kumpulan babi itu. Kemudian babi-babi itu lari dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau sehingga mati tenggelam.
LUK 8:34 Ketika para penjaga babi melihat apa yang terjadi, mereka lari dan menceritakan kejadian itu ke kota dan daerah sekitarnya.
LUK 8:35 Lalu orang-orang yang mendengar berita itu pergi melihat apa yang sudah terjadi. Waktu mereka tiba di tempat Yesus berada, tampaklah orang yang sudah ditinggalkan setan-setan itu sekarang berpakaian dan sedang duduk tenang dekat Yesus sambil mendengarkan-Nya. Pikirannya juga sudah sehat kembali. Melihat itu, mereka pun takut kepada Yesus.
LUK 8:36 Para penjaga babi yang melihat sendiri peristiwa itu menceritakan kembali kepada mereka bagaimana Yesus menyembuhkan orang yang tadinya dikuasai setan-setan itu.
LUK 8:37 Lalu penduduk daerah Gadara meminta Yesus meninggalkan daerah mereka, karena mereka sangat ketakutan. Jadi Yesus dan murid-murid-Nya kembali naik perahu untuk meninggalkan daerah itu.
LUK 8:38 Orang yang sudah dilepaskan dari setan-setan itu berkali-kali meminta kepada Yesus supaya diizinkan ikut bersama-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pulang dengan berkata,
LUK 8:39 “Pulanglah dan ceritakanlah bagaimana Allah sudah menolongmu.” Maka dia pun pergi ke semua kota di daerah Gadara dan menceritakan bagaimana Yesus sudah menolongnya dengan begitu luar biasa.
LUK 8:40 Ketika Yesus kembali dari seberang danau, orang banyak menyambut Dia, karena mereka semua sudah menanti-nantikan-Nya.
LUK 8:41 Lalu datanglah seorang kepala rumah pertemuan orang Yahudi yang bernama Yairus. Dia sujud di hadapan Yesus dan meminta-Nya dengan sangat untuk datang ke rumahnya.
LUK 8:42 Anak perempuannya yang berumur dua belas tahun, anak satu-satunya, sedang sakit keras dan hampir mati. Dalam perjalanan ke rumah Yairus, orang banyak berdesak-desakan di sekeliling Yesus.
LUK 8:43 Di antara mereka ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan. Dia sudah menghabiskan semua uangnya untuk berobat ke banyak dokter, tetapi tidak ada satu pun yang bisa menyembuhkannya.
LUK 8:44 Perempuan itu mendekati Yesus dari belakang dan menyentuh rumbai jubah-Nya. Saat itu juga pendarahannya berhenti.
LUK 8:45 Lalu Yesus berkata, “Siapa yang menyentuh Aku?” Ketika tidak ada yang mengaku, berkatalah Petrus dan beberapa murid lain, “Guru, begitu banyak orang yang berdesak-desakan di dekat-Mu. Tentu saja banyak orang yang tidak sengaja menyentuh Engkau!”
LUK 8:46 Tetapi Yesus berkata, “Ada seseorang yang sengaja menyentuh Aku, karena Aku merasakan ada kuasa yang keluar dari diri-Ku.”
LUK 8:47 Ketika perempuan itu melihat bahwa perbuatannya sudah ketahuan, dengan gemetar dia maju dan bersujud di depan Yesus. Lalu di hadapan semua orang dia menceritakan alasannya menyentuh jubah Yesus dan bagaimana dia langsung sembuh saat itu juga.
LUK 8:48 Kata Yesus kepadanya, “Kuatkanlah hatimu! Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu sudah sembuh. Sekarang pulanglah dengan hati yang tenang.”
LUK 8:49 Ketika Yesus masih berbicara kepada perempuan itu, datanglah seseorang dari rumah Yairus dan berkata kepadanya, “Anak Bapak sudah meninggal. Jadi tidak usah merepotkan Guru lagi.”
LUK 8:50 Tetapi waktu Yesus mendengar berita itu, Dia berkata kepada Yairus, “Jangan takut! Tetaplah percaya kepada-Ku, maka anakmu akan selamat.”
LUK 8:51 Sesudah Yesus tiba di rumah Yairus, Dia melarang orang-orang lain ikut masuk bersama-Nya, kecuali Petrus, Yohanes, Yakobus, dan orangtua anak itu.
LUK 8:52 Semua orang sedang menangisi dan meratapi anak itu. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Berhenti menangis! Anak itu tidak mati. Dia hanya tidur.”
LUK 8:53 Tetapi orang-orang itu menertawakan Yesus karena mereka tahu anak itu sudah mati.
LUK 8:54 Yesus menyuruh semua orang keluar. Kemudian, sambil memegang tangan anak itu Dia berkata, “Nak, bangunlah!”
LUK 8:55 Maka anak itu hidup kembali dan langsung berdiri. Lalu Yesus menyuruh orangtua anak itu memberi makanan kepadanya.
LUK 8:56 Yairus dan istrinya sangat terheran-heran melihat keajaiban itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukannya kepada siapa pun.
LUK 9:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya untuk berkumpul, lalu memberikan kuasa kepada mereka masing-masing untuk mengusir setan-setan dan menyembuhkan berbagai penyakit.
LUK 9:2 Kemudian Dia mengutus mereka pergi untuk memberitakan kabar tentang kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit dengan kuasa TUHAN.
LUK 9:3 Dia juga berpesan kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, termasuk tas, roti, uang, tongkat cadangan, maupun pakaian ganti.
LUK 9:4 Jika ada satu keluarga yang bersedia menerima kamu untuk menginap di rumah mereka, tinggallah di situ sampai kamu melanjutkan perjalanan lagi.
LUK 9:5 Tetapi kalau tidak ada seorang pun di kota itu yang mau menerima kamu, tinggalkanlah tempat itu dan kibaskanlah kotoran dari kaki dan sandalmu sebagai tanda peringatan bagi mereka.”
LUK 9:6 Lalu murid-murid Yesus berangkat dan pergi berkeliling ke desa-desa. Di setiap tempat yang mereka kunjungi, mereka memberitakan Kabar Baik dari Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit dengan kuasa TUHAN.
LUK 9:7 Ketika Raja Herodes mendengar kabar tentang semua keajaiban yang dilakukan Yesus, dia menjadi bingung dan gelisah, karena beberapa orang berkata, “Yohanes Pembaptis sudah hidup kembali dari kematian, tetapi sekarang dia menyebut dirinya Yesus.”
LUK 9:8 Namun ada juga yang mengatakan, “Dia adalah Nabi Elia yang dulu terangkat ke surga dalam keadaan hidup. Sekarang dia kembali dan menyebut dirinya Yesus.” Orang lain lagi berpendapat bahwa Yesus adalah salah satu dari nabi-nabi zaman dahulu yang hidup kembali dari kematian.
LUK 9:9 Tetapi Herodes berkata, “Yohanes sudah dipenggal atas perintah saya sendiri. Jadi siapa sebenarnya orang itu?— yang saya dengar sering melakukan hal-hal luar biasa!” Oleh sebab itu Herodes terus berusaha untuk dapat menemui Yesus.
LUK 9:10 Setelah murid-murid itu kembali, mereka menceritakan kepada Yesus semua yang sudah mereka lakukan. Kemudian Yesus mengajak mereka pergi untuk menyendiri ke suatu tempat sepi di pinggiran kota Betsaida.
LUK 9:11 Tetapi orang banyak mengetahui hal itu, lalu mereka mengikuti Dia. Yesus pun menyambut mereka, mengajar mereka tentang kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang yang sakit.
LUK 9:12 Ketika hari sudah sore, kedua belas murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, “Guru, suruhlah orang banyak ini pergi ke desa-desa dan rumah-rumah penduduk di sekitar sini, supaya mereka mendapat makanan dan tempat menginap, karena di sini tempat yang terpencil.”
LUK 9:13 Tetapi Yesus berkata, “Kalian saja yang memberi mereka makan.” Murid-murid itu menjawab, “Aduh, mana mungkin?! Kami cuma punya lima roti dan dua ikan. Mungkinkah kami pergi dulu membeli makanan?!”
LUK 9:14 (Ada sekitar lima ribu laki-laki di sana.) Lalu kata Yesus, “Suruhlah mereka duduk berkelompok. Setiap kelompok kira-kira lima puluh orang.”
LUK 9:15 Murid-murid pun melakukan sesuai yang diperintahkan-Nya, lalu semua orang duduk.
LUK 9:16 Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, memandang ke langit, dan mengucap syukur kepada Allah atas makanan itu. Kemudian Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu terus memberikannya kepada murid-murid-Nya, sementara mereka membagi-bagikannya kepada orang banyak.
LUK 9:17 Semua orang makan sampai kenyang. Sesudah itu para murid mengumpulkan roti dan ikan yang berlebih, ternyata ada dua belas keranjang.
LUK 9:18 Suatu hari, ketika Yesus sedang berdoa sendirian dan para murid-Nya juga ada di sekitar situ, Dia bertanya kepada mereka, “Menurut orang banyak, sebagai siapakah Aku diutus?”
LUK 9:19 Jawab mereka, “Ada yang mengatakan bahwa Engkau pengganti Yohanes Pembaptis. Ada juga yang mengatakan bahwa Engkau Nabi Elia. Dan yang lainnya lagi mengatakan bahwa Engkau adalah salah satu nabi zaman dulu yang sekarang hidup kembali.”
LUK 9:20 Lalu Dia bertanya lagi, “Tetapi bagaimana pendapat kalian tentang Aku?” Jawab Petrus, “Engkau adalah Kristus yang diutus Allah.”
LUK 9:21 Lalu Yesus dengan tegas melarang mereka memberitahukan hal itu kepada siapa pun.
LUK 9:22 Selanjutnya kata Yesus, “Aku, Sang Anak Adam, sudah ditentukan Allah untuk banyak menderita dan ditolak oleh para pemimpin Yahudi, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat. Kemudian Aku akan mati dibunuh, tetapi pada hari ketiga Aku akan dihidupkan kembali oleh Allah.”
LUK 9:23 Yesus berkata lagi kepada semua murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, dia harus melupakan kepentingannya sendiri dan terus mengikut Aku dengan bertekad, ‘Sekalipun harus mati, bahkan mati disalibkan, aku tidak akan mundur!’
LUK 9:24 Karena setiap orang yang ingin menyelamatkan nyawanya tetap akan mati. Tetapi siapa yang mati dibunuh karena mengikut Aku, dia akan memperoleh hidup kekal.
LUK 9:25 Pikirkanlah: Kalau akhirnya kamu mati dan tidak mendapatkan hidup kekal, apa gunanya kamu menjadi kaya sampai memiliki seluruh harta di dunia?
LUK 9:26 Jadi, janganlah kalian malu untuk mengaku, ‘Saya pengikut Yesus dan ajaran-Nya.’ Karena apabila kamu tidak mengakui Aku, Sang Anak Adam, maka Aku juga tidak akan mengakui kamu sebagai pengikut-Ku waktu Aku datang dalam kemuliaan-Ku dan kemuliaan Allah Bapa, diiringi semarak para malaikat.
LUK 9:27 Aku menegaskan kepadamu: Beberapa orang di antara kalian yang ada di sini tidak akan mati sebelum melihat bukti-bukti bahwa Allah mulai mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini.”
LUK 9:28 Kira-kira seminggu sesudah Yesus berbicara tentang hal-hal itu, Dia mengajak Petrus, Yohanes, dan Yakobus naik ke atas gunung untuk berdoa.
LUK 9:29 Sewaktu Dia sedang berdoa, wajah-Nya berubah, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar.
LUK 9:30 Tiba-tiba tampaklah dua orang sedang bercakap-cakap dengan-Nya, yaitu Musa dan Elia.
LUK 9:31 Mereka bersinar dengan kemuliaan surgawi dan berbicara dengan Yesus tentang bagaimana Dia akan menggenapi rencana Allah dengan kematian-Nya di Yerusalem.
LUK 9:32 Pada waktu itu Petrus dan kedua murid yang lain sedang tidur nyenyak. Ketika mereka terbangun, mereka melihat Yesus bersinar dengan kemuliaan surgawi bersama kedua orang yang berdiri di dekat-Nya.
LUK 9:33 Saat Musa dan Elia hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya, “Wah Guru, indah sekali kita berada di sini! Kami akan membuat tiga pondok, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia.” (Sebenarnya Petrus asal bicara saja.)
LUK 9:34 Sewaktu dia mengucapkan itu, turunlah awan ke atas mereka. Ketiga murid itu pun ketakutan karena awan itu mengelilingi mereka.
LUK 9:35 Kemudian dari awan itu terdengarlah suara yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Taatilah Dia.”
LUK 9:36 Sesudah suara itu menghilang, mereka hanya melihat Yesus sendirian di situ. Setelah kejadian tersebut, cukup lama ketiga murid itu tidak menceritakan kepada siapa pun tentang apa yang sudah mereka saksikan.
LUK 9:37 Besoknya, ketika Yesus dan ketiga murid-Nya baru turun dari gunung, orang banyak datang berbondong-bondong menemui Yesus.
LUK 9:38 Tiba-tiba seorang laki-laki dari antara kerumunan itu berteriak, “Guru, tolonglah anak saya! Dia anak saya satu-satunya.
LUK 9:39 Dia sering diserang roh jahat sehingga berteriak-teriak, badannya kejang-kejang, dan mulutnya berbusa. Roh jahat itu jarang sekali meninggalkannya dan terus saja menyiksa dia.
LUK 9:40 Saya sudah meminta murid-murid-Mu untuk mengusir roh itu, tetapi mereka tidak bisa.”
LUK 9:41 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Bukan main! Kalian ini sesat dan tidak percaya kepada Allah! Sampai kapan Aku harus bersabar terhadap kalian! Bukankah sudah cukup lama Aku tinggal bersama kalian! Bawalah anakmu kemari.”
LUK 9:42 Pada waktu anak itu sedang mendekati Yesus, setan yang ada padanya membanting dia ke tanah dan membuatnya kejang-kejang. Tetapi Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dan Dia menyembuhkan anak itu, lalu menyerahkannya kembali kepada ayahnya.
LUK 9:43 Semua orang sangat terheran-heran, karena mereka menyadari bahwa mereka sudah melihat kuasa Allah yang luar biasa. Sementara orang-orang masih takjub atas semua yang Yesus lakukan, berbicaralah Dia kepada murid-murid-Nya:
LUK 9:44 “Pasanglah telingamu baik-baik: Aku, Sang Anak Adam, akan segera diserahkan kepada para penguasa dunia.”
LUK 9:45 Tetapi murid-murid-Nya tidak mengerti maksud perkataan itu. Memang Allah merahasiakannya dari mereka sehingga mereka tidak dapat mengerti. Tetapi mereka juga takut menanyakan kepada Yesus apa arti perkataan-Nya itu.
LUK 9:46 Suatu hari terjadilah perselisihan di antara murid-murid Yesus tentang siapa yang nomor satu di antara mereka.
LUK 9:47 Tetapi Yesus mengetahui isi hati mereka. Maka Dia mengajak seorang anak berdiri di samping-Nya,
LUK 9:48 lalu berkata kepada mereka, “Kalau kamu menerima dan melayani anak kecil seperti ini dengan alasan untuk memuliakan Aku, berarti kamu sudah menerima dan melayani Aku. Dan kalau kamu sudah melayani Aku, berarti kamu juga sudah melayani Allah yang mengutus Aku ke dunia ini. Karena siapa yang paling melayani dan merendahkan diri di antara kalian, dialah yang akan menjadi nomor satu.”
LUK 9:49 Yohanes berkata, “Guru, kami melihat seseorang mengusir setan-setan dengan memakai nama-Mu. Lalu kami melarang dia, karena dia bukan termasuk kelompok kita.”
LUK 9:50 Tetapi jawab Yesus kepadanya, “Jangan larang dia. Karena siapa yang tidak melawan kita, berarti dia ada di pihak kita.”
LUK 9:51 Ketika hampir tiba waktunya Yesus terangkat ke surga, Dia bertekad pergi ke Yerusalem.
LUK 9:52 Yesus pun mengutus beberapa orang mendahului-Nya untuk mempersiapkan beberapa hal bagi Dia. Lalu pergilah mereka. Tetapi ketika mereka masuk ke sebuah desa di daerah Samaria,
LUK 9:53 orang-orang di desa itu tidak mau menerima Yesus karena Dia dalam perjalanan menuju Yerusalem.
LUK 9:54 Melihat penolakan itu, Yakobus dan Yohanes berkata, “Tuhan, maukah Engkau supaya kami menyuruh api turun dari langit membinasakan mereka, seperti yang pernah dilakukan Elia?”
LUK 9:55 Lalu Yesus menoleh dan menegur mereka, “Sikap macam apa yang ada di hatimu itu?!
LUK 9:56 Aku, Sang Anak Adam, datang bukan untuk membinasakan orang, tetapi untuk menyelamatkan mereka.” Kemudian Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan ke desa yang lain.
LUK 9:57 Dalam perjalanan itu, seseorang berkata kepada Yesus, “Pak, saya akan mengikut engkau ke mana saja engkau pergi.”
LUK 9:58 Jawab Yesus kepadanya, “Anjing hutan mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Aku, Sang Anak Adam, tidak mempunyai tempat untuk beristirahat.”
LUK 9:59 Kepada orang lain Dia berkata, “Ikutlah Aku!” Tetapi jawab orang itu, “Tuan, izinkanlah saya pulang dulu. Setelah ayah saya meninggal dan dikuburkan, saya akan mengikut engkau.”
LUK 9:60 Lalu Yesus berkata kepada orang itu, “Biarkanlah orang-orang yang mati secara rohani menunggu kematian sesama mereka! Tetapi kamu, pergilah dan teruslah beritakan tentang kerajaan Allah ke mana-mana.”
LUK 9:61 Seseorang yang lain lagi berkata, “Tuan, saya mau mengikut engkau, tetapi izinkanlah saya pamit dulu kepada keluarga saya.”
LUK 9:62 Jawab Yesus kepadanya, “Orang yang mau mengikut Aku tetapi tidak sungguh-sungguh memusatkan perhatiannya kepada-Ku tidak pantas menjadi utusan bagi kerajaan Allah.”
LUK 10:1 Sesudah itu Yesus memilih tujuh puluh orang pengikut yang lain, lalu mengutus mereka pergi berdua-dua mendahului Dia ke setiap kota dan tempat yang akan dikunjungi-Nya.
LUK 10:2 Yesus berkata kepada mereka, “Semua ladang gandum ini sudah siap dipanen, tetapi orang yang memanen hanya sedikit. Karena itu, berdoalah supaya TUHAN Sang Pemilik ladang-ladang ini mengirim para pekerja untuk memanen semua gandum itu.
LUK 10:3 “Sekarang pergilah! Dan perhatikanlah! Aku mengutus kamu ke dalam situasi yang berbahaya. Kamu akan menjadi seperti domba di tengah gerombolan serigala.
LUK 10:4 Janganlah membawa dompet, tas, ataupun sandal cadangan. Dan jangan berhenti untuk berbicara dengan orang-orang yang kamu temui dalam perjalanan.
LUK 10:5 Sebelum kamu masuk ke dalam rumah seseorang, ucapkanlah terlebih dahulu, ‘Salam semuanya! Kiranya kalian sekeluarga merasa tenang dalam perlindungan TUHAN!’
LUK 10:6 Kalau orang di dalam rumah itu menginginkan ketenangan dari TUHAN, dia akan menerima kamu, dan Allah akan memberkati dia serta keluarganya sesuai perkataanmu itu. Tetapi kalau di situ tidak ada orang yang menginginkan ketenangan TUHAN, maka ucapan berkatmu itu tidak akan terjadi di antara mereka.
LUK 10:7 Kalau kamu masuk ke suatu kota dan orang-orang di situ menyambut kamu dengan baik, tinggallah dengan keluarga yang menerima kamu sampai kamu pergi meninggalkan kota itu. Janganlah berpindah-pindah. Makan dan minumlah apa saja yang mereka hidangkan untukmu. Karena setiap pekerja berhak mendapat upahnya.
LUK 10:9 Sembuhkanlah orang-orang sakit di kota itu, dan beritakanlah kepada penduduknya, ‘Tidak lama lagi Allah akan datang mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini.’
LUK 10:10 “Tetapi kalau kalian masuk ke suatu kota dan orang-orang di situ tidak menerima kalian, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah,
LUK 10:11 ‘Lihat, kami mengibaskan debu kotamu yang menempel pada kaki kami sebagai peringatan bahwa Allah akan menghukum kalian! Tetapi ketahuilah: Tidak lama lagi Allah akan datang mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini!’”
LUK 10:12 Lalu Yesus menegaskan kepada mereka, “Sesungguhnya, pada Hari Pengadilan, hukuman bagi penduduk kota itu akan jauh lebih berat daripada hukuman bagi penduduk kota Sodom!”
LUK 10:13 “Celakalah kalian, orang-orang Korazin! Celakalah kalian, orang-orang Betsaida! Betapa ngerinya nanti hukuman Allah atas kalian! Karena seandainya keajaiban-keajaiban yang sudah Aku lakukan di antara kalian terjadi juga pada zaman dulu di Tirus dan Sidon, maka sudah sejak lama mereka bertobat dan menunjukkan kesungguhan mereka dengan duduk memakai kain kabung dan menaruh abu di kepala mereka.
LUK 10:14 Pada Hari Pengadilan nanti, hukuman bagi kalian akan jauh lebih berat daripada hukuman bagi penduduk Tirus dan Sidon.
LUK 10:15 Dan kalian juga, hai penduduk Kapernaum! Pikirmu kalian akan ditinggikan sampai mendapat kehormatan besar di surga. Tidak! Kalian akan dibuang ke dalam neraka!”
LUK 10:16 Lagi kata Yesus kepada para pengikut-Nya itu, “Dalam pandangan Allah, setiap orang yang menerima perkataanmu sebagai utusan-Ku dianggap sama seperti mendengarkan Aku. Demikian juga setiap orang yang menolak kamu sebagai utusan-Ku dianggap sama seperti menolak Aku. Dan setiap orang yang menolak Aku berarti menolak Allah yang sudah mengutus Aku.”
LUK 10:17 Tidak lama kemudian ketujuh puluh pengikut itu kembali kepada Yesus. Dengan gembira mereka berkata, “Tuhan, atas nama-Mu setan-setan pun tunduk kepada kami.”
LUK 10:18 Kata Yesus kepada mereka, “Benar! Waktu kalian mengusir setan-setan, kuasa Satanas dikalahkan sehingga dia seolah jatuh dari langit seperti kilat.
LUK 10:19 Perhatikanlah! Sekarang Aku memberikan kuasa kepada kalian, supaya ketika kamu menginjak ular, atau kalajengking, ataupun berhadapan dengan kuasa gelap, tidak akan ada yang bisa mencelakakanmu.
LUK 10:20 Sekalipun begitu janganlah bersukacita karena roh-roh jahat tunduk kepada perintahmu. Tetapi bersukacitalah karena namamu sudah terdaftar di surga.”
LUK 10:21 Waktu itu juga, Roh Kudus memberikan sukacita yang luar biasa kepada Yesus. Lalu Dia berkata, “Aku memuji Engkau, ya Bapa, TUHAN langit dan bumi! Karena Engkau sudah merahasiakan ajaran-ajaran tentang kerajaan-Mu dari orang-orang yang bijak dan berpengetahuan, tetapi Engkau menyatakannya kepada siapa saja yang bersedia menerima ajaran benar dengan hati yang polos seperti anak-anak kecil. Karena, ya Bapa, sungguh itulah yang menyenangkan hati-Mu!”
LUK 10:22 Kemudian Yesus berpaling kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Segala sesuatu sudah diserahkan Bapa kepada-Ku. Tidak seorang pun mengenal Aku, yaitu Anak-Nya, kecuali Bapa. Dan tidak seorang pun mengenal Bapa-Ku kecuali Aku dan orang-orang yang hendak Aku perkenalkan kepada-Nya.”
LUK 10:23 Lalu ketika Yesus bersama murid-murid-Nya saja, Dia berkata, “Kamu semua sungguh diberkati Allah, karena kamu diberi kesempatan untuk melihat apa yang terjadi sekarang dengan matamu sendiri.
LUK 10:24 Aku menegaskan kepadamu: Banyak nabi dan raja zaman dahulu yang ingin melihat dan mendengar apa yang sekarang kamu lihat dan dengar, tetapi berkat itu tidak diberikan kepada mereka.”
LUK 10:25 Suatu hari, datanglah seorang ahli Taurat hendak menguji Yesus dengan pertanyaan. Katanya, “Guru, apa yang harus saya lakukan supaya bisa mendapatkan hidup kekal?”
LUK 10:26 Yesus menjawabnya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Jawaban apa yang kamu lihat di situ?”
LUK 10:27 Kata orang itu, “‘Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap nafas hidupmu, dengan segenap akal pikiranmu, dan dengan segenap kekuatanmu.’ Dan, ‘Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.’”
LUK 10:28 Yesus pun berkata, “Jawabanmu itu benar. Lakukanlah itu, maka kamu akan mendapatkan hidup yang kekal.”
LUK 10:29 Tetapi karena orang itu mau membenarkan dirinya, dia bertanya kepada Yesus, “Siapakah yang bisa dianggap sesama saya?”
LUK 10:30 Lalu Yesus menjawab dia dengan perumpamaan ini, “Ada seorang laki-laki turun dari kota Yerusalem ke Yeriko. Dalam perjalanan, dia diserang oleh beberapa perampok yang merampas semua barang bawaannya, bahkan pakaiannya. Mereka memukuli dia sampai hampir mati, lalu meninggalkannya sendirian di situ.
LUK 10:31 “Kebetulan seorang imam juga turun melalui jalan yang sama. Ketika dia melihat orang itu, dia menghindar dan melewatinya dari seberang jalan.
LUK 10:32 Begitu juga dengan seorang dari suku Lewi. Dia lewat di situ dan melihat orang itu, tetapi dia pun menghindar dan melewatinya dari seberang jalan.
LUK 10:33 “Kemudian lewatlah seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika melihat orang yang dirampok itu, dia merasa kasihan kepadanya.
LUK 10:34 Dia mendekati orang itu lalu membersihkan dan mengobati luka-lukanya dengan air anggur dan minyak zaitun, kemudian membalutnya. Sesudah itu dia menaikkan orang itu ke atas keledainya dan membawa dia ke rumah penginapan, lalu merawatnya di sana.
LUK 10:35 Hari berikutnya, orang Samaria itu memberikan dua keping uang perak kepada pemilik penginapan dengan berpesan, ‘Tolong rawatlah dia. Kalau uang ini kurang, selebihnya akan saya bayar ketika saya datang kembali.’”
LUK 10:36 Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan bertanya, “Menurut pendapatmu, di antara ketiga orang tadi, siapakah yang merupakan sesama dari korban perampokan itu?”
LUK 10:37 Jawab ahli Taurat itu, “Orang yang berbelas kasihan kepadanya dan menolong dia.” Kata Yesus kepadanya, “Nah, jadilah sesama yang baik seperti itu bagi semua orang lain.”
LUK 10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan, tibalah mereka di sebuah desa. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
LUK 10:39 Saudari Marta, yaitu Maria, duduk di dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan ajaran-Nya,
LUK 10:40 sedangkan Marta terus sibuk karena banyak yang dia kerjakan untuk melayani. Jadi dia datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tidak pedulikah Engkau kalau perempuan ini membiarkan saya bekerja sendirian?! Tolong suruh dia membantu saya.”
LUK 10:41 Jawab Yesus kepadanya, “Marta, Marta, kamu kuatir dan menyusahkan diri sendiri dengan banyak hal!
LUK 10:42 Padahal hanya satu yang penting, dan Maria sudah memilih yang penting dan yang terbaik. Itu merupakan berkat yang tidak akan diambil darinya.”
LUK 11:1 Pada suatu hari, Yesus berdoa di suatu tempat. Sesudah selesai, salah satu murid-Nya berkata, “Tuhan, ajarilah kami berdoa, seperti Yohanes juga mengajari murid-muridnya.”
LUK 11:2 Jawab Yesus kepada mereka, “Berdoalah seperti ini: ‘Bapa kami yang di surga, kiranya semua orang menghormati Engkau sebagai Allah yang kudus. Kiranya Engkau datang dan memerintah sebagai Raja. Dan biarlah apa yang Engkau kehendaki terlaksana di dunia ini, sama seperti kehendak-Mu selalu terlaksana di surga.
LUK 11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan yang kami perlukan.
LUK 11:4 Dan ampunilah kami masing-masing dari semua dosa kami, karena kami juga memaafkan setiap orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah biarkan kami tergoda melakukan kejahatan, tetapi selamatkanlah kami dari kuasa iblis.’”
LUK 11:5 Lalu Yesus memberikan kiasan ini kepada mereka, “Bayangkanlah seandainya kamu datang ke rumah sahabatmu pada tengah malam untuk meminta tolong kepadanya. Kamu berkata, ‘Sobat, berikanlah aku tiga roti. Nanti aku ganti.
LUK 11:6 Karena ada temanku yang sedang dalam perjalanan hendak menginap di rumahku, tetapi aku tidak punya apa-apa untuk dihidangkan kepadanya.’
LUK 11:7 Namun sahabatmu itu menjawab dari dalam rumah, ‘Jangan ganggu aku! Pintu sudah terkunci. Aku dan anak-anakku sudah di tempat tidur. Aku tidak bisa bangun untuk memberikan sesuatu kepadamu!’”
LUK 11:8 Kata Yesus, “Aku menegaskan kepada kalian: Meskipun dia tidak sungkan menolak permintaanmu karena hubungan persahabatan kalian, tetapi karena kamu memohon terus tanpa rasa malu, dia pasti bangun dan memberikan apa pun yang kamu perlukan.
LUK 11:9 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Teruslah meminta kepada Allah, maka kamu akan menerimanya. Teruslah mencari, maka kamu akan menemukannya. Teruslah mengetuk, maka pintu akan dibukakan bagimu.
LUK 11:10 Karena setiap orang yang meminta dengan tekun akan menerima apa yang dia minta. Setiap orang yang mencari dengan tekun akan mendapatkan apa yang dia cari. Dan setiap orang yang terus mengetuk, maka pintu akan dibukakan baginya.
LUK 11:11 “Atau kalau kamu seorang ayah, lalu anakmu meminta makanan, kamu tidak mungkin memberinya batu. Kalau dia minta ikan, tidak mungkin kamu memberinya ular berbisa.
LUK 11:12 Atau kalau dia minta telur, tidak mungkin kamu memberinya kalajengking!
LUK 11:13 Nah, kamu yang jahat pun tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu! Terlebih lagi Bapamu yang di surga. Bahkan Dia akan memberikan Roh Kudus kepada setiap orang yang meminta kepada-Nya.”
LUK 11:14 Suatu hari Yesus mengusir setan yang menjadikan seseorang bisu. Sesudah setan itu meninggalkannya, orang itu bisa berbicara lagi, sehingga orang banyak yang melihat kejadian itu terheran-heran.
LUK 11:15 Tetapi beberapa orang di antara mereka berkata, “Yesus mengusir setan-setan dengan kuasa Beelzebul, yaitu pemimpin semua roh jahat.”
LUK 11:16 Ada juga yang mencari alasan untuk menyalahkan Yesus, maka mereka menyuruh-Nya melakukan keajaiban sebagai tanda bukti bahwa Dia benar-benar diutus Allah.
LUK 11:17 Tetapi Yesus mengetahui yang mereka pikirkan, lalu berkata kepada mereka, “Tidak mungkin Satanas mengusir roh-roh yang berpihak kepadanya. Kalau kaki-tangannya terpecah-belah dan saling bermusuhan, berarti kerajaannya akan hancur. Sama halnya seperti suatu negara. Kalau penduduk negara itu saling bermusuhan dan berperang, negara itu akan hancur. Begitu juga kalau perpecahan terjadi di antara anggota keluarga. Jadi tidak masuk akal kalian mengatakan bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
LUK 11:19 Lagipula, seandainya benar Aku mengusir setan-setan dengan kuasa iblis, berarti kita harus bertanya, ‘Dengan kuasa siapa anggota-anggota kelompok agama kalian mengusir setan-setan?’ Mereka pun tentu akan mengatakan bahwa tuduhan kalian terhadap-Ku itu salah.
LUK 11:20 Tetapi sebenarnya Aku mengusir setan-setan dengan kuasa Allah. Hal itu membuktikan bahwa tanpa kalian sadari Allah sudah mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini dengan penuh kuasa.
LUK 11:21 “Iblis bisa digambarkan seperti pemilik rumah yang kuat dan selalu menjaga rumahnya dengan bersenjata lengkap. Dia mengandalkan senjata-senjatanya itu untuk mengamankan semua hartanya dan untuk mengalahkan Musuhnya, yaitu Aku. Tetapi Aku lebih kuat daripadanya! Ketika Aku menyerang dia, Aku pasti mengalahkannya, mengambil semua senjata itu, lalu merampas hartanya dan membagi-bagikannya menurut kehendak-Ku.
LUK 11:23 “Siapa saja yang tidak berpihak kepada-Ku, berarti dia memusuhi-Ku. Dan siapa yang tidak membantu menggembalakan kawanan domba, berarti dia mencerai-beraikan.”
LUK 11:24 “Ingatlah contoh ini: Apabila roh jahat meninggalkan seseorang, roh itu tidak bisa tenang. Dia terpaksa mencari ke sana kemari, bahkan ke padang belantara, untuk menemukan orang lain yang dapat dikuasai. Ketika dia tidak berhasil menemukan orang baru, dia berpikir, ‘Aku akan kembali saja kepada orang yang sudah aku tinggalkan.’
LUK 11:25 Sewaktu kembali, dia mendapati orang itu sudah menjadi seperti rumah yang disapu bersih dan tertata rapi.
LUK 11:26 Kemudian dia pergi dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya untuk bergabung dengan dia. Waktu mereka masuk dan menguasai orang itu, keadaannya menjadi lebih buruk daripada sebelumnya.”
LUK 11:27 Ketika Yesus sedang berbicara, seorang perempuan dari antara orang banyak itu berseru kepada-Nya, “Ibumu sungguh sangat diberkati Allah karena melahirkan engkau!”
LUK 11:28 Tetapi Yesus berkata, “Jauh lebih diberkati lagi orang-orang yang mendengarkan Firman Allah dan melakukannya!”
LUK 11:29 Ketika semakin banyak orang berkumpul, Yesus berkata, “Kalian yang hidup di zaman ini begitu jahat! Biarpun sudah melihat semua yang Aku lakukan, kalian tetap tidak percaya dan meminta keajaiban lagi. Tetapi untuk orang-orang seperti kalian, Aku sama sekali tidak akan melakukan keajaiban, kecuali yang satu ini, yaitu keajaiban seperti yang pernah terjadi pada Nabi Yunus.
LUK 11:30 Karena sama seperti yang dialami Yunus menjadi keajaiban bagi penduduk Niniwe, begitu juga apa yang Aku, Sang Anak Adam, alami akan menjadi keajaiban bagi kamu semua yang hidup pada zaman sekarang.
LUK 11:31 “Pada Hari Pengadilan, ratu dari selatan akan berdiri untuk bersaksi melawan orang zaman ini yang tidak percaya. Karena ratu itu datang dari tempat yang sangat jauh untuk mempelajari kebijaksanaan Raja Salomo. Perhatikanlah, Aku yang lebih besar daripada Salomo ada di sini di hadapan kalian! Tetapi kalian tidak mau mendengarkan Aku.
LUK 11:32 “Pada Hari Pengadilan, penduduk kota Niniwe juga akan berdiri untuk bersaksi melawan kalian yang hidup pada zaman sekarang. Karena sewaktu Yunus memberitakan pesan Allah kepada mereka, mereka bertobat. Tetapi walaupun Aku sudah di sini dan Aku lebih besar daripada Yunus, kalian tidak mau bertobat!”
LUK 11:33 “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menyembunyikannya, atau menutupnya dengan tempayan. Tetapi pelita selalu ditaruh di tempat yang tinggi untuk menerangi semua orang yang masuk ke rumah itu.
LUK 11:34 Matamu seperti jendela yang menjadi jalan masuknya terang ke dalam tubuhmu. Kalau matamu baik, seluruh hidupmu pun akan diterangi. Tetapi kalau matamu rusak, maka setiap bagian dalam hidupmu tidak akan diterangi dan akan menjadi sangat gelap.
LUK 11:35 Karena itu waspadalah! Jangan sampai terang yang ada dalam dirimu menjadi gelap.
LUK 11:36 Jadi, kalau mata hatimu tidak buta, seluruh hidupmu pun akan menjadi sangat terang dan tidak ada lagi kegelapan, seperti cahaya pelita yang sangat terang.”
LUK 11:37 Sesudah Yesus menyampaikan ajaran-Nya, seorang Farisi mengundang Dia makan di rumahnya. Lalu Yesus masuk ke rumah orang itu dan makan bersamanya serta orang-orang Farisi yang lain dan beberapa ahli Taurat.
LUK 11:38 Orang Farisi itu heran ketika melihat Yesus tidak membasuh tangan lebih dulu sesuai adat orang-orang Farisi.
LUK 11:39 Tetapi Tuhan berkata kepadanya, “Cara kalian orang Farisi mengikuti perintah Allah bisa digambarkan seperti orang yang hanya mencuci cangkir dan piring pada bagian luarnya saja, tetapi lupa mencuci bagian dalam yang sangat kotor. Begitu jugalah hatimu masing-masing penuh dengan kotoran, yaitu berbagai pikiran serakah dan keinginan jahat.
LUK 11:40 Hai orang-orang bodoh! Seharusnya kalian tahu bahwa Allah— yang menciptakan bagian luar manusia— juga tahu yang ada dalam hatimu!
LUK 11:41 Jadi bersihkanlah juga hatimu yang cinta uang itu. Caranya, bagikanlah hartamu kepada orang miskin. Dengan begitu barulah kamu bersih di mata Allah, baik bagian luar maupun dalam.
LUK 11:42 “Celakalah kalian orang-orang Farisi! Kamu hanya mengikuti semua peraturan hukum Taurat yang kecil, tetapi lupa melakukan perintah Allah yang paling penting. Misalnya kamu rajin memberikan perpuluhan ke rumah Allah dari rempah-rempah hasil kebunmu, seperti selasih, inggu, dan jenis-jenis tanaman bumbu yang lain. Tetapi kamu lupa mengikuti perintah Allah yang paling penting, yaitu melakukan yang adil kepada sesama dan mengasihi Allah. Seharusnya kamu melakukan hal-hal yang paling penting itu, dan jangan melupakan hal-hal yang kecil juga.
LUK 11:43 “Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Kalian suka duduk di kursi-kursi paling depan di rumah-rumah pertemuan, dan suka menerima hormat dari orang-orang saat berjalan di tempat umum.
LUK 11:44 Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Kamu semuanya munafik! Kamu seperti kuburan yang tidak bertanda. Orang-orang yang berjalan di atasnya tidak menyadari bahwa mereka sudah menjadi najis karena bersentuhan dengan kuburan itu. Demikian juga kalian: Waktu orang lain mengikuti kalian, tanpa sadar mereka meniru sifat kalian yang seperti kenajisan di hadapan Allah!”
LUK 11:45 Lalu seorang ahli Taurat berkata kepada Yesus, “Guru, ketika kamu mengatakan hal-hal itu kepada orang Farisi, kamu menghina kami juga!”
LUK 11:46 Jawab Yesus, “Celakalah juga kalian, hai ahli-ahli Taurat! Kalian membebani orang lain dengan banyak peraturan agama yang sangat sulit dilakukan. Tetapi kalian sendiri sama sekali tidak menjadi teladan bagi mereka. Bahkan seujung kuku pun kalian tidak berusaha melakukannya.
LUK 11:47 Celakalah kalian! Karena kalian membangun kuburan-kuburan yang indah untuk para nabi, padahal nenek moyang kalianlah yang sudah membunuh mereka!
LUK 11:48 Dengan begitu kalian menunjukkan bahwa sebenarnya kalian mendukung perbuatan nenek moyang kalian. Mereka yang sudah membunuh para nabi, dan kalian yang membangun kuburannya.
LUK 11:49 “Karena itu, sejak dulu Allah dengan hikmat-Nya sudah memutuskan, ‘Berulang kali Aku akan mengutus nabi dan rasul kepada bangsa Yahudi, tetapi bangsa yang keras kepala itu akan membunuh sebagian dari mereka dan menyiksa sebagian yang lain.’
LUK 11:50 Sebagai akibatnya, Allah juga sudah memutuskan untuk menanggungkan hukuman yang paling berat kepada kalian orang Yahudi atas darah semua utusan-Nya yang sudah kalian bunuh itu. Kalian yang hidup pada zaman sekarang dan sudah menyaksikan pelayanan-Ku akan menanggung hukuman atas semua pembunuhan nabi sepanjang sejarah, mulai dari Habel sampai Zakaria! (Zakaria adalah orang yang dibunuh di antara ruang kudus dan mezbah di rumah Allah.)
LUK 11:52 “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat! Kalian sudah diberi kunci kehidupan, yaitu pengetahuan tentang cara untuk berkenan kepada Allah. Tetapi kalian sendiri tidak menggunakan ajaran itu, bahkan merahasiakannya dan menghalang-halangi semua orang yang ingin mengetahuinya!”
LUK 11:53 Sejak Yesus mengatakan hal-hal itu kepada mereka, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat sangat dendam kepada-Nya, dan mereka sering menyerang Dia dengan berbagai pertanyaan.
LUK 11:54 Mereka berpura-pura mendengarkan ajaran-Nya, tetapi sebenarnya mereka ingin menjebak Dia. Kalau Yesus sampai mengajarkan sesuatu yang salah, mereka berencana mengadukan Dia di hadapan para pemimpin Yahudi.
LUK 12:1 Sementara itu, datanglah ribuan orang berkerumun untuk mendengarkan ajaran Yesus— begitu padatnya sampai berdesak-desakan dan kaki mereka terinjak-injak. Lalu Yesus mulai mengajar, terutama kepada para murid-Nya, “Hati-hatilah! Jangan sampai kalian terkena ragi dari kelompok Farisi, yaitu sikap munafik mereka.
LUK 12:2 Karena setiap usaha dan rencana jahat manusia yang dirahasiakan, suatu hari nanti pasti akan dinyatakan dan diketahui juga.
LUK 12:3 Jadi apa pun yang kamu beritahukan secara diam-diam kepada orang lain akan tersebar. Dan yang kamu bisikkan kepada orang lain di dalam kamar pribadi akan tersiar ke mana-mana.
LUK 12:4 “Sahabat-sahabat-Ku, Aku berkata kepada kalian, janganlah takut kepada manusia. Karena sejahat apa pun mereka, paling parah mereka hanya bisa membunuh tubuhmu. Sesudah itu mereka tidak dapat mencelakaimu lagi.
LUK 12:5 Tetapi Aku beritahukan kepada siapa seharusnya kalian takut: Takut dan hormatlah kepada Allah. Karena Dia bukan hanya bisa membunuh tubuhmu, tetapi juga berkuasa untuk melemparkan jiwamu ke dalam neraka. Ya, Dialah yang seharusnya kamu takuti dan hormati!
LUK 12:6 “Ingatlah contoh ini: Lima ekor burung pipit dijual seharga dua uang logam yang nilainya paling murah. Biarpun begitu, seekor pun tidak akan pernah dilupakan oleh Allah.
LUK 12:7 Karena itu janganlah takut! Kalian jauh lebih berharga daripada banyak burung pipit, bahkan jumlah helai rambut di kepalamu pun TUHAN tahu.”
LUK 12:8 “Aku menegaskan: Apabila kamu mengaku sebagai pengikut-Ku di hadapan orang lain, maka Aku juga akan mengakui kamu sebagai pengikut-Ku di hadapan para malaikat di surga.
LUK 12:9 Tetapi kalau kamu menyangkal sebagai pengikut-Ku di hadapan orang lain, Aku juga tidak akan mengakui kamu sebagai pengikut-Ku di hadapan para malaikat di surga.
LUK 12:10 Setiap orang yang berbicara menentang Aku, Sang Anak Adam, masih bisa diampuni. Tetapi orang yang menghina Roh Kudus tidak akan pernah diampuni.
LUK 12:11 “Waktu kamu ditangkap dan dibawa menghadap para pemimpin Yahudi atau para pejabat pemerintah, janganlah kamu kuatir tentang apa yang harus kamu katakan untuk membela diri, atau bagaimana kamu akan menjawab semua pertanyaan mereka.
LUK 12:12 Karena pada saat itu juga Roh Kudus akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kamu katakan.”
LUK 12:13 Lalu seseorang di antara kerumunan itu berkata kepada Yesus, “Guru, tolong suruh saudara saya untuk membagi harta warisan ayah kami dengan saya.”
LUK 12:14 Tetapi jawab Yesus kepadanya, “Saudara, Aku bukan hakim ataupun penengah untuk menyelesaikan perkara kalian berdua.”
LUK 12:15 Lalu Dia berkata kepada mereka, “Waspadalah dan berjaga-jagalah! Jangan sampai kalian serakah dan menginginkan milik orang lain. Karena hidup kalian tidak bergantung pada uang atau harta kekayaan.”
LUK 12:16 Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan ini, “Ada seorang kaya yang baru saja mengumpulkan hasil panen berlimpah dari ladang-ladangnya.
LUK 12:17 Lalu dia berpikir, ‘Sudah tidak ada lagi tempat untuk menyimpan hasil panenku yang banyak ini. Apa yang harus aku lakukan?’
LUK 12:18 “Setelah menimbang-nimbang, dia pun berkata, ‘Aha! Aku tahu! Aku akan membongkar lumbung-lumbung gandumku yang lama dan membangun yang lebih besar lagi, supaya aku bisa menyimpan semua gandum dan barang-barangku yang lain.
LUK 12:19 Sesudah itu aku akan merasa puas dan tenang karena hartaku sangat banyak. Semua itu tidak akan habis sepanjang hidupku. Jadi aku tidak perlu bekerja lagi, hanya makan, minum, dan bersenang-senang saja!’
LUK 12:20 “Tetapi Allah berkata kepadanya, ‘Hei, orang bodoh! Sia-sia saja kamu menimbun harta untuk dirimu sendiri, karena malam ini juga Aku akan mencabut nyawamu!’
LUK 12:21 “Nah, seperti itulah yang akan terjadi kepada setiap orang yang mengumpulkan harta untuk dirinya sendiri di dunia ini, tetapi tidak berusaha mengumpulkan harta surgawi dan tidak mau menjadi kaya di hadapan Allah.”
LUK 12:22 Kemudian Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir tentang kebutuhan hidupmu sehari-hari, seperti makanan atau pakaian.
LUK 12:23 Karena tujuan hidupmu yang sebenarnya jauh lebih penting daripada soal makanan dan pakaian.
LUK 12:24 Perhatikanlah burung-burung gagak. Mereka tidak perlu menanam atau memanen, dan tidak perlu membangun gudang atau lumbung. Tetapi Allah menyediakan makanan untuk mereka. Ketahuilah: Di mata Allah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung!
LUK 12:25 Jadi tidak usah kuatir! Lagipula, kekuatiranmu tidak dapat memperpanjang umurmu sedetik pun.
LUK 12:26 Nah, karena hal sekecil itu saja tidak bergantung pada kekuatanmu sendiri, apalagi hal-hal lainnya yang lebih besar. Maka tidak usah kamu mengkuatirkannya.
LUK 12:27 “Perhatikanlah bunga-bunga liar yang tumbuh tanpa bekerja dan tidak perlu membuat pakaiannya sendiri, karena Allah yang menjadikan bunga itu. Aku menegaskan kepadamu: Baju Raja Salomo yang paling mewah pun masih kalah indah dengan bunga itu.
LUK 12:28 Dan kalau Allah memberi keindahan sedemikian rupa kepada tumbuhan liar, padahal tumbuhan itu hidup sebentar saja kemudian layu dan dibuang ke dalam api, maka yakinlah bahwa Dia pasti lebih memperhatikan kamu daripada tumbuhan itu. Dia juga akan menyediakan pakaian bagimu, hai kamu yang kurang percaya!
LUK 12:29 “Jadi, janganlah kuatir tentang apa yang akan kamu makan atau minum.
LUK 12:30 Semua hal itu selalu dikuatirkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
LUK 12:31 Hal yang harus kamu utamakan adalah hidup dengan cara yang sepatutnya sebagai warga kerajaan Allah, dan Dia akan memberikan juga semua yang kamu perlukan.”
LUK 12:32 “Hai kalian para pengikut-Ku, janganlah cemas biarpun di dunia ini kalian bagaikan kawanan domba yang kecil dan tidak berdaya! Karena Bapa kita yang di surga dengan senang hati akan menyambut setiap kalian sebagai warga kerajaan-Nya.
LUK 12:33 Juallah semua harta bendamu dan sumbangkanlah uangnya kepada orang-orang miskin. Dengan begitu kamu mengumpulkan bagi dirimu harta kekayaan yang tidak bisa lapuk, yaitu harta surgawi yang tidak akan pernah habis. Di sana hartamu aman, karena pencuri tidak bisa mencurinya dan ngengat tidak bisa merusaknya. Kumpulkanlah harta di surga,
LUK 12:34 karena di mana hartamu berada, di situ jugalah hati dan pikiranmu berada.
LUK 12:35 “Hendaklah kalian selalu siap sedia melayani Allah! Hendaklah kalian seperti para hamba yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta pernikahan. Siang-malam mereka selalu siap sedia menyambut dia dengan pelita-pelita yang tetap menyala. Dengan begitu, ketika tuan itu pulang dan mengetuk pintu, mereka siap dan segera membukakan pintu baginya.
LUK 12:37 Sungguh diberkati para hamba yang didapati tuannya masih tetap berjaga-jaga ketika dia kembali! Aku menegaskan kepadamu: Tuan itu akan mempersilakan mereka duduk makan. Lalu dia sendiri akan memakai pakaian sederhana seperti seorang hamba dan melayani mereka.
LUK 12:38 Para hamba itu akan lebih diberkati lagi kalau tuan mereka kembali pada tengah malam atau pagi-pagi buta dan mendapati mereka tetap berjaga-jaga!
LUK 12:39 “Dan ingatlah contoh ini: Kalau tuan rumah mengetahui jam berapa pencuri datang, dia pasti berjaga-jaga terus, supaya pencuri itu tidak bisa masuk ke rumahnya.
LUK 12:40 Begitu jugalah dengan kalian! Hendaklah kalian tetap siap sedia, karena Aku akan datang pada saat yang tidak kalian sangka.”
LUK 12:41 Lalu Petrus bertanya, “Tuhan, dalam perumpamaan tadi, siapakah hamba yang harus selalu berjaga-jaga itu?— kami murid-murid-Mu saja atau semua orang lain juga?”
LUK 12:42 Tuhan Yesus menjawab, “Buktikanlah bahwa kamu masing-masing adalah hamba-Ku yang setia dan bijak! Karena waktu Sang Tuan hendak bepergian, hamba yang setia dan bijak akan diangkat dan diberi tugas khusus, yaitu memberikan makanan kepada hamba-hamba yang lain sesuai jadwal.
LUK 12:43 Kalau Tuannya tiba-tiba datang dan mendapati dia sedang melakukan tugasnya, Tuannya akan sangat senang kepada hamba itu dan memberkati dia.
LUK 12:44 Aku menegaskan kepadamu: Tuannya itu akan mempercayakan seluruh harta bendanya kepada hamba yang bijak dan setia itu.
LUK 12:45 “Sebaliknya, hamba yang jahat akan berpikir, ‘Tuanku pulangnya masih lama.’ Lalu dia mulai memukuli hamba-hamba lain, baik laki-laki maupun perempuan, dan hanya makan minum sampai mabuk.
LUK 12:46 Waktu Tuannya tiba-tiba pulang pada hari dan jam yang tidak disangka-sangka, maka hamba yang tidak setia itu akan dibinasakan-Nya dan dibuat senasib dengan orang-orang yang tidak setia kepada-Nya.
LUK 12:47 “Setiap hamba yang tahu kehendak Tuannya tetapi tidak mempersiapkan diri dan sengaja tidak melakukan kehendak Tuannya itu, dia akan dihukum dengan berat.
LUK 12:48 Tetapi setiap hamba yang melakukan kesalahan karena tidak tahu kehendak Tuannya, dia akan dihukum lebih ringan. Setiap hamba yang dipercaya untuk mengerjakan banyak hal akan dimintai pertanggungjawaban untuk setiap tugasnya itu. Dan setiap hamba yang diberi kepercayaan besar akan dituntut hasil yang besar juga.”
LUK 12:49 “Kedatangan-Ku ke dunia ini bisa digambarkan seperti api yang akan membakar dunia. Betapa baiknya kalau api itu sudah mulai menjalar!
LUK 12:50 Tetapi sebelum hal itu terjadi, Aku sudah ditetapkan untuk memikul penderitaan besar. Dan betapa tertekannya hati-Ku sebelum penderitaan itu berakhir.
LUK 12:51 Janganlah kalian berpikir bahwa Aku datang ke dunia ini untuk menciptakan damai. Aku menegaskan kepadamu: Aku bukan menciptakan damai, tetapi justru menimbulkan pertentangan.
LUK 12:52 Karena mulai sekarang akan terjadi pertentangan tentang Aku di dalam banyak keluarga. Kalau suatu keluarga terdiri dari lima orang, maka yang tiga orang akan menentang yang dua, atau yang dua orang akan menentang yang tiga— sesuai dengan yang dinubuatkan dalam ayat Kitab Suci ini:
LUK 12:53 ‘Anak laki-laki dan ayahnya akan saling menentang, anak perempuan dan ibunya akan saling menentang, dan menantu perempuan dan ibu mertuanya akan saling menentang.’”
LUK 12:54 Pada hari lain Yesus menggunakan contoh ini waktu mengajar orang banyak, “Ketika kalian melihat awan gelap muncul di sebelah barat, kalian berkata, ‘Oh, hujan segera akan turun,’ dan hal itu memang terjadi.
LUK 12:55 Ketika angin bertiup dari selatan, kalian berkata, ‘Hari akan panas,’ dan hal itu memang terjadi.
LUK 12:56 Hei kalian orang munafik! Kalian bisa meramalkan cuaca hanya dengan melihat keadaan langit dan bumi, lalu kenapa kalian buta terhadap tanda-tanda zaman yang sedang terjadi sekarang ini?!”
LUK 12:57 “Mengapa kamu tidak membuka matamu sendiri dan memilih jalan yang benar?!
LUK 12:58 Kalau ada orang yang mengadukanmu ke pengadilan, selagi kamu berdua masih dalam perjalanan ke tempat pengadilan, usahakanlah sungguh-sungguh untuk menyelesaikan masalahmu dengan dia. Kalau tidak, dia akan menuntut kamu, lalu hakim akan menyerahkan kamu kepada petugas penjara supaya kamu dipenjarakan.
LUK 12:59 Aku menegaskan kepadamu: Kamu tidak akan bisa keluar dari penjara itu sampai kamu membayar lunas semua utangmu dan denda yang ditetapkan oleh hakim!”
LUK 13:1 Waktu Yesus mengajarkan hal-hal itu, beberapa orang yang hadir memberitahukan kepada Yesus tentang orang-orang provinsi Galilea yang dibunuh Pilatus. Mereka dibunuh ketika sedang mempersembahkan hewan kurban kepada Allah, lalu darah mereka sendiri tercampur dengan darah hewan-hewan kurban itu.
LUK 13:2 Mendengar berita itu, Yesus berkata kepada mereka, “Lalu karena orang-orang Galilea itu mati mengenaskan, apakah kalian pikir dosa mereka lebih banyak daripada dosa semua orang Galilea yang lain?
LUK 13:3 Tidak! Aku sungguh-sungguh menegaskan kepada kamu semua: Kalau kamu tidak bertobat, kamu bukan saja kena bencana seperti mereka, tetapi juga masuk neraka!
LUK 13:4 Atau contoh lain, ketika menara penjagaan Siloam roboh dan delapan belas orang mati tertimpa, kalian mungkin berpikir dosa mereka lebih banyak daripada dosa semua orang lain di Yerusalem.
LUK 13:5 Sama sekali tidak! Sekali lagi Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu tidak bertobat, kamu bukan saja kena bencana seperti mereka, tetapi juga masuk neraka!”
LUK 13:6 Lalu Yesus menceritakan perumpamaan ini, “Ada seseorang yang mempunyai sebatang pohon ara di kebun anggurnya. Dia sudah beberapa kali datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak ada.
LUK 13:7 Maka dia berkata kepada tukang kebunnya, ‘Lihat, sudah tiga tahun saya mencari buah pada pohon ara ini, tetapi belum pernah ada. Karena itu tebanglah pohon ini daripada merusak kesuburan tanah. Tidak ada gunanya pohon ini tumbuh di kebun saya.’
LUK 13:8 “Tetapi tukang kebun itu menjawab, ‘Tuan, biarkanlah pohon ini tumbuh satu tahun lagi. Saya akan menggali tanah di sekelilingnya dan menaburkan pupuk kandang.
LUK 13:9 Mudah-mudahan tahun depan pohon ini berbuah. Kalau tidak, kita tebang saja.’”
LUK 13:10 Suatu kali pada hari Sabat, Yesus sedang mengajar di sebuah rumah pertemuan.
LUK 13:11 Di situ ada seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun punggungnya bungkuk dan tidak bisa berdiri tegak lagi, sebab roh jahat membuatnya lemah.
LUK 13:12 Ketika melihat perempuan itu, Yesus memanggilnya untuk maju ke depan dan berkata, “Ibu, kamu sudah disembuhkan dari penyakitmu.”
LUK 13:13 Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya pada perempuan itu. Saat itu juga dia langsung bisa berdiri tegak, lalu memuji Allah.
LUK 13:14 Tetapi pemimpin rumah pertemuan itu menjadi marah karena Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Dia berkata kepada orang banyak, “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada hari-hari itu untuk disembuhkan. Jangan pada hari Sabat!”
LUK 13:15 Tetapi jawab Tuhan, “Hei kamu orang-orang munafik! Setiap hari kalian masing-masing melepaskan tali sapi atau keledaimu dari kandang, lalu membawanya pergi untuk memberinya minum, bahkan pada hari Sabat.
LUK 13:16 Ibu ini adalah keturunan Abraham yang sudah delapan belas tahun menderita karena perbuatan Satanas. Dia seperti terikat rantai besi. Tentu tidak salah membebaskan dia dari penderitaannya, biarpun hari ini hari Sabat!”
LUK 13:17 Sesudah Yesus berkata begitu, semua orang yang melawan Dia menjadi malu, sedangkan semua orang lain bersukacita karena hal-hal ajaib yang dilakukan-Nya.
LUK 13:18 Yesus berkata, “Supaya lebih jelas, Aku memberikan dua gambaran tentang kerajaan Allah:
LUK 13:19 Yang pertama, kerajaan Allah seperti biji sawi yang diambil seseorang dan ditanam di kebunnya. Biji itu pun tumbuh sampai menjadi pohon yang besar, sehingga burung-burung bisa membuat sarang pada cabang-cabangnya.
LUK 13:20 “Yang kedua, kerajaan Allah bisa digambarkan seperti
LUK 13:21 ragi yang dicampurkan oleh seorang perempuan ke dalam tepung yang sangat banyak. Biarpun raginya sedikit dan tepungnya banyak, tetapi semuanya mengembang dan bisa dipanggang menjadi roti.”
LUK 13:22 Yesus melanjutkan perjalanan-Nya menuju Yerusalem melewati berbagai kota dan desa. Di setiap tempat yang dilewati-Nya itu Dia menyampaikan ajaran-Nya.
LUK 13:23 Lalu seseorang bertanya kepada-Nya, “Tuhan, apakah hanya sedikit orang yang akan diselamatkan?” Kata Yesus kepada semua orang yang ada di situ,
LUK 13:24 “Berusahalah terus supaya kamu masing-masing berhasil melewati pintu surga yang sempit. Aku menegaskan bahwa banyak orang ingin masuk ke surga, tetapi tidak mampu melakukannya.
LUK 13:25 Suatu hari nanti, Aku sebagai Pemilik rumah akan menutup pintu rumah-Ku itu. Kamu semua yang masih berdiri di luar akan mengetuk-ngetuk pintu itu sambil berkata, ‘Tuhan, Penguasaku, tolong bukakan pintu bagiku.’ Tetapi Aku akan menjawab, ‘Aku tidak pernah menganggap bahwa Aku benar-benar menjadi Tuhan dan Penguasamu.’
LUK 13:26 Lalu kamu akan berkata, ‘Tetapi saya sudah makan dan minum bersama Tuhan. Engkau juga pernah mengajar di jalan-jalan kota kami!’
LUK 13:27 Saat itu Aku akan berkata kepadamu, ‘Di mata-Ku, kalian tidak pernah menganggap Aku sebagai Tuhanmu. Hei kamu dan semua pelaku kejahatan, pergilah dari hadapan-Ku!’
LUK 13:28 “Di luar sana, kamu akan menangis dan sangat menderita ketika kamu melihat Abraham, Isak, dan Yakub, serta semua nabi menikmati hidup yang kekal di dalam kerajaan Allah, sedangkan kamu sendiri dilarang masuk.
LUK 13:29 Juga banyak orang yang bukan Yahudi akan datang dari seluruh penjuru bumi dan ikut berpesta dalam kerajaan Allah.
LUK 13:30 Dan ketahuilah: Orang-orang yang sekarang ini mempunyai kedudukan rendah, kelak akan mendapat kedudukan tinggi. Dan orang-orang yang sekarang ini mempunyai kedudukan tinggi, kelak akan mendapat kedudukan rendah.”
LUK 13:31 Hari itu juga beberapa orang Farisi datang kepada Yesus dan berkata, “Pergilah dan tinggalkan tempat ini, karena Raja Herodes mau membunuhmu.”
LUK 13:32 Tetapi jawab Yesus kepada mereka, “Pergilah dan beritahukan kepada anjing licik itu, ‘Hari ini dan besok Aku akan menjalankan tugas-Ku untuk mengusir setan-setan dan menyembuhkan orang-orang sakit. Lalu pada hari ketiga tugas-Ku akan selesai.
LUK 13:33 Tetapi hari ini, besok, dan lusa Aku akan terus menjalankan tugas-Ku ini sampai Aku tiba di Yerusalem. Sebab tidak mungkin Aku dibunuh di kota lain, karena nabi-nabi selalu dibunuh di Yerusalem.’
LUK 13:34 “Oh penduduk Yerusalem! Kalianlah yang selalu membunuh para nabi dan utusan-utusan Allah yang datang dan bernubuat atas nama Bapa-Ku. Ada yang kalian bunuh dengan pedang, dan ada yang kalian lempari dengan batu sampai mati. Sudah sering Aku mengulurkan kedua tangan-Ku untuk memeluk dan melindungi kalian, seperti induk ayam mengumpulkan dan melindungi anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kalian selalu menolak.
LUK 13:35 Ingatlah: Hampir tiba saatnya Allah tidak lagi mendiami rumah-Nya yang ada di kotamu. Percayalah bahwa mulai sekarang, kalian tidak akan melihat Aku lagi sampai tiba saatnya Aku datang kembali dan kalian berkata, ‘Diberkatilah Raja kita ini yang datang mewakili TUHAN!’”
LUK 14:1 Pada suatu hari Sabat, Yesus pergi ke rumah seorang Farisi yang terkemuka dan makan di sana. Para anggota kelompok Farisi terus mengamat-amati Dia karena mereka hendak mencari-cari kesalahan yang bisa dipakai untuk menuduh-Nya melanggar peraturan hari Sabat.
LUK 14:2 Pastilah bukan suatu kebetulan, ada seorang laki-laki yang sakit duduk tepat di depan Yesus. Tangan dan kakinya bengkak sekali.
LUK 14:3 Lalu Yesus bertanya kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hadir, “Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat?”
LUK 14:4 Tetapi mereka diam saja. Yesus pun memegang dan menyembuhkan orang sakit itu, lalu mempersilakannya pergi.
LUK 14:5 Kemudian Dia berkata kepada orang-orang Farisi yang hadir di situ, “Kalau anakmu atau sapimu jatuh ke dalam sumur pada hari Sabat, pasti kamu juga akan mengangkatnya dari sumur itu, bukan?!”
LUK 14:6 Dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang sanggup membantah pernyataan Yesus itu.
LUK 14:7 Yesus melihat bagaimana para undangan berusaha duduk di tempat-tempat yang terhormat. Oleh karena itu Dia menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka.
LUK 14:8 “Ketika kamu menghadiri pesta pernikahan, janganlah kamu duduk di tempat yang terhormat. Karena ada kemungkinan tuan rumah sudah mengundang seseorang yang lebih terhormat daripadamu.
LUK 14:9 Kalau demikian, tuan rumah itu akan mendatangi kamu dan berkata, ‘Tolong berikan tempat dudukmu kepada sobat saya ini.’ Dan dengan rasa malu kamu akan pindah ke tempat yang paling belakang.
LUK 14:10 “Oleh sebab itu, ketika kamu diundang ke pesta pernikahan, duduklah di tempat yang paling belakang, sehingga orang yang mengundangmu mungkin akan berkata kepadamu, ‘Sobat, duduklah di tempat yang lebih terhormat!’ Dengan begitu kamu akan mendapat penghormatan di depan semua orang yang hadir di situ.
LUK 14:11 Karena siapa yang meninggikan dirinya akan direndahkan oleh Allah. Dan siapa yang merendahkan hatinya akan ditinggikan oleh Dia.”
LUK 14:12 Lalu Yesus berkata kepada orang Farisi yang mengundang-Nya itu, “Ketika kamu mengadakan pesta makan, janganlah kamu hanya mengundang teman-temanmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya. Karena pada kesempatan lain, mereka akan membalasnya dengan balik mengundangmu ke pesta mereka.
LUK 14:13 Tetapi ketika kamu mengadakan pesta, undanglah juga orang-orang yang miskin, cacat, lumpuh, dan buta.
LUK 14:14 Mereka itu tidak akan mampu membalasnya. Allahlah yang akan membalasnya dengan memberkatimu. Dan balasannya juga akan kamu terima ketika orang-orang benar dihidupkan kembali.”
LUK 14:15 Mendengar itu, salah satu tamu yang duduk makan di situ berkata kepada Yesus, “Sungguh diberkati Allah setiap orang yang nanti diundang ke pesta besar di kerajaan Allah pada permulaan zaman baru!”
LUK 14:16 Lalu kata Yesus kepadanya, “Suatu kali, ada seorang kaya mengadakan pesta makan yang sangat besar dan mengundang banyak orang.
LUK 14:17 Ketika pesta itu sudah siap dimulai, dia menyuruh seorang budaknya pergi kepada para undangan untuk menyampaikan, ‘Mari datanglah, karena semuanya sudah siap!’
LUK 14:18 Tetapi setiap orang membuat alasan untuk menolak datang. Orang pertama berkata, ‘Saya sudah membeli ladang dan harus pergi melihatnya. Saya minta maaf.’
LUK 14:19 Yang lain berkata, ‘Saya sudah membeli sepuluh sapi jantan. Sekarang saya mau berangkat untuk mencobanya. Maaf!’
LUK 14:20 Dan yang lain lagi berkata, ‘Saya baru saja menikah. Karena itu saya tidak bisa datang. Maaf!’
LUK 14:21 “Budak itu kembali dan menceritakan semuanya kepada tuannya. Tuan itu pun marah, lalu berkata kepadanya, ‘Segeralah pergi ke jalan-jalan dan gang-gang kota ini. Ajaklah ke sini orang-orang miskin, cacat, buta, dan lumpuh.’
LUK 14:22 “Tidak lama kemudian budak itu datang dan melaporkan, ‘Tuan, seperti yang Tuan perintahkan sudah saya lakukan, tetapi masih ada tempat yang kosong.’
LUK 14:23 Kemudian tuan itu berkata kepadanya, ‘Pergilah ke jalan-jalan raya dan jalan-jalan kecil di luar kota. Desaklah siapa saja untuk datang ke sini supaya rumah saya penuh.
LUK 14:24 Saya bersumpah bahwa mereka yang sudah menolak datang tadi tidak akan boleh masuk dan tidak akan mengecap sedikit pun dari makanan yang disediakan untuk pestaku ini!’” Lalu Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan berkata, “Banyak orang yang diundang, tetapi hanya sedikit yang terpilih.”
LUK 14:25 Pada waktu banyak orang berjalan mengikuti Yesus, Dia berbalik memandang mereka lalu berkata,
LUK 14:26 “Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mau menjadi pengikut-Ku, dia harus rela kehilangan ayah ibunya, anak-anaknya, pasangannya, semua saudara dan saudarinya, bahkan nyawanya sendiri.
LUK 14:27 Kamu tidak mungkin menjadi pengikut-Ku kalau tidak bertekad, ‘Sekalipun harus mati, bahkan mati disalibkan, aku akan tetap mengikut Tuhan.’
LUK 14:28 “Keputusanmu untuk mengikut Aku dapat digambarkan seperti ini: Kalau kamu berencana membangun sebuah menara, pastilah kamu lebih dulu menghitung biayanya, supaya kamu tahu apakah danamu cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
LUK 14:29 Jangan sampai kamu hanya bisa membangun fondasinya lalu tidak mampu menyelesaikannya. Karena setiap orang yang melihatnya nanti akan mengejekmu,
LUK 14:30 ‘Orang ini mulai membangun, tetapi tidak sanggup menyelesaikannya!’
LUK 14:31 “Atau contoh lain, kalau seorang raja mempunyai sepuluh ribu tentara, tetapi raja lain yang mempunyai dua puluh ribu tentara sedang berencana untuk menyerang dia, pastilah raja yang pertama itu lebih dulu menimbang-nimbang, ‘Sanggupkah aku melawan musuhku itu?’
LUK 14:32 Kalau dia merasa bahwa tentaranya tidak sanggup melawan tentara musuhnya, maka selagi musuhnya itu masih jauh, dia akan mengutus beberapa pejabatnya untuk membicarakan syarat-syarat untuk berdamai.
LUK 14:33 “Begitu juga dengan kamu masing-masing! Kalau kamu menganggap apa pun yang kamu punya lebih berharga daripada Aku, maka kamu bukan pengikut-Ku.”
LUK 14:34 “Setiap orang yang mengikut Aku ibarat garam. Garam memang dipakai untuk membuat makanan lebih enak. Tetapi kalau rasa asinnya sudah hilang, garam itu tidak berguna sama sekali,
LUK 14:35 baik untuk ladang maupun untuk pupuk. Akhirnya garam itu dibuang saja. “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
LUK 15:1 Pada suatu hari para penagih pajak dan banyak orang lain yang juga dikenal sebagai orang berdosa berdatangan kepada Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya.
LUK 15:2 Melihat itu, para ahli Taurat dan orang Farisi bersungut-sungut, “Apa-apaan ini! Dia menerima orang-orang berdosa, bahkan makan bersama mereka!”
LUK 15:3 Karena itu Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka,
LUK 15:4 “Ada seseorang mempunyai seratus ekor domba. Ketika seekor di antaranya hilang, dia meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang rumput dan cepat-cepat mencari domba yang hilang itu sampai ketemu. (Dalam situasi seperti itu, kamu pun tentu akan melakukan hal yang sama, bukan?!)
LUK 15:5 Sesudah menemukannya, dengan sangat gembira dia mengangkat domba itu, menggendongnya di atas bahunya, dan membawanya pulang.
LUK 15:6 Setibanya di rumah, dia mengundang teman-teman dan para tetangganya dengan berkata, ‘Bersukacitalah bersamaku, karena dombaku yang hilang itu sudah aku temukan!’
LUK 15:7 Nah, Aku beritahukan kepadamu: Begitu jugalah Allah dan seluruh penduduk surga akan lebih bersukacita karena satu orang berdosa yang bertobat, daripada karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak perlu bertobat.”
LUK 15:8 “Atau kalau seorang perempuan mempunyai sepuluh keping uang perak, dan satu di antaranya hilang, tentu dia akan menyalakan pelita dan menyapu rumahnya, lalu mencari sekeping uang itu dengan teliti sampai ketemu.
LUK 15:9 Sesudah menemukannya, dia akan memanggil teman-teman dan para tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah denganku, karena aku sudah menemukan uangku yang hilang itu!’”
LUK 15:10 Kata Yesus, “Aku beritahukan kepadamu: Begitu juga para malaikat di hadapan Allah Bapa selalu bersukacita saat menyaksikan seorang berdosa yang bertobat!”
LUK 15:11 Yesus menambahkan lagi, “Ada seorang ayah mempunyai dua anak laki-laki.
LUK 15:12 Anak yang bungsu berkata kepadanya, ‘Bapak, berikanlah kepadaku harta warisan yang menjadi bagianku. Tidak usahlah aku menunggu sampai Bapak meninggal.’ Lalu orang itu membagikan harta warisannya kepada kedua anaknya itu.
LUK 15:13 “Beberapa hari kemudian, si bungsu menjual semua hartanya itu lalu berangkat ke negeri yang jauh. Di sana dia menghambur-hamburkan uangnya dengan segala macam kesenangan duniawi,
LUK 15:14 sampai akhirnya habislah semua uangnya. Lalu terjadilah bencana kelaparan yang luar biasa di seluruh negeri itu, sehingga dia jatuh miskin dan kelaparan.
LUK 15:15 Anak bungsu itu pun pergi kepada salah seorang penduduk negeri itu untuk meminta pekerjaan. Orang itu lalu memberinya pekerjaan untuk memberi makan babi-babinya di ladang.
LUK 15:16 Si bungsu begitu kelaparan sampai-sampai dia mau memakan makanan babi majikannya, yaitu tumbuh-tumbuhan keras, karena tidak ada orang yang memberinya makanan.
LUK 15:17 “Akhirnya dia sadar akan keadaannya dan berkata dalam hatinya, ‘Semua pekerja upahan ayahku mendapatkan makanan yang cukup, bahkan sampai berlimpah-limpah, sedangkan aku di sini hampir mati kelaparan!
LUK 15:18 Aku akan berangkat pulang kepada ayahku, lalu berkata kepadanya, “Bapak, maafkanlah aku! Aku sudah bersalah kepada Bapak dan berdosa kepada Allah.
LUK 15:19 Aku tidak pantas lagi disebut anak Bapak. Aku mohon supaya Bapak menerimaku sebagai pekerja upahan saja.”’
LUK 15:20 “Lalu dia pun bangkit dan kembali kepada ayahnya. Tetapi ketika anak bungsu itu masih jauh dari rumah, ayahnya sudah melihat dia datang dan merasa kasihan kepadanya. Saat itu juga dia langsung berlari menemui anaknya itu, lalu memeluk dan menciumnya.
LUK 15:21 Kemudian si bungsu berkata kepada ayahnya, ‘Bapak, maafkanlah aku! Aku sudah bersalah kepada Bapak dan berdosa kepada Allah. Aku tidak pantas lagi disebut anak Bapak.’
LUK 15:22 “Tetapi ayahnya berkata kepada pelayan-pelayannya, ‘Ambilkan segera jubah saya yang paling bagus dan pakaikanlah kepada anak saya ini! Pasanglah salah satu cincin saya pada jarinya dan sepasang sandal pada kakinya.
LUK 15:23 Kemudian bawalah anak sapi yang gemuk dan potonglah. Biarlah kita makan dan bersukacita!
LUK 15:24 Karena dulu anak saya ini seakan sudah hilang dan mati, tetapi ternyata dia masih hidup dan kembali kepada saya!’ Lalu mulailah mereka berpesta.
LUK 15:25 “Sementara itu, anaknya yang sulung sedang bekerja di ladang. Ketika dia pulang dan sudah dekat rumah, dia mendengar suara musik dan gaduhnya orang menari.
LUK 15:26 Lalu dia memanggil seorang pelayan yang bekerja di rumahnya dan bertanya, ‘Kenapa ada pesta di rumah ini?’
LUK 15:27 Pelayan itu menjawab, ‘Adik Tuan sudah pulang. Dan ayah Tuan menyuruh kami memotong anak sapi yang gemuk, karena dia sudah mendapatkan anaknya kembali dengan selamat.’
LUK 15:28 “Lalu anak sulung itu sangat marah dan tidak mau masuk ke rumah. Kemudian ayahnya keluar dan membujuk dia supaya masuk.
LUK 15:29 Tetapi anak itu menjawab, ‘Tidak mau! Bertahun-tahun lamanya aku bekerja untuk Bapak dan selalu menaati perintahmu. Tetapi Bapak belum pernah memberiku seekor anak kambing pun supaya aku bisa berpesta dengan teman-temanku!
LUK 15:30 Tetapi baru saja kembali anak bungsumu itu, yang sudah menghabiskan harta Bapak dengan para pelacur, Bapak langsung memotong anak sapi yang terbaik untuk dia!’
LUK 15:31 “Jawab ayahnya, ‘Benar, Nak, kamu selalu bersamaku, dan semua milikku adalah milikmu juga.
LUK 15:32 Tetapi sudah seharusnya kita bersukacita dan merayakan kepulangan adikmu! Karena dulu Bapak pikir adikmu ini seakan sudah hilang dan mati, tetapi ternyata dia masih hidup dan sekarang berkumpul kembali dengan kita di sini.’”
LUK 16:1 Yesus memberikan perumpamaan lagi kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara untuk mengurus hartanya. Orang kaya itu mendengar berita bahwa bendaharanya menghambur-hamburkan kekayaannya.
LUK 16:2 Lalu dia memanggil bendaharanya itu dan berkata, ‘Saya sudah mendapat laporan buruk tentang pekerjaanmu. Karena itu saya akan memecat kamu. Tetapi sebelumnya berikanlah dulu laporan tentang semua harta saya yang sudah kamu urus.’
LUK 16:3 “Lalu bendahara itu berkata dalam hatinya, ‘Gawat! Tuan akan memecatku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?! Menjadi tukang kebun, aku tidak kuat. Kalau mengemis, aku malu!’
LUK 16:4 Setelah berpikir-pikir, dia pun memutuskan, ‘Baiklah, sekarang aku tahu harus bagaimana! Aku akan mengakali supaya orang-orang yang berutang kepada majikanku mau menerimaku di rumah mereka, sesudah aku dipecat dari jabatan bendahara.’
LUK 16:5 “Lalu dia memanggil setiap orang yang berutang kepada tuannya. Kepada orang pertama dia berkata, ‘Berapa utangmu kepada tuan saya?’
LUK 16:6 Jawab orang itu, ‘Seratus tempayan minyak zaitun.’ “Lalu bendahara itu berkata, ‘Sobat, ini surat utangmu. Duduklah dan segeralah tulis di situ menjadi lima puluh tempayan saja!’
LUK 16:7 “Kepada orang berikutnya, bendahara itu bertanya, ‘Berapa utangmu?’ “Jawab orang itu, ‘Seribu keranjang gandum.’ “Katanya kepada orang itu, ‘Sobat, ini surat utangmu. Tulislah di situ menjadi delapan ratus saja!’
LUK 16:8 “Ketika orang kaya itu mengetahui tindakan bendaharanya yang tidak jujur, dia berkata, ‘Wah, cerdik juga dia!’” Lalu Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya, “Memang biasanya orang-orang yang hidupnya hanya memikirkan dunia ini lebih cerdik mengurus masalah duniawi daripada orang-orang yang sudah menjadi warga Kerajaan Terang, yaitu kerajaan Allah.
LUK 16:9 Karena itu Aku menegaskan: Biarpun kekayaan dunia ini cenderung membawamu ke dalam dosa, gunakanlah itu untuk mempererat hubunganmu dengan Sahabat Surgawi, supaya ketika habis waktumu di dunia ini, kamu akan diterima di rumah-rumah surgawi.
LUK 16:10 “Setiap orang yang bisa dipercaya dalam hal-hal kecil juga akan bisa dipercaya dalam hal-hal besar. Dan setiap orang yang tidak jujur dalam hal-hal kecil juga tidak akan jujur dalam hal-hal besar.
LUK 16:11 Jadi, kalau kamu ternyata tidak bisa dipercaya untuk mengurus harta duniawi dengan jujur, maka Allah tidak akan mempercayakan harta surgawi kepadamu.
LUK 16:12 Dan kalau ternyata kamu tidak bisa dipercaya untuk mengurus harta yang sebenarnya bukan milikmu tetapi milik Allah, maka kamu tidak akan diizinkan memiliki apa pun di surga.
LUK 16:13 “Perhatikanlah contoh ini: Tidak mungkin kamu bisa bekerja pada dua majikan sekaligus. Karena kamu pasti akan mengasihi dan mengutamakan yang satu, tetapi membenci dan mengabaikan yang lain. Demikian juga, kamu tidak bisa menjadi hamba Allah sekaligus hamba uang.”
LUK 16:14 Ketika orang-orang Farisi mendengar ajaran-Nya itu, mereka mengejek Yesus, karena mereka cinta uang.
LUK 16:15 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Kalian selalu berusaha supaya kelihatan baik agar dipuji orang, tetapi Allah tahu isi hatimu! Karena segala hal duniawi yang dipuji oleh manusia dibenci oleh Allah.
LUK 16:16 “Hukum Taurat dan tulisan para nabi sudah menyatakan kehendak Allah bagi manusia, sejak zaman penulisannya sampai zaman Yohanes Pembaptis. Sesudah itu, Yohanes dan Aku datang membawa Kabar Baik tentang kerajaan Allah, dan banyak orang berusaha menerobos untuk memasukinya.
LUK 16:17 Namun, Aku tidak akan menghilangkan apa pun dari hukum Taurat, meski hanya satu titik. Lebih mudah langit dan bumi hilang lenyap daripada satu titik dalam hukum Taurat ditiadakan.
LUK 16:18 “Setiap suami yang menceraikan istrinya lalu menikah lagi dengan perempuan lain, maka laki-laki itu berzina. Dan laki-laki yang menikahi perempuan yang diceraikan suaminya, dia juga berzina.”
LUK 16:19 Yesus mengajar mereka dengan perumpamaan lain, “Ada seorang kaya yang selalu memakai jubah indah dari kain halus. Setiap hari dia memuaskan keinginannya dengan hidup serba mewah.
LUK 16:20 Di depan rumah orang kaya itu, ada seorang pengemis bernama Lazarus yang sering dibawa dan dibaringkan di sana. Badannya penuh dengan luka bernanah dan busuk.
LUK 16:21 Lazarus sangat lapar dan hanya berharap bisa makan sisa-sisa makanan yang jatuh terbuang dari meja makan orang kaya itu. Dan yang lebih mengenaskan, anjing-anjing biasa datang menjilati luka-lukanya.
LUK 16:22 “Suatu hari matilah Lazarus. Lalu para malaikat mengantar jiwanya ke tempat yang terhormat di samping Abraham. Orang kaya itu juga mati lalu dikuburkan.
LUK 16:23 Sementara jiwa orang kaya itu tersiksa di dalam neraka, dia melihat ke atas. Dari jauh tampaklah Abraham bersama Lazarus, yang duduk di tempat terhormat di sampingnya.
LUK 16:24 Kemudian orang kaya itu berteriak, katanya, ‘Bapak Abraham, kasihanilah saya! Saya sangat tersiksa di dalam api ini! Tolong suruhlah Lazarus memberikan air untuk menyegarkan lidah saya, walau hanya setetes saja.’
LUK 16:25 “Tetapi jawab Abraham, ‘Nak, ingatlah! Kamu sudah puas menerima hal-hal yang baik selama hidup di dunia. Sedangkan Lazarus hanya menerima hal-hal yang buruk. Sungguh adil kalau sekarang dia terhibur di sini sedangkan kamu tersiksa di sana.
LUK 16:26 Selain itu, di antara kami dan kamu dibuat jurang yang sangat dalam, sehingga tidak ada orang yang bisa menyeberang dari sini ke sana ataupun sebaliknya.’
LUK 16:27 “Kata orang kaya itu, ‘Kalau begitu, saya mohon kepada Bapak untuk menyuruh Lazarus pergi ke rumah orangtua saya
LUK 16:28 dan menemui lima saudara saya yang masih hidup. Suruhlah Lazarus memperingatkan mereka, supaya mereka jangan sampai ikut masuk ke tempat yang penuh penderitaan ini!’
LUK 16:29 “Tetapi Abraham berkata, ‘Bagi mereka sudah ada kitab-kitab Taurat Musa dan para nabi. Biarlah mereka menaati yang tertulis di situ.’
LUK 16:30 “Kata orang kaya itu, ‘Bapak Abraham, itu saja tidak cukup! Tetapi kalau ada seseorang yang sudah mati datang dan memperingatkan mereka, mereka akan bertobat.’
LUK 16:31 “Tetapi Abraham menjawabnya, ‘Kalau mereka sudah tidak mau menaati kitab Taurat Musa dan para nabi, maka percuma saja ada orang yang bangkit dari kematian, karena mereka tetap tidak akan percaya.’”
LUK 17:1 Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Di dunia ini, godaan-godaan untuk berbuat dosa pasti akan selalu ada. Tetapi celakalah orang yang menyebabkan godaan bagi sesamanya, apalagi yang belum dewasa, seperti anak-anak ini. Kalau seseorang menyebabkan sesamanya jatuh dalam dosa, dia akan mendapat hukuman yang sangat berat dari Allah— begitu beratnya sampai dia merasa lebih baik jika sebuah batu besar diikat ke lehernya lalu dia ditenggelamkan ke laut dalam. Mengalami kengerian seperti itu jauh lebih ringan daripada hukuman Allah yang akan dia tanggung selamanya kalau menyebabkan seorang anak jatuh dalam dosa!
LUK 17:3 Karena itu berhati-hatilah! Jangan sampai kalian melakukan hal seperti itu! “Kalau saudaramu seiman bersalah kepadamu, tegurlah dia. Kalau dia menyesali kesalahannya, maafkanlah dia.
LUK 17:4 Bahkan kalau dia melakukan kesalahan kepadamu tujuh kali dalam sehari, dan tujuh kali juga dia berkata kepadamu, ‘Aku menyesal. Maafkan aku,’ hendaklah kamu memaafkan dia.”
LUK 17:5 Lalu kedua belas rasul itu berkata kepada Tuhan, “Tolonglah kami supaya bisa lebih percaya lagi kepada Allah.”
LUK 17:6 Lalu Tuhan berkata, “Kalau keyakinanmu sebesar biji sawi saja, kamu bisa berkata kepada pohon ini, ‘Tercabutlah dari tanah dan tertanamlah di laut,’ maka pohon itu akan taat pada perintahmu.”
LUK 17:7 “Bayangkan seandainya kamu mempunyai seorang budak yang membajak di ladang atau menggembalakan domba-dombamu. Ketika budak itu pulang dari ladang, tidak mungkin kamu berkata kepadanya, ‘Mari masuk dan makan.’
LUK 17:8 Tetapi kamu akan menyuruh dia, ‘Siapkan makanan untuk saya. Pakailah pakaian yang disediakan untuk tugas rumah. Layanilah saya di meja makan sampai saya selesai makan. Sesudah itu kamu boleh makan.’
LUK 17:9 Dan kamu juga tidak perlu berterima kasih kepadanya ketika dia selesai melakukan perintah-perintahmu.
LUK 17:10 Nah, hendaklah kamu juga seperti budak itu. Sesudah kamu melakukan semua yang diperintahkan Allah kepadamu, haruslah kamu berkata, ‘Aku ini cuma seorang budak. Aku hanya melakukan yang memang menjadi tugasku.’”
LUK 17:11 Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus melewati daerah perbatasan Samaria dan Galilea.
LUK 17:12 Waktu Dia memasuki sebuah desa, sepuluh orang laki-laki yang berpenyakit kulit menular datang kepada-Nya, tetapi mereka berdiri agak jauh.
LUK 17:13 Mereka berseru kepada-Nya, “Tuhan Yesus, kasihanilah kami.”
LUK 17:14 Melihat orang-orang itu, Yesus berkata, “Pergilah dan perlihatkanlah diri kalian masing-masing kepada imam yang sedang bertugas.” Lalu mereka pun pergi. Selagi masih berjalan, sembuhlah mereka.
LUK 17:15 Tetapi salah satu dari mereka, ketika menyadari bahwa dirinya sudah sembuh, segera kembali kepada Yesus sambil memuji-muji Allah dengan suara keras.
LUK 17:16 Lalu dia bersujud di depan kaki Yesus dan bersyukur kepada-Nya. Dia bukan orang Yahudi, melainkan orang Samaria.
LUK 17:17 Lalu Yesus berkata, “Bukankah ada sepuluh orang yang sudah Aku sembuhkan?! Kenapa yang sembilan tidak kembali?
LUK 17:18 Sungguh menyedihkan! Hanya orang bukan Yahudi ini yang kembali untuk bersyukur kepada Allah.”
LUK 17:19 Kemudian Yesus berkata kepadanya, “Berdirilah. Kamu boleh pergi. Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, kamu sudah sembuh.”
LUK 17:20 Beberapa orang Farisi bertanya kepada Yesus, “Kapan Allah datang untuk mendirikan kerajaan-Nya?” Jawab Yesus, “Kerajaan Allah tidak akan tampak secara jasmani seperti kerajaan-kerajaan di dunia ini.
LUK 17:21 Orang-orang tidak akan berkata, ‘Ibukota kerajaan Allah ada di sini,’ atau ‘Allah sudah mendirikan kerajaan-Nya di sana.’ Karena pemerintahan Allah di tengah-tengah kita sudah berjalan.”
LUK 17:22 Kemudian Dia berkata kepada murid-murid-Nya, “Suatu hari nanti, kalian akan sangat merindukan-Ku dan berharap, ‘Oh, alangkah baiknya kalau Yesus kembali hari ini dan memerintah sebagai Sang Anak Adam!’ Tetapi itu tidak akan terjadi.
LUK 17:23 Orang-orang akan berkata kepada kalian, ‘Lihat, sekarang Yesus ada di sini!’ atau ‘Dia ada di sana!’ Tetapi janganlah kalian percaya dan jangan pergi ke tempat yang mereka sebutkan.
LUK 17:24 Karena kedatangan-Ku nanti akan seperti kilat yang memancar di langit dan bisa dilihat semua orang dari seluruh penjuru bumi.
LUK 17:25 Tetapi sebelumnya Aku harus banyak menderita dan orang-orang yang hidup pada zaman sekarang akan menolak Aku.
LUK 17:26 “Sama seperti keadaan orang-orang yang hidup pada zaman Nuh, begitu jugalah yang akan terjadi pada hari kedatangan-Ku.
LUK 17:27 Dulu mereka tidak berpikir bahwa bencana akan menimpa mereka. Mereka sibuk makan dan minum, laki-laki menikahi perempuan, dan perempuan dinikahi laki-laki. Mereka terus hidup seperti biasa sampai tiba waktunya Nuh masuk ke dalam perahu besar, lalu datanglah banjir membinasakan mereka semua.
LUK 17:28 “Hari kedatangan-Ku juga akan tiba seperti bencana yang terjadi pada zaman Lot. Penduduk Sodom hidup seperti biasanya. Ada yang sibuk makan dan minum, ada yang sibuk berjual beli, ada yang sedang bercocok tanam, dan ada yang sedang membangun rumah.
LUK 17:29 Tetapi tiba-tiba sewaktu Lot keluar dari kota itu, hujan api dan belerang turun dari langit membinasakan mereka semua.
LUK 17:30 Begitu juga, tanpa disangka-sangka, hari kedatangan-Ku untuk memerintah sebagai Sang Anak Adam akan terjadi secara tiba-tiba.
LUK 17:31 “Pada hari itu, kalau kamu berada di teras rumah, janganlah masuk untuk mengambil harta bendamu. Begitu juga kalau kamu sedang berada di ladang, janganlah pulang dulu ke rumah.
LUK 17:32 Ingatlah yang terjadi pada istri Lot!
LUK 17:33 “Setiap orang yang berusaha menyelamatkan nyawanya tetap akan mati. Tetapi setiap orang yang mengurbankan nyawanya karena mengikut Aku, dia akan memperoleh hidup kekal.
LUK 17:34 “Aku sungguh-sungguh berkata kepada kalian, pada waktu Aku datang kembali, akan terjadi pemisahan: Jika ada dua orang sedang tidur di tempat tidur yang sama, yang satu akan dibawa malaikat, dan yang lainnya ditinggalkan.
LUK 17:35 Jika ada dua perempuan sedang menggiling gandum dengan batu gilingan, yang satu akan dibawa, dan yang lainnya ditinggalkan.”
LUK 17:37 Lalu murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya, “Di mana hal itu akan terjadi, Tuhan?” Jawab-Nya, “Keadaannya nanti akan seperti pepatah ini, ‘Di mana ada bangkai, di situ jugalah burung-burung pemakan bangkai berkumpul.’”
LUK 18:1 Yesus menyampaikan kepada para murid-Nya suatu perumpamaan yang menggambarkan betapa pentingnya mereka terus berdoa dan tidak putus asa.
LUK 18:2 Kata-Nya, “Ada seorang hakim di suatu kota. Hakim itu tidak menghormati Allah dan tidak peduli kepada siapa pun.
LUK 18:3 Di kota itu juga ada seorang janda yang sering mendatangi hakim itu untuk memohon, ‘Belalah perkara saya terhadap seseorang yang mau merugikan saya.’
LUK 18:4 Cukup lama hakim itu menolak untuk menolong janda tersebut. Tetapi kemudian dia berpikir, ‘Biarpun aku tidak menghormati Allah dan tidak peduli kepada siapa pun,
LUK 18:5 namun karena janda ini terus saja datang menggangguku, sebaiknya aku memutuskan perkaranya dengan adil. Dengan begitu, dia tidak akan datang lagi menyusahkan aku.’”
LUK 18:6 Lalu Tuhan Yesus mengajarkan, “Perhatikanlah kata hakim yang tidak adil itu!
LUK 18:7 Kalau hakim yang jahat pun mau menolong perkara janda tadi hanya karena dia terus meminta, pastilah Allah akan menolong umat pilihan-Nya sendiri apabila kita terus memohon kepada-Nya siang dan malam. Dia akan menjawab doa kita tanpa menunda-nunda!
LUK 18:8 Aku sungguh-sungguh berkata kepada kalian: Allah akan segera memutuskan semua perkaramu dengan adil. Biarpun begitu, ketika Aku datang kembali sebagai Sang Anak Adam, masih adakah orang-orang yang percaya kepada-Ku di dunia ini?”
LUK 18:9 Di antara orang-orang yang mendengarkan Yesus ada yang menganggap diri mereka paling benar di mata Allah dan merasa lebih baik daripada semua orang lain. Maka Yesus menyampaikan perumpamaan yang berikut ini,
LUK 18:10 “Ada dua orang pergi ke teras rumah Allah untuk berdoa, yang satu orang Farisi dan yang satu lagi penagih pajak.
LUK 18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dengan membanggakan dirinya sendiri, ‘Ya TUHAN, aku berterima kasih kepada-Mu karena aku tidak berdosa seperti orang-orang lain, khususnya seperti penagih pajak yang di sana itu. Aku tidak mencuri, tidak menipu, dan tidak berzina.
LUK 18:12 Aku berpuasa dua kali seminggu dan memberikan perpuluhan dari seluruh penghasilanku.’
LUK 18:13 “Sementara itu, penagih pajak berdiri agak jauh dari orang-orang lain. Dia tidak berani memandang ke langit seperti kebiasaan orang Yahudi waktu berdoa, tetapi dengan sangat sedih dan menyesal dia menundukkan kepalanya sambil berdoa, ‘Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini!’”
LUK 18:14 Lalu kata Yesus, “Aku sungguh-sungguh berkata kepada kalian: Ketika dua orang itu pulang ke rumah mereka masing-masing, doa penagih pajak itulah yang sudah diterima Allah, bukan doa orang Farisi. Karena siapa yang meninggikan dirinya akan direndahkan oleh Allah, dan siapa yang merendahkan dirinya akan ditinggikan.”
LUK 18:15 Orang-orang membawa anak-anak mereka yang masih kecil kepada Yesus supaya Dia menyentuh anak-anak itu dan memberkati mereka. Tetapi ketika para murid-Nya melihat hal itu, mereka melarang orang-orang itu dengan keras.
LUK 18:16 Tetapi Yesus memanggil anak-anak itu dan menegur murid-murid-Nya, “Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku! Jangan melarang mereka. Karena orang-orang seperti inilah yang menjadi warga kerajaan Allah.
LUK 18:17 Aku menegaskan kepadamu: Tidak ada orang yang menjadi warga kerajaan Allah karena jasanya sendiri. Siapa yang menjadi warga kerajaan Allah, dia menerima pemberian itu dengan rendah hati seperti anak kecil.”
LUK 18:18 Seorang pemimpin Yahudi bertanya kepada Yesus, “Guru yang baik, apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hidup yang kekal?”
LUK 18:19 Tetapi Yesus balik bertanya, “Mengapa kamu mengatakan Aku baik? Hanya Allah yang baik. Tidak ada yang lain.
LUK 18:20 Nah, untuk hidup kekal, tentu kamu sudah tahu perintah ini: ‘Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, hormatilah ayah ibumu.’”
LUK 18:21 Lalu pemimpin Yahudi itu berkata, “Semua perintah itu sudah saya taati sejak masa muda.”
LUK 18:22 Mendengar jawabannya itu, Yesus pun berkata kepadanya, “Masih ada satu hal lagi yang belum kamu lakukan: Juallah semua milikmu. Lalu bagi-bagikanlah uangnya kepada orang miskin. Dengan begitu kamu akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah kepada-Ku dan ikutlah Aku.”
LUK 18:23 Ketika mendengar jawaban Yesus itu, dia menjadi sangat sedih, karena dia sangat kaya dan tidak ingin melepaskan hartanya.
LUK 18:24 Waktu Yesus melihat betapa sedihnya orang kaya itu menanggapi perkataan-Nya, Dia berkata, “Sulit sekali bagi orang-orang kaya untuk menjadi warga kerajaan Allah!
LUK 18:25 Lebih gampang seekor unta melewati lubang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan Allah.”
LUK 18:26 Orang-orang yang mendengarnya langsung berkata, “Aduh! Kalau begitu, siapa yang bisa selamat dan masuk surga?”
LUK 18:27 Tetapi Yesus menjawab, “Manusia tidak sanggup menjamin dirinya diselamatkan dan masuk surga, tetapi Allah sanggup.”
LUK 18:28 Lalu Petrus berkata kepada-Nya, “Bagaimana dengan kami? Kami sudah meninggalkan semua milik kami dan mengikut Engkau.”
LUK 18:29 Jawab Yesus kepada mereka, “Aku menegaskan kepadamu: Setiap orang yang meninggalkan rumahnya, orangtuanya, saudara-saudarinya, pasangannya, atau anak-anaknya demi kerajaan Allah,
LUK 18:30 maka dalam hidupnya yang sekarang juga, dia pasti akan menerima kembali hal-hal tersebut berlipat ganda. Dan pada zaman yang akan datang, Allah akan memberikan hidup kekal kepadanya.”
LUK 18:31 Yesus mengumpulkan kedua belas murid-Nya secara tersendiri dan berkata kepada mereka, “Sekarang kita sedang menuju Yerusalem. Di sana akan terjadi segala sesuatu yang pernah dinubuatkan para nabi tentang Aku.
LUK 18:32 Jadi sesuai dengan yang sudah dinubuatkan, Aku akan diserahkan kepada para pembesar yang bukan orang Yahudi. Mereka akan menghina, menyiksa, dan meludahi Aku.
LUK 18:33 Mereka juga akan mencambuki Aku lalu membunuh-Ku. Tetapi pada hari yang ketiga sesudah kematian-Ku, Aku akan hidup kembali.”
LUK 18:34 Namun murid-murid-Nya sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus. Arti perkataan-Nya itu tersembunyi bagi mereka.
LUK 18:35 Ketika Yesus dan para murid-Nya hampir tiba di kota Yeriko, ada seorang buta sedang duduk mengemis di pinggir jalan.
LUK 18:36 Karena mendengar suara orang banyak melewati jalan itu, dia bertanya kepada orang-orang di situ, “Ada apa ini?”
LUK 18:37 Mereka memberitahu dia, “Yesus orang Nazaret sedang lewat.”
LUK 18:38 Maka orang buta itu pun berseru, “Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya!”
LUK 18:39 Orang-orang yang berjalan di depan Yesus menyuruhnya diam. Tetapi dia semakin keras berteriak, “Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya!”
LUK 18:40 Kemudian Yesus berhenti dan menyuruh orang buta itu dituntun kepada-Nya. Ketika orang buta itu mendekat, Yesus bertanya,
LUK 18:41 “Apa yang kamu mau Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu, “Tuhan, tolonglah supaya saya bisa melihat kembali.”
LUK 18:42 Yesus berkata kepadanya, “Kalau begitu melihatlah! Karena kamu percaya penuh kepada-Ku, sekarang kamu bisa melihat.”
LUK 18:43 Saat itu juga dia dapat melihat lagi, lalu mengikut Yesus sambil memuji-muji Allah. Orang banyak yang menyaksikan kejadian itu juga memuji Allah.
LUK 19:1 Kemudian Yesus dan para murid-Nya memasuki Yeriko dan meneruskan perjalanan mereka melalui kota itu.
LUK 19:2 Di sana ada seorang kepala penagih pajak yang kaya raya, namanya Zakeus.
LUK 19:3 Dia ingin melihat siapa itu Yesus, tetapi tidak bisa karena terlalu banyak orang berkerumun di sekeliling-Nya, lagipula badan Zakeus pendek.
LUK 19:4 Karena itu dia berlari mendahului orang banyak lalu memanjat pohon ara, supaya bisa melihat Yesus yang akan melewati jalan di bawah pohon itu.
LUK 19:5 Ketika Yesus sampai di situ, Dia melihat ke atas dan berkata kepadanya, “Zakeus, segeralah turun! Karena hari ini Allah mau supaya Aku menginap di rumahmu.”
LUK 19:6 Zakeus cepat-cepat turun dari pohon itu dan dengan sukacita dia menyambut Yesus.
LUK 19:7 Ketika melihat kejadian itu, semua orang bersungut-sungut dengan berkata, “Ih! Dia akan menginap di rumah orang berdosa.”
LUK 19:8 Tetapi Zakeus, setelah sampai di bawah, berkata kepada Yesus, “Ya Tuhan, separuh dari harta saya akan saya berikan kepada orang-orang miskin. Dan siapa pun yang pernah saya tipu pajaknya, akan saya kembalikan kepadanya empat kali lipat.”
LUK 19:9 Jawab Yesus, “Hari ini Allah bekerja untuk menyelamatkan kamu dan keluargamu. Sekarang nyatalah bahwa kamu juga keturunan Abraham!
LUK 19:10 Karena memang, Aku, Sang Anak Adam, diutus Allah untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang tersesat.”
LUK 19:11 Rombongan Yesus sudah hampir sampai di kota tujuan mereka, karena Yerusalem dekat dengan Yeriko. Tetapi banyak orang menyangka bahwa waktu Yesus tiba di Yerusalem, Dia akan segera mendirikan kerajaan Allah dan negeri Israel akan bebas dari penjajahan Romawi. Oleh karena itu, Yesus menceritakan perumpamaan ini.
LUK 19:12 “Ada seorang bangsawan pergi jauh ke ibukota kerajaan untuk diangkat sebagai raja di wilayahnya. Sesudah itu dia akan kembali dan memerintah di daerahnya sendiri.
LUK 19:13 Sebelum berangkat, dia memanggil sepuluh orang pegawainya dan memberikan satu uang logam emas besar kepada mereka masing-masing dengan berpesan, ‘Sementara aku pergi, pakailah uang itu sebagai modal kalian untuk berdagang.’
LUK 19:14 Tetapi penduduk di wilayahnya membenci bangsawan itu. Maka sesudah dia berangkat, mereka mengirim beberapa utusan ke ibukota, untuk menghadap raja tertinggi yang berencana mengangkat dia sebagai raja wilayah itu. Mereka menyampaikan, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’
LUK 19:15 “Biarpun begitu, bangsawan itu tetap diangkat menjadi raja. Ketika dia kembali ke wilayahnya, dia menyuruh orang memanggil pegawai-pegawainya yang sudah menerima uang emas tadi, untuk mendengar laporan mereka masing-masing tentang keuntungan yang mereka dapat dari usaha dagang mereka.
LUK 19:16 Pegawai yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan Raja, saya memulai usaha dengan satu uang logam emas yang Tuan berikan. Sekarang saya sudah menghasilkan sepuluh kali lipat.’
LUK 19:17 Raja itu berkata kepadanya, ‘Bagus! Kamu adalah pegawai yang baik! Karena dalam tanggung jawab yang kecil kamu bisa dipercaya, maka kamu saya angkat untuk memerintah atas sepuluh kota.’
LUK 19:18 “Kemudian pegawai yang kedua datang dan berkata, ‘Tuan Raja, modal satu uang logam emas yang Tuan berikan itu sekarang sudah menjadi lima kali lipat.’
LUK 19:19 Raja itu berkata juga kepadanya, ‘Kamu akan memerintah atas lima kota.’
LUK 19:20 “Lalu pegawai yang lain datang dan berkata, ‘Ya Raja, ini satu uang logam emas yang Tuan berikan itu. Saya menyimpannya dalam sehelai kain.
LUK 19:21 Saya takut kepada Tuanku Raja, karena Tuan adalah orang yang kejam yang mengambil banyak dari usaha orang lain. Contohnya, Tuan menuai di mana Tuan tidak pernah menanam, dan mengambil hasil di mana Tuan tidak pernah menabur.’
LUK 19:22 “Raja itu berkata kepadanya, ‘Hei pegawai yang tidak berguna! Saya akan mengadili kamu sesuai dengan yang kamu sendiri katakan. Kamu sudah tahu bahwa saya adalah orang yang “kejam” dan suka mengambil banyak dari usaha orang lain.
LUK 19:23 Kalau begitu seharusnya kamu menabung uang saya itu di bank, supaya waktu saya kembali, saya mendapatkan uang itu ditambah dengan bunganya.’
LUK 19:24 Lalu raja itu berkata kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya, ‘Ambil uang itu dari dia dan berikan kepada pegawai saya yang menghasilkan sepuluh uang logam emas tadi.’
LUK 19:25 “Tetapi orang-orang itu menjawabnya, ‘Wah, Tuan jangan begitu! Orang itu sudah mempunyai sepuluh uang logam emas!’
LUK 19:26 “Jawab raja itu, ‘Saya katakan kepada kalian: Setiap orang yang setia mengusahakan apa yang diberikan Allah kepadanya akan diberi lebih banyak lagi. Tetapi setiap orang yang tidak setia mengusahakan apa yang diberikan kepadanya, maka apa yang masih ada padanya pun akan diambil.
LUK 19:27 Sekarang tentang orang-orang yang membenci saya dan tidak ingin saya menjadi raja: Bawalah mereka semua ke sini dan bunuh mereka di hadapan saya!’”
LUK 19:28 Sesudah menyampaikan perumpamaan itu, Yesus berjalan di depan mereka dan meneruskan perjalanan menuju Yerusalem.
LUK 19:29 Ketika mereka sudah mendekati desa Betfage dan Betania di sebuah bukit yang bernama Bukit Zaitun, Dia menyuruh dua orang murid-Nya,
LUK 19:30 “Berangkatlah lebih dulu ke desa yang di depan itu. Begitu kalian masuk, kalian akan menemukan seekor keledai muda yang belum pernah ditunggangi sedang terikat di dekat rumah seseorang. Lepaskanlah ikatannya dan bawalah ke sini.
LUK 19:31 Kalau ada orang yang bertanya, ‘Kenapa kalian melepaskannya?’ Jawablah, ‘Tuhan memerlukannya.’”
LUK 19:32 Lalu kedua utusan itu pun pergi dan menemukan tepat seperti yang sudah dikatakan Yesus.
LUK 19:33 Ketika mereka sedang melepaskan ikatan keledai itu, beberapa orang anggota keluarga pemiliknya bertanya kepada mereka, “Kenapa kalian melepaskan keledai kami?”
LUK 19:34 Jawab mereka, “Tuhan memerlukannya.”
LUK 19:35 Mereka berdua menuntunnya kepada Yesus, lalu mengalasi punggung keledai itu dengan jubah-jubah mereka dan membantu Yesus naik ke atasnya.
LUK 19:36 Orang banyak yang melihat Dia menunggangi keledai itu menuju Yerusalem menghamparkan jubah-jubah mereka di sepanjang jalan yang dilewati Yesus, sebagai penghormatan terhadap-Nya.
LUK 19:37 Ketika Yesus hampir tiba di Yerusalem, yakni di jalan menurun pada Bukit Zaitun, para murid-Nya dan semua orang banyak yang mengikuti Dia bersukacita memuji Allah dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah karena semua keajaiban yang dilakukan Yesus yang sudah mereka lihat.
LUK 19:38 Mereka berseru-seru, “‘Diberkatilah raja kita ini yang datang mewakili TUHAN!’ Sekarang kita akan berdamai dengan TUHAN di surga! Kemuliaan bagi TUHAN di tingkat surga yang tertinggi!”
LUK 19:39 Beberapa orang Farisi di antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, suruhlah para pengikutmu itu diam!”
LUK 19:40 Tetapi jawab-Nya, “Aku beritahukan kepada kalian: Seandainya mereka diam pun, batu-batu di sepanjang jalan ini akan bersorak dengan kata-kata yang sama.”
LUK 19:41 Ketika Yesus semakin dekat dengan Yerusalem, Dia memandang kota itu lalu meratapinya,
LUK 19:42 “Kasihan sekali, hai kalian penduduk Yerusalem! Alangkah baiknya kalau hari ini kalian tahu cara berdamai dengan Allah. Tetapi tidak mungkin kalian mengerti sekarang!
LUK 19:43 Karena akan datang masanya ketika musuh-musuh kalian mengepung kota ini, menimbun tanah untuk menerobos temboknya, dan menyerang kalian dari segala arah.
LUK 19:44 Mereka akan membunuh semua penduduk kota ini dan menghancurkan seluruh tembokmu sampai rata dengan tanah, sehingga tidak ada batu yang masih tersusun. Hal itu akan terjadi karena kalian tidak menyadari arti hari-hari yang sedang terjadi sekarang ini, yaitu waktu Aku mengunjungi kalian sebagai wakil Allah.”
LUK 19:45 Lalu Yesus masuk ke teras rumah Allah dan mengusir para pedagang yang sedang berjualan di sana.
LUK 19:46 Kata-Nya kepada mereka, “Dalam Kitab Suci, Allah berkata, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa.’ Tetapi kalian sudah menjadikannya ‘sarang pencuri!’”
LUK 19:47 Sesudah itu, setiap hari Yesus mengajar di teras rumah Allah. Sementara itu, para imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan para pemimpin Yahudi berusaha mencari cara untuk membunuh Dia.
LUK 19:48 Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena di sekeliling-Nya selalu ada banyak orang yang sangat tertarik untuk mendengarkan setiap pengajaran-Nya.
LUK 20:1 Ketika Yesus sedang menyampaikan ajaran-Nya dan memberitakan Kabar Baik tentang kerajaan Allah kepada orang banyak di teras rumah Allah, datanglah kepada-Nya para imam, ahli Taurat, dan pemimpin orang Yahudi.
LUK 20:2 Mereka bertanya, “Katakan pada kami: Siapa yang memberikan wewenang kepadamu untuk mengajar dan mengubah kebiasaan-kebiasaan kami? Atas nama siapa kamu melakukan semua hal itu?”
LUK 20:3 Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga mau menanyakan sesuatu kepada kalian. Coba jawab pertanyaan-Ku ini:
LUK 20:4 Siapa yang memberikan wewenang kepada Yohanes Pembaptis untuk membaptis? Apakah Allah yang memberikannya, atau dia bekerja atas kemauannya sendiri?”
LUK 20:5 Lalu mereka berunding satu sama lain, “Kalau kita menjawab, ‘Allah yang memberikan,’ nanti Yesus akan menyerang balik, ‘Kalau begitu, kenapa kalian tidak percaya kepada Yohanes?’
LUK 20:6 Tetapi kalau kita jawab, ‘Dia bekerja atas kemauannya sendiri,’ nanti semua orang ini akan melempari kita dengan batu! Karena mereka yakin Yohanes adalah nabi.”
LUK 20:7 Jadi akhirnya mereka menjawab, “Kami tidak tahu.”
LUK 20:8 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu Aku juga tidak akan mengatakan kepada kalian Siapa yang memberi-Ku wewenang untuk melakukan hal-hal itu.”
LUK 20:9 Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada orang banyak. Kata-Nya, “Ada seorang pemilik tanah yang menyuruh hamba-hambanya membuat kebun anggur yang luas. Kemudian dia menyewakan kebun itu kepada beberapa orang petani, lalu pergi ke negeri lain bersama para hambanya untuk waktu yang cukup lama.
LUK 20:10 Waktu musim panen tiba, pemilik kebun itu menyuruh salah satu hambanya pergi kepada para petani itu untuk menagih hasil penjualan anggur yang menjadi bagiannya. Tetapi setibanya di sana, para petani memukuli hamba itu lalu mengusirnya, sehingga dia pulang dengan tangan kosong.
LUK 20:11 Kemudian pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain. Tetapi sekali lagi para petani memukulinya, mencaci maki dia, lalu mengusirnya, sehingga dia pulang dengan tangan kosong.
LUK 20:12 Untuk ketiga kalinya pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain. Tetapi mereka memukuli dia lagi, bahkan sampai melukainya. Lalu mereka melemparkan dia keluar kebun.
LUK 20:13 “Akhirnya pemilik kebun itu berpikir, ‘Harus bagaimana sekarang? Oh, aku akan mengutus anakku satu-satunya yang sangat aku kasihi. Mungkin kepada anakku sendiri mereka akan segan dan menghormati dia.’
LUK 20:14 Tetapi ketika para petani itu melihat anak pemilik kebun datang, mereka berkata satu sama lain, ‘Lihat! Yang datang ini adalah anaknya sendiri! Dialah yang akan mewarisi kebun ini kalau bapaknya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita!’
LUK 20:15 Lalu mereka menyeret anaknya itu keluar dari kebun dan membunuhnya. “Jadi, kalau sudah begitu, apa lagi yang akan diperbuat oleh pemilik kebun itu kepada mereka?
LUK 20:16 Tentu dia sendiri yang akan datang dan membinasakan para petani itu, lalu menyewakan kebunnya kepada petani-petani lain.” Orang-orang yang mendengarkan Yesus berkata, “Wah! Jangan sampai hal itu terjadi!”
LUK 20:17 Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata, “Kalau begitu, coba kalian artikan ayat Kitab Suci ini, ‘Batu yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunan sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang utama.’
LUK 20:18 Aku berkata kepada kalian: Setiap orang yang tersandung pada batu itu akan remuk. Dan setiap orang yang tertimpa batu itu akan hancur lebur.”
LUK 20:19 Lalu para imam kepala dan ahli Taurat yang sedang mendengarkan Yesus menyadari bahwa merekalah yang dimaksud Yesus sebagai petani-petani yang jahat. Karena itu mereka ingin menangkap Yesus saat itu juga. Tetapi mereka takut pada orang banyak yang mendukung Yesus.
LUK 20:20 Lalu para pemimpin Yahudi mengamat-amati Yesus. Mereka juga menyuruh beberapa orang memata-matai dan menyamar sebagai orang baik untuk mengajukan pertanyaan kepada Yesus dengan tujuan menjebak Dia. Kalau jawaban-Nya melawan pemerintah Romawi, mereka akan langsung menyerahkan-Nya kepada gubernur Romawi.
LUK 20:21 Mata-mata itu berkata kepada-Nya, “Guru, kami tahu bahwa semua ajaran dan perkataanmu benar. Engkau selalu mengajarkan kehendak Allah yang sebenar-benarnya tanpa memandang kedudukan orang.
LUK 20:22 Jadi, kami mau bertanya: Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak kita membayar pajak kepada pemerintah Romawi?”
LUK 20:23 Tetapi Yesus sudah mengetahui rencana jahat mereka. Maka jawab-Nya, “Apakah kalian pikir Aku bisa dijebak dengan pertanyaan semacam itu?!
LUK 20:24 Coba tunjukkan kepada-Ku satu keping uang perak yang biasa dipakai untuk membayar pajak.” Mereka pun menunjukkan uang itu kepada-Nya. Lalu Dia bertanya, “Ukiran wajah siapa yang ada di sini? Dan nama siapa yang tertulis di sini?” Jawab mereka, “Raja Romawi.”
LUK 20:25 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah kembali kepada raja apa yang memang milik raja. Dan berikanlah kembali kepada Allah apa yang memang milik Allah.”
LUK 20:26 Jadi mata-mata itu tidak berhasil menjebak-Nya untuk mengucapkan sesuatu yang salah di hadapan orang banyak. Mereka semua terheran-heran mendengar jawaban-Nya itu sehingga tidak bisa berkata apa-apa.
LUK 20:27 Beberapa anggota kelompok Saduki juga mendatangi Yesus. (Kelompok Saduki percaya bahwa orang yang sudah mati tidak akan hidup kembali.) Mereka bertanya kepada-Nya,
LUK 20:28 “Guru, Musa menuliskan peraturan seperti ini, ‘Kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya wajib menikahi jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.’
LUK 20:29 Pernah ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama menikah dengan seorang perempuan, lalu dia meninggal tanpa mempunyai anak.
LUK 20:30 Lalu saudara yang kedua menikahi janda kakaknya itu, tetapi dia pun meninggal tanpa mempunyai anak.
LUK 20:31 Begitu juga saudaranya yang ketiga. Hal yang sama terus terjadi pada saudara berikutnya, sampai yang ketujuh. Semuanya meninggal tanpa mempunyai anak dari janda itu.
LUK 20:32 Terakhir, janda itu meninggal juga.
LUK 20:33 Jadi, kalau memang benar orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali, perempuan itu akan disebut istri siapa?— karena ketujuh bersaudara itu sudah pernah menjadi suaminya.”
LUK 20:34 Kata Yesus kepada mereka, “Di dunia ini, manusia memang hidup berpasang-pasangan.
LUK 20:35 Tetapi orang yang dianggap layak menerima hidup kekal tidak akan berpasang-pasangan lagi di surga.
LUK 20:36 Mereka juga tidak bisa mati lagi, tetapi akan hidup selamanya seperti para malaikat. Mereka juga dianggap anak-anak Allah, karena Dia yang sudah membangkitkan mereka.
LUK 20:37 “Lagipula, ketahuilah bahwa kehidupan sesudah kematian memang ada. Bahkan tulisan Musa sendiri mengajarkannya! Dalam peristiwa semak yang menyala, TUHAN berkata kepada Musa, ‘Aku adalah Allah Abraham, Allah Isak, dan Allah Yakub.’
LUK 20:38 Ketiga nenek moyang kita itu disebut sebagai orang yang masih hidup. Hal itu membuktikan bahwa meskipun orang mati tidak lagi berada di dunia ini, tetapi di hadapan Allah mereka masih ada. Karena di hadapan-Nya semua orang tetap hidup.”
LUK 20:39 Lalu beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawabanmu tepat sekali!”
LUK 20:40 Sesudah itu tidak ada lagi orang yang berani mengajukan pertanyaan untuk menguji Yesus.
LUK 20:41 Yesus berkata kepada orang banyak di sekeliling-Nya, “Kenapa ahli-ahli Taurat mengajarkan bahwa Kristus akan datang sebagai keturunan Daud?
LUK 20:42 Padahal Daud sendiri mengatakan dalam kitab Mazmur, ‘TUHAN Allah berkata kepada Tuhan Penguasaku, “Duduklah di sebelah kanan-Ku dan memerintahlah sebagai Raja,
LUK 20:43 sampai Aku mengalahkan semua musuh-Mu dan menjadikan mereka budak-budak-Mu.”’
LUK 20:44 Jadi kalau Daud sendiri sangat menghormati Kristus dengan menyebut Dia ‘Tuhan Penguasaku,’ kenapa selalu diajarkan bahwa Kristus hanyalah keturunan Daud?”
LUK 20:45 Sementara orang banyak masih mendengarkan Yesus, Dia berkata kepada para murid-Nya,
LUK 20:46 “Hati-hati! Janganlah kalian mencontoh para ahli Taurat. Mereka suka pamer kekayaan dan kesalehan dengan memakai jubah yang indah di tempat umum. Mereka senang waktu orang-orang memberi salam kepada mereka dengan penuh hormat. Mereka juga suka duduk di kursi-kursi yang paling depan di dalam rumah-rumah pertemuan atau di pesta-pesta makan.
LUK 20:47 Padahal mereka suka merampas harta para janda. Lalu untuk menutupi kejahatan itu, mereka berdoa panjang-panjang dalam kumpulan umat TUHAN, supaya orang lain mengira mereka orang baik. Akibat perbuatan itu, Allah pasti akan memberikan hukuman yang sangat berat kepada mereka.”
LUK 21:1 Ketika Yesus berada di teras rumah Allah, Dia memperhatikan orang-orang kaya yang memasukkan uang ke dalam kotak persembahan.
LUK 21:2 Dia juga memperhatikan seorang janda miskin memasukkan dua keping koin yang nilainya paling kecil.
LUK 21:3 Lalu Yesus berkata, “Sesungguhnya persembahan janda miskin ini lebih besar nilainya daripada persembahan semua orang lain!
LUK 21:4 Karena semua orang itu memberikan kepada Allah hanya sebagian kecil dari kelebihan harta mereka, sedangkan janda yang sangat miskin ini memberikan semua uang yang dia punya, yaitu seluruh biaya hidupnya.”
LUK 21:5 Pada waktu itu, Yesus mendengar beberapa orang sedang membicarakan kompleks rumah Allah. Mereka mengagumi batu-batu bangunan yang indah dan barang-barang persembahan yang menghiasi bangunan itu.
LUK 21:6 Lalu Yesus berkata, “Akan tiba waktunya semua yang kalian lihat ini diruntuhkan sampai rata dengan tanah, bahkan sampai tidak ada satu batu pun yang masih tersusun di atas batu yang lain.”
LUK 21:7 Lalu mereka bertanya kepada-Nya, “Guru, kapan bencana itu akan terjadi? Dan apa tandanya kalau hal-hal itu akan segera terjadi?”
LUK 21:8 Yesus menjawab, “Hendaklah kalian berjaga-jaga supaya tidak tertipu! Karena banyak orang akan muncul dan mengaku, ‘Akulah Kristus yang kalian nanti-nantikan itu. Akhir zaman akan segera terjadi!’ Janganlah kalian menjadi pengikut mereka.
LUK 21:9 Dan waktu kalian mendengar berbagai berita tentang perang dan kerusuhan, janganlah takut. Allah memang sudah menentukan bahwa semua itu harus terjadi lebih dahulu, tetapi saat hal itu terjadi, janganlah berpikir, ‘Akhir zaman sudah tiba.’”
LUK 21:10 Kata Yesus lagi, “Akan terjadi perang antar suku dan antar negara.
LUK 21:11 Di berbagai wilayah juga akan terjadi gempa bumi, bencana kelaparan, dan wabah penyakit. Bencana-bencana yang hebat dan tanda-tanda yang dahsyat akan terjadi di langit.
LUK 21:12 “Tetapi sebelum semuanya itu terjadi, orang-orang akan menangkap dan menganiaya kalian. Kamu akan diadili di rumah-rumah pertemuan orang Yahudi, dan ada yang akan dipenjarakan. Kamu juga akan diseret untuk diperhadapkan kepada raja-raja dan para penguasa karena memberitakan tentang Aku.
LUK 21:13 Hal itu merupakan kesempatan bagimu untuk bersaksi tentang Aku kepada mereka.
LUK 21:14 Oleh karena itu, sebelum kamu diadili, janganlah kuatir memikirkan jawaban yang akan kamu beri.
LUK 21:15 Sebab Aku sendiri yang akan memampukan kamu untuk berbicara dengan kata-kata yang bijak, sehingga musuh-musuhmu tidak bisa menentang atau membantah yang kamu katakan.
LUK 21:16 Bahkan orangtua, saudara-saudari, keluarga, dan teman-temanmu sendiri akan mengkhianati kamu. Mereka akan menyerahkan sebagian dari kalian untuk dibunuh.
LUK 21:17 Dan banyak sekali orang yang akan membencimu karena kamu percaya kepada-Ku.
LUK 21:18 Tetapi jangan takut. Biarpun mereka bisa membunuh tubuhmu, sebenarnya mereka tidak dapat berbuat apa-apa kepada kalian. Bahkan sehelai rambutmu pun tidak akan ada yang hilang!
LUK 21:19 Dengan tetap bertahan dalam kesusahan itu, kamu akan memperoleh hidup yang kekal.
LUK 21:20 “Waktu kalian melihat Yerusalem dikepung oleh para tentara, ketahuilah bahwa sudah tiba waktunya kota itu dihancurkan.
LUK 21:21 Saat bencana itu terjadi, kalian yang masih di provinsi Yudea harus melarikan diri ke gunung-gunung. Yang berada di dalam kota Yerusalem harus segera keluar. Dan yang ada di luar kota janganlah masuk kembali.
LUK 21:22 Karena itulah saatnya Allah menghukum kejahatan bangsa ini, supaya semua yang sudah ditulis oleh para nabi dipenuhi.
LUK 21:23 Pada waktu bencana itu terjadi, sungguh kasihan ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui, karena mereka akan kesulitan melarikan diri. Kesusahan besar akan menimpa seluruh penduduk negeri ini, karena TUHAN akan menunjukkan murka-Nya terhadap bangsa ini.
LUK 21:24 Banyak yang akan dibunuh dengan pedang, dan banyak juga yang dibawa sebagai tawanan ke segala negeri. Lalu bangsa-bangsa lain itu akan menguasai Yerusalem sampai berakhirnya waktu yang sudah ditentukan TUHAN bagi mereka.”
LUK 21:25 “Akan terjadi berbagai tanda berupa keanehan pada matahari, bulan, dan bintang-bintang. Semua bangsa di dunia ini akan takut dan gelisah menghadapi gelora ombak laut yang dahsyat.
LUK 21:26 Orang-orang akan sangat ketakutan, karena berbagai bencana yang mengerikan itu membuat mereka kuatir tentang bencana-bencana lain yang pasti menyusul. Mereka akan menyadari bahwa semua roh penguasa kegelapan di langit sedang dijatuhkan.
LUK 21:27 Kemudian manusia di dunia akan melihat Aku datang di antara awan dengan penuh kuasa dan dengan sinar kemuliaan yang sangat terang.
LUK 21:28 Pada waktu hal-hal itu mulai terjadi, bangkitlah dan kuatkanlah hatimu, karena Allah akan segera menyelamatkan kalian!”
LUK 21:29 Kemudian Yesus memberikan kiasan ini, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
LUK 21:30 Ketika kamu melihat pohon-pohon itu mulai bertunas, kamu sendiri tahu bahwa musim panas sudah dekat.
LUK 21:31 Begitu juga, kalau kamu melihat tanda-tanda itu terjadi, ketahuilah bahwa sudah dekat waktunya Allah mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini.
LUK 21:32 “Aku menegaskan kepadamu: Semua tanda itu akan segera terjadi waktu sebagian orang zaman ini masih hidup untuk mengalaminya.
LUK 21:33 Langit dan bumi tidak akan tetap ada, tetapi perkataan-Ku tetap berlaku untuk selama-lamanya.”
LUK 21:34 “Berhati-hatilah! Jangan sampai kamu hanyut dalam kesenangan duniawi lalu hidup sembarangan, misalnya dengan berpesta pora dan mabuk-mabukan. Juga jangan sampai kamu sibuk mengkuatirkan kehidupan di dunia ini. Kedua hal itu membuat kamu lupa berjaga-jaga menantikan kedatangan-Ku, sehingga kamu tidak siap ketika waktunya tiba.
LUK 21:35 Karena hari terakhir itu akan menimpa semua orang di bumi dengan tiba-tiba, seperti perangkap yang menangkap semua orang tanpa diduga.
LUK 21:36 Jadi tetaplah berjaga-jaga! Dan berdoalah selalu, supaya kamu dianggap layak untuk diselamatkan dari semua bencana yang akan terjadi itu, sehingga kamu bisa menyambut kedatangan-Ku dengan bersukacita dan tanpa malu.”
LUK 21:37 Sepanjang minggu itu, setiap hari Yesus mengajar di teras rumah Allah, dan malam harinya Dia pergi bermalam di Bukit Zaitun.
LUK 21:38 Lalu pagi-pagi sekali orang banyak sudah berkumpul di teras rumah Allah untuk mendengarkan ajaran-Nya.
LUK 22:1 Ketika Perayaan Paskah sudah dekat,
LUK 22:2 secara diam-diam para imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari cara untuk bisa membunuh Yesus tanpa diketahui orang banyak, karena mereka takut para pendukung Yesus mengadakan kerusuhan melawan mereka.
LUK 22:3 Lalu Satanas menguasai hati Yudas orang Kariot, yaitu seorang dari kedua belas murid Yesus.
LUK 22:4 Karena itu dia menemui imam-imam kepala dan para kepala pengawal rumah Allah untuk memberitahu bahwa dia bersedia membantu mereka menangkap Yesus.
LUK 22:5 Mendengar itu, mereka senang sekali lalu bersepakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya.
LUK 22:6 Yudas pun setuju dan mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa diketahui orang banyak.
LUK 22:7 Lalu tibalah hari pertama Perayaan Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana semua domba Paskah dipotong.
LUK 22:8 Yesus pun menyuruh Petrus dan Yohanes, “Pergilah menyiapkan makanan untuk perjamuan Paskah bagi kita.”
LUK 22:9 Mereka bertanya kepada-Nya, “Di manakah tempat yang Guru kehendaki? Kami akan menyiapkannya.”
LUK 22:10 Jawab Yesus, “Begitu kalian memasuki Yerusalem, kalian akan bertemu dengan seorang hamba laki-laki yang sedang membawa bejana tanah liat berisi air. Ikutilah dia ke dalam rumah yang dia masuki.
LUK 22:11 Lalu katakanlah kepada pemilik rumah itu, ‘Pak, Guru kami menanyakan kepada Bapak: Di manakah tempat untuk Aku dan murid-murid-Ku makan perjamuan Paskah?’
LUK 22:12 Nanti orang itu akan menunjukkan satu ruangan besar di lantai atas yang sudah lengkap dengan meja dan perabot lainnya. Siapkanlah perjamuan Paskah kita di situ.”
LUK 22:13 Maka Petrus dan Yohanes pergi ke Yerusalem, dan mereka mendapati tepat seperti yang sudah dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan makanan Paskah di situ.
LUK 22:14 Ketika tiba waktunya, Yesus dan kedua belas murid-Nya— yang juga disebut para rasul— duduk bersama untuk merayakan perjamuan Paskah.
LUK 22:15 Kata-Nya kepada mereka, “Aku sudah sangat menanti-nantikan saatnya kita bisa bersama-sama merayakan perjamuan Paskah ini sebelum tiba waktunya Aku menghadapi penderitaan-Ku.
LUK 22:16 Karena sesungguhnya, Aku tidak akan makan perjamuan Paskah lagi sampai arti dari perayaan ini menjadi nyata di dalam kerajaan Allah.”
LUK 22:17 Lalu Dia mengambil cawan berisi air anggur dan mengucap syukur kepada Allah. Kemudian Dia berkata, “Ambillah dan bagikanlah ini di antara kalian.
LUK 22:18 Karena Aku sungguh-sungguh berkata kepada kalian bahwa sesudah ini, Aku tidak akan minum air anggur lagi sampai Allah mendirikan kerajaan-Nya dengan nyata di bumi.”
LUK 22:19 Kemudian Dia mengambil sebuah roti dan bersyukur kepada Allah atas roti itu. Lalu Dia menyobek-nyobeknya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya sambil berkata, “Inilah tubuh-Ku yang dikurbankan kepada Allah demi kalian. Lakukanlah seperti ini untuk mengenang Aku.”
LUK 22:20 Sesudah mereka makan, Yesus melakukan hal yang sama lagi dengan cawan berisi anggur. Dia memberikannya kepada mereka sambil berkata, “Air anggur ini melambangkan perjanjian yang baru antara Allah dan manusia. Darah kematian-Ku yang ditumpahkan demi kalian menjadi tanda bahwa perjanjian itu sudah disahkan.
LUK 22:21 “Tetapi perhatikanlah! Orang yang akan mengkhianati Aku sekarang ada bersama-Ku di meja ini.
LUK 22:22 Memang Aku, Sang Anak Adam, akan mati seperti yang sudah ditetapkan Allah, tetapi celakalah orang yang menyerahkan Aku kepada musuh-Ku!”
LUK 22:23 Kemudian para murid-Nya bertanya-tanya satu sama lain, “Siapakah di antara kita yang sampai hati melakukan itu?!”
LUK 22:24 Selain itu, mereka juga bertengkar tentang siapa yang paling tinggi kedudukannya di antara mereka.
LUK 22:25 Oleh karena itu Yesus berkata kepada mereka, “Di dunia ini, para raja memerintah rakyatnya dengan keras. Dan seorang penguasa mewajibkan rakyat memanggilnya sang penolong, padahal dialah yang menindas hak-hak rakyatnya.
LUK 22:26 Tetapi kalian tidak boleh seperti itu. Siapa yang ingin menjadi nomor satu di antara kalian hendaklah menjadi seperti orang yang paling hina. Dan siapa yang ingin menjadi pemimpin di antara kalian hendaklah menempatkan diri sebagai pelayan.
LUK 22:27 Biarlah Aku memberikan contoh ini: Di antara dua orang berikut, siapakah yang paling tinggi kedudukannya? Orang yang duduk makan di meja, atau orang yang melayani dia? Tentu orang yang duduk. Tetapi ingatlah teladan-Ku: Selama bersama kalian, Aku justru merendahkan diri untuk melayani.
LUK 22:28 “Kalianlah yang sudah berdiri teguh bersama-Ku dalam segala kesusahan yang sudah Aku alami.
LUK 22:29 Oleh karena itu, Aku akan memberikan kuasa kepada kalian untuk memerintah bersama-Ku di dalam kerajaan yang diberikan Bapa kepada-Ku.
LUK 22:30 Jadi kalian akan makan dan minum bersama-Ku di dalam kerajaan-Ku, dan masing-masing kamu akan duduk di atas takhta untuk memerintah bersama-Ku atas kedua belas suku Israel.”
LUK 22:31 Lalu Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, “Simon, Simon, dengarlah baik-baik! Satanas sudah minta izin kepada Allah untuk menggoncangkan kamu semua, bagaikan petani memisahkan gandum dari kulitnya, untuk melihat siapa yang akan tetap percaya kepada-Ku.
LUK 22:32 Tetapi Aku sudah mendoakanmu, Simon, supaya kamu tetap percaya kepada-Ku. Dan sesudah ujian ini, ketika kamu sudah kembali percaya kepada-Ku, hendaklah kamu menguatkan keyakinan saudara-saudarimu.”
LUK 22:33 Lalu kata Petrus kepada-Nya, “Tetapi Tuhan, saya akan tetap ikut Engkau sekalipun harus masuk penjara atau mati dibunuh bersama-Mu.”
LUK 22:34 Tetapi jawab Yesus, “Petrus, Aku beritahukan kepadamu: Sebelum ayam berkokok besok pagi, kamu sudah tiga kali mengaku tidak kenal Aku!”
LUK 22:35 Kemudian Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Ingatlah kembali waktu Aku mengutus kalian pergi memberitakan Kabar Baik tanpa membawa kantong uang, tas, maupun sepatu. Apakah kalian mengalami kekurangan?” Jawab mereka, “Tidak.”
LUK 22:36 Lalu kata-Nya kepada mereka, “Tetapi sekarang, kalau kamu mempunyai kantong uang atau tas, bawalah. Dan kalau kamu tidak mempunyai pedang, hendaklah kamu membelinya, sekalipun harus menjual jubahmu supaya bisa memilikinya.
LUK 22:37 Karena Aku sungguh-sungguh berkata kepada kalian bahwa sekarang ini nubuatan para nabi tentang Aku sedang ditepati. Semua harus terjadi sesuai dengan yang dinubuatkan tentang Aku, termasuk nubuatan yang mengatakan, ‘Dia akan dianggap sama seperti para penjahat.’”
LUK 22:38 Lalu mereka berkata, “Tuhan, lihat! Di sini ada dua pedang.” Kata Yesus, “Itu cukup.”
LUK 22:39 Lalu seperti kebiasaan Yesus, Dia meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Bukit Zaitun bersama para murid-Nya.
LUK 22:40 Setibanya di tempat itu, Dia menyuruh mereka, “Berdoalah terus supaya kamu masing-masing tidak berbuat dosa ketika dicobai iblis.”
LUK 22:41 Kemudian Yesus menjauh dari mereka, kira-kira tiga puluh meter. Di situ Dia sujud berdoa, kata-Nya,
LUK 22:42 “Ya Bapa, Aku mohon, kalau Bapa mau, janganlah biarkan Aku menjalani penderitaan ini! Tetapi janganlah terjadi menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu sajalah yang jadi.”
LUK 22:43 Lalu malaikat dari surga menampakkan diri kepada Yesus dan menguatkan Dia.
LUK 22:44 Karena beratnya penderitaan Yesus, Dia semakin sungguh-sungguh berdoa sampai mengeluarkan keringat seperti darah yang menetes ke tanah.
LUK 22:45 Sesudah selesai berdoa, Dia berdiri lalu kembali kepada para murid-Nya dan mendapati mereka sedang tidur. Mereka lelah karena sangat sedih.
LUK 22:46 Lalu kata-Nya kepada mereka, “Kenapa kalian tidur?! Bangunlah dan berdoalah supaya kamu masing-masing tidak berbuat dosa ketika iblis mencobaimu.”
LUK 22:47 Waktu Yesus masih berbicara, datanglah segerombolan orang yang dipimpin oleh Yudas, salah satu dari kedua belas murid-Nya. Dia mendekati Yesus untuk memeluk-Nya.
LUK 22:48 Tetapi kata Yesus kepadanya, “Yudas! Jadi dengan pelukanmu inilah kamu mengkhianati Aku, Sang Anak Adam!”
LUK 22:49 Ketika para murid yang lain melihat yang sedang terjadi, mereka berkata, “Tuhan, kami siap melawan mereka dengan pedang!”
LUK 22:50 Lalu salah seorang murid-Nya menyerang budak imam besar dengan pedang dan memotong telinga kanannya.
LUK 22:51 Tetapi Yesus berkata, “Hentikan!” Lalu Dia menyentuh telinga orang itu sehingga tersambung kembali.
LUK 22:52 Kemudian Yesus berkata kepada para imam kepala, pimpinan pengawal rumah Allah, dan pemimpin orang Yahudi yang datang untuk menangkap-Nya, “Ternyata kalian pikir Aku ini penjahat, sehingga kalian merasa harus mengajak rombongan besar bersenjatakan pedang dan kayu pemukul!
LUK 22:53 Padahal setiap hari Aku berada di antara kalian di teras rumah Allah. Kenapa kalian tidak berani menangkap Aku di sana?! Tetapi memang waktu yang gelap ini cocok bagi kalian, karena kalian menjalankan kemauan para penguasa kegelapan.”
LUK 22:54 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka menggiring-Nya ke rumah imam besar. Sementara itu, Petrus mengikuti dari jauh.
LUK 22:55 Orang-orang sudah menyalakan api di tengah halaman rumah itu, dan mereka duduk menghangatkan badan di sekelilingnya. Petrus juga duduk di situ di antara mereka.
LUK 22:56 Seorang pembantu perempuan melihat Petrus duduk dekat api. Dia memandangi Petrus, lalu berkata, “Orang ini juga pengikut Yesus.”
LUK 22:57 Tetapi Petrus menyangkalnya, katanya, “Ibu, saya tidak kenal orang itu.”
LUK 22:58 Tidak lama kemudian seorang laki-laki melihat Petrus dan berkata, “Kamu juga pengikut orang itu.” Tetapi Petrus berkata, “Bukan, Pak!”
LUK 22:59 Kira-kira satu jam kemudian, seorang yang lain berkata dengan yakin, “Sungguh, orang ini adalah pengikut Yesus, karena dia juga orang Galilea.”
LUK 22:60 Tetapi Petrus berkata, “Pak, saya tidak mengerti maksud Bapak.” Saat itu juga, ketika dia masih berbicara, ayam pun berkokok.
LUK 22:61 Lalu Tuhan Yesus berbalik memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus tentang apa yang sudah dikatakan Tuhan kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, kamu sudah tiga kali mengaku tidak kenal Aku.”
LUK 22:62 Lalu Petrus keluar dari halaman rumah itu dan menangis dengan sangat sedih.
LUK 22:63 Lalu para pengawal rumah Allah yang menahan Yesus mempermainkan Dia dengan mengejek dan memukuli-Nya.
LUK 22:64 Mereka menutup mata Yesus dengan kain lalu berulang-ulang memukul Dia serta berkata, “Kalau kamu betul-betul nabi, coba tebak siapa nama orang yang barusan memukulmu.”
LUK 22:65 Dan masih banyak lagi kata-kata yang mereka ucapkan untuk mencaci maki Dia.
LUK 22:66 Pagi harinya, berkumpullah para anggota Mahkamah Agama, termasuk para pemimpin Yahudi, imam kepala, dan ahli Taurat. Lalu Yesus dibawa menghadap mereka.
LUK 22:67 Mereka berkata, “Katakan kepada kami! Apa betul kamu ini Kristus?” Jawab Yesus, “Kalau pun Aku katakan bahwa Aku memang Kristus, kalian tidak akan percaya.
LUK 22:68 Dan kalau Aku bertanya sesuatu, kalian juga tidak akan menjawab atau membebaskan Aku.
LUK 22:69 Tetapi tidak lama lagi, Aku, Sang Anak Adam, akan duduk di tempat yang paling terhormat di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa.”
LUK 22:70 Lalu mereka semua berkata, “Kalau begitu, kamu ini benar Anak Allah?” Jawab Yesus kepada mereka, “Demikianlah, seperti yang kalian katakan.”
LUK 22:71 Maka mereka berkata, “Kita tidak perlu mencari saksi yang lain lagi! Dia sendiri sudah mengakuinya barusan, dan kita mendengarnya sendiri!”
LUK 23:1 Kemudian seluruh anggota sidang itu berdiri lalu membawa Yesus untuk disidang di hadapan Gubernur Pilatus.
LUK 23:2 Di situ mereka mulai menuduh Yesus dengan berkata, “Orang ini menyesatkan bangsa kami, menghasut rakyat supaya tidak membayar pajak kepada pemerintah Roma, dan mengaku-ngaku sebagai Kristus, yaitu raja orang Yahudi.”
LUK 23:3 Lalu Pilatus bertanya kepada Yesus, “Apa benar kamu ini raja orang Yahudi?” Jawab Yesus, “Demikianlah.”
LUK 23:4 Lalu Pilatus berkata kepada para imam kepala dan orang banyak itu, “Saya tidak menemukan kesalahan apa pun pada orang ini.”
LUK 23:5 Tetapi mereka semakin mendesak Pilatus dengan berkata, “Lewat ajarannya, dia menghasut rakyat di seluruh Yudea untuk memberontak, mulai dari Galilea dan sekarang sudah sampai ke sini.”
LUK 23:6 Waktu mendengar tentang Galilea, Pilatus bertanya, “Apakah dia orang Galilea?”
LUK 23:7 Ketika mengetahui bahwa Yesus berasal dari wilayah kekuasaan Raja Herodes, Pilatus pun memerintahkan supaya Yesus dibawa kepada Herodes, yang saat itu kebetulan sedang berada di Yerusalem.
LUK 23:8 Herodes sudah lama ingin melihat Yesus, karena dia sudah mendengar banyak hal tentang Yesus. Jadi, dia senang sekali bertemu dan berharap bisa melihat Yesus melakukan suatu keajaiban.
LUK 23:9 Herodes menanyakan banyak hal kepada-Nya, tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab.
LUK 23:10 Sementara itu, para imam kepala dan ahli Taurat berdiri di dekat Yesus dan terus saja melemparkan tuduhan terhadap-Nya.
LUK 23:11 Maka Herodes dan para tentaranya menghina Dia dan mempermainkan-Nya. Herodes mengejek Yesus sebagai raja dengan menyuruh mereka memakaikan jubah yang indah kepada-Nya. Lalu Herodes menyuruh para tentaranya mengembalikan Yesus kepada Pilatus dalam keadaan masih memakai jubah itu.
LUK 23:12 Sejak itu, Pilatus dan Herodes mulai bersahabat. Sebelumnya mereka saling membenci.
LUK 23:13 Lalu Pilatus mengumpulkan para imam kepala, anggota sidang Mahkamah Agama, serta rakyat.
LUK 23:14 Katanya kepada mereka, “Kalian mengantarkan orang ini kepada saya dengan tuduhan bahwa dia menghasut rakyat untuk memberontak. Tetapi sesudah saya memeriksa dia di hadapan kalian, saya tidak menemukan kesalahan seperti yang kalian tuduhkan kepadanya.
LUK 23:15 Dan waktu saya menyuruh kalian membawa masalah ini kepada Herodes, dia juga tidak menemukan kesalahan padanya. Jadi sungguh jelas, Yesus tidak melakukan satu kesalahan pun yang membuat dia pantas dihukum mati.
LUK 23:16 Karena itu, saya hanya akan memberikan hukuman cambuk kepadanya. Sesudah itu saya akan membebaskan dia.”
LUK 23:17 Akan tetapi semua orang yang berkumpul di situ berteriak, “Bunuh dia! Bebaskan Barabas untuk kami!” (Mereka berteriak begitu tentang Barabas karena sudah menjadi kewajiban gubernur untuk membebaskan seorang tahanan sesuai permintaan rakyat pada setiap Hari Raya Paskah.)
LUK 23:19 Saat itu Barabas sedang dipenjara karena terlibat dalam suatu pemberontakan dan kerusuhan yang menyebabkan terjadinya pembunuhan di kota itu.
LUK 23:20 Pilatus ingin membebaskan Yesus, maka dia berbicara lagi kepada orang banyak itu.
LUK 23:21 Tetapi mereka malah semakin keras berteriak-teriak, “Salibkan dia! Salibkan dia!”
LUK 23:22 Untuk ketiga kalinya Pilatus bertanya kepada mereka, “Mengapa? Kejahatan apakah yang sudah dilakukan orang ini? Tidak ada satu kesalahan pun yang membuat dia pantas dihukum mati. Karena itu saya akan menyuruh para tentara untuk mencambuk dia. Sesudah itu saya akan melepaskannya.”
LUK 23:23 Tetapi mereka semakin lantang berteriak untuk mendesak dan menuntut supaya Yesus disalibkan. Akhirnya suara keras orang banyak bersama imam-imam kepala berhasil mengalahkan kemauan Pilatus.
LUK 23:24 Pilatus pun menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus sesuai tuntutan orang banyak itu.
LUK 23:25 Keputusannya memang tidak adil, karena hanya berdasarkan tuntutan suara terbanyak dia membebaskan Barabas dari penjara, padahal dia jelas-jelas bersalah karena terlibat dalam pemberontakan dan pembunuhan. Sedangkan Yesus yang tidak bersalah justru diserahkannya untuk mereka perlakukan sewenang-wenang.
LUK 23:26 Sesudah Yesus dicambuki, tentara-tentara Romawi menggiring Dia ke luar dari kota Yerusalem. Yesus memikul sendiri kayu salib-Nya. Tetapi ketika tentara-tentara itu melihat seseorang bernama Simon— yang berasal dari kota Kirene dan kebetulan sedang berjalan masuk ke Yerusalem— mereka memaksa dia untuk memikul salib Yesus itu dengan berjalan di belakang-Nya.
LUK 23:27 Banyak sekali orang mengikuti Yesus, termasuk para perempuan yang menangisi dan meratapi penderitaan-Nya.
LUK 23:28 Tetapi Yesus berpaling kepada mereka dan berkata, “Hai ibu-ibu Yerusalem, janganlah menangisi Aku. Tangisilah diri kalian sendiri dan anak-anak kalian.
LUK 23:29 Karena akan tiba waktunya Allah menghukum kota ini. Dan pada waktu itu orang-orang akan berkata, ‘Berbahagialah para ibu mandul yang tidak pernah hamil, tidak pernah melahirkan, atau tidak pernah menyusui.’
LUK 23:30 Karena kesusahan yang akan terjadi saat itu sangat mengerikan sehingga penduduk daerah ini akan berteriak, ‘Hai gunung-gunung dan bukit-bukit, runtuhlah menimpa kami!’
LUK 23:31 Sebab kalau sekarang orang-orang memperlakukan Aku seperti ini, coba bayangkan sehebat apa kejahatan yang akan dilakukan manusia ketika sudah tiba masanya!”
LUK 23:32 Para tentara itu juga menggiring dua orang penjahat yang sudah dijatuhi hukuman mati untuk disalibkan bersama dengan Yesus.
LUK 23:33 Sesudah tiba di tempat yang bernama Tengkorak, tentara-tentara itu menyalibkan Yesus dan kedua penjahat tersebut, yang seorang disalibkan di sebelah kanan-Nya, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Nya.
LUK 23:34 Kemudian Yesus berkata, “Bapa, ampunilah orang-orang ini, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Lalu para tentara itu membagi-bagi pakaian-Nya dengan cara membuang undi.
LUK 23:35 Orang banyak yang ada di sana berdiri dan menyaksikan semua kejadian itu. Para pemimpin Yahudi terus mengejek Dia dengan berkata, “Orang lain dia selamatkan. Biarlah sekarang dia menyelamatkan dirinya sendiri kalau memang benar dia Kristus yang dipilih dan diutus oleh Allah.”
LUK 23:36 Para tentara juga mengolok-olok Dia. Beberapa kali mereka mendekati-Nya dan menawarkan anggur asam kepada-Nya
LUK 23:37 dengan berkata, “Kalau benar kamu ini raja orang Yahudi, selamatkanlah dirimu!”
LUK 23:38 Pada bagian atas salib Yesus, yaitu di atas kepala-Nya, terpasang papan yang bertuliskan, “Inilah raja orang Yahudi”— yang ditulis dalam bahasa Yunani, Latin, dan Ibrani.
LUK 23:39 Salah satu penjahat yang disalibkan bersama Yesus juga mulai menghina Dia dengan berkata, “Hei! Kamu ini Kristus, bukan?! Selamatkanlah dirimu dan kami juga!”
LUK 23:40 Namun penjahat yang satu lagi menegur dia, “Jangan berkata begitu! Apa kamu tidak takut kepada Allah?! Lihat, kita bertiga ini sama-sama dihukum mati,
LUK 23:41 tetapi hanya kamu dan aku yang pantas menerima hukuman ini karena kita memang berbuat jahat, sedangkan Yesus itu sama sekali tidak bersalah!”
LUK 23:42 Lalu dia berkata kepada Yesus, “Ya Tuhan, tolong ingat saya ketika Engkau sudah memerintah sebagai Raja!”
LUK 23:43 Yesus menjawabnya, “Sesungguhnya Aku menegaskan kepadamu, hari ini juga kamu akan bersama dengan Aku di Firdaus.”
LUK 23:44 Kira-kira jam dua belas siang, tiba-tiba matahari berhenti bersinar, sehingga seluruh daerah itu menjadi gelap sampai jam tiga sore. Keajaiban lain yang terjadi adalah tirai yang tergantung pada pintu ruang kudus di dalam rumah Allah robek sendiri dari atas sampai ke bawah menjadi dua bagian.
LUK 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara keras, “Bapa, Aku serahkan jiwa-Ku kepada-Mu.” Sesudah berkata begitu, Dia menghembuskan nafas terakhir.
LUK 23:47 Ketika komandan kompi yang mengawasi penyaliban melihat kejadian itu, dia memuji Allah dengan berkata, “Sungguh, orang ini tidak bersalah.”
LUK 23:48 Sesudah melihat kejadian-kejadian itu, semua orang yang berkumpul menyaksikan penyaliban tadi pulang dengan sangat sedih dan menyesal.
LUK 23:49 Semua pengikut Yesus menyaksikan seluruh peristiwa itu dari kejauhan, termasuk para perempuan yang sudah menyertai Dia dari Galilea.
LUK 23:50 Ada seorang laki-laki bernama Yusuf yang berasal dari kota Arimatea di provinsi Yudea. Dia orang baik dan jujur yang juga menanti-nantikan saatnya Allah mendirikan kerajaan-Nya dengan nyata di dunia ini. Dia anggota sidang Mahkamah Agama Yahudi, tetapi dia tidak setuju atas keputusan dan tindakan sidang itu terhadap Yesus.
LUK 23:52 Jadi, segera sesudah Yesus mati, Yusuf pergi menghadap Pilatus untuk memohon izin supaya dia bisa menguburkan mayat Yesus.
LUK 23:53 Atas izin Pilatus, Yusuf dibantu beberapa orang lain menurunkan mayat-Nya, lalu membungkus-Nya dengan kain kafan yang terbuat dari linen. Mereka meletakkan-Nya di dalam kuburan yang dibuat seperti gua di dalam bukit batu. Kuburan itu masih baru dan belum pernah dipakai.
LUK 23:54 Hal-hal itu dilakukan pada hari Jumat sore menjelang tibanya hari Sabat.
LUK 23:55 Para perempuan yang menyertai Yesus dari Galilea itu mengikuti Yusuf dari jauh, dan melihat kuburan Yesus, juga menyaksikan bagaimana Yusuf meletakkan mayat Yesus di situ.
LUK 23:56 Kemudian mereka kembali ke Yerusalem untuk menyiapkan rempah-rempah harum dan minyak mur untuk mengurapi mayat Yesus dengan baik sesuai kebiasaan orang Yahudi. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menaati hukum Taurat.
LUK 24:1 Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, para perempuan tadi dan beberapa wanita lain pergi ke kuburan Yesus dengan membawa rempah-rempah harum dan minyak wangi yang sudah mereka siapkan.
LUK 24:2 Sesudah tiba di sana, mereka melihat batu penutup kuburan itu sudah terguling.
LUK 24:3 Mereka pun memasuki kuburan itu, tetapi mayat Tuhan Yesus sudah tidak ada di sana.
LUK 24:4 Sementara mereka masih kebingungan melihat kubur yang kosong, tiba-tiba muncullah dua malaikat berdiri di dekat mereka. Keduanya tampak seperti laki-laki dengan pakaian yang bersinar.
LUK 24:5 Dengan ketakutan, para perempuan itu bersujud dengan muka sampai ke tanah. Lalu kedua malaikat itu berkata kepada mereka, “Kalian tidak usah mencari Orang yang hidup di tempat orang-orang mati!
LUK 24:6 Yesus tidak ada lagi di sini. Dia sudah hidup kembali. Ingatlah yang sudah Dia katakan kepada kalian ketika masih di Galilea,
LUK 24:7 yaitu, ‘Supaya nubuatan para nabi ditepati, Sang Anak Adam akan diserahkan ke tangan orang-orang berdosa, mati disalibkan, dan akan hidup kembali pada hari yang ketiga.’”
LUK 24:8 Para perempuan itu pun teringat akan kata-kata Yesus,
LUK 24:9 lalu mereka meninggalkan kuburan dan pergi memberitahukan seluruh kejadian itu kepada kesebelas murid Yesus dan semua pengikut-Nya yang lain.
LUK 24:10 Para perempuan yang pergi ke kubur Yesus antara lain Maria dari kampung Magdala, Yohana, Maria ibu Yakobus, dan beberapa orang lain. Mereka itulah yang menyampaikan kejadian tadi kepada para rasul Yesus, yaitu murid-murid-Nya.
LUK 24:11 Tetapi bagi murid-murid-Nya, berita itu seperti omong kosong saja. Mereka tidak percaya pada kesaksian para perempuan itu.
LUK 24:12 Walaupun begitu, Petrus bangkit berdiri dan berlari ke kuburan Yesus. Sambil membungkuk dia melihat ke dalam gua kuburan, tetapi yang ada di situ hanyalah kain kafan bekas pembungkus mayat Yesus. Dengan terheran-heran dia pulang dan bertanya-tanya dalam hati apa yang sudah terjadi.
LUK 24:13 Pada hari yang sama, dua orang pengikut Yesus sedang dalam perjalanan ke kampung Emaus, yang berjarak kira-kira sebelas kilometer dari Yerusalem.
LUK 24:14 Sambil berjalan mereka bercakap-cakap tentang semua peristiwa yang sudah terjadi selama itu.
LUK 24:15 Sementara mereka sedang berbincang dan bertukar pikiran, Yesus sendiri datang mendekati mereka lalu berjalan bersama mereka.
LUK 24:16 Memang keduanya melihat Dia, tetapi seperti ada suatu penghalang yang membuat mereka tidak mengenali-Nya.
LUK 24:17 Yesus bertanya kepada mereka, “Apa yang sedang kalian bicarakan dalam perjalanan ini?— sampai membuat muka kalian begitu sedih.”
LUK 24:18 Salah satu dari mereka yang bernama Kleopas menjawab, “Mungkin hanya Bapak satu-satunya pendatang di Yerusalem yang belum tahu tentang kejadian-kejadian yang terjadi beberapa hari terakhir ini.”
LUK 24:19 Lalu tanya Yesus, “Kejadian apa?” Jawab mereka, “Ada seorang dari Nazaret bernama Yesus. Dia terbukti sebagai nabi yang penuh kuasa dalam perkataan dan perbuatannya, baik di hadapan Allah maupun di mata semua orang.
LUK 24:20 Tetapi imam-imam kepala dan para anggota Mahkamah Agama kami sudah menyerahkan dia kepada penguasa Romawi untuk dihukum mati, lalu dia disalibkan.
LUK 24:21 Padahal sebelumnya kami berharap dialah yang akan membebaskan orang Israel dari penjajahan Romawi. Ternyata dia bukanlah Raja Penyelamat yang kami nanti-nantikan, karena sekarang dia sudah mati, dan ini hari yang ketiga.
LUK 24:22 Tadi pagi, beberapa perempuan dari kelompok kami mengejutkan kami dengan berita yang aneh. Pagi-pagi sekali mereka sudah pergi ke kuburan Yesus,
LUK 24:23 tetapi mereka tidak menemukan mayatnya di sana. Lalu mereka kembali dan memberitahu kami bahwa mereka melihat dua malaikat, dan kedua malaikat itu mengatakan bahwa Yesus sudah hidup kembali.
LUK 24:24 Beberapa orang sahabat kami pergi juga ke kuburan itu dan ternyata mereka pun tidak melihat mayat Yesus di sana, tepat seperti kata perempuan-perempuan itu.”
LUK 24:25 Kemudian Yesus menjawab mereka berdua, “Wah! Ternyata kalian belum memahami dan sangat sulit mempercayai nubuatan para nabi!
LUK 24:26 Seharusnya kamu tahu bahwa sebelum Kristus masuk ke dalam kemuliaan-Nya, Dia sudah ditetapkan untuk menderita lebih dulu.”
LUK 24:27 Lalu Yesus menjelaskan segala sesuatu yang tertulis dalam Kitab Suci mengenai diri-Nya, mulai dari Kitab Musa sampai semua kitab para nabi.
LUK 24:28 Hari sudah sore ketika mereka bertiga mendekati kampung Emaus. Yesus berbuat seolah mau meneruskan perjalanan-Nya.
LUK 24:29 Tetapi kedua orang itu mendesak Dia dengan berkata, “Tinggallah bersama kami karena matahari hampir terbenam dan hari sudah mau gelap.” Maka Yesus pun setuju dan ikut bermalam bersama mereka.
LUK 24:30 Waktu mereka duduk untuk makan bersama, Yesus mengambil roti dan mengucap syukur kepada Allah. Dia menyobek-nyobek roti itu lalu memberikannya kepada mereka.
LUK 24:31 Pada saat itulah tiba-tiba mata mereka terbuka dan mengenali Yesus. Tetapi Dia langsung menghilang dari hadapan mereka.
LUK 24:32 Lalu kedua orang itu berkata satu sama lain, “Oh, pantas saja semangat kita begitu menyala-nyala dalam perjalanan tadi, ketika Dia berbicara dan menjelaskan isi Kitab Suci kepada kita!”
LUK 24:33 Saat itu juga, walaupun sudah malam, keduanya bangkit berdiri dan kembali ke Yerusalem. Di sana mereka menemui kesebelas murid Yesus yang sedang berkumpul bersama para pengikut-Nya yang lain,
LUK 24:34 lalu memberitahukan, “Tuhan Yesus benar-benar sudah hidup kembali dan sudah memperlihatkan diri-Nya kepada Petrus!”
LUK 24:35 Kedua orang itu juga menceritakan apa yang mereka alami dalam perjalanan ke Emaus, dan bagaimana mereka mengenali Yesus ketika Dia menyobek-nyobek roti.
LUK 24:36 Ketika mereka berdua masih berbicara, tiba-tiba Yesus sendiri berdiri di antara mereka dan memberi salam kepada mereka, “Biarlah kalian merasa tenang di hati!”
LUK 24:37 Mereka semua kaget dan takut karena menyangka sedang melihat hantu.
LUK 24:38 Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Tidak usah terkejut dan bimbang!
LUK 24:39 Ini Aku! Lihatlah kedua tangan dan kedua kaki-Ku! Peganglah dan lihatlah sendiri. Aku punya tulang dan daging. Jadi Aku bukan hantu!”
LUK 24:40 Sesudah berkata begitu, Yesus memperlihatkan kedua tangan dan kedua kaki-Nya kepada mereka.
LUK 24:41 Tetapi mereka belum juga percaya sepenuhnya karena terlalu bersukacita dan terheran-heran melihat Yesus. Karena itu Yesus berkata kepada mereka, “Apakah kalian punya makanan di sini?”
LUK 24:42 Lalu mereka memberikan sepotong ikan bakar dan sepotong sarang madu kepada-Nya.
LUK 24:43 Dia pun mengambil dan memakannya di hadapan mereka semua.
LUK 24:44 Lalu Dia berkata kepada mereka, “Sekarang Aku ulangi lagi apa yang pernah Aku katakan kepada kalian, ‘Segala nubuatan yang tertulis tentang diri-Ku dalam kitab hukum Taurat, kitab para nabi, dan kitab Mazmur harus ditepati.’”
LUK 24:45 Kemudian Yesus menerangi pikiran mereka sehingga mereka bisa memahami isi Kitab Suci.
LUK 24:46 Lalu Dia berkata kepada mereka, “Inilah yang sudah dinubuatkan dalam Kitab Suci tentang Aku: ‘Sesuai dengan rencana Allah, Kristus akan menderita dan pada hari yang ketiga akan hidup kembali dari kematian.
LUK 24:47 Lalu, dimulai dari Yerusalem, utusan-utusan-Ku akan mengabarkan berita keselamatan kepada segala bangsa, supaya mereka bertobat dan dosa-dosa mereka diampuni.’
LUK 24:48 Kalianlah saksi mata yang akan Aku utus untuk memberitakan tentang semua kejadian itu.
LUK 24:49 Dan kepada kalian Aku akan mengutus Penolong yang sudah dijanjikan Bapa-Ku. Tinggallah di kota ini sampai Allah memperlengkapi kalian dengan kuasa dari surga.”
LUK 24:50 Kemudian Yesus mengajak mereka ke luar dari kota Yerusalem, yaitu ke daerah kampung Betania. Di sana Dia mengangkat kedua tangan-Nya untuk memberkati mereka.
LUK 24:51 Selagi Dia sedang memberkati mereka, terangkatlah Dia ke surga dan tidak kelihatan lagi.
LUK 24:52 Mereka semua sujud menyembah-Nya, lalu kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita.
LUK 24:53 Mereka selalu memuji-muji Allah dan hampir tidak pernah meninggalkan teras rumah Allah. Amin.
JOH 1:1 Pada permulaan segala sesuatu, Dia yang disebut Firman sudah bersama dengan Allah, dan Firman itu sendiri adalah Allah.
JOH 1:2 Sejak permulaan, Dia sudah ada bersama Allah.
JOH 1:3 Allah menciptakan segala sesuatu melalui Dia. Dan tiada satu pun yang pernah diciptakan tanpa kekuatan Sang Firman.
JOH 1:4 Di dalam diri Firman itu ada kuasa yang memberi kehidupan kepada semua makhluk. Dan kuasa kehidupan itu seperti terang yang menyinari hati manusia.
JOH 1:5 Jadi Firman itu juga disebut Terang Dunia. Dia bersinar di dalam kegelapan, dan kegelapan tidak bisa menutupi cahaya-Nya.
JOH 1:6 Kemudian, pada waktu yang sudah ditetapkan-Nya, Allah mengutus seorang bernama Yohanes.
JOH 1:7 Yohanes diutus untuk mengabarkan tentang Sang Firman itu, supaya setiap orang bisa mendapat kesempatan untuk percaya kepada Dia yang menerangi hati manusia.
JOH 1:8 Yohanes sendiri bukanlah Terang Dunia, tetapi dia diutus untuk memberitakan kabar tentang Terang itu.
JOH 1:9 Pada waktu itu Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dunia ini. Dia adalah terang yang benar-benar bisa menerangi setiap hati manusia.
JOH 1:10 Dari mulanya, Dia yang disebut Firman sudah berada di dalam dunia ini. Dunia ini diciptakan oleh Dia, tetapi orang-orang yang ada di dunia ini tidak mengenal Dia.
JOH 1:11 Dia datang kepada bangsa yang sudah dipilih-Nya, tetapi sebagian besar dari mereka tidak mau percaya kepada-Nya.
JOH 1:12 Namun kepada setiap orang yang menerima-Nya, Dia memberikan hak untuk menjadi anak-anak Allah. Yang dimaksud ‘menerima Dia’ adalah percaya kepada-Nya.
JOH 1:13 Mereka menjadi anak-anak Allah bukan karena dilahirkan melalui kelahiran jasmani, melainkan kelahiran rohani. Dan hal itu bukan karena keinginan atau rencana manusia, tetapi Allah sendiri yang menjadikan mereka sebagai anak-anak-Nya.
JOH 1:14 Sang Firman menjadi manusia dan tinggal bersama-sama dengan kita. Sebagian dari kita sudah menyaksikan kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak satu-satunya dari Bapa. Kita mengenal semua kebaikan hati Allah kepada kita melalui Firman itu, dan Dia sangat layak untuk dipercaya.
JOH 1:15 Waktu Yohanes memberi kesaksian tentang Firman itu, dia berkata dengan suara keras, “Inilah Dia yang saya maksudkan waktu saya berkata, ‘Dia yang datang sesudah saya jauh lebih penting daripada saya, sebab jauh sebelum saya dilahirkan, Dia sudah ada.’”
JOH 1:16 Benar sekali, Firman itu sangat layak untuk dipercaya, dan melalui Dia kita terus-menerus menerima bukti kebaikan hati Allah kepada kita.
JOH 1:17 Memang Allah memberikan hukum Taurat kepada kita melalui Nabi Musa, tetapi kita sudah menerima bukti kebaikan hati-Nya dan ajaran benar yang pantas kita percaya melalui Yesus, yang adalah Kristus.
JOH 1:18 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah, kecuali Dia yang adalah Anak satu-satunya dari Bapa. Dialah yang dapat memperkenalkan Allah kepada kita, karena Dia bersatu dengan Allah Bapa.
JOH 1:19 Ketika Yohanes sedang bersaksi tentang Kristus, para pemimpin Yahudi dari Yerusalem menyuruh beberapa imam dan pelayan-pelayan dari keturunan Lewi untuk bertanya kepadanya, “Kamu melayani dengan jabatan apa?”
JOH 1:20 Dengan terus terang Yohanes mengaku, “Saya bukan Kristus.”
JOH 1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, bagaimana? Apakah kamu pengganti Nabi Elia yang dinubuatkan itu?” Yohanes menjawab, “Bukan.” Mereka bertanya lagi, “Apakah kamu nabi yang sudah dinubuatkan untuk menggantikan Musa?” Dia menjawab, “Bukan.”
JOH 1:22 Lalu mereka bertanya lagi kepada dia, “Jadi sebenarnya tugasmu sebagai apa? Tolong jawab, supaya kami bisa menyampaikan jawabanmu kepada mereka yang menyuruh kami datang kepadamu. Mohon berikan penjelasan tentang dirimu.”
JOH 1:23 Jawab Yohanes, “Saya inilah orang yang dimaksud Nabi Yesaya waktu dia bernubuat, ‘Kelak akan ada orang yang berseru-seru di padang belantara: Siapkanlah jalan untuk kedatangan Tuhan! Luruskanlah jalan bagi-Nya!’”
JOH 1:24 Sebagian dari orang yang disuruh datang menemui Yohanes itu adalah anggota kelompok agama Yahudi yang disebut Farisi.
JOH 1:25 Lalu mereka berkata kepada Yohanes, “Jadi, kalau kamu bukan Kristus, bukan pengganti Elia, dan bukan nabi yang dinubuatkan Musa, kenapa kamu membaptis orang?”
JOH 1:26 Jawab Yohanes, “Saya membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kalian ada Seorang yang belum kalian kenal.
JOH 1:27 Dialah yang datang sesudah saya, dan kedudukan-Nya lebih tinggi daripada saya. Saya tidak layak melayani Dia, sekalipun hanya membukakan tali sandal-Nya.”
JOH 1:28 Semua itu terjadi di dekat desa Betania, tempat Yohanes membaptis. (Tempat itu terletak di sebelah timur sungai Yordan.)
JOH 1:29 Pada hari berikutnya, Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Lalu Yohanes berkata kepada orang-orang yang ada di situ, “Lihat! Dia itulah Anak Domba Allah! Dialah yang akan menghapuskan dosa manusia di dunia.
JOH 1:30 Dialah yang saya maksudkan waktu saya berkata, ‘Seseorang yang datang sesudah saya jauh lebih tinggi kedudukan-Nya daripada saya, karena Dia sudah ada lama sebelum saya dilahirkan.’
JOH 1:31 Dulu saya sendiri pun tidak mengenal Dia. Tetapi Allah mengutus saya untuk membaptis orang-orang Israel dengan air supaya mereka bisa mengenal Dia, bahwa Dia adalah Kristus.”
JOH 1:32 Yohanes berkata lagi, “Dulu, memang saya tidak mengenal siapa Kristus itu, tetapi Allah, yang mengutus saya untuk membaptis orang dengan air, sudah memberitahukan kepada saya seperti ini, ‘Kamu akan melihat Roh-Ku turun ke atas Seseorang dan tinggal di atas-Nya. Dialah yang akan membaptis dengan Roh-Ku.’” Lalu kata Yohanes lagi, “Dan saya sudah melihat hal itu! Saya melihat Roh Kudus turun dari langit seperti burung merpati dan hinggap di atas Dia. Oleh karena itu, saya bersaksi kepada kalian bahwa memang benar: Dia itulah Anak Allah.”
JOH 1:35 Keesokan harinya, Yohanes Pembaptis berdiri lagi di tempat itu bersama kami, dua orang dari murid-muridnya.
JOH 1:36 Waktu dia melihat Yesus sedang lewat, dia berkata, “Lihat, itulah Dia— Anak Domba Allah!”
JOH 1:37 Mendengar ucapannya itu, kami berdua langsung mengikuti Yesus dari belakang.
JOH 1:38 Ketika Yesus berbalik dan melihat kami sedang mengikuti-Nya, Dia bertanya, “Kalian mencari apa?” Kami menjawab, “Rabi tinggal di mana?” (Panggilan ‘Rabi’ berasal dari bahasa Ibrani yang artinya ‘Guru.’)
JOH 1:39 Lalu jawab Yesus, “Mari ikutlah, nanti kalian akan melihatnya.” Maka kami mengikuti Dia dan melihat di mana Dia tinggal. Mulai hari itu, kira-kira jam empat sore, kami tinggal bersama-sama dengan-Nya.
JOH 1:40 Nama teman saya yang tadi juga mendengar perkataan Yohanes Pembaptis kemudian mengikut Yesus adalah Andreas. Dia punya saudara bernama Simon. Lalu Andreas segera mencari saudaranya itu dan berkata, “Kami sudah bertemu dengan Mesias!” (Mesias artinya ‘Kristus.’) Andreas mengajak Simon datang kepada Yesus. Ketika Yesus melihat Simon, Dia berkata kepadanya, “Namamu adalah Simon anak Yunus. Tetapi Aku memberikan nama baru kepadamu, yaitu Kefas.” (‘Kefas’ adalah kata dalam bahasa Aram yang mempunyai arti sama dengan kata ‘petrus’ dalam bahasa Yunani. Kedua kata itu berarti ‘batu besar.’) Itulah sebabnya Simon sering disebut Petrus.
JOH 1:43 Hari berikutnya, Yesus memutuskan untuk berangkat ke daerah Galilea. Dalam perjalanan, Dia bertemu dengan Filipus lalu berkata kepadanya, “Mari, ikutlah Aku!”
JOH 1:44 Filipus berasal dari kota Betsaida, sama seperti Andreas dan Petrus.
JOH 1:45 Sesudah itu, Filipus mencari Natanael dan berkata kepadanya, “Kami sudah menemukan orang yang dinubuatkan Musa dalam Kitab hukum Taurat dan yang dinubuatkan oleh para nabi juga. Dia adalah Yesus anak Yusuf, dari kampung Nazaret.”
JOH 1:46 Tetapi jawab Natanael kepada Filipus, “Nazaret?! Tidak mungkin ada orang baik berasal dari sana!” Lalu Filipus menjawab, “Ayo ikut dan lihatlah sendiri!”
JOH 1:47 Waktu Yesus melihat Natanael datang, Dia berkata tentang Natanael kepada kami, “Lihat, dia itu orang Israel sejati yang tidak mungkin menipu.”
JOH 1:48 Natanael bertanya, “Bagaimana Bapak bisa tahu tentang saya?” Jawab Yesus kepadanya, “Sebelum Filipus memanggilmu ke sini, Aku sudah melihat kamu sedang duduk di bawah pohon ara.”
JOH 1:49 Lalu Natanael berkata kepada Yesus, “Guru, Engkau adalah Anak Allah! Raja orang Israel!”
JOH 1:50 Dan Yesus menjawab dia, “Apakah kamu percaya hanya karena Aku mengatakan kepadamu bahwa Aku sudah melihatmu duduk di bawah pohon ara? Nanti kamu akan melihat hal-hal yang jauh lebih ajaib daripada itu.”
JOH 1:51 Lalu Yesus berkata lagi kepada Natanael dan kami semua yang ada di situ, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Kalian akan melihat langit terbuka dan ‘malaikat-malaikat naik turun’ melalui Aku, Sang Anak Adam.”
JOH 2:1 Dua hari kemudian ada pesta pernikahan di kampung Kana di daerah Galilea, dan ibu Yesus hadir di pesta itu.
JOH 2:2 Yesus dan kami murid-murid-Nya juga diundang ke pesta itu.
JOH 2:3 Waktu air anggur habis, ibu Yesus berkata kepada-Nya, “Mereka sudah kehabisan anggur.”
JOH 2:4 Lalu jawab Yesus, “Biarkan saja. Kita tidak perlu ikut campur. Belum tiba waktunya untuk menunjukkan kuasa-Ku.”
JOH 2:5 Tetapi walaupun Yesus menjawab demikian, ibu-Nya berkata kepada para pelayan di pesta itu, “Lakukanlah apa saja yang Yesus katakan kepada kalian!”
JOH 2:6 Di rumah itu ada enam bak air yang terbuat dari batu. Bak itu diisi air supaya tamu-tamu bisa membasuh tangannya sesuai adat Yahudi. Setiap bak isinya kira-kira 100 liter.
JOH 2:7 Yesus berkata kepada para pelayan, “Isilah air ke dalam semua bak itu sampai penuh.” Maka mereka mengisi semua bak itu sampai penuh.
JOH 2:8 Kemudian Dia berkata kepada mereka, “Sekarang ambillah sedikit air yang ada di situ dan berikanlah kepada pengurus pesta.” Mereka pun melakukan seperti yang dikatakan Yesus.
JOH 2:9 Waktu pengurus pesta mencicipinya, ternyata air itu sudah berubah menjadi anggur! Dia tidak tahu anggur itu dari mana, tetapi para pelayan yang membawa air itu tahu. Lalu pengurus pesta memanggil pengantin laki-laki
JOH 2:10 dan berkata kepadanya, “Waktu orang mengadakan pesta, mereka hampir selalu menghidangkan anggur yang lebih enak dulu, dan sesudah semua tamu minum secukupnya, mereka menghidangkan yang lebih murah untuk menghemat. Tetapi baru sekarang Saudara menghidangkan anggur yang terbaik.”
JOH 2:11 Demikianlah Yesus melakukan keajaiban yang pertama. Hal itu terjadi di kampung Kana di daerah Galilea. Dengan melakukan keajaiban pertama itu, Yesus mulai menyatakan kemuliaan-Nya, dan kami murid-murid-Nya mulai percaya kepada-Nya.
JOH 2:12 Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum bersama ibu-Nya, saudara-saudara-Nya, juga kami murid-murid-Nya. Kami tinggal di situ selama beberapa hari.
JOH 2:13 Karena hari raya agama Yahudi yang disebut Paskah sudah dekat, Yesus pergi ke Yerusalem.
JOH 2:14 Di teras rumah Allah, Yesus melihat banyak orang menjadikan tempat itu seperti pasar. Ada yang menjual sapi, domba, burung merpati, dan ada juga penukar uang.
JOH 2:15 Karena itu, Yesus membuat alat pemukul dari beberapa potongan tali, lalu mengusir mereka semua dari teras rumah Allah, termasuk semua ternak mereka. Dia membalikkan meja-meja yang dipakai oleh para penukar uang sehingga uang itu berhamburan ke mana-mana.
JOH 2:16 Kepada para penjual merpati, Yesus berkata, “Bawa keluar semua burung itu. Jangan kalian jadikan Rumah Bapa-Ku ini sebagai pasar!”
JOH 2:17 Saat itu kami murid-murid-Nya teringat bahwa ada pemazmur yang menulis doa kepada Allah, “Rasa cintaku untuk rumah-Mu menghanguskan aku!”
JOH 2:18 Lalu para pemimpin agama Yahudi menentang Yesus dengan berkata kepada-Nya, “Buktikan bahwa kamu berhak mengubah kebiasaan-kebiasaan kita! Keajaiban apa yang bisa kamu tunjukkan kepada kami untuk membuktikannya?!”
JOH 2:19 Lalu Yesus menjawab mereka, “Ini yang akan menjadi buktinya: Runtuhkanlah rumah Allah ini, dan Aku akan membangunnya kembali dalam tiga hari saja.”
JOH 2:20 Mereka berkata kepada-Nya, “Rumah ini dibangun selama empat puluh enam tahun! Berani-beraninya kamu berkata akan membangunnya kembali dalam tiga hari saja!”
JOH 2:21 Tetapi sebenarnya yang Yesus maksud dengan ‘rumah Allah’ adalah tubuh-Nya sendiri, bukan bangunan rumah Allah di Yerusalem.
JOH 2:22 (Di kemudian hari, ketika Yesus hidup kembali dari kematian, kami murid-murid-Nya teringat pada perkataan-Nya itu. Oleh sebab itulah kami benar-benar percaya kepada Firman TUHAN dan semua perkataan Yesus.)
JOH 2:23 Selama Hari Raya Paskah itu Yesus berada di Yerusalem. Pada waktu itu banyak orang menjadi percaya kepada-Nya karena melihat keajaiban-keajaiban yang Dia lakukan.
JOH 2:24 Walaupun begitu, Yesus tetap menjaga jarak dengan mereka sebab Dia tahu isi hati mereka masing-masing.
JOH 2:25 Dia juga tidak membutuhkan siapa pun untuk memberitahukan kepada-Nya tentang orang lain, karena Dia sudah tahu semua yang ada dalam hati manusia.
JOH 3:1 Pada suatu malam, seseorang bernama Nikodemus datang kepada Yesus. Dia adalah anggota kelompok agama Yahudi yang disebut Farisi, juga salah satu pemimpin agama Yahudi. Nikodemus berkata kepada Yesus, “Guru, kami tahu bahwa Guru diutus Allah untuk mengajar kami, karena tanpa bantuan Allah, tidak ada seorang pun yang bisa melakukan keajaiban-keajaiban seperti yang Guru lakukan.”
JOH 3:3 Jawab Yesus kepadanya, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan ini benar: Tidak ada seorang pun yang bisa menjadi warga kerajaan Allah kalau dia tidak dilahirkan kembali.”
JOH 3:4 Lalu Nikodemus bertanya, “Bagaimana mungkin seseorang dapat dilahirkan lagi kalau dia sudah dewasa? Tidak mungkin dia bisa masuk kembali ke dalam kandungan ibunya dan dilahirkan lagi!”
JOH 3:5 Jawab Yesus kepadanya, “Sungguh, Aku menegaskan kepadamu: Setiap orang yang ingin menjadi anggota kerajaan Allah harus dilahirkan dari air dan Roh Kudus. Kalau tidak begitu, dia tidak bisa menjadi anggota kerajaan Allah.
JOH 3:6 Secara jasmani, manusia memang lahir dari orangtuanya, tetapi secara rohani, manusia harus dilahirkan dari Roh Kudus.
JOH 3:7 Janganlah heran karena Aku berkata, ‘Kalian semua harus dilahirkan kembali.’
JOH 3:8 Sebab kelahiran dari Roh Kudus adalah seperti putaran angin yang bertiup ke mana saja. Kita hanya bisa mendengar bunyinya, tetapi tidak tahu dari mana angin itu datang, atau ke mana angin itu pergi. Begitu jugalah pekerjaan Roh Kudus dalam hati manusia.”
JOH 3:9 Lalu Nikodemus bertanya lagi, “Bagaimana mungkin hal-hal itu bisa terjadi?”
JOH 3:10 Yesus menjawab, “Bagaimana Bapak bisa menjadi guru agama orang Israel kalau Bapak sendiri tidak mengerti hal-hal ini?!
JOH 3:11 Sekali lagi Aku menegaskan kepadamu bahwa sesungguhnya, Aku dan murid-murid-Ku mengajar tentang hal-hal yang sudah kami ketahui. Kami bersaksi mengenai apa yang sudah kami lihat, tetapi kalian tidak menerima kesaksian kami.
JOH 3:12 Waktu Aku mengajarkan tentang hal-hal yang terlihat di dunia ini pun kalian sudah tidak percaya. Lalu bagaimana mungkin kalian bisa percaya kalau Aku mengajar tentang hal-hal surgawi?
JOH 3:13 Tidak ada orang yang pernah naik ke surga lalu turun lagi untuk mengajar kalian tentang hal-hal surgawi. Hanya Aku, Sang Anak Adam, yang pantas mengajarkan hal-hal itu, karena hanya Aku yang turun dari sana dan tetap berada di sana.
JOH 3:14 “Waktu nenek moyang kita berada di padang belantara, sebuah ukiran ular digantungkan oleh Musa di atas tiang kayu. Demikian juga Aku harus digantung di atas tiang kayu
JOH 3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku mempunyai hidup yang kekal sehingga tidak akan binasa.”
JOH 3:16 Memang, kasih Allah sangat luar biasa kepada orang-orang di dunia ini sehingga Dia menyerahkan Anak-Nya satu-satunya, supaya setiap orang yang percaya kepada Anak-Nya itu tidak akan binasa, tetapi menerima hidup yang kekal.
JOH 3:17 Karena Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia ini bukan untuk memberi hukuman kepada manusia, tetapi supaya melalui Dia manusia dapat diselamatkan.
JOH 3:18 Semua orang yang percaya kepada Anak Allah tidak akan dihukum oleh Allah. Tetapi semua orang yang tidak percaya sudah berada di bawah hukuman Allah, karena mereka tidak percaya kepada Anak Allah satu-satunya.
JOH 3:19 Dan inilah dasar dari hukuman itu: Terang dari surga sudah datang ke dunia ini, tetapi manusia lebih senang hidup di dalam kegelapan daripada hidup di dalam terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
JOH 3:20 Semua orang yang berbuat jahat membenci terang. Mereka tidak mau datang kepada terang itu, karena terang akan membuat semua perbuatan mereka yang jahat menjadi kelihatan.
JOH 3:21 Tetapi semua orang yang berbuat benar akan datang kepada terang itu, supaya kelihatan bahwa mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang benar atas pertolongan Allah.
JOH 3:22 Sesudah itu Yesus pergi bersama kami murid-murid-Nya ke provinsi Yudea. Di sana Dia tinggal beberapa waktu lamanya bersama kami dan membaptis banyak orang.
JOH 3:23 Pada waktu itu, Yohanes belum dimasukkan ke penjara. Dia juga membaptis orang-orang yang datang kepadanya di Ainon, yang letaknya dekat Salem, karena di sana ada banyak mata air.
JOH 3:25 Kemudian timbullah pertengkaran di antara para pengikut Yohanes dan orang Yahudi yang lain tentang syarat-syarat pembersihan diri menurut adat Yahudi.
JOH 3:26 Maka mereka datang dan berkata kepada Yohanes, “Guru, apakah Bapak masih ingat orang yang pernah datang kepada Bapak di seberang sungai Yordan?— yaitu orang yang tentang dia Bapak pernah memberi kesaksian. Persoalannya sekarang ini dia juga membaptis, dan hampir semua orang pergi kepadanya.”
JOH 3:27 Lalu Yohanes menjawab mereka, “Kita manusia hanya menerima apa yang Allah berikan kepada kita.
JOH 3:28 Kalian sendiri sudah mendengar waktu saya berkata, ‘Saya bukan Kristus yang dijanjikan itu, tetapi saya diutus Allah hanya untuk mempersiapkan jalan bagi Dia.’
JOH 3:29 Hubungan Yesus dan saya bisa diumpamakan seperti pengantin laki-laki dan sahabatnya. Pada hari pernikahan, pengantin perempuan akan diantar ke rumah pengantin laki-laki. Sahabat pengantin laki-laki menyaksikan hal itu dan turut merasakan kegembiraannya. Begitulah saya merasa sangat gembira atas semua yang Allah berikan kepada Yesus sekarang.
JOH 3:30 Dia harus semakin besar, tetapi saya harus semakin kecil.”
JOH 3:31 Kita yang berasal dari dunia ini hanya sanggup berpikir dan berbicara tentang hal-hal yang ada di dunia saja. Tetapi Dia yang datang dari surga tidak seperti itu, karena Dia yang datang dari atas lebih tinggi daripada semua orang.
JOH 3:32 Dia memberi kesaksian mengenai hal-hal yang sudah dilihat dan didengar-Nya di surga, tetapi hanya sedikit orang yang menerima kesaksian-Nya itu.
JOH 3:33 Namun semua yang menerima kesaksian-Nya mengakui bahwa kabar yang Dia sampaikan itu sangat layak dipercaya, karena berasal dari Allah.
JOH 3:34 Dan kita tahu bahwa kabar itu benar, karena Dia yang diutus Allah ke dalam dunia ini benar-benar menyampaikan ajaran dari Allah sendiri. Dan sudah jelas bahwa Allah memberikan Roh-Nya sepenuhnya kepada Dia.
JOH 3:35 Allah mengasihi Anak-Nya dan sudah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya.
JOH 3:36 Oleh karena itu, setiap orang yang percaya kepada Anak Allah sudah mempunyai hidup yang kekal. Tetapi semua orang yang tidak taat kepada Anak Allah tidak akan mendapat hidup itu, melainkan akan terus mengalami kemarahan Allah.
JOH 4:1 Yesus tahu orang Farisi sudah mendengar bahwa Dia mendapatkan dan membaptis lebih banyak pengikut daripada Yohanes, meskipun sebenarnya bukan Tuhan Yesus yang membaptis, tetapi kami murid-murid-Nya.
JOH 4:3 Jadi Dia bersama kami meninggalkan provinsi Yudea dan kembali ke provinsi Galilea.
JOH 4:4 Dalam perjalanan ke sana Dia harus melewati daerah Samaria.
JOH 4:5 Sewaktu di Samaria, Yesus dan kami sampai di sebuah kampung bernama Sikar, dekat dengan tanah yang dulu diberikan Yakub kepada Yusuf, anaknya.
JOH 4:6 Di tanah itulah terletak sumur Yakub. Karena perjalanan jauh, Yesus merasa sangat lelah lalu duduk di pinggir sumur itu. Saat itu kira-kira tengah hari.
JOH 4:7 Kemudian datanglah seorang perempuan Samaria ke sumur itu untuk menimba air. Yesus berkata kepadanya, “Tolong beri saya air untuk diminum.”
JOH 4:8 Waktu hal itu terjadi, kami sudah pergi ke kampung Sikar untuk membeli makanan.
JOH 4:9 Lalu perempuan itu berkata kepada-Nya, “Saya heran! Bagaimana mungkin Bapak, seorang Yahudi, minta air minum kepada saya, seorang Samaria!” Dia berkata begitu karena orang Yahudi menganggap orang Samaria najis.
JOH 4:10 Lalu Yesus menjawab, “Seandainya Ibu tahu hadiah apa yang hendak Allah berikan kepada Ibu, dan seandainya Ibu tahu siapa saya ini yang sedang meminta minum dari Ibu, pastilah Ibu yang akan lebih dulu minta air hidup dari saya. Dan saya bersedia memberikannya kepada Ibu.”
JOH 4:11 Kata perempuan itu, “Bapak tidak punya timba dan sumur ini sangat dalam. Bagaimana mungkin Bapak bisa memberikan air hidup itu kepada saya?
JOH 4:12 Yakub, nenek moyang kita yang memberikan sumur ini kepada kami. Dulu dia dan anak-anaknya serta semua ternaknya minum dari air sumur ini. Apakah Bapak lebih besar daripada Yakub, sehingga merasa bisa memberikan air yang lebih baik?”
JOH 4:13 Lalu Yesus menjawab, “Setiap orang yang minum air dari sumur ini akan haus lagi.
JOH 4:14 Tetapi siapa saja yang minum air yang akan Aku berikan, dia tidak akan haus lagi untuk selama-lamanya. Karena air itu akan menjadi seperti mata air di dalam dirinya, yang akan terus mengalir dan memberinya hidup yang kekal.”
JOH 4:15 Kata perempuan itu, “Bapak, berikanlah air itu untuk saya, supaya saya tidak haus lagi dan tidak usah kembali menimba air di sini!”
JOH 4:16 Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, panggillah suamimu dan kembalilah bersama dia ke sini.”
JOH 4:17 Jawab perempuan itu, “Tetapi saya tidak punya suami.” Lalu Yesus berkata kepadanya, “Apa yang kamu katakan tepat sekali. Kamu tidak mempunyai suami,
JOH 4:18 karena kamu sudah lima kali kawin cerai dengan laki-laki yang berbeda. Dan laki-laki yang hidup bersamamu sekarang bukanlah suamimu. Ya, perkataanmu itu memang benar.”
JOH 4:19 Kata perempuan itu kepada Yesus, “Sekarang saya sadar bahwa Bapak seorang nabi.
JOH 4:20 Nenek moyang kami selalu menyembah Allah di atas gunung yang di sana itu, tetapi kalian orang Yahudi mengatakan bahwa satu-satunya tempat yang benar untuk menyembah adalah Yerusalem. Manakah yang benar?”
JOH 4:21 Yesus menjawabnya, “Ibu, percayalah pada perkataan-Ku ini: Di kemudian hari kalian boleh menyembah Allah Bapa di mana saja dan tidak usah lagi naik ke gunung itu atau pergi ke Yerusalem.
JOH 4:22 Kalian orang Samaria memang menyembah Allah, tetapi tidak mengenal Dia. Sedangkan kami orang Yahudi menyembah Allah yang sudah kami kenal. Karena Allah sudah berjanji bahwa keselamatan akan diberikan kepada manusia melalui orang Yahudi.
JOH 4:23 Tetapi waktunya akan datang dan sebenarnya sudah tiba sekarang, yakni waktu di mana setiap orang yang benar-benar mau menyembah Allah akan menyembah-Nya melalui persatuan dengan Roh Kudus dan sesuai dengan ajaran benar dari Allah. Karena Allah menginginkan orang-orang yang seperti itu untuk menyembah Dia.
JOH 4:24 Allah adalah Roh. Oleh sebab itu setiap orang yang mau menyembah Dia harus menyembah-Nya melalui persatuan dengan Roh Kudus dan sesuai dengan ajaran benar dari Allah.”
JOH 4:25 Lalu perempuan itu berkata kepada Yesus, “Saya tahu bahwa Mesias akan datang nanti. Waktu dia datang, dia akan memberitahukan semua kehendak Allah kepada kami.” (‘Mesias’ dalam bahasa Ibrani artinya ‘Kristus.’)
JOH 4:26 Kata Yesus kepadanya, “Aku, yang sedang berbicara denganmu ini, adalah Mesias.”
JOH 4:27 Pada saat itu, kami murid-murid-Nya sudah kembali dan sampai di sumur itu. Kami heran melihat Yesus sedang berbicara dengan seorang perempuan. Tetapi tidak satu pun dari kami yang berani bertanya kepada perempuan itu, “Ibu cari apa?” Dan tidak ada yang berani bertanya kepada Yesus, “Kenapa Guru bicara dengan dia?”
JOH 4:28 Lalu perempuan itu meninggalkan tempat airnya di pinggir sumur dan kembali ke kampung untuk memberitakan,
JOH 4:29 “Ayo lihat! Di sana ada seseorang yang sudah mengetahui dan mengatakan tentang semua yang pernah saya lakukan! Mungkinkah dia itu Kristus?!”
JOH 4:30 Jadi orang-orang kampung itu pun keluar dan mendatangi Yesus.
JOH 4:31 Tetapi sebelum mereka tiba, kami mengajak Yesus makan dengan berkata, “Guru, mari kita makan!”
JOH 4:32 Tetapi Dia menjawab, “Aku mempunyai makanan yang kalian belum ketahui.”
JOH 4:33 Karena itu kami bertanya-tanya satu sama lain, “Apa mungkin tadi seseorang datang membawa makanan untuk Dia?”
JOH 4:34 Lalu Yesus berkata kepada kami, “Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus Aku ke dunia ini, yaitu menyelesaikan tugas yang Dia berikan kepada-Ku.
JOH 4:35 Kalian tahu pepatahnya, ‘Empat bulan sesudah menanam, tibalah waktu panen.’ Tetapi Aku berkata kepada kalian, lihatlah ladang-ladang di sekitar kita. Sebenarnya gandum ini sudah siap dipanen.
JOH 4:36 Aku sudah menyuruh orang-orang menanam gandum yang ada sekarang. Maksud-Ku, gandum adalah gambaran dari jiwa-jiwa yang sedang diselamatkan, dan orang yang memanen adalah gambaran dari kita yang bekerja supaya orang lain bisa masuk ke dalam hidup yang kekal. Semua orang yang ikut memanen gandum ini akan menerima upah yang bertahan untuk selama-lamanya. Jadi akhirnya, mereka yang dulu menanam gandum ini akan bergembira bersama-sama dengan kita yang sekarang sedang memanen.
JOH 4:37 Jadi, benarlah kata pepatah ini: ‘Ada yang bertugas menanam, dan ada yang bertugas untuk panen.’
JOH 4:38 Aku menyuruh kalian untuk memanen hasil ladang-Ku, di tempat dulu Aku tugaskan orang lain untuk menanam. Sekarang kalian hanya tinggal memanen hasil usaha mereka.”
JOH 4:39 Akhirnya, banyak orang Samaria dari kampung itu percaya kepada Yesus karena mereka mendengar kesaksian perempuan tadi yang berkata, “Yesus memberitahukan kepada saya tentang semua hal yang pernah saya lakukan!”
JOH 4:40 Waktu orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta Dia tinggal bersama mereka. Yesus setuju, dan kami pun tinggal di sana selama dua hari.
JOH 4:41 Lalu semakin banyak lagi orang-orang kampung itu yang menjadi percaya karena mereka sendiri mendengar ajaran-Nya.
JOH 4:42 Dan mereka berkata kepada perempuan itu, “Memang sebelumnya kami percaya kepada Yesus karena apa yang kamu katakan. Tetapi sekarang kami percaya karena kami sudah mendengar sendiri ajaran-Nya. Sekarang kami tahu pasti bahwa Dia ini sungguh Kristus, Raja Penyelamat manusia.”
JOH 4:43 Sesudah dua hari di Sikar, Yesus bersama kami murid-murid-Nya berangkat ke provinsi Galilea.
JOH 4:44 Dia sendiri pernah mengajarkan bahwa seorang nabi jarang dihormati di daerahnya sendiri.
JOH 4:45 Tetapi waktu Dia tiba, orang Galilea menyambut-Nya dengan baik karena mereka juga hadir pada perayaan Paskah di Yerusalem dan melihat sendiri semua yang Dia lakukan di sana.
JOH 4:46 Ketika berada di Galilea, Yesus kembali lagi ke desa Kana di mana Dia pernah mengubah air menjadi anggur. Desa itu tidak jauh dari kota Kapernaum. Ada seorang pejabat pemerintah yang tinggal di Kapernaum, dan pada waktu itu anak laki-lakinya sedang sakit,
JOH 4:47 bahkan hampir mati. Jadi waktu pejabat itu mendengar bahwa Yesus sudah datang dari provinsi Yudea dan ada di Galilea, dia pergi ke Kana untuk memohon kepada Yesus agar langsung ikut bersamanya ke Kapernaum dan menyembuhkan anaknya.
JOH 4:48 Tetapi Yesus berkata kepada pejabat itu dan semua orang yang ada di situ, “Orang-orang di sini tidak mau percaya kepada-Ku kalau belum melihat keajaiban-keajaiban.”
JOH 4:49 Lalu pejabat itu berkata kepada-Nya, “Tuan, tolong datanglah, sebelum anak saya mati!”
JOH 4:50 Tetapi Yesus menjawabnya, “Kamu boleh pulang, karena anakmu sudah sembuh dan tidak jadi mati.” Pejabat itu percaya kepada perkataan Yesus dan langsung pulang.
JOH 4:51 Dalam perjalanan kembali ke Kapernaum, dia bertemu dengan beberapa budaknya yang datang dari rumahnya. Mereka memberitahukan kepadanya, “Anak Tuan sudah sembuh.”
JOH 4:52 Pejabat itu bertanya kepada mereka, “Jam berapa dia sembuh?” Dan mereka menjawab, “Kemarin siang, kira-kira jam satu demamnya hilang.”
JOH 4:53 Lalu dia teringat bahwa tepat pada jam itu juga Yesus berkata kepadanya, “Anakmu sudah sembuh.” Jadi dia dan semua orang serumahnya menjadi percaya kepada Yesus.
JOH 4:54 Itulah keajaiban kedua yang Yesus lakukan di Galilea, sewaktu Dia kembali dari Yudea.
JOH 5:1 Sesudah itu, Yesus pergi ke Yerusalem untuk mengikuti salah satu perayaan orang Yahudi.
JOH 5:2 Di dekat pintu gerbang Yerusalem yang bernama Gerbang Domba, ada sebuah kolam yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda. Di pinggir kolam itu ada lima teras beratap.
JOH 5:3 Di teras-teras itu banyak orang sakit berbaring, termasuk yang buta, pincang, maupun lumpuh total. Mereka menunggu air kolam itu berguncang,
JOH 5:4 karena menurut kepercayaan, sewaktu-waktu ada malaikat yang turun dan mengguncangkan air kolam. Ketika itu terjadi, orang yang pertama kali masuk ke dalam kolam itu akan sembuh dari penyakit apa pun yang dia derita.
JOH 5:5 Di situ juga ada seorang laki-laki yang sudah sakit selama tiga puluh delapan tahun. Saat melihat orang itu, Yesus tahu bahwa dia sudah menderita untuk waktu yang sangat lama. Lalu Yesus bertanya kepadanya, “Apakah kamu mau sembuh?”
JOH 5:7 Jawab orang sakit itu, “Tuan, waktu air mulai berguncang, tidak ada orang yang membantu menurunkan saya ke dalam kolam ini. Setiap kali saya berusaha turun, orang lain sudah turun lebih dulu.”
JOH 5:8 Lalu Yesus berkata kepadanya, “Berdirilah! Angkatlah tandumu dan berjalanlah.”
JOH 5:9 Saat itu juga, orang itu sembuh! Lalu dia mengangkat tandunya dan berjalan. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabat.
JOH 5:10 Karena itu, beberapa pemimpin Yahudi berkata kepada orang yang disembuhkan itu, “Ini hari Sabat! Menurut peraturan kita, kamu tidak boleh mengangkat tandu pada hari Sabat.”
JOH 5:11 Tetapi dia menjawab, “Orang yang menyembuhkan saya, dialah yang menyuruh, ‘Angkat tandumu dan berjalanlah.’”
JOH 5:12 Lalu mereka bertanya, “Siapa dia yang menyuruhmu berbuat begitu?!”
JOH 5:13 Namun orang yang baru sembuh itu tidak mengenal siapa yang sudah menyembuhkannya. Lagipula tempat itu ramai, dan secara diam-diam Yesus sudah menyelinap di antara kerumunan orang lalu meninggalkan tempat itu.
JOH 5:14 Beberapa waktu kemudian, di salah satu teras rumah Allah, Yesus bertemu lagi dengan orang itu dan berkata kepadanya, “Sekarang kamu sudah sembuh. Berhentilah berbuat dosa, supaya tidak terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi kepadamu.”
JOH 5:15 Lalu orang itu kembali kepada para pemimpin Yahudi dan memberitahukan, “Orang yang menyembuhkan saya tadi namanya Yesus.”
JOH 5:16 Karena Yesus menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, maka para pemimpin Yahudi mulai mempersulit Yesus dan mencari cara untuk membunuh-Nya.
JOH 5:17 Tetapi Dia berkata kepada mereka, “Bapa-Ku bekerja terus-menerus. Jadi Aku pun selalu bekerja seperti Dia.”
JOH 5:18 Jawaban itu membuat mereka lebih marah lagi, sehingga mereka semakin mencari cara untuk membunuh Dia. Karena menurut mereka, Yesus sudah melanggar peraturan Musa tentang hari Sabat dan mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya. Berarti Dia membuat diri-Nya sama dengan Allah.
JOH 5:19 Untuk menjawab mereka yang marah kepada-Nya, Yesus berkata, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Aku, sebagai Anak Bapa-Ku, tidak bisa mengerjakan sesuatu atas kemauan-Ku sendiri, tetapi Aku melakukan apa yang sedang Bapa-Ku kerjakan. Apa yang Aku lihat Bapa-Ku lakukan, itu juga yang Aku lakukan.
JOH 5:20 Bapa-Ku menghidupkan orang dari kematian. Demikian jugalah Aku memberikan hidup kepada siapa saja yang Aku mau. Bapa-Ku mengasihi Aku. Itu sebabnya Dia menunjukkan kepada-Ku segala sesuatu yang Dia kerjakan. Dan Bapa akan melibatkan Aku dalam hal-hal yang lebih besar lagi, supaya kalian menjadi heran.
JOH 5:22 “Bapa-Ku tidak menghukum siapa pun. Dia sudah menyerahkan tugas penghakiman itu kepada-Ku.
JOH 5:23 Bapa sudah memutuskan hal itu supaya semua orang menghormati Aku, sama seperti mereka menghormati Dia. Kalau orang tidak menghormati Aku, berarti mereka juga tidak menghormati Bapa-Ku yang mengutus Aku ke dalam dunia ini.
JOH 5:24 “Aku menegaskan kepadamu bahwa sesungguhnya, semua orang yang mengikuti perkataan-Ku dan percaya kepada Bapa yang mengutus Aku, mereka sudah memiliki hidup yang kekal. Allah tidak akan menghukum mereka, karena mereka sudah dibebaskan dari kuasa kematian dan dipindahkan ke dalam kelompok orang yang hidup selama-lamanya.
JOH 5:25 Dan Aku menegaskan lagi kepada kalian, yakinlah bahwa waktunya akan datang dan sebenarnya sudah mulai, di mana orang-orang yang sudah mati akan mendengar suara Anak Allah, yaitu suara-Ku, dan mereka akan hidup.
JOH 5:26 Hal itu terjadi karena Bapa-Ku adalah sumber hidup, dan Dia sudah memberikan kuasa kepada-Ku untuk memberi hidup kepada manusia.
JOH 5:27 Bapa-Ku juga sudah memberikan kuasa kepada-Ku untuk menghakimi manusia, karena Aku adalah Sang Anak Adam.
JOH 5:28 “Ada yang lebih mengherankan lagi: Akan tiba waktunya ketika semua orang mati yang ada di dalam kubur akan mendengar suara-Ku.
JOH 5:29 Lalu mereka akan bangkit dan keluar dari kuburnya masing-masing. Orang yang sudah hidup benar akan mendapat hidup kekal, tetapi yang hidup dalam kejahatan akan dijatuhi hukuman kekal.
JOH 5:30 “Aku akan menghakimi dengan adil, karena Aku tidak bisa berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan keputusan yang Aku dengar dari Bapa-Ku. Hukuman yang Aku berikan pasti adil, karena Aku tidak mengikuti kemauan-Ku sendiri, tetapi kemauan Bapa yang mengutus Aku ke dalam dunia ini.”
JOH 5:31 “Kalau hanya Aku sendiri yang bersaksi tentang diri-Ku, dan tidak ada orang lain yang menguatkan perkataan-Ku, maka kalian tidak akan menerima kesaksian-Ku itu.
JOH 5:32 Tetapi ada Saksi lain yang bersaksi mengenai Aku, yaitu Bapa-Ku. Dan Aku tahu bahwa kesaksian-Nya tentang Aku pasti benar.
JOH 5:33 “Kalian sudah menyuruh beberapa orang pergi kepada Yohanes Pembaptis untuk bertanya tentang Aku. Dan semua yang Yohanes katakan tentang Aku adalah benar.
JOH 5:34 Sebetulnya, Aku tidak perlu didukung oleh kesaksian manusia. Aku hanya mengingatkan kalian tentang ucapan Yohanes supaya kalian dapat diselamatkan.
JOH 5:35 Waktu Yohanes tinggal di antara kalian, dia seperti pelita yang menyala dan bercahaya. Untuk sementara waktu kalian memang menikmati cahayanya itu dan menerima kesaksiannya tentang Aku.
JOH 5:36 “Tetapi Aku memiliki kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu tentang segala hal yang Aku kerjakan di antara kalian. Aku melakukan segala hal yang Bapa-Ku tugaskan kepada-Ku, jadi segala hal itu membuktikan bahwa Dia sudah mengutus Aku ke dalam dunia ini.
JOH 5:37 Dan Bapa yang mengutus Aku, Dia sendiri yang langsung memberi kesaksian tentang Aku kepada manusia. Tetapi kalian tidak pernah mendengar suara-Nya dan tidak pernah juga melihat muka-Nya.
JOH 5:38 Kalian tidak bisa menerima perkataan-Nya, karena kalian tidak mau percaya kepada Aku yang sudah Dia utus.
JOH 5:39 Kamu masing-masing senang belajar Kitab Suci, sebab kamu berpikir bahwa dengan berbuat begitu kamu akan mendapat hidup yang kekal. Nah, justru Kitab Suci itulah yang memberi kesaksian yang sangat kuat tentang Aku!
JOH 5:40 Namun kamu tetap tidak mau minta kepada-Ku untuk diberikan hidup kekal itu.
JOH 5:41 “Aku tidak mencari pujian dari manusia.
JOH 5:42 Tetapi Aku mengenal hatimu masing-masing: Aku tahu bahwa kamu tidak mengasihi Allah.
JOH 5:43 Aku sudah datang dari Bapa-Ku untuk mewakili Dia, tetapi kalian tidak menerima Aku. Sedangkan kalau orang lain datang dan membawa pengajaran atas namanya sendiri, kalian akan menerima dia dengan senang hati.
JOH 5:44 Itu karena setiap kamu suka mencari pujian dari sesamamu saja, tetapi tidak pernah mencari pujian dari satu-satunya Allah. Kalau begitu, bagaimana mungkin kamu bisa percaya kepada-Ku?
JOH 5:45 Janganlah berpikir bahwa kelak Aku akan berdiri di hadapan Bapa dan mendakwa kamu. Orang yang mendakwa kamu adalah Musa, padahal dialah yang kamu harap akan membelamu.
JOH 5:46 Kalau kamu percaya pada perkataan Musa, seharusnya kamu juga percaya pada semua yang Aku katakan, karena Musa sudah menulis tentang Aku.
JOH 5:47 Tetapi kalau kamu tidak percaya pada tulisan-tulisan Musa, tidak mungkin kamu percaya pada ajaran-Ku.”
JOH 6:1 Sesudah itu, Yesus berangkat bersama kami murid-murid-Nya dengan berlayar menyeberangi danau Galilea, yang juga disebut danau Tiberias.
JOH 6:2 Ke mana pun Dia pergi, orang banyak selalu mengikuti-Nya karena mereka melihat keajaiban-keajaiban yang Dia lakukan atas orang-orang sakit.
JOH 6:3 Lalu Yesus naik ke bukit dan duduk di situ bersama kami.
JOH 6:4 Peristiwa ini terjadi menjelang hari Paskah.
JOH 6:5 Waktu Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat banyak orang berdatangan kepada-Nya, Dia berkata kepada Filipus, “Di mana kita dapat membeli roti supaya mereka semua bisa makan?”
JOH 6:6 Dia berkata begitu hanya untuk menguji Filipus, karena sebenarnya Yesus sendiri sudah tahu apa yang hendak Dia lakukan.
JOH 6:7 Lalu Filipus menjawab, “Aduh, mana mungkin?! 200 keping uang perak pun tidak akan cukup untuk membeli makanan bagi mereka semua, walaupun masing-masing hanya mendapat sepotong kecil.”
JOH 6:8 Kemudian salah satu dari kami, yaitu Andreas (saudara Petrus) berkata,
JOH 6:9 “Ada seorang anak laki-laki di sini yang mempunyai lima buah roti jelai dan dua ekor ikan, tetapi itu percuma saja untuk orang sebanyak ini.”
JOH 6:10 Jumlah mereka kira-kira lima ribu orang laki-laki (belum termasuk perempuan dan anak-anak). Di tempat itu padang rumputnya luas, jadi Yesus berkata kepada kami, “Suruhlah mereka duduk.” Maka kami menyuruh mereka semua duduk.
JOH 6:11 Kemudian Yesus mengambil roti dan ikan itu lalu mengucap syukur kepada Allah. Dia memberikan makanan itu kepada kami untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak. Lalu semua orang makan sepuas-puasnya.
JOH 6:12 Sesudah mereka semua kenyang, Yesus berkata kepada kami, “Kumpulkanlah kelebihan makanan itu supaya tidak ada yang terbuang.”
JOH 6:13 Ketika kami mengumpulkannya, ternyata ada kelebihan sebanyak dua belas keranjang penuh dari orang-orang yang makan tadi.
JOH 6:14 Ketika orang banyak itu melihat keajaiban yang dilakukan Yesus, mereka berkata, “Orang ini pasti nabi yang sudah lama kita nanti-nantikan, yang sudah dinubuatkan oleh Musa untuk datang menolong kita!”
JOH 6:15 Yesus tahu bahwa orang banyak itu sedang mengatur rencana untuk memaksa Dia menjadi raja atas mereka. Karena itu Dia pergi menyendiri ke tempat yang berbukit.
JOH 6:16 Ketika hari mulai malam, kami murid-murid-Nya turun ke tepi danau.
JOH 6:17 Saat itu hari sudah mulai gelap, dan Yesus tidak ikut bersama kami. Sesuai perintah-Nya, kami naik ke dalam perahu dan menyeberang menuju kota Kapernaum.
JOH 6:18 Lalu angin mulai bertiup dengan sangat kencang sehingga ombak pun menjadi besar.
JOH 6:19 Pada waktu itu kami sudah mendayung perahu kira-kira lima atau enam kilometer. Tiba-tiba kami melihat Yesus sedang berjalan di atas air mendekati perahu, dan kami menjadi takut.
JOH 6:20 Tetapi Dia berkata, “Jangan takut! Ini Aku.”
JOH 6:21 Waktu Dia berkata begitu, dengan senang hati kami menolong Dia naik ke dalam perahu. Dan saat itu juga perahu kami langsung tiba di tempat tujuan!
JOH 6:22 Hari berikutnya, orang banyak yang masih tinggal di seberang danau menyadari bahwa pada hari sebelumnya hanya ada satu perahu di situ, yaitu perahu kami, murid-murid-Nya. Mereka juga sadar bahwa Yesus tidak ikut menyeberang bersama kami.
JOH 6:23 Kemudian beberapa perahu lain datang dari kota Tiberias. Perahu-perahu itu berlabuh tidak jauh dari tempat Yesus memberi roti kepada orang banyak, sesudah Dia mengucap syukur kepada Allah atasnya.
JOH 6:24 Jadi waktu mereka melihat bahwa Yesus dan kami tidak ada lagi di sana, mereka naik ke perahu-perahu itu dan menyeberang ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
JOH 6:25 Ketika menemukan Yesus di seberang danau, mereka bertanya, “Kapan guru tiba di sini?”
JOH 6:26 Jawab Yesus, “Aku menegaskan kepadamu bahwa sesungguhnya, kalian mencari Aku bukan karena mengerti keajaiban-keajaiban yang sudah Aku lakukan, tetapi karena kalian sudah makan roti sampai kenyang.
JOH 6:27 Makanan duniawi akan habis dan cepat membusuk. Janganlah bekerja untuk mendapat makanan seperti itu. Lebih baik kalian bekerja untuk mendapat makanan yang tidak ada habis-habisnya dan tidak akan busuk, yaitu makanan yang memberi hidup kekal. Dan hanya Aku, Sang Anak Adam, yang bisa memberikan makanan itu kepada kalian, karena Allah Bapa sudah memberikan hak itu kepada-Ku.”
JOH 6:28 Lalu mereka bertanya kepada-Nya, “Kalau begitu apakah yang harus kami lakukan untuk dapat diterima oleh Allah dan mendapatkan makanan yang memberi hidup kekal itu?”
JOH 6:29 Jawab Yesus, “Inilah yang Allah mau kalian lakukan: Percayalah kepada-Ku, yang sudah Dia utus ke dalam dunia ini.”
JOH 6:30 Mereka bertanya lagi kepada-Nya, “Keajaiban apa yang akan kamu lakukan? Tolong buktikan! Supaya dengan melihat, kami bisa percaya kepadamu.
JOH 6:31 Nenek moyang kita sudah makan manna selama Musa memimpin mereka di padang belantara. Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Firman TUHAN, ‘Dia sudah memberi mereka makan roti dari surga.’”
JOH 6:32 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Bukan Musa yang memberikan roti dari surga kepada nenek moyang kita, tetapi Bapa-Ku yang memberikan roti itu. Dan sekarang Dia mau memberikan roti surgawi yang sebenarnya kepada kalian.
JOH 6:33 Akulah roti surgawi itu, karena Aku sudah turun dari surga untuk memberi hidup yang sesungguhnya kepada orang-orang di dunia ini.”
JOH 6:34 Lalu mereka berkata kepada-Nya, “Tuan, berikanlah selalu roti itu kepada kami.”
JOH 6:35 Yesus menjawab, “Akulah roti yang memberi hidup. Setiap orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi, dan setiap orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi.
JOH 6:36 Tetapi sebelumnya Aku sudah berkata: Meskipun kalian sudah melihat Aku, kalian tetap tidak percaya kepada-Ku.
JOH 6:37 Semua orang yang sudah dipercayakan Bapa kepada-Ku pasti akan datang kepada-Ku, dan Aku tidak akan menolak siapa pun yang datang kepada-Ku.
JOH 6:38 Sebab Aku turun dari surga bukan untuk melakukan kemauan-Ku sendiri, tetapi kemauan Bapa yang mengutus Aku.
JOH 6:39 Inilah tujuan Bapa-Ku mengutus Aku: Supaya tidak satu pun orang yang sudah diserahkan-Nya kepada-Ku akan binasa. Karena Dia mau supaya Aku menghidupkan mereka kembali pada hari terakhir.
JOH 6:40 Setiap orang yang memandang Anak-Nya, yaitu Aku, dan percaya kepada-Ku akan menerima hidup yang kekal. Dan setiap mereka akan Aku hidupkan kembali pada hari terakhir. Semua itu adalah kemauan Bapa-Ku.”
JOH 6:41 Lalu para pemimpin Yahudi mulai bersungut-sungut tentang Yesus, karena Dia berkata, “Akulah roti yang sudah turun dari surga.”
JOH 6:42 Kata mereka, “Yesus ini hanya anak Yusuf. Kita juga mengenal bapak-ibunya. Berani sekali dia mengaku-ngaku sudah turun dari surga!”
JOH 6:43 Maka jawab Yesus kepada mereka, “Janganlah kalian bersungut-sungut.
JOH 6:44 Karena siapa pun tidak bisa datang kepada-Ku atas kemauannya sendiri. Kalau seseorang datang kepada-Ku, itu karena Bapa yang mengutus Aku sudah bekerja dalam hati orang itu, sehingga dia datang kepada-Ku. Dan setiap orang yang datang kepada-Ku akan Aku hidupkan kembali pada hari terakhir.
JOH 6:45 Hal itu sesuai dengan tulisan para nabi, ‘Allah akan mengajar mereka semua.’ Jadi setiap orang yang mendengar dan menerima ajaran dari Bapa pasti akan datang kepada-Ku.
JOH 6:46 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Bapa, kecuali Aku yang datang dari Dia. Hanya Aku saja yang sudah pernah melihat Dia.
JOH 6:47 “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Setiap orang yang percaya kepada-Ku sudah mempunyai hidup yang kekal.
JOH 6:48 Akulah roti yang memberi hidup.
JOH 6:49 Nenek moyang kalian memang sudah makan manna dari Allah di padang belantara. Namun sesudah itu, mereka tetap saja mati sama seperti semua manusia.
JOH 6:50 Tetapi roti yang sesungguhnya, yang turun dari surga, sekarang ada di sini. Setiap orang yang makan roti ini tidak akan mati.
JOH 6:51 Akulah roti hidup yang sudah turun dari surga. Setiap orang yang makan roti ini akan hidup untuk selama-lamanya. Karena roti yang Aku berikan adalah tubuh-Ku, yang diserahkan supaya orang-orang di dunia ini bisa menerima hidup yang sesungguhnya.”
JOH 6:52 Kemudian para pemimpin itu mulai bertengkar satu sama lain. Mereka berkata, “Bagaimana dia bisa memberikan tubuhnya untuk kita makan?”
JOH 6:53 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Setiap kamu harus makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku. Kalau tidak, kamu tidak akan hidup untuk selama-lamanya.
JOH 6:54 Siapa saja yang makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku akan hidup untuk selamanya, dan orang itu akan Aku hidupkan kembali pada hari terakhir.
JOH 6:55 Karena tubuh-Ku adalah makanan yang sesungguhnya, dan darah-Ku adalah minuman yang sesungguhnya.
JOH 6:56 Setiap orang yang makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku menjadi satu dengan-Ku, dan Aku juga menjadi satu dengan dia.
JOH 6:57 Bapa-Ku adalah sumber hidup. Dialah yang mengutus Aku, dan Aku hidup karena bersatu dengan Bapa. Begitu juga, setiap orang yang makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku akan hidup karena dia sudah menjadi satu dengan Aku.
JOH 6:58 Jadi, Aku adalah roti dari surga. Roti yang Aku berikan tidak seperti manna yang dimakan oleh nenek moyang kalian itu. Walaupun mereka makan manna itu, mereka tetap saja mati seperti semua manusia. Tetapi setiap orang yang makan roti yang Aku berikan akan hidup untuk selama-lamanya.”
JOH 6:59 Yesus mengatakan semuanya itu di Kapernaum, waktu Dia mengajar di rumah pertemuan orang Yahudi.
JOH 6:60 Ketika orang banyak yang biasa mengikuti Yesus mendengarkan ajaran itu, mereka berkata, “Ajaran ini sulit sekali. Tidak ada orang yang bisa mengerti.”
JOH 6:61 Yesus tahu bahwa mereka yang biasa mengikuti Dia sedang bersungut-sungut karena ajaran-Nya itu, maka Dia berkata kepada kami kedua belas murid-Nya, “Apakah kalian juga tidak senang dengan ajaran-Ku tadi?
JOH 6:62 Kalau begitu, kalian pasti tidak senang melihat Aku kembali lagi ke surga sebagai Sang Anak Adam!
JOH 6:63 Karena apa yang tadi Aku ajarkan kepada kalian berasal dari Roh Kudus. Ajaran-Ku itu mempunyai kuasa Roh untuk memberi kehidupan. Segala usaha manusia tidak bisa memberi hidup. Yang memberi hidup kepada manusia adalah Roh Kudus.
JOH 6:64 Tetapi Aku tahu bahwa beberapa di antara kalian tidak percaya kepada-Ku.” (Karena Yesus sudah tahu sejak awal siapa saja yang tidak percaya kepada-Nya, bahkan Dia tahu orang yang akan mengkhianati Dia di kemudian hari.)
JOH 6:65 Lalu Dia berkata kepada kami, “Itulah sebabnya Aku berkata kepada kalian, ‘Siapa pun tidak bisa datang kepada-Ku atas kemauannya sendiri. Karena Bapa-Ku yang harus bekerja dulu di dalam hatinya, baru dia bisa datang kepada-Ku.’”
JOH 6:66 Sesudah itu, banyak orang yang sudah mengikut Yesus tidak mau mengikuti Dia lagi dan pergi meninggalkan-Nya.
JOH 6:67 Lalu Yesus bertanya kepada kami, “Apakah kalian juga mau meninggalkan Aku?”
JOH 6:68 Petrus menjawab, “Tuhan, kami tidak akan meninggalkan Engkau, karena ajaran-ajaran-Mu berkuasa sehingga kami bisa memperoleh hidup yang kekal.
JOH 6:69 Dan kami percaya bahwa Engkau adalah Kristus dan Anak Allah yang hidup!”
JOH 6:70 Jawab Yesus kepada kami, “Walaupun Aku sendiri yang sudah memilih kalian berdua belas untuk menjadi murid-Ku, tetapi salah satu di antara kalian adalah hamba iblis.”
JOH 6:71 Yang Yesus maksudkan adalah Yudas anak Simon, dari desa Kariot. Yudas termasuk salah satu dari kami kedua belas murid, tetapi dialah yang kemudian mengkhianati Yesus.
JOH 7:1 Sesudah itu Yesus berjalan keliling provinsi Galilea. Dia tidak mau ke provinsi Yudea karena para pemimpin Yahudi di sana hendak membunuh Dia.
JOH 7:2 Pada waktu itu, hampir tiba waktunya orang-orang Yahudi merayakan Hari Raya Pondok Cabang-cabang Berdaun, yang berlangsung selama tujuh hari.
JOH 7:3 Lalu saudara-saudara Yesus berkata kepada-Nya, “Pergilah ke Yudea supaya orang banyak yang selalu mengikutimu bisa melihat keajaiban-keajaiban yang kamu lakukan.
JOH 7:4 Karena kalau seseorang ingin menjadi terkenal, dia tidak akan menyembunyikan apa yang dia lakukan. Jadi kalau kamu mampu melakukan keajaiban-keajaiban, tunjukkanlah dirimu kepada semua orang.”
JOH 7:5 Saudara-saudara Yesus berkata begitu karena mereka juga tidak percaya bahwa Dia adalah Kristus.
JOH 7:6 Jawab Yesus kepada mereka, “Sekarang belum waktunya Aku pergi ke Yerusalem. Tetapi kalian bisa pergi kapan pun,
JOH 7:7 karena manusia duniawi tidak bisa membenci kalian. Namun mereka membenci Aku karena Aku selalu berterus terang memberitahukan bahwa perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan adalah jahat.
JOH 7:8 Biarlah kalian saja yang pergi ke perayaan itu. Aku tidak akan pergi sekarang, karena belum tiba waktu-Ku untuk pergi ke sana.”
JOH 7:9 Sesudah berkata begitu, Yesus tetap tinggal di Galilea.
JOH 7:10 Tetapi sesudah saudara-saudara-Nya pergi ke perayaan itu, Yesus pun pergi secara diam-diam supaya tidak diketahui orang banyak.
JOH 7:11 Pada perayaan itu, para pemimpin Yahudi mencari Yesus dan bertanya ke sana kemari, “Di mana orang itu?”
JOH 7:12 Di antara orang banyak yang ada di pesta itu mulai terdengar bisik-bisik tentang Yesus. Ada yang berkata, “Dia orang baik.” Tetapi ada juga yang berkata, “Bukan, dia penyesat yang menyesatkan banyak orang!”
JOH 7:13 Namun tidak seorang pun yang berani berbicara terang-terangan tentang Dia, karena mereka takut kepada para pemimpin Yahudi.
JOH 7:14 Pada hari keempat dari perayaan tersebut, Yesus masuk ke dalam salah satu teras rumah Allah lalu mengajar orang banyak yang ada di situ.
JOH 7:15 Para pemimpin Yahudi menjadi heran dan berkata, “Bagaimana orang ini bisa tahu banyak hal? Dia bukan orang yang berpendidikan seperti kita!”
JOH 7:16 Yesus menjawab mereka, “Apa yang Aku ajarkan ini bukan berasal dari diri-Ku sendiri, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku kepada manusia di dunia ini.
JOH 7:17 Setiap orang yang mau melakukan kehendak Allah akan bisa membedakan apakah ajaran-Ku benar-benar berasal dari Allah atau hanya dari pikiran-Ku sendiri.
JOH 7:18 Kalau ajaran seseorang berasal dari pikirannya sendiri, berarti dia mencari hormat untuk dirinya sendiri. Tetapi ajaran-Ku mendatangkan hormat bagi Bapa yang mengutus Aku. Itulah tandanya bahwa Aku tidak menipu, dan kalian boleh percaya apa yang Aku ajarkan.
JOH 7:19 Percuma saja Musa memberikan hukum Taurat kepada kalian! Karena tidak seorang pun dari kalian yang mengikuti hukum Taurat itu! Buktinya kalian melanggar hukum Taurat dengan berusaha membunuh-Ku!”
JOH 7:20 Lalu orang banyak itu menjawab, “Engkau sudah gila karena kerasukan setan! Tidak ada orang yang berusaha membunuhmu!”
JOH 7:21 Jawab Yesus kepada mereka, “Aku sudah melakukan satu keajaiban pada hari Sabat dan kalian menjadi heran.
JOH 7:22 Tentang pekerjaan pada hari Sabat, kalian harus ingat bahwa kalian juga menyunat anak laki-lakimu pada hari Sabat apabila anak itu lahir pada hari Sabat sebelumnya. Hal itu sesuai dengan hukum Taurat, tetapi sebenarnya adat sunat bukan berasal dari ajaran Musa melainkan dari nenek moyang kita.
JOH 7:23 Jadi untuk menaati hukum Taurat, kalian menyunat alat kelamin anak laki-laki pada hari Sabat. Kalau begitu, jangan marah bila Aku menyembuhkan seluruh tubuh orang sakit pada hari Sabat!
JOH 7:24 Jangan menuduh siapa pun tanpa berpikir baik-baik, tetapi pertimbangkanlah perbuatan orang dengan benar dan adil.”
JOH 7:25 Kemudian beberapa orang Yerusalem berkata, “Bukankah dia ini yang sedang dicari-cari untuk dibunuh?
JOH 7:26 Tetapi lihat! Sekarang dia mengajar dengan bebas di depan umum, dan mereka tidak berbuat apa-apa kepadanya! Apa mungkin para pemimpin kita sekarang sudah berubah pikiran dan menyadari bahwa dia benar-benar Kristus?”
JOH 7:27 Tetapi ada juga yang berkata, “Kemungkinan orang Nazaret ini bukan Kristus, sebab kalau Kristus datang, tidak akan ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya. Jika Yesus itu memang diutus dari surga, tidak mungkin kita menyebutnya ‘orang Nazaret.’”
JOH 7:28 Karena itu, waktu Yesus masih mengajar di dalam salah satu teras rumah Allah, Dia berkata kepada orang banyak itu dengan lantang, “Memang kalian mengenal Aku dan kalian tahu tempat asal-Ku. Tetapi Aku datang bukan karena kemauan-Ku sendiri. Aku diutus oleh Bapa-Ku, yaitu Dia yang selalu dapat dipercaya. Kalian belum mengenal Dia,
JOH 7:29 tetapi Aku mengenal Dia, sebab Aku datang dari-Nya. Dia jugalah yang sudah mengutus Aku.”
JOH 7:30 Waktu Yesus berkata begitu, para pemimpin Yahudi berusaha menangkap Dia. Tetapi tidak ada satu pun dari antara mereka yang sampai berbuat apa-apa kepada-Nya, karena belum tiba waktunya untuk menangkap Dia.
JOH 7:31 Tetapi dari antara kumpulan orang itu, banyak yang percaya kepada-Nya. Mereka berkata, “Yesus ini sudah membuat begitu banyak keajaiban. Jadi, pasti Dialah Kristus, tidak mungkin tidak!”
JOH 7:32 Orang-orang Farisi mendengar apa yang dibicarakan orang banyak itu tentang Yesus. Maka mereka bersama para imam kepala menyuruh tentara penjaga rumah Allah untuk menangkap Dia.
JOH 7:33 Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Hanya sebentar lagi Aku bersama kalian. Aku akan kembali kepada Bapa yang sudah mengutus Aku.
JOH 7:34 Kalian akan mencari-Ku, tetapi kalian tidak akan dapat menemukan Aku, karena kalian tidak mungkin bisa datang ke tempat Aku berada.”
JOH 7:35 Para pemimpin Yahudi itu pun berkata satu sama lain, “Dia ini mau pergi ke mana sehingga kita tidak bisa menemukannya? Apakah dia mau pergi ke negara-negara di mana orang Yahudi sudah tersebar? Apa mungkin dia mau mengajar mereka yang berbahasa Yunani di sana?
JOH 7:36 Apa maksud perkataannya ini?— ‘Kalian akan mencari aku, tetapi kalian tidak akan dapat menemukan aku.’ Dan kenapa dia berkata, ‘Kalian tidak mungkin bisa datang ke tempat aku berada’?”
JOH 7:37 Pada puncak perayaan pesta tersebut, yaitu hari ketujuh, Yesus berdiri dan berseru kepada orang banyak yang ada di dalam teras rumah Allah itu, “Siapa saja yang haus di antara kalian, datanglah kepada-Ku untuk minum!
JOH 7:38 Seperti tertulis dalam Firman Allah, orang yang percaya kepada-Ku, ‘dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air yang memberi hidup.’”
JOH 7:39 Maksud Yesus adalah Roh Kudus yang akan diterima dalam hati setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tetapi pada waktu Dia berkata begitu, Roh Kudus belum diberikan kepada orang percaya, karena Yesus belum mengalami kematian dan belum diangkat ke tempat kemuliaan-Nya di surga.
JOH 7:40 Sebagian dari orang banyak yang mendengar perkataan-perkataan Yesus itu berkata, “Dia benar-benar nabi yang kita nanti-nantikan, yang sudah dijanjikan untuk menggantikan Musa.”
JOH 7:41 Dan yang lain lagi berkata, “Dia adalah Kristus.” Orang-orang lainnya mengatakan, “Bukan! Kristus tidak akan datang dari Galilea,
JOH 7:42 karena dalam Firman TUHAN sudah tertulis bahwa Kristus akan berasal dari keturunan Daud, dari kampung Betlehem di mana Daud pernah tinggal.”
JOH 7:43 Demikianlah orang banyak itu bertengkar satu sama lain tentang Yesus.
JOH 7:44 Sebagian dari antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak seorang pun yang berani menyentuh-Nya.
JOH 7:45 Lalu tentara-tentara penjaga rumah Allah tadi kembali kepada para imam kepala dan orang-orang Farisi yang menyuruh mereka menangkap Yesus. Kemudian mereka ditanya, “Kenapa kalian tidak membawa dia?”
JOH 7:46 Jawab para tentara itu, “Belum pernah ada orang yang mengajar seperti dia!”
JOH 7:47 Lalu orang-orang Farisi menjawab mereka, “Wah! Ternyata kalian juga sudah disesatkan olehnya!
JOH 7:48 Belum ada dari antara kami para pemimpin dan orang Farisi yang percaya kepada dia, bukan?!
JOH 7:49 Tetapi orang banyak yang mengikuti dia itu tidak tahu apa-apa tentang hukum Taurat. Biarlah Allah menghukum mereka!”
JOH 7:50 Namun di situ juga ada Nikodemus, yaitu salah satu pemimpin agama Yahudi yang sebelumnya pernah menemui Yesus malam hari. Dia berkata kepada mereka,
JOH 7:51 “Janganlah kita melanggar hukum Taurat! Sebelum kita menuduhnya menyesatkan orang banyak, kita harus mendengar langsung dari orang itu dan memeriksa apakah betul dia berbuat salah.”
JOH 7:52 Jawab mereka kepadanya, “Kenapa kamu membela dia?! Kamu bukan orang Galilea! Cari sendiri dalam Kitab Suci. Kamu akan melihat bahwa tidak ada tertulis kalau seorang nabi akan berasal dari Galilea.”
JOH 7:53 Sesudah itu mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
JOH 8:1 Tetapi Yesus pergi ke Bukit Zaitun.
JOH 8:2 Pada hari berikutnya, pagi-pagi benar Dia kembali ke salah satu teras rumah Allah, dan banyak orang datang kepada-Nya. Lalu Dia duduk dan mengajar mereka.
JOH 8:3 Kemudian para ahli Taurat dan beberapa anggota kelompok Farisi datang membawa seorang perempuan kepada Yesus. Perempuan itu tertangkap basah berbuat zina. Mereka memaksa dia berdiri di depan orang banyak itu
JOH 8:4 lalu berkata kepada Yesus, “Guru, perempuan ini tertangkap basah sedang berbuat zina.
JOH 8:5 Menurut hukum Taurat, orang seperti ini harus dilempari batu sampai mati. Tetapi menurutmu bagaimana?”
JOH 8:6 Mereka bertanya seperti itu karena mereka sudah sepakat kalau jawaban Yesus tidak sesuai dengan hukum Taurat, mereka berencana untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus hanya menunduk dan menulis dengan jari-Nya di tanah seolah-olah tidak mempedulikan mereka.
JOH 8:7 Ketika para pemimpin masih terus mendesak-Nya untuk memberi jawaban, Yesus mengangkat kepala dan berkata kepada mereka, “Siapa di antara kalian yang merasa dirinya tidak pernah berbuat dosa, biarlah dia yang lebih dulu melempari perempuan ini dengan batu.”
JOH 8:8 Kemudian Dia menunduk lagi dan menulis di tanah.
JOH 8:9 Mendengar jawaban Yesus itu, mereka pergi satu per satu mulai dari yang paling tua, sampai akhirnya tinggal Yesus sendiri di situ bersama perempuan itu. Dan perempuan itu masih berdiri di tempatnya.
JOH 8:10 Yesus berdiri dan bertanya kepadanya, “Di manakah orang-orang yang menuduh engkau tadi? Apakah tidak ada yang mau menghukummu?”
JOH 8:11 Perempuan itu menjawab, “Tidak ada, Tuan.” Dan Yesus berkata kepadanya, “Aku juga tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi.”
JOH 8:12 Sesudah itu Yesus kembali berbicara kepada orang banyak. Dia berkata, “Akulah terang dunia. Setiap orang yang mengikut Aku tidak akan hidup dalam kegelapan. Karena terang-Ku akan menerangi dia dan membawanya kepada hidup yang kekal.”
JOH 8:13 Lalu orang-orang Farisi berkata kepada-Nya, “Tetapi tidak ada saksi yang mendukung pengakuanmu itu! Jadi kami tidak bisa percaya pada perkataanmu!”
JOH 8:14 Jawab Yesus kepada mereka, “Walaupun hanya Aku sendiri yang menjadi saksi atas pengakuan-Ku, tetapi yang Aku sampaikan itu tetap benar. Karena Aku tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku akan pergi, sedangkan kalian tidak tahu apa-apa tentang Aku.
JOH 8:15 Kalian menyalahkan Aku menurut penilaian manusia duniawi, tetapi Aku datang ke dunia ini bukan untuk menjatuhkan hukuman kepada manusia.
JOH 8:16 Kalau Aku mengadili orang, Aku akan mengadilinya dengan adil, sebab Aku tidak mengadili sendirian, tetapi bersama-sama dengan Bapa-Ku yang sudah mengutus Aku.
JOH 8:17 Dalam kitab Taurat, Musa sudah memberikan peraturan bahwa ketika mengadili orang, paling sedikit harus ada dua orang saksi mata yang mengatakan hal yang sama, sebelum hakim dapat membenarkan atau mempersalahkan orang yang dituduh.
JOH 8:18 Nah, yang memberi kesaksian tentang diri-Ku ada dua: Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan Bapa yang mengutus Aku juga bersaksi tentang Aku.”
JOH 8:19 Lalu mereka bertanya kepada-Nya, “Di mana bapamu itu?” Jawab Yesus, “Kalian tidak mengenal Aku dan Bapa-Ku. Kalau kalian benar-benar mengenal Aku, pasti kalian juga sudah mengenal Bapa-Ku.”
JOH 8:20 Yesus mengatakan semua itu ketika Dia mengajar di teras rumah Allah, di mana terdapat beberapa kotak untuk menaruh sumbangan uang. Walaupun Dia mengajar di depan umum di tempat itu, tidak ada yang berusaha untuk menangkap-Nya karena belum tiba waktunya Dia ditangkap.
JOH 8:21 Yesus berkata lagi kepada orang banyak itu, “Aku akan pergi meninggalkan kamu. Lalu kamu akan mencari Aku, dan kamu akan mati tanpa pengampunan atas dosa-dosamu. Kamu tidak bisa datang ke tempat Aku pergi.”
JOH 8:22 Lalu para pemimpin Yahudi bertanya satu sama lain, “Apakah dia mau bunuh diri? Mungkin itu sebabnya dia berkata, ‘Kamu tidak bisa datang ke tempat Aku pergi.’”
JOH 8:23 Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Kalian berasal dari bawah sini, sedangkan Aku berasal dari atas sana. Kalian berasal dari dunia ini, tetapi Aku bukan dari dunia ini.
JOH 8:24 Itu sebabnya Aku berkata kepada kalian bahwa kamu masing-masing akan mati tanpa pengampunan atas dosa-dosamu. Ya, seperti itulah yang akan terjadi kepada kamu semua kalau kalian tidak percaya bahwa Akulah Dia yang kalian nanti-nantikan.”
JOH 8:25 Kemudian mereka berkata, “Tidak mungkin! Kamu pikir siapa dirimu sampai berani berkata begitu?!” Jawab Yesus, “Sejak pertama kali Aku mengajar kalian, Aku sudah menjelaskan tentang diri-Ku!
JOH 8:26 Sebenarnya masih ada banyak hal yang bisa Aku sampaikan untuk menyatakan dosa-dosa kalian. Tetapi Aku hanya menyampaikan sesuai dengan apa yang Aku dengar dari Bapa yang mengutus-Ku. Dia menyampaikan yang benar saja, dan itu jugalah yang Aku sampaikan kepada kalian di dunia ini.”
JOH 8:27 Tetapi mereka tidak mengerti bahwa Yesus berbicara tentang Bapa-Nya yang ada di surga, bukan yang di dunia ini.
JOH 8:28 Karena itu, Yesus berkata kepada mereka, “Pada waktu kalian menaikkan dan menggantung Aku, saat itulah kalian akan tahu: Sesungguhnya, Akulah Sang Anak Adam yang kalian nanti-nantikan itu. Dan kalian akan menyadari bahwa semua yang Aku lakukan dan ajarkan sama sekali bukan dari pikiran-Ku sendiri, melainkan hanya berdasarkan apa yang sudah diajarkan oleh Bapa-Ku.
JOH 8:29 Bapa yang mengutus-Ku selalu bersama dengan-Ku. Dia tidak pernah meninggalkan Aku, karena Aku selalu melakukan apa yang menyenangkan hati-Nya.”
JOH 8:30 Mendengar Yesus berbicara seperti itu, banyak orang menjadi percaya kepada-Nya.
JOH 8:31 Lalu Yesus berkata kepada orang Yahudi yang sudah percaya kepada-Nya, “Kalau kalian tetap mengikuti ajaran-Ku, berarti kalian benar-benar pengikut-Ku.
JOH 8:32 Kalian akan menerima ajaran-ajaran yang benar, dan ajaran benar itulah yang akan membebaskan kalian.”
JOH 8:33 Kemudian ada yang berkata kepada-Nya, “Kami adalah keturunan Abraham! Kami tidak pernah menjadi budak bangsa lain. Mengapa kamu berkata bahwa kami akan dibebaskan?”
JOH 8:34 Jawab Yesus kepada mereka, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Setiap orang yang berbuat dosa sudah menjadi budak dari dosa yang dia perbuat.
JOH 8:35 Pikirkanlah contoh ini: Seorang budak yang dibeli tidak termasuk dalam anggota keluarga majikannya. Kedudukannya tidak sama dengan anak, yang adalah anggota keluarga itu untuk selamanya. Kalian berpikir, ‘Kami adalah keturunan Abraham, berarti kami termasuk keluarga Allah.’ Tetapi sebenarnya kalian adalah budak dosa. Karena itu, kalau Anak dari Tuan Rumah membebaskan kalian, maka kalian benar-benar bebas dari perbudakan. Memang Aku tahu kalian adalah keturunan Abraham. Tetapi meskipun begitu, kalian berusaha untuk membunuh-Ku, sebab kalian tidak mau menerima ajaran-Ku.
JOH 8:38 Yang Aku ajarkan adalah hal-hal yang sudah dinyatakan Bapa kepada-Ku. Tetapi kalian hanya melakukan apa yang kalian pelajari dari bapak kalian.”
JOH 8:39 Mereka menjawab, “Kami adalah keturunan Abraham.” Lalu Yesus berkata, “Kalau kalian benar-benar keturunan Abraham, pasti kalian mengikuti contoh Abraham.
JOH 8:40 Aku menyampaikan kepada kalian ajaran benar yang Aku dengar dari Allah, tetapi kalian berusaha membunuh-Ku! Abraham tidak pernah berbuat begitu!
JOH 8:41 Jadi sudah jelas bahwa kalian bukan keturunan Abraham, karena kalian mengikuti contoh bapak lain.” Orang-orang Yahudi itu pun menjawab, “Kami ini bukan anak-anak haram! Kami adalah anak dari satu Bapa yang sejati, yaitu Allah.”
JOH 8:42 Lalu Yesus berkata lagi kepada mereka, “Kalau benar Allah itu Bapa kalian, pasti kalian akan mengasihi Aku, sebab Aku datang dari Allah. Aku datang bukan karena kemauan-Ku sendiri, tetapi Dialah yang mengutus Aku ke dunia ini.
JOH 8:43 Dan inilah sebabnya kalian tidak bisa mengerti kata-kata-Ku: Karena kalian menolak menerima ajaran-Ku.
JOH 8:44 Bapa kalian adalah iblis! Itulah sebabnya kalian senang melakukan kemauannya. Dari permulaan, iblis adalah pembunuh, dan dia selalu melawan ajaran benar karena dia membenci semua hal yang benar. Dia suka menipu karena memang itulah sifat aslinya. Dia adalah penipu dan bapa dari semua penipu.
JOH 8:45 “Sedangkan ajaran-Ku adalah benar. Karena itulah kalian tidak mungkin percaya kepada-Ku!
JOH 8:46 Kalian sama sekali tidak dapat membuktikan bahwa Aku pernah berbuat dosa. Jadi kalau Aku mengajarkan ajaran yang benar, kenapa kalian tidak percaya Aku?
JOH 8:47 Setiap orang yang dimiliki Allah pasti akan mendengarkan ajaran Allah. Ternyata kalian tidak mau mendengarkan ajaran-Nya! Berarti, sudah terbukti bahwa kalian bukan milik Allah.”
JOH 8:48 Lalu para pemimpin Yahudi itu langsung menghina Dia, “Kamu adalah orang Samaria yang sudah gila dan kerasukan setan!”
JOH 8:49 Yesus menjawab, “Aku tidak kerasukan. Aku bekerja untuk memuliakan Bapa-Ku, tetapi kalian menghina Aku.
JOH 8:50 Aku tidak mencari pujian untuk diri-Ku sendiri. Tetapi ada Satu yang menginginkan agar Aku dihormati. Dialah juga yang sedang membela Aku.
JOH 8:51 Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Semua orang yang mengikut ajaran-Ku tidak akan mengalami kematian yang selama-lamanya.”
JOH 8:52 Lalu orang Yahudi itu berkata lagi kepada-Nya, “Sekarang sudah jelas bahwa kamu ini gila dan kerasukan setan! Abraham sudah mati, nabi-nabi juga sudah mati, tetapi kamu berkata, ‘Semua orang yang mengikut ajaranku tidak akan mati untuk selama-lamanya.’
JOH 8:53 Keterlaluan sekali kamu! Jadi kamu merasa dirimu lebih hebat daripada Abraham, bapa kita yang sudah mati. Semua nabi juga sudah mati. Kamu pikir kamu ini siapa?!”
JOH 8:54 Lalu Yesus menjawab, “Kalau Aku bekerja mencari hormat untuk diri-Ku sendiri, kalian tidak usah percaya Aku. Tetapi Yang menghormati-Ku adalah Bapa-Ku, yaitu Dia yang kalian sebut sebagai Allahmu.
JOH 8:55 Tetapi kalian belum mengenal Dia. Akulah yang mengenal Dia. Kalau Aku mengatakan bahwa Aku tidak mengenal Dia, berarti Aku sudah menjadi penipu sama seperti kalian. Tetapi Aku mengenal Dia, dan Aku selalu menaati perintah-Nya.
JOH 8:56 Nenek moyang kalian Abraham menyaksikan saat Aku datang ke dunia ini, dan dia sangat bersukacita.”
JOH 8:57 Maka kata mereka kepada Yesus, “Apa?! Umurmu belum sampai lima puluh tahun, dan kamu mengaku sudah melihat Abraham!”
JOH 8:58 Yesus menjawab mereka, “Aku menegaskan kepadamu bahwa sebenarnya, sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada.”
JOH 8:59 Mendengar perkataan Yesus itu, mereka langsung mengambil batu untuk melempari Dia sampai mati. Tetapi tiba-tiba Yesus membuat diri-Nya tidak terlihat, lalu pergi meninggalkan rumah Allah dengan melewati mereka begitu saja.
JOH 9:1 Sewaktu kami murid-murid berjalan bersama Yesus, kami semua melihat seseorang yang buta sejak lahir.
JOH 9:2 Lalu kami bertanya, “Guru, kira-kira siapa yang berbuat dosa sampai dia dilahirkan buta? Apakah karena dosanya sendiri waktu dia masih di dalam kandungan ibunya, atau karena dosa ibu atau bapaknya?”
JOH 9:3 Yesus menjawab, “Dia dilahirkan buta bukan karena dosanya. Bukan juga karena dosa orangtuanya. Tetapi hal itu terjadi supaya melalui dirinya kuasa Allah bisa dinyatakan kepada banyak orang.
JOH 9:4 Selama Aku masih berada di dunia ini, Aku adalah terang dunia. Jadi sekarang, selagi hari masih siang, Aku harus melakukan berbagai tugas dari Bapa yang sudah mengutus Aku. Karena malam akan segera tiba dan tidak ada seorang pun yang bisa melakukan apa-apa lagi.”
JOH 9:6 Sesudah berkata begitu, Yesus membuang ludah ke tanah dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah sampai menjadi lumpur, kemudian mengoleskannya pada kelopak mata orang buta itu.
JOH 9:7 Lalu Dia berkata, “Pergilah ke kolam Siloam dan cucilah matamu di sana.” (Dalam bahasa Ibrani, ‘Siloam’ berarti ‘Diutus.’) Lalu orang itu pergi mencuci matanya di kolam itu. Ketika dia pulang, dia sudah bisa melihat.
JOH 9:8 Kemudian para tetangganya dan orang-orang yang sebelumnya pernah melihat dia mengemis berkata satu sama lain, “Bukankah dia ini orang buta yang biasa duduk minta-minta uang?”
JOH 9:9 Ada yang menjawab, “Benar, itu memang dia.” Tetapi ada juga yang berkata, “Bukan! Dia hanya mirip dengan orang buta itu.” Lalu orang itu sendiri berkata, “Benar. Sayalah si buta yang dulu itu!”
JOH 9:10 Karena itu mereka bertanya kepadanya, “Bagaimana caranya kamu bisa melihat?”
JOH 9:11 Dia menjawab, “Orang yang bernama Yesus mencampur ludahnya dengan tanah sampai menjadi lumpur, lalu dia mengoleskannya pada kelopak mata saya. Dia menyuruh saya pergi mencuci mata saya di kolam Siloam. Kemudian saya pergi dan melakukannya. Sesudah itu saya langsung bisa melihat.”
JOH 9:12 Lalu mereka bertanya lagi kepadanya, “Di mana orang itu?” Dan dia menjawab, “Saya tidak tahu.”
JOH 9:13 Kemudian orang-orang itu membawa laki-laki yang tadinya buta itu kepada para anggota kelompok Farisi,
JOH 9:14 karena Yesus membuat lumpur dan menjadikan orang buta itu bisa melihat pada hari Sabat.
JOH 9:15 Jadi orang-orang Farisi itu juga bertanya kepadanya, “Bagaimana caranya kamu bisa melihat?” Dia menjawab, “Yesus mengoleskan lumpur pada kelopak mata saya, lalu saya pergi mencucinya, dan sekarang saya bisa melihat.”
JOH 9:16 Kemudian beberapa orang Farisi itu berkata, “Tidak mungkin Yesus diutus Allah, karena dia tidak taat kepada aturan hukum Taurat tentang hari Sabat.” Tetapi beberapa anggota lain berkata, “Orang berdosa tidak mungkin bisa melakukan keajaiban seperti ini!” Maka terjadilah perdebatan sengit di antara mereka.
JOH 9:17 Lalu mereka bertanya lagi kepada orang itu, “Nah, menurutmu sendiri bagaimana? Karena kamu yang sudah dibuatnya dapat melihat, apa pendapatmu tentang Yesus itu?” Orang yang tadinya buta itu menjawab, “Dia adalah nabi.”
JOH 9:18 Tetapi mereka tetap tidak percaya bahwa dia memang buta sebelumnya dan baru sekarang bisa melihat. Oleh karena itu mereka memanggil bapak-ibunya.
JOH 9:19 Mereka bertanya kepada kedua orangtuanya, “Orang ini anakmu, bukan? Apakah dia benar-benar buta sejak lahir? Kalau begitu, bagaimana dia sekarang bisa melihat?”
JOH 9:20 Orangtuanya menjawab, “Betul, dia ini anak kami. Dia benar-benar buta sejak lahir.
JOH 9:21 Tetapi kami tidak tahu bagaimana caranya dia bisa melihat. Kami juga tidak mengenal orang yang membuat matanya bisa melihat. Silakan Bapak-bapak bertanya langsung kepadanya. Dia sudah dewasa, dan dia bisa menjawabnya sendiri.”
JOH 9:22 Bapak dan ibunya berkata begitu kepada orang-orang Farisi karena mereka takut kena hukuman, yaitu dilarang masuk ke dalam setiap rumah pertemuan orang Yahudi. Karena sebelumnya, para pemimpin orang Yahudi sudah bersepakat bahwa siapa pun yang mengakui Yesus sebagai Kristus dilarang masuk ke dalam setiap rumah pertemuan.
JOH 9:23 Itulah sebabnya orangtua lelaki itu berkata, “Silakan Bapak-bapak bertanya langsung kepadanya. Dia sudah dewasa, dan dia bisa menjawabnya sendiri.”
JOH 9:24 Maka untuk kedua kalinya orang-orang Farisi memanggil orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya, “Bersumpahlah di hadapan Allah bahwa kamu akan mengatakan yang benar kepada kami! Karena kami tahu Yesus itu orang berdosa.”
JOH 9:25 Dia menjawab, “Yesus orang berdosa atau bukan, saya tidak tahu. Yang saya tahu hanya ini: Dulu saya buta, tetapi sekarang saya sudah bisa melihat!”
JOH 9:26 Lalu mereka bertanya lagi, “Apa yang dia perbuat terhadap kamu? Bagaimana dia membuat matamu bisa melihat?”
JOH 9:27 Orang itu menjawab, “Ya ampun! Baru saja saya jelaskan kepada kalian, tetapi kalian tidak memperhatikan. Kenapa kalian mau mendengarnya lagi? Jangan-jangan kalian juga mau menjadi pengikut Yesus!”
JOH 9:28 Lalu mereka menghina dia dengan berkata, “Kamulah pengikut orang berdosa itu, bukan kami! Kami adalah pengikut Musa.
JOH 9:29 Kami tahu bahwa Allah sudah berbicara kepada Musa. Tetapi kami tidak tahu apa-apa tentang orang itu!”
JOH 9:30 Lalu orang yang tadinya buta itu berkata kepada mereka, “Wah, ini aneh sekali! Bisa-bisanya kalian tidak tahu apa-apa tentang Yesus, padahal dia sudah membuat mata saya bisa melihat.
JOH 9:31 Karena kita tahu bahwa Allah tidak mungkin mendengar permohonan orang berdosa. Tetapi Dia mendengar setiap orang yang menghormati-Nya dan yang melakukan kehendak-Nya.
JOH 9:32 Sejak permulaan dunia sampai sekarang, belum pernah kita dengar ada orang yang sanggup membuat mata orang yang buta sejak lahir bisa melihat.
JOH 9:33 Kalau orang itu bukan diutus oleh Allah, tidak mungkin dia melakukan keajaiban seperti ini!”
JOH 9:34 Jawab orang-orang Farisi kepadanya, “Saat kamu dilahirkan kamu sudah penuh dengan dosa. Karena itulah kamu buta! Lalu sekarang kamu merasa dirimu pantas untuk mengajar kami, begitu?!” Sejak saat itu, dia dilarang masuk ke rumah pertemuan mana pun.
JOH 9:35 Ketika Yesus mendengar bahwa orang yang dulunya buta itu dilarang masuk ke rumah pertemuan, Yesus mencari dia, dan sesudah menemukannya Yesus bertanya, “Apakah kamu percaya kepada Anak Allah?”
JOH 9:36 Orang itu menjawab, “Tuan, siapakah Dia? Katakanlah kepada saya supaya saya percaya kepada-Nya!”
JOH 9:37 Lalu Yesus berkata, “Kamu sudah melihat Dia. Dan Dialah yang sekarang sedang berbicara dengan kamu.”
JOH 9:38 Jawab orang itu, “Saya percaya, Tuhan!” Lalu dia sujud menyembah Yesus.
JOH 9:39 Kemudian Yesus berkata, “Aku datang ke dunia ini untuk membuat pemisahan di antara manusia: Orang yang buta akan melihat, dan orang yang menganggap dirinya bisa melihat akan menjadi buta.”
JOH 9:40 Di situ ada beberapa anggota kelompok Farisi yang mendengar perkataan Yesus. Mereka berkata kepada-Nya, “Jadi maksudmu, kami ini buta, begitu?!”
JOH 9:41 Jawab Yesus, “Kalau kalian masing-masing mengaku bahwa dirimu buta, berarti saat ini kamu tidak melakukan dosa. Tetapi karena kamu masih tetap bersikeras bahwa kamu bisa melihat, itu berarti kamu terus memelihara dosamu.”
JOH 10:1 Lalu Yesus berkata kepada mereka semua yang ada di situ, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Setiap orang yang mau masuk ke dalam kandang domba harus melewati pintu. Kalau dia masuk dengan memanjat pagar malam hari, tentulah dia seorang perampok atau pencuri domba.
JOH 10:2 Tetapi gembala domba pasti masuk melalui pintu.
JOH 10:3 Lalu penjaga kandang akan membuka pintu baginya. Dan ketika gembala itu memanggil nama setiap dombanya, domba-domba itu akan mengenal suaranya dan mengikutinya ketika dia menuntun domba-dombanya keluar.
JOH 10:4 Ketika dia mengeluarkan domba-domba itu, dia selalu berjalan di depan. Domba-dombanya mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
JOH 10:5 Tetapi domba-domba itu tidak akan mengikuti orang lain, bahkan akan lari dari orang itu karena tidak mengenal suaranya.”
JOH 10:6 Sesudah Yesus menceritakan kiasan itu, kami semua yang mendengarkan Dia tidak mengerti apa maksudnya.
JOH 10:7 Jadi, Yesus berkata lagi, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Akulah pintu masuk ke kandang domba.
JOH 10:8 Setiap orang yang datang sebelum Aku dan mengaku sebagai gembala, mereka adalah pencuri dan perampok. Tetapi domba-domba itu tidak mengikuti mereka.
JOH 10:9 Ya, Akulah pintu. Setiap orang yang masuk melalui Aku akan selamat. Dan Aku akan menjaga mereka supaya bisa keluar masuk kandang dengan aman serta mendapat makanan.
JOH 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Tetapi Aku sudah datang ke dunia ini untuk memberi hidup, yaitu hidup yang penuh berkat.
JOH 10:11 “Akulah gembala yang setia. Seorang gembala yang setia akan menyerahkan nyawanya untuk menyelamatkan domba-dombanya.
JOH 10:12 Tetapi pekerja upahan tidak akan mau berkorban seperti gembala pemilik domba-domba itu. Ketika seorang pekerja melihat serigala datang, dia akan kabur meninggalkan domba-dombanya. Lalu serigala akan menangkap salah satu domba, dan yang lain akan lari tercerai-berai.
JOH 10:13 Pekerja itu kabur karena dia hanya bekerja sebagai seorang upahan dan tidak peduli pada domba-domba itu.
JOH 10:14 “Namun Aku adalah gembala yang setia. Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk menyelamatkan domba-domba-Ku. Sama seperti Bapa-Ku sangat mengenal Aku, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku. Dan sama seperti Aku sangat mengenal Bapa, begitu pula domba-domba-Ku mengenal Aku.
JOH 10:16 Aku juga mempunyai domba-domba lain yang belum tergabung ke dalam kawanan ini. Jadi Aku akan memanggil mereka, dan mereka akan mengikuti suara-Ku. Aku akan memimpin seluruh domba-Ku supaya semuanya bergabung menjadi satu kawanan besar dengan satu gembala, yaitu Aku.
JOH 10:17 Itulah sebabnya Bapa mengasihi Aku: Karena Aku sudah bersedia menyerahkan nyawa-Ku untuk menyelamatkan mereka. Tetapi setelah mati, Aku akan hidup lagi.
JOH 10:18 Kematian-Ku bukan karena siapa-siapa. Sebaliknya, Aku sendiri yang menyerahkan nyawa-Ku. Sebab hanya Aku sendiri yang berhak atas nyawa-Ku, baik untuk menentukan waktu kematian-Ku maupun waktu Aku hidup kembali. Ini semua sesuai dengan perintah Bapa kepada-Ku.”
JOH 10:19 Ketika orang Yahudi mendengar Yesus mengajar seperti itu, mereka mulai bertengkar satu sama lain.
JOH 10:20 Banyak di antara mereka yang mengatakan, “Dia gila karena dikuasai setan. Tidak usah dengarkan dia!”
JOH 10:21 Tetapi yang lain berkata, “Apa yang baru saja dia katakan itu bukan seperti perkataan orang yang dikuasai setan! Orang yang dikuasai setan tidak mungkin menyembuhkan mata orang buta.”
JOH 10:22 Tidak lama kemudian Yesus berada di Yerusalem pada waktu perayaan untuk memperingati peresmian rumah Allah. Waktu itu musim dingin,
JOH 10:23 dan Yesus sedang berjalan-jalan di Teras Salomo di rumah Allah.
JOH 10:24 Kemudian para pemimpin Yahudi datang berkumpul mengelilingi Yesus dan berkata kepada-Nya, “Sudah begitu lama kami menunggu kamu berterus terang tentang siapa dirimu sebenarnya! Kalau kamu memang Kristus, katakanlah!”
JOH 10:25 Lalu jawab-Nya, “Aku sudah memberitahukan, tetapi kalian tidak percaya. Aku sudah melakukan banyak keajaiban dalam nama Bapa-Ku. Semuanya itu membuktikan jabatan-Ku.
JOH 10:26 Tetapi kalian tidak percaya karena kalian bukan domba-domba-Ku.
JOH 10:27 Domba-domba-Ku pasti mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka, dan mereka selalu mengikut Aku.
JOH 10:28 Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka. Jadi domba-domba-Ku tidak akan mati selamanya, dan tidak ada yang bisa merampas mereka dari tangan-Ku.
JOH 10:29 Yang sudah memberikan domba-domba itu kepada-Ku adalah Bapa-Ku. Dia lebih berkuasa dari semua yang ada, dan tiada yang dapat merampas mereka dari tangan Kami.
JOH 10:30 Bapa dan Aku adalah satu.”
JOH 10:31 Mendengar perkataan itu, sekali lagi para pemimpin Yahudi mengambil batu dan mau melempari Yesus sampai mati.
JOH 10:32 Tetapi Dia berkata kepada mereka, “Sesuai perintah Bapa-Ku, Aku sudah mengerjakan banyak keajaiban yang membawa kebaikan di tengah-tengah kalian. Apakah ada keajaiban yang salah, sehingga kalian hendak melempari Aku dengan batu?”
JOH 10:33 Jawab mereka, “Bukan! Kami mau membunuhmu bukan karena keajaiban yang kamu lakukan, tetapi karena kamu menghina Allah! Kamu itu manusia biasa, tetapi kamu menyamakan dirimu dengan Allah.”
JOH 10:34 Lalu Yesus menjawab, “Kalian sudah tahu bahwa dalam Firman-Nya Allah berkata, ‘Kalian semua adalah anak-anak Allah Yang Mahabesar, dan bersifat seperti Dia.’
JOH 10:35 Tentu Firman TUHAN selalu benar. Jadi kalau Allah sendiri menyebut orang-orang itu anak-anak-Nya, yaitu mereka yang sudah menerima Firman Allah,
JOH 10:36 maka janganlah kalian berpikir bahwa Aku menghina Allah karena Aku berkata, ‘Aku adalah Anak Allah.’ Dialah yang mengkhususkan dan mengutus Aku ke dalam dunia ini.
JOH 10:37 Kalau Aku tidak melakukan keajaiban-keajaiban yang memuliakan Bapa-Ku, kalian tidak usah mempercayai ajaran-Ku.
JOH 10:38 Tetapi kalau Aku memang melakukan banyak keajaiban yang memuliakan Bapa-Ku, dan kalian tetap tidak mau percaya kepada-Ku, setidaknya percayalah bahwa hal-hal yang Aku lakukan itu berasal dari Bapa. Dengan begitu kalian akan tahu dan mengerti bahwa Bapa sudah bersatu dengan Aku, dan Aku bersatu dengan Dia.”
JOH 10:39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi ada sesuatu yang menghalangi orang-orang itu sehingga Dia terlepas dari tangan mereka.
JOH 10:40 Kemudian Yesus pergi ke seberang sungai Yordan tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu tinggal di sana.
JOH 10:41 Banyak orang berdatangan kepada-Nya. Mereka berkata, “Yohanes memang tidak pernah melakukan satu pun keajaiban, tetapi semua yang dia katakan tentang Yesus adalah benar.”
JOH 10:42 Dan di situ banyak orang menjadi percaya bahwa Yesus adalah Kristus.
JOH 11:1 Pada waktu itu, teman Yesus yang bernama Lazarus sedang sakit. Dia tinggal bersama dua saudarinya, yaitu Maria dan Marta, di kampung Betania dekat Yerusalem. (Maria ini yang akan meminyaki kaki Yesus dengan minyak harum dan mengusapnya dengan rambutnya.) Jadi kedua saudari Lazarus menyuruh orang pergi menemui Yesus untuk memberi kabar, “Tuhan, sahabat-Mu yang Engkau kasihi sedang sakit.”
JOH 11:4 Mendengar berita itu, Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan berakhir dengan kematian, tetapi justru untuk kemuliaan Allah. Dan melalui hal itu Aku sebagai Anak Allah juga akan dimuliakan.”
JOH 11:5 Walaupun Yesus mengasihi Maria, Marta, dan Lazarus,
JOH 11:6 Dia tidak langsung berangkat ke rumah mereka, tetapi masih tinggal dua hari lagi di tempat-Nya bersama kami murid-murid-Nya.
JOH 11:7 Sesudah itu, Dia berkata kepada kami, “Mari kita kembali ke Yudea.”
JOH 11:8 Kami menjawab, “Guru, belum lama para pemimpin Yahudi hampir melempari Engkau dengan batu. Apakah Engkau sungguh-sungguh mau kembali ke sana?!”
JOH 11:9 Jawab Yesus, “Setiap hari matahari bersinar selama dua belas jam. Kalau kita berjalan pada siang hari, kita tidak akan tersandung karena cahayanya menyinari kita.
JOH 11:10 Tetapi orang yang berjalan di waktu malam sering kali bisa tersandung karena tidak ada terang yang menuntun dia.”
JOH 11:11 Lalu kata Yesus lagi, “Sahabat kita Lazarus sedang tidur sekarang, tetapi Aku akan pergi ke sana untuk membangunkan dia.”
JOH 11:12 Kami pun menjawab, “Tuhan, kalau dia sedang tidur, itu baik. Berarti dia akan sembuh dan bangun sendiri.”
JOH 11:13 Kami pikir maksud Yesus adalah tidur biasa. Namun sebenarnya maksud Yesus ‘tidur’ dalam bentuk kiasan yang artinya ‘mati.’
JOH 11:14 Karena itu, Dia berkata dengan terus-terang kepada kami, “Lazarus sudah mati.
JOH 11:15 Dan sebenarnya lebih baik waktu itu Aku tidak hadir di sana untuk menyembuhkan dia. Karena kejadian ini akan membuat kalian lebih percaya kepada-Ku. Nah, sekarang mari kita pergi kepadanya.”
JOH 11:16 Salah satu dari kami, yaitu Tomas (yang biasa dipanggil si Anak Kembar), berkata kepada kami, “Ayo kita ikut Dia, supaya kita juga dibunuh bersama-Nya.”
JOH 11:17 Waktu Yesus dan kami murid-murid-Nya tiba di Betania, ada yang memberitahukan kepada Yesus bahwa mayat Lazarus sudah berada di dalam kubur selama empat hari.
JOH 11:18 Kampung Betania tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira tiga kilometer saja.
JOH 11:19 Pada saat itu banyak orang Yahudi sudah datang mengunjungi Marta dan Maria untuk menghibur mereka karena kematian saudara mereka.
JOH 11:20 Waktu Marta mendengar bahwa Yesus sudah dekat, dia langsung pergi menjemput Yesus, sedangkan Maria tetap tinggal di rumah.
JOH 11:21 Ketika mereka bertemu, Marta berkata kepada Yesus, “Tuhan, kalau Engkau ada di sini sebelumnya, saudara saya pasti tidak meninggal.
JOH 11:22 Tetapi saya tahu bahwa sekarang ini pun Allah akan memberikan kepada-Mu apa saja yang Engkau minta kepada-Nya.”
JOH 11:23 Lalu Yesus menjawab, “Saudaramu itu akan hidup lagi.”
JOH 11:24 Dan Marta berkata kepada-Nya, “Saya tahu bahwa dia akan bangkit dan hidup lagi ketika semua orang dibangkitkan pada hari terakhir.”
JOH 11:25 Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Akulah yang memberi kebangkitan dan hidup. Setiap orang yang percaya kepada-Ku akan tetap hidup walaupun dia sudah mati.
JOH 11:26 Semua orang yang masih hidup dan percaya kepada-Ku sebenarnya tidak akan pernah mati. Marta, apakah kamu percaya akan hal ini?”
JOH 11:27 Dia menjawab, “Ya, Tuhan. Saya percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah dan Kristus yang sudah dijanjikan untuk datang ke dalam dunia ini.”
JOH 11:28 Sesudah Marta berkata begitu, dia kembali ke rumah untuk memanggil Maria. Karena ada orang-orang lain di dalam rumah, Marta berbisik kepadanya, “Guru sudah ada di sini, dan Dia mau bertemu denganmu.”
JOH 11:29 Mendengar itu, Maria langsung berdiri dan pergi menemui Yesus.
JOH 11:30 Saat itu Yesus belum masuk ke kampung. Dia masih berada di tempat Marta bertemu dengan-Nya.
JOH 11:31 Kebetulan waktu itu ada banyak orang Yahudi yang sudah datang ke rumah Lazarus untuk menghibur Maria. Waktu mereka melihat dia berdiri dan cepat-cepat ke luar, mereka berpikir dia mau pergi ke kubur Lazarus untuk menangis. Jadi mereka mengikutinya.
JOH 11:32 Waktu Maria sampai di tempat Yesus berada dan melihat-Nya, dia langsung tersungkur dan bersujud di depan kaki Yesus lalu berkata, “Tuhan, kalau Engkau ada di sini sebelumnya, saudara saya pasti tidak meninggal.”
JOH 11:33 Waktu melihat Maria dan orang Yahudi yang datang bersamanya menangis, Yesus pun merasa sangat sedih dan bersusah hati.
JOH 11:34 Dia bertanya kepada Maria dan Marta, “Di mana kalian menguburkannya?” Dan mereka menjawab, “Mari ikutlah, Tuhan, dan lihat sendiri!”
JOH 11:35 Lalu Yesus menangis.
JOH 11:36 Karena itu orang-orang yang mengikuti Maria berkata, “Lihat! Yesus pasti sangat mengasihi Lazarus.”
JOH 11:37 Tetapi di antara mereka ada juga yang berkata, “Yesus pernah menyembuhkan mata orang buta, bukan?! Kalau begitu kenapa dia tidak melakukan sesuatu supaya Lazarus tidak mati?”
JOH 11:38 Dengan hati yang sangat sedih, Yesus sampai di kuburan. Kuburan itu berupa sebuah gua yang ditutup dengan batu besar.
JOH 11:39 Lalu Yesus berkata kepada orang-orang yang ada di situ, “Pindahkan batu itu.” Tetapi Marta berkata, “Tuhan, sudah empat hari mayatnya di dalam sana. Pasti sudah berbau.”
JOH 11:40 Kata Yesus kepadanya, “Ingatlah apa yang sudah Aku katakan kepadamu! Kalau kamu percaya kepada-Ku, Allah akan menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya yang sangat hebat kepadamu!”
JOH 11:41 Sesudah mereka memindahkan batu penutup tempat mayat itu dibaringkan, Yesus memandang ke langit dan berkata, “Bapa, Aku berterima kasih kepada-Mu karena Engkau sudah mendengar doa-Ku.
JOH 11:42 Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. Tetapi Aku berkata seperti itu karena orang banyak yang berkumpul di sini sedang mendengar doa-Ku, dan Aku ingin supaya mereka percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku.”
JOH 11:43 Sesudah berdoa demikian, Yesus berseru dengan nyaring, “Lazarus, keluarlah!”
JOH 11:44 Lalu Lazarus keluar. Kaki dan tangannya masih terikat dengan kain pembungkus mayat, juga mukanya masih terbungkus dengan sepotong kain. Kemudian Yesus berkata kepada orang-orang di sana, “Bukalah kain-kain itu supaya dia bisa bebas berjalan.”
JOH 11:45 Saat itu, banyak orang yang hadir untuk menghibur Maria menjadi percaya kepada Yesus karena mereka menyaksikan sendiri keajaiban itu.
JOH 11:46 Tetapi ada juga dari antara mereka yang pergi kepada orang-orang Farisi dan melaporkan perbuatan Yesus.
JOH 11:47 Karena itu kelompok Farisi bersama para imam kepala berkumpul dengan anggota-anggota sidang Mahkamah Agama. Mereka membicarakan soal Yesus, “Apa yang harus kita lakukan? Orang itu melakukan banyak keajaiban.
JOH 11:48 Kalau kita membiarkan dia terus berbuat seperti itu, pasti semua orang akan percaya kepadanya. Maka raja Roma akan menyuruh tentaranya datang menghancurkan rumah Allah dan semua orang Yahudi.”
JOH 11:49 Salah satu di antara mereka bernama Kayafas yang menjabat sebagai imam besar pada tahun itu. Dia berkata kepada mereka, “Kalian tidak tahu apa-apa!
JOH 11:50 Coba pikir: Daripada semua bangsa Yahudi binasa, lebih baik satu orang yang mati demi bangsa kita.”
JOH 11:51 Sebenarnya Kayafas mengatakan itu bukan dari pikirannya sendiri. Tetapi karena dia menjabat sebagai imam besar, tanpa sadar perkataannya merupakan nubuatan dari Roh Kudus bahwa Yesus akan mati untuk semua orang Yahudi.
JOH 11:52 Dan kematian Yesus bukan untuk orang Yahudi saja. Tujuan pengurbanan-Nya adalah untuk mengumpulkan dan mempersatukan semua orang dari segala bangsa yang akan menjadi anak-anak Allah.
JOH 11:53 Jadi, pada hari itu para pemimpin Yahudi mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.
JOH 11:54 Karena itu, Yesus tidak lagi berjalan secara terang-terangan di depan umum di antara orang Yahudi di provinsi Yudea. Dia pergi bersama kami murid-murid-Nya ke daerah yang sepi dekat kampung Efraim dan tinggal di situ.
JOH 11:55 Beberapa hari sebelum orang-orang Yahudi merayakan Paskah, banyak orang dari seluruh negeri Israel pergi ke Yerusalem. Sesuai hukum Taurat, mereka datang beberapa hari sebelumnya untuk mengikuti upacara pembersihan diri sebelum perayaan tersebut.
JOH 11:56 Pada waktu itu, karena para imam kepala dan kelompok Farisi mau menangkap Yesus, mereka mengeluarkan perintah seperti ini, “Bagi siapa pun yang mengetahui keberadaan Yesus, laporkan segera kepada kami!” Oleh sebab itu banyak orang mencari Yesus. Waktu mereka berdiri di teras rumah Allah, mereka sering berkata satu sama lain, “Bagaimana menurutmu? Apakah Yesus akan datang ke pesta ini?”
JOH 12:1 Enam hari sebelum perayaan Paskah, Yesus dan kami murid-murid-Nya kembali lagi ke Betania, yaitu kampung halaman Lazarus, orang yang sudah Yesus hidupkan kembali dari kematian.
JOH 12:2 Warga kampung itu mengadakan jamuan makan malam untuk menghormati Yesus. Marta juga ikut mengatur makanan, sedangkan Lazarus termasuk salah satu dari orang-orang yang duduk makan bersama Yesus.
JOH 12:3 Lalu Maria datang membawa setengah liter minyak wangi dari narwastu murni yang sangat mahal. Dia menuangkannya di kaki Yesus, kemudian menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Bau harum minyak itu memenuhi seluruh rumah.
JOH 12:4 Tetapi Yudas anak Simon, yaitu salah satu murid Yesus dari Kariot (yang kelak akan menjual Yesus), mencela perbuatan itu dengan berkata,
JOH 12:5 “Lebih baik Maria menyerahkannya untuk kita jual! Karena minyak itu bisa dijual mahal, dan uangnya bisa kita gunakan untuk membantu orang miskin.”
JOH 12:6 Sebenarnya Yudas berkata begitu bukan karena dia sungguh-sungguh peduli pada orang miskin, tetapi karena dia seorang pencuri. Dia dipercaya sebagai bendahara yang menerima semua uang sumbangan untuk Yesus dan kami, yang disimpan di dalam kantong. Namun dia sering mencuri uang dari kantong itu.
JOH 12:7 Lalu Yesus berkata, “Jangan mencela dia! Tanpa disadari dia sudah melakukan persiapan untuk penguburan-Ku nanti.
JOH 12:8 Orang-orang miskin akan selalu ada di antara kalian, dan kalian punya banyak kesempatan untuk menolong mereka. Tetapi Aku tidak akan selalu ada bersama kalian.”
JOH 12:9 Hari itu banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus berada di Betania. Jadi mereka pergi ke sana untuk melihat Yesus dan Lazarus yang sudah dihidupkan-Nya dari kematian.
JOH 12:10 Oleh karena itu, para imam kepala mengatur rencana untuk membunuh Lazarus juga,
JOH 12:11 sebab ketika orang-orang mendengar cerita tentang Lazarus, semakin banyaklah yang menjadi percaya kepada Yesus dan mereka tidak lagi berpihak kepada para imam kepala.
JOH 12:12 Keesokan harinya, tersebarlah berita bahwa Yesus sedang menuju ke Yerusalem. Jadi masyarakat yang sudah berkumpul untuk mengikuti perayaan Paskah
JOH 12:13 mengambil daun-daun palem dan pergi keluar kota untuk menyambut Yesus. Mereka bersorak-sorak, “Hosana! Pujilah Allah! Biarlah Allah memberkati raja Israel yang baru ini! Raja inilah yang datang mewakili TUHAN!”
JOH 12:14 Waktu itu Yesus mendapati seekor keledai muda, lalu Dia naik ke atas keledai itu. Hal ini terjadi sesuai dengan yang sudah tertulis dalam Firman TUHAN,
JOH 12:15 “Penduduk Yerusalem, jangan takut! Lihatlah! Raja kalian sedang datang dengan menunggangi seekor keledai muda.”
JOH 12:16 Waktu peristiwa itu terjadi, kami para murid-Nya tidak mengerti bahwa Firman tersebut adalah tentang Kristus. Tetapi sesudah Yesus dimuliakan melalui kematian dan kenaikan-Nya ke surga, barulah kami mengerti bahwa kami sudah menjalani semua kejadian itu sesuai perkataan nabi tentang Dia.
JOH 12:17 Pada hari itu, ramai sekali orang yang pergi menyambut Yesus karena sewaktu Yesus menghidupkan Lazarus dengan memanggil dia keluar dari kuburnya, banyak orang menjadi saksi mata peristiwa tersebut. Mereka terus menceritakan keajaiban itu ke sana kemari.
JOH 12:19 Waktu orang-orang Farisi melihat keramaian itu, mereka berkata satu sama lain, “Lihat! Segala yang kita lakukan sama sekali tidak berhasil. Semua orang sudah mengikuti orang itu!”
JOH 12:20 Di antara kerumunan yang datang beribadah ke Yerusalem pada Hari Raya Paskah, ada juga beberapa orang yang bukan Yahudi.
JOH 12:21 Mereka datang kepada Filipus dan berkata kepadanya, “Pak, kami ingin bertemu Yesus.” (Filipus berasal dari kota Betsaida di Galilea.)
JOH 12:22 Dia pergi menyampaikan permohonan mereka kepada Andreas. Lalu Andreas dan Filipus menyampaikannya kepada Yesus.
JOH 12:23 Kemudian Yesus berkata kepada mereka yang bukan Yahudi itu, “Sudah tiba waktunya Aku, Sang Anak Adam, menjalani kehendak Allah Bapa dan dimuliakan oleh-Nya.
JOH 12:24 Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Apa yang segera terjadi pada-Ku dapat digambarkan seperti sebutir biji gandum. Untuk menghasilkan banyak gandum, biji itu harus ditanam dan mati, baru bisa tumbuh dan menghasilkan banyak bulir. Kalau tidak demikian, biji itu akan tetap satu biji saja.
JOH 12:25 Begitu juga, orang yang ingin mempertahankan hidupnya di dunia ini akan kehilangan hidupnya. Tetapi orang yang rela menyerahkan hidupnya akan memiliki hidup yang kekal.
JOH 12:26 Setiap orang yang mau melayani Aku hendaklah ikut ke mana saja Aku pergi, supaya mereka tetap bersama-Ku. Bapa-Ku akan menghargai setiap orang yang melayani Aku.”
JOH 12:27 “Sekarang hati-Ku sangat sedih. Apa yang sebaiknya Aku katakan dalam doa-Ku? Sebetulnya bisa saja Aku meminta, ‘Ya Bapa, selamatkanlah Aku sekarang dari penderitaan ini!’ Tetapi Aku tidak dapat memohon seperti itu, karena justru untuk mengalami penderitaan inilah Aku datang ke dalam dunia.
JOH 12:28 Jadi Aku hanya berdoa, ‘Bapa, biarlah nama-Mu dimuliakan melalui apa yang terjadi atas diri-Ku!’” Begitu Yesus selesai berkata demikian, suatu suara yang keras membahana dari langit, dan kami semua mendengarnya. Sebagian orang mengatakan, “Itu bunyi guntur.” Ada juga yang berkata, “Bukan. Itu suara malaikat yang berbicara kepada Yesus.” Tetapi sebenarnya itulah suara Bapa dari surga yang berkata, “Aku sudah memuliakan nama-Ku melalui Engkau, dan Aku akan melakukannya lagi!”
JOH 12:30 Lalu Yesus berkata kepada kami semua, “Suara itu terdengar bukan untuk Aku, tetapi untuk kalian, supaya kalian percaya kepada-Ku.
JOH 12:31 Sekarang sudah tiba waktunya orang-orang duniawi menyadari bahwa pengadilan terakhir pasti terjadi dan mereka akan dihakimi. Dan sekarang juga penguasa dunia, yaitu iblis, akan dijatuhkan dan kuasanya dihancurkan.
JOH 12:32 Lalu Aku, Sang Anak Adam, akan diangkat dan digantung tinggi di atas tanah. Ketika hal itu terjadi, Aku akan membuka jalan supaya setiap orang bisa datang kepada-Ku.”
JOH 12:33 Yesus berkata seperti itu untuk memberitahukan bagaimana caranya Dia akan mati.
JOH 12:34 Lalu dari antara orang banyak itu ada yang berkata kepada-Nya, “Kami sudah membaca di dalam Firman TUHAN bahwa Kristus akan hidup selama-lamanya. Jadi kenapa engkau mengatakan bahwa sang anak Adam harus diangkat dan digantungkan? Engkau memakai gelar ‘sang anak Adam’ dengan maksud apa?”
JOH 12:35 Kata Yesus kepada mereka, “Hanya tinggal sebentar lagi terang ada bersama kalian di dunia ini. Jadi hendaklah kalian menggunakan waktu yang ada selagi terang itu bersama kalian, supaya ketika kegelapan datang, kegelapan itu tidak akan menguasai kalian. Karena orang yang berjalan dalam kegelapan tidak tahu ke mana dia pergi.
JOH 12:36 Selama Aku masih bersama kalian, percayalah kepada-Ku yang adalah terang itu. Dengan demikian terang itu akan memenuhi hidup kalian, dan kalian tidak akan tersesat karena dikuasai oleh kegelapan.” Sesudah berkata begitu, Yesus berangkat bersama kami murid-murid-Nya dan pergi ke tempat yang tidak diketahui oleh orang banyak itu.
JOH 12:37 Walaupun orang Yahudi sudah menyaksikan begitu banyak keajaiban yang Yesus lakukan, mereka tetap tidak percaya kepada-Nya.
JOH 12:38 Dengan demikian tepatlah perkataan Nabi Yesaya saat dia berkeluh kesah kepada TUHAN, “Aneh, hampir tak ada orang yang mempercayai berita yang Engkau suruh aku sampaikan ini, meski disertai dengan bukti tindakan-Mu yang berkuasa.”
JOH 12:39 Itulah sebabnya mereka tidak bisa percaya: Karena Yesaya juga sudah berkata seperti ini,
JOH 12:40 “Allah sudah membuat mata mereka menjadi buta, sehingga mereka tidak bisa melihat, dan juga menutup pikiran mereka, sehingga mereka tidak bisa memahami. Dengan demikian mereka tidak mau berbalik kepada-Nya. Tetapi kalau mereka berbalik, Allah sudah berjanji, ‘Aku akan tetap memulihkan mereka.’”
JOH 12:41 Yesaya berkata seperti itu jauh sebelum Yesus datang ke dalam dunia ini, ketika dia diberi kesempatan untuk melihat kemuliaan Kristus. Kemudian Yesaya menyatakan dalam nubuatannya bahwa seperti itulah nanti kehidupan Yesus.
JOH 12:42 Pada waktu itu, sebenarnya sudah cukup banyak orang yang percaya kepada Yesus, termasuk para pemimpin Yahudi. Namun karena takut kepada kelompok Farisi, mereka tidak mau mengakuinya secara terus terang, sebab mereka takut diusir dan dilarang masuk ke rumah-rumah pertemuan orang Yahudi.
JOH 12:43 Mereka lebih suka menyenangkan hati manusia daripada menyenangkan hati Allah.
JOH 12:44 Yesus pernah berseru kepada orang banyak, “Setiap orang yang percaya kepada-Ku bukan hanya percaya kepada-Ku, tetapi juga kepada Dia yang sudah mengutus Aku ke dunia ini.
JOH 12:45 Orang yang melihat Aku, berarti sudah melihat Dia yang mengutus Aku.
JOH 12:46 Aku sudah datang ke dalam dunia ini sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku tidak lagi tinggal dalam kegelapan.
JOH 12:47 “Tetapi apabila orang menolak ajaran-Ku dan tidak percaya kepada-Ku, bukan Aku yang akan menghukum mereka. Sebab Aku datang ke dunia ini bukan untuk menjatuhkan hukuman kepada manusia, tetapi untuk membebaskan mereka dari hukuman atas dosa-dosa mereka.
JOH 12:48 Ingatlah: Pada hari terakhir, siapa saja yang menolak Aku dan ajaran-ajaran-Ku akan dihukum Allah. Ajaran-Ku akan menjadi tolok ukur bagi mereka!
JOH 12:49 Karena ajaran-Ku bukan berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Bapa yang mengutus Aku. Dialah yang memberi tugas kepada-Ku untuk menyampaikan ajaran ini.
JOH 12:50 Dan Aku tahu bahwa ajaran-Nya itu memberi hidup yang kekal. Itulah sebabnya Aku selalu mengajar sesuai dengan apa yang sudah disampaikan Bapa kepada-Ku.”
JOH 13:1 Pada malam sebelum Hari Raya Paskah, Yesus tahu bahwa sudah tiba waktu-Nya untuk meninggalkan dunia ini dan kembali kepada Bapa-Nya. Yesus selalu mengasihi semua orang yang menjadi milik-Nya di dunia ini, dan demikianlah Dia tetap membuktikan kasih-Nya kepada kami sampai hari terakhir hidup-Nya.
JOH 13:2 Sewaktu Yesus dan kami murid-murid-Nya sedang makan malam bersama, iblis sudah bekerja di dalam hati Yudas supaya dia menjual Yesus kepada musuh-musuh-Nya. (Yudas ini berasal dari desa Kariot, anak Simon.)
JOH 13:3 Yesus tahu bahwa Bapa-Nya sudah menyerahkan segala kuasa ke dalam tangan-Nya. Dia juga tahu bahwa Dia datang dari Allah, dan sudah hampir tiba saatnya Dia kembali kepada Allah. Karena itu,
JOH 13:4 sementara kami sedang makan, Yesus berdiri dan melepas jubah-Nya. Kemudian Dia mengambil handuk dan mengikat handuk itu di pinggang-Nya.
JOH 13:5 Lalu Dia mengisi air ke dalam sebuah baskom dan mulai mencuci kaki kami semua dan mengeringkannya lagi dengan handuk yang terikat pada pinggang-Nya.
JOH 13:6 Waktu Dia sampai kepada Petrus, yang juga disebut Simon, Petrus berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tidak usah mencuci kakiku!”
JOH 13:7 Jawab Yesus kepadanya, “Sekarang kamu tidak akan mengerti apa yang sedang Aku lakukan. Tetapi nanti kamu akan mengerti.”
JOH 13:8 Lalu Petrus berkata lagi, “Aku tidak akan pernah mengizinkan Engkau mencuci kakiku!” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Kalau Aku tidak mencuci kakimu, berarti kamu bukan pengikut-Ku.”
JOH 13:9 Maka jawab Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kalau begitu, jangan hanya kakiku saja yang Engkau cuci, tetapi cucilah juga tangan dan kepalaku!”
JOH 13:10 Yesus berkata kepadanya, “Orang yang sudah mandi, tubuhnya sudah bersih. Sesudah berjalan, dia hanya perlu membersihkan kakinya saja. Secara umum kalian sudah bersih di mata Allah, tetapi ada di antara kalian yang tidak bersih.”
JOH 13:11 Yesus berkata begitu karena Dia tahu siapa yang sudah berencana untuk menjual Dia. Itu sebabnya Dia berkata, “Ada di antara kalian yang tidak bersih.”
JOH 13:12 Sesudah Yesus mencuci kaki kami semua, Dia memakai jubah-Nya lagi dan kembali ke tempat duduk-Nya. Kemudian Dia berkata kepada kami, “Apakah kalian mengerti apa yang Aku kerjakan kepada kalian tadi?
JOH 13:13 Kalian memanggil Aku ‘Guru’ dan ‘Tuhan.’ Dan kedua panggilan itu benar, karena memang itulah Aku.
JOH 13:14 Nah, lihatlah, meskipun Aku adalah Guru dan Tuhan kalian, Aku sudah merendahkan diri seperti seorang budak dan mencuci kakimu semua. Itu artinya kalian juga harus mencuci kaki satu sama lain.
JOH 13:15 Karena dengan demikian Aku sudah memberikan contoh kepada kalian supaya kalian melakukan hal yang sama seperti yang sudah Aku lakukan kepada kamu semua.
JOH 13:16 Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Demikian juga, seorang yang mewakili orang lain tidak lebih tinggi daripada orang yang mengutus dia.
JOH 13:17 Hal-hal itu memang sudah jelas. Jadi kalian akan sangat diberkati kalau mengikuti contoh-Ku dan saling melayani.
JOH 13:18 “Aku tidak mengatakan itu tentang kalian semua, karena Aku tahu siapa saja yang sudah Aku pilih. Tetapi apa yang tertulis dalam Firman TUHAN harus ditepati, yaitu, ‘Teman-Ku yang biasa makan bersama Aku, dialah yang menjadi musuh-Ku.’
JOH 13:19 Aku memberitahukan hal ini kepada kalian sekarang, supaya waktu peristiwa itu terjadi nanti, kalian akan percaya bahwa Aku adalah Kristus yang kalian nanti-nantikan.
JOH 13:20 Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Siapa saja yang menerima orang yang Aku utus, berarti dia menerima Aku. Dan siapa yang menerima Aku, berarti dia menerima Bapa yang mengutus Aku.”
JOH 13:21 Setelah berkata begitu, Yesus menjadi sangat sedih, lalu Dia berkata dengan terus-terang, “Aku menegaskan kepadamu bahwa sesungguhnya, salah seorang dari antara kalian akan menjual Aku kepada musuh-musuh-Ku.”
JOH 13:22 Kami merasa bingung dan saling memandang satu sama lain, karena kami tidak tahu siapa yang Dia maksud.
JOH 13:23 Kebetulan, saya duduk dekat di sebelah kanan Yesus.
JOH 13:24 Maka Petrus memberi tanda dengan tangan kepada saya supaya menanyakan kepada Yesus siapa orang yang Dia maksud.
JOH 13:25 Saya pun bergeser supaya lebih dekat lagi dan berbisik kepada-Nya, “Tuhan, siapakah di antara kami ini yang Engkau maksud?”
JOH 13:26 Yesus menjawab, “Orang yang menerima roti yang Aku celupkan ini, dialah yang Aku maksud.” Sesudah berkata begitu, Dia mengambil sepotong roti, mencelupkannya ke dalam mangkuk, dan memberikannya kepada Yudas anak Simon, orang Kariot.
JOH 13:27 Ketika Yudas makan roti itu, Satanas langsung masuk ke dalam hatinya. Lalu Yesus berkata kepadanya, “Apa yang kamu rencanakan, lakukanlah segera.”
JOH 13:28 Tetapi tidak seorang pun dari kami di meja itu yang mengerti apa maksud Yesus waktu Dia berkata demikian kepada Yudas.
JOH 13:29 Karena Yudas adalah bendahara, maka sebagian dari kami berpikir bahwa maksud Yesus adalah supaya Yudas membeli sesuatu yang diperlukan untuk hari-hari perayaan berikutnya. Ada juga yang berpikir bahwa Yesus meminta dia memberikan sesuatu kepada orang miskin.
JOH 13:30 Jadi sesudah Yudas makan roti itu, dia langsung pergi. Waktu itu hari sudah malam.
JOH 13:31 Setelah Yudas keluar, Yesus berkata kepada kami, “Sekarang sudah waktunya Aku dimuliakan sebagai Sang Anak Adam. Dan Allah akan dimuliakan melalui apa yang terjadi atas diri-Ku.
JOH 13:32 Ketika Allah sudah dimuliakan melalui Aku, Dia juga akan memberi kemuliaan kepada-Ku. Dan Dia akan segera melakukannya.”
JOH 13:33 Yesus berkata lagi, “Anak-anak-Ku, hanya sebentar saja Aku masih ada bersama kalian. Sesudah itu kalian akan mencari Aku. Jadi sekarang Aku berkata kepada kalian sama seperti yang sudah Aku katakan kepada para pemimpin Yahudi: Kalian tidak bisa datang ke tempat Aku pergi.
JOH 13:34 “Aku memberikan perintah baru kepada kalian: Kasihilah satu sama lain. Sama seperti Aku sudah mengasihi kalian, begitulah kalian harus saling mengasihi.
JOH 13:35 Kalau kalian saling mengasihi, semua orang akan tahu bahwa kalian adalah murid-murid-Ku.”
JOH 13:36 Lalu Petrus bertanya kepada Yesus, “Tuhan, Engkau mau pergi ke mana?” Jawab Yesus, “Sekarang kamu tidak bisa ikut ke tempat Aku pergi. Tetapi nanti di kemudian hari kamu akan menyusul Aku ke tempat itu.”
JOH 13:37 Petrus bertanya lagi, “Tuhan, kenapa aku tidak bisa ikut Engkau sekarang? Aku siap menyerahkan nyawa demi Engkau.”
JOH 13:38 Jawab Yesus, “Benarkah kamu siap menyerahkan nyawa demi Aku? Petrus, itu mustahil. Aku menegaskan kepadamu bahwa sesungguhnya, sebelum ayam berkokok nanti, kamu sudah tiga kali mengatakan bahwa kamu tidak mengenal-Ku!”
JOH 14:1 Kemudian Yesus berkata kepada kami murid-murid-Nya, “Jangan bersusah hati. Teruslah percaya kepada Allah dan kepada-Ku juga.
JOH 14:2 Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Sekarang Aku pergi ke sana mendahului kalian untuk menyiapkan tempat bagimu. Kalau itu tidak benar, tidak mungkin Aku menjanjikannya kepada kalian.
JOH 14:3 Apabila Aku sudah pergi ke rumah Bapa-Ku dan tempat bagi kalian sudah siap, Aku akan datang kembali dan membawa kalian ke tempat itu, supaya di mana Aku berada, di situ juga kalian ada.
JOH 14:4 Sebenarnya kalian tahu ke mana Aku akan pergi, dan kalian juga tahu jalan ke sana.”
JOH 14:5 Lalu Tomas berkata kepada-Nya, “Tuhan, kami belum tahu ke mana Engkau pergi. Jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”
JOH 14:6 Yesus menjawab, “Akulah jalan menuju kepada Bapa. Akulah sumber dari semua ajaran yang benar. Dan Aku juga yang memberikan hidup kekal. Siapa pun tidak bisa datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.
JOH 14:7 Kalau kalian benar-benar sudah mengenal Aku, itu berarti kalian juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang kalian sungguh sudah mengenal dan melihat Dia.”
JOH 14:8 Kemudian Filipus berkata kepada Yesus, “Kalau begitu Tuhan, tunjukkanlah Bapa-Mu kepada kami. Hanya itulah yang kami inginkan.”
JOH 14:9 Jawab Yesus, “Sudah begitu lama Aku bersama kalian! Seharusnya kamu sudah mengenal Aku, Filipus! Orang yang sudah melihat Aku, berarti sudah melihat Bapa-Ku. Kenapa kamu masih berkata, ‘Tunjukkanlah Bapa-Mu kepada kami?’
JOH 14:10 Apakah kamu belum percaya bahwa Aku bersatu dengan Bapa-Ku, dan Bapa-Ku bersatu dengan Aku? Hal-hal yang Aku ajarkan bukan berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Bapa yang bersatu dengan Aku yang melakukan pekerjaan itu dengan cara ajaib.
JOH 14:11 Percayalah bahwa Aku bersatu dengan Bapa, dan Bapa bersatu dengan Aku. Kalau kalian tidak percaya pada perkataan-perkataan-Ku, percayalah kepada-Ku karena kalian sudah melihat keajaiban-keajaiban yang Aku lakukan.
JOH 14:12 Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Setiap orang yang percaya kepada-Ku akan melakukan keajaiban-keajaiban seperti yang Aku lakukan. Dan bukan hanya itu, mereka juga akan melakukan berbagai keajaiban yang lebih hebat dari yang pernah Aku buat, karena sebentar lagi Aku akan pergi kepada Bapa-Ku.
JOH 14:13 Apa saja yang kalian minta dalam doa supaya Aku dimuliakan, Aku akan menjawab doamu itu. Dengan begitu, Bapa akan dimuliakan melalui Aku, Anak-Nya.
JOH 14:14 Ya, apa saja yang kalian minta kepada-Ku demi kemuliaan-Ku, Aku akan memberikannya.”
JOH 14:15 “Kalau kalian mengasihi Aku, kalian akan mengikuti semua perintah-Ku.
JOH 14:16 Aku juga akan meminta kepada Bapa supaya Dia memberikan Penolong yang lain untuk menyertai dan menolong kalian sampai selama-lamanya.
JOH 14:17 Penolong itu adalah Roh Kebenaran yang akan mengajarkan hal-hal yang benar kepada kalian. Orang-orang duniawi tidak bisa menerima Dia, sebab mereka tidak melihat dan tidak mengenal-Nya. Tetapi kalian mengenal Dia, karena sekarang Dia ada bersama kalian, dan nanti Dia akan tinggal di dalam hatimu masing-masing.
JOH 14:18 “Aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian. Aku akan datang kembali kepadamu.
JOH 14:19 Tinggal sebentar lagi, orang-orang duniawi tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kalian akan melihat Aku. Karena Aku hidup, berarti kalian juga akan hidup.
JOH 14:20 Pada waktu itulah kalian akan tahu bahwa Aku bersatu dengan Bapa-Ku, Aku bersatu dengan kalian, dan kalian bersatu dengan Aku.
JOH 14:21 Setiap orang yang sungguh-sungguh mengasihi Aku tentu akan melakukan perintah-perintah-Ku. Dan orang yang seperti itulah yang akan dikasihi oleh Bapa-Ku. Aku juga akan mengasihi dia dan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
JOH 14:22 Kemudian seorang murid bernama Yudas (yang bukan si Yudas dari desa Kariot), bertanya kepada Yesus, “Tuhan, kenapa Engkau menyatakan diri-Mu kepada kami, tetapi tidak kepada orang-orang duniawi?”
JOH 14:23 Jawab Yesus, “Setiap orang yang mengasihi Aku akan mengikuti ajaran-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia. Jadi Aku dan Bapa-Ku akan datang kepadanya dan tinggal dalam dirinya.
JOH 14:24 Tetapi orang yang tidak mengasihi Aku juga tidak mengikuti ajaran-Ku. Ingatlah: Ajaran ini bukan berasal dari diri-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus-Ku.
JOH 14:25 “Aku sudah mengatakan semua ini waktu Aku masih ada bersama-sama dengan kalian.
JOH 14:26 Tetapi Penolong itu, yakni Roh Kudus yang akan diutus Bapa supaya Aku dimuliakan, Dialah yang akan mengajar kalian tentang segala sesuatu. Dia juga akan mengingatkan kalian tentang semua yang sudah Aku ajarkan kepada kalian.
JOH 14:27 “Sekarang Aku mau meninggalkan berkat rohani untuk kalian supaya kamu semua bisa hidup dengan hati yang tenang. Perasaan tenang yang Aku berikan itu tidak sama seperti perasaan tenang yang dirasakan karena hal-hal duniawi. Jadi janganlah kamu bersusah hati dan takut.
JOH 14:28 Aku sudah memberitahukan kepada kalian bahwa Aku akan pergi, tetapi Aku akan datang kembali kepada kalian. Kalau kalian benar-benar mengasihi Aku, seharusnya kalian bersukacita kalau Aku meninggalkan kalian dan pergi kepada Bapa-Ku, karena Dia lebih berkuasa daripada-Ku.
JOH 14:29 Sekarang Aku sudah memberitahukannya kepada kalian, supaya waktu hal itu terjadi, kalian percaya.
JOH 14:30 “Aku tidak akan berbicara banyak lagi kepada kalian, karena penguasa duniawi sedang datang. Sebetulnya dia sama sekali tidak berkuasa atas diri-Ku.
JOH 14:31 Namun Aku akan membiarkan dia bertindak, sebab hal itu sesuai dengan perintah Bapa kepada-Ku. Aku menaati Bapa supaya orang-orang duniawi tahu bahwa Aku mengasihi Bapa.” Lalu Yesus berkata lagi kepada kami, “Sekarang marilah! Kita pergi dari rumah ini!”
JOH 15:1 Yesus berkata lagi kepada kami murid-murid-Nya, “Aku ibarat pohon anggur yang benar-benar menghasilkan buah sesuai kehendak Allah, dan Bapa-Ku ibarat petani yang merawat pohon anggur itu.
JOH 15:2 Dia memotong setiap cabang-Ku yang tidak menghasilkan buah, dan mengurangi daun pada setiap cabang yang sedang berbuah supaya buahnya bertambah banyak lagi.
JOH 15:3 Kalian masing-masing sudah dibersihkan dan siap berbuah karena ajaran yang Aku berikan kepadamu.
JOH 15:4 Hendaklah kamu hidup bersatu dengan-Ku, dan Aku pun akan tetap bersatu denganmu. Sama seperti cabang tidak bisa berbuah kalau hidup terpisah dari pohonnya, begitu juga dengan kamu. Kalau kamu tidak hidup bersatu dengan Aku, kamu tidak akan bisa berbuah.
JOH 15:5 “Karena Aku ibarat pohon anggur, dan kamulah cabang-cabang-Ku. Kalau kamu tetap hidup bersatu dengan-Ku, dan Aku tetap bersatu denganmu, maka kamu akan menghasilkan banyak buah. Tetapi kalau kamu terpisah dari-Ku, kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa.
JOH 15:6 Setiap orang yang hidupnya terpisah dari-Ku seperti cabang-cabang pohon yang dibuang ke luar dan menjadi kering. Cabang-cabang itu akan dikumpulkan, lalu dilempar ke dalam api sampai hangus terbakar.
JOH 15:7 Kalau kamu tetap hidup bersatu dengan Aku, dan ajaran-Ku hidup dalam hatimu, kamu boleh minta apa saja yang kamu perlukan, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
JOH 15:8 Bila kamu menghasilkan banyak buah, Bapa-Ku akan dimuliakan, dan kamu pun benar-benar terbukti sebagai murid-Ku.
JOH 15:9 “Seperti Bapa selalu mengasihi Aku, begitu jugalah Aku selalu mengasihi kamu. Hendaklah kamu terus hidup sebagai orang yang Aku kasihi.
JOH 15:10 Tetaplah taat pada perintah-perintah-Ku, dan Aku akan tetap mengasihi kamu. Begitu juga Bapa-Ku tetap mengasihi-Ku karena Aku selalu taat pada perintah-Nya.
JOH 15:11 Aku sudah memberitahukan semua ini kepadamu supaya kamu ikut merasakan sukacita-Ku, dan supaya sukacitamu sempurna.
JOH 15:12 Inilah perintah yang Aku berikan kepadamu: Hendaklah kamu saling mengasihi satu sama lain, sama seperti Aku mengasihi kamu.
JOH 15:13 Kasih yang paling luar biasa terlihat ketika seseorang rela mengurbankan diri demi menyelamatkan sahabat-sahabatnya.
JOH 15:14 Kamu akan terbukti sebagai sahabat-Ku kalau kamu melakukan apa yang Aku perintahkan kepadamu.
JOH 15:15 Sekarang Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, karena hamba tidak diberitahu rencana-rencana tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat-Ku, karena Aku sudah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang disampaikan Bapa kepada-Ku.
JOH 15:16 “Bukan kamu yang memilih untuk menjadi murid-murid-Ku, tetapi Akulah yang memilih kamu untuk tugas itu. Dan inilah sebabnya Aku mengangkat kamu: Supaya kamu bekerja di ladang-Ku dan memanen banyak hasil. Hasil yang kalian panen itu akan bertahan selama-lamanya. Karena kamu menjalankan tugas itu, Allah Bapa akan memberikan kepadamu apa saja yang kamu minta dengan tujuan untuk memuliakan Aku.
JOH 15:17 Jadi Aku ulangi perintah ini: Hendaklah kamu saling mengasihi satu sama lain.”
JOH 15:18 “Waktu orang-orang duniawi membencimu, ingatlah bahwa mereka sudah lebih dulu membenci Aku.
JOH 15:19 Kalau kamu masih sepikiran dengan orang-orang duniawi, mereka pasti menyukaimu, karena kamu dianggap berada di pihak mereka. Tetapi sekarang kamu tidak lagi di pihak mereka karena Aku sudah memilihmu dari antara mereka. Itulah sebabnya mereka membencimu.
JOH 15:20 Ingatlah apa yang pernah Aku katakan kepada kalian: Seorang hamba tidak akan dihormati lebih daripada tuannya. Orang-orang duniawi sudah menganiaya Aku, jadi mereka juga pasti akan menganiaya kamu. Tidak banyak orang yang sudah taat pada ajaran-Ku. Demikian jugalah hanya sedikit orang yang akan taat kepadamu ketika kamu menyampaikan ajaran-Ku.
JOH 15:21 Mereka akan melakukan semua itu terhadap kamu karena kamu adalah milik-Ku, dan karena mereka tidak mengenal Bapa yang sudah mengutus Aku.
JOH 15:22 Seandainya Aku belum pernah datang dan mengajar orang-orang itu, mereka tidak akan dianggap berdosa karena sudah menolak Aku dan ajaran-Ku. Tetapi sekarang Aku sudah menyampaikan ajaran dari Allah. Jadi pada hari terakhir dunia ini, waktu semua orang diadili karena dosa-dosa mereka, tidak ada yang punya alasan untuk berkata, ‘Aku tidak tahu jalan yang benar. Jangan menghukum aku.’
JOH 15:23 Orang-orang yang membenci Aku berarti membenci Bapa-Ku juga.
JOH 15:24 Mereka sudah menyaksikan keajaiban-keajaiban yang Aku lakukan, yang belum pernah dibuat orang lain. Seandainya Aku belum pernah melakukan keajaiban-keajaiban itu, tentu mereka punya alasan untuk tidak menerima Aku. Namun sekarang mereka sudah menyaksikan semua keajaiban-Ku dan tetap saja membenci Aku dan Bapa-Ku.
JOH 15:25 Hal itu terjadi untuk memenuhi apa yang sudah tertulis tentang Aku dalam Firman Allah, ‘Mereka membenci Aku tanpa alasan.’
JOH 15:26 “Ketika Aku sudah bersama Bapa-Ku nanti, Kami akan mengirim Roh Penolong kepada kalian. Dialah Roh Kebenaran, yang akan mengajarkan hal-hal yang benar kepada kalian masing-masing. Waktu Dia datang, Dia akan bersaksi tentang Aku kepada setiap orang di dunia ini.
JOH 15:27 Kamu juga akan bersaksi tentang Aku, karena sejak awal pelayanan-Ku, kamu sudah bersama-sama dengan Aku.”
JOH 16:1 “Semua ini Aku katakan supaya kamu semua tidak meninggalkan keyakinanmu kepada-Ku.
JOH 16:2 Karena kamu menjadi pengikut-Ku, kelak kamu akan diusir dari rumah-rumah pertemuan orang Yahudi, bahkan ada yang dibunuh. Dan orang yang membunuhmu justru merasa sudah berbuat benar di mata Allah.
JOH 16:3 Mereka berbuat begitu karena tidak pernah mengenal Bapa ataupun Aku.
JOH 16:4 Semuanya ini Aku beritahukan sekarang, supaya ketika hal itu terjadi kalian akan ingat bahwa sebelumnya Aku sudah mengatakannya kepada kalian. Semua hal itu tidak Aku beritahukan sejak awal karena Aku masih bersama kalian.”
JOH 16:5 “Kalian sedih karena Aku memberitahukan bahwa sekarang Aku akan pergi untuk kembali kepada Bapa yang sudah mengutus-Ku ke sini. Tetapi tidak seorang pun dari antara kalian yang bertanya kepada-Ku, ‘Ke manakah Engkau pergi?’
JOH 16:7 Namun sebenarnya, lebih baik bagi kalian kalau Aku pergi kepada Bapa. Sebab kalau Aku tidak pergi, Roh Penolong itu tidak akan datang kepadamu. Tetapi kalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepada kalian.
JOH 16:8 “Ketika Roh Penolong itu datang, Dia akan menyadarkan orang-orang di dunia bahwa pemikiran mereka salah tentang ketiga hal ini: Tentang dosa, tentang cara untuk menjadi orang yang benar di mata Allah, dan tentang pengadilan terakhir.
JOH 16:9 Pertama, tentang dosa: Dia akan menyadarkan bahwa mereka berdosa kalau tidak sungguh-sungguh percaya kepada-Ku.
JOH 16:10 Kedua, tentang cara menjadi orang yang benar di mata Allah: Karena Aku pergi kepada Bapa dan kalian tidak melihat Aku lagi, Roh Penolong itu akan menyadarkan bahwa Aku sudah membuka jalan sehingga manusia bisa menjadi benar dalam pandangan Allah.
JOH 16:11 Dan ketiga, tentang pengadilan terakhir: Dia akan menyadarkan orang-orang di dunia ini bahwa pengadilan terakhir pasti akan terjadi, karena sekarang iblis, penguasa dunia ini, sudah dinyatakan bersalah.
JOH 16:12 “Masih banyak hal yang ingin Aku sampaikan kepada kalian, tetapi kalian tidak sanggup menerimanya sekarang.
JOH 16:13 Namun ketika Roh Kebenaran itu datang, Dialah yang akan menuntun kalian supaya mengerti segala ajaran yang benar. Karena Dia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri, melainkan hanya menyampaikan apa yang Dia dengar dari Bapa-Ku. Dia juga akan memberitahukan kepada kalian apa yang akan terjadi nanti.
JOH 16:14 Melalui ajaran-Nya, Aku akan dipermuliakan, karena Dia akan menyampaikan kepada kalian semua yang Dia terima dari-Ku.
JOH 16:15 Semua yang Bapa miliki adalah milik-Ku juga. Itulah sebabnya Aku berkata bahwa Roh Penolong itu akan menyampaikan kepada kalian apa yang Dia terima dari Aku.”
JOH 16:16 “Sebentar lagi kalian tidak akan melihat Aku, tetapi tidak lama kemudian kalian akan melihat Aku lagi, karena Aku akan pergi kepada Bapa-Ku.”
JOH 16:17 Beberapa dari antara kami murid-murid-Nya berkata satu sama lain, “Apa maksud perkataan-Nya itu?— ‘Sebentar lagi kalian tidak akan melihat Aku, tetapi tidak lama kemudian kalian akan melihat Aku lagi.’ Dan apa artinya ‘Aku akan pergi kepada Bapa’?”
JOH 16:18 Kami juga saling bertanya, “Yang dimaksud ‘sebentar’ itu berapa lama? Kita tidak mengerti.”
JOH 16:19 Yesus tahu bahwa kami ingin sekali bertanya kepada-Nya, maka Dia berkata, “Kalian bertanya-tanya satu sama lain tentang maksud perkataan-Ku, ‘Sebentar lagi kalian tidak akan melihat Aku, tetapi tidak lama kemudian kalian akan melihat Aku lagi.’
JOH 16:20 Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Sebentar lagi kalian akan menangis dan meratap, sedangkan orang-orang duniawi akan bergembira. Tetapi dukacita kalian kelak akan berubah menjadi sukacita.
JOH 16:21 Apa yang sebentar lagi kalian alami bisa digambarkan seperti perempuan hamil yang sudah tiba waktunya melahirkan. Dia akan merasa kesakitan. Tetapi sesudah anaknya lahir, dia tidak ingat lagi pada penderitaan yang dialaminya, karena dia sangat senang bayinya sudah lahir dengan selamat ke dunia ini.
JOH 16:22 Begitu juga kalian. Sekarang kalian merasa sedih. Tetapi tidak lama lagi kelak, saat kalian melihat Aku lagi, kamu semua akan sangat bersukacita. Pada waktu itu kamu sudah melupakan dukacitamu ini, dan tidak seorang pun bisa menghalangi sukacita yang kamu alami.
JOH 16:23 Pada hari itu, kamu tidak perlu meminta apa pun lagi dari-Ku. Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Apa saja yang kamu minta kepada Bapa kita demi memuliakan Aku, Dia pasti memberikannya kepadamu.
JOH 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta apa pun dari Bapa untuk memuliakan Aku. Mintalah hal-hal yang memuliakan Aku, maka kamu akan menerimanya! Dengan demikian kamu akan sungguh-sungguh merasakan sukacita.”
JOH 16:25 “Semua hal ini sudah Aku katakan kepada kalian dengan berbagai kiasan. Tetapi akan tiba waktunya ketika Aku tidak perlu mengajar kalian dengan kiasan lagi. Saat itu, Aku akan mengajar kalian tentang Bapa-Ku secara terus terang.
JOH 16:26 Mulai hari itu kalian masing-masing boleh berdoa secara langsung kepada Bapa untuk meminta hal-hal yang memuliakan Aku. Jadi tidak perlu lagi Aku yang menyampaikan permintaanmu itu kepada Bapa-Ku,
JOH 16:27 karena Dia sendiri sangat mengasihi kamu. Bapa mengasihimu karena kamu mengasihi Aku dan kamu sudah percaya bahwa Aku datang dari Dia.
JOH 16:28 Memang Aku berasal dari Bapa dan sudah datang ke dunia ini. Tetapi sekarang Aku segera meninggalkan dunia ini dan kembali kepada-Nya.”
JOH 16:29 Lalu kami berkata kepada Yesus, “Benar, sekarang Engkau berbicara terus-terang kepada kami dan tidak lagi memakai kiasan.
JOH 16:30 Sekarang kami tahu bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu, dan orang tidak perlu lagi bertanya kepada-Mu. Bahkan Engkau sering memberi jawaban sebelum kami bertanya. Karena itu kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah.”
JOH 16:31 Jawab Yesus kepada mereka, “Jadi, baru sekarang kalian percaya?
JOH 16:32 Dengarkanlah: Waktunya akan segera tiba dan memang bisa dikatakan sudah tiba, yaitu ketika kalian semua akan meninggalkan Aku sendirian. Kalian akan lari dan kembali ke rumahmu masing-masing. Tetapi sebenarnya Aku tidak sendirian, karena Bapa selalu bersama-Ku.
JOH 16:33 “Semua ini Aku katakan kepada setiap kalian yang sudah bersatu dengan Aku, supaya kamu bisa hidup dengan tenang. Di dunia ini, kamu pasti menderita. Tetapi kuatkanlah hatimu, karena Aku sudah mengalahkan dunia ini.”
JOH 17:1 Sesudah Yesus mengatakan semua itu kepada kami murid-murid-Nya, Dia memandang ke langit dan berdoa, “Bapa, sekarang sudah tiba waktunya. Muliakanlah Aku melalui apa yang akan terjadi kepada Anak-Mu ini. Dengan begitu Aku juga akan memuliakan Engkau.
JOH 17:2 Karena Bapa sudah memberikan kepada-Ku kuasa atas semua orang supaya Aku bisa memberikan hidup yang kekal kepada setiap orang yang sudah Engkau serahkan kepada-Ku.”
JOH 17:3 Mengingat doa Yesus itu, saya Yohanes juga berdoa kepada Allah, “Benar, ya Bapa! Inilah jalan untuk menerima hidup yang kekal, yaitu mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Kristus Yesus yang Engkau utus ke dunia ini.”
JOH 17:4 Kata Yesus lagi dalam doa-Nya, “Bapa, Aku sudah memuliakan Engkau di dunia ini dengan mengerjakan semua tugas yang Engkau berikan kepada-Ku untuk dilakukan. Sekarang tugas itu sudah selesai.
JOH 17:5 Jadi biarlah Bapa membawa Aku kembali ke dalam kemuliaan yang sudah Kita nikmati bersama sebelum dunia ini diciptakan.
JOH 17:6 “Aku sudah memperkenalkan Bapa kepada orang-orang ini. Dulu mereka berpihak pada orang-orang duniawi, tetapi Engkau memberikan mereka kepada-Ku. Mereka memang adalah milik-Mu, tetapi Bapa sudah menyerahkan mereka kepada-Ku. Dan sekarang mereka sudah taat kepada ajaran-Mu yang Aku sampaikan.
JOH 17:7 Sekarang mereka tahu bahwa semua yang Aku lakukan dan ajarkan berasal dari Bapa.
JOH 17:8 Karena Aku sudah menyampaikan ajaran yang Engkau berikan kepada-Ku, dan mereka sudah menerima semuanya. Sekarang mereka tahu bahwa Aku benar-benar datang dari Bapa, dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku.
JOH 17:9 Kini Aku berdoa secara khusus untuk mereka. Doa-Ku ini bukan untuk orang-orang duniawi yang menolak mengikuti ajaran-Mu. Tetapi Aku berdoa untuk orang-orang yang sudah Bapa berikan kepada-Ku, karena mereka adalah milik-Mu.
JOH 17:10 Semua yang Aku miliki adalah milik Bapa, dan semua yang Bapa miliki adalah milik-Ku juga. Jadi pengikut-pengikut-Ku ini adalah milik Kita bersama. Melalui merekalah Aku sedang dimuliakan.
JOH 17:11 “Tetapi sekarang Aku tidak lagi tinggal dengan mereka di dunia ini, karena Aku akan segera kembali kepada-Mu. Bapa yang kudus, lindungilah mereka dengan kekuatan-Mu, yaitu kekuatan yang sudah Bapa berikan kepada-Ku. Dengan begitu mereka akan menjadi satu, sama seperti Engkau dan Aku adalah satu.
JOH 17:12 Selama Aku bersama dengan mereka di dunia ini, Aku sudah menjaga dan melindungi mereka dengan seluruh kekuatan yang sudah Bapa berikan kepada-Ku, supaya tidak ada yang binasa. Hanya seorang saja dari mereka yang akan binasa, yaitu dia yang sudah ditentukan untuk binasa. Dengan begitu terpenuhilah apa yang sudah tertulis dalam firman-Mu.
JOH 17:13 “Sekarang Aku akan segera kembali kepada-Mu. Oleh karena itu, semua hal ini Aku doakan sewaktu Aku masih berada di dunia, supaya pengikut-pengikut-Ku ini bisa mengetahui doa-Ku dan mereka selalu penuh dengan sukacita dalam segala keadaan, biarlah sukacita mereka masing-masing sama seperti sukacita-Ku.
JOH 17:14 Mereka sudah menerima ajaran-Mu yang Aku sampaikan kepada mereka. Itu sebabnya orang-orang duniawi membenci mereka, karena mereka tidak berpihak kepada orang-orang duniawi, sama seperti Aku.
JOH 17:15 “Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia ini, tetapi supaya Bapa melindungi mereka dari serangan si jahat, yaitu iblis.
JOH 17:16 Sebab mereka tidak berpihak kepada orang-orang dunia ini, sama seperti Aku juga tidak berpihak kepada orang-orang dunia ini.
JOH 17:17 Buatlah mereka menjadi milik-Mu yang khusus melalui ajaran benar. Semua Firman-Mu adalah ajaran benar.
JOH 17:18 Sebagaimana Bapa mengutus Aku ke dunia ini, begitu juga Aku akan mengutus mereka ke seluruh dunia.
JOH 17:19 Ya Bapa, sekarang Aku sungguh-sungguh menyerahkan diri-Ku kepada-Mu. Dan Aku melakukan itu bagi mereka, supaya mereka juga bisa menjadi milik-Mu yang khusus melalui ajaran-Mu yang benar.
JOH 17:20 “Aku berdoa bukan untuk mereka saja, tetapi juga untuk orang-orang yang kelak percaya kepada-Ku karena kesaksian mereka.
JOH 17:21 Dan Aku meminta supaya mereka semua menjadi satu, sebagaimana Bapa dengan Aku adalah satu, dan Aku dengan Bapa adalah satu. Aku juga berdoa supaya mereka dengan Kita menjadi satu, supaya orang-orang duniawi percaya bahwa Bapalah yang mengutus Aku ke dunia ini.
JOH 17:22 Aku sudah memberikan kepada mereka kuasa dan kemuliaan yang sudah Engkau serahkan kepada-Ku. Aku memberikannya supaya mereka tetap bersatu, sama seperti Kita selalu bersatu,
JOH 17:23 yaitu Aku bersatu dengan mereka, dan Bapa bersatu dengan Aku, sampai mereka benar-benar menjadi satu. Dengan demikian, orang-orang duniawi pun tahu bahwa Bapalah yang sudah mengutus Aku, dan bahwa Bapa juga selalu mengasihi pengikut-pengikut-Ku, sama seperti Bapa selalu mengasihi Aku.
JOH 17:24 “Ya Bapa, mengenai mereka yang sudah Engkau berikan kepada-Ku, Aku ingin supaya mereka selalu bersama-Ku di tempat Aku berada nanti. Aku meminta hal ini supaya mereka bisa melihat kemuliaan yang sudah Bapa berikan kepada-Ku sebelum dunia ini diciptakan. Dan memang, kemuliaan itu Engkau berikan kepada-Ku karena Engkau sangat mengasihi Aku.
JOH 17:25 Ya Bapa, Engkau selalu melakukan yang benar. Walaupun manusia di dunia ini tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau. Dan pengikut-pengikut-Ku ini tahu bahwa Bapa yang sudah mengutus Aku ke dalam dunia ini.
JOH 17:26 Aku sudah memperkenalkan Bapa kepada mereka, dan Aku akan terus memberitahukan tentang Engkau kepada mereka. Pastilah sesudah mereka mengenal Engkau, mereka akan mengasihi Aku dari dalam hati, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Dan Aku akan tetap bersatu dengan mereka.”
JOH 18:1 Sesudah Yesus selesai berdoa, Dia bersama kami murid-murid-Nya pergi menyeberangi sungai kecil Kidron, lalu masuk ke taman zaitun.
JOH 18:2 Yudas, yang menjual Yesus, juga sudah tahu tempat itu karena Yesus sering berkumpul dengan kami di situ.
JOH 18:3 Kemudian Yudas datang ke taman itu dengan sejumlah pasukan tentara Romawi dan tentara penjaga rumah Allah. Rombongan itu disuruh oleh para imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka datang membawa pelita, obor, pedang, dan perlengkapan perang yang lain.
JOH 18:4 Yesus sudah tahu semua yang akan terjadi atas diri-Nya. Jadi Dia langsung keluar menemui mereka dan bertanya, “Siapa yang kalian cari?”
JOH 18:5 Jawab mereka, “Yesus, orang Nazaret.” Kemudian Yesus berkata, “Akulah Dia.” (Yudas juga berdiri di sana bersama rombongan itu.)
JOH 18:6 Saat Yesus berkata, “Akulah Dia,” tiba-tiba seluruh rombongan itu seperti terdesak mundur dan jatuh ke tanah.
JOH 18:7 Sekali lagi Yesus bertanya kepada mereka, “Kalian cari siapa?” Dan mereka menjawab, “Yesus, orang Nazaret itu.”
JOH 18:8 Lalu Yesus berkata, “Sudah Aku katakan kepada kalian, ‘Akulah Dia.’ Jadi kalau Aku yang kalian cari, biarkanlah para pengikut-Ku ini pergi.”
JOH 18:9 Dengan berkata begitu, terjawablah doa Yesus, yaitu, “Dari antara mereka yang sudah Bapa berikan kepada-Ku, tidak akan ada yang binasa.”
JOH 18:10 Pada waktu itu, Petrus yang juga disebut Simon, membawa pedang. Dia langsung mengeluarkan pedang itu dari sarungnya dan menyerang seorang budak imam besar. Tetapi hanya telinga kanan budak itu yang terpotong. (Orang itu bernama Malkus.)
JOH 18:11 Lalu Yesus berkata kepada Petrus, “Masukkan kembali pedangmu ke dalam sarungnya. Janganlah kamu menghalangi Aku menjalani penderitaan yang sesuai dengan ketetapan Bapa bagi-Ku.”
JOH 18:12 Kemudian komandan batalion Romawi bersama semua rombongan itu menangkap dan mengikat Yesus.
JOH 18:13 Pertama-tama mereka membawa Yesus kepada Hanas, bapak mertua Kayafas. Kayafaslah yang menjabat sebagai imam besar pada tahun itu.
JOH 18:14 (Kayafas inilah imam besar yang pernah berkata kepada para pemimpin Yahudi, “Daripada seluruh bangsa Yahudi binasa, lebih baik satu orang yang mati demi bangsa kita.”)
JOH 18:15 Sewaktu Yesus dibawa ke rumah Hanas, Petrus dan saya (Yohanes) mengikuti rombongan itu dari belakang. Kebetulan saya kenal dengan mantan imam besar, jadi saya langsung ikut masuk saat Yesus digiring ke halaman rumahnya. Tetapi Petrus menunggu di luar dekat pintu pagar halaman. Karena saya sudah dikenal oleh Hanas serta para pembantunya, saya keluar lagi dan berbicara dengan pembantu perempuan yang menjaga pintu itu. Setelah diberi izin, saya mengantar Petrus ke dalam.
JOH 18:17 Pembantu itu sempat bertanya kepada Petrus, “Kamu juga murid orang itu, bukan?” Dan dia menjawab, “Bukan.”
JOH 18:18 Malam itu udara dingin. Jadi para penjaga rumah Allah dan budak-budak imam besar sudah menyalakan api dengan arang. Mereka berdiri menghangatkan badan di sekitar api itu. Petrus juga mendekati mereka dan berdiri di situ untuk menghangatkan badannya.
JOH 18:19 Sementara itu, Hanas menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang apa yang Dia ajarkan.
JOH 18:20 Lalu Yesus menjawab, “Saya selalu berbicara dengan terbuka di depan orang banyak. Saya mengajar di rumah-rumah pertemuan dan di teras rumah Allah, tempat orang Yahudi biasa berkumpul. Saya tidak pernah berbicara secara rahasia.
JOH 18:21 Jadi Bapak tidak perlu bertanya kepada saya tentang hal itu. Tanya saja kepada mereka yang sudah mendengar ajaran saya. Pasti mereka tahu apa yang sudah saya katakan.”
JOH 18:22 Sehabis Yesus berkata begitu, salah satu penjaga yang berdiri di sana menampar Yesus dan berkata, “Jangan bicara seperti itu kepada imam besar!”
JOH 18:23 Lalu Yesus menjawabnya, “Kalau saya mengatakan sesuatu yang melanggar peraturan, seharusnya tunjukkan dulu kesalahan saya sebelum engkau menampar saya. Tetapi kalau perkataan saya yang tadi benar, seharusnya engkau tidak boleh menampar saya!”
JOH 18:24 Kemudian Hanas mengirim Yesus, masih dalam keadaan terikat, kepada Imam Besar Kayafas.
JOH 18:25 Sementara itu, Petrus masih berdiri menghangatkan badannya di dekat api tadi. Lalu orang-orang di dekatnya berkata kepadanya, “Bukankah kamu salah satu murid orang itu?” Tetapi dia menyangkal dan berkata, “Bukan.”
JOH 18:26 Di situ ada juga salah seorang budak imam besar, masih kerabat dari budak yang telinganya dipotong Petrus. Jadi dia berkata, “Sepertinya saya melihatmu tadi bersama Yesus di taman itu, bukan?!”
JOH 18:27 Petrus menyangkal lagi, “Bukan saya!” Dan saat itu juga ayam pun berkokok.
JOH 18:28 Besoknya, pagi-pagi sekali para pemimpin Yahudi membawa Yesus dari rumah Kayafas ke istana gubernur Romawi. Tetapi para pemimpin itu tidak masuk ke dalam istana itu karena orang Yahudi menganggap najis rumah orang yang bukan Yahudi. Mereka tidak mau menajiskan diri sebab hari itu mereka harus tetap siap untuk ikut makan perjamuan Paskah.
JOH 18:29 Karena itu, Pilatus keluar menemui mereka lalu bertanya, “Apa tuduhan kalian terhadap orang ini?”
JOH 18:30 Jawab mereka, “Kalau dia bukan penjahat, kami tidak perlu membawa dia kepada Tuan.”
JOH 18:31 Tetapi Pilatus berkata kepada mereka, “Biarlah kalian saja yang mengadili dia sesuai dengan hukum kalian.” Tetapi para pemimpin Yahudi itu berkata, “Menurut hukum Romawi, kami orang Yahudi tidak diizinkan menjatuhkan hukuman mati.”
JOH 18:32 (Perkataan mereka itu sebenarnya sesuai dengan ketetapan Allah, supaya terjadi tepat seperti yang dikatakan Yesus sebelumnya tentang bagaimana cara Dia akan mati.)
JOH 18:33 Kemudian Pilatus masuk lagi ke dalam istana gubernur dan menyuruh tentaranya membawa Yesus masuk. Lalu dia bertanya kepada Yesus, “Apakah betul yang mereka katakan bahwa kamu menganggap dirimu raja orang Yahudi?”
JOH 18:34 Jawab Yesus kepadanya, “Apakah Bapak sendiri mau tahu, atau Bapak bertanya untuk memeriksa apa yang sudah dikatakan orang-orang tentang saya?”
JOH 18:35 Lalu Pilatus menjawab, “Kamu sudah tahu saya bukan orang Yahudi! Bangsamu sendiri dan para imam kepala yang menyerahkanmu kepada saya. Jadi kesalahan apa yang sudah kamu lakukan?”
JOH 18:36 Yesus berkata kepadanya, “Pemerintahan-Ku tidak berasal dari dunia ini. Kalau pemerintahan-Ku berasal dari dunia ini, pasti para pendukung-Ku sudah berjuang supaya Aku tidak diserahkan kepada para pemimpin Yahudi. Tetapi memang tempat pemerintahan-Ku bukan di dunia ini.”
JOH 18:37 Lalu Pilatus berkata kepada-Nya, “Jadi menurutmu, kamu ini seorang raja?” Yesus menjawab, “Demikianlah. Aku seorang raja. Untuk itulah Aku dilahirkan, dan untuk itulah Aku datang ke dunia ini, yaitu untuk memberitakan ajaran yang benar. Semua orang yang senang mendengar ajaran benar pasti senang juga mendengar ajaran-Ku.”
JOH 18:38 Lalu Pilatus berkata kepada-Nya, “Ajaran benar? Apa itu?!” Dan dia langsung keluar lagi menemui para pemimpin Yahudi, lalu berkata kepada mereka, “Saya sama sekali tidak menemukan kesalahan apa pun pada orang ini.
JOH 18:39 Tetapi menurut kebiasaan kalian, setiap gubernur akan membebaskan seorang tahanan tiap tahun pada hari Paskah. Apakah kalian mau supaya saya membebaskan dia yang kalian sebut ‘raja orang Yahudi’?”
JOH 18:40 Namun mereka dan orang banyak yang sudah berkumpul di situ menjawab dengan berteriak-teriak, “Jangan dia! Bebaskanlah Barabas!” Barabas adalah seorang pemberontak.
JOH 19:1 Maka Pilatus menyuruh para tentaranya membawa Yesus untuk dicambuk. Mereka membawa Dia masuk ke bagian istana yang berfungsi sebagai markas tentara.
JOH 19:2 Sesudah mencambuki Dia, mereka mulai mengejek-Nya, karena ada yang menyebut Yesus sebagai raja Yahudi. Mereka memahkotai Dia dengan mahkota berduri yang mereka buat dari ranting-ranting tumbuhan merambat yang berduri. Mereka juga memakaikan baju berwarna ungu kepada Yesus,
JOH 19:3 lalu berkata kepada-Nya berulang kali, “Hormat bagimu, raja orang Yahudi!” Dan mereka bergantian menampar muka-Nya.
JOH 19:4 Kemudian Pilatus keluar dari istananya lagi dan berkata kepada para pemimpin Yahudi dan orang banyak yang sudah terkumpul di situ, “Lihat, saya membawa orang ini ke luar kepada kalian. Saya mau supaya kalian tahu bahwa saya sama sekali tidak menemukan kesalahan apa pun pada orang ini.”
JOH 19:5 Lalu Yesus keluar dengan masih memakai mahkota duri dan baju ungu tadi. Pilatus berkata kepada mereka, “Inilah dia!”
JOH 19:6 Begitu para imam kepala dan penjaga rumah Allah melihat Yesus, mereka berteriak-teriak, “Salibkan dia! Salibkan dia!” Tetapi Pilatus berkata kepada mereka, “Kalau begitu bawa dia dan salibkanlah sendiri, karena saya tidak menemukan kesalahan apa pun padanya!”
JOH 19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Menurut hukum kami, dia harus dihukum mati karena sudah mengaku-ngaku sebagai Anak Allah.”
JOH 19:8 Mendengar perkataan mereka itu, Pilatus semakin takut.
JOH 19:9 Jadi dia kembali ke dalam istana dan menyuruh agar Yesus dibawa masuk. Kemudian dia bertanya kepada-Nya, “Kamu berasal dari mana?” Tetapi Yesus tidak menjawab.
JOH 19:10 Lalu Pilatus berkata, “Kenapa kamu diam?! Apakah kamu tidak tahu bahwa saya mempunyai kuasa untuk membebaskanmu dan juga untuk menyalibkan kamu?”
JOH 19:11 Yesus menjawab, “Kuasa yang kamu miliki atas diri-Ku itu hanya karena Allah yang memberikannya kepadamu. Kalau tidak demikian, kamu tidak mempunyai kuasa apa-apa atas Aku. Karena itulah orang yang menyerahkan Aku kepadamu sudah melakukan dosa yang lebih besar daripada dosa yang akan kamu lakukan ketika kamu menjatuhkan hukuman pada-Ku.”
JOH 19:12 Mendengar itu, Pilatus berusaha membebaskan Yesus. Tetapi para pemimpin Yahudi berteriak, “Orang yang mengaku sebagai raja berarti melawan raja tertinggi di Roma. Kalau engkau membebaskan dia, berarti engkau juga melawan raja tertinggi!”
JOH 19:13 Mendengar perkataan itu, Pilatus menyuruh supaya Yesus dibawa keluar, lalu dia duduk di kursi pengadilan. Tempat itu disebut Lantai Batu, dan dalam bahasa Ibrani disebut Gabata.
JOH 19:14 Waktu itu kira-kira tengah hari, dan ternyata hari itu adalah hari persiapan sebelum hari terpenting dalam perayaan Paskah. Di sana Pilatus mengejek para pemimpin Yahudi dengan berkata, “Lihatlah raja kalian ini!”
JOH 19:15 Lalu mereka berteriak, “Lenyapkanlah dia! Lenyapkan dia! Salibkan dia!” Pilatus berkata lagi kepada mereka, “Apakah kalian mau saya menyalibkan raja kalian?” Para imam kepala menjawab, “Kami tidak mempunyai raja yang lain selain raja tertinggi di Roma!”
JOH 19:16 Akhirnya Pilatus mengikuti kemauan mereka dan menyerahkan Yesus kepada tentara-tentaranya untuk disalibkan. Lalu mereka menggiring Dia
JOH 19:17 ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dan dalam bahasa Ibrani disebut Golgota. Ke sana Yesus berjalan sambil memikul salib-Nya sendiri.
JOH 19:18 Di situlah mereka menyalibkan Dia. Bersama Yesus, disalibkan juga dua orang penjahat di sebelah kanan dan kiri-Nya. Jadi salib Yesus berada di tengah-tengah.
JOH 19:19 Pilatus sudah menyuruh untuk memasang pada salib Yesus suatu papan yang bertuliskan “Yesus orang Nazaret, raja orang Yahudi”— sebagai keterangan alasan Dia dihukum mati.
JOH 19:20 Banyak orang Yahudi membaca tulisan itu karena tempat Yesus disalibkan tidak jauh dari kota. Keterangan itu ditulis dalam tiga bahasa, yaitu Ibrani, Yunani, dan Latin.
JOH 19:21 Lalu para imam kepala protes kepada Pilatus, “Suruhlah mereka mengganti tulisan itu! Jangan ‘Raja orang Yahudi.’ Tetapi harus seperti ini: ‘Orang yang mengaku, saya raja orang Yahudi.’”
JOH 19:22 Tetapi Pilatus menjawab, “Apa yang sudah saya perintahkan untuk ditulis tidak akan saya ubah!”
JOH 19:23 Yesus disalibkan oleh empat orang tentara. Lalu mereka membagi-bagi pakaian-Nya di antara mereka, dan masing-masing mendapat sebagian. Jubah-Nya panjang tanpa ada sambungan jahitan, karena ditenun dari atas ke bawah.
JOH 19:24 Oleh sebab itu mereka berkata satu sama lain, “Jangan kita robek-robek jubah ini. Kita buang undi saja untuk menentukan siapa yang akan mendapatkannya.” Maka terjadilah tepat seperti apa yang ditetapkan Allah, supaya ditepati apa yang sudah tertulis dalam Kitab Suci, “Mereka akan membagi-bagikan pakaian-Ku di antara mereka, dan mereka membuang undi untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan jubah-Ku.” Tanpa sadar, para tentara itu sudah melakukan tepat seperti Firman TUHAN ini.
JOH 19:25 Ibu Yesus berdiri di dekat salib-Nya. Di situ juga berdiri saudara perempuan ibu-Nya bersama dua Maria yang lain, yaitu istri Klopas dan Maria yang dari kampung Magdala.
JOH 19:26 Juga saya (murid Yesus yang sangat dikasihi-Nya) berdiri di situ. Jadi ketika Yesus melihat ibu-Nya dan saya, Dia berkata kepada ibu-Nya, “Lihat, dia itulah anakmu!”
JOH 19:27 Lalu Yesus berkata kepada saya, “Dia itulah ibumu!” Jadi mulai hari itu saya membawa ibu Yesus tinggal di rumah saya.
JOH 19:28 Ketika Yesus tahu bahwa Dia sudah selesai menjalankan semua tugas-Nya, maka sesuai dengan apa yang tertulis dalam Firman Allah Dia berkata, “Aku haus.”
JOH 19:29 Di situ ada wadah yang penuh berisi air anggur asam. Waktu mereka mendengar ucapan Yesus itu, salah seorang yang ada di sana memasang sesuatu seperti spons pada ujung sebatang hisop, lalu mencelupkannya ke dalam anggur itu dan mengulurkannya ke mulut Yesus supaya Dia bisa mengecap.
JOH 19:30 Setelah mengecap sedikit dari anggur asam itu, Dia berkata, “Sudah selesai.” Kemudian Yesus menundukkan kepala-Nya dan Dia pun mati.
JOH 19:31 Hari itu adalah hari persiapan sebelum tiba hari Sabat yang istimewa dalam perayaan Paskah. Para pemimpin Yahudi tidak mau ada orang yang masih tergantung di kayu salib pada hari Sabat istimewa itu. Maka mereka memohon kepada Pilatus supaya kaki ketiga orang yang disalib itu dipatahkan agar mereka segera mati, dan mayat mereka bisa segera diturunkan sebelum malam tiba.
JOH 19:32 Jadi para tentara mematahkan kaki kedua orang yang disalibkan di sebelah kiri dan kanan Yesus.
JOH 19:33 Ketika hendak mematahkan kaki Yesus, mereka melihat Dia sudah mati. Karena itu mereka tidak mematahkan kaki-Nya.
JOH 19:34 Tetapi salah satu dari mereka menikam lambung-Nya dengan tombak. Seketika darah dan air pun mengucur dari luka tombak itu.
JOH 19:35 (Saya yang menulis buku ini melihat hal itu dengan mata kepala saya sendiri, dan saya tahu bahwa hal itu benar-benar terjadi. Saya menuliskan kesaksian saya ini supaya kalian semua juga percaya.)
JOH 19:36 Maka terjadilah tepat seperti apa yang ditetapkan Allah, supaya ditepati apa yang sudah tertulis dalam Kitab Suci, “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.”
JOH 19:37 Tindakan para tentara itu juga sesuai dengan ayat lain yang berkata, “Mereka akan memandang kepada Dia yang sudah mereka tikam.”
JOH 19:38 Sesudah itu, seseorang bernama Yusuf datang memohon kepada Pilatus untuk diizinkan mengubur mayat Yesus. (Yusuf ini berasal dari kampung Arimatea. Dia adalah pengikut Yesus, tetapi tidak secara terang-terangan, sebab dia takut kepada para pemimpin Yahudi.) Setelah mendapat izin Pilatus, dia bersama beberapa orang lain datang dan membawa mayat Yesus.
JOH 19:39 Nikodemus, yang dulu pernah datang menemui Yesus pada malam hari, juga ikut membantu Yusuf. Nikodemus membawa ramuan berbau harum, yaitu campuran mur dan gaharu, yang beratnya lebih dari tiga puluh kilogram.
JOH 19:40 Mereka mengambil mayat Yesus dan membungkusnya dengan kain halus beserta ramuan itu, sesuai dengan tradisi Yahudi dalam menguburkan jenazah.
JOH 19:41 Di dekat tempat Yesus disalib ada sebuah taman. Di taman itu sudah dibuat sebuah lubang di sisi bukit batu yang disiapkan menjadi kuburan dan belum pernah dipakai.
JOH 19:42 Karena matahari nyaris terbenam dan malam Sabat sudah hampir tiba, mereka membaringkan mayat Yesus di dalam kuburan itu.
JOH 20:1 Dua hari kemudian, masih pagi-pagi buta pada hari Minggu, Maria yang berasal dari desa Magdala pergi ke kuburan Yesus. Sesampainya di sana, dia melihat batu besar penutup kuburan itu sudah dipindahkan.
JOH 20:2 Lalu dia berlari menemui Petrus yang juga disebut Simon, dan juga saya, yaitu murid yang sangat dikasihi Yesus. Maria berkata kepada kami, “Orang-orang sudah mengambil mayat Tuhan dari kuburan-Nya, dan kita tidak tahu di mana mereka menaruhnya!”
JOH 20:3 Mendengar itu, kami berdua cepat-cepat pergi ke kuburan Yesus.
JOH 20:4 Kami sama-sama berlari, tetapi saya lebih cepat daripada Petrus sehingga sampai lebih dulu.
JOH 20:5 Lalu saya menunduk dan melihat ke dalam kuburan itu, tetapi yang tampak hanyalah kain pembungkus mayat Yesus. Saat itu saya tidak masuk ke dalam.
JOH 20:6 Begitu Petrus tiba, dia masuk ke dalam dan melihat tempat kain itu ditaruh.
JOH 20:7 Dia juga melihat bahwa sehelai kain lain, yang dipakai untuk membungkus kepala Yesus, sudah terlipat dan ditaruh terpisah dari kain panjang pembungkus tubuh-Nya.
JOH 20:8 Kemudian saya masuk dan melihat semuanya itu. Saat itulah saya mulai percaya bahwa Yesus sudah hidup kembali dari kematian.
JOH 20:9 (Pada waktu itu, kami belum mengerti bahwa Kristus sudah ditetapkan untuk hidup kembali dari kematian sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci.)
JOH 20:10 Lalu kami berdua kembali ke tempat tinggal kami.
JOH 20:11 Tetapi Maria masih berdiri menangis di luar kuburan. Sambil menangis, dia menunduk dan melihat ke dalam kuburan.
JOH 20:12 Lalu dia melihat dua malaikat berpakaian putih sedang duduk di tempat bekas mayat Yesus ditaruh, yang satu di bagian kepala, yang lain di bagian kaki.
JOH 20:13 Kedua malaikat itu bertanya kepadanya, “Ibu, kenapa menangis?” Maria menjawab, “Orang-orang sudah mengambil mayat Tuhan saya, dan saya tidak tahu di mana mereka menaruhnya.”
JOH 20:14 Sesudah berkata begitu, dia berbalik. Lalu tampaklah Yesus sedang berdiri di hadapannya, tetapi Maria tidak mengenali-Nya.
JOH 20:15 Yesus berkata kepadanya, “Ibu, kenapa menangis? Ibu cari siapa?” Maria berpikir bahwa Orang itu adalah tukang kebun. Jadi dia menjawab, “Kalau Bapak yang mengambil mayat-Nya, tolong beritahukan di mana Bapak menaruhnya, supaya saya bisa menguburkannya kembali.”
JOH 20:16 Lalu Yesus berkata kepadanya, “Maria!” Maria pun berbalik lagi kepada-Nya dan berkata, “Rabuni!” (Kata itu berarti Guru.)
JOH 20:17 Kemudian kata Yesus kepadanya, “Janganlah menahan Aku, karena Aku belum kembali kepada Bapa-Ku. Tetapi pergilah kepada sahabat-sahabat-Ku dan beritahukanlah bahwa Aku sudah berangkat kepada Bapa-Ku yang juga Bapamu, yaitu Allah-Ku dan Allahmu.”
JOH 20:18 Lalu Maria pergi menemui kami murid-murid Yesus dan memberitahukan, “Saya sudah melihat Tuhan!” Dia juga menyampaikan apa yang sudah dikatakan Yesus kepadanya.
JOH 20:19 Malamnya, masih pada hari Minggu itu, kami murid-murid Yesus dan beberapa pengikut yang lain berkumpul di satu rumah. Semua pintu sudah kami kunci, karena kami takut kepada para pemimpin Yahudi. Tiba-tiba Yesus muncul dan berdiri di tengah-tengah kami lalu memberi salam dengan berkata, “Biarlah kalian merasa tenang di hati!”
JOH 20:20 Sesudah berkata begitu, Dia menunjukkan kedua tangan dan bekas luka di perut-Nya kepada kami semua yang ada di situ. Saat itu juga kami sangat bersukacita melihat Tuhan kami.
JOH 20:21 Lalu Yesus berkata lagi kepada kami, “Biarlah ada ketenangan di hati kalian. Sama seperti Bapa sudah mengutus Aku, begitu jugalah sekarang Aku mengutus kalian.”
JOH 20:22 Sesudah berkata begitu, Dia meniupkan nafas kepada kami dan berkata, “Terimalah Roh Kudus.
JOH 20:23 Dengan tuntunan-Nya, kalian akan menyampaikan berita pengampunan kepada orang-orang lain. Dan Roh Kudus akan menuntun untuk mengetahui dosa-dosa yang tidak diampuni.”
JOH 20:24 Tetapi Tomas (yang biasa dijuluki ‘si Anak Kembar’), salah satu dari kami dua belas murid Yesus tidak ada bersama kami ketika Yesus memperlihatkan diri-Nya kepada kami.
JOH 20:25 Sewaktu Tomas datang, kami memberitahu dia, “Kami sudah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas menjawab, “Aku tidak akan percaya sebelum melihat bekas luka paku di kedua tangan-Nya dan memasukkan jariku ke dalam bekas luka paku-paku besar itu, dan memasukkan tanganku ke dalam bekas luka tombak di perut-Nya.”
JOH 20:26 Sesudah lewat satu minggu, kami berkumpul lagi di rumah itu. Tomas juga ada bersama kami. Seperti sebelumnya, walaupun pintu-pintu terkunci, Yesus tiba-tiba muncul dan berdiri di tengah-tengah kami. Lalu Dia berkata, “Biarlah ada ketenangan di hati kalian!”
JOH 20:27 Lalu Dia berkata kepada Tomas, “Mari, lihatlah tangan-Ku dan taruhlah jarimu di sini. Masukkanlah tanganmu ke dalam bekas luka tikaman di perut-Ku. Jangan ragu-ragu lagi, tetapi percayalah sungguh-sungguh.”
JOH 20:28 Seketika itu juga Tomas menjawab, “Ya, Engkau Penguasaku dan Allahku!”
JOH 20:29 Lalu Yesus berkata kepadanya, “Sekarang baru kamu percaya karena sudah melihat Aku, tetapi Allah akan sangat memberkati setiap orang yang percaya kepada-Ku walaupun belum melihat Aku.”
JOH 20:30 Sebenarnya banyak keajaiban lain yang Yesus lakukan di hadapan kami, tetapi tidak dituliskan dalam buku ini.
JOH 20:31 Namun semua yang sudah saya tulis ini bertujuan supaya kalian percaya bahwa Yesus adalah Kristus dan Anak Allah, sebab dengan percaya, kalian menjadi satu dengan Yesus dan mendapatkan hidup yang kekal.
JOH 21:1 Sesudah itu, Yesus memperlihatkan diri-Nya lagi kepada kami murid-murid-Nya di pinggir danau Galilea. Beginilah kejadiannya:
JOH 21:2 Kami yang ada di situ adalah Petrus yang juga disebut Simon, Tomas si Anak Kembar, Natanael dari desa Kana di daerah Galilea, saya Yohanes, kakak saya Yakobus, dan dua murid Yesus yang lain.
JOH 21:3 Petrus berkata kepada kami, “Aku mau pergi menjala ikan.” Dan kami menjawab, “Kami juga mau ikut!” Lalu kami bertujuh langsung pergi naik perahu. Waktu itu sudah sore. Tetapi sepanjang malam kami tidak mendapat seekor ikan pun.
JOH 21:4 Pagi-pagi sekali, Yesus berdiri di pinggir danau. Namun kami tidak tahu bahwa itu adalah Yesus.
JOH 21:5 Dia berseru kepada kami, “Hei, teman-teman, apa kalian sudah mendapat ikan?” Dan kami menjawab, “Belum.”
JOH 21:6 Lalu Dia berkata, “Lemparkanlah jala kalian ke sebelah kanan perahu, nanti kalian akan mendapat ikan.” Lalu kami melemparkannya. Ketika hendak menarik jala itu, ternyata kami tidak sanggup lagi, karena terlalu banyak ikan yang terjaring.
JOH 21:7 Lalu saya berkata kepada Petrus, “Lihat! Ternyata Dia Tuhan!” Mendengar itu, Petrus langsung memakai jubahnya dengan cara mengikatkannya di pinggang, lalu melompat ke air untuk berenang ke tepi danau. Sebelumnya, dia bekerja tanpa baju panjang itu.
JOH 21:8 Tetapi kami menyusul ke tepi dengan perahu sambil menarik jala yang penuh ikan tadi. Saat itu perahu kami tidak jauh dari pinggir danau, kira-kira hanya seratus meter.
JOH 21:9 Ketika kami semua sampai di darat, kami melihat sudah ada seekor ikan sedang dibakar di atas bara api, juga roti di dekatnya.
JOH 21:10 Lalu Yesus berkata kepada kami, “Tolong bawa beberapa ekor ikan yang baru kalian tangkap itu.”
JOH 21:11 Petrus pun naik ke dalam perahu dan menarik jala itu ke darat. Jala itu penuh dengan ikan-ikan besar, 153 ekor jumlahnya. Biarpun sebanyak itu, jalanya tidak robek.
JOH 21:12 Yesus berkata lagi kepada kami, “Marilah kita sarapan.” Tidak satu pun dari kami yang berani bertanya kepada-Nya, “Tuan, Engkau ini siapa?” Karena kami sudah tahu bahwa Dia itu Tuhan.
JOH 21:13 Kemudian Yesus membagi-bagikan roti dan ikan itu kepada kami.
JOH 21:14 Itulah ketiga kalinya Yesus memperlihatkan diri-Nya kepada kami sesudah Dia hidup kembali dari kematian.
JOH 21:15 Sesudah kami makan, Yesus bertanya kepada Simon yang juga disebut Petrus, “Simon anak Yunus, apakah kamu lebih mengasihi Aku daripada semua sahabatmu ini mengasihi-Ku?” Petrus menjawab, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi-Mu.” Kemudian Yesus berkata kepadanya, “Berilah makanan kepada kawanan domba-Ku.”
JOH 21:16 Tidak lama kemudian, Yesus berkata lagi kepada Petrus, “Simon anak Yunus, apakah kamu mengasihi Aku?” Petrus menjawab, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi-Mu.” Lalu Yesus berkata lagi kepadanya, “Jagalah kawanan domba-Ku.”
JOH 21:17 Untuk ketiga kalinya Yesus berkata, “Simon anak Yunus, apakah kamu mengasihi Aku?” Petrus merasa sedih karena sudah tiga kali Yesus bertanya seperti itu. Jadi dia menjawab, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu. Engkau tahu bahwa saya mengasihi-Mu!” Lalu Yesus berkata lagi kepadanya, “Berilah makanan kepada kawanan domba-Ku.
JOH 21:18 Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Selama ini, kamu sudah biasa mempersiapkan dirimu dan pergi ke mana saja kamu mau. Tetapi ketika kamu sudah tua, kamu akan mengulurkan tanganmu kepada orang lain. Mereka akan mengikat tanganmu itu dan membawamu ke tempat yang kamu tidak suka.”
JOH 21:19 Dengan berkata begitu, Dia menyatakan bagaimana caranya nanti Petrus mati demi memuliakan Allah. Kemudian Yesus berkata lagi kepadanya, “Ikutlah Aku terus!” Lalu mereka mulai berjalan di pinggir danau itu.
JOH 21:20 Kemudian Petrus berbalik dan melihat bahwa saya juga mengikuti mereka dari belakang. Sayalah yang dulu duduk dekat Yesus ketika kami makan bersama pada malam terakhir, dan yang bertanya, “Tuhan, siapakah orang yang akan menjual Engkau?”
JOH 21:21 Jadi Petrus bertanya tentang saya kepada Yesus, “Kalau begitu, Tuhan, apa yang akan terjadi kepada dia?”
JOH 21:22 Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak perlu tahu tentang dia. Kalau Aku mau supaya dia tetap hidup sampai Aku datang kembali, itu bukan urusanmu. Kamu tetaplah ikut Aku!”
JOH 21:23 Karena perkataan Yesus itu, tersebarlah berita di antara saudara-saudari seiman bahwa saya tidak akan mati sebelum Yesus kembali. Tetapi Dia tidak berkata seperti itu. Dia hanya berkata, “Kalau Aku mau supaya dia tetap hidup sampai Aku datang kembali, itu bukan urusanmu.”
JOH 21:24 Sayalah murid itu, dan saya menulis buku ini sebagai kesaksian tentang semua kejadian tersebut. Saya dan saudara-saudari seiman tahu bahwa kesaksian saya ini adalah benar.
JOH 21:25 Masih banyak hal lain yang Yesus perbuat. Tetapi saya pikir, kalau semuanya ditulis, seluruh dunia ini pun tidak akan cukup untuk menyimpan buku-buku yang menuliskan semua hal itu. Amin.
ACT 1:1 Kepada yang terhormat Teofilus, Dalam laporan saya yang pertama, saya sudah menceritakan kepadamu tentang semua hal yang sudah Yesus lakukan dan ajarkan sejak awal pelayanan-Nya
ACT 1:2 sampai hari ketika Allah mengangkat Dia ke surga. Dari permulaan pelayanan-Nya, Yesus sudah memilih murid-murid untuk menjadi rasul-Nya. Sesudah Dia menderita dan mati di kayu salib, Dia hidup kembali. Kemudian, selama empat puluh hari Dia menampakkan diri dan melakukan banyak keajaiban supaya rasul-rasul-Nya itu percaya bahwa Dia benar-benar hidup kembali. Dia juga mengajar mereka tentang kerajaan Allah. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia memberikan berbagai perintah kepada para rasul-Nya itu dengan hikmat Roh Kudus.
ACT 1:4 Waktu Yesus masih bersama mereka, Dia berpesan, “Jangan tinggalkan Yerusalem, tetapi tunggulah di sini sampai Penolong yang sudah Aku beritahukan kepada kalian itu datang, yaitu Dia yang sudah dijanjikan oleh Bapa-Ku.
ACT 1:5 Dulu Yohanes membaptis kalian dengan air, tetapi tidak lama lagi Allah akan membaptis kalian dengan Roh-Nya.”
ACT 1:6 Ketika rasul-rasul berkumpul, mereka bertanya kepada Yesus, “Tuhan, apakah sekarang waktunya Engkau mendirikan kembali kerajaan Israel, supaya negeri kita ini berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi?”
ACT 1:7 Jawab-Nya kepada mereka, “Kalian tidak perlu mengetahui hari atau waktu yang sudah ditetapkan oleh Bapa menurut wewenang-Nya sendiri.
ACT 1:8 Akan tetapi, kamu masing-masing akan menerima kuasa, ketika Roh Kudus datang dan tinggal di dalammu. Dengan kuasa-Nya itu, kamu akan menjadi saksi yang memberitakan tentang Aku di Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria, dan sampai ke semua daerah terpencil di dunia.”
ACT 1:9 Sesudah berkata begitu kepada mereka, Yesus terangkat ke langit. Sementara para rasul sedang menyaksikan Dia naik, awan menutupi-Nya sehingga mereka tidak bisa melihat Dia lagi.
ACT 1:10 Ketika mereka masih menatap ke langit untuk berusaha melihat Yesus, tiba-tiba muncullah di samping mereka dua malaikat, yang tampak seperti laki-laki berpakaian putih.
ACT 1:11 Kedua malaikat itu berkata, “Hai orang-orang Galilea, kenapa kalian masih berdiri di sini dan memandang ke langit? Suatu hari nanti, Yesus ini— yang sudah terangkat ke surga dari antara kalian— akan datang kembali dengan cara yang sama seperti yang kalian lihat waktu Dia pergi.”
ACT 1:12 Kemudian para rasul itu kembali dari Bukit Zaitun ke kota Yerusalem, yang jaraknya kira-kira satu kilometer.
ACT 1:13 Sesudah sampai di kota, mereka pergi ke ruang atas di rumah tempat mereka menginap. Para rasul itu adalah Petrus, Yakobus, Yohanes, Andreas, Filipus, Tomas, Bartolomeus, Matius, Yakobus anak Alfeus, Simon (yang pernah mengikuti gerakan perjuangan supaya Israel bebas dari penjajahan Romawi), dan Yudas anak Yakobus.
ACT 1:14 Mereka semua berdoa dengan tekun dan sehati sepikir. Bersama mereka, ada juga adik-adik Yesus dan beberapa perempuan, salah satunya Maria, ibu-Nya.
ACT 1:15 Sesudah beberapa hari, kira-kira seratus dua puluh orang yang sebelumnya mengikuti Yesus juga berkumpul di situ. Lalu Petrus berdiri di antara mereka dan berkata,
ACT 1:16 “Saudara-saudari, ternyata Allah sudah mengatur supaya semua yang sudah terjadi sekarang ini sesuai dengan tulisan dalam Kitab Suci, yaitu yang dinyatakan oleh Roh Kudus melalui nubuatan Raja Daud. Dia berbicara tentang Yudas, yang menjadi penunjuk jalan untuk orang-orang yang menangkap Yesus. Dulu, Yudas memang termasuk dalam kelompok kita dan sudah melayani bersama kita.”
ACT 1:18 (Sebelum Petrus berbicara di sini, Yudas sudah membeli sebidang tanah dengan uang yang dia dapatkan dari hasil kejahatannya waktu menjual Yesus. Dan sewaktu berada di tanah itu, Yudas jatuh terbanting sehingga perutnya terkoyak. Semua isi perutnya keluar, lalu dia mati.
ACT 1:19 Kejadian itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah tersebut dinamai dalam bahasa mereka ‘Hakeldama’, artinya, ‘Ladang Tumpahan Darah’.)
ACT 1:20 Lanjut Petrus, “Dalam kitab Mazmur tertulis, ‘Biarlah tanah orang itu terlantar, dan biarlah tidak ada orang yang tinggal di sana.’ Dan dalam ayat lain tertulis, ‘Biarlah jabatan orang itu diambil orang lain.’
ACT 1:21 “Oleh karena itu, kita perlu memilih seorang lagi sebagai pengganti Yudas, untuk menjadi anggota kami para rasul dalam memberitakan kesaksian bahwa Tuhan Yesus sudah hidup kembali. Penggantinya haruslah orang yang selalu bersama dengan kita sewaktu Yesus masih berada di antara kita sejak Yohanes membaptis Dia sampai Dia terangkat ke surga.”
ACT 1:23 Lalu mereka yang berkumpul mengusulkan dua orang sebagai pengganti Yudas: Pertama, Yusuf (yang juga dikenal dengan dua nama lain, yaitu Barsabas dan Yustus), dan yang kedua, Matias.
ACT 1:24 Mereka pun berdoa, “TUHAN, Engkau mengenal isi hati setiap orang. Tunjukkanlah kepada kami siapa di antara kedua orang ini yang Engkau pilih
ACT 1:25 untuk melayani sebagai rasul menggantikan Yudas. Karena Yudas sudah pergi ke tempat yang sepantasnya bagi dia.”
ACT 1:26 Kemudian mereka mengundi kedua nama itu dan Matiaslah yang terpilih. Maka dia ditambahkan kepada kesebelas rasul itu.
ACT 2:1 Pada Hari Pentakosta, semua orang yang dulu mengikut Yesus sudah berkumpul di satu rumah.
ACT 2:2 Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti deru angin kencang. Bunyi itu memenuhi seluruh rumah tempat mereka sedang berkumpul.
ACT 2:3 Kemudian tampaklah sesuatu yang kelihatannya seperti nyala api kecil, yang menyebar dan berhenti di atas mereka masing-masing.
ACT 2:4 Lalu mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain sesuai dengan kemampuan yang diberikan Roh Kudus kepada mereka.
ACT 2:5 Pada waktu itu, di Yerusalem sedang berkumpul banyak orang beragama Yahudi yang berasal dari hampir seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang saleh yang datang untuk mengikuti perayaan Pentakosta.
ACT 2:6 Waktu mereka mendengar bunyi keras tadi, banyak yang berdatangan ke rumah itu. Mereka sangat bingung mendengar para pengikut Yesus sedang berbicara dalam bermacam-macam bahasa, sehingga setiap orang dari berbagai bangsa bisa mengerti perkataan mereka.
ACT 2:7 Semua orang itu terheran-heran dan berkata, “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?! Yang berbicara itu semuanya orang Galilea, tetapi kita mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita masing-masing! Sungguh heran, padahal kita berasal dari banyak daerah,
ACT 2:9 termasuk Partia, Media, Elam, dan penduduk Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, dan provinsi Asia,
ACT 2:10 juga daerah Frigia, Pamfilia, Mesir, bagian-bagian Libia yang dekat kota Kirene, dan dari ibukota Roma. Kita yang berkumpul adalah orang Yahudi dan orang dari bangsa-bangsa lain yang sudah menjadi pengikut agama Yahudi,
ACT 2:11 bahkan ada orang pulau Kreta dan orang-orang Arab. Heran sekali, kita bisa mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang hal-hal luar biasa yang dilakukan Allah!”
ACT 2:12 Karena terheran-heran dan kebingungan, mereka pun bertanya-tanya satu sama lain, “Bagaimana hal ini bisa terjadi?”
ACT 2:13 Tetapi ada juga yang menertawakan pengikut-pengikut Yesus itu dengan berkata, “Orang-orang itu hanya mabuk saja.”
ACT 2:14 Kemudian Petrus berdiri bersama kesebelas rasul, dan dengan suara keras dia berseru kepada orang banyak itu, “Saudara-saudari orang Yahudi dan semua yang tinggal di Yerusalem, izinkanlah saya menjelaskan arti dari semua yang terjadi ini. Dengarkanlah baik-baik.
ACT 2:15 Kami tidak mabuk seperti yang kalian sangka, apalagi sekarang baru jam sembilan pagi.
ACT 2:16 Yang sedang kalian saksikan ini adalah hal yang dulu sudah disampaikan oleh Nabi Yoel ketika dia bernubuat,
ACT 2:17 ‘Allah berkata, “Pada hari-hari terakhir, Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua orang. Anak-anak kalian, baik laki-laki maupun perempuan, akan bernubuat. Para pemuda di antara kalian akan mendapat penglihatan. Dan orang-orang yang tua akan mendapat petunjuk ilahi lewat mimpi.
ACT 2:18 Pada hari-hari terakhir itu, Aku juga akan mencurahkan Roh-Ku bahkan ke atas para budak, baik yang laki-laki maupun perempuan. Mereka pun termasuk umat pilihan-Ku, dan mereka juga akan bernubuat.
ACT 2:19 Pada waktu itu, Aku juga akan membuat banyak keajaiban di langit dan di bumi, dalam bentuk darah, api, dan gumpalan asap.
ACT 2:20 Matahari akan menjadi gelap, dan bulan akan menjadi merah seperti darah. Sesudah itu, TUHAN akan mendatangkan suatu hari yang sangat dahsyat.
ACT 2:21 Pada waktu itu, setiap orang yang berseru kepada TUHAN meminta pertolongan-Nya akan diselamatkan.”’
ACT 2:22 “Nah, Saudara-saudari orang Yahudi, dengarkanlah yang saya beritahukan ini: Yesus orang Nazaret itu benar-benar diutus oleh Allah. Dan Allah sudah membuktikannya kepadamu dengan mengadakan segala macam keajaiban melalui Yesus, seperti yang kalian ketahui.
ACT 2:23 Sesuai dengan rencana Allah yang sudah ditetapkan-Nya sejak dulu, Yesus sudah diserahkan kepada kalian. Lalu dengan bantuan orang-orang yang tidak mengenal Allah, kalian membunuh Yesus dengan memakukan Dia pada kayu salib.
ACT 2:24 Tetapi sekarang Allah sudah membangkitkan Dia dari kematian dan membebaskan Dia dari cengkeraman kuasa kematian, karena kuasa itu tidak mungkin menahan Dia.
ACT 2:25 Lagipula, Raja Daud sudah bernubuat bahwa Yesus mengatakan kepada Allah seperti ini, ‘Aku menyadari bahwa TUHAN selalu beserta-Ku. Aku akan dilindungi-Nya dari serangan semua pihak yang memusuhi-Ku, karena Dia berada di sisi-Ku.
ACT 2:26 Karena itu hati-Ku bersukacita, dan dengan mulut-Ku, Aku selalu memuji-Mu dengan gembira. Bahkan tubuh-Ku pun merasa tenang karena pengharapan yang sudah Engkau berikan kepada-Ku.
ACT 2:27 Sebab Engkau tidak akan meninggalkan jiwa-Ku di Syeol, dan Engkau juga tidak akan membiarkan tubuh Orang Kudus-Mu hancur di dalam kubur.
ACT 2:28 Engkau sudah menunjukkan kepada-Ku jalan menuju kehidupan. Dan Aku akan selalu bersukacita karena Aku akan hidup bersama-Mu.’
ACT 2:29 “Saudara-saudari, izinkanlah saya berbicara dengan terus terang kepada kalian tentang Daud, nenek moyang kita. Perkataannya itu pasti bukan mengenai dirinya sendiri. Karena kenyataannya, dia sudah mati dan dikuburkan, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
ACT 2:30 Sebagai nabi, Daud tahu bahwa Allah sudah berjanji dengan sumpah bahwa Seorang dari keturunan Daud sendiri akan menjadi raja dan duduk di atas takhta Daud.
ACT 2:31 Jadi, Daud sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Itulah sebabnya dia berbicara seperti itu tentang kehidupan kembali Keturunannya itu, yakni Kristus. Karena dia mengatakan bahwa Orang Kudus itu ‘tidak akan ditinggalkan di Syeol’ dan bahwa tubuh-Nya tidak akan ‘hancur di dalam kubur.’
ACT 2:32 “Yesus inilah yang sudah Allah hidupkan kembali dari kematian! Kami semua yang ada dalam kelompok ini sudah melihat Dia setelah Dia hidup kembali, dan kami diutus untuk menjadi saksi tentang peristiwa itu.
ACT 2:33 Sekarang, Dia sudah terangkat ke surga dan duduk di tempat yang paling terhormat, yaitu di sebelah kanan Allah. Yesus juga sudah menerima Roh Kudus yang dijanjikan Bapa-Nya, dan sekarang Yesus sudah mencurahkan Roh itu kepada kami. Apa yang sedang kamu lihat dan dengar ini adalah pekerjaan Roh Kudus.
ACT 2:34 Karena bukan Daud yang terangkat ke surga, tetapi dia sendiri mengatakan, ‘TUHAN Allah berkata kepada Tuhan Penguasaku, “Duduklah di sebelah kanan-Ku dan memerintahlah sebagai Raja
ACT 2:35 sampai Aku mengalahkan semua musuh-Mu dan menjadikan mereka budak-Mu.”’
ACT 2:36 “Oleh karena itu, biarlah semua orang Israel mengetahui dengan pasti bahwa Allah sudah menetapkan Yesus, yang kalian salibkan itu, sebagai Penguasa kita dan Kristus yang dijanjikan.”
ACT 2:37 Sesudah Petrus selesai berbicara, tersentuhlah hati orang banyak yang mendengarkannya. Lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul lain, “Saudara-saudara, apa yang harus kami lakukan?”
ACT 2:38 Jawab Petrus, “Hendaklah kamu masing-masing bertobat dan dibaptis sebagai pengikut Kristus Yesus. Dosa-dosamu akan diampuni, dan kamu akan menerima Roh Kudus.
ACT 2:39 Karena janji itu berlaku untuk kalian, anak-anak kalian, bahkan bagi orang-orang di tempat yang jauh, yaitu semua yang dipanggil oleh TUHAN Allah kita.”
ACT 2:40 Petrus mengatakan lebih banyak lagi kesaksian untuk menguatkan hati mereka. Pada akhirnya, dia berkata, “Lepaskanlah dirimu dari hukuman Allah terhadap kejahatan orang-orang zaman sekarang ini!”
ACT 2:41 Lalu mereka yang dengan senang hati menerima ajaran Petrus itu dibaptis, dan pada hari itu jumlah orang percaya bertambah kira-kira tiga ribu orang.
ACT 2:42 Mereka rajin mempelajari pengajaran para rasul, dan sering berkumpul dalam persekutuan, berdoa bersama, makan bersama, serta melakukan Perjamuan Kudus.
ACT 2:43 Pada waktu itu, setiap orang di Yerusalem merasa heran dan takut karena Allah memberikan kuasa kepada rasul-rasul untuk melakukan banyak keajaiban.
ACT 2:44 Semua orang percaya terus bersatu dan merasa harta kepunyaan mereka adalah milik bersama.
ACT 2:45 Sering kali, salah satu dari mereka menjual tanah miliknya dan membagi-bagikan hasil penjualan itu kepada anggota lain yang memerlukan bantuan.
ACT 2:46 Mereka sepakat untuk berkumpul setiap hari di teras rumah Allah. Dengan penuh sukacita dan rasa syukur, mereka sering bergantian saling mengundang untuk makan bersama di rumah masing-masing, dan di situ mereka juga merayakan Perjamuan Kudus.
ACT 2:47 Mereka terus memuji-muji Allah dan disenangi oleh semua orang. Setiap hari, TUHAN menambahkan orang-orang yang baru diselamatkan kepada kelompok orang percaya itu.
ACT 3:1 Pada suatu hari, Petrus dan Yohanes pergi ke teras rumah Allah untuk mengikuti jam doa, yaitu kira-kira jam tiga sore.
ACT 3:2 Di pintu teras rumah Allah yang bernama Gerbang Indah, ada seorang pengemis yang kakinya lumpuh sejak lahir. Setiap hari teman-temannya menempatkan dia di situ supaya dia bisa meminta-minta sedekah dari orang-orang yang keluar-masuk teras itu.
ACT 3:3 Sewaktu pengemis itu melihat Petrus dan Yohanes hendak masuk, dia meminta sedekah dari mereka.
ACT 3:4 Lalu mereka berdua menatap orang lumpuh itu dan berkata, “Lihatlah kami.”
ACT 3:5 Maka dia memandang Petrus dan Yohanes dengan harapan akan menerima uang.
ACT 3:6 Tetapi Petrus berkata, “Saya tidak punya uang emas maupun uang perak. Tetapi apa yang saya punya akan saya berikan kepadamu: Dengan kuasa Kristus Yesus, orang Nazaret itu, mulai sekarang kamu bisa berdiri dan berjalan!”
ACT 3:7 Petrus memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Saat itu juga kaki dan pergelangan kakinya menjadi kuat.
ACT 3:8 Orang itu pun langsung berdiri dan mulai berjalan! Dia mengikuti mereka masuk ke teras rumah Allah sambil berjalan dan melompat-lompat serta memuji-muji Allah.
ACT 3:9 Semua orang yang ada di situ mengenal dia sebagai pengemis yang biasa duduk di Gerbang Indah. Waktu mereka melihat dia berjalan dan mendengar dia memuji Allah, mereka sangat heran dan takjub karena keajaiban yang sudah terjadi padanya.
ACT 3:11 Orang yang baru sembuh itu terus mengikuti Petrus dan Yohanes dengan berpegangan kepada mereka. Lalu semua orang yang keheranan itu berlarian dan mengerumuni mereka di teras yang bernama Serambi Salomo.
ACT 3:12 Ketika Petrus melihat orang banyak itu, dia berkata kepada mereka, “Saudara-saudari orang Yahudi, kenapa kalian heran akan kejadian ini? Kenapa kalian terus memandangi kami?— seolah-olah kami mempunyai kuasa yang luar biasa atau kesalehan khusus di mata Allah untuk membuat orang ini sembuh dan bisa berjalan.
ACT 3:13 Bukan kami, tetapi Allah yang menyembuhkan dia. Allah Abraham, Isak, dan Yakub, yaitu Allah nenek moyang kita yang sudah melakukan hal ini untuk memuliakan Yesus, Hamba-Nya. Dialah Orang yang sudah kalian serahkan untuk dibunuh. Kalian menolak Dia di depan Gubernur Pilatus, padahal Pilatus sudah memutuskan untuk membebaskan Dia.
ACT 3:14 Kalian tidak mau mengakui Dia yang kudus dan yang benar, tetapi malah meminta Pilatus untuk membebaskan seorang pembunuh bagi kalian.
ACT 3:15 Sesungguhnya kalian membunuh Dia yang adalah sumber hidup. Namun, Allah sudah menghidupkan Dia kembali dari kematian, dan kami diutus untuk bersaksi tentang kejadian itu.
ACT 3:16 Kuasa Yesuslah yang menguatkan orang lumpuh ini, yang sudah kalian lihat sendiri dan juga kalian kenal. Hal itu bisa terjadi karena kami percaya kepada kuasa-Nya. Sungguh, seperti yang sudah kalian saksikan sendiri, orang ini sembuh dengan sempurna karena keyakinan kami kepada Yesus.
ACT 3:17 “Saudara-saudari, saya tahu bahwa kalian dan para pemimpin kita tidak menyadari apa yang sudah kalian lakukan waktu membunuh Yesus.
ACT 3:18 Tetapi dengan cara itulah Allah memenuhi perkataan-Nya yang sudah disampaikan melalui nubuatan para nabi, yakni bahwa Kristus harus menderita sampai mati.
ACT 3:19 Oleh karena itu, bertobatlah dan kembalilah kepada Allah, supaya dosa-dosamu diampuni. Dengan demikian, Allah akan senantiasa menyegarkan rohanimu.
ACT 3:20 Suatu hari nanti, Allah akan mengutus Kristus Yesus kembali kepada kita.
ACT 3:21 Tetapi Yesus harus tinggal di surga sampai tiba waktu pemulihan atas segala sesuatu, seperti yang sudah dikatakan Allah sejak dulu melalui nubuatan para nabi.
ACT 3:22 Ingatlah nubuatan Musa kepada nenek moyang kita, ‘TUHAN Allahmu akan mengangkat seorang Nabi lagi bagi kalian, yaitu seorang Nabi seperti saya, yang berasal dari bangsa kita sendiri. Dengarkanlah dan taatilah segala sesuatu yang diperintahkan oleh Nabi itu.
ACT 3:23 Siapa saja yang tidak taat kepada Nabi itu tidak lagi dianggap sebagai umat-Ku.’
ACT 3:24 Dan mulai dari Nabi Samuel, semua nabi lain sudah bernubuat tentang zaman sekarang ini.
ACT 3:25 Kita adalah ahli waris nabi-nabi itu dan kita sudah termasuk dalam perjanjian yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita. Sekarang, janji Allah kepada Abraham sudah mulai terjadi, yaitu, ‘Melalui keturunanmu, semua bangsa di dunia ini akan diberkati.’
ACT 3:26 Jadi, ketika Allah mengangkat dan mengutus Yesus ke dunia sebagai Hamba-Nya, pertama-tama Allah mengutus Dia untuk memberkati kita umat-Nya, asalkan kita masing-masing bertobat dari kejahatan kita.”
ACT 4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak itu, beberapa imam, kepala pengawal rumah Allah, dan anggota kelompok Saduki mulai menentang mereka.
ACT 4:2 Para pemimpin itu sangat marah kepada Petrus dan Yohanes karena keduanya sedang memberitakan dan mengajar orang banyak bahwa siapa pun yang percaya kepada Yesus akan hidup kembali dari kematian.
ACT 4:3 Mereka pun menangkap Petrus dan Yohanes. Akan tetapi, karena hari sudah mulai malam, keduanya ditahan di dalam penjara untuk disidang pada hari berikutnya.
ACT 4:4 Namun banyak orang yang sudah mendengar pengajaran Petrus dan Yohanes menjadi percaya kepada Yesus, sehingga jumlah orang percaya menjadi kira-kira lima ribu orang, belum termasuk perempuan dan anak-anak.
ACT 4:5 Hari berikutnya, para penguasa dan pemimpin Yahudi bersama ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem.
ACT 4:6 Imam Besar Hanas hadir bersama semua orang penting dalam keluarganya, termasuk Kayafas, Yohanes, dan Aleksander.
ACT 4:7 Mereka menyuruh kedua rasul itu berdiri di hadapan sidang mahkamah, lalu mengajukan pertanyaan, “Dengan kuasa apa atau atas nama siapa kamu berdua membuat orang lumpuh itu sembuh?”
ACT 4:8 Kemudian Petrus, yang saat itu dipenuhi oleh Roh Kudus, menjawab mereka, “Tuan-tuan penguasa dan pemimpin bangsa Israel,
ACT 4:9 kalau hari ini kami diadili karena melakukan perbuatan baik kepada seorang lumpuh, dan ditanya bagaimana dia sudah disembuhkan,
ACT 4:10 maka biarlah kalian semua dan seluruh orang Yahudi tahu bahwa orang ini disembuhkan atas nama dan kuasa Kristus Yesus dari Nazaret, yang sudah kalian salibkan itu. Allah sudah menghidupkan Dia kembali dari kematian. Melalui kuasa Yesuslah orang lumpuh ini bisa berdiri dengan sehat di hadapan kalian.
ACT 4:11 Yesus itulah yang digambarkan dalam Firman Allah sebagai ‘Batu fondasi yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunan’— yaitu kalian sendiri, tetapi Dia ‘sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang terutama.’
ACT 4:12 Jadi, Dialah satu-satunya yang bisa menyelamatkan manusia. Karena di seluruh dunia hanya Dialah yang dipilih Allah sebagai Penyelamat manusia. Tidak ada yang lain.”
ACT 4:13 Para pemimpin itu heran melihat keberanian Petrus dan Yohanes saat berbicara, padahal keduanya hanya orang biasa yang tidak mempunyai pendidikan khusus. Mereka juga menyadari bahwa Petrus dan Yohanes sudah sering bersama Yesus.
ACT 4:14 Dan karena orang yang sudah disembuhkan itu berdiri di sana bersama Petrus dan Yohanes, mereka tidak bisa berkata apa-apa untuk menentang kedua rasul itu.
ACT 4:15 Jadi mereka menyuruh keduanya meninggalkan ruang sidang Mahkamah Agama, lalu mereka berunding,
ACT 4:16 “Apa yang harus kita lakukan terhadap kedua orang itu? Karena setiap penduduk Yerusalem sudah tahu bahwa keajaiban yang luar biasa kemarin terjadi melalui mereka berdua, dan kita tidak bisa menyangkal hal itu.
ACT 4:17 Namun, supaya berita itu tidak semakin tersebar luas di antara orang banyak, kita perlu mengancam dan melarang mereka berdua supaya tidak berbicara lagi kepada siapa pun atas nama orang Nazaret itu.”
ACT 4:18 Mereka menyuruh Petrus dan Yohanes masuk kembali, lalu melarang kedua rasul itu untuk mengajar atau berbicara kepada siapa pun tentang Yesus.
ACT 4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab, “Sebaiknya kalian pikirkan sendiri mana yang benar: Taat kepada Allah atau taat kepada kalian!
ACT 4:20 Karena tidak mungkin kami berdiam diri tentang apa yang sudah kami lihat dan dengar.”
ACT 4:21 Akhirnya para pemimpin Yahudi tidak menemukan alasan untuk menghukum kedua rasul itu karena semua orang sedang memuji Allah atas apa yang sudah terjadi, sebab orang yang mengalami kesembuhan ajaib itu sudah berumur lebih dari empat puluh tahun. Oleh karena itu, para pemimpin Yahudi membebaskan Petrus dan Yohanes disertai ancaman yang lebih keras lagi.
ACT 4:23 Sesudah dibebaskan, Petrus dan Yohanes kembali ke kelompok orang percaya. Mereka berdua menceritakan semua yang dikatakan para imam kepala dan para pemimpin Yahudi dalam sidang itu.
ACT 4:24 Waktu orang-orang percaya mendengarnya, mereka semua bersatu hati berdoa kepada Allah, “Ya TUHAN Yang Mahakuasa, Engkaulah Allah yang menjadikan langit, bumi, laut, dan segala isinya.
ACT 4:25 Engkau sudah berbicara melalui hamba-Mu Daud, nenek moyang kami, dengan berkata, ‘Percuma saja bangsa-bangsa yang bukan Yahudi marah dan bertindak melawan Allah. Percuma orang-orang yang tidak mengenal Allah berencana melawan Dia.
ACT 4:26 Raja-raja dan para penguasa dunia menggabungkan tentara mereka untuk berperang melawan Allah dan Kristus yang dijanjikan-Nya.’
ACT 4:27 Ya, TUHAN, hal itu benar-benar sudah terjadi, ketika Raja Herodes, Gubernur Pontius Pilatus, dan orang yang bukan Yahudi bergabung bersama orang Yahudi untuk melawan Yesus, yaitu Hamba-Mu yang kudus, yang sudah Engkau urapi sebagai Kristus.
ACT 4:28 Tetapi karena Engkaulah Yang Mahakuasa, semuanya itu memang terjadi sesuai dengan kehendak dan rencana-Mu sejak dulu.
ACT 4:29 Ya TUHAN, sekarang perhatikanlah ancaman mereka terhadap kami, dan tolonglah hamba-hamba-Mu ini untuk memberitakan Kabar Keselamatan dari Engkau dengan penuh keberanian.
ACT 4:30 Kami mohon ulurkanlah tangan-Mu yang penuh kuasa itu untuk menyembuhkan orang-orang sakit dan melakukan segala macam keajaiban. Biarlah semuanya terjadi hanya untuk memuliakan Yesus.”
ACT 4:31 Sesudah mereka berdoa, tempat mereka berkumpul itu tergoncang dan mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus. Lalu mereka terus memberitakan Firman Allah dengan penuh keberanian.
ACT 4:32 Seluruh kelompok orang percaya sehati dan sejiwa. Tidak seorang pun merasa bahwa harta miliknya adalah kepunyaannya sendiri saja. Semua yang mereka miliki masing-masing digunakan untuk kepentingan bersama.
ACT 4:33 Dengan kuasa besar, rasul-rasul memberitakan kesaksian bahwa Tuhan Yesus sudah dihidupkan kembali dari kematian. Dan Allah terus menunjukkan betapa besarnya kebaikan hati-Nya kepada semua orang percaya itu.
ACT 4:34 Pada waktu itu, tidak ada seorang pun dari antara mereka yang berkekurangan. Karena sering kali, salah satu dari mereka yang memiliki ladang atau rumah menjual miliknya itu dan membawa hasil penjualannya
ACT 4:35 untuk diserahkan kepada rasul-rasul, lalu uang tersebut dibagikan kepada anggota mereka yang membutuhkan.
ACT 4:36 Salah seorang yang melakukannya adalah Yoses, keturunan suku Lewi dari pulau Siprus. Rasul-rasul memberi nama baru kepadanya, yaitu Barnabas, yang berarti ‘orang yang menguatkan orang lain’.
ACT 4:37 Barnabas menjual ladang miliknya, lalu membawa dan menyerahkan uang penjualan ladang itu kepada rasul-rasul.
ACT 5:1 Akan tetapi, ada seorang yang bernama Ananias. Dia bersama istrinya, Safira, menjual sebidang tanah milik mereka.
ACT 5:2 Suami-istri itu sepakat untuk menahan sebagian dari uang tanah itu. Ananias hanya menyerahkan sebagian dari hasil penjualannya kepada rasul-rasul.
ACT 5:3 Tetapi Petrus berkata, “Ananias, kenapa kamu biarkan Satanas menguasai hatimu? Kamu sudah berusaha menipu Roh Kudus dengan menahan sebagian dari uang tanahmu.
ACT 5:4 Sebelum kamu menjualnya, tanah itu memang milikmu. Dan sesudah kamu menjualnya, uang tanah itu tetaplah milikmu. Kenapa kamu merencanakan kejahatan ini dalam hatimu?! Kamu bukan hanya berusaha menipu kami, tetapi menipu Allah juga!”
ACT 5:5 Ketika Ananias mendengar perkataan Petrus itu, putuslah nafasnya lalu dia jatuh. Beberapa pemuda datang dan membungkus mayatnya dengan kain, kemudian membawa mayat itu ke luar kota untuk menguburkannya. Semua orang yang mendengar kejadian itu menjadi sangat takut.
ACT 5:7 Kira-kira tiga jam kemudian, istri Ananias masuk. Dia tidak mengetahui apa yang sudah terjadi pada suaminya.
ACT 5:8 Kemudian, sambil menunjukkan uang yang diserahkan Ananias tadi, Petrus berkata kepada Safira, “Katakanlah kepada saya, apa benar kamu sudah menjual tanah milikmu dengan harga sekian?” Jawab Safira, “Ya, memang sebesar itulah jumlahnya.”
ACT 5:9 Maka Petrus berkata kepadanya, “Kenapa kalian berdua sepakat untuk mencobai Roh TUHAN? Lihatlah! Orang-orang yang sudah menguburkan mayat suamimu ada di depan pintu. Sebentar lagi mayatmu juga akan mereka angkat ke luar!”
ACT 5:10 Saat itu juga putuslah nafas Safira dan dia jatuh di dekat kaki Petrus. Ketika pemuda-pemuda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati. Mereka mengangkut mayat Safira ke tempat yang sama dan menguburkan dia di samping suaminya.
ACT 5:11 Seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar kejadian itu menjadi sangat takut.
ACT 5:12 Sesudah itu, makin bertambah banyaklah keajaiban yang dilakukan oleh para rasul di antara orang banyak. Pada waktu itu, semua orang percaya berkumpul secara teratur di teras rumah Allah yang bernama Serambi Salomo.
ACT 5:13 Orang-orang lain yang belum percaya tidak berani bergabung dengan mereka, tetapi semua orang menghormati mereka.
ACT 5:14 Jumlah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus semakin bertambah, baik laki-laki maupun perempuan.
ACT 5:15 Bahkan banyak yang membawa orang-orang sakit sampai ke jalan-jalan dan membaringkan mereka di atas tempat tidur maupun tikar. Mereka melakukan itu karena orang-orang sakit bisa sembuh hanya dengan terkena bayangan Petrus saat dia berjalan lewat.
ACT 5:16 Dari kota-kota di sekitar Yerusalem juga banyak sekali yang datang membawa orang-orang yang sakit dan yang diganggu roh-roh jahat. Mereka semuanya disembuhkan.
ACT 5:17 Kemudian imam besar dan sekutunya mulai bertindak terhadap para rasul karena mereka iri hati. (Semua sekutu imam besar termasuk kelompok Saduki.)
ACT 5:18 Mereka menangkap dan memasukkan rasul-rasul itu ke dalam penjara.
ACT 5:19 Tetapi malam harinya, malaikat datang membuka pintu-pintu penjara itu dan menuntun mereka ke luar serta berkata,
ACT 5:20 “Pergilah dan berdiri di salah satu teras rumah Allah dan beritakanlah kepada orang-orang di sana ajaran tentang hidup yang baru itu.”
ACT 5:21 Jadi, pagi-pagi benar, mereka masuk ke salah satu teras rumah Allah dan mulai mengajar orang banyak, seperti yang disuruh oleh malaikat tadi. Sementara itu, imam besar dan sekutunya datang lewat pintu teras yang lain, kemudian mereka mengumpulkan anggota sidang Mahkamah Agama dan seluruh pemimpin Yahudi untuk mengadakan sidang. Lalu mereka menyuruh beberapa pengawal menjemput rasul-rasul itu dari penjara.
ACT 5:22 Namun, ketika para pengawal itu tiba di penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di sana. Mereka pun kembali dan melaporkan,
ACT 5:23 “Kami menemukan pintu-pintu penjara terkunci rapat, dan masing-masing penjaga berdiri di depan setiap pintu. Tetapi ketika kami membuka pintu-pintu itu, tidak ada orang lagi di dalamnya.”
ACT 5:24 Ketika imam besar, kepala pengawal rumah Allah, dan para imam kepala mendengar laporan itu, mereka kebingungan dan cemas memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.
ACT 5:25 Tiba-tiba seseorang masuk dan berkata, “Hei, lihat! Orang-orang yang kemarin kalian penjarakan sekarang sedang berdiri di teras rumah Allah dan mengajar orang banyak.”
ACT 5:26 Maka kepala pengawal rumah Allah bersama anak buahnya pergi dan membawa kembali rasul-rasul itu. Tetapi mereka tidak menggunakan kekerasan karena takut kepada orang banyak yang sedang mendengarkan pengajaran para rasul. Jangan sampai orang-orang itu marah lalu melempari mereka dengan batu.
ACT 5:27 Mereka membawa rasul-rasul itu masuk untuk menghadap sidang Mahkamah Agama. Kemudian, imam besar mendakwa para rasul itu, katanya,
ACT 5:28 “Kami sudah melarang kalian dengan keras supaya tidak lagi mengajarkan tentang orang Nazaret itu, tetapi kalian malah membawa ajaran kalian ke seluruh Yerusalem, bahkan mau menyalahkan kami atas kematian orang itu.”
ACT 5:29 Akan tetapi, Petrus dan rasul-rasul yang lain menjawab, “Kami harus menaati Allah, bukan kalian.
ACT 5:30 Kalian sudah membunuh Yesus dengan menggantung Dia pada kayu salib, tetapi Allah nenek moyang kita sudah menghidupkan Dia kembali dari kematian.
ACT 5:31 Allah menempatkan Dia di tempat yang paling terhormat di surga, yaitu di sebelah kanan-Nya. Di situlah Yesus memimpin sebagai Raja dan Penyelamat. Allah melakukan itu agar semua orang Yahudi mendapat kesempatan untuk bertobat dan dosa-dosa mereka diampuni.
ACT 5:32 Kami diutus untuk bersaksi tentang semuanya itu. Dan Roh Kudus— yang sudah Allah berikan kepada kami semua yang menaati Dia— juga sedang bekerja untuk membuktikan bahwa kesaksian kami benar.”
ACT 5:33 Mendengar jawaban itu, para pemimpin Yahudi menjadi sangat marah dan mau membunuh mereka.
ACT 5:34 Tetapi di antara anggota sidang Mahkamah Agama, berdirilah seorang Farisi sekaligus pengajar hukum Taurat yang dihormati semua orang, namanya Gamaliel. Dia menyuruh supaya rasul-rasul itu dibawa ke luar untuk sementara.
ACT 5:35 Kemudian dia berkata kepada anggota sidang itu, “Orang-orang Israel, kita perlu mempertimbangkan dengan hati-hati keputusan yang akan kita lakukan terhadap mereka.
ACT 5:36 Karena sebelumnya, pernah muncul seseorang bernama Teudas. Dia mengaku sebagai pemimpin dan ada empat ratus orang yang menjadi pengikutnya. Tetapi waktu dia dibunuh, semua pengikutnya terpencar dan gerakannya hilang begitu saja.
ACT 5:37 Sesudah itu, ketika sensus penduduk, muncul seorang lagi yang bernama Yudas, orang Galilea. Cukup banyak orang mengikuti dia dalam pemberontakan. Tetapi dia juga dibunuh, dan semua pengikutnya terpencar.
ACT 5:38 Jadi, dalam masalah sekarang, saya sarankan supaya kita menjauhi dan membiarkan mereka. Karena kalau rencana atau pekerjaan mereka berasal dari manusia, gerakan itu pasti akan gagal.
ACT 5:39 Namun, jika gerakan mereka ternyata berasal dari Allah, kita tidak akan mampu menghentikan mereka. Dan apabila benar demikian, justru kitalah yang melawan Allah!”
ACT 5:40 Pemimpin-pemimpin Yahudi itu menyetujui perkataan Gamaliel, lalu memanggil kembali rasul-rasul itu dan memerintahkan supaya mereka dicambuk. Sesudah itu, mereka dilepaskan dengan larangan keras agar tidak memberitakan tentang Yesus lagi.
ACT 5:41 Rasul-rasul itu pergi meninggalkan sidang Mahkamah dengan sukacita, karena mereka merasa adalah suatu kehormatan kalau mereka dianiaya demi Yesus.
ACT 5:42 Mereka tidak berhenti mengajarkan Kabar Baik bahwa Yesus adalah Kristus yang dijanjikan Allah. Setiap hari, mereka memberitakannya di rumah Allah dan di rumah-rumah orang.
ACT 6:1 Pada waktu itu, jumlah orang yang percaya kepada Yesus semakin banyak. Karena pembuangan dan penyebaran orang Yahudi selama beberapa abad, di Yerusalem pada masa itu ada orang Yahudi yang masih bisa berbahasa Aram, tetapi ada juga yang hanya bisa berbahasa Yunani. Lalu terjadilah perselisihan di antara kelompok orang percaya, karena yang berbahasa Yunani mengeluh bahwa janda-janda mereka tidak diperhatikan dalam pembagian makanan yang dilakukan setiap hari.
ACT 6:2 Kedua belas rasul pun mengumpulkan seluruh pengikut Kristus dan berkata, “Tidak baik kalau kami meninggalkan pelayanan Firman Allah untuk urusan makanan.
ACT 6:3 Karena itu, Saudara-saudari, pilihlah tujuh orang laki-laki dari antara kalian yang sudah dikenal baik, bijaksana, dan penuh dengan Roh Kudus. Kami akan menyerahkan pelayanan ini sebagai tanggung jawab mereka.
ACT 6:4 Dengan begitu, kami sendiri akan bertekun dalam doa dan mengajarkan Firman TUHAN.”
ACT 6:5 Semua orang yang hadir menyukai usulan itu. Lalu mereka memilih tujuh orang, yaitu: Stefanus (yang mempunyai keyakinan sangat besar kepada Yesus dan yang dipenuhi oleh Roh Kudus), Filipus, Prokorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus (seorang dari Antiokia, yang baru saja menjadi penganut agama Yahudi sebelum dia menjadi pengikut Yesus).
ACT 6:6 Ketujuh orang itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu para rasul berdoa sambil menumpangkan tangan pada mereka sebagai tanda bahwa mereka diserahi tanggung jawab untuk melakukan tugas itu.
ACT 6:7 Sesudah itu, para pengikut Yesus terus memberitakan Firman Allah kepada orang banyak sehingga Kabar Baik tentang Kristus tersebar terus, dan jumlah pengikut di Yerusalem semakin bertambah. Bahkan sejumlah besar imam Yahudi menyerahkan diri dan percaya kepada Yesus.
ACT 6:8 Stefanus adalah orang yang percaya penuh kepada Kristus dan dia diberi kuasa yang besar untuk melakukan berbagai keajaiban di antara orang banyak.
ACT 6:9 Suatu hari, beberapa orang berdebat dengan dia. Mereka adalah anggota suatu rumah pertemuan orang Yahudi yang bernama Rumah Pertemuan Orang Merdeka. Para anggotanya terdiri dari penduduk Yerusalem yang datang dari kota Kirene, Aleksandria, provinsi Kilikia, dan provinsi Asia.
ACT 6:10 Namun, tidak satu pun dari mereka bisa menang dalam perdebatan itu, karena Stefanus berbicara dengan penuh hikmat oleh pertolongan Roh Kudus.
ACT 6:11 Akhirnya mereka menyogok beberapa orang untuk memfitnah Stefanus dengan berkata, “Kami mendengar dia menghina Musa dan Allah.”
ACT 6:12 Kebohongan itu menimbulkan keributan di antara orang banyak dan para pemimpin Yahudi serta ahli-ahli Taurat. Maka mereka semua menangkap dan membawa Stefanus menghadap sidang Mahkamah Agama.
ACT 6:13 Lalu saksi-saksi palsu itu maju dan berkata, “Dia selalu menghujat rumah Allah ini dan hukum Taurat.
ACT 6:14 Kami pernah mendengar Stefanus mengatakan bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merobohkan rumah Allah ini dan mengubah kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan Musa kepada kita.”
ACT 6:15 Ketika semua orang yang duduk di dalam sidang itu memandang Stefanus, mereka melihat wajahnya memancarkan ketenangan seperti wajah malaikat.
ACT 7:1 Lalu imam besar bertanya kepada Stefanus, “Apakah laporan mereka itu benar?”
ACT 7:2 Jawab Stefanus, “Bapak-bapak dan Saudara-saudara, dengarkanlah saya! Allah Yang Mahamulia sudah menampakkan diri kepada nenek moyang kita Abraham, sewaktu dia masih tinggal di Mesopotamia dan belum pindah ke Haran.
ACT 7:3 Allah berkata kepadanya, ‘Tinggalkanlah negerimu ini dan keluarga besarmu, lalu pergilah ke negeri yang akan Aku tunjukkan kepadamu.’
ACT 7:4 Abraham pun meninggalkan negeri orang Babel dan pindah ke Haran. Sesudah ayahnya meninggal, Allah menyuruh Abraham pindah dari sana ke negeri ini, tempat tinggal kita sekarang.
ACT 7:5 Pada waktu itu, Allah tidak memberikan sebidang tanah pun kepada Abraham untuk menjadi miliknya. Tetapi Allah berjanji kepadanya, ‘Negeri ini akan menjadi milik keturunanmu,’ padahal saat itu Abraham belum mempunyai anak.
ACT 7:6 Allah juga berkata kepadanya, ‘Keturunanmu akan tinggal sebagai orang asing di negeri milik bangsa lain. Lalu bangsa itu akan memperbudak seluruh keturunanmu dan memperlakukan mereka dengan sangat kejam selama empat ratus tahun.
ACT 7:7 Tetapi Aku akan menghukum bangsa yang memperbudak mereka. Sesudah itu, keturunanmu akan keluar dari negeri itu dan menyembah Aku di tempat ini.’
ACT 7:8 Selanjutnya, Allah memberikan kepada Abraham perjanjian sunat bagi semua anak laki-laki. Jadi, pada waktu Isak lahir dan berumur satu minggu, Abraham menyunat dia. Begitu juga waktu Isak mempunyai anak, yaitu Yakub, dia menyunat anaknya. Yakub juga melakukan hal yang sama kepada kedua belas anak laki-lakinya— yang kemudian menjadi nenek moyang dari dua belas suku Israel.
ACT 7:9 “Anak-anak Yakub iri hati kepada adik mereka Yusuf, maka mereka menjual dia, sehingga Yusuf terpaksa bekerja sebagai budak di negeri Mesir. Tetapi Allah menyertai Yusuf
ACT 7:10 dan menyelamatkan dia dari setiap kesusahan yang dialaminya. Allah juga membuat Yusuf sanggup menjawab raja Mesir dengan bijaksana, sehingga raja menerima dia dengan senang hati. Lalu raja itu mengangkat Yusuf menjadi gubernur atas seluruh Mesir dan pimpinan atas semua urusan istana raja.
ACT 7:11 Kemudian terjadilah bencana kelaparan di seluruh Mesir dan Kanaan sehingga semua orang sangat menderita. Nenek moyang kita di negeri Kanaan juga tidak bisa mendapat makanan.
ACT 7:12 “Waktu Yakub mendengar bahwa di Mesir ada bahan makanan, dia mengutus anak-anaknya, yaitu nenek moyang kita, untuk pergi membelinya. Itulah pertama kalinya mereka berangkat ke Mesir.
ACT 7:13 Sesudah makanan itu habis, mereka pergi lagi untuk kedua kalinya. Lalu Yusuf memperkenalkan dirinya dengan terus terang kepada kakak-kakaknya itu. Pada waktu itulah raja Mesir mengetahui tentang keluarga Yusuf.
ACT 7:14 Kemudian Yusuf menyuruh kakak-kakaknya pulang lagi untuk menjemput ayahnya dan seluruh keluarganya supaya pindah ke Mesir. Pada waktu itu, jumlah mereka semua tujuh puluh lima orang.
ACT 7:15 Kemudian Yakub dan seluruh keluarganya berangkat ke Mesir dan tinggal di sana sepanjang sisa hidup mereka, sampai semua nenek moyang kita itu meninggal.
ACT 7:16 Tetapi mayat mereka dibawa pulang ke Sikem dan dimakamkan di kuburan yang sudah dibeli oleh Abraham dari penduduk setempat, yaitu anak-anak Hemor, dengan uang yang cukup banyak.
ACT 7:17 “Ratusan tahun kemudian, ketika hampir tiba saatnya Allah memenuhi janji-Nya kepada Abraham, jumlah keturunan Israel di negeri Mesir sudah sangat banyak.
ACT 7:18 Waktu itu, Mesir dipimpin oleh seorang raja baru yang tidak tahu tentang Yusuf.
ACT 7:19 Raja itu memperdaya dan menindas nenek moyang kita. Dia memaksa mereka membuang bayi-bayi mereka supaya mati.
ACT 7:20 Pada masa itulah Musa lahir. Bayi Musa sangat berkenan di mata TUHAN. Orangtuanya menyembunyikan dia di rumah selama tiga bulan.
ACT 7:21 Ketika mereka tidak bisa menyembunyikannya lagi, terpaksalah mereka membuang dia. Lalu putri raja Mesir mengambil dan membesarkan Musa sebagai anaknya sendiri.
ACT 7:22 Musa dididik dalam segala ilmu orang Mesir sampai dia menjadi sangat cerdas dan berpengaruh, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
ACT 7:23 “Sewaktu Musa berumur empat puluh tahun, dia memutuskan untuk mengunjungi saudara-saudari sebangsanya.
ACT 7:24 Saat itu, dia melihat salah satu dari mereka sedang dianiaya oleh seorang Mesir. Musa berusaha membela saudara sebangsanya dengan memukul orang Mesir itu sampai mati.
ACT 7:25 Musa menyangka bahwa saudara-saudarinya orang Israel akan mengerti bahwa Allah sedang memakai dia untuk menyelamatkan mereka. Tetapi mereka tidak mengerti hal itu.
ACT 7:26 Hari berikutnya, Musa bertemu dengan dua orang sebangsanya yang sedang berkelahi. Dia mencoba mendamaikan mereka dengan berkata, ‘Hai kawan, kalian bersaudara. Janganlah berkelahi!’
ACT 7:27 Namun, orang yang bersalah itu mendorong Musa sambil membentak, ‘Bukan urusanmu! Kamu bukan pemimpin yang berhak menghakimi kami!
ACT 7:28 Apakah kamu mau membunuh saya juga, seperti kamu membunuh orang Mesir itu kemarin?!’
ACT 7:29 Mendengar perkataan orang itu, Musa menjadi takut karena ternyata berita pembunuhan orang Mesir itu sudah tersebar. Dia pun melarikan diri dan tinggal sebagai orang asing di negeri Midian. Di sana, dia menikah dan mendapat dua anak laki-laki.
ACT 7:30 “Sesudah empat puluh tahun berlalu, malaikat menampakkan diri kepada Musa dalam bentuk semak yang menyala di padang belantara dekat gunung Sinai.
ACT 7:31 Musa sangat heran melihat api itu. Waktu dia datang mendekatinya untuk melihat lebih jelas, dia mendengar suara TUHAN yang berkata,
ACT 7:32 ‘Akulah Allah nenek moyangmu, yang disembah oleh Abraham, Isak, dan Yakub.’ Mendengar perkataan itu, Musa gemetar ketakutan dan tidak berani melihat api itu lagi.
ACT 7:33 Lalu TUHAN berkata kepadanya, ‘Lepaskan sandalmu, karena tempat kamu berdiri ini adalah tanah yang suci.
ACT 7:34 Aku sudah melihat umat-Ku sangat ditindas di Mesir, dan Aku juga sudah mendengar keluhan-keluhan mereka. Karena itu, sekarang Aku turun untuk membebaskan mereka. Bersiap-siaplah, karena Aku mengutusmu pergi ke Mesir.’
ACT 7:35 “Jadi, Musa yang pernah ditolak orang Israel justru diutus oleh Allah. Dia yang dulu dikatai, ‘Kamu bukan penguasa atau hakim kami,’ justru dijadikan TUHAN sebagai penguasa sekaligus penyelamat, melalui malaikat yang menampakkan diri kepadanya di dalam semak itu.
ACT 7:36 Lalu Musa memimpin umat Israel keluar dari Mesir. Dia melakukan banyak keajaiban di negeri itu, di Laut Merah, dan ketika mereka berada di padang belantara selama empat puluh tahun.
ACT 7:37 Musa ini jugalah yang sudah bernubuat kepada bangsa Israel, ‘TUHAN Allah kita sekali lagi akan mengangkat seorang Nabi bagi kalian dari keturunan bangsa kita sendiri. Nabi itu akan menyampaikan pesan Allah seperti saya.’
ACT 7:38 Musa hidup bersama umat Allah, yaitu nenek moyang kita, selama mereka berada di padang belantara. Dan malaikat yang dulu menyampaikan pesan Allah kepadanya di gunung Sinai terus membawa pesan kepadanya. Akhirnya Firman itu— yakni perkataan yang memberi hidup— disampaikan kepada kita.
ACT 7:39 “Tetapi nenek moyang kita tidak mau taat kepada Musa. Mereka menolak dia dan malah ingin kembali ke Mesir.
ACT 7:40 Kata mereka kepada Harun, ‘Buatlah untuk kita beberapa patung berhala sebagai dewa untuk memimpin kita kembali ke Mesir. Karena kita tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan si Musa, yang menghasut kita keluar dari negeri itu.’
ACT 7:41 Lalu mereka membuat patung yang berbentuk anak sapi dan memberikan persembahan kepada berhala itu. Dengan gembira, mereka mengadakan pesta besar untuk merayakan patung buatan tangan mereka sendiri.
ACT 7:42 Oleh karena perbuatan itu, Allah berbalik dari mereka dan membiarkan mereka menyembah matahari, bulan, dan bintang-bintang. Seperti yang tertulis dalam kitab para nabi, Allah berkata, ‘Kalian orang Israel tidak sungguh-sungguh membawa kurban sembelihan dan persembahan kepada-Ku ketika kalian hidup di padang belantara selama empat puluh tahun.
ACT 7:43 Sampai sekarang, di dalam hatimu masing-masing, kamu masih lebih suka menyembah di kemah dewamu, Molok, dan patung yang kalian buat dalam rupa dewa Remfan, dewa bintang itu. Oleh karena itu, Aku sudah memutuskan bahwa kalian akan menjadi tawanan perang dan dibawa oleh musuh-musuh sampai melewati kota Babel.’
ACT 7:44 “Nenek moyang kita selalu membawa kemah Allah ke mana pun mereka berpindah-pindah selama di padang belantara. Kemah itu dibuat sesuai dengan petunjuk Allah, seperti yang sudah diperintahkan dan diperlihatkan Allah kepada Musa.
ACT 7:45 Sesudah itu, Yosua memimpin nenek moyang kita merebut daerah ini. Mereka bisa tinggal di negeri ini karena Allah mengusir orang-orang yang tidak mengenal Dia dari sini. Nenek moyang kita membawa Kemah Suci itu ke sini, dan kemah itu tetap berdiri sampai zaman Daud menjadi raja.
ACT 7:46 Daud sangat berkenan di hati Allah, dan dia meminta izin kepada Allah untuk membangun sebuah rumah bagi-Nya, yaitu Allah yang disembah oleh Yakub.
ACT 7:47 Namun, yang mendapatkan izin untuk membangun rumah Allah adalah Salomo, anaknya.
ACT 7:48 “Tetapi Allah Yang Mahatinggi tidak tinggal di dalam rumah yang dibangun oleh tangan manusia, seperti perkataan TUHAN yang disampaikan oleh seorang nabi, ‘Takhta-Ku seluas langit dan tumpuan kaki-Ku sebesar bumi. Kalian tidak mungkin dapat membangun rumah yang cukup untuk tempat-Ku berdiam.
ACT 7:50 Ingatlah, seluruh semesta ini Akulah yang menjadikannya!’”
ACT 7:51 Lalu Stefanus berkata, “Kamu semuanya keras kepala! Di dalam hati, kamu sama saja dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah! Telingamu tidak mau mendengarkan Dia! Kamu sama saja seperti nenek moyang kita: Selalu melawan Roh Kudus!
ACT 7:52 Coba sebutkan satu nama nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyang kita! Tidak ada! Bahkan mereka membunuh nabi-nabi yang dulu memberitakan tentang kedatangan Kristus! Sekarang kalianlah yang mengkhianati dan membunuh Kristus sendiri, yaitu Hamba Allah yang selalu hidup benar di mata-Nya.
ACT 7:53 Kita memang sudah menerima hukum Taurat yang diberikan Allah melalui para malaikat-Nya, tetapi kamu semua tidak taat kepada hukum itu!”
ACT 7:54 Mendengar perkataan Stefanus, para pemimpin Yahudi sangat tersinggung dan geram.
ACT 7:55 Tetapi saat itu Stefanus dipenuhi oleh Roh Kudus. Ketika dia memandang ke langit, dia melihat kemuliaan Allah dan Yesus yang sedang berdiri di tempat paling terhormat, yaitu di sebelah kanan Allah.
ACT 7:56 Stefanus berkata, “Lihatlah! Saya melihat surga terbuka dan Yesus sebagai Sang Anak Adam berdiri di tempat yang paling terhormat di sana.”
ACT 7:57 Sesudah mendengar perkataan Stefanus itu, mereka berteriak sambil menutup telinga, lalu serentak menyerang dia.
ACT 7:58 Mereka menyeretnya ke luar kota dan melempari dia dengan batu sampai mati. Orang-orang yang tadi bersaksi melawan Stefanus meninggalkan jubah mereka di dekat kaki seorang pemuda bernama Saulus.
ACT 7:59 Selagi orang-orang melempari dia dengan batu, Stefanus berdoa, “Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
ACT 7:60 Sambil berlutut, dia berseru dengan suara keras, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini atas mereka!” Sesudah berkata begitu, Stefanus mati.
ACT 8:1 Sejumlah orang saleh menguburkan Stefanus dan menangisi dia dengan sangat sedih. Namun bagi Saulus, pembunuhan Stefanus merupakan tindakan yang baik. Mulai hari itu juga terjadilah penganiayaan besar terhadap orang percaya di Yerusalem. Saulus berusaha membinasakan jemaat. Dia pergi dari rumah ke rumah dan menyeret orang-orang percaya supaya dipenjarakan, baik laki-laki maupun perempuan. Karena itu, banyak sekali orang percaya melarikan diri dari Yerusalem dan tersebar ke berbagai daerah di Yudea dan Samaria. Tetapi kedua belas rasul tetap tinggal di Yerusalem.
ACT 8:4 Orang-orang percaya yang tersebar itu terus memberitakan Kabar Baik ke mana saja mereka pergi.
ACT 8:5 Filipus pergi ke sebuah kota di daerah Samaria dan memberitakan tentang Kristus kepada orang-orang di situ.
ACT 8:6 Waktu mereka mendengar pengajarannya dan menyaksikan banyak keajaiban yang dia lakukan, mereka semua mendengarkan dengan penuh perhatian.
ACT 8:7 Banyak penduduk kota itu dikuasai roh-roh jahat, dan Filipus mengusir roh-roh itu atas nama Yesus sehingga mereka pergi sambil berteriak dengan keras. Banyak juga orang pincang dan lumpuh total yang disembuhkan.
ACT 8:8 Semuanya itu membuat para penduduk kota sangat bersukacita.
ACT 8:9 Namun, di sana ada seorang tukang sihir bernama Simon. Dia sudah lama membuat warga Samaria terkagum-kagum dengan ilmu sihirnya. Karena itulah para penduduk percaya padanya waktu dia mengaku sebagai orang hebat.
ACT 8:10 Sebelum Filipus datang, semua warga di daerah itu— baik orang biasa maupun orang penting— menghormati Simon dan berkata, “Orang ini mempunyai kuasa Allah yang besar.”
ACT 8:11 Mereka sangat menyegani Simon, karena dia sudah begitu lama membuat mereka terkagum-kagum dengan ilmu sihirnya.
ACT 8:12 Tetapi waktu Filipus memberitakan Kabar Baik tentang kerajaan Allah dan kuasa Kristus Yesus, banyak sekali orang yang percaya pada Kabar itu, baik laki-laki maupun perempuan. Lalu Filipus membaptis mereka.
ACT 8:13 Simon juga percaya dan dibaptis. Sesudah itu, dia selalu mengikuti Filipus dan terkagum-kagum melihat banyak keajaiban luar biasa yang dilakukan Filipus.
ACT 8:14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa orang-orang Samaria sudah menerima Firman Allah yang disampaikan oleh Filipus, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke sana.
ACT 8:15 Sesudah mereka tiba, keduanya berdoa supaya orang Samaria yang percaya menerima Roh Kudus.
ACT 8:16 Karena mereka memang sudah dibaptis dalam nama Kristus Yesus, tetapi Roh Kudus belum turun ke atas mereka.
ACT 8:17 Sewaktu Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan ke atas mereka, barulah mereka menerima Roh Kudus.
ACT 8:18 Ketika Simon melihat bahwa Roh Kudus diberikan kepada orang-orang itu melalui para rasul yang meletakkan tangan atas mereka, dia menawarkan uang kepada rasul-rasul itu
ACT 8:19 dengan berkata, “Berikanlah kuasa itu kepada saya juga, supaya ketika saya meletakkan kedua tangan saya pada seseorang, orang itu akan menerima Roh Kudus.”
ACT 8:20 Tetapi Petrus berkata kepada Simon, “Binasalah kamu bersama uangmu itu!— karena kamu menganggap pemberian rohani dari Allah bisa dibeli dengan uang.
ACT 8:21 Kamu tidak berhak mengambil bagian dalam hal ini, karena hatimu tidak benar di hadapan Allah.
ACT 8:22 Oleh sebab itu, bertobatlah! Berdoalah supaya Allah mengampuni niat hatimu yang jahat itu.
ACT 8:23 Karena saya melihat bahwa kamu terjerat dalam dosa dan hatimu penuh dengan iri hati.”
ACT 8:24 Lalu Simon menjawab, “Kalau begitu, saya mohon kalian berdua mendoakan saya, supaya Tuhan melepaskan saya dari hukuman itu!”
ACT 8:25 Sesudah Petrus dan Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus dan memberitakan Firman TUHAN, mereka kembali ke Yerusalem. Dalam perjalanan pulang, mereka melewati banyak desa di daerah Samaria dan memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang di sana.
ACT 8:26 Pada suatu hari, salah satu malaikat berbicara kepada Filipus dan menyuruh dia, “Bersiap-siaplah dan pergi ke selatan, ke jalan yang turun dari Yerusalem menuju Gaza.” (Jalan itu melintasi padang belantara.)
ACT 8:27 Filipus pun bersiap-siap dan berangkat. Di jalan itu, dia melihat seorang pejabat dari Etiopia, yaitu pegawai tinggi ratu Etiopia yang bertanggung jawab atas seluruh perbendaharaan negeri. Dia sudah pergi beribadah ke Yerusalem,
ACT 8:28 dan pada waktu itu sedang dalam perjalanan pulang. Ada budaknya yang mengendalikan kereta, sedangkan pejabat itu duduk sambil membaca kitab Nabi Yesaya.
ACT 8:29 Lalu Roh Kudus berkata kepada Filipus, “Dekatilah kereta itu.”
ACT 8:30 Maka Filipus berlari mendekati kereta itu dan mendengar pejabat itu sedang membaca dari kitab Nabi Yesaya. Filipus bertanya kepadanya, “Apakah Tuan mengerti isi pesan yang sedang Tuan baca?”
ACT 8:31 Kata pejabat itu, “Saya tidak mungkin bisa mengerti kalau tidak ada yang menjelaskannya kepada saya.” Lalu pejabat itu meminta Filipus naik ke dalam keretanya dan duduk bersama dia.
ACT 8:32 Bagian Kitab Suci yang sedang dibacanya adalah, “Dia hanya diam, seperti anak domba yang akan disembelih, atau domba yang dipangkas bulunya. Demikianlah Orang itu tidak mengatakan sepatah kata pun.
ACT 8:33 Dia disidang dengan tidak adil. Dia dihukum mati meskipun tidak bersalah, dan tidak ada yang mempedulikannya. Dia disiksa karena pelanggaran kita, umat Allah.”
ACT 8:34 Pejabat itu berkata kepada Filipus, “Tolong beritahukan kepada saya, Nabi Yesaya berbicara tentang siapa? Apakah tentang dirinya atau tentang orang lain?”
ACT 8:35 Berawal dari Firman itu, Filipus pun memberitakan Kabar Baik tentang Yesus kepadanya.
ACT 8:36 Dalam perjalanan, mereka tiba di suatu tempat yang ada air. Orang itu berkata kepada Filipus, “Lihat, ada air. Saya bisa dibaptis di situ, bukan?”
ACT 8:38 Lalu dia menyuruh budaknya menghentikan kereta. Mereka berdua turun dan masuk ke dalam air. Kemudian Filipus membaptis dia.
ACT 8:39 Sesudah mereka keluar dari air, tiba-tiba Roh TUHAN membawa Filipus dari tempat itu, dan pejabat itu tidak melihatnya lagi. Dia melanjutkan perjalanannya dengan hati yang gembira.
ACT 8:40 Sementara itu, Filipus tiba-tiba muncul di kota Asdod. Dia berjalan melewati daerah itu sambil memberitakan Kabar Baik di setiap kota yang dilaluinya, sampai dia tiba di kota Kaisarea.
ACT 9:1 Sementara itu, Saulus masih giat menganiaya para pengikut Tuhan Yesus dan mengancam akan membunuh mereka. Dia pergi kepada imam besar
ACT 9:2 untuk meminta surat kuasa yang ditujukan kepada para pemimpin rumah-rumah pertemuan orang Yahudi di kota Damsik. Dalam surat itu, tertulis izin bagi Saulus untuk menangkap dan menyeret setiap pengikut Yesus yang dia temui, baik laki-laki maupun perempuan, ke pengadilan di Yerusalem.
ACT 9:3 Dengan membawa surat itu, berangkatlah Saulus ke Damsik. Ketika dia sudah hampir sampai, tiba-tiba cahaya dari langit memancar di sekelilingnya.
ACT 9:4 Lalu Saulus jatuh ke tanah dan mendengar suara yang berkata, “Saulus, Saulus, mengapa kamu menganiaya Aku?”
ACT 9:5 Saulus bertanya, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Jawab Tuhan, “Akulah Yesus, yang kamu aniaya.
ACT 9:6 Sekarang berdiri dan masuklah ke kota itu. Di sana akan diberitahukan kepadamu apa yang harus kamu lakukan.”
ACT 9:7 Orang-orang yang bersama Saulus dalam perjalanan itu sangat ketakutan. Mereka hanya berdiri terpaku tanpa bisa berkata apa-apa. Mereka mendengar suara itu, tetapi tidak melihat Orang yang berbicara.
ACT 9:8 Lalu Saulus bangun dari tanah. Namun, ketika dia membuka matanya, dia tidak bisa melihat apa-apa lagi. Maka orang-orang yang bersama dia memegang tangannya dan menuntun dia masuk ke kota Damsik.
ACT 9:9 Sejak saat itu, tiga hari lamanya Saulus tidak bisa melihat. Dia juga tidak makan dan minum.
ACT 9:10 Di Damsik ada seorang pengikut Yesus yang bernama Ananias. Dalam suatu penglihatan, Tuhan memanggil dia, “Ananias!” Jawab Ananias, “Ya Tuhan, ini aku.”
ACT 9:11 Kata Tuhan kepadanya, “Berdirilah dan pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus. Carilah rumah seorang yang bernama Yudas. Katakanlah kepada orang di rumahnya bahwa kamu mau bertemu dengan Saulus, seorang yang berasal dari kota Tarsus. Dia sekarang sedang berdoa kepada-Ku.
ACT 9:12 Dan dalam suatu penglihatan juga, Saulus sudah melihat orang yang bernama Ananias datang kepadanya, lalu meletakkan kedua tangannya atas dia supaya dia bisa melihat kembali.”
ACT 9:13 Tetapi Ananias menjawab, “Tuhan, aku sudah banyak mendengar tentang orang itu! Dia sering menganiaya umat-Mu di Yerusalem!
ACT 9:14 Dan dia datang ke sini dengan membawa surat kuasa dari imam-imam kepala untuk menangkap setiap orang yang percaya kepada-Mu.”
ACT 9:15 Kata Tuhan kepadanya, “Pergilah, karena Aku sudah memilih dia untuk menjadi hamba-Ku, supaya dia memberitakan tentang Aku kepada orang yang bukan Yahudi, kepada raja-raja, juga kepada orang Yahudi.
ACT 9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya betapa banyak penderitaan yang harus dia alami karena melayani Aku.”
ACT 9:17 Maka Ananias pergi ke rumah Yudas untuk menemui Saulus. Dia meletakkan kedua tangannya pada Saulus dan berkata, “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus mengutus saya kepadamu. Dialah yang engkau lihat dalam perjalananmu ke sini. Dia mengutus saya supaya engkau bisa melihat lagi dan dipenuhi oleh Roh Kudus.”
ACT 9:18 Tiba-tiba ada sesuatu seperti sisik ikan yang jatuh dari mata Saulus, dan dia bisa melihat kembali. Saulus berdiri, lalu Ananias membaptisnya.
ACT 9:19 Sesudah itu, Saulus makan dan merasa kuat kembali. Kemudian Saulus tinggal beberapa hari bersama pengikut-pengikut Yesus di Damsik.
ACT 9:20 Segera saja dia pergi ke beberapa rumah pertemuan orang Yahudi dan mulai memberitakan, “Kristus Yesus adalah Anak Allah!”
ACT 9:21 Semua orang yang mendengar dia menjadi heran dan berkata, “Bukankah dia ini yang berusaha membinasakan orang-orang yang percaya kepada Yesus di Yerusalem? Lagipula dia datang ke sini untuk menangkap dan membawa para pengikut Yesus kepada imam-imam kepala, bukan?”
ACT 9:22 Tetapi Tuhan semakin menambahkan hikmat dan kemampuan kepada Saulus untuk meyakinkan orang lewat ajarannya. Waktu dia berdebat dengan orang Yahudi di Damsik, tidak ada yang bisa membantahnya saat dia membuktikan bahwa Yesus adalah Kristus yang dijanjikan Allah.
ACT 9:23 Sesudah lewat beberapa hari, orang Yahudi di Damsik membuat rencana untuk membunuh Saulus.
ACT 9:24 Siang dan malam mereka menjaga pintu-pintu gerbang kota supaya bisa menghabisi dia. Tetapi rencana itu diketahui oleh Saulus.
ACT 9:25 Maka pada suatu malam, orang-orang yang sudah mengikuti ajaran Saulus menolongnya untuk meloloskan diri dari kota itu. Mereka menurunkan dia dengan sebuah keranjang besar melalui lubang yang ada di benteng kota.
ACT 9:26 Ketika Saulus tiba di Yerusalem, dia mencoba bergabung dengan para pengikut Yesus yang lain, tetapi mereka semua takut kepadanya. Mereka tidak percaya bahwa dia sudah menjadi pengikut Yesus.
ACT 9:27 Tetapi Barnabas membawa dia kepada para rasul dan menceritakan bagaimana Saulus sudah melihat Tuhan dalam perjalanan ke Damsik. Barnabas juga memberitahukan bahwa Tuhan sudah berbicara kepada Saulus, dan Saulus sudah memberitakan tentang Yesus dengan berani di Damsik.
ACT 9:28 Jadi, Saulus pun bergabung dengan mereka dan sering ikut bersama mereka ke mana saja di seluruh Yerusalem. Dia selalu berbicara tentang Tuhan Yesus dengan berani.
ACT 9:29 Selain itu, dia juga sering berdebat dengan beberapa orang Yahudi yang berbahasa Yunani, sampai akhirnya mereka berusaha membunuhnya.
ACT 9:30 Pada waktu hal itu didengar oleh saudara-saudari seiman yang lain, mereka mengantar Saulus ke Kaisarea, lalu mengirim dia ke Tarsus.
ACT 9:31 Sesudah itu, semua jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria hidup dengan tenang dalam perlindungan Allah. Mereka hidup dengan penuh hormat kepada Tuhan Yesus, dan Roh Kudus selalu menguatkan mereka, sehingga jumlah mereka semakin bertambah banyak.
ACT 9:32 Pada waktu itu, Petrus mengunjungi semua daerah di sekitar Yerusalem, termasuk orang-orang percaya di Lida.
ACT 9:33 Di sana dia bertemu dengan seorang bernama Eneas yang sudah delapan tahun lumpuh total tanpa bisa bangun dari tempat tidurnya.
ACT 9:34 Petrus berkata kepadanya, “Eneas, Yesus yang adalah Kristus menyembuhkan kamu. Berdirilah dan bereskan tempat tidurmu.” Saat itu juga dia langsung berdiri.
ACT 9:35 Semua orang yang tinggal di Lida dan Saron melihat Eneas sudah disembuhkan, lalu mereka bertobat dan menjadi pengikut Tuhan Yesus.
ACT 9:36 Di kota Yope, tinggal seorang pengikut Yesus yang dalam bahasa Aram bernama Tabita. (Dalam bahasa Yunani Tabita disebut Dorkas). Perempuan itu selalu berbuat baik bagi orang lain dan sering menolong orang miskin.
ACT 9:37 Pada waktu Petrus berada di Lida, Tabita sakit keras lalu meninggal. Kemudian ibu-ibu lain memandikan mayatnya sesuai adat Yahudi dan menaruh jenazah itu di ruangan atas.
ACT 9:38 Kota Lida dekat dengan Yope. Jadi, ketika orang-orang percaya mendengar bahwa Petrus berada di Lida, mereka mengutus beberapa orang ke sana untuk memohon kepadanya, “Tuan, tolong cepatlah datang ke tempat kami.”
ACT 9:39 Petrus pun bersiap-siap dan ikut dengan mereka. Setibanya di Yope, Petrus diantar ke ruang atas tadi. Semua janda berdiri di sekeliling Petrus. Sambil menangis, mereka memperlihatkan kepadanya baju-baju dan berbagai pakaian lain yang pernah dibuatkan Dorkas untuk mereka pada waktu dia masih hidup.
ACT 9:40 Sesudah Petrus menyuruh semua orang keluar dari ruangan itu, dia berlutut dan berdoa. Kemudian dia memandang jenazah itu dan berkata, “Tabita, bangunlah.” Tabita pun membuka matanya, dan ketika melihat Petrus, dia bangun lalu duduk.
ACT 9:41 Petrus mengulurkan tangannya untuk membantu Tabita berdiri. Sesudah itu, dia memanggil orang-orang percaya dan para janda tadi untuk menunjukkan kepada mereka bahwa Tabita sudah hidup kembali.
ACT 9:42 Berita tentang keajaiban itu tersebar ke seluruh kota Yope, sehingga banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.
ACT 9:43 Petrus tinggal cukup lama di Yope dengan menumpang di rumah Simon, seorang pengolah kulit binatang.
ACT 10:1 Di kota Kaisarea, ada seorang komandan kompi Romawi bernama Kornelius. Dia memimpin seratus anggota tentara yang disebut Batalion Italia.
ACT 10:2 Kornelius dan keluarganya sangat hormat dan taat kepada Allah. Dia sering memberikan bantuan untuk orang-orang miskin, juga selalu berdoa kepada Allah.
ACT 10:3 Pada suatu hari, sekitar jam tiga sore dia mendapat suatu penglihatan. Tampaklah dengan jelas sesosok malaikat datang kepadanya dan berkata, “Kornelius!”
ACT 10:4 Lalu Kornelius memandang malaikat itu dengan takut dan bertanya, “Ada apa, Tuan?” Malaikat itu menjawab, “Allah berkenan kepada doa-doamu dan semua bantuanmu untuk orang miskin. Di mata Allah, kedua hal itu sudah menjadi suatu persembahan yang menyenangkan hati-Nya.
ACT 10:5 Sekarang utuslah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang bernama Simon yang juga disebut Petrus.
ACT 10:6 Dia menumpang di rumah seorang pengolah kulit binatang. Namanya juga Simon, dan rumahnya di pinggir pantai.”
ACT 10:7 Sesudah malaikat itu pergi, Kornelius memanggil dua hambanya dan seorang tentara yang bertugas sebagai sekretaris pribadinya. Tentara itu juga penyembah Allah.
ACT 10:8 Kornelius menjelaskan semua hal tadi kepada mereka bertiga dan menyuruh mereka pergi ke Yope.
ACT 10:9 Besoknya, sekitar jam dua belas siang, sementara mereka dalam perjalanan dan sudah mendekati kota Yope, Petrus naik ke teras di bagian atas rumah untuk berdoa.
ACT 10:10 Lalu dia merasa lapar dan ingin makan. Tetapi sementara makanan sedang disiapkan, Petrus mendapat suatu penglihatan.
ACT 10:11 Dia melihat langit terbuka, dan ada sesuatu yang tampak seperti selembar kain lebar yang diikat pada keempat sudutnya. Kain itu diturunkan ke dekat Petrus.
ACT 10:12 Di atas kain itu ada banyak sekali jenis binatang yang tidak boleh dimakan oleh orang Yahudi, termasuk binatang berkaki empat, binatang yang merayap di tanah, juga burung-burung liar.
ACT 10:13 Kemudian terdengarlah suara yang berkata kepadanya, “Petrus, berdirilah! Potonglah itu dan makanlah.”
ACT 10:14 Tetapi jawab Petrus, “Tidak, Tuhan! Saya tidak pernah makan sesuatu yang haram atau najis.”
ACT 10:15 Suara itu berkata lagi, “Apa yang Allah katakan halal janganlah kamu anggap haram.”
ACT 10:16 Penglihatan itu muncul tiga kali, lalu kain itu langsung terangkat kembali ke langit.
ACT 10:17 Waktu Petrus masih memikirkan arti penglihatan itu, tiga orang suruhan Kornelius tadi sudah menemukan rumah Simon dan sedang berdiri di depan pintu pagar halaman rumahnya.
ACT 10:18 Mereka bertanya, “Apakah ada orang bernama Simon, yang juga disebut Petrus, menginap di sini?”
ACT 10:19 Sementara Petrus masih memikirkan tentang penglihatan itu, Roh Kudus berkata kepadanya, “Dengar Petrus! Ada tiga orang sedang mencarimu.
ACT 10:20 Berdirilah dan turunlah ke bawah. Jangan ragu-ragu untuk pergi bersama mereka, karena Akulah yang mengutus mereka kepadamu.”
ACT 10:21 Petrus pun turun dan berkata kepada ketiga orang itu, “Sayalah orang yang kalian cari. Ada apa, Bapak-bapak?”
ACT 10:22 Mereka berkata, “Kornelius, seorang komandan kompi Romawi, menyuruh kami datang ke sini. Dia orang baik dan sudah menjadi penyembah Allah. Semua orang Yahudi menghormatinya. Dia diberitahu oleh malaikat untuk mengundang Bapak datang ke rumahnya, supaya dia bisa mendengar ajaran yang akan Bapak sampaikan.”
ACT 10:23 Lalu Petrus mengundang mereka masuk dan bermalam di rumah itu. Besoknya, sesudah bersiap-siap, dia berangkat bersama mereka. Beberapa saudara seiman dari Yope juga ikut.
ACT 10:24 Pada hari berikutnya tibalah mereka di Kaisarea. Kornelius sudah menunggu mereka dan sudah mengumpulkan seluruh keluarga dan sahabat-sahabatnya di rumahnya.
ACT 10:25 Waktu Petrus tiba di rumah itu, Kornelius langsung berlutut di depan kaki Petrus dan menyembah dia.
ACT 10:26 Tetapi Petrus memegang dan menarik dia supaya berdiri sambil berkata, “Berdirilah! Saya ini hanya manusia biasa, sama seperti Bapak!”
ACT 10:27 Sambil bercakap-cakap dengan Kornelius, mereka masuk ke dalam rumah dan Petrus melihat banyak orang sudah berkumpul di situ.
ACT 10:28 Kata Petrus kepada mereka, “Kalian sudah tahu bahwa kami orang Yahudi dilarang bergaul atau mengunjungi orang yang bukan Yahudi seperti kalian. Namun, Allah sudah menunjukkan kepada saya bahwa saya tidak boleh lagi menganggap siapa pun sebagai orang yang ditolak Allah.
ACT 10:29 Karena itu, waktu diundang ke sini, saya tidak keberatan untuk datang. Nah, sekarang saya bertanya: Kenapa kalian memanggil saya?”
ACT 10:30 Kornelius menjawab, “Empat hari yang lalu, saya sedang berdoa dan berpuasa di rumah ini pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga sore. Tiba-tiba, muncul seseorang berdiri di depan saya dengan pakaian yang berkilau-kilauan.
ACT 10:31 Dia berkata, ‘Kornelius, Allah berkenan kepada doa-doamu dan semua bantuan yang kamu berikan untuk orang miskin.
ACT 10:32 Oleh karena itu, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk mengundang Simon, yang juga disebut Petrus, supaya datang ke sini. Dia sedang tinggal di rumah Simon, seorang pengolah kulit binatang. Rumahnya berada di pinggir pantai. Dia akan berbicara kepadamu pada saat dia tiba di sini.’
ACT 10:33 Itu sebabnya saya segera menyuruh bawahan saya pergi memanggil Bapak. Saya berterima kasih karena Bapak bersedia datang ke sini. Sekarang kami berkumpul di hadapan Allah untuk mendengarkan semua yang sudah Allah perintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada kami.”
ACT 10:34 Lalu Petrus berkata, “Sekarang saya sungguh-sungguh sadar bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang.
ACT 10:35 Karena dari bangsa mana pun, orang-orang yang menghormati Dia dan melakukan yang benar diterima oleh-Nya.
ACT 10:36 Kalian sudah mendengar bahwa Allah sudah menyampaikan Kabar Baik kepada bangsa Yahudi, bahwa kami dapat berdamai kembali dengan Allah melalui Kristus yang sudah dijanjikan, yaitu Yesus, yang adalah Penguasa atas semua orang di dunia ini.
ACT 10:37 Kalian sudah mengetahui tentang apa yang sudah dilakukan Yesus, orang Nazaret itu, di seluruh Yudea. Dia memulai pelayanan-Nya di provinsi Galilea, sesudah Yohanes Pembaptis memberitakan kepada orang Yahudi bahwa mereka harus bertobat dan dibaptis. Kalian juga sudah tahu bahwa Yesus diurapi oleh Allah dengan Roh Kudus dan dengan kuasa-Nya. Lalu Yesus berkeliling ke berbagai kota dan melakukan hal-hal yang baik serta melepaskan semua orang yang dikuasai iblis, karena Allah menyertai Dia.
ACT 10:39 Kami adalah saksi mata atas semua yang sudah Yesus lakukan di provinsi Yudea dan di Yerusalem. Tetapi Dia sudah dibunuh oleh orang Yahudi dengan menggantung-Nya pada kayu salib.
ACT 10:40 Namun pada hari ketiga, Allah menghidupkan Dia kembali dari kematian, lalu Yesus memperlihatkan diri-Nya kepada kami dan orang banyak.
ACT 10:41 Tidak semua warga Yerusalem melihat Dia, hanya orang-orang yang sudah dipilih oleh Allah. Kami, yang sudah makan dan minum bersama-Nya setelah Dia hidup kembali dari kematian, dipilih Allah untuk menjadi saksi bagi Yesus.
ACT 10:42 Dan Yesus sendiri juga yang sudah memberi perintah kepada kami untuk memberitakan dan bersaksi kepada semua orang bahwa Allah sudah menentukan Dia untuk menjadi Hakim atas seluruh manusia, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
ACT 10:43 Semua nabi sudah bernubuat tentang Yesus, bahwa melalui Dia, setiap orang yang percaya kepada-Nya akan menerima pengampunan atas dosa-dosa mereka.”
ACT 10:44 Waktu Petrus masih berbicara, Roh Kudus turun dan menguasai semua orang yang mendengar berita itu.
ACT 10:45 Para pengikut Yesus dari bangsa Yahudi yang ikut dengan Petrus sangat heran melihat bahwa Roh Kudus juga dicurahkan kepada orang yang bukan Yahudi.
ACT 10:46 Mereka mendengar orang-orang itu berbicara dan memuji Allah dalam bermacam-macam bahasa sesuai dengan kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus. Kemudian Petrus berkata kepada orang-orang Yahudi itu,
ACT 10:47 “Ternyata mereka sudah menerima Roh Kudus, sama seperti yang kita alami dulu. Jadi, tidak salah kalau kita membaptis mereka dengan air juga.”
ACT 10:48 Maka Petrus menyuruh saudara-saudara seiman dari Yope itu untuk membaptis mereka yang bukan Yahudi menjadi anggota umat Tuhan Yesus. Sesudah itu, Kornelius dan yang lainnya meminta Petrus untuk tinggal bersama mereka selama beberapa hari lagi.
ACT 11:1 Lalu para rasul dan pengikut Kristus di provinsi Yudea mendengar bahwa orang yang bukan Yahudi juga sudah percaya kepada Firman Allah tentang Tuhan Yesus.
ACT 11:2 Ketika Petrus sudah kembali ke Yerusalem, ada saudara-saudari seiman dari bangsa Yahudi yang memprotes,
ACT 11:3 “Kamu sudah pergi ke rumah orang yang bukan Yahudi, bahkan kamu makan bersama mereka!”
ACT 11:4 Karena itu Petrus menjelaskan semua yang sudah terjadi mulai dari awal.
ACT 11:5 Katanya, “Waktu saya berada di kota Yope dan sedang berdoa, saya mendapat suatu penglihatan: Tampak sesuatu yang kelihatannya seperti kain lebar yang tergantung pada keempat sudutnya. Kain itu turun dari langit tepat di depan saya.
ACT 11:6 Lalu saya memperhatikan apa yang ada di dalamnya. Ternyata ada banyak jenis binatang yang tidak boleh dimakan oleh orang Yahudi, termasuk binatang berkaki empat, binatang yang merayap di tanah, dan burung-burung liar.
ACT 11:7 Kemudian saya mendengar suara yang berkata, ‘Petrus, berdirilah! Potonglah itu dan makanlah.’
ACT 11:8 Tetapi saya menjawab, ‘Tidak, Tuhan! Saya tidak pernah makan sesuatu yang haram atau najis.’
ACT 11:9 Lalu suara itu berkata lagi dari langit, ‘Apa yang Allah katakan halal janganlah kamu anggap haram.’
ACT 11:10 Penglihatan itu terjadi tiga kali, kemudian kain itu terangkat kembali ke langit.
ACT 11:11 Tepat saat itu juga, datanglah tiga orang ke rumah tempat saya menginap. Mereka diutus dari Kaisarea untuk mencari saya.
ACT 11:12 Roh Kudus mengatakan kepada saya untuk ikut dengan mereka tanpa ragu-ragu. Enam saudara dari Yope yang sekarang duduk di sini pun ikut bersama saya hari itu, ketika kami masuk ke rumah orang yang bernama Kornelius.
ACT 11:13 Dia memberitahukan kepada kami bahwa dia sudah melihat malaikat berdiri di rumahnya dan berkata, ‘Kirimlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput Simon yang juga disebut Petrus.
ACT 11:14 Dia akan menyampaikan berita tentang bagaimana kamu dan semua orang yang tinggal bersamamu bisa diselamatkan.’
ACT 11:15 Lalu waktu saya mulai berbicara, tiba-tiba Roh Kudus turun ke atas mereka, sama seperti yang kita alami dulu.
ACT 11:16 Saya juga ingat bahwa Tuhan Yesus pernah berkata, ‘Dulu Yohanes membaptis kalian dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Kudus.’
ACT 11:17 Jadi, kalau Allah sudah memberikan Roh-Nya kepada mereka yang bukan Yahudi, bagaimana mungkin saya bisa menghalangi Allah! Karena mereka percaya kepada Tuhan kita Kristus Yesus, mereka juga sudah mendapat pemberian yang sama seperti yang dulu kita terima.”
ACT 11:18 Sesudah saudara-saudari Yahudi itu mendengarkan penjelasan Petrus, mereka berhenti menentang dia lalu memuji Allah, “Wah! Kalau begitu, Allah juga sudah memberikan kesempatan kepada orang yang bukan Yahudi untuk bertobat dan menerima hidup yang kekal, sama seperti kita!”
ACT 11:19 Sementara itu, para pengikut Kristus yang sudah terpencar karena penganiayaan yang terjadi sesudah pembunuhan Stefanus melarikan diri sampai ke negeri Fenisia, pulau Siprus, dan kota Antiokia. Mereka masih terus menyampaikan Firman Allah tentang Yesus di tempat-tempat itu, tetapi hanya kepada orang Yahudi.
ACT 11:20 Namun, beberapa pengikut Kristus yang berasal dari Siprus dan kota Kirene juga datang ke Antiokia. Merekalah yang mulai menceritakan Kabar Baik tentang Tuhan Yesus kepada orang bukan Yahudi.
ACT 11:21 Dan TUHAN Allah menolong mereka, sehingga sejumlah besar orang yang bukan Yahudi percaya dan beralih menjadi penyembah Tuhan Yesus.
ACT 11:22 Waktu jemaat di Yerusalem mendengar tentang orang-orang yang baru percaya itu, mereka mengutus Barnabas ke Antiokia.
ACT 11:23 Barnabas orang yang sangat baik, penuh dengan Roh Kudus, dan sangat percaya kepada Tuhan Yesus. Pada waktu dia tiba dan melihat bahwa ternyata TUHAN Allah sedang menunjukkan kebaikan hati-Nya di sana, dia sangat gembira. Dia menguatkan hati saudara-saudari seiman di kota itu supaya terus setia kepada Tuhan Yesus dengan segenap hati. Akhirnya semakin banyak juga orang yang menjadi pengikut Tuhan Yesus karena pelayanan Barnabas.
ACT 11:25 Selanjutnya Barnabas pergi ke kota Tarsus untuk mencari Saulus.
ACT 11:26 Sesudah menemukan dia, Barnabas mengajaknya kembali ke Antiokia. Selama satu tahun penuh, mereka tinggal bersama kumpulan umat Tuhan Yesus dan mengajar sejumlah besar orang. Di kota Antiokia itulah, untuk pertama kalinya, para pengikut Kristus Yesus disebut ‘orang Kristen’.
ACT 11:27 Pada waktu itu, beberapa orang dari Yerusalem yang mempunyai kemampuan rohani untuk bernubuat datang ke Antiokia.
ACT 11:28 Salah satu dari mereka bernama Agabus. Dia berdiri dalam pertemuan jemaat dan dengan kuasa dari Roh Kudus dia berkata, “Hampir seluruh penduduk bumi akan mengalami bencana kelaparan.” (Kelaparan itu terjadi semasa Klaudius memerintah sebagai raja agung di Roma.)
ACT 11:29 Sesudah mendengar nubuat itu, semua orang Kristen di Antiokia memutuskan untuk mengumpulkan sumbangan dan mengirimkannya untuk membantu saudara-saudari seiman di provinsi Yudea. Mereka sepakat memberikan sumbangan sebanyak mungkin, sesuai kemampuan masing-masing.
ACT 11:30 Hal itu mereka laksanakan, lalu mereka mengutus Barnabas dan Saulus untuk menyerahkan dana itu kepada para pemimpin jemaat di Yerusalem.
ACT 12:1 Pada masa-masa itu, Raja Herodes mengeluarkan perintah untuk menangkap dan menganiaya beberapa orang pengikut Kristus.
ACT 12:2 Dalam peristiwa itu, Yakobus saudara Yohanes dibunuh dengan pedang.
ACT 12:3 Waktu Herodes melihat bahwa pembunuhan itu menyenangkan para pemimpin Yahudi, dia pun menyuruh para tentaranya untuk menangkap Petrus juga. Hal itu terjadi pada pekan Perayaan Roti Tidak Beragi.
ACT 12:4 Sesudah Petrus ditangkap dan dipenjarakan, Herodes menyuruh empat kelompok tentara untuk menjaga dia. Masing-masing kelompok terdiri dari empat orang tentara. Dia berencana mengadili Petrus di depan umum sesudah hari raya Paskah.
ACT 12:5 Sementara Petrus ditahan dalam penjara, jemaat dengan sungguh-sungguh mendoakan dia.
ACT 12:6 Pada malam sebelum diadili oleh Herodes, Petrus sedang tidur dengan penjagaan ketat. Kedua tangannya dirantai pada dua tentara yang mengawal di sebelah kiri dan kanannya. Beberapa tentara lain juga berjaga di pintu penjara.
ACT 12:7 Tiba-tiba sesosok malaikat muncul di sana, sehingga terang bersinar di dalam penjara itu. Malaikat itu menepuk bahu Petrus untuk membangunkan dia dan berkata, “Ayo berdiri, cepat!” Saat itu juga rantai-rantai tadi terlepas dari tangan Petrus.
ACT 12:8 Lalu malaikat itu berkata kepadanya, “Pakailah baju dan sandalmu.” Petrus pun melakukannya. “Pakailah jubahmu dan ikutlah saya,” kata malaikat itu lagi.
ACT 12:9 Lalu Petrus mengikutinya keluar, tetapi dia tidak berpikir bahwa yang dilakukan malaikat itu benar-benar terjadi. Petrus menyangka semua itu hanya penglihatan.
ACT 12:10 Mereka melewati penjagaan pertama dan kedua, lalu sampai di pintu besi, yang adalah gerbang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya dan mereka pun keluar dari situ. Sesudah mencapai satu persimpangan, tiba-tiba malaikat itu menghilang.
ACT 12:11 Saat itu juga Petrus menyadari apa yang sudah terjadi dan dia berkata, “Sekarang saya tahu pasti bahwa TUHAN Allah sudah mengutus malaikat tadi untuk menyelamatkan saya dari tangan Herodes dan dari semua rencana jahat orang Yahudi.”
ACT 12:12 Sesudah Petrus mengerti apa yang terjadi, dia pergi ke rumah Maria, ibu Markus. (Markus ini juga disebut Yohanes.) Di rumah itu banyak orang sedang berkumpul dan berdoa.
ACT 12:13 Petrus mengetuk pintu dan seorang pembantu perempuan bernama Rode keluar untuk membuka pintu.
ACT 12:14 Waktu Rode mengenali suara Petrus, dengan sangat gembira dia langsung berlari ke dalam dan lupa membukakan pintu. Dia memberitahu semua orang yang berkumpul, “Petrus sedang berdiri di depan pintu!”
ACT 12:15 Lalu mereka berkata kepadanya, “Kamu sudah gila!” Tetapi dia terus bersikeras, “Tidak! Sungguh! Petrus benar-benar ada di luar.” Kemudian mereka berkata, “Mungkin itu malaikat penjaganya Petrus.”
ACT 12:16 Sementara itu Petrus masih terus mengetuk-ngetuk. Akhirnya mereka membukakan pintu dan saat melihat dia, mereka pun tercengang.
ACT 12:17 Tetapi Petrus memberi isyarat supaya mereka diam, lalu dia menceritakan bagaimana TUHAN mengeluarkannya dari penjara. Sesudah itu, dia berkata kepada mereka, “Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudari seiman yang lain.” Lalu Petrus pergi ke tempat lain.
ACT 12:18 Besok paginya, para pengawal penjara gempar meributkan hilangnya Petrus dari tahanan.
ACT 12:19 Herodes menyuruh tentara-tentaranya yang lain untuk mencari Petrus, tetapi mereka tidak berhasil menemukannya. Lalu Herodes memeriksa keenam belas tentara yang ditugaskan menjaga penjara. Akhirnya dia memberikan perintah supaya mereka semua dihukum mati. Sesudah itu, Herodes pergi dari provinsi Yudea ke kota Kaisarea dan tinggal di sana beberapa lama.
ACT 12:20 Sebelumnya Herodes bermusuhan dengan masyarakat kota Tirus dan Sidon. Jadi pada kunjungan ini, utusan-utusan dari kedua kota itu berusaha mengajukan perdamaian dengan raja, karena daerah mereka bergantung kepada daerah Herodes untuk mendapatkan bahan makanan. Mereka juga sudah menyuap seorang pejabat bernama Blastus, yaitu kepala urusan istana, supaya dia membantu mereka dalam urusan itu.
ACT 12:21 Jadi, pada hari yang sudah ditentukan, ketika Herodes menyampaikan pidato dari atas takhtanya, lengkap dengan jubah kebesaran raja,
ACT 12:22 rakyat dari kedua kota itu mau menyenangkan hatinya. Mereka pun berteriak memuji dia, “Hidup Raja Herodes, dewa kami! Ucapannya bukan suara manusia biasa!”
ACT 12:23 Saat itu juga malaikat menjatuhkan hukuman atas Herodes karena dia menerima pujian itu dan tidak memberi hormat kepada Allah. Lalu Herodes menderita sakit cacingan yang sangat parah sampai ususnya hancur dan dia mati.
ACT 12:24 Pada waktu itu Firman Allah masih terus tersebar dan jumlah orang yang percaya kepada Yesus semakin bertambah banyak.
ACT 12:25 Sesudah Barnabas dan Saulus menyelesaikan pelayanan mereka di Yerusalem, mereka kembali ke Antiokia. Markus— yang juga disebut Yohanes— ikut bersama mereka.
ACT 13:1 Pada waktu itu, di antara saudara-saudari seiman di Antiokia ada beberapa orang yang mempunyai kemampuan rohani untuk bernubuat dan mengajarkan Firman Allah. Mereka adalah Barnabas, Saulus, Simeon (yang juga disebut Niger), Lukius orang Kirene, dan Manaen. Manaen adalah saudara angkat Raja Herodes sejak kecil.
ACT 13:2 Waktu mereka sedang mengikuti pertemuan jemaat untuk memuji TUHAN dan berpuasa, Roh Kudus berkata kepada mereka, “Tugaskan Barnabas dan Saulus untuk melakukan pekerjaan yang sudah Aku siapkan bagi mereka.”
ACT 13:3 Maka mereka berpuasa dan berdoa lagi. Sesudah itu mereka meletakkan tangan pada Barnabas dan Saulus sebagai tanda bahwa jemaat mengutus mereka untuk melakukan pekerjaan TUHAN.
ACT 13:4 Karena penugasan dari Roh Allah tadi, mereka pergi ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke pulau Siprus.
ACT 13:5 Sesampainya di kota Salamis, mereka menyampaikan berita keselamatan dari Allah di rumah-rumah pertemuan orang Yahudi. Markus, yang juga dipanggil Yohanes, ikut untuk membantu mereka.
ACT 13:6 Selanjutnya mereka menjelajahi banyak tempat di pulau itu sampai tiba di kota Pafos. Di sana mereka bertemu dengan seorang Yahudi yang adalah tukang sihir sekaligus nabi palsu. Namanya Bar Yesus, dan dalam bahasa Yunani dia dipanggil Elimas. Sudah cukup lama dia berteman dengan gubernur pulau itu yang bernama Sergius, yang juga disebut Paulus, seorang yang cerdas. Suatu hari gubernur memanggil Barnabas dan Saulus, karena dia ingin mendengar berita dari Allah itu. Tetapi Elimas menentang mereka berdua untuk menghalangi Gubernur Sergius percaya kepada Yesus.
ACT 13:9 Tetapi Saulus, yang juga disebut Paulus, saat itu dikuasai Roh Kudus dan memandang Elimas
ACT 13:10 dan memarahi dia, “Hei pengikut iblis! Hatimu penuh dengan penipuan dan ajaran sesat. Kamu adalah musuh dari semua hal yang benar! Kapan kamu berhenti memutar-balikkan jalan TUHAN?!
ACT 13:11 Awas! TUHAN sekarang memukulmu, dan kamu akan menjadi buta untuk sementara. Bahkan kamu tidak akan bisa melihat sinar matahari.” Tiba-tiba ada sesuatu seperti kabut gelap yang menutupi Elimas. Lalu dia berjalan meraba-raba dan berusaha mencari orang untuk menuntunnya dan membawa dia pergi.
ACT 13:12 Waktu gubernur melihat apa yang terjadi, dia pun percaya kepada Yesus, karena dia takjub pada ajaran tentang Tuhan Yesus.
ACT 13:13 Dari kota Pafos, Paulus dan teman-temannya berlayar ke Perga di provinsi Pamfilia. Di situ, tiba-tiba Markus meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem.
ACT 13:14 Dari Perga, Paulus dan Barnabas pergi ke Antiokia di provinsi Pisidia. Pada hari Sabat, mereka masuk ke rumah pertemuan orang Yahudi dan duduk di situ.
ACT 13:15 Sesudah pembacaan hukum Taurat dan salah satu kitab nabi, pemimpin-pemimpin rumah pertemuan itu mengirim pesan kepada Paulus dan Barnabas. Kata mereka, “Saudara-saudara, kalau ada di antara kalian berdua yang bisa memberikan nasihat untuk menguatkan kami di sini, silakan menyampaikannya.”
ACT 13:16 Lalu Paulus berdiri dan memberi tanda dengan tangannya bahwa dia mau bicara, katanya, “Salam, Saudaraku semuanya sesama penyembah Allah, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi. Dengarkanlah saya!
ACT 13:17 Allah bangsa Israel sudah memilih nenek moyang kita. Dia memberkati mereka ketika mereka tinggal sebagai pendatang di Mesir, sehingga mereka menjadi bangsa yang besar. Lalu dengan kuasa-Nya yang besar, Dia membawa mereka keluar dari negeri itu.
ACT 13:18 Selama empat puluh tahun mereka tinggal di padang belantara, Allah tetap sabar menghadapi tingkah laku mereka yang jahat.
ACT 13:19 Lalu Allah membinasakan tujuh bangsa di negeri Kanaan dan memberikan negeri itu kepada bangsa Israel untuk menjadi milik mereka.
ACT 13:20 Semua itu berlangsung selama empat ratus lima puluh tahun. “Sesudah itu, Allah mengangkat hakim-hakim untuk memimpin mereka sampai kepada hakim yang terakhir, yaitu Samuel, yang juga seorang nabi.
ACT 13:21 Pada waktu itu bangsa Israel meminta supaya mereka dipimpin oleh seorang raja. Lalu Allah menunjuk Saul, anak Kis dari suku Benyamin, dan dia memimpin mereka selama empat puluh tahun.
ACT 13:22 Setelah TUHAN menurunkan Saul dari takhtanya, Dia mengangkat Daud sebagai raja. Dan inilah yang Allah katakan tentang Daud, ‘Pada Daud, anak Isai itulah Aku sudah menemukan orang yang hatinya sesuai dengan hati-Ku. Dialah yang akan melakukan semua yang Aku mau.’
ACT 13:23 “Jadi, seperti yang sudah Allah janjikan, Dia mengangkat Seorang dari keturunan Daud untuk menyelamatkan Israel.
ACT 13:24 Sebelum kedatangan-Nya, Yohanes Pembaptis sudah memberitakan kepada umat Israel untuk dibaptis sebagai tanda bahwa mereka sudah bertobat dari dosa.
ACT 13:25 Dan waktu masa pelayanan Yohanes hampir berakhir, dia bertanya, ‘Menurut kalian, saya bertugas dengan jabatan sebagai siapa? Saya bukanlah Orang yang kalian nanti-nantikan itu. Tetapi Dia akan datang sesudah saya. Saya sendiri tidak layak untuk melayani Dia, sekalipun hanya membukakan tali sandal-Nya.’
ACT 13:26 “Saudara-saudari yang berasal dari keturunan Abraham, dan kalian orang-orang bukan Yahudi yang sudah menjadi penyembah Allah: Berita tentang keselamatan itu sudah sampai kepada kalian hari ini! Raja Penyelamat yang kita nanti-nantikan itu adalah Yesus.
ACT 13:27 Tetapi orang-orang Yerusalem dan para pemimpin mereka tidak menyadari bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat. Mereka juga tidak mengerti nubuatan para nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Lalu secara tidak sadar, mereka menggenapi nubuatan itu dengan menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya.
ACT 13:28 Padahal mereka sama sekali tidak menemukan alasan untuk menghukum mati Yesus, tetapi mereka terus mendesak Pilatus supaya Dia dibunuh.
ACT 13:29 “Akhirnya setelah semua nubuatan tentang Kristus dipenuhi lewat orang-orang itu, mayat-Nya diturunkan dari kayu salib dan dimakamkan dalam kuburan batu.
ACT 13:30 Tetapi Allah menghidupkan Yesus kembali dari kematian.
ACT 13:31 Selama beberapa hari sesudahnya, berulang kali Dia menampakkan diri kepada orang-orang yang sudah mengikut Dia dari Galilea sampai Yerusalem. Dan para saksi mata itulah yang sekarang memberitakan tentang Yesus kepada bangsa Israel.
ACT 13:32 “Jadi sekarang kami menyampaikan kepada kalian Kabar Baik yang sudah Allah janjikan kepada nenek moyang kita. Kini, bagi kita keturunan mereka, Allah sudah menggenapi janji-Nya itu dengan menghidupkan Yesus kembali dari kematian.
ACT 13:33 Kabar Baik ini sesuai dengan apa yang tertulis dalam Mazmur Dua, ‘Engkau adalah Anak-Ku, hari ini Aku mengumumkan bahwa Akulah Bapa-Mu.’
ACT 13:34 Dan sesuai janji Allah, Dia menghidupkan Yesus kembali dari kematian, dan tubuh-Nya tidak akan bisa mati lagi. Karena Allah sudah berjanji kepada kita, ‘Aku akan memberikan kepada kalian berkat yang kudus dan pasti, yang sudah Aku janjikan kepada Daud.’
ACT 13:35 Jadi Daud juga berkata kepada Allah dalam mazmurnya yang lain, ‘Engkau tidak akan membiarkan tubuh Hamba-Mu yang kudus itu tetap mati.’
ACT 13:36 Perkataan itu bukan tentang Daud sendiri. Buktinya, sesudah dia mengabdi bagi umat Allah selama hidupnya, dia juga meninggal. Dan dia dikuburkan sama seperti para leluhurnya. Jadi tubuh Daud sudah hancur di situ.
ACT 13:37 Tetapi yang Allah maksudkan dalam janji tadi adalah Yesus! Yesuslah yang sudah Allah hidupkan kembali dari kematian dan yang tubuh-Nya tidak hancur dalam kubur!
ACT 13:38 Jadi Saudara-saudari, ketahuilah bahwa hanya melalui Yesus dosa-dosa kita bisa diampuni.
ACT 13:39 Karena ada banyak macam dosa yang tidak dapat dihapuskan melalui persembahan kurban yang dilakukan sesuai hukum Taurat. Untuk menjadi orang yang benar di mata Allah kita harus percaya kepada Yesus.
ACT 13:40 Oleh karena itu, hendaklah Saudara-saudari waspada, supaya apa yang Allah sampaikan melalui nabi-Nya tidak terjadi pada kalian:
ACT 13:41 ‘Perhatikanlah baik-baik, hai kalian yang suka mengejek Firman-Ku! Kalian akan tercengang, lalu binasa. Karena Aku sedang melakukan sesuatu dalam zaman ini yang tidak mungkin kalian percayai, biarpun orang menjelaskannya kepada kalian.’”
ACT 13:42 Ketika Paulus dan Barnabas keluar dari rumah pertemuan Yahudi itu, mereka berulang kali diminta oleh para penyembah Allah yang bukan Yahudi untuk berbicara lagi tentang hal yang sama pada hari Sabat berikutnya.
ACT 13:43 Selagi mereka bubar dari rumah pertemuan itu, banyak penganut agama Yahudi, baik dari bangsa Israel asli maupun bangsa lain, yang mengikuti Paulus dan Barnabas. Kedua rasul itu mengajar dan menekankan supaya mereka tetap mengandalkan kebaikan hati Allah yang sudah diberikan melalui Yesus.
ACT 13:44 Pada hari Sabat berikutnya, hampir semua orang di kota itu berkumpul untuk mendengar Firman Allah disampaikan.
ACT 13:45 Tetapi waktu sebagian orang Yahudi yang belum percaya kepada Yesus melihat betapa banyaknya orang yang datang untuk mendengarkan Paulus, mereka menjadi iri hati. Lalu mereka menentang dan menjelek-jelekkan apa yang dia ajarkan.
ACT 13:46 Tetapi Paulus dan Barnabas berbicara dengan berani, “Kabar Baik dari Allah ini sudah disampaikan lebih dulu kepada kalian orang Yahudi, sebagaimana seharusnya. Tetapi karena kalian menolaknya, itu berarti kamu masing-masing sudah memutuskan bahwa dirimu tidak pantas menerima hidup kekal. Oleh karena itu, sekarang kami meninggalkan kalian dan pergi menyebarkan berita keselamatan itu kepada bangsa yang bukan Yahudi.
ACT 13:47 Karena Allah sudah menyuruh kami dengan berkata, ‘Aku sudah membuat kalian menjadi seperti terang bagi orang-orang yang bukan Yahudi, dan kalian akan mengabarkan berita keselamatan dari-Ku sampai ke segala bangsa di bumi.’”
ACT 13:48 Waktu orang yang bukan Yahudi mendengar hal itu, mereka bersukacita dan memuji Allah karena sudah menerima Kabar Baik dari-Nya. Lalu semua orang yang sudah ditentukan Allah untuk menerima hidup kekal menjadi percaya.
ACT 13:49 Berita keselamatan tentang Tuhan Yesus tersebar ke seluruh daerah itu.
ACT 13:50 Tetapi orang Yahudi yang tidak senang kepada kedua rasul itu menghasut orang-orang penting di kota itu, termasuk para wanita terkemuka yang sudah masuk agama Yahudi. Mereka menimbulkan penganiayaan terhadap Paulus dan Barnabas, dan akhirnya mengusir mereka berdua dari daerah itu.
ACT 13:51 Tetapi Paulus dan Barnabas mengibaskan debu dari kaki mereka sebagai peringatan kepada penduduk kota itu. Lalu mereka pergi ke kota Ikonium.
ACT 13:52 Tetapi pengikut-pengikut Yesus yang baru di Antiokia tetap hidup dengan sukacita dan dikuasai Roh Kudus.
ACT 14:1 Ketika tiba di Ikonium, Paulus dan Barnabas pergi ke rumah pertemuan orang Yahudi dan mengajar tentang Yesus di sana, sama seperti yang mereka lakukan di Antiokia. Mereka mengajar dengan penuh kuasa sehingga banyak yang menjadi percaya kepada Yesus, baik orang Yahudi maupun bangsa lain.
ACT 14:2 Tetapi sebagian orang Yahudi yang tidak percaya menghasut warga yang bukan Yahudi supaya mereka membenci orang-orang yang percaya.
ACT 14:3 Meski begitu Paulus dan Barnabas tinggal lama di sana dan mengajar dengan berani tentang kebaikan hati TUHAN. Dan TUHAN menguatkan kesaksian mereka dengan memberi mereka kuasa untuk melakukan banyak keajaiban.
ACT 14:4 Lama kelamaan, penduduk kota itu terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian berpihak kepada orang-orang Yahudi, sementara yang lainnya berpihak kepada kedua rasul itu.
ACT 14:5 Kemudian sebagian orang Yahudi dan yang bukan Yahudi bersama para pemimpin kota itu bersepakat untuk menyiksa dan melempari Paulus dan Barnabas dengan batu.
ACT 14:6 Tetapi waktu keduanya mengetahui rencana itu, mereka menyingkir ke daerah lain di provinsi Likaonia, yaitu ke kota Listra, Derbe, dan sekitarnya.
ACT 14:7 Di sana mereka terus menyampaikan Kabar Baik tentang Yesus.
ACT 14:8 Di Listra ada seorang yang lumpuh sejak lahir dan belum pernah bisa berjalan.
ACT 14:9 Ketika orang itu sedang mendengarkan Paulus berbicara, Paulus memandang dia dan menyadari bahwa orang itu percaya pada berita keselamatan dalam Yesus sehingga dia bisa disembuhkan.
ACT 14:10 Maka dengan suara keras Paulus berkata, “Berdirilah di atas kakimu!” Dan orang lumpuh itu langsung berdiri dan mulai berjalan-jalan.
ACT 14:11 Waktu orang banyak melihat apa yang sudah dilakukan Paulus, mereka berteriak-teriak dalam bahasa Likaonia, “Dewa-dewa kita sudah turun ke antara kita dalam wujud manusia!”
ACT 14:12 Lalu mereka mulai memanggil Barnabas dengan nama Zeus, dan Paulus dengan nama Hermes, karena dia yang banyak berbicara.
ACT 14:13 Kebetulan rumah ibadah untuk dewa Zeus dekat sekali dengan kota itu. Karena mendengar bahwa kedua dewa mereka sudah turun, imam yang bekerja di rumah ibadah itu datang untuk mempersembahkan kurban kepada Paulus dan Barnabas. Mereka membawa sapi-sapi jantan dan rangkaian bunga.
ACT 14:14 Tetapi waktu Paulus dan Barnabas mendengar rencana imam itu, mereka merobek-robek jubah mereka sebagai tanda sangat tidak setuju. Lalu mereka berlari ke antara orang banyak itu sambil berseru,
ACT 14:15 “Teman-teman, jangan lakukan itu! Kami hanya manusia biasa, sama seperti kalian. Kami datang ke sini untuk mengajar kalian tentang berita keselamatan supaya kalian berhenti menyembah dewa-dewa. Tidak ada gunanya menyembah dewa. Berbaliklah dan sembahlah Allah yang benar, yaitu Dia yang sudah menciptakan langit, bumi, laut, dan beserta segala isinya.
ACT 14:16 Di masa lalu, Allah membiarkan semua manusia melakukan apa pun yang mereka anggap benar.
ACT 14:17 Tetapi Allah memberi berkat-berkat kepada kalian untuk menunjukkan bahwa Dia memang ada. Misalnya Dia menurunkan hujan dari langit, membuat tanamanmu subur, serta memberimu makanan yang cukup dan hati yang gembira.”
ACT 14:18 Namun, meski Paulus dan Barnabas sudah bicara seperti itu, keduanya hampir tidak berhasil mencegah orang banyak itu untuk mempersembahkan kurban bagi mereka berdua. Tetapi akhirnya persembahan itu tidak jadi diadakan.
ACT 14:19 Beberapa waktu kemudian, sejumlah orang Yahudi dari Antiokia dan Ikonium datang ke situ. Mereka mempengaruhi warga Listra supaya memihak kepada mereka. Lalu orang banyak itu melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka dia sudah mati.
ACT 14:20 Tetapi waktu orang-orang yang sudah percaya Yesus berdiri mengelilingi Paulus, dia berdiri dan masuk lagi ke dalam kota. Besoknya dia berangkat ke Derbe bersama Barnabas.
ACT 14:21 Di kota Derbe, Paulus dan Barnabas memberitakan kabar keselamatan dan banyak orang menjadi percaya kepada Yesus. Sesudah itu, mereka kembali lagi ke Listra, Ikonium, dan kota Antiokia yang di provinsi Pisidia.
ACT 14:22 Di kota-kota itu, mereka berdua menguatkan hati para pengikut Kristus untuk tetap memegang keyakinan mereka kepada-Nya. Para rasul itu berkata, “Kita harus melalui banyak penderitaan sebelum masuk ke dalam kerajaan Allah.”
ACT 14:23 Mereka juga memilih beberapa orang untuk memimpin setiap jemaat. Sesudah mereka semua berdoa dan berpuasa, Paulus dan Barnabas menyerahkan para pemimpin itu ke dalam tangan Yesus, yaitu Tuhan yang sudah mereka percayai.
ACT 14:24 Sesudah itu, mereka berdua berjalan kembali melewati provinsi Pisidia, lalu tiba di provinsi Pamfilia.
ACT 14:25 Keduanya mengajarkan berita keselamatan sekali lagi di kota Perga, lalu turun ke pelabuhan Atalia.
ACT 14:26 Dari situ mereka naik kapal menyeberang ke kota Antiokia yang di provinsi Siria, yaitu tempat di mana dulu jemaat mendoakan dan mengutus mereka pergi dalam perlindungan Allah sesuai dengan kebaikan hati-Nya. Dengan demikian mereka berdua sudah menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepada mereka.
ACT 14:27 Waktu Paulus dan Barnabas tiba di Antiokia, mereka mengumpulkan jemaat dan menceritakan semua yang sudah Allah lakukan melalui mereka berdua. Mereka juga berkata, “Allah benar-benar sudah membuka pintu kesempatan supaya bangsa-bangsa lain yang bukan Yahudi percaya kepada Yesus.”
ACT 14:28 Lalu mereka tinggal dengan saudara-saudari seiman di kota itu dalam waktu lama.
ACT 15:1 Pada hari-hari itu, beberapa orang dari provinsi Yudea datang ke Antiokia dan mengajarkan kepada saudara-saudari pengikut Yesus, “Kalau kalian yang bukan Yahudi tidak mengikuti adat sunat yang diajarkan Musa, kalian tidak akan selamat.”
ACT 15:2 Tetapi Paulus dan Barnabas menentang ajaran itu. Sesudah terjadi perdebatan serius, saudara seiman di Antiokia memutuskan untuk mengutus Paulus, Barnabas, serta beberapa orang lain pergi menemui para rasul dan para pemimpin tertinggi di Yerusalem untuk membahas masalah itu.
ACT 15:3 Jadi, dengan dukungan dari jemaat, mereka pergi ke Yerusalem. Sambil melewati provinsi Fenisia dan Samaria, mereka juga mengunjungi saudara-saudari seiman di situ dan menceritakan bahwa banyak orang bukan Yahudi sudah bertobat dan mengikut Yesus. Mendengar hal itu, mereka semua sangat bersukacita.
ACT 15:4 Setibanya di Yerusalem, rombongan Paulus disambut dengan baik oleh para rasul dan pemimpin jemaat serta saudara-saudari seiman yang lain. Lalu Paulus dan Barnabas melaporkan semua yang sudah Allah lakukan melalui mereka.
ACT 15:5 Tetapi beberapa pengikut Kristus yang sebelumnya termasuk kelompok Farisi berdiri dan berkata, “Orang-orang percaya yang bukan Yahudi harus disunat, dan kita perlu menyuruh mereka menaati semua hukum Taurat.”
ACT 15:6 Kemudian rasul-rasul dan para pemimpin berkumpul untuk membicarakan masalah itu.
ACT 15:7 Sesudah perdebatan yang panjang, Petrus berdiri dan berkata, “Saudara-saudara, kalian tahu bahwa sejak dulu, Allah sudah memilih saya dari antara kita untuk menjadi orang pertama yang memberitakan Kabar Baik kepada orang bukan Yahudi, supaya mereka percaya kepada Kristus.
ACT 15:8 Dan Allah, yang tahu isi hati setiap orang, sudah menerima orang yang bukan Yahudi itu. Allah menunjukkan hal itu kepada kita dengan memberikan Roh Kudus kepada mereka sama seperti yang sudah diberikan-Nya kepada kita.
ACT 15:9 Allah sama sekali tidak membeda-bedakan antara kita dengan mereka. Sama seperti yang terjadi pada kita, saat mereka percaya, Allah juga membersihkan hati mereka.
ACT 15:10 Jadi sekarang, kenapa kalian menentang Allah dengan menyusahkan saudara-saudari seiman yang bukan Yahudi itu? Baik kita maupun nenek moyang kita tidak pernah mampu melakukan seluruh hukum Taurat. Lalu kenapa membebani mereka dengan semua itu?
ACT 15:11 Sebaliknya, kita percaya bahwa kita orang Yahudi hanya bisa diselamatkan melalui kebaikan hati Tuhan Yesus. Hal yang sama juga berlaku untuk mereka yang bukan Yahudi.”
ACT 15:12 Lalu semua yang hadir pun terdiam dan mendengarkan Barnabas dan Paulus, yang menceritakan semua keajaiban yang sudah Allah lakukan melalui mereka di antara orang yang bukan Yahudi.
ACT 15:13 Sesudah mereka berdua selesai berbicara, Yakobus berkata, “Saudara-saudara, dengarkan saya.
ACT 15:14 Petrus sudah menceritakan kepada kita bagaimana untuk pertama kalinya Allah menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada orang yang bukan Yahudi, di mana banyak orang diangkat dari antara mereka menjadi umat-Nya.
ACT 15:15 Hal itu terjadi sesuai dengan yang sudah dinubuatkan oleh salah satu nabi, seperti yang tertulis,
ACT 15:16 ‘Sesudah itu, Aku akan kembali dan membangun lagi kerajaan Daud yang sudah runtuh. Aku akan membangun reruntuhan itu dan meneguhkannya kembali.
ACT 15:17 Sebab Aku ingin sisa manusia yang masih tertinggal mencari TUHAN, termasuk semua bangsa yang bukan Yahudi, yaitu mereka yang sudah Aku pilih untuk menjadi umat-Ku. Begitulah kata TUHAN, yang akan melaksanakan semua hal ini.’
ACT 15:18 ‘Dialah yang sudah memberitahukan rencana-rencana-Nya ini jauh sebelum hal-hal itu terjadi.’”
ACT 15:19 Lalu Yakobus melanjutkan, “Karena itu, menurut pendapat saya, kita jangan menyusahkan orang bukan Yahudi yang sudah mulai bertobat dan kembali kepada Allah.
ACT 15:20 Kita hanya perlu mengingatkan mereka tentang hal-hal yang prinsip, yaitu, jangan terlibat dalam apa pun yang berhubungan dengan berhala, termasuk makan sajian persembahannya, juga jangan makan daging binatang yang mati dicekik, atau apa saja yang mengandung darah, dan jangan melakukan percabulan.
ACT 15:21 Larangan-larangan ini bukan hal baru bagi mereka, karena sejak dulu sampai sekarang hukum Taurat sudah diajarkan setiap hari Sabat di dalam rumah pertemuan orang Yahudi di setiap kota.”
ACT 15:22 Kemudian para rasul, pemimpin, dan seluruh jemaat memutuskan untuk mengutus beberapa orang dari antara mereka ke Antiokia bersama Paulus dan Barnabas. Lalu mereka memilih Silas dan Yudas (yang juga disebut Barsabas). Keduanya orang yang sangat dihormati di antara saudara seiman di Yerusalem.
ACT 15:23 Kepada mereka dititipkan sebuah surat, yang isinya sebagai berikut, “Salam kepada semua saudara-saudari seiman yang bukan Yahudi di kota Antiokia dan tempat-tempat lain di provinsi Siria dan Kilikia. Surat ini dari seluruh saudara seiman di Yerusalem, termasuk para rasul dan pemimpin jemaat.
ACT 15:24 “Kami sudah mendengar bahwa ada beberapa orang yang datang kepada kalian dari daerah kami, dan mereka sudah mengajarkan hal-hal yang membuat kalian ragu dan bimbang akan keyakinan kalian. Mereka mengajarkan bahwa kalian harus disunat dan tetap mengikuti seluruh hukum Taurat Musa. Padahal kami tidak mengutus mereka untuk mengajar kalian seperti itu.
ACT 15:25 Karena itu, kami semua sepakat untuk memilih dua orang dan mengutus mereka kepada kalian, bersama kedua saudara kita yang terkasih yaitu Barnabas dan Paulus,
ACT 15:26 yang sudah mempertaruhkan nyawa mereka demi melayani Tuhan kita Kristus Yesus.
ACT 15:27 Jadi kami mengutus Yudas dan Silas untuk memberitahukan secara langsung kepada kalian seperti yang tertulis juga dalam surat ini.
ACT 15:28 Berdasarkan tuntunan Roh Kudus, kami memutuskan untuk tidak membebani kalian dengan peraturan, kecuali hal-hal yang memang diperlukan, yaitu:
ACT 15:29 Jangan terlibat dalam apa pun yang berhubungan dengan berhala, termasuk makan sajian persembahannya. Jangan makan daging binatang yang mati dicekik, atau apa saja yang mengandung darah. Dan jangan melakukan percabulan. Kalau kalian menghindari hal-hal itu, kalian berbuat baik. Sekian, dan salam dari kami.”
ACT 15:30 Jadi rombongan utusan itu meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Antiokia. Setibanya di sana, mereka mengumpulkan jemaat dan menyampaikan isi surat itu.
ACT 15:31 Jemaat sangat bersukacita mendengarnya karena nasihat dalam surat itu menghibur mereka.
ACT 15:32 Yudas dan Silas mempunyai kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan dari Roh Allah. Jadi mereka berbicara banyak untuk menyemangati dan menguatkan saudara-saudari seiman itu.
ACT 15:33 Sesudah Yudas dan Silas tinggal beberapa lama di sana, mereka berdua pamit untuk kembali kepada yang mengutus mereka, dan jemaat Antiokia mendoakan keduanya agar selalu dilindungi Allah.
ACT 15:35 Tetapi Paulus dan Barnabas masih tinggal beberapa waktu lamanya di Antiokia. Mereka bersama banyak orang lain mengajarkan berita keselamatan dan Firman TUHAN kepada orang-orang yang ada di sana.
ACT 15:36 Beberapa hari kemudian, Paulus berkata kepada Barnabas, “Mari kita mengunjungi saudara-saudari seiman di setiap kota di mana kita pernah memberitakan kabar keselamatan, supaya kita mengetahui keadaan mereka.”
ACT 15:37 Barnabas setuju, tetapi dia ingin kembali mengajak Markus yang juga disebut Yohanes untuk ikut bersama mereka lagi.
ACT 15:38 Namun Paulus tidak mau membawa dia, karena Markus pernah meninggalkan pekerjaan pelayanan mereka di Pamfilia.
ACT 15:39 Karena hal itu, terjadilah perselisihan tajam antara Paulus dan Barnabas sehingga mereka berpisah. Barnabas mengajak Markus dan naik kapal ke pulau Siprus.
ACT 15:40 Tetapi Paulus memilih Silas, lalu mereka berangkat sesudah saudara-saudari seiman di Antiokia mendoakan mereka agar selalu disertai oleh kebaikan Allah.
ACT 15:41 Lalu Paulus dan Silas mengunjungi seluruh provinsi Siria dan Kilikia serta menguatkan keyakinan jemaat-jemaat yang ada di sana.
ACT 16:1 Lalu Paulus pergi juga ke kota Derbe dan Listra. Di sana ada seorang pengikut Kristus yang bernama Timotius. Ibunya seorang Yahudi yang sudah percaya kepada Yesus, sedangkan bapaknya orang Yunani.
ACT 16:2 Semua saudara seiman di Listra dan Ikonium mengatakan bahwa Timotius adalah orang baik.
ACT 16:3 Paulus ingin mengajak Timotius ikut dalam pelayanannya. Jadi dia menyunat Timotius supaya orang-orang Yahudi bisa menerima dia. Paulus tidak mau terjadi persoalan, karena semua orang di daerah itu tahu bahwa bapak Timotius adalah orang Yunani.
ACT 16:4 Waktu mereka berkunjung dari satu kota ke kota lain, mereka menyampaikan kepada setiap jemaat tentang peraturan-peraturan yang sudah diputuskan oleh para rasul dan pemimpin di Yerusalem.
ACT 16:5 Dengan demikian, keyakinan setiap anggota jemaat dikuatkan, dan setiap hari jumlah orang percaya semakin bertambah.
ACT 16:6 Lalu Paulus dan mereka yang menyertai dia melakukan perjalanan melalui provinsi Frigia dan Galatia, karena Roh Kudus melarang mereka mengabarkan berita keselamatan di provinsi Asia.
ACT 16:7 Waktu mereka tiba di perbatasan provinsi Misia, mereka beberapa kali mencoba untuk pergi ke provinsi Bitinia. Tetapi sekali lagi Roh Kudus tidak mengizinkan mereka ke sana.
ACT 16:8 Oleh karena itu, mereka pergi melintasi provinsi Misia sampai tiba di kota pelabuhan Troas.
ACT 16:9 Malam harinya, TUHAN memberikan penglihatan kepada Paulus. Dia melihat seseorang dari provinsi Makedonia berdiri dan memohon kepadanya, “Datanglah ke Makedonia dan tolonglah kami!”
ACT 16:10 Sesudah Paulus mendapat penglihatan itu, kami, termasuk saya— Lukas, langsung bersiap-siap untuk berangkat ke Makedonia. Karena dari penglihatan itu kami menyimpulkan bahwa TUHAN sudah memanggil kami untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang Makedonia.
ACT 16:11 Lalu kami naik kapal dari Troas dan berlayar langsung ke pulau Samotrake, dan pada hari berikutnya kami tiba di kota Neapolis.
ACT 16:12 Dari sana kami berjalan ke kota Filipi, yaitu kota terpenting di Makedonia. Warga Filipi kebanyakan berasal dari kota Roma. Kami tinggal di sana selama beberapa hari.
ACT 16:13 Pada hari Sabat kami pergi ke pinggir sungai di luar pintu gerbang kota. Di kota itu belum ada rumah pertemuan orang Yahudi, jadi kami berpikir, mungkin orang-orang Yahudi biasa datang ke situ pada hari Sabat untuk beribadah bersama. Kami melihat beberapa perempuan yang sudah berkumpul, lalu duduk berbicara dengan mereka.
ACT 16:14 Salah satu dari mereka bernama Lidia yang berasal dari kota Tiatira. Dia pedagang kain ungu, dan sudah menjadi penyembah Allah, walaupun dia bukan orang Yahudi. Waktu Lidia mendengarkan Paulus, TUHAN membuka hatinya sehingga dia percaya kepada apa yang diajarkan Paulus.
ACT 16:15 Jadi dia dan semua orang yang tinggal di rumahnya dibaptis. Lalu Lidia mengundang kami ke rumahnya. Katanya, “Kalau kalian menganggap bahwa saya benar-benar percaya kepada Tuhan Yesus, mari tinggallah di rumah saya.” Maka dengan senang hati kami menerima tawarannya.
ACT 16:16 Pada hari lain, waktu kami pergi lagi ke tempat berdoa di pinggir sungai itu, kami berhadapan dengan seorang perempuan peramal. Dia bekerja pada beberapa orang majikan. Perempuan itu sudah dirasuki oleh setan yang membuat dia mampu meramalkan masa depan. Dan setiap orang yang datang kepadanya untuk diramal harus membayar kepada majikannya. Jadi majikan-majikannya mendapat banyak uang karena peramal itu.
ACT 16:17 Dia terus mengikuti Paulus dan kami sambil berteriak-teriak, “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepada kita tentang jalan keselamatan.”
ACT 16:18 Berhari-hari dia melakukan itu sampai kesabaran Paulus habis. Jadi Paulus berbalik dan berkata kepada setan itu, “Atas nama Kristus Yesus, saya perintahkan kamu keluar dari perempuan ini!” Saat itu juga setan itu keluar.
ACT 16:19 Tetapi waktu para majikannya melihat bahwa sumber penghasilan mereka sudah tiada, mereka menangkap Paulus dan Silas lalu menyeret mereka berdua ke tempat pertemuan umum di pasar untuk menghadap pejabat-pejabat kota.
ACT 16:20 Lalu di hadapan para pejabat, majikan-majikan itu berkata, “Dua orang Yahudi ini mengacaukan penduduk kota kita!
ACT 16:21 Mereka mengajarkan adat istiadat orang Yahudi yang tidak pantas untuk kita lakukan sebagai warga negara Romawi!”
ACT 16:22 Orang banyak juga ikut mempersalahkan kedua rasul itu. Lalu para pejabat itu merobek-robek pakaian Paulus dan Silas sampai mereka telanjang, lalu memerintahkan supaya mereka berdua dipukuli dengan tongkat.
ACT 16:23 Sesudah dipukuli sampai babak belur, mereka dimasukkan ke dalam penjara. Pejabat-pejabat kota menyuruh kepala penjara untuk menjaga mereka dengan ketat.
ACT 16:24 Karena perintah itu, maka kepala penjara memasukkan Paulus dan Silas ke dalam ruangan yang paling dalam dan aman dalam gedung itu. Kemudian kaki mereka dipasung.
ACT 16:25 Tetapi kira-kira tengah malam, Paulus dan Silas berdoa serta menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Allah, dan para tahanan yang lain ikut mendengarkan mereka.
ACT 16:26 Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang hebat sehingga batu-batu fondasi penjara itu terguncang. Semua pintu penjara terbuka, dan semua rantai para tahanan terlepas.
ACT 16:27 Lalu kepala penjara itu terbangun. Waktu dia melihat pintu-pintu penjara sudah terbuka, dia mencabut pedangnya hendak bunuh diri, karena dia mengira semua tahanan pasti sudah kabur.
ACT 16:28 Tetapi Paulus berteriak keras-keras kepadanya, “Jangan, Pak! Jangan bunuh diri! Kami semua masih ada di sini.”
ACT 16:29 Mendengar itu, kepala penjara menyuruh budaknya mengambilkan pelita, lalu berlari ke dalam dan dengan gemetar bersujud di depan Paulus dan Silas.
ACT 16:30 Kemudian dia mengantar mereka berdua ke luar dan bertanya, “Bapak-bapak, apa yang harus saya lakukan supaya saya diselamatkan?”
ACT 16:31 Lalu jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Kristus Yesus, maka kamu akan diselamatkan. Ajaklah juga semua orang di rumahmu untuk percaya.”
ACT 16:32 Malam itu juga, kepala penjara itu membawa Paulus dan Silas ke rumahnya, membersihkan luka-luka mereka, dan memberi mereka makan. Lalu mereka menyampaikan Kabar Baik tentang Tuhan Yesus kepadanya dan semua orang yang tinggal di rumahnya. Kemudian dia bersama yang lainnya dibaptis, dan mereka semua bergembira karena mereka sudah percaya kepada Allah.
ACT 16:35 Besok paginya, para pejabat mengirimkan beberapa petugas keamanan kota kepada kepala penjara itu untuk memberi perintah, “Lepaskanlah kedua orang itu.”
ACT 16:36 Maka kepala penjara itu menyampaikan kepada Paulus, “Para pejabat sudah menyuruh supaya Bapak-bapak dibebaskan. Jadi sekarang kalian boleh keluar. Pergilah dengan selamat.”
ACT 16:37 Lalu Paulus berkata kepada para petugas keamanan itu, “Kami ini warga negara Roma, tetapi pejabat-pejabat kota sudah membuat kami dipukuli di depan umum tanpa menyelidiki perkaranya! Mereka juga memenjarakan kami tanpa alasan. Dan sekarang mereka ingin kami pergi secara diam-diam. Tentu saja kami tidak mau! Mereka sendiri yang harus datang kemari dan mengantar kami ke luar!”
ACT 16:38 Lalu para petugas keamanan itu pergi melaporkan kata-kata Paulus kepada pejabat-pejabat kota. Waktu mereka mendengar bahwa Paulus dan Silas adalah warga negara Roma, mereka menjadi takut. Karena kalau hal itu dilaporkan kepada atasan mereka, mereka bisa kena hukuman.
ACT 16:39 Maka mereka datang dan minta maaf. Sesudah mengantar Paulus dan Silas ke luar, mereka memohon supaya keduanya meninggalkan kota itu.
ACT 16:40 Paulus dan Silas pun pergi ke rumah Lidia. Sesudah bertemu dan menguatkan hati saudara-saudari seiman, mereka pergi meninggalkan Filipi.
ACT 17:1 Sesudah itu, Paulus dan Silas pergi ke kota Tesalonika melalui kota Amfipolis dan Apolonia. Di kota itu sudah ada rumah pertemuan orang Yahudi.
ACT 17:2 Maka seperti biasanya, Paulus pergi ke rumah pertemuan itu, dan selama tiga hari Sabat berturut-turut dia berdiskusi dengan orang-orang Yahudi tentang Kitab Suci.
ACT 17:3 Berdasarkan tulisan para nabi dia menjelaskan dan membuktikan bahwa Kristus harus menderita, lalu mati, dan kemudian hidup kembali dari kematian. Paulus menegaskan, “Yesus yang sedang saya beritakan kepada kalian, Dialah Kristus yang dijanjikan itu.”
ACT 17:4 Sebagian dari mereka menjadi percaya dan bergabung dengan Paulus dan Silas, termasuk sejumlah besar orang Yunani yang sebelumnya sudah memeluk agama Yahudi, juga banyak perempuan terkemuka.
ACT 17:5 Tetapi orang Yahudi yang tidak percaya mengumpulkan beberapa penjahat yang biasa berkeliaran di pasar, dan bersama gerombolan itu mereka membuat kerusuhan besar di Tesalonika. Kemudian mereka menyerang rumah Yason untuk mencari Paulus dan Silas, dengan maksud menyeret mereka ke hadapan orang banyak.
ACT 17:6 Namun ternyata Paulus dan Silas tidak ada di situ. Maka Yason dan beberapa pengikut Yesus yang lain diseret kepada para pejabat kota. Mereka berteriak, “Orang-orang terkenal yang sudah menyebabkan kekacauan di seluruh dunia sekarang sudah datang ke sini juga!
ACT 17:7 Dan Yason menerima mereka di rumahnya. Mereka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah-perintah raja kita di Roma, karena mereka mengatakan bahwa ada raja lain bernama Yesus.”
ACT 17:8 Mendengar laporan itu, orang banyak dan para pejabat kota pun marah sehingga terjadi keributan.
ACT 17:9 Maka para pejabat kota itu memaksa Yason dan orang-orang yang percaya Kristus untuk membayar denda sebagai jaminan bahwa kekacauan seperti ini tidak akan terjadi lagi. Sesudah itu mereka dilepaskan.
ACT 17:10 Malam itu juga, saudara-saudari seiman di situ segera mengirim Paulus dan Silas ke kota Berea. Sesampainya di sana, mereka pergi ke rumah pertemuan orang Yahudi.
ACT 17:11 Orang-orang di Berea lebih terbuka kepada pengetahuan baru daripada orang di Tesalonika. Mereka senang mendengarkan pengajaran Paulus dan Silas, dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk membuktikan kalau apa yang dikatakan Paulus dan Silas itu benar.
ACT 17:12 Oleh sebab itu banyak dari antara mereka menjadi percaya, termasuk orang Yunani yang sebelumnya sudah memeluk agama Yahudi, baik beberapa perempuan terkemuka maupun banyak laki-laki.
ACT 17:13 Tetapi waktu orang-orang Yahudi di Tesalonika mendengar bahwa Paulus sedang memberitakan Firman Allah di Berea juga, mereka pergi ke sana untuk menghasut orang banyak supaya terjadi keributan lagi.
ACT 17:14 Oleh karena itu, beberapa saudara seiman di Berea segera melarikan Paulus ke daerah pantai, tetapi Silas dan Timotius tetap tinggal di sana.
ACT 17:15 Lalu mereka yang mengantar Paulus membawa dia sampai ke kota Atena. Sesudah itu mereka kembali ke Berea dengan membawa pesan dari Paulus untuk Silas dan Timotius supaya mereka berdua segera datang kepadanya.
ACT 17:16 Sementara Paulus sedang menunggu kedatangan Silas dan Timotius, hatinya sangat terganggu melihat kota Atena penuh dengan patung berhala.
ACT 17:17 Dia sering masuk ke rumah pertemuan orang Yahudi dan berbicara tentang Yesus kepada para pemeluk agama Yahudi, baik orang Yahudi asli maupun yang dari bangsa lain. Setiap hari dia juga pergi ke pasar dan berbicara tentang Yesus kepada siapa saja yang dia temui.
ACT 17:18 Lalu beberapa ahli filsafat dari aliran Epikuros dan Stoa mulai berdebat dengan Paulus. Beberapa di antara mereka berkata, “Ajaran si pembual itu tidak masuk akal.” Dan yang lain berkata, “Sepertinya dia menawarkan dewa-dewa asing.” Mereka berkata seperti itu karena Paulus memberitakan tentang Yesus, khususnya bahwa Yesus hidup kembali dari kematian.
ACT 17:19 Lalu mereka membawa dia ke pertemuan ahli-ahli filsafat yang diadakan di tempat sidang para pejabat kota, yang bernama Sidang Areopagus. Di situ mereka berkata, “Tolong jelaskan kepada kami tentang ajaran baru yang kamu sampaikan itu.
ACT 17:20 Karena kamu mengajarkan hal baru yang belum pernah kami dengar, kami ingin tahu lebih lanjut tentang arti ajaran itu.”
ACT 17:21 (Mereka berkata begitu karena orang-orang Atena dan para pendatang di kota itu sangat tergila-gila membicarakan dan mendengarkan pemikiran baru.)
ACT 17:22 Paulus pun berdiri di hadapan Sidang Areopagus dan berkata, “Saudara-saudariku warga Atena, saya melihat jelas bahwa kalian sungguh-sungguh orang beragama.
ACT 17:23 Karena waktu berjalan-jalan di kota ini, saya perhatikan bahwa kalian mempunyai banyak tempat untuk menyembah dewa-dewamu. Bahkan ada juga sebuah mezbah bertulisan: ‘Kurban untuk dewa yang belum dikenal.’ Karena itu, izinkanlah saya memperkenalkan Dia, Allah yang kalian sembah tetapi tidak mengenal-Nya!
ACT 17:24 “Dialah Allah yang sudah menciptakan dunia ini dengan segala isinya. Dialah Penguasa langit dan bumi. Jadi Dia tidak tinggal di dalam kuil-kuil yang dibangun oleh manusia.
ACT 17:25 Dia tidak perlu dilayani oleh manusia, karena Dialah yang memberikan hidup, nafas, dan segala sesuatu yang lain kepada kita.
ACT 17:26 Dimulai dari nyawa satu orang, Allah menciptakan semua bangsa yang hidup di bumi ini. Dialah yang menentukan masa kejayaan dan keruntuhan setiap kerajaan, juga batas-batas daerah kekuasaan mereka.
ACT 17:27 Semua hasil karya-Nya itu Dia buat sebagai petunjuk agar kita mencari TUHAN dan bisa menemukan-Nya, meskipun sebenarnya Dia tidak jauh dari kita masing-masing.
ACT 17:28 Jadi seperti kata pepatah, ‘Kita hidup, bergerak, dan bernafas hanya karena kuasa-Nya.’ Bahkan para sastrawan negeri ini pun berkata, ‘Kita semua adalah anak-anak-Nya.’
ACT 17:29 “Jadi, karena kita adalah ‘anak-anak-Nya,’ janganlah kita berpikir bahwa Allah itu sesuatu yang dapat dibayangkan manusia, atau bisa dibuat dari emas, perak, atau batu sesuai dengan kepintaran kita.
ACT 17:30 Dahulu, memang manusia tidak mengenal-Nya dan tidak tahu bagaimana cara menyembah Dia. Tetapi yang lalu biarlah berlalu. Allah sudah mengampuni ketidaktahuan kita dan tidak memperhitungkannya. Yang penting sekarang Dia memerintahkan agar semua orang di mana pun bertobat dan menyembah Dia saja.
ACT 17:31 Karena Allah sudah menentukan satu hari di mana Dia akan menghakimi semua manusia dengan adil. Penghakiman itu akan dilakukan oleh satu Penguasa yang sudah ditetapkan-Nya. Allah sudah membuktikan bahwa Penguasa itu benar-benar Raja dan Hakim seluruh bumi, dengan cara menghidupkan Dia dari kematian.”
ACT 17:32 Ketika orang-orang Atena mendengar Paulus berkata bahwa ada Orang yang pernah dihidupkan dari kematian, sebagian dari mereka menertawakan Paulus. Tetapi yang lain berkata, “Kami mau mendengar lebih lanjut tentang hal ini di lain waktu.”
ACT 17:33 Jadi Paulus meninggalkan mereka.
ACT 17:34 Namun ada beberapa yang percaya kepada Yesus dan bergabung dengan Paulus, antara lain Dionisius (yang adalah anggota Sidang Areopagus), seorang perempuan bernama Damaris, juga beberapa orang lain.
ACT 18:1 Sesudah itu, Paulus meninggalkan kota Atena dan pergi ke Korintus.
ACT 18:2 Di sana dia bertemu dengan Akwila, seorang Yahudi dari provinsi Pontus. Dia bersama istrinya, Priskila, belum lama datang dari Italia, karena Klaudius— raja tertinggi kerajaan Romawi— sudah memerintahkan bahwa semua orang Yahudi harus meninggalkan Roma.
ACT 18:3 Dan karena Paulus mempunyai pekerjaan yang sama dengan mereka, yaitu membuat tenda, dia pun tinggal dan bekerja bersama mereka berdua.
ACT 18:4 Setiap hari Sabat, Paulus pergi ke rumah pertemuan orang Yahudi dan berbicara dengan semua yang hadir di situ, baik orang Yahudi maupun orang Yunani yang memeluk agama Yahudi. Dia berusaha meyakinkan mereka supaya percaya kepada Yesus.
ACT 18:5 Tetapi ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, hati Paulus terdorong untuk mengajarkan berita keselamatan kepada semua pemeluk agama Yahudi itu. Dia semakin berusaha meyakinkan mereka bahwa Yesus adalah Kristus yang sudah dijanjikan Allah.
ACT 18:6 Tetapi ketika sebagian dari mereka menentang dan menghina Paulus, dia mengibaskan debu dari jubahnya dan berkata kepada mereka, “Kalian sendiri yang akan menanggung hukuman Allah, bukan saya! Mulai sekarang, saya akan pergi memberitakan kabar keselamatan kepada bangsa-bangsa yang bukan Yahudi.”
ACT 18:7 Jadi Paulus meninggalkan rumah pertemuan itu dan masuk ke rumah Yustus, tepat di sebelah rumah pertemuan itu. Yustus adalah seorang bukan Yahudi yang sudah menjadi penyembah Allah.
ACT 18:8 Krispus, kepala rumah pertemuan itu, bersama semua orang serumahnya juga percaya kepada Tuhan Yesus. Banyak juga orang lain di Korintus yang menjadi percaya setelah mendengar pengajaran Paulus, dan mereka semua dibaptis.
ACT 18:9 Suatu malam, Tuhan berkata kepada Paulus dalam sebuah penglihatan, “Jangan takut. Tetaplah mengajar dengan berani dan jangan berdiam diri,
ACT 18:10 karena Aku sudah memilih banyak orang di kota ini untuk menjadi umat-Ku. Tidak ada yang akan mencelakaimu, karena Aku menyertai kamu.”
ACT 18:11 Maka Paulus tinggal di sana dan terus mengajarkan berita keselamatan selama satu setengah tahun.
ACT 18:12 Tetapi pada waktu Galio menjabat sebagai gubernur provinsi Akaya, orang-orang Yahudi bersatu melawan Paulus. Mereka menangkap dan membawanya ke hadapan Galio untuk diadili.
ACT 18:13 Mereka menuduh dia dengan berkata, “Orang ini mengajarkan agama baru yang berlawanan dengan hukum Taurat kami.”
ACT 18:14 Begitu Paulus mau berbicara, Galio menjawab mereka, “Kalau kalian orang Yahudi melaporkan dia karena berbuat kesalahan atau suatu kejahatan, saya akan bersabar mendengarkan kalian.
ACT 18:15 Tetapi kalau pengaduan kalian hanyalah soal kata-kata dan nama-nama dalam hukum agama Yahudi, uruslah hal itu sendiri! Saya menolak menjadi hakim untuk hal-hal yang seperti itu.”
ACT 18:16 Lalu Galio memerintahkan para tentaranya untuk mengusir mereka dari ruang pengadilan.
ACT 18:17 Tetapi orang-orang Yunani malahan menangkap Sostenes, pemimpin rumah pertemuan Yahudi, lalu memukulinya di tengah ruang pengadilan itu. Namun Galio sama sekali tidak mau peduli.
ACT 18:18 Sesudah itu, Paulus masih tinggal beberapa bulan lagi di Korintus. Lalu dia pamit kepada saudara-saudari seiman dan berlayar ke provinsi Siria bersama Priskila dan Akwila. Sewaktu kapal mereka singgah di kota pelabuhan Kengkrea, Paulus mencukur rambutnya sesuai adat Yahudi mengenai perjanjian dengan TUHAN.
ACT 18:19 Ketika mereka tiba di Efesus, Paulus masuk ke rumah pertemuan orang Yahudi dan berdiskusi dengan orang Yahudi yang hadir. Mereka memintanya untuk tinggal lebih lama di kota itu, tetapi dia menolak dengan berkata, “Sangat penting bagi saya mengikuti perayaan di Yerusalem. Kalau Allah mengizinkan, saya akan datang lagi ke sini.” Sesudah itu Paulus pergi naik kapal sementara Priskila dan Akwila tetap tinggal di sana.
ACT 18:22 Setibanya di Kaisarea, Paulus pergi ke Yerusalem untuk memberi salam kepada jemaat di sana. Lalu dia melanjutkan perjalanan ke Antiokia.
ACT 18:23 Sesudah tinggal beberapa lama di kota itu, dia pergi mengunjungi jemaat-jemaat di provinsi Galatia dan Frigia serta menguatkan keyakinan semua pengikut Yesus di sana.
ACT 18:24 Pada waktu yang sama, seorang Yahudi bernama Apolos datang ke Efesus. Dia berasal dari kota Aleksandria di Mesir. Apolos sudah banyak mempelajari Kitab Suci dan pandai sekali berbicara.
ACT 18:25 Dia juga pernah diajar tentang jalan keselamatan melalui Raja Penyelamat. Dengan teliti dan semangat yang menyala-nyala, Apolos mengajar di rumah pertemuan orang Yahudi tentang Raja Penyelamat, meskipun dia hanya mengetahui tentang pelayanan Yohanes Pembaptis. Priskila dan Akwila hadir waktu Apolos mulai mengajar dengan berani di rumah pertemuan. Lalu mereka mengajak dia ke rumah mereka dan menjelaskan kepadanya lebih lengkap lagi tentang jalan keselamatan dari Allah melalui Yesus.
ACT 18:27 Sesudah itu, Apolos mau pergi ke provinsi Akaya. Saudara-saudari seiman di Efesus membantu dia dengan menulis surat pengantar, supaya seluruh jemaat di sana menerimanya dengan baik. Ketika Apolos tiba di sana, dia sangat menguatkan keyakinan orang-orang yang karena kebaikan hati Allah sudah percaya Yesus.
ACT 18:28 Karena dalam perdebatan-perdebatan di depan umum, dengan hebatnya dia mengalahkan orang-orang Yahudi yang tidak percaya kepada Yesus. Dia membuktikan dari ayat-ayat Kitab Suci bahwa Yesus adalah Kristus yang sudah dijanjikan.
ACT 19:1 Sementara Apolos masih di kota Korintus di provinsi Akaya, Paulus meninggalkan provinsi Galatia dan Frigia, lalu berjalan melintasi pedalaman Asia dan tiba kembali di Efesus. Di situ, dia bertemu dengan beberapa orang yang sudah percaya pada pengajaran bahwa Allah akan mengirim seorang Raja Penyelamat.
ACT 19:2 Kemudian Paulus bertanya kepada mereka, “Saat kalian percaya ajaran itu, apakah kalian juga menerima Roh Kudus?” Jawab mereka, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus.”
ACT 19:3 Lalu dia bertanya lagi, “Kalau begitu, kalian dibaptis menurut ajaran siapa?” Jawab mereka, “Yang diajarkan Yohanes.”
ACT 19:4 Lalu Paulus berkata, “Yohanes membaptis orang sebagai tanda bahwa mereka sudah bertobat dari dosa-dosa mereka. Dia juga memberitahukan bahwa mereka harus percaya kepada Seseorang yang akan datang sesudahnya, yaitu Kristus Yesus.”
ACT 19:5 Ketika mendengar perkataan Paulus itu, mereka meminta dia untuk membaptis mereka dalam nama Tuhan Yesus.
ACT 19:6 Dan sewaktu Paulus meletakkan kedua tangannya pada mereka masing-masing, Roh Allah turun ke atas mereka. Orang-orang itu pun mulai berbicara dalam berbagai bahasa sesuai kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus. Mereka juga menyampaikan pesan dari Roh Allah.
ACT 19:7 Jumlah mereka kira-kira dua belas orang laki-laki.
ACT 19:8 Selama tiga bulan di Efesus, Paulus sering masuk ke rumah pertemuan orang Yahudi. Dengan berani dia berdebat dan meyakinkan mereka tentang berita keselamatan dan kerajaan Allah.
ACT 19:9 Tetapi beberapa orang dari antara mereka mengeraskan hati dan menolak untuk percaya kepada Yesus. Di depan umum mereka menghina jalan keselamatan melalui Yesus. Oleh karena itu Paulus meninggalkan rumah pertemuan tersebut dan mengajak orang-orang yang percaya untuk memisahkan diri dari mereka yang tidak percaya kepada Yesus. Sesudah itu, tiap hari dia mengajar orang-orang percaya di balai pertemuan yang dinamakan Balai Diskusi Tiranus.
ACT 19:10 Sampai dua tahun berikutnya Paulus terus mengajar di tempat itu, sehingga semua orang yang tinggal di provinsi Asia mendengar berita keselamatan tentang Tuhan Yesus, baik orang Yahudi maupun yang bukan Yahudi.
ACT 19:11 Selama masa itu, Allah melakukan banyak keajaiban yang luar biasa melalui Paulus.
ACT 19:12 Misalnya, kalau orang-orang sakit tidak bisa datang menemui Paulus, mereka cukup memegang saputangan atau kain yang pernah disentuh Paulus, dan mereka pun langsung sembuh. Begitu juga dengan orang yang kerasukan setan.
ACT 19:13 Suatu kali, ada tujuh orang dukun keliling yang hendak meniru Paulus. Mereka adalah anak-anak Skewa, seorang Yahudi yang mengaku sebagai imam besar. Mereka tidak percaya kepada Yesus, tetapi berusaha mengusir roh jahat dengan menggunakan nama Tuhan Yesus. Beberapa kali mereka berkata kepada orang-orang yang kerasukan roh-roh jahat, “Hai roh jahat, dengan nama Yesus yang diberitakan Paulus, kami perintahkan kalian keluar dari orang ini!”
ACT 19:15 Tetapi sekali waktu, saat mereka melakukannya lagi, roh jahat yang hendak mereka usir justru menjawab lewat mulut orang yang dia rasuki, “Yesus aku kenal. Paulus juga aku tahu. Tetapi kalian bukan siapa-siapa!”
ACT 19:16 Orang yang kerasukan roh jahat itu tiba-tiba berdiri, menyerang, dan merobek-robek pakaian mereka. Ketujuh anak Skewa dikalahkan olehnya, lalu mereka lari dari rumah itu dengan luka-luka dan telanjang.
ACT 19:17 Ketika kejadian itu didengar oleh semua penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun yang bukan Yahudi, mereka menjadi ketakutan dan sangat menghormati Tuhan Yesus.
ACT 19:18 Lalu banyak orang yang sudah percaya kepada Yesus datang dan mengaku di depan umum bahwa mereka pernah terlibat dalam ilmu sihir.
ACT 19:19 Bahkan banyak dari antara mereka mengumpulkan kitab-kitab sihir mereka dan membakarnya di hadapan semua orang. Kalau dihitung-hitung, harga semua buku itu kira-kira 50.000 keping uang perak.
ACT 19:20 Dengan demikian, berita keselamatan tentang Tuhan Yesus semakin tersebar dan semakin besar pengaruhnya.
ACT 19:21 Setelah semua peristiwa itu, Paulus berencana pergi ke Yerusalem dengan melewati Makedonia dan Akaya. Dia juga berkata, “Sesudah dari sana, saya harus mengunjungi Roma.”
ACT 19:22 Lalu Paulus mengirim dua orang kepercayaannya, yaitu Timotius dan Erastus, untuk mendahuluinya ke provinsi Makedonia. Sementara itu, dia sendiri masih tinggal beberapa waktu di provinsi Asia.
ACT 19:23 Kira-kira pada waktu itu, terjadilah kerusuhan besar karena orang-orang menentang jalan keselamatan yang diajarkan oleh Paulus.
ACT 19:24 Masalah ini dimulai dari seorang pengusaha bernama Demetrius. Dia mempunyai usaha kerajinan perak. Di kota itu terdapat kuil dewi Artemis. Demetrius bersama rekan-rekan usahanya membuat hiasan miniatur berbentuk kuil itu, untuk dijual kepada para penyembah Artemis. Jadi semua yang terlibat dalam usaha itu mendapat penghasilan besar.
ACT 19:25 Demetrius mengumpulkan semua pengrajin yang ikut serta dalam pekerjaan itu lalu berkata kepada mereka, “Saudara-saudara, kalian semua tahu bahwa kita mendapat banyak uang karena usaha ini.
ACT 19:26 Tetapi sekarang kalian sendiri melihat dan mendengar bahwa Paulus sudah menghasut banyak orang dengan berkata, ‘Dewa-dewi yang dibuat oleh tangan manusia tidak hidup dan tidak berkuasa atas apa pun.’ Dan dia berhasil mempengaruhi banyak orang, baik penduduk Efesus maupun semua daerah di Asia.
ACT 19:27 Gara-gara si Paulus itu, pekerjaan kita akan dirugikan. Yang lebih parah, penyembahan dewi kita akan dianggap sia-sia, dan keagungan Artemis diinjak-injak! Sungguh celaka! Padahal dialah dewi agung yang dipuja oleh semua orang di Asia, bahkan seluruh dunia.”
ACT 19:28 Mendengar perkataan Demetrius, hati orang-orang itu menjadi panas dan mereka berteriak-teriak, “Besarlah Artemis, dewi orang Efesus!”
ACT 19:29 Lalu timbullah huru-hara di seluruh kota. Kedua teman Paulus yang dari Makedonia, yaitu Gayus dan Aristarkus, ditangkap dan diseret beramai-ramai memasuki stadion.
ACT 19:30 Melihat situasi itu, Paulus ingin masuk ke dalam stadion untuk berbicara kepada orang banyak, tetapi saudara-saudari seiman mati-matian melarangnya.
ACT 19:31 Bahkan beberapa pembesar di provinsi Asia yang sudah menjadi sahabat Paulus mengirim pesan supaya dia tidak masuk ke tempat itu.
ACT 19:32 Keadaan di dalam stadion kacau balau. Ada yang berteriak begini, dan ada yang berteriak begitu. Sebenarnya kebanyakan orang tidak tahu untuk apa mereka berkumpul di situ.
ACT 19:33 Lalu beberapa orang Yahudi mendorong maju seseorang bernama Aleksander supaya dia menjelaskan bahwa yang menyebabkan masalah ini bukanlah orang Yahudi. Aleksander pun berusaha menenangkan kerumunan besar itu dengan isyarat tangannya, karena dia hendak berbicara.
ACT 19:34 Tetapi waktu orang banyak mengenali dia sebagai orang Yahudi, mereka berteriak-teriak selama kira-kira dua jam, “Besarlah Artemis, dewi orang Efesus!”
ACT 19:35 Lalu sekretaris kota menyuruh orang banyak itu tenang. Sesudah itu dia berkata, “Hai orang Efesus, tidak usah ribut! Semua orang di dunia ini sudah tahu bahwa kita orang Efesus yang menjaga kuil pusat penyembahan dewi besar kita Artemis, dan kita jugalah yang menjaga patungnya yang diturunkan dari langit!
ACT 19:36 Tidak akan ada yang bisa membantah hal itu. Jadi, hendaklah kita tenang. Jangan terburu-buru mengambil tindakan.
ACT 19:37 Percuma kalian membawa kedua orang itu ke sini. Karena mereka tidak mencuri apa pun dari kuil dewi kita, dan mereka juga tidak menghina dia.
ACT 19:38 Kalau Demetrius dan teman sekerjanya marah kepada seseorang, mereka bisa membawa perkara itu ke sidang pengadilan, di mana secara teratur kedua pihak bisa saling menunjukkan kesalahan di depan para hakim.
ACT 19:39 Dan kalau kalian mempunyai masalah-masalah yang lain, itu bisa kita selesaikan nanti dalam sidang rakyat yang sah.
ACT 19:40 Tetapi jika kita ribut-ribut seperti hari ini, penguasa kita pemerintah Romawi bisa menyalahkan kita. Karena kalau mereka bertanya, ‘Kenapa kalian membuat kerusuhan?’— kita tidak bisa memberikan alasan.”
ACT 19:41 Sesudah berkata begitu, dia menyuruh mereka bubar.
ACT 20:1 Sesudah kerusuhan itu berakhir, Paulus mengumpulkan semua pengikut Yesus dan berpamitan dengan mereka, lalu berangkat ke provinsi Makedonia.
ACT 20:2 Di situ dia mengunjungi jemaat-jemaat dan memberikan banyak nasihat untuk menguatkan mereka. Kemudian Paulus sampai ke provinsi Akaya, yang juga disebut Yunani.
ACT 20:3 Dia tinggal di sana selama tiga bulan. Tetapi ketika dia bersiap-siap untuk berlayar ke Siria, dia mendengar bahwa orang-orang Yahudi sedang berencana untuk membunuhnya dalam perjalanan itu. Jadi Paulus memutuskan untuk kembali melalui Makedonia.
ACT 20:4 Orang-orang yang menyertai dia dalam perjalanan ke Asia adalah Timotius, Sopater (dari kota Berea), Aristarkus dan Sekundus (keduanya dari kota Tesalonika), Gayus (dari Derbe), serta Tikikus dan Trofimus (keduanya dari provinsi Asia).
ACT 20:5 Mereka berangkat lebih dulu, lalu Paulus dan saya (Lukas) menyusul kemudian sementara mereka menunggu kami di Troas.
ACT 20:6 Kemudian, sesudah hari raya Paskah, kami berangkat dengan kapal dari Filipi menuju Troas. Sesudah lima hari perjalanan, kami berdua tiba di Troas dan bertemu dengan mereka. Kami semua tinggal di sana selama tujuh hari.
ACT 20:7 Pada hari Minggu malam, kami dan saudara-saudari seiman di Troas berkumpul untuk makan bersama dan mengadakan Perjamuan Kudus. Paulus berkhotbah kepada mereka lama sekali, sampai tengah malam, karena rombongan kami berencana untuk berangkat meninggalkan mereka besok paginya.
ACT 20:8 Kami semua berkumpul di sebuah ruangan di tingkat atas dan banyak pelita dinyalakan.
ACT 20:9 Seorang pemuda bernama Eutikus duduk terkantuk-kantuk di jendela. Sementara Paulus masih terus berbicara, Eutikus tidak bisa lagi menahan kantuknya. Dia pun tertidur dan jatuh ke bawah dari tingkat tiga. Ketika orang-orang turun dan mengangkatnya, ternyata dia sudah mati.
ACT 20:10 Tetapi Paulus turun ke bawah dan langsung berlutut di samping pemuda itu serta memeluknya. Lalu Paulus berkata, “Jangan kuatir, karena dia masih hidup.”
ACT 20:11 Kemudian Paulus dan kami kembali ke atas. Dia memimpin Perjamuan Kudus dan lanjut berbicara dengan mereka sampai subuh. Sesudah itu, dia berangkat bersama dengan kami rombongannya.
ACT 20:12 Sementara itu, Eutikus diantar pulang ke rumahnya, dan semua saudara seiman di situ sangat lega karena dia masih hidup.
ACT 20:13 Sesuai rencana yang sudah kami atur, Paulus berjalan kaki dari Troas ke kota Asos, sedangkan saya (Lukas) bersama anggota rombongan yang lain berlayar lebih dulu ke Asos dan menunggu dia di sana.
ACT 20:14 Jadi waktu Paulus tiba di Asos, dia juga naik kapal yang kami tumpangi, dan kami melanjutkan perjalanan ke kota Mitilene.
ACT 20:15 Hari berikutnya kami berlayar dari Mitilene sampai melihat pulau Kios. Kapal terus melaju, dan hari berikutnya kami melewati pulau Samos lalu singgah di Trogilium. Keesokan harinya, kami tiba di Miletus.
ACT 20:16 Dengan begitu kami sudah melewati Efesus. Paulus memang sudah memutuskan untuk tidak mampir di situ, supaya tidak terlalu lama tinggal di provinsi Asia. Karena sebisa mungkin dia mau mengikuti hari raya Pentakosta di Yerusalem.
ACT 20:17 Oleh sebab itu Paulus mengirim pesan ke Efesus untuk meminta para pemimpin jemaat di sana datang menemui dia di Miletus.
ACT 20:18 Sesudah mereka tiba, Paulus berkata kepada mereka, “Kalian sendiri tahu bagaimana cara hidup saya di antara kalian sejak hari pertama tiba di Asia sampai sekarang.
ACT 20:19 Saya selalu berusaha sungguh-sungguh melayani Tuhan Yesus tanpa meninggikan diri sebagai raja atas kalian, dan saya mengajar kalian dengan banyak mencucurkan air mata. Di samping itu, saya mengalami banyak kesusahan karena rencana-rencana jahat orang Yahudi.
ACT 20:20 Biarpun begitu, saya tidak segan-segan menyampaikan apa pun yang berguna bagi kalian, baik ketika mengajar di muka umum maupun dari rumah ke rumah.
ACT 20:21 Saya selalu mengajar dengan terus terang, baik kepada orang Yahudi maupun bukan Yahudi, supaya mereka bertobat dan percaya kepada Tuhan kita Yesus.
ACT 20:22 “Tetapi sekarang saya wajib menaati Roh Allah yang menyuruh saya pergi ke Yerusalem. Dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan saya di sana.
ACT 20:23 Lagipula, di setiap kota yang baru-baru ini saya kunjungi, Roh Kudus sudah memberitahukan bahwa nanti saya akan dipenjara dan mengalami penderitaan.
ACT 20:24 Tetapi bagi saya, kesengsaraan itu bukan masalah. Mati pun saya tidak takut. Saya hanya ingin tetap berjuang dengan sukacita sampai garis akhir dan menyelesaikan tugas yang sudah Tuhan Yesus percayakan kepada saya, yaitu memberitakan Kabar Baik tentang keselamatan karena kebaikan hati Allah.
ACT 20:25 “Tetapi sekarang, dengan berat hati saya harus memberitahukan bahwa kita tidak akan pernah bertemu lagi. Pelayanan saya mengajar tentang kerajaan Allah di antara kalian sudah berakhir.
ACT 20:26 Jadi, hari ini saya tegaskan kepada kalian: Kalau ada di antara kalian yang masuk neraka, TUHAN Allah tidak akan menuntut saya!
ACT 20:27 Karena dengan setia saya sudah memberitahukan kepada kalian semua ajaran yang Allah kehendaki untuk kalian ketahui.
ACT 20:28 “Jadi, jagalah dirimu masing-masing! Bimbinglah seluruh jemaat dengan baik, karena Roh Kudus sudah menetapkan kalian sebagai penjaga dan gembala atas jemaat milik Allah dan Tuhan Yesus, jemaat yang adalah kawanan domba-Nya yang sudah ditebus dengan darah-Nya sendiri.
ACT 20:29 Saya tahu bahwa sesudah saya pergi, serigala-serigala yang jahat akan menyusup ke antara kalian, dan mereka akan berusaha membinasakan kawanan domba ini.
ACT 20:30 Bahkan dari antara kalian sendiri akan muncul orang-orang yang berusaha memutar-balikkan ajaran benar, untuk menarik saudara-saudari seiman menjadi pengikut mereka.
ACT 20:31 Oleh karena itu, berjaga-jagalah! Ingatlah bahwa selama tiga tahun, siang dan malam, dengan bercucuran air mata, saya tidak pernah berhenti menasihati setiap kalian.
ACT 20:32 “Dan sekarang, Saudara-saudara, saya hanya dapat meninggalkan kalian dalam tangan TUHAN. Dialah yang akan menjaga kamu masing-masing. Dan kamu akan terjaga kalau memusatkan hidupmu pada kabar keselamatan dari Allah. Karena kabar itu berkuasa untuk menguatkanmu supaya kamu tetap layak menerima semua berkat yang sudah Allah sediakan bagi kita yang Dia sucikan.
ACT 20:33 Saya tidak pernah menginginkan harta kalian, baik berupa perak, emas, maupun pakaian.
ACT 20:34 Kalian sendiri tahu bahwa selama ini saya bekerja dengan tangan sendiri untuk memenuhi semua kebutuhan saya dan kebutuhan beberapa saudara seiman yang melayani bersama saya.
ACT 20:35 Dengan begitu saya selalu berusaha menjadi teladan tentang bagaimana seharusnya kita bekerja keras untuk menolong orang-orang yang lemah. Dan kita juga harus ingat bahwa Tuhan Yesus sudah berkata, ‘Orang yang memberi bantuan lebih diberkati daripada yang menerima bantuan itu.’”
ACT 20:36 Sesudah Paulus mengatakan semuanya itu, dia berlutut bersama mereka dan memimpin doa.
ACT 20:37 Mereka semua menangis tersedu-sedu sambil memeluk Paulus dan memberi ciuman perpisahan.
ACT 20:38 Mereka sangat sedih, terlebih karena Paulus mengatakan bahwa mereka tidak akan bertemu dia lagi. Lalu orang-orang itu mengantarkan Paulus dan kami ke kapal.
ACT 21:1 Setelah berpisah dengan para pemimpin Jemaat Efesus, kami berlayar menuju pulau Kos. Besoknya, kami ke pulau Rodos. Dan dari situ kami melanjutkan perjalanan sampai ke kota Patara.
ACT 21:2 Di sana kami melihat sebuah kapal yang akan menyeberang ke daerah Fenisia. Lalu kami naik ke kapal itu dan berangkat.
ACT 21:3 Dalam pelayaran itu kami melihat pulau Siprus di sebelah kiri. Kapal kami hanya melewatinya dan terus berlayar ke Siria. Akhirnya kami singgah di kota Tirus, karena kapal itu membawa muatan yang harus diturunkan di situ.
ACT 21:4 Waktu itu kami menemukan beberapa pengikut Yesus di sana dan tinggal bersama mereka selama tujuh hari. Melalui nubuatan dari Roh Allah mereka menasihatkan Paulus supaya jangan pergi ke Yerusalem.
ACT 21:5 Ketika tiba waktunya untuk berangkat lagi dengan kapal itu, semua saudara seiman di Tirus bersama para istri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota. Lalu di pinggir pantai, kami berlutut dan berdoa bersama.
ACT 21:6 Sesudah berpamitan, kami naik ke kapal, dan mereka pulang ke rumah masing-masing.
ACT 21:7 Dari Tirus, kami lanjut berlayar dan tiba di kota Petolemais. Kami mencari saudara-saudari seiman di situ. Sesudah menemukan beberapa orang dan bersalam-salaman, mereka mengajak kami menginap malam itu.
ACT 21:8 Besoknya, kami menemani Paulus berlayar lagi dan tiba di kota Kaisarea. Di situ kami pergi kepada Filipus dan tinggal di rumahnya. Filipus ini memiliki kemampuan rohani untuk mengabarkan berita keselamatan. Dia juga salah satu dari ketujuh orang yang dulu dipilih sebagai petugas jemaat untuk melayani kebutuhan para janda.
ACT 21:9 Dia mempunyai empat anak gadis yang diberi kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan yang diterima dari Roh Allah.
ACT 21:10 Sesudah kami tinggal di sana beberapa hari, kebetulan datanglah seorang yang bernama Agabus dari provinsi Yudea. Dia juga mempunyai kemampuan rohani untuk bernubuat.
ACT 21:11 Agabus mendekati kami, mengambil ikat pinggang Paulus, lalu mengikat kaki dan tangannya sendiri dengan ikat pinggang itu. Kemudian dia berkata, “Roh Kudus memberitahukan, ‘Seperti inilah orang Yahudi di Yerusalem akan mengikat pemilik ikat pinggang ini. Lalu mereka akan menyerahkan dia ke tangan orang yang bukan Yahudi.’”
ACT 21:12 Waktu mendengar hal itu, kami bersama saudara-saudari seiman di Kaisarea memohon dengan sangat kepada Paulus supaya jangan melanjutkan perjalanan ke Yerusalem.
ACT 21:13 Tetapi Paulus menjawab, “Kenapa kalian menangis dan membuat hati saya hancur?! Jangankan hanya diikat, mati di Yerusalem pun saya sudah siap, demi nama Tuhan Yesus dimuliakan.”
ACT 21:14 Kami tidak bisa mengubah pendapatnya. Akhirnya kami berhenti membujuk dia dan berkata, “Biarlah kehendak TUHAN yang jadi.”
ACT 21:15 Sesudah beberapa hari di Kaisarea, kami pun bersiap-siap dan berangkat ke Yerusalem.
ACT 21:16 Beberapa pengikut Yesus dari kota itu juga ikut bersama kami untuk mengantar kami ke rumah Manason, tempat di mana kami akan menginap selama di Yerusalem. Manason adalah orang Siprus yang sudah lama menjadi pengikut Yesus.
ACT 21:17 Sewaktu kami tiba di Yerusalem, saudara-saudari seiman menyambut kami dengan gembira.
ACT 21:18 Keesokan harinya, Paulus dan kami pergi menemui Yakobus. Semua pemimpin jemaat di sana juga sudah berkumpul bersamanya.
ACT 21:19 Paulus memberi salam kepada mereka dan menyampaikan laporan satu per satu tentang semua hal yang sudah diperbuat Allah melalui pelayanannya di antara orang bukan Yahudi.
ACT 21:20 Sesudah mendengar laporan dari Paulus itu, mereka semua memuji TUHAN, lalu berkata kepada Paulus, “Saudara, kamu sendiri bisa melihat bahwa sekarang sudah ada ribuan orang Yahudi yang percaya kepada Yesus, dan mereka semua berpegang teguh kepada hukum Taurat.
ACT 21:21 Tetapi mereka sudah mendengar cerita palsu tentangmu, bahwa kamu mengajar semua orang Yahudi yang tersebar di daerah-daerah bangsa lain agar meninggalkan hukum Taurat. Yang mereka dengar, misalnya, kamu mengajari orang Yahudi untuk tidak mengikuti adat-istiadat Yahudi atau menyunat anak laki-laki mereka.
ACT 21:22 Jadi kita perlu berkumpul bersama dan meluruskan kesalahpahaman ini, karena mereka pasti akan mendengar bahwa kamu sudah kembali ke sini.
ACT 21:23 Kami sudah memikirkan suatu cara, begini: Di antara saudara seiman, ada empat orang yang sudah menyelesaikan perjanjian khusus dan perlu mengikuti upacara penyucian di teras rumah Allah. Ikutlah bersama mereka dalam upacara penyucian itu, dan bayarlah ongkos untuk mencukur rambut kalian. Kalau kamu melakukan itu, semua orang Yahudi di daerah ini yang melihatmu akan tahu bahwa kabar tentangmu itu tidak benar dan kamu sendiri masih mengikuti hukum Taurat.
ACT 21:25 Sedangkan mengenai saudara-saudari pengikut Yesus dari bangsa bukan Yahudi, kami sudah mengirim surat kepada mereka yang berisi aturan pokok saja, yaitu: ‘Jangan ikut terlibat dalam apa pun yang berhubungan dengan berhala, termasuk makan sajian persembahannya. Jangan makan daging binatang yang mati dicekik, atau apa saja yang mengandung darah, dan jangan melakukan percabulan.’”
ACT 21:26 Jadi pada hari berikutnya, Paulus pergi bersama keempat orang itu untuk mendukung acara penyucian tersebut dan dia sendiri ikut juga dalam upacara itu. Kemudian dia masuk ke teras rumah Allah untuk memberitahukan kepada para imam tanggal berakhirnya tujuh hari proses penyucian mereka, dan persembahan mereka masing-masing akan diberikan pada tanggal itu.
ACT 21:27 Ketika hampir berakhir masa tujuh hari penyucian mereka, beberapa orang Yahudi dari provinsi Asia melihat Paulus di salah satu teras rumah Allah. Lalu mereka menghasut orang banyak yang ada di sana untuk menangkap dia.
ACT 21:28 Mereka berteriak, “Hai orang Yahudi, tolong! Itulah dia!— orang yang mengajar di mana-mana untuk menentang adat-istiadat bangsa kita, hukum Taurat, dan rumah Allah yang kudus ini. Bahkan sekarang dia sudah menajiskan tempat suci ini dengan membawa orang bukan Yahudi ke dalam teras rumah Allah.”
ACT 21:29 (Mereka berkata begitu karena pernah melihat Paulus di Yerusalem bersama Trofimus, orang Efesus itu. Mereka mengira Paulus sudah membawa dia ke dalam teras rumah Allah, padahal tidak.)
ACT 21:30 Lalu seluruh kota menjadi kacau. Orang banyak berlarian dan mengepung Paulus. Mereka menangkap dia lalu menyeretnya keluar dari teras rumah Allah. Dan saat itu juga pintu-pintu teras rumah Allah ditutup.
ACT 21:31 Sementara orang banyak itu berusaha membunuh Paulus, laporan datang kepada komandan batalion Romawi bahwa seluruh penduduk Yerusalem sedang rusuh.
ACT 21:32 Dia langsung mengerahkan para tentara dan komandan kompi lalu berlari ke tempat kerusuhan itu. Ketika orang-orang Yahudi melihat komandan batalion dan tentaranya datang, mereka berhenti memukuli Paulus.
ACT 21:33 Sesudah komandan itu tiba, dia menyuruh tentara-tentaranya menangkap Paulus dan mengikat dia dengan rantai kepada dua tentara di sebelah kiri dan kanannya. Lalu dia bertanya, “Siapa orang ini, dan kesalahan apa yang sudah dilakukannya?”
ACT 21:34 Tetapi di antara orang banyak itu ada yang berteriak begini, dan ada yang berteriak begitu. Komandan batalion tidak bisa memastikan mana yang benar karena suara orang-orang itu sangat ribut. Jadi dia memerintahkan supaya Paulus dibawa ke markas.
ACT 21:35 Ketika sampai di tangga batu, tentara-tentara terpaksa mengangkat Paulus karena orang banyak itu berdesak-desakan hendak menyerang dia,
ACT 21:36 dan karena begitu banyaknya orang yang mengikuti sambil berteriak-teriak, “Binasakan dia!”
ACT 21:37 Sewaktu hampir tiba di dalam markas, Paulus bertanya kepada komandan batalion, “Bolehkah saya bicara sebentar dengan Tuan?” Komandan itu menjawab, “Wah, rupanya kamu bisa berbahasa Yunani!
ACT 21:38 Kalau begitu, kamu bukan orang Mesir yang beberapa waktu lalu memulai pemberontakan dan memimpin empat ribu orang pemberontak masuk ke padang belantara.”
ACT 21:39 Jawab Paulus, “Saya memang orang Yahudi, tetapi saya berasal dari kota Tarsus di provinsi Kilikia. Jadi saya adalah warga salah satu kota penting dalam kerajaan Roma. Saya minta izin untuk berbicara kepada orang banyak ini.”
ACT 21:40 Lalu komandan itu mengizinkan Paulus berbicara kepada orang banyak. Paulus berdiri di atas tangga dan memberi tanda dengan tangannya kepada mereka supaya tenang. Sesudah mereka diam, mulailah dia berbicara dalam bahasa Ibrani,
ACT 22:1 “Saudara-saudara dan Bapak-bapak, dengarkanlah pembelaan saya.”
ACT 22:2 Ketika mereka mendengar Paulus berbicara dalam bahasa Ibrani, mereka menjadi lebih tenang lagi. Lalu dia lanjut bicara,
ACT 22:3 “Saya orang Yahudi, yang dilahirkan di provinsi Kilikia di kota Tarsus, tetapi saya dibesarkan di kota ini. Saya murid Gamaliel, dan saya dididik dengan ketat menurut hukum nenek moyang kita. Jadi saya sungguh-sungguh taat kepada Allah, sama seperti kalian hari ini.
ACT 22:4 Karena itu, saya pernah menganiaya semua pengikut ‘jalan’ yang diajarkan Yesus, bahkan sampai setuju terhadap hukuman mati yang dijatuhkan pada mereka. Saya juga menangkap dan memasukkan mereka ke penjara, baik laki-laki maupun perempuan.
ACT 22:5 Imam besar dan semua pemimpin Yahudi bisa bersaksi tentang hal itu. Karena dari merekalah saya menerima surat-surat kuasa yang ditujukan kepada para pemimpin rumah-rumah pertemuan di Damsik, supaya ketika saya datang, saya diizinkan meringkus orang-orang yang mengikuti gerakan itu untuk dihukum di Yerusalem.
ACT 22:6 “Tetapi ketika saya dalam perjalanan mendekati Damsik, kira-kira tengah hari, tiba-tiba cahaya yang sangat terang memancar dari langit menyelubungi saya.
ACT 22:7 Lalu saya terjatuh ke tanah dan mendengar suara yang berkata, ‘Saulus, Saulus, mengapa kamu menganiaya Aku?’
ACT 22:8 “Saya menjawab, ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ “Lalu kata-Nya, ‘Akulah Yesus dari Nazaret, yang kamu aniaya itu.’
ACT 22:9 Orang-orang yang ikut bersama saya juga melihat cahaya itu dan ketakutan, tetapi mereka tidak mengerti suara yang berbicara kepada saya.
ACT 22:10 “Lalu saya bertanya, ‘Apa yang harus aku perbuat, Tuhan?’ “Dan Tuhan menjawab, ‘Berdirilah dan pergi ke Damsik. Di sana akan diberitahukan kepadamu semua hal yang sudah Aku rencanakan untuk kamu kerjakan.’
ACT 22:11 “Tetapi karena cahaya yang terlalu silau tadi, mata saya menjadi buta. Jadi saya masuk ke kota dengan dituntun oleh teman-teman seperjalanan.
ACT 22:12 Di Damsik, ada seorang yang bernama Ananias. Dia sangat setia menaati hukum Taurat, dan semua orang Yahudi di kota itu menghormatinya.
ACT 22:13 Dia datang berdiri di samping saya dan berkata, ‘Saudara Saulus, biarlah kamu dapat melihat kembali!’ Dan saat itu juga saya bisa melihat dia.
ACT 22:14 “Lalu kata Ananias, ‘Allah nenek moyang kita sudah memilih kamu untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk mendengar suara Yesus secara langsung, dan melihat Dia yang selalu hidup benar di mata Allah.
ACT 22:15 Hal-hal itu terjadi karena Dia sudah menetapkan kamu untuk memberitakan kesaksian kepada semua orang tentang apa yang sudah kamu lihat dan dengar.
ACT 22:16 Jadi tunggu apa lagi?! Berdirilah dan hendaklah kamu dibaptis. Berdoalah kepada Tuhan Yesus supaya kamu dibersihkan dari dosa-dosamu.’
ACT 22:17 “Sesudah saya kembali ke Yerusalem dan sedang berdoa di rumah Allah, saya mendapat suatu penglihatan.
ACT 22:18 Dalam penglihatan itu tampaklah Yesus berkata, ‘Cepat pergi dari Yerusalem, karena orang-orang di sini tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.’
ACT 22:19 “Tetapi saya menjawab, ‘Tuhan, mereka tahu bahwa saya pernah masuk ke rumah-rumah pertemuan untuk memukuli orang-orang yang percaya kepada-Mu dan memasukkan mereka ke penjara.
ACT 22:20 Dan ketika Stefanus, saksi-Mu yang setia itu dibunuh, saya juga berdiri di sana dan mendukung pembunuhannya. Bahkan saya menjaga jubah para pembunuh itu.’
ACT 22:21 “Kemudian Yesus berkata kepada saya, ‘Pergilah! Karena Aku akan mengutus kamu ke tempat-tempat yang jauh, yaitu kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi.’”
ACT 22:22 Sampai di sinilah orang banyak itu mau mendengarkan Paulus. Begitu mendengar “bangsa-bangsa bukan Yahudi”, mereka langsung berteriak-teriak, “Binasakan orang itu! Dia tidak pantas hidup!”
ACT 22:23 Sambil berteriak-teriak, mereka melepaskan jubah mereka dan melempar-lemparkan debu ke udara.
ACT 22:24 Dengan cepat, komandan batalion menyuruh supaya Paulus dibawa masuk ke dalam markas. Lalu dia memberi perintah supaya Paulus dicambuk sambil diinterogasi, untuk mengetahui kenapa orang banyak tadi berteriak-teriak seperti itu terhadapnya.
ACT 22:25 Tetapi ketika tentara-tentara mengikat Paulus untuk dicambuk, dia bertanya kepada salah seorang komandan kompi yang berdiri di situ, “Apakah kalian diperbolehkan mencambuk seorang warga negara Roma sebelum dia diadili?”
ACT 22:26 Mendengar kata-kata Paulus, komandan kompi itu pun pergi kepada komandan batalion dan berkata, “Tolong pertimbangkan lagi apa yang hendak Bapak lakukan terhadap orang itu! Dia warga negara Roma.”
ACT 22:27 Maka komandan batalion itu mendatangi Paulus dan bertanya, “Katakanlah kepada saya: Apa benar kamu warga negara Roma?” “Benar,” jawab Paulus.
ACT 22:28 Karena menganggap Paulus berbohong, komandan itu mengejek dia berdasarkan pengakuan palsu yang biasa diberikan oleh tahanan Yahudi, “Ha, begitu ya. Pasti kamu juga sudah membayar mahal untuk membeli kewarganegaraan itu.” Tetapi Paulus menjawab, “Bukan. Saya dilahirkan sebagai warga negara Roma.”
ACT 22:29 Waktu mendengar jawaban itu, mereka yang ditugaskan mencambuk dia langsung mundur. Komandan batalion itu pun menjadi takut ketika menyadari bahwa Paulus— yang sudah dia suruh untuk diikat tanpa diperiksa lebih dulu— ternyata adalah warga negara Roma.
ACT 22:30 Tetapi komandan batalion itu ingin tahu kenapa Paulus dituduh oleh orang Yahudi. Jadi pada hari berikutnya dia memerintahkan agar semua imam kepala dan seluruh sidang Mahkamah Agama berkumpul. Lalu dia menempatkan Paulus di hadapan mereka tanpa dirantai.
ACT 23:1 Paulus menatap para anggota sidang Mahkamah Agama itu lekat-lekat, lalu berkata, “Saudara-saudara, sampai hari ini saya selalu hidup baik di mata Allah tanpa rasa bersalah dalam hati.”
ACT 23:2 Lalu Imam Besar Ananias menyuruh salah seorang yang berdiri di samping Paulus menampar mulutnya.
ACT 23:3 Tetapi Paulus berkata kepada Ananias, “Allah akan menampar engkau, hai orang munafik! Engkau duduk di situ untuk mengadili saya menurut hukum Taurat, padahal engkau sendiri melanggar hukum Taurat dengan menyuruh orang menampar saya.”
ACT 23:4 Lalu mereka yang berdiri di dekat Paulus berkata, “Berani sekali kamu menghina imam besar, hamba Allah!”
ACT 23:5 Jawab Paulus, “Saudara-saudara, saya tidak tahu bahwa dia imam besar. Seandainya saya tahu, tentu saya tidak akan berkata begitu, karena memang ada tertulis, ‘Jangan menghina pemimpin bangsamu.’”
ACT 23:6 Paulus sudah mengetahui bahwa anggota sidang itu sebagian adalah kelompok Saduki dan sebagian lainnya kelompok Farisi. Jadi dia berseru, “Saudara-saudara, saya adalah orang Farisi, dan bapak saya juga seorang Farisi! Hari ini saya diadili karena keyakinan saya, yaitu bahwa orang-orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali!”
ACT 23:7 Sesudah Paulus berkata begitu, kelompok Farisi langsung gempar menolak Paulus disidang, sampai terjadilah perselisihan besar antara kelompok Farisi dan kelompok Saduki di situ.
ACT 23:8 (Hal itu terjadi karena kelompok Saduki mengajarkan bahwa sesudah manusia mati tidak akan ada kehidupan kembali, dan mereka tidak percaya adanya malaikat atau roh. Sedangkan orang Farisi mempercayai adanya semua itu.)
ACT 23:9 Di antara mereka timbul keributan besar. Lalu beberapa ahli Taurat yang juga anggota kelompok Farisi berdiri dan memprotes dengan keras. Kata mereka, “Menurut kami, orang ini sama sekali tidak bersalah! Mungkin benar ada malaikat atau roh yang berbicara kepadanya. Jangan sampai kita melawan Allah!”
ACT 23:10 Akhirnya perdebatan itu menjadi semakin panas dan berbahaya sehingga komandan batalion takut kalau Paulus akan dikeroyok oleh mereka. Jadi dia menyuruh tentaranya mengamankan Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas.
ACT 23:11 Malam itu, Tuhan Yesus menampakkan diri di samping Paulus dan berkata, “Jangan takut, Paulus. Sebagaimana kamu sudah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, begitu jugalah kamu akan bersaksi tentang Aku di Roma.”
ACT 23:12 Besok paginya orang Yahudi berkumpul diam-diam untuk mengatur rencana membunuh Paulus. Mereka masing-masing juga bersumpah, “Saya tidak akan makan atau minum apa pun sebelum berhasil menghabisi Paulus! Biar Allah menghukum saya kalau saya melanggarnya.”
ACT 23:13 Ada lebih dari empat puluh orang yang terlibat dalam persekongkolan itu.
ACT 23:14 Lalu mereka pergi kepada imam-imam kepala dan para pemimpin Yahudi untuk memberitahukan, “Kami sudah bersumpah di hadapan Allah bahwa kami tidak akan makan dan minum apa-apa sebelum berhasil membunuh Paulus.
ACT 23:15 Jadi kalian atas nama sidang Mahkamah Agama, mintalah kepada komandan batalion supaya Paulus dibawa lagi kepada kalian besok, seolah-olah kalian mau memeriksa perkaranya lebih teliti. Kami akan membunuhnya sewaktu dia dalam perjalanan ke sini.”
ACT 23:16 Tetapi keponakan laki-laki Paulus mendengar tentang rencana itu. (Dia adalah anak dari saudara perempuan Paulus.) Dia pun pergi ke markas dan memberitahukan hal itu kepada Paulus.
ACT 23:17 Lalu Paulus memanggil salah satu komandan kompi dan berkata, “Tolong bawa pemuda ini kepada komandan batalion, karena dia mau menyampaikan sesuatu kepadanya.”
ACT 23:18 Maka komandan kompi itu membawanya kepada komandan batalion dan berkata, “Paulus, tahanan itu, memanggil dan meminta saya mengantarkan pemuda ini kepadamu. Dia mau menyampaikan sesuatu.”
ACT 23:19 Lalu komandan batalion menarik tangan pemuda itu dan membawanya sedikit menjauh serta bertanya, “Apa yang mau kamu katakan kepada saya?”
ACT 23:20 Pemuda itu menjawab, “Orang-orang Yahudi sudah membuat rencana untuk meminta Tuan membawa Paulus ke Mahkamah Agama besok pagi. Mereka akan berpura-pura hendak memeriksa perkaranya lebih teliti.
ACT 23:21 Tetapi Tuan, jangan dengarkan mereka, karena lebih dari empat puluh orang sudah mengatur rencana untuk menyerang Paulus dalam perjalanan. Mereka sudah bersumpah untuk tidak makan dan minum sebelum berhasil membunuh Paulus. Sekarang mereka sudah siap dan hanya menunggu keputusan dari Tuan.”
ACT 23:22 Maka komandan itu menyuruh dia pulang dengan berpesan, “Jangan katakan kepada siapa pun bahwa kamu sudah memberitahukan hal ini kepada saya.”
ACT 23:23 Kemudian komandan itu memanggil dua komandan kompinya dan memberi perintah, “Siapkan tiga kelompok tentara: Pasukan berpedang dua ratus orang, pasukan bertombak dua ratus orang, dan pasukan berkuda tujuh puluh orang. Mereka harus membawa Paulus dengan aman kepada Gubernur Feliks di Kaisarea. Siapkan juga beberapa kuda untuk Paulus dan segala keperluannya. Bersiap-siaplah untuk berangkat jam sembilan malam ini.”
ACT 23:25 Lalu komandan batalion menulis surat yang isinya,
ACT 23:26 “Kepada yang mulia dan terhormat Gubernur Feliks: Salam dari Klaudius Lisias.
ACT 23:27 Bersama surat ini saya mengirim satu orang tahanan bernama Paulus. Dia sudah ditangkap oleh orang-orang Yahudi, dan mereka bermaksud membunuhnya. Tetapi saya datang dengan tentara saya untuk menyelamatkan dia, karena saya mendengar bahwa dia adalah warga negara Romawi.
ACT 23:28 Saya ingin mengetahui mengapa mereka menuduh orang ini, jadi saya membawanya ke sidang Mahkamah Agama mereka.
ACT 23:29 Ternyata mereka menuntut dia karena beberapa persoalan hukum Taurat mereka, tetapi dia tidak bersalah atas sesuatu yang pantas dijatuhi hukuman mati atau hukuman penjara.
ACT 23:30 Ketika saya diberitahu bahwa orang Yahudi sudah mengatur rencana untuk membunuhnya, saya langsung mengirim dia kepada Tuan. Saya juga sudah menyuruh mereka yang menuduh dia untuk memperkarakan hal itu di hadapan Tuan. Sekian pemberitahuan dari saya. Salam hormat.”
ACT 23:31 Maka tentara-tentara itu membawa Paulus ke kota Antipatris pada malam hari, sesuai perintah yang mereka terima.
ACT 23:32 Hari berikutnya, pasukan berkuda meneruskan perjalanan dengan Paulus, sedangkan empat ratus tentara yang lain kembali ke markas.
ACT 23:33 Ketika tujuh puluh penunggang kuda itu bersama Paulus tiba di Kaisarea, mereka menyerahkan Paulus beserta surat itu kepada gubernur.
ACT 23:34 Sesudah gubernur membaca surat itu, dia bertanya kepada Paulus, “Kamu berasal dari provinsi mana?” Paulus menjawab bahwa dia dari provinsi Kilikia,
ACT 23:35 lalu berkatalah gubernur, “Saya akan mendengar perkaramu waktu orang-orang yang menuduh kamu sudah tiba di sini.” Kemudian dia memberi perintah supaya Paulus ditahan di dalam gedung pemerintah yang dibangun Raja Herodes.
ACT 24:1 Lima hari kemudian, imam besar Ananias dan beberapa pemimpin orang Yahudi pergi ke Kaisarea. Mereka datang kepada gubernur untuk mengajukan tuntutan terhadap Paulus. Seorang ahli hukum negara bernama Tertulus ikut bersama mereka.
ACT 24:2 Lalu Paulus dipanggil dan dibawa menghadap gubernur. Sesudah itu, Tertulus mulai mendakwa Paulus dengan berkata, “Bapak Gubernur Feliks yang saya hormati, berkat pemerintahan Bapak, kami sudah menikmati kedamaian. Bangsa kami juga sudah banyak mengalami kemajuan karena kebijaksanaan Bapak. Jadi dalam semua hal itu dan di mana pun kami berada, kami sangat menghargai semua yang sudah Bapak perbuat, dan kami berterima kasih untuk semuanya itu.
ACT 24:4 Namun, supaya tidak terlalu banyak membuang waktu Bapak, saya minta dengan hormat supaya Bapak bersedia mendengarkan pengaduan kami yang singkat ini.
ACT 24:5 Kami sudah menemukan bahwa orang yang bernama Paulus ini adalah pengacau. Dia menimbulkan banyak perpecahan di antara orang Yahudi di seluruh wilayah kerajaan Romawi. Dia juga seorang pemimpin dari kelompok yang mengikuti ajaran Yesus orang Nazaret itu.
ACT 24:6 Dia bahkan sudah mencoba menajiskan rumah Allah, tetapi kami cepat menangkapnya. Kalau Bapak memeriksa dia, Bapak sendiri akan mengetahui bahwa semua tuduhan kami terhadap dia memang benar.”
ACT 24:9 Orang-orang Yahudi yang hadir pun ikut mendukung dan membenarkan semua perkataan Tertulus.
ACT 24:10 Lalu gubernur memberi tanda sebagai izin kepada Paulus untuk berbicara. Maka Paulus berkata, “Yang saya hormati, Bapak Gubernur, saya tahu bahwa Bapak sudah bertahun-tahun lamanya menjadi pemimpin bangsa ini dan memutuskan perkara-perkara mereka. Karena itu saya tidak takut membela diri di hadapan Bapak.
ACT 24:11 Baru dua belas hari lalu saya datang ke Yerusalem untuk beribadah. Hal itu bisa dibuktikan dengan mudah karena ada banyak saksi. Jadi tidak mungkin ada waktu bagi saya untuk melakukan hal-hal yang mereka tuduhkan tadi.
ACT 24:12 Dan seorang pun tidak pernah melihat saya bertengkar atau melakukan kekacauan, baik di dalam teras rumah Allah, di rumah-rumah pertemuan orang Yahudi, atau di mana saja di dalam kota itu.
ACT 24:13 Orang-orang ini tidak bisa membuktikan kepada Bapak bahwa tuduhan-tuduhan mereka itu benar.
ACT 24:14 “Tetapi saya mengakui bahwa saya memang menyembah Allah nenek moyang kami dengan mengikuti ‘jalan keselamatan’ yang diajarkan oleh Yesus, orang Nazaret itu. Menurut para penuduh ini, siapa pun yang mengikuti jalan itu adalah pengikut ajaran sesat. Tetapi saya masih percaya kepada semua yang tertulis dalam hukum Taurat dan kitab para nabi.
ACT 24:15 Sama seperti mereka, saya juga mempunyai keyakinan bahwa suatu hari nanti Allah akan menghidupkan kembali setiap orang yang sudah mati, baik orang benar maupun orang jahat.
ACT 24:16 Oleh karena itu, saya selalu berusaha melakukan yang terbaik supaya hati nurani saya tidak merasa bersalah, dan dengan demikian saya hidup benar dalam pandangan Allah dan manusia.
ACT 24:17 “Sesudah beberapa tahun meninggalkan Yerusalem, saya kembali ke sana untuk membawa beberapa kurban persembahan kepada Allah dan sumbangan dana untuk menolong saudara-saudari sebangsa yang miskin.
ACT 24:18 Ketika beberapa orang Yahudi dari Asia melihat saya di dalam teras rumah Allah, saya baru saja selesai menjalani upacara penyucian diri. Saat itu tidak ada orang banyak di sana dan saya tidak terlibat kekacauan apa pun. Seharusnya orang-orang Asia itulah yang datang dan menyampaikan tuduhan mereka kepada Bapak, sekiranya ada tuduhan mereka terhadap saya.
ACT 24:20 Atau biarlah orang-orang yang ada di sini mengatakan kesalahan apa yang mereka temukan ketika saya disidang di depan Mahkamah Agama. Pada waktu itu, mereka tidak menemukan kesalahan apa pun pada saya, kecuali mereka tidak senang dengan perkataan yang saya sampaikan dengan nyaring. Saya berkata, ‘Hari ini saya diadili karena keyakinan saya bahwa orang-orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali!’”
ACT 24:22 Sesudah mendengarnya, Gubernur Feliks menunda sidang itu dengan berkata, “Waktu komandan Lisias datang, saya akan memutuskan perkaramu.” (Kebetulan Feliks sudah tahu banyak tentang jalan keselamatan ajaran Yesus.)
ACT 24:23 Lalu dia memerintahkan seorang komandan kompi yang bertugas di situ supaya Paulus tetap dijaga, tetapi tidak perlu diikat dengan rantai, dan supaya Paulus diberi kebebasan untuk menerima kunjungan atau bantuan dari teman-temannya.
ACT 24:24 Beberapa hari kemudian, Feliks bersama istrinya kembali ke kota itu dari suatu perjalanan. (Istrinya Drusila adalah seorang Yahudi.) Feliks menyuruh supaya Paulus dipanggil menghadap mereka berdua. Kemudian mereka mendengarkan Paulus berbicara tentang bagaimana percaya kepada Kristus.
ACT 24:25 Tetapi waktu Paulus menjelaskan tentang cara hidup yang benar di mata TUHAN, tentang menguasai diri, dan bagaimana nanti Allah akan menghakimi manusia, Feliks menjadi takut lalu berkata, “Cukup sekian dulu! Kamu boleh pergi sekarang. Kalau ada kesempatan, saya akan memanggilmu lagi.”
ACT 24:26 Selama itu, Feliks berharap Paulus memberi uang suap kepadanya supaya dibebaskan. Karena itulah dia sering menyuruh supaya Paulus dibawa menghadap untuk berbicara dengannya.
ACT 24:27 Tetapi setelah dua tahun berlalu, Feliks digantikan oleh Porkius Festus. Ketika meninggalkan jabatannya, Feliks sengaja membiarkan Paulus tetap ditahan karena dia ingin menyenangkan orang Yahudi.
ACT 25:1 Tiga hari sesudah Gubernur Festus tiba di Kaisarea, dia pergi ke Yerusalem.
ACT 25:2 Di sana, imam besar dan para pemimpin orang Yahudi datang kepadanya untuk menyampaikan berbagai tuduhan terhadap Paulus.
ACT 25:3 Mereka memohon dengan sangat supaya Paulus dikirim kembali ke Yerusalem. Karena diam-diam mereka sudah berencana untuk membunuhnya dalam perjalanan.
ACT 25:4 Tetapi Festus menjawab, “Paulus ditahan di Kaisarea, dan saya sendiri akan segera pergi ke sana.
ACT 25:5 Jadi biarlah beberapa orang dari pemimpin kalian ikut dengan saya ke sana. Kalau memang Paulus berbuat salah, merekalah yang akan mengadukan dia di sana.”
ACT 25:6 Sesudah Festus tinggal di Yerusalem sepuluh hari lebih, dia kembali ke Kaisarea. Hari berikutnya dia mengadakan sidang pengadilan dan memerintahkan agar Paulus dibawa menghadapnya.
ACT 25:7 Waktu Paulus masuk ke ruangan itu, orang-orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri mengelilingi dia. Mereka mengajukan banyak tuduhan berat terhadapnya, tetapi mereka tidak bisa membuktikan bahwa tuduhan itu benar.
ACT 25:8 Kemudian Paulus membela diri dengan berkata, “Saya tidak pernah melanggar hukum Taurat orang Yahudi. Saya juga tidak melakukan kesalahan terhadap rumah Allah, apalagi melawan raja Romawi.”
ACT 25:9 Tetapi karena Festus ingin mengambil hati orang Yahudi, dia bertanya kepada Paulus, “Maukah kamu pergi ke Yerusalem untuk diadili di sana di hadapan saya tentang semua tuduhan ini?”
ACT 25:10 Jawab Paulus, “Saya sekarang berdiri di hadapan pengadilan raja Romawi, dan di sinilah sepantasnya saya diadili. Saya tidak bersalah terhadap umat Yahudi, seperti yang engkau sendiri ketahui.
ACT 25:11 Kalau saya terbukti melakukan kejahatan yang membuat saya pantas dihukum mati, saya rela menerimanya. Tetapi karena apa yang mereka tuduhkan terhadap saya tidak benar, maka tidak seorang pun berhak menyerahkan saya kepada mereka. Saya minta supaya raja Romawi sendiri yang mengadili perkara saya.”
ACT 25:12 Lalu, sesudah Festus membicarakan hal itu dengan dewan sidang, dia menjawab, “Baiklah. Sesuai permohonanmu untuk diadili oleh baginda raja, kamu akan pergi ke Roma untuk menghadap beliau.”
ACT 25:13 Beberapa hari kemudian, Raja Agripa dan adik perempuannya bernama Bernike tiba di Kaisarea untuk mengunjungi Gubernur Festus.
ACT 25:14 Sesudah beberapa hari mereka tinggal di sana, Festus menceritakan tentang persoalan Paulus kepada Agripa, “Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan oleh Feliks di dalam penjara.
ACT 25:15 Waktu saya di Yerusalem, para imam kepala dan pemimpin Yahudi menyampaikan bahwa orang ini sudah melakukan banyak kejahatan. Mereka meminta saya supaya dia dihukum mati.
ACT 25:16 Tetapi saya menjawab mereka bahwa menurut hukum Romawi, seorang tertuduh tidak bisa sembarangan dihukum mati. Sebelumnya dia harus diberi kesempatan untuk membela diri di hadapan para penuduhnya.
ACT 25:17 Jadi, waktu mereka datang ke sini bersama saya, saya tidak menunda untuk mengurus masalah itu. Besoknya saya langsung mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh supaya tahanan itu dibawa menghadap saya.
ACT 25:18 Tetapi ketika orang-orang yang memusuhinya menyampaikan tuduhan-tuduhan terhadap dia, mereka tidak menunjukkan adanya kesalahan berat yang dia perbuat, seperti yang sudah saya sangka.
ACT 25:19 Masalahnya hanya perbedaan pendapat tentang ajaran agama mereka, dan tentang seseorang yang sudah mati yang bernama Yesus, sebab Paulus bersikeras bahwa orang itu hidup kembali.
ACT 25:20 Saya bingung bagaimana harus menyelidiki masalah ini. Itu sebabnya saya menanyai Paulus apakah dia mau diadili tentang tuduhan-tuduhan itu di Yerusalem.
ACT 25:21 Tetapi Paulus sendiri meminta supaya perkaranya diadili langsung oleh baginda raja Romawi. Jadi saya memerintahkan supaya dia tetap ditahan sampai saya mendapat kesempatan untuk mengirimnya kepada raja kita.”
ACT 25:22 Lalu jawab Agripa kepada Festus, “Saya sendiri juga ingin mendengar orang itu berbicara.” Kata Festus, “Kalau begitu, saya akan mengatur waktu supaya Tuan mendapat kesempatan untuk mendengarkan dia besok.”
ACT 25:23 Keesokan harinya, Agripa bersama Bernike datang dan disambut dengan upacara penghormatan yang meriah. Mereka masuk ke ruang sidang pengadilan bersama-sama dengan para komandan tentara dan orang-orang penting di kota itu. Lalu Festus memberi perintah supaya Paulus dibawa masuk.
ACT 25:24 Kemudian Festus berkata, “Raja Agripa dan semua yang berkumpul di sini, kalian lihat orang ini. Semua orang Yahudi— baik yang di Yerusalem maupun yang ada di sini— sudah menuntut saya dengan berteriak-teriak bahwa orang ini tidak boleh dibiarkan hidup.
ACT 25:25 Tetapi waktu saya memeriksa perkaranya, saya tidak menemukan satu kesalahan pun yang membuat dia pantas dihukum mati. Jadi ketika dia minta supaya masalahnya diadili oleh baginda raja, saya pun memutuskan untuk mengirim dia ke Roma.
ACT 25:26 Tetapi saya tidak mempunyai pernyataan yang masuk akal untuk bisa ditulis dalam surat keterangan kepada baginda raja. Karena itu, saya membawa dia menghadap kalian, terutama kepada Tuan, Raja Agripa, supaya melalui pemeriksaan ini, apa yang harus saya tulis menjadi jelas.
ACT 25:27 Karena menurut pendapat saya, tidak pantas membawa seorang tahanan menghadap baginda raja tanpa disertai surat keterangan yang menjelaskan tuntutan terhadapnya.”
ACT 26:1 Lalu Agripa berkata kepada Paulus, “Kamu boleh berbicara untuk membela diri.” Kemudian Paulus mengangkat tangannya sebagai tanda untuk mulai berbicara. Dia berkata,
ACT 26:2 “Yang Mulia Raja Agripa, saya senang sekali karena hari ini saya diperkenankan berdiri di hadapan Tuan untuk membela diri dari semua tuduhan yang disampaikan oleh orang Yahudi,
ACT 26:3 terutama karena Tuan mengetahui sedalam-dalamnya tentang semua adat istiadat Yahudi dan hal-hal yang menimbulkan perbedaan pendapat di antara mereka. Karena itu, saya mohon Tuan mendengarkan saya dengan sabar.
ACT 26:4 “Semua orang Yahudi tahu pendidikan dan cara hidup saya sebagai orang Yahudi, karena sejak masih muda saya tinggal di antara mereka, pertama di kota kelahiran saya Tarsus, kemudian di Yerusalem.
ACT 26:5 Mereka sudah lama mengenal saya, dan kalau mereka mau bersaksi, mereka bisa mengatakan bahwa saya sudah hidup dengan baik sebagai anggota kelompok Farisi, yaitu kelompok yang paling ketat didikannya dalam agama kami.
ACT 26:6 Dan sekarang, di sini saya berdiri untuk diadili justru karena keyakinan saya, yaitu bahwa Allah akan memenuhi salah satu janji penting yang dulu Dia janjikan kepada nenek moyang kami.
ACT 26:7 Kedua belas suku bangsa kami juga masih menanti-nantikan janji itu ditepati. Oleh karena itulah mereka sungguh-sungguh beribadah kepada Allah siang dan malam. Tetapi justru karena pengharapan yang sama itulah, ya Raja Agripa, saya dituduh oleh bangsa saya!
ACT 26:8 Jadi saya bertanya kepada kalian semua: Kenapa kalian susah sekali percaya bahwa Allah berkuasa menghidupkan kembali orang-orang mati?
ACT 26:9 “Sebenarnya dulu saya juga berpikir bahwa semua orang Yahudi wajib bertindak keras melawan segala sesuatu yang dilakukan atas nama Yesus, orang Nazaret itu.
ACT 26:10 Hal itu jugalah yang pernah saya lakukan di Yerusalem. Dengan kuasa yang saya dapat dari imam-imam kepala, saya sudah memasukkan banyak sekali umat Kristus ke dalam penjara. Dan saat mereka diadili oleh Mahkamah Agama, saya juga ikut memberikan suara agar mereka dihukum mati.
ACT 26:11 Bahkan sering kali saya juga menyiksa mereka di rumah-rumah pertemuan dan berusaha memaksa mereka untuk menghina Yesus. Kemarahan sangat menguasai diri saya, sehingga saya mengejar mereka sampai ke kota-kota lain.”
ACT 26:12 “Dalam rangka itulah saya pergi ke Damsik dengan surat izin dan kuasa penuh dari imam-imam kepala.
ACT 26:13 Tetapi Yang Mulia, kira-kira tengah hari dalam perjalanan itu, suatu cahaya dari langit— yang lebih terang dari matahari— menyinari saya dan juga orang-orang yang berjalan dengan saya.
ACT 26:14 Kami semua jatuh ke tanah, lalu saya mendengar suara yang berkata kepada saya dalam bahasa Ibrani, ‘Saulus, Saulus, mengapa kamu menganiaya Aku? Kamu seperti sapi yang terus menendang tongkat tajam gembalanya. Sebab dengan melawan kehendak-Ku, kamu menyusahkan dirimu sendiri.’
ACT 26:15 “Lalu saya bertanya, ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ “Dan Dia menjawab, ‘Akulah Yesus, yang kamu aniaya itu.
ACT 26:16 Tetapi sekarang, berdirilah! Aku memperlihatkan diri kepadamu karena Aku sudah memilih kamu untuk melayani-Ku. Dan kamu akan memberitakan kesaksianmu tentang apa yang sudah kamu lihat dan apa yang akan Aku tunjukkan kepadamu nanti.
ACT 26:17 Aku akan menyelamatkan kamu dari orang-orang yang memusuhimu, baik orang Yahudi maupun yang bukan Yahudi. Dan sekarang Aku mengutusmu kepada orang yang bukan Yahudi,
ACT 26:18 supaya kamu membuat mereka sadar sehingga tidak lagi hidup dalam kegelapan, tetapi hidup dalam terang. Juga supaya mereka tidak lagi dikuasai Satanas, tetapi dikuasai oleh Allah. Dengan begitu, dosa mereka akan diampuni, dan mereka akan ikut mendapat bagian bersama orang-orang yang disucikan karena percaya penuh kepada-Ku.’”
ACT 26:19 “Karena itu, ya Raja Agripa, saya berusaha untuk tetap taat kepada penglihatan dari surga itu.
ACT 26:20 Lalu saya mulai mengajarkan berita keselamatan, pertama-tama kepada orang-orang di Damsik, kemudian di Yerusalem, lalu di seluruh provinsi Yudea, juga di daerah-daerah orang yang bukan Yahudi. Saya memberitakan bahwa mereka harus bertobat dari dosa-dosa mereka dan berbalik kepada TUHAN, serta melakukan hal-hal yang menunjukkan bahwa mereka memang sudah bertobat.
ACT 26:21 Karena alasan itulah orang Yahudi menangkap saya di rumah Allah dan berusaha membunuh saya.
ACT 26:22 Tetapi Allah selalu melindungi saya, sehingga sampai hari ini saya masih bisa bersaksi kepada semua orang, baik yang berkedudukan rendah maupun tinggi. Dan saya hanya memberitakan apa yang sudah dinubuatkan oleh para nabi dan Musa,
ACT 26:23 yaitu bahwa Kristus harus menderita dan mati sesuai dengan ketetapan Allah, lalu dihidupkan kembali sehingga Dia menjadi Orang pertama yang bangkit dari kematian. Dan berita kebangkitan-Nya itu akan menjadi seperti cahaya penunjuk jalan keselamatan yang menerangi semua bangsa, baik Yahudi maupun bukan Yahudi.”
ACT 26:24 Sementara Paulus sedang mengucapkan pembelaannya itu, Festus berbicara keras-keras, “Paulus, kamu sudah gila! Kamu terlalu banyak belajar tentang agama sampai menjadi gila!”
ACT 26:25 Tetapi Paulus menjawab, “Saya tidak gila, Festus Yang Mulia! Apa yang saya katakan itu benar dan masuk akal.
ACT 26:26 Yang mulia Raja Agripa juga sudah tahu tentang hal-hal itu, maka saya bisa berbicara dengan terus terang kepadanya. Dan saya yakin bahwa beliau bukan orang yang baru saja mendengar tentang hal-hal ini, karena semua ini sudah sangat diketahui oleh umum.
ACT 26:27 Nah, Raja Agripa, apakah engkau percaya apa yang sudah dinubuatkan oleh nabi-nabi? Saya yakin bahwa engkau percaya!”
ACT 26:28 Jawab Agripa kepada Paulus, “Wah, wah, kamu pikir kamu bisa semudah itu membujuk saya menjadi Kristen?!”
ACT 26:29 Dan Paulus berkata, “Saya berdoa kepada Allah supaya, cepat atau lambat, bukan hanya engkau, tetapi semua yang mendengarkan saya hari ini bisa menjadi sama seperti saya— tetapi bukan dalam hal diikat rantai besi begini.”
ACT 26:30 Sesudah Paulus berkata begitu, Raja Agripa berdiri dan mulai berjalan ke luar. Lalu Gubernur Festus, Bernike, dan semua orang yang duduk bersama mereka juga meninggalkan ruangan itu.
ACT 26:31 Di luar, mereka berbicara satu sama lain, “Orang itu tidak melakukan kejahatan yang membuat dia harus dihukum mati atau dimasukkan ke dalam penjara.”
ACT 26:32 Lalu Raja Agripa berkata kepada Festus, “Seandainya orang itu tidak meminta perkaranya diadili oleh baginda raja, sebenarnya dia sudah bisa dibebaskan.”
ACT 27:1 Ketika tiba waktunya Paulus diberangkatkan ke provinsi Italia untuk menghadap raja tertinggi Romawi di ibukota Roma, dia dan beberapa tahanan lain diserahkan kepada seorang komandan kompi Romawi bernama Yulius, anggota batalion khusus kerajaan. Rekan-rekan Paulus ikut menyertai dia, termasuk saya (Lukas).
ACT 27:2 Aristarkus yang berasal dari kota Tesalonika di provinsi Makedonia, juga pergi bersama kami. Kemudian kami naik kapal yang berasal dari kota Adramitium, yang akan berlabuh di beberapa pelabuhan di sepanjang pantai provinsi Asia.
ACT 27:3 Besoknya kami tiba di Sidon. Yulius berbaik hati kepada Paulus dengan mengizinkan dia turun untuk mengunjungi teman-temannya di kota itu, supaya mereka bisa memberikan apa yang dia perlukan.
ACT 27:4 Sewaktu kami berangkat dari Sidon, angin kencang bertiup dari arah depan kapal. Jadi kapal berlayar menyusuri pinggiran pulau Siprus supaya terlindung dari angin itu.
ACT 27:5 Sesudah kapal menyeberangi lautan luas di depan provinsi Kilikia dan Pamfilia, kami pun tiba di kota Mira di provinsi Likia, lalu turun dari kapal itu.
ACT 27:6 Ternyata di Mira ada kapal dari kota Aleksandria yang akan berangkat ke Italia. Maka komandan Yulius mengurus supaya kami semua bisa ikut menumpang di kapal itu.
ACT 27:7 Karena angin terus bertiup dengan keras dari arah depan kapal, selama beberapa hari pelayaran kami maju dengan sangat lambat, dan dengan susah payah kami tiba di dekat kota Kenidus. Kemudian, karena angin terus saja menghalangi kapal bergerak maju, maka kami berlayar ke arah selatan. Dengan menyusuri pantai selatan pulau Kreta dekat tanjung Salmone, kapal sedikit terlindung dari angin.
ACT 27:8 Dengan susah payah kami berlayar di sepanjang pantai selatan itu sampai tiba di suatu tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
ACT 27:9 Kami sudah kehilangan banyak waktu, dan karena Hari Puasa orang Yahudi sudah lewat, tidak aman lagi untuk melanjutkan pelayaran. Karena itu, Paulus memperingatkan Yulius dan para anak buah kapal, katanya,
ACT 27:10 “Saudara-saudara, berdasarkan perhitungan saya, sangatlah berbahaya jika kita melanjutkan. Kita akan menghadapi bencana dan kerugian besar, bukan hanya pada kapal dan muatannya, tetapi nyawa kita pun bisa terancam.”
ACT 27:11 Tetapi Yulius lebih percaya kepada pengemudi dan pemilik kapal daripada kata-kata Paulus.
ACT 27:12 Dan memang pelabuhan itu bukan tempat yang baik untuk tinggal selama musim dingin. Karena itu, kebanyakan anak buah kapal memilih untuk terus berlayar dan berusaha sampai ke pelabuhan Feniks, supaya kami semua bisa tinggal di sana selama musim dingin. Pelabuhan itu lebih terlindung dari angin karena menghadap ke barat daya dan barat laut.
ACT 27:13 Jadi ketika angin mulai bertiup pelan dari arah selatan, para anak buah kapal menyangka mereka sudah bisa berlayar lagi sesuai rencana. Karena itu, mereka mengangkat jangkar dan berlayar lagi menyusuri pantai selatan Kreta.
ACT 27:14 Namun tidak lama kemudian, angin topan— yang terkenal sebagai ‘Angin Timur Laut’— bertiup dari arah pulau itu.
ACT 27:15 Kapal kami terjebak di tengah angin topan dan tidak mungkin bisa berlayar lagi melawan angin keras itu. Jadi para anak buah kapal membiarkan kapal terbawa oleh angin.
ACT 27:16 Ketika kami sedikit terlindung dari badai karena melewati tepian sebuah pulau kecil bernama Klauda, dengan susah payah kami berhasil mengamankan perahu kecil yang terikat di belakang kapal itu.
ACT 27:17 Sesudah perahu kecil itu ditarik ke atas, para anak buah kapal memasang tali kuat-kuat melingkar di sekeliling kapal, lalu menurunkan layar dan jangkar supaya kapal lebih lambat terbawa angin. Mereka melakukannya karena takut jangan sampai kapal itu terkandas di Sirtis, yaitu daerah perairan dangkal yang berpasir.
ACT 27:18 Tetapi angin topan dan gelombang masih sangat kencang menghantam kapal, sehingga besoknya, para anak buah kapal membuang muatan ke laut supaya kapal lebih ringan.
ACT 27:19 Hari berikutnya, mereka bahkan membuang sebagian alat-alat kapal ke laut.
ACT 27:20 Berhari-hari lamanya kami tidak melihat matahari atau bintang. Angin topan terus saja bertiup kencang, sampai akhirnya kami tidak punya harapan lagi untuk bisa selamat.
ACT 27:21 Apalagi, selama berhari-hari itu kami semua juga tidak makan. Kemudian Paulus berdiri di antara kami dan berkata, “Saudara-saudara, seandainya dulu kalian mengikuti saran saya supaya tidak berlayar dari Kreta, kita tidak akan mengalami bencana dan kerugian seperti ini.
ACT 27:22 Tetapi sekarang, saya menasihatkan supaya kalian jangan putus asa. Karena tidak ada satu pun di antara kita yang akan mati. Hanya kapal ini saja yang hancur nanti.
ACT 27:23 Saya berkata begitu karena tadi malam, saya didatangi oleh malaikat utusan Allah yang saya sembah dan saya layani.
ACT 27:24 Malaikat itu berkata, ‘Paulus, jangan takut. Kamu pasti akan menghadap raja Romawi. Dan atas kebaikan hati Allah kepadamu, Dia berjanji bahwa semua orang yang berlayar denganmu akan selamat.’
ACT 27:25 Jadi Saudara-saudara, janganlah putus asa. Karena saya yakin Allah akan menepati janji-Nya itu kepada saya.
ACT 27:26 Tetapi kapal ini pasti akan terkandas di sebuah pulau.”
ACT 27:27 Sampai malam keempat belas, kapal masih diombang-ambingkan angin topan di tengah Laut Adria. Lalu pada tengah malam para anak buah kapal merasakan kapal sedang mendekati daratan.
ACT 27:28 Lalu mereka mengukur kedalaman laut dengan menjatuhkan batu bertali, ternyata dalamnya kira-kira tiga puluh tujuh meter. Sesudah maju sedikit lagi, mereka kembali mengukur kedalaman dan ternyata laut di tempat itu dalamnya hanya dua puluh tujuh meter.
ACT 27:29 Karena takut kalau-kalau kapal terkandas pada batu karang, mereka menurunkan empat jangkar di bagian belakang untuk memperlambat laju kapal, sambil berharap supaya hari cepat pagi.
ACT 27:30 Tetapi waktu itu para anak buah kapal menurunkan perahu kecil untuk melarikan diri. Mereka menipu kami dengan berpura-pura mau menurunkan beberapa jangkar dari depan kapal.
ACT 27:31 Tetapi Paulus berkata kepada Yulius dan tentara-tentaranya, “Kalau anak buah kapal itu tidak tetap tinggal di dalam kapal, kalian semua tidak akan selamat.”
ACT 27:32 Jadi para tentara memotong tali-tali yang mengikat perahu kecil itu dan membiarkannya jatuh dan hanyut terbawa ombak.
ACT 27:33 Menjelang pagi, Paulus mendesak kami semua untuk makan dengan berkata, “Sudah empat belas hari kita tidak makan apa-apa karena menunggu dengan kuatir.
ACT 27:34 Karena itu, saya mohon Saudara-saudara, makanlah sekarang, demi kebaikan kalian. Karena percayalah, tidak seorang pun dari antara kalian yang akan binasa. Bahkan sehelai rambut di kepala kita pun tidak akan ada yang hilang.”
ACT 27:35 Sesudah berkata begitu, Paulus mengambil roti dan mengucap syukur kepada Allah atas makanan itu di hadapan semua orang. Lalu dia menyobek-nyobek roti itu, mengambil sebagian dan mulai makan.
ACT 27:36 Lalu kami semua menjadi bersemangat lagi dan ikut makan bersama Paulus.
ACT 27:37 (Kami yang ada di kapal itu berjumlah dua ratus tujuh puluh enam orang.)
ACT 27:38 Sesudah kami semua makan dengan cukup, para anak buah kapal meringankan kapal lagi dengan membuang muatan gandum ke laut.
ACT 27:39 Ketika matahari sudah terbit, mereka melihat daratan yang tidak dikenal, tetapi di situ ada teluk yang berpantai. Jadi mereka memutuskan untuk mencoba mendaratkan kapal di pantai itu.
ACT 27:40 Mereka pun memotong tali-tali jangkar dan membiarkan jangkar itu tenggelam ke laut, serta melepaskan tali-tali yang mengikat alat kemudi kapal. Lalu mereka menaikkan layar supaya angin meniup kapal itu menuju pantai.
ACT 27:41 Tetapi di suatu tempat yang dangkal, kapal itu menabrak pasir sehingga terkandas. Bagian depan kapal terbentur dengan sangat keras ke pasir sehingga tidak bisa bergerak sama sekali, sedangkan bagian belakang kapal mulai hancur dihantam ombak.
ACT 27:42 Pada waktu itu, tentara-tentara berencana untuk membunuh semua tahanan supaya tidak ada yang berenang ke darat dan melarikan diri.
ACT 27:43 Tetapi Yulius mau menyelamatkan Paulus. Maka dia melarang mereka dan memerintahkan supaya orang-orang yang bisa berenang lebih dulu terjun ke laut dan berenang ke daratan.
ACT 27:44 Sedangkan penumpang lain yang tidak bisa berenang disuruh berpegangan pada papan-papan pecahan kapal atau benda-benda lain yang mengapung. Dengan cara begitu, semua orang sampai di pantai dengan selamat.
ACT 28:1 Sesudah kami tiba di daratan, barulah kami tahu dari penduduk setempat bahwa pulau itu bernama Malta.
ACT 28:2 Orang-orang di situ menerima dan menolong kami dengan sangat baik. Mereka menyalakan api unggun agar kami bisa menghangatkan badan, karena hujan masih turun dan cuaca amat dingin.
ACT 28:3 Ketika Paulus mengumpulkan ranting-ranting kayu dan menaruhnya ke atas api, seekor ular beracun yang bersembunyi di dalam kayu itu keluar karena panasnya api, lalu menggigit tangan Paulus. Gigitannya menancap kuat sampai ular itu tidak terlepas dari tangannya.
ACT 28:4 Melihat kejadian itu, para penduduk berkata satu sama lain, “Pasti orang ini adalah pembunuh, karena walaupun dia sudah selamat dari bahaya laut, ternyata Dewi Keadilan tidak membiarkan dia hidup.”
ACT 28:5 Namun Paulus mengibaskan tangannya sehingga ular itu terlepas dan jatuh ke dalam api. Dia tidak merasa sakit apa-apa.
ACT 28:6 Penduduk di situ menyangka bahwa tangan Paulus akan menjadi bengkak, atau tiba-tiba dia ambruk dan mati seketika itu juga. Tetapi sesudah cukup lama menunggu, ternyata tidak terjadi apa pun kepadanya. Maka mereka berubah pikiran dan berkata, “Wah, orang ini pasti dewa!”
ACT 28:7 Tidak jauh dari tempat api unggun itu terdapat tanah milik gubernur pulau Malta, namanya Publius. Dia mengundang kami untuk menginap di rumahnya. Kami tinggal di situ tiga hari lamanya, dan selama itu dia bersikap sangat baik kepada kami.
ACT 28:8 Pada waktu itu, ayah dari Publius sedang terbaring sakit karena demam dan diare. Paulus menjenguk dia ke kamarnya, dan ketika Paulus berdoa sambil meletakkan kedua tangannya ke atas dia, bapak itu langsung sembuh.
ACT 28:9 Sesudah peristiwa itu, semua orang sakit yang lain di pulau Malta berdatangan kepada Paulus, dan semuanya disembuhkan.
ACT 28:10 Karena keajaiban tersebut, penduduk Malta sangat menghormati kami, dan ketika tiba waktunya kami melanjutkan perjalanan, mereka menyediakan semua kebutuhan kami.
ACT 28:11 Sesudah tiga bulan di sana, kami berangkat lagi dengan sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berada di pulau itu. Bagian depan kapal itu dipasang lambang Dewa Kembar.
ACT 28:12 Kami tiba di kota Sirakusa (di pulau Sisilia) dan tinggal di sana selama tiga hari.
ACT 28:13 Dari situ kami berlayar ke seberang dan tiba di kota Regium (di ujung provinsi Italia). Besoknya, angin dari selatan bertiup, sehingga kami bisa berlayar ke utara dan sampai ke kota Puteoli pada hari berikutnya.
ACT 28:14 Di kota itu kami bertemu dengan beberapa orang saudara seiman. Mereka meminta kami menginap di rumah mereka selama tujuh hari. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Roma.
ACT 28:15 Saudara-saudari seiman di kota Roma sudah mendengar berita bahwa kami dalam perjalanan ke kota itu. Dan mereka datang menemui kami di dua kampung yang bernama Pasar Apius dan Tiga Penginapan. Ketika Paulus melihat mereka, dia bersyukur kepada Allah dan hatinya dikuatkan.
ACT 28:16 Sesudah kami tiba di Roma, pertama-tama komandan kompi Yulius menyerahkan para tahanan kepada komandan di markas. Kemudian keluarlah keputusan yang memberi izin kepada Paulus untuk tinggal sendiri, dengan selalu dijaga oleh seorang tentara.
ACT 28:17 Tiga hari kemudian, Paulus mengundang para pemimpin orang Yahudi yang ada di Roma untuk menemui dia. Sesudah mereka berkumpul, dia berkata kepada mereka, “Saudara-saudara, walaupun saya tidak berbuat sesuatu yang melawan bangsa kita atau melanggar adat istiadat nenek moyang kita, orang Yahudi menangkap saya di Yerusalem dan menyerahkan saya ke tangan para penguasa Romawi.
ACT 28:18 Ketika pejabat-pejabat kerajaan Romawi setempat memeriksa saya, mereka hendak membebaskan saya karena tidak menemukan kesalahan apa pun pada diri saya yang membuat saya pantas dihukum mati.
ACT 28:19 Tetapi orang Yahudi sangat menentang kalau saya dibebaskan. Karena itu, saya terpaksa memohon supaya perkara saya diajukan kepada raja tertinggi Romawi. Tetapi saya tidak bermaksud menyalahkan bangsa saya sendiri.
ACT 28:20 Itulah sebabnya saya minta bertemu dan berbicara dengan kalian. Karena sebenarnya, saya dirantai seperti ini justru karena keyakinan saya akan semua janji Allah kepada nenek moyang kita orang Yahudi.”
ACT 28:21 Lalu mereka menjawab, “Kami belum menerima surat dari provinsi Yudea tentang kamu. Juga belum ada orang Yahudi dari sana yang datang membawa berita atau menceritakan hal buruk tentang kamu.
ACT 28:22 Tetapi kami ingin mendengar langsung darimu tentang keyakinanmu itu. Karena kami tahu bahwa di mana-mana, orang berbicara menentang aliranmu itu.”
ACT 28:23 Lalu mereka menentukan waktu untuk bertemu lagi dengan Paulus. Dan pada hari yang ditetapkan itu, lebih banyak orang yang datang berkumpul di rumah tempat dia menginap. Dari pagi sampai malam Paulus menjelaskan dan bersaksi kepada mereka tentang kerajaan Allah. Dia juga berusaha meyakinkan mereka untuk percaya kepada Yesus dengan menggunakan ayat-ayat dari hukum Taurat dan tulisan para nabi.
ACT 28:24 Ada dari antara mereka yang menjadi percaya karena penjelasan Paulus. Tetapi ada juga yang tidak percaya.
ACT 28:25 Maka mereka saling berdebat dan mulai meninggalkan rumah itu sesudah Paulus berkata, “Memang tepat sekali apa yang dikatakan oleh Roh Kudus melalui Nabi Yesaya kepada nenek moyang kita! TUHAN berkata,
ACT 28:26 ‘Pergilah kepada bangsamu yang keras kepala itu dan sampaikanlah berita ini: Biarpun kalian terus-menerus mendengar pesan TUHAN, kalian tidak akan mengerti. Dan biarpun kalian terus menyaksikan berbagai perbuatan TUHAN, kalian tidak akan memahami maknanya.
ACT 28:27 Karena bangsa ini sudah menjadi keras kepala. Kalian sudah menutup mata dan telinga, tidak mau mendengar, bahkan tidak mau tahu. Kalau tidak demikian, mungkin kalian bisa mendengar, mengetahui, dan memahami. Dengan begitu kalian bisa bertobat dan kembali kepada-Ku, dan Aku tetap bersedia memulihkan keadaan kalian.’
ACT 28:28 “Jadi, Saudara-saudara, karena kalian orang Yahudi tidak mau mendengarkan berita keselamatan dari Allah, maka kalian harus tahu bahwa sekarang Allah sudah mengirim berita itu kepada bangsa-bangsa yang bukan Yahudi, dan mereka pun mau menerimanya.”
ACT 28:29 Sesudah Paulus berkata demikian, orang-orang Yahudi itu pun bubar sambil masih terus berdebat sengit karena saling berbeda pendapat.
ACT 28:30 Selama dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah yang dia sewa sendiri, dan dia menerima semua orang yang datang untuk mengunjunginya.
ACT 28:31 Dengan penuh keberanian dan tanpa halangan dari siapa pun, Paulus terus memberitakan tentang kerajaan Allah dan Penguasa kita Kristus Yesus.
ROM 1:1 Kepada Saudara-saudari di Roma, yaitu kalian semua yang dikasihi Allah dan dipanggil menjadi umat yang disucikan oleh-Nya. Salam sejahtera dari saya, Paulus, hamba Kristus Yesus yang dipanggil dan dipilih Allah menjadi seorang rasul untuk memberitakan Kabar Baik. Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita. Sejak dulu, melalui nubuatan para nabi yang tertulis dalam Kitab Suci, Allah sudah berjanji untuk menyampaikan Kabar Baik kepada kita. Kabar Baik itu menjelaskan tentang Anak Allah, yaitu Kristus Yesus, Penguasa kita. Dia layak disebut Anak Allah karena kedua hal ini: Pertama, sebagai manusia Dia lahir dari keturunan Daud. Kedua, dengan kuasa yang luar biasa, Dia sudah terbukti sebagai Anak Allah, yakni sewaktu Roh Kudus membangkitkan Dia dari antara orang mati. Melalui kebaikan hati Kristus, Allah sudah mempercayakan pelayanan khusus kepada saya untuk menjadi rasul Kristus. Kami para rasul bertugas menuntun orang-orang dari segala bangsa supaya percaya dan taat kepada Yesus. Dan kalian yang di Roma juga termasuk orang-orang yang dipanggil untuk menjadi milik Kristus Yesus.
ROM 1:8 Pertama-tama, saya ingin menyampaikan bahwa saya sangat bersyukur kepada Allah, yang saya sembah melalui Kristus Yesus. Saya bersyukur karena kalian sudah percaya kepada Kristus. Orang-orang di seluruh dunia sudah mendengar bahwa kalian yang di Roma sangat percaya kepada-Nya.
ROM 1:9 Jadi saya tidak henti-hentinya mendoakan kalian. Dan Saksi saya adalah Allah yang saya layani segenap hati dengan cara memberitakan Kabar Baik tentang Anak-Nya.
ROM 1:10 Saya sudah lama berdoa dan memohon dengan sangat supaya Allah mengizinkan saya mengunjungi kalian.
ROM 1:11 Saya ingin bertemu dengan kalian untuk membagikan berkat rohani yang dapat menguatkan kalian.
ROM 1:12 Maksudnya, waktu saya bersama kalian, kita bisa saling menguatkan supaya lebih percaya kepada Kristus.
ROM 1:13 Saudara-saudari, saya ingin kalian tahu bahwa sudah berkali-kali saya berencana untuk mengunjungi kalian, tetapi sampai sekarang selalu ada halangan. Saya ingin datang supaya pelayanan saya di antara kalian terus membuahkan hasil, seperti juga di antara orang bukan Yahudi di tempat lain.
ROM 1:14 Karena saya merasa wajib melayani semua kalangan: baik yang sudah berbudaya maju maupun yang masih terbelakang, baik orang yang berpendidikan maupun yang belum berpendidikan.
ROM 1:15 Itulah sebabnya saya juga mau memberitakan Kabar Baik kepada kalian yang tinggal di Roma.
ROM 1:16 Saya sangat bangga akan Kabar Baik tentang Kristus, karena melalui Kabar yang penuh kuasa itu, Allah bekerja untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya penuh pada Kabar tersebut, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi.
ROM 1:17 Karena kabar itu memberitahukan cara Allah membenarkan manusia di hadapan-Nya, yaitu hanya dengan percaya saja. Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Firman Allah, “Orang yang dinyatakan benar oleh TUHAN akan hidup selamanya karena percaya penuh kepada-Nya.”
ROM 1:18 Kabar Baik itu penting, sebab murka Allah terhadap semua dosa dan kejahatan manusia sudah sejak lama dinyatakan dari surga. Dosa dan kejahatan itu menghalangi manusia untuk mengenal ajaran yang benar dari Allah.
ROM 1:19 Sebenarnya, hal yang seharusnya diketahui manusia tentang Allah sudah jelas sekali, sebab Dia sendiri sudah menyatakannya kepada manusia.
ROM 1:20 Karena sejak penciptaan dunia, sifat-sifat-Nya sebagai Allah sudah terlihat jelas melalui seluruh ciptaan-Nya. Dengan demikian, kita mengerti hal-hal tentang Dia yang tidak bisa dilihat mata, yaitu keilahian-Nya dan kuasa-Nya yang kekal. Jadi tidak ada alasan apa pun bagi manusia untuk tidak mengenal Allah.
ROM 1:21 Namun, meskipun mereka mengetahui tentang Dia, mereka tidak memuliakan-Nya sebagai Allah dan tidak bersyukur kepada-Nya. Sebaliknya, mereka memikirkan hal-hal yang sia-sia dan bodoh, sehingga pikiran mereka penuh dengan kegelapan.
ROM 1:22 Mereka mengaku bijaksana, tetapi kenyataannya bodoh.
ROM 1:23 Mereka menolak untuk memuliakan Allah yang kekal. Sebaliknya, mereka malah menyembah patung-patung berhala yang mereka buat sendiri dalam bentuk makhluk yang bisa mati, seperti manusia, burung-burung, binatang-binatang berkaki empat, dan binatang-binatang menjalar.
ROM 1:24 Oleh karena itu, Allah lepas tangan dan membiarkan mereka diperbudak oleh keinginan-keinginan mereka yang jahat. Akibatnya, mereka saling menajiskan tubuh mereka dengan melakukan berbagai perbuatan memalukan.
ROM 1:25 Meskipun mereka tahu hal-hal yang benar tentang Allah, mereka memilih untuk percaya kepada yang salah. Daripada menyembah dan melayani Dia yang menciptakan segala sesuatu, mereka lebih memilih untuk menyembah ciptaan-Nya, padahal hanya Dialah yang layak dipuji untuk selama-lamanya! Amin.
ROM 1:26 Nah, karena manusia bersikap seperti itu, maka Allah membiarkan mereka diperbudak oleh keinginan-keinginan mereka yang memalukan. Contohnya, ada perempuan-perempuan yang bersetubuh dengan sesama perempuan, padahal perbuatan itu tidak wajar dan seharusnya tidak boleh dilakukan.
ROM 1:27 Begitu juga dengan laki-laki. Mereka mulai bosan pada persetubuhan yang wajar dengan perempuan, dan ingin melakukan hal yang memalukan, yakni bersetubuh dengan sesama laki-laki. Karena itu, mereka menerima hukuman Allah dalam diri mereka sesuai dengan cara hidup mereka yang memalukan itu.
ROM 1:28 Manusia merasa tidak perlu lagi mengenal Allah. Oleh sebab itu, Allah lepas tangan dan membiarkan mereka diperbudak oleh pikiran mereka yang sia-sia, sehingga manusia semakin melakukan apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan.
ROM 1:29 Hati mereka dikuasai oleh segala macam dosa, seperti berbagai perbuatan cabul, pikiran jahat, kebencian, dan keserakahan. Pikiran mereka penuh dengan iri hati, keinginan membunuh, berkelahi, serta menipu. Mereka menyimpan dendam, memfitnah orang lain,
ROM 1:30 dan saling menjelekkan. Mereka benci kepada Allah. Mereka juga kasar, congkak, menyombongkan diri, dan pintar memikirkan cara-cara baru untuk berbuat jahat. Mereka durhaka kepada orangtua,
ROM 1:31 keras kepala, suka ingkar janji, masa bodoh terhadap orang lain, tidak mau memaafkan, dan tidak punya belas kasihan.
ROM 1:32 Mereka sudah tahu hukum Taurat yang mengatakan bahwa orang yang hidup seperti itu pantas dihukum mati, tetapi mereka terus saja hidup dalam kejahatan, bahkan memuji orang lain yang juga melakukan kejahatan.
ROM 2:1 Jadi, Saudara-saudariku, kalau kamu menganggap dirimu bisa menghakimi orang lain, berarti kamu salah karena kamu juga orang berdosa. Tidak pantas kamu menghakimi sesamamu, sebab kamu juga melakukan kejahatan yang sama seperti dia. Dengan menghakimi orang lain, kamu sama saja seperti meminta Allah menjatuhkan hukuman bagimu sendiri.
ROM 2:2 Kita semua tahu bahwa Allah adil waktu Dia menjatuhkan hukuman bagi orang yang dengan munafik menghakimi sesamanya seperti itu.
ROM 2:3 Kalau kamu menunjukkan kesalahan orang lain yang berbuat jahat, sedangkan kamu sendiri melakukan kejahatan yang sama, apakah kamu pikir kamu bisa melarikan diri dari hukuman Allah?
ROM 2:4 Padahal Allah sangat baik dan sabar kepadamu. Dia sudah menunggumu untuk bertobat, tetapi kamu tidak mempedulikan semua kebaikan-Nya. Ketahuilah bahwa kebaikan hati-Nya yang Dia tunjukkan kepadamu adalah untuk membimbing kamu supaya bertobat.
ROM 2:5 Akan tetapi, kamu mengeraskan hatimu dan tidak mau bertobat. Tidak tahukah kamu bahwa kamu sedang menimbun hukuman yang lebih berat bagi dirimu sendiri?! Pada hari Allah menyatakan kemarahan-Nya, semua orang akan melihat bahwa hukuman Allah itu adil!
ROM 2:6 Karena Allah “akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya.”
ROM 2:7 Dia akan memberikan hidup kekal kepada orang-orang yang mencari hidup kekal, yang selalu tekun berbuat baik, dan hidupnya menjadi kesaksian bagi banyak orang sehingga mendatangkan pujian dan hormat bagi Allah.
ROM 2:8 Namun, kepada orang-orang yang mencari hormat bagi diri mereka sendiri, yang menolak mengikuti ajaran benar, dan senang mengikuti yang jahat, Allah akan menimpakan hukuman dan murka-Nya.
ROM 2:9 Dia akan memberikan kesusahan dan penderitaan kepada setiap orang yang berbuat jahat, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi.
ROM 2:10 Tetapi setiap orang yang berbuat baik akan diberkati-Nya dengan kemuliaan surgawi, kehormatan di mata Allah, dan ketenangan hati. Berkat-berkat itu disediakan bagi orang Yahudi maupun bukan Yahudi,
ROM 2:11 karena Allah tidak membeda-bedakan orang.
ROM 2:12 Prinsipnya begini: Orang yang berdosa tanpa mengetahui hukum Taurat akan dibinasakan. Orang yang berdosa meski sudah mengetahui hukum Taurat pun akan diadili menurut Hukum itu, dan kena hukuman yang sama.
ROM 2:13 Karena orang yang dibenarkan di mata Allah bukanlah yang sekedar mengetahui hukum Taurat, tetapi yang melakukan perintah-perintah dalam hukum Taurat itu.
ROM 2:14 Memang, orang yang bukan Yahudi tidak mewarisi hukum Taurat dari nenek moyang mereka, tetapi kalau mereka hidup sesuai hukum Taurat, maka mereka menunjukkan bahwa peraturan-peraturan Allah ada dalam hati mereka.
ROM 2:15 Mereka membuktikan bahwa cara hidup yang ditetapkan Allah bagi manusia sudah ada dalam hati mereka. Dan setiap saat, hati nurani mereka membantu untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
ROM 2:16 Allah akan mengadili semua orang sesuai hati nurani mereka masing-masing. Hal itu akan terjadi pada waktu Dia menghakimi setiap manusia berdasarkan pikiran-pikiran yang mereka rahasiakan dalam hatinya masing-masing. Penghakiman yang adil itu akan terjadi melalui Kristus Yesus. Inilah yang saya beritakan dalam Kabar Baik yang Allah percayakan kepada saya.
ROM 2:17 Tetapi bagaimana dengan kalian yang keturunan Yahudi?— termasuk saya sendiri. Kita bangga karena kita keturunan Yahudi dan merasa bahwa kitalah yang paling dekat dengan Allah karena mewarisi hukum Taurat.
ROM 2:18 Kita tahu apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan dan kita bisa mengerti apa yang terbaik dalam setiap situasi karena kita sudah mendalami hukum Taurat.
ROM 2:19 Kita menganggap diri kita layak menjadi guru bagi orang bukan Yahudi yang tidak mengetahui jalan yang benar. Dan kita merasa seperti terang bagi mereka yang berada dalam kegelapan.
ROM 2:20 Kita merasa pantas mengajar orang-orang yang kurang bijaksana dan yang baru mulai menerima ajaran benar. Karena sudah memiliki hukum Taurat, kita menganggap diri kita sudah menguasai sumber pengetahuan dan ajaran benar yang ada di dalamnya.
ROM 2:21 Nah, kepada siapa pun di antara kita yang mau menjadi guru, kenapa kamu tidak mengajar dirimu sendiri? Kamu melarang orang lain mencuri, tetapi kamu sendiri masih mencuri.
ROM 2:22 Kamu mengajar orang lain untuk tidak berzina, tetapi kamu sendiri berzina. Kamu membenci penyembahan berhala, tetapi kamu sendiri mencuri harta benda dari kuil berhala orang lain.
ROM 2:23 Jadi, walaupun kalian bangga karena memiliki hukum Taurat, perbuatan kalian justru melanggar hukum itu. Oleh karena perbuatan kalianlah TUHAN sering dihina orang!
ROM 2:24 Dan terjadilah seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Karena kesalahan yang dilakukan oleh kalian orang Yahudi, maka orang-orang dari bangsa lain sering menghina Allah.”
ROM 2:25 Kita semua orang Yahudi sudah disunat, bukan? Nah, kalau kita menaati hukum Taurat, maka sunat itu bermakna dan bermanfaat. Tetapi kalau hidup kita berlawanan dengan hukum Taurat, maka di mata Allah, kita sama saja dengan orang bukan Yahudi, dan sunat kita sama sekali tidak ada artinya!
ROM 2:26 Sebaliknya, kalau orang-orang yang tidak bersunat taat kepada tuntutan hukum Taurat, Allah akan menganggap mereka seperti umat-Nya yang bersunat.
ROM 2:27 Seharusnya kita orang Yahudi malu terhadap mereka! Kita disunat dan memiliki hukum Taurat secara tertulis, tetapi masih terus melanggar hukum itu. Mereka yang menaati maksud hukum Taurat walaupun tidak mewarisi adat sunat dari nenek moyang mereka akan menunjukkan bahwa kita bersalah.
ROM 2:28 Di hadapan Allah, orang Yahudi yang sejati bukanlah yang lahir dari keturunan Yahudi, dan makna sunat bukan sekedar tanda yang dibuat pada tubuh.
ROM 2:29 Tetapi yang layak disebut orang Yahudi sejati adalah yang sungguh-sungguh menjadi umat Allah dalam hatinya. Dia mencari pujian hanya dari Allah dan tidak mempedulikan pujian manusia yang berdasarkan ketaatan pada hukum-hukum tertulis. Statusnya itu tidak kelihatan dengan mata jasmani, karena Roh Kuduslah yang melaksanakan sunat dalam hati.
ROM 3:1 Lantas, pasti ada orang Yahudi yang akan protes, “Kalau begitu, sepertinya tidak ada manfaatnya dilahirkan sebagai bagian dari umat pilihan Allah! Menurutmu sia-sia juga saya disunat sesuai hukum Taurat!”
ROM 3:2 Tetapi saya menjawab: Banyak sekali manfaatnya! Yang terutama, sebagai orang Yahudi, kita sudah dikaruniai Firman Allah.
ROM 3:3 Lalu bagaimana kalau ada orang Yahudi yang tidak setia kepada Allah? Apakah ketidaksetiaan itu akan membuat Allah membatalkan janji-Nya kepada mereka?
ROM 3:4 Tidak! Allah tetap setia menepati janji-Nya, biarpun tidak ada seorang pun manusia yang setia. Seperti tertulis dalam Kitab Suci waktu pemazmur berkata kepada Allah, “Engkau akan terbukti benar dalam semua perkataan-Mu, dan Engkau akan menang terhadap mereka yang menuduh Engkau berbuat salah.”
ROM 3:5 Tetapi ada sebagian orang Yahudi yang berkata, “Kita ini bangsa pilihan Allah, lalu mengapa Allah marah kepada kita kalau kita berbuat dosa? Bukankah hal itu masih memuliakan Allah? Karena dosa kita itu menunjukkan bahwa Dia baik hati dan setia menepati janji-janji-Nya. Dengan begitu, Allah seharusnya tidak boleh marah dan menghukum kita karena dosa tersebut.” Saudara-saudari, pikiran seperti itu hanyalah pendapat manusia
ROM 3:6 dan sama sekali salah! Kalau Allah tidak bersikap adil kepada semua manusia, Dia tidak dapat menghakimi dunia ini.
ROM 3:7 Pertanyaan tadi dapat dijelaskan lagi dengan contoh ini: Orang berkata, “Kalau saya berdosa dengan menipu orang, perbuatan itu masih menunjukkan bahwa Allah selalu benar. Berarti dosa saya tetap memuliakan Allah. Jadi, Allah tidak adil kalau Dia menghukum saya karena dosa itu.”
ROM 3:8 Bila kalian berpikir demikian, itu sama saja dengan berkata, “Marilah kita berbuat jahat untuk mendatangkan kebaikan.” Pikiran itu salah! Tetapi ada orang yang menyebarkan fitnah bahwa kami mengajarkan hal itu. Mereka sudah sepantasnya menerima hukuman Allah!
ROM 3:9 Lantas kesimpulan kita bagaimana? Apakah kita orang Yahudi lebih baik daripada orang yang bukan Yahudi? Sama sekali tidak! Sebagaimana kami katakan tadi: Semua manusia, baik orang Yahudi maupun bukan, sudah dikuasai oleh keinginan untuk berbuat dosa.
ROM 3:10 Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Tidak ada orang yang hidupnya benar, seorang pun tidak!
ROM 3:11 Tidak ada orang yang hidup dengan bijaksana. Tidak ada yang sungguh-sungguh hidup untuk menyenangkan hati Allah.
ROM 3:12 Semua manusia sudah berbalik dari Allah, dan semua orang hidup dengan sia-sia di mata Allah. Tidak ada yang berbuat baik. Sama sekali tidak ada!”
ROM 3:13 “Mereka membunuh orang lain dengan kata-kata jahat. Mereka menggunakan lidah hanya untuk berbohong.” “Perkataan mereka seperti racun ular,”
ROM 3:14 “mulut mereka penuh dengan kutuk dan kepahitan.”
ROM 3:15 “Mereka selalu siap menyakiti dan membunuh.
ROM 3:16 Ke mana pun mereka pergi, mereka membuat kehancuran dan kesusahan.
ROM 3:17 Mereka tidak tahu bagaimana hidup damai dengan sesama.”
ROM 3:18 “Di dalam pikirannya tidak ada sikap hormat dan takut akan Allah.”
ROM 3:19 Semua kutipan dari kitab hukum Taurat itu bukan hanya tentang bangsa-bangsa lain, tetapi juga orang Yahudi, yaitu bangsa yang mewarisi hukum Taurat! Ayat-ayat itu menunjukkan bahwa setiap orang dari bangsa mana pun tidak punya alasan untuk membenarkan diri di hadapan Allah. Semuanya pantas dihukum Allah.
ROM 3:20 Karena tidak ada seorang pun yang akan dibenarkan di hadapan Allah dengan melakukan hukum Taurat. Sebaliknya, hukum Taurat selalu menunjukkan dosa-dosa kita.
ROM 3:21 Tetapi sekarang, Allah sudah menyatakan cara baru supaya manusia bisa dibenarkan di hadapan-Nya, dan hal itu didukung oleh hukum Taurat dan tulisan para nabi.
ROM 3:22 Caranya adalah, Allah membenarkan setiap orang yang percaya penuh kepada Kristus Yesus. Kesempatan ini berlaku untuk semua orang dari bangsa mana pun, sebab kebutuhan rohani orang Yahudi dan orang bukan Yahudi tidaklah berbeda.
ROM 3:23 Karena semua orang sudah berbuat dosa dan tidak layak menikmati kemuliaan Allah.
ROM 3:24 Namun, sekarang kita dibenarkan di hadapan Allah hanya karena kebaikan hati-Nya! Dan status sebagai orang benar itu diberikan secara cuma-cuma melalui Kristus Yesus, yang menebus dan membebaskan kita dari hukuman atas dosa kita masing-masing.
ROM 3:25 Di masa lalu, Allah bersabar dan tidak membinasakan manusia karena dosa-dosa mereka, sebab pada waktu itu Dia sudah berencana untuk membenarkan manusia melalui Yesus. Sekarang, Allah sudah mengutus Yesus menjadi kurban penebus dosa, supaya setiap orang yang percaya penuh kepada Yesus diampuni dosanya dan tidak dihukum Allah. Pengampunan itu diberikan oleh karena darah Yesus, waktu Dia mati bagi kita. Demikianlah Allah membenarkan orang berdosa yang percaya kepada Yesus. Allah menunjukkan bahwa Dia selalu melakukan yang benar dan adil.
ROM 3:27 Jadi, tidak ada lagi alasan bagi salah satu bangsa untuk membanggakan diri dengan mengatakan bahwa Allah lebih berkenan kepada mereka daripada bangsa lain. Mengapa? Karena manusia dibenarkan di mata Allah hanya melalui percaya penuh bahwa Yesus sudah menebus kita, bukan karena hasil usaha kita menaati hukum Taurat!
ROM 3:28 Maka saya menegaskan: Kita dibenarkan Allah bukan karena menaati hukum Taurat, tetapi karena percaya penuh kepada Yesus.
ROM 3:29 Kalau tidak begitu, orang Yahudi bisa saja mengatakan bahwa Allah hanya peduli kepada bangsa Yahudi, padahal sebenarnya Allah mempedulikan segala bangsa.
ROM 3:30 Sebab hanya ada satu Allah. Dialah yang membenarkan semua manusia yang percaya kepada Yesus, baik orang Yahudi maupun bukan.
ROM 3:31 Kalau begitu, apakah berarti hukum Taurat tidak perlu ditaati lagi sebab kita sudah percaya kepada Yesus? Tentu tidak! Sesungguhnya, dengan percaya kepada Yesus, kita menaati maksud hukum Taurat.
ROM 4:1 Kepada orang Yahudi saya bertanya, bagaimana dengan leluhur kita Abraham?
ROM 4:2 Kalau Abraham diterima sebagai orang benar di mata Allah karena perbuatan baiknya, maka dia punya alasan untuk membanggakan diri bahwa dia lebih baik daripada orang lain. Tetapi di hadapan Allah, Abraham tidak dapat membanggakan diri seperti itu,
ROM 4:3 sebab inilah yang dikatakan Kitab Suci tentang dia, “Abraham percaya penuh kepada janji Allah, karena itu Allah menerima dia sebagai orang benar.”
ROM 4:4 Perhatikanlah! Jika seseorang bekerja untuk majikannya, upah yang dia terima tidak dianggap sebagai hadiah, melainkan sebagai haknya.
ROM 4:5 Namun, jika seseorang tidak mengandalkan hasil usahanya sendiri dan hanya percaya penuh kepada janji Allah, maka berkat yang dia terima dianggap sebagai hadiah. Begitulah yang terjadi pada kita! Allah mengampuni kejahatan kita masing-masing tanpa menghitung perbuatan baik kita, lalu Dia menerima kita sebagai orang yang hidupnya benar.
ROM 4:6 Raja Daud pun merasakan kebaikan Allah itu dan menulis tentang berkat yang Allah berikan kepada seseorang tanpa memperhatikan perbuatan-perbuatan baiknya. Daud berkata,
ROM 4:7 “Sungguh diberkati Allah orang yang diampuni pelanggaran dan dosa-dosanya!
ROM 4:8 Sungguh diberkati Allah orang yang dosa-dosanya tidak lagi dihitung-hitung!”
ROM 4:9 Apakah berkat itu hanya untuk orang Yahudi saja sebagai bangsa yang bersunat? Atau apakah untuk orang dari bangsa-bangsa lain juga? Tadi kita sudah melihat bahwa Abraham dibenarkan Allah karena dia percaya penuh kepada Allah.
ROM 4:10 Kapan hal itu terjadi? Sebelum atau sesudah dia disunat? Ya, itu terjadi sebelum dia disunat.
ROM 4:11 Abraham diterima Allah sebagai orang benar, barulah kemudian dia disunat sebagai tanda bahwa dia sudah diterima oleh Allah. Dengan begitu jelaslah bahwa Abraham adalah bapak semua orang percaya, termasuk yang tidak bersunat. Dengan percaya penuh kepada janji Allah, mereka juga diterima oleh Allah sebagai orang benar.
ROM 4:12 Abraham juga bapak dari orang yang disunat. Tetapi bukan karena sunat itulah orang Yahudi diperhitungkan sebagai keturunan Abraham. Orang Yahudi menjadi keturunan sejati Abraham hanya jika mereka percaya kepada Allah seperti Abraham percaya sebelum dia disunat.
ROM 4:13 Allah berjanji untuk memberikan dunia ini kepada Abraham dan keturunannya. Perhatikanlah bahwa janji Allah diberikan bukan karena Abraham taat kepada hukum Taurat, melainkan karena dia percaya penuh kepada janji Allah, lalu diterima Allah sebagai orang benar.
ROM 4:14 Kalau yang diberkati Allah hanya orang yang melakukan hukum Taurat, berarti janji Allah kepada Abraham omong kosong saja. Artinya sia-sialah juga kita percaya seperti Abraham percaya.
ROM 4:15 Hukum Taurat tidak bisa membawa berkat, tetapi hanya menyebabkan murka Allah waktu kita melanggarnya. Pada zaman Abraham belum ada hukum Taurat, berarti tidak ada peraturan yang dilanggar.
ROM 4:16 Jadi, kunci untuk dibenarkan di mata Allah adalah percaya penuh! Orang-orang yang percaya penuh kepada-Nya akan menerima berkat dari janji Allah seperti yang terjadi kepada Abraham. Allah mengatur cara itu supaya pembenaran berdasarkan janji merupakan hadiah yang diberikan secara cuma-cuma. Dan kalau janji itu adalah hadiah, artinya semua keturunan Abraham secara rohani pasti akan menerimanya. Janji itu bukan hanya untuk keturunannya yang hidup sesuai hukum Taurat, tetapi juga untuk keturunan yang percaya penuh seperti dia. Di hadapan Allah, secara rohani Abraham adalah nenek moyang kita semua.
ROM 4:17 Hal itu sesuai dengan yang tertulis tentang Abraham dalam Kitab Suci, “Aku akan menjadikan engkau bapak dari banyak bangsa.” Abraham mempercayai perkataan Allah itu karena dia tahu bahwa Allahlah yang sanggup menghidupkan orang mati. Dan dia percaya bahwa Allah, melalui perkataan-Nya saja, dapat menciptakan hal-hal yang belum pernah ada menjadi ada.
ROM 4:18 Pada waktu itu, tidak ada harapan bagi Abraham untuk mempunyai anak, tetapi Abraham terus berharap kepada Allah dan percaya pada janji-Nya. Hal itulah yang membuatnya menjadi bapak bagi banyak bangsa, tepat seperti kata Allah kepadanya, “Keturunanmu akan menjadi sangat banyak.”
ROM 4:19 Saat itu Abraham sudah hampir seratus tahun. Sara juga sudah terlalu tua untuk bisa mengandung. Namun, keadaan tubuh mereka itu tidak melemahkan keyakinan Abraham pada janji Allah.
ROM 4:20 Abraham tidak setengah hati dalam mempercayai bahwa Allah dapat melakukan apa yang sudah dijanjikan kepadanya. Dia menguatkan hati untuk menghormati Allah. Maka Abraham semakin percaya,
ROM 4:21 bahkan yakin sepenuhnya bahwa Allah mampu melakukan apa yang sudah Dia janjikan.
ROM 4:22 Itulah sebabnya Abraham “diterima Allah sebagai orang yang hidupnya benar.”
ROM 4:23 Kata-kata “diterima sebagai orang yang hidupnya benar” tidak hanya ditulis tentang Abraham,
ROM 4:24 tetapi juga tentang kita yang sudah diterima Allah sebagai orang benar, yakni kita yang percaya penuh kepada Allah yang sudah menghidupkan kembali Yesus Penguasa kita dari kematian.
ROM 4:25 Yesus sudah diserahkan sampai mati disalib karena pelanggaran kita, dan Dia sudah dihidupkan kembali dari kematian supaya kita bisa dibenarkan di hadapan Allah.
ROM 5:1 Itu sebabnya, kita sangat memuji Penguasa kita Kristus Yesus karena sekarang, melalui Dia, kita berdamai dengan Allah! Kita sudah memperoleh hubungan erat dengan Allah, di mana kita berdiri teguh di atas kebaikan hati-Nya. Semuanya itu kita terima karena percaya kepada Kristus. Jadi sekarang kita bersukacita, bahkan berbangga, karena kita mempunyai keyakinan untuk menikmati kemuliaan Allah bersama Kristus.
ROM 5:3 Kita juga bersukacita karena penderitaan yang kita alami. Mengapa? Karena kita tahu bahwa penderitaan itu membuat kita menjadi lebih tabah.
ROM 5:4 Ketabahan itu membuat kita tahan uji. Tahan uji memberi kita pengharapan.
ROM 5:5 Dan pengharapan tidak pernah mengecewakan, karena Allah sudah mencurahkan kasih-Nya untuk mengisi hati kita melalui Roh Kudus yang diberikan kepada kita.
ROM 5:6 Sebelumnya, manusia sama sekali tidak mampu melakukan apa-apa untuk menjadi benar di hadapan Allah. Tetapi justru ketika kita dalam keadaan tidak berdaya seperti itulah Kristus mati bagi kita, walaupun sebelumnya kita selalu memusuhi Allah.
ROM 5:7 Sangat sulit bagi seseorang untuk mau mengurbankan diri demi menyelamatkan orang lain, sekalipun dia tahu orang itu tidak bersalah. Namun, bisa saja seseorang rela mengurbankan diri sampai mati demi menyelamatkan sahabatnya.
ROM 5:8 Tetapi Kristus mati bagi kita ketika kita masih hidup sebagai orang berdosa yang memusuhi Allah. Demikianlah Allah menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi kita.
ROM 5:9 Oleh sebab itu, sudah menjadi sangat jelas: Karena kita dibenarkan di hadapan Allah melalui darah Kristus, tentu Allah tidak lagi memurkai kita. Dia akan membebaskan kita dari hukuman yang kelak dijatuhkan-Nya kepada semua orang berdosa.
ROM 5:10 Kalau Anak Allah mati demi kita waktu kita masih memusuhi Allah, terlebih lagi sekarang, setelah Yesus dibangkitkan dari kematian dan mendamaikan kita dengan Allah, Yesus akan terus menjaga kita dan keselamatan kita benar-benar terjamin!
ROM 5:11 Bukan hanya keselamatan itu yang membuat kita sangat bersukacita sekarang. Kita juga bersukacita dan bangga atas pendamaian yang sudah dilakukan oleh Penguasa kita Kristus Yesus, sehingga hubungan kita dengan Allah menjadi baik.
ROM 5:12 Inilah yang sudah terjadi: Waktu manusia pertama, Adam, jatuh ke dalam dosa, kuasa dosa itu pun masuk kepada semua manusia seperti penyakit keturunan yang menular. Bersama kuasa dosa itu, datang juga kematian. Oleh sebab itulah semua orang pasti mati, karena semua orang berdosa.
ROM 5:13 Kuasa dosa itu memang sudah ada di dunia ini sebelum manusia mendengar hukum Taurat. Tetapi Allah tidak memperhitungkan dosa sebagai pelanggaran kalau manusia belum mendengar ajaran yang ada dalam hukum Taurat.
ROM 5:14 Namun, meskipun zaman dahulu dosa tidak diperhitungkan, tetapi akibat dosa Adam, semua manusia sejak zaman Adam sampai zaman Musa mengalami kematian. Walaupun pada zaman itu manusia tidak melanggar perintah apa pun yang langsung diberikan dari Allah seperti yang Adam lakukan, tetapi manusia tetap tidak bisa lepas dari kematian. Adam menggambarkan Kristus yang Allah janjikan untuk datang kemudian.
ROM 5:15 Akan tetapi, perbuatan Adam dan tindakan Kristus sungguh sangat jauh berbeda! Akibat pelanggaran Adam, semua manusia mewarisi kematian. Sebaliknya, akibat pengurbanan Kristus Yesus, semua orang bisa dibenarkan di hadapan Allah dan menerima hidup kekal! Hal itu membuktikan kebaikan hati Allah yang amat luar biasa!
ROM 5:16 Akibat dosa Adam, semua manusia pantas dihukum, karena sesudah Adam berdosa, manusia pun semakin banyak berbuat dosa. Tetapi apa yang Allah perbuat sekarang sangat jauh berbeda dan mengherankan. Dia memberikan hadiah pengampunan melalui Kristus supaya kita, yang banyak sekali berbuat dosa, bisa dibenarkan di hadapan-Nya!
ROM 5:17 Akibat pelanggaran satu orang, kematian menguasai semua manusia, ibarat seorang raja yang kejam menguasai rakyatnya. Tetapi jauh lebih luar biasa lagi hasil dari perbuatan satu Orang yang lain, yaitu Kristus Yesus! Karena kebaikan hati Allah yang luar biasa, kita dibebaskan dari kuasa dosa dan kematian, dan kita akan ikut memerintah bersama Kristus.
ROM 5:18 Jadi, akibat pelanggaran Adam saja, semua orang layak dibinasakan. Tetapi akibat perbuatan Kristus saja, terbukalah jalan supaya setiap orang bisa dibenarkan dan memperoleh hidup kekal!
ROM 5:19 Artinya, karena perbuatan satu orang yang tidak taat kepada Allah, yaitu Adam, maka semua orang menjadi berdosa. Tetapi karena satu Orang yang lain, yaitu Yesus, yang taat kepada Allah, semua orang diberi kesempatan untuk dibenarkan di hadapan Allah.
ROM 5:20 Allah memberikan hukum Taurat kepada manusia supaya pelanggaran dan dosa menjadi semakin nyata. Tetapi ketika manusia semakin berdosa, kebaikan hati Allah semakin luar biasa supaya semua orang bisa diampuni.
ROM 5:21 Sejak Adam, manusia hidup di bawah kuasa dosa dan hal itu membawa kita pada kematian. Namun, sekarang kebaikan hati Allah berkuasa atas kita. Dengan demikian, kita dibenarkan di hadapan-Nya dan diberi hidup yang kekal melalui pengurbanan Kristus Yesus, Penguasa kita.
ROM 6:1 Jadi, bagaimana kita akan bersikap setelah mendapat kebaikan hati Allah? Bolehkah kita terus berbuat dosa supaya kebaikan hati Allah semakin bertambah?
ROM 6:2 Jangan berpikir seperti itu! Secara rohani, kita sudah mati bersama Kristus, berarti kita juga sudah dibebaskan dari kuasa dosa. Tentu kita tidak bisa terus hidup dalam dosa seperti sebelum mengenal Kristus!
ROM 6:3 Janganlah lupa bahwa ketika kita dibaptis, kita semua sudah bersatu secara rohani dengan kematian Kristus Yesus.
ROM 6:4 Maksud saya, baptisan itu melambangkan bahwa kita sudah mati dan dikuburkan bersama Kristus. Dan ketika Allah memakai kuasa-Nya yang mulia untuk menghidupkan Yesus kembali, kita juga ikut dihidupkan ke dalam suatu kehidupan yang baru.
ROM 6:5 Kalau kita sudah dipersatukan secara rohani dengan Kristus dalam kematian-Nya, berarti kita juga ikut dibangkitkan kembali dan akan hidup bersama Dia.
ROM 6:6 Kita tahu bahwa hidup kita yang lama sudah mati disalibkan bersama Kristus. Hal itu termasuk dalam rencana Allah, supaya tubuh kita tidak lagi diperbudak oleh kuasa dosa.
ROM 6:7 Maksudnya, karena hidup lama kita sudah mati, maka kita dibebaskan dari kuasa dosa sehingga tidak lagi harus mengikuti godaannya.
ROM 6:8 Bila kita sudah mati bersama Kristus, pastilah kita akan hidup bersama Dia,
ROM 6:9 sebab Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian dan tidak akan pernah mati lagi. Kematian tidak berkuasa lagi atas Dia.
ROM 6:10 Waktu Kristus mati satu kali, itu sudah cukup untuk mengalahkan kuasa dosa untuk selamanya. Sekarang Dia mempunyai hidup yang baru, dan karena Kristus bersatu dengan Allah, Dia tidak mungkin bisa mati lagi.
ROM 6:11 Demikian jugalah kita menganggap diri kita masing-masing sudah mati terhadap dosa dan bersatu dengan Kristus Yesus, supaya kita hidup hanya bagi Allah.
ROM 6:12 Jadi, jangan lagi membiarkan dosa menguasai tubuhmu, supaya dalam hidup yang sementara ini kamu tidak menuruti berbagai keinginan yang berasal dari tubuhmu.
ROM 6:13 Jangan menyerahkan anggota tubuhmu menjadi alat untuk melakukan yang jahat, tetapi hendaklah kamu menyerahkan seluruh hidupmu kepada Allah! Sebab dulu kamu mati secara rohani, tetapi sekarang rohanimu sudah dihidupkan kembali. Maka hendaklah seluruh anggota tubuhmu digunakan sebagai alat untuk melakukan kehendak Allah!
ROM 6:14 Dosa tidak berkuasa lagi atas hidupmu karena kamu sudah mati terhadap semua kewajiban lama, termasuk segala peraturan hukum Taurat. Sekarang kamu selayaknya hidup dengan penuh syukur karena kebaikan hati Allah yang sudah diberikan kepadamu!
ROM 6:15 Nah, pasti akan ada orang yang berkata, “Kalau Allah berbaik hati kepada kita, dan kalau kita tidak lagi wajib menuruti hukum Taurat, apakah berarti kita boleh terus berbuat dosa?” Tentu tidak!
ROM 6:16 Kamu semua pasti tahu, bila kamu menyerahkan diri untuk melakukan kemauan orang lain, berarti kamu sudah menjadi budak orang itu. Hal yang sama pun berlaku secara rohani: Bila kamu menuruti kemauan dosa, berarti kamu sudah menjadi budak dosa yang menjeratmu pada kematian. Tetapi bila kamu menaati Allah, kamu adalah milik-Nya dan menjadi orang benar di mata-Nya.
ROM 6:17 Puji TUHAN, kita bukan lagi budak dosa! Sebaliknya, dengan segenap hati kita sudah menaati ajaran dari Allah,
ROM 6:18 sehingga kita dibebaskan dari kuasa dosa dan sekarang hidup sebagai hamba Allah yang dengan sepenuh hati mau hidup benar di mata-Nya.
ROM 6:19 Contoh-contoh tadi hanyalah perbandingan sederhana untuk menggambarkan suatu keadaan rohani, sebab kita, sebagai manusia yang punya banyak kelemahan, sulit mengerti prinsip-prinsip rohani ini. Dahulu, kamu semua memberikan anggota tubuhmu menjadi budak dosa dan kejahatan, sehingga kamu hidup hanya untuk berbuat jahat. Namun, sekarang kamu harus memberi diri menjadi hamba Allah yang selalu berusaha berbuat benar sesuai kemauan-Nya. Sekarang hidupmu hanyalah bagi Allah.
ROM 6:20 Dahulu kamu budak dosa dan tidak berpikir untuk hidup benar.
ROM 6:21 Dengan cara hidup yang seperti itu, adakah manfaatnya bagimu? Tidak! Kamu hanya merasa malu, dan pada akhirnya kamu akan binasa selamanya.
ROM 6:22 Tetapi sekarang kamu sudah dibebaskan dari kuasa dosa supaya menjadi hamba Allah. Kamu hidup sebagai orang yang sudah Dia sucikan, dan kamu pasti menerima hidup kekal.
ROM 6:23 Sebab dosa menjerat kita dalam kematian rohani. Namun, bila kita bersatu dengan Kristus Yesus Penguasa kita, Allah akan selalu berbaik hati kepada kita dan memberikan hidup kekal itu!
ROM 7:1 Saudara-saudari, khususnya kalian yang orang Yahudi, saya mau mengingatkan hal penting mengenai hukum Taurat: Peraturan-peraturannya hanya berlaku selama manusia masih hidup.
ROM 7:2 Contohnya seperti seorang perempuan yang sudah menikah, ikatan pernikahan itu berlaku selama suaminya masih hidup. Kalau suaminya meninggal, dia bebas dari peraturan pernikahan yang ada dalam hukum Taurat.
ROM 7:3 Bila perempuan itu menikah atau bersetubuh dengan laki-laki lain sewaktu suaminya masih hidup, maka menurut peraturan, dia berzina. Jika suaminya sudah meninggal, dia bebas dari peraturan pernikahan itu. Jadi, kalau perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sesudah suaminya meninggal, dia tidak berzina.
ROM 7:4 Demikian juga, Saudara-saudari, karena kita secara rohani sudah bersatu dengan tubuh Kristus, maka ketahuilah bahwa diri kita yang lama sudah mati bersama Dia. Dengan begitu, kita sudah bebas dari kewajiban untuk hidup menurut hukum Taurat. Dan kita juga tahu bahwa kita sudah bersatu dengan Kristus ketika Dia dihidupkan kembali dari kematian. Berarti kita dibebaskan supaya cara hidup kita memuliakan Allah.
ROM 7:5 Dahulu, kita sepenuhnya dikendalikan oleh naluri yang berdosa. Adanya hukum Taurat justru memancing keinginan untuk melanggarnya, sehingga kita semakin berbuat dosa. Demikianlah sifat dasar kita yang berdosa menyeret kita ke dalam kebinasaan.
ROM 7:6 Dahulu, kita terikat pada hukum Taurat ibarat seseorang yang terikat dalam pernikahan. Tetapi sekarang, kita dibebaskan dari hukum Taurat karena kita mengetahui bahwa diri kita yang lama sudah mati. Jadi, yang mengatur kita bukan lagi ikatan hukum Taurat itu! Sekarang kita melayani Allah dengan cara baru menurut Roh Kudus, bukan dengan cara lama menurut peraturan-peraturan yang tertulis.
ROM 7:7 Mungkin ada di antara kalian yang berpikir bahwa saya bermaksud mengatakan, “Hukum Taurat tidak baik.” Maksud saya bukan seperti itu! Kalau hukum Taurat tidak pernah ada, saya tidak akan pernah mengerti dan menyadari dosa-dosa saya. Contohnya, kalau hukum Taurat tidak menuliskan, “Jangan menginginkan milik orang lain,” saya tidak akan tahu bahwa saya bersalah waktu melakukan itu.
ROM 7:8 Namun, kuasa dosa dalam tubuh saya justru menggunakan larangan itu untuk membujuk saya agar semakin menginginkan segala macam hal yang tidak baik. Seandainya larangan hukum Taurat tidak pernah ada, kuasa dosa dalam diri saya tidak bisa menggunakan larangan-larangan itu sebagai alat untuk membujuk saya.
ROM 7:9 Dahulu, sebelum mengenal peraturan hukum Taurat, saya merasa sudah hidup dengan baik. Tetapi ketika saya belajar tentang peraturan-peraturan Hukum itu, keinginan dosa semakin menguasai hidup saya,
ROM 7:10 sehingga secara rohani saya mati dan terpisah dari Allah. Sebenarnya, hukum Taurat dimaksudkan untuk memimpin manusia kepada hidup kekal, tetapi bagi saya malah mendatangkan kebinasaan.
ROM 7:11 Kuasa dosa dalam diri saya menggunakan peraturan Hukum itu untuk memancing saya berbuat dosa, dan dengan demikian membuat saya semakin jauh dari Allah.
ROM 7:12 Hukum Taurat memang suci. Peraturannya pun suci, benar, dan baik.
ROM 7:13 Apakah itu berarti bahwa sesuatu yang baik mendatangkan kematian rohani bagi saya? Tidak! Namun, kuasa dosa bekerja melalui sesuatu yang baik untuk mematikan saya secara rohani. Hal itu terjadi supaya saya bisa menyadari betapa jahatnya kuasa dosa yang ada dalam diri saya, dan bahwa kuasa dosa menggunakan peraturan yang baik sebagai alat kejahatan.
ROM 7:14 Jadi, kita tahu bahwa hukum Taurat berasal dari Allah dan diberikan untuk memimpin kita kepada kehidupan rohani. Tetapi saya ini manusia lemah. Karena keinginan-keinginan badani yang jahat, saya menjadi budak dosa.
ROM 7:15 Bahkan saya sendiri tidak mengerti kelakuan saya. Saya tidak melakukan hal-hal yang baik, padahal yang baik itulah yang sebenarnya ingin saya lakukan. Sebaliknya, saya malah melakukan hal-hal yang jahat, yang sama sekali tidak ingin saya lakukan.
ROM 7:16 Nah, karena saya menyadari bahwa kelakuan saya salah, itu artinya saya setuju bahwa hukum Taurat itu benar.
ROM 7:17 Tetapi sesungguhnya, yang melakukan hal-hal jahat itu bukan saya, melainkan kuasa dosa yang hidup dalam diri saya.
ROM 7:18 Saya mengakui bahwa saya tidak mampu hidup benar sesuai hukum Taurat. Maksudnya, saya tidak sanggup hidup dengan baik karena kelemahan manusia yang ada dalam diri saya. Saya memang ingin melakukan yang baik, tetapi tidak bisa.
ROM 7:19 Dengan kata lain, saya tidak melakukan hal baik seperti kemauan saya, tetapi tetap melakukan hal jahat, yang tidak saya sukai.
ROM 7:20 Jadi, kalau saya tidak menyukai apa yang saya lakukan, sesungguhnya bukan saya yang melakukannya, tetapi kuasa dosa yang ada dalam diri saya!
ROM 7:21 Maka inilah kesimpulannya: Walaupun saya ingin melakukan hal-hal yang baik sesuai hukum Taurat, tetapi saya terlalu mudah melakukan yang jahat!
ROM 7:22 Hati saya menyukai semua peraturan dalam hukum Taurat,
ROM 7:23 tetapi ternyata ada sesuatu, seperti peraturan lain, yang bekerja dalam diri saya. Peraturan itu berlawanan dengan peraturan Allah yang saya sukai dalam hati saya. Peraturan lain yang bekerja dalam anggota-anggota tubuh saya adalah kuasa dosa, dan kuasa dosa itu mengikat saya agar menjadi budak dosa.
ROM 7:24 Jadi beginilah persoalan saya dulu: Dalam pikiran, saya selalu ingin menjalankan semua peraturan hukum Taurat yang diberikan Allah. Tetapi karena naluri yang berdosa, saya masih diperbudak oleh kuasa dosa. Lalu saya menyadari, “Celakalah aku! Tanpa pertolongan Allah, aku tidak mungkin selamat dari kuasa dosa yang ada dalam tubuhku! Kuasa itu akan membinasakan aku!” Karena itulah saya sangat bersyukur kepada Allah atas semua yang sudah Dia perbuat bagi kita melalui Penguasa kita Kristus Yesus!
ROM 8:1 Jadi sekarang, kita tidak perlu takut lagi pada hukuman Allah yang sebenarnya patut kita terima. Mengapa? Karena kita sudah bersatu dengan Kristus Yesus. Artinya kita tidak lagi hidup menuruti naluri yang berdosa, tetapi taat kepada pimpinan Roh Allah.
ROM 8:2 Inilah yang terpenting: Melalui persatuan dengan Kristus, kita menerima Roh Allah yang memberi hidup, dan kita dibebaskan dari kuasa dosa yang membinasakan.
ROM 8:3 Hukum Taurat tidak bisa menolong kita untuk mengalahkan naluri kita yang berdosa. Tetapi Allah sudah mengatasi persoalan itu dengan mengutus Anak-Nya sendiri ke dunia ini, untuk menjadi manusia dengan tubuh yang juga mempunyai naluri yang sama dengan semua manusia. Melalui pengurbanan Anak-Nya, Allah sudah mengalahkan kuasa dosa dalam naluri kita sehingga kita yang percaya kepada-Nya tidak lagi diperbudak oleh kuasa dosa itu.
ROM 8:4 Allah melakukan hal itu supaya cara hidup benar yang dituntut oleh hukum Taurat terpenuhi dalam diri kita karena kita bersatu dengan Kristus. Sekarang, kita dimampukan untuk hidup menaati pimpinan Roh Allah dan tidak lagi mengikuti naluri yang berdosa.
ROM 8:5 Setiap orang yang masih mengikuti naluri berdosanya, berarti dia hidup untuk memuaskan diri sendiri saja. Namun, setiap orang yang hidup bergantung pada Roh Allah ditolong-Nya untuk berpikir sesuai dengan kehendak-Nya.
ROM 8:6 Bila tujuan hidup kita hanya untuk memuaskan naluri kita yang berdosa, kita akan berakhir dalam kebinasaan. Tetapi bila hidup kita dipimpin oleh Roh Allah, kita akan mendapatkan hidup yang kekal dan merasa tenang dalam perlindungan TUHAN.
ROM 8:7 Bila tujuan hidup kita hanya untuk memuaskan naluri kita yang berdosa, berarti kita memusuhi Allah. Karena naluri yang berdosa selalu bertentangan dengan hukum Allah, sehingga kita sama sekali tidak mampu melakukannya.
ROM 8:8 Orang yang hidup menurut naluri berdosanya sendiri tidak mungkin berkenan kepada Allah.
ROM 8:9 Tetapi kamu semua yang bersatu dengan Kristus tidak lagi dikuasai oleh nalurimu yang berdosa! Sebaliknya, kamu dikuasai oleh Roh Allah karena Roh Kristus benar-benar ada dalam dirimu. Orang yang tidak memiliki Roh Kristus bukanlah milik Kristus.
ROM 8:10 Memang, tubuhmu yang selalu ingin berbuat dosa itu tetap akan mati. Tetapi bila Kristus tinggal dalam dirimu, Roh-Nya akan menghidupkan roh dan jiwamu, karena kamu hidup sesuai dengan pimpinan Roh-Nya dan Dia membenarkan kamu di hadapan Allah. Ingatlah, Roh Allah sudah menghidupkan Kristus dari kematian, dan sekarang Roh itu tinggal dalam diri kita. Maka Dia juga akan menghidupkan kita kembali dengan tubuh yang baru.
ROM 8:12 Jadi Saudara-saudariku, sekarang kita wajib hidup menurut pimpinan Roh Allah. Jangan lagi mengikuti keinginan badani kita yang membinasakan!
ROM 8:13 Sebab kalau kita hidup menuruti keinginan badani, roh dan jiwa kita tetap mati. Sebaliknya, oleh pertolongan Roh Allah, hendaklah kita berpikir bahwa tubuh jasmani kita sudah mati terhadap keinginan dosa. Dengan begitu, kita akan hidup!
ROM 8:14 Karena semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anggota keluarga Allah.
ROM 8:15 Sebab Roh-Nya yang sudah diberikan kepada kita bukanlah untuk memperbudak kita sehingga kita takut menghadap Allah. Tetapi Roh-Nya itu menjadikan kita anak angkat Allah. Sebagai bukti, Roh-Nyalah yang memimpin kita untuk berseru memanggil Allah, “Abba, ya Bapa!”
ROM 8:16 Roh Allah sendiri meyakinkan roh kita bahwa kita adalah anggota keluarga-Nya.
ROM 8:17 Jika kita adalah anak angkat Allah, berarti kita juga berhak menikmati semua harta yang dijanjikan untuk keluarga-Nya. Dan karena Kristus sejak semula adalah Anak Allah, maka Dia menjadi Saudara sulung kita. Oleh sebab itu, kita sebagai saudara-saudara angkat Kristus, yang sudah menderita sebagai pengikut-Nya, tentu juga akan ikut masuk dalam kemuliaan-Nya!
ROM 8:18 Karena itulah, menurut saya penderitaan yang kita alami sekarang ini harus dianggap ringan kalau dibandingkan dengan kemuliaan yang kelak dinyatakan kepada kita.
ROM 8:19 Sesungguhnya, pada zaman ini seluruh alam semesta menunggu dan sangat merindukan saatnya Allah menyatakan semua anggota keluarga-Nya.
ROM 8:20 Karena seluruh alam semesta sudah terhalang agar sekarang ini tidak dapat memenuhi tujuan Allah waktu Dia menciptakannya. Halangan tersebut adalah bagian dari rencana Allah, yang akan terus berlangsung sampai rencana-Nya tercapai. Dan rencana Allah itu
ROM 8:21 adalah supaya alam semesta dan semua makhluk ciptaan-Nya dibebaskan dari kematian dan dari segala sesuatu yang hendak menghancurkan mereka, sehingga kelak mereka juga menikmati kemuliaan bersama keluarga besar Allah.
ROM 8:22 Kita tahu bahwa seluruh alam semesta seolah-olah bersusah hati dan sangat menderita sampai sekarang, bahkan dapat dikatakan bahwa semua ciptaan sedang sakit berat dan sama-sama menangis.
ROM 8:23 Bukan hanya makhluk hidup di dunia saja yang merasakan kesusahan ini, tetapi juga kita yang sudah menerima Roh Allah. Namun, Roh-Nya merupakan jaminan bagi kita bahwa kita akan menerima semua yang dijanjikan Allah. Karena itulah, dengan yakin dan bersukacita, kita menantikan saatnya Allah menyatakan segala sesuatu yang sudah Dia sediakan bagi semua anak angkat-Nya. Pada saat itu juga tubuh kita dibebaskan dari kuasa dosa dan kematian.
ROM 8:24 Pembebasan itu sudah mulai kita harapkan sejak kita diselamatkan oleh Kristus, dan sampai sekarang kita masih terus berharap. Suatu hari nanti kita tidak perlu mengharapkannya lagi, karena semua yang kita harapkan sudah terpenuhi.
ROM 8:25 Tetapi walaupun sekarang belum terjadi, kita menantikannya dengan yakin dan sabar.
ROM 8:26 Roh Allah juga menolong kita dalam kelemahan kita. Karena sebenarnya kita tidak tahu apa yang perlu kita doakan, tetapi Roh-Nya sendiri berdoa untuk kita dan menyampaikan permohonan kita kepada Allah dengan seruan yang penuh perasaan dan dengan cara yang tidak bisa dijelaskan oleh bahasa manusia.
ROM 8:27 Allah tahu isi hati semua orang. Dia juga tahu sedalam-dalamnya permohonan yang disampaikan oleh Roh-Nya ketika Roh itu menaikkan doa bagi kita, umat yang sudah disucikan Allah. Permohonan Roh itu selalu sesuai dengan kehendak Allah sendiri.
ROM 8:28 Maka yakinlah bahwa di balik segala sesuatu yang kita alami, Allah bekerja mengatur semuanya itu untuk menghasilkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Sebab kita adalah orang-orang yang sudah Dia pilih sesuai dengan rencana-Nya.
ROM 8:29 Karena Allah mengenal dan mengasihi kita sejak semula. Dia pun sudah menetapkan agar kita menjadi serupa dengan Anak-Nya, dan supaya Yesus menjadi Anak Sulung di antara banyak saudara-saudari.
ROM 8:30 Sejak awal, kita sudah masuk dalam rencana Allah, lalu kita dipanggil menjadi anggota keluarga-Nya. Melalui pengurbanan Kristus, kita dibenarkan dalam pandangan Allah, dan pada akhirnya nanti kita akan menikmati kemuliaan-Nya.
ROM 8:31 Jadi, apa tanggapan kita tentang semuanya itu? Kalau Allah membela kita, tidak akan ada musuh yang dapat mengalahkan kita!
ROM 8:32 Buktinya, Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan Dia untuk menderita dan dikurbankan demi menyelamatkan kita. Kalau Allah rela memberikan Anak-Nya yang terkasih, tentulah Dia akan tetap berbaik hati kepada kita dan memberikan semua hal lain yang sudah dijanjikan-Nya kepada kita.
ROM 8:33 Maka siapa lagi yang berani mendakwa kita?! Karena kita sudah dipilih Allah dan Dialah yang sudah melakukan hal-hal yang luar biasa sehingga kita dibenarkan di hadapan-Nya.
ROM 8:34 Dan hal apa yang masih bisa mengancam kita?! Tidak ada! Karena Kristus sudah mati bagi kita, bahkan Dia juga hidup kembali dari kematian dan sekarang duduk di tempat paling terhormat di sisi Allah, yaitu di sebelah kanan-Nya. Dari situlah Dia membela kita dan berdoa untuk kita.
ROM 8:35 Kalau begitu, masih adakah yang bisa menghentikan kasih Kristus kepada kita? Tidak ada! Kalau kita ditindas, dianiaya, atau menghadapi kesengsaraan, apakah itu berarti Kristus tidak lagi mengasihi kita? Tidak! Atau kalau kita dilarang membeli makanan dan pakaian, bahkan dibunuh karena kita adalah pengikut Kristus, apakah itu berarti Kristus tidak lagi mengasihi kita? Tidak!
ROM 8:36 Karena memang hal-hal itu masih tetap terjadi pada kita, seperti tertulis dalam Kitab Suci, “Demi Engkau, ya Allah, kami berada dalam bahaya maut setiap hari, dan kami diperlakukan seperti domba yang akan disembelih.”
ROM 8:37 Tetapi dalam semua hal, kita mendapat kemenangan sempurna melalui Kristus yang sudah menyatakan kasih-Nya yang luar biasa kepada kita.
ROM 8:38 Karena saya yakin bahwa semua yang memusuhi kita tidak dapat menghentikan kasih-Nya bagi kita, baik orang yang menyakiti kita selama hidup maupun yang membunuh kita. Para malaikat dan semua roh jahat pun tidak mampu menghentikan Allah untuk mengasihi kita. Maka kita tidak perlu takut lagi terhadap tuduhan atau ancaman, baik pada zaman sekarang maupun yang akan datang, atau dari semua penguasa kegelapan. Karena semua ciptaan Allah, baik kuasa di langit yang paling tinggi maupun di bagian bumi yang paling rendah, tidak dapat menghentikan kasih Allah kepada kita, sebab kita sudah bersatu dengan Penguasa kita Kristus Yesus.
ROM 9:1 Sekarang saya mau menyatakan betapa sedihnya hati saya karena bangsa saya sendiri. Kristuslah saksinya, bersama Roh Kudus yang bekerja dalam nurani saya, bahwa saya tidak berbohong. Saya sungguh-sungguh sedih melihat mereka begitu keras kepala terhadap Kabar Baik tentang Kristus. Saya bahkan pernah berpikir, “Andai saja saya bisa menjadi kurban bahkan binasa agar mereka selamat.” Sungguh sayang sekali jika mereka harus binasa karena menolak Kristus,
ROM 9:4 padahal merekalah bangsa Israel yang sudah dipilih Allah dan diangkat menjadi anak-Nya. Dia pun sudah menyatakan kemuliaan-Nya kepada mereka, meneguhkan janji-janji-Nya yang luar biasa dengan mereka, serta memberikan hukum Taurat kepada mereka— di dalamnya termasuk aturan-aturan untuk menyembah Allah di rumah-Nya, dan janji-janji tentang masa depan mereka.
ROM 9:5 Mereka adalah orang Yahudi, keturunan bapa-bapa leluhur yang dipilih Allah. Mereka jugalah yang menjadi saudara sebangsa Kristus secara jasmani di bumi ini, meskipun Kristus adalah Allah atas segala sesuatu. Terpujilah Dia selama-lamanya. Amin.
ROM 9:6 Meski demikian, Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, karena sebenarnya janji itu diberikan hanya kepada orang Israel yang sesungguhnya, yaitu umat Allah secara rohani, bukan berdasarkan keturunan jasmani. Sadarilah bahwa tidak semua orang yang lahir dari bangsa Israel diperhitungkan Allah sebagai umat-Nya yang sejati,
ROM 9:7 dan tidak semua keturunan Abraham menjadi anggota keluarga Allah. Sebagaimana yang sudah Dia janjikan kepada Abraham, “Hanya keturunan Isaklah yang akan disebut keturunanmu.”
ROM 9:8 Artinya, tidak semua keturunan jasmani Abraham diperhitungkan Allah sebagai anak-anak Abraham. Allah menepati janji yang hanya diberikan kepada keturunan Abraham yang sudah Dia pilih sebagai anak-anak Abraham yang sesungguhnya. Mereka itulah yang dianggap sebagai keluarga Allah.
ROM 9:9 Karena Allah berjanji kepada Abraham, “Tahun depan pada bulan yang sama seperti ini, Aku akan kembali dan Sara sudah mempunyai seorang anak laki-laki.”
ROM 9:10 Contoh yang sama juga pernah terjadi pada Ribka, ketika dia mengandung anak kembar dari Isak, nenek moyang kita.
ROM 9:11 Sebelum kedua anak itu lahir, Allah sudah memberitahukan kepada Ribka, “Keturunan dari anak yang lebih tua akan melayani keturunan dari anak yang lebih muda.” Allah mengatakannya sebelum kedua anak itu melakukan perbuatan baik ataupun jahat. Hal ini sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, “Aku akan mengasihi Yakub tetapi membenci Esau.” Dengan begitu, jelaslah bahwa Allah menentukan dan memilih manusia menurut rencana-Nya, bukan berdasarkan perbuatan mereka.
ROM 9:14 Jadi, apa yang kita pelajari dari kedua contoh tadi? Apakah itu artinya Allah tidak adil kepada manusia? Sama sekali tidak!
ROM 9:15 Karena Allah berhak memilih siapa saja. Seperti yang dikatakan-Nya kepada Musa, “Kalau Aku ingin berbelas kasihan kepada siapa pun, Aku akan berbelas kasihan kepadanya. Dan kalau Aku ingin berbaik hati kepada siapa pun, Aku akan berbaik hati kepadanya.”
ROM 9:16 Berarti, keputusan Allah tidak bergantung pada kemauan atau usaha manusia, tetapi hanya pada kebaikan hati Allah.
ROM 9:17 Contohnya, dalam Kitab Suci Allah berkata kepada raja Mesir, “Aku menjadikan kamu raja hanya dengan maksud supaya semua orang di dunia ini mengenal Aku melalui kuasa besar yang Aku nyatakan kepadamu.”
ROM 9:18 Jadi, jelaslah bahwa ada orang-orang yang Allah buat menjadi keras kepala, dan ada orang-orang yang Dia pilih untuk diberi belas kasihan. Semua itu terjadi sesuai kehendak-Nya saja.
ROM 9:19 Nah, tentu akan ada yang bertanya kepada saya, “Kalau Allah yang mengatur siapa-siapa yang menjadi keras kepala atau tidak, maka bukan salah kita bila kita keras kepala!”
ROM 9:20 Tetapi kita tidak boleh berkata seperti itu! Kita hanyalah manusia, dan manusia tidak berhak menyalahkan keputusan Allah. Ibarat bejana keramik tidak berhak menyalahkan tukang keramik yang membuatnya! Maksud saya, sebuah bejana tidak berhak berkata, “Seharusnya engkau tidak boleh membentuk aku seperti ini!”
ROM 9:21 Tukang keramik berhak membentuk bejana sesuai keinginannya. Dari tanah liat yang sama, dia bisa membuat bejana khusus untuk hal istimewa ataupun bejana biasa untuk keperluan sehari-hari.
ROM 9:22 Demikian juga dengan Allah. Dia berhak untuk menunjukkan kuasa-Nya dan menyatakan murka-Nya atas dosa manusia. Dia berhak untuk menyelamatkan siapa pun yang Dia kehendaki. Allah juga berhak untuk panjang sabar kepada orang-orang yang membuat-Nya marah, yaitu orang-orang yang sudah Dia siapkan untuk dibinasakan.
ROM 9:23 Dan Allah pun berhak untuk bekerja dengan sabar bagi orang-orang yang sudah dipilih dan disiapkan-Nya untuk menerima belas kasihan, yaitu kita yang akan melihat betapa limpah dan mulianya belas kasihan Allah itu! Karena Dia sudah memilih kita, baik orang Yahudi maupun bukan.
ROM 9:25 Hal itu sesuai dengan tulisan nabi Hosea tentang orang yang bukan Yahudi, “Kepada orang yang dulu tidak termasuk umat kepunyaan-Ku, Aku akan berkata, ‘Kalian adalah umat-Ku.’ Dan kepada bangsa yang dulu tidak Aku kasihi, Aku akan berkata, ‘Aku mengasihi kalian.’”
ROM 9:26 “Kepada penduduk setiap daerah di mana Aku pernah berkata, ‘Kalian bukan umat-Ku,’ di situ juga penduduknya akan disebut ‘anak-anak Allah yang hidup.’”
ROM 9:27 Sebaliknya, Nabi Yesaya pernah bernubuat tegas tentang bangsa Israel, katanya, “Meskipun jumlah orang Israel sebanyak pasir di pantai, tetapi hanya segelintir yang akan selamat.
ROM 9:28 TUHAN akan mempercepat penyelesaian keputusan itu, agar pelaksanaan hukuman atas seluruh penduduk bumi dipersingkat dan tetap adil.”
ROM 9:29 Dalam ayat lain Yesaya bernubuat lagi tentang orang Yahudi, “TUHAN Panglima Semesta hanya mengizinkan sebagian kecil dari bangsa kita diselamatkan. Kalau tidak begitu, kita semua dibinasakan seperti penduduk Sodom, dan bernasib sama seperti penduduk Gomora.”
ROM 9:30 Jadi, apa yang kita pelajari dari semua itu? Kesimpulannya sebagai berikut: Dahulu, orang yang bukan Yahudi memang tidak mencari Allah dan tidak berusaha untuk menjadi benar di mata-Nya. Tetapi sekarang, melalui percaya penuh kepada Kristus, terbukalah kesempatan bagi mereka untuk menjadi benar di mata Allah.
ROM 9:31 Sebaliknya, orang Yahudi memang sudah berusaha keras untuk menjadi benar di mata Allah dengan menjalankan hukum Taurat, tetapi mereka tidak berhasil.
ROM 9:32 Mengapa tidak berhasil? Karena mereka menolak untuk percaya penuh kepada Allah dan malah berusaha membenarkan diri di hadapan-Nya dengan usaha sendiri, yaitu menaati hukum Taurat. Mereka jatuh tersandung pada batu sandungan
ROM 9:33 yang disebutkan dalam Kitab Suci, “Perhatikanlah, Aku sedang meletakkan sebuah Batu di Sion yang akan membuat orang tersandung, yaitu Batu besar yang akan membuat orang jatuh. Tetapi setiap orang yang percaya penuh kepada Dia tidak akan kecewa.”
ROM 10:1 Saudara-saudariku, kerinduan hati dan permohonan saya yang sungguh-sungguh kepada Allah adalah supaya semua keturunan Israel bisa diselamatkan.
ROM 10:2 Saya tahu betul bahwa mereka sungguh-sungguh berusaha hidup untuk menyenangkan hati Allah, tetapi usaha mereka tidak berdasarkan pengertian yang benar.
ROM 10:3 Mereka tidak mengerti bagaimana cara Allah membenarkan manusia, karena itu mereka berusaha dengan cara sendiri, bukan dengan cara Allah. Itulah sebabnya mereka tidak mau taat mengikuti cara yang sudah ditentukan Allah.
ROM 10:4 Mereka tidak mengerti bahwa Kristus sudah memenuhi semua peraturan hukum Taurat bagi kita. Setiap orang yang percaya penuh kepada Yesus sudah dibenarkan di hadapan Allah tanpa perlu lagi bergantung pada peraturan-peraturan itu.
ROM 10:5 Tentang cara untuk dibenarkan melalui ketaatan pada peraturan Taurat, Musa menulis, “Orang yang dianggap benar di hadapan Allah harus mengikuti semua peraturan hukum Taurat ini.”
ROM 10:6 Tetapi sebenarnya manusia dapat dibenarkan di mata Allah hanya dengan percaya penuh kepada Kristus. Hal itu sesuai dengan perintah Allah dalam Kitab Suci, “Kalian tidak perlu naik sampai ke langit yang tertinggi ataupun turun sampai ke dasar bumi yang terdalam.” Karena sesungguhnya perintah itu berbicara tentang Kristus. Maksudnya, “Kalian tidak perlu mencari jalan sampai ke surga untuk bisa menurunkan Kristus ke dunia ini agar Dia menolong kalian. Dan kalian juga tidak perlu turun sampai ke dunia orang mati untuk membawa Kristus naik ke sini. Sebab Kristus sudah dekat dengan kita.”
ROM 10:8 Jadi, jalan keselamatan yang kami beritakan ini tidaklah sulit: Hanya dengan percaya saja! Cara itu juga sesuai dengan firman dalam Kitab Suci, yaitu, “Jalan keselamatan yang benar dari Allah sudah dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.”
ROM 10:9 Maka akuilah dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Penguasa hidupmu dan percayalah dalam hatimu bahwa Allah sudah menghidupkan Yesus dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
ROM 10:10 Karena sewaktu kita meyakini hal itu, kita dibenarkan dalam pandangan Allah. Dan sewaktu kita berterus terang mengaku sebagai pengikut Yesus, kita sudah diselamatkan.
ROM 10:11 Sebab dalam Kitab Suci tertulis, “Semua orang yang percaya kepada-Nya tidak akan kecewa.”
ROM 10:12 Perkataan Allah itu berlaku untuk semua manusia, baik orang Yahudi maupun bukan. Karena hanya ada satu Allah untuk semua orang, dan dengan berlimpah Dia memberkati setiap orang yang memohon pertolongan-Nya,
ROM 10:13 juga karena Firman TUHAN berkata, “Setiap orang yang berseru kepada TUHAN meminta pertolongan-Nya akan diselamatkan.”
ROM 10:14 Tetapi bagaimana orang bisa meminta pertolongan-Nya kalau mereka belum percaya kepada-Nya? Dan bagaimana orang bisa percaya kepada-Nya kalau mereka belum mendengar tentang Dia? Bagaimana orang bisa mendengar tentang Dia kalau tidak ada yang memberitakan tentang-Nya?
ROM 10:15 Dan bagaimana kita bisa memberitakan tentang Dia kepada mereka kalau kita tidak diutus? Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Betapa indahnya kedatangan orang-orang yang diutus untuk menyampaikan Kabar Baik tentang cara berdamai dengan Allah.”
ROM 10:16 Jadi, orang-orang menjadi percaya karena mereka mendengar berita keselamatan dari Allah. Dan mereka mendengar berita itu karena ada orang yang menyampaikannya. Tetapi tidak semua orang siap menerima Kabar Baik itu, khususnya orang Yahudi. Itulah sebabnya Nabi Yesaya mengeluh kepada TUHAN mengenai bangsa itu, “Aneh, hampir tak ada orang yang mempercayai berita yang Engkau suruh aku sampaikan ini, meski disertai dengan bukti tindakan-Mu yang berkuasa.”
ROM 10:18 Tetapi sekarang, apakah mereka bisa mengatakan bahwa mereka belum sempat mendengar Kabar Baik? Sebenarnya tidak bisa, karena berita tentang Kristus sudah sangat tersebar, seperti yang tertulis dalam Mazmur, “Matahari, bulan, dan semua bintang menyuarakan berita tentang Tuhan ke seluruh pelosok.”
ROM 10:19 Kalau begitu saya bertanya lagi: Mengapa begitu banyak orang Israel sulit mempercayai Kabar Baik? Pertama, kita perlu mengingat bahwa Allah sudah berkata melalui Musa, “Aku akan membuat kalian iri hati ketika Aku memberkati bangsa-bangsa lain yang kalian anggap tidak berguna. Dan untuk membuat kalian marah, Aku akan memakai bangsa yang dulu tidak mengenal-Ku.”
ROM 10:20 Kemudian Nabi Yesaya dengan berani menyampaikan perkataan Allah ini, “Bangsa-bangsa yang dulu tidak mencari Aku akan menemukan Aku. Dan Aku akan menyatakan diri kepada orang-orang yang tidak mengenal Aku.”
ROM 10:21 Sedangkan mengenai orang Israel, Allah berkata, “Sudah terlalu lama Aku mengulurkan tangan-Ku dan menunggu mereka kembali kepada-Ku, tetapi mereka tetap mengeraskan hati dan tidak mau taat kepada-Ku.”
ROM 11:1 Apakah itu berarti Allah sudah memutuskan untuk menolak bangsa Israel, umat pilihan-Nya sendiri? Tentu tidak! Salah satu contohnya adalah saya sendiri. Saya ini orang Israel, keturunan Abraham, dari suku Benyamin.
ROM 11:2 Tentu Allah tidak akan menolak orang-orang yang sudah dipilih-Nya sejak semula. Ingatlah yang tertulis dalam Kitab Suci tentang Elia. Dalam doanya, dia sungguh-sungguh mengadukan kejahatan bangsa Israel kepada Allah,
ROM 11:3 “Ya Tuhan, mereka sudah membunuh nabi-nabi-Mu dan menghancurkan mezbah-mezbah-Mu. Tinggal aku sendiri nabi yang masih hidup, dan sekarang mereka berusaha membunuhku juga!”
ROM 11:4 Tetapi apa jawaban Allah kepada Elia? Kata-Nya, “Aku sudah memilih dan menjaga tujuh ribu orang Israel bagi-Ku sendiri, yaitu mereka yang tidak pernah menyembah Baal.”
ROM 11:5 Demikian juga pada zaman sekarang, masih ada sejumlah kecil bangsa Israel yang dipilih Allah sebagai umat-Nya. Dia memilih mereka hanya karena kebaikan hati-Nya, bukan karena perbuatan baik mereka. Seandainya Allah memilih orang-orang itu berdasarkan perbuatan baik mereka, berarti pemilihan itu tidak bisa disebut kebaikan hati Allah.
ROM 11:7 Jadi, beginilah keadaannya: Sebagian besar orang Israel tidak mendapatkan yang mereka cari. Dengan usaha sendiri, mereka tidak berhasil menjadi benar dalam pandangan Allah. Hanya sejumlah kecil yang mendapatkannya, yakni orang-orang yang sudah dipilih oleh Allah, sedangkan yang lain dikeraskan hatinya.
ROM 11:8 Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Allah sudah membuat kesadaran mereka tumpul, seperti orang yang tertidur pulas.” Dan, “Sampai hari ini pun Allah belum mengizinkan mata mereka melihat, Dia juga menutup telinga mereka supaya tidak mendengar.”
ROM 11:9 Daud juga berdoa, “Tuhan, biarlah mereka puas dengan makanan dan kekayaan yang berlebihan supaya mereka melupakan Engkau. Biarlah kemakmuran itu menjadi perangkap yang menjerat mereka sendiri.
ROM 11:10 Biarlah mata mereka tetap tertutup supaya mereka tidak sadar akan apa yang sedang terjadi pada mereka. Dan biarlah mereka dihukum supaya mereka tetap hidup dalam kesusahan dan memikul beban berat sampai bungkuk selamanya.”
ROM 11:11 Oleh karena itu, tentu ada dari antara kalian yang akan bertanya, “Kalau bangsa Israel sudah tersandung demikian, apakah berarti mereka tidak akan pernah diselamatkan?” Sama sekali bukan begitu! Tetapi akibat dari kesalahan mereka itu, terbukalah jalan keselamatan bagi bangsa-bangsa yang bukan Yahudi. Hal itu termasuk dalam rencana Allah, supaya ketika bangsa Yahudi melihat berkat-berkat yang diberikan kepada bangsa lain, mereka merasa iri.
ROM 11:12 Bangsa Yahudi bersalah karena kekerasan hati mereka, sehingga terbukalah kesempatan bagi bangsa-bangsa lain untuk menerima berkat yang luar biasa. Namun, coba pikirkan betapa lebih luar biasa lagi berkat bagi seluruh dunia ketika Allah memanggil bangsa Yahudi kembali, dan ketika mereka juga mengikuti jalan keselamatan.
ROM 11:13 Sekarang saya berbicara kepada kalian yang bukan bangsa Yahudi. Saya diutus sebagai rasul untuk orang bukan Yahudi, dan saya mengerjakan pelayanan ini dengan bangga dan bersungguh-sungguh.
ROM 11:14 Dengan berbuat begitu, saya berharap bangsa saya sendiri menjadi iri kepada bangsa-bangsa lain. Mudah-mudahan rasa iri itu membuat mereka mau menerima pesan Allah yang saya beritakan, sehingga lebih banyak dari mereka bisa diselamatkan.
ROM 11:15 Ya, memang Allah sudah berbalik dari bangsa Yahudi, supaya semua bangsa lain di dunia mendapat kesempatan untuk berdamai dengan Allah. Jadi, ketika nanti Allah menerima bangsa Yahudi kembali, pastilah kejadian itu sangat menakjubkan, seakan bangsa itu hidup kembali dari kematian, dan seluruh dunia pun ikut bersukacita.
ROM 11:16 Hal itu pasti akan terjadi! Sebab bila nenek moyang mereka diterima dan dibenarkan oleh Allah, maka suatu hari nanti pastilah keturunan mereka juga turut dibenarkan. Karena bangsa Yahudi itu ibarat pohon zaitun yang ditanam di ladang Allah sebagai milik-Nya yang istimewa. Semua cabang pohon itu juga tetaplah milik-Nya.
ROM 11:17 Tetapi pada zaman ini, Allah sedang memotong dan membuang beberapa cabang asli dari pohon zaitun-Nya, lalu mengambil cabang-cabang pohon zaitun liar dan menempelkan mereka ke pohon-Nya itu. Cabang-cabang asli menggambarkan orang Yahudi, dan cabang liar menggambarkan kalian, orang dari bangsa-bangsa lain. Sekarang kalian menerima hidup dan kekuatan dari akar pohon zaitun milik Allah itu.
ROM 11:18 Maka sebagai cabang-cabang baru yang disambungkan, kalian tidak boleh menganggap diri kalian lebih besar daripada cabang-cabang asli yang sudah dipotong dan dibuang! Ingatlah: Bukan kalian yang memberikan hidup kepada akarnya, tetapi akarlah yang memberikan hidup kepada kalian.
ROM 11:19 Lalu di antara kalian yang bukan Yahudi tentu akan ada yang berkata, “Ya benar. Tetapi Allah memotong cabang asli itu supaya aku bisa tersambung pada pohon-Nya!”
ROM 11:20 Betul! Namun perlu diingat bahwa cabang asli itu dipotong karena tidak percaya. Dan kalian yang bukan Yahudi bisa terus bersatu dengan pohon itu hanya karena percaya. Jadi, janganlah kamu sombong. Lebih baik kamu takut kalau-kalau kamu dipotong juga!
ROM 11:21 Karena kalau Allah tidak segan-segan memotong cabang yang asli, maka kalian juga bisa dipotong kalau berhenti percaya.
ROM 11:22 Sekarang sudah terbukti bahwa kebaikan hati Allah sungguh luar biasa, dan hukuman-Nya juga sangat mengerikan! Dia akan menjatuhkan hukuman berat kepada orang-orang yang tidak mau mengikuti jalan keselamatan yang diberikan-Nya. Tetapi Dia sangat berbaik hati kepada kalian, asalkan kalian tetap bergantung pada kebaikan hati-Nya itu! Kalau tidak demikian, kalian juga akan dipotong dari pohon-Nya!
ROM 11:23 Kalau orang Yahudi tidak keras kepala lagi lalu percaya pada berita keselamatan dari Allah, mereka akan disambungkan kembali pada pohon itu. Allah tentu sanggup melakukannya!
ROM 11:24 Buktinya, Dia mampu menyambungkan kalian, cabang pohon zaitun liar, kepada pohon zaitun-Nya yang istimewa, meskipun secara alamiah kalian bukan bagian dari pohon itu. Jadi, tentu lebih mudah bagi Allah untuk menyambungkan kembali cabang asli, yaitu orang Yahudi, yang secara alamiah memang berasal dari pohon-Nya.
ROM 11:25 Saudara-saudari yang bukan Yahudi, saya mau membukakan rahasia ini kepada kalian supaya kalian tidak menjadi sombong dan membanggakan diri: Untuk sementara ini, Allah sudah membuat sebagian bangsa Israel keras kepala. Tetapi hal itu akan berubah saat semua bangsa lain yang diundang oleh Allah sudah bergabung dengan kita.
ROM 11:26 Pada waktu itu terjadi, Allah akan membuka kembali jalan keselamatan kepada semua orang Israel. Hal itu sesuai dengan perkataan Allah dalam Kitab Suci, “Juruselamat kalian akan muncul di Bukit Sion, dan Dia akan menjauhkan segala kejahatan dari keturunan Yakub.
ROM 11:27 Aku akan memenuhi perjanjian-Ku dengan mereka ketika Aku menghapuskan dosa-dosa mereka.”
ROM 11:28 Karena orang Yahudi tidak mau menerima Kabar Baik dari Allah, maka mereka menjadi musuh-Nya. Hal itu terjadi untuk membuka kesempatan bagi kalian yang bukan Yahudi agar diselamatkan. Tetapi orang Yahudi tetaplah umat pilihan Allah yang sangat dikasihi-Nya. Dia tetap mengasihi mereka karena janji-janji-Nya kepada nenek moyang mereka.
ROM 11:29 Sebab ketika Allah memilih dan memberkati orang, Dia tidak pernah mengubah rencana-Nya itu ataupun mengambil kembali berkat-Nya dari mereka.
ROM 11:30 Dahulu, kalian yang bukan Yahudi tidak mau taat kepada Allah. Namun, sekarang kalian sudah menerima belas kasihan-Nya sehingga bisa bertobat. Hal itu terjadi karena untuk sementara waktu orang Yahudi tidak mau taat.
ROM 11:31 Dengan kata lain, untuk saat ini orang Yahudi tidak mau taat karena Allah sedang menunjukkan belas kasihan-Nya kepada kalian. Tetapi hal itu terjadi supaya di kemudian hari mereka juga mendapat kesempatan lagi untuk menerima belas kasihan-Nya.
ROM 11:32 Karena Allah memang sudah mengatur supaya semua bangsa mengalami masa diperbudak oleh dosa dan tidak mau taat kepada Allah! Dengan demikian, Dia membuka kesempatan bagi semua orang untuk menerima belas kasihan-Nya!
ROM 11:33 Oh sungguh benar, Allah kita sangat baik kepada kita semua! Kebijaksanaan dan pengetahuan-Nya tidak dapat dipahami oleh manusia. Mustahil kita mampu mengerti keputusan-keputusan-Nya dan cara Dia mengatur segala hal.
ROM 11:34 Sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci, “Tidak ada yang lebih bijak daripada Tuhan sehingga dapat menasihati-Nya”
ROM 11:35 “Siapa yang pernah meminjamkan sesuatu kepada Allah sehingga Dia wajib membayarnya?”
ROM 11:36 Karena Allah sendirilah yang menjadikan segala sesuatu, dan segala sesuatu berlangsung melalui Dia dan untuk Dia. Berikanlah segala kemuliaan kepada-Nya sampai selama-lamanya! Amin.
ROM 12:1 Berdasarkan semua yang sudah saya jelaskan sebelumnya tentang berbagai cara Allah berbaik hati kepada kita, maka sudah sepantasnya kita membalas kebaikan hati-Nya itu! Janganlah lagi kamu mengikuti cara hidup berdosa yang sudah menjadi kebiasaan orang-orang duniawi. Tetapi hendaklah kamu mengambil keputusan seperti ini, “Ya TUHAN, aku mempersembahkan tubuhku sebagai kurban bagi-Mu!”— walaupun sebenarnya kamu masih hidup. Keputusan itu merupakan persembahan yang suci dan menyenangkan hati TUHAN. Dia akan memperbarui pikiranmu masing-masing, sehingga kamu bisa mengetahui apa kehendak-Nya bagimu dan apa yang terbaik dalam setiap keadaan. Kamu semua akan dimampukan untuk mengerti dan memilih apa yang baik, yang paling tepat, dan yang menyenangkan hati TUHAN.
ROM 12:3 Jadi Saudara-saudari, sebagai rasul Allah yang Dia pilih hanya karena kebaikan hati-Nya, saya menasihatkan kepada kalian masing-masing: Janganlah menganggap dirimu lebih penting daripada yang sebenarnya. Tetapi berpikirlah secara bijaksana, jujur, dan rendah hati, sesuai keyakinanmu tentang kemampuan khusus yang diberikan Tuhan kepadamu.
ROM 12:4 Karena setiap orang yang bersatu dengan Kristus merupakan anggota tubuh Kristus. Dan tubuh Kristus bisa digambarkan seperti tubuh manusia: Satu tubuh mempunyai banyak anggota, dan setiap anggota mempunyai tugasnya sendiri-sendiri. Begitu jugalah dengan kita. Biarpun banyak, kita masing-masing adalah anggota dari satu tubuh, yaitu tubuh Kristus. Jadi, kita semua berkaitan satu sama lain.
ROM 12:6 Dan setiap orang diberi kemampuan rohani yang berbeda-beda menurut kebaikan hati Allah kepada kita masing-masing. Kalau kamu sudah diberi kemampuan untuk bernubuat, sampaikanlah setiap nubuatan sesuai dengan apa yang kamu yakini.
ROM 12:7 Kalau kamu sudah diberi kemampuan untuk melayani, hendaklah kamu melayani. Kalau kamu diberi kemampuan untuk mengajar, hendaklah kamu mengajar.
ROM 12:8 Kalau kamu diberi kemampuan untuk menghibur orang lain, hiburlah orang lain. Atau kalau kamu diberi kemampuan untuk menolong orang, tolonglah orang lain dengan murah hati. Kalau kamu diberi kemampuan untuk menjadi pemimpin, pimpinlah orang lain dengan sepenuh hati. Dan kalau kamu diberi kemampuan untuk berbelas kasihan, maka berbelas kasihanlah kepada orang lain dengan senang hati.
ROM 12:9 Janganlah kamu hanya berpura-pura mengasihi orang lain, tetapi kasihilah dengan tulus. Lakukanlah hanya yang baik dan bencilah semua jenis kejahatan.
ROM 12:10 Sebagai saudara-saudari seiman yang sudah bersatu dengan Kristus, hendaklah kamu semua saling mengasihi dengan sepenuh hati. Juga, hendaklah kamu berusaha menghormati semua saudara seiman melebihi diri sendiri.
ROM 12:11 Rajinlah bekerja dan jangan malas! Dengan kekuatan dari Roh Allah, hendaklah kamu melayani Tuhan dengan penuh semangat.
ROM 12:12 Bersukacitalah, karena kita yakin bahwa harapan sebagai pengikut Yesus pasti terwujud. Saat menghadapi kesusahan, berdirilah teguh. Dan dalam keadaan apa pun, tetaplah berdoa!
ROM 12:13 Ketika saudara-saudari seiman kita perlu bantuan, tolonglah mereka. Dan kalau mereka memerlukan tumpangan, hendaklah pintu rumahmu terbuka bagi mereka.
ROM 12:14 Kalau ada orang yang menyakitimu, mintalah Allah untuk memberkati orang itu. Ya, mintalah berkat baginya, dan jangan meminta Allah mengutuk dia!
ROM 12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita. Menangislah bersama orang yang menangis.
ROM 12:16 Hendaklah kalian sehati sepikiran. Jangan ada yang merasa dirinya lebih penting daripada orang lain, tetapi bergaullah dengan semua kalangan. Dan jangan menganggap dirimu pandai.
ROM 12:17 Bila ada orang yang berbuat jahat kepadamu, jangan membalasnya dengan kejahatan lagi. Tetapi pikirkanlah baik-baik supaya apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang itu dianggap baik oleh semua orang.
ROM 12:18 Sedapat mungkin dari pihakmu, berusahalah untuk hidup damai dengan semua orang.
ROM 12:19 Saudara-saudari yang saya kasihi, janganlah membalas dendam kepada orang yang berbuat jahat kepadamu. Biarlah Allah yang membalas kejahatan orang itu dengan murka-Nya. Karena dalam Firman TUHAN tertulis, “Hanya Aku yang berhak memberikan hukuman. Setiap orang yang melakukan kejahatan, Akulah yang akan membalasnya!”
ROM 12:20 Tetapi hendaklah kamu melakukan Firman TUHAN ini, “Kalau orang yang memusuhimu lapar, berilah dia makan. Kalau orang yang memusuhimu haus, berilah dia minum. Karena dengan cara itu kamu akan membuat dia merasa malu.”
ROM 12:21 Jangan biarkan dirimu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan terus berbuat baik.
ROM 13:1 Hendaklah kalian semua taat kepada pemerintah, karena tidak ada pejabat yang duduk dalam pemerintahan tanpa seizin Allah, dan setiap pejabat yang sekarang memerintah ditetapkan oleh Allah.
ROM 13:2 Jadi, setiap orang yang melawan pemerintah sebenarnya melawan ketetapan Allah. Orang yang melakukan hal itu akan mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri.
ROM 13:3 Orang yang berbuat baik tidak perlu takut kepada pemerintah. Kalau kamu ingin bebas dari rasa takut kepada pemerintah, lakukanlah yang baik, maka kamu akan mendapat pujian dari mereka yang memerintah.
ROM 13:4 Karena para pejabat pemerintah adalah hamba-hamba Allah yang bekerja untuk melayani kepentingan kita. Akan tetapi, kalau kamu berbuat jahat, maka mereka adalah hamba-hamba Allah yang bertugas memberi hukuman. Dengan demikian tentu kamu perlu takut, sebab kamu tidak bisa terhindar dari hukuman mereka.
ROM 13:5 Maka sudah seharusnya kamu taat kepada pemerintah karena kita tahu bahwa hal itu pantas dan benar di mata Allah, bukan hanya karena takut dihukum.
ROM 13:6 Itulah juga sebabnya kita membayar pajak kepada pemerintah. Karena para pejabat bekerja untuk Allah dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk memerintah.
ROM 13:7 Jadi, berikanlah kepada setiap petugas pemerintah sesuai dengan apa yang pantas diberikan. Kalau kamu mempunyai utang pajak, bayarlah. Berikanlah cukai kepada pihak yang berhak menerima cukai. Hormat dan taatlah kepada semua pejabat pemerintah dan setiap orang yang patut dihormati.
ROM 13:8 Kalau kamu berutang sesuatu kepada siapa pun, segeralah membayarnya, supaya tidak ada ikatan utang di antara kalian. Biarlah satu-satunya ikatan yang menyatukan kalian hanyalah ikatan kasih.
ROM 13:9 Sebab dalam hukum Taurat tertulis, “Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini milik orang lain.” Memang ada banyak perintah, tetapi inti dari semua perintah itu sebenarnya hanya satu, yakni “Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.”
ROM 13:10 Karena bila kita mengasihi, tentu kita tidak menyakiti orang lain. Jadi dengan mengasihi, berarti kita menaati seluruh hukum Taurat.
ROM 13:11 Saya memberi nasihat seperti itu karena melihat keadaan zaman ini. Sekarang sudah tiba saatnya kamu bangun dari tidur, sebab waktunya untuk kamu diselamatkan sudah lebih dekat sekarang daripada ketika kamu baru mulai percaya.
ROM 13:12 Malam sudah hampir berlalu, dan siang akan segera tiba. Karena itu, berhentilah melakukan segala perbuatan yang berasal dari kegelapan. Marilah kita mempersiapkan diri dengan perlengkapan senjata yang berasal dari terang untuk melawan semua penguasa gelap.
ROM 13:13 Hendaklah kamu hidup dengan benar selayaknya orang yang berada dalam terang. Janganlah memakai tubuhmu untuk berpesta pora, mabuk-mabukan, melakukan percabulan, ataupun dosa lainnya. Jangan bertengkar dan iri hati satu sama lain.
ROM 13:14 Tetapi marilah kita semua menjadikan Penguasa kita Kristus Yesus sebagai teladan hidup, supaya waktu orang melihat perbuatan kita, mereka seperti melihat Kristus dalam diri kita. Dan jangan pernah lagi berpikir untuk memuaskan keinginan-keinginan dari naluri kita yang berdosa.
ROM 14:1 Terimalah dengan baik orang-orang yang belum sepenuhnya percaya tentang kebebasan yang kalian miliki sebagai orang yang sudah bersatu dengan Kristus. Janganlah membuang waktu untuk berdebat dengan mereka.
ROM 14:2 Ada saudara-saudari kita yang sangat percaya penuh kepada Kristus, sehingga mereka meyakini bahwa Allah mengizinkan kita untuk makan semua jenis makanan. Namun, ada saudara-saudari lain yang ragu-ragu dan merasa hanya diperbolehkan makan sayur-sayuran saja.
ROM 14:3 Bagi kalian yang sudah meyakini bahwa kita boleh makan semua jenis makanan, janganlah menganggap dirimu lebih saleh daripada orang yang hanya makan sayur-sayuran. Sebaliknya, bagi kalian yang keyakinannya hanya makan sayur-sayuran, janganlah menganggap bersalah orang yang makan semua jenis makanan. Karena Allah sudah menerima saudara-saudari seiman itu tanpa mempersoalkan pendapat mereka tentang makanan.
ROM 14:4 Ibaratnya, kamu tidak berhak menghakimi hamba orang lain. Hanya majikannya sendirilah yang berhak menentukan hamba itu benar atau salah. Pikirkanlah ini: Kita adalah milik Allah! Dia pasti sanggup menopang kita supaya tidak jatuh!
ROM 14:5 Contoh lainnya, ada saudara-saudari kita yang meyakini bahwa hari yang satu lebih penting daripada hari-hari lainnya, tetapi ada juga yang meyakini bahwa semua hari sama pentingnya. Untuk hal-hal seperti itu, hendaklah masing-masing mempercayai apa yang diyakininya sendiri, tanpa menyalahkan keyakinan orang lain.
ROM 14:6 Saudara-saudari yang memperingati hari-hari tertentu melakukan hal itu demi kemuliaan Tuhan. Dan saudara-saudari kita yang menganggap semua hari sama saja, mereka juga melakukannya demi kemuliaan Tuhan. Demikian pula, saudara-saudari yang meyakini bahwa semua jenis makanan boleh dimakan, mereka makan untuk memuliakan Tuhan dan bersyukur kepada Allah atas makanan itu. Dan saudara-saudari yang tidak makan jenis makanan tertentu, mereka juga melakukannya untuk memuliakan Tuhan dan bersyukur kepada Allah atas makanan itu.
ROM 14:7 Tidak seorang pun di antara kita yang hidup atau mati untuk dirinya sendiri.
ROM 14:8 Bila kita hidup, kita hidup untuk memuliakan Tuhan. Dan bila kita mati, kita juga mati untuk memuliakan Tuhan. Jadi, baik hidup maupun mati, kita melakukan segala sesuatu untuk memuliakan Tuhan, karena kita adalah milik Tuhan.
ROM 14:9 Sebab untuk itulah Kristus mati dan bangkit kembali, yakni supaya Dia hidup sebagai Penguasa atas semua orang, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
ROM 14:10 Maka janganlah kalian saling menyalahkan sesama saudara seiman! Kalian tidak berhak melakukan itu. Dan janganlah menganggap dirimu lebih baik daripada saudara-saudari seiman yang lain. Karena kelak kita semua berdiri di hadapan Kristus dan Dialah yang akan menghakimi kita.
ROM 14:11 Sebab di dalam Kitab Suci tertulis, “TUHAN berkata, ‘Demi diri-Ku sendiri sebagai Allah yang hidup, Aku bersumpah bahwa semua orang akan sujud menyembah di hadapan-Ku, dan semua orang akan mengaku bahwa Akulah Allah.’”
ROM 14:12 Jadi, setiap orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri kepada Allah.
ROM 14:13 Karena itulah kalian harus berhenti saling menyalahkan. Dan hendaklah kalian masing-masing bertekad untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat melemahkan keyakinan saudara seiman atau membuatnya jatuh ke dalam dosa.
ROM 14:14 Sebagai orang yang sudah lama mengikut Tuhan Yesus, saya sendiri meyakini bahwa pada dasarnya tidak ada makanan yang haram bagi kita. Tetapi bagi orang yang meyakini bahwa jenis makanan tertentu adalah haram, dia bersalah kalau memakan makanan itu.
ROM 14:15 Bila kamu tahu bahwa saudara seimanmu menganggap haram suatu jenis makanan, tetapi kamu sengaja makan makanan itu di depan dia, maka kamu sedang merusak keyakinannya dan kamu tidak melakukan kasih. Janganlah mematahkan keyakinan saudara seimanmu hanya karena soal makanan. Ingatlah bahwa Kristus juga sudah mati untuk saudaramu itu.
ROM 14:16 Jika kamu berbuat begitu, maka saudara seimanmu justru akan menganggap buruk hal baik yang sebenarnya diperbolehkan.
ROM 14:17 Karena bagi kita warga kerajaan Allah, soal makanan dan minuman bukanlah hal yang utama. Tetapi biarlah kamu hidup dipimpin oleh Roh Allah sehingga kamu dapat melakukan yang benar, mengalami ketenangan, dan merasakan sukacita dalam perlindungan Tuhan.
ROM 14:18 Bila kita mengutamakan hal-hal itu dalam melayani Kristus, tentu kita menyenangkan hati Allah dan diterima orang lain dengan baik juga.
ROM 14:19 Jadi, marilah kita giat berusaha melakukan apa pun yang mendatangkan damai di antara kita dan yang dapat membangun rohani setiap orang.
ROM 14:20 Jangan sampai soal makanan saja menghancurkan pekerjaan Allah dalam hidup saudara atau saudari seimanmu. Memang semua makanan adalah halal, tetapi kamu bersalah kalau memakan sesuatu di hadapan saudaramu yang menganggapnya haram. Kalau dia ikut makan makanan itu, dia sudah jatuh ke dalam dosa.
ROM 14:21 Lebih baik tidak makan daging atau minum anggur atau melakukan apa pun yang dapat membuat saudara atau saudarimu jatuh ke dalam dosa atau tersinggung sehingga mengurangi semangatnya dalam mengikut Kristus.
ROM 14:22 Biarlah keyakinanmu tentang hal-hal seperti itu kamu pegang sendiri dan hanya kamu dengan Allah yang tahu. Betapa bahagianya orang yang melakukan apa yang diyakininya benar di hadapan Allah sehingga dia tidak merasa tertuduh.
ROM 14:23 Tetapi kalau kamu makan sesuatu dan tidak yakin makanan itu halal, maka kamu bersalah, sebab kamu tidak mengikuti apa yang kamu yakini. Karena jika kita melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan kita di hadapan Allah, berarti kita berbuat dosa.
ROM 14:24 Terpujilah Allah! Hanya Dialah yang sanggup menjagamu supaya tetap berdiri teguh di atas ajaran Kristus Yesus dan Kabar Baik yang saya beritakan. Sudah lama Kabar itu tersembunyi karena Allah yang kekal merahasiakannya dari zaman ke zaman, tetapi sekarang Dia sudah menyatakannya. Dan Dia memerintahkan agar tulisan para nabi diberitakan kepada segala bangsa, supaya setiap orang dapat mengerti Kabar Baik serta menaati dan mempercayainya. Allah kita penuh hikmat. Untuk selamanya berikanlah kemuliaan kepada Allah kita melalui Kristus Yesus! Amin.
ROM 15:1 Bagi kalian yang sudah berkeyakinan kuat tentang kebebasan orang yang bersatu dengan Kristus, kalian harus sabar terhadap anggota yang masih ragu-ragu tentang hal-hal seperti itu. Tolonglah mereka. Janganlah kalian hanya menyenangkan diri sendiri,
ROM 15:2 tetapi berusahalah untuk menyenangkan satu sama lain, sehingga kalian saling menolong dan menguatkan.
ROM 15:3 Karena selama Kristus berada di dunia ini, Dia tidak hidup untuk menyenangkan diri-Nya sendiri. Dia memenuhi apa yang tertulis dalam Kitab Suci, termasuk keluhan seorang pemazmur, “Ya TUHAN, ketika orang-orang menghina Engkau, aku juga turut dihina dan menderita.”
ROM 15:4 Segala sesuatu yang tertulis di dalam Kitab Suci memang merupakan ajaran bagi kita. Dan semua ajaran itu diberikan untuk menjadikan kita tabah dan kuat, sehingga kita terus berharap kepada Allah yang adalah Penolong kita. Dialah sumber kesabaran dan kekuatan bagi kita. Saya berdoa supaya Allah menolong kalian semua untuk hidup rukun, seperti kehendak Kristus Yesus,
ROM 15:6 sehingga kalian semua bersatu dan dengan seia sekata memuji serta memuliakan Allah, Bapa dari Kristus Yesus Penguasa kita.
ROM 15:7 Jadi, karena Kristus sudah menerima kalian sebagai umat-Nya, hendaklah kalian juga saling menerima sesama saudara-saudari seiman, supaya Allah dimuliakan.
ROM 15:8 Saya berkata begitu karena Kristus Yesus sudah menjadi hamba bagi bangsa Yahudi untuk menunjukkan bahwa Allah menepati semua janji-Nya kepada mereka. Dengan demikian, Kristus membuktikan bahwa semua perjanjian Allah terhadap nenek moyang orang Yahudi adalah benar.
ROM 15:9 Pelayanan Kristus juga bertujuan agar bangsa-bangsa yang bukan Yahudi turut memuliakan Allah karena kebaikan hati-Nya yang Dia nyatakan kepada mereka. Kitab Suci sudah banyak menubuatkan tentang hal tersebut. Misalnya, seorang pemazmur menulis, “Karena itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa yang bukan Yahudi, dan menyanyikan lagu pujian bagi-Mu.”
ROM 15:10 Musa juga berkata, “Hai bangsa-bangsa yang bukan Yahudi, bersukacitalah bersama umat Allah.”
ROM 15:11 Ada pula pemazmur yang mengatakan, “Hai semua bangsa yang bukan Yahudi, pujilah TUHAN! Biarlah segala bangsa memuji Penguasa kita.”
ROM 15:12 Dan Nabi Yesaya pun bernubuat, “Akan datang Seorang Raja yang muncul seperti tunas dari tunggul Isai. Dia akan ditinggikan sebagai raja yang memerintah segala bangsa, dan orang yang bukan Yahudi akan berharap kepada-Nya.”
ROM 15:13 Karena itu, saya mendoakan kalian semua yang percaya kepada Kristus: Kiranya Allah, sumber pengharapan kita, memberkati kalian dengan sukacita dan ketenangan dalam perlindungan-Nya. Biarlah kalian tidak pernah berputus asa, sebab melalui kuasa Roh Kudus, kalian memiliki harapan yang pasti.
ROM 15:14 Saudara-saudariku, saya yakin bahwa kalian hidup dengan sangat baik dan mempunyai semua pengetahuan yang diperlukan untuk dapat saling menasihati.
ROM 15:15 Meski demikian, Saudara-saudari, sebagai rasul Allah yang Dia pilih karena kebaikan hati-Nya, saya berani menuliskan hal-hal tadi.
ROM 15:16 Sebab Allah memanggil saya menjadi pelayan Kristus Yesus dan menugaskan saya untuk memberitakan Kabar Baik-Nya kepada orang-orang bukan Yahudi. Jadi saya melayani seperti seorang imam yang menjadi perantara bagi orang-orang bukan Yahudi, supaya mereka juga bisa mempersembahkan hidupnya kepada Allah seperti kurban yang hidup. Allah akan menerima mereka karena mereka sudah disucikan oleh Roh-Nya.
ROM 15:17 Karena itu, saya bangga atas semua yang Kristus Yesus kerjakan melalui saya demi kemuliaan Allah.
ROM 15:18 Tentang pelayanan saya, saya tidak mau membanggakan diri. Saya hanya akan membicarakan apa yang sudah Kristus lakukan melalui saya, sehingga melalui perkataan dan perbuatan, saya bisa memimpin orang-orang yang bukan Yahudi taat kepada Allah.
ROM 15:19 Mereka menjadi taat kepada Allah karena Roh Kudus menunjukkan kuasa-Nya melalui saya sehingga terjadi banyak keajaiban. Dan saya sudah menceritakan Kabar Baik tentang Kristus dengan lengkap, mulai dari kota Yerusalem sampai jauh ke daerah Ilirikum.
ROM 15:20 Saya bertekad untuk selalu menceritakan Kabar Baik ke tempat-tempat di mana pun orang-orang belum pernah mendengar tentang Kristus, karena saya tidak mau membangun pekerjaan pelayanan saya di atas fondasi yang sudah dibangun orang lain.
ROM 15:21 Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, “Orang-orang yang belum pernah menerima berita ataupun mendengar tentang Dia akan mendengar dan mengerti.”
ROM 15:22 Pelayanan saya ke daerah-daerah lain membuat saya sering terhalang untuk mengunjungi kalian.
ROM 15:23 Tetapi sekarang, saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya di daerah-daerah itu. Lagipula sudah bertahun-tahun lamanya saya ingin mengunjungi kalian.
ROM 15:24 Karena itu, saya berharap dalam perjalanan ke Spanyol nanti, saya dapat singgah di Roma dan mengunjungi kalian. Setelah kita menikmati pertemuan sebentar, kalian bisa menolong saya meneruskan perjalanan ke Spanyol.
ROM 15:25 Tetapi saat ini saya hendak pergi ke Yerusalem untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudari seiman di sana.
ROM 15:26 Jemaat di Makedonia dan Akaya sudah memutuskan untuk menyumbangkan dana bagi anggota jemaat yang miskin di Yerusalem.
ROM 15:27 Saudara-saudari kita di Makedonia dan Akaya melakukannya dengan sangat senang hati. Lagipula memang sudah sepantasnya mereka menolong saudara-saudari seiman di Yerusalem, sebab mereka yang bukan Yahudi sudah turut menerima berkat rohani yang luar biasa dari orang Yahudi. Karena itulah mereka merasa berutang kepada orang Yahudi sehingga mengirimkan berkat materi.
ROM 15:28 Jadi saya pergi ke Yerusalem untuk mengantarkan sumbangan mereka dan memastikan dana itu diserahkan dengan semestinya. Sesudah selesai, saya akan berangkat ke Spanyol melalui kota Roma untuk singgah dan menemui kalian.
ROM 15:29 Saya yakin bahwa saat kita bertemu, saya dapat membagikan kepada kalian seluruh berkat rohani dari ajaran Kabar Baik tentang Kristus.
ROM 15:30 Saudara-saudari, saya minta tolong supaya kalian sungguh-sungguh berdoa kepada Allah untuk pelayanan saya. Lakukanlah itu karena kita sama-sama bersatu dengan Penguasa kita Kristus Yesus dan karena kasih yang diberikan Roh Kudus kepada kita.
ROM 15:31 Doakan juga supaya saya selamat dari orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus di Yudea, dan supaya bantuan yang saya bawa ke Yerusalem itu berkenan bagi saudara-saudari seiman di sana.
ROM 15:32 Dengan demikian, kalau Allah mengizinkan, saya bisa datang kepada kalian dengan sukacita, dan kita akan mempunyai kesempatan untuk saling menguatkan.
ROM 15:33 Saya berharap supaya Allah, sumber ketenangan hidup kita, selalu menyertai kalian! Amin.
ROM 16:1 Saya hendak memperkenalkan kepada kalian saudari seiman kita, Febe. Dia seorang yang dapat dipercaya dan sudah ditugaskan sebagai pelayan khusus di antara jemaat di Kengkrea.
ROM 16:2 Terimalah dia dengan selayaknya sebagai umat Allah, karena dia juga sudah bersatu dalam Tuhan. Tolong bantu dia dalam hal apa saja yang diperlukannya, sebab dia sendiri sudah menolong banyak orang, termasuk saya.
ROM 16:3 Sampaikan salam saya kepada Priskila dan Akwila, rekan pelayanan saya dalam Kristus Yesus.
ROM 16:4 Keduanya pernah mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan hidup saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka. Bukan hanya saya, tetapi semua jemaat yang bukan Yahudi juga berterima kasih kepada mereka karena hal itu.
ROM 16:5 Sampaikan juga salam saya kepada jemaat yang berkumpul di rumah mereka. Salam kepada sahabat saya Epenetus yang terkasih. Dialah orang pertama di provinsi Akaya yang menjadi pengikut Kristus.
ROM 16:6 Salam kepada Maria. Dia sudah banyak bekerja untuk jemaat di Roma.
ROM 16:7 Sampaikan juga salam saya kepada Andronikus dan Yunias. Mereka orang Yahudi seperti saya dan pernah dipenjarakan bersama saya. Keduanya sudah menjadi pengikut Kristus sebelum saya, dan mereka terkenal sebagai utusan Kristus untuk melakukan pekerjaan-Nya.
ROM 16:8 Salam kepada Amplias yang saya kasihi dalam Tuhan.
ROM 16:9 Salam kepada Urbanus, teman sepelayanan kita dalam Kristus, juga kepada Stakis, sahabat saya yang terkasih.
ROM 16:10 Salam kepada Apeles. Dia sudah dicobai dan terbukti bahwa kasihnya murni kepada Kristus. Sampaikan salam saya kepada setiap orang dalam keluarga Aristobulus.
ROM 16:11 Salam kepada Herodion, teman sebangsa saya, juga kepada keluarga Narkisus, saudara-saudari seiman kita dalam Kristus.
ROM 16:12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, kedua wanita yang selalu sungguh-sungguh bekerja melayani Tuhan. Salam kepada Persis, sahabat saya yang terkasih. Dia juga banyak bekerja demi kemuliaan Tuhan.
ROM 16:13 Salam kepada Rufus. Dia adalah orang yang istimewa di mata Tuhan. Dan sampaikan salam saya kepada ibunya, yang juga sudah menjadi seperti ibu saya sendiri.
ROM 16:14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas, dan saudara-saudara seiman lain yang ada bersama mereka.
ROM 16:15 Sampaikan salam saya kepada Filologus dan Yulia, Nereus dan saudarinya, serta Olimpas, juga semua saudara-saudari seiman yang ada bersama mereka.
ROM 16:16 Saudara-saudari, hendaklah kalian saling memberi salam dengan penuh kasih sebagai umat yang sudah disucikan Allah. Semua jemaat Kristus menyampaikan salam kepada kalian.
ROM 16:17 Saudara-saudari, saya menasihatkan kalian supaya berhati-hati terhadap orang yang suka membuat perpecahan, dan yang merusak keyakinan kalian dengan melawan ajaran benar yang sudah kalian terima. Jauhilah mereka,
ROM 16:18 karena orang-orang seperti itu tidak melayani Penguasa kita Kristus Yesus. Yang mereka inginkan hanyalah menyenangkan diri sendiri. Mereka memakai kata-kata manis untuk membohongi orang-orang yang tulus hati.
ROM 16:19 Namun, semua saudara seiman sudah mendengar tentang kalian, Jemaat Roma, bahwa kalian sangat taat kepada Tuhan Yesus. Jadi saya sangat bersukacita karena kalian! Tetapi saya minta supaya kalian terus bijaksana dalam memilih semua hal yang baik dan bersih dari segala perbuatan jahat.
ROM 16:20 Allah, yang selalu menjaga kita agar hidup dengan tenang, akan segera menghancurkan Satanas dan menaklukkan dia di bawah kuasa kita. Saya berdoa kiranya Penguasa kita Yesus selalu berbaik hati kepada kalian.
ROM 16:21 Salam kepada kalian dari Timotius, sahabat saya sepelayanan, juga dari Lukius, Yason, dan Sosipater, teman-teman saya sebangsa.
ROM 16:22 Salam juga dari saya, Tertius, yang menuliskan surat Paulus ini sesuai dengan yang dia ucapkan.
ROM 16:23 Salam dari Gayus kepada kalian. Dia menyediakan rumahnya sebagai tumpangan untuk saya (Paulus) dan sebagai tempat berkumpul bagi jemaat di kota ini. Erastus dan saudara seiman kita, Kwartus, juga menyampaikan salam kepada kalian. Erastus adalah bendahara kota ini.
ROM 16:24 Akhir kata, saya berdoa kiranya Penguasa kita Kristus Yesus selalu berbaik hati kepada kalian semua. Amin.
ROM 16:25 
1CO 1:1 Kepada jemaat Allah di kota Korintus. Salam sejahtera dari saya, Paulus, yang dipanggil atas kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara seiman kita. Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita. Saudara-saudari, kalian sudah disucikan karena bersatu dengan Kristus Yesus, dan sudah dipanggil menjadi umat Allah bersama semua orang di seluruh penjuru bumi yang percaya kepada Kristus Yesus, Penguasa kita.
1CO 1:4 Saya selalu bersyukur kepada Allah karena menyaksikan betapa besar kebaikan hati-Nya yang Dia berikan kepada kalian melalui Kristus Yesus.
1CO 1:5 Buktinya, kalian sudah diperkaya dalam segala kemampuan rohani, baik dalam perkataan maupun pengetahuan. Hal itu terjadi karena kalian bersatu dengan Yesus.
1CO 1:6 Kemampuanmu itu membuktikan bahwa kesaksian tentang Kristus yang kami sampaikan adalah benar.
1CO 1:7 Itulah sebabnya kalian tidak kekurangan apa pun dalam berbagai macam pemberian Roh Allah sementara kita menunggu kedatangan Kristus Yesus, Penguasa kita.
1CO 1:8 Yesus juga akan selalu menguatkan kalian untuk bertahan sampai akhir, sehingga kalian tidak bercela pada hari kedatangan-Nya.
1CO 1:9 Allah selalu bisa dipercaya. Dialah yang sudah memanggil kalian untuk bergabung dalam persatuan dengan Anak-Nya, yaitu Kristus Yesus, Penguasa kita.
1CO 1:10 Saudara-saudari, saya sungguh-sungguh memohon dalam nama Tuhan kita Kristus Yesus supaya kalian seia sekata dan tidak terpecah belah. Biarlah kalian sungguh-sungguh bersatu, sehati, dan sepikiran.
1CO 1:11 Saya menasihatkan hal itu karena beberapa orang dari keluarga Kloe memberitahu saya bahwa ada pertengkaran di antara kalian, Saudara-saudari.
1CO 1:12 Maksud saya, di antara kalian ada yang berkata, “Saya pengikut Paulus,” dan ada yang berkata, “Saya pengikut Apolos.” Yang lainnya berkata, “Saya pengikut Petrus,” sedangkan yang lain lagi berkata, “Saya pengikut Kristus.”
1CO 1:13 Pikirkanlah: Kristus tidak bisa dibagi-bagi! Dan bukan Paulus yang sudah disalibkan untuk kalian! Kalian juga tidak dibaptis dalam nama Paulus!
1CO 1:14 Karena itu saya bersyukur kepada Allah bahwa saya tidak membaptis kalian, kecuali Krispus dan Gayus.
1CO 1:15 Saya bersyukur karena sekarang tidak ada orang yang bisa mengatakan bahwa kalian dibaptis dalam nama saya.
1CO 1:16 (Saya memang sudah membaptis keluarga Stefanus, namun selain mereka, saya tidak ingat pernah membaptis orang lain di antara kalian.)
1CO 1:17 Karena Kristus tidak memberi saya tugas untuk membaptis orang, tetapi untuk memberitakan Kabar Baik. Dan Dia tidak mau saya memberitakannya dengan memakai kepandaian berbicara menurut ilmu duniawi, supaya kuasa rohani yang ada dalam berita tentang salib Kristus tidak sia-sia.
1CO 1:18 Ajaran tentang salib Kristus merupakan hal bodoh bagi orang-orang yang menuju kebinasaan. Tetapi bagi kita yang diselamatkan, ajaran itu merupakan kuasa Allah.
1CO 1:19 Hal ini sesuai dengan Firman Allah yang tertulis dalam Kitab Suci, “Aku akan membuat pengetahuan orang-orang bijak jadi tak berguna dan pengertian orang-orang pandai menjadi kacau.”
1CO 1:20 Maka sekarang, semua orang yang bijak, yang berpendidikan tinggi, maupun ahli-ahli debat seharusnya merasa malu. Allah sudah membuat ilmu duniawi menjadi kebodohan.
1CO 1:21 Sebab inilah yang diinginkan Allah dengan hikmat-Nya: Supaya orang-orang di dunia tidak dapat mengenal Allah melalui ilmu mereka sendiri. Karena itu, Allah berkenan menggunakan pemberitaan Kabar Baik— yang mereka anggap bodoh— untuk menyelamatkan orang-orang yang percaya.
1CO 1:22 Orang Yahudi meminta keajaiban sebagai bukti, sedangkan orang yang bukan Yahudi tidak mau percaya kalau suatu ajaran tidak sesuai dengan kecanggihan ilmu mereka.
1CO 1:23 Tetapi kami mengabarkan berita tentang Kristus yang sudah disalibkan. Berita itu merupakan masalah besar bagi orang Yahudi dan kebodohan di mata orang bukan Yahudi.
1CO 1:24 Namun, Kristus adalah kuasa dan ilmu Allah bagi semua yang sudah dipanggil oleh Allah, baik orang Yahudi maupun bukan.
1CO 1:25 Karena ajaran Allah yang dianggap bodoh itu lebih bijak daripada ajaran manusia, dan sifat-sifat Allah yang dianggap lemah lebih kuat daripada kekuatan manusia.
1CO 1:26 Saudara-saudari, ingatlah keadaanmu pada waktu kamu dipilih oleh Allah! Tidak banyak di antara kalian yang dianggap bijak dalam pandangan manusia. Tidak banyak di antara kalian yang dianggap orang besar atau kaya.
1CO 1:27 Tetapi Allah memilih ajaran yang dianggap bodoh dan orang-orang percaya yang dianggap rendah oleh manusia di dunia ini, untuk mempermalukan orang-orang yang dianggap bijak. Dia memilih para penginjil dan Kabar Baik tentang Kristus yang dianggap lemah oleh manusia di dunia ini, untuk mempermalukan orang-orang kuat.
1CO 1:28 Bahkan kita dan keyakinan kita dianggap tidak penting, dihina, dan sama sekali tidak ada artinya di mata manusia di dunia ini. Biarpun begitu, sebenarnya Allah memilih kita dan memakai keyakinan kita itu untuk menghapuskan hal-hal yang dianggap penting oleh orang-orang yang pandai dan berkedudukan tinggi!
1CO 1:29 Allah melakukan itu supaya tidak ada manusia yang bisa membanggakan diri di hadapan-Nya.
1CO 1:30 Allah sendirilah yang sudah mempersatukan kalian dengan Kristus Yesus dan menjadikan Kristus sebagai sumber hikmat bagi kita. Kristus membuat kita dibenarkan di hadapan Allah, dan Kristus jugalah yang menyucikan serta membebaskan kita dari dosa.
1CO 1:31 Oleh karena itu, seperti yang tertulis dalam Firman Allah, “Orang yang mau berbangga, banggakanlah perbuatan TUHAN saja. Jangan membanggakan diri sendiri!”
1CO 2:1 Demikian juga, Saudara-saudari, ketika saya pertama kali menyampaikan ajaran dari Allah di antara kalian, saya tidak menggunakan perkataan yang indah-indah ataupun ilmu duniawi.
1CO 2:2 Karena pada waktu itu saya sudah mengambil keputusan bahwa selama bersama kalian, saya tidak akan membicarakan ajaran lain kecuali tentang Kristus Yesus dan kematian-Nya di kayu salib.
1CO 2:3 Kebetulan ketika saya datang, saya sedang lemah dan gemetar ketakutan.
1CO 2:4 Biarpun pesan yang saya ajarkan tidak disampaikan dengan ilmu manusiawi yang bisa meyakinkan orang, kuasa Roh Kuduslah yang membuktikan ajaran saya.
1CO 2:5 Dan hal itu baik, sebab dengan demikian kalian menjadi percaya hanya karena kuasa Allah, bukan karena ilmu manusiawi.
1CO 2:6 Sebenarnya, waktu bersama orang-orang yang dewasa secara rohani, kami memang mengajarkan ilmu. Tetapi ilmu kami tidak berasal dari dunia ini ataupun dari penguasa-penguasa dunia yang akan segera dibinasakan.
1CO 2:7 Ilmu yang kami ajarkan adalah ilmu Allah, yang dulu tersembunyi bagi manusia sejak dunia diciptakan. Sekarang hal itu sudah Allah nyatakan kepada kita, supaya kita ikut menikmati kemuliaan-Nya.
1CO 2:8 Sebelumnya, para penguasa dan raja-raja dunia ini tidak pernah mengerti ilmu tersebut. Andai mereka mengerti, tentu mereka tidak akan menyalibkan Yesus, Tuhan kita yang mulia.
1CO 2:9 Hal itu sesuai dengan ayat Kitab Suci ini, “Bagi orang-orang yang mengasihi Dia, Allah sudah menyiapkan sesuatu yang luar biasa, yang belum pernah dilihat dan didengar manusia, bahkan tidak pernah terbayangkan.”
1CO 2:10 Tetapi sekarang Allah sudah menunjukkan hal-hal itu kepada kita melalui Roh-Nya! Karena Roh Kudus mengetahui segala sesuatu, bahkan rahasia Allah yang tersembunyi sekalipun.
1CO 2:11 Begini perbandingannya: Tidak seorang pun mengetahui pikiran orang lain, kecuali roh orang itu sendiri yang tinggal dalam dirinya. Demikian juga halnya dengan Allah. Tidak ada yang tahu pikiran Allah, kecuali Roh Allah sendiri.
1CO 2:12 Sekarang, yang kita terima bukan roh dari dunia ini, melainkan Roh Allah! Maka dengan bantuan Roh-Nya, kita dimampukan untuk mengerti hal-hal yang Allah berikan kepada kita karena kebaikan hati-Nya.
1CO 2:13 Waktu kami mengajarkan hal-hal rohani tersebut, kami tidak menyampaikannya dengan kata-kata menurut ilmu duniawi, tetapi kata-kata yang diberikan oleh Roh Kudus kepada kami. Dengan demikian, kata-kata hikmat dari Roh Kudus dipakai untuk menjelaskan hal-hal rohani.
1CO 2:14 Orang yang tidak memiliki Roh Allah tidak bisa menerima ajaran yang berasal dari Roh Allah, karena orang seperti itu akan menganggap ajaran tersebut sebagai kebodohan. Dia tidak mungkin mengerti, sebab ajaran dari Roh Allah hanya bisa dimengerti dengan bantuan Roh Allah.
1CO 2:15 Jadi, kita yang bersatu dengan Roh Allah bisa menilai semua ajaran rohani. Tetapi orang-orang yang belum menerima hikmat dari Roh Allah tidak mampu menilai apa pun tentang kita. Hal itu sesuai dengan Firman Allah yang berkata,
1CO 2:16 “Tidak ada yang lebih bijak daripada Tuhan sehingga dapat menasihati-Nya.” Oleh karena itu, hal yang sangat luar biasa bagi kita adalah: Melalui Roh Allah, kita diberi kemampuan untuk berpikir seperti Kristus!
1CO 3:1 Saudara-saudari, dulu saya tidak bisa berbicara kepada kalian seperti kepada orang yang sudah dewasa rohani. Saya terpaksa berbicara seperti kepada orang duniawi yang dikuasai naluri yang berdosa, karena saat itu kalian masih seperti bayi rohani dalam hal mengikut Kristus.
1CO 3:2 Ajaran yang saya sampaikan ibarat susu, bukan makanan keras, karena dulu kalian belum bisa menerima makanan orang dewasa. Bahkan sekarang pun kalian belum siap untuk makanan rohani yang dewasa
1CO 3:3 sebab kalian masih dikuasai oleh naluri yang berdosa. Dengan keadaan kalian yang saling iri hati, bertengkar, dan terpecah belah, itu bukti bahwa kalian belum lepas dari naluri berdosa. Kalian masih hidup seperti orang duniawi.
1CO 3:4 Nyatanya, di antara kalian ada yang berkata, “Saya pengikut Paulus,” dan yang lain berkata, “Saya pengikut Apolos.” Ketika kalian berkata seperti itu, terbukti bahwa kalian masih dikuasai oleh naluri yang berdosa!
1CO 3:5 Apakah Apolos orang penting? Tidak. Apakah saya, Paulus, orang penting? Tidak. Kami hanyalah pelayan Tuhan Yesus yang menjalankan tugas dari-Nya dan yang menolong kalian untuk percaya penuh kepada-Nya.
1CO 3:6 Ibaratnya, saya yang menanam bibit, Apolos yang menyiram. Tetapi yang bisa membuat bibit itu tumbuh hanya Allah sendiri!
1CO 3:7 Karena itu, pelayan yang menanam ataupun yang menyiram tidaklah penting. Hanya Allah yang penting, karena Dialah yang membuat bibit itu bisa bertumbuh.
1CO 3:8 Jadi, pelayan yang menanam maupun yang menyiram mempunyai tujuan dan kedudukan yang sama. Dan setiap pelayan akan mendapat upah sesuai kerja kerasnya masing-masing.
1CO 3:9 Karena kami sama-sama pelayan Allah, dan kalian ibarat tanaman di ladang Allah. Kalian masing-masing juga merupakan batu dalam rumah Allah yang sekarang dibangun untuk menjadi tempat tinggal-Nya.
1CO 3:10 Sesuai kebaikan hati Allah yang diberikan kepada saya, saya ditugaskan seperti seorang ahli bangunan untuk meletakkan fondasi rumah Allah itu, yakni Kristus Yesus. Artinya, saya orang pertama yang mengajar kalian tentang Dia. Kemudian orang-orang lain membangun lagi di atas fondasi yang sudah saya kerjakan. Karena itu, hendaklah setiap orang berhati-hati saat membangun di atas fondasi itu.
1CO 3:11 Jangan sampai ada yang membangun di atas dasar lain! Satu-satunya fondasi kita hanyalah Kristus Yesus!
1CO 3:12 Pada Hari Pengadilan, Allah akan menguji mutu pekerjaan setiap orang yang membangun di atas fondasi tersebut. Saat itu akan terlihat apakah bahan bangunan yang mereka pakai tahan uji atau tidak. Kalau orang membangun di situ dengan bahan yang tahan uji, seperti emas, perak, atau batu permata, hal itu akan terbukti. Dan kalau orang membangun dengan bahan yang bersifat sementara, seperti kayu, rumput, atau jerami, hal itu juga akan terbukti. Karena pada Hari Pengadilan, pekerjaan setiap orang akan diuji dengan api.
1CO 3:14 Jika yang dia bangun tetap berdiri sesudah diuji, orang itu akan menerima upah.
1CO 3:15 Jika terbakar, dia akan mengalami kerugian. Dia akan seperti orang yang baru mengalami kebakaran. Meski begitu, dia tetap diselamatkan.
1CO 3:16 Jadi, pahamilah bahwa kita semua adalah rumah Allah, dan Roh Allah tinggal dalam kita.
1CO 3:17 Bila ada orang yang menghancurkan rumah Allah, maka Allah juga akan menghancurkan dia, sebab rumah Allah adalah suci. Dan karena kalian sekarang menjadi rumah Allah, berarti kalian juga suci, dan Allah akan menghancurkan siapa pun yang merusak kalian.
1CO 3:18 Janganlah kamu menipu diri sendiri. Siapa pun yang merasa pandai dalam ilmu duniawi, tinggalkan saja ilmumu itu! Biarlah kamu dianggap bodoh di mata manusia, yang penting kamu menjadi bijak di mata Allah.
1CO 3:19 Karena ilmu dunia ini merupakan kebodohan bagi Allah. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Allah menggunakan kecerdikan orang berilmu seperti jerat untuk menangkapnya.”
1CO 3:20 Ada juga tertulis, “TUHAN tahu bahwa pikiran orang-orang yang berilmu adalah sia-sia.”
1CO 3:21 Oleh sebab itu, jangan lagi membanggakan diri sebagai pengikut saya, pengikut Apolos, ataupun guru-guru lain. Karena bagi kalian yang bersatu dengan Kristus, semuanya menjadi milik kalian:
1CO 3:22 Baik Paulus, Apolos, Petrus, dunia ini, kehidupan, kematian, dan hal-hal yang ada sekarang maupun yang akan datang. Semuanya adalah milikmu.
1CO 3:23 Mengapa? Karena kalian adalah milik Kristus, dan Kristus adalah milik Allah.
1CO 4:1 Dengan demikian, anggaplah kami ini hanya pelayan Kristus. Kami ditugaskan Allah untuk menyatakan rencana-Nya yang dulu dirahasiakan dari manusia.
1CO 4:2 Seorang pelayan harus menunjukkan bahwa dirinya sungguh-sungguh bisa dipercaya.
1CO 4:3 Tetapi bagi saya, penilaian terpenting bukanlah dari kalian ataupun semua orang di dunia ini. Saya bahkan tidak menilai diri sendiri.
1CO 4:4 Dalam hati, saya tidak merasa pernah melakukan pelayanan ini secara salah. Meski begitu, bukan berarti saya pasti benar. Biarlah TUHAN yang menilai saya.
1CO 4:5 Jadi, saya menasihatkan supaya kalian jangan menilai siapa pun sebelum Tuhan Yesus datang kembali. Dialah yang akan menyatakan segala hal yang dirahasiakan dalam kegelapan, termasuk alasan dan pikiran manusia. Kemudian Allah akan memuji semua pelayan-Nya yang layak menerima pujian.
1CO 4:6 Dalam ajaran tadi, Saudara-saudari, saya memakai Apolos dan diri saya sebagai contoh untuk kalian, supaya kalian bisa belajar prinsip ini, “Taatlah hanya kepada yang tertulis dalam Kitab Suci.” Maka janganlah membesar-besarkan pelayan Tuhan yang satu dan merendahkan yang lain, lalu menjadikan kami alasan untuk saling bersaing!
1CO 4:7 Kalau masih mau bertengkar, atas dasar apa kamu merasa dirimu lebih baik daripada saudara-saudari seimanmu? Pikirkanlah ini: Semua kemampuan yang kamu miliki hanyalah pemberian TUHAN karena kebaikan hati-Nya. Janganlah kamu sombong, seolah-olah kamu mendapatkan itu dengan kehebatanmu sendiri!
1CO 4:8 Tetapi kalian Jemaat Korintus menganggap diri kalian paling sempurna dan kaya! Kalian sudah merasa seperti raja dan tidak membutuhkan kami lagi. Wah, bagus sekali kalau kalian memang raja! Dengan begitu, kami sebagai utusan yang melayani kalian juga bisa dianggap orang besar!
1CO 4:9 Sebaliknya, menurut saya Allah sudah memberikan tempat paling rendah kepada kami rasul-rasul Kristus. Kami diinjak-injak seperti tawanan perang yang dijatuhi hukuman mati. Kami menjadi tontonan umum, baik di hadapan semua manusia maupun para malaikat.
1CO 4:10 Karena melayani Kristus, kami dianggap orang bodoh, sedangkan kalian masih dianggap orang pandai. Kami selalu dianggap lemah, tetapi kalian merasa kuat. Di mana-mana kami dihina, sedangkan kalian dihormati.
1CO 4:11 Bahkan sampai saat ini, kami sering tidak mendapat makanan, minuman, dan pakaian yang cukup. Kami sering dipukuli dan tidak punya tempat tinggal.
1CO 4:12 Kami bekerja keras dengan tangan sendiri. Kami sering dihina, tetapi kami membalas mereka dengan mendoakan berkat. Ketika kami dianiaya, kami menerimanya dengan sabar.
1CO 4:13 Waktu kami dicaci maki, kami tetap bersikap baik. Sampai saat ini kami masih diperlakukan seperti sampah dunia, sama seperti kotoran yang disingkirkan semua orang.
1CO 4:14 Saya menulis hal-hal itu bukan untuk mempermalukan kalian, tetapi untuk menegur kalian sebagai anak-anak yang saya kasihi!
1CO 4:15 Karena meskipun kalian mempunyai ribuan guru yang bisa mengajarkan tentang Kristus, kalian tidak mempunyai banyak bapak. Hanya sayalah yang menjadi bapak rohani kalian, sebab kalian pertama kali mendengar Kabar Baik tentang Kristus Yesus melalui saya.
1CO 4:16 Oleh karena itu, saya mohon, ikutilah teladan bapakmu ini.
1CO 4:17 Untuk itulah saya sudah mengutus Timotius kepada kalian, yakni agar dia mengingatkan kalian tentang cara hidup yang pantas bagi orang-orang yang sudah bersatu dengan Kristus. Cara hidup demikianlah yang selalu saya lakukan dan ajarkan kepada setiap jemaat. Saya mempercayakan tugas itu kepadanya karena Timotius adalah anak rohani saya yang sangat setia melayani Tuhan.
1CO 4:18 Saudara-saudari, ada orang-orang di antara kalian yang sudah menjadi sombong dan menganggap dirinya pemimpin sebab mereka pikir saya tidak akan mengunjungi kalian lagi.
1CO 4:19 Namun, jika Tuhan Yesus menghendaki, saya akan segera datang kepada kalian. Dan saat itu kita akan melihat siapa yang memimpin dengan kuasa dari Tuhan, dan siapa saja yang menyombongkan diri.
1CO 4:20 Karena pekerjaan kerajaan Allah dibuktikan bukan dengan perkataan manusia, melainkan dengan kuasa yang diberikan Allah.
1CO 4:21 Jadi, sekarang kalian boleh memilih: Apakah kalian mau saya datang untuk mendisiplin dengan keras? Atau kalau kalian sudah taat, saya bisa datang dengan sikap lembut dan penuh kasih.
1CO 5:1 Saya sangat prihatin mendengar berita bahwa ada dosa percabulan yang sangat memalukan di antara kalian, yang bahkan jarang terjadi di antara bangsa-bangsa kafir! Saya dengar ada seorang laki-laki yang mengambil istri ayahnya.
1CO 5:2 Karena itu, kalian tidak pantas menyombongkan diri sebagai umat Allah yang hebat! Lebih baik kalian menangis! Lalu orang yang melakukan dosa itu harus dikeluarkan dari antara kalian.
1CO 5:3 Biarpun secara jasmani saya tidak sedang bersama kalian, tetapi kita selalu bersama melalui persatuan rohani kita dengan Kristus. Karena itu, saya sudah menghakimi orang yang berbuat dosa itu, seolah-olah saya berada di sana.
1CO 5:4 Jadi secepatnya, kita segera berkumpul— yakni kalian secara jasmani dan saya hadir secara rohani— untuk bersama-sama menyerahkan orang itu kepada Satanas dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dengan kuasa-Nya. Kita berharap agar melalui serangan si iblis, nalurinya yang berdosa dihancurkan supaya jiwanya selamat pada hari kedatangan Tuhan Yesus.
1CO 5:6 Memang sekarang tidak pantas kalian membanggakan diri sebagai umat Allah yang baik. Ingatlah peribahasa ini, “Sedikit ragi saja akan membuat seluruh adonan mengembang.”
1CO 5:7 Maka, seperti yang selalu dilakukan orang Yahudi sebelum merayakan Paskah, buanglah semua ragi yang lama sehingga kalian menjadi seperti adonan baru. Ragi lama menggambarkan orang yang berdosa itu. Karena sesungguhnya kita bagaikan roti yang tidak beragi, dan Kurban domba Paskah kita adalah Kristus yang sudah dikurbankan untuk menyucikan kita.
1CO 5:8 Oleh sebab itu, marilah kita hidup seperti orang-orang yang merayakan Paskah. Tidak pantas kita memakan roti yang dibuat dengan ragi lama. Artinya kita tidak boleh terlibat dalam dosa dan kejahatan yang lama, seperti yang kita lakukan sebelum mengenal Kristus. Kita bagaikan orang-orang yang merayakan Paskah dengan makan roti tanpa ragi, yang melambangkan hidup yang murni dan sesuai dengan ajaran benar.
1CO 5:9 Saya pernah menulis surat kepada kalian dengan perintah untuk tidak bergaul dengan orang yang melakukan percabulan.
1CO 5:10 Maksud saya di situ bukanlah supaya kita tidak bergaul dengan semua orang duniawi yang melakukan percabulan atau dosa-dosa lain, misalnya orang yang serakah, yang menipu demi uang, atau menyembah berhala. Karena mustahil kita menjauhi mereka semua kecuali kita keluar dari dunia ini!
1CO 5:11 Maksud saya adalah: Hindarilah orang yang menyebut dirinya saudara seiman, tetapi masih terus hidup dalam percabulan atau dosa lainnya, seperti serakah, menyembah berhala, menghina orang, mabuk-mabukan, atau menipu. Jangan pernah bergaul dengan orang-orang seperti itu supaya kamu tidak terpengaruh oleh perbuatannya!
1CO 5:12 Bukan urusan kita untuk menghakimi orang-orang yang bukan saudara seiman. Itu urusan Allah. Tetapi kalian harus siap menertibkan dan menghakimi orang-orang yang sudah menjadi anggota jemaat. Sebagaimana tertulis dalam Firman TUHAN, “Usirlah orang jahat dari antara kalian!”
1CO 6:1 Saya juga mendengar bahwa di antara kalian pernah terjadi perkara, dan kalian mengadilinya dengan bantuan orang luar yang bukan saudara seiman. Lancang sekali! Berani-beraninya kalian membiarkan dirimu dihakimi oleh orang kafir! Mengapa kalian tidak meminta bantuan salah satu anggota jemaat, sesama orang yang sudah disucikan Allah?
1CO 6:2 Seharusnya kalian tahu bahwa kita, umat yang sudah disucikan, akan menghakimi dunia ini, bahkan menghakimi para malaikat! Nah, karena kita kelak menjadi hakim atas orang-orang duniawi, mestinya kalian bisa menyelesaikan perkara-perkara ringan yang berkaitan dengan urusan biasa di antara jemaatmu sendiri!
1CO 6:4 Lantas mengapa, sewaktu kamu mempunyai perkara dalam hal-hal duniawi, kamu membawanya kepada hakim yang bukan saudara seiman? Itu perbuatan bodoh!
1CO 6:5 Seharusnya kamu merasa malu! Apakah tidak ada seorang pun di antara kalian yang cukup bijak untuk mengadili perkara-perkara di antara saudara-saudari seiman?!
1CO 6:6 Tetapi kamu malah memperkarakan saudara seimanmu ke hadapan orang luar yang tidak percaya Kristus!
1CO 6:7 Dengan adanya perkara di antara kalian pun, itu sudah salah. Seharusnya kamu saling mengalah, bukan berselisih. Maafkanlah orang yang bersalah terhadapmu. Relakanlah dirimu dirugikan.
1CO 6:8 Tetapi kamu sendiri malah berbuat salah dan merugikan orang lain, bahkan saudara-saudari seimanmu!
1CO 6:9 Ingatlah bahwa orang-orang jahat tidak akan menjadi warga kerajaan Allah! Jadi, jangan menipu diri sendiri! Yang tidak akan masuk ke dalam kerajaan Allah adalah orang-orang yang melakukan percabulan, menyembah berhala, berzina, melakukan segala macam perbuatan homoseksual, orang serakah, pencuri, pemabuk, pemfitnah, dan penipu.
1CO 6:11 Memang di antara kalian ada yang dulunya hidup seperti itu! Tetapi sekarang kalian sudah dibersihkan, disucikan, dan dibenarkan di hadapan Allah karena bersatu dengan Penguasa kita Yesus dan dengan Roh dari Allah kita.
1CO 6:12 Nah, apabila ada yang berkata, “Kita pengikut Kristus diperbolehkan berbuat apa saja!” Saya akan menjawab, “Ada benarnya, tetapi ingat bahwa tidak semua hal berguna. Jangan biarkan apa pun menjadi alat iblis untuk menguasai diri kita!”
1CO 6:13 Contohnya, ada yang berkata, “Makanan diciptakan untuk mengisi perut, dan perut diciptakan untuk menikmati makanan. Berarti kita bebas makan apa saja ataupun melakukan percabulan dengan tubuh kita.” Saya katakan bahwa tubuh dan makanan adalah fana. Allah akan mengakhirinya waktu kita mati. Pahamilah bahwa tubuh kita diciptakan Allah bukan untuk melakukan percabulan. TUHAN adalah Pemilik tubuh kita, maka hendaklah kita menggunakannya demi kemuliaan Allah.
1CO 6:14 Allah sudah menunjukkan kuasa-Nya waktu Dia menghidupkan tubuh Tuhan Yesus dari kematian. Jadi, Dia pasti juga akan menghidupkan kita dari kematian. Karena itu, berhati-hatilah menggunakan tubuhmu!
1CO 6:15 Jangan lupa bahwa tubuhmu masing-masing merupakan bagian dari tubuh Kristus. Apakah pantas seorang pengikut Kristus mengambil anggota tubuh Kristus, yaitu tubuhnya sendiri, untuk mempersatukannya dengan tubuh pelacur? Tentu tidak!
1CO 6:16 Karena Firman TUHAN berkata, “Dalam pernikahan, seorang laki-laki dipersatukan dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu.” Maka kamu harus tahu bahwa orang yang bersetubuh dengan pelacur berarti menjadi satu tubuh dengan pelacur itu.
1CO 6:17 Sebaliknya, orang yang menyerahkan dirinya kepada Penguasa kita Yesus berarti sudah bersatu dengan Dia dalam roh.
1CO 6:18 Jadi, jangan pernah melakukan percabulan. Semua dosa lain tidak langsung berkaitan dengan tubuh pelakunya. Tetapi orang yang melakukan percabulan merusak tubuhnya sendiri.
1CO 6:19 Jangan lupa bahwa tubuhmu ibarat ruang mahakudus untuk Roh Allah, yaitu Roh-Nya yang sudah kamu terima dan yang tinggal dalam dirimu. Artinya tubuhmu bukan lagi milikmu sendiri.
1CO 6:20 Ingatlah bahwa kamu sudah ditebus dengan harga yang sangat mahal, yaitu darah Kristus. Oleh sebab itu, muliakanlah Allah dengan tubuh dan rohmu, karena tubuh dan rohmu adalah milik Allah.
1CO 7:1 Sekarang saya akan menanggapi persoalan yang disebut dalam surat kalian: Ya, saya setuju bahwa memang baik bila seorang laki-laki tidak menikah.
1CO 7:2 Namun, karena bahaya percabulan, sebaiknya setiap laki-laki mempunyai istri sendiri, dan setiap perempuan mempunyai suami sendiri.
1CO 7:3 Dengan begitu, kebutuhan setiap orang bisa terpenuhi oleh pasangannya masing-masing.
1CO 7:4 Karena setelah menikah, istri menjadi hak suaminya, dan suami menjadi hak istrinya.
1CO 7:5 Itu sebabnya, suami dan istri tidak boleh saling menjauh, kecuali untuk sementara waktu atas kesepakatan bersama, ketika kalian memerlukan waktu khusus untuk berdoa dan berpuasa. Tetapi sesudah itu kalian harus bersatu lagi supaya Satanas tidak mendapat kesempatan untuk mencobaimu, sebab kamu tidak bisa mengendalikan hawa nafsu.
1CO 7:6 Tentang hal saling menjauh untuk sementara waktu, itu bukan perintah, tetapi hanya saran.
1CO 7:7 Sebenarnya saya ingin supaya setiap orang seperti saya. Namun, saya menyadari bahwa setiap pengikut Kristus menerima berkat yang berbeda dari Allah. Ada yang menerima berkat seperti saya untuk hidup tanpa istri, dan ada yang menerima berkat untuk mempunyai istri.
1CO 7:8 Tetapi untuk kalian yang belum menikah, juga para janda, saya menganjurkan: Lebih baik kamu terus hidup melajang atau membujang, seperti saya.
1CO 7:9 Namun, jika kamu tidak bisa menguasai diri, sebaiknya kamu menikah, karena lebih baik menikah daripada terbakar oleh hawa nafsu.
1CO 7:10 Sekarang saya memberi perintah kepada orang yang sudah menikah, dan perintah ini bukan berasal dari saya sendiri, melainkan dari Tuhan Yesus: Seorang istri tidak boleh memutuskan hubungan dengan suaminya.
1CO 7:11 Tetapi kalau istri terlanjur berpisah dari suaminya, dia tidak boleh kawin dengan laki-laki lain. Dia bisa berdamai kembali dengan suaminya. Demikian juga sebaliknya, suami tidak boleh menceraikan istrinya.
1CO 7:12 Sekarang saya mau memberi nasihat untuk situasi lain. Nasihat ini dari saya sendiri, bukan dari Tuhan: Kalau seorang saudara seiman mempunyai istri yang belum percaya kepada Tuhan Yesus dan istrinya itu masih mau hidup bersamanya, maka dia tidak boleh menceraikan istrinya.
1CO 7:13 Begitu juga sebaliknya, kalau seorang saudari seiman mempunyai suami yang belum percaya kepada Tuhan dan suaminya itu masih mau hidup bersamanya, maka dia tidak boleh menceraikan suaminya.
1CO 7:14 Sebab pernikahan itu tetap sah di mata Allah karena salah satu pihak, yakni suami atau istri, sudah percaya kepada Yesus. Dengan demikian, anak-anak mereka tidak dianggap anak haram di mata Allah. Mereka adalah anak yang sah.
1CO 7:15 Namun, bila suami atau istri yang belum percaya Kristus memutuskan untuk bercerai dengan istri atau suaminya yang percaya, maka bercerailah. Kalau hal itu terjadi, saudara atau saudari seiman tidak terikat lagi. Karena Allah menghendaki agar kita hidup dengan tenang.
1CO 7:16 Saya menasihatkan demikian karena siapa tahu, suami atau istrimu yang tidak percaya itu kelak bisa menjadi percaya karena teladanmu, dan akhirnya diselamatkan.
1CO 7:17 Untuk kalian semua, saya menasihatkan: Tetaplah hidup dalam keadaan seperti waktu kamu dipanggil Allah menjadi pengikut Tuhan Yesus, yaitu keadaan hidup yang sudah Allah berikan kepadamu sebelum percaya kepada Tuhan. Prinsip ini saya ajarkan di semua jemaat.
1CO 7:18 Misalnya, kalau kamu sudah disunat ketika Allah memanggilmu menjadi pengikut Kristus, jangan melakukan apa pun untuk menghapuskan sunatmu itu. Kalau kamu belum disunat waktu mulai mengikut Kristus, kamu tidak perlu disunat.
1CO 7:19 Bersunat atau tidak, itu tidaklah penting. Yang penting kamu taat kepada perintah-perintah Allah.
1CO 7:20 Setiap orang hendaklah terus hidup dalam keadaannya waktu Allah memanggil dia menjadi pengikut Kristus.
1CO 7:21 Sebagai contoh, kalau kamu sudah dijual sebagai budak waktu Allah memanggilmu untuk mengikut Kristus, itu tidak masalah. Tetapi jika kamu mendapat kesempatan untuk bebas dari perbudakan, gunakanlah kesempatan itu.
1CO 7:22 Sebab meskipun kamu dipanggil oleh Allah dalam keadaan sebagai budak, sebenarnya kamu sudah bebas secara rohani karena bersatu dengan Kristus. Demikian juga kalau kamu bukan budak, saat kamu dipanggil oleh Allah, kamu menjadi terikat sebagai budak milik Kristus.
1CO 7:23 Kita semua sudah dibeli Allah dengan harga yang sangat mahal! Maka janganlah kita menjadi budak manusia!
1CO 7:24 Intinya Saudara-saudari, biarlah kita masing-masing tetap hidup bersama Allah dalam keadaan seperti pada waktu kita dipanggil menjadi pengikut Kristus.
1CO 7:25 Sekarang saya menulis untuk saudara-saudari yang belum menikah. Nasihat ini bukan perintah dari Tuhan Yesus, tetapi sebagai orang yang sudah cukup lama dipimpin-Nya dengan kemurahan hati-Nya, saya membagikan pendapat ini:
1CO 7:26 Karena kita sedang hidup dalam masa yang sukar, saya pikir lebih baik kalian masing-masing tetap hidup tenang dalam keadaanmu yang sekarang.
1CO 7:27 Contohnya, kalau kamu mempunyai istri, janganlah berusaha menceraikan dia. Dan kalau kamu tidak mempunyai istri, janganlah berusaha mencari istri.
1CO 7:28 Namun, kalau kamu memutuskan untuk menikah, itu bukan dosa. Kalau seorang pemudi menikah, dia tidak berdosa. Hanya saja, orang yang menikah akan mengalami lebih banyak masalah dalam hidupnya. Nasihat saya tadi bertujuan untuk menghindarkan kamu dari masalah seperti itu.
1CO 7:29 Akan tetapi Saudara-saudari, maksud saya begini: Waktu kita tidak banyak lagi! Jadi mulai sekarang, kalau kamu mempunyai pasangan, sebaiknya kalian berdua bersepakat untuk memusatkan perhatian penuh dalam melayani Tuhan Yesus seakan-akan kamu tidak mempunyai pasangan.
1CO 7:30 Begitu juga kalau kamu bersedih, hiduplah seolah-olah tidak bersedih. Dan kalau kamu berbahagia, hiduplah seolah-olah tidak berbahagia. Kalau kamu membeli harta dunia, hiduplah seolah-olah tidak mempunyai apa-apa.
1CO 7:31 Juga kalau kamu menggunakan barang-barang duniawi, hiduplah seolah-olah semuanya itu tidak berarti bagimu. Karena dunia ini akan segera hilang lenyap!
1CO 7:32 Saya ingin kamu semua tidak kuatir tentang apa pun dalam hidup ini. Bagi laki-laki, kalau kamu tidak menikah, kamu bisa memusatkan perhatianmu sepenuhnya untuk pekerjaan Tuhan Yesus. Jadi kamu hanya berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan.
1CO 7:33 Tetapi kalau kamu menikah, kamu akan sibuk dengan hal-hal duniawi, yaitu berusaha menyenangkan istrimu,
1CO 7:34 sehingga perhatianmu terbagi antara menyenangkan istri dan menyenangkan TUHAN. Begitu juga bagi para perempuan. Kalau kamu tidak menikah, kamu bisa memusatkan perhatian sepenuhnya untuk pekerjaan Tuhan. Jadi kamu hanya berusaha untuk menyenangkan Tuhan Yesus, baik dalam kehidupan jasmani maupun rohani. Tetapi kalau kamu menikah, kamu akan sibuk dengan hal-hal duniawi, yaitu berusaha menyenangkan suamimu.
1CO 7:35 Nasihat itu bukan untuk membatasi kamu, tetapi justru untuk kebaikanmu, supaya kamu bisa hidup dengan sebaik-baiknya. Tujuannya agar kamu semua dapat melayani Allah tanpa terganggu dengan hal-hal lain.
1CO 7:36 Namun bila kamu, sebagai laki-laki, menyadari bahwa kamu sudah terlalu lama menunda-nunda pernikahan yang direncanakan keluarga kalian, sedangkan calon istrimu sudah semakin berumur, dan kamu sendiri merasa lebih baik menikah, maka hendaklah kalian segera menikah. Itu tidak berdosa.
1CO 7:37 Tetapi kalau kamu sudah menetapkan hati bahwa kamu tidak perlu menikah, dan kamu juga merasa mampu menguasai diri, maka silakan hidup membujang. Itu hal yang baik.
1CO 7:38 Jadi, menikah itu baik, dan hidup bagi Allah tanpa menikah itu lebih baik lagi.
1CO 7:39 Perlu diingat bahwa seorang perempuan terikat secara hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Sesudah suaminya meninggal, perempuan itu bebas untuk menikah dengan laki-laki yang dia inginkan, asalkan orang itu percaya kepada Tuhan Yesus.
1CO 7:40 Namun, saya berpendapat bahwa seorang janda akan lebih berbahagia jika tidak menikah lagi. Dan saya merasa pendapat ini juga berasal dari hikmat Roh Allah.
1CO 8:1 Sekarang saya menjawab pertanyaan kalian tentang makanan dari sisa daging yang dikurbankan kepada berhala. Sebagai pengikut Kristus, kita merasa bahwa kita semua mempunyai pengetahuan tentang hal itu. Namun, ingatlah bahwa pengetahuan biasanya membuat kita sombong. Kasih lebih penting daripada pengetahuan, karena kasih membuat kita saling membangun.
1CO 8:2 Bila ada di antara kalian yang menganggap dirinya mempunyai banyak pengetahuan, sebenarnya pengetahuannya belum sempurna!
1CO 8:3 Tetapi kalau kamu mengasihi Allah, kamu berkenan di mata-Nya.
1CO 8:4 Mengenai penjualan daging sisa kurban kepada berhala, kita tahu bahwa berhala menggambarkan dewa-dewa yang sebenarnya tidak ada dan tidak berkuasa, karena di seluruh dunia hanya ada satu Allah.
1CO 8:5 Biarpun orang lain menganggap ada banyak dewa atau penguasa ilahi di langit dan di bumi,
1CO 8:6 tetapi bagi kita hanya ada satu Allah, yaitu Dia yang kita sebut Bapa, dan hanya ada satu Penguasa Ilahi, yaitu Kristus Yesus. Segala sesuatu diciptakan Bapa dengan perantaraan Yesus. Dan kita hidup bagi Allah Bapa melalui Tuhan Yesus.
1CO 8:7 Namun, tidak semua pengikut Kristus mempunyai pengetahuan akan hal itu. Ada saudara-saudari seiman yang dulu menyembah berhala, sehingga kalau mereka makan daging bekas kurban berhala, mereka merasa masih terlibat dalam penyembahan itu. Hati mereka mudah merasa bersalah karena terpengaruh oleh agama mereka yang lama.
1CO 8:8 Sebenarnya makanan tidak mengubah kedudukan kita di hadapan Allah. Menolak makan tidak berarti kita lebih hebat di mata Allah. Dan kalau memakannya, kita juga tidak menjadi lebih baik di mata Allah.
1CO 8:9 Meskipun begitu, berhati-hatilah supaya kebebasan kita tidak membuat saudara kita yang lemah jatuh ke dalam dosa, karena dia mudah merasa bersalah.
1CO 8:10 Pikirkanlah situasi begini: Kamu memakan makanan bekas persembahan berhala karena kamu tahu bahwa berhala tidak berarti apa pun. Lalu saudara seimanmu, yang belum memiliki keyakinan sama sepertimu tentang makanan itu, melihat kamu sedang duduk makan di rumah makan yang terhubung dengan kuil berhala. Perbuatanmu itu akan memberanikan dia untuk makan juga, padahal hatinya masih mudah merasa bersalah. Dengan demikian, kamu menjadikan dia berdosa.
1CO 8:11 Kalau itu terjadi, berarti kamu yang membanggakan pengetahuanmu itu sudah menghancurkan saudara seimanmu, padahal dia sudah diselamatkan oleh Yesus melalui kematian-Nya, sama seperti kamu.
1CO 8:12 Dengan demikian, kamu berdosa terhadap saudara seimanmu yang mudah merasa bersalah tentang makanan. Waktu kamu memberi contoh yang membuatnya melakukan sesuatu yang dia anggap dosa, berarti kamu berdosa juga terhadap Kristus.
1CO 8:13 Jadi, kalau daging yang saya makan bisa membuat saudara saya jatuh dalam dosa, saya tidak akan makan daging lagi seumur hidup supaya tidak membuat saudara seiman saya berdosa!
1CO 9:1 Mungkin perkataan tadi mengherankan kalian! Ya, biarpun saya seorang rasul, dan saya sudah diberi berkat untuk melihat Penguasa kita Kristus Yesus, saya tetap membatasi diri meskipun sebetulnya saya tidak terikat sebagai budak siapa pun. Saya menyadari bahwa mungkin ada orang lain yang tidak menganggap saya rasul. Namun, bagi kalian saya adalah rasul karena kalian adalah hasil pekerjaan saya yang membuktikan bahwa saya rasul Tuhan Yesus!
1CO 9:3 Inilah jawaban saya kepada orang-orang yang mencela cara kerja saya yang berbeda dari rasul-rasul lain:
1CO 9:4 Sebenarnya saya dan Barnabas sama seperti rasul yang lain. Kami berhak diterima tinggal di salah satu rumah kalian waktu kami berkunjung.
1CO 9:5 Seandainya kami punya istri, kami juga berhak mengajak istri yang seiman itu dalam perjalanan pelayanan, seperti yang dilakukan Petrus, adik-adik Tuhan Yesus, dan para rasul yang lain.
1CO 9:6 Kami pun berhak mendapat nafkah dari jemaat agar dapat memusatkan perhatian penuh pada pelayanan.
1CO 9:7 Karena kami ibarat tentara yang berjuang bagi negara, atau petani yang menanam kebun anggur, atau gembala yang memelihara ternak. Tentara berhak menerima gaji, petani berhak makan buah dari kebunnya sendiri, dan gembala berhak minum dari susu ternaknya.
1CO 9:8 Prinsip itu tidak hanya berlaku secara umum, tetapi hukum Taurat pun mengatakan hal yang sama.
1CO 9:9 Karena dalam hukum Taurat ada tertulis, “Ketika kamu menggunakan sapimu untuk bekerja menginjak-injak hasil panen gandum, jangan menutup mulut sapi itu untuk mencegahnya makan dari gandum itu.” Waktu Allah berkata begitu, tentu yang Dia maksud bukanlah sapi saja.
1CO 9:10 Dia juga berbicara tentang kami rasul Kristus, supaya semua orang yang bekerja di ladang TUHAN, baik yang membajak maupun yang membersihkan hasil panen, tidak bekerja tanpa pengharapan. Karena pekerja Allah berhak menikmati hasil kerja mereka.
1CO 9:11 Jadi, kalau kami sudah menanam bibit rohani di antara kalian, wajarlah jika kami mendapatkan keperluan jasmani dari kalian.
1CO 9:12 Bukankah guru-guru lain yang berkhotbah dalam jemaatmu juga menerima dana dari kalian? Kalau mereka saja berhak, tentu kami lebih berhak lagi. Tetapi kami tidak pernah mengambil hak itu! Sebaliknya kami membatasi diri dan menanggung sendiri segala keperluan kami supaya tidak ada penghalang bagi orang lain untuk menerima Kabar Baik tentang Kristus.
1CO 9:13 Sebagai perbandingan, ingatlah bahwa imam-imam yang bekerja di rumah Allah mendapat makanan dari persembahan yang diberikan kepada TUHAN. Para pelayan Lewi yang bertugas di mezbah TUHAN mendapat bagian dari daging yang dikurbankan.
1CO 9:14 Nah, dengan prinsip yang sama, Allah juga menetapkan bahwa kami yang bekerja memberitakan Kabar Baik berhak menerima nafkah hidup dari pelayanan ini.
1CO 9:15 Tetapi saya tidak pernah meminta satu pun dari hak-hak rasul! Saya menuliskan ini bukan untuk menuntut kalian agar memberikan sesuatu kepada saya. Karena memberitakan Kabar Baik tanpa dibayar adalah kebanggaan bagi saya. Dan saya rela mati daripada kehilangan hal yang saya banggakan itu!
1CO 9:16 Dalam pelayanan sebagai rasul, saya tidak pantas membanggakan diri karena memberitakan Kabar Baik, sebab hal itu memang kewajiban saya. Justru saya pantas dihukum apabila tidak memberitakan Kabar Baik!
1CO 9:17 Kalau saya memilih pelayanan ini atas kemauan pribadi, maka saya patut mengharapkan upah. Namun, saya menjadi pelayan Tuhan Yesus bukan karena pilihan saya. Dialah yang memilih saya sebagai hamba-Nya dan mempercayakan tugas ini kepada saya.
1CO 9:18 Jadi, apa upah saya dalam pelayanan ini? Inilah upah saya: Saya senang memberitakan Kabar Baik tentang Kristus tanpa dibayar dan tanpa menuntut upah jasmani apa pun, meski itu hak yang wajar atas pekerjaan rohani ini.
1CO 9:19 Dengan begitu, pelayanan saya bebas dari pikiran tentang upah jasmani dan tidak membebani siapa pun. Itulah sebabnya saya rela menjadikan diri sebagai budak yang melayani semua orang, supaya saya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang bagi Kristus.
1CO 9:20 Waktu bersama orang Yahudi, saya hidup seperti orang Yahudi demi memenangkan mereka. Waktu bersama orang yang masih terikat dengan hukum Taurat, saya juga hidup seperti mereka demi memenangkan mereka yang hidupnya terikat hukum Taurat.
1CO 9:21 Tetapi waktu bersama orang-orang yang bukan pengikut hukum Taurat, yaitu orang bukan Yahudi, saya juga hidup seperti orang yang tidak memikirkan hukum Taurat. (Sebenarnya saya tidak melupakan hukum Taurat, tetapi saya diatur oleh Hukum Kristus.) Saya hidup seperti mereka supaya dapat memenangkan orang yang hidup tanpa hukum Taurat.
1CO 9:22 Begitu juga waktu saya bersama orang-orang yang keyakinannya masih lemah, saya menjadi seperti orang yang lemah, supaya saya bisa memenangkan mereka. Jadi, saya berusaha menyesuaikan diri dengan bermacam-macam orang, dengan harapan agar sebanyak mungkin orang diselamatkan.
1CO 9:23 Saya melakukan semua itu supaya Kabar Baik semakin tersebar, sehingga kelak saya turut diberkati bersama kalian semua lewat berita keselamatan itu.
1CO 9:24 Ingatlah bahwa dalam sebuah pertandingan lari, semua peserta berlari, tetapi hanya satu yang menang dan mendapat hadiah. Karena itu, mari kita berlari sekuat tenaga dalam perlombaan rohani ini supaya kita menjadi pemenang.
1CO 9:25 Ingatlah juga bahwa semua peserta dalam pertandingan menjalani latihan keras dan harus menguasai diri hanya untuk menerima mahkota penghargaan duniawi yang tidak tahan lama. Maka seharusnya kita berjuang lebih keras lagi, sebab mahkota kita akan bertahan selamanya.
1CO 9:26 Itulah sebabnya dalam perlombaan rohani ini saya berlari sekuat tenaga dengan tujuan yang pasti. Atau ibarat pertandingan tinju, saya tidak memukul dengan asal-asalan tanpa sasaran.
1CO 9:27 Seperti olahragawan, saya melatih diri dengan keras untuk dapat menguasai tubuh dan pikiran, agar jangan sampai saya sendiri gagal setelah mengajak orang-orang lain masuk dalam perlombaan rohani ini.
1CO 10:1 Saudara-saudari, saya berkata begitu supaya kalian menyadari apa yang terjadi kepada nenek moyang kita pada zaman Musa. Mereka semua berjalan di bawah pimpinan awan dan semuanya juga melewati laut yang terbelah.
1CO 10:2 Dalam keadaan diliputi awan dan melintasi laut itu, mereka seakan dibaptis menjadi pengikut Musa.
1CO 10:3 Mereka juga makan makanan rohani yang sama
1CO 10:4 dan minum minuman rohani yang sama, yaitu air dari batu besar yang menyertai mereka. Secara rohani, batu itu melambangkan Kristus.
1CO 10:5 Tetapi meskipun semuanya mendapat bagian dalam pengalaman istimewa itu, pada akhirnya Allah tidak berkenan kepada sebagian besar dari mereka, sehingga mayat mereka bergelimpangan di padang belantara.
1CO 10:6 Peristiwa itu merupakan contoh bagi kita, supaya kita jangan menginginkan hal-hal jahat seperti nenek moyang kita
1CO 10:7 dan jangan menyembah berhala seperti sebagian dari mereka. Mengenai orang-orang itu, ada tertulis dalam Kitab Suci, “Sesudah mengadakan pesta makan dan minum, mereka melakukan percabulan dan menyembah berhala.”
1CO 10:8 Nenek moyang kita terlibat dalam percabulan sehingga dalam satu hari saja 23.000 orang mati karena hukuman Allah. Janganlah kita melakukan percabulan seperti mereka.
1CO 10:9 Kita juga tidak boleh menentang Kristus seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka, sehingga mereka mati digigit ular.
1CO 10:10 Jangan pula kita bersungut-sungut seperti yang dilakukan oleh sebagian dari mereka, sehingga Allah mengutus malaikat untuk membinasakan mereka.
1CO 10:11 Semua yang terjadi pada mereka merupakan contoh bagi kita! Dan hal-hal itu tertulis dalam Firman Allah sebagai peringatan bagi kita yang hidup di zaman terakhir.
1CO 10:12 Oleh sebab itu, jagalah dirimu baik-baik! Jangan merasa begitu kuat dan tidak mungkin jatuh seperti nenek moyang kita.
1CO 10:13 Ketahuilah, setiap pencobaan yang kamu hadapi hanyalah pencobaan yang biasa dialami manusia. Lagipula, Allah setia kepada kita. Dia tidak akan membiarkan kamu dicobai melebihi kemampuanmu. Dan ketika kamu dicobai, Dia akan memberimu jalan keluar sehingga kamu bisa bertahan.
1CO 10:14 Karena itu Saudara-saudari yang saya kasihi, jauhkanlah dirimu dari penyembahan berhala!
1CO 10:15 Saya mengatakannya dengan penuh kesadaran bahwa kalian bijaksana. Jadi kalian mampu memutuskan sendiri apakah ajaran saya ini benar.
1CO 10:16 Waktu kita merayakan Perjamuan Kudus, jelas bahwa air anggur kudus yang kita syukuri itu merupakan gambaran bahwa kita turut mengambil bagian dalam darah Kristus. Demikian juga roti yang kita sobek-sobek itu merupakan gambaran bahwa kita turut mengambil bagian dalam tubuh Kristus.
1CO 10:17 Walaupun kita banyak, tetapi dalam Perjamuan Kudus kita benar-benar satu tubuh, karena kita semua turut mengambil bagian dari satu roti yang utuh.
1CO 10:18 Contoh lainnya, ketika orang Israel mempersembahkan kurban binatang lalu memakan dagingnya, semua yang ikut makan dianggap menerima berkat yang sama.
1CO 10:19 Maksud contoh-contoh tersebut adalah untuk mengajarkan tentang berhala: Daging yang dipersembahkan kepada berhala sungguh-sungguh tidak berarti, karena berhala bukan sesuatu yang berkuasa.
1CO 10:20 Namun, harus diketahui bahwa segala sesuatu yang dipersembahkan kepada berhala oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah sebenarnya adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Saya tidak mau kalian mengambil bagian dalam penyembahan roh-roh jahat!
1CO 10:21 Kamu tidak boleh minum dari cawan Tuhan Yesus lalu minum juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak boleh makan di meja perjamuan Tuhan lalu mengambil bagian juga di meja roh-roh jahat.
1CO 10:22 Kalau berbuat begitu, artinya kamu sengaja membuat TUHAN cemburu! Apakah kamu pikir dirimu lebih kuat daripada-Nya?!
1CO 10:23 Sekali lagi, tentu akan ada di antara kalian yang menjawab, “Sebagai pengikut Kristus, kita diperbolehkan berbuat apa saja.” Tetapi Saudara-saudari, saya menegaskan bahwa tidak semua perbuatan berguna. Ada hal-hal yang diperbolehkan, namun tidak menguatkan keyakinan saudara seiman kita.
1CO 10:24 Jangan mementingkan kesenangan diri sendiri saja! Hiduplah sedemikian rupa agar selalu menjadi teladan yang menguatkan saudara-saudari seiman.
1CO 10:25 Kamu boleh makan semua daging yang dijual di pasar tanpa perlu bertanya dari mana asalnya, supaya tidak menjadi kesempatan untuk merasa bersalah.
1CO 10:26 Karena kita tahu bahwa “bumi dan seluruh isinya adalah milik TUHAN.”
1CO 10:27 Kalau orang yang belum percaya Kristus mengundang kamu makan di rumahnya dan kamu bersedia, silakan makan semua yang dihidangkan. Jangan bertanya dari mana asalnya supaya hal itu tidak membuatmu merasa bersalah.
1CO 10:28 Tetapi kalau ada saudara seiman di rumah itu yang memberitahu kamu, “Awas, daging itu sisa persembahan berhala,” maka janganlah memakannya untuk menghormati pendapat dan menjaga hati saudara seiman itu. Memang, karena kita tahu bahwa “bumi dan seluruh isinya adalah milik TUHAN,”
1CO 10:29 maka memakan daging itu tidak menjadi masalah untuk kamu sendiri, tetapi saudaramu menganggap hal itu salah. Nah, sekarang pasti ada di antara kalian yang akan berkata, “Kenapa kebebasan saya harus dibatasi oleh pemahaman orang lain?
1CO 10:30 Kalau saya mengucap syukur kepada Allah sebelum menikmati makanan itu, tidak adil orang lain menganggap saya berdosa!”
1CO 10:31 Terhadap keberatan itu, saya menjawab: Apa saja yang kita lakukan, baik makan atau minum ataupun hal lain, lakukanlah itu untuk memuliakan Allah!
1CO 10:32 Tetapi janganlah melakukan sesuatu yang dianggap salah, baik oleh orang Yahudi, orang bukan Yahudi, maupun saudara seiman dalam jemaat Allah.
1CO 10:33 Itulah sebabnya saya selalu berusaha untuk menyenangkan semua orang dalam segala hal. Artinya saya berusaha mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi, agar mereka dapat menjadi pengikut Kristus dan diselamatkan.
1CO 11:1 Jadi ikutilah teladan saya, sama seperti saya juga mengikuti teladan Kristus.
1CO 11:2 Saya sangat senang, Saudara-saudari, karena kalian selalu mengingat saya dan tetap mengikuti semua ajaran yang sudah saya sampaikan!
1CO 11:3 Tetapi sekarang saya mau kalian mengetahui hal ini: Kepala dari Kristus adalah Allah. Kepala dari setiap laki-laki adalah Kristus. Dan kepala dari setiap istri adalah suaminya.
1CO 11:4 Jadi, kalau laki-laki menyampaikan pesan dari Roh Allah atau berdoa dengan memakai kerudung, berarti dia tidak menghormati Kristus sebagai Kepalanya.
1CO 11:5 Sebaliknya, waktu perempuan berdoa atau menyampaikan pesan dari Roh Allah, dia harus memakai kerudung. Kalau tidak, berarti dia tidak menghormati suaminya sebagai kepalanya. Karena tidak pantas seorang perempuan melakukan kedua hal itu tanpa kerudung. Itu memalukan, sama seperti perempuan yang digundul kepalanya.
1CO 11:6 Jika kalian perempuan tidak mau memakai kerudung, sekalian saja potong rambutmu pendek seperti laki-laki! Tetapi kalau kalian malu berambut pendek atau gundul, pakailah kerudung.
1CO 11:7 Sebaliknya, laki-laki tidak perlu memakai kerudung waktu berdoa atau menyampaikan pesan Roh Allah, sebab laki-laki mencerminkan sifat-sifat Allah dan kemuliaan-Nya, sedangkan perempuan mencerminkan kemuliaan laki-laki.
1CO 11:8 Karena laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuanlah yang berasal dari laki-laki.
1CO 11:9 Ingatlah bahwa bukan Adam yang diciptakan untuk Hawa, tetapi sebaliknya.
1CO 11:10 Karena itu, perempuan perlu memakai kerudung untuk menunjukkan bahwa dia hormat pada kepalanya, yaitu suami. Hal itu juga dilakukan karena malaikat-malaikat selalu hadir dalam ibadah kita.
1CO 11:11 Namun, perlu kita ingat: Biarpun awalnya perempuan berasal dari laki-laki, tetapi kemudian setiap laki-laki dilahirkan dari perempuan. Dan baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berasal dari Allah. Demikian pula dalam anggota umat Allah, laki-laki dan perempuan saling membutuhkan.
1CO 11:13 Pikirkanlah sendiri, apakah pantas seorang perempuan berdoa kepada Allah dalam pertemuan jemaat tanpa memakai kerudung?
1CO 11:14 Setiap orang pun tahu bahwa tidak pantas laki-laki berambut panjang.
1CO 11:15 Sebaliknya, bagi perempuan rambut panjang adalah kebanggaan, sebab rambut panjang diberikan kepada wanita sebagai penutup serta menunjukkan harga dirinya sebagai perempuan.
1CO 11:16 Jika ada yang bersikeras mengubah kebiasaan ini, ketahuilah bahwa para rasul dan seluruh jemaat Allah melakukan kebiasaan tersebut. Kami tidak mempunyai kebiasaan lain.
1CO 11:17 Dalam hal berikut ini, perbuatan kalian tidak terpuji, sebab pertemuan-pertemuan kalian tidak menghasilkan hal baik, tetapi justru yang tidak baik.
1CO 11:18 Karena pertama, saya mendengar bahwa ketika kalian berkumpul, masih ada perpecahan di antara kalian. Dan saya pikir berita itu ada benarnya.
1CO 11:19 Sayang sekali! Mungkin memang harus ada perpecahan di antara kalian supaya menjadi jelas kelompok mana yang benar!
1CO 11:20 Kedua, saya dengar bahwa ketika kalian berkumpul, ternyata perjamuan yang kalian rayakan tidak pantas disebut Perjamuan Tuhan.
1CO 11:21 Sebab ketika kalian makan bersama sebelum Perjamuan Tuhan, setiap orang berebut mengambil makanan sendiri tanpa menunggu yang lain. Akhirnya ada yang tidak mendapat bagian dan kelaparan, sedangkan yang lain kekenyangan bahkan mabuk.
1CO 11:22 Apa-apaan itu?! Hai kalian yang rakus, makanlah dulu di rumahmu masing-masing! Dengan kelakuanmu itu, kamu menghina jemaat Allah dan mempermalukan anggota yang miskin. Kalau sudah begini, saya harus berkata apa? Saya hanya bisa menegaskan: Perbuatan kalian benar-benar tidak terpuji.
1CO 11:23 Karena ajaran yang sudah saya berikan kepada kalian sama seperti ajaran yang saya terima dari Tuhan sendiri: Pada malam ketika Tuhan Yesus diserahkan kepada yang memusuhi-Nya, Dia mengambil roti
1CO 11:24 dan bersyukur kepada Allah atas roti itu. Lalu Dia menyobek-nyobek roti itu serta berkata, “Ambil dan makanlah. Inilah tubuh-Ku yang dikurbankan demi kalian. Lakukanlah ini untuk mengenang Aku.”
1CO 11:25 Dengan cara yang sama, sesudah makan, Dia mengambil cawan berisi air anggur dan berkata, “Darah-Ku ini menandakan bahwa perjanjian yang baru antara Allah dan manusia sudah disahkan. Setiap kali kalian minum anggur seperti ini, lakukanlah untuk mengenang Aku.”
1CO 11:26 Nah, sesuai perkataan-Nya itu, setiap kali kita makan roti dan minum anggur dalam Perjamuan Kudus, artinya kita sedang memberitakan kematian Tuhan Yesus sampai Dia datang kembali nanti.
1CO 11:27 Jadi, kalau dalam Perjamuan Kudus seseorang makan roti dan minum anggur dengan cara yang tidak menghormati Tuhan, maka orang itu berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
1CO 11:28 Karena itu, periksalah diri kalian masing-masing sebelum kamu makan roti dan minum air anggur perjamuan, untuk memastikan bahwa kamu menyadari pengurbanan Tuhan Yesus yang dilambangkan dalam roti dan anggur itu. Sebab jika kamu makan roti dan minum anggur Perjamuan Kudus tanpa menyadari pengurbanan Tuhan, kamu mendatangkan hukuman atas dirimu sendiri.
1CO 11:30 Oleh karena itulah banyak di antara kalian yang sering sakit, lemah, bahkan mati!
1CO 11:31 Bila kita memeriksa diri masing-masing dan menyadari arti perjamuan itu, kita tidak perlu takut kena hukuman Tuhan.
1CO 11:32 Namun, sekalipun Tuhan menghukum kita, sebetulnya hukuman itu bertujuan untuk mendidik kita, agar kita tidak dibinasakan bersama orang-orang duniawi.
1CO 11:33 Oleh karena itu Saudara-saudari, saat kalian berkumpul mengadakan Perjamuan Tuhan, sabarlah menunggu satu sama lain dan saling bergiliran, supaya perjamuan kalian tertib dan teratur.
1CO 11:34 Kalau ada yang lapar, makanlah dulu di rumah supaya perjamuan bersama tidak menjadi kesempatan bagimu untuk mendatangkan hukuman atas diri sendiri. Mengenai pertanyaan-pertanyaan kalian yang lain, saya akan membahasnya ketika saya datang.
1CO 12:1 Saudara-saudari, sekarang saya ingin kamu semua mengerti tentang kemampuan-kemampuan rohani pemberian Roh Allah.
1CO 12:2 Kamu sendiri ingat bahwa sebelum percaya kepada Kristus, kamu dipengaruhi dan disesatkan untuk menyembah berhala-berhala yang sebenarnya hanya patung bisu.
1CO 12:3 Karena itu, saya mau kalian menyadari bahwa orang yang dipimpin Roh Allah tidak mungkin berkata, “Terkutuklah Yesus.” Sebaliknya, tidak mungkin seseorang mengatakan, “Yesus adalah Penguasa hidupku” tanpa pertolongan Roh Allah.
1CO 12:4 Ada bermacam-macam kemampuan rohani yang diberikan Roh Allah sebagai tanda kebaikan hati-Nya, tetapi semua berasal dari satu Roh Allah.
1CO 12:5 Dan ada bermacam-macam bentuk pelayanan bagi Tuhan, tetapi semua berasal dari-Nya.
1CO 12:6 Demikianlah Allah yang Esa bekerja dengan bermacam-macam cara dalam diri setiap saudara seiman, tetapi semuanya dikerjakan oleh Dia.
1CO 12:7 Setiap kemampuan tersebut diberikan kepada kita masing-masing sebagai tanda yang nyata dari Roh Allah, tujuannya agar kita semua dapat saling menguatkan.
1CO 12:8 Misalnya, kepada sebagian dari kita, Roh Allah memberikan kemampuan untuk menyampaikan nasihat bijaksana. Kepada yang lain, Roh yang sama memberikan kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan yang mendalam.
1CO 12:9 Kepada yang lain lagi, Roh itu memberi keyakinan yang luar biasa. Dan kepada sebagian lain, Roh yang sama juga memberi kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit.
1CO 12:10 Saudara seiman yang lain diberi-Nya kemampuan untuk melakukan keajaiban, dan yang lainnya lagi kemampuan untuk menyampaikan pesan dari Roh Allah. Ada yang mendapat kemampuan untuk membedakan pesan yang dari Roh Allah dan yang dari roh jahat. Ada orang yang menerima kemampuan untuk berbicara dalam berbagai bahasa lain sesuai pimpinan Roh Allah. Dan ada juga yang diberi kemampuan untuk menerjemahkan bahasa-bahasa lain itu.
1CO 12:11 Semuanya dikerjakan oleh Roh Allah. Dia jugalah yang menentukan kemampuan mana yang diberikan kepada setiap orang.
1CO 12:12 Karena sama seperti tubuh manusia hanya satu tetapi mempunyai banyak anggota, demikian juga tubuh Kristus hanya satu, tetapi banyak anggotanya, yaitu kita.
1CO 12:13 Jadi tidak ada masalah kalau kita orang Yahudi atau bukan Yahudi, budak ataupun orang merdeka. Karena kita masing-masing sudah dibaptis secara rohani dalam Roh Allah yang sama, ibaratnya kita sudah minum air murni dari cawan yang sama. Artinya, Roh yang satu itu mempersatukan kita dalam satu tubuh, yakni tubuh Kristus.
1CO 12:14 Sebab tidak mungkin tubuh terdiri dari satu anggota saja, tetapi banyak.
1CO 12:15 Seandainya kaki bisa merasa iri dan berkata, “Aku bukan tangan, berarti aku tidak termasuk bagian dari tubuh ini,” hal itu tidak akan mengubah keadaan, dan kaki tetap saja anggota tubuh itu.
1CO 12:16 Seandainya telinga bisa berkata, “Aku bukan mata, berarti aku bukan bagian dari tubuh ini,” perkataannya itu pun tidak akan mengubah keadaan. Telinga tetap saja anggota tubuh tersebut.
1CO 12:17 Kalau seluruh tubuh terdiri dari mata saja, tubuh itu tidak akan bisa mendengar apa-apa. Atau kalau terdiri dari telinga saja, tubuh tidak akan bisa mencium apa-apa.
1CO 12:18 Bila seluruh tubuh hanya terdiri dari satu anggota, itu tidak bisa disebut tubuh lagi. Tetapi Allah sudah mengatur bermacam-macam anggota dalam satu tubuh, dan setiap bagian berfungsi sesuai kehendak-Nya.
1CO 12:20 Jadi tubuh itu satu, tetapi mempunyai banyak anggota.
1CO 12:21 Karena itu, mata tidak bisa berkata kepada tangan, “Aku tidak membutuhkanmu.” Dan kepala tidak bisa berkata kepada kaki, “Aku tidak membutuhkanmu.”
1CO 12:22 Sebaliknya, bagian-bagian tubuh yang tampaknya lemah atau dianggap kurang terhormat sebenarnya sangat penting. Contohnya, anggota badan yang tidak pantas dilihat kita lindungi dengan pakaian. Dengan demikian, setiap anggota tubuh yang dianggap kurang terhormat justru selalu diberi perhatian khusus,
1CO 12:24 sedangkan anggota-anggota tubuh yang dianggap lebih terhormat tidak memerlukan perhatian seperti itu. Dengan begitu, Allah mempersatukan tubuh supaya anggota-anggota yang dianggap lemah dan kurang terhormat mendapat perhatian dan penghargaan khusus,
1CO 12:25 sehingga tubuh tidak terpecah-pecah, tetapi setiap anggota saling memperhatikan dan mempedulikan satu sama lain.
1CO 12:26 Kalau salah satu anggota tubuh sakit, semua anggota yang lain ikut menderita. Dan kalau salah satu anggota dipuji, semua anggota tubuh yang lain juga ikut merasa senang.
1CO 12:27 Kita secara keseluruhan adalah tubuh Kristus, dan masing-masing orang merupakan anggota tubuh-Nya itu.
1CO 12:28 Dalam kesatuan jemaat Kristus, Allah sudah menetapkan berbagai pelayanan. Ada yang Dia pilih pertama, sebagai rasul, kedua, sebagai penyampai pesan dari Allah, ketiga, sebagai pengajar. Kemudian ada anggota yang ditunjuk Allah untuk melakukan keajaiban, dan ada juga yang diberi kemampuan rohani untuk menyembuhkan orang sakit, atau menolong orang lain, atau menjadi pemimpin, atau berbicara dalam berbagai bahasa lain sesuai pimpinan Roh Allah.
1CO 12:29 Jadi, tidak semua orang dipilih untuk menjadi rasul, atau untuk menyampaikan pesan Allah, atau untuk mengajar. Tidak semua orang bisa melakukan keajaiban,
1CO 12:30 atau menyembuhkan orang sakit, atau berbicara dalam bahasa lain sesuai pimpinan Roh Allah, dan tidak semua orang bisa menerjemahkan pesan yang disampaikan dalam bahasa lain itu.
1CO 12:31 Tetapi hendaklah kalian semua rindu untuk menerima kemampuan-kemampuan yang lebih penting. Di atas semuanya itu, biarlah saya menunjukkan satu hal yang lebih hebat daripada semua kemampuan rohani tadi!
1CO 13:1 Kalau pun aku diberi kemampuan untuk berbicara dalam semua bahasa manusia, bahkan bahasa-bahasa para malaikat, tetapi bila aku tidak mengasihi orang lain, maka aku seperti tong kosong yang nyaring bunyinya— mengucapkan banyak kata, tetapi sama sekali tidak bermanfaat.
1CO 13:2 Kalau pun aku memiliki kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan dari Allah, dan diberi pengetahuan sampai aku bisa mengerti segala sesuatu, bahkan rencana-rencana Allah yang rahasia, juga diberi keyakinan yang besar sampai bisa memindahkan gunung, tetapi kalau aku tidak mengasihi orang lain, maka semua kemampuan hebatku itu sama sekali tidak bermanfaat!
1CO 13:3 Atau kalau pun aku memberikan semua hartaku untuk orang miskin, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar sebagai kurban, tetapi kalau aku tidak mengasihi sesama, semua itu tidak ada artinya!
1CO 13:4 Sifat kasih itu sabar, murah hati, tidak iri, tidak membesarkan diri, dan tidak sombong.
1CO 13:5 Kasih itu tidak berbuat kasar, tidak mengutamakan kepentingan sendiri, tidak cepat marah, dan tidak mengingat-ingat kesalahan orang lain.
1CO 13:6 Kasih itu berdukacita waktu melihat orang lain melakukan yang jahat, tetapi bersukacita waktu melihat mereka hidup sesuai ajaran benar.
1CO 13:7 Kasih itu kuat bertahan menghadapi segala kesulitan. Kasih selalu percaya dan mengharapkan yang baik tentang orang lain. Kasih selalu tabah menanggung setiap keadaan.
1CO 13:8 Kasih akan bertahan selama-lamanya! Tetapi berbagai kemampuan rohani tadi tidak akan diperlukan lagi suatu hari nanti, termasuk kemampuan untuk menyampaikan pesan dari Allah, menyampaikan pengetahuan, atau berbicara dalam bahasa lain dengan pimpinan Roh Kudus.
1CO 13:9 Kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan dari Roh Allah atau menyampaikan pengetahuan memang berguna sekarang, tetapi tidak bisa menyampaikan semua hal dengan lengkap.
1CO 13:10 Namun kelak sesudah Yesus kembali, pengetahuan kita akan menjadi sempurna, dan kemampuan rohani yang sekarang kurang lengkap ini akan dihapuskan karena tidak diperlukan lagi.
1CO 13:11 Ibaratnya, waktu kita masih kecil, kita berbicara, berpikir, dan membuat keputusan seperti anak kecil, tetapi waktu kita sudah dewasa, kita berhenti melakukan hal yang kekanak-kanakan.
1CO 13:12 Atau ibarat cermin, sekarang kita seolah melihat kaca yang buram, tetapi kelak kita akan melihat dengan jelas. Sekarang pengetahuan kita kurang lengkap, tetapi ada saatnya nanti kita akan mengerti semua sampai sejelas-jelasnya, sama seperti Allah mengenal diri kita.
1CO 13:13 Jadi, ketiga hal inilah yang tetap diperlukan selama-lamanya: Percaya, berharap, dan mengasihi. Tetapi yang paling penting di antara ketiganya adalah mengasihi.
1CO 14:1 Oleh karena itu, utamakanlah kasih setiap waktu, dan berusahalah sungguh-sungguh untuk menerima kemampuan rohani, terutama kemampuan menyampaikan pesan Allah.
1CO 14:2 Saya berkata begitu karena orang-orang yang mempunyai kemampuan rohani untuk berbicara dalam bahasa lain biasanya tidak menyampaikan sesuatu yang bisa dimengerti orang lain. Melalui Roh Kudus, mereka hanya berbicara kepada Allah tentang hal-hal yang dimengerti oleh Allah saja.
1CO 14:3 Sebaliknya, orang-orang yang menyampaikan pesan dari Roh Allah bisa berbicara kepada orang lain untuk menguatkan, memberi dorongan, dan menghibur mereka.
1CO 14:4 Orang yang berbicara dalam bahasa lain sesuai pimpinan Roh Kudus biasanya hanya menguatkan diri sendiri, sedangkan orang yang menyampaikan pesan dari Roh Allah bisa menguatkan seluruh jemaat.
1CO 14:5 Saya senang bila kamu semua mendapat kemampuan rohani untuk berbicara dalam bahasa lain. Tetapi saya lebih menginginkan agar kamu bisa menyampaikan pesan dari Roh Allah. Orang yang memiliki kemampuan itu lebih diperlukan dalam jemaat daripada yang berbicara dalam bahasa lain. Orang yang berbicara bahasa lain baru akan berguna jika ada anggota yang mempunyai kemampuan rohani untuk menerjemahkan bahasa itu, karena dengan demikian seluruh jemaat bisa dikuatkan melalui pesan yang disampaikannya.
1CO 14:6 Saudara-saudari, percuma saja kalau saya datang kepada kalian dan menggunakan kemampuan rohani untuk berbicara dalam bahasa lain yang tidak kalian mengerti! Saya hanya akan berguna bagi kalian bila sesuai tuntunan Roh Allah saya berbicara dalam bahasa yang kalian mengerti untuk mengajar, menyampaikan pesan Allah, menjelaskan suatu pengetahuan, atau menyatakan sesuatu yang membuka wawasan baru.
1CO 14:7 Benda mati pun, misalnya suling atau gitar, kalau dibunyikan dengan asal-asalan tidak akan mengeluarkan nada yang bisa dipahami.
1CO 14:8 Atau terompet militer, kalau ditiup asal-asalan, para tentara tidak akan paham sinyal perang yang diberikan.
1CO 14:9 Nah, terlebih lagi manusia! Kalau kamu berbicara bahasa lain dengan pimpinan Roh Allah, tetapi kata-katamu tidak bisa dimengerti, bagaimana hal itu akan berguna bagi pendengar? Kamu seperti berbicara kepada angin saja.
1CO 14:10 Memang ada banyak sekali bahasa di dunia, dan setiap bahasa bermakna bagi orang-orang yang menggunakannya.
1CO 14:11 Tetapi kalau saya tidak mengerti bahasa seseorang, maka saya menjadi orang asing bagi dia, dan dia pun orang asing bagi saya.
1CO 14:12 Demikian juga dengan kamu. Karena kamu sangat menginginkan kemampuan rohani dari Roh Kudus, sebaiknya kamu berdoa dengan sungguh-sungguh supaya kamu diberi kemampuan yang lebih diperlukan untuk menguatkan jemaatmu.
1CO 14:13 Jadi, orang yang mempunyai kemampuan rohani untuk berbicara dalam bahasa lain hendaklah berdoa supaya diberi kemampuan untuk menerjemahkannya juga.
1CO 14:14 Kalau saya berdoa dalam bahasa lain sesuai pimpinan Roh Kudus, yang berdoa hanya roh saya, sedangkan pikiran saya diam.
1CO 14:15 Maka, saya memutuskan bahwa ketika saya berdoa, saya akan melibatkan roh dan pikiran. Waktu saya menyanyikan pujian, saya akan melibatkan roh dan pikiran juga.
1CO 14:16 Sebab kalau kita memuji Allah dengan roh kita, yaitu memakai kemampuan berbicara bahasa lain, pendengar tidak akan bisa turut memuji Allah atau mengucapkan “Amin” atas ucapan syukur itu, karena mereka tidak mengerti.
1CO 14:17 Sekalipun isi ucapan syukur itu sangat baik, para pendengar tidak akan dikuatkan.
1CO 14:18 Saya bersyukur kepada Allah bahwa saya mendapat kemampuan rohani berbicara bahasa lain lebih daripada kamu semua.
1CO 14:19 Namun dalam pertemuan jemaat, saya lebih suka mengucapkan lima kata yang bisa dimengerti daripada ribuan kata dalam bahasa lain, supaya para pendengar dikuatkan oleh ajaran saya.
1CO 14:20 Saudara-saudari, tentang hal ini janganlah berpikir seperti anak-anak, tetapi jadilah dewasa! Sebaliknya tentang kejahatan, jadilah seperti bayi.
1CO 14:21 Sebab mengenai penggunaan bahasa asing, ada tertulis dalam Firman TUHAN, “Dengarkanlah perkataan TUHAN, ‘Dengan memakai bangsa-bangsa asing yang mengalahkan bangsa Israel Aku akan berbicara kepada bangsa yang keras kepala ini. Biarpun pesan-Ku akan disampaikan kepada mereka dalam bahasa asing, mereka tetap tidak akan mendengarkan Aku!’”
1CO 14:22 Dari Firman itu kita tahu bahwa kemampuan rohani berbahasa lain lebih cocok dipakai terhadap orang-orang yang keras kepala dan menolak percaya kepada TUHAN, tetapi kurang berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebaliknya, kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan Roh Allah sangat berguna bagi orang yang sudah percaya, dan kurang cocok bagi mereka yang belum percaya.
1CO 14:23 Apalagi, kalau ada beberapa orang yang baru masuk ke dalam pertemuan jemaat kalian, dan kamu semua berbicara dalam berbagai bahasa lain, pastilah mereka pikir kalian gila!
1CO 14:24 Tetapi seandainya kamu semua menyampaikan pesan dari Roh Allah, lalu ada seorang yang belum percaya atau belum mengerti masuk ke dalam pertemuan kalian itu, maka hal-hal yang kalian sampaikan akan menyatakan dosa-dosanya, dan dia akan merasa tertegur oleh semua yang kalian katakan.
1CO 14:25 Rahasia-rahasia dalam hatinya juga akan dinyatakan, sehingga akhirnya dia berlutut menyembah Allah serta mengaku, “Allah benar-benar bersama kalian!”
1CO 14:26 Jadi Saudara-saudari, inilah kesimpulan dari semuanya: Waktu kalian berkumpul, hendaklah setiap orang terlibat sesuai kemampuan rohani masing-masing, misalnya membawakan nyanyian, mengajar, menyatakan sesuatu yang membuka wawasan baru, berbicara bahasa lain sesuai pimpinan Roh Kudus, atau menerjemahkan pesan dalam bahasa lain itu. Tujuan dari semuanya itu haruslah untuk saling menguatkan.
1CO 14:27 Kalau ada yang ingin berbicara kepada jemaat dengan menggunakan kemampuan rohani berbahasa lain, maka hanya diperbolehkan dua atau paling banyak tiga orang saja. Hendaklah mereka bergiliran, dan harus ada yang bisa menerjemahkan kata-kata mereka.
1CO 14:28 Kalau tidak ada anggota jemaat yang mempunyai kemampuan rohani untuk menerjemahkan, maka orang yang ingin menggunakan kemampuan berbahasa lain tidak boleh bicara dalam pertemuan. Biarlah dia memakai kemampuan itu untuk berbicara secara pribadi kepada Allah tanpa bersuara.
1CO 14:29 Tentang orang-orang yang punya kemampuan rohani menyampaikan pesan dari Allah: Hanya dua atau tiga orang saja yang boleh berbicara dalam satu pertemuan. Dan hendaklah saudara-saudari yang lain menilai apa yang mereka katakan.
1CO 14:30 Tetapi kalau Allah menyatakan sesuatu kepada salah satu anggota yang lain, maka orang yang sedang bicara harus diam, supaya pesan Allah disampaikan secara teratur.
1CO 14:31 Dengan demikian, semua yang mempunyai kemampuan menyampaikan pesan dari Allah mendapat kesempatan satu per satu, sehingga semua yang hadir menerima pengajaran dan dikuatkan.
1CO 14:32 Setiap orang yang mempunyai kemampuan untuk menyampaikan pesan Allah sanggup mengendalikan diri dan sabar menunggu waktunya berbicara.
1CO 14:33 Sebab Allah tidak menginginkan kekacauan. Dia menghendaki segala sesuatu berlangsung dengan teratur. Sesuai dengan tata cara yang dilakukan dalam semua perkumpulan jemaat umat Allah,
1CO 14:34 hendaklah kaum perempuan berdiam diri dalam pertemuan ibadah. Para istri tidak diizinkan langsung berbicara, karena mereka berada di bawah pimpinan suami masing-masing, seperti yang dikatakan dalam hukum Taurat.
1CO 14:35 Kalau seorang istri ingin menanyakan sesuatu, hendaklah dia bertanya kepada suaminya di rumah, karena tidak sepatutnya perempuan berbicara di dalam ibadah.
1CO 14:36 Kalau ada di antara kalian yang tidak senang dengan ajaran-ajaran saya tadi, ingatlah bahwa bukan kalian yang pertama menerima ajaran dari Allah, dan bukan kalian saja yang menjadi pengikut Kristus! Hendaklah kalian mengikuti kebiasaan jemaat Kristus di tempat-tempat lain juga.
1CO 14:37 Kalau kamu merasa dirimu mempunyai kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan Allah atau dituntun oleh Roh Allah, tentu kamu sependapat bahwa perintah-perintah yang saya tuliskan di atas berasal dari TUHAN.
1CO 14:38 Tetapi kalau ada di antara kalian yang tidak setuju terhadap ajaran-ajaran itu, jangan pedulikan dia!
1CO 14:39 Jadi Saudara-saudari, hendaklah kalian masing-masing berdoa sungguh-sungguh agar diberi kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan Allah. Dan jangan melarang saudara seimanmu untuk menggunakan kemampuan rohani berbahasa lain.
1CO 14:40 Tetapi semuanya harus dilakukan dengan penuh hormat dan teratur.
1CO 15:1 Saudara-saudari, sekarang saya ingin mengingatkan tentang Kabar Baik yang sudah saya beritakan kepada kalian. Kabar itulah yang sudah kalian terima dan yang sampai sekarang masih terus kalian pertahankan.
1CO 15:2 Melalui berita yang saya sampaikan itulah kalian diselamatkan, asalkan kamu semua terus meyakininya dengan teguh! Kalau tidak, percuma saja dahulu kamu percaya!
1CO 15:3 Karena berita yang saya sampaikan kepada kalian itu adalah berita paling penting yang sudah saya terima sebelumnya, yaitu bahwa Kristus Yesus sudah mati menanggung hukuman atas dosa-dosa kita, seperti yang tertulis dalam Kitab Suci.
1CO 15:4 Setelah Dia dikuburkan, pada hari yang ketiga Allah menghidupkan Kristus kembali dari kematian, seperti yang tertulis dalam Kitab Suci.
1CO 15:5 Kemudian Yesus menampakkan diri-Nya kepada Petrus, lalu kepada kedua belas rasul-Nya.
1CO 15:6 Sesudah itu Dia menampakkan diri kepada lima ratus orang lebih saudara-saudari seiman kita pada waktu yang sama. Sebagian besar dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa sudah meninggal.
1CO 15:7 Selanjutnya Yesus menampakkan diri kepada adik-Nya yang bernama Yakobus, lalu kepada semua rasul.
1CO 15:8 Terakhir, Dia juga menampakkan diri kepada saya. Jadi, saya menjadi rasul paling akhir, ibarat bayi yang lahir terlambat.
1CO 15:9 Itu sebabnya saya menganggap diri sebagai yang paling hina di antara semua rasul. Saya bahkan tidak layak disebut rasul, karena pernah menganiaya umat Allah sebelum saya percaya kepada Yesus.
1CO 15:10 Namun, saya menjadi seperti sekarang ini hanya karena kebaikan hati Allah. Dan saya tidak menyia-nyiakan kebaikan-Nya itu, dengan cara bekerja keras melebihi rasul-rasul yang lain. Tetapi itu bukan karena kehebatan saya, melainkan karena terdorong oleh kebaikan hati Allah yang menguatkan hati saya.
1CO 15:11 Jadi, baik saya maupun rasul-rasul lain, kami menyampaikan berita yang sama, dan berita itu jugalah yang sudah kalian percayai.
1CO 15:12 Nah, kalau kami para rasul selalu memberitakan bahwa Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian, kenapa ada sebagian dari kalian yang mengatakan bahwa kita pengikut Kristus tidak akan dihidupkan dari kematian?
1CO 15:13 Seandainya tidak ada kebangkitan sesudah kita mati, berarti Kristus juga tidak pernah bangkit kembali dari kematian.
1CO 15:14 Dan seandainya Kristus tidak pernah bangkit kembali, sia-sialah berita yang kami sampaikan, dan percuma saja kalian percaya.
1CO 15:15 Seandainya tidak ada kebangkitan orang mati, berarti kami sudah berbohong dan mengajarkan yang salah tentang Allah, sebab selama ini kami memberitakan bahwa Allah menghidupkan Kristus kembali.
1CO 15:16 Andaikata benar bahwa orang mati tidak akan dihidupkan kembali, berarti Kristus juga tidak pernah dihidupkan kembali.
1CO 15:17 Dan seandainya Kristus tidak dibangkitkan kembali, percuma saja keyakinan kita, dan kita masih dikuasai oleh dosa!
1CO 15:18 Seandainya tidak ada kebangkitan, berarti saudara-saudari kita yang mati dalam keadaan percaya pada Kristus juga sudah binasa!
1CO 15:19 Seandainya pengharapan kita kepada Kristus hanya berlaku untuk kehidupan di dunia ini saja, kita orang paling malang di antara semua manusia!
1CO 15:20 Tetapi sesungguhnya, Kristus sudah dihidupkan kembali dari antara orang mati! Itulah yang menjadi jaminan bahwa orang-orang lain yang sudah mati juga pasti akan dihidupkan kembali.
1CO 15:21 Maka pahamilah: Kuasa kematian sudah menular kepada semua manusia karena perbuatan satu orang, yaitu Adam. Sekarang, kebangkitan pun diberikan kepada semua manusia oleh karena Satu Orang juga, yaitu Yesus.
1CO 15:22 Karena sebagai keturunan Adam, semua manusia mengalami kematian. Tetapi setiap orang yang bersatu dengan Kristus dihidupkan kembali dari kematian.
1CO 15:23 Proses kebangkitan ini terjadi secara bertahap: Pertama, Kristus dihidupkan dari kematian sebagai jaminan bagi kita. Kemudian, pada hari kedatangan-Nya kembali, kita semua yang sudah menjadi milik Kristus juga akan dibangkitkan dari kematian.
1CO 15:24 Selanjutnya, terjadilah hal yang terakhir dari semuanya: Kristus akan membinasakan setiap pemerintahan, kerajaan, dan penguasa yang lain. Sesudah itu, Dia akan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah Bapa, supaya Allah memerintah sebagai satu-satunya Raja.
1CO 15:25 Sebab Allah sudah menetapkan agar Kristus “duduk di sebelah kanan-Nya” dan memerintah sebagai Raja sampai tiba saat yang sudah Allah janjikan kepada-Nya, yaitu, “Aku akan mengalahkan semua yang memusuhi-Mu dan menjadikan mereka budak-Mu.”
1CO 15:26 Musuh terakhir yang akan dibinasakan adalah kuasa kematian.
1CO 15:27 Buktinya, Kitab Suci menuliskan, “Allah sudah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa-Nya.” Berdasarkan kalimat, “Allah sudah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa-Nya,” jelaslah bahwa Allah Bapa sendiri tidak termasuk dalam segala sesuatu itu.
1CO 15:28 Sesudah segala sesuatu berada di bawah kuasa Anak Allah, maka Kristus sendiri akan menunjukkan bahwa diri-Nya pun berada di bawah kuasa Allah Bapa yang sudah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa Anak-Nya. Dengan demikian nyatalah bahwa Allah adalah Yang Mahakuasa dan Mahatinggi.
1CO 15:29 Dan lagi tentang kebangkitan manusia dari kematian: Seandainya benar orang-orang mati tidak dihidupkan kembali dari kematian, mengapa pernah ada saudara-saudari seiman kita yang minta dibaptis dengan air sekali lagi untuk mewakili ayah atau ibunya yang sudah meninggal? Itu bukti mereka yakin bahwa kita pengikut Kristus akan dihidupkan kembali dari kematian. Bila tidak begitu, untuk apa mereka meminta demi orang yang sudah mati?
1CO 15:30 Kami para rasul juga menjadi bukti. Seandainya tidak ada kebangkitan dari kematian, mengapa kami tidak pernah takut menghadapi bahaya setiap saat?
1CO 15:31 Benar Saudara-saudari, setiap saat saya siap mati! Saya bersumpah bahwa itu benar, dan rasa bangga saya terhadap kalian juga benar! Saya bangga terhadap kalian karena kalianlah bukti pelayanan saya dalam pimpinan Penguasa kita Kristus Yesus.
1CO 15:32 Buat apa saya rela mempertaruhkan nyawa melawan orang-orang yang sangat ganas di kota Efesus?! Kalau manusia yang mati akan lenyap begitu saja tanpa dihidupkan kembali, maka lebih baik kita katakan, “Marilah kita makan, minum, dan bersenang-senang selagi belum mati.”
1CO 15:33 Tetapi janganlah kalian tertipu oleh orang-orang yang berpandangan seperti itu! Pepatah mengatakan, “Pergaulan yang buruk menularkan pengaruh buruk.”
1CO 15:34 Jadi sekarang, sadarilah benar-benar! Jangan berbuat dosa lagi! Seharusnya kalian malu, karena sudah jelas bahwa di antara kalian ada beberapa orang yang tidak mengenal Allah.
1CO 15:35 Tentang kebangkitan, sering ada pertanyaan, “Bagaimana mungkin orang mati bisa dihidupkan lagi? Tubuh mereka sudah tidak ada, bukan?!”
1CO 15:36 Pertanyaan itu bodoh. Tubuh ini ibarat biji. Biji pohon yang dimasukkan ke tanah mengalami kematian supaya bisa tumbuh dan hidup kembali.
1CO 15:37 Waktu kamu menanam pohon, yang kamu tanam bukan semua bagian pohon yang akan tumbuh, tetapi hanya bijinya, misalnya biji gandum atau biji-bijian yang lain.
1CO 15:38 Sesudah ditanam, Allah memberikan tubuh kepada biji itu sesuai bentuk yang ditetapkan-Nya untuk setiap jenis pohon.
1CO 15:39 Ada bermacam-macam jenis pohon. Demikian juga ada berbagai macam jenis tubuh. Tubuh manusia berbeda dengan tubuh hewan, dan jenis tubuh ikan berbeda dengan tubuh burung.
1CO 15:40 Begitu pun benda-benda di bumi berbeda dengan benda-benda di langit. Dan keindahan benda-benda langit tidak sama dengan keindahan benda-benda di bumi.
1CO 15:41 Pancaran sinar matahari berbeda dengan sinar bulan, dan setiap bintang pun berbeda-beda pancaran cahayanya.
1CO 15:42 Demikian jugalah manusia ketika dihidupkan kembali. Tubuhnya kelak adalah jenis tubuh yang berbeda! Tubuh kita yang dikubur nanti akan hancur seperti biji yang ditanam. Tetapi tubuh baru yang diberikan waktu kita dibangkitkan tidak bisa hancur lagi!
1CO 15:43 Tubuh kita yang dikubur seperti biji kelihatannya usang dan rapuh. Namun ketika kita dibangkitkan, tubuh kita menjadi tubuh surgawi yang mulia!
1CO 15:44 Tubuh yang dikubur seperti biji adalah tubuh jasmani. Tetapi yang dihidupkan kembali adalah tubuh rohani. Tentu saja, kalau ada tubuh jasmani, berarti tubuh rohani juga pasti ada.
1CO 15:45 Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Manusia pertama, yaitu Adam, menjadi makhluk yang hidup.” Tetapi Seseorang yang seperti Adam terakhir, yaitu Kristus Yesus, Dialah Roh yang memberi hidup.
1CO 15:46 Dari contoh itu bisa kita lihat bahwa yang pertama datang adalah makhluk jasmani, kemudian barulah yang rohani.
1CO 15:47 Manusia pertama, yaitu Adam, diciptakan dari debu tanah, sedangkan Dia yang digambarkan sebagai Adam kedua, yaitu Tuhan Yesus, berasal dari surga. Seperti Adam, semua manusia mempunyai tubuh duniawi. Dan semua orang yang menjadi warga kerajaan surga diberi tubuh surgawi seperti tubuh Kristus.
1CO 15:49 Sekarang kita hidup menurut gambar manusia pertama yang berasal dari debu tanah. Tetapi marilah kita juga mulai diubahkan menjadi manusia baru sesuai dengan gambar Dia yang berasal dari surga.
1CO 15:50 Saudara-saudari, saya menegaskan bahwa tubuh kita yang terdiri dari daging dan darah ini tidak bisa menjadi warga kerajaan Allah. Tubuh jasmani yang bisa mati tidak dapat masuk ke tempat yang kekal.
1CO 15:51 Perhatikanlah! Sekarang saya mau membukakan suatu rahasia kepada kalian: Kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan diubahkan!
1CO 15:52 Perubahan itu akan terjadi dalam sesaat atau sekejap mata saja, ketika terdengar bunyi terompet terakhir. Saat itu, semua pengikut Kristus yang sudah mati akan dihidupkan kembali dengan tubuh baru yang tidak bisa mati lagi, dan setiap kita yang masih hidup pada waktu kejadian itu berlangsung akan diubahkan menjadi seperti mereka.
1CO 15:53 Perubahan yang kita alami nanti ibarat mengganti pakaian, karena tubuh yang bisa mati ini akan diganti dengan tubuh yang tidak bisa mati.
1CO 15:54 Sewaktu tubuh kita yang bisa mati diganti dengan tubuh yang tidak bisa mati, nyatalah Firman yang tertulis ini, “Kuasa kematian sudah dikalahkan, dan kita sudah menang!”
1CO 15:55 “Hai maut, kamu tidak berkuasa lagi untuk mematikan kami! Hai Syeol, kami tidak takut lagi kepadamu!”
1CO 15:56 Maut berkuasa mematikan manusia karena kita berdosa. Dan yang sering memancing keinginan kita untuk berdosa adalah hukum Taurat.
1CO 15:57 Tetapi syukur kepada Allah, karena melalui Penguasa kita Kristus Yesus, kita diberi kemenangan!
1CO 15:58 Oleh karena itu, Saudara-saudari yang saya kasihi, bertahanlah! Jangan biarkan apa pun menggoyahkan keyakinanmu! Berikanlah dirimu sepenuhnya untuk pekerjaan pelayanan Tuhan Yesus, karena kita tahu bahwa dengan pimpinan Tuhan, apa pun yang kita kerjakan tidak akan pernah sia-sia.
1CO 16:1 Sekarang saya mau memberi petunjuk tentang dana yang sedang dikumpulkan untuk umat Allah di provinsi Yudea. Himbauan ini sama seperti yang saya berikan kepada jemaat-jemaat di kota Galatia:
1CO 16:2 Setiap hari Minggu, hendaklah kalian masing-masing memisahkan sejumlah uang dari penghasilan yang TUHAN berikan kepadamu. Kumpulkanlah uang itu lalu simpanlah dengan aman, sehingga kamu tidak perlu mengumpulkan uang lagi pada waktu saya datang.
1CO 16:3 Ketika saya tiba, kita akan mengutus beberapa orang yang kalian pilih sendiri untuk membawa pemberian itu ke Yerusalem, dengan disertai beberapa surat pengantar.
1CO 16:4 Atau kalau kalian rasa lebih baik, saya juga akan ikut pergi bersama mereka.
1CO 16:5 Saya berencana melewati provinsi Makedonia dulu sebelum datang ke Korintus.
1CO 16:6 Mungkin saya akan tinggal beberapa waktu bersama kalian, bahkan sampai akhir musim dingin. Dengan begitu, kalian bisa menolong saya melanjutkan perjalanan ke mana pun saya pergi selanjutnya.
1CO 16:7 Karena saya tidak mau mengunjungi kalian sebentar saja. Saya berharap bisa tinggal lebih lama bersama kalian, kalau Tuhan Yesus menghendaki.
1CO 16:8 Tetapi saya akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta,
1CO 16:9 sebab di sini terbuka kesempatan besar bagi saya untuk berhasil dalam menyampaikan berita keselamatan, meski banyak juga orang yang menentang.
1CO 16:10 Kalau Timotius mengunjungi kalian, usahakanlah supaya dia tidak perlu kuatir tentang apa pun selama bersama kalian, karena dia bekerja untuk Tuhan, sama seperti saya.
1CO 16:11 Jadi jangan sampai ada yang merendahkannya. Tetapi bantulah dia supaya dapat melanjutkan perjalanannya dengan tenang dan kembali kepada saya. Karena saya menantikan dia serta saudara-saudara seiman lain yang akan ikut bersamanya.
1CO 16:12 Sekarang tentang saudara kita Apolos: Saya sudah memintanya dengan sangat untuk mengunjungi kalian bersama mereka, tetapi dia menolak datang sekarang. Dia akan mencari kesempatan yang baik untuk mengunjungi kalian.
1CO 16:13 Waspadalah. Teruslah percaya penuh kepada Kristus. Berjuanglah dengan berani demi Yesus, dan tetaplah berpegang kepada Dia.
1CO 16:14 Hendaklah kamu melakukan segala sesuatu dengan mengasihi sesamamu.
1CO 16:15 Kalian tahu bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang pertama di Akaya yang percaya kepada Yesus. Mereka juga sudah merelakan diri untuk melayani umat Allah. Karena itu Saudara-saudari, saya mohon supaya kalian
1CO 16:16 menaati mereka dan semua orang lain yang bekerja keras seperti mereka dalam pelayanan kepada Tuhan Yesus.
1CO 16:17 Saya senang sekali atas kedatangan Stefanus, Fortunatus, dan Akaikus. Dulu saya merasa sepi karena kalian semua tidak bersama saya. Tetapi sekarang, dengan adanya mereka, saya merasa seperti bersama kalian lagi.
1CO 16:18 Mereka sudah menghibur dan menguatkan hati saya, seperti yang sering mereka lakukan kepada kalian. Maka hendaknya kalian selalu menghargai orang-orang seperti mereka.
1CO 16:19 Salam untuk kalian dari jemaat-jemaat di Asia sini. Akwila dan Priskila serta jemaat yang berkumpul di rumah mereka juga menyampaikan salam penuh kasih dalam Tuhan Yesus kepada kalian.
1CO 16:20 Semua saudara-saudari seiman di sini menyampaikan salam kepada kalian. Sesudah membaca surat ini, hendaklah kalian memberi salam satu sama lain dengan penuh kasih sebagai umat yang sudah disucikan Allah.
1CO 16:21 Terakhir, salam dari saya, Paulus. Saya menulisnya dengan tangan sendiri.
1CO 16:22 Biarlah semua orang yang tidak mengasihi Penguasa kita Kristus Yesus menerima hukuman berat dari-Nya! Datanglah, ya Tuhan Yesus!
1CO 16:23 Doa saya, kiranya Tuhan kita Kristus Yesus selalu berbaik hati kepada kalian.
1CO 16:24 Saya mengasihi kalian semua yang turut bersama saya dalam persekutuan dengan Kristus Yesus. Amin.
2CO 1:1 Kepada jemaat Allah di kota Korintus dan segenap umat Allah di seluruh daerah Akaya, yaitu kalian semua yang sudah disucikan Allah karena percaya kepada Yesus. Salam sejahtera dari saya, Paulus, yang menjadi rasul Kristus Yesus karena kehendak Allah, dan dari Timotius, saudara seiman kita.
2CO 1:2 Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
2CO 1:3 Terpujilah Allah, Bapa dari Penguasa kita Kristus Yesus, Bapa yang penuh belas kasih dan selalu menguatkan kita!
2CO 1:4 Dialah yang menguatkan kami sehingga kami sanggup menghadapi setiap penderitaan. Dengan begitu, kami pun bisa menguatkan orang lain yang juga mengalami berbagai penderitaan. Mereka dikuatkan ketika kami bersaksi tentang cara Allah menguatkan kami.
2CO 1:5 Karena seperti Kristus menderita di dunia ini, kita yang melayani Dia juga menderita. Dan semakin besar penderitaan kita, semakin besar pula kekuatan yang Dia berikan sehingga kita bisa menguatkan orang lain.
2CO 1:6 Bila kami dibuat menderita, itu untuk menguatkan kalian dan demi keselamatan kalian, supaya kalian bertahan dengan sabar waktu mengalami penderitaan seperti kami. Sebaliknya, bila kami dikuatkan, itu juga supaya kalian dikuatkan dan diselamatkan. Dan kami sama sekali tidak kuatir tentang kalian, sebab kami tahu bahwa kalau kita sama-sama mengalami penderitaan, pasti kalian juga akan dikuatkan oleh Allah Bapa kita, sama seperti yang kami alami.
2CO 1:8 Saudara-saudari, kami ingin kalian tahu tentang penganiayaan yang melanda kami di provinsi Asia. Kami ditimpa beban yang berat melebihi kekuatan kami, sampai rasanya tidak ada harapan hidup lagi.
2CO 1:9 Bahkan waktu itu, seperti orang yang sudah dijatuhi hukuman mati, kami berpikir, “Sebentar lagi kami dibunuh!” Namun hal itu terjadi supaya kami tidak mengandalkan kekuatan kami sendiri, tetapi mengandalkan Allah yang menghidupkan orang mati.
2CO 1:10 Dialah yang sudah melepaskan kami dari bahaya kematian yang sangat mengerikan itu. Dan kami selalu berharap penuh kepada-Nya untuk terus menyelamatkan kami.
2CO 1:11 Pertolongan itu terjadi karena doa-doamu serta banyak jemaat lain. Dan Allah akan terus menolong kami sebagai jawaban atas doa-doa itu, sehingga kalian semua bersyukur kepada-Nya.
2CO 1:12 Inilah yang kami banggakan, dan dengan segenap hati saya katakan bahwa ini benar: Dalam segala hal yang sudah kami lakukan di dunia ini, kami bertindak dengan hati nurani yang jujur dan murni yang berasal dari Allah. Hal itu semakin nyata dalam pelayanan kami demi kepentingan kalian, yang kami lakukan berdasarkan kebaikan hati Allah, bukan berdasarkan ilmu dunia ini.
2CO 1:13 Yang kami tuliskan kepada kalian hanyalah hal-hal yang bisa kalian baca dan mengerti. Sebagaimana kalian sudah mengerti sebagian tentang kami, semoga kalian juga akan mengerti lebih dalam. Dengan demikian, pada hari Tuhan Yesus datang kembali, saya harap kalian bangga terhadap kami yang sudah mengerjakan pelayanan di antara kalian, sama seperti kami juga bangga terhadap kalian!
2CO 1:15 Maka dengan harapan penuh untuk bisa datang melayani kalian, saya sudah berencana untuk mengunjungi kalian sebelum dan sesudah ke Makedonia. Dengan begitu, kalian akan mendapat berkat dua kali lipat dan bisa membantu saya berangkat ke Yudea.
2CO 1:17 Tetapi saya harus mengubah rencana itu. Waktu kalian mendengarnya, apakah kalian berpikir rencana saya hanya asal-asalan? Atau mungkin kalian mengira saya membuat rencana seperti orang duniawi yang tidak punya pendirian, sehingga sering berubah-ubah pikiran pada waktu yang sama.
2CO 1:18 Demi Allah yang selalu setia, saya menjamin kepada kalian bahwa sikap Silas, Timotius, dan saya tidak seperti itu! Karena sesuai dengan berita keselamatan tentang Kristus Yesus, Anak Allah, rencana-Nya tidak pernah asal-asalan! Yesus yang kami beritakan bukanlah Orang yang sebentar berkata “Ya” dan sebentar lagi berkata “Tidak.” Dia berpendirian teguh dan sangat layak dipercaya!
2CO 1:20 Sebab bagi kita yang bersatu dengan Dia, Kristus sendiri sudah membuktikan bahwa Allah selalu setia menepati janji-Nya kepada umat-Nya. Karena itulah di dalam Kristus kita juga bersyukur serta memuliakan Allah dan berkata “Amin!”
2CO 1:21 Allah sendiri pun memberikan bukti kesetiaan-Nya. Dia menguatkan kalian dan juga kami, supaya kita tetap berdiri teguh sebagai pengikut Kristus. Dia juga sudah mengurapi kita dengan Roh-Nya sehingga kita sanggup melayani-Nya.
2CO 1:22 Dia memberikan Roh Kudus ke dalam diri kita masing-masing sebagai cap atau tanda yang menunjukkan bahwa kita sudah resmi menjadi milik Allah. Roh itulah yang menjamin bahwa Allah akan memenuhi semua janji-Nya kepada kita.
2CO 1:23 Tetapi sekarang di hadapan Allah saya mengatakan dengan sesungguhnya bahwa yang saya sampaikan ini benar: Saya membatalkan rencana kembali ke Korintus pada waktu itu karena tidak mau kunjungan saya membuat kalian semakin sedih dan malu karena masalah dalam jemaat yang belum dibereskan.
2CO 1:24 Saya dan hamba-hamba Kristus yang lain tidak bermaksud mengatur kalian dalam caramu menjalankan keyakinanmu. Kami yakin bahwa kalian akan selalu teguh dalam keyakinan. Kami hanya ingin bekerjasama dengan kalian supaya kalian semakin bersukacita karena hidup sesuai keyakinanmu itu.
2CO 2:1 Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk tidak lagi membuat kalian sedih pada waktu saya kembali mengunjungi kalian.
2CO 2:2 Karena kalau saya datang dan membuat kalian sedih, maka saya pun akan lebih bersedih. Lalu siapa lagi yang akan menghibur saya selain kalian yang sudah saya buat sedih?
2CO 2:3 Itulah sebabnya saya menuliskan kepada kalian perkara-perkara dalam surat yang lalu, supaya ketika saya datang, kalian tidak membuat saya sedih. Karena seharusnya kalianlah yang menjadi sumber sukacita saya! Saya yakin ketika saya tiba, kalian semua akan baik-baik saja, sehingga saya bersukacita, dan kalian pun ikut merasakan sukacita.
2CO 2:4 Surat yang lalu saya tulis kepada kalian dengan berat dan hancur hati, bahkan dengan bercucuran air mata. Tetapi saya bukan bermaksud membuat kalian sedih, melainkan supaya kalian tahu betapa saya sangat mengasihi kalian!
2CO 2:5 Saudara kita yang saya bicarakan dalam surat itu, kesalahannya lebih mengecewakan bagi kalian daripada saya, atau setidaknya bagi sebagian dari kalian. (Saya tidak mau melebih-lebihkan hal itu.)
2CO 2:6 Sesuai nasihat saya, hukuman yang diberikan kepadanya oleh sebagian besar dari kalian sudah cukup.
2CO 2:7 Sekarang maafkanlah saudara kita itu dan hiburlah dia supaya tidak tenggelam dalam kesedihan.
2CO 2:8 Jadi, saya mohon kalian menunjukkan kepadanya bahwa kalian masih mengasihi dia.
2CO 2:9 Dalam surat yang sebelumnya, alasan saya menulis tentang perkara itu adalah untuk menguji hati kalian. Saya ingin melihat apakah kalian tetap taat walaupun mengalami masalah sulit.
2CO 2:10 Waktu kalian memaafkan saudara kita itu, ketahuilah bahwa saya juga sudah memaafkannya. Kalau memang dia bersalah kepada saya, maka di hadapan Kristus saya sungguh-sungguh memaafkannya, demi kesatuan kita semua.
2CO 2:11 Saling memaafkan itu baik bagi kita, supaya Satanas tidak mendapat kesempatan untuk menghancurkan kita. Karena kita bukan orang bodoh yang tidak tahu rencana-rencananya!
2CO 2:12 Ketika saya tiba di Troas untuk memberitakan Kabar Baik tentang Kristus, TUHAN membuka kesempatan baik bagi saya.
2CO 2:13 Tetapi saya tidak bisa tenang di situ karena saya tidak bertemu dengan saudara kita Titus. Jadi saya berpamitan kepada pengikut-pengikut Kristus di sana dan pergi ke Makedonia.
2CO 2:14 Namun syukur kepada Allah, karena Dia selalu memimpin kami para pelayan-Nya ke dalam kemenangan melalui kuasa Kristus. Allah memakai kami untuk memperkenalkan Kristus kepada semua orang di mana saja, sehingga pelayanan kami seperti bau harum wangi-wangian yang tercium ke mana-mana.
2CO 2:15 Bagi Allah, pelayanan kami seperti persembahan yang harum baunya, sebab kami mempertaruhkan nyawa demi mengabarkan berita tentang Anak-Nya. Bagi orang-orang yang mengikut jalan keselamatan, pelayanan kami juga seperti bau yang harum. Tetapi lain halnya bagi orang-orang yang mengikut jalan menuju kebinasaan.
2CO 2:16 Bagi mereka, pelayanan kami seperti bau bangkai busuk yang menjijikkan. Namun bagi orang-orang yang sedang diselamatkan, pelayanan kami seperti bau harum dari surga yang memberi hidup. Sebenarnya ini tanggung jawab yang sangat berat bagi setiap kita yang mau melayani Kristus!
2CO 2:17 Banyak guru palsu menjadikan berita dari Allah sebagai barang yang bisa dijual demi keuntungan pribadi. Tetapi kami tidak seperti mereka! Kami tahu bahwa Allahlah yang mengutus kami dan bahwa pelayanan yang kami kerjakan terbuka di mata-Nya. Karena itulah kami sungguh-sungguh hanya mengandalkan Kristus dalam memberitakan kabar keselamatan dari Allah.
2CO 3:1 Mengenai hal yang saya tulis di atas, jangan sampai kalian berpikir bahwa kami juga membanggakan diri seperti guru-guru palsu itu. Kami pun tidak seperti mereka yang memerlukan surat pengantar untuk membuktikan kualitas pelayanan mereka kepada jemaat baru. Kami tidak perlu mendapat surat seperti itu dari kalian,
2CO 3:2 karena kalianlah yang merupakan surat pengantar kami! Cara hidup kalian ibarat surat Kristus yang bisa dilihat dan dibaca oleh semua orang. Surat itu ditulis bukan dengan tinta melainkan dengan Roh Allah yang hidup, dan bukan diukir pada batu melainkan di hati manusia. Nama kalian juga terukir dalam hati kami.
2CO 3:4 Kami bisa berkata begitu karena Kristuslah yang memberikan keyakinan itu kepada kami di hadapan Allah.
2CO 3:5 Namun, bukan berarti kami bisa melayani Allah karena kemampuan kami sendiri. Tidak! Allahlah yang memampukan kami untuk melayani Dia.
2CO 3:6 Karena Dia memampukan kami menjadi hamba untuk menyampaikan berita tentang suatu perjanjian yang baru dengan-Nya. Perjanjian ini bukan didasarkan pada peraturan dan hukum tertulis, melainkan pada Roh Allah. Menjalankan peraturan lama dan hukum tertulis justru membawa kita kepada kematian, tetapi Roh Allah membawa kita kepada kehidupan!
2CO 3:7 Perjanjian lama yang diukir pada batu memang disertai dengan kemuliaan Allah. Meski begitu, perjanjian tersebut membawa kita kepada kematian. Pada waktu perjanjian itu diberikan, sinar kemuliaan terpancar dari wajah Musa sehingga orang Israel tidak tahan memandang wajahnya. Tetapi sinar kemuliaan itu hanya sementara.
2CO 3:8 Jadi, kalau perjanjian yang lama disertai dengan kemuliaan, terlebih lagi perjanjian baru yang berasal dari Roh Allah!
2CO 3:9 Maksud saya, kalau perjanjian lama yang membawa hukuman kepada kita pun mempunyai kemuliaan, tentu lebih mulia lagi perjanjian baru yang membuat kita dibenarkan di hadapan Allah.
2CO 3:10 Sebenarnya perjanjian yang lama itu, yang dulu dianggap mulia, sekarang tidak begitu mulia lagi dibandingkan dengan perjanjian baru yang jauh lebih mulia.
2CO 3:11 Sebab kalau perjanjian lama yang tidak kekal pun diberikan dengan kemuliaan, maka perjanjian baru yang kekal pasti jauh lebih mulia.
2CO 3:12 Jadi, karena kami sangat yakin pada janji Allah ini, maka kami sangat berani memberitakan perjanjian yang baru.
2CO 3:13 Kami tidak seperti Musa yang menutupi mukanya dengan kain supaya orang-orang Israel tidak bisa melihat sinar kemuliaan itu menghilang.
2CO 3:14 Tetapi pikiran nenek moyang orang Israel sudah tertutup. Bahkan sampai sekarang pun, ketika anak-anak mereka membaca kitab Perjanjian Lama, sepertinya kain selubung itu masih menutupi pikiran mereka sehingga tidak dapat mengerti maksudnya. Kain selubung itu hanya disingkirkan ketika seseorang percaya kepada Kristus.
2CO 3:15 Sayangnya, sampai hari ini ketika mereka membaca hukum Taurat, seolah masih ada kain yang menutupi pikiran mereka.
2CO 3:16 Namun ketika seseorang bertobat dan berbalik kepada Tuhan Yesus, Roh Allah menyingkirkan kain itu dari pikirannya.
2CO 3:17 Demikianlah kita yang percaya kepada-Nya— dengan pikiran yang sudah terbuka— memandang Tuhan Yesus dan mencerminkan kemuliaan-Nya! Maksud saya, hati dan pikiran kita diterangi oleh Roh Kudus. Dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kebebasan dari peraturan dan hukum yang lama. Tuhan Yesus mengubahkan kita oleh Roh-Nya sehingga kita semakin sempurna memancarkan kemuliaan-Nya.
2CO 4:1 Allah memberikan tugas pelayanan ini kepada kami hanya karena kemurahan hati-Nya. Itulah sebabnya kami tidak pernah putus asa!
2CO 4:2 Oleh karena tugas yang diberikan Allah itu, kami sama sekali tidak mau bertindak seperti guru-guru palsu yang memberi ajaran dengan maksud tersembunyi. Kami tidak menggunakan cara licik dan tidak mengubah ajaran Allah untuk menyenangkan manusia. Sebaliknya, kami selalu mengajarkan yang benar dengan terus terang. Kami juga bersikap terbuka dan wajar terhadap orang lain. Dengan begitu, mereka bisa menilai kami sesuai hati nurani mereka di hadapan Allah.
2CO 4:3 Kalau Kabar Baik yang kami beritakan tidak masuk akal bagi sebagian orang karena pikiran mereka seolah tertutup dengan kain selubung tadi, nyatalah bahwa mereka adalah orang yang menuju kebinasaan.
2CO 4:4 Penguasa dunia ini sudah membutakan mata hati mereka sehingga mereka tidak bisa melihat sinar kemuliaan dalam Kabar Baik tentang Kristus, yang mencerminkan semua sifat Allah! Itulah sebabnya mereka tidak percaya pada Kabar Baik dari Allah.
2CO 4:5 Karena kabar yang kami beritakan bukan tentang diri kami sendiri, melainkan tentang Kristus Yesus yang adalah Penguasa hidup kita. Kami hanyalah pelayan yang hina bagi kalian atas kehendak Yesus.
2CO 4:6 Sebab Allah sudah memberi perintah, “Jadilah terang yang bersinar dari dalam kegelapan.” Jadi, Dialah yang sudah memancarkan terang-Nya dalam hati kita supaya kita bisa mengerti dan melihat kemuliaan Allah yang terpancar dari wajah Kristus Yesus.
2CO 4:7 Tetapi meskipun kita diberi harta rohani yang indah itu, kita hanyalah seperti bejana-bejana tanah liat. Dengan begitu, nyatalah bahwa kuasa yang luar biasa itu berasal dari Allah, bukan dari diri kita sendiri.
2CO 4:8 Karena itu, biarpun kami sering ditindas dari segala arah, kami tidak hancur! Biarpun kami sering tidak tahu jalan keluar dari masalah yang kami hadapi, kami tidak pernah putus asa!
2CO 4:9 Biarpun kami dianiaya, kami tetap yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkan kami. Dan biarpun kami sering dipukuli serta dibanting, Allah selalu menolong kami sehingga kami tidak sampai mati.
2CO 4:10 Melalui penderitaan jasmani, kami menunjukkan bahwa kami bersatu dengan Tuhan Yesus dalam kematian-Nya. Dengan demikian, kuasa kehidupan Yesus juga tampak dalam tubuh kami.
2CO 4:11 Memang kami masih hidup. Tetapi karena melayani Yesus, hidup kami selalu terancam. Hal itu terjadi supaya kuasa kehidupan Yesus juga bisa terlihat dalam tubuh kami yang fana ini.
2CO 4:12 Maka biarpun hidup kami selalu terancam, hal itu membawa kehidupan bagi kalian!
2CO 4:13 Dalam Kitab Suci tertulis, “Aku percaya, maka aku bersaksi.” Kami pun mempunyai keyakinan dan semangat yang sama: Kami percaya, maka kami bersaksi!
2CO 4:14 Kami berani bersaksi karena kami tahu bahwa Allah yang sudah membangkitkan Tuhan Yesus dari kematian juga akan menghidupkan kami kembali dari kematian, supaya kami bisa hidup bersama Yesus. Pada akhirnya kami dan kalian akan berdiri di hadapan Allah.
2CO 4:15 Jadi, semua hal yang kami alami itu terjadi demi kebaikan kalian! Allah menghendaki penderitaan kami supaya berita tentang kebaikan hati-Nya semakin disebarluaskan kepada banyak orang, sehingga semakin melimpahlah ucapan syukur kepada-Nya. Dengan begitu, Allah semakin dimuliakan.
2CO 4:16 Itu sebabnya kami tidak putus asa! Biarpun secara jasmani kami semakin lemah, tetapi secara rohani kami terus diperbarui setiap hari!
2CO 4:17 Karena semua kesusahan yang kami alami sekarang hanyalah sementara dan sebenarnya boleh dianggap ringan. Justru kesusahan itu sedang menghasilkan kemuliaan surgawi yang kekal bagi kami, kemuliaan yang tiada bandingannya! Maka dari itu, semua penganiayaan dan penderitaan yang kami alami tidak perlu dipikirkan lagi!
2CO 4:18 Sekarang kami memikirkan hal-hal yang tidak kelihatan, sedangkan yang kelihatan tidaklah kami pikirkan. Karena yang kelihatan sifatnya hanya sementara, tetapi yang tidak kelihatan tetap ada sampai selama-lamanya.
2CO 5:1 Saya berkata begitu karena kita tahu bahwa tubuh duniawi kita hanya seperti tenda yang dipakai untuk sementara saja, lalu binasa. Ketika tubuh ini binasa, Allah sudah menyediakan tubuh surgawi bagi kita, yaitu tubuh yang kekal selamanya— seperti rumah permanen, tetapi bukan dibangun oleh manusia.
2CO 5:2 Karena di dalam tenda yang kita diami sekarang ini, kita sering mengeluh. Itulah sebabnya kita sangat merindukan tubuh surgawi, yang kelak kita pakai seperti pakaian baru.
2CO 5:3 Selama kita masih tinggal di dalam tubuh duniawi, kita mengeluh karena tubuh ini seperti beban yang berat. Bukan berarti kita ingin lepas dari tubuh duniawi ini dan hidup seperti roh tanpa badan, tetapi karena kita ingin segera memakai tubuh surgawi. Ketika hal itu terjadi, tepatlah Firman Allah yang berkata, “Kuasa kematian sudah dikalahkan” oleh kuasa kehidupan.
2CO 5:5 Tubuh surgawi itu sudah Allah sediakan bagi kita! Dan Dia memberikan Roh-Nya kepada kita sebagai jaminan.
2CO 5:6 Karena itulah saya dan para pelayan Kristus yang lain selalu tabah dengan penuh keyakinan, sebab kami percaya penuh pada semua janji Allah, bukan pada hal-hal yang kelihatan. Kami tahu bahwa selama masih mendiami tubuh duniawi ini, kami belum bisa tinggal bersama Tuhan Yesus.
2CO 5:8 Itu sebabnya kami berani mati dan tidak takut meninggalkan tubuh ini, supaya kami bisa segera hidup bersama Tuhan.
2CO 5:9 Karena itu jugalah kami selalu berusaha menyenangkan Allah. Itulah tujuan hidup kami, baik dalam tubuh duniawi ini maupun tubuh surgawi nanti.
2CO 5:10 Sebab kita semua pasti akan berdiri di hadapan takhta pengadilan Kristus. Di sanalah setiap orang akan menerima balasan yang setimpal dengan perbuatannya selama hidup di dalam tubuh duniawi. Masing-masing akan memberi pertanggungjawaban atas perbuatannya, yang baik maupun yang jahat.
2CO 5:11 Jadi, karena kami pelayan-pelayan TUHAN mengerti arti ‘takut akan TUHAN’, kami berusaha meyakinkan setiap orang tentang berita keselamatan. Allah tahu kesungguhan hati kami dalam melayani Dia. Dan saya harap, dalam hati nuranimu, kalian pun tahu kesungguhan hati kami!
2CO 5:12 Dengan menulis hal-hal di atas, sekali lagi maksud saya bukan untuk membanggakan pelayanan kami. Saya menyatakan semua itu agar kalian punya alasan untuk bangga atas pelayanan kami di antara kalian. Dengan begitu, kalian dapat menjawab guru-guru palsu yang lebih membanggakan hal-hal yang kelihatan daripada hati nurani yang bersih.
2CO 5:13 Kalau orang-orang menganggap kami gila, tidak apa-apa, karena kami melayani Allah! Tetapi kalau kalian menganggap kami waras, itu lebih baik, sebab memang kami terus berusaha melayani kalian.
2CO 5:14 Karena kasih Kristus menguasai hidup kami, maka kami yakin bahwa Kristus sudah mati untuk semua orang. Dengan demikian, kita semua yang bersatu dengan Dia secara rohani juga sudah mati terhadap cara hidup yang lama.
2CO 5:15 Kristus mati untuk semua orang supaya kita yang masih hidup tidak lagi hidup hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk Dia yang sudah mati dan hidup kembali bagi kita.
2CO 5:16 Maka, sejak kami mengerti semuanya itu, kami tidak lagi menilai seseorang menurut penilaian duniawi. Dulu memang kami menilai Kristus menurut penilaian manusia, tetapi sekarang tidak lagi.
2CO 5:17 Yang penting, ketika seseorang bersatu dengan Kristus, dia menjadi ciptaan baru! Cara hidup yang lama sudah berlalu. Segalanya menjadi baru!
2CO 5:18 Dan sumber dari semua perubahan hidup itu adalah Allah sendiri. Dengan perantaraan Kristus Yesus, Dia sudah membuat kita berdamai kembali dengan diri-Nya. Lalu Dia mengutus kami untuk memberitakan perdamaian itu.
2CO 5:19 Yang kami beritakan adalah bahwa Allah, lewat kematian Kristus, sudah membuka jalan bagi setiap orang di dunia ini untuk berdamai dengan Allah. Bagi kita yang sudah bersatu dengan Kristus, Allah tidak lagi memperhitungkan dosa-dosa kita. Itulah berita perdamaian yang Allah percayakan kepada kami!
2CO 5:20 Artinya kami adalah utusan yang mewakili Kristus Yesus. Melalui kami, Allah mengundang setiap kalian: Berdamailah dengan Allah atas nama Kristus Yesus!
2CO 5:21 Allah sudah membuat Kristus diperlakukan seperti orang berdosa demi menanggung dosa kita, meskipun Kristus sendiri tidak pernah berdosa. Allah melakukan itu agar kita yang bersatu dengan Kristus dapat dibenarkan di hadapan-Nya.
2CO 6:1 Sebagai utusan-utusan Allah, kami mendorong kalian masing-masing: Janganlah sia-siakan kebaikan hati Allah yang sudah kamu terima.
2CO 6:2 Sebab Allah menegaskan, “Aku sudah mendengarkan permohonanmu pada waktu yang tepat, dan Aku sudah menolongmu pada hari keselamatan.” Nah Saudara-saudari, sekarang inilah ‘waktu yang tepat’ itu, dan hari inilah ‘hari keselamatan’ bagimu!
2CO 6:3 Sebagai utusan Allah, kami berusaha supaya cara hidup kami tidak menjadi penghalang bagi orang lain untuk menerima berita keselamatan, karena kami tidak mau pelayanan kami tercela.
2CO 6:4 Itulah sebabnya dalam segala keadaan kami berusaha menunjukkan kepada setiap orang bahwa kami hidup dengan cara yang pantas sebagai pelayan Allah, yaitu bertahan dalam penganiayaan, kemiskinan, dan kesusahan.
2CO 6:5 Kami sering dipukuli dan dipenjara dan menghadapi kemarahan orang banyak. Kami bekerja keras untuk mencari nafkah. Hidup kami sering terancam sehingga kami tidak bisa tidur pada malam hari dan tidak mempunyai makanan.
2CO 6:6 Biarpun begitu, kami terus berusaha untuk hidup dengan hati yang bersih, bijaksana, sabar, dan murah hati. Kami bersandar kepada Roh Kudus dan berusaha mengasihi semua orang dengan tulus.
2CO 6:7 Kami selalu memberitakan ajaran benar dan mengandalkan kuasa Allah. Kami memakai semua perlengkapan perang rohani yang diberikan kepada orang-orang yang sudah dibenarkan di mata Allah, baik untuk membela diri maupun menyerang penguasa gelap.
2CO 6:8 Dalam pelayanan kami, ada orang yang menghargai, tetapi ada juga yang menghina kami. Ada yang memuji, tetapi ada juga yang menjatuhkan nama baik kami dan mengatai kami pembohong. Biarpun begitu, kami terus mengajarkan yang benar.
2CO 6:9 Walaupun kami sudah dikenal, kami diperlakukan seperti orang yang belum pernah dikenal. Kami seolah sudah mati, tetapi lihatlah, kami tetap hidup. Kami sering dihukum dengan pukulan, tetapi tidak mati.
2CO 6:10 Kami sering mengalami kesedihan, namun tetap bersukacita. Kami sangat miskin, tetapi pelayanan kami membuat banyak orang menjadi kaya secara rohani. Kami tidak punya apa-apa, tetapi sebenarnya kami memiliki segala sesuatu.
2CO 6:11 Dengan mengatakan semuanya itu, Saudara-saudari di Korintus, kami sudah berbicara secara terbuka, dan hati kami pun terbuka selebar-lebarnya bagi kalian.
2CO 6:12 Kalau ada yang menghalangi hubungan kita, itu bukan karena kami kurang mengasihi kalian, tetapi hati kalian sudah tertutup bagi kami. Benarkah begitu?
2CO 6:13 Saya mengasihi kalian seperti anak-anakku sendiri. Jadi saya berani berkata, balaslah kasih itu dengan membuka hatimu bagi kami.
2CO 6:14 Janganlah terikat dengan orang-orang yang tidak percaya pada Yesus. Karena orang yang hidupnya benar tidak bisa bekerjasama dengan orang yang hidupnya tidak benar. Sama seperti kuasa gelap tidak bisa bersatu dengan kuasa terang.
2CO 6:15 Kristus tidak bisa sepaham dengan iblis! Orang yang percaya kepada Kristus tidak bisa bersahabat dengan orang yang tidak percaya kepada-Nya.
2CO 6:16 Dan jangan juga menaruh berhala-berhala di dalam rumah Allah. Kitalah rumah Allah itu! Karena Dia hidup di tengah kita, seperti yang Allah katakan, “Aku akan hidup bersama mereka dan berjalan bersama mereka. Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
2CO 6:17 “Jadi, keluarlah dari antara orang-orang yang jahat itu dan pisahkanlah diri kalian masing-masing dari mereka, kata TUHAN. Jangan menyentuh barang najis mereka, maka Aku akan menerima kamu.”
2CO 6:18 Karena TUHAN Yang Mahakuasa berkata, “Aku akan menjadi Bapamu, dan kalian akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan.”
2CO 7:1 Jadi Saudara-saudari yang terkasih, karena Allah sudah memberikan janji-janji yang sungguh indah, maka sepantasnya kita menjaga tubuh dan roh kita supaya bersih dari segala hal yang najis. Takut dan hormatlah kepada Allah! Marilah kita semakin disempurnakan menjadi serupa dengan Allah dalam kekudusan-Nya.
2CO 7:2 Saya mohon, bukalah hatimu untuk kami! Kami tidak pernah berbuat salah kepada siapa pun di antara kalian, atau menyesatkan kalian, ataupun memanfaatkan kalian demi uang.
2CO 7:3 Saya berkata begitu bukan untuk menyalahkan kalian. Karena seperti yang pernah saya katakan, kalian sudah mendapat tempat istimewa di hati kami! Biarpun kita berjauhan, kalian selalu dekat di hati kami, bahkan kami rela mati dianiaya demi kalian.
2CO 7:4 Saya sangat percaya dan bangga pada kalian sebab kalian adalah hasil pelayanan kami. Karena kalian juga, sukacita kami melimpah dan kami semakin dikuatkan di tengah semua penderitaan.
2CO 7:5 Waktu kami tiba di Makedonia, kami sama sekali tidak bisa tenang. Berbagai penderitaan menyerang kami dari luar maupun dari dalam diri. Dari luar kami menghadapi perlawanan, dari dalam ketakutan.
2CO 7:6 Tetapi Allah selalu menghibur umat-Nya yang putus asa. Dia menguatkan kami dengan kedatangan Titus.
2CO 7:7 Dan bukan hanya kedatangan Titus yang menguatkan kami. Saya lebih bersukacita lagi ketika dia memberitahukan tentang kerinduan kalian untuk bisa bertemu saya lagi, dan bagaimana kalian sungguh-sungguh menyesali semua kesalahan yang sudah terjadi, serta bahwa kalian amat mempedulikan saya. Mendengar semua itu, sukacita saya sangat melimpah.
2CO 7:8 Biarpun surat saya yang sebelumnya membuat kalian sedih, saya tidak menyesal menuliskannya. Memang saya tahu surat itu membuat kalian sedih, tetapi itu hanya sementara.
2CO 7:9 Sekarang saya bersukacita, bukan karena sudah membuat kalian bersedih, tetapi karena kesedihanmu itu membuat kalian bertobat. Artinya kesedihan kalian sesuai dengan kehendak Allah. Dan hal itu tidak membuat kalian putus asa, tetapi semakin kuat.
2CO 7:10 Sebab kesedihan yang dikehendaki Allah membuat kita bertobat dan memimpin kita kepada keselamatan. Kesedihan itu tidak perlu disesali, justru disyukuri karena mendekatkan kita kepada TUHAN. Sebaliknya, kesedihan yang berasal dari dunia ini hanya akan menjerumuskan kita ke dalam kematian rohani.
2CO 7:11 Lihatlah! Betapa indah hasil dari kesedihan yang sesuai dengan kehendak Allah: Sekarang kalian lebih sungguh-sungguh mengikuti kemauan TUHAN. Kalian sudah berusaha membuktikan bahwa kebanyakan dari kalian tidak bersalah. Kalian semakin membenci dosa dan takut melakukannya. Kalian lebih giat melakukan yang baik dan adil. Kalian juga memberi hukuman kepada pihak yang bersalah. Jadi, kalian sudah membuktikan bahwa kebanyakan dari kalian tidak bersalah dalam masalah itu.
2CO 7:12 Saya mau kalian tahu bahwa alasan saya menuliskan surat yang lalu bukan untuk menyatakan siapa bersalah kepada siapa. Tetapi saya menulis surat itu supaya di hadapan Allah, kalian mendapat kesempatan untuk menyatakan betapa besar kesungguhan hati kalian terhadap kami.
2CO 7:13 Karena itu, waktu kami mendengar berita itu dari Titus, kami sangat dikuatkan. Bukan hanya dikuatkan, kami juga lebih bersukacita lagi melihat Titus sangat bersukacita, karena kalian semua sudah membuat hatinya lega dan tenang.
2CO 7:14 Memang, sebelum dia mengunjungi kalian, saya sudah memberitahukan banyak hal yang baik tentang kalian Jemaat Korintus. Sekarang saya senang karena Titus sudah melihat sendiri semuanya itu. Sebagaimana saya selalu terus terang menyampaikan ajaran yang benar kepada kalian, begitu juga pujian tentang kalian yang pernah saya katakan kepada Titus sudah terbukti benar.
2CO 7:15 Kasihnya kepada kalian semakin dalam setiap kali dia mengingat ketaatan kalian dan bagaimana kalian menyambut dia dengan hormat dan segan.
2CO 7:16 Saya bersukacita karena kalian bisa dipercaya dalam segala hal.
2CO 8:1 Sekarang, Saudara-saudari, kami ingin kalian tahu bagaimana kebaikan hati Allah sudah bekerja dalam hati saudara-saudari kita, jemaat-jemaat di provinsi Makedonia.
2CO 8:2 Mereka sedang diuji dengan banyak penderitaan, tetapi karena kebaikan hati Allah itu, sukacita mereka melimpah sehingga mereka memberi bantuan dana dengan begitu murah hati. Mereka sangat miskin tetapi kaya dalam hal memberi.
2CO 8:3 Saya bersaksi bahwa mereka memberi melebihi kemampuan mereka dan semuanya memberikan secara sukarela.
2CO 8:4 Bahkan mereka berulang kali memohon kepada kami supaya diperbolehkan ikut serta dalam pelayanan yang mulia ini bagi umat Allah di Yerusalem.
2CO 8:5 Dan waktu kami izinkan, mereka ikut ambil bagian dengan cara yang tidak kami sangka-sangka: Sebelum memberi persembahan, mereka lebih dulu menyerahkan diri kepada TUHAN, lalu kepada kami rasul-rasul-Nya. Hal yang luar biasa ini mereka lakukan sesuai dengan kehendak Allah!
2CO 8:6 Maka kami meminta Titus meneruskan pelayanan ini, sebab awalnya dialah yang sudah memulainya oleh karena kebaikan hati Allah.
2CO 8:7 Kalian sudah sangat diberkati dalam segala hal sehingga kalian berlimpah-limpah dalam berbagai kemampuan rohani dari Roh Allah: Kalian luar biasa percaya kepada Kristus, kemampuan berbicara kalian amat hebat, pengetahuan kalian besar, semangat kalian untuk TUHAN juga luar biasa, dan kasih kalian bagi kami sangat dalam. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini hendaklah kemurahan hati kalian juga semakin luar biasa!
2CO 8:8 Yang saya tuliskan ini bukan perintah. Tetapi karena jemaat lain sudah menunjukkan semangat yang besar untuk membantu saudara-saudari seiman kita di Yerusalem, maka sudah waktunya kalian membuktikan bahwa kalian juga sungguh-sungguh mengasihi saudara-saudari kita itu.
2CO 8:9 Sebab kalian tahu teladan kebaikan hati Tuhan kita Kristus Yesus: Dia yang sangat kaya sudah rela menjadi miskin demi menyelamatkan kita, bahkan Dia menjadi orang yang paling miskin supaya kita menerima semua kekayaan rohani!
2CO 8:10 Jadi, inilah nasihat saya tentang apa yang terbaik bagi kalian dalam pelayanan ini: Tahun lalu kalian menjadi jemaat pertama yang rela memberi sumbangan dan memulai pengumpulan dana. Karena kalian sudah menjadi teladan bagi jemaat-jemaat lain, sebaiknya selesaikanlah pelayanan yang sudah kalian mulai itu. Biarlah masing-masing melakukannya dengan rela hati seperti waktu itu, dan berikanlah apa saja sesuai kemampuanmu.
2CO 8:12 Sebab apabila seseorang mau memberi bantuan, Allah akan menerima apa pun yang diberikan orang itu menurut kemampuannya. Dia tidak pernah menuntut kita memberi lebih daripada kemampuan kita.
2CO 8:13 Lagipula kami juga tidak ingin kalian berkekurangan dan orang lain berkelebihan. Bukan begitu! Kami mau kebutuhan hidup kita masing-masing sama-sama tercukupi. Saat ini kalian berkelimpahan dan mampu menolong saudara-saudari seiman yang berkekurangan di Yerusalem.
2CO 8:14 Namun, suatu saat nanti ada waktunya mereka berkelimpahan dan kalian berkekurangan. Saat itulah mereka akan mencukupi kekurangan kalian sehingga kebutuhan hidup kita sama-sama terpenuhi.
2CO 8:15 Dengan demikian terjadilah seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Pada waktu itu, orang-orang yang mengumpulkan banyak manna tidak kelebihan, dan yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan.”
2CO 8:16 Saya bersyukur kepada Allah karena Dia sudah menaruh keinginan kuat dalam hati Titus untuk menolong kalian, sama seperti yang ada dalam hati saya.
2CO 8:17 Terbukti sewaktu kami meminta dia mengunjungi kalian lagi, dia senang sekali, bahkan sebelum kami minta pun dia sudah ingin dan berencana pergi menemui kalian.
2CO 8:18 Bersama Titus kami juga mengutus salah satu saudara seiman lain, yang sangat dipuji oleh semua jemaat dalam pelayanannya memberitakan Kabar Baik.
2CO 8:19 Selain itu, saudara itu juga dipilih oleh jemaat-jemaat di sini untuk ikut bersama kami membawa sumbangan dana ke Yerusalem. Kami berharap sumbangan itu akan memuliakan TUHAN dan membuktikan bahwa kami sungguh-sungguh mau menolong.
2CO 8:20 Jadi agak banyak orang yang akan ikut ke Yerusalem, supaya tidak ada orang yang berani menuduh bahwa kami mengambil sebagian dari sumbangan yang sangat besar itu untuk kepentingan pribadi.
2CO 8:21 Kami senantiasa berusaha melakukan yang benar, baik di hadapan TUHAN maupun manusia.
2CO 8:22 Bersama mereka berdua, kami juga mengutus seorang saudara seiman yang sudah berkali-kali membuktikan kesediaannya membantu. Bahkan sekarang dia sangat ingin membantu lagi karena dia amat mempercayai kalian.
2CO 8:23 Kalau ada yang bertanya tentang Titus, katakanlah bahwa dia sahabat sekaligus rekan pelayanan saya untuk membantu kalian. Dan tentang saudara-saudara seiman yang lain, mereka diutus oleh jemaat-jemaat di sini dengan tujuan memuliakan Kristus.
2CO 8:24 Oleh karena itu, tunjukkanlah kepada mereka bahwa kalian sungguh-sungguh mengasihi semua saudara seiman. Dengan begitu, para jemaat di sini akan mendengar kesaksian tentang kalian sehingga terbukti mengapa kami selalu membanggakan kalian.
2CO 9:1 Sesungguhnya, dalam surat ini saya tidak perlu mendorong kalian untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan dana bagi umat Allah di Yerusalem,
2CO 9:2 karena saya tahu kalian selalu siap sedia memberikan bantuan. Bahkan saya mendorong jemaat-jemaat di Makedonia dengan membanggakan kalian. Saya memberitahu mereka bahwa kalian di provinsi Akaya sudah siap memberi sumbangan sejak tahun lalu. Semangat kalian itu sudah menggerakkan hati sebagian besar dari mereka untuk ikut ambil bagian.
2CO 9:3 Saya mengutus ketiga saudara tadi kepada kalian hanya agar cerita kami yang membanggakan kalian tidak dianggap omong kosong. Saya ingin sumbangan kalian benar-benar sudah siap, seperti yang saya beritahukan kepada mereka.
2CO 9:4 Karena kalau saudara-saudara seiman dari Makedonia yang datang bersama saya melihat bahwa kalian belum siap, kami akan malu! Tentu kalian juga akan malu jika apa yang kami banggakan tentang kalian dengan begitu yakin ternyata omong kosong.
2CO 9:5 Itu sebabnya saya mendorong ketiga saudara tadi mendahului kami. Mereka akan membantu kalian menyiapkan dana yang sudah kalian janjikan, supaya sumbangan itu siap pada waktu kami tiba. Dengan begitu, dana dari kalian akan benar-benar dianggap sebagai pemberian sukarela dan bukan paksaan.
2CO 9:6 Perhatikanlah ini: Orang yang menanam sedikit akan menuai sedikit, dan orang yang menanam banyak akan menuai banyak!
2CO 9:7 Hendaklah kalian masing-masing memberi dengan sukarela, bukan dengan sedih atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan senang hati.
2CO 9:8 Ingatlah bahwa Allah sanggup menunjukkan kebaikan hati-Nya kepadamu dalam segala hal, sehingga keperluanmu selalu tercukupi, bahkan lebih dari cukup! Dengan begitu kamu lebih mampu lagi melakukan hal-hal yang baik.
2CO 9:9 Seperti yang dikatakan Kitab Suci, “Orang-orang yang hidupnya benar bagaikan petani yang menabur benih. Mereka sering memberi dengan murah hati kepada orang miskin. Perbuatan-perbuatan baik mereka akan menghasilkan panen yang kekal.”
2CO 9:10 Nah, sebagaimana Allah menyediakan bibit untuk ditabur dan makanan untuk dimakan bagi penabur, demikian juga Dia akan memberkati kamu dengan berlimpah-limpah. Artinya, Dia akan memampukan kamu untuk menabur dengan murah hati bagi orang lain, dan memberimu upah atas perbuatan-perbuatan baikmu itu.
2CO 9:11 Kamu akan diperkaya dalam segala hal, sehingga kamu selalu sanggup memberi dengan murah hati. Pemberian yang kamu salurkan melalui kami akan membuat semakin banyak orang bersyukur kepada Allah.
2CO 9:12 Pelayanan dana ini tidak hanya mencukupi kebutuhan umat Allah di Yerusalem, tetapi juga membuat semakin banyak orang bersyukur kepada Allah.
2CO 9:13 Sebab pelayanan ini membuktikan bahwa kamu semua taat menjalankan keyakinanmu pada Kabar Baik tentang Kristus. Saudara-saudari di Yerusalem akan memuji Allah atas kemurahan hatimu kepada mereka maupun kepada semua jemaat di tempat lain.
2CO 9:14 Dan mereka akan mendoakan kalian dengan penuh kasih karena Allah menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada kalian dengan luar biasa.
2CO 9:15 Syukur kepada Allah atas hadiah terbesar yang diberikan-Nya kepada kita, yaitu Kristus sendiri! Begitu berharganya berkat itu hingga tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata!
2CO 10:1 Saya tahu ada di antara kalian yang mengatakan bahwa saya orang yang lunak saat bertatap muka, tetapi keras saat menulis surat. Meski demikian, saya, Paulus, memohon kepada kalian dengan kelembutan dan kerendahan hati Kristus
2CO 10:2 supaya kalian tidak terpengaruh oleh orang-orang yang menuduh bahwa kami bekerja dengan cara duniawi. Karena saya juga bisa keras saat bertatap muka, dan saya berencana menentang mereka dengan berani. Tetapi saya berharap agar saya tidak perlu memakai cara keras itu terhadap kalian!
2CO 10:3 Kami tidak berjuang secara duniawi, meskipun kami masih hidup di dunia ini.
2CO 10:4 Karena senjata-senjata yang kami pakai bukan senjata duniawi melainkan senjata rohani. Keampuhan senjata kami berasal dari Allah. Itulah sebabnya kami bisa menghancurkan segala macam perlawanan dan serangan iblis. Kami merebut orang-orang yang sudah ditawan olehnya
2CO 10:5 dengan cara mengalahkan semua perdebatan musuh dan kesombongan manusia yang menjadi penghalang bagi orang itu sendiri untuk mengenal Allah. Kami juga mengalahkan semua pendapat yang menentang ajaran tentang Kristus, supaya pikiran orang lain ditundukkan dan menjadi taat kepada-Nya.
2CO 10:6 Jadi waktu kami datang, kami akan siap menghukum setiap orang yang tidak taat kepada Kristus. Tetapi sebelum itu, sebaiknya kalianlah yang memulai untuk taat penuh kepada-Nya!
2CO 10:7 Kebanyakan dari kalian hanya memikirkan hal-hal yang jasmani dan tidak menyadari hal-hal yang rohani! Di antara kalian juga ada yang membanggakan diri sebagai pelayan Kristus. Seharusnya mereka menyadari bahwa kami juga pelayan Kristus!
2CO 10:8 Saya tidak keliru kalau merasa bangga atas otoritas yang Tuhan berikan kepada kami. Karena Tuhan memang sudah memberi kami otoritas atas kalian, tujuannya untuk membangun keyakinanmu, bukan menghancurkan!
2CO 10:9 Dengan otoritas itulah saya menuliskan teguran dalam surat-surat saya, maksudnya untuk membangun kalian. Janganlah mengira bahwa surat itu hanya untuk menakut-nakuti.
2CO 10:10 Saya mengatakan itu karena ada yang pernah berkata, “Paulus menulis surat dengan tegas dan keras. Tetapi saat bertatap muka, dia lunak dan sama sekali tidak pandai bicara.”
2CO 10:11 Bagi kalian yang berpikir seperti itu, ketahuilah: Sifat tegas yang tampak dalam tulisan saya akan kalian lihat juga dalam tindakan waktu kami datang mengunjungi kalian nanti.
2CO 10:12 Orang-orang yang menentang kami membanggakan diri dengan mengatakan bahwa mereka juga utusan Kristus. Namun, kami sebagai utusan Kristus tidak mau membandingkan diri dengan mereka. Orang-orang itu membanggakan kemampuan rohani dan senang membandingkannya dengan kemampuan orang lain, termasuk kami. Kelakuan mereka itu kurang bijaksana.
2CO 10:13 Kami tidak akan membanggakan diri dengan cara yang kurang bijaksana. Kami hanya akan membanggakan jemaat-jemaat yang sudah Allah percayakan untuk kami rintis, termasuk kalian, karena kamilah yang pertama kali menyampaikan Kabar Baik ke Korintus. Artinya kami tidak merampas daerah pelayanan yang dirintis orang lain.
2CO 10:15 Kalau rasul Kristus yang lain sudah membuka suatu daerah pelayanan, kami tidak membanggakan diri dengan berkata, “Jemaat di sana adalah hasil rintisan kami.” Sebaliknya, kami berharap keyakinan kalian kepada Kristus akan terus bertumbuh dan membawa pengaruh ke daerah-daerah lain, sehingga melalui kalian semakin luaslah pelayanan kami.
2CO 10:16 Karena dengan begitu, kami bisa menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang di luar daerah kalian. Akhirnya jelaslah bahwa kami tidak perlu membanggakan pelayanan yang dilakukan oleh utusan Kristus yang lain.
2CO 10:17 Sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci, “Orang yang mau berbangga, banggakanlah perbuatan TUHAN saja. Jangan membanggakan diri sendiri!”
2CO 10:18 Sebab orang yang membanggakan diri dengan mengaku sebagai utusan Kristus belum tentu benar. Lebih baik kita menunggu saatnya Tuhan menunjukkan pelayanan siapa yang sungguh-sungguh berkenan kepada-Nya.
2CO 11:1 Wah, Saudara-saudari, begitu lama kalian sudah bersabar membaca surat yang panjang ini! Kalau ada di antara kalian yang merasa nasihat saya kurang bijaksana, saya minta maaf, karena sekarang saya mau menambahkan sesuatu yang memang benar-benar kurang bijak!
2CO 11:2 Tetapi sebelum saya menyampaikan hal itu, perlu saya beritahukan bahwa Allah menghendaki saya untuk terus menjaga kalian dengan ketat supaya kalian tetap setia kepada Kristus. Sebab Kristus dan seluruh kesatuan jemaat diumpamakan seperti sepasang calon pengantin. Jadi, saya ibarat seorang ayah yang mempertunangkan kalian dengan Kristus, seperti seorang gadis ditunangkan dengan calon suaminya. Sebagai ayah, saya harus menjaga anak gadis itu supaya tetap setia kepada calon suaminya sampai hari pernikahan.
2CO 11:3 Tetapi saya takut jangan-jangan kalian tertipu dan pikiran kalian disesatkan sehingga dengan sengaja bertindak tidak setia lagi terhadap Kristus, seperti Hawa tertipu oleh kelicikan iblis di Taman Eden.
2CO 11:4 Karena ternyata kalian sangat sabar mendengarkan setiap guru baru yang datang membawa ajaran tentang Yesus yang berbeda dengan ajaran kami! Kalian juga bersedia menerima ajaran tentang Roh Kudus dan Kabar Baik yang lain daripada yang sudah kami sampaikan!
2CO 11:5 Namun, saya pikir saya tidak kalah hebat dari ‘rasul-rasul yang luar biasa’ itu!
2CO 11:6 Mungkin saya tidak fasih dalam berkhotbah, tetapi dalam pengetahuan, saya tidak kalah. Dengan segala cara, saya dan teman-teman sekerja saya sudah membuktikan pengetahuan kami kepada kalian.
2CO 11:7 Apakah salah kalau saya memberitakan Kabar Baik dengan gratis kepada kalian?! Kalau memang salah, tolong maafkan saya yang sudah merendahkan diri demi kepentingan kalian!
2CO 11:8 Pada waktu itu saya menerima bantuan dana dari jemaat-jemaat lain. Saya harap tidak ada yang menganggap saya merampok dari mereka untuk bisa melayani kalian!
2CO 11:9 Selama bersama kalian, ketika saya mengalami kekurangan, saya tidak membebani siapa pun di antara kalian, karena beberapa saudara seiman dari Makedonia datang untuk mencukupi keperluan saya. Dalam segala hal, saya menjaga diri supaya tidak menjadi beban bagi kalian, dan saya akan terus bersikap seperti itu.
2CO 11:10 Bahkan saya berjanji demi ajaran benar dari Kristus yang ada dalam diri saya: Keputusan untuk tidak menerima bantuan dana dari kalian akan terus saya jalankan. Jadi, tidak seorang pun di antara kalian di Akaya yang bisa menghentikan rasa bangga saya karena tidak menerima bantuan dana dari kalian.
2CO 11:11 Mengapa saya berkata begitu? Apakah kalian pikir itu berarti saya tidak mengasihi kalian? Tidak! Allah tahu saya mengasihi kalian!
2CO 11:12 Saya akan terus menjalankan keputusan untuk tidak menerima bantuan dari kalian untuk menutup mulut ‘rasul-rasul baru’ itu yang ingin membanggakan diri dengan mengaku bahwa mereka bekerja seperti kami.
2CO 11:13 Karena mereka adalah rasul palsu yang bekerja dengan licik dan menyamar sebagai rasul Kristus.
2CO 11:14 Hal itu tidak mengherankan, sebab Satanas pun sering menyamar sebagai malaikat terang pembawa pesan Allah supaya bisa menipu manusia.
2CO 11:15 Jadi bukan hal yang aneh kalau hamba-hamba iblis juga tampil seperti hamba Allah. Pada akhirnya nanti, mereka akan mendapat ganjaran sesuai perbuatan mereka!
2CO 11:16 Nah, karena orang-orang itu, terpaksa saya turut dalam kebodohan mereka! Tidak apa-apa kalau perkataan saya kelihatan kurang bijak, sebab kalian sudah pandai bersabar dengan guru-guru palsu yang mengajarkan kebodohan!
2CO 11:17 Membanggakan diri memang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tetapi mohon kalian ingat bahwa saya mau meniru kebodohan orang lain sejenak,
2CO 11:18 karena ada banyak guru yang sekarang membanggakan diri dalam hal-hal duniawi. Ya, biarlah saya juga meniru mereka!
2CO 11:19 Dengan kebijakanmu yang begitu besar, kalian mau bersabar mendengarkan perkataan sombong dari guru mana pun. Jadi tentu kalian akan sabar mendengarkan saya kalau saya meniru kebodohan mereka!
2CO 11:20 Ketika guru-guru baru itu menipu kalian, menggerogoti harta kalian, dan meninggikan diri dengan menginjak-injak kalian seperti keset, kalian sabar dan ikut saja! Bahkan kalian diam saja waktu mereka menampar mukamu!
2CO 11:21 Memang, kalau saya dan Timotius dibandingkan dengan guru-guru baru itu, kami terlalu lemah. Apakah kalian pikir kami harus malu karena kami tidak menampar kalian?! Nah, sebenarnya saya juga bisa membanggakan diri dalam hal-hal yang mereka banggakan. (Tetapi ingatlah, perkataan seperti ini sebetulnya bodoh.)
2CO 11:22 Mereka membanggakan diri sebagai orang Ibrani, bukan? Saya juga orang Ibrani! Mereka orang Israel? Saya juga orang Israel! Mereka keturunan Abraham? Saya juga!
2CO 11:23 Mereka membanggakan diri sebagai pelayan Kristus. Saya melayani Kristus lebih daripada mereka! (Ucapan saya ini seperti orang mabuk saja.) Saya bekerja keras, dipenjara, dan dicambuki melebihi mereka, bahkan lebih sering menghadapi ancaman mati.
2CO 11:24 Lima kali saya pernah dihukum orang Yahudi dengan cambukan tiga puluh sembilan kali— jumlah yang dianggap maksimal yang diizinkan menurut hukum Taurat.
2CO 11:25 Tiga kali saya dihukum pemerintah Roma dengan pukulan tongkat kayu. Satu kali saya hampir mati karena dilempari batu. Tiga kali saya mengalami kapal tenggelam, termasuk satu kali ketika saya berada di laut sepanjang malam sampai besok sorenya.
2CO 11:26 Dalam perjalanan, sering kali saya terancam bahaya sungai, bahaya perampok, bahaya dari bangsa saya sendiri, dan bahaya dari orang bukan Yahudi. Ada bahaya di kota, di daerah sepi, maupun di laut. Saya juga menghadapi bahaya dari orang-orang yang menyamar sebagai saudara seiman.
2CO 11:27 Saya sering mengerjakan pekerjaan berat, berjuang keras, dan tidak tidur. Sering kali saya kelaparan dan kehausan, bahkan menahan lapar karena tidak ada makanan. Saya sering kedinginan dan kekurangan pakaian.
2CO 11:28 Lebih daripada semua tekanan jasmani itu, setiap hari saya merasa terbeban karena pergumulan-pergumulan dari semua jemaat.
2CO 11:29 Misalnya waktu saya mendengar ada anggota jemaat yang merasa lemah, saya juga ikut merasa lemah. Atau waktu saya mendengar iblis berhasil menjatuhkan salah satu anggota, amarah saya terbakar dan hati saya hancur.
2CO 11:30 Kalau saya terpaksa harus membanggakan diri, lebih baik saya membanggakan kelemahan saya.
2CO 11:31 Demi Allah yang terpuji selama-lamanya, Bapa dari Penguasa kita Kristus Yesus, saya bersumpah bahwa cerita ini benar:
2CO 11:32 Ketika saya di kota Damsik, gubernur yang diangkat oleh Raja Aretas mau menangkap saya. Dia menempatkan tentara di seluruh gerbang kota.
2CO 11:33 Tetapi beberapa teman memasukkan saya ke dalam keranjang besar dan menurunkan saya lewat jendela tinggi yang ada pada tembok kota itu sehingga saya bisa melarikan diri darinya.
2CO 12:1 Saya terpaksa membanggakan diri walaupun itu tidak ada gunanya. Sekarang saya melanjutkan dengan penglihatan dan pengetahuan tentang hal-hal rohani yang Tuhan nyatakan kepada saya.
2CO 12:2 Empat belas tahun lalu, seorang pengikut Kristus yang saya kenal diangkat ke surga tingkat ketiga. Saya tidak tahu apakah benar-benar tubuhnya yang dibawa atau rohnya saja. Hanya Allah yang tahu. Tetapi saya tahu
2CO 12:4 dia dibawa ke Firdaus. Di sana dia mendengar hal-hal mulia yang tidak boleh disebut oleh manusia, bahkan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
2CO 12:5 Saya bangga atas apa yang terjadi pada orang itu, tetapi saya tidak mau membanggakan diri sendiri dalam hal seperti itu. Lebih baik saya bangga dengan kelemahan-kelemahan saya!
2CO 12:6 Walaupun tadi saya terpaksa meniru guru-guru yang kurang bijaksana itu, ada perbedaan penting. Mereka menipu, sedangkan saya mengatakan yang benar. Tetapi yang saya tulis di atas sudah cukup, karena saya mau kalian menilai saya hanya berdasarkan perbuatan yang nyata dan ajaran yang langsung kalian dengar dari saya.
2CO 12:7 Lagipula, supaya saya tidak menjadi sombong karena hal-hal luar biasa yang Allah nyatakan, maka saya diberi suatu penyakit yang menyiksa tubuh saya. Allah mengizinkan Satanas mengirim penyakit itu untuk memukul saya supaya tidak terlalu membanggakan diri.
2CO 12:8 Sudah tiga kali saya memohon kepada Tuhan supaya Dia menyembuhkan saya dari penyakit itu.
2CO 12:9 Tetapi Tuhan menjawab, “Kebaikan hati-Ku sudah cukup bagimu! Karena kuasa-Ku menjadi sangat nyata ketika kamu lemah.” Jadi, jauh lebih baik saya membanggakan kelemahan-kelemahan saya supaya semakin terasa kuasa Kristus melindungi saya.
2CO 12:10 Oleh karena itu, sebagai utusan Kristus saya sudah belajar merasa senang ketika mengalami kelemahan, penghinaan, kesusahan, penganiayaan, maupun kesengsaraan. Sebab justru di saat lemahlah saya benar-benar mendapat kekuatan!
2CO 12:11 Gara-gara kalian, saya sudah berbicara bodoh dengan membanggakan diri. Seharusnya, waktu orang lain menghina saya, kalianlah yang memuji saya. Karena saya merasa sama sekali tidak kalah dibandingkan ‘rasul-rasul yang luar biasa’ itu, walaupun sebenarnya saya ini bukan siapa-siapa!
2CO 12:12 Kalian sendiri sudah melihat bukti bahwa saya adalah rasul melalui segala macam keajaiban yang saya lakukan di antara kalian dengan kuasa Tuhan. Dan tugas itu saya lakukan dengan penuh kesabaran.
2CO 12:13 Saya melayani kalian dan jemaat-jemaat lain dengan cara yang sama. Bedanya hanya satu: Saya tidak pernah merepotkan kalian untuk membiayai saya. Kalau hal itu dianggap salah, maafkan saya!
2CO 12:14 Sekarang saya siap mengunjungi kalian untuk ketiga kalinya. Dan saya tidak akan menyusahkan kalian dengan meminta bantuan dana, karena yang saya inginkan bukan hartamu, tetapi hatimu. Memang bukan anak-anak yang mengumpulkan harta untuk orangtua mereka, tetapi orangtualah yang mengumpulkan harta untuk anak-anaknya.
2CO 12:15 Jadi, saya dengan senang hati rela memberikan apa pun yang saya punya demi kepentingan kalian, bahkan menyerahkan diri saya untuk kalian. Kalau kasih saya kepada kalian semakin melimpah, masakan kasih kalian kepada saya semakin berkurang?!
2CO 12:16 Tetapi mungkin di antara kalian ada yang berkata, “Memang Paulus tidak pernah meminta uang kita untuk membiayai hidupnya, tetapi dia licik dan sudah menipu kita untuk mendapatkan keuntungan.”
2CO 12:17 Itu tidak mungkin! Tentu kalian sendiri tahu bahwa saya tidak pernah menggunakan cara licik untuk mendapatkan keuntungan dari kalian melalui orang yang saya utus kepada kalian.
2CO 12:18 Titus misalnya. Saya meminta dia mengunjungi kalian, dan bersamanya saya mengutus saudara seiman kita. Titus tidak memungut dana dari kalian, bukan?! Kalian tahu bahwa Titus dan saya bekerja dengan tujuan dan cara yang sama.
2CO 12:19 Nah, berdasarkan apa yang kami tulis di atas, mungkin kalian pikir kami sedang berusaha membenarkan diri di hadapan kalian. Tidak! Saudara-saudari yang kami kasihi, saya bersumpah di hadapan Allah dan dalam persatuan kita dengan Kristus bahwa kami menulis surat ini hanya untuk menguatkan kalian.
2CO 12:20 Karena saya takut bahwa waktu saya datang, jangan-jangan kalian melihat sikap saya tidak seperti yang kalian harapkan, atau keadaan kalian tidak seperti yang saya inginkan. Saya takut kalau di antara kalian ada yang bertengkar, iri hati, sombong, marah-marah, atau ada perpecahan, fitnah, gosip, dan kelompok yang membuat kekacauan.
2CO 12:21 Waktu saya datang kembali, jangan-jangan saya kecewa dan malu di hadapan Allah karena di antara kalian masih ada yang hidupnya tidak pantas sebagai pengikut Kristus. Kalau di antara kalian masih ada yang belum bertobat dari perbuatan-perbuatan jahat yang lama, seperti dosa perzinaan dan segala jenis percabulan, saya akan sangat sedih dan menangis karena ternyata pelayanan kami di antara kalian benar-benar gagal!
2CO 13:1 Saudara-saudari, kunjungan saya nanti adalah yang ketiga kalinya. Saya siap menyelesaikan perkara-perkara yang masih ada di antara kalian. Jadi, saya mengingatkan apa yang tertulis dalam Kitab Suci, “Setiap perkara harus dikuatkan oleh dua atau tiga orang saksi mata, barulah keputusan atas perkara itu sah.”
2CO 13:2 Sementara kita masih berjauhan, saya tuliskan kembali peringatan yang sama seperti waktu itu: Pada kunjungan kali ini, siapa pun di antara kalian yang masih terus hidup dalam dosa pasti saya beri hukuman! Ini berlaku untuk kalian semuanya, khususnya orang yang sudah hidup dalam dosa sejak kunjungan saya yang kedua.
2CO 13:3 Dengan begitu kalian akan menyaksikan bukti yang kalian inginkan, yaitu bahwa Kristus berbicara dengan penuh kuasa melalui saya. Kristus tidak bekerja dengan lemah di antara kalian. Dia akan menyatakan kuasa-Nya dalam hidupmu masing-masing.
2CO 13:4 Memang Kristus kelihatan lemah ketika Dia disalibkan, tetapi sekarang Dia hidup melalui kuasa Allah. Kami utusan Kristus juga kelihatan lemah seperti Dia. Tetapi karena kami bersatu dengan Kristus, kalian akan menyaksikan kami bertindak dengan kuasa Allah demi kebaikan kalian.
2CO 13:5 Ujilah diri kalian masing-masing dengan teliti. Periksalah dirimu sendiri apakah kamu sungguh-sungguh percaya kepada Kristus atau tidak! Apakah kamu yakin bahwa Kristus Yesus bersatu denganmu? Jangan sampai kamu jatuh dalam ujian ini!
2CO 13:6 Dan saya berharap, sesudah menguji dirimu sendiri, kamu akan menyadari bahwa kami juga tahan uji sebagai rasul Kristus.
2CO 13:7 Kami memohon kepada Allah supaya kalian tidak keras kepala dan terus melakukan perbuatan jahat. Tidak perlu kalian membuktikan bahwa kami bisa menggunakan kuasa Kristus. Yang penting kalian melakukan yang benar, biarpun orang menganggap kami gagal karena tidak sempat memperlihatkan kuasa kami sebagai rasul Kristus.
2CO 13:8 Kami tidak bisa bertindak dengan cara yang bertentangan dengan ajaran benar. Tujuan kami adalah mendorong kalian untuk hidup sesuai ajaran benar itu.
2CO 13:9 Kami senang kalau ternyata kalian sudah berdiri teguh dalam persatuan dengan Tuhan waktu kami tiba, meskipun kami akan dianggap lemah karena tidak ada kesempatan untuk bertindak keras terhadap kalian. Kami juga berdoa supaya kehidupan rohani kalian semakin dewasa.
2CO 13:10 Karena itulah saya menulis surat ini sebelum saya datang kepada kalian, supaya waktu saya tiba, saya tidak perlu menggunakan otoritas dari Tuhan untuk menjatuhkan hukuman yang berat. Otoritas itu diberikan kepada saya untuk menguatkan keyakinan kalian, bukan menghancurkan.
2CO 13:11 Akhir kata, Saudara-saudari, bersukacitalah! Usahakanlah kehidupan rohani kalian masing-masing terus bertumbuh dewasa. Terimalah semua nasihat saya. Hendaklah kalian sehati sepikiran dan hidup dengan damai. Saya berdoa kiranya Allah sumber kasih dan ketenangan senantiasa menyertai kalian.
2CO 13:12 Setelah membaca surat ini, hendaklah kalian saling memberi salam dengan penuh kasih sebagai umat yang sudah disucikan oleh Allah.
2CO 13:13 Semua umat Allah yang ada di sini mengirim salam kepada kalian.
2CO 13:14 Doa saya, kiranya kebaikan hati Kristus Yesus Penguasa kita selalu ada dalam hidupmu. Kiranya Allah selalu mengasihimu dan Roh Kudus senantiasa menyertaimu. Amin.
GAL 1:1 Kepada setiap jemaat di provinsi Galatia. Salam sejahtera dari saya, Paulus, dan dari saudara-saudari seiman yang bersama saya di sini. Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita. Saudara-saudari, saya menjadi rasul bukan karena diutus manusia, tetapi atas perintah langsung dari Kristus Yesus dan Allah Bapa yang sudah menghidupkan Yesus dari kematian.
GAL 1:4 Sesuai dengan kehendak Allah Bapa, Yesus sudah mengurbankan diri-Nya demi menghapus dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita dari zaman yang jahat ini.
GAL 1:5 Muliakanlah Allah untuk selama-lamanya! Amin!
GAL 1:6 Saya sangat heran karena dalam waktu singkat kalian sudah berbalik dari Allah yang sudah berbaik hati memanggil kalian untuk berdamai dengan-Nya melalui Kristus! Sekarang kalian mengikuti suatu ‘kabar baik’ lain—
GAL 1:7 yang sebenarnya bukan Kabar Baik— hanya karena pengaruh beberapa orang yang mau mengubah Kabar Baik asli tentang Kristus.
GAL 1:8 Jangan terpengaruh! Siapa saja yang memberitakan ‘kabar baik’ yang berbeda dari yang sudah kami beritakan kepada kalian, baik itu saya sendiri, rasul lain, atau malaikat dari surga sekali pun, dia harus dibuang ke dalam api neraka!
GAL 1:9 Saya tegaskan sekali lagi apa yang baru saja kami sampaikan: Siapa pun yang memberitakan kepada kalian ‘kabar baik’ yang tidak sama dengan apa yang sudah kalian terima dari kami, dia harus dibuang ke dalam api neraka!
GAL 1:10 Melalui pernyataan itu, jelaslah bahwa saya tidak pernah mengubah ajaran saya untuk menyenangkan manusia. Saya hanya berusaha menyenangkan hati Allah! Kalau saya berusaha menyenangkan manusia, berarti saya bukan lagi hamba Kristus.
GAL 1:11 Saudara-saudari, ketahuilah benar-benar bahwa Kabar Baik yang saya beritakan bukan berasal dari manusia.
GAL 1:12 Karena saya tidak menerima berita keselamatan itu dari manusia dan tidak diajari oleh siapa pun. Kristus Yesus sendirilah yang sudah menyatakan Kabar Baik itu kepada saya.
GAL 1:13 Kalian pasti sudah tahu betapa ketatnya cara hidup saya dulu dalam agama Yahudi. Kalian juga sudah mendengar bagaimana saya sangat menganiaya semua pengikut Kristus, yaitu anggota jemaat Allah, dan berusaha membinasakan mereka.
GAL 1:14 Selain itu, dibanding kebanyakan orang Yahudi yang sebaya, saya lebih banyak mendalami agama Yahudi dan lebih giat berusaha mematuhi semua adat istiadat nenek moyang kami.
GAL 1:15 Tetapi dulu saya tidak menyadari bahwa Allah sudah lama mempunyai rencana yang luar biasa untuk saya, bahkan sejak saya masih di dalam kandungan. Dengan kemurahan hati-Nya, Dia mengizinkan saya melihat dan mengenal Anak-Nya. Lalu Allah memanggil saya untuk memberitakan Kabar Baik tentang Anak-Nya itu kepada kalian yang bukan Yahudi. Sesudah menerima panggilan itu, saya tidak langsung pergi kepada siapa pun untuk meminta nasihat mereka.
GAL 1:17 Saya juga tidak ke Yerusalem untuk meminta nasihat dari orang-orang yang sudah lebih dulu menjadi rasul Kristus. Akan tetapi saya pergi ke negeri Arab, dan dari situ kembali ke kota Damsik.
GAL 1:18 Tiga tahun kemudian, saya pergi ke Yerusalem untuk menemui Petrus dan tinggal bersamanya lima belas hari.
GAL 1:19 Pada waktu itu saya tidak sempat bertemu rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus adik Tuhan Yesus.
GAL 1:20 Demi Allah, apa yang saya tulis ini benar! Saya tidak berbohong.
GAL 1:21 Sesudah itu saya pergi ke beberapa daerah di provinsi Siria dan Kilikia.
GAL 1:22 Waktu itu, para anggota jemaat Kristus di Yudea belum pernah bertemu langsung dengan saya.
GAL 1:23 Mereka hanya berulang kali mendengar, “Orang yang dulu begitu kejam menganiaya kita, sekarang sudah bertobat! Dia bahkan sedang memberitakan Kabar Baik, yaitu berita keselamatan yang kita yakini, padahal dulu dia berusaha melenyapkannya!”
GAL 1:24 Karena itu mereka memuji Allah atas pekerjaan-Nya dalam diri saya.
GAL 2:1 Empat belas tahun setelah itu, saya pergi lagi ke Yerusalem bersama Barnabas. Titus juga ikut dengan kami.
GAL 2:2 Saya pergi karena Allah memberitahukan langsung kepada saya untuk menemui orang-orang terkemuka dari jemaat di sana. Pada waktu itulah saya sempat menjelaskan secara pribadi kepada mereka tentang Kabar Baik yang sudah saya beritakan kepada orang-orang bukan Yahudi. Saya melakukannya karena tidak ingin semua pekerjaan saya dianggap sia-sia di hadapan umat Allah, dan terutama di mata Allah sendiri.
GAL 2:3 Dan walaupun Titus yang ikut bersama saya itu bukan orang Yahudi, para pemimpin jemaat Yerusalem tidak menyuruhnya disunat.
GAL 2:4 Hal itu pernah terjadi ketika beberapa orang Yahudi yang menyamar sebagai pengikut Kristus diam-diam masuk ke tengah jemaat-jemaat Tuhan untuk memata-matai kita. Mereka hendak mengintai seperti apa cara hidup kita yang sudah bebas dari aturan agama Yahudi berdasarkan persatuan kita dengan Kristus Yesus. Mereka mau memperbudak kita supaya terikat lagi kepada berbagai adat dan hukum Taurat.
GAL 2:5 Tetapi sedikit pun kami tidak menyerah terhadap pengaruh mereka. Kami mau mempertahankan ajaran benar dalam Kabar Baik tentang Kristus, sehingga kalian dapat terus mempercayai apa yang sudah kami ajarkan.
GAL 2:6 Orang-orang yang dianggap terkemuka di Yerusalem itu tidak memberikan tambahan apa pun kepada Kabar Baik yang sudah saya sampaikan. (Sebenarnya saya tidak peduli kedudukan orang, entah mereka terkemuka atau tidak. Lagipula memang Allah tidak pilih kasih kepada siapa pun.)
GAL 2:7 Akhirnya mereka pun menyadari bahwa pelayanan yang Allah berikan kepada saya berbeda dengan Petrus. Allah menugaskan saya untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang bukan Yahudi, sedangkan Petrus ditugaskan untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang Yahudi.
GAL 2:8 Karena Allah, yang sudah memberikan kemampuan rohani kepada Petrus sebagai rasul bagi orang Yahudi, ternyata juga sudah memberikan kemampuan yang sama kepada saya, yaitu menjadi rasul bagi orang bukan Yahudi.
GAL 2:9 Jadi ketika Yakobus, Petrus, dan Yohanes, yang dihormati sebagai pemimpin di sana, menyadari bahwa Allah sudah menganugerahkan kepercayaan itu kepada saya, maka mereka sepakat untuk membuat persetujuan dengan Barnabas dan saya untuk bersatu dan bekerja sama, “Kalian melayani orang yang bukan Yahudi, dan kami melayani orang Yahudi.”
GAL 2:10 Satu-satunya permohonan mereka kepada kami adalah supaya kami tidak mengabaikan saudara-saudari seiman yang miskin di daerah Yerusalem. Soal itu, sejak dulu saya memang selalu siap menolong mereka.
GAL 2:11 Tetapi ketika Petrus mengunjungi Antiokia, ada sikapnya yang salah sehingga saya perlu menegurnya secara langsung.
GAL 2:12 Kejadiannya, pada awal kunjungannya ke Antiokia, dia mau makan bersama orang-orang yang bukan Yahudi. Namun belakangan, ketika rombongan yang diutus Yakobus sudah tiba, Petrus memisahkan diri dan menjauhi orang yang bukan Yahudi itu. Dia takut menyinggung rombongan Yahudi yang baru datang, karena mereka termasuk pihak yang mengharuskan sunat bagi semua saudara seiman yang bukan Yahudi.
GAL 2:13 Lalu orang-orang Yahudi yang lain pun ikut bersikap munafik seperti Petrus. Mereka berhenti makan bersama orang bukan Yahudi yang hadir di situ, bahkan Barnabas juga terpengaruh.
GAL 2:14 Melihat sikap mereka yang tidak sesuai dengan ajaran benar dalam Kabar Baik tentang Kristus, saya langsung menegur Petrus di depan semua orang itu, “Bukankah engkau, sebagai orang Yahudi, sudah hidup seperti orang bukan Yahudi dengan bergabung bersama mereka kemarin? Tidak pantas sekarang engkau berpura-pura mendukung orang Yahudi yang mau memaksakan peraturan Yahudi kepada orang dari bangsa lain!”
GAL 2:15 Saudara-saudari, memang orang Yahudi punya kebiasaan menyebut bangsa-bangsa lain sebagai ‘orang berdosa’ karena mereka tidak memiliki hukum Taurat.
GAL 2:16 Tetapi sekarang kita sudah tahu bahwa tidak seorang pun bisa dibenarkan di hadapan Allah dengan menaati hukum Taurat, baik orang Yahudi maupun bukan. Satu-satunya cara untuk dibenarkan di hadapan Allah hanyalah dengan percaya kepada Kristus Yesus. Berarti, kami orang Yahudi ternyata ‘orang berdosa’ juga! Namun sekarang kita dibenarkan di hadapan Allah karena percaya penuh kepada Kristus, bukan karena melakukan hukum Taurat, sebab tidak seorang pun sanggup menaati semua Hukum itu.
GAL 2:17 Ada orang Yahudi yang sudah percaya kepada Kristus tetapi belum mengerti syarat untuk dibenarkan di hadapan Allah, yaitu hanya dengan bersatu dengan Kristus. Mereka pikir, kalau kita tidak lagi bergantung pada hukum Taurat, berarti kita sudah menjadi ‘orang berdosa.’ Itu salah besar! Menjadi pengikut Kristus sama sekali tidak menjadikan kita ‘orang berdosa!’
GAL 2:18 Dulu kami sudah mengajarkan, “Percayalah kepada Kristus agar dibenarkan di mata Allah.” Kalau sekarang kami kembali mengajarkan, “Berbaliklah dari Kristus dan bergantunglah pada hukum Taurat lagi,” itu berarti kami menjadi ‘orang berdosa!’
GAL 2:19 Dulu, waktu saya berusaha menaati seluruh hukum Taurat dengan kekuatan sendiri, saya menyadari bahwa saya tidak sanggup dan pasti mati dalam dosa. Tetapi dalam keadaan putus asa itulah saya menyadari pemberian Allah melalui Kristus, yakni hidup yang kekal.
GAL 2:20 Sekarang secara rohani saya sudah disalibkan bersama Kristus. Itu berarti bukan lagi saya yang mengatur hidup saya, melainkan Kristus yang hidup dalam diri saya. Seluruh hidup yang saya jalani dalam tubuh duniawi ini hanyalah berdasarkan keyakinan penuh kepada Anak Allah, yang begitu mengasihi saya sampai rela menyerahkan diri-Nya untuk menebus saya.
GAL 2:21 Jadi saya tidak mau berbalik meninggalkan kebaikan hati Allah yang sudah kita terima sewaktu bersatu dengan Kristus. Saya tidak mau kembali berusaha dibenarkan di hadapan Allah berdasarkan hukum Taurat. Kalau kita berpikir bahwa manusia bisa dibenarkan dengan menaati Taurat, maka percuma saja Kristus mati bagi kita!
GAL 3:1 Saudara-saudari di Galatia, kenapa kalian bisa begitu bodoh?! Kenapa kalian begitu cepat tertipu sehingga tidak lagi meyakini ajaran yang benar?! Padahal saya sudah panjang lebar menjelaskan bagaimana Kristus Yesus mati disalibkan demi kita!
GAL 3:2 Coba pikirkan: Apakah kalian menerima Roh Kudus karena menaati hukum Taurat, atau karena mendengar berita keselamatan dan percaya kepada Kristus?
GAL 3:3 Tentu karena percaya, bukan?! Kalau begitu kenapa kalian begitu bodoh sampai berpikir, “Aku tidak perlu lagi pimpinan Roh Kudus. Aku bisa menjadi sempurna dengan kemampuanku melaksanakan hukum Taurat.”
GAL 3:4 Ingatlah, kalian juga pernah dianiaya karena percaya pada Kristus. Jangan sia-siakan penderitaanmu itu dengan berbalik menjadi tidak percaya!
GAL 3:5 Pikirkan juga pengalamanmu sehari-hari: Ketika Allah menolong kalian melalui Roh-Nya dengan mengadakan berbagai keajaiban di antara kalian, apakah itu merupakan upah karena kalian menaati hukum Taurat? Atau apakah berbagai keajaiban itu terjadi karena kalian sudah mendengar Kabar Baik lalu percaya penuh kepada Kristus? Tentu karena kalian percaya penuh!
GAL 3:6 Begitulah yang terjadi dengan Abraham. Kitab Suci berkata, “Abraham percaya penuh kepada janji Allah. Karena itulah Allah menerima dia sebagai orang benar.”
GAL 3:7 Maka hendaklah kalian tahu bahwa kita yang percaya seperti Abraham akan diterima Allah sebagai keturunan Abraham secara rohani.
GAL 3:8 Sejak dulu, Kitab Suci sudah menubuatkan Kabar Baik bahwa orang yang bukan Yahudi akan dibenarkan Allah atas dasar percaya penuh. Nubuatan itu terdapat dalam perkataan Allah kepada Abraham, “Dengan mengikuti teladan keyakinanmu, semua bangsa akan Aku berkati.”
GAL 3:9 Jadi setiap orang yang percaya kepada janji-janji Allah akan turut diberkati seperti Abraham, pahlawan iman kita.
GAL 3:10 Sebaliknya, orang yang berusaha membenarkan dirinya di hadapan Allah dengan cara menaati hukum Taurat akan dikutuk! Karena Kitab Suci berkata, “Terkutuklah setiap orang yang gagal menaati semua perintah yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
GAL 3:11 Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada seorang pun yang bisa diterima sebagai orang benar di hadapan Allah dengan menaati hukum Taurat, sebab Kitab Suci berkata, “Orang yang dianggap benar oleh TUHAN akan hidup selamanya karena percaya penuh kepada-Nya.”
GAL 3:12 Sedangkan hidup menurut hukum Taurat bukan atas dasar percaya, melainkan atas dasar perbuatan. Karena ada tertulis, “Hidup seseorang diberkati hanya jika perbuatannya sesuai dengan semua perintah dalam hukum Taurat.”
GAL 3:13 Itu artinya kita semua terkutuk, karena setiap orang “gagal menaati semua perintah yang tertulis dalam hukum Taurat.” Tetapi Kristus sudah menebus kita dari kutukan itu! Dia memberikan diri-Nya sendiri untuk menggantikan kita dan menanggung kutukan menurut hukum Taurat. Karena ada tertulis dalam Kitab Suci, “Terkutuklah orang yang mati digantung di tiang kayu.”
GAL 3:14 Begitulah rencana Allah, supaya berkat yang dijanjikan kepada Abraham itu bisa diberikan bukan hanya kepada orang Yahudi, tetapi juga kepada “semua bangsa”, yaitu setiap kita yang bersatu dengan Kristus Yesus karena percaya. Dan melalui percaya itulah kita juga menerima Roh Kudus sesuai dengan janji Allah.
GAL 3:15 Contoh sederhananya begini, Saudara-saudari: Kalau seseorang sudah membuat suatu surat perjanjian atau wasiat, dan surat itu sudah disahkan, maka tidak seorang pun dapat membatalkannya atau menambahkan ketentuan-ketentuan lain ke dalam surat itu.
GAL 3:16 Nah, begitu juga perjanjian yang sudah disahkan Allah dengan Abraham dan keturunannya tidak dapat diubah. Lagipula, pada waktu Allah berjanji kepada Abraham, Dia tidak berkata, ‘kepadamu dan kepada semua keturunanmu,’ melainkan, ‘kepadamu dan kepada sang keturunanmu,’ maksudnya Seorang Keturunan yang tunggal. Dan Keturunan yang dimaksud adalah Kristus. Yang saya maksudkan adalah: Janji Allah kepada Abraham sudah lama disahkan sebelum hukum Taurat ada, persisnya 430 tahun sebelum Allah memberikan hukum Taurat kepada Musa. Artinya, dengan memberikan hukum Taurat, Allah tidak membatalkan atau mengubah janji yang sudah Dia sahkan dengan Abraham.
GAL 3:18 Jadi kita mewarisi berkat dari Abraham karena kita bersatu dengan Kristus, sang Keturunan Abraham itu, bukan karena kita taat pada hukum Taurat. Sebab kalau berkat itu atas dasar perbuatan kita sendiri, berarti bukan atas dasar suatu perjanjian, padahal sesungguhnya berkat itu dianugerahkan Allah kepada Abraham melalui perjanjian tersebut.
GAL 3:19 Tentu kalian akan bertanya, “Kalau manusia bisa dibenarkan Allah hanya dengan percaya kepada janji-janji-Nya, untuk apa Allah memberikan hukum Taurat?” Jawaban saya: Hukum Taurat ditambahkan supaya setiap orang sadar akan pelanggarannya. Hukum Taurat berlaku selama manusia menanti-nantikan kedatangan Keturunan Abraham yang sudah dijanjikan itu. Dan perhatikan bahwa hukum Taurat tidak langsung diberikan Allah kepada manusia, tetapi para malaikatlah yang menyampaikannya kepada Musa, lalu Musa menyampaikannya kepada umat Allah. Berbeda dengan perjanjian-Nya kepada Abraham. Allah sendiri yang langsung menyampaikan perjanjian itu, tanpa perantara.
GAL 3:21 Sekarang pasti kalian bertanya, “Kalau begitu apakah hukum Taurat bertentangan dengan janji-janji Allah kepada Abraham?” Tentu saja tidak! Kita harus memahami bahwa hukum Taurat tidak mempunyai kekuatan untuk memberikan hidup kekal kepada siapa pun. Berarti, cara untuk dibenarkan di hadapan Allah bukanlah melalui hukum Taurat.
GAL 3:22 Sebaliknya, melalui peraturan dalam hukum Taurat, Allah membuat setiap orang seolah terpenjara karena berutang dosa kepada-Nya. Jadi satu-satunya jalan untuk bisa dibebaskan hanyalah dengan percaya penuh kepada Kristus Yesus, dan melalui percaya kita menerima berkat yang sudah Allah janjikan kepada Abraham.
GAL 3:23 Tetapi sementara manusia menunggu kedatangan Kristus, Keturunan Abraham itu, dan sebelum kita bisa dibenarkan di hadapan Allah melalui percaya, Allah memberikan hukum Taurat untuk mengatur manusia. Pada waktu itu hukum Taurat menjadi seperti pagar yang membatasi kita sampai tiba saatnya kita dibebaskan dengan percaya kepada Kristus.
GAL 3:24 Hukum Taurat juga bisa digambarkan seperti penjaga yang mengawasi, mendidik, dan menuntun kita untuk percaya kepada Kristus, supaya kita dapat dibenarkan oleh Allah.
GAL 3:25 Tetapi bagi kita yang sekarang sudah percaya dan bersatu dengan Kristus, kita tidak perlu lagi diawasi dan dituntun oleh penjaga itu. Kita semua yang sudah bersatu dengan Kristus Yesus melalui baptisan sudah mengalami kehidupan rohani yang baru, sehingga sifat-sifat Kristus sendiri seakan membungkus kita seperti pakaian baru. Dengan percaya penuh kepada Anak Allah, kita semua menjadi anak-anak Allah.
GAL 3:28 Jadi, kita sesama saudara-saudari seiman tidak pantas lagi membeda-bedakan antara orang Yahudi dan bukan Yahudi, atau antara budak dan bukan budak, ataupun antara laki-laki dan perempuan. Sebab kita semua sudah menjadi satu karena bersatu dengan Kristus Yesus.
GAL 3:29 Dan sebagai milik kepunyaan Kristus, maka melalui Dia kita semua menjadi keturunan Abraham yang mewarisi janji Allah.
GAL 4:1 Ibaratnya begini: Ketika seorang ayah membuat surat wasiat lalu meninggal sebelum anaknya dewasa, maka kedudukan anak itu tidak jauh berbeda dengan kedudukan seorang budak meskipun secara hukum dia memiliki seluruh warisan ayahnya.
GAL 4:2 Karena selama anak itu belum mencapai umur yang ditentukan ayahnya dalam surat wasiat, dia harus taat kepada para pengawas dan pengurus yang ditugaskan untuk menangani segala keperluannya.
GAL 4:3 Begitu juga dengan kita. Selama kita belum dewasa secara rohani, kita perlu hukum Taurat yang berfungsi seperti pengawas, karena kita masih diperbudak oleh para penguasa gelap yang memerintah di dunia ini.
GAL 4:4 Namun, tepat pada waktu yang sudah ditentukan Allah, Dia mengutus Anak-Nya ke dunia ini. Sesuai dengan rencana Allah, Yesus dilahirkan seperti manusia biasa, oleh seorang gadis, dan sejak kelahiran-Nya, Dia hidup menaati seluruh hukum Taurat.
GAL 4:5 Dengan demikian Yesus dipersiapkan untuk bisa menebus dan membebaskan kita yang dulu hidup seperti budak di bawah pengawasan hukum Taurat. Tujuannya agar secara rohani kita diangkat menjadi anak-anak Allah.
GAL 4:6 Jadi karena kita adalah anak-anak-Nya, Dia mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita masing-masing. Itu sebabnya dengan segenap hati kita berseru kepada Allah, “Ya, Abba, Bapaku,” karena kita berdoa menurut pimpinan Roh Kristus.
GAL 4:7 Hal itu membuktikan bahwa kita bukan lagi seperti budak, tetapi diterima sebagai anak-anak Allah yang sah. Dan sebagai anak-anak-Nya, kita berhak mewarisi semua berkat yang dijanjikan kepada anak-anak-Nya karena kita bersatu dengan Kristus.
GAL 4:8 Kalian Jemaat Galatia kebanyakan bukan orang Yahudi. Itu sebabnya, sebelum mengenal Allah, kalian sudah menjadi budak dari bermacam-macam dewa, yaitu berhala dan roh-roh yang disebut ilahi, padahal bukan.
GAL 4:9 Lalu bagaimana mungkin kalian yang sekarang sudah mengenal Allah, bahkan yang sudah Dia angkat sebagai anak-anak-Nya, kembali menjadi seperti budak untuk hal-hal yang lemah dan tidak berguna, bahkan kepada para penguasa gelap yang memerintah di dunia ini!
GAL 4:10 Buktinya, saya mendengar bahwa kalian sudah mulai melakukan berbagai syarat agama lama tentang hari-hari tertentu, atau perayaan yang berhubungan dengan bulan, musim, dan tahun.
GAL 4:11 Saya kuatir pada kalian! Jangan sampai semua kerja keras saya untuk memenangkan banyak jiwa di antara kalian menjadi sia-sia.
GAL 4:12 Jadi Saudara-saudari, saya mohon supaya kalian melepaskan diri dari aturan-aturan agama lama itu, sebagaimana saya sudah menyesuaikan diri dan tidak mengikuti semua aturan Yahudi selama tinggal bersama kalian. Kalian tentu masih ingat bahwa kunjungan pertama saya terjadi karena saya sedang sakit. Tetapi hal itu justru menjadi kesempatan untuk memberitakan Kabar Baik kepada kalian. Ingatlah betapa kalian menerima saya dengan baik dan tidak pernah mencela saya.
GAL 4:14 Walaupun keadaan tubuh saya begitu membebani, kalian tidak menolak atau menghina saya, tetapi menerima saya sebagai utusan Allah, seperti menerima malaikat atau bahkan Kristus Yesus sendiri.
GAL 4:15 Namun sekarang saya merasa pendapat kalian tentang saya sudah sangat berubah! Dulu kalian merasa diberkati karena kehadiran saya. Bahkan saya berani berkata, dulu kalian mungkin rela mencungkil matamu dan memberikannya untuk saya, seandainya bisa. Tetapi sekarang, jangan-jangan kalian menganggap saya musuh karena ajaran benar yang saya tuliskan kepadamu ini!
GAL 4:17 Guru-guru palsu berusaha keras mempengaruhi kalian untuk berpihak pada mereka, tetapi itu bukan hal baik karena mereka tidak tulus. Mereka ingin menjauhkan kalian dari kami supaya kalian hanya bersemangat mengikuti mereka saja.
GAL 4:18 Memang saya senang kalau kalian bersemangat, tetapi semangatmu haruslah tentang hal yang baik, dan jangan hanya waktu saya hadir.
GAL 4:19 Anak-anakku yang terkasih, saya sangat mengkuatirkan kalian, sampai hati saya tertekan seperti derita seorang ibu yang kesakitan melahirkan anaknya. Saya sangat terbeban karena kalian belum dewasa dalam hal bersatu dengan Kristus!
GAL 4:20 Itu sebabnya saya sangat rindu bertemu kalian lagi! Kalau kita bisa berbicara, saya akan tahu apakah kalian masih mengikuti ajaran sesat itu atau tidak. Kalau tidak, maka saya bisa berhenti mengajak kalian bertobat.
GAL 4:21 Sekarang, kepada kalian yang mau berbalik hidup di bawah hukum Taurat lagi, coba perhatikanlah isi hukum Taurat itu sendiri!
GAL 4:22 Di sana tertulis, Abraham mempunyai dua anak laki-laki. Yang satu Ismael, anak dari budak perempuan bernama Hagar. Ismael lahir secara biasa, sesuai dengan rencana manusia. Sedangkan anak yang satu lagi, yakni Isak, lahir dari Sara, wanita yang bukan budak. Kelahiran Isak terjadi secara luar biasa, sesuai dengan janji Allah kepada Abraham.
GAL 4:24 Kedua perempuan itu dapat digambarkan sebagai lambang dari kedua perjanjian Allah, yakni perjanjian yang lama dan yang baru. Hagar, perempuan yang pertama, juga bisa digambarkan seperti gunung Sinai di negeri Arab, tempat Allah memberikan hukum Taurat kepada Musa. Jadi semua orang yang hidupnya masih terikat pada hukum Taurat ibarat keturunan Hagar secara rohani, karena mereka hidup dalam keadaan seperti budak. Dengan gambaran lain, anak-anak Hagar adalah semua orang yang ibadahnya berpusat pada Yerusalem duniawi. Maksudnya, mereka menganggap diri mereka belum dibebaskan dari ikatan hukum Taurat.
GAL 4:26 Tetapi pusat ibadah kita adalah Yerusalem surgawi! Berarti kita ibarat keturunan Sara yang bukan budak. Kita sudah merdeka dari peraturan lama,
GAL 4:27 karena Sara merupakan ibu kita, sebagaimana dinubuatkan tentang dia dalam Kitab Suci, “Hai kamu, perempuan yang dulu mandul, bersukacitalah! Berserulah dengan sukacita, kamu yang tidak pernah mengalami sakit bersalin! Karena kamu yang dulu belum pernah mempunyai anak akan mempunyai lebih banyak keturunan daripada istri yang tidak dianggap mandul oleh suaminya.”
GAL 4:28 Jadi Saudara-saudari, kita bisa digambarkan seperti Isak, anak yang dilahirkan sesuai janji Allah. Kita juga diperhitungkan sebagai keturunan Abraham yang Allah janjikan kepadanya, karena kita percaya penuh kepada Allah, bukan karena melakukan hukum Taurat.
GAL 4:29 Namun sikap permusuhan yang terjadi antara Ismael, yang dilahirkan menurut rencana manusia, dengan Isak yang dilahirkan sesuai dengan kehendak dan kuasa Roh Allah, masih tetap terjadi sekarang antara orang-orang yang terikat pada hukum Taurat dan kita yang sudah dibebaskan oleh Roh Allah. Itulah sebabnya mereka menganiaya kita.
GAL 4:30 Tetapi dengarlah apa kata Kitab Suci, “Usirlah budak perempuan itu beserta anaknya! Karena anak yang dilahirkan oleh budak tidak boleh menerima warisan bersama dengan anak yang lahir dari ibu yang bukan budak.”
GAL 4:31 Jadi Saudara-saudari, saya tegaskan: Kita bukanlah seperti keturunan perempuan budak itu, yang wajib hidup seperti budak, melainkan seperti keturunan perempuan yang merdeka.
GAL 5:1 Dengan keadaan kita yang sudah dibebaskan sepenuhnya oleh Kristus dari kewajiban untuk hidup seperti budak, maka berdirilah teguh dalam kebebasan itu! Jangan berbalik lagi untuk hidup seperti budak dengan terus terikat pada hukum Taurat.
GAL 5:2 Perhatikanlah apa yang saya tekankan ini: Kalau kamu (laki-laki yang bukan Yahudi) mengikuti ajakan guru-guru palsu itu untuk disunat, berarti kamu seolah menantang Allah, “Aku tidak perlu lagi keselamatan yang Kristus kerjakan di kayu salib.” Karena artinya kamu hendak meninggalkan Kristus lalu mengusahakan keselamatanmu sendiri dengan mengikuti aturan-aturan agama Yahudi. Dan perlu saya beritahukan kepadamu bahwa setiap orang yang mengikuti hukum sunat wajib taat juga kepada semua perintah dan aturan dalam hukum Taurat. Kalau kamu berusaha menjadi benar di hadapan Allah melalui hukum Taurat, berarti kamu seolah memutuskan hubungan dengan Kristus dan berkata kepada Allah, “Aku tidak perlu lagi kebaikan hati-Mu!”
GAL 5:5 Tetapi bagi kita, inilah cara yang benar: Dengan pertolongan Roh Allah, kita percaya penuh bahwa kita dibenarkan di hadapan Allah melalui kematian Kristus. Kita sangat yakin akan keselamatan kita!
GAL 5:6 Bagi kita yang bersatu dengan Kristus Yesus, tidak ada perbedaan antara orang yang bersunat dengan yang tidak bersunat. Yang penting kita percaya penuh kepada Kristus dan menjalankan keyakinan itu dengan saling mengasihi!
GAL 5:7 Dulu saya lihat kalian sudah maju dengan baik dan semakin dewasa secara rohani. Jangan dengarkan lagi orang yang membujuk kalian untuk berhenti mengikuti ajaran benar!
GAL 5:8 Ajaran orang itu bukan berasal dari Allah yang memanggil kalian untuk mengikut Kristus.
GAL 5:9 Ingatlah peribahasa ini, “Sedikit ragi saja membuat seluruh adonan mengembang.”
GAL 5:10 Saya tahu kalian milik TUHAN, maka saya yakin bahwa kalian akan berubah pikiran dan mengikuti nasihat saya dalam surat ini. Tetapi orang yang mengacaukan keyakinan kalian pasti dihukum Allah!
GAL 5:11 Perhatikanlah Saudara-saudari, seandainya saya mengajarkan bahwa setiap laki-laki di antara kita harus disunat untuk dapat diterima oleh Allah, maka saya tidak akan dianiaya oleh orang Yahudi. Tetapi saya mengajarkan bahwa kita dibenarkan di hadapan Allah hanya melalui pengurbanan Kristus bagi kita di kayu salib. Hal itulah yang menjadi masalah besar bagi mereka.
GAL 5:12 Sunat saja tidak cukup untuk guru-guru palsu yang sudah mengacaukan kalian. Sekalian saja mereka memotong seluruh alat kelaminnya!
GAL 5:13 Jadi Saudara-saudari, kita sudah dipanggil oleh Allah untuk bebas dari ikatan hukum Taurat. Namun janganlah menggunakan kebebasan itu sebagai alasan untuk memuaskan keinginan-keinginan badani. Sebaliknya, hendaklah kita saling melayani dalam ikatan kasih persaudaraan.
GAL 5:14 Karena seluruh hukum Taurat sudah disimpulkan dalam satu perintah, yaitu “Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.”
GAL 5:15 Tetapi waspadalah supaya kalian tidak seperti binatang buas yang terus saling menggigit dan menelan, bahkan sampai saling menghancurkan!
GAL 5:16 Saya menasihatkan kamu semua: Hiduplah dengan taat kepada pimpinan Roh Kudus. Dengan demikian kamu tidak lagi memuaskan keinginan-keinginan jasmanimu yang jahat.
GAL 5:17 Karena keinginan jasmani kita selalu berlawanan dengan keinginan Roh Kudus, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan jasmani kita. Keduanya saling bertentangan, dan keduanya ada dalam diri kita masing-masing, sehingga kita tidak bisa hidup sesuka hati.
GAL 5:18 Tetapi bila kita dipimpin oleh Roh Kudus, kita tidak perlu lagi diawasi oleh hukum Taurat.
GAL 5:19 Sebaliknya, kalau kita hidup menurut keinginan badani yang jahat, hasilnya jelas perbuatan-perbuatan dosa ini: perzinaan, percabulan, persetubuhan yang tidak wajar, mengikuti hawa nafsu,
GAL 5:20 menyembah berhala, terlibat dalam ilmu sihir, membenci orang lain, berkelahi, cemburu, mudah marah, mementingkan diri sendiri, menimbulkan perpecahan, mengikuti ajaran sesat,
GAL 5:21 iri hati, membunuh, mabuk-mabukan, berpesta liar, dan semua dosa yang lain. Sekarang saya ulangi lagi peringatan yang pernah saya berikan kepada kalian waktu kita masih bersama: Orang-orang yang terus melakukan hal-hal seperti itu tidak termasuk warga kerajaan Allah!
GAL 5:22 Tetapi kalau hidup kita dipimpin Roh Kudus, hal itu pasti tampak lewat cara hidup kita yang saling mengasihi, bersukacita, damai, sabar dalam kesusahan, murah hati, suka menolong sesama, menepati janji,
GAL 5:23 lemah lembut, dan bisa menguasai diri. Hukum Taurat pun tidak menentang semua hal itu!
GAL 5:24 Kita yang menjadi milik Kristus tidak lagi dikuasai oleh hawa nafsu dan semua keinginan badani, karena kita seakan sudah memakukan hawa nafsu dan keinginan badani itu pada salib Kristus.
GAL 5:25 Kita sudah diberi hidup yang baru oleh Roh Allah. Karena itu hendaklah kita juga terus menaati pimpinan Roh Allah.
GAL 5:26 Janganlah kita sombong dan berpikir, “Di mata Tuhan, aku lebih baik daripada saudara-saudari seiman yang lain.” Dan janganlah kita iri hati dengan merasa, “Orang lain lebih hebat daripadaku dalam jemaat.”
GAL 6:1 Saudara-saudari, kalau ada di antara jemaat yang ketahuan jatuh dalam dosa, maka hendaklah anggota lain yang hidupnya dipimpin Roh Kudus membimbing dia kembali ke jalan yang benar. Tetapi lakukanlah itu dengan lemah lembut sambil tetap waspada supaya kamu sendiri tidak ikut tergoda untuk berbuat dosa.
GAL 6:2 Hendaklah kita semua saling menolong untuk meringankan beban saudara-saudari seiman yang mengalami kelemahan atau kesusahan. Dengan begitu kita menaati Hukum Kasih yang Kristus berikan.
GAL 6:3 Karena kalau kamu menganggap dirimu terlalu penting untuk menolong sesama, berarti kamu menipu dirimu sendiri. Kamu tidak lebih istimewa daripada siapa pun!
GAL 6:4 Tidak usah membanding-bandingkan dirimu dengan saudara-saudari seiman yang lain. Nilailah perbuatanmu sendiri saja. Lalu kamu boleh puas dengan caramu sendiri melayani Kristus, tanpa memikirkan orang lain.
GAL 6:5 Karena setiap orang akan menghadap Allah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing.
GAL 6:6 Hendaklah setiap anggota jemaat yang menerima pengajaran Firman Allah membagikan sebagian dari penghasilannya kepada orang yang bertugas mengajar kita.
GAL 6:7 Jangan keliru! Janganlah menganggap keadilan dan kebenaran Allah bisa dipermainkan! Karena suatu hari nanti, cepat atau lambat, setiap orang pasti menuai apa yang dia tabur.
GAL 6:8 Artinya, kalau kamu hidup untuk memuaskan keinginan badani saja, kamu akan menerima kebinasaan. Tetapi kalau kamu terus hidup mengikuti pimpinan Roh Allah, kamu akan menerima hidup yang kekal.
GAL 6:9 Jadi jangan lelah berbuat baik, karena kelak kita pasti menuai hasilnya, asalkan kita tidak berputus asa.
GAL 6:10 Oleh sebab itu, setiap ada kesempatan, marilah kita terus berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada saudara-saudari seiman.
GAL 6:11 Dalam bagian terakhir ini, perhatikanlah betapa besar huruf-huruf yang saya tulis kepada kalian dengan tangan saya sendiri.
GAL 6:12 Sekali lagi tentang saudara-saudara kita yang dulu beragama Yahudi dan yang berusaha memaksa kalian untuk disunat: Hal itu bukan untuk menolong kalian. Mereka melakukan itu hanya untuk menyenangkan hati orang Yahudi yang lain, juga supaya mereka tidak dianiaya karena ajaran kita bahwa manusia dibenarkan Allah hanya melalui pengurbanan Kristus di kayu salib.
GAL 6:13 Memang mereka bersunat, tetapi mereka sendiri tidak menaati semua hukum Taurat. Yang mereka inginkan hanyalah supaya kalian disunat sehingga mereka bisa membanggakan diri dengan berkata kepada orang Yahudi lain, “Sekarang orang-orang di Galatia sudah masuk agama Yahudi karena ajaran kami.”
GAL 6:14 Tetapi saya tidak akan membanggakan apa pun kecuali Tuhan kita Kristus Yesus yang disalibkan! Karena melalui penyaliban Yesus, bagi saya semua hal yang duniawi seakan sudah ikut dipakukan pada kayu salib-Nya, dan saya secara rohani juga sudah mati bersama Dia terhadap semua hal yang duniawi.
GAL 6:15 Jadi, bagi kita yang sudah bersatu dengan Kristus Yesus, tidak ada lagi perbedaan antara orang bersunat dan tidak bersunat. Yang penting adalah keadaan rohani kita masing-masing sudah diperbarui karena bersatu dengan Kristus. Kita menjadi ciptaan baru!
GAL 6:16 Kepada setiap kalian yang menjalani hidup sebagai ciptaan baru dan yang tidak membanggakan dirinya, kiranya Allah selalu bermurah hati kepadamu dan menjagamu supaya hidup dengan tenang dalam perlindungan-Nya, karena secara rohani kamu sudah menjadi warga Israel yang baru, yaitu kerajaan Allah.
GAL 6:17 Mulai sekarang, saya tidak peduli lagi pada celaan orang yang berkata, “Kamu tidak melayani Allah sehebat saya.” Karena bekas-bekas luka di tubuh saya ini merupakan tanda cap yang membuktikan bahwa saya adalah milik Tuhan Yesus yang melayani Dia.
GAL 6:18 Saudara-saudari, doa saya, kiranya Kristus Yesus Penguasa kita selalu berbaik hati kepada kalian masing-masing dan menyertaimu senantiasa. Amin.
EPH 1:1 Kepada umat Allah di kota Efesus, yaitu kalian yang sudah disucikan Allah karena percaya penuh kepada Kristus Yesus. Salam sejahtera dari saya, Paulus, yang menjadi rasul Kristus Yesus karena kehendak Allah.
EPH 1:2 Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
EPH 1:3 Terpujilah Allah, Bapa dari Tuhan kita Kristus Yesus, karena melalui persatuan kita dengan Kristus, Allah sudah memberikan kepada kita setiap berkat rohani yang ada di surga.
EPH 1:4 Sebelum dunia ini diciptakan, Allah sudah memilih kita. Artinya Dia sudah mengasihi kita dan berencana untuk mempersatukan kita dengan Kristus, supaya kita disucikan dan dianggap tidak berdosa di hadapan-Nya.
EPH 1:5 Sebelum dunia ini diciptakan, Allah sudah menetapkan kita untuk diangkat menjadi anak-anak-Nya melalui Kristus Yesus, sesuai dengan kehendak-Nya. Itulah yang berkenan kepada-Nya.
EPH 1:6 Jadi kita memuji Allah karena kebaikan hati-Nya yang mulia, yang sudah diberikan kepada kita dengan cuma-cuma karena kita bersatu dengan Anak-Nya yang Dia kasihi.
EPH 1:7 Melalui persatuan dengan Kristus, kita sudah ditebus dengan kurban darah-Nya sebagai bayaran atas hukuman dosa yang seharusnya kita tanggung. Dengan demikian dosa-dosa kita diampuni karena kebaikan hati Allah yang luar biasa.
EPH 1:8 Kebaikan hati-Nya itu diberikan kepada kita secara berlimpah-limpah, sesuai dengan segala kebijaksanaan dan pengertian Allah.
EPH 1:9 Sekarang Allah sudah menyatakan kepada kita rencana-Nya, yaitu rencana yang dulu dirahasiakan dari manusia. Sesuai dengan kehendak-Nya, rencana Allah itu berpusat pada Kristus,
EPH 1:10 dan Allah akan menyelesaikannya pada waktu yang sudah Dia tentukan. Inilah tujuan dari rencana-Nya itu: Supaya Kristus menjadi kepala atas segala sesuatu, baik yang ada di surga maupun di bumi.
EPH 1:11 Untuk mencapai tujuan-Nya itu, Allah mengatur segala sesuatu menurut kehendak-Nya. Dan kehendak-Nya sejak semula adalah memilih kita untuk mewarisi hak sebagai anak-anak-Nya melalui persatuan dengan Kristus.
EPH 1:12 Jadi, kita diberi suatu kehormatan besar, yaitu menjadi angkatan pertama dari semua orang yang kelak menjadi umat Kristus yang berharap kepada-Nya! Oleh karena itu marilah kita memuji Allah karena kemuliaan-Nya.
EPH 1:13 Sebab, ketika kalian mendengar ajaran yang benar, yaitu Kabar Baik tentang keselamatan melalui Kristus, kalian percaya kepada-Nya. Lalu sesuai janji-Nya, Allah memberikan Roh Kudus kepada kalian sebagai tanda bahwa kalian sudah menjadi milik-Nya.
EPH 1:14 Roh-Nya tinggal dalam diri kita masing-masing sebagai jaminan bahwa kita akan menerima segala sesuatu yang sudah Allah janjikan kepada kita sebagai umat-Nya. Dan melalui kehadiran Roh-Nya itulah kita tahu bahwa kita sudah ditebus dan menjadi milik Allah sepenuhnya. Jadi sekali lagi, marilah kita memuji Allah karena kemuliaan-Nya!
EPH 1:15 Oleh karena semuanya itu, saya selalu mendoakan kalian dan bersyukur kepada Allah. Saya tidak berhenti mendoakan kalian sejak mendengar kabar tentang keyakinanmu kepada Tuhan Yesus dan kasih kalian kepada semua umat Allah.
EPH 1:17 Saya berdoa bagi kalian, “Ya Allah, Bapa yang mulia dari Tuhan kami Kristus Yesus, kiranya Engkau menambahkan hikmat dan pengetahuan rohani melalui Roh Kudus kepada umat-Mu, jemaat di Efesus, agar mereka semakin mengenal Engkau.
EPH 1:18 Buatlah mereka masing-masing mengerti dan yakin akan semua hal baik yang sudah Engkau sediakan bagi kami, yang sudah Engkau panggil untuk menjadi anak-anak-Mu. Aku berdoa agar mereka tahu betapa berharga dan mulianya warisan yang sudah Engkau janjikan kepada kami sebagai umat-Mu yang sudah Engkau sucikan.
EPH 1:19 Kiranya Engkau membuat mereka mengerti bahwa kuasa-Mu sangat besar bagi kami yang percaya.” Saudara-saudari, kuasa Allah itu adalah kekuatan-Nya yang hebat
EPH 1:20 yang dipakai-Nya untuk menghidupkan Kristus kembali dari kematian. Kuasa itu juga tampak waktu Dia menempatkan Kristus di tempat yang paling terhormat di surga, yaitu di sebelah kanan-Nya.
EPH 1:21 Dengan kedudukan itu Kristus memerintah sebagai Raja Agung atas segala pemerintah, pemimpin, kuasa, dan raja-raja, termasuk para penguasa zaman sekarang dan yang akan datang.
EPH 1:22 Allah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa Kristus. Allah juga menjadikan Dia kepala atas seluruh persatuan jemaat Kristus, untuk memimpin kita dalam segala hal.
EPH 1:23 Persatuan jemaat-Nya adalah kita semua yang masing-masing dipenuhi oleh Roh Kristus. Di dunia ini, kita bagaikan tubuh Kristus, dan melalui kitalah Dia bekerja untuk memenuhi dan melengkapi segala sesuatu di mana pun juga.
EPH 2:1 Sebelum dipersatukan dengan Kristus, memang tubuh jasmani kita hidup, tetapi sebenarnya kita sudah mati secara rohani karena dosa-dosa kita dan karena kita terus melanggar perintah-perintah Allah.
EPH 2:2 Sebab pada waktu itu kita selalu mengikuti pola pikir dunia ini dan menuruti kemauan si jahat, yaitu iblis, yang sekarang sedang memerintah atas semua kuasa gelap di dunia. Dialah yang berkuasa dalam kehidupan semua orang yang tidak mau taat kepada Allah.
EPH 2:3 Dulu kita semua juga hidup seperti itu, dengan selalu berusaha memuaskan keinginan-keinginan badani. Kita terbawa oleh arus keinginan itu ke sana kemari. Sama seperti orang-orang lain, kita pun pantas menanggung murka Allah.
EPH 2:4 Tetapi karena Allah maha penyayang dan penuh belas kasihan, Dia mengasihani kita dan menyatakan kasih-Nya secara luar biasa!
EPH 2:5 Pada waktu kita masih dalam keadaan mati rohani dan terus-menerus melawan perintah-Nya, Allah memberikan hidup yang baru kepada kita. Hal itu terjadi karena kita bersatu dengan Kristus, sehingga secara rohani kita ikut dihidupkan kembali bersama-Nya ketika Allah menghidupkan Dia dari kematian. Jadi jelaslah bahwa kita diselamatkan hanya karena kebaikan hati Allah!
EPH 2:6 Dan karena kita bersatu dengan Kristus Yesus, kita juga secara rohani diangkat ke surga bersama Kristus. Di sana, secara rohani kita sudah duduk bersama Raja kita Yesus.
EPH 2:7 Allah melakukan semuanya itu supaya di masa yang akan datang Dia dapat membuktikan kepada kita bahwa Dia sangat baik kepada kita. Kebaikan hati-Nya memang luar biasa bagi kita yang sudah bersatu dengan Kristus Yesus!
EPH 2:8 Sekali lagi, kita diselamatkan oleh karena kebaikan hati Allah. Dan keselamatan itu kita terima hanya karena kita percaya penuh kepada Kristus. Kita tidak bisa selamat dengan usaha kita sendiri. Keselamatan itu adalah pemberian Allah.
EPH 2:9 Jadi kita selamat bukan karena kita melakukan perbuatan baik. Memang Allah sudah mengatur hal itu supaya tidak ada seorang pun yang dapat membanggakan diri tentang keselamatannya.
EPH 2:10 Keselamatan kita adalah hasil karya Allah sendiri. Kita yang bersatu dengan Kristus Yesus secara rohani diciptakan kembali menjadi manusia baru. Dengan begitu, kita dimampukan untuk melakukan hal-hal baik yang sudah Allah rencanakan sejak semula untuk kita lakukan.
EPH 2:11 Saudara-saudari yang bukan Yahudi, ingatlah keadaanmu sebelum mengenal Kristus. Kalian memang disebut ‘orang yang tidak bersunat’ oleh orang Yahudi, dan mereka menyebut diri mereka ‘orang bersunat’. Mereka bangga karena sudah mengikuti adat sunat walaupun itu hanya tanda yang dilakukan oleh manusia pada tubuh jasmani saja. Sunat tidak bisa membuat hidupmu berubah.
EPH 2:12 Sebelum kalian mengenal Kristus, kalian tidak punya harapan untuk menjadi warga kerajaan Allah, yaitu umat Israel yang baru secara rohani. Waktu itu kalian sama sekali tidak ikut ambil bagian dalam perjanjian-perjanjian Allah kepada umat-Nya, sehingga kalian hidup di dunia ini tanpa harapan dan tanpa mengenal Allah.
EPH 2:13 Tetapi walaupun dulu kalian sangat jauh dari Allah, sekarang kalian sudah dibawa dekat kepada-Nya karena kalian bersatu dengan Kristus Yesus dan sudah disucikan melalui kurban darah-Nya.
EPH 2:14 Kristus sudah memenuhi seluruh perintah dan peraturan hukum Taurat dengan mengurbankan diri-Nya di kayu salib. Melalui pengurbanan itu, kita semua bisa berdamai dengan Allah dan menjadi umat-Nya. Hal itu berlaku untuk orang Yahudi maupun bukan Yahudi. Jadi, saat kita bersatu dengan Kristus, di mata Allah kita menjadi satu umat yang baru, bukan lagi dua kelompok berbeda. Dengan demikian, Kristus sudah merobohkan tembok permusuhan dan menghapuskan pemisahan di antara kita. Sekarang kita semua dari bangsa mana pun menjadi seperti satu tubuh, di mana setiap anggotanya berdamai dengan Allah.
EPH 2:17 Artinya, kedatangan Kristus sudah membawa perdamaian bagi semua bangsa, baik Yahudi yang dulu dianggap dekat kepada Allah maupun bangsa bukan Yahudi yang dulu jauh dari Allah.
EPH 2:18 Sekarang, melalui pengurbanan yang sudah Kristus lakukan, kita semua mempunyai hak untuk datang kepada Bapa melalui Roh Kudus yang ada dalam diri kita masing-masing.
EPH 2:19 Artinya kalian yang bukan Yahudi tidak lagi dianggap seperti pendatang yang tidak mempunyai hak apa pun. Sekarang kalian sudah disucikan oleh Allah sehingga kalian menjadi warga kerajaan-Nya dan anggota keluarga-Nya.
EPH 2:20 Kita semua menjadi seperti sebuah rumah yang sedang dibangun di atas batu-batu fondasi besar, yang melambangkan para nabi dan rasul. Dan batu fondasi yang terutama adalah Kristus Yesus sendiri.
EPH 2:21 Saat kita masing-masing bersatu dengan Kristus, bentuk seluruh bangunan itu menjadi semakin sempurna sampai menjadi rumah yang kudus bagi Allah.
EPH 2:22 Jadi kalian dari bangsa mana pun sama-sama dijadikan sebagai tempat kediaman Allah oleh Kristus melalui Roh Kudus.
EPH 3:1 Saya, Paulus, sekarang sedang dipenjara karena pelayanan bagi Kristus Yesus, khususnya yang saya kerjakan untuk kalian orang yang bukan Yahudi.
EPH 3:2 Kalian pasti sudah mendengar bahwa Allah menganugerahkan tugas itu kepada saya untuk menolong kalian,
EPH 3:3 dan kepada saya juga dinyatakan rahasia rencana Allah, yang sudah saya tuliskan secara singkat di awal surat ini.
EPH 3:4 Dengan membacanya, kalian bisa mengerti apa yang saya pahami tentang rencana yang dulu dirahasiakan Allah dari manusia, yaitu rahasia tentang Kristus.
EPH 3:5 Dahulu, Allah tidak pernah memberitahukannya kepada generasi-generasi sebelum kita. Tetapi sekarang, melalui Roh-Nya, Allah sudah menyatakan rahasia itu melalui utusan-utusan yang Dia sucikan, yaitu para rasul dan orang-orang yang menerima kemampuan untuk menyampaikan pesan dari Roh Allah.
EPH 3:6 Dan inilah rahasia itu: Semua orang yang percaya pada Kabar Baik tentang Kristus Yesus akan sama-sama mewarisi kerajaan Allah— baik orang Yahudi maupun bukan. Keduanya ibarat anggota dalam satu tubuh dan bersama-sama menerima semua janji Allah kepada umat-Nya.
EPH 3:7 Oleh karena kuasa dan kebaikan hati Allah, saya sudah menjadi hamba-Nya yang ditugaskan untuk memberitakan Kabar Baik itu.
EPH 3:8 Bagi saya, tugas ini benar-benar suatu kehormatan besar! Sebab di antara umat yang sudah disucikan Allah, sayalah orang yang paling hina. Allah memberikan kepercayaan ini hanya karena kebaikan hati-Nya. Saya ditugaskan untuk memberitakan kepada orang bukan Yahudi tentang berkat-berkat rohani yang kita terima secara berlimpah melalui Kristus. Kekayaan berkat-Nya itu terlalu luar biasa untuk dijelaskan dengan kata-kata.
EPH 3:9 Dan saya dipilih untuk menyatakan kepada semua orang tentang rencana itu— rencana yang sudah berabad-abad tersembunyi dalam hati Allah, yang menciptakan segala sesuatu melalui Kristus Yesus.
EPH 3:10 Sekarang Allah sudah menyatukan kita semua menjadi jemaat-Nya. Melalui kesatuan kita ini Dia bermaksud menunjukkan hikmat-Nya yang berlimpah kepada semua penguasa di segala tingkat surga dan langit.
EPH 3:11 Itulah tujuan dan rencana-Nya sejak semula, yang sudah Dia selesaikan melalui Kristus Yesus, Penguasa kita.
EPH 3:12 Saudara-saudari, ingatlah bahwa kita yang percaya penuh kepada Kristus sudah bersatu dengan Dia. Maka kita merasa bebas dan mempunyai keberanian untuk berdoa kepada Allah.
EPH 3:13 Karena itu, saya minta supaya kalian jangan kecewa dan putus asa mendengar apa yang saya alami di penjara. Sebaliknya banggalah, karena penderitaan saya ini adalah demi kepentingan kalian.
EPH 3:14 Oleh sebab itulah saya sujud berdoa kepada Bapa dari Penguasa kita Kristus Yesus,
EPH 3:15 yang juga menjadi Bapa kita semua, baik kita yang ada di bumi maupun setiap makhluk yang ada di semua tingkat surga dan langit.
EPH 3:16 Saya berdoa bagi kalian, “Ya Allah Bapa, dengan kekuatan-Mu yang mulia dan tidak terbatas, tolong kuatkanlah hati setiap anggota jemaat di Efesus melalui Roh-Mu dalam diri mereka masing-masing.
EPH 3:17 Biarlah Kristus hidup dalam hati mereka melalui keyakinan mereka kepada-Nya,
EPH 3:18 seperti juga doaku untuk semua orang lain yang sudah Engkau sucikan karena percaya kepada Yesus. Kiranya kasih-Mu menjadi dasar kehidupan mereka, agar mereka mengerti betapa lebar, panjang, tinggi, dan dalamnya kasih Kristus kepada kami.
EPH 3:19 Ya Bapa, aku tahu bahwa kasih Kristus terlalu sulit untuk kami pahami. Tetapi ajarlah kami mengerti kasih itu, supaya kami selalu menikmati kehadiran dan kuasa-Mu bersama kami.
EPH 3:20 “Aku percaya bahwa Engkau, ya Allah, mampu melakukan jauh lebih besar daripada yang dapat kami minta atau pikirkan, sebab kuasa-Mu yang luar biasa bekerja dalam hidup kami masing-masing.
EPH 3:21 Biarlah kami, seluruh jemaat-Mu, selalu memuliakan Engkau. Dan kiranya Engkau dipuji-puji oleh semua orang dari segala zaman, karena Engkau sudah mengutus Kristus Yesus, Anak-Mu! Amin!”
EPH 4:1 Jadi, sebagai orang yang dipenjarakan karena melayani TUHAN, saya menasihati kalian masing-masing untuk hidup sesuai dengan panggilanmu sebagai umat Allah.
EPH 4:2 Teruslah rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Hendaklah kamu semua saling memaafkan dan saling mengasihi.
EPH 4:3 Kita sudah dipersatukan dan hidup bersama-sama dengan damai karena kita semua sudah menerima Roh Kudus. Oleh karena itu teruslah berusaha memelihara kesatuan itu.
EPH 4:4 Kita masing-masing sudah menjadi anggota dari satu tubuh, yaitu tubuh Kristus. Kita diberi Roh Kudus yang sama, dan Allah sudah memanggil kita untuk memiliki pengharapan yang sama.
EPH 4:5 Kita semua percaya kepada Penguasa yang sama dan mempunyai keyakinan yang sama. Kita juga sudah dibaptis dalam nama Penguasa kita itu.
EPH 4:6 Bagi kita semua, hanya ada satu Allah dan Bapa. Dia memerintah atas segala sesuatu. Dia ada di mana-mana dan hadir dalam diri kita semua.
EPH 4:7 Namun, di samping semua kesamaan itu, kita masing-masing diberi kemampuan rohani yang berbeda-beda oleh Kristus, sesuai kebaikan hati-Nya kepada kita.
EPH 4:8 Mengenai hal itu sudah dinubuatkan, “Setelah memenangkan peperangan, Tuhan naik kembali ke tempat tertinggi. Dia sudah mempermalukan semua pihak yang memusuhi-Nya, dan mereka dipaksa untuk mengikuti-Nya dari belakang sebagai tawanan perang.”
EPH 4:9 Perhatikanlah bahwa pemazmur mengatakan bahwa sesudah Tuhan menang, Dia “naik kembali.” Untuk bisa naik, berarti Kristus sebelumnya berada di bawah. Itu artinya Dia sudah turun ke tempat yang paling rendah di bumi.
EPH 4:10 Setelah turun, sekarang Dia sudah naik kembali juga sampai ke tempat yang jauh lebih tinggi daripada segala tingkat surga dan langit, supaya seluruh alam semesta ini dipenuhi oleh kehadiran-Nya.
EPH 4:11 Jadi sesuai nubuatan itu, Kristus memberikan kemampuan rohani yang berbeda kepada kita masing-masing. Ada yang diberi kemampuan untuk menjadi rasul, untuk menyampaikan pesan dari Roh Allah, memberitakan Kabar Baik tentang Yesus, menjadi gembala jemaat, dan ada juga yang diberi kemampuan untuk mengajar umat Allah.
EPH 4:12 Semuanya itu diberikan supaya kita bisa mempersiapkan dan melengkapi umat Allah, agar masing-masing dapat saling melayani, dan seluruh anggota tubuh Kristus semakin bertumbuh.
EPH 4:13 Tujuannya adalah supaya kita semua semakin erat bersatu dalam keyakinan kepada Kristus dan mencapai pengertian yang sama tentang Anak Allah. Juga agar kita menjadi dewasa secara rohani dan semakin sempurna seperti Kristus.
EPH 4:14 Dengan memakai kemampuan rohani itu, kita tidak akan lagi seperti anak-anak yang mudah terpengaruh dan terbawa ke sana kemari oleh arus ajaran-ajaran baru. Karena ada banyak guru palsu yang menyesatkan dengan ajaran licik yang sengaja dibuat supaya kelihatan benar.
EPH 4:15 Oleh sebab itu, hendaklah kita mengerjakan bagian kita sesuai kemampuan rohani pemberian Kristus. Sebagai Kepala, Dia sudah mengatur tugas kita masing-masing. Dia menyusun dan mempersatukan setiap kita dengan sempurna. Ketika semua orang melakukan tugasnya, kita akan menjadi seperti tubuh yang sehat karena setiap anggotanya berfungsi dengan baik. Dengan begitu, kita akan terus bertumbuh dalam ajaran yang benar dan selalu saling mengasihi. Pada akhirnya, kita pun akan menjadi seperti Kristus yang sempurna dalam segala hal.
EPH 4:17 Oleh sebab itu, dalam nama Tuhan Yesus saya tegaskan kepada kalian: Jangan lagi hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Pikiran mereka sia-sia,
EPH 4:18 dan pengertian mereka masih gelap. Mereka jauh sekali dari cara hidup yang dikehendaki Allah sebab mereka menutup hati nuraninya dan tidak tahu apa-apa tentang Allah.
EPH 4:19 Mereka tidak tahu malu. Karena itu mereka memberi diri mereka sepenuhnya untuk melakukan segala hal yang jahat dan tidak pernah merasa puas.
EPH 4:20 Tetapi sesudah mengenal Kristus, kalian tahu itu bukan cara hidup yang benar!
EPH 4:21 Karena kalian sudah mendengar tentang Dia dan belajar tentang persatuan dengan-Nya, sesuai dengan ajaran benar yang kita terima dari Dia.
EPH 4:22 Kalian semua sudah diajar untuk meninggalkan sifat-sifat hidupmu yang lama. Hidup yang lama dibutakan oleh hawa nafsu dan semakin lama semakin rusak, seperti baju rombeng yang tidak bisa dipakai lagi. Buanglah hidupmu yang lama itu.
EPH 4:23 Biarlah hati dan pikiranmu diperbarui oleh Roh Allah.
EPH 4:24 Sebagaimana kamu memakai baju baru, begitulah hendaknya seluruh hidupmu menjadi baru. Karena kamu sudah diciptakan menjadi manusia baru yang mencerminkan sifat-sifat Allah. Dengan demikian kamu akan sungguh-sungguh hidup suci dan benar di hadapan-Nya.
EPH 4:25 Jadi, karena kamu sudah membuang cara hidupmu yang lama, jangan lagi menipu sesamamu. Katakan yang benar satu sama lain karena kita masing-masing adalah anggota dari satu tubuh.
EPH 4:26 Apabila kamu marah, jangan sampai kemarahan itu membuatmu berdosa. Berhentilah marah sebelum hari berganti.
EPH 4:27 Dalam hal itu, janganlah beri celah kepada iblis untuk mengalahkanmu.
EPH 4:28 Kalau dulu kamu suka mencuri, mulai sekarang janganlah mencuri lagi. Daripada mencuri, pakailah tanganmu untuk melakukan pekerjaan yang jujur, supaya kamu mempunyai penghasilan sendiri dan sebagian dari penghasilanmu itu bisa kamu bagikan kepada orang yang berkekurangan.
EPH 4:29 Ketika kamu berbicara, jangan sampai kata-kata kotor keluar dari mulutmu, atau kata-kata yang menyakiti hati orang lain. Tetapi bicaralah seperlunya, supaya perkataanmu menolong, mendatangkan kebaikan, dan menguatkan orang-orang yang mendengarnya.
EPH 4:30 Selain itu jangan sampai cara hidupmu membuat Roh Kudus bersedih hati. Karena Roh itu merupakan bukti bahwa kamu adalah milik Allah, dan Roh Kudus juga menjamin keselamatanmu pada hari kita dibebaskan dari dunia yang gelap ini.
EPH 4:31 Buanglah semua sakit hati, dendam, dan kemarahan dari hidupmu. Jangan bertengkar dan saling menghina. Berhentilah melakukan segala macam kejahatan.
EPH 4:32 Sebaliknya hendaklah kamu selalu baik hati, saling mengasihi, dan saling memaafkan, seperti Allah sudah mengampuni kita ketika kita percaya kepada Kristus.
EPH 5:1 Saudara-saudari, karena kamu adalah anak-anak Allah yang dikasihi-Nya, hiduplah dengan benar dan bersih dari segala kesalahan, seperti Allah sendiri.
EPH 5:2 Kasihilah satu sama lain sesuai dengan teladan Kristus, yang sudah mengasihi kita sampai memberikan diri-Nya sendiri sebagai kurban kepada Allah demi kita. Persembahan-Nya itu sangat harum dan menyenangkan hati Allah.
EPH 5:3 Janganlah ada percabulan, kejahatan, atau keserakahan di antara kalian. Hal-hal itu sama sekali tidak pantas bagi umat Allah, karena kalian sudah disucikan oleh-Nya.
EPH 5:4 Janganlah mengucapkan kata-kata yang jahat, kotor, ataupun yang tidak berguna. Hal itu tidak patut lagi bagi kalian. Tetapi hendaklah kalian selalu bersyukur.
EPH 5:5 Orang yang melakukan percabulan, kejahatan, atau keserakahan tidak akan menjadi warga kerajaan Kristus dan Allah. Ingatlah itu baik-baik. Karena orang yang serakah sama saja dengan penyembah berhala: Mereka mendewakan uang.
EPH 5:6 Jangan terpengaruh oleh bujukan orang lain! Yakinlah, murka Allah pasti menimpa semua orang yang tidak taat dan melakukan dosa-dosa tersebut.
EPH 5:7 Oleh karena itu, janganlah kalian ikut melakukan dosa-dosa itu seperti mereka.
EPH 5:8 Memang dahulu kalian hidup dalam kegelapan, tetapi sekarang kalian sudah masuk ke dalam terang TUHAN. Jadi hiduplah sebagai warga Kerajaan Terang.
EPH 5:9 Karena hidup yang dipimpin oleh Roh Allah selalu menghasilkan semua perbuatan yang baik, cara hidup yang benar, dan sesuai dengan ajaran benar.
EPH 5:10 Tetaplah berusaha mencari jalan yang paling menyenangkan hati TUHAN.
EPH 5:11 Jangan lagi kalian mengikuti kelakuan orang yang masih hidup dalam kegelapan. Semua itu percuma saja. Sebaliknya, hendaklah perbuatan dan perkataanmu menyatakan bahwa cara hidup mereka itu salah.
EPH 5:12 Karena hal-hal yang mereka lakukan secara gelap dan rahasia itu sangat memalukan, bahkan hanya membicarakannya pun sudah membuat malu.
EPH 5:13 Tetapi ketika perbuatan-perbuatan mereka yang gelap itu dinyatakan oleh terang, yakni ajaran benar dari Allah, maka tampaklah bahwa segala perbuatan mereka ternyata salah. Sebab semua perbuatan jahat menjadi kelihatan ketika disinari terang.
EPH 5:14 Seperti kata pepatah, “Bangunlah, hai kamu yang tidur. Bangkitlah dari antara orang mati, dan Kristus akan bersinar atasmu.”
EPH 5:15 Jadi, berhati-hatilah dengan cara hidupmu masing-masing. Jangan hidup seperti orang bodoh, tetapi hiduplah seperti orang bijaksana.
EPH 5:16 Maksud saya, pakailah setiap kesempatan untuk melakukan yang baik, karena sekarang adalah zaman yang penuh kejahatan.
EPH 5:17 Oleh sebab itu janganlah hidup sembarangan, tetapi usahakanlah supaya kamu mengetahui apa yang TUHAN mau untuk kamu lakukan.
EPH 5:18 Janganlah kamu mabuk-mabukan, karena mabuk menjerumuskanmu ke dalam berbagai dosa. Sebaliknya hendaklah hidupmu dikuasai Roh Allah
EPH 5:19 dengan selalu bernyanyi kepada TUHAN dalam hatimu, dengan saling menguatkan lewat lagu-lagu pujian bagi Allah— baik lagu dari Kitab Mazmur, Firman Allah, maupun lagu rohani yang lain,
EPH 5:20 juga dengan mengucap syukur atas segala hal kepada Allah Bapa melalui Penguasa kita Kristus Yesus.
EPH 5:21 Hendaklah kamu rendah hati dan bersedia menghormati kemauan satu sama lain. Dengan begitu kamu juga menghormati Kristus.
EPH 5:22 Jika kamu seorang istri, hendaklah kamu menaati suamimu sama seperti menaati Tuhan Yesus.
EPH 5:23 Karena suami adalah kepala dari istri, sama seperti Kristus adalah kepala dari seluruh jemaat Allah. Sebagai tubuh Kristus, kita taat kepada Dia yang sudah menyelamatkan kita.
EPH 5:24 Jadi sebagaimana seluruh jemaat menaati kehendak Kristus, begitu jugalah istri menaati kemauan suaminya dalam segala hal.
EPH 5:25 Sebaliknya, jika kamu seorang suami, kasihilah istrimu sama seperti Kristus mengasihi kita jemaat Allah. Dia bahkan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban bagi kita,
EPH 5:26 supaya kita disucikan dan menjadi milik-Nya yang istimewa. Kita juga disucikan melalui Firman Allah yang sudah Yesus ajarkan. Firman itu bagaikan air murni yang membersihkan kita.
EPH 5:27 Untuk itulah Kristus mati bagi kita: Supaya kita sebagai kesatuan jemaat-Nya dikhususkan bagi diri-Nya sendiri, seperti seorang pengantin laki-laki mengambil seorang pengantin perempuan sebagai istrinya. Maksudnya, kita disucikan dan dimuliakan secara khusus untuk menetap bersama Kristus, tanpa dosa, tanpa kesalahan, dan tanpa noda apa pun.
EPH 5:28 Demikianlah setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Karena mengasihi istri adalah sama seperti mengasihi dirimu sendiri.
EPH 5:29 Tidak ada orang yang pernah membenci tubuhnya sendiri. Setiap orang memberi makan tubuhnya serta merawatnya. Itulah yang selalu dilakukan Tuhan Yesus untuk jemaat-Nya,
EPH 5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya, ibarat daging dan tulang-Nya sendiri.
EPH 5:31 Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, “Dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya, sehingga mereka berdua menjadi satu.”
EPH 5:32 Ajaran yang baru saja saya tuliskan itu sangat dalam artinya. Tetapi arti yang mau saya tegaskan adalah tentang Kristus dan kesatuan seluruh jemaat-Nya.
EPH 5:33 Jadi inilah kesimpulannya: Setiap suami harus mengasihi istrinya sama seperti dia mengasihi dirinya sendiri, dan istri harus menghormati suaminya.
EPH 6:1 Jika kamu adalah anak, taatilah orangtuamu. Karena pengikut Kristus sudah seharusnya melakukan hal itu.
EPH 6:2 Ingatlah perintah TUHAN yang mengatakan, “Hormatilah ayah ibumu.” Itulah perintah pertama yang disertai dengan janji Allah,
EPH 6:3 yaitu “supaya kamu hidup sejahtera dan panjang umur di dunia ini.”
EPH 6:4 Dan jika kamu adalah ayah, janganlah membuat anak-anakmu sakit hati, tetapi besarkanlah mereka dengan didikan dan nasihat yang sesuai dengan ajaran TUHAN.
EPH 6:5 Jika kamu adalah budak, hendaklah kamu menaati tuanmu yang di dunia ini dengan rasa takut dan penuh hormat. Lakukanlah itu dengan sungguh-sungguh, sama seperti kamu menaati Kristus.
EPH 6:6 Ikutilah kemauan mereka selalu, baik pada waktu mereka ada maupun tidak ada. Janganlah hanya berpura-pura kerja. Karena Majikanmu yang sesungguhnya adalah Kristus! Jadi hendaklah kamu melayani para majikan di dunia dengan sepenuh hati dan sesuai dengan kemauan Allah.
EPH 6:7 Kerjakanlah tugasmu dengan senang hati, karena sebenarnya yang sedang kamu layani adalah Tuhan Yesus, bukan manusia.
EPH 6:8 Ingatlah bahwa Tuhan akan memberikan upah kepada setiap orang yang melakukan kebaikan, baik orang yang hidup sebagai budak maupun yang bukan budak.
EPH 6:9 Sebaliknya, jika kamu adalah majikan, bersikaplah yang baik terhadap budak-budakmu. Jangan pernah mengancam mereka. Ingatlah bahwa kamu dan mereka mempunyai Penguasa yang sama di surga, yang menghakimi setiap orang dengan tidak pandang muka.
EPH 6:10 Saudara-saudariku, sebagai pesan terakhir, hendaklah kamu semua menjadi kuat, karena kamu sudah bersatu dengan Tuhan Yesus dan terus berharap penuh pada kuasa-Nya.
EPH 6:11 Sama seperti seorang tentara memakai perlengkapan perangnya, kamu pun harus memakai semua perlengkapan perang yang Allah berikan. Dengan begitu kamu bisa menolak tipuan iblis.
EPH 6:12 Karena peperangan kita bukan melawan orang-orang di bumi ini, melainkan roh-roh jahat dan semua kuasa yang memerintah roh-roh jahat itu. Merekalah yang sekarang menguasai dunia yang gelap ini dari langit di atas.
EPH 6:13 Itu sebabnya kamu perlu memakai semua alat perang dari Allah, supaya ketika musuh datang menyerangmu, kamu bisa melawannya dan tetap bertahan sampai perang berakhir.
EPH 6:14 Jadi, berdirilah teguh. Peganglah ajaran yang benar dari Allah. Karena ajaran benar itu seperti ikat pinggang yang akan membuat kamu siap bertindak. Percayalah bahwa kamu sudah dibenarkan Allah oleh karena Kristus. Dengan keyakinan itu kamu ibarat mengenakan baju besi yang akan melindungimu dari serangan musuh.
EPH 6:15 Teruslah berpegang pada Kabar Baik tentang Kristus. Kabar Baik itu menolongmu supaya merasa tenang dalam perlindungan Allah. Tetaplah berpegang pada Kabar Baik itu sama seperti seorang tentara selalu memakai sepatu yang kuat, supaya kamu tetap berdiri teguh dalam peperangan.
EPH 6:16 Selain itu, teruslah yakin dan percaya kepada Tuhan Yesus. Karena keyakinan itu seperti perisai yang melindungi kamu dari semua anak panah berapi yang ditembakkan iblis kepada kita.
EPH 6:17 Sadarilah bahwa Allah sudah menyelamatkan kamu, karena kesadaran itu ibarat topi perang bagimu. Dan peganglah semua perkataan Allah seperti memegang pedang, karena perkataan-Nya mempunyai kekuatan dari Roh Kudus.
EPH 6:18 Dalam segala keadaan berdoalah selalu. Dan untuk semua hal yang kamu perlukan, berharaplah sepenuhnya kepada Roh Kudus. Hendaklah kamu terus waspada terhadap ancaman musuh dan berdoa setiap waktu. Jangan menyerah! Berdoalah terus-menerus untuk semua umat Allah.
EPH 6:19 Saya berharap kalian juga mendoakan saya. Mintalah TUHAN memberikan hikmat kepada saya sehingga saya berbicara dengan berani waktu menyampaikan Kabar Baik yang dulu dirahasiakan itu.
EPH 6:20 Karena saya adalah utusan Allah untuk memberitakan tentang kerajaan-Nya, walaupun saat ini saya dipenjarakan dan diikat dengan rantai besi. Jadi berdoalah supaya saya menyampaikan Kabar Baik dari Allah dengan berani, sebab memang itulah tugas saya.
EPH 6:21 Tikikus, saudara kita yang saya kasihi, membawakan surat ini kepada kalian. Sebagai saudara kita dalam persatuan dengan Tuhan Yesus, dia melayani Tuhan dengan sangat setia. Saya juga mengutus dia untuk menyampaikan berita tentang keadaan dan pelayanan saya, supaya kalian bisa mengetahui situasi kami dan supaya dia menguatkan hati kalian.
EPH 6:23 Saudara-saudari, saya berdoa supaya Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus Yesus selalu menguatkan keyakinanmu kepada-Nya, membuatmu terus saling mengasihi, dan menjagamu agar hidupmu tenang dalam perlindungan-Nya.
EPH 6:24 Kepada semua yang mengasihi Penguasa kita Kristus Yesus dengan kasih yang tidak pernah padam: Doa saya, kiranya Allah selalu berbaik hati kepadamu. Amin.
PHI 1:1 Kepada seluruh umat Allah di kota Filipi, yaitu kalian semua yang sudah disucikan Allah karena bersatu dengan Kristus Yesus, beserta para pemimpin dan pengerja jemaat. Salam sejahtera dari saya, Paulus, dan dari Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus.
PHI 1:2 Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
PHI 1:3 Setiap kali mengingat kalian, saya selalu bersyukur kepada Allah kita.
PHI 1:4 Dengan sukacita saya selalu berdoa untuk kalian semua,
PHI 1:5 karena saya ingat betapa baiknya kalian bekerja sama dengan saya dalam pemberitaan Kabar Baik tentang Kristus, sejak kalian mulai percaya pada Kabar itu sampai sekarang.
PHI 1:6 Dan saya yakin bahwa Allah, yang sudah memulai pekerjaan rohani yang indah ini dalam diri kalian, akan meneruskannya sampai menjadi sempurna pada hari Kristus Yesus datang kembali.
PHI 1:7 Sudah selayaknya saya berpikir seperti itu tentang kalian, sebab kalian semua ada dalam hati saya. Itu karena kalian sudah menjadi teman sekerja saya— baik selama saya dipenjara maupun sebelumnya— dalam melaksanakan tugas yang Allah berikan oleh kebaikan hati-Nya. Kalian selalu turut membela ajaran Kabar Baik serta membuktikan kebenaran Kabar itu.
PHI 1:8 Allah sendiri tahu bahwa saya benar-benar merindukan kalian semua dengan kasih dari Kristus Yesus.
PHI 1:9 Jadi saya mendoakan kalian, “Ya Allah, buatlah jemaat-Mu di Filipi semakin mengasihi secara berlimpah-limpah, dan lengkapkanlah kasih mereka dengan kebijaksanaan dan pengertian yang benar,
PHI 1:10 sehingga mereka mengetahui jalan mana yang terbaik, dan hidup mereka menjadi sungguh-sungguh sempurna dan bersih dari segala kesalahan pada hari kedatangan Kristus kembali.
PHI 1:11 Saya juga berdoa kiranya hidup mereka benar di mata-Mu, ya Allah, dan menghasilkan banyak hal baik, yaitu perbuatan yang dikerjakan melalui kuasa Kristus Yesus untuk kemuliaan dan pujian bagi-Mu.”
PHI 1:12 Saudara-saudari, saya mau kalian tahu bahwa melalui semua masalah dan penderitaan yang sedang saya alami, Kabar Baik tentang Kristus semakin tersebar,
PHI 1:13 sehingga semua orang di sini— khususnya para pengawal istana Romawi— sudah mengetahui dengan jelas bahwa saya dipenjarakan karena menjadi pengikut Kristus.
PHI 1:14 Dan karena saya dipenjarakan, sebagian besar saudara-saudari kita yang percaya kepada Tuhan Yesus semakin berani memberitakan Kabar Baik tentang Dia.
PHI 1:15 Memang ada beberapa orang yang memberitakan tentang Kristus karena iri kepada saya, atau karena mereka ingin menjadi lebih terkenal daripada saya. Mereka melakukannya demi kepentingan pribadi dan bukan dengan tulus ikhlas. Mereka pikir, “Biar Paulus lebih susah lagi ketika dia mendengar bahwa saya di sini mempunyai pengikut lebih banyak daripada dia.” Namun, kebanyakan saudara-saudari seiman memberitakan Kabar Baik karena sungguh-sungguh ingin menyenangkan hati Tuhan Yesus. Mereka melakukannya karena mengasihi saya dan menyadari bahwa saya dipenjarakan sesuai dengan kehendak Allah, yaitu karena saya berjuang mempertahankan Kabar Baik tentang Kristus.
PHI 1:18 Apa pun tujuan mereka, itu bukan masalah bagi saya. Yang penting berita tentang Kristus tersebar luas, baik dilakukan dengan alasan yang tulus maupun tidak. Jadi saya tetap bersukacita. Ya, saya akan terus bersukacita!
PHI 1:19 Karena melalui doa-doa kalian dan pertolongan dari Roh Kristus Yesus, saya yakin bahwa pada akhirnya saya akan dibebaskan.
PHI 1:20 Saya sungguh-sungguh berharap supaya saya tidak gagal dalam melaksanakan tugas saya ini dan tidak menjadi malu di hadapan Tuhan. Saya hanya ingin dapat terus bersaksi dengan penuh keberanian seperti biasanya. Dengan begitu, Kristus selalu dimuliakan melalui apa pun yang terjadi atas diri saya, baik kehidupan maupun kematian saya.
PHI 1:21 Karena bagi saya, hidup ini hanyalah untuk memuliakan Kristus! Dan kalau saya mati, itu membawa keuntungan bagi saya.
PHI 1:22 Tetapi selama masih hidup di dunia ini, saya terus meningkatkan pekerjaan bagi Kristus. Jadi, seandainya harus memilih, saya tidak tahu apakah saya lebih senang hidup atau segera mati.
PHI 1:23 Keduanya memang pilihan yang sangat sulit! Secara pribadi saya ingin meninggalkan tubuh ini dan tinggal bersama Kristus. Itu jauh lebih baik bagi saya!
PHI 1:24 Tetapi mengingat kalian masih memerlukan saya, maka saya mau hidup lebih lama di dunia ini.
PHI 1:25 Karena keyakinan itulah saya percaya Tuhan masih akan mengizinkan saya hidup dan tinggal bersama kalian. Dengan begitu saya dapat menolong kalian untuk semakin bertumbuh dan bersukacita karena keyakinan kita kepada Kristus,
PHI 1:26 sehingga pada waktu saya datang kembali kepada kalian, tentu kalian akan sangat gembira dan bersyukur kepada Kristus Yesus!
PHI 1:27 Tetapi apa pun yang terjadi pada saya, yang terpenting adalah kalian tetap hidup sesuai Kabar Baik tentang Kristus, yaitu dengan cara yang pantas bagi warga kerajaan Allah. Dengan demikian saya akan tahu bahwa kalian sehati sepikiran dan terus bertahan serta berjuang demi keyakinan kita kepada Kabar Baik, entah saya bisa datang dan melihatnya langsung, ataupun hanya mendengar berita tentang kalian dari penjara ini.
PHI 1:28 Janganlah takut kepada orang-orang yang menentang kalian. Perlawanan mereka adalah bukti bahwa mereka akan dibinasakan Allah, sedangkan kita akan diselamatkan.
PHI 1:29 Karena kebaikan hati Allah, Dia memilih kalian bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga untuk menderita demi kemuliaan-Nya!
PHI 1:30 Penderitaan yang sedang kalian rasakan itu sama seperti penderitaan yang saya alami, sebagaimana sudah pernah kalian saksikan, dan kalian sendiri juga mendengar bahwa saya masih menderita sampai sekarang.
PHI 2:1 Oleh karena semuanya itu, Saudara-saudariku, pikirkanlah hal-hal yang kita alami bersama karena kita bersatu dengan Kristus! Dia selalu menguatkan dan menghibur kita, karena Dia mengasihi kita. Dan kita menikmati persaudaraan karena Roh Kudus tinggal dalam diri kita masing-masing. Itulah sebabnya kita saling memperhatikan dan saling mengasihi. Berdasarkan semua hal itu,
PHI 2:2 saya mendorong kalian untuk selalu hidup rukun dan sehati, saling mengasihi, serta bekerja sama dengan kompak. Dengan begitu kamu semua akan membuat saya semakin bersukacita.
PHI 2:3 Apa pun yang kamu lakukan, janganlah mementingkan kepentinganmu sendiri atau menonjolkan diri. Utamakanlah kepentingan setiap saudara seiman lebih daripada kepentinganmu sendiri, dan tetaplah rendah hati.
PHI 2:4 Janganlah kamu hanya sibuk memikirkan keperluanmu sendiri, tetapi pikirkanlah juga keperluan orang lain.
PHI 2:5 Jadi hendaklah kamu mengikuti sikap Kristus Yesus!
PHI 2:6 Biarpun Yesus mempunyai semua sifat Allah, Dia tidak pernah menganggap kedudukan-Nya sebagai Allah adalah sesuatu yang harus dipertahankan.
PHI 2:7 Tetapi Dia merendahkan diri dan meninggalkan semuanya, lalu mengambil kedudukan paling hina seperti budak yang melayani kita, dan datang ke dunia ini sebagai manusia biasa.
PHI 2:8 Dalam keadaan sebagai manusia, Yesus lebih lagi merendahkan diri-Nya untuk taat pada kehendak Allah, hingga Dia menyerahkan tubuh-Nya sampai mati, bahkan sampai mati disalibkan.
PHI 2:9 Oleh karena itulah Allah sudah mengangkat Dia ke tempat yang paling terhormat, dan meninggikan Yesus di atas segala penguasa yang lain.
PHI 2:10 Allah melakukannya supaya setiap orang— baik yang ada di surga, di bumi, maupun di dalam Syeol— akan berlutut menyembah Yesus,
PHI 2:11 dan setiap orang akan mengaku bahwa Kristus Yesus adalah Penguasa mereka. Dengan demikian Allah Bapa juga turut dimuliakan.
PHI 2:12 Karena itu Saudara-saudari yang saya kasihi, sebagaimana kalian selalu taat kepada saya, sekarang saya mendorong kalian untuk berusaha hidup dengan cara yang pantas bagi orang yang sudah diselamatkan oleh Allah, dengan takut dan hormat kepada-Nya. Jangan lakukan itu hanya ketika saya ada bersama kalian, tetapi lebih baik lagi kalau kalian melakukannya pada waktu saya tidak ada.
PHI 2:13 Karena Allahlah yang memberikan keinginan bahkan kemampuan kepada kita masing-masing untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Nya.
PHI 2:14 Lakukanlah segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan tanpa bertengkar.
PHI 2:15 Dengan begitu kalian layak disebut anak-anak Allah, karena cara hidup kalian bersih dan tidak bernoda oleh segala perbuatan jahat, walaupun kalian berada di antara orang-orang yang sesat dan berhati busuk. Dan hendaklah kalian terus berpegang pada ajaran yang memberi hidup, sehingga kalian menjadi teladan baik di antara mereka seperti cahaya bintang-bintang yang memberi terang pada dunia yang gelap. Dengan demikian, saya akan sangat bersukacita waktu Kristus datang kembali, karena terbuktilah bahwa usaha dan perjuangan saya tidak sia-sia.
PHI 2:17 Kamu semua percaya penuh kepada-Nya sehingga kamu mengurbankan hidupmu untuk melayani Allah. Jadi sekalipun saya harus memberikan darah saya sendiri bersama kurban kalian— maksudnya kalau saya juga dibunuh karena terus berjuang mempertahankan keyakinan kita tentang Kristus— saya tetap senang! Dan saya mau supaya kalian turut merasakan sukacita itu bersama saya.
PHI 2:18 Ya, biarlah kalian ikut bergembira dan bersukacita bersama saya!
PHI 2:19 Saya berharap Tuhan Yesus segera membuka jalan agar saya bisa mengutus Timotius kepada kalian. Saya akan sangat bersukacita pada waktu dia kembali dengan membawa berita tentang kalian.
PHI 2:20 Tidak ada teman sekerja saya yang seperti Timotius, karena orang-orang lain lebih memikirkan kepentingan diri mereka sendiri dan kurang memperhatikan pelayanan bagi Kristus Yesus. Tetapi Timotius sehati dengan saya dan sungguh-sungguh memikirkan keperluan kalian.
PHI 2:22 Kalian pun tahu sikap Timotius. Dia sudah melayani pemberitaan Kabar Baik bersama saya seperti seorang anak membantu ayahnya.
PHI 2:23 Karena itu saya berharap bisa segera mengutus Timotius kepada kalian sesudah saya tahu bagaimana keputusan hukum untuk kasus saya.
PHI 2:24 Dan saya yakin Tuhan akan menolong saya, supaya saya sendiri pun segera datang kepada kalian.
PHI 2:25 Namun saya merasa perlu mengutus Epafroditus kembali kepada kalian. Dia adalah saudara seiman saya yang baik, yang sudah menjadi teman sekerja dan seperjuangan dalam melayani pekerjaan Tuhan. Memang dulu kalian mengutus dia untuk mengurus keperluan saya di penjara ini.
PHI 2:26 Tetapi saya mengutus dia kembali karena dia sendiri rindu bertemu lagi dengan kalian semua. Dia merasa sedih karena tahu bahwa kalian sudah mendengar bahwa dia sakit keras.
PHI 2:27 Benar, dia pernah sakit parah dan hampir mati, tetapi Allah berbelas kasihan kepadanya dan menolong dia. Dengan belas kasih-Nya itu, bukan hanya Epafroditus yang tertolong, tetapi juga saya. Karena dengan kesembuhan Epafroditus, saya tidak menjadi semakin sedih.
PHI 2:28 Itulah sebabnya saya senang bisa mengutus dia kembali kepada kalian. Dengan begitu kalian akan gembira melihat dia, dan saya tidak perlu kuatir lagi tentang kesehatannya.
PHI 2:29 Jadi sambutlah dia dengan penuh sukacita sebagai saudara yang juga sudah bersatu dengan Tuhan Yesus. Dan hormatilah orang-orang seperti dia,
PHI 2:30 karena dia hampir mati dalam melayani pekerjaan Kristus. Dia rela membahayakan nyawanya saat memenuhi tugas yang kalian berikan, yaitu mengurus keperluan saya selama dipenjarakan di sini.
PHI 3:1 Selanjutnya, Saudara-saudari yang saya kasihi, bersukacitalah karena kamu sudah bersatu dengan Tuhan Yesus! Saya tidak bosan-bosan mengulangi nasihat yang sudah saya tuliskan sebelumnya. Bahkan saya menegaskan hal bersukacita ini supaya kamu terjaga secara rohani.
PHI 3:2 Hati-hatilah terhadap guru-guru palsu! Mereka sesat dan berbahaya seperti anjing liar! Menurut mereka adat sunat Yahudi wajib untuk setiap laki-laki. Tetapi sebenarnya ajaran mereka salah. Mereka itu penjahat yang hanya ingin mencacatkan alat kelaminmu!
PHI 3:3 Kita sudah menerima sunat yang sejati di mata Allah, yaitu sunat hati! Buktinya kita menyembah Allah melalui Roh-Nya dan kita hanya membanggakan keselamatan pemberian Kristus Yesus. Kita tidak bergantung pada ritual sunat ataupun peraturan-peraturan jasmani yang lain.
PHI 3:4 Kalau guru-guru palsu itu merasa bahwa mereka sudah benar di mata Allah karena hal-hal jasmani seperti itu, atau karena status mereka dalam agama Yahudi, maka saya lebih pantas lagi berbangga atas hal semacam itu!
PHI 3:5 Saya disunat waktu berumur seminggu. Saya keturunan Israel dari suku Benyamin. Saya orang Ibrani murni, karena orangtua saya keduanya Ibrani. Saya juga anggota kelompok Farisi, sehingga jelas bahwa saya sangat menaati semua hukum Taurat.
PHI 3:6 Saya pun begitu semangat berjuang mempertahankan agama Yahudi sehingga pernah menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus. Pada waktu itu semua orang Yahudi bersaksi bahwa saya hidup benar dan tanpa noda menurut hukum Taurat.
PHI 3:7 Memang dulu saya bangga dan merasa beruntung karena semuanya itu. Tetapi sekarang saya menganggap semua hal itu tidak berguna, karena sekarang saya hanya berbangga atas apa yang sudah Kristus kerjakan!
PHI 3:8 Bukan hanya itu! Saya bahkan menganggap segala sesuatu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan apa yang saya miliki sekarang, yaitu mengenal Penguasa kita Kristus Yesus! Karena Kristus, semua yang dulu saya banggakan sekarang saya anggap tidak ada artinya dan sama saja dengan sampah. Mengenal Kristus jauh lebih berarti!
PHI 3:9 Jadi saya hanya ingin terus bersatu dengan Dia. Saya sudah dibenarkan di hadapan Allah bukan dari hasil usaha saya dalam menaati hukum Taurat, tetapi hanya karena apa yang Kristus kerjakan! Ya, saya percaya penuh pada Kristus, dan hanya dengan keyakinan itulah saya dibenarkan di hadapan Allah.
PHI 3:10 Maka sekarang, yang saya inginkan hanyalah mengenal Kristus dan mengalami kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Saya mau ikut menderita dalam melayani Kristus, sama seperti Dia sendiri sudah menderita. Bahkan sampai mati seperti Dia pun saya rela!
PHI 3:11 Dengan begitu saya sangat berharap supaya saya sendiri pantas ikut dihidupkan kembali dari kematian.
PHI 3:12 Namun saya tidak bermaksud mengatakan bahwa saya sudah berhasil mencapai tujuan itu! Saya belum sempurna. Tetapi saya terus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut, karena itulah yang sudah direncanakan oleh Kristus Yesus untuk saya sebelum Dia memanggil saya menjadi milik-Nya.
PHI 3:13 Saudara-saudari, saya tahu bahwa saya belum mencapai tujuan itu, tetapi mata saya hanya tertuju untuk mencapai sasaran ini saja: Saya melupakan semua hal yang sudah berlalu dan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang ada di depan saya.
PHI 3:14 Sama seperti mengikuti lomba lari, mata saya tetap tertuju kepada sasaran, yaitu hadiah kemenangan yang sudah disiapkan bagi saya di surga! Dan memang kita yang bersatu dengan Kristus Yesus sudah dipanggil Allah untuk mencapai sasaran surgawi itu.
PHI 3:15 Maka hendaklah kita semua yang sudah menjadi dewasa secara rohani mempunyai tujuan dan sasaran seperti itu. Kalau ada di antara kalian yang tidak setuju dengan ajaran ini, saya berdoa supaya Allah memberikan pengertian yang benar kepada kalian masing-masing.
PHI 3:16 Yang penting, kita tidak mundur dari tingkat kedewasaan rohani yang sudah kita capai. Mari kita tetap maju secara teratur dengan pengertian yang sama.
PHI 3:17 Jadi Saudara-saudari, biarlah kalian semua mengikuti teladan saya. Perhatikanlah dan contohlah setiap orang yang hidup sesuai teladan kami.
PHI 3:18 Saya berkata begitu karena ada hal yang sangat menyedihkan hati saya: Seperti yang sudah pernah saya katakan berulang kali kepada kalian, sekali lagi saya ingatkan bahwa sekarang ada banyak orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi hidup mereka bertolak belakang dengan harga penebusan yang sudah dibayar Kristus di kayu salib-Nya.
PHI 3:19 Cara hidup seperti itu hanya akan berakhir pada kebinasaan. Mereka memikirkan hal-hal duniawi dan tidak melayani Allah. Hidup mereka hanya untuk memuaskan keinginan diri sendiri. Mereka melakukan segala macam hal yang memalukan, bahkan merasa bangga atas semuanya itu.
PHI 3:20 Tetapi kita sudah menjadi warga kerajaan surga! Dan kita sangat merindukan saatnya Penguasa dan Penyelamat kita Kristus Yesus datang kembali dari sana.
PHI 3:21 Kelak, dengan kuasa-Nya yang luar biasa, Dia akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Kuasa-Nya yang luar biasa itulah yang terus Dia gunakan untuk menaklukkan segala sesuatu di bawah pemerintahan-Nya.
PHI 4:1 Oleh karena itu, Saudara-saudari yang saya kasihi dan saya rindukan, saya minta supaya kamu masing-masing tetap bertahan dalam persatuanmu dengan Tuhan Yesus! Berdirilah teguh, karena kalianlah sukacita dan kebanggaan saya, yaitu hasil dari pelayanan saya!
PHI 4:2 Kepada saudari kita Eyodia dan Sintike, saya mohon agar kalian sehati sepikir, karena kalian sudah bersatu dengan Tuhan.
PHI 4:3 Dan kepada teman sekerja saya yang setia, yaitu pemimpin jemaat, saya minta supaya kamu menolong kedua saudari kita itu. Karena saya ingat bagaimana mereka berdua melayani dan berjuang bersama saya, Klemens, serta saudara-saudari yang lain dalam pemberitaan Kabar Baik. Nama-nama mereka pasti ada dalam Kitab Kehidupan!
PHI 4:4 Bersukacitalah selalu karena kalian sudah bersatu dengan Tuhan! Ya, saya ulangi: Teruslah bersukacita!
PHI 4:5 Biarlah cara hidupmu masing-masing menunjukkan bahwa kamu selalu lemah lembut. Tuhan Yesus akan segera datang!
PHI 4:6 Janganlah kuatir tentang apa pun, tetapi berdoalah untuk segala sesuatu. Sampaikanlah permohonanmu kepada Allah dalam doa dan jangan lupa bersyukur.
PHI 4:7 Dengan demikian, ketenangan dalam perlindungan Allah yang kita terima karena bersatu dengan Kristus Yesus akan menjadi seperti pengawal yang selalu menjaga hati dan pikiranmu. Ketenangan yang diberikan Allah itu lebih dari segala yang dapat dimengerti manusia.
PHI 4:8 Akhirnya Saudara-saudari, isilah pikiranmu kepada ajaran-ajaran yang benar dan apa pun yang mulia, yaitu semua yang baik, yang memimpin kepada hidup yang benar dan terhormat, serta hal-hal yang murni, indah, dan terpuji.
PHI 4:9 Juga lakukanlah semua ajaran yang sudah kamu terima dari saya, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Dengan demikian, Allah yang adalah sumber ketenangan hati kita akan menyertai kamu.
PHI 4:10 Tuhan memberikan sukacita yang luar biasa kepada saya karena ternyata kalian masih mengingat saya yang dipenjarakan di sini, dengan mengirimkan bantuan lagi. Memang kalian selalu peduli pada keadaan saya, tetapi biasanya kalian tidak punya kesempatan untuk membantu.
PHI 4:11 Saya mengatakan itu bukan karena saya masih merasa kekurangan, sebab saya sudah terlatih untuk merasa cukup dalam segala keadaan.
PHI 4:12 Jadi saya tahu bagaimana bisa berbahagia, baik ketika hidup dalam kekurangan maupun dalam kelebihan. Karena saya sudah menemukan rahasia untuk dapat merasa puas dalam segala keadaan, baik kenyang maupun lapar, baik kaya maupun miskin.
PHI 4:13 Saya bisa menghadapi segala keadaan karena Kristus selalu memberi kekuatan kepada saya!
PHI 4:14 Walaupun begitu, saya senang dan berterima kasih atas bantuan kalian dalam kesusahan yang saya alami sekarang ini.
PHI 4:15 Memang kalian tahu bahwa waktu pertama kali saya meninggalkan kalian di Makedonia untuk memberitakan Kabar Baik di tempat lain, tidak ada jemaat lain yang terlibat penuh— maksudnya yang sungguh-sungguh menjadi sahabat sekerja saya dan yang menerima berkat juga karena berulang kali mendukung saya dengan dana. Hanya kalianlah yang mendukung seperti itu.
PHI 4:16 Dan ketika saya melayani di Tesalonika, kalian sudah mengirimkan bantuan beberapa kali untuk mencukupi kebutuhan saya.
PHI 4:17 Saya berkata begitu bukan untuk meminta bantuan lagi dari kalian! Tetapi saya mau supaya kamu semua diberkati secara berlimpah-limpah sebab kamu menabung harta di surga.
PHI 4:18 Semua keperluan saya sudah terpenuhi, bahkan berlebih, karena Epafroditus sudah mengantarkan bantuan kalian kepada saya. Bagi Allah, pemberian kalian itu merupakan suatu persembahan yang harum. Dia sudah menerima persembahan itu dan berkenan atasnya.
PHI 4:19 Allah yang saya layani akan membalasnya dengan mencukupi segala kebutuhanmu juga, karena Dia akan melimpahkan segala kekayaan rohani dari surga-Nya yang mulia kepada kita yang bersatu dengan Kristus Yesus.
PHI 4:20 Kemuliaan bagi Allah dan Bapa kita untuk selama-lamanya! Amin!
PHI 4:21 Sampaikanlah salam saya kepada saudara-saudari di sana, yakni semua orang yang sudah disucikan Allah karena bersatu dengan Kristus Yesus. Kalian juga mendapat salam dari saudara-saudari seiman yang bersama saya di sini, khususnya yang bertugas di istana raja Romawi.
PHI 4:23 Akhir kata, saya berdoa kiranya Penguasa kita Kristus Yesus selalu berbaik hati kepada kalian masing-masing dan menyertaimu. Amin.
COL 1:1 Kepada saudara-saudari seiman saya, umat Allah di Kolose, yaitu kalian yang sudah disucikan Allah karena percaya penuh kepada Kristus Yesus dan bersatu dengan-Nya. Salam sejahtera dari saya, Paulus, yang menjadi rasul Kristus Yesus karena kehendak Allah, dan dari saudara kita Timotius. Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
COL 1:3 Setiap kali kami mendoakan kalian, kami sangat bersyukur kepada Allah, Bapa dari Penguasa kita Kristus Yesus.
COL 1:4 Kami bersyukur karena mendengar bahwa kalian terus percaya penuh kepada Kristus Yesus dan sangat mengasihi semua umat Allah.
COL 1:5 Kalian tetap percaya dan saling mengasihi karena yakin bahwa kita pasti akan menerima berkat yang sudah Allah sediakan bagi kita di surga. Kalian sudah belajar tentang itu dalam Kabar Baik tentang Yesus, yaitu ajaran benar
COL 1:6 yang sudah disampaikan kepada kalian. Ajaran itu seperti bibit yang tertanam di tanah yang subur. Dari Kabar Baik itu kita mengetahui dengan benar bahwa Allah sangat berbaik hati kepada kita. Kabar Baik itu juga sedang disampaikan ke semua daerah di dunia. Dan seperti yang terjadi di antara kalian, semakin banyak orang menjadi percaya dan cara hidup mereka diubahkan.
COL 1:7 Yang mengajarkan berita itu kepada kalian adalah Epafras, sahabat kami dalam pelayanan Kristus. Dengan setia dia bekerja sebagai wakil kami di daerah kalian.
COL 1:8 Sewaktu Epafras tiba di sini, dia menyampaikan kepada kami bahwa kalian sangat mengasihi kami dan semua umat Allah dengan kasih dari Roh Kudus.
COL 1:9 Karena itu, sejak mendengar tentang kalian, kami tidak berhenti mendoakan kalian, “Ya Allah, kami mohon agar setiap umat-Mu di Kolose menjadi orang yang bijaksana, agar melalui Roh-Mu mereka mengerti cara hidup yang sesuai dengan kemauan-Mu,
COL 1:10 supaya mereka selalu hidup sebagai milik Tuhan Yesus dan melakukan perbuatan yang berkenan kepada-Nya. Jadikanlah mereka seperti tanaman subur yang bertumbuh semakin mengenal Engkau dan senantiasa menghasilkan segala hal yang baik.
COL 1:11 Kami juga berdoa agar Engkau menguatkan mereka dengan kuasa-Mu yang sangat luar biasa, sehingga mereka pantang menyerah dan tidak putus asa waktu mengalami kesusahan. Kami berdoa supaya dalam keadaan apa pun mereka terus bersukacita
COL 1:12 dan bersyukur kepada-Mu, ya Allah Bapa. Sebab Engkau sudah mengangkat kami sebagai milik-Mu sendiri, sehingga kami berhak tinggal selama-lamanya dalam terang-Mu yang mulia, dan menerima semua yang Engkau janjikan kepada kami yang sudah Engkau sucikan.
COL 1:13 Ya Allah, Engkau sudah melepaskan kami dari kuasa gelap dan menjadikan kami warga kerajaan Anak-Mu yang sangat Engkau kasihi.
COL 1:14 Semua itu terjadi karena Yesus, Anak-Mu itu, sudah membayar semua utang dosa kami sehingga kami menerima pengampunan-Mu.”
COL 1:15 Kristus Yesus mencerminkan semua sifat Allah. Walaupun manusia tidak dapat melihat Allah, tetapi kita bisa mengenal Dia melalui Kristus, Anak-Nya. Kristus, sebagai Anak Sulung Allah adalah Penguasa atas semua ciptaan Allah.
COL 1:16 Karena melalui Dia, Allah sudah menciptakan segala yang ada, baik di bumi maupun di semua tingkat surga dan langit, baik hal-hal yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan oleh mata manusia, termasuk semua penguasa rohani yang tinggi dan yang rendah, juga semua kerajaan di dunia. Allah menciptakan semua itu melalui Kristus, supaya Anak-Nya itu menjadi Raja atas segala ciptaan.
COL 1:17 Yesus sudah ada sebelum segala sesuatu diciptakan, dan Dialah yang menopang seluruh ciptaan-Nya agar tetap berlangsung.
COL 1:18 Yesus adalah Kepala atas semua orang yang percaya penuh kepada-Nya, yaitu kita yang berperan sebagai tubuh-Nya di dunia ini. Dia jugalah sumber hidup bagi kita, dan Dia, sebagai Anak Sulung Allah, menjadi yang pertama dihidupkan kembali dari kematian. Hal itu sesuai dengan rencana Allah Bapa supaya Anak-Nya menjadi yang terutama dalam segala hal.
COL 1:19 Karena Bapa-Nya sendiri yang menghendaki dan memutuskan supaya Anak-Nya— ketika menjadi manusia— tetap mempunyai semua sifat Allah.
COL 1:20 Allah merencanakan hal itu supaya melalui Yesus, segala sesuatu baik yang ada di langit maupun di bumi berdamai kembali dengan Allah Bapa. Perdamaian itu terjadi hanya melalui darah Anak-Nya yang mengalir di kayu salib.
COL 1:21 Memang, sebelum mengenal Yesus, hidup kita jauh dari Allah dan kita selalu memusuhi Dia dalam pikiran dan perbuatan kita yang jahat. Tetapi sekarang, Yesus sudah menjadi Pengantara sehingga kita berdamai dengan Allah.
COL 1:22 Hal itu terjadi sewaktu Yesus, dalam keadaan sebagai manusia, mati disalibkan untuk menggantikan setiap kita. Jadi di hadapan Allah kita sudah disucikan dan bersih tanpa noda, seakan tidak pernah berbuat dosa.
COL 1:23 Kesucian itu akan terus berlaku bagi kita asalkan kita tetap percaya pada Kabar Baik yang sudah kita terima. Kabar itulah dasar dari semua yang kita harapkan. Janganlah kalian berpindah dari dasar itu. Bertahanlah, karena Kabar Baik itu sedang disebarkan ke semua daerah di dunia ini. Dan saya, Paulus, sudah ditugaskan untuk memberitakannya.
COL 1:24 Sekarang saya bersukacita karena saya tahu bahwa penderitaan yang sedang saya alami di dalam penjara ini sebenarnya demi kepentingan kalian dan semua pengikut Kristus. Kita masing-masing adalah seperti bagian-bagian tubuh Kristus di dunia ini. Jadi kalau salah satu bagian menderita, Kristus sendiri juga turut menderita. Dan sebagai anggota tubuh-Nya, saya sudah dipilih oleh Dia untuk menderita di penjara ini untuk menguatkan semua orang yang percaya kepada-Nya.
COL 1:25 Sesuai rencana Allah, saya menjadi pelayan untuk kalian semua, dan tugas saya adalah menyampaikan Kabar Baik dari Allah dengan selengkapnya kepada semua orang, khususnya kalian yang bukan Yahudi.
COL 1:26 Isi Kabar itu sama sekali tidak diketahui oleh siapa pun sejak permulaan dunia, karena Allah merahasiakannya. Tetapi sekarang, hal itu dinyatakan kepada kita yang sudah disucikan oleh Yesus.
COL 1:27 Kabar Baik Allah itu sangat menyenangkan dan sangat indah bagi semua orang, termasuk kalian yang bukan Yahudi. Inilah inti Kabar itu: Kristus hidup di dalam hatimu! Dan hal itu memberi keyakinan bahwa kita akan masuk ke dalam kemuliaan Allah di surga.
COL 1:28 Oleh sebab itulah kami yang sudah menjadi rasul Yesus terus memberitakan Kabar Baik! Kami berusaha menasihati dan mengajar setiap orang dengan menggunakan segala hikmat yang Allah berikan. Karena kami rindu membawa sebanyak mungkin orang kepada Allah untuk menjadi bagian tubuh Kristus tanpa cacat dan noda.
COL 1:29 Untuk itulah saya berjuang dan berusaha keras dengan bersandar kepada Yesus yang selalu memberi kekuatan kepada saya.
COL 2:1 Saudara-saudari, saya ingin kalian tahu bahwa saya berjuang keras untuk menolong kalian yang di Kolose, juga saudara-saudari kita di Laodikia dan semua pengikut Kristus yang belum pernah bertemu dengan saya.
COL 2:2 Perjuangan saya ini adalah untuk mendorong kalian semua agar semakin percaya kepada Yesus dan saling mengasihi lebih sungguh-sungguh, sehingga kalian semakin bersatu. Dengan demikian kalian akan lebih mengerti dan yakin bahwa rencana keselamatan yang Allah nyatakan kepada kita adalah berkat yang sangat luar biasa! Inti dari rencana-Nya itu adalah untuk memperkenalkan kita semua kepada Raja kita sendiri, Kristus Yesus!
COL 2:3 Dia ibarat kunci yang membuka pikiran kita terhadap semua hal yang dulu dirahasiakan dari manusia, yaitu kebijaksanaan Allah yang sangat indah tentang rencana keselamatan-Nya.
COL 2:4 Saya mengatakan itu supaya kalian jangan sampai mengikuti ajaran sesat, walaupun ajaran itu disampaikan dengan cara yang kelihatannya bijaksana.
COL 2:5 Meskipun saya tidak bersama kalian, tetapi hati dan pikiran saya bersama kalian. Saya akan selalu senang ketika mendengar bahwa kalian hidup dengan teratur dan tetap bertahan dalam keyakinanmu kepada Kristus.
COL 2:6 Karena kalian masing-masing sudah menerima Kristus Yesus sebagai Penguasamu, teruslah hidup bersatu dengan Dia.
COL 2:7 Jadikanlah Dia dasar hidupmu seperti pohon berakar kuat di dalam tanah. Teruslah percaya penuh kepada-Nya tanpa goyah, seperti yang diajarkan kepada kalian. Dan ingatlah untuk selalu bersyukur kepada Allah.
COL 2:8 Berjaga-jagalah supaya kalian tidak terpengaruh oleh siapa pun untuk mengikuti ajaran sesat. Berhati-hatilah terhadap orang yang hendak memikatmu dengan ajaran yang kedengarannya mendalam, padahal sebenarnya hanya hasil pikiran manusia. Jangan tertipu oleh mereka, sebab ajaran mereka berasal dari roh-roh penguasa gelap yang memerintah di dunia ini, bukan dari Kristus.
COL 2:9 Ingatlah bahwa Yesus sendiri adalah Allah sepenuhnya, bahkan ketika Dia hidup di dunia ini dengan tubuh manusia biasa.
COL 2:10 Dan ingatlah bahwa kalian yang bersatu dengan Yesus sudah dilengkapi oleh Dia, yang adalah Raja atas semua penguasa duniawi dan rohani.
COL 2:11 Karena kita bersatu dengan Kristus, maka kita semua sudah mengalami sunat yang sejati, yaitu sunat rohani dan bukan sunat badani. Arti dari sunat rohani adalah bahwa kita sudah dibebaskan dari perbudakan dosa dan keinginan-keinginan badani kita yang jahat.
COL 2:12 Persatuan kita dengan Yesus itu ditunjukkan ketika kita dibaptis. Baptisan melambangkan bahwa hidup kita yang lama sudah mati, dan kita seolah dikuburkan bersama Yesus. Lalu secara rohani kita dihidupkan kembali bersama Dia. Hidup baru yang kita alami ini terjadi karena kita percaya bahwa Allah, yang sudah menghidupkan Yesus kembali dari kematian, juga berkuasa menghidupkan kita kembali.
COL 2:13 Artinya, dahulu sebenarnya kita sudah mati secara rohani karena dosa-dosa kita, meskipun secara jasmani kita masih bernafas. Dulu hati kita belum disunat. Maksudnya, kita masih diperbudak oleh bermacam-macam keinginan badani yang jahat. Setiap pelanggaran kita terhadap hukum Allah sudah dicatat dalam buku dosa di hadapan Allah. Dosa itulah yang memisahkan kita dari-Nya. Namun, sekarang Allah sudah memakukan buku dosa itu pada kayu salib Yesus. Catatan itu sudah dihapuskan sehingga tidak ada lagi yang memisahkan kita dari Allah. Kita sudah diampuni dari segala dosa. Lalu Allah menghidupkan kita kembali bersama Yesus.
COL 2:15 Jadi melalui salib Kristus, secara terbuka Allah sudah mengalahkan semua penguasa gelap dan menghancurkan kuasa mereka.
COL 2:16 Karena itu, jangan percaya pada orang yang mengajarkan hal-hal seperti, “Allah akan menghukummu kalau kamu tidak ikut merayakan hari besar ini dan itu, atau perayaan bulan baru, atau hari Sabat, dan berbagai upacara Yahudi yang lain.” Orang seperti itu juga memaksa kita untuk berpuasa dan mengikuti peraturan lain tentang makanan dan minuman.
COL 2:17 Acara dan peraturan lama seperti itu merupakan syarat agama yang sementara, yang hanya diwajibkan pada zaman sebelum Kristus datang. Semua itu hanyalah lambang dari hubungan yang sudah kita terima karena bersatu dengan Kristus.
COL 2:18 Waspadalah! Jangan sampai kalian mengikuti orang yang mengajakmu untuk tunduk dan menyembah malaikat-malaikat, seperti yang mereka lakukan. Mereka juga mengaku mendapat penglihatan lalu mengajakmu percaya kepada hal-hal itu. Percuma saja mereka menyombongkan diri, karena agama mereka hanyalah hasil pemikiran manusia belaka.
COL 2:19 Orang-orang seperti itu tidak lagi bergantung pada Kristus sebagai kepala. Kita yang bersatu dengan Dia merupakan anggota tubuh-Nya di dunia ini. Hubungan itu diumpamakan seperti tubuh manusia. Anggota-anggota tubuh kita bisa bersatu dan bergerak bersama karena hubungan antara tulang dan otot. Begitu juga kita sebagai anggota tubuh Kristus: Sebagai kepala, Dia mengatur bagian-bagian tubuh-Nya dan memberikan segala sesuatu yang kita perlukan, supaya kita saling bersatu dan bertumbuh bersama sesuai kemauan Allah.
COL 2:20 Ingatlah bahwa setelah bersatu dengan Kristus, diri kita yang dulu sudah mati disalibkan bersama Dia. Artinya kita juga sudah dibebaskan dari hal-hal duniawi, termasuk semua ikatan roh-roh jahat yang berkuasa di dunia ini. Kalau begitu kenapa cara hidup kalian seolah masih terikat oleh hal-hal duniawi?!
COL 2:21 Buktinya kalian masih mempercayai ajaran seperti, “Jangan makan makanan ini sedikit pun!” “Jangan pegang benda ini!” “Jangan sentuh benda itu!”
COL 2:22 Aturan-aturan seperti itu tidaklah penting karena hanya berkaitan dengan hal-hal yang sementara di dunia ini. Makanan, misalnya, tidak akan ada lagi setelah dimakan. Semua aturan seperti itu hanyalah perintah dan ajaran manusia.
COL 2:23 Orang-orang yang mengajarkannya mungkin kelihatan bijaksana, karena mereka menganut peraturan yang merendahkan diri dengan menyiksa diri sendiri. Tetapi ajaran agama seperti itu hanyalah buatan manusia. Dan mengikuti aturan-aturan itu tidak akan dapat menolong kita untuk mengendalikan berbagai macam keinginan jahat yang berasal dari tubuh dan hati kita sendiri.
COL 3:1 Seperti yang saya katakan sebelumnya, secara rohani kita sudah mati bersama Kristus dan dibangkitkan menjadi manusia baru waktu Dia hidup kembali dari kematian dan naik ke surga. Oleh karena itu, marilah kita berpikir, “Saya hanya merindukan surga, di mana Kristus Yesus duduk di sebelah kanan Allah!”
COL 3:2 Biarlah hati dan pikiran kita tertuju ke surga, jangan ke dunia ini.
COL 3:3 Karena di dunia ini hidup kita tidak lagi sama seperti sebelum mengenal Yesus. Kita sudah mati terhadap cara hidup yang seperti itu. Dan walaupun kita tidak melihat-Nya, sumber hidup kita yang sejati berada di surga, sebab Yesus sebagai kepala kita berada di sana dan hidup bersatu dengan Allah.
COL 3:4 Jadi, kelak pada waktu Allah memperlihatkan Kristus Penguasa hidup kita kepada semua orang, kita juga akan turut terlihat bersama Dia dalam cahaya kehadiran-Nya.
COL 3:5 Karena itu yakinkanlah dirimu masing-masing dengan kesadaran ini, “Setiap anggota tubuhku sudah mati terhadap bermacam-macam keinginan duniawi, seperti keinginan untuk berzina, segala macam dosa percabulan, hawa nafsu, keinginan untuk melakukan kejahatan, dan keserakahan.” Saudara-saudari, keserakahan sama seperti menyembah berhala, karena dengan serakah kamu sudah mendewakan uang.
COL 3:6 Hal-hal jahat itu membuat Allah murka sehingga Dia akan segera membinasakan semua orang di dunia ini yang tidak mau taat kepada-Nya.
COL 3:7 Dan jangan lupa bahwa dulu kita pun hidup seperti itu!
COL 3:8 Tetapi sekarang, marilah kita masing-masing membuang semua sifat hidup lama yang ada dalam diri kita seperti marah, membenci dan menjelekkan orang lain, serta ucapan yang kotor.
COL 3:9 Sebagai saudara-saudari seiman, kita juga tidak boleh saling menipu. Karena kita sudah membuang sifat hidup lama itu seperti membuang pakaian rusak.
COL 3:10 Sekarang kita sudah diberi pakaian yang baru, yaitu hidup baru yang semakin hari semakin sempurna dalam mencerminkan sifat-sifat Yesus sendiri. Allah Pencipta yang mengerjakan hal itu dalam diri kita, karena kita sudah mengenal Dia melalui Yesus.
COL 3:11 Oleh sebab itu, tidak ada lagi perbedaan antara orang Yahudi yang bersunat dengan bangsa-bangsa lain yang tidak bersunat. Kita pun tidak lagi membeda-bedakan orang berdasarkan asal usul maupun kedudukannya— baik bangsa asing, bangsa yang jahat, majikan, ataupun budak. Yang terpenting bagi kita adalah bahwa kita semua sudah menjadi satu umat karena bersatu dengan Kristus!
COL 3:12 Oleh karena itu Saudara-saudari, sebagai orang yang sudah dipilih, dikasihi, dan disucikan oleh Allah sebagai umat-Nya sendiri, biarlah sifat-sifat ini melekat pada dirimu seperti pakaian baru. Hendaklah kamu saling mengasihani dalam kesusahan, selalu murah hati, rendah hati, lemah lembut, dan sabar terhadap orang lain.
COL 3:13 Janganlah melihat kelemahan saudara-saudari kita seiman, tetapi hendaklah kamu saling memaafkan kalau ada yang melakukan kesalahan. Ingatlah bahwa Kristus sudah terlebih dahulu mengampuni dosa-dosa kita, maka demikianlah kita juga wajib saling memaafkan.
COL 3:14 Tetapi sifat yang paling penting di atas segalanya adalah saling mengasihi. Hendaklah kasih menjadi tali pengikat yang mempersatukan kita dengan sempurna.
COL 3:15 Biarlah ketenangan dalam perlindungan Allah menguasai hati dan pikiranmu. Karena Allah sudah memanggil kita menjadi anggota dari satu tubuh, yaitu tubuh Kristus, supaya kita bersatu dan hidup dengan tenang. Dan marilah kita selalu bersyukur kepada-Nya.
COL 3:16 Biarlah ajaran Kristus terus memimpin kehidupanmu dan bertumbuh dengan subur dalam hatimu, supaya kalian saling mengajar dan menasihati dengan hikmat. Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah dengan menyanyikan lagu-lagu dari Kitab Mazmur maupun lagu rohani yang lain. Biarlah hatimu selalu penuh dengan rasa syukur kepada Tuhan Yesus.
COL 3:17 Hendaklah semua perkataan dan perbuatanmu mewakili Tuhan Yesus di dunia ini. Dan melalui Dia marilah kita terus bersyukur kepada Allah Bapa!
COL 3:18 Para istri, hendaklah kalian menaati suamimu masing-masing, karena itulah cara hidup yang sesuai bagi kita yang bersatu dengan Penguasa kita Yesus.
COL 3:19 Setiap suami wajib mengasihi istrinya dan tidak boleh menyakiti dia.
COL 3:20 Anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itu sangat menyenangkan hati Tuhan.
COL 3:21 Dan para ayah, janganlah membuat anak-anakmu sakit hati, sebab anak yang sakit hati tidak akan mau berusaha hidup dengan baik.
COL 3:22 Bagi kalian yang menjadi budak, taatilah majikanmu dalam segala hal. Jangan menaati dia di hadapannya saja, seperti orang-orang yang hanya mau menyenangkan manusia. Tetapi taatilah dia dengan sepenuh hati karena takut dan hormat kepada Allah.
COL 3:23 Apa saja yang kamu kerjakan untuk majikanmu, lakukanlah dengan sepenuh hati karena kamu sebenarnya sedang melayani Tuhan, bukan manusia!
COL 3:24 Ingat bahwa Tuhanlah yang akan memberikan upah kepadamu, ketika Dia kelak memberikan berkat yang sudah Dia janjikan kepada kita yang diangkat sebagai anak-anak-Nya. Jangan lupa bahwa kamu sebenarnya bekerja bagi Kristus Yesus, Penguasa kita.
COL 3:25 Tetapi ingatlah juga bahwa Dia akan menghukum setiap orang yang berbuat tidak jujur, dan Penguasa kita tidak memandang muka.
COL 4:1 Dan bagi para majikan, kamu harus memperlakukan budak-budakmu dengan adil dan benar. Jangan lupa bahwa kamu pun mempunyai Majikan di surga!
COL 4:2 Saudara-saudari semua, teruslah berjuang dengan doa. Berjaga-jagalah selalu untuk memperhatikan hal-hal yang perlu didoakan, dan bersyukurlah kepada Allah senantiasa.
COL 4:3 Ingatlah bahwa saya sekarang dipenjarakan karena memberitakan Kabar Baik tentang Kristus yang sudah Allah nyatakan kepada kita. Oleh sebab itu berdoalah juga supaya Allah terus memberi kesempatan kepada kami untuk menyampaikan Kabar itu.
COL 4:4 Doakanlah khususnya agar saya bisa menyampaikannya dengan jelas, karena itulah tanggung jawab yang sudah Allah berikan kepada saya.
COL 4:5 Pikirkanlah dengan bijaksana tentang bagaimana hidup di antara orang-orang yang belum percaya kepada Yesus, dan gunakanlah setiap kesempatan yang ada supaya Dia dimuliakan.
COL 4:6 Berbicaralah selalu dengan ramah dan manis didengar. Dengan demikian kalian akan belajar bagaimana menjawab setiap pertanyaan mereka dengan bijaksana apabila mereka bertanya tentang Raja kita.
COL 4:7 Tikikus, yang membawa surat ini kepada kalian, adalah saudara kita yang terkasih, yang juga terbukti sebagai pengerja jemaat yang setia. Dia teman sekerja saya dalam melayani Tuhan kita Yesus. Dia akan menceritakan kepada kalian tentang semua yang sedang terjadi pada saya.
COL 4:8 Dan saya mengutusnya kepada kalian agar dia mengetahui keadaan kalian di sana dan menguatkan hati kalian.
COL 4:9 Bersama dia, saya juga mengutus saudara kita yang terkasih Onesimus. Onesimus berasal dari jemaat kalian, dan dia sangat setia kepada Yesus. Dua saudara kita itu akan menceritakan tentang semua yang sedang terjadi di sini.
COL 4:10 Aristarkus, yang juga dipenjarakan bersama saya, mengirim salam kepada kalian. Markus, saudara sepupu Barnabas, juga menyampaikan salam. Saya sudah mengirim berita kepada kalian tentang Markus. Kalau dia datang, saya harap kalian menerimanya dengan baik.
COL 4:11 Yustus, yang juga bernama Yesus, mengirim salam kepada kalian. Hanya mereka bertiga orang Yahudi yang menjadi teman sepelayanan saya. Mereka sudah bekerja keras hingga semakin banyak orang menjadi warga kerajaan Allah. Betapa terhiburnya saya karena mereka!
COL 4:12 Epafras yang dari jemaat kalian juga mengirim salam. Dia melayani Kristus dan selalu berjuang keras dalam doanya untuk kalian, supaya kalian bertahan dan menjadi dewasa dalam hal mengikut Yesus, juga supaya kalian semakin yakin tentang semua kehendak Allah bagimu.
COL 4:13 Saya bersaksi kepada kalian bahwa dia sungguh-sungguh peduli pada keadaan kalian dan saudara-saudari seiman di Laodikia serta di Hierapolis.
COL 4:14 Dokter Lukas yang kita kasihi dan Demas juga mengirim salam kepada kalian.
COL 4:15 Sampaikan salam kami kepada saudara-saudari seiman kita di Laodikia. Kami juga mengirim salam kepada Nimfa dan jemaat yang biasa berkumpul di rumahnya.
COL 4:16 Sesudah surat ini dibacakan kepada jemaat kalian, tolong kirimkanlah ke Laodikia supaya mereka juga membacanya. Dan saya harap kalian pun membaca surat yang sudah saya tulis kepada jemaat di Laodikia.
COL 4:17 Tolong sampaikan kepada Arkipus, “Perhatikanlah baik-baik supaya kamu menyelesaikan tugas yang diberikan kepadamu sebagai pelayan Yesus, Penguasa kita.”
COL 4:18 Saya, Paulus, menulis salam penutup ini dengan tangan saya sendiri: Salam dari saya! Jangan lupa mendoakan saya yang sedang terikat di penjara ini. Akhir kata, saya berdoa kiranya Allah selalu berbaik hati kepada kalian. Amin.
1TH 1:1 Kepada jemaat di kota Tesalonika, yaitu kalian yang sudah bersatu dengan Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita. Salam sejahtera dari Paulus, Silas, dan Timotius. Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
1TH 1:2 Setiap kali kami mendoakan kalian, tiada hentinya kami mengucap syukur kepada Allah Bapa kita karena mengingat keadaan kalian. Betapa kalian sudah menjalankan keyakinanmu dengan baik, melakukan banyak perbuatan kasih, dan senantiasa tabah karena kalian teguh menantikan kedatangan Tuhan kita Kristus Yesus.
1TH 1:4 Saudara-saudari yang dikasihi Allah, kami tahu bahwa Dia sudah memilih kalian masing-masing untuk menjadi milik-Nya sendiri.
1TH 1:5 Sebab ketika kami datang membawa Kabar Baik tentang Kristus, kalian tidak menerima Kabar itu sebagai berita biasa, melainkan sebagai Firman Allah yang berkuasa. Dan Roh Kudus memberikan kepadamu keyakinan penuh bahwa Kabar itu benar. Kalian juga tentu masih ingat bagaimana cara hidup kami menjadi kesaksian di antara kalian bahwa Kabar itu sungguh benar.
1TH 1:6 Lagipula, sekalipun orang-orang lain menyebabkan banyak penderitaan terhadap kalian karena kalian percaya penuh kepada Yesus, kalian tetap mengikuti teladan kami dan teladan Tuhan Yesus sendiri. Kalian terus menerima ajaran kami dengan sukacita dari Roh Kudus.
1TH 1:7 Dengan demikian, kalian menjadi teladan bagi semua orang percaya di provinsi Makedonia dan Akaya
1TH 1:8 karena melalui kalian, berita keselamatan dari Tuhan sudah tersebar, bukan saja di kedua provinsi tadi, tetapi juga di semua tempat yang kami kunjungi. Keyakinan kalian kepada Allah sudah terdengar di mana-mana sehingga kami tidak perlu lagi menceritakannya.
1TH 1:9 Justru merekalah yang lebih dulu menceritakan kepada kami betapa baiknya kalian menerima kami ketika kami bersama kalian, dan bahwa kalian berhenti menyembah berhala lalu berbalik melayani satu-satunya Allah, yaitu Allah yang hidup dan yang benar.
1TH 1:10 Mereka juga menceritakan bagaimana kalian menantikan kedatangan Anak Allah dari surga, yaitu Yesus yang sudah dibangkitkan Allah dari kematian. Yesus itulah yang menyelamatkan kita dari murka Allah yang akan segera dinyatakan pada waktu Allah menghukum orang-orang berdosa di dunia ini.
1TH 2:1 Kalian sendiri tahu, Saudara-saudari, bahwa kunjungan kami kepada kalian di Tesalonika tidak sia-sia.
1TH 2:2 Kalian juga sudah tahu bahwa sebelum kami datang, kami dihina dan dianiaya sewaktu memberitakan Kabar Baik Allah di Filipi. Walaupun begitu, Allah membuat kami tetap berani memberitakan Kabar Baik yang sama kepada kalian, biarpun ada juga orang-orang di kotamu yang menentang kami dengan keras.
1TH 2:3 Jadi kalian bisa melihat bahwa kami mengajak kalian percaya kepada Kabar Baik bukan dengan alasan yang tidak benar atau tidak murni, dan bukan juga untuk menipu kalian.
1TH 2:4 Sebaliknya, kami berbicara sebagai orang yang dianggap layak oleh Allah dan yang dipercaya menjadi utusan-Nya. Sebab perkataan kami bukan untuk menyenangkan manusia, tetapi untuk menyenangkan Allah, yang menguji isi hati kami masing-masing.
1TH 2:5 Kalian sudah melihat dan Allah juga menjadi saksi bahwa ini benar: Kami tidak pernah berusaha mempengaruhi kalian dengan kata-kata manis. Kami tidak pernah mengajar kalian dengan maksud terselubung untuk mendapatkan uang.
1TH 2:6 Kami tidak pernah melayani untuk mencari pujian dari manusia, baik dari kalian maupun orang lain. Memang sebagai rasul Kristus, kami bisa meminta hak-hak kami dari kalian.
1TH 2:7 Tetapi kami tidak mau membebani kalian. Justru selama berada di antara kalian, kami memperlakukanmu dengan lemah lembut seperti seorang ibu merawat anak-anaknya.
1TH 2:8 Kami sangat mengasihi kalian sehingga bukan saja kami ingin membagikan Kabar Baik dari Allah, tetapi kami juga rela memberi diri sepenuhnya untuk menolong kalian.
1TH 2:9 Saudara-saudari, tentu kalian masih ingat bagaimana kami bekerja keras siang malam untuk memenuhi keperluan kami sendiri. Kami melakukan itu supaya tidak menjadi beban bagi kalian selama memberitakan Kabar Baik Allah kepada kalian.
1TH 2:10 Kalian adalah saksi, dan Allah pun tahu, bahwa kami hidup suci, benar, dan tanpa salah di hadapan kalian yang percaya kepada Kristus.
1TH 2:11 Kalian juga tahu bahwa kami sudah menjadi seperti ayahmu sendiri. Kami menasihati, menghibur,
1TH 2:12 dan mengajak setiap kalian supaya hidup baik di hadapan Allah yang sudah memanggilmu masuk ke dalam kerajaan-Nya dan menikmati kemuliaan-Nya.
1TH 2:13 Kami juga tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah karena waktu kalian mendengar berita keselamatan dari kami, kamu semua menerimanya sebagai Firman Allah, bukan sebagai perkataan manusia. Dan sikapmu itu sungguh benar, karena memang Firman Allah hidup dan berkuasa dalam diri setiap orang yang percaya kepada Kristus.
1TH 2:14 Saudara-saudari, kalian terbukti sebagai orang percaya karena kalian sudah mengikuti teladan jemaat Allah di Yudea, yaitu mereka yang juga bersatu dengan Kristus Yesus sepertimu. Kalian mengalami siksaan berat dari orang-orang sebangsamu, sebagaimana mereka juga dianiaya oleh orang Yahudi yang tidak percaya kepada Yesus.
1TH 2:15 Orang-orang Yahudi itu sudah membunuh para nabi mereka dan Tuhan Yesus, lalu menganiaya saudara-saudari seiman kita hingga sebagian terpaksa melarikan diri dari Yudea. Mereka menyakiti hati Allah dan memusuhi semua orang,
1TH 2:16 yakni dengan berusaha menghentikan kami dalam menyampaikan berita keselamatan kepada kalian yang bukan Yahudi. Mereka tidak ingin kalian selamat! Dengan demikian mereka terus menambah dosa mereka sampai melewati batas. Itu sebabnya Allah sudah mulai menimpakan murka-Nya atas mereka.
1TH 2:17 Saudara-saudari, untuk sementara waktu ini kita memang berjauhan, tetapi hanya secara jasmani. Hati kami selalu rindu kembali kepada kalian. Sudah lama kami berusaha sungguh-sungguh untuk bisa bertemu kalian lagi.
1TH 2:18 Itulah keinginan kami. Terlebih saya, Paulus, sudah berkali-kali berusaha mengunjungi kalian, tetapi Satanas terus menghalangi kami.
1TH 2:19 Saudara-saudari, jangan heran kalau kami begitu rindu mengunjungi kalian, karena kalianlah kebanggaan dan sukacita kami! Itu jugalah yang akan kami rasakan ketika Tuhan kita Yesus datang kembali. Saat itu kami akan merasa bangga sekali berdiri di hadapan-Nya bersama kalian yang adalah hasil pelayanan kami.
1TH 2:20 Sungguh, kalianlah kebanggaan dan sukacita kami!
1TH 3:1 Karena kami bertiga sangat merindukan kalian dan tidak sabar untuk bertemu kalian lagi, akhirnya kami memutuskan untuk mengutus Timotius kembali kepada kalian. (Saudara kita Timotius adalah pelayan Allah dan teman sekerja kami dalam pemberitaan Kabar Baik tentang Kristus.) Jadi, sementara saya dan Silas tetap tinggal di kota Atena, Timotius pergi kepada kalian untuk menguatkan dan memberi dorongan supaya kalian terus percaya penuh kepada Yesus.
1TH 3:3 Kami tidak ingin ada satu pun dari kalian yang goyah karena kesusahan dan penganiayaan yang kita alami sekarang ini, mengingat bahwa sebenarnya Allah sendirilah yang mengizinkan kita mengalami kesukaran itu.
1TH 3:4 Kami sudah pernah memberitahukannya kepada kalian waktu kita masih bersama. Dan tentu kalian masih ingat bahwa segera sesudah itu kita pun dianiaya.
1TH 3:5 Jadi, karena saya tidak sabar lagi mendengar berita dari kalian, saya mengutus Timotius ke Tesalonika untuk mengetahui apakah kamu semua masih terus percaya penuh kepada Yesus. Saya kuatir jangan sampai iblis, si pencoba itu, berhasil menggoyahkan kalian sehingga sia-sialah semua kerja keras kami.
1TH 3:6 Tetapi sekarang Timotius sudah kembali dengan membawa berita gembira bahwa kalian tetap percaya penuh kepada Kristus dan saling mengasihi. Dia menceritakan bahwa kalian selalu mengingat kami serta rindu bertemu lagi dengan kami, sama seperti kami juga rindu bertemu kalian.
1TH 3:7 Karena itu Saudara-saudari, di tengah semua penderitaan dan kesukaran yang sedang kami alami, kami merasa terhibur karena tahu bahwa kamu semua tetap berpegang pada keyakinanmu.
1TH 3:8 Sekarang hidup kami benar-benar disegarkan kembali karena kalian teguh bersatu dengan Tuhan Yesus.
1TH 3:9 Kami sungguh sangat bersyukur kepada Allah karena kalian! Bahkan ketika kami mendoakan kalian, hati kami selalu dipenuhi sukacita.
1TH 3:10 Siang dan malam kami sungguh-sungguh berdoa supaya bisa melihat kalian lagi, agar kami dapat mengajarkan hal-hal yang kalian perlukan sehingga keyakinanmu semakin dikuatkan.
1TH 3:11 Harapan dan doa kami, kiranya Allah Bapa dan Penguasa kita Kristus Yesus membuka jalan agar kita dapat bertemu lagi.
1TH 3:12 Dan kiranya Tuhan Yesus membuat kamu semua semakin kaya akan kasih, baik kepada saudara-saudari seiman maupun semua orang, seperti juga kasih kami kepada kalian senantiasa bertambah.
1TH 3:13 Kami berdoa supaya Penguasa kita Kristus Yesus menguatkan hati kalian, agar kamu semua suci dan tanpa dosa di hadapan Allah Bapa kita pada waktu Yesus datang kembali bersama semua umat yang disucikan-Nya.
1TH 4:1 Selanjutnya Saudara-saudari, sekali lagi kami sangat mendorong setiap kalian untuk hidup seperti yang sudah kami ajarkan, yaitu dengan cara yang berkenan kepada Allah, karena kamu semua sudah bersatu dengan Tuhan Yesus. Memang selama ini kamu sudah melakukannya, tetapi kami mendorong supaya kamu semakin bersungguh-sungguh lagi untuk hidup berkenan kepada Allah.
1TH 4:2 Tentu kamu masih ingat ajaran yang pernah kami sampaikan kepadamu sebagai utusan Tuhan Yesus,
1TH 4:3 yaitu, Allah mau supaya kita hidup semakin suci dan menjauhkan diri dari dosa percabulan.
1TH 4:4 Allah juga menginginkan agar kita masing-masing dapat menguasai diri, khususnya mengendalikan hawa nafsu, agar cara hidup kita suci dan terhormat di hadapan semua orang.
1TH 4:5 Jangan biarkan hawa nafsu menguasai dirimu seperti cara hidup orang-orang yang tidak mengenal Allah,
1TH 4:6 supaya jangan sampai kamu berdosa terhadap saudara seiman akibat hawa nafsu itu. Artinya, jangan sampai ada yang berbuat zina dengan istri dari saudara seimannya. Dulu kami sudah memperingatkan kalian bahwa TUHAN pasti menghukum siapa pun yang melakukan perbuatan cabul.
1TH 4:7 Karena Allah memanggil kita untuk hidup suci, bukan hidup dalam percabulan.
1TH 4:8 Jadi, siapa pun yang menolak ajaran ini, sesungguhnya dia bukan menolak perkataan manusia, tetapi menolak Allah yang sudah memberikan Roh-Nya yang kudus kepada kita.
1TH 4:9 Tentang mengasihi saudara-saudari seiman, kalian tidak perlu diingatkan lagi, karena Allah sendiri sudah mengajar kalian untuk saling mengasihi.
1TH 4:10 Terbukti kasih itu senantiasa kalian lakukan terhadap saudara-saudari seiman di seluruh Makedonia. Jadi kami hanya mendorong kalian, Saudara-saudari, untuk terus mengasihi lebih dan lebih lagi.
1TH 4:11 Berusahalah hidup dengan tenang, dan jangan mencampuri urusan orang lain. Seperti yang pernah kami ajarkan, bekerjalah dengan rajin untuk memenuhi kebutuhanmu sehari-hari.
1TH 4:12 Kalau kamu semua hidup seperti itu tanpa perlu bergantung pada orang di luar jemaat, maka kamu akan membawa kesaksian yang baik kepada mereka yang belum mengenal Kristus.
1TH 4:13 Saudara-saudari, jangan sampai kamu tidak tahu tentang apa yang terjadi pada pengikut Kristus setelah mereka meninggal. Kami tidak mau kalian berdukacita seperti orang-orang yang belum mempunyai pengharapan bahwa di balik kematian ada kehidupan lagi.
1TH 4:14 Karena kita percaya bahwa Yesus sudah mati dan hidup kembali, maka kita harus percaya bahwa pada hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, Allah juga akan membawa semua saudara seiman kita yang sudah mati kembali ke dunia ini.
1TH 4:15 Jadi, berdasarkan pesan dari Tuhan Yesus sendiri, kami memberitahukan kepadamu bahwa ketika Dia datang kembali, orang-orang percaya yang sudah mati akan bertemu dengan-Nya lebih dulu, barulah kemudian kita yang masih hidup.
1TH 4:16 Karena saat Tuhan sendiri turun dari surga bersama para malaikat, dengan suara yang nyaring Dia akan memanggil semua orang yang sudah mati untuk hidup kembali. Kemudian pemimpin malaikat akan berseru diiringi bunyi terompet surgawi. Dan saat itulah semua orang yang sudah mati dalam keadaan bersatu dengan Kristus akan lebih dulu bangkit.
1TH 4:17 Selanjutnya, kita dan semua pengikut Yesus yang masih hidup pada waktu itu akan diangkat bersama ke awan-awan di angkasa untuk bertemu dengan-Nya, lalu kita akan hidup bersama Tuhan selama-lamanya.
1TH 4:18 Jadi Saudara-saudari, hendaklah kalian saling menghibur dengan keyakinan ini.
1TH 5:1 Tetapi Saudara-saudari, tentang hari dan waktu terjadinya hal itu, kami tidak perlu menjelaskannya lagi kepada kalian,
1TH 5:2 sebab kalian sudah tahu betul bahwa hari kedatangan Tuhan akan datang tiba-tiba, seperti pencuri yang datang di malam hari.
1TH 5:3 Pada masa-masa itu, ketika banyak orang merasa, “Segala sesuatu aman dan tenang,” justru saat itulah tiba-tiba mereka binasa dan tidak akan ada yang dapat melarikan diri. Semua orang mendadak akan menyadari bahayanya, seperti ibu hamil tiba-tiba ditimpa sakit melahirkan.
1TH 5:4 Tetapi Saudara-saudari, kita tidak lagi hidup dalam kegelapan, karena kita semua sudah menjadi anak-anak terang dan hidup kita diterangi oleh Tuhan. Kita bukan anak-anak kegelapan yang berjalan di malam gelap. Jadi hari itu tidak akan mengagetkan kita seperti kedatangan pencuri.
1TH 5:6 Oleh sebab itu janganlah kita seperti orang-orang lain yang tidak sadar, yaitu mereka yang seolah tidur. Hendaklah kita terus berjaga-jaga dan menguasai diri.
1TH 5:7 Karena mereka yang hidup tanpa kesadaran ibarat orang yang sedang tidur nyenyak di malam buta, atau seperti orang yang mabuk pada malam hari.
1TH 5:8 Namun karena kita adalah anak-anak terang, hendaklah kita menguasai diri. Kita sedang berperang melawan iblis. Jadi pakailah perlengkapan senjata rohani yang ada pada kita: Keyakinan kita kepada Yesus serta kasih kepada saudara-saudari seiman ibarat baju besi yang melindungi hati kita. Dan keyakinan bahwa kita pasti diselamatkan ibarat topi perang yang melindungi pikiran kita.
1TH 5:9 Karena sebagai orang pilihan Allah, kita bukan ditetapkan untuk dihukum dengan murka-Nya, tetapi untuk diselamatkan melalui Kristus Yesus Penguasa kita.
1TH 5:10 Yesus sudah mati bagi kita. Dialah yang menjamin kita, sehingga kita pasti hidup bersama-Nya, entah kita sudah mati atau masih hidup pada waktu Dia datang kembali.
1TH 5:11 Jadi, hendaklah kalian terus saling memberi dorongan dan menguatkan satu sama lain, seperti yang sudah kalian lakukan selama ini.
1TH 5:12 Saudara-saudari, kami memohon agar kalian menghargai setiap pelayan Tuhan yang bekerja keras di antara kalian dengan susah payah untuk memimpin dan menasihati.
1TH 5:13 Hormati dan kasihilah mereka dengan sungguh-sungguh, mengingat segala jerih lelah mereka untuk jemaat. Hiduplah dengan damai satu sama lain.
1TH 5:14 Kami juga mendorong Saudara-saudari untuk menegur anggota-anggota jemaat yang hidupnya sembarangan. Kuatkanlah hati saudara-saudari kita yang patah semangat. Tolonglah mereka yang lemah. Sabarlah terhadap semua orang.
1TH 5:15 Jangan ada seorang pun dari kalian yang membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi berusahalah untuk selalu berbuat baik kepada saudara-saudari seiman dan semua orang.
1TH 5:16 Bersukacitalah selalu.
1TH 5:17 Tetaplah berdoa.
1TH 5:18 Bersyukurlah kepada Allah dalam segala keadaan, karena itulah yang dikehendaki Allah bagi kita sebagai orang yang sudah bersatu dengan Kristus Yesus.
1TH 5:19 Janganlah padamkan api Roh Kudus yang bekerja dalam dirimu masing-masing.
1TH 5:20 Misalnya, ketika salah satu anggota jemaat menyampaikan pesan dari Roh Allah, jangan menganggap remeh pesan yang disampaikannya itu.
1TH 5:21 Tetapi setiap nubuatan hendaklah kalian uji. Kalau isi nubuatan itu memang benar dari Roh TUHAN, barulah kalian percaya.
1TH 5:22 Jangan terlibat dalam kejahatan apa pun.
1TH 5:23 Dan kiranya Allah sendiri, sang sumber damai, senantiasa menjaga seluruh hidupmu— baik roh, pikiran, maupun perbuatan— agar sepenuhnya suci tanpa cela sampai hari kedatangan Kristus Yesus, Penguasa kita.
1TH 5:24 Karena yang memanggil kamu adalah Allah, dan Dia sangat layak dipercaya! Dialah yang akan menyucikanmu hingga menjadi sempurna.
1TH 5:25 Saudara-saudari, doakanlah kami.
1TH 5:26 Sebagai umat yang disucikan Allah, hendaklah kalian saling memberi salam dengan penuh kasih.
1TH 5:27 Saya juga berpesan dengan sungguh-sungguh atas nama Tuhan Yesus agar surat ini dibacakan kepada semua saudara-saudari seiman yang lain.
1TH 5:28 Akhir kata, kiranya Kristus Yesus Penguasa kita selalu berbaik hati kepada kalian masing-masing dan menyertaimu. Amin.
2TH 1:1 Kepada jemaat di kota Tesalonika, yaitu kalian yang bersatu dengan Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita. Salam sejahtera dari Paulus, Silas, dan Timotius.
2TH 1:2 Kiranya kalian semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
2TH 1:3 Kami selalu bersyukur kepada Allah karena kalian, Saudara-saudari. Dan memang sudah seharusnya demikian, sebab keyakinanmu kepada Yesus bertumbuh dengan luar biasa, dan kalian juga semakin mengasihi satu sama lain.
2TH 1:4 Karena itu kami selalu senang menceritakan tentang kalian kepada jemaat-jemaat Allah di tempat lain, yakni betapa kalian teguh bertahan dan berpegang pada keyakinanmu meski dianiaya dan menderita berbagai kesusahan.
2TH 1:5 Keteguhan hatimu itu membuktikan bahwa Allah selalu bertindak adil terhadap manusia. Kalian akan dinyatakan layak untuk masuk ke dalam kerajaan Allah karena sekarang kalian menderita demi kesetiaanmu pada kerajaan-Nya itu.
2TH 1:6 Sedangkan mereka yang sekarang menganiaya kalian kelak akan menerima hukuman berat, sebab Allah itu adil. Demikianlah wujud keadilan Allah.
2TH 1:7 Dia juga akan memberikan rasa lega kepada kita semua yang saat ini menderita. Semuanya itu akan terjadi pada waktu Tuhan Yesus datang kembali dari surga dan menampakkan diri-Nya kepada seluruh penduduk dunia ini diiringi para malaikat-Nya dengan kuasa yang hebat.
2TH 1:8 Semua orang yang tidak mengenal Allah dan tidak mau taat menerima Kabar Baik tentang Tuhan Yesus akan dihukum-Nya dengan api yang menyala-nyala.
2TH 1:9 Mereka akan dihukum selama-lamanya di tempat yang jauh dari hadapan TUHAN tanpa pernah dapat menikmati kemuliaan dan segala kuasa-Nya.
2TH 1:10 Hukuman itu akan terjadi ketika Tuhan Yesus datang kembali. Pada waktu itu, semua orang yang disucikan-Nya, yaitu semua yang percaya kepada-Nya, akan mengagumi dan memuliakan Dia karena kuasa-Nya. Dan kalian pun tentu akan ikut menyambut kedatangan-Nya itu karena kalian sudah percaya pada kesaksian yang kami sampaikan.
2TH 1:11 Kami selalu berdoa agar kalian mencapai tujuan akhir yang indah itu. Kami memohon supaya Allah menolong kamu semua untuk hidup dengan cara yang pantas sebagai orang yang sudah dipanggil-Nya. Kami juga berdoa supaya dengan kuasa Allah, kamu semua dimampukan untuk menyelesaikan segala hal baik yang hendak kamu lakukan, khususnya perbuatan yang menunjukkan keyakinanmu pada Yesus.
2TH 1:12 Dengan demikian, nama Tuhan Yesus akan dipermuliakan melalui hidupmu. Dan karena kamu bersatu dengan Dia, kamu juga akan dianugerahi kemuliaan oleh Allah Bapa dan Kristus Yesus, Penguasa kita.
2TH 2:1 Saudara-saudari, akan ada banyak ketidakjelasan mengenai hari kedatangan kembali Tuhan kita Kristus Yesus, yakni hari di mana kita semua kelak berkumpul dengan-Nya. Janganlah kalian bimbang atau panik kalau mendengar orang-orang berkata, “Tanpa kita tahu, ternyata Tuhan Yesus sudah datang kembali di tempat lain.” Jangan dengarkan mereka sekalipun ada yang berkata, “Roh Allah yang memberitahu kami bahwa Yesus sudah datang!” Juga janganlah percaya kalau mereka mengatakannya atas nama saya, Paulus, ataupun teman-teman saya. Dan kalau berita seperti itu datang dalam bentuk surat, jangan percaya bahwa surat itu berasal dari kami.
2TH 2:3 Apa pun usaha orang untuk menipu kalian tentang kedatangan Yesus, jangan percaya! Karena Tuhan hanya akan datang kembali sesudah terjadi masa ketika banyak orang menolak menyembah Allah. Mereka memilih untuk taat pada seorang raja dosa, pelaku segala kejahatan, yang pada waktu itu mulai bertindak. Dialah yang akan dibinasakan pada hari terakhir.
2TH 2:4 Dia akan melawan semua tokoh yang disembah manusia, bahkan melawan Allah sendiri. Dia akan meninggikan diri atas semua dewa, bahkan masuk ke rumah Allah dan duduk di ruang mahakudus supaya semua orang mengakuinya sebagai Allah.
2TH 2:5 Saya sudah berulang kali memberitahukan hal itu kepada kalian waktu kita masih bersama-sama. Apa kalian lupa?
2TH 2:6 Ingatlah bahwa ada Penguasa yang lain di dunia ini. Sekarang, Penguasa itulah yang masih menghalangi si raja dosa sehingga dia tidak bisa menampakkan dirinya sebelum tiba waktu yang ditentukan Allah.
2TH 2:7 Raja dosa sudah mulai bekerja secara diam-diam untuk membuat manusia melawan Allah. Tetapi Penguasa itu menghalangi dia sampai Allah memerintahkan agar raja kejahatan itu dibiarkan bekerja dengan bebas.
2TH 2:8 Pada saat itulah dia akan bekerja dengan terang-terangan. Dan ketika dia bertindak, Tuhan Yesus akan turun dari surga dengan penuh kemuliaan dan membinasakan dia dalam sekejap dengan perkataan-Nya saja.
2TH 2:9 Tetapi sebelum raja dosa itu dibinasakan, dia akan sempat membuat berbagai keajaiban dengan kuasa Satanas supaya manusia mengira bahwa dia Allah.
2TH 2:10 Dia juga akan menggunakan segala macam tipu daya yang jahat untuk menyesatkan orang-orang yang mengikuti jalan kebinasaan. Mereka akan binasa karena menutup hati terhadap ajaran benar yang bisa menyelamatkan mereka.
2TH 2:11 Itulah sebabnya Allah membutakan mata hati mereka, sehingga mereka terus percaya pada ajaran sesat.
2TH 2:12 Dengan begitu, mereka tetap menikmati kejahatan, sehingga adillah Allah saat menghukum mereka.
2TH 2:13 Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus, sudah sepatutnya kami selalu bersyukur kepada Allah, karena sejak dunia diciptakan, Dia sudah memilih kalian untuk diselamatkan melalui keyakinanmu pada ajaran benar dan melalui Roh Allah yang menyucikan kalian.
2TH 2:14 Lewat Kabar Baik yang kami beritakan, Allah sudah memanggil kamu semua untuk mendapat bagian dalam kemuliaan Tuhan kita Kristus Yesus.
2TH 2:15 Karena itu Saudara-saudari, teruslah bertahan dan berpegang pada ajaran-ajaran yang sudah kami sampaikan baik lewat perkataan maupun surat.
2TH 2:16 Kami selalu berdoa untuk kalian kepada Penguasa kita Kristus Yesus dan kepada Allah Bapa kita. Allah Bapa sangat mengasihi kita dan senantiasa menguatkan hati kita agar semakin yakin akan hidup kekal bersama-Nya. Kita memiliki keyakinan itu karena Yesus sudah sangat baik kepada kita.
2TH 2:17 Doa kami, kiranya Tuhan Yesus dan Allah Bapa menguatkan hati kalian masing-masing sehingga kamu selalu melakukan yang terbaik lewat perkataan maupun perbuatan.
2TH 3:1 Selanjutnya, Saudara-saudari, tolong doakanlah kami supaya ajaran tentang Tuhan Yesus bisa menyebar dengan cepat. Doakan agar orang-orang mau menerima ajaran itu dan menghargainya seperti yang sudah terjadi di antara kalian.
2TH 3:2 Berdoalah juga supaya Allah melepaskan kami dari para pengacau dan orang-orang jahat, karena tidak semua orang mau percaya pada ajaran kami.
2TH 3:3 Tetapi Tuhan Yesus selalu setia. Dia akan menguatkan keyakinanmu dan melindungimu dari si iblis.
2TH 3:4 Kami juga yakin bahwa kamu selalu melakukan apa yang kami ajarkan dan akan terus melakukannya, karena kamu semua sudah bersatu dengan Tuhan.
2TH 3:5 Kami berdoa supaya Tuhan Yesus menolongmu untuk semakin yakin bahwa Allah sangat mengasihimu, dan supaya kamu tetap kuat bertahan, sama seperti Kristus terus bertahan waktu Dia menderita.
2TH 3:6 Saudara-saudari, sebagai utusan Tuhan kita Kristus Yesus, kami menegaskan sungguh-sungguh: Jangan bergaul dengan saudara atau saudari seiman yang hidup bermalas-malasan dan tidak mau melakukan ajaran yang sudah kalian terima dari kami.
2TH 3:7 Ikutilah teladan kami. Waktu kita bersama, kalian sendiri tahu bahwa kami tidak pernah malas bekerja.
2TH 3:8 Ingatlah bahwa kami tidak pernah minta diberi nafkah. Kami bekerja keras siang malam supaya tidak menjadi beban bagi siapa pun di antara kalian.
2TH 3:9 Sebenarnya, sebagai pelayan Tuhan, kami berhak menerima nafkah dari kalian. Tetapi kami bekerja sendiri untuk mencukupi keperluan kami agar menjadi teladan bagi kalian,
2TH 3:10 karena waktu kita masih bersama, kami sudah mengajarkan, “Orang yang tidak mau bekerja tidak boleh makan.”
2TH 3:11 Kami mengingatkan hal ini karena mendengar bahwa ada beberapa di antara kalian yang bermalas-malasan. Mereka sama sekali tidak bekerja, tetapi hanya sibuk mencampuri urusan orang lain.
2TH 3:12 Sebagai pelayan Tuhan kita Kristus Yesus, dengan tegas kami menasihatkan mereka supaya hidup teratur dan harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan mereka sendiri.
2TH 3:13 Sedangkan kepada kalian semua, Saudara-saudari, kami menasihatkan: Jangan pernah lelah berbuat baik.
2TH 3:14 Kalau ada orang yang tidak mengikuti hal-hal yang kami ajarkan dalam surat ini, perhatikanlah siapa mereka dan jangan bergaul dengan orang-orang itu. Dengan demikian mereka menyadari kesalahannya dan malu.
2TH 3:15 Tetapi janganlah menganggap mereka musuh. Teruslah menasihati mereka sebagai saudara-saudari seiman.
2TH 3:16 Akhir kata, kami berdoa agar Tuhan Yesus sumber damai selalu memberikan ketenangan kepadamu dan senantiasa menyertaimu.
2TH 3:17 Saya, Paulus, menulis salam terakhir ini dengan tangan saya sendiri: Salam! Inilah tanda yang selalu saya pakai dalam tiap surat sebagai bukti bahwa surat ini benar-benar dari saya.
2TH 3:18 Kiranya Tuhan kita Kristus Yesus selalu menyatakan kebaikan-Nya kepada kalian semua. Amin.
1TI 1:1 Kepada Timotius, yang sudah saya anggap seperti anakku sendiri dalam keyakinan kita yang sama pada Tuhan Yesus. Salam sejahtera dari saya, Paulus, yang menjadi rasul Kristus Yesus atas perintah dari Allah Penyelamat kita dan Kristus Yesus, Penguasa sekaligus sumber pengharapan kita. Kiranya kamu senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan serta kemurahan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
1TI 1:3 Waktu saya pergi ke Makedonia, saya memintamu tetap tinggal di Efesus dengan tugas untuk menghentikan orang-orang yang mengajarkan ajaran sesat
1TI 1:4 dan untuk membina jemaat agar tidak mempercayai ajaran yang berdasarkan pada legenda rakyat maupun ajaran tentang pentingnya silsilah nenek moyang. Pelajaran seperti itu tidak ada habisnya dan sia-sia saja karena hanya mengakibatkan perdebatan. Lagipula, ajaran seperti itu tidak memimpin jemaat untuk lebih percaya pada ajaran yang benar dari Allah.
1TI 1:5 Tujuan utama dari tugasmu itu adalah supaya jemaat sungguh-sungguh saling mengasihi. Kasih sejati hanya bisa terjadi bila hati kita dibersihkan oleh Allah dan kita berusaha menjaga hati nurani kita tetap tulus, serta sungguh-sungguh percaya kepada ajaran benar tanpa berpura-pura.
1TI 1:6 Sayangnya, sebagian orang sudah tidak lagi hidup seperti itu. Mereka hanya buang-buang waktu dengan ajaran yang tidak berguna.
1TI 1:7 Mereka ingin menjadi guru hukum Taurat, tetapi tidak mengerti apa yang mereka bicarakan itu, bahkan mereka tidak mengerti hal-hal yang mereka tegaskan dengan penuh percaya diri.
1TI 1:8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik, asal diajarkan sesuai dengan tujuan utamanya.
1TI 1:9 Karena kita tahu bahwa tujuan hukum Taurat diberikan bukanlah untuk membebani orang yang sudah dibenarkan oleh Allah, melainkan untuk menghukum orang-orang yang suka melanggar perintah TUHAN dan melawan Dia, tidak tahu menghormati-Nya, suka berbuat dosa dan tidak mau hidup suci, hanya memikirkan hal-hal duniawi, memberi kesaksian palsu, suka menipu, menjual orang untuk diperbudak, membunuh orang lain— bahkan orangtuanya sendiri, melakukan percabulan dan menyukai sesama jenis, serta hidup bertentangan dengan ajaran benar.
1TI 1:11 Ajaran benar yang dimaksud adalah setiap ajaran yang berdasar pada Kabar Baik dari Allah, yang sudah dipercayakan-Nya kepada saya untuk saya beritakan. Terpujilah Allah melalui Kabar Baik yang mencerminkan kemuliaan-Nya itu!
1TI 1:12 Saya bersyukur kepada Penguasa kita Kristus Yesus, karena Dia selalu memberi kekuatan kepada saya dan menganggap saya setia sehingga Dia mempercayakan pemberitaan Kabar Baik itu kepada saya,
1TI 1:13 padahal dulu saya menghina nama-Nya, suka bertindak keras, dan bahkan menganiaya para pengikut-Nya. Tetapi Kristus mengasihani saya, karena waktu itu saya belum percaya kepada-Nya sehingga tidak tahu bahwa perbuatan itu salah.
1TI 1:14 Sungguh berlimpah kebaikan hati Penguasa kita kepada saya sehingga saya menjadi percaya kepada-Nya dan mulai mengasihi sesama. Itu terjadi karena saya menerima Kristus Yesus dan bersatu dengan Dia.
1TI 1:15 Jadi, perkataan ini sungguh benar dan pantas dipercaya sepenuhnya: Kristus Yesus sudah datang ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Di antara orang-orang berdosa itu, sayalah yang paling berdosa.
1TI 1:16 Namun, justru karena besarnya dosa itulah saya dikasihani dan diampuni, supaya melalui saya, orang-orang bisa melihat kesabaran Kristus Yesus yang luar biasa. Kristus sudah menunjukkan kesabaran-Nya kepada saya untuk menjadi contoh bagi orang-orang yang mau percaya kepada-Nya dan memperoleh hidup kekal.
1TI 1:17 Oleh karena itu, marilah kita menghormati dan memuliakan Allah sampai selama-lamanya! Dialah Raja yang kekal, yang tidak terlihat, dan yang tidak akan pernah binasa. Dialah satu-satunya Allah yang penuh kebijaksanaan! Amin.
1TI 1:18 Anakku Timotius, saya berpesan kepadamu, sesuai dengan nubuatan yang pernah disampaikan kepadamu sebelum kamu memulai pelayanan: Berjuanglah dengan baik dalam peperangan rohani ini.
1TI 1:19 Tetaplah percaya penuh kepada ajaran benar dan jagalah supaya hati nuranimu tetap bersih. Karena ada orang-orang yang sudah menolak untuk hidup sesuai tuntunan hati nurani mereka, sehingga mereka tidak lagi mampu percaya kepada ajaran benar.
1TI 1:20 Contohnya Himeneus dan Aleksander. Saya sudah menyerahkan mereka berdua kepada Satanas agar mereka belajar berhenti menghina Allah.
1TI 2:1 Saya mendorong kamu untuk mengajarkan hal-hal berikut ini kepada jemaat yang kamu layani: Pertama, hendaklah setiap anggota jemaat bertekun dalam doa, baik untuk keperluan diri sendiri, maupun untuk semua orang, disertai dengan ucapan syukur.
1TI 2:2 Ajarlah mereka untuk mendoakan raja-raja dan semua pejabat pemerintah. Mintalah kepada Allah supaya kita bisa hidup tenang, damai, serta bebas menjalani hidup sesuai kehendak Allah dan dengan cara yang terpuji dalam pandangan semua orang.
1TI 2:3 Setiap doa seperti itu baik dan menyenangkan hati Allah, Penyelamat kita.
1TI 2:4 Dan sebagai Penyelamat, Dia menginginkan agar setiap orang diselamatkan dan mengenal ajaran benar tentang Kristus.
1TI 2:5 Karena hanya ada satu Allah, dan hanya satu Perantara kita dengan Allah, yaitu Kristus Yesus, yang juga adalah manusia.
1TI 2:6 Dia sudah menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban penebusan untuk membebaskan semua umat-Nya dari dosa. Hal itu terjadi tepat pada waktu yang ditentukan Allah, dan menjadi bukti kebaikan hati-Nya kepada manusia.
1TI 2:7 Kemudian saya dipilih sebagai rasul untuk memberitakan Kabar Baik itu. Saya berani bersumpah demi kesatuan saya dengan Kristus bahwa perkataan ini benar dan saya tidak berbohong: Saya diutus sebagai pengajar bagi orang bukan Yahudi, supaya mereka mendengar ajaran yang benar dan menjadi percaya.
1TI 2:8 Di mana pun saudara-saudari seiman berkumpul, saya mau supaya setiap laki-laki yang memimpin doa menengadahkan tangan yang tidak ternoda oleh dosa. Artinya, dia haruslah orang yang tidak bercela, bukan pemarah, dan tidak suka bertengkar.
1TI 2:9 Bagi para perempuan, hendaklah mereka berdandan dengan cara yang pantas serta bijak memilih pakaian yang sopan dan rapi. Jangan suka memamerkan diri dengan menghias rambut secara berlebihan ataupun mengenakan banyak perhiasan emas, mutiara, dan pakaian mahal.
1TI 2:10 Sebaliknya, cara yang pantas untuk mempercantik diri bagi setiap perempuan yang mengaku sebagai penyembah Allah adalah dengan melakukan hal-hal yang baik.
1TI 2:11 Dalam pertemuan jemaat, saya tidak mengizinkan perempuan mengajar atau memimpin atas laki-laki. Hendaklah setiap perempuan memperhatikan pengajaran dengan diam dan penuh penundukan diri.
1TI 2:13 Karena Adamlah yang diciptakan lebih dulu, baru kemudian Hawa.
1TI 2:14 Dan bukan Adam yang ditipu oleh iblis, melainkan perempuanlah yang tertipu sehingga dia menjadi pelaku dosa yang pertama.
1TI 2:15 Akibat dosa itu, keturunan Hawa yang perempuan menanggung hukuman Allah berupa rasa sakit sewaktu melahirkan. Namun demikian, Allah bersedia menolong dan menyelamatkan setiap perempuan, asalkan dia tetap percaya penuh kepada-Nya, berbuat kasih, serta hidup suci dan bijaksana.
1TI 3:1 Sungguh benar perkataan ini: Menjadi pemimpin jemaat adalah sebuah tanggung jawab yang mulia.
1TI 3:2 Karena itu, yang boleh diangkat sebagai pemimpin jemaat haruslah orang yang hidupnya tidak bercela, setia kepada istrinya, dan tidak boleh mempunyai lebih dari satu istri. Dia juga haruslah seorang yang sabar, dapat mengendalikan diri, hidup teratur, mau memberi tumpangan di rumahnya, dan mampu mengajar dengan baik.
1TI 3:3 Pemabuk dan orang yang suka berkelahi tidak boleh diangkat sebagai pemimpin jemaat, demikian juga orang yang mengumpulkan kekayaan dengan cara kotor. Karena seorang pemimpin jemaat harus berperilaku baik, cinta damai, dan tidak cinta uang.
1TI 3:4 Seorang pemimpin harus mengatur keluarganya dengan baik serta mendidik anak-anaknya untuk taat dan hormat kepadanya.
1TI 3:5 Karena kalau orang tidak mampu mengatur rumah tangganya sendiri, dia tidak akan mampu memimpin jemaat Allah.
1TI 3:6 Seseorang yang baru percaya kepada Yesus tidak boleh diangkat menjadi pemimpin jemaat, sebab hal itu bisa menjadikannya sombong. Ingatlah bahwa iblis dijatuhi hukuman Allah juga karena kesombongannya.
1TI 3:7 Untuk menjadi pemimpin jemaat, seseorang juga harus dikenal sebagai orang baik oleh orang-orang di luar jemaat, sehingga iblis tidak bisa menjerat dia melalui perkataan orang lain yang menjelekkan namanya.
1TI 3:8 Demikian juga, orang-orang yang diangkat menjadi pengerja jemaat haruslah orang yang terhormat, bukan ular berkepala dua, bukan pemabuk, dan tidak cinta uang.
1TI 3:9 Mereka haruslah percaya penuh pada ajaran-ajaran benar yang sudah Allah nyatakan kepada kita dan memiliki hati nurani yang bersih.
1TI 3:10 Setiap calon pengerja jemaat harus diuji dengan memberikan tugas pelayanan sementara. Bila pelayanannya terbukti baik, barulah dia boleh diangkat sebagai pengerja jemaat.
1TI 3:11 Perempuan yang diangkat sebagai pengerja jemaat haruslah orang yang terhormat, tidak suka membicarakan kejelekan orang lain, selalu menguasai diri, dan bisa dipercaya dalam segala hal.
1TI 3:12 Laki-laki yang diangkat sebagai pengerja jemaat harus setia kepada istrinya, tidak boleh mempunyai lebih dari satu istri, dan dapat mengatur anak-anaknya serta rumah tangganya dengan baik.
1TI 3:13 Setiap pengerja jemaat yang melayani dengan baik akan mendapat nama yang baik pula, sehingga dia dapat memberitakan keyakinannya akan Kristus Yesus kepada orang lain dengan lebih percaya diri.
1TI 3:14 Saya berharap bisa segera datang kepadamu, tetapi saya merasa adalah bijaksana jika menuliskan hal-hal ini untukmu sekarang,
1TI 3:15 supaya kalau saya terlambat datang, melalui surat ini kamu akan mengetahui bagaimana seharusnya kita hidup sebagai keluarga Allah. Yang dimaksud keluarga Allah adalah kesatuan seluruh jemaat milik Allah yang hidup. Memang sebagai anggota kesatuan itu, kita terlibat untuk mendukung dan mempertahankan ajaran benar dari Allah, sebagaimana tiang penopang dan batu dasar menegakkan sebuah rumah.
1TI 3:16 Sungguh, ajaran-ajaran benar yang sudah Allah nyatakan kepada kita sangat luar biasa! Oleh karena itu, kita percaya penuh bahwa melalui Kristus, Allah datang dan hidup di dunia ini sebagai manusia dengan tubuh biasa. Roh Allah membuktikan bahwa semua yang Kristus ajarkan tentang diri-Nya adalah benar. Seluruh hidup-Nya disaksikan oleh para malaikat. Sekarang bangsa-bangsa yang bukan Yahudi sudah mendengar Kabar Baik tentang Dia. Orang-orang yang percaya kepada-Nya berasal dari seluruh dunia. Dan Dia sudah diangkat ke tempat semula dalam kemuliaan.
1TI 4:1 Roh Kudus dengan jelas mengatakan bahwa pada masa mendatang, banyak orang tidak akan mau lagi mempercayai ajaran yang benar. Mereka akan mengikuti roh-roh jahat yang menyesatkan dan percaya pada berbagai ajaran setan-setan.
1TI 4:2 Ajaran itu disampaikan oleh orang-orang munafik yang suka berdusta. Hati nurani mereka sudah membatu sehingga mereka tidak bisa lagi membedakan perbuatan yang benar dan yang salah.
1TI 4:3 Sebagai contoh, mereka melarang kita menikah atau memakan makanan tertentu, padahal Allahlah yang menjadikan semua makanan. Kita yang percaya dan sudah mengetahui ajaran benar seharusnya menikmati makanan itu dengan ucapan syukur,
1TI 4:4 karena semua yang diciptakan Allah adalah baik. Tidak ada satu pun yang haram. Dengan ucapan syukur, segala sesuatu boleh kita makan,
1TI 4:5 sebab semua makanan menjadi halal oleh Firman TUHAN dan oleh doa kita.
1TI 4:6 Ajarkanlah hal-hal itu kepada saudara-saudari seiman di sana, sehingga di hadapan Kristus Yesus, kamu akan terbukti sebagai hamba-Nya yang baik. Seorang hamba Kristus yang baik haruslah semakin dewasa dalam segala ajaran yang membangun keyakinan kita, seperti ajaran-ajaran baik yang sudah kamu ikuti.
1TI 4:7 Jangan libatkan dirimu dalam ajaran yang berdasarkan legenda rakyat. Ajaran semacam itu sudah pasti hanya berdasarkan pikiran duniawi dan penuh kebodohan. Hendaklah kamu terus melatih diri secara rohani agar semakin berkenan kepada Allah.
1TI 4:8 Dibandingkan latihan jasmani yang terbatas gunanya, manfaat latihan rohani tidaklah terbatas, karena hal itu membawa berkat baik untuk hidup yang sekarang maupun yang akan datang. ‘Latihan rohani’ adalah dengan menjalankan hidup yang semakin berkenan di mata Allah.
1TI 4:9 Ajaran itu sungguh benar dan pantas dipercayai sepenuhnya.
1TI 4:10 Itulah sebabnya kita masih terus bekerja keras walaupun sering dihina. Kita sudah menaruh pengharapan pada Allah yang hidup. Dialah Penyelamat semua orang, maksud saya, semua yang percaya kepada-Nya.
1TI 4:11 Ajarkanlah hal-hal tersebut kepada jemaat Tuhan yang kamu layani dan doronglah mereka untuk melakukannya.
1TI 4:12 Biarpun kamu masih muda, jangan sampai ada orang yang meremehkanmu. Caranya, hendaklah kamu menjadi contoh yang baik bagi orang-orang percaya, melalui cara bicaramu, gaya hidupmu, kasihmu, keyakinanmu kepada Kristus, dan cara hidupmu yang suci dan dipimpin Roh Allah.
1TI 4:13 Sebelum saya datang, utamakanlah hal-hal ini dalam pelayananmu: Bacakan dan ajarkanlah Kitab Suci kepada jemaat. Doronglah mereka untuk terus melakukannya.
1TI 4:14 Ingatlah selalu untuk menggunakan dan mengembangkan kemampuan rohani yang diberikan kepadamu melalui nubuatan, yaitu ketika para pemimpin jemaat mendoakan kamu dengan penumpangan tangan.
1TI 4:15 Kerjakanlah terus tugas-tugas itu dengan sepenuh hati, sehingga bukti keyakinan dan pelayananmu semakin terlihat jelas di hadapan semua orang.
1TI 4:16 Awasilah dirimu sendiri! Berhati-hatilah dengan hal-hal yang kamu ajarkan! Berdirilah teguh dalam semuanya itu. Dengan demikian, kamu akan menyelamatkan dirimu sekaligus orang-orang yang mendengarkan ajaranmu.
1TI 5:1 Janganlah menegur saudara seiman yang lebih tua darimu dengan keras, tetapi berilah mereka dorongan dengan penuh hormat seperti kepada ayahmu sendiri. Untuk saudara seiman yang lebih muda darimu, nasihatilah mereka seperti adikmu sendiri.
1TI 5:2 Demikian juga, untuk saudari seiman yang lebih tua darimu, berilah mereka dorongan seperti kepada ibumu sendiri. Dan untuk saudari seiman yang lebih muda darimu, nasihatilah mereka dengan tulus hati, seperti ketika menasihati adikmu sendiri.
1TI 5:3 Hormatilah para janda yang sudah tidak mempunyai keluarga yang bisa membantu mereka, maksudnya, perhatikanlah kebutuhan mereka.
1TI 5:4 Tetapi kalau seorang janda masih mempunyai anak atau cucu, biarlah keturunannya itu lebih dulu belajar melayani Allah dengan memperhatikan kebutuhan orangtua atau nenek mereka sendiri. Dengan demikian, mereka membalas kebaikan orangtua atau neneknya. Hal itu menyenangkan hati Allah.
1TI 5:5 Bila seorang janda benar-benar hidup sendiri tanpa ada keluarga yang bisa membantu dia, hendaklah jemaat memperhatikan kebutuhannya, karena janda yang demikian hanya berharap penuh kepada Allah dan siang malam berdoa meminta pertolongan-Nya.
1TI 5:6 Namun, setiap janda yang hidup hanya untuk menikmati kesenangan dunia sebenarnya sudah mati secara rohani, walaupun tubuhnya masih hidup.
1TI 5:7 Sampaikanlah hal-hal itu kepada saudara-saudari seiman di sana, supaya mereka mengatur pelayanan kepada para janda dengan baik. Dengan demikian, cara hidup jemaat tidak tercela di hadapan orang-orang yang belum percaya kepada Kristus.
1TI 5:8 Sebaliknya, kalau ada anggota jemaat yang tidak memelihara kaum keluarganya, terutama keluarga dekatnya, berarti dia tidak sungguh-sungguh percaya dan mengikuti ajaran kita, dan di hadapan Allah dia lebih buruk daripada orang-orang yang belum percaya kepada Kristus.
1TI 5:9 Yang boleh dimasukkan dalam daftar penerima bantuan jemaat hanyalah para janda yang berusia enam puluh tahun ke atas. Mereka haruslah orang yang dulunya setia kepada suami
1TI 5:10 dan dikenal baik perbuatannya. Misalnya, dia sudah membesarkan anak-anaknya dengan baik, suka memberi tumpangan, rela menjadi pelayan bagi saudara-saudari seiman, suka membantu orang yang kesusahan, dan selalu melibatkan diri dalam segala macam kegiatan yang baik.
1TI 5:11 Janda yang berumur kurang dari enam puluh tahun tidak boleh didaftarkan. Karena kalau suatu hari mereka punya keinginan untuk bersuami, keinginan itu akan membuat mereka dengan mudah meninggalkan janjinya untuk melayani Kristus saja.
1TI 5:12 Itu sebabnya janganlah mendaftarkan para janda yang masih muda, supaya mereka tidak terkena hukuman Allah karena melanggar janji mereka untuk hidup hanya melayani Kristus.
1TI 5:13 Lagipula, bila janda yang masih muda didaftarkan, mereka bisa menjadi pemalas. Yang lebih buruk lagi, mereka akan menghabiskan waktu dengan pergi ke rumah orang-orang, membicarakan kejelekan orang lain, mencampuri urusan orang lain, dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.
1TI 5:14 Karena itu, lebih baik para janda yang masih muda menikah lagi, membesarkan anak-anak, dan mengurus rumah tangganya. Dengan demikian, orang-orang yang memusuhi kita tidak mempunyai alasan untuk menjelek-jelekkan kita.
1TI 5:15 Karena pernah terjadi, beberapa janda muda tersesat dan menjadi kaki tangan Satanas.
1TI 5:16 Apabila seorang anggota jemaat memiliki kerabat yang sudah menjadi janda, hendaklah dia mencukupi kebutuhan kerabatnya itu supaya tidak menambah beban jemaat, sehingga jemaat bisa mengurus para janda lain yang sudah tidak punya keluarga.
1TI 5:17 Para pemimpin jemaat yang melayani dengan baik pantas dihargai dengan dua cara. Pertama, dengan menghormati mereka. Kedua, dengan memberikan honor yang layak, khususnya kepada para pemimpin yang bertanggung jawab untuk berkhotbah dan mengajar.
1TI 5:18 Karena dalam Kitab Suci ada tertulis, “Jangan menutup mulut sapi yang sedang bekerja menginjak-injak gandum untuk melepaskan biji dari kulitnya. Biarkanlah sapi itu makan sambil bekerja.” Dan kitab lain mengatakan, “Seorang pekerja berhak menerima upahnya.”
1TI 5:19 Bila ada tuduhan terhadap seorang pemimpin jemaat, janganlah langsung mempercayainya, kecuali tuduhan itu didukung oleh dua saksi mata atau lebih.
1TI 5:20 Kalau terbukti bahwa dia memang hidup dalam dosa, tegurlah dia di hadapan seluruh jemaat, supaya semuanya takut melakukan dosa seperti yang diperbuat orang itu.
1TI 5:21 Di hadapan Allah dan Penguasa kita Kristus Yesus serta para malaikat surgawi, saya menegaskan agar kamu menuruti semua petunjuk ini. Lakukanlah semuanya itu untuk setiap anggota jemaat tanpa pilih kasih dan tanpa berpihak kepada siapa pun.
1TI 5:22 Sebelum calon pemimpin jemaat terbukti sebagai orang baik, janganlah menumpangkan tanganmu pada orang itu untuk meresmikannya sebagai pemimpin. Sebab, kalau setelah menjadi pemimpin ternyata orang itu jatuh ke dalam dosa besar, kamu juga turut bersalah karena sudah meresmikan dia. Awasilah dirimu selalu supaya tetap murni dan tidak ternoda.
1TI 5:23 Dosa-dosa yang dilakukan sebagian orang segera terlihat dan menjadi nyata sebelum perkara mereka diperiksa. Tetapi dosa-dosa sebagian orang lain tersembunyi dan hanya akan ketahuan di kemudian hari. Demikian juga, ada perbuatan-perbuatan baik kita yang akan segera kelihatan dan ada yang tidak. Namun, yang tidak langsung terlihat pun tidak mungkin tersembunyi selamanya. Untuk kamu sendiri, saya sarankan: Di samping air minum yang biasa, minumlah juga sedikit air anggur sebagai obat, supaya kamu tidak sering sakit perut.
1TI 6:1 Ingatkanlah setiap anggota jemaat yang berstatus budak agar mereka sepenuhnya menghormati majikan mereka masing-masing. Dengan begitu, orang lain tidak akan menghina Allah dan ajaran kita.
1TI 6:2 Ajarkanlah juga kepada setiap budak, “Kalau keluarga majikanmu sama-sama pengikut Kristus, janganlah menjadikan hal itu sebagai alasan untuk bersikap kurang hormat kepada mereka. Justru kamu harus lebih rajin bekerja untuk melayani mereka karena mereka adalah saudara-saudari seimanmu yang terkasih.” Jadi Timotius, hendaklah kamu terus mengajar dan mendorong semua jemaat Tuhan yang kamu layani untuk melakukan hal-hal tersebut.
1TI 6:3 Kalau ada orang yang mengajarkan ajaran yang salah, berarti orang itu sombong dan tidak tahu apa-apa. Yang saya maksud ‘ajaran yang salah’ adalah segala ajaran yang bertentangan dengan ajaran benar dari Tuhan kita Kristus Yesus, dan yang tidak memimpin kepada hidup yang memuliakan Allah. Orang-orang yang mengajarkan ajaran sesat seperti itu senang berdebat dan bertengkar tentang hal-hal yang tidak penting, seperti perbedaan kecil dalam arti istilah-istilah. Perdebatan seperti itu hanya menimbulkan iri hati, perpecahan, fitnah, dan saling curiga.
1TI 6:5 Pikiran orang semacam itu sudah menjadi kacau sehingga mereka tidak mampu lagi membedakan yang salah dan yang benar. Itulah sebabnya mereka selalu menimbulkan pertengkaran. Mereka pikir, menjadi guru agama yang terhormat adalah jalan untuk mendapat kekayaan. Menjauhlah dari orang-orang seperti itu!
1TI 6:6 Sebaliknya, kita akan mendapatkan kekayaan besar secara rohani bila kita hidup sesuai kehendak Allah disertai rasa puas dengan apa yang sudah kita miliki.
1TI 6:7 Karena kita tidak membawa apa-apa ketika lahir ke dunia, dan tidak mungkin kita membawa harta apa pun ketika meninggal dunia.
1TI 6:8 Jadi, asalkan sudah ada makanan dan pakaian, puaslah dengan itu.
1TI 6:9 Orang-orang yang ingin kaya sering kali jatuh ketika mengalami pencobaan. Mereka terjebak dalam jerat iblis ketika mereka— tanpa menyadari bahayanya— mengikuti hawa nafsu yang bodoh dan merugikan. Akibatnya, mereka tiba-tiba tertimpa kerugian besar sampai binasa.
1TI 6:10 Karena cinta akan uang adalah penyebab utama dari segala kejahatan. Banyak orang sudah tersesat dan meninggalkan keyakinan mereka kepada Kristus demi mengejar harta duniawi. Pada akhirnya, yang mereka dapatkan hanya sakit hati yang pedih dan penderitaan yang berat.
1TI 6:11 Tetapi kamu adalah milik Allah. Karena itu jauhkanlah dirimu dari semuanya itu. Kejarlah terus hidup yang benar dan yang sesuai kehendak Allah. Tetaplah percaya kepada Kristus. Teruslah berbuat kasih dan bersikap lemah lembut kepada semua orang. Dan bertahanlah dalam penderitaan.
1TI 6:12 Seperti olahragawan berlatih keras untuk sebuah pertandingan, demikianlah hendaknya kamu berjuang agar tetap percaya penuh kepada ajaran benar. Sesuai dengan panggilan Allah dalam dirimu, berjuanglah untuk mendapatkan hadiah kemenangan, yaitu hidup yang kekal. Ingatlah bahwa kamu sudah mengakui keyakinanmu itu di hadapan orang banyak.
1TI 6:13 Jadi, sekarang saya mendorong kamu untuk berjanji lagi di hadapan Allah, yang memberi hidup kepada segala makhluk, dan di hadapan Kristus Yesus, yang mengakui diri-Nya dengan berani di hadapan Pontius Pilatus:
1TI 6:14 Lakukanlah setiap perintah Kristus dengan hati yang murni, tanpa noda maupun kesalahan, sampai Penguasa kita Kristus Yesus datang kembali
1TI 6:15 pada waktu yang sudah ditentukan oleh TUHAN sendiri, Allah yang satu-satunya dan yang terpuji, Raja atas segala raja dan Penguasa atas segala penguasa.
1TI 6:16 Hanya Allah Bapa yang mempunyai hidup tak berkesudahan. Dia tinggal dalam cahaya yang begitu terang hingga tiada yang bisa mendekati-Nya. Manusia di dunia ini belum pernah melihat Dia dan tidak ada yang sanggup melihat-Nya. Hormat dan kuasa bagi Dia untuk selama-lamanya! Amin.
1TI 6:17 Nasihatilah orang-orang kaya supaya mereka tidak sombong dan jangan berharap pada harta duniawi yang tidak tetap, tetapi hanya berharap kepada Allah yang hidup. Karena dengan segala kekayaan-Nya, Allah bermurah hati menyediakan segala keperluan kita agar kita menikmati berkat-Nya itu.
1TI 6:18 Nasihatilah juga mereka supaya berusaha menjadi kaya di mata Allah, yaitu murah hati, suka memberi, dan menggunakan hartanya untuk mengerjakan segala perbuatan yang baik. Dengan berbuat begitu, mereka sama dengan menabung harta di surga sebagai bekal untuk kehidupan yang akan datang. Jadi, mereka mengarahkan tujuannya pada hidup yang kekal.
1TI 6:20 Timotius, teruslah setia mengerjakan tugas pelayanan yang sudah Allah percayakan kepadamu. Jauhkanlah dirimu dari ajaran-ajaran yang tidak berasal dari Allah dan dari perdebatan yang tidak berguna dengan orang-orang yang melawan kita berdasarkan ‘pengetahuan’ mereka. Sesungguhnya ‘pengetahuan’ mereka adalah kebodohan.
1TI 6:21 Akibat mengikuti ‘pengetahuan’ itu, ada orang-orang yang sudah tersesat dan meninggalkan keyakinan yang benar pada Kristus. Akhir kata, kepada semua yang membaca surat ini, kiranya Allah selalu menyertaimu dengan kebaikan hati-Nya. Amin.
2TI 1:1 Kepada Timotius, anakku yang terkasih. Salam sejahtera dari saya Paulus, yang menjadi rasul Kristus Yesus karena kehendak Allah. Kiranya kamu senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan serta kemurahan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita. Sebagai rasul, saya ditugaskan untuk memberitakan tentang hidup kekal yang sudah dijanjikan Allah. Hidup kekal itu kita peroleh karena bersatu dengan Kristus Yesus.
2TI 1:3 Timotius, siang dan malam saya tidak pernah lupa mendoakanmu dan bersyukur karena kamu kepada Allah. Dialah Allah yang saya layani dengan hati nurani yang bersih, seperti juga nenek moyang saya.
2TI 1:4 Saya mengingat air matamu waktu kita berpisah, dan saya rindu sekali agar kita bertemu lagi, supaya hati saya dipenuhi sukacita.
2TI 1:5 Saya juga ingat betapa kamu sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, sama seperti teladan nenekmu Lois dan ibumu Eunike. Saya yakin kamu pun memiliki keyakinan yang sama.
2TI 1:6 Oleh karena itu, saya mengingatkanmu untuk terus memanfaatkan dan meningkatkan kemampuan rohani yang diberikan Allah kepadamu ketika saya menumpangkan tangan atasmu. Kemampuan itu seperti api yang perlu terus dijaga agar tidak padam.
2TI 1:7 Karena Allah memberikan Roh-Nya yang memampukan kita untuk hidup dengan kuasa, kasih, dan penguasaan diri. Ketika Roh Allah memimpin hidup kita, kita tidak perlu takut.
2TI 1:8 Jadi, janganlah kamu malu bersaksi tentang Penguasa kita, dan janganlah malu karena saya dipenjarakan akibat melayani Dia. Sebaliknya, dengan kekuatan dari Allah, hendaklah kamu gigih menanggung penderitaan bersama saya demi Kabar Baik.
2TI 1:9 Karena Allah sudah menyelamatkan kita dan memanggil kita untuk hidup sebagai umat yang disucikan-Nya. Keselamatan dan panggilan itu diberikan bukan karena perbuatan baik kita, melainkan hanya karena kehendak-Nya dan kebaikan hati-Nya saja! Kebaikan hati-Nya itu bahkan sudah Dia rencanakan sebelum permulaan zaman dan diberikan-Nya kepada kita yang bersatu dengan Kristus Yesus.
2TI 1:10 Sekarang keselamatan itu sudah dinyatakan kepada kita dengan kedatangan Kristus Yesus, Penyelamat kita. Dia sudah meniadakan warisan kematian atas kita. Melalui Kabar Baik, Dia menunjukkan jalan menuju hidup yang kekal di mana kita tidak akan pernah mati.
2TI 1:11 Supaya Kabar Baik itu semakin tersebar luas, Allah memilih dan mengutus saya kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi sebagai pemberita, rasul, dan guru.
2TI 1:12 Itulah sebabnya saya menderita di penjara ini! Tetapi saya tidak malu, karena saya sudah mengenal Yesus. Dia sangat layak dipercaya, dan saya yakin bahwa Dia mampu menjaga dan menjamin hasil pelayanan yang sudah Dia percayakan kepada saya sampai hari kedatangan-Nya.
2TI 1:13 Peganglah teguh ajaran benar yang saya ajarkan kepadamu. Tetaplah percaya kepada Kristus dan hiduplah dengan kasih yang kita peroleh karena bersatu dengan-Nya.
2TI 1:14 Allah sudah mempercayakan ajaran benar yang sangat berharga itu kepadamu, maka jagalah itu dengan pertolongan Roh Kudus yang hidup dalam diri kita.
2TI 1:15 Kamu sudah mendengar bahwa semua saudara seiman di daerah Asia meninggalkan saya, termasuk Figelus dan Hermogenes.
2TI 1:16 Hal itu membuat saya merindukan Onesiforus! Dia selalu menghibur dan menguatkan saya. Kamu pasti ingat betapa banyaknya dia menolong saya ketika kita bersama di Efesus. Lalu waktu saya dipenjara di Roma, dia mencari saya ke sana kemari sampai menemukan saya. Dia tidak malu mengunjungi dan menghibur saya. Ah, kiranya TUHAN bermurah hati kepadanya pada Hari Pengadilan dan memberkati keluarga Onesiforus dengan kemurahan hati-Nya.
2TI 2:1 Anakku Timotius, hendaklah kamu terus dikuatkan melalui kebaikan hati Allah yang luar biasa, yang kita peroleh karena bersatu dengan Kristus Yesus.
2TI 2:2 Semua ajaran yang sudah kamu dengar ketika saya mengajar saudara-saudari seiman, ajarkan dan percayakanlah itu kepada saudara-saudari yang lain juga, khususnya mereka yang mampu mengajar dan yang akan setia meneruskannya kepada orang lain lagi.
2TI 2:3 Menjadi pengikut Kristus Yesus ibarat menjadi tentara di medan perang. Karena itu, kamu harus kuat bertahan menghadapi segala penderitaan.
2TI 2:4 Seorang tentara yang sedang bertugas tidak menyibukkan dirinya dengan berbagai pekerjaan lain, karena dia mau menyenangkan hati komandannya.
2TI 2:5 Menjadi pengikut Kristus juga ibarat seorang olahragawan di gelanggang pertandingan atau seorang petani. Olahragawan yang bertanding sesuai peraturan akan menerima mahkota kemenangan. Dan petani yang bekerja keras pantas menjadi orang pertama yang menikmati hasil panennya.
2TI 2:7 Renungkanlah contoh-contoh tadi, dan kiranya TUHAN memberimu kemampuan untuk memahami hal-hal ini lebih dalam lagi.
2TI 2:8 Ingat-ingatlah selalu tentang Kristus Yesus! Dialah Keturunan Daud yang sudah dinubuatkan. Dia sudah bangkit kembali dari kematian. Itulah Kabar Baik yang saya beritakan.
2TI 2:9 Namun, justru karena mengabarkan berita keselamatan itulah saya mengalami penderitaan, bahkan dipenjarakan seolah-olah saya ini penjahat. Tetapi Firman Allah tidak bisa dipenjarakan! Masih banyak saudara-saudari kita yang terus memberitakan kabar keselamatan itu.
2TI 2:10 Jadi, saya rela bertahan dalam segala macam penderitaan, karena dengan demikian saya mempertahankan kebenaran dalam Kabar Baik yang sedang diberitakan dan dipercayai itu. Dengan bertahan teguh, secara tidak langsung saya menolong orang-orang pilihan Allah supaya mereka mendapat kesempatan untuk menerima keselamatan yang kita peroleh karena bersatu dengan Kristus Yesus, sehingga mereka turut menikmati kemuliaan-Nya selama-lamanya.
2TI 2:11 Sungguh benar ajaran ini: Bila kita menganggap diri kita yang lama sudah mati bersama-Nya, kita juga akan hidup bersama-Nya.
2TI 2:12 Bila kita tetap setia kepada-Nya walau menderita, kita juga akan memerintah bersama-Nya. Bila kita tidak mengakui Dia sebagai Tuhan kita, Dia pun tidak akan mengakui kita sebagai umat-Nya!
2TI 2:13 Namun, sekalipun kita kurang setia menaati kehendak-Nya, Dia akan tetap setia menepati seluruh janji-Nya bagi kita, sebab Dia tidak dapat menyangkal perkataan-Nya sendiri.
2TI 2:14 Ingatkanlah selalu saudara-saudari kita tentang semua hal itu. Nasihatilah mereka dengan tegas di hadapan TUHAN Allah untuk tidak berdebat tentang hal-hal yang tidak berguna. Perdebatan seperti itu tidak menghasilkan manfaat apa pun, justru menyesatkan dan bisa membuat orang yang mendengarnya binasa.
2TI 2:15 Berusahalah sungguh-sungguh supaya Allah mengakuimu sebagai hamba yang pantas bekerja bagi-Nya, sehingga kamu tidak akan merasa malu, sebab kamu selalu mengajarkan kebenaran Allah dengan tepat.
2TI 2:16 Janganlah kamu ikut dalam percakapan yang tidak berguna dan dapat menimbulkan kesesatan. Pembicaraan seperti itu justru menjauhkan para pendengar dari kehendak Allah,
2TI 2:17 dan akibat buruknya akan menjalar seperti penyakit berbahaya. Himeneus dan Filetus contohnya. Mereka sudah tertular dan sekarang menularkannya juga!
2TI 2:18 Keduanya mengikuti jalan sesat dengan mengajarkan bahwa kita tidak akan dibangkitkan kembali sesudah mati. Menurut mereka, satu-satunya kesempatan untuk dibangkitkan sudah terjadi. Dengan ajaran itu, mereka sudah membuat beberapa saudara-saudari seiman kita meninggalkan keyakinan mereka pada Kristus.
2TI 2:19 Namun, Allah sudah memberikan kedua hal yang pasti ini sebagai batu fondasi yang kokoh bagi keyakinan kita: Pertama, “TUHAN mengenal siapa yang sudah menjadi milik-Nya.” Dan kedua, “Setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Tuhan Yesus harus berhenti melakukan kejahatan.”
2TI 2:20 Pikirkanlah contoh ini: Di sebuah rumah mewah ada bermacam-macam piring dan perabot lainnya yang terbuat dari bahan-bahan berharga seperti emas dan perak, tetapi ada juga yang terbuat dari kayu dan tanah liat. Yang terbuat dari bahan berharga dipakai hanya untuk keperluan istimewa, sedangkan yang terbuat dari kayu dan tanah liat dipakai untuk keperluan sehari-hari.
2TI 2:21 Demikian juga kamu! Kalau kamu mengkhususkan dirimu hanya bagi Tuhan dengan cara menjaga hidupmu tetap murni, kamu akan menjadi seperti bejana istimewa, yang bersih dan layak dipakai Tuhan untuk setiap pekerjaan baik.
2TI 2:22 Karena itu jauhkanlah dirimu dari segala hal yang menimbulkan hawa nafsu dan keinginan orang muda. Berusahalah keras untuk terus hidup benar, tetap percaya kepada Kristus, berbuat kasih, dan hidup damai dengan sesamamu. Lakukanlah semua itu bersama-sama dalam persekutuan dengan saudara-saudari yang— seperti kamu sendiri— setiap hari berdoa kepada Tuhan dengan tulus hati.
2TI 2:23 Sekali lagi saya berpesan: Janganlah terlibat dalam perdebatan bodoh tentang ajaran yang tidak berguna. Kamu sudah tahu bahwa perdebatan semacam itu hanya menimbulkan pertengkaran.
2TI 2:24 Lagipula, memang tidak pantas seorang hamba Tuhan Yesus bertengkar. Kamu harus ramah kepada semua orang, mampu mengajar, sabar menghadapi masalah atau kesusahan,
2TI 2:25 dan bersikap lemah lembut ketika menegur orang yang melawan ajaranmu. Karena kita bekerja dengan harapan bahwa Tuhan akan mengubahkan hati mereka supaya bertobat dan menerima ajaran yang benar.
2TI 2:26 Tujuan kita adalah supaya mereka sadar kembali dan bisa lepas dari jerat iblis. Sebab bukan kebetulan orang-orang mengikuti ajaran sesat, melainkan karena mereka ditipu dan diikat oleh iblis supaya menjadi kaki-tangannya.
2TI 3:1 Anakku, sadarilah bahwa pada zaman terakhir sekarang ini, kita pasti mengalami banyak kesulitan.
2TI 3:2 Banyak orang akan mengasihi dirinya sendiri, cinta uang, sombong, suka memuji diri, suka menghina orang lain, durhaka kepada orangtua, tidak tahu berterima kasih, mengabaikan Allah,
2TI 3:3 tidak mengasihi orang lain, tidak mau memaafkan, suka menjelek-jelekkan orang, tidak bisa menguasai diri, bersifat kasar dan kejam, serta membenci segala sesuatu yang baik.
2TI 3:4 Orang-orang pada zaman terakhir ini suka berkhianat, tidak berpikir panjang, tinggi hati dan menganggap diri lebih penting daripada orang lain, juga lebih mencintai kesenangan duniawi daripada Allah.
2TI 3:5 Memang, di depan orang mereka berlagak saleh, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh ingin mengenal Allah ataupun diubahkan oleh kuasa-Nya! Jauhkanlah dirimu dari orang-orang seperti itu.
2TI 3:6 Karena orang-orang macam itulah yang mengaku-ngaku sebagai guru agama supaya diundang masuk ke rumah-rumah orang lain. Lalu mereka menipu dan menjerat perempuan-perempuan yang belum dewasa secara rohani dan terlalu cepat percaya apa saja. Maksud saya, perempuan yang mempunyai beban dosa yang sangat berat karena mereka membiarkan dirinya terbawa ke sana kemari oleh segala macam keinginan.
2TI 3:7 Perempuan seperti itu selalu bersedia belajar tentang hal-hal rohani, tetapi mereka tidak mampu membedakan ajaran benar dan ajaran palsu.
2TI 3:8 Sedangkan ‘guru-guru agama’ tadi sama seperti Yanes dan Yambres yang melawan Musa. Pikiran mereka sudah bengkok dan selalu melawan ajaran yang benar. Ajaran yang mereka percayai sebenarnya tidak masuk akal.
2TI 3:9 Namun, guru-guru palsu itu tidak akan berhasil menyesatkan lebih banyak orang lagi, karena kebodohan mereka akan menjadi sangat nyata, sama seperti yang terjadi pada Yanes dan Yambres.
2TI 3:10 Anakku, kamu sudah mengikuti ajaran dan teladan saya. Tujuan hidup saya sudah menjadi tujuan hidupmu. Kita sudah mempunyai keyakinan yang sama. Cara kita mengasihi sesama, bersabar, serta bertahan dalam kesusahan juga sama.
2TI 3:11 Kamu sudah menjadi saksi mata penderitaan saya ketika saya dianiaya di daerahmu, di kota Antiokia, Ikonium, dan Listra. Ingatlah bahwa Tuhan sudah menyelamatkan saya dari semuanya itu!
2TI 3:12 Boleh dikatakan, setiap pengikut Kristus Yesus yang sungguh-sungguh mau hidup menyenangkan hati Allah akan mengalami aniaya.
2TI 3:13 Tetapi orang jahat dan guru-guru palsu akan terus semakin berbahaya. Mereka menyesatkan orang lain, dan dirinya sendiri juga tersesat.
2TI 3:14 Oleh karena itu, Timotius, hendaklah kamu tetap mengikuti ajaran yang sudah kamu terima dari saya maupun hamba-hamba Tuhan yang lain. Kamu mempercayai ajaran itu sebab kamu tahu bahwa kami yang mengajarkannya bisa dipercaya.
2TI 3:15 Keyakinanmu itu juga berdasarkan Kitab Suci yang sudah kamu kenal sejak kecil. Melalui Firman TUHAN, kamu menjadi bijaksana, sehingga kamu percaya kepada Kristus Yesus dan menerima keselamatan.
2TI 3:16 Seluruh Kitab Suci ditulis sesuai dengan perkataan Allah sendiri. Semuanya berguna untuk mengajar, menegur, menunjukkan kesalahan, dan mendidik kita untuk hidup benar di mata Allah.
2TI 3:17 Kesimpulannya, melalui Firman Allah, setiap orang yang sudah menjadi milik-Nya dimampukan dan diperlengkapi untuk menjalankan segala tugas yang baik yang diberikan Allah kepada kita.
2TI 4:1 Mengingat bahwa Kristus Yesus akan datang kembali dan memerintah sebagai Raja, lalu Dia akan mengadili semua orang, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup, maka di hadapan Allah dan Penguasa kita Kristus Yesus saya memberikan perintah ini kepadamu:
2TI 4:2 Beritakanlah Firman Allah selalu, baik ketika jemaatmu suka mendengarnya ataupun tidak. Kuatkanlah hati jemaatmu. Apabila mereka berbuat salah, tunjukkanlah kesalahan itu dan tegurlah mereka dengan sabar. Lakukanlah semuanya berdasarkan ajaran dari Firman Allah.
2TI 4:3 Karena akan tiba waktunya orang tidak mau lagi mendengarkan ajaran benar. Mereka hanya akan mencari guru-guru yang mengajarkan hal-hal yang enak didengar saja, yaitu yang sesuai dengan selera mereka.
2TI 4:4 Orang-orang akan menolak ajaran yang benar, tetapi senang mendengarkan omong kosong dan cerita dongeng.
2TI 4:5 Tetapi kamu hendaklah berjaga-jaga setiap waktu. Jangan takut menghadapi kesusahan yang menimpamu karena melayani Tuhan Yesus. Lakukanlah tugasmu sebagai pemberita Kabar Baik, dan selesaikanlah seluruh tugas pelayananmu bagi Tuhan.
2TI 4:6 Karena sebentar lagi saya akan dibebaskan dari tubuh duniawi ini. Darah saya akan segera dicurahkan sebagai suatu persembahan bagi Tuhan, dan Dia akan menerima jiwa saya.
2TI 4:7 Saya sudah mencapai garis akhir dalam perlombaan rohani. Saya sudah menang dalam perjuangan ini! Saya berdiri teguh memegang keyakinan pada Kristus sampai hari terakhir.
2TI 4:8 Sekarang hampir tiba waktunya saya menerima mahkota kemenangan yang sudah disiapkan bagi saya. Pada harinya nanti, Tuhan Yesus, sang Hakim yang adil, akan memberikan mahkota itu sebagai bukti bahwa saya sudah hidup dengan benar. Bukan hanya untuk saya, mahkota kemenangan juga sudah disiapkan bagi semua orang yang merindukan hari kedatangan Yesus kembali.
2TI 4:9 Berusahalah datang kepada saya secepat mungkin,
2TI 4:10 karena Demas, yang terlalu mencintai dunia ini, sudah meninggalkan saya dan pergi ke Tesalonika. Saya sudah mengutus Kreskes ke Galatia, Titus ke Dalmatia, dan Tikikus ke Efesus. Hanya Lukas yang masih bersama saya. Waktu kamu datang, ajaklah Markus bersamamu, sebab dia sangat membantu saya dalam pelayanan.
2TI 4:13 Waktu kamu melewati Troas, tolong ambilkan jubah tebal yang saya titipkan pada Karpus, juga kitab-kitab saya, khususnya yang dari kulit.
2TI 4:14 Aleksander, pengusaha tembaga dan besi itu, sudah membuat masalah saya bertambah parah! TUHAN akan menghukum dia sesuai dengan perbuatannya.
2TI 4:15 Kamu juga harus waspada terhadap dia, karena orang itu sangat menentang ajaran kita.
2TI 4:16 Dalam persidangan pertama saya, tidak ada satu teman pun yang membela saya. Semuanya sudah meninggalkan saya. Kiranya Allah mengampuni mereka.
2TI 4:17 Tetapi saat itu Tuhan Yesus tetap menyertai saya. Dia memberi saya kekuatan sehingga saya bisa memberitakan Kabar Baik sepenuhnya kepada orang-orang yang hadir— semuanya bukan orang Yahudi. Akhirnya saya diselamatkan dari mulut singa.
2TI 4:18 Tuhan Yesuslah yang sanggup menyelamatkan saya dari segala ancaman, dan pada akhirnya Dia akan membawa saya dengan selamat ke dalam kerajaan-Nya di surga. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin!
2TI 4:19 Sampaikan salam saya kepada Priskila dan Akwila, juga keluarga Onesiforus.
2TI 4:20 Dalam perjalanan ke sini, Erastus memutuskan untuk tinggal di Korintus, dan Trofimus saya tinggal di Miletus karena dia sedang sakit.
2TI 4:21 Usahakanlah sedapat mungkin datang kemari sebelum musim dingin. Salam untukmu dari Ebulus, Pudes, Linus, Klaudia, dan semua saudara-saudari seiman di sini.
2TI 4:22 Akhir kata, saya berdoa kiranya Kristus Yesus Penguasa kita selalu menyertaimu. Dan untuk semua yang membaca surat ini, kiranya kebaikan hati Allah selalu menyertai kalian masing-masing. Amin.
TIT 1:1 Kepada Titus, yang sudah saya anggap seperti anakku sendiri karena keyakinan kita yang sama pada Tuhan Yesus. Salam sejahtera dari saya, Paulus, hamba Allah dan rasul Kristus Yesus. Kiranya kamu senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan serta kemurahan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Penguasa serta Penyelamat kita. Anakku, Allah yang tidak pernah berdusta sudah menjanjikan hidup kekal bagi manusia sebelum dunia diciptakan. Lalu pada waktu yang tepat, Allah, yang juga Penyelamat kita, menyatakan hidup kekal itu kepada dunia melalui Kabar Baik. Kabar itulah yang Dia percayakan kepada saya untuk diberitakan. Sebagai rasul-Nya, saya juga ditugaskan untuk menolong umat Allah supaya semakin percaya kepada Kristus serta mengetahui ajaran yang benar dari Allah. Perintah-Nya itu saya kerjakan dengan penuh pengharapan, karena saya yakin akan menerima hidup yang kekal.
TIT 1:5 Saya meninggalkanmu di pulau Kreta supaya kamu bisa menyelesaikan urusan-urusan yang masih perlu diatur, dan mengangkat beberapa orang di setiap kota untuk menjadi pemimpin jemaat.
TIT 1:6 Untuk dipilih menjadi pemimpin jemaat, orang itu harus hidup tidak bercela. Dia harus setia kepada istrinya dan tidak boleh mempunyai lebih dari satu istri. Anak-anaknya juga harus pengikut Kristus yang dikenal berperilaku baik dan sopan.
TIT 1:7 Seorang pemimpin jemaat bertugas mengurus pekerjaan Allah. Oleh karena itu, dia hanya bisa diangkat kalau hidupnya tidak bercela. Dia tidak boleh sombong, keras kepala, cepat marah, atau pemabuk. Jangan mengangkat orang yang suka berkelahi dan yang curang dalam pekerjaannya.
TIT 1:8 Seorang pemimpin jemaat juga harus siap menolong orang lain dengan menerima mereka di rumahnya. Dia harus selalu mengusahakan yang terbaik bagi semua orang, berpikiran tajam, berkelakuan benar, sungguh-sungguh hidup bagi Allah, dan mengendalikan diri.
TIT 1:9 Seorang pemimpin jemaat harus setia mengikuti semua yang kita ajarkan, supaya dia bisa menolong orang-orang dengan ajaran yang benar. Dengan begitu, dia dapat menunjukkan kepada orang yang melawan ajaran itu bahwa mereka salah.
TIT 1:10 Hal itu penting karena ada banyak orang yang tidak mau taat dan yang menyesatkan orang-orang lain. Yang saya maksud khususnya adalah mereka yang mengatakan bahwa semua laki-laki harus disunat.
TIT 1:11 Kita harus menghentikan mereka supaya tidak mengajar lagi, sebab ajaran mereka itu mengacaukan keyakinan banyak keluarga yang beriman, baik orangtua maupun anak-anak. Mereka juga memakai ajaran sesat itu sebagai alasan untuk mendapat uang.
TIT 1:12 Dahulu, ada seorang terkenal dari Kreta yang menulis, “Semua penduduk pulau Kreta adalah pendusta. Mereka seperti binatang buas. Mereka malas bekerja dan rakus.”
TIT 1:13 Yang dikatakan orang itu memang benar! Jadi, tegurlah setiap jemaat di Kreta dengan tegas, supaya mereka tetap percaya kepada ajaran benar.
TIT 1:14 Dengan begitu, mereka tidak akan peduli pada cerita-cerita dongeng dari orang Yahudi, dan mereka akan berhenti mengikuti perintah dari orang-orang yang sudah meninggalkan ajaran benar.
TIT 1:15 Bagi orang-orang yang murni hatinya, segala sesuatu yang disediakan Allah adalah halal untuk digunakan. Namun, bagi orang yang penuh dosa dan tidak percaya, semuanya menjadi haram, karena pikiran mereka jahat dan hati nurani mereka sudah kotor.
TIT 1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi perbuatan mereka tidak membuktikan hal itu. Mereka menolak untuk taat kepada Allah dan tidak mampu melakukan hal yang baik. Allah membenci cara hidup mereka.
TIT 2:1 Tetapi kamu, Titus, harus selalu mengajarkan cara hidup yang sesuai dengan ajaran benar.
TIT 2:2 Ajarlah laki-laki yang lebih tua untuk belajar menahan diri dan bijaksana, supaya menjadi orang yang patut dihormati. Mereka harus tetap berpegang pada ajaran benar, sungguh-sungguh mengasihi saudara-saudari seiman, dan teguh bertahan waktu menghadapi kesusahan.
TIT 2:3 Ajarlah juga perempuan-perempuan yang lebih tua supaya berperilaku bersih, tidak suka memfitnah dan bergosip, dan tidak kecanduan minuman keras. Mereka juga harus mengajarkan hal-hal yang baik saja.
TIT 2:4 Dengan demikian, mereka bisa membimbing para perempuan yang muda untuk mengasihi suami dan anak-anak mereka,
TIT 2:5 untuk dapat mengendalikan diri, dan hidup dengan bersih. Perempuan yang muda juga harus belajar mengurus rumah tangga, bersikap baik, dan taat kepada suami. Dengan begitu, tidak ada orang yang bisa menjelekkan ajaran yang sudah diberikan Allah kepada kita.
TIT 2:6 Demikian juga, ajarlah laki-laki yang muda untuk hidup bijaksana.
TIT 2:7 Titus, kamu harus menjadi contoh yang baik bagi mereka dalam segala hal. Ajarlah mereka dengan hati yang jujur, dengan cara yang patut dihormati dan tujuan yang murni.
TIT 2:8 Semua ajaranmu pun haruslah benar, supaya tidak memberi kesempatan bagi mereka yang menentang kita. Dengan begitu, mereka akan malu karena tidak menemukan kesalahan yang bisa dipakai untuk mencela kita.
TIT 2:9 Sampaikanlah hal-hal ini kepada anggota jemaat yang menjadi budak: Mereka harus selalu taat kepada tuannya masing-masing, berusaha menyenangkan mereka, dan tidak membantah.
TIT 2:10 Mereka tidak boleh mencuri harta tuannya, tetapi harus membuktikan bahwa mereka benar-benar bisa dipercaya dalam segala hal. Dengan begitu, semua orang akan senang dengan apa yang kita ajarkan tentang Allah, Penyelamat kita.
TIT 2:11 Dia menunjukkan kebaikan hati-Nya dengan menawarkan keselamatan kepada semua orang.
TIT 2:12 Selama kita hidup di dunia ini, kebaikan hati Allah itu bekerja dalam hati kita supaya kita belajar untuk hidup bijaksana, jujur, saleh, dan melepaskan diri dari keinginan-keinginan duniawi yang selalu bertentangan dengan kemauan TUHAN.
TIT 2:13 Jadi sekarang, dengan gembira dan sangat yakin kita menantikan Penyelamat kita Kristus Yesus datang kembali. Pada waktu itu, sinar kemuliaan dan kebesaran Yesus, yang Allah sepenuhnya, akan terlihat di dunia ini.
TIT 2:14 Dia sudah menyerahkan diri-Nya sebagai kurban supaya kita dibersihkan dan dibebaskan dari segala kejahatan, agar kita menjadi umat-Nya yang khusus dan selalu rajin berbuat baik.
TIT 2:15 Itulah hal-hal yang harus kamu sampaikan kepada jemaat. Ajaklah mereka mengikuti hal-hal itu. Kalau mereka tidak taat, tegurlah. Kamu mempunyai kuasa penuh untuk melakukan itu, maka jangan biarkan seorang pun menganggap bahwa mereka bisa mengabaikanmu.
TIT 3:1 Ingatkanlah juga seluruh anggota jemaat di sana untuk selalu menghormati semua pemimpin dan pemerintah, taat kepada mereka, dan selalu bersedia melakukan yang baik.
TIT 3:2 Sampaikan kepada mereka supaya jangan menjelekkan orang lain, tetapi hidup damai dengan semua orang. Mereka juga harus lemah lembut dan sopan terhadap setiap orang.
TIT 3:3 Karena dulu kita pun adalah orang bodoh yang tidak taat kepada Allah. Kita sesat dan terikat oleh bermacam-macam keinginan yang hanya menyenangkan tubuh jasmani. Kita juga penuh dengan iri hati dan rencana jahat. Orang-orang membenci kita dan kita membenci mereka.
TIT 3:4 Namun, waktu kita dalam keadaan seperti itu, Allah Penyelamat kita menunjukkan kebaikan hati dan kasih-Nya kepada kita semua dengan membuka jalan keselamatan bagi kita.
TIT 3:5 Kita diselamatkan bukan karena perbuatan-perbuatan baik kita, tetapi karena Dia sendiri mengasihani kita. Dia menyelamatkan kita melalui Roh-Nya yang membersihkan kita dari dosa, sehingga kita dilahirkan kembali dan mempunyai hidup yang baru.
TIT 3:6 Dia mencurahkan Roh-Nya dengan sepenuhnya atas kita melalui Kristus Yesus, Penyelamat kita.
TIT 3:7 Hanya karena kebaikan hati Allah saja kita sudah menjadi benar di mata-Nya! Tujuan dari semuanya itu adalah supaya kita menjadi anak-anak Allah yang berhak menerima hidup kekal. Itulah yang kita nantikan dengan yakin.
TIT 3:8 Ajaran itu sungguh benar. Dan saya ingin kamu mengajarkan semuanya itu dengan tegas, sehingga orang-orang yang percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha untuk terus berbuat baik. Cara hidup seperti itulah yang pantas bagi kita sebagai pengikut Kristus dan berguna bagi semua orang.
TIT 3:9 Janganlah melibatkan dirimu ketika ada yang bertengkar tentang ajaran Yahudi, misalnya kalau mereka bertengkar tentang nama-nama nenek moyang atau tentang hukum Taurat. Pertengkaran semacam itu tidak berguna dan hanya membuang waktu.
TIT 3:10 Jadi, kalau ada orang yang membuat perpecahan karena suka bertengkar, kamu harus menegur dia satu sampai dua kali supaya dia berhenti. Kalau dia tetap membuat persoalan, jauhilah dia.
TIT 3:11 Karena kamu tahu bahwa orang-orang seperti itu berdosa dan tidak mengikuti ajaran benar. Dosa-dosa mereka membuktikan bahwa mereka bersalah.
TIT 3:12 Saya akan mengutus Artemas atau Tikikus kepadamu. Waktu salah satu dari mereka tiba, mohon datanglah segera kepada saya di Nikopolis. Saya sudah memutuskan untuk tinggal di sana selama musim dingin ini.
TIT 3:13 Waktu Apolos dan ahli hukum Zenas sudah siap untuk pergi dari situ, saya minta jemaat membantu mereka sebaik mungkin, supaya mereka bisa melanjutkan perjalanan tanpa kekurangan apa pun.
TIT 3:14 Kita sebagai pengikut-pengikut Kristus harus belajar untuk saling membantu seperti itu dan selalu siap berbuat baik waktu orang lain memerlukan bantuan. Jangan sampai hidup kita tidak berguna.
TIT 3:15 Salam untukmu dari semua orang yang bersama dengan saya di sini. Sampaikanlah salam kami kepada semua orang di sana yang mengasihi kami, yaitu semua saudara-saudari seiman kita. Akhir kata, kiranya Allah selalu berbaik hati kepada kalian masing-masing. Amin.
PHM 1:1 Kepada yang terkasih Filemon, teman sekerja kami, dan seluruh jemaat yang berkumpul di rumahmu, juga kepada saudari terkasih kita Afia dan Arkipus, yang berjuang bersama kita melayani Tuhan. Salam sejahtera dari saya, Paulus, yang dipenjarakan karena Kristus Yesus, dan dari Timotius, saudara seiman kita.
PHM 1:3 Kiranya kamu semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan dari Allah Bapa dan Kristus Yesus Penguasa kita.
PHM 1:4 Saya selalu bersyukur kepada Allah kita tentang kamu setiap kali saya mendoakanmu.
PHM 1:5 Saya bersyukur karena sudah mendengar bahwa kamu banyak berbuat kasih kepada semua umat Allah dan terus percaya penuh kepada Tuhan Yesus.
PHM 1:6 Saya juga berdoa supaya keyakinan yang kita miliki itu semakin memberikan semangat kepadamu sehingga kita lebih memperhatikan hal-hal baik yang dapat kita lakukan demi kemuliaan Kristus Yesus.
PHM 1:7 Saudaraku Filemon, saya sangat berterima kasih, bahkan saya dikuatkan karena perbuatan-perbuatan kasihmu kepada semua umat Allah. Hati saudara-saudari seiman yang lain juga disegarkan karena pelayananmu.
PHM 1:8 Jadi sebenarnya, meskipun sebagai rasul Kristus saya bisa menyuruhmu untuk melakukan apa yang sepantasnya,
PHM 1:9 saya lebih suka memohon kepadamu, karena kita saling mengasihi. Terlebih lagi, mengingat bahwa Paulus, saudaramu ini, sudah tua dan sedang dipenjara karena melayani Kristus Yesus, saya mohon dengarkanlah permintaan ini.
PHM 1:10 Saya mengajukan permohonan demi Onesimus. Dia sudah seperti anak saya sendiri, karena dia percaya kepada Yesus melalui ajaran saya di dalam penjara ini.
PHM 1:11 Waktu dia masih menjadi budakmu, memang dia ‘Tidak Berguna’ bagimu! Tetapi sekarang dia sudah sangat ‘Berguna,’ baik untuk saya maupun untukmu.
PHM 1:12 Saya sudah menyuruh Onesimus kembali kepadamu. Mohon terimalah dia dengan baik sebagai anak kesayangan saya.
PHM 1:13 Sebenarnya saya ingin menahan dia di sini untuk membantu saya selama saya dipenjarakan karena Kabar Baik, sehingga dia seakan mewakili kamu— sebab saya tahu bahwa kamu pasti akan menolong saya seandainya kamu ada di sini.
PHM 1:14 Tetapi saya tidak mau menahan dia tanpa persetujuanmu. Karena kalau saya diam-diam membiarkannya di sini, itu sama seperti kamu menolong saya karena terpaksa. Kalau kamu mau menolong saya, saya ingin supaya kamu melakukannya dengan sukarela.
PHM 1:15 Mungkin juga, Allah mengizinkan dia kabur darimu untuk sementara waktu agar sesudah dia kembali, dia akan bersamamu untuk seterusnya.
PHM 1:16 Sekarang Onesimus bukan lagi budak, tetapi lebih daripada itu. Dia sudah menjadi saudara seiman yang terkasih, khususnya bagi saya. Namun, terlebih lagi bagimu, karena dia adalah anggota rumah tanggamu sekaligus saudaramu seiman, sebab kalian sama-sama bersatu dengan Tuhan Yesus.
PHM 1:17 Jadi, kalau kamu menganggap saya sebagai saudara seiman, terimalah Onesimus kembali sama seperti kamu menerima saya.
PHM 1:18 Jika dia sudah melakukan kesalahan atau punya utang kepadamu, biarlah saya yang menanggungnya!
PHM 1:19 Saya, Paulus, menulis ini dengan tangan saya sendiri: Saya akan membayar semua utang Onesimus. Meski sebenarnya saya tidak perlu mengingatkan bahwa kamu pun berutang budi kepada saya, yaitu keselamatan jiwamu, karena sayalah yang menyampaikan berita keselamatan kepadamu!
PHM 1:20 Ya, kita sudah menjadi saudara karena Tuhan Yesus, maka dalam kesatuan kita dengan Tuhan, saya mohon lakukanlah permintaan itu, agar hati saya tenang.
PHM 1:21 Sebetulnya, saat menulis surat ini pun saya yakin bahwa kamu pasti melakukannya, bahkan melebihi apa yang saya minta.
PHM 1:22 Saya juga minta tolong untuk menyiapkan kamar bagi saya. Karena saya berharap Allah akan mengizinkan saya kembali kepada kalian, seperti yang kalian doakan.
PHM 1:23 Salam dari Markus, Aristarkus, Demas, dan Lukas, teman-teman sekerja saya, juga dari Epafras yang dipenjarakan bersama saya karena melayani Kristus Yesus.
PHM 1:25 Akhir kata, kiranya Penguasa kita Kristus Yesus selalu menyertai kamu semua dengan kebaikan hati-Nya. Amin.
HEB 1:1 Dahulu, berulang kali Allah sudah berbicara kepada nenek moyang kita melalui para nabi dengan berbagai cara. Namun sekarang, di zaman akhir ini, Allah sudah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya sendiri.
HEB 1:2 Anak-Nya itulah yang sejak semula sudah ditetapkan Allah untuk menguasai segala sesuatu. Bersama Allah Bapa, Dia menciptakan seluruh langit dan bumi.
HEB 1:3 Anak-Nya itu memancarkan kemuliaan Allah. Dia mencerminkan hakikat Allah secara nyata dan sempurna. Melalui perintah-Nya yang penuh kuasa, sang Anak Allah menopang seluruh ciptaan-Nya supaya tetap hidup dan bergerak. Sesudah Dia mati untuk membersihkan kita dari dosa-dosa kita, Dia kembali ke surga lalu duduk di tempat yang paling terhormat di dekat Allah Mahamulia, yaitu di sebelah kanan-Nya.
HEB 1:4 Dengan demikian, jelaslah bahwa kedudukan Anak Allah jauh lebih tinggi daripada semua malaikat, dan hubungan antara sang Anak dengan Bapa-Nya jauh lebih dekat daripada hubungan Allah dengan para malaikat.
HEB 1:5 Sebab tidak pernah Allah berkata kepada malaikat, “Engkaulah Anak-Ku. Hari ini Aku menyatakan bahwa Akulah Bapa-Mu.” Dan tidak pernah juga Allah berbicara tentang malaikat mana pun seperti Dia berbicara tentang Anak-Nya, yakni, “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Dia akan menjadi Anak-Ku.”
HEB 1:6 Terlebih lagi, waktu Allah mengutus Anak-Nya yang sulung itu ke dalam dunia, Dia memerintahkan, “Sembahlah Anak-Ku, hai semua malaikat!”
HEB 1:7 Namun, tentang para malaikat, Allah hanya berkata, “Kepada mereka Aku berikan kecepatan seperti angin dan kedahsyatan seperti nyala api untuk menjalankan tugas-tugas-Ku.”
HEB 1:8 Kepada Anak-Nya, Allah berkata, “Pemerintahan-Mu, ya Tuan Raja, berkuasa untuk selama-lamanya. Engkau memerintah dengan adil di seluruh kerajaan-Mu.
HEB 1:9 Engkau mencintai yang benar dan membenci yang jahat. Itu sebabnya Allah-Mu sudah mengurapi Engkau dengan minyak dan menjadikan Engkau Raja yang paling berbahagia melebihi semua penguasa lain.”
HEB 1:10 Allah juga mengatakan, bukan kepada malaikat, tetapi kepada Yesus Anak-Nya, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan dasar bumi, dan dengan tangan-Mu sendiri Engkau menjadikan segala sesuatu di langit.
HEB 1:11 Semua ciptaan itu akan lenyap, tetapi Engkau tetap ada untuk selama-lamanya. Semuanya itu akan rusak seperti pakaian lama,
HEB 1:12 dan kelak seluruh ciptaan yang sudah rusak itu akan Engkau gulung dan buang, bagaikan orang menggulung dan membuang pakaian usangnya. Lalu, seperti orang mengenakan pakaian baru, demikianlah Engkau akan mengganti dan memperbarui dunia ciptaan yang sudah rusak itu. Tetapi Engkau sendiri tidak akan pernah berubah, dan hidup-Mu tidak akan pernah berakhir.”
HEB 1:13 Sebaliknya, kepada malaikat, Allah tidak pernah berkata, “Duduklah di sebelah kanan-Ku dan memerintahlah sebagai Raja sampai Aku mengalahkan semua musuh-Mu dan menundukkan mereka di bawah kaki-Mu.”
HEB 1:14 Para malaikat hanyalah roh-roh yang melayani Allah, yang diutus-Nya untuk menolong kita, orang-orang yang menerima keselamatan.
HEB 2:1 Oleh sebab itu, marilah kita lebih sungguh-sungguh lagi memperhatikan dan menaati ajaran yang sudah kita terima dari Yesus, Anak Allah, supaya kita tidak ikut disesatkan oleh arus jahat dunia ini.
HEB 2:2 Karena kalau perintah Allah yang disampaikan kepada Musa melalui malaikat-malaikat pun harus ditaati, terlebih lagi ajaran yang disampaikan langsung oleh Anak Allah sendiri! Sejarah Israel menunjukkan bahwa seluruh hukum Taurat itu terbukti benar, dan siapa pun yang tidak taat akan menerima balasan dari Allah sesuai dengan perbuatannya. Jadi, kalau kita mengabaikan berita keselamatan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sendiri, jangan harap kita bisa lepas dari hukuman Allah! Apalagi, kita menerima berita keselamatan itu dari orang-orang pertama yang mendengarnya secara langsung dari Tuhan. Mereka sudah memberi kesaksian tegas kepada kita bahwa kabar itu benar.
HEB 2:4 Allah sendiri juga menguatkan kesaksian mereka dengan mengadakan berbagai keajaiban dan melalui beragam kemampuan rohani yang diberikan Roh Kudus kepada kita sesuai kehendak Allah.
HEB 2:5 Para malaikat tidak dipilih Allah untuk memerintah atas ‘dunia ciptaan baru’ yang kita bicarakan tadi.
HEB 2:6 Tetapi dalam Kitab Suci tertulis bahwa seseorang berseru kepada Allah, “Ya Allah, mengapa Engkau peduli terhadap manusia? Kami hanyalah keturunan Adam yang bukan siapa-siapa!
HEB 2:7 Untuk sementara waktu, Engkau sudah membuat kedudukan kami lebih rendah daripada para malaikat, tetapi atas semua makhluk lain, Engkau sudah menjadikan kami seperti raja-raja yang mulia dan terhormat,
HEB 2:8 sebab Engkau sudah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa manusia.” Memang Firman TUHAN itu mengatakan bahwa Allah sudah meletakkan “segala sesuatu” di bawah kuasa manusia, artinya tidak ada roh atau makhluk lain yang tidak tunduk kepada kita. Namun, sekarang kita belum melihat secara nyata bahwa manusia memerintah “seperti raja” atas “segala sesuatu.”
HEB 2:9 Tetapi kenyataan yang sudah kita lihat sekarang adalah Yesus! Seperti kata Firman Allah tadi, waktu Kristus hidup di dunia ini, “untuk sementara waktu Dia sudah dibuat lebih rendah kedudukannya daripada para malaikat.” Namun, kini Allah sudah memahkotai Dia dengan mahkota kerajaan di surga. Berarti sekarang Dialah “Raja yang mulia dan terhormat” atas “segala sesuatu.” Kristus menerima kehormatan itu karena Dia sudah mengurbankan hidup-Nya sendiri demi kita semua, sesuai dengan kebaikan hati Allah kepada kita.
HEB 2:10 Allah, sebagai Sang Pencipta yang menjadikan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya, layak untuk dipuji dan dimuliakan oleh banyak anak. Untuk mencapai tujuan itu, Allah menetapkan bahwa Yesus, sebagai Perintis Keselamatan kita, harus melalui penderitaan agar layak menjadi Penyelamat.
HEB 2:11 Sesuai rencana Allah Bapa, kita yang diselamatkan sudah termasuk anggota keluarga-Nya, karena kita disucikan oleh Sang Anak. Itulah sebabnya, Yesus tidak malu mengakui kita sebagai saudara-saudari-Nya
HEB 2:12 ketika Dia berkata kepada Allah, “Ya Allah, Aku akan memperkenalkan Engkau kepada saudara-saudari-Ku. Di antara kumpulan seluruh umat-Mu, Aku akan menyanyikan pujian bagi-Mu.”
HEB 2:13 Dia juga berkata, “Aku akan tetap berharap pada pertolongan Allah.” Dan lagi, “Ketahuilah, Aku dan anak-anak yang TUHAN sudah berikan kepada-Ku.”
HEB 2:14 Perhatikanlah bahwa kita yang disebut Yesus sebagai anak-anak-Nya adalah manusia biasa yang terdiri dari daging dan darah. Oleh karena itu, tepatlah bila Yesus sendiri menjadi manusia dengan tubuh yang sama seperti kita, agar melalui kematian-Nya, Dia bisa menghancurkan kuasa iblis atas kematian.
HEB 2:15 Dengan cara itulah Yesus sudah membebaskan kita yang sebelumnya dikuasai oleh rasa takut akan maut sepanjang hidup kita.
HEB 2:16 Sudah jelas bahwa yang dibebaskan bukanlah para malaikat, melainkan kita yang adalah keturunan Abraham.
HEB 2:17 Itulah sebabnya Yesus harus menjadi manusia, agar dalam segala hal Dia menjadi sama seperti kita saudara-saudari-Nya. Dengan begitu, Dia bisa menjadi Imam Agung bagi kita, Imam yang penuh belas kasih dan sangat setia menjalankan tugas itu di hadapan Allah. Sebagaimana sebelumnya para imam selalu membawa darah hewan kurban untuk mendamaikan manusia dengan Allah, demikianlah sekarang Imam Agung kita Yesus sudah mendamaikan kita dengan Allah melalui darah-Nya sendiri.
HEB 2:18 Dan karena Yesus pernah menderita serta mengalami pencobaan, Dia mengerti kelemahan kita dan sanggup menolong kita yang sering dicobai.
HEB 3:1 Jadi Saudara-saudari, karena Allah sudah memanggil kita untuk menjadi umat-Nya dan mendapat bagian dalam kerajaan surga, marilah kita lebih mengenal Kristus Yesus, yang sudah diutus Allah bagi kita dan yang sekarang sudah menjadi Imam Agung kita.
HEB 3:2 Yesus menjalankan tugas-Nya itu dengan setia, sebagaimana Musa juga sudah melayani dengan setia dalam tugasnya sebagai pemimpin umat Israel.
HEB 3:3 Namun, Yesus jauh lebih layak dihormati daripada Musa. Karena Musa ibarat pengurus dalam keluarga besar, sedangkan Yesus adalah Kepala yang membangun keluarga itu.
HEB 3:4 Memang kalau ada keluarga, tentu ada juga kepala yang membangunnya. Tetapi Allahlah yang mendirikan segala sesuatu.
HEB 3:5 Musa memang setia dalam pelayanannya bagi keluarga Allah, tetapi dia hanyalah pengurus, dan pelayanan Musa hanya menggambarkan berita yang akan Allah sampaikan kepada kita melalui Kristus.
HEB 3:6 Tetapi Kristus sendiri adalah Anak Sulung Allah yang setia dan bertanggung jawab penuh atas keluarga-Nya. Kitalah keluarga-Nya itu, asalkan kita tetap berpegang teguh pada keyakinan dan berani bersaksi tentang pengharapan kita sampai akhir.
HEB 3:7 Karena itu, ingatlah yang dikatakan Roh Kudus dalam Kitab Suci, “Hari ini, ketika kamu mendengar suara TUHAN,
HEB 3:8 janganlah keraskan hatimu seperti nenek moyangmu, ketika mereka memberontak melawan Aku dan menguji kesabaran-Ku dalam perjalanan di padang belantara.
HEB 3:9 Empat puluh tahun lamanya mereka melihat banyak keajaiban yang Aku buat, namun tetap saja mereka menguji kesabaran-Ku.
HEB 3:10 Maka sangat murkalah Aku kepada mereka semua dan berkata, ‘Hati mereka selalu ingin menyimpang ke jalan sesat. Mereka selalu menolak untuk taat pada perintah-perintah-Ku.’
HEB 3:11 Jadi, dalam murka itu Aku bersumpah, ‘Mereka tidak akan pernah memasuki negeri-Ku yang tenang.’”
HEB 3:12 Jadi, Saudara-saudari, berjaga-jagalah supaya jangan ada di antara kalian yang mempunyai hati jahat yang menolak untuk percaya, sehingga kalian berhenti menaati Allah yang hidup.
HEB 3:13 Kuatkanlah satu sama lain setiap hari. Firman TUHAN tadi dimulai dengan kata “Hari ini.” Maka setiap hari, selama masih bisa disebut “hari ini,” berjaga-jagalah supaya tidak seorang pun di antara kalian mengeraskan hati karena tertipu oleh dosa-dosanya sendiri.
HEB 3:14 Karena kita sudah mendapat bagian bersama Kristus, asalkan kita tetap berpegang pada keyakinan kita sampai akhir, sama seperti ketika kita pertama kali percaya kepada-Nya.
HEB 3:15 Hal itu sesuai dengan Firman TUHAN yang saya kutip di atas, “Hari ini, ketika kamu mendengar suara-Ku, janganlah keraskan hatimu seperti nenek moyangmu, ketika mereka memberontak melawan Aku.”
HEB 3:16 Siapakah “mereka” yang mendengar suara Allah dan tetap melawan-Nya? Semua nenek moyang kita yang dipimpin Musa keluar dari Mesir!
HEB 3:17 Dan kepada siapakah Allah sangat marah selama empat puluh tahun? Kepada nenek moyang kita yang sudah berdosa! Karena itulah mayat mereka berserakan sepanjang jalan di padang belantara.
HEB 3:18 Lalu siapakah yang dimaksud Allah waktu Dia bersumpah, “Mereka tidak akan pernah memasuki negeri tenang yang sudah Aku siapkan bagi mereka”? Ya, orang-orang itu, yang menolak untuk taat kepada-Nya.
HEB 3:19 Jadi, jelaslah bahwa nenek moyang kita tidak diizinkan masuk ke negeri itu karena mereka tidak mau percaya kepada Allah.
HEB 4:1 Hendaklah pengalaman mereka itu membuatmu takut! ‘Hari ini’ janji Allah tentang kesempatan memasuki ‘negeri tenang’ itu masih berlaku bagi kita. Oleh karena itu, jangan sampai ada yang gagal mendapatkannya!
HEB 4:2 Sebab kita sudah menerima berita keselamatan dari Kristus sama seperti nenek moyang kita mendengar berita keselamatan dari Musa. Perbedaannya, bagi kebanyakan mereka berita itu tidak ada gunanya karena mereka tidak percaya seperti sebagian kecil yang percaya.
HEB 4:3 Tetapi kita yang percaya dipersilakan untuk masuk sekarang dan mendapatkan ketenangan yang luar biasa dalam perlindungan Allah. Kita tidak seperti umat Israel yang gagal mendapatkan ketenangan itu. Seperti kata Firman Allah, “Jadi, dalam murka itu Aku bersumpah, ‘Mereka tidak akan pernah memasuki negeri-Ku yang tenang.’” Dia berkata begitu walaupun negeri itu sudah disiapkan bagi umat-Nya, karena segala sesuatu yang dikerjakan Allah sudah selesai sejak penciptaan dunia ini.
HEB 4:4 Dari mana kita tahu? Karena Allah sudah berkata dalam Kitab Suci, “Dan pada hari ketujuh Allah berhenti dari semua pekerjaan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu.”
HEB 4:5 Namun tentang perhentian itu, ayat lain menuliskan, “Mereka tidak akan pernah masuk ke dalam negeri-Ku yang tenang.”
HEB 4:6 Artinya, negeri itu masih terbuka dan kita masih mempunyai kesempatan untuk masuk ke situ. Nenek moyang kita yang sudah lebih dulu mendengar Kabar Baik justru gagal untuk masuk karena mereka tidak mau percaya kepada Allah.
HEB 4:7 Karena itu, bertahun-tahun kemudian Allah menentukan lagi suatu hari yang lain sebagai kesempatan untuk memasuki negeri itu, yakni ayat dari Mazmur tadi yang menyebutkan “hari ini,” di mana Allah berbicara tentang hari tersebut melalui Raja Daud, “Hari ini, ketika kamu mendengar suara-Ku, janganlah keraskan hatimu seperti nenek moyangmu.”
HEB 4:8 Seandainya Yosua sudah berhasil membawa bangsa Israel masuk ke ‘negeri tenang’ yang dijanjikan Allah, maka tidak mungkin Allah menentukan kesempatan lain untuk masuk ke sana!
HEB 4:9 Hal itu menunjukkan bahwa masih ada kesempatan bagi kita umat Allah untuk memasuki ‘negeri tenang’ milik Allah itu— suatu ketenangan rohani yang bisa digambarkan seperti berhenti bekerja pada hari Sabat.
HEB 4:10 Semua yang masuk ke negeri itu beristirahat dari segala pekerjaan mereka masing-masing, sama seperti Allah sampai sekarang masih berhenti dari segala pekerjaan-Nya sejak hari ketujuh yang pertama dulu.
HEB 4:11 Karena itu, marilah kita dengan tekun berusaha untuk memastikan bahwa kita sudah masuk dan tinggal di dalam ‘negeri tenang’ itu. Jangan ada seorang pun yang gagal seperti nenek moyang kita, karena mereka menolak percaya kepada Allah.
HEB 4:12 Sekarang jelaslah bahwa Firman Allah sungguh hidup dan berkuasa! Kekuatannya lebih tajam daripada pedang bermata dua yang paling tajam sekalipun. Firman Allah sangat berkuasa sampai bisa menembus batin kita, sehingga dapat menyingkapkan pikiran, keinginan, dan niat hati kita yang sebenarnya.
HEB 4:13 Tidak ada makhluk yang dapat menyembunyikan diri dari Allah. Segala sesuatu terlihat jelas oleh Dia, bahkan seluruh isi hati kita terbuka di hadapan-Nya. Kelak, setiap orang akan berdiri dan memberi pertanggungjawaban kepada-Nya.
HEB 4:14 Bersyukurlah karena kita memiliki Imam Agung yang luar biasa, yaitu Yesus Anak Allah, yang sudah mendahului kita ke surga. Oleh sebab itu, marilah kita tetap berpegang teguh kepada Yesus sesuai dengan keyakinan yang sudah kita akui.
HEB 4:15 Meskipun Imam Agung kita itu ada di surga, Dia bisa turut merasakan semua kelemahan kita, karena Dia pernah hidup di dunia ini dan mengalami segala macam pencobaan sama seperti kita. Bedanya, Dia tidak pernah berdosa.
HEB 4:16 Jadi, hendaklah kita menghadap takhta Allah tanpa rasa takut, karena Dia menerima kita dengan kebaikan hati-Nya. Pada saat kita memerlukan pertolongan, Allah akan berbelas kasih dan menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada kita.
HEB 5:1 Setiap imam besar agama Yahudi dipilih dari antara orang biasa. Lalu dia bertugas menjadi perantara bagi manusia dengan Allah, untuk mempersembahkan kepada-Nya berbagai pemberian dari manusia dan kurban-kurban penghapus dosa sesuai dengan peraturan hukum Taurat.
HEB 5:2 Setiap imam besar dapat berpengertian terhadap sesamanya manusia yang tidak paham kehendak Allah dan berbuat salah, karena imam itu sendiri juga manusia biasa yang penuh dengan kelemahan.
HEB 5:3 Itulah sebabnya, sebelum mempersembahkan kurban untuk dosa sesamanya, dia harus lebih dulu mempersembahkan kurban untuk dosanya sendiri.
HEB 5:4 Menjadi imam besar merupakan suatu kehormatan tinggi, karena seseorang tidak bisa mengangkat dirinya sendiri untuk jabatan itu, tetapi Allahlah yang memilih dia, sama seperti Harun pada zaman dulu.
HEB 5:5 Begitu juga dengan Kristus. Dia tidak mengangkat diri-Nya menjadi Imam Agung, tetapi Allah sendiri yang memilih-Nya untuk jabatan terhormat itu ketika Dia berkata kepada Kristus, “Engkau adalah Anak-Ku. Hari ini Aku mengumumkan bahwa Akulah Bapa-Mu.”
HEB 5:6 Di dalam ayat yang lain, Allah juga berkata kepada-Nya, “Engkau menjabat sebagai imam untuk selamanya sesuai dengan pola pengangkatan Imam Melkisedek dahulu.”
HEB 5:7 Ketika Yesus hidup di dunia ini, Dia selalu berdoa memohon pertolongan Allah dengan banyak tangisan dan air mata, karena Dia percaya bahwa Allah sanggup menyelamatkan-Nya dari kematian. Dan Allah menjawab permohonan-Nya itu, karena Yesus selalu menghormati Allah.
HEB 5:8 Meskipun Yesus adalah Anak Allah, Dia rela menderita sebagai bentuk ketaatan-Nya kepada Allah.
HEB 5:9 Dengan demikian, terbuktilah dengan sempurna bahwa Kristus layak menjabat sebagai Imam Agung kita dan menjadi sumber keselamatan kekal bagi setiap orang yang taat kepada-Nya. Hal itu terjadi bukan karena Dia keturunan Imam Besar Harun, melainkan menurut pola pengangkatan Imam Melkisedek.
HEB 5:11 Sebenarnya masih banyak hal tentang Yesus dan Melkisedek yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Namun, hal-hal itu tidak mudah dijelaskan, karena saya tahu kalian sudah tidak mau berusaha untuk mengerti.
HEB 5:12 Dilihat dari waktu, semestinya kalian sudah bisa menjadi guru, tetapi sampai sekarang kalian masih perlu diajar tentang dasar-dasar Firman Allah. Kalian masih seperti bayi yang hanya bisa minum susu dan belum bisa makan makanan keras.
HEB 5:13 Karena siapa pun yang masih minum susu saja berarti dia masih bayi. Orang seperti itu belum siap menerima ajaran-ajaran yang lebih tinggi, sebab dia belum terlatih untuk mengenali ajaran mana yang memimpin kepada hidup benar.
HEB 5:14 Akan tetapi, orang-orang yang dewasa secara rohani siap menerima ajaran-ajaran yang lebih tinggi, karena mereka sudah melatih diri untuk membedakan ajaran yang benar dan ajaran yang jahat.
HEB 6:1 Jadi, karena kalian memerlukan ajaran-ajaran yang mendewasakanmu secara rohani, saya tidak akan mengulangi lagi ajaran-ajaran dasar tentang Kristus. Marilah kita sekarang meningkatkan pemahaman kepada ajaran yang lebih tinggi. Saya tidak akan mengulangi ajaran-ajaran dasar ini: tentang pertobatan dari segala macam perbuatan yang mematikan orang secara rohani, tentang percaya kepada Allah,
HEB 6:2 tentang perbedaan antara baptisan agama Yahudi, baptisan Yohanes, dan baptisan sebagai pengikut Kristus, tentang berbagai macam pemberkatan dengan menumpangkan tangan, tentang kebangkitan orang mati, dan tentang hukuman kekal yang akan diberikan Allah kepada setiap orang berdosa.
HEB 6:3 Dengan pertolongan Allah, saya hendak memberikan ajaran yang lebih tinggi untuk mendewasakan kalian secara rohani!
HEB 6:4 Hati-hatilah! Jangan sampai ada di antara kalian yang kembali pada kehidupan yang gelap! Karena orang yang seperti itu tidak mungkin kita bimbing kembali untuk bertobat seperti ketika dia baru mengikut Kristus. Dia sudah pernah menerima kebaikan hati Allah melalui Yesus dan sudah mengalami pertolongan Roh Kudus. Dia juga sudah mencicipi indahnya Firman Allah serta kemampuan-kemampuan rohani yang akan kita nikmati pada zaman yang akan datang. Kalau orang seperti itu meninggalkan Kristus, tidak mungkin dia bertobat lagi. Karena ketika dia meninggalkan Kristus, dia seakan menginjak-injak Anak Allah di muka umum. Bila orang seperti itu hendak bertobat, dia seolah menyuruh Yesus, “Salibkanlah diri-Mu sekali lagi bagiku, supaya Engkau menebus dosa-dosa yang aku perbuat selama meninggalkan Engkau!”
HEB 6:7 Kehidupan rohani kita ibarat ladang. Ketika sebuah ladang menerima berkat hujan dari Allah, lalu menjadi subur dan menghasilkan banyak tanaman bagi para petani, maka Allah akan terus memberkati ladang itu.
HEB 6:8 Namun, kalau hasilnya hanya alang-alang dan tanaman berduri, maka ladang itu akan dianggap tidak berguna, dan akhirnya dikutuk Allah lalu dibakar.
HEB 6:9 Saudara-saudari yang terkasih, janganlah kecewa! Meskipun saya menuliskan hal-hal yang keras tadi kepada kalian, saya yakin bahwa kalian bukanlah orang-orang yang meninggalkan Yesus. Kalian termasuk bagian dari kita yang diselamatkan.
HEB 6:10 Allah itu adil. Dia selalu ingat apa pun yang sudah kamu lakukan bagi-Nya, terutama ketika kamu berbuat kasih kepada sesama umat Allah untuk memuliakan Dia. Allah memperhatikan bagaimana kamu sudah sering melayani mereka dan masih terus melakukannya sampai sekarang. Dia tidak akan pernah lupa memberkatimu.
HEB 6:11 Yang sangat saya harapkan adalah supaya kamu terus bersemangat dalam berbuat kasih sampai akhir hidupmu, karena dengan begitu, kamu memastikan bahwa di surga nanti kamu akan menerima apa yang kita harapkan.
HEB 6:12 Jangan malas berjuang. Ikutilah teladan saudara-saudari seiman kita yang sudah lebih dulu meninggal dunia dan sekarang hidup bersama Tuhan Yesus. Perhatikanlah bahwa mereka teguh bertahan dalam keyakinan penuh kepada Kristus sampai akhir hidup mereka. Pikirkanlah betapa sekarang mereka sedang menikmati semua janji Allah.
HEB 6:13 Abraham adalah contoh bagi kita. Allah berjanji kepadanya dengan “bersumpah demi diri-Nya sendiri,” sewaktu Allah berkata, “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri: Aku sungguh-sungguh berjanji akan memberkatimu dan memberikan banyak keturunan kepadamu.” Sesudah menunggu dengan sabar dan penuh keyakinan, Abraham pun menerima janji Allah itu. Yang membuat dia yakin akan janji tersebut adalah karena Allah menguatkan janji-Nya dengan “bersumpah demi diri-Nya sendiri.” Memang tidak ada yang lebih besar daripada Allah. Itulah sebabnya Dia menguatkan janji-Nya atas nama diri-Nya sendiri.
HEB 6:16 Kita tahu bahwa ketika manusia bersumpah, mereka tentu menyebut nama seseorang yang lebih berkuasa, dan biasanya menyebut nama Allah. Bila di pengadilan seseorang bersumpah dengan menyebut nama Allah, itu sumpah yang tertinggi dan kesaksiannya dianggap benar.
HEB 6:17 Demikian juga, waktu Allah hendak menguatkan kebenaran janji-Nya, Dia menguatkan janji itu dengan sumpah. Karena Dia ingin supaya kita, keturunan Abraham secara rohani, meyakini bahwa apa pun yang Allah janjikan pasti ditepati.
HEB 6:18 Itulah sebabnya Allah sudah memberikan janji dan sumpah-Nya. Dua hal itu tidak mungkin berubah karena Allah mustahil berdusta. Dengan begitu, kita yang bergantung penuh pada kebaikan hati Allah mendapat kekuatan karena pengharapan bahwa Allah pasti menepati semua janji-Nya kepada kita!
HEB 6:19 Biarlah harapan itu berfungsi seperti jangkar yang mengamankan diri kita, supaya kita terpancang kuat dan tidak terbawa oleh arus apa pun. Karena Pengharapan kita yang sebenarnya adalah Yesus sendiri. Dia sudah membuka jalan bagi kita ke dalam ruang mahakudus di rumah Allah di surga. Jadi, sekarang kita bisa langsung mendekat kepada-Nya melalui doa, karena Yesus sudah bertugas sebagai Imam Agung bagi kita untuk selama-lamanya, sesuai dengan pola Imam Melkisedek.
HEB 7:1 Melkisedek adalah raja kota Salem sekaligus imam Allah Yang Mahatinggi. Dialah yang bertemu dengan Abraham ketika Abraham dan teman-temannya kembali dari peperangan mengalahkan semua pasukan dari beberapa kerajaan. Pada hari itu, Melkisedek memberkati Abraham,
HEB 7:2 dan Abraham memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari semua harta yang direbutnya dalam peperangan. Nama Melkisedek berarti ‘raja keadilan’, sedangkan nama kotanya adalah Salem, yang berarti ‘damai’. Jadi, bisa dikatakan bahwa dia juga ‘raja kedamaian’.
HEB 7:3 Dalam Kitab Suci tidak ada catatan mengenai siapa orangtuanya maupun para leluhurnya. Tidak ada keterangan tentang kelahirannya dan tidak pernah diceritakan kapan dia mati. Karena itu, imam Melkisedek bisa diibaratkan seperti Anak Allah sendiri, yang bertugas sebagai imam untuk selamanya.
HEB 7:4 Dari kejadian itu, tampaklah bahwa Melkisedek memang orang yang sangat penting. Karena Abraham, nenek moyang kita yang terhormat, memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari semua harta terbaik yang dia rampas dalam perang.
HEB 7:5 Di kemudian hari, hukum Taurat mengatakan, “Hanya para pelayan rumah TUHAN, yaitu orang-orang suku Lewi, yang berhak menerima perpuluhan dari umat Israel.” Mereka menerima perpuluhan itu dari saudara-saudari mereka sendiri yang sama-sama keturunan Abraham.
HEB 7:6 Tetapi Melkisedek menerima perpuluhan dari Abraham, padahal dia bukan orang Lewi. Melkisedek bahkan juga memberkati Abraham, seorang yang sudah menerima langsung janji-janji Allah.
HEB 7:7 Dan kita semua tahu bahwa orang yang memberkati selalu lebih besar daripada yang menerima berkat.
HEB 7:8 Pikirkan juga perbedaan ini: Para pelayan dari suku Lewi itu, yang menerima perpuluhan, hanyalah manusia biasa yang akan mati, sedangkan kesaksian Firman TUHAN tentang Melkisedek mengatakan bahwa dia hidup selamanya.
HEB 7:9 Lagipula boleh dikatakan bahwa Lewi sendiri, yaitu nenek moyang mereka yang berhak menerima perpuluhan, juga membayar perpuluhan kepada Melkisedek melalui Abraham.
HEB 7:10 Karena Lewi yang saat itu belum lahir diperhitungkan sudah ada dalam tubuh Abraham waktu Abraham bertemu Melkisedek dan memberikan perpuluhan.
HEB 7:11 Kesimpulannya: Ternyata kesempurnaan rohani tidak bisa dicapai melalui pelayanan para imam keturunan Lewi, biarpun pelayanan mereka sesuai dengan hukum Taurat. Seandainya kesempurnaan rohani memang bisa dicapai melalui mereka, Allah tidak perlu mengutus Imam lain yang bukan berasal dari keturunan Lewi dan Harun.
HEB 7:12 Nah, kalau Allah mengutus Imam dengan pola yang berbeda dari yang sudah ditentukan, berarti hukum Taurat sudah mengalami perubahan.
HEB 7:13 Maksud saya, Tuhan kita Yesus tidak berasal dari suku Lewi, tetapi suku Yehuda. Orang-orang dari suku Yehuda tidak pernah melayani persembahan kurban di atas mezbah di rumah Allah, dan hukum Taurat tidak pernah mengizinkan orang dari suku itu untuk menjabat sebagai imam.
HEB 7:15 Perbedaan tersebut semakin jelas ketika kita menyadari bahwa Imam yang baru ini adalah seperti Melkisedek.
HEB 7:16 Dia diangkat sebagai Imam Agung bukan karena peraturan lama yang berdasarkan keturunan jasmani, melainkan karena Dia memiliki kuasa yang tidak dapat dibinasakan, yaitu kuasa untuk hidup selama-lamanya.
HEB 7:17 Tentang Dia, Kitab Suci menuliskan, “Engkau menjabat sebagai imam untuk selamanya sesuai dengan pola pengangkatan Imam Melkisedek dahulu.”
HEB 7:18 Jadi, sekarang kita melihat bahwa Hukum yang lama sudah dibatalkan, sebab Hukum itu terlalu lemah dan tidak berguna.
HEB 7:19 Karena tidak seorang pun dapat menjadi sempurna di mata Allah dengan menaati hukum Taurat. Sekarang, jalan baru sudah dibukakan bagi kita untuk mencapai apa yang kita harapkan, dan melaluinya kita bisa datang langsung ke hadapan Allah.
HEB 7:20 Kita dapat semakin yakin akan jalan yang baru ini, yaitu jalan melalui Imam Agung kita Yesus, karena Dia disahkan oleh Allah dengan sumpah, sedangkan para imam lain diangkat tanpa sumpah. Allah bersumpah kepada Yesus seperti yang tertulis dalam Mazmur Daud, “TUHAN sudah berjanji dengan sumpah dan Dia tidak akan berubah pikiran, ‘Engkau menjabat sebagai Imam untuk selama-lamanya sesuai dengan pola pengangkatan Imam Melkisedek dahulu.’”
HEB 7:22 Jadi, karena Allah bersumpah demikian, nyatalah bahwa perjanjian yang baru ini lebih terjamin daripada perjanjian-perjanjian yang lama dengan nenek moyang Israel. Dan nyatalah juga bahwa Yesus adalah Perantara kita dalam perjanjian yang baru.
HEB 7:23 Lagipula, dalam jabatan keimaman suku Lewi selalu ada pergantian imam besar, karena setiap imam pada akhirnya mati sehingga tidak bisa terus menjabat.
HEB 7:24 Tetapi Yesus hidup selamanya, sehingga jabatan-Nya sebagai Imam Agung tidak perlu digantikan oleh siapa pun.
HEB 7:25 Karena itulah Yesus bisa menyelamatkan dengan sempurna setiap orang yang datang kepada Allah melalui Dia, sebab Dia hidup selamanya sehingga bisa terus-menerus memohonkan pengampunan bagi kita kepada Allah.
HEB 7:26 Kini jelas bahwa Yesuslah Imam Agung yang paling tepat bagi kita! Karena Dia kudus dan pada diri-Nya tidak ada dosa atau kesalahan apa pun. Dia juga sudah diangkat ke tempat yang terpisah dari orang berdosa, yaitu tempat yang terhormat di surga.
HEB 7:27 Dia tidak seperti para imam lain yang harus mempersembahkan kurban setiap hari dan perlu mengadakan penyucian untuk dosanya sendiri sebelum melayani kurban untuk dosa orang lain. Yesus mempersembahkan hidup-Nya sendiri sebagai kurban, satu kali untuk selamanya.
HEB 7:28 Perbedaan itu terjadi karena hukum Taurat mengangkat imam besar dari antara manusia biasa yang mempunyai kelemahan, sedangkan perjanjian Allah yang baru— yang disertai dengan sumpah dan yang diberikan sesudah hukum Taurat— mengangkat Anak Allah sendiri sebagai Imam Agung. Jadi, untuk selama-selamanya Dialah Imam Agung yang sudah dilayakkan dengan sempurna bagi kita!
HEB 8:1 Inti dari semua yang saya tuliskan di atas adalah bahwa Imam Agung kita itu duduk di tempat yang paling terhormat, di samping takhta Allah Yang Mahatinggi di surga.
HEB 8:2 Di sanalah Dia melayani dalam pusat penyembahan yang mahakudus, yaitu kemah TUHAN yang sejati. Kemah itu didirikan oleh Allah sendiri, bukan kemah lama yang dibuat oleh tangan manusia.
HEB 8:3 Sebagaimana setiap imam besar bertugas untuk mempersembahkan bermacam-macam pemberian dan kurban kepada Allah, demikian jugalah Imam Agung kita: Dia harus mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.
HEB 8:4 Seandainya Yesus masih hidup di dunia ini, Dia tidak mungkin diangkat menjadi imam karena sudah ada imam-imam yang melayani semua persembahan sesuai hukum Taurat.
HEB 8:5 Sesungguhnya, rumah Allah di dunia tempat para imam melayani hanyalah gambaran atau bayangan dari kemah TUHAN yang sebenarnya di surga. Perhatikanlah bahwa sebelum Musa membangun kemah TUHAN yang pertama, Allah memperingatkan dia, “Kamu harus membuat semuanya persis sama seperti contoh yang sudah Aku tunjukkan kepadamu di atas gunung ini.”
HEB 8:6 Namun, sekarang Yesus sudah menerima tugas pelayanan yang jauh lebih mulia daripada para imam duniawi, yakni sebagai Perantara dalam perjanjian yang baru antara Allah dengan manusia. Perjanjian baru itu jauh lebih mulia daripada yang lama, karena Allah menjanjikan hal-hal yang lebih baik, seperti yang akan saya jelaskan selanjutnya.
HEB 8:7 Seandainya perjanjian sebelumnya yang diadakan melalui perantaraan Musa sudah memadai, maka perjanjian yang kedua tidak perlu diadakan.
HEB 8:8 Tetapi Allah sendiri menganggap perjanjian yang lama itu tidak sempurna, sehingga Dia berkata kepada umat Israel, “Di kemudian hari Aku akan menetapkan suatu perjanjian yang baru dengan kalian bangsa Yehuda dan seluruh umat Israel. Perjanjian yang baru ini tidak sama seperti yang dulu sudah Aku tetapkan dengan nenek moyang kalian, ketika Aku mengasihani mereka dan membimbing mereka keluar dari Mesir dengan tangan-Ku sendiri. Karena mereka tidak hidup menurut semua peraturan dalam perjanjian itu, Aku pun lepas tangan dari mereka. Namun, inilah perjanjian baru yang nanti akan Aku tetapkan dengan kalian umat Israel: Aku akan menaruh hukum-Ku dalam pikiranmu dan menuliskannya di hatimu masing-masing. Maka Aku akan menjadi Allah kalian, dan kalian akan menjadi umat-Ku.
HEB 8:11 Kelak kalian tidak perlu lagi saling mengingatkan saudaramu, ‘Kenallah TUHAN,’ sebab kalian semua, besar maupun kecil, akan sungguh-sungguh mengenal Aku.
HEB 8:12 Dengan belas kasihan yang besar Aku akan mengampuni semua dosa kalian dan tidak lagi mengingat setiap perbuatan kalian yang melanggar hukum-Ku.”
HEB 8:13 Jadi, karena Allah berbicara tentang suatu perjanjian yang baru, maka jelaslah bahwa perjanjian yang diadakan dengan perantaraan Musa itu dianggap sudah berlalu. Artinya perjanjian yang lama itu tidak berlaku lagi.
HEB 9:1 Pada perjanjian yang pertama, ada berbagai peraturan mengenai cara menyembah Allah di dalam kemah TUHAN yang di bumi.
HEB 9:2 Kemah-Nya itu terdiri dari dua ruangan. Yang pertama disebut ruang kudus. Di dalamnya terdapat pelita dan meja tempat mempersembahkan roti sajian di hadapan TUHAN setiap hari Sabat.
HEB 9:3 Pintu ruang kudus dibatasi oleh tirai kain. Di belakang ruangan yang pertama itu ada pintu masuk ke ruangan kedua, dan pintu itu juga dibatasi oleh tirai. Ruangan di belakang tirai kedua itu disebut ruang mahakudus.
HEB 9:4 Di dalamnya terdapat mezbah kecil dari emas yang digunakan untuk membakar dupa. Ada juga peti perjanjian TUHAN yang seluruhnya berlapis emas. Di dalam peti itu tersimpan botol emas berisi makanan yang disebut ‘manna’, tongkat Harun yang pernah bertunas, dan dua lempengan batu bertuliskan Sepuluh Perintah Allah. Kedua lempengan itu merupakan tanda bukti perjanjian Allah yang pertama.
HEB 9:5 Di atas peti itu, ada dua bentuk malaikat penjaga yang saling berhadapan, dan sayap kedua malaikat itu terbuka lebar menaungi penutup peti. Kedua bentuk malaikat itu melambangkan kemuliaan Allah. Tutup peti itu disebut tempat pendamaian. Tetapi sekarang bukan waktunya menjelaskan semua hal itu secara terperinci.
HEB 9:6 Sesudah semua itu diatur pada tempatnya masing-masing, para imam keluar-masuk ruang kudus untuk melaksanakan tugas-tugas harian mereka.
HEB 9:7 Hanya imam besar yang boleh masuk ke dalam ruang mahakudus, dan itu pun hanya sekali setahun. Sewaktu masuk, dia harus membawa darah dari dua ekor hewan untuk dipercikkan pada tempat pendamaian itu. Darah hewan yang pertama dipercikkan untuk dosanya sendiri, dan darah hewan yang kedua untuk dosa umat Israel.
HEB 9:8 Melalui berbagai peraturan itu, Roh Kudus menunjukkan bahwa jalan masuk ke ruang mahakudus untuk langsung menghadap Allah tidak akan pernah terbuka bagi kita selama kemah TUHAN yang pertama masih ada.
HEB 9:9 Ini adalah gambaran yang menunjukkan perbedaan antara cara lama dengan cara baru. Dengan cara lama, segala macam persembahan dan kurban pengampunan dosa memang diberikan kepada Allah, tetapi semua itu tidak bisa menyempurnakan hati nurani orang-orang yang mempersembahkannya.
HEB 9:10 Semua aturan agama itu, baik tentang makanan, minuman, maupun berbagai ritual pembersihan, hanya bekerja secara jasmani dan hanya berlaku sampai Allah menyempurnakannya dengan cara yang baru.
HEB 9:11 Tetapi sekarang Kristus sudah menjadi Imam Agung bagi kita. Melalui Dialah kita menerima semua hal baik yang Allah janjikan. Ruang mahakudus tempat Dia melayani adalah ruang surgawi yang sempurna, bukan kemah duniawi yang dibuat oleh tangan manusia.
HEB 9:12 Ketika Kristus masuk ke ruang mahakudus surgawi, Dia tidak membawa darah kambing jantan atau anak sapi jantan seperti imam besar dengan cara lama. Dia membawa darah-Nya sendiri, satu kali saja, untuk membayar tebusan bagi kita selamanya.
HEB 9:13 Dalam cara yang lama, darah kambing atau sapi jantan dipercikkan kepada umat untuk membersihkan tubuh mereka dari kenajisan. Atau saat upacara penyucian, setiap penyembah dipercik dengan air murni yang dicampur dengan abu dari kurban bakaran berupa seekor sapi betina muda.
HEB 9:14 Tetapi dalam cara yang baru, jauh lebih ampuh lagi darah Kristus! Sebab melalui Roh Allah yang kekal, Kristus sudah mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban. Darah-Nya yang sempurna menyucikan hati nurani kita sepenuhnya, sehingga kita tidak ingin lagi melakukan perbuatan-perbuatan yang menghasilkan kematian rohani. Dengan begitu, kita sungguh-sungguh bebas untuk melayani Allah yang hidup.
HEB 9:15 Jadi, dalam perjanjian yang baru itu, Kristus menjadi Perantara kita dengan Allah, sehingga kita yang sudah dipanggil oleh Allah bisa menerima semua berkat kekal yang sudah Dia janjikan. Kita ibarat ahli waris yang menerima warisan berkat-berkat itu. Kristus layak menjadi Perantara karena kematian-Nya sudah membayar lunas harga penebusan manusia yang diperlukan. Sebab tidak seorang pun dapat diampuni secara sempurna melalui berbagai kurban persembahan yang dilakukan menurut perjanjian yang lama.
HEB 9:16 Perjanjian Allah yang baru itu mulai berlaku secara sah karena kematian Kristus, seperti halnya kesepakatan dalam suatu surat warisan. Cara kerjanya seperti ini: Surat warisan hanya bisa berlaku apabila pemberi surat itu sudah meninggal,
HEB 9:17 sebab surat warisan menjadi sah kalau pemberi surat itu sudah mati. Selama dia masih hidup, tentu saja surat itu belum berlaku.
HEB 9:18 Itulah sebabnya perjanjian Allah yang pertama dengan umat Israel harus disahkan dengan darah hewan kurban.
HEB 9:19 Sesudah Musa memberitahukan semua perintah dalam hukum Taurat kepada umat Israel, dia mencampur darah beberapa ekor sapi jantan dan kambing dengan air. Lalu dia memakai tali wol merah yang diikat pada ranting tanaman hisop sebagai alat percik. Dengan alat itu, dia memercikkan campuran darah tadi pada kitab Taurat dan kepada seluruh umat
HEB 9:20 sambil berkata, “Darah ini menjadi tanda bahwa perjanjian dengan Allah sudah sah, dan kita wajib mengikuti perjanjian ini.”
HEB 9:21 Dengan cara yang sama, Musa juga memercikkan darah itu pada kemah TUHAN dan semua perkakas yang digunakan dalam ibadah.
HEB 9:22 Menurut hukum Taurat, hampir semua hal harus disucikan dengan darah hewan kurban. Tidak ada pengampunan dosa tanpa darah kurban.
HEB 9:23 Ingatlah bahwa di dunia ini, kemah TUHAN yang disucikan itu hanyalah gambaran atau bayangan dari kemah yang sejati di surga. Jadi, kalau kemah duniawi yang dibuat dengan tangan manusia pun harus disucikan dengan darah hewan kurban, tentu kemah yang sesungguhnya harus disucikan dengan persembahan yang jauh lebih mulia daripada darah hewan! Itulah yang terjadi ketika Kristus masuk dengan darah-Nya sendiri ke ruang mahakudus yang sejati. Sekarang Dia masih berada di sana sebagai Perantara bagi kita di hadapan Allah.
HEB 9:25 Kristus bukan seperti imam besar duniawi yang harus memasuki ruang mahakudus setiap tahun dengan membawa darah yang bukan darahnya sendiri. Seandainya Kristus seperti itu, berarti Dia harus menderita dan mempersembahkan diri-Nya berulang kali sejak penciptaan dunia. Tetapi Kristus sudah diutus Allah ke dunia pada zaman terakhir ini untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri satu kali saja sebagai kurban penghapus dosa.
HEB 9:27 Memang Allah sudah menentukan bahwa setiap manusia hanya mengalami kematian satu kali, dan sesudah itu diadili.
HEB 9:28 Demikian jugalah Kristus mati sebagai kurban satu kali saja untuk menanggung semua dosa kita. Ketika Dia datang untuk kedua kalinya, Dia tidak akan berurusan lagi dengan dosa. Pada saat itulah kita semua yang sangat merindukan kedatangan-Nya akan menerima keselamatan yang kita harapkan!
HEB 10:1 Jadi, cara menyembah Allah yang tertulis dalam hukum Taurat hanyalah gambaran atau bayangan dari hal-hal baik yang akan Allah nyatakan kepada umat-Nya, pada waktu yang sudah Dia tetapkan. Cara lama itu tidak menunjukkan kehendak Allah yang sesungguhnya. Karena dengan cara tersebut, walaupun setiap tahun selalu dipersembahkan kurban hewan, kurban-kurban itu tidak bisa membersihkan hati nurani para penyembah dengan sempurna.
HEB 10:2 Seandainya hati nurani mereka benar-benar sudah dibersihkan melalui kurban hewan itu, tentu mereka tidak akan merasa tertuduh lagi oleh dosa-dosa mereka, dan tentunya mereka juga tidak merasa perlu mempersembahkan kurban berulang-ulang.
HEB 10:3 Sebaliknya, justru kurban-kurban itu mengingatkan mereka akan dosa, setiap kali mereka mempersembahkannya.
HEB 10:4 Karena persembahan darah sapi jantan dan kambing jantan sebenarnya tidak bisa menghapus dosa manusia.
HEB 10:5 Itulah sebabnya ketika Kristus datang ke dunia ini, Dia berkata kepada Allah, “Engkau tidak menginginkan kurban dan persembahan, tetapi Engkau sudah menyediakan tubuh bagi-Ku yang Aku serahkan untuk melayani Engkau.
HEB 10:6 Engkau tidak berkenan kepada kurban-kurban penghapus dosa, biarpun seluruhnya dibakar sampai habis.
HEB 10:7 Karena itu Aku berkata, ‘Ya Allah, Aku siap! Seperti yang sudah tertulis tentang Aku di dalam Kitab Suci, Aku sudah datang untuk melaksanakan kehendak-Mu.’”
HEB 10:8 Dalam kutipan di atas, pertama Kristus mengatakan bahwa Allah tidak menginginkan dan tidak berkenan pada “kurban dan persembahan” serta semua jenis “kurban penghapus dosa,” termasuk juga kurban yang “dibakar sampai habis,” padahal justru itulah yang diperintahkan dalam hukum Taurat.
HEB 10:9 Lalu Dia berkata, “Ya Allah, Aku siap! Aku sudah datang untuk melaksanakan kehendak-Mu.” Artinya, dengan ucapan tersebut, Kristus membatalkan cara lama untuk menghapuskan dosa dan membuat cara yang baru.
HEB 10:10 Karena yang Allah kehendaki adalah: Kita dikuduskan selamanya dengan satu kali saja Kristus Yesus mengurbankan tubuh-Nya.
HEB 10:11 Dalam cara yang lama, setiap hari seorang imam harus berdiri di depan mezbah di rumah TUHAN dan berulang kali melakukan peraturan agama, serta mempersembahkan berbagai jenis kurban yang sama sekali tidak pernah bisa menghapuskan dosa.
HEB 10:12 Tetapi Kristus, Imam Agung kita, mempersembahkan satu kurban saja yang berlaku untuk selamanya, lalu Dia duduk di tempat yang paling terhormat di sisi Allah.
HEB 10:13 Sekarang Dia menantikan “saatnya Allah membuat semua musuh-Nya tunduk kepada-Nya.”
HEB 10:14 Jadi, dengan mempersembahkan hanya satu kurban yang berlaku untuk selamanya, Kristus sudah membayar lunas harga penyucian untuk setiap orang yang akan disempurnakan oleh-Nya.
HEB 10:15 Roh Kudus juga mengatakan hal yang sama kepada kita dalam ayat yang sudah saya kutip. Begini kata-Nya,
HEB 10:16 “Demikianlah perkataan TUHAN, ‘Inilah perjanjian baru yang akan Aku tetapkan dengan kalian umat Israel: Aku akan menaruh hukum-Ku dalam pikiran kalian dan menuliskannya di hati kalian.’”
HEB 10:17 Selanjutnya Dia berkata, “Aku tidak akan mengingat lagi dosa-dosa dan kejahatan kalian.”
HEB 10:18 Jadi, karena semuanya itu sudah diampuni, maka kurban penghapus dosa tidak diperlukan lagi.
HEB 10:19 Saudara-saudari, oleh karena darah Yesus, kita boleh masuk ke pusat penyembahan yang mahakudus di surga tanpa rasa takut!
HEB 10:20 Dahulu, jalan masuk ke tempat itu tertutup bagi kita oleh tirai. Namun, sekarang jalan baru sudah dibukakan oleh Perantara kita Yesus, dan tubuh-Nya sendiri adalah pintu masuk bagi kita, suatu pintu yang hidup.
HEB 10:21 Karena Imam Agung kita memerintah atas seluruh umat Allah,
HEB 10:22 marilah kita senantiasa datang kepada Allah dengan bebas melalui doa kita masing-masing. Datanglah tanpa rasa takut, dengan hati yang sudah disempurnakan, dan dengan percaya penuh kepada-Nya. Sebab secara rohani hati kita sudah dipercik dengan darah yang menyucikan nurani kita dari beban dosa dan rasa bersalah. Dan secara rohani juga tubuh kita sudah dibersihkan dengan air yang murni.
HEB 10:23 Marilah kita berpegang teguh pada keyakinan kita, yakni segala sesuatu yang kita harapkan dan akui! Karena Allah setia untuk menepati semua janji-Nya.
HEB 10:24 Hendaklah kita semua berusaha mendorong satu sama lain untuk terus berbuat kasih dan melakukan hal-hal baik.
HEB 10:25 Janganlah malas berkumpul dalam persekutuan kita, seperti yang sudah menjadi kebiasaan sebagian orang. Sebaliknya, marilah kita saling mengingatkan untuk tetap rajin berkumpul dan lebih rajin lagi, sebab hari kedatangan Kristus semakin dekat.
HEB 10:26 Sadarilah, bila kita terus-menerus sengaja berbuat dosa meskipun sudah menerima ajaran benar tentang Kristus, maka tidak ada lagi kurban yang bisa menghapus dosa tersebut.
HEB 10:27 Siapa pun di antara kita yang hidup seperti itu, dia hanya tinggal menunggu hukuman terakhir yang mengerikan, yaitu ketika Allah menghakimi semua yang memusuhi-Nya dan membuang mereka ke dalam kobaran api yang sudah disediakan untuk membinasakan mereka.
HEB 10:28 Sebagai contoh, ingatlah hukuman dalam peraturan yang lama: Siapa saja yang melanggar hukum Taurat harus dibunuh tanpa belas kasihan berdasarkan kesaksian dua atau tiga orang saksi mata.
HEB 10:29 Maka terlebih lagi orang yang menghina Anak Allah. Mereka pantas dihukum! Menghina Anak Allah artinya mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi terus saja hidup dalam dosa. Orang seperti itu memandang remeh darah Yesus, darah yang sudah Dia curahkan untuk mensahkan perjanjian baru dengan Allah, dan yang telah menguduskan kita. Dengan demikian, mereka menghina Roh Allah, yaitu Roh-Nya yang menyampaikan Kabar Baik tentang kebaikan hati Allah kepada kita.
HEB 10:30 Orang seperti itu tidak mungkin lepas dari hukuman, karena kita sudah tahu siapa Allah. Dia berkata, “Akulah yang berhak untuk membalas kejahatan. Aku akan memberi ganjaran.” Dia juga berkata, “Aku, TUHAN, akan mengadili umat-Ku.”
HEB 10:31 Habislah kita kalau sampai ditimpa murka Allah yang hidup!
HEB 10:32 Saya mohon, ingatlah selalu masa-masa awal ketika kamu baru mendapat pencerahan dari Allah untuk menjadi pengikut Kristus. Waktu itu kalian sering menderita dan dianiaya, tetapi kalian tetap berdiri teguh.
HEB 10:33 Ada di antara kalian yang dihina di depan umum ataupun dipukuli. Ada juga yang menolong saudara-saudari kita yang dianiaya.
HEB 10:34 Dan waktu saya dipenjarakan, kamu semua turut merasakan penderitaan saya seolah-olah kamu sendiri yang dipenjara. Bahkan ada di antara kamu yang dianiaya sampai dirampas harta miliknya. Dalam keadaan seperti itu pun kamu tetap bersukacita, sebab kamu tahu bahwa kamu mempunyai harta lain, harta yang kekal dan terjamin di surga nanti.
HEB 10:35 Jadi, tetaplah berani dan jangan ada seorang pun di antara kalian yang melepaskan keyakinan pada Kristus, yang sudah kalian pegang teguh sampai sekarang. Keyakinanmu itu akan menghasilkan upah yang besar.
HEB 10:36 Yang penting bagi kalian sekarang adalah bertahan dalam kesusahan, supaya kamu semua tetap melakukan kehendak Allah. Dengan demikian, kamu akan menerima segala yang dijanjikan Allah.
HEB 10:37 Karena ada tertulis di dalam Kitab Suci, “Sebentar lagi saja, Dia yang datang itu akan tiba dan tidak akan menunda waktunya.
HEB 10:38 Orang yang dinyatakan benar di hadapan-Ku akan hidup selamanya karena percaya penuh kepada-Ku. Tetapi Aku tidak berkenan kepada orang yang meninggalkan-Ku saat mengalami kesusahan.”
HEB 10:39 Saudara-saudari, saya yakin bahwa kita bukan termasuk orang yang “meninggalkan” TUHAN lalu dibinasakan. Kita adalah orang yang “percaya penuh” kepada-Nya dan diselamatkan.
HEB 11:1 Dengan “percaya penuh,” artinya kita yakin kepada Allah bahwa harapan kita pasti terwujud, meskipun kita belum melihatnya.
HEB 11:2 Karena dengan percaya penuh itulah nenek moyang kita berkenan di mata Allah.
HEB 11:3 Dengan percaya penuh, kita mengerti bahwa Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi hanya dengan perkataan-Nya. Segala sesuatu yang kelihatan ini diciptakan dari hal-hal yang tidak kelihatan.
HEB 11:4 Karena percaya penuh kepada Allah, Habel mempersembahkan kurban yang lebih baik daripada kurban Kain. Itulah sebabnya Allah berkenan kepada Habel dan menerima dia sebagai orang benar. Jadi, biarpun Habel sudah lama mati, dia tetap menjadi teladan bagi kita karena percayanya itu.
HEB 11:5 Begitu juga dengan Henok: Karena percaya penuh, dia terangkat ke surga tanpa mengalami kematian, seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Dia menghilang begitu saja karena diangkat oleh Allah.” Sebelum terangkat, dia dikenal sebagai orang yang hidupnya “menyenangkan hati Allah.”
HEB 11:6 Jelaslah bahwa tanpa percaya penuh, kita tidak mungkin menyenangkan hati-Nya. Karena setiap orang yang mau datang kepada Allah harus percaya bahwa Dia benar-benar ada dan Dia memberkati setiap orang yang sungguh-sungguh mencari-Nya.
HEB 11:7 Contoh lain adalah Nuh. Dia percaya penuh ketika Allah memberitahunya tentang hal-hal yang belum pernah dilihat manusia. Karena Nuh percaya dan menghormati Allah, dia membangun sebuah kapal besar untuk menyelamatkan keluarganya. Dengan percaya penuh itulah Nuh membuktikan bahwa orang-orang yang ada di dunia pada zaman itu bersalah. Dan karena keyakinannya juga, Allah menerima dia sebagai orang benar.
HEB 11:8 Abraham pun demikian. Dia percaya penuh kepada Allah ketika disuruh pergi ke negeri lain, yaitu negeri yang Allah janjikan untuk diwariskan kepadanya dan keturunannya. Dengan percaya penuh, dia berangkat walaupun belum tahu ke mana dia harus pergi.
HEB 11:9 Karena percaya penuh, dia bertahan hidup sebagai orang asing di negeri yang Allah janjikan menjadi miliknya. Abraham, Isak, dan Yakub mewarisi janji yang sama dan tinggal di dalam kemah-kemah saja di negeri yang belum mereka miliki.
HEB 11:10 Abraham sedang menanti-nantikan kota yang direncanakan dan dibangun oleh Allah, supaya dia menjadi penduduk kota itu, sebuah kota yang fondasinya tidak akan pernah goncang.
HEB 11:11 Ingatlah juga teladan Sara. Karena percaya penuh, dia bersama suaminya, Abraham, dapat memiliki anak meskipun sudah terlalu tua. Sara bisa mengandung Isak karena dia percaya penuh bahwa Allah setia dan akan menepati janji-Nya.
HEB 11:12 Jadi, dari satu orang saja— yaitu Abraham yang percaya penuh meskipun sudah tua dan hampir mati— digenapilah perjanjian bahwa keturunannya tidak terhitung banyaknya, seperti bintang-bintang di langit dan pasir di pantai.
HEB 11:13 Semua orang yang saya sebutkan itu tetap percaya penuh kepada janji Allah sampai akhir hidup mereka. Sekalipun belum merasakan penggenapan janji itu, mereka seakan sudah melihat bayangannya dari jauh dan menyambutnya dengan penuh keyakinan. Mereka pun sadar dan mengakui bahwa di bumi ini mereka hanya seperti tamu atau pendatang.
HEB 11:14 Dengan pengakuan itu, jelaslah bahwa mereka menantikan suatu tanah air yang akan menjadi milik mereka sendiri.
HEB 11:15 Tanah air yang dimaksud bukanlah negeri asal yang sudah mereka tinggalkan. Buktinya, mereka tidak pernah pulang ke sana meskipun ada banyak kesempatan.
HEB 11:16 Tetapi yang mereka rindukan adalah suatu negeri yang jauh lebih baik, yaitu negeri surgawi. Karena itu, Allah bangga dan senang menjadi Allah mereka. Dan memang Allah sudah menyiapkan kota surgawi itu bagi mereka.
HEB 11:17 Abraham juga menjadi contoh saat keyakinannya diuji oleh Allah, sewaktu Allah menyuruh dia mempersembahkan Isak. Karena percaya penuh, Abraham rela mengurbankan anak satu-satunya itu meskipun Abraham sudah menerima janji-janji Allah,
HEB 11:18 termasuk janji bahwa “Hanya keturunan Isaklah yang Aku perhitungkan sebagai keturunanmu.”
HEB 11:19 Walaupun begitu, Abraham rela mengurbankan Isak karena dia percaya penuh bahwa Allah berkuasa menghidupkan anaknya itu dari kematian. Dan sesungguhnya, waktu Allah berkata, “Jangan bunuh,” Abraham seakan menerima Isak kembali dari kematian.
HEB 11:20 Isak juga percaya penuh bahwa Allah akan menepati janji-janji-Nya di masa yang akan datang. Itulah sebabnya dia mengingatkan tentang janji-janji tersebut ketika memberkati Yakub dan Esau.
HEB 11:21 Yakub pun demikian. Karena percaya penuh kepada janji Allah, dia memberkati kedua anak laki-laki Yusuf saat dia sudah hampir mati. Kemudian dia memuji Allah sambil bersandar pada tongkatnya.
HEB 11:22 Yusuf adalah contoh lainnya. Karena percaya penuh, menjelang akhir hidupnya dia mengingatkan keluarga Israel tentang janji Allah yang akan membawa mereka keluar dari Mesir. Dan karena yakin bahwa hal itu pasti terjadi, dia berpesan agar mayatnya juga ikut dibawa.
HEB 11:23 Orangtua Musa juga menjadi teladan. Karena percaya penuh kepada Allah, mereka tidak takut melanggar perintah raja. Sesudah Musa lahir, mereka menyembunyikannya selama tiga bulan, sebab mereka menyadari bahwa anak pemberian Allah itu luar biasa.
HEB 11:24 Musa sendiri juga contoh orang yang percaya penuh, karena sesudah dewasa, dia menolak disebut anak putri raja Mesir.
HEB 11:25 Dia lebih memilih disiksa dan hidup susah asalkan bersama umat Allah, daripada hidup bersenang-senang dalam dosa di istana raja. Dia menyadari bahwa kenikmatan hidup seperti itu hanyalah sementara.
HEB 11:26 Karena percaya penuh, dia menantikan masa depan ketika Kristus datang untuk menyelamatkan umat Israel. Itu sebabnya Musa menganggap jauh lebih berharga untuk menderita aniaya demi kepentingan Kristus daripada mendapatkan seluruh kekayaan Mesir. Dia merasa jauh lebih baik menantikan upah yang akan diberikan Allah kepadanya.
HEB 11:27 Karena percaya penuh juga, Musa berani meninggalkan Mesir. Dia tidak takut terhadap kemarahan raja. Dengan mata yang tetap tertuju ke depan, dia terus berjalan seolah memandang Allah yang tidak kelihatan itu.
HEB 11:28 Dan karena percaya penuh, Musa mengadakan Hari Paskah yang pertama dengan memercikkan darah pada setiap pintu rumah orang Israel, agar mereka terhindar dari malaikat yang akan membunuh anak-anak sulung.
HEB 11:29 Demikian halnya umat Israel. Karena percaya penuh, mereka bisa menyeberangi Laut Merah seperti melewati tanah kering, tetapi pasukan Mesir tenggelam ketika mencoba melakukannya.
HEB 11:30 Karena percaya penuh, umat Israel berjalan mengelilingi benteng kota Yeriko dari luar selama tujuh hari, dan benteng itu pun runtuh.
HEB 11:31 Begitu juga Rahab si pelacur. Karena percaya penuh kepada Allah, dia menerima dan menolong dua mata-mata Israel yang mengintai daerahnya. Itu sebabnya dia tidak ikut binasa bersama seluruh penduduk kota itu yang menolak percaya kepada Allah.
HEB 11:32 Masih banyak lagi contoh yang bisa saya ceritakan, seperti Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuel, dan para nabi. Tetapi tidak akan cukup waktu untuk menceritakan semuanya.
HEB 11:33 Mereka diberi kuasa untuk merampas daerah-daerah kekuasaan para raja bangsa lain. Ada yang diberi kuasa untuk memerintah dengan adil, untuk menerima apa yang Allah janjikan kepada mereka, dan ada pula yang dilindungi-Nya sehingga tidak dimakan singa. Semua itu terjadi karena mereka percaya penuh!
HEB 11:34 Ada orang-orang yang terhindar dari bahaya api besar, selamat dari perang, dan ada yang sangat lemah tetapi diberi kekuatan luar biasa. Ada juga orang yang menjadi pahlawan perang dan berhasil mengalahkan pasukan tentara musuh hingga melarikan diri, padahal pasukan Israel jauh lebih sedikit.
HEB 11:35 Karena percaya penuh kepada Allah, ada beberapa perempuan yang mengalami keajaiban, yaitu anggota keluarga mereka dihidupkan kembali dari kematian. Namun, ada juga orang-orang lain yang karena percaya penuh terus disiksa dalam penjara. Mereka diberi pilihan, “Kalau kamu menghina Allahmu, kamu akan dibebaskan!” Tetapi mereka menolak kebebasan itu karena percaya penuh bahwa sekalipun harus mati, mereka akan dihidupkan kembali dalam suatu kehidupan yang jauh lebih baik.
HEB 11:36 Karena percaya penuh, ada juga orang-orang yang tetap bertahan saat keyakinan mereka diuji, walaupun mereka dihina dan dipukuli habis-habisan, atau dilemparkan ke penjara serta diikat rantai besi.
HEB 11:37 Ada orang-orang yang— karena percaya— dilempari batu sampai mati, digergaji tubuhnya sampai terbelah dua, dan ada yang dibunuh dengan pedang. Di antara mereka, ada yang begitu miskin hingga tidak memiliki tempat tinggal dan hanya mempunyai satu-satunya pakaian yang menempel di badan, itu pun dari kulit domba atau kambing. Mereka kekurangan makanan, dibuat menderita, dicobai, dan terus disiksa sehingga mereka hidup mengembara saja, entah di padang belantara atau gunung-gunung, dan terpaksa tinggal di dalam gua-gua atau lubang-lubang di bawah tanah. Dunia ini bukan tempat yang layak bagi mereka!
HEB 11:39 Sekarang mereka menjadi contoh yang baik bagi kita, karena sudah terbukti bahwa mereka percaya penuh kepada Allah, biarpun mereka mati sebelum menerima apa yang sudah Allah janjikan.
HEB 11:40 Rencana Allah bukan untuk mereka saja, tetapi untuk kita juga. Itulah sebabnya Allah menetapkan agar mereka menunggu kita. Kelak, sesudah keyakinan kita selesai diuji dan disempurnakan, barulah semuanya, yakni mereka dan kita, bersama-sama menerima berkat luar biasa yang sudah disediakan!
HEB 12:1 Jadi, Saudara-saudari, mengingat betapa banyaknya pahlawan iman yang sudah mendahului kita dan sekarang sedang menantikan kita, marilah kita mengikuti teladan mereka! Buanglah semua beban dan dosa yang menghalangi kita dalam pertandingan yang sudah ditetapkan Allah untuk kita jalani. Marilah kita terus berjuang sampai akhir.
HEB 12:2 Dalam pertandingan ini, hendaklah mata kita terus memandang ke depan, yaitu kepada Yesus. Dialah Perintis dan Pahlawan Iman yang terutama bagi kita, dan yang sudah menyelesaikan pertandingan-Nya dengan sempurna. Yesus tabah menahan penderitaan yang sangat memalukan di kayu salib karena Dia terus memandang ke depan, kepada sukacita yang sudah disediakan bagi-Nya di kemudian hari. Sekarang Dia duduk menantikan kita di tempat yang paling terhormat di samping takhta Allah.
HEB 12:3 Karena itu, renungkanlah selalu teladan Yesus: Betapa Dia berdiri teguh ketika orang-orang berdosa menghina dan menganiaya-Nya dengan amat kejam. Bila kita meneladani Yesus, kita tidak akan mudah lemah dan putus asa.
HEB 12:4 Lagipula, dalam perjuangan kita melawan dosa, kita belum sampai terbunuh.
HEB 12:5 Janganlah melupakan nasihat TUHAN, yang menyebut kita semua sebagai anak Allah. Kata-Nya, “Anak-Ku, janganlah pandang enteng didikan-Ku. Dan janganlah berkecil hati ketika Aku menegurmu.
HEB 12:6 Sebab Aku mendidik setiap anak yang Aku kasihi, dan mencambuk setiap orang yang Aku terima sebagai anak.”
HEB 12:7 Jadi, waktu kita menderita karena cambukan dari Bapa surgawi, ingatlah bahwa Allah sedang memperlakukan kita sebagai anak-Nya. Wajar saja seorang ayah mendidik anaknya sendiri, bukan?
HEB 12:8 Justru kalau kamu tidak pernah dididik oleh TUHAN, berarti kamu bukan anak-Nya yang sah. Karena semua anak Allah pasti dididik-Nya.
HEB 12:9 Sebagaimana ayah kita di dunia ini pun tentu mendidik kita, dan kita menghormati ayah kita sendiri, maka sudah sepatutnya kita tunduk kepada Allah lebih lagi, sebab Dialah Bapa rohani kita. Dengan bertekun menjalani didikan-Nya, kita akan masuk ke dalam hidup yang kekal.
HEB 12:10 Lagipula ayah jasmani kita di dunia ini mendidik kita untuk sementara saja, sesuai dengan apa yang mereka anggap baik. Tetapi didikan Bapa surgawi selalu tepat dan berguna, supaya kita disucikan sebagaimana Dia adalah suci.
HEB 12:11 Memang, setiap kali kita menerima hajaran, pengalaman itu tidak menyenangkan dan malah menyakitkan. Namun didikan TUHAN itu akan membuahkan hasil yang manis, yaitu kita hidup lebih benar dan merasa tenang di hadapan Allah.
HEB 12:12 Karena itu, kuatkanlah tanganmu yang lemah, dan jangan biarkan lututmu gemetar, sebab kita dipanggil untuk berlari dalam pertandingan ini.
HEB 12:13 Hendaklah kakimu tetap berlari lurus ke depan. Jangan berbelok ke kiri atau ke kanan, supaya kalau orang yang lemah atau pincang mengikuti teladan kita, kaki mereka tidak terkilir karena tersandung, tetapi semakin disembuhkan dan dikuatkan.
HEB 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang. Dan jagalah kesucian hidupmu. Karena orang yang tidak berusaha hidup suci tidak mungkin akan bertemu TUHAN.
HEB 12:15 Waspadalah supaya jangan seorang pun di antara kalian meninggalkan kebaikan hati Allah. Karena orang semacam itu akan menjadi seperti tanaman beracun yang bisa menularkan kenajisannya kepada anggota jemaat yang lain.
HEB 12:16 Berjaga-jagalah supaya tidak ada di antara kalian yang hidupnya cabul dan tidak menghormati Allah seperti Esau. Sebenarnya, sebagai anak pertama, dialah yang berhak menjadi pewaris ketika ayahnya meninggal. Tetapi Esau menjual haknya itu hanya demi sepiring makanan.
HEB 12:17 Ingatlah yang terjadi kemudian: Ketika dia berubah pikiran dan ingin menerima berkat dari ayahnya sebagai anak pertama, ayahnya menolak memberikan berkat itu kepadanya. Walaupun berderai air mata, dia tidak bisa mengubah akibat perbuatannya.
HEB 12:18 Menurut perjanjian yang baru, kita bisa datang kepada Allah melalui Kristus, tidak seperti umat Israel yang menerima perjanjian lama. Mereka datang mendekati tempat jasmani yang dapat disentuh, yaitu gunung Sinai. Mereka datang dengan ketakutan karena tiba-tiba awan menghitam, langit diliputi kegelapan, angin kencang menderu, dan gunung itu terbakar dengan api yang menyala-nyala.
HEB 12:19 Lalu mereka mendengar bunyi terompet surgawi yang nyaring dan suara Allah sendiri. Nenek moyang kita begitu gentar sehingga mereka meminta Musa supaya Allah tidak lagi berbicara secara langsung kepada mereka.
HEB 12:20 Ketakutan mereka teramat besar sebab Allah sudah memerintahkan, “Siapa pun yang menyentuh gunung ini, sekalipun hanya seekor binatang, harus dilempari batu sampai mati.”
HEB 12:21 Dan memang, pemandangan yang mereka lihat begitu dahsyat sampai Musa sendiri berkata, “Saya sangat takut dan gemetar.”
HEB 12:22 Sebaliknya, kita sudah datang kepada Allah melalui perjanjian yang baru. Kita diantar oleh Kristus ke tempat rohani, Bukit Sion, yaitu Yerusalem surgawi, tempat tinggal Allah yang hidup. Kita disambut dengan sukacita sebagai warga kerajaan surga oleh ribuan malaikat,
HEB 12:23 sebab kita datang melalui Anak Sulung Allah untuk mewarisi segala sesuatu bersama Dia. Kita adalah jemaat milik Anak Allah, dan nama kita masing-masing tertulis dalam Kitab Kehidupan di surga. Kita diterima oleh Allah, Hakim seluruh bumi, dan sekarang kita masuk dalam persekutuan semua orang benar yang sudah mendahului kita dan sudah dijadikan sempurna.
HEB 12:24 Kita juga diterima oleh Yesus sendiri, sang Perantara dalam perjanjian yang baru! Secara rohani, kita dipercik dengan darah Yesus yang membersihkan hati nurani kita dari dosa. Darah Habel, orang yang pertama dibunuh, tidak membawa berkat melainkan kutukan. Tetapi darah Yesus membawa berkat yang besar!
HEB 12:25 Jadi Saudara-saudari, marilah kita masing-masing menjaga diri agar jangan ada di antara kita yang menolak untuk mendengar Allah yang berbicara dari surga kepada setiap kita. Sebab kalau nenek moyang kita pun tidak luput dari hukuman karena menolak pesan Allah melalui perantaraan manusia di bumi, yaitu Musa, maka terlebih berat lagi hukuman kita bila kita menolak mendengarkan Dia yang sekarang berbicara dari surga!
HEB 12:26 Pada waktu Allah berbicara kepada nenek moyang kita di gunung Sinai, suara-Nya membuat bumi bergoncang. Tetapi sekarang Dia sudah berjanji, “Sekali lagi Aku akan menggoncangkan bumi, dan bukan hanya bumi tetapi juga langit dan surga.”
HEB 12:27 Dengan kata “Sekali lagi,” jelaslah bahwa Allah bermaksud membinasakan semua ciptaan yang bisa digoncangkan, supaya yang tertinggal hanyalah hal-hal yang tidak bisa digoncangkan.
HEB 12:28 Jadi, karena kita sudah menjadi warga kerajaan Allah yang tidak bisa digoncangkan, hendaklah kita bersyukur kepada-Nya. Dan marilah kita menyenangkan hati Allah dengan menyembah Dia dengan penuh rasa hormat.
HEB 12:29 Karena tentang Allah kita, Kitab Suci menuliskan, Allah “bagaikan api yang membakar habis segala sesuatu yang tidak sempurna.”
HEB 13:1 Sebagai saudara-saudari seiman, hendaklah kalian saling mengasihi senantiasa.
HEB 13:2 Jangan segan-segan membuka pintu rumahmu bagi siapa saja yang memerlukan tumpangan. Dengan berbuat begitu, ada orang-orang yang pernah menerima malaikat-malaikat sebagai tamu di rumah mereka, tanpa mereka sadari!
HEB 13:3 Janganlah lupa mendoakan dan menolong saudara-saudari seiman kita yang sedang dipenjara dan yang dianiaya. Lakukanlah itu dengan sungguh-sungguh seakan kamu sendiri juga sedang dipenjara dan turut merasakan penderitaan mereka.
HEB 13:4 Hendaklah kamu semua menghargai pernikahanmu masing-masing sebagai ikatan yang suci, dan jagalah hubungan antara suami-istri supaya tetap murni. Karena Allah akan menghukum setiap orang yang berbuat cabul atau zina.
HEB 13:5 Janganlah kamu mengejar uang. Sebaliknya puaslah dengan apa yang kamu punya, karena Allah berkata, “Aku tidak akan pernah membiarkan kamu dan tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian.”
HEB 13:6 Itu sebabnya, seperti penulis Mazmur, dengan yakin kita bisa berkata, “TUHAN adalah Penolongku! Aku tidak akan takut. Orang yang memusuhi aku tidak bisa melakukan apa-apa terhadapku.”
HEB 13:7 Ingatlah para pemimpinmu, yakni mereka yang pernah menyampaikan Firman Allah kepadamu dan yang sudah mendahului kita ke surga. Renungkanlah cara hidup mereka yang baik dan ikutilah teladan keyakinan mereka.
HEB 13:8 Kristus Yesus tidak pernah berubah sejak dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.
HEB 13:9 Janganlah kalian disesatkan oleh orang-orang yang membawa berbagai macam ajaran lain. Lebih baik hatimu dikuatkan dengan bergantung pada kebaikan hati Allah saja, daripada mengikuti mereka yang sibuk dengan banyak peraturan tentang makanan. Tidak ada orang yang pernah berhasil menjadi sempurna di mata Allah dengan mengikuti aturan-aturan semacam itu.
HEB 13:10 Dalam cara persembahan kurban yang lama, para imam bisa memakan dua bagian daging dari setiap hewan kurban. Namun dalam cara yang baru, kita diberkati melalui mezbah surgawi, dan para imam yang melayani di rumah Allah di dunia ini tidak berhak makan apa pun dari mezbah itu.
HEB 13:11 Tetapi boleh dikatakan bahwa cara yang baru mirip juga dengan cara yang lama. Daging kurban pengampunan dosa tidak ada yang dimakan oleh imam. Sesudah imam besar membawa darah hewan tersebut ke ruang mahakudus, yaitu darah untuk pengampunan dosa, seluruh bagian tubuh hewan itu dibakar habis menjadi abu di tempat lain, di luar perkemahan umat Israel, bukan di atas mezbah di rumah TUHAN.
HEB 13:12 Demikian juga Yesus sudah menderita di luar kota Yerusalem, supaya kita disucikan dengan darah-Nya sendiri dan menjadi umat-Nya.
HEB 13:13 Karena itu, secara rohani marilah kita pergi kepada Yesus di luar benteng kota. Artinya, jangan malu untuk meninggalkan aturan-aturan Yahudi yang lama, dan anggaplah sebagai suatu kehormatan kalau kita dihina karena mengikut Yesus.
HEB 13:14 Sebab di bumi ini kita tidak mempunyai kota tempat tinggal yang kekal. Kita menantikan Yerusalem baru.
HEB 13:15 Jadi, melalui Yesus, marilah kita memberikan persembahan rohani kepada Allah setiap saat, yakni memuji Dia melalui semua perkataan kita dan dengan berani memberitakan bahwa Yesus adalah Penguasa kita.
HEB 13:16 Juga janganlah lupa melakukan yang baik terhadap orang-orang lain dan saling menolong, karena itu pun merupakan persembahan yang menyenangkan hati Allah.
HEB 13:17 Hendaklah kita menghormati dan menaati para pemimpin jemaat, sebab Allah menugaskan mereka untuk berjaga atas kehidupan rohani kita masing-masing, dan kelak mereka harus memberi pertanggungjawaban kepada Allah. Karena itu hormat dan taatlah kepada mereka selalu, supaya mereka bisa melaksanakan tugas dengan sukacita. Kalau mereka bekerja dengan rasa kesal, itu tidak akan membawa berkat bagi kita.
HEB 13:18 Tetaplah berdoa untuk saya dan semua orang yang bekerjasama dengan saya. Sebab kami yakin bahwa hati nurani kami bersih, dan kami selalu berusaha melakukan yang benar.
HEB 13:19 Secara khusus, saya mohon doakanlah supaya Allah segera mengutus saya kembali kepada kalian.
HEB 13:20 Kiranya Allah sumber ketenangan, yang membangkitkan Yesus Penguasa kita dari kematian, melengkapi segala sesuatu yang kalian perlukan untuk melakukan kehendak-Nya. Dan melalui pertolongan Kristus Yesus, Gembala Agung kita yang mensahkan perjanjian baru dari Allah melalui persembahan darah-Nya sendiri, kiranya Allah memampukan kalian untuk melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati-Nya. Berilah kemuliaan kepada-Nya sampai selama-lamanya. Amin.
HEB 13:22 Saudara-saudari, saya mohon supaya kalian sabar mendengarkan nasihat-nasihat dalam surat ini ketika dibacakan di depan jemaat, karena surat saya tidak terlalu panjang.
HEB 13:23 Saya juga memberitahukan bahwa saudara kita Timotius sudah dibebaskan dari penjara. Kalau dalam waktu dekat dia datang ke sini, saya akan mengajaknya mengunjungi kalian.
HEB 13:24 Sampaikan salam saya kepada semua pemimpin kalian dan seluruh umat Allah di sana— orang-orang yang disucikan-Nya karena percaya kepada Yesus. Salam untuk kalian dari saudara-saudari seiman di Italia.
HEB 13:25 Akhir kata, kiranya Allah selalu berbaik hati kepada kamu semua. Amin.
JAM 1:1 Kepada Saudara-saudari seiman saya, yaitu kedua belas suku umat Allah yang tersebar ke berbagai penjuru dunia karena pengungsian. Salam sejahtera dari saya Yakobus, hamba Allah dan Kristus Yesus, Penguasa kita.
JAM 1:2 Saudara-saudari, setiap kali keyakinan kalian masing-masing diuji lewat berbagai kesusahan, anggaplah semua itu sebagai berkat dan bersukacitalah karenanya,
JAM 1:3 sebab kamu tahu bahwa setiap ujian membuat kita semakin kuat untuk bertahan dalam keyakinan kita.
JAM 1:4 Jadi, bertahanlah terus sampai akhir supaya kamu tumbuh dewasa dan semakin diperlengkapi sehingga tidak kekurangan apa pun secara rohani.
JAM 1:5 Namun, kalau kamu merasa kekurangan hikmat saat mengalami ujian, mintalah kepada Allah. Dia sangat murah hati kepada semua orang dan tidak pernah marah kalau kita meminta hikmat kepada-Nya. Karena itu mintalah, maka hikmat yang kamu perlukan akan diberikan kepadamu,
JAM 1:6 asalkan kamu memintanya dengan percaya penuh. Jangan ragu bahwa Allah bersedia memberikannya. Sebab orang yang ragu-ragu sama seperti ombak yang terombang-ambing ke sana kemari oleh angin.
JAM 1:7 Orang seperti itu belum memutuskan dalam hatinya apakah dia akan percaya penuh dan mengandalkan TUHAN atau tidak. Pikirannya selalu berubah-ubah sehingga dia tidak bisa maju. Jadi, bila kamu ragu-ragu, jangan harap doamu dijawab TUHAN!
JAM 1:9 Saudara-saudari, kalau kamu miskin atau mempunyai kedudukan rendah, bersukacitalah! Sesungguhnya Allah sudah memberikan kedudukan yang tinggi kepadamu sebagai warga kerajaan-Nya.
JAM 1:10 Sebaliknya, kalau kamu kaya atau mempunyai kedudukan tinggi, jangan sombong, tetapi sadarilah bahwa semua itu hanya sementara. Karena orang kaya ibarat bunga rumput yang cepat layu dan rontok.
JAM 1:11 Ketika matahari meninggi dan angin panas berhembus, rumput pun mengering dan bunganya gugur, lalu lenyaplah keindahannya. Demikianlah yang akan terjadi pada setiap orang kaya. Mereka mati pada waktu usahanya sedang mekar berkembang.
JAM 1:12 Bersukacitalah saat kamu bergumul melewati ujian atas keyakinanmu, karena sesudah kamu lulus dari semua ujian di dunia ini, kamu akan diberi mahkota kemenangan sesuai dengan janji TUHAN kepada kita semua yang mengasihi-Nya.
JAM 1:13 Saat kamu merasa tergoda untuk berbuat dosa, jangan pernah berpikir bahwa Allah yang memberi godaan itu kepadamu. Karena Allah tidak mungkin tergoda untuk berbuat kejahatan, dan Dia tidak pernah memberi godaan kepada siapa pun.
JAM 1:14 Sesungguhnya keinginanmu sendirilah yang membuat kamu tergoda, karena kamu membiarkan dirimu terseret sampai terjerat pada hawa nafsu itu.
JAM 1:15 Keinginan jahat yang kamu pelihara di dalam hatimu akan berkembang dan terus membesar hingga kamu tidak mampu menahannya lagi. Lalu kamu melakukannya dan dengan demikian melahirkan dosa. Seiring waktu, dosa itu pun pada akhirnya menghasilkan kebinasaan.
JAM 1:16 Saudara-saudari yang saya kasihi, jangan keliru tentang hal ini:
JAM 1:17 Allah Bapa, yang menciptakan semua benda penerang di langit, bukanlah seperti bulan yang cahayanya tidak tetap dan sering berubah-ubah. Dia adalah sumber segala berkat. Semua pemberian yang baik dan yang sempurna turun dari-Nya.
JAM 1:18 Salah satu pemberian-Nya yang sempurna itu ialah ketika Allah berkenan memilih kita untuk dilahirkan kembali secara rohani melalui berita keselamatan yang benar, supaya kita yang percaya pada berita itu menjadi umat kepunyaan Allah yang istimewa.
JAM 1:19 Karena itu, Saudara-saudari yang saya kasihi, hendaklah kamu semua membiasakan diri untuk menjadi pendengar yang baik. Jangan buru-buru bicara, dan jangan cepat marah.
JAM 1:20 Jika kamu bertindak dalam keadaan marah, tindakanmu pasti tidak sesuai dengan kehendak Allah.
JAM 1:21 Oleh sebab itu, buanglah segala sesuatu yang kotor, najis, atau jahat, yang masih ada pada dirimu. Dan dengan rendah hati terimalah ajaran benar yang ditaburkan Allah di dalam hatimu, yaitu Firman-Nya yang berkuasa untuk menyelamatkan kita.
JAM 1:22 Tetapi Firman itu harus kamu lakukan, bukan hanya didengar. Janganlah menipu diri sendiri dengan berpikir, “Bagi saya, mendengar Firman-Nya saja sudah cukup!”
JAM 1:23 Karena orang yang mendengar ajaran Allah tanpa melakukannya ibarat orang yang memandang mukanya sendiri pada cermin.
JAM 1:24 Dia hanya tahu bentuk wajahnya selama berada di depan cermin. Tetapi begitu pergi, dia tidak dapat melihatnya lagi dan segera lupa bentuk wajahnya itu.
JAM 1:25 Demikian jugalah hukum TUHAN yang sempurna dan memberi kebebasan. Janganlah kamu hanya mendengar lalu melupakannya, tetapi lakukanlah itu, maka Allah akan memberkatimu dalam segala yang kamu perbuat.
JAM 1:26 Contohnya begini: Bila kamu merasa sudah hidup dengan baik sesuai peraturan agama, tetapi kamu tidak berhati-hati dengan ucapanmu, berarti kamu munafik dan sudah menipu diri sendiri. Percuma saja cara beragama yang seperti itu.
JAM 1:27 Cara beragama yang sempurna dan yang tidak bercela di mata Allah Bapa kita diwujudkan dengan memperhatikan kesusahan anak yatim piatu dan janda serta menolong mereka, juga dengan menjaga diri kita agar tidak ternoda oleh keinginan-keinginan duniawi.
JAM 2:1 Saudara-saudari, sebagai orang yang percaya kepada Kristus Yesus, Penguasa kita yang mulia, kita tidak boleh pilih kasih berdasarkan kedudukan orang.
JAM 2:2 Misalnya, ketika dua orang masuk ke dalam pertemuan kalian, yang satu kaya dan mengenakan pakaian mewah serta cincin emas yang besar, sedangkan yang kedua miskin dan berpakaian jelek, apa yang kalian lakukan?
JAM 2:3 Biasanya kalian cenderung memberi perhatian khusus kepada orang yang berpakaian bagus itu dan berkata kepadanya, “Silakan duduk di tempat yang baik ini,” sedangkan kepada yang miskin itu kalian berkata, “Kamu berdiri di sana,” atau, “Duduklah di lantai dekat kaki saya.”
JAM 2:4 Dengan berbuat begitu, jelaslah bahwa kalian membeda-bedakan orang dan main hakim sendiri dengan maksud jahat!
JAM 2:5 Saudara-saudari yang saya kasihi, coba pikirkan! Nyatanya Allah sudah memilih banyak orang yang miskin secara jasmani untuk menjadi kaya secara rohani. Mereka percaya penuh kepada Kristus sehingga berhak menjadi warga kerajaan Allah, sesuai dengan janji-Nya kepada setiap orang yang mengasihi Dia.
JAM 2:6 Karena itu, tidak seorang pun pantas dianggap hina! Lagipula justru orang kayalah yang selalu menindas kita. Merekalah yang biasanya menyeret kita ke pengadilan untuk merampas hak milik kita.
JAM 2:7 Mereka jugalah yang suka menjelek-jelekkan nama baik Yesus yang sudah menjadikan kita sebagai milik-Nya.
JAM 2:8 Kalian akan berbuat benar bila menaati Hukum Kasih yang diberikan oleh Raja kita Yesus, yaitu perintah yang tertulis di dalam Kitab Suci, “Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.”
JAM 2:9 Sebaliknya, kalau kamu pilih kasih berdasarkan kedudukan orang, berarti kamu berdosa karena melanggar Hukum Kasih itu.
JAM 2:10 Ingatlah bahwa sekalipun kamu menaati seluruh hukum Taurat tetapi lupa melakukan satu peraturan kecil di dalamnya, berarti kamu sudah melanggar seluruh hukum Taurat itu dan layak dihukum Allah, karena hukum Taurat diperhitungkan sebagai satu kesatuan yang utuh.
JAM 2:11 Sebagai contoh, dalam hukum Taurat Allah memerintahkan, “Jangan berzina” dan “Jangan membunuh.” Kalau kamu tidak berzina tetapi membunuh seseorang, kamu sudah melanggar hukum Taurat secara keseluruhan, bukan hanya melanggar larangan membunuh.
JAM 2:12 Oleh karena itu, hendaklah kita berbicara dan menjalani hidup sebagai orang-orang yang akan diadili Kristus menurut Hukum Kasih-Nya, yaitu Hukum yang memberikan kebebasan.
JAM 2:13 Sebab pada Hari Pengadilan, orang yang tidak berbelas kasihan kepada sesamanya juga tidak akan dikasihani oleh Tuhan. Tetapi orang yang berbelas kasihan tidak perlu takut terhadap Hari Pengadilan.
JAM 2:14 Saudara-saudari, kalau seseorang berkata, “Saya percaya penuh kepada Kristus,” tetapi dia tidak melakukan apa pun yang menunjukkan keyakinannya itu, berarti ucapannya hanya omong kosong belaka. Kita tidak diselamatkan berdasarkan ucapan seperti itu saja!
JAM 2:15 Coba pikirkan contoh ini: Ada seorang saudara seimanmu yang setiap harinya kekurangan pakaian dan makanan.
JAM 2:16 Lalu kamu yang sudah berkelebihan berkata kepadanya, “Selamat jalan! Semoga Tuhan memberimu pakaian dan makanan,” tetapi kamu sama sekali tidak membagi apa pun kepadanya. Dengan demikian, kata-katamu itu omong kosong saja.
JAM 2:17 Sama halnya dengan keyakinan kepada Kristus: Kalau keyakinan kita tidak dinyatakan lewat perbuatan, berarti itu bukanlah keyakinan.
JAM 2:18 Tentu akan ada yang berkata, “Tidak semua orang menunjukkan keyakinannya melalui perbuatan.” Kepada orang yang berpikir demikian saya menjawab, “Semua orang yang benar-benar meyakini sesuatu pasti menunjukkannya dengan perbuatan, kalau tidak berarti keyakinannya patut diragukan.”
JAM 2:19 Keyakinan tanpa perbuatan tidak ada bedanya dengan kepercayaan setan! Kamu percaya bahwa hanya ada satu Allah. Bagus! Setan-setan juga percaya demikian! Dan mereka gemetar ketakutan karena tahu bahwa kepercayaan itu tidak akan menyelamatkan mereka dari neraka.
JAM 2:20 Jangan bebal! Kalau kamu masih perlu bukti bahwa keyakinan tanpa perbuatan hanyalah omong kosong, pikirkanlah contoh ini:
JAM 2:21 Nenek moyang kita Abraham pun diterima oleh Allah sebagai orang benar saat keyakinannya dibuktikan lewat perbuatan, yaitu ketika dia sudah siap mengurbankan Isak anaknya di atas mezbah.
JAM 2:22 Lihatlah, keyakinan dan perbuatan Abraham bekerja sama. Maksudnya, keyakinannya sungguh-sungguh nyata karena ada perbuatan yang membuktikannya.
JAM 2:23 Demikianlah maksud ayat Kitab Suci yang mengatakan, “Abraham percaya kepada janji Allah, karena itu dia diterima Allah sebagai orang benar.” Itulah sebabnya dalam Kitab Suci dia disebut “sahabat Allah.”
JAM 2:24 Kini jelaslah bahwa kita dibenarkan di hadapan Allah lewat perbuatan kita juga, bukan hanya karena ‘percaya’.
JAM 2:25 Contoh lainnya adalah Rahab, pelacur yang menerima dua orang mata-mata utusan Yosua. Keyakinannya kepada Allah terbukti nyata lewat perbuatan ketika dia menolong mereka berdua lolos dari tangan musuh. Itulah sebabnya dia diterima sebagai orang benar dan diselamatkan.
JAM 2:26 Jadi, ibarat seseorang terbukti masih hidup kalau dia bernafas, demikianlah keyakinan terbukti benar kalau ada perbuatan.
JAM 3:1 Saudara-saudariku, sebaiknya janganlah banyak di antara kalian yang menjadi pengajar Firman TUHAN. Sebab kalian tahu bahwa Allah akan mengadili para pengajar Firman-Nya dengan ukuran yang lebih berat.
JAM 3:2 Setiap orang tentu banyak berbuat salah. Kalau ada orang yang tidak pernah salah dalam perkataannya, dia pasti orang sempurna dan mampu mengendalikan seluruh perbuatannya.
JAM 3:3 Ibarat kuda, kita bisa mengatur seluruh gerak tubuhnya hanya dengan mengendalikan kekang di mulutnya.
JAM 3:4 Begitu juga dengan kapal. Meski ukurannya amat besar dan memerlukan tenaga angin yang kuat untuk melaju, tetapi yang mengendalikan kapal besar itu hanya sebuah kemudi kecil, dan orang yang memegang kemudilah yang menentukan ke mana kapal itu pergi.
JAM 3:5 Demikianlah halnya dengan lidah. Meskipun lidah hanya bagian kecil dari tubuh, kita bisa memakainya untuk menyombongkan diri dan menciptakan kekacauan besar! Biarpun kecil, lidah dapat merusak banyak hal, sebagaimana hutan yang luas bisa terbakar hanya karena lidah api yang kecil.
JAM 3:6 Memang tepat sekali menggambarkan lidah sebagai api, karena semua kejahatan di dunia ini seolah tersimpan dalam lidah kita. Seperti racun, kejahatan itu menular dari lidah dan merusak seluruh tubuh. Lidah kita bagaikan lidah api neraka! Artinya, iblis bisa menyalakan api besar melalui lidah kita. Sebagaimana satu lidah api bisa menjalar dan membakar hutan yang luas, begitu pula seluruh hidup kita bisa tercemar hanya karena lidah.
JAM 3:7 Manusia sudah bisa menjinakkan hampir setiap jenis binatang, baik burung, binatang merayap, maupun binatang laut.
JAM 3:8 Namun, tidak seorang pun dapat menjinakkan lidahnya sendiri. Lidah kita begitu liar dan jahat, bagaikan ular yang penuh dengan racun mematikan.
JAM 3:9 Lidah kita begitu cepat berbalik, sebentar memuji Allah Bapa, sebentar kemudian mengutuk orang lain, padahal orang itu juga ciptaan Allah yang mencerminkan sifat-sifat-Nya.
JAM 3:10 Berarti dengan mulut yang sama kita memuji Allah sekaligus mengutuk sesama. Saudara-saudariku, janganlah kita seperti itu!
JAM 3:11 Air tawar dan air asin tidak mungkin keluar dari mata air yang sama, bukan?
JAM 3:12 Pohon ara tidak mungkin menghasilkan buah zaitun. Pohon anggur tidak mungkin menghasilkan buah ara. Dan air tawar tidak mungkin keluar dari sumber air asin. Bukankah begitu, Saudara-saudariku?
JAM 3:13 Kalau ada di antara kalian yang merasa pintar dan bijaksana, tunjukkanlah itu melalui cara hidup dan perbuatan baik yang dilakukan dengan rendah hati. Jika kamu bijak, kamu juga akan rendah hati.
JAM 3:14 Tetapi kalau di dalam hatimu masih ada rasa iri, dendam, dan sikap mementingkan diri sendiri, janganlah kamu berpikir, “Aku sangat bijaksana,” karena pikiranmu itu jelas keliru
JAM 3:15 dan kebijaksanaanmu bukanlah hikmat yang berasal dari Allah. Itu hanya kesombonganmu sendiri, yang adalah sifat duniawi dan berasal dari setan-setan.
JAM 3:16 Selama kamu masih iri hati dan mementingkan diri sendiri, berarti hidupmu masih kacau dan kamu bisa melakukan kejahatan apa saja.
JAM 3:17 Tetapi hikmat yang benar-benar dari Allah membuat hidup kita pertama-tama suci, selanjutnya cinta damai, lemah lembut, dan terbuka untuk mengikuti kemauan orang lain. Hikmat juga memimpin kita untuk berbelas kasih kepada sesama dan selalu berbuat baik dengan tulus dan tidak pilih kasih.
JAM 3:18 Sungguh diberkati Allah orang yang berusaha mendatangkan damai! Dia itulah yang betul-betul berhikmat, dan hasil hikmat itu pasti terwujud dalam cara hidup yang benar.
JAM 4:1 Mengapa kalian berkelahi dan bertengkar satu sama lain? Itu semua disebabkan oleh berbagai keinginanmu sendiri yang bergejolak di dalam dirimu.
JAM 4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi tidak bisa mendapatkannya, maka kamu iri terhadap orang yang memilikinya hingga kamu siap melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Lalu kamu bertengkar, berkelahi, bahkan membunuh. Sesungguhnya kamu tidak mendapatkan keinginanmu itu karena kamu lupa memintanya dari Allah!
JAM 4:3 Atau mungkin kamu sudah berulang-ulang memintanya, tetapi Allah tidak menjawab doamu. Mengapa? Karena kamu meminta dengan alasan yang salah, yakni untuk memuaskan kesenanganmu sendiri.
JAM 4:4 Orang yang seperti itu sama saja dengan pelacur! Pelacur tidak mau setia kepada satu pasangan. Begitu jugalah kamu tidak mau setia kepada Allah! Seharusnya kamu tahu bahwa bersahabat dengan hal-hal duniawi berarti memusuhi Allah. Sekali lagi saya tegaskan: Kamu yang mau bersahabat dengan hal-hal duniawi berarti menjadikan dirimu musuh Allah.
JAM 4:5 Kitab Suci pun sudah mengatakan, “Roh Allah yang tinggal dalam diri kita cemburu dan menginginkan kesetiaan penuh kepada-Nya.” Apakah menurutmu ayat itu hanya omong kosong?!
JAM 4:6 Meski demikian, kebaikan hati Allah bagi kita jauh lebih besar, seperti yang dikatakan dalam Kitab Suci, “Allah menentang orang sombong, tetapi menunjukkan kebaikan-Nya kepada orang yang rendah hati.”
JAM 4:7 Karena itu, taatlah kepada Allah. Lawanlah iblis, maka dia akan lari darimu.
JAM 4:8 Mendekatlah kepada Allah, maka Dia akan mendekat kepadamu. Hai kamu yang berdosa, bersihkanlah tanganmu dari perbuatan jahat! Dan kamu yang mendua hati, murnikanlah hatimu! Pilihlah satu saja: Mengasihi Tuhan atau mengasihi dunia!
JAM 4:9 Bertobatlah sungguh-sungguh dengan hati yang sedih, menyesal, dan meratap. Daripada bersenang-senang dan gembira, lebih baik kamu menangisi keadaan rohanimu.
JAM 4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan TUHAN, maka Dia akan mengangkat dan menolongmu.
JAM 4:11 Saudara-saudari, janganlah kamu saling memfitnah. Kalau kamu mencela sesamamu, itu sama saja dengan melanggar hukum TUHAN dan main hakim sendiri. Artinya, kamu merasa dirimu hebat dan pantas menghakimi sesama sekaligus menilai hukum TUHAN. Kamu seolah berkata, “Hukum TUHAN perlu diubah.” Bukan urusanmu untuk mengubah perintah TUHAN! Tugasmu hanyalah menaati Hukum Kasih itu.
JAM 4:12 Hanya ada Satu yang berhak menentukan Hukum bagi kita, yaitu Allah, bukan kamu! Dialah yang berkuasa menyelamatkan atau membinasakan. Karena itu jangan lagi mencela sesamamu!
JAM 4:13 Mungkin ada di antara kalian yang berkata, “Hari ini atau besok kami akan pergi ke kota anu, lalu berdagang di sana selama satu tahun, dan kami pasti mendapat untung besar.”
JAM 4:14 Saudara-saudari, sadarilah, kamu tidak tahu apa-apa tentang hidupmu besok! Hidupmu di dunia ini hanya seperti asap: Sebentar ada, sebentar kemudian lenyap.
JAM 4:15 Jadi seharusnya kamu berpikir, “Kalau TUHAN menghendaki, kami akan hidup dan melakukan ini atau itu.”
JAM 4:16 Dengan rencana yang seperti tadi, artinya kamu sombong dan mengandalkan kekuatanmu sendiri. Semua kesombongan seperti itu adalah jahat.
JAM 4:17 Bila kamu tahu apa yang benar untuk dilakukan tetapi tidak melakukannya, maka kamu berdosa.
JAM 5:1 Hai orang-orang kaya, celakalah kamu! Menangis dan merataplah, karena Allah sudah siap menghukummu dengan kesusahan berat!
JAM 5:2 Waktu Allah menimpakan hukuman itu, semua kekayaanmu seolah menjadi sampah dan pakaianmu yang indah seakan dimakan ngengat.
JAM 5:3 Emas dan perakmu tidak akan berharga lagi! Bahkan hartamu itu menjadi bukti di mata Allah bahwa kamu tidak jujur! Pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kali sudah dekat, kamu menimbun harta hanya untuk diri sendiri tanpa mempedulikan sesamamu yang kekurangan. Pada hari penghakiman, hartamu itu akan menjadi api yang menggerogoti tubuhmu.
JAM 5:4 Bukti ketidakjujuranmu nyata di mata TUHAN. Lihatlah, upah para penuai ladangmu masih ada di dalam kantongmu, dan keluhan-keluhan mereka sudah didengar oleh TUHAN Panglima Semesta.
JAM 5:5 Selama di dunia, kamu terbiasa hidup bermewah-mewah. Apa saja yang kamu inginkan selalu tercapai. Kamu menggemukkan diri, seperti hewan ternak yang siap dipotong untuk pesta makan. Awas, hari penyembelihanmu sudah tiba!
JAM 5:6 Allah melihat waktu kamu menginjak-injak hak orang saleh yang tidak sanggup melawanmu. Dengan kecuranganmu, kamu seakan membunuh mereka! Celakalah kamu!
JAM 5:7 Jadi Saudara-saudari, karena Allah mengetahui segala kesusahan kita, bersabarlah sampai Tuhan Yesus datang kembali. Ibarat petani, setelah menanam, mereka harus sabar menanti hujan dari bulan ke bulan sebelum akhirnya menikmati panen yang indah.
JAM 5:8 Demikian jugalah kalian masing-masing: Sabar dan kuatkanlah hatimu, karena sebentar lagi Tuhan datang.
JAM 5:9 Saudara-saudari, janganlah mencari-cari kesalahan atau kelemahan satu sama lain lalu membicarakannya di belakang. Lihat! Kedatangan Kristus, sang Hakim yang adil, sudah dekat. Dia akan menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada orang yang suka menebar kebencian.
JAM 5:10 Saudara-saudari, marilah kita meneladani para nabi yang diutus TUHAN untuk menyampaikan pesan-Nya kepada nenek moyang orang Yahudi. Mereka selalu sabar meskipun sering dianiaya dan banyak menderita.
JAM 5:11 Ingatlah bahwa sekarang kita sangat menghormati mereka karena mereka bertahan melewati penderitaan itu. Ayub misalnya, dia tetap kuat. Dan kalian sudah tahu bagaimana akhirnya Allah memberkati dia, sebab Allah murah hati dan penuh belas kasih.
JAM 5:12 Saudara-saudari, perhatikanlah hal penting ini: Waktu kamu mengatakan atau menjanjikan sesuatu, jangan menguatkan perkataan atau janjimu itu dengan bersumpah demi apa pun. Jangan menyebut surga atau bumi sebagai saksi atas sumpahmu. Kalau hal yang dibicarakan itu benar, cukup katakan saja, “Ya, itu benar.” Kalau hal itu salah, katakan saja, “Itu tidak benar.” Karena kalau kamu mengatakan lebih daripada itu, kamu akan cenderung berdosa seperti orang munafik.
JAM 5:13 Kalau ada di antara kalian yang menderita, berdoalah. Dan bagi yang sedang bersukacita, bernyanyilah memuji TUHAN.
JAM 5:14 Kalau ada di antara kalian yang sakit, hendaklah kamu memanggil para pemimpin jemaat, supaya mereka mendoakanmu dan mengoleskan minyak kepadamu sebagai tanda bahwa mereka sudah memohon Tuhan Yesus untuk menyembuhkanmu.
JAM 5:15 Apabila mereka berdoa dengan percaya penuh bahwa Tuhan Yesus sedang menyembuhkanmu, maka Tuhan akan menjawab doa itu. Tuhan akan menguatkan dan menyembuhkanmu. Dan kalau penyakit itu disebabkan oleh dosa-dosamu, maka atas doa mereka bersama Tuhan akan mengampuni kamu.
JAM 5:16 Karena itu, saya mendorong kalian semua untuk membuka hati kepada teman seimanmu dan saling mengakui pelanggaran-pelanggaranmu terhadap TUHAN, supaya kita bisa saling mendoakan. Dengan demikian kita akan diampuni dan disembuhkan. Doa orang benar sangat berkuasa dan besar pengaruhnya.
JAM 5:17 Contohnya Elia. Dia hanya orang biasa sama seperti kita, tetapi dia berdoa dengan sungguh-sungguh supaya hujan tidak turun, dan hujan betul-betul tidak turun di negerinya selama tiga tahun enam bulan!
JAM 5:18 Lalu ketika Elia berdoa lagi meminta hujan, hujan pun turun, dan tanaman di ladang tumbuh kembali.
JAM 5:19 Saudara-saudari, ingatlah hal ini: Kalau salah satu dari kalian sudah mengikuti jalan sesat, tetapi saudara atau saudari yang lain menuntun dia kembali kepada ajaran dan cara hidup yang benar, berarti saudara atau saudari itu— yang memimpin orang berdosa untuk bertobat— sudah menyelamatkan dia dari neraka dan membuka jalan baginya sehingga dosa dan kesalahannya yang banyak itu diampuni.
1PE 1:1 Kepada umat pilihan Allah yang menjadi pendatang di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia, dan Bitinia, provinsi-provinsi kerajaan Romawi, yaitu kalian yang karena percaya kepada Yesus sudah dianiaya sehingga terpaksa meninggalkan daerahmu masing-masing. Salam sejahtera dari saya, Petrus, rasul Kristus Yesus.
1PE 1:2 Kiranya kamu semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan Allah yang berlimpah-limpah. Saudara-saudari, sejak semula, sesuai dengan rencana Allah Bapa, Dia sudah memilihmu supaya kamu disucikan melalui pekerjaan Roh Kudus. Secara rohani, oleh Roh Kudus dan darah Kristus Yesus, kamu sudah diberi tanda sebagai milik Allah. Itulah sebabnya kamu taat kepada Yesus.
1PE 1:3 Terpujilah Allah, Bapa dari Penguasa kita Kristus Yesus! Oleh karena belas kasihan-Nya yang luar biasa, Dia memberikan hidup yang baru kepada kita melalui Anak-Nya yang sudah bangkit dari kematian, sehingga kita memiliki harapan yang pasti berdasarkan kebangkitan Yesus.
1PE 1:4 Harapan itu adalah bahwa kita akan menerima semua berkat yang sudah Allah sediakan bagi kita anak-anak-Nya. Semua berkat itu tersimpan di surga, tidak bisa rusak ataupun busuk, dan keindahannya tidak akan pernah hilang.
1PE 1:5 Karena kalian sudah percaya kepada Yesus, maka Allah terus menjaga kalian dengan kuasa-Nya yang besar, hingga kalian mencapai keselamatan yang sudah Allah sediakan bagi kita dan siap dinyatakan pada akhir zaman.
1PE 1:6 Pengharapan itu membuat kita sangat bersukacita, walaupun dalam hidup yang sementara ini ada banyak peristiwa menyedihkan karena kita sedang mengalami berbagai kesulitan, sesuai dengan kehendak TUHAN.
1PE 1:7 Dia mengizinkan kita diuji untuk membuktikan apakah kita sungguh-sungguh yakin kepada Kristus atau tidak. Keyakinan kita ibarat emas yang diuji dan dimurnikan dengan membakarnya dalam api. Kalau emas yang fana pun diuji sedemikian keras, terlebih lagi keyakinan kita yang kekal, yang lebih berharga daripada emas. Bila keyakinan kita bertahan melewati ujian itu, kita akan menerima hormat, pujian, dan kemuliaan ketika Kristus Yesus menyatakan diri pada hari kedatangan-Nya.
1PE 1:8 Kalian memang belum pernah mengenal Yesus secara tatap muka, tetapi kalian sudah mengasihi Dia. Biarpun sekarang kalian tidak bisa melihat Dia, kalian tetap percaya kepada-Nya. Itulah sebabnya kamu semua sangat bersukacita sampai tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, dan sukacitamu itu penuh dengan kemuliaan dari surga.
1PE 1:9 Kamu bergembira karena yakin bahwa kita yang percaya kepada Kristus Yesus pasti mendapatkan apa yang kita harapkan, yaitu hidup kekal.
1PE 1:10 Pada zaman dulu, nabi-nabi sudah berusaha dengan tekun dan teliti untuk lebih mengerti cara Allah menyelamatkan manusia. Namun, walaupun tidak paham sepenuhnya, mereka terus menyampaikan berita keselamatan dari Allah, yaitu bahwa kita diselamatkan hanya karena kebaikan hati-Nya.
1PE 1:11 Para nabi itu mendapat pengertian dari Roh Kristus yang ada dalam diri mereka, bahwa suatu hari nanti Raja Penyelamat akan datang dan harus banyak menderita sebelum akhirnya dimuliakan. Tetapi meskipun mereka sudah berusaha keras untuk mengetahui, mereka tidak diberi pengetahuan tentang siapakah Raja itu dan kapan Dia muncul.
1PE 1:12 Roh Kristus hanya memberitahukan bahwa berita tentang rencana Allah itu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk disampaikan sebagai petunjuk bagi kita. Rencana itu amat tersembunyi hingga para malaikat pun ingin dapat mengetahuinya. Namun, sekarang Roh Kudus sudah dikirim dari surga, dan dengan kuasa-Nya, rencana Allah itu sudah disampaikan kepada kita dengan jelas, yaitu Kabar Baik tentang Yesus.
1PE 1:13 Jadi, bersiaplah! Berjaga-jagalah dan kuasailah dirimu masing-masing. Taruhlah harapanmu sepenuhnya pada Allah Bapa, yang akan menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada kita ketika Kristus Yesus menyatakan diri-Nya. Hendaklah kamu hidup sebagai anak-anak Bapa yang taat kepada-Nya. Janganlah kamu mundur lagi untuk memuaskan keinginan hawa nafsumu yang lama. Dulu kamu hidup seperti itu karena belum mengenal Allah,
1PE 1:15 tetapi sekarang hendaklah kamu suci dalam segala kelakuanmu, sama seperti Allah yang sudah memanggil kita adalah suci.
1PE 1:16 Karena ada tertulis dalam Firman TUHAN, “Hendaklah kalian hidup suci, karena Aku suci.”
1PE 1:17 Ingatlah: Allah, yang kita panggil ‘Bapa’ itu, tidak membeda-bedakan orang. Dia akan menghakimi kita semua sesuai perbuatan kita masing-masing. Oleh sebab itu, hiduplah dengan hormat dan takut kepada-Nya selama kita hidup sebagai pendatang di dunia ini.
1PE 1:18 Karena kita tahu bahwa Allah sudah membayar lunas tebusan untuk membebaskan kita dari kehidupan kita yang sia-sia, yang kita warisi dari nenek moyang. Dia menebus kita bukan dengan barang-barang duniawi seperti emas atau perak, karena semua itu bisa rusak.
1PE 1:19 Bayaran yang dipakai untuk membebaskan kita jauh lebih berharga, yaitu darah Kristus, yang sudah dipersembahkan seperti kurban domba yang tidak bercacat dan tidak bernoda.
1PE 1:20 Tugas Kristus itu sudah ditentukan Allah sebelum dunia ini diciptakan, tetapi baru di zaman ini Kristus menunjukkan diri-Nya supaya kita diselamatkan. Kedatangan Kristus yang pertama itu menunjukkan bahwa zaman akhir sudah mulai.
1PE 1:21 Jadi, melalui Kristus kita percaya kepada Allah, yang sudah menghidupkan Dia dari kematian dan memberikan kemuliaan kepada-Nya. Karena itulah kita yakin dan berharap sepenuhnya kepada Allah.
1PE 1:22 Ketika kita, dengan pertolongan Roh Kudus, menyerahkan diri untuk mengikuti ajaran yang benar, kita dibersihkan dari dosa-dosa kita. Hal itu memampukan kita untuk mengasihi saudara-saudari seiman dengan tulus. Karena itu marilah kita saling mengasihi dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati,
1PE 1:23 sebab kita sudah menjadi manusia yang baru. Kita sudah dilahirkan kembali karena menerima Firman Allah, dan Firman itu bertumbuh dalam hati kita. Firman Allah tidak mungkin binasa dan tetap berlaku selama-lamanya.
1PE 1:24 Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, “Semua manusia seperti rumput yang cepat layu lalu mati. Kejayaan manusia bagaikan bunga-bunga liar yang cepat rontok dan hilang.
1PE 1:25 Tetapi perkataan TUHAN Allah tetap berlaku untuk selama-lamanya.” Dan tentu saja Kabar Baik yang sudah diberitakan kepada kalian termasuk perkataan Allah yang ‘tetap berlaku’ itu!
1PE 2:1 Karena itu, lepaskanlah dirimu dari segala macam kejahatan. Jangan berbohong, jangan bersikap munafik, jangan iri hati, dan jangan membicarakan kesalahan orang lain apalagi memfitnah.
1PE 2:2 Sebagaimana bayi yang baru lahir selalu haus akan air susu murni dari ibunya, begitu jugalah kalian hendaknya selalu haus akan pelajaran rohani yang benar, yaitu yang terdapat dalam Firman Allah. Dengan demikian kalian akan semakin dewasa secara rohani. Karena dalam Firman Allah ada tertulis, “Kalian sendiri sudah merasakan kebaikan TUHAN.”
1PE 2:4 Teruslah mendekat kepada Tuhan Yesus. Biarpun manusia menganggap Dia tidak berguna, Allah sangat menghargai Dia dan memilih-Nya untuk menjadi batu fondasi yang paling utama dalam rumah Allah. Bagi kita, Tuhan Yesus sudah menjadi batu fondasi yang hidup,
1PE 2:5 dan setiap kita bagaikan sebuah batu bangunan yang hidup. Kita semua dipersatukan Allah untuk menjadi rumah-Nya, tempat kediaman Roh Allah. Di dalam rumah-Nya itu, kita menjadi imam-imam yang dikhususkan untuk melayani Allah dan bertugas membawa persembahan-persembahan rohani kepada-Nya. Allah menerima persembahan kita karena kita sudah bersatu dengan Kristus Yesus.
1PE 2:6 Hal ini sesuai dengan yang tertulis dalam Firman TUHAN, “Lihatlah, Aku memilih sebuah batu yang sangat Aku hargai, dan meletakkan batu itu sebagai fondasi di Rumah-Ku di Bukit Sion. Semua orang yang percaya kepada-Nya tidak akan kecewa.”
1PE 2:7 Jadi, bagi kita yang percaya kepada Yesus, Dia sangat berharga. Namun, bagi semua orang yang tidak percaya, terjadilah kepada mereka seperti Firman Allah ini, “Batu yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunan sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang paling utama.”
1PE 2:8 Dan ada ayat lain yang mengatakan, “Batu itu akan menyebabkan banyak orang tersandung dan jatuh. Tetapi setiap orang yang percaya penuh kepada-Nya tidak akan kecewa.” Mereka jatuh karena tidak mau percaya dan mengikuti Firman Allah. Itulah yang sudah ditentukan Allah bagi mereka.
1PE 2:9 Tetapi kita sudah dipilih Allah menjadi umat-Nya yang istimewa, bangsa yang suci, dan imam-imam untuk melayani Dia yang adalah Raja Agung. Semuanya itu diperbuat Allah bagi kita supaya kita mengabarkan hal-hal luar biasa yang sudah Dia lakukan, khususnya ketika Dia memanggil kita keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang-Nya yang luar biasa.
1PE 2:10 Kitalah yang dimaksud dalam ayat Firman Allah yang berkata, “Dulu kalian bukan milik Allah, tetapi sekarang kalian sudah menjadi milik-Nya yang istimewa. Dulu Allah tidak mengasihani kalian, tetapi sekarang kalian sudah menjadi orang-orang yang Dia kasihani.”
1PE 2:11 Saudara-saudari yang saya kasihi, kita bagaikan pendatang dan orang yang tidak menetap di dunia. Karena itu saya mohon supaya kamu semua tidak mengikuti keinginan-keinginan badanimu yang berdosa. Hawa nafsu itulah yang berperang melawan keinginan jiwa kita.
1PE 2:12 Sekarang kita berada di antara orang-orang yang belum mengenal Allah, dan mereka menuduh kita sebagai orang jahat. Jadi kita perlu menunjukkan kelakuan baik kepada mereka, supaya mereka akhirnya sadar dan bertobat. Dengan begitu, mereka akan memuji Allah ketika melihat Kristus Yesus datang pada hari terakhir.
1PE 2:13 Agar nama baik Tuhan Yesus tidak tercoreng, hendaklah kamu taat kepada semua pemerintah di dunia ini, baik kepala negara sebagai penguasa tertinggi
1PE 2:14 maupun wakil-wakilnya yang dia tugaskan untuk menghukum orang yang berbuat jahat dan menghormati orang yang berbuat baik.
1PE 2:15 Karena Allah mau agar kita semua, melalui perbuatan-perbuatan yang baik, dapat menutup mulut orang-orang yang sukar mengerti. Mereka tidak mengenal Allah tetapi justru suka menyebarkan fitnah.
1PE 2:16 Ingatlah bahwa sebelum dibebaskan oleh Yesus, kamu hidup seperti budak iblis. Jangan sampai kamu berpikir, “Sekarang aku sudah bebas dan termasuk orang yang dipilih Allah, berarti tidak masalah kalau aku sengaja berbuat dosa.” Sebaliknya, kamu harus menganggap dirimu sebagai budak kepunyaan Allah.
1PE 2:17 Jadi, hormatilah semua orang. Kasihilah saudara-saudari seiman. Hiduplah dengan hormat dan takut kepada Allah, dan hormatilah kepala negara kita di dunia ini.
1PE 2:18 Kepada Saudara-saudari yang menjadi budak, hendaklah kamu mengikuti kemauan majikanmu dengan penuh hormat, bukan hanya pada waktu mereka bersikap baik, tetapi juga pada waktu mereka bersikap kejam.
1PE 2:19 Kalau kamu tidak bersalah tetapi dipukul oleh majikanmu, diamlah saja dan ingat bahwa TUHAN Allah melihat penderitaanmu. Dengan begitu, TUHAN akan memberkati kamu.
1PE 2:20 Namun, kalau kamu bersalah lalu dihukum, jangan harap TUHAN memberkatimu biarpun kamu diam saja, sebab kamu memang bersalah. Sebaliknya, kalau kamu dibuat susah padahal kamu melayani dengan baik, dan kamu bertahan dengan sabar, Allah akan memberkatimu.
1PE 2:21 Untuk itulah Allah memanggil kamu masing-masing! Kamu harus sabar karena Kristus sendiri sudah menderita bagi kita. Dia menjadi teladan supaya kita mengikuti jejak-Nya.
1PE 2:22 “Dia tidak pernah berbuat dosa dan tidak pernah mengucapkan dusta.”
1PE 2:23 Pada waktu Kristus dihina, Dia tidak menghina balik. Waktu disiksa, Dia tidak berkata, “Awas, Aku akan membalasnya.” Dia hanya menyerahkan diri kepada Allah, karena Dia tahu bahwa Allah adalah Hakim yang adil.
1PE 2:24 Yesus sudah menanggung dosa-dosa kita di dalam tubuh-Nya sendiri di kayu salib, supaya secara rohani kita mati terhadap kuasa dosa dan bangkit kembali menjadi manusia baru yang hidup benar di hadapan Allah. Melalui luka-luka Yesus, kita sudah disembuhkan.
1PE 2:25 Dulu kita hidup seperti domba yang tersesat, tetapi sekarang kita sudah kembali kepada Sang Gembala pemelihara hidup kita!
1PE 3:1 Kepada setiap istri, demikian jugalah hendaknya kamu taat pada kemauan suamimu. Dengan begitu, apabila suamimu belum percaya pada ajaran Kristus, dia bisa menjadi percaya dengan melihat cara hidupmu saja. Kamu tidak perlu berbicara apa-apa kepadanya,
1PE 3:2 karena setiap hari kamu bersaksi lewat kelakuanmu yang murni atas dasar hormatmu kepada Allah.
1PE 3:3 Janganlah kamu sibuk mempercantik penampilan luar saja, seperti menghias rambut, memakai perhiasan emas, atau pakaian yang indah.
1PE 3:4 Biarlah kecantikanmu berasal dari dalam hatimu, yaitu hati yang lemah lembut dan tenang. Kecantikan seperti itu sangat berharga di mata Allah dan tidak akan hilang sampai kamu tua.
1PE 3:5 Begitulah para perempuan saleh zaman dulu mendandani diri mereka, yakni dengan bersandar pada Allah dan menaati suami mereka masing-masing.
1PE 3:6 Sebagai contoh, Sara taat kepada Abraham dan menghormatinya sebagai pemimpin keluarga mereka. Kamu juga akan menjadi anak Sara kalau kamu terus berbuat baik dan tidak kuatir menghadapi kesulitan apa pun.
1PE 3:7 Kepada para suami, hendaklah kalian masing-masing juga hidup baik dengan istrimu dan menyadari bahwa secara jasmani perempuan lebih lemah daripada laki-laki. Kamu harus menghargai istrimu, mengingat bahwa dia— atas kebaikan hati Allah— juga mewarisi hidup yang kekal. Kalau kamu tidak menghargai istrimu, maka doa-doamu tidak akan dijawab Allah.
1PE 3:8 Kesimpulannya, hendaklah kalian semua hidup dengan satu tujuan, turut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudari seiman, saling mengasihi, saling mengasihani, dan ramah satu sama lain.
1PE 3:9 Ketika orang lain berbuat jahat kepadamu, janganlah membalasnya dengan kejahatan. Ketika orang lain menghinamu, jangan membalas dia dengan penghinaan. Sebaliknya, berdoalah supaya Allah memberkati dia. Memang untuk itulah kita dipanggil menjadi milik Allah yang istimewa, yakni supaya ketika kamu dibuat susah, kamu membalasnya dengan memberkati. Dengan begitu, kamu juga akan diberkati Allah di kemudian hari.
1PE 3:10 Karena dalam Firman Allah tertulis, “Kalau kamu ingin menikmati hidup ini dan mengalami masa-masa penuh berkat, kamu harus menjaga lidahmu agar tidak mengucapkan tipu dan tidak berbicara yang jahat tentang orang lain.
1PE 3:11 Kamu juga harus berhenti melakukan hal-hal yang jahat, tetapi lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu selalu berusaha hidup damai dengan orang lain.
1PE 3:12 Karena mata TUHAN selalu tertuju kepada orang yang hidupnya benar, dan telinga TUHAN selalu terbuka untuk mendengarkan doa mereka, tetapi tertutup untuk doa orang-orang yang melakukan kejahatan.”
1PE 3:13 Nah, kalau kamu selalu melakukan perbuatan baik, tidak akan ada yang ingin menyusahkan kamu.
1PE 3:14 Tetapi kalau pun kamu masih menderita karena melakukan hal-hal yang benar, ingatlah bahwa TUHAN pasti akan memberkatimu. Ingat juga Firman TUHAN ini, “Janganlah takut kepada mereka yang mengancam kamu. Jangan kuatir.”
1PE 3:15 Di tengah penderitaan, tinggikanlah Allah sebagai Penguasa hidupmu. Dan hendaklah kamu selalu siap menjawab orang-orang yang bertanya, “Kenapa kamu masih berharap kepada Yesus?” Jawablah mereka dengan lemah lembut dan rasa hormat.
1PE 3:16 Jagalah hatimu tetap bersih senantiasa. Dengan demikian, orang-orang yang memfitnah kamu akan merasa malu sendiri ketika melihat bahwa memang kelakuanmu baik karena kamu melayani Kristus.
1PE 3:17 Ingatlah: Kita tidak perlu malu bila menderita karena melakukan hal-hal yang baik, kalau hal itu terjadi sesuai kehendak Allah. Namun, bila kita menderita karena melakukan yang jahat, seharusnya kita malu.
1PE 3:18 Karena Kristus adalah teladan bagi kita. Dia sendiri menderita ketika Dia mati akibat dosa-dosa kita. Dia yang tidak bersalah menggantikan kita yang bersalah, untuk mendamaikan kita dengan Allah. Sesudah Dia mati dibunuh secara jasmani, Roh Allah menghidupkan-Nya kembali.
1PE 3:19 Dengan kuasa dari Roh Allah, Kristus sudah turun ke Syeol untuk menyampaikan berita dari Allah kepada jiwa-jiwa yang sudah lama terpenjara,
1PE 3:20 yaitu roh-roh mereka yang tidak taat kepada Allah pada zaman Nuh. Dahulu, selama Nuh sedang membuat kapal besar itu, Allah menunggu dengan sabar supaya mereka bertobat. Namun, akhirnya tidak banyak yang selamat. Hanya delapan orang yang masuk ke dalam kapal dan dibawa melewati banjir yang dahsyat itu.
1PE 3:21 Air banjir itu menggambarkan air baptisan untuk kita. Baptisan bukanlah untuk membersihkan kotoran dari tubuh jasmani, melainkan sebuah tanda pernyataan bahwa dengan hati yang bersih kita berjanji kepada Allah, “Sekarang saya mau mengikut Kristus Yesus.” Pada waktu itulah kita diselamatkan, karena secara rohani kita ikut dikuburkan bersama Yesus dan dihidupkan kembali bersama-Nya.
1PE 3:22 Sekarang Yesus sudah naik ke surga. Di sana Dia memerintah bersama Allah, sebab Allah sudah menempatkan Dia lebih tinggi daripada semua malaikat, penguasa, dan pemerintah di seluruh alam semesta.
1PE 4:1 Jadi, karena Kristus sudah menderita untuk kita ketika Dia hidup sebagai manusia biasa di dunia ini, hendaklah kamu menguatkan diri dengan pikiran yang sama seperti pikiran Kristus. Sebab orang yang menderita karena mengikut Yesus juga sudah memutuskan untuk berhenti berbuat dosa.
1PE 4:2 Dengan begitu, selama sisa waktumu di dunia ini, kamu tidak lagi menuruti hawa nafsu duniawi, tetapi menaati kehendak Allah.
1PE 4:3 Sebelum mengikut Yesus, sudah cukup banyak waktu yang kita buang dengan hidup sebagai manusia duniawi yang tidak mengenal Allah! Tetapi sekarang kita tidak lagi hidup seperti mereka yang terlibat dalam segala macam dosa percabulan, menuruti semua keinginan badani, berpesta pora, mabuk-mabukan, mengikuti pesta cabul, dan melakukan hal-hal yang menjijikkan dalam penyembahan berhala.
1PE 4:4 Orang-orang yang masih mengejar hawa nafsunya ke sana kemari merasa heran karena kamu semua tidak mengikuti cara hidup mereka lagi. Itulah sebabnya mereka menghina kalian.
1PE 4:5 Namun, tidak lama lagi mereka masing-masing harus memberi pertanggungjawaban atas kejahatan mereka. Allah sudah siap mengadili semua orang, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
1PE 4:6 Untuk itulah Kabar Baik disampaikan oleh Kristus kepada jiwa-jiwa di dalam Syeol. Biarlah hal itu menjadi peringatan bagi kita semua: Allah akan mengadili semua manusia sesuai perbuatannya masing-masing. Tetapi Kabar Baik disampaikan supaya kita bisa hidup bersama Allah selama-lamanya.
1PE 4:7 Tidak lama lagi segala sesuatu akan berakhir. Karena itu hendaklah kamu menguasai diri dan menjaga pikiran agar kamu selalu siap untuk berdoa.
1PE 4:8 Yang paling penting di atas semuanya, kamu semua harus sungguh-sungguh saling mengasihi. Sifat saling mengasihi akan mendorongmu untuk saling memaafkan.
1PE 4:9 Kalau ada saudara seiman yang perlu tempat menginap, terimalah dia di rumahmu tanpa bersungut-sungut.
1PE 4:10 Sebagai tanda kebaikan hati Allah, kita masing-masing sudah menerima kemampuan rohani yang berbeda-beda dari Roh Allah. Semua kemampuan itu diberikan supaya kita saling melayani. Jadi, setiap orang bertanggung jawab untuk memakai kemampuan itu dengan baik.
1PE 4:11 Kalau kamu sudah diberi kemampuan untuk mengajarkan Firman TUHAN atau menyampaikan berita dari Allah, hendaklah kamu berpikir seperti ini, “Kata-kata yang aku sampaikan ini bukan berasal dari diriku sendiri, melainkan dari Allah.” Kalau kamu sudah diberi kemampuan untuk melayani dengan cara-cara lain, hendaklah kamu berpikir, “Aku bisa melayani hanya karena Allah memberikan kemampuan kepadaku.” Dengan begitu, Allah akan dimuliakan melalui segala sesuatu yang kita kerjakan. Kristus Yesus memberikan kemampuan itu kepada kita, maka Dialah yang berkuasa dan pantas untuk dipuji sampai selama-lamanya! Amin.
1PE 4:12 Saudara-saudari yang saya kasihi, janganlah kaget ketika kalian mengalami banyak penderitaan karena mengikut Yesus. Memang kita akan mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan, yang rasanya seperti terkena nyala api. Penderitaan itu bertujuan untuk menguji apakah kita sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, dan untuk membuktikan apakah kita setia kepada-Nya atau tidak. Jadi, jangan berpikir bahwa kesusahan yang kita alami adalah sesuatu yang luar biasa.
1PE 4:13 Sebaliknya, kalau kalian mengalami penderitaan seperti yang Kristus alami, bergembiralah! Karena itu berarti kalian benar-benar sudah bersatu dengan Dia. Dengan begitu, pastilah kalian akan sangat bersukacita pada waktu Dia datang kembali untuk menyatakan kemuliaan-Nya!
1PE 4:14 Kalau ada orang yang menghinamu karena kamu mengikut Kristus, terimalah itu sebagai berkat dari Allah, sebab hinaan orang itu merupakan tanda bukti bahwa kemuliaan Roh Allah ada bersamamu. Jadi, Kristus dipermuliakan olehmu meskipun Dia dihina oleh mereka.
1PE 4:15 Kalau kamu menderita karena menjadi pembunuh, pencuri, penjahat, atau karena mencampuri urusan orang lain, kamu seharusnya malu.
1PE 4:16 Namun, kalau kamu menderita karena menjadi orang Kristen, janganlah merasa malu. Sebaliknya pujilah Allah karena kamu mendapat kehormatan itu.
1PE 4:17 Kita mengalami penderitaan karena kita hidup dalam masa di mana Allah sudah mulai menghakimi seluruh penduduk dunia. Sebagai umat-Nya sendiri, sekarang kita sedang dihakimi lebih dulu. Kalau kita anak-anak Allah pun harus mengalami kesusahan seberat ini, terlebih lagi orang lain! Mereka yang tidak mau percaya pada Kabar baik tentang Kristus pasti akan ditimpa hukuman yang jauh lebih berat daripada penderitaan kita saat ini.
1PE 4:18 Seperti yang tertulis dalam Firman Allah, “Kalau orang baik pun masih sulit untuk selamat, maka orang berdosa yang melawan Allah sudah pasti dilempar ke dalam neraka.”
1PE 4:19 Jadi, bila Allah menghendaki kita untuk menderita, hendaklah kita tetap melakukan yang baik dan menyerahkan diri kepada-Nya dengan senantiasa mengingat, “Penciptaku selalu setia untuk melakukan semuanya tepat seperti yang Dia janjikan.”
1PE 5:1 Sebagai saksi mata penderitaan Kristus dan sebagai sesama pemimpin, saya mau berpesan kepada para pemimpin jemaat di antara kalian: Kelak kita akan sama-sama mendapat bagian dalam kemuliaan yang Kristus nyatakan waktu Dia datang kembali. Karena itu,
1PE 5:2 gembalakanlah kawanan domba yang dipercayakan Allah kepadamu dengan senang hati, bukan karena terpaksa. Jangan mengambil tanggung jawab itu untuk mencari keuntungan, tetapi kerjakanlah pelayanan tersebut karena sungguh-sungguh ingin melayani Allah.
1PE 5:3 Janganlah menganggap dirimu raja atas kawanan domba yang sudah Allah percayakan kepadamu, tetapi jadilah teladan bagi mereka.
1PE 5:4 Dengan begitu, pada waktu Raja dan Gembala Agung kita datang, kita masing-masing akan diberi mahkota yang mencerminkan kemuliaan Kristus dan keindahannya tidak akan pernah pudar.
1PE 5:5 Kepada para pemuda, hendaklah kalian menaati para pemimpinmu. Hormatilah kemauan satu sama lain. Bersikaplah rendah hati kepada semua orang dan jangan menganggap dirimu lebih penting daripada saudara-saudari seimanmu, karena “Allah menentang orang sombong, tetapi menunjukkan kebaikan-Nya kepada orang yang rendah hati.”
1PE 5:6 Karena itu, apa pun yang terjadi, rendahkanlah hatimu di hadapan Allah Yang Mahakuasa, maka pada waktu Dia berkenan, Dia akan meninggikan kamu.
1PE 5:7 Serahkanlah kepada Allah semua masalah yang membuatmu kuatir, karena Dia peduli padamu.
1PE 5:8 Berjaga-jagalah dan hendaklah kalian selalu menguasai diri, karena iblis musuh kita seperti singa yang mengaum-aum sambil berjalan ke sana kemari mencari orang yang bisa dilahapnya.
1PE 5:9 Dengan tetap percaya kepada Kristus, lawanlah dia! Kamu tahu bahwa saudara-saudari seiman kita di seluruh dunia tetap berdiri teguh ketika mereka mengalami penderitaan yang sama seperti kamu.
1PE 5:10 Penderitaan yang kita alami sekarang ini hanyalah sementara, tetapi kemuliaan Allah yang akan kita nikmati nanti kekal selama-lamanya. Dia Allah yang selalu berbaik hati dan Dia sudah memanggil kita melalui Kristus untuk ikut ambil bagian dalam kemuliaan-Nya itu. Sesudah kita menderita untuk sementara waktu, Allah akan menolong, menguatkan, memulihkan, dan memberikan semangat yang baru kepada kita.
1PE 5:11 Hanya Dialah yang layak dimuliakan dan memegang segala kekuasaan sampai selama-lamanya! Amin.
1PE 5:12 Saya menulis surat yang singkat ini kepada kalian dengan bantuan Silas, saudara seiman kita yang bisa dipercaya. Tujuan surat ini adalah untuk menguatkan hati kalian dengan meyakinkan bahwa di balik apa pun yang kita alami, Allah menunjukkan kebaikan hati-Nya. Jadi, hendaklah kalian tetap berdiri teguh dalam kebaikan hati Allah!
1PE 5:13 Salam kepada kalian dari jemaat di sini, di kota Babel, yang sama seperti kalian sudah dipilih oleh Allah. Salam juga dari Markus, yang saya kasihi seperti anak sendiri.
1PE 5:14 Saudara-saudari, berilah salam satu sama lain dengan penuh kasih. Akhir kata, bagi kalian semua yang bersatu dengan Kristus Yesus, saya berdoa kiranya kamu selalu hidup dengan tenang dalam perlindungan-Nya. Amin.
2PE 1:1 Kepada Saudara-saudari seiman saya, yaitu kalian yang sudah menerima berkat yang indah sama seperti kami, yakni berkat untuk percaya penuh kepada Kristus Yesus dan dinyatakan benar karena pengurbanan-Nya. Dialah Allah dan Penyelamat kita! Salam sejahtera dari saya, Simon yang juga disebut Petrus, rasul dan hamba Kristus Yesus.
2PE 1:2 Kiranya kamu senantiasa hidup tenang dan menikmati kebaikan Allah yang berlimpah-limpah, karena kamu semua sudah mengenal Allah Bapa dan Yesus Penguasa kita.
2PE 1:3 Dengan kuasa-Nya sendiri, Allah sudah memberikan segala sesuatu yang kita perlukan untuk menjalani hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya. Semua berkat rohani itu diberikan kepada kita karena kita benar-benar mengenal Allah, yang sudah memanggil kita oleh karena kemuliaan dan kebaikan-Nya.
2PE 1:4 Melalui kemuliaan dan kebaikan-Nya itu, Allah juga sudah menjanjikan banyak hal yang berharga dan sangat besar kepada kita. Oleh janji-janji-Nya itu, kita menerima Roh Allah sendiri dan dipersatukan dengan Dia, sehingga kita tidak lagi terikat pada segala macam dosa yang disebabkan oleh keinginan-keinginan badani yang jahat. Dosa itu sedang menguasai dunia ini seperti penyakit menular yang mematikan.
2PE 1:5 Oleh karena segala pemberian dan janji Allah itu, janganlah kalian sekedar percaya, tetapi berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menjalankan keyakinan yang kalian percayai. Caranya: Pertama, hiduplah dengan melakukan perbuatan baik. Kedua, milikilah pengetahuan tentang cara hidup yang bijaksana.
2PE 1:6 Ketiga, belajarlah menguasai diri. Keempat, bertahanlah dalam kesusahan. Kelima, berusahalah untuk hidup semakin sesuai kemauan Allah.
2PE 1:7 Keenam, belajarlah mengasihi saudara-saudari seiman. Dan ketujuh, nyatakanlah kasih kepada semua orang dengan perbuatan.
2PE 1:8 Kalau kamu melakukan semuanya itu dan semakin bertumbuh di dalamnya, maka kamu akan terbukti sebagai orang yang benar-benar mengenal Penguasa kita Kristus Yesus. Artinya, kamu bukanlah pengikut Kristus yang tidak berguna atau yang tidak memuliakan Dia dalam kehidupan.
2PE 1:9 Tetapi kalau kamu tidak berusaha melakukan semua itu, berarti kamu tidak mampu melihat hal-hal rohani. Orang seperti itu lupa bahwa sebenarnya dosa-dosanya yang lama sudah dibersihkan ketika dia percaya kepada Kristus.
2PE 1:10 Oleh karena itu, Saudara-saudari, berusahalah lebih keras lagi melakukan ketujuh hal yang saya tuliskan di atas. Dengan begitu kamu memastikan bahwa kamu benar-benar sudah dipanggil dan dipilih oleh Allah. Kalau kamu terus melakukan semuanya itu, kamu tidak akan gagal mencapai tujuan surgawimu.
2PE 1:11 Dengan demikian, waktu kamu masuk ke dalam kerajaan yang kekal, kamu akan disambut dengan penuh sukacita oleh Penguasa dan Raja Penyelamat kita, Kristus Yesus.
2PE 1:12 Oleh karena itu, saya bertekad untuk selalu mengingatkan kalian tentang hal-hal tersebut, meskipun kalian sudah tahu dan berpegang teguh pada ajaran benar yang sudah kita terima dari Allah.
2PE 1:13 Selama saya masih hidup dalam tubuh ini, yang hanya seperti tenda sementara, saya merasa bertanggung jawab untuk terus mengingatkan kalian akan semuanya itu,
2PE 1:14 karena saya tahu bahwa tidak lama lagi saya akan mati, seperti yang sudah dinyatakan oleh Penguasa kita Kristus Yesus kepada saya.
2PE 1:15 Itu sebabnya saya akan terus berusaha agar kalian selalu mengingat semua hal itu, bahkan setelah saya tidak ada nanti.
2PE 1:16 Waktu kami memberitahukan kepada kalian tentang kuasa Tuhan kita Kristus Yesus dan tentang kedatangan-Nya kembali ke dunia ini, kami tidak seperti guru-guru palsu yang menguatkan ajarannya dengan dongeng-dongeng karangan mereka sendiri untuk menipu orang. Karena kami sendiri sudah melihat kebesaran Yesus.
2PE 1:17 Kamilah yang hadir di atas gunung suci itu ketika Dia menerima hormat dan kemuliaan dari Allah Bapa Yang Mahamulia, yaitu ketika terdengar suara Allah dari surga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Dialah yang menyenangkan hati-Ku.”
2PE 1:19 Hal itu membuat kami semakin yakin pada semua nubuatan para nabi tentang kedatangan-Nya kembali. Oleh sebab itu, hendaklah kalian memperhatikan nubuatan-nubuatan itu dengan teliti, karena perkataan para nabi ibarat pelita yang menyinari dunia yang gelap ini sampai Tuhan Yesus datang kembali. Kedatangan Yesus akan seperti fajar yang terbit dalam dunia baru, dan saat itu Dia akan menyinari hati kita seperti bintang pagi.
2PE 1:20 Ingatlah hal penting ini: Seluruh nubuatan yang tertulis dalam Kitab Suci bukan berasal dari pikiran nabi sendiri.
2PE 1:21 Mereka tidak pernah menyampaikan nubuatan menurut kemauan pribadi. Sebagai orang-orang yang disucikan Allah, semua nubuatan itu mereka ucapkan menurut pimpinan Roh-Nya.
2PE 2:1 Sebagaimana pada zaman dulu nabi-nabi palsu muncul di tengah umat Allah, demikian jugalah sekarang. Guru-guru palsu pasti akan muncul di antara kalian. Mereka akan membawa ajaran-ajaran yang sangat menyesatkan, bahkan menyangkal Tuhan Yesus yang sudah mati untuk membebaskan mereka. Dengan ajaran sesat itu, mereka mendatangkan kebinasaan yang akan segera menimpa diri mereka sendiri.
2PE 2:2 Banyak pengikut Kristus akan tersesat dan mengikuti cara hidup mereka, yaitu menuruti hawa nafsu. Sewaktu orang-orang lain yang belum percaya kepada Kristus melihat hal itu, mereka akan menghina ajaran kita, karena mereka pikir ajaran sesat itu memang ajaran kita.
2PE 2:3 Guru-guru palsu itu sangat serakah. Lewat ajaran yang licik, mereka akan berusaha menipu kalian untuk mendapatkan uang. Sejak dulu, Allah sudah menyiapkan hukuman bagi mereka. Dan Allah tidak tidur, artinya Dia melihat semua perbuatan mereka dan pasti akan membinasakan mereka.
2PE 2:4 Apa buktinya? Pertama, Allah tidak memberi ampun kepada malaikat-malaikat yang berdosa, tetapi memenjarakan mereka di dalam jurang yang gelap di neraka untuk diadili pada Hari Pengadilan.
2PE 2:5 Kedua, Allah sudah menghukum orang-orang pada zaman Nuh dengan mendatangkan banjir besar, tetapi Dia melindungi Nuh dan tujuh orang lainnya. Nuh memberitakan tentang hidup benar, sedangkan mereka yang binasa adalah orang yang menolak untuk bertobat dan taat kepada Allah.
2PE 2:6 Bukti ketiga, Allah menghukum kota Sodom dan Gomora dengan menghanguskan semua isinya sampai menjadi abu. Biarlah kejadian itu menjadi peringatan bagi kita supaya tidak mencontoh cara hidup mereka yang tidak menghormati Allah.
2PE 2:7 Perhatikan bahwa Allah menyelamatkan Lot karena Lot itu orang yang benar. Setiap hari dia tertekan melihat dan mendengar tentang perbuatan hawa nafsu bejat yang dilakukan oleh penduduk kedua kota itu. Selama orang benar itu hidup di antara mereka, hatinya hancur karena perbuatan mereka yang begitu jahat.
2PE 2:9 Nah, dari ketiga contoh itu, jelaslah bahwa Allah sangat mampu menyelamatkan orang saleh dari cobaan hidup mereka. Namun, bagi orang yang tidak benar di mata Allah, sesudah mati mereka akan dipenjarakan sampai Hari Pengadilan—
2PE 2:10 khususnya orang-orang yang tidak taat kepada para pemimpin di dunia ini dan yang menodai dirinya dengan terus menuruti berbagai keinginan hawa nafsu. Guru-guru palsu itu juga sombong dan membanggakan diri hingga tidak takut menghina para pemimpin jemaat maupun para pemimpin malaikat!
2PE 2:11 Padahal para malaikat, yang lebih berkuasa daripada semua manusia, tidak pernah menghina guru-guru palsu itu di hadapan TUHAN.
2PE 2:12 Akan tetapi, guru-guru palsu itu menghina apa saja yang tidak mereka ketahui. Mereka tidak berakal, seperti binatang yang bertindak hanya berdasarkan naluri. Karena itu, sama seperti binatang juga, mereka akan kena jerat dan dibinasakan.
2PE 2:13 Itulah upah bagi guru-guru palsu atas perbuatan mereka yang jahat. Waspadalah! Mereka senang bergabung dengan kita supaya bisa mempengaruhi kita dengan ajaran sesat. Mereka juga ingin masuk ke antara kita dan mengikuti pesta perjamuan kita. Di dalamnya, mereka sangat mencemarkan persekutuan kita. Yang paling menggembirakan mereka adalah makan dan minum dengan rakus sambil menyusupkan pengaruh buruknya ke antara kita dengan cara licik.
2PE 2:14 Pikiran mereka penuh dengan hawa nafsu untuk berbuat zina dan tidak pernah bosan melakukan kejahatan. Mereka suka merayu dan menjerat saudara-saudari kita yang baru percaya. Hati mereka pun penuh keserakahan, sehingga mereka pintar menipu orang untuk mendapatkan uang. Allah siap menghukum mereka!
2PE 2:15 Mereka tersesat dan sudah meninggalkan jalan yang benar. Mereka meniru perbuatan Bileam anak Beor. Para guru palsu itu senang menerima uang hasil perbuatan jahat, sama seperti Bileam.
2PE 2:16 Tetapi Bileam langsung ditegur karena dosanya itu. Allah membuat keledainya berbicara dengan bahasa manusia untuk menghentikan pekerjaannya sebagai dukun gila yang mata duitan.
2PE 2:17 Guru-guru sesat itu hanya memberikan harapan palsu. Mereka bagaikan sumur kering bagi orang yang kehausan dan awan yang buyar ditiup angin bagi petani yang mengharapkan hujan. Untuk selama-lamanya, mereka tidak akan pernah lepas dari hukuman Allah yang sudah disediakan bagi mereka di tempat yang gelap pekat!
2PE 2:18 Ajaran-ajaran mereka kedengarannya seperti ilmu yang tinggi, tetapi sebenarnya tidak masuk akal. Mereka mengajarkan, “Karena Allah sudah membebaskan kita, maka kita bebas mengikuti berbagai keinginan hawa nafsu. Tidak masalah kalau kita memuaskan kebutuhan badani!” Dengan ajaran seperti itu, mereka memancing saudara-saudari seiman kita yang sedang dengan sungguh-sungguh meninggalkan cara hidup lama yang penuh dosa. Guru-guru palsu itu berkata, “Marilah kita hidup bebas.” Tetapi hasil ajaran itu bukanlah kebebasan, melainkan perbudakan. Mereka sendiri pun adalah budak dosa. Setiap orang yang dikuasai dosa sudah menjadi budak dosa.
2PE 2:20 Sungguh kasihan! Apabila seseorang sudah mulai lepas dari berbagai kejahatan dunia karena dia baru mengenal Penguasa dan Penyelamat kita Kristus Yesus, lalu dia terjerat lagi dan dikuasai oleh dosa, maka keadaannya menjadi lebih buruk daripada sebelum dia percaya kepada Yesus.
2PE 2:21 Lebih baik kalau dia belum pernah mengetahui ajaran benar dari Allah, daripada sudah mengetahui ajaran itu tetapi menolaknya.
2PE 2:22 Bagi orang seperti itu, tepat sekali dua peribahasa ini, “Anjing yang muntah memakan muntahnya lagi,” dan “Babi yang sudah dimandikan bersih-bersih kembali berkubang di lumpur.”
2PE 3:1 Saudara-saudari yang saya kasihi, ini surat kedua yang saya tulis kepada kalian. Melalui kedua surat ini, saya berusaha menanamkan pola pikir yang lurus dengan berbagai peringatan.
2PE 3:2 Ingatlah selalu akan nubuatan para nabi utusan Allah di masa lalu. Ingat juga perintah dari Tuhan Yesus, Penyelamat kita, yang sudah kalian dengar melalui kami para rasul-Nya.
2PE 3:3 Inilah yang sangat penting untuk kalian ketahui: Pada hari-hari terakhir, akan muncul banyak orang yang suka mengejek dan menertawakan ajaran benar. Mereka suka mengikuti berbagai keinginan hawa nafsunya sendiri.
2PE 3:4 Mereka juga akan berkata, “Kristus sudah berjanji akan datang kembali. Tetapi nyatanya sekarang tidak ada, bukan? Semua itu omong kosong. Sejak zaman nenek moyang kita mati, bahkan sejak permulaan dunia, kehidupan tetap sama seperti biasa.”
2PE 3:5 Dengan berkata begitu, mereka sengaja mengabaikan kenyataan bahwa Firman TUHANlah yang sudah menjadikan tingkat-tingkat surga dan langit. Ucapan-Nya jugalah yang membentuk bumi, ketika daratan dikumpulkan di tengah-tengah air.
2PE 3:6 Kemudian, dengan menggunakan air pula, Allah membinasakan kehidupan zaman dulu dengan banjir yang besar.
2PE 3:7 Nah, Allah siap menggunakan perkataan-Nya dengan cara yang dahsyat seperti itu lagi! Pada Hari Pengadilan, Dia akan menjatuhkan hukuman atas langit dan bumi yang sekarang dengan api, serta membinasakan semua orang yang melawan-Nya.
2PE 3:8 Saudara-saudari yang saya kasihi, janganlah kalian lupa: Perhitungan waktu TUHAN tidak sama dengan manusia. Seribu tahun bagi TUHAN sama seperti satu hari bagi manusia, dan satu hari bagi TUHAN sama seperti seribu tahun bagi manusia.
2PE 3:9 Janganlah kalian terpengaruh oleh orang-orang yang berkata, “TUHAN terus menunda-nunda untuk menepati janji-Nya! Kenapa sampai sekarang Yesus belum datang kembali?” Jawaban yang benar untuk setiap orang yang berkata seperti itu adalah: TUHAN sedang bersabar terhadap kamu, karena Dia tidak mau kamu ikut binasa. TUHAN masih memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bertobat.
2PE 3:10 Namun, seperti pencuri yang datang pada waktu yang tidak disangka-sangka, begitulah hari kedatangan Tuhan Yesus kembali. Dia akan datang secara tiba-tiba. Tingkat-tingkat langit dan bumi ini akan lenyap dengan bunyi yang dahsyat. Benda-benda langit akan lebur karena panas yang hebat. Dan segala buatan manusia di bumi akan hangus terbakar.
2PE 3:11 Jadi, kalau segala sesuatu akan dimusnahkan secara demikian, tentu kita harus berusaha hidup semakin suci dan sesuai kemauan Allah!
2PE 3:12 Sementara kita menanti-nantikan waktu yang ditentukan Allah itu, hendaklah kita berjuang agar lebih banyak lagi orang yang siap menyambut Tuhan Yesus. Biarpun langit akan dibinasakan dengan api dan semua benda langit akan melebur karena panasnya,
2PE 3:13 kita tidak perlu takut. Karena sesuai dengan janji Allah, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, yang akan menjadi tempat tinggal bagi kita yang sudah dibenarkan Allah.
2PE 3:14 Jadi Saudara-saudari yang saya kasihi, karena kita menantikan hal-hal itu, marilah kita berusaha untuk hidup tidak berdosa, tidak bernoda, dan siap bertemu dengan Tuhan Yesus.
2PE 3:15 Hendaklah hari demi hari kita anggap sebagai bukti kesabaran TUHAN Allah, di mana Dia memberi kesempatan kepada banyak orang untuk menikmati berkat keselamatan. Paulus, saudara kita yang terkasih, juga menuliskan hal serupa kepada kalian, sesuai dengan hikmat yang diberikan TUHAN kepadanya.
2PE 3:16 Dalam semua suratnya, dia membicarakan tentang hal-hal ini. Dalam tulisannya itu terdapat beberapa hal yang sulit dimengerti, dan bagian-bagian sulit itulah yang disalahartikan oleh orang-orang yang belum mempelajarinya secara mendalam dan suka mengubah-ubah apa yang mereka percayai. Kemudian, hal yang mereka salah artikan itu mereka ajarkan kepada orang lain, seperti juga yang mereka lakukan dengan bagian-bagian lain dari Kitab Suci. Akibatnya mereka mendatangkan kebinasaan atas diri sendiri.
2PE 3:17 Jadi Saudara-saudari yang saya kasihi, karena kalian sudah mengetahui hal-hal itu, hendaklah kalian berhati-hati! Jangan sampai kalian ikut terseret dalam kesalahan orang yang hidupnya tidak sesuai dengan Firman TUHAN, sehingga kalian tidak lagi percaya penuh kepada ajaran benar yang sudah kalian pegang dengan teguh.
2PE 3:18 Hendaklah kalian masing-masing semakin dewasa dan sadar akan kebaikan hati Allah kepadamu, juga semakin mengenal Penguasa dan Penyelamat kita, Kristus Yesus. Hanya Dialah yang patut dimuliakan, sekarang dan selama-lamanya. Amin.
1JO 1:1 Kami ingin memberitakan kepada kalian tentang Dia yang disebut Firman, yaitu Dia yang memberi hidup kepada kita dan yang sudah ada sebelum dunia diciptakan. Kami sudah mendengar dan melihat Dia dengan mata kami sendiri. Sungguh, kami sudah melihat-Nya, bahkan memegang Dia dengan tangan kami sendiri.
1JO 1:2 Benar, Sang Pemberi Hidup itu sudah dinyatakan kepada kami, dan kami mendapat banyak kesempatan untuk melihat Dia. Sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kalian tentang Dia yang memberikan hidup kekal, yaitu Dia yang sejak semula tinggal bersama Allah Bapa dan yang sudah dinyatakan oleh Bapa kepada kami.
1JO 1:3 Jadi, apa yang sudah kami lihat dan dengar, itulah yang kami beritakan kepada kalian, supaya kalian turut bersatu dalam persekutuan kami. Dan persekutuan kita ini adalah persatuan dengan Bapa dan Anak-Nya, Kristus Yesus.
1JO 1:4 Itulah sebabnya kami menulis surat ini kepada kalian, supaya melalui persekutuan kita yang erat, sempurnalah sukacita kita semua.
1JO 1:5 Inilah pesan yang sudah kami dengar dari Anak Allah dan yang sedang kami beritakan kepada kalian: Allah itu ibarat terang. Pada diri-Nya sama sekali tidak ada kegelapan.
1JO 1:6 Bila kita mengatakan bahwa kita bersekutu dengan Allah, tetapi kita masih hidup seperti orang yang tinggal dalam kegelapan, berarti kita berbohong dan tidak menjalankan ajaran benar dari Allah.
1JO 1:7 Namun, bila kita hidup dalam terang sama seperti Allah hidup dalam terang, kita akan tetap bersatu dalam persekutuan yang erat dengan saudara-saudari seiman kita, dan darah Kristus Yesus, Sang Anak Allah, senantiasa menyucikan kita dari setiap dosa kita.
1JO 1:8 Akan tetapi, barangsiapa yang berkata, “Aku sama sekali tidak berdosa,” berarti dia belum disadarkan oleh ajaran yang benar dari Allah, dan dia sudah menipu dirinya sendiri.
1JO 1:9 Sebaliknya, bila kita mengakui dosa-dosa kita kepada Allah, maka sesuai dengan janji-Nya, Allah yang maha adil dan setia itu pasti mengampuni kita dan membersihkan kita dari setiap perbuatan jahat yang sudah kita lakukan.
1JO 1:10 Siapa pun yang berkata, “Aku tidak pernah berbuat dosa,” berarti dia sama saja menganggap Allah pembohong, dan nyatalah bahwa dia belum disadarkan oleh ajaran yang benar dari Allah.
1JO 2:1 Anak-anakku yang terkasih, saya menulis surat ini kepada kalian untuk mengingatkan kamu semua supaya jangan berbuat dosa. Tetapi kalau ada yang berbuat dosa, ingatlah bahwa kita mempunyai Pembela di hadapan Bapa, yaitu Kristus Yesus, yang selalu bertindak adil.
1JO 2:2 Yesus sendiri sudah menyerahkan diri-Nya sebagai kurban untuk menghapus semua dosa kita sehingga kita tidak akan dihukum Allah. Dan bukan hanya untuk dosa kita, kurban-Nya itu juga untuk pengampunan setiap orang di dunia ini yang percaya kepada-Nya.
1JO 2:3 Inilah tanda bahwa kita benar-benar mengenal Allah, yakni bila kita menaati perintah-perintah-Nya.
1JO 2:4 Jika seseorang berkata, “Saya mengenal Allah,” tetapi dia tidak menaati perintah-perintah Allah, berarti dia pembohong dan nyatalah bahwa sebenarnya dia belum disadarkan oleh ajaran benar dari Allah.
1JO 2:5 Sebaliknya, semakin kita menaati ajaran Allah, semakin nyata bahwa kita mengasihi Allah dengan sempurna. Demikianlah kita tahu bahwa kita benar-benar sudah bersatu dengan Dia.
1JO 2:6 Jadi, kalau kita mengaku bahwa kita sudah bersatu dengan Allah, hendaklah kita menaati Dia sepenuhnya, sama seperti Yesus taat kepada Bapa semasa hidup-Nya di dunia.
1JO 2:7 Saudara-saudari yang saya kasihi, apa yang akan saya tuliskan kepada kalian berikut ini bukanlah perintah baru, melainkan perintah lama, sebab kalian sudah mendengar ajaran ini sejak semula.
1JO 2:8 Tetapi yang saya tuliskan kepada kalian bisa dikatakan perintah baru juga, karena hal ini baru terwujud setelah Kristus melakukannya, dan kita pun mengikuti teladan-Nya. Sekarang terang yang benar sudah bersinar, sementara kegelapan sedang lenyap.
1JO 2:9 Bila ada di antara kita yang berkata, “Saya hidup dalam terang,” tetapi dia membenci saudara seimannya, berarti sebenarnya dia masih hidup dalam kegelapan.
1JO 2:10 Sebaliknya, orang yang mengasihi saudara seimannya pasti hidup dalam terang. Orang yang mengasihi tidak akan membuat sesamanya jatuh ke dalam dosa.
1JO 2:11 Namun, orang yang membenci saudara seimannya seakan berjalan dalam kegelapan dan tidak tahu ke mana dirinya pergi, sebab kegelapan itu sudah membutakan dia.
1JO 2:12 Anak-anakku yang terkasih, saya menuliskan surat ini untuk mengingatkan kamu semua bahwa dosa-dosamu sudah diampuni Allah karena Kristus.
1JO 2:13 Bagi para bapak dan ibu, tujuan surat ini adalah untuk mengingatkan bahwa kalian sudah mengenal Anak Allah, yang sudah ada sejak semula. Bagi para pemuda, tujuan surat ini adalah untuk mengingatkan bahwa kalian sudah memiliki kuasa untuk mengalahkan si jahat, yaitu iblis. Jadi anak-anakku, tujuan surat ini adalah untuk mengingatkan lagi bahwa kalian sudah mengenal Allah Bapa.
1JO 2:14 Bagi para bapak dan ibu, jangan lupa bahwa kalian sudah mengenal Dia yang sudah ada sejak semula. Dan bagi para pemuda, jangan lupa bahwa kalian kuat karena Firman Allah hidup di dalam hatimu, dengan demikian kalian sudah mengalahkan iblis.
1JO 2:15 Janganlah mencintai kehidupan duniawi dan apa pun yang termasuk di dalamnya. Bila seseorang mencintai hal-hal duniawi, berarti dia sama sekali tidak mengasihi Allah Bapa,
1JO 2:16 karena semua yang berasal dari dunia ini menjauhkan kita dari Allah. Sifat-sifat duniawi adalah hawa nafsu badani, keinginan untuk memiliki apa yang kita lihat, dan kesombongan atas apa yang kita miliki. Ketiga sifat itu bukan berasal dari Allah, melainkan dari dunia ini.
1JO 2:17 Ingatlah bahwa dunia dan segala isinya yang diinginkan manusia sedang menuju kebinasaan. Tetapi orang-orang yang melakukan kehendak Allah akan tetap hidup selama-lamanya.
1JO 2:18 Anak-anakku, kita berada di zaman terakhir. Kalian sudah mendengar bahwa si antikristus akan datang. Jadi, tidak heran kalau sekarang bermunculan banyak guru palsu yang sebenarnya adalah utusan antikristus. Dari situlah kita tahu dengan jelas bahwa kita sudah memasuki zaman akhir.
1JO 2:19 Guru-guru palsu itu pernah menyamar sebagai anggota kita, tetapi sebenarnya mereka bukan bagian dari kita. Kalau mereka benar-benar termasuk anggota kita, tentu mereka tetap bersama kita. Kenyataannya mereka meninggalkan kita dan itu membuktikan bahwa mereka bukanlah bagian dari kita.
1JO 2:20 Penguasa kita yang mahakudus, Kristus, sudah mengurapi kita dengan Roh Kudus, sehingga kita semua bisa membedakan ajaran yang benar dan yang palsu.
1JO 2:21 Saya menuliskan ini kepada kalian bukan karena kalian tidak mengetahui ajaran yang benar, tetapi justru karena kalian sudah tahu. Dan kalian juga tahu bahwa tidak ada kebohongan di dalam ajaran benar itu.
1JO 2:22 Demikianlah kalian akan mengenal siapa guru palsu: Kalau ada orang yang berkata, “Yesus bukanlah Sang Penyelamat,” berarti dia utusan antikristus. Orang yang seperti itu juga menyangkal Allah Bapa maupun Anak-Nya.
1JO 2:23 Siapa pun yang tidak mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah berarti tidak bersekutu dengan Allah Bapa.
1JO 2:24 Oleh karena itu, simpanlah baik-baik di dalam hatimu ajaran yang sudah kalian dengar pada waktu kalian mulai percaya, agar kalian selalu bersatu dengan Anak Allah dan Sang Bapa.
1JO 2:25 Inilah janji yang sudah Yesus berikan kepada kita yang bersatu dengan-Nya: Kita akan hidup selamanya.
1JO 2:26 Saya menuliskan hal ini karena ada orang-orang yang sedang berusaha menipu kalian.
1JO 2:27 Tetapi kita sudah menerima pengurapan Roh Allah yang selalu ada di dalam diri kita. Jadi, kita tidak usah mendengarkan guru mana pun yang hendak mengajar hal-hal baru yang tidak diajarkan oleh Roh Allah. Roh-Nya selalu mengajarkan semua yang kita perlukan, dan ajaran-Nya selalu benar, sebab Dia bukan pembohong. Nah, sesuai dengan ajaran Roh Allah itu, tetaplah bersatu dengan Kristus.
1JO 2:28 Anak-anakku yang terkasih, tetaplah bersatu dengan Kristus, supaya waktu Dia datang kembali, kita akan langsung menyambut-Nya tanpa rasa takut maupun malu.
1JO 2:29 Kita tahu bahwa Kristus selalu melakukan yang benar. Karena itu, kita bisa mengenali orang-orang yang sudah menerima kelahiran baru dari Allah Bapa dengan melihat apakah mereka hidup benar atau tidak.
1JO 3:1 Ketahuilah betapa luar biasanya kasih Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah! Orang-orang duniawi tidak dapat memahami kedudukan kita sebagai anak-anak Allah karena mereka tidak mengenal Kristus.
1JO 3:2 Saudara-saudari yang terkasih, sekarang kita sudah menjadi anak-anak Allah, tetapi belum jelas seperti apa keadaan kita kelak. Meski demikian, kita tahu bahwa waktu Kristus datang kembali, kita akan menjadi sama seperti Dia, karena kita akan melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya.
1JO 3:3 Setiap orang yang mempunyai pengharapan untuk melihat Kristus akan menjaga kesucian hidupnya dengan kesadaran bahwa Kristus adalah kudus.
1JO 3:4 Setiap orang yang berbuat dosa melanggar hukum Allah, karena dosa artinya melanggar hukum Allah.
1JO 3:5 Kalian tahu bahwa Kristus datang untuk menghapus dosa kita, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
1JO 3:6 Jadi, setiap orang yang bersatu dengan Kristus tidak akan terus-menerus berbuat dosa. Kalau seseorang terus berbuat dosa, berarti sebenarnya dia tidak mengerti tentang Kristus dan tidak pernah mengenal-Nya.
1JO 3:7 Karena itu, anak-anakku, jangan biarkan siapa pun menipu kalian dengan mengajarkan bahwa kita yang bersatu dengan Kristus boleh saja melakukan dosa. Kristus hidup dengan benar, maka untuk menjadi seperti Kristus, kita harus melakukan yang benar.
1JO 3:8 Tetapi iblis sudah berbuat dosa sejak semula. Jadi, siapa pun yang terus-menerus berbuat dosa adalah kepunyaan iblis. Untuk menghancurkan segala perbuatan iblis itulah Anak Allah sudah datang ke dunia ini.
1JO 3:9 Setiap orang yang sudah menerima kelahiran baru dari Allah Bapa berarti sudah menjadi anak Allah! Dan setiap anak-Nya tidak mungkin terus berbuat dosa, karena hidup baru yang diberikan Allah ada di dalam dirinya. Setiap orang yang sudah menerima kelahiran baru dari Allah tidak mungkin terus-menerus berbuat dosa.
1JO 3:10 Dengan begitu nyatalah perbedaan antara kita sebagai anak-anak Allah dengan anak-anak iblis: Mereka tidak melakukan yang benar dan tidak mungkin mengasihi kita yang sudah menjadi anak-anak Allah.
1JO 3:11 Inilah pesan yang sudah kalian dengar sejak semula: Hendaklah kita saling mengasihi.
1JO 3:12 Janganlah seperti Kain, yang menjadi anak iblis dan membunuh adiknya. Mengapa dia membunuh adiknya? Karena Kain melakukan yang jahat, sedangkan adiknya melakukan yang benar.
1JO 3:13 Saudara-saudari, jangan heran kalau orang-orang duniawi membenci kita,
1JO 3:14 sebab kita bukan lagi bagian dari mereka yang hidupnya mati secara rohani. Kita sudah dihidupkan secara rohani. Buktinya, kita mengasihi saudara-saudari seiman. Bila kita tidak mengasihi saudara kita, berarti kita masih tetap mati secara rohani.
1JO 3:15 Siapa pun yang membenci saudaranya sebenarnya adalah pembunuh. Dan kalian tentu tahu bahwa pembunuh adalah orang yang mati secara rohani, sehingga dia tidak memiliki hidup yang kekal.
1JO 3:16 Dengan cara inilah kita mengenal arti kasih: Kristus sudah mengasihi kita hingga mengurbankan diri-Nya demi kita. Karena itu hendaklah kita pun rela berkurban demi saudara-saudari kita.
1JO 3:17 Kalau ada di antara kita yang berkecukupan harta duniawi lalu melihat saudaranya menderita kekurangan, tetapi dia menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, berarti dia belum mengalami kelahiran baru di dalam Allah yang membuat kita mampu mengasihi sesama.
1JO 3:18 Jadi, anak-anakku, jangan hanya dengan mulut saja kita mengaku sudah mengasihi, tetapi hendaklah kasih itu kita wujudkan sungguh-sungguh dengan perbuatan yang nyata.
1JO 3:19 Bila kita mengasihi sesama, yakinlah bahwa hidup kita sudah sesuai dengan ajaran benar dari Allah. Hal itu akan menolong kita waktu kita datang kepada Allah dalam doa. Kadang-kadang kita tidak berani berdoa karena merasa bersalah. Tetapi kalau kita mengasihi sesama, kita boleh menenangkan hati dengan kesadaran bahwa Allah lebih besar daripada rasa bersalah kita, dan Dia mengetahui segala sesuatu.
1JO 3:21 Saudara-saudari yang saya kasihi, kalau hati kita tidak merasa bersalah, kita bisa datang kepada Allah lewat doa tanpa rasa takut,
1JO 3:22 karena kita menaati perintah-perintah-Nya dan melakukan perbuatan yang menyenangkan hati-Nya. Waktu kita meminta kepada Allah dalam keadaan seperti itu, kita akan menerima jawaban doa.
1JO 3:23 Perintah Allah yang saya tekankan di sini adalah: Percayalah kepada Anak-Nya, Kristus Yesus, dan kasihilah satu sama lain, seperti yang juga sudah diperintahkan oleh Kristus.
1JO 3:24 Setiap orang yang terus menaati perintah-perintah Allah akan tetap bersatu dengan-Nya dan Allah bersatu dengan dia. Inilah buktinya bahwa Allah tetap bersatu dengan kita: Roh Kudus yang sudah Dia berikan tinggal di dalam diri kita.
1JO 4:1 Saudara-saudari yang saya kasihi, janganlah cepat percaya kepada seseorang yang mengaku bahwa ajaran atau nubuatannya berasal dari Roh Kudus. Kalian harus terlebih dulu menguji ajaran atau nubuatannya itu untuk mengetahui apakah memang dari Roh Allah atau roh lain, karena di dunia ini sudah banyak guru dan nabi palsu.
1JO 4:2 Inilah salah satu cara untuk menguji apakah di dalam diri seseorang ada Roh Allah: Kalau orang itu mengaku, “Saya percaya bahwa Yesus adalah Kristus yang sudah datang dari Allah ke dunia ini sebagai manusia dengan tubuh biasa,” berarti di dalam dirinya ada Roh Allah. Namun, bila dia tidak mengaku seperti itu, berarti dia dipengaruhi oleh roh lain yang tidak berasal dari Allah. Orang itu adalah utusan antikristus. Kalian sudah tahu bahwa antikristus sedang datang dan sekarang sudah ada di dalam dunia.
1JO 4:4 Anak-anakku, kita berasal dari Allah, dan kita sudah memiliki kuasa untuk mengalahkan guru-guru palsu itu. Karena Roh yang ada dalam diri kita lebih besar daripada roh antikristus yang sekarang sudah ada di dunia ini.
1JO 4:5 Guru-guru palsu itu berasal dari dunia ini. Itulah sebabnya ajaran mereka sesuai dengan pikiran orang duniawi, dan orang-orang duniawi senang mendengarkan mereka.
1JO 4:6 Sebaliknya, kita adalah milik Allah. Yang mendengarkan kita hanyalah orang-orang yang mengenal Allah, sedangkan mereka yang bukan milik Allah tidak mendengarkan ajaran benar dari kita. Dengan begitu, kita bisa mengetahui apakah seseorang mempunyai Roh Kebenaran (yaitu Roh Allah) atau roh yang menyesatkan.
1JO 4:7 Saudara-saudari yang saya kasihi, marilah kita saling mengasihi. Karena kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi sudah mendapat kelahiran baru dari Allah dan mengenal Dia.
1JO 4:8 Kalau seseorang tidak mengasihi saudara seimannya, berarti dia tidak mengenal Allah, karena Allah itu mahakasih.
1JO 4:9 Dan beginilah cara Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita: Dia mengutus Anak-Nya yang satu-satunya ke dalam dunia ini supaya kita bisa menerima hidup kekal melalui Anak-Nya itu.
1JO 4:10 Dalam tindakan itu, nyatalah kasih yang luar biasa: Bukan ketika kita mengasihi Allah, tetapi ketika Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, yaitu dengan mengutus Anak-Nya menjadi kurban yang menghapus dosa kita, sehingga kita tidak akan dihukum oleh-Nya.
1JO 4:11 Saudara-saudari yang saya kasihi, kalau Allah sudah begitu mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi.
1JO 4:12 Tidak seorang pun pernah melihat Allah. Namun, bila kita saling mengasihi, maka Allah bersatu dengan kita, dan kasih-Nya nyata dengan sempurna melalui kita.
1JO 4:13 Kita dapat mengetahui bahwa kita hidup bersatu dengan Allah dan Dia bersatu dengan kita, melalui Roh-Nya yang sudah diberikan kepada kita.
1JO 4:14 Kami, yang sudah melihat dan mengenal Yesus secara langsung, bersaksi kepada kalian bahwa hal ini benar: Allah Bapa sudah mengutus Anak-Nya menjadi Raja Penyelamat bagi manusia di dunia.
1JO 4:15 Siapa pun yang mengaku, “Saya percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah,” maka Allah bersatu dengan dia, dan dia bersatu dengan Allah.
1JO 4:16 Kita sudah mengenal dan percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah itu mahakasih. Jadi, bila kita terus mengasihi saudara-saudari kita, berarti kita tetap bersatu dengan Allah, dan Allah bersatu dengan kita.
1JO 4:17 Waktu kita hidup bersatu dengan Allah, kasih Allah semakin nyata dan sempurna di antara kita. Dengan begitu, kita tidak takut lagi akan Hari Pengadilan, karena terbukti bahwa kita sudah mengasihi sama seperti Kristus mengasihi.
1JO 4:18 Bila kasih dari Allah itu ada dalam hati kita, maka kita tidak akan takut lagi pada hukuman Allah. Karena kasih yang sempurna menghilangkan ketakutan. Siapa pun yang takut diadili oleh Allah berarti masih menganggap dirinya layak dihukum. Orang yang takut akan hukuman belum mengalami kasih Allah yang sempurna.
1JO 4:19 Kita mengasihi Allah karena Allah sudah terlebih dulu mengasihi kita.
1JO 4:20 Kalau seseorang berkata, “Saya mengasihi Allah,” tetapi dia masih membenci saudaranya, berarti dia pembohong. Orang yang tidak mengasihi sesama manusia yang kelihatan tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan.
1JO 4:21 Lagipula, Allah sudah memberikan perintah kepada kita, yaitu siapa pun yang mengasihi Allah harus mengasihi saudaranya juga.
1JO 5:1 Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Sang Penyelamat berarti sudah menerima kelahiran baru dari Allah Bapa. Setiap orang yang mengasihi Bapa tentu juga mengasihi anggota keluarga-Nya, yakni orang-orang yang sudah menerima kelahiran baru dari Bapa.
1JO 5:2 Beginilah cara untuk mengetahui apakah kita benar-benar saling mengasihi sesama anak-anak Allah, yaitu bila kita mengasihi Allah dan menaati perintah-perintah-Nya.
1JO 5:3 Mengasihi Allah berarti menaati perintah-perintah-Nya. Hal itu tidaklah sulit untuk kita lakukan,
1JO 5:4 karena setiap orang yang menerima kelahiran baru dari Allah diberi kuasa untuk mengalahkan kejahatan di dunia ini. Dan yang membuat kita menang atas kejahatan dunia adalah karena kita percaya sepenuhnya kepada Yesus.
1JO 5:5 Tidak seorang pun dapat mengalahkan kejahatan dunia ini kecuali kita yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.
1JO 5:6 Kristus Yesuslah satu-satunya yang sudah datang ke dunia ini dengan menunjukkan dua tanda dari Allah, yaitu tanda air dan tanda darah. Yesus tidak hanya menunjukkan tanda air, tetapi juga tanda darah. Dan Roh Kudus, yang selalu bisa dipercaya, juga bersaksi kepada kita bahwa Yesus datang dari Allah sebagai manusia dengan tubuh biasa.
1JO 5:7 Jadi, Allah sudah memberikan kepada kita tiga hal yang menyampaikan kesaksian yang sama tentang Yesus, yaitu Roh Kudus, air, dan darah.
1JO 5:9 Pikirkanlah: Biasanya kita percaya pada ucapan seorang saksi mata. Alangkah jauh lebih terpercaya lagi jika yang memberi kesaksian adalah Allah sendiri! Dan inilah kesaksian penting yang diungkapkan Allah mengenai Anak-Nya: Allah sudah memberikan hidup kekal kepada kita. Hidup kekal itu hanya diberikan kepada orang-orang yang bersatu dengan Anak-Nya. Setiap orang yang sudah percaya kepada Anak Allah yakin di dalam hatinya bahwa pernyataan Allah Bapa itu benar. Tetapi setiap orang yang tidak percaya pada kesaksian Allah sama dengan mengatakan bahwa Allah pembohong, karena orang itu menolak untuk mempercayai kesaksian Allah tentang Anak-Nya.
1JO 5:12 Setiap orang yang bersatu dengan Anak Allah memiliki hidup yang kekal, tetapi siapa pun yang tidak bersatu dengan Anak Allah tidak akan memiliki hidup yang kekal.
1JO 5:13 Saya menulis surat ini untuk kalian yang percaya kepada Anak Allah, supaya kalian tahu bahwa sekarang kalian sudah memiliki hidup yang kekal, dan supaya kalian sungguh-sungguh mempertahankan keyakinanmu kepada-Nya.
1JO 5:14 Dengan begitu, kita tidak merasa takut lagi datang ke hadapan Allah melalui doa! Bila permintaan kita sesuai dengan kehendak-Nya, Allah akan mendengar dan menjawab doa kita.
1JO 5:15 Dan bila kita percaya bahwa Allah mendengarkan kita, maka kita boleh yakin bahwa Allah akan memberikan apa yang kita minta.
1JO 5:16 Contohnya, kalau kita melihat saudara seiman kita berbuat dosa (maksud saya di sini adalah dosa yang tidak mengakibatkan kematian kekal), hendaklah kita berdoa kepada Allah supaya Dia menyelamatkan saudara kita itu, dan Allah akan memberikan hidup kepadanya. Saya tekankan sekali lagi bahwa ini tentang dosa yang tidak mengakibatkan kematian kekal. Karena ada jenis dosa yang mengakibatkan kematian kekal. Untuk jenis dosa itu, saya tidak menganjurkan agar kita mendoakan orang yang melakukannya.
1JO 5:17 Semua perbuatan jahat adalah dosa, tetapi tidak semua dosa mengakibatkan kematian kekal.
1JO 5:18 Kita tahu bahwa setiap orang yang sudah menerima kelahiran baru dari Allah tidak akan terus-menerus berbuat dosa, karena kelahiran baru itu bekerja dalam hati kita sehingga kita terus terjaga. Dengan demikian, iblis tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kita.
1JO 5:19 Kita tahu bahwa kita sudah menjadi anak-anak Allah, walaupun seluruh dunia ini dikuasai oleh iblis.
1JO 5:20 Kita tahu bahwa Anak Allah sudah datang. Dia sudah memberi kita pengertian sehingga kita mengenal Allah yang benar. Kita hidup bersatu dengan Allah karena kita bersatu dengan Anak-Nya, Kristus Yesus. Dia juga Allah yang benar karena Dia selalu layak dipercaya dan merupakan sumber hidup yang kekal.
1JO 5:21 Anak-anakku, jauhkanlah dirimu dari segala berhala. Amin.
2JO 1:1 Kepada Ibu yang terkasih, yang sudah dipilih oleh Allah, juga kepada anak-anakmu. Salam dari saya, orang yang sudah tua ini. Saya mengasihi kamu semua sesuai dengan ajaran benar yang kita terima dari Allah! Bukan hanya saya, tetapi semua orang yang sudah mengenal ajaran benar itu juga mengasihi kalian,
2JO 1:2 sebab ajaran benar itu ada dalam hati kita dan akan menyertai kita selama-lamanya.
2JO 1:3 Karena kita saling mengasihi dan hidup menurut ajaran benar, maka Allah Bapa dan Anak-Nya, yaitu Penguasa kita Kristus Yesus, akan selalu berbaik hati kepada kita dan mengasihani serta menjaga kita agar hidup tenang dalam perlindungan Allah.
2JO 1:4 Saya sangat bersukacita karena sudah mendapati beberapa anak Ibu hidup sesuai dengan ajaran benar, seperti yang sudah diperintahkan Bapa kepada kita.
2JO 1:5 Sekarang saya mengatakan kepadamu, Ibu, supaya kita semua saling mengasihi. Yang saya tulis ini bukan perintah baru bagimu. Perintah ini sudah ada pada kita sejak semula.
2JO 1:6 Dan yang dimaksud dengan mengasihi adalah kita harus hidup menurut perintah-perintah Allah. Inilah perintah-Nya, yang saya tegaskan sekali lagi: Hendaklah kita hidup dalam kasih, seperti yang sudah kita dengar sejak semula.
2JO 1:7 Sekarang ini banyak guru palsu sudah muncul di seluruh dunia. Mereka tidak mengakui bahwa Kristus Yesus sudah datang ke dunia ini sebagai manusia dengan tubuh biasa. Siapa saja yang tidak mengakui hal itu adalah guru palsu dan pengikut antikristus.
2JO 1:8 Karena itu, hendaklah kita masing-masing menjaga diri. Jangan sampai ada yang tidak menerima upah kemenangan yang sedang kita perjuangkan dan jangan sampai upahmu dikurangi.
2JO 1:9 Bila kamu mengikuti ajaran sesat dan tidak taat kepada ajaran benar tentang Kristus, maka kamu sudah meninggalkan Allah. Namun, bila kamu tetap mengikuti ajaran benar itu, maka kamu tetap mempunyai hubungan erat dengan Allah Bapa dan Anak-Nya.
2JO 1:10 Kalau seseorang datang membawa ajaran lain tentang Kristus, janganlah terima dia di rumahmu, bahkan jangan memberi salam kepadanya,
2JO 1:11 karena kalau kamu menerima dia, berarti kamu sudah mendukung pekerjaannya yang jahat itu.
2JO 1:12 Masih banyak lagi yang ingin saya katakan kepada kalian, tetapi rasanya lebih baik tidak disampaikan lewat tulisan. Saya berharap bisa datang mengunjungi kalian sehingga kita bisa berbicara tatap muka. Dengan demikian, kita akan sangat bersukacita.
2JO 1:13 Anak-anak dari saudarimu seiman, yang juga sudah dipilih oleh Allah, mengirim salam kepadamu. Amin.
3JO 1:1 Kepada yang terkasih saudara seiman saya Gayus, yang saya kasihi sesuai ajaran benar yang kita terima dari Allah. Salam dari saya, pemimpin himpunan jemaat.
3JO 1:2 Saudara yang saya kasihi, saya berdoa kiranya kamu berhasil dalam segala hal dan selalu sehat, sama seperti kehidupan rohanimu yang juga sehat.
3JO 1:3 Saya sangat bersukacita ketika beberapa saudara seiman datang dan menceritakan bahwa kamu setia dan terus mengikuti ajaran benar.
3JO 1:4 Bagi saya, tiada sukacita yang lebih besar selain mendengar bahwa kalian— yang saya anggap seperti anak-anakku sendiri— hidup dengan setia kepada ajaran benar.
3JO 1:5 Gayus yang terkasih, kamu sudah menunjukkan kesetiaan melalui semua bantuanmu kepada saudara-saudara seiman kita, walaupun kamu tidak mengenal mereka.
3JO 1:6 Orang-orang itu sudah bersaksi di hadapan jemaat tentang bagaimana kamu mengasihi mereka. Jadi, saya mohon agar kamu menolong mereka sekali lagi untuk melanjutkan perjalanan, sebab hal itu berkenan kepada Allah.
3JO 1:7 Mereka pergi untuk melayani Kristus tanpa menerima bantuan apa pun dari orang yang tidak mengenal Allah.
3JO 1:8 Karena itu, sudah sepantasnya kita menolong mereka. Dengan demikian, kita turut ambil bagian dalam pekerjaan mereka mengabarkan ajaran benar.
3JO 1:9 Saya sudah menulis surat kepada jemaat, tetapi Diotrefes tidak mau mendengarkan perkataan kami. Dia selalu ingin menjadi orang nomor satu di antara mereka.
3JO 1:10 Oleh sebab itu, waktu saya datang nanti, saya akan menceritakan berbagai perbuatan yang sudah dia lakukan, yaitu cerita bohong dan hal-hal jahat yang dia katakan tentang kami. Dia juga tidak mau menerima saudara-saudara seiman yang datang ke sana. Bukan hanya itu, dia bahkan melarang siapa pun yang mau menolong saudara-saudara seiman itu. Dan kalau ada anggota jemaat yang masih berusaha membantu, dia mengeluarkan mereka dari jemaat.
3JO 1:11 Saudara yang saya kasihi, janganlah mengikuti contoh yang jahat, tetapi ikutilah teladan yang baik. Orang yang berbuat baik berasal dari Allah, sedangkan orang yang terus berbuat jahat tidak pernah mengenal Allah.
3JO 1:12 Tentang Demetrius, semua orang mengatakan hal-hal yang baik mengenai dia. Dan sudah terbukti bahwa cara hidupnya sesuai dengan ajaran yang benar. Saya bersama seluruh jemaat di sini juga bersaksi bahwa dia adalah orang baik, dan kalian tahu bahwa kami tidak pernah berbohong.
3JO 1:13 Masih banyak lagi hal lain yang ingin saya sampaikan kepadamu, tetapi saya tidak mau menyampaikannya lewat tulisan.
3JO 1:14 Saya berharap dapat segera mengunjungimu, dan kita akan berbicara secara tatap muka. Doa saya, kiranya Allah selalu menjagamu supaya hidupmu tenang dalam perlindungan-Nya. Teman-teman di sini mengirim salam kepadamu. Sampaikanlah juga salam kami kepada setiap kawan yang ada di sana.
JUD 1:1 Kepada Saudara-saudari seiman saya, yaitu kalian yang sudah dipanggil dan disucikan oleh Allah Bapa serta dipelihara oleh Kristus Yesus. Salam sejahtera dari saya, Yudas, hamba Kristus Yesus sekaligus saudara Yakobus.
JUD 1:2 Kiranya kamu semua senantiasa hidup tenang dan menikmati kasih serta kemurahan Allah yang berlimpah-limpah.
JUD 1:3 Saudara-saudari yang terkasih, sebenarnya saya ingin menulis kepada kalian tentang keselamatan yang sama-sama sudah kita terima. Tetapi sekarang saya merasa terdorong untuk menulis hal lain: Saya ingin menguatkan kamu semua agar terus berjuang mempertahankan keyakinanmu kepada Yesus. Ajaran tentang keyakinan itu sudah Allah berikan kepada kita, dan Dia juga sudah menyucikan kita menjadi umat-Nya. Semua ajaran itu berlaku untuk selama-lamanya, maka jangan biarkan seorang pun mengubah keyakinanmu itu!
JUD 1:4 Karena ada guru-guru palsu yang tanpa kamu sadari sudah masuk ke antara kita. Merekalah orang yang sejak dahulu sudah ditetapkan Allah untuk dihukum karena kejahatan mereka, sesuai nubuatan para nabi dan seperti yang akan saya jelaskan di bawah. Mereka melawan Allah dan menyalahgunakan kebaikan hati-Nya sebagai alasan untuk terus hidup menuruti hawa nafsu. Mereka menolak untuk mengikut Kristus Yesus, yang adalah Allah sekaligus Raja dan Penguasa hidup kita.
JUD 1:5 Walaupun kalian sudah mengetahui cerita ini, saya mau mengingatkan kalian bahwa meskipun TUHAN menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, sesudah itu mereka yang tidak percaya dibinasakan oleh-Nya.
JUD 1:6 Ingatlah juga malaikat-malaikat yang sudah meninggalkan posisi mereka. Akibat perbuatan itu, Allah menurunkan mereka dari jabatan tinggi dan sudah menahan mereka di tempat yang paling gelap untuk dihakimi pada Hari Pengadilan yang dahsyat nanti. Di sana mereka diikat dengan rantai yang tidak bisa dibuka untuk selama-lamanya.
JUD 1:7 Ingat juga Sodom dan Gomora serta kota-kota di sekitarnya. Penduduk di sana berkelakuan sama seperti malaikat-malaikat itu, karena mereka banyak berzina dan sangat suka melakukan berbagai macam perbuatan cabul yang tidak wajar. Mereka menanggung hukuman api yang akan menyala untuk selama-lamanya. Hendaklah hal ini menjadi peringatan bagi kita.
JUD 1:8 Demikian jugalah guru-guru palsu itu. Mereka pikir mimpi-mimpi mereka adalah petunjuk dari TUHAN, sehingga mereka mencemarkan tubuh mereka dengan dosa hawa nafsu, menolak pimpinan Allah, bahkan menghina penguasa-penguasa rohani.
JUD 1:9 Padahal Mikael pun, yang adalah pemimpin para malaikat, tidak berani menghina seperti mereka. Pada waktu Mikael bertengkar dengan iblis memperebutkan mayat Musa, Mikael tidak menyombongkan diri dan menyalahkan iblis dengan menggunakan kata-kata hinaan, tetapi hanya berkata, “Biarlah TUHAN menghukummu!”
JUD 1:10 Namun, guru-guru palsu itu menghina apa saja yang tidak mereka mengerti. Hal-hal yang mereka bisa mengerti hanyalah yang dipelajari secara naluri, yaitu urusan jasmani yang juga diketahui oleh binatang-binatang yang tidak berakal. Dan hal-hal itulah yang membinasakan mereka.
JUD 1:11 Celakalah guru-guru palsu, karena mengikuti jalan yang ditempuh Kain. Mereka tersesat karena gila uang seperti Bileam, dan mereka memberontak seperti Korah sehingga mereka binasa.
JUD 1:12 Dengan berani mereka ikut dalam perjamuan kasih kalian, tetapi mereka hanya mementingkan diri sendiri dengan tidak tahu malu dan mencemarkan perjamuan itu. Mereka adalah orang yang tidak berguna, seperti awan tidak berair yang berlalu ditiup angin. Mereka seperti pohon-pohon yang tidak menghasilkan buah pada musim buah, yang akar-akarnya dicabut hingga akhirnya mati.
JUD 1:13 Seperti ombak-ombak besar yang meninggalkan buih dan kotoran di pantai, begitulah perbuatan-perbuatan mereka yang memalukan nanti akan kelihatan. Mereka juga seperti bintang-bintang di angkasa yang sudah meninggalkan tempatnya dan berpindah tanpa aturan. Mereka tidak akan luput dari hukuman Allah di tempat yang paling gelap, yang sudah disediakan bagi mereka untuk selama-lamanya!
JUD 1:14 Henok, keturunan Adam yang ketujuh, juga sudah bernubuat tentang mereka, “Lihatlah, TUHAN datang dengan beribu-ribu umat-Nya yang sudah disucikan-Nya.
JUD 1:15 Sesudah itu Dia akan menghakimi setiap orang dan menghukum semua orang jahat yang melawan-Nya dengan kejahatan mereka. Dia akan menghukum orang-orang berdosa atas semua perkataan jahat mereka yang menentang Allah.”
JUD 1:16 Guru-guru palsu itu selalu bersungut-sungut dan suka mencari-cari kesalahan orang, padahal mereka sendiri selalu mengikuti hawa nafsu. Mereka menyombongkan diri dan memuji-muji orang lain supaya mendapat keuntungan bagi diri sendiri.
JUD 1:17 Saudara-saudari yang saya kasihi, ingatlah yang dulu sudah dikatakan kepada kita oleh rasul-rasul utusan Kristus Yesus, Penguasa kita.
JUD 1:18 Mereka sudah mengatakan kepada kalian, “Menjelang akhir zaman akan muncul pengejek-pengejek yang melawan Allah dan hidup menurut hawa nafsunya sendiri.”
JUD 1:19 Mereka dikuasai oleh keinginan-keinginan duniawi dan menimbulkan perpecahan di antara kita, karena Roh Kudus tidak ada pada mereka.
JUD 1:20 Tetapi Saudara-saudari yang saya kasihi, hendaklah kalian saling menguatkan supaya tiap orang terus percaya penuh kepada ajaran suci yang sudah disampaikan kepadamu. Tetaplah berdoa dengan pertolongan Roh Kudus.
JUD 1:21 Jagalah dirimu supaya tetap menjalin hubungan kasih dengan Allah sambil menantikan saatnya Kristus Yesus, Penguasa kita, datang menunjukkan belas kasihan-Nya dan membawa kita kepada hidup yang kekal.
JUD 1:22 Kalian juga harus menunjukkan belas kasian terhadap orang yang dipengaruhi ajaran sesat, sambil membiarkan mereka yang menolak percaya.
JUD 1:23 Terhadap saudara-saudari yang dipengaruhi, bertindaklah cepat! Rebutlah mereka dari api neraka. Tetapi saat menolong orang seperti itu, waspadalah supaya kamu tidak tertular dosa hawa nafsu mereka.
JUD 1:24 Hanya Allahlah satu-satunya yang berkuasa dan sanggup menjaga mereka supaya jangan jatuh, serta membuat mereka layak masuk dengan sukacita ke hadapan kemuliaan-Nya tanpa noda dosa sedikit pun.
JUD 1:25 Allah, Penyelamat kita, adalah satu-satunya yang maha bijaksana. Bagi Dialah kemuliaan, kebesaran, kuasa, dan kekuatan, sekarang sampai selama-lamanya. Amin!
REV 1:1 Saya, Yohanes, hamba Kristus, menuliskan penyataan dari Allah tentang peristiwa-peristiwa yang sudah ditetapkan-Nya untuk segera terjadi. Allah pertama-tama menyatakannya kepada Kristus Yesus, lalu Kristus mengutus seorang malaikat untuk menunjukkannya melalui penglihatan kepada saya, supaya segala hal yang dinyatakan itu dapat diberitakan kepada semua hamba-Nya yang lain.
REV 1:2 Inilah kesaksian saya tentang segala hal yang saya lihat sendiri, yakni semua pesan Allah yang disampaikan kepada saya oleh Kristus Yesus.
REV 1:3 Diberkatilah setiap orang yang membacakan penyataan ini. Diberkatilah juga setiap orang yang mendengarkan dan merenungkan semua yang tertulis di sini. Karena waktu yang ditetapkan Allah untuk peristiwa-peristiwa itu sudah dekat.
REV 1:4 Salam sejahtera dari saya, Yohanes, kepada Saudara-saudari seiman di ketujuh jemaat di provinsi Asia. Kiranya Allah selalu berbaik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu sehingga hidupmu tenang dalam perlindungan-Nya. Karena segala berkat yang kita terima berasal dari Allah yang hidup, yang sudah ada sebelum dunia diciptakan dan yang akan terus ada sampai masa yang akan datang, juga dari Roh Allah yang dengan seluruh kekuatan-Nya berada di hadapan takhta Allah,
REV 1:5 dan dari Kristus Yesus, yang selalu bisa dipercaya dalam seluruh kesaksian-Nya tentang Allah Bapa. Dialah Anak Sulung Allah yang pertama dihidupkan kembali dari kematian, dan Dialah Raja Agung atas semua raja di dunia. Mulialah Kristus selama-lamanya! Karena kasih-Nya yang sangat luar biasa bagi kita, Dia mencurahkan darah-Nya untuk membersihkan kita dari dosa. Dengan demikian Dia sudah menjadikan kita warga kerajaan Allah dan imam-imam yang melayani Allah Bapa-Nya secara rohani. Milik Kristuslah segala kuasa sampai selama-lamanya! Amin!
REV 1:7 Lihatlah, Yesus datang di antara awan-awan! Semua orang akan menyaksikan kedatangan-Nya, termasuk mereka yang sudah menikam Dia. Lalu semua bangsa di bumi akan meratap dengan nyaring karena mereka tahu bahwa Dia datang untuk mengadili mereka. Benar, itulah yang akan terjadi! Amin!
REV 1:8 TUHAN Allah berkata, “Akulah Yang Pertama dan Yang Terakhir, Allah yang hidup, yang sudah ada sebelum penciptaan sampai sekarang, dan yang akan terus ada selama-lamanya. Akulah Sang Mahakuasa.”
REV 1:9 Saya, Yohanes, adalah saudara seiman kalian yang juga sering mengalami penganiayaan seperti yang sedang kalian alami karena mengikut Kristus Yesus. Sebagai saudara senasib sepenanggungan, kita sama-sama berjuang untuk bertahan dalam keyakinan kita kepada-Nya dan bersabar menantikan saatnya Allah memerintah sebagai Raja di dunia ini dengan nyata. Sekarang saya sedang diasingkan ke pulau Patmos karena saya memberitakan Firman Allah dan bersaksi tentang Kristus Yesus.
REV 1:10 Pada suatu Hari Tuhan (hari Minggu), tiba-tiba saya dikuasai Roh Kudus. Lalu tidak jauh di belakang saya terdengarlah suara sedahsyat bunyi terompet yang memekakkan telinga.
REV 1:11 Suara itu berkata, “Tuliskanlah semua hal yang akan diperlihatkan kepadamu, lalu kirimkanlah kepada ketujuh jemaat di provinsi Asia, yaitu di kota Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia.”
REV 1:12 Saya menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang berbicara kepada saya. Kemudian saya melihat ada tujuh tiang pelita bercabang, dan semuanya terbuat dari emas.
REV 1:13 Di antara ketujuh tiang pelita itu ada Seseorang yang kelihatannya seperti Sang Anak Adam. Dia memakai jubah yang panjangnya sampai ke kaki dan ikat pinggang emas yang sangat lebar hingga sampai ke dada.
REV 1:14 Rambut-Nya putih seperti bulu domba, atau seputih salju. Mata-Nya bersinar seperti nyala api.
REV 1:15 Kaki-Nya kelihatan seperti pijaran tembaga saat dimurnikan di dalam api yang sangat panas. Suara-Nya keras seperti bunyi air terjun raksasa.
REV 1:16 Tangan kanan-Nya memegang tujuh bintang. Lidah-Nya seperti pedang yang kedua sisinya tajam, menggambarkan bahwa semua perkataan-Nya sangat berkuasa. Dan wajah-Nya bersinar terang seperti cahaya matahari pada puncak teriknya.
REV 1:17 Ketika melihat Dia, saya langsung tersungkur di hadapan-Nya dan merasa seluruh kekuatan saya hilang, seperti mati mendadak. Lalu tangan kanan-Nya menyentuh saya dan Dia berkata, “Jangan takut! Akulah Yang Pertama dan Yang Terakhir, sebab Aku selalu ada. Aku sudah ada sebelum penciptaan dan akan terus ada sekalipun semuanya hilang lenyap.
REV 1:18 Akulah sumber kehidupan. Meskipun Aku pernah mati, tetapi lihatlah! Aku hidup sekarang, dan hidup sampai selama-selamanya! Amin. Aku memegang kunci Syeol dan berkuasa atas kematian. Jadi, Akulah yang berwenang menentukan kapan setiap orang mati, dan Aku juga berkuasa menghidupkan kembali.
REV 1:19 Oleh karena itu, tuliskanlah semua hal yang akan diperlihatkan kepadamu, sebab semua penglihatan ini menggambarkan keadaan yang terjadi sekarang dan peristiwa yang akan datang.
REV 1:20 Inilah arti dari kedua penglihatan tadi: Tujuh bintang yang kamu lihat di tangan kanan-Ku menggambarkan tujuh pelayan Tuhan yang mewakili ketujuh jemaat di kota-kota tersebut, sedangkan tujuh tiang pelita emas menggambarkan ketujuh jemaat itu.”
REV 2:1 Lalu Dia— Sang Anak Adam itu— berkata kepada saya, “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di kota Efesus: Inilah pesan dari Aku yang memegang tujuh bintang di tangan kanan-Ku dan menjaga nyala pelita di ketujuh tiang emas itu.
REV 2:2 Aku tahu cara hidup kalian masing-masing. Aku juga memperhatikan bahwa kalian tetap berjuang demi Aku dan bertahan dengan sabar. Aku senang bahwa kalian mengusir orang-orang yang terlibat ajaran sesat dari jemaat. Dan sewaktu ada guru-guru palsu yang mengaku sebagai utusan-Ku, kalian menguji mereka dan mendapati bahwa mereka pembohong.
REV 2:3 Aku tahu kalian tetap berdiri teguh sebagai pengikut-Ku. Ketika kalian dianiaya karena keyakinanmu kepada-Ku, kalian terus bertahan dan tidak putus asa.
REV 2:4 Tetapi satu hal yang membuat Aku kecewa terhadap kalian: Kalian tidak lagi mengasihi Aku dan saudara-saudari seimanmu seperti pada waktu kalian baru percaya kepada-Ku.
REV 2:5 Sadarlah! Kalian sudah terlalu jauh meninggalkan Aku. Karena itu bertobatlah dan kembalilah pada cara hidupmu yang semula. Kalau kalian tidak bertobat, Aku akan segera turun tangan dan mencabut pelita emasmu dari tempatnya di hadapan-Ku.
REV 2:6 Namun, Aku berkenan kepada kalian karena hal ini: Kalian membenci cara hidup yang diajarkan oleh para pengikut Nikolaus. Aku juga membenci cara hidup yang jahat itu.
REV 2:7 Jangan sampai pesan-Ku ini masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah berita itu, yang disampaikan Roh-Ku kepada ketujuh jemaat! Kepada setiap orang yang menang dalam peperangan rohani ini, Aku berjanji: Kamu akan menerima hak untuk makan buah dari pohon kehidupan yang ada di Taman Allah-Ku.”
REV 2:8 “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di kota Smirna: Inilah pesan dari Aku yang selalu ada. Aku sudah ada sebelum penciptaan dan akan terus ada sekalipun semuanya hilang lenyap. Akulah yang sudah pernah mati tetapi hidup kembali.
REV 2:9 Aku tahu cara hidup kalian masing-masing. Aku tahu kalian miskin dan menderita aniaya. Tetapi sebenarnya kalian kaya! Aku juga tahu bahwa kalian dituduh melakukan hal-hal jahat oleh mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi. Sesungguhnya mereka bukan orang Yahudi, melainkan jemaat Satanas.
REV 2:10 Janganlah takut terhadap penderitaan yang akan segera kalian alami. Iblis akan mempengaruhi orang-orang untuk memusuhi kalian sehingga beberapa anggota kalian ditangkap dan dipenjarakan. Semua itu terjadi untuk menguji kesetiaanmu kepada-Ku. Kamu semua akan mengalami penderitaan yang berat selama sepuluh hari. Teruslah setia sekalipun kamu harus mati! Sesudah itu, Aku akan memberikan kepadamu mahkota kemenangan, pada waktu kamu masuk ke surga untuk hidup selama-lamanya.
REV 2:11 Jangan sampai pesan-Ku ini masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah berita itu, yang disampaikan Roh-Ku kepada ketujuh jemaat! Aku berjanji kepada setiap orang yang menang dalam peperangan rohani ini: Kamu tidak akan mengalami kematian tahap kedua.”
REV 2:12 “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di kota Pergamus: Inilah pesan dari Aku yang memegang pedang tajam bersisi dua, yaitu perkataan-Ku yang berkuasa.
REV 2:13 Aku tahu cara hidup kalian masing-masing. Aku juga tahu bahwa kota kalian adalah pusat kejahatan, seolah-olah Satanas bertakhta di sana. Meski begitu, kamu tetap setia kepada-Ku. Bahkan kamu tidak menyangkal sebagai pengikut-Ku ketika Antipas, saksi-Ku yang setia, dibunuh di kota kalian yang sudah seperti ibukota kerajaan Satanas itu.
REV 2:14 Tetapi Aku kecewa terhadap kalian karena hal ini: Beberapa dari kalian mengikuti ajaran sesat yang dulu diajarkan Bileam. Ingatlah bagaimana Bileam mengajari Balak untuk membujuk orang Israel supaya berbuat dosa, yakni dengan mengikuti pesta makan dalam penyembahan berhala dan melakukan percabulan.
REV 2:15 Ajaran Nikolaus hampir sama dengan ajaran sesat Bileam itu, dan ada orang-orang di antara kalian yang mengikutinya.
REV 2:16 Karena itu bertobatlah! Kalau tidak, Aku akan segera turun tangan dan menyerang semua anggota jemaatmu yang mengikuti ajaran sesat itu dengan pedang-Ku yang tajam, yakni perkataan-Ku yang berkuasa.
REV 2:17 Jangan sampai pesan-Ku ini masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah berita itu, yang disampaikan Roh-Ku kepada ketujuh jemaat! Kepada setiap orang yang menang dalam peperangan rohani ini, Aku berjanji: Kamu akan menerima bagian dari manna yang tersembunyi dan batu putih. Di atas batu putih itu tertulis nama baru yang Aku berikan secara khusus kepadamu, yang tidak akan diketahui oleh siapa pun kecuali kamu sendiri.”
REV 2:18 “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di kota Tiatira: Inilah pesan dari Aku, Anak Allah, yang matanya bersinar seperti nyala api dan kakinya seperti pijaran tembaga saat dimurnikan dalam api yang sangat panas.
REV 2:19 Aku tahu cara hidup kalian masing-masing. Aku juga tahu bahwa kalian tetap saling mengasihi sesama saudara seiman. Aku tahu kamu tetap percaya dan setia kepada-Ku, tetap melayani Aku, dan tetap bertahan dalam kesusahan. Bahkan dalam semua hal itu, kalian sudah lebih maju dan meningkat dari cara hidupmu yang semula ketika kalian baru percaya kepada-Ku.
REV 2:20 Tetapi Aku kecewa terhadap kalian, karena kalian terus saja membiarkan perempuan yang bernama Isebel menyesatkan umat-Ku. Dia mengaku sebagai nabi, tetapi dengan ajarannya dia mengajak umat-Ku melakukan percabulan dan ikut dalam pesta makan penyembahan berhala.
REV 2:21 Aku sudah memberinya cukup banyak kesempatan untuk bertobat, tetapi dia tidak mau bertobat dari percabulannya.
REV 2:22 Jadi Aku akan menghukum dia dengan kesakitan yang mengerikan, sehingga dia hanya bisa terbaring menderita di tempat tidur tempatnya berzina. Juga semua laki-laki yang sudah berzina dengan dia akan menerima hukuman yang sama kalau mereka tidak bertobat dari perbuatan jahat itu.
REV 2:23 Bahkan Aku akan membunuh beberapa orang pengikutnya. Dengan demikian, semua jemaat akan tahu bahwa Akulah satu-satunya yang mengetahui isi hati dan pikiran orang. Dan Akulah yang akan membalas kalian sesuai perbuatanmu masing-masing.
REV 2:24 Tetapi bagi kalian di Tiatira yang tidak mengikuti ajarannya, yaitu kalian yang menolak mempelajari apa yang mereka sebut ‘ajaran tingkat lanjut Satanas’, Aku berkata kepada kalian: Aku tidak akan menanggungkan beban lain kepadamu.
REV 2:25 Hanya tetaplah bertahan dalam keyakinanmu kepada-Ku sampai Aku datang kembali.
REV 2:26 Aku berjanji kepada setiap orang yang menang dalam peperangan rohani ini dan yang tetap taat kepada-Ku sampai akhir: Kamu akan menerima kuasa untuk memerintah atas bangsa-bangsa, sama seperti kuasa yang diberikan Bapa kepada-Ku. Dan bersama-Ku, kamu akan memberikan hukuman berat atas kesalahan dan kejahatan mereka. Kuasa untuk menghukum itu kuat ‘seperti tongkat besi menghancurkan bejana keramik.’
REV 2:28 Aku juga akan memberimu cahaya kemuliaan seperti bintang fajar.
REV 2:29 Jangan sampai pesan-Ku ini masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah berita itu, yang disampaikan Roh-Ku kepada ketujuh jemaat!”
REV 3:1 “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di kota Sardis: Inilah pesan dari Aku yang mempunyai seluruh kekuatan Roh Allah dan memegang tujuh bintang yang menggambarkan ketujuh jemaat. Aku tahu cara hidup kalian masing-masing. Kamu terkenal sebagai pengikut-Ku yang setia dan rajin, tetapi sebenarnya secara rohani kamu hampir mati.
REV 3:2 Karena itu sadarlah dan bangkitlah dari kematianmu! Kuatkanlah keyakinanmu sendiri yang nyaris kalian buang! Sebab Aku tahu bahwa di hadapan Allah, semua pekerjaanmu belum ada yang tuntas.
REV 3:3 Oleh karena itu, ingatlah ajaran yang sudah kamu dengar dan percayai sejak awal. Taatilah itu dan bertobatlah! Bila kalian menolak untuk mempertahankan keyakinanmu, Aku akan turun tangan untuk menghukum kalian. Dan kalian tidak akan tahu kapan itu terjadi, karena Aku bertindak dengan tiba-tiba seperti pencuri.
REV 3:4 Namun, ada beberapa orang di antara kalian jemaat Sardis yang tidak menodai diri dengan melakukan kejahatan. Kamu akan berjalan bersama-Ku dengan pakaian putih, karena kamu pantas menerima kehormatan itu.
REV 3:5 Kepada setiap orang yang menang dalam peperangan rohani ini, Aku berjanji: Kamu akan menerima pakaian putih itu, dan namamu tidak akan dihapus dari Kitab Kehidupan. Di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat, Aku akan mengakui bahwa kamu sudah terbukti setia kepada-Ku.
REV 3:6 Jangan sampai pesan-Ku ini masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah berita itu, yang disampaikan Roh-Ku kepada ketujuh jemaat!”
REV 3:7 “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di kota Filadelfia: Inilah pesan dari Aku, yaitu yang disebut ‘Yang Kudus’ dan yang sangat layak dipercaya. Aku memegang ‘kunci Daud’. Jadi Akulah yang berhak menentukan siapa yang menerima hak menjadi warga kerajaan Allah. Bila Aku membuka pintu bagi seseorang, tiada satu pun yang dapat menutup pintu itu baginya. Dan bila Aku menutup pintu bagi seseorang, tiada satu pun yang dapat membuka pintu itu baginya.
REV 3:8 Aku tahu cara hidup kalian masing-masing. Aku tahu bahwa kekuatanmu sangat terbatas, tetapi kamu tetap bertahan mengikuti ajaran-Ku dan tidak menyangkal sebagai pengikut-Ku. Karena itu, lihatlah! Aku sudah membuka pintu itu bagimu, dan tidak seorang pun bisa menutupnya.
REV 3:9 Dengarkanlah! Aku akan membuat orang-orang yang sekarang memusuhi kalian datang tersungkur di hadapan kalian. Mereka itu mengaku sebagai penganut agama Yahudi, padahal sebenarnya jemaat Satanas! Aku akan membuat mereka sadar bahwa Aku mengasihi kalian.
REV 3:10 Kalian sudah menaati perintah-Ku untuk bertahan dengan sabar sebagai pengikut-Ku. Maka Aku pun akan melindungi kalian dari masa kesusahan yang akan menimpa seisi dunia untuk menguji semua manusia yang tinggal di bumi.
REV 3:11 Aku datang segera! Tetaplah bertahan dalam keyakinanmu pada-Ku sampai Aku datang, supaya dalam pertandingan iman ini tidak ada satu pun yang dapat merampas mahkota kemenanganmu!
REV 3:12 Aku berjanji kepada setiap orang yang menang dalam peperangan rohani ini: Kamu akan Aku jadikan seperti tiang besar di rumah Allah-Ku. Artinya, kamu berhak tinggal di sana selama-lamanya. Dan pada dirimu Aku akan menuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku (yaitu Yerusalem baru yang akan turun dari surga), juga nama baru-Ku sendiri.
REV 3:13 Jangan sampai pesan-Ku ini masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah berita itu, yang disampaikan Roh-Ku kepada ketujuh jemaat!”
REV 3:14 “Tuliskanlah ini kepada pelayan Tuhan yang mewakili jemaat di kota Laodikia: Inilah pesan dari Aku, Sang Amin! Akulah Saksi yang sangat layak dipercaya, yang sudah mengajarkan yang benar tentang Bapa-Ku. Melalui Akulah Bapa-Ku menciptakan segala sesuatu.
REV 3:15 Aku tahu cara hidup kalian masing-masing. Secara rohani kamu tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya kalau kamu panas atau dingin dan bukan hanya setengah hati mengikut Aku!
REV 3:16 Ibarat air suam-suam kuku yang dimuntahkan kembali dari mulut, demikianlah Aku akan menolak kalian sebab kalian tidak dingin dan tidak panas!
REV 3:17 Karena kamu semua berpikir, ‘Aku sudah kaya. Aku sudah mengumpulkan harta yang cukup sehingga aku tidak akan mengalami kekurangan.’ Sesungguhnya kamu tidak menyadari bahwa secara rohani kamu sangat miskin, tanpa harapan, melarat, buta, dan telanjang.
REV 3:18 Jadi Aku menasihatkanmu supaya kamu menukar harta kekayaanmu itu dengan emas-Ku, yaitu emas yang sudah dimurnikan dalam api, sehingga kalian benar-benar kaya. Lalu pakailah hartamu itu untuk membeli pakaian putih dari-Ku, agar kelak kamu tidak telanjang dan malu. Belilah juga minyak untuk dioleskan pada matamu, sehingga mata hatimu bisa melihat dengan jelas.
REV 3:19 Aku menegur dan menghajar kamu sebab Aku mengasihimu! Karena itu nyalakanlah api semangatmu kembali dan bertobatlah!
REV 3:20 Lihatlah! Aku seakan berdiri di depan pintumu dan mengetuk. Siapa saja yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu hatinya bagi-Ku, Aku akan masuk dan kita akan makan bersama sebagai sahabat.
REV 3:21 Aku berjanji kepada setiap orang yang menang dalam peperangan rohani ini: Kamu akan menerima kuasa untuk memerintah bersama-Ku. Dan kamu akan duduk di takhta-takhta di sebelah kiri dan kanan takhta-Ku, sebagaimana Aku duduk di sebelah kanan Bapa-Ku setelah Aku menang dalam peperangan rohani yang besar.
REV 3:22 Jangan sampai pesan-Ku ini masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah berita itu, yang disampaikan Roh-Ku kepada ketujuh jemaat!”
REV 4:1 Selanjutnya, dalam penampakkan yang terus berlangsung itu saya melihat ke atas. Ada sebuah pintu terbuka di surga, dan saya mendengar suara sekeras bunyi terompet seperti sebelumnya. Suara itu berkata, “Naiklah kemari! Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.”
REV 4:2 Tiba-tiba saya dikuasai Roh Kudus dan saya seakan sudah tiba di surga. Di situ saya melihat takhta Raja, dan Dia Yang Mahakuasa sedang duduk di takhta itu!
REV 4:3 Takhta-Nya kelihatan seperti batu permata yang berkilau dengan warna merah, hijau, dan beberapa warna lain. Takhta itu juga dikelilingi pelangi yang gemilang seperti batu permata.
REV 4:4 Di sekeliling takhta-Nya ada dua puluh empat takhta lain yang diduduki oleh dua puluh empat pemimpin berjubah putih dan bermahkota emas.
REV 4:5 Takhta Raja Yang Mahakuasa itu memancarkan kilat disertai bunyi-bunyi guntur dan gemuruh yang keras. Di hadapan takhta-Nya ada tujuh obor menyala, yang menggambarkan seluruh kekuatan Roh Allah.
REV 4:6 Di hadapan takhta itu ada juga sesuatu seperti lautan kaca yang bening bagaikan kristal. Dekat sekali dengan keempat sisi takhta-Nya ada empat makhluk yang mempunyai banyak mata di seluruh tubuh mereka, baik di depan maupun di belakang.
REV 4:7 Makhluk yang pertama seperti singa, yang kedua seperti kerbau jantan, yang ketiga mukanya seperti muka manusia, dan yang keempat seperti burung rajawali dengan sayap terbuka lebar seperti sedang terbang.
REV 4:8 Keempat makhluk surgawi itu masing-masing mempunyai enam sayap, dan seluruh tubuh mereka dipenuhi banyak mata, bahkan di bagian dalam sayapnya. Siang malam mereka bernyanyi tanpa henti, “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah Yang Mahakuasa! Dia Allah yang hidup, yang sudah ada sebelum penciptaan sampai sekarang, dan yang akan terus ada selama-lamanya.”
REV 4:9 Sewaktu kedua puluh empat pemimpin tadi mendengar para makhluk itu menyanyikan pujian, hormat, dan ucapan syukur kepada Dia yang hidup sampai selama-lamanya, mereka juga berulang kali sujud menyembah di hadapan Dia yang duduk di takhta itu. Lalu mereka menaruh mahkota mereka masing-masing di hadapan takhta-Nya sebagai tanda bahwa segala kemuliaan hanyalah milik-Nya, sembari bernyanyi,
REV 4:11 “Ya TUHAN Allah kami, Engkaulah satu-satunya yang kudus. Engkau layak menerima pujian, hormat, dan kuasa, karena Engkaulah yang menciptakan segala sesuatu! Segala sesuatu itu diciptakan dan tetap ada hanya karena kehendak-Mu.”
REV 5:1 Kemudian saya melihat sebuah gulungan kitab di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu. Gulungan itu mempunyai tulisan di bagian luar dan dalam, tetapi tidak bisa dibuka dan dibaca karena disegel dengan tujuh meterai yang terbuat dari lem lilin.
REV 5:2 Saya melihat seorang malaikat yang sangat kuat bertanya dengan suara keras, “Siapakah yang layak melepaskan meterai-meterai gulungan kitab itu dan membukanya?”
REV 5:3 Ternyata tidak seorang pun— baik yang ada di surga, di bumi, maupun di bawah bumi— yang layak membuka atau melihat bagian dalamnya.
REV 5:4 Maka saya menangis dengan sangat sedih, karena tidak seorang pun dinyatakan layak untuk melakukan hal itu.
REV 5:5 Tetapi salah satu dari kedua puluh empat pemimpin tadi berkata kepada saya, “Jangan menangis! Dia yang seperti singa dari suku Yehuda sudah menang! Dialah Raja Agung keturunan Daud. Dia layak melepaskan ketujuh meterai gulungan kitab itu dan membukanya!”
REV 5:6 Kemudian saya melihat seekor Anak Domba berdiri di dekat takhta besar itu dikelilingi oleh keempat makhluk dan pemimpin-pemimpin tadi. Anak Domba itu kelihatan seperti sudah pernah dibunuh. Dia juga mempunyai tujuh tanduk dan tujuh mata yang menggambarkan seluruh kekuatan Roh Allah yang diutus ke seluruh dunia.
REV 5:7 Anak Domba itu datang dan mengambil gulungan kitab dari tangan kanan Yang Mahakuasa yang duduk di atas takhta-Nya.
REV 5:8 Sesudah Dia mengambil gulungan kitab itu, keempat makhluk dan kedua puluh empat pemimpin tadi langsung tersungkur dan menyembah Sang Anak Domba. Mereka masing-masing memegang kecapi dan mangkuk emas penuh dengan dupa, yang melambangkan doa-doa umat Allah.
REV 5:9 Dan kepada-Nya mereka menyanyikan nyanyian baru, “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan melepaskan meterai-meterainya! Karena Engkau sudah dibunuh, dan dengan darah-Mu sendiri Engkau sudah menebus kami bagi Allah dari setiap suku, bahasa, dan bangsa.
REV 5:10 Engkau sudah menjadikan kami warga kerajaan-Mu dan imam-imam yang melayani Engkau. Engkau juga menjadikan kami raja-raja yang akan memerintah atas seluruh bumi.”
REV 5:11 Kemudian dalam penglihatan itu saya mendengar suara malaikat yang tidak terhitung banyaknya, beribu-ribu bahkan berjuta-juta. Malaikat-malaikat itu mengelilingi kedua puluh empat pemimpin. Para pemimpin itu mengelilingi keempat makhluk. Dan keempat makhluk mengelilingi takhta besar itu.
REV 5:12 Mereka bernyanyi dengan suara keras, “Biarlah segala kuasa, kekayaan, hikmat, dan kekuatan menjadi milik Anak Domba yang sudah dibunuh itu! Dialah yang layak menerima segala hormat, kemuliaan, dan pujian!”
REV 5:13 Kemudian saya mendengar setiap makhluk yang ada di surga, di muka bumi, di bawah bumi, dan di laut, yaitu semua yang ada di segala tempat berseru, “Segala pujian, hormat, kemuliaan, dan kuasa sampai selama-lamanya kepada Dia yang duduk di atas takhta dan kepada Anak Domba itu! Amin.”
REV 5:14 Lalu keempat makhluk hidup itu berseru, “Amin!” Dan kedua puluh empat pemimpin langsung tersungkur dan menyembah Dia.
REV 6:1 Selanjutnya saya melihat Anak Domba itu melepaskan meterai yang pertama dari ketujuh meterai pada gulungan kitab tersebut. Segera setelahnya, saya mendengar satu dari keempat makhluk hidup itu berkata dengan suara seperti bunyi guntur, “Mari dan lihatlah!”
REV 6:2 Lalu tampaklah seekor kuda putih bergerak maju di hadapan mereka semua, dan orang yang sedang menungganginya memegang busur. Kepadanya diberikan satu mahkota. Kemudian dia berangkat ke bumi untuk mengalahkan musuh-musuhnya.
REV 6:3 Ketika Anak Domba itu melepaskan meterai kedua, saya mendengar makhluk yang kedua berkata, “Mari!”
REV 6:4 Lalu majulah seekor kuda lain. Kuda itu berwarna merah seperti nyala api. Kepada penunggangnya diberikan pedang besar dan kuasa untuk melenyapkan damai dari bumi, supaya manusia saling membunuh.
REV 6:5 Berikutnya, ketika Anak Domba itu melepaskan meterai ketiga, saya mendengar makhluk yang ketiga berkata, “Mari!” Lalu majulah seekor kuda hitam. Penunggang kuda itu memegang sebuah timbangan di tangannya.
REV 6:6 Kemudian saya mendengar suara yang kedengarannya seperti suara manusia dari tengah-tengah keempat makhluk hidup tadi. Suara itu berkata, “Aduh! Harga satu liter gandum atau tiga liter jelai sudah naik menjadi sama dengan upah sehari seorang pekerja! Aduh, jangan sampai harga minyak dan anggur ikut naik!”
REV 6:7 Ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, makhluk hidup yang keempat berkata, “Mari dan lihatlah!”
REV 6:8 Lalu majulah seekor kuda yang pucat karena sakit. Penunggang kuda itu melambangkan kematian, dan ada sosok seperti hantu yang mengikutinya. Sosok itu menggambarkan Syeol. Kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat bumi untuk membunuh manusia melalui perang, kelaparan, penyakit, dan terkaman binatang buas.
REV 6:9 Ketika Anak Domba itu melepaskan meterai yang kelima, saya melihat banyak jiwa di bawah mezbah surgawi! Jiwa-jiwa itu adalah orang-orang yang sudah dibunuh karena memberitakan Firman Allah dan bersaksi tentang Anak Domba dengan setia.
REV 6:10 Mereka berseru-seru, “Ya Allah, Penguasa kami yang kudus dan maha benar, berapa lama lagi kami harus menunggu sampai Engkau menghakimi dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang di dunia yang sudah membunuh kami?”
REV 6:11 Kepada setiap jiwa itu diberikan jubah putih dan mereka diberitahukan, “Bersabarlah sebentar lagi. Karena masih ada saudara-saudari seimanmu yang akan dibunuh seperti kalian, yaitu orang-orang yang mengikuti jejakmu dalam melayani Kristus. Hendaklah kamu semua sabar menunggu sampai, sesuai rencana Allah, jumlah orang yang mati terbunuh sudah tercapai.”
REV 6:12 Ketika Anak Domba itu melepaskan meterai keenam, terjadilah gempa bumi yang hebat! Matahari menjadi hitam seperti pakaian berkabung, dan bulan purnama menjadi merah seperti darah.
REV 6:13 Bintang-bintang di langit pun berjatuhan ke atas bumi, bagaikan buah-buah pohon ara yang masih muda berguguran ketika diguncang angin yang kencang.
REV 6:14 Lalu langit terbelah dan tergulung seperti sehelai kertas. Setiap gunung dan pulau tergeser dari tempatnya.
REV 6:15 Kemudian semua orang melarikan diri dan bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu di gunung, termasuk raja-raja di bumi, orang-orang terkemuka, para komandan tentara, orang-orang kaya, orang-orang yang kuat, dan orang-orang lainnya, baik budak maupun orang merdeka.
REV 6:16 Mereka berkata kepada gunung-gunung dan batu-batu itu, “Runtuhlah dan timbunlah kami! Sembunyikan kami dari Dia yang duduk di atas takhta dan dari murka Anak Domba itu!
REV 6:17 Karena hari yang paling mengerikan sudah tiba, hari di mana Anak Domba itu akan menghukum kita dengan murka-Nya yang dahsyat! Tamatlah kita semua! Matilah kita!”
REV 7:1 Sesudah kejadian itu, saya melihat lagi empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi. Mereka menahan keempat angin bumi, yaitu timur, barat, utara, selatan, sehingga angin tidak bertiup di mana-mana, baik di darat, di laut, maupun di pepohonan.
REV 7:2 Keempat malaikat itu sudah menerima kuasa dari Allah untuk merusak bumi dan laut. Tetapi kemudian saya melihat malaikat lain muncul dari timur dengan membawa sebuah alat meterai untuk memberi cap sebagai tanda milik Allah yang hidup. Malaikat ini berseru kepada empat malaikat tadi,
REV 7:3 “Janganlah merusak bumi, laut, atau pohon-pohon sebelum kami memberi tanda cap pada dahi setiap orang yang melayani Allah.”
REV 7:4 Kemudian saya mendengar bahwa orang yang diberi tanda cap itu berjumlah 144.000 orang. Mereka berasal dari semua suku Israel.
REV 7:5 Jadi ada 12.000 orang dari setiap suku, yaitu suku Yehuda, Ruben, Gad,
REV 7:6 Asyer, Naftali, Manasye,
REV 7:7 Simeon, Lewi, Isakar,
REV 7:8 Zebulon, Yusuf, dan Benyamin.
REV 7:9 Kemudian saya melihat kumpulan besar orang yang tidak terhitung banyaknya. Mereka berasal dari setiap suku, bahasa, dan bangsa. Di hadapan takhta Allah dan di hadapan Anak Domba, mereka semua berdiri dengan memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem.
REV 7:10 Mereka berseru-seru, “Terpujilah sumber keselamatan kami, yaitu Allah yang duduk di takhta kerajaan-Nya dan Sang Anak Domba yang diutus-Nya!”
REV 7:11 Para malaikat, kedua puluh empat pemimpin, dan keempat makhluk tadi masih berdiri mengelilingi takhta Allah. Waktu mereka mendengar pujian dari umat Allah yang sangat banyak itu, mereka semua langsung tersungkur di hadapan takhta Allah dan menyembah-Nya.
REV 7:12 Mereka semua berseru, “Amin! Bagi Allah segala pujian, kemuliaan, hikmat, syukur, hormat, kuasa, dan kekuatan sampai selama-lamanya. Amin!”
REV 7:13 Kemudian salah satu dari para pemimpin itu bertanya kepada saya, “Apakah kamu tahu siapa mereka yang memakai jubah putih itu? Dari mana mereka datang?”
REV 7:14 Saya menjawabnya, “Tuan, saya tidak tahu. Tolong beritahu saya.” Lalu dia berkata kepada saya, “Mereka adalah orang-orang yang sudah menjalani penganiayaan yang sangat berat itu. Mereka sudah membasuh jubah mereka dengan darah Anak Domba, dan darah-Nya juga yang membuat jubah mereka putih bersih.
REV 7:15 Itu sebabnya mereka berhak datang ke hadapan takhta Allah, dan dengan semangat mereka beribadah kepada-Nya siang dan malam di sini, di Rumah surgawi-Nya. Dia yang duduk di atas takhta kerajaan akan selalu melindungi mereka.
REV 7:16 Orang-orang itu tidak akan pernah lapar dan haus lagi. Panas terik matahari tidak akan menyengat mereka lagi.
REV 7:17 Karena Anak Domba yang berada paling dekat dengan takhta Allah akan menggembalakan mereka serta menuntun mereka ke sumber air yang memberi hidup. Dan Allah akan ‘menghapus semua air mata dari mata mereka.’”
REV 8:1 Ketika Anak Domba melepaskan meterai terakhir dari gulungan kitab itu, surga menjadi sunyi senyap selama kira-kira setengah jam.
REV 8:2 Lalu saya melihat ketujuh malaikat yang terkenal maju dan berdiri di hadapan Allah. Kepada mereka diberikan tujuh terompet, masing-masing satu.
REV 8:3 Seorang malaikat lain datang dan berdiri di dekat mezbah emas tempat mempersembahkan dupa di hadapan takhta Allah. Malaikat itu memegang sebuah mangkuk pedupaan dari emas. Kepadanya diberikan banyak dupa untuk dipersembahkan. Lalu dia mencampurkannya dalam mangkuk itu dengan bara api dari mezbah. Kemudian kepulan asap dupa yang dibakar itu naik ke hadapan Allah, melambangkan doa seluruh umat-Nya.
REV 8:5 Selanjutnya malaikat tadi mengisi lagi pedupaan itu dengan bara api dari mezbah, lalu melemparkannya ke bumi! Maka terjadilah bunyi guntur yang bergemuruh disertai kilat sambung-menyambung dan gempa.
REV 8:6 Sesudah itu, ketujuh malaikat yang memegang ketujuh terompet tadi bersiap untuk meniup terompetnya masing-masing.
REV 8:7 Malaikat pertama meniup terompetnya, lalu terjadilah hujan es dan api bercampur darah menimpa bumi. Maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon. Semua rumput hijau pun hangus terbakar.
REV 8:8 Malaikat kedua meniup terompetnya, lalu sesuatu yang kelihatan seperti gunung besar yang berkobar-kobar dilemparkan ke dalam laut. Maka sepertiga dari laut menjadi darah,
REV 8:9 sepertiga dari makhluk hidup yang ada di laut mati, dan sepertiga dari semua kapal juga hancur.
REV 8:10 Malaikat ketiga meniup terompetnya, lalu sebuah bintang besar yang menyala seperti obor jatuh dari langit. Bintang itu menimpa sepertiga dari jumlah sungai dan mata air di bumi.
REV 8:11 Nama bintang itu adalah Kepahitan. Dan sepertiga dari semua air menjadi sangat pahit, sehingga banyak orang mati karena minum air pahit itu.
REV 8:12 Malaikat keempat meniup terompetnya, lalu tampaklah bencana menimpa matahari, bulan, dan bintang-bintang, sehingga matahari tidak lagi bersinar dua belas jam, tetapi hanya delapan jam. Begitu juga bulan dan bintang-bintang, waktu sinarnya berkurang sepertiga dari biasanya. Akibatnya, bumi sering diliputi gelap pekat.
REV 8:13 Lalu muncullah sesuatu yang penting! Saya melihat dan mendengar seekor burung elang terbang di langit dan menyerukan pengumuman, “Celaka! Celaka! Celakalah mereka yang hidup di bumi karena bunyi terompet yang akan ditiup oleh ketiga malaikat berikutnya!”
REV 9:1 Ketika malaikat kelima meniup terompetnya, saya melihat sebuah bintang yang sudah jatuh dari langit ke bumi. Bintang itu seperti malaikat, dan kepadanya diberikan kunci jurang maut.
REV 9:2 Lalu dia membuka pintu lubang jurang maut itu, dan naiklah asap tebal dari lubang itu seperti asap perapian. Matahari dan langit menjadi gelap karena asap dari lubang itu.
REV 9:3 Dari asap itu keluarlah belalang yang sangat banyak meliputi muka bumi. Allah memberikan kepada belalang-belalang itu kuasa untuk menyakiti manusia dengan racun seperti kalajengking.
REV 9:4 Mereka dilarang merusak rumput, tumbuh-tumbuhan, ataupun pepohonan di bumi. Mereka hanya boleh menyakiti manusia yang tidak mempunyai tanda cap Allah di dahinya.
REV 9:5 Belalang itu tidak diizinkan membunuh mereka, tetapi hanya boleh menyiksa orang-orang itu selama lima bulan dengan siksaan yang sakitnya seperti terkena racun kalajengking.
REV 9:6 Dalam lima bulan itu, penderitaan mereka begitu hebatnya sehingga mereka merasa ingin mati saja. Ya, mereka berusaha mengakhiri hidup, tetapi Allah akan menjauhkan kematian dari mereka.
REV 9:7 Belalang itu tampak seperti kuda yang berbaju besi, siap berperang. Di atas kepala mereka ada sesuatu yang seperti mahkota emas. Muka belalang-belalang itu seperti muka manusia,
REV 9:8 dengan rambut panjang seperti perempuan dan gigi setajam gigi singa.
REV 9:9 Dada mereka kelihatan seperti ditutup perisai besi. Bunyi sayap mereka seperti gemuruh deru barisan kereta perang yang berderap ditarik kuda ke medan perang.
REV 9:10 Belalang-belalang itu memiliki ekor beracun seperti sengat kalajengking, yang digunakan untuk menyiksa manusia selama lima bulan.
REV 9:11 Roh jahat yang memerintah batalion belalang itu adalah penguasa jurang maut. Dalam bahasa Ibrani namanya Abadon, dan dalam bahasa Yunani Apolion. Kedua nama itu artinya ‘penghancur’.
REV 9:12 Itulah bencana pertama yang diumumkan oleh burung elang tadi. Tetapi masih ada dua bencana lagi yang harus terjadi.
REV 9:13 Ketika malaikat yang keenam meniup terompetnya, saya mendengar suara keluar dari mezbah emas yang di hadapan Allah. Mezbah itu berbentuk segi empat dan di setiap sudutnya terdapat satu tanduk. Suara itu keluar dari tanduk-tanduk tersebut.
REV 9:14 Suara itu menyuruh malaikat keenam yang baru saja meniup terompetnya, “Lepaskanlah keempat setan yang terikat di dekat sungai besar Efrat!”
REV 9:15 Perintah itu terlaksana tepat sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan Allah— tahun, bulan, hari, bahkan jamnya. Maka setan-setan itu dilepaskan untuk menjalankan tugasnya, yakni membunuh sepertiga umat manusia di bumi.
REV 9:16 Dan saya mendengar, “Tentara berkuda yang dipimpin oleh keempat setan itu jutaan milyar jumlahnya, begitu banyak hingga tak terbilang!”
REV 9:17 Dalam penglihatan, saya sempat melihat tentara berkuda itu. Mereka memakai baju besi, ada yang berwarna merah seperti nyala api, ada yang biru tua, dan ada juga yang kuning seperti belerang. Kepala kuda-kuda itu seperti kepala singa. Kuda-kuda itu mengeluarkan api, asap hitam, dan asap belerang dari mulutnya.
REV 9:18 Lalu sepertiga manusia di bumi dibunuh oleh ketiga bencana yang keluar dari mulut kuda-kuda itu— api, asap, dan belerang.
REV 9:19 Kekuatan untuk membunuh bukan hanya dari mulut mereka, tetapi juga dari ekor, karena ekor kuda-kuda itu seperti kepala ular yang bisa menggigit dan menyiksa manusia.
REV 9:20 Namun, orang-orang yang tidak terbunuh oleh bencana besar itu tetap tidak mau bertobat dari penyembahan berhala. Mereka menolak berhenti menyembah roh-roh jahat dan patung-patung buatan tangannya sendiri. Mereka tetap memuja berhala yang terbuat dari emas, perak, tembaga, batu, dan kayu, yaitu benda mati yang tidak bisa melihat, mendengar, maupun berjalan.
REV 9:21 Mereka juga tidak bertobat dari perbuatan jahat lainnya, seperti membunuh, mencuri, serta melakukan sihir dan percabulan.
REV 10:1 Lalu saya melihat malaikat lain yang penuh kuasa turun dari surga. Malaikat itu berjubahkan awan putih. Kepalanya dikelilingi sebuah pelangi. Mukanya bersinar seperti matahari, dan kakinya kelihatan seperti dua tiang api.
REV 10:2 Dia memegang sebuah gulungan kitab yang terbuka. Kaki kanannya menginjak laut, sedangkan kaki kirinya menginjak daratan.
REV 10:3 Malaikat itu berseru dengan suara yang sangat nyaring, seperti singa mengaum. Sesudah itu, suara Yang Mahakuasa berbicara dari surga seperti bunyi guntur.
REV 10:4 Baru saja saya hendak menuliskan apa yang saya dengar, ada suara lain dari surga yang berkata, “Jangan tuliskan apa yang dikatakan oleh suara yang seperti guntur itu. Rahasiakanlah hal itu.”
REV 10:5 Lalu malaikat yang menginjak laut dan darat tadi mengangkat tangan kanannya ke langit
REV 10:6 dan bersumpah, “Demi Dia yang hidup selamanya, yaitu TUHAN Pencipta langit, bumi, laut, dan segala isinya: Allah tidak akan menunda untuk melaksanakan apa yang sudah direncanakan-Nya! Ketika malaikat yang ketujuh meniup terompetnya, semua yang dinubuatkan para nabi dan para utusan Allah akan segera terjadi, dan rencana Allah yang masih dirahasiakan dari manusia akan menjadi nyata.”
REV 10:8 Kemudian suara dari langit itu menyuruh saya, “Pergilah mengambil gulungan kitab kecil yang terbuka dari tangan malaikat yang menginjak laut dan darat.”
REV 10:9 Maka saya pergi kepada malaikat itu dan berkata, “Tolong berikan gulungan kitab kecil itu kepada saya.” Jawab malaikat itu, “Ambillah ini dan makanlah. Kitab ini akan terasa manis seperti madu di dalam mulutmu, tetapi akan membuat perutmu mual.”
REV 10:10 Ketika saya mengambil kitab itu dari tangannya dan memakannya, kitab itu manis seperti madu di dalam mulut saya, dan sesudah ditelan, perut saya terasa mual.
REV 10:11 Lalu saya diberitahu, “Kamu harus bernubuat lagi untuk memperingatkan suku-suku, bahasa, bangsa, dan kerajaan.”
REV 11:1 Kemudian saya diberi alat pengukur seperti tongkat dan menerima perintah, “Pergilah ke Yerusalem. Ukurlah rumah Allah dan mezbahnya. Hitunglah jumlah orang yang beribadah di situ.
REV 11:2 Tetapi jangan mengukur teras rumah Allah yang di sebelah luar, karena tempat itu sudah diberikan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Allah sudah menentukan agar bangsa-bangsa itu menguasai Kota Suci (Yerusalem) dan menindas penduduknya selama empat puluh dua bulan.
REV 11:3 Dan Aku akan memberi kuasa kepada dua orang laki-laki, yakni para saksi-Ku, yang akan bernubuat selama 1.260 hari. Setiap hari mereka akan memakai kain kabung sebagai tanda dukacita atas kejahatan manusia.”
REV 11:4 Kedua saksi itulah yang digambarkan dalam tulisan Nabi Zakaria, yaitu dua pohon zaitun dan dua pelita besar yang berdiri di hadapan TUHAN, Raja Agung atas seluruh bumi.
REV 11:5 Bila ada yang hendak menganiaya kedua saksi itu, keluarlah api dari mulut mereka berdua dan menghanguskan orang-orang itu. Cara itulah yang ditentukan Allah untuk menjatuhkan hukuman mati terhadap semua orang yang mau menganiaya kedua saksi-Nya.
REV 11:6 Mereka juga diberi kuasa untuk menutup langit supaya hujan tidak turun selama mereka bernubuat. Mereka berkuasa untuk mengubah air menjadi darah. Dan mereka diizinkan menghukum manusia di dunia dengan segala macam bencana. Mereka bisa membuat setiap bencana itu kapan pun mereka mau.
REV 11:7 Namun, ketika dua saksi itu sudah menyelesaikan tugas yang ditetapkan Allah, akan muncul binatang buas dari jurang maut dan menyerang mereka. Allah akan mengizinkan binatang itu mengalahkan serta membunuh mereka.
REV 11:8 Mayat kedua orang itu akan dibiarkan tergeletak begitu saja di jalan raya kota besar, kota di mana Penguasa mereka disalibkan. Kejahatan kota itu ibarat Sodom, dan secara rohani penduduk kota itu seperti penduduk Mesir.
REV 11:9 Lalu semua orang dari suku-suku, bahasa, dan bangsa akan bersenang-senang, berpesta, dan saling bertukar hadiah merayakan kematian dua nabi itu, yang sudah menimbulkan begitu banyak penderitaan atas seluruh penduduk bumi. Karena itu, selama tiga setengah hari mereka tidak mengizinkan mayat keduanya dikuburkan.
REV 11:11 Tetapi sesudah tiga setengah hari, Allah memberikan nafas hidup kepada dua saksi itu. Mereka akan hidup kembali, dan semua orang yang melihat keajaiban ini menjadi sangat takut.
REV 11:12 Kemudian dua saksi itu akan mendengar suara dari surga yang berseru, “Mari naiklah kemari!” Lalu mereka berdua terangkat ke surga dan tertutup oleh awan, dengan disaksikan orang-orang yang memusuhi mereka.
REV 11:13 Pada waktu itu akan terjadi gempa bumi yang hebat. Gempa itu menghancurkan sepersepuluh dari kota Yerusalem dan tujuh ribu orang akan mati. Selebihnya yang tidak mati akan sangat ketakutan dan mengaku, “Sungguh, Allah yang memerintah dari surga sangat berkuasa!”
REV 11:14 Itulah bencana kedua yang diumumkan oleh burung elang tadi. Setelah itu, bencana yang ketiga akan segera menyusul.
REV 11:15 Ketika malaikat yang ketujuh meniup terompetnya, terdengarlah banyak suara dari surga yang berseru, “Sekarang sampai selama-lamanya Allah akan memerintah seluruh dunia dengan nyata. Dan Kristus, yang sudah dilantik oleh Allah, akan memerintah sebagai Raja bersama-Nya!”
REV 11:16 Lalu kedua puluh empat pemimpin yang sebelumnya duduk di atas takhta masing-masing mengelilingi takhta Allah langsung tersungkur dan menyembah Allah
REV 11:17 sambil bernyanyi, “Kami bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, Allah Yang Mahakuasa, dan Allah yang selalu ada, baik sekarang maupun sejak dahulu kala! Karena melalui kuasa-Mu yang besar Engkau sudah mengalahkan semua musuh-Mu dan mulai memerintah dengan nyata.
REV 11:18 Memang ‘semua bangsa gusar dan melawan-Mu,’ tetapi sekarang sudah tiba waktunya Engkau menghukum mereka sesuai dengan murka-Mu. Sudah tiba Hari Pengadilan bagi semua orang mati. Inilah waktunya Engkau memberi upah kepada seluruh hamba-Mu, yaitu semua orang yang takut dan hormat kepada-Mu, baik yang berkedudukan tinggi maupun rendah. Seluruh umat-Mu yang dikuduskan melalui Kristus akan diberi upah, khususnya setiap utusan-Mu yang bernubuat. Inilah juga waktunya untuk membinasakan semua orang yang menghancurkan dan mencemarkan bumi.”
REV 11:19 Kemudian terbukalah ruang mahakudus di surga dan tampaklah di dalamnya peti perjanjian TUHAN, yaitu peti surgawi yang merupakan tanda pengingat akan perjanjian Allah dengan umat-Nya. Lalu di bumi terjadilah kilat, guntur, dan bunyi-bunyi gemuruh yang sangat keras, disertai gempa dan hujan es yang besar-besar.
REV 12:1 Selanjutnya sebuah tanda yang penuh arti diperlihatkan kepada saya: Tampak seorang perempuan yang sangat mulia di langit. Dia berpakaian matahari. Di bawah kakinya terletak bulan, dan dia mengenakan mahkota yang terdiri dari dua belas bintang.
REV 12:2 Dia sedang hamil dan menjerit kesakitan karena sudah tiba waktunya untuk melahirkan.
REV 12:3 Kemudian terlihatlah sebuah tanda lain di langit: Seekor naga besar berwarna merah dengan tujuh kepala dan sepuluh tanduk. Di setiap kepalanya terdapat satu mahkota.
REV 12:4 Dengan ekornya, naga itu menarik dan melemparkan sepertiga bintang-bintang ke bumi. Sesudah itu dia berdiri di hadapan perempuan hamil tadi, hendak menelan Anaknya begitu dilahirkan.
REV 12:5 Lalu perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki. Anak itulah yang dinubuatkan oleh nabi bahwa Dia akan sangat berkuasa untuk “memerintah atas seluruh bangsa.” Kuasa-Nya ibarat “tongkat besi yang dengan mudah menghancurkan bejana tanah liat.” Tetapi setelah Anak itu lahir, tiba-tiba Dia diambil dan dibawa kepada Allah untuk memerintah bersama Allah di sisi takhta-Nya.
REV 12:6 Sementara itu, perempuan tadi melarikan diri ke padang belantara, ke tempat yang sudah disediakan Allah baginya. Di tempat itulah dia akan dipelihara oleh para malaikat selama 1.260 hari.
REV 12:7 Kemudian terjadilah perang di salah satu tingkat surga! Mikael dan para malaikat di bawah pimpinannya berperang melawan naga besar itu. Naga itu berperang dengan bantuan malaikat-malaikat yang sebelum penciptaan sudah berpihak kepadanya untuk melawan Allah.
REV 12:8 Tetapi naga itu kalah! Jadi dia bersama semua malaikat yang berpihak kepadanya diusir dari surga.
REV 12:9 Naga besar itu dan semua pendukungnya dilemparkan ke bumi. Dia itulah si ular yang kita kenal dalam peristiwa di Taman Eden, yang disebut iblis dan yang bernama Satanas. Dialah yang menipu manusia di seluruh dunia.
REV 12:10 Kemudian saya mendengar suara surgawi yang sangat keras berseru, “Sekarang sudah tiba saatnya Allah menggunakan kuasa-Nya! Allah akan mendirikan kerajaan-Nya secara nyata dan Kristus akan memerintah sebagai Raja bersama Dia! Kemenangan-Nya akan terlihat dalam diri setiap umat-Nya yang sudah Dia selamatkan! Karena iblis, yang selalu menuduh saudara-saudari seiman kita siang dan malam di hadapan Allah, sudah dilemparkan keluar dari surga.
REV 12:11 Saudara-saudari kita sudah mengalahkan iblis karena mereka percaya penuh pada kemenangan Anak Domba waktu darah-Nya dicurahkan bagi mereka. Dan mereka menang karena mereka tidak malu bersaksi tentang sang Raja Penyelamat. Mereka tidak menyayangkan nyawa mereka sendiri, bahkan rela mati demi kesaksian itu.
REV 12:12 Maka bersukacitalah, hai seluruh penduduk surga! Tetapi celakalah kalian, hai seluruh penduduk bumi, baik yang di darat maupun yang di laut! Karena iblis sudah dilemparkan ke bawah. Dia ada di antara kalian dan amat marah, sebab dia menyadari bahwa sudah hampir habis waktunya untuk melawan Allah.”
REV 12:13 Ketika naga besar itu menyadari bahwa dia sudah dilemparkan ke bumi, dia mengejar perempuan yang melahirkan Anak laki-laki tadi untuk menyakitinya.
REV 12:14 Tetapi Allah memberikan dua sayap besar kepada perempuan itu, seperti sayap burung elang, supaya dia terbang ke tempat yang sudah disiapkan baginya di padang belantara. Di sanalah dia dipelihara jauh dari naga itu selama tiga setengah tahun.
REV 12:15 Lalu naga itu menyemburkan air dari mulutnya seperti aliran sungai yang deras ke arah perempuan itu untuk menghanyutkan dia.
REV 12:16 Tetapi perempuan itu mendapatkan pertolongan, karena atas perintah Allah terbukalah lubang di tanah yang menelan air semburan naga itu.
REV 12:17 Maka sangat beranglah si naga kepada perempuan itu, lalu dia pergi memerangi anak-anaknya yang lain, yaitu kita yang taat kepada perintah-perintah Allah dan setia berpegang pada ajaran Tuhan Yesus.
REV 12:18 
REV 13:1 Saya sedang berdiri di pantai ketika melihat seekor binatang buas muncul dari dalam laut. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. Di setiap tanduknya ada satu mahkota, dan di setiap kepalanya tertulis nama-nama penistaan terhadap Allah.
REV 13:2 Binatang itu mirip macan tutul, tetapi kakinya besar sekali seperti kaki beruang, dan mulutnya seperti mulut singa. Lalu naga besar tadi memberikan kuasa dan kekuatannya sendiri kepada binatang itu, supaya binatang buas itu mewakili si naga untuk menjadi raja agung di bumi, bahkan duduk di takhta naga itu.
REV 13:3 Salah satu kepala binatang itu kelihatan pernah terluka sangat parah oleh pedang dan membuatnya hampir mati, tetapi luka itu sudah sembuh. Semua orang di dunia menjadi takjub lalu mengikuti dan menaati binatang itu, karena mereka pikir kesembuhan pada kepalanya itu suatu keajaiban.
REV 13:4 Mereka menyembah naga itu, karena dialah yang memberikan kuasa kepada si binatang untuk memerintah. Mereka juga menyembah binatang itu dengan berkata, “Tidak mungkin ada makhluk yang lebih berkuasa daripadanya! Dan tidak mungkin ada makhluk yang sanggup berperang melawan dia!”
REV 13:5 Semua itu akan terjadi empat puluh dua bulan lamanya, karena selama waktu itu Allah mengizinkan si binatang untuk meninggikan diri, bahkan menghina dan memerangi Allah sendiri.
REV 13:6 Maka tanpa henti-hentinya binatang itu menghina Allah, nama-Nya, rumah-Nya di surga, dan semua penduduk surga.
REV 13:7 Binatang itu juga diizinkan untuk berperang melawan dan mengalahkan umat Kristus. Bahkan binatang itu diberi kuasa untuk memerintah atas semua orang di setiap suku, bahasa, dan bangsa.
REV 13:8 Setiap orang di bumi ini, yang namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan milik Sang Anak Domba sejak dunia diciptakan, akan menyembah binatang itu meski sesungguhnya Anak Dombalah yang layak disembah, karena Dia sudah menyerahkan diri-Nya sebagai kurban penghapus dosa.
REV 13:9 Jangan sampai ajaran ini masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Penting sekali kita semua mengerti kehendak Allah tentang zaman terakhir ini:
REV 13:10 “Setiap orang yang ditentukan Allah untuk dipenjara, pasti akan dipenjara. Dan setiap orang yang ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, pasti akan dibunuh dengan pedang.” Dalam hal ini, Allah menghendaki agar kita umat-Nya tetap bertahan dan setia kepada Kristus dalam penganiayaan!
REV 13:11 Lalu saya melihat seekor binatang lain muncul dari darat. Binatang itu mempunyai dua tanduk seperti anak domba, tetapi kata-katanya penuh penghinaan dan tipuan seperti si naga besar.
REV 13:12 Binatang dari laut tadi memberikan kuasa penuh kepada binatang yang keluar dari darat. Jadi dengan hak sebagai wakilnya, binatang kedua ini memaksa seluruh penduduk bumi menyembah binatang yang pertama, yaitu dia yang sudah sembuh dari luka mematikan.
REV 13:13 Dan untuk meyakinkan manusia, binatang kedua mengadakan berbagai keajaiban yang hebat, bahkan menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
REV 13:14 Dengan kemampuan dan kuasa untuk melakukan keajaiban yang diberikan oleh binatang pertama tadi, binatang kedua pun menyesatkan hampir semua penduduk bumi, bahkan orang dari bangsa saya. Lalu dia menyuruh mereka membuat patung berhala berbentuk binatang pertama yang pernah dilukai dengan pedang.
REV 13:15 Selanjutnya, dengan kuasa dari binatang yang pertama, binatang kedua menghidupkan patung itu sehingga bisa berbicara. Dan ketika patung itu berbicara, dia memberikan perintah, “Siapa saja yang tidak sujud menyembahku harus dibunuh!”
REV 13:16 Lalu binatang kedua ini memaksa setiap orang untuk menerima tanda sebagai penyembah binatang pertama pada tangan kanan atau dahi mereka. Setiap orang dipaksa menerima tanda itu, baik yang berkedudukan tinggi maupun rendah, baik orang kaya maupun miskin, baik budak maupun orang merdeka.
REV 13:17 Artinya, tidak seorang pun boleh melakukan jual-beli kalau tidak mempunyai tanda tersebut. Tanda penyembah itu berupa angka yang merupakan lambang nama binatang pertama.
REV 13:18 Diperlukan kebijaksanaan untuk mengartikan maksud dari angka yang dipakai sebagai lambang nama binatang pertama itu, karena angka itu menunjukkan seseorang. Dan angka itu adalah 666.
REV 14:1 Penglihatan itu terus berlanjut. Saya melihat Sang Anak Domba berdiri di Bukit Sion bersama 144.000 orang tadi, yang pada dahi mereka tertulis nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya.
REV 14:2 Kemudian saya mendengar musik dari surga. Bunyinya megah menggetarkan, seperti debur air terjun yang besar atau guntur yang keras, seakan ada sekumpulan besar pemain kecapi yang memainkan kecapi mereka bersama-sama.
REV 14:3 Dengan iringan musik itu, 144.000 orang tadi menyanyikan lagu baru di hadapan takhta Allah, keempat makhluk hidup, dan kedua puluh empat pemimpin. Lagu baru itu adalah lagu khusus yang hanya bisa dinyanyikan oleh 144.000 orang itu yang sudah ditebus dari bumi oleh Anak Domba. Orang-orang lain tidak dapat mempelajarinya.
REV 14:4 Karena 144.000 orang itu sudah menjaga diri mereka agar tetap murni dan tidak mengotorinya dengan percabulan, mereka suci bagaikan perawan, hidup tanpa noda, dan tidak pernah menipu. Mereka selalu setia mengikuti Sang Anak Domba ke mana pun Dia memimpin mereka. Anak Domba itu sudah menebus mereka dari antara semua manusia, sehingga mereka menjadi umat yang istimewa dan dikhususkan bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
REV 14:6 Lalu saya melihat malaikat lain terbang tinggi di langit. Dia turun ke bumi membawa berita keselamatan yang kekal untuk dikabarkan kepada setiap suku, bahasa, dan bangsa.
REV 14:7 Malaikat itu berseru-seru, “Pujilah TUHAN Allah! Takut dan hormatlah kepada-Nya! Karena sudah tiba waktunya Dia menghakimi setiap manusia. Sembahlah Allah Pencipta langit, bumi, laut, dan semua mata air.”
REV 14:8 Kemudian ada malaikat kedua yang menyusul malaikat pertama itu. Malaikat yang kedua juga berseru-seru, “Kota Babel sudah hancur! Ibukota besar Babel sudah hancur lebur! Kota itu dihukum sesuai dengan murka Allah karena penduduknya sudah mengajak orang-orang dari seluruh negara dan bangsa untuk berpesta mabuk minuman anggur mereka, yaitu gambaran hawa nafsu percabulan yang meracuni semua bangsa.”
REV 14:9 Lalu malaikat yang ketiga menyusul dua malaikat sebelumnya. Dia juga berseru-seru, “Awas! Siapa pun yang menyembah binatang pertama itu serta patungnya dan menerima tanda penyembah pada dahi atau tangannya,
REV 14:10 mereka akan ikut dihukum dengan meminum minuman anggur beracun, lambang murka Allah! Air anggur kemurkaan itu murni, tidak dicampur apa pun. Mereka akan ditimpa kemarahan Allah tanpa ampun dan disiksa dengan api bercampur belerang di hadapan Anak Domba dan para malaikat surgawi.
REV 14:11 Asap api yang menyiksa mereka itu akan naik ke atas selama-lamanya. Begitulah siksaan yang akan terjadi kepada mereka yang menyembah binatang pertama itu serta patungnya dan yang menerima tanda namanya. Mereka disiksa siang dan malam tanpa henti.”
REV 14:12 Artinya, Allah menghendaki agar kita, setiap orang yang disucikan-Nya, tetap bertahan menaati semua perintah-Nya dan tetap percaya kepada Kristus!
REV 14:13 Lalu saya mendengar suara dari surga berkata, “Tuliskanlah pengumuman ini: Sungguh berbahagia setiap orang yang mati dalam keadaan bersatu dengan Tuhan Yesus mulai sekarang!” Dan perkataan itu diaminkan oleh Roh Allah sendiri dengan berkata, “Ya, benar! Hidup mereka akan senang dan mereka akan beristirahat dengan tenang! Mereka tidak akan pernah mengalami kesusahan lagi karena mengikut Tuhan Yesus, dan seluruh kerja keras mereka dalam melayani Tuhan Yesus akan menghasilkan upah yang manis.”
REV 14:14 Masih dalam penglihatan, tampaklah kepada saya segumpal awan putih. Di atas awan itu duduk seseorang yang kelihatannya seperti Sang Anak Adam. Dia memakai mahkota emas dan memegang sebuah sabit yang tajam.
REV 14:15 Lalu malaikat lain keluar dari kemah Allah dan berseru kepada dia yang duduk di atas awan itu, “Ayunkanlah sabitmu! Panenlah semua gandum di bumi! Gandum itu sudah masak dan sudah tiba saatnya untuk dipanen!”
REV 14:16 Kemudian dia yang duduk di atas awan itu mengayunkan sabitnya dan memanen semua gandum di bumi.
REV 14:17 Lalu malaikat lain keluar dari kemah Allah di surga. Malaikat itu juga memegang sabit yang tajam.
REV 14:18 Dari mezbah di kemah Allah itu keluar malaikat yang lain lagi, yaitu yang bertanggung jawab atas api mezbah. Dia berseru kepada malaikat yang baru keluar dengan memegang sabit tajam, “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu! Potong dan kumpulkanlah semua buah anggur dari bumi, karena semuanya sudah masak.”
REV 14:19 Maka malaikat itu mengayunkan sabitnya dan memotong semua buah anggur di bumi, lalu melemparkan semuanya ke dalam pemerasan anggur yang sangat besar. Alat pemeras anggur itu menggambarkan pelaksanaan hukuman sesuai dengan murka Allah.
REV 14:20 Buah-buah anggur itu pun diperas di luar kota. Dan darah manusia mengalir seperti sungai dari pemerasan anggur itu. Aliran darah itu dalamnya kira-kira dua meter, dan jauhnya sampai tiga ratus kilometer.
REV 15:1 Lalu tampaklah penglihatan lain yang sangat hebat dan mengherankan di surga: Muncul tujuh malaikat yang bertugas mendatangkan tujuh bencana terakhir. Dengan ketujuh bencana itu, selesailah semua hukuman dari murka Allah.
REV 15:2 Saya melihat lautan kaca yang di hadapan takhta Allah seperti bercampur api. Di pinggir lautan kaca itu berdiri semua orang yang sudah menang atas binatang pertama, patungnya, dan angka yang menggambarkan namanya. Mereka berdiri sambil memegang kecapi dari Allah
REV 15:3 dan menyanyikan lagu kemenangan yang dulu diciptakan oleh Musa, hamba Allah itu. Dengan lagu itu, mereka memuji Allah atas kemenangan yang mereka terima dari Anak Domba, “Besar dan ajaiblah segala perbuatan-Mu, ya TUHAN Allah Yang Mahakuasa! Raja segala bangsa, adil dan benar segala sesuatu yang Engkau perbuat!
REV 15:4 Setiap orang akan hormat dan takut akan Engkau, ya TUHAN. Dan semua orang akan memuji dan memuliakan nama-Mu. Karena nyatalah bahwa hanya Engkau yang kudus. Semua bangsa akan datang dan tersungkur menyembah-Mu, karena sudah jelas bahwa penghakiman-Mu adil dan benar.”
REV 15:5 Lalu saya melihat kemah Allah di surga, dan ruang mahakudus yang dulu pintunya tertutup dengan tirai kini sudah terbuka!
REV 15:6 Dari situ keluarlah tujuh malaikat yang bertugas mendatangkan tujuh bencana terakhir. Mereka masing-masing memakai jubah linen yang sangat putih berkilau-kilauan dan ikat pinggang emas yang lebarnya sampai ke dada.
REV 15:7 Kemudian salah satu dari keempat makhluk hidup memberikan tujuh mangkuk emas kepada tujuh malaikat itu, masing-masing satu. Mangkuk-mangkuk itu berisi penuh air anggur beracun yang menggambarkan hukuman murka Allah, yaitu Dia yang hidup selama-lamanya.
REV 15:8 Tiba-tiba kemah itu penuh dengan asap, yang menggambarkan kemuliaan dan kuasa Allah. Karena itu tidak seorang imam pun bisa masuk ke dalamnya sebelum tujuh bencana yang didatangkan oleh ketujuh malaikat itu selesai.
REV 16:1 Kemudian saya mendengar suara dari kemah Allah berseru kepada tujuh malaikat itu, “Pergilah dan tumpahkan ketujuh mangkuk yang berisi air anggur murka Allah ke atas bumi.”
REV 16:2 Malaikat yang pertama pergi menumpahkan isi mangkuknya ke atas daratan bumi. Maka timbullah bisul-bisul yang parah dan menjijikkan pada semua orang yang sudah menerima tanda penyembah binatang dan patungnya itu.
REV 16:3 Malaikat yang kedua menumpahkan isi mangkuknya ke atas laut. Maka air laut berubah menjadi darah berwarna merah tua, seperti darah orang mati, dan binasalah semua yang hidup di dalam laut.
REV 16:4 Malaikat yang ketiga menumpahkan isi mangkuknya ke sungai-sungai dan sumber-sumber air. Lalu semuanya menjadi darah.
REV 16:5 Saya mendengar malaikat yang berkuasa atas seluruh wilayah perairan berseru, “Hukuman-hukuman-Mu ini sangat adil, ya Allah Yang Mahakudus dan yang selalu ada sejak dulu hingga kini!
REV 16:6 Karena orang-orang itu sudah menumpahkan darah umat-Mu dan darah semua nabi serta para utusan-Mu, sekarang Engkau membuat mereka terpaksa minum darah! Hukuman itu setimpal dengan perbuatan mereka!”
REV 16:7 Lalu saya mendengar suara dari mezbah emas berseru, “Ya TUHAN, Allah Yang Mahakuasa, Engkau menjatuhkan hukuman dengan adil dan benar!”
REV 16:8 Malaikat yang keempat menumpahkan isi mangkuknya ke matahari. Maka keluarlah api dari matahari itu dan menghanguskan manusia.
REV 16:9 Akibatnya manusia mengalami luka-luka bakar yang sangat parah dan mengerikan. Lalu mereka menghina Allah karena menyadari bahwa semua bencana itu terjadi atas kuasa-Nya. Tetapi mereka tetap tidak mau bertobat dan tidak mau memuliakan Allah.
REV 16:10 Malaikat yang kelima menumpahkan isi mangkuknya ke atas takhta binatang yang pertama itu. Lalu seluruh daerah kekuasaannya menjadi gelap, dan orang-orang sangat tersiksa karena kecemasan dan kesakitan.
REV 16:11 Mereka semua semakin menghina Allah di surga karena bisul, luka bakar, dan rasa tersiksa itu. Namun mereka tetap tidak mau bertobat dari segala kejahatan.
REV 16:12 Malaikat yang keenam menumpahkan isi mangkuknya ke sungai Efrat yang besar itu. Lalu airnya menjadi kering. Hal itu terjadi sesuai dengan rencana Allah untuk mempersiapkan jalan bagi raja-raja dari timur yang akan datang memimpin para tentara mereka menyeberangi sungai itu.
REV 16:13 Kemudian saya melihat tiga roh jahat yang mirip seperti katak. Masing-masing keluar dari mulut si naga, dari mulut binatang pertama, dan dari mulut binatang kedua. (Binatang kedua ini bekerja sebagai nabi palsu yang menyesatkan manusia dengan kuasa binatang pertama.)
REV 16:14 Ketiga roh itu adalah setan-setan yang mempunyai kuasa untuk mengadakan berbagai keajaiban. Mereka mengajak raja-raja di seluruh dunia untuk mengumpulkan para tentara mereka dan berperang pada hari peperangan terakhir yang sudah ditetapkan Allah Yang Mahakuasa.
REV 16:15 Kemudian ketiga roh jahat itu mengumpulkan semua raja dunia bersama para tentara mereka di tempat yang dalam bahasa Ibrani bernama Harmagedon. Tetapi Roh Kristus berkata, “Dengarlah! Aku datang dengan tiba-tiba seperti pencuri. Sungguh diberkatilah setiap orang yang berjaga-jaga dan yang tidak menodai diri dengan melakukan kejahatan! Kamu akan dianggap pantas menerima jubah putih, sehingga pada hari itu kamu tidak akan malu karena tidak berpakaian.”
REV 16:17 Malaikat yang ketujuh menumpahkan isi mangkuknya ke udara di bumi. Lalu keluarlah suara yang berseru dari takhta Allah di ruang mahakudus di surga, “Semuanya sudah selesai!”
REV 16:18 Maka terjadilah kilat, guntur, dan bunyi-bunyi gemuruh yang sangat keras, disertai gempa bumi yang hebat. Belum pernah terjadi gempa seperti itu sejak pertama kali manusia ada di bumi. Itulah gempa yang paling dahsyat.
REV 16:19 Kota besar yang sering kita sebut Babel pun binasa dan terbelah menjadi tiga bagian. Allah tidak lupa menghukum Babel yang besar itu dengan murka-Nya. Karena kejahatan yang dilakukan oleh raja-raja dan penduduk kota itu, maka hukuman yang mengerikan menimpa mereka, seolah mereka dipaksa minum anggur beracun dari Allah. Banyak juga kota di negeri-negeri lain yang binasa karena gempa bumi itu. Setiap pulau hilang lenyap. Semua gunung hancur menjadi rata.
REV 16:21 Hujan es seperti batu-batu besar yang masing-masing beratnya tiga puluh kilogram jatuh dari langit menimpa manusia. Lalu orang-orang semakin memaki-maki Allah karena bencana hujan es yang sangat mengerikan itu.
REV 17:1 Kemudian salah satu dari tujuh malaikat yang memegang ketujuh mangkuk tadi datang dan berkata kepada saya, “Datanglah kemari. Saya akan menunjukkan kepadamu hukuman yang akan dijatuhkan kepada pelacur terkenal itu, yaitu dia yang duduk di tempat yang banyak sungai mengalir.
REV 17:2 Raja-raja di bumi sudah berbuat cabul dengan dia, dan semua penduduk bumi sudah mabuk karena air anggurnya.”
REV 17:3 Tiba-tiba saya dikuasai Roh Kudus, lalu malaikat itu membawa saya ke suatu padang belantara. Di situ saya melihat seorang perempuan sedang duduk di punggung seekor binatang yang berwarna merah. Pada kulit binatang itu tertulis banyak nama yang semuanya menghina Allah. Binatang itu juga mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
REV 17:4 Perempuan itu memakai pakaian yang sangat mewah berwarna ungu dan merah, juga didandani dengan berbagai perhiasan emas, batu permata, dan mutiara. Dia memegang sebuah mangkuk emas yang penuh dengan air anggur kenajisan, yaitu ketidaksetiaan kepada Allah dan segala macam perbuatan cabul yang menajiskan.
REV 17:5 Di dahinya tertulis sebuah nama yang menggambarkan dirinya yang sebenarnya, yaitu “Aku ibukota Babel terbesar, ibu dari semua pelacur, sumber segala kenajisan di bumi.”
REV 17:6 Lalu saya menyadari bahwa perempuan itu sedang minum darah! Dia mabuk oleh darah umat Allah yang dibunuh karena mereka setia dan tidak malu bersaksi tentang Yesus! Saya memandang perempuan itu dengan sangat heran.
REV 17:7 Tetapi malaikat itu berkata kepada saya, “Mengapa kamu heran? Saya akan menjelaskan kepadamu rahasia dari gambaran pelacur dan binatang yang ditungganginya itu, yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh.
REV 17:8 Binatang itu menggambarkan seseorang yang dulu pernah hidup di dunia, tetapi sekarang sudah mati. Dia akan hidup kembali dan muncul dari Syeol untuk menjadi raja lagi. Seluruh penduduk bumi, yang namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan sejak dunia diciptakan, akan heran ketika melihat binatang itu hidup kembali. Namun kemudian dia akan dibinasakan ke dalam neraka.
REV 17:9 “Untuk menjelaskan arti dari hal-hal ini diperlukan pikiran yang bijaksana. Tujuh kepala binatang itu menggambarkan tujuh bukit tempat perempuan itu duduk.
REV 17:10 Tujuh kepala juga melambangkan tujuh raja besar. Lima di antaranya sudah mati. Raja yang keenam sedang memerintah sekarang. Raja yang ketujuh belum muncul, dan waktu dia muncul dia akan memerintah sebentar saja.
REV 17:11 Nah, seperti yang saya katakan, binatang berwarna merah itu dulu hidup di dunia, tetapi sekarang tidak ada lagi. Dulu dia juga salah satu dari ketujuh raja itu. Tetapi ketika dia hidup kembali, dia akan terhitung sebagai raja kedelapan. Lalu dia akan dibinasakan ke dalam neraka.
REV 17:12 “Sepuluh tanduk yang kamu lihat itu juga menggambarkan sepuluh raja yang akan memerintah dalam waktu yang sama. Sekarang mereka belum mulai memerintah. Mereka akan menerima kuasa untuk memerintah bersama binatang itu selama waktu yang singkat saja.
REV 17:13 Kesepuluh raja tersebut akan bersepakat untuk menyerahkan segala kuasa kerajaan mereka kepada binatang itu.
REV 17:14 Mereka semuanya akan berperang melawan Sang Anak Domba! Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Dialah Penguasa atas segala penguasa dan Raja atas segala raja. Batalion tentara-Nya adalah umat pilihan-Nya sendiri, yaitu mereka yang dipanggil-Nya dan yang setia kepada-Nya.”
REV 17:15 Lalu malaikat itu berkata kepada saya, “Tempat dengan banyak sungai mengalir itu, yakni tempat duduk pelacur tadi, menggambarkan kerumunan manusia dari suku-suku, bahasa, dan bangsa.
REV 17:16 Kesepuluh tanduk, yaitu para raja, bersama dengan binatang yang sudah kamu lihat akan membenci pelacur itu. Mereka akan merampas semua harta dan pakaiannya sampai dia telanjang. Mereka akan menangkap dia lalu memakan dagingnya. Pada akhirnya, mereka akan membakar sisa-sisa mayatnya sampai habis bersih.
REV 17:17 Sebenarnya Allah sendirilah yang menggerakkan hati mereka agar sepakat melakukan apa yang sesuai dengan rencana-Nya. Karena itulah mereka menyerahkan kuasa kerajaan mereka kepada binatang itu, supaya semua rencana Allah digenapi.
REV 17:18 Pelacur yang kamu lihat itu menggambarkan ibukota terbesar yang menguasai semua kerajaan di bumi.”
REV 18:1 Sesudah itu saya melihat malaikat lain turun dari surga. Dia mempunyai kekuasaan yang besar dan sinar kemuliaannya menerangi bumi.
REV 18:2 Malaikat itu berseru dengan sangat nyaring, “Babel sudah binasa! Ibukota yang agung itu sudah binasa! Kini hanya setan-setan yang dipenjarakan di situ. Tempat yang dulu ramai sudah menjadi tempat tinggal burung-burung najis yang dibenci manusia.
REV 18:3 Sungguh adil hukuman Allah terhadap kota itu, karena raja-raja di bumi sudah terpengaruh oleh penduduk kota itu dalam penyembahan berhala. Di mata Allah, penyembahan berhala sama seperti dosa percabulan. Dan hukuman Allah itu adil, karena segala bangsa sudah menjadi kotor dan najis oleh gaya hidup penduduk kota itu yang menuruti hawa nafsu duniawi. Hawa nafsu itu ibarat air anggur dari penduduk kota itu yang memabukkan segala bangsa. Penduduk kota itu memuaskan hawa nafsu mereka dengan hidup bermewah-mewah, sehingga para pedagang di bumi menjadi kaya oleh jual-beli segala macam barang mewah dengan kota itu.”
REV 18:4 Kemudian saya mendengar suara dari surga yang berkata, “Hai umat-Ku, larilah dari kota itu! Jangan sampai kamu terpengaruh dan berbuat dosa seperti mereka, supaya kamu tidak ikut dihukum bersama mereka dengan berbagai bencana.
REV 18:5 Karena dosa penduduk kota itu sudah bertimbun-timbun seakan sampai ke langit! Allah siap menghukum mereka setimpal dengan kejahatan mereka.
REV 18:6 Oh, sudah waktunya! Biarlah penduduk kota itu menderita seperti mereka membuat umat-Ku menderita! Mereka sudah sering menyusahkan orang lain. Kini biarlah kesusahan menimpa mereka dua kali lipat! Mereka sudah meracuni bangsa-bangsa lain dengan air anggur mereka. Sekarang, biarlah mereka minum racun yang lebih keras lagi!
REV 18:7 Dahulu mereka membesarkan diri begitu rupa. Sekarang biarlah mereka sangat berputus asa. Dahulu hidup mereka begitu mewah. Sekarang biarlah mereka hidup susah dan gelisah. Mereka pernah berpikir, ‘Kita ini bagaikan ratu dunia! Kita tidak mungkin kekurangan! Kita tidak akan pernah sedih atau berkabung seperti seorang janda yang tidak punya keluarga.’
REV 18:8 Oleh karena kesombongan mereka, biarlah semua bencana ini menimpa mereka sekaligus dalam sehari saja! Biarlah mereka mengalami kelaparan, kematian, perkabungan, bahkan binasa terbakar oleh api! Karena TUHAN yang mengadili mereka adalah Allah yang kuat dan berkuasa!”
REV 18:9 Ketika melihat asap dari api yang membakar kota Babel, semua raja di bumi yang sudah mengikuti penduduk kota itu dalam penyembahan berhala dan hidup mewah untuk memuaskan hawa nafsu akan menangis dan berkabung.
REV 18:10 Tetapi mereka tidak akan berani mendekati kota itu karena takut terkena siksaan yang sama. Mereka hanya akan menatap dari jauh sambil meratap, “Aduh, sungguh mengerikan! Betapa hebat bencana yang menimpa ibukota yang besar itu! Kasihan sekali! Dulu kota Babel sangat besar dan kuat, tetapi dalam sekejap hukuman Allah sudah menimpa mereka!”
REV 18:11 Para pedagang di bumi juga akan menangis dan berkabung karena kota itu, sebab pusat pemasaran barang mereka sudah dibinasakan. Mereka akan mengeluh, “Siapa yang akan membeli semua ini?
REV 18:12 Siapa yang akan membeli emas, perak, batu permata, dan mutiara kami? Siapa lagi yang akan membeli kain linen halus, kain ungu, sutra, dan kain kirmizi kami? Siapa yang akan membeli berbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, atau dari gading, kayu yang mahal, tembaga, besi, dan batu pualam?
REV 18:13 Tidak ada lagi pembeli untuk barang-barang mewah kami, termasuk kayu manis, rempah-rempah, wewangian, mur, dan kemenyan. Siapa lagi yang akan berpesta dan membeli anggur, minyak zaitun, dan tepung halus? Tidak ada lagi pengusaha yang perlu gandum, sapi, dan domba. Raja siapa yang akan membeli kuda dan kereta kami? Tidak ada orang kaya yang akan membeli budak kami!” (Sungguh mengerikan! Bahkan manusia juga mereka jual!)
REV 18:14 Jadi para pedagang itu akan meratap, “Oh, sungguh kasihan penduduk Babel! Mereka sudah kehilangan semua barang mahal yang mereka inginkan. Segala kemewahan dan keindahan mereka sudah dibinasakan. Mereka tidak akan melihat semua itu lagi!”
REV 18:15 Dulu memang para pedagang itu menjadi kaya karena barang-barang yang mereka pasarkan di sana. Tetapi mereka tidak akan berani mendekati kota itu karena takut terkena siksaan yang sama. Mereka hanya akan menatap dari jauh sambil menangis dan berkabung
REV 18:16 serta berkata, “Aduh, sungguh mengerikan! Betapa hebat bencana yang menimpa ibukota yang besar itu! Kasihan sekali! Dulu penduduk kota itu selalu berpakaian kain linen halus, kain ungu dan kain kirmizi. Setiap hari mereka berdandan dengan perhiasan emas, batu permata, dan mutiara.
REV 18:17 Tetapi dalam sekejap semua kekayaan mereka sudah dibinasakan!” Begitu juga setiap pemilik kapal, nakhoda, semua anak buah kapal, dan semua yang berdagang lewat laut hanya akan menatap bencana besar itu dari jauh.
REV 18:18 Ketika melihat asap dari api yang membakar kota Babel, mereka akan berkata, “Tidak pernah ada kota sebagus ibukota terbesar itu!”
REV 18:19 Lalu mereka akan berkabung dengan menghamburkan debu ke atas kepala mereka sambil menangis dan meratap, “Aduh, sungguh mengerikan! Betapa hebat bencana yang menimpa ibukota yang besar itu! Kasihan sekali! Dulu kita pedagang jalur laut menjadi kaya karena kemewahan kota itu! Tetapi dalam sekejap mereka sudah dibinasakan!”
REV 18:20 Lalu ada suara dari surga yang berseru, “Hai semua penduduk surga, bersukacitalah karena ibukota yang jahat itu sudah dibinasakan! Semua utusan Allah yang bernubuat, para rasul Kristus, dan seluruh umat Allah, bersukacitalah! Karena Allah sudah menjatuhkan hukuman atas penduduk kota itu setimpal dengan kejahatan mereka terhadap kalian.”
REV 18:21 Lalu satu malaikat yang kuat mengangkat sebuah batu besar, sebesar batu gilingan gandum yang diputar dengan tenaga keledai. Dia melemparkannya ke dalam laut sambil berkata, “Dengan kekerasan seperti inilah kota Babel yang besar itu akan dibinasakan sampai tidak ditemukan lagi!
REV 18:22 Suara pemain kecapi, seruling, terompet, dan alat musik lainnya tidak akan terdengar lagi di sana. Tidak akan ada lagi perajin barang mewah di kota itu, bahkan suara batu gilingan gandum tidak akan kedengaran lagi.
REV 18:23 Cahaya pelita tidak akan bersinar lagi di sana. Suara gembira dari pengantin laki-laki dan perempuan tidak akan terdengar lagi. Hukuman ini terjadi karena pedagang-pedagang di Babel menjadi orang terkaya di dunia, dan ilmu sihir kota itu sudah menyesatkan semua bangsa.
REV 18:24 Penumpahan darah para nabi, utusan Allah, dan umat Kristus terjadi di sana, dan pemerintah ibukota itu juga bersalah atas banyak pembunuhan lain di muka bumi.”
REV 19:1 Sesudah itu saya mendengar suara orang yang sangat banyak berseru-seru di surga, “Haleluya! Milik Allah kita segala kemuliaan dan kuasa, sebab hanya Dialah penyelamat kita!
REV 19:2 Karena Dia selalu menghakimi dengan adil dan benar. Sekarang Allah sudah menghukum ratu pelacur itu, yang merusak penduduk bumi dengan penyembahan berhala. Di mata Allah, hal itu seperti dosa percabulan. Dan Allah sudah membalaskan pembunuhan hamba-hamba-Nya terhadap pelacur itu.”
REV 19:3 Sekali lagi orang banyak tadi berseru, “Haleluya! Asap dari api yang membakar dia akan naik sampai selama-lamanya!”
REV 19:4 Maka kedua puluh empat pemimpin dan keempat makhluk hidup langsung tersungkur menyembah Allah yang duduk di atas takhta sambil berseru, “Amin! Haleluya!”
REV 19:5 Lalu terdengarlah suara dari dekat takhta Allah yang berkata, “Pujilah Allah kita, hai semua hamba Allah!— yaitu semua yang takut dan hormat kepada-Nya, baik yang berkedudukan tinggi maupun rendah.”
REV 19:6 Kemudian saya mendengar suara orang yang sangat banyak dan suara para malaikat. Bunyinya seperti air terjun raksasa atau bunyi guntur yang hebat ketika mereka bersorak-sorai, “Haleluya! Sekarang TUHAN Allah kita memerintah dengan nyata! Terpujilah Yang Mahakuasa!
REV 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai! Marilah kita memuliakan Allah karena hari pernikahan Sang Anak Domba sudah tiba! Pengantin perempuan-Nya sudah mempersiapkan diri.
REV 19:8 Kepada pengantin-Nya sudah diberikan jubah dari kain linen yang putih bersih dan mengkilap.” Pengantin perempuan-Nya adalah gambaran semua umat Allah yang dikuduskan melalui pengurbanan Kristus, dan linen putih bersih adalah lambang perbuatan-perbuatan benar yang dilakukan umat Allah.
REV 19:9 Kemudian malaikat yang menunjukkan semua hal itu menyuruh saya, “Tuliskanlah ini: Sungguh diberkati Allah semua orang yang diundang ke pesta pernikahan Anak Domba!” Lagi katanya kepada saya, “Itulah perkataan yang benar dari Allah!”
REV 19:10 Lalu saya langsung tersungkur untuk menyembah malaikat itu. Tetapi dia berkata kepada saya, “Jangan lakukan itu! Saya hanyalah hamba Allah sama seperti kamu dan saudara-saudari seimanmu, yaitu semua orang yang setia bersaksi tentang Yesus. Sembahlah Allah! Karena semua orang yang mengabarkan berita keselamatan tentang Yesus menjalankan pekerjaan Roh Kudus, sama seperti bernubuat.”
REV 19:11 Kemudian saya melihat surga terbuka dan seekor kuda putih muncul beserta Penunggangnya, yaitu Dia yang bergelar ‘Yang Setia’ dan ‘Yang Benar’, karena Dia selalu adil dalam menghakimi manusia dan dalam berperang melawan musuh-musuh-Nya.
REV 19:12 Mata-Nya bersinar seperti nyala api dan Dia memakai banyak mahkota. Di dahi-Nya tertulis suatu nama yang tidak diketahui oleh siapa pun selain Dia sendiri. Pada tiap mahkota tertulis gelar-gelar-Nya.
REV 19:13 Dia memakai jubah yang sudah dicelupkan dalam darah. Dan Dia mempunyai nama lain, yaitu “Firman Allah.”
REV 19:14 Dia disertai oleh para tentara surga, masing-masing juga menunggangi kuda putih, dan jubah mereka pun dari kain linen yang putih bersih.
REV 19:15 Dari mulut-Nya keluar pedang yang tajam kedua sisinya, gambaran perkataan-Nya yang berkuasa. Dengan kekuatan itulah Dia akan mengalahkan bangsa-bangsa yang melawan-Nya. Ketika Dia memerintah sebagai Raja, Dia akan “menjatuhkan hukuman berat atas kesalahan dan kejahatan mereka.” Kuasa-Nya untuk menghukum bagaikan “tongkat besi yang dengan mudah menghancurkan bejana keramik.” Dialah yang akan menjatuhkan hukuman atas bangsa-bangsa sesuai dengan murka Allah Yang Mahakuasa. Mereka dibinasakan seperti buah anggur yang diinjak-injak untuk memeras airnya.
REV 19:16 Pada bagian jubah yang menutupi paha Penunggang kuda putih tadi, tertulis gelar lain untuk-Nya, yaitu “Raja atas segala raja dan Penguasa atas segala penguasa.”
REV 19:17 Di langit, saya melihat malaikat berdiri menginjak matahari sambil berseru-seru, “Hai semua burung yang terbang di langit, marilah ke sini! Datanglah dan makanlah dalam pesta kemenangan besar yang disediakan Allah bagi kalian!
REV 19:18 Mari makan daging para raja, panglima, dan tentara yang perkasa, juga daging kuda dan para penunggang kuda, serta orang dari seluruh bangsa, baik budak maupun orang merdeka, baik yang berkedudukan tinggi maupun rendah.”
REV 19:19 Kemudian saya melihat binatang yang pertama tadi dan segala raja di bumi bersama para tentara mereka yang sudah berkumpul untuk melawan Penunggang kuda putih itu dan para tentara-Nya.
REV 19:20 Lalu binatang pertama itu ditangkap, juga binatang kedua. Dialah yang bekerja sebagai nabi palsu untuk menyesatkan manusia dengan mengadakan berbagai keajaiban dengan kuasa binatang yang pertama. Dengan demikian dia menipu semua orang yang menerima tanda penyembah, yaitu lambang nama binatang pertama. Kedua binatang itu dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api bercampur belerang.
REV 19:21 Tuhan yang menunggang kuda putih itu membunuh para tentara mereka dengan kekuatan perkataan-Nya saja. Lalu kenyanglah semua burung karena memakan daging mereka.
REV 20:1 Berikutnya saya melihat malaikat turun dari surga memegang kunci pintu jurang maut dan rantai besar di tangannya.
REV 20:2 Malaikat itu menangkap dan mengikat si naga besar, yaitu ular yang kita kenal dalam peristiwa Taman Eden, yang disebut iblis dan bernama Satanas. Dialah yang menyesatkan semua orang di dunia. Kemudian malaikat itu melemparkan dia ke dalam jurang maut. Sesudah mengunci pintunya, dia memasang meterai pada pintu itu. Selama seribu tahun si iblis akan terikat dan dipenjarakan di situ. Dia tidak bisa menipu bangsa-bangsa sampai masa seribu tahun itu berakhir. Sesudah itu dia akan dilepaskan lagi, tetapi hanya sementara.
REV 20:4 Kemudian saya melihat banyak takhta, dan orang-orang yang duduk di atasnya adalah mereka yang dianggap pantas menerima kuasa untuk menghakimi. Saya juga melihat jiwa-jiwa orang yang sudah dipenggal kepalanya karena bersaksi tentang Yesus dan memberitakan Firman Allah. Mereka tidak menyembah binatang atau patungnya, dan tidak menerima tanda penyembah binatang itu pada dahi atau tangannya masing-masing. Mereka hidup kembali dan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun.
REV 20:5 Pada waktu itu sebagian orang mati dihidupkan lagi, tetapi sebagian lainnya tidak akan hidup kembali sebelum berakhir masa seribu tahun itu. Inilah kebangkitan tahap pertama.
REV 20:6 Sungguh diberkati Allah setiap orang yang mendapat bagian dalam kebangkitan tahap pertama. Mereka sungguh suci dan tidak akan mengalami hukuman Allah yang disebut ‘kematian kedua’. Mereka akan menjadi imam yang melayani Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun.
REV 20:7 Setelah masa seribu tahun itu berakhir, Satanas akan dilepaskan dari penjara, yaitu jurang maut.
REV 20:8 Lalu dia pergi menipu segala bangsa di seluruh dunia. Inilah yang digambarkan oleh Nabi Yehezkiel sebagai raja Gog dan bangsa Magog. Satanas akan mengumpulkan mereka untuk berperang melawan Allah, dan jumlah tentaranya tidak terhingga seperti banyaknya pasir di tepi laut.
REV 20:9 Semua batalion Satanas, yaitu iblis, datang dari seluruh daerah di bumi untuk mengepung perkemahan umat Allah, yaitu kota yang dikasihi-Nya. Tetapi Allah akan menurunkan api dari langit dan menghanguskan mereka.
REV 20:10 Lalu iblis, si penipu ulung, akan dilemparkan juga ke dalam lautan api bercampur belerang, tempat binatang pertama dan kedua tadi sudah dilemparkan. Di sana mereka akan disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya.
REV 20:11 Lalu saya melihat takhta agung berwarna putih. Yang duduk di atasnya adalah Dia Yang Mahamulia. Begitu mulianya Dia sehingga ketika cahaya-Nya bersinar, langit dan bumi tiba-tiba lenyap, seperti cahaya matahari yang terik melenyapkan awan-awan.
REV 20:12 Kemudian saya melihat semua orang mati lainnya sudah dihidupkan kembali, baik yang tenggelam di lautan maupun yang dikubur di daratan. Seluruhnya, baik yang dahulu berkedudukan tinggi maupun rendah, berdiri setara di hadapan takhta putih itu. Kemudian buku-buku catatan tentang perbuatan mereka dibuka, dan sebuah kitab lain juga dibuka, yaitu Kitab Kehidupan. Mereka pun dihakimi menurut perbuatannya masing-masing sesuai dengan yang tertulis dalam kitab-kitab itu.
REV 20:14 Kemudian setiap orang yang namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan dilemparkan ke dalam lautan api. Terakhir, kuasa kematian dan Syeol juga dilemparkan ke dalam lautan api. Inilah yang disebut ‘kematian tahap kedua’. Sesudah itu tidak ada lagi kematian! Kuasa kematian sudah lenyap!
REV 21:1 Lalu saya melihat langit yang baru dan bumi yang baru. Karena langit yang pertama dan bumi yang pertama sudah lenyap, dan laut pun tidak ada lagi.
REV 21:2 Saya juga melihat kota kudus Allah, yaitu Yerusalem baru, sedang diturunkan dari surga. Kota itu indah sekali. Keindahannya bagai pengantin perempuan yang sudah berdandan bagi pengantin laki-laki pada hari pernikahan mereka.
REV 21:3 Kemudian saya mendengar suara dari surga yang berseru, “Mulai sekarang Allah akan tinggal bersama manusia. Maka digenapilah janji Allah yang sudah Dia sampaikan melalui para nabi, ‘Aku sendiri akan tinggal bersama kalian. Kalian akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allah kalian.’
REV 21:4 Dia juga berkata, ‘Aku akan menghapus semua air mata mereka.’ Mereka tidak akan mengalami kematian atau kesakitan lagi. Tidak akan ada lagi perkabungan dan tangisan, karena kehidupan yang lama sudah berakhir.”
REV 21:5 Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, “Lihatlah! Aku sedang memperbarui segala sesuatu!” Kemudian Dia berkata lagi, “Tuliskanlah hal-hal ini, karena semua peringatan-Ku ini benar dan layak dipercaya.”
REV 21:6 Dia berkata lagi kepada saya, “Lihatlah! Sekarang sudah nyata bahwa Akulah yang patut disebut ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir,’ yaitu Allahmu satu-satunya, yang selalu ada baik sebelum penciptaan maupun sesudah semua ciptaan ini hilang lenyap. Bagi siapa pun yang haus, marilah! Aku akan memberikan kepadamu air minum dengan cuma-cuma, yaitu air dari sumber yang mengalirkan air kehidupan!
REV 21:7 Setiap orang yang tetap setia kepada-Ku dan menang dalam peperangan rohani ini akan menerima semua berkat tersebut. Kalian pantas disebut anak-anak-Ku, dan Aku senang disebut Allahmu.
REV 21:8 Tetapi berkat-berkat itu tidak akan pernah diterima oleh orang-orang yang takut menjadi pengikut-Ku, yang menyangkal sebagai pengikut-Ku, yang suka berbuat dosa, yang menodai diri dengan berbagai macam dosa menjijikkan, yang terlibat dalam ilmu sihir dan perdukunan, juga para pembunuh, orang-orang cabul, penyembah berhala, dan semua penipu. Mereka akan dilemparkan ke dalam lautan api bercampur belerang.” (Itulah yang disebut ‘kematian tahap kedua.’)
REV 21:9 Kemudian salah satu dari tujuh malaikat yang memegang tujuh mangkuk berisi bencana-bencana terakhir tadi datang kepada saya. Dia berkata, “Marilah ke sini. Saya akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan Anak Domba, yaitu kesatuan seluruh jemaat-Nya. Mereka dipersatukan dengan Dia bagaikan dalam pernikahan.”
REV 21:10 Lalu Roh Kudus menguasai saya lagi dan malaikat itu membawa saya ke atas sebuah gunung yang tinggi besar. Dari situ dia menunjukkan kepada saya kota kudus yang megah, yaitu Yerusalem baru yang Allah turunkan dari surga.
REV 21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah, dan semuanya berkilau seperti batu permata yang sangat jernih, seperti kristal hijau merah.
REV 21:12 Kota itu mempunyai tembok yang besar dan sangat tinggi. Pada tembok itu terdapat dua belas pintu gerbang: Tiga di sebelah timur, tiga di sebelah utara, tiga di sebelah selatan, dan tiga di sebelah barat. Setiap gerbang dijaga oleh satu malaikat. Dan di atas setiap gerbang itu tertulis nama-nama kedua belas suku Israel, masing-masing satu.
REV 21:14 Tembok kota itu mempunyai dua belas batu fondasi. Pada setiap batu fondasi tertulis nama-nama kedua belas rasul Anak Domba, masing-masing satu.
REV 21:15 Malaikat yang berbicara dengan saya memegang tongkat pengukur dari emas. Dia hendak mengukur kota itu, termasuk temboknya dan kedua belas pintu gerbangnya.
REV 21:16 Kota itu berbentuk kubus. Panjang, lebar, dan tingginya sama. Ketika malaikat itu mengukur kota tersebut dengan tongkatnya, panjangnya 12.000 stadia, begitu juga dengan lebar dan tingginya. Semua sama.
REV 21:17 Dia juga mengukur lebar tembok itu, dan ternyata 144 hasta. Pengukuran tersebut sesuai dengan ukuran yang dipakai oleh para malaikat dan tidak berbeda dengan ukuran yang dipakai manusia di dunia.
REV 21:18 Tembok kota itu terbuat dari batu permata hijau merah yang berkilauan, sedangkan semua bangunan dalam kota itu terbuat dari emas yang sangat murni, sebening kaca.
REV 21:19 Kedua belas batu fondasi tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis batu permata. Setiap batu fondasi terdiri dari satu batu yang sangat besar. Batu fondasi pertama terdiri dari satu batu permata hijau merah, yang kedua permata biru tua, yang ketiga permata hijau muda, yang keempat permata hijau tua,
REV 21:20 yang kelima permata merah, yang keenam permata merah tua, yang ketujuh permata kuning, yang kedelapan permata biru hijau, yang kesembilan permata bening, yang kesepuluh permata hijau, yang kesebelas permata biru, dan yang kedua belas permata ungu.
REV 21:21 Dua belas pintu gerbang itu masing-masing terdiri dari satu mutiara yang ajaib. Jalan raya di tengah kota itu terbuat dari emas yang sangat murni sampai cemerlang seperti kaca bening.
REV 21:22 Saya tidak melihat rumah Allah di dalam kota itu, karena TUHAN Allah Yang Mahakuasa dan Anak Domba sendirilah yang menjadi seperti rumah Allah di sana.
REV 21:23 Kota itu juga tidak memerlukan matahari dan bulan untuk meneranginya, karena kemuliaan Allah menyinarinya dan cahaya Anak Domba menerangi kota itu.
REV 21:24 Kehidupan seluruh bangsa akan diterangi oleh cahaya kota itu. Dan ke dalam kota itu semua raja dunia akan datang membawa harta kerajaan mereka masing-masing sebagai persembahan untuk memuliakan Allah dan Anak Domba.
REV 21:25 Pintu-pintu gerbang kota itu tidak pernah ditutup, karena tidak ada lagi malam di sana.
REV 21:26 Segala macam kekayaan dari seluruh bangsa akan dibawa ke dalamnya untuk memuliakan dan menghormati Allah dan Anak Domba.
REV 21:27 Tetapi barang-barang yang najis sama sekali tidak akan dibawa ke sana. Demikian juga semua penipu dan setiap orang yang menodai dirinya dengan dosa tidak diperbolehkan masuk. Hanya orang yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan milik Sang Anak Domba yang bisa masuk ke kota itu.
REV 22:1 Kemudian malaikat tadi menunjukkan kepada saya sungai sejernih kristal yang mengalirkan air kehidupan. Sungai itu mengalir dari takhta Allah dan takhta Anak Domba, dan
REV 22:2 melintas di tengah jalan utama di kota itu. Di kedua tepi sungai tumbuhlah pohon-pohon kehidupan yang berbuah setiap bulan. Orang dari segala bangsa akan memakai daun pohon itu untuk menyembuhkan penyakit mereka.
REV 22:3 Di dalam kota itu tidak akan pernah ada orang atau barang yang dikutuk Allah. Takhta Allah dan takhta Anak Domba ada di dalam kota itu, dan di sanalah hamba-hamba Allah akan melayani dan menyembah-Nya.
REV 22:4 Mereka pun akan melihat wajah-Nya. Nama-Nya tertulis pada dahi mereka.
REV 22:5 Di kota itu tidak akan ada lagi malam, dan mereka tidak perlu lagi cahaya pelita atau matahari, karena Allah sendirilah yang akan menerangi mereka. Mereka akan memerintah sebagai raja bersama-Nya sampai selama-lamanya.
REV 22:6 Lalu malaikat itu berkata kepada saya, “Semua yang kamu dengar dan lihat hari ini benar dan layak dipercaya. Hanya TUHAN Allah saja yang memberi kemampuan kepada para utusan-Nya untuk bernubuat, dan Dialah yang sudah mengutus saya untuk menunjukkan kepada para hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.”
REV 22:7 Kristus Yesus berkata kepada kita, “Dengarlah! Aku datang segera. Sungguh diberkati Allah semua orang yang menaati semua peringatan yang tertulis dalam kitab nubuatan ini.”
REV 22:8 Saya, Yohanes, sudah mendengar dan melihat semuanya itu sendiri. Bahkan saya pernah tersungkur hendak menyembah malaikat yang memperlihatkannya kepada saya.
REV 22:9 Tetapi dia berkata, “Jangan berbuat begitu! Saya hanyalah hamba Allah yang rendah sama seperti kamu dan saudara-saudarimu para utusan Allah, dan sama seperti semua orang yang menaati seluruh peringatan dalam kitab ini. Sembahlah Allah!”
REV 22:10 Kemudian dia berkata lagi kepada saya, “Jangan merahasiakan nubuatan-nubuatan yang tertulis dalam kitab ini, karena sebentar lagi semua hal itu akan terjadi.
REV 22:11 Sisa waktunya sangat singkat, maka siapa pun yang berbuat jahat, teruslah berbuat jahat. Dan siapa pun yang membiarkan dirinya ternoda, teruslah hidup menuruti hawa nafsu. Tetapi siapa pun yang hidup benar, teruslah hidup benar! Dan siapa pun yang disucikan oleh Kristus, teruslah hidup suci!”
REV 22:12 Kristus sendiri berkata, “Dengarlah! Aku datang segera. Aku akan membawa upah bagi setiap orang sesuai dengan perbuatannya.
REV 22:13 Akulah juga yang disebut ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir,’ yaitu yang satu-satunya dan yang selalu ada, baik sebelum penciptaan maupun sesudah semua ciptaan ini hilang lenyap.
REV 22:14 Sungguh diberkatilah kamu semua yang melakukan perintah-perintah Allah. Kamu akan menerima hak untuk makan buah dari pohon-pohon kehidupan dan diperbolehkan masuk ke kota kudus itu melalui pintu-pintu gerbangnya.
REV 22:15 Tetapi semua orang yang hidup tanpa rasa bersalah seperti anjing, yaitu orang yang cabul, para penyembah berhala, penipu, pembunuh, dan orang-orang yang terlibat dalam ilmu sihir dan perdukunan, tidak akan pernah diperbolehkan masuk.
REV 22:16 “Akulah Yesus, yang sudah mengutus malaikat-Ku untuk bersaksi tentang semuanya itu kepada jemaat-jemaat. Akulah Sang Keturunan Daud dan Pemimpin seluruh keturunannya. Akulah yang digambarkan seperti bintang fajar yang bersinar terang.”
REV 22:17 Lalu Roh Kudus dan pengantin perempuan Anak Domba itu, yakni kesatuan seluruh jemaat Kristus, berkata “Ya, Kristus, datanglah segera!” Biarlah semua orang yang mendengarkannya juga berseru, “Ya, Tuhan, datanglah!” Tetapi sebelum Kristus datang, siapa pun yang haus, biarlah dia datang kepada Kristus! Dan yang ingin minum air kehidupan, terimalah itu dari Yesus! Karena Dia memberikan air itu secara cuma-cuma.
REV 22:18 Saya (Yohanes) memperingatkan kepada semua orang yang mendengar nubuatan-nubuatan yang tertulis di sini: Siapa pun yang menambahkan sesuatu ke dalam tulisan ini, Allah akan menambahkan hukuman berat baginya, yaitu bencana-bencana yang tertulis dalam kitab ini.
REV 22:19 Dan siapa pun yang mengurangi sesuatu dari tulisan nubuatan ini, Allah akan mencabut haknya untuk menikmati berkat-berkat yang tertulis dalam kitab ini, yaitu masuk ke kota kudus-Nya dan makan buah dari pohon-pohon kehidupan.
REV 22:20 Ingatlah! Yesus, yang selalu layak dipercaya, berkata, “Aku datang segera.” Amin! Datanglah Tuhan Yesus!
REV 22:21 Akhir kata, kiranya Penguasa kita Kristus Yesus selalu berbaik hati kepada kamu semua yang sudah disucikan oleh-Nya. Amin!
